Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabi nastain
- waa umurid dunya waddin wasatu wasalam
- ala asrofilyaai wal mursalin waa alihi
- wasohbihi ajmain. Ashadu alla
- ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala nabiyina muhammadin
- waa alihi wasohbihi ajma. Qallahu taala
- fil quranil karimillah.
- Inallaha waaikatahu
- albi ya ayyuhalladina amanu shu alaihi
- wasallimu taslima sadaqallahulim.
- Alhamdulillahiabbil alamin masih
- dipancarkan dari jalan masjid
- silaturahim nomor 36 Cibubur Bekasi
- radio silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa taala.
- Bagaimana kabar Anda di Jumat sore ini?
- Semoga selalu dalam keadaan sehat
- walafiat. Senang sekali saya Fauzi
- Ridwanul Hak ditemani oleh Neza dan juga
- Yusuf Subangkit dapat kembali menemani
- ikhwan akhwat dalam program dalam
- program tausiah sore edisi Jumat 21
- Zulkaah 1447
- Hijriah dan juga bertepatan dengan
- tanggal 8 Mei 2026 bersama guru kita
- almukaram Ustaz Ahmad Shoh.
- Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama
- kita. Kita sapa guru kita terlebih
- dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Kabarnya semakin sehat, Ustaz?
- Alhamdulillah. Masyaallah. Semakin
- sehat. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Semakin hari semakin
- sehat.
- Alhamdulillah. Semakin hari semakin
- membaik. Alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Baik, Ikhwan Akhwat. Semoga ee kesehatan
- juga dirasakan oleh Ikhwan akhwat di
- mana pun Anda berada. Kami doakan semoga
- Allah berikan kesehatan baik. Semoga
- kajian tausiah sore ini dapat menemani
- ikhwan akhwat dalam segala aktivitas
- dalam waktu yang mustajab juga di waktu
- Jumat sore menjelang magrib.
- Dan kita isi ee kegiatan ini dengan
- thaolabul ilmi bersama Ustaz Ahmad
- Saleh.
- Ee kajian bersama Ustaz Saleh pada Jumat
- sore ini ee kajian tentang syarah kitab
- Riyadus Shihin.
- Nah, [berdehem]
- pertemuan kedua dari tema haram melaknat
- seseorang dan atau binatang. Ee Jumat
- yang lalu, dua pekan yang lalu Ustaz
- sudah kita sudah membahas tiga
- hadis. Hadis yang sudah dijelaskan oleh
- ustaz. Kita sekarang akan melanjutkan
- pembahasan tentang haram melaknat
- seseorang atau binatang. Namun
- sebelumnya bagi ikhwan akhwat yang ingin
- bertanya, ber ngirimkan komentar dapat
- mengirimkan di WhatsApp Rasil
- 0811999720.
- Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi
- langsung dengan ustaz dapat menghubungi
- di 02184512.
- Sebelum Ustaz memberikan ilmu kepada
- kita, kita berdoa thaabul ilmi terlebih
- dahulu.
- Bismillahirrahmanirrahimbi
- ilman fahman.
- Allah inaluka ilanibanahmatikaahimin.
- Baik, mari kita dengarkan ilmu yang akan
- disampaikan oleh Ustaz Ahmad Salh
- tentang haram melaknat seseorang atau
- binatang. Tafadul Ustaz
- Alhamdulillahi
- hamdan katsiran thayiban mubarokan fih
- kama yuhibbuna
- waard
- ashadu alla ilahaillallah. Wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabiya
- ba'dah.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- nabiyina Muhammadin wa ala alihi wa
- ashabihi
- waman tabiahum biihsanin ila
- yaumilqiamah. Amma ba'd.
- Ikhwan dan akhwat pendengar Radio
- Silaturahim serta pemirsa Rasil Visual
- di mana pun berada.
- Pujian tetap tertuju kepada Allah yang
- telah menganugerahkan kepada kita
- kesehatan,
- kesempatan,
- dan masih bisa diberikan untuk
- mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu
- wa taala.
- Betapa banyak karunia Allah tabaraka wa
- taala yang tidak bisa kita hitung.
- Betapa cintanya Allah kepada kita. Kita
- masih bisa berzikir, bisa memohon
- ampunan, bisa berselawat atas Nabi
- sallallahu alaihi wasallam.
- Hati yang dipenuhi itu semua adalah hati
- yang hidup. hati yang dicintai oleh
- Allah. Maka sekali lagi ketika kita
- mampu berzikir, beristigfar,
- berselawat atas Nabi sallallahu alaihi
- wasallam, itu adalah karunia yang tidak
- bisa dihitung.
- Kenapa kita tidak bisa mewujudkan terima
- kasih kita kepada baginda Nabi
- sallallahu alaihi wasallam yang telah
- berjuang dengan kesungguhan dengan
- tenaganya, dengan hartanya, dengan
- pikiran lain-lain sebagainya. Bahkan
- orang-orang yang tidak menyukai
- dakwahnya, menyakitinya, bahkan mau
- membunuhnya.
- Tapi Nabi tetap saja berjalan di atas
- jalan dakwah. Dan ternyata kita dapat
- menikmati hasil dari perjuangan baginda
- sallallahu alaihi wasallam. Tidak
- mungkin kita mengucapkan terima kasih,
- tidak mungkin kita membalas jasa-jasa
- beliau sallallahu alaihi wasallam. Maka
- oleh sebab itu, selawat yang kita
- panjatkan adalah ucapan terima kasih
- kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- Allahumma
- sholli wasallim wabarik ala nabiyina
- Muhammadin. Itu di antaranya Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammadin
- wa ala alihi wasohbihi
- ajmain. Itu di antaranya Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammadin
- nurikasari waalikal jari wajmni bihi fi
- kulliwari
- waa alihi wasohbihi wasallim ya nur. Itu
- di antaranya. Dan masih banyak lagi
- selawat-selawat yang ditulis oleh para
- ulama yang kemudian diikuti oleh kita
- sebagai bukti. Sebagai apa? Sebagai
- bukti ucapan terima kasih kita kepada
- Rasul.
- Kalau boleh kita mengatakan, "Ya
- Rasulullah,
- cuma ini yang saya bisa panjatkan untuk
- berterima kasih kepada Engkau. Allahum
- ya Allah
- anugerahkanlah keselamatan, selawat dan
- salam kepada baginda Nabi sallallahu
- alaihi wasallam. Kita rindu berjumpa
- dengannya,
- rindu bertemu dengannya."
- Kenapa rindu ketemu dengannya? Ketika
- kita melihat keturunan Nabi secara
- biologis saja, kadang kita tertarik
- dengan kemuliaan baginda.
- Itu baru melihat turunannya.
- Turunnya secara biologis. Begitu juga
- ada keturunan secara spiritual.
- Betapa akhlaknya, mulianya, indah-indah,
- ganteng-ganteng gitu ya. Kalau yang
- biologis itu maksudnya yang disebut
- dengan habaib. Nah, habaib. Adapun
- habaib lain adalah mereka yang tidak
- nyambung nasabnya kepada Nabi, tapi
- akhlaknya berakhlak Nabi.
- Nah, gitu kan. Menurut surat Al Imran
- tuh ayat 31 tuh. Yo. Jadi ada habibullah
- dari sisi nasab, ada habibullah dari
- sisi spiritual.
- Betul.
- Paling tidak kalau misalnya kita tidak
- termasuk dari sisi nasab,
- mudah-mudahan kita dari sisi
- spiritualnya didapatkan gitu loh.
- Maka nanti di yaumil kiamat dianggap
- oleh Nabi sebagai keturunannya. Dalam
- tanda petik, dalam tanda petik
- keturunannya itu pengikutnya
- bisa ditemui karena tanda-tandanya
- terdapat pada diri kita.
- Ya fulan taal, ya fulan taal. Masyaallah
- kita dikenal oleh Nabi. Dari mana
- dikenalnya? Dari akhlak-akhlaknya yang
- mulia.
- Akhlak-akhlak yang mulia itu hari ini
- tidak bisa kita lihat, tidak bisa
- terpancar. Tapi nanti Nabi, para sahabat
- akan mengenal kita insya insyaallah.
- Insyaallah. Amin.
- Maka oleh sebab itu senantiasa berbaik
- sangka kepada Allah,
- berselawat terus kepada Rasulullah.
- Rasulullah,
- berselawat juga untuk para sahabatnya
- kan gitu. Berselawat juga untuk keluarga
- dan sahabatnya. Tuh, itu jadi
- ketergantungan hati kepada itu, itu
- berarti hatinya bercahaya.
- Hidup ya hayul qalb gituah. Hidupnya
- hati itu adalah nikmat yang aduh
- masyaallah tidak bisa dibandingkan
- dengan harta kekayaan.
- Sekiranya para raja tahu anugerah ini,
- [mendengus] hidupnya hati, para raja
- akan jual untuk kerajaannya untuk
- membeli kehidupan hati. Kehidupan hati.
- Kehidupan hati.
- Dalam [mendengus] tahajudnya hidup
- hatinya. Dalam doanya hidup hatinya. Dia
- miskin tapi hidupnya kaya. Tidak merasa
- kekurangan sedikit pun.
- Orang yang tidak merasa kekurangan
- sedikit pun berarti orang kaya. Karena
- dia mencukupkan Allah. Allahus somad.
- Allah tempat bergantung segalanya. Nah,
- maka kajian-kajian kita tiap hari Jumat
- itu
- harus mampu menghidupkan hati.
- Bukan hanya cari kesalahan orang lain,
- kemudian justifikasi mereka
- bermusuh-musuh. Gak
- satu musuh. terlalu banyak.
- 1000 teman terlalu sedikit
- tuh gitu ya. Jadi kalau 1000 teman
- terlalu sedikit
- cari itu cari teman cari saudara di
- negara mana pun carilah saudara kita.
- Karena kita sudah punya 1000 koneksi
- masih kurang. Tapi kalau kita
- mendapatkan jangankan dari yang jauh,
- yang dekat saja musuh enggak usah
- banyak. Satu kebanyakan
- kebanyakan satu
- kebanyakan satu itu kebanyakan karena
- memang kita hidup bukan diciptakan cari
- musuh
- kita hidup diciptakan untuk ibadah
- kepada Allah
- menjadi ibad
- gitu ya menjadi ibad.
- Ibad itu adalah orang yang mengibadahi
- Allah.
- Abid apa?
- Kalau abid itu hamba Allah tapi bukan
- yang taat kepada Allah. Itu abid.
- Makanya dalam surat Albaqarah
- ibadi
- tuh ya. Kemudian di fadkuli fi ibadi
- ibad. Jadi kalau ibad itu menunjukkan
- orang-orang yang taat. Kalau abid itu
- dalam ee pengertian secara apa namanya?
- Linguistik gitu. Istilah linguistik
- secara bahasa itu memakna bermakna dalam
- Al-Qur'an itu kalau abid adalah
- orang-orang yang belum beriman. Hamba
- Allah dia tetap
- makhluk sama
- makhluk karena Allah yang menciptakan
- tapi dia tidak taat.
- Iya,
- tidak beriman maka abid
- gitu ya. Jadi kalau yang bertanyanya
- kepada Allah ibad jelas Allah akan
- mengatakan dekat.
- Iya.
- Waaka saalaka ibadi fainni qorib. Tapi
- kalau abid yang nanyanya belum tentu
- dekat gitu ya. Nah, gitu. Itu menarik
- tuh. Oke. Baik ya. [tertawa]
- Ibadurrahman juga, Ustaz. Ya.
- Ya. Ibadurrahman kan ibad ibadu bukan
- abidurrahman tapi ibadur rahman yang
- ciri-cirinya ketakwaan.
- Oke. Baik.
- Baik. Para ikhwan dan akhwat pendengar
- radi silaturahim serta pemirsa Rasil
- Visual di mana pun berada. Kita
- lanjutkan kepada hadis keempat.
- Ya, tentang haram melaknat orang atau
- binatang.
- An Samurah bin Jundub radhiallahu anh
- qal qala Rasulullahi sallallahu alaihi
- wasallam
- dari Samurah bin Jundub semoga Allah
- meridainya. Ia berkata Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bersabda, "La
- tulanu bilatillah.
- Janganlah kalian saling melaknat dengan
- laknat Allah walahi.
- Dan tidak pula dengan kemurkaannya
- wala binar. Dan tidak pula dengan api
- neraka gitu ya. Jadi kemudian jangan
- jadi jadi jangan main-main gitu ya.
- Mudah-mudahan Allah melaknatmu.
- Nauzubillah gitu ya. Mudah-mudahan Allah
- memurkaimu. Nauzubillah ya. Kalau bisa
- doakanlah kebaikan-kebaikan
- ya. Doakan kemuliaan-kemuliaan. Karena
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- itu
- betapa cintanya kepada umatnya.
- Masyaallah.
- Cinta kepada umatnya. Tidak ingin
- seorang pun masuk neraka. Itu Rasulullah
- tidak ingin satu orang pun dari umatnya
- masuk neraka. Hm. Ya Allah saya tidak
- rida tuh. Kenapa? Betapa cintanya Rasul
- pada umatnya. Masa kita Rasul mencintai
- kita malah kita tidak membalas cintanya.
- Sampai kecintaannya itu bukan hanya
- beliau masih hidup, bukan ketika kita
- masih di dunia, nanti di akhirat pun
- Rasul masih mencintai kita.
- Apa buktinya? Nanti Nabi Yuna sallallahu
- alaihi wasallam akan memberikan syafaat.
- Hza yadullu ini menunjukkan rahmat
- rahmata sallallahu alaihi wasallam.
- menunjukkan cintanya, rahmatnya
- sallallahu alaihi wasallam wasam.
- Tuh. Maka oleh sebab itu kan nanti umat
- itu aduh masyaallah betapa susahnya
- nunggu pengadilan lama sekali sampai
- baginda sujud kepada Allah.
- Kemudian Allah memerintahkan Nabi
- Muhammad untuk mengangkat kepalanya.
- Lalu ditanya, "Lalu bersegeralah
- pengadilan Allah itu dimulai." Tuh,
- itu sudah masyaallah. Kalau pengadilan
- Allah tidak dimulai, aduh susah banget
- kita. Kepanasan gitu ya, berkeringat.
- Keringatnya sampai apa? Mata kaki,
- sampai lutut,
- iya,
- sampai bahu. Baki, sampai ada yang
- tenggelam.
- Tenggelam.
- Masyaallah. Ya Allah. Allahumma shi ala
- sayidina Muhammad waa ali sayidina
- Muhammad.
- Nah, maka oleh sebab itu, Ikhwan sekali
- lagi tadi janganlah kalian saling
- melaknat dengan laknat Allah, dengan
- murka Allah dan dengan api neraka.
- Hindari itu. Kalau antum kesal sama
- ikhwannya, doakan saja. Mudah-mudahan
- Allah dapat memberikan hidayah sama
- antum gitu. [tertawa]
- Mudah-mudahan Allah membahagiakan antum
- dan keluargamu.
- Mudah-mudahan Allah kasih rezeki yang
- banyak, yang berkah, gitu. Biasakan itu
- ya. Coba ee apa namanya? Vokabuly
- seperti itu tuh coba dibiasakan gitu ya.
- Dibiasakan karena memang tidak gampang.
- Kalau biasa vocabuly yang dikumpulkannya
- adalah vocabulary yang jelek, maka
- latahnya juga latah jelek. Latah
- latah ya. Latah tadina [tertawa] latah
- dari tadi dari dulunya latah tadina itu.
- Oke. Jadi latah begitu juga kan mohon
- maaf ya kan ibu-ibu kalau latah kadang
- nyebut ah macam-macam lah jatuh ee apa
- namanya tempat dari ini tempat
- penggorengan disebut apa gitu loh. Nah
- itu latah. Tapi kalau kemudian
- astagfirullahalazim
- membiasakan begitu
- subhanallah. Nah, itu lebih bagus
- latah-latah seperti itu. Ketika misalnya
- sendok jatuh innalillahi,
- alhamdulillah, Allahu Akbar, mati lampu,
- innalillahi, maka kebel itu yang yang
- biasa kita ucapkan. Maka nanti
- yang kita saat kita menghadap Allah,
- maka ucapan yang terbiasa yang adalah
- kebaikan.
- Maka kenapa kita diperintahkan untuk
- senantiasa husnudzon?
- Kalau husnudon diduga keras wafatnya
- husnul khatimah
- tuh. Itu mulai dari seperti itu. Makanya
- kalauak kesal-kesal sedikit
- astagfirullahalazim.
- Ya Allah ampuni kawan saya yang
- menyakiti saya. Enggak usah didoakan
- ustaz sakit hati saya. Iya.
- Sesakit-sakit hati antum juga tetap
- tidak berdarah
- gitu kan.
- Iya.
- Lebih baik doakan dengan kebaikan. Ya
- Allah, maafkan saudara saya karena dia
- belum tahu apa yang saya amalkan
- sehingga dia berburuk sangka sama saya.
- Ya Allah. Kan bisa begitu. Contoh dari
- Nabi.
- Tidak ya Jibril kan Jibril nawarkan
- untuk memohonkan azab. Ya,
- tidak ya Jibril. Karena mereka belum
- mengetahui.
- Masyaallah.
- Aku ingin berharap kepada aku ingin aku
- berharap kepada Allah agar dari
- sulbi-sulbi mereka orang dilahirkan
- orang-orang yang nyebut nama Allah. Tuh
- ibu bapaknya katakan menentang tapi Nabi
- punya harapan. Anak cucunya paling tidak
- tuh
- masih ada harapan.
- Masih ada harapan. Maka dakwah kita pun
- juga harus senantiasa punya harapan.
- Wah, ini tidak akan di apa nam tidak
- menerima hidayah. Gak apa-apa kalau
- misal berkali-kali tidak nim berharap
- kepada ya Allah saya kalau memang ibu
- bapaknya susah saya berharap anak
- cucunya lah. Gitu loh gitu ya. Maka oleh
- sebab itu dakwah itu urusan kita dengan
- Allah.
- Jadi dakwah itu jangan jangan berharap
- dia ikut kita.
- Nah, tapi berharaplah agar dia dapat
- rahmat Allah, dapat hidayah. Kalau ikut
- kita, emang kita siapa?
- Nah, makanya saya mengajak itu mengajak
- kepada syariat Islam, bukan kepada
- kelompok saya.
- Kalau ngajak saya kepada antum untuk
- ikut kelompok saya, apa hebatnya saya
- gitu loh. Apa memang saya sudah punya
- jaminan? Tapi saya kenapa dalil yang
- dikemukakan? Kenapa Quran yang
- dikemukakan? Kenapa sunah Nabi yang
- dikemukakan? Agar antum ikut Quran dan
- ikut sunah Nabi, bukan ikut saya. Betul.
- Itu di antaranya. Nah, maka oleh sebab
- itu, Ikhwan,
- Nabi tidak diutus untuk sebagai
- pelaknat.
- Maka kita jangan melaknat gitu ya.
- Jangan kamu saling melaknat. Jangan kamu
- saling apa namanya? Ee ya, jangan kamu
- saling melaknat dengan laknat Allah dan
- murka Allah serta api neraka. Itu
- hindari. Betul ya. Kalau perlu
- sekesal-kesalnya kita ganti itu dengan
- rahmat Allah, dengan kasih sayang Allah,
- dengan surganya Allah. Mudah-mudahan
- Allah memasukkan kamu ke dalam surga. He
- tapi dia nyuri biarin aja gitu loh kan
- bisa saja dia sekarang nyuri besok-besok
- dia tobat
- kan bisa begitu jadi selalu ada harapan
- gitu loh ustaz jadi anak teh nakal eh
- sekarang nakal berharaplah kepada Allah
- agar dia jadi ulama saleh
- sekarang dia nakal orang lain belajar
- dia bolos biarin aja sekarang tapi besok
- kita mohon kepada Allah agar dia menjadi
- orang yang tekun belajarnya
- tuh. Jadi memandang mahasiswa itu ada
- yang jelek, memandang murid itu ada yang
- nakal selalu dimaknai dengan positive
- thinking.
- Ustaz, ini mahasiswa ini bolos.
- Ee mudah-mudahan Allah segera memberi
- hidayah, memberi kepahaman bahwa urgensi
- ilmu itu sangat besar.
- Ah, tiba-tiba besoknya di paling rajin
- kan begitu. Ustaz, ini mahasiswa itu
- senangnya pacaran.
- Astagfirull.
- Allahuma ya Allah perlihatkanlah kepada
- mereka jalan yang benar. Mudah-mudahan
- mereka menghindari gitu loh.
- Menghindari untuk berbuat maksiat.
- Kalaupun terlanju pancaran,
- mudah-mudahan tidak melakukan apa-apa,
- tidak melakukan kemaksiatan kan itu
- sehingga apa sih yang ditakuti dari
- pacaran?
- Takut.
- Takut zina kan gitu.
- Kalau dia pacaran tapi kemudian tidak
- zina, dijaga oleh Allah tidak perzinahan
- kan enggak ada masalah. Nah, maka oleh
- sebab itu, Ustaz, ini apa namanya? Ee
- mahasiswinya tuh pacaran. Allahum ya
- Allah jagalah mereka.
- Jagalah mereka agar mereka tahu
- adab-adabnya berkomunikasi.
- Tuh kan ada karanya dia disebut pacaran
- main WA mau nyapa aja lewat WA. He
- itu saya pernah terjadi. Masyaallah ya.
- Ada di antara putra saya gitu.
- Ada di antara putra saya
- ee dia waktu itu jadi ketua panitia
- sebuah kegiatan. He
- ya. Waktu itu masih SMA gitu ya.
- [tertawa]
- Pak, pinjam HP-nya
- untuk apa? Mau WA ke sekretaris.
- Kenapa WA? Ngomong aja langsung. Enggak.
- Ah, dia kan perempuan, dia muslimat. Oh,
- muslimat. Jadi kenapa? Aa e kenapa ya?
- Takut saja saya apa? Takut apa namanya
- ya? Takutlah kata dia. Ya udah nih saya
- kasih pinjam HP-nya. Saya bilang, "Ya
- Allah, jagalah hati hati anak-anak
- saya." Masyaallah. Bimbinglah,
- tuntunlah. Ini tandus minimal nih saya
- nyebut-nyebut ini baru saya cerita nih.
- Wuh, sudah lewat sudah berapa tahun tapi
- karena masyaallah. Nah, gitu ya. Oke.
- Jadi sekali lagi [berdehem]
- janganlah kalian saling melaknat dengan
- laknat Allah, dengan kemurkaannya dengan
- api neraka. Maka sekali lagi
- penjelasannya hendaknya kita istikamah.
- Kalaupun latah, maka latahlah dengan
- latah yang positif.
- Ya, kalau latahnya dengan karena kita
- biasa negatif, kadang latahnya juga
- negatif. Oke, tayib. Kita lanjutkan ee
- kepada mutiara-mutiara hadis dari itu.
- Larangan berdoa meminta laknat Allah,
- murkanya atau api neraka. Ya, larangan.
- Larangan berdoa meminta laknat Allah,
- murkanya atau api neraka. Karena semua
- itu besar urusannya ya. Besar.
- [mendengus]
- Kalau jatuh pada dikabulkan
- maka itu menjadi besar.
- He.
- Tapi kalau misalnya boleh saja jatuhnya
- pas tidak apa
- tidak dikabulkan.
- Tidak dikabulkan. Tapi kan kita tidak
- tahu. Iya.
- Waktu kapan dikabulkan, waktu kapan
- tidak dikabulkan. Maka oleh sebab itu,
- kenapa yang bicaranya harus yang
- positif-positif
- gitu? Kalaupun positif, kalaupun
- waktunya bukan tidak dikabulkan ya
- enggak apa-apa. gitu loh ya. Tidak
- apa-apa kan jadi tabungan. Nah, tapi
- kalau kemudian pas saat diijabah ah itu
- bahaya sekali. Tayib. Baik, kita
- lanjutkan kepada hadis kelima di dalam
- ee bab ini atau hadis ke-157.
- an ibni Mas'udin radhiallahu anh qala
- qala Rasulullahi sallallahu alaihi
- wasallamu
- wal fahisal badii
- timmidzi waqala haditun hasanun aduh
- mohon maaf ya agak terganggu [berdehem]
- orang mukmin itu bukanlah orang yang
- suka menghina tuh ee
- tidak suka menghina orang mukmin itu.
- Maksudnya yang mukmin yang sempurna
- imannya ya
- e tidak suka melaknat, tidak suka
- melakukan perbuatan keji dan bukan pula
- orang yang bodoh tuh gitu ya. Jadi orang
- mukmin, orang mukmin itu pintar
- pintarnya dalam perspektif
- dalam hukum Allah ya perspektif. Jadi
- tidak misalnya dia celaka, tidak
- terjeram kepada lubang dua kali itu
- menunjukkan dia pintar. H
- ya. Kalau masih terjembab kepada lubang
- dua kali berarti dia khilaf. Kalau
- enggan kita mengatakan bo bodoh gitu
- loh.
- Tapi dia khilaf. Oh masyaallah dia masih
- belum memahami gitu loh ya. Tapi
- adakanya begini,
- masyaallah. Adakanya orang itu jatuh
- terjebak kepada lubang satu kali, tapi
- dia merasa baik sangka aja pada Allah.
- Misalnya begini,
- ada orang pinjam pinjam uang,
- akhi, ana pinjam uang
- berapa? Sekian juta. Pas dipikir, "Oh,
- saya lagi punya duit nih." Oh, iya.
- Baik.
- Insyaallah akhir bulan saya
- kembalikannya. Oh tiib. Alhamdulillah.
- Catatlah.
- Sebulan, 2 bulan, 3 bulan enggak
- kembali-kembali.
- Dia tidak merasa ditipu.
- Dia tetap saja berbaik sangka. Kenapa?
- Karena dia akan dicatat oleh Allah
- sebagai orang yang sedekah tiap hari
- sebesar pinjaman itu.
- Masyaallah. Bagaimana dia b [tertawa]
- semakin lama semakin banyak
- semakin lama semakin banyak makanya dia
- cuek aja sampai dia ee yang pinjamnya
- ngomong lagi akhi mohon maaf ya belum
- saya bisa kembalikan kali oh ya enggak
- apa-apa
- padahal dia juga perlu tapi dia
- mencukupkan Allah ya Allah saya ini
- perlu
- duit saya dipinjam dipinjam teman
- belum dibayar kepada siapa saya meminta
- kecuali kepada engkau
- Tidak mungkin saya mencaci bangkai orang
- yang pinjam. Toh dia juga tetap tidak
- bisa bayar. Kan begitu. Saya hanya
- kepada Engkau aja mintanya ya Allah. Tuh
- gitu loh. Itu kan enggak gampang.
- [tertawa]
- Sudah tinggi. Ustaz.
- Iya betul. Sudah tinggi. Tapi ketika ada
- orang yang bisa melakukan begitu itu
- pertolongan Allah.
- Masyaallah.
- Pertolongan Allah.
- Masyaallah. Masyaallah. Ada orang, mohon
- maaf ya, orang itu miskin.
- miskin. Tapi ketika temannya perlu ini
- dia kasih pinjam.
- Akhirnya antum perlunya berapa? Perlunya
- saya R juta. Katanya R juta [tertawa]
- dia orang miskin kan yang dia
- du padahal dia ada keperluan tuh. Dia
- bilang, "Saya ada tuh R10 juta kalau mau
- pakai pakai aja.
- Saya tahu saya itu tuh orang yang
- meminjamkan tuh tahu bahwa si meminjam
- tuh tidak yakin akan ngembalikan
- secepatnya. Maka buru-buru dia juga
- katakan, "Aki, antum kalau mau bayarnya
- ketika antum mampu aja.
- Jadi supaya si peminjamnya tidak
- terbebani
- karena ah sekali enggak jadilah saya
- enggak mungkinlah bisa ngembalikan
- secepat itu."
- Iya. Saya perlunya R juta saya R juta
- gitu.
- Nah, jadi saya pikirkan duluah kata
- temannya itu enggak lama kemudian mau
- bilang gi akhi katanya
- pinjaman R10 juta itu masih berlaku.
- [tertawa]
- Masyaallah.
- Oh masih masih insyaallah gitu. H
- bolehlah ditransfer sini gitu. Oke.
- Baik. Allahu syahidun ya. Saya bilang
- Allah jadi saksi ya
- karena tidak ada hitam di atas putih.
- Kalau Allahu syahidun urusannya nanti di
- akhirat. Meskipun dia udah saya
- ngepinjam ya enggak apa-apa.
- Tetap juga 10 juta kan tetap ada di sisi
- Allah kan begitu. Lagi-lagi tadi itu
- tidak mungkin. Tidak lu mungkin bagi
- orang yang imannya tidak di tidak tebal.
- Tapi kalau imannya sudah tebal tayib
- Allahu syahidun. Allah sakinya ya.
- Meskipun yang minjamnya ngangeles.
- Ngangeles itu tidak ngaku enggak kapan
- saya mana buktinya saya pinjam R juta
- yang nginjam kan ketawa aja. Ya Allah
- teman saya tuh ngangles merasa tidak
- pinjam. Saya tidak mungkin memaksa dia.
- Tidak mungkin saya bawa dia ke ke
- pengadilan karena saya tidak ada bukti.
- Saya cukupkan Engkau aja ya Allah. Saya
- perlu nih gitu sekarang kira-kira perlu
- saya perlu bayar SPP R juta gitu saya
- minta sama engkau. Kalau minta sama dia
- dia udah enggak ngelas. Nah, terus
- gimana tuh?
- Kasihan Ustaz.
- Iya kan? Sekali lagi jelas kasihan.
- Iya betul. Kalau normatif
- iya
- tetap kan pinjam ada harus ada bukti
- transfer ada ini tidak ini itu kalau
- normatif baru bisa diproses ke
- pengadilan untung lagi. Tapi orang
- tersebut, ah enggak, saya enggak mau
- lewat pengadilan.
- Nanti aja di akhirat lah. Karena dia
- yakin betul di akhirat milik dia kan
- gitu. R10 juta. 10 juta itu belum
- dihitung. Tiap hari dia sodqah R10 juta,
- 10 juta, R juta kan begitu.
- Makanya dia tenang aja.
- Kemudian ditagih orang ditagih tetap aja
- ditagih tenang. Ah saya Allah kok.
- Allah berjanji.
- Masyaallah. Kan begitu saya kan nolong.
- Allah akan menolong orang yang suka
- menolong. Kan begitu rumusnya. Masa
- Allah tidak nolong saya kalau saya
- nolong dia kemudian dihianati
- kepada siapa lagi? Ya Allah saya minta
- tolong kalau kalau engkau berpaling dari
- aku sekarang. Tuh gitu loh. Dan itu
- masyaallah menarik menarik sekali
- kajian-kajian. Oh kadang saya nangis
- dengar ceritanya itu. Masyaallah. Oke.
- Baik ya. Maka oleh sebab itu ee apa?
- Nah, ee orang mukmin itu yang sempurna
- ya, bukan orang yang suka menghina.
- Tidak begini. Kamu penipu.
- Janji sebulan sudah 6 bulan enggak
- dibayar. Enggak begitu.
- Diganti aja. Ya Allah, mudah-mudahan
- Engkau mudahkan urusan teman saya.
- Didoakan.
- Iya.
- mudahkan urusan teman saya sehingga dia
- bisa membayar hutang-hutangnya.
- Tuh kan begitu ya. Tidak di apa? Tidak
- dihina. Kemudian dia apalagi dilaknat
- mudah-mudahan dia gak daripada lisannya
- dipakai untuk melaknat mudah-mudahan
- lebih didoakan lagi tadi. Ya Allah
- berilah kesabaran kepada istrinya,
- berilah kesabaran kepada anak-anaknya.
- Selesaikanlah urusan-urusannya.
- Boleh dibilang gini maksudnya.
- Selesaikan urusan-urusan. Ya Allah,
- kalau mereka punya kebutuhan,
- mudahkanlah kebutuhan. Enggak apa-apalah
- kalau kehutang ke saya mah belakangan
- gitu kasarnya. Tapi didoakan kalau ada
- ke orang lain didoakan. Mudah-mudahan
- dia bisa segera menyelesaikannya.
- Tuh gitu ya. Oke. Baik. [tertawa]
- Jadi e wanal
- fahisi dan tidak juga perbuatan keji.
- Maka yang terucap adalah doa. Jadi
- soluter of problem termasuk masalah yang
- kecil cuma sekedar mendoakan.
- Dia bilang, "Mm saya belum bisa nolong
- dia." Kan dia yang minyamkan kan. Tapi
- kemudian dia tidak bayar. Kemudian dia
- doakan, "Ya Allah,
- tolonglah dia. Ya Allah, tolonglah dia.
- Ya Allah, saya belum bisa membantunya.
- Mudahkan urusannya. Allahumma yassir
- umurohu wala tuassir.
- Ya Allah, mudahkanlah urusannya, jangan
- engkau persulit." Kan begitu. Nah, itu
- teh untuk diamalkan doa itu ya. Begitu
- juga kita mohon ya.
- itu kunci itu nanti kita orang ributi
- kita dikasih ketenangan oleh Allah tuh
- gitu ya. Oke. Baik para ikhwan sekalian
- ini yang menarik ya. Jadi ini hadis yang
- kelima. Nah hadis yang keenam ya. A
- mutiara-mutiara yang dapat kita ambil
- dari hadis kelima. Celaan terhadap
- sifat-sifat tersebut yaitu suka
- melaknat, suka apa namanya? menghina,
- kemudian melakukan perbuatan keji dan ee
- apa namanya? Berbuat bodoh itu apa?
- Dicela oleh syariat karena ia dapat
- mengurangi keimanan seorang mukmin
- hingga nyaris mengeluarkannya dari iman.
- Maka oleh sebab itu yang penting pegang
- iman saja ya. Pegang iman meskipun kata
- orang ditipu. Saya pernah pengalaman ya
- waktu itu saya satu ikat rambutan itu
- 1.000.
- Satu ikat rambutan itu 1.000.
- Murah
- semurah waktu tahun berapa gitu ya. Nah,
- ke saya mau ke Bandung naik dari stasiun
- ee dari terminal Bogor.
- Nah, ada mobil dari Jakarta mau ke
- Bandung. mampir di terminal Bogor.
- Rambutan-rambutan murah murah murah. Ya
- orang penumpang Jakarta nanya berapa,
- Bang satu ikat? 15.00 gitu lah. Wih, kok
- murah ya? Kata orang Jakarta [tertawa]
- padahal dia ditipu.
- Kan mesinnya berapa? 1.000. Dia bilang
- 1.500.
- Jadi saya senyum aja. H. Itulah
- kehidupan saya bilang orang ditipu kok
- malah senang. [tertawa]
- Nah, kadang kita dalam hidup tuh begitu.
- Oh iya iya
- dalam hidup tuh begitu. Orang muslimnya
- sedih malah dia mah bahagia. Kenapa? Oh
- karena di Jakarta satu ikat R.000.
- Iya
- tuh satu ikat R.000. Di Bogor 1.000. Ini
- ditawarin [tertawa]
- 1.500. Kan mestinya itu di atas
- rata-rata. Tapi si pembeli kata, "Eh,
- kok murah ya?" Karena lebih murah dari
- du 2000 2.000. Kehidupan juga begitu.
- Kita ditipu orang, mohon maaf ya, saya
- sering ditipu orang. Bukan sering lah,
- pernahlah ada mohon maaf ya
- ee ada seorang kenalan di bis. Di bis
- satu duduk ngobrol-ngobrol tentang apa?
- tentang kajian, tentang ini di ujung
- pembicaraan Tum kayak gitu. Antum bisa
- pinjamkan uang enggak ke saya? Berapa?
- Rp2.000. R.000 besar tahun 90 itu.
- He.
- Rp2.000. Sayaudah dalam hati ah enggak
- apa-apa. Kalaupun enggak dikembalikan
- juga enggak apa-apa dalam hati itu. Nah,
- terus dia ngasih nomor HP. Nanti antum
- kalau mau ini hubungi nomor HP ini.
- Singkat cerita kasih pinjamlah Rp20.000
- sudah mau sampai ke terminal Bandung. Ee
- terminal Bandung tuh apa? Ee ya pokoknya
- terminal Bandung lah ya. Heeh.
- Dia ngomong lagi, "Tum masih boleh
- pinjam lagi enggak? Berapa?" "Rp.000."
- "Au mohon maaf saya Rp10.000 untuk
- ongkos saya pulang." "Oh, ya udah ke
- papa."
- Setelah itu cerita ke ayah saya, "Ayah
- saya ketawa itu. Ketawa aduh aduh kamu
- mah kata [tertawa]
- ketawa."
- Karena diduga itu mesti nipu
- gitu. Ternyata saya hubungi nomor itu.
- Maaf nomor yang Anda tuju tidak bisa
- dihubungi
- [tertawa]
- ya. Tapi lagi-lagi tadi saya ah enggak
- apa-apal memang mau nolong aja saya gitu
- loh. Karena memang kalau berharap untuk
- kembali dikembalikan ya kayak tadi bisa
- kecewa
- lah meskipun apa namanya udah enggak
- apa-apa karena dia e kenalannya itu bisa
- kaji apa bisa ikut kajian dia nyebut
- ustaz kondang di Bandung bahwa dia
- sering ikut kajian ustaz itu gitu. Oh ya
- saya percaya aja. Nah, tapi itu posisi
- nilai saya tertipu apa enggak sih? Kan
- begitu.
- Jelas kalau kemudian saya berharap
- kembali berarti saya tertipu.
- Tapi kalau saya kalau dikembalikan
- syukur enggak juga enggak apa-apa karena
- saya lihat dia kelihatannya butuh gitu
- waktu itu. Ya udah enggak ada masalah.
- Nah, gitu ya. Jadi seringki dalam
- kehidupan itu orang tertipu tapi tidak
- merasa tertipu. Masyaallah.
- Enak aja. enjoy aja. Kenapa? Ah, ya
- Allah, itu hambamu kok yang pinjam ke
- aku, aku lagi sama engkau aja. [tertawa]
- Loh, kok lagi sama aku? Kata Allah lah.
- Kan itu hambamu yang pinjam. [tertawa]
- Yang pinjam kan hambamu gitu. Tentu
- maksudnya itu dalam dialog keimanan,
- dalam dialog doa. Masyaallah.
- Ya Allah, aku apa dipinjami apa dipinjam
- e orang meminjam kepada aku uang sekian.
- Sekarang saya butuh, ya Allah.
- Sekarang dia sudah tidak bisa dihubungi.
- Ya Allah, berilah saya jalan keluarnya.
- Dan saya hanya bergantung kepada Engkau
- loh, Ya Allah. Saya tidak bergantung
- kepada dia. Dia mau bayar mau enggak
- terserah dia dengan engkau, bukan dengan
- aku. Gitu loh. Tetap yang jelas dia
- hamba Engkau. [tertawa]
- Saya minta aja sama engkau karena engkau
- adalah pelindungnya,
- Rabnya. Rabbnya, karena engkau
- pemelihara dan pemberi rezekinya, maka
- saya mintanya sama engkau aja, gitu loh.
- Nah, ini ya. [tertawa]
- Heeh. Jadi kemudian ya tentu ada saja
- h
- ada saja solusinya.
- Solusinya ada saja tidak harus saya
- ceritakanlah ya. Jadi mohon maaf ketika
- saya perlu ini ini nih seringki
- seringki ada solusi.
- Masyaallah. Makanya oke ah semakin
- yakinlah semakin yakin makanya baik
- sangka sama Allah terus masyaallah ya
- baik sangka sama Allah baik sangka sama
- Allah berkuasa atas segala sesuatu itu
- aja itu kunci itu ya tapi untuk sampai
- bisa yakin tuh susah iya susah memang
- memang harus diuji dulu susah dulu ini
- dulu sejauh mana husn rudan kita kepada
- Allah tuh sejauh mana kalau Kemudian,
- "Ah, salah saya. Kenapa tidak di ini
- dulu?" Ah, kalau gitu menjakan salah ya
- sudah salah. Betul.
- Memang salah normatifnya salah kok
- gitu loh. Tapi bukan normatif yang
- dipakai gitu loh ya. Oke. Baik. Saya
- kira itu para ikhwan sekalian. Hadis
- keenamnya dari Abu Darda. Eh, innal abda
- laanilatu
- abwabunaha.
- abuna
- yaminan
- masanzi
- ahlanikatha
- Abu Daud Abu Daud.
- Jadi sesungguhnya bila ada seorang hamba
- melaknat sesuatu, maka laknat itu menuju
- langit. Ah, tetapi pintu-pintu langit
- itu ditutup, tidak mau menerima kutukan.
- Kemudian kutukan itu turun ke bumi,
- tetapi pintu-pintu bumi pun ditutup,
- tidak mau menerima kutukan tersebut.
- Kemudian kutukan itu lari ke kanan dan
- ke kiri. Apabila kutukan itu tidak
- mendapat tempat, maka ia mencari yang
- dikutuknya.
- Nah, bila orang yang bila orang itu
- pantas yang dikutuk itu pantas mendapat
- kutukan, maka terjadilah kutukan itu.
- Tetapi kalau orang tersebut tidak pantas
- mendapat kutukan itu, maka kutukan itu
- akan kembali kepada pengutuknya.
- Tuh, gitu ya. Jadi ini hentaknya
- berhati-hati dalam kutuk-mengkutuk,
- laknat-melaknat.
- Karena bisa jadi tadi akhir ceritanya
- kalau apa ke pintu langit, pintu
- langitnya ditutup kembali ke bumi, pintu
- bumi ditutup kembali kepada ke kiri ke
- kanan. Jadi cari tempat yang pas untuk
- laknat itu sampai kemudian kepada yang
- dilaknat.
- Yang dilaknat.
- Kenapa yang dilaknatnya itu cocok? Har
- pas dapat kutukannya. Pas harusnya dia
- dapat kutukan itu. Maka dia terkena
- kutukan. Tapi kalau dia ternyata ahlul
- ibadah saleh kok dikutuk enggak mempan.
- He.
- Balik kepada yang mengutuk.
- Kenapa enggak yang mengutuk dulu baru
- yang dikutuk?
- Oh ini yang dikutuk dulu kan. Kan kalau
- yang dikutuk kenapa begini kan kita pada
- dasarnya dalam Quran pun Anda
- diperbolehkan mengkutuk itu. Kan ada
- orangnya kutuk Allah, kutuk malaikat dan
- diketuk oleh manusia seluruhnya. Kan ada
- tuh. Nah, tetapi ajaran Nabi gitu loh.
- Nabi katakan jangan suka mengutuk.
- Itu kasih sayang Nabi kepada umatnya.
- Jangan saling mengutuk gitu loh. Tapi
- ternyata di dalam Quran ditegaskan ada
- yang dikutuk Allah, dikutuk malaikat,
- dikutuk manusia pada keseluruhannya.
- Nah, jadi tertuju kepada yang dikutuk.
- Ternyata loh saya enggak pantas dong
- saya dikutuk. Saya orang saleh misalnya
- saya enggak melakukan kemaksiatan, tidak
- melakukan kesalahan kok saya dikutuk
- tiba-tiba gitu loh. Maka baliklah kepada
- si pengutuk karena dia yang mengucapkan
- meskipun gitu loh. Maka sekali lagi
- meskipun tidak ada celah di si pengutuk
- tetap dia harus kembali ke pengutuk
- karena tidak ada lagi celah.
- Bumi eh apa? langit ditutup, bumi
- ditutup, kanan kiri ditutup, yang
- dikutuk juga e tidak ada lagi celah. Mau
- tidak ini kan mau lari ke mana ya
- kutukannya? Maka salah satu apa? Mau
- tidak mau kutukannya harus kembali
- kepada si pengutuk. Maka oleh sebab itu
- daripada kembali lagi kepada kita, lebih
- baik jangan suka ngutuk.
- Kalau suka ngutuk itu sama dengan numpuk
- kutukan pada diri kita gitu loh ya. Nah,
- ini saya kira pada ikhwan dan akhwat
- sekalian dan ee yang dapat saya jelaskan
- tiga hadis ya ee tentang ini ee Heeh.
- Tentang laknat. Tapi kemudian mutiara
- saya sebutkan dulu ya.
- Mutiaranya apabila laknat tidak
- ditujukan kepada para pelaku maksiat
- tertentu maka bahaya kembali kepada
- orang yang mengucapkannya. Tapi kalau
- memang yang dikutuk itu ahli maksiat ya
- berarti yang dikutuk kena gitu ya.
- Demikian saya kira wasallallahu ala
- nabiina Muhammadin. Ee wallahu aam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Baik ikhwan awan.
- Alhamdulillah kita sudah meendengarkan
- tiga hadis yang sudah dijelaskan oleh
- Ustaz Ahmad Saleh. Ini sebelum jeda ada
- pendengar yang nelepon.
- Heeh.
- Iya. kita angkat ya. Sat.
- Oke, boleh.
- Silakan. Asalamualaikum.
- Asalamualaikum.
- Ah, ditutupungin.
- Asalamualaikum.
- Ya, Ibu dengan radio silaturahim.
- Asalamualaikum.
- Ibu mau bertanya dengan Ustaz Ahmad
- Saleh. Silakan, Ibu.
- Baik, sepertinya tidak ada jawaban. Baik
- ikhwan tetap di radio silaturahim kami
- akan segera kembali. Terima kasih.
- AT
- masih di tausiah sore bersama Ustaz
- Ahmad Saleh. Saat ini Anda sedang
- menyaksikan siaran live tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Saleh dengan tema
- haram melaknat seseorang atau binatang.
- Ini adalah pertemuan kedua tentang haram
- melaknat seseorang atau binatang. Tadi
- Ustaz Ahmad Salh sudah menyampaikan tiga
- hadis yang sangat perlu kita amalkan
- dan kita jauhi.
- Kemudian ee sebelum pertanyaan kita
- baca, kami akan membacakan
- komentar-komentar dari ikhwan akhwat
- yang sudah masuk. Pertama dari Ibu
- Aminah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah saya menyimak
- aja, Ustaz. Terima kasih ilmunya, Ustaz.
- Alhamdulillah. Barakallahu fik.
- Kemudian
- ada
- Bapak Musyawir. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah saya menyimak. Terima
- kasih ilmunya, Ustaz.
- Barakallahu fik. Kemudian dari Ibu Lise,
- saya menyimak Ustaz Ahmad Saleh. Semoga
- Ustaz sehat-sehat selalu.
- Amin. Allah. Amin. Barakallahu fik.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Kemudian Ibu Anihani Hufaidah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Insyaallah Ustaz, semoga Ustaz Ahmad
- Saleh sehat dan bahagia selalu, Ustaz.
- Amin. Barakallahu fikum.
- Terima kasih tausiah sorenya, Ustaz.
- E kemudian juga ada Ibu Retno.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah menyimak tausiah sore
- Ustaz Ahmad Saleh. Jazakumullah khairan
- katsiran.
- Alhamdulillah waakum.
- H. Kemudian pertanyaan pertama kami
- bacakan dari Bapak Arwin.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih atas nah
- tausiah dan nasihatnya, Ustaz.
- Namam,
- Ustaz, saya mohon izin bertanya, namun
- di luar tema, Ustaz. Apa hukumnya dalam
- agama Islam
- orang yang
- pemerkosa
- atau pezina dan korbannya, Ustaz?
- Hm.
- Terima kasih atas jawabannya, Ustaz.
- Iya.
- Jazakumullah khairan kairan.
- Iya. Masyaallah. Jelas.
- Azzani
- e ya pelaku zina itu kategorinya dosa
- besar gitu loh. Ee tapi korbannya kalau
- diperkosa korbannya berarti ee laisa
- hunaka musykilah fidub. tidak ada
- masalah dalam dosa. Artinya tidak
- berdosa.
- Tidak berdosa
- kalau di diperkosa.
- Tapi jika dizinahi bahwa kemudian si
- korbannya juga apa namanya menikmati
- bahkan maka bisa jadi dua-duanya berdosa
- gitu ya. Nah, maka oleh sebab itu ee apa
- ada hukuman-hukuman yang bahkan boleh
- dibilang berat karena zina itu urusannya
- besar gitu ya. Karena ada dua ee
- kategori. Apabila muhson itu dirajam
- gitu loh ya. Tapi kalau belum muhson
- artinya sebelum menikah berarti di
- didera gitu loh. Nah itu bagi pelakunya
- kan nanti disidang apakah ini
- pemerkosaan atau ini perzinahan.
- He
- kalau perzinaan berarti dua belah pihak.
- Dua-duanya salah.
- Iya
- gitu. Tapi kalau pemerkosaan berarti si
- pemerkosa yang salah.
- Nah, hanya memang persoalannya adalah
- betapa sulitnya masyarakat menilai orang
- yang diperkosa
- padahal korban. Tapi tetap aja jadi apa?
- Korban itu menjadi ter dianggap salah.
- Nah, maka oleh sebab itu mestinya
- diasingkan.
- diasingkan itu kan ada hukuman
- diasingkan tuh
- 1 tahun gitu loh sesungguhnya itu
- kemudian sekarang di apa di di di apa
- dianalogikan
- diasingkan 1 tahun itu dianalogikan di
- penjara
- padahal ada kasusnya yang semestinya
- tidak dipenjara harus diasingkan seperti
- tadi korban pemerkosaan.
- Nah, salah satunya misalnya dikirim ke
- pamannya
- di pulau yang berbeda misalnya misalnya
- dari si kirim pulau ke Sumatera atau ke
- Lampung. Iya, ke Lampung atau ke
- Palembang atau ke mana atau ke Pontianak
- atau ke mana gitu.
- Iya.
- Sehingga orang yang sitar tidak tahu
- kan dia korban tapi di sana di tempat
- dia tinggal di pamannya atau di bibinya
- atau di neneknya atau di kakeknya kan
- tidak ada masalah.
- Iya. Tapi enggak tahu kalau sekarang kan
- karena informasi kan cepat menyebar.
- Nah, tapi setidaknya ada upaya untuk
- menjaga kehormatan.
- Nah, maka oleh sebab itu kelanjutannya
- korban pemerkosaan nanti kemudian ada
- yang mendekati, ada yang mencintai, ada
- yang mau menikahi. Jika dia nanya
- tentang kehidupan sebelumnya,
- kalau nanya kehidupannya biasa, enggak
- ada masalah. Tapi kalau kemudian
- nanyanya calon suamianya nanya apakah
- anak ibu pernah nikah?
- Maka jawabannya secara definitif belum
- pernah.
- Apakah putri Ibu pernah berhubungan?
- Enggak usah dijawab.
- Udah udah kalau gitu kamu ini aja
- terlalu detail nanyanya gitu loh. Tidak
- harus dijawab gitu loh ya. Karena dia
- korban. Kalau kan harus jujur ditanya
- tidak semuanya harus dijawab jujur.
- Menjaga kehormatan.
- Iya. Jaga kehormatan. Umar bin
- al-Khattab juga pernah ini ketika
- ditanya oleh ya amirul mukminin. Saya
- punya anak perempuan pernah begini
- begini begini. Sekarang ada orang yang
- mencintainya.
- Kemudian calon suaminya nanya
- pernahkah begini begini begini.
- Kata Umar, "Biarkan apa yang telah Allah
- tutup jangan dibuka kembali."
- Tuh. Jadi meskipun ya karena masa lalu
- itu
- masa lalu itu dengan tobat itu bisa jadi
- baik. Itu dalam syariat
- gitu loh. Bahkan orang yang asalnya
- peina bisa jadi dianggap baik ketika
- sudah tobat dan sungguh-sungguh. Maka
- tadi diasingkan supaya tidak diketahui
- asal-usulnya. He
- gitu loh. Dan tidak harus tidak harus
- ditanya eh tidak harus dijawab setiap
- pertanyaan gitu ya. Jadi ee yang
- melakukan
- ya jadi boleh dibilang yang bersalah itu
- yang menjinahi.
- Adapun korbannya sangat tergantung.
- Kalau yang dijinahinya rida berarti
- perzinaan.
- Tapi kalau yang zina dizinahinya
- merontak tidak rida, berarti tetap
- pelaku yang salah adalah yang menzinahi,
- gitu. Jadi ada perzinahan, ada
- pemerkosaan.
- Nah, jadi kalau sama-sama suka berarti
- jatuhnya perzinahan.
- Tapi kalau dipaksa oleh satu pihak maka
- itu pemerko pemerkosaan. Demikian yang
- dapat saya jawab. Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam biswab. Demikian Bapak Arwin
- semoga dapat menjawab. Pertanyaan kedua
- dari Ibu Fani. Ustaz Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Tadi Ustaz me membahas tentang keluarga
- ee sahabat Umar bin Khattab, Ustaz.
- Iya.
- Beliau mempunyai ee karakter tegas, tapi
- beliau lembut juga, Ustaz.
- Heeh. Hm. Iya.
- Heeh.
- Sahabat Umar adalah seorang yang
- pribadinya komplit, sempurna, keras,
- lembut, tegas, dan sayang kepada
- keluarga.
- Iya.
- Ustaz, bagaimana untuk saat ini menjadi
- pribadi yang mirip?
- Umar bin Khattab, Ustaz, bagaimana
- menyeimbangkan semua sifat
- menjadi satu di dalam diri kita, Ustaz?
- Iya, betul. Jadi, kalau kita menilai
- Umar, ketika kita membahas Umar bin
- Khattab, maka kesimpulan tidak ada yang
- lebih baik daripada Umar bin Khattab.
- Tapi ketika kita membahas Abu Bakar
- As-Siddiq, maka kesimpulannya tidak ada
- yang lebih baik kecuali Abu Bakar
- Assiddiq. Ketika kita membahas Ali bin
- Abi Thalib, tidak ada sahabat yang
- paling hebat kecuali Ali bin Abi Thalib.
- Karena masing-masing mereka punya
- kelebihan-kelebihan
- gitu loh.
- Semuanya semuanya komplit.
- Semuanya komplit gitu loh. Jadi makanya
- kalau ee tadi penanya nanyakannya
- tentang Umar bin Khattab ya gitu ya.
- Tapi kesimpulannya memang sempurnalah
- gitu loh ya. Bahwa yang sempurna itu
- nabi ya. Nabi itu boleh dibilang ee apa
- namanya? Maksum.
- Maksum itu dilindungi oleh Allah gitu
- ya. Oke. Baik. Tetapi meskipun demikian
- maka masyaallah ya. Oke. Baik.
- Sesungguhnya kalau kita mau merujuk
- kepada kitabnya As-Suyuti, Imam
- Assuyuti, maka setelah Nabi itu Abu
- Bakar.
- Makanya kemudian Ali bin Abi Thalib
- sempat ditanya oleh putranya.
- Ee siapa nama putranya itu?
- Putra Ali.
- E bukan, bukan putri. Iya. Putra Ali ya.
- Bukan Hasan, bukan Husein. Yang lainnya
- [tertawa]
- ya Abah katanya gitu. Siapa orang yang
- terbaik setelah Nabi?
- Qala Ali. Ali menjawab, "Abu Bakrin?"
- Abu Bakarma [berdehem]
- man ya abi. Kemudian siapa lagi? Wahai
- ayahku.
- Ba'dahu Umar bin Khattab.
- Umar bin Khattab kata setelah siapa?
- Setelah Abu Bakar. Anaknya langsung
- menyela, "Tentu engkau akan mengatakan
- setelah Umar adalah Utsman." Kan?
- [tertawa]
- Karena tidak mungkin seorang seorang
- sahabat mengklaim dirinya orang terbaik.
- Enggak mungkin itu. Makanya kata
- anaknya, "Tentu engkau akan mengatakan
- Utsman bin Affan kan setelah Umar gitu."
- [tertawa]
- Kalau ditanya lagi tentu disebut sahabat
- lain. Ali bahkan tidak akan pernah
- menyebut dirinya.
- Itu ketawaduan. Tapi lagi-lagi
- sesungguhnya kalau mau membahas, kalau
- kita membahas Ali maka Ali yang terbaik
- gitu. Oke. Baik. Jadi ee bagaimana kita
- tadi harus belajar
- belajar dengan serius menikmati memahami
- ya antara akidah dan akhlak itu tidak
- bisa dipisah.
- Memahami akidah itu harus memahami
- akhlak juga tuntutan baru nanti sifat
- sempurna didapatkan.
- Lagi-lagi tidak sekedar ee apa?
- knowledge, tidak sekedar ilmu
- pengetahuan. Oh, kajian kita itu begini.
- Oh, jadi begini. Ya, bukan hanya itu.
- Mohon pada Allahum ya Allah mudahkan
- saya mengamalkannya.
- Tuh, jadi mohon kepada Allah apa
- pengamalan kebaikan tuh kan. Ee kan
- begini
- ee kan yang sering kita baca doanya apa?
- Allah.
- Ah, itu itu ya. Kemudian ya muqbalubi
- qbiatik
- gitu. Itu dibaca dan dihayati bahkan
- dijadikan zikir gitu ya. Dijadikan apa?
- Zikir atau istilah kita apa? Wirid.
- Dijadikan wirid. Ya muqibalubitbi
- itu tanpa penghayatan itu susah. Maka
- harus dihayati supaya sampai ke jiwa.
- Kalau sudah bersemayam di jiwa,
- mudah-mudahan jadi akhlak.
- Tapi kalau kemudian kita berharap akhlak
- dipahami enggak? Itu persoalan gitu loh.
- Belum akhlak berarti
- ya. Belum akhlak ya. Jangankan e akhlak,
- jadi ilmu saja belum. Nah, maka oleh
- sebab itu tahapannya adalah dipahami di
- apa? Bukan hanya diketahui. Kalau
- diketahui kan sekedar pengetahuan. Nah,
- kemudian dipahami
- kemudian diresap di dalam dada. Nah,
- nanti setelah itu insyaallah akan
- menjadi akhlak. Maka jadikan wirid.
- Wirid itu juga harus dihayati. Banyak
- orang baca kalimah-kalimah thayyibah
- tapi tidak dihayati. Itu persoalan
- bahwa kemudian di sisi Allah dicatat
- baik. Ya, bisa jadi. Tapi manfaatnya
- menjadi tidak banyak yang kita dapatkan.
- Maka oleh sebab itu sekali lagi
- hendaknya kita tidak harus tidak harus
- banyak-banyak ya menikmati gitu,
- menghayati gitu. Jadi apa yang sudah
- kita apa sudah kita bahas dalami,
- renungkan, hayati.
- Kemudian mohon pada Allah kalau itu satu
- isyarat kebaikan mohon agar Allah
- membimbing kita bisa ngamalkan. Kalau
- itu isyarat keburukan keburukan kita
- berlindung kepada Allah gitu ya.
- Demikian yang dapat saya jawab. Wallahu
- aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian ikhwan
- akhwat. Ee baik ikhwan ahad. Kami akan
- segera kembali tetap di radio
- silaturahim. Terima kasih.
- bersama Radio Silaturahim.
- Kita lanjutkan tanya jawab bersama Ustaz
- Ahmad Saleh.
- Selanjutnya
- ada atensi dari Ibu Hajah Iim. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah saya menyimak, Ustaz.
- Jazakumullah khairan kirnya, Ustaz.
- Masyaallah. Barakallahu fikum wa iyakum.
- Kemudian ada Bapak Komarudin di Karawang
- juga menyimak.
- Barakallahu fikum.
- Kemudian ada
- ee ada Bapak Rama juga menyimak.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya Rama dari Tangerang Selatan. Ustaz
- hadir. Alhamdulillah untuk men.
- Masyaallah. Barakallahu fikum. Ustaz. Ee
- selanjutnya kita akan bacakan pertanyaan
- dari dari
- Bapak Ahmad, Ustaz. Oh iya iya iya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Terima kasih tausiahnya, Ustaz. Tiga
- hadis yang tentang haram melaknat
- seseorang atau binatang.
- Ustaz, izin bertanya ee bagaimana cara
- merawat keimanan dan menyempurnakannya,
- Ustaz?
- Masyaallah. Masyaallah. Masyaallah.
- Barakallahu fik. Namam
- ee ikhwan pada hakikat saya enggak tahu
- gitu ya. Tetapi kemudian dari baca baca
- kitab kemudian dari pengalaman. Jadi
- untuk merawat keimanan dan
- menyempurnakannya pertama begini.
- Pertama kita pertahankan dulu
- ibadah-ibadah apa? Ibadah-ibadah
- simbolisnya
- ya tasyuriahnya. misalnya memperbanyak
- apa setelah kewajiban-kewajiban kita
- tunaikan maka yang sunah-sunah
- kalau yang sunah-sunah juga kita apa
- namanya tidak bisa dikerjakan tapi wajib
- tetap dikerjakan maka yang
- sunah-sunahnya ganti dengan zikir-zikir
- ganti dengan zikir
- jadikan wirid gitu loh ya misalnya kita
- ingin mengokohkan bahwa Allah itu maha
- esa tempat bergantung segala sesuatu
- suatu tidak maka qul huwallahu ahad
- allahus somad lam yalid walam yulad
- walam yakun lahu kufuwan ahad gitu terus
- itu faedahnya kata para ulama masyaallah
- anda nanti akan banyak orang yang
- berebut ee apa namanya ketika Anda
- meninggal akan banyak sekali orang yang
- melayat dan akan mengembumikan itu
- rebutan tu itu wasilah apa wasilah baca
- alikhlas Ikhlas. Perbanyak al ikhlas. I
- iya. Makanya begini
- kan mohon maaf ya, ada orang meninggal
- cuma 25 orang yang ngantar
- 30 40. Tapi ada orang yang meninggal
- dunia di antaranya oleh 50.000 orang.
- Apa saya bilang? Tentu ada amalan.
- Ada amalan yang diperbuat. Nah, kata
- ulama di antaranya memperbanyak zikir
- atau wirid surah al-Ikhlas.
- Ee itu ya. Kemudian tadi paham betul
- gantung bergantung kepada Allah itu kan
- akidah tuh. Surah Al-Ikhlas itu akidah
- tauhid.
- Tauhid ya. Surah Al-Ikhlas, surah Tauhid
- gitu. Nah, maka oleh sebab itu sekali
- lagi, jadi jangan menganggap apa-apa
- bidah, apa-apa bidah tanpa mengetahui
- kedalamannya gitu loh ya. Ee nanti
- sesungguhnya kita akan menemukan
- riwayat-riwayat itu ada gitu loh ya di
- antaranya begitu. Nah, kemudian
- misalnya apalagi bacaan apa ya Hayyu ya
- Qayyum. Jadi Asmaul Husna
- I
- ya apapun asmaul husna faduhu biha.
- Mintalah, berdoalah kepada Allah gitu.
- Asmaul husna.
- Asmaul husna misalnya, ya Hayyu, Ya
- Qayyum, ya Hayyu, Ya Qayyum. Cuma itu
- aja. Wahai yang maha hidup, yang maha
- berdiri sendiri. Wahai yang maha hidup,
- yang maha berdiri sendiri. Nanti saatnya
- dia butuh minta karena dia selalu
- manggil.
- Menyebut nama Allah, bibirnya dibasahi
- dengan ismullah, asmaul husna.
- Masa orang yang apa yang tidak melupakan
- dengan orang yang melupakan sama beda.
- Jelas
- ya habibi kan begitu ya habibi manggil
- terus ya habibi ingat tuh yang dipanggil
- itu ngingat juga terhadap yang manggil
- maka ketika dia dia perlu sesuatu tidak
- asing lagi. Kenapa? Karena dia selalu
- nyebut nama aku tuh gitu ya. Nah, maka
- zikir-zikir Asmaul Husna kemudian kan
- banyak tuh ada yang ee apa ee ya Hayyu
- ya Qayyum terus kemudian
- Heeh. Ditamat itu ada ya. Makanya
- manapun Asmaul Husna lakukanlah
- ya tidak harus seluruhnya mana yang
- antum klop gitu ya. Baca ya Hayyu ya
- Qayyum ya Dalali wal Ikram ya Rahman, ya
- Rahim.
- gitu ya. Kan ada yang begini, ada yang
- astagfirullahalazim
- nanti ada juga yang istigfarnya bukan
- begitu.
- Astagfirullahal
- gfur
- tuh. Jadi dinisbatkan dengan sifat
- Allah. He.
- Mohon ampun kepada yang maha pengampun.
- Kalau kita kan astagfirullah itu juga
- jelas dari Nabi. Saya mohon ampun kepada
- yang maha agung.
- Kan begitu. Astagfirullahalazim kan
- begitu. Tapi ada orang akan mengatakan
- astagfirullahal gfur
- tuh.
- Kenapa yang astagfirullah gfur nih?
- Enggak enggak ini, Ustaz.
- Kenapa enggak ma? Oh iya karena memang
- pemahamannya.
- Iya
- karena kan kita diajari oleh guru kita
- astagfirullahalazim.
- Padahal sesungguhnya sama Allah tuh ada
- 99 yang kita kenal. Sebagian ulama
- mengatakan asma asmaul husna itu lebih
- dari 99.
- Hanya yang masyur yang diketahui itu 99
- nama. Mohon ampun ya dinisbatkannya
- kepada sifatnya. Astagfirullah gfur.
- Kalau kita minta rezeki ya kepada
- arrazaq.
- Ya razq. Ya Razak boleh juga. Ya Allah
- ber saya ri
- tapi kalau memanggilnya Arrazzaq ya
- razzaq berarti yang memberi rezeki lebih
- pas begitu loh. Makanya kata para ulama
- dalam doa-doa itu disesuaikannya dengan
- sifat-sifat Allah. Ah gitu ya. Jadi,
- oleh sebab itu nanti tapi terserah nanti
- dalam wirid-wirid kita itu asmaul husna
- yang mana pun dibaca
- sehingga mengokohkan jiwa sehingga kita
- bergantung ya Somad ya Somad atau Allah
- somad Allah somad Allah somad atau lebih
- jelasnya al-ikhlas. Kalau itu jadi wirid
- jadi kokoh dalam jiwa. Makanya kalau
- minta kepada Allah itu sudah mantap
- karena memang itu dijadikan wirid.
- Qul huallahu ahad. Allahus somad. Lam
- yalid walam yulad walam yakun lahu kuf.
- Karena ada doanya juga dari hadis. Hanya
- tidak dikatakan qul huallahu ahad gitu
- ya. Alhamdulillahi annaka
- annaka annakallahus somad. Anakallahu
- ahad. Allahusad. Lam yalid walam yulad
- walam yakun lahu kufuwan ahad. Nah, tapi
- saya menggunakannya surat surah
- Al-Ikhlas langsung gitu ya. Qulhuallahu
- ahad papa 100 kali kayak setiap habis
- salat. Ah, kebanyakan tiap hari salat
- mah gitu ya. Paling tidak subuh dan
- magrib gitu
- 100 kali. 100 kali mah. Ah kan tadi
- membiasakan menghidupkan qalb
- gitu ya. menghidupkan QBU. Karena
- hidupnya QBU itu sangat penting.
- Heeh.
- Sangat penting.
- Bukan bukan percuma ya. Rasanya tidak
- nyambung salat tahajud tapi hati mati.
- Iya.
- Iya. Tadi dia baca ayat, baca ayat tapi
- enggak nyambung. Tapi kalau kemudian dia
- hidup hatinya,
- Allahu
- Akbar.
- Baca e apa namanya? Sebelum Al-Fatihah
- tuh baca apa?
- Sebelum Al-Fatihah.
- Heeh. Nah, doa iftitah.
- Nah, doa iftitah.
- Baca doa iftitah aja lama
- karena hatinya hidup.
- Dinikmati tiap ucapan.
- Misalnya Allahumma
- Allahumma anta rbi. Eh, apa namanya? Ee
- itu yang doa apa? Doa iftitah untuk
- salat malam itu kan.
- Allahumma anta
- samawat.
- Iya. Malaikat juga yang disebut
- astagfirullah. Lupa lagi.
- Biasanya kalau di sana diperlukan kadang
- lupa. [batuk]
- Ee tadi e bahwa engkau adalah tuhannya
- Jibril, Mikail, Israfil. Ee
- astagfirullah dah pokoknya itulah kadang
- lupa. Astagfirullahalazim.
- Astagfirullahalazim. Nah, ketika itu
- dibiasakan
- maka kemudian mengunjam dalam dada.
- Ustaz
- nih dari dari Pak Rahman tentang Asmaul
- Husna, Ustaz.
- Oh, iya. Gimana,
- Ustaz? Kalau kita tidak tahu ee
- bagaimana bila kita zikir Asmaul Husna
- tapi kita tidak tahu tentang
- berpasangannya, Ustaz?
- Oh, I ya. Enggak apa-apa. Tadi saya
- katakan minta rezeki panggilnya Allah.
- Ya Allah.
- Oh, saya enggak tahu pasangannya apa
- nama Allah yang memberi di sini. Enggak
- apa-apa. Langsung aja ya Allah.
- Allah itu mewakili seluruh nama gitu loh
- ya. Jadi, jadi tidak ada masalah. Ya
- Allah, Bapak tahunya ya Allah ya Rahman,
- ya Rahim. Sebut salah satunya ya Rahman,
- ya Rahim gitu loh. Tapi insyaallah tidak
- ada masalah gitu ya. Oke. Baik. Nah,
- maka oleh sebab itu kenapa yang disebut
- cuma Jibril, Mikail, dan Israfil?
- eh Allahum
- Jibril Mikil Israfila Jibril.
- Tapi kenapa rahasianya? Kenapa yang
- disebut cuma Jibril, Mikail, dan
- Israfil?
- Kenapa, Ustaz?
- Karena malaikat ini fungsinya
- tiga-tiganya adalah menghidupkan.
- Menghidupkan.
- Menghidupkan. Malaikat Jibril
- menghidupkan roh, diturunkannya wahyu.
- Dengan wahyu maka hidup roh
- gitu ya. Ee Jibril, Mikail. Mikail itu
- apa tugasnya?
- Menurutkan rezeki. Memberi rezeki,
- membagikan rezeki.
- Menghidupkan abdan, menghidupkan badan.
- Nah, Israfil menghidupkan dari kematian.
- Hmm. Maka oh saya bilang kenapa cuma
- tiga malaikat aja gitu. Oh rupanya saya
- baca dalam syarahnya. Oh gitu. Jadi
- malaikat bahwa Jibril itu adalah asroful
- malaikah.
- H mungkin tiga malaikat itu ketuanya apa
- pimpinannya Ustaz?
- Iya iya bukan. Jadi kalau pimpinannya
- itu Jibril.
- Jibril.
- Asroful malaikah. Semulia-mulianya
- malaikat adalah Jibril. kama asrofa
- nabina
- asrofa nabiyina sallallahu alaihi
- wasallam sebagaimana semulianya nabi
- sallallahu alaihi wasallam dibanding
- nabi-nabi yang lain
- ya kan kalau tadi kalau di kalangan para
- malaikat ee Jibril, Mikail, Israfil
- kadang ada lagi tambah ee apa peniup
- sangkakala izrail.
- Kalau di Nabi itu penghulu para nabi,
- bukan penghulu yang lebih yang istimewa
- di kalangan para nabi adalah ulmi.
- Ulul.
- Yang paling mulia di antara ul azmi
- adalah Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam.
- Jadi sekali lagi, penghulu para malaikat
- adalah Jibril. Nah, kemudian tokoh gitu
- sebutnya tokoh malaikat yaitu Jibril,
- Mikail, Israfil, Izrail. Nah, itu jadi
- seperti itu gitu loh dalam penjelasan.
- Ee oh masyaallah saya bilang kenapa
- kemudian [berdehem]
- Nabi Muhammad dianggap yang paling mulia
- gitu? Kenapa?
- Mesti ada alasan.
- Iya.
- Karena Nabi Muhammad Allah malaikat saja
- berselawat.
- Masyaallah.
- Tuh Allah dan para malaikat berselawat
- pada Nabi Muhammad. Kenapa Allah dan
- para malaikat berselawat kepada Nabi
- Muhammad dan tidak kepada nabi-nabi yang
- lain? Di dalam Quran itu
- yang berselawat kata kepada Nabi
- Muhammad itu Allah, Rasul apa dan
- malaikatnya.
- Kenapa juga Allah dan para malaikat
- berselawat kepada Nabi Muhammad?
- Nabi di situ Nabi Muhammad.
- Iya. Annabi itu alif nun eh alif lam itu
- makrifat.
- Iya.
- Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi
- wasallimu taslima. Iya.
- Makrifat berarti menunjuk sesuatu yang
- sudah dikenal.
- Iya.
- Ya. Kenapa? Mesti Nabi Muhammad. Kenapa
- Nabi Muhammad seperti itu? Wa innaka laa
- khuluqilim.
- Karena engkau ya Muhammad di atas akhlak
- yang agung. Coba
- tidak ada lagi akhlak yang agung kecuali
- Nabi Muhammad.
- Nabi yang lain mulia
- gitu loh ya. Tapi kalau misalnya kesal
- sama umatnya, "Ya Allah turunkanlah
- azab." Diturun azab.
- Tapi kok pada Nabi Muhammad itu ditunggu
- ditunda
- kan tadi orang yang menentangnya. Ya
- Allah saya berharap kepada Engkau dari
- keturunannya dari mereka orang yang
- mengibadahi engkau dan aku diutus bukan
- sebagai pelaknat. Ah itu kelebihannya.
- Masyaallah. Dan khuluknya bukan khuluk
- hasanah
- tapi khuluqul adzim. Khuluqul adzim.
- Masyaallah. Aduh, menarik sekali ya.
- Baik, saya kira e [tertawa] itu saja
- penjelasannya. Saya kira masyaallah ya.
- Jadi, maka oleh sebab itu kenapa selawat
- mesti kita bancai?
- Karena dia
- karena beliau adalah telah memberi
- contoh
- dengan kesabarannya. Dia berjuang
- disakiti oleh orang-orang yang
- menentangnya. Dia sabar agar kita
- umatnya belakang sampai akhir zaman bisa
- selamat dunia akhirat. Tuh gitu loh ya.
- Kalau kemudian saya yang berjuangnya
- dulu gitu ya sudah diputuskan aja udah
- sampai sini gitu. Tapi Nabi Muhammad
- berharap ngalir perjuangan tuh ngalir
- sampai nanti hari sampai hari apa? Hari
- hari akhir hari ee penutupan semuanya
- dalam kebaikan.
- meskipun tergantung kita gitu loh ya mau
- ikut beliau atau enggak tapi beliau
- telah memberi contoh kebaikan, telah
- berjuang dengan sepenuh perjuangan gitu
- ya. Baik saya kira itu saja ikhwan dan
- akhwat yang dapat saya kemukakan. Ee
- wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian ikhwan awat.
- Semoga apa yang disampaikan oleh Ustaz
- Ahmad Saleh bermanfaat dan dapat kita
- amalkan. Amin. Allahuma amin.
- Eh,
- terima kasih Iwan. Mohon maaf atas
- segala khilaf. Saya Fauzi Ridanul haqq
- mohon undur diri. Kita tutup dengan doa
- kafaratul majelis. Subhanakallahumma
- wabihamdika asadu ilahailla anta
- astagfiralamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikum