Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Brazil
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu
- wasalamu ala sayyidina Muhammad waa
- alihi wasbihi ajmain. Rbi zidni ilma
- allahumfani bimaani waimni mafoni
- warzuqni ilman yangoni. Dipancarkan dari
- jalan masjid silaturahim nomor 36
- Kalimangis Cibubur Bekasi. Radio
- Silaturahim dan Rasil TV untuk Islam
- yang satu. Ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Pendengar dan
- pemirsa di mana pun saja Anda berada.
- Semoga kabar Anda di pagi menuju siang
- hari ini dalam keadaan sehat walafiat.
- Senang sekali saya Angga Aminudin
- ditemani oleh Ondi di kameramen. Ada
- juga Algi di meja operator dapat kembali
- menyapa Anda di mana pun saja Anda
- berada. Iwan Ahwat. Kita sudah masuki
- hari yang
- ke-27 di bulan Agustus 2024. Hari
- Selasa, ikhwan akhwat, kami hadir dalam
- kajian ekonomi Islam bersama narasumber
- kita dari Dewan Syariah Nasional Majelis
- Ulama Indonesia, Ustaz Ihwan Basri yang
- alhamdulillah beliau telah hadir di
- studio. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana
- kabarnya? Sehat, Pak Ustaz? Ya,
- alhamdulillah sehat walafiat.
- Alhamdulillah. ini kalau kita ee
- ngobrol-ngobrol sama
- netizen dalam beberapa ee pekan ini,
- bulan ini, sepertinya isu-isu mengenai
- ekonomi syariah ataupun ekonomi Islam ee
- sedikit sekali nih, Pak Ustaz diangkat
- di media massa ataupun media sosial gitu
- ya. Tak terkenal nyaris tak terkenal tak
- terkenal. Kalau isu politik, wah setiap
- hari harus tak terdengar isu-isu ekonom
- Islam ini. Iya harus terdengar. Tapi
- kalau isu politik wah itu hampir setiap
- hari nih, Pak Ustaz. Dan ini justru
- menjadi ee tugas salah satunya Rasil ya
- sebagai media Islam untuk selalu
- menyuarakan bagaimana isu-isu ekonomi
- Islam. Tapi saya di medsos ee mantau
- juga, Pak Ustaz. Oh, iya. di medsosnya
- MES, masyarakat ekonomi syariah. Ini
- sepertinya ee milik pemerintah nih, Pak
- Ustaz ya.
- Dari posingan-posingan ada postingan ini
- terakhir yang kemarin. Oh, ternyata ee
- wakil presiden ini juga ada kegiatan
- UMKM syariah di Yogyakarta. Nah, tentang
- ekonomi syariah. Oh, banyak juga
- kegiatan-kegiatan sebenarnya, Pak Ustaz.
- Tapi memang beritanya itu yang enggak
- pernah muncul. Mainstream itu enggak
- ada. mainstream tuh enggak ada. Sampai
- akhirnya ada yang komen begini,
- "Bagaimana ya nasib ekonomi syariah ke
- depan, ekonomi ke depan gitu ya." Karena
- enggak disinggung dalam perdebatan
- nasional ya. Nah, perdebatan nasional
- juga enggak disinggung gitu ya.
- Pemimpin-pemimpin negeri juga ya ketika
- bahas mengenai ekonomi enggak ada gitu
- term
- Islam yang diangkat. Nah, ini menjadi
- kerisauan umat Islam saudara, Pak
- Ustaz. Apalagi di akhir-akhir tahun ini
- kan akan terjadi transisi. Iya. Transisi
- pemerintahan, transisi kekuasaan dengan
- hiruk pikuk politik Pilkada.
- Enggak tahu nanti seperti apa. Kami
- ingin ee pandangan Pak Ustaz melihat ee
- bagaimana sebenarnya ee kerisauan
- mengamati ee hal ini gitu, Pak Ustaz.
- ekonomi Islam itu jangan sampai
- dilupakan oleh umat ini gitu ya. Dan di
- kajian kali ini, Ikhwan Akhwat, kami
- juga mengajak Anda untuk bergabung.
- Silakan sampaikan pertanyaan ataupun
- komentarnya mengenai bahasan yang kami
- sampaikan ke nomor WhatsApp Rasil di
- 0811999720.
- Pak Ustaz mengawali pembahasan kita
- kerisauan
- ee termangan mengenai ekonomi Islam
- mengamati pergantian pemerintahan ini.
- Bagaimana Pak Ustaz membahas ini? Iya.
- Terima kasih Mas Sangga. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastainuhu ala umurid dunya waddin
- wasalatu wasalamu ala asrofil iya wal
- mursalin sayyidina muhammadin wa ala
- alihi wa ashabihi ajmain. Amma ba'du.
- Para pemirsa Rasul TV dan para penyengar
- radio silaturahim yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. seperti yang sudah
- dimukadimi oleh Mas Angga
- bahwa ya kita Mas Angga sebetulnya kan
- apa nam background yang yang sebenarnya
- kan jurnalis ya jadi mengikuti ee tren
- yang sedang berlaku dalam pemberitaan
- sekarang tren isu I tren isu jadi tapi
- karena gencarnya isu politik yang ada di
- kita ini benar-benar ya Masangga ini kan
- melihat bagaimana tasun dari yang dibang
- AS oleh yang mau pergi dan yang mau
- datang. Tim yang mau pergi dan tim yang
- mau datang sedikit pun enggak
- menyinggung apa ya ekonomi syariah ya.
- He. Kecuali yang di mes tadi ya. Iya.
- Kalau mes memang dunia ekonomi Islam ya.
- Tapi enggak dimasukkan di sini dalam
- dalam perdiskusian atau perdebatan
- nasional gitu ya. Nah, itu sehingga ee
- kesannya itu adalah kenapa diskusi
- nasional ini enggak nyelipkan sedikit
- pun ya h bagaimana ekonomi Islam ke
- depannya. Padahal ekonomi Islam itu
- sudah menjadi amanah nasional ya dari
- sisi undang-undang bahwa ada
- undang-undang perbankan nasional
- perbankan syariah yang nomor apa itu
- nomor 8 tahun ee nomor 21 tahun 2008 ee
- merupakan bagian integral daripada
- keuangan nasional dan juga menjadi
- bagian integral dari ekonomi nasional.
- Maka adalah suatu hal yang kita ingin
- dengarkan sebetulnya yang akan datang,
- pemerintahan yang akan datang ini
- bagaimana posisinya terhadap amanah
- bangsa ini ya. Nah, itu yang tidak kita
- dengar dalam beberapa waktu terakhir ya
- atau minggu terakhir mungkin bulan
- terakhir tidak kita dengarkan tidak kita
- dengarkan sehingga ee netizen dan juga
- jemaah di masjid yang kita bina itu ya
- bertanya-tanya kok perdebatannya
- itu havely on politik ya h sementara
- yang ekonomi dalam pengertian ekonomi
- syariah itu enggak
- ada disinggung-singgung sama sekali
- sehingga mereka pada bertanya
- tanya-tanya kepada saya,
- bagaimana masa depan ekonomi syariah
- karena ini merupakan bagian daripada
- ekonomi bangsa yang harus dikembangkan
- oleh rezim mana pun juga yang berkuasa
- di Indonesia gitu. Nah, tetapi karena
- tidak ada perdebatan, singgungan sedikit
- pun enggak ada jadi akhirnya ya kita
- menerka-nerka ya menebak-nebak kira-kira
- bagaimana gitu ya.
- Ya. Jadi kalau kita lihat flashback
- sebentar ke belakang ini, ini ada
- peristiwa yang luar biasa, yaitu ada
- merger dari tiga bank syariah nasional
- milik BUMN itu menjadi satu. Ee dan
- diharapkan dengan
- mererikan daya dorong yang besar bagi
- perkembangan bank syariah. H. Kemudian
- juga apa namanya ada yang sebetulnya ini
- enggak tahu berkaitan apa enggak
- ya. Ormas berbasis agama diberikan apa?
- hak untuk untuk tambang lah. Itu
- sebagian ada yang menganggap bahwa itu
- bagian
- daripada ya ekonomi syariah kalau
- diberikan kepada ormas Islam ya
- Muhammadiyah atau NU dan yang ormas
- berbasis agama Islam yang lain gitu.
- Karena ini kalau dilihat dari sisi
- makroekonomi ini adalah usaha
- pemerintah untuk memper meratakan gitu
- loh ya memeratakan bagaimana akses ee
- bangsa ini kepada apa itu namanya kepada
- sumber daya kita sendiri pemanfaatan iya
- pemanfaatan yang yang selama ini
- diserahkan kepada swasta perusahaan BUMN
- dan swasta. Nah gitu. Nah, itu ternyata
- tidak memberikan dampak dalam pemerataan
- pendapatan. Maka justru
- pendapatan-pemerataan pendapatan kita
- ini sisi ini yang paling istilahnya
- paling menderita. Ekonomi berkembang
- pada pertumbuhan 5% per tahun kurang
- lebih.
- Tetapi kesenjangan itu semakin
- menjadi-jadi. Kepemilikan individu yang
- ada di korporasi terhadap aset nasional
- begitu
- gila-gilaan, tidak bisa dikontrol ya.
- Dan akhirnya walaupun ekonomi tumbuh
- tetapi yang tumbuh adalah mereka. Ya,
- kenyataan di masyarakat yang kaya
- mendapat akses kepada sumber daya alam
- tanpa batas ini makin
- kaya dan yang miskin jadi makin miskin
- sehingga jembatan itu makin mengangah
- ya. He. Galf apa teluk itu menjadi
- melebar, jurang pemisah itu menjadi
- lebar ya gitu ya. Nah, karena itu apa
- namanya kritik dari akademisi, dari
- berbagai kelompok ya terhadap kondisi
- yang sudah kayak begini ini tidak bisa
- didiamkan. harus merus ada yang bicara
- dan itu beberapa kelompok sudah bicara
- mengingatkan kepada rezim supaya mawas
- diri dan turunlah itu apa namanya ee
- permisi permit ya izin atau apa namanya
- perizinan untuk ee memberikan
- kepada ormas berbasis agama yaitu apa
- namanya ee akses kepada sumber daya
- pengelolaan sumber daya tambang dan lain
- sebagainya ya enggak tahu nanti apa ada
- kelanjutannya misalkan perkebunan,
- misalkan yang lain-lain tidak hanya pada
- sisi pertambangan saja gitu ya. Nah, ini
- kalau dilihat dari situ ada yang
- memasukkan bahwa ini adalah sebuah
- perkembangan baru yang terkait dengan
- ekonomi syariah. Kalau bagi saya itu
- berkaitan dengan ekonomi nasional bukan
- ekonomi syariah ya. He ya karena itu
- datang dari pemerintah dan itu asbabun
- nuzulnya seperti tadi kita katakan kita
- membangun ekonomi hanya fokus pada
- pertumbuhan dan mengabaikan pemerataan
- sampai pada suatu titik di mana
- pemerintah harus mawas diri dan
- keluarlah begini begini ini. Ya, itu
- jadi itu yang kedua ya yang kita lihat
- pada tahun. Tapi pelaksanaannya di jalan
- saya enggak tahu apakah katakanlah NU
- sudah mulai atau Muhammadiyah sudah
- mulai sudah mendatangkan eksavator iya
- buldar dan lain sebagainya. Wallahualam
- bissawab ya. Nah itu ya itu saya kira
- kejadian yang pada pertengahan atau awal
- tahun 2024 ini yang terkait dengan
- ekonomi Islam. Tapi di aspek yang lain
- itu ya boleh dikatakan tidak begitu
- banyak, tidak begitu apa namanya ee
- tidak ada yang barulah dalam dalam
- pandangan saya. Mungkin yang lain bisa
- melihat ya. Nah, masalahnya adalah jika
- di tahun 2024 ini seperti ini dan kita
- lihat share market share dalam keuangan
- syariah juga stagnan pada poin tertentu,
- maka apakah mungkin ada semacam
- gebrakan breakthrough misalnya di ee apa
- namanya pemerintah yang akan datang
- dalam rangka menggenjot peran daripada
- ekonomi Islam untuk bukan untuk ini
- untuk melengkapi daripada ekonomi
- nasional gitu loh. Karena banyak sekali
- ya sebetulnya ee sektor-sektor ekonomi
- konvensional ini. Ekonomi yang digarap
- secara konvensional ini memberikan ee
- keuntungannya sebagian orang tertentu.
- He. Dan orang-orang tertentu itu kalau
- dilihat dari kacamata politik ya kita
- tahu siapa. Ada diring satu, adaing dua.
- Kalau dalam bahasa selawat itu waa alihi
- waashabihi.
- Iya.
- itu. Jadi apa
- namanya ini patut menjadi ee perhatian
- ya kalau dilihat dari sisi ee pengamatan
- dari kacamata ekonomi konvensional
- banyak yang bangga lah dengan pencapaian
- sekarang ini ya misalnya pertumbuhan
- konsisten 5% 5% kecuali pada waktu ee
- apa itu COVID itu ya ya kita paham
- kemudian dibangunnya infrastruktur yang
- boleh dikatakan dalam tanda petik
- gila-gilaan dan lain sebagainya.
- Kemudian peran Indonesia dalam ekonomi
- di luar negeri sampai Indonesia didorong
- akhirnya menjadi anggota OCDC dan lain
- sebagainya dan lain sebagainya. Banyak
- sekali lembaga-lembaga internasional di
- luar sana itu yang ingin Indonesia
- menjadi anggotanya. I kayak Brick
- misalnya itu sudah banyak tetapi kan
- pemerintah ee kelihatannya tidak tidak
- tertarik ya pada akhirnya gitu. Nah,
- kemudian peran Indonesia di kalangan
- negara-negara Afrika ini merupakan
- bentuk daripada komitmen
- daripada konferensi Asia Afrika tahun '5
- di Bandung dan itu sampai sekarang masih
- bergaung dan mulai beberapa tahun
- terakhir ini Indonesia sangat di
- diharapkan kehadirannya di negara-negara
- Afrika meskipun baru mencapai seperti
- ini ya kalau yang dilihat dari seperti
- itu ya pencapaiannya itu membanggakan
- ya. H meskipun itu harus dibayar dengan
- hutang yang hutang yang besar
- bergunung-gunung.
- Iya. Dalam secara perekonuman kita belum
- ada jumlah utang dari Indonesia
- pemerintah ee lebih tinggi atau setara
- dengan yang sekarang itu belum ada dalam
- sejarah. Nah, itu itu juga suatu warisan
- dan itu suatu suatu pencapaian ee luar
- biasa dalam utang ya. Jadi itu harus
- dibar dengan seperti itu. Nah, tapi
- dengan cara pandang kita melihat
- kacamata dari sisi ee ekonomi
- konvensional, maka banyak sekali hal-hal
- yang sebetulnya itu perlu ada
- koreksi. Bahkan kalau kita menggunakan
- kacamata ekonomi biasa saja kita bisa
- memberikan banyak koreksi ya, terutama
- dalam bidang ini ya. Apa namanya ee tadi
- itu kesenjangan yang makin meningkat. H
- kemudian ketidakmerataan sektor gitu
- bukannya sektor industri, sektor
- misalkan keuangan dengan sektor
- riayah ke wilayah. Iya. ya wilayah di
- luar Jawa, wilayah di Jawa, wilayah di
- Jawa sendiri dengan wilayah di Jawa yang
- sebagian yang lain. Kanara ini terjadi
- ketimbangan ketimbangan misalnya
- industri tekstil
- itu boleh dikatakan hancur atau pindah
- mungkin ke Provinsi Jawa Tengah atau ke
- mana dari Jawa Barat ya dan lain
- sebagainya. Apalagi kalau dari sektor
- apa sisi wilayah di luar Jawa ya itu itu
- sangat timpang sekali. Kemudian ee apa
- namanya? Pembangunan dalam pengertian
- pendidikan, dalam pengertian kesehatan
- ini kalau kita lihat itu kayaknya ya
- yang kita rasakan itu turunnya terjadi
- penurunan kualitas ya.
- jumlah stunting misalnya ini secara
- nominal secara angka itu besar besar
- yang kalau mulai mungkin dibandingkan
- dengan 10 tahun yang lalu atau 20 tahun
- yang lalu ini luar biasa jumlahnya itu
- dan tidak ada cara bagaimana membuat ee
- masalah ini cepat diselesaikan ya.
- Iya. Nak. Jadi saya melihat
- sih apa namanya ee kebiasaan kita
- memberi makan atau nutrisi kita ini
- tidak ada dasar bagaimana supaya nutrisi
- itu memberikan ee zat yang apa namanya?
- nutrisi yang baik bagi anak-anak
- sehingga mereka itu tidak stunting,
- tidak kekurangan diri, sehat dari kecil
- sampai dewasa itu enggak ada terobosan
- gitu loh ya. Enggak ada terobosan ya.
- sehingga korban yang menjadi stunting
- ini merajailah di seluruh wilayah boleh
- dikatakan demikian ya. Ya. Kemudian ee
- pelapangan jumlah lapangan pekerjaan
- walaupun sudah kayak begini ee itu juga
- masih jauh dari harapan kita. Jadi kalau
- dilihat dari sisi ekonomi makro ee
- ekonomi konvensional aja orang bisa
- memberikan kritikan, memberikan apa
- saran bahwa ini melenceng, bahwa ini
- kurang bagus. Apalagi kalau kita
- menggunakan menatap hal itu dengan
- kacamata ekonomi Islam atau ekonomi
- syariah benar-benar ya benar-benar.
- Karena dalam kacamata ekonomi syariah
- itu ketimpangan misalnya itu suatu hal
- yang hal yang bertentangan dengan
- keyakinan agama. He. Karena seolah-olah
- membenarkan praktik di lapangan bahwa
- sebagian masyarakat atau penduduk boleh
- mendapatkan akses kepada sumber daya
- alam. Sebagian yang lain tidak. Seolah
- begitu. Meskipun undang-undang itu
- enggak ada. H karena dengan demikian itu
- seperti mengharamkan kepada sebagian
- orang, membolehkan kepada sebagian yang
- lain seperti itu. Nah, kalau seperti ini
- maka Pak proses pembangunan ekonomi ini
- akan menghasilkan ketimpangan yang luar
- biasa dan tidak ada hal yang bisa
- memperbaiki. Maka kalau dalam hal kalau
- dari dari kecaman Islam semenjak dari
- awal ini kan sudah harus dikoreksi bahwa
- pembangunan itu for all, bahwa
- pembangunan itu untuk semua.
- bukan dalam kata-kata, bukan dalam
- retorika, tapi kenyataannya begitu. Jadi
- tidak bisa sebagian rakyat itu diberikan
- pembangunan yang baik, yang lainnya
- diabaikan seperti sekarang terjadi
- begitu. Jadi ekonomi Islam itu dari
- awalnya sudah peduli kepada yang
- marginal, kelompok yang marginal. Dan
- dalam Al-Qur'an itu lebih lebih
- mengutamakan pada orang-orang masakin
- wal fuqara itu
- diulang-ulang berkali-kali. Iya. Dalam
- harta orang kaya terdapat orang miskin
- seperti itu. Itu itu itu dari sononya
- sudah ada gitu loh. Jadi ketika sebuah
- pembangunan ekonomi berdasarkan Islam
- maka ini itu mulai digarap bersamaan.
- Tidak memperhatikan ini yang bisa
- mendapatkan akses kepada sumber daya
- karena telah berjasa kepada pimpinan,
- berjasa kepada partai dan lain
- sebagainya. Tidak, tidak sekedar itu.
- Tapi selalu dari awal ini ada porsinya
- sendiri. Ya, makanya di sini kita lihat
- bahwa ee selama sebuah pembangunan
- ekonomi makro atau mikro yang tidak
- menyertakan di
- dalamnya institusi
- zakat enggak bakalan bisa mencapai apa
- ke kemerataan keadilan yang benar. ya
- itu. Nah, karena zakat itu institusi
- yang merupakan rukun Islam yang ketiga
- dan itu harus kita implementasikan ke
- apapun di manaun maka dia akan muncul
- dalam gambaran struktur ekonomi. H ya.
- Jika ini diabaikan maka gambarnya enggak
- kelihatan. Nah, makanya
- itu kita jadi kehilangan arah ketika
- sebuah diskusi perekonomian tetapi tidak
- ada singgungan bagaimana peran zakat.
- Ya, ini enggak mungkin kita bisa
- harapkan bahwa dari ee pembangunan
- ekonomi yang mengabaikan zakat misalnya
- akan menjadi sebuah akan terjelma sebuah
- perekonomian yang adil dan makmur bagi
- semua nonsense ya. I nonsense i karena
- hanya zakat itulah yang akan memberikan
- peran lebih besar kepada mereka yang
- termarginalkan. Iya. Sementara kalau
- undang-undang ini enggak disebut ya
- disebut dalam undang-undang misalkan
- fakir miskin dipelah oleh negara. Iya.
- Sekarang yang memelihara fakir miskin
- itu siapa ya? Malam Muhammadiyah ya
- punya ini panti asuhan di
- mana-mana ya pantiasuhan negara ya
- mungkin ada saya tidak tahu ya saya
- tidak ke sana ya tapi dari dulu kayak
- Muhammadiyin dari semenjak didirikan itu
- sudah peduli pada itu karena inilah
- masyarakat yang pasti terbaik terabaikan
- oleh sistem ekonomi manapun tetapi
- justru dalam ekonomi Islam inilah yang
- paling disinggung ya itu dan tidak ada
- sebuah perekonomian
- ee apa namanya konvensional yang justru
- fokus kepada ini. Iya. Justru kepada
- fokus pada bukar masakin ini enggak ada
- ya orang-orang yang yang terpinggirkan
- gitu. Nah, makanya ini kita ya netizen
- itu atau jemaah kita ini ee mungkin
- melihat bahwa dalam perdebatan itu
- enggak ada perdebatan sampai dengan pagi
- pagi hari ini enggak pernah
- memperdebatkan bagai e bukan
- memperdebatkan ya bicara tentang
- bagaimana peran ini zakat di dalam
- ekonomi untuk mengurangi
- kemiskinan membantu mereka meningkatkan
- kesejahteraan dari level bawah sekali
- sampai kepada level menengah dan
- seterusnya itu kita tidak tengah gitu
- Masang ya.
- He itu bahwasanya gambaran memang ee di
- tengah masyarakat juga ee fokusnya itu
- kan mengenai ekonomi Islam ini kalau di
- tataran akademisi mungkin masih ya Pak
- Ustaz ya. Karena kan di beberapa lembaga
- pendidikan ee tentang ekonomi Islam ini
- masih menjadi kajian. Kalau peran para
- akademisi ini yang Pak Ustaz lihat kalau
- secara umum dalam kemasyarakatan ee
- mungkin turun. Tapi para akademisi ini
- yang bisa dikatakan mereka ee akademisi
- ekonomi Islam lah. Iya. Apakah ada
- perannya, Pak Ustaz, dalam menyampaikan
- tentang misi-misi ekonomi Islam dalam 10
- tahun terakhir ini, Pak Ustaz? Lihatnya
- bagaimana, Pak Ustaz? Iya, secara ini
- kan ada itu secara semacam institusi
- kayak komite nasional
- keuangan. Iya. Keuangan atau ekonomi
- syariah gitu ya. KNKS itu ya. KNKS. Iya.
- itu kan secara kelembagaanut ada dan itu
- tujuannya dulu adalah lintas departemen
- atau kementerian dan mengatasi ego
- masing-masing departemen harapannya
- begitu sehingga apa yang ditol apa yang
- dirancang oleh KNKS itu diterjemahkan ke
- dalam praktik oleh departemen atau
- kementerian yang ada itu saya kayak ikut
- berkali-kali diskusi ya waktu sebelum
- terjadi ee apa launchingnya itu ya jadi
- saya tahu ya tetapi itu namanya nya
- bagus sekali. Tapi namanya bagus. Heeh.
- Namanya bagus sekali. Tapi peranannya
- belum ee belum minimal pun belum ya.
- Jadi mungkin minimal dulu kemudian
- moderat kemudian maksimal. Nak minimal
- aja belum artinya belum ada gaunya
- selain daripada sebuah kitab atau buku
- tentang visi bagaimana membangun
- ekonomi-ekonomi syarat di Indonesia itu
- ya itu ada. Tapi jauh dari harapan
- karena
- ee koordinasi antara kementerian atau
- antara departemen ini belum kelihatan.
- Iya. Katakanlah BI jalan sendiri, OJK
- berjalan sendiri, Kementerian Keuangan
- jalan sendiri, Kementerian Agama
- jalan-jalan, jalan-jalan.
- Ya, itu ya jadinya apa namanya ee tidak
- sinkron jadinya ya. Kemudian akademisi.
- Akademisi kan kemampuannya untuk
- memberikan visi, memberikan konsep ya.
- Tapi dalam tataran di lapangan kan
- mereka terbatas. Kecuali tempat di mana
- mereka itu ee apa mengajar di perguruan
- tinggi itu bisa mereka melakukan suatu
- ya semacam laboratorium semacam gerakan
- yang aplikatif dengan mahasiswa mereka
- itu bisa. Tapi itu sangat terbatas ya.
- yang kita inginkan adalah sebuah hal
- yang berpengaruh, sebuah visi
- pembangunan di mana konsep utamanya
- adalah memperhatikan pada yang menjadi
- korban pembangunan ini kan yang
- dibangunkan yang sudah ya sudah jadi
- orang yang sudah kaya diberikan
- fasilitas, makin kaya makin diberikan
- fasilitas lah. Yang ini kan korban.
- Tidak ada sebuah fokus dari perhatian
- pemerintah manaun kepada mereka. Ya, ini
- orang-orang yang terminalikan dibiarkan
- aja
- ya. Ya. Wafi amwali hakum maklum l wal
- marhum ya wal ya wal mahrum. Dan di
- dalam harta mereka ada hak orang miskin,
- orang yang meminta-minta, orang yang apa
- namanya? Tidak memiliki kemampuan untuk
- memenuhi hajatnya. He. Nah, menyadarkan
- bahwa kelompok yang the have memiliki
- kesadaran bahwa dalam harta mereka itu
- terdapat orang miskin di dalamnya. Itu
- sebetulnya tugasnya dai apa tugasnya
- pemerintah. Nah, itu kalau dai kan
- didengarkan. Kalau dia enggak mood untuk
- mendengarkan dai ya enggak didengarkan.
- He. Tapi apabila ada sebuah ya aturan,
- sebuah apa namanya kebijakan yang
- membuat mereka yang kayak mau enggak mau
- ya bayar kepada apa namanya kaum yang
- miskin ini agar supaya nasibnya mereka
- ini ber ini
- berkembang menjadi lebih baik. Itu itu
- tidak ada. Dia perlu kebijakan. Nah,
- makanya di sini zakatnya sentral sekali
- ya. Karena zakat itu sebetulnya ee
- kewajiban pribadi. Setiap muslim akan
- menjadi merasa mempunyai kewajiban untuk
- mengeluarkan sebagian hartanya itu mulai
- 2,5% sampai 15% itu kepada mereka yang
- tidak berhak tadi yang terpinggirkan
- itu. lah dibuat undang-undang kalau
- nonmuslim buat undang-undang ya
- bagaimana supaya pajak itu diberikan
- kepada mereka dan hasil pajak itu
- dikembalikan kepada ini itu. Nah itu dan
- sekarang kan enggak ada dan karena tidak
- ada
- ya maka pertumbuhan itu menjadi seperti
- tadi menceng h ee berpihak kepada yang
- ee dekat dengan
- pemerintah dan yang seperti ini enggak.
- Nah, nah ekonomi Islam itu melihat
- fenomena seperti ini enggak tinggal
- enggak bisa tinggal diam karena
- masing-masing orang Islam itu kaum
- muslimin itu ee berkewajiban untuk
- membantu mereka yang yang apa namanya
- yang
- itu yang tidak mendapatkan kue
- nasional dari harta mereka sendiri. Ya,
- itu setiap orang itu merasa begitu. Tapi
- ini kalau tidak dikoordinir dengan ee
- profesional, maka berapapun misalnya
- kesadaran kaum muslimin ini untuk
- mengeluarkan zakat itu hasilnya enggak
- optimal. Ya, optimal apabila dikerjakan
- amil alaiha
- ya. amil alaiha orang yang sudah punya
- tugas di dalam undang-undang untuk
- memberikan
- suatu apa namanya ee untuk memberikan
- hal yang kita ambil dari orang kaya
- kemudian kita kembalikan pada orang
- miskin tadi.
- Menurut Pak Ustaz, kira-kira sisi mana
- Pak Ustaz yang perlu ditekankan dalam
- pengembangan ekonomi syariah di
- Indonesia ini selain selain sektor
- keuangan gitu ya. Sebenarnya kita juga
- ada yang salah dalam hal ini Masangga
- ya. Heeh. Jadi kita selalu melihat bahwa
- ekonomi Islam itu bank syariah misalnya.
- Bank syariah atau keuangan ya. Iya, bank
- syariah. Kemudian BPRS apalagi BPRS ee
- koperasi syariah atau Heeh. Apa ya
- namanya BMT macam itu ya. He. Jadi
- seolah-olah hanya itulah kiprah ekonomi
- Islam yang harus kita lihat. Padahal
- tidak harus begitu ya. Ya. Kalau kita
- melihat hanya itu itu kecil banget.
- Kecil. kecil sekali. Soalnya jumlah
- sekarang market share-nya kan antara 7%
- apa sekitar itulah ya. Ya, paling segitu
- dan itu berlangsung sudah 30 tahun ya,
- 32 tahun belum ada perbaikan dalam
- pertumbuhan market share ya. Nah, kalau
- kita hanya fokus pada itu ya kita
- akhirnya ee ke melihat ekonomi Islam itu
- sempit banget. Jadi ekonomi Islam pada
- prinsipnya adalah apa yang ada di dalam
- ekonomi keseluruhan itu akan dibenahi ya
- mulai dari
- konsumsi mulai dari
- investasi ee kemudian belanja negara,
- ekspor dan impor. Kalau kita bagi
- komponennya kan empat itu sebetulnya. He
- ya. nanti konsumsi itu apapun yang ada
- menurut makroekonomi atau menurut
- mikroekonomi itu apa namanya arahan
- Islam ada di situ. Bahkan kalau secara
- mikro misalnya kita mengkonsumsi ee
- dari pendapatan kita cara
- mengkonsumsinya aja ada. Heeh. Ya. Apa
- namanya? Batas-batasnya apa ee
- rambu-rambu untuk mengkonsumsi ada
- semuncan itu kita kita tidak ceritakan
- di sini. Tapi peran konsumsi dalam
- dalam apa namanya agregen atau
- permintaan total atau penghasilan
- nasional itu sangat berpengaruh sekali
- ya. Misalnya tingkat konsumsi yang
- rendah akan menimbulkan pendapatan
- nasional yang rendah maka yang harus
- digenjat adalah konsumsinya. Nah
- sekarang ini ee ekonomi Islam dari sisi
- ini saya kira juga belum banyak
- dielaborasi ya. H ya, saya belum belum
- ada buku ekonomi Islam yang menceritakan
- how to eh to become eh Muslim consumer
- misalnya, bagaimana menjadi seorang
- konsumen muslim yang baik gitu,
- bagaimana menjadi produsen yang baik,
- how to become a Muslim, a good Muslim
- producer. Karena produsen dan konsumen
- kan sebetulnya dua dua hal yang berbeda.
- Agen ekonomi, menjadi konsumen muslim
- yang baik kayak apa? Menjadi produsen
- yang baik dalam ekonomi Islam kayak apa?
- ini jarang disinggung sebetulnya ya. itu
- kalau dial dari situ yang
- lainnya ee termasuk di sini investasi
- ya, bagaimana ee Islam ee memberikan
- ajaran dalam investasi ee itu itu sangat
- penting bagi kita karena panduan untuk
- investasi dalam Islam itu akan membawa
- kita kepada praktik ee investasi yang
- sesuai dengan syariah. Kalau kita tidak
- tahu
- bagaimana ee berinvestasi dalam ekonomi
- Islam, mungkin saja kita ini akan
- berinvestasi dalam hal-hal yang
- berbahaya. Bahaya bagi diri kita sendiri
- sekarang atau bahaya bagi diri kita yang
- akan datang di dalam akhiratnya dan lain
- sebagainya. Jadi kalau di sini sudah
- masuk apa namanya ee infak ya, infak
- dalam membelanjakan harta secara
- individu, kemudian mengembangkan harta,
- tanmiatul mal, mengembangkan harta
- secara Islam sehingga harta itu
- berkembang. Kemudian masuk dalam
- produsen konsumsi eh produksi konsumsi
- dan lain sebagainya. Jadi, ini
- sektor-sektornya tidak hanya masalah
- keuangan saja ya. luar biasa UMKM
- sekarang yang digenjot ya itu juga
- merupakan bagian daripada ekonomi Islam
- dan di sana ada ya di sana ada
- arahan-arahan bagaimana kita
- mengembangkannya dan lain sebagainya.
- Jadi tidak hanya fokus kepada itu.
- Kemudian nanti kalau kita masuk kepada
- government
- expenditure pengeluaran negara. He. Nah
- pengeluaran negara kan dari pajak. Nah
- ini zakatnya bagaimana? Apakah saya
- katakan di integrasikan kepada budget
- atau tidak? Ataukah zakat ini entit yang
- tidak ada yang tidak ada cawe-cawe
- pemerintah di dalamnya gitu.
- Sebab kalau zakat nanti sampai
- dicawi-cawi pemerintahan bahaya ini ya
- bahaya ya korupsinya. Jadi dua kali
- korupsi harta dan korupsi agama. Iya.
- Jadi apa namanya ini juga belum ada
- solusi ya, tapi paling tidak kita
- memvisualisasi bahwa sebuah perekonomian
- di mana zakat itu berperan maka zakat
- ini akan memberikan apa yang tidak ada
- di dalam budget APBN ya bisa nanti
- melengkapi dan lain sebagainya ya itu.
- Kemudian juga
- ada pendapat di mana ee pajak itu
- diharamkan sebagian orang kan begitu. A
- pajak enggak boleh ya. Kalau enggak
- boleh pajak bagaimana pemeritaan
- mendapatkan pendapatan penghasilan.
- Sedangkan kalau dari BUMN kecil,
- perbunan, perkebunan kecil walaupun luas
- tanahnya ya, hutan, perhutanan, kemudian
- ya pertambangan dan sebagainya. Yang
- kita lihat sampai sekarang itu kalau
- dikumpulkan dari perusahaan pemerintah
- di bidang itu kecil sekali. Kecil banget
- yang pilih Pertamina, perbankan itu
- kalau dibandingkan dengan perolehan dari
- dari pajak jauh banget ya. Iya. Jangan
- pajak kita sudah setengah tahun aja
- sudah 1000 triliun. Iya. Hampir nanti 1
- tahun ee 1 tahun bisa 2.000 triliun ya.
- Dan penghasilan kita dari semua BUMN itu
- enggak enggak nyampai 500 segitu ya jauh
- ya. Jadi maka di sini kita
- memvisualisasikan bahwa zakat luar biasa
- peranannya jika dikelola dengan
- profesional. I.
- Nah, kaitannya dengan pemerintahan nih,
- Pak Ustaz ya, untuk beberapa bulan lagi,
- apakah ada harapan, Pak Ustaz, bahwa
- pemerintahan baru nanti itu akan
- memperhatikan lebih ee mengenai peran
- ekonomi syariah gitu ya dalam
- pembangunan ekonomi nasional ini, Pak
- Ustaz? Iya. Nah, itu kita enggak bisa
- nebak ya. Enggak bisa nebak karena kita
- enggak tahu timnya ini kan belum
- dibentuk setahu saya. Belum dibentuk.
- Belum dibentuk ya. Ya. Kemud tapi ada
- bocoran-bocoran tadi apa ya? bocoran
- visi-visi pemerintah itu benar apa
- enggak dari mereka. Tapi kalau tidak
- dari garis besarnya kat ingin
- melanjutkan ingin melanjutkan yang ada
- konsep yang menarik yaitu ekonomi
- berdasarkan Pancasila. Kalau dilihat
- dari pasal satunya apa namanya sila yang
- pertama ya ketuhanan iya ya
- menginjeksikan ee nilai-nilai agama di
- dalam ee apa perekonomian perketuanan
- yang maha esa. Jadi itu menginjekasikan
- religius religiusitas itu di situ. Nah,
- di sini nanti harus dikembangkan ya apa
- maksudnya ya. Nah, kalau dikatakan bahwa
- ini artinya adalah mengadopsi bahwa
- ekonomi Islam atau syariah merupakan
- bagian integral daripada perekonomian
- nasional dan karena itu harus
- dikembangkan semaksimal mungkin di
- segala sektor diberikan kebebasan. Nah,
- ini ee ini tafsiran saya. Kalau tafsiran
- dari dari tim mereka saya enggak tahu.
- Makanya saya menebak-nebak aja,
- menerka-narka kira-kira seperti apa.
- Seandainya itu seperti itu, maka harus
- ada semacam break through ya ee apa
- namanya ee lompatan ee dalam hal yang
- tidak dilakukan oleh rezim sebelumnya.
- Tapi harapan kan selalu ada ya. Ya
- harapan selalu ada. Kita berharap
- demikian. Jadi kita bikin booster lah
- untuk ekonomi Islam ini, ekonomi syariah
- ini bagaimana supaya ee kita memberikan
- ee share kepada ee perekuman nasional
- lebih baik lebih banyak atau lebih
- tinggi gitu. gitu. Dan itu hanya jangan
- hanya dilihat dari ee keuangan saja ya,
- dari keesadaran bahwa misalkan kalau
- kita lihat dari visinya bahwa ekonomi
- dibangun dengan ee religiusitas ya
- berdasarkan keketuan yang maha esa
- misalnya itu kan
- harus menjabarkan nilai-nilai syariah di
- dalam ekonomi. Misalkan saya beri
- contoh, H ada larangan yang paling
- dilarang dalam ekonomi, riba misalnya.
- Iya, itu. Nah, kalau kalau kita religius
- dalam pengertian Islam, Heeh. Kan kita
- harus menghindari yang haram. Heeh. Nah,
- haram yang paling haram dalam ekonomi
- itu riba. Riba. Iya. Nah, berarti mau
- enggak mau ini riba harus dikurangi
- peranannya. Iya. Atau Iya. Kalau ada apa
- namanya kegiatan keuangan, kelembagaan
- keuangan yang berbasis riba dan itu
- terus
- diberikan apa nam akses kepada
- macam-macam kemudahan ya akhirnya kita
- bertanya-tanya di mana
- real religiusitas kita ini. Padahal itu
- digabungkan di dalam pasal 1 atau di
- dalam sila yang pertama dan itu diadopsi
- sebagai
- ee apa namanya pencelupan ekonomi secara
- nasional. Sedangkan ke apa namanya ee
- apa ada suatu hal yang sangat diharamkan
- dan itu dominan dalam masyarakat kita ee
- tetap di disanjung-selanjung tetap
- dijadikan sebagai bagian yang yang tidak
- terpisahkan dari ekonomi kita. H ee itu
- kita bertanya-tanya di mana letak
- religiusitas kita di
- karena semakin sadar keagamaan seseorang
- itu semakin mengurangi keharaman ya. He.
- Hal-hal yang haram dikurangi atau
- ditinggalkan sama sekali. yang makruh
- juga ditinggalkan itu.
- Nah, kalau mengacu kepada ee kesadaran
- keagamaan kemudian haram yang haram
- tetap
- didewa-dewakan
- diot nomor satu dengan kekuatan nomor
- satu ya kita akhirnya tidak tidak bisa
- demikian karena itu ada hal-hal yang
- bertentangan. He. Itu yang menurut saya
- ee yang saya dapat yang saya dapatkan
- dari apa itu share-share ya. He dari
- teman-teman itu forwat-forbatwat itu.
- Jadi satu gitu Pak Ustaz ya. Kalau dia
- ingin berbasis religiusitas dalam hal
- ini keislaman
- ya meninggalkan riba. Praktik yang
- paling ya matematik ada yang tiga-tiga
- itu yang dosa besar ya riba kemudian
- goror goror spekulasi ya. Kemudian yang
- ketiga itu adalah judi. Judi. Judi yang
- sekarang walaupun secara undang-undang
- dilarang tapi dipraktikkan ya. Tapi
- praktikkan praktikkan dan sudah masuk ke
- dalam pusat-pusat kuasa. Iya.
- Nauzubillah minzalik ya. He. Nah, ini
- maka kita bertanya kesadaran keagamaan
- itu menghendaki agar supaya yang haram
- itu ditinggalkan.
- lah kalau yang haram itu tetap
- ditegakkan, tetap dijunjung tinggi,
- dibikin bagian terpisahkan dalam
- pengembangan ekonomi ya itu sebetulnya
- suatu hal yang bertentangan.
- Meningkatkan peran berarti kan kita
- melihat peran-peran yang sudah
- dijalankan sekarang. Iya. Tapi kalau
- yang sudah dijalankan sekarang ini
- perannya bisa dikatakan melempem ya.
- Melempem ya. Kelihat gitu Pak Ustaz ya.
- Iya. Berarti faktor
- perubahan pemimpin ini jadi faktor utama
- t. Iya. Jadi sebetulnya kan kalau
- sektor-sektor itu semuanya sudah tahu
- yang harus kita bus untuk mengerakkan
- ekonomi. Nah, di situ juga harusnya ee
- apa nilai-nilai kesyariaan itu digenjot
- ya. Misalnya kita ngenjot masalah apa
- namanya UMKM. Iya. Nah, UMKM ini karena
- kita ini berdasarkan kepada ajaran,
- enggak mungkin kita mengembangkan UMKM
- ee Islam apa syariah itu pada saat yang
- sama hal-hal yang tadi itu haram sama
- apa guror sama mais itu he itu ada ada
- di dalamnya kan enggak mungkin harusnya
- itu tidak ada ya. Jadi benar-benar ee
- UMKM syariah itu benar-benar murni
- syariah, tidak ada kaitannya dengan yang
- yang dilarang dalam agama gitu. Dan ini
- perlu sosialisasi karena banyak yang
- belum tahu ya. Kayak misalkan gini ya ee
- UMKM tukang bakso atau orang jualan
- makan, bikin makanan untuk jual. Iya.
- Karena dia seorang muslim, dia yakin
- bahwa apa yang saya buat ini halal.
- Halal. Iya kan? belum tahu undang-undang
- halal itu ada bahwa itu harus harus
- dites, harus ada ini prosedurnya gitu
- ya. Nah, kalau
- umpamanya orang yang seperti tadi itu
- kita kasih tahu bahwa prosedur bikin
- halal itu begini, Bu, begini, Mak,
- misal, itu jujur mereka enggak semangat.
- Ini seperti apa itu hambatan kok kita
- mau ini menjadi menjadi halal dan susah
- amat gitu loh. Birokrasi
- ini seringki saya dapatkan ya. Seringki
- saya dapatkan karena ya mereka ini
- terbatas informasinya dan ee mereka juga
- melihat sesuatu itu yang yang tidak
- standar. Jadi selama saya ini muslim
- saya suka salat setiap hari lima waktu
- katanya. Heeh. Ya yang saya masak, yang
- saya jual pasti halal, Pak. Iya.
- itu itu sudah cukup. Maka mereka berhak
- untuk nulis label halal itu di
- gerobaknya dan lain sebagainya. Saya
- juga enggak meragukan dalam hal ini ya.
- Iya. Tapi nanti kalau ee kita
- implementasikan undang-undang halal,
- makanan halal, minuman halal dan itu
- kita sosialisikan kepada mereka,
- agen-agen
- ekonomi, produsen-produsen kecil ini, ee
- jangan sampai itu membuat mereka menjadi
- semacam kesulitan ya untuk justru
- memproduksi atau melangsungkan UMKM
- mereka gitu. H ini sebetulnya sudah
- dirasakan gitu ya. Iya.
- memang harus ada sosialisasi lah. Ini
- kalau kita ee apa namanya? Sertakan,
- integrasikan kepada sektor keuangan
- sektornya menjadi besar. E artinya ee
- market share ekonomi syariah ini
- membesar di luar daripada keuangan itu.
- Iya. Dan ini justru yang lebih banyak ya
- karena transaksi ini besar sekali ya.
- Besar sekali. Hmm.
- Iman akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Saat ini Anda sedang
- menyimak kajian ekonomi Islam,
- kerisauan mengamati pergantian
- pemerintahan dikaitkan dengan prospek
- ekonomi Islam di tanah air. Itu bahasan
- kita. Kita akan jeda terlebih dahulu,
- Ikhwan Akhwat. Nanti kami akan kembali
- di sesi kedua. Di sesi kedua kami akan
- menjawab pertanyaan-pertanyaan dan juga
- komentar yang masuk dari Ikhwan dan
- Akhwat. Untuk itu kirimkan pertanyaan ke
- nomor WhatsApp Rasil di
- 08119
- 99720. Kami akan segera
- [Musik]
- kembali berasil
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat, kajian
- ekonomi Islam di kesempatan kali ini.
- Kerisauan mengamati pergantian
- pemerintahan dikaitkan dengan prospek
- ekonomi Islam di negeri ini. Jadi
- kerisauan-kerisauan publik ini Pak Ustaz
- ya. Kerisauan masyarakat seperti halnya
- pertanyaan-pertanyaan yang masuk ini
- kerisauan dari Ibu Sri nih pertama nih
- Pak Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz,
- mengenai hutang-hutang negara ini, kalau
- Presiden baru nanti bagaimana kira-kira
- melanjutkan hutang-hutang atau
- bertanggung jawab terhadap hutang-hutang
- negeri ini? Terus juga bagaimana, Pak
- Ustaz, menyundul kuasa langit. Menyundul
- kuasa langit mungkin kepada itu ya. Iya.
- Ee poinpoinnya ini
- adalah
- apakah apa namanya kebijakan hutang
- kebiasaan ya model membangun dengan
- berhutang ini masih akan diteruskan ya
- kalau kalau menurut saya masih karena
- itu kan di dalam undang-undangnya
- dibolehkan ya sekarang ini rasio utang
- publik orangut ruang pemerintah terhadap
- apa namanya anggaran itu di ee 38% per
- ini dan kita dibolehkan sampai berapa?
- 60% ya. Jadi masih ada ruang h hampir ee
- lebih daripada 20%. Nah, yang 38% aja
- utangnya sudah kayak gini. Nanti
- bagaimana kalau ditambah sampai 50 55
- wah itu gunungnya Heeh.
- bertingkat-tingkat ya itu. Tapi itu
- dimungkinkan dalam undang-undang. Selama
- dibolehkan dalam undang-undang ya enggak
- menjadi soal. semoga pemerintahan ya.
- Nah, tetapi kita melihat bahwa utang itu
- memang sekarang ini kita nikmati. Hm.
- Yang tapi yang menanggung adalah
- generasi berikutnya kan pemerintah
- paling paling 5 tahun ya dan utang itu
- jangka panjang semua enggak ada yang
- jangka pendek ya. Jadi generasi yang
- kadang tang itu mungkin anak cucu kita
- yang tidak tahu menahu eh tiba-tiba
- menanggung hutang begitu besar ya. ada
- generasi yang akan datang itulah yang
- siap-siap menanggung. He. Nah, apa
- namanya? Makanya di dalam utang itu kan
- ada istilah present value ya. Ee nilai
- yang sekarang. Nah, ya bisa diplesetkan
- bahwa yang menikmati utang itu yang
- sekarang ini, generasi sekarang ini ya.
- Tetapi beban itu akan dipindahkan kepada
- beban pembayaran itu akan dipindahkan
- kepada generasi berikutnya. Nah, seorang
- kakek meninggalkan utang kepada cuunya
- kayak gitulah gitu. Nah, tetapi ini kan
- dijamin oleh undang-undang bahwa sebuah
- pemerintahan boleh ee menganggarkan ya
- defisit anggaran itu bisa atau diatur
- semua defisit anggaran itu berapa.
- Kemudian nanti utang yang dipakai untuk
- pembangunan atau dipakai pemerintah ini
- dikaitkan dengan ee pendapatan
- pemerintah itu berapa persen itu kan ada
- undang-undangnya. selama ini trace
- hul-nya atau batas batas atasnya belum
- tersentuh. Kalau hari hanya dari utang
- banyak negara yang jauh lebih banyak
- utang kepada ini kepada rakyatnya kepada
- kayak Jepang itu lebih. Jadi misalnya
- utangnya Jepang itu 120 pendapatannya
- 100 lebih banyak utangnya daripada
- Amerika lebih gila-gila lagi. Nah, yang
- inilah yang ditiru yang ini yang ditiru
- model seperti yang ditiru oleh
- Indonesia. Heeh.
- itu. Nah, selama model ini ditiru, tidak
- ada
- lagi apa namanya visi selain daripada
- ini, ya kita nyerah dengan seperti ini.
- Karena dianggap bahwa itu sesuatu hal
- yang tidak bisa kita hindari gitu ya.
- Makanya di sini kan dari awal saya sudah
- bilang bahwa suatu apa namanya? suatu
- usaha untuk membangun dengan mengabaikan
- zakat, maka itu sudah sangat sudah
- sangat keliru dalam konteks ee ekonomi
- Islam
- ya itu mengabaikan dan selama
- mengabaikan tidak menjadikan ini suatu
- hal yang penting di dalam sebuah ee apa
- namanya? pembangunan proses pembangunan
- ekonomi maka yang terjadi adalah utang
- dan utang tidak ada lagi. Iya. itu
- makanya dari awal sudah saya bilang ya
- Allah apa namanya zakat itu pilar
- ekonomi Islam yang paling pokokah i dan
- kalau kita menjadikan usaha ekonomi ini
- berbasis kesadaran keagamaan ya harusnya
- kan yang diharamkan itu harus
- dihilangkan iya yang dianjurkan agama
- itu yang dikembangkan pilar-pilarnya
- malah yang harus kembangkan, Pak Ustaz
- ya.
- Oke. Selanjutnya, Pak Ustaz eh
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sebut saja
- ibu hamba Allah. Baik. Ibu hamba
- Allah. Pak Ustaz, saya punya anak yang
- kuliah di jurusan ekonomi
- Islam. Mohon pandangannya, Pak Ustaz. Ke
- depan apakah akan dibutuhkan para
- akademisi dan juga lulusan-lulusan
- ekonomi Islam? Terima kasih. Iya. Baik.
- Terima kasih ibu, hamba Allah yang
- dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi kita juga dulu tahun 2000 ya, 24
- tahun dari yang sekarang saya sendiri ee
- termasuk yang mendirikan ee
- tazkiah sekolah tinggi ekonomi Islam
- tazkiah itu yang dulunya di Bogor
- kemudian kita ke Sentul sekarang ya.
- Ya, itu menunjukkan kepada kita bahwa
- pada masa itu 24 tahun yang lalu kita
- sudah memvisualisasikan bahwa harus ada
- perguruan tinggi yang fokus kepada ee
- studi tentang ekonomi Islam dengan arti
- yang sebenarnya ya. Nah, yang kita
- usahakan itu di antaranya tazkiah.
- Kemudian sekarang hampir seluruh
- perguruan tinggi itu sudah ada di
- fakultas ekonominya untuk prodi ekonomi
- Islam atau di fakultas yang lain itu ee
- sudah memperkenal ekonomi Islam dan
- itu visinya adalah untuk memberikan ee
- menyalurkan tenaga kerja yang dibutuhkan
- oleh bank Indonesia yang bekerja untuk
- perbankan syariah atau direktorat
- perbankan syariah yang sekarang OJK juga
- ada direktor perbankan syariah. Kemudian
- juga bangkir-bangkir ee bangkir-bangkir
- syariah yang mengisi ee
- karyawan-karyawati daripada bank-bank
- syariah yang berjemur ya yang menjamur
- gitu yang begitu banyak berkembang ini.
- Jadi ee anak ibu itu kalau sudah masuk
- ke Fakultas Hukum Islam misalnya ya
- mereka lapangan pekerjaannya itu adalah
- lembaga keuangan syariah bisa berupa
- bank umum syariah, bank apa namanya bank
- US dan lain-lain. Yang penting ke
- syariah termasuk juga misalkan leasing
- syariah atau multifinan termasuk
- koperasi termasuk adalah asuransi
- syariah dan lain sebagainya ya. Pasar
- modal syariah juga masuk di sana.
- Akademisi ee apa namanya? Dosen ekung
- pengajar ekung syariah yang di tingkat
- SMP atau sanawiyah di tingkat ee SMA
- atau alia itu sudah mulai ada ya. Jadi
- dari sisi pendidikan itu sudah cukup
- untuk menjadi dosen atau menjadi guru
- yang mengacara ikut Islam untuk level
- SMA dan sederhajat. Ya, itu kalau mau
- dedikasinya kepada ee pendidikan. Kalau
- dedikasinya kepada pekerjaan ya tadi itu
- ee itu baik di dalam negeri ataupun di
- luar negeri. Nah, tetapi juga di dalam
- ee tazkiah itu juga diajarkan tentang
- entrepreneurship. Jadi ee mahasiswa itu
- tidak hanya dibekali ilmu untuk bekerja
- di lembaga keuangan syariah, tetapi juga
- dibekali bagaimana mengembangkan dirinya
- sendiri sehingga nanti keluar dari ee
- perguruan tinggi ini dia punya bekal
- untuk mengembangkan diri entah menjadi
- entrepreneur muslim dengan segala arti
- yang paling luaslah di bidang apa saja,
- di bidang ee produksi makanan, produksi
- minuman apa saja ya ee atau IT. Nah, IT
- syariah saya penting sekali ya. IT
- syariah. Iya. IT ee akuntansi syariah
- itu penting gitu ya. Itu juga sangat
- penting. Sama pentingnya dengan IT
- konvensional. Kalau bank itu kan ada apa
- namanya ee accounting treatment. Iya. Ya
- itu accounting treatment kan
- konvensional yang tidak sesuai dengan
- accounting treatment dalam ekonomi
- Islam. Karena ekonomi Islam enggak ada
- bunga segala macam. Nah, ini bagaimana
- ee ahli-ahli IT muslim ini membikin
- suatu aplikasi yang ee yang sesuai
- dengan Islam ya itu penting dan
- kebutuhan seperti ini banyak sebanyak
- bank Islam itu sendiri. He. Jadi
- insyaallah itu ya kita sudah ee
- visualisasikan mereka sebagai tenaga
- kerja yang akan ee working, bekerja di
- lembaga keuangan syariah dalam arti yang
- seluas-luasnya atau mereka bekali sebuah
- apa namanya? Sebuah keterampilan ee yang
- akan memberikan mereka kepada wawasan
- untuk entrepreneurship dalam arti yang
- seluruh-seluhnya juga. Jadi prospek itu
- ada ya? ada BR. Jadi kalau kita tidak
- diterima di situ, jangan berhenti. Kita
- masih bisa yang lain gitu. Betul. Masih
- bisa yang
- lain. Sementara itu pemirsa YouTube
- Rasil TV, Pak Alwi Saliihin.
- Alhamdulillah syukron Pak Ustaz ilmunya
- menyimak selalu. Ada juga merah haknya
- zakat yang bisa membantu fakir miskin.
- Subhanallah ustaz. Jazakumullah khair
- pembahasannya. Nah, ini kaitannya dengan
- Pak Abdullah di Depok. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam, Pak Ustaz. Pemanfaatan
- zakat
- pemerintah dalam periode-periode
- terakhir ini memang sepertinya sangat
- kurang. Bukan hanya zakat, Pak Ustaz,
- yang lain-lainnya juga sepertinya tidak
- diperhatikan oleh pemerintah ini.
- Bagaimana menurut Pak Ustaz? Terima
- kasih. Iya. Saya kira pengamatan dari
- Pak Abdullah itu samaan sama dengan kita
- juga ya. tidak greget kalau bahasa
- jawanya itu dari pemerintah ya cenderung
- kepada retorika ya makanya teman-teman
- yang agresif atau aktivis di bidang ini
- enggak lagi menunggu kapan pemerintah
- itu akan bekerja untuk itu mereka
- sendiri turun bergerak aja bergerak
- sendiri jadi ada yang bikin nasi berkah
- jumlah memberikan pelatihan kepada
- anak-anak yang dengan pelatihan itu dia
- mempunyai apa sih namanya keterampilan
- yang dengan keterampilan itu mereka bisa
- mandiri nanti. Ada ini yang fenomenal
- rumah makan gratis. Oh itu tuh ya rumah
- makan itu kan enggak produktif jadinya
- itu juga bagus ya. Tetapi misalkan kita
- punya keahlian kita punya keahlian
- apalah gitu yang muntir misalnya
- memperbaiki elektronik ya. Nah, ee ada
- teman-teman kita itu yang tergerak
- artinya untuk memberikan kursus dan
- kursus itu gratis ya karena dia sudah
- berhasil dan anak-anak yang keluar dari
- kursus ini akhirnya mampu bekerja
- sendiri, memperoleyeki TV, memperoyek
- handphone dan lain sebagainya. Nah, ini
- jadi saya juga ngomong kepada para
- hadirin ya, para pemirsa dan juga para
- pendengar hadir silaturahim. Jika Anda
- memiliki suatu apa namanya suatu
- keterampilan apapun keterampilan itu
- mengajar dan lain sebagainya apapun jika
- ingin berkembang lebih baik ya kita bisa
- sedekahkan kepada anak-anak yang kurang
- mampu kita kumpulin kita berikan
- terampilan kepada mereka itu dan kita
- bisa memberikan lapangan pekerjaan
- kepada mereka itu luar biasa ya. Ya,
- saya kebetulan ketemu dengan
- mereka-mereka ini dan kita kumpulin ee
- sangat siap untuk membantu ya. Kita
- bikin pesantren kecil-kecilan ya khusus
- Takbidul Quran. Tapi kan setelah takbir
- Quran enggak punya keterampilan. Nah,
- kita cari ee ada enggak kawan-kawan kita
- yang mau sedekah, sedekah keterampilan
- itu atau wakaf wakaf keterampilan gitu
- ya. Bukan hanya wakaf Al-Qur'an Islam,
- wakaf ilmu yang ini. Kemudian kita
- transfer kepada anak-anak. Anak-anak
- sudah keluar itu bisa katakanlah bisa
- menjahit ya. bisa ee memperbaiki
- elektronika. Ada skill. Wah, itu luar
- biasa skill nih. Iya. Dan itu tidak lama
- akan sebulan sudah selesai. Iya. Nah,
- ini makin ee banyak ya kita apa kita
- viralkan kepada masyarakat yang lain.
- Gak usah nunggu pemerintah ya.
- Pemerintah sibuk dengan ya dengan diri
- mereka
- sendiri dengan
- kekuasaannya. Terakhir Pak Ustaz ada Ibu
- Iskandar ini menyampaikan pertanyaannya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah. Pak Ustaz Iwan Basri
- sebagai rakyat awam melihat kondisi
- sekarang sangat-sangat meresahkan. Nah,
- ini keresahan juga. Jangankan berpikir
- seperti ekonomi Islam yang di masyarakat
- boleh dibilang kurang sekali digaungkan.
- Sementara yang ada di masyarakat seperti
- dunia riba, pinjol, apalagi sekarang
- judul, judi online sangat-sangat masif
- menghantui masyarakat bawah. mohon
- pencerahannya supaya bisa menjaga
- keimanan ini, Pak Ustaz. Jazakumullah
- khair. Terima
- kasih kepada Ibu Bu Iskandar. Bu
- Iskandar ya yang menyimak siaran kita.
- Jadi ini adalah konsekuensi daripada
- kemasuan teknologi di dalam bidang
- informasi. Ya, jadi seperti inilah
- keadaannya.
- Makanya sebaik-baik benteng untuk
- mempertahankan kita dari hal-hal yang
- tidak diinginkan untuk diri kita sendiri
- dan keluarga kita adalah keimanan. Ya,
- keimanan ya untuk menghilangkan atau apa
- ya menghambat menghindari itu sulit
- karena itu gelombang ya jadi tidak bisa.
- Nah, yang harus kita sentuh di sini
- adalah personnya, orangnya. He ya. Jadi
- kita ee didik anak kita, diri kita agar
- supaya tidak sampai ke sana, jauh ke
- sana. Apalagi yang sudah Ibu katakan
- judul dan lain sebagainya ini sudah
- banyak sekali korban yang bunuh diri,
- yang cekjok, yang berantem, banyak dan
- itu levelnya sudah pada level dari
- masyarakat yang tertinggi di kita ya.
- Makanya ee ainal wafar mau lari ke mana
- kita? Kalala wazar. Al-Qur'an
- menjawabnya begitu. Ainal mafar mau lari
- ke mana? Kalla lawa wazar. Tidak ada
- jalan keluar, tidak ada pelarian. Yaitu
- kita sendiri yang bertanggung jawab. Ya.
- Ya. Dengan cara
- kita membikin visi bahwa hidup kita ini
- cuman di dunia ini dan kita akan dibawa
- ke akhirat. Di dunia akan ditanyakan.
- Pokoknya keimanan itulah yang akan
- membuat kita ini menjadi mengerim. Nah,
- sedangkan kalau menghindari apa namanya
- ee perkembangan ini ya susah ya. Tidak
- mungkin kita mundur ke belakang. Tapi
- yang harus kita injeksi dengan iman
- adalah diri kita dan keluarga kita.
- Alaikum anfusakum. Kata Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam atau
- Al-Qur'an mengatakan alaikum anfusakum
- laadirumitum. Kamu sekalian bertanggung
- jawab kepada diri kamu sendiri. Ya. Ya
- itu ayat ini sangat relevan untuk zaman
- sekarang ya. Iya. Jangan sampai
- kita menggunakan sumber daya kita,
- pendengaran kita, mata kita, hati kita
- untuk hal-hal yang tidak ada
- manfaatnya.
- Itu itu apa namanya jawaban saya karena
- ini kan sifatnya moral ya, jadi anjuran.
- Saya kira demikian. Baik, dibatasi oleh
- waktu Pak Ustaz, kajian kita ee sebagai
- penutup dari seluruh bahasan kita apa
- Pak Ustaz? Iya, terima kasih Mas Anggah.
- Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar
- Radi Silaturahim yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala. Bincang-bincang kita
- ini sebetulnya adalah melengkapi
- daripada yang minggu lalu ya. Kalau
- minggu lalu itu sebetulnya adalah apa
- yang dikembangkan, diperbuat,
- dijalankan, dibangun. Itu adalah yang
- dikejar diada dapat, yang dikandung
- berjejeran. Nah, yang sekarang ini kita
- risau karena apakah kita akan membuat ee
- membiarkan apa yang kita miliki dan
- mencari yang sesuatu yang belum pasti
- sehingga akan melanjutkan
- dari yang sekarang ee ataukah tidak.
- Nah, di sini para jemaah kita itu kan
- risau terhadap perkembangan ekonomi
- Islam. Iya. ya, ekonomi Islam terutama
- tidak pernah disebutkan bagaimana nanti
- perannya di dalam pembangunan ekonomi
- nasional itu. Dan karena tidak
- disebutkan, tidak di sebut-sebut dalam
- perdebadan selama beberapa waktu yang
- terakhir ini, maka hadirin semua pada
- bertanya-tanya kepada saya, kira-kira
- gimana kita bisa menebang peran ekonomi
- Islam di masa yang akan datang. Jadi
- karena belum ada apa namanya indikasi
- apapun dari yang akan menerima kekuasaan
- berikutnya ini, maka kita tidak bisa ee
- menebak bagaimana. Tetapi yang sudah
- pasti adalah bahwa keuangan nasional
- atau boleh dikatakan perekonomian Islam
- ee keuangan syariah dan ekonomi syariah
- itu merupakan bagian daripada ee ekonomi
- dan keuangan nasional. Karena itu
- pembangunan harus serentak memajukan
- ekonomi nasional dan juga memajukan
- ekonomi Islam atau ekonomi syariah.
- Keuangan nasional dibangun maka keuangan
- syariah juga dibangun. Karena itu sudah
- menjadi amanah undang-undang. Dan karena
- itu maka kita berharap agar supaya yang
- akan menerima kekuasaan yang akan datang
- ini menyadari itu dan kita justru
- berharap juga akan lebih fokus kepada
- peran ekonomi Islam. Karena di dalam
- salah satu indikasi atau prinsip yang
- akan diusung ini adalah
- ee ekonomi Pancasila. Tetapi bunyinya
- seperti ini ya ee meningkatkan
- religiositas di dalam pengamalan
- ekonomi. Jadi membangun ekonomi dengan
- meningkatkan ee kesadaran keagamaan.
- Kalau kita bisa tangkap, kalau
- meningkatkan kesadaran keagamaan syar
- Islam atau syariah itu mau enggak mau
- kan ee yang haram itu
- dihilangkan seperti riba, seperti apa
- goror, seperti maisir. Itu kan dosa
- besar yang harus dihilangkan dalam
- ekonomi Islam ya. Selama ini kita tidak
- begitu. Karena itu maka tidak mungkin
- kita itu meningkatkan kesadaran
- keagamaan Islam. Tetapi pada saat yang
- sama itu kita makan dari riba, kita
- makan dari goruror, kita makan daripada
- maisir. Nah, ini ya harapan kita itu
- kita bisa ee apa namanya?
- mengintegrasikan ekonomi syariah di
- dalam ekonomi nasionalis dian rupa
- sehingga makin kelihatan ee wajah
- daripada ekonomi Islam atau syariah ini
- dan makin membuat kita ini menjadi ee
- berekonomi ee secara nasional atau
- berekonomi secara syariat dalam frame
- dalam kerangka ekonomi nasional sehingga
- rahmatan lil alamin kita dapat capai
- saya kira itu Masga ya. Baik, Pak Ustaz.
- Demikianlah ee ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala,
- kajian ekonomi Islam kita edisi hari ini
- bersama guru kita, Ustaz Ikhwan Basri.
- Semoga apa yang beliau sampaikan
- bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih
- atas kebersamaan Anda. Kami undur diri.
- Mohon maaf atas segala kesalahan kata.
- Billahi taufik wal hidayah.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka waubu
- ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.