Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- wasatu wasalam ala rasulillah waa albi
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh ikhwan akhwat selamat datang
- selamat pagi bersama alfagqir is alkaf
- kembali menemani di renungan di bawah
- naungan al-quran edisi
- tanya jawab live langsung bersama Ustaz
- Husin bin Hamid Alattos yang
- alhamdulillah sudah membersamai kita di
- studio. Asalamualaikum, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Semoga sehat selalu, Ustaz. Ya,
- kita sudah memasuki awal-awal bulan
- Rajab, Ustaz.
- Sebentar lagi eh Syakban. Allahu Akbar.
- Iya. Syakban sebentar lagi Ramadan,
- Ustaz. Masyaallah.
- Gimana ini kita harus mempersiapkan diri
- menghadapi Ramadan, ya, Ustaz ya?
- Mudah-mudahan
- Allah sampaikan umur kita di bulan
- Ramadan. Amin ya rabbal alamin. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
- taala. Sebagaimana yang yang sudah saya
- sebut tadi bahwa pagi hari ini
- insyaallah kita akan live tanya jawab
- menjawab pertanyaan ikhwanat sekalian
- yang disampaikan melalui pesan WhatsApp.
- Jika ikhwanat ingin bertanya silakan
- kirimkan pesan WhatsApp di nomor 0811999
- 720. Sekali lagi nomor WhatsApp di nomor
- 08
- 111999
- 720
- atau bisa bertelepon di 0218451512.
- Kami tunggu pertanyaannya. Kita buka
- dulu dengan baca ummul Quran surah
- Alfatihah. Tafadul Ustaz
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin.
- Iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Amin.
- Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Allahummarhamna bil. Semoga dari bacaan
- Al-Qur'an tadi Allah bukakan pintu
- hidayah, pintu rahmatnya untuk kita
- semua. Amin ya rabbal alamin. Ikhwan
- akhwat ee mari kita ke pertanyaan
- pertama ini, Ustaz dari hamba Allah di
- Bekasi. Ustaz, bagaimana menurut Ustaz
- jika seorang lelaki tidak mampu bekerja
- di tengah gempuran ekonomi? Bagaimana
- sebenarnya Islam memandang
- produktivitas? Terima kasih, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Allahumma sholli ala Muhammadin
- wa ali Muhammad.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana.
- Innaka antal alimul hakim. Wala haula
- wala quwwata illa billahil aliyilim.
- Rabbana zidna ilman walhiknain.
- Asalamualaika ya Rasulullah.
- Asalamualaina wa ala ibadillah shihin.
- Asalamualaikum
- ayyuhal ikhwah wal akhwat
- almukminun warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Allah Subhanahu wa taala
- di dalam kitab sucinya
- menegaskan kepada kita semua
- bahwa kewajiban
- untuk memberikan nafkah bagi keluarga
- itu merupakan tanggung jawab laki-laki.
- Sebagaimana firmannya, arrijalu
- qawwamuna alan nisa.
- Bima fadalallahu ba'dahum ala ba'din
- wabima anfaqu
- min amwalihim.
- Sesungguhnya kaum laki-laki
- Allah Subhanahu wa taala amanatkan di
- atas pundak mereka
- untuk mengurus,
- mengayomi,
- menafkahkan.
- Begitu pula menuruskan. Karena kata
- qawwam ini merupakan sebuah kata yang
- dipilih amat indah, amat tepat,
- mengandung makna yang amat betul-betul
- mendalam. Bukan hanya sekedar memberikan
- makan,
- he
- minum, pakaian.
- Demikian pula tempat kediaman. Karena
- kita berbeda dengan hewan. Tapi tugas
- manusia di sini secara khusus buat
- laki-laki tugasnya di samping mengayomi,
- mengurus, melindungi juga meluruskan.
- H
- itu merupakan tanggung jawab laki-laki.
- Oleh karena itu, mereka harus tahu
- tanggung jawab amanat yang ada di atas
- pundak mereka sebelum mereka berumah
- tangga.
- Bima fadalallahu ba'dahum ala ba'din
- dengan keutamaan yang Allah berikan atas
- masing-masing.
- Kaum pria diberikan keutamaan, kaum
- wanita pun diberikan keutamaan dan tugas
- yang Allah amanatkan sesuai dengan
- keutamaan yang Allah berikan pada
- masing-masing.
- Wabima anfaqu min amwali. Begitu pula
- dengan apa? Dengan apa yang mereka
- nafkahkan dari harta mereka.
- Begitu juga firman Allah dalam suratul
- baqarah wa al mauludiahu
- wa mauludi lahu rizun
- bil maruf
- almaulud lahu di sini mau tidak mau apa
- suami ya kewajiban mereka untuk apa
- memberikan baik kebutuhan makan mereka
- pakaian mereka termasuk juga tempat
- tinggal mereka
- nah wanita dengan sendirinya juga
- ditugaskan Allah subhanahu wa taala
- untuk taat bertakwa kepada Allah,
- mentaati juga suaminya,
- melaksanakan kewajiban dia untuk
- mengurus rumahnya. Begitu pula
- anak-anaknya
- agar mereka hidup saling melengkapi,
- satu dengan lain dengan keutamaan yang
- Allah berikan kepada masing-masing.
- Tapi terkadang ada kondisi di mana
- laki-laki ya yang baik, bertanggung
- jawab.
- tahu-tahu disebabkan karena kondisi
- ekonomi dia di PHK.
- Sedangkan sebelumnya dia penuh tanggung
- jawab pada istrinya, pada anak-anaknya,
- pada keluarganya.
- Apakah berarti seorang istri
- patut untuk meminta kisah dari suaminya
- karena suaminya berada dalam kondisi
- lemah dan belum mampu untuk memenuhi
- kewajiban dia dalam memberikan nafkah
- kepada istrinya?
- Kalau suaminya tidak bertanggung jawab
- sebelumnya, ya pada saat dia mampu
- tanggung jawabnya kurang. Pada saat dia
- kuat dia mengabaikan istrinya.
- Pada saat dia lemah, istri pada saat
- tersebut katakan meminta untuk berpisah
- wajar
- dengan melihat track record sebelumnya.
- Tapi bila suaminya tanggung jawab baik,
- peduli ya pada saat dia mampu, nah pada
- saat dia PHK, kira-kira apa yang akan
- dipilih oleh wanita yang salehah yang
- mengenal budi kebaikan suami
- dengan sendirinya
- dia
- akan menunggu dan berharap dari rahmat
- Allah. Ini merupakan ujian yang Allah
- Subhanahu wa taala apa timpakan kepada
- mereka untuk menguji kesabaran mereka.
- Suami yang diphk bukan berarti harapan
- hidupnya putus,
- tapi dia bisa berharap kepada Allah
- Subhanahu wa taala dari jalan usaha yang
- lain. Seperti yang kita saksikan
- bagaimana Sayidah Hajar
- ketika ditinggalkan oleh suami di padang
- yang tak bertuan bersama anak yang masih
- baik.
- Karena mereka meyakini bahwa ini
- merupakan ujian dari Allah Subhanahu wa
- taala. Mereka pasrah kepadanya.
- Sayidah Hajar menjalankan kewajiban dia
- untuk berusaha
- yang diungkapkan dalam ungkapan sai.
- Karena kata sai itu dalam bahasa Arab
- artinya berusaha.
- Saa yas'a. Ana as'ah yang artinya aku
- berusaha. Cuma karena ain susah
- disebutkan dalam bahasa Indonesia karena
- tidak ada huruf ain maka berubah dari
- as'a menjadi usaha.
- dia berusaha setelah itu selebihnya baru
- dia pasrahkan dirinya kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Allah berikan dan
- anugerahkan bagi mereka rezekinya.
- Jadi kalau kita menghadapi cobaan dalam
- kehidupan kita, suami yang tadinya
- sehat, kuat bekerja sakit, yang tadinya
- bekerja dengan penghasilan yang
- mencukupi, bahkan melebihi kebutuhannya
- di PHK. Ini ujian-ujian
- yang Allah Subhanahu wa taala timpakan
- kepada hamb-Nya untuk menguji
- bagaimana syukur mereka pada saat
- diberikan nikmat dan sabar mereka pada
- saat menghadapi ujian. Dan Allah sudah
- menegaskan hal ini dalam surah
- Al-Ankabut. Pada awal surah ini Allah
- berfirman, "Ahasibanasuqu
- amanna wahum laanun."
- Apakah manusia beranggapan
- bahwa cukup mereka mengatakan kami
- beriman sedangkan mereka tidak
- menghadapi ujian-ujian sebagaimana orang
- sebelum mereka? Walaqod fatanadzina
- minqlihim fala yalamannallahuladzina
- shodqu w yamanal kadibin. Sesungguhnya
- kami telah menguji orang-orang sebelum
- mereka.
- Maka dengan ujian ini Allah akan melihat
- dan menampakkan siapa di antara mereka
- yang jujur
- dalam iman mereka. Walaupun menghadapi
- badai, menghadapi cobaan, menghadapi
- berbagai macam daya tarik dan
- tawaran-tawaran yang menggoda, tetap
- mereka dalam keadaan jujur, dalam
- keadaan lurus dan istiqamah di atas
- kebenaran.
- Fala yalamanallahuladina
- shqu wamalibin.
- Melalui ujian baru akan terlihat siapa
- yang tulus, siapa yang dusta.
- Dia diuji oleh Allah dengan kesempatan
- kesempatan yang amat besar. Dia bisa
- melaksanakan amanat Allah, bisa
- berkhianat untuk memperkaya diri, untuk
- membangun katakan kemegahan bagi
- keluarganya. Tapi yang beriman walaupun
- berhadapan dengan pesona pikat,
- kesempatan yang dihadapi, tetap dia
- istikamah di atas kebenaran.
- Begitu juga berhadapan dengan godaan
- dari wanita cantik yang menawarkan
- dirinya.
- Tapi dalam hubungan yang diharamkan
- Allah, dia mengatakan inni akhafullaha
- rabbal alamin. Jadi ujian-ujian semacam
- ini yang membuktikan siapa kita.
- juga derajat kita di sisi Allah. Jadi
- kalau seandainya seorang wanita suaminya
- yang tadinya bekerja berpenghasilan
- dengan baik
- kemudian dia tidak mampu untuk
- memberikan nafkah karena kondisi keadaan
- yang dihadapi dari seorang yang punya
- pekerjaan di PHK atau katakan dalam
- keadaan sakit tidak mampu untuk mencari
- nafkah. Wanita yang salehah
- akan teringat pada kebaikan suaminya,
- kesetiaannya, tanggung jawabnya. Dia
- akan dengan penuh kesetiaan untuk
- melayani suaminya.
- Ada sebuah kisah menarik ini true story
- dari orang yang kita kenal.
- Kebetulan orang ini tadinya sejahtera,
- punya rumah juga yang cukup baik.
- Kebetulan dia menikah
- dengan beberapa istri, bukan hanya satu
- istri. Hm.
- Satu hari
- Allah coba dia dengan kejatuhan dalam
- usahanya
- hingga akhirnya dia tidak mampu untuk
- menjalankan kewajiban dia memberikan
- nafkah kepada istri-istrinya.
- Akhirnya dia memilih
- daripada dia menyia-nyiakan kewajiban
- dia terhadap keluarganya. Dia datangi
- istrinya satu persatu. Dia mengatakan,
- "Saya tidak mampu lagi untuk memberikan
- nafkah yang layak bagi kalian
- sebagaimana kalian tahu kondisi saya."
- Jadi, bagaimana kalau seandainya kita
- berpisah?
- Si istri mengatakan, "Tidak mungkin.
- Kamu tetap suami saya. Kamu enggak usah
- berpikir untuk memberikan nafkah. Yang
- penting kamu jalankan kewajiban kamu
- sebagai suami.
- Waktu kamu datang kepada kami.
- Si perempuan menolak untuk cerai
- berpisah. Kenapa? Karena dia menjumpai
- suaminya selama ini betul-betul
- memuliakan dirinya. Dia merasa orang
- biasa. Tapi di hadapan suaminya karena
- perlakuannya begitu mulia, dia merasa
- apa?
- Dia merasa betul-betul menjadi wanita
- mulia di sisi suaminya. datang lagi
- kepada istrinya yang lain, dia ucapkan
- hal yang sama.
- Si wanita enggan untuk berpisah.
- Bahkan si perempuan mengatakan, "Kamu
- enggak usah berikan nafkah. Saya
- alhamdulillah cukup ada usaha. Bahkan
- kamu setiap menggilir kalau enggak punya
- uang, saya berikan kamu ongkos."
- Kenapa? Karena si laki-laki ini
- memuliakan wanitanya.
- Dia bukan hanya melihat suaminya dari
- tanggung jawabnya memberikan nafkah
- kewajibannya, tapi dia melihat bahwa dia
- di samping suami dia merasakan kemuliaan
- walaupun hidupnya sederhana.
- Jadi yang penting
- hal ini bukan karena kemalasan suami
- untuk berusaha, bukan karena dia tidak
- bertanggung jawab, tapi kondisi
- kesulitan yang dihadapi di luar
- kehendaknya.
- dia tetap berusaha mencari pekerjaan dan
- rahmat Allah Subhanahu wa taala bukan
- hanya terbatas pada tempat pekerjaan dia
- bekerja.
- Ada seorang laki-laki begitu di PHK dari
- pekerjaannya
- dia bersabar, istrinya juga bersabar.
- Mereka memohon pada Allah tu dapat
- pekerjaan dan lapangan usaha yang lebih
- baik, lebih besar pendapatannya. Karena
- apa? Karena syukur dan mereka kepada
- Allah dan sabar mereka. Jadi kalau
- berkaitan dengan produktivitas,
- Allah Subhanahu wa taala memerintahkan
- kita orang-orang yang beriman
- untuk berusaha, untuk bekerja.
- Allah Subhanahu wa taala akan membantu
- orang yang berusaha tapi tidak mencapai
- apa yang dia inginkan. Tapi Allah tidak
- akan membantu orang yang tidak berusaha
- dan bermalas-malasan.
- Dalam pepatah Arab, innallaha yajbur
- alqusur.
- Hm.
- Allah akan menambal, membantu orang yang
- sudah berusaha tapi enggak sampai.
- H
- Allah akan datang kepadanya dengan
- rahmatnya.
- Iya.
- Tapi tidak akan sama sekali menolong
- membantu orang-orang yang melalaikan
- kewajibannya.
- Oke.
- Jadi kalau dia katakan berusaha tapi
- usahanya tidak mampu mencapai apa yang
- diinginkan, rahmat pertolongan Allah
- akan datang. Dengan syarat dalam
- usahanya dia apa? berharap kepada
- Allah.
- Oleh karena itu ucapan
- bismillahirrahmanirrahim
- bukan hanya sekedar ritus,
- tapi ini betul-betul merupakan apa?
- Pembuka pintu rahmat Allah yang akan
- membuka bar bantuan yang datang dari
- Allah. Karena kalau kita hanya
- bergantung pada usaha kita, mustahil
- bergantung pada ilmu kita juga. Wama
- utitu minal ilmi illa qila. Oleh karena
- itu, setelah kita bekerja, Allah
- perintahkan kita bertawakal pada Allah.
- H
- setelah kita berusaha, wa alallahi
- fatawakalu inuntum
- mminin.
- Begitu juga faidza faragta
- fans penutupnya. Waika farag. Kalau kamu
- menyelesaikan satu pekerjaan, maka mulai
- lagi dengan usaha yang baru. Tapi ingat
- seluruh harapan kamu tunjukkan hanya
- kepada Allah. Iyaka na'budu wa iyaka
- nastain. Jadi berusaha, beramal,
- berjuang ini yang akan membuka pintu
- rahmat Allah. Walladina jahadu
- fina
- finaahdiannahumul
- subula. Ayat ini turun pada periode
- Makkah sebelum ada jihad perang.
- Berarti jahar yujahis ini orang-orang
- yang berjuang di jalan kami, kami akan
- tunjukkan buat mereka jalan-jalan kami
- yang amat banyak.
- Wa inallah
- muhsin. Allah selalu bersama orang yang
- berbuat kebajikan. Ini merupakan
- gambaran dari seorang mukmin muslim yang
- sejati yang berusaha berjuang di jalan
- Allah, mengharapkan ridanya dan tidak
- melalaikan kewajibannya. Wallahuam.
- Masyaallah. Ee jawaban yang bagus
- sekali, Ustaz. Ustaz, ini ada dari Fani.
- Ustaz, asalamualaikum, Ustaz. Inin
- bertanya, "Bagaimana dengan seorang yang
- sudah menunda-nunda berbuat kebaikan?"
- Contoh, ustaz ingin bersedekah tapi
- nanti saja. Tapi pada akhirnya dana yang
- digunakan untuk sedekah
- terpakai untuk keperluan lain.
- Sebagian lain membaca Al-Qur'an tapi
- nanti saja akhirnya malah membaca
- sosmet. Mohon nasihatnya, Ustaz. Apakah
- ini suatu penyakit hati ustaz? Yaitu
- duka menunda, suka menunda-nunda berbuat
- amal saleh. Syukran, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ada pepatah
- yang berkata khairul birri ajilu.
- Sebaik-baiknya kebaikan itu apa? Kita
- segerakan.
- Kita segerakan.
- Karena begitu kita tunda. Walaupun hanya
- beberapa saat, setan ini akan berusaha
- untuk apa? menghalang-halangi kita
- berbuat kebaikan
- mendorong kita untuk berbuat yang keji.
- Asyaitan yaukum bil fahsyai
- e
- setan yaurukum bil fahsya wal munkar.
- Setan ini apa? Selalu mendorong kalian
- untuk berbuat keji dan mungkar.
- Asyaitan yauhu ya apa?
- Astagfirullah.
- Surat apa, Ustaz? Albaqarah apa?
- Albaqarah
- wala tayammamul khit minhu tunfiquum
- biakhi illau
- wasum biakhi illau
- wallahu wallahu ghaniyun
- wallahu ghaniyun hamidulq
- asyaitan yaidukumqurukumahya
- wallahuidukum
- Kita lihat dalam surat Albaqarah Allah
- mengingatkan kita asitani yaukumul
- faqurukum
- bil fahsya.
- Setan pada saat kita ingin berbuat
- kebaikan, berinfak di jalan Allah,
- menakut-nakuti dengan apa? Dengan
- ancaman kemiskinan.
- Kalau kita banyak-banyak membantu
- berinfak,
- mulai kita ditakuti dengan bayang-bayang
- kemiskinan.
- Subhanallah. Wurukum bil fahsya.
- Tapi mendorong, menganjurkan kalian
- berbuat yang keji. Walaupun biayanya
- besar, setan tidak akan apa?
- Menakut-nakuti dengan biaya besar. Malah
- akan memberikan janji-janji kesenangan,
- kenikmatan, keuntungan, dan kebahagiaan.
- Sedangkan Allah wallahu yaidukum
- magfiratan minhu wa wallahu wasiun alim.
- Sedangkan Allah subhanahu wa taala
- dengan apa yang Allah anjurkan dari
- perbuatan-perbuatan baik dan mulia ini
- menjanjikan bagi kalian ampunannya.
- Di samping Allah berjanji untuk melipat
- gandakan balasan orang yang berinfak di
- jalan Allah. Satu dibalas menjadi 700
- kali lipat. Allah juga janjikan bagi
- kalian di samping balasan dalam
- kehidupan dunia yang berlipat, Allah
- janjikan ampunan daripadanya.
- Wallahu wasiun alim. Sungguh Allah maha
- luas karunianya lagi maha mengetahui
- segala sesuatu. Jadi orang-orang yang
- berinfak mendapatkan janji dari Allah
- yang tak terhingga.
- I
- di samping balasan yang berlipa di dunia
- ampunan dari Allah dan di hari akhirat
- mereka tidak akan mengalami ketakutan
- maupun kesedihan.
- Alladina yunfiqu amwalahum fibilillah
- tumma la yutbiuna maqu manan w lahum
- ajruhumbihim
- w khaufun alaihim wum yahsanun. Orang
- yang menginfakkan harta mereka di jalan
- Allah. Di jalan Allah ini bukan hanya
- terbatas perang di jalan Allah tidak.
- Tapi mencakup seluruh infak di
- tempat-tempat yang Allah ridai.
- Mereka-mereka menginfakkan harta mereka
- di jalan Allah. Kemudian mereka tidak
- mengiringi infak yang mereka keluarkan
- dengan mengungkit-ngungkit yang pernah
- kita berikan atau menyakiti perasaan
- orang yang kita berikan. Allah sediakan
- bagi mereka apa? Ganjaran mereka.
- Kemudian Allah bebaskan mereka dari
- ketakutan, kesedihan. Ketika manusia
- mengalami ketakutan. Itu manfaat yang
- Allah janjikan bagi orang yang berinfak.
- Dan setiap kali ya setiap pagi hari
- malaikat berdoa Allahumma ati munfiqan
- khalafa wa mumsikan talafa. Ya Allah
- gantikan
- gantikan mereka-mereka yang berinfak.
- Sedangkan
- sebaliknya hancurkanlah harta
- mereka-mereka yang menahan harta mereka
- dan menimbun.
- Karena begitu mereka menimbun berarti
- apa? Mereka memonopoli nikmat Allah,
- maka sekian banyak orang akan hidup
- dalam penderitaan dan kesempitan akibat
- pula mereka. Padahal Allah jadikan kita
- manusia ini terutama yang beriman
- ba'dukum min ba wal mukminun wal
- mukminat ba'dukum auliya bain. Orang
- yang beriman baik itu pria wanita
- sebahagian mereka menjadi wali
- sebahagian yang lain.
- Jadi
- berkaitan dengan apa? dengan
- pertanyaan tadi apa apagi?
- Ee menunda-nunda. Ustaz.
- Nah, menunda-nunda untuk berbuat
- kebaikan itu justru yang diinginkan oleh
- setan. Ada sebuah riwayat
- attaswif syi'usit yulqihi fi qulubil
- mukminin.
- H.
- Taswif diambil dari kata saufa. Sawafa
- yusawifu taswifan.
- Taswifan.
- Menunda-nunda entar
- sebentar lagi, besok.
- itu merupakan semboyan setan yang
- dimasukkan dalam hati orang yang
- beriman. Akhir sebelum dia berbuat
- kebaikan atau sebelum dia bertobat
- datang ajal menjemput dia. Sebelum dia
- sempat berbuat kebaikan, kesempatan yang
- Allah berikan kepadanya hilang. Baik itu
- kecukupan, kelebihan, ya
- kemampuan, kesehatan, maka jangan pernah
- kita tunda kebaikan yang kita akan
- lakukan.
- Sebagai contoh,
- saya pernah mengalami hal tersebut. Ada
- orang minta bantuan,
- dia jelaskan kondisinya.
- Hati kita apa? Kita ingin berikan
- sepenuhnya apa yang dia inginkan. Dari
- depan kita jalan ke belakang untuk
- ngambil uang. Ah, kalau kita kasih
- sepenuhnya akhirnya enggak ada semangat
- usaha dia.
- Heeh.
- Betul gak?
- Mulai kita bilang separuhnya aja supaya
- yang separuh lagi dia bisa berusaha dan
- dia enggak terlalu mengandalkan.
- Begitu kita masuk ke kamar mulai dari
- separuh apa?
- Setan membisikkan kita lagi untuk apa?
- Ada keperluan lain untuk ini. Kita bisa
- bantu orang lain. Kita kurangi lagi dari
- setengah menjadi 1/4at. [tertawa]
- Waktu kita ambil uang kita balik ke
- depan di tengah jalan, setan berusaha
- membisikkan kita untuk mengurangi lagi
- apa yang kita infakkan. Iya. Iya. Iya.
- Kita bisa merasa bagaimana setan tidak
- akan menyia-nyiakan kesempatan untuk
- membuat kita apa? Bukan hanya menunda,
- bahkan mengurangi apa yang kita akan
- keluarkan. Padahal jarak begitu dekat
- kan.
- Betul. Betul. Minal kalau enggak jadi
- dikurangin sama.
- Iya.
- Wuduh.
- Jadi kita lihat bagaimana setan berusaha
- untuk menghalang-halangi kita dari
- kebaikan. Tapi untuk perbuatan maksiat.
- Contohnya katakan orang akan mengadakan
- ulang tahun.
- Heeh. dia sudah keluarkan katakan
- biayanya sebanyak R juta. Nanti ada
- orang mengatakan sebaiknya kalau ada ini
- sebaiknya kita panggil tukang sulap
- tambah lagi dananya. Itu subhanallah
- tanpa diperhitungkan.
- Tapi kalau untuk kebaikan,
- setan berusaha menghalang-halangi. Jadi
- semua upaya ya yang kita dengarkan di
- hati kita untuk menghalang-halangi kita
- melakukan kebaikan dengan segera atau
- mengurangi kebaikan yang kita akan
- keluarkan itu merupakan wasawis
- asyaitan. Walyadubillah.
- Masyaallah.
- Berikutnya, Ustaz, dari Maulana Yusuf.
- Heeh.
- Oh, ini pertanyaan cukup menarik, Ustaz.
- Tapi beda tema enggak apa-apa, Ustaz,
- ya.
- Asalamualaikum, Pak Ustaz. Maaf di luar
- tema. Izin bertanya.
- Ee saya Ali Basah di Jalan Parjajaran,
- Sukabumi. Seandainya, Ustaz, kalau ada
- pejabat yang menyalahgunakan jabatannya,
- bagaimana cara bertobatnya? terutama
- yang berhubungan dengan manusia dan
- bagaimana ketika disidang atau dirampas
- hartanya tapi masih menempel dari hasil
- penyalahgunaan jabatannya. Mohon aasan
- arahan dan bimbingannya, Ustaz. Terima
- kasih.
- Masyaallah.
- Saya ingat satu kejadian
- seorang bupati. Kebetulan
- saya berceramah ya di Mabes, Polri.
- Iya.
- di tengah-tengah tawanan-tawanan dari
- kalangan pejabat-pejabat tinggi atau
- mantan-mantan pejabat. Ada katakan
- mantan bupati,
- ada juga gubernur. Semua kalangan
- orang-orang yang ee tadinya diberikan
- amanat.
- Dia ditahan.
- Lalu setelah usai ceramah, salah seorang
- dari mereka, salah seorang bupati
- bertanya walaupun enggak langsung ke
- saya, "Bimana keadaan saya, harta yang
- saya kumpulkan semua ini dari hasil
- pendapatan usaha yang tidak benar." Itu
- penyalahgunaan jabatan.
- Apa yang saya harus lakukan untuk
- bertobat?
- Saya katakan padanya, "Kalau seandainya
- kamu bisa balikkan ke negara,
- diterima oleh pejabat-pejabat yang
- jujur, disalurkan untuk kepentingan ya
- dan
- ee kembali untuk kepentingan rakyat,
- maka kamu serahkan kepada negara.
- Tapi kalau seandainya kamu serahkan ke
- negara dimakan oleh pejabat-pejabat yang
- korup tidak akan dikembalikan menjadi
- milik negara yang merupakan milik
- rakyat, sebaiknya kamu dirikan
- lembaga-lembaga
- yang manfaatnya kembali kepada umat
- manusia.
- Baik itu lembaga kesehatan ya yang
- melayani kesehatan masyarakat atau
- lembaga pendidikan atau kamu membangun
- rumah-rumah untuk mereka-mereka
- orang-orang yang tidak memiliki tempat
- kediaman, kembalikan kepada rakyat.
- Karena sebetulnya kekayaan negara itu
- merupakan milik rakyat yang dikuasakan
- kepada negara.
- Jadi kalau pejabat negaranya
- tidak bertanggung jawab atas
- kewajibannya, kamu kembalikan kepada
- rakyat yang kamu ambil. Paling yang
- menjadi hak kamu dari pendapatan kamu
- yang halal, selebihnya kamu kembalikan
- kepada rakyat sambil kamu bertobat mohon
- ampun kepada Allah. Kalau dia tulus
- ingin bertobat tidak akan berat
- mengembalikan yang bukan haknya.
- Tapi bisa saja ketika dia tersentuh dia
- ingin bertobat, begitu nanti apa?
- Kembali kepada keadaannya semula, dia
- berpikir 1000 kali untuk mengeluarkan
- apa yang menjadi apa yang menjadi hak
- rakyat yang bukan menjadi hak miliknya.
- Tapi ada sebagian dari mereka
- betul-betul yang rela mengembalikan apa
- yang bukan menjadi miliknya dan dia
- bertobat dengan taubatan nasuha.
- Jadi kalau seandainya Anda merasa bahwa
- yang di tangan Anda ini bukan milik
- Anda, coba
- dirikan satu lembaga yang bisa membawa
- manfaat bagi rakyat dengan niat. Bukan
- niat sedekah. Kalau sedekah itu dari
- uang pribadi kamu, tapi mengembalikan
- hak-hak rakyat.
- Karena kalau kita kembalikan ke negara,
- enggak jelas siapa yang bakal menerima
- dan di mana dia akan disalurkan.
- Anda lebih tahulah terhadap
- pejabat-pejabat kita bagaimana keadaan
- mereka. Walaupun rakyat sedang lapar pun
- sebahagian dari mereka tuh masih ingin
- makan uang rakyat. Ini yang kita
- saksikan di depan mata kita. Nah, kalau
- seandainya
- hartanya dirampas,
- dia dipidanakan katakan hingga tidak
- milik apa, tidak memiliki apa-apa, maka
- dengan sendirinya apa? Mohon kepada
- Allah agar menjadikan kejadian yang
- dihadapi dengan dia dihukum dipermalukan
- kemudian dia bertobat pada Allah
- Subhanahu wa taala dari perbuatannya.
- Perbaiki dirinya pintu tobat terbuka
- dengan luas.
- Tapi selagi dia masih melakukan tindakan
- korupsi, walaupun dia infakkan sebagian
- besar harta yang didapatkan dari hasil
- korupsi
- dan dia tidak bertobat, maka salatnya
- terkatung-katung. Begitu juga puasanya,
- begitu juga ibadahnya sampai dia
- bertobat pada Allah Taala. Karena yang
- Allah terima hanya dari orang yang
- bertakwa. Sebagaimana firman Allah
- mengisahkan anak Adam ketika berkata
- pada saudaranya yang marah karena
- amalnya ditolak. Sedangkan saudara
- ditolak, dia mengatakan, "Innama
- yataqobbalullahu minal muttaqin." Kamu
- jangan salahkan saya. Karena Allah hanya
- menerima dari orang yang bertakwa.
- Jadi orang-orang yang melakukan tindakan
- korupsi, menyalahgunakan jabatan, kalau
- ingin diterima salatnya, ingin diterima
- siamnya, diterima juga ibadahnya, sodqah
- dan infaknya, bertobat.
- Bertobat. Hentikan perbuatan yang tidak
- benar. Maka mulai saat itu amal
- ibadahnya insyaallah akan diterima oleh
- Allah Taala dan keluarkan yang bukan
- miliknya menjadi haknya kembali kepada
- rakyat dengan cara yang bijaksana yang
- menjamin betul-betul apa? Pengembalian
- ini sepenuhnya kembali kepada rakyat
- yang berhak.
- Nah, mudah-mudahan Allah terima taubat
- Anda. Karena terang-terangan hisab di
- hari akhirat jauh lebih besar
- dibandingkan
- apa yang dihadapi oleh seorang di
- hadapan KPK maupun kepolisian. Kalau KPK
- bisa diajak tawar-menawar,
- kepolisian juga bisa begitu.
- Malah kalau tawar-menawar lebih
- menguntungkan.
- He.
- Saya kenal satu orang yang kerja sama
- dengan seorang pejabat.
- Akhirnya dikejar oleh KPK. kira-kira
- sekitar 10 tahun yang lampau.
- Akhirnya dia kumpulkan anak-anak yatim
- di rumahnya. Saya termasuk orang yang
- hadir. Saya enggak tahu tadi tujuannya
- apa. Ternyata minta didoakan supaya
- terbebas dari KPK, dari apa? Jerat
- hukum.
- Saya bilang, "Kalau kamu ingin terbebas,
- tobat kembali pada Allah. Karena
- walaupun kamu panggil anak-anak yatim
- ini,
- kamu minta kepada Allah supaya kamu
- dibebaskan. dari apa? Dari jerat KPK.
- Kamu lepas dari KPK akan berhadapan
- dengan siapa?
- Berhadapan dengan Allah Subhanahu wa
- taala di hari kemudian nanti. Di sana
- kamu tidak mungkin melakukan
- tawar-menawar. Jadi lebih baik kita
- jujur bersama Allah, jujur bersama diri
- kita. Kita perbaiki sikap kita agar
- sesuai dengan keridaan Allah. Ini
- merupakan jalan keselamatan buat kita.
- Jadi mereka-mereka yang pernah melakukan
- penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan
- dirinya atau yang sekarang yang sedang
- melakukan sebelum terlambat, mari kita
- bertobat kembali kepada Allah
- bersama-sama. Wallahuam.
- Masyaallah. Masyaallah.
- Ustaz, tapi kalau misalnya ketangkap itu
- ketangkap kemudian dia menjalani proses
- hukum.
- He
- ee semua proses hukum dia jalani dan
- keputusan pengandalan dia jalani. Apakah
- itu termasuk sudah bertobat jantinya,
- Ustaz? meskipun hartanya barangkali
- belum balik. Begini, kalau di hatinya
- betul-betul dia bertobat kembali kepada
- Allah sepenuhnya
- kemudian apa? Di tangan dia masih ada
- uang dari hasil apa? Dari hasil korupsi,
- penyalahgunaan jabatan, maka tobat dia
- tidak akan sempurna sampai dia
- mengembalikan yang bukan haknya. Karena
- kan persyaratan orang bertobat itu
- Heeh. Kalau berkaitan dengan seseorang
- ya, di samping dia menghentikan
- perbuatan yang tidak benar, dia
- menyesali perbuatannya, mengembalikan
- hak orang tersebut atau minta
- keikhlasannya.
- Nah, kalau berkaitan dengan hak rakyat,
- dengan sendirinya harus dikembalikan apa
- kepada rakyat
- dan yang terbaik dengan mendirikan
- lembaga-lembaga yang bisa membawa
- manfaat yang terus-menerus kembali
- kepada rakyat.
- Jadi kalau saya mendirikan rumah sakit
- ya, tapi rumah sakitnya bukan apa rumah
- sakit yang labawi.
- Iya.
- Tapi rumah sakit yang di laba yang
- mengharapkan betul-betul apa? Pelayanan
- sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.
- Dan hal ini kan bermanfaat.
- Iya, Ustaz. Dan untuk katakan apa untuk
- ee mereka-mereka yang tidak mampu
- sepenuhnya ditanggung rumah sakit yang
- mampu membayar
- tapi bukan apa kembali manfaat
- keuntungannya kepada mereka yang
- membangun rumah sakit tersebut
- sepenuhnya menjadi milik Allah.
- Dan ini insyaallah akan membina para
- dokternya juga untuk melakukan pekerjaan
- mereka dengan ikhlas.
- Jangan untuk kelas-kelas yang tinggi
- mereka perhatikan. Untuk bangsal mereka
- tidak perhatikan. Kalau perlu kelasnya
- semua disamakan. tidak ada yang namanya
- VIP.
- Semua sama. Perhatian para dokter dan
- lainnya pun sama. Dan para dokter juga
- akan mendapatkan bahagiaan mereka dengan
- penuh keadilan. Tapi terhadap yang
- lemah, rumah sakit maupun dokternya
- mengikhlaskan amal mereka. Itulah
- merupakan jihad mereka. Wallahuam.
- Nah, ini Ustaz ee ada satu orang kita
- kenal Ustaz masuk penjara. Kemudian dia
- cerita beberapa teman-temannya menurut
- keyakinan dia ada beberapa
- teman-temannya yang kena kasus masuk
- penjara karena kasus penggelapan dana.
- Ketika di penjara oke vonis jatuh 2 3
- tahun.
- He.
- Ketika dia kena kasus penggelapan dana
- di dalam dia sudah menyimpan uang sekian
- miliar.
- Heeh.
- Kan dia sudah pasang badas, proses hukum
- sudah selesai. Ketika dia keluar duitnya
- masih ada, Ustaz. Nah, ini hukumnya
- bagaimana, Ustaz? Duitnya yang
- didapatkan dengan cara yang tidak halal
- wajib untuk dikembalikan.
- Iya.
- Wajib. Tidak ada tawarmenwar. He.
- Karena apa? Karena itu didapatkan bukan
- dari usaha dia yang halal.
- Iya.
- Jadi kalau katakan gaji dia R juta ya
- usaha yang halal katakan berkembang,
- maka yang diterima dari gaji dia maupun
- usaha yang halal.
- Selebihnya kembalikan.
- Iya.
- Katakan umpamanya dia mengalami
- kesulitan.
- Iya. Kesulitan bagaimana
- dia dengan apa yang didapatkan dari yang
- halal ini ya?
- Ee artinya betul-betul dalam kondisi
- apa? Tidak mencukupi.
- Bercampur hartanya yang halal bersama
- yang bukan menjadi hak.
- Dia bisa kembalikan perlahan-lahan ya
- karena kondisinya kembalikan katakan
- separuh dulu atau seperempat dulu
- secara bertahap dikembalikan.
- He.
- Hingga sepenuhnya bersih dari apa?
- dari harta yang bukan menjadi miliknya.
- Jadi la yukallifulahu nafsan illa
- katakan dalam bentuk aset ada uang dia
- di situ. Ada uang juga yang haram
- bercampur menjadi satu.
- Dia bisa menunggu sampai rumah tersebut
- terjual. Diambil yang menjadi hak dia,
- dikembalikan yang bukan menjadi hak dia.
- Dan ini bukan hak satu orang, hak
- rakyat.
- Hak. Tapi pejabat ini tidak sadar. Dia
- beranggapan ketika melakukan tindakan
- korupsi, dia melakukan tindakan korupsi,
- pengkhianatan terhadap jabatan dia.
- Dia tidak sadar bahwa ini kembali kepada
- apa? Kerugian yang diita oleh rakyat.
- Bagaimana dia di hari kemudian nanti
- ketika rakyat menuntut dia. Sekarang dia
- tidak merasakan hal tersebut. Tapi di
- hari kemudian nanti Allah Subhanahu wa
- taala yang akan mewakili orang-orang
- yang zalim untuk menuntut hak-hak
- mereka.
- Nah, ulama juga dalam hal ini enggak
- boleh sama sekali apa mendoakan dia
- supaya jabatannya terus naik
- dan dia juga jangan dosa berarti
- dosa. Kalau dia doakan seorang yang
- zalim maka dia bertanggung jawab, dia
- berkontribusi dalam kezaliman.
- Oh.
- Dan kemudian dia tidak boleh juga terima
- uang dari orang tersebut untuk
- kepentingannya.
- Ah.
- Tapi kalau si pejabat tobat mengatakan,
- "Tolong Ustaz Isa, ini dana yang saya
- dapatkan dari hasil korupsi. Coba dengan
- cara bijak kembalikan kepada rakyat yang
- berhak. Itu boleh. Tapi kalau si ulama
- terima angpau dari koruptor, maka dia
- berkontribusi dalam perbuatan tersebut.
- Iya. Iya.
- Saya teringat sebuah kisah
- Heeh.
- Satu pengusaha yang biasa meminjamkan
- kuda.
- Iya.
- Usaha dia seperti rental. Rental kuda.
- Stable. Stable namanya.
- Iya. Kebetulan dia bekerja sama dengan
- pemerintahan Abbasiyah. Pada saat itu
- dikuasai oleh diperintah oleh Harun
- Rasyid. Dia menyewakan kuda-kudanya
- untuk pekerjaan yang berhubungan dengan
- apa? Kepentingan kepentingan pemerintah.
- Ini datang kepada seorang ulama yang
- cukup terkenal yaitu Abu Abdillah
- Asshadiq. Dia mengatakan, "Ya, Aba
- Abdillah,
- bagaimana kira-kira usaha saya ini yang
- saya lakukan ya dengan meminjamkan apa?
- Dengan meminjamkan
- rental kuda,
- kuda-kuda saya dengan penguasa."
- Dijawab oleh Abu Abdillah Asadiq, "Anta
- syarikhu fulmik, kamu sekutunya dalam
- kezaliman."
- Dia mengatakan, "Walimika ya Abu
- Abdillah, Bagaimana kok saya bisa
- termasuk?" Dia bilang, "Kamu pasti
- berharap supaya dia menyelesaikan apa?
- Kewaj
- kebayarannya." Oke.
- Kan? Mendoakan dia supaya dipanjangkan
- umurnya.
- Supaya dipanjangkan
- umurnya, dilancarkan urusannya
- agar dia mampu untuk menaks membayar
- kewajibannya kepada kamu. Maka anta
- syariku
- kamu sekutunya dalam kezaliman.
- Bayangkan masalah kan masalah yang kita
- anggap biasa kan. Saya kerja dengan
- menyediakan apa namanya? Kuda dan saya
- terima keuntungan.
- dari hal tersebut. Tapi ini ternyata
- berkaitan dengan apa? Dengan
- kepentingannya yang ada pada orang
- tersebut yang mendorong dia untuk
- mendoakan orang tersebut agar tetap apa?
- Agar tetap mampu untuk membayar
- kewajibannya.
- Nah, kita kalau bekerja sama dengan
- orang yang zalim,
- kita berharap dia membayar kewajiban
- dia.
- Bagaimana kalau sampai dia meninggal
- dunia
- atau dia enggak mampu untuk membayar dan
- melaksanakan kewajiban kita? kita merasa
- dirugikan, maka kita doakan supaya dia
- rezeki digampangkan, supaya dipanjangkan
- umurnya.
- Padahal usaha dia merupakan usaha yang
- tidak benar.
- Iya.
- Jadi lebih baik jangan dekat-dekat
- dengan para penguasa yang zalim, yang
- tidak benar, dengan pejabat yang korup.
- Akhirnya lama-kelamaan kita menganggap
- tindakan korupsi itu apa?
- Benar.
- Benar. He.
- Apalagi kalau terimau dalam kebutuhan
- kita. Ada acara dia berikan bantuan, ada
- kebutuhan dia berikan pertolongan. Kita
- minta dan berharap kepada orang seperti
- ini yang mau tidak mau kita akan melihat
- dia dari sisi negatif walaupun perbuat
- tidak benar.
- Iya. Iya.
- Nah, ini yang sisi positifnya.
- Jadi lebih baik dari sisi positifnya.
- Pasti dia akan memandang dari sisi
- positifnya karena berikan manfaat buat
- dia kan. Karena orang punya kecondongan
- menilai orang baik itu tergantung baik
- pada dirinya.
- Benar.
- Walaupun dia berbuat zalim pada
- masyarakat ya dia menyalahgunakan
- jabatannya tapi kalau baik padanya waktu
- ditanya bagaimana pandangan kamu
- terhadap fulan? Wah dia orang baik.
- Orang yang penuh kepedulian karena
- berkaitan dengan dirinya.
- Iya. Iya. Iya.
- Jarang orang bersifat objektif dalam
- masalah ini. Tetapi kalau seorang
- betul-betul adil ketika dia melihat
- katakan seorang terhadap dia kurang
- baik. Mungkin disebabkan karena
- persoalan tertentu, tapi terhadap umat,
- terhadap masyarakat dia betul-betul
- berlaku adil.
- Iya.
- Seharusnya dia mengatakan, "Fulan, saya
- lihat dari pekerjaannya, amalnya,
- kejujurannya orang yang adil."
- Masyaallah. Walaupun antara saya dengan
- dia ada hal-hal yang saya tidak sukai,
- tapi secara objektif saya katakan bahwa
- dia baik.
- H.
- Nah, ini yang berbahaya buat ustaz ya,
- buat kalangan-kalangan tertentu dekat
- dengan para pejabat yang korup yang
- tidak benar mendapatkan manfaat dari
- mereka. Akhirnya matanya menjadi buta,
- telinganya menjadi tuli, lidahnya keluh,
- akhirnya dia tidak menilai dengan
- penilaian yang positif. Dia bukan
- berbicara secara adil dan objektif,
- tapi berbicara dengan logika Tuhan yang
- memberikan manfaat kepada dirinya. Nah,
- Ustaz kan ee tadi Ustaz bilang kalau
- kita dititipin dana untuk kembalikan ke
- umat itu tadi boleh.
- Walaupun dia enggak bilang itu dana dari
- mana kan
- tapi kita tahu dia memegang jabatan yang
- di mana di situ banyak syubhatnya dan
- lain sebagainya. kita dititipin Anda
- untuk kita sumbangin itu enggak ada
- masalah, Ustaz?
- Enggak. Nanti kita kembalikan kepada
- mereka-mereka yang berhak.
- Saya pernah sekali waktu
- oke
- pada era Presiden Soeharto ya
- diundang ke satu acara ee salat tarawih
- berjamaah. Oke.
- Kebetulan yang hadir kalangan-karangan
- dari keluarga Cendana pada saat itu,
- dari pejabat-pejabat tinggi.
- Saya punya harapan mungkin saya datang
- bisa memberikan manfaat, berikan nasihat
- karena tujuan saya bukan untuk
- menyenangkan mereka. Setelah acara
- mereka berikan apa?
- Saya menolak untuk menerima tapi
- dipaksakan. Kita kan enggak enak kalau
- depan umum tarik-menarik kan.
- Saya terima itu uang, tapi sepanjang
- perjalanan hati gelisah yang luar biasa.
- Gelisah bukan karena apa-apa. Gelisah
- ini karena uang. Ini yang saya tahu
- berasal dari pejabat-pejabat yang
- pejabat-pejabat yang menyalahgunakan
- jabatan mereka.
- Mereka bersenang-senang, berkumpul
- bersama-sama, salat tarawih. Mengundang
- ulama juga untuk membuat apa? Hati
- mereka tentram dan mereka berharap
- apa yang mereka nikmati ini bisa
- berlangsung lama.
- Sedangkan usahaya menerima sedikit kan
- seperti kucing yang duduk di bawah meja
- tuannya untuk mendapatkan sisa-sisa
- makanan.
- Saya punya hati sepanjang perjalanan
- gelisah. Akhirnya sebelum sampai ke
- rumah saya mampir di pinggir kali di
- tengah-tengah orang-orang yang susah
- semuanya saya keluarkan untuk mereka.
- Baru subhanallah hati pada saat itu
- plong dan tentram.
- Jadi Allah kasih subhanallah keburukan
- itu menimbulkan kelisahan sedangkan yang
- baik memberikan rasa tentram di hati
- kita. Jadi jangan sekali-kali
- kita akrab dekat dengan pejabat yang
- korup kecuali untuk memberikan nasihat.
- Oke.
- Allah berfirman dalam surat Hud. Wala
- tarkanuadinaamuakumunar
- wum min dunillahi min auliya.
- Jangan kalian rukun. Bahasa Indonesia
- tuh rukun tuh menggambarkan keharmonian
- kan.
- Heeh.
- Jangan kalian rukun dekat nemplok ya
- dengan orang-orang yang zalim. Akhirnya
- kalian terkena azab api neraka walaupun
- kalian enggak menjadi pelaku, tapi
- karena berkumpul bersama mereka pada
- saat azab turun kalian kena. Akhirnya
- kalian tidak menjumpai pelindung yang
- akan menolong kalian dan kalian
- betul-betul dalam keadaan yang amat
- menyedihkan.
- Nah, ini yang paling susah buat kita ni
- para ustaz, para pendakwah kalau
- berhadapan dengan orang-orang seperti
- mereka. Apalagi dengan mulut manisnya,
- dengan hadiahnya. Siapa orang yang tidak
- suka hadiah? Betul gak?
- Apalagi kebutuhan zaman sekarang cukup
- banyak. Oleh karena itu, bagi orang yang
- tidak tahan lebih baik tidak dekat,
- tidak kumpul bersama mereka.
- Iya. Iya.
- Padahal kata ustaz tadi seperti kucing
- yang dikasih tulangnya dong.
- Betul. Betul. Dia nungguin, dia gembira
- dikasih makan tulang tulang ikan. Ya
- Allah,
- daging dimakan oleh tulang. Tapi di hari
- akhirat yang paling besar siapa
- hisabnya?
- Yang makan tulang.
- Yang makan tulang ini ustaz-ustaz yang
- makan tulang itu yang paling besar
- hisabnya. Karena seharusnya dia beramar
- makruf, bernahi mungkar. Tapi apa?
- Iya. Iya.
- Tapi dia justru berkumpul bersama orang
- yang zalim, memberikan restu dan
- dukungan. Dan rata-rata yang saya jumpai
- selama kurang lebih mungkin 30 tahun ini
- pejabat-pejabat konglomerat kalau
- mengundang para ulama bukan karena ingin
- mendengarkan nasihat yang baik,
- bukan ingin memperbaiki, tapi sekedar
- apa?
- Sekedar
- acara yang menyempurnakan apa?
- Menyempurnakan
- tujuan mereka dengan doa dari para
- ulama, pembacaan Al-Qur'an. Al-Qur'an
- dibaca bukan untuk diresapi.
- Iya. Ulama juga ceramah mulai
- memuji-muji, mengangkat ya,
- mengangkat-ngangkat ya, menyanjung itu
- yang saya jumpai dengan telinga saya.
- Saya rasakan langsung.
- He he.
- Dia memberikan pujian, sanjungan tanpa
- mengingatkan dirinya
- bahwa dirinya sebentar lagi bakal
- dipanggil oleh Allah dan bertanggung
- jawab atas amal perbuatan yang
- dilakukan.
- Padahal kalau kita kumpul bersama-sama
- dalam suasana yang saling mengingatkan,
- hati kita damai.
- Benar, Ustaz. Karena kita ini mau enggak
- mau kan suka mengalami saat lupa, enggak
- sadar, lengah.
- Iya.
- Begitu diingatkan, "Ya Fulan, apa yang
- kamu perbuat ini betul-betul
- menjatuhkan, mempermalar diri kamu."
- Kita tersadar pada saat itu. Karena
- almukmin miratu akhi seorang yang
- beriman itu merupakan cermin bagi
- saudaranya. Dia bisa melihat dirinya
- melalui apa? Saudaranya.
- Nah, kenapa Allah perintahkan wat
- tawasau bilhaqi wa tawasau bisabri
- setelah iman dan amal saleh? Karena apa?
- Karena manusia ada saat-saat dia lupa
- lengah tidak menyadari perbuatan yang
- dilakukan. Wallahuam.
- Masyaallah, Ustaz. Nah, Ustaz ee saat
- kita mengembalikan uang tadi ke rakyat
- kemudian kita publikasi. A publikasinya
- itu dosa Ustaz publikasi bahwa ini duit
- dari uang dari politikus ini nih.
- Alhamdulillah.
- Jadi begini masalahnya, pejabat-pejabat
- di saat mereka menyumbangkan sesuatu ke
- masjid, ke usaha-usaha terentu,
- biasanya mereka ingin disebutkan
- iya benar.
- Supaya memperbaiki nama mereka di
- tengah-tengah masyarakat, pejabat yang
- saleh, yang baik, yang peduli terhadap
- rakyat dijadikan sebagai alat propaganda
- atau alat kampanye. Nah, dengan hal ini
- seharusnya kita tidak lakukan sama
- sekali.
- I benar. Saya pernah sekali waktu ketika
- sedang berkembang isu lemak babi
- pada era Sudomo dulu ya mulai
- perusahaan-perusahaan
- ya yang memproduksi makanan ya indofood
- dan lain sebagainya berusaha mengundang
- para ulama untuk apa mengadakan
- acara-acara katakan tablig akbar
- kemudian di atas podium ditaruh
- sambal ABC produk-produk yang yang
- menjadi keributan tuh
- sambal-sambal produk-produk mereka
- supaya kesannya apa? bahwa ini produk
- halal semuanya. Padahal si ulama enggak
- pernah meriksa, enggak pernah memeriksa
- di laboratorium apakah produk tersebut
- halal atau tidak. Tapi karena sumbangan
- yang diberikan oleh produsen ini
- Heeh.
- Kemudian dengan apa namanya? Dengan ee
- iya katakan dengan balehohobaleho ya
- dengan barang-barang produksi yang
- diletakkan di atas apa? Di atas podium.
- Kan secara enggak langsung ulama
- merestui bahkan ada yang diundang ke
- pabrik Indomie kalau tidak salah pada
- saat itu diundang ya ramai-ramai mereka
- makan Indomie. Mereka bilang, "Kami
- enggak melihat babi dan enggak melihat
- kepala babi maupun apa daging babi di
- sana." Ini kan sikap yang salah. Dia
- bukan datang sebagai seorang yang
- bertanggung jawab untuk meneliti apakah
- Indomie atau yang serupa mengandung babi
- atau tidak, tapi apa? diundang untuk
- makan di tengah-tengah mereka dan
- menunjukkan kepada umat bahwa apa yang
- dilakukan membuktikan bahwa semua ini
- halal. Saya enggak menuduh Indomie itu
- apa namanya mengandung nembak babi, tapi
- sikap ulamanya salah.
- Iya.
- Kecuali kalau mereka teliti, mereka
- periksa ya di laboratorium betul bersih
- baru dia mengatakan dengan jujur bahwa
- tidak ada temuan yang menunjukkan adanya
- unsur babi pada apa? Pada makanan
- tersebut. Itu cara yang baik. I,
- tapi kita menjadi alat aja, alat
- propaganda, alat kampanye pada saat
- pemilu
- atau alat untuk menghalalkan sesuatu
- i
- yang tidak jelas.
- Tapi karena uangnya besar,
- kita lagi susah, Ustaz, lagi butuh
- anak kita mau sekolah, mau bayar ini,
- bayar itu, kita terima, kita pasrahin
- sama Allah Taala. Katanya [tertawa]
- ini cobaan yang datang dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- Masyaallah, Ustaz. Eh, berikutnya ini
- dari Muhammad di Bekasi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Bagaimana sikap kita jika kita dipinjami
- uang oleh orang lain dan orang tersebut
- belum mampu menjawab? Di sisi lain kita
- butuh, tapi di sisi lain juga kita
- kasihan sama orang yang kita pinjami.
- Itu sudah jatuh tempo, Ustaz. Terima
- kasih.
- Allah Subhanahu wa taala dalam suratul
- baqarah berfirman, wainana
- usratiniratun
- maisar waquirakum
- intumamun.
- Kalau orang yang meminjam dalam keadaan
- sempituniru
- apa?
- Kalau yang meminjam dalam keadaan
- sempit, belum mampu untuk menunaikan
- kewajiban dia dan bukan karena
- kesengajaan, maka tangguhkan dia sampai
- saat dia menghadapi kemudahan.
- Hm.
- Kalau kamu sedekahkan
- ya kamu sedekahkan itu akan lebih baik
- lagi. Melihat kemampuan dia betul-betul
- lemah, keadaan dia. Apalagi dia memiliki
- anak-anak ya yang membutuhkan. Kalau
- kita pikirkan dengan pendapatan dia
- mustahil untuk bisa membayar hutang.
- Jadi kalau kita ikhlaskan itu akan lebih
- baik. Dan balasan dari Allah bukan satu
- berbanding satu. H
- bukan cicilan ya
- tapi Allah balas satu berbanding 700.
- Allah.
- Oleh karena itu saya sering berikan
- katakan orang butuh pinjaman, kita
- berikan pinjaman. Kita lihat ternyata ya
- dia apa tidak punya kemampuan untuk
- membayar kan wajar ada saat orang mampu.
- Kita juga pernah mengalami kondisi
- keadaan seperti ini.
- Saya bilang, "Sudah saya ikhlaskan kamu
- enggak perlu bayar buat kamu." Dia
- merasa malu.
- Kita akan berusaha. Tidak perlu. Yang
- Allah gantikan buat saya lebih baik.
- Yang penting kamu jangan dibebani oleh
- perasaan berhutang. Begitu dia terbebas
- dari perasaan berhutang, pintu rahmat
- Allah akan terbuka bagi kita semuanya.
- Daripada kita berharap dari orang yang
- tidak mampu, lebih baik kita berharap
- dari Allah yang maha kaya, yang maha
- kuasa.
- Kalau gaya hidupnya kayak orang mampus,
- kenapa? Kadang-kadang hidupnya dia
- menjaga apa? Dia menjaga dirinya ya. Oh
- iya benar sih.
- Artinya bukan berarti dia orang yang
- benar kelebihan. Benar.
- Tapi kalau dia punya kemampuan dia
- enggak bayar, maka dia termasuk
- almumatil.
- Mumatil ini dalam bahasa Arab yang suka
- menunda pembayar hutang. Matul
- ghaniulmun. Orang kalau menunda pembayar
- hutang padahal dia mampu
- atau dia sembunyikan kemampuan dia, maka
- dia berbuat zalim yang luar biasa.
- Zalim zalim sama orang yang nolongin
- dia. Ustaz ya.
- Betul. Sedangkan yang membantu tidak
- akan disia-siakan Allah. Allah akan
- ganti dengan yang lebih baik. Sudah
- berbuat kebaikan dizalimi. Dapat dua
- hal.
- Allah. pertama ya dia membantu orang
- dengan tujuan yang baik.
- Baik itu orang pantas apa menerima
- kebaikan tidak. Yang jelas kita sudah
- melaksanakan apa?
- Kemudian dengan kezaliman tadi dia
- mendapatkan balasan tanpa hisab.
- Innama yirun ajab.
- J daripada kita berharap kesal sama
- orang yang kita berikan kebaikan lebih
- baik kita berharap kepada yang maha
- pemurah.
- Rezeki lebih banyak lagi datang.
- Pasti Allah gantikan. Pertanyaan
- terakhir, Ustaz. Ini dari filutfiyah.
- Singkat saja, Ustaz. Kalau kita sumbang
- ke masjid atau majelis dan minta
- dibacakan Fatihah atas nama penyumbang
- dengan maksud menginginkan Fatihah
- tersebut mengalir untuk mereka yang
- nyumbang, apa hukumnya, Ustaz? Syukun
- kasiron.
- Kalau dia berinfak dari uang yang baik,
- yang halal, ya. Kemudian kita doakan.
- Heeh.
- Kita doakan agar dia apa? Agar dia
- mendapatkan apa? Allah mudahkan
- urusannya, lapangkan juga katakan apa
- hatinya sehatkan, jauhkan dari penyakit.
- Ini kan bahagian dari yang Allah
- perintahkan ya. Orang yang mengeluarkan
- sesuatu dalam kebaikan ya kh min
- amwalihim shodqatanirhum
- tuzakihim biha. Setelah itu wasolli
- alaihi.
- Selawat dari rasul maksudnya doa dari
- rasul untuk orang yang mengeluarkan
- zakat mereka atau infak mereka. Nah,
- kita doakan kalau kita baca Al-Fatihah
- sebagai pembuka kan Al-Fatihah ini
- merupakan apa? Umbul Quran dan isinya
- betul-betul merupakan adab komunikasi
- seorang hamba kepada Tuhannya. Dia baca
- al-Fatihah, setelah itu doakan
- orang-orang yang berinfak di jalan Allah
- Subhanahu wa taala. Kalau perlu tanpa
- menyebutkan nama kita doakan aja agar
- mereka-mereka yang menginfakkan harta
- mereka di jalan Allah mendapatkan
- ampunan, mendapatkan kelapangan,
- mendapatkan keluasan, dijauhkan dari
- penyakit dan Allah jadikan sebagai bekal
- baginya di hari akhir nanti. Jadi tanpa
- harus menyebutkan nama. Karena
- menyebutkan nama dikhawatirkan nanti
- menimbulkan ria di hati mereka kan. Kita
- doakan kecuali kalau ingin mengajak
- orang lain berinfak. Ada satu orang
- berinfak untuk perjuangan. Lalu kita
- mengingatkan pada orang-orang, "Si fulan
- ngasih sekian di jalan Allah Taala."
- Mudah-mudahan Allah terima, Allah
- ikhlaskan apa-apa yang mereka keluarkan.
- Lalu kalian
- apa yang kalian akan keluarkan sebagai
- kontribusi dalam perjuangan?
- Tapi yang sebaik-baiknya
- kita
- menyembunyikan apa yang kita berikan.
- Tapi kalau kita tampakkan pun itu
- merupakan kebaikan.
- Kalau kalian nampakkan sedekat itu
- sebaik-baiknya artinya perbuatan asal
- kamu niatkan untuk Allah. Tapi kalau
- kamu sembunyikan
- ya wain tukfu
- watul fuqar kamu berikan kepada kaum
- fakir itu akan lebih baik.
- balasannyaukirumikum
- Allah akan ampuni ya bersihkan
- keburukan-keburukan dosa-dosa
- kalianukirumatikum
- kemudianum
- suratul baqarah
- Hqati
- wafuqirakumukiruum
- wallahuallahu
- bimaalunir.
- Jadi kalau kalian berikan kepada kaum
- fuqara
- ya dengan menyembunyikan pemberian
- kalian ya itu akan lebih baik balasan
- yang Allah akan berikan kepada kalian.
- Kemudian Allah berjanji di samping
- memberikan balasan yang lebih baik,
- Allah Subhanahu wa taala akan tutupi
- keburukan kita dan hapuskannya.
- Karena kita ini terkadang melangkah
- menuju kebaikan berat. Karena apa?
- Karena dosa kita. Dosa kita ini yang
- menimbulkan apa? Beban berat di atas
- pundak kita untuk mengerjakan kebaikan
- juga untuk menjauh dari yang mungkar.
- Tapi dengan kebaikan-kebaikan tadi Allah
- ampuni dosa kita, bersihkan kesalahan
- kita, ringankan beban kita. langkah kita
- di jalan kebaikan.
- Mudah-mudahan insyaallah Allah berikan
- manfaat dari ee
- dialog kita pagi hari dan
- amin.
- Apa yang kita ee sampaikan mudah-mudahan
- semata-mata dengan mengharapkan rida
- Allah Subhanahu wa taala karena ini yang
- akan
- membuka pintu kabul bagi kita. Kalau
- tidak wali iyadubillah sia-sia kita
- beramal kalau bukan mengharapkan rida
- Allah. Subhanakallahumma
- wabihamdikakallahum wamdikah
- astagfiruka.
- Makasih Ustaz atas penjelasannya. Terima
- kasih Oni dan Mas Algi di meja operator
- ikhwan akhwat terima kasih sudah
- menyimak sejauh ini. Alfagqir Isa Alkaf
- beserta seluruh yang bertugas mohon
- undur diri. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.