Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] Brail 0:20 Brazil [musik] 0:43 Brail 0:53 Ya, tadi dari Lampung yang mewakili dan 0:55 Jambi 1:01 berkenan menerima hadiah dari 1:03 murid-muridnya, santri-santrinya. 1:26 1 2 1:38 1 1:56 S du 1:59 lagi 2:17 Ya, alhamdulillah terima kasih kepada 2:19 para residium AK Working Group dan juga 2:22 selamat kami ucapkan kepada para 2:24 pemenang. Mudah-mudahan prestasi ini 2:26 bisa terus ditingkatkan dan ditularkan 2:28 kepada yang lainnya. Sekali lagi saya 2:30 Ganjar Darussalam atas nama ketua 2:32 panitia amir Ajnah bulan Soritas 2:35 Palestina tahun 2022 memohon maaf yang 2:39 sebesar-besarnya dan mengucapkan terima 2:41 kasih jazakumullah khairan kasir atas 2:43 semua dukungan dan support yang telah 2:45 diberikan kepada kita panitia. 2:47 Mudah-mudahan semuanya dibalas pahala 2:49 oleh Allah subhanahu wa taala. Akhirul 2:51 kalam asalamualaikum warahmatullah 2:54 wabarakatuh. Waalaikumsalam 2:56 warahmatullahi wabarakatuh. 3:04 Hadirin yang kami muliakan dan juga 3:06 pemirsa Aljamaah TV yang juga hadir 3:08 melalui YouTube. Kita beralih ke acara 3:11 selanjutnya yakni sambutan dari Ketua 3:15 Presidium Aso Working Group Muhammad 3:17 Ansarullah. KepadaNya dipersilakan. 3:38 Bismillahirrahmanirrahim. 3:41 Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala 3:43 rasulillah sayyidina Muhammadin waa 3:45 alihi wa asabi walah wamantabaah. 3:48 Masyaallahu ma lam yasya lam yakun la 3:50 haula wala quwwata illa billah. 3:54 Yang saya hormati, yang dimuliakan Allah 3:57 pembina utama Aksa Walking Group Imam 3:59 Yahsyaallah Mansur beserta dewan pembina 4:03 dan dewan penasihat. 4:05 Yang saya hormati Direktur Timur Tengah 4:08 Kementerian Luar Negeri Republik 4:10 Indonesia Bapak Bagus Hendraaning 4:12 Kobarsih. 4:15 Yang saya hormati 4:17 Romo Prof. Dr. Fran Magnis Suseno. 4:23 Sehat selalu Romo 4:25 yang beserta seluruh narasumber yang 4:27 tidak bisa kami sebutkan satu persatu. 4:29 Yang saya hormati 4:31 para alim umara 4:34 dari seluruh 4:37 wilayah termasuk para amir majelis 4:39 pusat. 4:41 Yang saya hormati sahabat presidium, 4:45 sekretaris jenderal, pengurus pusat dan 4:49 seluruh pengurus biro AKSO Working Group 4:53 di seluruh Indonesia dan Palestina. 4:56 Yang saya hormati senior teladan, 4:59 rekan seperjuangan, pimpinan lembaga 5:01 dari Mercy, dr. Ben dari Radio 5:07 Silaturahim, dari Mina News Agency, dari 5:11 ukhuwah Alfatah Rescue, 5:13 dari ST Alfatah, ST, SKBM, 5:18 Alfattah Aljamaah TV dan yang lainnya. 5:22 Yang saya hormati seluruh undangan baik 5:24 yang hadir di aula Buya Hamka Masjid 5:28 Agung Alazhar ini maupun yang hadir 5:30 melalui streaming YouTube Aljamaah TV. 5:33 Asalamualaikum warahmatullahi 5:34 wabarakatuh. 5:35 Waalaikumsalam. 5:37 Alhamdulillah puji syukur tentu kita 5:39 panjatkan pada Allah Subhanahu wa taala 5:41 atas rahmat dan kasih sayanya kita bisa 5:42 berkumpul di aula buhamka ini. Namun 5:46 sebelumnya kami ingin mengajak hadirin 5:50 semua, Bapak-bapak, Ibu, Ikhwan Akhwat 5:52 semua untuk sejenak kita memajakkan doa 5:55 kepada korban gempa Cianjur yang 5:57 beberapa waktu lalu terjadi sangat 5:59 dahsyat dan membawa ratusan korban jiwa 6:02 di Cianjur. 6:04 Semoga seluruh korban diterima amal 6:06 ibadahnya, diampuni dosa-dosanya, dan 6:09 kepada seluruh keluarga yang 6:11 ditinggalkan dikaruniai ketabahan, 6:13 kesabaran 6:15 menerima musibah dari Allah Subhanahu wa 6:17 taala. Allahumfirhum min musibatihim 6:22 Allahumma ajirhum min musibatihim wakluf 6:25 lahum khair minha. Amin. Allahum amin. 6:29 Bapak, Ibu, Saudara sekalian yang 6:32 dimuliakan Allah. 6:34 Aks Walking Group adalah lembaga 6:35 kemanusiaan 6:37 yang berbadaan hukum yayasan yang 6:39 didirikan pada tahun 2008 yang lalu oleh 6:43 lebih dari 70 organisasi perwakilan luar 6:48 negeri dan dalam negeri dalam konferensi 6:51 internasional pembebasan Masjid Al-Aqsa 6:53 pada tahun itu 2008. 6:57 Pendirian Aqsa Walking Group ini 6:58 diinisiasi oleh Allah yarham Imam 7:02 Muhyiddin Hamidi, Allah yarham Ustaz 7:05 Abdurrahman Soni Sugema dan Imam Yahs 7:08 Mansur. 7:11 Pada periode pertama Aqsa Wing Group 7:13 dipimpin oleh Ustaz Agus Darmaji yang 7:16 saat ini hadir bersama dengan kita. 7:18 Kemudian yang saat ini memimpin AKSO 7:20 Walking Group adalah generasi kedua. 7:22 Mudah-mudahan amal ibadah kita semua 7:27 para pendahulu Akso Walking Group dan 7:29 para pimpinan Akso Walking Group sebelum 7:32 periode ini dan hari ini dikuatkan oleh 7:34 Allah untuk terus melanjutkan perjuangan 7:36 AKSO Walking Group. Aminum amin. 7:40 Sejak awal pendirian AKS Wing Group, 7:42 kami berkomitmen untuk memobilisasi 7:45 semua sumber daya dalam rangka 7:48 membebaskan Masjid Al-Aqsa dan membela 7:50 perjuangan rakyat Palestina. 7:53 Seluruh usaha itu ditempuh dalam bingkai 7:56 kemanusiaan dan tentu saja bingkai 7:58 keagamaan. Dan kami sama sekali 8:00 menghindari menghindari muatan politik 8:04 sehingga baik dalam negeri maupun di 8:08 Palestina sendiri kami tidak terafiliasi 8:10 oleh salah satu kepentingan apapun dalam 8:13 negeri kami tidak terafiliasi oleh 8:16 partai atau aliran politik manapun 8:19 di Palestina kami tidak terafiliasi oleh 8:22 faksi perjuangan Palestina manapun 8:25 karena kami meyakini sesuai dengan 8:27 slogan AKSO Walking Group bahwa bergerak 8:30 berjamaah bebaskan Al-Aqsa dan 8:32 Palestina. Hanya dengan berjamaahlah, 8:34 hanya dengan persatuanlah 8:37 akan terwujud pembebasan Masjid Al-Aqsa 8:39 dan terwujud kemerdekaan Palestina. 8:43 Kemudian ikhwan akhwat yang dimuliakan 8:44 Allah, berbagai kegiatan oleh AWG antara 8:47 lain adalah sosialisasi dan edukasi 8:50 kepada seluruh lapisan masyarakat 8:52 tentang pentingnya pembebasan Masjid 8:54 Al-Aqsa dan membela rakyat Palestina 8:58 dari kekuasaan, dari penindasan dari 9:00 penjajahan zionis Israel. Kegiatan hari 9:03 ini dalam rangkaian kegiatan bulan 9:06 solidaritas Palestina adalah bagian dari 9:09 usaha-usaha itu. Melalui BSP kami ingin 9:12 sampaikan kepada masyarakat bahwa 9:16 pembelaan pada Al-Aqsa dan Palestina 9:18 adalah selaras dengan Undang-Undang 9:19 Dasar 1945 dan telah dicontohkan oleh 9:23 para pendahulu bangsa Indonesia. Hampir 9:25 500 tahun yang lalu, Sunan Kudus 9:29 rahimahullahu taala dengan cara yang 9:31 sangat indah. 9:33 mewujudkan pembelaan pada Al-Aqsa dan 9:35 Palestina. Beliau membangun kota Kudus 9:38 dan membangun Masjid Al-Aqsa, 9:41 Menara Kudus dengan corak kearifan 9:43 lokal. 9:46 Hari ini masjid dan kota itu menjadi 9:49 simbol keterikatan, menjadi monumen 9:51 keterikatan bangsa Indonesia dengan 9:52 bangsa Palestina dan Masjid Al-Aqsa yang 9:55 abadi insyaallah. 9:57 Sedangkan Presiden Soekarno berkali-kali 9:59 mengekspresikan komitmennya, 10:01 dukungannya, komitmen anti penjajahannya 10:03 kepada terhadap zon Israel. Tahun 1958 10:09 beliau melarang timnas Indonesia 10:11 berlagam melawan timnas Israel dalam 10:14 Piala Dunia 10:16 1958 di Yugoslavia. 10:19 Kemudian pada tahun 1962, Presiden 10:21 Soekarno melarang kontingen 10:24 Israel untuk datang ke Indonesia ikut 10:27 ASEAN Games. Artinya Bapak-bapak, 10:30 Ikhwan, Ikhwan sekalian, ikhwan akhwat 10:32 sekalian, bahwa bangsa ini begitu kuat 10:35 pembelaannya, begitu kuat kecintaannya 10:37 terhadap Masjid Al-Aqsa dan rakyat 10:39 Palestina dan begitu kuat perlawanannya 10:41 terhadap penjajahan zon Israel di 10:43 Palestina. 10:45 Para ikhwan semua, 10:48 sili berganti, pemimpin bangsa Indonesia 10:51 berganti dari tahun ke tahun. Dan 10:53 komitmen itu terus terjaga sampai hari 10:55 ini. Bahkan sampai hari ini hubungan 10:59 Indonesia dengan Palestina itu semakin 11:00 kuat. Perdagangan neraca perdagangan 11:02 Indonesia Palestina tahun ini meningkat 11:05 21,28% 11:08 dibanding tahun yang lalu. Itu artinya 11:11 komitmen bangsa Indonesia akan terus 11:13 menguat seiring perkembangan zaman. Dan 11:16 kita semua bangsa Indonesia akan berada 11:18 berdiri kuat di belakang pemerintah 11:21 Indonesia untuk terus memperkuat 11:23 membangun 11:25 soliditas Indonesia dan Palestina. di 11:28 saat yang sama juga menentang penjajahan 11:30 Israel dan menentang normalisasi 11:33 Indonesia dengan Israel insyaallah. 11:39 Terima kasih 11:42 Bapak-bapak, Ibu-ibu, Ikhwan akhwat 11:44 sekalian yang dimuliakan Allah. Seluruh 11:46 kegiatan ini, seluruh usaha yang 11:48 dilakukan oleh AWG itu dibingkai oleh 11:50 semangat kemanusiaan. Termasuk hari ini 11:54 dalam kegiatan puncak BSP kita berkumpul 11:56 dalam keragaman. 11:58 kebinekaan. Bersama-sama seluruh anak 12:00 bangsa membela Palestina dan Masjid 12:02 Al-Aqsa menentang penjajahan Zionis 12:04 Israel. Karena penjajahan tidak sesuai 12:06 dengan peri kemanusiaan dan peri 12:07 keadilan 12:09 sebagaimana terpaktu dalam aline pertama 12:11 Undang-Undang Dasar 45. AWG merasa 12:13 bersyukur dan terhormat 12:16 atas kehadiran Romo Prof. Dr. Fran Magni 12:19 Suseno berkenan hadir dalam acara 12:22 sarasehan ini. Terima kasih banyak Romo. 12:26 Akhirnya dalam kesempatan yang sangat 12:28 baik ini saya atas nama presidium, 12:30 pengurus pusat dan seluruh biro AXO 12:33 Working Group yang tersebar di Indonesia 12:35 ada 14 biro dan biro Palestina 12:38 mengucapkan banyak terima kasih atas 12:40 dukungan dari Imam Yasallah Mansur 12:42 selaku pembina utama beserta dewan 12:44 pembina, dewan penasihat, seluruh 12:47 jajaran 12:51 majelis, para amir majelis pusat, 12:54 lembaga-lembaga yang terus kuat 12:56 mendukung kami mengucap banyak terima 12:58 kasih atas 13:01 support dan pengarahannya 13:02 terselenggaranya kegiatan BSP tahun 2022 13:05 ini. Dan kami tentu saja minta maaf atas 13:07 segala kekurangan, atas segala 13:09 kekeliruan, atas segala kesalahan. 13:13 Hadan Allahuakum ajmain. Wabillahi 13:15 taufik hidayah. Wasalamualaikum 13:17 warahmatullahi wabarakatuh. 13:30 Hadirin sekalian dan juga pemirsa 13:32 Aljamaah TV yang juga hadir melalui 13:34 kanal YouTube. 13:36 Kita beranjak ke acara selanjutnya yakni 13:41 kami akan memutarkan video kegiatan 13:44 selama bulan Solidaritas Palestina 2022 13:48 berlangsung. 15:23 PP 2022. Allahu Akbar. 15:34 Soal yang pertama Ah 16:34 Tunissa 16:44 [musik] 16:51 [musik] riha 16:57 [musik] 17:23 Israel 17:25 tolak Israel 17:27 Indonesia 17:29 tolak tolak tolak [musik] Israel tolak 17:33 Israel di Indonesia 17:41 [musik] 17:50 [musik] 17:56 [musik] 18:01 [musik] 18:08 [musik] 18:15 ya 18:22 [musik] 18:42 [musik] 18:43 Bir 18:45 aksayso 18:47 bir 18:53 aks 19:02 [musik] 19:14 [musik] 19:17 وتنادي 19:24 yaqinlab 19:27 [musik] 19:42 [musik] 19:44 y la 19:47 amerikan 27:39 perlu kita lakukan bersama 27:42 dalam kesempatan ini. 27:44 untuk memberikan gambaran konsistensi 27:46 perjuangan sorry kent konsisten 27:49 Indonesia dalam mendukung perjuangan 27:50 kemerdekaan Palestina. 27:52 Izinkan kami menyampaikan beberapa hal 27:54 penting sebagai berikut. 27:57 Pertama, 27:59 Indonesia dan Palestina adalah sahabat 28:01 dekat. 28:03 Palestina 28:05 pada tahun 1946. 28:09 Imam Husaini adalah yang pertama kali 28:14 mengakui kemerdekaan Indonesia 28:17 ketika itu. Kemudian disusul oleh beber 28:21 sembilan negara lainnya dan semuanya 28:24 adalah negara-negara di Timur Tengah 28:26 negara Islam. 28:32 Indonesia juga secara konsisten akan 28:34 terus mendukung perjuangan bangsa 28:37 Palestina. 28:39 Terkait dengan kesatuan perjuangan 28:40 bangsa Palestina. 28:43 Kami berpandangan seperti disampaikan 28:45 oleh Aakso Wing Group, bergerak 28:48 berjemaah bebaskan Alakso. 28:52 Kesatuan Palestina 28:54 merupakan hal yang sangat penting. 28:57 Selain terus untuk mendorong dukungan 28:59 internasional terhadap perjuangan 29:01 Palestina, 29:03 sejarah Indonesia menunjukkan bahwa 29:06 persatuan Indonesialah yang telah banyak 29:09 membantu perjuangan Indonesia dalam 29:12 mendapatkan kemerdekaannya. Oleh karena 29:14 itu, kami selalu menekankan bahwa 29:18 rekonsiliasi 29:20 perlu terus didorong dan didukung di 29:22 kalangan internal Palestina terlebih 29:24 dahulu 29:25 untuk dan siap memfasilitasi 29:27 rekonsiliasi tersebut. 29:31 Indonesia juga selalu siap untuk 29:32 memberikan dukungan agar Palestina 29:33 menjadi anggota penuh 29:37 persikatan bangsa-bangsa. 29:40 Sebagaimana disampaikan oleh Presiden 29:41 Mahmud Abbas bulan September yang lalu. 29:45 Bapak, Ibu hadirin sekalian yang saya 29:46 hormati. Kedua 29:49 adalah terkait kerja sama ekonomi. 29:53 Indonesia dan Palestina patut bergembira 29:56 karena perdagangan kedua negara terus 29:59 meningkat. 30:01 Pada Januari sampai Juli 2022 30:04 telah tercatat perdangan itu naik 21,28% 30:10 dibanding tahun yang sama pada periode 30:12 yang sebelumnya. 30:15 Indonesia juga telah memberikan 30:16 fasilitas unilateral 30:18 berupa pembahasan bea masuk untuk kurma 30:21 dan zaitun dari Palestina ke Indonesia. 30:24 Dan sekarang kita sedang proses 30:26 pembicaraan dengan Kementerian 30:27 Perdagangan untuk memperluas ee 30:30 produk-produk apa yang bisa kita berikan 30:32 untuk diberikan pembebasan bagi produk 30:35 dari ee Palestina. 30:39 Ini merupakan bentuk lain dukungan 30:41 Indonesia kepada rakyat Palestina 30:44 dan kita berharap kerja sama ekonomi 30:46 dapat terus ditingkatkan di masa 30:47 mendatang. 30:50 Ketiga 30:52 adalah komitmen untuk memberikan bantuan 30:54 kemanusiaan dan pembangunan kapasitas 30:56 bagi Palestina. 31:00 Dalam kunjungan Menteri Palestina 31:02 kemarin, kedua negara telah menyepakati 31:06 MoU perjanjian hibah, bantuan pemerintah 31:11 Indonesia kepada Palestina dan MoU 31:15 antara BPOM RI dengan Kementerian 31:19 Kesehatan Palestina 31:21 dalam bidang obat-obatan dan makanan. 31:24 Saya kira ini dalam perspektif ke depan 31:29 sangat penting karena saat ini Palestina 31:34 sedang menghadapi kondisi kemanusiaan 31:36 yang luar biasa dikaitkan dengan ee 31:40 pandemi dan juga pembatasan-pembatasan 31:44 yang dilakukan. 31:45 Di samping itu juga adanya ee tekanan 31:49 dari pihak internasional. 31:51 Kemudian 31:55 BPOM ini terkait dengan security food 31:58 security 32:00 and health cooperation. 32:02 Kita memandang bahwa 32:05 ini adalah salah satu hal yang harus 32:07 segera ditangani. Tentu saja 32:10 sudah dilakukan oleh banyak lembaga 32:12 seperti Meri kemudian lembaga-lembaga 32:15 kemanusiaan yang lain yang saat ini 32:17 sedang berkiprah di sana. Tapi perlu 32:20 dilakukan suatu payung kerja sama 32:22 langsung dengan Kementerian Kesehatan 32:25 Palestina untuk memberikan dukungan 32:28 dalam bidang medis dan juga dalam bidang 32:31 obat-obatan. Serta yang paling utama 32:34 adalah juga sertifikasi halal bagi 32:36 makanan. Ini yang saya kira ee juga 32:39 perlu kita dorongkan. 32:43 Selain itu juga Indonesia memberikan 32:44 bantuannya melalui IC dan saat ini juga 32:47 dalam proses menan bantuan Palestina 32:50 kepada UN RUA. 32:52 ASRC sudah kita lakukan pendatanganan 32:54 sekitar 2 minggu yang lalu dan sekarang 32:57 dengan UNRUA. Proses ini berjalan memang 33:00 tidak cepat karena dibuan pembicaraan 33:02 dengan pihak-pihak terkait di Palestina. 33:04 Tapi ini saya kira merupakan kemajuan 33:07 dan merupakan suatu upaya untuk 33:09 menunjukkan bahwa kita berusaha 33:11 memberikan yang terbaik kepada rakyat 33:13 Palestina. 33:15 Pemerintah Indonesia berterima kasih dan 33:17 apresiasi 33:19 karena bantuan-bantuan selama ini juga 33:23 disalurkan oleh masyarakat sipil yang 33:26 saat ini difasilitasi oleh MUI, 33:31 MERSI, dan juga tentu saja Alaqso 33:34 Working Group dan lembaga-lembaga lain 33:36 yang selama ini sangat ee konsisten dan 33:39 aktif memberikan bantuan. 33:41 Selain bantuan kemanusiaan, Indonesia 33:43 juga telah dan akan terus memberikan 33:44 bantuan pengembangan kapasitas 33:47 untuk mempersiapkan negara Palestina 33:49 yang merdeka. 33:51 Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia 33:53 telah memberikan pelatihan p lebih dari 33:57 2000 warga Palestina di berbagai bidang, 34:00 baik di bidang pendidikan, kemudian di 34:03 bidang pertanian, di bidang ee 34:07 peternakan 34:08 dan juga kepolisian dan sebagainya. dan 34:12 ee akan banyak lagi kerja sama ke depan 34:16 dengan sejalan dengan kunjungan dari Per 34:18 Menteri Palestina kemarin dan kita akan 34:20 segera mendorongkan lebih ee banyak lagi 34:24 apa yang bisa kita kerjakan. 34:27 Pada tahun 2022 Indonesia telah 34:29 menyelenggarakan pelatihan bidang 34:31 inseminasi buatan untuk 20 peserta 34:33 Palest Cina dan pelatihan virtual di 34:35 bidang pengawasan obat dan makanan 34:36 diikuti oleh 40 orang peserta. Pelatihan 34:39 diseminasi ini buuatan merupakan kerja 34:41 sama antara pemerintah RI dengan Jepang 34:45 International Corporation Jaika dalam 34:47 kerangka siapat. 34:49 Saat ini Indonesia juga punya yang 34:50 dinamakan eh lemb eh Indoid itu juga 34:54 kita kemarin sedang mencoba memasukkan 34:57 program bantuan BAP ini masuk ke dalam 34:59 ee skema bantuan tersebut. 35:03 Sedangkan pelatihan di bidang pengawasan 35:04 obat dan makanan merupakan bagian dari 35:06 program kerja sama selatan selatan 35:09 antara Indonesia dan Palestina yang 35:10 terselenggara atas kerja sama BOM RI dan 35:13 Kementerian Kesehatan 35:15 Indonesia. ke depan akan terus 35:17 meningkatkan kerja sama teknis dan 35:19 bantuan peningkatan kapasitas bagi 35:21 rakyat Palestina di berbagai bidang yang 35:23 diperlukan untuk menunjang kemajuan 35:26 pembangunan di Palestina. 35:31 bidang-bidang yang akan kita dorongkan 35:33 kemarin di antaranya adalah di bidang 35:37 UMKM, 35:39 kemudian e-commerce, 35:41 dan penanganan bencana termasuk di 35:44 dalamnya adalah beasiswa 35:47 pendidikan bagi para pemuda Palestina. 35:50 Bapak, Ibu hadirin sekalian yang kami 35:52 hormati. 35:54 Demikian yang dapat kami sampaikan. 35:58 Ee pada hari ini juga kami tadi barusan 36:00 ee apa namanya bekerja sama atau 36:03 berkoneki dengan teman-teman di PTI New 36:06 York untuk merumuskan suatu masukan 36:10 terkait dengan usulan pentingnya 36:12 didorongkan international presence 36:16 kepada Palestina ee apa namanya di 36:20 khususnya di kawasan Yerusalem yang 36:22 sering menjadi tempat ee terjadinya 36:25 benturan-benturan 36:26 ee dengan pihak pemukim Yahudi dan juga 36:29 aparat keamanan Israel. 36:32 Pras ini perlu didorongkan terus karena 36:35 ini akan menjadi suatu ee bukti 36:38 kepedulian masyarakat internasional 36:39 untuk melindungi masyarakat sipil 36:43 Palestina 36:45 baik yang ee kalangan perempuan ee 36:48 kemudian lansia dan juga anak kecil anak 36:51 balita. 36:54 Kita berharap dan mendoakan semoga 36:57 negara Palestina yang merdeka, 36:59 berdaulat, dan dapat menentukan nasibnya 37:02 sendiri dapat segera terwujud dengan 37:06 Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya 37:09 merujuk pada garis perbatasan tahun 37:12 1967. 37:14 Jadi ini satu paket Bapak dan Ibu 37:16 kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem 37:19 Timur sebagai ibu kota dan merujuk pada 37:23 perbacaan 1267. Ini adalah kesepakatan 37:25 internasional yang sekarang sedang 37:27 didorongkan untuk diperjuangkan. 37:30 Tidak mudah di saat dunia seperti 37:33 sekarang ini, tapi kita akan terus 37:35 berusaha berbagai caranya dan memberikan 37:37 dukungan kepada saudara-saudara saudara 37:40 kita di Palestina melalui berbagai macam 37:42 saluran dan kami terus ee mendorong ee 37:47 dukungan dari Bapak dan Ibu yang 37:49 bergerak di bidang lembaga kemanusiaan 37:51 untuk bisa ee berpartisipasi di samping 37:54 juga di bidang-bidang yang lain. 37:58 Semoga Allah subhanahu wa taala selalu 38:00 memberikan keberkahan dan kekuatan bagi 38:02 kita semua dalam mendukung perjuangan 38:06 saudara-saudara kita di Palestina. 38:08 Kita berdoa bahwa dalam kes patu juga 38:11 kita perlu tekankan bahwa posisi 38:13 pemerintah Indonesia tidak akan pernah 38:15 berubah. Kita akan terus mendukung 38:19 perjuangan Palestina dan tidak akan 38:22 pernah membuka hubungan diplomatik dan 38:24 Israel sebelum palatkan kemerdekaannya. 38:27 Jadi ini yang harus kita sampaikan. 38:30 Oleh karena itu, kami mengharapkan 38:32 dukungan dari Bapak dan Ibu semua agar 38:36 ee kami juga diberikan ee apa ee 38:40 kekuatan dan juga ee doa ya dalam rangka 38:44 ee memperjuangkan aspirasi ini yang 38:47 semakin hari ternyata semakin tidak 38:50 mudah dan tentu saja semua paham 38:53 bagaimana dunia nasional sekarang ini. 38:56 Kita berharap kolaborasi dapat terus 38:58 berjalan dan kita bisa ee 39:14 hari ternyata semakin tidak mudah dan 39:17 tentu saja semua paham bagaimana dunia 39:20 sekarang ini. Kita berharap kolaborasi 39:23 ini dapat terus berjalan dan kita bisa 39:26 ee melanjutkan ee kerja sama ini ke 39:28 depan. Terima kasih ee Bapak dan Ibu ee 39:31 terima kasih atas waktu yang diberikan 39:34 dan mohon maaf kami tidak bisa nanti 39:37 mengikuti syarasin karena pada nanti 39:40 sekitar 1 jam lagi itu kedutan besar 39:42 Palesina juga akan mengadakan acara 39:45 acara yang sama di tempat lain sehingga 39:47 kami juga harus menghadiri itu. Terima 39:50 kasih dan kami selamat bersarasehan. 39:53 Mudah-mudahan hasilnya bisa dirasakan 39:56 dengan optimal oleh seluruh ee bangsa 39:59 Indonesia dan khususnya buat masyarakat 40:02 di Palestina. Terima kasih. 40:04 Wasalamualaikum warahmatullahi 40:05 wabarakatuh. 40:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:08 wabarakatuh. 40:10 [tepuk tangan] 40:11 Kepada Bapak Bagus kami harapkan untuk 40:13 tetap berada di tempat karena akan ada 40:15 penyerahan cenderamata oleh Imam 40:18 Yaksyaallah Mansur. Kepada Imam kami 40:21 persilakan. 41:08 Selanjutnya ada penyerahan penghargaan 41:11 untuk Menteri Luar Negeri Republik 41:14 Indonesia Ibu Retno Marsudi 41:18 atas peran dan juga komitmennya mewakili 41:21 bangsa Indonesia untuk mendukung 41:22 perjuangan bangsa Palestina dan juga 41:25 pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsa. 41:53 Iya. 42:24 2 42:26 satu 42:36 [tepuk tangan] 43:00 Sekali lagi kami ucapkan terima kasih 43:02 kepada Bapak Bagus karena telah 43:05 menyempatkan untuk hadir di acara 43:06 penutupan bulan Solidaritas Palestina 43:09 2022. 43:15 Hadirin yang kami muliakan, baik yang 43:18 hadir di aula Buya Hamka maupun pemirsa 43:21 Aljamaah TV dan juga Rasil TV yang juga 43:24 hadir melalui kanal YouTube. Kali ini ee 43:28 kita akan beranjak ke acara selanjutnya 43:30 yakni sarasehan dengan tema dari 43:34 Indonesia untuk Palestina, kolaborasi 43:37 kemanusiaan mendukung hak dan 43:39 kemerdekaan Palestina. 43:41 Acara ini akan dipandu oleh Angga 43:43 Aminuddin, SKOMI. Beliau adalah alumni 43:47 dari Sekolah Tinggi Agama Islam Alfattah 43:49 Bogor yang saat ini sedang menempuh 43:52 pendidikan pasca sarjana di Universitas 43:55 Muhammadiyah Jakarta. 43:57 Saat ini beliau juga masih menjabat 44:00 sebagai program manajer di Radio 44:02 Silaturahim Network serta masih menjadi 44:05 dosen tamu di Sekolah Tinggi Agama Islam 44:08 Alfattah Bogor, Sekolah Tinggi Agama 44:11 Islam Al-Qaidah Jakarta, UHAMK Jakarta 44:15 dan juga UIN Syarif Hidayatullah 44:16 Jakarta. Kepada moderator Angga Aminudin 44:20 dipersilakan. 44:49 P 45:00 Bismillahirrahmanirrahim. 45:02 Asalamualaikum warahmatullahi 45:03 wabarakatuh. 45:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:06 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin 45:09 wabihi nastain wa um dunya waddin wasatu 45:13 wasalamu ala sayyidina Muhammad waa 45:16 alihibihi ajma zidni ilma allahumf 45:20 bimaamani waimni mafzuqni ilman yang 45:24 kami hormati 45:28 imamul muslimin 45:30 yahsyaalloh Mansur MA. 45:32 Beliau adalah guru kami, pembina kami di 45:37 AKSO Working Group, pembina kami juga di 45:41 Radio Silaturahim, 45:43 pembina kami juga di beberapa tempat 45:47 yang kami terlibat baik itu di bidang 45:50 pendidikan, dakwah, maupun kemanusiaan. 45:53 Dan beliau berjuang bersama kami juga 45:56 bersama kalau kami menyebutnya itu ada 46:00 para bitonahnya yaitu para dewan imamah 46:04 dan alhamdulillah beliau sehat di pagi 46:06 hari ini bisa menghadiri 46:09 aula Buya Hamka untuk mengikuti selain 46:12 saresehan juga nanti ada launching buku 46:15 dan ini adalah penutup untuk kegiatan 46:18 bulan Solidaras Palestina 2022 46:22 dan juga yang kami hormati 46:25 Direktur Timur Tengah Kementerian Luar 46:27 Negeri Bapak Bagus Henruning, M.Si. 46:30 Terima kasih, Pak, tadi sudah memberikan 46:32 canon speaker untuk kita semua. 46:34 dan juga yang kami hormati 46:38 Bapak Prof. 46:40 Magn Suseno atau masyarakat juga 46:42 mengenal Romo Magnuseno. 46:45 Terima kasih banyak telah hadir di 46:47 tempat ini. 46:49 Bapak Romo, Romo, Prof. Romo Magnis 46:52 nanti akan memberikan 46:55 pandangan-pandangannya di saresean kali 46:56 ini bersama narasumber lainnya ada Dr. 47:00 Sarbini Abdul Murod dari Presidium Mersi 47:05 juga. 47:06 Nanti akan ada Bapak Dr. Abdul Muta Ali, 47:11 terima kasih sudah hadir. Dan juga ee 47:13 izinkan saya juga menyampaikan ee 47:15 penghormatan kami kepada yang nanti akan 47:18 juga hadir dalam sambutan-sambutan di 47:20 launching buku di sini ada Bapak A Surya 47:23 Syafaat juga ada Syarif Abu Samalah 47:28 mungkin nanti online via Zoom. Ada juga 47:30 Dr. Ahmed Abdul Malik juga ini akan 47:33 tergabung bersama kita melalui Zoom 47:35 meeting. Dan juga di sini telah hadir 47:37 juga direktur 47:39 dari media-media yang mendukung kegiatan 47:42 eh BSP ini yang selalu berjuang bersama 47:45 Jemah Muslimin bersama AKSO Working 47:47 Group ada Direktur Rasil Network Bapak 47:50 Far Thalib. Ada juga di sini pimpinan 47:54 Kantor Berita Islam Mina, Bapak Ismet 47:57 Rauf dan juga kepada seluruh hadirin 48:00 yang hadir di tempat ini, aktivis, 48:02 pejuang, dai, asatid. Semoga kita di 48:06 tempat ini akan memberikan kontribusi 48:07 nyata bukan hanya tampil di podium tapi 48:10 ada aksi nyata setelah ini melanjutkan 48:13 mem-follow up aksi-aksi nyata yang sudah 48:15 kita lakukan. 48:17 Ada beberapa kalimat yang tadinya ingin 48:20 saya sampaikan. Ternyata ketika saya 48:22 buka kantor berita Islam Mina, berita 48:25 terupdate untuk pemberitaan tentang 48:27 Palestina, ada satu berita yang mungkin 48:29 menarik untuk disampaikan karena sesuai 48:31 dengan kalimat-kalimat yang sudah saya 48:32 siapkan ketika Mina memberitakan 48:35 judulnya itu, Presiden Aljazair 48:37 mengatakan solidaritas Palestina bukan 48:40 hanya di podium, tapi ada kalimat yang 48:44 sesuai sekali ingin saya sampaikan di 48:45 sini adalah ketika Presiden Aljazair ini 48:48 Abdel Majid Tebon mengat 48:51 bahwa yang dibutuhkan Red Palestina 48:53 adalah solidaritas internasional dalam 48:57 langkah-langkah praktis, serius, dan 48:59 tegas dari komunitas internasional, 49:02 terutama dari Dewan Keamanan dan Majelis 49:05 Umum PBB yang tidak juga jangan 49:07 dilupakan adalah dari 49:09 komunitas-komunitas kecil, 49:11 pejuang-pejuang, suara rakyat, suara 49:13 kemanusiaan yang sekarang ini kita 49:14 gaungkan. 49:16 Dan suara rakyat itu, suara komunitas 49:18 itu, suara umat itu akan disampaikan di 49:21 saresehan kali ini. Sebagai pembicara 49:23 saya persilakan pertama 49:26 kami mohon 49:30 Romo Prof. Dr. Fran Magnis Suseno. 49:35 [tepuk tangan] 49:43 Saya bawa tasnya. Oh, enggak bisa. 49:53 Beliau lahir di Jerman 49:56 1936 49:58 dan sejak 50:01 di tengah di tengah Prof. boleh di situ. 50:10 Dan beliau sejak 1961 tinggal di 50:13 Indonesia dan mendapat kewarganegaraan 50:15 Indonesia di tahun 1977. 50:18 belajar filsafat teologi dan teori 50:21 politik di Pula Yogyakarta dan juga 50:24 Munchen. Doktorat dalam filsafat 1973 50:28 dari Universitas Munchen dan sejak 69 50:30 dosen tetap dan sekarang guru besar 50:33 emeritus Sekolah Tinggi Filsafat 50:36 Driakara di Jakarta. Dan kami juga ingin 50:40 memanggil narasumber kita yang kedua 50:42 yaitu Dr. Sarbini Abdul Murad. 50:47 [tepuk tangan] 50:50 Beliau presidium Mercy yang lahir di 50:52 Aceh Utara 50:54 15 Desember 67 50:58 dan beliau pendidikan terakhir Fakultas 51:00 Kedokteran PUNS Syiah Kuala Nangro Aceh 51:03 Darussalam. Selain sebagai presidium 51:06 Mersi, beliau juga memiliki pengalaman 51:08 pimpinan pusat pemuda Muhammadiyah di 51:10 tahun '98 sampai 2006 dan sampai saat 51:14 ini menjadi aktivis kemanusiaan bersama 51:17 Medical Emergency Rescue Committee. Dan 51:20 narasumber yang ketiga kami mohon untuk 51:24 tampil bersama kami di podium, Bapak Dr. 51:27 Abdul Muta Ali. 51:32 [tepuk tangan] 51:34 Kami memanggilnya Ustaz Mutaali. 51:37 Ustaz Mutali lahir di Bakanmaja. 51:41 Sebelah sana 51:43 Bakan Maja itu di Cikampek 27 Mei 1980 51:48 dari pasangan K. H. Ahmad Dimyati 51:51 almarhum dan Hajah Nunung Aslamiah 51:55 meraih gelar doktor PhD dalam bidang 51:57 linguistik dari University of the Holy 52:00 Quran and Islamic Science Khartom Sudan 52:03 pada 2007. 52:08 Para pembicara yang kami hormati dan 52:09 juga hadirin sekalian. Sebelum kita 52:11 mulai, 52:13 mohon izin sejenak kita 52:16 lafazkan ummul Quran, yaitu Quran surah 52:20 Al-Fatihah untuk saudara-saudara kita 52:23 yang tertimpa bencana gempa di Cianjur 52:26 yang hingga saat ini masih sangat 52:29 memerlukan bantuan dari kita semua. 52:31 Alfatihah. 53:06 Terima kasih 53:08 Ibu-ibu, Bapak yang saya hormati. 53:12 Sama saya merasa dihormati, diundang 53:16 bicara di sini. 53:19 Saya merasa 53:21 Palestina 53:23 adalah suatu 53:26 tantangan bagi kita yang amat perlu kita 53:30 dorong terus. 53:32 supaya mereka dapat kemerdekaan. 53:36 Sejak 7 75 tahun rakyat Palestina 53:42 merindukan kemerdekaannya 53:46 dan sudah sangat waktu agar rakyat 53:48 Palestina akhirnya dapat memperoleh 53:51 kemerdekaannya. 53:53 Saya mengucapkan terima kasih bahwa saya 53:55 diundang bicara di sini. 53:59 Ibu-ibu, Bapak-bapak, 54:02 tidak perlu saya uraikan betapa kompleks 54:06 masalah kemerdekaan Palestina. 54:10 Sudah 75 tahun rakyat Palestina belum 54:13 merdeka. 54:15 Masalah kemerdekaan Palestina merupakan 54:18 salah satu luka paling dalam perjuangan 54:21 umat manusia untuk mencapai kehidupan 54:25 bersama yang berdamai, bermartabat, dan 54:29 sejahtera. 54:31 Perkenankan saya mengajukan beberapa 54:34 pertimbangan. 54:36 Perkenankan saya mengajukan 54:39 pikiran dulu tentang Israel. 54:43 Karena tidak mungkin bicara Palestina 54:45 tanpa bicara Israel yang sampai sekarang 54:48 tidak memberikan kemerdekaan 54:51 kepada bangsa Palestina. 54:55 Kalau kemerdekaan Palestina mau 54:57 diperjuangkan, 54:58 kita harus realistik. 55:03 Tak ada manfaat mimpti. 55:06 Realisi per Palestina hanya mungkin 55:09 mendapat kemerdekaan 55:11 apabila eksistensi Israel tidak 55:14 dipersuaikan. 55:16 Begitu. 55:16 Tak mungkin membicarakan merdeka 55:19 kemerdekaan Palestina dan sekaligus 55:22 menolak eksistensi Israel. 55:26 Meskipun Israel mencapi kenegaraan 55:29 melalui perjuangan bersenjata, 55:31 akan tetapi dengan pengakuan Israel 55:34 perserikatan bangsa pada tanggal 11 Mei 55:39 1949, 55:42 negara Israel adalah negara yang diakui 55:45 secara internasional. 55:47 Bukan hanya Israel, melainkan banyak 55:49 negara dengan batas-batas mereka yang 55:53 sebagian berasal dari zaman kolonial, 55:56 lahir dari konflik persenjata. 56:02 Pada Israel masih harus ditambah bahwa 56:04 negara itu menjadi tempat penarian. 56:07 Manusia-manusia yang menjadi korban 56:09 antisemitisme yang ganas. Di mana 56:13 puncaknya yang mengerikan adalah short. 56:16 Pembinaan sistematik dan kejan 6 juta 56:20 orang Yahudi oleh Jerman di bawah 56:23 Hitler. 56:29 Akan tetapi 56:31 Israel yang diakui secara internasional 56:34 adalah Israel dalam batas-batas 56:37 tahun 1949. 56:42 Dengan demikian saya ke masalah pokok 56:45 pembicaraan kita ini Palestina. 56:49 Palestina 56:50 itu pertama wilayah di antara batas 56:54 timur Israel. 56:57 Israel dalam batas tahun 57:00 di barat dan sungai Lord di Timur ya 57:04 tepi barat yang 1949 57:09 dikuasai oleh kerajaan Yordania. 57:13 Kedua, Gaza. 57:15 Wilayah antara Israel dan daerah Sinai 57:20 Mesir yang 1949 57:25 dikuasai Mesir. 57:28 Dua daerah Palestina itu dibunuki oleh 57:31 Israel dalam perang 6 tahun 6 hari tahun 57:37 1967. 57:39 Dan sejak itu, jadi sejak 55 tahun 57:44 sampai sekarang merupakan wilayah yang 57:46 diduduki Israel. 57:49 Segala usaha rakyat Palestina di TPI 57:52 Barat maupun di Gaza untuk menjadi 57:55 merdeka ditindas dengan kekerasan oleh 57:59 Israel. Di mana jumlah orang Palestina 58:03 yang mati 58:05 cukup besar. 58:09 yang disebut masalah Palestina adalah 58:12 kenyataan bahwa Israel sampai sekarang 58:14 menolak meli hak rakyat Palestina atas 58:18 kemerdekaan. 58:20 Malah sebaliknya, sejak permulaan 58:23 tahun-an 58:25 abad lalu, Israel secara kontinu 58:29 mendukung pendirian pemukiman-pemukiman 58:33 orang Israel di daerah Tepit Barat. 58:37 Sekarang sudah lebih dari seteng juta 58:39 orang Israel hidup di wilayah Palestina 58:42 dalam pemukiman-pemukiman 58:44 itu. 58:46 Di mana tempatnya sering dengan paksa 58:49 diambil alih dari pemilik yang 58:51 syah-orang Palestina 58:55 di mana juga Amerika Serikat sekutu 58:59 Israel turut bertanggung jawab. 59:03 Seharusnya Amerika justru karena dia 59:05 sekutu dan pendukung Israel melarang 59:08 Israel membangun pemukiman-pemukiman 59:11 itu. Akan tetapi Amerika diam berarti 59:16 mendukungnya. 59:19 Berikut ini saya tidak masuk ke dalam 59:22 pertanyaan bagaimana hal pemukiman itu 59:25 dapat dipecahkan. 59:27 Hak bangsa Palestina atas kemerdekaan 59:31 tidak tergantung dari pemecahan masalah 59:34 itu. 59:36 Secara sederhana, 59:38 rakyat Palestina berhak atas kemerdekaan 59:42 titik, 59:43 berhak atas kenegaraannya sendiri, 59:47 kenegaraan yang sama sekali lepas bebas 59:51 dari negara Israel. 59:54 Maka di sini pernah ditegaskan hak 59:57 bangsa Palestina atas kemerdekaan dari 1:00:00 Israel dan tidak boleh dikorbankan 1:00:04 demi segala macam pertimbangan politik. 1:00:08 Orang-orang Palestina baik dari Tut 1:00:11 Barat maupun di Gaza berhak untuk 1:00:15 merdeka. Segenap pemecahan masalah 1:00:20 Israel atau masalah Palestina harus 1:00:24 memuat pengakuan terhadap serta pedutan 1:00:28 Palestina dan merdeka. 1:00:31 Dalam ini saya menyampaikan bahwa solusi 1:00:34 satu negara dan state solusi tidak 1:00:38 mungkin terbukit. Satu negara maksudnya 1:00:41 negara Israel tapi barat Gaza membentuk 1:00:45 satu negara yang demokratis dengan 1:00:47 perwakilan rakyat dan pemerintah dipilih 1:00:50 menurut sistem W 1:00:53 dan 1:00:55 seluruh sesatu negara ini 1:01:02 mungkin karena akan berat orang Israel 1:01:05 akan beratur dalam minoritas mereka tak 1:01:08 pernah akan terima 1:01:10 Maka saya ulangi 1:01:13 tak ada solusi masalah Palestina kecuali 1:01:17 dengan Palestina. Jadi tepi barat Gaza 1:01:21 diberi kemerdekaan 1:01:26 Yerusalim. 1:01:29 Mengikuti yang sudah lama diusulkan oleh 1:01:31 Vatikan, saya mengajukan pendapat bahwa 1:01:34 alangkah baiknya kalau Yerusalem 1:01:37 diinalisasikan 1:01:39 misalnya di bawah PBP 1:01:42 bukan urusan saya membuat. 1:01:46 Ada alasan kuat Yerusalem adalah kota 1:01:49 suci tiga agama. 1:01:51 Lalu Yerusalem bagaimana? Agama Kristian 1:01:54 mengikuti yang sudah lama diusulkan oleh 1:01:56 Vatikan, 1:01:58 saya mengajukan pendapat bahwa alangkah 1:02:01 baiknya kalau Yerusalem 1:02:03 diinternalisasikan 1:02:05 misalnya di bawah PPP. 1:02:08 Bukan urusan saya membuat usul. Namun 1:02:12 ada alasan kuat. Yerusalem adalah kota 1:02:15 suci tiga agama. Agama Yahudi, agama 1:02:18 Kristiani, dan agama Islam. Sampai 1:02:21 sekarang penganut tiga agama itu 1:02:23 berziarah ke Yerusalem dan berdoa di 1:02:27 situ di berbagai tempat yang suci. 1:02:31 Ibu-ibu, Bapak-bapak, teman-teman yang 1:02:33 saya hormati. Pada pagi ini kita bertemu 1:02:37 untuk memberi dukungan pada rekonsiliasi 1:02:40 nasional Palestina. 1:02:43 Rekonsiliasi Palestina perlu meliputi 1:02:46 baik Palestina maupun Israel serta 1:02:49 wilayah yang lebih luas di sekitarnya 1:02:53 merindukan damai. Rekonsiliasi itu tidak 1:02:57 mungkin kecuali rakyat Palestina diakui 1:03:00 kemerdekaannya. 1:03:02 Tak ada resolusi konflik dan damai di 1:03:05 Timur Tengah kalau kemerdekaan Palestina 1:03:09 tidak diakui dan dibikin nyata. Terima 1:03:12 kasih. 1:03:15 [tepuk tangan] 1:03:19 Baik, terima kasih Profesor. Sebelum 1:03:22 saya ke pembicara lainnya, izinkan satu 1:03:25 pertanyaan Profesor. 1:03:28 Tadi yang saya garis bawahi adalah ee 1:03:32 perlu ditegaskan, 1:03:34 sangat-sangat perlu ditegaskan bahwa hak 1:03:37 kemerdekaan Palestina tidak ada solusi 1:03:39 Palestina kecuali dengan Palestina gitu 1:03:41 ya. Dan tadi profesor juga 1:03:46 memberikan komentarnya mengenai 1:03:48 bagaimana dengan Yerusalem ketika 1:03:49 Vatikan mengatakan harus 1:03:52 diinterasionalisasikan. 1:03:54 Di situ ada tiga besar agama. 1:03:58 Siapa yang bertanggung jawab paling 1:03:59 besar menurut Profesor masalah Yerusalem 1:04:02 dan Palestina? 1:04:07 Itu pertanyaan yang bagus. 1:04:10 jawabannya 1:04:12 susah. 1:04:14 Eh [tepuk tangan] 1:04:18 mengenai Palestina 1:04:21 tentu yang tadi sudah dikatakan di sini 1:04:24 yang di dari kita dituntut adalah 1:04:28 solidaritas. 1:04:31 Bagaimana itu dalam kenyataan 1:04:34 ini tentu harus di ee 1:04:39 pecahkan baik oleh negara-negara Timur 1:04:43 Tengah. 1:04:44 Israel tentu saja 1:04:47 kalau Israel tidak berubah sikapnya 1:04:50 seperti sekarang, belum kelihatan 1:04:52 perubahan, itu situasi yang hopeless dan 1:04:55 akan menjadi semakin susah. 1:04:58 Dan tentu Amerika Serikat 1:05:01 karena Amerika Serikat bertanggung jawab 1:05:04 amat banyak. Ee masalah inti adalah 1:05:08 pemukiman-pemukiman 1:05:11 ya 1:05:13 sangat susah dipecahkan ya. Mungkin 1:05:15 orang kalau mereka mau hidup di 1:05:17 Palestina silakan saja. 1:05:20 Kalau tidak ya harus pindah. Kalau 1:05:23 pindah mereka akan melawan. Ya sudah. 1:05:27 Jangan tanya lebih sama saya. Saya tidak 1:05:30 tahu pemecaannya. Kalau Yerusalem itu 1:05:33 tentu harus ada kesepakatan antara 1:05:36 semua. Ee Vatikan tidak mengatakan harus 1:05:39 diinterasionalisasikan, 1:05:42 melainkan merasa alangkah baiknya kalau 1:05:45 Yerusalem diberi suatu status 1:05:49 internasional di bawah PPP. 1:05:52 Itu sekali lagi tergantung dari 1:05:55 kesadaran. 1:05:57 Bagi kita saya kira penting ee 1:06:01 kadang-kadang ada kesan sekarang bahwa 1:06:04 masalah Palestina 1:06:07 juga di Timur Tengah dianggap mengganggu 1:06:10 karena sebetulnya ada koalisi-koalisi 1:06:14 lain itu banyak lip service 1:06:18 terhadap 1:06:19 Palestina. 1:06:21 Ee 1:06:23 saya 1:06:25 berpendapat kiranya Anda juga rakyat 1:06:29 Palestina 1:06:31 berhak atas kemerdekaannya. 1:06:35 Titik. Itu yang saya [tepuk tangan] 1:06:38 tapi pemecahannya tidak. 1:06:41 Terima kasih Profesor. 1:06:43 Hadirin, kita akan ke narasumber kedua. 1:06:46 Pembicara kedua di saresean kali ini 1:06:47 kami persilakan dr. Sarbini Abdul Murad. 1:06:51 Kalau di topik sih dokter akan 1:06:53 menyampaikan membela Palestina itu 1:06:55 membela kemanusiaan. 1:06:56 I terima silakan. 1:06:58 Terima kasih, Mas Angga. Asalamualaikum 1:06:59 warahmatullahi wabarakatuh. 1:07:01 Waalaikumsambilin 1:07:04 wasalatu wasalamu ala asrofil iyaai wal 1:07:06 mursalin wa ala alihi was ajmain. Amma 1:07:09 ba'du. 1:07:11 Profesor yang saya hormati, moderator 1:07:13 Dr. MAWAL serta para peserta sekalian. 1:07:17 Pada kesempatan ini saya mencoba untuk 1:07:20 memberikan beberapa hal tentang 1:07:22 pandangan kami tentang kemanusiaan yang 1:07:24 memang sangat kompleks yang terjadi 1:07:26 Palestina pada hari ini. Sangat 1:07:28 kompleks. Jadi Mersi sebagai sebuah 1:07:32 organisasi kemanusiaan 1:07:34 kita mencoba menggai satu segmen yang 1:07:37 relevan, satu segmen yang punya makna 1:07:41 yang besar yaitu pada sisi kemanusiaan. 1:07:45 Jadi kita expert di situ. Kita kita 1:07:47 punya tenaga yang memang ee punya skill 1:07:51 di sana. Kita mencoba untuk menggagemen 1:07:54 itu. Karena apa? Karena memang 1:07:58 saking kompleksnya persoalan di 1:08:00 Palestina, kita mengharapkan kepada 1:08:02 semua NGO, supmas, 1:08:05 pada semua kita untuk bisa berperan pada 1:08:07 bidangnya masing-masing, pada keahlian 1:08:09 masing-masing, pada profesinya 1:08:11 masing-masing, pada pandangan politiknya 1:08:14 masing-masing. Nah, oleh sebab itu MSI 1:08:17 mencoba untuk mengambil bidang 1:08:18 kemanusiaan yang pada awalnya kami 1:08:20 berpikir bahwa ini satu langkah yang 1:08:22 impossible nih, Pak Mi. Awal impossible. 1:08:25 Bagaimana kita bisa melakukan aksi yang 1:08:27 nyata di Palestina 1:08:29 pada kita jauh nun jauh di sana. Tapi 1:08:33 aksi ini yang aksi dan kegiatan ini 1:08:35 harus menjadi prasasti abadi bagi 1:08:38 hubungan kedua bangsa, kedua anak e 1:08:40 kedua masyarakat antara Indonesia dengan 1:08:42 Palestina. Dan oleh sebab itu kami juga 1:08:46 dibantu oleh teman-teman yang yang 1:08:48 berkecimpung di bidang engineering. Di 1:08:51 sini ada Insur Farid Thalib. Beliau 1:08:54 punya peran besar dalam melakukan 1:08:57 aksi-aksi kemanusiaan yang melakukan 1:08:59 aksi-aksi yang menuh 1:09:01 di Gaza terutama. 1:09:04 Dan peserta sekalian, 1:09:06 kita melihat bahwa ada aspek-aspek yang 1:09:08 harus kita lakukan hal yang lebih 1:09:10 maksimal. Bagi Mercy, Palestina adalah 1:09:14 satu program yang abadi, program yang 1:09:17 permanen yang harus kita melakukan 1:09:19 secara berkepanjangan, secara berkonton. 1:09:23 Nah, oleh sebab itu kita mencoba untuk 1:09:25 bisa bersinergi dengan semua 1:09:26 stakeholder, dengan teman-teman dari 1:09:28 Alfatah, di AWG. Italah bentuk daripada 1:09:31 komitmen kita bahwa untuk membantu 1:09:33 Palestina, untuk membebaskan Palestina, 1:09:35 enggak bisa kita ego, enggak bisa enggak 1:09:38 bisa kita bekerja secara segmental. Ini 1:09:40 harus melibatkan semua kita termasuk 1:09:44 kelompok-kelompok agama. Saya bersama 1:09:47 teman-teman sudah bertemu sama Profesor 1:09:49 Maqdis Suseno dan berdiskusi banyak 1:09:51 dengan beliau di kantor beliau di STF 1:09:54 Triyakara. Kita diskusi tentang 1:09:55 Palestina. Artinya apa? Artinya kita 1:09:57 jadikan bahwa prosestina ini bukan hanya 1:10:00 masalah umat Islam, tapi umat 1:10:01 kemanusiaan. Jadi semua kita ini punya 1:10:03 tanggung jawab bersama. 1:10:06 Nah, oleh sebab itu kerja-kerja bareng 1:10:08 ini, kerja-kerja panjang ini harus punya 1:10:10 nafas yang panjang, harus punya ee 1:10:14 komitmen yang tinggi dari kita semuanya. 1:10:17 Jadi, oleh sebab itu kami membagi tiga 1:10:19 tahapan di dalam membela Palestina. Tadi 1:10:22 saya diskusi sama Pak Profawali kapan 1:10:24 punya waktu. Kita akan diskusi 1:10:25 masalah-masalah politik tentang 1:10:27 Palestina. Yang pertama adalah aksi-aksi 1:10:29 kemanusiaan yang kita lakukan di 1:10:31 Palestina. Dan kita sepakat bahwa semua 1:10:34 ini adalah tanggung jawab kita bersama. 1:10:37 Mersi, AWG, kemudian ada Sahabat Aqso, 1:10:41 BSMI dan lain sebagainya. Kita melakukan 1:10:43 aksi-aksi kemanusiaan di Palestina. 1:10:47 Apa yang terjadi? 1:10:49 Semua merespon merespek dengan baik 1:10:51 aksi-aksi ini. Semua sepakat, 1:10:55 semua senang. 1:10:59 Oke, itu satu tahap. 1:11:03 Tapi bagi kita, bagi kami, kita tidak 1:11:06 berhenti di situ. 1:11:08 Kita harus melakukan aksi-aksi yang lain 1:11:10 dan itu lebih serius 1:11:14 dan ini perlu kekuatan yang besar. Salah 1:11:17 satu adalah aksi-aksi politik 1:11:18 kemanusiaan yang harus kita lakukan. 1:11:21 Bagaimana kita menjalin koalisi, 1:11:23 bagaimana kita harus melakukan tur? 1:11:26 Bagaimana kita harus mengkomunikasikan 1:11:27 dengan semua pihak. Kita minta kepada 1:11:30 pemerintah untuk membatalkan visa atau 1:11:33 tidak mengizinkan Israel untuk masuk ke 1:11:34 Indonesia pada U-20 tahun 2023. 1:11:40 Kami pikir bahwa Mercy tidak hanya 1:11:41 berhenti pada bidang kemanusiaan, 1:11:44 tapi kita juga meramah bidang-bidang 1:11:45 yang memang itu masih relevan dalam 1:11:47 membela Palestina. 1:11:51 Dan oleh sebab itu 1:11:54 kita perlu ada rasa kebersamaan 1:11:58 dalam apatisme 1:12:00 masyarakat kita. Kemudian dengan 1:12:01 kesibukan kita, dengan problem-problem 1:12:03 yang kita hadapi pada hari ini, 1:12:06 maka persoalan-persoalan yang bersifat 1:12:09 politik kemanusiaan, kita juga harus 1:12:12 berani mengatakan bahwa kita harus 1:12:15 belajar lebih tegas dalam menghadapi 1:12:17 Israel. 1:12:20 Nah, maka sebab sebab itu walaupun lampu 1:12:23 hijau, lampu hijau sudah ada yang 1:12:25 diberikan oleh pemerintah kepada tim 1:12:28 Israel ada lampu-lampu hijau. Tapi kami 1:12:32 meyakini bahwa 1:12:35 tugas kita bersama untuk menyatakan 1:12:37 bahwa 1:12:39 memberi izin kepada tim Israel itu masuk 1:12:41 ke Indonesia ke Indonesia ini adah satu 1:12:44 pekerjaan yang ilegal, yang keliru dan 1:12:47 kita harus berani taruh tegak untuk 1:12:49 mengatakan bahwa Israel timas Israel 1:12:53 harus kita batalkan. 1:12:56 Takbir. 1:12:57 Allahu Akbar. 1:13:00 Dan pada forum yang berbahagia ini, 1:13:02 mungkin si ada Romo bisa menangkap bahwa 1:13:06 kita komit untuk menyuarakan itu. 1:13:09 Walaupun kita berteriak di padang pasir, 1:13:11 tapi kita harus berteriak, harus berani 1:13:14 berani mengatakan 1:13:17 dan selanjutnya 1:13:19 ada politik resistensi, politik 1:13:21 perlawanan yang harus kita lakukan pada 1:13:22 Israel. 1:13:26 Saya tadi bicara sama dr. Wali, saya 1:13:29 minta waktu pada beliau kita harus 1:13:30 menyaring semua informasi 1:13:33 bahwa hubungan-hubungan gelap antara 1:13:36 Indonesia dengan Israel itu masih 1:13:37 berlangsung. 1:13:40 Masih berlangsung dan itu terus terjadi. 1:13:43 Pada satu sisi Kementerian Luar Negeri 1:13:46 tegas mengatakan bahwa Indonesia tidak 1:13:47 akan membuka hubungan diplomatik dengan 1:13:49 Israel. Tidak ada hubungan-hubungan 1:13:51 resmi dengan Israel. 1:13:53 Tapi di balik itu, di balik itu semua 1:13:57 hubungan-hubungan ilegal terus 1:13:58 dilakukan, terus berlangsung baik ormas 1:14:03 maupun pemerintah. 1:14:06 Dan kami melihat bahwa inilah ambia 1:14:09 ambivalensi yang dilakukan oleh oleh 1:14:11 pemerintah 1:14:16 yang nama perdagangan senjata itu masih 1:14:18 ada. 1:14:22 Pada suatu ketika panglima 1:14:25 Pak Jenderal Andika Pergasa berkunjung 1:14:27 ke Marskas Kopasgat, 1:14:31 Komando Pasukan Gerak Cepat 1:14:34 dan beliau meninjau drone orbiter 2. 1:14:39 Dan 1:14:41 kata salah satu 1:14:43 ee anggota kepasan, "Pak panglima, ini 1:14:46 drong kita beli di Israel. 1:14:51 Israel. Artinya apa? Artinya 1:14:52 hubungan-hubungannya masih ada. 1:14:55 Dan kami ketika bicara di DPR kami 1:14:58 katakan bahwa DPR bukan hanya berbicara 1:15:00 di forum-forum internasional yang 1:15:02 membela Palestina, 1:15:04 tetapi juga harus membuka 1:15:05 informasi-informasi dan harus juga untuk 1:15:07 melakukan penekanan pressure kepada 1:15:10 institusi-institusi negara, 1:15:12 institusi-institusi pemerintah yang 1:15:14 masih berhubungan baik bisnis dan lain 1:15:17 sebagainya. 1:15:19 dan DPR harus berani untuk melakukan 1:15:21 itu. 1:15:23 Ada perdagangan-perdagangan perdagangan 1:15:24 yang yang terus berlangsung dan dan ini 1:15:27 harus dikontrol. 1:15:30 Nah, oleh sebab itu tadi mengatakan 1:15:33 bahwa solusi solusi kemerdekaan 1:15:36 Palestina ini adalah harga mati yang 1:15:37 harus kita perjuangkan secara bersama. 1:15:40 Jadi walaupun ada yang yang agak ragu 1:15:43 bahwa apakah 1:15:45 apakah ini benar-benar solusi yang 1:15:47 tepat? 1:15:48 Saya pernah diskusi dengan seorang ee 1:15:50 pendiri sebuah kartu berita. Beliau 1:15:53 mengatakan bahwa 1:15:56 sama-sama gini, Dok. Saya berani katakan 1:15:58 bahwa yang nama solusi dua negara adalah 1:16:00 solusi otopis. Enggak mungkin gimana 1:16:04 yang solusi dua negara. Di sana ada 1:16:06 garis keras, di sini ada garis keras. 1:16:08 Dan sampai hari ini belum ada yang 1:16:10 namanya pergerakan untuk solusi dua 1:16:12 negara. 1:16:14 Maka saya katakan bahwa ini yang paling 1:16:16 mungkin bisa dilakukan dibandingkan 1:16:18 dengan yang lain yang lain. Walaupun ini 1:16:20 adalah hal yang utopis dan itu belum 1:16:22 bergerak tapi ini yang paling mungkin 1:16:24 secara politik bisa dilakukan. 1:16:27 Nah, oleh sebab itu makasih Pak Bagus. 1:16:31 Nah, ini yang yang bisa kami sampaikan 1:16:33 bahwa ee kita juga minta kepada 1:16:36 Kementerian Luar Negeri untuk bisa 1:16:38 berkomunikasi dengan baik dengan pihak 1:16:40 pemerintah Mesir. Tadi teman saya Ikhwan 1:16:43 mengatakan pada saya, "Dok, kapan kita 1:16:44 berangkat ke Gaza lagi, Dok?" Ini 1:16:46 pertanyaan sangat sulit saya jawab. 1:16:50 Ple-p saya katakan, "Tenang, ya. Ini 1:16:52 visa lagi kita urus. Visa kita urus." 1:16:55 Mungkin di hatiwa katang eh 3 bulan yang 1:16:57 lalu bisa masih diurus-urus kayaknya 1:16:59 enggak selesai ini ya. Jadi kita kita 1:17:02 minta kita minta kepada pemerintah untuk 1:17:03 bisa berkomunikasi dengan Mesir secara 1:17:05 baik. Karena apapun ceritanya, apapun 1:17:08 ceritanya kalau kita masuk ke Gaza dan 1:17:11 Mesir tidak memberikan lampu hijau, ini 1:17:13 impossible kita bisa masuk Gaza dan kita 1:17:16 tidak punya kemampuan, tidak punya akses 1:17:18 untuk bisa meyakinkan Mesir agar kita 1:17:21 bisa bekerja di Gaza secara secara 1:17:23 maksimal, secara permanen di sana. Oleh 1:17:25 sebab itu, ini adalah kewenangan 1:17:28 otoritas Kementerian Luar Negeri untuk 1:17:30 bisa mengkomunikasi dengan pemerintah 1:17:33 Mesir dan harus bisa meyakinkan 1:17:35 pemerintah Mesir bahwa NGO Indonesia 1:17:37 agar diberi kesempatan untuk bisa masuk 1:17:39 ke ke Palestina. 1:17:42 Karena memang kita sudah menunjukkan 1:17:43 satu pekerja yang monumental dan 1:17:46 sepertiakan oleh Mas Ansarullah tadi itu 1:17:48 bahwa kita tidak memihak kepada 1:17:50 faksi-faksi yang lagi bermain di di 1:17:53 Palestina. Kita adah membela Palestina, 1:17:55 membela kemanusiaan. Ini adalah 1:17:57 pembelaan kita secara utuh. Saya pikir 1:17:59 itu, Mas moderator. Bisa kami sampaikan 1:18:03 mudah-mudahan ini bisa bermanfaat. 1:18:05 Asalamualaikum warahmatullahi 1:18:07 wabarakatuh. 1:18:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:18:10 wabarakatuh. 1:18:11 [tepuk tangan] 1:18:13 Baik, Dr. Sarbini panggilan beliau 1:18:16 adalah Dr. Band. 1:18:19 Teman-temannya memanggil dokter Ben ya, 1:18:20 Dok. Ya, saya boleh manggil itu? Boleh 1:18:23 [tertawa] 1:18:24 yang garis saya garis bawahi di sini, 1:18:26 Dr. Ben tadi mengatakan untuk 1:18:29 membebaskan Palestina tidak bisa sendiri 1:18:32 harus melibatkan semua pihak harus punya 1:18:35 nafas panjang dan komitmen yang kuat. 1:18:38 Permasalahan yang kami hadapi karena 1:18:41 kita sama-sama juga bergerak dalam 1:18:43 pembebasan Palestina adalah nafas 1:18:46 panjang itu ngos-ngosan, Dok. Bahkan ada 1:18:50 yang habis di tengah jalan gitu ya. 1:18:53 habis setengah jalan ketika banyak 1:18:55 memang permasalahannya. Lalu juga 1:18:57 berbagai pihak ini enggak bisa semua 1:18:59 pihak ternyata ada pihak-pihak yang 1:19:02 tujuannya berbeda gitu ya. Bagaimana 1:19:05 menyatukan itu semua? Solusinya 1:19:07 kira-kira apa, Dok? Menghadapi 1:19:08 permasalahan-permasalahan di tengah 1:19:10 jalan. 1:19:13 Ee yang penting kita jangan pernah 1:19:15 berputus asa nih Masangga atau tugas 1:19:18 kita adalah berjuang. tuas kita adalah 1:19:20 menyeru dan persoal hasil itu urusan 1:19:23 yang lain. Jadi di sini perlu adalah 1:19:25 kebersamaan kita perlu kita ketemu 1:19:28 banyak orang untuk saling menyemang 1:19:30 hati. Saya ketemu sama Prof. Romo, 1:19:32 beliau menyemangati kami yang muda-muda 1:19:35 bahwa Vatikan sebagai seoritas Katolik 1:19:37 juga mendukung perjuangan Palestina. 1:19:39 Kami juga ketemu sama Kardinal, Kardinal 1:19:42 Soharjo juga mendiskusi masalah ini. 1:19:44 Kita ketemu sama orang untuk saling 1:19:45 menguatkan ini. Jadi, jadi memang untuk 1:19:48 perjuangan ini perlu panjang dan memang 1:19:50 jangan pernah mengharapkan untuk jaga 1:19:52 pendek. Kita ada hasil. Jadi, jangan 1:19:54 pernah jangan pernah berpikir bahwa ah 1:19:56 ini gagal. Ah, teman-teman pada malas. 1:19:58 Ah, teman-teman enggak mau respon. Tapi 1:20:00 tugas kita adalah bagaimana mengeluarkan 1:20:01 komitmen kita untuk bersama-sama adalah 1:20:03 untuk ee membebaskan Palestina. Inilah 1:20:06 komitmen kita bersama. Jadi konstitusi 1:20:08 kita juga menyerukan seperti itu. Saya 1:20:11 pikir itu Mas Angga. 1:20:12 Jadi bergerak terus ya. 1:20:13 Bergerak terus. 1:20:13 Jangan putus asa. 1:20:14 Dia mati. 1:20:16 Dia mati. 1:20:17 Baik. Luar biasa statement untuk para 1:20:20 pejuang gitu ya. Tadi Dr. Band juga 1:20:21 menyinggung tentang timnas Israel sepak 1:20:24 bola. Ini sekarang kan lagi berlangsung 1:20:28 Piala Dunia di Qatar. Kita akan bicara 1:20:31 ee bagaimana isu-isu Palestina ternyata 1:20:33 di Piala Dunia juga mengemuka gitu ya. 1:20:36 Kalau di sini ada yang nonton Piala 1:20:37 Dunia dari mulai unsur pemain, timnas 1:20:41 ataupun otoritas Qatar sendiri itu suara 1:20:45 Palestina menggaung di Qatar saat ini di 1:20:48 World Cup 2022 itu gitu ya. Nah, kita 1:20:51 akan dapat sedikit cerita mengenai Qatar 1:20:53 juga nanti dari narasumber ketiga kita 1:20:55 yaitu Dr. Abdul Mutali yang akan 1:20:58 menyoroti bagaimana politik pecah 1:21:00 belahnya Israel gitu ya terhadap 1:21:02 Palestina. 1:21:04 Kami persilakan. 1:21:06 Pak Ustaz. 1:21:06 Baik, terima kasih Mas Angga. Kang 1:21:09 Angga. Asalamualaikum warahmatullahi 1:21:11 wabarakatuh. Waalaikumsalam. 1:21:14 Yang saya hormati Imam Yaksyaallah 1:21:16 Mansur, guru saya, Romo Prof. Mani 1:21:20 Suseno. Waktu saya di pasar sarjana Ilmu 1:21:23 Politik UI, Prof. Saya mahasiswa Prof. 1:21:25 Magnis saya dapat mata kuliah etika 1:21:28 politik. [tertawa] 1:21:30 Jadi di sini kumpul 1:21:32 apa? murid satu apa? Satu meja dengan 1:21:36 gurunya begitu ya. Dan ee Dr. Sarbini. 1:21:40 Ibu Bapak yang dimuliakan Allah, 1:21:44 pertama saya ingin menyatakan bahwa 1:21:46 pemerintah itu sangat berjasa dengan 1:21:49 lembaga-lembaga filantropi civic 1:21:51 organization 1:21:52 seperti AWG, Pak. Timur Tengah itu 1:21:56 kenapa sampai hari ini Arab Spring 1:21:59 enggak jelas muaranya ke mana? 1:22:02 Karena Timur Tengah state-nya melarang 1:22:04 bagaimana civic organization bisa tumbuh 1:22:07 dan berdiri. Ketika mereka hancur 1:22:10 berantakan itu enggak ada lembaga yang 1:22:12 bisa mengakomodasi masyarakat. 1:22:16 Nah, kita dihajar 98 Mei, Pak, ya, oleh 1:22:20 Gresmon yang luar biasa. 1:22:22 Tapi ormas kita ya, Civic Organization 1:22:26 tumbuh 1:22:28 sehingga negara enggak hancur. Begitu. 1:22:31 Jadi lembaga-lembaga seperti AWG dan 1:22:33 yang lain yang membing Palestina itu 1:22:36 government harus berterima kasih. 1:22:39 Ya, ini yang pertama. Apalagi Palestina 1:22:42 ya, apalagi Palestina. Ada orang kaya 1:22:44 Muhammad Ali Tahir, Pak itu raja media 1:22:47 Palestina. Dia punya as-Yabab Asyura. 1:22:50 dia punya Alminhaj, punya Alam Alislami. 1:22:53 Itu duitnya 100% diwakafkan 1:22:56 untuk Indonesia. Ketika itu Pak Muhammad 1:22:58 Zain Hasan ya, ketua persiapan 1:23:01 kemerdekaan. Jadi kalau sekarang ada 1:23:03 Rasil terus menggaungkan apa itu 1:23:06 kemerdekaan Palestina, jadi cocok 1:23:07 seperti yang dilakukan oleh Palestina 1:23:09 sehingga Indonesia bisa merdeka gitu. 1:23:13 Nah, kemudian saya ingin bertanya kepada 1:23:15 kita semua ni konflik Palestina ini dia 1:23:18 diselesaikan atau dilestarikan 1:23:20 sebetulnya? 1:23:22 Ya, maka jawabannya dilestarikan, Pak. 1:23:26 Ya, tidak diselesaikan. 1:23:29 Kalaupun ada negara-negara yang membela 1:23:31 Palestina itu kebanyakan hanya untuk 1:23:33 kepentingan domestik. 1:23:37 Ya, 1:23:39 luar biasa. Kenapa? Karena memang Israel 1:23:42 dia ciamik juga diplomasinya. 1:23:45 Diplomasi yang dia bangun 1:23:47 partnership and existenal, Pak. 1:23:51 Walaupun tidak banyak negara yang punya 1:23:54 kantor diplomatik dengan Israel, tapi 1:23:58 education corporation, 1:24:01 Hre 1:24:04 dan lain sebagainya itu nyaris 1:24:07 sedikit negara yang tidak punya tidak 1:24:11 cooperation dengan Israel 1:24:14 ya. 1:24:16 Kenapa? Karena hari ini monster dunia 1:24:20 adalah Israel. 1:24:23 Hampir-hampir salah satu negara 1:24:26 dia secara geografis tidak masuk Middle 1:24:28 East, tetapi ada dua, ada satu 1:24:31 wilayahnya masuk Eropa 1:24:34 itu melakukan kunjungan juga, Pak, ke 1:24:37 Israel. Kenapa? Karena petinggi 1:24:39 partainya sudah keluar dari partai 1:24:42 tersebut bikin partai baru, 1:24:45 ya. 1:24:46 Beliau mengatakan kalau Istanbul angkara 1:24:51 lepas dari partai beliau, maka lepas 1:24:53 Turki semuanya 1:24:55 kan begitu. 1:24:58 Sehingga 1:25:00 dia pun sama butuh. [tertawa] 1:25:03 Ini penyakit internal kita nih, Pak. 1:25:07 Sebutkan negara yang tidak ada 1:25:09 partnership 1:25:11 ya maksudnya yang non official. Nyari 1:25:14 susah. drone, 1:25:18 ekonomi, trading, Pak. Nyari semuanya 1:25:21 punya walaupun tidak directly dengan Tel 1:25:24 Afif. Bisa lewat Singapura, bisa lewat 1:25:27 Inggris, bisa lewat Amerika. Tadi bahasa 1:25:30 dokter band itu perjanjian-perjanjian 1:25:33 ilegal, kan begitu. 1:25:36 Artinya apa? Ini justru mempersulit 1:25:40 posisi kemerdekaan Palestina. 1:25:44 Mursi 1:25:46 menang dia jadi presiden Mesir. 1:25:49 Enggak lama, Pak. Ya, enggak lama. 1:25:51 Kenapa enggak lama? 2 minggu setelah dia 1:25:54 diangkat jadi presiden, dipanggil Ismail 1:25:56 Haniah, diundang Mahmud Abbas. Pak, 1:26:00 coba kalian damai, selesaikan. Karena 1:26:02 separuh dari kemerdekaan Palestina jika 1:26:04 dua Anda ini damai, 1:26:07 apa yang terjadi? Kantor PLO di 1:26:10 Washington enggak bisa diperpanjang. 1:26:12 Mursid dijatuhkan 1:26:15 sehingga mereka berpikir-pikir ulang. 1:26:18 Itu bahasa Kang Angga tadi napasnya 1:26:20 mesti kuat. Itu sebabnya mungkin AWG 1:26:23 namanya Aqsa working group. Jadi working 1:26:26 terus tuh enggak jelas sampai kapan tuh, 1:26:27 Pak. Working terus 1:26:30 [tertawa] 1:26:31 ya. Kan dia sampai merdeka begitu 1:26:36 dia working terus. 1:26:38 Kalau bahasa Imam Yaksya Mansur waudbaka 1:26:41 hatta atanal yaakini sudah 1:26:45 kan begitu. Padahal ini masalah 1:26:47 kemanusiaan 1:26:49 ya. Kita harus menggaungkan ini masalah 1:26:52 kemanusiaan. Saya sering dan bangga 1:26:54 menyampaikan ini. Kami di pusat kajian 1:26:56 Timur Tengah UI Pak keliling ke 1:26:59 negara-negara di mana muslim itu 1:27:02 minoritas 1:27:04 ya. Muslim minoritas 1:27:07 di berbagai dunia, Pak. Di berbagai 1:27:09 benua kita melakukan riset. Anda tahu 1:27:12 enggak bahwa di muka bumi ini ada negara 1:27:14 yang belum merdeka? Enggak tahu. Anda 1:27:18 tahu enggak bahwa Palestina itu dijajah 1:27:20 oleh Palestina? Tidak tahu. Coba. 1:27:23 Kenapa? Karena hari ini memang dalam 1:27:25 dunia akademik 1:27:28 itu seorang akademisi dibagi dua, Pak. 1:27:30 Ada intelektual, ada emosional. 1:27:34 Dalam dunia Scopus, dalam dunia 1:27:37 penulisan-penulisan ilmiah itu jarang 1:27:40 topik Palestina diangkat. Yang diangkat 1:27:42 itu adalah humanity 1:27:46 ya, kemudian eh LGBTQ dan lain 1:27:50 sebagainya, masalah toleran dan lain 1:27:52 sebagainya. Seolah-olah ketika berbicara 1:27:55 Palestina menjadi intoleran. 1:27:58 Padahal pembukaan kita itu gak sangat 1:28:01 jelas sekali mengatakan demikian. 1:28:05 Ya, di kampus-kampus hebat jarang orang 1:28:08 untuk jadi profesor itu nulis tentang 1:28:11 bagaimana Palestina merdeka. Tidak ada, 1:28:13 Pak. 1:28:15 Maka jadi profesornya akan selama 1:28:17 Palestina Merdeka. 1:28:21 Ya, akan sama itu dengan Palestina 1:28:23 Merdeka itu. 1:28:25 Kenapa? Karena dunia dibangun seperti 1:28:27 itu. Kenapa? karena mereka menguasai 1:28:31 akademik 1:28:32 education, 1:28:34 kemudian penulisan-penulisan ilmiah. 1:28:37 Karena itu AWG ke depannya juga bikin 1:28:40 lomba artikel penulisan ilmiah tentang 1:28:42 Palestina. Begitu, Kang Anggak. Karena 1:28:45 dunia itu seolah-olah itu menjadi dunia 1:28:48 gelap bagi Palestina 1:28:51 ya. Ada satu media sosial itu 1:28:53 Palestinnya tidak ada 1:28:56 gitu. Nah, kita mesti menghidupkan itu. 1:29:02 Sedangkan Palestina diplomasi Timur 1:29:04 Tengahnya, diplomasi internasionalnya, 1:29:06 Pak, minta bantuan, minta bantuan, minta 1:29:08 bantuan. Sedangkan Israel partnership 1:29:10 and eksistensial, Pak. 1:29:14 Jadi sesuatu yang paradoks. Orang 1:29:16 diminta sekali mungkin ikhlas, dua kali 1:29:19 setengah ikhlas, tiga kali tidak ikhlas, 1:29:22 kan begitu. Sedangkan Israel itu 1:29:25 memberi, 1:29:29 dia punya kampus hebat sekarang 1:29:31 International Tel Afif University. Coba 1:29:34 tukang agak di sana beasiswa luar biasa 1:29:38 gitu. 1:29:39 Salah satu muridnya AlBaghdadi, Pak. 1:29:43 Salah satu alumnusnya Albaghdadi. 1:29:46 Apakah dia dari Islamic University? Yes. 1:29:50 Ya. 1:29:51 Nah, jadi partnership and existential 1:29:54 dibangun luar biasa. 1:29:57 Kalau melihat ini kayaknya hilalnya 1:30:00 belum kelihatan Palestina merdeka nih, 1:30:02 Pak. Dari sisi akademik belum kelihatan 1:30:04 hilalnya. Tetapi ada berita gembira. 1:30:07 Poin saya terakhir apa? Resesi, Pak. 1:30:10 Hari ini kongres Amerika itu deathlock. 1:30:14 Apakah donor yang setiap satu semester 1:30:16 diberikan kepada Israel itu akan tetap 1:30:19 dilakukan deadlock, Pak? Bagaimana kita 1:30:21 ngasih katanya long kita dalam gaji 1:30:24 kekurangan? Jadi resesi reses ekonomi 1:30:27 ini ini sisi positif bagi Palestina ini 1:30:30 ya. Ditambah hadirnya Qatar yang luar 1:30:33 biasa. 1:30:35 Nah, perlu membangun kalau memang serius 1:30:39 nih ya negara-negara seperti Qatar yang 1:30:41 luar biasa. 1:30:43 dia punya kapital yang luar biasa 1:30:46 ya. Nyari semua ngongo civic 1:30:50 organization di belahan negara tuh, Pak, 1:30:53 yang punya masalah dengan penjajahan ya 1:30:57 kolonialism itu Qatar memberikan ruang. 1:31:00 Di Qatar ada kantor Taliban. 1:31:04 Di Qatar ada kantor ee selatan Thailand. 1:31:09 Di Qatar ada kantor Hamas. 1:31:12 dan lain-lain lain dan lain-lain dan 1:31:13 lain lain-lain itu luar biasa 1:31:17 ya. 1:31:20 Erdogan ketika kudeta 5 jam harusnya 1:31:23 jatuh, Pak. Tapi kenapa enggak jatuh? 1:31:26 Harusnya jatuh secara politik hancur 1:31:28 berantakan Erdogan dengan AKP-nya. Tapi 1:31:31 Emir Qatar dia telepon Donald Trump, dia 1:31:33 telepon eh Elisabeth 1:31:38 ya. 1:31:40 Tarik pasukan Anda. Kalau enggak 20% 1:31:42 uang kami di bank senter anda kami tarik 1:31:45 goyang, Pak. 1:31:49 Kenapa? Qatar dia luar biasa fasih 1:31:52 berbicara. Apa equality 1:31:55 ya equality dan lain sebagainya. 1:31:58 Nah, jadi nanti ke depannya AWG juga 1:32:02 bikin kegiatan entrepreneurship 1:32:06 ya. Karena 1:32:09 Bani Israil, Israil itu kan orang baik 1:32:11 sebetulnya yang bikin dia enggak baik 1:32:13 itu baninya itu. 1:32:15 Betul, Ustaz Yasrul Mansur ya. Israel 1:32:18 itu orang baik. Yang enggak bikin baik 1:32:19 tuh ketika ada baninya, Pak. 1:32:21 Bani Israel. 1:32:23 Maka baninya ini dia harus harus 1:32:26 dikeluarkan dari Israel tuh, Pak. 1:32:27 sehingga yang tersisa Yakubnya tuh, Pak. 1:32:30 Tuh, Israelnya itu. Ah, banyak kegiatan 1:32:34 yang bisa dilakukan. Enggak bisa 1:32:35 sendirian, 1:32:37 ya. Enggak bisa sendirian. Maka eh 1:32:41 humanity tragedi ini yang harus 1:32:44 dimunculkan. Saya kira itu. 1:32:46 Asalamualaikum warahmatullahi 1:32:47 wabarakatuh. 1:32:48 Waalaikumsalam. Luar biasa. 1:32:54 Saya 1:32:56 baru sadar ini ya. Komposisi narasumber 1:32:59 di saresehan kita kali ini. Ternyata 1:33:01 duanya dari akademisi, ada profesor, ada 1:33:05 juga doktor, dan juga ada satu dari 1:33:09 dunia kesehatan. Ini luar biasa 1:33:12 narasumber kita kali ini. Nah, 1:33:14 menyinggung tadi mengenai akademisi 1:33:17 Pak Dr. Abdul Mutali. 1:33:19 Jadi, kalimat tadi yang disampaikan 1:33:22 bahwa banyak hal yang mempersulit 1:33:23 kemerdekaan Palestina. Salah satunya 1:33:26 dalam dunia akademisi di mana peran 1:33:28 akademisi nasional ataupun internasional 1:33:31 itu kurang sekali. Kira-kira yang harus 1:33:34 dilakukan dalam penyuaraan ini apakah 1:33:37 perlu momen-momen seperti ini mengundang 1:33:39 para akademisi atau tadi menyinggung 1:33:41 tentang salah satu ee saluran atau media 1:33:44 tulisan-tulisan ilmiah para akademisi 1:33:47 atau apa sebenarnya Pak Dokter? 1:33:51 Ya, jadi memang dunia media sosial hari 1:33:55 ini dibangun seolah-olah di blok. Ada 1:33:57 blok emosional, ada blok intelektual, 1:34:00 Pak. 1:34:02 Blok intelektual itu dia kalau berbicara 1:34:04 equality, tolerance, humanity, 1:34:09 kemudian masalah-masalah yang lain. Nah, 1:34:11 ketika berbicara 1:34:13 ee kemerdekaan 1:34:16 Palestina dan lain sebagainya 1:34:18 itu enggak digunakan. Yang digunakan 1:34:22 1250 Magna Carta 1:34:25 begitu. 1:34:26 Kira-kira wayout-nya seperti apa? 1:34:28 Republik kita ini enggak mungkin 1:34:30 merdeka. Kalau Ahmad Subarja tidak 1:34:32 menyulik Soekarno, Pak. 1:34:35 Jadi memang harus ada inisiasi-inisiasi 1:34:37 yang berani begitu 1:34:40 ya. Sampai kapan? Sampai working-nya itu 1:34:43 selesai. Sampai menjadi pasen itu. 1:34:46 [tertawa] 1:34:47 Jadi 1:34:48 saya itu. 1:34:48 Iya. Iya. Baik hadirin, kami membuka 1:34:52 sesi diskusi. Jadi saya akan 1:34:54 mempersilakan tiga penanya. Waktunya 1:34:57 tinggal 10 menit. Jadi tolong pertanyaan 1:34:59 sangat singkat gitu ya. Baik satu dari 1:35:02 bagian depan saya catat dulu. Yang 1:35:04 kedua, 1:35:07 kedua dari muslimat satu lagi. 1:35:13 Baik, saya akan terlebih dahulu ke Bapak 1:35:16 Haji Sakuri ya. 1:35:33 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:35:35 warahmatullahi wabarakatuh. 1:35:37 Waalaikumsalam. 1:35:38 Terima kasih Mas Angga memberi 1:35:39 kesempatan yang pertama singkat kepada 1:35:44 Romo 1:35:47 Magnis ya. Terima kasih sudah memberikan 1:35:50 wawasan. Tadi kalau tidak salah Romo 1:35:54 menyampaikan 1:35:55 perlu Yerusalem itu 1:35:58 diinternasionalisasikan. 1:36:01 Nah, menurut kami belum sepaham 1:36:04 mengingat kalau ini menjadi 1:36:07 diinternasionalisasikan 1:36:10 artinya ini dipegang oleh PBB. 1:36:13 Sedangkan PBB itu sendiri ada hak peta 1:36:17 dari Amerika, Inggris dan seterusnya. 1:36:21 Nah, ini artinya memberikan 1:36:25 apa? Menyelesaikan masalah, tetapi nanti 1:36:28 akan timbul masalah. Pasti akan ada 1:36:31 konflik kepentingan 1:36:33 selaku pemegang hak peta terhadap 1:36:37 Yerusalem. Satu. 1:36:39 Yang kedua, seharusnya dalam serasehan 1:36:42 ini ada semacam tuntutan. Harusnya 1:36:45 Inggris yang telah memberikan tanah 1:36:48 Palestina 1:36:50 kepada Israel itu bertanggung jawab dan 1:36:53 harus meminta maaf kepada dunia 1:36:56 internasional sekaligus memberikan 1:36:59 kompensasi kepada bangsa Palestina. 1:37:03 Itu yang apa yang saya sampaikan ingin 1:37:06 saya kepada Romo sehingga Romo nanti 1:37:09 untuk dalam skala nasional juga 1:37:12 menghimbau kepada pemerintah RI. Tadi 1:37:14 sudah disampaikan oleh dari Kemenlu, 1:37:16 mewakili Kemenlu 1:37:19 bahwa 1:37:21 baik Pak. 1:37:21 Menolak 1:37:22 pertanyaannya apakah sudah. 1:37:23 Iya. Iya. Itu ya itu 1:37:24 mohon maaf karena waktu kita sangat. 1:37:26 Yang kedua ini Pak ini Dr. Sarini saya 1:37:29 setuju tidak mungkin itu win-win 1:37:32 solation mengingat ini protokol kedua 1:37:34 itu Zionis membocorkan bahwa kita harus 1:37:37 berusaha sekuat tenaga agar pertempuran 1:37:41 yang terjadi antara dua negara tidak 1:37:43 menjalar. Artinya Palestina dan Israel 1:37:46 itu tidak seperti ketika Kuwait, Irak 1:37:49 membikin pasukan internasional seperti 1:37:53 Ukraina, Rusia membentuk pasukan. 1:37:56 Artinya ini supaya langgeng ya seperti 1:37:58 Pak Prof. Mota Ali ya. Jadi saya setuju 1:38:02 bahwa ini bagian yang tidak terpisah 1:38:07 dari dalam rangka untuk membebaskan 1:38:09 Masjidil Aqsa dan kemerian Palestina. 1:38:12 Sekecil apapun kita tidak boleh apatis 1:38:15 ya, Pak Mutaalih. Tetangga saya profesor 1:38:18 ini orang Pondok Labur. Jadi sekecil 1:38:22 apapun insyaallah kita tidak didengar 1:38:25 oleh 1:38:27 manusia di bumi. Tapi insyaallah Allah 1:38:30 mendengar yang di atas ya di langit akan 1:38:33 mendengar bahwa suatu saat Palestina dan 1:38:36 Masjidil Aqsa akan kembali kepada 1:38:38 pangguan muslimin. Demikian. 1:38:40 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:38:41 wabarakatuh. 1:38:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:38:43 wabarakatuh. Saya akan kumpulkan dulu 1:38:46 pertanyaannya yang kedua. Kami 1:38:48 persilakan Ibu. 1:38:55 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:38:57 warahmatullahi wabarakatuh. 1:38:59 Waalaikumsalam. 1:39:01 Ee perkenalkan saya Farisah dari SRS OIC 1:39:06 Youth Indonesia, Pemuda. Ok. Ee tadi 1:39:10 pertanyaan saya sudah banyak disampaikan 1:39:11 oleh bapaknya, luar biasa sekali. Ee 1:39:14 tetapi saya mungkin ingin melihatnya 1:39:16 dari perspektif 1:39:17 ee ke e kenegaraan tersebut ya. Ee 1:39:22 mungkin kan ada solusi yang lain seperti 1:39:24 misalnya ee dua negara, berarti ada 1:39:27 pembagian wilayah dan seterusnya. 1:39:28 Walaupun ee dengan catatan itu berarti 1:39:32 ada interferensi dari ee negara-negara 1:39:36 barat. Nah, pertanyaannya mungkin ini 1:39:38 untuk seluruh speaker. Ee sekiranya 1:39:42 kalau tidak bisa demokrasi atau mungkin 1:39:45 parameter tidak bisa, kira-kira bentuk 1:39:48 apa dari yang sudah pernah ada? Apakah 1:39:50 itu bentuknya seperti kesultanan atau 1:39:52 seperti apa yang lebih baik untuk 1:39:55 Palestina dan Israel? Terima kasih 1:39:58 banyak. 1:39:59 Baik, Mbak Tarisa dari 1:40:03 pemuda 1:40:05 OI 1:40:05 OAIC. Oke. Baik, 1:40:08 saya kasih kesempatan untuk satu penanya 1:40:10 lagi terakhir. Baik, silakan Bapak di 1:40:14 bagian belakang enggak ada ya. Saya 1:40:15 bagian depan lagi berarti singkat. Mohon 1:40:17 singkat ya, Pak. 1:40:25 Asalamualaikum warahmatullahi 1:40:27 wabarakatuh. 1:40:29 Nama saya Hayadin dari Bogor. Saya ingin 1:40:33 bertanya kepada Prof. Fran Magni Suseno 1:40:37 yang terhormat. 1:40:39 Saya salah satu penggemar buku-buku 1:40:42 beliau yang cukup dalam dan sulit 1:40:45 dimengerti kalau saya ya tanda kutip. 1:40:49 Pak Profesor, Anda mengatakan tadi bahwa 1:40:53 konflik Palestina itu tidak lepas 1:40:56 daripada juga untuk mengganjak mengajak 1:41:00 Israel agar diakui. 1:41:03 Namun ee tentu saja kalau kita untuk 1:41:07 mengakui Israel agar Palestina bisa 1:41:10 merdeka, rasanya kaum muslimin belum 1:41:14 bisa menerimanya. Karena banyak sekali 1:41:17 kejahatan-kejahatan 1:41:18 yang dilakukan oleh Israel sampai saat 1:41:20 ini, termasuk juga membunuh warga sipil, 1:41:24 bukan hanya warga sipil Palestina, 1:41:27 tetapi juga warga sipil internasional. 1:41:30 Ini yang sulit dimengerti dan sulit 1:41:32 diterima jika Israel diajak untuk duduk 1:41:35 bersama dengan Palestina, khususnya umat 1:41:39 Islam. Dan umat Islam tentu sudah sakit 1:41:41 hati dalam hal ini ya, sudah sangat 1:41:45 kebenciannya tuh sangat tebal, sangat 1:41:48 sakit. Nah, ini juga sulit dimengerti. 1:41:51 Kemudian kepada Pak Profesor Abdul 1:41:55 Muttaali, saya juga penggemar buku-buku 1:41:58 beliau dan saya juga aslinya menyukai 1:42:03 buku-bukunya, tulisannya. 1:42:05 Yang ingin saya tanyakan adalah 1:42:07 bagaimana saat ini solusi umat Islam 1:42:10 secara keseluruhan 1:42:12 agar bisa 1:42:14 bersatu untuk membela Palestina 1:42:19 menuju gerbang kemerdekaannya yang 1:42:21 konkret. Demikian mungkin asalamualaikum 1:42:24 warahmatullahi wabarakatuh. 1:42:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:42:27 wabarakatuh. Baik, kita akan langsung ke 1:42:29 jawaban-jawaban pertama. Kami persilakan 1:42:31 kepada Romo terlebih dahulu. 1:42:44 Ee terima kasih 1:42:46 Bapak Sakuri. Tadi pertanyaan pertama I 1:42:49 mengenai PBB. 1:42:51 He. 1:42:52 Jadi 1:42:54 internasionalisasi Yerusalem sepertinya. 1:42:57 Oh iya iya iya. 1:42:59 Karena PBB ini memiliki e karena ada 1:43:02 Amerika yang memiliki hak petao di PBB. 1:43:05 Ee 1:43:08 usulan internasionalisasi 1:43:10 Yerusalem 1:43:13 itu belum berwudulan 1:43:16 konkret politik. Semua yang tak 1:43:20 betul. 1:43:21 Jadi ee ini sangat sulit tetapi 1:43:25 sebetulnya secara ideal saya kira hanya 1:43:29 itu yang mau dikatakan Vatikan. Saya 1:43:32 juga secara ideal kota suci itu 1:43:35 diinternalisasikan. 1:43:38 Tentu saja bahayanya ee PBP itu bukan 1:43:42 sesuatu yang ee netral, tetapi tarikan 1:43:48 ke segala arah. Jadi saya mengakui usul 1:43:53 itu ee masih sangat mengambang itu 1:43:57 cita-cita. Tidak lebih dari itu. 1:44:01 Lalu mengenai di sini ada Inggris yang 1:44:03 sebenarnya harus bertanggung jawab 1:44:05 terhadap penjajahan Palestina. Betul. 1:44:08 Tapi itu sudah 70 tahun yang lalu tidak 1:44:13 ada yang peduli ya juga karena Inggris 1:44:15 sendiri sekarang sudah menjadi negara 1:44:18 kecil. Jadi itu benar. tetapi ee 1:44:23 internasional tentu saja banyak realitas 1:44:28 tergantung apakah internasional diakui. 1:44:31 Dan saya tadi mengatakan ee itu juga 1:44:34 menyangkut 1:44:36 e pengetahuan 1:44:39 ee 1:44:41 tentu saja ee Israel itu eksistensinya 1:44:46 de facto sejak tahun 1:44:49 9. 1:44:51 Maka kalau ada yang menolak adanya 1:44:54 Israel itu tidak akan berhasil sama 1:44:56 sekali. Yang penting adalah bahwa dasar 1:45:01 Israel itu adalah pembatasan tahun 9 di 1:45:07 mana Palestina tidak termasuk. 1:45:11 Lalu saya kira ada satu hal yang juga 1:45:14 perlu diperhatikan itu belum diangkat. 1:45:20 Ada masalah 1:45:22 bagi orang Palestina 1:45:25 bahwa mereka itu di Timur Tengah sendiri 1:45:29 dianggap masalah tidak begitu penting. 1:45:32 Kalau Anda melihat berapa negara Timur 1:45:35 Tengah yang sekarang sudah punya 1:45:38 hubungan diplomatik dengan ee Israel. 1:45:43 Kedua, 1:45:45 sejak 10 tahun lebih 1:45:50 di Timur Tengah 1:45:52 ada satu koalisi tidak resmi, tidak 1:45:57 tertulis 1:45:58 antara tiga negara, 1:46:01 Amerika Serikat, 1:46:03 Israel, dan Saudi Arab. Tiga-tiganya 1:46:09 tidak berkepentingan dengan Hamas. 1:46:13 Tiga-tiganya menganggap ancaman terbesar 1:46:17 adalah Iran. 1:46:19 Jadi ini juga masalah apakah masalah 1:46:22 Syiah Muslim eh Syiah Sunni enggak bisa 1:46:25 diatasi itu. Bagi mereka Palestina 1:46:30 3 juta orang bisa dilalaikan. 1:46:34 Ini justru jangan diizinkan. Jangan kita 1:46:37 mengatakan oke kita damai. 3 juta orang 1:46:40 Palestina itu tertindas. Tidak apa-apa. 1:46:43 Tidak. Mereka berhak. Tetapi dalam 1:46:46 kenyataan kalau koalisi itu 1:46:50 ee Amerika, Israel, Saudi, Arab tidak 1:46:55 tertulis, itu tidak dilihat. Mereka 1:46:57 tangan mereka ada di mana-mana. Bagi 1:46:59 mereka, bagi Saudi Arab amat sangat 1:47:03 penting Hamas itu ditindas. Itu 1:47:06 musuhnya. Dan e Hamas. Mengapa? karena 1:47:10 dianggap didukung oleh Iran. Ya, kalau 1:47:14 masalah ini tidak beres akan menjadi 1:47:17 sangat sulit. Jadi kita istri bisa 1:47:19 mendukung Palestina di Timur Tengah 1:47:22 sendiri kepentingan-kepentingan 1:47:25 langsung sudah berbeda. 1:47:28 Saya ee karena itu sangat mendukung 1:47:31 bahwa kita di sini mengatakan pokoknya 1:47:34 harus solidaritas dengan orang 1:47:36 Palestina. Jangan dilupakan. 1:47:40 Sudah, Prof. I. Baik, saya akan ke 1:47:43 narasumber lain. Dr. Ben, kami 1:47:45 persilakan. Ada dua pertanyaan tadi. 1:47:47 Iya. Sebenarnya e saya tidak mengatakan 1:47:50 seperti itu. Saya saya hanya 1:47:52 mengungkapkan bahwa ada seorang pimpinan 1:47:54 redaksi sebuah ee apa? Sebuah berita 1:47:58 yang mengatakan dalam sebuah diskusi 1:48:01 bahwa solusi dua negara itu adalah 1:48:03 solusi yang utopis 1:48:05 yang enggak mungkin solusi dua negara 1:48:06 dan itu sudah berlangsung bertahun-tahun 1:48:08 enggak bergerak-gerak. seperti kata kata 1:48:12 Dr. Mutawa Ali tadi ya. Jadi ini saya 1:48:14 katakan bahwa apa solusi yang paling 1:48:17 memang yang paling memungkinkan solusi 1:48:18 dua negara memang walaupun itu juga 1:48:21 masih utopis dan dan saya tanya sama 1:48:25 beliau jadi ya relevannya apa relevannya 1:48:27 apa nah beliau tidak memberikan jawaban 1:48:31 apa ya dia punya sem mengatakan bahwa 1:48:34 solusi dua negara itu adah utopis tapi 1:48:37 apa yang solusi apa yang tepat wah saya 1:48:39 enggak tahu juga gagak-gak gitulah 1:48:42 bahasanya 1:48:43 Tapi kira-kira dalam konsolasi politik 1:48:45 hari ini ya paling mungkin seperti itu 1:48:47 walaupun 1:48:49 ya enggak bergerak bergerak dari dari 1:48:51 dulu tapi ini yang yang yang terjadi 1:48:54 pada hari ini seb itu 1:48:57 baik terakhir kepada drter Mutali selain 1:49:00 tadi juga mengenai ee bentuk yang pas 1:49:04 kalau Palestina merdeka itu ya saya 1:49:05 disinggung tuh demokrasi apakah bisa 1:49:08 berperan di sana lalu bagaimana solusi 1:49:10 umat Islam agar bisa bersatu dalam 1:49:12 perjuangan ini. 1:49:13 Baik. Tus solution itu ditawarkan 1:49:17 pertama kali 2002 oleh Jordan. 1:49:21 Kenapa Jordan menawarkan itu? Kalau 1:49:23 bahasa publiknya 1:49:26 ya itu bentuk. Karena saking susahnya 1:49:29 Palestina merdeka ya udah deh Israel 1:49:32 kita akui Palestina apalagi kan begitu. 1:49:35 Itu bahasa orang tertindas tuh begitu 1:49:37 Pak kan begitu ya. Ya udah deh 1:49:40 masing-masing berdiri. Itu bahasa orang 1:49:42 tertindas seperti itu, Pak. Tetapi 1:49:44 sebetulnya Jordan punya masalah dengan 1:49:48 refuges, Pak, dengan peng Palestina. 1:49:52 Satu-satunya negara di muka bumi dua 1:49:55 per3a penduduknya warga asing, Pak. Cuma 1:49:57 Jordan. 1:49:59 Itu orang mana itu, Pak? Palestina. 1:50:02 Sehingga mungkin sangu beliau habis. 1:50:04 Begitu lautnya sudah mati, Pak. Kan 1:50:06 repot juga. Jordan itu kan lautnya mati, 1:50:09 Pak. 1:50:11 khawatir nanti gandumnya mati juga kan 1:50:14 begitu. Nah, ee analisa kami menemukan 1:50:18 kenapa ada noun seperti itu dari Jordan. 1:50:23 Tapi memang yang realistis ya ee nabrak 1:50:28 sana nabrak sini itu satu. Yang kedua, 1:50:32 sebetulnya ada masalah lain, Pak. 1:50:36 Tadi saya bilang tadi pertanyaan, kenapa 1:50:38 Palestina itu bukan diselesaikan tapi 1:50:40 dilestarikan? Minyak oils, Pak. Itu 1:50:44 bawah Palestina itu gasnya luar biasa. 1:50:48 Kita riset, Pak. Pakai teori ekonomi, 1:50:51 pakai teori ideologi 1:50:53 itu semua enggak nembus. Nembus pakai 1:50:56 teori oils, Pak. 1:50:59 Jadi bawah tanah Palesina itu luar 1:51:01 biasa. Sedangkan negara sekitarnya main 1:51:05 di situ. Air mengalir dari atas ke 1:51:07 bawah, dari bawah ke atas, Pak. 1:51:10 Dari bawah ke atas, dari atas ke bawah. 1:51:13 Kalau itu dieksplorasi, Pak. Sedangkan 1:51:16 yang Palestina bawah. Betul. Nanti yang 1:51:19 sekitarnya turun ke situ semua. 1:51:24 ini 1:51:26 mudah-mudahan tidak di tidak ada 1:51:28 pertanyaan terkait ini nih. 1:51:31 Itu poin terpenting, Pak. 1:51:35 Poin terpenting. 1:51:38 Jadi kalau dia merdeka, eksplorasi 1:51:40 pertama yang dia lakukan apa? Oils. 1:51:46 Itu kenapa Qatar jor-joran oilsnya itu? 1:51:53 ah sekali-kali nanti AWG juga undang 1:51:56 dosen-dosen ITB terkait masalah 1:51:59 pertambangan. Karena itu poin, Pak, yang 1:52:02 luar biasa yang hari ini kita luput, 1:52:04 Pak. 1:52:07 Qatar survive, Saudi survive, Abu Dhabi 1:52:09 survive. Karena apa, Pak? 1:52:12 Sedangkan Palestina lebih bawah dia 1:52:19 gitu. Jadi kalau tanyakan solusi apa 1:52:21 selain to solution itu tuh Pak tapi 1:52:25 memang mesti pelan-pelan mesti sabar 1:52:28 kita harus punya pabrik sabar yang luar 1:52:30 biasa pabrik nafas kalau bisa yang luar 1:52:32 biasa ya untuk ini nih yang kedua 1:52:38 membela Palestina 1:52:41 tidak cukup emosional 1:52:43 tapi harus punya intelektual yang luar 1:52:46 biasa kita terkadang kalau benci Dari 1:52:49 hulu ke hilir benci, Pak. Contoh kita 1:52:52 benci ke Inggris 1:52:54 ya karena menlunya James Artul Balford. 1:52:59 Dia bilang ke Ratu Victoria, 1:53:02 "Tolong ratu kasih tahu tuh beri Israel 1:53:08 tanah." Oke deh, tapi Anda yang ngomong 1:53:11 ya. Sehingga disebut apa? Deklarasi 1:53:14 Balfor. Kita dengan kasus itu, Pak, 1:53:16 akhirnya membenci Inggris, Pak. dari 1:53:18 dulu sampai hari ini. 1:53:21 Jangan salah, Pak. Risona menarik 1:53:24 kedubesnya dari Yerusalem, Pak, ke Tel 1:53:27 Afif sekarang. 1:53:30 Artinya apa? Tidak boleh semua menjadi 1:53:33 imparsial. 1:53:37 Kan begitu bahasa agamanya kan tagyirul 1:53:40 ahkamir azminah wal amkinah. Perubahan 1:53:44 waktu, perubahan orang, perubahan 1:53:45 kepemimpinan itu akan merubah polisi, 1:53:47 Pak. 1:53:49 Risak sekarang menarik tuh kedunya dari 1:53:52 mana? Dari Yerusalem. Dulu diounce oleh 1:53:54 Donald Trump. Padahal itu adalah status 1:53:57 ko. 1:54:01 Sehingga kalau yang kita gaung-gaungkan, 1:54:04 betul Inggris punya kesalahan, PBB punya 1:54:06 kesalahan. Resolusi 181 1:54:10 kita dorong PBB, Pak. itu amandemen 1:54:12 resolusi itu tu 1:54:14 atau punya ee ketentuan lain bagaimana 1:54:20 ee terkait pemungutan suara voting di 1:54:22 Dewan Keamanan PBB itu yang mesti kita 1:54:24 terus gaung-gaungkan. Suatu saat orang 1:54:27 malu lah, Pak. Kan begitu. Suatu saat 1:54:30 orang malu. Sekarang coba orang-orang 1:54:32 yang bermain terkait masalah one love 1:54:36 di mana itu? Di Qatar, Pak. Dibalas oleh 1:54:38 Qatar. Luar biasa. 1:54:41 Ya, dibalas oleh kata luar biasa. 1:54:42 Bagaimana dengan Anda? Bagaimana dengan 1:54:44 Israel? Anda enggak adil terhadap 1:54:46 Palestina? Ya, bagaimana? Bagaimana? 1:54:49 Bagaimana? Enggak bisa jawab dia. 1:54:52 Terkadang kita juga mesti menyadarkan 1:54:55 nih, Pak. Dunia internasional seperti 1:54:56 ini. Ini yang kita perlu nafas yang 1:54:59 panjang di sini. 1:55:00 Betul 1:55:01 itu tuh, Mas Agung. 1:55:02 Luar biasa. Terima kasih banyak atas 1:55:07 penyampaian materi juga 1:55:08 jawaban-jawabannya. Namun ada sesi sesi 1:55:11 akhir untuk saresehan ini. Kita juga 1:55:14 meminta pandangan dari salah satu dosen 1:55:18 University of Gaza. Kita mendapat 1:55:20 rekaman videonya sebagai pembicara 1:55:22 keempat dan sebagai penutup dari Dr. 1:55:25 Munawar Najem. Beliau akan menyampaikan 1:55:29 materinya mengenai pelanggaran zionis 1:55:32 terhadap wanita dan anak-anak Palestina. 1:55:34 Kami akan memutarkan video sebagai sesi 1:55:36 terakhir dari sarasehan kali ini. 1:55:38 Silakan panitia. videonya diputar. 1:55:56 Asalamualaikum 1:55:58 warahmatullahi 1:56:00 wabarakatuh. 1:56:28 Auzubillahim minitanirjim. 1:56:30 Bismillahirrahmanirrahim. 1:56:32 Alhamdulillah. 1:56:43 alhamdulillahi hambagali 1:56:46 wajhi 1:56:49 [musik] 1:56:49 waallim nabi muhammad sallallahu alaihi 1:56:52 wasallam waa alihiamin 1:56:58 kismiqtum 1:57:01 ahlam 1:57:11 ikumahmatullahi 1:57:13 wabarakatuhrizilabon 1:57:20 ma yalitat 1:57:23 [musik] 1:57:26 fat wafrinum 1:57:32 العمل الاقصى [musik] وميمونه سنتر نصره 1:57:36 للمراه والطفل الفلسطيني من الانتها 1:57:40 ومن ضمنها كان شبab 1:57:48 وهم يرفعون ا فلسطين [musik] في 1:57:54 وصو الىqlalakta 1:57:57 wذن الله يرفعون عاليه خف 1:58:02 الاqat 1:58:05 inatalirirad [musik] 1:58:13 [musik] 1:58:18 [musik] 1:58:25 festinakuran 1:58:29 min siasat 1:58:31 والمتمثله في الاتداء والحصar والتشري 1:58:35 وقرص الاراضي والتصدي لسياسات التهجير في 1:58:40 كل احياء فلسطين وخوض معيا 1:58:46 فلسطين [musik] 1:58:48 الانرا 1:58:51 في حق النساء الفلسطين 1:58:54 الحث عنها 1:59:00 هذ الملاقون 1:59:04 الاحتلال 1:59:08 في سجون الاحتلال 1:59:11 fبير 2022 احصائيه كانت 1:59:17 14 1:59:27 ان 1:59:33 الشidruntilas 1:59:34 [musik] 1:59:41 sujuntil y taj 1:59:45 la yah 1:59:51 marral 1:59:55 yf كل الاراقف 2:00:01 كل القوانين 2:00:03 الاتal 2:00:05 الاراي مازال 2:00:08 يوم 2:00:10 مازال 2:00:13 انسر [musik] 2:00:14 المراسين 2:00:16 ولذا تعاني هذه المaraات مستمر [musik] 2:00:20 من جرائم وانها 2:00:23 على هذه المرا 2:00:31 [musik] 2:00:33 الابز الاهم الطبي 2:00:36 الاهم النفسي وهذا جزء يسير [musik] المنع 2:00:40 من الاهل بحيث لاjها 2:00:44 ولا ابنائها احيانا وتعاقب بانهم لمده 2:00:48 [musik] قد تطول قوات الاحتلال مازالت 2:00:53 هذه السياسه الاعتقال الهمجه سواء 2:00:57 للطالبات للامهات ربات البيوت العamلا 2:01:00 المرابطات في المسجد الاقصى محاوله لقمع 2:01:04 المراطينيه 2:01:06 وتثبيط عزمها ومعنوياتها ودورها المحوري 2:01:10 في معركه والنضال ان المراسيه 2:01:15 بالرغم انها تعاني كل هذ المان 2:01:20 مازال 2:01:23 nafs rat 2:01:27 abalat 2:01:30 nafujal 2:01:34 rabtam 2:01:39 naikat 2:01:41 fqiamiljathadafik 2:01:48 maalat wah 2:01:52 هذا الفراق عنوه واجبا اختarنا فنحن لا 2:01:57 نضم 2:01:59 اعنا ولا 2:02:02 حدثه اقربنا الالكه 2:02:09 وجملك الحته بشه ولكن [musik] 2:02:14 احيانا بqص 2:02:18 المراين 2:02:20 الماني 2:02:23 معان [musik] 2:02:25 المطرقه والسنديق 2:02:28 السن والحبي والوان [musik] 2:02:33 اهابنا 2:02:36 وتباع الحمق 2:02:41 علىقيه 2:02:44 فهي تحيا 2:02:48 وحزن [musik] 2:02:51 وبدو 2:02:53 [musik] 2:02:56 amtilون 2:02:58 انقف 2:03:01 استشاند 2:03:12 انقah [musik] 2:03:15 يدي خمس اطفال واحمل احشائي طفله [musik] 2:03:20 سجمع 2:03:22 ثم 2:03:24 abum yad 2:03:29 نبي الله صلى الله عليه وسلم 2:03:33 الفلسطيني في قصي ابنتي ساره lam abhad 2:03:43 wah l ab 2:03:47 r 2:03:49 k yl 2:03:51 ab k y s 2:03:58 abi lam 2:04:00 lamahuqta 2:04:03 in raat raj yi wfluhu bain ah fa biharah 2:04:15 الوصول 2:04:19 في احضان ابيها wakin للاسف والدحمد 2:04:33 كان سوا 2:04:37 مشغ 2:04:42 14 2:04:46 kum yurn 2:04:49 aina [musik] abi aina abiar 2:04:54 k fat 2:04:56 yas abal 2:05:00 fur 2:05:03 an zjab [musik] shah tnd abna 2:05:10 كذ الحahت 2:05:14 الاajوا [musik] 2:05:19 yنا 2:05:22 [musik] 2:05:26 في 2:05:29 العلاقات 2:05:35 [musik] 2:05:36 وjudته 2:05:38 سواء كانو نعاني من الحصار [musik] 2:05:42 والحصار تاثيرا مباشرا على الوضع 2:05:45 الاقتصادي فينا فلسطين الحبيب ثم ابنائها 2:05:50 في تربتهم تربيه [musik] صالحه واخراج جيل 2:05:54 مناضل yحm rumah 2:05:57 ولا ينسى ولا ينسي الاحتلال الصهيوني هذه 2:06:02 الرساله 2:06:03 وايضا مع ابنائ الشباب حينما 2:06:13 الى rasulah khjra fur jiran waqar 2:06:19 ahjahirin 2:06:24 ma wqinah 2:06:29 ris akimah 2:06:34 الى المراونيه اولا la اختك الفلسطينيه 2:06:38 بالدعاء في ظهر الغيب لتعزيز 2:06:42 وان يعينها الله على حمل الرساله منضال من 2:06:46 اجل قضيه العادله 2:06:49 risalah وهذا كلامي انما تعرائم 2:06:55 الاحتلال الاسرا 2:07:00 وان 2:07:03 at [musik] maalum 2:07:07 kqam 2:07:09 [musik] 2:07:10 wajib jasim 2:07:16 wali 2:07:20 wasar 2:07:23 [musik] 2:07:28 jania [musik] 2:07:33 فلسطينها 2:07:37 [musik] 2:07:37 انقذوا المرافلسطين ظلم 2:07:42 وص 2:08:08 bisa dimulai 2:08:14 Ya, saya mohon izin untuk dapat ee 2:08:17 menseri apa yang disampaikan oleh Dr. 2:08:19 Munawar Adnan ee yang menjadi pembicara 2:08:21 dalam kesempatan ini. Profilnya adalah 2:08:23 beliau adalah eh bernama lengkap Dr. Dr 2:08:27 Munawar Adnan merupakan dosen di 2:08:30 Universitas Islam Gaza yang dalam 2:08:33 kesempatan ini diundang ee sekaligus 2:08:35 sebagai istri daripada salah seorang 2:08:38 syahid. bernama ee 2:08:41 Ahmad Abbas, Muhammad Ahmad Abbas yang 2:08:43 telah syahid kurang lebih 10 tahun yang 2:08:45 lalu di jalur Gaza. 2:08:47 Pada awal pembukaannya beliau 2:08:48 menyampaikan rasa terima kasih dan eh 2:08:50 apresiasi kepada Akso Wal King Group 2:08:53 Maimuna Center atas terlaksananya bola 2:08:56 solidaritas Palestina dengan se begitu 2:08:59 banyak rangkaian acaranya termasuk di 2:09:02 antaranya yang menjadi yang memberikan 2:09:07 ee perhatian cukup banyak bagi bangsa 2:09:09 Palestina ada adalah ee program goes 2:09:13 atau ee long menggunakan sepeda dari 2:09:17 Kota Jambi, Sumatera sampai dengan ee 2:09:20 Jakarta 2:09:22 di yang berpuncak di Masjid Istiqlal. 2:09:25 Para ee sepeda ini atau goeser ini 2:09:28 menempuh 1300 km jauhnya yang 2:09:31 mudah-mudahan ee berharap suatu saat 2:09:34 nanti semuanya bisa ee datang ke 2:09:37 Masjidil Aqsa dengan membawa bendera 2:09:39 Palestina, bendera Indonesia ee 2:09:41 sebagaimana semangat yang telah 2:09:42 dikobarkan dalam ee goes tersebut. 2:09:46 Beliau menyampaikan bahwa peran 2:09:47 perempuan Palestina sangatlah krusial 2:09:50 dan penting. Di mana saat ini kondisinya 2:09:53 di ee menurut data Februari 2022 ada 2:09:58 terdapat 38 wanita di penjara Israel. 2:10:01 14 di antaranya ada di penjara ee 2:10:03 Yerusalem atau di Al-Quds. 2:10:06 Semua perempuan atau wanita yang ditahan 2:10:08 Israel ini mereka mengalami diskriminasi 2:10:11 dan perlakuan yang ee biadab dan tidak 2:10:14 berpik kemanusiaan. siksaan yang ada 2:10:17 yang di yang dialami dalam penjara, 2:10:19 pelarangan untuk dapat mengunjungi 2:10:21 keluarga atau dikunjungi 2:10:23 dan tidak mendapatkan kuasa hukum atau 2:10:26 pendamping atas ee ee tuduhan-tuduhan 2:10:29 yang di ee dilontarkan kepadanya. Ini 2:10:32 merupakan sebuah diskriminasi hukum dan 2:10:35 diskriminasi terhadap hak-hak perempuan. 2:10:38 Selain itu ee ee penyiksaan yang terjadi 2:10:42 ee ee terhadap tahanan wanita ini bukan 2:10:45 hanya dirasakan dari apa yang dilakukan 2:10:47 Israel, tapi juga sebagai naluri seorang 2:10:49 perempuan yang meninggalkan keluarga, 2:10:51 suami, anak-anak yang akhirnya mereka 2:10:54 harus bisa mengurus diri mereka sendiri 2:10:55 di rumah. Diskriminasi terhadap 2:10:58 perempuan ini tidak pernah berhenti dari 2:11:00 hari ke hari. Bahkan para murabitah, 2:11:03 para penjaga Masjidil Aqsa 2:11:05 selalu mendapatkan masalah-masalah 2:11:07 seperti ini. Yang ini luput daripada 2:11:10 pandangan atau ee pandangan dan ee luput 2:11:14 daripada perhatian lembaga-lembaga yang 2:11:16 mengaku sebagai lembaga hak asasi 2:11:18 kemanusiaan, 2:11:20 lembaga atau para aktivis yang merasa 2:11:22 menjunjung tinggi hukum-hukum 2:11:23 internasional. mereka semua abai 2:11:26 terhadap ee perjuangan atau apa yang 2:11:29 menimpa ee ee para tahanan wanita 2:11:32 Palestina tersebut. Saya ingin ceritakan 2:11:35 sedikit bagaimana kisah terkait ee 2:11:38 tentang ee saya ditinggalkan oleh suami 2:11:42 saya yang syahid. Yaitu di mana ketika 2:11:45 saya mendengar bahwa suami saya syahid, 2:11:47 saya kumpulkan keempat anak saya. 2:11:50 Saya sampaikan kepada mereka, "Wahai 2:11:51 anak-anakku, lihatlah ayahmu telah pergi 2:11:55 menemuhi Allah. Ayahmu telah menemui 2:11:58 penciptanya." 2:12:00 Dan saat itu ee saya sampaikan bahwa 2:12:02 mereka jangan pernah bersedih bahwa 2:12:04 sesungguhnya ayah mereka telah 2:12:06 mendapatkan surg-Nya dan telah 2:12:08 ditempatkan di tempat yang 2:12:10 sebaik-baiknya di sisi Allah Subhanahu 2:12:11 wa taala. Bahkan anak saya yang keempat 2:12:13 sebetulnya yang bernama Sarah saat itu 2:12:16 usianya masih 11 bulan dan sampai dengan 2:12:18 saat ini belum pernah ingat bagaimana 2:12:20 wajah daripada ayahnya. Dan anak saya 2:12:23 yang kedu yang ee ketiga bernama 2:12:25 Muhammad saat ayahnya syahid. Ia berusia 2:12:28 5 tahun. Dan saat itu saya dan saat itu 2:12:31 saya saya menyaksikan sendiri bagaimana 2:12:34 beratnya saya menyampaikan bahwa ee ayah 2:12:36 mereka sudah syahid dan bagaimana mereka 2:12:38 menjalani hari-hari mereka. Seperti 2:12:40 Muhammad dia dalam beberapa acara 2:12:43 bertemu dengan temannya, bertemu dengan 2:12:45 ee saudara-saudaranya, tetangga, dia 2:12:47 menyampaikan bahwa ayah saya sedang 2:12:49 sudah sudah bahagia. Ayah saya sudah di 2:12:51 surga. Itu dia selalu lontarkan ketika 2:12:53 bertemu dengan teman-teman koleganya dan 2:12:55 teman-teman sebayatnya. Maka inilah ee 2:12:59 yang kami hadapi sebagai perempuan 2:13:00 Palestina untuk dapat bertahan dan juga 2:13:04 mendukung apa yang dilakukan oleh suami 2:13:06 kami dalam di medan jihad sekuat-kuatnya 2:13:09 bahkan ketika mereka sudah tiada di muka 2:13:11 bumi ini. Maka pesan terakhir kami untuk 2:13:14 wanita Indonesia, tetaplah bersama kami. 2:13:17 Kita sebagai perempuan, kita diberikan 2:13:19 Allah Subhanahu wa taala kekuatan untuk 2:13:20 dapat mendukung perjuangan ini. tidaklah 2:13:23 Allah menjadikan ujian ini kecuali kita 2:13:25 memiliki peran di di dalam perjuangan 2:13:27 tersebut dan kita meyakini bahwa 2:13:30 perjuangan kita tidak akan pernah 2:13:31 sia-sia. Demikian yang saya sampaikan. 2:13:34 Saya ulangi lagi, beliau adalah Dr. 2:13:35 Munawad Adnan, dosen tafsir di 2:13:38 Universitas Islam Gaza Palestina dan 2:13:40 istri daripada salah seorang syahid. 2:13:42 Wasalamualaikum warahmatullahi 2:13:44 wabarakatuh. 2:13:54 Itulah sesi terakhir untuk Serese Sehan. 2:13:58 Disampaikan tadi video yang 2:14:00 mudah-mudahan menggugah kita semua tadi 2:14:02 melengkapi apa yang disampaikan oleh 2:14:04 ketiga pembicara di depan. Mudah-mudahan 2:14:08 kita bisa terus tersemangati untuk 2:14:12 berjuang memerdekakan bangsa Palestina. 2:14:16 Saya ucapkan terima kasih banyak. Terima 2:14:18 kasih luar biasa kepada Prof. Magnus 2:14:20 Huseno dan juga kepada dr. Ben juga 2:14:23 kepada Dr. Abdul Mutali. Terima kasih 2:14:25 banyak untuk sesi sarhan kali ini. Mari 2:14:29 kita akhiri sebelum nanti kita beranjak 2:14:31 ke sesi launching buku dengan doa 2:14:34 Alhamdulillahi rabbil alamin. 2:14:37 Asalamualaikum warahmatullahi 2:14:38 wabarakatuh. 2:14:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:14:41 wabarakatuh. [tepuk tangan] 2:14:44 Selanjutnya yakni sesi penyerahan 2:14:47 cindramata. 2:14:50 Yang pertama 2:14:52 untuk Abdul Bapak Abdul Mutaali yang 2:14:56 akan disampaikan oleh pembina working 2:15:00 group Ustaz Agus Sudarmaji. 2:15:07 Kemudian untuk Romo Fran Magniseno 2:15:13 akan diberikan oleh Ketua Presidium Aqsa 2:15:15 Working Group Ansarullah. 2:15:19 Dan untuk Dr. Sarbini Abdul Murad akan 2:15:22 diberikan oleh Presidium Aksa Working 2:15:25 Group Bapak Rustam. 2:15:49 Untuk Ustaz Agus Sudarmaji digantikan 2:15:53 oleh 2:15:55 Ustaz Sakuri. Shif 2:16:36 Terima kasih sekali lagi kepada para 2:16:37 narasumber yang sudah berkenan untuk 2:16:39 hadir. 2:16:43 Oh. 2:17:12 [tepuk tangan] 2:17:28 Sip. 2:17:49 Selanjutnya yakni sesi foto bersama. 2:17:51 Kami minta kepada seluruh narasumber 2:17:55 untuk tetap berada di tempat. 2:18:02 [tepuk tangan] 2:18:15 Oh, mau bawa itu. 2:18:17 Oh, iya. 2:18:40 S du 2:18:58 Terima kasih kepada para 2:19:02 narasumber yang telah berkenan untuk 2:19:04 hadir di acara penutupan bulan 2:19:06 Solidaritas Palestina 2022. 2:19:09 Hadirin yang kami muliakan, memasuki 2:19:12 acara selanjutnya yakni launching buku 2:19:15 Membaca Protocol of Zion Blueprint 2:19:18 Yahudi Menguasai Dunia karya dari Imam 2:19:21 Yaksyaallah Mansur yang akan kembali 2:19:24 dipandu oleh Angga Aminudin. 2:19:42 Hadirin yang dirahmati Allah subhanahu 2:19:44 wa taala, kita masuk ke sesi acara 2:19:46 lainnya di acara penutupan bulan 2:19:49 solidaritas Palestina, yaitu kita masuk 2:19:51 ke sesi pembukaan 2:19:54 maksud kami launching Buku Protokol of 2:19:57 Zion karya Imamul Muslimin K. H. Yahoh 2:20:00 Mansur. 2:20:02 Di sini akan ada beberapa sambutan yang 2:20:05 akan memberikan 2:20:07 kepada kita semua pandangan dan 2:20:09 pikirannya mengenai buku ini. 2:20:13 Akan ada sambutan dari Bapak Aat Surya 2:20:15 Safaat. Lalu juga lalu juga akan ada 2:20:18 sambutan dari Bapak Dr. Abdul Mutaali 2:20:21 juga. Nanti akan ada sambutan dari 2:20:25 Syarif Abu Samalah dan juga sambutan 2:20:28 dari Dr. Ahmed Abdul Malik. Selain itu 2:20:32 juga launching nanti akan langsung 2:20:35 dibuka dan diarahkan oleh penulis buku 2:20:39 Imam Yasallah Mansur. Untuk itu kita 2:20:43 akan menyimak sambutan yang pertama dari 2:20:46 acara launching buku ini kepada Bapak 2:20:49 Aad Surya Safaat. Kami persilakan. 2:21:01 Baik, baru dapat arahan dari panitia. 2:21:04 Ternyata untuk sesi ini seperti halnya 2:21:07 sesi saresehan tadi. Jadi, seluruh 2:21:12 tamu undangan akan memberikan sambutan. 2:21:14 Dipersilakan tampil di depan. Untuk itu 2:21:16 kami persilakan juga kepada Bapak Abdul 2:21:19 Mutali untuk kembali. 2:21:21 ke 2:21:23 panggung 2:21:27 dan penulis buku. 2:21:29 Yang kami hormati Imam Yaso Mansur. 2:21:44 Baik, imamnya Salah dan juga Pak Abdul 2:21:47 Mutli masih 2:21:50 mengiringi kepergian 2:21:53 Prof. Magnus Susono tadi pamit duluan 2:21:54 ya. 2:21:58 Baik hadirin yang dirahmati Allah 2:21:59 subhanahu wa taala, kita akan menyimak 2:22:02 sambutan pertama yang akan disampaikan 2:22:04 oleh Bapak A Surya Safaat. 2:22:16 Baik hadirin, kita akan tunda 2:22:18 sambutan-sambutannya. Kita menunggu imam 2:22:21 untuk hadir di panggung. 2:22:52 Boleh di samping 2:22:57 Kami juga memohon kepada 2:23:00 Bapak Abdul Mutalib untuk kembali 2:23:05 ke panggung di sesi acara launching buku 2:23:08 kali ini. 2:23:21 Sesi kedua, Pak. 2:23:24 Sekarang sesinya launching buku 2:23:33 ya. Hadirin, nanti Dr. Ahmed Abdul Malik 2:23:37 dan juga Syarif Abu Samalah akan 2:23:39 tersambung melalui online Zoom. Dan 2:23:42 untuk sambutan pertama kami persilakan 2:23:44 kepada Bapak Aad Surya Safaat. 2:23:48 Asalamualaikum warahmatullahi 2:23:50 wabarakatuh. Waalaikumsalam 2:23:51 warahmatullah. Alhamdulillahiabbil 2:23:54 alamin. Wasalatu wasalamu ala asrofili 2:23:57 iyaai wal mursalin. Wal aqibatu lil 2:24:00 muttaqin wala udwana illa aladolimin. 2:24:03 Wala haula wala quwwata illa billahil 2:24:06 aliyil adzim. Amma ba'du. Emm. 2:24:10 Pertama-tama marilah kita panjatkan puji 2:24:11 syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa 2:24:12 taala yang telah memberikan demikian 2:24:13 banyak nikmat termasuk nikmat sehat 2:24:15 sehingga kita berkumpul di aula em 2:24:18 masjid emm 2:24:20 aula buya hamka ee Alazhar. Ee selawat 2:24:23 dan salam semoga dilimpahkan kepada 2:24:24 junjungan kita Nabi Besar Muhammad 2:24:26 sallallahu alaihi wasallam. Yang 2:24:27 terhormat ee Imam terima kasih atas 2:24:30 undangannya dan saya bangga diundang 2:24:33 sebagai ee apa namanya? Memberikan kata 2:24:36 sambutan dalam peluncuran buku. Terima 2:24:38 kasih juga ke Pak Dr. Butali. Kita baru 2:24:40 ketemu, Pak. Ya. Ee membuka ini saya 2:24:43 ingin sedikit 2:24:45 emm memberikan pengantar. 2:24:49 Saya pernah bertugas di New York selama 2:24:50 5 tahun ya sebagai wartawan. 2:24:53 Saya anggota New York Foreign Fres 2:24:56 Center. Kemudian yang kedua UN United 2:24:59 Nation Correspondent Association itu 2:25:02 berpusat di eh UN Headquarters di 2:25:05 Manhattan. Jadi setiap jam 12.00 2:25:08 siang itu ada non briefing dari juru 2:25:10 bicara sek dan ternyata betul e itu 2:25:14 media dikuasai oleh Yahudi gitu 2:25:15 orang-orang ee apa namanya keturunan 2:25:18 Inggris keturunan apa namanya itu 2:25:20 orang-orang Yahudi keturunan Yahudi gitu 2:25:25 kemudian kalau kita menyimak mereduksi 2:25:27 mengerucutkan permasalahan itu ada dua 2:25:29 hal pertama 2:25:31 seperti taglinen-nya Mina di sini ada 2:25:34 Pak Ismet Rauk sebagai pemnya nya ada 2:25:38 Pak Arif sebagai pimpit perusahaan 2:25:40 tagline itu kalau tidak salah peace in 2:25:43 Palestine peace in the world ya memang 2:25:45 em salah satu sumber ketidakadilan dunia 2:25:47 adalah soal Palestina ini gitu jadi 2:25:51 sejak konferensi Asia Afrika 55 2:25:53 satu-satunya negara di dunia yang belum 2:25:55 merdeka adalah Palestina padahal 2:25:57 Palestina itu pendukung pertama seperti 2:26:00 dijelaskan Abalib tadi ee terhadap 2:26:02 kemerdekaan Indonesia. Yang kedua, 2:26:06 sumber ketiadilan ini yang jarang 2:26:08 disentuh yaitu adalah veto dewan 2:26:11 keamanan PBB, Pak. Jadi, tidak ada satu 2:26:14 negara pun sampai sekarang menyentuh 2:26:15 persoalan ini, gitu. Padahal ini sumber 2:26:17 ketidakadilan. Bagaimana mungkin ketika 2:26:19 ada resolusi tentang Israel kemudian 2:26:21 selalu diveto terutama oleh Amerika, 2:26:24 gitu. Jadi seharusnya 2:26:26 sisi diplomasi ini harus gencar gitu. 2:26:29 Jadi harusnya itu semua negara termasuk 2:26:31 Indonesia mengkampanyekan kalau Pak 2:26:33 istilah Pak Uniani tadi kalau tidak 2:26:35 salah dipermalukan ya dengan cara ini 2:26:37 tidak adil gitu. Bagaimana Amerika 2:26:39 sebagai kampiun demokrasi tapi kemudian 2:26:41 tidak adil dalam hal ee di Dewan 2:26:43 Keamanan yang lain-lain negara paling 2:26:45 Indonesia 2 tahun anggota enggak bisa 2:26:47 apa-apa gitu harus sudah ada veto gitu. 2:26:50 Dan ini di dipegang oleh pemerang 2:26:52 pemenang perang dunia kedua yaitu 2:26:53 Amerika, Inggris, Prancis, China dan 2:26:56 Rusia gitu. 2:26:57 Nah, eh oleh karena itu ini masuk ke 2:27:01 pesan ke AKWing Group ya. Sekarang 2:27:05 bagaimana kita mau berdiplomasi kalau 2:27:07 misalkan kita tidak bisa berbahasa 2:27:08 Inggris gitu. Maka pesan kami yang 2:27:11 pertama adalah 2:27:14 AX Wing Group perlu menekankan juga 2:27:16 kepada muda supaya bisa berbahasa asing. 2:27:20 Kata Bill Gates, "Kalau kamu ingin 2:27:21 menguasai dunia, kuasai tiga hal, 2:27:24 termasuk waktu anak saya sekolah di New 2:27:26 York. 2:27:27 Dogma ini masuk pertama adalah kuasai 2:27:30 bahasa asing. Kalau untuk orang New York 2:27:33 berarti kan bahasa silin selain bahasa 2:27:35 Inggris. Kalau kita bahasa Inggris tuh 2:27:36 ya itu di sana itu 2:27:39 nenek-nenek anak umur 5 tahun bahasa 2:27:41 Inggrisnya pintar 2:27:44 ya. [tertawa] Oke. Kemudian em yang 2:27:46 kedua kuasai teknologi informasi karena 2:27:48 IT adalah masa depan gitu. Maka saya 2:27:51 juga menganjurkan kepada AWG supaya 2:27:54 tekankan soal ini gitu. supaya semua 2:27:57 jajaran K AWG dan kemudian sebarkan ke 2:27:59 seluruh ee apa ee relasi dan sebagainya. 2:28:02 Ee betapa pentingnya menguasai teknologi 2:28:04 informasi gitu. Nah, yang ketiga menurut 2:28:06 beliau sekalipun kita menguasai bahasa 2:28:09 asing teknologi informasi tapi harus ada 2:28:11 sopan santun gitu. Jadi masih berlagu 2:28:13 gitu apa yang disebut dengan magic 2:28:15 words. Thank you p me gitu. Jadi ini 2:28:18 dimanfaatkan dalam dunia diplomasi 2:28:19 mereka meskipun dengan cara skenoria 2:28:21 untuk tujuan tertentu gitu. Oke, 2:28:25 berikutnya yang ingin saya tekankan 2:28:26 adalah 2:28:28 tentang tadi Pak Mutaali sudah membahas 2:28:31 ee bagus bagaimana em dengan pasar bini 2:28:34 ya. Jadi untuk kita membantu kemerdekaan 2:28:38 Palestina semua harus bergerak. 2:28:40 Tokoh agama, sisi kemanusiaannya, 2:28:44 kemudian emm persnya ya. Saya kebetulan 2:28:49 ee dari lingkungan wartawan. Jadi 2:28:52 sekarang ini em bukan hanya pers tapi 2:28:55 medsos gitu. Maka Pak Ansarullah kalau 2:28:59 kita gencarkan metsosnya dalam bahasa 2:29:00 Inggris akan lebih jauh lebih 2:29:02 berpengaruh gitu terhadap dunia. Maka 2:29:04 tekankan betul pendidikan untuk bahasa 2:29:06 asing ini terutama bahasa Inggris. Eh 2:29:09 berikutnya selain pers itu ada dua ya eh 2:29:12 pers kemudian yang eh new media yaitu 2:29:14 medsos itu tekankan betul gitu. Kemudian 2:29:17 ee yang berikutnya adalah akademisi ya, 2:29:19 termasuk eh Pak Muta Ali tadi kalau 2:29:23 bicara tentang Palestina ee rasanya 2:29:26 rasanya masih susah Pak ya apa belum ada 2:29:29 profesor khusus tentang di Indonesia 2:29:31 terutama bicara tentang Palestina gitu 2:29:33 untuk kemerdekaan. Nah, yang berikutnya 2:29:35 last not least adalah last but not least 2:29:37 adalah tentang penulis nih. Nah, 2:29:39 penulis. Nah, kalau kita buka Google 2:29:42 tulis nama Imam Yahsyaallah Mansur sudah 2:29:44 puluhan tuh. 2:29:46 sudah puluhan. Jadi beliau ini 2:29:48 alhamdulillah ee bukan saya mengangkat 2:29:51 ini tapi ini fakta ya. Ya. Ya. Kam Imam 2:29:54 ee kalau kita buka Google silakan buka 2:29:56 sekarang itu foto 2:29:58 termasuk karya-karyanya itu ada semua 2:30:00 puluhan gitu. Jadi baru satu-satunya 2:30:03 pimpinan pondok pesennya di apa Ponpes 2:30:05 di Indonesia yang begitu produktif gitu. 2:30:09 Alhamdulillah kita bergembira, 2:30:10 bersyukur, bangga bahwa Imam menjadi 2:30:13 penulis yang produktif. Bahkan tahun 2:30:16 2021 di bulan Muharam, Pak Ismet 2:30:18 memberikan penghargaan sebagai ee kepada 2:30:23 Imam penulis paling produktif gitu. Itu 2:30:26 di Google jejaknya ada gitu. Nah, 2:30:31 terakhir emulis 2:30:34 buku membaca Protocol of Zeon gitu. Nah, 2:30:38 ini eh berasal dari seorang Sergelinus 2:30:41 ya, seorang Rusia ya, bahasa Rusia dan 2:30:43 beliau mengupas itu. Dan buku ini adalah 2:30:46 buku yang terlaris, yang kontroversial 2:30:48 tapi buku politiklaris. Ee apa di dalam 2:30:52 mungkin emm sudah 50 tahun lebih 2:30:55 terakhir ya sudah jadi ee 70-an tahun 2:30:59 ya. Ini bukuis dan makanya jangan sampai 2:31:02 tidak harus kita baca sampai tuntas buku 2:31:04 ini ya. Ini pengetahuan yang luar biasa 2:31:06 buat kita karena di sini juga disorot 2:31:08 bagaimana pendirian negara Yahudi 2:31:11 kemudian emm sisi si Palestinanya 2:31:13 bagaimana. Jadi berbagai aspek disorot 2:31:15 dan juga ee tentu yang paling terakhir 2:31:17 adalah Protocol of Zion. Bagaimana 2:31:19 mereka ingin menguasai dunia gitu 2:31:21 digambarkan oleh beliau sebagai pembaca 2:31:23 yang membaca dengan sangat seksama dan 2:31:26 ee 2:31:28 kalau kalau saya sarankan ee Imam kita 2:31:31 bisa bekerja sama dengan Gram Media 2:31:33 gitu. Jadi terbitkan karena ini sangat 2:31:35 menarik dan ini hal yang baru gitu bagi 2:31:38 para banyak pembaca dan bagi hubungan 2:31:40 internasional di apa di perguruan tinggi 2:31:43 barangkali Pak Betali ada salah satu 2:31:44 referensi ini referensi menarik untuk 2:31:46 para apa namanya eh studen atau 2:31:49 mahasiswa hubungan internasional. 2:31:51 Kebetulan saya juga belajar di hubungan 2:31:53 internasional di Arlanga University. 2:31:55 Jadi sangat tertarik dengan buku ini dan 2:31:57 kebetulan ada kata pengantar saya di 2:31:58 sini ada apa namanya ee 2:32:01 sambutan-sambutan saya. Jadi ee terakhir 2:32:03 ingin saya sampaikan bahwa apa yang 2:32:06 selalu ditulis oleh imam itu bukan hanya 2:32:08 soal Palestina tapi juga ada soal COVID 2:32:11 ya, soal-soal kemanusiaan, soal-soal 2:32:14 banyak bercerita gitu. Dan ini adalah 2:32:16 buku yang ke-17 luar biasa. Yang ke-17 2:32:22 Imam Yahsya Mansur di tengah 2:32:24 kesibukannya memimpin jaringan alfatah 2:32:25 seluruh Indonesia. Luar biasa. Ee 2:32:28 kemudian 2:32:30 em kalau saya membaca apa yang beliau 2:32:33 sampaikan 2:32:35 itu hanya tiga hal gitu. Ada tiga hal 2:32:37 bukan hanya ada tiga hal 2:32:39 yang dan bukan hanya buku tapi 2:32:41 tulisan-tulisannya. Saya selalu 2:32:43 menerbitkan tulisan ee imam di kantor 2:32:48 berita antara dan di media-media seluruh 2:32:50 Indonesia. Jadi kalau beliau menulis itu 2:32:53 imam itu tersebar di seluruh provinsi. 2:32:55 Jadi menyebar bukan hanya di antara tapi 2:32:57 juga di seluruh ada di Lampung, di 2:32:58 Bangu, sampai di Papua juga ada gitu. 2:33:01 Jadi ee ini mudah-mudahan jadi amal 2:33:03 jariah buat Imam dan buat untuk Alfatah 2:33:07 seluruhnya gitu. Nah ee tiga hal, tiga 2:33:10 kata yang bisa saya sampaikan 2:33:13 tulisan-tulisan beliau dan beliau selalu 2:33:16 mengacu kepada satu adagium bahwa 2:33:19 tulisan dimulai dengan sesuatu yang 2:33:21 atraktif, diakhiri dengan sesuatu yang 2:33:24 impresif. dimulai dengan sesuatu yang 2:33:26 menarik, diakhiri dengan sesuatu yang 2:33:27 berkesan. Ada semua di buku ini salah 2:33:29 satu contohnya. Jadi, tiga hal. Pertama 2:33:32 adalah interesting, menarik. Yang kedua 2:33:34 adalah inspiring, menginspirasi. Dan 2:33:37 yang ketiga, last but not least adalah 2:33:39 motivating. Jadi selalu memotivasi 2:33:41 kepada itu semangat. Jadi semangat terus 2:33:43 e AWG ya. Insyaallah ee orang mengatakan 2:33:47 apa katanya e manfaatnya rilnya apa. 2:33:50 Kita sudah buktikan ada dengan Mercy di 2:33:55 Gaza ya, rumah sakit Indonesia di Gaza. 2:33:58 2 tahun lalu ketika kita mengadakan ee 2:34:01 acara di Hotel Sofyan 2:34:03 ketika itu ada mau aneksasi Israel ya 2:34:07 terhadap sebagian di tepi barat ternyata 2:34:10 kemudian tidak berhasil gitu gagal. Saya 2:34:12 sangat yakin peran kita ada di situ 2:34:13 gitu. Jadi semangat terus AWG saya 2:34:16 sebagai wartawan mendukung. Terima 2:34:18 kasih. Asalamualaikum warahmatullahi 2:34:19 wabarakatuh. 2:34:22 Iya, semangat terus AWG. Allahu Akbar. 2:34:25 Allahu Akbar. 2:34:28 Kelihatannya wajah-wajah lelah ya. 2:34:31 Mudah-mudahan lilah. 2:34:32 Amin. 2:34:35 Jadi Pak Ad Surya Syafaat ini Kepala 2:34:37 Biro Kantor Berita Antara New York 9398 2:34:41 5 tahun ya Pak ya. Lalu Ketua Bidang 2:34:44 Luar Negeri Serikat Media Cyber 2:34:46 Indonesia. Berarti ini kantornya online 2:34:50 di mana saja ada berarti ya. Luar biasa. 2:34:52 Luar biasa. 2:34:54 Dan di buku ini Pak juga menyampaikan 2:34:57 sambutannya dalam dua halaman. Selain 2:35:00 itu dalam buku membaca Protocol of Zion 2:35:03 ini juga ada sambutan dari Bapak Dr. 2:35:07 Abdul Mutta Ali, Direktur Pusat Kajian 2:35:09 Timur Tengah dan Islam Universitas 2:35:13 Indonesia. Selanjutnya saya akan 2:35:15 mempersilakan Bapak Abdul Muthali untuk 2:35:17 memberikan sambutannya. Baik. 2:35:20 Asalamualaikum warahmatullahi 2:35:22 wabarakatuh. 2:35:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:35:25 wabarakatuh. 2:35:25 Bismillah wasatu ala rasulillah. 2:35:28 La haula wala quwwata illa billah wa 2:35:30 ba'ad. Yang saya hormati Imam Masallah 2:35:32 Mansur, Kang A dan Kang Angga. 2:35:36 Dalam beberapa forum baik nasional atau 2:35:39 internasional, 2:35:41 saya membuat e beberapa prasyarat, Pak 2:35:45 agar kemerdekaan Palestina, pembebasan 2:35:49 Aqsa itu semakin dekat. Syarat pertama 2:35:52 itu emosional. 2:35:55 Orang kalau 2:35:57 Palestina dijajah sebetulnya rudal itu 2:36:00 bukan ketika saya atau yang lain 2:36:03 pengamat muncul di TV1 atau di TV-TV 2:36:06 yang lain. Tiap hari sebetulnya rudal 2:36:07 itu. Tapi ramainya kalau diberitakan kan 2:36:12 begitu. Nah, ketika kita tidak ada 2:36:14 emosional itu masih jauh. 2:36:17 Dia syarat juga tuh emosional. Masa 2:36:20 saudara kita itu didiamkan ya dizalimi 2:36:23 diam saja emosional. Tapi itu syarat 2:36:26 pertama itu. Syarat kedua intelektual. 2:36:30 Ini syarat kedua intelektual. 2:36:32 Ini karyanya 2:36:34 Ustazah Mansur ini bagian dalam rangka 2:36:38 mendekatkan kemerdekaan Palestina dan 2:36:40 pembebasan Aqsa. Ya, ini buku ini luar 2:36:44 biasa. Tapi ada beberapa kekurangan. Ini 2:36:46 enggak ada USBN-nya, Prof. ya, Ustaz ya. 2:36:49 [tertawa] 2:36:49 Ini memang buku keikhlasan ini ya? Ada. 2:36:52 Ada tapi Oh ya ini tapi penerbitnya AWG 2:36:56 ya. Nah saya sepakat tadi dengan Kang A 2:36:59 itu coba juga didistribusikan, 2:37:02 diterbitkan itu oleh Kompas, oleh Gram 2:37:05 Media agar masalah Aqsa itu betul-betul 2:37:09 menjadi masalah kemanusiaan. 2:37:11 Itu kayaknya enggak sahih kalau enggak 2:37:13 diterbitkan Kompas atau Grem Media itu. 2:37:17 Nah, itu ya. Jadi ini sebuah karya 2:37:20 intelektual yang luar biasa. Di awal 2:37:22 tadi saya sudah bilang ya, bahwa 2:37:25 dominasi akademik topik-topik ya di 2:37:29 dunia kampus dan ee penulisan ilmiah 2:37:32 nyaris itu minoritas 2:37:34 ya topik-topik terkait Palestin. Maka 2:37:36 yang kayak gini mesti muncul ini ya ke 2:37:39 depannya itu ada lomba itu sejarah 2:37:41 Palestin gitu ya, sejarah resolusi 181 2:37:46 gitu tuh. Kemudian sejarah James Arthur 2:37:49 Barfora itu juga boleh sehingga nanti 2:37:51 orang paham, oh ini jangan sampai 2:37:53 generasi Z, generasi selanjutnya itu 2:37:56 kehilangan obor. 2:37:59 Ya, kehilangan obor. Dia tahunya Israel 2:38:02 luar biasa dapat beasiswa sekolarship 1 2:38:05 bulan 2.000 kan begitu. Why not kan 2:38:08 begitu nanti begitu tuh 2:38:11 ya karena dia enggak paham sejarahnya. 2:38:13 Itu yang kedua, intelektual. 2:38:16 Yang ketiga itu sosial 2:38:18 ya. Itu sosial. Jadi kita mesti 2:38:21 membangun jaringan sosial, media sosial, 2:38:24 komunitas sosial. Kalau tidak bisa 2:38:27 melalui 2:38:29 state atau countries, Pak, maka peopleya 2:38:32 yang mesti diajak. Karena melalui state 2:38:34 sulit sulit. 2:38:36 Yang perlu dibangun adalah people to 2:38:38 people. 2:38:39 Amerika mungkin state-nya enggak setuju, 2:38:41 tapi people-nya no. 2:38:43 Belum tentu, Pak. 2:38:46 Ya, Inggris mungkin enggak setuju, tapi 2:38:48 people-nya belum tentu. Maka bangun 2:38:50 people to people, sosial tuh, Pak, tuh, 2:38:53 gitu ya. Ah, itu yang ke berapa? Yang 2:38:55 ketiga. Yang keempat ini yang sangat 2:38:58 penting. Bajet 2:39:01 untuk mendekatkan kemerdekaan Palestina. 2:39:04 Yang keempat tuh budget, Pak. 2:39:07 Tadi di awal saya bilang Israel itu 2:39:09 baik, Pak. ketika ada bani jadi enggak 2:39:11 baik dia. [tertawa] 2:39:13 Nah, maka resesi ini harus menjadi 2:39:15 berkah bagi Palestina 2:39:18 ya. 2010 FIFA di-announce menjadi 2:39:22 e tuan rumah Piala Dunia. Selama dari 2:39:25 2010 sampai sekarang itu biaya 2:39:27 operasional FIFA oleh Qatar semuanya 2:39:29 itu, Pak. [tertawa] 2:39:31 Sehingga enggak bisa ngapa-ngapain. Nah, 2:39:33 mesti banyak negara kalau bisa dilobi 2:39:36 seperti Qatar 2:39:38 ya. Sehingga ketika orang lain 2:39:40 mengkritik, ah ini kalian ada masalah, 2:39:42 ini kalian ada masalah, ini kalian ada 2:39:44 masalah. Ya, hari ini luar biasa ya 2:39:50 bahasa bahasa-bahasa parsialisme gitu. 2:39:54 Padahal equality, 2:39:57 justice, 2:39:58 humanity itu sesuatu yang universal. 2:40:02 Kenapa enggak diperjuangkan? Nah, 2:40:04 caranya ini kalau penerbitnya AWG saja 2:40:08 yang baca hanya komunitas AWG 2:40:12 kan begitu. Tapi kalau penerbitnya 2:40:14 Kompas 2:40:16 Imam ya, Gramedia. Oh, luar biasa 2:40:19 semesta membaca Pak 2:40:22 ya. Ini a-nya apa? Aqsa. Ah, enggak mau 2:40:25 baca. [tertawa] 2:40:26 Orang sudah mental blok 2:40:29 ya. Mental block. Tapi kalau wah ini 2:40:32 luar biasa ini diterbitkan oleh penerbit 2:40:34 ini. Jadi perlu strategi. 2:40:38 Kenapa Nabi kita sallallahu alaihi 2:40:39 wasallam itu ketika tiba di Madinah 2:40:42 enggak langsung ke Donton, enggak 2:40:44 langsung ke pusat kota Madinah, tapi 2:40:46 transit di distrik kecil namanya Quba. 2:40:50 Karena Nabi paham majority 2:40:53 eh masyarakat Yasrib itu Yahudi eksodus 2:40:57 dari Makkah yang mereka kecewa ternyata 2:40:59 Nabi terakhir bukan dari keturunan 2:41:00 mereka, bukan dari bangsa mereka. 2:41:03 Jadi itu sebuah strategi Nabi. Transit 2:41:05 dulu di mana? Transit dulu di Quba. 2:41:07 Kenapa Nabi mesti melakukan briefing 2:41:10 literasi yang kokoh yang kita hadapi 2:41:12 siapa? 2:41:14 Itu satu. Yang kedua, apa? Kuasai pasar. 2:41:16 Budget, Pak. 2:41:18 Kita AWG mesti bikin ipak-ipak syari, 2:41:21 Pak. 2:41:24 Gitu ya. Kita mesti bikin ipak-ipak 2:41:27 versi Indonesia. 2:41:29 Kalau serius. Kenapa ini sosial nih, 2:41:32 Pak? Nih. Kenapa? Karena yang melobi 2:41:35 semuanya ipak. 2:41:38 Coba ketika Donald Trump mengnounce 2:41:41 Yerusalem ibu kota Israel. 2:41:45 Harusnya kalau di Indonesia ini bisa 2:41:47 digoreng nih, Pak nih oleh lawan 2:41:49 politika yang dulu kalah. Dulu kalah 2:41:51 siapa? Hillary Clinton, Pak. Tapi apakah 2:41:54 Hillary Clinton Partai Demokrat 2:41:56 mengkritik Donald Trump ketika 2:41:58 memindahkan ibu kota Israel raya ke 2:42:00 Yerusalem? Tidak mengkritik. Kenapa? 2:42:03 Karena kalau Hillary Clinton menjadi 2:42:05 presiden Amerika, podo wae, Pak. 2:42:08 Betul enggak? Sama aja sami mawon. 2:42:13 Ah, kita mesti bikin ipak-ipak syari 2:42:16 itu, Pak 2:42:18 ya, yang bisa bergerak luar biasa. 2:42:21 Bagaimana nih polanya ini? Wallahualam. 2:42:24 Itu mesti diskusikan. Ini enggak bisa di 2:42:26 forum seperti ini. Baik, 2:42:28 ya. Dan yang terakhir apa itu lobbying, 2:42:31 Pak? H 2:42:32 untuk mendekatkan kepada kemerdekaan 2:42:34 Palestina. emosional, 2:42:37 intelektual, sosial, budget, lobby. Ah, 2:42:42 insyaallah setelah itu freedom, Pak. 2:42:44 Asalamualaikum warahmatullahi 2:42:45 wabarakatuh. 2:42:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:42:47 wabarakatuh. Hadirin yang dirahmati 2:42:50 Allah subhanahu wa taala. Seharusnya 2:42:51 masih ada dua yang dua orang yang akan 2:42:53 memberikan sambutan. Namun karena 2:42:54 keterbatasan waktu koordinasi dengan 2:42:57 panitia, jadi kami skip. Mohon kepada 2:42:59 panitia untuk menyampaikan nanti kepada 2:43:02 dua narasumber tersebut. Dan selanjutnya 2:43:04 kita akan langsung ke sesi launching 2:43:06 buku Protocol of Zion oleh Imamul 2:43:10 Muslimin K. H. Yah Shoh Mansur. Kami 2:43:12 persilakan. 2:43:20 Asalamualaikum. 2:43:23 Mohon 2:43:32 Asalamualaikum. warahmatullah 2:43:34 wabarakatuh. 2:43:35 Waalaikumsalam warahmatullah. 2:43:37 Alhamdulillah wasyukrulillah 2:43:40 wasalatu wassalamu ala rasulillah wa ala 2:43:43 alihi wa ashabihi waman walah 2:43:46 wamanabaah. 2:43:48 Masyaallahu kan wama lam yasya lam 2:43:51 yakun. La haula wala quwwata illa 2:43:54 billah. Amma ba'd. 2:43:56 Pertama kita bersyukur kepada Allah 2:43:58 subhanahu wa taala acara ini dapat 2:44:01 berlangsung. 2:44:03 Dan sampai sekarang dapat kita ambil 2:44:07 beberapa hikmah dari para narasumber 2:44:10 khususnya dan juga para hadirin pada 2:44:13 umumnya. Selanjutnya saya di sini ada 2:44:16 dua cara. Pertama adalah untuk launching 2:44:20 buku saya yang insyaallah ke-17 2:44:25 dan juga sekaligus penutupan. 2:44:28 Mohon maaf ya kalau para ikhwan akhwat 2:44:31 terganggu dengan suara saya ya. Suara 2:44:34 saya sudah akan habis karena sejak awal 2:44:38 kita buka sampai terakhir kemarin saya 2:44:42 selalu bicara terus-menerus. Jadi 2:44:44 mungkin agak terganggu pihak ini. Ini 2:44:47 suara saya alhamdulillah masih ada 2:44:50 sedikit ya. Nah, pertama Pak saya tidak 2:44:54 bisa lepas dari 2:44:56 seklem LKP Nantara 2:45:00 Bapak Muhyiddin Hamidi yang memberikan 2:45:03 nasihat kepada saya. Kalau kamu akan 2:45:06 menulis atau akan berbicara, 2:45:09 payakan Al-Qur'an yang kau dahulukan. 2:45:13 Maka ciri tulisan saya hanya menjelaskan 2:45:16 Al-Qur'an. 2:45:18 Maka termasuk buku ini, Pak. Buku ini 2:45:21 walaupun judulnya membaca Protocol of 2:45:24 Zion, saya sampaikan ciri-ciri Yahudi 2:45:29 menurut Al-Qur'an. 2:45:31 Maka untuk mengenang beliau, perkenankan 2:45:34 Pak, saya akan menghadiahkan buku saya 2:45:37 ini untuk salah seorang putri beliau. 2:45:41 Ibu Oni kami harap bisa maju ke depan. 2:45:46 [tepuk tangan] 2:45:49 saya 2:46:07 1 2 2:46:11 1 2:46:25 Selanjutnya saya mengapresiasi 2:46:27 Bapak Aad maupun Pak Mutaali yang 2:46:32 bersedia memberikan sambutan pada buku 2:46:36 kami. Mudah-mudahan kalau toh itu ada 2:46:39 pahalanya. Mudah-mudahan pahala itu juga 2:46:42 mengalir kepada Bapak berdua 2:46:45 menjadi sodqah jariah untuk 2:46:47 selama-lamanya. Amin. 2:46:49 Ee selanjutnya 2:46:51 saya akan 2:46:54 menutup 2:46:55 acara ini karena sangat ee 2:46:59 singkat waktu yang diberikan yang waktu 2:47:02 kita ini. Pertama saya ingatkan 2:47:07 bahwasanya tugas kita hanya beramal, 2:47:12 beramal dan beramal. 2:47:14 Nama dari AWG itu adalah pemberian dari 2:47:18 seorang pemuda di Masjidil Aqsa. 2:47:22 Ketika saya diamanat untuk memimpin 2:47:25 rombongan umroh 2:47:28 Ramadan saat itu. Dan Imamul Muslimin 2:47:32 Muhyiddin Hamidi baru membentuk ini 2:47:35 mencari-cari nama yang paling pas. Maka 2:47:39 ketika saya sampaikan ini kepada para 2:47:42 pemuda yang ada di Masjidil Aqsa yang 2:47:46 dia cerita bagaimana sulitnya masuk ke 2:47:49 Masjidil Aqsa. Kemudian dia memberikan 2:47:52 nama Al-Amal Liajli A-aqsa. Itu adalah 2:47:58 nama dari orang Palestina. Mudah-mudahan 2:48:02 kita terus beramal karena apa? Yang 2:48:05 dinilai oleh Allah adalah amal. 2:48:08 bukan hasil. Oleh karena itu, jangan 2:48:12 sampai kalau kita sedang mengalami tanda 2:48:16 kutip kekalahan, kemudian bersedih 2:48:19 apalagi berputus asa. Ingatlah ayat-ayat 2:48:24 Allah yang ada dalam surah Ali Imran 2:48:27 yang menjelaskan soal perang Uhud yang 2:48:30 tanda kutib muslimin kalah. Antaranya 2:48:33 Allah menyatakan, "Wala tahinu wala 2:48:37 tahzanu wa antumul aun in kuntum 2:48:41 mukminin." Jangan pernah bersedih, 2:48:45 jangan pernah merasa lemah. Kalian pasti 2:48:48 menang selama kalian bertakwa dan 2:48:52 beriman kepada Allah Subhanahu wa taala. 2:48:57 Maka untuk menafsirkan 2:49:00 ayat itu saya membuat pantun 2:49:05 berkumpul di aula Buya Hamka 2:49:12 berbicara tentang Aqsa dan Palestina 2:49:16 bersama teman. 2:49:20 Yakinlah para ikhwan semuanya, 2:49:23 Al-Aqsa dan Palestina akan kembali ke 2:49:27 tangan kita selama kita beriman. 2:49:33 Ah, kemudian pesan kami kepada 2:49:39 Aqsa Walking Group khususnya dan juga 2:49:42 para pendukungnya baik Mercy maupun juga 2:49:46 dari yang lain. Untuk penutupan ini mari 2:49:50 kita renungkan firman Allah Subhanahu wa 2:49:54 taala. Faamma binikmati rbika fahaddis. 2:50:00 Itu adalah ujung dari surah Adduha yang 2:50:04 artinya adalah cerah. 2:50:07 Surah ini turun pada waktu masa fatratil 2:50:12 wahyi. Seakan-akan saat itu Rasulullah 2:50:17 tidak ada lagi kesempatan 2:50:20 untuk dapat melanjutkan dakwahnya. 2:50:24 Berbagai macam pemikiran negatif ada 2:50:27 beliau. Karena beberapa hari menurut 2:50:31 sebagian ulama menyatakan 2:50:33 50 hari wahyu tidak turun. Tapi kemudian 2:50:39 Allah menurunkan surah wadduha yang 2:50:42 artinya cerah, terang benderang. 2:50:46 Insyaallah perjuangan kita akan terang 2:50:50 benderang, cerah secerah matahari. 2:50:54 Amin. 2:50:55 Kemudian ditutup. Faamma binmati 2:50:59 fahaddis. 2:51:00 Alhamdulillah 2:51:02 acara 2:51:04 solidaritas bulan soliditas Palestina 2:51:07 sudah dapat kita selesaikan. 2:51:11 Ini adalah bagian daripada nikmat. Imam 2:51:14 al-Asfihani 2:51:15 menjelaskan nikmat adalah segala sesuatu 2:51:20 yang baik. Alhal alkhair itulah nikmat 2:51:26 kondisi yang baik. Kita bisa 2:51:28 menyelesaikan ini dengan kondisi yang 2:51:31 baik maka itulah nikmat. Oleh karena 2:51:35 itu, Fahadis, 2:51:38 ceritakanlah atau syukurilah. 2:51:42 Sebentar, para hewan. Habis ini selesai. 2:51:46 Allahu Akbar. Allahu Akbar. 2:51:53 Allahu 2:51:59 Akbar. Allahu 2:52:05 Akbar. 2:52:18 ilahaillallah 2:52:30 ashadu allailahaillallah 2:52:48 ashadu alla ilaha 2:53:41 Hayya alal 2:53:58 Ik 2:54:32 Hayya alah 2:54:54 La haula wala quata 2:55:19 daripada 2:55:23 la haula wala quwwata illa billah 2:55:29 Allahu 2:55:32 Akbar. Allahu Akbar. 2:55:46 Allahu Akbar. 2:55:47 Allahu Akbar. Allahu Akbar. 2:56:09 Lailahaillallah rasulullah. Allah 2:56:13 Muhammad. 2:56:16 Saya senang sekali menggunakan tempat 2:56:18 ini karena batas akhir itu azan. Kalau 2:56:21 azan harus sudah selesai. Saya lanjutkan 2:56:25 tiga paling lama 2 menit. Kemudian 2:56:28 nikmat tadi harus disyukuri. 2:56:31 Imam Al-Ghazali menyatakan nikmat 2:56:34 rukunnya ada tiga. Yang pertama ilmu. 2:56:38 Yang kedua hal. Yang ketiga amal. 2:56:41 Ilmu adalah meyakini bahwasanya nikmat 2:56:45 itu datang dari Allah Subhanahu wa 2:56:47 taala. Jadi kita yakin bahwasanya pekan 2:56:51 eh bulan Aqsa ini selesai, Palestina ini 2:56:56 selesai adalah semata-mata nikmat Allah 2:56:59 Subhanahu wa taala. Yang kedua hal yaitu 2:57:03 menerima menerima nikmat tadi dengan 2:57:06 gembira. Jadi mari kita terima nikmat 2:57:10 ini dengan gembira. Jangan ada saling 2:57:13 salah menyalahkan. 2:57:15 Dan yang ketiga adalah dengan amal. Mari 2:57:19 kita lanjutkan 2:57:21 bulan solidaritas Palestini dengan amal. 2:57:25 Dan amal itu akan berhasil apabila kita 2:57:29 mencermati apa yang disampaikan oleh 2:57:32 para narasumber tadi. Ada tiga 2:57:35 keberhasilan beramal khususnya 2:57:37 pembebasan Masjidil Aqsa yang 2:57:39 bersama-sama. Yang pertama harus 2:57:42 bersama-sama, 2:57:43 harus berjamaah. 2:57:45 Yang kedua, hendaknya menghargai jasa 2:57:50 orang lain. Jangan sampai kita 2:57:54 mengecilkan perang orang lain. Allah 2:57:57 menyatakan, "Wala tanswul fadla 2:58:00 bainakum." Dan yang ketiga, jangan 2:58:04 merasa diri paling baik, jangan merasa 2:58:08 paling berjasa. Itu adalah perilaku 2:58:11 orang Yahudi yang termasuk 76 yang saya 2:58:14 tulis di buku itu. Jangan merasa paling 2:58:17 baik. Dan selanjutnya mari terus kita 2:58:21 beramal, beramal, beramal. Salah satunya 2:58:25 adalah mari kita perbanyak tulisan 2:58:29 tentang Masjidil, tentang Palestina. 2:58:31 Karena apa? Berdirinya negara Israel 2:58:35 adalah dari sebuah buku yaitu Der Yuden 2:58:38 Stat. Itulah munculnya 2:58:42 negara Israel. Mari kita lawan itu juga 2:58:46 dengan buku. Mudah-mudahan kita semuanya 2:58:49 berhasil. Ini yang dapat sampaikan. 2:58:52 selamat kepada Aksa Walking Group dan 2:58:55 seluruh pendukungnya baik dari Mersi, 2:58:58 dari UI, kemudian dari para rekan-rekan 2:59:01 wartawan semuanya. Mudah-mudahan amal 2:59:04 para heh semuanya diterima oleh Allah 2:59:07 subhanahu wa taala. Kurang dan lebihnya 2:59:10 mohon maaf. Hadanallahikum ajmain. 2:59:12 Asalamualaikum warahmatullah 2:59:14 wabarakatuh. Allahu Akbar. 2:59:17 Allahu Akbar. 2:59:18 Alaqsa. 2:59:19 Asalamualaikum warahmatullahi 2:59:21 wabarakatuh. Waalaikumsalam. 2:59:31 Hadirin yang dirahmati Allah Subhanahu 2:59:32 wa taala. 2:59:34 Demikianlah sesi launching buku karya 2:59:37 Imam Yahsalo Mansur. Kita sudah tiba di 2:59:40 akhir. 2:59:41 Benar untuk pesan ya. 2:59:42 Ya, pesan saya mudah-mudahan para hewan 2:59:45 semuanya membaca buku itu semuanya. Soal 2:59:49 beli nomor dua 2:59:52 sebelum di 2:59:54 habiskan oleh Yonis. Karena ingat 2:59:58 protokol itu pernah diborong oleh orang 3:00:01 Yonis untuk diapa? Dibakar. 3:00:03 Mudah-mudahan kita telah membaca sebelum 3:00:06 buku ini dibakar. Begitu. 3:00:07 Baik. 3:00:09 Segera hubungi Aksoing Grup. 3:00:12 [tepuk tangan] 3:00:14 Untuk sesi launching kita hari dengan 3:00:17 alhamdulillahiabbil alamin. 3:00:19 Alhamdulillah. 3:00:20 Acara saya serahkan kembali kepada MC. 3:00:23 Mohon maaf atas segala kesalahan kata. 3:00:25 Asalamualaikum warahmatullahi 3:00:26 wabarakatuh. 3:00:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:00:29 wabarakatuh. Beranjak ke acara 3:00:30 selanjutnya yakni penyerahan cindramata 3:00:34 kepada Pak Aat Surya oleh Ketua 3:00:37 Presidium Aksa Working Group Nur Ihwan 3:00:39 Abadi. 3:00:45 Kemudian selanjutnya penyerahan 3:00:48 cindramata plakat kepada ketua panitia 3:00:51 bulan Solidaritas Palestina 3:00:53 2022. 3:00:56 Oh. 3:01:11 Kemudian selanjutnya penyerahan 3:01:13 cindramata kepada Imam Yahsyaallah 3:01:16 Mansur oleh Ibu Oni Firanti. 3:01:40 di sini 3:02:00 Selanjutnya yakni penyerahan cindramata 3:02:02 pelakat kepada moderator Angga Aminudin 3:02:05 oleh ketua panitia bulan solidaritas 3:02:08 Palestina 3:02:10 Ganjar Darussalam 3:02:29 Tom 3:02:31 satu dua. 3:02:41 Kepada para narasumber dimohon untuk 3:02:43 tetap di tempat untuk melaksanakan sesi 3:02:47 foto bersama. 3:03:11 kepada Pemret Mina dan juga direktur 3:03:15 Rasil 3:03:18 pimpinan umum Mina ya dipersilakan untuk 3:03:20 naik ke atas panggung untuk 3:03:24 untuk ikut bersama dalam sesi foto. 3:03:45 ada 3:03:58 semua 1 2 3 3:04:02 1 2 3 3:04:08 1 2 3 lagi 1 2 3:04:19 Terima kasih kami ucapkan sekali lagi 3:04:21 kepada seluruh tamu undangan yang telah 3:04:24 berkenan untuk hadir di acara penutupan 3:04:25 bulan Solidaritas Palestina 2022. 3:04:29 Beranjak ke acara selanjutnya yakni 3:04:30 pembacaan doa oleh Ketua Sekolah Tinggi 3:04:33 Agama Islam Alfattah Bogor yakni Ustaz 3:04:36 Ahmadh S. S.DI. MA. KepadaNya kami 3:04:41 persilakan. 3:04:42 AT 3:04:48 mau dimasukin 3:05:07 hadirin sekalian, mari kita sama-sama 3:05:11 memfokuskan pikiran kita meluruskan niat 3:05:15 kita untuk menunjukkan doa kita kepada 3:05:18 saudara-saudara kita di Palestina. 3:05:22 Mereka sesungguhnya tidak berharap 3:05:24 dengan paksa kepada kita karena mereka 3:05:26 telah mencukupkan Allah sebagai 3:05:28 penolongnya. Tetapi kita adalah 3:05:31 saudaranya di dalam kemanusiaan. Kita 3:05:34 adalah ikhwannya di dalam al-Islam ini. 3:05:37 Maka oleh sebab itu, apa yang bisa kita 3:05:39 lakukan? kita lakukan untuk kemerdekaan 3:05:41 dan ee kebaikan mereka. Maka dengan doa 3:05:44 ini, mari kita sama-sama memohon kepada 3:05:47 Allah mudah-mudahan dengan wasilah ini 3:05:49 mendatangkan kebaikan buat mereka juga 3:05:52 buat kita. 3:05:55 Bismillahirrahmanirrahim. 3:06:00 Alhamdulillahi 3:06:01 hamdan yuwafiamahu 3:06:04 waukafiu mazidah. 3:06:07 Ya rabbana lakal hamdu kama 3:06:10 yambagjalalikal 3:06:12 karimi wa sulik. 3:06:15 Allahumma lakal hamdu kulluh wakukru 3:06:20 kulluh wailaika yurjaul amru kulluh. 3:06:24 Allahumma lakal hamdu bil iman 3:06:29 wakal hamdu bil islam 3:06:33 wakal hamdu bil ukhwah. 3:06:36 Wakal hamdu bilakal 3:06:40 hamdu bil quranum 3:06:44 lakal hamdu hatta tard wakal hamdu rita 3:06:50 wakal hamdu ba'dar rid. 3:06:54 Allahumma 3:06:56 inna nasaluka hubbak 3:06:59 wubba 3:07:01 yuhibbukadzi 3:07:04 yubigubak 3:07:06 Allahinal 3:07:08 haqqah 3:07:12 wainalzinabah 3:07:17 allahumbana laakna 3:07:20 inasina akna 3:07:33 maqana 3:07:36 bih wafuna 3:07:38 wagfirlana 3:07:40 warhamna anta maulana fansurna alalmil 3:07:44 kafirin. 3:07:46 Allahumzal islal muslimin wairka wal 3:07:51 musyrikinakain 3:07:56 allahumur ikhwanal muslimal muwahidina 3:08:00 fiilist khulil 3:08:04 muslimina ammah yaabbal alamin. 3:08:10 Allahumma alif bainal muslimin 3:08:14 bijamaatil muslimin kama alafta bainal 3:08:18 muhajirina wal ansar. 3:08:21 Allahummaana 3:08:25 fid dunya hasanah wail akati hasanat 3:08:29 waqinazabanar 3:08:33 waqihnazabanar 3:08:37 waqinazabanar 3:08:39 wasallallahu ala nabiyina muhammadin 3:08:43 walhamdulillahiabbil 3:08:46 alamin. 3:08:50 Asalamualaikum warahmatullahi 3:08:52 wabarakatuh. 3:08:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:08:55 wabarakatuh. Baiklah hadirin yang 3:08:57 dirahmati Allah, baik yang hadir di aula 3:09:00 Buya Hamka maupun pemirsa yang juga 3:09:02 turut hadir melalui YouTube Aljamaah dan 3:09:05 juga Rasil TV. 3:09:07 Demikianlah rangkaian pada hari ini. 3:09:09 Saya Ini Nayatun selaku Master of 3:09:12 Ceremony mewakili segenap panitia 3:09:15 mengucapkan terima kasih dan juga mohon 3:09:17 maaf atas segala kekurangan dalam 3:09:19 penyelenggaraan acara pada hari ini. 3:09:22 Kami pun kembali mengucapkan terima 3:09:24 kasih kepada para sponsor yakni PI 3:09:27 Dinar, Mitra Solusi Konstruksi, LCDU, 3:09:31 Alpa Sentauri, Pawon Umi, dan juga 3:09:34 seluruh donatur bulan Solidaritas 3:09:36 Palestina 2022 serta DKM ee Masjid 3:09:42 Al-Azhar. Mari kita tutup acara kita 3:09:45 pada hari ini dengan hamdalah dan doa 3:09:47 kafaratul majelis. 3:09:49 Alhamdulillahiabbilamin 3:09:51 subhanakallahumma wabihamdika asadu alla 3:09:54 ilahailla anta astagfiruka 3:09:57 wasalamualaikum warahmatullahi 3:09:59 wabarakatuh.