Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Alhamdulilla wasalam ala rasulillah wa
- alalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh
- akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
- taala apa kabar selamat pagi selamat
- hari senin selamat berawal pekan bagi
- konak yang berangkat ke kantor,
- mengantar anak atau apapun aktivitas
- Anda, kami ucapkan selamat menjalani
- aktivitas. Semoga Allah senantiasa
- temani. Langkahnya Allah Subhanahu wa
- taala berkahi dalam setiap ikhtiar yang
- dilakukan. Amin ya rabbal alamin. Ikhwan
- ikhwan, selamat datang di acara renungan
- di bawah naungan Al-Qur'an bersama
- Alfagqir Isa Alkaf, ada Ondi dan juga
- Mas Algi di meja operator dan
- membersamai kita Ustaz Husein bin Hamid
- Alat. Asalamualaikum Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga sehat selalu ya, Ustaz ya.
- Saat harga rupiah kian melemah ini,
- Ustaz. Masyaallah.
- Bagi Allah maha kaya, maha pengasih lagi
- maha penyayang.
- Maha kaya, maha pengasih. Maha
- penyayang. Amin ya rabbal alamin.
- Insyaallah ustaz akan kita bahas
- beberapa pertanyaan. Ikhwan akhwat yang
- mau bertanya, yang ingin menyampaikan
- permasalahannya silakan di 081199720
- melalui pesan WhatsApp atau telepon
- langsung.
- [berdehem]
- Nanti akan disambungkan oleh Mas Algi 0
- ke 0218451512.
- Sekali lagi pesang WhatsApp bisa ikhwan
- akhwat kirimkan di nomor 0811999720
- atau bisa telepon langsung dihubungkan
- oleh Mas Agi di 0218451512.
- Kita buka dulu ikhwan akhwat dengan
- ummul Quran surah al-Fatihah.
- [berdehem]
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- Amin.
- Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Allahumarhamna bil Quran. Semoga dari
- bacaan surat al-Fatihah tadi Allah
- bukakan pintu rahmatnya, pintu
- hidayahnya kepada kita semua sehingga
- kita bisa senantiasa berada dalam
- bimbingan dan hidayah dari Allah
- Subhanahu wa taala. Amin ya rabbal
- alamin. Ikhwan akhwat, kami akan
- membacakan beberapa pertanyaan. Bagi
- ikhwan akhwat yang ingin bertanya,
- sekali lagi silakan kirimkan pertanyaan
- Anda [mendengus] di 0811999720.
- Ustaz, kemarin kan bulan Maulid, Ustaz,
- Rabiul Awal, ya. Sekarang
- bulan Rabiutani, sudah masuk awal bulan
- Rabiusan. Ada beberapa pertanyaan,
- Ustaz. Kenapa umat muslim merayakan
- Maulid di bulan Rabiul Aal? Bukankah itu
- juga hari kematian? atau hari
- meninggalnya baginda Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Syukran
- Ustaz, [mendengus] jazakumullah khairan.
- Jaz.
- [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika sayyidina wa nabina
- Muhammadin wa alihi wasahbihi wasallim.
- [mendengus]
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim. Wala haula
- wala quwwata illa billahil aliyil adzim.
- Asalamualaika ya rasulullah.
- Alamu ala ahli baitik thyibin.
- Wasalamuatialil
- mayamin
- minal muhajirina wal ansar alladina
- alladinahabuka
- fi saatil usr [mendengus]
- wahadu maaka
- wa aklasu lillahi
- jihadahum waidolahum
- wassalamu alaina waa ibadillah shihin
- wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- [mendengus]
- Memperingati Maulid Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam
- yang biasa diadakan pada bulan Ar-Rabi
- al-Awal
- [berdehem]
- yang merupakan juga hari-hari
- saat diwafatkan Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- [berdehem]
- Adapun saat kelahiran beliau secara
- tepat memang ada perbedaan.
- Dalam hal ini tidak penting bagi kita
- untuk
- memastikan
- kapan saat beliau dilahirkan.
- Tapi yang penting bagaimana kita
- betul-betul apa
- mempererat, memperdalam hubungan kita
- dengan Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam.
- Di mana memperingati lahirnya beliau
- bukan hanya sebatas di bulan Arrabi
- Awal, tapi setiap hari.
- Setiap hari kita selalu memperingati
- kehadiran beliau.
- Karena beliau merupakan
- uswah hasanah, tauladan yang
- sebaik-baiknya
- yang Allah Subhanahu wa taala tunjukkan
- bagi kita semua. Dengan sendirinya perlu
- kita selalu mengingat beliau
- dalam gerak-gerik kita, sepak terjang
- kita, ucapan kita, begitu juga pergaulan
- kita bersama keluarga kita, sikap kita
- terhadap kedua orang tua kita.
- Begitu pula sikap kita terhadap
- masyarakat di sekelilingnya. Bagaimana
- kita akan meneladani beliau kalau kita
- tidak apa tidak selalu mengingat
- ketauladan beliau, sunah-sunah beliau
- dalam hidup ini. [mendengus]
- Oleh karena itu, Allah perintahkan kita
- berselawat kepada rasul-Nya. Bukan
- karena Rasul membutuhkan selawat kita.
- Bukankah cukup selawat dari Allah dan
- para malaikatnya?
- Innallaha wa malaikatahu yusruna alan
- nabi.
- Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya
- berselawat untuk nabinya. Selawat dari
- Allah karena dialah Rabbul Alamin
- arrahman arrahim. dengan sendirinya
- beliau atau Allah yang melimpahkan
- seluruh
- kebaikan, kemuliaan, rahmat, keberkahan
- bagi nabinya Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. [mendengus]
- Sedangkan malaikat
- berselawat di tengah-tengah penduduk
- langit, di tengah-tengah makhluk Allah
- Subhanahu wa taala yang suci, yang
- selalu taat berbakti kepada Allah.
- Apakah masih diperlukan selawat kita
- untuk Rasul?
- Kita yakin
- bahwa selawat yang kita baca, yang kita
- lantunkan sebetulnya untuk menumbuhkan
- cinta di hati kita kepada Rasul,
- mempererat hubungan kita dengan beliau
- hingga kita betul-betul merasa dalam
- setiap gerak-gerik kita ini kita
- tertarik untuk mengikuti jejak langkah
- beliau.
- Dan kata selawatnya
- yang berasal dari kata wasala yasilu
- silatan.
- Kalau silah menjelaskan hubungan yang
- setara antara kita dengan sesama
- keluarga besar barusia. Kalau salah,
- selawat jamaknya antara kita dengan
- Allah
- menghubungkan kita hambanya yang lemah,
- papa, yang miskin, yang butuh kepada
- Allah yang maha kaya, yang maha pasti
- lagi maha paib. Sedangkan selawat kita
- kepada Rasul
- adalah apa?
- Selawat yang dibacakan
- oleh kita para pengikutnya
- kepada sosok yang menjadi ikutan dan
- suri tauladan yang sebaik-baiknya.
- Dengan kita berselawat kepada Rasul satu
- kali,
- Allah dan malaikatnya berselawat untuk
- kita 10 kali.
- Kita berselawat untuk keluarganya, Allah
- dan malaikatnya melimpahkan selawat
- untuk keluarga kita 10 kali. Siapa yang
- diuntungkan?
- Lalu apa manfaat arti dari selawat Allah
- dan malaikatnya untuk kita? Hualladzi
- yusolli alaikum waaikatuhu
- yuhrijakum minadulumatianur
- bil mminina rahim.
- Dialah yang melimpahkan selawatnya atas
- kalian. [mendengus]
- Malaikat juga berselawat memohon ampun
- bagi kalian sebagaimana yang Allah
- terangkan dalam surah Ghafir.
- wasin
- rahmatan
- wa ilmaagfir lilladinaabu watilaka
- waqihimabal jahim rbana wadkilhum
- jannati waahum wad shaha abaiim wa
- azwajihim wriyatihim innaka
- alzizul hakim Coba perhatikan bagaimana
- malaikat berselawat untuk orang-orang
- yang beriman, yang bertaubat, yang
- kebaikan berjalan di atas jalannya dan
- mohon agar mereka dikumpulkan bersama
- pasangan mereka yang saleh, [mendengus]
- bersama anak-anak mereka ya
- dan Allah lindungi mereka dari azab api
- neraka. Waqihim adzaban jahim.
- Ini kan betul-betul karunia yang tak
- terhingga dengan kita berselawat kepada
- rasulnya menerima 10 selawat dari Allah.
- Begitu juga 10 selawat dari malaikatnya.
- Nah, Allah sebutkan pada surah
- al-ahzab. Hualladzi yusolli alaikum
- waaikatu liyukrijakum minadulumati
- wana bilmin rahim.
- Selawat ini akan mengeluarkan kalian
- dari kegelapan hidup yang berbaca-baca
- ilan nur menuju cahaya yang terang
- benerang yang menerangi perjalanan
- kalian, menerangi jiwa kalian, keluarga
- kalian, orang-orang yang kalian cintai.
- Wakana bil mukminina rahima. Dan sungguh
- Allah Maha Penyayang terhadap orang yang
- beriman. Ayat ini merupakan ulasan dari
- ayat sebelumnya. Ya ayyuhalladina
- amanikurullahaikr
- wasabbihu bukratan wasilah.
- Di antara yang membuka pintu selawat
- dari Allah dan malaikatnya yang paling
- utama kita berzikir kepada Allah
- sebanyak-banyaknya. Bertasbih kepadanya
- pagi dan petang akan membuka pintu
- selawat dari Allah. Begitu pula dari
- malaikatnya untuk kita. Begitu pula
- selawat terhadap Nabi [berdehem] kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- [mendengus]
- Jadi apakah patut kita memperingati
- Rasul hanya pada bulan Rabiul Awal atau
- Rabiani? Bukankah seharusnya kita selalu
- mengingat Rasul?
- Di samping kita berzikir kepada Allah,
- mentasbihkan Allah, kita mengingat Rasul
- hingga selalu dalam gerak-gerak kitanya
- apa? Diilhami oleh apa? Oleh sunah-sunah
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Adapun kapan tepatnya beliau
- dilahirkan, apakah di bulan Rabiul Awal
- atau di bulan yang lain, tidak penting
- bagi kita semua. Tapi kita menginginkan
- peringatan Maulid itu bukan hanya
- sekedar perayaan, bukan hanya sekedar
- melantunkan selawat ya yang tidak
- menggetarkan hati, tapi kita ingin
- berselawat kepada Rasul yang menumbuhkan
- kecintaan di hati kita, menggerakkan
- kita ya untuk berjalan di atas jalannya
- dan selalu merindukan untuk berkumpul
- bersamanya. Pertama kita berkumpul di
- dunia kemudian dikumpulkan di hari
- akhir. Oleh karena itu, Nabi berkata
- kepada Tsuban yang khawatir kalau
- dirinya nanti dibangkitkan di hari
- kemudian nanti sama-sama masuk surga
- bersama Rasul. Kalau kedudukan Rasul
- yang begitu tinggi, Tsubban akan
- terpisah dari Rasul. Rasul menentramkan
- hatinya mengatakan, "Ya Tsuban yuhsyarul
- maru maaman ahad."
- Setiap orang akan dikumpulkan bersama
- orang yang dicintai. Jadi kalau kita
- menumbuhkan cinta pada Rasul, kita
- berselawat dengan suara yang indah ya
- yang menggetarkan hati kita
- dan mohon pada Allah dengan selawat ini
- Allah Subhanahu wa taala menumbuhkan
- cinta kita kepadanya yang menggerakkan
- kita untuk betul-betul berjuang,
- melanjutkan perjuangannya dan mengikuti
- sunahnya. Betapa tidak berartinya
- kehidupan dunia dibandingkan dengan apa
- yang Allah janjikan di hari akhir nanti.
- Jadi yang memperingati Maulid Rasul di
- bulan Rabiul Awal atau Rabiutani atau
- bulan-bulan yang lain hendaknya camkan
- peringatan yang kita adakan. Peringatan
- dengan penuh ketulusan sebagai bukti
- cinta pada Rasul dengan niat yang mulia.
- Bukan hanya perayaan ya, sekedar kita
- melantunkan selawat tapi tidak
- menggetarkan kalbu sebagaimana orang
- yang membaca Al-Qur'an tapi tidak sama
- sekali diresapi. Tidak berubah cara
- hidupnya. Bagaikan keledai yang memikul
- tumpukan buku hanya letih lelah tanpa
- merasakan manfaat sedikitp. Wallahuam.
- Insyaallah. Berikutnya dari Ibu Sri
- Sunarsih.
- He
- di Tangsel. Ustaz asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Mohon maaf, Ustaz. Mau tanya. Nabi Isa
- disebut Almasih.
- Tapi doa yang isinya kita mohon
- perlindungan dari godaan dajal, masih
- dajal juga sebutannya. Jadi almasih itu
- maksudnya apa, Ustaz? Dari hamba
- [mendengus] Allah.
- Terima kasih, Ustaz.
- Almasih merupakan
- sifah musyabbahah.
- Sifah
- musyabbahah.
- Musyabbahah
- yang maknanya sama dengan isim fa'il
- tapi memberikan tambahan makna atubut
- wad dawam.
- Wadwam artinya maknanya bersifat
- terus-menerus dan bersifat dawam.
- Kata kerjanya masa hayam sahu artinya
- yang mengusap. H.
- Nah, Almasih alaihialatu wasalam dengan
- kuasa Allah dia mengusap pada orang yang
- sakit, Allah sembuhkan penyakitnya. Yang
- belang, yang buta.
- Dengan kekuasaan Allah sebagai mukjizat
- baginya, dengan usapannya Allah
- sembuhkan penyakit orang-orang yang
- sakit. Tapi ingat, bukan Almasih yang
- menyembuhkan. Allah Subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu berulang kali Allah
- Subhanahu wa taala sebutkan biidni
- biidni dengan seizin Allah Subhanahu wa
- taala.
- Karena tanpa Allah siapapun bagaimanapun
- luas ilmunya, bagaimanapun kuatnya,
- bagaimanapun kayanya ya tak mungkin dia
- dapat melakukan sesuatu. Semua dengan
- izin Allah. Maka jangan pernah kita lupa
- kepada Allah pada saat senang atau susah
- kuat maupun lemah. Allah selalu bersama
- kita.
- Adapun julukan Almasih Dajjal
- sebagaimana riwayat-riwayat yang
- beredar, Almasih Addajjal di sini ya
- dengan usapan dia, dia mampu
- menghidupkan orang yang mati hingga
- menimbulkan fitnah. itu berdasarkan
- riwayat-riwayat yang beredar. Tetapi
- riwayat berhubungan dengan Dajjal di
- sini merupakan riwayat yang
- diperselisihkan. Riwayat yang
- diperselisihkan.
- Apalagi riwayat yang menggambarkan
- bahwa Tuhan kalian matanya tidak apa,
- tidak menonjol, tidak seperti Dajjal
- yang matanya satu apa? Satu dalam
- keadaan menonjol.
- Ini menggambarkan Allah Subhanahu wa
- taala dengan gambaran makhluknya.
- Subhanahu wa taala amma yasifun.
- Subhanahu wa taala amma yusrikun. Oleh
- karena itu banyak para ulama mengatakan
- [mendengus]
- bahwasanya ee riwayat mengenai Almasih
- Dajjal ini dipertanyakan.
- Dipertanya tanyakan. Karena kalau
- berdasarkan riwayat dengan apa yang
- ditunjukkan oleh Almasih ini manusia
- otomatically sewaktu apa? Sewaktu
- menyaksikan apa yang mampu dilakukan
- orang bisa apa? Terjerumus dalam fitnah.
- Contoh hadis mengatakan perbedaannya
- bahwa mata Dajjal itu menonjol sedangkan
- mata Tuhan kalian tidak. Ini kan
- jelas-jelasan tajsim.
- Merupakan taj tajsim. Oleh karena itu e
- kata Almasih di sini dinisbatkan kepada
- Dajjal seolah-olah dengan usapannya dia
- mampu menghidupkan orang mati.
- Tapi kita sendiri ya bertawakuf ya
- berkaitan dengan riwayat di seputar
- Dajjal ini seperti masalah aljassasah
- juga ketika seorang ya yang melakukan
- pelayaran
- tahu-tahu di tengah-tengah pelayanan dia
- mampir ke sebuah pulau menemukan
- satu orang yang sedang dirantai.
- Lalu dia mengatakan saya adalah Dajjal.
- Ini riwayat yang meriwayatkan seorang
- yang berasal dari ahli kitab yang masuk
- ke dalam Islam. [mendengus]
- Jangankan jangankan apa? Jangankan
- ulama-ulama muhaqikin terdahulu, bahkan
- termasuk Syekh Utsimin mengatakan
- riwayat Aljassasah ini betul-betul
- riwayat mutribah.
- Jadi sebaiknya kita singkirkan
- riwayat-riwayat semacam ini yang apa
- yang
- artinya yang dalam keadaan tidak sama
- sekali stabil. Oke.
- Penuh dengan apa? Penuh dengan
- pertentangan.
- Jadi ee berkaitan dengan kata almasih
- diambil dari kata masaha yamsahu. Di
- mana Almasih di saat dia mengusap
- seseorang yang sakit Allah subhanahu wa
- taala sembuhkan. Ini mukjizat yang Allah
- berikan kepada beliau sebagai bukti
- kenabian dan kerasulannya. Wallahuam.
- Masyaallah. Ini pertanyaan yang bagus
- lagi nih, Ustaz. Dari ahad. Ustaz,
- Ustaz, jika seseorang ingin bertobat,
- Ustaz, mana yang harus didahulukan untuk
- dipelajari Ustaz?
- Juga kalau berzikir mana yang
- diutamakan? Berselawat, tahlil, tahmid,
- atau beristigfar bagi hamba yang banyak
- dosa. Terima kasih, Ustaz.
- [mendengus]
- [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Jalan untuk bertaubat sebetulnya mudah.
- luas,
- penuh rahmat.
- Begitu hatinya bertekad untuk bertaubat,
- artinya kembali kepada Allah. Taba
- yatubu taubatan ini merupakan satu kata
- yang menunjukkan arti kembali seperti
- aba yaubu aatan. Jadi kata tawwab, awwab
- hampir sama
- menunjukkan orang yang kembali pada
- Allah.
- Nah, pada saat dia kembali kepada Allah
- Subhanahu wa taala, ya mulailah dengan
- membersihkan dirinya. Dia mandi
- bertaubat pada Allah. Kemudian setelah
- itu dia salat.
- Salat menghadap ke hadapan Allah dengan
- niat dia sepenuhnya bertaubat kembali
- kepada Allah. Tubatan nasuha. Mohon
- kepadanya untuk tidak kembali kepada
- dosa yang diperbuat.
- Kemudian dia banyak-banyak beristigfar.
- Banyak-banyak beristigfar. Kemudian dia
- menyusul keburukan amalnya dahulu dengan
- kebaikan.
- Seperti Nabi mengatakan dalam hadis yang
- sahih.
- Wa atbii asayiata al hasanat.
- Hendaklah kamu susul keburukan-keburukan
- kamu dengan kebaikan yang menyusulnya.
- Sebagaimana firman Allah, "Illla man
- taba waamana wa amila amalan shih
- faulaika yubaddirullahui sayiatihim
- hasanah."
- Jadi orang yang tadinya bergelimangan
- dosa kemudian dia bertaubat
- kembali pada Allah dengan tulus kemudian
- dia susul keburukannya dengan kebaikan.
- Waamila amalan shihah. Maka Allah
- subhanahu wa taala gantikan lembaran
- yang tadinya hitam penuh dengan dosa
- dihapuskan digantikan dengan kebaikan.
- Lihat rahmat Allah yang begitu besar.
- dalam suratul Furqan, dalam surah juga
- ee Maryam.
- Ungkapan ini berulang kali Allah
- Subhanahu wa taala sebutkan.
- Fakalafa min ba'dihim khalfun adus sha
- watabausahwat fasaufa yalqu illa manaba
- waana wail shihah. Betul gak?
- Kita lihat ya, bagaimana Allah Subhanahu
- wa taala bimbing kita bertobat kepada
- Allah, mengerjakan amal saleh yang
- menggantikan amal buruk kita. Lalu dia
- mengatakan, "Ustaz, bagaimana kalau kita
- enggak mampu untuk menggantikan? Kamu
- bekerja semaksimal kamu. Allah tidak
- butuh kebaikan kamu. Tapi niat kamu,
- usaha kamu, kesungguhan kamu itu yang
- berharga di sisi Allah Subhanahu wa
- taala. [mendengus]
- semaksimal kemampuan kamu, kamu menyusul
- keburukan kamu dengan kebaikan. Sebagai
- contoh, kalau dia seorang muslim,
- seorang yang mukalaf, sekian tahun dia
- meninggalkan salat, sekian tahun dia
- meninggalkan salat.
- Sebagian orang mengatakan,
- "Perbanyaklah salat-salat sunah."
- Perbanyaklah salat-salat sun
- sunah. Karena tidak ada yang namanya
- mengqada salat.
- Kalau pandangan saya, salat sunah itu
- menambal salat-salat
- yang wajib. Kalau ada kekurangan dia
- fungsinya sebagai penambal.
- Oleh karena itu, untuk menggantikan
- salat wajib kita sebaiknya kita
- melakukan salat qada.
- Kalau mereka mengatakan tidak ada qada
- dalam salat,
- bukankah dalam hadis yang sahih Ummu
- Salabah pernah bertanya pada Rasul
- setelah salat asar beliau melakukan
- salat. Ditanya oleh Ummu Salamah,
- "Kuntta tanhana ba'dal asriah."
- "Dulu kamu melarang kita salat setelah
- asar." "Lu salat apa lagi ini ya
- Rasulullah?"
- Dijawab oleh Rasul tadi, "Karena saya
- sibuk membagikan ganimah, saya
- ketinggalan ba'diah azzuhur." Maka ini
- sebagai penggantinya.
- Ini padahal berkaitan dengan salat
- sunah. Betul gak? Digantikan
- kalau mereka berdalil dengan firma
- dengan sabda Nabi dari Ummu Salamah
- juga. Umirna biqada asub walam numar
- biqada. Kami diperintahkan untuk
- mengqada puasa kami kalau kami haid
- untuk nifas. tapi enggak diperintahkan
- untuk mengqada salat kami.
- Berarti menurut mereka hadis ini
- mengisyaratkan tidak ada qada dalam
- salat. Sebetulnya pemahaman ini perlu
- dikoreksi.
- Hadis ini meneragakan wanita yang haid.
- Haid
- tidak diwajibkan mengulang salatnya
- rahmat keringanan dari Allah, tapi
- diwajibkan berqada puasanya. Tapi kalau
- orang yang meninggalkan salat dengan
- sengaja,
- dengan sengaja dia berhutang kepada
- Allah. Wadainallahi
- winallahi
- apa? Wadainahi ahaqu hutang terhadap
- Allah harus dibayar. Lebih berhak untuk
- dibayar. Oleh karena itu semaksimal
- kemampuannya. Cara bayarnya untuk tidak
- memberatkan dirinya. Kalau dia ingin
- bertobat secara tulus,
- berusaha setiap salat atau waktu salat,
- di samping dia salat yang saat ini dia
- mengqada salat. Jadi katakan sebelum
- zuhur ya, setelah salat ee salat qabliah
- dia lakukan salat zuhur. Ya Allah
- jadikan sebagai pengganti yang lampu.
- Kemudian dia setelah itu baru apa? Baru
- salat zuhur berjamaah.
- Kalau dia berumrah atau katakan berumrah
- atau berziarah kepada Rasul, dia
- usahakan untuk mengqada salatnya. Kita
- kan tahu satu rakaat di Masjidil Haram
- sama dengan 100.000 rakaat. [mendengus]
- Ini usaha
- kecintaan dia untuk betul-betul apa?
- Kembali pada Allah dan menyesali
- kesalahannya. Kalau seandainya satu hari
- dia bertobat, dia meninggal dunia,
- insyaallah Allah ampuni, hapuskan semua
- keburukan amalnya karena niat
- kesungguhan dan bergegas-gegas kembali
- pada Allah.
- Jadi dia mengerjakan salat ya katakan
- sebelum katakan zuhur atau sebelum asar
- ee salat wajib berjamaah. Setelah itu
- dia gantikan dengan salat apa? salat
- qada atau sebelum salat yang wajib dia
- melakukan salat qada. Dan ini tidak akan
- terasa berat buat diri.
- Iya,
- tidak akan terasa
- berat.
- Berat. Zuhur dilakukan. Ya Allah jadikan
- sebagai penghapus ya pengganti salat
- zuhurku yang dulu aku sia-siakan pada
- saat aku dalam keadaan bodoh.
- Jumlahnya berapa banyak ustaz?
- Ya, kalau seandainya zuhur empat rakaat
- ya empat rakaat. Karena bukan musafir
- kan? Kecuali kalau dia musafir.
- Oh iya. Kalau dia musafir dia lakukan
- salat ee apa faridahnya dua rakaat. Nah,
- salat
- yang lalu juga dua rakaat.
- Nah, kalau dalam keadaan musafir, Ustaz,
- boleh enggak mengqada
- dengan rukshsah qasar, Ustaz?
- Boleh.
- Boleh, Ustaz.
- Iya. Dia mengqada kan statusnya musafir.
- Oh, iya.
- Status musafir.
- Jadi, ada perbedaan pendapat yang
- mengatakan cukup memperbanyak salat
- sunah. Kalau saya pribadi lebih suka
- kita mengqada salat.
- Iya. Karena Nabi mengqada salat sunah
- apalagi
- apalagi yang wajib.
- Jadi sungguh-sungguh kita apa ee
- bertobat pada Allah dan orang yang
- melakukan salat dia merasakan kenikmatan
- yang luar biasa. Dia bisa curhat mengadu
- kepada Allah menyesali kesalahannya. Dan
- ini akan membuat jiwanya penuh dengan
- rahmat
- daripada dia sia-siakan waktunya untuk
- ngobrol bermain membuat hati semakin
- keras. Keras. Nah,
- kemudian
- dalam zikir ya
- kita berzikir melalui salat. Salat
- adalah zikir.
- Waqimataik.
- Kemudian kita membaca Al-Qur'an juga
- zikir
- zikr
- shad wal quranizikir.
- Kemudian kita dalam zikir sehari-hari
- kita mulai dengan tasbih subhanallah,
- alhamdulillah,
- lailahaillallah, Allahu Akbar atau dua
- kalimat yang ringan diucapkan tapi
- memberatkan timbangan kita.
- kalimatani khfifatani alalisanqilatani
- mizan atau fil mizan habibatani
- ilarahban amat dicintai oleh yang maha
- pemurah itu subhanallah wabihamdih
- subhanallahilim
- jadi subhanallah alhamdulillah
- lailahaillallah allahu akbar setelah itu
- berselawat pada nab
- Allahumma sholli ala muhammadin wa ali
- muhammad k Allahumma sholli ala
- sayyidina Muhammad
- Ali sayidina Muhammad yang artinya
- pemimpin kami. Kemudian istigfar.
- Istigfar kepada Allah. Sambil berjalan
- di kendaraan kita baca subhanallah,
- alhamdulillah, lailahaillallah, Allahu
- Akbar. Setelah itu kita ber berselawat
- kemudian beristigfar mohon pada Allah
- untuk mengampuni dosa-dosa kita yang
- mudah sekali.
- Ya
- Allah berfirman dalam surah apa? Dalam
- surah at-Tahrim. Ya ayyuhalladina
- amanuallahianuha.
- Wahai orang yang beriman,
- kembalilah kepada Allah dengan dengan
- apa? Dengan niat kembali yang murni dan
- tulus.
- Lalu setelah itu Allah janjikan untuk
- menghapuskan dosanya, memasukkan dia ke
- dalam taman surganya.
- Dan pada saat itu Allah tidak akan
- mengecewakan orang yang beriman.
- Wallahuam.
- Masyaallah.
- Berikutnya, Ustaz dari Fafan Arifianto.
- Tadi tuh ya sudah jelas ya masyaallah
- tentang apa yang harus diperbaiki
- terlebih dahulu adalah salatnya Ustaz
- dan berzikir. Insyaallah bisa dengan
- salatnya diperbaiki kualitasnya dan
- berselawat juga penghubung antara kita
- dan baginda Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Dan termasuk kalau dia
- ninggalkan puasa juga dia qada puasanya
- bayar hutang
- zakat juga kalau dia dulu tidak
- mengeluarkan zakat coba dia
- e tunaikan zakatnya semaksimal kemampuan
- dia. Oh iya, Ustaz. Berarti kalau dulu
- kita punya harta yang belum dizakati,
- sekarang ini kita masih hutang sama
- harta itu
- ya otomatis kalau dulu kita kalau
- kecuali kalau kita pada saat itu non
- muslim.
- Oh.
- Tapi kalau sebagai seorang muslim kan
- mukalaf.
- Cuma kita melalaikan, mengabaikan. Nah,
- kita bertobat kita berupaya
- kalau duitnya sudah enggak cukup, Ustaz.
- Yang mana yang harus didahulukan?
- Semaksimal kemampuan dia.
- Oh, iya.
- Artinya untuk kebutuhan dia itu utama
- [berdehem] setelah kebutuhannya,
- keluarganya dia berinfak dengan apa?
- dengan kelebihannya niatkan sebagai
- pengganti apa-apa yang dilalaikan
- sebelumnya. Allah kan maha pengasih,
- maha penyayang. La yuklifulahu nafsan.
- Nah, kalau hartanya banyak memang bakal
- dibawa kembali pada Allah.
- Kalau ditaruh di depan boleh enggak?
- Misalnya
- saya tahu nih akan dapat transferan
- segini dari orang sudah pasti di tanggal
- segini.
- Tapi saya sekarang ada duitnya sekarang
- sekarang boleh enggak dikeluarin?
- Tapi kita kalau seandainya mengeluarkan
- lebih dulu ya lebih bagus yang butuhkan
- lebih banyak. Oke. Oke.
- Dan perlu kita pahami zakat bukan
- setahun sekali aja.
- Karena orang butuh juga bukan setahun
- sekali kan.
- Betul. Betul.
- Jadi yang kita keluarkan dengan niat
- zakat yang membersihkan dosa kita,
- kesalahan kita juga mensucikan diri
- kita.
- Jadi hendaknya dia banyak-banyak
- berinfak. Dan jangan sayang ini harta
- yang ada pada kamu bukan milik kamu.
- Tapi anta mustakhlafun alaih. Kamu
- sedang diberikan amanat. Ilmu juga bukan
- milik kamu, kekuatan juga bukan milik
- kamu. Semua itu merupakan amanat. Maka
- Allah ingatkan innalillah. Kita semua
- ini milik Allah.
- Iya.
- Wa inna ilaihi
- rojiun.
- Kita semuanya bakal kembali pada Allah.
- Yang kita kumpulkan bakal apa? Bakal
- diwarisi oleh Allah. Allah berikan lagi
- kepada yang lain. Belum tentu anak kita
- menikmati apa yang kita miliki. Tapi
- untuk hari akhirat jangan lupakan dan
- sia-siakan. Wallahuam. Nah, ini ustaz
- kap ini sering ditanya Ustaz pertanyaan
- sambungan dari zakat tadi kan ada
- delapan asnaf Ustaz fuqarah wal masakin
- amil dan seterusnya sampai akhir. Ustaz
- kalau di antara delapan itu adalah
- keluarga kita ustaz itu kewajiban kita
- atau kita boleh keluarkan dengan uang
- zakat
- keluarga itu statukinya apa?
- Sepupu bibi.
- Heeh.
- Jadi begini, zakat itu sebetulnya
- sebelum kita keluarkan zakat yang
- dibagikan kepada delapan golongan.
- Iya.
- Karena apa yang kita keluarkan di jalan
- Allah juga fungsinya sebagai zakat juga.
- Iya.
- Karena zakat itu nama ya yang Allah
- berikan bagi satu infak ya yang akan
- mengantarkan menuju apa? Pembersihan
- kesucian dan juga menumbuhkan harta
- mereka.
- Pertama-tama sebagaimana yang Allah
- terangkan dalam surah Albaqarah,
- yasalunaka
- yunfiquun. Mereka bertanya padamu ya
- Rasulullah apa yang mereka harus
- infakkan?
- Allah tidak menerangkan apa, tapi Allah
- terangkan dulu siapa yang perlu kita
- perhatikan pada saat kita memiliki
- kelebihan harta.
- Qul ma anfaqtum min khairin. Katakan
- yang kalian infakkan. Katakan, "Wahai
- Rasulullah, sampaikan pada umatku
- apa yang kalian infakkan dari kebaikan.
- Pertama-tama itu yang harus menjadi
- perhatian kalian. Falil walidain untuk
- kedua orang tua.
- Kemudian wal aqrabin. Kaum kerabat yang
- terdekat dengan kita. Jangan kita sirami
- yang jauh. Kerabat yang dekat, yang
- butuh kita abaikan.
- Kemudian wal masak wabil
- masak w. Setelah itu anak-anak yatim
- yang tidak apa tidak memiliki pendukung
- penunjang dalam kehidupannya. Kalau
- yatim yang kaya ya enggak berhak
- menerima.
- Dan yang diutamakan yatim yang saudara
- kita ya, Ustaz ya.
- Ya. Pertama yatim dari keluarga kita
- baru yatim dari apa? Orang-orang lain.
- Kalau ada yang dekat yang dekat dulu.
- Kemudian orang-orang miskin dalam sebuah
- riwayat, laisal miskin manaruduh luqmatu
- luqmatan. Orang miskin tuh bukan yang
- ditolak satu suap, dua suap
- keliling ke sana kemari. Tidak.
- Walakinal miskin ya alladzi la yajidu
- ginan. Orang yang tidak punya kecukupan
- yang mencukupinya. Wastahianas
- tapi dia malu untuk minta sama orang.
- Kalau fuqara butuh enggak malu minta,
- tapi kalau masak ini kasihan sudah susah
- enggak bisa
- mengenaskan keadaannya. Jadi orang-orang
- miskin ya kalau kita tahu tanpa mereka
- minta kita bantu mereka baru Ibnu Sabil
- kehabisan bekal umpamanya menuntut ilmu
- atau dia mengalami katakan kerugian dia
- ingin kembali atau dia menetap di tempat
- atau di kota kita tapi membutuhkan biaya
- untuk pendidikan dia, untuk kebutuhan
- dia. Nah, kalau kita perhatikan di sini
- Aisya, wama taf'alu min khairin
- fainnallaha bihi alim. Allah tunjukkan
- kita siapa yang pertamat berhak
- mendapatkan ee bantuan kita.
- Kalau seandainya untuk semua itu sudah
- habis, kira-kira kita masih wajib enggak
- keluar zakat zakat mafrudah? Tidak.
- Arti kalau sudah kita katakan keluarkan
- untuk kebutuhan kita, untuk orang tua
- kita, kaum kerabat umpamanya sudah
- keluarkan
- ternyata apa?
- Apa yang wajib untuk kita ya apa yang
- wajib untuk kita apa? Tidak kita
- keluarkan karena apa? Karena tidak ada
- sama sekali. Maka keluarga ini kan lebih
- dekat. Waul arhami ba'duhum aa ba'din.
- Kaum kerabat ini lebih utama. Nah, kalau
- kita sudah penuhi kedua orang tua kita,
- kerabat terdekat kita yang butuh,
- kemudian kita mengeluarkan zakat, ya
- itu merupakan apa? Merupakan
- kewajiban ya yang Allah wajibkan ya atas
- kita sebagai kontribusi untuk
- saudara-saudara kita secara umum. Kalau
- yang pertama kontribusi kita untuk
- keluarga yang dekat karena wal aqrabuna
- aula bil maruf. Betul gak? Yang terdekat
- itu lebih utama. Jadi di sini sebelum
- kita berzakat keluar coba lihat orang
- tua kamu bagaimana.
- He
- orang tua kamu. Kemudian lihat juga apa,
- saudara-saudari kamu. Kalau anak-anak
- kita, istri kita kan tanggung jawab
- kita. Betul gak?
- [mendengus]
- Saudara-saudari kamu bahkan sebelum
- saudara lihat anak kamu bagaimana
- dia sudah berumah tangga umpamanya
- kekurangan. Kita berikan bantuan untuk
- anak kita.
- Jangan bilang sudah kawin kamu orang tua
- enggak wajib lagi. Siapa yang mengatakan
- begitu?
- Sebelum orang lain, anak kamu yang butuh
- berikan bantuan dari harta kamu. Jangan
- kamu menginginkan nama di luar sebagai
- orang darmawan, anak kamu hidup dalam
- kesusahan. Banyak
- saudara-saudara kamu, saudari kamu
- katakan dia susah janda atau dia katakan
- umpamanya berumah tangga tapi masih
- banyak kebutuhan yang belum terpenuhi.
- Kita yang tampil ke depan
- atau sepupu kita ya. Jadi hendaknya
- dalam berinfak kita betul-betul
- memperhatikan skala prioritas yang Allah
- sebutkan. Nah, adapun dalam surah taubah
- innamodqatu lil fuqar wal masakin wal
- amirina alaiha wal muallafati qulubuhum
- dengan sendirinya kalau ada fakir dari
- keluarga kita fakir apa yang kita punya
- hanya cukup buat mereka kita belum wajib
- keluarga kalau setiap orang peduli
- terhadap kerabat keluarganya insyaallah
- jumlah fakir miskin akan berkurang
- enggak hingga yang diberikan dari zakat
- tidak terlalu banyak karena setiap orang
- yang mampu peduli terhadap terhadap
- kerabat terdekatnya itu kan lebih utama.
- He
- betul gak? Jadi ee Allah jelaskan
- pertama siapa yang perlu mendapatkan
- perhatian kalian. Baru pertanyaan
- berikutnya wasasalun
- yunfiqu.
- Mereka bertanya padamu apa yang harus
- mereka infakkan. Qulil afwa. Katakan apa
- yang melebihi kebutuhan kamu itu setelah
- kamu cukupi kebutuhan kamu maka kamu
- dikenakan kewajiban untuk berbagi bagi
- saudara-saudara kamu yang seiman,
- saudara kamu seayah seibu yang berasal
- dari ayah ibu yang sama untuk membantu
- mereka. Apalagi kalau dia beriman.
- Almukmin akhul mukmin la yadlimuhu w
- yakbur. Dan kita harus sadar bahwa dunia
- ini kan tempat kita bercocok tanam.
- Semua yang ada pada kita bukan milik
- kita. Titipan dari Allah. Jadi jangan
- kita kikir dengan apa yang Allah
- berikan. Karena begitu kita meninggal
- dunia tidak mampu lagi sama sekali kita
- bertasaruf menggunakan harta kita.
- Semuanya akan diwarisi untuk generasi
- yang akan datang. Wallahuam.
- Masyaallah. Masyaallah. Semudah itu ya
- sebenarnya untuk mengeluarkan zakat dan
- pasti akan membersihkan harta kita,
- Ustaz. Ya. Membersihkan dan menumbuhkan.
- Kalau kita berikan untuk orang tua kita
- atau kerabat kita, kita dapat pahala
- pertama
- albir dan silaturahmi yang luar biasa.
- Ini rahmat yang luar biasa.
- Kedua, juga menjadi zakat buat harta
- kita.
- Iya, benar.
- Zakat di sini zakat maknawi ya, bukan
- zakat seperti yang kita pahami ya.
- Tapi ini merupakan infak yang amat
- dicintai Allah subhanahu wa taala. Tadi
- pertanyaannya kalau yang zakat ee wajib
- itu ee dikeluarkan buat orang tua tapi
- itu tidak pantas ya, Ustaz ya.
- Kalau orang tua enggak boleh terima
- zakat kita yang wajib ya. Zakat yang
- delapan golongan itu orang tua tidak
- boleh, anak tidak boleh.
- Boleh. Anak enggak boleh.
- Tapi kalau istri berzakat untuk suaminya
- boleh.
- Oh iya Ustaz.
- Kalau suami enggak boleh untuk istrinya.
- Ah
- karena apa? Karena istri tidak wajib
- memberikan nafkah pada suami.
- Nah kalau istrinya kebetulan berada
- suaminya enggak mampu.
- Heeh. dia boleh berikan zakat buat
- suaminya. Suaminya gunakan untuk
- memberikan nafkah buat dia.
- Kenapa? Karena setelah tangan suami
- menjadi hak suaminya kan.
- Suami wajib berikan nafkah.
- Tapi kalau suami untuk istri tidak
- dibolehkan,
- berarti di luar dari kewajiban seperti
- orang tua dan ee istri,
- orang tua, istri, anak ya, sepupu,
- keponakan ya, saudara, bibi. Nah, kalau
- seandainya katakan kita pas-pasan, kita
- berikan untuk mereka dulu. Oke.
- Kalau punya kelebihan kita keluarkan
- untuk mereka, keluarkan juga untuk zakat
- yang sifatnya kontribusi untuk umat
- umat.
- Nah, banyak orang yang memiliki harta
- yang melimpah daripada digunakan untuk
- flexing. Betul enggak? Digunakan untuk
- paber, dalam perkawinan, dalam acara
- ini, bermiliar-miliar uang dikeluarkan.
- Akhirnya ribut ya suami istri karena
- harta menjadi ikatan di antara mereka.
- Viral di Instagram,
- waduh.
- Viral di YouTube.
- Aduh. viral juga di TikTok. Akhirnya
- mereka hancurkan rumah mereka karena
- lupa kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Nauzubillahzalik. Insyaallah
- mudah-mudahan Allah selamatkan keluarga
- kita dan keluarga orang terdekat kita.
- Amin ya rabbal alamin.
- Berikutnya ini pertanyaan menarik sekali
- Ustaz dari Fafan di Bekasi.
- Heeh. ingin bertanya mengenai sebuah
- situasi di mana ada teman seorang wanita
- memiliki kelainan reproduksi sehingga
- tidak punya rahim, tidak punya indung
- telur dan semua yang lainnya lengkap.
- Masalah muncul ketika kawan saya ini
- ingin menikah, Ustaz, dan menginginkan
- punya anak. Apakah secara syari
- dimungkinkan telur dari teman wanita ini
- digabungkan dengan sperma dari suaminya
- nanti dan menitipkannya di rahim wanita
- lain? Ustaz berdasarkan kesepakatan
- bersama apakah halal Ustaz? Karena ada
- Ustaz suroget mother namanya Ustaz boleh
- apa enggak Ustaz?
- Ini hukumnya
- haram.
- Haram Ustaz ya.
- Hukumnya ha
- haram.
- Haram.
- pertama ya
- pembuahan
- dari
- telur orang lain
- yang bukan menjadi istri dari suami.
- Telur orang lain.
- Walaupun spermanya berasal dari suami,
- tapi telur berasal dari wanita lain.
- Kecuali kecuali apa?
- kecuali wanita tersebut merupakan istri
- yang lain dari suaminya. Kalau mau
- nikahin aja itu ibunya
- menikah ya biar tidak terjadi conflict
- of interest di masa belakang hari.
- Karena kalau sampai menggunakan sperma
- orang lain atau telur orang lain ya kan
- zina berarti
- hubungan yang tidak diizinkan
- walaupun masukinnya lewat suntik
- walaupun diwat suntikan tapi dengan
- sendirinya akan menimbulkan
- atau menjadi potensi konflik di belakang
- hari siapa sebetulnya ayah sebetulnya
- atau ibu sebetulnya
- apakah ya sang pemilik rahim
- apakah Apa?
- Apakah
- gendung
- pemilik apa? Pemilik apa? Ee rahim ya
- atau sang pemilik sperma.
- Ambil telur orang lain menggunakan rahim
- yang kita kontrak. Betul gak? Atau
- katakan kita ambil dari telur kita.
- Seorang wanita mengambil dari telurnya
- kemudian dibuahkan oleh suaminya karena
- dia enggan untuk hamil atau mungkin
- kandungannya tidak mengizinkan dia tapi
- telurnya subur. Maka untuk pembuahan
- setelah pembuahan ya kemudian dimasukkan
- ke dalam rahim wanita yang lain yang
- merupakan kontrak rahim.
- Ee sebagian orang mungkin
- membenarkannya. Sebagian orang mungkin
- membenarkan ya. Tapi dalam hal ini ya
- saya anggap apa yang dilakukan wanita
- ini dia memaksakan sesuatu. H
- Allah subhanahu wa taala coba dia
- katakan dia tidak bisa melahirkan.
- Tidak bisa
- melahir.
- Melahirkan.
- Dia bisa merawat bisa merawat apa? Anak
- dari saudaranya.
- Walaupun bukan dari telurnya, tapi
- dengan membesarkan, merawat ya seorang
- anak ya yang katakan apa dibesarkan
- bersama-sama dirinya. Contohnya
- umpamanya dia merawat anak laki-laki
- dari saudaranya atau anak perempuan dari
- keluarga suaminya. Contohnya ponakan
- suami. Kita pilih perempuan dari ponakan
- suami supaya muhrim bersama suaminya.
- Iya.
- Karena kalau buat perempuan kan enggak
- ada masalah.
- Iya. dia bisa rawat besarkan walaupun
- bukan dari telurnya itu anak akan
- mencintai yang merawat tapi jangan
- diputuskan hubungan dengan apa dengan
- ibunya dia memiliki dua ibu kalau kita
- tidak egois
- kita akan akan merasa apa kita bisa
- beramal mengabdi dan memuaskan rasa
- keibuan kita dengan penuh rahmat tapi
- selalu kita mengharapkan rida Allah
- karena sifat egois ini rasa ingin
- memiliki ya ini yang seringkiali jadi
- petaka buat kita. Tapi kalau kita dengan
- penuh rahmat menuangkan rasa keibuan
- kita pada anak, walaupun bukan anak
- kandung kita besarkan, tapi tetap
- hubungan dengan ibu kandungnya tetap
- berjalan. Dia tidak akan melupakan
- kebaikan wanita yang merawat dirinya.
- Sebagaimana Asiah yang merawat Firaun,
- yang merawat Musa. Sebagaimana Sayidah
- Asiah merawat mu
- Musa.
- Musa. Hubungan kedekatan antara ibu
- angkatnya luar biasa. Bahkan dia beriman
- kepada Musa rela meninggalkan
- singgahsana dan tahtanya.
- Jadi ee tidak perlu memaksakan kalau
- memang kita tidak memiliki rahim
- ya katakan tidak memiliki juga sel
- telur. Ini cobaan terima dan yakin Allah
- gantikan dengan yang lebih baik.
- Kalau kita ingin memiliki apa?
- menumbuhkan atau memuaskan rasa keibuan
- kita, kita bisa merawat anak laki-laki
- ya dari keluarga kita, keluarga wanita
- tersebut yang muhrim
- atau anak perempuan dari keluarga suami.
- Anak perempuan dari keluarga
- suami.
- Suami. Hingga di saat dia tumbuh dia
- menjadi muhrim bagi suaminya karena
- kemenakan suaminya.
- Kan indah sekali kan. Tapi kalau kita
- memaksakan diri, saya khawatir begitu
- nanti mempunyai anak karena jalan salah
- yang kita tempuh, anak tersebut akan
- menjadi beban buat kita. Bukan membawa
- kebahagiaan, membawa penderitaan bagi
- kita. Seperti seringki orang merawat
- anak sebagai anak angkat, begitu anak
- tersebut besar, itu anak tidak merasa
- bahwa dia anak angkat.
- Dinasabkan kepada yang mengangkatnya.
- Padahal ini diharamkan oleh Allah.
- Akhirnya anak tersebut begitu dewasa
- disembunyikan identitas yang sebenarnya.
- menjadi anak durhaka kepada yang
- merawatnya.
- Padahal kita enggak perlu khawatir.
- Beritahukan dari mulai pertama,
- kamu sebetulnya bukan anak ibu, tapi ibu
- menganggap kamu seperti anak kandung
- ibu.
- Anak
- jadi kamu harus ingat ibu kandung kamu
- tapi kamu tetap di di kamu sebagai anak
- ibu. Ibu tidak memiliki anak, ibu
- besarkan kamu, rawat kamu. Tidak kalah
- kecintaan dibandingkan ibu kadang.
- Betul gak?
- Betul. Dan kalau bisa kalau dia anak
- laki-laki diambil dari keluarga suami.
- Kalau perempuan ya dari apa? Dari ee eh
- kalau anak perempuan dari keluarga
- suami, kalau laki-laki dari keluarga
- istri.
- Jadi tetap bisa menjaga hubungannya agar
- orang asing tidak masuk di tengah-tengah
- kita semuanya. [mendengus]
- Sama kayak anak-anak mama banyak yang
- dititipin kami gasil.
- Iya. [tertawa]
- Masyaallah. E ini banyak sekali yang
- masuk pertanyaan ini. Ada Eyang Sri, ada
- Pur, ada Hiza Rasdan, ada Dian, ada
- Bahroni Anwar, ada Om Mareti, ada
- Rahmat, ada Rahman, ada Akim, ada Johar,
- ada Retno, Risa, Depok, Nur, Laila,
- Amsir, Tabrani, Elvian, Mul Hendri,
- Asep, Nurhai. Masyaallah, banyak sekali
- ini Ustaz. Ustaz masih ada waktu
- satu lagi.
- Satu lagi ya. Oke, terakhir ya.
- Bismillah saya pilih dulu ya ikhwan
- akhwat. Eh,
- sebentar. Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali sayidina Muhammad.
- SPT itu apa ya? Pok memuliakan hambanya
- untuk bekerja SPT
- seperti
- seperti. Oke. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh dari Hizar
- Rasdan Fahad. SPT-nya gede soalnya
- seperti singkatan kayaknya. Asal mohon
- pencerahan. Apakah Allah memuliakan
- hambanya untuk bekerja?
- Seperti ya mungkin ya seperti dalam
- Quran surah 9 ayat 105. Apakah benar
- dalam hadis dosa dapat dihapus oleh
- orang yang bekerja keras untuk
- keluarganya mayan di Pasar Minggu.
- Bunyi a bagaimana?
- Oh, sebentar Ustaz.
- Coba
- surat apa tadi?
- Kalau bisa pertanyaan menyebutkan
- ayatnya supaya kita bisa apa? Karena
- kebetulan saya ini enggak enggak hafal
- nomor apaat. Betul.
- Betul. Sebentar. Tadi tadi siapa? Eh,
- Hizar Rasdan surat 9 ayat 105. Oke,
- surat 9 ayat 105.
- Allahumma shallli ala sayyidina Muhammad
- waa sayyidina Muhammad.
- Attaubah. Ya, Ustaz ya?
- Iya. Surah at-Taubah ayat 105. Allah
- surat at-Taubah juz 10.
- Tapi memang di dalam riwayat hadis
- beberapa kali disebutkan bahkan seperti
- berjihad di jalan Allah ya, Ustaz ya.
- Iya.
- Masyaallah. Ini ayat 105 ee bunyinya
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Baik, ini merupakan
- perintah dari Allah.
- Katakan, "Wahai Rasulullah, beramallah
- kalian." Amal ini merupakan apa?
- merupakan
- tugas kewajiban kita sebagai khalifah di
- atas muka bumi.
- Oleh karena itu, dalam perekonomian pun
- basis perekonomian dalam Islam itu
- adalah amal. Bekerja dalam seluruh
- sektor kehidupan, peternakan, pertanian,
- ya begitu juga dalam bidang industri,
- begitu juga perdagangan.
- Amal itu merupakan basis perekonomian
- dalam Islam.
- Kalau instrumen perekonomian kapitalis
- adalah riba, pajak, fiskal dan lain
- sebagainya. Tapi perekonomian dalam
- Islam adalah kerja.
- Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa
- taala menghargai orang yang bekerja.
- Waqulalu fasayarallahu amalakum
- warasuluhu wal mukminun. Beramallah
- kalian. Allah akan melihat, menilai amal
- kalian. Begitu pula rasulnya. Begitu
- pula orang yang beriman. Tidak perlu
- kita berbicara mengagulkan diri, tapi
- beramalah. Kalian akan menerima sesuai
- dengan apa yang kamu lakukan.
- Jadi, kamu tergantung amal kamu.
- Jangan berharap orang lain beramal.
- I
- ya
- untuk kepentingan kamu. Beramallah.
- Allah hargai orang yang berjuang, yang
- beramal, yang bersungguh-sungguh.
- bimtum Allah akan setelah itu akan
- dikembalikan kepada yang maha mengetahui
- yang gaib dan nampak tidak ada yang
- tersembunyi
- dan Allah akan beritahukan kalian
- tentang apa yang kalian perbuat seperti
- dalam hadis qudsi ya Adam wahai anak
- Adam inalukum uhsiakum semua ini amal
- kalian aku hanya mengumpulkan menghitung
- bagi kalian wajada khairon
- falyahmadillah siapa yang mendapatkan
- hasil yang baik hendaknya dia bersyukur
- pada Allah yang telah memberikan
- bimbingan petunjuk dan memberikan
- bantuan kepadanya. Waman wajada
- ghairalika fala yaralumna illa nafs tapi
- yang mendapatkan kebalikannya jangan
- salahkan Allah, salahkan dirinya. Ini
- semua hasil amalnya. Nah, amal ini
- merupakan jihad.
- Allah [berdehem] berfirman, wallina.
- Orang yang berjihad berjuang di jalan
- kami, kami akan tunjukkan buat mereka
- jalan-jalan kami. Bukan hanya satu,
- jalan-jalan kami.
- Tapi ingat, jihad perjuangan kita dengan
- betul-betul niat di jalan Allah.
- Ayat ini ketika turun belum ada
- peperangan. Karena ini ayat makiah.
- Hm.
- Ayat
- makiah dalam surah al-Ankabut.
- Betul gak?
- Betul.
- sebelum ada perintah berperang. Berarti
- jihad di sini berjuang kita beramal.
- Amal ini pekerjaan yang bisa
- menghidupkan satu bangsa. Asal amal
- tersebut dijalani yang diridai Allah
- tidak ada kezaliman. Dan setiap keringat
- yang menetes dari orang yang beramal,
- pedagang katakan yang memikul soto
- tukang sayur memikul dengan keringat
- yang beretes itu subhanallah merupakan
- keringat yang keluar dari seorang
- mujahid. Sebagaimana seorang datang
- memohon bantuan pada Rasul, Rasul itu
- berikan apa? Berikan baginya modal untuk
- dia bekerja. Akhirnya dia membeli kampak
- mencari kayu. Ya, mencari kayu di padang
- pasir beda dengan cari kayu di mana? Di
- tengah-tengah kita.
- Iya.
- Mencari kayu. Setelah itu dia menjual.
- Waktu datang ke hadapan Nabi, tangannya
- penuh dengan apa? Dengan kapalan. Karena
- bekerja kan.
- Nabi langsung mengatakan, "Hadi yadun
- ahabballah." diusap ini tangan yang
- dicintai oleh Allah subhanahu wa taalau
- amalakumasul mukmin bahkan ada dosa yang
- tidak diampuni Allah melainkan dengan
- letih lelahnya ya cucuran keringat orang
- yang bekerja yang berjuang di jalan
- Allah subhanahu wa taala.
- Jadi mari bersama-sama kita beramal
- didik anak kita untuk bekerja beramal
- karena ini merupakan apa? merupakan
- basis dari kehidupan seorang khalifah di
- atas muka bumi yang akan dinilai oleh
- Allah. Bukan klaim-klaim kita pada saat
- kita mengagulkan diri, tapi amal kita
- yang akan dinilai baik buruknya kemudian
- untuk Allah atau untuk selainnya. Semoga
- Allah jadikan amal kita merupakan amal
- yang lebih gaib
- dan Allah subhanahu wa taala jadikannya
- semata-mata sepenuhnya ter untuk Allah.
- Subhanakallahanakalamdika
- astagfiruka
- jazakumullah khairan jaza. Ustaz tadi
- pertanyaan terakhir menguatkan kita
- karena kerap kali kita mengukur amal
- kita atau pekerjaan kita berdasarkan
- gaji atau keuntungan ya ustaz. Padahal
- rezeki yang Allah siapkan untuk kita
- kalau kita amanah menjaga ketakwaan,
- menjaga keimanan, menjaga kewajiban
- Allah terhadap diri kita dari segi zakat
- ataupun salat dan lain sebagainya.
- Insyaallah Allah antarkan rezekinya min
- haitsu la yahtas. Amin ya rabbal alamin.
- Skafi, dan juga Mas Algi di meja
- operator mohon undur diri.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Yeah.