Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat
- rahimakumullah.
- Syukur alhamdulillah kita
- bersua kembali di acara Ruang Kesehatan
- Rasya TV dan Radio.
- Satu sekat acara yang mudah-mudahan
- membuat kita semakin paham bagaimana
- menjaga diri
- untuk tetap sehat lahir dan batin
- di dalam menjalankan hari-hari kita
- sebagai hamba Allah yang mudah-mudahan
- benar-benar dapat optimal bermanfaat
- bukan hanya untuk diri sendiri tetapi
- juga untuk orang lain. Sekali lagi
- syukur alhamdulillah tidak lupa salam
- selawat kita sampaikan kepada kekasih
- kita junjungan kita Muhammad Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam beserta
- dengan keluarga dan kerabatnya
- sahabat-sahabat beliau.
- Untuk hari ini
- Ruang Kesehatan menghadirkan Dokter Adi
- Wibowo
- Nurhidayat yang sudah siap di sini ya
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sehat ya Dok
- ya? Alhamdulillah. Terima kasih sudah
- hadir kembali di acara Ruang Kesehatan
- Rasya TV dan Radio.
- Tampaknya kalau belakangan ini
- begitu hangat begitu banyak berita
- terkait dengan psikotropika narkoba.
- Keren tuh Dok kalau dibahas.
- Insya Allah kita bahas hari ini.
- Subhanallah. Jadi ikhwan akhwat Dokter
- Adi Wibowo Nurhidayat SPKJ
- yang siang ini siap untuk membuat kita
- lebih paham membuka cakrawala pandang
- kita tentang bagaimana narkoba bagi
- sementara orang begitu menarik begitu
- seksi dan begitu sangat-sangat
- menjadi bagian utama dari perjalanan
- panjang hidup mereka sementara bagi yang
- lain ini adalah satu bagian yang
- seharusnya tidak pernah ada di dalam
- kehidupan kita.
- Silakan Dok kami akan simak terkait
- dengan narkoba.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bapak Ibu yang dimuliakan Allah
- alhamdulillah pada siang hari ini kita
- berjumpa
- di udara
- dalam siaran terkait dengan
- narkoba.
- Kita tahu bahwa narkoba di dunia maupun
- di Indonesia itu menimbulkan masalah
- yang sangat besar
- dan
- berdasarkan data dari Badan Narkotika
- Nasional
- diperkirakan di Indonesia itu ada
- sekitar 4 sampai 5 juta penyalahguna
- narkoba saat ini.
- Kemudian kerugian
- potensi kerugian karena narkoba itu
- sekitar 43 triliun rupiah. Jadi bukan
- miliar lagi
- Mbak Nuning
- tapi triliun.
- Hal-hal itu yang menjadi
- perhatian kita bagaimana kita menyikapi
- masalah bangsa ini.
- Di dunia kedokteran
- kita tahu bahwa narkoba itu
- istilahnya bisa bermacam-macam.
- Kalau
- masyarakat awam BNN itu menggunakan
- istilah narkoba
- singkatan dari
- narkotika dan obat-obat berbahaya
- lainnya.
- Sementara di kalangan medis dokter
- kemudian Kementerian Kesehatan kami
- biasa menggunakan istilah
- napza
- narkotika
- psik alkohol psikotropika dan zat
- adiktif lainnya.
- Jadi barangnya sama tetapi istilah yang
- digunakan itu tergantung dengan
- kondisinya.
- Dan kita tahu juga bahwa ada berbagai
- jenis berbagai macam penggolongan
- narkoba.
- Nanti kita bahas satu persatu.
- Ada yang dikatakan narkotika
- ada yang dikatakan psikotropika
- dan ada yang di luar dari
- obat-obatan tersebut.
- Secara umum juga di dunia
- dikenal penggolongan-penggolongan
- mengenai zat atau zat-zat yang bisa
- menimbulkan kecanduan
- atau ketergantungan bila seseorang
- menggunakannya.
- Di dunia adiksi ada tiga penggolongan.
- Yang pertama adalah
- licit atau legal drugs.
- Ini adalah zat adiktif zat yang
- menimbulkan kecanduan narkoba juga
- yang secara legal diperjualbelikan
- karena pemerintah membutuhkan cukai atau
- pajak.
- Contohnya adalah rokok dan alkohol.
- Kalau kita bicara mengenai rokok
- itu
- zat adiktifnya itu level
- ketergantungannya
- nomor tiga hanya di bawah heroin dan
- kokain.
- Jadi seseorang apabila merokok akan
- sulit untuk berhenti karena memang ini
- adalah narkoba.
- Dan itu diperjualbelikan karena
- ada uangnya
- dan pemerintah menarik cukai.
- Alkohol pun demikian. Kita tidak bisa
- menafikan
- bahwa alkohol itu juga menimbulkan
- ketergantungan.
- Apalagi kalau berdasarkan hukum agama
- itu termasuk khamar.
- Khamar itu artinya
- menutup menutupi akal sehat dan itu
- berlaku buat semua zat
- yang menutupi akal sehat seorang
- penggunanya.
- Yang kedua golongan drugs adalah illegal
- drugs atau illicit drugs.
- Apa itu?
- Itu adalah narkoba yang memang
- kita ketahui dari media massa itu
- dilarang. Contohnya adalah
- putau atau heroin.
- Kemudian sabu atau metamfetamin.
- Ganja
- dan lain-lain.
- Itu semua adalah
- illegal atau illicit drugs
- yaitu narkoba yang memang
- dilarang secara hukum diperjualbelikan
- disalahgunakan.
- Dan yang ketiga
- adalah
- prescription drugs.
- Itu adalah obat-obatan yang seharusnya
- diresepkan oleh dokter
- dan ditebus di apotek
- tetapi
- disalahgunakan oleh para penggunanya.
- Itu yang namanya prescription drugs.
- Makanya apabila
- Mbak Nuning
- membicarakan mengenai ada artis yang
- akhir-akhir ini
- tertangkap menggunakan obat-obat
- dokter yang disalahgunakan nah itu
- namanya prescription drugs.
- Termasuk nitrazepam atau nama dagangnya
- dumolid. Itu adalah
- bagian dari ketiga
- golongan drugs tadi.
- Kalau kita bicara mengenai
- yang golongan kedua tadi.
- Illicit atau illegal drugs itu terbagi
- lagi penggolongan-penggolongannya.
- Kita biasa kan namakan kelompok besar
- ini sebagai tradisional drugs. Jadi
- secara tradisional
- itu sudah kita
- kenal beberapa
- tahun lamanya.
- Kenapa disebut tradisional? Karena
- ada lagi dalam beberapa tahun terakhir
- ini di Indonesia yang namanya narkoba
- jenis baru.
- Atau bahasa Inggrisnya new psychoactive
- substances NPS atau narkoba jenis baru.
- Jadi
- ada dua
- pecahan dari illicit illegal drugs itu.
- Jadi yang pertama adalah tradisional
- drugs narkoba yang sudah kita kenal
- bertahun-tahun lamanya
- ganja sabu putau
- jamur tahi sapi
- ya atau magic mushroom.
- Dan yang berikutnya adalah yang baru
- masuk ini.
- Yaitu narkoba jenis baru. Itu
- bermacam-macam dan di Indonesia sudah
- ada
- terdaftar oleh BNN itu 66 narkoba jenis
- baru yang masuk ke Indonesia.
- Contohnya narkoba jenis baru itu
- tembakau super.
- Ada yang namanya gorilla
- hanoman
- sun gokong
- bagong ganesha semua
- merek-merek dagang
- yang dibuat untuk ganja-ganja sintetis
- tersebut.
- Narkoba jenis baru yang lain yang sudah
- masuk juga adalah
- bentuk cairan. Contohnya liquid high.
- Dan blue safir. Itu biasa digunakan oleh
- mereka yang menggunakan vape atau
- shisha.
- Jadi eh
- Indonesia itu menghadapi masalah yang
- demikian besar
- dari segala
- jenis narkoba. Mulai dari narkoba yang
- legal seperti alkohol dan rokok.
- Narkoba ilegal yang tradisional
- seperti ganja,
- putau dan sabu.
- Narkoba yang jenis baru seperti tembakau
- super cap gorila.
- Kemudian metilon
- dan lain-lain.
- Dan juga
- yang tidak boleh kita lupakan
- penyalahgunaan dari obat-obat dokter
- yang harusnya
- menggunakan resep.
- Itu semua terakumulasi menjadi masalah
- bangsa dan negara kita tercinta.
- Kalau kita bicara mengenai tadi
- tradisional drugs
- ada
- ganja, ada putau, ada sabu.
- Secara umum kita menggolongkannya
- berdasarkan
- efeknya pada tubuh.
- Jenis pertama adalah yang kita namakan
- depresan atau relaksan.
- Orang menekan narkoba
- diharapkan dirinya jadi tenang atau
- rileks.
- Yang masuk dalam kelompok ini adalah
- putau atau heroin atau opiat.
- Ganja.
- Karena orang nyimeng atau pakai ganja
- itu jadi tenang, adem ayem glenggeng.
- Ya, melupakan semua masalah.
- Contoh yang dari golongan kedua
- yang kita namakan sebagai stimulan
- atau upper.
- Itu adalah narkoba yang membuat
- penggunanya itu merasa jadi energik,
- happy, bahagia, tidak cepat capek.
- Contohnya dari golongan ini adalah
- sabu,
- pil ekstasi,
- kokain
- dan narkoba-narkoba lain yang membuat
- orang menjadi happy dan energik.
- Kelompok ketiga dari tradisional drugs
- ini adalah yang kita namakan sebagai
- kelompok halusinogen.
- Jadi
- pengguna dari kelompok ini
- akan berhalusinasi.
- Melihat sesuatu atau seseorang yang
- orang lain tidak melihatnya.
- Mendengar sesuatu
- yang orang lain juga tidak mendengarnya.
- Nah, contohnya
- ini adalah yang kita namakan
- LSD atau LSD. Kemudian
- ganja
- dan juga magic mushroom atau di kampung
- disebut jamur tahi sapi.
- Jadi ini adalah kelompok-kelompok dari
- narkoba
- yang
- dikelompokkan berdasarkan efek terhadap
- penggunanya.
- Untuk yang
- NPS atau narkoba jenis baru
- ada sembilan golongan.
- Jadi Mbak Nuning
- satu jam itu enggak cukup bicara
- mengenai narkoba sebenarnya.
- Bisa berhari-hari.
- Karena jenisnya tuh ada banyak sekali.
- Dan bahkan untuk narkoba jenis baru itu
- di Indonesia baru terdeteksi 66.
- Sementara di dunia sudah ada 800 yang
- beredar di pasaran. 10% saja enggak
- nyampe ya? Tidak sampai 10%.
- Yang saya katakan tadi narkoba jenis
- baru mulai dari tembakau super cap
- gorila,
- kemudian sampai metilon,
- kemudian
- narkoba yang berbasis
- tanam-tanaman
- seperti khat,
- kratom dan salvia
- divinorum.
- Jadi
- kalau kita bicara mengenai narkoba jenis
- baru
- seperti contohnya tembakau super
- itu adalah ganja sintetis.
- Ganja jadi-jadian.
- Bukan ganja asli.
- Maksudnya apa? Kalau kita bicara
- mengenai ganja Mbak Nuning, kita tahu
- bahwa
- ini
- ada pohonnya.
- Ada daunnya,
- ada batangnya, ada akarnya.
- Itu yang namanya tanaman ganja.
- Nah, kalau ganja jadi-jadian atau
- ganja sintetis ini
- adalah
- kumpulan racikan dari zat-zat kimia yang
- namanya prekursor atau bahan baku
- pembuat narkoba dikumpulkan, diracik di
- laboratorium. Kemudian dibentuk satu zat
- yang
- bentuknya mirip ganja,
- aromanya mirip ganja.
- Kemudian
- efeknya lebih dahsyat daripada ganja.
- Itu yang namanya ganja sintetis atau
- ganja jadi-jadian tadi.
- Dan itu yang sedang marak beredar di
- Indonesia.
- Populer di kalangan
- mahasiswa, anak-anak muda ya.
- Ada beberapa teman saya yang menggunakan
- tembakau super ini, ganja sintetis.
- Jadi orang tuanya tidak tahu.
- Karena di kamarnya itu ada berpak-pak
- tembakau
- yang orang tuanya berpikir anaknya hanya
- merokok rokok biasa
- dan tembakaunya itu dia linting
- di kamar dia rokok.
- Ternyata setelah dia baca itu tembakau
- super cap gorila.
- Ada yang cap Sun Go Kong. Wah, itu
- mungkin dari Cina mungkin.
- Dan orang Indonesia itu super kreatif.
- Jadi tembakau super itu kalau kita bedah
- isinya
- di laboratorium itu bisa bermacam-macam.
- Bisa
- ganja sintetis
- saja.
- Bisa ganja sintetis dicampur dengan
- ganja asli.
- Bisa dicampur ganja sintetis itu dengan
- tembakau.
- Bisa dicampur ganja tersebut dengan
- bahan lain yang kita tidak tahu apa
- isinya. Jadi orang Indonesia itu super
- kreatif Mbak Nuning.
- Hal yang sama juga
- ganja sintetis yang dalam bentuk cairan.
- Nah, itu jadi perhatian kita sekarang.
- Yang
- dinamakan sebagai
- liquid high.
- Bentuknya botolan.
- Dijual di mana-mana.
- Dijual di internet.
- Dan itu sekarang menjadi primadona
- karena dipakai oleh para pengguna vape,
- rokok elektrik dan juga sisha atau water
- pipe. Kalau di Amerika namanya hookah.
- Jadi Bapak Ibu yang kami muliakan
- kalau ada
- saudara,
- anak,
- kerabat yang menggunakan
- vape atau sisha atau rokok elektrik
- berhati-hatilah
- karena kita tidak pernah tahu isinya
- apa.
- Yang di
- semprotkan
- ngepul-ngepul itu, asapnya ke mana-mana
- itu bisa jadi
- adalah cairan narkoba
- yang jenis baru.
- Itu adalah gambaran dari eh
- narkoba jenis baru.
- Yang lain adalah eh contoh narkoba jenis
- baru yang masuk ke Indonesia adalah
- khat.
- Khat atau
- bahasa Arabnya qat atau ghot pakai qaf
- Mbak Nuning.
- Itu adalah stimulan atau narkoba yang
- biasa dipakai oleh sopir truk di Yaman,
- di Saudi Arabia
- agar mereka tidak ngantuk ketika nyopir.
- Dan apa yang terjadi adalah
- penggunanya itu bisa melek bisa dua,
- tiga hari.
- Nah, celakanya
- ini di Indonesia ini
- kan banyak orang-orang Arab yang datang
- ke Indonesia.
- Ya.
- Dulu orang Arab ke Indonesia itu cari
- istri ketiga, keempat ya.
- Tapi sekarang
- orang Arab ke Indonesia itu
- dari Qatar, dari Yaman, dari Saudi,
- Kuwait itu umurnya muda-muda.
- Belasan tahun kemudian
- sex tourism. Mencari perempuan
- di Puncak, di Cianjur.
- Dan selain dia
- mempraktekkan seks bebas
- dan
- menghalalkan segala cara
- yang mereka kerjakan juga adalah
- menanam teh Arab itu atau khat itu. Qat.
- Jadi BNN sudah menemukan itu ada 7
- hektar Masya Allah.
- khat di Indonesia.
- Itu ada di Puncak, ada di Tawangmangu.
- Dan itu yang dinamakan teh Arab karena
- yang bawa orang-orang Arab.
- Turis-turis Arab yang datang ke
- Indonesia.
- Narkoba lain yang bentuknya tanaman dan
- juga masuk dari narkoba jenis baru
- adalah namanya kratom. Kratom itu
- populer di Thailand,
- di Malaysia
- dan sekarang juga sudah ada di
- Indonesia.
- Jadi eh
- narkoba jenis baru itu ada 9 kelompok, 9
- jenis.
- Dan kalau kita bahas satu persatu itu
- delapan sudah masuk Indonesia. Wow.
- Hanya satu kelompok yaitu aminoindans
- yang belum masuk.
- Dan sekali lagi saya katakan
- di dunia sudah ada sekitar 800 jenis
- narkoba jenis baru.
- Dan yang baru ketahuan di Indonesia
- adalah 66 jenis.
- Apa implikasi dari narkoba jenis baru
- itu
- kepada negara kita?
- Karena saya dokter jiwa dan bidangnya
- narkoba dan AIDS
- ini pengaruhnya luar biasa.
- Karena apa?
- Karena
- ciri-ciri narkoba jenis baru itu pertama
- dia bisa berubah-ubah bentuk. Yang saya
- katakan tadi, mulai dari padat, cair dan
- lain-lain.
- Jenisnya bermacam-macam, bentuknya
- bermacam-macam.
- Yang kedua, pemasarannya adalah super
- canggih dan efektif.
- Pasien-pasien saya beberapa sekarang
- memesan narkoba itu
- lewat internet.
- Jadi pemesanannya daring atau online.
- Kemudian
- dikirimnya ke rumah langsung tanpa lewat
- bandar. He em. Itu juga
- lewat ojek online. Oh.
- Atau paket ekspedisi. Jadi hal-hal
- demikian yang
- membuat eh peredaran ini demikian masif.
- Sulit dideteksi karena sudah melewati
- dunia maya.
- Dan
- itu eh dipraktikkan di banyak tempat
- sekarang. Tidak hanya di kota besar.
- Yang ketiga
- narkoba jenis baru ini
- pemeriksaan lab-nya mahal.
- He em.
- Kalau di Indonesia itu baru ada 9 lab.
- Satu yang besar di BNN Cawang
- yang bisa memeriksa narkoba jenis baru.
- Dan itu pun harus ada surat pengantar
- untuk memeriksa jenis narkoba tersebut.
- Apabila kita menggunakan
- tes urin
- pek tes yang hanya sekedar bentuk celup
- saja, itu dalam urin
- penggunanya
- insyaallah tidak terdeteksi.
- Jadi Bapak Ibu yang kami muliakan
- apabila seseorang menggunakan
- eh tembakau cap gorila tadi He em. atau
- menggunakan narkoba jenis cairan yang
- tadi eh liquid high
- atau eh blue safir
- itu apabila dirazia dan dites urinnya
- insyaallah negatif. Wow.
- Dan itu menjadi masalah yang sangat
- besar buat negara kita karena
- eh kita belum punya sumber daya,
- belum punya peralatan yang bisa eh
- ada di mana-mana dan mendeteksi
- NPS atau narkoba jenis baru ini.
- Yang juga menjadi perhatian kita
- narkoba jenis baru ini
- banyak yang belum terjangkau secara
- hukum.
- Jadi masalahnya apabila seseorang
- menggunakan narkoba ini
- dan dia
- di eh oleh penegak hukum dituntut
- itu hanya ada sekitar 60 yang sudah
- diatur oleh undang-undang
- oleh peraturan Menteri Kesehatan di
- Indonesia. He em.
- Sementara sisanya belum diatur. Jadi
- Bapak Ibu yang kami muliakan, bisa Bapak
- Ibu bayangkan apabila
- 800 jenis narkoba baru itu masuk semua
- ke Indonesia
- betapa pusingnya kita untuk mengatur
- narkoba tersebut untuk dimasukkan supaya
- terjangkau oleh hukum.
- Jadi itu adalah gambaran Bapak Ibu
- mengenai permasalahan narkoba
- jenis-jenis narkoba yang ada saat ini
- dan eh bagaimana
- eh implikasinya terhadap kehidupan kita
- sebagai eh bangsa.
- Secara medis
- narkoba itu
- menimbulkan ketergantungan atau adiktif.
- Ada klausul addiction is a chronic
- relapsing brain disease.
- Adiksi atau ketergantungan narkoba atau
- napza adalah
- penyakit pada organ otak
- yang kronis
- dalam arti
- jangka panjang bisa tahunan dan
- relapsing.
- Artinya
- dia kambuhan.
- Jadi seseorang yang menggunakan narkoba,
- ada contohnya artis-artis Mbak Nunung
- He em. yang sudah ketangkap
- kemudian
- direhab
- dilepas
- ketangkap lagi.
- Itu tidak lama berapa bulan ketangkap
- lagi, berapa tahun ketangkap lagi. Itu
- yang namanya relapsing.
- Jadi ada
- dia kambuhan berkali-kali siklus itu
- menggunakan kembali.
- Jadi
- Bapak Ibu yang kami muliakan, ada
- kriteria orang
- pakai narkoba itu. Ada yang namanya
- pengguna.
- Nah, pengguna itu adalah
- insidentil.
- Tidak rutin.
- Ada yang namanya pecandu
- atau adikt
- atau orang yang sudah ketergantungan
- narkoba.
- Apa kriterianya dari dunia medis?
- Kriterianya itu adalah apabila seseorang
- pengguna narkoba itu
- secara rutin menggunakan
- 1 tahun atau lebih lamanya
- dan memenuhi beberapa kriteria berikut.
- Di antaranya yang pertama dosisnya makin
- meningkat. He em.
- Jadi Mbak Nunung, orang pakai narkoba
- itu
- dosisnya meningkat.
- Jadi yang pertama misalnya dia nyuntik
- atau cucau ya
- dengan menggunakan zatnya heroin atau
- putau.
- He em.
- Dia akan bilang, "Dok
- gue pakainya tadinya sepraempi."
- Sepraempi itu seperempat gram. He em.
- Kemudian naik menjadi setengki atau
- setengah gram. Dan akhirnya jadi satu
- gau atau satu gram.
- Jadi itu adalah eh kriteria dari
- pecandu. Dosisnya makin meningkat. Itu
- yang di dunia kedokteran namanya
- toleransi.
- Ciri yang lain pecandu itu adalah adanya
- putus zat atau withdrawal.
- Atau bahasa kerennya sakau. He em. Jadi
- apabila pecandu itu tidak ada narkoba,
- dia akan
- melintir, dia akan kesakitan luar biasa,
- badannya nyeri, ngilu seluruh tubuh. Itu
- yang namanya adalah sakau.
- Dan kalau kita bicara dengan pasien itu
- dia bilang, "Dok, ini ada yang sakau
- mayor, ada sakau minor ya." Sakau mayor
- itu Bapak Ibu contohnya
- sampai dia eh nyeri ngilu luar biasa.
- Kemudian kepalanya dipentokkan ke tembok
- ya. Itu yang namanya head banging.
- Kalau yang sakau minor tuh hanya sekedar
- merinding-merinding. Kemudian
- pilek-pilek ya
- eh hidungnya berair. Itu yang namanya
- sakau.
- Kriteria yang lain dari pecandu itu
- adalah dia
- melupakan semua kenikmatan atau kegiatan
- yang pernah dia lakukan dulu.
- Contohnya dia seorang ayah yang baik.
- Dia punya waktu untuk keluarga. Apabila
- sudah kena narkoba, dia tidak akan
- mengurus keluarganya.
- Dia tadinya hobinya miara ikan.
- Nah, kalau sudah kena narkoba
- tidak peduli sama kolamnya
- terbengkalai dan dia sibuk nyuntik atau
- dia pakai narkoba.
- Kriteria berikutnya adalah tetap
- menggunakan meskipun
- sudah tahu dampak negatifnya. Itu
- kriteria dari pecandu Mbak Nunung. He
- em.
- Contohnya adalah
- apabila orang pakai narkoba kemudian
- kecanduan.
- Dia sudah dipecat dari pekerjaannya.
- Keluarganya morat-marit.
- Dan dia secara medis terjangkit
- terinfeksi HIV AIDS.
- Secara logika
- orang yang sudah sakit
- dipecat
- itu akan tobat.
- Tetapi
- pecandu ini, orang yang adikt atau
- ketergantungan, itu akan tetap
- menggunakan. Itu salah satu kriteria
- diagnostik
- dari eh ketergantungan. Jadi meskipun
- dia sudah kena AIDS, hepatitis C
- sudah ada TBC, tetap dia menggunakan
- narkoba. Itu adalah bagian dari
- yang kita katakan tadi adikt atau
- kecanduan atau ketergantungan.
- Apa yang dikerjakan oleh para dokter
- apabila ada orang terkena narkoba?
- Yang pertama adalah kita ases dulu, kita
- nilai.
- Apa yang
- dia gunakan.
- Berapa lama dia menggunakan, apakah dia
- itu pecandu atau
- eh pengguna.
- Apakah ini insidentil atau sudah rutin.
- Setelah asesmen menilai, kemudian
- barulah ke terapi atau tata laksana. Itu
- bisa bermacam-macam Anuning. Ehm. Kalau
- kita dengar berkali-kali ada
- orang terkenal, pejabat, artis yang
- masuk ke panti rehab misalnya atau
- detoksifikasi.
- Nah, itu adalah bagian dari terapi atau
- rehab eh terapi
- atau tata laksana.
- Contohnya apabila seseorang eh masuk ke
- rumah sakit. Contohnya RSKO, itu akan
- detoksifikasi 2 minggu lamanya. Ehm.
- Jadi dia di eh lepaskan dari eh
- penggunaan narkobanya.
- Setelah itu baru
- eh kita lihat kondisinya. Apabila dia
- mau masuk ke rehab narkoba, itu biasanya
- berlangsung 4 sampai 6 bulan.
- Dan itu ada bermacam-macam, ada rehab
- sosial, ada rehab medis.
- Jadi contohnya misalnya ada orang yang
- tadinya pecandu, kemudian dimasukkan
- panti rehab. Rehab narkoba itu biasanya
- nanti dia akan ada tugas sehari-hari.
- Ada yang tugasnya masak, tugasnya nyapu,
- ngepel, mencuci, itu masing-masing ada
- tugasnya.
- Kemudian ada yang pendekatan spiritual
- ya, zikir, salat malam, salat sunah dan
- hal-hal yang lain.
- Kemudian untuk penyakitnya sendiri di
- kedokteran kami memberikan obat.
- Misalnya orang
- yang pecandu narkoba sudah dengan AIDS,
- ya kita berikan obat ARV atau AIDS-nya.
- Apabila dia TBC, kasih obat untuk
- tuberkulosis paru-parunya. Apabila dia
- hepatitis C, kita obati.
- Jadi Bapak Ibu yang kami muliakan,
- narkoba ini secara medis
- memang ada dasarnya.
- Penyakit yang mengenai organ otak. Jadi
- otaknya itu terganggu. Ehm. Dan kronis,
- jangka waktu tahunan dan
- bisa kambuhan atau bisa jatuh bangun
- menggunakan kembali.
- Dari hal-hal demikian,
- apa yang harus kita pikirkan?
- Yang kita pikirkan adalah jangan pernah
- pakai narkoba.
- Jangan pernah mencoba narkoba.
- Mulai dari apa? Mulai dari rokok.
- Karena di dunia kedokteran,
- rokok adalah gateway drugs to any other
- drugs.
- Rokok dari penelitian-penelitian ilmiah
- adalah pintu gerbang ke narkoba yang
- lainnya. Jadi saya tidak heran
- Indonesia ini banyak sekali orang
- pecandu narkoba.
- Karena Indonesia adalah surganya
- perokok. Iya, iya.
- Kerentanan perokok untuk menggunakan
- narkoba lain itu sangat besar.
- Apa yang terjadi?
- Kalau kita lihat dari eh
- penelitian-penelitian yang ada,
- ketergantungan terhadap nikotin
- yang saya katakan tadi ranking 3, hanya
- di bawah heroin dan kokain,
- itu akan memicu
- eh penggunaan yang lainnya. Dari rokok
- menjadi ganja, dari ganja kemudian
- alkohol, kokain dan lain-lain. Akhirnya
- ke putau atau eh opiat.
- Jadi eh rentetan demikian itu harus kita
- hentikan.
- Dan yang paling penting sekarang adalah
- mencegah supaya
- anak-anak tidak merokok, anak-anak tidak
- menggunakan narkoba.
- Orang dewasa tidak mulai coba-coba
- narkoba. Karena apa?
- Karena
- perokok di Indonesia itu mulai umur 2
- tahun. Masya Allah. Ya, jadi kalau Bapak
- Ibu yang kami muliakan,
- cari di YouTube itu, masukkan kata kunci
- baby smoker, itu semua dari Indonesia.
- Umurnya 2 tahun, 2 setengah tahun dan
- mereka sudah mulai merokok dan nanti
- tuanya ya akan berlanjut mencoba narkoba
- yang lainnya. Jadi demikian
- eh hal-hal yang harus kita
- eh cermati dengan perkembangan
- perkembangan narkoba di Indonesia saat
- ini.
- Karena saya dokter jiwa, saya hanya
- melihatnya dari segi kedokteran. Ehm.
- Jadi tidak secara hukum, kemudian tidak
- dari segi agama. Kalau dari segi agama
- sudah haramlah, ya. Itu urusannya Ustaz
- Husein, ya. Dan para habib-habib yang
- lainnya. Jadi karena
- eh semua sudah mengharamkan.
- Majelis Tarjih Muhammadiyah sudah
- mengharamkan rokok. Kemudian yang lain
- juga mengharamkan. Jadi khamr itu semua
- yang menutup akal sehat.
- Termasuk
- itu alkohol, rokok,
- putau, sabu dan semua narkoba yang
- lainnya.
- Mungkin demikian Mbak Nuning eh
- pengantar Ehm.
- pengantar mengenai narkoba yang ada di
- dunia.
- Sebelum kita ke jeda,
- Dok, kalau tadi Dokter katakan ada
- sekitar 7 hektar yang ditemukan di
- Puncak dan di Tawangmangu.
- Itu terus diapain?
- Dibasmi oleh BNN.
- Tetapi eh
- kita takutkan itu akan ditanam lagi.
- Karena itu seperti tanaman eh semak.
- Teh Arab itu tanaman semak. Bisa jadi
- bukan hanya di dua tempat itu. Bisa jadi
- bukan hanya dua tempat. Subhanallah.
- Benar-benar merupakan ancaman yang tidak
- tampak ya, Dok, ya. Dan ini
- seperti yang tadi Dokter bilang bahwa
- kalau orang sudah nyandu, orang sudah
- adiktif, itu sulit sekali untuk lepas.
- Sementara rehabilitasinya yang tadi
- Dokter katakan dua jenis itu pun
- hanya menampung atau menyelesaikan
- berapa persen daripada yang terkena.
- Nuning dengar biayanya cukup mahal untuk
- rehabilitasi.
- Secara
- rata-rata, Ehm.
- rehab itu eh lamanya 4 sampai 6 bulan. 4
- sampai 6 bulan satu orang.
- beberapa iya, di beberapa rumah sakit
- dan panti rehab swasta. Ehm.
- Itu eh minimal ya, 4 sampai 6 bulan.
- Eh minimal untuk biayanya tuh per bulan
- itu sekitar 5 juta rupiah minimal.
- Berarti 30 juta untuk satu orang untuk
- bisa mengurangi kecanduannya terhadap
- narkoba. Bisa sembuh, bisa kambuh. Bisa
- sembuh, bisa kambuh.
- Astagfirullahalazim.
- Sementara kalau ditawarkan oleh
- pemerintah tentang rehab free bagi para
- pecandu yang mau menyerahkan diri,
- me me melaporkan bahwa saya adalah
- pecandu, itu berarti biaya yang harus
- dikeluarkan pemerintah seandainya berapa
- tadi Dokter bilang eh 43 triliun potensi
- kerugian karena narkoba di Indonesia.
- 43 triliun rupiah.
- Kerugian karena narkoba. Belum mentalnya
- ya, Dok, baru rupiahnya ya. Belum
- mentalnya. Jadi itu kita hanya bicarakan
- mengenai rupiahnya. Ehm. Belum mengenai
- kehancuran anak muda. Generasi penerus
- yang
- payah betul nantinya. Ehm. Belum
- timbulnya generasi koplo, otaknya
- kopong, plonga-plongo,
- bego bin pandir. Kalau di antara 1
- sampai 10 kewaswasan kita terhadap tunas
- bangsa ini, Dokter melihat dari sisi
- narkoba ada di angka berapa?
- Karena saya dokter narkoba, Ehm.
- 9. Astagfirullahalazim.
- Ya, karena eh
- narkoba ini eh
- tidak akan habis. Ehm. Tetapi kita harus
- eh terus eh
- mengedukasi masyarakat, memberitahukan
- bahwa narkoba ini jahat.
- Yang saya katakan tadi, narkoba itu
- jahat, jahat bingits. Pakai i-nya 11
- gitu ya. Iya, jadi kita harus harus
- bilang bahwa
- ini bukan main-main.
- Karena dari segi eh
- kehancuran keluarga misalnya. Ehm. Saya
- sering menemukan ada Bapak sama anaknya
- bawa pisau dua-duanya mau bunuh-bunuhan
- di gawat darurat.
- Karena ayahnya sudah tidak tahan. Ini
- anak sudah menghabiskan Biaya banyak
- sekali ya. Rumah dua dan dia kambuh lagi
- menggunakan narkoba.
- Kalau kemerdekaan yang kita rayakan
- ke-72 beberapa hari yang lalu,
- sekarang faktanya kita enggak merdeka
- dari ancaman ini.
- PR baru ya, Dok, berarti ya, Dok. Ya,
- itu PR sampai mati. PR sampai mati dan
- dengan rusaknya mental, moral serta
- kebanggaan kita kalau ini tidak bisa
- teratasi.
- Tapi sambil menarik nafas, kita
- dengarkan dulu satu jeda berikut ini.
- Nanti kami kembali ke ruangan Anda.
- Terima kasih untuk yang selalu bersama
- Rasya TV dan Radio. Terima kasih untuk
- yang ada di Pontianak, di Batam, di
- Banyuwangi, di Semarang dan juga di
- Sukabumi. Mudah-mudahan
- bahasan kita hari ini membuat kita
- terbuka hati dan pemahaman kita
- bahwa hal ini bukanlah hal sederhana
- kalau kita ingin anggota keluarga kita
- aman, kita harus kenali betul
- jenis-jenis narkoba baru yang
- sebetulnya membuat kita miris, sangat
- prihatin. Kami kembali sesudah ini.