Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dapat meraih kami baik itu lewat
- radio AM729
- maupun lewat YouTube Rasil. Ee
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Mudah-mudahan dalam keadaan
- sehat walafiat. Alhamdulillah. Kami
- hadir di ruang dengar Ikhwan dan Akhwat
- setiap hari Jumat siang yaitu dengan
- program fikih wanita bersama guru kita
- Ustazah Herlini Amran. Beliau telah
- hadir di seberang sana. Mari kita sapa
- terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat, Mulin?
- Alhamdulillah. Luar biasa.
- Allahu Akbar.
- Allahu Akbar. Saya lagi mengingat-ingat.
- Masyaallah. Alhamdulillah. Ustaznya juga
- sehat, Ustazah. Alhamdulillahilladzi
- binikmatihi tatimus shihat.
- Alhamdulillah semuanya sehat.
- Mudah-mudahan ya
- insyaallah amin. Saling mendoakan
- ustazah ya. Dan yang mendengarkan juga
- ikhwan dan awan saat ini mudah-mudahan
- dalam keadaan sehat walafiat dan yang di
- perjalanan tidak bosan dan lupa kami
- menitipkan pesan untuk tetap hati-hati
- di jalan dan sabar apabila kena macet.
- Baik, insyaallah Ustazah selama kurang
- lebih 90 menit ke depan akan membahas
- tema kita yaitu salat sebagai rehat
- ruhiyah kepada Ustazah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah
- wasalatu wasalamu ala rasulillah wala
- haula [berdehem]
- wala quwwata illa billah. Allahumma
- sholli wasallim wabarik ala sayyidina
- Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi
- ajmain. Allahumma bariklana fi Rajab wa
- Syak'ban wabighna Ramadan. Amin ya
- rabbal alamin. Alhamdulillah kita berada
- di bulan yang mulia ini. Bulan Rajab.
- Rajab itu kan tarjib ya mulia ya.
- momentum yang sangat baik bagi kita
- untuk bermuhasabah, untuk introspeksi
- diri, untuk mengevaluasi tentang
- kewajiban salat kita. Karena di bulan
- Rajab ini ada peristiwa yang sangat
- hebat ya, kejadian yang dahsyat,
- pemandangan yang sangat menakjubkan yang
- dialami Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang diperlihatkan Allah kepada
- beliau. Peristiwa yang sangat dahsyat
- yaitu peristiwa Isra Mikraj. Jadi
- Rasulullah ini diperjalankan Allah dari
- Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa
- kemudian diangkat dinaikkan ke Sidratul
- Muntaha. Tentu saja ee ini adalah ee
- peristiwa yang luar biasa ya. Kalau kita
- lihat misalnya ketika Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam itu dalam ee
- setelah perang Tabuk itu ya ee kemudian
- menyeru kepada Bilal, "Ya Bilal,
- aqimisah arihna biha." Wahai Bilal,
- segera lantunkan iqamah. Eh, rilekskan
- kami dengan salat. Arihna biha ya Bilal.
- Ini menjadi tema kita ya. Salat sebagai
- ee rehat ruhiyah ya. Salat sebagai rehat
- ruhiyah.
- Bagaimana salat ini sebagai rehat dengan
- kalimat arihna biha ya Bilal. Arihna.
- Arihna ini kan bahasa Arab yang bahasa
- Indonesianya juga sudah akrab ya. Rohah
- gitu ya. Rohah itu rehat atau istirahat
- atau rileks atau tenang atau apa ya?
- Roha. Jadi kita lihat di sini bagaimana
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- itu menjadikan salat ini sebagai ee
- rehat rehat ruhiah ya. Karena kita tahu
- bagaimana Rasul telah memberikan kita
- keteladanan. Salat itu adalah yang
- paling disukai Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Salat itu adalah sebagai sesuatu yang
- paling disukai Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Ya, jadi dijadikan
- salat itu untuk menyenangkan hatiku ya.
- Jadi hatiku senang, bahagia, rehails,
- tenang, apa semua itu karena salat ya.
- Jadi bahkan ada sebuah riwayat ya, Mbak
- Olin luar biasa nih hadisnya ya.
- Di antara dunia kalian yang aku jadikan
- kesenangan padanya itu adalah
- istri ya perempuan wewangian.
- Sedangkan kebahagiaan dan kegembiraan
- hatiku quratul ain itu itu dijadikan
- dalam salat. Masyaallah. Ini kayaknya
- kalau orang bilang enggak appel toppel.
- Ah, masa me menginikan ee perempuan ee
- minyak wangi dengan apa? Dengan apa?
- Salat. Ya, ternyata luar biasa. Kenapa
- Rasulullah menjadikan salat itu sebagai
- quratur ain? Ya, itu karena memang
- kecintaan beliau ee dengan salat ini.
- Kalau quratul ain itu dengan ee mahabah
- tuh di atasnya ya. Jadi, Quratul Ain itu
- bukan sekedar cinta biasa atau kesukaan
- biasa, tapi suatu perkara yang sangat
- dicintai oleh Rasulullah yang
- menyebabkan hatinya tenang, yang hatinya
- itu bisa mencapai pusat ee puncak
- kesenangannya.
- Jadi, artinya Allah ee memberikan pada
- diri Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam itu untuk menyembahnya dengan
- kecintaan sehingga menyebabkan dirinya
- itu merasakan nikmat dengan salat
- tersebut. Masyaallah. Dan kita tahu ya
- ee ini kan Isra Mikraj ini kan perintah
- salat itu kan ee terjadi itu kan setelah
- peristiwa yang sangat mengguncangkan
- Rasulullah ya itu Isra Mikraj itu kan
- setelah terjadinya peristiwa yang ee
- tidak bisa dilupakan Rasulullah.
- Kehilangan kekasih beliau tercinta,
- istri yang tercinta yang mendukung
- dakwahnya. yang tahun kehilangan istri
- tercinta itu, Ibunda Khadijah
- radhiallahu anha itu dikenal dengan Amul
- Husni, tahun dukacita. Kita bisa
- bagaimana ya peristiwa ee berpisahnya
- Rasulullah dengan istri tercinta yang
- telah mendukung dakwah beliau selama 25
- tahun tuh gak bisa kita kategorikan luar
- biasa ya. Sangat sedih. Maka ada ee
- tahun kesedihan. Apalagi setelah itu
- Rasulullah berdakwah ke Thaif ya kurang
- lebih jaraknya sekitar 600 sampai 100 eh
- 60 kilo sampai 100 kilo ya antar dari
- Makkah ke Thaif itu bukannya mereka itu
- menjawab dakwah Nabi yang sedang hati
- Nabi itu sedang sedihnya ya ee
- ditinggalkan ee pasangan tercinta
- kemudian dakwahnya ditolak oleh mereka
- sampai ditimpukan pakai oleh ee ditimpuk
- batu sampai berdarah-darah itu tidak
- hanya zahir yang sakit batin masyaallah
- luar biasa penderitaan pada itu maka
- dengan kemahakuasaan Allah, Allah
- berangkatkan Rasulullah ya dari Masjidil
- Haram ke Masjidil Aqsa. Jadi ini memang
- rihlah ruhiyah ini itu tidak ee
- main-main ya. Bagaimana Allah memberikan
- kepada Rasulullah fursah, kesempatan
- untuk bermunajat kepada Allah dengan
- salat. Jadi saking pentingnya ee Isra
- Mikraj ini, konteks dalam kehidupan ini
- itu dijadikanlah ee salat itu sebagai
- arihna biha ya Bilal, rehat. Jadi ini
- menunjukkan pada momen untuk menyegarkan
- diri kita ya secara fisik, mental,
- spiritual ya ruhiah ya ee yang
- menyebabkan kita tuh jadi rohah. Jadi
- beban-beban yang ada dalam kehidupan ini
- itu mampu kita tanggulangi itu dengan
- salat. Jadi, bagaimana ee menggambarkan
- ee duka Rasulullah, kesedihan yang luar
- biasa, menggoncangkan kejiwaan,
- kehilangan pasangan hidup yang mendukung
- dakwah ya. Semua sudah dikorbankan oleh
- Ibunda Khadijah. Kemudian dakwah yang
- ditolak itu dengan kemaafan yang luar
- biasa. Sampai malaikat aja menawarkan ee
- kami balikan nih bukit ini karena ee apa
- namanya? penduduknya tidak beriman
- kepadaku. Rasul dengan maafnya
- biarkanlah barang e bisa jadi nanti anak
- cucunya yang beriman. Innahumun laamun.
- Mereka kaum yang enggak paham itu luar
- biasa. Rasul dengan kelapangan jiwanya.
- Maka dengan ee Isra Mikraj inilah kita
- lihat bagaimana Allah memberikan ee
- jaminan ketenangan jiwa kepada
- Rasulullah sebagai media komunikasi. Ya,
- jadi ini Rasul diundang. Jadi enggak
- main-main ya masalah isra apa perintah
- salat ini enggak main-main. Bagaimana
- peristiwa yang dahsyat ini ee dengan
- Isra Mikraj ini dengan tugas ee
- mendapatkan kewajiban perintah salat itu
- mengundang Rasul sehingga beliau
- mengetahui bagaimana hakikat kehidupan
- ini sebenarnya. Apa yang akan diraih
- oleh hamba-hamba Allah yang beriman
- diperlihatkan surga dan neraka. ya. Nah,
- media yang dipakai untuk berkomunikasi
- dengan Allah itu adalah salat. Jadi,
- kalau kita bicara salat itu ee apa
- namanya? Tidak bisa disamakan dengan
- ibadah-ibadah yang lain. Ya, salat ini
- saking pentingnya ya teramat-amat sangat
- penting ya ee sampai proses pewahyuannya
- itu istimewa. Itu tidak dititipkan
- kepada malaikat Jibril tapi mengundang
- Rasulullah mikraj. ya. Jadi luar biasa
- ya ee urgennya salat ini ya sebagai
- pembentuk karakter manusia. Jadi kita
- bisa bayangkan aja Mbak Olin ya apa bisa
- ya salat sebagai rehat kita gitu ya.
- Salat sebagai penghibur larak kita.
- Salat sebagai tempat kita ee fresh
- setelah melakukannya. salat sebagai ee
- apa kondisi kejiwaan kita yang semakin
- tenang dengan banyaknya ujian cobaan
- musibah yang menimpa. Bisa enggak? Nah,
- ini catatan buat kita ya. Sehingga
- Rasulullah mengatakan, "Arihna biha ya
- Bilal." Kita rehat dengan salat. Kita
- bisa rileks dengan salat kita. Salat itu
- menjadi quratul ain, penyejuk hatiku.
- Ya, masyaallah. ini kan luar biasa
- sebenarnya kedudukan salat ini. Jadi ee
- bagaimana salat ini adalah aktivitas
- bermunajat kepada Allah ya. Karena dalam
- ee gambaran umum disebutkan oleh para
- ulama asalatu m'rajul mukmin. Salat itu
- mikrajnya seorang beriman. Jadi
- berkomunikasi intens ya, berkomunikasi
- lirik ee yang di sana ada ketenangan, di
- sana ada kekuatan jiwa dengan merasakan
- kenikmatan berduaan dengannya yang telah
- menciptakan kita. Kita merasakan diri
- kita ini tidak ada apa-apanya.
- Merendahkan diri, tunduk hanya
- kepadanya, mendekatkan diri kepadanya.
- Apalagi pada saat sujud. Tentu ini
- adalah kondisi yang sangat dekat. Nah,
- hal-hal yang seperti inilah ya artinya
- ee salat itu menjadi suatu kebutuhan
- bukan lagi sebagai ee kewajiban atau
- beban ya. Tidak dilaksanakan hanya
- sekedar penunai penunasan penunaian
- kewajiban saja. Tapi salat ini menjadi
- kebutuhan hamba-hamba Allah yang beriman
- yang enggak tanggung-tanggung ya. salat
- ini ee tidak sama misalnya dengan ee
- ibadah-ibadah yang lain. Bahkan kita
- melakukannya itu setiap hari dan setiap
- hari itu selama lima kali. Masyaallah
- luar biasa ya. Jadi ini bagaimana salat
- ini ketika Rasulullah mengatakan ari
- biha ya Bilal itu salat ini menjadi ee
- suatu hal yang diucapkan Nabi. Ini kan
- diucapkan Nabi pada saat perang Tabuk
- ya. Jadi ketika Rasulullah mengucapkan
- ee akinah e Nabi Bilal Bilal e
- kumandangkan iqamat kita jadikan e salat
- ini sebagai rehat kita ya itu kan di
- perang Tabuk yang luar biasa dahsyat
- tahun 9 Hijriah ya itu berperang dengan
- ee kaum Romawi itu kan luar biasa
- kelelahan fisik mental tapi bagaimana
- salat ini menjadi nyaman sehingga
- Rasulullah pasca perang Tabuk itu yang
- dalam keadaan sangat lelah capek ya itu
- Rasul mengatakan kepada Bilal Arih Nabi
- arih Nabi Hayabillah itu untuk
- mengistirahatkan beliau dengan salat.
- Ya, artinya salat ini menjadi ee suatu
- kebutuhan Rasulullah sehingga tidak lagi
- ee merasa beban ya kehidupan dengan
- perang dengan itu jadi roha. Masyaallah
- ini luar biasa ya. Bagaimana ee ini jadi
- catatan buat kita sudahkah kita
- menjadikan salat sebagai rohah kita? Ya.
- Ya. Jadi apalagi kita nih dalam
- perjalanan hidup ee sehari-hari sebagai
- manusia ya kan banyak kesibukan ya
- tekanan bisa jadi ee apa ya teror ee
- kebutuhan yang kita dikejar target kan
- kita punya target-target ya dikejar
- target kebutuhan ee kehidupan kemudian
- ee bekerjaan dengan waktu, tugas dan
- segala macam. Nah, bagaimana dengan
- salat ini kita menjadikan momentum untuk
- rehat, untuk menyegarkan jiwa dan raga
- kita? Jadi, salat itu bukan lagi sebagai
- kewajiban, tapi rehat ruhiyah yang
- memberikan ketenangan, kedamaian,
- kekuatan baru. Ya, ini ungkapan arih
- Nabi Hay Bilal. Ini ungkapan yang kita
- tahu tapi itu butuh proses yang panjang
- untuk bisa kita amalkan. Rohah biasanya
- kalau kita rohah rehat itu ke mana?
- healing-heiling, jalan-jalan gitu ya,
- belanja ke mana-mana gitu ya, ee keluar
- kota, ke pemandangan ya hal-hal yang
- bersifat duniawi. Tapi Rasulullah
- mengajarkan kepada kita rehatnya seorang
- beriman itu adalah dengan salat ya.
- tenangkan kami ya Bilal dengan salat
- itu. Rehatkan kami. Ya. Jadi kalimat
- yang diucapkan Nabi kepada ee Bilal ini
- itu adalah memberikan gambaran kepada
- kita bahwa momentum yang paling pas
- hamba-hamba Allah yang beriman yang
- kelak akan menghadap Allah itu adalah
- merehatkan hati, pikiran itu dengan
- salat. Jadi tidak hanya sebagai
- kewajiban semata ya. Jadi salat ini
- bagaimana ee cara untuk melepaskan diri
- kita dari hirup pikuk dunia, dari
- kesibukan kesibukan yang melelahkan ya
- dari hati yang sakit itu untuk
- mendekatkan diri kepada Allah. Jadi
- ketenangan batin itu yang dan kedamaian
- yang kita dapat itu adalah dengan rehat
- ruhiyah yaitu dalam salat. Jadi dalam
- salat ini bagaimana memberikan
- kesempatan bagi kita untuk merefleksikan
- diri kita ya menjernihkan pikiran,
- menguatkan hubungan kita dengan Allah
- itu dapat menenangkan jiwa. Masyaallah.
- Nah, jadi momentum Isra Mikraj ini bagi
- kita itu adalah evaluasi.
- Evaluasi dari ibadah salat kita. Contoh
- evaluasi itu misalnya ya, ini kan
- pertanyaan enggak kita enggak usah
- nunjuk orang ya. Kita kan ee menunjuk
- diri kita dan keluarga kita ya.
- ee evaluasinya itu begini.
- Apakah salat yang sudah kita kerjakan
- ini ee merupakan ibadah yang kita
- butuhkan atau hanya sekedar pembebasan
- dari kewajiban? Ya, apakah salat yang
- kita kerjakan ini membuahkan kemanisan
- iman dalam hati kita atau seperti apa
- rasa yang kita lakukan dalam salat? Ya,
- maksudnya ee rasa apa yang kitaak yang
- kita alami dalam salat. Ya, makanya
- dalam ee sebuah ungkapan ya, Ibnu Qayyim
- itu di ee nukil lagi oleh muridnya Ibnu
- Taimiah itu amajid lil amal. Jika Anda
- tidak mendapatkan kemanisan iman atau
- ibadah dan kelapangan dalam hatimu
- ketika beribadah, maka curigailah amalmu
- tersebut. Ya. Jadi artinya kita berarti
- kita harus waspada nih kalau ada rasa
- kita salat selama ini bertahun-tahun
- dalam hidup kita setelah baligh kita
- enggak merasakan apapun hanya sekedar
- menunaikan kewajiban maka perlu
- dievaluasi
- ya. Artinya sudah sejauh mana kita ee
- melaksanakan salat ini terasa enggak
- nikmatnya atau hanya beban? Dan ungkapan
- beban itu akan terlihat Mbak Olin
- misalnya kalau kita katakan ya lagi
- ngobrol-ngobrol dari zuhur sampai asar
- kan kita tadi salatnya zuhur ya bareng
- pas ngobrol enggak lama kan waktu kan
- cepat berlalu. Sudah sampai asar kan ada
- ungkapan cepat banget ya waktu perasaan
- baru tadi salat zuhur sekarang sudah
- asar lagi. Nah ini maksudnya apa
- ungkapan ini? Apakah ungkapan ini kita
- ucapkan karena beban? Perasaan tadi udah
- tuh zuhur eh sekarang asar lagi ada rasa
- gimana gitu ya. Nah, ini kan yang tahu
- kita ya ucapan ini apakah karena merasa
- beban salat itu atau suatu kerinduan
- tergantung ya itu semua kembali kepada
- kita yang menjawabnya. Atau misalnya
- bagi yang masih haid tuh kan suka ini
- belum haid-haid aja ini sudah bertanggal
- berapa ya. Perasaan tuh ada dalam
- hatinya rindu enggak salat gitu ya.
- [tertawa]
- Nah, itu kembali kepada kita kembali
- kepada muhasabah diri kita. Ini momentum
- Isra Mikraj ini momentum untuk
- mengevaluasi, memuhasabahi salat kita.
- Apakah kita sudah mengingat Allah dengan
- menjalankan salat lima waktu ini?
- Artinya ee momentum salat ini apakah
- memang kita mengingat Allah ee dalam
- salat kita? Kenapa? Ya, karena salat itu
- juga ada penilaiannya.
- Kita jujur aja kadang-kadang lagi salat
- itu di awal dapat Alfatihah sudah ingat
- ke mana-mana kan. Udah kayaknya nih ada
- yang ketinggalan di mana, oh ada di
- bawah meja gitu lagi salat. Ya kayaknya
- planning-planning tuh sukses tuh. ee
- bisa dalam salat kita ee buat ya.
- Kadang-kadang sudah punya planning nanti
- akan begini, selesai salat lupa tuh
- planningnya, tapi dalam salat ingat
- banget. Nah, itu kan jelas ya ee
- godaan-godaan setan ketika kita ee
- [berdehem] menghadap Allah ya. Nah, ini
- jadi muhasabah buat kita. Apakah kita
- sudah mengingat Allah dengan menjalankan
- salat ee lima waktu ini? Kemudian apakah
- salat kita ini sudah menjadikan sebagai
- penolong? Ya, artinya apakah salat sudah
- kita jadikan sebagai penolong dalam
- menghadapi kehidupan dunia ini? Karena
- yang namanya hidup di dunia tuh kita
- butuh backup yang kuat ya. Backup kita
- tuh adalah sesuatu yang maha kuat. Kalau
- kita tidak memiliki backup yang kuat,
- kita akan lemah. Jadi, bersandar kepada
- yang kuat, kita akan menjadi kuat. Nah,
- artinya ee cara kita untuk bisa
- mendapatkan kekuatan hanya bersandar
- kepada Allah yang Maha Kuat. Dan itu
- salah satu caranya itu adalah dengan
- salat. Nah, apakah salat kita itu sudah
- kita jadikan sebagai penolong dalam
- menghadapi kehidupan di dunia ini? Pasti
- semua orang tuh pasti ada cobaannya.
- Pasangan hidupnya, anaknya, hartanya,
- semua itu adalah ujian dan cobaan. Maka
- penguat kita untuk bisa menjadi ee tegar
- ya itu adalah dengan bersandar kepada
- Allah yang maha kuat dengan salat ya.
- salat itu kan makanya dalam Al-Qur'an
- disebut ya ayyuhalladina amanu
- was ya wahairinahumaiiun
- apa ya e dalam surat Albaqarah itu ya
- ayat 43 berapa jadi di situ kan
- disebutkan ya ayyuhalladina amanuinu
- wasah wahai orang-orang yang beriman
- jadikanlah lah sabar dan salat sebagai
- penolong. Nah, jadi evaluasi buat kita
- sudahkah apakah ee salat kita tuh sudah
- apakah salat sudah kita jadikan sebagai
- penolong dalam menghadapi kehidupan
- dunia ini setiap ada permasalahan hidup
- salat gitu ya. Makanya ketika itu
- Abdullah bin ee Abbas ya di kendaraan
- ketika itu beliau ee diberhentikan
- kendaraannya oleh seseorang untuk
- menginformasikan bahwa ee putrinya
- wafat. Telah meninggal putri
- tercintanya. Kemudian apa yang dilakukan
- oleh Abdullah bin Abbas ini? Beliau
- istirja. Istirja itu mengucapkan
- innillahi
- wa inna ilaihi rojiun. Nah, setelah itu
- beliau salat dua rakaat
- ya. Yang memberi kabar ini bingung kan
- orang bukannya langsung buru-buru nemuin
- anaknya meninggal malah salat dulu dua
- rakaat gitu kan ya. Kan biasanya kita
- gitu ya panik ya kalau ada keluarga kita
- yang wafat ya kita tidak menghadirinya
- lagi di luar kan buru-buru ini malah
- salat dua rakaat. Nah, setelah selesai
- salat barulah ee Ibnu Abbas ee
- menjelaskan, "Inilah yang aku amalkan
- dari firman Allah, ya ayyuhalladzina
- amantainu bobri was." Ya, wahai
- orang-orang yang beriman, jadikanlah
- sabar dan salat sebagai
- salat gitu ya. Makanya kalau kita lihat
- itu kan namanya bisa kalau salat wajib
- mah memang kita tidak pernah tinggalkan
- dan jangan pernah tinggalkan. Tapi
- salat-salat yang lain kan ada salat
- sunah, ada salat sunah mutlak.
- Jadi kalau arih Nabi Hayya Bilal itu
- roha. Jadi kalau ada sesuatu daripada
- curhat ke orang, mana yang curhat ke
- Allah gitu kan. Nah curhat ke Allah tuh
- dengan salat ya. Jadi ini ee evaluasi
- buat kita, muhasabah buat kita. Atau
- sudahkah ibadah salat ini kita
- laksanakan, kita lakukan sesuai dengan
- tata cara salat yang di ee contohkan
- Rasulullah ya. Artinya kan masih banyak
- belajar ya. Atau sudahkah keluarga kita
- menjaga dan mendirikan salat?
- Masyaallah, ini memang ee luar biasa ya
- urgensi salat ini penting banget ya.
- Karena memang Allah mengundang langsung
- Rasulullah ke Sidratul Muntaha. Enggak
- pakai titipan-titipan ke malaikat Jibril
- langsung, ya. Kemudian salat ini juga
- kita tahu ya, bagaimana ee dikerjakan
- itu dalam kondisi apapun ya. Mau dalam
- safar, mukim, dalam keadaan sibuk, dalam
- keadaan apapun ya. Kecuali untuk
- perempuan hanya dua, boleh tidak salat.
- Kondisi haid dan kondisi nifas. Selain
- itu mau sibuk kek, mau apa kek, kepala
- negara apa kek, urusannya tetap
- diwajibkan. Enggak ada rusuh-rusuhan ya.
- Dan salat ini kan imaduddin, tiang agama
- yang pertama kali dihisab itu kan salat.
- Ibadah yang wasiat Rasulullah itu salat
- amal terakhir ya. Ibadah di antaranya
- wasiat Rasulullah sebelum meninggal itu
- salat. Asalah asalah. Kemudian enggak
- pernah tuh Rasulullah mengajarkan atau
- memerintahkan kepada orang tua untuk
- memukul anak ya dalam arti memberikan ee
- pengajaran yang e ekstra [berdehem]
- ketat kecuali salat.
- itu perintahkan anakmu untuk salat 7
- tahun. Perintah yang lain tuh enggak tuh
- yang di puasa enggak hanya salat.
- Kemudian pukul pukul itu dalam arti
- memberikan efek jerak ya. Jangan dipukul
- KDRT babak belur. Bukan itu maksudnya
- ya. Artinya sampai anak ini ee
- melaksanakan salat karena jerak dengan
- hukuman itu yang enggak harus dipukul
- ya. Kalau dia misalnya senang nonton
- berarti 2 hari enggak boleh nonton gitu.
- Artinya anak ini harus di ee disiplinkan
- dengan tegas. Itu belum bali ya. Artinya
- enggak pernah Rasulullah itu
- memerintahkan memberikan perhatian yang
- besar kepada pendidikan anak kecuali
- dalam masalah salat ini. Karena salat
- ini penting. Salat ini adalah media
- komunikasinya seorang hamba kepada
- Allah. Dan kita tahu bagaimana Allah
- menyuruh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam dan pengikutnya itu agar
- keluarga mereka itu mengerjakan salat.
- Itu dalam surah Thaha 132.
- Ahlaka wastobir alaiha. Perintahkan
- keluargamu untuk salat ya melaksanakan
- salat, mengerjakan salat, mendirikan
- salat dan bersabarlah terhadap perintah
- itu. Ini luar biasa kan? sampai Allah
- memerintahkan nabinya agar pengikutnya
- itu ee mengajak keluarganya agar
- mengerjakan salat. Jangan sampai pernah
- terjadi ketika kita memiliki atau
- mendapatkan keluarga yang jauh dari
- salat. Nauzubillah minzalik. Makanya e
- ahlikaur
- ahlaka keluargamu itu kan keluarga kita.
- Mau dia sudah menikah kek, mau enggak
- kek gitu kan. Tetapi keluarga kita. Anak
- kita kan keluarga kita juga. Enggak ada
- alasan orang tua mengatakan, "Ah, udah
- balik ini tanggung jawab sendiri."
- Enggak begitu ya.
- Ee enggak ada alasan orang tua itu
- berdalih.
- Sudah balih tanggung jawab
- masing-masing. Mengingatkan kan
- mengingatkan itu kan harus. Jangankan ee
- anak kita, orang lain juga kita
- ingatkan. Jadi ini salat ini merupakan
- hal yang urgen ya. Dan karena urgennya
- itulah makanya Allah sebutkan salat itu
- ee tanha anil fasya wal munkar. Dapat
- mencegah dari perbuatan keji dan
- mungkar. Nah, ada hikmah yang menarik,
- Mbak, tentang ee kaitannya ya ee salat
- ini, Isra Mikraj ini dengan ee hijrah.
- Ya, kita tahu ketika peristiwa Isra
- Mikraj itu kan Rasulullah berusia
- sekitar 50 tahun lah, kurang lebih ya 50
- tahun lebih. Itu kan ada rentang waktu
- kurang lebih 2 tahun setengah atau 3
- tahun sampai hijrah ya. Jadi kalau kita
- lihat misalnya dalam hadis Nabi,
- perintahkan anakmu salat usia 7 tahun,
- pukul mereka usia 10 tahun itu kurang
- lebih 3 tahun ya itu ada prosesnya. Jadi
- artinya betapa pentingnya peristiwa Isra
- Mikraj ini itu kan ee kita tahu ya ee
- apa ee hijrah kalau Isra Mikraj kan ee
- mendapatkan amanah yang berat itu ya
- salat ya. Nah itu kita bahas misal
- hijrah. Apa kaitannya dengan hijrah?
- kaitan Isra Mikraj dengan hijrah, kaitan
- salat dengan hijrah. Kalau kita lihat ee
- betapa pentingnya esensi hijrah itu
- untuk peradaban Islam, maka dimulai
- dengan mempersiapkan salat. Ya, kita
- tahu ya peradaban Islam yang bernama
- hijrah itu kan diawali dengan ee
- peristiwa ee Isra Mikraj kan. Isra
- Mikraj itu kan salah satu yang
- terpenting dalam agenda ee Isra Mikraj
- yang Allah berikan kepada Rasul itu kan
- salat. Maka ee pilar yang Allah letakkan
- tuh bahwa hijrah itu menjadi layak
- dilakukan ketika umat sudah memiliki
- kekuatan untuk melakukannya dan kekuatan
- itu didapat dari dari salat. Ya, makanya
- diperintahkan salat lima waktu. Iya, itu
- penting ya, instrumen terpenting dalam
- mempersiapkan individu ya, orang-orang
- yang akan hijrah untuk membangun sebuah
- peradaban itu kan penting. Itu adalah
- dengan cara apa? dengan cara melakukan
- perubahan karakter dan perubahan
- karakter itu yang dari langit dari Allah
- itu ee untuk manusia itu dengan cara
- apa? Ibadah salat. Penting ya ibadah
- salat ya. Makanya salat itu memang ee
- diberikan dulu, diwajibkan dulu sebelum
- hijrah. Karena hijrah itu kan butuh
- orang yang kuat, yang tangguh, yang ee
- siap lahir dan batin, orang-orang yang
- ee penghambaannya full kepada Allah,
- yang merasakan ee hubungannya bagus ya,
- baik ya ee dengan Allah. Orang yang
- memang sudah terjalin komunikasi mesra
- dengan ee backup-nya ya Allah sendiri
- ya. itu kan selama proses Isra Mikraj
- dan hijrah itu ya butuh waktu
- sosialisasi 2 tahun setengah atau 3
- tahun. Maka ketika hijrah masyaallah itu
- kan sudah siap membangun peradaban ya.
- Maka peradaban itu kan dimulai dari
- kesiapan mental dan kesiapan mental itu
- dibentuk dari salat. Apalagi tadi ya ee
- bahwa salat pelaku-pelaku salat itu
- adalah orang-orang yang tanha anifah wal
- munkar. Orang-orang yang mendirikan
- salat itu adalah orang-orang yang ee
- tidak melakukan perbuatan fahsya dan
- juga tidak melakukan perbuatan mungkar.
- Dan salat bisa ya salat bisa untuk ee
- mencegahnya ya. Salat bisa untuk ee
- mencegah fahsya dan mungkar. Fahsya itu
- apa sih?
- Fahsya itu ee kalau dalam terjemahan
- bahasa Indonesia itu kan perbuatan keji
- ya.
- Cuman kalau perbuatan keji itu
- terjemahan detailnya itu apa? Keji itu
- ya nanti lihat kamus deh ya keji. Tapi
- secara umum fahsya itu adalah keburukan
- yang disebabkan oleh syahwat kita,
- syahwat hawa nafsu ya. Kemudian juga
- kalau mungkar itu perbuatan yang
- diingkari. Jadi kalau orang yang sudah
- sebenar-benarnya melaksanakan salat itu
- adalah orang yang terhindar dari
- kejahatan, syahwat, hawa nafsu dan
- kemungkaran. orang-orang yang sudah
- memiliki karakter yang baik, akhlak yang
- baik, ya. Maka itulah sebabnya Allah
- mewajibkan untuk ee hamba-hambanya untuk
- melakukan dalam sehari lima kali yang
- menjadi wajib. Dan kita tahu Allah tidak
- pernah mewajibkan sesuatu hal kecuali
- kalau tidak ada urgensinya, kalau tidak
- ada kepentingannya. Ya, kalau enggak ada
- kepentingan, Rasul, Allah enggak akan
- mewajibkan. pasti ya Allah itu
- memberikan kewajiban karena itulah yang
- penting. Jadi ibadah salat ini menjadi
- ibadah yang luar biasa yang hitungannya
- itu bukan tahunan apa e hari pekanan
- tapi harian bahkan dalam sat hari lima
- kali itu ya. Nah inilah kadang-kadang
- orang yang enggak paham itu merasa berat
- dengan salat Mbak.
- Jadi orang-orang yang enggak paham
- dengan salat ini kenapa sih ibadah dalam
- umat Islam tuh berat banget lima kali
- salat gitu. Kenapa sih? Itu karena dia
- enggak paham. Kalau sudah paham tentang
- hakikat salat ini, tuh pasti dia
- butuhkan. Enggak cukup hanya dengan lima
- salat, lima waktu. Tambah lagi dengan
- rawatib, qabliah, ba'diah, ya. Apalagi
- dengan ee janji Allah ketika kita
- melakukan yang melaksanakan yang
- sunah-sunah. Tambah lagi dengan salat ee
- tahajud. Masyaallah. Jadi kalau kita
- bicara salat itu luar biasa ya.
- Sebenarnya kitalah yang butuh salat ya.
- Bukan Allah yang membutuhkan ee ee dia
- itu disembah manusia. Enggak. Kita yang
- butuh untuk menyembah Allah. Karena
- salat ini pilar pembentukan karakter
- manusia yang nantinya akan mampu merubah
- peradaban dunia. Ya kan? Kalau orang
- yang salatnya benar pasti akhlaknya
- baik. Orang yang salatnya benar pasti
- dia takut sama Allah. Ya. Orang yang
- salatnya benar pasti dia jadi ee seorang
- kepala rumah tangga yang bertanggung
- jawab kepada keluarga dan anak-anaknya.
- Orang yang salatnya benar pasti dia
- adalah seorang ibu yang menunaikan tugas
- dan tanggung jawabnya. Artinya orang
- yang benar salatnya pasti benar amalnya.
- Masyaallah ya. Jadi inilah kuncinya
- salat ya. Jadi terbentuknya generasi
- sekalas ee para sahabat itu karena
- memang ee mereka melihat contoh rasul ee
- bagaimana Rasulullah ee menjalankan
- salat yang menyebutnya dengan ari biha
- ya Bilal. dengan rohat ee dengan salat
- kita bisa ee rehat ruhiyah. Ruhiah kita
- masuk ke level yang luar biasa. Tidak
- hanya sekedar menunaikan kewajiban saja,
- tapi juga merasakan kenikmatan iman,
- merasakan optimis, ya, merasakan
- ketenangan, merasakan ee
- kesehatan jiwa ya, mental jiwa ya.
- Masyaallah. Inilah yang disebut dengan
- ee keimanan ya. menjadikan salat sebagai
- tempat kita kembali kepada Allah. Media
- berkomunikasi, hati akan tenang dan
- tentram ya. Masyaallah. Itu barangkali,
- Mbak ya, dengan salat itu merupakan
- rehat ruhiah kita. Jangan lagi salat itu
- menjadi suatu keterpaksaan,
- beban, tapi kitalah yang membutuhkan
- salat. Dan dengan salat itu Allah
- mencurahkan rahmat kasih sayangnya
- kepada kita, memudahkan semua urusan
- kita. Kita butuh Allah, tempat kita
- kembali, ya. Nah, dengan cara apa?
- Dengan menunaikan sebenar-benarnya
- salat. Karena salat ini adalah kekuatan.
- Kekuatan yang Rasul dapatkan ee untuk
- menghadapi ujian dan cobaan [berdehem]
- dalam kehidupan sehari-hari. Ya,
- mudah-mudahan dengan salat ini kita
- menjadikannya sebagai rehat ruhiyah.
- Rehat ruhiah itu tidak didapatkan dari
- ee
- berlena-lena ya menghabiskan waktu ya.
- Rehat ruhiah itu hanya didapat dengan
- ibadah-ibadah yang dapat mendekatkan
- diri kita kepada Allah. Wallahuam.
- Baik, ikhwan dan akhwat, telah kita
- dengarkan pemaparan ustazah dengan tema
- salat sebagai rehat ruhiah. Kami undang
- seperti biasa Ikhwan dan untuk
- menyampaikan pertanyaannya di nomor
- WhatsApp kami 0811999720.
- Insyaallah ustazah akan menjawabnya.
- Tapi nanti setelah jeda nasyid berikut.
- [musik]
- Brazil TV
- [musik]
- silatahim juga Rasil TV ikhwan dan
- akhwat saat ini menyimak fikih wanita
- bersama Ustazah Herlini Amran dan tema
- kita adalah salat sebagai rehat ruhiyah.
- Tadi sudah beberapa hal disampaikan oleh
- Ustazah, namun ada beberapa poin yang
- masih ingin disampaikan tafadal Ustazah.
- Iya. Bismillahirrahmanirrahim.
- Ketika Rasulullah menyampaikan kepada
- Bilal, arihna biha ya Bilal. Salat ini
- sebagai ee rehatnya, rehat ruhiyahnya
- kita ya, sebagai ee rohah ya, untuk ee
- rehat ruhiah kita. Maka memang ee kita
- berupaya untuk bisa mengikuti dan
- mencontoh meneladani Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menjadikan
- salat itu tidak hanya sekedar kewajiban
- yang harus ditunaikan atau beban, tapi
- juga berusaha untuk ee menjadikan salat
- ini sebagai rehat ruhiyah kita. yaitu ee
- bagaimana ee kita jadikan kita usahakan
- semaksimal mungkin agar salat ini mampu
- menenangkan jiwa kita. Dari setiap
- gerakan dan bacaan salat itu ada zikir
- dan doa itu. Zikir dan doa itu mampu
- menenangkan jiwa kita ya pada saat
- takbir, sujud, duduk, duduk antara dua
- sujud ya itu kan kita langsung
- berkomunikasi kepada Allah, memuja
- Allah, mensucikannya ya. bahkan memohon
- berdoa kepada Allah. Nah, ini tentu akan
- menciptakan ketenangan batin yang tidak
- kita temukan di tempat-tempat yang lain.
- Itu yang menenangkan jiwa. Kemudian
- mengistirahatkan pikiran. Jadi dalam
- salat ini kita berusaha untuk fokus pada
- Allah dan menjauhkan semua urusan-urusan
- duniawi. Nah, dengan menjauhkan
- urusan-urusan duniawi ee proses ini kan
- akan membantu pikiran kita menjadi
- tenang, rohah ya, istirahat dengan
- kesibukan-kesibukan duniawi ya. Ini akan
- memberikan kita ruang dan ee refleksi
- diri ya bahwa kita ini sedang bermunajat
- kepada Allah. Nah, inilah kadang-kadang
- godaan setan tuh kan luar biasa ya. Lagi
- salat inggapnya yang lain-lain ya. Maka
- ini menjadi jihadnya kita ya. Berusaha
- semaksimal mungkin untuk bisa fokus.
- Nah, bagaimana kita berusaha membebaskan
- diri kita dari beban-beban duniawi ya.
- Dengan salat ini kita lepaskan semua
- beban-beban hidup dalam sujud. Kita
- merendahkan diri sepenuhnya ke hadapan
- Allah. Kita serahkan semua urusan-urusan
- kita tuh hanya kepadanya. Ini butuh
- fokus ya. Masyaallah. Bahkan salat di
- era saat ini itu merupakan solusi stres
- kita. Karena kita memang kadang-kadang
- terjebak dengan rutinitas ya yang
- melelahkan ya dari pagi sampai sore.
- Terus itu secara fisik, mental semuanya
- itu ya insyaallah ketika kita berusaha
- memulai karena memang untuk memulai itu
- kan butuh proses panjang ya. Itu salat
- menjadi solusi yang relevan untuk
- mengatasi stres dan kelelahan. Karena
- semua beban yang ada pada pundak kita
- lepaskan dengan cara menyerahkannya
- kepada Allah. Nah, tentu ini butuh ee
- persiapan ya. Paling tidak yang pertama
- dan utama itu adalah ilmu. Maksudnya
- apa? Pahami semua ucapan dan munajat
- yang kita ee baca dalam salat itu.
- Bagaimana kita bisa mampu khusyuk
- menjadikan salat sebagai rehat ruhiyah
- kita kalau kita enggak ngerti baca apa
- yang kita baca. Jadi, pahami dulu apa
- yang apa makna Allahu Akbar ya. Apa
- makna misalnya alfatihah ya itu kan
- semuanya perlu. Makanya ketika kita
- memaknai bacaan-bacaan tersebut enggak
- mungkin kita dapatkan rehat ruhiyah itu
- dengan bacanya satu-satu nafas ya. Baca
- al-Fatihahnya cepat-cepat ya. Apa
- bagaimana bisa kita merasakan ya ee ada
- Allah bersama kita ketika kita
- mengucapkannya itu tidak dengan hati ya.
- Bayangin Mbak bacanya itu iya karena
- budaya penasin
- gimana kita bisa merasakan nikmatnya.
- Tapi coba deh kalau kita fokus pada
- Allah dengan bacaan itu. Iyaka na'budu
- wa iyaka nastain. Masyaallah itu luar
- biasa ya. Ya Allah hanya Engkau kepada
- Engkau kami menyembah. Hanya Engkaulah
- yang kami sembah ya Allah dan hanya
- kepada Engkau kami mohon pertolongan.
- Nah itu kan terbayang deh kita tuh butuh
- Allah. Banyak yang kita harapkan di
- situ. Berasa banget. Nah enggak mungkin
- kita menghadap Allah dengan salat
- sebagai rehat ruhiah. Kita dilakukan
- hanya dengan berapa detik, berapa menit.
- Sebentar.
- Baca-baca lantas salam lantas jalan.
- Gimana bisa kita rasakan? Seram banget.
- Hanya berapa detik? [tertawa]
- Itu kan dulu ada salat berapa tuh?
- Tarawih hanya tarawih. Betul saja.
- Masyaallah. Bagaimana bisa kita
- menjadikan salat sebagai rehat ruhiyah
- kita kalau salat itu dijadikan beban?
- Ya, makanya gerakan salat itu yang
- menenangkan itu dilakukan dengan
- khusyuk, wudu, tumaknah ya. Rukuknya ya.
- itu kan kalau secara ilmiah kan sudah
- terbukti ya, bagaimana dengan cat tata
- cara salat itu dapat meningkatkan aliran
- darah ke otak. Itu sudah secara ilmiah
- sudah jelas ya.
- Apalagi kalau kita mengikutinya
- sebagaimana telah di Rasulullah ee
- contohkan. Nah, inilah ee ibadah ee
- salat ini. Tentu kita berusaha
- melaksanakannya itu agar menjadi rehat
- ruhiyah itu laksanakanlah di awal waktu
- ya. Karena salat di awal waktu itu
- memberikan kesan yang mendalam dan
- menanamkan ee rasa disiplin kepada kita
- sehingga hati menjadi tenang bahwa
- kitalah yang pertama dan utama. Apalagi
- Allah memanggil kan dengan azan kan.
- Hayya alas shag mengundang semua
- hamba-hambanya. Ayo ayo temui ayo salat.
- lah. Kalau kita ingin ee posisi kita
- mendapatkan tempat yang mulia di hadapan
- Allah, tentu setiap perintahnya kita
- juga ingin utamakan. Bagaimana kita mau
- diutamakan kita enggak mengutamakan
- Allah gitu ya. Jadi laksanakan di awal
- waktu. Karena ibadah yang dicintai oleh
- Allah itu adalah asalah fi auqotiha.
- Salat di awal waktu ya. Kemudian
- meningkatkan kekhusyukan. Tentu saja
- tadi ya meningkatkan kekhusyukan itu
- dengan memahami makna bacaan salat. Jadi
- seakan-akan Allah itu ada di hadapan
- hadirkan rasa rasa Allah melihat kita
- ya. Kemudian juga ee berusaha terus
- melawan ya godaan setan. Kita tahu kok
- setan menggoda kita, kita sudah sadar
- tahu banget ya. lagi coba-coba
- konsentrasi ada aja tuh ya balik lagi.
- Jadi memang ee godaan setan tuh bisa
- kita rasakan ya Mbak ya. Bisa banget.
- Contohnya aja nih malam malam kita
- bangun jam berapa? Jam .00. Terus ya
- terserah mau godaan setan mau diikutin
- atau tidak. Kalau diputuskan godaan
- setan kita bangun ke kamar mandi kan.
- Nah itu bisa melawan. Itu enggak sampai
- di situ godaan setan. Di kamar mandi pun
- disuruh bengong. Kalau kita bisa
- [tertawa]
- kalau kita bisa putuskan godaan setan,
- kita enggak lama-lama. Ah, terus kita
- berusaha mau salat. Itu pun terus digoda
- setan. Lihat dulu HP-nya. HP-nya itu kan
- kali ada ee yang penting WA. Nah, setan
- menggoda terus. Ayo terus. Eh, lama-lama
- waktu salat sudah habis. Itu berarti
- sukses setan menggoda. Kalau setan
- enggak sukses menggoda, alah inilah
- dicas aja dah. Ambil sajadah dan mau
- kena kita salat. Itu pun enggak sampai
- di situ setan menggoda. Ada aja lagi
- salat nih, planning-planning tak habis
- ini mau ini. Ya Allah. Jadi memang kita
- memang harus waspada dengan godaan
- setan. Dan insyaallah dengan salat ini
- tidak hanya ruh ee tidak hanya kita
- rehat secara ruhiah. Kita mampu
- mengantisipasi godaan-godaan setan.
- Setan itu tidak ada lagi di hati kita.
- Yang ada adalah hanya Allah di hati
- kita. Insyaallah dengan kerinduan selalu
- ingin berjumpa dengannya melalui salat.
- Dan tidak hanya sebagai sebuah
- kewajiban, tapi adalah sebagai ee media
- untuk mengisi kembali energi roh kita
- untuk menghadapi tantangan hidup dan
- untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dan
- dengannya kita akan merasa tenang dan
- tentram insyaallah. Wallahuam ba.
- Baik, Ustazah ee kami akan langsung
- masuk ke sesi tanya dan jawab. Ee ada
- request Ustazah untuk Ustazah mengulang
- lagi tadi doa yang di awal Ustazah
- memulai siaran ee doa untuk mengharapkan
- sampai kepada bulan Ramadan Ustazah dari
- ee Ibu mana Ibu Evi Rahmad
- ya. Allahumma bariklana fi Rajab wa
- Sy'banighna
- Ramadan. Jadi mudah sekali Bu barik
- ingat kan barik. Barik itu kan
- berkahilah kami. Jadi Allah ingat mau
- doa mau makan Allahumma bariklanaqana.
- Ah diganti tuh dengan nama bulan Rajab.
- Allahumma bariklana fi. Pakai fi ya. F
- itu di bulan Rajab.
- Allahumma bariklana fi Rajab wa
- Sy'banighna
- Ramadan. Balig. Balig itu sampaikan kami
- ke bulan suci Ramadan. Mudah-mudahan
- kita semua diberikan kesempatan oleh
- Allah untuk bisa menikmati hidangan
- istimewa Ramadan. Hidangan yang jamuan
- Allah yang luar biasa dalam keadaan
- sehat ya, dalam keadaan kuat ya,
- ruhiyah, jasadiah, dan maliah
- insyaallah. Dan mudah-mudahan semuanya
- diberikan keberkahan dan ee rahmat kasih
- sayang Allah insyaallah.
- Insyaallah. Amin. Ya, Bu Evi sudah
- lengkap ya. Tadi sudah dipandu oleh
- Ustazah, saya akan beralih ke my. Ini
- dia bertanya, "Ustazah, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh."
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustazah, bagaimana hukumnya salat jika
- pikiran melayang? Melayang.
- Eh, melayang-layang tuh kayak apa ya?
- [tertawa]
- Jadi memang ee salat itu tentu ada ee
- penilaiannya ya. Jadi salat itu kan
- orang yang salat saja itu ee
- mendapat kecaman kecaman dari Allah.
- Fawail musinadina hum ya
- sahun ya itu eh surat almaun celakalah
- while while itu nama ee lembah di neraka
- ya celakalah celaka. Kenapa celaka?
- Orang yang ee salat tapi lalai. Nah,
- artinya tidak semua orang yang salat itu
- mendapatkan
- ampunan, tapi juga ada ee while. Kenapa?
- Karena dia sahun. Kenapa dia sahun?
- Karena dia tidak fokus, dia tidak e
- konsentrasi, dia tidak paham apa yang
- dia baca. Dia hanya sekedar melaksanakan
- salat hanya untuk pengguguran kewajiban.
- Dia masih berbuat fahsya dan munkar.
- Nah, sekarang ee penilaian salat itu kan
- tergantung dari ee ma aqalabih. Artinya
- ketika ee salat itu ada ee
- penilaian-penilaiannya
- ya. Penilaian-penilaian tentang salat
- itu misalnya dalam beberapa riwayat itu
- ya penilaian bisa dapat ee 80% 60 70
- gitu. Itu ma aqolabih tergantung sejauh
- mana ada akalnya, pikirannya itu
- terpusat kepada ee bacaan salatnya atau
- ketika salatnya. Nah, sekarang pikiran
- melayang-layang bagaimana? Nah, sekarang
- kita tanya ee tadi siapa? Mbak apa? Ibu,
- Ibu. Ee Mbak May.
- Allah May. Ya, Mbak. Sekarang gini,
- Mbak. Ketika salat paham enggak apa yang
- dibaca?
- Ya, misalnya ini luar biasa loh kalau
- salat kita pahami subhanallah antara
- duduk antara dua sujud aja doanya.
- Rabbighfirli warhamni wajburni warfi,
- warzuqni wahdini waafini wafu anni.
- Kalau dipahami itu artinya masyaallah
- luar biasa. Ya Allah ampuni dosaku,
- sayangi aku, angkat derajatku, tutup
- aibku, maafkan. Oh, masyaallah. Itu
- kalau di benar-benar Nah, kayaknya kalau
- kita ee hayati bacaan salat kita,
- kayaknya enggak melayang-layang deh
- pikiran deh. Melayang-layang pikiran itu
- karena kita tidak fokus ya kepada
- bacaan. Makanya memang kita harus
- berusaha karena memang untuk yang 100%
- khusyuk itu memang enggak ada ya.
- Rasulullah pernah menguji sahabatnya
- untuk bisa khusyuk. Yang bisa khusyuk
- dapat hadiah gitu kan. Ternyata Abu
- Bakar, Umar ya sorban tuh ya Ali enggak
- bisa. Bahkan Ali bin Abi Thalib aja
- ingat hampir bisa ingat hadiahnya warna
- apa ya gitu ya.
- Masyaallah
- ya enggak apa-apa enggak mungkin kita
- bisa 100% tapi paling tidak selama salat
- itu mayoritas hati kita, akal kita,
- pikiran kita itu ada bersama bacaan
- kita. Jadi maknai aja bacaan kita.
- Makanya enggak mungkin salat khusyuk itu
- bisa dilakukan dengan bibir yang tidak
- bergerak. Diam aja salat bibirnya
- ngatup. Gimana mau khusyuk? Apa yang
- dibaca? Bacanya dalam hati. Mana bisa
- orang baca dalam hati ya. Minimal dia
- dengar apa yang dia ucapkan. Ya, ada
- rasa apa ya? Eh, laajat wif biha ya. Apa
- ya? Antara tidak keras tapi tidak juga
- pelan. Jadi kita dengar sendiri. Nah,
- biasanya kalau bacaan yang kita dengar
- sendiri, insyaallah bisa mendukung
- kekhusyukan kita. Insyaallah pikiran
- enggak melayang lagi. Apalagi ke tasyah
- akhir kita mengucapkan selawat langsung
- kepada Rasulullah loh. Asalamualaika
- k itu kan Anda salam kepada Anda.
- Ayyuhan nabiyu wahai nabi. Masyaallah
- kita langsung diberikan kesempatan oleh
- Allah untuk memberikan salam kita kepada
- Rasulullah. Masyaallah. Dan salam itu
- pasti dijawab ya. Makanya kalau salatnya
- benar itu masyaallah itu memang setan tu
- paling enggak suka tuh ya digoda terus
- masyaallah masalah kecil aja jadi tampak
- besar ya ada semut jalan aja nih entar
- digigit nih entar gimana nih fokus jadi
- hilang kalau dulu para salafus saleh itu
- kan dulu belum ada suntik ee apa ya yang
- penghilang rasa sakit apa, Mbak namanya
- Mbak? Jadi ketika ada yang mesti
- diamputasi ya kakinya ee ada yang
- diamputasi itu lakukanlah ketika aku
- sedang salat. Masyaallah gitu ya.
- Sekarang kita lihat bukti Mbak ya.
- Anak-anak itu ya yang di Palestina itu
- memang itu dia sambil di di apa dijahit
- kakinya memang tidak dalam keadaan salat
- ya. Tapi dia ucapkan Al-Qur'an.
- Heeh.
- Kan salat itu kan kalau kita berdiri
- setelah Al-Fatihah kan baca Quran itu
- demikian dia bisa menghayatinya sehingga
- dapat meminimalisir rasa sakitnya.
- Masyaallah luar biasa ya. Semoga Allah
- berikan kita kekhusyukan dalam salat
- insyaallah. Amin ya rabbal alamin.
- Amin ya rabbal alamin. Baik. Ee jadi
- teringat Ustazah tahapan-tahapan ketika
- kita baca salatnya dalam hati
- cepat-cepat itu saya juga mengalami
- bahwa oh itu pernah saya lakukan tapi
- makin belajar ee makin paham.
- Oh kaget makin belajar makin paham.
- Apalagi ketika apa sedikit demi sedikit
- belajar tentang arti ketika tumakninah.
- ee duduk di antara dua suci tuh.
- Masyaallah tadi yang Ustazah sampaikan
- baru itu terbangun ya Ustazah
- usaha-usaha untuk khusus. Jadi Dek May
- atau Kak May silakan ee upgrade jangan
- putus asa. Insyaallah ee kenikmatan
- salat akan ee dirasakan secepatnya.
- Insyaallah.
- Insyaallah. Insyaallah.
- Insyaallah. Baik. Saya ke Bantar Gebang.
- Di sini ada Eca bertanya, "Ustazah,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh." Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana
- kalau kita terlupa untuk salat subuh,
- Ustazah? Karena kesiangan.
- ee itu kayaknya bukan terlupa, tertidur
- deh kayaknya ya. Kalau orang apa
- namanya? Kesiangan tuh kan pasti
- tertidur bukan terlupa. Jadi memang
- begini ee ketika seseorang dalam keadaan
- tertidur bisa juga terlupa gitu ya, maka
- melaksanakan salat itu pada saat dia
- bangun.
- Heeh. Jadi tidak dianggap lalai kalau
- seseorang itu ee tertidur tanpa
- kesengajaan ya atau terlupakan tanpa
- sengaja. Tapi kalau dia mulai tidurnya
- bangun ee tidurnya mulai tidur jam .00
- gitu ya
- dan dia ee apa namanya? Karena sibuk
- bukan karena salat ya, karena sibuk
- apalah ya nonton atau apa sehingga ee
- subuhnya kesiangan itu bisa dianggap
- lalai ya. Jadi sekarang gini aja deh,
- pada saat kita bangun
- itu ee segera laksanakan salat ya. Jadi
- apakah pada saat kita sedang ee tertidur
- ya atau ketiduran terus kita lupa, pada
- saat bangun segeralah salat ya. jangan
- pernah tinggalkan salat. Karena untuk
- mengganti ee kewajiban salat walaupun
- ditinggalkan satu kali itu enggak ada
- penggantinya tuh kalau dengan
- ditinggalkan dengan sengaja. Karena
- dalam ee pembahasan ulama orang yang
- meninggalkan salat itu ada dua hukumnya.
- Pertama bisa dihukumkan kafir keluar
- dari Islam kalau dia menganggap salat
- itu tidak wajib. Ya. Nah, itu kalau
- sudah keluar dari lisannya bahwa salat
- tidak wajib itu kalau meninggal enggak
- usah diurusinlah. itu bukan ee para
- ulama mengatakan sudah
- subhanallah ustazah galak
- sudah enggak usah diurusin gitu ya
- karena dia tidak mewajibkan sesuatu yang
- Allah wajibkan. Nah, yang banyak tuh
- yang kedua tuh yang menganggap e ya
- salat wajib tapi malas kemudian enggak
- tanggung gitu ya. Nah, itu memang masih
- muslim tapi fasik. Orang fasik itu kan
- kalau meninggal bahaya ya. Itulah udah
- udah udah udah siksa kubur dan segala
- macam. Nah, intinya [berdehem] adalah
- jangan pernah menyepelekan salat. Ya,
- bahkan hindari larangan Rasulullah.
- Jangan tidur ee sebelum salat Isya, ya
- kan? Kadang-kadang habis magrib tidur,
- tunggu dulu sampai Isya itu baru tidur
- atau jangan tidur setelah asar. Kalau
- sudah tidur setelah asar nanti magribnya
- bisa ee kelewatan gitu ya. Jadi ada
- beberapa ee panduan rambu-rambu yang
- dilarang oleh Rasulullah. Artinya jangan
- sampai ketika kita melanggar itu
- akhirnya menyebabkan salat kita itu ee
- terlupakan atau terabaikan. Jadi
- kesimpulannya adalah ketika kita
- ketiduran tanpa maksud untuk melalaikan,
- maka bangunlah ee dan langsung ee ya
- tentu wudu ya laksanakan segera salat.
- Rasul juga pernah kok, Mbak, pada saat
- pulang dari peperangan
- beliau itu di perjalanan terasa ee yang
- namanya lelah, capek ya. Eh, akhirnya
- kita mau tidur dulu, Bilal. Nanti kamu
- bangunkan ya. E, kita semua bangunkan
- dengan azanmu. Ee nanti bangunkan azan
- subuh. Kan memang lelah tengah malam itu
- lelah ya. Ya, si Bilal ini ngelihat yang
- lain pada tidur, pada sama-sama lelah.
- Ketiduran pula lah dia. Sampai e
- Rasulullah itu dibangunkan dengan terik
- matahari di tubuhnya. Wah, Bilal nih
- enggak bangunkan kita kesiangan.
- Akhirnya Rasulullah memerintahkan Bilal
- untuk azan dan iqamah. Jadi, Rasulullah
- tuh salat sebagaimana biasa. qbliah dan
- subuh itu bukan karena kesengajaan, tapi
- memang karena kelelahan ya. Nah, seperti
- itu.
- Baik, nampaknya agak seru di wilayah
- Ustazah. Kita ee langsung bacakan saja
- pertanyaan berikutnya Ustazah ya. Izin
- membacakan dari
- ee
- Anggun. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah. Waalaikumsalam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustazah, bagaimana hukumnya salat namun
- terlupa untuk niat, Ustazah?
- Kalau amal itu innamal a'malu bin niat
- ya. Kalau enggak ada niat ya ulang lagi
- salatnya.
- Ya harus diulang bahkan ee jadi kalau
- masalah niat ini penting ya. Kalau kita
- sudah mengerjakan tapi enggak enggak ada
- niat ulang lagi. Niat ini kan kewajiban
- ya. Bahkan ee ada yang sudah berniat
- tapi ganti niat. Ada juga gitu, Mbak?
- Maksudnya gimana?
- Ada yang sudah berniat tapi ganti niat
- ketika salat. Misalnya
- ini kan ee kita tahu ya qabliah subuh
- tuh pahalanya itu lebih besar daripada
- seisi langit dan bumi ya. Dia lupa, dia
- lupa ee niatnya itu niat qobliah tapi
- yang dia lakukan niat subuh gitu ya.
- Musalih fardu subuh itu pas ingatnya tuh
- pas waktu dia ee setelah baca alfatihah
- ya Allah lupa qobliah gitu ya. Ya udah,
- ini aja deh yang jadi qbliah. Enggak
- boleh yang seperti itu. Berubah niat
- [tertawa]
- enggak?
- Jadi, iya niat itu penting. Ee amal itu
- tergantung niat. Ketika kita salat lupa
- niat, berarti ulangilah salatnya.
- Begitu. Wallahuam. Oke. Baik. Kemudian
- satu lagi ini dari Cimanggu, Bogor. Ada
- Roziiah bertanya, "Ustazah, bagaimana
- caranya jikalau kita telah lama
- meninggalkan salat kemudian saya ingin
- bertobat. Apakah salat-salat sebelumnya
- yang kita lalui harus kita bayar? Ya,
- itu dia. Makasih, Ustaz.
- Ya, diqada atau tidak gitu ya.
- Betul.
- Ini menarik, Mbak. Jadi memang para
- ulama itu juga membahas tentang ini, ya.
- Apakah salat yang kita tinggalkan karena
- kelalaian kita itu harus diqada atau
- tidak? Maka terbagi dua ulama ya secara
- umum. Yang pertama pandangan ulama
- termasuk di sini ee Imam Syafi'i ya ee
- yang saya tahu itu pandangan mazhab ini
- bahwa setiap salat yang kita tinggalkan
- karena ketidaktahuan kita itu wajib atau
- karena kelalaian kita itu wajib diqada.
- Karena salat ini adalah amalan yang
- pertama yang akan disap oleh Allah. Jadi
- yang namanya wajib tuh enggak boleh
- ditinggal. Jadi kerjakan jadi apa? Qada.
- Bayangin aja Mbak kalau sudah
- berpuluh-puluh tahun enggak salat di
- gimana cara mengqadanya?
- bertakwalah kepada Allah sebatas
- maksimal kemampuan ya qada aja gitu
- gimana caranya mau dalam satu hari waktu
- duha itu diborong semua gitu ya subuh
- zuhur asar magrib isya setiap harinya
- itu teknislah ya nah itu pandangan
- [berdehem] pertama karena ini akan
- menjadi ee apa dihisab Allah nanti di
- yaumil akhir. Nah, kemudian pandangan
- yang kedua menjelaskan bahwa dulu tuh
- kan tidak salat ya berdosa gitu diganti
- dengan apap pun enggak akan bisa. Maka
- tobat nasuha gitu ya. Tobat nasuha
- dengan sesungguh-sungguhnya bertobat
- kemudian memperbaiki diri dan
- memperbanyak ibadah-ibadah sunah agar
- dapat melengkapi kekurangan. Ya itu
- pandangan Mbak ya. Pandangan kedua ya.
- Intinya gini ee di masa Nabi mah memang
- tidak dibahas qada seperti ini ya.
- meninggalkan yang sudah bertahun-tahun
- salat ya. Kenapa? Karena di masa Nabi
- kalau sudah masuk Islam ya salat enggak
- ninggalin. Nah, kalau pembahasan qada di
- masa Nabi itu adalah terkait dengan
- misalnya ketiduran, kelupaan, pingsan.
- Nah, itu di Qada itu itu yang pembahasan
- qada. Maka hal-hal seperti ini ya memang
- ulama ee ada beberapa pandangan. Nah,
- sekarang kalau tadi yang bertanya
- sanggup untuk mengqada, ya mengambil
- pandangan yang mengharuskannya silakan.
- Karena saking banyaknya usia sudah 60
- baru sadar tahun sekarang gitu ya. Dulu
- enggak sal gimana menggantinya ya. Ya
- itu tunggu kembali kepada ee attaqwa
- hauna. Takwa tuh ada di sini ya. Jadi
- sekali lagi ee yang penting adalah kita
- berusaha semaksimal mungkin untuk ee
- menjalankan perintah Allah, menjauhi
- larangannya. Tobat nasuha, memperbanyak
- salat-salat sunah. Mudah-mudahan
- dosa-dosa kita yang masa lalu yang
- mengabaikan salat Allah ampuni.
- Insyaallah. Insyaallah. Amin. Baik,
- Ustazah. Nampaknya pertanyaan tadi
- merupakan pertanyaan terakhir dan
- menutup sesi tanya dan jawab kita.
- Kiranya kesimpulan Ustazah.
- Ya. Pendengar yang dirahmati Allah,
- salat sebagai rehat ruhiyah. Ya, ini
- memang dari ee sabda Nabi, akimah ee
- arih nabihaya Bilal. Ya, salat itu
- adalah rehat kita, wahai Bilal. Rehat
- ruhiah kita memang ada di dalam salat.
- Karena dalam perjalanan hidup manusia
- yang penuh dengan kesibukan dan tekanan,
- ada kebutuhan mendalam untuk menemukan
- momen rehat yang dapat menyegarkan jiwa
- dan raga. Maka salat adalah salah satu
- yang menjadi penentu
- rehat ruhiyah kita. Dia salat ini bukan
- hanya sekedar kewajiban saja, tapi salat
- ini adalah ee sebagai rehat ruhiah.
- Memberikan ketenangan kepada kita,
- memberikan kedamaian. memberikan
- kekuatan baru, memberikan jiwa optimis
- kita sehingga nanti kita sampai saatnya
- berjumpa dengan Allah. Kebahagiaan,
- kenikmatan melihat wajahnya insyaallah.
- Aulu hadza astagfirullahi wakum.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakillah khairan kasiran
- kita ucapkan kepada guru kita Ustazah
- Herlini Amran. Mudah-mudahan diberikan
- kesehatan, keberkahan, dan usia panjang
- agar kita dapat berjumpa kembali dan
- membahas kajian-kajian berikutnya. Untuk
- ikhwan dan akhwat yang telah mengikuti
- acara fikih wanita pada Jumat hari ini,
- mudah-mudahan diberikan pahala ee
- kebaikan dan kita dapat menjadi umat ee
- yang saleh dan salehah insyaallah ke
- depannya. Yang bertugas pada hari ini
- saya Karolin didampingi oleh ada Ondi,
- ada Algi, dan rekan-rekan PKL yang ada
- di studio. Kami mohon maaf apabila ada
- kekurangan. Kami pamit undur diri.
- Subhanakallahum wabihamdika wa asadua
- ila anta astagfiruka waubu ilaik
- wabillahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.