Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillah alhamdulillaha wasalatu
- wasalam ala rasulillah waa albih mu
- alalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala kembali lagi
- alfqir is alkaf menemani ikhwan akhwat
- di ruang siar ini. Alhamdulillah senang
- sekali Alfagir bersama ada Ondi di
- kameramen dan juga Mas Algi di meja
- operator bisa menemani di acara renungan
- di bawah naungan Al-Qur'an yang
- alhamdulillah guru kita sudah
- membersamai kita di studio Ustaz Husein
- bin Hamid Alat. Asalamualaikum Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga sehat selalu, Ustaz ya. Amin ya
- Allah ya rabbal alamin. Ikhwan akhwat,
- hari ini kami live tanya jawab, full
- tanya jawab insyaallah akan menjawab
- pertanyaan pertanyaan dari ikhwan akhwat
- sekalian. Kami akan tunggu pertanyaan
- Anda. Jika Anda ingin bertanya silakan
- kirimkan pesama WhatsApp di ke nomor
- 0811999720
- atau bisa telepon langsung di
- 0218451512.
- Sekali lagi kirimkan pesan WhatsApp Anda
- di 081-nya 3 kali, 9-nya 3 kali, 720
- atau telepon langsung di 0218451512.
- Alangkah baiknya sebelum kita memulai
- tanya jawab, kita buka dulu dengan baca
- ummul Quran surah Al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdub
- Amin.
- Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Allahummarhamna bil Quran. Semoga Allah
- subhanahu wa taala rahmati kita dari
- bacaan Al-Qur'an yang dibacakan
- sebagaimana Al-Fatihah adalah surat
- pembuka. Mudah-mudahan Allah bukakan
- pintu hidayah, pintu rahmatnya untuk
- kita semua. Amin yaabbalamin. Masyaallah
- baru masuk ini ada dari Pak Anggit, ada
- Budi Hartono. Tadi ada yang bertelepon,
- "Ibu Suyati barangkali teleponnya Tahsin
- panggit katanya siap menyimak renungan
- di bawah naungan Al-Qur'an bersama Pak
- Ustaz Husein." Masyaallah, terima kasih
- banyak panggit. Nah, ini ada pertanyaan
- Ustaz dari hamba Allah di Bekasi. Ustaz,
- bagaimana
- sebuah hadis itu dikumpulkan? Kenapa
- baru dikumpulkan? 200 tahun setelah
- baginda Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wa alihi wasallam wafat dan adakah
- manuskrip aslinya tulisan dari para
- sahabat yang hidup bersama Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Terima
- kasih, Ustaz. Oh, pertanyaannya berat
- ini, Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Alhamdulillahi rabbil alamin hamdan
- katsiran thyyiban mubarokan fih kama
- yuhibbu rabbuna waard.
- Allahumma sholli ala muhammadin wa ali
- muhammad. [berdehem]
- Ya rabbana lakal hamdu kama yambag
- lijalali wajhikal karim waliadimi
- sultanik.
- Subhanak la nuhsianaan alaika anta
- kamaita ala nafsik. Falakal hamdu hatta
- tard wakal hamdu idza radit wakal hamdu
- ba'dal rid.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad. Assalamualaika
- ya rasulullah.
- Asalamualaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [berdehem]
- Allahumma atina minika rahma waimna min
- ladunka ilman nafi unfna bimaamtana.
- [berdehem]
- Rabbana zidna ilman wa alhikna bisihin.
- [berdehem]
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. [batuk]
- Kalau kita
- membandingkan antara Al-Qur'an
- yang merupakan kitab suci
- yang dijamin oleh Allah Subhanahu wa
- taala
- dari tangan-tangan kotor, dari
- penambahan maupun pengurangan.
- Allah Subhanahu wa taala turun tangan
- langsung untuk menjaganya.
- Inna nahnu nazzalnadzikro
- wa inna lahu lahafidun.
- Sesungguhnya kami ya yang menurunkan
- Al-Qur'an yang merupakan sebagai
- pelajaran
- yang selalu mengingatkan kita. Allah
- turunkan secara bertahap. Oleh karena
- itu Allah gunakan kata nazzalna tidak
- menggunakan [mendengus] kata anzal.
- Wa inna lahu lah hafidun. Lalu Allah
- tegaskan, "Dan sesungguhnya kami
- la hafidun benar-benar
- menjaga memelihara Al-Qur'an
- agar tidak
- dikotori, dinodai oleh tangan-tangan
- yang berupaya untuk melakukan perubahan.
- Baik dengan menambah, mengurangi atau
- dengan
- menghapuskan sebagian ayat dan
- menggantikannya dengan
- kebohongan-kebohongan yang mereka buat.
- Oleh karena itu, Allah dengan tegas
- berfirman, "La yatihil batil."
- Al-Qur'an ya tidak akan pernah sama
- sekali dihinggapi oleh kebatilan.
- min baini yadaihi wala min khalfih.
- Bahkan Allah jelaskan
- Al-Qur'an ini terjaga terpelihara bukan
- hanya semenjak diturunkan,
- sebelum diturunkan Al-Qur'an
- dia telah terjaga terpelihara fi lauhin
- mahfud. Dalam lauh yang [mendengus]
- terjaga terpelihara sebagaimana pada
- akhir surah Alburuj. Bal hua quranun
- majid fi lauhin
- mahfuz. [mendengus]
- Dalam surah Al-Waqiah Allah berfirman,
- "Bahkan didahului dengan sumpah." Fala
- uqsimu
- bimawaqiin nujum wa innahu laqosamun
- lahamuna.
- Aku benar-benar bersumpah dengan posisi
- dari setiap bintang
- yang ada pada galaksinya.
- Posisi bintang tersebut berada pada
- galaksinya di tengah bermiliar-miliar
- bintang. Bahkan di tengah-tengah
- bertriliun-triliun bintang.
- Dan itu merupakan sumpah yang amat
- dahsyat bila kalian memahami dan
- mengetahuinya.
- Pengetahuan manusia bertambah. Mereka
- menyingkap keajaiban yang tak terhingga
- di mana pengetahuan mereka begitu
- terbatas di tengah-tengah luasnya alam
- raya yang tak terhingga. [berdehem]
- Lalu Allah Subhanahu wa taala
- menegaskan jawaban dari sumpah tersebut
- yang menjelaskan maksud dari sum
- innahu laquranun karim. Sesungguhnya
- Al-Qur'an yang berada di antara kalian
- yang dibacakan dan ditulis oleh para
- penulis wahyu innahu la Quranun Karim
- betul-betul merupakan Al-Qur'an yang
- amat mulia.
- Fi kitabim makn berada dalam kitab yang
- terpelihara.
- Bagaikan mutiara yang tertutup oleh apa?
- Oleh kerangnya. La yamassuhu
- illal mutaharun. yang tidak akan
- disentuh didekati kecuali oleh
- hamba-hamba yang disucikan.
- Di Lauh Mahfuz malaikat yang menjaganya.
- Ketika diantarkan, diantarkan oleh
- Jibril alaihialatu wasalam.
- Langit dijaga dengan ketat hingga jin
- yang biasa mendengarkan pembicaraan para
- malaikat. Kalau mereka mendekat diburu
- oleh panah-panah api.
- Dahulu kami punya tempat-tempat untuk
- menguping di langit. Sekarang itu pada
- saat wahyu turun, pada saat Nabi diutus,
- siapa yang berani mendekat langsung akan
- diburu panah-panah api dari
- bintang-bintang di angkasa.
- sampai kepada Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam diterima
- dan tidak ada sama sekali jin maupun
- manusia yang berani atau ee tampil untuk
- menimbulkan gangguan dalam penerimaan
- wahyu. Waktu diterima oleh Nabi dan
- disampaikan dijaga oleh Allah. Alimul
- gaibi fala yudhiru ala ghaibihi ahada
- illa manad mir rasulin fainnahu yasluku
- m baini yadaihi win khalfihi ras
- liyaamaq ablaghu risalatihim
- wa ah bimaadaihim waahsyain
- ada bagaimana nabi dijaga, dikawal oleh
- Allah
- malaikat-malaikat yang diperintahkan
- untuk menjaga agar nabi dapat
- menyampaikan wahyu Allah dengan jelas
- begitu Nabi Nabi wafat, Allah menjaga
- Al-Qur'an.
- Quran dikawal dan dijaga hingga begitu
- ada pemalsuan sedikit langsung
- diketahui. Pada saat wahyu diterima,
- Rasulullah menerima lalu mengumpulkan
- para penulis wahyu untuk mencatat dan
- menulisnya.
- Oleh karena itu, Allah menunjuk kepada
- Al-Qur'an
- sebagai ayat-ayat yang tercatat dan
- terkumpul. dalikal kitab. Beda antara
- Al-Qur'an dan kitab. Kalau Quran
- kumpulan ya bacaan dari apa? Dari apa
- yang tertulis atau apa yang terhafal.
- Jadi Quran itu merupakan bacaan.
- Jadi huruf yang dirangkai, kalimat yang
- dirangkai yang melahirkan bacaan itu
- Quran
- tapi tertuju pada kitab suci. Sedangkan
- Alkitab diambil dari kata baaktubi yang
- artinya juga jemah. Cuma perbedaannya
- kalau Al-Qur'an merupakan kumpulan atau
- rangkaian huruf kalimat yang disuarakan,
- sedangkan Alkitab rangkaian huruf
- kalimat yang berisikan firman wahyu yang
- ditulis dan dicatat.
- Dalikal kitab tilka ayatul kitab. Begitu
- juga firman Allah,
- kitabun uhkimat ayatuh tumma fusilat.
- Millad
- siapa yang melakukan hakimin khabir?
- Bukan hanya ayatnya yang tersusun,
- bahkan
- susunan surah-surah juga langsung
- disusun oleh Allah subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu
- suratul fatihah dinamakan
- Al-Fatihah karena dia sebagai pembuka
- kitab Allah. Nabi mengatakan, "La shah
- liman lam yaqra bifatihatil kitab."
- Siapa yang tidak membaca fatihatil kitab
- yaitu suratul fatihah dia belum salat.
- Artinya apa? Dari mulai masa Rasul
- Al-Qur'an sudah terkumpul dimulai dengan
- Al-Fatihah ditutup dengan suratun nas.
- Dan yang menangani ini langsung adalah
- Allah. Sebagaimana kitab Taurah
- diturunkan kepada Musa dalam bentuk
- tulisan di atas lawuh batu. Ya,
- begitu juga Al-Qur'an
- diturunkan ayat-ayatnya kemudian Allah
- perintahkan untuk disusun sesuai dengan
- perintahnya. Lalu surah-surahnya disusun
- hingga lahirlah kitab yang amat agung
- ini. Allah berfirman dalam surah Abasa.
- kalla innaha
- tazkirah
- famanyaa
- fi suhufin mukarramah
- marfuatin
- mutaharah biidi
- kiram bararah
- kal ini merupakan pesan kepada nab tugas
- kamu wahai rasulullah bukan memasukkan
- iman ke dalam hati orang tapi untuk
- memberikan peringatan
- bagi siapa yang mau mengambil pelajaran
- silakan dari mana dia mengambil
- pelajaran
- suhuf mukarah dalam lembaran-lembaran
- kitab yang begitu dimuliakan marfuatin
- mutaharah yang ditinggikan derajatnya
- dan disucikan
- biidi safarah yang dibawa diterima oleh
- duta-duta
- kiram barah yang mulia lagi amat patuh
- taat berbakti kepada Allah tidak
- menambahkan sesuatu dan tidak
- menguranginya [mendengus] jadi Al-Qur'an
- dijaga di Lauh Mahfuz kemudian di antara
- oleh malaikat suci duta Allah. Langit
- dijaga dengan ketat.
- Kemudian disampaikan kepada Nabi yang
- dijaga, dipelihara oleh Allah Subhanahu
- wa taala. Bahkan ketika Nabi
- mendengarkan Al-Qur'an, mengikuti secara
- tergesa-gesa, Allah tegur Nabi, "La
- tuhar bihi lisanaka litajal bih inna ala
- jamahu wa quran."
- Faid qahu fattabi qurana. Kamu jangan
- menggerakkan lidahmu tergesa-gesa untuk
- mengikuti Al-Qur'an yang dibacakan
- kepada kamu. Kamu tidak perlu khawatir,
- tidak akan lupa.
- Karena apa? Karena kami yang
- mengumpulkan Al-Qur'an itu. Baik dalam
- dadamu maupun pungun juga dituliskan
- dalam lembaran-lembaran yang terjaga,
- terpelihara.
- Begitu juga membacanya pun kami
- mengajarkan pada kamu. Bila kamu
- membacanya ikuti bacaan kami. Ini
- jaminan dari Allah Subhanahu wa taala.
- Begitu juga Allah ingatkan nabinya
- sanuquka. Kami akan bacakan pada kamu.
- Fala tansa illa masyaallah. Kamu tidak
- akan lupa kecuali kalau Allah kehendaki.
- Dan gak mungkin Nabi akan melupakan
- ayat-ayat Allah karena ini merupakan
- hujah
- Allah. Jadi Nabi ketika menerima wahyu
- ditulis, dicatat, diperiksa oleh Nabi.
- Begitu Nabi wafat, Al-Qur'an telah
- terkumpul dengan baik, disimpan di rumah
- istrinya. Kemudian Abu Bakar Assiddiq,
- ya mengambil apa yang dikumpulkan oleh
- Nabi, disalin ulang, disebarkan ke
- seluruh Ansar, kota-kota. Adapun riwayat
- yang mengatakan setelah peperangan
- Yamamah banyak para penghafal wahyu
- meninggal dunia. Kemudian Sayidina Umar
- datang kepada siapa? Abu Bakar mengajak
- untuk mengumpulkan Al-Qur'an. Abu Bakar
- mengatakan ini bidah yang tidak pernah
- dilakukan Rasul. Ini saja sudah
- bertentangan
- dengan riwayat yang mengatakan bahwa di
- sekeliling Nabi terdapat para penulis
- wahyu. Bagaimana ini merupakan bidah?
- Iya.
- Dan subhanallah riwayat ini riwayat ahad
- bertentangan dengan ayat-ayat Quran yang
- begitu banyak.
- Tujuannya untuk meragu-ragukan
- Al-Qur'an. bahwa Alquran setelah wafat
- Nabi berceceran, berserakan kemudian
- dikumpulkan kembali. Ini bertentangan
- dengan firman Allah, inna nahnu
- nazalnikro in lahufidun. Bahkan ada
- riwayat mengatakan ada ayat rajam yang
- hilang dari Al-Qur'an, ada ayat radaah
- yang hilang dari Al-Qur'an. Ini
- bagaimana mungkin?
- Oleh karena itu, riwayat yang mengatakan
- bahwa Al-Qur'an ada kekurangan baik dari
- kalangan ahlusunah maupun dari kalangan
- Syiah. Orang yang mengada-adakan
- kebohongan atas nama Allah, atas nama
- Rasul-Nya
- dan mereka menjadi pelayan-pelayan,
- musuh-musuh Allah Subhanahu wa taala.
- Menjadikan diri mereka sebagai kaki
- tangan setan. Yang benar Al-Qur'an
- sebagaimana di Lauh Mahfuz sebagaimana
- diturunkan. Begitu pula yang dikumpulkan
- Rasul dan apa yang ada pada kita saat
- ini merupakan Al-Qur'an yang dikumpulkan
- pada masa Nabi. La ziadah wala nuqsan.
- Tidak ada tambahan maupun kekurangan.
- [berdehem]
- Nah, berbeda dengan hadis. Berbeda
- dengan
- hadis
- hadis Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam.
- Kalau hadis Nabi
- tidak pernah ada perintah dari Nabi
- untuk menulis hadis,
- tapi fokus perhatian Nabi kepada
- Al-Qur'an.
- Bahkan dalam riwayat Sahih Muslim,
- [berdehem][batuk]
- Nabi berkata untuk mengingatkan para
- sahabatnya, "La taktubu anni ghairal
- Quran." Jangan kalian tulis dari aku
- kecuali Al-Qur'an. [berdehem]
- Faman katabahu falyamhu. Siapa yang
- menuliskan hadis ya dari aku hendaknya
- dia menghapuskan. Ini perintah dari
- Rasul
- dalam kitab yang dianggap sahih itu
- sahih Muslim. [berdehem]
- Kalau ada riwayat yang mengatakan bahwa
- Abdullah bin Amr bin As pernah menulis
- hadis, ya kita bertanya mana hadisnya
- [berdehem] yang ditulis oleh Abdullah
- bin Amr bin Ash. Kalau Quran ada
- kitab aslinya, sedangkan yang ditulis
- oleh Abdullah bin Amr bin Asmanah. Dan
- ini riwayat dari satu orang.
- Hadis sahih Muslim lebih kuat daripada
- hadis Abdullah bin Amr bin Ass.
- Adapun perjanjian yang ditulis oleh
- Rasul itu kita perjanjian.
- Dan kapan hadis mulai ditulis? Bukan
- pada masa Abu Bakar, bukan pada masa
- Umar, bukan pada masa Utsman, bukan pada
- masa Ali ridwanullahi alaihim, tapi
- ditulis justru pada masa Bani Umayyah.
- [berdehem]
- Oleh karena itu,
- periwayat hadis atau rijalul hadis
- sebagian besar dari
- tempat kekuasaan Bani Umayyah Syam.
- Sedangkan yang lain hanya mengikuti apa
- yang dikumpulkan oleh mereka. Jadi para
- pengumpul hadis ya kalau kita perhatikan
- bersama-sama ya artinya kita lihat
- Bukhari Muslim berasal dari Naisabur ya
- dari wilayah Bukhara dan Naisabur ya
- kebanyakan mereka orang-orang Persia
- tapi yang menjadi
- peneliti hadis ya begitu juga peneliti
- rijalul hadis dan lain sebagainya ya
- semua berasal dari ahli Syam
- kecuali Ahmad bin Hambal yang berasal
- dari mana yang berasal dari Irak. Begitu
- juga Abdur Razq yang berasal dari Yaman
- dalam kitabnya Almusonnaf dan
- lain-lainnya. Tapi sebagian besar para
- penulis hadis ya, para pengik
- berasal dari Syam.
- Oleh karena itu yang menilai hadir
- katakan yang mengumpulkan Bukhari,
- Muslim, begitu juga katakan Abdur Razzaq
- ya Bukhari juga mengambil daripadanya
- Ibn Abi Syaibah, Ahmad bin Hambal dan
- lain sebagainya. Kalau kita perhatikan
- yang menilai hadis adalah ahli syam. H.
- Bahkan mereka yang fanatik kepada Ibn
- Taimiyah yang tinggal di Syam
- mengatakan, "Setiap hadis yang tidak
- disahihkan oleh Ibnu Taimiyah adalah
- hadis yang batil." H
- di belakang hari mereka merujuk kepada
- Albani. Albani juga Syami, berada di
- Syam. Walaupun berasal dari asal-usul
- Albaniah, tapi dia berkembang di Syam.
- Bagaimana orang ya menerima hadis
- apabila disahihkan Albani? Sahhahul
- Albani
- itu menjadi satu ee apa namanya? Ee satu
- tolok ukur yang viral di tengah-tengah
- para ahli hadis.
- Tapi anehnya banyak riwayat-riwayat yang
- mereka anggap sahih ternyata
- bertentangan dengan Al-Qur'an.
- Saya pernah kumpulkan ya riwayat-riwayat
- yang bertentangan dengan Al-Qur'an baik
- dari hadis yang dikumpulkan ahlusunah
- maupun yang dikumpulkan di kalangan
- Syiah.
- Dan insyaallah nanti di masa akan datang
- semoga Allah izinkan kita akan
- mengumpulkan hadis-hadis.
- bukan hanya dari buku-buku yang dianggap
- ee setengah meyakinkan, tapi dari
- buku-buku yang dianggap sahih seperti
- Al-Bukhari, Muslim di kalangan Syiah
- seperti Al-Kulaini ya, seperti juga ee
- katakan man la yahburuhul faqih atahzib
- ya wal istibsar litusi. Kita akan lihat
- banyak sebetulnya riwayat-riwayat
- yang dianggap sahih, tapi ternyata
- riwayat tersebut jelas-jelasan
- bertentangan dengan Al-Qur'an AlKim.
- Jadi hadis ini dikumpulkan kurang lebih
- sekitar 200 tahun setelah Rasulullah
- wafat.
- Dan uniknya sampai saat ini kita tidak
- menjumpai tulisan asli yang ditulis oleh
- Bukhari maupun Muslim.
- tidak menemukan sama sekali tulisan yang
- ditulis oleh Bukhari, oleh Muslim ya,
- tapi yang ada kumpulan-kumpulan
- orang-orang yang datang setelah Bukhari,
- setelah Muslim dan lain sebagainya. Ini
- merupakan fakta. Silakan buktikan.
- Kalau Al-Qur'an dengan tegas, baik yang
- dikumpulkan pada masa Rasul sallallahu
- alaihi wasallam hingga kini tidak ada
- satuun pertentangan, tidak ada satuun
- perbedaan.
- Tidak ada satuun perbedaan. Bahkan ee
- teks Al-Qur'an tertua ya, yang tertua
- yang ada di perpustakaan di Inggris di
- Birmingham temukan lebih daripada 1000
- tahun. Apa yang terkumpul pada teks
- tersebut sama dengan apa yang terkumpul
- dalam Al-Qur'an. Kalau kitab-kitab hadis
- terdapat perbedaan perbedaan dalam
- riwayat, tapi Al-Qur'an satu kata pun
- tidak ada perbedaan sama sekali. Baik
- yang dicetak di negara-negara Arab
- maupun yang dicetak di Iran. Mereka
- mengatakan bahwa Syiah punya Quran yang
- lain. Ini semua sebetulnya kebohongan
- yang mendustakan Al-Qur'an yang
- mengatakan inna nahnu nazalnazikra wa
- inna lahu lfidun.
- Jadi ikhwan- akhwat yang dirahmati
- Allah, hadis tidak dapat dikatakan kitab
- suci baik yang terdapat dalam Bukhari,
- dalam Muslim dan buku-buku yang lain
- berbeda dengan Al-Qur'an.
- Al-Qur'an merupakan apa? merupakan kitab
- suci yang dijamin langsung oleh Allah
- dijaga dari mulai lauh Mahfuz hingga
- diturunkan kepada Nabi dengan berbagai
- macam tahap penjagaan. Dan sampai saat
- ini tidak ada satuun orang yang
- mengatakan ada perbedaan baik
- orang-orang yang dari kalangan kaum
- muslimin maupun dari luar Islam. Adapun
- riwayat yang mengatakan bahwa terdapat
- kekurangan ayat rajam yang hilang
- seperti yang dinisbatkan kepada Sayidina
- Umar atau ayat radaah yang dikatakan
- hilang sebagaimana disebatkan kepada
- Ummul Mukmin Asayidah Aisyah. Semua ini
- merupakan kebohongan yang datang dari
- musuh-musuh Islam. Jadi
- dalam menerima hadis tidak cukup hanya
- kita melihat sanadnya. diriwayatkan dari
- katakan mata rantai yang dianggap sahih
- atau ketelitian ya rawinya. Begitu pula
- ee
- ittisal asaratnya mata rantai terhubung
- dengan rasul ini tidak cukup sampai kita
- periksa kandungan istri istrinya apakah
- sejalan dengan Quran ataukah tidak.
- Kalau tidak sejalan dengan Al-Qur'an,
- maka dengan sendirinya kita lebih
- mengutamakan Al-Qur'an yang pasti
- daripada riwayat yang sifatnya
- meragukan. Kita bakal ditanya di saat
- bertentangan dengan Quran, tapi tidak
- akan ditanya oleh Allah kalau kita
- bertentangan dengan riwayat hadis yang
- dikumpulkan oleh manusia, kita bisa
- beralasan di hadapan Allah, "Ya Allah,
- tidak ada perintah dari kamu untuk kami
- untuk apa? Menerima hadis. Perintah dari
- kamu untuk mentaati Allah dan Rasul-Nya.
- Mentaati Al-Qur'an berarti kita mentaati
- Rasul.
- Dan sunah Rasul yang sejati adalah apa
- yang diamalkan Rasul sejalan dengan apa
- yang terdapat dalam kitab Allah
- Subhanahu wa taala.
- Jadi apa saja yang bertentangan dengan
- Quran, dari mana pun datangnya, mau dari
- kalangan Syiah, dari kalangan ahlusunah,
- dari kalangan sufiah, dari kalangan
- salafiyah atau yang diriwayatkan Ibnu
- Taimiyah atau Albani, kita katakan
- mardudun ala qailhi tertolak. Kita
- kembalikan kepada yang mengucapkan siapa
- saja dia. Tidak ada yang lebih utama
- dari Quran. Karena Quran merupakan
- firman Allah. Tidak ada yang lebih utama
- dari rasul. Karena Rasul menyampaikan
- Quran dengan penuh amalat. Wallahuam.
- Masyaallah, Ustaz. Ini ada beberapa
- pesan masuk dari Ani Khani Hudaifah,
- ada Agus Sudrajat, ada Zakhis Mukhlis,
- ada Kiswati Agit, ada Budi Hartono. Nih
- ada pertanyaan yang masih selaras Ustaz
- dari Herry di Bogor. Ustaz, makna
- daripada nama Al-Qur'an Asyifa atau
- penyembuh, apakah ia juga bisa
- menyembuhkan badan kita, Ustaz? Syukran.
- Jazakumullah khair. Masyaallah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Allah berfirman dalam surah al-Isra
- wunazzilu minal Quran ma hua syifaun
- [mendengus] wahmatun lil mukminin.
- Kami turunkan dari Al-Qur'an yang
- merupakan penyembuh bukan hanya obat
- penyembuh dan rahmat bagi orang yang
- beriman. Wala yazidudzimina illa khosar.
- Tapi bagi orang yang zalim Quran tidak
- akan menjadi penyembuh.
- malah akan menjadi sebab mereka semakin
- jauh dari Allah. Kenapa? Karena orang
- yang berbuat kezaliman tidak sejalan
- dengan Al-Qur'an. Tiap orang yang zalim
- pasti menolak Al-Qur'an.
- Allah bilang wahadu bihaulman
- wua.
- Mereka ingkar kepada Al-Qur'an padahal
- hati mereka betul-betul yakin akan
- kebenarannya. Karena zulman yang
- menghalangi mereka menerima adalah
- kezaliman wauluwa dan kesombongan.
- [mendengus]
- Fainnahum la yukadzibunaka
- wakinadolimina biayatillah yajhadun.
- Mereka tidak mendustakan engkau secara
- pribadi. Tapi orang yang zalim
- mereka ingkar pada ayat-ayat Allah
- karena menentang mereka dan menegur
- mereka. Mereka ingin bebas melakukan apa
- yang mereka suka. Mereka ingin melakukan
- agama itu yang cocok sama mereka. yang
- cocok.
- Katakan-katakan bersedekah, membantu,
- mereka mau. Tapi jangan harang-halangi
- mereka untuk korupsi, untuk berbuat
- khianat, berkolaborasi, dan lain
- sebagainya. Jadi berkaitan dengan syifa
- ini merupakan jaminan dari Allah. Begitu
- juga Allah berfirman, "Ya ayyuhanas qod
- jaatkum mauidatunifaun
- lima fisur."
- Telah datang kepada kalian nasihat dari
- Tuhan kalian dan penyembuh bagi apa yang
- terdapat dalam dada. Nah, pertanyaannya
- apakah dia berlaku juga untuk penyakit
- fisik yang menimpa manusia? [mendengus]
- Ada ee satu lembaga yang didirikan
- untuk membantu orang-orang yang sakit
- melakukan pemulihan.
- Di samping mereka juga mengikuti
- sebab-sebab yang lazim mereka berobat,
- tapi lembaga ini juga melakukan terapi
- dengan Al-Qur'an.
- Pertama, membuka hati mereka untuk
- menerima Al-Qur'an. Mereka bertobat dari
- kezaliman-kezaliman yang pernah mereka
- lakukan. Jadi kalau seandainya tadinya
- mereka orang-orang yang berbuat
- kezaliman,
- melakukan perbuatan dosa, ya mereka
- diajak bertobat dulu. Diingatkan bahwa
- untuk menerima terapi dari Al-Qur'an
- harus berhenti dari perbuatan zalim.
- Mereka menjalankan perintah Allah
- bersama-sama dipimpin. Ya, kemudian
- mereka diajak untuk bertobat kepada
- Allah. Di samping mereka berobat ya
- mengikuti sebab-sebab yang lazim mereka
- mendengarkan Al-Qur'an,
- merenungkan ayat-ayatnya.
- Ternyata hasil hasil yang dirasakan luar
- biasa. Orang yang terkena kanser, Allah
- sembuhkan penyakitnya. Ternyata kanser
- ini bentuk keganasan.
- Bukan dia berjalan dengan sendirinya,
- tapi dia bekerja atas izin Allah kepada
- orang yang diizinkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- dimulai dari menyembuhkan jiwanya.
- Karena sumber penyakit seperti jiwa,
- baru yang kedua dari makanan.
- Hm.
- Oleh karena itu, seorang ya dokter yang
- mampu untuk meyakinkan pasiennya dengan
- kata-kata yang manis yang memberikan
- harapan itu sudah merupakan 70% obat
- bahkan bisa lebih.
- Tapi kalau seorang pasien datang ke
- rumah sakit dengan sakit yang biasa atau
- dokter menakut-nakuti dia dengan apa?
- Dengan keterangan-keterangan yang
- menakutkan, mengerikan. yang tadinya
- jalan ke rumah sakit dalam keadaan sehat
- bisa-bisa ambruk di rumah sakit masuk ke
- ruangan ICU yang menyebabkan dia
- terpuruk karena jiwanya diteror.
- Oleh karena itu, sugesti ini amat
- penting bagi seorang dokter di saat dia
- memberikan menyampaikan
- keterangan-keterangan yang menyejukkan,
- yang menentramkan hatinya, tidak
- menakut-nakuti dirinya, itu merupakan
- bahagian dari obat yang amat penting.
- Nah, Al-Qur'an ya
- dimulai dengan mengobati jiwanya,
- menentramkan hatinya, meyakinkan dirinya
- kepada Allah subhanahu wa taala yang
- maha kuasa. Idza arodai saaian an yaqul
- lahu kun fayakun. Begitu keyakinan
- tertanam di hatinya. Harapan kepada
- Allah yang maha kuasa atas segala
- sesuatu yang maha pengasih. Dia bertobat
- sambil mendengarkan ayat-ayat Allah.
- Hampir sebahagian besar pasien yang
- mengikuti terapi tersebut diawali dengan
- bertobat pada Allah. Allah sembuhkan
- penyakitnya. Bahkan ada sebuah kisah
- nyata ketika kita di Mesir ee berita
- sampai kepada kita dari orang-orang yang
- dipercaya. Bahkan cukup viral pada saat
- tersebut ada seorang keturunan Pakistan
- dia terkena kanser yang cukup parah.
- Kebetulan kanser tersebut sudah merusak
- sebagian besar hatinya.
- Dia diberikan pengobatan hanya untuk
- menghilangkan sakitnya dan deritanya.
- Akhirnya keluarganya
- letakkan Al-Qur'an di telinganya
- sepanjang waktu mendengarkan Al-Qur'an.
- Kebetulan orang ini pada saat sehat
- mencintai Al-Qur'an.
- Subhanallah. Ketika
- Al-Qur'an dibacakan,
- para dokter mengatakan, "Kami sudah
- lepas tangan." Keluarga juga
- mengharapkan yang Allah tentukan yang
- terbaik bagi almarhum. Kalau seandainya
- meninggal dunia, Allah kasih
- subhanallah. Apa yang terjadi? Tidak
- lama kemudian
- detektor yang mendeteksi
- jantungnya, begitu pula fungsi otaknya.
- Ternyata apa? Begitu juga tekanan
- darahnya
- dan fungsi-fungsi tubuh yang lain.
- Ternyata apa? Mulai terjadi perbaikan.
- Terjadi perbaikan tak lama kemudian
- pasien tersebut ya yang tadinya tidak
- sadar kembali sadar.
- Kemudian
- dia memanggil keluarganya.
- Sewaktu dokter memaksakan melakukan
- pemeriksaan ulang kembali terhadap
- pasien tersebut, ternyata hatinya yang
- tadinya sudah digerogoti oleh apa? Oleh
- kanser
- sedikit demi sedikit pulih kembali.
- Allah kasih alhamdulillah dia kembali
- sehat dalam keadaan sempurna
- dengan ayat-ayat Quran yang dibacakan.
- Kalau dia orang yang beriman yang
- mencintai Al-Qur'an, ketika Quran
- dibacakan sama dengan pucuk pucuk cinta
- ulam tiba,
- dia mendengarkan apa yang dicintai. Oleh
- karena itu, biasakan diri kita untuk
- mendengarkan Al-Qur'an dan mencintainya.
- Di saat Quran dibacakan, kita dengarkan.
- Begitu juga banyak-banyak kita menyebut
- nama Allah Subhanahu wa taala hingga
- pada saat refleks yang keluar dari mulut
- kita apa? Al-Quran
- juga. Lailahaillallah dan Al-Qur'an.
- Begitu juga pada saat kita meninggal
- dunia yang akan apa? Keluar dari mulut
- kita yang terbiasa keluar yang terbiasa
- kita lakukan dan kita ucapkan pada saat
- hidup.
- Yamutul maru ala ma asya alai. Tiap
- orang akan meninggal dunia tergantung
- bagaimana keadaan hidupnya. Oleh karena
- itu banyak-banyaklah kita menyebutkan
- lailahaillallah
- pagi, siang dan malam. Membaca
- Al-Qur'an, mendengarkannya juga dengan
- penuh penghayatan. Subhanallah.
- Al-Qur'an bisa menjadi obat buat hati
- kita, bisa menjadi pendamping dan
- penghibur kita, bahkan akan menjadi
- penerang dalam kubur kita. Dan jauhkan
- lidah kita dari ucapan-ucapan
- pembicaraan yang tidak baik. Hingga
- sewaktu kita reflek, yang keluar dari
- mulut kita apa? Kata-kata yang tidak
- baik. Saya ingat ketika saya pergi haji
- pertama kali,
- karena kita berhadapan dengan situasi
- yang sulit pada saat itu, maka tidak
- seperti saat ini. Hampir dikatakan pada
- saat itu dalam keadaan masih belum
- teratur, jalan-jalan juga belum banyak
- dibuat.
- Kita berjalan cukup jauh
- sampai di Makkah itu bisa berjam-jam
- untuk sampai di Makkah.
- Sampai di Makkah kita bertawaf ifadah.
- Subhanallah.
- Pada saat itu orang keluar tergantung
- apa yang biasa dilakukan. Salah satu
- orang tua bersama kita ini ketika dia
- bertawaf bukan dia bertasbih pada Allah
- tapi dia bersuara dan marah-marah karena
- merasa jengkel. Keluar kata-kata sompret
- dan lain sebagainya yang kotor-kotor.
- Kita semua merasa khawatir kan
- ini orang [berdehem] sudah tua tapi
- kata-kata yang keluar dari mulutnya yang
- tidak baik karena itu yang biasa
- dikeluarkan pada saat dia dalam keadaan
- dalam keadaan biasa. Jadi, mari
- bersama-sama kita jaga diri kita, jaga
- lisan kita, dengarkan Al-Qur'an, resapi.
- Insyaallah Al-Qur'an akan menjadi obat
- bukan hanya bagi jiwa kita.
- Insyaallah
- memberikan harapan, keyakinan akan
- kekuasaan Allah, kasih sayangnya. Dan
- pada saat itu juga sel-sel yang tadinya
- mengganas, virus-virus yang tadinya
- aktif bekerja, bakteri, dia akan mereda
- karena mendengarkan perintah Tuhannya.
- Innama amruhu.
- Iya.
- Masyaallah, Ustaz. Ini kata Pak Angkit.
- Alhamdulillah, Pak Ustaz, badan saya
- pada lelah letih ketika baca Al-Qur'an
- diniatkan untuk sembuh dengan izin Allah
- sehat kembali. Amin. Alhamdulillah.
- Masyaallah. Jazakullah khair pangit.
- Ustaz ee kalau Al-Qur'an digunakan untuk
- praktik-praktik tertentu atau untuk apa
- namanya? untuk katakanlah perdukunan
- begitu, Ustaz, menggunakan ayat-ayat
- Al-Qur'an ini bagaimana, Ustaz,
- nasibnya, Ustaz?
- Banyak dukun-dukun paranormal ini kalau
- ingin meyakinkan kepada pasien yang
- datang, dia mengatakan, "Ilmu kita ini
- bukan ilmu hitam."
- Ini ilmu putih yang kita pelajari dari
- Al-Qur'an dan juga dari hadis-hadis
- Rasul.
- Setelah itu dia mulai memasukkan hal-hal
- yang tidak benar ke dalam hati pasien.
- orang-orang yang mempergunakan Al-Qur'an
- ya untuk bisnis semacam ini. Ini
- jelas-jelasan orang yang menyalahkan
- fungsi Al-Qur'an.
- Nah, lembaga yang tadi kita maksudkan ya
- yang melakukan terapi kepada mereka yang
- sakit, membangkitkan harapan di hati
- mereka ini lembaga-lembaga dakwah. H
- lembaga dakwah yang memang bertujuan
- untuk apa? untuk mengajak manusia
- kembali pada Allah dengan cara-cara yang
- benar. Jadi, orientasi mereka bukan
- bisnis, bukan mencari uang, tapi
- pasien-pasien dengan rasa syukur mereka,
- mereka berinfak di jalan Allah.
- Dan uang tersebut dipergunakan apa?
- Dipergunakan untuk juga kesejahteraan
- pasien-pasien yang tidak mampu untuk
- memberikan bantuan-bantuan kepada mereka
- yang membutuhkan. Karena di antara
- pengobatan yang diajarkan oleh Nabi,
- wadawu mardakum bisodqat, sembuhkan atau
- obati penyakit kalian dengan bersedekah.
- Sedekah.
- Jadi mereka-mereka yang mampu mereka
- berinfak, bersedekah, mereka melihat
- bagaimana orang-orang yang membimbing
- mereka itu betul-betul tulus semata-mata
- karena Allah. Nah, mereka-mereka dengan
- sendiri yang bekerja dalam bidang ini,
- mereka butuh makan. Mereka ambil
- seperlunya yang mereka butuhkan
- sedangkan selebihnya mereka keluarkan di
- jalan Allah. Ini baru yang sejalan
- dengan keridaan Allah. Tapi
- mereka-mereka yang menjadikan terapi ini
- ya seperti para pedukunan dan lain
- sebagainya ini jelas-jelasan
- mereka-mereka yang mencampuradukan di
- antara yang hak dan batil. Mereka
- masukkan syirik ke dalam ke dalam hati
- orang tersebut. Ya, terkadang mereka ee
- mengajarkan juga menganjurkan untuk
- melakukan ini dan itu yang semua tidak
- sejalan dengan petunjuk Allah dan
- rasulnya. Jangan datang kepada dukun,
- jangan datang kepada normal, tapi
- datanglah kepada orang-orang yang akan
- mengingatkan kita kembali pada Allah.
- Masyaallah. Itu ya wala talbisul haqqo
- bil batil.
- Jangan
- mencampur andukan antara hak dan.
- Masyaallah. Dari Pak Subur.
- Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Syukran
- jazakumullah khairan jaza. Barakallahu
- fikum. Semoga keluarga besar hasil sehat
- walafiat,
- panjang umur, diluaskan rezekinya, serta
- diberkahi Allah. Subhan. Amin.
- Yaabbalamin. Menyimak dari radio.
- Masyaallah, pertanyaannya sudah
- terwakili katanya. Makasih banyak, Pak
- Subur. Nah, Ustaz ee
- cara supaya kita menggunakan Al-Qur'an
- itu untuk kesehatan tubuh apakah sekedar
- mendengarkan atau dibacakan atau
- dibacakan orang lain atau bagaimana,
- Ustaz? Atau kadang ada orang melewat
- dibacakan dengan air itu apakah ada
- dasarnya, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Al-Qur'an seluruhnya obat
- baik pada saat kita membacanya
- dan bacanya dengan tartil sambil kita
- membaca mohon pada Allah, "Ya Allah,
- aku membuka kita perjanjian-Mu
- yang Engkau telah
- tetapkan atas kami." Karena Quran
- merupakan kitab perjanjian. Ada
- perjanjian lama, perjanjian baru. Ada
- kita perjanjian terakhir.
- Ini merupakan mifaq dari Allah. Wkuru
- nikmatallahi alaikumadzi
- waqakum bihium samna wa.
- Allah ambil dari bani Israil bahkan
- dengan meletakkan gunung tursina di atas
- kepala mereka. Wa aknaqakum warna
- fauqakum khudu maainakum
- biquwati wkuru ma fihi laallakum
- tattaquun.
- Allah ambil dari Bani Israil. Allah juga
- mengambil dari kita dengan kitab suci
- Al-Qur'an. Ya Allah, aku membuka kitab
- perjanjian. Bantulah aku untuk
- membacanya dengan sebaik-baiknya.
- Merenungkan ayatnya. Jangan kamu menutup
- pendengaran kami, hati kami, pandangan
- kami ya pada saat kami membaca kitab-Mu.
- [berdehem]
- Dan bantulah kami untuk membacanya
- dengan tartil sebagaimana yang kamu
- ajarkan kepada kami. Kita baca Al-Qur'an
- atau kita mendengarkan Al-Qur'an dari
- orang lain atau katakan dari apa? dari
- CD atau dari handphone kita mendengarkan
- Al-Qur'an
- atau kita bacakan Al-Qur'an pada air,
- kita minumkan buat anak kita, kita usap
- wajahnya. Ya, itu merupakan bagian dari
- rukiah syariah.
- Dan kita tahu ya secara ilmi, secara
- ilmi kita ingin apa melihat buktinya.
- Pernah ada seorang peneliti dari Jepang.
- dia seorang ee katakan wartawan yang
- biasa menggunakan kameranya,
- kamera yang cukup canggih. Dia
- mendatangi daerah-daerah tempat
- orang-orang yang baik, ya, lingkungan
- yang baik,
- juga danau-danau di tempat yang berada
- pada lingkungan orang-orang baik.
- Dia mendatangi orang-orang yang baik,
- mengambil gambar dari mereka. Kemudian
- juga meminta
- mereka untuk mengucapkan kata-kata yang
- baik pada air. Ya, katakan pada segelas
- air. Dia meminta agar orang mengucapkan
- kata-kata yang baik. Diambil gambar dari
- air tersebut.
- Danau yang berada pada lingkungan
- orang-orang yang baik diambil gambarnya.
- Setelah itu dia mendatangi tempat-tempat
- lingkungan yang tidak baik. Dia
- mengambil gambar dari mereka. Air juga
- yang terdapat pada lingkungan
- orang-orang yang tidak baik. Juga air
- yang diucapkan kata-kata yang buruk. Ya,
- dia mengambil gambar hasilnya apa?
- Gambar yang diambil dari lingkungan yang
- baik. Begitu juga air yang telah
- mendengarkan kata-kata yang baik. Apa?
- Ternyata menghasilkan gambaran yang luar
- biasa cemerlang, terang.
- Sedangkan gambaran dari lingkungan yang
- tidak baik, gambaran yang gelap dan
- buruk. ini tertulis dalam buku True
- Power of Water.
- True Power
- of Water.
- Of water arti rahasia sejati dari air.
- Bagaimana lingkungan di sekitar kita ini
- apa juga
- menerima efek baik dan buruk. Jangan
- jauh-jauh hati kita kalau mendengarkan
- kata-kata yang baik bagaimana?
- Mendengarkan harapan, kata-kata yang
- menghibur, yang menentramkan
- sama kita mendengarkan kata-kata yang
- buruk.
- Iya. Oleh karena itu lingkungan kita ini
- semua dipengaruhi oleh apa? Dipengaruhi
- oleh sikap kita.Aharal
- fasadu fil barri wal bahidinas.
- Rusaknya lingkungan kita ini, daratan,
- lautan ya, bahkan udara semua akibat
- ulah perbuatan manusia. Dahulu ketika
- kita masih di rumah yang sekarang
- menjadi sekolah SD, di bagian belakang
- terdapat pohon rambutan yang lama tidak
- berbuah.
- Kita setiap pagi mengadakan tadarus
- Al-Qur'an bersama ikhwan yang datang.
- Subhanallah. Tidak lama kemudian pohon
- rambutan tersebut
- menghasilkan buah-buah yang penuh pada
- pucuk-pucuk rantingnya.
- Hm.
- Dengan keberkahan Al-Qur'an. Oleh karena
- itu, daerah-daerah
- yang selalu dibacakan Al-Qur'an berbeda
- seperti ee satu apa namanya? ee
- lingkungan daerah yang tadinya gersang
- sampai orang kalau mencari air itu bisa
- menempuh jalan 5 km 6 km
- di Sedayu, Gresik dulu tahu-tahu
- beberapa orang mengadakan tahfid
- Al-Qur'an di tempat tersebut.
- Mereka bukan money oriented. Orientasi
- mereka bukan, tapi mengajar Al-Qur'an.
- Subhanallah. Orang mulai berduyun-duyun
- dari berbagai macam daerah datang ke
- sana. Tidak lama kemudian daerah
- tersebut yang kering kerontang dipenuhi
- oleh burung-burung walet.
- Akhirnya mereka hidup ya dari apa yang
- Allah anugerahkan bagi mereka karena
- keberkahan Al-Qur'an. Begitu juga satu
- daerah persawahan tadinya paling sering
- sawah mereka diserang oleh hama.
- Kemudian datang beberapa orang mulai
- mengajarkan Al-Qur'an hingga suara yang
- berkumandang di tengah-tengah masyarakat
- Al-Qur'an. Begitu juga speaker pun
- memperdengarkan Al-Qur'an. Semenjak saat
- itu Allah jadikan sawah-sawah mereka
- subur. Di samping Al-Qur'an, mereka
- mengeluarkan zakat dengan baik. Akhirnya
- mereka tidak pusing berhadapan dengan
- hama. Ternyata hama-hama ini menyerang
- mereka-mereka yang tidak mengeluarkan
- zakat. Mereka yang jauh dari Allah. Ini
- bar tentara Allah. Walillahi junudus
- samawati wal ard. Wallahu aliman hakima.
- Kepunyaan Allah seluruh bala tentara
- langit dan bumi. Allah maha tahu lagi
- maha bijaksana. Jadi bala tentara ini
- enggak sembarangan serampangan
- menyerang, tapi atas izin Allah. Virus,
- bakteri, ini pandemi yang terjadi juga
- bukan bekerja dengan sendirinya. Ini
- bala tentara Allah. Allah maha tahu lagi
- maha bijaksana. Jadi Al-Qur'an baik kita
- baca, kita dengarkan, kita tulis, kita
- baca Al-Qur'an, kemudian tiupkan ke
- dalam air, kita berikan pada anak-anak
- kita yang sakit, saudara-saudara kita.
- Dengan niat yang tulus, Allah jadikan
- sebagai syifa dan rahmat.
- Wallahuam.
- Masyaallah. Lebih menyehatkan daripada
- MBG barangkali ya. Masyaallah.
- Kita nih kalau lagi gelisah, saya kalau
- gelisah obatnya cuma Al-Qur'an.
- Nah, betul.
- Begitu kita baca Al-Qur'an, dengar suara
- dan ketukan-ketukan,
- ayat yang dibaca dengan tartil menjadi
- penyejuk memberikan harapan kembali,
- mengeluarkan kita dari gelap menuju
- terang.
- Masyaallah. Masyaallah, Ustaz. Nah,
- berakangan Ustaz lagi ramai Ustaz e
- praktik seorang ustaz meminta sedekah
- atau mengajak sih sebenarnya mengajak
- orang untuk bersedekah dengan ditukar
- doa, Ustaz. Jadi kalau sedekah R10 juta,
- yuk dikhususin baca Alfatihah. Saya
- Al-Fatihah khusus buat orang ini atau
- dan lain sebagainya. Tapi dia ngajaknya
- untuk sedekah buat umat sih, Ustaz.
- Bukan untuk pribadi. Nah, tapi hukumnya
- apa, Ustaz? menggunakan ayat Allah untuk
- [mendengus] sebagai alat tukar sedekah.
- Ustaz
- dulu pernah di satu majelis
- kebetulan jamaah cukup banyak ribuan
- orangnya khusyuk-husyuk suka Al-Qur'an.
- Tahu-tahu ketika saya ceramah ada orang
- mengirimkan kertas
- H
- amplop tolong bacakan Al-Fatihah buat
- fulan. Dalam amplop tersebut ada
- uangnya. Kirimkan Al-Fatihah buat fulan.
- Ada amplopnya. Saya tanya
- ini maksudnya apa itu, Ustaz? biaya
- untuk membacakan al-Fatihah buat
- [tertawa] orang tua kami. Saya bilang,
- "Ya, doa yang paling indah itu yang
- dibaca dengan tulus. Yang dibaca dengan
- tuus." Dan saya tidak ingin dapat rezeki
- dengan cara begini.
- Saya ingin betul-betul di saat mendoakan
- orang, mendoakan dengan tulus, uangnya
- ambil, kita akan bacakan doa buat
- orang-orang tua mereka. Kalau ini dijual
- belikan, kasihan nanti orang-orang
- miskin yang enggak ada baca, enggak ada
- yang mau bacain al-Fatihah buat
- orang-orang tua mereka.
- Dan kesannya betul-betul apa? Kesannya
- betul-betul money oriented. Adapun kata
- sedekah
- itu banyak dijadikan sebagai alasan.
- Tapi mereka yang melakukan hal ini
- ternyata bermewah-mewahan.
- Mereka hidup juga dengan
- penampilan-penampilan dan gaya hidup ya
- yang tidak sesuai dengan apa yang mereka
- ucapkan. kita temukan rumah-rumah mereka
- miliki aset di berapa tempat,
- kendaraan-kendaraan mewah yang mereka
- miliki. Sedangkan yang mengeluarkan
- sedekah itu orang-orang yang taraf
- hidupnya di bawah mereka. He.
- Iya.
- Jadi kalau seandainya rakyat disuruh
- bersedekah, kenapa mereka enggak
- bersedekah? Jadi sebaiknya mereka tidak
- melakukan hal ini kalau mengajak
- bersedekah, ajak mereka bersedekah tanpa
- ada embel-embel seperti ini. Biasakan
- membangun keikhlasan. Kemudian
- sedekahnya juga harus transparan. Ke
- mana perginya sedekah tersebut? Biar
- orang melihat bahwa apa yang dikumpulkan
- betul-betul dengan tujuan untuk
- bersedekah. Dan hendaknya sedekah jangan
- diambil dari orang-orang yang kurang,
- diambil dari yang mampu untuk membantu
- orang-orang yang tidak mampu. Jadi kalau
- mereka merupakan jemaah majelis, coba
- ajak yang mampu untuk membantu mengayomi
- mereka-mereka yang tidak mampu dari
- jemaah majelis. Jadi harapan ini terasa
- bagi yang kaya mendapatkan ampunan
- Allah. Yang miskin mendapatkan rezeki
- mereka mendapatkan juga apa? Rahmat dari
- Allah. Biar terasa sebagaimana yang
- dibangun pada masa Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Ada orang
- kesusahan, "Siapa di antara kalian
- membantu fulan?"
- Nabi hidupnya dengan penampilan yang
- sederhana,
- tidak bermewah-mewahan. Bahkan ketika
- istrinya meminta tambahan nafkah, Nabi
- menolak untuk memberikan. Karena apa?
- Karena Nabi dan istriinya merupakan ayah
- ibu orang yang beriman.
- Mereka tidak mementingkan diri mereka,
- tapi perhatiannya untuk umat yang
- merupakan anak-anak ya dari Nabi dan
- juga anak-anak dari istri-istri Nabi
- hingga mendapatkan gelar Ummul Mukminin.
- Masyaallah, Ustaz. Jazakumullah khairun
- jaiz, Ustaz. Ee ini ada dari Andi
- Arrahman. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga husein selalu sehat, bahagia
- bersama keluarga
- samawa. Amin ya rabbal
- amin. Kik.
- Nah ustaz nih kalau lagi menghafal
- Al-Qur'an terkadang sedang dalam kamar
- mandi dalam hati membaca gimana hukumnya
- Ustaz? Terima kasih atas jawabannya.
- Sebaiknya ketika di dalam kamar mandi
- kita tidak membaca Al-Qur'an walaupun
- dengan hati kita.
- Hm.
- Walaupun Quran yang kita baca dengan
- hati tidak ternoda oleh apa? Oleh apa?
- oleh kondisi keadaan tubuh kita yang
- berada di kamar mandi, tapi takriman wa
- takiman lil Quran sebagai penghormatan
- terhadap Al-Qur'an.
- Kadang tapi kebesit, Ustaz.
- Memang kadang-kadang suka terbesit dalam
- hati kita, tapi kita alihkan kepada yang
- lain.
- Ah
- sambil kita berlindung dari apa?
- Berlindung kepada Allah dari apa? Dari
- dari ee kita kan tahu bahwa di kaar
- mandi itu merupakan tempat yang tidak
- baik kan.
- Iya. Iya.
- Arti kita berlindung ya dari hal-hal
- yang tidak baik. Nanti begitu keluar
- dari kawan mandi kita bisa langsung
- bukan karena Quran ternoda, tapi kita
- ingin menempatkan Al-Qur'an pada
- kedudukan yang mulia.
- Kita berwudu terlebih dahulu ya.
- Kemudian kita juga kalau bisa
- mengharumkan diri kita pada saat kita
- membaca Al-Qur'an kita mendengarkan
- Allah berbicara kepada kita.
- Betul gak?
- Iya.
- Barang siapa yang ingin berbicara kepada
- Allah, silakan dia salat. Barang siapa
- yang ingin mendengarkan Allah, berbicara
- padanya, hendaklah dia mendengarkan
- Al-Qur'an. Nah, situasi Kormadi tidak
- cocok untuk hal ini.
- Benar. [berdehem] Nah, ini ada yang
- bertanya, Ustaz. Tapi sepertinya
- pertanyaan sudah terjawab tadi ya.
- Asalamualaikum, Pak Ustaz. Izin
- bertanya. Kalau kita bersedekah dengan
- niat hati minta disembuhkan atau minta
- kesembuhan sakit dari Allah, apa
- dibolehkan, Ustaz? Tadi ada hadis.
- Kalau kita bersedekah, di samping kita
- niat sedekah yang tulus membantu yang
- susah,
- iya.
- Kita mengharapkan dengan sedekah ini
- Allah jadikan sebagai wasilah untuk
- menyembuhkan kita. itu bukan merupakan
- apa
- ya
- merupakan satu kesalahan. Contohnya
- Allah berfirman dalam suratul maidah ya
- ayyuhalladzina amanuttaqulah wabuai
- ilaihil wasilata wahidu fibilihi laakum
- tuflihun. Wahai orang yang beriman,
- bertakwalah kalian kepada Allah.
- Kemudian untuk mendekatkan diri kita
- kepada Allah hendaklah kita melakukan
- wasilah-wasilah yang Allah cintai.
- Kita berbakti pada ayah ibu kita. Kita
- membantu mereka bersedekah kepada fuqara
- wal masakin itu merupakan wasilah yang
- Allah cintai. Salat sehabis salat kita
- berdoa pada Allah. Kalau ada sebagian
- ustaz mengatakan tidak ada contoh doa
- setelah salat ini betul-betul tidak
- memahami sebetulnya apa? Tidak memahami
- roh Islam dengan benar. Padahal
- sebetulnya salat merupakan amal yang
- paling dicintai Allah. Nah, setelah kita
- salat, kita berdoa kepada Allah
- subhanahu wa taala baik dalam salat pada
- saat sujud maupun di luar salat. itu
- merupakan doa yang mustajab karena kita
- lakukan dengan mengerjakan wasilah yang
- Allah cintai.
- Wabai
- waballahi al wasilat yuhibbuh.
- Dekatkan diri kalian kepada Allah dengan
- wasilah yang Allah cintai. Termasuk di
- antaranya jihad.
- I wajahu fabili. Berjihadlah di jalan
- Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena
- itu, orang-orang saleh dulu kalau mereka
- ingin berdoa pada Allah, mereka biasanya
- bersedekah terlebih dahulu.
- Ada yang mendatangi orang tua mereka,
- mereka menyenangkan orang tua mereka,
- membantu kerabat-kerabat mereka yang
- susah, ya. Kemudian mereka beristigfar,
- berselawat pada Rasul. Setelah itu
- mereka mohon pada Allah. Ternyata mereka
- rasakan doa mereka luar biasa
- mustajabnya. Kenapa? Karena menempuh
- wasilah-wasilah yang Allah cintai.
- Nah, kita ingin kesembuhan. Mohon pada
- Allah, "Ya Allah, dengan sedekah yang
- kami sedekahkan dengan hati yang tulus
- mengharapkan rida-Mu, sembuhkan kami
- dari penyakit kami ya Allah." Itu
- merupakan amal yang Allah ridai.
- Mungkin waktu sudah apa?
- Iya, Ustaz.
- Sudah itu
- kita lanjutkan kembali insyaallah dalam
- kesempatan yang lain. Subhanakallah.
- Ini ada Bu atau Bapak Kiswati, ada Zahir
- Muk. Minta maaf belum sempat terbaca
- pertanyaannya. Insyaallah di kesempatan
- berikutnya semoga Allah kasih rezeki
- waktu lagi
- kita bisa berjumpa kembali. Terima kasih
- Ustaz atas jawaban dari
- pertanyaan-pertanyaannya. Semoga Allah
- jaga kesehatan Ustazum jam Ustaz Isa
- kita doakan insyaallah dapat jodoh yang
- shah yang thaibah mubarakah insyaallah.
- Amin ya rabbal alamin. Makasih banyak
- Mas Andi dan juga Mas Algi di meja
- operator. Terima kasih banyak yang sudah
- menyimak alfagir Isa alahf beserta
- seluruh kru yang bertugas. Mohon undur
- diri. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabar.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.