Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 Setelah menjalankan 19 hari 0:05 puasa sudah menjelang 20 hari 0:09 alhamdulillah kita dalam keadaan sehat 0:11 walafiat 0:13 kesehatan merupakan hal yang sangat 0:16 mahal 0:19 dan alhamdulillah 0:21 karena pandemi covid juga masih 0:23 berlanjut dan juga 0:25 eh kita lihat sangat eh 0:29 apa masih banyak dampak dari 0:33 pandemi ini eh dampak negatif dari 0:36 pandemi yang eh mengakibatkan kita masih 0:40 bingung ya masih seperti panik juga eh 0:44 mau keluar rumah salah mau di rumah juga 0:46 banyak urusan sehingga kita harus eh 0:50 apa bersabar banyak bersabar 0:54 di dalam keluarga kita pun demikian 0:58 eh sangat 0:59 banyak sekali eh 1:02 yang harus kita lakukan dan harus kita 1:07 sempurnakan 1:09 terutama 1:11 eh hubungan kita dengan Allah subhanahu 1:14 wa taala hubungan kita dengan eh anggota 1:19 keluarga hubungan kita dengan anggota 1:22 masyarakat walaupun pandemi ini tapi 1:25 kita tetap harus menjaga semua 1:28 silaturahim dan eh bahkan harus semangat 1:32 menyebar semangat untuk kita semuanya 1:35 bisa 1:37 eh hidup eh dengan tenang dengan eh aman 1:43 dan juga tentu dengan tawakal kepada 1:47 Allah subhanahu wa taala bahwa apapun 1:50 yang kita 1:52 eh 1:54 alami ini merupakan 1:58 kuasa kuasa Allah subhanahu wa taala 2:00 terhadap alam semesta dan kita bagian di 2:04 bumi ini adalah bagian dari eh alam 2:07 semesta 2:10 puasa 2:13 satu tahun sekali datang bulan Ramadan 2:17 dan itu eh merupakan fardu kita berpuasa 2:23 sehingga 2:24 puasa ini merupakan ajang untuk 2:27 pendidikan yang sangat kental 2:31 kita mulai anak-anak dari mulai 2:32 anak-anak sudah dibiasakan 2:35 untuk berpuasa awalnya meniru orang 2:38 tuanya tetapi lama-kelamaan dia rasakan 2:42 kenikmatan dari puasa itu 2:45 dan masing-masing kita merasakan 2:47 kenikmatan dan kedekatan dengan Allah 2:49 subhanahu wa taala di saat kita bisa 2:53 merasakan 2:56 eh 2:58 puasa itu memang banyak sekali 3:00 manfaatnya 3:02 dan bukan hanya 3:05 di masa biasa di masa pandemi ini pun 3:08 justru kita makin mengarahkan 3:11 tubuh kita ini ya 3:13 supaya punya eh daya imun daya ketahanan 3:18 yang kuat 3:20 fisik menjadi kuat karena mental menjadi 3:23 kuat 3:24 di sinilah kita di bulan puasa dilatih 3:28 untuk banyak melakukan hal-hal yang 3:32 positif dan yang bersifat spiritual 3:35 sehingga imunitas kita bukan berasal 3:38 dari kesehatan fisik tetapi juga 3:41 kesehatan mental 3:43 eh alhamdulillah umat Islam banyak 3:47 sekali eh merasakan hal ini positif 3:52 karena kita banyak berdoa karena kita 3:54 juga eh memahami bahwa ajaran kita 3:58 sangat positif untuk manusia semuanya 4:01 kalau kita lihat berita terakhir di 4:04 India 4:06 eh enggak tahu benar atau tidak tapi itu 4:08 viral ya bahwa 4:11 eh ada seperti lurah begitu di satu 4:16 tempat di India yang sekarang sedang 4:17 mengalami banyak eh eh korban ya jatuh 4:21 korban dari pandemi karena ada gelombang 4:24 ketiga di sana menyerang 4:26 banyak jatuh korban nah pakai toa atau 4:30 pakai mikrofon begitu eh lurah ini atau 4:34 pejabat eh desa mengumumkan 4:39 kepada umat Islam agar dimohon doanya 4:43 karena dikenal di sana kalau umat Islam 4:46 eh orangnya alim-alim doanya bisa 4:50 dikabulkan 4:52 jadi kalaupun mereka Hindu eh justru di 4:56 yang diminta berdoa adalah orang Islam 4:59 karena orang Islam dikenal di sana 5:01 sebagai orang yang bersih-bersih 5:03 fisiknya juga mental sehingga mereka 5:07 yakin bahwa doa orang Islam juga 5:09 dikabulkan nah apalagi kita di Indonesia 5:12 ini sudah sama-sama eh melaksanakan 5:17 rukun Islam rukun iman dan kita eh 5:21 berada di bulan puasa maka inilah ajang 5:24 kita untuk memperbaiki diri 5:27 eh jemaah 5:29 masjid silaturahim dan eh masyarakat 5:33 yang mendengarkan 5:35 eh program ini 5:37 keluarga adalah 5:40 segalanya bagi kita 5:43 walaupun 5:45 terlihat bahwa kita sibuk ya dengan 5:49 eh apakah itu pekerjaan 5:51 apakah itu tugas-tugas lain baik 5:55 laki-laki maupun perempuan 5:57 itu sebenarnya 5:59 kita bekerja pun untuk keluarga 6:01 saya sering mendengar 6:04 eh bapak-bapak ya pejabat begitu 6:07 mengatakan 6:08 eh saya pergi dari rumah adalah untuk 6:11 kembali ke rumah berarti yang dicari di 6:15 tengah-tengah saat bekerja juga adalah 6:18 eh untuk keluarga 6:20 apalagi yang perempuan juga demikian eh 6:23 tidak ada yang lebih penting dari urusan 6:25 keluarga adapun urusan masyarakat dan 6:28 tugas-tugas itu merupakan eh apa hal 6:33 yang harus dilakukan tetapi tetap 6:35 mengingat keluarga 6:37 nah dalam Islam atau di Indonesia ya 6:41 dikembangkan 6:43 konsep keluarga sakinah 6:47 ini memang konsep pemerintah 6:49 ya dari Kementerian Pemberdayaan 6:52 Perempuan dan Perlindungan Anak 6:54 dikembangkan keluarga sakinah keluarga 6:57 bahagia dan program-program lain nah itu 7:01 eh dalam rangka menjaga agar hubungan 7:05 antara 7:07 anggota keluarga juga harus dijaga 7:11 khususnya relasi suami istri 7:15 karena kalau ibu bapak rukun insyaallah 7:18 anak-anaknya juga dapat dididik dengan 7:20 baik insyaallah rezekinya juga berlimpah 7:24 insyaallah juga bahagia di dunia dan di 7:27 akhirat jadi semuanya saling berkait nah 7:30 eh 7:31 sakinah ini eh di tadi saya katakan 7:35 diawali dari hubungan eh suami istri 7:38 yang yang sehat dalam Alquran juga 7:40 disebut bahwa 7:42 audzubillahiminasyaitanirrajim 7:44 wa'asyiruhunna 7:46 bil ma'ruf 7:48 sadaqallahulazim 7:50 di sini artinya bahwa eh perintah untuk 7:54 laki-laki agar 7:59 ber eh menggauli 8:02 istrinya dengan baik 8:05 menggauli itu itu artinya hidup bersama 8:07 dari pagi sampai malam atau seumur 8:11 hidupnya seumur hidup dalam perkawinan 8:13 itu harus dengan baik dalam tutur kata 8:18 dalam eh sikap dalam body language ya 8:23 sekarang juga kita eh memperhatikan 8:25 jangan ada gerak-gerik yang juga bisa 8:28 menyakitkan eh hati baik laki-laki 8:31 maupun perempuan suami atau istri 8:34 nah eh kata yang diungkapkan pun dalam 8:37 Alquran sangat indah ma'ruf 8:40 wa'asyiruhunna bil ma'ruf bagaimana eh 8:44 ciri al ma'ruf itu 8:46 ya supaya kita dalam rangka meraih 8:48 keluarga sakinah 8:50 al ma'ruf adalah 8:53 satu kondisi bahwa kita saling memahami 8:57 saling eh mengasihi 9:00 saling mengenal 9:02 setelah itu saling menerima 9:05 jadi empat hal inilah yang sangat 9:07 penting 9:08 eh 9:11 selain mengasihi dan juga eh menghormati 9:17 tapi saling menerima ini juga penting 9:21 karena kita bisa 9:23 memaklumi 9:25 kelemahan dan juga kelebihan dari 9:27 pasangan kita 9:28 kelemahan jangan selalu ditaruh di depan 9:32 mata sehingga 9:34 yang terlihat adalah kelemahan atau 9:37 keburukan 9:38 justru eh jadi kebaikan ya dilupakan nah 9:41 ini sudah merupakan hal yang tidak baik 9:44 kalau kita melupakan kebaikan 9:49 dalam eh 9:51 keluarga pun 9:53 setelah setelah ibu bapak kita ya suami 9:57 istri sudah bisa menjaga al ma'ruf, 10:00 artinya eee kebaikan dari segala segi. 10:05 Nah, 10:06 dalam keluarga ada perintah lagi. 10:09 Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan 10:12 agar di dalam keluarga kita saling 10:16 menjaga. 10:17 Saling menasehati 10:20 dan juga melindungi anggota keluarga 10:24 dari api neraka. 10:26 Perintah ayat Alquran-nya juga jelas. 10:30 Qul anfusakum 10:32 wa ahlikum nara. 10:35 Subhanallah. 10:36 Jadi betul-betul membentuk keluarga, 10:40 membangun keluarga, menjalankan bahtera 10:43 rumah tangga itu adalah untuk menjaga 10:47 anggota keluarga, diri kita semua ini 10:50 eee dari api neraka. 10:53 Ya. 10:55 Jadi kebahagiaan bukan hanya untuk di 10:59 dunia, tetapi untuk di akhirat. 11:02 Kesejahteraan, 11:04 eee harta benda, eee keindahan alam dan 11:08 keindahan 11:09 yang semua yang kita lihat di dunia ini, 11:12 eee juga rezeki anak dan rezeki eee 11:17 eee harta lainnya, rezeki 11:20 eee jabatan misalnya, itu adalah di 11:22 dunia. 11:24 Tetapi sebenarnya yang kita harap adalah 11:26 kebahagiaan di akhirat. 11:28 Eee karena juga godaan yang sangat 11:31 banyak eee di dunia ini bisa mengurangi 11:36 eee pahala yang kita peroleh di dunia, 11:40 nanti di akhirat menjadi eee tidak apa, 11:45 menjadi berkurang. Artinya eee tekor dan 11:48 nanti jadi tidak bisa masuk nerak, masuk 11:52 surga. Maaf. Nah, eee 11:56 ini adalah 11:57 perintah Allah yang sangat eee 12:00 eee apa, harus terus-terus digaungkan. 12:04 Bahwa kita semua 12:06 saling 12:08 harus bisa saling menasehati. Ya, 12:10 generasi muda sekarang menggunakan 12:13 gadget, ya, HP atau alat-alat canggih 12:17 lainnya itu bisa dengan semaunya. 12:20 Dari sini banyak yang merugikan. 12:22 Eee ke waktu dibuang-buang, kemudian 12:27 eee mata digunakan untuk hal-hal yang 12:30 tidak penting, telinga mendengarkan 12:33 hal-hal yang sangat eee 12:35 eee me apa, eee 12:38 yang tidak mendidik, kemudian melihat 12:43 hal-hal juga dalam video yang juga tidak 12:46 eee tidak ada gunanya untuk peningkatan 12:50 iman, apalagi untuk menenangkan, untuk 12:53 eee eee membuat ada rasa tenang di hati. 12:57 Nah, 12:58 berarti kita anggota keluarga mulai dari 13:01 orang tua harus menasehati. Dengan cara 13:04 yang baik kita eee membiasakan untuk eee 13:08 saling mendengar nasehat. Karena addinu 13:11 nasihah. Bagaimana kita mewujudkan 13:14 keberagamaan kita adalah karena kita 13:16 saling nasehat-menasehati. 13:19 Kalau kita tidak menasehati, maka eee 13:23 nanti 13:24 tidak ada kebaikan yang diingatkan, lalu 13:27 orang-orang 13:29 cenderung pada untuk berbuat buruk. Itu 13:32 memang sudah sunatullah. 13:34 Innal insana lafi khusr. 13:38 Manusia itu sesungguhnya dalam keadaan 13:41 merugi. 13:42 Merugi terus bahwa dia itu pikirannya 13:45 selalu tertarik pada hal negatif, ada 13:47 kerugian yang dialami, ada kekecewaan, 13:51 ada kegundahan, itu adalah sifat 13:53 manusia. 13:54 Nah, untuk menenangkan adalah harus ada 13:57 tuntunan ajaran agama Islam. 14:01 Huda, harus ada huda. 14:03 Harus ada zikir. 14:05 Nah, huda dan zikir ini kita peroleh 14:08 dari Alquran. 14:10 Ya, jadi di syahrul quran, syahrul 14:13 ramadhan ini kita manfaatkan 14:15 sebaik-baiknya. 14:15 Tapi di masjid silaturahim loh, Pak. 14:17 Menjadi eee ajang eee silaturahim juga 14:21 Alquran. Jadi Alquran kegunaannya bukan 14:24 hanya eee dibaca atau juga untuk 14:28 memuaskan eee apa, rasa ingin tahu kita 14:31 pada hal-hal yang bersifat intelektual 14:35 atau yang bersifat ilmiah dari Alquran, 14:38 tetapi kita juga eee menjadikan Alquran 14:42 syifa wa huda wa zikra, ya, 14:45 mengarahkan kita kepada eee Allah 14:48 subhanahu wa ta'ala dan kita eee 14:51 berserah diri 14:53 kapan pun dan di mana pun. 14:59 Iya. 15:01 Baik. 15:03 Nah, alhamdulillah untuk menunjukkan 15:07 bahwa kita adalah keluarga sakinah, 15:10 harus ada saling menerima tadi saya 15:13 sebutkan, 15:14 menerima kelemahan, tetapi tetap 15:18 memberikan penghargaan 15:20 dan eee apa, eee menunjukkan 15:25 kehormatan kita atau menunjukkan 15:27 penghormatan kita kepada eee anggota 15:30 keluarga. Kepada anak-anak. Anak-anak 15:32 adalah memiliki hak dan kewajiban 15:35 eee kepada orang tua. Eee juga orang tua 15:39 memiliki hak dan kewajiban terhadap 15:41 anak-anak. Nah, jadi eee sangat mulia 15:45 apabila kita saling mengingatkan untuk 15:49 dalam hal pengasuhan anak. Ya, parenting 15:53 itu sekarang eee sudah penting, ya. Eee 15:56 banyak kursus-kursus, banyak informasi 15:59 atau di video di YouTube, itu untuk 16:02 menjelaskan bagaimana kita memposisikan 16:04 diri sebagai orang tua dan mengasuh anak 16:07 dengan baik, kemudian menanamkan eee 16:11 sifat-sifat yang mulia kepada anak-anak. 16:15 Sehingga nanti besarnya mereka juga 16:17 menjadi orang tua yang eee menebar kasih 16:21 sayang, yang punya rasa adil, ya, 16:24 terhadap anak-anak dan juga terhadap 16:27 anggota keluarga yang lainnya. 16:30 Di selain bulan Alquran di bulan puasa 16:34 ini yang positif sekali eee untuk 16:37 keluarga karena kita sering ya, artinya 16:41 me menghabiskan waktu lebih banyak lagi 16:44 dengan keluarga karena eee di bulan 16:47 ramadhan ini kita ada salat tarawih, ada 16:50 amalan-amalan ibadah lainnya, eee sudah 16:54 memasuki 10 hari terakhir, berarti kita 16:57 eee eee mulai juga memikirkan, 17:00 menjadwalkan kapan kita mau i'tikaf, 17:03 walaupun dari awal bulan juga sudah 17:05 bisa, tetapi biasanya menjelang akhir 17:08 ini 17:09 eee kita melakukannya. Nah, eee 17:14 selanjut tadi bahwa anak-anak harus 17:17 diarahkan agar penggunaan gadget-nya 17:20 juga yang baik. Kemudian diarahkan juga 17:23 agar makanannya pilih yang halal. Jangan 17:27 yang asal eee bisa di apa istilahnya, 17:31 ya, go send begitu, ya, beli, tapi tidak 17:34 jelas eee dari mana dan siapa yang 17:38 masak, eee eee apa, 17:43 eee bahan-bahannya apa. 17:45 Eee 17:46 Jadi pendidikan kehalalan itulah yang 17:48 kita eee perkuat di rumah tangga, 17:52 kemudian jadi anak-anak sudah punya 17:54 benteng ketika berada di luar rumah, dia 17:57 tentu akan pilih juga yang halal. 17:59 Kemudian eee penampilan, pakaian dan 18:02 lainnya. Kalau anak-anak juga tidak 18:04 diarahkan, dia bebas saja pakai baju 18:08 yang seadanya, eee a apa yang ada di 18:11 mall itu dibeli, kemudian dipakai tanpa 18:15 ada arahan. Nah, di sinilah kita akan 18:18 berkurang nanti nilai dari eee dari 18:23 keberagamaan kita karena tidak saling 18:26 menasehati. 18:27 Nah, eee itu saja saya ingin sampaikan 18:30 eee sebagai penggugah, ya, untuk ada 18:33 diskusi atau ada tanya jawab. Insya 18:35 Allah sedapat mungkin saya eee 18:38 jawab. Dan eee eee sebagai 18:43 intisari dari apa yang saya sampaikan 18:45 bahwa nilai-nilai 18:48 puasa di bulan ramadhan ini sangat 18:51 mendukung untuk kita saling memperkuat 18:55 relasi, hubungan antar anggota keluarga. 18:59 Dan eee sekarang inilah momennya kita 19:02 untuk mengkaji lebih banyak lagi dari 19:05 Alquran untuk kita bisa 19:08 eee 19:09 pahami nasehat-nasehat yang ada di 19:11 dalamnya dan kita bisa menasehati 19:14 anggota keluarga kita juga. 19:16 Ya, itu. Terima kasih. Terima kasih atas 19:19 kesempatan yang diberikan. Mudah-mudahan 19:21 kita sehat selalu dan semua upaya 19:25 kita mendapatkan ridha Allah subhanahu 19:28 wa ta'ala. 19:30 Ya, wassalamualaikum warahmatullahi 19:32 wabarakatuh. Waalaikumsalam 19:34 warahmatullahi wabarakatuh. 19:36 Terima kasih, eee syukran jazilan, Ustaz 19:39 Prof, Ustazah Prof. Dr. Amany Lubis atas 19:42 penyampaian yang luar biasa bahwa banyak 19:45 sekali 19:46 memang eee di Indonesia ini belum 19:48 menjadi eee cambukan atau pemacu. Jadi, 19:52 ramadhan ini bergerak seperti itu saja. 19:54 Maksudnya 19:56 seperti bulan-bulan lainnya tanpa ada 19:58 yang namanya tahsin atau perkembangan 20:01 atau perbaikan-perbaikan dalam keluarga 20:03 kita. Sehingga seperti yang disampaikan 20:05 bahwa sakinah ini harus bisa menerima, 20:07 memaklumi, dan lain sebagainya. Dan juga 20:12 menjadi kontrol bagi keluarga. Karena 20:14 bagaimanapun anak yang bisa dalam arti 20:17 memberikan nasehat terdekat adalah 20:18 keluarga kita orang tua kita. Maka peran 20:21 orang tua di bulan Ramadan ini kepada 20:23 anak-anak untuk menjadi bangsa yang 20:25 baik, bangsa yang kuat, bangsa yang 20:27 bertakwa sangatlah besar sekali. Tidak 20:29 bisa dipisahkan oleh peran-peran 20:31 lainnya. 20:32 Jazakillah khair. 20:35 Kami buka 20:36 kesempatan bertanya bagi tiga penanya 20:38 pertama. 20:39 Barangsiapa yang dari Zoom, 20:41 silakan bisa melalui chat atau bisa 20:43 langsung mengangkat tangan dari reaction 20:45 dan langsung menanyakan langsung atau 20:47 menyampaikan di kolom chat agar nanti 20:50 kami bisa tanyakan langsung ke 20:51 narasumber. Kami persilakan. 20:54 Barangsiapa yang ingin bertanya dari 20:57 jamaah sekalian, 20:59 kami persilakan. Bisa reaction, bisa 21:02 juga dalam chat. Bisa juga langsung 21:04 mengaktifkan mikrofon dan langsung 21:06 bertanya kepada Ustadzah. 21:08 Dan yang berada di masjid, 21:11 bisa langsung menghubungi 21:13 ee 21:15 panitia yang ada di masjid supaya bisa 21:17 dinyalakan mikrofon untuk disambungkan 21:19 kepada narasumber. Terima kasih. 21:29 Ada pertanyaan? Kami persilakan. 21:35 Seputar keluarga, puasa, atau 21:38 hukum-hukum puasa dan lain sebagainya. 21:40 Di luar topik kami 21:42 persilakan untuk bertanya apapun kepada 21:43 narasumber kita pada pagi hari yang 21:45 berbahagia ini. 21:47 Kami persilakan bertanya. Karena 21:51 ee 21:53 kalau di 21:56 kelas atau dosen nih Ustadzah Amani, 21:58 masya Allah ditanya terus. Jadi, masya 22:00 Allah kita memiliki kesempatan yang luar 22:01 biasa pada pagi hari yang berbahagia 22:03 ini. Ini ada yang bertanya, Ustadzah. 22:05 Assalamualaikum warahmatullahi 22:05 wabarakatuh. Ibu Prof Amani, di saat 22:07 pandemi ini tingkat perceraian sangat 22:09 tinggi. Apa sebenarnya penyebabnya, Ibu 22:12 Prof? Bukankah apa namanya? Hubungan 22:16 antar keluarga ini malah lebih intens 22:19 ketika dalam pandemi ini. Suami bisa 22:21 work from home, orang tua juga di rumah, 22:23 anak juga kuliahnya dari rumah, 22:25 sekolahnya dari rumah. tingkat 22:27 perceraian di berita-berita ini makin 22:28 tinggi. Apakah 22:31 ini berpengaruh atau bagaimana? Dan 22:33 untuk mengatasi dan meminimalisir itu 22:35 terjadi di keluarga kita, apa sih yang 22:37 harus dilakukan? Seperti itu. Jazakillah 22:40 khair. Tafadholi, Ustadzah Amani. Iya, 22:43 insya Allah dijawab ya. 22:46 Jazakallah khairan. 22:50 Jadi, 22:52 perceraian ternyata memang bertambah 22:55 jumlahnya. 22:58 Inilah yang harus kita gaungkan terus 23:02 temanya bahwa untuk menjaga 23:05 untuk melestarikan lembaga rumah tangga. 23:09 Generasi muda, ya ibu-ibu muda, 23:12 bapak-bapak muda yang baru berkeluarga 23:15 itu 23:16 tidak mengetahui 23:19 bagaimana caranya untuk melestarikan 23:22 lembaga perkawinan. Sehingga akhirnya 23:26 perkawinan itu sepertinya hanya untuk 23:29 memenuhi syahwat saja dan tidak ada 23:33 ikatan yang lebih kuat untuk 23:36 menjaganya. 23:39 Pelestarian rumah tangga 23:41 harus dilakukan dengan berbagai cara. 23:44 Dengan 23:46 ya berbagai generasi juga kepada 23:48 berbagai generasi. 23:50 Karena apa? 23:53 Berbagai permasalahan dalam rumah tangga 23:58 kalau tidak dihadapi 24:01 dan diberi solusi dengan yang 24:05 bisa menenangkan semua pihak, tentu akan 24:08 menjadi 24:10 permasalahan yang besar. 24:12 Permasalahan yang besar itu kalau tidak 24:15 juga cepat diredakan dengan berbagai 24:18 cara juga, tentu akan membawa pada hal 24:20 yang negatif, yakni menyelesaikan ikatan 24:24 perkawinan. Nah, di sinilah kita harus 24:28 beri wawasan terus-menerus 24:31 agar bahwa berumah tangga itu bukan 24:34 hanya satu sisi, yakni untuk 24:38 dari segi syahwat saja. 24:41 Berumah tangga itu adalah saling 24:43 menghormati, saling menerima. 24:45 Nah, 24:47 generasi muda, ya 24:50 tidak tahu caranya menjaga perkawinan, 24:53 lembaga perkawinan sehingga tidak hormat 24:56 kepada lembaga perkawinan. Tidak hormat 24:58 itu berarti 25:00 semaunya nikah kapan saja, kemudian 25:04 menyelesaikannya juga dengan mudah. 25:06 Tidak ada 25:08 tuntutan moral atau tidak ada moral lah 25:12 ya terhadap apa yang sudah dilakukan. 25:15 Sebenarnya 25:19 ee 25:20 Allah subhanahu wa taala memang 25:22 membolehkan perceraian, tetapi itu hal 25:25 yang paling dimurkai oleh Allah. 25:28 Keluarga adalah inti dari 25:31 keberlanjutan agama kita, keberlanjutan 25:35 manusia adalah dimulai dari perkawinan. 25:39 Untuk itu, untuk melestarikan agama, 25:42 maka 25:44 keluarga juga harus dilestarikan, harus 25:46 dijaga. 25:47 Tingkatnya perceraian ada dari beberapa 25:50 webinar ya kita lihat tingkat perceraian 25:53 meningkat karena pandemi ini saling 25:56 tidak karena tidak sabar. Tidak sabar 25:59 untuk memberi solusi, menemukan solusi 26:03 bagi 26:04 permasalahan hidupnya. 26:06 Terutama ekonomi. Nah, saya selalu 26:10 mengatakan bahwa mestinya 26:14 ada fatwa ya yang melarang orang 26:16 bercerai karena ekonomi. Karena sekarang 26:19 tidak ada alasan. Yang laki-laki bisa 26:22 bekerja, perempuan bisa bekerja sehingga 26:25 tidak ada lagi alasan ekonomi. 26:28 Kecuali kalau memang tuntutannya sangat 26:32 tinggi atau harapannya sangat 26:35 muluk-muluk begitu. Nah, kalau 26:38 tidak 26:39 ee 26:40 tidak apa ya? Tidak rasional tuntutannya 26:44 itu, maka tentu tidak akan ada solusi. 26:47 Tingkat perceraian yang tinggi juga 26:51 karena apa? 26:56 Di masa pandemi ini kan 26:59 semuanya pakai daring ya. Jadi, 27:01 permohonan perceraian pun 27:03 lambat ditangani. Sehingga akhirnya 27:06 terlihat di masa tahun lalu tuh 2020, 27:10 banyak sekali tuntutan 27:12 untuk atau gugatan cerai. Sehingga 27:15 terlihat meningkat. Padahal karena 27:18 penanganan kasus-kasus ini 27:21 terbatas waktunya dan lambat di 27:24 ditangani. Jadi, terlihat tiap hari ada, 27:28 tiap hari ada. Dan itu memang sudah jadi 27:32 perhatian di Pengadilan Agama. Akan 27:36 diupayakan. Atau sekarang kita sudah 27:39 mengupayakan terus melalui berbagai 27:41 jalur, melalui masjid-masjid, ya melalui 27:46 organisasi keagamaan yang berada di 27:49 lingkungan kita, melalui KUA, 27:52 penyuluhan-penyuluhan agar 27:55 teratasi berbagai masalah. Tentu harus 27:59 juga ada gotong royong 28:01 untuk penanganan berbagai masalah. 28:03 Misalnya yang kesulitan ekonomi, kita 28:06 harus bantu. Yang ada masalah kesehatan, 28:10 kita harus bantu. Ada banyak cara untuk 28:14 menyelesaikan problem rumah tangga 28:17 sehingga perceraian bukan satu-satunya 28:20 cara. Saya kira itu 28:22 tadi kalau ditanya soal mengapa di masa 28:26 pandemi tingkat perceraian tinggi. Ya, 28:29 karena tadi sebenarnya secara 28:31 administrasi di KUA untuk 28:34 perceraian, penanganannya dari masa lalu 28:37 itu 28:38 terhambat waktu dan jadwal mereka kerja. 28:42 Sehingga menumpuk dan ketika pandemi 28:46 ada, 28:48 terlihat angkanya meningkat. Tapi 28:50 sebenarnya tidak signifikan. Bukan 28:53 karena pengaruh pandemi. 28:56 Kita masih percaya bahwa 28:57 keluarga-keluarga di Indonesia di masa 29:00 pandemi ini memang 29:02 makin kuat ikatannya, silaturahim. 29:05 Karena memang 29:06 ibu, anak, 29:08 suami itu semuanya 29:11 berada di rumah lebih lama. Mereka bisa 29:14 saling berkenalan dan 29:17 mengalahkan atau memberi 29:20 solusi bagi permasalahan yang ada. 29:22 Termasuk di dunia pendidikan yang memang 29:25 sulit sekali anak-anak sekarang harus 29:27 belajar lewat gadget. Tapi alhamdulillah 29:30 setelah setahun lebih pandemi, saya 29:32 lihat masyarakat sudah mulai terbiasa. 29:35 Tinggal kita perkuat lagi dan 29:38 ee banyak memberikan 29:41 apa? 29:42 Motivasi 29:44 agar kreativitas tetap muncul. 29:47 Ya. 29:48 Seperti itu. Iya. 29:50 Baik, jazakillah khair, Ustazah. 29:51 Eh, ini ada pertanyaan lagi. 29:54 Eh. 29:56 Ini, apa namanya? Dia curhat cerita ya, 29:58 bahwa sudah sudah 5 bulan karena eh 30:02 istri yang istri yang minta cerai, 30:04 kemudian sudah cerai. Padahal eh mungkin 30:08 ada keinginan untuk rujuk. Apakah 30:10 mengapa di bulan Ramadan ini tidak 30:12 tidak, apa namanya? 30:14 Eh. Si laki-laki ini sudah berusaha, 30:17 namun istrinya belum ada keterpanggilan. 30:20 Nah, eh beliau bertanya bahwa 30:24 dalam Alquran ada yang disebutkan 30:27 Mama asobakum min musibatin fabima 30:28 kasabat aidikum waya fu an kasir, bahwa 30:31 itu gara-gara kesalahan kita, tapi itu 30:33 tidak terlepas dari takdir Allah. 30:35 Sebenarnya cerai ini kesalahan kita 30:37 murni ataukah memang ada takdir Allah di 30:40 situ, Ustazah? 30:43 Baik, eh terima kasih. Ada juga 30:45 pertanyaan sebelumnya ini mengenai juga 30:48 cobaan dari Allah. Kalau orang bercerai 30:51 eh cobaan dari Allah, pandemi ini cobaan 30:54 dari Allah. Ya, lalu bagaimana kita 30:56 menyikapinya? Ya, eh tentu semua 31:01 eh yang terjadi di dunia ini adalah atas 31:05 kuasa Allah dan takdir Allah. Tetapi 31:08 manusia diberi kebebasan untuk berbuat, 31:12 untuk melakukan. 31:14 Jadi, eh manusia juga berbuat, bukan 31:17 hanya Allah saja. Maka dalam akidah kita 31:20 belajar ada af'alullah, ada af'alul 31:23 ibad. Jadi, kita juga punya perbuatan 31:26 yang dipertanggungjawabkan, 31:28 yang kita pertanggungjawabkan di hadapan 31:30 Allah. Maka eh bencana apapun, musibah 31:35 atau eh cobaan-cobaan lain. Ya, kita 31:40 berusaha memahaminya dari berbagai segi. 31:44 Ya, misalnya ya, saya saja begitu. 31:46 Banyak sekali kok tantangan ini, 31:48 tantangan itu. Nah, apakah saya protes 31:52 kepada Allah? Apakah terus eh tidak 31:56 sabar, lalu eh bisa 31:59 mengakibatkan hal-hal lagi yang buruk. 32:02 Ya, kalau tidak sabar memang 32:05 jadi 32:06 akibatnya akan eh lebih tidak baik. 32:10 Maka sabar itulah yang di eh perintahkan 32:14 dalam suasana 32:16 eh musibah. 32:18 Dan Allah juga berjanji, innallaha 32:22 ma'as sobirin. 32:24 Sabar. Kalau kita, jadi kalau dalam 32:26 masyarakat pernah ya, sering kita 32:28 dengar, saya sudah enggak sabar, sudah 32:30 habis kesabaran saya. 32:32 Itu tidak boleh. Itu mencerminkan ya, 32:34 ungkapan itu mencerminkan tidak eh 32:38 percaya pada kekuasaan Allah. Karena 32:42 Allah bersama orang sabar. Bagaimana 32:44 kita mau mengeluarkan diri dari eh 32:48 cakupan lindungan Allah dan kuasa Allah 32:52 dengan mengatakan kita sudah tidak sabar 32:55 lagi. Saya sudah tidak sabar lagi 32:57 menghadapi apakah suami atau apakah 32:59 menghadapi pandemi ini. Ya, jadi 33:02 ungkapan itu mari diganti. Diganti 33:06 dengan kita bertawakal 33:08 dan mengingat terus eh bahwa as sobaru 33:12 jamil dan eh innallaha ma'as sobirin. 33:17 Ya, eh pandemi ini awalnya kan kita 33:20 tidak percaya kalau mau jadi panjang. 33:23 Ternyata 33:25 eh jadi panjang sudah setahun lebih. 33:27 Berarti kita bukan hanya sabar, tetapi 33:30 harus berbuat mencari solusi. Kalau 33:34 bidang kesehatan medis itu ya, eh para 33:38 eh cendekiawan memikirkan bagaimana 33:41 solusi dari segi kesehatan, ada vaksin. 33:44 Ada upaya-upaya lain, sehingga kita bisa 33:48 eh apa? Lebih tenang menghadapi eh 33:52 suasana pandemi dan tidak panik. 33:55 Nah, kalau kita panik akan melihat 33:58 segala halnya itu negatif. 34:01 Tadi saya katakan innal insana lafi 34:03 khusrin, manusia itu dalam keadaan 34:05 merugi terus. Apalagi ditambah dengan eh 34:09 adanya pandemi, adanya cobaan, adanya 34:13 pikiran sudah mau bercerai. Itu kalau 34:15 tidak terus cepat ditenangkan, di di 34:20 apa? Dinasihati. 34:23 Lalu eh bisa jadi juga harus 34:27 eh apa? Ada pihak ketiga ya, yang harus 34:31 menasihati. Itu 34:34 nantinya pastinya akan terjadi yang 34:37 tidak diinginkan. 34:39 Kalau dalam perceraian berarti akan 34:41 terjadi perceraian. Kalau dalam masalah 34:43 pandemi menjadi tidak percaya bahwa eh 34:48 Allah subhanahu wa taala akan memberikan 34:52 keleluasaan, kemudahan setelah pandemi. 34:55 Inna ma'al usri yusro. Itu kita harus eh 34:59 yakin bahwa dalam suatu kesulitan pasti 35:02 ada kemudahan. Jadi, jangan putus asa. 35:06 Tadi keluarga-keluarga muda, jangan 35:08 panik melihat 35:11 satu dua permasalahan. Masalah di dunia 35:14 ini sangat banyak. Jadi, baru satu dua 35:16 permasalahan jangan panik, jangan cari 35:18 jalan pintas. Kemudian eh tingkatkan 35:22 kesabaran. 35:23 Sabar kita, sabar. Kalau yang bagi yang 35:27 ingin 35:28 membaca eh masalah pandemi ini ya, 35:31 bacalah soal eh 35:34 eh tambah wawasan, pengetahuan bagaimana 35:37 eh tentang pandemi, tentang virus. Virus 35:41 adalah ciptaan Allah juga. Jadi, kita 35:43 tidak boleh eh membencinya. Nah, kan 35:47 walaupun menjadi bahaya bagi kita, 35:49 tetapi pasti Allah punya hikmah eh dalam 35:52 eh mengirim 35:55 eh pasukan bernama virus ini ke dunia. 35:59 Sehingga sekarang menjadi pandemi. 36:01 Eh, tapi itu adalah supaya kita berpikir 36:04 mencari solusi dan eh memberikan semua 36:11 permasalahan kepada ahlinya. 36:13 Ya, kepada ahlinya itu eh sangat 36:16 penting. Yang ahli soal vaksin ya, 36:20 ahlinya. Maka kita yang awam harus 36:24 mengikuti apa yang mereka eh apa? 36:28 Sarankan. 36:29 Yang mengerti masalah kesehatan, 36:32 pencegahan 36:34 eh untuk 36:36 apa? Secara umum di masyarakat adalah 36:39 ahlinya, ahli eh kesehatan masyarakat. 36:43 Kita yang eh biasa di masjid atau biasa 36:46 berdagang dan biasa mengajar saja tidak 36:49 paham. Maka kita harus berikan kepada 36:51 ahlinya. Ya, jadi eh memang 36:55 menurut saya eh semua cobaan adalah 36:59 datangnya dari Allah. Tetapi kita punya 37:02 peran untuk memberi solusi eh yang kalau 37:06 solusinya baik kan kita juga dapat 37:08 pahala. 37:09 Kalau eh di masa pandemi upaya kita 37:13 maksimal, pencegahan, menjaga diri dan 37:17 dan tetap bekerja ya, tetap kreatif kan 37:20 kita dapat pahala. Jadi, itulah yang di 37:24 sebagai salah satu makna inna ma'al usri 37:27 yusro bahwa dalam kesulitan pun kita 37:29 juga bisa mendapat pahala. Ya, itu dua 37:32 pertanyaan langsung di eh bisa dijawab 37:37 bahwa eh Covid ini ujian dan cobaan 37:41 tetapi kita harus tetap berupaya dan eh 37:45 mempercayakan semuanya pada ahlinya. 37:48 Kemudian bagi yang 37:50 eh 37:51 masih ada mengalami masalah keluarga 37:54 yang kurang harmonis eh tolong bersabar 37:58 agar 38:00 tidak terus-menerus terpaku pada 38:03 keinginan untuk bercerai. Mungkin kalau 38:06 bersabar kita bisa eh memperoleh hal-hal 38:10 yang lebih baik lagi ke dalam kehidupan 38:13 kita. Tapi kalau sudah tidak bisa lagi 38:16 eh berarti sudah bermohon kepada Allah 38:18 untuk adanya eh perbaikan. Kalau tidak 38:22 bisa ya, berarti itu jalan yang harus 38:25 ditempuh. 38:26 Ya. 38:28 Oke, terima kasih, Ustaz Hiro. 38:31 Jazakillah khair, Ustazah eh Profesor 38:33 Doktor Amani. Alhamdulillah pada pagi 38:36 hari yang berbahagia ini kita dapat 38:37 masukan yang banyak sekali, terutama 38:40 untuk kita semua bahwa peran orang tua 38:42 dan peran keluarga, suami istri sangat 38:44 besar di dalam rumah tangga kita. Dalam 38:47 ayat yang tadi sudah disampaikan ku 38:48 anfusakum wa ahlikum naro, bahwa peran 38:51 eh anggota keluarga adalah menjaga yang 38:53 lainnya dari api neraka, begitu, Ustazah 38:55 ya. 38:56 Masya Allah, eh terima kasih pada pagi 38:59 hari yang berbahagia ini atas semua 39:01 nasihatnya. 39:02 Eh, sekarang tinggal kita 39:05 di sisa 10 hari ini untuk semangat 39:07 mengamalkan dan mengimplementasikannya 39:09 pada kehidupan sehari-hari supaya 39:11 mendapatkan derajat ketakwaan yang Allah 39:13 janjikan setelah berpuasa. 39:15 Kalau mari kita tutup acara pagi hari 39:17 yang berbahagia ini dengan ber sama-sama 39:18 membaca kafaratul majelis. 39:20 Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu 39:22 an la ilaha illa anta astagfiruka wa 39:23 atubu ilaik. 39:24 Jazakillah khair, nafa'allahu bikil 39:26 ummah wal eh 39:29 addin. Asalamualaikum warahmatullahi 39:31 wabarakatuh. Waalaikumsalam 39:33 warahmatullahi wabarakatuh. Syukron, 39:35 Ustazah. Terima kasih.