Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- nothing silaturahim dan rasil visual
- untuk Islam 1. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala,
- terima kasih masih bersama kami dalam
- acara ekonomi Islam bersama Ustaz Ikhwan
- Basri. Defisit menjadi topik bahasan
- kita di kesempatan kali ini. Saya akan
- langsung saja ke beberapa pertanyaan
- sudah masuk, Pak Ustaz. Salah satunya
- dari hamba Allah di Jakarta.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Buat kami
- yang awam ini, Pak Ustaz, apakah
- menaikkan tarif daya listrik, tarif tol,
- juga pajak baik
- bagi swasta ataupun ASN yang notabnya
- membebani rakyat juga termasuk cara
- untuk mengurangi defisit ekonomi, Pak
- Ustaz, mohon
- penjelasannya. Menaikkan tarif daya
- listrik, tarif tol, lalu menaikkan
- pajak, itu bisa ngoreng defisit ekonomi
- enggak, Pak Ustaz? Ee terima kasih
- kepada hamba Allah. Kalau menaikkan
- tarif listrik itu kan berarti
- ujungnya ujungnya apa? Tujuan akhirnya
- adalah untuk meningkatkan pendapatan
- PLN. Pendapatan PLN ya. PLN ini kan
- defisit ya. Iya. Iya. Caranya ya begitu
- karena dia mengalami defisit yang tinggi
- sekali. Baik yang terjadi karena
- ee risiko kursus ya kan risiko kursus
- itu begini. dia beli komponen dari luar
- negeri menggunakan dolar. Heeh.
- Pendapatannya dia kan dari
- rupiah. Nah, itu selisih apa namanya?
- Risiko selisih kursus itu ya.
- Nah, komponen ternyata banyak sekali
- dari luar negeri, mungkin lebih dari
- 40% dan itu harus dibayar dengan dolar,
- tetapi pendapatan dia itu dengan
- menggunakan rupiah. Jadi, tidak matching
- gitu loh. He. Nah, salah satu caranya
- adalah ee menaikkan tarif listrik itu
- untuk ee apa namanya? Untuk meningkatkan
- pendapatan PLN. Kalau kasusnya seperti
- ini, itu tidak akan mendukung kepada
- pendapatan pemerintah. Karena kalau PN
- itu bisa memberikan dukungan kepada
- anggaran jikalau dia itu untung. Lah
- kalau enggak untung kan gak bisa. Oh,
- untuk diri sendiri aja kurang ini ya.
- Jadi kalau untuk kasusnya itu belumlah.
- Artinya tidak untuk
- me menutup anggaran, defisit anggaran
- itu kalau menaikkan tarif PLN itu untuk
- nutup ee pendapatan sendiri, PLN sendiri
- internal tidak sampai ke anggaran.
- Iya. Yang kedua tadi baik e yang kedua
- tarif tol ya. Iya. Tarif tol. Kalau I
- kalau tarif tol itu kan banyak yang
- swasta ya. Iya. Ya, sebetulnya kalau
- dinaikkan tarif tol ini ya
- ee tidak langsung ke sana karena
- pendapatannya itu menjadi pendapatan
- perusahaan ya kan kecuali perusahaan itu
- bayar pajak itu. Nah, itu pajaknya yang
- dibayar oleh pajak yang dibayar oleh
- perusahaan itu yang menjadi pendapatan
- negara. Nah, jika itu ke situ maka bisa
- menambah pendapatan pemerintah dari sisi
- pajak gitu.
- pajak juga Pak Ustaz ya dinaikkan oleh
- kalau pajak itu pasti kalau pajak itu
- kan dinaikkan berarti memang tujuannya
- untuk meningkatkan pendapatan
- pemerintah. H iya selanjutnya dari Bapak
- Anda di Pasar Poncol Jakarta.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Pak Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullah.
- Di suasana atau situasi ekonomi yang
- tidak menentu saat ini bisa dikatakan
- ekonomi yang sulit. Kenapa pedagang
- ekonomi kecil atau lemah itu lebih tahan
- dan tangguh? Hm. Dibandingkan dengan
- pengusaha besar yang kita lihat catatan
- tahun sini aja banyak pengusaha besar
- yang bangkrut. Bagaimana menurut Pak
- Ustaz? Ya, saya setuju dengan pendapat
- ini. Kenapa gitu, Bang? Faktanya begitu
- ya. Ada bank-bank
- yang nasabahnya itu mikro. Hm. Nah,
- kalau nasabahnya mikro itu nilai
- kreditnya bagus. He. Ee apa namanya?
- yang apa jumlah orang yang ngemplang
- tidak mau bayar itu insignifikan. H.
- Tapi kalau bank itu misalkan nasabannya
- itu gede-gede, He. Wah, itu NP-nya ee
- apa namanya? Kredit permasalahannya
- tinggi. Oh, iya. Itu bisa dilihat dari
- data ya. Cek aja itu. He he. Nah,
- pertanyaannya adalah kenapa kok yang
- mikro ini lebih bertahan? He ya. Karena
- yang mikro ini sebetulnya dulu yang
- menyelamatkan Indonesia tahun 198 pada
- waktu krisis moner. Iya. Kemudian
- dilangsungkan dengan krisis ekonomi. Ya.
- Itu yang besar-besar perusahaan kakap ya
- itu pada rontok. Tapi yang kecil-kecil
- koperasi yang mikro-mikro ini ini tidak
- boleh dikatakan tidak kena apa-apa. Iya.
- Ya. Ya. Karena apa? Karena mungkin ya
- dilihat dari sisi
- ee penghasilan pendapatan atau fokus
- mereka itu kan kepada hal yang
- dihajatkan oleh masyarakat ya dan tidak
- terlalu besar. Jadi kalau kredit tidak
- terlalu besar itu risikonya juga kecil
- gitu loh. He. Masangga itu punya hutang
- R1 juta Pak kerja itu bisa lebih dari R
- juta enggak enggak masalah. Tapi kalau
- orang itu penghasilannya 100, utangnya
- 200, nah walaupun gede pendapatannya,
- tetapi gede juga kreditnya, dia akan
- berisiko tinggi. Yang terjadi ya seperti
- itu, ya. Kemudian orang-orang yang di
- mikro ini kalau yang saya juga mengalami
- berinteraksi dengan mereka itu lebih
- jujur gitu loh ya. lebih jujur. Artinya
- ketika dia membutuhkan bantuan kredit
- yang kecil R juta, 2 juta itu
- benar-benar digunakan untuk
- usaha. Nah, ada yang yang gede-gede ini
- hanya fiktif ya. Bagaimana supaya dia
- dapat duit bermiliar-miliar itu tapi
- belum tentu diusahakan ya. Ini terjadi
- begitu. Makanya berkahnya ada di itu di
- apa namanya? Di mikro. Kalau menurut
- saya memang yang mikro ini mengikuti apa
- namanya prinsip ya. Rasulullah pernah
- bersabda, Rasulullah Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam pernah
- bersabda yang artinya seperti ini.
- Barang siapa mengambil harta dari orang
- lain, man akhza
- maala alghhair. Barang siapa mengambil
- harta orang lain, istilahnya mengambil
- di sini adalah minjam. Ya. He ya.
- Kemudian dia berniat untuk
- mengembalikan, maka Allah akan bantu
- untuk mudahkan untuk mengembalikan
- pinjaman tadi. Nah, barang siapa yang
- mengambil atau meminjam uang dari orang
- lain dengan niat tidak
- mengembalikan maka Allah akan mensahkan
- hartanya. Hm.
- ya. Nah, ternyata kalau dilihat dari
- performance itu yang mikro itu memang
- dia itu mendapat kredit kecil dipakai
- benar-benar untuk usaha mereka. Iya. Dan
- berniat untuk mengembalikan maka berkah.
- Nah, yang ini yang besar ini memang ada
- niatnya tidak mengembalikan. Enggak
- semuanya sih, tapi ada banyak kasusnya
- seperti itu ya. Ya, kasus BLBI, kasus
- macam-macam. Kita ini banyak sekali
- miliar triliunan itu ya. Senturi. Iya.
- Senturi ya. Tidak perlu kita minta
- contoh yang lebih konkret lagi. Itu
- semuanya konkret ya. Jadi niatnya memang
- tidak mau bayar. Kabur ke luar negeri
- dicari enggak ada ya. Itu menunjukkan
- bahwa dia tidak mau bayar. Maka Allah
- musnahkan hartanya. Artinya hartanya
- jadi enggak ada. Iya. I seperti itu.
- Baik. Pertanyaan terakhir Pak Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam. Bagaimana
- menggerakkan para konglomerat di negara
- ini untuk membantu negara yang sedang
- defisit?
- Oh, kalau pengin di melihat sejarah
- kayak tadi, Pak Ustaz, tokoh-tokoh
- seperti ya dalam sejarah Islam ya. Iya.
- Yang bantu pemerintah benar-benar bantu
- gitu. Bantu negara tuh benar-benar
- bantu. Jadi antara negara dengan
- individu dengan warganya itu apa? Tidak
- ada sekat ya. Iya. Negara ini
- membutuhkan kita maka kita cepat
- memberikan bantuan. Nah, kita enggak ada
- model seperti itu
- ya. Modalnya berdiri sendiri. Orang yang
- sukses merasa tidak ada bantuan negara
- yang ada dalam kesuksesan dia. Karena
- itu enggak perlu. Dia merasa ketika
- bayar pajak walaupun dimanipulasi jumlah
- pajak itu, dia merasa sudah membayar hak
- negara kepada dia. Tidak ada seperti
- pada zaman Nabi. Kalau pada zaman Pak
- Harto juga dulu ada di dipanggil itu
- tong Barat di Tapos ya. Ke Tapos
- kemudian berikan ceramah oleh Pak Harto
- gini-gini. Heeh. He akhirnya ada yang
- mendukung, ada yang enggak. Ya, itu
- namanya disebut ekonomi, Pak Harto kan
- seperti itu. Artinya kapitalis itu ee
- bagaimana supaya mereka ini mendukung
- ya. Nah, di kita sampai sekarang enggak
- ada program itu. Heeh. Wallahualam. Nah,
- bisa saja orang-orang yang kaya itu
- dikumpulkan kemudian diminta untuk
- membangun atau membantu negara dalam
- keadaan yang membutuhkan. Tapi itu tidak
- ada dalam ekonomi. Dalam tekbook ekonomi
- kapitalis enggak ada. Enggak ada ya?
- Enggak ada. Iya.
- Jadi itu namanya moral suasan atau
- imbuhan moral ya. Imbuhan moral itu
- enggak punya kekuatan ya. Iya iya iya.
- Apalagi di teori kapitalis itu enggak
- masuk akal ya. Enggak ada itu enggak
- ada. Iya. Baik. Itu peran terakhir yang
- bisa kita jawab sebagai penutup
- kesimpulan apa yang akan disampaikan.
- Terima kasih Mas Angga. Para pemirsa
- Rasil Visual dan para pendengar radio
- silaturahim yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala.
- Akhirnya kita sampai pada ujung siaran
- ini tentang defisit ya. Defisit yang
- merupakan kata-kata yang oleh orang awam
- itu sangat ee ditakuti karena mereka
- mungkin tidak tahu hakikatnya. Tapi
- setiap mendengar kata-kata defisit itu,
- itu hal yang menakutkan bagi mereka.
- Nah, semakin menakutkan menakutkan
- defisit ini apabila sudah masuk menjadi
- perbincangan bahan perbincangan para
- politisi baik yang mendukung ataupun
- yang mempertahankan sehingga makin tidak
- jelas ee apa besarannya besarannya
- jumlahnya seberapa defisit itu akhirnya
- menjadi tidak relevan lagi karena sudah
- masuk ke dalam arena politik. Tapi bagi
- akademisi, bagi orang-orang yang punya
- kepentingan terhadap data ini memang
- harus diperoleh secara faktual ya,
- benar-benar valid. Sehingga e defisit
- ini kalaupun ada harus kita lakukan
- berbagai cara bagaimana supaya kita
- menghadapi itu dan bagaimana
- menyelamatkan kepada negara kita. Karena
- defisit ini apabila terjadi di anggaran
- ya anggaran artinya penerimaan negara
- dan pengeluaran negara tidak sama lebih
- besar pengeluaran lebih besar pasar
- daripada tiang maka negara ini akan
- menutup defisit anggaran itu dengan
- utang dan utang dan utang. Akhirnya
- generasi kita ini hanya diwariskan utang
- oleh generasi sebelumnya. Yang kedua
- adalah apabila defisit ini terjadi di
- dalam neraca perdagangan dan ini sudah
- kita alami 2 tahun terakhir ini dengan
- melihat bahwa rupiah menjadi mata uang
- yang terburuk dua di Asia. H ada tiga.
- Ada yang mengatakan dua, ada yang tiga.
- Pokoknya salah satu di antara dua itu.
- Oh itu buruk terburuk ya. Performance
- terbuk mata uang di Asia ini. Ini apa
- namanya? ee terjadi karena defisit dalam
- ee perdagangan itu. Oleh karena itu,
- maka defisit ini walaupun memang ada
- harus di ee kelola dengan baik sehingga
- ee apapun yang kita lakukan dalam rangka
- mengelola defisit tersebut itu tetap
- mempertahankan momen pertumbuhan, momen
- ee gerakan ekonomi kita ini sehingga
- mayoritas masyarakat, warga negara kita
- ini tidak lagi ee terkena dampaknya ya.
- meskipun itu mustahil ya kita sudah
- terkena dampaknya ini, tapi kita
- menghimbau kita mempunyai suatu himbauan
- agar supaya ini dikeluar dengan baik dan
- tetap fokusnya adalah bagaimana supaya
- sebagian besar masyarakat Indonesia itu
- tetap bisa makan tiga kali, tetap bisa
- membeli pakaian yang dibutuhkan dan lain
- sebagainya, tetap bisa sekolah, tetap
- bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dan
- lain sebagainya. Jangan sampai apabila
- defisit yang besar tadi akan meningkat
- terus dan kemudian akhirnya makan tiga
- kali juga enggak bisa, beli pakaian yang
- cukup juga enggak bisa, sekolah juga
- enggak bisa, pelayanan kesehatan
- akhirnya enggak bisa. Nah, ini
- nauzubillah minzalik ya. Jadi harus
- dikelola dengan baik dan kalau dalam
- ekonomi Islam itu banyak cara ya. Yang
- paling utama adalah kita menggunakan
- zakat ya. Iya. Dan ini sayangnya belum
- diintegrasikan ke dalam APBN kita
- sehingga ee kita tidak tahu performance
- zakat itu bagaimana karena kita tidak
- bisa belum bisa mengelola dengan baik.
- Kita belum bisa menaksir berapa jumlah
- ee yang akan dapat kita kumpulkan dalam
- setahun. Walaupun survei menunjukkan ada
- sekitar R22 triliun, tapi itu semuanya
- belum bisa kita inikan, belum kita bisa
- peroleh karena yang faktual baru sekitar
- 1% ya 20 ee 10 20 triliunan sekitar itu
- ya yang belum apa-apa ya dibandingkan
- dengan yang seharusnya masih kecil
- sekali. Selain daripada itu ada lagi
- yang non wajib seperti wakaf, sedekah
- dan lain sebagainya. banyak sekali yang
- itu bisa kita pakai untuk memberikan
- bantuan kepada ee dampak yang terjadi
- karena defisit baik itu defisit anggaran
- maupun defisit ee neraca perdagangan.
- Jadi Islam banyak cara tapi gak pernah
- disentuh ya ya harusnya disentuh ya
- apalagi negara kita mayoritas muslim
- ini. Betul ustaz. Iya terima kasih. Saya
- kira itu Mas Angangga ya. Baik. Ee
- demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala, kajian ekonomi
- Islam di kesempatan kali ini bersama
- Ustaz Yohan Basri. Semoga apa yang
- beliau sampaikan bermanfaat bagi kita
- semua. Terima kasih banyak Pak Ustaz
- telah hadir di studio. Semoga kita di
- minggu depan bisa siaran kembali.
- Ikhwanat jangan lupa simak selalu
- ekonomi Islam bersama Ustaz Iwan Basri
- dari Dewan Syariah Nasional setiap hari
- Selasa mulai jam 09.00 pagi hanya di
- radio silaturahim untuk Islam yang satu.
- Saya Angga Aminuddin ditemani oleh
- Muhammad Ondi, ada juga Nana Nurdiana
- dan Anis Mualim. Undur diri. Billahi
- taufik wal hidayah.
- Subhanakallahummahamdika asadu alla
- ilahailla anta astagfiruka waubu ilaik.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- Yeah.