Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:21 Bismillahirrahmanirrahim. 0:23 Assalamualaikum warahmatullahi 0:24 wabarakatuh. 0:24 Waalaikumsalam. 0:26 Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad 0:28 wa ala Sayyidina Muhammad. Alhamdulillah 0:30 kita berjumpa lagi di pagi hari ini, 0:31 pagi yang begitu cerah untuk acara 0:34 Ulumul Quran bersama Ustaz Husin Al 0:36 Attas dan Ustaz Otong Surasman. 0:39 Alhamdulillah beliau sudah ada di sini 0:40 di gazebo kediaman Ustaz Husin Al Attas. 0:43 Di sini juga ada Neza yang megang 0:45 kamera, juga Candra 0:47 ee dan Bima. 0:50 Ee baik, acara ini juga disiarkan ke 0:52 Radio Latansa Sukabumi, Radio Sela FM di 0:55 Batam, Radio Habibullah di Banyuwangi, 0:58 Radio 1:00 Rusiana Number One di Semarang, Radio 1:02 Madinah di Pontianak, Radio Rasa di 1:05 Palembang, Radio Almas di Magelang, 1:08 Radio Rasio Mercy di Yogyakarta dan 1:11 Radio Komunitas di Bondowoso. 1:14 Assalamualaikum Ustaz Husin, Ustaz 1:15 Waalaikumsalam, Ustaz Otong. 1:17 Baik, kita mulai acara ini dengan 1:18 membaca Al Fatihah. 1:20 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:27 Bismillahirrahmanirrahim. 1:34 Alhamdulillahirobbil 1:37 alamin. 1:39 Arrahmanirrahim. 1:43 Maliki yaumiddin. 1:47 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 1:54 Ihdinash shirothol 1:56 mustaqim. 3:50 dalam Alquran itu paling tidak ada 3:51 empat, ya. Manusia sebagai Bani Adam, 3:54 ya, keturunan Nabi Adam, kemudian 3:57 basyar, ya. 3:59 Manusia 4:00 dilihat dari sisi eh fisiknya, kemudian 4:04 manusia sebagai anas makhluk sosial dan 4:06 manusia sebagai al insan adalah makhluk 4:08 spiritual. 4:11 Eh, saya ingin mengantarkan agar kita 4:14 kembali 4:16 sebagai manusia, ya. Karena manusia itu 4:19 adalah merupakan makhluk yang paling 4:20 mulia, ya. 4:22 Yang paling utama, yang paling unggul 4:24 ketika manusia itu bisa mempertahankan 4:27 kepribadian sebagai manusia, tetapi 4:30 ketika keluar dari manusia 4:32 maka muncullah, ya, manusia itu berubah, 4:35 ya, walaupun bentuknya tetap manusia, 4:37 tetapi ada berubah manusia menjadi bab 4:40 satu, ya, Habib, ya. Ada manusia sebagai 4:43 kera, ya, sebagai 4:45 baqarah dan lain-lainnya itu. Tentunya 4:47 kita bagaimana supaya kita eh tetap 4:50 menjadi manusia. 4:52 Nah, dalam konteks eh ayat Quran 4:55 diberikan beberapa informasi eh agar 4:57 kita tetap menjadi manusia, ya. Misalkan 5:00 dalam surah Al Baqarah ayat 21 5:03 setelah dijelaskan eh golongan 5:06 manusia, yaitu sebagai muttaqin, ya, 5:08 orang yang bertakwa, kemudian 5:10 orang-orang kafir, dan orang-orang 5:12 munafik. 5:13 Begitu sangat jelas, ya. Nah, melalui eh 5:16 panggilan ya ayyuhannas, ya, eh 5:19 dipanggil oleh Allah sebagai manusia 5:21 sebagai makhluk sosial, bagaimana agar 5:24 kembali untuk beribadah kepada Allah. 5:27 Sebagaimana eh 5:29 orang-orang terdahulu juga 5:31 beribadah kepada Allah, ya, sehingga 5:33 mencapai apa? Mencapai predikat 5:36 la'allakum tattaqun, menjadi orang-orang 5:38 yang bertakwa. 5:39 Nah, kemudian disambungkan lagi dengan 5:41 surah Al Baqarah ayat 168 5:43 di situ juga diberikan penjelasan, ya, 5:45 sangat luar biasa 5:47 ini agar menyadarkan kita sebagai 5:51 manusia sebagai Anas makhluk sosial 5:54 agar ketika mencari usaha upaya ya untuk 5:58 menghidupi keluarga kita ya 6:01 itu dengan cara halalan toyiban 6:05 ini bagaimana ya Indonesia nih 6:07 halalan toyibannya kemana gitu ya Bib ya 6:09 kemudian pada surah eee 6:12 masih 168 Al Baqarah juga itu dilarang 6:15 untuk mengikuti langkah-langkah setan 6:19 sesungguhnya setan itu adalah musuh yang 6:21 nyata tetapi kenapa sekarang justru 6:23 banyak yang menjadi teman-teman setan ya 6:26 dengan tidak menggunakan akal pikirannya 6:29 ya tidak menggunakan rasa kemanusiaannya 6:32 ya 6:33 berbagai macam hukum diputarbalik 6:35 misalkan ya kezaliman-kezaliman sekarang 6:38 berkembang begitu sangat luar biasa 6:40 ini berarti kan sudah keluar daripada 6:42 kemanusiaannya 6:44 sehingga di dalam surah An Nisa 6:46 ayat pertama itu dikembalikan bahwa 6:48 manusia itu kan asalnya dari diri yang 6:50 satu gitu maksudnya di sini 6:51 diperintahkan agar manusia itu kembali 6:54 untuk bersatu bersama saling menyayangi 6:57 ya saling mengasihi bukan saling 7:00 menzalimi nah ini sebagai pengantar ya 7:03 nanti diperjelas oleh guru kita Habib 7:04 Sholeh Alatas agar kita kembali 7:06 menyadari bahwa 7:08 kita sebagai manusia 7:10 harusnya seperti apa gitu 7:13 nah 7:13 manusia adalah dari makhluk sosial 7:16 berarti mempunyai tanggung jawab sosial 7:19 bagaimana agar kita itu dari sisi hukum 7:21 ya para penegak hukum harus mampu 7:24 menegakkan hukum dengan seadil-adilnya 7:26 dengan sebenar-benarnya kemudian juga 7:28 yang penting itu adalah bagaimana agar 7:30 kita saling mengasihi saling menyayangi 7:33 ya kalau dalam bahasa Sunda Habib itu 7:35 silih asah silih asih silih asuh gitu 7:37 Habib ya jadi kebersamaan ini 7:39 mudah-mudahan Indonesia ke depannya 7:41 betul-betul mempunyai manusia yang 7:43 mempunyai karakter yang sangat baik ya. 7:46 Terima kasih, assalamualaikum 7:47 warahmatullahi wabarakatuh. 7:50 Waalaikumsalam warahmatullahi 7:52 wabarakatuh. 7:55 Audzubillahiminasyaitanirrajim. 7:59 Bismillahirrahmanirrahim. 8:02 Alhamdulillahirobbil alamin. 8:06 Hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fihi 8:10 kama yuhibbu robbuna wa yargho. 8:15 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 8:18 abdika wa rosulika sayyidina 8:22 wa nabiyyina Muhammadin wa alihi wa 8:25 shohbihi wasallim. 8:29 Subhanaka la ilmalana illa ma allamtana. 8:34 Innaka antal alimul hakim wala haula 8:37 wala quwwata illabillahil aliyil adzim. 8:45 Robbana zidna ilman walhikna bisholihin. 8:48 Waj'allana lisanashidqin 8:51 fil akhirin. 8:53 Waj'alna min warotsati jannatin na'im. 8:56 Wala tukhzina yaumaddin yauma la yanfa'u 9:00 malun 9:01 wala banun illa man atallaha biqolbin 9:06 salim. 9:08 Allahumma alimna ma yanfa'una wanfa'na 9:11 bima allamtana. 9:13 Amma ba'du ikhwan akhwat 9:16 pendengar 9:18 pemirsa 9:20 yang dirahmati Allah Ustad Ato 9:24 begitu pula Ustad Muhammad Kris 9:27 Neiza, seluruh kru Rosyid dan anak-anak 9:30 kita yang sedang melakukan PKL yang 9:32 menemani kita pagi hari ini. 9:35 Seluruh kaum muslimin muslimat, seluruh 9:38 anak bangsa Indonesia. 9:42 Salamullahi alaikum jamian 9:44 warahmatullahi wabarakatuh. 9:51 Apabila kita berbicara mengenai manusia 9:55 dalam Alquran 9:58 kita akan temukan Allah subhanahu wa 10:00 taala mempergunakan beberapa 10:04 kata dan nama. 10:06 Al-ins 10:09 Al-insan 10:11 An-nas, Al-basyar. 10:15 Kemudian Allah subhanahu wa taala 10:17 kaitkan mereka semua sebagai Bani Adam, 10:20 anak-anak Adam. 10:22 Dan ibu mereka adalah 10:24 Hawa alaihimas salatu wassalam. 10:29 Lalu kita ingin tahu dan memahami maksud 10:32 dari setiap nama tadi. 10:35 Yang pertama Al-ins. 10:37 Sebagaimana 10:40 yang telah kita paparkan sebelumnya 10:43 kata Al-ins atau Al-uns 10:47 itu untuk menggambarkan apa? 10:49 Menggambarkan sesuatu yang ramah 10:52 yang akrab 10:54 bagi hewan yang jinak ya 10:56 yang tidak bersifat buas. 10:59 Oleh karena itu dengan menambahkan ya 11:01 nisbah insi 11:04 ya 11:05 itu menunjukkan apa? 11:07 Hewan dan makhluk yang jinak 11:09 yang tidak bersifat buas. 11:15 Allah subhanahu wa taala ketika 11:17 menyebutkan Al-ins 11:19 di sampingnya Allah subhanahu wa taala 11:21 menyebutkan Al-jin. 11:24 Yaitu 11:26 dua makhluk 11:29 yang berbeda asal usulnya. 11:31 Satu Al-ins yang diciptakan Allah 11:33 subhanahu wa taala dari sari-sari pagi 11:35 tanah. 11:37 Sedangkan kakek dan nenek mereka 11:38 langsung diciptakan dari tanah. 11:40 Sedangkan al-jin diciptakan Allah 11:43 subhanahu wa taala dari api. 11:45 Khalaqal insana min salsalin kal fakhar 11:48 wa khalaqal janna min marijim min nar. 11:52 Jadi al-ins, ya. 11:54 Sebetulnya mengisyaratkan kepada 11:56 keluarga besar manusia atau bangsa 11:58 manusia. 12:01 Yang 12:02 Allah subhanahu wa taala ciptakan mereka 12:06 sebagai makhluk sosial. 12:09 Ya. 12:10 Yang memiliki rasa cinta. 12:13 Memiliki rasa sayang. 12:16 Kemudian ingin dekat dan berinteraksi 12:18 dengan sesamanya. 12:20 Membangun kehidupan yang penuh dengan 12:23 keharmonisan dan kecintaan. Itu 12:25 merupakan karakteristik manusia yang 12:27 asli. 12:31 Jiwa mereka penuh dengan kelembutan, 12:33 keramahan, kecintaan, keakraban, ya. 12:38 Dan ingin membangun kehidupan sosial di 12:40 atas nilai-nilai tersebut. 12:44 Dan mereka diciptakan Allah subhanahu wa 12:46 taala dari saripati tanah. 12:49 Juga untuk mengingatkan diri mereka yang 12:51 berasal dari asal-usul yang begitu 12:53 rendah. Lalu Allah muliakan mereka. 12:57 Atas kebanyakan makhluknya hingga 13:00 mataharinya, bulannya. 13:03 Begitu pula hewan-hewannya, satwa di 13:05 lautan. 13:08 Semua diciptakan untuk melayani manusia. 13:10 Huwalladzi khalaqa lakum ma fil ardhi 13:13 jami'a. Dan Allah menerangkan kemuliaan 13:15 manusia. 13:17 Bukan hanya sebagian. 13:19 Tapi seluruh manusia apapun suku mereka, 13:21 bangsa mereka, warna kulit mereka. 13:25 Semua adalah 13:26 makhluk yang menerima kemuliaan dari 13:29 Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 13:31 Oleh karena itu manusia harus menjaga 13:33 martabat, kehormatan, kemuliaan yang 13:35 Allah berikan. 13:36 Jangan membiarkan dirinya terinjak-injak 13:38 dan kita pun dilarang untuk 13:40 menginjak-injak 13:41 atau menodai kehormatan dan martabat 13:44 saudara kita sesama manusia. 13:49 Allah mengharamkan atas dirinya 13:50 kezaliman, oleh karena itu Allah tidak 13:52 akan menerima kezaliman yang terjadi 13:54 dari seseorang kepada saudaranya. 13:58 Jadi kata Al Ins ini menggambarkan apa? 14:01 Makhluk, ya. 14:03 Yang 14:04 memiliki rasa cinta, ingin dicinta, 14:08 memiliki rasa kasih sayang juga ingin 14:10 mendapatkan hal tersebut. Di saat mereka 14:13 mendapatkan semua ini, hidup dalam 14:15 keharmonisan, maka mereka akan menemukan 14:17 kebahagiaannya. 14:19 Tapi kalau mereka hidup terjerumus 14:21 bagaikan hewan-hewan dan binatang buas, 14:24 maka mereka akan kehilangan kebahagiaan 14:26 hidup mereka. 14:27 Hidup mereka akan berubah menjadi apa? 14:29 Neraka. 14:31 Dalam kehidupan rumah tangga di saat 14:33 pasangan suami istri masing-masing 14:35 menjalankan kewajibannya, 14:37 menyayangi satu sama lain, mendidik anak 14:41 mereka, mereka akan menemukan 14:42 kebahagiaan walaupun hidup dalam 14:44 kesederhanaan, tinggal di sebuah gubuk 14:46 yang kecil. 14:47 Tapi di saat 14:49 salah satunya tidak menjalankan 14:51 kewajibannya, mengabaikan hak 14:52 pasangannya, 14:54 mengabaikan juga anak-anaknya, walaupun 14:56 mereka diberikan kekayaan, mereka tidak 14:58 akan merasakan kebahagiaan. 15:00 Berarti karakteristik manusia ini apa? 15:04 Manusia ini makhluk sosial yang penuh 15:06 kelembutan, penuh kasih sayang, 15:08 mencintai apa? Kebajikan dan kebenaran. 15:12 Nah ini yang ditegaskan Allah dalam 15:14 firman-Nya. 15:16 Laqad khalaqnal 15:18 insana fi ahsani taqwim. Sesungguhnya 15:22 kami menciptakan makhluk ya 15:25 yang bernama insan yang terdiri dari 15:27 pasangan pria dan wanita. 15:30 Al insan merupakan kata musanna dari al 15:33 ins. 15:35 Jadi asalnya al ins kemudian ditambahkan 15:38 alif dan nun ya 15:40 menjadi apa kata musanna. 15:42 Kata yang menunjukkan arti ganda. 15:45 Karena manusia tidak cukup hanya pria. 15:48 Tidak cukup juga hanya wanita baru 15:49 menjadi manusia disaat apa? Mereka 15:53 berpasangan, mereka berkembang biak, 15:55 mereka saling mengasihi, mereka bekerja 15:58 sama. Jadi Allah ciptakan makhluk yang 16:00 bernama insan ini 16:02 dalam keadaan berpasangan untuk bekerja 16:05 sama. 16:09 Mungkin orang mengatakan kenapa kok 16:12 kalau betul-betul dia kata musanna 16:14 kenapa 16:16 pada saat dalam keadaan objek ya tidak 16:18 berubah dari alif dan nun menjadi ya dan 16:20 nun. 16:21 Kan biasanya walakod kholaknal insaini. 16:24 Karena musanna kan? 16:26 Karena 16:28 al insan di sini walaupun dia 16:30 menunjukkan arti ganda karena sebetulnya 16:32 mereka satu. Mereka sa 16:35 mereka satu hingga menjadi nama bagi 16:38 pasangan pria dan wanita dari keluarga 16:41 besar umat manusia. 16:45 Nah Allah subhanahu wa taala ciptakan 16:47 mereka berpasangan mengapa? 16:49 Allah sebutkan wamin ayatihi an kholaqo 16:52 lakum min anfusikum azwajan litaskunu 16:56 ilaiha. 16:57 Waja'ala bainakum mawaddatan warohmah 17:01 inna fi dzalika laayati liqoumi 17:03 yatafakkarun. 17:06 Dari ayat-ayat kebesaran Allah subhanahu 17:08 wa taala 17:10 Allah menciptakan min anfusikum 17:13 bukan dari jenis yang lain. 17:15 Heem. Kalau dari jenis yang lain, ya, 17:19 tidak akan ada kecocokan. Tapi dari 17:21 jenis yang sama, dari asal-usul yang 17:23 sama, 17:24 Allah subhanahu wa taala ciptakan 17:26 pasangan kalian. 17:29 Lalu untuk merekat, untuk apa? Merekat 17:32 hati keduanya, waja'ala bainakum 17:35 mawaddatan ilaiha. 17:38 Untuk membuat kalian sepasang anak 17:40 manusia yang diciptakan dari asal-usul 17:42 yang sama, 17:43 juga memiliki persamaan dalam jiwa, 17:46 Iya. 17:47 karena diciptakan juga apa? 17:48 Dari jiwa yang sama, ya, 17:51 terbelah, saling melengkapi satu dengan 17:55 lainnya. 17:56 Kalau kita membelah, katakan, 17:58 apel, 17:59 Heem. 18:00 sebelah, ya, begitu kita satukan kembali 18:02 dengan pasangan, dia akan menyatu. 18:04 Begitu juga manusia. 18:05 Heem. 18:06 Agar kalian, ya, dengan berpasangan ini, 18:10 di bawah naungan Allah subhanahu wa 18:12 taala dan bimbingannya, kalian merasakan 18:15 kenyamanan, 18:16 ketenteraman, kedamaian yang menjadi 18:19 pendukung bagi kalian untuk menghadapi 18:23 tantangan kehidupan. 18:25 Dalam bahtera rumah tangga yang kokoh, 18:27 mengarungi samudra kehidupan akan terasa 18:29 damai. 18:31 Asal mereka yang di dalam bahtera 18:33 bekerja sama. 18:36 Jadi kata sakinah ini sebetulnya 18:38 anugerah Allah yang amat besar. 18:41 Kalau kekayaan, 18:43 kedudukan, 18:45 Iya. 18:46 kemewahan, Allah berikan bagi yang 18:48 beriman, berikan bagi yang kafir. Tapi 18:50 kalau sakinatul nafsi, hanya khusus 18:53 karunia Allah bagi yang beriman. 18:55 Heem. 18:55 Sebagaimana dalam suratul fath, fatah, 18:58 huwalladzi 19:00 anzalas sakinata fi qulubil mukminin 19:03 liyazdad 19:05 imanan ma imanin. 19:07 Walillahi junudus samawati wal ard wa 19:10 kanallahu aliman hakima. 19:14 Dialah Allah 19:16 yang menurunkan as sakinah, rasa 19:18 tentram, damai, nyaman 19:21 fi qulubil mukmin, di hati orang yang 19:23 beriman. Di mana Allah tidak akan 19:25 turunkan di luar orang yang beriman. 19:29 Karena yang beriman bersandar kepada 19:31 Allah yang Maha Kuasa, langit bumi dalam 19:33 genggamannya di saat mereka mengarungi 19:35 kehidupan bersama Allah, Allah akan 19:37 melindungi mereka. 19:39 Agar iman mereka dari waktu ke waktu 19:41 bertambah dan tumbuh. 19:43 Kepunyaan Allah bala tentara langit dan 19:46 bumi yang kuasa melindungi dia 19:48 menghadapi berbagai macam ancaman. 19:51 Sungguh Allah Maha Tahu lagi Maha 19:54 bijaksana. 19:56 Jadi yang bersama Allah 19:57 dalam keadaan apapun dia tidak akan sama 19:59 sekali merasa apa? Takut dan sedih. 20:02 Baik hidup bebas atau katakan terpenjara 20:05 karena mempertahankan kebenaran, dia 20:07 tidak akan bergelisah. 20:10 Tapi kalau dia 20:11 berbuat kejahatan, penyimpangan walaupun 20:14 dalam keadaan bebas walaupun dalam 20:16 keadaan di atas, hidup mereka akan terus 20:19 dihantui oleh ketakutan. 20:21 Dan tidak mungkin dia mampu untuk 20:22 melarikan diri. Ke mana dia akan 20:24 melarikan diri dari bala tentara takut 20:27 yang menyerang mereka dan tidak bisa 20:29 sama sekali apa? 20:31 Tidak bisa dia bendung oleh kekuatan 20:32 apapun. Dia masuk ke dalam hati manusia, 20:35 menimbulkan keresahan, kegelisahan, 20:37 menghilangkan kenikmatan hidupnya. 20:40 Oleh karena itu manusia yang paling 20:41 damai 20:42 yang selalu menjaga kedamaian dan tidak 20:45 melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak 20:47 benar. 20:47 Dia tidak merasa takut tidak merasa 20:49 bergelisah. Tapi kalau orang yang 20:51 melakukan kejahatan 20:54 yang berbuat tidak benar bertentangan 20:55 dengan nuraninya 20:57 sedang tidur dengar suara ketok pintu 20:59 dia takut. 21:00 Seperti Jamal Abdul Nasir Presiden Mesir 21:03 yang melakukan pembantaian terhadap 21:05 sekian banyak orang-orang tidak berdosa 21:09 itu dikabarkan Jamal di luar gagah 21:12 pidatonya berapi-api tapi seorang yang 21:15 paling kecil hatinya kalau tidur tidak 21:17 pernah meninggalkan pistol 21:20 di tangannya 21:22 dengar suara klotak langsung dia siapkan 21:24 senjatanya 21:25 bahkan tidak percaya pada orang yang 21:27 dekat dengan dirinya 21:31 ini ketakutan 21:40 kami akan masukkan ke dalam hati 21:42 orang-orang yang kafir yang ingkar 21:44 kepada Allah ar-ru'b bukan hanya khauf 21:47 tapi ar-ru'b ar-ru'b ini mengerikan 21:48 lebih mengerikan dari takut 21:51 kami akan masukkan dalam hati mereka 21:53 ar-ru'b ya 21:55 karena mereka mempersekutukan Allah 21:58 dengan sesuatu tanpa dasar kebenaran 22:02 begitu orang 22:04 mempersekutukan Allah Allah akan 22:05 mengabaikan dirinya siapa yang kuasa 22:07 melindunginya 22:10 oleh karena itu 22:12 sakinatun nafsi ya 22:15 yang Allah anugerahkan bagi kita pada 22:17 saat kita berjalan dalam kebenaran dan 22:19 keridhoan Allah merupakan karunia yang 22:21 tak terhingga begitu juga pasangan suami 22:24 istri yang dalam hati masing-masing 22:26 terdapat sakinatun nafsi pasti akan 22:29 menumbuhkan cinta 22:30 akan bekerja sama untuk saling asah asuh 22:33 dan asih 22:35 ini merupakan kenikmatan hidup bertemu 22:39 terasa indah berpisah terasa rindu 22:43 masing-masing berusaha untuk menjaga 22:45 kehormatan pasangannya menjaga amanat 22:48 yang diamanatkan pada mereka ada yang 22:50 lebih indah dari ini 22:52 tapi sayang orang memahami kebahagiaan 22:54 hidup dengan 22:56 berhias bersolek ke salon kendaraan 22:58 mewah rumah-rumah mewah berkeliling 23:01 dunia mereka anggap seolah-olah apa? 23:04 Bahagia. 23:05 Padahal 23:06 kesedihan, kedukaan, kegelisahan di hati 23:08 mereka, mereka tidak mampu hapuskan. Ke 23:10 mana mereka pergi? Walaupun dalam istana 23:12 yang megah, hati mereka tidak akan 23:14 pernah tentram kecuali kalau berjalan 23:16 dalam kebenaran. 23:20 Jadi kembali kepada kata al-ins ya, kita 23:23 lihat ya. 23:25 Allah subhanahu wa taala gunakan kata 23:28 al-ins 23:29 dalam Alquran selalu berdampingan dengan 23:32 kata jin. 23:34 Qul la inijtama'atil 23:36 insu wal jinnu ala anya'tu bimitsli 23:39 hazal Quran layak tuna bimitslihi walau 23:42 kana ba'duhum liba'din dzohiro. 23:45 Ya ma'syaral jinni wal ins inistato'tum 23:49 antangfuzu min aqtoris samawati wal ard 23:53 fangfuzu. 23:55 La tangfuzuna illa bisulton. 23:59 Wahai manusia, wahai jin dan manusia. 24:03 Kalau kalian mampu 24:05 untuk menerobos penjuru langit dan bumi 24:08 maka apa? 24:10 Maka silakan kalian menerobos. 24:13 Silakan kalian melepaskan diri kalian 24:15 dari penjuru langit dan bumi yang 24:17 merupakan kerajaan Allah. 24:18 Tapi kalian tidak akan mampu melakukan 24:20 kecuali kalau kalian memiliki sulton 24:22 yang sama dengan kekuasaan Allah. 24:25 Ada sebagian ahli tafsir mengatakan ini 24:26 bukti bahwa manusia telah sampai ke 24:28 bulan. 24:29 Bulan itu hanya bagian dari apa? 24:32 Jin masih dekat ya. 24:33 Masih merupakan langit terdekat kita. 24:35 Jaraknya juga ter matahari kita pun ya 24:38 merupakan apa? 24:40 Matahari yang berada di langit yang 24:42 terdekat. Ini bicara mengenai penjuru 24:44 langit dan bumi. 24:46 Kalian mampu untuk melarikan diri dari 24:48 kekuasaan Allah? Tidak akan mampu. 24:51 Siapapun juga baik dia orang yang paling 24:54 berkuasa, pemimpin negara super power 24:56 tidak akan mampu melarikan diri. 25:01 Jadi perintah di sini fanfudhu li ta'jiz 25:03 untuk menggambarkan betapa lemahnya 25:05 kalian. 25:08 La tanfuduna illa bisultan. Fabi ayyi 25:10 ala i rabbikuma tukadziban. Kenapa ayat 25:13 ini yang berisikan ta'jiz kok disebutkan 25:16 tentang nikmat Allah? Karena bagi yang 25:18 beriman 25:19 disaat mereka tahu bahwa tidak ada orang 25:22 yang bisa lari dari cengkraman Allah, 25:23 mereka merasa aman. 25:25 Kalau dizalimi di dunia 25:27 mereka akan menuntut bagian mereka di 25:29 hari akhirat nanti. Tidak akan ada yang 25:30 hilang. 25:33 Jadi kembali kata al ins itu untuk 25:35 menggambarkan makhluk sosial yang penuh 25:37 kelembutan, penuh keakraban, penuh 25:39 kecintaan, mencintai kebenaran dan 25:42 kelurusan. 25:44 Nah, Allah tegaskan hal ini dalam 25:45 suratut tin. 25:48 Laqod kholaqnal 25:50 insana 25:52 fi ahsani taqwiim. 25:54 Kami telah menciptakan pasangan manusia 25:57 ini. 25:59 Dari kakek nenek kita kemudian turun ke 26:02 bawah berkembang biak, bersuku-suku, 26:04 berbangsa-bangsa. 26:06 Pertama kali Allah ciptakan mereka 26:09 Allah ciptakan mereka dalam keadaan 26:11 lurus, penuh keseimbangan. Fi ahsani 26:14 taqwiim. 26:15 Rasulullah memperkuat ya dengan 26:18 keterangannya kullu mauludin yuladu ala 26:20 fitrah. Tiap maulud, anak yang lahir 26:23 diciptakan Allah subhanahu wa ta'ala ala 26:26 fitrah. 26:28 Al fitrah apa? 26:30 Menggambarkan keadaan dia yang masih 26:33 suci, bersih pada saat dia pertama kali 26:36 keluar dari tangan Allah subhanahu wa 26:38 ta'ala. 26:41 Jadi tiap anak lahir, bapaknya mukmin 26:43 atau musyrik ya, bapaknya seorang 26:45 penjahat atau orang baik-baik, anak baik 26:47 keluar dalam keadaan fitrah. 26:52 Pengaruh pendidikan orang tuanya, 26:55 pengaruh lingkungannya, ini yang 26:57 menodai, mencemarkan kebersihan jiwa. 27:01 Oleh karena itu untuk membimbing manusia 27:03 agar tidak terjerumus ya, dalam lembah 27:06 kehinaan, Allah utus Rasulnya, turunkan 27:08 kitabnya. 27:11 Utus Rasulnya dan turunkan kitabnya, 27:14 berikan mereka akal untuk berpikir. 27:18 Laqad khalaqnal insana fi ahsani taqwim. 27:21 Bukan hanya dalam keadaan lurus, bahkan 27:23 Allah sebutkan dalam keadaan yang 27:25 sebaik-baiknya, yang selurus-lurusnya 27:28 dan semurni-murninya. 27:30 Menggunakan kata ahsan. 27:32 Tapi bersama perjalanan waktu, 27:36 dari apa? Interaksi manusia dengan 27:39 lingkungannya, banyak dari mereka yang 27:41 tercemar 27:43 oleh apa? Oleh hal-hal yang buruk. 27:47 Oleh karena itu Allah sebutkan ya, 27:50 berikutnya summa dalam bahasa Arab, 27:52 summa ini untuk menjelaskan waktu yang 27:54 panjang. 27:55 Kalau kita menggunakan jeda yang pendek, 27:58 kita menggunakan fa. 28:00 Jaa 28:02 Muhammadun 28:03 fa Abu Bakrin. 28:05 Fa untuk menjelaskan susul menyusul. 28:08 Tapi kalau menggunakan summa untuk 28:10 menjelaskan ada jarak panjang. 28:14 Kemudian kami terbalikkan manusia, yang 28:16 tadinya keluar dari tangan kami dalam 28:18 keadaan yang sebaik-baiknya ke dalam 28:20 keadaan yang serendah-rendahnya. 28:23 Lalu orang bertanya, 28:24 kalau Allah membalikkan hamba ini yang 28:26 tadinya fi ahsani taqwim, berarti dia 28:28 tidak bertanggung jawab dong. 28:30 Salah. 28:31 Allah lakukan hal ini sebagai hukuman 28:34 atas dirinya yang menyimpang dari jalan 28:37 dan petunjuk Allah. Buktinya apa? Ayat 28:39 berikutnya. 28:41 Illalladzina amanu wa amilus shalihat. 28:45 Kecuali orang yang beriman dan tetap 28:47 dalam kemanusiaannya mengerjakan amal 28:49 saleh. 28:51 Berarti apa? Maksud dari ayat sebelumnya 28:54 kemudian kami terbalikkan mereka yang 28:57 ingkar 28:58 yang berbuat kejahatan menuju asfal 29:02 safirin dari tempat yang tadinya begitu 29:04 mulia karena kejahatan yang mereka 29:06 lakukan. Adapun yang beriman dan beramal 29:08 saleh, yang bersyukur pada Allah, Allah 29:10 pelihara dan jaga diri mereka fi ahsani 29:13 taqwim. 29:17 Fama yukadzibuka ba'du biddin. Lalu 29:21 apalagi yang membuat kamu ingkar, 29:23 mendustakan keadilan Allah dalam 29:26 balasannya, dalam hukumannya. 29:30 Begitu pula di hari akhirat nanti. 29:32 Alaisallahu bi ahkamil hakimin, bukankah 29:34 Allah subhanahu wa ta'ala yang 29:37 sebijaksana-bijaksananya, 29:39 seadil-adilnya dalam memberikan 29:41 keputusan. 29:44 Jadi kita lihat ya 29:45 pertama Allah menjelaskan manusia 29:48 sebagai apa? Jenis makhluk sebagai 29:51 bangsa. 29:53 Mereka berbeda dengan jin baik dalam 29:56 apa? Dalam penciptaan mereka, asal-usul 29:59 mereka ya. 30:03 Allah subhanahu wa ta'ala tidak 30:05 menceritakan secara detail mengenai 30:07 kehidupan jin dan mereka juga sama 30:09 dengan kita menerima amanat dan taklif 30:13 dijadikan Allah sebagai khalifah di muka 30:15 bumi tapi dalam apa? Kehidupan yang 30:18 berbeda. Di mana kehidupan manusia 30:20 berbeda dengan kehidupan bangsa jin. 30:22 Kita hanya tahu sedikit mengenai mereka, 30:24 sedangkan selebihnya merupakan hal yang 30:26 gaib bagi kita. 30:32 Jadi kita lihat dari akar kata tadi 30:34 menggambarkan bahwasanya 30:36 al ins, makhluk yang bernama al ins ini 30:39 adalah makhluk ya 30:41 yang penuh kelembutan, kehangatan, 30:43 keakraban. 30:45 Oleh karena itu saya ya 30:47 Kalau memiliki teman yang menjadi 30:49 penghibur saya kalau lagi sumpek, lagi 30:51 jemu, lagi jenuh namanya Anis, fulan 30:54 Anisi, si fulan penghibur saya. 30:58 Orang-orang Hadramaut mengatakan Allah 31:00 ya anniskum bimaji alwalad, semoga Allah 31:03 membuat kamu senang, gembira dengan 31:04 kedatangan anak kamu. 31:06 Dijawab oleh mereka wabikumul unus. 31:09 Demikian pula kalian juga mudah-mudahan 31:11 merasakan hal yang sama. 31:13 Jadi 31:14 kalau manusia 31:16 yang Allah ciptakan dalam keadaan yang 31:18 sebaik-baiknya 31:20 dalam kelurusan, 31:22 dalam kebenaran, mencintai kebajikan ya 31:26 memiliki rasa asih ya dalam hati mereka, 31:30 kalau mereka melakukan tindakan-tindakan 31:32 yang buas berarti keluar dari 31:33 kemanusiaannya. 31:35 Siapa yang mengeluarkan? Allah apa 31:37 dirinya? Dirinya dengan 31:39 langkah-langkahnya. 31:41 Oleh karena itu kejadian yang kita 31:43 jumpai ya beberapa waktu yang lalu 31:46 ketika aparat kepolisian tanpa 31:48 menggunakan pakaian resmi mereka 31:51 melakukan penembakan terhadap enam orang 31:54 laskar FPI yang tidak bersenjata. 31:59 Yang tidak memiliki senjata dan tidak 32:02 sama sekali melakukan kejahatan, tidak 32:04 melakukan pencurian, perampokan atau 32:05 menimbulkan ketakutan kan di tengah 32:07 malam. 32:09 Mengawal guru mereka untuk menuju suatu 32:12 tempat di wilayah Karawang. 32:14 Tahu-tahu mereka dipepet ya 32:17 berakhir dengan penembakan terhadap enam 32:20 pemuda 32:21 yang sama sekali tidak memiliki 32:23 kemampuan untuk melakukan kejahatan. 32:26 Tahu-tahu 32:28 kita mendengarkan pernyataan Bapak 32:30 Presiden Jokowi betul-betul amat menusuk 32:34 hati kita. 32:36 Seharusnya sebagai kepala negara 32:38 dia memerintahkan 32:40 untuk melakukan 32:42 investigasi. 32:44 Memerintahkan untuk mengadakan tim 32:46 independen untuk melakukan investigasi 32:48 agar keadilan tegak. Sebelum mendengar 32:51 dari aparat keamanan yang menjadi 32:53 pembantunya dia harus melakukan 32:56 investigasi darah manusia. Satu tetes 32:58 darah manusia akan menjadi kutukan. 33:02 Mereka bukan hanya sudah terbunuh, 33:04 bahkan difitnah, dikatakan sebagai 33:05 teroris, ya. 33:07 Kemudian hak-hak mereka diabaikan untuk 33:10 membela diri. 33:14 Pak Jokowi memerintahkan aparat keamanan 33:16 dilindungi oleh hukum untuk menjalankan 33:19 tugasnya dalam apa? Menghadapi, ya, 33:22 berbagai macam 33:23 kejahatan yang dilakukan oleh 33:25 masyarakat. 33:27 Jadi beliau langsung mengeluarkan vonis 33:29 tanpa menerima hasil investigasi yang 33:32 adil. 33:35 Ini tidak sesuai dengan penampilan Pak 33:36 Jokowi yang lembut. 33:39 Orang yang berasal dari Solo, lemah 33:41 lembut, bisa mengeluarkan perkataan 33:43 seperti ini? 33:44 Saya bisa bayangkan betapa murkanya 33:47 Allah subhanahu wa taala 33:49 terhadap pernyataan semacam ini yang 33:51 datang dari seorang pemimpin. 33:53 Saya tidak tahu apa yang bakal terjadi. 33:56 Saya dalam hal ini tidak berpihak kepada 33:58 FPI. Saya 34:01 berjuang untuk betul-betul keadilan agar 34:05 ditegakkan. 34:06 Seandainya terjadi pada umat Kristian 34:09 atau orang-orang Buddha dizalimi, kita 34:12 wajib betul-betul untuk mengangkat suara 34:14 kita. 34:15 Tidak boleh membiarkan kezaliman apa? 34:18 Berlangsung merajalela. 34:20 Kalau tidak 34:21 maka kezaliman ini, wal iyazubillah, 34:23 akan mengundang azab Allah, bisa 34:25 menimbulkan akhirnya ketidakpercayaan di 34:28 antara rakyat. 34:30 Ini tidak sesuai dengan apa? Karakter 34:32 dari manusia yang ramah, 34:35 yang hangat, ya. Yang penuh dengan eh 34:39 tata krama, kesantunan, sebagaimana yang 34:42 Allah gambarkan dari kata Al Ins. 34:46 Ini telah kita pahami, ya. 34:48 Kata Al Ins menunjukkan kepada makhluk 34:51 sosial yang penuh dengan keramahan, 34:53 kehangatan, keakraban, 34:56 dan kecondongan untuk hidup sebagai 34:59 makhluk sosial yang saling mengasah, 35:02 mengasuh, dan mengasihi. 35:04 Sedangkan Al Insan yang disebutkan 35:07 Alquran, 35:09 itu untuk menunjukkan 35:12 Al Ins manusia ini yang Allah ciptakan 35:14 secara berpasangan saling membutuhkan 35:17 satu dengan lainnya. Allah tidak 35:18 ciptakan laki-laki untuk menindas 35:20 wanita, 35:22 tidak menciptakan wanita untuk menindas 35:27 pasangannya yang laki-laki, atau 35:29 dijadikan sebagai apa? Sebagai pasangan 35:31 yang berlawanan? Tidak. Tapi Allah 35:33 jadikan justru sebagai pasangan yang 35:35 saling melengkapi dan menyempurnakan. 35:37 Hunna libasul lakum waantum 35:40 Oleh karena itu, Alquran menolak 35:44 apa-apa yang disebutkan dalam anekdot, 35:47 dalam Israiliyat dan hadis-hadis palsu 35:50 yang menyebutkan bahwa wanita diciptakan 35:51 dari iga laki-laki yang bengkok. Itu 35:54 tidak benar sama sekali. Martabat 35:56 kehormatan wanita wajib dilindungi 35:59 sebagaimana martabat kehormatan pria. 36:02 Mereka berhak mencicipi pendidikan, 36:05 bahkan bekerja pada pekerjaan tapi yang 36:07 tidak menodai kesucian mereka, yang 36:09 tidak merusak peran mereka sebagai 36:12 wanita muslimah, sebagai istri, sebagai 36:14 ibu. 36:16 Kita membutuhkan dokter kandungan 36:18 wanita. 36:19 Jangan laki-laki yang menangani masalah 36:21 ini. Kita membutuhkan dokter anak 36:22 wanita, psikolog-psikolog wanita. Betul 36:25 enggak? 36:25 Betul. 36:26 Selagi mereka 36:29 terjun dalam bidang pendidikan, 36:30 pekerjaan yang tidak menodai kehormatan 36:33 mereka sebagai wanita, sebagai istri, 36:34 sebagai ibu, ya. 36:37 Maka dengan sendirinya ini merupakan hal 36:39 yang positif. 36:40 He eh. 36:41 Mereka bekerja tapi tidak mengabaikan 36:43 tugasnya sebagai ibu di rumah, sebagai 36:45 istri. Begitu juga laki-laki bekerja 36:47 tidak mengabaikan tugasnya sebagai bapak 36:49 dan suami. 36:51 Jangan mentang-mentang jadi laki-laki 36:54 ya. Mengabaikan tugasnya, begitu ditegur 36:56 oleh istrinya dia marah. 36:59 Dia ma? Nah, ini banyak kita jumpai pada 37:02 masyarakat jahiliyah. 37:04 Masyarakat jahiliyah ini bukan hanya 37:06 sebelum Islam, sekarang banyak 37:07 orang-orang yang masih apa? 37:10 Memiliki sifat-sifat jahiliyah, hanya 37:12 mau menang sendiri, egois, tidak 37:14 menghargai aturan yang datang dari 37:16 Allah. Karena dia merasa dirinya 37:17 laki-laki atau merasa dirinya sebagai 37:19 wanita cantik dan kaya. 37:23 Dia bilang sama suaminya dia ditegur, 37:26 dia mengatakan kalau kamu siap menerima 37:28 saya apa adanya, ya. 37:30 Seperti ini 37:31 kita masih terus, kalau tidak kemudian 37:33 kita berpisah. 37:34 Karena dia merasa cantik merasa memiliki 37:36 apa? Eee, kekuatan, ya. 37:39 Dia tidak menghargai suaminya, padahal 37:40 Allah ciptakan suaminya untuk apa? 37:43 Untuk menjadi pendamping. 37:46 Dan menjalankan tugasnya sebagai seorang 37:48 suami, tapi kalau wanita yang merampas 37:50 wewenang suaminya atau suami yang 37:51 merampas wewenang istrinya 37:53 maka apa? 37:55 Kehidupan ini tidak lagi indah seperti 37:57 yang Allah subhanahu wa taala janjikan. 37:59 Di samping rasa sakinah, Allah letakkan 38:01 di hati kalian waja'ala bainakum 38:03 mawaddatan warahmah. 38:05 Mawaddah ini apa? 38:07 Hasrat, cinta yang berasal dari hasrat. 38:10 Wadda yawaddu artinya hasrat dan 38:12 keinginan. 38:14 Sedangkan rahmah 38:16 itu akan menjadi penghias bagi mereka 38:18 walaupun mereka telah lanjut usia. Akan 38:21 membuat kenangan yang manis terus 38:22 terbayang-bayang di hati mereka hingga 38:24 mereka saling mengasihi dan menyayangi. 38:28 Nanti insya Allah kita akan baca 38:29 ayat-ayat Alquran ya, dan penempatan 38:31 setiap nama tadi. 38:33 Nah, kita lanjutkan sekarang 38:35 kepada 38:37 Annas. 38:39 Annas. 38:42 Annas ini apa artinya? Dari mana 38:44 asalnya? 38:45 Sebetulnya asalnya jelas sekali. Annas 38:48 itu asalnya unas. 38:51 Asalnya unas. Unas jamak dari al-ins. 38:53 Al-ins berarti satu kesatuan juga itu. 38:56 Jadi al-ins ya 38:59 dijamak menjadi unas. 39:00 Unas. 39:02 Sedangkan al-insan adalah bentuk 39:03 gandanya. 39:04 Gandanya. 39:04 Yang menjelaskan manusia ini terdiri 39:06 dari pria dan wanita. Ya ayyuhannas inna 39:09 khalaqnakum min dzakarin 39:10 au unsa. 39:12 Wa unsa bukan au unsa, wa unsa. 39:15 Nah, kata Annas ya 39:18 dia asal katanya unas jamak dari al-ins. 39:22 Kenapa hilang hamzahnya? Takhfifan. 39:25 Kalau seandainya ya, kalau seandainya 39:28 orang memanggil ya ayyuhal unas, berat 39:30 enggak? 39:30 Berat, berat. 39:32 Nah, orang-orang Arab cenderung suka 39:34 untuk melakukan takhfif, meringankan. 39:37 Dibuang hamzahnya, ya ayyuhannas. 39:41 Dan ini bukan hanya pada kata ini. 39:44 Hampir setiap kata yang serupa kalau 39:47 mengalami kesulitan untuk disebutkan, 39:49 mereka biasa sih meringankan. Contohnya 39:51 dalam bahasa Arab Allah. 39:54 Al 39:55 Allah. 39:56 Apa asal katanya? 40:00 Ilah. 40:01 Asal katanya al-ilah, al 40:03 Al-ilah. 40:04 Tapi kalau kita memanggil Allah al-ilah, 40:06 berat enggak? 40:08 Berat. 40:08 Ya al-ilah, berat enggak? 40:10 Berat. 40:10 Dibuang hamzahnya, itu dibuang. Kemudian 40:12 diidgham jadi Allah. 40:14 Allah, diringankan. 40:15 Al 40:15 He em. 40:16 Supaya kita merasa lebih dekat, lebih 40:18 akrab dengan Allah. Dengan membuang apa? 40:20 Hamzah tadi. Jadi al-ilah asalnya ya, 40:23 menunjuk kepada al-ma'bud bihaq. Karena 40:26 dialah pencipta alam raya dan seluruh 40:27 isinya. Untuk meringankan, memudahkan 40:29 sebutannya pada saat dalam keadaan 40:32 munada 40:34 dibuang hamzahnya. Allah. 40:38 Itu juga. Unas masuk alif lam ya, 40:42 kemudian masuk bida 40:44 ya. 40:44 Maka dibuang hamzahnya menjadi ya 40:46 ayyuhannas. Oleh karena itu dalam 40:48 sebagian kamu sebutkan 40:50 unas terkadang dihilangkan hamzahnya 40:52 menjadi nas. Takhfifan. 40:55 Jadi kalau 40:57 annas jamak daripada apa? Ins ya. 41:00 Tadinya adalah kata unas untuk 41:02 mempermudah kan sebutannya dibuang 41:04 hamzahnya, maka menunjukkan keluarga 41:07 besar umat manusia. 41:09 Yang bersuku-suku, berbangsa-bangsa. 41:12 Oleh karena itu setiap kita mendengarkan 41:14 panggilan ini 41:15 panggilan ditujukan kepada keluarga 41:17 besar manusia tanpa melihat agama 41:19 mereka, tanpa melihat suku mereka, tanpa 41:22 melihat bangsa mereka. 41:25 Seperti yang kita jumpai pada firman 41:26 Allah dalam surat an-nisa. 41:30 Ya ayyuhannas, wahai umat manusia. 41:35 Ini bicara kepada seluruh bangsa. 41:38 Betul enggak? 41:39 Iya. 41:39 Tanpa melihat warna kulit mereka bentuk 41:43 rupa mereka, bangsa mereka, tapi 41:47 panggilan yang ditujukan Allah kepada 41:49 keluarga besar manusia. 41:52 Ittaqoo robbakum, jaga pesan bimbingan 41:56 petunjuk yang datang dari Tuhan kalian. 41:59 Hormati makam kebesarannya. 42:02 Ittaqoo robbakum. 42:05 Alladzi kholaqokum min nafsin wahidah, 42:07 yang telah menciptakan kalian min nafsin 42:10 wahidah. 42:12 Nafsun wahidah ini 42:14 kalau kembali kepada apa? 42:16 Kepada 42:17 asal-usul fisiknya diciptakan dari 42:19 tanah. 42:21 Dari entitas yang satu, yang sama. 42:25 Wa kholaqo minha zaujaha. 42:28 Perhatikan wa kholaqo minha zaujaha. 42:31 Allah tidak mengatakan wa kholaqo minhu. 42:34 Kalau minhu kembali kepada Adam. 42:37 Betul enggak? Tapi wa kholaqo minha 42:39 dan dari entitas yang sama Allah 42:41 ciptakan pasangannya. 42:45 Ulangi lagi, ya ayyuhannas ittaqu 42:48 robbakum, wahai manusia 42:51 bertakwalah kepada Tuhan kalian, jaga, 42:54 pelihara pesan-pesan bimbingan dan 42:56 petunjuk dari Tuhan kalian yang 42:58 menciptakan kalian. 42:59 Alladzi kholaqokum min nafsin wahidah 43:01 yang telah menciptakan kalian dari 43:03 entitas yang satu. 43:06 Wa kholaqo minha zaujaha, dari entitas 43:09 yang satu tadi Allah ciptakan pasangan. 43:13 Lalu wa bassa minhuma rijalan kafiron wa 43:16 nisa. Allah kembangbiakkan 43:20 tumbuh kembangkan umat manusia 43:22 pria, wanita ya, bersuku-suku, 43:25 berbangsa-bangsa, beraneka rupa 43:28 dari sepasang anak manusia yang 43:30 diciptakan dari entitas yang satu, yang 43:32 diciptakan oleh Tuhan yang sama. 43:34 Dari surat apa itu? 43:35 Suratun Nisa. Ayat pertama suratun Nisa. 43:41 Lalu Allah kembali tegaskan wattaqullah 43:44 alladzi tasaaluna bihi, bertakwalah 43:47 kalian kepada Allah di mana kalian, di 43:50 saat kalian meminta 43:52 atau saling meminta kalian menyebutkan 43:54 namanya, atas nama Allah, dengan nama 43:57 Allah. 43:58 Kita ya, sebagai orang yang beriman 44:01 tidak pernah melepaskan Allah dari 44:02 kehidupan kita. 44:04 Kita memulai sesuatu pekerjaan 44:06 makan, minum atau pekerjaan apa saja 44:08 dengan bismillah. 44:11 Betul enggak? 44:12 Kemudian juga menutup pekerjaan kita 44:14 dengan alhamdulillah. 44:17 Kemudian dalam menghadapi tantangan kita 44:19 memohon bantuan dari Allah. Kita juga 44:22 melamar seorang wanita bukan membelinya, 44:25 ya. Tapi apa? Menikahinya juga dengan 44:27 kalimat Allah subhanahu wa taala. Dengan 44:30 akad perjanjian yang disaksikan oleh 44:32 Allah. 44:33 Disaksikan dua saksi manusia tapi 44:35 Allah subhanahu wa taala 44:37 mengawasi bagaimana sikap kita satu sama 44:40 lain. 44:42 Jadi bertakwalah kalian kepada Allah di 44:44 mana kalian dikala saling meminta, 44:46 kalian menyebutkan nama Allah subhanahu 44:49 wa taala. 44:50 Orang Arab sering mengatakan an syuruka 44:52 billah, aku mohon padamu dengan nama 44:53 Allah. 44:59 Begitu juga untuk meyakinkan orang atas 45:01 kata-kata kita, ahliku billah, saya 45:03 bersumpah dengan nama Allah. 45:05 Kita bawa Allah untuk meyakinkan orang. 45:09 Berarti kita ikut sertakan kesaksian 45:10 Allah. 45:12 Kemudian 45:14 wal arham. 45:16 Ini keajaiban yang luar biasa. Allah 45:18 perintahkan kita untuk menjaga Allah 45:21 yang mengawasi kita. Jangan kita sama 45:24 sekali beranggapan Allah ini lengah. 45:26 Semua yang datang dari Allah ini akan 45:28 diminta pertanggungjawabannya. Allah 45:30 menjadi saksi atas apa-apa yang kita 45:32 lakukan. 45:33 Kemudian 45:34 wal arhama. 45:37 Dan jagalah dengan sungguh-sungguh 45:40 rahim-rahim kalian. 45:43 Allah bukan mengatakan jaga hubungan 45:45 rahim, jaga rahim-rahim kalian. Arham 45:48 jamak daripada arhim. Betul enggak? 45:51 Seperti Ustaz Otto 45:53 saya punya rahim. 45:54 Mas Krisna juga begitu, Neza, kemudian 45:57 ikhwan kita semuanya apapun sukunya, 46:00 kita merupakan keluarga besar manusia. 46:04 Mereka merupakan 46:06 arham kita semua. Jadi bukan hanya 46:08 menunjuk kepada ayah, ibu, anak ya, dan 46:12 keluarga dekat di seputarnya, tapi kita 46:15 semua terikat dengan ikatan rahim yang 46:17 mesti kita jaga, saling mengasah, 46:20 mengasuh, dan mengasihi. Oleh karena itu 46:22 layak mendapatkan nama al-ins. 46:27 Tapi kalau yang satu menzalimi yang 46:29 lain, yang satu menganiaya saudaranya, 46:33 kemudian yang menjadi penegak hukum 46:35 menjadi pelaku atau mendukung perbuatan 46:39 semacam ini, 46:40 lalu kepada siapa lagi 46:43 manusia akan mengadu? 46:45 Saya teringat kepada asy-syekh Umar 46:47 at-tilmisani 46:51 yang pernah menjadi pimpinan Ikhwanul 46:53 Muslimin di Mesir, orang yang ramah dan 46:55 lembut. 47:00 Datang ke hadapan Anwar Sadat, pemimpin 47:02 Mesir sebelum dia meninggal dunia. 47:07 Tidak lama syekh Umar tilmisani 47:08 meninggal dunia sebelum Anwar Sadat. Dia 47:10 mengatakan pada Anwar Sadat, 47:12 ayyuharrais, wahai bapak presiden, 47:17 kalau seandainya rakyat 47:20 berbuat kezaliman pada sesamanya, 47:23 maka dia akan mengadu kepada pemerintah, 47:25 akan mengadu kepada Anda. 47:27 Tapi kalau Anda yang berbuat aniaya pada 47:29 rakyat, 47:32 kepada siapa kita harus mengadu? 47:34 Kita hanya dapat mengadu kepada Allah 47:36 ta'ala. Maka saya mengadukan engkau satu 47:39 hari nanti di hadapan Allah subhanahu wa 47:40 ta'ala. 47:41 Anwar Sadat langsung bergetar tubuhnya. 47:44 Dia mengatakan ishab syakwat, tarik 47:47 pengaduan kamu, saya akan selesaikan 47:49 masalah ini. 47:52 Jadi kalau seandainya rakyat terzalimi, 47:55 aparat keamanan, pemerintah tidak peduli 47:57 terhadap hal ini, maka mereka hanya 47:59 dapat mengadu kepada Allah Subhanahu Wa 48:01 Ta'ala. 48:02 Kalau mereka dengan kekuasaan yang 48:04 diberikan menunjukkan kekuatan mereka, 48:06 maka mereka akan meminta kepada Allah 48:07 untuk menunjukkan kekuatan dan 48:09 kekuasaan-Nya. Lah, siapa yang kuasa 48:11 berhadapan dengan kekuasaan Allah? 48:17 Jadi, kembali kepada An Nas, berbicara 48:19 mengenai keluarga manusia yang Allah 48:21 amanatkan untuk mengikuti bimbingan 48:24 petunjuk Allah dan menjaga 48:27 rahim mereka, saudara-saudara 48:30 mereka. 48:33 Kalau kita mengabaikan hal ini, maka 48:35 rahmat Allah akan diputuskan dari kita. 48:39 Siapa yang menjaga rahimnya Allah 48:41 Subhanahu Wa Ta'ala akan 48:43 mencurahkan rahmat atas dirinya. Siapa 48:46 yang mengabaikan rahimnya, Allah 48:48 Subhanahu Wa Ta'ala juga akan putuskan 48:50 rahmat dari dirinya. 48:52 Oleh karena itu, saya ingin 48:54 saya punya harapan, ya. 48:56 Bukan sikap mengemis. Bukan, tapi 48:59 kewajiban yang mesti dilakukan oleh 49:01 seorang pemimpin. Saya ingin 49:03 Pak Jokowi sebagai presiden 49:07 selama sisa jabatan ditinggal beberapa 49:09 tahun lagi 49:11 dia mengambil tindakan tegas, 49:12 memerintahkan tim independen untuk 49:16 melakukan investigasi dari 49:19 berbagai macam ormas. Begitu juga para 49:23 pejuang hak asasi manusia turun. 49:27 Bersama-sama, ya. 49:29 Mengirimkan perwakilan mereka untuk 49:31 melakukan investigasi. Dan Bapak 49:33 Presiden Jokowi minta maaf atas 49:35 ucapannya, ya, yang keluar, ya, mungkin 49:37 secara tidak disengaja. 49:39 Kemudian, atas dasar investigasi yang 49:42 betul-betul independen 49:44 Pak Jokowi 49:46 baru pada saat itu 49:48 memberikan dukungan kepada aparat 49:50 keamanan 49:51 untuk menindak siapapun yang bersalah. 49:54 Baik itu aparat kepolisian ataupun 49:56 laskar, siapapun yang bersalah 50:00 wajib hukum ditegakkan tanpa pilih bulu. 50:03 Kalau tidak, celah-celah pelanggaran 50:06 hukum ini lama-kelamaan akan meluas, 50:08 akhirnya akan mengundang orang untuk 50:09 melakukan hal yang sama. Ini kan 50:11 mengerikan. 50:12 Ini tidak sesuai dengan karakteristik 50:14 manusia yang Allah ciptakan sebagai 50:16 makhluk sosial yang penuh kehangatan, 50:18 keramahan dan kecintaan. 50:24 Nah, kalau kita resapi betul-betul 50:27 ayat-ayat Alquran ya 50:30 yang memberikan apa? 50:33 Kedudukan yang begitu mulia bagi 50:35 manusia. Walaqad karramna bani adama wa 50:38 hamalnahum fil barri wal bahri wa 50:41 razaqnahum minal tayyibat. 50:44 Kami telah limpahkan kemuliaan, karunia 50:46 kami yang tak terhingga pada anak-anak 50:48 Adam. Kami angkut mereka di daratan, di 50:50 lautan. 50:52 Wa razaqnahum minal tayyibat. Kami 50:54 anugerahkan mereka dari berbagai macam 50:57 rezeki yang baik. 50:59 Wa faddalnahum ala kasirin mimman 51:01 khalaqna tafdhila. Dan kami utamakan 51:03 mereka dari kebanyakan makhluk-makhluk 51:06 kami dengan keutamaan yang amat banyak. 51:08 Tapi ini semua bakal ditanya di hadapan 51:11 Allah subhanahu wa ta'ala. 51:14 Ini semua bakal diminta 51:16 pertanggungjawabannya oleh Allah 51:18 subhanahu wa ta'ala yauma la yanfa'u 51:20 malun wala banun illa man atallaha 51:23 biqalbin salim. 51:26 Ketika harta maupun anak tak berguna 51:29 kecuali yang datang ke hadapan Allah 51:30 dengan hati yang salim. Hati yang salim 51:32 ini hati ya yang tidak pernah merasakan 51:35 apa? 51:36 Perasaan berdosa karena tidak melakukan 51:38 apa? Perbuatan-perbuatan kejahatan. 51:41 Bersih dari kebencian, permusuhan, dari 51:43 rasa takut dan kegelisahan karena apa? 51:46 Dia hidup sejalan dengan nuraninya yang 51:48 sejalan dengan kebenaran. 51:53 Nah, Allah subhanahu wa taala tegaskan 51:54 juga dalam surat Ar-Rum 51:56 bagaimana, ya, 51:58 agama yang Allah turunkan ini sejalan 52:00 dengan fitrah manusia yang diciptakan 52:02 dalam keadaan fi ahsani taqwim. 52:05 Oleh karena itu, orang-orang yang 52:06 tenggelam fi asfali safilin, 52:08 mereka tidak akan menerima ajaran Allah 52:11 subhanahu wa taala yang mengecam 52:12 perbuatan mereka yang hina. 52:14 Allah berfirman, 52:16 "Wajhaka liddini hanifa." Luruskan 52:19 wajahmu berjalan di atas agama Allah 52:21 subhanahu wa taala. 52:24 Fitratallah, berjalan lurus di atas 52:26 agama Allah sejalan dengan fitrah Allah 52:30 allati fataran nasa alaiha, ketika Allah 52:32 menciptakan manusia pertama kali. 52:36 La tabdila li khalqillah. Fitrah ini 52:38 tidak akan pernah sama sekali mengalami 52:40 perubahan. 52:42 Walaupun tertutup oleh pencemaran, 52:46 fitrah tidak akan pernah terhapus. Oleh 52:47 karena itu, ini kelak akan menjadi saksi 52:49 di hadapan Allah subhanahu wa taala atas 52:52 kejahatan pelaku-pelakunya. 52:54 Yang mengatakan, "Saya tidak tahu." 52:55 Bagaimana tidak tahu? Fitrah kamu selalu 52:57 mengingatkan kamu, kamu tidak pedulikan. 53:00 Menegur kamu, menimbulkan kegelisahan di 53:02 hatimu, kamu abaikan. 53:04 Fitratallah allati fataran nasa alaiha 53:08 la tabdila li khalqillah, tidak akan ada 53:11 perubahan bagi ciptaan Allah. 53:14 Walakinna aksaran nasi la ya'lamun, tapi 53:16 sayang kebanyakan manusia tidak memahami 53:18 hal ini. Mereka beranggapan ajaran Allah 53:20 ini ajaran yang apa? Yang mengekang, 53:22 yang memenjarakan, yang membuat mereka 53:25 tidak memiliki kebebasan. Sebaliknya, 53:27 ajaran Allah akan memerdekakan mereka 53:30 dari segala macam bentuk penjajahan. 53:33 Dan semua hamba pada akhirnya tunduk 53:36 kepada Allah dan tidak dibenarkan 53:38 siapapun juga atas nama apapun berbuat 53:41 aniaya kepada saudaranya. 53:47 Lalu sekarang kita beralih kepada kata 53:49 basyar. 53:50 Kata apa? Basyar. 53:53 Kalau kita 53:56 berusaha untuk memahami kata basyar 53:59 kumpulkan semua ayat-ayat yang 54:01 berhubungan dengan apa? 54:03 Basyar. 54:05 Begitu juga ingin memahami kata insan, 54:07 kumpulkan semua ayat-ayat Alquran yang 54:09 terdapat kata insan di dalamnya. 54:12 Begitu juga al-ins maupun 54:15 an-nas. Nah ini insyaallah kita akan 54:17 kaji pada pertemuan berikutnya ya. 54:20 Manusia ya sebagaimana ya yang 54:23 dipaparkan Allah dalam ayat-ayat suci 54:25 Alquran bukan hanya berbicara mengenai 54:28 fisik mereka tapi berbicara juga 54:30 mengenai sifat dan jiwa mereka. 54:34 Kalau pada hari ini insyaallah kita akan 54:36 akhiri kajian kita sampai pada apa? Pada 54:40 kata apa? Kata basyar. Basyar sedikit. 54:43 Tapi paparannya nanti insyaallah secara 54:46 terperinci pada kajian berikutnya 54:48 biiznillah. 54:50 Apa kira-kira perbedaan basyar, kata 54:52 basyar ini ya? 54:54 Dengan kata ins, insan dan nas. 54:59 Memang dua kata yang berasal dari apa? 55:01 Dari akar kata yang berbeda. 55:04 Kata basyar dalam bahasa Arab basyarah 55:06 itu kulit. 55:12 Kata basyar itu ya 55:14 ya. 55:15 Oleh karena itu al-bisyarah kabar 55:17 gembira terlihat dari kulit dan air muka 55:19 seseorang. 55:21 Al-busra adalah kabar gembira. 55:23 Ya. 55:24 Basyara yubasyiru itu apa? Pertemuan 55:27 antara kulit dengan kulit. 55:30 Fal ana basyiruhunna wa taghu ma 55:32 kataballahu lakum. Maksudnya apa? Gauli 55:35 mereka. 55:39 Loh kita bertanya, apa kira-kira maksud 55:42 dari kata basyar pada ayat-ayat Quran 55:44 yang menyebutkan? 55:46 Allah Subhanahu wa ta'ala dalam suratul 55:48 Kahfi mengatakan apa? Qul innama ana 55:51 basyarun mitslukum yuha ilai. 55:54 Katakan sesungguhnya aku ini basyar 55:56 seperti kalian. Ya. 55:58 Kalau digunakan kata insan tidak tepat. 56:01 Qul innama ana basyarun mitslukum. 56:04 Tujuan Alquran memerintahkan rasul untuk 56:06 menerangkan ini. Allah perintahkan untuk 56:08 memberitahukan mereka bahwa aku ini 56:09 basyar dari darah, daging, kulit seperti 56:12 kalian. 56:14 Tidak berbeda. Dalam basyariyah, ya. 56:17 Dalam apa? Dalam struktur tubuhnya, ya. 56:22 Enggak ada bedanya antara saya dengan 56:23 kalian. 56:24 Cuma bedanya yuha ilai, saya menerima 56:27 wahyu dari Allah sedangkan kalian tidak. 56:31 Tapi saya ini manusia seperti kalian, 56:33 duduk bersama kalian, berkumpul bersama 56:35 kalian, juga makan, minum, berkeluarga, 56:38 tidur, pergi ke pasar untuk kebutuhan 56:40 balik. 56:41 Ya. 56:42 Begitu juga makan, minum dan termasuk 56:44 juga membuang kotoran seperti kalian 56:45 tidak ada bedanya. Jadi kata basyar di 56:47 sini apa? 56:49 Untuk menjelaskan apa? 56:51 Untuk menjelaskan bahwasanya nabi sama 56:54 dalam basyariyah dengan mereka, cuma 56:57 perbedaannya nabi menerima wahyu, 56:59 bimbingan, tuntunan dari Allah. Bisa 57:01 kita mengikuti nabi. 57:03 Ya. 57:04 Berarti kita mengikuti basyar manusia 57:06 yang mendapatkan petunjuk, bimbingan 57:08 dari Allah. Beda dengan sembarang 57:10 basyar. 57:13 Begitu juga ketika orang-orang kafir 57:14 mengatakan in hadza illa qaulul basyar. 57:18 Ini kan perkataan manusia biasa seperti 57:20 kita. 57:21 Betul enggak? In hadza illa qaulul, ini 57:23 perkataan yang keluar dari mulut seorang 57:26 manusia yang terdiri darah, daging, dan 57:28 kulit seperti kita. Apa kelebihannya? 57:30 Dijawab yuha ilai. 57:31 Bedanya 57:33 rasul menerima wahyu dari sisi Allah. 57:36 Nanti kita akan kumpulkan ayat-ayat yang 57:37 berhubungan dengan hal ini. 57:40 Kita akan temukan bahwa setiap kata 57:42 basyar digunakan, kalau digantikan 57:44 dengan yang lain insan sebagai contoh 57:46 atau ins tidak akan tepat. 57:49 Begitu juga setiap kali Allah 57:51 menggunakan kata insan, kalau digantikan 57:53 dengan basyar atau digantikan dengan 57:55 al-ins tidak akan tepat. Semua kata-kata 57:58 ini memiliki tempat yang sesuai. 58:03 Nah, sebelum terakhir Bib, ee dalam 58:05 pembukaan itu ada 58:06 ee doa Nabi Ibrahim yang Habib sampaikan 58:09 ya. Waj'al li lisan sidqin fil akhirin. 58:12 Barangkali itu mungkin perlu diperjelas 58:14 ya. 58:14 Boleh nanti. 58:15 Buat 58:16 ee para pemimpin kita ya gitu. 58:18 Supaya kita tidak keluar dari mulut kita 58:20 ini kata-kata yang tidak benar. 58:22 Iya, iya. 58:23 Saya tambahkan berkaitan dengan basyar. 58:26 Ketika Imra'atul Aziz, wanita yang 58:29 merupakan istri dari pemuka negeri 58:32 Mesir, 58:35 sakit hati karena menjadi pembicaraan 58:37 wanita-wanita di sekelilingnya mereka, 58:39 maka dia mengundang mereka untuk datang 58:41 ke rumahnya. 58:43 Selesai jamuan makan, masing-masing 58:44 diberikan pisau dan buah. Tahu-tahu 58:46 secara tiba-tiba Nabi Yusuf 58:49 diperintahkan untuk keluar. 58:54 Begitu keluar, 58:56 apa yang terjadi? 58:58 Qulna ma hadza basyara. In hadza illa 59:01 malakun karim. Dia mengatakan, "Ini sih 59:03 bukan makhluk seperti kita manusia yang 59:05 terdiri dari darah dan daging. Ini 59:06 malaikat yang mulia." 59:09 Jadi dia menafikan ya bahwa ini manusia. 59:13 Ini malaikat dengan ketamparannya, 59:15 kegagahannya ya, dengan penampilannya. 59:19 Itu keluar sebagai kebohongan dari mulut 59:21 mereka karena malu mereka mengiris jari 59:23 mereka. Kalau manusia, enggak mungkin 59:25 kami mengiris jari kami. 59:26 Jadi ma basyarah. Ini tidak mungkin 59:29 basyarah. Berarti kata basyarah yang 59:30 digunakan ini untuk merendahkan 59:32 menunjukkan bahwa dia makhluk, ya. 59:34 Manusia yang berjalan di muka bumi, yang 59:36 berdarah, berdaging, dan berkulit. 59:40 Lalu orang bertanya, dari mana kata 59:42 darah daging? Ya, karena enggak ada 59:43 kulit. 59:44 Masa kulit aja, enggak ada isinya? 59:46 Betul enggak? Kalau saya bilang punya 59:48 dalam pembicaraan. 59:49 Eee, saya minta kopi dong. Berarti kopi 59:53 diseduh air, ada cangkir 59:55 Cangkirnya. 59:56 Ada apa? Ada juga gulanya. Begitu kan? 59:58 Iya, iya. 59:58 Jadi, jangan dibawain kopi kopi bubuk. 1:00:02 Ditanya, "Anda mau minum apa?" "Saya 1:00:04 minta teh." "Minta kopi." Yang minta teh 1:00:07 bukan bubuk teh. 1:00:08 Teh dengan airnya, dengan gulanya, dan 1:00:10 cangkirnya. Betul enggak? Begitu juga 1:00:12 mahada basyarah. Basyarah di sini bukan 1:00:14 hanya bicara masalah kulit. Tapi bicara 1:00:16 juga apa? 1:00:17 Iya, semuanya. 1:00:18 Iya, jasad dengan darah, daging, dan 1:00:20 kulitnya. 1:00:22 Artinya 1:00:23 ayat-ayat yang mempergunakan kata 1:00:25 basyarah ini menunjukkan bahwa kita 1:00:27 manusia ini 1:00:29 sederajat, setara, tidak berbeda. Baik 1:00:32 yang kulitnya hitam maupun yang kulitnya 1:00:34 berwarna putih. Jangan kita beda-bedakan 1:00:36 yang hitam dan yang putih. 1:00:38 Yang kaya dan yang miskin, yang tampan 1:00:41 cantik dan tidak tampan maupun cantik. 1:00:43 Jadi, betapa indahnya manusia yang 1:00:45 mengembalikan kita semua kepada satu 1:00:47 apa? Ikatan. Oleh karena itu, saya 1:00:50 sampaikan kembali kepada Bapak Presiden 1:00:52 Jokowi. 1:00:53 K.H. Ma'ruf Amin sebagai ulama. 1:00:56 Kemudian Kapolri, begitu juga kepada 1:00:58 Kapolda. Itu yang mati sebanyak enam 1:01:01 orang itu bukan bukan apa? Bukan 1:01:03 binatang. 1:01:04 Bukan makhluk asing yang datang dari 1:01:06 UFO. 1:01:07 Saudara-saudara 1:01:09 kamu sedarah sedaging, yang memiliki 1:01:12 ayah, memiliki ibu, memiliki keluarga. 1:01:14 Tangisan mereka, ratapan mereka, doa 1:01:17 mereka akan didengarkan Allah subhanahu 1:01:18 wa taala. 1:01:20 Kalau kita beranggapan soal mereka ini 1:01:21 merupakan apa? Merupakan makhluk yang 1:01:24 asing, pantas saudara kita. 1:01:27 Kerabat kita, darah daging kita. 1:01:28 Fattakullah, bertakwalah kepada Allah 1:01:31 sebelum azab Allah turun kepada kita 1:01:33 semua. 1:01:37 Dan saya tahu, yakin. 1:01:39 Yakin seyakin-yakinnya. 1:01:41 Di tengah-tengah kepolisian terdapat 1:01:43 orang-orang yang terhormat. Yang 1:01:45 mempunyai kebersihan hati, jiwa dan 1:01:47 keinginan untuk betul-betul keadilan 1:01:49 ditegakkan. Begitu pula di kalangan 1:01:51 TNI-nya, begitu pula di kalangan pejabat 1:01:52 sipilnya. Begitu pula di kalangan 1:01:54 ulamanya, enggak semua ulama ini apa? 1:01:57 Lurus. Ada yang menjual agama Allah. Ada 1:02:00 juga ulama-ulama yang penuh kecintaan 1:02:02 ingin mengajak kepada perbaikan. 1:02:05 Oleh karena itu dari manapun datangnya 1:02:07 kejahatan, baik dari kalangan ulama, 1:02:09 kalangan umat Islam, kita tolak dan 1:02:12 tentang. 1:02:13 Begitu juga datang dari orang di luar 1:02:16 Islam. Kita tolak dan tentang. 1:02:19 Kita tidak punya kebencian pada 1:02:20 kepolisian, kepada TNI-nya. Tapi yang 1:02:22 kita benci kejahatan di manapun dia 1:02:24 berada. 1:02:25 Nah, kita berharap mudah-mudahan. 1:02:27 Bapak Kapolda, apalagi dengan nama 1:02:29 Falbel yang artinya mulia, berasal dari 1:02:31 Sulawesi. Yang kita kenal Sulawesi ini 1:02:34 ya. 1:02:35 Merupakan apa? Wilayah di mana 1:02:36 pejuang-pejuang Islam dulu berkiprah. 1:02:39 Saya harapkan Anda. 1:02:41 Diketuk kesadaran Anda oleh Allah 1:02:43 Subhanahu Wa Ta'ala. Lalu melakukan 1:02:45 perbaikan sebelum datangnya ajal yang 1:02:47 tidak akan menunggu. 1:02:50 Tapi akan datang di mana Allah Subhanahu 1:02:52 Wa Ta'ala menghisap kita tanpa sama 1:02:55 sekali apa? 1:02:56 Ada seorangpun yang membela kita 1:02:58 semuanya. Adapun kekuasaan, jabatan, 1:03:02 harta hanya merupakan drama kehidupan. 1:03:04 Kita mimpi seolah-olah kita memiliki ini 1:03:07 atau itu. Duduk di satu kursi, begitu 1:03:09 bangun, begitu meninggal dunia baru kita 1:03:11 sadar ternyata ini mimpi dan ilusi. 1:03:14 Ada enggak orang yang bawa jabatan di 1:03:16 kekuburan? 1:03:17 Enggak ada. 1:03:18 Atau atasannya melindungi dia bawa ke 1:03:19 kuburan. Begitu dia ditanya malaikat 1:03:21 Munkar Nakir panggil atasannya. Kapolda 1:03:24 panggil Polri bawahnya. 1:03:25 Enggak ada. 1:03:25 Polri panggil presiden. 1:03:28 Sama sekali enggak ada. 1:03:30 Setiap orang akan dihisab 1:03:31 sendiri-sendiri. 1:03:33 Oleh karena itu dalam sebuah riwayat 1:03:34 annasuniya manusia di dunia ini tidur 1:03:37 semuanya. 1:03:38 Bermimpi macam-macam faiza matum tabahu 1:03:40 begitu mereka mati baru mereka sadar. 1:03:43 Jadi jangan biarkan diri kita dihasut 1:03:45 oleh setan, ditiupkan kebencian, 1:03:47 permusuhan atau karena saya yang sama 1:03:49 jabatan kita membenci orang-orang yang 1:03:51 kita anggap sebagai apa? 1:03:53 Sebagai orang yang mengganggu 1:03:56 jabatan kita. Padahal semua ini 1:03:58 peringatan datang dari Allah. Wal 1:04:00 iyazubillah terkutuk terkutuk terkutuk 1:04:03 jabatan, kedudukan, harta, ya. 1:04:07 Seluruh hiasan dunia kalau mau merupakan 1:04:09 memalingkan kita dari Allah subhanahu wa 1:04:10 taala. Mudah-mudahan kita dijauhkan dari 1:04:12 semua ini. Allah jaga hati kita dan kita 1:04:15 istikamah di jalan Allah subhanahu wa 1:04:17 taala dan selalu mengajak manusia untuk 1:04:19 kembali kepada Tuhannya hidup sebagai 1:04:21 manusia yang sempurna bukan sebagai 1:04:23 binatang-binatang buas yang kehilangan 1:04:25 kemanusiaannya. Subhanakallahumma 1:04:27 wabihamdik. 1:04:28 Asyhadu anla ilaha illallah astagfiruka 1:04:30 waatubu ilaik wal afu minkum 1:04:32 wassalamualaikum warahmatullahi 1:04:34 wabarakatuh. 1:04:35 Gimana anak kawan? Kita sudah ikuti tadi 1:04:37 ulumul Quran dengan tema 1:04:39 manusia dalam perspektif Alquran. Kita 1:04:41 masih akan terus membahas ini pada 1:04:44 kajian minggu depan. Terima kasih Tosin, 1:04:47 Ustaz Otong Sarasman dan saya di sini 1:04:50 Muhammad Krisna, kemudian Neza, eh 1:04:53 Bima dan Candra juga Anis Mualim, eh Al 1:04:57 Attar, kemudian juga Yusuf Bangkit mohon 1:04:59 pamit. Wabillahi taufik walhidayah. 1:05:01 Wassalamualaikum warahmatullahi 1:05:02 wabarakatuh. 1:05:02 Wassalamualaikum warahmatullahi 1:05:03 wabarakatuh.