Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita
- berjumpa lagi hari ini hari Jumat
- tanggal 24 Jumadil Ula 1447 Hijriah atau
- tanggal 14 November 2025. Kita jumpa
- lagi dalam acara renungan di bawah
- nangun Al-Qur'an untuk edisi tanya
- jawab. Silakan ee kirim pertanyaan Anda
- ke 0811199720.
- Alhamdulillah Ustaz Husein sudah hadir
- di sini dan alhamdulillah juga sekarang
- ada Ustaz Isa. Masyaallah apa kabar
- Ustaz? Yangang kangen tuh Ustaz Isa ke
- mana aja? [tertawa]
- Ah itu selalu sen cuma enggak pernah
- ketemu sama Om Krisna. Sehat Om Krisna.
- Tentu juga ada Ondi dan Algi. Baik kita
- mulai acara ini dengan membaca
- al-Fatihah. Silakan Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimatal
- anamtaaiim
- giril magdubi alaihim waladin.
- Baik, alhamdulillah kita sudah membaca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam menangkap apa-apa yang
- dijelaskan oleh ustaz kita. Baik,
- pertanyaan pertama dari Ibu Lola di
- Banyuwangi. Asalamualaikum, Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi.
- Teman saya nonmuslim bertanya kepada
- saya tentang doa Nabi Sulaiman di surat
- Shad ayat 35. Di dalamnya kok terkesan
- Nabi Ibrahim itu hubud dunia?
- Ditanya ini saya tidak bisa menjawab.
- Nabi Ibrahim, Nabi Sulaiman.
- Eh, Nabi Sulaiman.
- Nabi Sulaiman bukan Nabi.
- Iya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Hamdan
- katsiran thyyiban mubarokan fih kama
- yuhibbu rabbuna waardo.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi' wf'na bima alamtana.
- Rabbana zidna ilman wahiqna bisihin.
- Asalamualaika ya rasulullah.
- Assalamualaina
- wa ala ibadillahis shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Menjawab
- pertanyaan dari Ibu
- Lola di Banyuwangi.
- Lola di Banyuwangi.
- Apa yang diucapkan oleh Sulaiman
- alaihialatu wasalam? Ya. Ketika dia
- berdoa,
- "Qala rbighfirli wahabli mulkan laa
- yambaghi liiahadim min ba'di innaka
- antal wahab."
- Sulaiman berdoa,
- "Wahai Tuhanku, anugerahkan bagiku
- kekuasaan ya yang tidak
- ee diberikan kepada seorang pun setelah
- aku. Sesungguhnya Engkau merupakan Tuhan
- sang pemberi karunia."
- Doa Sulaiman sepintas seolah-olah dia
- merupakan seorang yang ambisius ya.
- mencintai kekuasaan.
- Tapi kalau kita perhatikan kehidupan
- beliau
- yang hatinya selalu betul-betul teringat
- kepada Allah Subhanahu wa taala, sampai
- dia saat dia memandang sesuatu
- menikmatinya,
- lupa untuk menyebut nama Allah, langsung
- dia memohon ampun kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Seperti dalam firman Allah,
- wahabna lida Sulaiman innahu
- awwab.
- Dan kami anugerahkan
- bagi Daud seorang putra yang betul-betul
- hatinya selalu kembali kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Idzid alaihi bil asiinatul
- jihad. faqala inni ahbabtu hubbal khairi
- rabbi hatta tawarat bil hijab.
- Ketika satu hari Sulaiman ya menyaksikan
- parade kuda-kuda yang begitu indah ya
- yang ditampilkan di hadapannya.
- Kuda tersebut berlaru di hadapannya ya
- Sulaiman terpanah terpesona menyaksikan
- kuda-kuda yang begitu indah.
- Hingga kuda tersebut lenyap dari
- pandangan matanya. Pada saat itu dia
- tersadar dirinya lupa untuk menyebut
- nama Allah. Qala inni ahbabtu hubbal
- khairib.
- Dia berkata bahwa ternyata aku mencintai
- satu kebaikan, menikmati satu kebaikan
- tapiik rabbi aasitu rabbi. Aku lupa
- untuk menyebutkan nama Tuhan.
- Rudduha alaiya. Lalu Sulaiman
- perintahkan untuk kuda-kuda tersebut
- kembali berlalu di hadapannya.
- Lalu dia hampiri fatofiq masam bisqi
- walnak mengusap. Ya, dia punya apa?
- Punggung. Begitu pula kakinya sambil
- menyebut nama Allah Subhanahu wa taala.
- Bukan seperti kisah israiliyat yang
- menyembelihnya kemudian
- mencincang-cincangnya.
- Karena ini merupakan penyebab dari apa?
- Dari penyebab dia lupa kepada Allah.
- Yang salah bukan kudanya, yang salah
- kitanya yang lupa kepada Allah. Oleh
- karena itu, Sulaiman langsung kembali
- kepada Allah. Ini makna awwab diambil
- dari aba yaubu sama dengan taba yatubu.
- Begitu juga Daud sang ayah. Dia seorang
- penguasa tapi selalu dia ingat kepada
- Allah.
- Dan kita tahu bagaimana Sulaiman dengan
- kerajaannya memerintah dengan penuh
- keadilan.
- Dia tidak bergelimangan dunia walaupun
- di tengah-tengah gemerlapnya dunia, tapi
- selalu kembali pada Allah dan mengajak
- manusia kembali kepada Allah. Seperti
- yang dilakukan Sulaiman terhadap Balqis
- penguasa Saba.
- Bagaimana mengingatkan Balqis untuk
- kembali kepada Allah dan apa yang Allah
- anugerahkan dijadikan sebagai wasilah
- baginya untuk berdakwah,
- mengajak penguasa seperti Balqis untuk
- tunduk di hadapan kebesaran keagungan
- Allah karena menyaksikan apa yang Allah
- anugerahkan bagi Sulaiman. Apa yang
- dimiliki tidak berarti apa-apa. Sampai
- ketika dia masuk ke istana sambil
- mengangkat bajunya karena dia menganggap
- lantainya merupakan air ternyata
- merupakan kristal.
- Dia langsung mengatakan, "Rabbi inniamtu
- nafsi wa aslamtu ma sulaimana
- lillahiabbil alamin." Wahai Tuhanku,
- selama ini aku menzalimi diriku. Aku
- pasrahkan ya hidupku bersama Sulaiman
- teruntuk Allah Subhanahu wa taala Tuhan
- semesta alam.
- Nabi Yusuf juga ketika
- ketika ee ditawarkan oleh penguasa Mesir
- pada saat tersebut ya untuk menjadi
- orang terdekat dengan dirinya. Yusuf
- mengatakan, "Ij'alni ala khazainil ard.
- Tempatkan saya untuk apa? Untuk ee ee
- Departemen Perbekalan dan Logistik."
- Karena apa? Karena Yusuf yang memberikan
- takwil mimpi kepada raja tersebut
- berkaitan dengan musim paceklik yang
- akan berlangsung selama 7 tahun setelah
- masa subur selama apa? Selama 7 tahun
- ya. Kemudian setelah itu datang masa
- pajakklik. Nah, Yusuf yang memberikan
- takbil mimpi bahwa hendaknya kita
- bercocok tanam ya. Kemudian kita simpan
- sebagian besar hasilnya. Biarkan pada
- apa? Pada sumbernya, pada
- tangkai-tangkainya. Jangan kita apa?
- Jangan kita ee bersihkan terlebih
- dahulu. Nah, setelah itu bakal datang
- nanti masa selama 7 tahun masa-masa
- pajeklik.
- Nah, kita akan makan dari hasil yang
- kita simpan. Ternyata apa yang diucapkan
- Yusuf terjadi? Allah Subhanahu wa taala
- jadikan Mesir merupakan negara yang
- dikunjungi oleh berbagai macam orang
- yang berdatangan karena di negara mereka
- mengalami masa-masa paceklik. Sedangkan
- Mesir memiliki perbekalan yang luar
- biasa karena kebijaksanaan Yusuf. Nah,
- Sulaiman ketika meminta kepada Allah
- untuk dianugerahkan kekuasaan, kekuasaan
- tersebut bukan menjadi tujuannya, tapi
- dengan alasan menjadi wasilah baginya.
- Ya, untuk apa? Untuk berdakwah di jalan
- Allah Subhanahu wa taala. Karena
- sebelumnya Sulaiman pernah dicoba
- tergeser dari apa? Dari kekuasaannya.
- Karena pertikaian di dalam hingga Allah
- subhanahu wa taala kembalikan kepadanya.
- Seperti yang Allah Subhanahu wa taala
- sebutkan pada ayat sebelumnya.
- Di mana Allah Subhanahu wa taala
- berfirman, "Walaqad fatanna sulaimana wa
- alqaina ala kursihi jasadan tumma."
- Setelah kejadian tersebut, qalbigfirli
- wahabli mulkan la yambag lihadim min
- ba'di innaka antal wahab. fasakna lahu
- rajri biamrihi rukan haitu as wasina ka
- bnawas
- wa akina muqon fil asfar huna
- famnun amsik bighiri hisab
- Allah anugerahkan buat sulaiman anugerah
- yang tak terhingga
- Allah tundukkan jin ya di bawah
- kekuasaannya
- Allah subhanahu wa taala juga berikan
- kemampuan untuk memahami bahasa
- binatang, burungnya, semutnya, ya. Allah
- juga tundukkan angin baginya. Nah, kalau
- kita lihat di sini anugerah yang Allah
- berikan kepada Sulaiman yang melimpah
- tersebut menunjukkan kepada kita
- sebetulnya dunia ini tidak diharamkan
- bagi orang yang beriman malah Allah
- sediakan bagi mereka.
- qul man har zinatallahti akjaibadi
- minya lilladina amanu khanumqiamah
- Allah mengatakan siapa yang berani
- mengharamkan
- hiasat Allah subhanahu wa taala yang
- Allah keluarkan bagi mereka
- begitu juga rezeki-rezeki yang thayib
- lalu Allah katakan semua ini Allah
- anugerahkan buat untuk orang yang
- beriman
- tapi karena orang-orang yang tidak
- beriman hidup bersama mereka tidak
- mungkin apa Allah haramkan dari
- orang-orang yang yang tak beriman. Tapi
- sebetulnya ini untuk orang yang beriman.
- Orang yang tidak beriman ikut membonceng
- bersama mereka. Tapi di hari kemudian
- nanti ini murni untuk orang-orang yang
- beriman.
- Nah, kita lihat Sulaiman alaihialatu
- wasalam yang mendapatkan anugerah
- tersebut untuk apa digunakan? Ternyata
- walaupun dia menjadi orang yang
- berkuasa, dia tidak menyombongkan diri,
- tidak berbuat semena-mena. Bahkan ketika
- mendengarkan semut berbicara kepada
- sesamanya,
- hendaknya kalian apa? Ee masuk ke
- tempat-tempat kediaman kalian. Ya
- ayyuhan qolat namlatun ya ayyuhan
- namludu masakinakum
- yahtimannakum sulaimanu wa junuduhu
- wahum la yasurun. Jadi ratu semut
- mengatakan, "Wahai
- pasukan semut, masuk ke tempat-tempat
- kediaman kalian." Ini raja mereka.
- Karena dikhawatirkan Sulaiman dan
- pasukannya akan menginjak-injak kalian
- tanpa mereka sadari. Sulaiman ketika
- mendengarkan semut berbicara,
- fatabasamaikan miniha. Ketika
- mendengarkan ucapan semut tersebut, dia
- tersenyum. Langsung dia perintahkan
- pasukannya untuk berhenti membuat semut
- tersebut masuk ke dalam apa? Ke dalam
- lubang-lubang tempat kediaman mereka
- baru mereka berlari.
- Masyaallah.
- Sulaiman gambaran orang yang diberikan
- anugerah yang besar oleh Allah tapi
- gambaran hamba yang bersyukur dan selalu
- kembali kepada Allah. Begitu pula sang
- ayah Daud. L bagaimana Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- sebagai nabi yang terakhir?
- Kalau beliau menginginkan kekayaan
- dunia, Allah berikan. Tapi beliau tidak
- menginginkan. He.
- Sampai ketika ditawarkan Gunung Uhud
- menjadi emas, Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam menolak dan tidak
- menginginkan.
- Masyaallah.
- Tapi dia hidup bersama masyarakat di
- bawah, merasakan derita mereka,
- kesusahan mereka. Hingga ketika
- istri-istri beliau meminta tambahan
- nafkah setelah kesejahteraan para
- sahabat, Nabi berduka dan bersedih.
- Karena beliau ingin menjadi contoh di
- tengah-tengah masyarakatnya.
- Tidak hidup dilayani, tapi hidup
- melayani dirinya sendiri.
- Tidak pernah membedakan dirinya dari
- sahabat-sahabatnya. Di saat berjalan
- bersama-sama dalam perjalanan,
- Nabi tidak pernah sama sekali
- mengistimewakan dirinya. Di saat mereka
- sebagian berburu, sebagian memasak, Nabi
- mencari kayu.
- Begitu pula pada saat membangun masjid,
- Nabi juga ikut mengangkat batu bersama
- sahabat-sahabatnya. Ini merupakan akhlak
- yang amat indah hingga mendapatkan
- pujian dari Allah Subhanahu wa taala.
- Kalau Sulaiman merupakan seorang hamba
- yang bersyukur berjuang di jalan Allah,
- Nabi di samping seorang hamba yang
- bersyukur yang berjuang di jalan Allah,
- merendahkan di tengah-tengah masyarakat
- hidup bersama mereka-mereka yang paling
- rendah dan paling menderita.
- Nah, ini merupakan ketauladan yang amat
- indah. Kalau Sulaiman cocok untuk
- berdakwah di tengah-tengah mereka,
- mereka yang kuat, yang berkuasa, yang
- kaya raya, sedangkan nabi kita cocok
- untuk semua kalangan. Bahkan mendidik
- yang kaya, yang berkuasa untuk
- merendahkan diri dan tidak menyombongkan
- diri seperti kaum Quraisy yang masuk ke
- dalam Islam yang dulu mereka enggak
- duduk bersama budak mereka. Sekarang
- mereka duduk bersama Bilal, bersama
- Salman. Bahkan mereka tidak merasa sama
- sekali apa? tidak merasa sama sekali
- direndahkan ketika Rasul memberikan
- pujian kepada sahabat-sahabat yang
- berasal dari kalangan Almawali. Jadi,
- Sulaiman bukan ambisius tapi ingin ya
- dengan anugerah yang Allah berikan dia
- dapat menjalankan misi dan dakwahnya di
- jalan Allah. Karena sebelum Sulaiman
- Daud kan berperang menghadapi Goliat.
- Bani Israel terluntah-luntah di
- mana-mana tempat. Tapi setelah Sulaiman
- kembali kepada Allah, Bani Israil yang
- berjaya dan kaya raya lupa kepada Allah,
- apa yang terjadi?
- Akhirnya kejayaan mereka hancur. Akibat
- keingkaran mereka, masuklah pasukan
- Nebuhad Nizar mengobrak-abri kerajaan
- Bani Israil. Semenjak saat itu
- susul-menyusul
- dari mulai Naib Khadnizar ya,
- kemudian datang
- Alexander Almdonia, kemudian Titus ya.
- Kemudian yang terakhir kita saksikan
- pembantaian hetler terhadap mereka. Dan
- yang paling dekat ini ya apa yang
- dialami Zionis akibat kejahatan yang
- mereka perbuat hidup dalam ketakutan
- hanya beberapa hari tapi membuat mereka
- merasakan seolah-olah kiamat di hadapan
- mereka
- hanya oleh
- kekuatan yang kecil bila dibandingkan
- dengan apa? dengan kekuatan-kekuatan
- yang memberikan dukungan bagi Israel.
- Artinya Allah Subhanahu wa taala tidak
- berdiam. Allah Subhanahu wa taala
- melihat, mengawasi. Bila sesuatu
- melampaui batas maka Allah akan turun
- tangan dan azab Allah Subhanahu wa taala
- amat mengerikan. Inna batsyikaid
- innahu hua yubdiu wauid wahual gfurul
- wadud dulul arsyil majid faal lima
- yurid. Wallahuam.
- Ada pertanyaan dari Ustaz Isa. Silakan
- Ustaz Isa.
- Ini Ustaz ee ada pertanyaan lanjutan
- Ustaz dari ee suara amani. Bismillah.
- Dari salah seorang mualaf di Bekasi.
- Ustaz, bagaimana caranya kita tahu bahwa
- syahadat kita diterima oleh Allah
- subhanahu wa taala? Kemudian dalam
- kalimat syahadat ada kata bersaksi.
- Apa makna dari kata bersaksi ini, Ustaz?
- Syukran jazakumullah khair.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma ahdina subu wasalam waakrijna
- minadulumatian nur wahdina ila siratikal
- mustaqim.
- Pertama-tama kita ingin memahami arti
- kesaksian.
- Kesaksian sebagaimana datang dari kita
- makhluk, datang juga dari Allah dan para
- malaikat.
- Allah berfirman dalam surah Alimran,
- syahid
- annahu la ilahailla hu
- malaikah wa ulul ilmi qoimam bilqisti la
- ilahailla hua alzizul hakim.
- Allah subhanahu wa taala bersaksi
- bahwa tiada tuhan selain dari
- Allah.
- Begitu pula para malaikat juga turut
- bersaksi bersama Allah. Demikian pula
- orang-orang yang berilmu
- dengan penelitian mereka, penemuan
- mereka, dengan hasil
- apa-apa yang mereka teliti dan temukan
- merupakan bukti kesaksian bahwa alam
- semesta ini ya tak mungkin ada penguasa
- selain dari Allah Subhanahu wa taala.
- Kemudian qoimanam bilqist. Allah
- Subhanahu wa taala. Di samping Dia Tuhan
- yang Maha Esa, tiada Tuhan selain
- daripadanya.
- La ilahailla huwal azizul hakim. Tiada
- Tuhan selain daripadanya. Dialah
- satu-satunya ilah yang maha perkasa lagi
- maha bijaksana. Kalau kita renungkan di
- sini, apa yang dimaksudkan dengan
- kesaksian Allah?
- Karena di saat seorang bersaksi kan
- diiringi dengan apa?
- dengan bukti kan dengan pembuktian.
- Nah,
- kalau kita perhatikan ya dari firman
- Allah, syahidallah, Allah bersaksi
- diiringi oleh para malaikat dan
- orang-orang yang berilmu. Kesaksian
- Allah Subhanahu wa taala ya dapat kita
- saksikan di alam raya dan seluruh
- isinya.
- Langitnya, buminya, apa yang terdapat di
- antara keduanya termasuk diri kita.
- Bukankah semua ini menunjukkan
- bukti-bukti, ayat-ayat bahwasanya apa?
- Bahwasannya tiada Tuhan selain dari
- Allah. Karena Allah mengatakan, "Walau
- kana fihi maariatun illallah la
- fasadata." Kalau ada tuhan-tuhan selain
- dari Allah di langit maupun di bumi,
- niscaya langit bumi akan mengalami
- kehancuran,
- keserasian, keselarasan, keharmonian di
- alam raya ini menunjukkan penciptanya ya
- tidak mungkin apa tidak mungkin
- berbilang. Karena apabila ada
- tuhan-tuhan selain dari Allah, bersama
- Allah pasti akan terjadi pertarungan,
- pertentangan, dan perselisihan.
- Sedangkan alam raya dan seluruh isinya
- menjadi bukti akan apa? Akan keesaan
- Allah Subhanahu wa taala. Karena alam
- ini saling berkaitan satu dengan
- lainnya, bukan masing-masing berdiri
- sendiri. Contoh jangan jawab-jawab kita
- manusia dengan oksigen yang kita hidup.
- Oksigen di luar kita kan makanan yang
- kita makan, tumbuh-tumbuhan,
- hewan-hewan. Kalau memang berasal dari
- Tuhan yang bermacam-macam, tidak mungkin
- sama sekali apa? Tidak mungkin akan
- tercipta keharmonian. Tapi Allah yang
- menciptakan kita. Allah yang menyediakan
- rezekinya bagi kita. Allah Subhanahu wa
- taala yang menjaga dan memelihara. Allah
- Subhanahu wa taala juga apa? Yang kelak
- akan menghadiri manusia di hari kemudian
- nanti. Jadi kesaksian Allah di sini amat
- jelas. Oleh karena itu Allah berfirman,
- qul ayyu saaiin akbaruus syahadah.
- Katakan, "Kesaksian siapakah yang paling
- dahsyat dan paling besar?" Qulillah.
- Katakan, "Allah." Karena apa? Kalau
- kesaktian seseorang paling diiringi
- dengan satu bukti, dua bukti. Tapi kalau
- kesaksian Allah, seluruh alam semesta
- ini menjadi bukti bagi kita akan
- kebenaran Allah.
- Ada tidak bukti-bukti, tanda-tanda
- bahwasanya ada Tuhan selain dari Allah?
- Sama sekali tidak ada. Kalau ada pasti
- ada rasulnya yang dikirim kepada kita
- semuanya. Pasti ada tanda-tandanya. Tapi
- ternyata alam semesta dan seluruh isinya
- semua menunjuk kepada Allah sebagai
- penciptanya, sebagai pemeliharanya.
- Allah juga yang melimpahkan rezekinya.
- Kalau dalam ajaran Trimurti Akhi Isa,
- mereka meyakini akan adanya tiga Tuhan
- atau tiga dewa.
- Yang pertama adalah Brahma sang
- pencipta, Wisnu sang pemelihara,
- sedangkan Shiwa sang penghancur.
- Tapi kalau dalam Islam yang mencipta
- adalah Allah, yang menjaga, memelihara
- juga Allah Subhanahu wa taala. Bahkan
- dia lebih dekat kepada kita dan kepada
- setiap makhluknya. Lebih dekat kepada
- kita daripada kita dengan denyut madi
- kita.
- Begitu juga apabila tiba saatnya Allah
- menghendaki kehancuran bagi satu kaum,
- bagi satu wilayah karena kejahatan,
- keingkaran yang mereka lakukan. Tak ada
- seorang pun yang kuasa menolaknya. Jadi
- ketiga-tiganya yang diyakini oleh
- kalangan Hindu ya dengan apa? Trimurti
- semuanya sebetulnya ada pada Allah
- Subhanahu wa taala. Dialah pencipta, dia
- pula sang pemelihara, dia pula yang
- apabila tiba saatnya untuk
- menghancurkan. Tak ada seorang pun yang
- kuasa untuk menolak.
- Ini merupakan kesaksian Allah. Nah, kita
- dengan sendirinya
- yang mempelajari kita diperintahkan
- untuk tidak mengikuti sesuatu tanpa
- dasar ilmu. Itu merupakan salah satu
- keindahan Islam. W takfu maaka bihi ilm.
- Jangan ikuti sesuatu tanpa dasar ilmu.
- Nah, kita sebagai orang yang berakal
- sebagaimana contoh Ibrahim walaupun
- hidup di tengah para penyembah berhala
- tidak pernah sekalipun dia apa dia
- mengikuti sesuatu tanpa dasar ilmu. Dia
- berpikir, dia merenung hingga menemukan
- kebenaran yang sejati. Dan Allah
- Subhanahu wa taala angkat dan pilih
- dirinya sebagai khalilnya karena
- keutamaan kecerdasan beliau yang tak
- terhingga. dan keberanian beliau untuk
- menyampaikan kebenaran. Bahkan rela
- berkorban demi kebenaran. Nah, kita
- sebagai seorang beriman yang berakal,
- yang betul-betul menerima karunia yang
- tak terhingga hendaknya dalam meyakini
- sesuatu jangan kita ikut-ikutan.
- Kalau kita lahir dari orang tua, ya
- katakan sebagai seorang muslim,
- hendaknya jangan kita membiarkan diri
- kita sebagai seorang muslim hanya karena
- ikut-ikutan, tapi harus memahami mengapa
- kita menjadi seorang muslim. Mengenal
- Tuhan kita. Bukan hanya menghafal, tapi
- mengenal Tuhan kita dengan
- sebaik-baiknya, dengan bukti-bukti ya
- yang betul-betul meyakinkan kita. Nah,
- pada saat seorang nonmuslim masuk ke
- dalam Islam
- berdasarkan apa? Kesaksian Allah
- Subhanahu wa taala yang seluruhnya
- menunjuk kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Kemudian setelah itu ya dia
- bersaksi
- ashadu alla ilahaillallah. Aku bersaksi
- bahwasanya tiada Tuhan kecuali hanya
- Allah Subhanahu wa taala sebagaimana
- yang ditunjukkan oleh ayat-ayat Allah
- yang terdapat di langit dan di bumi. Dan
- tidak ada bukti adanya Tuhan selain dari
- Allah Subhanahu wa taala. Maka pada saat
- dia mengucapkan lailahaillallah sebagai
- kesaksian dia, dia meyakini dirinya
- berasal dari Allah, dirinya juga
- bergantung kepada Allah, dirinya kembali
- kepada Allah. Maka dalam hidup ini
- dia akan kembali kepada Allah Subhanahu
- wa taala dalam mengikuti dan mengatur
- perjalanan hidupnya.
- Dia akan mengambil pedoman hidupnya dari
- Allah. Pada saat dia butuh sesuatu
- kembali kepada Allah. Dalam berlindung
- pun dia kembali kepada Allah. Dan jalan
- yang dipilih jalan Allah yang merupakan
- jalan penciptanya yang maha pengasih
- lagi maha penyayang. Oleh karena itu, di
- saat kita ingin mengenal Allah yang
- paling indah, paling mudah, renungkan
- nama-nama Allah yang begitu indah
- sebagai penjelasan yang menerangkan
- siapa itu Allah. Dia Asalam, dia
- Al-Mukmin, ya, dia Ar-Rahman Ar-Rahim,
- almalik, al-qudus. Nama-nama ini
- memberikan harapan, kabar gembira kepada
- kita, menentramkan hati kita hingga kita
- betul-betul apa? merasa Tuhan kita
- betul-betul telah melimpahkan nikmat
- karunianya, perhatiannya, penjagaannya
- terhadap kita hingga. Oleh karena itu,
- pada saat orang beriman kepada Allah,
- bersaksi tiada Tuhan selain dari Allah,
- dia tidak akan takut kecuali hanya
- kepada Allah. Dia tidak akan berharap
- kecuali hanya kepada Allah. Dia tidak
- akan mengambil petunjuk hidupnya kecuali
- dari Allah Subhanahu wa taala. Jadi
- bukan hanya sekedar ucapan
- lailahaillallah, kesaksian dia ashadu
- alla ilahaillallah, kesaksian lisan
- dibuktikan dengan amal perbuatan yang
- betul-betul sepenuhnya kembali kepada
- Allah.
- Oleh karena itu, dari mulai dahulu kala
- dari mulai zaman Nabi kita, begitu pula
- para sahabat Nabi kita hingga kini,
- lailahaillallah itu merupakan ucapan
- yang paling utama dan dialah merupakan
- misi dari para nabi.
- Walaqad baatna fi kulli ummatin rasulan
- anudullaha wtanibut.
- Allah berkata pada rasulnya, "Faam
- annahu la ilahaillallah
- wastagfirambika
- walil mukminina wal mukminat."
- Wallahuamu mutaqallabakumwakum.
- Nah, pada ayat Al Imran ini syahid Allah
- annahu la ilahaillah hu
- diikuti oleh para malaikat, diikuti oleh
- orang-orang yang berilmu. Apabila dia
- betul-betul berilmu, pasti dia
- menyaksikan dan membuktikan tiada Tuhan
- selain dari Allah. Maka atas dasar ini
- alaiha nah wa
- alaiha namut wa alaiha nubatsu
- insyaallahu
- jadi di atas kalimat lailahaillallah
- kita hidup kemudian kita hidup juga ya
- dalam kalimat tauhid kalimat
- lailahaillallah begitu juga pedoman
- hidup kita juga kembali kepada
- lailahaillallah
- ini merupakan sebetulnya baiat kita,
- janji kita kepada Allah. Jadi kalau
- seorang mengucapkan lailahaillallah atau
- bersaksi asyhadu alla ilahaillallah tapi
- cara hidupnya tidak mengikuti petunjuk
- Allah bahkan memilih cara hidup di luar
- jalan Allah maka kesaksiannya dibatalkan
- ya dan didustakan oleh perbuatannya.
- Ya. Baik. Ini ada pertanyaan lagi dari
- Purwakarta nih.
- Kalau pertanyaan lanjutan boleh enggak?
- Silakan
- dari tema yang ini nanti
- tadi ada jawab apa? Bagaimana kita
- meyakini syahadat kita diterima oleh
- Allah?
- Apabila dia bersyahadat ya dengan penuh
- keyakinan penghayatan bahwa tiada tiada
- apa? Tiada Tuhan selain dari Allah, dia
- juga berjalan di atas kalimat tersebut.
- Dia hidup juga berpegang pada kalimat
- tersebut. Dia pasti akan merasakan
- ketentraman, rasa tumakninah sebagai
- bukti bahwa Allah Subhanahu wa taala
- menerima syahadatnya. Oleh karena itu,
- Iya. harus dengan dasar ilmu. Nah, kita
- punya anak-anak kita semenjak kecil.
- Jangan kita biarkan mereka hanya
- menghafal rukun Islam, rukun iman, tapi
- hendaknya jelaskan kepadanya maksud dari
- apa? Dari kalimat-kalimat tersebut.
- Memperkenalkan Allah melalui
- nama-namanya, rahmatnya, kasih-Nya
- hingga betul-betul dia memiliki
- pemahaman yang menghasilkan ketentraman,
- menghasilkan juga rasa baik sangka di
- hatinya. Itu yang kita harapkan.
- Ustaz ee tadi kan Ustaz sebutkan bahwa
- kesaksian itu berkaitan dengan bukti.
- He.
- Kalau asyhadu alla ilahaillallah atau
- kesaksian kita kepada Allah tadi
- dibuktikan dengan penciptaannya, dengan
- alam semesta, dengan apa yang kita
- saksikan di hadapan kita. Bagaimana
- dengan pembuktian daripada kesaksian wa
- asyhadu anna muhammadar rasulullah dan
- bagaimana kita mengamalkan syahadat ee
- tentang baginda Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam.
- Kalau seandainya bukti keesaan Allah ya
- kekuasaannya
- kita saksikan langit bumi semuanya
- menunjuk kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Lalu bagaimanakah bukti kebenaran
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam dalam surat Yasin Allah
- Subhanahu wa taala berfirman, "Yasin wal
- quranil hakim."
- Innaka laminal mursalin
- ala mustaqim. Tanzilal azizirahim.
- Yasin. Demi Al-Qur'an yang penuh dengan
- hikmah. Di saat kita mengucapkan asyhadu
- alla ilahaillallah, meyakini semua ini,
- maka mau tidak mau kita akan meyakini
- bahwa Al-Qur'an merupakan kitab Allah.
- Karena isi kandungan Al-Qur'an ya
- menegaskan apa yang tadi kita sebutkan.
- Ayat-ayat Al-Qur'an ini mengajak kita
- merenungkan ayat-ayat kauniah, ayat-ayat
- di alam semesta ini ya, di alam makro
- yang begitu indah, makrokosmos yang
- semuanya apa? Saling berkaitan. Quran
- merupakan kitab wahyu yang datang dari
- Allah. Sedangkan alam semesta juga
- merupakan kitab.
- Kitab yang menunjukkan bukti-bukti
- kebesaran keagungan Allah. Nah, Allah
- katakan demi Al-Qur'an yang penuh
- hikmah. Innaka laminal mursalin.
- Sesungguhnya engkau benar-benar
- merupakan salah satu rasul yang diutus
- oleh Allah. Jadi, Al-Qur'an merupakan
- bukti kebenaran Rasul. Karena apa yang
- disampaikan oleh Al-Qur'an mustahil
- datang dari seorang manusia. Coba
- perhatikan
- di tengah-tengah masyarakat jahiliyah
- yang primitif
- mungkink enggak akan melahirkan Quran
- yang begitu menakjubkan? Bicara mengenai
- alam alajinah?
- bayi dalam kandungan pertumbuhannya.
- Kemudian bicara mengenai alam astronomi,
- bukti-bukti mukjizat-mukjizat
- yang ditemukan justru di belakang hari.
- Sebagai contoh, awalam yaradina kafaru
- annamawati wal ardqah.
- Apa orang-orang kafir tidak melihat
- bahwa langit bumi tadinya merupakan satu
- kesatuan kemudian kami pecah?
- Hal ini baru diketahui di abad 20
- dengan teori big bang yang mereka ya
- yang mereka sebutkan, mereka gaungkan
- bahwa alam terlahir dari sebuah ledakan.
- Quran menjelaskannya bahkan lebih indah.
- Asalnya satu kesatuan kemudian kami
- pecah. Lahirlah galaksi-galaksi lahir
- tata surya semua dengan kehendak Allah.
- Bahkan Quran menyebutkan wasamaa
- banaahaidin wa inna lusiun. langit kami
- bangun dengan tangan kami dan kami masih
- terus memperluas langit ini. Dan para
- ilmuwan menemukan bahwa ternyata mereka
- menemukan melalui teleskop mereka
- bahwasanya alam terus mengalami
- perluasan. Ini merupakan keajaiban dan
- mukjizat yang tidak mungkin datang dari
- seorang yang lahir dari masyarakat
- penimif alam jahiliah.
- Bicara mengenai ketuhanan berbeda dengan
- apa yang ada pada saat tersebut. Bahkan
- bangsa yang maju seperti bangsa Romawi,
- Persia dalam ketuhanan betul-betul yang
- mereka sampaikan amat amat betul-betul
- apa? Amat-amat menjijikan dan tidak
- diterima oleh akal sehat.
- He.
- Tapi Nabi kita di tengah masyarakat yang
- primitif berbicara mengenai ilmu
- pengetahuan,
- alam astronominya,
- tentang pertumbuhan janin dalam
- kandungan, asal-usul penciptaan langit
- dan bumi, semua yang disampaikan
- Al-Qur'an ya. Semua yang disampaikan
- Rasul dalam Al-Qur'an ternyata apa?
- Merupakan kesaksian yang lain yang
- menyaksikan akan kebenaran Allah. Maka
- dengan sendirinya yang menyampaikan
- kebenaran ini tidak ragu lagi merupakan
- seorang yang benar-benar rasul yang
- diutus oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Nah, apa kira-kira yang meragukan bahwa
- Nabi Muhammad merupakan utusan Allah?
- Sebagaimana saudaranya Isa, Yahya,
- Zakaria dan nabi-nabi sebelumnya. Tapi
- yang mengherankan kenapa dari atas para
- nabi rasul diutus ketika sampai Almasih
- mereka mengklaim ini merupakan anak
- Tuhan.
- Kan aneh luar biasa. Padahal Almasih
- sendiri mengajak mereka semuanya untuk
- menyembah Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi Al-Qur'an sebetulnya merupakan
- salah satu bukti yang paling kuat yang
- membuktikan kenabian Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Ini
- keindahan Al-Qur'an. Bukti kebenaran
- Allah, bukti kebenaran Rasul kita.
- sallallahu alaihi wasallam dan juga
- menceritakan kisah para nabi, para rasul
- yang tidak dialami oleh Nabi dan
- ceritanya berbeda dengan versi ahli
- kitab. Kalau dalam versi ahli
- kitab-kitab kejadian menggambarkan kakek
- kita Nabi Adam dan Hawa itu dalam
- keadaan telanjang pada saat ditempatkan
- di surga. Dilarang untuk memakan buah
- terlarang. Datang iblis mengatakan,
- "Kalau kamu makan buah ini, kamu akan
- menjadi cerdas dan menjadi saingan
- Tuhan.
- Sebaliknya dalam Islam kamu makan buah
- tersebut kamu akan terjerumus dalam
- kezaliman yang tadinya penuh kemuliaan
- berpakaian tertutup auratnya. Ketika
- makan buah tersebut pakaian mereka
- langsung tersingkap.
- Tapi dalam versi kejadian lama,
- perjanjian lama ketika Tuhan katanya
- mengetahui bahwa ada makan dari buah
- tersebut,
- Adam bersembunyi ketika Tuhan masuk ke
- dalam surga mencari-cari Adam.
- Di mana kamu wahai Adam? Dia bilang,
- "Kami di balik pohon." Tuhan enggak bisa
- ngelihat.
- Ditanya, "Kenapa kalian sembunyi?"
- "Karena kami telanjang tidak
- berpakaian." Langsung Tuhan mengatakan,
- "Berarti kalian telah makan buah
- tersebut hingga kalian tahu diri kalian
- telanjang."
- Berarti Tuhan melarang Adam dan Hawa
- makan buah tersebut. Takut disaingi
- kecerdasannya.
- Beda dengan Islam. Larangan Allah justru
- yang akan merugikan mereka. Perintah
- Allah yang akan mengantarkan mereka
- menuju kemuliaan. Dan inilah merupakan
- ajaran para nabi yang disampaikan beliau
- sama dengan apa yang disampaikan
- nabi-nabi sebelumnya.
- Baik, dari Bapak Alim di Purwakarta.
- Asalamualaikum Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatull.
- Ustaz, apa makna huda lil muttaqin dalam
- konteks Al-Qur'an sebagai petunjuk
- hidup?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ketika Allah turunkan manusia ke bumi,
- Allah tidak biarkan mereka dalam keadaan
- meraba-raba, membabi buta. Tapi Allah
- utus rasulnya turunkan kitabnya. Lalu
- Allah berkata kepada mereka, "Kalau
- kalian mengikuti petunjukku, kalian
- tidak akan tersesat dan kalian tidak
- akan merana.
- Tapi kalau kalian berpaling daripadanya,
- maka kalian akan hidup dalam kehidupan
- yang pengap.
- Dan kalian
- juga akan dihimpun di hari kemudian
- nanti dalam keadaan buta. Karena dulu
- kalian membutakan mata kalian dari
- ayat-ayat Allah. Faimmaannakum
- minni huda
- huda fala wqriahu
- yaumalqami.
- Nah, ketika Allah turunkan kitabnya,
- utus rasulnya
- di tengah-tengah manusia sebagai
- khalifah yang memiliki pilihan untuk
- mengikuti dan menolak, untuk taat
- dan membangkang.
- Karena kita merupakan makhluk yang
- diberikan pilihan berbeda dengan
- malaikat. Nah, ketika Allah turunkan
- kitabnya mengingatkan kepada mereka,
- kalau kalian mengingatkan keselamatan,
- ikuti kitab ini. Kalau kalian ingkar
- maka yang kalian akan terima adalah
- kebinasaan di dunia dan kehancuran di
- hari akhirat nanti.
- Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa
- taala sebutkan bahwa kitab suci
- Al-Qur'an ini sebagai hudan lil
- muttaqin. Ya, bagi orang yang bertakwa.
- Karena yang akan mengikuti petunjuk
- Al-Qur'an, yang akan menerimanya, yang
- menyambutnya hanya orang yang bertakwa.
- Dia merupakan hudan linas dalam arti
- apa? Dalam arti penjelasan, penerangan
- bagi semua manusia mengenai apa?
- Petunjuk menuju jalan keselamatan dan
- peringatan dari jalan yang akan
- menghancurkan mereka. Tapi yang akan
- menyambut,
- yang akan menyambut hanya orang yang
- bertakwa. Oleh karena itu, Mas Krishna,
- hidayah terbagi dua. Ada hidayah dalam
- arti isyat, bimbingan, penerangan, dan
- penjelasan. Itu hidayah Rasul dan Quran
- untuk semua manusia. Tapi ada hidayah
- yang kedua yang dinamakan hidayah
- taufik.
- Hidayah taufik ini hanya diberikan untuk
- orang-orang yang mau terbuka menerima
- kebenaran.
- Dan ini kekuasaannya berada di tangan
- Allah. Allah yang akan masukkan
- hidayahnya ke dalam hati orang yang
- bertakwa
- yang terbuka untuk menerima kebenaran,
- mau mengikuti dan patuh. Oleh karena
- itu, iblis walaupun dia berilmu, tahu
- kebenaran, tapi tidak mendapatkan
- hidayah taufik dari Allah. Adapun
- hidayah irsyad, penerangan, penjelasan,
- iblis tahu, bahkan lebih tahu
- dibandingkan kita. Nah, kalau kita
- jumpai nabi yang diutus untuk semua
- manusia, beliau menyampaikan hidayahnya
- untuk semua manusia. Tapi yang
- menentukan siapa yang berhak menerima
- hidayahnya hanya Allah. Innaka tahdi
- man ahbabta wakinnallaha yahdi man
- yasya. Tapi sebaliknya ketika bicara
- mengenai hidayah apa? Hidayah yang
- sifatnya untuk seluruh manusia. Wa
- innaka latahdiati mustaqim. Sesungguhnya
- engkau benar-benar dengan apa yang kamu
- sampaikan menunjukkan manusia ke jalan
- yang lurus. Tapi untuk menerima hidayah
- itu sendiri itu bukan wewenang rasul.
- Kalau Rasulullah punya wewenang, enggak
- mungkin Abu Lahab kafir.
- Mungkin enggak Abu Lahab kafir? Enggak
- mungkin. Kalau Rasulullah punya wenang
- memasukkan hidayah. Tapi Rasulullah
- tugasnya menyampaikan kabar gembira,
- peringatan, membacakan ayat Allah. Nah,
- yang akan menerima menyambutnya hanya
- orang yang bertakwa. Maka Allah katakan
- dzalikal kitabu laba fi hudan lil
- muttaqin. Di sini menjelaskan petunjuk
- yang akan dihormati, diikuti, dipatuhi
- bagi orang yang bertakwa yang akan
- mengantarkan mereka menuju keselamatan.
- Allah sebutkan kriteria orang yang
- bertakwa yang akan menerima hidayah
- Al-Qur'an.
- yimun wimmaqnahum
- yunfun walladina yminuna bima unzila
- ilaika w unzila min qblik w akirati hum
- yuqinunika hudbihim waika humul muflihun
- yang tidak memiliki kriteria ini mereka
- orang-orang yang diharamkan dalam
- hidayah Allah mereka hafal Quran mereka
- juga mengenal berbagai macam apa ee ilmu
- yang berhubungan dengan Al-Qur'an tapi
- ilmu tersebut tidak sama sekali meresap
- ke dalam hatinya hingga diharamkan dari
- hidayah Allah. Padahal Quran di depan
- matanya,
- Quran juga apa dalam ingatannya. Tapi
- sayang hatinya tidak belajar dari apa
- yang Allah ajarkan. Ini wali
- iyadzubillah merupakan apa? Merupakan
- kesesatan yang paling mengerikan. Dia
- merasa dirinya
- memegang kebenaran padahal orang yang
- paling jauh dan diharamkan dari
- Al-Qur'an.
- Makanya Allah sebutkan hudan lil
- muttaqin. Karena hanya merekalah orang
- yang bertakwa yang akan menyambut dan
- menerima hidayah tersebut dari Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, hidayah di sini
- adalah hidayah taufik bukan hidayah apa
- bukan hidayah irsyad yang sifatnya
- bimbingan dan penerangan.
- Ada lagi nih
- jalan. Sebenarnya pisa yang tadi ee
- masih kepengin lanjutin tentang syahadat
- Ustaz
- ee mengenai tadi kan syahadat tentang
- baginda Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam pemaknaannya.
- Kemudian kalau di awal tadi Ustaz
- syahadat allailahaillallah ada
- pengamalannya. Ini menjadikan langkah
- kita lailahaillallah, tujuan kita
- lailahaillallah. Apa namanya alasan kita
- berbuat adalah laillallah. Bagaimana
- dengan syahadat kepada baginda Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam?
- pengamalannya daniannya
- dalam hidup kita ini bagaimana Ustazah?
- Baik.
- Sebagaimana kita pahami tadi bahwa
- syahadat bukan hanya sekedar kesaksian
- lisan. Karena kalau lisan bersaksi
- tapi hati berbeda dengan apa yang pada
- lisan kita apalagi amal kita tidak
- selaras dengan kesaksian kita, maka kita
- masuk dalam firman Allah dalam suratul
- Munafiqun.
- nashadu innakaullah
- wallahu yamu innaka rasuluh wallahu
- yashhadu
- innal munafiqina lakadibun kita lihat di
- sini
- Allah terangkan apabila orang-orang
- munafik datang ke hadapan kamu mereka
- bersaksi
- bahwasanya apa kamu benar-benar
- Rasulullah
- idza jaakal munafiqun Qalu nashadu
- innaka rasulullah. Kami benar-benar
- bersaksi bahwasanya engkau adalah
- Rasulullah.
- Allah malah jawab, "Wallahu y'alamu
- innaka rasul." Allah juga tahu kamu
- adalah rasul.
- Tapi wallahu yashadu innal munafiqina
- lakadibun. Sungguh Allah bersaksi bahwa
- orang-orang munafik adalah orang-orang
- yang berdusta.
- Kedustaan mereka bukan kesaksian mereka
- bahwa Muhammad Rasulullah, tapi
- kedustaan mereka itu antara ucapan hati
- dan perbuatan mereka tidak sejalan.
- Jadi kalau kita mengatakan asyhadu alla
- ilahaillallah wa asyhadu anna muhammadar
- rasulullah,
- syahadat kita yang bersaksi bahwa tiada
- Tuhan selain dari Allah. Dan Tuhan
- sebagaimana kita tahu melalui
- asma-asmananya dia adalah alkalid
- al-hakim
- sang pemerintah kan. Berarti kalau kita
- bersaksi tiada Tuhan selain dari Allah,
- kita juga mengakui pemerintahannya,
- mengakui kekuasaannya, mengakui juga
- kerajaannya. Sebagaimana yang kita
- ucapkan, alhamdulillahi rabbil alamin
- arrahmanirrahim. Maliki yaumiddin.
- Ya, apa yang kita lakukan semua akan
- kita pertanggungjawabkan di hadapan
- Maliki yaumiddin di hari kemudian nanti.
- Maka begitu kita bersaksi asyhadu alla
- ilahaillallah sebagaimana tadi kita
- terangkan bahwa dengan sendirinya
- sepenuhnya dia kembali kepada Allah.
- Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas
- samaawati wal ardha hanifa wama ana
- minal musyrikin. Hanifah muslim w ana
- minal musyrikin. Begitu juga begitu kita
- bersaksi wa anna muhammad rasulullah
- maka dengan sendirinya kita buktikan
- kesaksian kita dengan menerima risalah
- yang beliau bawa dengan mengikuti
- petunjuknya. Kalau kesaksian kita tidak
- sesuai dengan perbuatan kita, kita
- mengambil cara hidup bukan dengan
- mengikuti Rasul yang membawa risalah
- dari Allah, maka kita dustakan kesaksian
- kita yang kita ucapkan dengan mulut kita
- melalui amal kita. Seperti yang kita
- jumpai sekarang di tengah masyarakat
- kita, mereka bersaksi bahwa Muhammad
- Rasulullah. Tapi dalam praktiknya bahkan
- dalam perayaan Maulid di saat mereka
- berkumpul air mata bisa berlinang-linang
- sambil berselawat kepada Rasul.
- Tapi cintanya bukan cinta yang mendidik,
- yang mengarahkan dan membangun jalannya.
- Hanya se cinta secara emosional. Seperti
- seorang menyaksikan sebuah film drama
- yang menyedihkan air matanya
- berlinang-linang. Selesai, setelah itu
- enggak ada hubungan apa-apa sama sekali.
- Nah, yang diinginkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala kesaksian kita dengan
- lisan dibuktikan dengan amal kita. Oleh
- karena itu, sebagaimana yang kita pahami
- definisi para ulama, ditanya mengenai
- iman. Al iman ma waqar filqbi atauq bih
- lisan waq filqbi wasdaqahul amal yang
- kita ucapkan dengan lidah kita yang
- bersemayam di hati keluar dari hati kita
- kemudian dibuktikan oleh amal kita
- itulah iman yang sebenarnya.
- Jadi kesaksian kita tiada Tuhan selain
- dari Allah dan Muhammad adalah
- Rasulullah. Dengan sendirinya kesaksian
- kita dibuktikan dengan kita menyambut,
- menerima, mengikuti risalah yang dibawa
- Rasul dari sisi Allah Subhanahu wa
- taala.
- Dan ini yang merupakan hal yang berat
- buat kita kan. Kalau hanya mengucapkan
- kamudah.
- Dan begitu kita diajak sebagaimana
- firman Allahquuluna
- amanna
- billahi wabir rasuli wa
- mereka berkata bahwa kami beriman kepada
- Allah beriman kepada rasul dan kami
- patuhquluna
- amanna billahi wabirasulih wa tumma
- yatawalla fariqu minhum min ba'diika
- tapi ternyata setelah itu apa sekelompok
- dari Mereka berpaling ya dari apa? Dari
- Allah Subhanahu wa taala dan seluruhnya.
- Lalu Allah mengatakan wama ulaika bil
- mukminin. Dan sekali-kali mereka bukan
- orang yang beriman. Waidza duu ilallahi
- waasulihi liyahkuma bainahum id fariqu
- minhumun. Kalau mereka diajak kembali
- kepada Allah dan rasulnya untuk
- memberikan keputusan di antara mereka
- ternyata langsung mereka berpaling. Jadi
- ucapan mereka amanna billah wabir rasuli
- wa. Begitu diajak untuk kembali pada
- Allah, kembali pada rasulnya, mereka
- menolak.
- Innamaal
- mukminina duallahi waasuliahi liyahkum
- bainahum yaquna wa. Sesungguhnya ucapan
- orang-orang yang beriman apabila diajak
- kembali kepada Allah dan rasulnya untuk
- memberikan keputusan di antara mereka,
- mereka mengatakan samna wa.
- Itu merupakan ciri orang yang beriman.
- Nah, kalau kita mau ee bercermin di
- hadapan ayat-ayat ini, bertanya,
- sudahkah kita beriman dalam arti yang
- sunat?
- Apa kita mengikuti sebagian yang cocok?
- Ya, lalu menolak untuk mengikuti yang
- lain seperti yang Allah bilang,
- "Waakahumul haqquaiin."
- Kalau keputusan Allah akan menguntungkan
- mereka, mereka datang dengan patuh.
- Tapi kalau merugikan mereka, mereka
- menolak untuk ikut.
- Nah, ini banyak terjadi di antara kita.
- Saya terkagum-kagum mendengar kasus
- seorang wanita.
- Tinggal enggak jauh dari daerah kita.
- Si ibu pesan kepada anak-anaknya dengan
- wasiat yang keras. Bahkan mengatakan,
- "Ibu tidak rida kalau wasiat ibu tidak
- diikuti.
- Warisan ibu harus dibagi rata di antara
- anak laki-laki dan perempuan.
- Anak semua diam. Begitu ibunya meninggal
- dunia, waktu keluarga akan membagi
- hartanya masing-masing sama. Salah satu
- wanita mengatakan, "Saya tidak akan
- mengambil kecuali yang Allah tentukan
- dan berikan buat saya."
- Saya punya hak separuh bahagian
- laki-laki. Itu yang saya terima.
- Sedangkan kelebihannya saya enggak
- berani terima karena wasiat ibu bertolak
- belakang dengan wasiat Allah.
- Biasanya kan mereka enggak terima. Ini
- sebaliknya
- dia mengatakan, "Saya hormat pada ibu,
- tapi wasiat ibu bertentangan dengan
- wasiat Allah. Maka kita pilih untuk
- mengikuti wasiat Allah." Padahal ini
- mengurangi haknya.
- H
- ini menjadi pelajaran buat mereka. Dan
- kita alami ada orang-orang seperti ini
- bukan dari kalangan orang-orang yang
- berilmu luas.
- H
- malah di kalangan ulama banyak yang
- ribut gara-gara masalah harta. Jadi iman
- tidak dilihat dari ilmunya, dari
- ketaatan kepatuhan. Allah mudah-mudahan
- Allah masukkan kita dalam golongan
- mereka semuanya.
- Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Baik, selanjutnya dari Bapak ee Rohili
- di Pogebang. Ada waktu
- Husin ee izin bertanya pada surat
- Almukminun ayat 1 dan 2. Qala mukminun
- alladzina hum fi shatihimun
- khosiun. Apakah kedua ayat ini untuk
- menyempurnakan salat lima waktu?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ayat-ayat permulaan dari suratul
- mukminun sebetulnya menggambarkan
- kriteria orang yang beriman menurut
- Allah.
- Karena orang yang beriman menurut
- manusia bisa berbeda-beda.
- Untuk tidak menimbulkan pemahaman yang
- kabur ya, yang simpang siur. Allah
- berikan penjelasan siapakah orang-orang
- yang benar-benar beriman yang akan
- meraih keberuntungan di hari kemudian
- nanti. Jadi enggak bisa ditafsirkan
- hanya satu dua ayat, harus secara
- menyeluruh menggambarkan kriteria orang
- yang beriman secara sempurna.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Qod aflahal mukminun.
- Sungguh telah sukses ya beruntung
- orang-orang yang beriman. Kata aflaha
- dalam bahasa Arab diambil dari kata
- alfilaha bertani.
- Aflaha menggambarkan petani yang
- beruntung meraih hasil panen yang
- terbaik. Nah, kehidupan dunia kan
- merupakan ladang pertanian buat kita.
- Nah, siapa yang sukses di antara para
- petani dalam kehidupan dunia ini? adalah
- orang-orang yang beriman. Lalu Allah
- sebutkan ciri-cirinya alladzina hum fi
- shatihim kyiun. Yaitu mereka-mereka yang
- khusyuk dalam salat mereka. Hati mereka
- selalu terhubung dengan Allah.
- Walladzina hum
- fi shatihim
- khosiun. Walladina hum anillagwi
- mudidun. Mereka-mereka yang khusyuk
- dalam salat. Mereka kekhusyukan dalam
- salat akan membuat mereka ke mana pun
- dia pergi ya. hatinya selalu terhubung
- dengan Allah. Dia menjaga lisannya,
- menjaga perbuatannya. Kemudian datang
- lagi panggilan Allah yang mengundang
- dirinya untuk salat. Kembali diingatkan
- kepada Allah. Beda dengan orang yang
- hatinya lalai, mengerjakan salat hanya
- dengan jasmaninya, tapi hatinya tidak
- ikut salat sama sekali. Kemudian untuk
- menjaga kemurnian iman, kekhusyukannya,
- mereka juga menjauh dari hal-hal yang
- sia-sia, perkataan sia-sia, perbuatan
- yang sia-sia.
- Karena kalau dia salat dengan khusyuk,
- setelah itu dia keluar menghabiskan
- waktunya dalam pembicaraan perbuatan
- yang sia-sia, merusak kembali apa?
- Kekhusyukannya.
- Kemudian walladzina hum lizzakati
- failun. Dan mereka-mereka yang selalu
- melakukan pembersihan, pensucian
- ya. Mereka selalu mengerjakan dan
- melakukan apa? Pensucian. Pensucian di
- sini ya bukan hanya sebatas harta yang
- dikeluarkan.
- Dalam periode Makkah atau Makiyah lebih
- banyak menggunakan kata zakat. Karena
- apa? Orang yang beriman pada saya itu
- mereka beriman menghadapi cobaan yang
- berat di mana iman mereka lebih cintai
- daripada dunia ini. Oleh karena itu,
- secara mudah bagi mereka untuk melakukan
- pensucian.
- Tapi beda dengan di Madinah. Ketika
- sampai di Madinah bercampur antara
- orang-orang yang masuk Islam dengan
- penuh ketulusan dengan orang-orang yang
- masih apa? Masih lemah. Yang tulus
- dengan mudah mengeluarkan zakat mereka.
- Tapi yang lemah agak berat. Oleh karena
- itu Allah katakan khud min amwalihim
- shodqatan. Ambil dari sebagian harta
- mereka sebagai sedekah bukti akan apa?
- Akan keimanan mereka. Sedekah diambil
- dari kata asidq.
- Nah, di Makkah ini merupakan ayat Makiah
- dan mereka-mereka yang selalu ya
- mensucikan diri mereka baik dengan
- membersihkan harta mereka di jalan
- Allah. Mereka mensucikan diri mereka
- dengan berbagai macam amalan-amalan
- saleh yang mereka lakukan. Karena yang
- dapat mensucikan jiwa kita ini adalah
- amal-amal saleh.
- Salat termasuk mensucikan jiwa kita.
- Sedah mensucikan juga ji ji ji ji ji ji
- jiwa kita. Kata-kata yang baik, amar
- makruf juga mensucikan jiwa kita.
- Sedangkan perkataan buruk,
- perbuatan-perbuatan dosa, mencintai
- harta, enggan untuk mengeluarkan
- kewajiban kita, menolong sesama kita,
- ini yang akan membuat hati menjadi
- gelap. Hingga Allah mengatakan qad
- aflaha man zakaha waqad khaoba man desa.
- Jadi pada air zakat di sini kita tidak
- ingin membatasi hanya pada sedekah yang
- dikeluarkan, tapi dalam arti tazkiah
- yang lebih luas lagi. Mensucikan jiwa
- kita. dari kotoran dan menumbuhkan
- nilai-nilai mulia. Itu arti zaka yazku
- zakatan atahaharah wumu persucian dan
- pertumbuhan.
- Jadi walladzina hum lizakati failun
- walladzina hum lurujihim hafidun dan
- mereka-mereka yang menjaga kemaluan
- mereka. Illa ala azwajihim a malakat
- aimanuhum. Kecuali pada
- pasangan-pasangan mereka atau
- hamba-hamba sahaya mereka yang Allah
- halalkan bagi mereka. Oleh karena itu,
- ini perlu mendapatkan perhatian dari
- penguasa, dari orang tua. Bila seorang
- anak sudah tiba pada usia dewasa
- di mana naluri kebutuhan dia terhadap
- lawan jenisnya ya berada pada kondisi
- apa yang betul-betul telah matang.
- Bahkan dikhawatirkan di tengah-tengah
- situasi saat ini bagaikan air bah.
- Apabila damnya tidak kuat dengan mudah
- bobol, akhirnya terjerumus dalam
- perbuatan dosa, maka orang tua yang
- seharusnya memberikan dukungan membantu
- anaknya untuk apa? Menjaga kesuciannya.
- Rahimallahu aana ibnahu ala birri.
- Allah merahmati seseorang ya yang apa?
- Membantu anaknya di samping ala
- taatillah untuk taat pada Allah waakti
- kepada orang tuanya. Jadi sikap orang
- tua ini itu termasuk merupakan hal yang
- diharapkan untuk dapat mendidik
- anak-anaknya dalam kebersihan kesucian.
- Jangan sampai sudah bergaul bebas,
- berpacaran ke sana ke mari, berhubungan
- secara liar, dikawinkan, akhirnya
- terkenang kembali kepada
- kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut.
- Jadi mereka-mereka yang menjaga kemaluan
- mereka kecuali pada pasangan-pasangan
- mereka yang dihalalkan Allah atau
- hamba-hamba sahaya mereka yang sekarang
- sudah tidak ada lagi.
- Orang yang melakukan hal ini bukan
- orang-orang yang tercela. Karena
- sebagian orang beranggapan hubungan pria
- wanita itu hubungan kotor. Oleh karena
- itu, sebagian orang menolak untuk
- melakukan hubungan ini, mensucikan diri
- mereka dengan rahbaniah.
- Allah katakan bahwa ini sekali-kali
- bukan perbuatan yang tercela menyalurkan
- syahwatnya di tempat yang dihal. Tapi
- warika faula humulun. Siapa yang
- melakukan mencari jalan di luar ini,
- maka merekalah orang-orang yang
- melampaui batas. Setelah itu walladina
- humatihim waahdihim. Mereka-mereka yang
- menjaga amanat mereka, menepati janji
- mereka. Dalam sebuah riwayat, la imana
- liman la amanatalah wina liman la ah.
- Tidak ada iman di hati seorang yang
- tidak sama sekali menjaga amanat dan
- tidak ada din
- pada seorang yang tidak menepati janji.
- Ini kan gambaran indah orang Islam kan.
- Kemudian walladzina hum ala shawatihim
- yuhafidun. Dan mereka-mereka yang
- menjaga salat mereka. Dimulai dengan
- khusyuk dalam salat ditutup dengan
- menjaga salat mereka. Ulaika humul
- waritunadina yaritunal firdausa hum fiha
- kholidun. Mereka orang-orang yang akan
- mewarisi surga firdaus kekal di dalamnya
- untuk selama-lamanya. Nah, ini perlu
- untuk kita selalu ingat tentang kriteria
- orang yang beriman yang akan mendiami
- surga Firdaus dan menjadi pewarisnya.
- Karena kalau iman menurut definisi kita
- bisa-bisa enggak memenuhi syarat yang
- Allah Subhanahu wa taala sebutkan.
- Karena banyak orang mendefinisikan iman
- tapi tidak mengikuti apa yang Allah
- terangkan.
- Berarti iman itu tidak akan sama sekali
- apa?
- tidak akan sama sekali diakui oleh Allah
- hingga terpenuhi kriteria tadi khusyuk
- dalam salat, menjauhkan dari hal-hal
- yang sia-sia tidak berguna, kemudian
- mengeluarkan zakat atau melakukan zakat
- tidak failun orang yang selalu melakukan
- zakat dan pensucian kemudian orang-orang
- yang menjaga kemaluan mereka kecuali
- pada pasangan yang Allah halalkan. Nah,
- yang terakhir
- eh mereka-mereka yang menjaga amanat
- mereka ya. Walladina hum liamanatihim wa
- ahdihim raun. Menjaga amanat dan
- menepati janji mereka. Nah, yang
- terakhir, walladina hum ala shawatihim
- yuhfun. Nah, seharusnya ini kita selalu
- ingat dan ingatkan kepada anak kita,
- keluarga kita agar betul-betul apa? Kita
- terus berjalan menuju kesempurnaan dalam
- iman. Karena saya sendiri merasakan kita
- ini masih terseok-seok, masih belum apa
- belum bersungguh-sungguh untuk
- menyempurnakan iman kita. Oleh karena
- itu, sebelum terlambat, mari
- bersama-sama kita berupaya untuk
- berjalan menyempurnakan
- kriteria keimanan sebagaimana yang
- disebutkan Allah Subhanahu wa taala.
- Wallahuam.
- Baik, masih ada waktu.
- Masih
- ee
- masih ada waktu
- dari Bapak Dadang di Tanjung Priuk.
- Salam. Asalamualaikum, Ustaz Husin. Saya
- salat di masjid dekat kantor. Sebelum
- wudu saya ke toilet dulu. Saya merasa
- celana panjang saya kecibratan kencing
- tapi sedikit. Dan saya pun ragu terkena
- atau tidak. Apakah salat saya sah?
- Bismillahirrahmanirrahim. Pak Dadang ya.
- Kita ini berusaha menjaga untuk tidak
- apa? Untuk tidak terkena kecipratan
- najasa.
- Tapi terkadang walaupun kita sudah
- berusaha menjaga
- ya mata tidak melihat. Bisa saja pada
- saat kita buang air kecil, cipratan yang
- tidak terlihat menciprat pada celana
- kita atau kaki kita.
- Karena kalau sampai cipratan tersebut
- katakan 0,5 mikron aja.
- He.
- Atau di bawah itu kelihatan gak?
- Enggak.
- Enggak kelihatan. Jadi kita menjaga
- dengan sungguh-sungguh ya. Apa yang
- tidak kita ketahui dimaafkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Jangan kita biarkan
- was-was menggerogoti hati kita. Karena
- ada orang buang air kecil ya, dia merasa
- belum sempurna, masih ada katanya keluar
- dari apa? Dari ujung kemaluannya.
- Padahal dia sudah melakukan istibra ya.
- Sudah membersihkan ya kemudian istibra
- berusaha untuk katakanlah batuk ya satu
- kali, dua kali. Setelah itu jangan kita
- apa? Jangan kita terlalu jauh terbawa
- oleh waswas. Setelah selesai kita
- bersihkan, kita serahkan pada Allah
- Taala. He.
- Allah Subhanahu wa taala tidak
- mencari-cari yang apa? Yang tidak mampu
- kita elakkan. Tapi yang mampu kita
- elakkan itu yang harus kita hindari.
- Jangan seperti sebagian orang ketika
- diajak untuk ikut memberikan kontribusi
- buat perjuangan Palestina. Seorang ulama
- mereka mengatakan kita tidak akan
- ditanya Allah mengenai Palestin,
- mengenai Gaza.
- Tapi kalau kita beristinja tidak menjaga
- kebersihannya, kita akan disiksa dalam
- kubur. Seperti yang diriwayatkan oleh
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Ini sebetulnya merupakan apa?
- Pengalihan dari hal yang pokok dan
- penting kepada hal apa? Yang tidak
- terlalu penting. Kita beristinjak dengan
- baik sebagaimana sunah rasul itu
- merupakan contoh dan keharusan. Tapi
- setelah itu kalau ada yang keluar di
- luar kendali kita, apalagi terkadang
- orang semakin tua kadang-kadang klepnya
- semakin longgar. Klepnya semakin long
- longgar
- longgar hingga mungkin ada keluar
- sedikit lagi. Kalau semakin tua kan beda
- sama anak muda kan. Nah itu Allah
- Subhanahu wa taala berikan maaf. Ini
- merupakan hal-hal yang maf. Jangan
- jauh-jauh
- tanpa kita buang air kecil, buang air
- besar dalam perut kita ada enggak?
- Ada
- dalam perut kita ada kan?
- H
- dalam perut kita kan ada kandungan air
- seninya, kandungan juga apa kotorannya.
- He.
- Apakah membatalkan salat kita?
- Tidak
- kan? Tidak. Karena tertutup di dalam
- kan. Nah, begitu keluar Allah
- perintahkan kita bersihkan diri kita
- untuk menjaga kesucian kita agar orang
- yang beriman selalu dalam keadaan bersih
- dan haru. Tapi apa yang di luar
- kemampuannya? Contohnya salisil bow.
- Orang yang beser
- sudah bersihkan ya. Setelah bersih dia
- berwudu, dia salat t masih keluar juga
- dimaafkan oleh Allah Taala karena di
- luar kemampuan dia.
- Di luar kemampuan dia. Allah Subhanahu
- wa taala memberikan keringanan bagi
- hamba-hambnya. Begitu juga orang yang
- salisil apa? Salisil darat. Buang angin
- enggak berhenti-berhenti. [tertawa]
- Dia baru buang wudu sebentar, buang
- angin lagi. Wudu sebentar. Nah, kalau
- sudah sampai di sini ya dia berwudu.
- Nah, kalau seandainya keluar juga
- berkali-kali luar kendali dia, Allah
- Subhanahu wa taala berikan maaf.
- H
- karena Allah Tuhan kita ini Tuhan yang
- Rahman, yang Rahim, yang sengaja ya,
- yang tidak kita jaga itu yang dihukum.
- Tapi yang di luar kemampuan kita, Allah
- Subhanahu wa taala berikan maaf. Oleh
- karena itu saya ingat Al Habib Ahmad bin
- Hasan Al-Attas yang menulis buku
- Tazkiratin Nas dia mengatakan para
- fuqaha ini jumud luar biasa mempersulit
- orang, memberatkan orang, mempersoalkan
- lubang sebesar jarum pada pakaian kita
- tapi tidak menjaga sama sekali hubungan
- muawalah dengan manusia. Sudah pernah
- kejadian ketika kalau tidak salah
- Abdullah bin Abbas radhiallahu anhu
- datang orang-orang Irak bertanya
- mengenai darah nyamuk yang melekat pada
- pakaiannya.
- Ditanya oleh Ibnu Abbas, "Dari mana
- kalian datang?"
- Dijawab, "Kami dari Irak." Ibnu Abbas
- geleng-geleng kepala. "Kalian tumpahkan
- darah cucu Rasulullah ya di Irak, di
- Karbala. Lalu kalian bertanya pada saya,
- "Bagaimana hukumnya dam albaragif? Dam
- nyamuk yang melekat pada pakaian pada
- pakaian kalian." Jadi kalau antum lihat
- bagaimana orang sebagian ini suka
- nyelimet dalam sebagian urusan tapi hal
- yang penting dijaga tidak diperhatikan.
- Dia jaga hal-hal seperti ini tapi
- ucapannya terhadap manusia. Sering
- mengumpat orang, tidak menepati janji,
- tidak amanat, memakan juga harta orang
- lain dengan cara yang batil. Ini
- perbuatan-perbuatan yang tidak baik.
- Jadi apa-apa yang tidak mampu kita
- elakkan itu merupakan hal yang dimaafkan
- Allah Subhanahu wa taala.
- Silakan.
- Makanya orang banyak yang was-was
- masalah ibadah, tapi jarang yang was-was
- masalah zakat, Ustaz.
- Masalah zakat, masalah hak orang.
- Iya, masalah hak orang. Jarang ada di
- waspaswas.
- Dia punya kemampuan untuk mengunasi
- hutangnya pada orang lain. Membayar
- kewajiban dia enggak bayar.
- Anti,
- hatinya tenang. Tapi kalau berkaitan
- dengan hal sepele ini ya
- mereka besarkan. Pernah sekali waktu
- kita berangkat ke satu kota bersama
- seorang pedagang.
- Kebetulan pedagang ini sering mengeluh
- ya, di mana mereka-mereka yang berhutang
- lambat membayarnya.
- Nah, satu hari ketika kita sedang
- berkumpul, orang bertanya, "Ustadz, saya
- mau tanya
- mengenai qiyamulail, bangun malam,
- mengenai tahajud dan lain sebagainya."
- Subhanallah. Di tengah-tengah pertanyaan
- seperti ini, ini pedagang ini yang
- datang bareng saya bilang apa? Kalian
- tanya yang jelimet-nyelimet masalah
- tahajud, hutang kalian, kalian enggak
- bayar-bayar. [tertawa]
- Seolah-olah kalian ini merupakan
- orang-orang apa? Yang begitu perhatian
- terhadap Allah Subhanahu wa taala. Tapi
- hak orang kalian enggak perhatikan. Jadi
- banyak orang fokus pada hal-hal seperti
- ini, tapi apa yang menjadi kewajiban dia
- tidak keluarkan sama sekali. Ada lagi?
- Masih ada lagi.
- Silakan. H dari Ibu Wulan di Pamang
- Prapatan. Asalamualaikum Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam war
- wudu dalam keadaan tidak berpakaian
- setelah mandi. Apakah boleh? Dan
- bolehkah setelah wudu kita keringkan
- dengan handuk?
- Wudu
- pada saat kita sehabis may dalam keadaan
- tidak berpakaian tidak ada sama sekali
- apa namanya? Tidak ada sama sekali
- larangan dalam hal tersebut.
- Dia berwudu asal terpenuhi. ya, yang
- mesti dilakukan dari rukun-rukun wudu,
- maka wudunya sah. Wudunya sah.
- Nah, pada saat dia salat atau keluar
- dari kamar mandi, dia harus menutup
- aurat. Iya.
- Tapi berkaitan dengan Anda di kamar
- mandi sendiri tertutup ya, maka pada
- saat Anda selesai mandi Anda berwudu,
- tidak menjadi soal sama sekali.
- Lalu pertanyaannya, setelah itu
- apa andukan apa habis wudu dianduk? Nah,
- pada saat orang selesai berwudu, setelah
- dia berdoa, dia mau keringkan dia punya
- dia punya apa namanya? Dia punya bekas
- wudu, enggak menjadi soal. Karena kalau
- enggak dikeringkan juga timbul bau yang
- enggak sedap nanti.
- Sering orang ya katakan berwudu ya
- kemudian dia tidak keringkan, melekat di
- pakaiannya akhirnya mengeluarkan bau
- yang tidak sedap. Begitu juga di
- rambut-rambut maupun di jenggotnya. Jadi
- seandainya dia selesai berwudu, selesai
- dia berdoa, dia keringkan wudunya. tidak
- menjadi soal. Tapi kalau dia mau biarkan
- tapi tidak menimbulkan efek bau yang
- tidak menyenangkan, itu juga enggak ada
- masalah.
- Setiap tetesan air wudu tersebut ya ikut
- juga menghapuskan dosanya.
- Baik ya, masih ada lagi dari Bapak
- Junaidi. Pertanyaannya panjang nih.
- Husin beragama di Indonesia sepertinya
- umumnya hanya dipermukan, tak sampai
- menyerap. Kita banyak slogan dan budaya
- seremonial saja. Pemakaian jilbab
- sekarang sudah sangat umum. Dulu saya di
- era tahun 090 ada orang pakai jilbab
- dibilangnya pakaian ninja. Pada
- kenyataan pemakaian jilbab hanya di
- tempat-tempat umum ketika akan sekolah,
- kondangan atau ke tempat umum seperti
- bank, rumah sakit dan lain-lain. Setelah
- itu mereka akan melepaskan lagi korupsi
- itu paling banyak malah di Departemen
- Agama yang otomatis di situ banyak
- ustaz-ustaz ee
- brokali e berapa kali ganti menteri
- tetap terjadi. yang terjadi bisa baca
- Quran masih sangat banyak di negeri.
- Tidak bisa baca Quran masih banyak
- sepertinya Islam di negara ini hanya di
- permukaan kebersihan, kerusakan alam
- banyak terjadi di negara kita dan di
- negara nonmuslim malah itu lebih tidak
- terjadi. Ini gimana, Ustaz? Apa memang
- karena orang Indonesia umumnya begini,
- kalaupun tidak mayoritas Islam mungkin
- ini akan terjadi lagi. Jadi bukan karena
- Islamnya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Apa
- yang Bapak sampaikan dari unek-unek,
- kelukesa, dari fenomena yang kita
- saksikan ya, yang bertentangan dengan
- tuntunan dan ajaran Islam. Sebetulnya
- ini semua menunjukkan bahwa kita tidak
- menghayati
- Islam dengan sebenarnya.
- Sebagai contoh, kalau kita salat dengan
- benar saja, pasti akan berubah cara
- hidup kita.
- Karena kita pada saat salat menghadap
- kepada Allah, pada saat kita membaca
- Al-Fatihah, kalau kita resapi ayat-ayat
- Al-Fatihah mengarahkan kita kepada
- Allah, mengingatkan kita akan hari
- pembalasan,
- mohon petunjuk kepada Allah. Kalau hati
- kita khusyuk, mohon petunjuk kepada
- Allah Taala. Masa Allah tidak tunjukkan?
- Kemudian membaca juga ayat-ayat dari
- surah Al-Qur'an. Kalau kita resapi, kita
- hayati walaupun surat pendek, enggak
- harus surat-surat yang panjang. niscaya
- akan meninggalkan betul-betul apa bekas
- di hati kita. Pada saat kita bertakbir
- membesarkan, mengagungkan Allah, kalau
- betul-betul diikuti dengan hati yang
- mentakdirkan Allah, kita akan lihat
- semua di alam raya ini apa? Berada di
- bawah kebesaran keagungan Allah. Kita
- tidak akan besarkan diri, kita, tidak
- akan besarkan orang lain hingga menjadi
- manusia yang betul-betul apa? Terbebas
- dari segala macam bentuk penjajahan
- ataupun keangkuhan. Kalau kita rukuk,
- hati juga ikut rukuk yang menunjukkan
- kepatuhan tunduk pada Allah Taala, akan
- berubah hidup kita. Begitu juga kalau
- kita sujud, bukan hanya tubuh yang
- sujud, tapi juga hati yang sujud kepada
- Allah Taala, masa tidak akan terjadi
- perubahan. Oleh karena itu, salat nih
- betul-betul merupakan amal yang akan
- menentukan haluan hidup kita. Dan di
- hari akhirat nanti yang pertama
- diperiksa oleh Allah salatnya. Awalu ma
- yus'alu bihil abdu asalah. Yang pertama
- diperiksa oleh Allah adalah salat. Faid
- shair
- amali. Kalau dia baik benar amalnya
- semua akan baik. Waidza fasadat fasadiru
- amali. Kalau rusak maka rusak semua
- salatnya. Dan jangan lurus dan apa?
- Salahnya salat itu dikaitkan dengan
- persoalan-persoalan furuknya.
- Tapi bagaimana tubuh salat, hati juga
- ikut salat. Seperti firman Allah qad
- aflahal mukminun alladina hum fi shati
- innamal mukminunadinaukirallah
- wilatlubuhumat
- wa tuliat alaihim ayatuhum
- imana waihimwakal.
- Orang yang benar-benar beriman kalau
- disebutkan nama Allah hati mereka
- bergetar. Dibacakan ayat-ayat Allah,
- iman mereka tumbuh bertambah membuat
- jiwa mereka digenangi, diterangi oleh
- cahaya iman hingga mata, telinga, lidah,
- perbuatan semua diterangi oleh imannya.
- Tapi kalau dia disebutkan nama Allah
- tidak bergetar, dibacakan ayat Allah,
- imannya tidak bertambah, jiwanya juga
- terombang ambing, tidak memiliki
- pegangan,
- bukan bersandar kepada Allah, tapi di
- bawah perbudakan terhadap makhluk, ini
- akan merusak hidup kita. Jadi apa yang
- disampaikan Bapak tadi benar bahwa
- sekarang ee fenomena wanita berjilbab ya
- bukan pertanda wanita tersebut wanita
- salehah.
- Artinya sekian banyak wanita salehah
- berjilbab tapi menggunakan jilbab saja
- bukan pertanda wanita ini sebagai wanita
- salihah. Bahkan banyak pelacur-pelacur
- juga menggunakan jilbab untuk menutupi
- profesi mereka. Bahkan sekarang wanita
- yang tadinya tidak berjilbab begitu
- masuk pengadilan langsung menggunakan
- jilbab.
- Laki-laki yang tadinya betul-betul tidak
- salat, tidak sama sekali beribadah,
- bahkan melakukan kejahatan, begitu masuk
- di pengadilan menggunangkan kopia putih.
- Betul gak? Coba antum lihat bagaimana
- pelecehan terhadap simbol-simbol agama.
- Seharusnya yang berjilbab wanita salehah
- yang menjaga kehormatannya. Begitu juga
- yang bercadar, semakin bercadar
- seharusnya semakin baik kan. Tapi kalau
- dia bercadar, mulutnya kotor,
- menyebarkan fitnah, berbuat yang
- tidak-tidak, bangga dirinya sebagai
- pengikut sunah, ini celaka besar. Islam
- semakin rusak oleh perbuatan semacam
- ini. Jadi, kita tidak bisa melihat
- seorang dari sampulnya, tapi melalui
- perilakunya dan akhlaknya. Nah, apa yang
- sedang berlangsung di negeri kita?
- Seperti tadi yang Bapak katakan bahwa
- kita terjebak dalam perangkap apa?
- Seremonial, ritual ya, tapi tidak
- meresapi agama dalam arti yang
- sebenarnya. Ini merupakan tanggung jawab
- kita nih, para ustaz untuk mendidik ya
- masyarakat kita meresapi salat dalam
- arti yang sebenarnya. Kemudian
- makna-makna yang terkandung dalam salat
- yang menunjukkan ketundukan kepatuhan
- kepada Allah dan kepasrahan sepenuhnya.
- Dan kita merasakan baskis pada saat kita
- salat dalam keadaan khusyuk itu
- subhanallah dunia tidak terlihat di mata
- kita. Tapi begitu kita lengah dunia
- menjadi besar
- dan kita pada saat tertutup dari Allah
- Subhanahu wa taala. Ini bahaya besar
- setan akhirnya yang akan menyelimuti
- hati kita karena kita lengah dari Allah.
- Wallahuam. Satu lagi.
- Satu lagi.
- Ee asalamualaikum Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam. ee anak saya sangat anti
- dengan makanan-makanan ee yang pro
- kepada Yahudi. Tapi anak saya sekarang
- sedang hamil dan dia nyidam pengin makan
- produk dari Yahudi. Dia kepengin sekali
- padahal tadinya dia enggak suka. Ee
- bagaimana menyikapi ini, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Apa yang terjadi ya pada wanita-wanita
- yang nyidam ini ya
- bukan merupakan sesuatu apa? Bukan
- merupakan sesuatu yang mendasar.
- Ada orang perempuan nyidam ya mau
- merokok bekas suaminya padahal enggak
- merokok. Bahkan ada yang mau merokok
- yang sedang dihisap orang lain. Ada yang
- nyidam mau makan sabun. Ada yang ngidam
- mau apa ngetok kepala seseorang.
- Betul-betul
- ini banyak hal-hal seperti ini.
- Tapi bukan berarti kalau tidak kita
- ikuti nanti anak kita akan ileran
- [tertawa] atau anak kita tidak akan apa?
- Tidak akan sempurna jiwanya. Tidak.
- Tidak mitos.
- Ya. Kalau seandainya e wanita kita ini,
- putri kita
- anti untuk mengkonsumsi barang-barang
- yang terhubung dengan Zionis pada saat
- nyidam ini cobaan dari Allah.
- Kalau menurut saya bertahan,
- insyaallah anak tersebut akan tumbuh
- dalam keimanan yang betul-betul tulus,
- tidak mudah tergoda, akan memiliki tekad
- yang berat. Karena pada saat ini
- tekadnya tekad ibunya.
- H
- kalau ibunya menjaga tekad menghadapi
- godaan ini, ibu tidak terpengaruh,
- insyaallah ibu menanam anak di hati anak
- ibu tekad yang kuat untuk tidak goyah
- menghadapi bujukan setan.
- Seperti kelemahan yang terjadi pada
- kakek nenek kita di hadapan makanan
- yang ditawarkan oleh setan. Ketahuilah
- itu sebetulnya merupakan bisikan setan
- yang membisik kita ya sampai nanti
- akhirnya pertahan ibu akan gugur. Karena
- kalau pada saat nyidam ibu bersama anak
- ibu, ibu konsumsi, ibu makan ya
- akhirnya apa yang ibu bangun dari
- pertahanan menghadapi apa? menghadapi ee
- produk-produk yang berasal dari Zionis.
- Bukan karena boikot ibu bisa berpengaruh
- besar. Paling tidak ibu menunjukkan ibu
- sebagai orang yang beriman walaupun
- hanya sendiri menolak untuk mengkonsumsi
- produk-produk mereka.
- Nah, ini jangan sampai apa? Pada saat
- ibu mengandung berharap anak tersebut
- menjadi anak yang saleh, tumbuh,
- memiliki tekad yang berat, yang besar,
- tahu tahu goyah hanya karena ibu
- mengkonsumsi makanan ya yang asalnya ibu
- tidak suka. Jadi sebetulnya kalau ibu
- hadapi sebentar juga hilang insyaallah.
- He
- ibu hadapi dengan sabar, dengan teguh
- berzikir pada Allah, berlindung dari
- bisikan setan. Insyaallah kalau ibu
- bertahan, anak ibu akan memiliki tekad
- yang kuat. Dan terbukti wanita-wanita
- yang sehat pada saat hamil dia berpuasa
- sampai selesai Allah kasih subhanallah
- anak-anak tersebut punya daya tahan
- untuk apa? Untuk beribadah berpuasa yang
- cukup kuat.
- Tapi ibu-ibu yang menyepelekan dengan
- alasan hamil padahal dia mampu untuk
- berpuasa. Dia tidak berpuasa
- padahal tidak membahayakan anaknya.
- Anak-anak tersebut menjadi anak yang
- lemah mentalnya.
- Jadi tekad anak ibu pada saat ini yang
- tertanam di hatinya tergantung tekad
- ibu. Jiwa ibu bukan hanya susu yang ibu
- berikan buat dia, tapi juga apa? Sikap
- ibu pada saat ibu hamil, pada saat
- menyusui itu berpengaruh terhadap
- perangai dan pribadi anak ibu.
- Orang-orang dulu sambil menyusui, sambil
- bertasbih, hamil juga berdoa membaca
- Al-Qur'an. Ini sebetulnya pendidikan
- dini sebelum anak tersebut lahir, tapi
- telah mendapatkan pendidikan
- kebiasaan-kebiasaan yang amat indah.
- Jadi menurut saya jangan ibu ikuti. Ibu
- tetap berdoa pada Allah dijauhkan dari
- bisikan setan. Insyaallah tidak lama
- kemudian ibu akan terbebas dari apa?
- Rasa ingin makan atau mengkonsumsi
- produk mereka.
- Mudah-mudahan Ibu berhasil. Insyaallah
- biznillahi azza waalla. Demikianlah
- ee dialog kita pagi hari ini.
- Mudah-mudahan bermanfaat dan
- mudah-mudahan bukan hanya sekedar
- nasihat yang saya sampaikan, tapi saya
- ingin terlebih dahulu yang mengamalkan
- apa-apa yang Allah perintahkan yang
- dicontohkan oleh Rasul. Jangan sampai
- kita berbicara tapi perbuatan kita
- bertentangan dengan apa yang kita
- sampaikan. Wal iyadubillah.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Walfu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Ustaz Husin,
- Ustaz Isa.
- Minggu depan agak ada lagi ya Ustaz Isa
- ya.
- Insyaallah [tertawa] minggu depan di
- pulang.
- Oh di Makkah. Di nanti pulang dari sana
- ya.
- Bisa kita dialog langsung
- dihubungi beliau melalui handphone.
- [tertawa]
- Subuh-subuh.
- Iya di sana.
- Baik. Ee e terima kasih untuk Anda yang
- sudah kirim. Mudah-mudahan tadi
- jawabannya sesuai dengan kehendak Allah
- ya. Baik. Saya Muhammad Krisna Oni
- Saputra dan juga Algi mohon pamit.
- Wabillahi taufik walidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.