Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 TV. 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:16 warahmatullahi wabarakatuh. 0:18 Waalaikumsalam. Allahumma shalloli ala 0:19 sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina 0:21 Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa 0:24 lagi hari ini, hari Kamis tanggal 3 0:26 Oktober 2024 atau bertepatan dengan 0:29 tanggal 28 Rabiul Awal 1445 46 Hijriah. 0:34 Kita jumpa lagi dalam acara Bincang 0:36 Hijrah. Ini adalah acara setiap Kamis 0:39 pertama ee di setiap bulannya. Kami 0:42 menghadirkan tentu saja Bang Habib ya. 0:44 Beliau adalah master trainer BNSP dan 0:48 juga staf ahli DPR RI. Mantap. 0:52 juga di sini ada Adam Rose. Dia 0:56 motivator nasional juga pengusaha 0:59 distribusi herbal R 1:02 SR12 kemudian profesional coach. 1:05 Alhamdulillah sudah hadir di sini. 1:07 Asalamualaikum warahmatullahi 1:08 wabarakatuh. Wah ini udah pakai itu ya? 1:11 Sudah udah ee pakai itu 1:15 ya. Pak Habib sehat Pak Krishna ini 1:18 bagaimana? Sehat. Alhamdulillah bisa 1:20 ketemu agak flu sedikit. Iya bisa ketemu 1:22 dengan Adam Ros ini kok bisa ketemu 1:26 dengan orang yang hebat. Masyaallah bisa 1:28 diceritakan Bang Habib. Asalamualaikum 1:30 warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih 1:33 Pak Krisna. Jadi mudah-mudahan pendengar 1:36 dalam keadaan sehat walafiat, diberikan 1:39 kelimpahan rezeki, kelimpahan kesehatan, 1:41 keselamatan dunia hingga akhirat. 1:44 Jadi hari ini sebetulnya saya punya 1:47 sahabat ee itu 1:49 sama-sama pengajar 1:52 ya, pengajar UMKM. Ee kita sama-sama 1:56 mentor nasional buat membina para UMKM 2:00 supaya bisa naik ee secara profit, 2:03 secara ee skill keilmuan gitu ya. 2:08 Akhirnya kita sering kolaborasi juga 2:10 dalam berbagai kesempatan gitu. Nah, 2:13 saya sebetulnya janjian sama beliau nih 2:15 sudah lama gitu ya. Beliau ini masih 2:17 muda. Em punya penghasilan juga 2:20 alhamdulillah 2:21 ee luar biasa ya, cukup besar gitu ya 2:25 omsetnya ee sampai miliaran gitu ya. 2,7 2:28 M. Nah, iya nanti diceritakan lebih 2:30 lanjut. 2,7 dan yang jelas halal Pak 2:33 Krisna gitu ya. 2:35 Gitu ya. Dan beliau punya konsep syariah 2:38 itu bagaimana caranya suami istri 2:41 berbisnis 2:42 itu ee dengan halal, dengan keridaan. 2:45 Jadi kan ada juga nih Pak Krishna kalau 2:47 lihat fenomena ya, istrinya usaha terus 2:50 istrinya lebih tinggi penghasilan dari 2:52 suaminya mungkin akhirnya keluarganya 2:54 jadi enggak harmonis gitu ya. Itu banyak 2:57 sekali kejadian seperti itu kasusnya. 2:59 penghasilan istri lebih besar daripada 3:00 suami. E suami istri akhirnya tidak ada 3:03 waktu untuk bersama dan akhirnya sakinah 3:06 wawada warahmah itu tidak tercapai. Ee 3:09 niatnya untuk 3:10 memperbaiki kehidupan rumah tangga, 3:12 ujung-ujungnya malah merusak ee hubungan 3:15 rumah tangga. itu banyak kejadian 3:17 seperti itu. Nah, bisnis ini yang beliau 3:20 jalankan ini alhamdulillah pendekatannya 3:23 tuh pendekatan agama, pendekatan 3:25 bagaimana ketika istri mau berbisnis ini 3:28 meminta rida suami dulu. Nah, ini yang 3:31 menurut saya jarang-jarang cukup menarik 3:33 gitu ya. Saya akhirnya ee janjian sama 3:35 beliau ee datang ee ke sini gitu ya. 3:38 mungkin bisa sharing-sharing sama 3:39 pendengar bagaimana caranya 3:42 supaya ini wasilah bisnis ini menjadi 3:45 tangga kesuksesan dunia akhirat. Suami 3:47 istri lebih harmonis, bisa membantu 3:49 keluarga dan lain-lain. Itu sih. Jadi ee 3:53 insyaallah nanti kita sharing-sharing 3:55 mungkin kehidupan beliau dan lain-lain 3:56 sambil bicara sedikit-sedikit tentang 3:59 bisnis. Mungkin pendengar ada yang punya 4:02 kasus bisnis, punya baru mulai usaha dan 4:05 lain-lain, nanti silakan di-sharing gitu 4:07 ya. Jadi intinya Pak Krisna kita ini e 4:10 bagaimana caranya bisa bermanfaat lebih 4:12 besar buat umat. Bagaimana bisa 4:15 memberdayakan para pendengar supaya 4:17 pendengar ini bisa bukan cuman kuat 4:20 secara ee spiritual tetapi secara 4:22 ekonomis, secara keumatan. Karena kita 4:24 perlu penguatan ini umat muslim ini 4:28 jumlahnya mayoritas tetapi secara ee 4:31 ekonomi ekonomi kita minoritas ya. 4:35 6% penduduk Indonesia menguasai 100% 4:39 gitu ya. Dan itu yang kita mau ee rebut 4:43 kembali ekonomi ini. 4:44 Bagaimana kalau kita lihat mungkin 4:46 fenomena global ya, bagaimana 4:48 negara-negara Arab ini ee tidak bisa 4:52 berdaya menghadapi satu negara yang 4:55 invasi gitu ya ke Palestina gitu ya. 4:58 Bahkan secara ekonomi satu negara ini 5:01 bisa menguasai dunia dengan etnis 5:04 kecilnya, dengan ee mindsetnya, dengan 5:08 ee kekuatan ekonominya. Dan jadi 5:10 kekuatan ekonomi ini penting sekali 5:13 untuk menunjang gitu ya. ketika ee orang 5:17 secara ekonomi kuat, secara ee dia akan 5:21 lebih tenang beribadah, dia bisa 5:22 membantu orang lain, dia bisa ee 5:25 memberdayakan lebih luas buat ee 5:28 masyarakat luas gitu ya. Tentunya ee ee 5:32 ini juga tidak apa namanya ee tidak 5:35 kepastian seperti itu gitu ya. Banyak 5:37 juga yang secara ekonomi kuat tetapi 5:40 hubungan kita lebih jauh dari Allah 5:43 gitu. itu kan jadi tidak membawa 5:45 keberkahan Mbak Krishna ya. Mungkin 5:47 cerita teman-teman kita ada salah satu 5:49 dokter ini juga saya ee mungkin salah 5:53 satu kisah yang inspirasi ya buat saya 5:55 ya. Jadi ini dokter spesialis di salah 5:57 satu rumah sakit Pak Krishna. Dia 5:59 pasiennya udah 150 orang setiap hari. 6:02 Saya juga bingung itu 150 orang gimana 6:04 baginya. Jadi mungkin satu orang 5 6:06 menit, 5 menit gitu ya. Pada satu titik 6:08 dia tuh merasa hubungan dia sama Allah 6:11 itu jauh gitu ya. karena dia ee sibuk 6:16 dia segala macam waktunya buat dan di 6:19 ketika dia ngeresepin dia enggak yakin 6:21 dengan apa yang diresepin gitu ya. Nah, 6:23 ini mungkin ee pada sebagian orang 6:27 terjadi seperti itu. Akhirnya dengan 6:29 keputusan yang cukup berat dia berhenti 6:32 gitu ya. Dia 6:33 berhenti dan sekarang mulai usaha herbal 6:36 gitu ya. ee usaha herbal dia berhenti 6:38 dengan penghasilan yang besar tapi cari 6:40 ketenangan hati Pak Krisna itu suatu 6:42 menurut saya lompatan yang luar biasa 6:44 fenomena ini ee ya tentunya banyak 6:47 dokter-dokter yang saleh gitu ya dan 6:49 memang ee dan lain-lain. Tapi fenomena 6:51 ini perlu kita lihat lebih lanjut kenapa 6:55 orang secara ekonomi itu tinggi tetapi 6:58 secara ketenangan hati batin itu kering 7:00 kering gitu ya. 7:02 Ternyata ketenangan hati, ketenangan 7:04 batin itu ee bukan dari ee luar, tetapi 7:10 dalam dirinya. Ini saya ee kita misalnya 7:13 mau ee ngobrol ya, kamu bahagia. Kenapa 7:16 kamu bahagia? Oh, saya bahagia ketika 7:19 saya lulus kuliah 7:20 misalnya. Dia mencari kebahagiaan itu. 7:22 Ketika dia lulus kuliah, dia bahagia 7:24 sebentar habis lulus pusing lagi nyari 7:26 kerja gitu ya. nyari bahagia lagi. Saya 7:29 ee bahagia ketika saya misalnya punya 7:30 mobil, punya rumah, kendaraan. Dia 7:32 bahagia sampai titik itu dia pusing lagi 7:34 gitu. Jadi dicari kebahagiaan di luar 7:37 itu tidak bisa gitu ya. Susah. Jadi 7:39 kebahagiaan itu dari dalam diri sendiri. 7:41 Kita bisa kok sekarang juga bahagia. 7:42 Alhamdulillah kita syukurin apa yang 7:44 kita punya. Nah, alhamdulillah kita ee 7:46 kita bersyukur, kita sadari bahwa kita 7:50 itu jauh lebih baik dibanding 7:51 orang-orang misalnya di Gaza, di 7:53 Palestina dan lain-lain. Jadi kondisi 7:56 itu yang membuat hati kita itu senang. 7:59 Termasuk kebalikannya. Orang itu sedih 8:01 ketika dia 8:02 menghendaki sesuatu masuk ke dalam 8:04 dirinya. Orang itu terpukul ketika 8:08 sesuatu e dari luar itu membiarkan masuk 8:11 ke dalam dirinya. Wak Krishna. Jadi 8:13 ketika misalnya ee ada orang nyakitin 8:16 hatinya dia, ee ada orang ngomong 8:18 tentang dia tidak enak dan lain-lain itu 8:21 ketika dia ngizin masuk dia akan sedih. 8:23 Tapi kalau dia enggak izin ah enggak 8:25 apa-apa biarin dia enggak bakal sedih, 8:26 gitu. Jadi termasuk pengusaha. Saya 8:29 kemarin juga dapat ngobrol-ngobrol sama 8:30 pengusaha. Salah satu pengusaha ini 8:32 cukup unik nih, Pak Krishna. Dia itu em 8:37 usaha ditipu orang. Ada lima usahanya 8:39 rugi sampai puluhan miliar gitu ya. 8:43 Akhirnya dia iseng-iseng ngelamar jadi 8:44 anggota dewan ya. Tapi cukup besar 8:47 uangnya habis cukup besarlah untuk ee 8:50 bisa masuk ke sana untuk ee daftar jadi 8:52 anggota dewan dan kalah lagi. Jadi 8:55 berlipat-lipat dia kerugiannya. Ini kita 8:57 ambil ini mungkin lebih ke gimana 9:00 mindsetnya orang ya itu ee diuji gitu 9:03 ya. Nah ketika dia keluar usaha lima 9:07 usaha gagal plus jadi anggota hewan 9:09 gagal gitu ya. Apa yang terjadi itu? Dia 9:14 menghadapi dua pilihan. Satu, kondisi 9:17 keluarganya juga bisa berantakan ya, 9:21 ekonomi berantakan, utang banyak dan 9:23 lain-lain. Tapi di pilihan lain dia ada 9:26 pilihan untuk ah ini satu ujian 9:30 mindsetnya. Ini adalah satu ujian untuk 9:33 naikin tangga lebih tinggi. Ketika balon 9:35 dijatuhin, Pak Krishna dia akan atau 9:37 bola dijatuhin dia akan lambung. 9:39 Melambung. ketika jatuhnya lebih keras 9:40 dia makan lambungnya lebih tinggi gitu 9:42 ya. Nah, orang ini akhirnya enggak 9:45 kepilih urutan ketiga Pak Krishna apa 9:47 yang terjadi? Dia perbaikin ee 9:49 mindsetnya, perbaikin ee hubungannya 9:52 dengan Allah dan lain-lain. Akhirnya dia 9:54 tetap positif. Positif ini penting. Apa 9:56 yang terjadi? Urutan pertama ee jadi 9:59 calon walikota di daerah. Ya, naikkan 10:01 urutan kedua. He. Urutan kedua juga 10:03 akhir di calon kepala daerah dinaikin. 10:06 Akhirnya urutan ketiga naik dilantik. 10:09 Ini kejadian kejadian nyata. Nah, 10:12 kejadian nyata dan menurut saya ini agak 10:14 unik gitu ya. Dia bilang gini, "Yang 10:16 penting itu mindset sama ketika ekonomi 10:19 hilang, ketika semuanya hilang, jangan 10:21 sampai iman kita hilang, gitu." itu. Itu 10:23 jadi mungkin sedikit intro kisah-kisah 10:27 supaya gimana kita perbaikin mindset, 10:30 hubungan kita sama Allah tetap kita jaga 10:32 dan 10:33 insyaallah tujuan utamanya gimana kita 10:35 supaya selamat bahagia dunia akhirat itu 10:38 Pak Krista mungkin ee ee itu baik dan 10:42 itu sebagai pengantar dari Bang Habib 10:44 dalam acara Bang eh ee bincang hijrah. 10:48 Kita sekarang akan ke Mas Adam Ros. Nih 10:51 masih muda ya. Beliau adalah motivator 10:53 nasional, pengusaha distribusi herbal 10:56 SR12. Kemudian profesional coach juga 10:59 nih. Penghasilannya tadi sudah disebut 11:01 ya. Oh geri geri ngeri. Asalamualaikum 11:05 ee Bang Adam. Waalaikumsalam 11:07 warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana 11:09 Anda bisa sehebat ini nih yangang? Luar 11:12 biasa. Apa ee prinsip yang Anda pegang 11:15 ini? Masyaallah. Alhamdulillah. Terima 11:17 kasih, Pak Krishna dan juga eh Bang 11:20 Habib, Bang Habib ini berkenaan juga 11:23 dengan prinsip saya mengedepankan 11:25 nilai-nilai spiritual sebagai pondasi. 11:28 Karena tema kita kan bisnis menyatukan 11:30 hati, berlimpah rezeki gitu ya. Iya. 11:33 Kenapa selalu saya gaungkan itu? Karena 11:35 sebenarnya itu adalah ee saya sebagai 11:36 praktisinya sendiri dulu ee kami dari 11:39 tahun 2009 menjadi couple preneer sampai 11:43 tahun eh 2020 di industri event 11:46 organizer tour and travel dan juga 11:48 properti. Ee ada konsekuensi yang 11:50 menurut saya itu tidak masuk akal nih 11:52 Pak Krisna. Tidak masuk akal bagaimana? 11:55 Tidak sesuai dengan pendapatannya dan 11:56 pengorbanannya. Iya. Karena saya 11:58 meyakini sekali dalam saat kita membahas 12:01 tentang bisnis selalu ada konsekuensi. 12:03 Nah, konsekuensi yang menurut saya ee 12:06 tidak bisa tidak masuk akal adalah 12:09 sesuatu yang paling sering orang 12:10 korbankan. Apa itu? Bisnisnya bertumbuh, 12:13 tapi keluarganya tidak bertumbuh. H 12:15 bisnisnya makin meningkat tetapi 12:17 harmonisasi keluarganya malah makin 12:19 menjauh. Tiba-tiba anak dari balita 12:22 sudah besar aja kan. Sementara momentum 12:24 itu kan enggak bisa kembali waktunya 12:26 bisa dibeli pakai uang. Iya. Indahnya 12:28 menikmati anak-anak baru bisa jalan. 12:31 Memanggil kata pertama papa dan mama itu 12:34 kan sesuatu yang enggak ada harganya dan 12:36 tidak bisa kembali. Nah, itu yang ee 12:38 menurut saya dan juga istri itu menjadi 12:40 sesuatu hal yang tidak masuk akal untuk 12:42 kita korbankan walau sekedar hanya untuk 12:44 materi berapap pun besarnya. Jadi saya 12:47 selalu menggaungkan di seluruh UMKM 12:51 bahwa konsekuensi yang terbaik adalah 12:53 bagaimana caranya kita bisa selaras ya 12:55 kita selaras. Jadi hidup itu balance. 12:57 He. Agamanya baik, keluarganya harmonis, 13:00 bisnisnya oke, waktunya berkualitas. 13:03 Karena banyak sekali di pebisnis yang 13:05 saya kenali ee di luaran sana banyak 13:07 mereka hebat, bisnisnya bertumbuh, 13:09 tetapi hubungan keluarganya enggak 13:10 harmonis, pincang. Dan yang lebih paling 13:13 saya tidak terima adalah Pak Kristana. 13:15 Ini pribadi saya bersama dengan istri. 13:17 Dia rela pergi bertahun-tahun, 13:19 berbulan-bulan meninggalkan keluarga 13:21 hanya hanya untuk mengejar materi. 13:23 Mungkin materinya dia bisa dapat. Ya, 13:25 ini memang sebuah konsekuensi. Tapi bagi 13:27 kami itu konsekuensi yang paling tidak 13:29 bisa kita terima karena momentum itu 13:31 tidak akan pernah kembali. Bercanda, 13:34 tertawa, ee hubungan dekat, harmonisnya 13:37 keluarga, sakinahnya ketenangan dalam 13:40 rumah tangga itu menjadi dasar kami 13:43 terus menggaungkan bisnis ee menyatukan 13:46 hati berlimpah rezeki. Jadi, wasilah 13:48 bisnis ini justru justru mengeratkan 13:50 keluarga, Pak Krisna. Bukan hanya 13:52 sekedar kita berorientasi pada materi. 13:54 Materi itu penting. Jadi kata guru saya 13:56 sampai mengatakan seperti ini, Pak 13:57 Krisna, bisnis itu penting, materi itu 14:00 penting, tapi cinta jauh lebih penting. 14:03 Kalau kita percaya sama Allah, kita yang 14:05 di cinta keluarga, ya. Cinta keluarga, 14:07 cinta tetangga, cinta saudara gitu ya. 14:10 Dan ee yang paling ee menggelitik buat 14:12 saya adalah pengorbanan-pengorbanan itu 14:14 nonsens, enggak masuk akal. tiba-tiba 14:16 anak sudah kuliah, tiba-tiba anak sudah 14:19 besar, jangan sampai dia ee mengambil 14:22 sosok orang tuanya bukan kepada orang 14:24 tuanya, tetapi kepada dosennya misalnya. 14:27 Syukur alhamdulillah anak-anak kita 14:29 misalnya punya guru, sosoknya bagus, 14:31 sementara informasi sekarang ini kan 14:33 tumbuhnya begitu cepat, dapat diakses 14:36 kapanpun dan di manaun. sehingga yang 14:38 dikhawatirkan dia menjadikan seorang 14:41 sosok itu ee hal-hal kebiasaan anak-anak 14:45 kita hal yang enggak baik. Misalnya 14:47 artis-artis K-pop ya yang dengan 14:48 auratnya dengan itu menurut saya ee ada 14:53 kesalahan di pondasi keluarga. Nah, 14:55 karena jadi rezekinya jadi membuat 14:56 ketenangan. Bertambahnya rezeki justru 14:59 bertambah ketenangan. Nah, kita 15:00 seringkiali nih ee saya sering e 15:03 menyampaikan kepada UMKM ee mitra-mitra 15:06 usaha saya bahwa di saat bisnis 15:09 bertumbuh, kalau kita benar-benar 15:11 meyakini asma Allah yang maha agung, 15:12 kenapa sih enggak kita minta waktu 15:15 banyak, uang banyak, 15:18 hati tenang, nyaman. H itu yang kita 15:21 minta. Jangan uangnya banyak, bisnisnya 15:22 bertumbuh, tapi malah kita jauh dari 15:24 keluarga gitu loh, e, Pak Habib ya. Nah, 15:26 itu memang konsekuensi dari setiap orang 15:28 dan saya meyakini kalau membahas tentang 15:30 kebahagiaan yang tadi 15:33 disampaikan ee Pak Krisna bahwa 15:36 kebahagiaan itu hakikatnya adalah 15:38 pilihan. Nah, kita tidak memilih 15:39 kebahagiaan seperti apa yang sebenarnya 15:41 kita idam-idamkan. Karena sebaik-baiknya 15:44 kebahagiaan itu adalah yang menenangkan 15:46 dan mendekatkan diri kita kepada Allah 15:48 Subhanahu wa taala. Amin. Insyaallah. 15:51 Masyaallah. Masyaallah. Lalu aplikasinya 15:53 seperti apa sehingga Anda 15:56 bisa Kok mudah sekali menjual barang ini 16:00 nih. Apa Kuncinya di di mana 16:03 kok gampang sekali dalam hal menjual? 16:06 Dalam hal berbisnis ya. Kuncinya ee jadi 16:09 ada konsep bahwa di saat hati kita 16:12 tenang ya kita membahas tentang COVID 16:14 dan masalah-masalah kehidupan. Setiap 16:16 orang pasti ada masalah. Kalau enggak 16:17 ada masalah kita sudah berbeda alam 16:19 berarti kan. 16:21 Iya. Nah, bagaimana kita menghadapi 16:24 masalah? Bagaimana caranya kita untuk 16:26 mendekatkan diri kepada Allah dengan 16:28 melakukan apa-apa yang Allah suka. 16:31 Apa-apa yang Allah suka itu sebenarnya 16:33 bukan Allah yang membutuhkan, tetapi 16:34 kita sebagai hamba yang membutuhkan. 16:37 Sebaik-baiknya apa yang Allah cintai, 16:39 Allah sukai adalah sebaik-baiknya untuk 16:42 para hambanya. Jadi para UMKM, para 16:44 mitra usaha yang bergabung kepada kami. 16:47 Terus sekali saya narasikan sebelum 16:49 usaha bukan hanya istri minta izin 16:51 kepada suami, tetapi istri juga meredai 16:55 suami untuk melangkah. Lucunya, lucunya 16:58 nih ee ee ee Bang Habib lucunya gini. 17:03 Lucunya ee ingin seorang istri punya 17:06 suami yang setia. Iya. Iya. Tetapi pada 17:08 saat suami-suami berangkat berusaha atau 17:10 bekerja ke luar kota, frekuensinya yang 17:12 dipancarkan ke semesta justru malah 17:14 negatif. Wah, suami saya keluar kota. 17:17 Wah, nanti ada ee perempuan-perempuan 17:19 salehah yang mendekat nih. Duit ada, 17:21 duit ada. Orang ganteng lagi. Sebenarnya 17:24 bisa jadi suaminya setia, tapi karena 17:26 frekuensi negatif yang dipancarkan ke 17:28 semesta, jadi datang tuh musuh-musuhnya 17:31 kan. 17:32 Jadi cobaan itu malah diundang gitu ya. 17:35 Iya. 17:36 Itu dua hal yang tadi menarik ya, Kocam 17:39 bilang. 17:41 Satu ee suami meredai istri buat ee 17:44 berusaha ya. Karena pada saat ee 17:47 fitrahnya istri itu sebetulnya ngurus 17:49 rumah tangga, ngurus suami dan 17:50 lain-lain. Ketika dia meridai istrinya 17:53 untuk berusaha artinya ada yang 17:54 dikorbankan dari suaminya. Betul enggak? 17:56 Nah, satu itu. Yang kedua, istri 17:58 mendoakan suami ketika bekerja, ketika 18:02 berusaha, ketika apapun itu, itu mungkin 18:04 agak jarang ee dibahas secara detail ya. 18:07 Mungkin dari pengalaman Coach Adam tuh 18:09 bagaimana tuh implementasinya seperti 18:11 apa? apa ada mungkin kisah-kisah atau 18:13 enggak cerita yang seperti itu mungkin 18:15 dari suami istri atau enggak dari yang 18:17 dari nol atau minus gitu ya dari ee 18:19 sampai dia bisa naik dengan dua prinsip 18:22 itu mungkin ada e kisah yang bisa 18:24 diangkat atau gimana e implementasinya 18:26 seperti apa? Nah, ini ada yang paling 18:27 menarik justru saya setiap kali ketemu 18:29 beliau itu selalu meneteskan air mata 18:32 haru dan bangga sebenarnya ya. ada menti 18:35 saya, coach saya di Kota Makassar ee di 18:38 tahun 2020 COVID melanda, bisnis 18:40 fashionnya hancur. He hancur 18:42 sehancur-hancurnya. Dia buka toko di 18:44 toko e namanya Pasar Sentral. Heeh. Nah, 18:47 kala itu pada saat saya bertemu sama 18:49 beliau, saya eh mau menevelop usahanya 18:52 di industri kami, Herbal Skincosmetic. 18:55 Kalau itu pada saat saya private 18:57 mentoring coaching suami istri, saya 18:59 cuma minta coba yuk eh pertama menuju 19:02 keikhlasan kadarnya itu bukan ranah 19:04 seorang hamba. Yang tahu kadar 19:06 keikhlasan itu adalah Allah. Tapi kita 19:08 sebagai seorang hamba yang paling 19:10 relevan kita bisa lakukan adalah konsep 19:13 penerimaan dulu. Masalah hadir ya kita 19:15 terima dulu dan berhusnuzan kepada 19:17 Allah. Karena bisa jadi masalah itu 19:19 justru yang akan meninggikan. Karena 19:22 nanti kelak kita akan menyadari 19:24 sebaik-baiknya masalah itu bukan 19:26 masalah. Justru bisa jadi rezeki. 19:29 Kenapa? Karena dengan masalah 19:30 meninggikan potensi daya seseorang. Jadi 19:33 bersyukurlah pada saat mendapatkan 19:35 masalah. Saya sampaikan seperti itu 19:37 kepada beliau. Saya sebut namanya Bunda 19:39 Rostia ya. Ee dia mulai usaha. Pada saat 19:42 mulai usaha suami istri saling menerima 19:44 karena omset dari miliaran langsung 19:46 anjlok Rp0. Hm. fashion itu up to 19:49 date-nya sangat cepat sehingga 19:50 barang-barangnya sudah tidak up to date 19:52 baju-bajunya dan hanya bisa dijual 19:54 secara lowakan. Dimulai dia berusaha 19:57 saling menerima di depan saya hanya saya 19:59 hanya minta ayo suami istri apapun yang 20:03 pernah terjadi saling 20:04 memaafkan baik yang tersurat maupun yang 20:08 tersirat. Jika ada yang belum tersirat 20:10 dan tersurat maka ungkapkan sekarang 20:13 bicarakan. 20:15 Karena kita ee saya saya sangat 20:17 memahami, saya sangat meyakini bahwa 20:19 kita dekat sama istri mungkin hanya 20:20 secara fisik, tetapi secara kejiwaan 20:22 belum tentu. Betul. Saking takzimnya 20:25 istri, ini bahaya sekali nih e Pak Ihsan 20:27 dan Bang Habib Husein. Saking takzimnya 20:29 sama istri, unek-uneknya enggak 20:31 dikeluarin. Dia pendam, dia pendam. 20:34 Hati-hati loh. Ee lebih dari 80% menurut 20:37 kedokteran dan para ahli NLP, penyakit 20:40 itu muncul dari pikiran. Hm. Nah, sumber 20:42 dari pikiran itu adalah hati. Iya. 20:45 Nah, kala itu kala itu saya minta mereka 20:48 untuk bertengkar mengungkapkan apa yang 20:50 dia mau. Suami mau apa, istri mau apa, 20:53 enggak apa-apa salah-salahin lah di 20:55 tempat dia komunikasi di situ. Wah, itu 20:57 seru sekali. Sampai akhirnya sudah sudah 20:59 keluar semua kan. Yang penting jangan di 21:01 dalam dikeluarkan karena ini private 21:03 obrolan yang bertiga. Private overl 21:06 memaafkan. Alhamdulillah itu e Januari 21:10 2021. 2021 saling memaafkan, saling 21:13 menerima. Ya sudah. Kita mulai lagi 21:15 lembaran baru. Alhamdulillah bisnis saya 21:17 bertumbuh, bertumbuh dan bertumbuh. 21:20 Setiap kali saya ke 21:22 Makassar satu orang yang tidak boleh 21:24 mentraktir saya karena saya sangat tahu 21:26 keadaannya. 21:28 Kita mungkin sesusah-susahnya belum 21:29 pernah makan nasi pakai kecap. Pak Isa 21:31 beliau makan nasi pakai kecap 21:32 berbulan-bulan. Eh sori Pak Krishna. 21:36 Dia makan nasi pakai kecap sekeluarga 21:37 itu berbulan-bulan. Ini sulitnya. Jadi 21:39 sudah mulai kita bisa bayangkan ya. 21:43 berbulan-bulan. Alhamdulillah, Bang 21:44 Habib Husin, Pak 21:46 Krisna bisnisnya bertumbuh, bertumbuh, 21:49 bertumbuh, terus menyatukan hati, saling 21:52 memaafkan tiap hari. Suami berangkat 21:55 berusaha ee mendoakan. Jadi, yang 21:58 biasanya suami berangkat itu enggak 21:59 enggak cium tangan, enggak pelukan, itu 22:02 kami praktikkan. Cium tangan pelukan 22:04 sambil mengucapkan afirmasi positif. 22:06 Papa sayang, selamat berusaha. 22:08 Insyaallah Allah lebihkan rezekinya hari 22:10 ini. Allah mudahkan langkahnya. Mama di 22:12 rumah kita bagi tugas, mama urus anak, 22:15 urus keluarga, kita jalan di tempat yang 22:18 sama-sama. Yang berbeda walaupun yang 22:20 berbeda tapi visinya sama. Iya. 22:22 Berkolaborasi suami istri jalan. 22:25 Alhamdulillah sekarang omsetnya sudah di 22:27 atas 400 juta per bulan. Masyaallah. 22:29 Januari 2024 saya kembali datang ke 22:33 Makassar. Ee saya ngobrol sama beliau, 22:36 saya diajak makan ke Palu Basah. 22:38 khas makanan Makassar ketika itu. E 22:41 karena semua partner saya di Makassar 22:44 saya bilang hanya Bunda Rosti yang tidak 22:46 boleh traktir saya karena saya tahu 22:47 keadaannya. Karena saya sayang. Ketika 22:50 itu di Palubasa satu porsi harganya 22:52 Rp60.000. H. Saya ditraktir 22:55 makan. Istrinya lagi bayar. Saya lagi 22:58 saya lanjut ke mobil sewaannya beliau. 23:00 Saya ngobrol dengan bahasa Makassar. 23:02 Tabedi. Berapa kita punya pendapatan? 23:05 Berapa Anda punya pendapatan? Hm. di 23:07 atas 10 juta ada. Alhamdulillah lebih 23:10 kocak Adam. 20 juta ada. Alhamdulillah 23:14 lebih kocak Adam. Berapa? Hampir 30 23:17 Kocak Adam. Saya nangis di situ. Saya 23:20 berpelukan sama beliau dan di situ saya 23:22 berjanji saya akan dampingi para mitra 23:25 usaha, para masyarakat yang bertumbuh 23:28 dengan membuat pondasi bukan di how 23:30 to-nya, bukan di skill-nya, tetapi di 23:33 spiritual mindsetnya dan di headset-nya 23:36 dulu. Hm. Jadi di saya belajar dari 23:38 guru-guru pesantren bahwa belajar adab 23:41 itu 4 tahun. Hm. Belajar ilmu cukup 1 23:45 tahun. Iya. Iya. Nah, itulah yang saya 23:47 ee depankan ya. Dan alhamdulillah atas 23:49 izin Allah hidayahkan ilmu melalui 23:52 perantara guru saya. Saya kembalikan, 23:55 saya siarkan lagi, saya berikan 23:57 informasinya kepada masyarakat. Bang 23:58 Habib. Masyaallah. Itulah yang membuat 24:00 saya menjadi damai. Jadi ee kalau kita 24:03 bicara ee proses perjalanan bisnis ya ee 24:06 dalam tempoeng tahun profitnya cukup 24:09 lumayan. Alhamdulillah hampir R30 juta 24:12 dari tanpa modal bertumbuh karena 24:14 pondasinya bukan pada modalnya. Karena 24:16 seringkiali orang usaha serius karena 24:18 modalnya gede makanya serius. Nah, 24:20 mentalnya, keyakinannya ditaruh pada 24:23 rupiahnya bukan ditaruh kepada Allahnya. 24:26 Dia gedein masalahnya, dia kecilkan 24:28 Allahnya secara sirat. Kenapa enggak 24:30 kebalik? kita gedein Allahnya, kita 24:32 kecilin masalahnya. Sehingga saya 24:34 membuat rumus bahwa event plus respon 24:37 sama dengan impact. Event plus event, 24:40 suatu kejadian yang tidak bisa kita 24:42 kontrol adalah kehendak Allah, bukan 24:44 ranah manusia, bukan ranah hamba. Respon 24:46 itu adalah tindakan perilaku. He. Impact 24:49 adalah sebuah hasil. Artinya ketika 24:51 impact-nya ee itu besar, maka responnya 24:55 besar, maka impactnya juga bagus, gitu 24:57 ya. Jadi yang mesti kita kedepankan 24:59 respon kita terhadap masalah gitu ya. 25:01 Yes. Responnya dan masalah itu kita 25:04 harus tanggapi dengan tiga tiga cara di 25:06 kami. Kami penerapannya dengan tiga 25:08 strategi. Yang pertama mindsetnya kita 25:11 kuatkan. Dalilnya adalah asma Allah. He. 25:15 Yang kedua, setelah mindsetnya kuat itu 25:17 cukup tapi belum tentu maksimal dan 25:19 berdampak karena dibutuhkan hati yang 25:21 tulus untuk dia bertumbuh. Jangan sampai 25:24 suksesnya menjadi dendam. Jangan sampai 25:28 harta berlimpahnya menjadi sebuah hal 25:30 yang mendekatkan kepada yang tidak baik. 25:33 Jadi setelah mindset yang kedua adalah 25:34 headset ya, hatinya yang kita benarkan 25:38 melalui perantara-perantara pelatihan 25:40 yang kami buat secara gratis. Iya. Dan 25:42 yang ketiga, insyaallah skill-nya pun 25:44 akan bertambah. H. Jadi, skill itu akan 25:46 berefek setelah mindset dan hatinya 25:49 beres. Iya. Iya. Siap. Jadi faktor 25:53 keharmonisan antara suami dan istri 25:55 untuk e perkembangan bisnis sangat 25:57 berpengaruh sekali ya. Sangat 25:58 berpengaruh sekali. Aduh kita suami 26:00 istri mesti saling yang karena prak e 26:03 apa namanya? Buktinya adalah kami 26:05 sendiri Pak. Oh masyaallah. Dulu kami 26:07 usaha e ya konsekuensinya itu dia 26:10 materialnya tinggi, pendapatannya 26:11 tinggi, waktu kami enggak ada. Jadi 26:15 orang seorang bisnis yang hubungan suami 26:16 istrinya tidak baik berpengaruh juga 26:19 terhadap penghasilan ya. Sang ada dua 26:20 pengaruhnya. Bisa jadi materialnya turun 26:22 itu karena Allah sayang. Yang saya 26:24 khawatirin justru terjadi pada saat 26:26 materialnya tinggi tapi dia jauh dari 26:27 keluarga. Khawatir 26:30 istiraj khawatir. H oke oke betul betul 26:33 gitu. Oke. Untuk Anda yang ingin 26:35 bertanya lebih lanjut kami kasih ini 26:37 nomor 26:38 teleponnya 26:40 08 26:43 19-nya 4 kali ya. He. Kemudian 36 08 26:49 19 36. Kalau Anda ingin lebih lanjut 26:53 lagi bertanya tentang Coach Adam Rose, 26:56 kemudian juga ee Bang Habib di sini. 26:59 Oke, silakan yang mau bertanya 27:03 ee Kosadam boleh tahu ee untuk e 27:06 bisnisnya yang dijual produknya apa yang 27:09 ni dari Ibu Tuti. Masyaallah. Terima 27:12 kasih Bu Tuti atas pertanyaannya. Justru 27:14 ini ee bicara tentang produk apa yang 27:16 dijual. Saya banyak belajar juga nih 27:18 dari ee partner pembelajaran bareng sama 27:21 saya ya. Ini ee Bang Habib Husein ini 27:25 justru master. Masyaallah yang saya 27:27 banyak berdiskusi sama beliau. Saya 27:29 dapat banyak ilmu dari beliau nih. Jadi 27:31 mohon maaf Habib e Pak Krista bukan 27:33 bermaksud untuk menggarami lautan. Izin 27:37 saya sharing pengalaman saya. He. Nah, 27:39 berbicara tentang bisnis apa yang saya 27:41 jual adalah bisnis yang memang ee 27:43 memberikan dampak masalah di banyak 27:45 masyarakat. Apa apa bisnis ya, sektornya 27:48 di mana? Di herbal, skinc, dan juga 27:50 kosmetik. Kenapa saya senang di industri 27:53 itu? Karena itu di industri consumer 27:55 goods yang memang saat ini ini e sedih 27:58 sebenarnya ee ee Bang Habib. Kenapa 28:01 sedih? Karena produk yang beredar di 28:04 negara kita lebih dari 70% data dan 28:08 fakta itu produk impor. H kembali lagi 28:11 ya kita muslim paling besar di negara 28:14 tapi kok produk beredar kok bukan produk 28:16 muslim malah yang berkontribusi untuk 28:19 hal-hal yang tidak baik secara ee 28:21 geopolitik dunia ya I saya enggak mau 28:24 sebut merek ya kurang lebih seperti itu. 28:27 Nah, ini produk Herbal Skin kosmetik 28:29 yang kami ee berikan kepada masyarakat 28:33 itu bukan hanya menjadi solusi bagi 28:35 kesehatan mereka dan perawatan mereka, 28:37 tetapi juga bagi finansial dan khususnya 28:39 untuk karakter bagaimana umat Islam 28:42 bersatu padu untuk memberdayakan satu 28:46 sama lainnya, memuliakan satu sama 28:48 lainnya. Lebih seperti itu, Bang Habib. 28:51 Iya. Iya. 28:52 Kalau bagaimana nih memulai misalnya 28:55 para pendengar ini kan kalau Kadam tuh 28:57 dari tahapannya pertama hubungan suami 28:59 istri ini diperbaikin dulu, saling 29:02 merida itu saya sangat tersentuh dengan 29:04 itu ya karena bagus sekali gitu ya. 29:07 Mulainya dari mana? Lalu tahapannya 29:09 seperti apa? dari pengalaman Kos Adam 29:11 dari mulai nol bisnis itu membangun 29:13 kapal prener mungkin kan ada yang suami 29:15 sibuk kerja di luar i istrinya ibu rumah 29:18 tangga mungkin ee istrinya dulu yang 29:21 mulai atau suaminya dulu seperti apa 29:23 teknisnya seperti apa biasanya 29:25 pengalaman yang sudah banyak berhasil 29:27 itu seperti apa pengalaman alhamdulillah 29:29 ya yang banyak berhasil tentunya ee 29:32 mereka yang diawali dulu dengan niat 29:34 dari secara pribadi karena niat itu 29:36 selalu menentukan hasil betul ee banyak 29:39 orang di luaran sana memberikan training 29:41 pembelajaran lebih fokus kepada how to 29:43 atau skill tapi fundamennya dia tidak ee 29:47 fokus untuk membenahi. Yang pertama 29:49 adalah niat. Niat itu menentukan hasil 29:52 dan tujuanlah yang akan membentuk 29:54 proses. H karena niat dan tujuan yang 29:57 diyakini bahwa itu baik benar. Bukan 30:00 hanya baik saja ya. Baik juga harus 30:02 benar. Baik dan benar menurut 30:04 perintah-perintah Allah Subhanahu wa 30:06 taala. Insyaallah itu akan menghadirkan 30:08 proses yang agak aneh tetapi hasilnya 30:11 sampai. He. Dan saya ee 4 tahun 30:15 berkecimpung di industri ini 30:16 memperdayangkan UMKM dan juga rumah 30:19 tangga masyarakat. Ekonominya bertumbuh 30:23 dan lucunya tidak semua mereka memiliki 30:25 pengalaman usaha. Iya. I itu yang lucu. 30:27 Mungkin gini ya sedikit fenomena yang 30:29 terjadi ketika kita dapat masalah kita 30:32 selalu fokus ke masalah itu gitu ya. 30:34 kita enggak fokus ke kapasitas ee diri 30:37 kita. Gini, misalnya ada masalah entah 30:39 hubungan sama istri, hubungan sama anak, 30:41 hubungan sama rezeki dan lain-lain. Kita 30:42 fokus cari gimana cara ningkatin omset, 30:45 gimana cara memperbaikin hubungan sama 30:46 istri, gimana membangun komunikasi dan 30:48 lain itu kita selalu ngandelin otak kita 30:52 yang terbatas ini untuk memecahkan 30:54 masalah. Belum tentu masalah ini lebih 30:56 besar ee ee kapasitas kita lebih besar 30:59 di masalahnya. Kenapa kita enggak 31:00 membangun hubungan komunikasi dengan 31:01 yang Maha Besar yang bisa mengatasi 31:03 semua masalah gitu? Kita enggak evaluasi 31:06 mungkin gini, kita enggak evaluasi 31:08 bagaimana salat kita, apakah hubungan 31:10 kita sama Allah itu lagi baik atau 31:12 enggak, apakah kita mengutamakan Allah 31:15 dibanding yang lain? Apakah kita memulai 31:17 melibatkan Allah dalam setiap bisnis 31:19 kita, setiap usaha kita? Nah, mungkin 31:21 itu yang ee selama ini saya lihat juga 31:23 ini fenomena-fenomena yang memang usaha 31:26 dari pagi sampai malam, dari pagi sampai 31:28 malam tapi hasilnya enggak ada atau 31:29 habis atau mungkin jadi malah utang, 31:32 jadi malah rugi gitu. Itu banyak sekali 31:33 karena ngandelin kemampuan diri, 31:35 ngandelin kemampuan yang akhirnya 31:37 terjerat riba, terjerat segala macam 31:40 gitu ya. Nah, ketika kita perbaikin 31:42 hubungan sama Allah, kita ningkatin ee 31:46 kualitas kita sama yang maha besar, yang 31:48 maha menyelesaikan masalah, yang maha 31:50 memberi rezeki, gitu, akhirnya itu 31:53 masalah-masalah menjadi kecil gitu. Kita 31:55 bilang sama masalah saya punya Tuhan 31:57 yang maha besar bukan saya punya masalah 31:59 yang besar. Mungkin itu sedikit ya. Jadi 32:02 ee itu bagus tuh. Hablum minallahnya 32:04 sudah kita langitkan. Yang kedua adalah 32:07 hablum minannas. 32:09 ee hablum minanas itu siapa saja yang 32:11 terutama adalah keluarga, orang tua dan 32:13 mertua itu yang paling utama. He. Kalau 32:15 istri yang paling utama ada di suami. 32:17 He. Jadi ring satu dulu yang kita 32:19 kokohkan. Siapa saja ring satu itu? Itu 32:22 dia tadi pasangan, orang tua dan mertua. 32:26 Selanjutnya adalah anak-anak. Nah, 32:27 perihal anak-anak ini ada yang ee lucu, 32:29 Pak Krisna. Ini nyata dan fakta. Heeh. 32:33 Ada seorang ibu rumah tangga yang kala 32:35 itu saya challenge em. Saya sampaikan 32:38 kepada istrinya dan saya sudah minta 32:39 rida juga kepada suaminya untuk mentorin 32:41 istrinya. Mams, percaya enggak Allah 32:43 bisa kasih omset 1 hari Rp100 juta? He. 32:47 Kamu percaya enggak? Ee gimana ya, Kach? 32:50 Sementara ini omset beliau itu belum 32:53 pernah tembus R00 juta dalam 1 bulan. 32:55 Ini saya tanya ke beliau 1 hari R juta. 32:58 Masyaallah. satu hari R juta. Dan saya 33:01 meyakini sekali ini jarang sekali 33:02 dilakukan oleh para orang tua di luaran 33:04 sana. Terus beliau jawab ee gimana ya? 33:08 Gini asma Allah 99 asma Allah sudah tahu 33:11 kan artinya sudah tahu kan kamu yakini 33:14 kan? Kamu paham ya kamu pahami kan tapi 33:17 kamu agungkan enggak? Jadi secara surat 33:20 kamu meyakini yang kamu agungkan tetapi 33:22 secara sirat bagaimana? Secara 33:23 implementasinya enggak yakin. Secara 33:24 implementasinya enggak yakin gitu kan. 33:26 Cara mengagungkannya bagaimana? Cara 33:27 mengagungkannya bagaimana? Karena butuh 33:28 implementasi karena iman sama ilmu harus 33:30 beriringan. Iman tinggi tapi subuh 3 33:32 rakaat gimana ceritanya gitu kan. Atau 33:34 subuh jam . atau subuh jam 7 kan enggak 33:36 lucu gitu kan. Oke coach bismillah. Ring 33:40 satu sudah saya jelaskan. Nah ketika itu 33:42 saya telepon itu jam kurang lebih jam 33:44 0.30 pagi. Hm. Anaknya kecil yang 33:47 bernama Fatih anak ketiganya itu mau 33:50 berangkat ke sekolah. He. Dipanggil 33:53 karena saya bilang anak kecil itu 33:54 dikelilingi malaikat dan belum punya ada 33:56 dosa. Heeh. Kita ini mungkin bisa jadi 33:58 doa kita tertahan karena dosa kita 34:00 banyak. Tapi anak kecil enggak. Dan ada 34:02 anaknya. Anaknya lari ke sekolah 34:05 diteriakin, "Fatih, Fatih sini." Heh. 34:08 Kenapa, Ma? Dia lari mamanya dekatin 34:11 anaknya. Dipegang mukanya, "Nak, doain 34:14 mama, Nak. Hari ini Mama mau punya mau 34:17 mau minta sama Allah omset Rp100 juta 34:20 hari ini." Masyaallah. Yuk, sama-sama 34:22 angkat tangan. Ini kejadian real, ya. 34:24 Kejadian real. Kejadian real. Dan ee 34:26 orang ini e bunda ini namanya Bunda 34:28 Rehana. Sekarang omsetan 600 juta per 34:29 bulan, Pak. Masyaallah. Ee ee yuk kita 34:33 sama baca Alfatihah. Angkat tangan 34:34 Fatihah N ya. Angkat tangan Fatih. Yuk 34:36 kita baca. Baca Alfatihah itu amin. Amin 34:38 ya rabbal alamin. Sore Pak menjelang 34:41 magrib juta 1 hari Pak. Masyaallah. Satu 34:45 hari besoknya? Besoknya 1 hari Pak. 34:47 Besok. Iya. Besokannya dia bilang, 34:49 "Coach, dari awal mintanya R juta, R 34:52 juta per bulan, Coach. Sekarang saya 34:53 minta 500 juta omset per bulan. Jadi 34:55 mental itu seperti iman, butuh bertahap, 34:57 butuh berproses. Jadi kalau kita 34:59 membahas tentang pembelajaran dari 35:01 guru-guru kita, ya iman e Allah itu 35:03 lebih sukanya istikamah. Jadi bertahap, 35:06 berproses. Jangan hari ini tahajud 11 35:08 rakaat, besok enggak gitu ya. Dua rakaat 35:10 aja dulu, bikin enjoy aja dulu. Begitu 35:11 dikasih nikmat tiba-tiba langsung 35:13 tahajud kan. Jadi tujuannya ini mencapai 35:17 dunia. Ketika dunianya udah dapat, udah 35:19 saya kira ini jadi kontras gitu ya. Jadi 35:23 kontras gitu ya. Jadi kontras. Baik kita 35:24 jawab. Eh, pertanyaan dulu yang sudah 35:26 masuk ini baik untuk Bang Habib maupun 35:29 untuk Coach Adam ya. Asalamualaikum, 35:32 selamat siang. Saya Muhammad Yusuf izin 35:34 bertanya. Bagaimana pandangan Bapak 35:36 mengenai konsep wasilah bisnis yang 35:38 diusung oleh Radio Rasil dalam 35:40 menyatukan umat Islam? Radio Rasil telah 35:42 dikenal sebagai salah satu media dakwah 35:44 yang fokus pada penyebaran nilai-nilai 35:47 Islam di masyarakat, namun dalam 35:49 perkembangan zaman yang semakin modern 35:51 dan konitif. 35:53 Kemudian kedua, di dalam era globalisasi 35:56 ini bisnis bukan hanya dipandang sebagai 35:59 alat untuk mencapai keuntungan material, 36:01 tetapi juga sebagai sarana wasilah untuk 36:04 menciptakan dampak sosial yang lebih 36:06 luas. Salah satu dampak sosial yang 36:08 kerap didambahkan adalah menyatukan 36:10 umat, terutama di kalangan umat Islam. 36:13 Bagaimana menurut Bapak konsep wasilah 36:15 bisnis ini dapat diimplementasikan dalam 36:18 dunia nyata untuk menyatukan umat yang 36:21 semakin beragam baik dari segi latar 36:24 belakang sosial, pendidikan, maupun 36:26 geografis. Nah, silakan ya. Nih 36:29 jawabannya bisa satu SKS ini, Pak. 36:33 Oke. Bismillahirrahmanallah. Yang 36:35 pertama, Bu. Dengan siapa? Pak Yusuf. 36:37 Pak Yusuf. Oke, ya. Yang pertama ee 36:40 terkait Radio Rasil, ya. 36:42 Jadi, Radio Rasil ini sebetulnya radio 36:45 dakwah yang betul-betul pure. Gimana 36:48 umat Islam bersatu, gimana caranya 36:50 memberikan manfaat seluas-luasnya bagi 36:53 umat. Makanya enggak ada iklan di radio 36:54 Rasil gitu ya. Bagaimana dengan e konsep 36:59 sekarang ini sebagian besar mungkin dari 37:01 pendengar dihidupi dari pendengar ini 37:03 radio umat dan sudah wakaf gitu ya. 37:05 Wakaf artinya punya umat untuk umat gitu 37:07 ya. Nah, ini kita bangun bersama-sama 37:10 supaya radio dakwah ini bukan hanya kuat 37:13 secara agama, secara syiar, tapi secara 37:15 ekonomi. Makanya kita berusaha kita 37:17 ngundang pembicara-pembicara yang 37:19 ikhlas, yang tulus, bagaimana ikut 37:20 membangun. Mudah-mudahan Coach Adam 37:21 nanti bisa bergabung untuk membangun 37:23 gimana Radio Rasil ini kuat secara 37:25 ekonomi gitu ya. Jadi pendengar ini juga 37:29 bisa terlibat. pendengar itu saling ee 37:31 mungkin ada yang punya produk, ada yang 37:33 ada yang pengin ee jualan tanpa modal, 37:36 ada yang pengin itu mudah-mudahan bisa 37:38 kita ee fasilitasin gitu ya. Kita punya 37:41 pembicara-pembicara yang hebat, 37:43 masyaallah yang ikhlas, yang tulus, yang 37:45 luar biasa gitu ya. Jadi keikhlasan itu 37:47 Pak Krisna itu memberikan dampak yang 37:49 enggak bisa diukur sama manusia. Saya 37:51 mungkin ada satu kisah ya cukup menarik 37:53 Pak Krisna. Jadi saya pernah jual rumah, 37:57 Pak Krisna. H ini punya jual rumah 38:00 harganya cukup mahal. Cukup mahal di 38:02 atas satu waktu itu sekitar 1 sampai du 38:05 di daerah Bekasi 1 sampai 2 M. Saya 38:08 waktu awal itu karena orang tua saya di 38:10 Cibubur, saya di Bekasi gitu ya. Setiap 38:13 minggu saya tawaf dari Cibubur Bekasi, 38:14 Cibubur Bekasi, Pak Krisna. Karena apa? 38:17 Saya pikir bagaimana ngedekatin hati 38:20 istri saya sama orang tua. Kalau jauh 38:21 itu kan lama-lama jadi enggak ada. Saya 38:24 takutnya berkurang ikatan dan lain-lain. 38:25 Jadi saya usahakan rutin ketemu orang 38:28 tua gitu ya. Jadi istri bisa komunikasi 38:30 bisa apa akhirnya pada satu 38:33 titik saya cukup ee waduh ini kalau 38:36 begini terus jauh nih kok sadarap jauh. 38:39 mendingan saya pindah ke Cibubur. Saya 38:41 bilang, "Saya jualah ee rumah, Pak 38:43 Kristana dengan harga yang cukup mahal 38:45 waktu itu." Nah, ee waktu itu saya beli 38:49 tuh sekitar 400 500, Pak Krisna. 38:52 Alhamdulillah bisnillah naik tuh satu 38:54 lebih satu sampai du ya. Nah, saya tuh 38:57 melihat calon pembeli dengan fisik waktu 38:59 itu ada mobil mewah datang kita lihat 39:02 wah ini ee prospek beli rumah nih. 39:04 Begitu lagi karena kelihatan dari mobil 39:06 kelihatan dari mobil fisiknya bagus 39:08 segala macam. Oh, ini dia mampu beli 39:10 rumah. Dia mampu setelah satu titik gitu 39:14 ya. Setelah satu titik ee saya pada 39:18 tahapan ah ini enggak bisa begini gitu. 39:21 Saya ini semua yang ngasih rezeki Allah 39:24 git semua yang ngasih kekuasaan Allah. 39:27 Kita enggak bisa ngelihat dari kemampuan 39:30 lihat manusia fisiknya. Akhirnya saya 39:32 pasar sama Allah karena enggak laku-laku 39:33 rumah itu. Saya pasar, "Ya Allah, Engkau 39:35 yang ngegerakkan hati manusia." gitu ya. 39:37 Akhirnya ada ibu-ibu sederhana bawa 39:40 motor dia nawar rumah saya kocadam. Nah 39:43 itu saya dari sederhana naik motor na 39:46 rumah sederhana nawar rumah gitu ya. 39:47 Saya nanya kerjanya apa? Tukang roti. 39:49 Tukang roti. Tukang roti. Bagaimana 39:50 penampakan? Kalau secara manusia mungkin 39:52 enggak mungkin ya kalau saya i tapi saya 39:54 pasrah Allah yang ngasih rezeki waktu 39:56 itu. Masyaallah. Allah yang bukain hati 39:58 semua dari Allah. Akhirnya apa kau 40:00 cadam? Singkat cerita ibu ini dia bilang 40:03 saya ada cash R00 juta di rekening saya. 40:05 saya bayar sisanya saya cicil bank 40:07 syariah. Saya bilang terserah ibu dengan 40:09 rasa ketidakpercayaan saya waktu itu. 40:12 Tapi ibu itu akhirnya yang beli rumah 40:14 saya gitu ya yang naik motor yang naik 40:16 motor gitu ya. Dengan saya ikhlas waktu 40:17 itu saya ikhlas layanin beliau ngelihat 40:19 rumah tanpa sama sekali ngelihat 40:21 fisiknya itu Allah bukain rezeki. 40:23 Ternyata setelah saya tahu berapa tahun 40:25 kemudian ibu itu yang punya semacam 40:28 Hollandan Baker dan lain-lain kayak 40:29 gitu. Iya. Iya. Dia bilang, "Nah, itu 40:31 benar. Allah bukain hijab gitu ya. Allah 40:33 bukain hijab dari saya. Ya. Terus rezeki 40:36 itu ngalir kita karena kita keikhlasan 40:39 gitu ketika kita berharap sama manusia 40:41 itu akan terbagi gitu rezekinya sesuai 40:44 sama harapan kita gitu ya. Berbanding 40:46 terbalik gitu. Harapan kita besar 40:48 manusia rezeki kita makin turun atau 40:51 harapan hasilnya makin turun. Ketika 40:53 kita ikhlas itu 0. 1 dibagi 0 itu 40:56 hasilnya tak hingga gitu ya. Ketika kita 40:58 bagi 8 9 semakin besar harapan kita itu 41:02 makin kecil hasilnya gitu. itu mungkin 41:05 Bang 41:07 Adam. Alhamdulillah kita kedatangan tamu 41:09 jauh-jauh dari Jogja nih dari Masjid 41:11 Joko Kariang terkenal itu yang infaknya 41:15 masyaallah. Heeh. Ustaz Hantiar ya. 41:19 Betul Pak. Masyaallah. Asalamualaikum. 41:21 Waalaikumsalam warahmatullah. Jam berapa 41:23 dari Jogja ini? Sebenarnya kemarin dari 41:26 Jogja. Kemarin subuh tapi kemarin ke 41:27 Bandung. Terus tadi pagi habis salat 41:31 subuh ee ke DT sebentar, terus setelah 41:34 itu Jakarta. Nah, saya ingin tahu ya, 41:37 bagaimana Joko Karyan mengelola keuangan 41:40 yang luar biasa itu pemasukannya tinggi 41:43 tapi pengeluaran juga banyak juga ya. 41:45 Katanya saldonya harus nol terus tuh 41:47 jelaskan bagaimana. Iya. Ee mau 41:50 memakmurkan masjid dari Joko Karya. 41:52 Silakan, Ustaz. Tapi intinya iya intinya 41:55 begini. Jadi apa yang dilakukan Jogo 41:57 Karyan itu sebenarnya biasa-biasa saja. 42:00 Artinya kami ya hanya beriktiba saja 42:02 kepada Rasulullah. Apa yang dilakukan 42:04 oleh Rasulullah kami contoh, kami ikuti, 42:08 kami tiru persis lah gitu. Jadi ee 42:11 sebenarnya ee sudah dilakukan sejak 42:14 lama. Ee kalau hari ini mungkin terlihat 42:18 apa ee berbeda ya mungkin maaf, maaf 42:21 maaf. Mungkin karena hari ini ee sudah 42:23 banyak masjid-masjid kita yang 42:24 meninggalkan sunah Rasulullah. 42:26 Masyaallah. Misalnya apa? Subhanallah. 42:27 Ya, misalnya ee takmir yang berorientasi 42:31 untuk membangun bangunan masjid, 42:34 dipercantik, diperindah, tapi tidak ee 42:37 berorientasi kepada kemakmuran saf 42:39 jemahnya. Iya. Jadi ee banyak sekali 42:42 masjid-masjid yang sekarang itu 42:43 programnya bagus-bagus, tapi begitu azan 42:45 berkumandang sofnya sepi. Oh. Nah, jadi 42:48 kalau di kami Jokarian Heeh. Yang kami 42:50 utamakan pertama kali adalah saf jemah, 42:53 Pak. Oke. Jadi, semua program di Jowok 42:55 Karyan itu muaranya adalah sof jemah. 42:58 Sof jemah. Contohnya kami punya ATM 43:01 beras yang bisa diambil secara gratis 43:03 atau secara free oleh ee warga itu ee 43:08 kami aktifkan ee 10 menit sebelum azan 43:10 dan 10 menit setelah azan. Masyaallah. 43:12 Nah, sehingga orang kalau mau ngambil 43:14 beras ya datang ke masjid menjelang ee 43:17 berapa liter boleh ambil? 2,5 lit. 43:20 2,5 liter satu orang. Boleh berulang 43:22 enggak sekarang tiap hari? Itu jadi 43:24 sudah kami atur itu per RT. Jadi ada 43:26 kartunya I per per RT itu ada jatahnya 43:29 masing-masing. Jadi satu orang itu bisa 43:31 ngambil seminggu sekali. He gitu. 43:34 Seminggu sekali itu bisa ngambil ee 43:37 jatah. Artinya kalau dia salat subuhnya 43:39 atau salat jemahnya terlambat tinggal 43:40 dapat beras gitu ya. Enggak dapat beras. 43:43 Ini motivasi. Jadi kalau misalnya 43:44 ngambil beras jam 09.00 pagi jam 10. 43:46 Enggak bisa. Engak bisa. Dia mesti 43:48 bangun subuh, mesti salat subuh. salat 43:49 subuh. Iya, salat subuh. Atau setelah 43:51 subuh kalau dia setelah salat jemah 43:54 selesai, dia datang baru ngambil, 43:55 biasanya kan ketahuan kita nih, 43:57 Teman-teman. Sudah salat belum? G oke, 43:59 Ustaz Hantierar boleh tahu enggak kan 44:00 setiap infak Jumat itu berapa kira-kira 44:04 penghasilannya tuh? Berapa infaknya tuh 44:06 yang terkumpul? Mungkin sekitar 15 44:09 sampai 20 ya. Jumat setiap Jumat kurang 44:12 lebih ya. Itu habis itu hari juga atau 44:14 bagaimana? Itu gak biasanya kita 44:15 kumpulkan dulu. Jadi kami itu kebetulan 44:17 punya kotak infak yang ee bahasa Jawa 44:21 tuh manggon. Apa manggon tuh berdiam 44:24 diri ya enggak keliling. Jadi ada 12 44:26 kotak infak. Masyaallah. Di mana 44:28 masing-masing kotak infak itu ada pos 44:31 ada anunya sendiri. Ada pos-posnya 44:33 sendiri. Ada kotak infak kebencanaan, 44:35 ada kotak-kotak infak ee dunia Islam. 44:37 Ada kotak infak pemulasaran jenazah, ada 44:39 kotak infak operasional, ada kotak infak 44:42 beras dan lain-lain. Ada 12. Lalu kita 44:44 punya bendahara itu ada sembilan 44:46 bendahara. Sehingga ee masing-masing 44:49 bendahara itu ee pegang pos 44:52 masing-masing. Ada satu orang kebetulan 44:54 dia pegang dua pos. Nah, sehingga di 44:56 kami itu pencairan itu cepat. Jadi 44:59 misalnya ada kebutuhan-kebutuhan yang 45:00 misalnya ada warga yang meninggal 45:03 berarti ee masuknya di anggaran 45:05 pemulasaran jenazah sudah langsung kita 45:07 ngajukan ke bendahara tersebut dengan 45:10 fungsinya ya. har itu langsung bisa 45:11 cair. Nah, sehingga memudahkan ee apa 45:15 namanya ee 45:18 pentasarufan is kami itu ke jemah. 45:21 Operasionalnya gimana, Ustaz? Hantiar 45:22 maksudnya kan kayak ini kalah nih 45:24 perusahaan nih sampai gitu ya. paling 45:26 atau gitu ya atau ini sampai itu 45:30 operasionalnya tinggi atau gimana mereka 45:32 kalau kami itu mengoptimalkan ee sumber 45:35 dana kami itu di siswa beda-beda tentu 45:37 ya hasil ini beda-beda beda-beda. Jadi 45:40 sumber dana adalah ZISAf zakat infak 45:42 sodqah dan wakaf. Heeh. Khusus untuk 45:44 OPEX operasional expense itu kami 45:47 ambilnya dari wakaf produktif. Oh oke. 45:49 Wakaf produktif. Iya. Jadi kami di 45:51 lantai 3. Jadi kalau Bapak-Bapak ke 45:53 Masjid Jokarian itu lantai satu untuk 45:56 salat, lantai dua aula dan tempat salat, 45:59 lantai 3 hotel. Masyaallah ada hotel. 46:02 Ada hotel itu ada 11 kamar. Nah. Oh. 46:06 Harga permalamnya Rp200.000. Ee ada satu 46:08 kamar yang lebih luas itu 46:11 Rp300.000. Dan mau pick session, mau low 46:13 session harganya sama. Harganya sama. 46:15 Masyaallah. Asal ada slotnya aja. Ada. 46:17 Asal ada asal available aja. Asal 46:19 available. 46:21 Nah, ee terus di bawah di dekat wudu itu 46:24 di bawah di sebelah timur itu ada toko 46:27 souvenir. Ee itu omset per bulan kalau 46:30 lagi ramai kadang di atas 100. Kalau ee 46:34 biasa-biasa aja kadang 50 75 seperti 46:36 itu. Rp50 juta ya. Iya Rp50 juta. Terus 46:39 kami juga punya homestay di seberang 46:41 masjid. Homestay. Nah, hasil usaha yang 46:45 kami dapatkan itulah dipakai untuk nutup 46:47 opex-nya. Oh. Oh. Nah, modal usahanya 46:49 dari mana? Dari wakaf produktif. Wakaf 46:52 produktif. Wakaf produktif. Jadi di 46:54 hotel itu waktu itu ee cost satu kamar 46:57 itu sekitar R1 juta. R juta. Nah, itu 47:01 kita campaign funding. Eh, fundracing 47:03 melalui wakaf. Siapa yang mau berwakaf 47:06 kamar, maka bisa ee ee taruh uang Rp41 47:11 juta. Nah, jadi di kamar kami itu bukan 47:13 nomor tapi nama watnya. Nama. 47:15 Masyaallah. Oh, iya. Jadi kamar nomor 47:18 satu itu waknya Pak Budi Santoso, nomor 47:21 dua Pak Junda, nomor Pak Amrullah dan 47:23 sebagainya. Pak Krisna belum bisa nih 47:26 mungkin bisa kalau penambahannya gimana 47:27 untuk Pak penambahan? Nah, kebetulan 47:29 kalau yang di LT 3 sudah habis, sudah 47:31 habis space-nya sudah habis. Tapi kami 47:32 baru saja beli hotel di kawasan 47:34 Kaliurang. 47:36 kawasan wisata orang yang tanggal e 47:39 minggu lalu diresmikan oleh Pak Sandiaga 47:41 dan Pak Sandiaga wakaf juga satu kamar 47:44 senilai Rp85 juta. Jadi ada satu kamar 47:47 yang nama kamarnya Sandiaga Uno. 47:49 Sandiaga Uno ya. Itu baru minggu lalu 47:51 kami resmikan itu beras berlokasi di 47:54 kawasan wisata Kaliurang. Oh wow. Ya. 47:56 Itu ee kami beli jadi akuisisi prosesnya 48:00 sekitar 2,9 miliar. Paket dananya juga 48:03 wakaf. Masyaallah. ini mengoptimalkan ee 48:06 potensi-potensi wakaf yang ada untuk 48:08 memutar perekonan umat. Lalu yang 48:11 dinolkan siapa itu? Yang dinolkan yang 48:13 is-nya. IS itu apa? Infak sodqahnya. 48:16 Iya. Jadi karena OPEX itu di-cover dari 48:19 hasil ee usaha melalui wakaf produktif 48:23 usaha is-nya kan akhirnya jadi utuh. 48:27 Utuh. Iya. Nah, karena utuh kan enggak 48:29 bisa enggak terganggu, Pak. Ini yang 48:30 bisa kita maksimalkan. Oh, kalau ada 48:32 orang seorang pokar datang ke masjid 48:34 minta mau pinjam uang untuk kebutuhan 48:36 sekolah anaknya atau apa bisa enggak? 48:37 Bisa. Insyaallah bisa. Bisa. Kami ada 48:39 petugas Baitul Mal yang ee digaji 48:41 artinya profesional yang dia day di 48:44 masjid sehingga menangani 48:46 masalah-masalah itu karyawannya bergaji 48:49 ya. Jadi kami ada dua jenis ya di masjid 48:51 karenan itu. Yang pertama adalah 48:52 karyawan, yang kedua relawan. Karyawan 48:54 dan relawan. Iya. karyawan itu yang 48:56 digaji, yang relawan itu yang tidak 48:58 digaji seperti saya ini relawan 49:00 kategorinya gitu. Kalau yang karyawan 49:02 dia memang e office hour ee lalu ada 49:05 tugas-tugasnya seperti security, lalu 49:08 cleaning service, lalu petugas sufah. 49:10 Sufah itu penginapan, Pak. Sufah 49:11 penginapan. Ya, pengin apa itu 24 jam 3 49:13 shift kita ee bikin terus kemudian ee 49:18 seperti karyawan maintain dan sebagainya 49:19 itu yang memang kita gaji. Oke, Ustaz ee 49:22 Hantar ini ada nanya nomor teleponnya 49:25 Ustaz Hantil. Boleh, boleh, boleh. 49:26 Berapa? 0819 0819 0832 49:31 08 32 3679 3679. 49:36 Oke, Ustaz Hantiar. Ustaz Hantier begini 49:40 ya, mungkin jemaah yang atau pendengar 49:42 yang belum ini sekali ini wakaf 49:45 produktif itu kan ketika kita ngasih 49:47 orang beras itu ketika berasnya habis 49:49 sudah selesai di situ ee amalan kita 49:51 maksudnya pahalanya habis. Maksudnya 49:54 ketika orang ngasih sesuatu yang 49:56 dikonsumsi setelah itu habis. Nah, 49:58 ketika dia wakaf kamar misalnya kamar 50:01 itu masih menghasilkan profit buat 50:03 masjid itu pahalanya ngalir terus gitu 50:05 ya. Iya. Terus selama itu masih ada gitu 50:09 ya, mungkin bisa puluhan tahun bisa 50:10 ratusan tahun. Ratusan tahun selama amal 50:12 jariah. Mas amal jariah yang luar biasa 50:14 gitu ya. Mungkin ini pendengar juga ada 50:16 yang mau ee pengin ada keinginan mungkin 50:19 enggak sebesar itu. Saya mau ee urunan 50:21 gitu atau apa dibuka enggak ya? Itu ada 50:24 kami punya satu kotak infak itu ee wakaf 50:26 uang atau itu juga produktif juga? Iya 50:29 produktif. ee semua wakaf yang masuk ke 50:32 Jokeren itu ee kami apa namanya? Kami 50:37 optimalkan untuk wakaf-wakaf 50:39 produktif. Mana yang mana yang paling 50:41 banyak diminati untuk orang berinfak? 50:43 Bagaimana? Iya, yang paling mudah ya 50:44 wakaf uang tunai. Uang tunai ya kan ada 50:47 bagian ini untuk ini, untuk ini, untuk 50:49 itu. Tuh yang paling diminati untuk 50:51 dimasukkan infak dia ke arah mana? Dari 50:53 dari semua kotak itu paling banyak mana 50:55 gitu ya? Heeh. Ee enggak ada ininya, 50:58 Pak. Enggak ada random. Benar random. 51:00 Jadi misalnya kalau ada liburan anak 51:03 sekolah itu biasanya yang paling banyak 51:04 ya ada apa? Kotak infak air minum. Nah, 51:10 itu kadang penuh. Kadang ada kotak infak 51:12 beras itu penuh juga. Oh. Nah, sekarang 51:14 bagaimana caranya supaya para ininya 51:17 petugasnya punya amanah gitu. Ini kan 51:21 kacau balau ini. Jadi memang makanya 51:23 tadi di awal saya bilang bahwa 51:25 sebenarnya apa yang kami lakukan itu 51:26 kami bertiba kepada Rasulullah. Apa yang 51:29 dilakukan oleh Rasulullah artinya ini 51:30 sudah pernah terjadi gitu. Metode-metode 51:33 pengeluaran masjid yang maksimal, yang 51:35 bagus, yang berorientasi kepada umat dan 51:37 jamaah itu sudah pernah sebenarnya kita 51:39 alami dalam Islam ini gitu kan. Ya, 51:42 mungkin ee faktornya karena dulu kita 51:45 dijajah Belanda, kemudian Belanda apa 51:48 menganggap bahwa masjid adalah tempat 51:50 untuk apa? 51:51 Radikalisme. Kan zaman dulu kan begitu 51:53 kancahan ee waktu ee kita lihat 51:56 bagaimana dulu surau-surau di Minang itu 51:59 menjadi pusat ee latihan silat 52:01 anak-anak, belajar agama, termasuk juga 52:04 di Jogja itu ee ee masjid-masjid atau 52:08 musala-musala kalau bahasa jawanya 52:09 memang langgar namanya. He. Nah, langgar 52:11 itu menjadi sentra anak-anak kecil kan 52:15 dulu nginap di surau, dilanggar itu 52:16 biasa kan, Pak? Ya, mungkin Bapak kecil 52:18 mengalami di Padang ya. Iya kan? 52:20 di surau. Nginap di surau kan hari ini 52:23 kan jarang sekali bahkan mungkin hampir 52:24 tidak ada. Nyarinya hotel ya susah nyari 52:26 hotel enggak ada nyari ada masjid kosong 52:28 enggak? Masjid begitu masjid dulu baru 52:30 itu. Nah, jadi gini misalnya ada yang ya 52:32 secara ekonomi kurang lah. Begitu sampai 52:34 ini waduh masjidnya dikunci. Nah, mau 52:36 masuk akhirnya tidurnya di pelataran 52:39 masjid gitu ya dengan dingin gitu. Iya. 52:41 Karena memang ada upaya untuk menjauhkan 52:43 masjid dari umat Islam itu memang ada 52:45 upaya termasuk anak-anak gitu ya. Saya 52:47 mau tahu pendekatan Jokarian ya. 52:49 Kadang-kadang gini ya, lagi salat ada 52:51 anak kecil ini calon jemah masjid ya. 52:54 Begitu anak-anak kecil masuk w hus hus 52:56 hus dibikin trauma, bikin trauma, diusir 52:59 kadang-kadang dihardik segala macam ya. 53:01 Nah, pendekatan Joko Karyan ada seperti 53:03 itu enggak? Mendekatkan umat ini ke 53:05 masjid termasuk anak-anak itu seperti 53:06 apa? Jadi kalau di Jogarian itu karena 53:08 kami tiga lantai, anak-anak kalau salat 53:11 ke masjid itu kami tempatkan di lantai 53:13 dua. Oh. Oh, masyaallah. Jadi kalau anak 53:15 lantai dua anak-anak semua itu? 53:17 Anak-anak semua ramai dong. Ramai. nih 53:19 ramai sekali. Bahkan ada bola, ada buku, 53:22 I ada Wi-Fi yang kencang gitu kan. 53:25 Dibikin menyenangkan dulu. Dibikin 53:26 mencang menyenangkan gitu. Tapi 53:28 kedengaran sampai bawah enggak kalau 53:29 lagi kedengeran. Kedengaran tapi kami 53:31 karena sudah terbiasa dengan ketawa 53:33 anak-anak dan sebagainya akhirnya ya ee 53:36 ya kita maklumi dan memang kami ada 53:38 bagiannya khusus yang untuk membina 53:40 anak-anak. Masyaallah. Jadi jauh itu 53:42 kami semua usia itu semuanya ada 53:45 wadahnya. Hm. 53:46 Contohnya anak TK sampai ee SMP itu ada 53:51 namanya Hamas, himpunan anak Masjid. 53:54 Himpunan Anak Masjid. Hamas. Iya, itu 53:56 Hamas namanya. Lalu di atasnya ee SMP, 53:59 SMA itu namanya RMJ, remaja Masjid Joko 54:03 kalau dia sudah menikah, yang laki-laki 54:05 otomatis namanya jadi kurma, keluarga 54:08 alumni remaja masjid. Yang wanita, yang 54:11 perempuan otomatis menjadi umida. Oke, 54:14 Umida itu umi-umi 54:15 muda dan yang berjiwa muda. Umida salam 54:20 untuk Umida ya. Kalau yang sudah tua 54:22 gimana ini? Nah, kalau yang tua namanya 54:24 IKS, Ikatan Keluarga Sakinah. Itu umur 54:27 60. Jadi kalau begitu umur 60 langsung 54:30 masuk ke IKS langsung ke pengajian IKS 54:32 namanya. Nah, 50-an masih muda ya. 54:34 Masih. Nah, itu semua ada wadahnya dan 54:37 semua ada ngajinya. Luar biasa. 54:38 Khususnya Hamas itu kita ada ngajinya 54:41 namanya Suruk Berkisah. itu mulai dari 54:43 .30 sampai 0.30. He. Setiap pekan itu 54:47 ada suruk berkisah cerita Nabi, cerita 54:49 sahabat Nabi, cerita Wali Songo dan 54:51 macam-macam. Heeh. Karena anak-anak itu 54:54 kalau dikasih pengajian yang umum tentu 54:57 berbeda. Berbeda. Dia pengajiannya dalam 54:59 bentuk kisah atau kita biasa bilang 55:01 namanya dongeng. Tapi kalau di kami 55:03 namanya kisah, Pak. Jadi pedongeng itu 55:05 kalau di kami namanya juru kisah gitu. 55:07 Inya yang tanya berapa jumlah jemahnya 55:09 kalau salat Jumat dan berapa jumlah 55:11 jemahnya kalau salat subuh? Kalau 55:14 kapasitas masjid kami itu 1100. 11 kalau 55:17 full sampai keluar itu saya keluar saya 55:20 itu Jumat ee ya Jumat kalau subuh subuh 55:23 kurang lebih mirip dengan Jumat. Oh iya. 55:26 Jadi iya jadi saya kalau Sabtu Ahad 55:29 kalau e khususnya Sabtu Ahad ya Pak 55:31 kalau kami warga itu enggak pernah subuh 55:33 salat di masjid karena karena kami 55:35 salatnya di jalan. 55:37 sudah kepenuhan karena masih sudah penuh 55:39 dengan jamah dari luar. Jadi kami 55:42 salatnya di jalan. Kalau Bapak mau lihat 55:44 bisa dibuka di IG kami di Masjid 55:46 Jokarian @ Masjid Jokarian YouTube-nya 55:47 juga ada ya 55:50 itu ada apa namanya ee ee dokumentasi 55:53 bagaimana kami e menjadikan jalan raya 55:55 sebagai tempat untuk salat. Iya. Tempat 55:57 untuk salat. Joko Karian sebagai masjid 56:00 sebagai obek pariwisata juga orang kalau 56:02 ke Jogja pasti yang dicari Masjid Joko 56:04 Karian gitu. Iya. Alhamdulillah karena 56:06 sudah ini bagaimana Joko Karian 56:08 menampung para pariwisata ini, para 56:10 wisatawan yang ee religi ini menuju ke 56:15 apakah disediakan tempat tidur atau 56:17 bagaimana? Iya. Jadi alhamdulillah mulai 56:19 2023 itu kami masuk ke dalam eh blue 56:22 blook eh blue book-nya Kemen Parcraf. 56:24 Jadi Mas Jokar menjadi salah satu eh 56:27 salah satu destinasi wisata religi yang 56:30 ee masuk ke dalam ee program nasional di 56:32 Kemen Parakraft. He. Lalu khusus untuk 56:35 musafir itu kami punya aula. Jadi ada 56:38 hotel yang 11 kamar. Di samping hotel 56:40 ada kuba. Belakang Kuba ada aula. Aula 56:43 ini untuk musafir. Jadi kalau misalnya 56:46 Bapak ee safar misalnya terus mampir 56:49 Jogja jam .00 malam jam .00 malam mau 56:51 masuk hotel tanggung bisa ke Joko 56:54 Karyan. ee izin security nanti ee 56:57 numpang untuk istirahat, ngaso-ngaso, 56:59 mandi dan sebagainya bisa di lantai 3 di 57:01 aula itu kami sediakan waktu 3 hari ee 57:05 bebas gratis itu ada kasur segala macam 57:08 enggak ada ee kasur ada kecil-kecil yang 57:10 kasur yang tipis itu sleeping bag ya 57:12 semacam bukan slepping bag ya mungkin 57:14 kayak matras itu tapi sebesar ini kasur 57:16 busa matras i itu e kami sediakan ee 57:20 lalu juga mandi dan sebagainya juga 57:22 bebas mau ngecas HP mau atau mau sekedar 57:25 istirahat juga bisa. Itu free selama 3 57:28 hari. He. Kalau mau lebih 3 hari ya 57:31 mungkin bisa masuk ke kamar hotel atau 57:34 mungkin bisa mencari homestay penginapan 57:36 di sekitar masjid. Sekitar area masjid. 57:38 Iya. Waduh nih banyak orang-orang hebat 57:41 di sini. Ada Coach Adam Rose ya. Beliau 57:45 adalah ee motivator nasional, pengusaha 57:48 distribusi herbal SR12. Sudah pernah 57:51 dengar ya? SR12 ya? belum. Oh, di 57:55 Jakarta sudah terkenal sekali. Beliau 57:57 adalah profesional coach. Kemudian ada 57:59 Bang Habib, dia e master trainer BNSP 58:02 dan juga staf ahli DPR RI. Dia ada yang 58:05 tanya, "Bagaimana Jokar Rian menghadapi 58:08 berbagai masalah hilafiah untuk 58:10 umatnya?" ee kalau kami tidak menghadapi 58:13 tapi kami menerima ya artinya ya artinya 58:17 ee Senin malam itu atau malam Selasa itu 58:22 ee ada kajian dari teman-teman Salafi ee 58:25 ya pengisinya itu sudah rutin namanya 58:27 Ustaz Romlan. Saya ee kalau tidak salah 58:30 ya beliau adalah adik ipar dari Ustaz 58:32 Firanda. Oh. Ee itu ngisi rutin hari 58:35 Senin. Lalu ada pemara pengajian malam 58:38 Rabu itu ganti-gantian. Kadang 58:39 teman-teman NU ngisi, kadang teman-teman 58:43 Muhammadiyah. Lalu kemudian ada 58:45 Pengajian Aisiah dari Muhammadiyah. Dari 58:48 Muhammadiyah. Malah kadang kami tidak 58:49 pernah menyebut, "Oh, ini dari Salafi, 58:51 oh ini dari enggak pernah itu tersebut 58:53 seperti itu." Artinya ya semua orang 58:54 yang baur aja ya. Ya baur aja diangkul 58:56 saja semua. Diterima saja semuanya 58:58 diterima saja. Yang membuat khilafiah 59:00 itu kan kadang kita sendiri itu yang 59:01 apa? Iya. Iya. Jadi, Ustaz Huntiar e 59:03 nanti untuk ee mungkin ada masukan ke 59:07 ustaznya misalnya ada 59:09 pembahasan-pembahasan yang sensitif 59:10 bagaimana tuh em tetap ada kontrol lihat 59:13 di DKnya atau dari awal udah udah 59:16 silakan aja yang penting persatuan umat 59:18 gitu. Iya, biasanya ee karena kami itu 59:21 begitu akhirnya orang juga tidak 59:23 begitu-begitu amat. Oke. Jadi kadang 59:27 gini ya, kadang tuh orang kalau ngeyel 59:29 atau ngotot itu kalau kita ikuti dia 59:31 ngototnya akan hilang. Tapi kalau orang 59:34 ngotot atau ngeyel itu kita bantah itu 59:37 itu malah tambah tambah keras. Tambah 59:38 keras itu. Jadi misalnya gini, kenapa 59:41 kok di sini enggak pakai qunut gitu kan. 59:42 Oh ini menyalahi. Oh ya kalau Bapak 59:44 pakai kunut silakan aja Pak gitu. 59:47 dia jadi kan udah kan selesai selesai 59:50 kan atau ee apa misalnya ee kalau kalau 59:53 kami kan kadang ada setiap Jumat tuh 59:55 kalau sunah Rasulullah itu sujud sajadah 59:57 atau sujud sajadah tilawah itu di rakaat 1:00:01 pertama itu dengan ee surat sajadah itu. 1:00:04 Itu kan kadang banyak orang yang belum 1:00:05 tahu itu kan kemudian menganggap bahwa 1:00:07 itu adalah bidah bidah ditambah-tambahin 1:00:10 protesnya. Ya udah kalau misalnya ya 1:00:12 enggak usah enggak usah juga enggak 1:00:14 gitu. Oke. Baik. Kami tidak pernah 1:00:17 membantah apapun perbedaan ya monggo 1:00:19 aja. Alhamdulillah. Oke. Seru sekali 1:00:21 bincang hijrah pada hari ini. Tapi kita 1:00:23 sayang sekali sudah dibatas waktu. 1:00:25 Alhamdulillah Mas Soni sudah merekode 1:00:27 sebentar lagi kita masuk zuhur. Terima 1:00:28 kasih Ustaz Hantiar dari Joko Karian 1:00:32 juga Coach Adam Rose dan tentu saja Bang 1:00:36 Habib nih tuan rumah kita ya. Makasih. 1:00:38 Ini nomor teleponnya. Silakan mau 1:00:40 catat-catat nih. Kalau mau hubungin Hra 1:00:42 di 1:00:43 08 1:00:46 19nya 4 kali kemudian 36. Kalau mau 1:00:49 bincang-bincang dengan Ustaz Hantiar 1:00:51 dari Joko Karya nomornya 1:00:54 0819 kemudian 08 kemudian 32 1:00:59 36 79. 1:01:02 Terima kasih Ustaz e Htiar Bang Habib 1:01:08 juga Adam Coach Adam Rose yang hebat 1:01:11 ini. 1:01:14 2,7 per bulan. Oh masyaallah. 1:01:18 Oke terima kasih. Terima kasih juga 1:01:20 adik-adik dari PKL dan juga Ondi Saputra 1:01:23 kemudian Algi. Mohon pamit. Wabillahi 1:01:26 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 1:01:27 warahmatullahi wabarakatuh. 1:01:28 Waalaikumsalam.