Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:39 [Musik] 0:46 Brail TV. 0:53 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:55 warahmatullahi wabarakatuh. 0:56 Waalaikumsalam. Alhamdulillah kita 0:58 berjumpa lagi di pagi hari ini dalam 1:00 acara psikologi keluarga di studio 3. 1:03 Alhamdulillah di sini juga hadir Ustaz 1:05 Hasan Sjali, ada Ustaz Ayib, ada Ustaz 1:11 Junaidi, Ustaz Kiki, alhamdulillah dan 1:14 juga teman-teman dari SMK 4 1:18 Kranggan Gu juga Atep Setiabudi dan 1:21 Robi. Alhamdulillah memeriakan acara 1:23 ini. Kita akan nanti berjumpa dengan 1:26 Ustaz Husin Alatas dan Ustaz Abu Bakar 1:28 Baraja dan Mbah Hajah Nur Nuring. 1:30 Alhamdulillah sudah hadir di sini 1:31 semuanya. Asalamualaikum Husin. 1:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:34 wabarakatuh. Sedang berada di studio 3. 1:38 Ee baik ya kita mulai dulu dengan 1:41 membaca al-Fatihah. 1:48 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:49 Bismillahirrahmanirrahim. 1:57 Alhamdulillahirabbil 1:59 alamin 2:04 arrahmanirrahim maiki 2:08 yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka 2:14 nasta' 2:16 ihdinasirathal 2:19 mustaqim 2:21 shathalladzina an'amta 2:27 Aiin. 2:35 Amin. Alhamdulillah kita sudah membaca 2:36 alfatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan 2:38 kita dalam menghadapi berbagai persoalan 2:41 yang kita hadapi sehari-hari. Ada dua 2:43 kasus yang masuk. Yang pertama, seorang 2:45 istri yang merasa kehidupan rumah 2:47 tangganya hampa. Ada istri, ada anak, 2:49 tapi rasanya suami lebih sibuk main HP. 2:52 Kemudian yang kedua, Bapak Ayub baru 2:54 saja kehilangan istrinya. Istrinya baru 2:56 saja wafat sebulan lalu dan dia rumah 2:59 yang ditinggalin adalah rumah istrinya. 3:01 Nah, dia bingung soal warisnya. Sekarang 3:03 anak apa keponakannya itu ingin 3:05 menguasai rumah itu. Ee mohon 3:07 penjelasannya dan bagaimana agar bisa 3:10 menjelaskan kepada ponakannya karena 3:12 ponakannya tidak mengerti agama. Bahwa 3:15 hak ee suami juga walaupun cuma numpang 3:17 ibaratnya dia punya hak gitu. Silakan 3:20 Mbak Nuning dibacakan kasusnya seperti 3:21 apa. Baik, terima kasih Mas Krishna. 3:24 Untuk kasus yang pertama tadi ini 3:27 keluhan dari seorang ibu punya tiga anak 3:29 saat bicara responnya begitu-begitu aja, 3:32 suaminya biasa-biasa aja. Jadi ini 3:35 membuat saya merasa resah dan tidak bisa 3:38 dikendalikan perasaan saya itu pada 3:40 mereka. Enggak enak dan enggak enak 3:42 terus, Ustaz. Mereka menghadapi saya 3:45 biasa aja. Kalau di rumah enggak pernah 3:49 ngobrol yang suami main HP dan kalau 3:52 malam saya juga tertidur sebentar. 3:55 Setiap kali bangun ada sesuatu yang 3:57 hilang belum terkunci dan masih banyak 4:01 lagi. Dan anak saya itu mahasiswa SMA 4:05 dan SMP. Saya harus bagaimana, Ustaz? 4:07 Mereka tuh enggak mau tahu untuk makan 4:10 aja saya makan setelah mereka, enggak 4:12 bersama mereka. Jadi dua tiga suap sudah 4:16 hidup saya enggak tenang, Ustaz. Dan 4:18 saya mau tenang harus 4:20 bagaimana? Itu yang dan yang kedua 4:22 seperti yang Mas Krishna bilang sudah 4:23 jelas bagaimana seorang suami yang 4:27 rumahnya punya istrinya terus 4:28 keponakannya mau menguasai sementara 4:31 mereka enggak punya anak. Begitu, Ustaz. 4:33 Silakan. 4:36 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 4:37 Bismillahirrahmanirrahim. 4:41 Alhamdulillahi rabbil 4:43 alamin hamdan katsiran thayyiban 4:47 mubarokan fi kama yuhibabbuna. 4:52 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 4:55 abdika wa 4:57 rasulika sayyidina wa nabiina Muhammadin 5:00 wa alih thyibin wasohabatihil gurril 5:04 mayamin wasyairina ala nahjihil qoimi 5:08 ila 5:10 yaumiddin. Subhanaka la ilma lana illa 5:14 ma alamtana innaka antal alimul hakim. 5:18 Wala haula wala quwwata illa billahil 5:22 aliyilim. Allahumma atina minika rahma 5:25 waimna ladunka ilman nafi 5:29 bimaam. Asalamualaika ya rasulullah. 5:32 Assalamu alaina wa ala ibadillah shihin. 5:36 Wasalamualaikum. Ayyuhal ikhwah wal 5:39 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 5:42 taala. 5:45 Allah Subhanahu wa taala menerangkan 5:48 kepada 5:49 kita 5:53 satu-satunya cara untuk membuat jiwa 5:56 kita, hati kita 5:59 tentram hanya dengan menghubungkannya 6:02 kepada Allah Subhanahu wa 6:05 taala. Sebagaimana firmannya, "Alladzina 6:08 amanu watatmainu qulubuhum bidikrillah." 6:12 Orang-orang yang 6:14 beriman, kalbu mereka, jiwa mereka akan 6:18 tentram di saat dia mengingat 6:21 Allah. Tempat dia berharap, tempat dia 6:25 berlindung, kepadanya dia berserah diri 6:29 dan Allah senantiasa akan betul-betul 6:32 menaungi dirinya, melimpahkan rahmatnya. 6:36 ubun-ubun kepalanya. Begitu pula 6:38 ubun-ubun kepala suaminya, anak-anaknya 6:42 dan seluruh 6:43 makhluk di atas muka bumi ini semua 6:46 dalam genggaman Allah. Wama min dabatin 6:49 illa hua akhidum binasiha 6:53 inbiati mustaqim. Tidak ada satuun 6:56 makhluk yang melata kecuali ubun-ubunnya 6:58 dalam genggaman 7:00 Allah. Sesungguhnya Tuhanku berada di 7:03 atas jalan yang lurus. Maksudnya rahmat 7:05 Allah, 7:07 keberkahannya, dukungannya untuk yang 7:09 berjalan di atas jalan yang lurus. 7:12 Oleh karena itu, apabila ibu ingin hidup 7:15 tenang, bahagia, harmoni bersama suami, 7:18 bersama 7:20 anak, cara 7:22 satu-satunya hanya dengan kembali 7:25 bersama-sama, bersatu di jalan 7:28 Allah, 7:30 mengingatnya, kemudian mendirikan salat 7:33 dengan penuh kekhusyukan. Dia berdiri di 7:35 hadapan 7:37 Allah. Bisa diberikan kelebihan zakat, 7:39 dia berinfak. 7:42 Dia juga membaca ayat-ayat Quran, 7:45 direnungkan bersama-sama. Ini akan 7:48 menumbuhkan rasa 7:50 cinta, rasa rahmat. Walaupun sudah usia 7:53 lanjut, tapi ternyata ikatan di antara 7:56 mereka bukan melemah malah semakin 7:59 kuat. Akan memudahkan urusan mereka, 8:02 menentramkan jiwa 8:04 mereka. Ini merupakan janji Allah 8:07 Subhanahu wa taala. Allah juga ingatkan, 8:10 "Fadkuruni waskuruli 8:13 wfu." Ingatlah kalian padaku, 8:15 banyak-banyak mengingatku. Aku akan 8:17 selalu mengingat kalian. Kalau kita 8:20 lupakan Allah, Allah tidak akan 8:23 dirugikan. Tapi kalau kita mengingat 8:25 Allah, kita yang akan diuntungkan. Kita 8:28 akan terbebas dari 8:30 penjajahan-penjajahan makhluknya. 8:32 Harapan kita hanya kepada Allah. 8:36 Takut kita juga dari Allah Subhanahu wa 8:39 taala dengan iyaka na'budu wa iyaka 8:43 nastain. Hanya pada-Mu ya Allah 8:45 kami menyembah hanya kepada-Mu. Kami 8:48 mohon pertolongan. Insyaallah seluruh 8:51 urusannya akan dimudahkan Allah. Hatinya 8:54 akan 8:55 ditenteramkan. Dia berumah tangga tidak 8:57 menggantungkan hidupnya pada anak atau 8:59 pada 9:01 suami. Mereka merupakan makhluk-makhluk 9:04 yang lemah. yang tak berdaya walaupun 9:07 punya keinginan tapi mereka tak mampu 9:09 untuk melaksanakan keinginan mereka 9:11 melainkan dengan izin 9:13 all. Oleh karena itu, jadikan Allah 9:16 sebagai harapan, sebagai tumpuan 9:19 pegangan hidup kita, niscaya rasa rahmat 9:23 akan mengalir ke dalam hati kita. Dan 9:26 rahmat tersebut juga akan apa? Akan 9:28 terus terbias dalam rumahnya pada 9:30 suaminya, pada anak-anaknya. 9:33 Jadi kalau saya perhatikan dari 9:36 pertanyaan ibu ini, Ibu berumah tangga 9:39 tapi kehilangan 9:42 kehangatan. Kehilangan anak yang 9:45 seharusnya bersikap baik memuliakan 9:48 kedua orang tuanya, tapi anak tidak 9:50 melakukan hal tersebut. Suami juga yang 9:54 sibuk ya dengan jajatnya. 9:58 Kalau seandainya ibu bisa melihat lebih 10:00 betul-betul dalam lagi, sebetulnya apa 10:03 yang dilakukan suami ibu itu 10:06 pelarian. Pelarian. Kalau ada sesuatu 10:09 yang menarik dirinya, yang membuat 10:11 hatinya hangat dan 10:13 tentram, dia akan tinggalkan 10:17 jaj. Anak-anak ibu juga dengan 10:19 kesibukannya mereka menjalani kesibukan, 10:22 kegiatan, aktivitas apa yang mereka 10:25 terima dari pendidikan. 10:27 dan 10:30 kebiasaan. Jadi apa yang Ibu lihat pada 10:32 anak-anak Ibu itu merupakan tanaman yang 10:35 ditanam oleh ibu dan bapak 10:39 bersama-sama. Kalau Bapak Ibu menanam 10:42 padi yang tumbuh padi. Kalau membiarkan 10:46 dan tak bernanam yang tumbuh nanti 10:48 duri-duri dan alang-alang. Jadi pada 10:51 saat seperti ini, Ibu jangan hanya 10:53 melihat keadaan seperti ini tanpa 10:55 kembali ke belakang. 10:57 Apa yang dilakukan anak-anak itu 10:59 merupakan hasil dari tanaman yang kita 11:04 tanam. Apa yang kita terima hari ini itu 11:07 merupakan tanaman kemarin yang kita 11:09 terima pada hari esok, tanaman pada hari 11:11 ini. Maka mari bersama-sama kita kembali 11:15 pada Allah. 11:16 Coba ibu ubah gaya hidup ibu daripada 11:18 ibu bersedih, berkeluh kesah, kehilangan 11:22 harapan, kehilangan gairah dalam hidup 11:25 ini. Banyak 11:27 hal, banyak hal sebetulnya yang harus 11:30 ibu lakukan sebagai seorang wanita 11:33 muslimah. Ibu kelakan kembali pada 11:35 Allah. Di saat ibu kembali, anak-anak 11:38 ibu ya amat betul-betul apa? Butuh 11:42 tempat bersandar, berpegang yang aman 11:44 bagi mereka. 11:46 tempat bersadar mereka adalah Allah. 11:49 Oleh karena itu, coba Ibu mulai mengajak 11:53 anak-anak dengan penuh kesabaran untuk 11:56 salat berjamaah 11:59 bersama-sama. Membaca Al-Qur'an tidak 12:02 perlu banyak-banyak baca beberapa ayat, 12:04 terjemahkan maknanya agar mereka 12:06 mendengarkan ayat-ayat Allah. 12:09 Ajak mereka untuk menghadiri 12:10 majelis-majelis taklim yang membawa 12:13 pencerahan, membawa 12:15 kesejukan, yang membuat mereka merasa 12:18 bangga bersyukur dengan ajaran agama. 12:21 Jangan biarkan mereka menghadiri 12:23 majelis-majelis yang menyebarkan fitnah, 12:26 pertentangan atau menaburkan kebencian. 12:29 Ini bukan ajaran Allah maupun sunah nabi 12:31 kita yang dikenal sebagai rahmat bagi 12:33 seluruh alamin. Bukan pembawa rahmat. 12:36 Kalau pembawa rahmat, pembawa dan rahmat 12:38 terpisah. Kalau nabi itu rahmat dalam 12:41 arti yang sebenarnya. Wama arsalnaka 12:44 illa rahmatan 12:46 lil alamin. Jadi, Ibu kalau Ibu berharap 12:49 suami berubah tidak mudah. Ibu berharap 12:52 juga anak-anak ibu mengubah kebiasaan 12:56 mereka. Peduli terhadap ibu tidak mudah. 12:59 Ini berkaitan dengan hati. 13:04 Oleh karena itu, Ibu kembali pada Allah. 13:06 Mohon pada Allah agar memberikan hidayah 13:08 pada suami ibu, pada anak-anak. Ajak 13:11 mereka dengan penuh kesabaran untuk 13:13 mendirikan 13:14 salat. Ada waktu untuk berzikir 13:17 mengingat Allah subhanahu wa taala. 13:20 Kalau Bapak dan Ibu tidak menghadiri 13:22 majelis taklim di luar, melalui YouTube 13:24 banyak ceramah-ceramah yang sifatnya 13:27 mendidik, mengingatkan kita, menyejukkan 13:30 hati. Jadi sebetulnya pada saat ini 13:33 kondisi 13:35 manusia beda dengan manusia kira-kira 40 13:38 tahun yang lalu, 50 tahun yang 13:41 lalu. 50 tahun yang lalu kita rasakan 13:45 kehidupan itu berharga luar 13:47 biasa. Penuh 13:49 harapan. Mereka belum dikuasai oleh 13:52 hirup pik kehidupan dan persaingan yang 13:54 ketat. Tetangga 13:56 itu penuh kepedulian terhadap 13:58 tetangganya. Kalau lihat saudaranya 14:00 susah, dia langsung berikan 14:02 bantuan. Kalau satu sakit, beramai-ramai 14:06 mereka 14:07 mendukung. Jadi, kebersamaan itu pada 14:10 saat itu membuat hidup itu menjadi 14:12 indah. Kalau sekarang tingkat stres yang 14:16 amat tinggi membuat akhirnya bukan hanya 14:20 orang-orang tua, anak-anak muda sampai 14:22 remaja pun sekarang apa? mengalami stres 14:25 berat. Akhirnya apa? Mereka berusaha 14:27 melarikan diri mereka dengan 14:29 kesibukan-kesibukan ya yang sifatnya 14:32 hiburan. Sampai banyak yang menggunakan 14:35 obat karena melarikan dari diri 14:38 sendiri. Orang tua di rumah, Bapak, Ibu 14:41 di saat berkomunikasi dengan anaknya 14:43 dengan bahasa yang kurang baik. Kenapa? 14:46 Mereka juga tertekan di luar dengan 14:48 pekerjaan 14:50 mereka. Suami bekerja di luar dengan 14:53 berbagai macam persoalan, pulang ke 14:55 rumah. rumah menjadi pelampiasan, 14:57 akhirnya ibu juga tertekan hatinya. 15:00 Akhirnya komunikasinya dengan 15:02 lingkungannya kurang baik. Nah, anak 15:04 juga akhirnya menjadi korban. Kalau kita 15:07 tanamkan kehangatan di hati anak kita, 15:09 rasa rahmat diingatkan kepada Allah, 15:12 anak tersebut akan tahu kewajibannya 15:14 pada orang tua. Tapi sekarang bukan lagi 15:18 kehangatan, bukan lagi rahmat yang 15:21 menjadi perhatian kita, tapi materi di 15:23 atas segala-galanya. 15:26 Dulu anak di saat mulai 15:28 tumbuh ya, anak tersebut kalau minta 15:31 sesuatu yang diminta 15:33 sederhana. Orang tua mendampingi anaknya 15:36 terkadang membuat mobil-mobilan dari 15:38 jeruk Bali. Ya. Ya. Orang tua yang tu 15:42 membuatkan layangan buat anaknya, 15:44 bermain 15:46 bersama-sama ini jangan dianggap sepele. 15:48 Ini memberikan kehangatan dan kenangan 15:50 yang amat indah. 15:53 berolahraga 15:55 bersama-sama. Olahraganya pun 15:58 sederhana. Kebutuhan hidup juga amat 16:01 sederhana. Orang walaupun bekerja, jam 16:04 kerjanya tidak panjang, tapi pulang ke 16:06 rumah bisa menikmati makan 16:08 bersama. Mereka juga bisa untuk beli 16:11 rumah. Kalau sekarang ini dengan gaji 16:13 yang nampaknya besar angkanya, tapi 16:15 nilainya tidak berarti. 16:19 biaya hidup yang semakin mahal, 16:20 pendidikan anak-anak juga yang semakin 16:22 sulit, belum lagi transportasinya. Nah, 16:25 kalau gaji seorang ayah 16:27 Rp150.000, sedangkan anaknya tiga, 16:30 masing-masing butuh biaya transportasi 16:32 untuk pendidikannya Rp50.000. Nah, 16:34 bagaimana untuk 16:36 makannya? Jadi, tingkat stres yang amat 16:39 tinggi ini membuat orang kehilangan 16:40 kendali dirinya. Oleh karena itu, mari 16:45 bersama-sama dalam menghadapi kehidupan 16:47 jangan pernah melupakan Allah Tuhan 16:50 kita. Kita kepadanya berpegang di bawah 16:53 naungan rahmatnya kita bernaung. Hati 16:56 kita sepenuhnya berserah diri kepada 16:58 Allah sambil kita berusaha semaksimal 17:01 kemampuan kita. Jadi kita rasakan 17:04 akhir-akhirnya Mbak Nunik rasa rahmat 17:05 dicabut dari kehidupan kita. Keberkahan 17:08 waktu juga hilang. Dulu orang belajar 17:11 pagi-pagi jam 17:12 .00 zuhur pulang ke rumah SMP maupun 17:16 SMA. Tapi kenapa pelajaran yang kita 17:18 pelajari bermanfaat? Guru itu sabar 17:21 mengajarkan 17:22 anaknya. Adapun mengenai kursus itu 17:25 hanya orang-orang yang mampu. Adapun 17:27 kebanyakan orang tidak mampu untuk 17:29 kursus. Tapi kenapa mereka belajar? 17:32 Mereka kuasai pelajaran mereka dan 17:34 mereka juga beradab dari adab guru-guru 17:37 mereka yang baik. 17:39 tetangga penuh 17:41 kehangatan. Mereka beramar makruf, 17:43 bernahi mungkar. Walaupun pada saat itu 17:46 belum banyak ustaz apalagi yang bergelar 17:48 master atau 17:49 PhD. Dulu kalau orang bisa mengaji 17:52 Al-Qur'an ya bisa sedikit berbicara 17:55 tentang agama sudah dianggap orang 17:57 alim. Kalau sekarang kenapa ulamanya 18:00 semakin banyak, kiainya semakin banyak, 18:03 tapi manusianya justru apa? 18:06 Jauh dari tuntunan Nabi kita Muhammad 18:09 sallallahu alaihi wasallam. Padahal Nabi 18:12 mengatakan, "La yukminu ahadukum hatta 18:14 yuhibak 18:16 yuhibfsih." Standar yang mudah. Tidak 18:19 beriman seorang dari kalian sampai kamu 18:21 tuh mencintai bagi saudara kamu apa yang 18:23 kau cintai bagi dirimu. Yang kamu tidak 18:25 sukai bagi dirimu jangan kamu lakukan 18:27 terhadap orang lain. Ini kan sederhana 18:30 kan. 18:32 Nah, sekarang ini hilang berganti dengan 18:36 berbagai macam 18:37 permainan-permainan seperti katakannya 18:39 kita lihat bagaimana anak-anak dari 18:41 mulai kecil ya yang didambahkan sama 18:44 mereka 18:47 permainan-permainan apa namanya 18:48 permainan yangsing bukan yang di 18:51 televisi apa 18:54 apa TikTok bukan apa dong bukan PSPS PS 18:59 Heeh dari mulai PS PS1, PS2, PS3 sampai 19:04 orang-orang dewasa pun di Jepang antri 19:07 untuk beli PS yang apa yang terbaru 19:10 antum bangun PS5. Jadi anak-anak juga 19:13 apa hidup dalam lingkungan seperti ini. 19:15 Orang tuanya main, anaknya menyaksikan, 19:18 kemudian anak-anak juga bermain. 19:20 Akhirnya waktu mereka habis untuk 19:22 hal-hal seperti kecerdasan spiritual 19:26 mereka turun, emosi mereka meningkat. 19:31 Nah, di rumah dengan suasana seperti 19:33 ini, ayah, ibu, maupun anak, apa 19:36 jadinya? Jadi, ibu tidak perlu lagi 19:38 berkeluh kesah. Ini merupakan kenyataan 19:41 pahit hasil dari apa? Dari tanaman 19:45 sebelumnya. Nah, sekarang bagaimana kita 19:47 menghadapi masa depan dengan penuh rasa 19:51 apa? 19:52 Optimis kembali kepada Allah. Mohon 19:55 ampun selama ini kita lupa dan lalai. 19:58 Mulai kita salat ya, menjaga waktunya 20:00 dengan baik. Kemudian juga kita 20:03 berzikir, membaca Al-Qur'an, meresapi 20:06 ayat-ayatnya. Ajak anak-anak kita 20:09 bersama-sama. Jangan ibu beranggapan 20:11 anak-anak Ibu tuh bahagia dengan apa 20:13 yang mereka lakukan. Mereka lagi mencari 20:15 kebahagiaan yang belum mereka temukan. 20:17 Kalau Ibu bisa memberikan kehangatan, 20:19 ibu menjadi pahlawan dalam rumah. 20:22 Menjadi ibu dari suami, ibu juga dari 20:24 anak-anak. 20:27 Jadi, coba rubah suasana kehidupan ibu 20:30 yang bisa mengubah kegelisahan ibu 20:33 menjadi ketentraman hanya Allah. Allah 20:35 bilang, "Ala bidikrillahi tatmainulub." 20:39 Ketahuilah hanya dengan berzikir kepada 20:41 Allah baru kalbu kita akan merasa terap 20:44 jalan yang lain. Kalau kesenangan dengan 20:47 harta, aset, perhiasan itu sesaat tidak 20:51 memberikan ketenangan. Malah orang yang 20:53 semakin banyak yang dimiliki semakin 20:56 juga apa? Beragam ketakutannya. 20:59 Ketakutan, keresahan, 21:01 kegelisahan. Tapi orang yang ingat 21:04 Allah, bersama Allah walaupun hidup 21:07 sederhana, dia akan menjadi orang yang 21:09 paling berbahagia dan aman 21:11 hidupnya. Jadi kita tidak bicarakan 21:14 tentang suami ibu yang sibuk dengan jej, 21:17 anak-anak ibu juga yang acuh tak acuh. 21:20 Tapi mari kita kembalikan ya segala 21:23 sesuatu kepada pemilik dan penguasanya 21:27 yang menguasai hati suami ibu, hati 21:29 anak-anak ibu termasuk hati ibu. Bila 21:32 ibu bangun malam gelisah, ibu bangun 21:34 berwudu, salat. Karena kita semua juga 21:37 pernah mengalami pengalaman-pengalaman, 21:40 keresahan, kegelisahan, tidak dapat 21:42 tidur. Kalau kita perhatikan semua 21:45 disebabkan hati kita lengah dan lupa 21:47 kepada Allah Subhanahu wa taala. 21:50 Jadi mudah-mudahan Ibu diberikan 21:51 hidayah, petunjuk untuk menemukan jalan 21:53 ibu agar rumah tangga Ibu kembali 21:57 harmoni, kembali penuh kehangatan dan 22:00 jangan fokus pada materi. Materi ini 22:05 semakin banyak yang dimiliki, semakin 22:07 banyak keluh kesah seseorang. Tapi 22:10 semakin dekat kita kepada Allah, semakin 22:12 aman hidup kita, jiwa kita akan 22:14 diterangi hingga kita bisa membedakan 22:16 mana yang benar, mana yang salah. Begitu 22:18 kita lupa kepada Allah, cahaya jiwa kita 22:21 rend. Akhirnya apa? Yang menyelinf 22:23 setan mengajak kita kepada kesesatan. 22:27 Tapi di mata kita apa? Seolah-olah itu 22:29 merupakan petunjuk dan 22:31 kebaikan. Nah, kasus yang 22:34 kedua, seorang 22:36 suami istrinya meninggal dunia 22:39 meninggalkan 22:40 rumah. Rumah tersebut milik istrinya. 22:45 Begitu wafat sekarang kepanakan istri ya 22:49 karena dia tidak punya anak kemanakan 22:51 istri ingin menguasai peninggalan bibik 22:55 mereka. Seolah-olah suami tidak punya 22:57 hak pada rumah tersebut. Padahal dengan 23:00 tegas Allah dalam Al-Qur'an mengatakan, 23:02 "Walakum nisfu ma taraka 23:05 azwajukum am 23:07 yaakl lahunnawarat." Kalian memiliki hak 23:11 seperdua dari peninggalan istri kalian. 23:14 Kalau mereka tidak punya 23:17 anak. Fainana lahunna 23:20 waladun fakum mimma ba'di wasatin yusina 23:27 bihain. Kalau mereka memiliki anak baik 23:30 dari suami tersebut atau anak dari suami 23:33 sebelumnya, maka bahagian suami hanya 23:37 seperempat dari peninggalan istri. 23:41 ba'di wasin yusina bihain. Setelah 23:45 wasiatnya dilaksanakan dan hutangnya 23:49 dilunasi. Wasiah di sini ya dengan 23:52 sendirinya bukan untuk ahli waris yang 23:54 sudah ada 23:55 bahagianya. Nabi mengatakan innallaha 23:58 qad a likulli innallah qod a likulli bi 24:04 haqqin haqqohu fala wasiatawarid. Allah 24:07 telah memberikan setiap orang yang 24:08 berhak-haknya. maka enggak boleh lagi 24:11 ada wasiat untuk ahli waris. Jadi kalau 24:13 anak kita dapat bahagiaan, tahu-tahu 24:17 diberikan lagi wasiat ya di samping apa 24:19 yang sudah Allah berikan itu enggak 24:21 boleh sama sekali. Tapi kalau di luar 24:24 ahli waris, contohnya kita mau berikan 24:27 wasiat buat bibi kita atau saudara kita, 24:31 saudari ayah kita itu dibolehkan dengan 24:35 syarat tidak melebihi 24:38 sepertiga dari 24:42 hartanya. Jadi jangan sampai menimbulkan 24:45 ijhaf, kezaliman pada ahli waris. Saad 24:49 bin Abi Waqqas ketika dia sakit setelah 24:52 Fathu Makkah didatangi oleh Nabi kita 24:55 Muhammad sallallahu alaihi wasallam di 24:57 jengguk. Dia mengatakan, "Ya Rasulullah, 25:00 saya memiliki harta yang amat banyak dan 25:03 saya tidak memiliki kecuali anak 25:05 perempuan. 25:06 Apakah saya sedekahkan seluruh harta 25:09 saya?" Rasulullah 25:14 mengatakan, "Sesemua harta kamu ini 25:16 banyak. Bagaimana kalau 2/3? 2/3 pun 25:19 banyak. Bagaimana kalau seperdua? 25:21 Seperdua pun 25:22 banyak. Bagaimana sepertiga? Ya 25:25 Rasulullah. Rasulullah sallallahu alaihi 25:27 wasallam mudah-mudahan kamu dipanjangkan 25:31 umur. Kamu akan hidup lebih lama lagi. 25:34 Ya. 25:35 Saat kalau kamu meninggalkan ahli 25:39 warismu dalam keadaan cukup dan mampu 25:41 itu lebih baik daripada kau tinggalkan 25:43 mereka mengeluarkan tangannya meminta ke 25:45 sana kembali. 25:47 Jadi ketika sampai sepertiga, Rasulullah 25:50 sallallahu alaihi wasallam setujui. Tapi 25:53 ini juga harus 25:55 diingat. Kalau seandainya kita punya 25:57 harta katakan sebanyak 300 26:02 juta. Kalau kita wasiatkan 100 juta 26:06 sepertiganya 200 juta dibagi untuk ahli 26:09 waris sebanyak 5 orang. Katakan 26:12 laki-laki semuanya. 26:15 Jumlah ahli waris sebanyak 5 orang 26:17 berapa dia menerima dari R00 26:21 juta? Nilainya lebih kecil daripada 26:24 harta yang 26:26 diwasiatkan. Ini dengan sendirinya 26:27 menimbulkan tekanan dan kezaliman pada 26:30 ahli waris. Jadi tidak mutlak sepertiga 26:34 dibolehkan, tapi jangan sampai wasiat ya 26:38 membuat ahli waris ya tidak mendapatkan 26:41 hak mereka yang cukup. Bisa membuat 26:43 mereka memiliki rumah, bisa membuat 26:45 mereka berumah tangga bagi yang belum 26:46 berumah tangga. Karena sebelum keluar 26:49 seharusnya orang dalam waul arhami 26:51 ba'buhum aula bibin fi kitabillah. 26:54 Jadi jangan wasiat akhirnya menimbulkan 27:00 kezaliman pada ahli waris. Tapi kalau 27:02 dia punya uang katakan 50 27:06 miliar kemudian sepertiga diinfakkan 27:09 untuk pembangunan masjid, untuk 27:11 perjuangan, untuk orang-orang enggak 27:12 mampu. Yang 2/3 ahli waris cuma dua 27:15 orang ya otomatis 27:18 apa? Mereka bakal mendapatkan bahagiaan 27:21 yang cukup. Jadi sebelum keluar 27:24 perhatikan yang dekat, jangan sirami 27:26 yang jauh. Yang dekat apa? 27:29 Jadi jangan kita beranggapan kalau 27:30 nyumbang masjid ya itu lebih utama 27:34 daripada kita meninggalkan ahli waris 27:36 bahagiaan dan hak mereka. Jadi Islam 27:39 agama yang penuh keadilan dan penuh 27:41 rahmat. Jadi Bapak memiliki hak dari 27:44 peninggalan istri sebanyak seperdua 27:46 seperdua dibagi di antara 27:49 kemenakan. Mudah-mudahan bermanfaat. 27:52 Jadi rupanya dunia ini memang ya dunia 27:56 ini sebetulnya bukan merusak seseorang, 27:59 tapi dunia 28:01 mengungkapkan keaslian seseorang. Kalau 28:04 pribadinya busuk, begitu dapat dunia 28:06 kebusukannya 28:07 kelihatan. Kalau pribadinya baik, 28:10 diberikan harta ternyata tidak lupa. 28:11 Malah semakin dekat ingat pada Allah. 28:14 Jadi terkadang orang tidak diberikan 28:16 banyak harta itu kebaikan buat dia. 28:18 Karena begitu diberikan banyak harta 28:21 kalau dulu waktu enggak punya niatnya 28:22 mau sedekah, mau berbuat kebaikan, mau 28:24 bantu ini, bantu itu, begitu dapat harta 28:27 langsung mau ke Bali, mau ke Eropa, mau 28:29 ke Hongkong jalan-jalan. Betul enggak? 28:32 Jadi, bagaimana ee harta ini ujian dari 28:36 Allah Subhanahu wa taala dan harta bukan 28:39 tujuan, hanya sarana. 28:42 Oleh karena itu, tempatkan harta kita di 28:44 tempat yang baik, mendidik keluarga 28:46 kita, berbuat kebaikan, membantu sesama, 28:49 Allah akan ganti satu berbanding 700 28:52 kali lipat. Lebih besar daripada 28:54 deposito berjangka kita. 28:57 Wallahuam. Ustaz Ab Bakar, masyaallah 29:01 ternyata memang ya betapa pentingnya 29:03 kebersamaan, kehangatan, dan kepedulian 29:06 dalam keluarga. Dan apakah gerangan yang 29:09 akan kita dengar dari Ustaz Abu Bakar 29:14 Baraja? Mari kita simak. 29:21 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 29:24 warahmatullahi wabarakatuh. 29:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 29:28 wabarakatuh. 29:30 Alhamdulillah kenikmatan yang 29:34 datang itu adalah suatu hal yang 29:39 baik. Kenikmatan itu adalah berkat apa 29:44 yang kita 29:47 lakukan. Ketika kita melakukan 29:51 sesuatu, di situlah tempat nikmatnya. 29:57 Karena Allah memberikan 29:58 kenikmatan-kenikmatan yang baik pada 30:01 orang-orang yang 30:04 beriman. Ketika kita berdekatan kepada 30:07 Allah, Allah berikan kenikmatan. Ketika 30:10 kita jauh dari Allah, Allah tinggalkan 30:12 kenikmatan. Dia menunggu nikmatnya. 30:15 Kenikmatan itu menunggu. Ketika 30:18 kenikmatan itu tidak 30:21 diambil, apa yang terjadi? 30:25 Ketika kenikmatan itu hadir, maka dengan 30:30 sendirinya nikmat itu akan 30:34 mempengaruhi kehidupan dalam diri 30:39 kita. Begitu 30:41 juga kepada kasus yang pertama yang kita 30:46 dengarkan, dia merasakan 30:50 resah, merasa bingung. 30:54 menghadapi kehidupan 30:56 ini punya suami, punya 31:00 anak, tapi mereka semuanya 31:05 hilang. Mereka semua itu tidak ada 31:08 melayani kepada suami makan, minum, 31:13 berbuat sesuatu, melayani tapi resah 31:19 hidupnya. Kehidupannya dia resah. 31:23 Punya suami main gadget, punya anak-anak 31:28 sibuk dengan masing-masing. Kenapa kok 31:31 mereka 31:34 sibuk? Apa yang terjadi ketika mereka 31:38 sibuk? 31:42 Karena karena kehidupan dirinyalah yang 31:45 tidak pernah mau menyatu. 31:50 Jadi dia hidupnya resah, enggak bisa 31:54 tidur. Bagaimana bisa tidur? Kok ini 31:57 kurang dikunci? Oh, kurang melakukan 32:01 sesuatu. Apa yang 32:04 menyebabkan? Karena keresahan di hatinya 32:07 yang membuat hidupnya resah. 32:13 Keresahan-keresahan ini terjadi karena 32:17 dirinya tidak 32:20 mampu, tidak bisa. Padahal sudah 32:25 dijelaskan bahwa keresahan, 32:29 ketenangan itu akan 32:32 datang. Jadi, ketenangan itu akan 32:37 datang kalau dia benar-benar 32:40 memperhatikan. 32:42 Hidup tenang. Bagaimana bisa tenang? 32:44 Orang ngelihatin suami begini, anak-anak 32:48 begitu, semuanya yang dilihat. Apa yang 32:51 dilihatnya itu yang tidak 32:56 benar. Padahal ada satu ungkapan 33:00 bagaimana kita mau 33:02 tenang. Dijelaskan dalam ketenangan itu 33:07 pertama kita rasakan aman. Oh, bagaimana 33:12 merasakan 33:15 aman? Ketenangan itu adanya rasa aman. 33:20 Oh, bagaimana saya bisa aman? Suami main 33:23 gadget, anak-anak sibuk 33:25 sendiri-sendiri. Itu kenapa kok dia 33:29 tidak bisa 33:31 aman? Enggak merasa nyaman hidupnya. 33:35 Berkomunikasi dengan suami. Eh, asik 33:38 dengan gadgetnya dia toh. Oh, iya. Oh, 33:41 begitu. Dengan mudahnya suami, "Oh, ya. 33:44 Oh, begitu. Oke. Hanya sebatas itu. 33:49 Tidak. Karena rasa nyaman itu ada pada 33:53 diri 33:55 kita. Rasa nyaman, aman, tentram itu 34:01 hidup menjadi tenang. Itu yang pertama. 34:07 Jadi rasa aman itulah yang penting. 34:12 Ketika kita aman, kita merasa nyaman, 34:16 kita akan merasa 34:18 tenang. Bagaimana kita terang? Oh, dekat 34:22 dengan Allah kita 34:24 nyaman. Perhatian kita kepada Allah kita 34:28 nyaman. Karena ketika kita diri kita 34:32 nyaman, kita dekat sama Allah. Ketika 34:35 kita aman, kita dekat kepada Allah, 34:37 tidak dekat kepada orang-orang yang 34:40 menyibukkan dirinya. Siapa yang 34:43 menyibukkan? Anak-anak, suami. Dia 34:46 menyibukkan. Kalau kita berdekatan 34:50 kepada Allah, berdekatan kepada diri 34:53 kita, maka dengan 34:55 sendirinya yang tadi lagi sibuk, dia 34:58 akan menyibukkan dengan diri kita. 35:01 Karena diri kita aman, karena diri kita 35:05 nyaman, maka orang yang sibuk dia akan 35:08 mendekatkan dirinya kepada diri 35:11 kita. Maka itu amankan diri kita, 35:15 rasakan aman. Maka dari ketenangan itu 35:21 satu, merasa 35:25 aman. Yang kedua, karena kita sehat. 35:31 Karena diri kita sehat, tidak terganggu 35:35 apapun, maka kita aman. Pilek sedikit 35:39 kita katakan 35:41 sehat. Kita merasa pegal sedikit kita 35:44 katakan kita sedang 35:47 sehat. Kita sedang sehat. Ketika kita 35:52 sehat, kita berkomunikasi pun enak. Kita 35:56 berkomunikasi dengan anak-anak enak, 35:59 dengan suami 36:01 enak, 36:04 menyambung. Kalau kita lagi sakit, lagi 36:07 enggak enak, lagi badan lagi merentek, 36:09 bagaimana kita bisa berkomunikasi? 36:12 Kepala kita pusing, kepala kita pusing, 36:14 kita aduh ini pusing banget ini. Yang 36:17 kita keluarkan adalah keluhan. 36:22 Ketika badan kita tidak nyaman, kita 36:25 tidak enggak enak merasa sakit, yang 36:29 kita keluarkan adalah 36:33 keluhan. Keluhan-keluhan ini kalau masuk 36:37 kepada orang, orang tidak mau 36:39 mendengarnya. Mendengarnya juga, oh ya. 36:42 Hmm. 36:45 Oke. Karena keluhan. Tapi kalau keluhan 36:48 itu ditutup dengan semangat karena kita 36:52 sehat, kita 36:54 senang, berkomunikasinya juga 36:57 menyenangkan. 37:02 Dan yang 37:05 ketiga, kita saat ini, saat ini sedang 37:10 di sini, saat ini sedang berbicara, saat 37:14 ini saya sedang makan, saat ini sedang 37:18 berkomunikasi sama suami, berkomunikasi 37:22 dengan anak-anak. Di saat 37:26 ini, di saat inilah kita 37:31 ada, kita berada di dalam kehidupan. 37:36 Bukan kita tidak ada karena dia main 37:40 gadget terus kita bilang, "Aduh, kenapa 37:42 kok main gadget?" Tidak. Kita hadirkan 37:47 diri 37:51 kita, kita hadirkan diri kita, maka kita 37:55 akan tenang. 37:58 Jadi kehidupan tenang 38:01 itu tiga poin. Merasa 38:05 aman, sehat, dan hadir pada saat 38:12 ini. Itu kita akan senang tenang. Coba 38:17 hadirkan diri kita. Kita akan merasakan 38:20 sehat dan rasa nyaman. Kita tidak punya 38:25 apa-apa. 38:28 ada. Karena kehidupan itu 38:33 ada. Jadi ketiga poin inilah yang 38:37 membuat hidup kita senang, 38:42 tenang, aman, 38:44 nyaman, dan 38:47 menyenangkan. Untuk apa kita merasakan? 38:50 Oh, dia 38:51 sibuk. Sibuk apa? Sibuk main gadget. Oh, 38:54 itu dia 38:56 sibuk. Bukan diri 38:59 kita itu dirinya kita tetap dengan diri 39:03 kita. Kita hadirkan ketika lagi makan 39:07 bersama. Jangan kita lihatin dia makan. 39:10 Aduh, makannya kok begitu. Oh, makan 39:12 begini. Makanan dirinya tidak 39:15 diperhatikan. 39:17 [Musik] 39:19 Bagaimana kita bisa 39:22 berkomunikasi kalau dirinya saja tidak 39:26 diperhatikan. Oleh karena 39:28 itu, merasa senang, merasa 39:32 nyaman adalah 39:36 ketenangan. Bagaimana ketenangan itu 39:38 hadir? 39:39 ketika aman, kedua sehat, dan ketiga 39:46 hadir pada saat ini bisa makan. Hari ini 39:50 kita makan, besok pasti kita akan makan. 39:54 Yang akan datang pasti kita akan 39:58 datang. Yang akan datang kita akan 40:00 duduk, kita akan 40:03 tersenyum. Kita bisa. Oleh karena itu, 40:07 tiga 40:08 poin aman, sehat, 40:12 dan hadir diri kita di sini. Di sinilah 40:17 kehidupan kita akan 40:22 meningkatkan. Apalagi yang kita akan 40:24 cari. 40:25 Apalagi kalau ketenangan itu sudah 40:28 hadir, 40:29 insyaallah semua itu 40:32 hadir. Dan 40:35 ingat apa yang menjadikan resah, 40:39 gelisah, bingung, sumpek. Karena itu 40:43 masa lalu tinggalkan masa 40:48 lalu. Karena kita sudah 40:51 aman, sehat dan hadir, maka tinggalkan 40:55 masa lalu. Masa lalu yang tidak berguna, 40:59 yang tidak nyaman, tinggalkan. Maka kita 41:02 hadirkan diri kita, kita bertemu dengan 41:06 diri kita, insyaallah kita akan lebih 41:10 baik. 41:12 Oke. Dan yang 41:15 kedua, yang kedua ini 41:19 ee perhatikan diri kita. Kalau namanya 41:25 ponakan itu ada bagian-bagian yang 41:29 tersendiri sebagaimana yang tadi sudah 41:31 dijelaskan sama Ustaz Tusin itu adalah 41:34 haknya. 41:36 Nah, tinggal bagaimana kita mampukah 41:39 kita mampu 41:41 melakukan seorang suami punya haknya, 41:46 seorang ponakan punya 41:49 haknya. Oleh karena itu, jangan kita 41:52 lari dari hak-hak yang kita punya. 41:56 Jangan kita pergi ke mana-mana, kita 42:00 langsungkan masukkan kepada hak-haknya. 42:03 Ketika hak-hak itu hadir, maka dengan 42:08 sendirinya kehidupan itu akan lebih 42:11 tenang. 42:13 Insyaallah. 42:14 Masyaallah. Dari apa yang kita dengar 42:18 tadi, siapa menanam dia menuai. Ustaz 42:22 Husein bilang, "Jadi kalau kita nanamnya 42:25 pare enggak mungkin kita menuai 42:26 stroberi." Ustaz, masih ada waktu 42:28 sedikit boleh ditambahkan? Baik. 42:34 Kita kalau membaca Al-Qur'an kita akan 42:36 jumpai pelajaran yang penuh hikmah dalam 42:41 Al-Qur'an. Tapi sayang Quran hanya 42:43 menjadi bacaan. Quran hanya menjadi 42:48 bacaan. Bukan sebagai cahaya hidup kita 42:52 yang membantu untuk menerangi perjalanan 42:56 kita. Mai lihat mana yang baik, mana 42:58 yang tidak 43:00 baik, mana yang akan membawa kebahagiaan 43:03 buat kita, mana yang akan mencelakakan 43:06 kita. Padahal Allah jadikan dia sebagai 43:09 nur, sebagai petunjuk, juga sebagai 43:12 rahmat dan penyembuh. 43:14 Oleh karena itu, siapa saja yang dalam 43:16 keadaan sakit 43:18 jiwanya, rumah tangganya juga dalam 43:20 keadaan sakit, coba kembali kepada 43:23 Al-Qur'an untuk menjadi sebaik-baiknya 43:26 penyembuh. Quran menceritakan kita 43:29 kisah-kisah 43:30 pengalaman Nabi di manus dan manusia di 43:34 masa 43:35 lampau. Kita 43:37 lihat bagaimana kakek dan nenek kita 43:40 Adam alaihialatu wasalam. 43:44 ditempatkan di taman surga dengan 43:46 berbagai macam keindahannya tanpa dia 43:48 harus berletih lelah. Dia tidak 43:51 merasakan sengatan matahari, tidak 43:53 merasakan juga dingin yang 43:56 menusuk. Semua didapatkan di 44:00 sana tapi disebabkan 44:03 karena nafsunya 44:05 dikilik oleh 44:08 setan. Penasarannya juga diungkit ya. 44:12 Dan dia belum pernah punya pengalaman 44:14 sebelumnya dalam menghadapi setan yang 44:17 musuh datang pura-pura memberikan 44:19 nasihat yang 44:21 tulus. Akhirnya dia terjebak oleh 44:24 perangkap setan. Dia melakukan 44:27 pelanggaran terhadap larangan Allah. Apa 44:31 hasilnya? Apakah dia merasa 44:34 bahagia? Tidak. 44:38 Apakah mereka lebih puas dengan apa yang 44:41 mereka rasakan? Ternyata yang dinikmati 44:44 hanya kenikmatan sesaat membuat 44:48 kehormatannya tersingkap. Pakaian yang 44:50 menutupi auratnya 44:53 terbuka. Dari tempat yang 44:55 mulia turun ke bumi harus melangsungkan 44:59 penderitaan. 45:01 Ini menjadi pelajaran karena memang 45:03 Allah menetapkan Adam ditempatkan di 45:06 muka bumi dan untuk kembali ke tempat 45:08 yang mulia tersebut harus berjuang. 45:11 Jadi kalau kita lupa bahwa kita ini 45:13 sedang 45:14 berjuang menghadapi ujian untuk meraih 45:18 tempat yang lebih indah, lebih mulia, 45:20 kekal dan 45:21 abadi. Seandainya manusia hidup 1000 45:24 tahun dalam kehidupan dunia dalam 45:27 keadaan 45:28 senang, kesenangan dunia tidak sebanding 45:31 dengan sekejap kesenangan, kebahagiaan 45:33 di hari akhirat nanti. 45:36 Akan kalau orang yang paling senang 45:38 dalam kehidupan 45:40 dunia menyaksikan kenikmatan surga 45:43 sekejap saja, dia tidak lagi akan merasa 45:45 apa? Tidak akan merasa merasa senang, 45:48 bahagia dengan apa yang dimiliki. Dia 45:49 ingin segera meninggalkan dunia ini 45:53 menuju ke tempat kehidupan 45:55 tersebut. Nah, kalau kita selalu ingat 45:58 Allah, mengingat juga tujuan hidup kita 46:01 yang sebenarnya, bukan di sini. Ini 46:03 kalau kita di sini kurang ekonomi kita, 46:06 pekerjaan kita yang kurang begitu baik 46:09 ya, rumah kita yang 46:11 kecil, Anda melalui kehidupan sebentar, 46:14 Anda akan menuju kehidupan yang lebih 46:16 indah, kekal dan abadi. Anda akan 46:19 menempati taman-taman surga dengan 46:21 istana yang megah. Di bawahnya mengalir 46:23 sungai yang bermacam-macam. 46:25 Oleh karena itu, jangan berkecil hati, 46:28 jangan berputus asa, jangan kita 46:31 kehilangan gairah hidup kita disebabkan 46:35 karena kehilangan sesuatu dari dunia ini 46:37 yang hilang bagi orang yang beriman akan 46:40 berkumpul 46:41 kembali. Tapi walaupun berkumpul 46:43 bersama-sama dengan kita lupa pada 46:45 Allah, kita akan kehilangan semuanya. 46:50 Maka Allah Subhanahu wa taala selalu 46:52 mengingatkan kita dalam Al-Qur'an agar 46:55 menjadikan Allah sebagai tujuan hidup 46:59 kita, menjadikan hari akhirat perhatian 47:02 kita. Dan Nabi sebagai imam kita yang 47:06 mengajarkan kita hikmah-hikmah 47:08 kehidupan. 47:11 Nah, kita perhatikan banyak orang 47:13 hidupnya sederhana tapi anak-anaknya 47:16 sukses. Istrinya juga bersyukur atas 47:19 kebaikan 47:21 suaminya. Suaminya bersyukur atas 47:23 kebaikan istrinya yang mulia yang 47:26 menghargai kebaikan yang diberikan 47:28 padanya. Jadi, pada kesimpulannya 47:30 kebahagiaan bukan pada materi, bukan 47:32 pada pemuasan nafsu. Tidak ada orang 47:35 yang memuaskan nafsunya di jalan yang 47:36 salah melainkan gelisah. Tapi tidak ada 47:39 orang bersabar menghadapi cobaan 47:41 melainkan dia akan menuju kemudahan. 47:43 Fainna maal usri inna maal usliri yus. 47:47 Sebagai 47:48 contoh kalau 47:51 kita setiap hari ya mencari kesenangan 47:55 dari makanan yang kita makan dan 47:56 pemuasan nafsu lama-kelamaan semua itu 47:59 menjadi siksaan buat kita. 48:03 Tapi kalau kita berpuasa di pagi hari, 48:05 berbuka di waktu sore, subhanallah 48:08 makanan biasa yang tidak pernah kita 48:10 senggol, ternyata pada saat itu kok 48:13 nikmatnya por. Orang Tegal bilang 48:16 nikmatnya apa? Por. Luar biasa. 48:19 Jadi sebetulnya nafsu semakin ditahan, 48:22 begitu diberikan sedikit nikmat luar 48:24 biasa dia minum kopi nikmatnya seperti 48:27 baru pertama kali minum kopi. Dia 48:30 mengatakan, "Ini kopi yang terenak yang 48:31 saya minum. Makan kurma satu juga enak. 48:35 Makan tahu goreng juga luar biasa. 48:38 Seperti pertama kali dia menikmati tahu. 48:41 Tapi kalau terus-terusan nafsu diikuti, 48:44 tubuh kita terbakar. 48:46 Bahkan sudah loyo tak berdaya, nafsunya 48:48 pun masih 48:49 menggelihat. Saya pernah melihat orang 48:51 sudah loyo stroke lagi air liur tu dari 48:56 begini masih mencari-cari perempuan. 49:01 Bayangkan perempuan-perempuan ini yang 49:03 mengharapkan uangnya kumpul sekali dia 49:05 merayu begini begitu. Si laki-laki 49:07 sambil terseok-seok air liurnya keluar 49:11 sama tangannya pun dalam keadaan kaku. 49:13 Menderita gak? 49:15 kehilangan kehormatannya, kehilangan 49:17 harga dirinya. Tapi di rumah bersama 49:20 istrinya, istrinya yang melayani. Dia 49:22 masak, berharap suaminya menikmati 49:24 masakannya. Begitu suami bilang, 49:26 "Masyaallah 49:28 salimatiqi. Semoga kedua tangan kamu ini 49:30 selamat. Luar biasa masakan kamu itu 49:33 buat istri bunga yang luar biasa." Betul 49:35 gak? 49:37 Tapi kalau orang yang makan di restoran 49:38 terus-terusan, istri semangat enggak 49:41 makan. 49:42 Kita malas masak, Ustaz. Kenapa? Habis 49:45 terus-terusan maunya di luar makannya. 49:47 Akhirnya kehangatan rumah tangga itu 49:49 yang bisa didapatkan melalui makan 49:51 bersama atau mencic hilang 49:53 semuanya. Dia lebih suka mencari apa? 49:56 Kesenangan sesaat walaupun dia keluarkan 49:57 sekali makan sejuta, 2 juta malam ini 50:01 mau makan di mana ya? Orang miskin lagi 50:03 bingung untuk mendapatkan seliter 2 50:06 liter beras. Dia lagi bingung mau makan 50:09 apa, mau makan di mana. Oleh karena itu 50:12 biasakan makan di rumah. 50:14 kumpul barang istri, barang anak-anak. 50:17 Kalau kaki kita mau melangkah keluar, 50:19 jangan dibiasakan. Oleh karena itu, 50:22 jangan kita buka jalan bagi kita 50:24 melakukan kebiasaan yang menghilangkan 50:26 kebahagiaan kita. Oleh karena itu, istri 50:29 mesti di rumah menyambut, hangat, 50:31 senyum, kalau bisa jangan menunjukkan 50:34 muka asam di hadapan suami. Nanti suami 50:37 yang akan menyenangkan, membahagiakan 50:39 dirinya. Kegelisahan, kegundahannya 50:41 bakal hilang. Jadi kesimpulannya hidup 50:44 ini sebetulnya murah, ringan, tapi gaya 50:47 hidup kita ini yang membuat kita tidak 50:50 pernah tenang membanding-bandingkan 50:52 dengan orang lain. Si fulan sudah punya 50:54 ini, kita belum punya apa-apa. Si fulan 50:57 sudah punya mobil mewah, kita masih 50:59 punya mobil kijang biasa. Kalau dituruti 51:02 sampai kapan? Betul gak? Tapi kalau kita 51:05 punya mobil sederhana, sehat, kita pakai 51:09 bekerja, kita renungkan, alhamdulillah. 51:12 Orang-orang naik bus, gelantungan, 51:14 desak-desakan, kita dikasih kenikmatan 51:17 yang lebih. Dia bisa lebih bahagia 51:19 daripada yang punya mobil mewah. Betul 51:22 enggak? Sudah punya mobil Porsche, minta 51:26 lagi hammer, minta lagi ini. Yang ini 51:28 belum dipakai. Betul. Betul gak? 51:31 Akhirnya tiap hari kerja dimarasin 51:33 mobil. 51:34 Mau pakai mobil mewah ya untuk apa? 51:38 Untuk ngebut jalan macet. Betul gak? 51:41 Untuk bangga-banggaan jalan macet. 51:44 Akhirnya mobilnya bermacam-macam dibeli 51:46 tapi enggak bisa 51:47 dinikmati. Mendingan naik sepeda kita 51:49 nikmati. Betul gak? Daripada kita punya 51:53 mobil macam-macam tapi enggak ada 51:55 kenikmatan. Jadi 51:57 kesimpulannya kalau kita ingin bahagia 52:00 dan 52:02 damai, sembah Allah Subhanahu wa taala. 52:04 Jangan persekutukan Allah. Jadikan Allah 52:07 sebagai pegangan hidupmu di mana pun 52:09 kamu berada. Dalam kesendirian maupun 52:11 dalam keramaian, dalam keadaan lemah 52:14 maupun kuat, jangan kamu pernah 52:16 melepaskan Allah. Mohon padanya 52:19 rahmatnya. Kemudian baca ayat Al-Qur'an, 52:21 dirikan 52:22 salat bukan salat rutinitas, tapi salat 52:26 yang kamu rasakan kamu berhadapan dengan 52:28 Allah. Lalu gauli manusia dengan akhlak 52:31 pekerti yang luhur. Karena akhlak ini 52:33 jangankan orang yang dekat dengan kita. 52:36 Orang di luar Islam pun kalau 52:38 menyaksikan akhlak yang baik akan 52:40 tertarik. Betul enggak? Walaupun ulama 52:43 besar hafiz Al-Qur'an kalau akhlaknya 52:45 buruk akan membuat jangankan orang lain 52:47 yang dekat dengan dia bakal menjauh. 52:50 Betul gak? Tapi akhlak pekerti yang 52:52 luhur ini yang menjadi penarik persona, 52:55 pemikat 52:57 sukma. Pemikat sukma yang amat indah. 53:00 Oleh karena itu, mari kita hiasi diri 53:03 kita dengan akhlak pekerti yang baik. 53:06 Dan hendaklah kita ingat ucapan Rasul 53:08 ittaqillah haitsu 53:11 ma. Bertakwalah kepada Allah di mana pun 53:14 kamu 53:15 berada. Hasanah. Kalau kamu berbuat 53:17 buruk segera susul dengan kebaikan. 53:20 Wqinas buluqin hasan. Gauli manusia 53:24 dengan akhlak yang baik. Insyaallah kita 53:26 temukan kebahagiaan kita. 53:28 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 53:31 ilahailla anta 53:34 astagfiruka. 53:36 Wasalamualaikum warahmatullah wam. 53:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:41 wabarakatuh. Masyaallah, Ustaz. Terima 53:43 kasih banyak karena kembali kepada 53:46 Al-Qur'an sebagai pedoman sekaligus 53:48 menyembuh duka lara itu betul-betul luar 53:52 biasa. Mas Krishna sayang waktu kita 53:54 habis ya. Alhamdulillah Iwan akhwat 53:57 telah kita dengar tadi nasihat dari 53:59 guru-guru kita tentang dua kasus yang 54:01 masuk. Mudah-mudahan apa yang tadi 54:03 disampaikan dapat menjadi jalan keluar 54:05 bagi kita ya. Terima kasih atas 54:06 perhatiannya. Saya Muhammad Krishna Budi 54:10 dan Alhon 54:11 pamitalamualaikum warahmatullahi 54:13 wabarakatuh. Waalaikumsalam 54:15 warahmatullahi wabarakatuh.