Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli wasallim wabarik ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
- masih dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibur
- Bekasi. Radio Silaturahim dan juga Rasil
- TV untuk Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Senang
- sekali di kesempatan Sabtu pagi hari ini
- kita bisa kembali berjumpa dalam program
- acara spesial renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an untuk ee sesi tanya jawab ya.
- Ikhwan Ahwad spesial nih. Alhamdulillah
- dari Kamis, Jumat, dan Sabtu kita bisa
- hadir secara live dan akan menjawab
- pertanyaan-pertanyaan dari Ikhwan
- Akhwat. Semoga di kesempatan ini Ikhwan
- Ahwat dalam keadaan baik, dalam keadaan
- sehat dan selalu dalam lindungan Allah
- Subhanahu wa taala. Alhamdulillah kita
- sudah memasuki hari yang ke-8 ya di
- bulan suci Ramadan ini. Bertepatan juga
- dengan hari ke-8 di bulan Maret 2025.
- Alhamdulillah guru kita telah hadir di
- studio Ustaz Husin Alta. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakat. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabar baik
- dan sehat selalu, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah. Alhamdulillah. Dan ikhwan
- akhwat, di kesempatan ini seperti biasa
- kami membuka sesi tanya jawab. Kami
- persilakan kepada ikhwan akhwat yang
- ingin menyampaikan pertanyaannya bisa
- mengirimkan di
- 081199720 ya. bisa pesan singkat melalui
- WA ataupun voice note dipersilakan juga
- ataupun ee telepon langsung melalui
- nomor WA tersebut kami persilakan. Namun
- untuk itu kita buka dulu ee pertemuan
- ini dengan baca al-Fatihah bersama-sama
- yang akan dipimpin oleh langsung oleh
- guru kita Ustaz Husein. Kami persilakan
- Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim maiki
- [Musik]
- yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal mustaqim
- Adina anamta
- alaihim ghairil maghdubi alaihim
- waladin. Alhamdulillahi rabbil alamin
- ikhwana telah kita bersama dengan bacaan
- al-Fatihah. Semoga pertemuan ini, acara
- ini diberkahi oleh Allah subhanahu wa
- taala. Amin. Dan kita akan langsung
- bacakan pertanyaan dari ikhwan akhwat
- terutama yang kemarin ya yang belum
- sempat kita bacakan. Ini dari yang
- pertama dari Pak Junaidi. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kenapa
- setiap mau puasa kat selalu saja harus
- ada sidang isbat untuk menentukan awal
- bulannya dan sidangnya tuh biasa
- mepet-mepet hampir magrib.
- Kan masyarakat harus siap-siap untuk
- bisa tarawih atau tidaknya malam itu.
- Dan kenapa yang sidang isbat penentuan
- awal bulan cuma
- lebaran ee lebaran Idul Fitri dan
- lebaran haji katanya. Kenapa bulan-bulan
- lain tidak ada sidang isbat? Kenapa
- justru tahun baru Islam Muharram malah
- tidak ada sidangnya atau bulan-bulan
- lain
- Hijriah? Dan kenapa umat Islam seluruh
- dunia tidak bersatu dalam satu kalender?
- seperti yang dilakukan oleh umat lain.
- Mereka punya kalender yang sudah mudah
- bisa diketahui bahkan sampai 10 tahun ke
- depan. Mohon jawabannya, Ustaz. Terima
- kasih dari Pak Junaidi.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Hamdan katsiran thyiban
- mubarokan fi kama yuhibbu rabbuna
- waardo. Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala abdika wa rasulika sayyidina
- wa nabina Muhammadin wa alihi wasohbihi
- wasallim.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim. Wala haula
- wala quwwata illa billahil aliyil adzim.
- Assalamualaika ya rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillah shihin.
- Assalamualaikum. Ayyuhal ikhwah wal
- akhwat yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah pagi hari ini kita kembali
- berjumpa di bawah naungan
- Al-Qur'an dalam sesi tanya
- jawab. Pertanyaan yang tadi kita dengar
- bersama-sama.
- Mengapa kok hanya bulan
- Ramadan? Begitu pula menghadapi bulan
- Syawal dan lebaran haji?
- kita mengadakan rukyah. Kenapa pada
- bulan yang lain tidak mengadakan
- rukyah?
- Jawabannya memasuki Ramadan dengan
- sendirinya menentukan awal puasa
- kita. Sedangkan memasuki 1 Syawal
- merupakan akhir dari puasa kita.
- Begitu pula rukyat yang diadakan pada
- awal bulan Zulhijah menentukan
- juga waktu wukuf kita di Arafat dan
- menentukan saat Idul Adha pada tanggal
- 10 dari bulan
- Zulhijah. Adapun bulan-bulan yang lain
- tidak berhubungan dengan apa? Dengan
- ketentuan-ketentuan tersebut. Oleh
- karena itu mereka mengabaikannya.
- Walaupun seharusnya ya kontrol dan
- pengawasan berlangsung setiap
- bulan. Lalu orang bertanya mengapa ya
- kita tidak memiliki satu
- kalender. Kalender yang sama ya.
- Karena kita tahu bahwa ilmu
- pengetahuan dengan kecanggihan yang
- telah mereka capai mampu sebetulnya
- untuk
- menentukan pukul berapa terjadinya
- gerhana ya. Kemudian pada hari ini usia
- bulan berapa dan mereka mampu untuk
- menentukan akhir dari setiap bulan.
- Begitu juga usia bulan pada apa? pada
- malam pertama dari bulan Ramadan, bulan
- Syawal, begitu juga bulan
- Zulhijah. Ini disebabkan karena
- perbedaan
- ulama kaum muslimin kita kembali kepada
- dua golongan. Yang satu ya menekankan
- kepada
- rukyah. Menekankan kepada ru rukah.
- rukyah yang satu ya mereka menekankan
- kepada
- hisab menekankan kepada hi
- hisab yang menekankan kepada rukyah
- kembali kepada hadis Nabi. Sumu
- liryatihi wa aftiru
- liryatihi. Puasalah ya dengan kita
- melihat awal bulan ya. Kemudian kita
- berbuka juga dengan melihat apa? dengan
- melihat ya ee masuknya malam pertama di
- bulan Syawal. Fainma alaikum
- faakmiluidanain. Kalau seandainya
- terhalang
- boleh mendung ya tidak terlihat maka
- sempurnakanlah bulan Syakban sebanyak 30
- hari. Lalu kenapa kok waktunya mepet
- sekali setelah magrib? Karena memang
- bulan atau awal bulan ditentukan dengan
- terbenamnya matahari. Kalau ee
- perhitungan matahari itu ditentukan awal
- bulan pada pukul 00. Betul gak? Iya.
- Tapi
- kalau bulan-bulan kita ditentukan dengan
- terbenamnya
- matahari, apabila matahari terbenam
- bulan sudah lahir, itu pertanda
- bahwasanya apa?
- bertanda
- bahwasanya telah masuk bulan
- baru. Nah, kelahirannya ada yang
- diharuskan dengan
- rukyah. Sebagian lagi mengatakan, "Tidak
- perlu asal kita menemukan bahwa bulan
- telah lahir walaupun mata tidak melihat.
- Mungkin disebabkan karena gangguan
- mendung, polusi, cahaya dan lain
- sebagainya. Kita sudah bisa memulai
- puasa. terjadi perbedaan pendapat di
- antara dua golongan ini. Adapun
- Al-Qur'an menggunakan uslub yang
- berbeda. Bukan menggunakan kata raah,
- tapi menggunakan kata
- syahidah. Syahru ramadan alladzi unzila
- fihil Quran hudan linasi wa bayyinati
- minal huda wal furqan.
- an syahida minkumusahro
- falyasumu. Disebutkan di sini, siapa
- yang menyaksikan ee datangnya bulan
- Ramadan, hendaklah dia berpuasa ya pada
- bulan tersebut, kecuali mereka yang
- sakit ataupun dalam keadaan
- musafir. Nah, kita lihat kata syahidah
- di sini berbeda dengan kata ra. Kalau
- kata roa ya terbiasa digunakan untuk
- kesaksian
- mata. Sedangkan syahidah di sini kita
- tahu ya kesaksian mata merupakan
- bahagian daripadanya tapi dia lebih apa?
- Lebih kembali kepada kesaksian ya atas
- dasar apa? Atas dasar ya ee keyakinan
- dan
- akal. Jadi kita menyaksikan bahwa tiada
- Tuhan selain dari Allah.
- Ya. Dan bersaksi bahwa Muhammad adalah
- Rasulullah. Kesaksian ini bukan dengan
- apa? Bukan bersandar kepada pandangan
- mata. Betul gak? Tapi kesaksian yang
- apa? Yang lebih dalam lagi ya dengan
- bukti-bukti yang begitu
- banyak. Mata bisa salah dalam melihat.
- Ya, seperti seorang melihat
- bayang-bayang fat murgana atau ilusi.
- Tapi dengan akal yang Allah berikan
- kepada kita, kita betul-betul bisa
- bersaksi sejaya yakin ya dengan
- tanda-tanda yang Allah tunjukkan di
- langit dan di bumi bahwa tiada Tuhan
- selain dari Allah. Kalau ada tuhan-tuhan
- selain dari Allah, niscaya langit bumi
- akan mengalami kehancuran. Dan kita
- bersaksi juga atas dasar kebenaran dan
- bukti-bukti yang tak meragukan. bahwa
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam adalah Rasulullah. Ini tidak
- bergantung hanya kepada apa? Pandangan
- mata. Jadi kata syahidah di sini ya bisa
- kembali kepada ilmu. Oleh karena itu
- dalam sebuah riwayat Nabi mengatakan
- kami ini ya umat yang umi dan kami tidak
- memiliki kemampuan untuk menghitung
- seperti saat ini kan. Hm.
- Jadi umat ya yang betul-betul masih
- dalam keadaan apa? Masih dalam keadaan
- betul-betul sederhana. Kemampuan
- menghitung mereka belum apa belum
- sempurna. Apalagi pada saat itu pun di
- tengah bangsa yang lebih maju ya mereka
- masih ee melakukan
- perhitungan-perhitungan yang salah.
- Nah, berbeda pada saat ini perhitungan
- manusia yang didasari oleh ilmu, oleh
- kemajuan teknologi. Mereka bisa
- betul-betul mengawasi pergerakan bulan
- bahkan bisa menghitung kapan lahirnya
- dan saat-saat berakhirnya 1 bulan.
- bahkan masa gerhana di belahan bumi ya
- mereka bisa menentukan akan terjadi
- gerhana pada pukul sekian, pada menit
- sekian, pada detik sekian selama sekian
- lama. Betul gak? Betul. Seperti kejadian
- belum lama ini gerhana yang terjadi pada
- pukul 11.00 di mana terjadi apa?
- Pertemuan di antara apa?
- Antara ee ee matahari ya. Di mana
- terjadi gerhana apa? Gerhana matahari
- pada saat itu ya. Iya. Kira gerhana
- matahari kalau tidak salah. Nah, setelah
- perpisahan di mana tadi berada pada satu
- garis setelah perpisahan itu pertanda
- bahwa Buddha sudah lahir. Hm. Dari pukul
- 11.00 katakan 11. 11.30 lah berakhir
- sampai mendekati terbenamnya matahari.
- Usia bulan itu sudah apa? Sudah cukup
- apa? Cukup betul-betul ee umur untuk
- dapat dilihat ya. Walaupun katakan tidak
- terlihat karena adanya mendung, kita
- sudah bisa menentukan bahwasanya bulan
- sudah lahir. Tapi ternyata masih ada
- perbedaan di antara apa? Di antara
- ulama-ulama di negeri kita
- ya. Sebagian mengatakan karena bulan
- masih belum terlihat, belum memenuhi
- syarat maka kita sempurnakan Syakban
- menjadi 30. sebagian lagi mengatakan
- dengan dasar gerhana tadi kita bisa
- menentukan bulan sudah
- lahir. Oleh karena itu kalau orang
- bertanya apa kita enggak mampu memiliki
- apa kalender yang sama itu membutuhkan
- umat Islam juga memiliki imam yang sama.
- H kalau umat Islam di seluruh dunia ya
- mereka merujuk kepada imam yang sama
- sebagaimana umat Katolik mereka memiliki
- imam yang mengimami mereka. Betul gak?
- Betul. yang mengatur seluruh urusan
- mereka. Pada saat umat Islam telah
- memiliki satu imam yang memimpin mereka,
- maka kewajiban umat untuk mentaatinya.
- Kalau saat ini yang ada hanya imam-imam
- kelompok. Belum umat dalam arti apa?
- Belum umat dalam arti yang meluas. Jadi
- kalau imamah sugra sudah ada
- masing-masing memiliki imam yang diikut.
- Tapi kalau imamah kubra sampai saat ini
- belum ada. seperti yang kita saksikan
- pada masa Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wa wasallam. Begitu pula pada
- masa alkulafa
- arrasyidin. Jadi perbedaan di negeri
- kita pun ada perbedaan yang diada-adakan
- sebetulnya. Perbedaan yang diada-adakan
- untuk apa? Untuk paling tidak ee
- kecondongan berkelompok dan bergolongan.
- Masih ada mengatakan kami NU, kami
- Muhammadiyah. Kita ingin semua ini
- hilang.
- Walaupun organisasinya ada, tapi mereka
- berlomba-lomba dalam kebaikan. Lalu
- mereka mengatakan, "Kami kaum muslimin,
- kami umat Islam."
- Enak terdengarnya daripada kami NU, kami
- Muhammadiyah, kami Syiah, kami sunah
- semuanya nama-nama ya yang tidak pernah
- sama sekali apa diberikan oleh Allah
- maupun diberikan oleh rasulnya yang ada
- alyauma akmaltu lakum dinakum wa atmamtu
- alaikum nikmati waritu lakumul islama
- innaddinaallahil islam itu agama kita.
- Adapun NU organisasi, Muhammadiyah
- organisasi. Begitu pula kata Syiah sunah
- para nabi tidak ada sama sekali. Semua
- bersatu dalam is Islam. Oleh karena itu,
- jangan kita memperkuat dari hari ke hari
- fanatisme kita kepada kelompok, tapi
- perkuatlah betul-betul apa? Perkuatlah
- betul-betul semangat persatuan kita
- dalam Islam. Saling menghargai, saling
- menghormati dan kita menaburkan cinta di
- tengah-tengah kaum muslimin. Bahkan
- terhadap orang di luar Islam pun kita
- mencintai mereka sebagai saudara kita
- seayah dan seibu. Bukti cinta kita, kita
- mengajak mereka untuk mengenal kebenaran
- dengan bahasa yang santun dan sopan dan
- tujuan yang betul-betul penuh keikhlasan
- sebagaimana yang dicontohkan oleh para
- nabi. Ini jangankan antara kita dengan
- orang di luar Islam, antara sesama kaum
- muslimin saling mencibirkan bibir,
- saling mencemohkan. Wali iyadzubillah.
- Baik, kita lanjutkan ee pertanyaannya
- dari hamba Allah di Sukabumi. Ustaz ini
- apakah ketika kita membayar pajak boleh
- tidak sekalian diniatkan sebagai infak
- dan sodqah? Kalau diniatkan zakat
- mungkin tidak bisa, Ustaz. Ya, demikian
- hamba Allah di Sukabumi. Ustaz,
- kita semua tahu saluran zakat atau
- sedekah itu kan jelas sekali.
- Tapi kalau kita membayar
- pajak, uang dari pajak tersebut
- digunakan di antaranya untuk menggaji
- para pejabat kita. Betul gak? Betul.
- Untuk menggaji para pejabat kita. Para
- pejabat kita ini sudah kenyang dengan
- obyekan. Sudah kenyang dengan obyekan.
- bukan orang-orang yang berhak untuk
- menerima zakat kita atau sedqah
- kita. Oleh karena itu, zakat ya yang
- kita
- keluarkan kita bukan hanya wajib
- mengontrol apa yang kita keluarkan, tapi
- kita wajib tahu he ke mana perginya
- zakat kita. Karena Allah menyebutkan
- innamodqatu lil fuqar masakin walilina
- alaiha wal
- muftiubuhum waq walqimina wailillahi
- wabilidatan minallah Allah yang
- menentukan
- langsung untuk delapan asnaf asnaf. Nah,
- pada zaman Nabi delapan golongan ini
- terpenuhi sampai-sampai ya
- terkadang yang mereka dapatkan itu
- melebihi apa yang apa apa yang diterima
- oleh para mustahik. Hingga mereka yang
- mengumpulkan zakat di Yaman membagikan
- kepada para
- mustahik mereka kembali ke Madinah
- membawa kelebihan zakat. Pertama, Nabi
- menegur,
- "Kalian ini bukan pemungut pajak, tapi
- orang yang mengumpulkan zakat dari yang
- kaya dikembalikan kepada yang miskin."
- Mereka mengatakan, "Kami sudah bagikan
- dan mencukupi." Ini kelebihannya ya
- Rasulullah. Kalau sekarang zakat yang
- dipungut jangankan menutupi delapan
- golongan, yang dua golongan saja
- dapatnya hanya sedikit. Dua golongan itu
- fakir miskin si hah hanya fuqara wal
- masakin aja dua golongan ini belum apa
- belum sampai apa memenuhi kebutuhan yang
- layak bagi mereka apalagi berbicara
- mengenai untuk perjuangan, membebaskan
- orang yang berhutang ini belum kita
- rasakan sama sekali karena umat Islamnya
- masih pelit ya dan fikih ulama Islam
- juga dalam fikih zakatnya juga
- betul-betul apa fikih yang sama sekali
- tidak mampu menghadapi tantangan
- Zakat hanya kembali kepada hal-hal yang
- kecil pada saat ini dulu besar karena
- ekonomi masih apa terbatas dalam ruang
- lingkup perdagangan yang perdagangan di
- seputar pertanian hasil ternak ya. I
- adapun sekarang kan kita
- lihat perekonomian berputar bahkan
- sebagian uang berputar 75% dalam bidang
- jasa.
- Belum lagi hasil-hasil bumi yang dulu
- tidak ada seperti Nikel.
- Kemudian juga hasil tembaga, hasil timah
- ya, hasil tambang batu bara hasil
- tambang kan termasuk juga emas. Kemudian
- negara juga wajib mengeluarkan zakat 20%
- dari hasil minyaknya, dari hasil
- nekelnya, dari hasil-hasil yang
- dihasilkan dari apa yang Allah
- keluarkan. Bukan mereka yang
- mengeluarkan, bukan mereka yang menanam
- kok. Heeh. Ini Allah yang keluarkan. Ada
- 20% yang wajib untuk dikeluarkan dan ada
- apa saluran yang Allah Subhanahu wa
- taala
- tentukan. Tapi sayang sungguh sayang,
- pemerintah mau mengumpulkan zakat dari
- kaum muslimin, tapi sewaktu dituntut
- untuk mengeluarkan kewajiban zakat
- mereka, mereka tidak
- melaksanakan. Waktu diajak untuk
- mengikuti aturan Islam, mereka bilang
- bukan negara Islam. Padahal negaranya
- yang ciptakan all Allah. Buminya Allah
- yang ciptakan. Begitu berkaitan dengan
- zakat kaum muslimin, begitu pula urusan
- haji mereka, mereka melibatkan diri
- mereka. Aneh enggak? Aneh banget, Ustaz.
- Ya, alasannya untuk mengatur. Padahal
- ada pungutan-pungutan yang memberatkan
- para jemaah haji kita. Padahal kalau
- kita lihat mereka sudah apa? Sudah
- kenyang dengan kekayaan hasil bumi kita
- yang mereka korupsi seperti kebocoran
- dalam apa? Dalam Pertamina ya.
- Kebocoran-kebocoran di tempat-tempat
- lain, kebocoran juga dalam bidang
- anggaran. Mau dibawa ke mana lagi ini
- negara kita, rakyat kita kasihan saat
- ini hidup betul-betul dalam kondisi
- sulit, lapangan pekerjaan yang
- langka, kemudian juga harga-harga
- kebutuhan pokok yang meningkat, PHK
- massal, Ustaz. PHK massal di mana-mana
- tempat. Nanti seandainya pemerintah di
- atas tidak bersikap tegas, ya maka yang
- akan terjadi kehancuran negeri kita.
- Bahkan kita khawatir negeri kita ini
- akan tercabek-cabek.
- menjadi mangsa negara-negara besar. Oleh
- karena itu, jangan sampai ini terjadi.
- Kalau tidak pada saat negara atau rakyat
- mengalami kesulitan, bisa saja pihak
- asing mengadu domba. Akhirnya di sana
- mengumumkan kemerdekaan, di sini mengum
- kemerdekaan. dari negara besar kita akan
- kehilangan semua itu. Oleh karena itu,
- kita dukung apa yang di ee harapkan oleh
- Pak Prabowo untuk menjatuhkan hukuman
- mati kepada para koruptor, baik kepada
- koruptor yang menjabat saat ini maupun
- pejabat-pejabat yang lalu, termasuk
- mantan presiden-presiden kita kalau
- terlibat dalam apa? Dalam korupsi harus
- ditegakkan hukuman atas mereka tanpa
- pilih bulu. Tanpa pandang bulu ya, Ustaz
- ya. Masyaallah. itu kalau pemerintah
- tadi yang Ustaz jelaskan dari tambang
- saja
- 20%-nya ee diambil zakatnya. Fakir
- miskin tuh pasti enggak ada, Ustaz ya di
- Indonesia tuh ya. Sebagai contoh jangan
- jauh-jauh, Kang
- Rizal. Kita bicara mengenai
- Iran. Bicara mengenai Iran ini amat
- sensitif karena orang langsung
- mengatakan Syiah stigmanya ya. Orang
- tidak boleh bicara mengenai Iran. Tapi
- kalau bicara negara-negara lain ya,
- bahkan kita bicara mengenai Venezuela
- tidak dikecam macam-macam. Betul enggak?
- Iya.
- Bicara mengenai Iran, Iran itu punya
- kewajiban pemerintahnya ya dari hasil
- kekayaan minyak mereka, gas mereka, 20%
- itu humus diwajibkan dikeluarkan sebagai
- hak Allah. Sebetulnya semuanya hak
- Allah. Iya. Tapi 20%
- dikeluarkan. Masuk dalam kategori
- ghanimah. Kalau hasil perang saja yang
- mempertaruhkan nyawa, luka-luka
- dikeluarkan 20% apalagi hasil kekayaan
- alam ini. Itu dipegang oleh imam mereka.
- Mereka bukan hanya gunakan untuk ya
- pendidikan-pendidikan di negeri mereka
- ya memberikan kecukupan buat apa? Buat
- orang-orang yang belajar, orang-orang
- yang mengajar, membangun lembaga
- pendidikan, mereka bisa mengirimkan
- bantuan untuk
- Gaza, mengirimkan bantuan untuk Yaman,
- bahkan untuk Suriah. Bantuan ini bukan
- sedikit. Trump saja ya menyebutkan angka
- yang besar untuk bantuannya bagi apa?
- Bagi Ukraina. Kalau dikumpulkan bantuan
- dari negara barat ya sebanyak 14.000 RIB
- triliun yang dijanjikan itu masih kalah
- dengan bantuan Amerika. Nah, coba
- bayangkan berapa yang dikeluarkan Iran
- untuk Gaza, untuk Yaman, untuk Suriah
- sebelumnya?
- Dari mana? Dari
- khumus. Sebagian orang-orang Syiah
- mengatakan seharusnya ini menjadi milik
- kita. Kenapa harus digunakan? Untuk apa?
- Membantu orang-orang yang membenci kita.
- Mereka lebih
- mengedepankan semangat keimanan,
- keislaman. Walaupun ada perbedaan dalam
- pandangan fikih antara Syiah dan
- Ahlusunah, kenapa kita tidak menjalin
- hubungan persahabatan dengan baik
- kemudian adakan dialog dalam perbedaan
- di antara kita, bukan saling menyerang.
- Kalau perbedaan tersebut tidak bisa
- disatukan, kita berhubungan dengan
- akhlak yang baik, saling menghargai biar
- hisabnya di hari kemudian nanti. Betul
- gak? Betul dengan orang kafir yang tidak
- memerangi kita, kita boleh berhubungan
- baik. Iya. Apalagi dengan sesama kaum
- muslimin. Jadi kita lihat bagaimana Iran
- ya mereka bisa menjadi negara besar
- dalam waktu singkat. Bisa memproduksi
- rudal-rudal ya yang digunakan Yaman
- untuk menghadapi kapal induk Amerika
- yang membuat kapal induk tersebut yang
- melegenda lari
- kocar-kacir. Tapi sayang kita masuk
- dalam perangkap alu domba. mulai
- pembicaraan mengenai
- pertentangan mengenai fanatisme
- berkelompok disebarkan dan memang ada
- negara-negara yang menjadi antek-antek
- Zionis yang pekerjaannya hanya
- menghembuskan fitnah perpecahan di
- antara umat Islam. Semua orang Islam
- tahu masalah ini. Jadi kesimpulannya,
- Kang Rizal, kita ini
- kalau betul-betul berzakat dengan benar,
- umat Islam ini akan
- sejahtera. Pemerintah juga harus
- berzakat. Jangan pemerintah justru ya
- mut zakat dari masyarakat. Kemudian
- kalau ditanya ke mana salurannya, sudah
- pajak masuk untuk gaji pejabat negara ya
- tahu-tahu apa? Zakat juga mereka ambil
- enggak jelas ke mana perginya. Kalau
- pemerintah mengontrol pemungutan zakat
- kemudian distribusinya kepada warga
- sekitarnya katakan diambil dari satu
- warga dikembalikan kepada apa? Kepada
- warga yang membutuhkan. Kalau ada
- kelebihan dipindahkan ke daerah lain.
- Itu pantas. Kalau sekarang basis
- mengumpulkan zakat setelah itu enggak
- jelas ke mana
- perginya. Ada enggak? H. Jadi kalau
- orang mengeluarkan zakat ke basis
- menurut saya belum mengeluarkan zakat.
- Hm. Begitu juga kalau orang membayar
- pajak ya belum mengeluarkan
- zakatnya. Oleh karena itu kita berbeda
- dengan Malaysia. Malaysia itu ada
- ketentuan zakat seseorang dan disalurkan
- ke tempat-tempat yang seharusnya
- menerima itu bisa mengurangi kewajiban
- pajak mereka. Hmm. I bisa mengurangi
- yang penting perusahaannya jelas,
- hasilnya jelas, transparan, bisa
- diaudit. Apa yang mereka keluarkan itu
- ya dari kewajiban pajak bisa diapakan?
- Dimasukkan ke dalam bilangan zakat. Nah,
- Indonesia belum melakukan hal ini. Kita
- harapkan di masa yang akan datang dengan
- para pemimpin yang bijak. Insyaallah.
- Amin. Amin. Amin. Itu harapan kita
- semua, Ustaz. Ya. Insyaallah. Kemudian
- dari Ibu Ibu Aini. Ibu Aini. Ee Ustaz,
- patokannya seseorang tidak wajib zakat
- fitrah itu seperti apa? Karena ee saya
- mendengar kemarin ustaz menyampaikan
- tidak semua wajib ee zakat fitrah. Tapi
- yang saya tahu kan semua wajib, Ustaz.
- Saya juga, saya juga dari kecil gitu,
- Ustaz. Dengarnya tuh semua kepala tuh
- wajib zakat. Iya. Karena kita dengar
- dari ulama kita mengatakan kalau orang
- tidak mengeluarkan sodqatul fitri, yang
- ada sodqatul fit sodqatul fitri, maka
- puasanya tidak akan
- diterima. Satu malam saya keluar di
- malam hari raya Idul
- Fitri. Saya kebetulan ya naik taksi.
- Lalu saya
- menjumpai
- muka pengendara taksi tersebut dalam
- keadaan bersedih. Saya tanya kenapa? Dia
- mengatakan, "Ustadz, saya khawatir kalau
- puasa saya ini sekeluarga tidak
- diterima. Saya jangankan untuk
- mengeluarkan sodqatul fitri." Hm. Untuk
- lebaran besok saya masih belum punya
- apa-apa. Saya tersentak pada saat
- tersebut. Saya tanya padanya, "Bapak
- tahu
- tidak bahwa sodqatul fitri itu
- diwajibkan diperuntukkan untuk membantu
- orang-orang seperti Bapak, bukan
- menambahkan beban bagi Bapak."
- Sodqatul fitri itu min agniyail
- muslimin. Diambil dari orang-orang mampu
- dari kalangan kaum muslimin ya yang
- punya kemampuan ya untuk bisa makan pada
- hari raya. Bersenang-senang bersama
- keluarganya. Kemudian dibagikan untuk
- mereka-mereka ya orang-orang yang fakir.
- He agar bisa ikut serta menikmati
- suasana hari raya.
- Jadi tuu min agniyail muslifin alladina
- yajiduna kafafan
- ya liidihim
- alfitr. Tujuannya apa?
- Ma turadu ila fuqaril muslimin hatta
- yusriku agniaahum fiidihim al fitr. Jadi
- diambil dari orang-orang yang mampu yang
- punya kelebihan ya setelah kebutuhan
- mereka di hari raya dikembalikan kepada
- fakir miskin agar mereka bisa ikut serta
- berbahagia pada hari raya. Oleh karena
- itu, Nabi mengatakan ya orang yang
- mengeluarkan sebelum salat itu sodqatul
- fitri. Tapi kalau yang dikeluarkan
- setelah itu masuk dalam kategori sedekah
- yang biasa. Maksudnya
- apa? Memang itu dikeluarkan khusus untuk
- membahagiakan fakir miskin dalam hari
- raya Idul Fitri. He. Nah, kalau dulu
- orang keluarkan malam lebaran itu wajar.
- Karena orang dulu enggak bikin ketupat,
- betul enggak? Enggak bikin sayur, ya.
- Enggak harus membeli bumbu yang
- bermacam-macam. Orang zaman dulu asal
- mereka bisa mendapatkan apa? Kurma,
- mendapatkan tepung gandum untuk
- kebutuhan lebaran mereka, mereka sudah
- berbahagia. Luar biasa sudah cukup. Ya,
- oleh karena itu dalam riwayat Nasai
- kalau tidak
- salah Sayidina Umar ketika berbicara
- mengenai shodqatul fitri fakana minna
- man yukhriju shan min tamrin au shan min
- aqitin min syair min bur. Di antara kita
- ada yang mengeluarkan satu sok
- kurma karena itu yang dia punya yang
- biasa dia makan nanti dia berlebaran
- dengan kurma. Ada lagi yang mengeluarkan
- satu sok gandum. Ada yang mengeluarkan
- satu sok susu
- kering. Satu sok susu ke susu kering.
- Arti kondisi keir makan beda pada saat
- tersebut. Artinya yang mereka makan
- untuk hari raya itu yang mereka
- keluarkan. Nah, kalau sekarang Kang
- Rizal orang mengeluarkan 3 lit beras
- katakan satu sok sama dengan 3 L set.
- Kira-kira bisa membuat orang berhaaya
- gak?
- Belum, Ustaz. Orang-orang makan katakan
- ketupat ya atau makan nasi ada opornya
- dagingnya. Ada juga sambal godoknya ya.
- Ada katakanlah satu macam makan nasi
- dengan opor sambal godok ya atau
- ketupat. Itu merupakan tradisi berhari
- raya di Indonesia. He. Nah, kalau
- seandainya orang kaya hanya mengeluarkan
- 3 liter seteng beras diberikan kepada
- fuqara wal masakin, bantuan yang
- diberikan ini tidak akan membuat mereka
- bisa berhari raya. Oleh karena itu, satu
- keluarga sebaiknya katakanya Kang Rizal
- anggota keluarga kita katakan 5 orang.
- Keluarkan 3 L 1 * 5 berapa?
- 3, 15 * 5. He. 3 * 5 15 kemudian
- set/engahnya kali 5 berapa? 2 L 1 set 1/
- 17, L. 17,5 liter ya. Kemudian siapkan
- untuk bumbu sama
- lauk ya. Satu keluarga mengeluarkan
- katakan belikan buat mereka sapi sekilo.
- Katakan ayam satu untuk bumbunya berapa?
- Karena harga kelapanya aja naik, harga
- minyak semuanya naik, harga cabe pun
- naik. He. Bumbu ini cukup mahal. Jadi
- biar mereka bisa memasak makan untuk
- apa? Untuk keluarga mereka dengan
- senang. Bukan hanya beras yang
- diberikan. Akhirnya karena mereka butuh
- uang, mereka jual kembali dengan harga
- yang
- murah. Ini bukan sodqatul fitri. Bukan
- sodqatul fitri. Jadi kalau kita punya
- untuk kebutuhan lebaran kemudian ada
- kelebihan maka dia sudah wajib untuk
- membantu saudaranya. Kalau kita tidak
- punya untuk kebutuhan lebaran
- besok kita orang yang berhak untuk
- menerima. Tidak wajib sudahovid. Artinya
- belum wajib mengeluarkan sodqatul fitri.
- Jangan seperti anggapan sebagian orang,
- "Ustaz, saya punya anak
- lima, saya mesti mengeluarkan 17,5 lit.
- Dari masjid saya terima cuma sekitar 7
- liter. Ini beban berat buat saya." Itu
- pun dia maksakan diri untuk bisa
- mengeluarkan sodqatul fitri. Saya
- katakan, "Ibu, yang wajib bersedekah tuh
- yang mampu, yang punya kelebihan. Ibu
- untuk hari raya punya apa?" belum punya
- apa-apa, Ustaz. Maka dalam kondisi
- seperti ini, Ibu berhak menerima. Tapi
- kalau Ibu punya kebutuhan hari raya, ada
- kelebihan. Dengan kelebihan tersebut ibu
- berkontribusi untuk saudara-saudara yang
- tidak mampu. Jadi, kita ingin satu
- keluarga itu yang makannya katakan
- macam-macam. Di rumah dia makan ada
- opor, ada rendang, ada semur, ada ini,
- ada itu, maka yang dikeluarkan juga
- sesuai dengan apa yang dimakan.
- Orang yang makannya ajwah dulu keluarnya
- ajwah. Jangan keluarnya kurma yang 10
- riyal. Orang yang makan ambar keluarnya
- ambar. Betul gak? Kan min aim ahlum.
- Nah, kalau dia makan besar pada hari
- raya Idul Fitri maka wa amma binikmati
- bika fahadit berbagi juga. Kalau dia
- katakan yang dia makan biaya cukup
- besar, bagi untuk beberapa keluarga
- miskin.
- Tiap orang ada berasnya, ada paket
- dagingnya, ada paket bumbunya. Ini
- enggak berat buat mereka. Apalagi mereka
- rata-rata punya uang. Kalau untuk ulang
- tahun bisa miliaran keluar duit. Untuk
- perkawinan miliaran juga mereka
- keluarkan uang. Betul gak? He. Jadi
- kenapa kok mereka kikir untuk diri
- mereka? Kesimpulannya sodqatul fitri itu
- hanya wajib untuk orang yang bisa
- berhari raya dan punya kelebihan untuk
- lain-lainnya. Maka ikut serta dalam
- menyenangkan saudara-saudaranya. Jangan
- kita tertawa, terbahak-bahak, senang,
- penuh kebahagiaan. Bahkan anak kita
- pakaiannya baru, sepatunya baru.
- Tahu-tahu orang miskin di sekeliling
- kita hanya menonton, menyaksikan ke mana
- iman kita kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Wallahuam. Baik, selanjutnya
- Ustaz dari hamba Allah di Tangerang. Ini
- sebetulnya mungkin hampir terjawab sih
- barusan Ustaz, cuman saya bacakan,
- Ustaz. Apakah kami yang saat ini diuji
- dalam hal ekonomi tetap mempunyai
- kewajiban zakat, infak, sodqah? Saya pun
- juga masih ada hutang, katanya, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Kalau bicara
- mengenai ada hutang, saya juga punya
- hutang, tapi saya juga punya kewajiban
- untuk berzakat. Ada hutang yang segera.
- Hm. Ada hutang yang tidak segera.
- Contoh, jangan jauh-jauh. Orang punya
- cicilan rumah, punya cicilan mobil,
- kemudian dia punya pendapatan itu cukup
- untuk kebutuhan dia untuk membayar
- cicilan. Tapi masih ada apa? Masih ada
- kelebihan. Orang seperti ini wajib untuk
- mengeluarkan zakat. Dalilnya Al-Qur'an.
- Sebetulnya kata zakat sodqah ini
- sebagaimana telah kita jelaskan pada
- pertemuan kemarin, zakat itu menjelaskan
- makna infak yang kita keluarkan.
- Tujuannya untuk mensucikan dan
- menyuburkan.
- Sodqah diambil dari kata shodqah yasduqu
- pembuktian akan iman kita. Kh min
- amwalihim shodqatan. Ambil dari sebagian
- harta mereka sebagai bukti akan keimanan
- mereka, kepatuhan mereka kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Jadi di sini kita ee
- tegaskan bahwa kalau kita punya
- kelebihan maka kita diwajibkan untuk
- berkontribusi dan bukan setiap tahun
- sekali. Kang Rizal H Allah berfirman
- dalam surah Albaqarah waasalunaka
- yunfiquun. Mereka bertanya padamu apa
- yang mereka harus infakkan. Dijawab oleh
- Allah qulil afwa. Kalau kalian pas-pasan
- belum wajib. He. Affwa. kalian punya
- kelebihan, maka kalian sudah wajib untuk
- berkontribusi. Nah, kalau seandainya
- orang berhutang berhutang ya, H kemudian
- dia mampu untuk menutupi katakan ee
- kewajiban dia berhutang sesuai dengan
- kesepakatan yang disepakati. Kita
- berharapkan mudah-mudahan bukan riba.
- Ada kelebihan, Anda punya
- kewajiban. Dan Anda harus tahu pada saat
- Anda mengeluarkan apa yang Allah
- wajibkan, bahkan Anda bersukarela, apa
- yang Anda keluarkan digantikan 700 kali
- lipat. Tidak akan langsung masuk ke
- rekening Anda demikian rupa, enggak.
- Tapi Allah akan buka buat Anda usaha,
- jalan-jalan yang bisa menghasilkan 700
- kali lipat dari apa yang kita keluarkan.
- Kalau Anda depositkan di bank, paling
- cuma 5%. Betul enggak? Betul. 3% 4%.
- Apalagi situasi saat ini di mana kalau
- uang Anda simpan di bank dalam bentuk
- deposit, bunga yang diberikan tidak
- sebanding dengan inflasi yang
- menggerogoti uang Anda. Hm. Maka orang
- paling bodoh itu yang mendepositkan
- uangnya.
- Kenapa? Harga
- emas beberapa waktu yang lalu 1,3,
- sekarang sudah 1 koma berapa?
- 6.000 naiknya.
- Anda berapa persen kira-kira terima
- bunga
- deposito? Kalau mau simpan uang, simpan
- dalam bentuk emas, bukan deposito.
- Akhirnya uang tersebut digunakan untuk
- apa? Untuk membangun rumah pelacuran,
- diskotik, bar, tempat-tempat ini.
- Subhanallah. Walaupun ekonomis sepi,
- ternyata enggak sepi. H baru menjadi
- pelarian.
- Jadi dalam hal ini jangan depositkan
- uang Anda, tapi infakkan uang Anda ya di
- jalan-jalan yang akan membawa kebaikan
- dan lapang dadalah yakin bahwa Allah
- akan menggantikan lebih daripada itu.
- Sedangkan kalau Anda punya kelebihan
- yang bisa disimpan, simpan dalam bentuk
- emas atau investasikan yang membuka
- lapangan pekerjaan membawa keberkahan
- buat harta Anda. Jadi bagi para munfik
- jangan sekali-kali berkecil hati.
- Malaikat setiap pagi berdoa, "Allahum
- ati munfiqan khalafa wa mumsikan talafa.
- Ya Allah gantikan orang-orang yang
- berinfak, hancurkan hartanya orang-orang
- yang
- menahan." Dalam sebuah hadis yang
- sahih. Baik, Ustaz. Ini selanjutnya dari
- pertanyaan
- Ibu Ibu Sofiah katanya, Ustaz. Ini
- pertanyaannya mungkin e di luar
- jawaban-jawaban tadi, Ustaz. Ini ustaz
- mau bertanya, katanya bapak saya itu ee
- nama kecilnya A katanya. Setelah dewasa
- berubah menjadi B. Nah, lalu
- anak-anaknya binnya itu bagaimana,
- Ustaz? Bin A atau bin B? Pertanyaannya
- seperti itu, Ustaz. Ibu Sofi.
- Sebetulnya berkaitan dengan
- bin sendirinya dia mengacu kepada nama
- yang barunya kan. He. Nama yang baru
- yang tercatat dulu katakan namanya
- umpamanya dia menggunakan nama yang
- kurang bagus, kurang enak didengar atau
- mengandung makna yang kurang bagus
- diganti namanya menjadi nama yang baik.
- Katakan jadi namanya berubah menjadi
- Muhammad. Sebelum Islam katakan namanya
- nama-nama yang tidak punya hubungan
- dengan para pejuang Islam. He dia ingin
- betul-betul termotivasi. Diganti namanya
- menjadi Muhammad atau namanya Ammar bin
- Yasir. Amar ya. Diganti namanya menjadi
- katakan Suhaib. nama-nama yang mempunyai
- inspirasi yang amat indah. Dengan
- sendirinya dia akan merunjuk mengacu
- kepada nama yang baru. Nama yang ba ya
- nama yang baru. Nama seben alamat tanda
- ya bukan seperti nasab kelahiran darah
- ya. Kalau kita berhubungan dengan darah,
- kita enggak boleh menasabkan diri kita
- kepada orang tua kita yang bukan orang
- tua. Dikutuk orang yang menisbatkan
- dirinya atau menasabkan orang lain bukan
- kepada orang tuanya. Tapi kalau nama
- beda. Kemarin namanya John atau namanya
- Lisa umpamanya diganti namanya menjadi
- apa? Muhammad. Masyaallah. yang
- perempuan namanya Khadijah atau Fatimah
- atau Ummu Salamah dengan sendirinya dia
- dikembalikan kepada nama yang baru.
- Baik, mungkin ini buat akad nikah kali,
- Ustaz, ya disebutkannya. Iya. Baik,
- selanjutnya dari siapa ini? Pak Ridwan.
- Wah, ini kekecewaan kayaknya nih pada
- para pejabat nih, Ustaz nih. Kenapa para
- pejabat kita yang muslim pun banyak yang
- menjadi koruptor? Katanya mereka kan
- memberi makan keluarganya dengan uang
- yang haram. biadab katanya. Mohon
- tanggapannya, Ustaz.
- Sebetulnya ucapan Bapak salah, bukan
- pejabat yang muslim. Karena kalau muslim
- artinya orang yang berserah diri kepada
- Allah. Mereka bukan orang-orang muslim.
- Mereka hanya beragama Islam. Ya,
- tertulis di KTP mereka. Tapi mereka
- bukan orang-orang muslim. Karena kata
- muslim itu luar biasa maknanya. Wala
- tamutunna illa wa antum muslimun.
- Artinya orang yang berserah diri kepada
- Allah. yang berserah diri. Mustahil
- mereka akan berkhianat. Malah mereka
- akan persembahkan hidup mereka, harta
- mereka untuk Allah dan Rasul-Nya. Jadi,
- dalam hal
- ini ee para pejabat kita ini yang
- beragama Islam yang terlibat dalam
- praktik-praktik kotor, korupsi dan lain
- sebagainya sebetulnya apa yang mereka
- lakukan menunjukkan kepribadian mereka
- yang
- sebenarnya. Bukan pribadi muslim mukmin,
- tapi pribadi orang-orang yang
- berkhianat.
- orang-orang yang berbohong. Dan Allah
- berfirman dalam
- Al-Qur'an, "Innallaha la yahdi man hua
- kadibun kafar." Allah tidak akan
- memberikan hidayah kepada orang-orang
- yang melakukan kebohongan dan ingkar
- kepada ayat-ayat dan petunjuk Allah.
- Wallahu la yahdil qumadzolimin. Allah
- tidak akan memberikan hidayah kepada
- orang yang zalim kecuali mereka bertobat
- dari kezaliman mereka. Sebetulnya Bapak
- kalau kita menyaksikan keir mereka,
- mereka orang-orang yang patut
- dikasihani. H karena mereka sedang
- berjalan menuju jurang api
- neraka, menuju kehancuran mereka,
- permalukan diri mereka, permalukan juga
- keluarga mereka. Kemudian akhir yang
- mereka akan terima amat mengerikan.
- Mereka orang yang sebetulnya patut
- dikasihani. Nah, kalau Bapak, Ibu,
- anak-anak kita jauh dari perbuatan
- tersebut, kita harus bersyukur kepada
- Allah. Walaupun kita bukan orang yang
- berkelebihan, hidup pas-pasan, tapi kita
- bersyukur pada Allah Subhanahu wa taala.
- Karena kemuliaan bukan dengan harta
- seperti yang kita lihat para koruptor ya
- di Pertamina yang mencapai angka
- kuadrium kan. Iya. Ini kan angka yang
- fantastik kan dan angka ini baru mulai
- juga populer akhir-akhir ini sebelumnya
- kan triliun. Iya, betul. Betul. Kalau
- saya masih kecil kalau kita
- menggambarkan orang kaya bukan
- miliarder, jutawan. Jutawan. Seorang
- jutawan. Kemudian lama kemudian berubah
- menjadi miliarder, triliuner. Sekarang
- kita lihat bagaimana angka kuadilium
- telah lahir. Itu yang ketahuan, Ustaz.
- Iya, itu yang ketahuan. Dan dari mulai
- dari mulai apa era-era sebelumnya kalau
- mereka mengatakan Pertamina rugi,
- sebetulnya yang membuat rugi itu mereka.
- Garuda rugi yang membuat rugi juga
- mereka para pejabat semua BUMN ya yang
- mengalami kerugian itu bukan kerugian
- disebabkan karena apa kerugian yang
- sebenarnya tapi kerugian yang dibuat
- oleh para pejabat-pejabat yang korup
- yang membuat negeri kita terpuruk pada
- saat ini juga karena itu. Bayangkan
- negara yang kaya raya bahkan lebih kaya
- daripada Saudi Arabia kita lebih kaya.
- Perhatikan
- coba. Bukan hanya sumber kekayaan alam
- yang luar biasa, bahkan sebetulnya SDM
- juga luar biasa, tapi begitu dimasuki
- khianat, semua nikmat Allah Subhanahu wa
- taala mengalami kerusakan. Jadi, Bapak
- bersabar, berusaha dengan jujur,
- istiqamah di jalan Allah, berdoa agar
- Allah Subhanahu wa taala memberikan
- hidayah kepada mereka-mereka yang
- berbuat kezaliman. Kalau tidak kita
- mohon pada Allah agar Allah Subhanahu wa
- taala meruntuhkan mereka menggantikan
- dengan orang-orang yang saleh. Tapi juga
- kita harus tahu bahwa naiknya mereka
- bukan mereka naik sendiri. Ada yang
- mengangkat. Yang mengangkat
- siapa? Kan rakyat. Iya. Berarti ini
- pilihan rakyat yang harus mereka terima
- konsekuensinya.
- Dan kita lihat sistem pemilihan kan
- kembali kepada
- partai. Kita tahu bagaimana partai
- dengan kemampuannya mampu untuk
- berkampanye, menaburkan janji-janji yang
- indah. Sedangkan setelah berhasil ya
- semua keuntungan akan dinikmati oleh
- tokoh-tokoh partai. Mereka berkolaborasi
- juga dengan pemimpin-pemimpin yang
- terpilih. Oligarki pun
- juga oligarki juga berusaha mendekat
- kepada mereka. Adapun rakyat mereka
- bagaikan bola yang diperebutkan saat
- pertandingan selesai bolanya masuk
- keranjang kamu tidak punya hak bicara
- lagi. H ini yang terjadi. Jadi kita
- berharap mudah-mudahan negeri kita Allah
- Subhanahu wa taala dengan rahmatnya
- memberikan hidayah kepada orang-orang
- yang saleh, kepada rakyatnya untuk
- betul-betul apa? Untuk betul-betul dapat
- mendapatkan seorang pemimpin yang baik,
- bertanggung jawab. Sekarang kesempatan
- ujian bagi Pak Prabowo. Orang sebagian
- besar ragu-ragu apa betul-betul serius
- Pak Prabowo akan melakukan perbaikan.
- Kita berhusnudan. Iya. Nah, waktu yang
- akan membuktikan apakah beliau seperti
- yang beliau ucapkan, apakah beliau hanya
- menabur janji untuk menyingkirkan
- lawan-lawan politiknya setelah berkuasa
- secara mutlak kembali kepada Allah. Ini
- kita sayangkan karena usia beliau sudah
- 70 lebih. Iya. Setiap saat panggilan
- Allah akan ini kesempatan menjadi
- pahlawan atau menjadi apa atau menjadi
- pengkhianat. Nah, kita punya harapan doa
- mudah-mudahan Allah jadikan Pak Prabowo
- sebagai pahlawan. Amin. Amin. Bukan
- bekerja untuk dirinya, keluarganya.
- Bekerja untuk memperbaiki bangsa kita
- yang sudah amat-amat terpuruk dan rusak.
- Kalau dia bisa melakukan hal ini, layak
- dia ditanam, dikuburkan di taman
- pahlawan, sedangkan yang lain
- dikeluarkan.
- Karena pahlawan itu amat sedikit, tapi
- yang dijadikan pahlawan banyaknya, luar
- biasa. Termasuk para koruptor dan
- orang-orang yang melakukan kerusakan.
- Waliyadubillah.
- Baik. Masyaallah, Ustaz. Jadi saya jadi
- teringat ee saat kecil, Ustaz, BJ Habibi
- membuat pesawat N250 kalau enggak salah,
- Ustaz, ya. Bagaimana kalau para pejabat
- itu benar-benar lurus? Mungkin sampai
- sekarang tuh produksi Indonesia tuh
- pesawat, mobil aja sampai tidak jadi
- gitu, Ustaz, ya. Ya, karena kebobokan
- para pejabat di pemerintah. Bagaimana,
- Ustaz? Jadi, sebetulnya ini mungkin
- pembicaraan kita terakhir yang sudah Pus
- 10 ada pada pembicara yang lain. I baik.
- Negara Indonesia merupakan negara
- agraris, Kang. Betul.
- Negara agraris.
- perhatian pemerintah seharusnya yang
- pertama-tama adalah bagaimana ya
- mengembangkan
- pertanian kita pertanian irigasi kita
- harus diperbaik sungai-sungai kita juga
- harus apa dibersihkan jangan seperti
- saat ini sungai Citarum berubah menjadi
- ter ter itu apa, Ustaz? Ter itu apa
- namanya? aspal yang apa yang dicairkan
- berwarna hitam tuh ya ter
- berubah menjadi ter iya betul iya iya
- iya jadi kalau seandainya pemerintah
- kita fokus dalam pengembangan pertanian
- seperti Thailand Thailand kan di Bank
- Indonesia jauh lebih kecil kan
- kita betul-betul mampu untuk suas
- sembada kemudian kita mampu juga untuk
- mengekspor hasil pertanian kita
- pemerintah mendukung
- penelitian-penelitian pengembangan
- pertanian hingga Indonesia bisa
- menghasilkan sebagaimana yang dihasilkan
- Thailand, maka dunia akan banjir dengan
- hasil pertanian kita. Begitu pula
- negara-negara Arab tidak perlu harus
- membeli beras dari India, bisa membeli
- beras dari Indonesia karena lahan yang
- bisa ditanami luar biasa banyaknya. Yang
- ditanami baru sedikit kebanyakan fokus
- di Pulau Jawa. Ke mana perginya Irian,
- perginya Kalimantan. Betul gak? Betul.
- Tapi mereka hanya pandai merusak
- menggali kekayaan alamnya, batubaranya.
- akhirnya menghasilkan lubang-lubang yang
- dalam. Mereka tidak manfaatkan bagaimana
- sungai di Kalimantan yang begitu banyak
- mereka bisa manfaatkan untuk
- mengembangkan pertanian mereka. Nah, di
- samping pertanian SDM kita ini luar
- biasa kalau mendapatkan dukungan ekonomi
- yang kuat. Kalau sudah suas sembada kita
- nih dari hasil pertanian yang bisa
- menghasilkan ditambah lagi dalam bidang
- teknologi juga dikembangkan hingga
- menjadi bangsa yang maju. Malaysia
- enggak bakal ada apa-apanya dibandingkan
- kita.
- Tapi saat ini Malaysia lebih maju. Dulu
- mereka mengirimkan pelajar mereka untuk
- belajar di UI di mana-mana tempat
- kedokteran, perminyakan, bahkan magang
- di Pertamina. Sekarang orang-orang kita
- malah bekerja di Petronas. Iya, betul
- gak?
- Tenaga-tenaga ahli kita banyak kerja di
- Petronas tapi yang berhubungan dengan
- pihak luar orang Malaysia. Mereka lebih
- PD untuk berbahasa Inggris. Orang-orang
- kita yang pintar, malu-malu,
- minder-minder. Kenapa? Karena mentalnya
- tidak disiapkan menjadi mental seorang
- merdeka, tapi disiapkan menjadi mental
- budak. Sebelum kerja mereka ditendang,
- dipukul, diinjak-injak dan harus
- menerima. Betul gak? Ada sekolah khusus
- yang menjadikan mereka sebagai budak,
- bukan menjadikan mereka orang
- merdeka. Jadi kalau kita lihat kita ini
- mengalami kemunduran, kehancuran dengan
- tangan kita sendiri. Kemudian
- perhatikan ketika Habibi berhasil
- memproduksi N250 ditawarkan ketelan
- ditukar dengan beras ketan. Ditukar
- dengan beras ketan. Dengar kan? Iya.
- Bagaimana N250 dijual dan mereka beli
- dengan beras
- ketan. Ini pelajaran bagaimana hasil
- bumi itu ya bisa membeli apa?
- bisa membeli teknologi. Kalau seandainya
- kita bisa mengekspor katakan hasil bumi
- ke Saudi Arabia, ke Emirat Arab, ya
- jangan hanya asam keranji yang kita
- ekspor. Sekarang kita mengekspor asam
- keranji. Tahu asam kajianji kan yang
- hitam-hitam tuh. Oh asam yang bulat yang
- hitam yang yang digunakan untuk untuk
- perjudian pada zaman dulu itu dikirim ke
- Dubai.
- Kemudian pohon-pohonnya pun semakin
- berkurang pada saat ini. Tapi kalau kita
- bisa mengembangkan pertanian kita di
- negara agraris seperti ini, belum lagi
- kita juga merupakan negara yang
- dikelingi oleh lautan. Lautannya
- terpanjang nomor dua di dunia kalau
- tidak salah setelah Kanada Indonesia ini
- terpanjang di
- dunia. Hasil ikannya kan luar biasa.
- Kenapa orang asing yang mengeruk ikan
- kita? Kenapa coba? Kenapa bukan kita
- yang mengeruk ikan kita? Kita bisa
- mengekspor ke Jepang ya. Pemerintah
- turun tangan membantu para nelayan.
- Sekarang nelayan-nelayan ini harus
- pinjam dari para tengkulak untuk bisa
- membeli minyak dan membeli beras buat
- keluarga yang di rumah. Waktu mereka
- kembali, mereka jual ikan mereka dengan
- harga yang dipatuk
- murah. Jadi pemerintah harus membenahi
- pertama pertanian. Sungai Citarum
- dibersihkan. Lalu saya ingat seorang
- calon gubernur mengatakan, "Kalau saya
- terpilih lagi, Citarum akan layak untuk
- diminum." Ternyata terpilih lagi. Tidak
- sama sekali menepati janjinya. Sungai
- Ciliwungi yang rusak. Betul enggak? Jadi
- kita nih harus betul-betul peduli,
- perhatian terhadap nikmat yang Allah
- berikan kepada kita. Kita kembangkan
- dari mulai pertanian, perikanan,
- kekayaan laut, ya. Kemudian hasil
- tambang juga jangan dikeruk
- semau-maunya.
- Uniknya di pertemuan DPR ternyata yang
- hadir orang-orang asing, pemilik
- tambang-tambang tersebut. Ke mana peran
- negara? Tidak melindungi sama sekali
- rakyatnya. Padahal dalam Undang-Undang
- Dasar disebutkan bahwa apa yang terdapat
- dalam perut bumi ini, di permukaannya,
- di lautan mirik rakyat. Pemerintah hanya
- mengelola. Tapi yang mengelolanya
- khianat akhirnya membawa kehancuran buat
- rakyatnya. Jadi kita harapkan
- mudah-mudahan Ramadan ini merupakan hari
- kebangkitan juga ee melakukan
- transformasi bagi bangsa kita untuk
- dapat mengubah kepribadian mereka dari
- orang-orang yang memiliki mental budak
- menjadi mental menjadi mental
- orang-orang yang merdeka. Dan peringatan
- 17 Agustus kita ingin betul-betul apa?
- Peringatan dalam arti yang sebenarnya
- kita lanjutkan apa yang diperjuangkan
- orang-orang tua kita dulu. Jangan hanya
- merayakan kemerdekaan, memperingati
- kemerdekaan, melanjutkan apa yang mereka
- perjuangkan hingga menjadi
- manusia-manusia merdeka dalam arti yang
- sebenarnya. Jangan dilihat orang dari
- kaya miskinnya yang miskin kalau punya
- kepribadian orang yang merdeka dia
- berani berkata yang hak. Bukan hanya
- basa-basi ya atau katakan tata krama
- dianggap ini orang yang berakhlak baik
- walaupun pengkhianat. Tidak. Orang
- banyak yang mulutnya rapi, tata kramanya
- indah, tapi pengkhianat bangsa negara.
- Jadi akhlak itu jangan dilihat dari tata
- krama. He. Akhlak
- kejujuran, keberanian, keadilan, amanat.
- Mengatakan yang hak itu akhlak. Jangan
- orang yang berkata yang hak mengatakan
- apa? Itu orang yang tidak berakhlak.
- Bangsa kita dengan budaya Timur itu
- harus mengedepankan kata-kata yang manis
- walaupun terhadap penjahat. Tidak. Kita
- harus betul-betul berpegang kepada
- nilai-nilai akhlak dalam arti yang
- sebenarnya disampaikan dengan bahasa
- yang
- santun. Saya ingat kejadian sebagai
- penutup Kang Rizal. Baik. Sudah jelas
- seorang terbukti dia
- korup dibicarakan t seorang pejabat
- mengatakan kita ini harus mendahulukan
- praduga tak bersalah. Praduga tak
- bersalah. Kenapa? Karena dia juga
- termasuk jelas-jelasan sudah salah.
- Kalau praduga tak bersalah itu kalau
- belum terbukti. Sudah terbukti masih
- apa? Mengedepankan praduga tak bersalah.
- Kemarin sebelum naik dia ngontrak di
- rumah mertua. Begitu naik punya aset di
- mana-mana tempat. Bahkan di luar negeri
- punya aset. Waktu ditanya dari mana?
- Dihadiahkan. Kira-kira orang seperti ini
- penjahat bukan? Iya penjahat.
- sebelum jadi pejabat enggak punya
- apa-apa. Begitu jadi pejabat memiliki
- bermacam-macam aset kekayaan. Ini
- memalukan betul-betulnya negeri kita ini
- kasihan rakyat masih terus dibohongi dan
- rakyatnya juga menikmati
- kebohongan. Rakyat juga menikmati apa?
- Kebohongan. Kebohongan. Kalau ikut serta
- di di apa? Di medsos untuk memberikan
- komentar memang luar biasa
- pintar-pintar. Tapi kalau untuk apa?
- Bekerja yang benar, yang baik kita belum
- merasakan. Kita berharap mudah-mudahan
- bulan Ramadan menjadi bulan yang
- melakukan betul-betul perubahan dalam
- semua aspek kehidupan kita. Amin. Dari
- buruk menjadi baik, dari baik menjadi
- lebih baik. Allah berikan hidayah kepada
- ulama kita, kepada para pejabat kita
- untuk kembali kepada Allah subhanahu wa
- taala. Yang enggan kembali kita serahkan
- mereka kepada Allah subhanahu wa taala.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Wal afu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat
- tanya jawab renungan naungan renungan di
- bawah naungan Al-Qur'an bersama guru
- kita Ustaz Husein Alatas. Kami ucapkan
- terima kasih Ustaz atas kehadiran dan
- juga jawaban-jawabannya. Terima kasih
- Ikhwan Ahwat atas kebersamaannya. Mohon
- maaf jika ada pertanyaan yang belum
- sempat kita bacakan. Ada WA dari Abu
- Azka, kemudian Eyang Sri dan beberapa WA
- lainnya ya. Ikhwan Nawat kami undur
- diri. Saya Rizal Haq bersama kru yang
- bertugas ada Kang Atep dan juga Kang
- Fajar dan juga siswa-siswa dari SMK
- Sudirman ya undur diri. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.