Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma shallli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini hari Jumat tanggal 9 Jumadil Ulam
- 1447 Hijriah atau tanggal 31 Oktober
- 2025. Kita jumpa lagi dalam acara
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- untuk edisi tanya jawab. Silakan apabila
- Anda punya pertanyaan langsung saja
- kirim ke 0811999720.
- Nanti insyaallah akan dijawab oleh Ustaz
- Husein.
- Di sini juga ada Atep Setiabudi dan ALG.
- Asalam Ustaz Sid.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Baik, kita mulai acara ini dengan
- membaca al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Maiki yaumiddin.
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Alhamdulillah [berdehem] kita sudah baca
- al-Fatihah. Mudah mudahan nanti
- jawaban-jawaban yang diberikan oleh
- Ustaz Husin akan memberikan wawasan
- kepada Anda semuanya. Baik, pertanyaan
- pertama datang dari Bapak Suwondo di
- Batam. Asalamualaikum Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, apa pegangan moral kasus anaknya
- Adam, yaitu Habil dan Qabil dalam kasus
- pembunuhan padahal waktu itu belum ada
- syariat.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Asalamualaika ya Rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi'na bimaamtana.
- [berdehem]
- Rbana zidna ilman wa alhiknain.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah pagi hari ini kita dapat
- kembali bertemu di bawah naungan
- Al-Qur'an
- dalam sesi dialog dan tanya jawab.
- Ketika Allah Subhanahu wa taala
- menurunkan kakek dan nenek kita,
- Allah Subhanahu wa taala berkata kepada
- mereka,
- "Faimma ya'tatiannakum minni huda."
- Apabila petunjukku
- sampai kepada kalian.
- Faman tabi hudaya wala khaufun alaihim w
- hum yahzanun. Siapa yang mengikuti
- petunjukku
- maka mereka tidak akan mengalami
- ketakutan dan tidak akan bersedih.
- Tapi sebaliknya, walladzina kafaru
- waadzabu biayatina ulaika ashabunari hum
- fiha kholidun.
- Adapun orang-orang yang ingkar dan
- mendustakan ayat-ayat kami maka mereka
- kekal dalam api neraka untuk
- selama-lamanya.
- Ini merupakan firman Allah yang
- ditujukan kepada kakek nenek kita juga
- kepada seluruh anak-anak Adam.
- Dari sini kita bisa memahami bahwa Allah
- Subhanahu wa taala telah menurunkan
- bimbingan petunjuk dan aturan sesuai
- [berdehem] dengan kebutuhan dan keadaan
- saat itu.
- Apa yang dilakukan oleh anak Adam yang
- membunuh saudaranya itu merupakan
- pelanggaran.
- Merupakan pelanggaran. Oleh karena itu
- saudaranya sebelum terbunuh mengatakan
- inni e lain basta il yadakaqulani ma ana
- bibitin yadi ilaika liqtulak inni
- akfullaha rabbal alamin. Seandainya kamu
- mengulurkan tangan kamu untuk membunuh
- saya, saya tidak akan mengulurkan tangan
- saya untuk membunuh kamu karena saya
- takut kepada Allah Rabbal Alamin. Dia
- menunjukkan sudah ada syariat tapi
- sesuai dengan keadaan kondisi saat itu.
- Di mana kakek kita sebagai ayah manusia,
- nenek kita sebagai ibu dari seluruh umat
- manusia, mereka telah mendapatkan
- petunjuk dari Allah sebagaimana yang
- diterangkan dalam surah Albaqarah tadi
- atau yang diturang diterangkan Allah
- dalam surah Thaha. Faimma ya'tannakum
- minni huda itabaa hudaya.
- Fala yadillu wala yasqo wamanikri
- fainna lahu maisatan donka. Apabila
- petunjukku sampai pada kalian, siapa
- yang mengikutinya dia tidak akan
- tersesat dan tidak akan celaka.
- Tapi yang berpaling dari bimbingan,
- petunjukku, pelajaranku, dan
- peringatanku, maka dia akan hidup dalam
- kehidupan yang pengap, yang gelap, yang
- menghempit.
- Dan kami akan himpun dirinya dalam
- keadaan buta. Karena dalam kehidupan
- dunia dia membutakan dirinya dari
- ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala. Jadi
- jelas bahwa kakek nenek kita bersama
- anak-anaknya telah menerima petunjuk dan
- syariat dari Allah Subhanahu wa taala.
- Oke. Baik.
- Selanjutnya dari Bapak Santoso.
- Asalamualaikum Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Husein, di zaman sekarang para motivator
- sering berkata, "Kita harus berprasangka
- baik, berpikir positif agar semesta pun
- ikut mendukung." Apakah penggunaan kata
- semesta bisa dibilang seolah-olah
- meniadakan Allah? Dari Santoso, Jakarta
- Barat. [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Seluruh alam raya, langit, bumi, dan apa
- yang terdapat di antara keduanya
- semuanya senantiasa bertasbih kepada
- Allah. Yusabbihu lillahi maa fis
- samawati wa fil ard. Almalikil qudus
- alazizil hakim.
- Semua yang di langit dan di bumi, begitu
- pula yang berada di antara keduanya
- senantiasa bertasbih kepada Allah.
- Almalik raja diraja, al-qudus yang maha
- kudus, al-Aziz yang maha perkasa,
- al-Hakim lagi maha bijaksana. Jadi
- senantiasa langit bumi seluruhnya
- melantunkan pujian subhanal malikil
- qudus al-Azizil Hakim.
- Dan seluruh alam raya ini
- hukum dan aturannya langsung ditetapkan
- Allah Subhanahu wa taala yang bernama
- asunan alkaun atau norma-norma alamiah
- yang penuh dengan ukuran, penuh dengan
- keharmonian
- sebagai tanda kepatuhan ketundukan
- mereka kepada Allah.
- Dan syariat Allah Subhanahu wa taala
- yang diturunkan bagi umat manusia adalah
- syariat yang selaras
- dengan fitrah alam semesta dan seluruh
- isinya. Di mana apabila seorang hamba
- mentaati Allah, mengikuti petunjuknya,
- begitu pula petunjuk rasulnya, dia akan
- menyatu dengan alam semesta.
- Dan Allah tidak pernah berbuat kezaliman
- terhadap hamba-hambanya sebagaimana
- Allah menafikan dari dirinya kezaliman.
- Wama ana bidallamin lil abi. Jadi
- apabila manusia tergelincir, tersungkur,
- terjerumus dalam kesempitan, dalam
- penderitaan, sebetulnya tidak lepas dari
- ulah perbuatan manusia.
- Kalau dia tidak melakukan perbuatan
- sesama manusia yang mengakibatkan
- akhirnya turunnya berbagai macam cobaan
- dan penderitaan atas umat manusia.
- Sebagaimana firman Allah, ma asobaka min
- hasanatin faminallah w asobaka min
- sayiatin famin nafsin. Kebaikan apa saja
- yang kamu terima semua dari Allah, tapi
- keburukan yang menimpa kamu itu bukan
- dari Allah, tapi kembali kepada ulah
- perbuatan kalian yang menyebabkan
- manusia terjerumus dalam penderitaan.
- Maka atas dasar ini perlu kita pahami
- bahwa manusia di saat dia
- berbaik sangka kepada Allah, berbuat
- kebajikan, ya, taat kepadanya, beriman
- kepadanya, maka sebetulnya dia menyatu
- dengan seluruh alam semesta. Oleh karena
- itu, pada saat kita bertasbih, bukan
- hanya kita, tapi alam semuanya
- bertasbih. Pada saat kita bertahmid
- memuji Allah, bukan hanya kita alam
- semesta, bahkan hewan-hewan,
- tumbuh-tumbuhan
- semuanya bertasbih kepada Allah hingga
- ikan-ikan di lautan. Oleh karena itu,
- berbaik sangka, bersikap positif ya ini
- akan apa? Akan membuat kita hidup dalam
- rasa nyaman.
- Lalu
- iman kita kepada Allah, merasa berbaik
- sangka kita kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Berpikir positif, menyadari ya
- bahwasanya seluruh kebaikan datang dari
- Allah. Kabulkan kembali kepada ulah
- perbuatan manusia membimbing kita untuk
- bertobat kepada Allah kembali kepadanya
- di saat kita mengalami kesulitan.
- Bersyukur kepadanya di saat kita
- menerima nikmat. Oleh karena itu, yang
- mengatur segala sesuatu, yang menetapkan
- hukum dan aturannya dengan penuh
- kebijaksanaan Allah, maka hendaklah rasa
- baik sangka kita, syukur kita kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Di samping
- kalau kita menerima kebaikan, hendaknya
- kita kembalikan kepada Allah. Karena
- semesta alam dan kita semua tunduk di
- bawah aturan dan hukum Allah Subhanahu
- wa taala. Sebagai contohlah kita minum
- satu obat.
- Obat merupakan racikan manusia
- dari bahan-bahan baku yang Allah
- ciptakan.
- Allah berikan kita kesembuhan. Kita
- mengatakan alhamdulillah kita berubah.
- Tapi yang menyembuhkan adalah Allah
- Subhanahu wa taala.
- Begitu juga rezeki kita berusaha tapi
- bukan usaha kita yang apa? yang
- menghasilkan rezeki. Tapi rezeki dari
- Allah usaha yang merupakan sebab yang
- Allah perintahkan kita untuk
- melakukannya.
- Jadi apa yang kita jumpai di alam
- semesta dari keharmonian, dari
- keseimbangan
- semua karena tunduk kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Maka mari
- bersama-sama kita kembali kepada Allah.
- Walaupun ada sebagian orang menggunakan
- bahasa metafora
- agar alam semesta mendukung kita. H
- tapi maksudnya sebetulnya keselarasan,
- keserasian, keharmonian antara orang
- yang beriman, yang taat kepada Allah
- dengan alam yang sama-sama tunduk kepada
- sujud di hadapannya. Wallahuam.
- [berdehem]
- Baik, selanjutnya dari Bapak Roni di
- Bogor. Asalamualaikum, Ustaz Zain.
- Waalaikumsalam warahmatullahi wabar.
- Ustaz, mengapa Al-Qur'an diturunkan
- secara bertahap dan apa hikmah di balik
- proses itu?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allah Subhanahu wa taala menerangkan
- dalam Al-Qur'an mengapa
- Al-Qur'an diturunkan secara bertahap.
- Pertama untuk meneguhkan hati Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- meneguhkan hati roh pada setiap dia
- menghadapi cobaan, menghadapi tantangan,
- menghadapi pertanyaan,
- menghadapi berbagai macam liku-liku
- dalam menyampaikan dakwahnya.
- Allah Subhanahu wa taala memberikan
- bimbingan dan petunjuk kepadanya.
- Setiap beliau menghadapi kasus, Allah
- Subhanahu wa taala turunkan ayat-ayat
- yang menerangkan dan memberikan jawaban.
- [berdehem] Di samping meneguhkan hati
- Rasul juga meyakinkan manusia bahwa apa
- yang disampaikan Allahup apa yang
- disampaikan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam merupakan firman-firman Allah.
- Dia bukan berbicara atas dasar hawa
- nafsunya, tapi dia menyampaikan pesan
- Allah.
- W yanil hawa in hua illa wahyun
- yuh. Beliau tidak berbicara dari
- dorongan hawa nafsunya. Tapi yang
- disampaikan adalah wahyu yang diwahyukan
- kepadanya. Karena Rasul sepanjang
- hidupnya membacakan Al-Qur'an
- menerangkan kepada umatnya. Setiap ada
- persoalan, Quran memberikan jawaban.
- Seperti contohnya umpamanya yasalunakail
- khamri wal mais. Yasalunakail anfal
- yasalunaka yunfiquun. Ketika mereka
- bertanya kepada Rasulullah, Allah
- Subhanahu wa taala memberikan jawaban
- kepada mereka melalui rasulnya Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- [mendengus]
- Begitu juga was'alunakail mahit. Mereka
- bertanya hal-hal yang berhubungan dengan
- haid. Allah berikan jawaban kepada
- mereka. Ini menegaskan bahwa yang
- disampaikan Rasul adalah wahyu dari
- Allah Subhanahu wa taala.
- Tapi kalau Al-Qur'an sekaligus
- diturunkan
- tidak bertepatan dengan tantangan,
- persoalan, kasus yang dihadapi Rasul,
- maka dengan sendirinya apa? Tidak akan
- begitu mengena seperti kalau orang dalam
- keadaan butuh mendapatkan apa?
- Mendapatkan kebutuhannya. Orang dalam
- keadaan haus mendapatkan minuman yang
- menyegarkan. dalam keadaan lapar
- mendapatkan makanan dan nutrisinya.
- Menghadapi persoalan, Allah turunkan
- ayat demi ayat.
- Yang menakjubkan di sini bahwa ayat-ayat
- Al-Qur'an tidak disusun oleh Allah
- Subhanahu wa taala sesuai dengan urutan
- turunnya.
- Hm.
- Mengapa? Karena peristiwa kejadian kan
- tidak berurutan, tidak tersusun dengan
- baik. Betul gak?
- Iya.
- Berbagai macam persoalan yang dijawab
- oleh Al-Qur'an. Oleh karena itu, ketika
- Allah Subhanahu wa taala menurunkan
- ayat-ayat Al-Qur'an,
- Allah katakan pada rasulnya, "Letakkan
- ayat ini pada surah ini." Letakkan ayat
- ini pada surah ini. Karena
- surah-surah Al-Qur'an tidak diturunkan
- ya dari mulai awal hingga akhir baru
- memulai surah yang lain. Tidak. Tapi
- turun beberapa surah. Katakan turun
- Albaqarah, Al Imran, Almaidah, Annisa.
- Waktu turun ayat-ayat Allah katakan
- letakkan dalam suratun nisa.
- Turun ayat lain letakkan dalam suratul
- baqarah sesuai dengan kebijaksanaan
- Allah. Hingga sewaktu kita membaca
- Al-Qur'an ya walaupun tidak disusun
- sesuai dengan urutannya subhanallah ayat
- demi ayat itu mengantarkan pada ayat
- berikutnya.
- H
- seolah-olah diturunkan sekaligus
- padahal diturunkan secara bertahap.
- Kemudian Allah yang turun tangan
- menyusunnya sebagaimana tersusunnya di
- Lauhil mahfud. fi kitab maknun la
- yamuhual mutahar. Dalam surah Hud
- berfirman kitabun uhkimat ayatuhu
- fusilatadun
- hakimin khabir. Ini sebuah kitab yang
- betul-betul disempurnakan ayat-ayatnya
- kemudian disusun dirincikan langsung min
- ladun hakimin khabir dari yang maha
- bijaksana lagi maha tahu. Oleh karena
- itu, dengan rahmat Allah Subhanahu wa
- taala, pada saat kita membaca Al-Qur'an
- ayat demi ayat, Subhanallah seolah-olah
- ayat-ayat tersebut saling bertalian satu
- sama lain.
- Padahal diturunkan pada waktu yang
- berbeda, bukan disusun sesuai dengan
- urutan turunnya. Inilah yang dinamakan
- ijaz at-tartibil qurani, mukjizat
- susunan ayat-ayat Al-Qur'an. Dan ini
- meyakinkan kita juga pada saat
- Rasulullah wafat, Al-Qur'an sudah
- terkumpul.
- Para sahabat berikutnya menyalin
- Al-Qur'an dan disebarkan ke kota-kota
- yang lain. Wallahuam.
- Kalau ee Zabur, Injil, Taurat itu apa
- juga ee bertahap juga turunnya, Ustaz?
- Kita akan tahu bahwa kitab Taurah
- diturunkan langsung kepada Musa
- di atas Alwah dalam keadaan tertulis
- kan. Jadi ketika Allah turunkan
- wahyunya, Nabi Musa tidak lagi menulis,
- tapi tertulis langsung di atas alwah. Di
- mana aturan-aturan yang Allah berikan
- kepada Musa disesuaikan dengan apa?
- Dengan apa-apa yang dibutuhkan Bani
- Israil pada saat itu sesuai dengan
- kebutuhan zamannya. Jadi bukan secara
- bertahap, tapi secara apa? menyeluruh.
- Karena kita tahu bahwa Nabi Musa ini ya
- menghadapi umat
- yang telah apa? Telah banyak menerima
- petunjuk dari nabi-nabi sebelumnya kan.
- Kemudian menghadapi juga apa? Umat ya
- yang berada dalam keadaan terjajah dan
- perbudakan pada masa Firaun.
- di mana mereka bukan seperti apa bukan
- seperti masyarakat jahiliah di Makkah
- tapi mereka orang-orang ya yang
- sebelumnya sebetulnya
- telah menerima kedatangan para nabi demi
- nabi. Berbeda dengan kaum musyrikin di
- Makkah.
- Antara mereka dengan nabi yang terakhir
- cukup jauh. yang kita tahu bahwa nabi
- terakhir adalah Ismail alaihialatu
- wasalam sebelum Nabi kita jaraknya
- begitu jauh. Tapi kalau Bani Israil dari
- mulai Yakub,
- kemudian
- dari mulai Ibrahim,
- Ishak, Yakub, kemudian Yusuf.
- Yakub sebanyak 12 berikutnya lahir Musa
- dan Harun. Jaraknya pun tidak terlalu
- jauh. Jaraknya tidak apa?
- Terlalu jauh. Jadi arti mereka sudah
- mengenal ya artinya risalah para nabi
- begitu akrab dengan mereka tinggal
- mereka membutuhkan tambahan-tambahan
- ketentuan syariat sesuai dengan
- kebutuhan mereka. Maka Allah turunkan
- kitab Taurah sekaligus. Arti mereka
- bukan orang yang asing dari dakwah para
- nabi. Berbeda dengan umat nabi kita.
- Allah katakan litunzirumam
- ma unzir abuhum fahum gfilun. Kamu
- diperintahkan untuk memberikan
- peringatan kepada satu kaum yang kakek
- dan nenek moyang mereka belum pernah
- mendapatkan peringatan sebelumnya.
- Jadi kalau diturunkan sekaligus sesuai
- dengan kebutuhan Bani Israil berbeda
- dengan keadaan Nabi yang memulai dari
- dasar untuk memberikan penerangan,
- penjelasan yang menghadapi tantangan.
- Beliau butuh jawaban ya sesuai dengan
- tantangan kebutuhan yang dihadapi hingga
- mereka juga merasa bahwa ini betul-betul
- ya merupakan wahyu yang datang dari
- Allah. Dan Rasul juga merasa tentram
- hatinya karena setiap tantangan Allah
- tidak pernah meninggalkan dirinya
- memberikan jawaban sesuai dengan
- kebutuhan yang dibutuhkan. Wallahuam.
- Duak Rohili di Pulau Gebang.
- Asalamualaikum Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam. Izin bertanya, apakah
- ada perbedaan antara Al-Qur'an yang
- turun di Makkah dengan Al-Qur'an yang
- turun di Madinah?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ayat-ayat suci Al-Qur'an yang turun di
- Makkah
- diturunkan untuk meletakkan fondasi
- Islam yang utama
- dari iman kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Beriman kepada hari akhir.
- Beriman kepada para malaikat yang
- menjadi duta-duta Allah yang diutus
- untuk membawa wahyu kepada manusia dan
- menjalankan tugas-tugas yang
- bermacam-macam sesuai dengan kehendak
- Allah.
- Beriman juga kepada para rasul.
- Rasul demi rasul yang diutus oleh Allah
- Subhanahu wa taala
- bagi penduduk Makkah.
- Kisah para rasul ini merupakan kisah
- yang asing beda dengan Bani Israil ya,
- yang telah menerima bimbingan petunjuk
- dari nabi-nabi dan rasul-rasul yang
- berasal dari kalangan mereka. Sedangkan
- bagi penduduk Makkah, kisah-kisah para
- nabi, para rasul ini merupakan kisah
- motivasi yang penuh dengan hikmah
- yang tadinya mereka tidak ketahui.
- Mungkin kalau mereka pernah mendengar
- siklumit cerita, tapi dengan Al-Qur'an
- menjelaskan bagaimana sejarah kehidupan
- mereka, bagaimana Nabi bersama
- orang-orang yang beriman
- pada akhirnya walaupun sebelumnya mereka
- mengalami penganiayaan, mereka
- mendapatkan pertolongan Allah dan meraih
- kemenangan. Dan bagaimana mereka-mereka
- yang tadinya berkuasa semena-mena
- karena mereka menentang Allah Subhanahu
- wa taala, menentang kebenaran yang
- datang dari sisi Allah, bahkan memerangi
- utusan-utusan Allah, mereka mengalami
- kehancuran.
- Beriman juga kepada kitab-kitab yang
- Allah turunkan. Nah, oleh karena itu
- ayat-ayat Makiah yang turun di Makkah ya
- menanamkan
- tauhid ya menanamkan dan mengajarkan
- ajaran tauhid kepada apa? Kepada
- penduduk Makkah yang berlawanan dengan
- tradisi syirik ya
- di antara mereka. Kemudian menegaskan
- juga tentang peran kenabian.
- Karena ini penting. Nabi merupakan
- penghubung antara Allah dan mereka. Oleh
- karena itu, menjelaskan kisah-kisah para
- nabi juga menjelaskan bukti kebenaran
- kenabian Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam dengan Al-Qur'an yang
- Allah turunkan. Nah, yang ketiga
- berbicara mengenai hari kembali ketika
- manusia yang menjalani ujian dalam
- kehidupan dunia telah berakhir ya
- menjalani tugas dan ujiannya di hari
- kemudian nanti mereka akan menghadapi
- hisab yang akan menentukan ke mana
- mereka akan pergi. Apakah mereka lulus
- masuk ke dalam surga ataukah mereka
- gagal mereka akan terpelanting
- terjerumus ke dalam api neraka. Jadi
- ayat-ayat makiah kalau kita baca
- meletakkan fondasi keimanan.
- Sedangkan ayat-ayat yang diturunkan di
- Madinah, ayat-ayat tersebut ya walaupun
- terkadang ya memberikan
- perumpamaan-perumpamaan
- ayat-ayat yang diturunkan untuk
- membuktikan kebenaran
- ya Allah Subhanahu wa taala, kebenaran
- dari ajaran dan petunjuknya. Tapi
- ayat-ayat madaniyah pada umumnya berbeda
- tujuannya dengan ayat-ayat Makkiah.
- Kalau pondasinya ditanamkan di Makkah,
- maka di Madinah mulai bangunan ya.
- Masyarakat Islam dengan tatanan dan
- aturan yang menyangkut seluruh aspek
- kehidupan mereka diletakkan dan
- diturunkan di Madinah.
- Jadi fondasinya di Makkah sedangkan
- bangunannya ya di Madinah. Nah, di sana
- Nabi kita memimpin umatnya, para
- pengikutnya
- membangun masyarakat, membangun
- pemerintahan yang betul-betul menjadi
- contoh bagi pemerintahan di masa yang
- akan datang. Maka siapa saja yang ingin
- mengenal sosok pemimpin yang
- sebaik-baiknya untuk dijadikan tauladan,
- mereka dapat belajar dari Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang
- yang dilanjutkan oleh para sahabatnya
- yang betul-betul menjadi contoh yang
- sebaik-baiknya. Di mana mereka patuh
- kepada Allah, patuh kepada Rasul-Nya,
- menegakkan keadilan. Bukan sebaliknya
- seperti yang terjadi pada masa kerajaan
- setelah wafatnya khulafa rasyidin di
- mana para raja penguasa ini berada di
- atas hukumhum mereka berlakukan sesuka
- hati mereka.
- Rakyat lemah yang tak berdaya dihukum
- dengan berat ya. Sedangkan mereka-mereka
- yang berkuasa bebas dari hukum tersebut.
- Oleh karena itu mulai bermunculan
- kezaliman, kerusakan hingga tidak dapat
- lagi dikatakan sebagai pemerintahan
- Islam yang dapat dijadikan contoh
- kecuali pada masa alkulafa arrasyidin.
- Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari hamba Allah di
- Bogor. Asalamualain.
- Salam sehat selalu untuk ee kru Radio
- Rasil. Alhamdulillah terima kasih.
- Mohon penjelasan jika ada seseorang yang
- menjadi makmum namun imamnya kurang
- disukai itu bagaimana? Demikian
- pertanyaan dari hamba Allah di
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Dalam satu riwayat disebutkan dari Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam,
- imamukum wafdukum alallah. Imam kalian
- ini utusan yang kalian utus menghadap ke
- hadapan all
- furu fiman tufidun. Maka hendaknya
- kalian memeriksa, memilih ya dengan
- hati-hati siapa yang kalian akan utus
- menghadap ke hadapan Allah.
- Jadi pada saat salat,
- makmum salat di belakang imam. Imam
- tersebut merupakan utusan untuk
- menghadap ke hadapan Allah. H.
- Nah, kalau dia orang yang memenuhi
- syarat ya dari mulai keimanan,
- kemudian ketakwaan, begitu juga
- kepatuhan kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Kemudian dalam bacaannya juga
- merupakan yang terbaik di antara mereka.
- Imamukum ketika ee yaummukum aqraukum
- likitabillah. Yang seharusnya menjadi
- imam kali orang yang paling baik
- bacaannya dalam kitab Allah.
- Kalau seandainya bacaannya sama, maka
- dipilih orang-orang yang apa? Yang
- paling berilmu di antara kalian. Jadi,
- kalau kita perhatikan sama-sama,
- seorang imam yang memimpin salat
- pada masa Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam dipilih orang yang
- terbaik
- yang dapat menjadi contoh di
- tengah-tengah lingkungan.
- Jadi hendaknya ee kita di saat kita
- salat berjamaah di masjid dan kita punya
- kemampuan untuk memilih imam yang
- sebaik-baik yang kita percaya, yang kita
- yakini, yang bisa menjadi sebaik-baiknya
- duta menghadap ke hadapan Allah, itu
- yang terbaik untuk kita lakukan.
- Kalau belum bisa karena di luar wewenang
- kita hendaknya kita berusaha kita
- berusaha dengan cara yang baik untuk
- mengingatkan kepada DKM masjid
- sunah-sunah Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Jangan kita melakukan tindakan-tindakan
- yang bisa akhirnya memecah belah jemaah
- dalam masjid. bersabar sampai Allah
- Subhanahu wa taala
- bukakan bagi kita pintu rahmatnya untuk
- dipimpin salat oleh imam yang
- betul-betul bertakwa kepada Allah dan
- memenuhi syarat dalam syarat sebagai
- seorang imam.
- Nah, yang paling menyedihkan kalau kita
- salat dipimpin oleh orang yang tidak
- kita sukai, baik itu akhlaknya,
- kepribadiannya,
- ini yang amat mengenaskan. Ini yang amat
- mengenaskan di mana
- DKM masjid tidak mementingkan
- betul-betul ya ketauladanan Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam atau katakan sosok yang menjadi
- imam memaksakan dirinya untuk tampil ke
- depan walaupun tidak memenuhi syarat.
- Nah, kita jumpai di banyak masjid, di
- banyak musala, banyak kejadian semacam
- ini. Jadi, hendaknya kita berusaha
- melakukan perbaikan dengan cara yang
- bijaksana. Kalau memang tidak bisa juga,
- tidak bisa juga di mana pelanggaran yang
- dilakukan oleh imam itu pelanggaran yang
- berlebihan, maka pada saat dia memimpin
- salat, tidak perlu kita salat di
- belakangnya. Kita bisa apa? bisa salat
- di belakang imam yang kita pilih
- bersama-sama.
- Karena kalau gelombang pertama kita
- rasakan tidak memenuhi syarat akhlaknya,
- pribadinya, apalagi orang yang
- berkhianat terhadap Allah dan Rasul-Nya,
- maka sebaiknya tidak salat di
- belakangnya. Tapi kita menunggu jemaah
- berikutnya kita salat bersama imam yang
- betul-betul layak untuk menjadi duta
- kita menghadap ke hadapan Allah
- Subhanahu wa taala. Wallahuam. Baik,
- selanjutnya dari Bapak Abdullah dipedati
- ya. Asalamualaikum Ustaz Husin. Ustaz,
- apa manfaatan ikma apabila kita setiap
- hari selalu membaca Al-Qur'an?
- Apa, Man?
- Manfaat kalau setiap hari selalu membaca
- Quran hikmahnya apa?
- Dari Bapak Allah.
- Allah Subhanahu wa taala menerangkan
- kepada kita dalam kitabnya dan juga
- menyampaikan kabar gembira.
- Al-Qur'an ini merupakan mauidah yang
- langsung datang dari Allah.
- Nasihat, bimbingan, dan petuah bukan
- datang dari manusia bahkan bukan dari
- rasul tapi langsung dari all
- dari Allah.
- Dan dia juga merupakan penyembuh bagi
- berbagai macam penyakit yang ada dalam
- jiwa kita.
- Dan dia juga merupakan petunjuk
- dan dia juga merupakan rahmat
- dan dia juga merupakan nur yang
- memberikan penerangan dan cahaya dan dia
- juga merupakan furqan, pemisah di antara
- yang hak dan batil. Nah, kalau seorang
- membaca Al-Qur'an dengan tulus,
- dibaca dengan adab dan tartil, diresapi,
- coba bayangkan kira-kira
- buah-buah Al-Qur'an yang begitu banyak
- yang Allah sebutkan.
- niscaya akan menjadi buah-buah
- kehidupannya. Ya ayyuhanas qod jaatum
- maidumikumun
- wudan warahmatun lilmin bifadlillahi
- wabahmatihizalika
- falyafrahu huahair mimma yajmaun. Oleh
- karena itu, orang yang bersahabat,
- berkawan dengan Al-Qur'an, orang yang
- hidupnya diterangi oleh cahaya Allah,
- ditunjukkan jalannya, ditentramkan
- hatinya, dimudahkan hidupnya,
- disembuhkan penyakit-penyakit yang
- menggerogoti jiwanya. Dan ini juga
- merupakan salah satu sebab manusia
- sering secara fisik juga terkena
- penyakit. Dimulai dari jiwanya yang
- sakit, akhirnya terbawa juga fisiknya
- terkena penyakit akibat jiwanya yang
- tidak tentram. Orang beranggapan dia
- sehat padahal
- Allah yang tahu. Termasuk yang
- bersangkutan bahwa sebetulnya diri
- mereka dalam keadaan sakit. Jadi
- hendaknya kita selalu
- dekat, akrab bersama Al-Qur'an yang akan
- menentramkan hati kita semuanya. Dan
- Al-Qur'an diturunkan sebagai zikir. Dan
- zikir kepada Allah akan menentramkan
- hati kita semuanya. Wallahuam.
- [berdehem]
- Baik, selanjutnya. Asalamualaikum dari
- hamba Allah.
- Apakah betul ustaz kalau salat kita
- tidak boleh berdoa? Hanya boleh
- zikir-zikir. Ada ustaz yang berpendapat
- demikian. Jadi tidak boleh berdoa, hanya
- boleh berzikir saja.
- Orang tersebut kalau berpendapat untuk
- dirinya silakan.
- Tapi kita mau tahu
- mana larangan yang melarang kita untuk
- berdoa.
- Kita tahu bahwasanya sebaik-baiknya doa
- itu yang kita lakukan setelah kita
- mengerjakan wasilah-wasilah amalan yang
- diridai Allah.
- Salat merupakan afdalul amal, amal yang
- paling baik. Amal yang dicintai Allah.
- Karena amal yang menghubungkan kita
- dengan all.
- Nah,
- pada saat salat kita bisa berdoa. Kita
- berdoa pada saat sujud ya. Bahkan
- membaca al-Fatihah pun doa kan.
- H
- setelah salat juga setelah kita
- mengerjakan amalan saleh kita berdoa itu
- merupakan saat yang mustajab.
- Allah berfirman,
- "Ya ayyuhalladzina amanutqulah wabtagu
- ilaihil wasilah." Wahai orang yang
- beriman, bertakwalah kepada all
- Allah. Dan dalam menuju Allah, tempuhlah
- wasilah, amalan dan cara-cara yang Allah
- ridai. Di antaranya kita dalam berdoa
- dimulai dengan hamdalah, kemudian
- berselawat pada Rasul, istigfar. Setelah
- itu kita mohon pada Allah hajat kita.
- Nah, waktu setelah salat itu merupakan
- waktu yang amat indah. Seorang baru
- keluar dari salat
- mengerjakan amalan saleh, dia berzikir,
- bertasbih, bertahmid, bertakbir. Setelah
- itu dia berdoa kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Dan kita bertanya, Mas Krishna,
- ada enggak nas yang melarang kita untuk
- berdoa?
- Malah yang ada Allah perintahkan kita
- berdoa. Betul gak?
- Iya.
- Begitu juga waakni
- ujibu
- saya bingung ada orang yang suka
- berbicara dalam urusan agama tanpa dasar
- ilmu dan memalingkan umat, menyibukkan
- umat dengan persoalan semacam ini. Ke
- mana tanggung jawabnya untuk melakukan
- perbaikan di tengah-tengah umat?
- memerangi yang mungkar, mengajak kepada
- yang makruf. Kenapa justru membahas
- hal-hal yang apa yang sebetulnya tidak
- bertentangan dengan pokok-pokok
- Al-Qur'an.
- Begitu juga doa berjamaah. Dari mana
- dalilnya doa berjamaah? Dalam Quran.
- Bukankah doa-doa dalam Al-Qur'an
- sebagian bergenar untuk berjamaah?
- Rabbana atina, rabbana hablana, rabbana
- la tuzi qulubana. Bahkan dalam salat
- iyaka na'budu wa iyaka nastain bukan
- hanya untuk diri kita. Orang yang
- beriman tidak hanya berpikir untuk
- dirinya, bukan hanya untuk keluarganya,
- tapi untuk sesama saudaranya yang
- beriman. Bahkan dia masih hidup
- mendoakan saudaranya yang beriman.
- Rabbanafirlana waliikhwanina sabaquuna
- bil iman wala taj'al fi qulubina gillan
- lilladzina amanu rabbana innaka raufur
- rahim.
- Adapun doa yang untuk setiap orang baca
- itu rbighfirli waliwalidaiya
- warhamhuma kama rbayaniir.
- Begitu juga rbi azi an asura nikmataka.
- Karena untuk bersyukur baik itu kepada
- Allah, bersyukur kepada kedua orang tua,
- seharusnya setiap orang ya masing-masing
- membaca doa ini. Tetapi doa yang lain
- yang diajarkan Quran setiap kita berdoa
- bukan hanya untuk kita tapi juga untuk
- saudara-saudara kita orang-orang yang
- beriman. Jadi kalau orang bertanya
- contoh orang berdoa baik setelah salat
- maupun di waktu yang lain Quran yang
- mengajarkan. Doa berjamaah juga Quran
- yang mengajarkan. Justru Anda yang
- mengutak-ngatik masalah ini akhirnya
- menimbulkan keresahan di hati
- orang-orang yang beriman. Lebih baik
- Anda beramar makruf bernahi mungkar.
- Mengajak saudara kita untuk membantu
- mereka-mereka yang kesusahan dalam saat
- ini. Begitu juga membantu saudara kita
- di Gaza. Kemudian mendukung persatuan di
- jalan Allah. Mengajak manusia kembali
- kepada Allah. Bukan menyibukkan umat
- dengan persoalan yang tidak ada artinya
- malah menimbulkan fitnah di
- tengah-tengah umat. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Salaman.
- Kebasan berpikir ya.
- Kebebasan berpikir itu.
- Oh, iya tadi lagi.
- Maaf ya.
- M
- dari Ibu Dewika di Terogong.
- Asalamualaikum Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sejauh mana Islam mendorong
- kebebasan berpikir dan perbedaan dan
- perbedaan pendapat dalam masyarakat.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Pertanyaan tadi, sejauh mana Islam
- mengizinkan
- para pemeluknya untuk berpikir dengan
- bebas?
- berpikir dengan
- bebas.
- Bebas.
- atau dalam kebebasan berpikir.
- Jawabannya
- Al-Qur'an mengajakkan kita untuk
- banyak-banyak berzikir dan bertafakur.
- Contohnya firman Allah, inna fi khalqis
- samawati wal ardhi yafil
- in inna fi khalqis samawati wal ardhi
- wtilafil laili w nahar laayatin liulil
- albab alladina ykurunallaha qiaman
- waquuda
- waatafakkaruna fi khalq samawati wal
- ardbana ma khalaqta h bat subhanaka
- faqinaabanar
- sesungguhnya pada cip langit dan bumi,
- perubahan
- malam dan siang silih berganti
- merupakan tanda-tanda bagi orang yang
- berakal.
- Orang-orang yang tidak merasa puas
- melihat sesuatu hanya sebatas permukaan,
- tapi mereka menyelam sampai ke
- dalam-dalamnya.
- Karena kata albab, jamak dari lub itu
- inti sesuatu
- sampai ke dalam yang paling dalam.
- Bukan seperti sebagian orang melakukan
- eksplorasi eksplorasi ya terhadap
- kekayaan alam, tapi lupa kepada Tuhannya
- yang menyediakan semua itu, yang
- memberikan dia kekuatan dan ilmu untuk
- mengeksplorasi berbagai macam sumber
- kekayaan di alam ini.
- Mereka terkagum-kagum terhadap yang
- menemukan pesawat dan terbang di
- angkasa. Tapi mereka lupa kepada Allah
- yang menciptakan mereka. Bahkan seringki
- mereka bersikap sombong di hadapan
- Allah. Ini menggambarkan bahwa mereka
- sebetulnya orang-orang yang tidak
- merenung dan berpikir. Jadi pada ciptaan
- langit bumi, perubahan malam dan siang
- siri berganti penuh dengan tanda-tanda
- bagi orang yang berakal.
- Siapa mereka? Alladzina yadkurunallaha
- qiaman waquudan waa junubihim.
- itu orang yang selalu ingat kepada
- Allah. Baik mereka berdiri, baik mereka
- duduk ataupun mereka berbaring.
- Watatafakkaruna fi khalqis samawati wal
- ard. Dan mereka selalu bertafakur,
- merenungkan ayat-ayat Allah, rahasia
- Allah Subhanahu wa taala, rahasia
- ciptaannya di langit maupun di bumi.
- Rabbana waatafakkaruna fi khalqis
- samawati wal ardbana ma khalaqta h ba.
- Wahai Tuhan kami. Ini hasil renungan
- mereka. Setelah mereka merenung, mereka
- menemukan bagaimana keharmonian di alam
- semesta ini yang menunjukkan keteraturan
- dan menunjukkan pengaturnya satu. Wahai
- Tuhan kami, kamu tidak menciptakan
- semuanya dengan sia-sia.
- Subhanak maha suci engkau faqinaabanar.
- Lindungi kami dari azab api neraka.
- Allah Subhanahu wa taala mengingatkan
- kita untuk tidak mengikuti sesuatu tanpa
- dasar ilmu.
- Karena pendengaran kita, penglihatan
- kita, begitu juga kalbu kita kelak akan
- ditanya oleh Allah. Wala takfu ma laisa
- laka bihi ilmun.
- Innama wal bash wal fuada ulaika
- masulan. Dalam Alquran berapa banyak
- ayat-ayat yang mengajak kita bertafakur.
- Afala tatafakkarun. Afala yatafakkarun.
- Afala taqilunala
- yatadabbarunal quran alubalu
- afala quranillahir.
- Kita diperintahkan untuk bertafakur,
- diperintahkan untuk merenung,
- diperintahkan untuk berpikir
- dan mereka-mereka
- yang berakal, yang berpikir pasti akan
- menemukan kebenaran yang sejati. Oleh
- karena itu, orang yang beriman
- adalah orang yang berakal yang selalu
- mengingat Allah dan selalu bertafakur.
- Bukan hanya menikmati berbagai macam
- nikmat Allah, bukan hanya menggali
- kekayaan alam, bukan hanya
- bersenang-senang beriffor, tapi mereka
- selalu
- selalu mengingat Allah, bersyukur
- kepadanya. Mereka meresapi kebesaran dan
- keagungan Allah. Oleh karena itu,
- Islam amat-amat mendorong para
- pengikutnya untuk bertafakur
- dalam mencari kebenaran. Dalam mencari
- kebenaran. Bukan bertafakur untuk
- menutupi kebenaran. Tapi siapa saja yang
- ingin mencari kebenaran, Allah Subhanahu
- wa taala memberikan dukungan bahkan
- menjawab berbagai macam keragu-raguan
- mereka.
- Ayat Al-Qur'an kalau kita perhatikan
- dialog antara para nabi dalam suratul
- A'raf bisa dibuka dialog Nabi Allah Nuh
- bersama kaumnya. Dialog juga Nabi Allah
- Hud bersama kaumnya dialog juga Nabi
- Allah Saleh bersama kaumnya dialog juga
- Nabi Allah Lutth, Nabi Allah Syuaib.
- Dialog antara Musa dengan Firaun, dialog
- antara Ibrahim baik dengan raja yang
- berkuasa maupun dengan umatnya mengajak
- mereka untuk merenung dan berpikir.
- Oleh karena itu, kebebasan berpikir
- dalam Islam amat dihargai.
- Malah
- Islam mencemohkan mereka-mereka yang
- tidak berakal dan tidak berpikir.
- Hingga Allah mengatakan fainnaha la
- tamal absar walakin tmal qulubullati
- fur.
- Sesungguhnya yang buta ini bukan mata
- ini, tapi kalbu manusia yang tertutup
- yang tidak sama sekali mau mendengar,
- mau melihat. Ini justru yang benar-benar
- buta. Karena banyak orang yang buta
- matanya tapi jiwanya dalam keadaan
- tercerahkan dan melihat. Tapi berapa
- banyak orang diberikan mata, diberikan
- akal, diberikan ilmu, tapi ternyata tak
- ubahnya mereka bagaikan orang yang buta
- dan bodoh. Bahkan penghuni api neraka
- jahanam nanti, Mas Krishna
- adalah orang yang tidak berakal.
- Walaqna
- walaqadna
- walaqadna
- lihannama katsir minal minal wqhanama
- minal jinni wal ins lahum qulubun la
- yafqahuna biha walahum aun la yubsiruna
- biha walahumun
- la yasmauna biha
- kalami
- Sesungguhnya kami telah persiapkan
- api neraka jahanam ini untuk kebanyakan
- jin dan manusia yang bagaimana.
- Mereka diberikan kalbu, mereka diberikan
- akal, tapi mereka tidak gunakan
- karena kalbu mereka tertutup oleh hawa
- nafsu. Mereka jadikan hawa nafsu sebagai
- Tuhan mereka. Walahum a'yunun la
- yubsiruna biha. Mereka diberikan mata,
- tapi mereka tak ubahnya bagaikan orang
- yang buta karena tidak belajar dari apa
- yang mereka lihat. Walahumun
- yasma biha. Mereka juga diberikan
- telinga, tapi ternyata mereka tidak
- dapat mendengar, mengambil pelajaran
- dari apa yang mereka dengar. Ulaika
- kalau anak mereka bagaikan hewan-hewan
- ternak balhum. Bahkan mereka lebih
- sesat. Ulaika humul gfirun. Mereka
- adalah orang-orang yang bagaimana? Yang
- lalai.
- Dalam suratul mulk Allah gambarkan
- penyesalan para penghuni api neraka. Waq
- la kunna nasmil
- fi asir. Kalau dulu kami berakal atau
- mau mendengar saja, tidak mungkin kami
- jadi penghuni api neraka. Berarti yang
- menjadi penghuni api neraka yang tidak
- berakal, yang tidak mau mendengar, yang
- tidak mau berpikir.
- Oleh karena itu, Mas Krishna, Islam amat
- menghargai mendukung orang-orang yang
- berpikir untuk mencari kebenaran, bukan
- berpikir untuk menutupi kebenaran.
- Hm. [mendengus]
- Orang yang bertanya kepada Allah,
- bertanya kepada rasulnya, ya dijawab.
- Nabi Ibrahim bertanya kepada Allah, Nabi
- Isa bertanya kepada Allah, Allah berikan
- jawaban. Hingga ketika Ibrahim
- mengatakan, "Rabbi arini kaifa tuhyil
- mauta." Wahai Tuhanku, tunjukkan
- bagaimana caranya engkau menghidupkan
- yang telah mati. Allah bertanya, "Qala
- awalam tummin, memang kamu masih merasa
- ragu belum beriman?" Qala bala, "Ya
- Allah, sekali-kali saya tidak merasa
- ragu. Hati saya telah beriman." Walakin
- liatmainna qbi. Tapi supaya hati saya
- semakin apa? Semakin tentram dengan
- menyaksikan bagaimana caranya engkau
- menghidupkan yang telah mati.
- Jadi pertanyaan untuk mencari kebenaran
- tidak dicela.
- Tapi pertanyaan yang tidak disukai Allah
- seperti pertanyaan Bani Israil.
- Bertanya [mendengus] bukan untuk mencari
- kebenaran, tapi bertanya untuk mengelak
- dari tanggung jawab dan kebenaran.
- Oleh karena itu, perbedaan antara orang
- yang beriman dan tidak beriman atau
- antara muslim dan nonmuslim
- kedua-duanya berpikir. Cuma perbedaannya
- orang yang beriman berpikir untuk
- mencari kebenaran, berpikir merenungkan
- ayat-ayat kebesaran keagungan Allah.
- Sedangkan orang di luar Islam mereka
- berpikir untuk menentukan kebenaran.
- Mereka berpikir untuk menentukan
- kebenaran. Oleh karena itu bukan mereka
- ikut Allah, tapi apa? Tapi Allah yang
- harus mengikuti mereka. Mereka merasa
- mereka tidak butuh kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Mereka telah
- diberikan akal dan ilmu. Oleh karena itu
- mereka menetapkan hukum sesuai dengan
- kemauan mereka, dengan kepandaian
- mereka. [mendengus] Akhirnya manusia
- menjadi eksperimen atau kelinci
- percobaan dari hukum-hukum yang mereka
- buat.
- Pada akhirnya mereka harus kembali
- kepada kebenaran yang datang dari Allah
- Subhanahu wa taala. Jadi, [mendengus]
- Mas Krishna kalau kita perhatikan
- bersama-sama, orang yang beriman itu
- orang yang sebetulnya berakal.
- H
- cuma bedanya dengan yang tidak beriman,
- akal mereka diterangi oleh wahyu.
- Akal mereka apa? diterangi oleh cahaya
- wahyu. Sedangkan yang tidak beriman,
- akal mereka tidak mendapatkan penerangan
- dari wahyu. Tapi setan bekerja sama
- bersama mereka.
- Menghiasi yang buruk menjadi indah, yang
- indah menjadi buruk, yang hak menjadi
- batil, yang batil menjadi hak. Seperti
- yang kita jumpai saat ini, bagaimana
- mereka yang diberikan akal, diberikan
- ilmu tidak mereka pergunakan, diberikan
- amanat mereka khianat, melakukan
- tindakan korupsi, merusak bangsa, negara
- di mata mereka benar.
- Padahal yang mereka lakukan adalah
- perbuatan yang akan mengantarkan mereka
- menuju jurang api neraka jahanam,
- kecuali kalau mereka bertobat. Wali
- iyadzubillah. Semoga Allah tidak jadikan
- kita orang-orang yang menyalahgunakan
- akal kita, ilmu kita, tapi senantiasa
- kita berpikir untuk mencari kebenaran
- dan kita siap menerima
- penjelasan-penjelasan,
- penerangan-penerangan ya tentang
- kebenaran yang menambah wawasan
- pengetahuan kita. Kita enggak menutup
- diri sama sekali.
- Tapi orang-orang yang memerintahkan
- kita untuk tidak menggunakan akal,
- bahkan mengatakan tidak boleh kita
- pahami agama dengan akal, berarti orang
- tersebut menjadikan agama Allah ini ya
- agama yang diperuntukkan untuk himar
- yang tidak berakal. Padahal Allah akan
- meminta pertanggungjawaban kita sesuai
- dengan akal yang Allah berikan kepada
- kita. Subhanakallahumma wabihamdik.
- Dulu terakhir kali Ustaz dari Wahyu nih.
- Ee asalamualaikum Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. ee perihal menutup aurat
- bagaimana ketentuannya dari Al-Qur'an?
- Apakah dibatasi per kategori usia dalam
- urusan tutup aurat? Di tempat kami
- banyak ibu-ibu yang tidak tutup aurat
- juga laki-laki.
- Bismillahirrahmanirrahim. menutup aurat
- ini bukan bukan [berdehem] apa bukan
- satu hal yang baru. Bukan hanya pada
- masa Nabi kita,
- bukan juga pada masa nabi-nabi
- sebelumnya, bukan semenjak Allah
- menciptakan manusia ditempatkan di bumi,
- bahkan ketika di surga. Ketika kakek
- nenek kita berada di surga,
- setan menghasut kakek nenek kita untuk
- memakan buah terlarang. Tujuannya apa?
- Fawaswasa lahuma
- asyaitan liyubdiya lahuma liyubdi lahuma
- min sauatihima.
- Setan membisik-bisikkan
- Adam dan Hawa untuk apa? Memakan buah
- terlarang tersebut. Tujuannya untuk
- menampakkan aurat mereka, melucuti
- mereka dari pakaian mereka hingga aurat
- mereka tersingkap.
- Oleh karena itu, begitu mereka mencicipi
- buah terlarang falammajatum.
- Begitu mereka berdua mencicipi buah
- terlarang, langsung auratnya ya
- tersingkap hingga akhirnya wali
- iyadzubillah. Ya, dengan tersingkapnya
- aurat tersebut sebagaimana kita tahui
- bahwa manusia bisa kehilangan akal
- sehatnya. Ini pelajaran yang Allah
- berikan kepada kakek nenek kita juga
- kepada kita semuanya. Oleh karena itu,
- ketika kakek nenek kita diturunkan ke
- bumi, berkembang biak
- anak keturunannya, Allah ingatkan, "Ya
- bani Adam laftanakum
- kama akwaikum minal jannah
- inahum."
- Wahai anak-anak Adam, jangan sampai
- kalian tertipu, terpedaya oleh setan
- sebagaimana berhasil mengeluarkan kakek
- nenek kalian dari surga.
- Melucut dari mereka pakaian mereka untuk
- menampakkan aurat mereka. Sesungguhnya
- setan melihat kalian dari tempat di mana
- kalian tidak mampu untuk melihat mereka.
- Oleh karena itu, berkaitan dengan aurat
- ini masalah yang betul-betul mendasar.
- Wanita muslimah, pria muslim, mereka
- akan menutupi aurat mereka dengan baik.
- Dan penutup aurat wanita itu
- terdapat tiga syarat.
- Pertama, menutupi seluruh yang wajib
- ditutupi seluruh tubuh kita, kecuali
- wajah dan tangan. Kemudian
- pakaian yang digunakan tidak bersifat
- transparan
- hingga menampakkan lekuk tubuhnya. Yang
- ketiga, pakaian tersebut ya tidak
- menjiplak. Artinya dalam keadaan
- longgar, tidak menjiplak tubuhnya.
- Oleh karena itu, di samping kita
- diperintahkan menutupi kepala kita
- dengan khimar yang jamaknya khumur
- walyadrib
- waladribna khumurihin ala juyubihin.
- Mereka menggunakan kerudung mereka,
- menutupi hingga kantong-kantong dada
- mereka. Allah perintahkan juga untuk
- menggunakan jilbab yang jamaknya
- jalabib.
- Ya ayyuhan nabi qul azwajika
- wa banatika waisail mukminin. Wahai nabi
- katakan pada
- istri-istrimu,
- putri-putrimu dan wanita yang beriman.
- Seruan kepada istri nabi, putri nabi,
- dan wanita yang beriman. Yudnia
- alaihinna min jalabibihin. Hendaknya
- mereka menutupi tubuh mereka dari atas
- hingga ke bawah dengan jilbab atau
- dengan balto atau dengan abaah. Jadi
- kata jilbab bukan penutup kepala. Jilbab
- penutup tubuh yang digunakan ya di atas
- pakaian yang mereka pakai. Katakan
- mereka menggunakan longr ya
- dengan abaya atau dengan jilbab ya
- dengan balto maka lekuk-lekuk tubuh
- mereka tidak terlihat, tidak terbayang.
- Nanti kalau mereka masuk ke rumah
- bersama kaum wanita atau bersama
- Muharim, mereka bisa membuka jilbab
- mereka atau batu mereka. Tapi keluar
- mereka menutupi tubuh mereka dengan batu
- atau dengan ee abaah agar menutupi
- hiasan tubuh mereka.
- Dalika adna yfna. Yang demikian itu agar
- mereka dikenali sebagai wanita-wanita
- beriman. Fala yudina hingga mereka tidak
- diganggu. Wanallahu gfurar rahima.
- Sesungguhnya Allah terhadap pelanggaran
- sebelumnya dia maha pengampun lagi maha
- penyayang. Jadi berkaitan dengan penutup
- aurat ini, ini bukan masalah sepele. Ini
- masalah yang mendasar. Dan setan ketika
- membujuk
- orang tua kita di surga, membujuk mereka
- untuk memakan buah terlarang dalam
- rangka untuk melucuti pakaian mereka dan
- menampakkan aurat mereka. Wali
- iyadubillah. Semoga Allah membimbing
- anak-anak kita untuk betul-betul menjaga
- aurat mereka, menjauhkan diri dari
- perzinaan. Dan orang tua hendaknya
- mendukung anak-anak mereka apabila tiba
- pada usia perkawinan untuk menikahkan
- mereka. Jangan lebih mengutamakan materi
- daripada kehormatan
- anak-anak mereka. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik wal afu
- minkum. Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah terima kasih
- atas jawaban-jawaban yang diberikan.
- Mudah-mudahan sesuai dengan kehendak
- Allah. Kang Atep, ada hubungan mengenai
- Link Tiangkung. Apakah besok latihan?
- Tidak.
- Tetap ya. Oh, besok tanggal 1 November
- ee pelatihan Link Tiangkung tetap
- diadakan. Tempatnya di sekolah
- Sis ya
- eh sekolah Silatum Islamic School. Di
- belakang itu e kami tunggu. Terima kasih
- atas perhatian Anda semuanya. Saya
- Muhammad Krishna AT Budi dan Algi mohon
- pamit. Wabillahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.