Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala
- yang dapat meraih kami lewat Rasil Radio
- maupun YouTube Rasil Rasil TV.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Mudah-mudahan dalam keadaan
- sehat walafiat dan yang di perjalanan
- tidak lupa, tidak bosan kami ingatkan
- hati-hati di jalan. Dan alhamdulillah
- pada hari Jumat yang berkah dan sendu
- ini karena di sekitar Studio Rasil dan
- sekitarnya ini ee dalam keadaan mendung.
- Mudah-mudahan yang ee ada di jalan
- kemudian hujan Allah lindungi dan tetap
- berhati-hati. Kami hadir fikih wanita di
- ruang dengar Ikhwan dan Akhwat. Guru
- kita Ustazah Herlini Amran telah hadir.
- Kita sapa terlebih dahulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Sehat, Ustazah? Alhamdulillah. Luar
- biasa. Allahu Akbar. Allahu Akbar.
- Masyaallah. Ee senang sekali kita bisa
- hadir lagi di ruang dengar lewat Rasil
- Radio maupun Rasil TV. Dan tema yang
- akan dibahas Ustazah saat ini lagi
- hangat-hangat ya memang di jagat maya
- perihal menghina. Padahal hal tersebut
- mungkin tidak disengaja atau katanya
- bercanda. Namun ternyata Islam
- mengaturnya dan melarangnya dan juga
- memperingatinya supaya kita tidak e
- melakukannya. Apa itu temanya? yaitu
- bahaya menghina orang lain dalam
- pandangan Islam. Tafadul Ustazah. Iya.
- Jazakillah maulin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillahilladzi alafa baina
- qulubina faasbahna binikmati ikhwana. Ya
- rabbana lakal hamdu bil iman. Ya rabbana
- lakal hamdu bil islam. Yaana lakal hamdu
- bil quran
- lakalam ahli muah.
- Allah shi wasallim wikidina Muhammadin
- waa alihi wa asabi
- ajmain. Alhamdulillah mudah-mudahan kita
- semua menjadi hamba Allah
- yang senantiasa diberikan hidayah dan
- petunjuknya sehingga kita mampu
- menjalani hari-hari kita dalam kehidupan
- ini sesuai dengan ajarannya. Insyaallah
- tetap dalam istikamah dalam keislaman
- dan keimanan kita. Ee pembahasan kita
- kali
- ini sesuai dengan firman Allah. Kita
- mengambil dari firman Allah surah
- Al-Hujurat ayat 11.
- Ya, kita memang ee sehari-hari dalam
- kehidupan kita ini memang tidak bisa
- lepas, tidak pernah lepas dari ee
- celetukan, ucapan, omongan, ya.
- Perkataan yang diucapkan apakah oleh
- diri kita, oleh orang atau orang lain.
- Namun Islam memberikan
- rambu-rambu. Nah, dalam surah Al-Hujurat
- ayat
- 9, Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Ya ayyuhalladina
- amanu
- yaumqamun iniat Ayat ini ee
- khitab-nya di ee pertama kali itu
- diperuntukkan, ditujukan khusus kepada
- orang-orang beriman. Ya ayyuhalladzina
- amanu ya wahai orang-orang yang beriman.
- Jadi ya ayyuhalladzina amanu ini adalah
- panggilan Allah kepada hamb-Nya yang
- beriman. Jadi khusus spesial nih
- syaratnya iman. Karena hamba Allah itu
- kan semua manusia itu kan hamba Allah
- ya. Tapi tidak semuanya beriman. Jadi
- khusus untuk hamba Allah yang beriman
- dipanggil dengan ya ayyuhalladzina
- amanu. Ini merupakan sebaik-baik
- panggilan yang Allah ee berikan kepada
- hamb-Nya. Jadi, jadi gini kalau menurut
- ee Abdullah bin Abbas, setiap ayat Allah
- yang didahului dengan panggilan kepada
- hambanya dengan kalimat ya
- ayyuhalladzina amanu. Wahai orang-orang
- yang beriman. Ini menunjukkan bahwa
- sesudah Allah, sesudah Allah memanggil
- hambanya yang beriman itu akan diberikan
- akan disampaikan sesuatu yang penting.
- Jadi artinya jika kita mendengarkan
- firman Allah ya ayyuhalladzina amanu
- dengarkan baik-baik karena di situ
- terdapat kebaikan yang Allah
- perintahkan. Kalau itu sifatnya perintah
- atau larangan yang kita di ee tidak
- boleh melakukannya karena di situ
- terdapat larangan ee yang sangat keras
- dari Allah. Jadi ke setelah jadi kalau
- sudah ada kalimat ya ayyuhalladzina
- amanu itu waspada deh. Hati-hati deh.
- Ini kalimat apa nih? Perintah Allah nih
- apa nih yang diberikan khusus hanya
- kepada orang yang beriman? Nah, jadi
- ayat ini kan ya tadi disebutkan ya
- ayyuhalladzina amanu la
- yasun minumin. Janganlah kalian satu
- sama
- lain mengolok-olok. Ya. Jadi kalau saya
- ee bacakan terjemahan secara umum ya,
- surat Al-Hujurat ayat 11 ini. Wahai
- orang-orang yang beriman, janganlah
- suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain
- karena boleh jadi mereka yang
- diolok-olok itu lebih baik daripada
- mereka yang mengolok-olok.
- Dan jangan pula
- perempuan-perempuan mengolok-olok
- perempuan lain. Karena boleh jadi
- perempuan yang diolok-olok itu lebih
- baik daripada perempuan yang
- mengolok-olok. Janganlah kamu saling
- mencela dan saling memanggil dengan
- julukan yang buruk. Seburuk-buruk
- panggilan adalah panggilan fasik setelah
- beriman. Siapa yang tidak bertobat? Nah,
- ini nih kalimat ini ancaman ya. Wam
- yatub. Siapa yang enggak mau bertobat?
- Faulaika
- humimun. Itulah orang-orang yang zalim.
- Jadi Allah melebelkan hambanya yang
- tidak bertobat dari dosa yang dia
- lakukan itu apa? Zalim. Nah, jadi ayat
- ini mengingatkan kita bahwa menghina
- seseorang dan menganggap kita lebih baik
- darinya itu perbuatan yang tercela. Ya,
- itu perbuatan yang dilarang oleh Allah
- ya. Jadi haramnya kita menghina orang
- lain ya. Tidak boleh kita ee sukhriah
- itu merendahkan orang lain ya. Jadi
- memang ee banyak ya riwayat-riwayat
- larangan ee bagi hamba Allah untuk
- seakan-akan sombong ya. Karena sombong
- itu menolak kebenaran dan merendahkan
- orang lain. Jadi mau menghina,
- menganggap remeh, ataupun mengolok-olok
- itu ya bisa jadi orang yang dihina tuh
- di sisi Allah lebih tinggi derajatnya,
- kedudukannya dan bisa jadi dia lebih
- dicintai
- Allah. Jadi memang ayat ini penjelasan
- ya, bagaimana hak seorang ee mukmin
- dengan mukmin yang lain ya. Jangan
- sampai kita itu mencela ya walaupun
- hanya bergurau. Karena bergurau di dalam
- Islam kena kita juga pernah bahas.
- Enggak
- boleh merendahkan, enggak boleh membuat
- ketawa orang ya, mengolok-olok gitu ya.
- Ini kan ee semuanya itu mengandung makna
- merendahkan sesama saudara kita. Nah,
- ini ee menunjukkan bahwa
- perbuatan-perbuatan larangan ini adalah
- celaan, enggak dibenarkan. Jadi ini
- larangannya kan umum ya, tidak boleh
- mencela orang lain.
- Suhriah ee tidak boleh mencela orang
- lain. Mungkin sebagian juga apa ee apa
- sih ee bedanya? Misal kan ini kan hanya
- bercanda, ini kan hanya ee cuman gurau,
- ini kan hanya spontanitas. Di situlah
- Islam melatih kita untuk bertutur kata,
- bersikap sesuai dengan akhlak-akhlak
- Islam. Dan kita tahu bahwa Rasulullah
- itu diutus itu adalah untuk memperbaiki
- akhlak manusia. Jadi memang ee diatur
- dalam Islam ya, bagaimana kita
- berbicara, bagaimana kita bersikap,
- bagaimana kita memperlakukan orang ya.
- Jadi ee hakikatnya manusia itu kan di
- sisi Allah tuh kan semuanya sama. Yang
- mulia itu adalah yang mulia itu adalah
- yang yang bertakwa kepada kepada Allah.
- Ya, jadi ini ee di situ di ayat itu juga
- menyebutkan perempuan ya ee perempuan
- itu ee apa namanya? Mohon maaf sebentar
- ya.
- Sebentar. Lagi si jadi
- ee masuk. Maaf ada cucuk. Maaf meng
- suaranya ada ada background suara. Iya
- ada cucu. Silakan.
- Iya. Jadi ee Imam Ibnu Katir menjelaskan
- bahwa Allah Subhanahu wa taala itu
- melarang hamba-hambanya dari perbuatan
- sihriah terhadap manusia. Sikap
- merendahkan, mencela, menghina, bergurau
- dengan seakan-akan meremehkan. Ya, ini
- kan hal-hal yang tidak patut dilakukan
- oleh hamba-hamba Allah. Ya, itu dilarang
- ya. Enggak boleh merendahkan sufriah ya.
- Jadi memang di surat Al-Hujurat ini ee
- memandu kita sebagai hamba Allah untuk
- menjadikan saudara kita tuh saudara
- saudara seiman. Tidak ada yang mulia.
- Yang mulia itu hanya ee ketakwaannya.
- Dan kenapa di sini dikhususkan perempuan
- wala nisa minisa
- asyakun minhunna? Jangan pula sekumpulan
- perempuan karena biasanya tuh yang kayak
- begitu tuh perempuan gitu ya. Ee tapi
- bukan berarti laki-laki tidak
- melakukannya ya. Jadi larangan ee Suhri
- ya ini sebenarnya untuk menjaga
- kebersihan hati ya. Jangan sampai
- perkumpulan kita semuanya hamba Allah
- tuh ada yang merasa diri paling tinggi
- derajatnya. Semuanya sama di sisi Allah
- itu ya. Bahwa orang-orang yang ee mulia
- di sisi Allah itu adalah orang-orang
- yang yang bertakwa. Inna akramakumallahi
- atqokum. Ya. Jadi yang mulia itu adalah
- yang orang yang bertakwa ya. Jadiak
- enggak benar kita disuruh merendahkan.
- Bahkan dalam hadis disebutkan
- ya. Cukuplah seseorang itu berbuat
- keburukan jika dia merendahkan
- saudaranya sesama muslim. Jadi apapun
- pekerjaan saudara kita di mana pun dia
- berada latar belakang apapun seperti apa
- kondisinya ekonominya pendidikan mereka
- itu adalah saudara kita. Kunu
- ibadallahil ikhwana. Jadi memang ee di
- masa Nabi itu ya kenapa sampai turun
- ayat ini? Karena memang dulunya juga
- sama setiap bangsa, setiap ee negara
- masyarakat, bangsa itu biasa ya ada rasa
- ee angkuh, sombong ya, ada jadi sehingga
- orang-orang yang tidak mendapatkan
- nilai-nilai ee keimanan itu suka merasa
- paling baik, paling benar, palingpaling
- ya sehingga timbullah ee rasa sombong,
- penghinaan, ejekan ya terhadap sesama.
- Makanya Rasulullah ingin mengajarkan
- kepada umatnya bahwa semuanya itu sama
- di sisi Allah. Yang membedakan itu
- adalah ketakwaan. Ya. Jadi ada ee
- riwayat ya ee ada yang menyebutkan ayat
- ini sebenarnya turunnya karena dulu tuh
- ada Abu Dzar al-Ghifari seorang sahabat
- yang menghina Bilal bin Rabah. Kita tahu
- Bilal ya. Bilal itu kan ee bekas budak
- ya yang dimerdekakan kulitnya hitam ya.
- Jadi ketika itu terjadi ee diskusi. Nah,
- Bilal itu ee menyampaikan pendapatnya
- yang apa ee ketika itu Abu Dzar itu
- menyampaikan pendapatnya. Bilal
- mengatakan, "Saya rasa itu pendapatnya
- kurang tepat." Oh, langsung marah ya Abu
- Dzar ya. Sehingga mengatakan ee ini
- anaknya budak hitam gitu yang ee jadi
- menghina mencela itu ya rasnya gitu ya.
- Oh, langsung ee Rasulullah marah ya dan
- menegur Abu Dzar. Sehingga turunlah ayat
- ini sebagai peringatan keras bahwa
- penghinaan antara sesama ee muslim itu
- tidak diperbolehkan dalam Islam. Yang
- mencela kulit ee pekerjaan, jati dirilah
- itu ya. Jadi ini larangan mengejek,
- mencemooh dalam Islam ini itu luar biasa
- ya. Sampai turun ayat yang membicarakan
- tentang itu dilarang. Haram hukumnya
- enggak boleh saling mencemoohkan,
- merendah, menghina ya. Ee jadi dilarang
- mencela ee apa namanya? Sesungguhnya
- kalau kita mencela orang kan mencela
- diri sendiri. Jadi yang namanya bercanda
- tuh enggak ada yang negatif yang
- menyakitkan. Islam juga mengatur tentang
- almazah ya. Almizah ee
- bercanda-bercanda. Jadi bercanda itu
- sehat ya maksudnya tidak
- boleh mengenai pribadi seseorang. Jadi
- bercanda umum ya tidak menyakiti ya
- kalau bercandanya. Jadi tidak
- mengeluarkan kata-kata ya walaupun
- bercanda itu dengan kata-kata yang
- menukik tajam itu bukan bercanda namanya
- nyakitin ya. Jadi larangan ee apa
- namanya dalam Islam itu suhriah itu
- untuk menjaga hubungan kita sesama
- manusia menjaga akhlak ya dalam
- berinteraksi ee menjaga semua manusia
- itu mulia saling menghormati. Jadi di
- mata Allah tuh kita tuh setara kok gitu
- ya. Tidak ada perbedaan antara satu
- dengan yang lainnya. Yang membedakan itu
- adalah ketakwaan dan hari itu akan
- dipergilirkan ya
- tilalyaminanas. Enggak ada orang yang
- semuanya berada di posisi puncak. Suatu
- saat nanti dia akan berada di posisi
- bawah. Ya, tidak semuanya orang itu
- miskin. Bisa jadi nanti suatu saat
- tiba-tiba Allah berikan rezeki. Jadi,
- kita menghargai ee ciptaan Allah ini.
- Enggak boleh mencela ya menghina dengan
- kata-kata, dengan perbuatan, bahkan
- dengan pikiran ee dengan apapun, bahkan
- dalam hati pun enggak boleh. Karena
- kebersihan hati itulah yang menentukan
- seseorang itu mendapatkan rahmat Allah.
- orang yang datang kepada Allah dengan
- hati yang bersih. Jadi, penghinaan itu
- bisa merusak hubungan walaupun hanya
- sekedar bercanda, menjelek-jelekkan,
- mengecilkan, ya meremehkan ee menganggap
- ya kita juga perlu evaluasi ya
- intropeksi kita nih sebagai ibu rumah
- tangga ya. Bagaimana sikap kita kepada
- ART misalkan ya. Ya, mungkin kita baik
- tapi gestur tubuh kita menunjukkan kayak
- gitu tuh juga merendahkan itu juga ada
- ini loh unsur ee kesombongan ee
- seakan-akan tidak setara ya atau mungkin
- ada perasaan enggak suka misalnya ketika
- mereka makan di meja makan bersama kita
- atau mungkin mempergunakan kursi untuk
- duduk. Nah, intinya itu sudah enggak
- boleh kan membedakan ee perlakuan. Nah,
- seperti itu. Jadi, kita tidak usah
- melihat ke yang keluar. Kita lihat ke
- diri kita dulu ya. Sudahkah kita
- mengikuti perintah Allah untuk tidak
- suhriah, tidak mencela, menghina,
- meremehkan, menjelek-jelekkan,
- mengecilkan gitu ya? Ee menganggap ee
- tidak setara atau ee walaupun tidak
- terucapkan dengan lisan. Karena apa yang
- dalam hati itu kan Allah maha tahu, maha
- tahu ya. Bahkan dalam riwayat
- ya minal barang siapa yang dalam hatinya
- ada sebesar biji sawi rasa sombong itu
- lahfulal jannah enggak akan masuk surga.
- Ya Allah itu sebesar biji sawi kecil
- sekali itu ya. Nah itu karena memang
- kesombongan itu adalah ee seperti yang
- dilakukan oleh iblis ya. Sombong gitu ya
- dalam hatinya. Dia enggak mau sujud ke
- Adam. Nabi Adam karena menganggap dia
- adalah ee lebih baik ya diciptakan dari
- api. Padahal imannya kepada Allah itu
- luar biasa kan beriman kan. Iblis itu
- beriman kepada Allah. Dia bisa e
- berbicara dengan Allah, meyakini adanya
- Allah tapi tidak tunduk kepada
- perintahnya. Ada rasa sombongnya. Nah,
- bagi manusia yang memiliki rasa sombong
- itu sepertinya ya tidak ada bedanya
- dengan iblis ya. Makanya nauzubillah
- minzalik peringatan buat saya kita semua
- jangan sampai karena ada setitik rasa
- sombong akhirnya keluarlah dari lisan
- itu kata-kata yang dapat ee menjatuhkan
- ee harga diri orang atau mengecilkan
- orang ya. Karena lisan itu apa yang
- dikeluarkan itu kan berasal dari hati.
- Apa yang kita ucapkan itu kan apa yang
- ada di dalam hati. Nah, di sinilah
- bagaimana ee penekanan ayat ini larangan
- bagi orang-orang yang ee mencela.
- Sebagaimana Abu Dzar itu kan ee sampai
- Rasulullah mengatakan, "Kamu tuh sudah
- memiliki sifat jahiliah." gitu. Jadi,
- Rasul tuh marah sekali dengan Abu Dzar
- yang mencela ee Bilal itu. Oh, kamu anak
- budak hitam gitu. Jadi mencelak.
- Akhirnya Abu Dzar itu menyesal ya dan
- dia sampai menjatuhkan pipinya tuh ya ke
- pasir, ke tanah itu ya ke ke pasir ya.
- Terus dia Bilal kamu kamu injaklah
- mukaku ini karena untuk menunjukkan
- bahwa dia itu bertobat ya. Menyesal.
- Bilal kan enggak mau aku sudah maafkan
- katanya. Jadi saking takutnya tuh Abu
- Dzar dengan ee mengatakan engkau tuh
- masih memiliki sifat jahiliah. Itu
- merasa diri apa mencela gitu ya. Mencela
- ee diri seorang Bilal. Nah, apalagi
- dengan lebih dari itu ya merendahkan ee
- pekerjaan mungkin ee apa
- keturunan, ekonomi ya, latar belakang
- itu perlakuan seperti itu tuh merupakan
- penghinaan juga terhadap ee sesama ee
- manusia. Bahkan kalau sampai mencela
- menghina ee fisik ya atau sesuatu yang
- telah Allah ciptakan itu juga menghina
- Allah ya. itu maksud. Jadi ini semua
- buat kita ya jangan pernah ya mencela
- orang itu dari ciptaan Allah.
- Misalnya ee ketika Allah takdirkan
- seseorang itu hidungnya pesek misalnya
- ya atau kulitnya hitam atau fisiknya
- pendek itu gak boleh sama sekali. Itu
- dilarang untuk mencela menghina eh
- pestek lu gitu ya. Ini sama dengan
- menghina ciptaan Allah kan. Allah yang
- menciptakannya. Itu kan sudah takdir
- bagi dirinya gitu ya. Jadi ini bisa
- menyebabkan kita itu masuk ke dalam eh
- kelompok orang yang Allah katakan wam
- yatub faula
- humim. Nah, kalau udah zalim itu doa
- mazlum itu makbul ya. Makanya mudah bagi
- Allah membalikkan kondisi seseorang yang
- awalnya di posisi mungkin dimuliakan
- jadi hancur, mudah bagi Allah. Maka di
- sinilah pentingnya tobat. Malam man
- malam yatub. Barang siapa yang tidak
- bertobat dari ee apa yang telah dia
- lakukan, tidak memperbaiki dirinya,
- tidak menjaga hubungannya, tentu dia
- sudah menjadi termasuk orang-orang yang
- zalim. Nah, jadi ee sakar, mencemoohkan,
- menghina, mencelaka, menyindir,
- merendahkan, pokoknya mengecilkan gitu
- ya. Itu tindakan-tindakan yang memang
- mestinya kita jauhi ya. ini kan ee
- walaupun hanya sekedar ee bercanda
- lelucon atau ya cuman cuman happy-happy
- gitu tidak bisa. Seorang muslim itu
- harus tampil apa adanya. Tidak menyentuh
- wilayah-wilayah yang bisa menyebabkan
- kehubungan ee antar sesama itu hancur.
- Jadi saling menghormati, saling
- menghargai. Nah, itulah sebabnya kalau
- ee istilah sakar sukhriah itu juga ada
- istilah misalnya ihanah ya. ihanah itu
- penghinaan, pelecehan ya atau juga ee
- istiqar ya. Istihqar itu merendahkan ee
- apa? Menganggap diri ee lebih gitu
- merendahkan orang lain. Nah, suhriah ini
- lebih luas maknanya walaupun dilakukan
- dengan sindiran ataupun dengan lucon ya
- untuk merendahkan. Jadi membuat orang
- yang mendengar mendengarkannya itu tidak
- nyaman ya atau ada merasa ya Allah
- kayaknya dihancurin gitu ya harga
- dirinya. Itu sama itu suhriah. Maka
- Islam memberikan pedoman yang jelas.
- Bagaimana cara berinteraksi dengan ee
- orang lain tanpa merendahkan atau
- menghinakan kondisi kondisinya. Maka
- diturunkanlah surah Alhujurat. Di surah
- Al-Hujurat itu ada tiga ya, ada tiga ee
- larangan khitabnya kepada orang yang
- beriman. Ya ayyuhalladzina amanu ya
- kepada orang-orang yang beriman. Nah,
- kemudian disebutkan la yashar min kaumin
- ya. La yashar yaumun minumin. Enggak
- boleh mencela ya. tidak boleh ee
- mengolok-olok. Kemudian juga ee wala e
- wala talmidu anfusakum. Jangan kamu ee
- menghina, mengolok-olok mencela. Itu
- sama ya. Karena ketika kita mencela
- orang, menghina orang pada dasar itu
- kembali kepada diri kita ya. Nah,
- kemudian memanggil dengan panggilan yang
- alqab, yang buruk ya. Tidak boleh kita
- memanggil-manggil dengan sesuatu yang
- membuat dia tersinggung ya. Makanya ee
- ada ulama ya menjelaskan ada enam hal
- itu merupakan kebodohan katanya ya. Ini
- saya ambil saya nukil dari Tanul Gofilin
- ya Abu Samsar Kondiq ya. Jadi beliau e
- dalam buku itu disebutkan ya ada enam
- kebodohan. Kebodohan yang jelas gitu.
- Yang pertama memarahi orangor lain tapi
- yang tidak mengenai sasaran, yang tidak
- mengenal sasaran ya. Jadi marah atau
- mungkin mencela atau menghina orang lain
- tapi enggak kena sasar. Malah balik ke
- dirinya yang dihina yang apa yang dia
- ucapkan kepada orang lain tuh kembali ke
- dirinya. Itu suatu kebodohan ya. Jadi
- ada enam kebodohan. Pertama memarahi
- atau menghina atau mencela orang lain
- yang berdampak dirinya lah yang di
- dimarahi oleh orang atau dihina atau
- dicela. Jadi enggak tepat sasaran,
- enggak pantas gitu ya mencela orang
- lain. Jadi enggak lihat ke dirinya. Nah
- itu sebenarnya pada kita tuh ada suatu
- kebodohan gitu. Itu yang pertama. Yang
- kedua, berbicara yang tiada manfaatnya.
- Ya, artinya berbicara tidak ada
- manfaatnya. Jadi, bukan urusannya
- dibicarakan akhirnya berbalik pada
- dirinya. Jadi, sesuatu yang dia lakukan
- kemudian berdampak kepada orang tersebut
- itu adalah suatu kebodohan. Jadi ini ee
- membicarakan sesuatu yang akhirnya
- berbalik kepada dirinya. Makanya
- mendingan ee berkata berkata baiklah au
- smut walmut atau diamlah. Nah, jadi
- kalau enggak bisa berkata-kata yang
- baik, mendingan diam. Itu yang kedua
- tadi ya, berbicara yang tiada
- manfaatnya. Yang ketiga, memboroskan
- harta untuk hal-hal yang tidak ee
- penting, yang tidak perlu. Ya, akhirnya
- kan nyesal, coba dulu jangan beli ini.
- Akhirnya kan suka ada orang lapar mata
- ya. Lapar mata tuh sebenarnya enggak
- butuh, tapi karena dia tidak berpikir
- panjang, akhirnya dia beli juga. Padahal
- enggak ada manfaatnya. Oke, itu itu
- tindakan kebodohan. Padahal ada lagi
- yang mesti di ee di apa namanya?
- Dipenuhi ya. Contohnya lagi misalnya ya
- ee memakai atau sesuatu yang tidak
- bermanfaat bahkan bikin penyakit ya.
- Misalnya punya harta dia belikan rokok
- misalkan ya. Sementara dia butuh
- kebutuhan hidupnya tuh tinggi ya.
- Artinya sekarang kan apa-apa mahal untuk
- keluarga tidak mencukupi. Nah, ketika
- dia mengeluarkan harta tidak, Pak.
- Padahal dia tidak itu bisa dicegah ya,
- bisa di ee alihkan, dia bisa uang itu
- dia bisa pakai untuk belanja
- keluarganya. Tapi karena dia membeli
- juga misalnya sesuatu yang membahayakan
- dirinya seperti rokok itu, itu kan
- berarti perbuatan bodoh gitu ya. Itu
- yang ketiga. Kemudian yang keempat,
- membuka rahasia di depan umum. Nah, ini
- adalah suatu kebodohan ya. Artinya
- ketika Allah memerintahkan kita untuk
- menutup aib kita sendiri, keluarga kita,
- jangan ungkapkan di depan umum. Jadi
- sesakit apapun hati kita mungkin
- terhadap perbuatan pasangan hidup kita
- ya karena mungkin dia selingkuh
- menyakitkan hati itu jangan diungkapkan
- di di muka umum aib itu. Kalaupun mau
- diselesaikan selesaikanlah dengan cara
- yang baik bukan untuk konsumsi umum.
- Nah, ini kan akhirnya berdampak kepada
- diri kita dan keluarga kita. Itu
- anak-anak itu jejak digital itu kan
- enggak bisa hilang ya. Nanti anak-anak
- nanti dia setelah sekian puluh tahun itu
- enggak bisa dihapus itu jejak digital.
- Mungkin mungkin yang bersangkutan sudah
- bertobat tapi kan masih ada itu gimana
- anaknya, bagaimana perasaan keluarganya
- ini kan mempermalukan diri sendiri
- walaupun sesakit hati apapun kita gitu
- ya. Kalau terjadi itu jangan buka aib di
- depan umum, jangan buka rahasia kita di
- depan umum. Ya, cukuplah penyelesaiannya
- ya sesuai dengan ee apa yang telah
- diajarkan Rasulullah. Eeu hakam min ahli
- wakaman min ahli. Ada mediator ya, ada
- perlu dimediasi, perlu pihak ketiga,
- tapi bukan disebarkan kepada seluruh
- masyarakat yang tidak punya kepentingan.
- Akhirnya jadi buah bibir, akhirnya
- mencela. Ya Allah itu kalau yang
- ikut-ikutan juga mencela, dia juga kena
- dosanya. Kena enggak, tapi masih mencela
- orang gitu ya. Memaki-maki orang itu kan
- berbalik kepada dirinya kan. Bisa dari
- bisa jadi dosa jariah. Kemudian yang
- kelima gampang ee kena pengaruh orang
- lain. Jadi segala tutur orang dipercaya.
- Jadi
- tidak tabayun, tidak mengklarifikasi apa
- yang telah dia dapatkan, apa yang telah
- dia lihat. Itu kebodohan. Jadi jangan
- kita mudah membuat kesimpulan atas suatu
- hal yang baru kita dengar sepihak. Itu
- bahaya banget ya. Bisa jadi itu adalah
- fitnah, bisa jadi tidak seperti itu ee
- permasalahannya. maka dianggap suatu
- kebodohan ketika kita menerima semua apa
- yang telah orang sampaikan, apa yang
- telah kita lihat. Ya, cobalah ambil ee
- pembandingnya misalnya ee
- mengklarifikasinya gitu ya. Jadi jangan
- mudah kita terprovokasi karena hanya
- mendengarkan sepihak. Nah, itu adalah
- kebodohan. Ini menurut ulama hikmah ya
- dalam tanbihul gofilin itu ada enam
- bentuk kebodohan. Yang keenamnya tidak
- mampu membedakan mana kawan dan mana
- lawan. Yang semestinya kawan itu
- ditaati, didekati, dan lawan itu
- diawasi. Lawan paling utama itu adalah
- setan yang harus dihindari. Nah, jadi
- artinya kita harus tahu mana yang bisa
- membawa kita ke surga, mana yang membuat
- kita itu masuk ke lubang neraka. Cari,
- pilih-pilih sahabat, pilih-pilih teman
- yang bisa membawa kita kepada kebaikan.
- Bergaul dengan orang yang tidak baik pun
- kita akan menjadi tidak baik. Maka
- selektif ya. Maka termasuk kebodohan
- kalau kita memilih yang membuat ee hawa
- nafsu kita itu semakin ee menyukai
- kemungkaran dan musuh utama manusia itu
- adalah setan ya yang harus dilawan ee
- godaan-godaannya. Nah, itulah Mbak Olin
- ya bagaimana Islam memberikan ee pedoman
- yang jelas ketika kita berinteraksi
- dengan sesama manusia ya. tidak boleh
- merendahkan, menghina, mencela, memaki,
- harus saling menghormati. Itu ya dalam
- surat ee Al-Hujurat ayat 11 tadi ya.
- Jadi kita diajarkan untuk ee menjadi
- seorang hamba Allah yang menyayangi
- saudara-saudaranya. Berbicaranya baik,
- tidak menyakiti perasaan, menghindari ee
- apa ee penghinaan. Benar-benar dah
- santunnya. Jadi, jangan dikatakan, "Aku
- memang begini sudah biasa." enggak bisa
- ya itu akhlak ya. Makanya kenapa ada
- hikmahnya kenapa Rasulullah itu diutus
- Allah ke bangsa Arab? Karena kita tahu
- bangsa Arab itu dulunya bangsa barbar
- gitu ya. Ya Allah kasarnya kayak apa
- tahu. Tapi Rasulullah mengajarkan
- umatnya demikian lembut. Rasul tuh
- enggak pernah menyakiti hati orang.
- Rasul tuh luar biasa ya. Rasul itu
- berusaha membalas kebaikan orang yang
- mungkin sedikit e dia lakukan tapi rasul
- itu balas dengan lebih baik lagi. Dan
- rasul itu bersabar ketika ada orang yang
- berperilaku tidak baik kepadanya.
- Masyaallah. Jadi memang sekali lagi ya
- menghina orang lain dalam Islam itu
- adalah perbuatan yang berbahaya ya.
- Tercela ya dari sisi moral, sosial
- ataupun secara agama ya. Karena memang
- ee mulainya itu dari lisan. Kalau lisan
- tidak bisa di ee jaga, maka akan liar
- dan berbalik kepada diri kita sendiri.
- Betapa banyak orang ee menjadi ee masuk
- ke dalam ee jurang ke neraka hanya
- karena lisan. Ya, jadi ada sebuah
- riwayat ya, seseorang yang berkata
- kemudian Allah meridai perkataannya itu,
- ucapannya itu, maka dengan ucapan dan
- perkataan itu menyebabkan dia masuk
- surga. Ada orang yang berkata tapi
- dengan perkataan itu Allah murka
- kepadanya, maka dengan perkataan itulah
- yang menyebabkan dia masuk neraka. Maka
- dampak dari ucapan dari perkataan itu ya
- bentuk penghinaan ya. Penghinaan itu kan
- ee ee bisa dengan ucapan ya dengan
- verbal ya dengan ee kata-kata yang
- menyakitkan, merendahkan, mengejek ya.
- bisa juga non verbal ya, gestur tubuh
- aja yang kayak gimana gitu ya, yang apa
- namanya ee megang atau mungkin
- memperlakukan orang kayak apa ya
- menunjukkan ini ya gestur yang
- meremehkanlah itu ya itu juga bentuk
- penghinaan ya atau mungkin ee
- menghina-menghina dalam arti ee secara
- umum ya konten-konten yang merendahkan
- itu ya itulah ee pendengar semua bahwa
- kita bersyukur kepada Allah telah berada
- dalam ajaran Islam yang mengatur seluruh
- sisi nilai-nilai kehidupan ini termasuk
- bagaimana berinteraksi, bagaimana ee
- kita mensikapi ya bersikap ya dengan
- lisan kita, dengan ee perbuatan kita.
- Masyaallah mudah-mudahan kita mampu
- untuk menahan diri, menjaga diri kita
- dari bentuk-bentuk kebodohan tadi.
- Wallahuam bawab. Amin ya rabbal alamin.
- Baik. Ee masyaallah, ikhwan dan akhwat.
- tadi diingatkan ustazah, jangankan
- mengeluarkan kata-kata gestur atau sikap
- tubuh pun yang mencerminkan atau
- mensyiratkan bahwa kita menganggap orang
- lain itu lebih rendah di ee depan kita
- itu juga sangat dilarang oleh Islam
- apalagi mengucapkannya. Kami undang
- Ikhwan Danawat untuk menyampaikan
- pertanyaan seperti biasa nomornya belum
- berubah di nomor WhatsApp
- 0811999720. Insyaallah Ustazah akan
- menjawabnya. Tapi nanti setelah jeda
- nasyid berikut.
- [Musik]
- Radio Silaturahim juga Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat
- sedang menyimak fikih wanita bersama
- Ustazah Herlini Amran. Tadi sudah
- dibahas perihal tema kita pada siang
- hari ini yaitu bahaya menghina orang
- lain dalam pandangan Islam. Ada beapa
- hal yang masih ingin disampaikan tafadal
- ustazah. Ya,
- bismillahirrahmanirrahim. Dalam surat
- Alhujurat ayat 11 ini, orang-orang yang
- menghina dan tidak bertobat dari
- perilakunya itu maka tergolong kepada
- orang-orang yang zalim. Wamam faulaika
- humimun. Nah, kita tidak ingin menjadi
- orang yang zalim. Karena orang yang
- zalim ini rugi nanti di yaumil akhir ya,
- ketika kita harus membayar semuanya
- hinaan kita kepada orang dengan amal
- saleh kita. Maka bagaimana cara
- menghindari agar kita tidak menghina
- orang lain, tidak menjelek-jelekkan
- orang lain, tidak mencela orang lain,
- tidak mengecilkan orang lain itu dengan
- cara berlatih
- empati. Ini adalah salah satu cara
- terbaik bagaimana kita bisa menghina
- menghindari untuk menghina atau
- meremehkan orang lain dengan mencoba
- untuk berempati. kita bisa merasakan apa
- yang dirasakan orang lain. Coba kalau
- posisi dia seperti itu, kita yang
- seperti itu, tentu kita bisa merasakan
- ya bagaimana perasaan mereka. Nah, tentu
- kita harus menghindari ya ee kalau kita
- tidak kan kita tidak ingin seak artinya
- gini dalam kehidupan ini sunatullah tuh
- berlaku berlaku hukum ee tabur tuai.
- Siapa yang menanam, siapa yang menabur,
- dia menuai. Artinya apa yang kita
- ucapkan itu akan kembali kepada diri
- kita sendiri. Makanya tadi disebutkan
- enam kebodohan ya. Jadi kita melakukan
- apapun kepada orang lain pada hakikatnya
- itu ada kembali kepada diri kita
- sendiri. Maka mencoba untuk berlatih
- empati ya kita menjaga perasaan orang
- lain kan kita tidak juga ingin
- diperlakukan seperti itu. Tidak ingin
- kita ee martabat hardkat kita
- direndahkan oleh orang lain. Jadi
- cobalah untuk berempati. Kemudian
- menghargai perbedaan ya. Kita
- menghormati perbedaan-perbedaan yang
- enggak sama. Allah itu kan menciptakan
- kita itu berbeda-beda ya. Masing-masing
- sudah sesuai dengan takdirnya. Ada yang
- Allah berikan karunia ilmu. Ada bagi
- yang bagi yang lainnya tidak ada ilmu
- tapi Allah berikan harta. Ya. Jadi
- menghormati perbedaan ini adalah bagian
- dari kita menjaga diri. Jangan
- terjerumus kepada kezaliman. ya
- perbedaan dalam ee latar belakang, pola
- asuh, budaya ya, pandangan ee kedudukan
- apapun ya, pangkat, gelar, ya,
- pendidikan, banyaklah ya kita tuh enggak
- ada yang sama ya. Nah, ketika kita
- menghargai ee perbedaan perbedaan ini
- maka kita dapat ee mengurangi potensi
- penghinaan. Kita mestinya menyadari
- bahwa setiap manusia itu berhak
- dihargai, tidak boleh dipermalukan atau
- dihina. Karena ingat, suatu saat ketika
- kita menghina orang itu nanti Allah akan
- mudah ya menjadikan kita pun dihina oleh
- orang. Itu rasakan sendiri kalau mau ya.
- Kita kan tidak ingin seperti itu ya.
- Nah, oleh karena itu hargailah perbedaan
- itu. Bicaralah dengan santun, dengan
- bijak. Pergunakan kata-kata yang baik,
- yang berhati-hati ya dalam berbicara ee
- menghindari jangan sampai menyakiti hati
- orang. Jaga emosi kita ya, bisa menahan
- diri ya. Artinya ini memang ee
- dibutuhkan proses ya untuk melatih diri
- kita karena memang adab dan akhlak itu
- mahal harganya. Banyak orang yang
- berilmu tapi dia tidak diiringi dengan
- adab gitu ya. Makanya sekali lagi ya
- kita bisa berpikir ya jangan ngomong
- dulu sebelum dipikirkan. Jadi berpikir
- dulu baru kita bicarakan. Kira-kira ini
- menyinggung atau tidak ya. Nah inilah ee
- pembahasan kita. Bahayanya menghina
- orang lain. Pada dasarnya kita menghina
- diri kita sendiri. itu menghina itu
- bukanlah perilaku yang apa itu apa
- enggak enggak bisa dianggap remeh loh
- ya. Ah kan cuman bercanda aja enggak
- maksud begitu kan Allah maha tahu
- dengannya. Enggak begitu. Justru Allah e
- mencatat apa yang telah kita ucapkan di
- diri kita ini sudah ada standby itu ya
- maalfid
- minqinahibun itu setiap apa yang kita
- ucapkan standby itu sudah malaikat
- mencatat semua. Enggak bisa dikatakan
- aku bercanda ya Allah. Enggak bisa.
- Hidup ini bukan bercanda ya, hidup ini
- beneran gitu ya. Karena dampaknya itu
- akan berpengaruh kepada seluruh ee
- kehidup aspek kehidupan kita. Kalau
- sudah mencemarkan nama baik orang itu
- berbalik ke kita tuh kita akan
- mendapatkan jauh lebih bahaya lagi. Ya,
- makanya sekali lagi ee kita berharap ya
- mudah-mudahan dalam kehidupan kita
- sehari-hari ini kita bisa mengedepankan
- empati kita, menghargai perbedaan,
- berbicara dengan penuh hikmah,
- kebijaksanaan sehingga dapat kita ee
- menghadapi ya menemukan lingkungan yang
- harmonis, saling menghargai ya dan ini
- ee mudah-mudahan kita mampu mengamalkan
- apa yang telah kita ketahui, yang kita
- pelajari. Wallahuam.
- Baik, ee tadi sudah di ee tutup
- pemaparan Ustazah pada siang hari ini
- dan kami sudah masuk ke tanya dan jawab.
- E saya akan langsung membacakan
- pertanyaan pertama Ustazah dari hamba
- Allah. Ini hamba Allah di Tangerang.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustazah, di
- media sosial ramai perihal yang
- mengaku-ngaku ulama itu yang
- menjelek-jelekkan orang lain. Namun
- ternyata ustazah tidak sedikit juga yang
- membelanya. Bahkan bilang bahwa kita
- sesama muslim jangan
- saling menjatuhkan dan tidak
- membesar-besarkan masalah ini.
- Sebenarnya sikap kita yang paling tepat
- seperti apa, Ustazah? Menghadapi orang
- yang secara terang-terangan di depan
- umum dan sudah tersebar videonya
- menghina orang lain? Terima kasih,
- Ustazah. Ee sikap kita itu mendoakan
- saja ya. Kan gini, mana minkum munkar
- falughari biyadih. Ya, kalau kita dapat
- merubah kemungkaran yang tidak sesuai
- dengan ee kaidah umum kebaikan dan
- nilai-nilai keimanan, ya kita coba untuk
- ee meluruskannya ya dengan ee kekuatan.
- Kekuatan itu kan artinya dengan aturan,
- dengan kebijakan gitu ya. Tidak
- menghina. Pokoknya itu kan bisa dibuat.
- Kalau enggak bisa juga itu dengan lisan
- kasih nasihat. enggak ketemu juga karena
- kita enggak kenal di mana, sudah doain
- aja. Jadi hal-hal yang kayak gini nih
- yang kita temukan itu yang kasus-kasus
- belakangan ini doakan ya kita mobilisasi
- doa semoga Allah berikan kesantunan pada
- beliau, empati bisa bijak dalam
- berdakwah semoga bermanfaat dakwahnya,
- bisa menjaga diri dan akhlaknya.
- Kemudian yang ee lainnya itu semoga
- mungkin pengikutnya juga semoga Allah
- berikan hidayah buat kita semua gitu ya.
- supaya ukhuwah umat Islam itu semakin
- kuat. Jadi tidak mudah terprovokasi kita
- tuh umat yang satu. Jadi
- mendoakan-doakan saja. Sebab kalau kita
- juga ikut mencela apa bedanya kita jadi
- sombong juga kan. H artinya kalau kita
- mencela alah ulama kayak begitulah itu
- enggak itu sama kita juga dapat itu
- namanya masyaallah. Apalagi sampai
- maki-maki ya apalagi sampai nulis itu
- itu jadi jariah loh dosa jariah. Lebih
- baik kita doakan kunu ibadallahi
- ikhwana. Jadilah hamba-hamba Allah yang
- bersaudara. Mereka saudara kita mungkin
- beda persepsi dalam menafsirkan
- penghinaan, tapi kan sebenarnya
- bentuk-bentuk muamalah sosial itu tuh
- makruf sebenarnya dikenal bagaimana yang
- menyakitkan, mana yang tidak
- menyakitkan. Dia doakan sajalah enggak
- usah saling ee gara-gara itu jadi umat
- Islam jadi saling dengki, nauzubillah
- malah senang musuh-musuh Islam ya. He.
- Jadi ada yang pro, ada yang kontra
- jadinya, Ustazah. Ya, hidup itu memang
- begitu, enggak ada semuanya sama ya. Dan
- ada hak, ada batil, ya. Ada suka, ada
- tidak suka, ada salah, ada benar. Ya,
- mudah-mudahan kita berada dalam barisan
- kebenaran. Insyaallah. Amin. Insyaallah.
- Amin. Baik, hamba Allah. Saya akan
- beralih ke pertanyaan berikutnya. Masih
- dari hamba Allah di Bogor.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakat wabarakatuh.
- Ustazah, bagaimana kalau saya yang biasa
- dihina, Ustazah? Saya ini wanita belum
- menikah dan kebetulan badan saya subur.
- Seringki dijadikan bahan pembicaraan
- walaupun katanya mereka tidak bermaksud
- dan hanya memberikan masukan, memberikan
- masukan dietlah, cara tidurlah, cara
- hiduplah. Tapi ternyata ustazah hal
- tersebut lumayan membuat saya sedih.
- Kadang-kadang juga yang memberikan ee
- ejekan keluarga terdekat.
- Ya, hamba Allah ini cobaan ya. Bagi
- setiap orang tuh pasti ada cobaan ya.
- Jadi sebaiknya daripada kita membalas
- hinaan ee apa ee dengan hinaan jangan
- jangan dibalas hinaan itu. Jadi mohon
- kepada Allah, doa kepada Allah ya dekati
- Allah, raihlah ee kedekatan dengan Allah
- di malam-malam tahajud kita itu ya
- dengan minta pertolongan kesabaran ya.
- Setiap mungkin orang itu tidak atau
- keluarga dekat itu tidak bermaksud atau
- tidak sengaja gitu ya mengeluarkan atau
- melontar melontarkan kata-kata yang
- sebenarnya itu mungkin menyakiti hati.
- Nah, pada saat ee hamba Allah
- mendapatkan komentaran itu ya mungkin
- bersifat fisik, menghina atau mencela
- atau apa, minta sama Allah, "Ya Allah
- berikan aku kesabaran. Ya Allah berikan
- aku kekuatan, ya Allah berikan aku
- balasan dari ee perkataan atau hinaan
- orang itu, Ya Allah. ee rahmat aku mohon
- rahmat-Mu ya Allah. Gitu. Jadi ketika
- kita mengembalikan kepada Allah, tidak
- membalas hinaan dengan hinaan, Allah
- akan angkat derajat kita ya. Ee jadi
- sekali lagi jangan terpuruk ya hamba
- Allah ketika kita dihina oleh orang
- lain. Jadi kan ini cambuk. Saya
- insyaallah berhasil dengan izin Allah.
- Buktikan bahwa kita itu bisa ee
- melakukan hal-hal yang lebih dari mereka
- ya. Karena setiap kita dilahirkan pasti
- ada kelebihan di samping ada kekurangan
- ya. Jadi banyak-banyak ee memohon kepada
- Allah itu satu ya. Jadi tidak membalas
- hinaan, tapi kita membalasnya dengan doa
- diberikan kelapangan, kesabaran,
- ketabahan gitu ya. Memberi mendoakan
- mereka yang menghina kita. Ya Allah beri
- mereka hidayah petunjukmu. Itu yang
- pertama. Yang kedua ee sampaikan kalau
- memang mampu ya untuk ee punya hubungan
- yang baik, sampaikan aku sedih loh kamu
- ngomong begitu gitu ya. Kan bisa jadi
- orangnya enggak sadar kan suka gitu ya.
- suka nyeletuk misalnya badannya subur
- kan suka ada orang ih dasar gemuk makan
- mulu misal gitu ya terus ya udah kita
- cari waktu yang tepat aku jangan begitu
- dong ngomongnya doain doain kek aku biar
- kurus jangan bilang gemuk ayo cepat
- kurus ayo berusaha kurus gitu ya jadi
- sampaikan isi hati kita apalagi terhadap
- orang yang terdekat ya sampaikan bahwa
- aku terluka loh sedih loh ya
- mudah-mudahan mereka bisa memahaminya ya
- jadi sekali lagi bahwa tidak perlu juga
- hinaan orang itu menyebabkan kita
- terpuruk, rugi dong, gitu ya. Karena
- Allah kan melihat hambanya itu ya ee
- bukan dilihat dari sisi fisiknya ya,
- tapi dari sisi kedekatannya. Maka raih
- deh rida Allah, raih cinta Allah dengan
- hina itu mudah-mudahan kita mulia di
- sisi Allah ya. Ee kita lihat contoh ya,
- bagaimana Rasulullah dulu di Thaif
- ketika berdakwah di Thaif itu kan ya
- Allah luar biasa sudah jalannya jauh
- sampai di sana malah ditimpukin. Ya
- Allah enggak nerima. Ya Allah sedih
- banget ya. Tapi Rasulullah tidak
- membalasnya dengan malaikat sudah
- menawarkan tuh, "Ya Rasul, aku ee kami
- balikkan ee tempat ini gitu ya." Oh,
- jangan ee dia tuh mereka tuh enggak
- paham ya. Jadi ee allahumfirli fainnahum
- la y'lamun ya didoakan oleh Nabi ya.
- Maka kita doakan ya apalagi misalnya
- masih lajang gitu ya doa aja ketika
- setiap orang menghina mengecilan ya
- Allah berikan aku kesabaran dan
- karuniakan aku pasangan yang saleh gitu
- ya. Mudah-mudahan ee Allah kabulkan ya.
- Hati-hati juga dengan bagi yang
- melontarkan kata-kata yang menyinggung
- perasaan.
- Hati-hati karena dakwatul mazlum itu
- diterima oleh Allah. Doanya orang yang
- dizalimi itu makbul. Ya. Jadi sekali
- lagi ee hamba Allah yang mendapatkan
- barangkali merasa dihina oleh orang
- lain, banyak-banyak berdoa, dekatkan
- diri kepada Allah kemudian sampaikan
- kepada mereka bahwa aku ee tersinggung
- loh, aku sedih supaya mereka tidak lagi
- melontarkan kata-kata yang tidak baik.
- Kemudian berusaha untuk memperbaiki diri
- ya, Mbak Allah ya. Jadi misalnya ee
- karena badannya subur misalnya kan
- mereka juga sebenarnya kita husnuzan aja
- mungkin apalagi anggota keluarga
- terdekat sayang mah kita misalnya jadi
- ya olahraga gitu ya jadi ee ini jadi
- cambuk buat kita untuk memperbaiki diri
- insyaallah kayak gitu ya hamba Allah ya
- ya baik mudah-mudahan tetap sabar ya dan
- Allah berkahi dengan ee kebijakan baik
- saya Oh masih e hamba Allah ustazah
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh ustazah Dan Mbak
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah, saya pernah
- mendengar bahwa sombong kepada orang
- yang sombong termasuk sedekah. Hal ini
- karena jika seseorang terus merendah di
- hadapan orang yang sombong, maka orang
- tersebut akan semakin berlarut dalam
- kesombongannya. Mohon nasihatnya ya. Ee
- benar. Jadi ee sombong kepada orang yang
- sombong itu adalah sedekah. Itu benar.
- Karena sombong itu kan sifat yang buruk
- ya. Itu kan dosa besar ya. Nah, ketika
- ada orang yang ee melakukan kesombongan,
- kita bersombong itu untuk ee
- meluruskannya itu enggak ada masalah.
- Jadi, ada contohnya gini. Ee ada seorang
- sahabat itu ee ketika mau perang itu ya,
- dia apa jalannya tuh kayak menunjukkan
- orang sombong gitu ya. Ee Rasulullah
- mengatakan enggak apa-apa. Itu artinya
- ee memang musuh itu harus dihadapi
- dengan kesombongan. Nah, itu ya. Jadi ee
- apa namanya? Sombong terhadap orang yang
- sombong tuh sodqah. Kalau dulu tuh kan
- orang yang sombong tuh kan orang-orang
- yang ingkar ya. Ee sinar murni daring.
- Iya. Oh maksud. Maaf saja. Maaf.
- Silakan. Maaf saja. I. Jadi memang ee
- bersikap sombong kepada orang yang
- sombong itu memang ee sedekah ya. Karena
- kalau kita bersikap tawadu di hadapan
- orang yang sombong itu maka akan
- menyebabkan dirinya terus-menerus berada
- dalam kesombongan gitu kan. Tapi ketika
- kita bersikap sombong, tentu dia akan
- sadar bahwa bukan dia saja tuh yang bisa
- seperti itu. Maka memang ee benar ya,
- bersikaplah sombong kepada orang yang
- sombong gitu. Ee akan mudah-mudahan
- menyebabkan dia itu ee jadi sadar ya.
- Bersikap sombong kepada pencinta dunia
- itu merupakan bagian ikatan Islam yang
- kokoh itu ya kata Imam Az-Zuhri,
- bersikap sombong kepada orang yang
- bersikap sombong kepadamu dengan
- hartanya adalah termasuk bentuk
- ketawaduan. Jadi jangan sampai orang itu
- merasa sombong karena dilihat kita itu
- ee lemah itu ya kita bisa sombongkan
- lagi. Jadi itu kembali kepada nawa itu
- ya. Ya artinya hati-hati juga jangan
- sampai bablas ya. Sombong bablas
- akhirnya ya masuk ke dalam perbuatan
- yang tidak baik. Jadi benar itu ya,
- sombong kepada orang yang sombong itu ee
- bagian dari sodqah ya, untuk
- mengingatkan mereka ya supaya mereka
- tidak lagi semena-mena, supaya mereka
- tidak lagi ee berada dalam kesombongan.
- Ya, begitu Mbak Olin.
- He. Baik, ya. Sudah terjawab hamba
- Allah. Saya beralih ke pertanyaan
- berikutnya. Ini masih dari hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah, bagaimana hukumnya
- apabila saya biasanya menyenangi membeli
- barang-barang yang bagus dan cenderung
- ee harganya lumayan, Ustazah. Dan ada
- rasa ketika memakai barang-barang
- tersebut ada rasa bangga dan percaya
- diri. Apakah hal tersebut termasuk
- sombong, Ustazah?
- I.
- Jadi gini, ee membeli barang-barang
- mewah kemudian memakainya terus ada rasa
- apa ya? Rasa PD ya, percaya diri. Apakah
- ini Heeh. apakah ini termasuk ee
- perbuatan sombong atau tidak. Jadi gini,
- ketika kita ee memakai pakaian apa
- barang-barang yang mewah itu di hadapan
- orang-orang yang tidak atau teman-teman
- yang tidak ee
- memiliki ee apa namanya itu bisa bisa
- ini kan tipis ya ee nawa itu ini kan
- kembali kepada niat. Nah, kemudian kita
- pakai di hadapan orang-orang yang tidak
- mampu. Terus ada rasa itu kayaknya
- sombong deh gitu ya. Jadi memakai
- pakaian atau barang-barang mewah di
- hadapan orang-orang yang tidak memiliki
- apapun misalnya untuk makan aja susah.
- Nah, ini jagalah perasaan saudara kita
- ya. Mungkin kita katakan ee ya ini kan
- aku yang beli uang-uang aku terserah aku
- mau pakai di mana. Tapi ya artinya kita
- menjaga ya jangan sampai nanti setan
- menggoda kita timbul rasa tadi ya bukan
- PD lagi bukan percaya diri lagi tapi di
- situ muncul sombongnya. Nah, kecuali
- kalau tadi memakai di hadapan
- orang-orang yang ee selama ini mungkin
- ee mengecilkan kita, meremehkan kita,
- orang-orang yang ada gitu ya. Ya,
- artinya tidak kan kadang-kadang sebagai
- muslimah dengan biasa-biasa aja tampilan
- dianggap ya dikecilkan ya. Tapi ketika
- kita memakai hal yang ee seperti mereka
- kan jadi mereka jadi ee hormat gitu ya.
- Itu beda kan itu tetap kembali nilai
- kembali kepada ee nawaitunya ya niatnya
- ya. Jadi niat untuk ee kita pertama ya
- mungkin kalau memberi barang mewah tuh
- pertama jangan sampai tabzir, jangan
- sampai mubazir ya kan sampai mewahnya
- tuh kelewatan gitu ya kan ada ya beli
- misalnya tas yang seharga mobil misalnya
- gitu ya. Ya itu memang perlu
- pertimbangan.
- Pertimbangan jangan sampai ini ee
- terlalu berlebih-lebihan ya karena kita
- lihat saudara kita banyak yang
- membutuhkan. Makan aja susah gitu ya di
- Palestina aja kelaparan. kita hanya
- untuk membeli yang tidak kita pakai
- setiap hari aja sampai harganya harga
- mobil. Nah, ini perlu ee apa? evaluasi
- ya. Nah, jadi sekali lagi bahwa ketika
- kita ee membeli suatu barang pertama
- nawa itunya apa ya? Kemudian yang kedua
- tentu tidak berlebih tadi ya dan niatkan
- ee sebagai bentuk rasa syukur kepada
- Allah kalau memang harganya itu tidak
- berlebih-lebihan ya harganya standar ya.
- Artinya ee niatkan untuk belinya ya awet
- dipakai terus gitu ya. Mbak Olin kalau
- Mbak Olin mendingan mana beli tas yang
- mahal satu atau tas murah banyak? Tas
- murah banyak.
- Masyaallah. Iya. Jadi sekali lagi
- kembali kepada Istafti Qolbak. Mintalah
- fatwa kepada hati nurani. Ya. Beda-beda
- ustazah ya. Iya. Saya tidak sarankan ee
- memakai itu barang-barang itu di hadapan
- orang-orang teman-teman yang e hidup aja
- sulit. Itu sepertinya ada unsur ya setan
- kan menggoda hati kita ya. Nanti
- dimasukkan ada rasa ya bukan PD lagi
- tapi adanya sombong aku dong gitu ya.
- Kayaknya semua barang gitu deh mbak.
- Bukan hanya barang merah mungkin mobil
- juga. Iya ya. Perakan-akan apa
- menandakan status sosial ustazah. Nah,
- betul. Kadang-kadang status sosial itu
- menyebabkan seseorang itu menjadi ya ada
- nilai, ada unsur sombongnya ya. He he.
- Iya. Baik, berarti ada catatan ya. Ee
- kembali ke niat masing-masing. Ee saya
- masih ada satu pertanyaan saya bacakan
- terlebih dahulu. Ini dari Oh, masih dari
- hamba Allah. Oh, banyak yang hamba Allah
- hari ini. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah dan Mbak Karolin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah. Bagaimana kalau
- sikap orang tua yang memilah-milih calon
- suami untuk saya? Biasanya ee ayah
- sangat melihat dari bobot bibit bebet.
- Tapi yang saya perhatikan lebih ke
- kemampuan materinya. Kemudian apakah dia
- mapan atau tidak. Dan ayah suka bilang
- kita ini bukan orang sembarangan. Ee
- kita ini bukan orang sembarangan. Jadi
- nanti yang jadi besan kita juga harus
- seseorang. Apakah itu termasuk sombong,
- Ustazah?
- Ee pertama kalau dikatakan sombong itu
- kan nawaitunya ya, artinya niatnya apa.
- Tapi ketika ayah itu menjelaskan kepada
- anaknya bahwa kita ini bukan orang
- sembarangan. Oleh karena itu mesti
- selektif dalam memilih e anggota
- keluarga baru ya, mantu atau calon suami
- buat anak-anaknya. Saya rasa itu
- tergantung nama itunya. Jadi ini kan
- konteksnya itu kan ee dalam hal memilih
- gitu ya. Ya, yang jadi tahu sombong atau
- tidaknya seseorang tuh kan tentu orang
- tersebut ya. Kita sebagai pihak kedua,
- sebagai anak misalnya itu enggak bisa
- mentakwilkan atau menafsirkan perkataan
- itu ya. Maka saya rasa orang tua
- kayaknya bukannya sombong. Wallahualam
- ya. Itu masalah orang tersebut ya
- masalah isihatnya. Sekarang sebagai anak
- ya ini kan ayah yang milih-milih gitu
- ya. Iya. Pokoknya kalau enggak ini
- memang begini kita paham kenapa orang
- tua itu selektif dalam memilihkan
- pasangan untuk ee anaknya. Karena salah
- memilih pasangan itu berdampak untuk
- masa depan rumah tangga si anak. ya.
- Maka ee kasih masukan untuk orang tua,
- untuk agama juga jangan sampai
- di eliminir ya ee dihapus ya atau di di
- nomor sekiankan. Artinya ini justru yang
- nomor satu pertimbangannya selain tadi
- bibit, bebet, bobot dan segala macamnya.
- Karena dengan agama insyaallah semua
- permasalahan rumah tangga bisa diatasi
- ya. Jadi tidak semata-mata hanya dari
- sisi ee penghasilan gaji dan sebagainya.
- Nah, jadi sekali lagi yang penting gini
- aja sebagai anak
- ee minta kepada Allah yang saleh gitu
- tentu ya yang suami yang bisa
- membimbing. Percayakan aja sama orang
- tua deh. Mudah-mudahan dapat ya. Karena
- enggak ada orang tua yang enggak yang
- mengingin anaknya itu tidak bahagia.
- Pasti semua orang tua ingin anaknya
- bahagia. Maka sangat selektif memilih
- ya. Bismillah. Begitu Mbak Baik. Jadi
- memang tetap harus husnuzon ya.
- Mudah-mudahan ini karena ingin yang
- terbaik untuk adinda. Ustazah nampaknya
- pertanyaan tadi menutup tanya dan jawab
- kita. Sekiranya Ustazah menutup dengan
- kesimpulan. Silakan Ustazah. Pendengar
- yang dirahmati Allah, menghina orang
- lain itu bukanlah perilaku yang dapat
- dianggap remeh ya. Menghina, mencaci,
- mencela, memaki,
- mengecilkan, merendahkan. itu dampaknya
- sangat luas. Itu bisa merusak ee banyak
- aspek kehidupan ya, baik bagi orang
- tersebut atau korbannya. Karena akan
- menimbulkan kerusakan ee emosional ya,
- sosial dan hukum ya. Artinya masyarakat
- akan terbelah ya. Tadi timbullah pro dan
- kontrak ya. Maka penting kita menjaga
- sikap dan perilaku kita terhadap orang
- lain. Apalagi Allah telah memberikan
- rambu-rambu dan panduannya dalam surat
- Al-Hujurat ayat 11. Mudah-mudahan kita
- mampu menjalankan semua perintah Allah
- dan menjauhi semua larangannya sehingga
- kelak kita bisa menjadi tetangga
- Rasulullah di surga. Amin ya rabbal
- alamin. Astagfirullahai wakum.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Walhamdulillah, ikhwan dan akhwat, telah
- kita ikuti kajian siang hari ini perihal
- peringatan kita untuk tidak berlaku
- sombong atau menghina orang lain. Karena
- dalam pandangan Islam hal tersebut
- sangat dilarang. Bahkan beberapa
- menyebutkan bahwa hal tersebut haram
- hukumnya. Dan ini mudah-mudahan menjadi
- pengingat kita, menjadi pelajaran untuk
- kita agar kita lebih berhati-hati lagi
- ke depannya. Kita ucapkan terima kasih
- untuk guru kita Ustazah Harlini Amran.
- Semoga beliau selalu Allah berkahi
- kesehatan dan panjang usia agar kita
- kembali dapat mengkaji ee subjek-subjek
- yang lainnya lagi. Yang bertugas pada
- hari ini saya Karolin juga ditemani Ondi
- dan ALGI. Kami mohon maaf apabila ada
- kekurangan dalam ee apa namanya siaran
- hybrid kali ini. Biasanya kelupaan mute
- dan unmute. Jadi kalau misalnya
- terdengar suara-suara backsound di
- belakang mudah-mudahan tidak mengganggu
- kekhusyukan ikhwan dan akhwat dalam
- menuntut ilmu. Kami pamit dan tutup
- dengan doa. Subhanaka Allahumma
- wabihamdika asadu alla illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik. Wabillahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Sampai
- jumpa.