Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Demikian
- tadi kita telah dengarkan ulasan panjang
- dari Ustaz Husin dan sekarang kita akan
- dialog kemerdekaan. sebuah momen spesial
- di hari ee kemerdekaan hari ini yang
- akan didengar oleh berpuluh negara pagi
- hari ini yang sudah tune in dengan radio
- silaturahim untuk Islam yang satu, untuk
- Indonesia yang bersatu. Marilah
- saudara-saudaraku kita buka dialog
- kemerdekaan ini dengan membacakan ummul
- kitab doa kita untuk para pejuang
- mujahid-mujahid bangsa ini, pendiri
- bangsa dan juga doa kita untuk
- saudara-saudara kita yang sedang
- berjuang di Palestina. Alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- Alhamdulillahirabbil
- [Musik]
- alamin
- [Musik]
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina an'amta
- alaihim ghairil maghdub
- Amin ya rabbal alamin. Ah oh para
- pendengar ada breaking new sebentar.
- Kami akan berhubungan dengan jalur Gaza
- langsung dengan Rumah Sakit Indonesia di
- Gaza Betlahia dengan Dr. Danikur,
- spesialis bedah saraf yang sudah berada
- di jalur Gaza. 4 menit ke depan kami
- telah siapkan dialog kami yang baru saja
- kami peroleh waktu subuh di sana dengan
- jalur Gaza. Silakan operator kami
- lanjutkan. Asalamualaikum. Dr. Danikur,
- pendengar radio silaturahim ingin
- mengetahui keadaan rumah sakit Indonesia
- dan apakah benar memang sudah berfungsi
- dan di hari kemerdekaan ini apa yang
- dilakukan oleh relawan Mercy melalui IMT
- yang memfasilitasi atas aktivitas
- dokter-dokter untuk kemanusiaan di sana.
- Silakan dokter dan ikut. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Selamat
- pagi ee pendengar Radio Silaturahim. Ee
- alhamdulillah kami sekarang ada posisi
- di Rumah Sakit Indonesia yang tepatnya
- letaknya di ee Baitlah Gaza Utara. kami
- sudah ada di sini sejak lebih kurang ee
- 8 hari yang lalu
- ee sejak bertolak dari Gazah Selatan
- lebih kurang hari Jumat minggu lalu. Ee
- kami di sini ee bersama bekerja sama
- dengan ee Ministry of Health ee
- Kementerian Kesehatan di sini untuk
- melakukan ee satu ee pelayanan kesehatan
- sesuai dengan spesialisasi ee kami. Dan
- juga yang kedua kami juga berusaha
- melakukan terus melakukan rehabilitasi
- rumah sakit. H sebagaimana diketahui
- rumah sakit ini lebih kurang mulai bulan
- November ya atau Desember tahun kemarin
- itu
- ee tidak bisa digunakan sama sekali.
- Kondisinya lumpuh total, rusak total
- karena alat-alatnya dirusak,
- bangunan-bangunannya juga dirusak
- terutama di lantai dua lantai teratas ya
- di dibakar di di roket dan sebagainya
- dan lantai-lantai satu dirusak
- alat-alatnya. Nah, kemudian ee
- Kementerian Kesehatan di Gaza
- berinisiatif menghidupkan kembali rumah
- sakit ini mulai lebih kurang bulan April
- atau Mei. Mereka
- me memperbaiki fisik gedung yang bisa
- mereka lakukan. Kemudian
- ee mengalihkan berbagai peralatan dari
- rumah sakit-rumah sakit lain yang masih
- ee berfungsi. Jadi, rumah sakit-rumah
- sakit lain juga banyak yang dirusak.
- Nah, itu peralatan-peralatannya sebagian
- diambil-ambil, sebagian-sebagian
- dipindahkan ke sini gitu loh. Alat
- operasi, alat-alat e ventilator dan
- sebagainya sehingga rumah sakit ini bisa
- berfungsi sedikit sedikit. Namun
- demikian, e rumah sakit ini walaupun
- sudah diperbaiki dari bulan April atau
- Mei itu belum 100%
- boleh total. masih banyak alat-alat yang
- pusat masih banyak gedung. Nah, karena
- itu kami terus bersinergi berkoordinasi
- dengan kayak e pihak kesehatan di sini
- untuk terus melakukan perbaikan kayak
- rumah sakit fatah.
- Selain itu
- juga masuk pelanggan terhadap subuh sore
- sore
- hari asing yang itu ee
- mengenai salah satu rumah di sekitar
- sini dan ada satu keluarga yang menjadi
- korban
- terus ya langsung banyak pasen
- berdatangan ke rumah sakit di situ kami
- ikut membantu melakukan beberapa operasi
- dan ee pertolongan
- ee selain itu juga ee jadi selain
- operasi emergency seperti kasus
- penyerangan yang 2 hari yang lalu juga
- kita melakukan operasi ee elektif atau
- yang terencana untuk pasien-pasien ee
- umum ya umum itu misalnya ee tulang
- belakang kemudian ee tumor-tumor ringan
- dan sebagainya. H eh sedan dokter ee
- spesialis bedah plastik kami, drterina
- juga melakukan operasi seperti
- plastik kulitgraf kulit
- itualin tuh cangkok kulitlah cangkok
- kulit ee untuk bekas-bekas luka bakar
- atau luka-luka ledakan yang kulitnya
- rusak dan sebagainya. Jadi ee perlu saya
- kasih informasi juga Pak Ihsan bahwa
- kami itu terdiri dari empat dokter
- spesialis saat ini
- dan satu orang B terjemah dan Hollywood
- kemudian satu orang Le officer dokter
- spesialisnya terdiri dari atas saya eh
- dokter spesialis bedah saraf kemudian
- drterrina dokter spesialis bedah plastik
- dan juga DT
- Laras, dokter spesialis anastesi dan
- draya, dokter spesialis.
- Demikian, Pak. Iya, terima kasih dokter
- danikur. Selamat hari kemerdekaan
- Indonesia. Semoga rumah sakit Indonesia
- membawa harum bangsa ini dalam
- perjuangan bangsa Palestina. Satu hutang
- dari pemimpin kita awal bahwa
- kemerdekaan ini adalah hutang yang harus
- kita penuhi untuk bangsa Palestina.
- Terima kasih. Selamat berjuang, Dr.
- Danik. Selamat ee menolong
- saudara-saudara kami dan kami bangga
- dengan para relawan yang mewakili kami
- di sana. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam. Lgaahayu
- Indonesia wabarakatuh.
- Para pendengar Radio Silaturahim,
- demikian tadi dialog kami dengan Gaza,
- Rumah Sakit Indonesia di Betlahia dengan
- Dr. Danikur. Dr. Danikur ini hanya lima
- blok, lima rumah lah dari Radio
- Silaturahim, jemah Masjid Silaturahim
- juga. Para pendengar radio di manaun
- kita akan buka dialog
- kemerdekaan hari ini. Yang ingin
- berkomunikasi nanti silakan hubungkan ke
- WA kami
- 0811999720 ya
- 08111999720. Sudah ada di ee studio kami
- Ustaz Husein Alatas dan Ustaz Hamzah
- pagi hari ini yang insyaallah sampai
- pukul 11.00 lewat sikit nanti kita akan
- berdialog tentang kemerdekaan yang
- kadang gampang disebutkan tapi bagaimana
- memaknainya apalagi menyangkut keimanan.
- Ustaz Husein kita buka dialog ini.
- Ustaz, bagaimana Islam memandang
- kemerdekaan? Juga riwayat disebutkan
- bahwa Islam adalah ajaran yang membawa
- kebebasan dari menyembah kepada sesama
- makhluk menuju penyembahan kepada
- pencipta makhluk. Apa maksudnya Ustaz?
- Nih mungkin itu Ustaz di hari
- kemerdekaan ini juga kita juga ingin
- mengetahui mengapa masih ada aturan
- syariat yang mengatur perbudakan. Ini
- juga menjadi pertanyaan banyak
- pendengar. Silakan Ustaz Husinfadal.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Hamdan katiran thyiban mubarakan
- fi kama yuhibbu rabbuna.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad. Assalamualaika ya
- Rasulullah. Wasalamu ala ahli baitik
- thyibin washabatikal guril mayamin.
- Wasalamu alaina wa ala ibadillahi
- shihin. Wasalamualaikum ayyuhal ikhwatul
- mukminun wal akhwatul mukminat
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Islam ajaran yang mendidik kita umat
- manusia untuk menyadari akan kemuliaan
- kita. Di mana Allah Subhanahu wa taala
- telah
- menganugerahkan berbagai macam karunia
- dan kemuliaan atas umat manusia.
- Sebagaimana firman Allah, walaqad
- karamna bani Adama
- wahamalnahum fil barri wal bahri
- warzaqnahum minat thyibat waadolnahum
- alair mimman khalaqna tafdil.
- Sesungguhnya kami telah menganugerahkan
- berbagai macam kemuliaan dan karunia
- kami teruntuk anak-anak Adam yaitu kita
- semua. Apapun suku kita, bangsa kita,
- warna kulit
- kita. Dan kami anugerahkan bagi mereka
- berbagai macam rezeki yang
- baik. Kami angkut mereka di daratan,
- kami angkut mereka di lautan.
- Saat ini Allah mengangkut mereka di
- udara. Manusia dengan pengetahuan ilmu
- yang Allah ajarkan kepada mereka telah
- memproduksi berbagai macam sarana
- transportasi yang membantu mereka untuk
- betul-betul berpindah-pindah dari satu
- kota ke kota, benua ke benua dengan cara
- yang lebih cepat, aman, dan zaman. Ini
- semua merupakan karunia Allah. Dan kami
- utamakan mereka dari kebanyakan makhluk
- kami dengan berbagai macam
- keutamaan. Pertama, Allah jadikan mereka
- sebagai khalifahnya di muka
- bumi. Artinya mereka memiliki
- pilihan, tapi status hidup mereka
- sebagai amanat yang kelak akan ditanya
- di hari kemudian nanti. Dan ini
- diumumkan oleh Allah di tengah-tengah
- para malaikat. Waidola rbuka lil
- malaikati inni jailun fil ardhi
- khalifa. Pernyataan Allah ini membuat
- malaikat terkejut dan
- terpanah ketika Tuhanmu berkata kepada
- para malaikat bahwa kami akan
- menempatkan di muka bumi
- ini makhluk yang berstatus sebagai
- khalifah yang mengemban amanat dan
- memiliki kebebasan untuk menentukan
- pilihan.
- Ketika malaikat mendengar ini, mereka
- langsung terkejut bertanya kepada Allah,
- "Apakah engkau akan menempatkan di muka
- bumi makhluk yang berpotensi
- untuk melakukan kerusakan dan
- menumpahkan darah karena kebebasan yang
- Allah berikan pada
- mereka?" Dijawab oleh Allah, "Qala inni
- a'lamu ma laun." Sungguh aku mengetahui
- apa yang kalian tidak
- ketahui. Malaikat seolah-olah ketika
- Allah menyatakan hal ini, mereka
- menawarkan diri mereka untuk menjadi
- apa? penghuni bumi. Wahnu nusabbihu
- bihamdika wa nuqaddisak. Kami yang
- senantiasa mengagungkan Engkau,
- mensucikan Engkau ya Allah. Kenapa bukan
- kami yang ditempatkan di muka
- bumi? Allah menjawab, "Aku tahu apa yang
- kalian tahu." Betul. Memang pilihan yang
- Allah berikan kepada manusia ini akan
- berpotensi menimbulkan kerusakan di
- tengah-tengah manusia disebabkan
- kebebasan dan persaingan di antara
- mereka.
- Tetapi walaupun demikian, terdapat di
- tengah-tengah manusia, manusia-manusia
- pilihan yang hidup mengabdikan hidup
- mereka kepada Allah, mempersembahkan
- hidup mereka demi menegakkan pilar-pilar
- kemanusiaan yang penuh dengan
- keadilan. Sebagaimana yang dilakukan
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam, para nabi dan pengikut mereka.
- Dan sampai saat ini di atas muka bumi
- masih terdapat orang-orang yang berjuang
- dengan penuh betul-betul keadilan,
- menegakkan kebenaran dan membela hak-hak
- asasi manusia dengan penuh rahmat
- sebagaimana misi Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam. W
- arsalnaka illa rahmatan lil alamin.
- Apabila manusia tidak memiliki pilihan
- maka semua ini tidak memiliki arti. Tapi
- walaupun mereka diberikan pilihan,
- mereka juga memiliki hawa
- nafsu. Mereka juga memiliki kecintaan
- terhadap dunia ini, tapi ternyata mereka
- rela mempersembahkan dunia mereka
- teruntuk Allah dan bekal mereka di hari
- akhir tanpa pabrih, tanpa mengharapkan
- balasan dari manusia.
- Ini merupakan perjuangan para nabi, para
- rasul yang mengajak manusia untuk
- betul-betul menyadari akan kemuliaan
- diri mereka di hadapan Allah dan
- mengajak mereka betul-betul untuk
- memperjuangkan kemerdekaan mereka hingga
- tidak terdapat makhluk yang saling
- menindas
- saudaranya. Dan inilah merupakan misi
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam. Oleh karena itu, ketika
- Allah mengutus
- rasul-Nya, Allah mengingatkan nabinya
- dalam suratun Nur ayat 54. Qul atiullaha
- wa atiur rasul.
- Katakan kepada mereka wahai Rasulullah,
- taatilah Allah dan taatilah arrasul.
- Ketaatan kepada Allah dan Rasul bukan
- untuk melakukan penindasan terhadap
- mereka, untuk membungkam mulut mereka
- atau membekukan akal mereka, tapi justru
- ketaatan kepada Rasul, ketaatan kepada
- Allah yang akan memuliakan mereka, yang
- memerdekakan mereka dari segala macam
- bentuk permudakan.
- Tapi fain tawallau kalau mereka
- berpaling tidak menyambut seruanmu wahai
- Rasulullah Allah jelaskan faama alaihi
- ma humila waaikum ma humiltum maka tugas
- Rasul sesuai dengan apa yang diamanatkan
- kepadanya dan kalian juga akan
- menanggung memikul apa-apa yang telah
- kalian lakukan wulal balagul mubin tugas
- Rasul hanya memberikan penerangan dan
- penjelasan
- Oleh karena itu Quran mengatakan jaai
- wakil kami tidak menjadikan engkau
- sebagai wakil untuk mengadili mereka.
- Tidak. Begitu juga Allah Subhanahu wa
- taala
- mengatakan fakkir innama anta mudakir
- alaihimir. Berikan
- peringatan. Tugasmu memberikan
- peringatan. W anta alaihim busaitir. Dan
- kami tidak serahkan kepadamu untuk apa?
- untuk menguasai mereka, begitu juga
- untuk memaksa
- mereka. Jadi dalam hal ini, hadirin
- sekalian, kita orang-orang yang beriman
- harus menyadari kemuliaan yang Allah
- Subhanahu wa taala anugerahkan kepada
- setiap anak-anak
- Adam. Dan wajib atas kita betul-betul
- untuk menyadari dan bersyukur kepada
- Allah. Dalam hal ini kita di samping
- menjaga kemerdekaan kita, kita juga
- menjaga kemerdekaan orang lain. Oleh
- karena itu, kemerdekaan dalam Islam
- bukan berarti mengizinkan setiap orang
- untuk berbuat sesuka hatinya. Tapi
- kemerdekaan manusia bukan hanya milik
- seseorang, tapi milik setiap orang. Di
- saat kamu berada pada wilayah kamu, kamu
- merdeka melakukan apa yang kamu sukai.
- kamu akan pertanggungjawabkan perbuatan
- kamu. Tapi di saat kamu keluar dari
- wilayah, kamu memasuki wilayah orang
- lain, dengan sendirinya kamu harus
- betul-betul menjunjung tinggi menghargai
- kemerdekaan orang lain. Oleh karena itu
- dalam pepatah Arab disebutkan antaur
- maam tatajus hudud. Kamu merdeka selagi
- kamu tidak melewati wilayah dan batas
- dirimu. Begitu kita masuk ke dalam
- wilayah umum, maka dengan seti kita
- harus bekerja, berbuat, bertindak,
- saling menjaga kehormatan dan hak-hak
- saudara kita yang lain. Ini yang
- diajarkan Allah. Oleh karena
- itu, semboyan kita orang yang
- beriman baik dalam salat ya, baik di
- luar salat, Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan
- bahwasanya manusia setara dan
- sederajat. Sedangkan Tuhan mereka yang
- menciptakan mereka adalah Allah la
- syarikalah. Tuhan mereka mengutus para
- nabi, para rasul, menurunkan kitab dalam
- rangka untuk membangun kehidupan yang
- harmoni di tengah-tengah umat manusia.
- Ketaatan kepada Allah Subhanahu wa taala
- akan menyelamatkan mereka dari berbagai
- macam huru-hara, penganiayaan, dan
- perbudakan. Oleh karena itu, semboyan
- orang yang beriman adalah Allahu Akbar.
- Allah Maha Besar mengingatkan kepada
- kita semua kita merupakan makhluk yang
- setara. Jangan kita membesarkan diri
- kita di atas orang lain. Jangan juga
- kita membesarkan orang lain di atas diri
- kita. Tapi mari
- bersama-sama sebagai makhluk yang
- dimuliakan Allah untuk membesarkan dan
- mengagungkan Allah yang tidak memiliki
- pamrih, yang tidak memiliki sama sekali
- apa tujuan dari kita. Justru Allah yang
- menaburkan rahmat bagi kita semuanya.
- Maka ketaatan kepada Allah, membesarkan,
- mengagungkan Allah, menyelamatkan kita,
- mengeluarkan kita dari berbagai macam
- jenis perbudakan. Itu yang diajarkan
- oleh Allah yang dicontohkan oleh Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wa
- wasallam tanpa memandang latar belakang
- mereka, warna kulit mereka. Rasul
- menempatkan Bilal, Suhaib, Salman
- al-Farisi sederajat dengan para pembuka
- Quraisy. Hal ini tidak pernah sama
- sekali dikenal dan dirasakan sebelumnya.
- Tapi begitu datang Islam, Islam
- memuliakan mereka dan menyeru di
- tengah-tengah mereka, "Ya ayyuhanas,
- wahai manusia, innbakum wahid wa inna
- abakum wahid. Sesungguhnya Tuhan kalian
- satu Tuhan yang Maha Esa. Begitu juga
- ayah kalian sama. Begitu pula ibu
- kalian. Laad arabiin ala ajami wajami
- ala arabi. Tidak ada keutamaan bagi
- seorang Arab atas seorang non Arab. Dan
- sebaliknya begitu juga atas yang putih e
- yang bagi yang putih atas yang hitam dan
- sebaliknya kecuali dengan keimanan
- ketakwaan kepada Allah. Maka mari kita
- berlomba-lomba dalam bertakwa kepada
- Allah. hingga kita menciptakan kehidupan
- yang penuh dengan keharmonian di
- tengah-tengah kita semua. Adapun
- berkaitan dengan perbudakan. H
- perbudakan
- sebagaimana yang kita kenal dan kita
- pahami bukan
- datang semenjak diutusnya Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Sebelum Nabi
- diutus, perbudakan telah ada menjadi
- tradisi budaya dari negara-negara besar
- pada saat itu. Baik itu
- Persia, baik itu
- Romawi, baik itu negeri
- Cinanya, demikian pula Turkinya,
- perbudakan sudah merupakan bahagian yang
- menyatu dengan kehidupan mereka.
- Orang-orang Arab yang pada saat itu
- merupakan suku-suku ya kecil yang
- berpecah belah dan
- bercerai-berai.
- Mereka ketika bergesekan dengan negara
- besar mereka biasa yang lemah selalu
- menjunjung yang besar. Maka mereka ingin
- menunjukkan prestasi mereka, kekayaan
- mereka dengan mengoleksi budak. Maka
- mereka membeli budak-budak kemudian
- mereka angkut ke negeri mereka. Mulai
- tradisi perbudakan berkembang di
- tengah-tengah mereka hingga datang Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam mengharamkan perbudakan
- manusia. Sedangkan budak-budak yang
- telah ada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam atas bimbingan Allah Subhanahu
- wa taala secara perlahan-lahan tanpa
- merugikan mereka membeli budak mereka
- dengan harga yang mahal. Setiap
- pelanggaran yang mereka lakukan
- dikenakan sanksi untuk melepaskan budak
- seperti mereka yang bersetubuh dengan
- istrinya di bulan Ramadan atau
- mereka-mereka yang melihar istri mereka
- atau mereka-mereka yang bersumpah ingin
- membatalkan sumpah mereka. Demikian pula
- orang yang membunuh saudaranya secara
- tidak sengaja dikenakan hukuman di
- samping membayar ganti rugi bagi pihak
- keluarga juga dengan melepaskan budak.
- Dengan cara yang bijaksana ini,
- perbudakan sedikit demi sedikit
- terkikis. Lalu kalau orang mengatakan
- dalam peperangan, bukankah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam mempurak
- memperbudak mereka-mereka yang merdeka?
- Jawabannya kita dapat lihat pada
- peperangan Badar. Hm. Bagaimana pada
- peperangan Badar tawanan-tawanan perang
- setelah
- ditawan, Rasulullah sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam membebaskan tawanan
- tersebut baik dengan tebusan dari pihak
- keluarga atau mereka mengajarkan membaca
- dan menulis yang mampu untuk membaca,
- mengajar, menulis bagi mereka-mereka
- orang-orang Islam yang belum dapat
- membaca dan menulis bukan memperbudak
- mereka.
- Demikian pula dalam surat Muhammad Allah
- jelaskan
- faqitumina
- kafaruq hattauhum.
- Setelah
- itu kalau kalian berperang menghadapi
- orang-orang kafir yang memerangi
- kalian, perangi mereka dan
- usahakan posisikan senjata di
- tempat-tempat yang mematikan mereka itu
- pada saat mereka berperang. Jangan
- berpikir untuk menawan musuh, tapi
- penggal kepala mereka. Begitu peperangan
- usai, maka ikatlah tawan kalian dengan
- sekuat-kuatnya agar mereka tidak
- melarikan diri. Setelah itu kebijakan
- dikembalikan kepada rasul dan para
- pemimpin. Faimma amanna ba'du wa imma
- fidaan. Kalian bisa bebaskan
- cuma-cuma untuk mengambil hati mereka
- atau kalian mengambil tebusan dari
- keluarga mereka atau melakukan
- tukar-menukar tawanan. Ini yang
- diajarkan Al-Qur'an.
- Jadi jangan kita beranggapan bahwasanya
- Islam menghalalkan perbudakan. Islam
- justru memerangi perbudakan. Bahkan bagi
- orang yang ingin menerobos ya dari
- kesempitan menuju keluasan menuju rahmat
- Allah. Allah Subhanahu wa taala
- mengatakan.
- Kalau kalian ingin menerobos melakukan
- peningkatan dalam keimanan kalian, dalam
- agama kalian, maka terjanglah kendala
- dan rintangan. Nah, rintangan
- pertama untuk menerobos Allah tunjukkan
- jalan yang amat indah itu melepaskan
- budak, melepaskan perbudakan. Sampai
- dalam zakat pun ya pada delapan golongan
- yang Allah sebutkan ada salah satunya
- untuk apa? untuk membebaskan dan
- melepaskan orang-orang yang berstatus
- budat. Bahkan Allah Subhanahu wa taala
- perintahkan bagi orang-orang yang mau
- mengadakan kesepakatan untuk melepaskan
- dari diperbudakan dengan mengangsur
- bayangan melalui usaha
- pekerjaannya. Allah perintahkan untuk
- memberikan hak tersebut kemudian
- memberikan dari zakat agar mereka mampu
- membebaskan diri mereka dari permudakan
- hingga mereka statusnya murni sebagai
- hamba Allah.
- Bilal dibebaskan, Salman al-Farisi
- dibebaskan, Ammar bin Yasin dibebaskan.
- Ini yang Islam lakukan, bukan
- sebaliknya. Oleh karena itu, jangan
- salah paham. Islam telah ada sebelum
- Nabi
- diutus. Nabi diutus dengan cara
- bijaksana mulai membebaskan umat manusia
- dari perbudakan. Alhamdulillah kita
- hargai jasa dari Almalik Faisal.
- Almalik Fesel menggunakan kas negara
- membebaskan budak-budak yang dikoleksi
- oleh ayahnya, oleh keluarganya dengan
- kas negara dibebaskan semua dari
- perbudakan pada saat tersebut. Ini
- merupakan jasa yang kita hargai dari
- Malik Faisal rahimahullah juga yang
- berdiri bersama kaum muslimin untuk
- berperang berhadapan dengan Zionis
- Israel pada peperangan tahun 3. Jadi,
- para jemaah sekalian, Islam adalah agama
- kemerdekaan yang menjunjung tinggi
- martabat kemerdekaan setiap orang. Bukan
- hanya kemerdekaan satu kelompok, satu
- golongan, tapi kemerdekaan setiap orang.
- Hingga setiap orang merasakan
- betul-betul kehormatan dirinya sebagai
- makhluk yang merdeka. Wallahuam.
- Masyaallah. Masyaallah,
- Ustaz. Ah, Ustaz Hamzah mungkin ada mau
- melengkapi dari yang disampaikan oleh
- Ustaz Husin tadi sebelum kita berlanjut
- ke ee ke yang lainnya. Silakan Ustaz
- Hamzah. Iya. tadi apa ee mengenai
- kemerdekaan ini apa yang
- di tuangkan di dalam pembukaan
- Undang-Undang Dasar kita oleh para
- founding padar kita itu adalah sesuatu
- yang sangat indah yaitu bahwasanya
- kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
- Ini adalah sebenarnya dari Islam.
- Islamlah yang membawa ini seperti yang
- tadi sudah Ustaz Husin katakan, Islam
- membawa kemerdekaan. Manusia dilahirkan
- oleh ibu mereka dalam keadaan merdeka.
- Oleh karena itu, Sayidina Umar pernah
- marah kepada ee anak dari Amr bin Ash
- waktu itu sebagai gubernur Mesir. Karena
- anak Amr bin As ini
- ee ketika berlomba dengan penduduk
- Mesir, lomba pacu kuda, dia kalah.
- Ketika kalah dipecut itu ee penduduk
- Mesirnya dengan mengatakan, "Khuzha min
- ibnil akramin. Ambil ini dari dari
- anak-anak ee anak-anak para ee pejabat,
- anak-anak yang
- mulia." Akhirnya ee si pemuda tadi
- dengan orang tuanya ya melihat hal ini
- adalah bukan dari Islam.
- Ini tidak cocok dengan ajaran Islam di
- mana yang kuat bisa seenaknya menindas
- yang lemah mengadukan berangkat dari
- Mesir ke Madinah untuk mengadukan hal
- ini kepada Sayidina Umar bin Khattab
- radhiallahu anhu. Sayidina Umar
- mengetahui hal ini
- kemudian menulis ya pesan di satu tulang
- yang
- diberiang apa tanda kali saja dan
- perintahkan supaya ee Amr bin As dan dan
- apa dan putranya suruh menghadap ke
- Madinah. melihat pesan dari Sayidina
- Umar yang enggak banyak bicara, cuman
- hanya e tulang dikasih garis silang
- langsung ya bergegas ke
- Madinah. Lalu di dihadapkan ketika di
- hadapan Sayidina Umar ya, Sayidina Umar
- mengatakan,
- "Mimastadas waqad waladum umhatuhum ah."
- Ya, dari kapan atau kenapa kamu
- kaifaanas? Kenapa kamu memperbudak orang
- padahal mereka itu dilahirkan oleh
- ibu-ibu mereka dalam keadaan merdeka?
- Jadi dalam Islam Allah Subhanahu wa
- taala ini memberikan kemerdekaan kepada
- siapapun seperti
- itu. Adapun tadi seperti yang yang apa
- yang sudah diterangkan oleh Ustaz
- Husin ketika banyak orang bertanya dan
- juga ada yang mengatakan oh diperbudakan
- ada dalam Islam itu ada ayat Qurannya ya
- a malakat aimanukum seperti itu. ee di
- mana diizinkan ee seorang tuan menikahi
- budaknya seperti itu, budak
- perempuannya. Ini ini adalah
- kesalahpahaman tentang memahami ayat
- Quran. Tidak ada satuun ayat Quran ya
- seperti tadi sudah di ee terangkan oleh
- Ustaz, tidak ada satuun ayat Quran yang
- mengizinkan seorang yang merdeka
- untuk diperbudak.
- yang ada adalah Islam membuka
- pintu pembebasan budak melalui tujuh
- pintu. Yang pertama tadi sudah
- sebenarnya sudah diterangkan ya, saya
- urut misalnya yang pertama kafarat
- sumpah ya di surah Almaidah ayat 89 ya.
- La
- yuakidukumullahu fiikum wakidukum
- bimaumqah. Jadi yang pertama dengan apa?
- Kalau orang yang bersumpah kemudian dia
- membatalkan sumpahnya ya, maka dia harus
- salah satu ee kefaratnya adalah
- memerdekakan
- budak. Yang kedua, pintu kedua ya
- adalah ya kafarat terhadap pembunuhan
- yang tidak sengaja. Hm. ya membunuh
- orang ya misalnya karena dengan menabrak
- ya misal ketabrak mobil atau misalnya
- orang ee sedang latihan panah waktu
- zaman dulu kemudian ada yang lewat ke
- panah misalnya enggak sengaja seperti
- itu. Maka salah satu kafaratnya adalah
- tahri raqobati mukminah. Harus
- memerdekakan ee hamba sahaya yang
- mukmin.
- Ya, ini jadi bagaimana dikikis ini
- perbudakan secara bertahap. Yang ketiga
- ya kafarat dari menzihar istri. Dulu ada
- adat istiadat jahiliah. Jika seorang
- sudah bosan dengan istrinya tapi dia
- enggak mau cerein ya. Dia katakan sama
- istrinya, "Anti alyaahri ummi." Engkau
- sekarang bagai ee ee bagiku seperti
- punggung ibuku. Maksudnya bukan dia puji
- istrinya ini, He. Tapi ya dia e istrinya
- di di digantung gitu ya, dicerahin
- kagak, disentuh, digauli tidak. Seperti
- ibu kan orang enggak boleh menggauli
- ibunya kan gitu. Jadi dibuat
- terkatung-katung ini zalim ya, perbuatan
- zalim, penganiayaan terhadap istri ini.
- Kemudian dihapus adat ini. Dan untuk
- menghapusnya bagi orang
- yang melakukan itu ya kalau dia mau
- balik ee pada istrinya dia harus
- memerdekakan budak. Yang
- keempat
- mukatabah. Yaitu
- bagaimana ya seorang hamba sahaya ya
- yang diberikan kesempatan oleh tuannya
- untuk bisa merdeka tapi dengan membawa
- menebus sejumlah uang. Nah, ini apa? Ini
- perlu dibantu ini. Bahkan dalam harta
- zakat ya salah satu ee asnafnya adalah
- satu bagiannya adalah wafir riqab. ini
- diberikan untuk ee pembebasan budak
- tersebut. Yang berikutnya adalah kafarat
- bagi yang ya melakukan hubungan suami
- istri ya di bulan puasa di siang hari
- bulan puasa ya. Salah satunya juga
- adalah memerdekakan budak. Yang keenam
- adalah bagaimana yang disebut ummul
- walad. Ini ini dipraktikkan langsung
- oleh Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam ketika dapat hadiah
- seorang hamba sahaya dari Mesir dari
- raja Mesir. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam tidak ee langsung
- membebaskannya. Tapi bagaimana ini ee
- hamba sahaya ini diperlakukan sebagai
- istri ya. Dan
- kemudian ee hamir melahirkan anak ya
- yang e diberi nama Ibrahim.
- Ya. Nah, Ibrahim ini ketika diberitahu
- ee oleh Ibnu Abbas ya eh zukarat ummu
- Ibrahim inda Rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam
- faqalaqoha waladuha. Ya. Ketika ee
- disebutkan e bagaimana tuh
- status Mariah alqibtiyah ibu dari
- Ibrahim. Rasulullah bil eh Ibnu Abbas
- mengatakan dia sudah dimerdekakan oleh
- anaknya. He. Jadi dengan lahirnya anak
- dari tuannya tersebut, ibunya langsung
- otomatis merdeka. Ini adalah salah satu
- ee cara bagaimana pembebasan budak. Oleh
- karena itu, ketika ada ayat ya dalam
- surah Almukminun misalnya yang
- membolehkan mengizinkan seorang itu
- menikahi hamba sahayanya.
- ini adalah sebenarnya bagian dari
- pembebasan budak juga di samping
- menghargai si budak tersebut dan juga
- ini e mengangkat statusnya dan ini juga
- kalau si apa si wanita tadi melahirkan
- anak maka dia langsung menjadi merdeka.
- Ini adalah semuanya ee bagian dari ee
- bagaimana Islam menghapus perbudakan.
- Yang ketujuh yaitu yang secara umum
- seperti yang ee Ustaz Husin tadi bacakan
- ya di dalam surah Albalad yaitu
- bagaimana ee dianjurkan bagi mereka yang
- ingin benar-benar menempuh suatu ee
- pendakian yang yang tinggi untuk
- meningkatkan derajatnya. Dia
- memerdekakan budak ya secara cuma-cuma.
- Nah, ini adalah semuanya pintu di mana
- dibukakan apa ee dibebaskannya
- perbudakan secara bertahap. Karena tadi
- Ustaz Husin juga sudah katakan budak itu
- pada waktu itu dibeli dengan dengan ee
- uang yang apa yang banyak, yang besar.
- Oleh karena itu ee untuk membebaskannya
- juga dengan bertahap dan apa perbudakan
- ketika Nabi diutus sudah meraja lela
- bukan saja di Jazirah Arab bahkan di
- seluruh dunia. Oleh karena itu, Islam
- memerdekakan ee perbudakan ini dan
- menutup pintu ee memerdekakan perbudakan
- dan menutup pintu perbudakan. ya tidak
- ada izin ya di dalam Islam untuk ee
- menjadikan manusia merdeka menjadi
- budak. Wallahualam. Allah.
- Masyaallah. Masyaallah. Luar biasa ya.
- Apa kabar Laksamana Husein Ibrahim,
- Brikjen, Rudi Rumin? Ya, Bu Sri, Ibu
- Siti Anisa, Pak Pendi, Pak Unmar yang
- terus mendengarkan Radio Silaturahim.
- Ee Ustaz Husein ini ada pertanyaan dari
- pendengar di antaranya adalah kita kan
- sudah punya Indonesia dengan statement
- Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa,
- kemanusiaan yang adil dan beradab,
- persatuan Indonesia, kerakyatan yang
- dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
- permusyawaratan
- perwakilan keadilan sosial bagi seluruh
- rakyat Indonesia yang tadi pagi banyak
- diungkap dalam
- upacara-upacara. Tapi ini ada berita
- dari Gajah Mada ini mengatakan mereka
- sangat bersedih para dosen ya, sebagian
- dosen-dosen berkumpul ingin membuat
- literasi tentang etika, kebebasan dan
- demokrasi di saat sekarang ini.
- Apakah zaman memang membuat sebuah
- periode yang sudah Allah tentukan untuk
- apa? me mencuci atau memberikan sebuah
- pelajaran atau apa yang terjadi
- sebenarnya, Ustaz? Banyak orang lagi
- kebingungan sekarang ini. Apa yang
- terjadi di tengah guru bangsa yang
- nampaknya makin krisis saja bukan hanya
- di Indonesia tapi juga di berbagai
- negara gitu. Ah, bagaimana Ustaz di
- sini?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- atina min indika rahmah waimna ladunka
- ilman nafi unfna
- bimaam rbana zidna
- ilman apabila kita melihat nilai-nilai
- universal yang terdapat pada
- pancasila yang terdiri dari lima
- butir meliputi Ketuhanan Yang Maha Esa,
- kemanusiaan yang adil dan
- beradab persatuan Indonesia. Kerakyatan
- dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan
- dalam permusyawaratan dan perwakilan dan
- keadilan sosial bagi seluruh rakyat
- Indonesia. Kita lihat begitu indah
- nilai-nilai ini. Betul.
- Tapi kalau nilai-nilai ini tidak
- diamalkan, sama dengan seorang datang
- kepada seorang dokter yang ahli, dokter
- tersebut memberikan
- resep tapi tidak ditebus resepnya atau
- dibeli obatnya tapi tidak diminum. Dari
- mana datangi kesembuhan?
- Nilai-nilai universal yang terdapat di
- dalam Pancasila ini sebetulnya merupakan
- nilai nilai mendasar yang terdapat dalam
- Al-Qur'an dan ajaran para
- nabi. Tapi sayang karena nilai-nilai ini
- ya
- terputus hubungannya dengan Allah
- Subhanahu wa taala, mereka-mereka tidak
- lagi merasakan adanya pengontrol dan
- pengawasan dari Allah Subhanahu wa
- taala.
- Oleh karena itu, untuk mengamalkan
- Pancasila, untuk membuat Pancasila
- memiliki wibawa harus terhubung dengan
- Allah yang maha melihat, yang maha
- mendengar, yang menyaksikan perbuatan
- dari setiap manusia. Bagaimanapun
- nilai-nilai mulia dicatat, dikumpulkan,
- dijadikan sebagai
- undang-undang. Tapi kalau tidak memiliki
- wibawa dan haibah, apalagi
- pelaksana-pelaksana hukumnya mengabaikan
- nilai-nilai tersebut. ini menjadi contoh
- yang buruk di tengah
- masyarakat. Oleh karena itu, perlu kita
- menyadari dan mengakui sebetulnya umat
- Islam di Indonesia maupun di
- mancangegara pada saat ini mereka lebih
- fokus kepada apa? Kepada ritual ya,
- demikian pula kepada aturan-aturan fikih
- tapi yang kehilangan rohnya.
- Banyak orang yang
- berapi-api memandangkan semboyan kembali
- kepada Quran dan sunah. Tapi sayang
- kalau kita perhatikan dan amati perilaku
- mereka jauh dari Al-Qur'an mengupur
- petunjuk Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Di mana apa yang mereka
- perjuangkan tidak kita rasakan rahmat
- seperti yang dibawa Rasul.
- Mereka membagi
- manusia terbagi-bagi pada kotak-kotak,
- kelompok-kelompok dan golongan-golongan.
- Bukan lagi rahmat bagi umat manusia.
- Seharusnya orang-orang yang berdakwah di
- jalan Allah menjadikan Quran sebagai
- panduan dan mereka merasa betul-betul
- sedang menyampaikan amanat Allah.
- Memandang manusia semua sama.
- Begitu pula terhadap kaum muslimin,
- tidak memandang mereka dengan kacamata
- kelompok, golongan, sekte dan lain
- sebagainya. Mengajak mereka semua
- kembali kepada Allah. Tapi yang terjadi
- bukan mengajak kepada Allah. Ternyata
- mereka mengajak umat untuk berfanatik,
- berafiliasi kepada mereka. Padahal Nabi
- diperintahkan Allah, "Udu'u ila
- sabiliik." Ajak ke jalan Tuhan. Begitu
- juga waman ahsanu mimallah. Siapa yang
- lebih baik ucapannya dari orang yang
- mengajak kepada Allah wail shihan dan
- dia mengerjakan amal saleh. Rasul
- diperintahkan mengumumkan qulili ini
- jalanku adu ilallah. Aku mengajak kepada
- Allah ala basir dengan membuka akal
- pikiran
- mereka membuka hati mereka. Ana wamani.
- Inilah aku dan orang yang mengikuti aku.
- Coba pesan-pesan Al-Qur'an ini. Begitu
- pula misi nabi kita yang merupakan
- rahmat bagi seluruh alamin. Dapat enggak
- kita jumpai di tengah-tengah ulama
- Islam, masyarakat Islam pada
- dakwah-dakwah mereka? Umat akhirnya
- merasa ragu terhadap kebenaran Islam.
- Iya. Mereka juga meragukan
- kebenaran-kebenaran yang disampaikan
- atau diceritakan mengenai Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Rasulnya
- mengajak manusia untuk hidup, saling
- mencinta, saling menyayangi, menegakkan
- keadilan, membela hak-hak manusia. Tapi
- pada
- praktiknya mereka yang mengaku sebagai
- pengikut Rasul jauh dari tuntunan
- tersebut. Ketika Nabi mengirim pasukan
- dalam peperangan dan
- perjuangan, beliau mengingatkan
- pasukannya, "Hendaklah kalian bertakwa
- kepada Allah. Jangan melakukan
- kezaliman. Jangan melakukan perbuatan
- aniaya. Jangan mengganggu orang-orang
- tua, wanita, anak-anak atau mereka yang
- ada dalam rumah-rumah peribadatan
- mereka. Kalau kalian berbuat sama dengan
- mereka, apa perlunya Allah membantu
- kalian kalau kalian sama dengan mereka?
- Allah hanya akan membantu orang-orang
- yang bertakwa. Ini pesan merupakan
- deklarasi adab dalam peperangan sebelum
- adanya PBB. Hm. I. Tapi begitu umat
- Islam meninggalkan semua ini, melakukan
- kezaliman dengan casing dan bungkusan
- Islam, maka nilai-nilai kemanusiaan
- hilang. Begitu juga Pancasila yang
- begitu indah.
- Ternyata Pancasila hanya merupakan
- sebuah casing, sebuah kedok. Di dalamnya
- tersembunyi kezaliman, kejahatan,
- kemunafikan,
- kepura-puraan. Tanpa malu-malu mereka
- melakukan perbuatan mereka. tapi dengan
- nama-nama yang amat indah. Oleh karena
- itu, kejadian saat ini, begitu juga
- problema yang sedang kita hadapi pada
- saat ini sebetulnya disebabkan karena
- kemunafikan kebanyakan kita. Kita
- membacakan butiran-butiran Pancasila
- yang begitu indah juga memperingati hari
- kemerdekaan bangsa kita pada setiap
- tanggal 17
- Agustus dimulai dari
- 1400 945.
- Para pejuang kemerdekaan yang
- menumpahkan darah mereka, air mata
- mereka, mengorbankan anak dan keluarga
- mereka saat ini. Walaupun mereka telah
- kembali ke sisi Allah, mereka sebetulnya
- menyaksikan apa yang sedang dilakukan
- oleh para penerus mereka. Ternyata
- mereka menginjak-injak kemerdekaan yang
- telah mereka perjuangkan, yang telah
- mereka hadiahkan untuk kita semua.
- Bagaimana kita saksikan pejabat-pejabat
- negara, wakil-wakil rakyat, mereka tidak
- menghiraukan lagi apa-apa yang mereka
- perbuat dan dampaknya terhadap bangsa
- kita. Maka kita
- berharap para pemimpin yang akan datang
- yang terpilih, ingat Allah bersama
- mereka, mengawasi perbuatan mereka,
- mencatat amal mereka dan ingat azab
- Allah Subhanahu wa taala bisa saja
- datang kepada kita kalau kita ingkar.
- Kalau kita lupa kepada Allah di dunia
- akan terkena azabnya belum lagi di hari
- akhir nanti. Jadi sebetulnya Pak Ihsan
- kalau kita perhatikan sama-sama
- nilai-nilai universal yang terdapat
- dalam
- Pancasila sebetulnya begitu jelas dan
- indah. dan mengamalkan Pancasila. Di
- saat kita kembalikan kepada Al-Qur'an
- sebagai orang yang beriman yang meyakini
- ke Tuhan yang Maha Esa. Dalam Al-Qur'an
- terdapat tuntunan-tuntunan adab yang
- betul-betul membimbing kita untuk
- menjaga hak-hak manusia. Contoh dalam
- suratul hujurat, Allah mengingatkan kita
- sebagai makhluk yang
- bersaudara. Allah ingatkan kita untuk
- tidak saling mengolok-olok saudara kita.
- Tidak mencaci, tidak memberikan julukan
- yang tidak patut. Begitu juga Allah
- melarang kita untuk mengintai,
- mencari-cari kesalahan saudara kita yang
- tersembunyi. Allah melarang kita untuk
- saling mengumpat. Allah melarang kita
- untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang
- merugikan saudara kita. Dan Allah
- ingatkan kita ini manusia yang berasal
- dari sepasang anak
- manusia. Sedangkan tolak ukur kemuliaan
- kita adalah iman dan ketakwaan. Bukan
- warna kulit, bukan suku, bukan bangsa.
- Ini yang seharusnya dicamkan di hati
- setiap orang yang beriman. Oleh karena
- itu, kalau kita ingin keluar dari
- kemelut, dari problema, dari perasaan
- frustasi yang kita hadapi saat ini,
- kembali seutuhnya kepada Allah yang akan
- membebaskan kita dari berbagai macam
- perbudakan, berpegang pada kitab Allah.
- Dan mari kita mengamalkan
- butiran-butiran Pancasila dengan
- pengamalan yang seterusnya. Bukan kita
- jadikan sebagai kendaraan untuk menipu,
- berbohong terhadap sesama manusia.
- Wallahuam. Oh, masyaallah. Masyaallah.
- Ini negeri sudah luar biasa punya
- pondasi tapi keimanan di Ketuhanan Yang
- Maha Esa luar biasa. Silakan Ustaz
- Hamzah. Gimana nih melihat keadaan umat
- yang nampaknya perlu contoh? Sudah ada
- Pancasila sebagai pegangan kita dan
- keimanan Islam tentunya. Mungkin bisa
- diperjelas Ustaz Hamzah. Tafadal Ustaz
- yaitu apa?
- ee sungguh sangat indah butir-butir
- Pancasila ini memang semuanya itu ada di
- dalam Al-Qur'anul Karim. H itu seperti
- yangin katakan, kalau hanya slogan ya
- tapi tidak di
- diimplementasikan di dalam perilaku kita
- dalam berbangsa dan bernegara ya slogan
- tinggal slogan seperti itu. Sama juga
- seperti banyak orang yang tadi
- disinggung ee mengaku ee kembali kepada
- Al-Qur'an. Tapi ketika ada fir ee firman
- Allah Subhanahu wa taala yang
- memerintahkan bagaimana untuk bersaudara
- dalam keimanan, bagaimana untuk bersatu,
- itu semuanya ee dalam keimanan itu
- semuanya diabaikan. Tapi bilangnya sih
- ya kembali kepada Al-Qur'an. Jadi
- penting sekali ee kita ini benar-benar
- ee
- mengimplementasikan apa yang kita imani
- dalam Al-Qur'anul Karim dan sunah Nabi
- kita di dalam perilaku kita. Dan ini
- juga sekaligus akan
- mengimplementasikan apa yang ada di
- dalam butir-butir Pancasila ini yang
- begitu indah. Yang ini tiada lain adalah
- ee apa? Sesuatu mutiara-mutiara yang
- diambil dalam Al-Qur'anul Karim.
- Kalau kita implementasikan Allah
- Subhanahu wa taala akan janjikan walau
- anna ahlul qur walau anna ahl qur
- amanuqahna
- minalakin kadzabu faaknahum bimau
- yaksibun. Andai kata penduduk negeri
- beriman dan bertakwa, artinya
- benar-benar iman ya sesuatu diyakini
- kemudian diamalkan dengan ketakwaan itu
- artinya mengamalkan,
- mengimplementasikan di dalam
- perilakunya. Ya, maka Allah katakan
- lafatahna alaihim barakatim minasama wal
- ard. pasti akan kami
- bukakan keberkahan dari langit dan dari
- bumi untuk mereka. Jadi, kesejahteraan
- baru akan muncul kalau ini benar-benar
- diimplementasikan. Tapi
- ketika ee ini tidak
- diimplementasikan hanya sebagai slogan
- ya. Nah, Allah Subhanahu wa taala
- mengancam di sini walakin kadzabu. Akan
- tetapi mereka mendustakan artinya enggak
- percaya. Enggak percaya arti enggak mau
- mengamalkan seperti itu. Faakahum bimau
- yaksibun. Nah, maka kami akan tindak
- mereka disebabkan perbuatan mereka,
- sebabkan apa yang mereka lakukan. Jadi
- ee Allah Subhanahu wa taala berjanji
- akan memberikan
- ee kesejahteraan, kebahagiaan kepada ee
- negara Indonesia yang begitu makmur ini,
- begitu besar sekali kekayaannya ya.
- Kalau benar-benar ini disyukuri, nikmat
- yang begitu besar ini disyukuri,
- mensyukurinya yaitu dengan
- mengimplementasikan perintah-perintah
- Allah Subhanahu wa taala. Seperti
- bagaimana menegakkan keadilan, bagaimana
- itu persatuan, bagaimana benar-benar
- mengabdi kepada Allah Subhanahu wa taala
- dalam Ketuhanan Yang Maha Esa ini. Ini
- semuanya ya adalah merupakan ya bagian
- daripada ajaran-ajaran Islam yang
- dipetik ya.
- ee ke dalam butir-butir
- Pancasila. Wallahuam. Masyaallah.
- Masyaallah, Ustaz. Luar biasa apa dialog
- kemerdekaan kita p pagi hari ini. Ee
- Ustaz Husin, mungkin bagian akhir dari
- dari ee memaknai hari kemerdekaan kita
- hari ini. Banyak masyarakat yang hanya
- meu apa ya ee perayaan-perayaan,
- keramaian-keramaian, tapi jarang
- mengambil hikmah dari arti kemerdekaan.
- Ada. Saya pernah diingatkan oleh seorang
- bijak, kalau Anda ingin merasakan
- kemerdekaan, jalan-jalanlah ke
- pengadilan, gitu. Nah, itu sebagian
- warga yang direngut kemerdekaannya ee ee
- dengan hukuman dunia baru dunia. Belum
- lagi kalau mau rasakan nikmat kesehatan,
- jalan-jalan ke UGD rumah sakit baru Anda
- merasakan nikmat. Nah, banyak orang
- tidak merasa ini kemerdekaan ini gak
- gampang diperoleh, tapi merawatnya juga
- gak mudah gitu, Ustaz Dusin. Apalagi
- untuk menjaga keimanan sehingga kita
- merdeka dari jajahan-jajahan lain
- terhadap lingkungan kita. Banyaklah
- contoh-contoh dari mulai pejabat sampai
- rakyat jelata yang terjajah baik dengan
- kekuasaan, hutang atau berbagai kisah
- jajahan lain di masa modern ini. Silakan
- Ustaz Husinad. Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman walhiknain. Amin.
- Kita betul-betul merasa sedih, perih
- hati
- kita di saat
- menyaksikan anak-anak bangsa kita,
- saudara-saudara kita.
- bukan hanya belum
- merasakan kemerdekaan dalam arti yang
- sebenarnya, tapi yang lebih menyedihkan
- lagi mereka tidak merasa bahwasanya
- mereka ini makhluk yang merdeka yang
- merupakan anugerah karunia Allah yang
- tak
- terhingga mungkin disebabkan karena
- pengaruh budaya tradisi dan juga
- pendidikan dari guru-guru mereka ini ini
- pendidikan pendidikan dari guru-guru
- mereka ya yang tidak menanamkan semangat
- kesadaran merdeka dalam dirinya. Tanpa
- disadari banyak guru-guru ya yang
- menanamkan perbudakan di hati
- murid-murid mereka. Hingga murid begitu
- merendah sampai di saat datang ke
- hadapan guru harus mengesot di
- hadapannya. Bahkan murid sampai bunuh
- diri itu kan di Semarang kemarin
- kedokteran. Betul. Betul. Kemudian
- seorang murid harus berjalan mundur ya
- sebelum dia berbalik berjalan mundur
- hingga jauh dari mata gurunya baru dia
- berpalik. Ini berbeda dengan ajaran Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Bagaimana Rasulullah
- memuliakan orang seperti Bilal ketika
- datang ke Makkah? H dia perintahkan
- Bilal untuk mengumandangkan azan. Pada
- saat itu sebagian pemuka Quraisy yang
- baru masuk Islam mengatakan, "Mengapa
- kok kemuliaan diberikan kepada gagak
- hitam ini?" Kepada gagak hitam. Hitam.
- Berbicara mengenai Bilal, satu hari pada
- masa Sayidina Umar, kita lihat bagaimana
- pendidikan Nabi kita Muhammad yang
- begitu indah. Berdiri Abu Sufyan dan
- Muawiyah. Di sisinya terdapat Bilal
- menantikan izin untuk berjumpa dengan
- Sayyidina Umar. Sayidina Umar
- mengizinkan Bilal, tapi menolak untuk
- mengizinkan Abu Sufyan dan Muawiyah
- masuk. Abu Sufyan marah, dia merasa
- gengsinya, martabatnya diinjak-injak
- karena dia pembuka Quraisy. Sedangkan
- ini seorang Bantan Budar.
- Dia mengatakan, "Maapa kok seorang gagak
- hitam, seorang mantan budak diberikan
- izin untuk masuk mendahului kami?"
- Ada orang menjawab, "Dahulu
- waktu Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam berjuang, Bilal di sisinya,
- sedangkan kalian yang mengangkat panji
- perlawanan pembangkangan terhadap
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Jangan kalian ya menyalahkan Bilal, tapi
- kalian
- ingatlah
- akan diri kalian di masa lampau ketika
- Nabi dalam keadaan lemah Bilal
- bersamanya.
- Sedangkan kalian hanya menikmati
- saat-saat kemenangan kebesaran Islam.
- Kita lihat bagaimana Islam memuliakan
- mereka yang berjasa. Yasir dan Sumayyah
- yang dianiaya oleh Abu Jahal dan para
- pemuka Quraisy yang merasakan siksaan
- sampai besi dimasukkan melalui duburnya
- dan
- anusnya. Di tengah-tengah penderitaan
- tersebut Rasulullah yang tak mampu
- berbuat apa-apa mengatakan ala yasir in
- maidakumul jannah. Sabar wahai keluarga
- Yasir saat perjumpaan kita di surga
- nanti. Dua orang ini menjadi awal syahid
- dan syahidah dalam Islam. H yang pertama
- syahid dan syahidah dicatat dan
- dimuliakan oleh Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Begitu juga
- ketika para pembuka Quraisy, salah
- seorang dari mereka merendahkan Bilal,
- merendahkan Ammar bin Yasir, Rasulullah
- mengarah yang luar biasa sampai
- memerintahkan mereka untuk meminta maaf.
- Hmm. Begitu juga ketika salah seorang
- dari pemuka Quraisy mencemohkan
- Abdurrahman bin Auf. Nabi mengatakan,
- "La tasubbu ashabi." Jangan kalian caci
- maki sahabatku. Padahal yang mencaci
- maki ini seorang juga yang kemudian
- dikenal sebagai sahabat. Artinya orang
- yang dekat dengan Rasul, yang berjuang
- bersama Rasul memiliki kedudukan yang
- amat mulia di sisinya. Bukan karena
- nasabnya, tapi karena perjuangannya,
- karena kesetiaannya kepada kebenaran.
- Jadi kita di negeri kita, saya merasakan
- pendidikan agama di negeri kita ini
- lebih condong untuk mendidik anak-anak
- kita menjadi budak yang setia. Bukan
- menjadi manusia yang merdeka, yang
- berakal, yang berpikir, yang berani
- bertanya di saat mereka tidak tahu.
- Bahkan berani bertanya kepada gurunya,
- "Apa dasar dan dalil apa yang kamu
- sampaikan wahai ustaz agar murid menjadi
- cerdas?" Kalau kita lihat
- pendidikan-pendidikan fikih yang
- diajarkan di pesantren-pesantren
- kebanyakannya tanpa menjelaskan
- dalil tapi dikembalikan kepada penulis
- buku tersebut. Seolah-olah buku tersebut
- merupakan kitab suci. Padahal Al-Qur'an
- kitab suci. Sunah Nabi kita yang sejalan
- dengan Al-Qur'an. Dia adalah kitab suci.
- Jadi umat Islam lebih banyak terhubung
- kepada guru-guru mereka daripada
- terhadap Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan
- guru-guru mereka ini orang-orang yang
- dinilai kebenarannya dengan Al-Qur'an
- maupun sunah Nabi kita. Tapi saat ini
- Quran dan sunah Nabi kita disesuaikan
- dengan perilaku dengan kebiasaan dari
- guru-guru mereka yang kebanyakannya
- menjauhkan mereka dari Allah dan
- Rasulnya Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Jadi Pak Ihsan, wajib bagi
- kita sekarang ini untuk mendidik
- anak-anak kita menjadi manusia merdeka.
- Nah, tapi bukan dalam arti merdeka di
- mana dia dapat berbuat sesuka hatinya,
- tapi dia menghargai kemerdekaannya,
- menghargai juga kemerdekaan orang lain.
- Jangan kemerdekaannya menginjak-injak
- kemerdekaan dan kehormatan orang lain.
- Kamu
- merdeka tapi pada wilayah kamu. Begitu
- masuki wilayah orang lain atau wilayah
- umum, kamu harus menjaga sampai di
- masjid. H kita dilarang membaca
- Al-Qur'an mengganggu orang lain.
- Masyaallah. Yang sedang salat. He.
- Kenapa Sayidina Umar mengadakan salat
- tarawih? Karena dia saat bulan Ramadan
- banyak orang yang salat membaca
- Al-Qur'an saling mengganggu yang lain.
- Maka walaupun Rasul tidak melakukan,
- ditertibkan, diangkat satu imam supaya
- mereka-mereka yang ingin menghidupkan
- Ramadan dapat mendengarkan suara
- Al-Qur'an tanpa saling mengganggu statul
- air. Oleh karena itu kita betul-betul
- wajib jangan kita mengutamakan ego kita.
- tidak ingin dibantah, tidak ingin sama
- sekali ditanya. Ya, kemudian kita ingin
- menjadikan murid-murid kita sebagai
- budak yang mengatakan samna wahanna
- walaupun akalnya tanpa menyadari mereka
- bukan keledai, mereka manusia. Ini
- pendidikan Rasul terhadap
- sahabat-sahabatnya yang memuliakan
- mereka. Bukan mengajarkan mereka
- bersikap kurang ajar, tapi menyadarkan
- mereka adalah makhluk yang mulia,
- dimuliakan Allah sebagai khalifah. Nah,
- kita berharap mudah-mudahan para ustaz,
- para habib, para kiai betul-betul
- mendidik anak-anak didik mereka untuk
- menjadi manusia yang mulia, merdeka.
- Hingga pada saat itu mereka siap untuk
- berjuang demi mempertahankan kemuliaan
- mereka. Tapi di saat mereka tidak
- menyadari kemuliaan diri mereka, mereka
- merasa sebagai budak-budak yang hina.
- Akhirnya seperti yang diajarkan ISDM
- sebelum menjadi pegawai negeri, sebelum
- menjadi pegawai pejabat pemerintah,
- mereka dilatih untuk menjadi budak,
- ditampar, dipukul, ditedang, diinjak,
- harus menerima. He. Akhirnya begitu
- mereka menjadi pejabat, mereka menjadi
- pejabat-pejabat yang telah kehilangan
- kemerdekaannya, akhirnya menjadi keledai
- yang ditunggangi oleh orang lain. Dan
- sebelumnya pun mereka menjadi keledai
- bagi orang-orang sebelumnya. Ini yang
- ditolak oleh Islam, yang ditolak oleh
- Al-Qur'an. Dengan tegas Allah
- mengatakan, "Inna akromakum indallahi
- atqakum." Dan nabi kita sebagai tauladan
- yang sebenarnya yang menyalahi nabi kita
- batil. Siapapun yang melakukan, baik dia
- kiai ustaz, baik dia habib tidak berhak
- mengklaim mengatakan bahwa apa yang kami
- lakukan ini merupakan hal yang benar.
- Selagi bertentangan dengan Rasul, kita
- harus tinggalkan mereka. Karena habib
- dimuliakan karena rasul bukan rasul
- dimuliakan karena
- habib. Kalau mereka tidak memuliakan
- Rasul tidak ada hak bagi kita untuk
- menghormati mereka. Jadi mari
- bersama-sama kita didik anak kita.
- Walaupun ini merupakan kata-kata mungkin
- yang menusuk menyakitkan bagi sebagian
- orang tapi ini merupakan hak. Qul jaal
- haqqu wahaqal batil innal baahuq. Kita
- ingin bangsa Indonesia ini menjadi
- bangsa yang sadar akan kemuliaan yang
- Allah anugerahkan buat mereka. Maka mari
- kita berjuang untuk kemerdekaan kita
- semua, bukan hanya kemerdekaan diri
- kita. Wallahuam.
- Masyaallah. Ya, di 9 menit terakhir
- menjelang pukul 11.00, Ustaz Hamzah
- melengkapi dari sesi terakhir ini.
- Tafadal Ustaz Hamzah. Ya, seperti diamp
- Iya. tadi apa yang disampaikan Ustaz
- Husin mengenai
- pendidikan ini sangat berpengaruh kepada
- mental bangsa ya, mental anak didik kita
- dan juga bukan saja melalui pendidikan
- formil tapi juga
- kebiasaan-kebiasaan itu juga bisa ee
- mengakar seperti itu. Seperti halnya
- Allah contohkan bagaimana Bani Israil
- dulu biasa mereka diperbudak oleh Firaun
- bertahun-tahun. H. Akhirnya ketika mau
- dibebaskan sama Nabi Musa sudah
- dimerdekakan dari Firaun. Firaun sudah
- ditenggelamkan oleh e Allah Subhanahu wa
- taala di Laut Merah.
- Baru selamat dari perbudakan. Ketika
- melihat ada orang yang menyembah ee
- berhala, dibilang, "Hai Musa
- ijalana ilahan kamalahum aliha." Hai
- Musa, coba bikinin lagi buat kami Tuhan
- ya. Sebagaimana tuh mereka ada punya
- Tuhan. Jadi mental budak itu masih me
- apa? Melekat di dalam di dalam ee diri
- mereka.
- ini ini ee untuk menghilangkan ini yaitu
- enggak gampang. Jadi penting sekali
- melalui pendidikan seperti yang
- dicontohkan ya itu Bani Israel. Saya
- ingat Ustaz Husein ingat pelajar-pelajar
- di Alazar itu yang pertama masuk ee pada
- nunduk semua kan itu orang Indonesia.
- Iya. Karena kebiasaan seperti itu. Oleh
- karena itu akhirnya Bani Israel apa?
- Dibikin keder 40 hari eh 40 tahun
- setelah 40 tahun. Jadi ee apa sampai
- ganti generasi ya istilahnya baru Oh,
- cuci. Heeh. Arti di putus generasi yang
- yang ini yang yang buruk. He. Kemudian
- timbul akhirnya muncul generasi-generasi
- yang baru yang mendapatkan pendidikan
- yang mental yang baik, yang kuat, yang
- merdeka seperti baru bisa merebut Baitul
- Maqdis waktu itu. Nah, ini ini ee ini
- adalah merupakan satu gambaran yang
- Allah Subhanahu wa taala berikan betapa
- pentingnya apa pendidikan mental agar
- supaya mereka menjadi mental yang
- merdeka. Tapi merdeka tentunya yang
- terukur ya. bukan berarti juga oh enggak
- ee apa ee tidak dididik kita untuk
- hormat kepada guru, hormat kepada orang
- tua, hormat kepada yang lebih tua. Ini
- semuanya diajarkan dalam Islam,
- diajarkan dalam ee oleh hadis Nabi kita
- Muhammad, Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam.
- bagaimana diperintahkan untuk
- menghormati guru, bagaimana kita
- menghormati ee orang tua, hormati yang
- lebih tua seperti itu, menyayangi yang
- lebih lebih muda seperti itu. Itu ada.
- Tapi ya jangan ee kita itu merasa diri
- kita ini seperti hamba seperti itu.
- Artinya inferior yang terlalu sehingga
- ee minder, enggak bisa tampil, enggak
- berani bertanya dan sebagainya. He ini
- ee ee pendidikannya memang harus di apa
- ya dirubah melalui ee tahapan-tahapan
- pendidikan dan juga pembiasaan
- dalam ee pergaulan seperti itu.
- Wallahualam. Jadi, Pak ee mungkin
- lambakkan supaya jantan jadi salah paham
- bahwa kita di saat menghormati orang
- tua, guru kita, mau menyayangi anak-anak
- yang lebih kecil bukan bersumber dari
- semangat perbudakan, bukan. Oh, iya.
- Iya. Tapi justru bersumber dari
- kemerdekaan. Artinya karena kesadaran
- kita akan jasa orang tua kita, guru-guru
- kita, kewajiban juga dan rasa rahmat
- terhadap yang dibawa. Kita lakukan semua
- ini dengan semangat ketulusan dan
- kemerdekaan. Bukan muncul dari semangat
- perbudakan. Semangat perbudakan. Apalagi
- zaman kayak begini, Ustaz. Ketika
- generasi gap terjadi, ya. kita hidup di
- baby booms ee bergerak kepada masyarakat
- milenial sekarang ee orang tua yang
- tidak pernah kursus menjadi orang tua
- atau menikah punya anak dididik dengan
- cara dia dulu sedangkan anaknya sudah
- udak-udakan sama Syekh Gogle
- pendidikannya ini. Ini juga menjadi e
- luar biasa. Kalau bukan karena kekuatan
- doa atau ikhtiar dari ikhtiar langit
- kita nampaknya makin sulit hidup di
- zaman kayak gini. Mungkin sebagai
- penutup closing statement, Ustaz
- menghadapi zaman kayak gini dan doa
- untuk eh kita semua menghadapi
- pendidikan wabil khusus sehingga
- keluarga kita menjadi keluarga-keluarga
- yang betul-betul merdeka dengan keimanan
- yang dapat dibuktikan dalam perjalanan
- hidupnya. Tafadal Ustaz.
- Baik. Penutup ini ya mengingatkan saya
- kepada pemandangan-pemandangan yang saya
- saksikan.
- orang
- tua yang sedang mendampingi anaknya yang
- liar berlari ke sana kemari menyusahkan
- orang tua. Kita saksikan kebetulan di
- arena olahraga di taman kita menjumpai
- banyak orang tua yang melakukan hal pada
- anak-anak mereka. Lalu kita bertanya apa
- yang membuat mereka bisa bersabar
- menghadapi semua ini? He.
- Ternyata kita temukan jawabannya adalah
- rahmat. Hm. Rahmat ini bila ada pada
- sesuatu, ada pada satu bangsa, niscaya
- akan membuat indah. Begitu rahmat
- hilang, maka hilanglah keindahannya.
- Persis seperti ucapan yang diriwayatkan
- dari Nabi. Arahmatu maat fiin illa
- rahmat bila ada pada sesuatu akan
- membuat indah, menarik, mempesona.
- Dan tidak hilang dicabut dari sesuatu
- maka akan membuat hilang.
- Apabila rahmat terdapat di hati para
- pemimpin di atas, para wakil rakyat,
- para kiai, para asatid, para ustaz,
- rahmat juga terdapat di hati orang-orang
- tua. Bukan hanya sekedar instruksi yang
- kosong, tapi orang tua hadir bersama
- anaknya disebabkan karena rasa rahmat
- terhadap mereka. Anak juga memiliki rasa
- rahmat terhadap orang tuanya. Rahmat
- akan dapat memecahkan berbagai macam
- problema kehidupan ini. Dan ketahuilah
- rahmat merupakan buah dari nama Allah
- Ar-Rahman Arrahim. Siapa yang
- betul-betul menjaganya Allah akan
- limpahkan rahmatnya atas
- mereka.Ayaallah. Oleh karena itu, dalam
- pendidikan dan kemajuan saat ini di mana
- orang tua tidak bisa lagi mengawasi anak
- mereka dari dalam kamar masing-masing
- mereka bisa melihat jendela dunia. H
- hanya kehadiran orang tua kehangatannya
- akan dapat membimbing anak mereka untuk
- mendengarkan nasihat-nasihat yang baik.
- Bagaiman pun indahnya nasihat tanpa ada
- rasa rahmat tidak akan masuk ke dalam
- hati mereka. Mari bersama-sama taburkan
- rahmat. Wama arsalnaka illa rahmatan lil
- alamin sebagai pengikut Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka waubu
- ilai. Asalamualaikum warahmatullah. Para
- pendengar, demikian tadi dialog
- kemerdekaan hari ini dan Anda dapat
- nikmati nanti dalam YouTube yang sudah
- kami siapkan dalam waktu tak lama lagi.
- Semoga Allah menjaga keluarga kita,
- diberikan kesabaran dalam menjalankan
- zaman yang luar biasa dan insyaallah
- masih ada harapan hidup lebih baik masa
- depan. Terima kasih para pendengar yang
- setia mendengarkan Radio Silaturahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.