Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Assalamualaikum warahmatullahi 0:20 wabarakatuh. 0:21 Demikian tadi kita telah dengarkan 0:23 ulasan panjang dari Ustaz Husin. Dan 0:26 sekarang kita akan dialog kemerdekaan. 0:29 Sebuah momen spesial di hari kemerdekaan 0:33 hari ini yang akan didengar oleh 0:36 berpuluh negara pagi hari ini yang sudah 0:38 tune in dengan Radio Silaturahim untuk 0:41 Islam yang satu, untuk Indonesia yang 0:43 bersatu. 0:44 Marilah saudara-saudaraku kita buka 0:47 dialog kemerdekaan ini dengan membacakan 0:49 ummul kitab. Doa kita untuk para 0:52 pejuang, mujahid-mujahid bangsa ini, 0:55 pendiri bangsa. 0:56 Dan juga doa kita untuk saudara-saudara 0:58 kita yang sedang berjuang di Palestina. 1:01 Al Fatihah. 1:03 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:07 Bismillahirrahmanirrahim. 1:11 Alhamdulillahirobbil 1:14 alamin. 1:16 Arrahmanirrahim. 1:20 Maliki yaumiddin. 1:24 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 1:30 Ihdinas shirothol mustaqim. 1:34 Shirotholladzina 1:36 an'amta alaihim. 1:39 Ghoiril maghdubi alaihim waladhdholin. 1:47 Amin ya rabbal alamin. 1:51 Para pendengar ada breaking news 1:52 sebentar, kami akan berhubungan dengan 1:55 jalur Gaza langsung dengan Rumah Sakit 1:58 Indonesia di Gaza Bait Lahia dengan 2:02 Dokter Dani Kur spesialis bedah saraf 2:06 yang sudah berada di jalur Gaza. 4 menit 2:09 ke depan kami telah siapkan dialog kami 2:11 yang baru saja kami peroleh waktu subuh 2:14 di sana dengan jalur Gaza. Silakan 2:17 operator kami lanjutkan. 2:19 Assalamualaikum Dokter Dani Kur, 2:21 pendengar Radio Silaturahim ingin 2:24 mengetahui keadaan Rumah Sakit Indonesia 2:26 dan apakah benar memang sudah berfungsi 2:29 dan di hari kemerdekaan ini apa yang 2:32 dilakukan oleh relawan MER-C melalui IMT 2:35 yang memfasilitasi atas aktivitas 2:37 dokter-dokter untuk kemanusiaan di sana. 2:40 Silakan Dokter Dani Kur. 2:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:44 wabarakatuh. Selamat pagi 2:47 eee 2:48 pendengar Radio Silaturahim. 2:51 Eee alhamdulillah kami sekarang ada 2:53 posisi di Rumah Sakit Indonesia yang 2:56 tepatnya letaknya di eee Bait Lahia Gaza 2:59 Utara. Kami sudah ada di sini sejak 3:02 lebih kurang 3:03 eee 8 hari yang lalu 3:05 eee 3:07 sejak bertolak dari Gaza Selatan lebih 3:10 kurang hari Jumat minggu lalu. 3:12 Eee kami di sini 3:14 eee bersama 3:17 bekerja sama dengan eee Ministry of 3:19 Health 3:20 He em. 3:20 eee Kementerian Kesehatan di sini untuk 3:23 melakukan eee 3:25 satu 3:26 eee pelayanan kesehatan sesuai dengan 3:28 spesialisasi 3:29 He em. 3:30 eee kami 3:31 dan juga yang kedua kami juga berusaha 3:33 melakukan terus melakukan rehabilitasi 3:36 Rumah Sakit. 3:37 He em. 3:37 Sebagaimana diketahui Rumah Sakit ini 3:39 lebih kurang 3:41 mulai bulan 3:43 November ya atau Desember tahun kemarin 3:45 itu eee 3:47 tidak bisa digunakan sama sekali. 3:49 Kondisinya Rumah total, rusak total, 3:52 karena alat-alatnya dirusak, 3:54 bangunan-bangunannya juga ada yang 3:55 dirusak, terutama di lantai dua lantai 3:58 teratas ya, di dibakar, di di roket dan 4:02 sebagainya. 4:04 Dan di lantai satu dirusak alat-alatnya. 4:06 Nah, kemudian Kementerian Kesehatan di 4:08 Gaza 4:10 berinisiatif menghidupkan kembali rumah 4:12 sakit ini mulai lebih kurang bulan April 4:14 atau Mei. 4:16 Mereka me 4:19 memperbaiki fisik gedung yang bisa 4:21 mereka lakukan, kemudian 4:24 eee mengalihkan 4:27 berbagai peralatan dari rumah 4:28 sakit-rumah sakit lain 4:30 yang masih 4:31 eee berfungsi. Jadi, rumah sakit-rumah 4:33 sakit lain juga banyak yang dirusak. 4:35 Nah, itu peralatan-peralatannya sebagian 4:37 diambil-ambil, sebagian-sebagian 4:39 dipindahkan ke sini gitu loh. Alat 4:41 operasi, alat-alat eee ventilator dan 4:44 sebagainya. Sehingga rumah sakit ini 4:46 bisa berfungsi sedikit demi sedikit. 4:48 Namun demikian, 4:49 rumah sakit ini 4:51 eee walaupun sudah diperbaiki dari bulan 4:53 April atau Mei itu belum 100% eee 4:58 boleh total. Masih banyak alat-alat yang 5:01 rusak, masih banyak 5:03 yang belum diperbaiki. Nah, karena itu 5:05 kami terus bersinergi, berkoordinasi 5:07 dengan eee pihak Kementerian Kesehatan 5:10 di sini untuk terus melakukan perbaikan. 5:14 Nah, 5:15 selain itu juga 5:33 eee 5:34 eee subuh, eee sore, menjelang sore hari 5:38 ya, sore menjelang magrib 5:40 itu 5:41 eee mengenai 5:44 salah satu rumah di sekitar sini 5:47 Hmm. 5:47 dan ada satu keluarga yang menjadi 5:49 korban ya, terus 5:52 ya langsung banyak pasien berdatangan ke 5:55 rumah sakit di situ kami ikut 5:58 Hmm. 5:58 membantu melakukan beberapa operasi dan 6:01 eh pertolongan. 6:02 Iya. 6:03 Eh selain itu juga 6:05 eh jadi selain operasi emergensi seperti 6:08 kasus penyerangan yang 2 hari yang lalu 6:10 juga kita melakukan operasi eh elektif 6:13 atau yang terencana untuk pasien-pasien 6:15 eh umum ya, umum itu misalnya eh tulang 6:19 belakang, kemudian eh tumor-tumor ringan 6:22 dan sebagainya. 6:23 Hmm. 6:23 Eh sedang dokter eh spesialis bedah 6:26 plastik kami, Dokter Henrina juga 6:29 melakukan operasi seperti 6:30 Hmm. 6:31 Eh 6:32 Bedah plastik itu mahal, Dok. 6:33 Graf kulit, graf kulit itu eh 6:37 cangkok kulitlah, cangkok kulit eh untuk 6:40 bekas-bekas luka bakar atau luka-luka 6:42 ledakan yang kulitnya rusak dan 6:44 sebagainya. 6:46 Jadi eh 6:48 perlu saya kasih informasi juga Pak 6:50 Ihsan bahwa kami itu terdiri dari 4 6:52 dokter spesialis saat ini. 6:54 Dan 6:56 satu orang 6:58 penerjemah dan peliput kemudian satu 7:01 orang liaison officer. 7:03 Dokter spesialisnya terdiri dari atas 7:06 saya 7:07 eh dokter spesialis bedah saraf, 7:09 kemudian Dokter Henrina dokter spesialis 7:11 bedah plastik 7:12 dan juga Dokter Laras dokter spesialis 7:15 anestesi dan Dokter Maya dokter 7:18 spesialis penyakit dalam. 7:20 Demikian Pak Ihsan. 7:21 Iya. 7:21 Terima kasih Dokter Danikur. 7:24 Selamat hari kemerdekaan Indonesia, 7:26 semoga Rumah Sakit Indonesia membawa 7:29 harum bangsa ini dalam perjuangan bangsa 7:31 Palestina. Satu hutang dari pemimpin 7:34 kita awal bahwa kemerdekaan ini adalah 7:36 hutang yang harus kita penuhi untuk 7:38 bangsa Palestina. Terima kasih, selamat 7:41 berjuang Dokter Danny Kurn, selamat eh 7:44 menolong saudara-saudara kami dan kami 7:46 bangga dengan para relawan yang mewakili 7:48 kami di sana. Assalamualaikum 7:50 warahmatullahi wabarakatuh. 7:51 Waalaikumsalam, Dirgahayu Indonesia. 7:59 Para pendengar Radio Silaturahim, 8:01 demikian tadi dialog kami dengan Gaza, 8:04 Rumah Sakit Indonesia di Bet Lahia 8:07 dengan Dokter Danny Kurn. Dokter Danny 8:09 Kurn ini hanya lima blok, lima rumah lah 8:12 dari Radio Silaturahim, jamaah Masjid 8:15 Silaturahim juga. 8:16 Para pendengar radio di manapun, kita 8:19 akan buka dialog kemerdekaan 8:22 hari ini yang ingin berkomunikasi nanti 8:24 silakan hubungkan ke WA kami 8:26 08111999720, 8:31 ya. 08111999720. 8:36 Sudah ada di studio kami Ustaz Husein 8:38 Alatas dan Ustaz Hamzah pagi hari ini 8:42 yang insyaallah sampai pukul 11.00 lewat 8:45 sedikit nanti kita akan berdialog 8:47 tentang kemerdekaan yang kadang gampang 8:49 disebutkan tapi bagaimana memaknainya, 8:52 apalagi menyangkut keimanan. 8:54 Ustaz Husein, kita buka dialog ini, 8:57 Ustaz. Bagaimana Islam memandang 8:59 kemerdekaan? 9:01 Juga riwayat disebutkan bahwa Islam 9:04 adalah ajaran yang membawa kebebasan 9:07 dari menyembah kepada sesama makhluk 9:10 menuju penyembahan kepada pencipta 9:13 makhluk. Apa maksudnya, Ustaz nih? 9:16 Mungkin itu, Ustaz, di hari kemerdekaan 9:17 ini juga kita juga ingin mengetahui 9:20 mengapa masih ada aturan syariat yang 9:23 mengatur perbudakan. Ini juga menjadi 9:26 pertanyaan banyak pendengar. 9:28 Silakan, Ustaz Husein. Fadhol, Ustaz. 9:30 Bismillahirrahmanirrahim, 9:35 Hamdan katsiron thayyiban mubarokan 9:39 fihi. 9:40 Kama yuhhibbu rabbuna wa yarqa. 9:44 Allahumma shalli ala Muhammadin wa ali 9:47 Muhammad. Assalamualaikum ya Rasulullah. 9:51 Wassalam ala ahli baitika thayyibin wa 9:53 shahabatika ghuri mayamin. 9:57 Wassalamualaina wa ala ibadillahish 9:59 sholihin. Wassalamualaikum 10:01 ayyuhal ikhwatul mukminun wal akhwatul 10:03 mukminat warahmatullah wabarakatuh. 10:06 Assalamualaikum 10:07 Assalamualaikum warahmatullahi 10:08 wabarakatuh. 10:10 Islam 10:12 ajaran 10:14 yang mendidik kita umat manusia 10:17 untuk menyadari akan kemuliaan kita. 10:21 Di mana Allah subhanahu wa taala telah 10:24 menganugerahkan 10:26 berbagai macam karunia dan kemuliaan 10:29 atas umat manusia sebagaimana firman 10:31 Allah 10:32 walaqad karramna 10:35 bani adama wa hamalnahum 10:38 fil barri wal bahri wa razaqnahum minath 10:41 thayyibat wa faddhalnahum ala katsirin 10:44 mimman khalaqna tafdhila. 10:48 Sesungguhnya kami telah menganugerahkan 10:50 berbagai macam kemuliaan dan karunia 10:53 kami 10:56 teruntuk anak-anak Adam yaitu kita 10:59 semua. Apapun suku kita, bangsa kita, 11:02 warna kulit kita. 11:06 Dan kami anugerahkan bagi mereka 11:08 berbagai macam rezeki yang baik. 11:12 Kami angkut mereka di daratan, kami 11:15 angkut mereka di lautan. Saat ini Allah 11:18 mengangkut mereka di udara. 11:20 Manusia dengan pengetahuan ilmu yang 11:23 Allah ajarkan kepada mereka 11:25 telah memproduksi berbagai macam sarana 11:27 transportasi 11:29 yang membantu mereka untuk betul-betul 11:32 berpindah-pindah dari satu kota ke kota, 11:35 benua ke benua dengan cara yang lebih 11:38 cepat, aman, dan nyaman. 11:41 Ini semua merupakan karunia Allah. 11:43 Dan kami utamakan mereka dari kebanyakan 11:45 makhluk kami dengan berbagai macam 11:47 keutamaan. 11:49 Pertama Allah jadikan mereka sebagai 11:51 khalifahnya di muka bumi. 11:55 Artinya mereka memiliki pilihan. 11:59 Tapi status hidup mereka sebagai amanat 12:01 yang kelak akan ditanya di hari kemudian 12:04 nanti. 12:05 Dan ini diumumkan oleh Allah di 12:07 tengah-tengah para malaikat. Wa idz qala 12:09 rabbuka lil malaikati inni ja'ilun fil 12:11 ardhi khalifah. 12:14 Pernyataan Allah ini membuat malaikat 12:16 terkejut dan terpana. 12:20 Ketika Tuhanmu berkata kepada para 12:22 malaikat bahwa kami akan menempatkan di 12:24 muka bumi ini 12:26 makhluk yang berstatus sebagai khalifah, 12:30 yang mengemban amanat dan memiliki 12:32 kebebasan untuk menentukan pilihan. 12:37 Ketika malaikat mendengar ini, mereka 12:39 langsung terkejut bertanya kepada Allah. 12:41 Apakah Engkau akan menempatkan di muka 12:43 bumi makhluk yang berpotensi untuk 12:47 melakukan kerusakan dan menumpahkan 12:49 darah? 12:50 Karena kebebasan yang Allah berikan pada 12:52 mereka. 12:54 Dijawab oleh Allah, qala inni a'lamu ma 12:57 la ta'lamun. Sungguh Aku mengetahui apa 13:00 yang kalian tidak ketahui. 13:03 Malaikat seolah-olah ketika Allah 13:05 menyatakan hal ini, mereka menawarkan 13:08 diri mereka untuk menjadi apa? Penghuni 13:10 bumi. Wa nahnu musabbihu bihamdika wa 13:13 nuqaddisu lak. Kami yang senantiasa 13:15 mengagungkan Engkau, mensucikan Engkau 13:17 ya Allah. Kenapa bukan kami yang 13:19 ditempatkan di muka bumi? 13:22 Allah menjawab, Aku tahu apa yang kalian 13:24 tahu. 13:25 Betul memang pilihan yang Allah berikan 13:26 kepada manusia ini 13:28 akan berpotensi menimbulkan kerusakan di 13:32 tengah-tengah manusia disebabkan 13:35 kebebasan dan persaingan di antara 13:37 mereka. 13:38 Tetapi walaupun demikian 13:40 terdapat di tengah-tengah manusia, 13:42 manusia-manusia pilihan 13:45 yang hidup mengabdikan hidup mereka 13:47 kepada Allah, mempersembahkan hidup 13:50 mereka demi menegakkan pilar-pilar 13:53 kemanusiaan yang penuh dengan keadilan 13:56 sebagaimana yang dilakukan Nabi kita 13:58 Muhammad sallallahu alaihi wasallam, 14:00 para nabi dan pengikut mereka. 14:02 Dan sampai saat ini di atas muka bumi 14:05 masih terdapat orang-orang yang berjuang 14:07 dengan penuh betul-betul keadilan 14:11 menegakkan kebenaran dan membela hak-hak 14:13 asasi manusia 14:15 dengan penuh rahmat sebagaimana 14:18 misi Nabi kita Muhammad sallallahu 14:21 alaihi wa alihi wasallam, wa ma 14:22 arsalnaka illa rahmatan lil alamin. 14:25 Apabila manusia tidak memiliki pilihan, 14:27 maka semua ini tidak memiliki arti. 14:29 Tapi walaupun mereka diberikan pilihan 14:32 mereka juga memiliki hawa nafsu 14:35 mereka juga memiliki kecintaan terhadap 14:37 dunia ini. Tapi ternyata mereka rela 14:39 mempersembahkan dunia mereka teruntuk 14:42 Allah dan bekal mereka di hari akhir 14:44 tanpa pamrih tanpa mengharapkan balasan 14:47 dari manusia. 14:50 Ini merupakan perjuangan para nabi, para 14:52 rasul yang mengajak manusia untuk 14:55 betul-betul 14:56 menyadari akan kemuliaan diri mereka di 14:59 hadapan Allah dan mengajak mereka 15:02 betul-betul untuk memperjuangkan 15:04 kemerdekaan mereka hingga tidak terdapat 15:07 makhluk yang saling menindas saudaranya. 15:11 Dan inilah merupakan misi Nabi kita 15:13 Muhammad sallallahu alaihi wa alihi 15:15 wasallam. Oleh karena itu ketika Allah 15:17 mengutus rasul-Nya 15:20 Allah mengingatkan nabi-Nya dalam 15:22 suratun nur ayat 54 qul atiuallah wa 15:25 atiu rasul, katakan 15:28 kepada mereka wahai rasulullah, taatilah 15:30 Allah dan taatilah rasul. 15:33 Ketaatan kepada Allah dan rasul bukan 15:35 untuk melakukan penindasan terhadap 15:37 mereka, 15:38 untuk membungkam mulut mereka atau 15:40 membekukan akal mereka, 15:42 tapi justru ketaatan kepada rasul, 15:45 ketaatan kepada Allah yang akan 15:47 memuliakan mereka, yang memerdekakan 15:49 mereka dari segala macam bentuk 15:51 perbudakan. 15:53 Tapi fain tawallau kalau mereka 15:55 berpaling tidak menyambut seruanmu wahai 15:57 rasulullah, 15:58 Allah jelaskan fainnama alaihi ma 16:00 hummila wa alaikum ma humiltum, 16:03 maka tugas rasul sesuai dengan apa yang 16:06 diamanatkan kepadanya. 16:08 Dan kalian juga akan menanggung memikul 16:12 apa-apa 16:14 yang telah kalian lakukan. 16:16 Wa ma ala rasuli illal balaghul mubin, 16:19 tugas rasul hanya memberikan penerangan 16:21 dan penjelasan. 16:23 Oleh karena itu Quran mengatakan wa ma 16:25 ja'alna ka alaihim wakila, kami tidak 16:27 menjadikan engkau sebagai wakil untuk 16:29 mengadili mereka tidak. 16:31 Begitu juga Allah subhanahu wa ta'ala 16:32 mengatakan, 16:35 fadzakkir innama anta mudzakkir lasta 16:38 alaihim bi musaitir, 16:40 berikan peringatan. 16:42 Tugasmu memberikan peringatan. 16:45 Wa ma anta alaihim bi musaitir, dan kami 16:48 tidak serahkan kepadamu untuk apa? Untuk 16:51 menguasai mereka, begitu juga untuk 16:54 memaksa mereka. 16:57 Jadi dalam hal ini hadirin sekalian, 17:00 kita orang-orang yang beriman harus 17:01 menyadari 17:02 kemuliaan yang Allah subhanahu wa ta'ala 17:05 anugerahkan kepada setiap anak-anak Adam 17:09 dan wajib atas kita betul-betul untuk 17:13 menyadari dan bersyukur kepada Allah 17:15 dalam hal ini. 17:17 Kita di samping menjaga kemerdekaan 17:19 kita, kita juga menjaga kemerdekaan 17:21 orang lain. Oleh karena itu kemerdekaan 17:23 dalam Islam bukan berarti mengizinkan 17:25 setiap orang untuk berbuat sesuka 17:27 hatinya. 17:28 Tapi kemerdekaan manusia 17:31 bukan hanya milik seseorang tapi milik 17:33 setiap orang. 17:34 Di saat kamu berada pada wilayah kamu, 17:37 kamu merdeka melakukan apa yang kamu 17:39 sukai. 17:40 Kamu akan pertanggung jawabkan perbuatan 17:42 kamu. Tapi di saat kamu keluar dari 17:44 wilayah kamu, masuki wilayah orang lain 17:46 dengan sendirinya kamu harus betul-betul 17:49 menjunjung tinggi menghargai kemerdekaan 17:51 orang lain. 17:52 Oleh karena itu dalam pepatah Arab 17:53 disebutkan anta hur malam tatajaus 17:56 hududa. Kamu merdeka 17:58 selagi kamu tidak melewati wilayah dan 18:01 batas dirimu. 18:03 Begitu kita masuk ke dalam wilayah umum, 18:05 maka dengan sendirinya kita harus 18:06 bekerja, berbuat, bertindak 18:09 saling menjaga kehormatan dan hak-hak 18:11 saudara kita yang lain. Ini yang 18:13 diajarkan Allah. Oleh karena itu 18:16 semboyan kita orang yang beriman 18:20 baik dalam salat ya 18:22 baik di luar salat, Allah subhanahu wa 18:24 taala mengingatkan 18:26 bahwasanya 18:28 manusia setara dan sederajat. 18:33 Sedangkan Tuhan mereka yang menciptakan 18:35 mereka adalah Allah la syarikalah. Tuhan 18:38 mereka mengutus para nabi, para rasul, 18:40 menurunkan kitab 18:41 dalam rangka untuk 18:43 membangun kehidupan yang harmoni di 18:45 tengah-tengah umat manusia. Ketaatan 18:47 kepada Allah subhanahu wa taala akan 18:49 menyelamatkan mereka dari berbagai macam 18:53 huru hara 18:54 penganiayaan dan perbudakan. Oleh karena 18:57 itu semboyan orang yang beriman adalah 18:59 Allahu Akbar. Allah Maha Besar. 19:02 Mengingatkan kepada kita semua kita 19:04 merupakan makhluk yang setara. Jangan 19:07 kita membesarkan diri kita di atas orang 19:09 lain, jangan juga kita membesarkan orang 19:11 lain di atas diri kita, tapi mari 19:14 bersama-sama sebagai makhluk yang 19:16 dimuliakan Allah untuk membesarkan dan 19:18 mengagungkan Allah yang tidak memiliki 19:21 pamrih. 19:22 Yang tidak memiliki sama sekali apa? 19:24 Tujuan dari kita, justru Allah yang 19:26 menaburkan rahmat bagi kita semuanya. 19:29 Maka ketaatan kepada Allah, membesarkan, 19:31 mengagungkan Allah, menyelamatkan kita, 19:34 mengeluarkan kita dari berbagai macam 19:36 jenis perbudakan. Itu yang diajarkan 19:40 oleh Allah yang dicontohkan oleh Nabi 19:42 kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wa 19:44 Alihi Wasallam tanpa memandang latar 19:46 belakang mereka, warna kulit mereka. 19:49 Rasul menempatkan Bilal, Suhaib, Salman 19:53 Al-Farisi sederajat dengan para pemuka 19:55 Quraisy. Hal ini tidak pernah sama 19:58 sekali dikenal dan dirasakan sebelumnya. 20:01 Tapi begitu datang Islam, Islam 20:03 memuliakan mereka dan menyeru di 20:04 tengah-tengah mereka, "Ya ayyuhannas, 20:07 wahai manusia, inna rabbakum wahid." "Wa 20:10 inna abakum wahid." Sesungguhnya Tuhan 20:13 kalian satu, Tuhan Yang Maha Esa. 20:16 Begitu juga ayah kalian sama, begitu 20:19 pula ibu kalian. 20:21 "La fadla li arabiyyin ala ajamiyyin 20:23 wala li ajamiyyin ala arabiyyin." Tidak 20:25 ada keutamaan bagi seorang Arab atas 20:27 seorang non-Arab dan sebaliknya, begitu 20:30 juga atas yang putih, yang bagi yang 20:32 putih atas yang hitam dan sebaliknya 20:34 kecuali dengan keimanan, ketakwaan 20:37 kepada Allah. Maka mari kita 20:38 berlomba-lomba dalam bertakwa kepada 20:41 Allah hingga kita menciptakan kehidupan 20:43 yang penuh dengan keharmonisan di 20:45 tengah-tengah kita semua. Adapun 20:47 berkaitan dengan perbudakan 20:49 Ehm. 20:50 perbudakan 20:51 Ehm. 20:52 sebagaimana 20:54 yang kita kenal dan kita pahami 20:58 bukan datang 21:00 semenjak diutusnya Nabi kita Muhammad 21:02 Shallallahu Alaihi Wasallam. Sebelum 21:04 Nabi diutus 21:06 perbudakan telah ada. 21:08 Menjadi tradisi budaya 21:11 dari negara-negara besar pada saat itu, 21:13 baik itu Persia, 21:15 baik itu Romawi, 21:17 baik itu negeri Cinanya, 21:19 demikian pula Turkinya, 21:21 perbudakan sudah merupakan bagian yang 21:23 menyatu dengan kehidupan mereka. 21:26 Orang-orang Arab 21:28 yang pada saat itu merupakan suku-suku, 21:32 ya, 21:32 kecil yang berpecah belah dan bercerai 21:34 berai. 21:36 Mereka 21:39 ketika bergesekan dengan negara besar 21:41 mereka, biasa yang lemah selalu 21:43 menjunjung yang besar. 21:44 Maka mereka ingin menunjukkan prestasi 21:46 mereka, kekayaan mereka dengan 21:48 mengoleksi budak. 21:50 Maka mereka membeli budak-budak, 21:51 kemudian mereka angkut ke negeri mereka. 21:54 Mulai tradisi perbudakan berkembang di 21:56 tengah-tengah mereka, hingga datang Nabi 21:58 kita Muhammad sallallahu alaihi wa alihi 22:00 wasallam 22:02 mengharamkan perbudakan manusia. 22:05 Sedangkan budak-budak yang telah ada, 22:08 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 22:10 atas bimbingan Allah subhanahu wa taala 22:13 secara perlahan-lahan, tanpa merugikan 22:15 mereka membeli budak mereka dengan harga 22:17 yang mahal, 22:18 setiap pelanggaran yang mereka lakukan 22:21 dikenakan sanksi untuk melepaskan budak, 22:23 seperti mereka yang bersetubuh dengan 22:25 istrinya di bulan Ramadan, atau 22:27 mereka-mereka yang mendihar istri 22:29 mereka, atau mereka-mereka yang 22:31 bersumpah ingin membatalkan sumpah 22:33 mereka, demikian pula orang yang 22:35 membunuh saudaranya secara tidak sengaja 22:37 dikenakan hukuman di samping membayar 22:39 ganti rugi bagi pihak keluarga, juga 22:41 dengan melepaskan budak. 22:44 Dengan cara yang bijaksana ini, 22:46 perbudakan sedikit demi sedikit 22:48 terkikis. 22:49 Lalu kalau orang mengatakan dalam 22:51 peperangan, bukankah Rasulullah 22:53 sallallahu alaihi wasallam memperbudak, 22:54 memperbudak mereka-mereka yang merdeka? 22:57 Jawabannya, kita dapat lihat pada 22:59 peperangan Badar. 23:00 Ehm. 23:01 Bagaimana pada peperangan Badar, 23:03 tawanan-tawanan perang 23:04 Ehm. 23:04 Hmm. 23:05 setelah ditawan 23:07 Hmm. 23:08 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Alihi 23:10 Wasallam 23:11 Hmm. 23:11 membebaskan tawanan tersebut baik dengan 23:13 tebusan dari pihak keluarga 23:16 atau mereka mengajarkan membaca dan 23:18 menulis 23:20 yang mampu untuk membaca, mengajar 23:21 menulis bagi mereka-mereka 23:24 orang-orang Islam yang belum dapat 23:25 membaca dan menulis. Bukan memperbudak 23:28 mereka. 23:29 Demikian pula dalam surat Muhammad Allah 23:31 jelaskan. 23:34 Fa idza laqitumulladzina kafaru 23:36 fadharbarriqab. 23:38 Hatta idza afkhontumuhum 23:41 fa imma mannan ba'du wa syuddul watsaqo. 23:44 Hatta idza afkhontumuhum fasyuddul 23:46 watsaq. 23:48 Setelah itu fa imma mannan ba'du wa imma 23:51 fidaan hatta tadho'al harbu auzaroha. 23:54 Kalau kalian berperang menghadapi 23:56 orang-orang kafir yang memerangi kalian 23:59 perangi mereka 24:00 dan usahakan 24:02 posisikan senjata di tempat-tempat yang 24:04 mematikan mereka itu pada saat mereka 24:07 berperang. Jangan berpikir untuk melawan 24:08 musuh. 24:10 Tapi penggal kepala mereka. Begitu 24:12 peperangan usai 24:14 maka ikatlah tawanan kalian dengan 24:16 sekuat-kuatnya agar mereka tidak 24:18 melarikan diri. Setelah itu kebijakan 24:20 dikembalikan kepada Rasul dan para 24:22 pemimpin. Fa imma mannan ba'du 24:25 wa imma fidaan. Kalian bisa bebaskan 24:27 cuma-cuma 24:29 untuk mengambil hati mereka 24:32 atau kalian mengambil tebusan dari 24:34 keluarga mereka atau melakukan 24:36 tukar-menukar tawanan. 24:38 Ini yang diajarkan Alquran. 24:41 Jadi jangan kita beranggapan bahwasanya 24:43 Islam menghalalkan perbudakan. Islam 24:46 justru memerangi perbudakan. Bahkan bagi 24:48 orang yang ingin menerobos 24:50 dari kesempitan menuju keluasan, menuju 24:52 rahmat Allah, Allah Subhanahu Wa Ta'ala 24:54 mengatakan falaq tahammal aqobah wa ma 24:57 adrokamal aqobah faqqu roqobah. 25:03 "Yatiman dzamaqrobatin au miskinan 25:05 dzamatrobah." 25:08 Kalau kalian ingin menerobos 25:10 melakukan peningkatan dalam keimanan 25:12 kalian, dalam agama kalian maka 25:15 terjanglah kendala dan rintangan. 25:17 Nah, rintangan pertama 25:20 untuk menerobos Allah tunjukkan jalan 25:22 yang amat indah itu melepaskan budak. 25:25 Melepaskan perbudakan. Sampai dalam 25:28 zakat pun ya 25:30 pada delapan golongan yang Allah 25:31 sebutkan ada salah satunya untuk apa? 25:34 Untuk membebaskan dan melepaskan 25:36 orang-orang yang berstatus budak. 25:38 Bahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala 25:41 perintahkan bagi orang-orang yang mau 25:43 mengadakan kesepakatan untuk melepaskan 25:45 diri dari perbudakan dengan mengangsur 25:48 bayaran melalui usaha pekerjaannya 25:51 Allah perintahkan untuk memberikan hak 25:52 tersebut kemudian memberikan dari zakat 25:56 agar mereka mampu membebaskan diri 25:58 mereka dari perbudakan hingga mereka 25:59 statusnya murni sebagai hamba Allah. 26:03 Bilal dibebaskan, Salman Al Farisi 26:05 dibebaskan, Ammar bin Yasir dibebaskan. 26:08 Ini yang Islam lakukan, bukan 26:09 sebaliknya. 26:10 Oleh karena itu, jangan salah paham. 26:12 Islam telah ada sebelum Nabi diutus. 26:15 Nabi diutus dengan cara bijaksana mulai 26:18 membebaskan umat manusia dari 26:21 perbudakan. 26:22 Alhamdulillah kita hargai jasa dari Al 26:24 Malik Faisal. 26:27 Al Malik Faisal menggunakan kas negara 26:29 membebaskan budak-budak yang dikoleksi 26:33 oleh ayahnya 26:35 oleh keluarganya dengan kas negara 26:37 dibebaskan semua dari perbudakan pada 26:39 saat tersebut. Ini merupakan jasa yang 26:41 kita hargai dari Malik Faisal 26:43 rahimahullah juga yang berdiri bersama 26:46 kaum muslimin untuk berperang berhadapan 26:48 dengan Zionis Israel pada peperangan 26:51 tahun 73. 26:53 Jadi para jamaah sekalian 26:55 Islam adalah agama kemerdekaan yang 26:57 menjunjung tinggi martabat kemerdekaan 26:59 setiap orang bukan hanya kemerdekaan 27:01 satu kelompok, satu golongan, tapi 27:03 kemerdekaan setiap orang hingga setiap 27:05 orang merasakan betul-betul kehormatan 27:07 dirinya sebagai makhluk yang merdeka. 27:09 Wallahualam. 27:10 Masyaallah, masyaallah Ustaz tuh. 27:13 Ah, Ustaz Hamzah mungkin Anda mau me 27:16 melengkapi dari yang disampaikan oleh 27:17 Ustaz Husein tadi sebelum kita berlanjut 27:20 ke eh ke yang lainnya. Silakan Ustaz 27:23 Hamzah. 27:24 Ya tadi apa eh 27:26 mengenai kemerdekaan ini 27:29 apa yang di 27:31 tuangkan di dalam 27:34 pembukaan Undang-Undang Dasar 27:36 kita 27:37 oleh para founding father kita itu 27:40 adalah sesuatu yang yang sangat indah 27:43 yaitu bahwasanya kemerdekaan adalah hak 27:45 segala bangsa. 27:47 Ini adalah sebenarnya dari Islam. 27:50 Islamlah yang membawa 27:52 ini seperti yang tadi sudah Ustaz Husein 27:54 katakan 27:55 Islam membawa kemerdekaan. 27:57 Manusia dilahirkan oleh ibu mereka dalam 28:00 keadaan merdeka. 28:01 Oleh karena itu Sayyidina Umar pernah 28:03 marah kepada 28:05 eh anak dari Amr bin Ash 28:08 waktu itu sebagai Gubernur Mesir 28:10 karena anak 28:12 Amr bin Ash ini 28:13 eh 28:15 ketika berlomba dengan penduduk Mesir 28:19 lomba pacu kuda 28:21 dia kalah 28:22 ketika kalah dipecut itu 28:24 eh penduduk Mesirnya 28:27 dengan mengatakan khudzha min ibnil 28:28 akramin 28:30 ambil ini dari dari anak-anak eh 28:33 anak-anak para eh 28:36 pejabat, anak-anak yang mulia. 28:40 Akhirnya 28:41 eh si pemuda tadi dengan orang tuanya eh 28:45 melihat hal ini adalah bukan dari Islam 28:49 ini tidak cocok dengan ajaran Islam di 28:51 mana yang kuat bisa seenaknya menindas 28:55 yang lemah 28:56 mengadukan berangkat dari Mesir ke 28:58 Madinah 28:59 untuk mengadukan hal ini kepada 29:01 Sayyidina Umar bin Khattab radhiallahu 29:03 anhu 29:04 Sayyidina Umar mengetahui hal ini 29:06 kemudian 29:08 menulis ya pesan di satu 29:12 tulang 29:13 yang diberi enggak tanda tan apa tanda 29:16 kali saja 29:17 dan perintahkan supaya 29:19 Amar bin Ash dan dan apa 29:22 dan putranya suruh menghadap ke Madinah 29:26 melihat pesan dari Sayyidina Umar yang 29:28 enggak banyak bicara cuma hanya kasih 29:32 tulang dikasih garis 29:34 silang langsung ya bergegas ke Madinah 29:39 lalu di di dihadapkan ketika di hadapan 29:42 Sayyidina Umar 29:44 ya Sayyidina Umar mengatakan 29:47 min mata bat tan nas waqad waladat 29:50 ummahatuhum ahra 29:53 ya 29:53 dari kapan atau kenapa kamu kaifa sta 29:56 bat tan nas kenapa kamu memperbudak 29:59 orang padahal mereka itu dilahirkan oleh 30:03 ibu-ibu mereka dalam keadaan merdeka 30:05 jadi dalam Islam Allah subhanahu wa 30:08 taala ini memberikan kemerdekaan kepada 30:10 siapapun seperti itu 30:13 adapun tadi seperti yang 30:15 yang apa yang sudah diterangkan oleh 30:17 Ustad Husein 30:20 ketika banyak orang bertanya dan juga 30:23 ada yang mengatakan oh diperbudakkan ada 30:26 dalam Islam itu ada ayat Qurannya 30:28 ya au ma malakat aimanakum seperti itu 30:31 di mana diizinkan 30:34 seorang tuan menikahi budaknya seperti 30:36 itu budak perempuannya 30:39 ini ini adalah kesalahpahaman tentang 30:42 memahami ayat Quran. 30:44 Tidak ada satupun ayat Quran, ya, 30:47 seperti tadi sudah di 30:49 terangkan oleh 30:50 tidak ada satupun ayat Quran yang 30:53 mengizinkan seorang yang merdeka untuk 30:58 diperbudak. 31:00 Yang ada adalah Islam membuka pintu 31:05 pembebasan budak melalui tujuh pintu. 31:08 Yang pertama tadi sudah sebenarnya sudah 31:10 diterangkan ya, saya urut misalnya 31:13 yang pertama kafarat sumpah. 31:15 Ya. 31:16 Di surah Al-Maidah ayat 89 ya. La 31:19 yu'akhidzukumullahu billagwi fi 31:21 aimanikun walakin yu'akhidzukum bima 31:23 aqadtumul aiman. 31:25 Fakaffaratuhu ith'amu asyarati masakin 31:28 min ausati ma tut'imuna ahlikum au 31:30 kiswatuhum au tahriru raqabah. 31:33 Jadi yang pertama dengan apa kalau orang 31:36 yang bersumpah kemudian dia membatalkan 31:38 sumpahnya 31:39 ya, maka dia harus salah satu kafaratnya 31:42 adalah memerdekakan budak. 31:46 Yang kedua, pintu kedua ya, adalah 31:51 kafarat terhadap pembunuhan yang tidak 31:54 sengaja. 31:55 Ehm. Ya, membunuh orang, 31:57 ya. 31:58 Misalnya karena dengan menabrak 32:01 ya, misal ketabrak mobil atau misalnya 32:04 orang 32:05 sedang latihan panah waktu zaman dulu 32:08 kemudian ada yang lewat kena misalnya 32:10 enggak sengaja seperti itu, maka 32:13 salah satu kafaratnya adalah 32:16 tahriru raqabatin mukminah. Harus 32:18 memerdekakan 32:20 hamba sahaya yang mukmin. 32:23 Ya, ini jadi bagaimana dikikis ini 32:25 perbudakan secara bertahap. Yang ketiga 32:29 ya, kafarat dari mendzihar istri. Dulu 32:31 ada 32:33 adat istiadat jahiliyah 32:35 jika seorang sudah bosan dengan istrinya 32:38 tapi dia enggak mau ceraiin ya, dia 32:40 katakan sama istrinya anti alaiya ka 32:42 dzohri ummi engkau sekarang bagai 32:46 bagiku seperti punggung ibuku, maksudnya 32:48 bukan dia puji istrinya ini 32:50 Hmm. 32:50 tapi ya, dia eh, istrinya di di di 32:54 Di mana? 32:55 di gantung gitu ya 32:56 Hmm. 32:56 di ceraiin kagak, di sentuh digauli 33:00 tidak seperti ibu kan orang enggak boleh 33:02 menggauli ibunya kan gitu jadi dibuat 33:04 terkatung katung, ini dzolim ya, 33:06 perbuatan dzolim penganiayaan terhadap 33:08 istri 33:10 ini kemudian dihapus adat ini dan untuk 33:12 menghapusnya bagi orang yang 33:15 melakukan itu ya, kalau dia mau balik 33:18 pada istrinya dia harus memerdekakan 33:20 budak 33:22 yang keempat 33:23 mukatabah 33:25 yaitu bagaimana 33:28 ya, seorang hamba sahaya 33:31 ya, yang diberikan kesempatan oleh 33:33 tuannya untuk bisa merdeka tapi dengan 33:37 membawa menebus 33:39 sejumlah uang nah, ini apa? Ini perlu 33:42 dibantu ini bahkan dalam dalam harta 33:44 zakat ya, salah satu eh, asnafnya adalah 33:48 satu bagiannya adalah wafirr riqab ini 33:52 diberikan untuk eh, pembebasan budak 33:55 tersebut 33:56 yang berikutnya adalah 33:58 kafarat bagi yang 34:00 ya, melakukan hubungan suami istri ya, 34:03 di bulan puasa di siang hari bulan puasa 34:07 ya, salah satunya juga adalah 34:09 memerdekakan budak 34:11 yang keenam adalah bagaimana yang 34:14 disebut ummul walad 34:16 ini ini dipraktikkan langsung oleh Nabi 34:18 kita Muhammad Shallallahu Alaihi 34:19 Wasallam ketika dapat hadiah seorang 34:22 hamba sahaya dari Mesir 34:25 dari Raja Mesir 34:26 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 34:27 tidak 34:28 eh, langsung membebaskannya 34:30 tapi bagaimana ini eh, hamba sahaya ini 34:34 diperlakukan sebagai istri? 34:36 Ee dan kemudian 34:38 ee hamil melahirkan anak ya yang ee 34:43 diberi nama Ibrahim. 34:46 Ya, nah Ibrahim ini 34:48 ketika diberitahu ee oleh ee Ibnu Abbas 34:51 ya 34:52 ee dzukirat ummu Ibrahim inda Rasulillah 34:56 sallallahu alaihi wasallam 34:57 faqala a'taqaha 35:00 waladuha ya, ketika di disebutkan ee 35:03 bagaimana tuh status 35:06 Mariah al-Qibtiyah ibu dari Ibrahim 35:09 Rasulullah bilang Ibnu Abbas mengatakan 35:11 dia sudah dimerdekakan oleh anaknya. 35:14 Jadi dengan lahirnya anak dari tuannya 35:17 tersebut, ibunya langsung otomatis 35:19 merdeka. Ini adalah salah satu ee cara 35:23 bagaimana pembebasan budak. Oleh karena 35:26 itu ketika ada ayat ya dalam surah 35:28 al-Mu'minun misalnya yang membolehkan 35:30 mengizinkan seorang itu menikahi hamba 35:34 sahayanya 35:35 ini adalah sebenarnya bagian dari 35:38 pembebasan budak juga. Di samping 35:41 menghargai si budak tersebut dan juga 35:44 ini ee mengangkat statusnya dan ini juga 35:47 kalau si an si apa si wanita tadi 35:51 melahirkan anak, maka dia langsung 35:53 menjadi merdeka. Ini adalah semuanya ee 35:57 bagian dari 35:59 ee bagaimana Islam nah menghapus 36:02 perbudakan. Yang ketujuh yaitu yang 36:05 secara umum seperti yang 36:07 ee Ustaz Husain tadi bacakan ya di dalam 36:09 surah al-Balad yaitu bagaimana ee 36:12 dianjurkan 36:13 bagi mereka yang ingin benar-benar 36:15 menempuh suatu 36:17 ee pem pendakian yang yang tinggi untuk 36:20 meningkatkan derajatnya dia memerdekakan 36:23 budak ya secara 36:25 cuma-cuma. Nah ini adalah semuanya pintu 36:28 di mana dibukakan apa eee dibebaskannya 36:33 perbudakan secara bertahap. Karena tadi 36:36 Ustaz Husein juga sudah katakan 36:38 budak itu pada waktu itu dibeli dengan 36:41 dengan uang yang apa yang yang banyak, 36:45 yang besar. Oleh karena itu 36:47 eee untuk membebaskannya juga dengan 36:49 dengan bertahap. Dan 36:51 apa perbudakan ketika Nabi diutus sudah 36:54 merajalela. Bukan saja di Jazirah Arab, 36:56 bahkan di seluruh dunia. Oleh karena itu 36:59 Islam memerdekakan 37:01 eee perbudakan ini dan menutup pintu 37:04 eee memerdekakan perbudakan dan menutup 37:06 pintu perbudakan, ya. 37:08 Tidak ada izin ya 37:11 di dalam Islam untuk eee menjadikan 37:14 manusia merdeka menjadi budak. 37:17 Wallahualam. 37:17 Wallahualam. Masyaallah. 37:19 Masyaallah, luar biasa. 37:22 Ya, apa kabar Laksamana Husein Ibrahim, 37:24 Brigjen Rudi Rumin, ya. Bu Sri, Ibu Siti 37:27 Anisa, Pak Fendi, Pak Umar yang terus 37:29 mendengarkan Radio Silaturahim. 37:31 Eee 37:34 Ustaz Husein, ini ada pertanyaan dari 37:37 pendengar. Di antaranya adalah 37:39 kita kan sudah 37:42 punya Indonesia dengan statement 37:45 Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa, 37:47 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 37:50 Persatuan Indonesia 37:52 Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat 37:53 Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan 37:56 Perwakilan 37:57 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat 37:59 Indonesia yang tadi pagi banyak diungkap 38:03 dalam upacara-upacara. 38:05 Tapi 38:06 ini ada berita dari Gadjah Mada ini 38:08 mengatakan 38:10 mereka sangat bersedih para dosennya, 38:12 sebagian dosen-dosen berkumpul 38:14 ingin membuat literasi tentang etika, 38:18 kebebasan, dan demokrasi di saat 38:21 sekarang ini. Apakah 38:23 zaman memang me membuat sebuah periode 38:27 yang sudah 38:28 Allah tentukan untuk me 38:30 apa me 38:31 mencuci atau memberikan sebuah pelajaran 38:33 atau apa yang terjadi sebenarnya Ustaz? 38:35 Banyak orang lagi kebingungan sekarang 38:37 ini. Apa yang terjadi di tengah guru 38:39 bangsa yang nampaknya makin krisis saja. 38:43 Bukan hanya di Indonesia, tapi juga di 38:45 berbagai negara gitu. Nah, 38:47 bagaimana Ustaz di sini? 38:49 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 38:51 atina min indika rahmat wa alimna min 38:54 ladunka ilman nafi'an wa anfa'na bima 38:56 alamtana. 38:58 Rabbana zidna ilman wa alhiqna 38:59 bishalihin. 39:02 Apabila kita melihat nilai-nilai 39:05 universal 39:07 yang terdapat pada Pancasila 39:10 yang terdiri dari lima butir 39:14 meliputi Ketuhanan Yang Maha Esa, 39:16 Kemanusiaan yang adil dan beradab 39:20 Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang 39:22 dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan 39:24 dalam permusyawaratan dan perwakilan 39:27 dan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat 39:30 Indonesia. 39:33 Kita lihat begitu indah nilai-nilainya. 39:36 Tapi kalau nilai-nilai ini tidak 39:38 diamalkan 39:41 sama dengan seorang datang kepada 39:43 seorang dokter yang ahli 39:46 dokter tersebut memberikan resep 39:49 tapi tidak ditebus resepnya. 39:51 Atau dibeli obatnya tapi tidak diminum. 39:55 Dari mana datangnya kesembuhan? 39:58 Nilai-nilai 40:00 universal yang terdapat di dalam 40:02 Pancasila ini sebetulnya merupakan 40:04 nilai-nilai mendasar yang terdapat dalam 40:07 Alquran dan ajaran para nabi. 40:11 Tapi sayang 40:13 karena nilai-nilai ini ya 40:15 terputus 40:17 hubungannya dengan Allah Subhanahu wa 40:19 Ta'ala. 40:21 Mereka-mereka tidak lagi merasakan 40:23 adanya pengontrol dan pengawasan dari 40:25 Allah Subhanahu wa Ta'ala. 40:27 Oleh karena itu, untuk mengamalkan 40:29 Pancasila, untuk membuat Pancasila 40:32 memiliki wibawa, harus terhubung dengan 40:35 Allah Yang Maha Melihat, Yang Maha 40:37 Mendengar, Yang Menyaksikan perbuatan 40:39 dari setiap manusia. Bagaimanapun 40:41 nilai-nilai mulia 40:43 dicatat, dikumpulkan, dijadikan sebagai 40:46 undang-undang. 40:47 Tapi kalau tidak memiliki wibawa dan 40:49 khaibah, apalagi 40:52 pelaksana-pelaksana hukumnya mengabaikan 40:55 nilai-nilai tersebut, ini menjadi contoh 40:57 yang buruk di tengah masyarakat. 41:00 Oleh karena itu, perlu kita menyadari 41:02 dan mengakui sebetulnya umat Islam di 41:05 Indonesia maupun di mancanegara pada 41:07 saat ini, mereka lebih fokus kepada apa? 41:11 Kepada ritual, He eh. demikian pula 41:16 kepada aturan-aturan fikih, tapi yang 41:19 kehilangan ruhnya. 41:22 Banyak orang yang berapi-api 41:25 mengumandangkan semboyan kembali kepada 41:27 Qur'an dan Sunnah. Tapi sayang, kalau 41:29 kita perhatikan dan amati perilaku 41:31 mereka, jauh dari Alquran maupun 41:34 petunjuk Nabi kita Muhammad Shallallahu 41:36 alaihi wasallam. Di mana 41:39 apa yang mereka perjuangkan 41:41 tidak kita rasakan rahmat seperti yang 41:43 dibawa Rasul. 41:46 Mereka membagi manusia 41:48 terbagi-bagi pada kotak-kotak, 41:50 kelompok-kelompok, dan 41:51 golongan-golongan, bukan lagi rahmat 41:53 bagi umat manusia. Seharusnya 41:56 orang-orang yang berdakwah di jalan 41:58 Allah menjadikan Qur'an sebagai panduan, 42:00 dan mereka merasa betul-betul sedang 42:02 menyampaikan amanat Allah. Memandang 42:04 manusia semua sama. 42:07 Begitu pula 42:08 terhadap kaum muslimin, tidak memandang 42:11 mereka dengan kacamata kelompok, 42:13 golongan, sekte dan lain sebagainya. 42:15 Mengajak mereka semua kembali kepada 42:17 Allah. Tapi yang terjadi bukan mengajak 42:20 kepada Allah 42:21 ternyata mereka mengajak umat untuk 42:24 berfanatik, berafiliasi kepada mereka. 42:26 Padahal Nabi diperintahkan Allah ud'u 42:29 ila sabili rabbik. Ajak ke jalan 42:31 Tuhanmu. 42:32 Begitu juga waman ahsanu qaulan mimman 42:35 da'a ilallah. Siapa yang lebih baik 42:37 ucapannya dari orang yang mengajak 42:39 kepada Allah wa amila sholihat. 42:41 Dan dia mengerjakan amal sholeh. 42:44 Rasul diperintahkan mengumumkan qul 42:46 hadzihi sabili ini jalanku ad'u ilallah 42:48 aku mengajak kepada Allah ala bashiroh 42:50 dengan membuka akal pikiran mereka. 42:54 Membuka hati mereka. Ana waman 42:56 ittaba'ani inilah aku dan orang yang 42:58 mengikuti aku. Coba 43:00 pesan-pesan Alquran ini, begitu pula 43:03 misi Nabi kita yang merupakan rahmat 43:05 bagi seluruh alam alamin 43:07 dapat enggak kita jumpai di 43:08 tengah-tengah ulama Islam, masyarakat 43:10 Islam pada dakwah-dakwah mereka. 43:13 Umat akhirnya merasa ragu terhadap 43:15 kebenaran Islam. 43:16 Iya. 43:17 Mereka juga meragukan 43:19 kebenaran-kebenaran yang disampaikan 43:21 atau diceritakan mengenai Rasulullah 43:23 Shallallahu Alaihi Wasallam. Rasulnya 43:25 mengajak manusia untuk hidup saling 43:27 mencinta, saling menyayangi, menegakkan 43:30 keadilan, membela hak-hak manusia. Tapi 43:32 pada prakteknya 43:34 mereka yang mengaku sebagai pengikut 43:36 Rasul jauh dari tuntunan tersebut. 43:39 Ketika Nabi mengirim pasukan dalam 43:41 peperangan dan perjuangan 43:43 beliau mengingatkan pasukannya, 43:45 "Hendaklah kalian bertakwa kepada Allah. 43:48 Jangan melakukan kezaliman. Jangan 43:51 melakukan perbuatan aniaya. Jangan 43:54 mengganggu orang-orang tua, wanita, 43:56 anak-anak, atau mereka yang ada dalam 43:59 rumah-rumah peribadatan mereka. 44:01 Kalau kalian berbuat sama dengan mereka, 44:04 apa perlunya Allah membantu kalian kalau 44:05 kalian sama dengan mereka? 44:07 Allah hanya akan membantu orang-orang 44:09 yang bertakwa. Ini pesan 44:11 merupakan deklarasi adab dalam 44:13 peperangan sebelum adanya PBB. 44:15 Hmm. 44:16 Iya. 44:16 Tapi begitu umat Islam meninggalkan 44:18 semua ini melakukan kezaliman dengan 44:20 casing dan bungkusan Islam, maka 44:22 nilai-nilai kemanusiaan hilang. Begitu 44:24 juga Pancasila 44:26 yang begitu indah 44:27 ternyata 44:29 Pancasila hanya merupakan sebuah casing, 44:32 sebuah kedok di dalamnya tersembunyi 44:35 kezaliman, kejahatan, kemunafikan 44:38 kepura-puraan 44:41 tanpa malu-malu mereka melakukan 44:43 perbuatan mereka. Tapi dengan nama-nama 44:46 yang amat indah. Oleh karena itu 44:49 kejadian saat ini 44:52 begitu juga problema yang sedang kita 44:54 hadapi pada saat ini 44:55 sebetulnya disebabkan karena kemunafikan 44:58 kebanyakan kita. 45:00 Kita 45:01 membacakan butiran-butiran Pancasila 45:03 yang begitu indah, juga memperingati 45:05 hari kemerdekaan bangsa kita pada setiap 45:08 tanggal 17 Agustus. 45:10 Dimulai dari 1400 1945. 45:15 Para pejuang kemerdekaan yang 45:16 menumpahkan darah mereka, air mata 45:18 mereka, mengorbankan anak dan keluarga 45:20 mereka. Saat ini, walaupun mereka telah 45:23 kembali ke sisi Allah mereka sebetulnya 45:25 menyaksikan apa yang sedang dilakukan 45:28 oleh para penerus mereka. 45:30 Ternyata mereka menginjak-injak 45:32 kemerdekaan yang telah mereka 45:34 perjuangkan. 45:35 Yang telah mereka hadiahkan untuk kita 45:37 semua. 45:38 Bagaimana kita saksikan pejabat-pejabat 45:41 negara, wakil-wakil rakyat, mereka tidak 45:44 menghiraukan lagi 45:46 apa-apa yang mereka perbuat dan 45:48 dampaknya terhadap bangsa kita. Maka 45:50 kita berharap 45:53 para pemimpin yang akan datang yang 45:55 terpilih ingat Allah bersama mereka 45:57 mengawasi perbuatan mereka, mencatat 45:59 amal mereka. 46:01 Dan ingat azab Allah Subhanahu Wa Ta'ala 46:03 bisa saja datang kepada kita kalau kita 46:06 ingkar 46:07 kalau kita 46:09 lupa kepada Allah 46:11 di dunia akan terkena azabnya belum lagi 46:13 di hari akhir nanti jadi sebetulnya Pak 46:16 Iksan kalau kita perhatikan sama-sama 46:19 nilai-nilai universal yang terdapat 46:21 dalam Pancasila 46:23 sebetulnya begitu jelas dan indah dan 46:26 mengamalkan Pancasila di saat kita 46:28 kembalikan kepada Alquran sebagai orang 46:29 yang beriman yang meyakini Ketuhanan 46:31 Yang Maha Esa dalam Alquran terdapat 46:33 tuntunan-tuntunan adab 46:36 yang betul-betul membimbing kita untuk 46:38 menjaga hak-hak manusia contoh dalam 46:40 surat Al Hujurat 46:42 Allah mengingatkan kita sebagai makhluk 46:44 yang bersaudara 46:46 Allah ingatkan kita untuk tidak saling 46:48 mengolok-olok saudara kita 46:50 tidak mencaci, tidak memberikan julukan 46:52 yang tidak patut begitu juga Allah 46:55 melarang kita untuk mengintai 46:57 mencari-cari kesalahan saudara kita yang 46:58 tersembunyi 47:00 Allah melarang kita untuk saling 47:01 mengumpat Allah melarang kita untuk 47:04 melakukan perbuatan-perbuatan yang 47:06 merugikan saudara kita dan Allah 47:08 ingatkan kita ini manusia yang berasal 47:09 dari sepasang anak manusia 47:13 sedangkan tolak ukur kemuliaan kita 47:16 adalah iman dan ketakwaan bukan warna 47:19 kulit, bukan suku, bukan bangsa ini yang 47:22 seharusnya dicamkan di hati setiap orang 47:25 yang beriman 47:26 oleh karena itu kalau kita ingin keluar 47:28 dari kemelut, dari problema, dari 47:31 perasaan frustasi yang kita hadapi saat 47:33 ini kembali seutuhnya kepada Allah yang 47:35 akan membebaskan kita dari berbagai 47:37 macam perbudakan berpegang pada kitab 47:40 Allah dan mari kita mengamalkan 47:42 butiran-butiran Pancasila dengan 47:45 pengamalan yang seterusnya bukan kita 47:47 jadikan sebagai kendaraan untuk menipu, 47:49 berbohong terhadap sesama manusia 47:51 wallahualam 47:52 Allah masyaallah, masyaallah 47:54 ini negeri sudah luar biasa punya 47:56 pondasi tapi keimanan di ketuhanan yang 47:59 maha esa luar biasa. Silakan Ustad 48:00 Hamzah. 48:02 Gimana nih melihat keadaan umat yang 48:05 nampaknya perlu contoh. 48:07 Sudah ada Pancasila sebagai pegangan 48:09 kita. 48:10 Dan keimanan Islam tentunya. Mungkin 48:12 bisa diperjelas Ustad Hamzah. Tafadhol 48:14 Ustad. 48:15 Yaitu apa eh. 48:19 Sungguh sangat indah butir-butir 48:21 Pancasila ini memang semuanya itu ada di 48:23 dalam Alquranul Karim. 48:25 Heem. 48:25 Itu seperti yang Ustad Husein katakan 48:27 kalau hanya slogan. 48:29 Ya tapi tidak di. 48:32 Diimplementasikan 48:33 di dalam perilaku kita dalam berbangsa 48:36 dan bernegara. 48:37 Ya slogan tinggal slogan seperti itu. 48:40 Sama juga seperti banyak orang yang 48:41 sudah di disinggung. Eh mengaku eh. 48:45 Kembali kepada Alquran tapi ketika ada 48:48 fir eh. 48:49 Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang 48:52 memerintahkan bagaimana untuk bersaudara 48:54 dalam. Keimanan. Bagaimana untuk bersatu 48:58 itu semuanya eh dalam keimanan itu 49:00 semuanya di abaikan. Tapi bilangnya sih 49:03 eh kembali ke Alquran. Jadi penting 49:05 sekali. 49:06 Eh kita ini benar-benar. 49:09 Eh mengimplementasikan 49:12 apa yang kita imani dalam Alquranul 49:14 Karim dan sunnah nabi kita. Di dalam 49:16 perilaku kita. 49:17 Dan ini juga sekaligus akan 49:19 mengimplementasikan. 49:21 Apa yang ada di dalam butir-butir. 49:23 Pancasila ini yang begitu indah. 49:26 Yang ini tiada lain adalah. Eh. 49:29 Apa. 49:30 Sesuatu mutiara-mutiara yang diambil 49:33 dalam Alquranul Karim. 49:34 Heem. 49:35 Kalau kita implementasikan Allah 49:37 Subhanahu Wa Ta'ala akan janjikan. 49:39 Walau anna ahlul qura. 49:41 Heem. 49:41 Walau anna ahlul qura amanu wattaqau 49:44 lafatahna alaihim barokatin minassama'i 49:47 wal ard. 49:48 Walakin kadzabu faakhadzanaahum bima 49:50 kanu yakdzibun. Andai kata 49:55 dan bertakwa. 49:57 Artinya benar-benar iman ya, sesuatu 50:00 diyakini kemudian 50:03 diamalkan dengan ketakwaan itu artinya 50:05 mengamalkan, mengimplementasikan 50:08 di dalam perilakunya. 50:10 Ya, maka Allah katakan lafatahna alaihim 50:13 barokatin minas sama'i wal ard. 50:16 Pasti akan kami bukakan 50:19 keberkahan dari langit dan dari bumi 50:21 untuk mereka. Jadi kesejahteraan baru 50:24 akan muncul kalau ini benar-benar 50:25 diimplementasikan. 50:27 Tapi ketika 50:29 ini tidak diimplementasikan 50:32 hanya sebagai slogan 50:34 ya 50:36 Allah subhanahu wa ta'ala mengancam di 50:38 sini walakin kadzabu, akan tetapi mereka 50:41 mendustakan, artinya enggak percaya, 50:44 enggak percaya artinya enggak mau 50:45 mengamalkan seperti itu. Fakhaznahum 50:47 bima kanu yaksibun. 50:49 Maka kami akan tindak mereka disebabkan 50:53 perbuatan mereka, disebabkan apa yang 50:55 mereka lakukan. Jadi eee 50:59 Allah subhanahu wa ta'ala berjanji akan 51:02 memberikan eee 51:05 kesejahteraan, kebahagiaan kepada 51:09 eee negara Indonesia yang begitu makmur 51:13 ini, begitu besar sekali kekayaannya 51:17 ya kalau benar-benar ini disyukuri, 51:20 nikmat yang begitu besar ini disyukuri, 51:22 mensyukurinya yaitu dengan 51:24 mengimplementasikan 51:26 perintah-perintah Allah subhanahu wa 51:28 ta'ala. 51:29 Seperti bagaimana menegakkan keadilan, 51:32 bagaimana itu persatuan, bagaimana 51:34 benar-benar mengabdi kepada Allah 51:36 subhanahu wa ta'ala dalam ketuhanan yang 51:38 maha esa ini, ini semuanya ya adalah 51:41 merupakan eee 51:43 bagian daripada ajaran-ajaran Islam yang 51:46 dipetik ya 51:47 ee ke dalam butir-butir Pancasila. 51:51 Wallahualam. 51:52 Masyaallah. 51:53 Masyaallah Ustaz, luar biasa Bapak 51:56 dialog kemerdekaan kita Pak pagi hari 51:58 ini. 51:59 Ee Ustaz Husein mungkin bagian akhir 52:01 dari dari ee memaknai hari kemerdekaan 52:05 kita hari ini 52:06 banyak masyarakat yang hanya me 52:09 melakukan sebuah 52:11 apa ya 52:13 ee perayaan-perayaan 52:14 keramaian-keramaian, tapi jarang 52:17 mengambil hikmah dari arti kemerdekaan. 52:19 Ada 52:20 saya pernah diingatkan oleh seorang 52:22 bijak, kalau Anda ingin 52:25 merasakan kemerdekaan, jalan-jalanlah ke 52:27 pengadilan gitu. 52:29 Nah, itu sebagian warga yang direnggut 52:32 kemerdekaannya 52:33 ee ee dengan dengan hukuman dunia, baru 52:37 dunia. 52:38 Belum lagi kalau mau rasakan nikmat 52:40 kesehatan jalan-jalan ke UGD rumah 52:43 sakit, baru Anda merasakan nikmat. 52:45 Nah, banyak orang tidak merasa ini 52:47 kemerdekaan ini enggak gampang 52:49 diperoleh, tapi merawatnya juga enggak 52:52 mudah gitu Ustaz Husein. Apalagi untuk 52:54 menjaga keimanan, sehingga kita merdeka 52:57 dari jajahan-jajahan 52:59 lain terhadap lingkungan kita. 53:01 Banyaklah contoh-contoh dari mulai 53:03 pejabat sampai rakyat jelata yang 53:05 terjajah baik dengan kekuasaan, hutang 53:08 atau berbagai kisah jajahan lain di masa 53:11 modern ini. Silakan Ustaz Husein. 53:14 Fadhol. Bismillahirrahmanirrahim. 53:16 Rabbana zidna ilman wal hikmatan 53:18 sholihin. 53:18 Amin. 53:20 Kita betul-betul merasa sedih, perih 53:23 hati kita. 53:25 Di saat menyaksikan 53:27 anak-anak bangsa kita, saudara-saudara 53:29 kita 53:32 bukan hanya belum merasakan 53:36 kemerdekaan dalam arti yang sebenarnya. 53:40 Tapi yang lebih menyedihkan lagi, mereka 53:42 tidak merasa bahwasanya mereka ini 53:44 makhluk 53:46 yang merdeka. Yang merupakan anugerah 53:49 karunia Allah yang tak terhingga. 53:52 Mungkin disebabkan karena pengaruh 53:54 budaya, tradisi, dan juga pendidikan 53:56 dari guru-guru mereka. 53:58 Ini, ini pendidikan ini. 53:59 Pendidikan dari guru-guru mereka, ya, 54:02 yang tidak menanamkan semangat, 54:04 kesadaran merdeka dalam dirinya. 54:07 Tanpa disadari banyak guru-guru, ya, 54:10 yang menanamkan perbudakan di hati 54:12 murid-murid mereka. 54:13 Hingga murid begitu merendah sampai di 54:16 saat datang ke hadapan guru harus 54:18 mengesot di hadapannya. 54:20 Bahkan murid sampai bunuh diri itu kan 54:21 di Semarang kemarin kedokteran itu. 54:23 Betul. Kemudian seorang murid harus 54:25 berjalan mundur, ya, sebelum dia 54:28 berbalik, berjalan mundur hingga jauh 54:30 dari mata gurunya, baru dia berbalik. 54:32 Ini berbeda dengan ajaran Nabi kita 54:34 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 54:37 Bagaimana Rasulullah memuliakan orang 54:40 seperti Bilal ketika datang ke Mekah, 54:44 dia perintahkan Bilal untuk 54:45 mengumandangkan azan pada saat itu 54:47 sebagian pemuka Quraisy yang baru masuk 54:49 Islam 54:51 mengatakan, "Mengapa 54:53 kok kemuliaan diberikan kepada gagak 54:54 hitam ini? Padahal gagak hi- hitam." 54:58 Berbicara mengenai Bilal. 55:00 Suatu hari pada masa Sayyidina Umar, 55:02 kita lihat bagaimana pendidikan Nabi 55:04 kita Muhammad yang begitu indah. 55:07 Berdiri Abu Sufyan dan Muawiyah 55:10 di sisinya terdapat Bilal menantikan 55:12 izin untuk berjumpa dengan Sayyidina 55:14 Umar. 55:15 Sayyidina Umar mengizinkan Bilal tapi 55:17 menolak untuk mengizinkan Abu Sufyan dan 55:19 Muawiyah masuk. 55:21 Abu Sufyan marah, dia merasa gengsinya, 55:24 martabatnya diinjak-injak karena dia 55:26 pemuka Quraisy, sedangkan dia seorang 55:27 mantan budak. 55:29 Dia mengatakan, "Mengapa kok seorang 55:32 gagak hitam, seorang mantan budak 55:35 diberikan izin untuk masuk mendahului 55:37 kami. 55:39 Ada orang menjawab, "Dahulu waktu 55:43 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 55:45 berjuang, Bilal di sisinya. Sedangkan 55:48 kalian yang mengangkat panji perlawanan 55:51 pembangkangan terhadap Rasulullah 55:53 sallallahu alaihi wasallam. Jangan 55:54 kalian, ya, menyalahkan Bilal. 55:58 Tapi kalian ingatlah 56:00 akan 56:02 diri kalian di masa lampau. Ketika Nabi 56:05 dalam keadaan lemah, Bilal bersamanya. 56:07 Sedangkan kalian hanya menikmati 56:09 saat-saat kemenangan kebesaran Islam." 56:12 Kita lihat bagaimana Islam memuliakan 56:14 mereka yang berjasa. 56:16 Yasir dan Sumayyah yang dianiaya oleh 56:18 Abu oleh Abu Jahal dan para pemuka 56:20 Quraisy yang merasakan siksaan sampai 56:23 besi dimasukkan melalui duburnya dan 56:25 anusnya. 56:27 Di tengah-tengah penderitaan tersebut, 56:28 Rasulullah yang tak mampu berbuat 56:30 apa-apa mengatakan, "Sobron ala Yasir, 56:32 innama u'idatukumul jannah." "Sabar, 56:35 wahai keluarga Yasir. 56:36 Saat perjumpaan kita di surga nanti." 56:39 Dua orang ini menjadi awal syahid dan 56:42 syahidah dalam Islam. 56:43 Yang pertama syahid dan syahidah dicatat 56:46 dan dimuliakan oleh Nabi kita Muhammad 56:48 sallallahu alaihi wasallam. Begitu juga 56:50 ketika para pemuka Quraisy, 56:53 salah seorang dari mereka merendahkan 56:55 Bilal, merendahkan Ammar bin Yasir, 56:57 Rasulullah marah yang luar biasa. 57:00 Sampai memerintahkan mereka untuk 57:02 meminta maaf. 57:04 Begitu juga ketika salah seorang dari 57:06 pemuka Quraisy, ya, mencemoohkan 57:08 Abdurrahman bin Auf, Nabi mengatakan, 57:11 "La tasubbu ashabi. Jangan kalian caci 57:13 maki sahabatku." Padahal yang mencaci 57:15 maki ini seorang juga yang kemudian 57:17 dikenal sebagai sahabat. Artinya orang 57:19 yang dekat dengan Rasul, yang berjuang 57:20 bersama Rasul, memiliki kedudukan yang 57:22 amat mulia di sisinya bukan karena 57:24 nasabnya. 57:25 Tapi karena perjuangannya, karena 57:28 kesetiaannya kepada kebenaran. 57:30 Jadi, 57:32 kita di negeri kita, saya merasakan 57:33 pendidikan agama di negeri kita ini 57:35 lebih condong untuk mendidik anak-anak 57:37 kita 57:38 menjadi budak yang setia, bukan menjadi 57:41 manusia yang merdeka, yang berakal, yang 57:44 berpikir, yang berani bertanya di saat 57:46 mereka tidak tahu. 57:48 Bahkan berani bertanya kepada gurunya, 57:50 apa dasar dan dalil apa yang kamu 57:52 sampaikan wahai Ustaz, agar murid 57:54 menjadi cerdas. 57:56 Kalau kita lihat pendidikan-pendidikan 57:57 fikih yang diajarkan di 57:58 pesantren-pesantren, kebanyakannya tanpa 58:01 menjelaskan dalil. 58:03 Tapi dikembalikan kepada penulis buku 58:05 tersebut, seolah-olah buku tersebut 58:07 merupakan kitab suci. Padahal Alquran 58:11 kitab suci, sunah nabi kita yang sejalan 58:13 dengan Alquran, dialah kitab suci. Jadi 58:16 umat Islam lebih banyak terhubung kepada 58:18 guru-guru mereka daripada terhadap Allah 58:20 dan Rasul-Nya. 58:21 Sedangkan guru-guru mereka ini 58:22 orang-orang yang dinilai kebenarannya 58:25 dengan Alquran maupun sunah nabi kita. 58:27 Tapi saat ini Quran dan sunah nabi kita 58:30 disesuaikan dengan perilaku, 58:33 dengan kebiasaan dari guru-guru mereka 58:36 yang kebanyakannya menjauhkan mereka 58:38 dari Allah dan Rasul-Nya Muhammad 58:40 sallallahu alaihi wasallam. Jadi Pak 58:42 Ihsan, 58:44 wajib bagi kita sekarang ini untuk 58:46 mendidik anak-anak kita menjadi manusia 58:48 merdeka. 58:49 Tapi bukan dalam arti merdeka di mana 58:52 dia dapat berbuat sesuka hatinya, tapi 58:55 dia menghargai kemerdekaannya, 58:56 menghargai juga kemerdekaan orang lain. 58:58 Jangan kemerdekaannya menginjak-injak 59:00 kemerdekaan dan kehormatan orang lain. 59:02 Kamu merdeka, 59:04 tapi pada wilayah kamu. Begitu masuki 59:06 wilayah orang lain atau wilayah umum, 59:08 kamu harus menjaga. Sampai di masjid, 59:11 kita dilarang membaca Alquran mengganggu 59:13 orang lain 59:15 yang sedang salat. 59:17 Kenapa Sayyidina Umar mengadakan salat 59:19 tarawih? Karena dia saat bulan Ramadan, 59:21 banyak orang yang salat membaca Alquran 59:23 saling mengganggu yang lain. Maka 59:25 walaupun Rasul tidak melakukan, 59:27 ditertibkan, diangkat satu imam supaya 59:30 mereka-mereka yang ingin menghidupkan 59:31 Ramadan dapat mendengarkan suara Alquran 59:34 tanpa saling mengganggu satu sama lain. 59:37 Oleh karena itu 59:39 kita betul-betul wajib. Jangan kita 59:41 mengutamakan ego kita, tidak ingin 59:43 dibantah, tidak ingin sama sekali 59:45 ditanya, ya. Kemudian kita ingin 59:48 menjadikan murid-murid kita sebagai 59:49 budak yang mengatakan sami'na wa ato'na 59:52 walaupun akalnya tanpa menyadari. Mereka 59:54 bukan keledai, mereka manusia. Ini 59:56 pendidikan Rasul terhadap 59:58 sahabat-sahabatnya yang memuliakan 1:00:01 mereka, bukan mengajarkan mereka 1:00:02 bersikap kurang ajar. 1:00:04 Tapi menyadarkan mereka-mereka adalah 1:00:06 makhluk yang mulia, dimuliakan Allah 1:00:08 sebagai khalifah di muka bumi. Nah, kita 1:00:10 berharap mudah-mudahan 1:00:12 para ustaz, para habib, para kiai 1:00:16 betul-betul mendidik anak-anak didik 1:00:19 mereka untuk menjadi manusia yang mulia, 1:00:21 merdeka hingga pada saat itu mereka siap 1:00:23 untuk berjuang demi mempertahankan 1:00:25 kemuliaan mereka. Tapi di saat mereka 1:00:28 tidak menyadari kemuliaan diri mereka, 1:00:29 mereka merasa sebagai budak-budak yang 1:00:31 hina, 1:00:32 akhirnya seperti yang diajarkan di SDM. 1:00:35 Sebelum menjadi pegawai negeri, sebelum 1:00:37 menjadi pegawai pejabat pemerintah, 1:00:39 mereka dilatih untuk menjadi budak. 1:00:40 Ditambar, dipukul, ditendang, diinjak, 1:00:43 harus menerima. 1:00:45 Akhirnya begitu mereka menjadi pejabat, 1:00:47 mereka menjadi pejabat-pejabat yang 1:00:49 telah kehilangan kemerdekaannya. 1:00:51 Akhirnya menjadi keledai yang 1:00:52 ditunggangi oleh orang lain. Dan 1:00:54 sebelumnya pun mereka menjadi keledai 1:00:56 bagi orang-orang sebelumnya. Ini yang 1:00:58 ditolak oleh Islam, yang ditolak oleh 1:01:00 Alquran. Dengan tegas Allah mengatakan 1:01:03 inna akromakum indallahi atqokum. 1:01:07 Dan nabi kita sebagai tauladan yang 1:01:09 sebenarnya. Yang menyalahi nabi kita, 1:01:11 batil. 1:01:12 Siapapun yang melakukan, baik dia kiai, 1:01:15 ustaz, baik dia habib, tidak berhak 1:01:17 mengklaim mengatakan bahwa apa yang kami 1:01:21 lakukan ini merupakan hal yang benar. 1:01:23 Selagi bertentangan dengan Rasul 1:01:25 kita harus tinggalkan mereka. Karena 1:01:27 Habib dimuliakan karena Rasul, bukan 1:01:29 Rasul dimuliakan karena Habib. 1:01:32 Kalau mereka tidak memuliakan Rasul 1:01:34 tidak ada hak bagi kita untuk 1:01:36 menghormati mereka. Jadi mari 1:01:37 bersama-sama kita didik anak kita 1:01:40 walaupun ini merupakan kata-kata mungkin 1:01:42 yang menusuk menyakitkan bagi sebagian 1:01:43 orang. Tapi ini merupakan hak. Qul ja al 1:01:46 haqqu wa zahaqal batilu innal batila 1:01:49 kana zahuqa. Kita ingin bangsa Indonesia 1:01:51 ini menjadi bangsa yang sadar akan 1:01:54 kemuliaan yang Allah anugerahkan buat 1:01:55 mereka. Maka mari kita berjuang untuk 1:01:59 kemerdekaan kita semua, bukan hanya 1:02:00 kemerdekaan diri kita. Wallahu a'lam. 1:02:02 Wallahu a'lam. Masya Allah. 1:02:05 Ya, di 9 menit terakhir menjelang pukul 1:02:07 11.00 Ustaz Hamzah melengkapi dari sesi 1:02:10 terakhir ini. Tafadhol Ustaz Hamzah. Ya, 1:02:12 seperti ini 1:02:13 Ya, tadi apa yang disampaikan Ustaz 1:02:15 Husein mengenai pendidikan 1:02:18 ini sangat berpengaruh kepada mental 1:02:22 bangsa ya. 1:02:23 Mental anak didik kita. 1:02:25 Dan juga bukan saja melalui pendidikan 1:02:29 formil, tapi juga kebiasaan-kebiasaan 1:02:31 itu juga bisa ee mengakar seperti itu. 1:02:35 Seperti halnya Allah contohkan 1:02:38 bagaimana Bani Israil dulu 1:02:40 biasa mereka diperbudak oleh Firaun 1:02:43 bertahun-tahun. 1:02:46 Akhirnya ketika mau dibebaskan sama Nabi 1:02:48 Musa, sudah dimerdekakan dari Firaun. 1:02:50 Firaun sudah ditenggelamkan oleh Allah 1:02:52 Subhanahu wa Ta'ala di Laut Merah. 1:02:55 Baru 1:02:57 selamat dari perbudakan 1:02:59 ketika melihat ada ada orang yang 1:03:01 menyembah berhala dibilang hei Musa, 1:03:05 ija'al lana 1:03:06 alihat alihakamalahum ilahan kamalahum 1:03:09 aliha. 1:03:10 Hei Musa, coba bikinin lagi buat kami 1:03:12 Tuhan. 1:03:12 Masya Allah. 1:03:13 Ya, sebagaimana tuh mereka ada punya 1:03:15 Tuhan. Jadi mental budak itu masih me 1:03:19 apa melekat di dalam di di di dalam diri 1:03:22 mereka. 1:03:23 Ini ini 1:03:25 eee untuk menghilangkan ini yaitu enggak 1:03:28 gampang. Jadi, penting sekali me melalui 1:03:32 pendidikan seperti yang dicontohkan 1:03:34 yaitu Bani Israil. 1:03:37 Saya ingat Ustaz Husein ingat 1:03:38 belajar-belajar di Al-Azhar itu pertama 1:03:40 masuk 1:03:41 pada nunduk semua kan itu 1:03:43 orang Indonesia. 1:03:44 Iya karena kebiasaan seperti itu. 1:03:46 Oleh karena itu akhirnya Bani Israil 1:03:48 apa? Dibikin keder 40 hari 40 tahun 1:03:52 selama 40 tahun jadi 1:03:53 eee apa sampai ganti generasi lah 1:03:56 istilahnya 1:03:57 baru cuci 1:03:59 arti diputus generasi yang yang yang ini 1:04:01 yang yang buruk kemudian timbul akhirnya 1:04:04 muncul generasi-generasi yang baru yang 1:04:06 mendapatkan pendidikan yang mental yang 1:04:08 baik yang kuat yang merdeka seperti ini 1:04:11 baru bisa merebut Baitul Maqdis waktu 1:04:13 itu. Nah, ini ini 1:04:15 ini adalah merupakan satu gambaran yang 1:04:17 Allah subhanahu wa taala berikan betapa 1:04:20 pentingnya apa pendidikan mental agar 1:04:24 supaya mereka menjadi mental yang yang 1:04:27 merdeka tapi merdeka tentunya yang 1:04:29 terukur ya bukan berarti juga oh enggak 1:04:33 apa tidak dididik kita untuk hormat 1:04:36 kepada guru hormat kepada orang tua 1:04:39 hormat kepada yang lebih tua ini 1:04:40 semuanya diajarkan dalam Islam diajarkan 1:04:43 dalam eee 1:04:44 oleh hadis Nabi kita Muhammad 1:04:46 Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi 1:04:47 wasallam bagaimana diperintahkan untuk 1:04:50 menghormati guru bagaimana kita 1:04:53 menghormati 1:04:55 orang tua hormati yang lebih tua seperti 1:04:58 itu menyayangi yang lebih lebih muda 1:05:00 seperti itu itu ada tapi ya jangan eee 1:05:04 kita itu merasa diri kita ini 1:05:08 seperti hamba seperti itu artinya 1:05:10 inferior yang 1:05:11 terlalu sehingga eee minder enggak bisa 1:05:14 tampil, enggak berani bertanya dan 1:05:16 sebagainya. Ini 1:05:19 pendidikannya memang harus di apa ya 1:05:22 dirubah melalui 1:05:24 tahapan-tahapan pendidikan dan juga 1:05:26 pembiasaan dalam 1:05:28 dalam 1:05:30 pergaulan seperti itu. Allahu alam. 1:05:31 Jadi Pak Isnan kelihatannya 1:05:33 mungkin lama supaya jangan terjadi salah 1:05:35 paham 1:05:35 He em. 1:05:36 bahwa kita disaat menghormati orang tua, 1:05:38 guru kita 1:05:40 He em. 1:05:40 mau menyayangi anak-anak yang lebih 1:05:42 kecil bukan bersumber dari semangat 1:05:44 perbudakan. 1:05:45 Bukan. 1:05:46 Iya, tapi justru bersumber dari 1:05:47 kemerdekaan. 1:05:48 Merdeka. 1:05:48 Artinya karena kesadaran kita akan jasa 1:05:51 orang tua kita, guru-guru kita ya. 1:05:54 Kewajiban juga dan rasa rahmat terhadap 1:05:56 yang di bawah kita lakukan semua ini 1:05:58 dengan semangat ketulusan dan 1:06:00 kemerdekaan bukan muncul dari semangat 1:06:02 perbudakan. 1:06:04 Apalagi zaman kayak begini Ustaz ketika 1:06:06 generasi gap terjadi ya, kita hidup di 1:06:09 baby booms bergerak kepada masyarakat 1:06:12 milenial sekarang orang tua yang tidak 1:06:16 pernah kursus menjadi orang tua atau 1:06:18 atau menikah, punya anak dididik dengan 1:06:20 cara dia dulu sedangkan anaknya sudah 1:06:23 udak-udakan sama si Google pendidikannya 1:06:25 ini. Ini juga menjadi luar biasa kalau 1:06:28 bukan karena kekuatan doa atau ikhtiar 1:06:31 dari ikhtiar langit kita nampaknya 1:06:35 semakin sulit hidup di zaman kayak gini. 1:06:37 Mungkin sebagai penutup closing penutup 1:06:40 Ustaz menghadapi zaman kayak gini dan 1:06:43 doa untuk 1:06:44 kita semua menghadapi 1:06:46 pendidikan wabil khusus sehingga 1:06:49 keluarga kita menjadi keluarga-keluarga 1:06:50 yang betul-betul merdeka dengan keimanan 1:06:53 yang dapat dibuktikan dalam perjalanan 1:06:55 hidupnya. Tafadhol Ustaz. 1:06:57 Baik. 1:06:59 Penutup ini 1:07:00 ya 1:07:01 mengingatkan saya kepada 1:07:04 pemandangan-pemandangan yang saya 1:07:05 saksikan 1:07:07 orang tua 1:07:09 yang sedang mendampingi anaknya 1:07:12 yang liar berlari kesana kemari 1:07:14 menyusahkan orang tua 1:07:16 kita saksikan kebetulan di arena 1:07:17 olahraga 1:07:18 di taman kita menjumpai banyak orang tua 1:07:20 yang melakukan hal ini kepada anak-anak 1:07:22 mereka 1:07:23 lalu kita bertanya apa yang membuat 1:07:25 mereka bisa bersabar 1:07:28 menghadapi semua ini 1:07:31 ternyata kita temukan jawabannya adalah 1:07:33 rahmat 1:07:34 rahmat ini bila ada pada sesuatu ada 1:07:37 pada satu bangsa 1:07:38 niscaya akan membuat indah 1:07:40 begitu rahmat hilang maka hilanglah 1:07:43 keindahannya persis seperti ucapan yang 1:07:45 diriwayatkan dari nabi 1:07:47 ar rahmatu mau dia fi syaiin illa za 1:07:50 natuhu rahmat bila ada pada sesuatu akan 1:07:53 membuat indah menarik mempesona 1:07:56 wa man nuziat min syaiin illa syanatuhu 1:07:59 dan tidak hilang dicabut dari sesuatu 1:08:01 maka akan membuat hilang keindahannya 1:08:04 apabila rahmat terdapat di hati para 1:08:06 pemimpin di atas para wakil rakyat 1:08:09 para kyai para asatid para ustad rahmat 1:08:13 juga terdapat di hati orang-orang tua 1:08:16 bukan hanya sekedar instruksi yang 1:08:18 kosong 1:08:19 tapi orang tua hadir bersama anaknya 1:08:22 disebabkan karena rasa rahmat terhadap 1:08:24 mereka anak juga memiliki rasa rahmat 1:08:26 terhadap orang tuanya rahmat akan dapat 1:08:29 memecahkan berbagai macam problema 1:08:31 kehidupan ini 1:08:32 dan ketahuilah rahmat merupakan 1:08:35 dari nama Allah ar rahman ar rahim siapa 1:08:38 yang betul-betul menjaganya Allah akan 1:08:41 limpahkan rahmatnya atas mereka 1:08:44 oleh karena itu dalam pendidikan dan 1:08:45 kemajuan saat ini di mana orang tua 1:08:47 tidak bisa lagi mengawasi anak mereka 1:08:49 dari dalam kamar masing-masing mereka 1:08:51 bisa melihat jendela dunia 1:08:54 hanya kehadiran orang tua kehangatannya 1:08:56 akan dapat membimbing anak mereka untuk 1:08:58 mendengarkan nasehat-nasehat yang baik 1:09:01 bagaimanapun indahnya nasehat tanpa ada 1:09:03 rasa rahmat tidak akan masuk ke dalam 1:09:05 hati mereka. Mari bersama-sama taburkan 1:09:08 rahmat. Wama arsalnaka illa rahmatan lil 1:09:11 alamin sebagai pengikut Nabi kita 1:09:13 Muhammad Shallallahu alaihi wa alihi 1:09:15 wasallam. Subhanakallahumma wabihamdika 1:09:17 asyhadu an la ilaha illa anta 1:09:19 astagfiruka wa atubu ilaih. 1:09:22 Assalamualaikum warahmatullahi 1:09:24 wabarakatuh. 1:09:24 Para pendengar demikian tadi 1:09:27 dialog kemerdekaan 1:09:29 hari ini dan Anda dapat nikmati nanti 1:09:31 dalam YouTube yang sudah kami siapkan 1:09:33 dalam waktu tak lama lagi. Semoga Allah 1:09:36 menjaga keluarga kita diberikan 1:09:38 kesabaran dalam menjalankan zaman yang 1:09:42 luar biasa dan insya Allah masih ada 1:09:45 harapan hidup lebih baik masa depan. 1:09:48 Terima kasih para pendengar yang setia 1:09:50 mendengarkan Radio Silaturahim. 1:09:52 Assalamualaikum warahmatullahi 1:09:54 wabarakatuh. 1:09:55 Waalaikumsalam.