Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil alamin. Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala sayyidina Muhammad wa ala
- ali sayyidina Muhammad. masih
- dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibur
- Bekasi, Radio Silaturahim dan juga Rasil
- TV untuk Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Senang
- sekali di kesempatan pagi hari ini kami
- bisa kembali hadir secara langsung dalam
- program acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an bersama guru kita Ustaz Husein
- Alattas di Kamis pagi hari ini.
- Alhamdulillah guru kita sudah hadir.
- Kita insyaallah akan melanjutkan kajian
- tafsirnya yaitu Quran surah Aljasiyah ya
- dimulai ayat 7 insyaallah.
- Kita sapa dulu guru kita Ustaz Husein.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Kabar semakin baik ya, Ustaz?
- Alhamdulillah.
- Baik, kita awali dulu dengan baca
- al-Fatihah oleh Ustaz Husin. Kami
- persilakan, Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- Baik, alhamdulillah. Selanjutnya, ikhwan
- akhwat bisa membuka Quran surah ke-45 ya
- dalam Al-Qur'an surah Aljaziyah. Kami
- persilakan ee dibuka dimulai ayat keet7.
- Untuk itu kami persilakan kepada Ustaz
- untuk memberikan kajiannya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin.
- Hamdan katsiran thayyiban mubarokan fi
- kama yuhibbu rabbuna waal.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad. Allahumma atina minika rahmah
- waimna min ladunka ilman nafi wfa
- bimaamtana
- rbana zidna ilman waikna
- asalamu alaika ya rasulullah
- assalamu alaina wa ala ibadillahi shihin
- wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuhumsalam
- ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah wasyukrulillah Allah masih
- memberikan kesempatan bagi kita
- dalam kesempitan hidup ini untuk dapat
- kembali
- berkumpul bersama-sama di bawah naungan
- Al-Qur'an.
- Semoga Allah subhanahu wa taala
- mengikhlaskan niat kita untuk dapat
- meresapi, menghayati,
- dan mengamalkan petunjuknya.
- Allah jadikan Al-Qur'an sebagai nur yang
- menerangi perjalanan kita, begitu pula
- keluarga kita.
- Semoga menjadi cahaya bagi seluruh kaum
- muslimin yang selama ini telah
- meninggalkan kitab Tuhan mereka.
- Pada pagi hari ini, insyaallah kita akan
- melanjutkan kembali renungan kita
- bersama surah Aljaah
- dimulai dari ayat 7.
- Semoga Allah subhanahu wa taala
- menjadikan renungan kita ini renungan
- yang bermanfaat bagi kita dalam
- kehidupan dunia
- yang akan mengantarkan kita menuju
- keridaan Allah, mengumpulkan kita
- bersama kafilah Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Sebelumnya kita [berdehem] akan membaca
- beberapa ayat yang kita akan renungkan.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Wailul likulli affakin
- athim.
- Yasmau ayatillahi
- tutla alaihi tumma yusirru mustakbir
- kaallam yasma'aha.
- Fabasyirhu badzabin alim.
- Waidza alima min ayatina saaian
- itakhodzaha
- huzwa.
- Ulaika
- lahum adzabum
- muhin
- min waraihim
- jahannam
- wala yughni anhum maa kasabu saaian wala
- matakadzuu min dunillahi auliya
- walahumabu
- Hza huda walladzina kafaru biayati
- rabbihim lahum adzabum mir rijzin alim.
- Allah
- sakhar lakumul bahro litajriyal fulqu
- fihi biamrih
- walitabtagu min fadlihi wala'allakum
- tasykurun
- wasakhar lakum maa fis samaawati wa fil
- ardhi jamiam
- minh
- inna fi dzalika laayatin
- liqaumin
- yatafakkarun.
- Sadaqallahul
- adzim.
- Shadaqallahul adzim wasodqa rasuluhul
- karim.
- Waahnu ala dalalika minas syahidin.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Pada ayat-ayat yang tadi kita baca
- dimulai dengan ancaman dan peringatan
- dari Allah
- terhadap mereka yang suka mengada-adakan
- kebohongan,
- memutarbalikkan fakta,
- mencampuradukkan di antara kebenaran dan
- kebatilan.
- karena mengutamakan kehidupan dunia dan
- perhiasannya
- yang menyedihkan dan memilukan hati
- kita. Ternyata
- kebohongan-kebohongan ini bukan hanya
- datang
- dari manusia biasa, dari masyarakat
- umum, tapi datang dari mereka-mereka
- yang berilmu.
- Sebagaimana keadaan orang-orang Yahudi
- yang terkena laknat dan kutukan Allah
- disebabkan karena mereka menyelewengkan
- ayat-ayat Allah dari tempatnya.
- Mereka mencampuradukan di antara
- kebenaran dan kebatilan hingga membuat
- jalan Allah Subhanahu wa taala yang
- Allah Subhanahu wa taala telah tunjukkan
- ajarkan kepada para nabi yang diutus
- oleh Allah Subhanahu wa taala
- menjadi samar dan tidak jelas.
- Bahkan manusia memandang yang hak di
- mata mereka batil dan memandang yang
- batil
- sebagai kebenaran.
- Ini disebabkan karena perilaku dari
- rabi-rabi Yahudi yang mengkhianati
- amanat yang Allah amanatkan kepada
- mereka.
- Ternyata yang terjadi pada mereka pada
- saat ini terjadi pada kita.
- Kita saksikan ulama-ulama bahkan
- mereka-mereka yang menghafal Al-Qur'an.
- Mereka bukan menyampaikan risalah Allah,
- menyampaikan pesan-pesan Allah
- sebagaimana rasulnya Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam
- menyampaikan ayat Allah, menerangkannya,
- tidak menambahkan dan mengurangi
- sesuatu.
- Tapi ulama-ulama kita justru menempatkan
- ayat-ayat Allah bukan pada tempatnya,
- demi menyenangkan para penguasa.
- Demi keuntungan-keuntungan dunia yang
- fana,
- mereka menjerumuskan umat dalam
- pertentangan perselisihan.
- Mereka menyerahkan loyalitas mereka
- kepada para penguasa yang bekerja sama
- dengan musuh-musuh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Seperti yang kita jumpai,
- pemerintah Saudi Arabia belum lama ini
- membeli senjata dari Amerika
- menggunakan kapalnya yang bernama
- Bahriat Yambu.
- Dari Amerika kapal tersebut berangkat
- menuju Genewa untuk memuat lagi senjata.
- Tapi ternyata para pekerja di Genewa
- melakukan demonstrasi,
- naik ke kapal,
- mengambil gambar, menunjukkan sikap
- penolakan mereka terhadap
- tindakan Saudi Arabia yang akan
- mengirimkan senjata menuju Israel dan
- melakukan pembantaian terhadap
- orang-orang yang tak berdosa.
- Berita ini viral dan menimbulkan
- kehebohan.
- Dan ternyata ini bukan baru pertama
- kali. Sering Saudi melakukan hal yang
- serupa. Sebagai contoh,
- ketika Sudan dipimpin oleh Jafar
- Numairi,
- Saudi Arabia mengirimkan bala bantuan
- untuk Sunda, untuk Sudan Selatan. Sudan
- pada saat itu ya masih berperang di
- antara utara dan selatan. Utara dikuasai
- oleh kaum muslimin, sedangkan selatan
- dikuasai oleh John Garang pada saat itu.
- Dia seorang beragama Nasrani ya dan
- mayoritas penduduk Sudan Selatan
- beragama Nasrani.
- Ternyata Saudi Arabia bukan mengirimkan
- bar bantuan pangan. Ternyata di
- tengah-tengah pangan tersebut mereka
- masukkan senjata
- untuk siapa? untuk membantu Sudan
- Selatan
- dalam menghadapi pemerintahan Sudan yang
- sah.
- Jafar Numairi ketika menyaksikan hal
- tersebut berkata, "Ya khadimal haramain
- akafarta amana garang."
- Dia mengajukan pertanyaan, "Apakah kamu
- telah kafir hingga membela orang-orang
- kafir? Apakah garang telah beriman?" Jon
- garang.
- sungguh mengherankan. Dan bukan hanya
- sampai di sana.
- Saksikan bagaimana ketika FIS berhasil
- memenangkan pemilu di Aljazair.
- Lalu pemerintah Amerika bekerja sama
- dengan Barat, bekerja sama dengan Saudi
- Arabia
- langsung membatalkan hasil pemilu
- lalu memanggil Budiaf yang mengasingkan
- diri
- di Prancis.
- Dan Budev dulu mantan penguasa Aljazair.
- Ditarik kembali, diangkat sebagai
- pemimpin. Lalu Saudi Arabia mengirimkan
- bala bantuan senjata
- untuk apa? Untuk menghancurkan kekuatan
- fis.
- Bukan hanya demikian. Tak lama kemudian
- ulama-ulama Saudi Arabia mengeluarkan
- fatwa
- mengajak masyarakat untuk berjihad
- menghadapi pemerintahan zalim. Setelah
- Bud jatuh naik ya tidak lama kemudian
- pada masa Butaflika
- dianggap Butaflicika tidak sejalan
- dengan kepentingan Amerika Barat dan
- Saudi Arabia. Saudi Arabia sebagai
- Jongos Amerika, Jongos Zionis
- mengirimkan bala bantuan senjata
- mengobarkan peperangan dengan fatwanya
- hingga membuat bukan lagi 10.000 20.000
- orang yang binasa. Aljazair betul-betul
- mengalami huru-hara.
- korbannya berjatuhan betul-betul amat
- mengerikan disebabkan fatwa dari
- ulama-ulama Saudi dan dukungan juga
- pemerintah Saudi. Karena ulama-ulama
- mereka bicara tergantung
- perintah dari apa? Dari junjungan
- mereka.
- Saudi Arabia, Jongos, Zionis, dan
- Amerika ternyata apa? Ternyata
- ulama-ulamanya pun menjadi jongosnya
- jongos.
- Kemudian saksikan
- Suria merupakan salah satu negara Arab
- yang bermusuhan dengan Israel dan tidak
- mengadakan perjanjian.
- Bagaimana Saudi Arabia Emirat Arab
- bekerja sama dengan Amerika mengirimkan
- apa? Orang-orang yang lugu dengan seruan
- berjihad menciptakan huru-hara kerusakan
- dan pembantaian di Suriah.
- Ternyata bukan hanya sampai di sana.
- Bagaimana kejahatan mereka terhadap
- masyarakat Yaman?
- Mereka sama sekali tidak mengizinkan
- Yaman untuk damai dan tentram karena
- menjadi ancaman mereka.
- Mereka lakukan serangan ke Yaman karena
- pemerintahan dari Ali Abdullah Saleh
- berpindah kepada Hafi. Dulu mereka
- memanggil Yaman saudara kandung mereka.
- Tapi semenjak pemerintahan berpindah ke
- tangan Haufi, langsung mereka melakukan
- serangan besar-besaran. Bahkan kita tahu
- Netanyahu berangkat ke Amerika pada saat
- itu meminta kepada kongres untuk
- melakukan serangan ke Yaman.
- Ternyata disambut oleh Saudi Arabia
- Emirat Arab sebagai jongos-jongos
- zionis.
- Kita saksikan bagaimana fatwa ulama
- mereka, sikap juga campur tangan Saudi
- Arabia terhadap apa?
- terhadap
- satu negara yang selalu mereka katakan
- bahwa mereka tidak benarkan campur
- tangan asing, tapi mereka campur tangan
- di Aljazair, campur tangan di Suriah,
- campur tangan di Yaman.
- Tapi mengherankan sekali ke mana fatwa
- ulama-ulama Saudi berhadapan dengan
- kasus Gaza.
- Saudara mereka yang dibantai oleh Zionis
- bukan mereka bantu malah mereka
- mengirimkan senjata. Bukan hanya
- dukungan ekonomi, bukan hanya dukungan
- politik, tapi juga dukungan senjata
- secara terang-terangan.
- Oleh karena itu, apakah umat Islam masih
- memandang Saudi Arabia sebagai pemimpin
- dunia Islam? Padahal kejahatan yang
- dilakukan Saudi terhadap umat Islam luar
- biasa dahsyatnya. Dan bagaimana
- pemerintah Saudi Arabia di bawah anjuran
- Zionis menyebarkan fitnah di antara umat
- Islam. di mana ulama-ulama mereka
- kebanyakan menimbulkan fitnah,
- perpecahan, pertentangan, permusuhan
- dengan alasan membela sunah Rasul.
- Padahal sunah Rasul tidak pernah
- mengajak umat untuk bercerai-berai.
- Jadi setiap ada perjuangan di antara
- umat Islam, Saudi Arabia menjadi
- lawannya. Tapi setiap aktivitas Zionis
- yang menghadapi kaum muslimin Saudi
- Arabia walaupun di luar gembar-gembor
- tapi dukungan mereka-mereka berikan
- untuk Zionis. Bahkan negara-negara Arab
- sekarang menuntut agar Gaza diwuc
- senjata. Begitu pula Hizbullah.
- Sedangkan pemerintah Israel
- membagi-bagikan senjata kepada apa?
- Kepada rakyatnya.
- Orang menganggap ini mengherankan. tidak
- mengherankan karena lahirnya kerajaan
- Saudi Arabia Emirat Arab lahirnya di
- bawah asuhan.
- Di bawah asuhan ya susu yang diberikan
- oleh penjajah-penjajah Inggris. Demikian
- pula Amerika dan di belakangnya adalah
- Zionis. Oleh karena itu, tidak mungkin
- mereka akan memusuhi Zionis. Tapi
- apabila mereka diperintahkan untuk
- mengobarkan perang di antara umat Islam,
- mereka lakukan. Ini yang terjadi.
- Kemudian yang menyedihkan ulama-ulama
- mereka memutar balikkan fakta.
- Sebagai contoh, Sudais.
- Dia berkata di hadapan Trump bahwa Trump
- merupakan rakyatus salam, merupakan
- orang yang berjuang untuk perdamaian
- dunia.
- Kemudian dia melarang orang untuk
- memberikan dukungan bagi rakyat Ghazah
- di Palestina. Bahkan mereka menangkapi
- orang yang menggunakan atribut-atribut
- perjuangan di Palestina.
- dengan alasan bahwa Masjid Alhamba
- bukan untuk urusan-urusan politik,
- tetapi dia bicara masalah politik.
- Jadi kalau kita perhatikan bagaimana
- Sudais ya yang pandai berbicara hafiz
- Quran, perbuatannya tidak sesuai dengan
- Quran yang dibacakan. Bahkan dia
- mengadakan acara besar-besaran
- untuk perkawinan putrinya di
- tengah-tengah penderitaan rakyat Gaza.
- Lalu dia mengatakan bahwa R Gaza sedang
- dicoba untuk berpuasa oleh Allah
- Subhanahu wa taala lalu menjelaskan
- faedah berpuasa untuk orang-orang Gaza
- sedangkan dia hidup bermewah-mewahan.
- Oleh karena itu banyak ulama di Saudi
- Arabia yang menolak seperti Salman Auda
- di penjara tempatnya.
- Begitu pula kita dengar ya, Syuraim juga
- disingkirkan dari imamah Masjid Al-Haram
- karena menolak apa-apa yang mereka
- lakukan. Jadi, penjara-penjara di Saudi
- Arabia dipenuhi oleh orang-orang yang
- berjuang untuk menegakkan kebenaran dan
- keadilan. Nah, yang menjadi fokus
- pembicaraan kita di sini
- adalah mereka-mereka yang mengada-adakan
- kebohongan atas nama Allah. Kata al-ifqu
- dalam bahasa Arab, kebohongan yang amat
- dahsyat seperti kebohongan yang
- dinisbatkan kepada Sayidah Aisyah Ummul
- Mukmin radhiallahu anha, istri nabi kita
- dengan tuduhan melakukan perbuatan yang
- tidak benar, perbuatan yang keji, lalu
- dibersihkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala dalam suratun Nur.
- Kalau dahulu yang menjadi tokoh dalang
- di balik kebohongan adalah Abdullah bin
- Ubay bin Salul hanya seorang diri.
- Sekarang ini ternyata ulama-ulama
- yang berpihak kepada Zionis ternyata
- lebih dahsyat dibandingkan Abdullah bin
- Ubay bin Salul yang korbannya hanya
- beberapa gelintir orang. Kalau sekarang
- korban yang berjatuhan akibat ulah
- mereka jutaan orang di Aljazair,
- di Suriah, di Yaman.
- Bekas-bekas kejahatan mereka masih
- nampak terlihat. Lalu mereka
- mengatasnamakan ahlusunah wal jamaah. Di
- mana ahlusunah wal jamaah? Sungguh nama
- sunah rasul dinodai oleh perbuatan
- mereka.
- Wailun likulli affaakin adim. Celakalah
- bagi setiap orang yang suka
- mengada-adakan kebohongan.
- Afim
- lagi bergelimangan dosa dan kejahatan.
- Jadi kata afq bukan hanya pembohong,
- tapi lebih daripada itu mereka
- orang-orang yang suka mengada-adakan
- kebohongan, memutar balikkan fakta.
- Orang-orang yang punya kemampuan,
- orang-orang yang punya wewenang dan
- didengar. Apalagi kalau mereka berkedok
- agama.
- Akan lebih berbahaya lagi efeknya
- seperti yang kita saksikan melalui media
- sosial kita. Kita saksikan dakwah Islam
- bukan lagi mengajak kepada Allah, bukan
- lagi mengajak kepada rasul-Nya, bukan
- mengajak umat yang beriman bersatu, tapi
- yang terjadi waliyadubillah
- mereka menimbulkan fitnah di antara umat
- Islam.
- Mereka menyerukan di tengah-tengah
- penderitaan rakyat Gaza untuk melakukan
- jihad sunah.
- Jihad sun
- jihad sunah
- artinya menyesuaikan ritual mereka
- dengan sunah Rasul. Lalu memerintahkan
- rakyat Gaza untuk hijrah meninggalkan
- negeri mereka.
- Ternyata yang terjadi pada tahun 47
- terulang kembali.
- Terulang kembali.
- Ternyata umat Islam masih tidak belajar
- dari sejarah masa lampau. Mereka
- orang-orang yang suka mengada-adakan
- kebohongan lagi bergelimangan dosa.
- Ayat ini secara umum mencakup semua
- orang yang suka mengada-adakan
- kebohongan. Bukan hanya mereka yang
- hidup pada masa nabi kita. Sebagaimana
- dalam kaidah ulumul Quran, alibrah
- biumil lafzi lahusus asabab. Yang
- menjadi patokan dalam memahami Al-Qur'an
- adalah apa? Umum lafaznya bukan khusus
- sebabnya. Oleh karena itu, Al-Qur'an
- tidak dibatasi dengan sebab nuzulnya,
- tapi berlaku umum. Ya, oleh karena itu
- seruan dalam Al-Qur'an kita perhatikan.
- Ya ayyuhalladzina amanu, ya ayyuhannas.
- Ya, di mana seruan-seruan dalam
- Al-Qur'an menggunakan lafaz yang berarti
- umum.
- Yasmau ayatillahi tutla alaihi
- yasmu.
- Ayatillahi tutla alaihi tumma yusirru
- mustakbiron kaallam yasmaaha fabasyirhu
- biadabin alim.
- Dia mendengarkan ayat-ayat Allah
- dibacakan kepadanya.
- Bahkan bukan hanya dibacakan, dia
- membaca ayat-ayat Allah, menguasainya
- dan menghafalnya. Dia akan lebih parah
- lagi kalau pada saat itu dia
- mendengarkan ayat-ayat Allah dibacakan
- kepadanya, tapi tetap dia bersih keras
- untuk bersikap sombong, menolak
- kebenaran yang sampai kepadanya. Kaam
- yasmaah. Seolah-olah dia tidak
- mendengarkannya.
- Fabasyirhu
- biin alim. Maka sampaikanlah kabar
- gembira kepadanya dengan azab yang
- pedih. Perhatikan di sini ya. Allah
- Subhanahu wa taala gunakan kabar gembira
- tapi isinya azab yang pedih. Sebagaimana
- mereka mengolok-olok ayat-ayat Allah,
- Allah juga memperlakukan mereka dengan
- hal yang sama. Fabasyirhu biadabin alim.
- Orang semacam ini sampaikan kabar
- gembira kepadanya. Ketika orang tersebut
- sedang senang, tahu-tahu ditutup dengan
- biadzabin alim, dengan azab yang pedih.
- Ini namanya uslub attahakum.
- Uslub ya yang berisikan ejekan terhadap
- mereka yang mengejek ayat-ayat Allah
- Subhanahu wa taala. Allah balas mereka
- sesuai dengan perbuatan mereka.
- Kita lihat di sini ya ayat ini kalau
- kita renungkan bersama-sama
- pada saat turunnya ditunjukkan untuk
- mereka-mereka yang mengingkari
- kebenaran.
- Setelah tahu kebenaran, mereka
- mengada-adakan kebohongan untuk
- mengaburkan kebenaran tersebut. Lalu
- renkan sekarang Kang Rizal di mana Quran
- dibacakan.
- Kemudian bahkan kita saksikan para
- penghafal Al-Qur'an
- yang Allah Subhanahu wa taala berikan
- ilmu. Mereka membacakan ayat-ayat Allah
- untuk orang lain. Kemudian mereka dengan
- mengada-adakan kebohongan menempatkan
- ayat-ayat Allah bukan pada tempatnya
- untuk menyesatkan umat manusia. Kita
- bisa bayangkan bagaimana petakanya yang
- mereka timbul.
- Bagaimana petaka yang mereka yang mereka
- timbulkan.
- Apalagi orang-orang kita Indonesia ini
- mudah sekali untuk apa? Untuk terpedaya,
- tertipu dengan kepandaian orang
- berbicara.
- Apalagi dia mendengar seorang hafiz
- Al-Qur'an
- berbicara juga tentang ayat-ayat Allah
- Subhanahu wa taala. Wajah mereka yang
- menampakkan kekhusyukan. Mudah sekali
- orang-orang kita ini tertipu terpedaya
- oleh orang-orang seperti mereka.
- Waidza alima min ayatina saaian
- itakhodha huzwa.
- Dan apabila dia mengetahui
- sebahagian dari ayat-ayat kami,
- dia jadikannya sebagai bahan olok-olokan
- dan bahan tertawaan.
- Bukan karena dia tidak tahu kebenaran,
- tapi karena kesombongan dan hawa nafsu.
- Iblis yang menolak untuk sujud kepada
- Adam atas perintah Allah, bukan dia
- tidak mengenal Tuhannya. Dia mengenal
- Tuhannya bahkan lebih daripada kita
- semuanya. Tapi kesombongan dan hawa
- nafsu. Begitu juga mereka-mereka yang
- mendengarkan ayat-ayat Allah dibacakan,
- dia memahaminya.
- Bukan dia menerima, malah dijadikannya
- sebagai bahan olok-olokan dan bahan
- tertawa.
- Ulaika
- lahum adzabum muin. Sesungguhnya mereka
- atau bagi mereka sediakan azab yang akan
- menghinakan mereka.
- Apabila kita perhatikan bersama-sama,
- Al-Qur'an di tengah-tengah kaum muslimin
- saat ini
- hanya mendapatkan tempat pada
- acara-acara
- baik itu keagamaan dalam acara
- perkawinan
- atau pembukaan majelis-majelis mereka
- atau dibacakan untuk orang yang sudah
- meninggal dunia sebagai apa?
- sebagai doa ya dan permohonan agar
- menyelamatkan orang tersebut dari azab
- Allah dan memasukkannya ke dalam surga.
- Adapun menjadikan Al-Qur'an sebagai
- pedoman hidup di tengah-tengah umat
- Islam ini sedikit.
- Sedikit sekali. Bahkan orang-orang yang
- mengajak agar kembali kepada Al-Qur'an
- menjadi bahan cemohan dan olok-olokan.
- Seperti yang kita jumpai saat ini.
- Orang yang mengajak kepada Al-Qur'an
- mereka katakan fulan qurani.
- Bayangkan qurani. Padahal seorang ya
- mendapatkan nama Quran merupakan
- kemuliaan bagi tapi ini menjadi bahan
- olok-olokan.
- Quran mereka letakkan di tempat paling
- akhir.
- Mereka kedepankan riwayat-riwayat dan
- pendapat ulama-ulama dan salaf mereka.
- Mereka mengatakan kita wajib kembali
- kepada Al-Qur'an dan sunah. Tapi sesuai
- dengan pemahaman salaf. Jadi pemahaman
- salaf itu yang menjadi tolak ukur
- pemahaman Al-Qur'an dan sunah
- disesuaikan dengan pemahaman salaf. Saya
- tidak tahu salaf yang mana yang mereka
- maksudkan. Karena kalau salaf pada masa
- sahabat Nabi, mereka berjuang di jalan
- Allah, membela saudara mereka yang
- beriman, tidak pernah meninggalkan
- mereka. Sedangkan mereka-mereka mengaku
- sebagai pengikut salaf, ternyata mereka
- justru menjadi musuh orang-orang yang
- beriman. Hati mereka tidak tentram
- menyaksikan umat Islam yang hidup rukun,
- bersatu, penuh kecintaan.
- Oleh karena itu, di mana pun mereka
- berada selalu menimbulkan fitnah.
- Waidza alima min ayatina saaian itakha
- huzwa. Ulaika lahumabum muhin.
- Sesungguhnya mereka
- bagi mereka sediakan azab yang akan
- menghinakan mereka.
- Min waraihi waraihim jahanam.
- diterjemahkan dari hadapan mereka api
- neraka jahanam. Kata wara dalam bahasa
- Arab berarti di belakang.
- Artinya mereka yang sekarang menjalani
- kehidupan dunia mereka tidak sadar di
- belakang mereka api neraka jahanam
- sedang menyusul mereka. Tinggal tunggu
- saatnya
- min waraihim jahanam.
- di mana tanpa mereka sadari mereka
- sedang tertawa, terbahak-bahak, senang
- dengan mereka. Apa yang mereka dapatkan
- dari kehidupan dunia?
- Tahu-tahu ternyata dari belakang mereka
- api neraka jahanam menyusul,
- menjadikan mereka sebagai mangsa. Ketika
- Allah bertanya, "Apakah kalian telah
- merasa puas?" Api neraka berkata,
- "Apakah ada tambahan lagi dari
- orang-orang yang serupa dengan mereka?
- Ya Allah. Jadi kalau mereka sadar bahwa
- mereka hidup di dunia ini singkat dan
- cepat dan mereka akan kembali kepada
- Allah subhanahu wa taala segera
- mempertanggungjawabkan
- semua apa-apa yang mereka miliki dan
- ilmu yang Allah ajarkan kepada mereka
- mustahil mereka akan melakukan apa yang
- mereka lakukan.
- Jahanam wumabu
- dan tak berguna bagi mereka apa yang
- mereka usahakan dan hasil usaha mereka.
- Gedung-gedung yang mewah, aset tanah
- yang mereka miliki, kekayaan dalam
- bentuk uang, tunai, emas dan lain
- sebagainya ataupun dolar, semua tak akan
- berguna bagi mereka. Semua hasil usaha
- mereka akan sia-sia.
- Wakuhadu minunillahi auliya. Begitu pula
- yang mereka angkat sebagai wali-wali
- selain dari Allah takkan kuasa untuk
- menolong mereka.
- Jadi di belakang mereka api neraka
- menyusul siap-siap untuk menyergap
- mereka.
- Semua hasil usaha mereka tak berguna
- bagi mereka. Begitu pula yang mereka
- angkat sebagai wali-wali selain dari
- Allah. Para penguasa yang diharapkan
- keridaannya,
- yang mengharapkan betul-betul
- pemberiannya,
- juga menjaga kedudukannya,
- ternyata tak kuasa untuk menyelamatkan
- mereka di hari akhir nanti.
- Walahum adzabun adzim. Dan bagi mereka
- sediakan azab yang betul-betul maha
- besar. Berulang kali. Pertama,
- fabasyirhu biadabin alim. Sampaikan
- kabar gembira dengan azab yang pedih.
- Kemudian setelah itu
- ulaika lahum adzabun muhin. Allah
- sediakan bagi mereka azab yang
- menghinakan mereka. Pada ayat 10 di sini
- Allah subhanahu wa taala mengancam
- mereka dengan azab yang maha besar.
- Walahum adzabun alim. Hza huda.
- Allah dengan tegas mengatakan tanpa ada
- kesamaran. Dan inilah petunjuk yang
- sebenarnya
- menunjuk kepada Al-Qur'an, menunjuk
- kepada rasulnya yang menyampaikan
- Al-Qur'an. Adapun apa saja yang
- bertentangan dengan Al-Qur'an itu
- merupakan kebohongan dan kesesatan.
- Sebagaimana firman Allah, "Famaza ba'dal
- haqqi illal." Selain daripada alhaq
- kebenaran adalah kesesatan.
- Tidak ada yang namanya apa? Jalan
- tengah. Yang ada hak atau batil.
- Adapun dalam pendapat yang berbeda ya
- yang kembali kepada interpretasi manusia
- maka berkisar di antara pemahaman ya
- yang mungkin benar mungkin salah dalam
- bahasa Arabnya sawab dan khata artinya
- tepat dan tidak tepat. Tapi kalau
- berkaitan
- dengan ayat-ayat Allah Subhanahu wa
- taala, apa yang ditegaskan Allah dalam
- ayat-ayat suci kitabnya, maka apa yang
- bertentangan
- dengan apa yang diterangkan Allah
- sebagaimana keterangan dari Allah yang
- tegas, dia adalah hal yang batil yang
- mesti kita pahami dan kita yakini.
- H h h h huda walladzina kafaru
- biayatiibbihim lahumzabun mir rijzin
- alim. Inilah petunjuk yang sebenarnya.
- Adapun mereka-mereka yang ingkar kepada
- ayat Tuhan mereka, bagi mereka Allah
- Subhanahu wa taala sediakan azab yang
- menjijikkan dan pedih.
- Ini yang keempat dari lahum adzabun
- alim. Kemudian adzabun muhyin. Setelah
- itu adzabun adzim. Sekarang adzabun
- mirrijzin alim. Bukan hanya sembarang
- azab, tapi azab yang benar-benar pedih
- dan amat menjijikkan. Menempatkan mereka
- di tempat yang betul-betul rendah
- menghinakan.
- Ini merupakan peringatan demi peringatan
- bagi mereka yang mengada-adakan
- kebohongan, memutar balikkan fakta,
- menolak kebenaran yang datang dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- Setelah itu Allah Subhanahu wa taala
- mengajak kita merenungkan ayat-ayat
- kebesarannya agar kita menerima
- kebenaran dengan hati yang tentram.
- Karena ayat-ayat ini datang bukan dari
- sesama manusia, tapi datang dari Rabbul
- alamin. Allah sakul bahro litajal fulk
- fihi biamri.
- Sesungguhnya Allahlah yang telah
- menundukkan bagi kalian lautan
- agar bahtera dapat berlayar di atas
- permukaannya biamrih dengan izin Allah
- dan perintahnya.
- Kalau bukan karena hukum yang ditetapkan
- Allah Subhanahu wa taala,
- aturan-aturannya tak mungkin sama sekali
- manusia mampu untuk berlayar di atas
- samudera. Allah yang memberikan hidayah
- kepada mereka untuk membuat perahu
- dengan cara tertentu. Kemudian Allah
- juga yang menetapkan hukum-hukumnya pada
- airnya yang membuat bahtera-bahtera yang
- begitu besar, mengangkut muatan yang
- begitu banyak dapat terapung di atas
- permukaannya.
- Allah yang menundukkan bagi kalian
- lautan
- dengan hukum dan ketetapan Allah
- Subhanahu wa taala bahtera dapat
- berlayar di atas permukaannya biamrih
- dengan perintah Allah dan izinnya.
- Walittagu min fadlih. Demikian pula agar
- kalian mendapatkan
- agar kalian mencari dan mendapatkan
- karunia Allah Subhanahu wa taala.
- Baik sebagai
- sarana wasilah perdagangan kalian
- bertukar manfaat di antara negara, di
- antara benu atau katakan di antara
- sesama
- sesama anak bangsa yang terpisah-pisah
- oleh pulau-pulau.
- Mereka bertukar manfaat
- satu sama lain dengan menjadikan laut
- sebagai sarana transportasi mereka.
- Demikian pula mereka di lautan dapat
- menghasilkan kekayaan lautan dalam
- bentuk ikan dan lain sebagainya.
- Begitu pula terdapat kandungan-kandungan
- kekayaan perhiasan yang Allah sediakan
- dari dalam lautan. Begitu juga
- hasil-hasil tambang seperti minyak yang
- mereka dapatkan dari tengah lautan
- melalui pengeboran dan lain sebagainya.
- Walittahu minadli. Agar kalian
- dapat ya
- mencari dari karunia Allah Subhanahu wa
- taala dari berbagai macam kekayaan yang
- Allah anugerahkan bagi kalian. W'allakum
- taskurun juga untuk mendidik kalian agar
- kalian bersyukur kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Tapi ternyata manusia yang
- mengeksplorasi kekayaan lautan
- yang berlayar dari benua ke benua,
- mereka tidak merasakan semua ini karunia
- Allah. Mereka merasakan ini jerih payah
- usaha dan kepandaian mereka. Padahal
- mereka dapat berlayar dengan tenang atas
- izin Allah. Mereka mencari juga
- karunia-karunia Allah Subhanahu wa
- taala.
- Tapi ternyata kebanyakan mereka tidak
- bersyukur.
- Wasakhar lakum ma fis samawati wa fil
- ardhi jami minhu. Dan Allah menundukkan
- bagi kalian semua yang terdapat di
- langit maupun di bumi. Keseluruhannya
- semua berasal dari Allah. Termasuk semua
- peralatan-peralatan yang mereka ciptakan
- untuk mengarungi lautan ataupun udara.
- Semua berasal dari Allah.
- Inna fialika laayatin liquumi
- yatafakarun. Sesungguhnya pada semua itu
- terdapat ayat-ayat
- bagi mereka-mereka yang mau berpikir,
- yang mau ber
- Allah subhanahu wa taala melalui
- pendidikannya, melalui ayat-ayat yang
- Allah turunkan, begitu pula melalui
- rasul-Nya mengajak kita untuk berpikir
- dan merenung. Bukan menerima sesuatu
- tanpa dasar ilmu. Bahkan Allah melarang
- kita wala takfu maaisa bihi ilmun.
- Jangan kamu ikuti sesuatu tanpa dasar
- ilmu. Islam agama yang menjunjung tinggi
- pengetahuan. Oleh karena itu, melalui
- ilmu kita mengenal Allah dan Allah
- tegaskan, "Innama yaksyallaha min
- ibadihil ulama." yang benar-benar takut
- kepada Allah, hormat padanya hanya orang
- yang berilmu.
- Oleh karena itu, marilah kita
- bersungguh-sungguh untuk menuntut ilmu,
- mendidik anak kita juga untuk menuntut
- ilmu, tapi dengan tujuan untuk mengenal
- Allah, untuk bersyukur kepadanya,
- menyadari bahwa semua ini yang kita
- miliki, yang dimiliki oleh
- saudara-saudara kita, yang dinikmati
- oleh berbagai macam makhluk hidup, semua
- berasal dari Allah.
- Semoga Allah menjadikan kita
- hamba-hambnya yang selalu bersyukur
- kepadanya.
- Dan Allah jadikan kita orang-orang yang
- memiliki ketulusan keikhlasan dalam
- mencari kebenaran, mengikutinya dan
- mengamalkannya. Bukan menjadi
- orang-orang yang suka mengada-adakan
- kebohongan demi mengejar kesenangan
- dunia. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- wa atubu ilaik. Wal afu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah telah ee kita
- simak bersama kajian ee tafsir renungan
- Quran surah Aljasiyah dimulai ayat 7
- sampai 13 tadi ya tadi ya
- sampai ayat 13. Betul.
- Sampai ayat 13. Baik dan kita masih ada
- waktu ada beberapa WA yang masuk ini.
- Silakan
- kami juga persilakan Iwan Nawat yang
- mungkin ada pertanyaan ataupun tanggapan
- dari kajian tafsir di kesempatan pagi
- hari ini. Kita hari ini live ya, hari
- Kamis tanggal 14 Agustus 2025 bertepatan
- dengan 20 Safar Ustaz ya.
- 20 Safar 1447 Hijriah. Kami persilakan
- Iwan bagi yang ingin mengirimkan pesan
- singkatnya melalui WA di 0811199
- 720 bisa ee telepon juga ya di nomor WA
- tersebut. Saya bacakan pertanyaan
- pertama nih. WA pertama dari hamba Allah
- di Ciputat, Ustaz 08138764
- sekian-sekian tidak menyebutkan namanya.
- Ustaz, bagaimana dengan ee negara kita?
- banyak yang disebut dengan gelar
- keagamaan dan akademik seperti Ustaz,
- Gus ataupun dokter dan profesor yang
- mempunyai ilmu agama dan akademik yang
- tinggi. Tapi ketika mendapat amanah
- jabatan enggak sedikit jadi maling
- katanya, Ustaz zalim. Dan mereka merasa
- tidak bersalah. Contohnya yang terbaru
- kasus korupsi kuota haji 2024 yang
- korupsinya katanya mencapai 1 triliun.
- Apa yang salah, Ustaz, di negara ini?
- Apakah sistemnya sudah paten seperti
- itu? Katanya, Ustaz. Demikian, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil alamin. Allahumma sholli ala
- Muhammadin wa ali Muhammad.
- Rbana zidna ilman walhikna bihin.
- [berdehem]
- Banyak
- calon-calon
- yang mencalonkan diri mereka untuk
- menjadi wakil rakyat. [berdehem]
- Pada saat perjuangan,
- mereka
- menyerang
- yang berkuasa pada saat itu dengan
- berbagai macam tuduhan dan serangan. ba
- itu korupsi,
- kemudian nepotisme
- dan berbagai macam kejahatan.
- Begitu
- mereka terpilih untuk menjadi calon
- wakil rakyat
- atau mereka terpilih untuk menjadi
- pejabat, tapi ternyata apa yang
- dilakukan orang sebelumnya masih lebih
- rendah dibandingkan apa yang mereka
- lakukan.
- Saya mengalami satu kejadian.
- Artinya kejadian ini saya saksikan
- langsung.
- Kebetulan dalam satu organisasi
- seseorang diangkat sebagai pemimpin.
- Orang ini sebetulnya cukup peduli,
- banyak memberikan bantuan.
- Lalu salah seorang banyak mengajukan
- kritikan ini tidak benar, itu tidak
- benar, ini merupakan hal yang tidak
- sesuai dengan anggaran organisasi.
- Betul. Terkadang dia melakukan
- pelanggaran, tapi untuk kepentingan apa?
- Kepentingan
- bukan kepentingan pribadi untuk
- kepentingan orang-orang yang di bawah
- ini. Dia mengatakan hukum itu buatan
- manusia. Jangan karena hukum kita
- korbankan kesejahteraan, kepentingan
- orang-orang yang lebih besar. Dan jangan
- terlalu banyak kita
- mengadakan rapat tapi tidak ada solusi
- sama sekali. H
- dia banyak mengalami serangan dan
- kritikan. Akhirnya orang tersebut ya
- dijatuhkan.
- Setelah itu dia naik. Ternyata begitu
- dia naik sikap kebijaksanaannya berjalan
- sendiri. Dia melakukan berbagai macam
- kebijakan tanpa ada musyawarah,
- kompromi. Dan ternyata tidak membawa
- manfaat bagi orang-orang yang dibawa.
- Semua ini menggambarkan kepada kita
- bahwa mereka-mereka yang seperti ini
- sebetulnya berbicara mengenai keadilan,
- berteriak juga mengenai kezaliman,
- menyerukan melakukan revolusi atau
- reformasi. Sebetulnya itu hanya
- merupakan apa? Itu hanya merupakan
- kedok.
- Tapi sebetulnya di hati mereka adalah
- hubbud dunya.
- Begitu juga yang mengatasnamakan partai
- Islam.
- Kita semua tahu
- sebelum mereka mendirikan partai, mereka
- betul-betul mempunyai semangat
- perjuangan yang luar biasa,
- idealis
- untuk menegakkan syariat Islam,
- membangun masyarakat yang betul-betul
- islami.
- Tapi begitu
- mereka mendirikan partai,
- mereka juga duduk berkuasa, ternyata
- keadaan mereka tak berbeda dengan
- orang-orang yang berada pada
- partai-partai apa? Nasionalis.
- Sampai sebagian anggota partai
- yang nasionalis, yang bukan islami,
- mereka terheran-heran melihat kerakusan
- dari orang-orang yang berasal dari
- partai Islam.
- ternyata rakus bahkan tanpa ragu-ragu
- dan tidak menyadari bahwa mereka sedang
- disorot.
- Akhirnya begitu kartu mereka berada di
- tangan penguasa, penguasa tinggal
- menggunakan kartunya. Kalau kamu
- menentang kebijakan kami, kami akan buka
- kasus kamu.
- Tersandra, Ustaz.
- Iya, tersandra.
- Dan ini yang sedang terjadi.
- Oleh karena itu,
- seorang pemimpin yang layak untuk
- dicalonkan itu yang terbukti kiprahnya
- di tengah masyarakat. Adapun kita pada
- saat ini di saat memilih seorang
- pemimpin, kita tidak mengenal dengan
- dekat bagaimana akhlaknya, bagaimana
- pribadinya, tapi kita mengenal melalui
- propaganda media yang menjelaskan bahwa
- dia begini begitu dan lain sebagainya.
- Begitu dia berkuasa ternyata
- tidak seperti yang kita dengar. Oleh
- karena itu pada zaman Nabi orang-orang
- yang diangkat orang-orang yang dikenal
- kejujurannya.
- Sebagai contoh
- ketika Sayidina Umar bertanya ketika dia
- akan mengangkat seorang wali
- atau walikota, menurut kalian siapa
- kira-kira
- yang patut untuk diangkat? Lalu salah
- seorang dari mereka mengatakan, "Fulan
- ya amirul mukminin yaquumul lail, bangun
- di waktu malam wasumun nahar, puasa di
- waktu siang." [mendengus]
- Sayidina Umar tanya, "Kamu pernah enggak
- berdagang bersamanya?
- Pernah enggak melakukan perjalanan
- bersamanya? Pernah enggak berhubungan
- dalam urusan dinar sama dirham?" Dia
- bilang, "Belum." Kalau gitu kamu belum
- mengenal dirinya.
- Banyak orang yang jidatnya hitam.
- yang puasa tak henti-hentinya.
- Tapi kalau berhubungan dengan harta luar
- biasa cintanya. Kalau diajak untuk
- berinfak beratnya luar biasa. Padahal
- jidatnya hitam.
- Jadi
- seorang calon pemimpin yang diangkat itu
- harus diketahui pribadinya, [mendengus]
- sejarah hidupnya, bagaimana karakternya,
- bagaimana kebiasaannya.
- Baru pada saat kita mengenal orang
- tersebut kepribadiannya
- diseleksi oleh orang-orang yang tahu
- kemudian diakat bisa diharapkan untuk
- menjadi pemimpin yang jujur. Kemudian
- satu hal kita juga mesti m-back up-nya
- melindunginya
- bukan ditinggalkan.
- Masuk dalam arus bersama mereka-mereka
- yang berkhianat. Lama-kelamaan apa?
- Pepatah Arab mengatakan manjalas danas.
- Orang yang duduk dengan seseorang
- ketularan. Duduk sama pedagang minyak
- wangi, bau minyak wangi sama orang yang
- bekerja untuk membersihkan stetk atau di
- kamar mayat, bau mayat, bau kotoran.
- Itu merupakan hal yang normal. Oleh
- karena itu, orang-orang yang berjuang di
- jalan Allah harus betul-betul didukung
- oleh jemaahnya.
- Seandainya dia membutuhkan sesuatu,
- jangan sampai dia menempuh dari jalan
- yang salah. Contohnya dia sebagai
- seorang pejabat yang jujur. Tahu-tahu
- dia punya kebutuhan untuk berobat, punya
- kebutuhan untuk anaknya yang mau
- sekolah.
- Kalau dibiarkan tanpa dukungan dari
- jemahnya, maka dengan mudah orang ini
- masuk dalam perangkap setan.
- Oleh karena itu, dia berjuang dengan
- sungguh-sungguh,
- dengan jujur, tapi harus mendapatkan
- dukungan. Ini yang Allah ingatkan.
- Nah, sebagai contoh yang kita alami pada
- saat ini, kenapa banyak ulama-ulama kita
- ini tergiur oleh dunia? Padahal
- pertama-tama tidak.
- Pertama-tama tulus, ikhlas, tapi begitu
- berhadapan dengan kebutuhan hidup,
- dia mengalami kesempitan dan cobaan,
- rekan-rekannya tidak memberikan dukungan
- yang mampu. Akhirnya apa? [berdehem]
- Datang orang-orang yang menawarkan
- bantuan.
- Akhirnya dia berhutang budi sampai pada
- akhirnya dia melakukan perbuatan yang
- tidak benar. Oleh karena itu perlu ada
- kolaborasi yang kaya ya bukan mendukung
- seseorang supaya dapat jabatan, dapat
- proyek. Tidak mendukung untuk perjuangan
- kebenaran. Bukan hanya pemimpinnya saja
- yang jujur, tapi yang mendukung pun
- jangan mengharapkan proyek,
- tapi mengharapkan orang tersebut bisa
- menjalankan tugasnya dengan bersih dan
- jujur. Jadi kalau kita mengangkat
- katakan seorang sebagai pejabat atau
- mendukung sebagai wakil rakyat, katakan
- padanya, "Kamu berjuang dengan jujur.
- Itu harapan kami.
- Kami akan terus mengontrol mengawal
- kamu. Kalau kamu butuh sesuatu dalam
- perjalanan kamu, kami siap memberikan
- dukungan. Yang penting kamu jalankan
- tugas kamu dengan baik. Tapi kalau
- seperti saat ini orang keluarkan dana
- untuk mencalonkan dirinya 100 miliar,
- 200 miliar, sponsor memberikan bantuan
- dukungan, ya otomatis dia akan bekerja
- untuk siapa?
- Iya.
- Untuk
- membayar apa? hutang bodinya kepada para
- sponsor, begitu juga kepada partai.
- Jadi jangan kita apa namanya berharap
- dari orang-orang yang seperti ini untuk
- bisa betul-betul menegakkan keadilan.
- Oleh karena itu, ikutilah contoh
- Rasulullah dalam mengangkat seorang
- pemimpin. Ketika seorang datang pada
- Rasulullah mengatakan, "Ya Rasulullah,
- berikan saya [berdehem] jabatan."
- Rasulullah mengatakan, "Nahnu lauti
- ahadan harai."
- Kami tidak akan berikan jabatan ini
- kepada orang yang berminat. He.
- Tapi kalau kami tunjuk seseorang, dia
- wajib untuk menerima. Abu Dzar datang
- memohon pada Rasul diberikan jabatan.
- Dijab, "Kamu seorang yang lemah wahai
- Abu Dzar. Disebabkan kelemahan kamu,
- nanti akhirnya kamu apa? Bisa keluar
- dari rel.
- Baik lemah karena perasaan kasihan dan
- lain sebagainya. Dibutuhkan orang yang
- tegas menjadi seorang pemimpin."
- Wallahuam.
- Baik, Ustaz. ini ee dari Pak Ahmad juga
- kaitannya dengan ee jawaban Ustaz
- barusan, "Bagaimana, Ustaz ee kami bisa
- selalu merasa cukup gitu, Ustaz? Qanaah
- di tengah kesulitan saat ini ya." Tidak
- hanya rakyat biasa, para pejabat pun
- bisa selalu merasa cukup dan ee kita
- khususnya masyarakat tidak bisa berharap
- kepada negara yang tidak hadir kecuali
- saat menarik pajak saja. Katanya
- bagaimana kita sepenuhnya bergantung
- sama Allah tapi kita tetap merasa cukup.
- Ada istilah sekarang itu yang haram aja
- susah apalagi yang halal katanya Ustaz
- dari Pak Ahmad di Jakarta.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil alamin. Allahumma sholli ala
- Muhammadin wa ali Muhammad. Rabbana
- zidna ilman walhikna baliihin.
- Kalau kita berharap dari negara,
- berharap dari jabatan kita, berharap
- dari perdagangan, kita, berharap dari
- seseorang, tidak akan pernah kita akan
- merasa cukup.
- Hidup kita akan dihantui oleh ketakutan
- dan kegelisahan.
- Gelisah, resah, dan takut.
- Tapi kalau kita bersandar bersama Allah,
- yakin kepada Allah, kita berusaha
- bekerja, tapi hati kita betul-betul
- sepenuhnya bersandar kepada Allah, pada
- saat itu insyaallah dia tidak akan
- mengalami ketakutan dan kesedihan.
- Sebagaimana firman Allah, innalladzina
- qalu rbunallah tummaqamu fala khaufun
- alaihim wum yahzanun. Dalam surat
- pustilat ininaq
- alaihimula malaik allu wahzanu wau
- bilitumun.
- Ini merupakan janji dari Allah. Siapa
- yang berkata rabbunallah?
- Orang bertanya siapa pelindung kamu?
- Siapa pegangan kamu? Dengan hati tenang
- dia mengatakan rabiallah.
- Artinya penjagaku, pelindungku adalah
- Allah. Kemudian dia istiqamah sesuai
- dengan apa yang diucapkan. Sepenuhnya
- dia berserah diri kepada Allah. Dan kita
- melihat buktinya Sayidah Hajar bersama
- Ismail ketika ditinggalkan oleh suami
- atas perintah Allah. Apa yang dilakukan
- ketika habis bekalnya? Dia bersai.
- Artinya berusaha.
- Kata usaha itu dari bahasa Arab as'a.
- Karena ain susah disebutkan. Menjadi
- usaha. seperti iklan dalam bahasa Arab
- berubah menjadi iklan.
- Iklan.
- Ain agak susah disebutkan. Jadi sai itu
- sebetulnya berusaha. Sayidah Hajar naik
- ke Safa melihat ke sana kemari tidak
- menemukan sesuatu berangkat menuju
- Marwah sebanyak tujuh kali. Setelah dia
- menghabiskan daya upayanya dia
- mengatakan, "Ya Allah, aku telah
- melaksanakan apa yang kau wajibkan untuk
- usaha. sepenuhnya kami serahkan padamu.
- Kalau kita lihat usahanya itu
- mandar-mandir di antara Safa dan Marwah,
- sebetulnya menurut akal tidak mungkin
- akan menghasilkan apa-apa. Allah ingin
- tunjukkan padanya bukan usaha kamu yang
- menghasilkan rezeki, tapi Allah yang
- memberikan rezeki. Kamu berobat yang
- menyembuhkan siapa? Allah. Bukan obat.
- Jadi sebetulnya
- kita ini berjuang kewajiban kita.
- Setelah dia berusaha baru dia pasrah
- pada Allah. Bayangkan
- setelah itu Allah perintahkan Jibril
- untuk datang kepadanya membawa makanan.
- Kemudian dengan rahmat Allah di atas
- bukit, batu, lembah yang semuanya batu,
- dengan rahmat Allah memancar air yang
- diminum oleh bermiliar-miliar manusia
- hingga kini. Bukan hanya diminum di
- sana, bahkan dibawa ke tanah air
- masing-masing.
- Kalau jemaah haji kita aja mencapai
- 200.000 lebih, 250.000 R lebih. Kemudian
- jemah yang lain yang berdatangan dari
- berbagai macam penjuru. Satu harinya
- berapa liter yang mereka minum? Bahkan
- di Madinah pun mereka alirkan zam-zam
- kemudian dibawa ke tanah air mereka dari
- masa ke masa.
- Ini mata air mata air keimanan dan
- kepasrahan kepada Allah.
- Begitu juga Sayidah Maryam ketika dia
- habis melahirkan, Allah perintahkan dia
- menggoyang pohon kurma. Seandai kita
- pemuda menggoyang pohon kurma aja
- buahnya tidak akan jatuh. Tapi Allah
- suka orang yang berusaha. Setelah dia
- berusaha baru Allah subhanahu wa taala
- apa?
- Ulurkan bantuannya. Allah akan membantu
- orang yang berusaha walaupun enggak
- sampai Allah akan dekatkan. Tapi kalau
- dia enggak mau berusaha Allah akan
- abaikan dirinya.
- Saya sebagai seorang ustaz mengajar
- tidak mengharapkan pemberian dari tempat
- saya mengaji. Saya ingin jadikan ini
- sebagai ibadah. Jadi saya enggak mau
- dibayar.
- Lalu saya berusaha. Usaha saya itu ala
- kadarnya. Mustahil hanya dengan usaha
- bisa menghidupkan. Tapi itu yang mampu
- saya lakukan.
- Terkadang kita berhubungan dengan
- kebutuhan baik itu untuk berobat dengan
- hasil usaha kita, mustahil kita bisa
- membiayai apa? Kebutuhan kita berobat.
- Terkadang kita butuh untuk anak-anak
- kita sekolah. Terkadang kita butuh juga
- untuk pengobatan anak-anak kita. Betul
- gak?
- Betul.
- Terkadang ada kebutuhan-kebutuhan
- mendadak yang cukup besar.
- Kita berusaha dengan mengharapkan rahmat
- Allah. Ya Allah, bukan kepada usaha kami
- bersandar, tapi kepadamu kami bersandar.
- Hasbiallah
- la ilahailla hu alaihi tawakaltu wahua
- rabbul arsyil alim. Alhamdulillah.
- Kalau menggunakan hitungan matematik dan
- akal tidak mungkin. Tapi Allah bantu
- kita untuk setiap kebutuhan kita. Allah
- berikan jalan keluar [berdehem] semua
- dari Allah. Walaupun Allah gerakkan hati
- sebagian orang, tapi semua datang dari
- dari Allah.
- Kita doakan orang-orang yang membantu
- kita. Jalan yang Allah buka
- bermacam-macam dari cara yang terduga
- maupun yang tidak terduga. Du. Jadi
- kalau Anda ingin mempunyai rasa qorah
- ada yang cukup, jangan pernah lepaskan
- tangan Anda dari Allah. Jangan pernah
- lepaskan hati Anda dari Allah. Bersandar
- pada Allah. Tapi berusaha. Kita berusaha
- semaksimal kemampuan kita. selebihnya
- pasrahkan pada Allah. Anda tidak akan
- pernah kecewa.
- Baik, Ustaz. Ini dua pertanyaan
- terakhir, Ustaz, ya. Izin, ya,
- dari Eyang Sri dan ee Bu Widi.
- Bu Widi di Jakarta Timur. Ustaz,
- bagaimana cara memahami dan menerapkan
- terjemahan Al-Qur'an dalam kehidupan
- sehari-hari sebagai pedoman hidup kita?
- Kemudian dari Eyang Sri ini mungkin
- senada dengan pertanyaan pertama tadi
- mungkin ya dan sudah terjawab. Bagaimana
- negara kita merdeka dari koruptor?
- pembohong, pendusta pasti merdeka
- katanya. Begitu dan ini bila orang
- kesehat ee orang kesehatan menerima atau
- meminta support dari farmasi ataupun
- alat kesehatan untuk acara simposium dan
- workshop ilmu kedokteran, bagaimana,
- Ustaz? Apakah ini boleh, Ustaz? Demikian
- minta oleh siapa? Eh, bila orang
- kesehatan mungkin seperti dokter,
- perawat menerima dan meminta support
- obat-obatan, kemudian alat kesehatan
- untuk acara seminar, riposium, workshop,
- ilmu kedokteran, bagaimana Ustaz? Ya,
- mintanya mungkin ke pabrik farmasi,
- kemudian pabrik peralatan e alat
- kesehatan.
- Apakah ini diperbolehkan, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allah Subhanahu wa taala akan memudahkan
- usaha setiap orang sesuai dengan apa?
- Dengan ketulusan dan kecintaannya.
- Allah dalam Al-Qur'an berfirman,
- "Walaqad yassarnal qurana lidzikri fahal
- mim muddakir." Sungguh kami telah
- permudah Al-Qur'an bukan hanya untuk
- dipahami, dipahami, dipelajari, diingat
- dan diamalkan sebetulnya. Karena kalau
- kita membaca Al-Qur'an dengan baik,
- sebetulnya Al-Qur'an membimbing kita
- menuju ke jalan yang lebih mudah, lebih
- lurus dibandingkan jalan-jalan yang
- ditunjukkan oleh manusia.
- Akan mengantarkan kita juga menuju akhir
- yang amat indah. Ini camkan. Inna hadal
- Quran yahdi lillati hiya akwa. Al-Qur'an
- membimbing kita menuju ke jalan yang
- lebih lurus,
- tidak berliuk-liuk.
- Al-Qur'an jauh dari kebengkokan.
- Alhamdulillahilladzi anzala ala abdihil
- kitab walam yajalahu iwaja. Sedangkan
- selain Quran bisa dibelokkan oleh hawa
- nafsu, oleh kepentingan. Betul gak?
- Quran tidak datang dari Allah untuk
- semua hambanya. Dan semua di mata Allah
- sama. Apapun latar belakang mereka,
- semua hamba Allah yang paling dimuliakan
- dari mereka yang merapat dan mendekat ke
- sisi Allah. Tapi yang paling jauh dari
- Allah, orang yang menjauhkan dirinya
- dari Allah walaupun dari keluarga,
- ulama, kiai, maupun para habaib. Jadi
- tergantung kita mau mendekat kepada
- Allah, Allah akan sambut.
- Jadi untuk mempelajari Al-Qur'an asal
- kita punya hati penuh ketulusan
- kecintaan, Al-Qur'an akan membuka
- dirinya. Dia akan menjadi roh yang
- menghidupkan jiwa kita. Pelajari
- Al-Qur'an kemudian ee pelajari
- terjemahannya. Apabila ada yang tidak
- tahu, tanyakan kepada orang-orang yang
- mempelajari Al-Qur'an. Insyaallah dengan
- cepat Allah akan buka hati kita,
- mudahkan langkah kita untuk mengikuti
- petunjuk Al-Qur'an.
- Yang penting kalau kita mengutamakan
- Allah, mengutamakan kitab sucinya, Allah
- juga akan buka jalan dan cahaya yang
- menerangi jiwa kita semuanya.
- Adapun berikutnya
- berkaitan dengan pertanyaan ya
- di mana orang sudah kehilangan
- kepercayaan kepada para calon pemimpin
- karena kita bukan hanya setahun 2 tahun.
- Hm.
- Dari mulai era Bung Karno masuk ke era
- Bapak Presiden Soeharto.
- Dulu pada saat Bapak Presiden Soeharto
- berkuasa, banyak rakyat menggerutu. Ya,
- apalagi bagi mereka-mereka yang merasa
- bahwa Soeharto sudah terlalu lama
- berkuasa.
- Uniknya ketika Pak Harto mulai dekat
- dari Islam dan umat Islam pada saat itu
- justru apa? Beliau dijatuhkan.
- Kalau kita melihat sepanjang perjalanan
- rah Indonesia setelah kemerdekaan dan
- dipimpin oleh para pemimpin, saya
- melihat dengan segala kekurangan
- Presiden Soeharto ternyata dia masih
- lebih mencintai negara dan rakyatnya,
- masih mempunyai kehormatan. Pada masa
- itu suas sembada, harga pangan ringan.
- Betul gak?
- Pembangunan. pembangunan berjalan dengan
- baik ya. Tapi ternyata setiap datang
- pemimpin setelah itu ternyata lebih
- buruk daripada sebelumnya.
- Apalagi pada era-era
- Mulyono yang tidak mulia.
- Masyaallah.
- Kita saksikan bagaimana hutang negara
- kita, hukum diinjak-injak,
- kehormatan manusia juga tidak dihargai
- sama sekali. Kemudian kita saksikan
- pembangunan yang terbengkalai seperti
- IKN kalau kita perhatikan ya.
- Nah, kita berharap mudah-mudahan Bapak
- Presiden Prabowo ini bisa belajar
- dari pelajaran masa lampau bisa
- meninggalkan kenangan yang indah.
- Apalagi beliau di akhir umur.
- Iya. Saya merasa di bawah umurnya tidak
- lama lagi kita akan pergi.
- Apa yang kita akan bawa ke liang kubur.
- Tapi kalau kita menegakkan keadilan,
- berjuang untuk bangsa negara, insyaallah
- kita akan meninggalkan kenangan yang
- indah. Apalagi dengan mengharapkan rida
- Allah subhanahu wa taala. Oleh karena
- itu,
- kita kalau ingin mendapatkan pemimpin
- yang baik, kita mulai dari mana? Dari
- diri kita.
- Pemimpin naik ke atas bukan naik
- sendiri. diangkat oleh rakyat lahir dari
- rahim rakyat rakyat yang mempelopori.
- Mereka naik. Oleh karena itu, rakyatnya
- harus betul-betul memperbaiki diri
- mereka. Karena di antara hukuman Allah
- terhadap orang-orang yang membiarkan
- kemungkaran, Allah akan angkat
- pemimpin-pemimpin yang zalim yang
- membuat mereka menderita
- di saat [berdehem] mereka meninggalkan
- amar makruf nahi mungkar. Nah, sekarang
- bukan hanya meninggalkan amar makruf
- nahi mungkar, bahkan mengajak kepada
- yang mungkar menghalang-halangi dari
- yang makruf.
- Bahkan dilakukan oleh para ulamanya.
- Seperti kasus kalau kita lihat ya
- berkaitan dengan ee pelanggaran
- penyimpangan Departemen Agama ya
- berkaitan dengan kuota hajinya, dengan
- ininya, dengan itunya mereka menjadi
- contoh-contoh yang buruk bagi kita
- semuanya. berkaitan dengan impor daging
- juga ini kan mempermalukan kita. Oleh
- [mendengus] karena itu, Allah tidak
- lihat kamu dari partai Islam atau bukan
- partai Islam, tapi Allah lihat bagaimana
- perilaku kamu, tindak tanduk kamu.
- Adapun partai-partai ini merupakan
- nama-nama yang sama sekali tidak pernah
- apa kita kenal atau dikenal oleh Allah
- Subhanahu wa taala sebelumnya. Tapi yang
- Allah ajarkan kepada kita untuk menjadi
- seorang muslim yang berserah diri dengan
- tulus kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu, mari kembali kepada
- Al-Qur'an. Mari perbaiki diri kita.
- Sebagaimana kalau kita ingin mendapatkan
- anak-anak yang baik, orang tua harus
- memperbaiki diri mereka, perilaku
- mereka. Ayah, ibu yang menjadi contoh di
- tengah anak-anaknya, insyaallah
- anak-anak yang baik. Begitu juga kita.
- Kalau kita ingin melahirkan pemimpin
- yang baik,
- maka rakyat harus bersama-sama berjuang
- melakukan perbaikan, melakukan amar
- makruf nahi mungkar.
- Tapi kalau rakyatnya masih tenggelam
- dalam kemungkaran mengharapkan pemimpin
- yang baik dan adil peduli terhadap
- mereka, mustahil.
- Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala
- bukakan pintu rahmatnya bagi kita semua.
- di masa akan datang insyaallah Allah
- angkat pemimpin-pemimpin yang baik
- dengan sendirinya dengan perbaikan yang
- dimulai dari rakyat dan ulama
- betul-betul menjalankan amanat Allah,
- menyampaikan risalah Allah, melakukan
- perbaikan di tengah umat, bukan
- menjadikan rakyat sebagai apa? Sebagai
- ladang bagi mereka. Menjadikan mereka
- sebagai pendaringan, tapi mendidik
- mereka untuk menjadi manusia-manusia
- yang betul-betul layak untuk menjadi
- contoh di tengah-tengah masyarakatnya.
- Saya pikir cukup sampai sini
- tadi yang terakhir bila orang kesehatan
- menerima dan
- nah berkaitan dengan pertanyaan apabila
- katakan ee ee orang yang bekerja dalam
- bidang kesehatan
- meminta katakan bantuan dari
- perusahaan-perusahaan untuk melakukan
- workshop atau melakukan apa saja, maka
- jawabannya apabila tujuan mereka baik ya
- yang kembali kepentingannya kepada
- masyarakat dan umat ya itu merupakan
- bentuk kerja sama yang baik.
- Tapi kalau menggunakan nama-nama yang
- baik dan indah, tapi tujuannya hanya
- untuk kepentingan pribadi.
- Kepentingan
- pribadi
- pribadi untuk juga membangun pengaruh
- ya, mengumpulkan kekayaan. Hal ini
- merupakan hal yang tidak benar. Oleh
- karena itu, kita ini sama-sama berjuang
- di tengah-tengah bangsa kita. Ustaz
- berjuang menyampaikan amanat Allah. para
- dokter dengan layanan medis yang mereka
- lakukan,
- orang-orang yang diberikan kekayaan
- dengan kekayaan mereka,
- pejabat juga melaksanakan jihad mereka
- melalui wewenang yang Allah berikan
- kepada mereka. Dengan kerja sama ini
- sebetulnya bangsa akan bisa menghasilkan
- perbaikan dalam waktu yang relatif
- singkat.
- Tapi kalau sebagian bekerja, sebagian
- tidak bekerja, yang akan terjadi wali
- iyadzubillah kerusakan. Satu membangun,
- yang satu melakukan kerusakan. Jadi ee
- kewajiban yang dinamakan fardu kifayah
- itu kewajiban yang Allah wajibkan kepada
- setiap muslim sesuai dengan potensi
- kemampuan yang diberikan oleh Allah
- kepadanya.
- Baik.
- Nah, kalau orang kaya meninggalkan
- kewajibannya berinfak lebih banyak
- bangun malam, puasa di waktu siang,
- orang puji kebaikan dia, jidatnya hitam,
- ini enggak ada gunanya. Orang kaya
- berjuang, di samping kewajibannya
- dilaksanakan, berjuang untuk berinfak di
- jalan Allah. ulama dengan ilmunya,
- pejabat dengan wewenang dan jabatannya.
- Nah, para dokter dengan layahan mereka.
- Oleh karena itu, kalau mereka lakukan
- untuk tujuan yang mulia, apa yang mereka
- lakukan bukan perbuatan tercela.
- Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- wa atubu ilaik walfu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat,
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- untuk edisi Kamis, 14 Agustus 2025
- bertepatan dengan 20 Safar 1447 Hijriah
- ini. Tadi kita mengkaji Quran surah
- Aljaasiyah mulai ayat 7 sampai ke-13.
- Terima kasih Wanahwat atas ee WA
- pertanyaan dan tanggapan yang sudah
- disampaikan. Mohon maaf jika ada yang
- belum sempat dibacakan karena ketasan
- keterbatasan waktu. Saya menyapa Ibu Emi
- di Pamulang, Ibu Hermiati di Ciputat,
- kemudian Dr. Nurul ya, kemudian Pak
- Umeda, Pak eh siapa ini? Pak Haji Aloy
- ya, Pak Haji Abdurrahman juga kami sapa.
- Demikian kami, saya Rizal Alhaq dan juga
- Bang Ondi dan Alri. Subhanakallah asadua
- ilahailla anta asag. Alalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakamdah. Sama-sama.