Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail 0:15 [Musik] 0:26 TVAmin allahumma shi ala sayidina 0:28 Muhammad 0:30 Muhammad. Ikwan dan akhwat yang 0:32 dirahmati Allah subhanahu wa taala yang 0:34 dapat meraih kami lewat Radio Rasil 729 0:37 AM juga lewat Rasil TV. Asalamualaikum 0:42 warahmatullahi wabarakatuh. Fikih Wanita 0:44 bersama guru kita Ustazah Herlini Amran. 0:47 Kali ini live kami dari e saya terutama 0:50 dari studio Rasil di Jalan Kaling 0:52 Manggis Cibubur dan guru kita di 0:54 kediamannya hadir di ruang dengar Ikhwan 0:56 dan Akhwat dengan tema yang akan dibahas 0:59 Ustazah. Tapi sebelum saya berikan ee 1:02 bocoran tentang tema kita pada siang 1:03 hari ini, mari kita sapa terlebih dahulu 1:05 guru kita, Ustazah Herlina Amran di 1:07 seberang sana. Asalamualaikum 1:08 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah. 1:12 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:14 wabarakatuh. Sehat, Maulin? 1:16 Alhamdulillah bahagia dan 1:19 kru-kruasil semua sehat ya? 1:21 Alhamdulillah sehat alhamdulillah berkat 1:23 doanya ustazah dan mudah-mudahan harapan 1:26 semua kami yang ada di sini dan 1:27 mendengarkan juga berharap ustazah jalan 1:29 keluarga juga sehat semua ustazah ya. 1:32 Amin. Amin ya rabbal. Amin. Masyaallah. 1:35 Dan tema kita berkaitan juga nampaknya 1:37 ustazah sehat dan bahagia. Mungkin ini 1:39 harus ee terkait ya. Karena selama 1:42 kurang lebih 90 menit ke depan, ikhwan 1:43 dan akhwat saja akan membahas tema kita 1:46 pada kali ini adalah apakah kita 1:49 bahagia? Tepat dulu, Ustazah. 1:51 Ya jazakillahi. 1:54 Bismillahirrahmanirrahim. 1:55 Alhamdulillahiabbil alamin. 1:59 Hamdah mazidah. Yaabbana lakal hamdu bil 2:04 iman. Yaabbana lakal hamdu bil islam. Ya 2:08 rabbana lakal hamdu bil quran 2:11 lakalamdu ahli muah 2:17 laku allah wasallim wikidina Muhammadin 2:22 wa 2:25 alihi 2:29 inar amin yaabbal alamin. Mudah-mudahan 2:33 saat ini kita tercatat ke dalam 2:35 hamba-hamba Allah yang salehah ya. Ibu 2:37 yang salehah bagi putra-putrinya, istri 2:40 yang salehah bagi para suaminya, anak 2:43 yang salehah bagi orang tuanya, dan 2:44 hamba Allah yang salehah. Kalau yang 2:47 laki-lakinya mudah-mudahan menjadi 2:48 seorang laki-laki yang saleh ya bagi 2:50 keluarganya, bagi pasangan hidupnya, 2:52 bagi amin ya rabbal alamin. Pembahasan 2:55 kita bincang-bincang di siang hari ini 2:58 fikih wanita terkait dengan pembahasan 3:01 bahagia. 3:02 Apakah aku bahagia? Apakah kita bahagia? 3:05 Apakah Anda bahagia? Nah, ee bahagia ini 3:09 memang bentuk pertanyaan ya. Apakah kita 3:14 bahagia? Apakah aku bahagia? Itu mungkin 3:17 ee pertanyaannya sepertinya sederhana 3:20 tapi jawabnya tuh tidak sederhana, 3:22 kompleks ya. Karena kebahagiaan itu 3:25 secara umum itu perasaan yang subjektif 3:28 ya, berbeda untuk setiap orang dan sulit 3:32 didefinisikan dengan satu ukuran. Jadi 3:35 bahagia itu tolak ukurnya apa ya gitu 3:38 ya. Jadi memahami bahagia atau tidaknya 3:41 seseorang yaitu memang ini keadaan 3:43 emosional ya. Tentu kita ee melihat dari 3:47 definisinya dulu ya, keadaan senang, 3:50 puas ya. Ee dan perasaan senang dan puas 3:54 itu enggak sama kan setiap orang. 3:56 Mungkin ada yang melihat kesenangan, 3:58 kepuasan kebahagiaannya itu pada materi. 4:01 Ketika dia telah memiliki pencapaian 4:04 yang besar atau mungkin berupa ee 4:08 kesehatan setiap orang tuh beda ya. Jadi 4:10 memahami arti kebahagiaan bagi diri kita 4:14 itu memang satu sama lain berbeda. Bisa 4:16 jadi ada orang yang bahagianya itu 4:19 tergantung dari luar, kebahagiaan 4:22 eksternal ya. Misalnya faktor-faktor 4:24 luar itu misalnya karena hubungan yang 4:26 baik dengan suami atau dengan pasangan 4:29 hidup, anak ya artinya dilihat dari 4:32 eksternal. Nah, apakah itu memang 4:34 menjamin kebahagiaan? Ya, apakah 4:36 kebahagiaan itu hanya faktor internal 4:38 saja? kedamaian batin, rasa puas diri 4:41 sendiri, penerimaan terhadap hidup dan 4:44 segala macamnya. Nah, pembahasan kita 4:46 kali ini ee apakah kita bahagia atau 4:51 tidaknya tentu dilihat dari pandangan 4:54 Islam ya. Kebahagiaan itu ee dilihat 4:58 dari faktor tauhid ya, akidah ya, yang 5:02 ee lebih kepada ee pemahaman terhadap 5:06 keimanan. Jadi kebahagiaan yang akan 5:08 kita bahas ini tolak ukurnya adalah 5:11 akidah dan tauhid. Ya. Jadi kalau dalam 5:14 bahasa Arab bahagia itu assaadah ya. 5:19 Kebahagiaan itu memilik memiliki makna 5:21 yang sangat mendalam dan komprehensif 5:25 ya. tidak hanya dilihat dari sisi ee 5:28 materi ya, tidak hanya dilihat dari sisi 5:32 zahir saja, tidak hanya dilihat dari 5:36 hal-hal yang ee ada di hadapan mata. Ya, 5:41 kebahagiaan di dalam Islam yang sejati 5:44 itu adalah ee bagaimana seseorang itu 5:48 mendapatkan rida Allah. Jadi artinya 5:50 gini deh, ee konsep bahagia di dalam 5:53 Islam itu kan melibatkan hubungan 5:54 manusia ya, seorang hamba dengan Allah 5:57 ya. Nah, itu itu aspek spiritualnya, 6:01 ukhrawinya, aspek akhiratnya. Nah, ini 6:04 yang akan kita bahas ya ee tentang makna 6:08 kebahagiaan dilihat dari ee Islam ya. 6:11 Kebahagiaan yang diukur dari keimanan 6:14 ya. di jadi diukurnya itu bukan 6:16 kesehatan, bukan diukur dari kesempatan, 6:20 dari peluang yang diambil, dari 6:22 target-target yang telah di ee apa 6:25 dicapai gitu, bukan. Tapi dalam 6:28 pandangan Islam, Assaadah ini kebagian 6:30 ini ee maknanya komprehensif. Tidak 6:34 hanya dilihat dari aspek materi atau 6:36 duniawi, tapi juga ada aspek spiritual 6:38 dan ukhrawi atau akhirat. Ya. Jadi ee 6:42 dilihat dari bagaimana hubungan kita 6:44 dengan Allah. Maka oleh karena itu nih 6:48 konsep dengan ee konsep kebahagiaan itu 6:50 ya kebahagiaan sejati itu ada di akhirat 6:54 gitu ya. Itu catatan ya. Jadi 6:56 kebahagiaan di dunia ini semuanya 6:58 sementara terbatas. Nanti juga akan kita 7:00 bahas ya kalau kita mendengar 7:02 orang-orang mengatakan ternyata bahagia 7:04 tuh sederhana ya gitu ya. melihat anak 7:08 sudah selesai makan habis oh senang 7:10 banget bahagia itu hanya sementara dan 7:13 semuk. Coba kalau anaknya sakit 7:15 bahagianya hilang deh. Nah, jadi 7:17 kebahagiaan yang kita bahas kali ini 7:19 adalah kebahagiaan yang diukur dari ee 7:23 aspek spiritual ya. Kebahagiaan sejati, 7:26 kebahagiaan yang dirasakan di akhirat. 7:28 Nah, jadi artinya kita memandang dunia 7:30 ini konsep bahagianya itu bukan bahagia 7:33 semua kacamata dunia, tapi bagaimana 7:36 kebahagiaan sejati yang tentu saja 7:39 dirasakan di akhirat. Bagaimana 7:42 seseorang itu yang namanya bahagia 7:44 adalah mendapatkan rida Allah Subhanahu 7:49 wa taala. Ketika Allah rida dengan 7:52 hambnya maka dia dimasukkan ke dalam 7:54 surga. Ah, jadi karena kita tahu ya 7:57 bagaimana Islam mengajarkan bahwa dunia 8:00 ini adalah tempat 8:01 ujian. Kebahagiaan di dunia ini hanya 8:04 sementara, enggak lama. Jadi kalau ada 8:07 orang yang mengatakan seumur hidup aku 8:09 tidak pernah bahagia dengan orang tua 8:12 yang toksik, kemudian dapat suami yang 8:14 bermasalah, hidupku ini menderita. Nah, 8:17 ini kasihan banget deh gitu ya. Kalau 8:19 dia tidak memahami konsep bahagia dalam 8:21 pandangan Islam, maka kita lihat ya 8:24 misalnya dalam surah Albaqarah ayat 8:28 214. Auzubillahiminasyaitanirrajim. 8:48 amanu maahu mata nasrullah ala inna 8:52 nasrallahi 8:54 qib apakah kamu mengira bahwa kamu akan 8:58 masuk surga padahal belum belum datang 9:01 kepadamu cobaan sebagaimana halnya 9:04 orang-orang terdahulu sebelum kamu. 9:06 Mereka itu ditimpa oleh kesengsaraan, 9:09 malapetaka ya, kegoncangan, ya dengan 9:12 berbagai macam-macam cobaan ya, aneka 9:14 rupa cobaan ya, ujian sehingga 9:16 berkatalah rasul dan orang-orang yang 9:18 beriman bersamanya. Jadi setingkat rasul 9:21 saja dan orang-orang yang beriman 9:24 bersamanya itu sampai mengucapkan mata 9:27 nasrullah? Kapankah datangnya 9:29 pertolongan Allah. 9:30 Ala inna nasrallahi 9:33 qorib. Ya. Jadi ketahuilah, ingatlah 9:37 sesungguhnya pertolongan Allah itu amat 9:39 dekat. Masyaallah. Jadi ee pembahasan 9:44 kita bahagia itu adalah dari sisi akidah 9:47 dan tauhid ya. Jadi agar kita paham 9:50 bahwa dunia ini adalah tempat ujian. 9:53 Cita-cita tertinggi itu adalah surga 9:56 yang paling mulia, yang paling agung 9:57 yang mestinya kita ee bersegera punya 10:01 obsesi ya untuk mencapai surga itu 10:04 mestinya itu yang akan kita cari di 10:06 dunia ini dengan pengorbanan apapun yang 10:09 dapat kita korbankan dengan apapun yang 10:12 berharga dalam kehidupan kita, justru 10:14 yang kita cari itu adalah cita-cita 10:17 tertinggi itu ya. hidup mulia atau mati 10:19 syahid gitu ya. Artinya mendapatkan ee 10:21 surga tentu saja butuh pengorbanan. 10:24 Makanya di sini Allah katakan, "Apakah 10:26 kamu mengira kamu bisa akan bisa masuk 10:28 surga? Apakah kamu mengira bahwa kamu 10:31 akan mudah masuk surga?" Belum ada 10:33 cobaan sama sekali. Padahal orang-orang 10:35 terdahulu sebelum kamu itu diberikan 10:38 ujian yang maha dahsyat. Kesengsaraan, 10:41 berbagai ujian cobaan sampai rasul dan 10:44 orang beriman saja sampai ini bukan 10:47 berarti mempertanyakan ee ke janji Allah 10:49 ya. Mata nasrullah itu bentuk ee apa ya? 10:54 Semacam ee keinginan. Jadi ya yakin 10:58 mereka tuh tidak meragukan janji Allah. 11:00 Pasti janji Allah itu akan ditepati. 11:03 Tapi kapankah, bilakah, dalam waktu 11:05 dekatkah atau kapankah? Jadi bukan 11:08 menyanksikan kemahakuasaan Allah, bukan. 11:11 Tapi kapan tibanya ya? Nah, itu 11:13 ketahuilah, ingatlah pertolongan Allah 11:15 itu sangat dekat. Nah, mungkin kita bisa 11:16 menyaksikan saat ini ya, bahwa semua 11:20 bentuk ujian cobaan yang saat ini 11:22 dialami oleh saudara kita di Palestina 11:24 ya, itu luar biasa, luar biasa ya. Tidak 11:28 bisa ke mana-mana. Jadi genosida itu 11:30 benar-benar ya dihabiskan, dihancurkan 11:33 dan di antara mereka juga masih sabar 11:35 ya. Nah mata nasrullah ala inasr qorib 11:40 itu janji Allah pasti. Janji Allah itu 11:42 pasti akan ditepati cuman kapankah ya 11:45 itu ya. Nah, ini kebahagiaan yang kita 11:49 harapkan, yang kita tuju, yang mestinya 11:52 kita falyatanafasil mutanafisun 11:54 berlomba-lomba untuk mendapatkannya 11:56 kebahagiaan sejati yaitu di akhirat 11:58 dengan apa? Dengan dimasukkan ke dalam 12:00 surga. Rida Allah. Makanya surga itu 12:04 adalah cita-cita kita tertinggi. Engak. 12:06 Jadi enggak mungkin kita hanya 12:08 berangan-angan masuk surga tapi tidak 12:10 mengamalkannya. Rasanya ee kalau surga 12:13 itu dengan hanya modal angan-angan 12:15 kayaknya enggak bakalan masuk deh. 12:17 Makanya memang harus ada ujian. Jadi 12:20 betul-betul di dunia ini tempat kita 12:23 diuji oleh Allah. Makanya ketika kita 12:26 diuji dengan kehidupan yang sulit, 12:29 mungkin dapat pasangan yang tidak sesuai 12:32 dengan keinginan, anak yang kita 12:34 harapkan bisa berbakti jadi berbalik 12:36 atau kesulitan ekonomi, itu tidak 12:39 menjadi kendala untuk mendapatkan 12:42 kebahagiaan. Karena memang untuk surga 12:45 itu mahal, butuh pengorbanan dan itulah 12:49 tempat kita yang kekal dan abadi. Jadi 12:52 kesabaran itu ya. Nah, inilah 12:55 kebahagiaan yang kekal yang kita 12:56 harapkan dunia ini kan. Jadi, kalau 12:58 begitu enggak apa-apa menderita di 12:59 dunia. Nah, sekali lagi ya sebenarnya ee 13:03 daya pandang kita, cara berpikir kita 13:05 kalau bahagia itu kita dapatkan dari 13:09 eksternal rasanya kita tidak akan pernah 13:11 bahagia. Orang yang mencari bahagia dari 13:14 luar, tidak dalam dirinya. Karena memang 13:18 bahagia itu kan sebenarnya cara 13:20 pandangnya, cara pikirnya ya. Ee kalau 13:23 bahagia itu disandarkan kepada uang, 13:25 kepada materi, kepada orang, kepada 13:27 anak, kepada orang, pokoknya eksternal 13:29 lah, dijamin enggak akan bahagia. 13:31 Mungkin bahagianya sementara aja, tapi 13:33 banyaknya kecewa. Maka kebahagiaan yang 13:36 kekal itu terpulang kepada kita sendiri. 13:40 Ya, maka yang kita harapkan di sini 13:42 adalah bagaimana kebahagiaan yang kekal 13:43 dan kebahagiaan yang abadi itu ya di 13:45 akhirat ya. Bagaimana orang-orang yang 13:47 beriman itu merasakan kenikmatan yang 13:49 tiada tandingnya ketika mereka 13:52 mendekatkan diri kepada Allah. Wallina 13:55 amanuhat asul jannah hum fiha khidun. 14:00 Orang-orang yang beriman itu mengerjakan 14:01 amal saleh. Mereka itulah penghuni surga 14:04 dan mereka kekal di dalam. Jadi 14:07 kebahagiaan di akhirat ini adalah tujuan 14:10 utamanya seorang muslim. Nah, tentu saja 14:13 untuk mencapainya itu tidak mudah. Dia 14:16 harus menjalani kehidupan ini dengan 14:19 ketentuan Allah ya. Taat ya berusaha 14:21 menjalani perintah Allah, menjauhi 14:23 larangannya. Konsepnya itu hanya antara 14:25 dua aja. Kalau enggak syukur ya sabar. 14:28 Hidup tuh kan cuman sederhana. Hanya 14:29 dua. Dapat ujian cobaan musibah 14:32 bersabar. Dapat nikmat dapat ee anugerah 14:35 dari Allah bersyukur. Konsep inilah yang 14:38 mencapai ee yang dapat mencapai ee 14:41 kebahagiaan yang indah itu di dunia dan 14:43 di akhirat. Ya, kalau Allah berikan 14:45 karunia di dunia kita bersyukur 14:46 alhamdulillah bahagia kan? Alhamdulillah 14:49 enggak dapat berarti kita bersabar ya. 14:51 Alhamdulillah juga. Makanya konsep 14:53 hamdalah ini luar biasa ya. Pujian 14:56 kepada Allah itu untuk ee mengakui bahwa 14:59 hanya Allahlah yang layak dan pantas 15:01 dipuji atas semua apapun yang diberikan 15:03 kepada kita. Ya. Jadi sekali lagi 15:07 kebahagiaan sejati itu ada di akhirat 15:10 dengan apa? Dengan kenikmatan surga. 15:14 kebagian sejati dengan nikmat surga. 15:16 Itulah yang harusnya kita buruk, yang 15:18 kita cari, yang kita ee obsesikan, ya, 15:22 yang kita inginkan, yang kita dambakan, 15:25 yang kita doakan, pokoknya surga. 15:28 Masyaallah. Bahkan dalam surat Asajadah 15:30 ayat 17 yaum. 15:38 Tidak seorang pun mengetahui berbagai 15:40 nikmat yang menanti di surga itu yang 15:42 indah dipandang, tidak pernah terdengar 15:45 oleh telinga. Pokoknya sesuatu yang 15:47 masyaallah yang didambakan, yang 15:48 diburuk. Jadi ketika kita mendapatkan 15:52 ujian cobaan di dunia dan kita ingat 15:54 kembali bahwa bahagia itu hanya di 15:56 akhirat dengan masuk surga, masyaallah 15:59 itu jadi semua mudah-mudahan bisa ringan 16:03 semua penderitaan, ujian dan cobaan ya. 16:05 sebagaimana yang kita ee dapatkan ya di 16:08 saudara kita yang di Palestina ya. 16:10 Padahal keluarganya sudah ee tidak ada 16:12 lagi, rumahnya sudah hancur, tidak punya 16:15 apa-apa, kelaparan, tidak ada makan, 16:17 tidak ada minum ya. Tapi mereka yakin 16:20 bahkan ketika mereka ee menghantarkan 16:23 jenazah orang tuanya kah atau anaknya 16:26 atau suaminya tuh ya kita dapatkan ee 16:29 apa yang diucapkan oleh ee seorang 16:31 muslimah dan seorang ibu sampai 16:33 mengatakan titip salam kami buat 16:35 Rasulullah. H. Jadi begitu yakinnya 16:38 bahwa nanti juga itu karena sudah 16:39 mendahului ya mereka titip salam. Salam 16:42 kami kepada Rasulullah dan kita nanti 16:44 bertemu panggil kami, ajak kami. 16:46 Masyaallah atau ya ada anggota tubuhnya 16:48 yang ee barangkali cacat ya atau habis 16:52 ya terkena ee runtuhan itu alhamdulillah 16:57 satu dari kakiku sudah berada di surga. 16:59 Masyaallah. Jadi itulah kebahagiaan 17:01 hakiki ya, mendapatkan surga dan 17:04 kehidupan nanti di sana 17:06 kekal. Di akhirat kebahagiaan sejati itu 17:10 diraih dengan kehidupan yang kekal. 17:12 Enggak ada lagi rasa takut, sedih, 17:15 penderitaan seperti di dunia ini ya. 17:18 Tidak ada lagi duk, tidak ada lagi 17:20 kelelahan. Semuanya mendapatkan 17:23 kenikmatan dan abadi kenikmatan itu. 17:25 Tidak seperti kita di dunia ya. kondisi 17:28 ekonomi yang sulit, makan susah, tempat 17:31 tinggal juga ee terbatas, susah. Ini di 17:35 dunia adalah lahan ujian untuk bekal 17:38 kita di akhirat. Makanya orang-orang 17:41 yang beriman itu innalladina 17:43 amanuilat lahum jannatul firdausi nuzula 17:50 khidinaha. Orang yang beriman itu dan 17:52 beramal saleh itu mereka mendapatkan 17:54 surga firdaus. tempat tinggalnya kekal 17:58 di dalamnya 17:59 selama-lamanya. Mereka tidak ingin 18:01 pindah darinya. Masyaallah. Jadi 18:04 bolehlah kita berharap kepada Allah. 18:06 Barangkali yang mungkin Allah berikan 18:08 ujian di dunia ini, apa yang diinginkan 18:11 tidak diharapkan, semuanya mengecewakan 18:13 hati. Tapi tidak. Kita punya harapan 18:16 bahwa insyaallah dengan ridanya kita 18:20 menerima takdir Allah dengan kita 18:22 bersabar ya. dengan rida sabar. Rida itu 18:25 lebih tinggi dari sabar ya. Itu dengan 18:27 rida apa yang telah Allah takdirkan 18:29 kepada kita. Mudah-mudahan dengan rida 18:31 ini kita beriman kepada Allah dengan 18:33 takdirnya yang baik dan buruk insyaallah 18:36 kita akan mendapatkan kehidupan yang 18:38 kekal. Bahkan tidak hanya itu ya 18:41 kebahagiaan abadi yang di akhirat ini 18:43 yang tidak hanya itu ya hanya masuk 18:45 surga dan kemudian kekal di dalamnya. 18:47 Tapi ada salah satu kebahagiaan terbesar 18:50 bagi penghuni surga itu adalah 18:53 kesempatan untuk melihat wajah 18:55 Allah. Ini adalah kenikmatan tertinggi 18:58 yang melampaui segala kenikmatan fisik 19:01 di surga. Enggak ada apa-apanya masuk 19:03 surga. Mala ainun roat yang selama ini 19:06 tidak pernah terlihat oleh mata, 19:07 terdengar oleh telinga, terbesit oleh 19:09 hati. itu tidak ada apa-apanya 19:12 dibandingkan kenikmatan untuk 19:14 diperkenankan melihat wajah Allah yang 19:17 mulia, yang agung. Jadi dalam sebuah 19:20 riwayat itu 19:22 dijelaskan ak ahl jann jannah qakulah 19:25 tabarak wa 19:29 taalaidunaanukum eh azidukum ya artinya 19:33 gini ketika penduduk surga itu telah 19:36 masuk surga kemudian Allah berkata 19:40 kepada mereka apakah kalian menginginkan 19:44 sesuatu yang 19:46 lebih menjawab ya Allah ya rab engkau 19:50 telah memutihkan wajah kami ya Allah ya 19:53 kan dalam Alqur wujuhun 19:56 yaumaidin 19:58 yahair ya rab engkau telah memutihkan 20:00 wajah kami membuat wajah kami bercahaya 20:03 engkau telah memasukkan kami ke dalam 20:05 surga dan menyelamatkan kami dari 20:09 neraka kemudian Allah menyingkap 20:11 hijabnya jadi tidak ada yang lebih 20:12 mereka c jadi Allah memperlihatkan 20:14 wajahnya ya dibuka hijabnya itu tidak 20:16 ada yang lebih mereka cintai daripada 20:19 melihat wajah Rabb mereka. Masyaallah. 20:22 Ini bentuk kenikmatan, kebahagiaan yang 20:25 luar biasa. Tidak ada tandingannya 20:28 melihat pencipta kita. Masyaallah. 20:31 Makanya Rasulullah mengajarkan kita ya 20:33 doa untuk bisa melihat wajah Allah ya. 20:36 Allahum 20:39 in Allah 20:50 in. Ya Allah, aku mohon kepadamu 20:53 kenikmatan memandang wajahmu di surga. 20:57 Rindu bertemu denganmu tanpa penderitaan 21:00 yang membahayakan dan fitnah yang 21:02 menyesatkan. 21:04 Jadi kebahagiaan sejati tidak hanya 21:07 sekedar masuk surga, tidak hanya sekedar 21:09 kekal di surga selama-lamanya, tapi yang 21:12 paling dan puncaknya kebahagiaan seorang 21:15 beriman itu adalah kenikmatan melihat 21:18 wajah Allah yang agung. Ya, dia 21:20 diselamatkan dari neraka. Itu kan 21:22 kebahagiaan yang abadi ya, kebahagiaan 21:24 sejati. Selamat dari api neraka. Karena 21:27 orang-orang yang beriman dan beramal 21:28 saleh itu telah dijauhkan dari api 21:31 neraka. Dan mereka di dunia itu ikhlas 21:34 rida, sabar dengan semua ujian ketentuan 21:38 yang telah Allah tetapkan. Mereka itu 21:40 enggak ada seberapanya hidup di dunia 21:42 dengan segala macam penderitaannya ya 21:45 ketimbang balasan yang Allah berikan. 21:47 Keselamatan dari neraka itu adalah 21:49 kebagian abadi yang diraih hanya oleh 21:51 orang-orang yang taat kepada Allah. 21:53 Tidak ada lagi di situ kesedihan, tidak 21:56 ada lagi kekhawatiran. Ya, jadi itu 21:58 tanda kebahagiaan sejati ya. Enggak ada 22:00 lagi sedih. Kalau orang sedih kan 22:01 berarti enggak bahagia ya, nangis aja 22:04 ya. Jadi artinya ketika menghadapi ujian 22:07 di dunia kan kalau kita enggak bagi kan 22:09 sedih nangis ya, khawatir, ketakutan, 22:12 cemas dan segala macamnya. Tapi bagi 22:15 orang yang memahami arti kehidupan, 22:17 cobaan di dunia itu enggak ada 22:19 apa-apanya. Ketika mereka rida dengan 22:21 ketentuan Allah, mereka mengharapkan 22:23 balasan dari ujian tersebut, maka nanti 22:26 akan mendapatkan kenikmatan yang abadi, 22:29 bahagia di akhirat. Enggak ada lagi 22:31 kesedihan dan kekecewaan. La yamuhum 22:35 fihaun wum minha bimukin. Mereka tidak 22:40 merasa letih di dalamnya, tidak merasa 22:42 lelah, ya tidak akan dikeluarkan. 22:43 Masyaallah. Ini kenikmatan abadi. 22:46 Kehidupan di akhirat ini bagi orang yang 22:47 beriman ini adalah kedamaian, 22:49 kebahagiaan, kenikmatan tanpa akhir. 22:52 Maka hidup di dunia ini memang penuh 22:55 dengan ujian cobaan ya. Ya, maka jangan 22:57 pernah kita menyesali takdir. Jangan 23:00 pernah kita membandingkan hidup kita 23:03 dengan kehidupan orang. Jangan pernah 23:05 kita protes terhadap apa yang telah 23:07 Allah berikan. Hidup dengan penuh syukur 23:10 dan sabar. Dua itu kata kunci masuk 23:12 surga. Tapi berat memang. Nah, itulah 23:15 sebabnya kita berdoa memohon kepada 23:17 Allah agar diberikan keimanan yang kuat, 23:20 diberikan lingkungan yang mampu menjaga 23:22 keimanan kita. Ya, kita berusaha untuk 23:25 mentaati semua perintah Allah. Salat, 23:28 saum, ya, zakat, ya. Berbuat baik kepada 23:31 sesama manusia, menjauhi perbuatan dosa, 23:34 ya. Kemudian membersihkan hati kita 23:36 dengan semua kotoran-kotorannya. Tidak 23:38 ada ria, iri, dengki, sombong, takabur, 23:41 munafik, dan segala macamnya. Semua 23:44 perilaku-perilaku yang membawa dosa kita 23:46 jauhkan dan banyak beristigfar kepada 23:48 Allah, memohon ampun terhadap dosa yang 23:50 tidak sengaja kita lakukan. Nah, inilah 23:52 kenikmatan surga yang merupakan 23:54 kebahagiaan yang abadi yang kita 23:55 rindukan, yang kita akan cari ya. Fabiul 23:59 khairatnya di situ ya. Wasariu ila 24:01 magfirah ya. Bersegeralah. Ini yang kita 24:04 harapkan. Jadi enggak ada enggak ada 24:06 lagi rasa sakit, rasa khawatir, apalagi 24:10 kebahagiaan yang hakiki itu di akhirat 24:13 itu bisa berkumpul bersama keluarga. 24:16 Subhanallah. Keluarga yang berkumpul di 24:19 surga itu adalah salah satu bentuk 24:21 kebahagiaan yang luar biasa yang 24:25 masyaallah 24:26 diharap-harapkan oleh orang yang 24:28 beriman. Tidak ada yang dipisahkan satu 24:30 sama lain. Semuanya ngumpul di surga. 24:33 Ya, Rabb. Kita inginnya begitu ya. 24:35 Orang-orang yang beriman yang anak 24:37 cucunya mengikuti mereka dalam keimanan. 24:40 Ya, kami hubungkan anak cucu mereka 24:42 dengan mereka ya Rabb. Kita bertemu 24:44 dengan sesama keluarga kita, orang-orang 24:47 yang kita cintai dalam keadaan damai, 24:50 abadi, bahagia ya Rabb. Itu yang kita 24:53 harapkan ya. Maka oleh karena itu, 24:55 bersabar kita di dunia ini untuk 24:57 mengarahkan mereka, membimbing mereka, 24:59 mengajak mereka jangan pernah keluarkan 25:01 kata-kata yang tidak baik dari lisan 25:03 kita. Apalagi sebagai seorang ibu, doa 25:06 ibu kepada anak seperti doa Nabi kepada 25:09 umatnya. Jangan keluar kata-kata yang 25:11 tidak baik. Apa kita tidak sedih? Nanti 25:14 di yaumil akhir dibedakan kita enggak 25:16 ketemu lagi. Makanya kita sebagai orang 25:19 tua, ayo kita doakan anak-anak kita. 25:22 Mungkin saat ini kelihatannya anak kita 25:24 tuh sulit diatur, tidak taat, menyakiti 25:28 hati. Mungkin banyak hati yang tergores 25:30 luka air mata kita bercucuran dengan 25:33 bahasa-bahasanya yang keras, yang tidak 25:36 berkenan. Doa itu jangan lupa. Sekarang 25:38 mungkin Allah uji tapi siapa tahu nanti 25:40 hidup kan masih panjang, usia anak kita 25:43 kan masih terus ya. Siapa tahu nanti ya 25:45 kita kan gak tahu takdir Allah. Yang 25:47 penting kita berharap kepada Allah, 25:48 yakin bahwa nanti insyaallah anak kita 25:50 menjadi anak yang saleh yang akan 25:52 mengirimkan kita doa-doa terbaiknya yang 25:55 akan mampu insyaallah meringankan ya 25:57 nanti ee kita diberikan nikmat kubur 26:00 bukan siksa kubur yang mampu membawa 26:02 kita tuh banyak pahala dari doa-doa 26:03 terbaiknya dari sodqah yang dia 26:06 peruntukkan untuk kita dari wakaf-wakaf 26:08 mereka atas nama orang tua yang sudah 26:10 meninggal. Masyaallah. Maka hati-hati 26:12 dengan lisan yang ada. Nah, ini kebagian 26:14 sejati di akhirat ini. Motivasi bagi 26:16 kita semua ya untuk menjalani hidup 26:18 dengan penuh ketaatan dan kebaikan di 26:21 dunia. Dan jangan menjadi di dunia ini 26:23 menjadi orang yang tidak diinginkan 26:25 keberadaannya, tidak diharapkan ya 26:27 kedatangannya menyakitkan. Nauzubillah 26:30 minzalik ya. Jadi yang ada adalah doa ya 26:33 dari orang-orang sekitar kita karena 26:34 keberadaan kita membawa berkah bagi 26:36 semua. Nah, ini kebahagiaan di akhirat 26:39 ya. Itu kebahagiaan hakikat kebahagiaan 26:41 sejati. 26:42 Kemudian kebahagiaan yang kita bahas ini 26:45 adalah ketaatan kepada Allah. Jadi bukan 26:49 batas definisi kebahagiaan zahir ya. 26:53 Bahagiaku adalah ketika aku pengin kopi 26:56 tiba-tiba ada kopi gitu ya. Itu hanya 26:58 sementara ya. Tapi hakikat kebahagiaan 27:01 yang kita bahas dalam konteks tauhid dan 27:03 akidah ini adalah kebahagiaan melalui 27:06 ketaatan kepada Allah. Karena salah satu 27:09 sumber kebahagiaan terbesar dalam Islam 27:12 itu adalah taat kepada Allah, 27:14 menjalankan perintah Allah dengan penuh 27:17 kesadaran dan keikhlasan. Nah, ini tentu 27:19 akan melahirkan ketenangan, akan 27:21 melahirkan kebahagiaan. Karena memang 27:24 Islam mengajarkan bahwa ketenangan itu 27:26 itu adalah hati yang sakinah dan itu 27:29 didapat dengan banyak mengingat Allah. 27:31 Al 27:32 bidikrillahiul qulub. Bukankah dengan 27:35 mengingat Allah hati menjadi tenang? 27:38 Nah, jadi artinya di sini ibadah-ibadah 27:41 ketaatan yang kita lakukan itu seperti 27:44 zikir, salat, saum, ibadah-ibadah 27:47 lainnya yang di telah diajarkan itu 27:50 adalah untuk mendekatkan diri kita 27:52 kepada Allah dan nanti akhirnya Allah 27:55 akan berikan kita kebagian batin. Ya, 27:58 seorang muslim yang taat itu tidak hanya 28:00 merasakan ketenangan dalam hidup, tapi 28:02 juga merasakan kepuasan. karena yakin 28:05 dia sedang berusaha untuk mencapai 28:06 tujuannya apa? Rida Allah. Ya, coba kita 28:10 mungkin pernah merasakan bahagia yang 28:12 sulit untuk diungkapkan ya pada saat 28:15 kita saum ya, berpuasa ya. Saya rasa 28:18 semua pendengar sudah merasakannya ya 28:20 ketika kita berpuasa pada saat berbuka 28:23 kan. Ee Rasulullah mengatakan ada dua 28:25 kebahagiaan ee kebahagiaan ketika 28:27 berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa 28:29 Allah. Nah, pada saat kita berbuka tuh 28:32 ya ada rasa apa ya? bahagia ya. Saya 28:35 rasa semua sudah merasakan ya setelah 28:37 kita berbuka terus kemudian ada rasa 28:40 sulit terungkapkan itulah bahagia dan 28:43 itu hanya dunia bahagia dunia tapi 28:47 bahagia berikutnya adalah bahagia ketika 28:49 kita berjumpa dengan Allah ada sebuah ee 28:53 apa namanya dalam matan alqawaid alarba 28:56 ya itu Syekh Muhammad Attamimi 28:58 mengatakan 29:07 Saadah. Jadi ada unwan saadah. Tanda 29:10 kebahagiaan itu ada katanya ee tanda 29:13 kebahagiaan itu ada tiga. Jika diberi 29:16 kenikmatan dia bersyukur. Jika dia diuji 29:20 dengan musibah dia bersabar. Jika dia 29:23 melakukan dosa, dia beristigfar. Nah, 29:25 tiga inilah tanda kebahagiaan. Jadi 29:27 orang yang bahagia ya terutama di dunia 29:30 ini untuk merasakan seperti apa sih 29:32 bahagia itu ya? Yang pertama dia 29:35 bersyukur ketika mendapatkan kenikmatan. 29:37 Apapun kenikmatan yang Allah berikan dia 29:40 bersyukur. Jadi artinya di sini tidak 29:42 melihat-lihat orang lain ya. Tidak. Ee 29:45 kalau orang yang bersyukur itu kan 29:46 berarti anugerah yang Allah berikan tuh 29:48 dia dia syukuri. Dia tidak 29:50 membanding-bandingkan kondisi dirinya 29:52 dengan orang lain. Tidak 29:54 membanding-bandingkan hidupnya dengan 29:56 orang lain, anaknya dengan orang lain, 29:58 suaminya atau pasangannya dengan orang 29:59 lain atau apapun re tidak menikmati. 30:02 Tapi apapun yang dia peroleh yang telah 30:04 Allah berikan kepadanya dia syukuri. Nah 30:06 itu bahagia. Kemudian jika diuji dengan 30:09 uji musibah cobaan dia bersabar. Jadi 30:12 tidak mempertanya dan menggugat Allah, 30:15 kenapa sih Allah berikan aku ujian kayak 30:17 begini? Bukan begitu. Orang yang 30:19 menggugat Allah itu bukannya dia 30:21 bahagia, bisa jadi stres nanti ya. Bisa 30:24 jadi dia sakit jiwanya karena hidupnya 30:28 tidak puas. Kenapa? Kenapa? Kenapa? Yang 30:31 sudah terjadi coba seandainya itu enggak 30:33 boleh. Itu tidak ada kebahagiaan. Bisa 30:35 bisa kecewa itu ya bisa jadi cemas 30:37 nantinya. Nah, kemudian ketika melakukan 30:39 dosa dia bertobat, beristigfar. Nah, ini 30:44 kebahagiaan. Ee kemudian kebahagiaan itu 30:46 sebenarnya ujian ya. Jadi Islam itu 30:50 mengajarkan bahwa kebahagiaan di dunia 30:53 ini, ini kebahagiaan di dunia yang versi 30:56 manusia ya kan. Mungkin orang mengatakan 30:58 bahagia itu adalah ketika kaya, ketika 31:01 ee apa? keinginan sesuai dengan harapan 31:05 sukses ya ee anak-anak sarjana bisa 31:09 punya rumah ya punya mobil artinya 31:12 apapun yang kita harapkan, yang kita 31:14 targetkan, yang kita rencanakan bisa 31:16 kita capai. Itulah bahagia. Yaitu 31:19 mungkin bahagia dunia ya, tapi bukan 31:21 tujuan akhir hidup manusia. Ini hanya 31:25 sementara. Dan ini adalah ujian. Allah 31:28 menguji hambanya dengan nikmat. Ya, ada 31:31 yang Allah uji dengan nikmat diberikan 31:33 pangkat, jabatan, harta, apapun mudah 31:36 ya, prestasi itu diberikan. Ada juga 31:39 Allah berikan ujian itu dengan 31:41 kesulitan, susah hidupnya, tapi dia 31:44 tetap bersyukur. Maka kebahagiaan itu 31:46 adalah sebagian ujian yang artinya 31:49 disikapi dengan dua. Kalau enggak 31:50 syukur, ya sabar. Itulah keadaan orang 31:53 beriman. Menakjubkan ya, ajaban diambil 31:56 mukmin. Semua urusan itu baik baginya. 32:00 diberikan ee kebaikan, diberikan 32:03 kenikmatan, dia bersyukur. Ketika dia 32:05 diberikan ujian, dia bersabar. Diberikan 32:08 kesulitan, dia bersabar. Enggak 32:10 banding-bandingin, enggak ngeluh. Ya, 32:12 jadi syukur dan sabar. Dengan dua ini 32:15 kebahagiaan sejati akan didapat ya, baik 32:18 dalam keadaan sulit ataupun dalam 32:20 keadaan senang. Ini keseimbangan nih 32:22 antara sabar dan syukur. Ini kunci kunci 32:25 mencapai ketenangan batin dan ini adalah 32:28 pondasi bagi kebahagiaan di dalam Islam. 32:31 Jadi kata dua dua kata ya syukur dan 32:34 sabar. Syukuri. Ya, alhamdulillah. 32:36 Misalnya ada seorang muslimah diuji oleh 32:39 Allah belum dapat jodoh misalnya 32:41 sehingga usianya 32:43 sudah ee kepala empat atau kepala lima 32:46 ya dengan diuji Allah belum mendapatkan 32:49 pasangan padahal sudah berusaha 32:50 semaksimal mungkin dia masih memuji 32:53 Allah ya dia masih bersyukur kepada 32:56 Allah di samping sabar orang kalau sudah 32:58 bersabar itu pasti dia bersyukur kan dia 33:01 bersyukur kepada alhamdulillah ketika 33:03 dia lihat banyak sekali 33:04 kejadian-kejadian rumah tangga enggak 33:06 yang hancur di tengah jalan, yang cerai, 33:09 yang segala macam banyak. Alhamdulillah 33:11 dia mengambil hikmah dari ujian yang 33:13 Allah berikan. Barangkali Allah punya 33:14 niat maksud yang terbaik dari belum 33:17 diberikan aku jodoh. Misalnya, 33:19 barangkali kalau aku berjodoh ya seperti 33:21 itulah anak disia-siakan suami, Allah 33:24 sayang padaku. Jadi konsep seorang 33:26 muslim itu ketika Allah berikan dia 33:29 ujian itu berbaik sangka kepada Allah. 33:32 Ya, dia yakin bahwa pasti ada hikmah 33:35 yang terbaik di balik ujian ini. Jadi, 33:37 syukur dan sabar. Dia bersyukur. 33:39 Alhamdulillah aku selamat dari 33:41 barangkali kalau menikah akan begitu 33:43 jadi alhamdulillah. Jadi, dia akan 33:44 menjalani hidupnya penuh syukur dan 33:46 sabar. Jadi, ini kunci ya, kunci 33:49 keseimbangan antara syukur dan sabar 33:50 ini. Kunci untuk mencapai ketenangan dan 33:53 kebahagiaan yang abadi ya dalam Islam. 33:55 Jadi enggak stres, enggak sakit. Orang 33:58 beriman tuh tenang hatinya. Enggak ada 34:00 yang terkena gangguan jiwa tuh ya. 34:01 Enggak ada kecemasan-kecemasan yang 34:03 dibuat ya kan ular manusia itu sendiri. 34:06 Karena semua hidupnya itu dia serahkan 34:08 kepada Allah. Karena Allahlah yang tahu 34:10 apa yang ditakdirkan kepadanya. Ya, 34:13 makanya ada ungkapan ya dari Umar bin 34:16 Khattab ya. Apa? Seandainya kunci ghaib 34:20 yang gaib, ilmu yang gaib itu dibuka 34:21 oleh Allah, niscaya manusia itu akan 34:25 memilih bahwa takdirnya itu terserah 34:27 Allah saja. 34:29 Nah, itulah konsep seorang muslim mukmin 34:32 bahwa apapun yang Allah berikan itulah 34:34 yang terbaik baginya. Karena Allah maha 34:36 baik pasti memberikan yang terbaik. 34:38 Walaupun dirasa saat ini tidak baik-baik 34:41 saja, tapi yakinlah suatu saat akan kita 34:44 rasakan bahwa inilah takdir yang 34:46 terbaik. Ya. Nah, ini konsep bahagia dan 34:49 ee dunia di dunia ini bahagia itu 34:52 sederhana ya. Kalau kita lihat kacamata 34:54 di dunia, bahagia itu kan sederhana, 34:56 tergantung konsep syukur dan sabarnya 34:59 kita. Dan itu muncul dari diri kita 35:01 sendiri, tidak tergantung kepada pihak 35:03 luar. Kalau kita memiliki konsep syukur 35:05 dan sabar, berimbang, kita akan 35:08 menyikapi apapun situasi di dunia ini 35:10 dengan 35:11 baik. Kitalah yang menentukan 35:13 kebahagiaan kita, bukan orang lain. Dan 35:15 itu semua tergantung bagaimana kita 35:17 menyikapi situasi yang ada. Karena kita 35:19 sudah punya konsep dua tadi. Kalau 35:21 enggak syukur ya sabar. Makanya bahagia 35:24 itu kalau dalam konsep syukur dan sabar 35:28 sederhana. Sederhana banget gitu ya. 35:31 Enggak harus yang mewah, enggak harus 35:33 yang banyak. Yang kecil-kecil aja tuh 35:35 kalau kita memiliki dua tadi konsep 35:38 syukur dan sabar bisa buat bahagia. 35:41 Bahagia tuh ketika misalnya melihat 35:43 anak-anak kita baik-baik, akur-akur, 35:46 saling sayang menyayangi. Aduh bahagia 35:49 ya itu sederhana. Tapi itu konsep syukur 35:51 dan sabar. Bahagia itu ketika misalnya 35:54 ee bisa melihat anak laki-laki kita ke 35:56 masjid enggak disuruh lagi sama orang 35:58 tua. Masyaallah. Jadi 36:00 memang apa bahagia itu sederhana. Nah, 36:03 begitu Mbak Oli. Nanti kita lanjutkan 36:05 lagi ya. He. Baik, Ikhwan dan Nawat 36:07 telah kita dengarkan tadi pemaparan 36:09 Ustazah Perihal tema kita pada siang 36:12 hari ini yang ee berkaitan dengan 36:14 kebahagiaan dan yang kita ee highlight 36:18 atau kita soroti pada pemaparan tadi 36:20 sepanjang Ustazah ee berikan ada dua hal 36:24 rumus untuk bahagia dunia dan akhirat 36:27 yaitu bersyukur dan bersabar. Apakah 36:30 kita sudah mengaplikasikannya? 36:32 Dan ikhwan dan akhwat kami persilakan 36:34 seperti biasa untuk menyampaikan 36:35 pertanyaannya seputar dengan tema yang 36:37 tadi disampaikan apakah aku bahagia 36:40 lewat nomor WhatsApp di 0811999720. 36:48 Insyaallah kami akan kembali. Tapi 36:49 setelah jada nasyid berikut. 36:53 [Musik] 37:00 Radio Silaturahim juga Rasil TV. Ikhwan 37:03 dan akhwat saat ini sedang menyimak 37:04 fikih wanita bersama Ustazah Herlini 37:07 Amran. Tema kita adalah apakah aku 37:09 bahagia? Apakah Anda bahagia? Apakah 37:11 kita semua bahagia? Ya, itu adalah 37:13 pertanyaan yang kerap kita ee 37:15 pertanyakan ketika kita sedang merenung. 37:18 atau kita sedang ee mentafakuri apa yang 37:21 menjadi perjalanan dalam kehidupan ini. 37:24 Ustazah nampaknya masih ada beberapa hal 37:25 yang ingin disampaikan. Tafadal Ustazah. 37:27 I bismillahirrahmanirrahim. Jadi ketika 37:30 kita berbicara tentang bahagia tentu 37:33 yang kita bahas ini konsep Islam ya 37:35 terkait dengan konsep tauhid ya. Artinya 37:38 kebahagiaan hakiki itu hanya ada di 37:41 akhirat. Tapi bukan berarti di dunia ini 37:43 kita tidak bisa bahagia ya. Bisa jadi ee 37:46 bahagia yang kita dapatkan itu karena 37:49 rasa syukur yang telah Allah anugerahkan 37:52 kepada kita yang kita yakini bahwa kita 37:54 ini hamba Allah yang wajib mensyukuri 37:57 setiap nikmat walaupun sedikit nikmat 38:00 walaupun banyak ujian yang diberikan. 38:01 Jadi kalau ee kita contohkan misalnya ya 38:05 kebahagiaan coba bagaimana ee rasanya ya 38:09 Nabi Yusuf Alaih Salam misalnya kalau 38:11 kita bicara Nabi Yusuf Alaih Salam ya 38:13 bahwa beliau itu ee penuh dengan ujian 38:16 cobaan ya hidupnya ya masa kecil golden 38:19 age-nya dipisah dipisahkan dengan 38:22 keluarganya ayah tercinta kemudian 38:24 hidupnya kemudian dijual ee dibeli sama 38:28 ee pembesar ya kemudian menjadi ee apa 38:32 namanya istilahnya tuh orang dibelilah 38:35 gitu ya. Setelah itu di dijadikan budak 38:37 ya difitnah pula karena ganteng ya 38:39 difitnah budak itu dipenjara ya tanpa 38:42 kesalahan. Kita lihat itu bertahun-tahun 38:45 lamanya ya kalau dalam sejarah tuh 38:47 disebutkan ada yang menyebutkan itu 40 38:50 tahun loh lamanya sampai ketemu dengan 38:51 keluarganya dengan ayahnya itu cobaan 38:54 bertubi-tubi. Mungkin orang mengatakan 38:56 kasihan ya enggak bahagia gitu. Bahagia 38:58 itu kan di sini attqwa hahuna ya. 39:01 Bahagia itu kan kaitan juga dengan 39:02 ketakwaan. Tapi Nabi Yusuf tetap 39:04 bersyukur dan tidak menyimpan dendam 39:07 kepada saudaranya yang telah menyebabkan 39:09 dia terpisah dengan keluarganya. Apakah 39:11 Nabi Yusuf stres, kecewa, kemudian luka 39:15 batin gitu ya kan. Tidak ya. Tapi kita 39:18 lihat betapa beliau itu sangat dekat 39:20 kepada Allah ya. Bahkan berdoa ya dalam 39:22 surat Yusuf ayat 101 itu ya ketika telah 39:24 mendapatkan jabatan pangkat. Wahai 39:26 Rabbku, Engkau telah anugerahkan 39:28 kepadaku sebagian kerajaan dan 39:31 mengajarkan kepadaku takwil mimpi. Wahai 39:34 Rabbku pencipta langit dan bumi, 39:36 Engkaulah pelindungku di dunia dan di 39:38 akhirat. Wafatkan aku dalam berserah 39:40 diri dan gabungkan aku dengan 39:41 orang-orang yang saleh. Ya, artinya 39:43 gini. Selama seorang hamba terikat 39:46 dengan Allah, hubungannya itu baik ya, 39:49 bergantung dengan Allah, mentaati 39:51 perintahnya dan menyadari bahwa hidup 39:53 ini adalah ujian dan cobaan, itu yang 39:55 namanya 39:57 ee gangguan jiwa ya. Karena stres, 40:00 karena luka batin tuh enggak akan 40:01 terjadi ya. Karena hidupnya itu 40:03 konsepnya itu syukur dan sabar. Syukur 40:06 dan sabar. Memang setiap hidup itu pasti 40:08 ada ujian dan cobaan. Pasti ada. Inilah 40:10 hidup di dunia pasti ada ee hal-hal yang 40:14 tidak mengenakkan. Itulah ujian. Makanya 40:16 itu udah udah konsep hidup 40:19 yaum 40:21 minal 40:23 minalin. Itu udah pasti enggak ada orang 40:26 hidup di dunia ini tidak diuji. Tapi 40:28 berikanlah kabar gembira kepada 40:30 orang-orang yang sabar. Jadi rasa syukur 40:33 dan sabar ini ketika menghadapi ujian 40:35 berat 40:38 inian yaitu kebahagiaan di dunia ya. Ya. 40:42 Apakah kehilangan harta, kehilangan 40:44 anak, kehilangan orang yang kita cinta 40:45 itu sedih betul tapi tidak menyebabkan 40:47 kita kufur ya bersabar. Nah, jadi sekali 40:50 lagi bahwa bahagia yang sejati, yang 40:55 abadi, yang selamanya, yang kita akan 40:57 raih dan kita capai itu adalah kebagian 41:00 di akhirat dengan mengikuti alur di 41:02 dunia ini, mengikuti ketentuan Allah ya, 41:04 mentaati perintahnya dan menjauhi 41:07 larangannya. Berharap kepadanya ya, 41:09 pertolongannya ya dengan syukur, sabar, 41:12 istigfar itu tadi ya tidak menjauhi atau 41:15 tidak melanggar batas ketentuan yang 41:17 telah Allah tetapkan. Insyaallah 41:20 mudah-mudahan bahagia itu bisa kita 41:23 dapatkan, kita raih ya. Jadi bahagia 41:25 yang badi kalau bahagia sementara bisa 41:26 di dunia. Ee bahagia sementara itu 41:29 banyak ya. Mendapatkan apa yang kita itu 41:31 bahagia tapi hanya sementara semu. Tidak 41:33 selama-lamanya. nanti akan muncul lagi. 41:35 Maka ketika hidup ini penuh dengan 41:38 syukur dan sabar, insyaallah kita bisa 41:40 memaknai hidup ini. Insyaallah kita akan 41:41 tahu mana yang bahagia, mana yang ee 41:44 abadi bahagianya, yang hakiki ee 41:48 bahagianya mana yang sementara. 41:50 Insyaallah mudah-mudahan kita berharap 41:52 ee dengan panduan ini ya Allah kita 41:55 bersyukur Allah telah ee menjadikan kita 41:58 Islam. Kita dapat hidayah ya tidak lagi 42:00 mencari-cari Islam tapi sudah Allah 42:02 takdirkan kita hidup dari orang tua yang 42:04 Islam ya yang sudah mendapatkan hidayah 42:07 sejak dulu ya. Mudah-mudahan kita dijaga 42:09 oleh Allah hidayah dan petunjuk ini 42:11 sehingga kita mendapatkan kita 42:13 mendapatkan bahagia dunia dan akhirat. 42:16 Wallahualam. Baik. Masyaallah. telah 42:18 disampaikan ee oleh Ustazah maparan 42:21 perihal tema Apakah Aku Bahagia dan 42:23 beberapa pertanyaan Ustazah sudah masuk. 42:25 Izinkan saya langsung membacakannya, 42:27 Ustazah. Ini dari hamba Allah. Ustazah 42:29 bertanya langsung. Asalamualaikum 42:31 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah. 42:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 42:35 wabarakatuh. Semoga Ustazah selalu dalam 42:37 lindungan Allah dan selalu dalam 42:39 keberkahan serta rahmatnya. Amin. 42:42 Ustazah, bagaimana? Iya, baik. Ustazah, 42:45 bagaimana caranya mendidik perihal 42:47 syukur dan sabar terhadap istri? Eh, 42:51 karena kriteria menafkahi istri secara 42:54 lahir di mana istri saya selalu 42:57 meributkan permasalahan keuangan atau 43:00 permintaan uang sampai seluruh gaji saya 43:03 ingin diminta oleh dia semuanya. Tolong 43:07 nasihatnya, Ustazah. Terima kasih. Oh, 43:09 bagaimana bagaimana menurut Islam ee 43:12 aturannya? 43:14 aturan nafkah ya. Iya saja ya. Ee memang 43:19 pembahasan tentang suami istri itu tidak 43:22 mulai dibahas setelah ee ada konflik 43:25 baru diselesaikan mestinya ya. Tapi 43:28 sejak awal pernikahan artinya ee 43:32 menyamakan dulu visi dan misi ya. 43:35 Samakan dulu tujuan hidup pernikahan itu 43:37 idealnya kan gitu ya. Kita bicara ideal 43:39 nanti baru kita bicara ee apa solusinya 43:43 ya. Jadi idealnya apalagi yang belum 43:44 nikah tuh. Jadi dalam awal-awal 43:46 pernikahan coba samakan dulu deh ee visi 43:50 misi ini kan butuh ilmu. Pernikahan ini 43:53 adalah ibadah agung yang batasnya itu 43:57 sampai selamanya ya selama pernikahan 44:00 itu ada. Itu kan ibadah terpanjang dalam 44:01 hidup manusia. Karena yang namanya 44:03 ibadah pasti butuh ilmu. Jadi ee 44:06 sebelumnya disamakan dulu visi misi 44:09 kemudian seperti apa mengelola rumah 44:11 tangga nanti terkait dengan ee nafkah 44:14 tuh seperti apa tuh dibicarakan. Jadi 44:16 artinya dari awal sudah disepakati ya 44:18 idealnya gitu ya. Sekarang kita kondisi 44:21 ya bisa jadi ada ujian dan cobaan. 44:23 Sekarang istri ingin mengelola ya ini 44:27 barangkali masalah komunikasi ya antara 44:30 suami istri. Sekarang kita sepakati aja 44:32 kenapa istri ingin memegang semua gitu 44:35 ya. Jadi sebutkan kenapa nih kebutuhan 44:38 kita segini. Apakah istri tidak puas 44:40 dengan gaji yang ada ini karena mungkin 44:44 terasa kurang atau bagaimana? Atau 44:46 mungkin istri berpandangan bahwa suami 44:48 kurang gesit. Bisa jadi kan ini kan 44:50 persepsi yang berbeda. Mungkin di di 44:53 pandangan suami, di pemikiran suami dia 44:56 sudah optimal mencari nafkah. Inilah apa 44:58 adanya. Inilah hasilnya. Sementara bisa 45:01 jadi istri beranggapan, "Ih, rasanya nih 45:04 enggak cukup." Padahal suami punya 45:06 kemampuan lebih dari itu. Kenapa sih 45:08 enggak lebih gesit berusaha lebih lebih 45:10 keras lagi mencari ini, mencari nafkah 45:12 kayak gitu ya. Jadi ketika persepsi 45:14 antara suami istrinya tidak sama, di 45:17 situlah muncul permasalahan. Ayo 45:18 sekarang kita ngobrol deh. Komunikasikan 45:21 maunya gimana sih? Nah, jadi ketika ini 45:24 tujuannya adalah untuk kebaikan rumah 45:27 tangga ini, maka ee dua masing-masing 45:30 suami istri itu mestinya enggak ada 45:32 egonya lagi ya dalam masalah nafkah ya. 45:34 Nanti diselesaikan gimana caranya. Jadi 45:37 memang komunikasi ini 45:40 memiliki peranan penting ya dalam 45:43 keharmonisan rumah tangga. Kadang-kadang 45:45 kalau komunikasi ini tidak berjalan 45:47 dengan baik, yang muncul tuh suzon. 45:50 Heeh. Suami menganggap istri kurang 45:52 syukur, terlalu matre gitu ya, boros 45:55 gitu ya. Sementara istri beranggapan 45:58 kepada suami pelit gitu ya, tidak ee mau 46:01 menafkahi, pelit perhitungan. Nah, 46:03 akhirnya kan enggak pas gitu. Maka coba 46:05 deh pertama kali yang diperbaiki adalah 46:07 komunikasi. Komunikasi ya. Jadi mulai 46:10 dari nol artinya sama-sama menghilangkan 46:13 ego. Kita kan punya tujuan rumah tangga 46:16 ini sampai surga. Nah, bagaimana dengan 46:18 tujuan ini jangan sampai masalah-masalah 46:20 begini menghambat ee tujuan ke surga 46:23 itu? karena banyak juga loh termasuk 46:25 faktor ekonomi nih ya termasuk memiliki 46:28 peran ee cukup ee kuat juga dalam ee apa 46:32 rumah bercerainya suatu rumah tangga 46:35 gara-gara penghasilan itu bisa menjadi 46:38 ee andil ya untuk ee menghancurkan suatu 46:41 rumah tangga. Nah, ini kan kita enggak 46:43 inginkan. Ayo kita sama-sama. Kemudian 46:45 kalau terasa kurang ee puas bisa jadi 46:48 coba diambil pandangan-pandangan ya ahli 46:51 ekonomi tentang rumah tangga. kan ada 46:52 ekonomi rumah tangga seperti apa. 46:54 Mudah-mudahan dengan komunikasi seperti 46:57 ini bisa ee menghilangkan 46:59 sumbatan-sumbatannya. Tidak ada lagi 47:01 zon, tidak ada lagi dusta di antara 47:03 kita. Tidak ada lagi tuduhan-tuduhan. 47:05 Ya, suami menuduh istri ya kurang 47:09 syukur, matre gitu ya. Boros. Mat boros. 47:12 Heeh. Sementara istri mengatakan suami 47:14 pelit gitu. Pelit. Iya. Iya. I iya. Ini 47:17 permasalahan ini komunikasi ya. He 47:20 mudah-mudahan bisa diatasi dengan baik. 47:22 Selama tujuannya sama, sama-sama ingin 47:25 ke surga. Wallahuam. He. Jadi, pada 47:28 prinsipnya tidak ada aturan baku atau 47:31 kaku dalam Islam. Yang terpenting adalah 47:34 mengatur atau mererukturisasi lagi 47:37 jaringan komunikasi antara suami dan 47:39 istri. Karena segala sesuatunya pasti 47:41 bisa dimusyawarahkan, Ustazah. Ya. Ya, 47:44 Mbak. Aturannya sebenarnya sudah jelas. 47:46 Suami menakai istri, menafai keluarga. 47:49 itu aturannya. Tapi seperti apa polanya 47:52 itu tergantung kesepakatan berdua kan 47:56 macam-macam kan bentuknya ya kesepakatan 47:58 kan musyawarah waamrumsur bainahum ya 48:01 ada yang istrinya pandai mengelola 48:02 keuangan kenapa enggak serahkan ke istri 48:04 atau ada yang suami pandai mengelola ya 48:06 ken ya jadi suami yang mengelola artinya 48:08 tidak baku yang penting kewajiban dasar 48:10 terpenuhi suami wajib menafkahi 48:12 keluarganya itu. 48:14 He. Iya. Baik, mudah-mudahan cukup 48:17 jelas. Ee Bapak yang tadi bertanya, saya 48:20 akan beralih ke hamba Allah di Lombok 48:22 Utara ini, Ustazah. Jauh. Asalamualaikum 48:25 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah. 48:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:29 wabarakatuh. Ustazah, saya tidak tahu 48:31 apakah saya pernah bahagia karena sudah 48:34 terlalu lama selama ini saya bekerja 48:37 terus di Saudi sebagai TKI. Rumah ada 48:39 hasil pekerjaan menjadi TKI. Anak pun 48:42 sudah sukses kuliah dan lulus S1. 48:45 sekarang kerja di bank, tetapi sampai 48:47 saat ini rumah sudah jadi, anak-anak 48:50 sudah sukses kuliah, saya merasa tidak 48:52 bahagia karena masalah terus datang 48:55 sampai sekarang. Ee mohon bimbingannya, 48:58 Ustazah. 49:01 Ee gini, kebahagiaan itu bukanlah dari 49:07 eksternal ya, dari luar. Tapi yang perlu 49:09 kita cek sejauh mana kedekatan kita 49:12 kepada ee zat yang menciptakan kita. He. 49:16 Orientasi hidup kita tuh apa. Jadi kalau 49:19 untuk menyelidiki, mengetahui apakah 49:22 kita bahagia atau tidak, coba periksa 49:25 tujuan hidup kita tuh apa sih? Apa sih 49:27 yang mau kita cari di dunia ini? Apa sih 49:30 yang akan kita raih? Nah, jadi saya jadi 49:32 ingat nih ee contoh ya seperti Umar bin 49:35 Abdul Aziz. Beliau itu khalifah kelima 49:39 ya, Umar bin Abdul Aziz. Ya, pernah kan 49:42 saya sampaikan juga beliau itu ketik 49:45 obsesinya tinggi. Wah, pencapaiannya tuh 49:48 luar biasa. Pokoknya dia tuh punya 49:49 obsesi yang besar. Dulu katanya sebelum 49:52 nikah pengin ee ada seorang perempuan ya 49:55 ee anak pamannya cantik. Dia terobsesi 49:58 saya harus dapat dia pokoknya gimanapun 50:00 saya harus menikah dengan dia. Segala 50:01 macam upacara dia dapat dia tempuh akhir 50:04 dapat menikahi dia. Dia dia punya obsesi 50:07 lagi. Saya ingin jadi gubernur. Kalau 50:09 gubernur sekarang itu kan butuh ini ya 50:11 semua carah ya dengan dana dan segala 50:14 macam. Akhirnya dia dapat tuh ee apa 50:16 namanya? posisi gubernur. Nah, kemudian 50:20 dia pengin jadi khalifah itu pemimpin 50:22 tertinggi kan. Dia dengan segala cara 50:25 dapat tuh khalifah. Nah, ini yang yang 50:28 ingin saya sampaikan ini adalah ketika 50:29 dia punya ee sahabatnya ya menteri ya 50:32 itu sahabat dekatnya waktu itu dia ee 50:35 minta dibeliin tolong belikan saya 50:37 pakaian. Waktu dia jadi khalifah dia 50:40 belilah pakaian itu dengan harga 5 50:43 dirham. 50:44 Ya, itu dia bilang, "Wah, bagus nih 50:47 pakaian tapi kemahalan." Nah, itu 50:49 temannya itu 50:51 menangis. Dia ingat dulu waktu gubernur 50:53 dibeliin, minta dibeliin pakaian, dibeli 50:55 dengan harga 500 dirham. Dia katakan 50:57 bagus, tapi murah kemurahan ini. Kok 50:59 sekarang malah terbalik dengan tingkat 51:02 ee kedudukannya yang puncak dibelikan 51:05 harga 5 dirham dibilang kemahalan. 51:08 Padahal dulu masih gubernur dibeli 500 51:10 dirham itu dianggap murah. Murah kan? 51:12 ini berarti standarnya turun. Nah, 51:15 akhirnya di ditanya kenapa ee nangis kan 51:17 gitu menterinya ditanya karena saya 51:19 punya obsesi dulu saya dari gubernur 51:22 ingin khalifah sekarang mau cari apa 51:24 lagi saya ketika saya sudah menjadi 51:26 khalifah saya ingin surga. Jadi 51:29 obsesinya tuh dapat surga. Nah, surga 51:31 itu kan tidak dengan hal yang berbau 51:32 duniawi, kan. Nah, itulah yang menjadi 51:35 ee obsesinya. Nah, maksud saya begini. 51:38 ee dengan semua yang kita dapat peroleh 51:41 ya. Tadi ibu sudah dapat ya punya rumah 51:43 sudah kerja sudah semua ada. Terus 51:44 kemudian merasa ada ujian. Memang hidup 51:47 itu penuh ujian. Terus apa yang kita 51:49 cari? Mungkin ada yang bertanya, "Buat 51:51 apa aku hidup?" Kan begitu. Nah, kita 51:54 coba lihat tujuan hidup kita tuh apa. 51:58 Kenapa Allah ciptakan kita? Tentu 52:00 beribadah kepadanya. Sudahkah kita 52:02 menjadi hamba Allah yang menjalankan 52:04 semua perintahnya? menjauhi larangannya, 52:06 membersihkan hati dari 52:07 kotoran-kotorannya, memiliki keikhlasan 52:10 dalam setiap ucapan, perbuatan dan 52:11 perilaku. Sabar dalam menghadapi ujian 52:14 cobaan, tidak ada keluh kesah. Kemudian 52:16 mensyukuri nikmat yang subhanallah ibu 52:18 tuh mestinya bersyukur banyak ya. 52:20 Memiliki rumah, ada anak, orang 52:23 sementara mungkin enggak punya rumah, 52:25 mungkin enggak punya anak, mungkin 52:26 enggak punya pasangan. Jadi kita melihat 52:28 dari sisi nikmat yang Allah berikan. 52:30 Bukan dari sisi ujian yang telah Allah 52:32 ee yang telah Allah timpakan kepada 52:34 kita, tapi nikmat. Nah, di situ baru 52:36 kita, "Ya Allah, hanya cintaMu yang aku 52:38 cari." Nah, sekarang kita berusaha 52:40 enggak bagaimana caranya kita memperoleh 52:42 rida Allah, cinta Allah? Ya, tentu 52:45 dengan mengikhlaskan semua ujian cobaan 52:47 itu ya, dengan kembali menjadi hamba 52:48 Allah, yang kita cari itu hanya cinta 52:50 Allah. Allahum inni 52:52 asaluka 52:54 wubuhibbuka 52:58 wubalinqik. Ya Allah aku mohon cintamu 53:00 ya Allah aku mohon cinta orang-orang 53:03 yang mencintaimu dan aku mohon ya untuk 53:09 mencintai amalan-amalan yang dapat 53:12 mendekatkan diriku kepada cintamu. Nah 53:14 itu yang harusnya kita cari saat ini 53:15 setelah kita mendapatkan semua anugerah 53:17 nikmat yang Allah berikan. Kita hanya 53:19 butuh cinta Allah. rida Allah. Nah, 53:22 inilah ee konsep ee dalam ee bahagia itu 53:25 ya. Bahagia itu adalah ketika kita 53:27 berhasil ya, alhamdulillah kita bisa 53:29 melaksanakan ee ibadah kita kepada 53:31 Allah. Misal bahagia itu akan muncul ya 53:34 ketenangan setelah kita salat tahajud 53:36 pada malam hari ya dengan khusyuk, 53:39 konsentrasi, dengan mencurahkan semua 53:42 isi hati kita kepada Allah, mengadukan 53:45 semua permasalahan hidup itu. Setelah 53:47 itu tuh terasa ya ada rasa tenang, 53:50 bahagia. Nah, itulah bahagia. Definisi 53:52 bahagia itu adalah pada saat kita mampu 53:55 menjalankan peran kita sebagai hamba 53:57 Allah ya. tidak menyimpang dari 53:59 ajarannya, tidak protes terhadap 54:01 takdirnya, tidak berkel kesah terhadap 54:04 ujian cobaan yang diberikannya kepada 54:06 kita, tapi mensyukuri setiap nikmat yang 54:09 diberikan walaupun mungkin orang melihat 54:11 kita tuh sangat menyedihkan. Ini kayak 54:13 ada kasus ada cerita ya, ada seorang ee 54:17 sedang apa namanya? Dia melihat di tenda 54:19 itu dalam perjalanan ya dia 54:21 panggil-panggil enggak nyaut. Eh, 54:23 ternyata di dalamnya itu ada orang tua 54:25 lumpuh buta. Udah tua lumpuh buta. 54:31 Enggak mendengar lagi. Jadi ketika dia 54:33 enggak apa minta dijamu ya karena masuk 54:36 dalam tenda itu ya itu ee ternyata orang 54:39 tua itu ya enggak bisa ngapa-ngapain. 54:41 Tapi dari lisannya itu terucap kalimat 54:45 syukur. Ya Allah, aku mensyukuri semua 54:48 nikmat yang Engkau berikan kepadaku 54:49 dengan lisan yang bisa mengucapkan 54:51 syukur dan hatiku tenang. Orang yang 54:53 mendengar itu akhirnya belajar syukur 54:55 tuh kayak di situ. Oh, ternyata nih 54:57 orang sudah Allah berikan ujian berat 54:59 ya, sudah lumpuh buta tidak mendengar 55:01 ya, tapi masih lisannya masih mensyukuri 55:03 karunia Allah yang telah memberikannya 55:05 lisannya sehat enggak sakit dan hatinya 55:07 itu mampu mensyukuri kenikmat yang Allah 55:09 berikan. dan aku ini masih sehat, masih 55:12 bisa jalan, tidak buta. Rasanya aku 55:14 kurang syukur kepada Allah. Nah, seperti 55:16 itu ya, Bu ya. Mudah-mudahan dengan 55:19 konsep syukur inilah akan lahir 55:21 kebahagiaan ya. Kita tidak menjadi hamba 55:24 Allah yang ee tidak tahu syukur ya, 55:27 tidak menjadi hamba Allah yang kufur. 55:29 Karena prinsipnya adalah setiap kita 55:32 mensyukuri nikmat yang Allah berikan 55:34 kepada kita, maka pada saat itu Allah 55:37 limpahkan berlipat-lipat kali. nikmat 55:40 yang diberikan. Karena Allah sangat 55:42 senang dengan hambnya yang mensyukuri 55:44 nikmat. Tapi ketika kita kufur itu 55:47 kalimat lain syakartum lazidannakum ya 55:49 ketika kalian bersyukur aku tambahkan 55:52 lagi nikmat yang aku berikan kepadamu. 55:54 Tapi kalau lain kafartum, kalau kalian 55:57 kufur, kalian tidak bersyukur dengan 55:59 nikmat yang aku berikan, sekecil apapun 56:01 nikmat yang aku berikan kalian tidak 56:03 bersyukur itu langsung Allah sebutkan, 56:05 "Wa inna adzabi syadid." Azabku itu 56:08 syadid. Kan mestinya kan kalau kalau 56:10 bahasanya itu kan biasanya kalau 56:12 bersyukur aku tambah kan enggak 56:13 bersyukur ya sudah enggak aku kasih kan 56:15 begitu. Tapi ternyata Allah itu enggak 56:17 suka dengan orang-orang yang kufur tidak 56:19 tahu terima kasih. Nah, inilah 56:21 mudah-mudahan Allah menjadikan kita 56:23 menjadi hamba Allah yang tahu syukur. 56:26 Allahum jaalni minyakirin wali minirin. 56:30 Ya, semoga Allah jadikan kita orang yang 56:31 bersyukur. Ibu tuh bersyukur 56:33 alhamdulillah 56:34 bisa mendapatkan e mengumpulkan uang, 56:37 bisa punya rumah, ada anak. 56:39 Alhamdulillah. Adapun ujian cobaan yang 56:41 lain-lain yang bertubi-tubi itu udah itu 56:43 bagian dari ya itulah ee lika-liku hidup 56:47 ya. Semoga dengan kesabaran Allah 56:49 berikan Ibu banyak-banyak nikmat dan 56:51 karunia insyaallah. Amin. Amin. 56:54 Masyaallah. Amin. Baik, Ustazah. 56:56 Nampaknya pertanyaan dari Lombok 56:57 merupakan pertanyaan penutup perjumpaan 56:59 kita. Namun sebelum kita berpisah, 57:01 kiranya kesimpulan kita pada siang hari 57:03 ini, Ustazah. 57:04 Ya, pendengar yang dirahmati Allah, saya 57:07 dan kita semua tentu menginginkan 57:10 kebahagiaan hakiki, kebahagiaan sejati, 57:12 kebahagiaan abadi di akhirat nanti 57:15 dengan masuk ke dalam surganya. Tetapi 57:18 tentu ee kita di dunia ini dibekali 57:21 dengan hawa nafsu. Maka ketika ee hawa 57:25 nafsu kita lebih dominan sehingga kita 57:27 kurang bersyukur, kurang bersabar, di 57:30 situlah kebahagiaan tidak akan kita 57:31 dapatkan. Kebahagiaan itu e pasti akan 57:34 sangat jauh kita dapatkan ketika kita 57:37 jauh dari pemberi ee kenikmatan dan ee 57:41 karunia. Maka oleh karena itu kita agar 57:45 diberikan kebahagiaan yang hakiki. Tidak 57:48 hanya di akhirat, mudah-mudahan juga ada 57:50 DPnya di dunia. Mari kita jadi cari cari 57:53 kebahagiaan itu dengan apa? Mentaati 57:55 perintah Allah dan menjauhi larangannya. 57:57 Memiliki rasa syukur dan sabar. Semoga 57:58 Allah kuatkan kita dan dengan kekuatan 58:01 itu bantu dengan doa. Allahumma jaani 58:03 syakuron wani shuran. Ya Allah jadikan 58:06 aku hamba-Mu yang bersyukur dan hamba-Mu 58:09 yang bersabar. Semoga kita semua menjadi 58:10 hamba Allah yang bersyukur dan 58:13 bersabar. Astagfirullahi wakum. 58:16 Asalamualaikum warahmatullahi 58:18 wabarakatuh. 58:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:21 wabarakatuh. Masyaallah, alhamdulillah 58:23 telah kita ikuti bersama kajian kita 58:25 pada siang hari ini dengan tema Apakah 58:28 Aku Bahagia? Ternyata tadi bocoran dari 58:31 Ustazah adalah dua hal yang harus kita 58:33 selalu ee pegang, yaitu bersyukur dan 58:37 bersabar. di mana hal tersebut bisa kita 58:39 latih secara terus-menerus. 58:41 Mudah-mudahan bermanfaat besar. Dan 58:43 akhir kata saya yang bertugas pada hari 58:45 ini Karolin didampingi Ondi juga Algi 58:48 mohon pamit. Ee mudah-mudahan kita 58:50 diberikan usia dan kesempatan untuk 58:52 dapat mengikuti kajian bersama Ustazah 58:54 Herlini Amran di ke depannya dengan tema 58:57 yang berbeda. Baik, kami tutup dengan 58:59 doa kafaratul majelis. Subhanakallahumma 59:01 wabihamdika ashadu alla illa anta 59:03 astagfiruka wa atubu ilaik. Wabillahi 59:05 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 59:07 warahmatullahi wabarakatuh. 59:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:13 wabarakatuh. Pamit.