Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail
- [Musik]
- TVAmin allahumma shi ala sayidina
- Muhammad
- Muhammad. Ikwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala yang
- dapat meraih kami lewat Radio Rasil 729
- AM juga lewat Rasil TV. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Fikih Wanita
- bersama guru kita Ustazah Herlini Amran.
- Kali ini live kami dari e saya terutama
- dari studio Rasil di Jalan Kaling
- Manggis Cibubur dan guru kita di
- kediamannya hadir di ruang dengar Ikhwan
- dan Akhwat dengan tema yang akan dibahas
- Ustazah. Tapi sebelum saya berikan ee
- bocoran tentang tema kita pada siang
- hari ini, mari kita sapa terlebih dahulu
- guru kita, Ustazah Herlina Amran di
- seberang sana. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat, Maulin?
- Alhamdulillah bahagia dan
- kru-kruasil semua sehat ya?
- Alhamdulillah sehat alhamdulillah berkat
- doanya ustazah dan mudah-mudahan harapan
- semua kami yang ada di sini dan
- mendengarkan juga berharap ustazah jalan
- keluarga juga sehat semua ustazah ya.
- Amin. Amin ya rabbal. Amin. Masyaallah.
- Dan tema kita berkaitan juga nampaknya
- ustazah sehat dan bahagia. Mungkin ini
- harus ee terkait ya. Karena selama
- kurang lebih 90 menit ke depan, ikhwan
- dan akhwat saja akan membahas tema kita
- pada kali ini adalah apakah kita
- bahagia? Tepat dulu, Ustazah.
- Ya jazakillahi.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin.
- Hamdah mazidah. Yaabbana lakal hamdu bil
- iman. Yaabbana lakal hamdu bil islam. Ya
- rabbana lakal hamdu bil quran
- lakalamdu ahli muah
- laku allah wasallim wikidina Muhammadin
- wa
- alihi
- inar amin yaabbal alamin. Mudah-mudahan
- saat ini kita tercatat ke dalam
- hamba-hamba Allah yang salehah ya. Ibu
- yang salehah bagi putra-putrinya, istri
- yang salehah bagi para suaminya, anak
- yang salehah bagi orang tuanya, dan
- hamba Allah yang salehah. Kalau yang
- laki-lakinya mudah-mudahan menjadi
- seorang laki-laki yang saleh ya bagi
- keluarganya, bagi pasangan hidupnya,
- bagi amin ya rabbal alamin. Pembahasan
- kita bincang-bincang di siang hari ini
- fikih wanita terkait dengan pembahasan
- bahagia.
- Apakah aku bahagia? Apakah kita bahagia?
- Apakah Anda bahagia? Nah, ee bahagia ini
- memang bentuk pertanyaan ya. Apakah kita
- bahagia? Apakah aku bahagia? Itu mungkin
- ee pertanyaannya sepertinya sederhana
- tapi jawabnya tuh tidak sederhana,
- kompleks ya. Karena kebahagiaan itu
- secara umum itu perasaan yang subjektif
- ya, berbeda untuk setiap orang dan sulit
- didefinisikan dengan satu ukuran. Jadi
- bahagia itu tolak ukurnya apa ya gitu
- ya. Jadi memahami bahagia atau tidaknya
- seseorang yaitu memang ini keadaan
- emosional ya. Tentu kita ee melihat dari
- definisinya dulu ya, keadaan senang,
- puas ya. Ee dan perasaan senang dan puas
- itu enggak sama kan setiap orang.
- Mungkin ada yang melihat kesenangan,
- kepuasan kebahagiaannya itu pada materi.
- Ketika dia telah memiliki pencapaian
- yang besar atau mungkin berupa ee
- kesehatan setiap orang tuh beda ya. Jadi
- memahami arti kebahagiaan bagi diri kita
- itu memang satu sama lain berbeda. Bisa
- jadi ada orang yang bahagianya itu
- tergantung dari luar, kebahagiaan
- eksternal ya. Misalnya faktor-faktor
- luar itu misalnya karena hubungan yang
- baik dengan suami atau dengan pasangan
- hidup, anak ya artinya dilihat dari
- eksternal. Nah, apakah itu memang
- menjamin kebahagiaan? Ya, apakah
- kebahagiaan itu hanya faktor internal
- saja? kedamaian batin, rasa puas diri
- sendiri, penerimaan terhadap hidup dan
- segala macamnya. Nah, pembahasan kita
- kali ini ee apakah kita bahagia atau
- tidaknya tentu dilihat dari pandangan
- Islam ya. Kebahagiaan itu ee dilihat
- dari faktor tauhid ya, akidah ya, yang
- ee lebih kepada ee pemahaman terhadap
- keimanan. Jadi kebahagiaan yang akan
- kita bahas ini tolak ukurnya adalah
- akidah dan tauhid. Ya. Jadi kalau dalam
- bahasa Arab bahagia itu assaadah ya.
- Kebahagiaan itu memilik memiliki makna
- yang sangat mendalam dan komprehensif
- ya. tidak hanya dilihat dari sisi ee
- materi ya, tidak hanya dilihat dari sisi
- zahir saja, tidak hanya dilihat dari
- hal-hal yang ee ada di hadapan mata. Ya,
- kebahagiaan di dalam Islam yang sejati
- itu adalah ee bagaimana seseorang itu
- mendapatkan rida Allah. Jadi artinya
- gini deh, ee konsep bahagia di dalam
- Islam itu kan melibatkan hubungan
- manusia ya, seorang hamba dengan Allah
- ya. Nah, itu itu aspek spiritualnya,
- ukhrawinya, aspek akhiratnya. Nah, ini
- yang akan kita bahas ya ee tentang makna
- kebahagiaan dilihat dari ee Islam ya.
- Kebahagiaan yang diukur dari keimanan
- ya. di jadi diukurnya itu bukan
- kesehatan, bukan diukur dari kesempatan,
- dari peluang yang diambil, dari
- target-target yang telah di ee apa
- dicapai gitu, bukan. Tapi dalam
- pandangan Islam, Assaadah ini kebagian
- ini ee maknanya komprehensif. Tidak
- hanya dilihat dari aspek materi atau
- duniawi, tapi juga ada aspek spiritual
- dan ukhrawi atau akhirat. Ya. Jadi ee
- dilihat dari bagaimana hubungan kita
- dengan Allah. Maka oleh karena itu nih
- konsep dengan ee konsep kebahagiaan itu
- ya kebahagiaan sejati itu ada di akhirat
- gitu ya. Itu catatan ya. Jadi
- kebahagiaan di dunia ini semuanya
- sementara terbatas. Nanti juga akan kita
- bahas ya kalau kita mendengar
- orang-orang mengatakan ternyata bahagia
- tuh sederhana ya gitu ya. melihat anak
- sudah selesai makan habis oh senang
- banget bahagia itu hanya sementara dan
- semuk. Coba kalau anaknya sakit
- bahagianya hilang deh. Nah, jadi
- kebahagiaan yang kita bahas kali ini
- adalah kebahagiaan yang diukur dari ee
- aspek spiritual ya. Kebahagiaan sejati,
- kebahagiaan yang dirasakan di akhirat.
- Nah, jadi artinya kita memandang dunia
- ini konsep bahagianya itu bukan bahagia
- semua kacamata dunia, tapi bagaimana
- kebahagiaan sejati yang tentu saja
- dirasakan di akhirat. Bagaimana
- seseorang itu yang namanya bahagia
- adalah mendapatkan rida Allah Subhanahu
- wa taala. Ketika Allah rida dengan
- hambnya maka dia dimasukkan ke dalam
- surga. Ah, jadi karena kita tahu ya
- bagaimana Islam mengajarkan bahwa dunia
- ini adalah tempat
- ujian. Kebahagiaan di dunia ini hanya
- sementara, enggak lama. Jadi kalau ada
- orang yang mengatakan seumur hidup aku
- tidak pernah bahagia dengan orang tua
- yang toksik, kemudian dapat suami yang
- bermasalah, hidupku ini menderita. Nah,
- ini kasihan banget deh gitu ya. Kalau
- dia tidak memahami konsep bahagia dalam
- pandangan Islam, maka kita lihat ya
- misalnya dalam surah Albaqarah ayat
- 214. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- amanu maahu mata nasrullah ala inna
- nasrallahi
- qib apakah kamu mengira bahwa kamu akan
- masuk surga padahal belum belum datang
- kepadamu cobaan sebagaimana halnya
- orang-orang terdahulu sebelum kamu.
- Mereka itu ditimpa oleh kesengsaraan,
- malapetaka ya, kegoncangan, ya dengan
- berbagai macam-macam cobaan ya, aneka
- rupa cobaan ya, ujian sehingga
- berkatalah rasul dan orang-orang yang
- beriman bersamanya. Jadi setingkat rasul
- saja dan orang-orang yang beriman
- bersamanya itu sampai mengucapkan mata
- nasrullah? Kapankah datangnya
- pertolongan Allah.
- Ala inna nasrallahi
- qorib. Ya. Jadi ketahuilah, ingatlah
- sesungguhnya pertolongan Allah itu amat
- dekat. Masyaallah. Jadi ee pembahasan
- kita bahagia itu adalah dari sisi akidah
- dan tauhid ya. Jadi agar kita paham
- bahwa dunia ini adalah tempat ujian.
- Cita-cita tertinggi itu adalah surga
- yang paling mulia, yang paling agung
- yang mestinya kita ee bersegera punya
- obsesi ya untuk mencapai surga itu
- mestinya itu yang akan kita cari di
- dunia ini dengan pengorbanan apapun yang
- dapat kita korbankan dengan apapun yang
- berharga dalam kehidupan kita, justru
- yang kita cari itu adalah cita-cita
- tertinggi itu ya. hidup mulia atau mati
- syahid gitu ya. Artinya mendapatkan ee
- surga tentu saja butuh pengorbanan.
- Makanya di sini Allah katakan, "Apakah
- kamu mengira kamu bisa akan bisa masuk
- surga? Apakah kamu mengira bahwa kamu
- akan mudah masuk surga?" Belum ada
- cobaan sama sekali. Padahal orang-orang
- terdahulu sebelum kamu itu diberikan
- ujian yang maha dahsyat. Kesengsaraan,
- berbagai ujian cobaan sampai rasul dan
- orang beriman saja sampai ini bukan
- berarti mempertanyakan ee ke janji Allah
- ya. Mata nasrullah itu bentuk ee apa ya?
- Semacam ee keinginan. Jadi ya yakin
- mereka tuh tidak meragukan janji Allah.
- Pasti janji Allah itu akan ditepati.
- Tapi kapankah, bilakah, dalam waktu
- dekatkah atau kapankah? Jadi bukan
- menyanksikan kemahakuasaan Allah, bukan.
- Tapi kapan tibanya ya? Nah, itu
- ketahuilah, ingatlah pertolongan Allah
- itu sangat dekat. Nah, mungkin kita bisa
- menyaksikan saat ini ya, bahwa semua
- bentuk ujian cobaan yang saat ini
- dialami oleh saudara kita di Palestina
- ya, itu luar biasa, luar biasa ya. Tidak
- bisa ke mana-mana. Jadi genosida itu
- benar-benar ya dihabiskan, dihancurkan
- dan di antara mereka juga masih sabar
- ya. Nah mata nasrullah ala inasr qorib
- itu janji Allah pasti. Janji Allah itu
- pasti akan ditepati cuman kapankah ya
- itu ya. Nah, ini kebahagiaan yang kita
- harapkan, yang kita tuju, yang mestinya
- kita falyatanafasil mutanafisun
- berlomba-lomba untuk mendapatkannya
- kebahagiaan sejati yaitu di akhirat
- dengan apa? Dengan dimasukkan ke dalam
- surga. Rida Allah. Makanya surga itu
- adalah cita-cita kita tertinggi. Engak.
- Jadi enggak mungkin kita hanya
- berangan-angan masuk surga tapi tidak
- mengamalkannya. Rasanya ee kalau surga
- itu dengan hanya modal angan-angan
- kayaknya enggak bakalan masuk deh.
- Makanya memang harus ada ujian. Jadi
- betul-betul di dunia ini tempat kita
- diuji oleh Allah. Makanya ketika kita
- diuji dengan kehidupan yang sulit,
- mungkin dapat pasangan yang tidak sesuai
- dengan keinginan, anak yang kita
- harapkan bisa berbakti jadi berbalik
- atau kesulitan ekonomi, itu tidak
- menjadi kendala untuk mendapatkan
- kebahagiaan. Karena memang untuk surga
- itu mahal, butuh pengorbanan dan itulah
- tempat kita yang kekal dan abadi. Jadi
- kesabaran itu ya. Nah, inilah
- kebahagiaan yang kekal yang kita
- harapkan dunia ini kan. Jadi, kalau
- begitu enggak apa-apa menderita di
- dunia. Nah, sekali lagi ya sebenarnya ee
- daya pandang kita, cara berpikir kita
- kalau bahagia itu kita dapatkan dari
- eksternal rasanya kita tidak akan pernah
- bahagia. Orang yang mencari bahagia dari
- luar, tidak dalam dirinya. Karena memang
- bahagia itu kan sebenarnya cara
- pandangnya, cara pikirnya ya. Ee kalau
- bahagia itu disandarkan kepada uang,
- kepada materi, kepada orang, kepada
- anak, kepada orang, pokoknya eksternal
- lah, dijamin enggak akan bahagia.
- Mungkin bahagianya sementara aja, tapi
- banyaknya kecewa. Maka kebahagiaan yang
- kekal itu terpulang kepada kita sendiri.
- Ya, maka yang kita harapkan di sini
- adalah bagaimana kebahagiaan yang kekal
- dan kebahagiaan yang abadi itu ya di
- akhirat ya. Bagaimana orang-orang yang
- beriman itu merasakan kenikmatan yang
- tiada tandingnya ketika mereka
- mendekatkan diri kepada Allah. Wallina
- amanuhat asul jannah hum fiha khidun.
- Orang-orang yang beriman itu mengerjakan
- amal saleh. Mereka itulah penghuni surga
- dan mereka kekal di dalam. Jadi
- kebahagiaan di akhirat ini adalah tujuan
- utamanya seorang muslim. Nah, tentu saja
- untuk mencapainya itu tidak mudah. Dia
- harus menjalani kehidupan ini dengan
- ketentuan Allah ya. Taat ya berusaha
- menjalani perintah Allah, menjauhi
- larangannya. Konsepnya itu hanya antara
- dua aja. Kalau enggak syukur ya sabar.
- Hidup tuh kan cuman sederhana. Hanya
- dua. Dapat ujian cobaan musibah
- bersabar. Dapat nikmat dapat ee anugerah
- dari Allah bersyukur. Konsep inilah yang
- mencapai ee yang dapat mencapai ee
- kebahagiaan yang indah itu di dunia dan
- di akhirat. Ya, kalau Allah berikan
- karunia di dunia kita bersyukur
- alhamdulillah bahagia kan? Alhamdulillah
- enggak dapat berarti kita bersabar ya.
- Alhamdulillah juga. Makanya konsep
- hamdalah ini luar biasa ya. Pujian
- kepada Allah itu untuk ee mengakui bahwa
- hanya Allahlah yang layak dan pantas
- dipuji atas semua apapun yang diberikan
- kepada kita. Ya. Jadi sekali lagi
- kebahagiaan sejati itu ada di akhirat
- dengan apa? Dengan kenikmatan surga.
- kebagian sejati dengan nikmat surga.
- Itulah yang harusnya kita buruk, yang
- kita cari, yang kita ee obsesikan, ya,
- yang kita inginkan, yang kita dambakan,
- yang kita doakan, pokoknya surga.
- Masyaallah. Bahkan dalam surat Asajadah
- ayat 17 yaum.
- Tidak seorang pun mengetahui berbagai
- nikmat yang menanti di surga itu yang
- indah dipandang, tidak pernah terdengar
- oleh telinga. Pokoknya sesuatu yang
- masyaallah yang didambakan, yang
- diburuk. Jadi ketika kita mendapatkan
- ujian cobaan di dunia dan kita ingat
- kembali bahwa bahagia itu hanya di
- akhirat dengan masuk surga, masyaallah
- itu jadi semua mudah-mudahan bisa ringan
- semua penderitaan, ujian dan cobaan ya.
- sebagaimana yang kita ee dapatkan ya di
- saudara kita yang di Palestina ya.
- Padahal keluarganya sudah ee tidak ada
- lagi, rumahnya sudah hancur, tidak punya
- apa-apa, kelaparan, tidak ada makan,
- tidak ada minum ya. Tapi mereka yakin
- bahkan ketika mereka ee menghantarkan
- jenazah orang tuanya kah atau anaknya
- atau suaminya tuh ya kita dapatkan ee
- apa yang diucapkan oleh ee seorang
- muslimah dan seorang ibu sampai
- mengatakan titip salam kami buat
- Rasulullah. H. Jadi begitu yakinnya
- bahwa nanti juga itu karena sudah
- mendahului ya mereka titip salam. Salam
- kami kepada Rasulullah dan kita nanti
- bertemu panggil kami, ajak kami.
- Masyaallah atau ya ada anggota tubuhnya
- yang ee barangkali cacat ya atau habis
- ya terkena ee runtuhan itu alhamdulillah
- satu dari kakiku sudah berada di surga.
- Masyaallah. Jadi itulah kebahagiaan
- hakiki ya, mendapatkan surga dan
- kehidupan nanti di sana
- kekal. Di akhirat kebahagiaan sejati itu
- diraih dengan kehidupan yang kekal.
- Enggak ada lagi rasa takut, sedih,
- penderitaan seperti di dunia ini ya.
- Tidak ada lagi duk, tidak ada lagi
- kelelahan. Semuanya mendapatkan
- kenikmatan dan abadi kenikmatan itu.
- Tidak seperti kita di dunia ya. kondisi
- ekonomi yang sulit, makan susah, tempat
- tinggal juga ee terbatas, susah. Ini di
- dunia adalah lahan ujian untuk bekal
- kita di akhirat. Makanya orang-orang
- yang beriman itu innalladina
- amanuilat lahum jannatul firdausi nuzula
- khidinaha. Orang yang beriman itu dan
- beramal saleh itu mereka mendapatkan
- surga firdaus. tempat tinggalnya kekal
- di dalamnya
- selama-lamanya. Mereka tidak ingin
- pindah darinya. Masyaallah. Jadi
- bolehlah kita berharap kepada Allah.
- Barangkali yang mungkin Allah berikan
- ujian di dunia ini, apa yang diinginkan
- tidak diharapkan, semuanya mengecewakan
- hati. Tapi tidak. Kita punya harapan
- bahwa insyaallah dengan ridanya kita
- menerima takdir Allah dengan kita
- bersabar ya. dengan rida sabar. Rida itu
- lebih tinggi dari sabar ya. Itu dengan
- rida apa yang telah Allah takdirkan
- kepada kita. Mudah-mudahan dengan rida
- ini kita beriman kepada Allah dengan
- takdirnya yang baik dan buruk insyaallah
- kita akan mendapatkan kehidupan yang
- kekal. Bahkan tidak hanya itu ya
- kebahagiaan abadi yang di akhirat ini
- yang tidak hanya itu ya hanya masuk
- surga dan kemudian kekal di dalamnya.
- Tapi ada salah satu kebahagiaan terbesar
- bagi penghuni surga itu adalah
- kesempatan untuk melihat wajah
- Allah. Ini adalah kenikmatan tertinggi
- yang melampaui segala kenikmatan fisik
- di surga. Enggak ada apa-apanya masuk
- surga. Mala ainun roat yang selama ini
- tidak pernah terlihat oleh mata,
- terdengar oleh telinga, terbesit oleh
- hati. itu tidak ada apa-apanya
- dibandingkan kenikmatan untuk
- diperkenankan melihat wajah Allah yang
- mulia, yang agung. Jadi dalam sebuah
- riwayat itu
- dijelaskan ak ahl jann jannah qakulah
- tabarak wa
- taalaidunaanukum eh azidukum ya artinya
- gini ketika penduduk surga itu telah
- masuk surga kemudian Allah berkata
- kepada mereka apakah kalian menginginkan
- sesuatu yang
- lebih menjawab ya Allah ya rab engkau
- telah memutihkan wajah kami ya Allah ya
- kan dalam Alqur wujuhun
- yaumaidin
- yahair ya rab engkau telah memutihkan
- wajah kami membuat wajah kami bercahaya
- engkau telah memasukkan kami ke dalam
- surga dan menyelamatkan kami dari
- neraka kemudian Allah menyingkap
- hijabnya jadi tidak ada yang lebih
- mereka c jadi Allah memperlihatkan
- wajahnya ya dibuka hijabnya itu tidak
- ada yang lebih mereka cintai daripada
- melihat wajah Rabb mereka. Masyaallah.
- Ini bentuk kenikmatan, kebahagiaan yang
- luar biasa. Tidak ada tandingannya
- melihat pencipta kita. Masyaallah.
- Makanya Rasulullah mengajarkan kita ya
- doa untuk bisa melihat wajah Allah ya.
- Allahum
- in Allah
- in. Ya Allah, aku mohon kepadamu
- kenikmatan memandang wajahmu di surga.
- Rindu bertemu denganmu tanpa penderitaan
- yang membahayakan dan fitnah yang
- menyesatkan.
- Jadi kebahagiaan sejati tidak hanya
- sekedar masuk surga, tidak hanya sekedar
- kekal di surga selama-lamanya, tapi yang
- paling dan puncaknya kebahagiaan seorang
- beriman itu adalah kenikmatan melihat
- wajah Allah yang agung. Ya, dia
- diselamatkan dari neraka. Itu kan
- kebahagiaan yang abadi ya, kebahagiaan
- sejati. Selamat dari api neraka. Karena
- orang-orang yang beriman dan beramal
- saleh itu telah dijauhkan dari api
- neraka. Dan mereka di dunia itu ikhlas
- rida, sabar dengan semua ujian ketentuan
- yang telah Allah tetapkan. Mereka itu
- enggak ada seberapanya hidup di dunia
- dengan segala macam penderitaannya ya
- ketimbang balasan yang Allah berikan.
- Keselamatan dari neraka itu adalah
- kebagian abadi yang diraih hanya oleh
- orang-orang yang taat kepada Allah.
- Tidak ada lagi di situ kesedihan, tidak
- ada lagi kekhawatiran. Ya, jadi itu
- tanda kebahagiaan sejati ya. Enggak ada
- lagi sedih. Kalau orang sedih kan
- berarti enggak bahagia ya, nangis aja
- ya. Jadi artinya ketika menghadapi ujian
- di dunia kan kalau kita enggak bagi kan
- sedih nangis ya, khawatir, ketakutan,
- cemas dan segala macamnya. Tapi bagi
- orang yang memahami arti kehidupan,
- cobaan di dunia itu enggak ada
- apa-apanya. Ketika mereka rida dengan
- ketentuan Allah, mereka mengharapkan
- balasan dari ujian tersebut, maka nanti
- akan mendapatkan kenikmatan yang abadi,
- bahagia di akhirat. Enggak ada lagi
- kesedihan dan kekecewaan. La yamuhum
- fihaun wum minha bimukin. Mereka tidak
- merasa letih di dalamnya, tidak merasa
- lelah, ya tidak akan dikeluarkan.
- Masyaallah. Ini kenikmatan abadi.
- Kehidupan di akhirat ini bagi orang yang
- beriman ini adalah kedamaian,
- kebahagiaan, kenikmatan tanpa akhir.
- Maka hidup di dunia ini memang penuh
- dengan ujian cobaan ya. Ya, maka jangan
- pernah kita menyesali takdir. Jangan
- pernah kita membandingkan hidup kita
- dengan kehidupan orang. Jangan pernah
- kita protes terhadap apa yang telah
- Allah berikan. Hidup dengan penuh syukur
- dan sabar. Dua itu kata kunci masuk
- surga. Tapi berat memang. Nah, itulah
- sebabnya kita berdoa memohon kepada
- Allah agar diberikan keimanan yang kuat,
- diberikan lingkungan yang mampu menjaga
- keimanan kita. Ya, kita berusaha untuk
- mentaati semua perintah Allah. Salat,
- saum, ya, zakat, ya. Berbuat baik kepada
- sesama manusia, menjauhi perbuatan dosa,
- ya. Kemudian membersihkan hati kita
- dengan semua kotoran-kotorannya. Tidak
- ada ria, iri, dengki, sombong, takabur,
- munafik, dan segala macamnya. Semua
- perilaku-perilaku yang membawa dosa kita
- jauhkan dan banyak beristigfar kepada
- Allah, memohon ampun terhadap dosa yang
- tidak sengaja kita lakukan. Nah, inilah
- kenikmatan surga yang merupakan
- kebahagiaan yang abadi yang kita
- rindukan, yang kita akan cari ya. Fabiul
- khairatnya di situ ya. Wasariu ila
- magfirah ya. Bersegeralah. Ini yang kita
- harapkan. Jadi enggak ada enggak ada
- lagi rasa sakit, rasa khawatir, apalagi
- kebahagiaan yang hakiki itu di akhirat
- itu bisa berkumpul bersama keluarga.
- Subhanallah. Keluarga yang berkumpul di
- surga itu adalah salah satu bentuk
- kebahagiaan yang luar biasa yang
- masyaallah
- diharap-harapkan oleh orang yang
- beriman. Tidak ada yang dipisahkan satu
- sama lain. Semuanya ngumpul di surga.
- Ya, Rabb. Kita inginnya begitu ya.
- Orang-orang yang beriman yang anak
- cucunya mengikuti mereka dalam keimanan.
- Ya, kami hubungkan anak cucu mereka
- dengan mereka ya Rabb. Kita bertemu
- dengan sesama keluarga kita, orang-orang
- yang kita cintai dalam keadaan damai,
- abadi, bahagia ya Rabb. Itu yang kita
- harapkan ya. Maka oleh karena itu,
- bersabar kita di dunia ini untuk
- mengarahkan mereka, membimbing mereka,
- mengajak mereka jangan pernah keluarkan
- kata-kata yang tidak baik dari lisan
- kita. Apalagi sebagai seorang ibu, doa
- ibu kepada anak seperti doa Nabi kepada
- umatnya. Jangan keluar kata-kata yang
- tidak baik. Apa kita tidak sedih? Nanti
- di yaumil akhir dibedakan kita enggak
- ketemu lagi. Makanya kita sebagai orang
- tua, ayo kita doakan anak-anak kita.
- Mungkin saat ini kelihatannya anak kita
- tuh sulit diatur, tidak taat, menyakiti
- hati. Mungkin banyak hati yang tergores
- luka air mata kita bercucuran dengan
- bahasa-bahasanya yang keras, yang tidak
- berkenan. Doa itu jangan lupa. Sekarang
- mungkin Allah uji tapi siapa tahu nanti
- hidup kan masih panjang, usia anak kita
- kan masih terus ya. Siapa tahu nanti ya
- kita kan gak tahu takdir Allah. Yang
- penting kita berharap kepada Allah,
- yakin bahwa nanti insyaallah anak kita
- menjadi anak yang saleh yang akan
- mengirimkan kita doa-doa terbaiknya yang
- akan mampu insyaallah meringankan ya
- nanti ee kita diberikan nikmat kubur
- bukan siksa kubur yang mampu membawa
- kita tuh banyak pahala dari doa-doa
- terbaiknya dari sodqah yang dia
- peruntukkan untuk kita dari wakaf-wakaf
- mereka atas nama orang tua yang sudah
- meninggal. Masyaallah. Maka hati-hati
- dengan lisan yang ada. Nah, ini kebagian
- sejati di akhirat ini. Motivasi bagi
- kita semua ya untuk menjalani hidup
- dengan penuh ketaatan dan kebaikan di
- dunia. Dan jangan menjadi di dunia ini
- menjadi orang yang tidak diinginkan
- keberadaannya, tidak diharapkan ya
- kedatangannya menyakitkan. Nauzubillah
- minzalik ya. Jadi yang ada adalah doa ya
- dari orang-orang sekitar kita karena
- keberadaan kita membawa berkah bagi
- semua. Nah, ini kebahagiaan di akhirat
- ya. Itu kebahagiaan hakikat kebahagiaan
- sejati.
- Kemudian kebahagiaan yang kita bahas ini
- adalah ketaatan kepada Allah. Jadi bukan
- batas definisi kebahagiaan zahir ya.
- Bahagiaku adalah ketika aku pengin kopi
- tiba-tiba ada kopi gitu ya. Itu hanya
- sementara ya. Tapi hakikat kebahagiaan
- yang kita bahas dalam konteks tauhid dan
- akidah ini adalah kebahagiaan melalui
- ketaatan kepada Allah. Karena salah satu
- sumber kebahagiaan terbesar dalam Islam
- itu adalah taat kepada Allah,
- menjalankan perintah Allah dengan penuh
- kesadaran dan keikhlasan. Nah, ini tentu
- akan melahirkan ketenangan, akan
- melahirkan kebahagiaan. Karena memang
- Islam mengajarkan bahwa ketenangan itu
- itu adalah hati yang sakinah dan itu
- didapat dengan banyak mengingat Allah.
- Al
- bidikrillahiul qulub. Bukankah dengan
- mengingat Allah hati menjadi tenang?
- Nah, jadi artinya di sini ibadah-ibadah
- ketaatan yang kita lakukan itu seperti
- zikir, salat, saum, ibadah-ibadah
- lainnya yang di telah diajarkan itu
- adalah untuk mendekatkan diri kita
- kepada Allah dan nanti akhirnya Allah
- akan berikan kita kebagian batin. Ya,
- seorang muslim yang taat itu tidak hanya
- merasakan ketenangan dalam hidup, tapi
- juga merasakan kepuasan. karena yakin
- dia sedang berusaha untuk mencapai
- tujuannya apa? Rida Allah. Ya, coba kita
- mungkin pernah merasakan bahagia yang
- sulit untuk diungkapkan ya pada saat
- kita saum ya, berpuasa ya. Saya rasa
- semua pendengar sudah merasakannya ya
- ketika kita berpuasa pada saat berbuka
- kan. Ee Rasulullah mengatakan ada dua
- kebahagiaan ee kebahagiaan ketika
- berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa
- Allah. Nah, pada saat kita berbuka tuh
- ya ada rasa apa ya? bahagia ya. Saya
- rasa semua sudah merasakan ya setelah
- kita berbuka terus kemudian ada rasa
- sulit terungkapkan itulah bahagia dan
- itu hanya dunia bahagia dunia tapi
- bahagia berikutnya adalah bahagia ketika
- kita berjumpa dengan Allah ada sebuah ee
- apa namanya dalam matan alqawaid alarba
- ya itu Syekh Muhammad Attamimi
- mengatakan
- Saadah. Jadi ada unwan saadah. Tanda
- kebahagiaan itu ada katanya ee tanda
- kebahagiaan itu ada tiga. Jika diberi
- kenikmatan dia bersyukur. Jika dia diuji
- dengan musibah dia bersabar. Jika dia
- melakukan dosa, dia beristigfar. Nah,
- tiga inilah tanda kebahagiaan. Jadi
- orang yang bahagia ya terutama di dunia
- ini untuk merasakan seperti apa sih
- bahagia itu ya? Yang pertama dia
- bersyukur ketika mendapatkan kenikmatan.
- Apapun kenikmatan yang Allah berikan dia
- bersyukur. Jadi artinya di sini tidak
- melihat-lihat orang lain ya. Tidak. Ee
- kalau orang yang bersyukur itu kan
- berarti anugerah yang Allah berikan tuh
- dia dia syukuri. Dia tidak
- membanding-bandingkan kondisi dirinya
- dengan orang lain. Tidak
- membanding-bandingkan hidupnya dengan
- orang lain, anaknya dengan orang lain,
- suaminya atau pasangannya dengan orang
- lain atau apapun re tidak menikmati.
- Tapi apapun yang dia peroleh yang telah
- Allah berikan kepadanya dia syukuri. Nah
- itu bahagia. Kemudian jika diuji dengan
- uji musibah cobaan dia bersabar. Jadi
- tidak mempertanya dan menggugat Allah,
- kenapa sih Allah berikan aku ujian kayak
- begini? Bukan begitu. Orang yang
- menggugat Allah itu bukannya dia
- bahagia, bisa jadi stres nanti ya. Bisa
- jadi dia sakit jiwanya karena hidupnya
- tidak puas. Kenapa? Kenapa? Kenapa? Yang
- sudah terjadi coba seandainya itu enggak
- boleh. Itu tidak ada kebahagiaan. Bisa
- bisa kecewa itu ya bisa jadi cemas
- nantinya. Nah, kemudian ketika melakukan
- dosa dia bertobat, beristigfar. Nah, ini
- kebahagiaan. Ee kemudian kebahagiaan itu
- sebenarnya ujian ya. Jadi Islam itu
- mengajarkan bahwa kebahagiaan di dunia
- ini, ini kebahagiaan di dunia yang versi
- manusia ya kan. Mungkin orang mengatakan
- bahagia itu adalah ketika kaya, ketika
- ee apa? keinginan sesuai dengan harapan
- sukses ya ee anak-anak sarjana bisa
- punya rumah ya punya mobil artinya
- apapun yang kita harapkan, yang kita
- targetkan, yang kita rencanakan bisa
- kita capai. Itulah bahagia. Yaitu
- mungkin bahagia dunia ya, tapi bukan
- tujuan akhir hidup manusia. Ini hanya
- sementara. Dan ini adalah ujian. Allah
- menguji hambanya dengan nikmat. Ya, ada
- yang Allah uji dengan nikmat diberikan
- pangkat, jabatan, harta, apapun mudah
- ya, prestasi itu diberikan. Ada juga
- Allah berikan ujian itu dengan
- kesulitan, susah hidupnya, tapi dia
- tetap bersyukur. Maka kebahagiaan itu
- adalah sebagian ujian yang artinya
- disikapi dengan dua. Kalau enggak
- syukur, ya sabar. Itulah keadaan orang
- beriman. Menakjubkan ya, ajaban diambil
- mukmin. Semua urusan itu baik baginya.
- diberikan ee kebaikan, diberikan
- kenikmatan, dia bersyukur. Ketika dia
- diberikan ujian, dia bersabar. Diberikan
- kesulitan, dia bersabar. Enggak
- banding-bandingin, enggak ngeluh. Ya,
- jadi syukur dan sabar. Dengan dua ini
- kebahagiaan sejati akan didapat ya, baik
- dalam keadaan sulit ataupun dalam
- keadaan senang. Ini keseimbangan nih
- antara sabar dan syukur. Ini kunci kunci
- mencapai ketenangan batin dan ini adalah
- pondasi bagi kebahagiaan di dalam Islam.
- Jadi kata dua dua kata ya syukur dan
- sabar. Syukuri. Ya, alhamdulillah.
- Misalnya ada seorang muslimah diuji oleh
- Allah belum dapat jodoh misalnya
- sehingga usianya
- sudah ee kepala empat atau kepala lima
- ya dengan diuji Allah belum mendapatkan
- pasangan padahal sudah berusaha
- semaksimal mungkin dia masih memuji
- Allah ya dia masih bersyukur kepada
- Allah di samping sabar orang kalau sudah
- bersabar itu pasti dia bersyukur kan dia
- bersyukur kepada alhamdulillah ketika
- dia lihat banyak sekali
- kejadian-kejadian rumah tangga enggak
- yang hancur di tengah jalan, yang cerai,
- yang segala macam banyak. Alhamdulillah
- dia mengambil hikmah dari ujian yang
- Allah berikan. Barangkali Allah punya
- niat maksud yang terbaik dari belum
- diberikan aku jodoh. Misalnya,
- barangkali kalau aku berjodoh ya seperti
- itulah anak disia-siakan suami, Allah
- sayang padaku. Jadi konsep seorang
- muslim itu ketika Allah berikan dia
- ujian itu berbaik sangka kepada Allah.
- Ya, dia yakin bahwa pasti ada hikmah
- yang terbaik di balik ujian ini. Jadi,
- syukur dan sabar. Dia bersyukur.
- Alhamdulillah aku selamat dari
- barangkali kalau menikah akan begitu
- jadi alhamdulillah. Jadi, dia akan
- menjalani hidupnya penuh syukur dan
- sabar. Jadi, ini kunci ya, kunci
- keseimbangan antara syukur dan sabar
- ini. Kunci untuk mencapai ketenangan dan
- kebahagiaan yang abadi ya dalam Islam.
- Jadi enggak stres, enggak sakit. Orang
- beriman tuh tenang hatinya. Enggak ada
- yang terkena gangguan jiwa tuh ya.
- Enggak ada kecemasan-kecemasan yang
- dibuat ya kan ular manusia itu sendiri.
- Karena semua hidupnya itu dia serahkan
- kepada Allah. Karena Allahlah yang tahu
- apa yang ditakdirkan kepadanya. Ya,
- makanya ada ungkapan ya dari Umar bin
- Khattab ya. Apa? Seandainya kunci ghaib
- yang gaib, ilmu yang gaib itu dibuka
- oleh Allah, niscaya manusia itu akan
- memilih bahwa takdirnya itu terserah
- Allah saja.
- Nah, itulah konsep seorang muslim mukmin
- bahwa apapun yang Allah berikan itulah
- yang terbaik baginya. Karena Allah maha
- baik pasti memberikan yang terbaik.
- Walaupun dirasa saat ini tidak baik-baik
- saja, tapi yakinlah suatu saat akan kita
- rasakan bahwa inilah takdir yang
- terbaik. Ya. Nah, ini konsep bahagia dan
- ee dunia di dunia ini bahagia itu
- sederhana ya. Kalau kita lihat kacamata
- di dunia, bahagia itu kan sederhana,
- tergantung konsep syukur dan sabarnya
- kita. Dan itu muncul dari diri kita
- sendiri, tidak tergantung kepada pihak
- luar. Kalau kita memiliki konsep syukur
- dan sabar, berimbang, kita akan
- menyikapi apapun situasi di dunia ini
- dengan
- baik. Kitalah yang menentukan
- kebahagiaan kita, bukan orang lain. Dan
- itu semua tergantung bagaimana kita
- menyikapi situasi yang ada. Karena kita
- sudah punya konsep dua tadi. Kalau
- enggak syukur ya sabar. Makanya bahagia
- itu kalau dalam konsep syukur dan sabar
- sederhana. Sederhana banget gitu ya.
- Enggak harus yang mewah, enggak harus
- yang banyak. Yang kecil-kecil aja tuh
- kalau kita memiliki dua tadi konsep
- syukur dan sabar bisa buat bahagia.
- Bahagia tuh ketika misalnya melihat
- anak-anak kita baik-baik, akur-akur,
- saling sayang menyayangi. Aduh bahagia
- ya itu sederhana. Tapi itu konsep syukur
- dan sabar. Bahagia itu ketika misalnya
- ee bisa melihat anak laki-laki kita ke
- masjid enggak disuruh lagi sama orang
- tua. Masyaallah. Jadi
- memang apa bahagia itu sederhana. Nah,
- begitu Mbak Oli. Nanti kita lanjutkan
- lagi ya. He. Baik, Ikhwan dan Nawat
- telah kita dengarkan tadi pemaparan
- Ustazah Perihal tema kita pada siang
- hari ini yang ee berkaitan dengan
- kebahagiaan dan yang kita ee highlight
- atau kita soroti pada pemaparan tadi
- sepanjang Ustazah ee berikan ada dua hal
- rumus untuk bahagia dunia dan akhirat
- yaitu bersyukur dan bersabar. Apakah
- kita sudah mengaplikasikannya?
- Dan ikhwan dan akhwat kami persilakan
- seperti biasa untuk menyampaikan
- pertanyaannya seputar dengan tema yang
- tadi disampaikan apakah aku bahagia
- lewat nomor WhatsApp di 0811999720.
- Insyaallah kami akan kembali. Tapi
- setelah jada nasyid berikut.
- [Musik]
- Radio Silaturahim juga Rasil TV. Ikhwan
- dan akhwat saat ini sedang menyimak
- fikih wanita bersama Ustazah Herlini
- Amran. Tema kita adalah apakah aku
- bahagia? Apakah Anda bahagia? Apakah
- kita semua bahagia? Ya, itu adalah
- pertanyaan yang kerap kita ee
- pertanyakan ketika kita sedang merenung.
- atau kita sedang ee mentafakuri apa yang
- menjadi perjalanan dalam kehidupan ini.
- Ustazah nampaknya masih ada beberapa hal
- yang ingin disampaikan. Tafadal Ustazah.
- I bismillahirrahmanirrahim. Jadi ketika
- kita berbicara tentang bahagia tentu
- yang kita bahas ini konsep Islam ya
- terkait dengan konsep tauhid ya. Artinya
- kebahagiaan hakiki itu hanya ada di
- akhirat. Tapi bukan berarti di dunia ini
- kita tidak bisa bahagia ya. Bisa jadi ee
- bahagia yang kita dapatkan itu karena
- rasa syukur yang telah Allah anugerahkan
- kepada kita yang kita yakini bahwa kita
- ini hamba Allah yang wajib mensyukuri
- setiap nikmat walaupun sedikit nikmat
- walaupun banyak ujian yang diberikan.
- Jadi kalau ee kita contohkan misalnya ya
- kebahagiaan coba bagaimana ee rasanya ya
- Nabi Yusuf Alaih Salam misalnya kalau
- kita bicara Nabi Yusuf Alaih Salam ya
- bahwa beliau itu ee penuh dengan ujian
- cobaan ya hidupnya ya masa kecil golden
- age-nya dipisah dipisahkan dengan
- keluarganya ayah tercinta kemudian
- hidupnya kemudian dijual ee dibeli sama
- ee pembesar ya kemudian menjadi ee apa
- namanya istilahnya tuh orang dibelilah
- gitu ya. Setelah itu di dijadikan budak
- ya difitnah pula karena ganteng ya
- difitnah budak itu dipenjara ya tanpa
- kesalahan. Kita lihat itu bertahun-tahun
- lamanya ya kalau dalam sejarah tuh
- disebutkan ada yang menyebutkan itu 40
- tahun loh lamanya sampai ketemu dengan
- keluarganya dengan ayahnya itu cobaan
- bertubi-tubi. Mungkin orang mengatakan
- kasihan ya enggak bahagia gitu. Bahagia
- itu kan di sini attqwa hahuna ya.
- Bahagia itu kan kaitan juga dengan
- ketakwaan. Tapi Nabi Yusuf tetap
- bersyukur dan tidak menyimpan dendam
- kepada saudaranya yang telah menyebabkan
- dia terpisah dengan keluarganya. Apakah
- Nabi Yusuf stres, kecewa, kemudian luka
- batin gitu ya kan. Tidak ya. Tapi kita
- lihat betapa beliau itu sangat dekat
- kepada Allah ya. Bahkan berdoa ya dalam
- surat Yusuf ayat 101 itu ya ketika telah
- mendapatkan jabatan pangkat. Wahai
- Rabbku, Engkau telah anugerahkan
- kepadaku sebagian kerajaan dan
- mengajarkan kepadaku takwil mimpi. Wahai
- Rabbku pencipta langit dan bumi,
- Engkaulah pelindungku di dunia dan di
- akhirat. Wafatkan aku dalam berserah
- diri dan gabungkan aku dengan
- orang-orang yang saleh. Ya, artinya
- gini. Selama seorang hamba terikat
- dengan Allah, hubungannya itu baik ya,
- bergantung dengan Allah, mentaati
- perintahnya dan menyadari bahwa hidup
- ini adalah ujian dan cobaan, itu yang
- namanya
- ee gangguan jiwa ya. Karena stres,
- karena luka batin tuh enggak akan
- terjadi ya. Karena hidupnya itu
- konsepnya itu syukur dan sabar. Syukur
- dan sabar. Memang setiap hidup itu pasti
- ada ujian dan cobaan. Pasti ada. Inilah
- hidup di dunia pasti ada ee hal-hal yang
- tidak mengenakkan. Itulah ujian. Makanya
- itu udah udah konsep hidup
- yaum
- minal
- minalin. Itu udah pasti enggak ada orang
- hidup di dunia ini tidak diuji. Tapi
- berikanlah kabar gembira kepada
- orang-orang yang sabar. Jadi rasa syukur
- dan sabar ini ketika menghadapi ujian
- berat
- inian yaitu kebahagiaan di dunia ya. Ya.
- Apakah kehilangan harta, kehilangan
- anak, kehilangan orang yang kita cinta
- itu sedih betul tapi tidak menyebabkan
- kita kufur ya bersabar. Nah, jadi sekali
- lagi bahwa bahagia yang sejati, yang
- abadi, yang selamanya, yang kita akan
- raih dan kita capai itu adalah kebagian
- di akhirat dengan mengikuti alur di
- dunia ini, mengikuti ketentuan Allah ya,
- mentaati perintahnya dan menjauhi
- larangannya. Berharap kepadanya ya,
- pertolongannya ya dengan syukur, sabar,
- istigfar itu tadi ya tidak menjauhi atau
- tidak melanggar batas ketentuan yang
- telah Allah tetapkan. Insyaallah
- mudah-mudahan bahagia itu bisa kita
- dapatkan, kita raih ya. Jadi bahagia
- yang badi kalau bahagia sementara bisa
- di dunia. Ee bahagia sementara itu
- banyak ya. Mendapatkan apa yang kita itu
- bahagia tapi hanya sementara semu. Tidak
- selama-lamanya. nanti akan muncul lagi.
- Maka ketika hidup ini penuh dengan
- syukur dan sabar, insyaallah kita bisa
- memaknai hidup ini. Insyaallah kita akan
- tahu mana yang bahagia, mana yang ee
- abadi bahagianya, yang hakiki ee
- bahagianya mana yang sementara.
- Insyaallah mudah-mudahan kita berharap
- ee dengan panduan ini ya Allah kita
- bersyukur Allah telah ee menjadikan kita
- Islam. Kita dapat hidayah ya tidak lagi
- mencari-cari Islam tapi sudah Allah
- takdirkan kita hidup dari orang tua yang
- Islam ya yang sudah mendapatkan hidayah
- sejak dulu ya. Mudah-mudahan kita dijaga
- oleh Allah hidayah dan petunjuk ini
- sehingga kita mendapatkan kita
- mendapatkan bahagia dunia dan akhirat.
- Wallahualam. Baik. Masyaallah. telah
- disampaikan ee oleh Ustazah maparan
- perihal tema Apakah Aku Bahagia dan
- beberapa pertanyaan Ustazah sudah masuk.
- Izinkan saya langsung membacakannya,
- Ustazah. Ini dari hamba Allah. Ustazah
- bertanya langsung. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Semoga Ustazah selalu dalam
- lindungan Allah dan selalu dalam
- keberkahan serta rahmatnya. Amin.
- Ustazah, bagaimana? Iya, baik. Ustazah,
- bagaimana caranya mendidik perihal
- syukur dan sabar terhadap istri? Eh,
- karena kriteria menafkahi istri secara
- lahir di mana istri saya selalu
- meributkan permasalahan keuangan atau
- permintaan uang sampai seluruh gaji saya
- ingin diminta oleh dia semuanya. Tolong
- nasihatnya, Ustazah. Terima kasih. Oh,
- bagaimana bagaimana menurut Islam ee
- aturannya?
- aturan nafkah ya. Iya saja ya. Ee memang
- pembahasan tentang suami istri itu tidak
- mulai dibahas setelah ee ada konflik
- baru diselesaikan mestinya ya. Tapi
- sejak awal pernikahan artinya ee
- menyamakan dulu visi dan misi ya.
- Samakan dulu tujuan hidup pernikahan itu
- idealnya kan gitu ya. Kita bicara ideal
- nanti baru kita bicara ee apa solusinya
- ya. Jadi idealnya apalagi yang belum
- nikah tuh. Jadi dalam awal-awal
- pernikahan coba samakan dulu deh ee visi
- misi ini kan butuh ilmu. Pernikahan ini
- adalah ibadah agung yang batasnya itu
- sampai selamanya ya selama pernikahan
- itu ada. Itu kan ibadah terpanjang dalam
- hidup manusia. Karena yang namanya
- ibadah pasti butuh ilmu. Jadi ee
- sebelumnya disamakan dulu visi misi
- kemudian seperti apa mengelola rumah
- tangga nanti terkait dengan ee nafkah
- tuh seperti apa tuh dibicarakan. Jadi
- artinya dari awal sudah disepakati ya
- idealnya gitu ya. Sekarang kita kondisi
- ya bisa jadi ada ujian dan cobaan.
- Sekarang istri ingin mengelola ya ini
- barangkali masalah komunikasi ya antara
- suami istri. Sekarang kita sepakati aja
- kenapa istri ingin memegang semua gitu
- ya. Jadi sebutkan kenapa nih kebutuhan
- kita segini. Apakah istri tidak puas
- dengan gaji yang ada ini karena mungkin
- terasa kurang atau bagaimana? Atau
- mungkin istri berpandangan bahwa suami
- kurang gesit. Bisa jadi kan ini kan
- persepsi yang berbeda. Mungkin di di
- pandangan suami, di pemikiran suami dia
- sudah optimal mencari nafkah. Inilah apa
- adanya. Inilah hasilnya. Sementara bisa
- jadi istri beranggapan, "Ih, rasanya nih
- enggak cukup." Padahal suami punya
- kemampuan lebih dari itu. Kenapa sih
- enggak lebih gesit berusaha lebih lebih
- keras lagi mencari ini, mencari nafkah
- kayak gitu ya. Jadi ketika persepsi
- antara suami istrinya tidak sama, di
- situlah muncul permasalahan. Ayo
- sekarang kita ngobrol deh. Komunikasikan
- maunya gimana sih? Nah, jadi ketika ini
- tujuannya adalah untuk kebaikan rumah
- tangga ini, maka ee dua masing-masing
- suami istri itu mestinya enggak ada
- egonya lagi ya dalam masalah nafkah ya.
- Nanti diselesaikan gimana caranya. Jadi
- memang komunikasi ini
- memiliki peranan penting ya dalam
- keharmonisan rumah tangga. Kadang-kadang
- kalau komunikasi ini tidak berjalan
- dengan baik, yang muncul tuh suzon.
- Heeh. Suami menganggap istri kurang
- syukur, terlalu matre gitu ya, boros
- gitu ya. Sementara istri beranggapan
- kepada suami pelit gitu ya, tidak ee mau
- menafkahi, pelit perhitungan. Nah,
- akhirnya kan enggak pas gitu. Maka coba
- deh pertama kali yang diperbaiki adalah
- komunikasi. Komunikasi ya. Jadi mulai
- dari nol artinya sama-sama menghilangkan
- ego. Kita kan punya tujuan rumah tangga
- ini sampai surga. Nah, bagaimana dengan
- tujuan ini jangan sampai masalah-masalah
- begini menghambat ee tujuan ke surga
- itu? karena banyak juga loh termasuk
- faktor ekonomi nih ya termasuk memiliki
- peran ee cukup ee kuat juga dalam ee apa
- rumah bercerainya suatu rumah tangga
- gara-gara penghasilan itu bisa menjadi
- ee andil ya untuk ee menghancurkan suatu
- rumah tangga. Nah, ini kan kita enggak
- inginkan. Ayo kita sama-sama. Kemudian
- kalau terasa kurang ee puas bisa jadi
- coba diambil pandangan-pandangan ya ahli
- ekonomi tentang rumah tangga. kan ada
- ekonomi rumah tangga seperti apa.
- Mudah-mudahan dengan komunikasi seperti
- ini bisa ee menghilangkan
- sumbatan-sumbatannya. Tidak ada lagi
- zon, tidak ada lagi dusta di antara
- kita. Tidak ada lagi tuduhan-tuduhan.
- Ya, suami menuduh istri ya kurang
- syukur, matre gitu ya. Boros. Mat boros.
- Heeh. Sementara istri mengatakan suami
- pelit gitu. Pelit. Iya. Iya. I iya. Ini
- permasalahan ini komunikasi ya. He
- mudah-mudahan bisa diatasi dengan baik.
- Selama tujuannya sama, sama-sama ingin
- ke surga. Wallahuam. He. Jadi, pada
- prinsipnya tidak ada aturan baku atau
- kaku dalam Islam. Yang terpenting adalah
- mengatur atau mererukturisasi lagi
- jaringan komunikasi antara suami dan
- istri. Karena segala sesuatunya pasti
- bisa dimusyawarahkan, Ustazah. Ya. Ya,
- Mbak. Aturannya sebenarnya sudah jelas.
- Suami menakai istri, menafai keluarga.
- itu aturannya. Tapi seperti apa polanya
- itu tergantung kesepakatan berdua kan
- macam-macam kan bentuknya ya kesepakatan
- kan musyawarah waamrumsur bainahum ya
- ada yang istrinya pandai mengelola
- keuangan kenapa enggak serahkan ke istri
- atau ada yang suami pandai mengelola ya
- ken ya jadi suami yang mengelola artinya
- tidak baku yang penting kewajiban dasar
- terpenuhi suami wajib menafkahi
- keluarganya itu.
- He. Iya. Baik, mudah-mudahan cukup
- jelas. Ee Bapak yang tadi bertanya, saya
- akan beralih ke hamba Allah di Lombok
- Utara ini, Ustazah. Jauh. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah, saya tidak tahu
- apakah saya pernah bahagia karena sudah
- terlalu lama selama ini saya bekerja
- terus di Saudi sebagai TKI. Rumah ada
- hasil pekerjaan menjadi TKI. Anak pun
- sudah sukses kuliah dan lulus S1.
- sekarang kerja di bank, tetapi sampai
- saat ini rumah sudah jadi, anak-anak
- sudah sukses kuliah, saya merasa tidak
- bahagia karena masalah terus datang
- sampai sekarang. Ee mohon bimbingannya,
- Ustazah.
- Ee gini, kebahagiaan itu bukanlah dari
- eksternal ya, dari luar. Tapi yang perlu
- kita cek sejauh mana kedekatan kita
- kepada ee zat yang menciptakan kita. He.
- Orientasi hidup kita tuh apa. Jadi kalau
- untuk menyelidiki, mengetahui apakah
- kita bahagia atau tidak, coba periksa
- tujuan hidup kita tuh apa sih? Apa sih
- yang mau kita cari di dunia ini? Apa sih
- yang akan kita raih? Nah, jadi saya jadi
- ingat nih ee contoh ya seperti Umar bin
- Abdul Aziz. Beliau itu khalifah kelima
- ya, Umar bin Abdul Aziz. Ya, pernah kan
- saya sampaikan juga beliau itu ketik
- obsesinya tinggi. Wah, pencapaiannya tuh
- luar biasa. Pokoknya dia tuh punya
- obsesi yang besar. Dulu katanya sebelum
- nikah pengin ee ada seorang perempuan ya
- ee anak pamannya cantik. Dia terobsesi
- saya harus dapat dia pokoknya gimanapun
- saya harus menikah dengan dia. Segala
- macam upacara dia dapat dia tempuh akhir
- dapat menikahi dia. Dia dia punya obsesi
- lagi. Saya ingin jadi gubernur. Kalau
- gubernur sekarang itu kan butuh ini ya
- semua carah ya dengan dana dan segala
- macam. Akhirnya dia dapat tuh ee apa
- namanya? posisi gubernur. Nah, kemudian
- dia pengin jadi khalifah itu pemimpin
- tertinggi kan. Dia dengan segala cara
- dapat tuh khalifah. Nah, ini yang yang
- ingin saya sampaikan ini adalah ketika
- dia punya ee sahabatnya ya menteri ya
- itu sahabat dekatnya waktu itu dia ee
- minta dibeliin tolong belikan saya
- pakaian. Waktu dia jadi khalifah dia
- belilah pakaian itu dengan harga 5
- dirham.
- Ya, itu dia bilang, "Wah, bagus nih
- pakaian tapi kemahalan." Nah, itu
- temannya itu
- menangis. Dia ingat dulu waktu gubernur
- dibeliin, minta dibeliin pakaian, dibeli
- dengan harga 500 dirham. Dia katakan
- bagus, tapi murah kemurahan ini. Kok
- sekarang malah terbalik dengan tingkat
- ee kedudukannya yang puncak dibelikan
- harga 5 dirham dibilang kemahalan.
- Padahal dulu masih gubernur dibeli 500
- dirham itu dianggap murah. Murah kan?
- ini berarti standarnya turun. Nah,
- akhirnya di ditanya kenapa ee nangis kan
- gitu menterinya ditanya karena saya
- punya obsesi dulu saya dari gubernur
- ingin khalifah sekarang mau cari apa
- lagi saya ketika saya sudah menjadi
- khalifah saya ingin surga. Jadi
- obsesinya tuh dapat surga. Nah, surga
- itu kan tidak dengan hal yang berbau
- duniawi, kan. Nah, itulah yang menjadi
- ee obsesinya. Nah, maksud saya begini.
- ee dengan semua yang kita dapat peroleh
- ya. Tadi ibu sudah dapat ya punya rumah
- sudah kerja sudah semua ada. Terus
- kemudian merasa ada ujian. Memang hidup
- itu penuh ujian. Terus apa yang kita
- cari? Mungkin ada yang bertanya, "Buat
- apa aku hidup?" Kan begitu. Nah, kita
- coba lihat tujuan hidup kita tuh apa.
- Kenapa Allah ciptakan kita? Tentu
- beribadah kepadanya. Sudahkah kita
- menjadi hamba Allah yang menjalankan
- semua perintahnya? menjauhi larangannya,
- membersihkan hati dari
- kotoran-kotorannya, memiliki keikhlasan
- dalam setiap ucapan, perbuatan dan
- perilaku. Sabar dalam menghadapi ujian
- cobaan, tidak ada keluh kesah. Kemudian
- mensyukuri nikmat yang subhanallah ibu
- tuh mestinya bersyukur banyak ya.
- Memiliki rumah, ada anak, orang
- sementara mungkin enggak punya rumah,
- mungkin enggak punya anak, mungkin
- enggak punya pasangan. Jadi kita melihat
- dari sisi nikmat yang Allah berikan.
- Bukan dari sisi ujian yang telah Allah
- ee yang telah Allah timpakan kepada
- kita, tapi nikmat. Nah, di situ baru
- kita, "Ya Allah, hanya cintaMu yang aku
- cari." Nah, sekarang kita berusaha
- enggak bagaimana caranya kita memperoleh
- rida Allah, cinta Allah? Ya, tentu
- dengan mengikhlaskan semua ujian cobaan
- itu ya, dengan kembali menjadi hamba
- Allah, yang kita cari itu hanya cinta
- Allah. Allahum inni
- asaluka
- wubuhibbuka
- wubalinqik. Ya Allah aku mohon cintamu
- ya Allah aku mohon cinta orang-orang
- yang mencintaimu dan aku mohon ya untuk
- mencintai amalan-amalan yang dapat
- mendekatkan diriku kepada cintamu. Nah
- itu yang harusnya kita cari saat ini
- setelah kita mendapatkan semua anugerah
- nikmat yang Allah berikan. Kita hanya
- butuh cinta Allah. rida Allah. Nah,
- inilah ee konsep ee dalam ee bahagia itu
- ya. Bahagia itu adalah ketika kita
- berhasil ya, alhamdulillah kita bisa
- melaksanakan ee ibadah kita kepada
- Allah. Misal bahagia itu akan muncul ya
- ketenangan setelah kita salat tahajud
- pada malam hari ya dengan khusyuk,
- konsentrasi, dengan mencurahkan semua
- isi hati kita kepada Allah, mengadukan
- semua permasalahan hidup itu. Setelah
- itu tuh terasa ya ada rasa tenang,
- bahagia. Nah, itulah bahagia. Definisi
- bahagia itu adalah pada saat kita mampu
- menjalankan peran kita sebagai hamba
- Allah ya. tidak menyimpang dari
- ajarannya, tidak protes terhadap
- takdirnya, tidak berkel kesah terhadap
- ujian cobaan yang diberikannya kepada
- kita, tapi mensyukuri setiap nikmat yang
- diberikan walaupun mungkin orang melihat
- kita tuh sangat menyedihkan. Ini kayak
- ada kasus ada cerita ya, ada seorang ee
- sedang apa namanya? Dia melihat di tenda
- itu dalam perjalanan ya dia
- panggil-panggil enggak nyaut. Eh,
- ternyata di dalamnya itu ada orang tua
- lumpuh buta. Udah tua lumpuh buta.
- Enggak mendengar lagi. Jadi ketika dia
- enggak apa minta dijamu ya karena masuk
- dalam tenda itu ya itu ee ternyata orang
- tua itu ya enggak bisa ngapa-ngapain.
- Tapi dari lisannya itu terucap kalimat
- syukur. Ya Allah, aku mensyukuri semua
- nikmat yang Engkau berikan kepadaku
- dengan lisan yang bisa mengucapkan
- syukur dan hatiku tenang. Orang yang
- mendengar itu akhirnya belajar syukur
- tuh kayak di situ. Oh, ternyata nih
- orang sudah Allah berikan ujian berat
- ya, sudah lumpuh buta tidak mendengar
- ya, tapi masih lisannya masih mensyukuri
- karunia Allah yang telah memberikannya
- lisannya sehat enggak sakit dan hatinya
- itu mampu mensyukuri kenikmat yang Allah
- berikan. dan aku ini masih sehat, masih
- bisa jalan, tidak buta. Rasanya aku
- kurang syukur kepada Allah. Nah, seperti
- itu ya, Bu ya. Mudah-mudahan dengan
- konsep syukur inilah akan lahir
- kebahagiaan ya. Kita tidak menjadi hamba
- Allah yang ee tidak tahu syukur ya,
- tidak menjadi hamba Allah yang kufur.
- Karena prinsipnya adalah setiap kita
- mensyukuri nikmat yang Allah berikan
- kepada kita, maka pada saat itu Allah
- limpahkan berlipat-lipat kali. nikmat
- yang diberikan. Karena Allah sangat
- senang dengan hambnya yang mensyukuri
- nikmat. Tapi ketika kita kufur itu
- kalimat lain syakartum lazidannakum ya
- ketika kalian bersyukur aku tambahkan
- lagi nikmat yang aku berikan kepadamu.
- Tapi kalau lain kafartum, kalau kalian
- kufur, kalian tidak bersyukur dengan
- nikmat yang aku berikan, sekecil apapun
- nikmat yang aku berikan kalian tidak
- bersyukur itu langsung Allah sebutkan,
- "Wa inna adzabi syadid." Azabku itu
- syadid. Kan mestinya kan kalau kalau
- bahasanya itu kan biasanya kalau
- bersyukur aku tambah kan enggak
- bersyukur ya sudah enggak aku kasih kan
- begitu. Tapi ternyata Allah itu enggak
- suka dengan orang-orang yang kufur tidak
- tahu terima kasih. Nah, inilah
- mudah-mudahan Allah menjadikan kita
- menjadi hamba Allah yang tahu syukur.
- Allahum jaalni minyakirin wali minirin.
- Ya, semoga Allah jadikan kita orang yang
- bersyukur. Ibu tuh bersyukur
- alhamdulillah
- bisa mendapatkan e mengumpulkan uang,
- bisa punya rumah, ada anak.
- Alhamdulillah. Adapun ujian cobaan yang
- lain-lain yang bertubi-tubi itu udah itu
- bagian dari ya itulah ee lika-liku hidup
- ya. Semoga dengan kesabaran Allah
- berikan Ibu banyak-banyak nikmat dan
- karunia insyaallah. Amin. Amin.
- Masyaallah. Amin. Baik, Ustazah.
- Nampaknya pertanyaan dari Lombok
- merupakan pertanyaan penutup perjumpaan
- kita. Namun sebelum kita berpisah,
- kiranya kesimpulan kita pada siang hari
- ini, Ustazah.
- Ya, pendengar yang dirahmati Allah, saya
- dan kita semua tentu menginginkan
- kebahagiaan hakiki, kebahagiaan sejati,
- kebahagiaan abadi di akhirat nanti
- dengan masuk ke dalam surganya. Tetapi
- tentu ee kita di dunia ini dibekali
- dengan hawa nafsu. Maka ketika ee hawa
- nafsu kita lebih dominan sehingga kita
- kurang bersyukur, kurang bersabar, di
- situlah kebahagiaan tidak akan kita
- dapatkan. Kebahagiaan itu e pasti akan
- sangat jauh kita dapatkan ketika kita
- jauh dari pemberi ee kenikmatan dan ee
- karunia. Maka oleh karena itu kita agar
- diberikan kebahagiaan yang hakiki. Tidak
- hanya di akhirat, mudah-mudahan juga ada
- DPnya di dunia. Mari kita jadi cari cari
- kebahagiaan itu dengan apa? Mentaati
- perintah Allah dan menjauhi larangannya.
- Memiliki rasa syukur dan sabar. Semoga
- Allah kuatkan kita dan dengan kekuatan
- itu bantu dengan doa. Allahumma jaani
- syakuron wani shuran. Ya Allah jadikan
- aku hamba-Mu yang bersyukur dan hamba-Mu
- yang bersabar. Semoga kita semua menjadi
- hamba Allah yang bersyukur dan
- bersabar. Astagfirullahi wakum.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Masyaallah, alhamdulillah
- telah kita ikuti bersama kajian kita
- pada siang hari ini dengan tema Apakah
- Aku Bahagia? Ternyata tadi bocoran dari
- Ustazah adalah dua hal yang harus kita
- selalu ee pegang, yaitu bersyukur dan
- bersabar. di mana hal tersebut bisa kita
- latih secara terus-menerus.
- Mudah-mudahan bermanfaat besar. Dan
- akhir kata saya yang bertugas pada hari
- ini Karolin didampingi Ondi juga Algi
- mohon pamit. Ee mudah-mudahan kita
- diberikan usia dan kesempatan untuk
- dapat mengikuti kajian bersama Ustazah
- Herlini Amran di ke depannya dengan tema
- yang berbeda. Baik, kami tutup dengan
- doa kafaratul majelis. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik. Wabillahi
- taufik walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pamit.