Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brail TVrahim. 0:14 Asalamualaikum warahmatullahi 0:15 wabarakatuh. 0:17 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:19 wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:21 Famili, kita berjumpa lagi hari ini, 0:24 hari Kamis tanggal 13 Jumadil 1447 0:28 Hijriah atau tanggal 4 Desember 2022 eh 0:31 22 0:33 25 0:35 kita jumpa dalam acara Bincang Hijrah 0:39 bersama 0:41 M. 0:42 Alhusaini, 0:44 government eh expert staff dan juga BNSP 0:48 master trainer. 0:50 Dan juga kalau Anda mau buat website, 0:52 nah hubungin saja Bang Habib ya. Nanti 0:55 nomor telepon saya kasih akan kasih. Ee 0:58 kita akan mengambil tema ee mana tadi 1:02 temanya itu strategi cerdas memulai 1:05 bisnis properti dari nol hingga profit 1:08 secara berkelanjutan. Kita akan 1:10 mengundang juga nanti penulis buku cara 1:12 benar meraih sukses di Bisnis Developer 1:17 Properti, pendiri properti Learning 1:21 Technology 1:22 yaitu Bapak Asrian Atanjung ST, SH. 1:26 Halo, asalamualaikum Bang Habib. 1:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:30 wabarakatuh, Pak Krna. Masyaallah, 1:32 alhamdulillah gimana kabarnya? Sehat ya? 1:35 Sehat alhamdulillah. 1:36 Kita mau ngomong soal developer, ya. 1:39 ngomong soal properti silakan diberikan 1:43 pengantarnya Bang Habib. 1:45 Bismillahirrahmanirrahim. 1:46 Asalamualaikum warahmatullahi 1:47 wabarakatuh. Salam hangat ee saya 1:50 sampaikan kepada seluruh pendengar radio 1:52 silaturahim 1:54 yang menyimak lewat radio dan aplikasi 1:57 streaming. Insyaallah hari ini kita akan 1:59 membahas sebuah tema yang sangat dekat 2:01 dengan kebutuhan keluarga, ekonomi umat, 2:04 dan masa depan bangsa, yaitu strategi 2:06 cerdas memulai bisnis properti dari nol 2:10 hingga profit berkelanjutan tanpa modal 2:14 yang besar. Insyaallah. 2:16 Bapak, Ibu sekalian, data terbaru dari 2:20 Kementerian PUPR menunjukkan bahwa 2:22 Indonesia masih memiliki ee backlock 2:25 kebutuhan rumah sebesar 9,9 juta unit, 2:29 ya. Artinya secara matematis ee saja 2:33 permintaan terhadap rumah ini jauh lebih 2:35 besar daripada pasokannya, gitu ya. 2:38 Dalam dunia ekonomi kondisi ini eh 2:41 sering disebut eh demand driven market 2:44 gitu ya, pasar yang digerakkan oleh 2:47 kebutuhan nyata gitu ya. Jadi bukan 2:49 spekulasi tapi memang ada kebutuhannya. 2:51 Nah, inilah yang membuat para pakar ee 2:54 menilai bahwa 5 tahun ke depan itu ee 2:57 momentum emas bagi industri properti 3:00 Indonesia. Apalagi banyak 3:01 program-program pemerintah seperti 3 3:03 juta unit rumah ee dan lain-lain itu ee 3:07 mendorong 3:08 sektor properti gitu ya. Nah, ee kita 3:13 juga lagi memasuki era bonus demografi 3:15 ee 2030-2045 3:19 di mana mayoritas penduduk itu usianya 3:22 produktif. Jadi artinya keluarga baru, 3:24 pekerja baru, pernikahan 3:28 baru itu terus bertambah dan ketika 3:31 sebuah keluarga itu terbentuk maka 3:34 kebutuhan pertamanya adalah tempat 3:35 tinggal. Jadi kebutuhannya besar, 3:39 masyarakatnya juga cukup besar dan 3:42 permintaannya stabil gitu ya. Nah, 3:46 ee menariknya menurut ee apa profil 3:49 Rasil ini kan 54% 3:52 usianya 34 3:54 ee 40 tahun lah usia produktif gitu ya 3:57 untuk bangun aset gitu ya. 4:01 Nah, jadi ee 4:04 dalam teori modern ada namanya 4:06 opportunity window. Gimana jendela 4:08 peluang itu ee terbuka ketika beberapa 4:11 faktor itu ketemu satu momentum. pertama 4:14 ekonominya ee membaik, teknologinya 4:17 mempermudah, kebutuhan masyarakatnya 4:19 juga mulai naik, dan kebijakan 4:21 pemerintahnya juga mendukung gitu ya. 4:24 Nah, yang paling revolusioner sebenarnya 4:27 kita memasuki era properti eh 40 ya saya 4:31 sebut ketika teknologi digital 4:35 dan kecerdasan buatan EAI itu membuat 4:39 misalnya reset itu lebih eh presisi. 4:42 Estimasi harga ada big data. Data itu 4:45 semakin spesifik, customer itu semakin 4:47 tertarget gitu ya. dan ee pemasaran itu 4:51 bisa lebih spesifik, lebih murah, lebih 4:54 efisien gitu ya. Nah, kalau dulu eh 4:57 riset property itu kita mesti survei 5:00 lapangan berhari-hari. Sekarang 5:01 algoritma kecerdasan buatan itu bisa 5:03 menganalisis lokasi dalam hitungan detik 5:06 gitu ya. dan juga ee banyak juga ee 5:09 dilakukan survei-survei online tiga 5:12 dimensi virtual baik ee dan ee 5:15 model-model yang tidak langsung ee 5:18 simulasi bahkan dulu ee ee misalnya 5:21 mendesain rumah itu butuh ee arsitek 5:23 yang cukup besar, sekarang bisa lebih 5:25 terjangkau dengan kecerdasan buatan gitu 5:27 ya. Gitu ya. Jadi ee sekarang itu kita 5:31 mesti beradaptasi dengan cepat kalau 5:33 enggak ee bakal tergilas dengan ee 5:35 perkembangan teknologi yang ee sangat 5:38 cepat ini gitu ya. Nah, 5:41 banyak orang mengira bisnis properti itu 5:44 ee harus orang kaya gitu ya. Padahal ee 5:47 banyak fakta pelaku properti yang sukses 5:49 itu banyak yang tanpa modal besar bahkan 5:52 tanpa lahan. beberapa ee beliau ini ee 5:56 Pak Asriman ini ketua dewan pembina ee 5:59 developer properti Indonesia gitu ya. 6:01 Banyak membernya juga yang anak muda ee 6:04 rumahnya sudah ratusan gitu ya. Ee itu 6:07 juga modalnya ee memulai tidak besar 6:09 gitu ya. Memulai tidak besar bahkan ada 6:11 yang jadi ee menjual ee lahan atau 6:15 properti temannya dulu gitu ya atau 6:17 relasinya gitu ya. Memulai dengan ee 6:20 marketing gitu ya. 6:21 Nah, bahkan tanpa pengalaman konstruksi 6:23 gitu ya. Kenapa bisa? Karena dalam ilmu 6:25 marketing eh properti itu aset light 6:29 bisnis dengan high leverage. Artinya eh 6:33 Anda enggak harus punya tanah untuk 6:35 mulai, enggak harus punya modal 6:37 miliaran, enggak harus jadi ahli 6:38 bangunan, konstruksi, dan lain-lain. 6:40 Nah, sekarang ini di era ini yang lebih 6:42 penting itu sebetulnya informasi, 6:45 networking atau jaringan, kemampuan 6:46 membaca opportunity dan eksekusi yang 6:48 lebih cepat gitu ya. 6:50 Cara memulai itu bisa jadi agen properti 6:54 ee pemasaran digital ya, konsultan 6:56 kecil-kecilan dan lain-lain banyaklah 6:58 ya. Nah, 7:00 menariknya ee properti itu bukan cuman 7:02 cari uang dalam perspektif ee Islam, 7:06 agama kita yang ee kita anut ini juga 7:10 jadi ee properti yang halal itu bisa 7:11 jadi jarak sarana membuka rezeki gitu 7:14 ya, membantu kebutuhan umat memiliki 7:15 rumah dan menjadi amal jariah ekonomi 7:18 yang ee terus berkelanjutan gitu ya. 7:21 Saya sering ee apa dengar itu kata-kata 7:25 kadang Allah membuka rezeki itu bukan 7:26 dengan modal besar tapi dengan 7:27 keberanian. 7:29 memulai dan keberkahan gitu ya. Ee 7:32 ketika orang menikah itu rezekinya 7:34 terbuka lebar gitu ya. Nah, itu 7:36 rezekinya di ee dibuka dari situ ya 7:39 pintu-pintu rezeki keberkahan dan 7:41 lain-lain gitu ya. Banyak orang yang 7:43 memulai lebih cepat itu lebih berhasil 7:47 gitu karena mereka memulai gagal gagal 7:49 terus coba perbaikin gitu ya. Tapi orang 7:52 yang menunggu sempurna kadang juga 7:53 terlambat gitu ya. Banyak terlambat. 7:56 Nah, ee hari ini kita akan ee mengundang 8:00 salah satu pembicara 8:02 penulis nasional gitu ya, eh ketua Dewan 8:05 Pembina Depindo Developer Properti 8:08 Indonesia. 8:09 Ee beliau menulis buku yang terjual juga 8:12 ribuan, cukup banyak diterbitkan oleh 8:15 Gram Media, penerbit yang juga ee 8:18 nasional gitu ya. bagaimana ee beliau 8:21 memperkuat literasi kita terhadap ee 8:25 properti ee dan mempunyai member juga 8:29 cukup ee banyak di seluruh Indonesia 8:31 gitu ya. Nanti ekosistem itu penting. 8:33 Jadi ee tempat kita bergaul, tempat kita 8:35 mengembangkan ilmu dan lain-lain gitu 8:37 ya. Kita belajar langsung dari Dewan 8:39 Pembina Depindo hari ini Pak Asrian gitu 8:42 ya. Ee beliau sudah puluhan tahun 8:44 membina ee ribuan ya ee pelaku properti 8:48 dari berbagai daerah. Insyaallah beliau 8:50 hari ini ee sharing ilmu yang cukup 8:52 aplikatif gitu ya. Itu ee memulai lebih 8:57 lebih cepat gitu ya walaupun kecil ee 9:01 itu lebih baik daripada enggak memulai 9:02 sama sekali gitu ya gitu. Karena masa 9:04 depan itu dibangun oleh mereka yang 9:07 memulai gitu ya, mengambil langkah 9:09 berani ee tahan persisten gitu ya. 9:11 Mungkin itu Pak Al Krishna. 9:12 Asalamualaikum warahmatullahi. 9:15 Waalaikumsalam. Baik. Alhamdulillah. 9:17 Baik. Kita sudah berjumpa juga dengan 9:18 Bapak Asriman Akirudin Tanjung ST, SH. 9:23 Asalamualaikum, Pak Asrian. 9:25 Waalaikumsalam. 9:27 Senang sekali kita nih bisa jumpa dengan 9:30 Bapak Srian, penulis buku Cara Benar 9:32 Meraih Sukses di bisnis developer 9:35 properti, pendiri properti Learning 9:38 Teknologi. Ya. 9:40 Ee ini ada pertanyaan dari pendengar 9:42 nih. Asalamualaikum Bang Habib dan Pak 9:45 Asrian. Saya Pak Junaidi 53 tahun dari 9:48 Jakarta. 9:50 Umur saya 53 tahun masih cicilan rumah 9:52 masih realistis. Mulai bisnis properti 9:54 dari nol tanpa tambah uang riba. Hmm. 9:59 Bagaimana cara steginya 10:02 supaya hutangnya kepada bank ee cepat 10:05 lunas? 10:08 He 10:09 ya. Iya. 10:13 Silakan Pak Sriiman 10:15 ya. Baik Pak Junaidi ya. Ya. Salam kenal 10:19 semuanya ya. Bang Krishna, Bang Habib. 10:21 Salam kenal dengan ee seluruh pendengar 10:25 ya. Kita berkaca kepada Pak Ciputra ya. 10:28 Pak Ciputra itu memulai bisnisnya 10:31 sendiri pada umur 53 tahun ya. 10:33 Nah ini banyak yang enggak tahu nih. 10:35 Banyak yang enggak tahu. 10:35 53 tahun ya bukan dari kecil ya. 10:38 Iya. Kalau di awal-awal kan kerja sama 10:40 dengan pemerintah, dengan pemerintah 10:42 DKI, bangun Pasar Senin, Ancol, kemudian 10:45 lain-lain kan. Untuk keluarga sendiri 10:47 mulainya di umur 53 tahun. 10:49 Hm. 10:50 Ya. Jadi ee pelajaran dapat kita ambil 10:53 adalah tidak ada kata terlambat untuk 10:55 memulai. 10:57 Nah, itu pelajarannya yang paling ee 11:00 dapat kita ambil dari sejarah hidup Pak 11:01 Ciputra gitu loh. 11:03 Nah, jadi begitu Pak Krishna. Oke. 11:08 Kemudian Ibu Siti 48 tahun dari Bekasi. 11:12 Saya punya tabungan R juta hasil nabung 11:15 bertahun-tahun. Paling aman dan paling 11:17 berkah ditaruh di properti model apa 11:19 katanya? 11:22 Ya, 100 juta. 11:25 Nah, kalau R juta ada beberapa. 11:28 Iya. Heeh. Membeli properti sudah jelas. 11:32 Ee kalau bayar lunas tentu tidak bisa 11:34 ya. Tidak bisa. di apalagi di Bekasi 11:37 sudah tidak ada harga yang di bawah 11:39 Rp100 juta ya. Nah, mungkin bisa kerja 11:42 sama dengan teman-teman. Kemudian jika 11:45 ada peluang untuk lahan yang kecil 200 11:49 m² atau 300 kerja sama dengan beberapa 11:52 teman yang juga punya uang sebanyak itu. 11:54 Dikumpulkan kemudian dikelola 11:57 dikembangkan menjadi ee ton house 11:59 beberapa unit lah. Nah, itu bisa itu 12:01 lebih aman ya. lebih aman karena asetnya 12:04 ada. Uang mengikat kepada aset. 12:07 H. 12:07 Nah, jadi itu ee pilihan properti ya. 12:10 Kalau yang lain-lain ee 12:14 kos-kosan juga tidak bisa diangkat 12:16 segitu. Sepertinya tidak ada yang jual 12:17 kos-kosan diangkat segitu gitu 12:19 kira-kira, Pak Krisna. 12:21 Oke. Ee 12:23 kemudian ee 12:26 ee Habib Wani Bang Asrian. Pak Mama nih 12:29 50 tahun dari Bogor. Saya punya tanah 12:31 300 m di kampung takut kalau bangunan 12:34 dikontrakin. Langkah pertama yang paling 12:36 aman apa, Pak? 12:40 Tergantung passion-nya, Pak. Kalau saya 12:42 melihat passionnya apakah ingin 12:44 dibangun? Nah, di lokasi itu apakah ada 12:47 orang membangun rumah yang agak kecil? 12:49 Misalnya tanahnya 100 m². Nah, tanah itu 12:52 dibagi tiga ya. Dibagi tiga kemudian 12:54 dibangun rumah. 12:56 Nah, kemudian dijual. Nah, itu bisa 12:58 mendapatkan ee keuntungan di situ. Nah, 13:01 setelah daftar jual jika passionnya 13:03 memang di properti bisa lanjut mencari 13:06 tanah lain membangun lagi bisa nanti 13:08 kompon ya bergulung dengan proyek-proyek 13:10 selanjutnya 13:11 ya. Yang penting jangan lupa ya 13:13 ee ilmu harus ditambah terus, harus kita 13:16 menambah terus bagaimana langkah-langkah 13:18 menjadi developer properti ya. 13:20 Oke. Asal Pak Sriiman. Pasim sekarang 13:24 kalau beli rumah itu HGB ya enggak ada 13:27 SM SHM lagi. Apa betul demikian 13:30 gak? Betul. H 13:32 SH ada ya RHGB kalau kita membeli dari 13:37 developer karena developer itu kan PT. 13:40 PT itu hanya bisa membuat memiliki 13:44 sertifikat dalam bentuk HGB 13:46 ya. Tetapi tidak usah khawatir, nanti 13:48 setelah dihuni, dibeli, dibalik nama ke 13:50 kita atas nama pribadi itu bisa 13:53 dilanjutkan atau diajukan menjadi S. 13:56 Oh, bisa ya? 13:57 Bisa Rp50.000, 14:00 Bang Krisna biayanya. 14:01 Oh, gitu. 14:02 Iya. 14:02 Diurusnya ke BPN atau ke mana, Pak? 14:04 Ke BPN langsung saja ya. Tidak usah 14:06 dikuasakan. Kalau kuasakan ke notaris 14:08 tentu notaris minta PI. Nah, tapi kalau 14:11 guru sendiri Rp50.000 doang. 14:13 Nah, ini yang masyarakat enggak tahu ya. 14:15 He. 14:15 Bayangannya kalau mengurus tanah itu 14:18 mahal kemudian dipersulit. Gak kalau 14:20 sekarang sudah lancarlah ya sudah 14:22 baguslah pelayanan. 14:24 Pak Sriiman saya ingin membeli 14:25 rumah-rumah banyak sekali bagus-bagus 14:27 tapi katanya itu cuman 14:30 cuman make up-nya saja yang bagus. Nanti 14:32 kalau setelah diuni bocorlah apartaklah. 14:35 Bagaimana kiat memilih rumah yang 14:37 bangunannya berkualitas? 14:39 Oh iya mungkin bisa audit konstruksi ya. 14:42 Audit konstruksi itu maksudnya ajak 14:44 teman yang paham. konstruksi diperiksa 14:46 ke dalam-dalamnya, ke atapnya diperiksa 14:49 apakah itu atapnya pakai kayu apa 14:51 kusen-kusennya pakai kayu atau apa ya. 14:54 Nah, itu bisa kalau terlalu khawatir ya. 14:57 Nah, tapi kalau developer saat ini kan 14:59 ketika membangun itu ada spek ya. 15:02 Speknya ini ini ini. Jika kedapatan 15:05 speknya tidak sama dengan yang diserah 15:07 terimakan ke kita itu developernya 15:09 resiko loh bisa dituntut oleh konsumen. 15:11 Hm. He. 15:12 Nah, bisa bisa seperti itu ajak orang 15:15 yang paham atau developernya kalau kita 15:18 lihat developernya memang sudah apa 15:21 namanya baguslah produk-produknya bagus 15:23 ya kita ya bisa percayalah 15:25 atau lihat pada saat membangun Pak 15:27 Krishna. Nah itu. 15:30 Nah ini rumah kita nih lagi diorder dulu 15:33 ya pesan dulu baru dibangunkan. 15:34 Developer kan jarang tuh bayar ee 15:37 membangun ready stock. 15:38 Kita pesan dulu bayar DP kemudian 15:40 dibangunkan. Nah, kita sering-seringlah 15:42 datang. 15:42 Hm. 15:43 Nah, lihat ya bagaimana ee apa 15:46 bahan-bahan material yang dipakai. Nah, 15:48 kalau enggak cocok ya bisa diprotes kok. 15:50 Itu uang rumah kita kok kita sudah bayar 15:52 gitu bisa, Pak. Itu terbuka kok itu. 15:53 Oke. 15:54 Heeh. 15:55 Oke. Pak Sriiman apa betul kalau mau 15:57 ngurus IMB di Jakarta sulit? 16:00 Enggak. Enggak sulit. Gampang sekarang. 16:02 Gampang. 16:03 Gampang. Datang saja ke tata ruang atau 16:05 sekarang kan sudah PBG ya online ya. 16:08 Tapi tetap konsultasi datang dulu ke 16:10 lokasi ke kantor tata ruangnya untuk 16:13 melihat perencanaan di lokasi itu yang 16:15 penting Pak. Pak Krisna 16:16 he 16:17 sulit mungkin ya lokasinya tidak bisa 16:19 dibangun rumah terus dipaksakan bangun 16:21 rumah misal lahan hijau ingin dibangun 16:24 rumah gitu kan ya tetap gak bisa. Itu 16:26 bukan dipersulit namanya. 16:28 Selagi 16:29 kita membangun sesuai dengan peruntukan 16:32 izin pasti keluar ya. Saya berani 16:34 katakan. Oke, 16:37 Pak Sriiman. Bagaimana kita bisa 16:38 mengetahui bahwa tanah ini termasuk 16:40 jalur hijau dan jalur kuning supaya kami 16:43 aman di dalam membangunnya. 16:46 Ya, kalau di Bekasi eh kalau di Jakarta 16:49 itu ada Perda RTR itu bisa dilihat 16:52 online Jakarta 1 namanya. Nah, itu ada 16:54 peta-petanya. Apakah kuning di lokasi, 16:57 apakah hijau itu kelihatan. He. 16:59 Nah, kalau di daerah lain mungkin perlu 17:01 datang ke kantor dinas terkait ya, 17:04 datang ke PTSP tajakan tentang tata 17:07 ruang. Nah, itu bisa nanti diarahkan 17:08 oleh petugas 17:10 ya. Harus kita datang sendiri itu ya 17:12 kalau belum ada RDTR-nya gitu. 17:14 Kalau ada RDTR itu online, Pak. Pak 17:17 Krisna bisa dilihat terbuka sekarang. 17:20 Oke. 17:22 Saya kalau memilih rumah kadang-kadang 17:25 di iklan disebutkan selatan Jakarta 17:27 dengan Jakarta Selatan itu beda. Saya 17:29 samperin ternyata jauh. Ternyata ini Pak 17:32 bukan Jakarta Selatan tapi selatan 17:34 Jakarta itu teknikl. Hm. 17:38 Hm. Itu teknik iklan aja ya. 17:40 Teknik iklan. Tapi kadang-kadang 17:42 pelanggan merasa ter ini ya. Heeh. 17:44 Terkecoy. 17:46 Pak mungkin Pak Asrian bisa jelaskan ya. 17:49 ee sedikit ee profil bagaimana sih bisa 17:53 terjun ke dunia properti, terus 17:55 memotivasi nih ee pendengar yang masih 17:59 dari belum pernah mulai gitu. Bagaimana 18:00 memulainya bisnis properti ini dengan 18:03 modal tidak besar gitu, Pak? Bagaimana, 18:05 Pak? 18:06 Ya, oke. Ee dulu di awal-awal saya sama 18:09 dengan teman-teman semua ya, pendengar 18:11 mungkin enggak enggak paham dengan 18:12 properti itu. Saya ikut ee beberapa ee 18:15 workshop, kelas, seminar. Nah, itu 18:18 sangat ee saya sangat suka ikut 18:20 belajar-belajar seperti itu. Dan 18:21 kemudian dengan beberapa teman membangun 18:23 projek mulai ya setelah selesai workshop 18:26 ketemu dengan teman-teman yang se se apa 18:29 segelombang ya. Nah, kemudian membangun 18:31 project. Nah, beberapa tahun 2018-219 18:35 tepatnya ya saya mulai mengadakan 18:38 workshop sendiri ya. Workshop sendiri 18:40 dengan nama cara benar memulai bisnis 18:43 developer properti bagi pemula. Nah, 18:45 jadi di WhatsApp itu memang saya bahas 18:47 ee tentang bagaimana orang yang tidak 18:50 paham sama sekali, yang belum pernah ee 18:53 mengetahui tentang properti. Nah, itu 18:55 saya ajak berkelana pikirannya sehingga 18:58 setelah workshop 2 hari paham gitu. 19:00 Nah, itu 2017 saya mulai sampai sekarang 19:03 sudah angkatan 80. 19:05 Nah, 19:06 angkatan 80. Masyaallah, 19:07 angkatan 80, Pak. 19:09 Luar biasa. 19:10 Iya. Nah, jadi se kawan-kawan 19:13 alumni-alumni itu yang sepaham. Nah, 19:16 sepakat mengadakan membuat perkumpulan. 19:18 Nah, jadilah sekarang namanya Depindo 19:20 Developer Property Indonesia. Itu 19:23 asosiasi yang sudah sah ya. Sudah sah 19:25 kita bisa menerima anggota dari siapapun 19:27 saat ini sudah terbuka. Nah, kenapa saya 19:30 bisnis properti? Ya, yang pertama tentu 19:33 properti ini dibutuhkan semua orang. 19:35 Selagi orang masih hidup, orang butuh 19:37 properti, butuh tempat tinggal. H 19:40 ee salah satu kebutuhan pokok ya, 19:42 sandang, pangan, papan gitu. Nah, 19:44 bagaimanapun juga orang pasti akan butuh 19:46 tempat tinggal apalagi ya, apalagi 19:48 menurut data statistik nih. Ni nih 19:51 menyampaikan banyak backlock saat ini 19:53 Bang Habib tadi bilang 9,9 juta ya itu 19:57 angka yang sangat besar. Nah, itu 20:00 ditambah lagi menurut BPS ada 800.000 20:04 sampai 1 juta keluarga baru tiap hari, 20:07 tiap tahun di Indonesia. Masyaallah, 20:10 bisa dibayangkan ya 20:11 itu potensi juga tuh ya 20:13 potensi ya. Itu bukan saya yang ngomong 20:16 itu BPS data BPS. Nah, otomatis ketika 20:19 membutuh ee keluarga baru otomatis butuh 20:21 tempat tinggal baru. Ya, awal-awal 20:24 mungkin menumpang dengan orang tua, 20:25 mertua, tapi kan enggak enak juga 20:27 lama-lama gitu kan. 20:28 Harus ingin punya tempat tinggal yang 20:30 baru. Nah, gitu. 20:32 Iya. 20:32 Nah, jadi ee itu latar belakangnya. 20:36 Kemudian saat ini ya saya sangat senang 20:39 sebenarnya dengan program pemerintah. 20:41 Saat ini 3 juta unit rumah per tahun. 20:45 Nah, kalau selama 5 tahun itu ada 20:47 rencananya 15 juta unit rumah. Nah, ini 20:50 dibutuhkan peran serta seluruh developer 20:54 ya. Seluruh developer. Pemerintah saja 20:56 itu tidak akan bisa menyediakan itu. 20:58 Karena sebenarnya kewajiban itu kan 21:00 sebenarnya pemerintah ya. pasal 28 H 21:02 kemudian 45 itu kewajiban pemerintah 21:04 gitu loh. 21:05 Tapi saat ini ee developer swasta 21:08 kita-kita ini bisa ikut serta. Nah, 21:10 pemerintah bergeser menjadi regulator. 21:13 Nah, itulah saat ini pemerintah sangat 21:16 melonggarkan regulasi-regulasi terkait 21:19 perumahan, terutama rumahan subsidi ya. 21:21 Yang backlock itu kan rumah subsidi 21:22 sebenarnya. 21:23 Iya. Iya. 21:23 Rumah subsidi itu untuk masyarakat 21:25 berpenghasilan rendah. 21:27 Nah. Nah, jadi ee bentuk dukungan 21:31 pemerintah itu saat ini ada beberapa 21:33 kemarin ada SKB 3 Menteri ya, SKB 3 21:36 Menteri itu tentang pembebasan BPATB. 21:38 BPATB itu biaya perolehan hak atas tanah 21:40 dan bangunan. Itu pajak pembelilah kalau 21:42 masyarakat mengenalnya. Jadi ketika kita 21:45 beli rumah, si penjual kena PPH, si 21:48 pembeli kena BPTB. Nah, itu. Nah, itu 21:51 lumayan 5% loh itu. Kalau bagi 21:53 masyarakat MBR 5% itu sekitar R juta 7 21:56 jutaan tergantung harga ya 21:59 besar. Iya. Nah, makanya setelah kita 22:03 memberi masukan ke pemerintah ini 22:05 termasuk halangan ya. Masyarakat MBR 22:08 menyediakan 6 juta 7 juta unit rumah itu 22:11 berat bagi mereka. Oke, pemerintah 22:13 mendengar. Nah, dibikinlah kesepakatan 22:17 SKB 3 Menteri bahwa BPATB digratiskan. 22:20 Nah, kemudian developer nih teriak lagi, 22:23 teriak lagi perizinan lama gitu kan. 22:26 Nah, dalam SKB 3 Menteri itu juga 22:28 ee ada dari Kementerian PU ya yang 22:32 mengurus tentang perizinan. Nah, jadi 22:34 perizinan itu dari awalnya dari awal 22:36 sekali ya itu bisa 2 tahun dulu ya. Nah, 22:39 sekarang dipercepat 3 bulan. Nah, 22:41 sekarang dipercepat lagi. Bahkan dan 22:43 kemarin itu dalam praktiknya ya, dalam 22:46 praktik ditungguin oleh Pak Menteri 22:48 perizinan dalam hitungan menit keluar 22:50 gitu di salah satu kan. 22:52 Masyaallah hebat-hebat 22:53 ya karena ditunguin Pak Menteri gitu 22:55 kan. 22:56 Nah, diharapkan ya tentu ini saya kita 22:59 harapkan ya ee DNA pelayanan publik itu 23:02 harusnya menjadi lebih baik. Memang 23:04 harus seperti itu. Perizinan itu cepat 23:06 ya sehingga investasi kita tidak 23:09 terhalang juga. 23:11 Niat kita 23:13 menyediakan rumah untuk masyarakat juga 23:15 terlaksana dengan baik gitu. 23:17 Nah, itu dari sisi developer. Nah, 23:20 kemudian dari sisi konsumen kan juga 23:22 banyak nih sekarang ya ee 23:24 kendala-kendala kita di asosiasi juga 23:27 bermasalah tentang kolektabilitas ee 23:31 para pembeli. Nah, masalahnya apa? 23:33 masalahnya adalah tentang ee pinjol ya 23:37 yang banyak sekali itu itu banyak sekali 23:38 dikeluhkan oleh rata-rata developer 23:40 perumahan subsidi kemudian payat gitu 23:43 kan setelah diracking ternyata hutangnya 23:46 itu enggak banyak sudah R00.000 23:47 Rp300.000 gitu tetapi secara regulasi 23:50 kalau itu nyangkut itu enggak bisa ya 23:52 dari OJKnya gak bisa gitu. Nah, kita 23:55 apresiasi ya, Pak Menteri, Pak Maruar 23:58 Sirait ya, konon katanya sudah deal 24:00 dengan OJK mengatakan bahwa ada 24:04 kolektabilitas tertentu yang diapprove, 24:06 yang diperbolehkan ya. Misalnya utangnya 24:09 masih ada tapi diperbolehkan untuk 24:12 diproses ee pengajuan ee kreditnya di 24:15 untuk membeli rumah. Nah, nah itu bentuk 24:18 dukungan dari pemerintah tentang ee 24:21 penyediaan perumahan bagi MBR. Nah, bagi 24:25 developer ya saat ini ya sangat sangat 24:28 sangat momentum yang sangat bagus ya, 24:29 terutama sekali tahun 2026 ya. Kenapa 24:33 bagus? Karena pemerintah BI ya, BI apa 24:37 namanya? Memperkirakan pertumbuhan kita 24:39 itu 5 sampai 6%. Nah, dengan demikian 24:42 salah satunya ee akan ber ee impact 24:46 kepada bisnis properti karena properti 24:48 ini padat modal, padat orang, padat 24:51 material ya. Padat material. banyak 24:52 sekali material yang dipakai. Kemudian 24:55 ketika 24:57 membangun sebuah proyek perumahan 24:58 properti itu ee proyek properti akan 25:01 banyak sekali pihak yang terlibat. Nah, 25:03 ini ini yang merupakan nilai positif 25:06 dari proyek properti ya. Enggak enggak 25:07 enggak salah ya orang mengatakan bahwa 25:10 properti ini adalah lokomotif 25:12 pertumbuhan ekonomi, lokomotif ekonomi 25:14 nasional gitu. Karena akan mempengaruhi 25:17 banyak orang ya, terutama yang langsung 25:18 ya material industri material aja itu 25:21 banyak sekali ya. mulai dari semen, 25:24 besi, baja, baja ringan, atap, kaca, 25:27 segala macam itu akan terbawa, akan 25:29 terpengaruh oleh sebuah proyek properti. 25:32 Ya, bayangkan kalau banyak sekali 25:34 perumahan yang jalan itu akan bergerak 25:36 ya. Kemudian dari sisi tukang misalnya 25:38 ya, tukang pasti banyak dipakai ya untuk 25:41 masyarakat bawah semua akan bergerak. 25:43 Enggak kebayang berapa banyak tukang 25:45 yang bekerja, berapa banyak keluarga 25:48 yang terhidupi, keluarga tukang itu yang 25:50 terhidupi. Nah, itulah sisi positifnya 25:52 dari bisnis properti itu. 25:55 Heeh. He. 25:55 Nah, kira-kira seperti itu, Bang Habib. 25:57 Jadi ee kawan-kawan yang akan 26:00 mengembangkan proyek properti ini 26:02 momentum ya akhir-akhir tahun ini karena 26:05 nanti kalau memulai sekarang 26:07 pemasarannya 26:08 seperkiraan saya di kuartal pertama 2026 26:11 dan mudah-mudahan itu sudah bagus 26:13 kondisinya walaupun di 2025 ini akan 26:16 tertekan masih tertekan ya 26:18 seperti itu. ee langkahnya seperti apa, 26:20 Pak Asriman? Misalnya ee ada modal tidak 26:24 besar atau ada tanah kecil atau kerja 26:26 sama yang baru memulai nih bisnis 26:28 properti seperti apa tuh ee langkahnya? 26:32 Langkah 26:33 r-nya mungkin Bapak bisa kasih gambaran 26:36 dari pengalaman Bapak membina ribuan 26:38 orang gitu seperti apa gitu. 26:40 Mungkin ada kisah-kisah sukses juga yang 26:43 bisa Bapak sharing gitu. 26:44 ya. Nah, ee di asosiasi Deprindo itu 26:49 heterogen ya, banyak sekali ee cerita 26:54 sukses yang bisa kita ambil ya. Ada yang 26:57 bermain 1 2 3 unit rumah itu bisa banyak 27:00 yang main seperti itu ya. 27:02 Anda punya lahan 300 m seperti Bapak 27:04 tadi itu dibangun 3 unit rumah atau 4 27:07 unit rumah. Nah, kalau belum ada 27:10 tanahnya, belum punya yang 300 m, itu 27:13 bisa ditawarkan kepada pemilik lahan 27:15 kerja sama misalnya, bukan tanah kita, 27:17 tapi kenal ya ditawarkan ya rata-rata 27:20 yang bisa kerja sama itu memang melalui 27:25 pendekatan dulu ya, 27:26 pendekatan dulu yang paling besar 27:28 peluangnya adalah sudah kenal dengan 27:30 pemilik lahan. 27:31 Misalnya ada teman nih punya tanah 500 27:33 m, punya tanah 1.000. Eh, saya punya 27:36 lahan tuh 1000 m di sini diapain kek itu 27:39 dibangun atau gimana gitu. Nah, itu bisa 27:41 kita ajukan kerja sama dengan si pemilik 27:44 lahannya. Nah, nanti bagi-baginya ya itu 27:47 sangat fleksibel lah ya. Tidak ada 27:48 aturan formal yang yang mengatur 27:51 bagi-bagi dengan pemilahan ya. Tapi 27:54 rata-rata untuk rumah-rumah yang non 27:57 subsidi itu bisa sampai 30 sampai 40% ya 28:00 dari laba bersih ya. kita bicara laba 28:03 bersih. Jadi setelah dihitung semua 28:05 harga tanah dipastikan kemudian 28:08 ee membangun perizinan biaya-biaya semua 28:12 cost yang terpakai dihitung semua dan 28:14 tinggal laba bersih. Nah, laba bersih 28:16 itu kan yang dibagi dengan si pemilik 28:18 lahan. Nah, itu bisa ya dengan pemilihan 28:21 di awal-awal ya tentu kita tidak perlu 28:23 membayar tanahnya. 28:25 Nah, 28:26 kalau pemikiran kita tanahnya harus 28:28 dibeli ya memang jadi developer properti 28:31 harus kaya dulu ya. Harus kaya dulu ya. 28:34 Karena mesti beli tanah dulu. Tanah itu 28:36 sekarang apalagi ya? 28:38 Apalagi saat ini tanah ini harganya ee 28:41 ya naik teruslah tiap tahun ya. Ada 28:43 harga tanah yang turun. Nah, ini salah 28:45 satu kendala rumahan subsidi, penyedian 28:47 perumahan subsidii. Salah satu 28:48 kendalanya juga itu Bang Habib, 28:51 harga tanah tiap tahun naik. Nah, kita 28:53 kembangkan di sini. Oke, harga tanah 28:55 visibel untuk rumah subsidi misalnya. 28:57 Heeh. He. 28:58 Nah, lokasi ini sudah sold sold out 3 29:01 hektar misalnya 29:02 kita ekspansi ke sebelahnya harga 29:04 tanahnya naik tiga kali lipat ya kan gak 29:06 bisa untuk masuk sini lagi. 29:07 Betul. 29:08 Itu kendala kita ya kawan-kawan 29:10 developer kendalanya itu ya harga tanah 29:13 itu cepat sekali naiknya. Nah, ini 29:15 mungkin perlu regulasi juga dari 29:16 pemerintah nih solusinya seperti apa 29:18 gitu 29:20 ya. 29:21 Gitu Pak. 29:22 Oke. 29:22 Betul. Betul. 29:24 Ini tadi ada yang bertanya bagaimana ee 29:27 saya mau coba-coba bikin properti 29:31 mengenai skema harganya itu seperti apa? 29:34 Karena harganya fluktuatif sekali. Harga 29:36 semen, harga besi itu suka 29:39 berubah-rubah. Kami bingung untuk ee 29:42 mengatur skem. 29:46 Oke, 29:49 ya. Kalau tentang harga, harga jual. 29:52 Kalau saya lebih berpatokan kepada harga 29:56 jual di sekitar lokasi ya. Jadi kita 29:58 membandingkan strategi komparasi namanya 30:01 kita perbandingkan dengan properti 30:04 serupa. Misalnya tanah kita, rumah kita 30:06 satu lantai tipe 36. Nah, di sekitar 30:09 lokasi berapa orang menjual? Apakah R00 30:12 juta? Apakah R50 juta? Nah, kita ikut 30:14 itu ya. kita ikut itu. Kalaupun kita 30:17 ngasih ngasih edit value misalnya dengan 30:19 harapan terjual lebih tinggi itu tidak 30:21 terlalu pengaruh ya. Itu rumah menengah 30:23 ke bawah itu tidak terlalu pengaruh 30:25 karena rumah menengah ke bawah 30:27 pembelinya itu sangat sensitif terhadap 30:30 harga ya. Harga berubah berbeda R juta 30:34 orang bisa pindah sebelah. Nah, 30:36 kira-kira seperti itu. Nah, jadi kalau 30:38 tentang fluktuatif ee material tidak 30:41 terlalu pengaruh ya, tidak terlalu 30:43 fluktuatifnya bukan naik turun seperti 30:45 itu. Itu harga ada harga patokannya ya. 30:48 Kalau naik pun tidak terlalu besar kalau 30:50 material 30:51 terlalu pengaruh terhadap harga. 30:54 Kira-kira begitu tanah ya Pak Sriiman 30:56 ya. 30:57 Pak Triiman tanya lagi apakah betul ada 30:59 rumah membeli tanpa DP? Apa betul ada 31:03 membeli rumah tanpa DP? Nah, kalau rumah 31:05 subsidi itu banyak yang mempraktikkan 31:07 itu ya, rumah subsidi ya. Misalnya bayar 31:10 R,5 juta all in gitu kan. Nah, all in 31:13 itu bukan DP itu sebenarnya karena 31:15 sebenarnya masih ada biaya-biaya lain 31:18 misalnya biaya notaris segala macam gitu 31:20 kan. Itu bisa dikatakan tanpa DP apalagi 31:23 kalau rumah komersil non subsidi itu 31:25 banyak yang mempraktikkan itu bisa ya. 31:27 Karena sekarang perbankan tidak 31:30 melarang, BI tidak melarang tanpa DP 31:32 atau LTV 100% itu tidak dilarang oleh BI 31:35 gitu. 31:36 Atau FTV kalau syariah FTP ya, Finance 31:38 to value 100% sih oke sekarang. Dulu 31:40 dilarang sekarang sudah direlaksasi itu 31:43 bisa Pak Krisna 31:44 bisa ya. Oke. Pak Sriiman bolehkah 31:47 sebuah rumah diatasnamakan dua orang 31:50 adik kakak gitu misalnya. 31:52 Boleh. Boleh banget. Boleh. 31:55 Boleh gak masalah. Boleh. 31:56 Caranya adalah ketika membeli sebagai 31:59 pembeli dua orang gitu. Nanti balik 32:00 namanya kedua orang kan di AJ apa balik 32:04 nama sertifikat itu kan dasarnya AJB. 32:06 Nah, jadi AJB itu patokannya. 32:08 Kalau AJB satu orang sebagai pembeli 32:10 kemudian nanti balik nama minta dua 32:12 orang gak bisa. 32:13 H 32:13 h. Nah, jadi krusialnya ketika membeli 32:16 jadi dua orang menandatangani sebagai 32:18 pembeli. Nah, balik namanya dua orang 32:20 itu nanti sesuai 32:21 yang tercantum di dalam AJB sebagai 32:23 pembeli gitu. itu Pak Kisna 32:27 ini ada tadi bertanya ee Pak Rahman 32:33 mana pertanyaannya 32:34 ee dia Pak ee apakah saya bisa 32:38 menawarkan untuk jual ruko melalui badan 32:40 usahanya PT 32:42 PT Pak Teriman nih Pak 32:46 mungkin maksudnya Pak dia 32:49 mau jual ruko ya mau jual properti ya 32:51 mau jual ruko 32:52 bisa saja dibantu teman-teman itu 32:54 deprindo. Di Prindo kan banyak juga 32:56 selain developer ada juga yang sebagai 32:58 marketing ya. 32:59 Marketing ya, Bang Habib ya. Bisa itu. 33:01 Iya. 33:02 Boleh diminta aja informasinya Pak 33:04 Krishna ee mungkin HP-nya kalau ada 33:06 nanti Bang Habib nanti bisa men-deliver 33:08 ke pengurus DPRINDO itu bisa dibantu. 33:11 Oke. Waduh, 33:13 minta nomor telepon ya. Itu pakai 33:16 telepon Bang itu gimana? 33:17 Iya, silakan bebas. Pak Sriiman, saya 33:20 mau tanya berarti ee apa lima hal yang 33:25 paling penting ketika ee menjual rumah? 33:27 Apa yang mesti diperhatikan gitu ya 33:29 sebagai penjual rumah dan sebagai 33:30 pembeli rumah lah. Jadi ada lima poin 33:33 apa yang perlu diperhatikan? mungkin li 33:36 poin penjual, li poin pembeli. Jadi kita 33:40 ee tidak tertipu bisa 33:44 sustain, bisa profit bagaimana dari awal 33:47 sudah kita perhatikan gitu 33:49 ya. Kalau krusial pembeli ya, krusial 33:52 pembeli ya, kalau penjual tidak terlalu 33:54 krusial lah ya. Kena kenapa? Begitu 33:56 transaksi sudah terima uang sudah 33:57 selesai, sudah enggak ada hubungan 33:59 dengan si ee si ee properti gitu. Kalau 34:02 pembeli pertama harus diperhatikan 34:04 pertama legalitasnya, sertifikatnya. 34:07 Nah, itu yang paling penting ya. 34:09 Sertifikat ini siapa yang jual lihat 34:12 nama di sertifikat. Kemudian lihat juga 34:15 nanti ketika tanda tangan apakah dia. 34:17 Nah, jadi supaya aman dari awal pastikan 34:22 melibatkan notaris ya. Notaris kan sudah 34:24 paham bagaimana cara memastikan 34:27 keabsahan sebuah ee aset atau properti 34:30 gitu. Jadi legalitas dulu ya, kemudian 34:33 IMB-nya ya. Jangan ee harus hatihati 34:35 juga sekarang PBG namanya. Pastikan 34:38 bahwa PBG-nya akan ada gambar-gambar. 34:41 Nah, pastikan itu sama dengan ee fisik. 34:45 Nah, kalau rumahnya dua lantai, pastikan 34:47 gambar-gambar di PBG-nya itu di lampiran 34:50 PBG-nya itu ada ee juga dua lantai. Sam 34:54 lah ya, sama. Nah, kemudian yang harus 34:56 saya perhatikan lagi adalah 34:59 posisi ya posisi posisi dari ee properti 35:03 yang akan kita beli ini. Posisi itu 35:06 berhubungan nanti apakah nanti akan ada 35:08 rencana pemerintah di sana ya. Ee 35:11 kemudian apakah ada rencana 35:13 pembuatan-pembuatan ee apa-apalah 35:16 perencanaan pemerintah. Nah, ini terkait 35:18 nanti tata ruang ya. Pastikan ya kalau 35:21 kita harus hati-hati sekali ya. Kalau 35:22 ini non perumahan ya. Kalau non 35:24 perumahan. Kalau perumahan sudah pasti 35:25 itu kan sudah pasti izinnya sudah pasti. 35:27 Kalau non perumahan, perumahan di 35:29 wilayah biasa-biasa saja pastikan ee 35:32 rencana tata ruangnya betul-betul tidak 35:35 ada rencana perubahan di masa yang akan 35:37 datang. Nah, itu bisa dilihat di KRK-nya 35:40 keterangan ketetakuan rencana kota atau 35:42 ketetapan rencana kabupaten. 35:44 Nah, itu aja yang krusial ya ketika 35:46 membeli ya legalitas. Kemudian fisik. 35:49 Nah, satu lagi fisik. Fisik rumah 35:51 pastikan ya seperti yang pertanyaan dari 35:53 awal tadi ya. mutu materialnya seperti 35:55 apa, apakah sesuai dengan yang 35:57 disampaikan. Nah, kemudian kalau ada aja 36:00 ya, ada aja orang yang membangun katanya 36:02 lebarnya 9 m tapi setelah diukur hanya 8 36:04 m gitu kan ada aja ada aja yang 36:06 kejadiannya seperti itu ya pernah 36:08 kejadian. Nah, 36:10 enggak sesuai 36:10 heeh enggak sesuai di di keterangan 36:13 dengan fisiknya. Nah, juga nanti 36:15 disesuaikan dengan perizinannya ya luas 36:18 bangunannya gitu. Nah, paling itu yang 36:21 harus diperhatikan ya, Pak Habib ya. 36:23 Kalau dari sisi penjual ya lebih inilah 36:27 lebih safe lah ya sepanjang orang 36:30 membeli tangan jual beli bayar uang gitu 36:32 kan. Nah sudah selesai putus hubungan 36:34 hukumnya dengan si objek tersebut. Nah 36:37 gitu. 36:38 Sekarang ada juga yang Pak Asrian nyicil 36:39 langsung ke pembeli itu itu resikonya 36:42 bagaimana? Ada kan rumah syariah atau 36:44 rumah itu yang nyicilnya langsung ke 36:46 pembeli tuh resistenya bagaimana? 36:49 Eh iya pembeli pembeli langsung ke 36:50 penjual nyicil. Oh iya. Ya, banyak yang 36:54 ee juga dengan skema seperti itu ya. 36:56 Dari sisi pembeli mah aman. Aman Pak 36:58 Habib. 36:59 Aman sekali. Cuma dari sisi developer 37:02 jika ya jika yang beli mengangsur 37:06 telat-telat gitu kan itu nambah kerjaan 37:09 dari developer yang sebenarnya itu 37:11 adalah kerjaan perbankan sebenarnya tapi 37:13 diambil alih. 37:15 Nah, itu risikonya itu aja. Selagi itu 37:18 ee bayarnya sesuai dengan yang 37:21 diperjanjikan, tiap bulan bayar, tiap 37:22 bulan bayar, itu okelah, amanlah ya. Dan 37:25 ya bagi developer ya tentu sudah 37:26 memperhitungkan harusnya ya cash 37:27 flow-nya seperti apa 37:29 ya. Kalau sampai cicilannya sampai 10 37:31 tahun, 5 tahun nanti sanggup enggak 37:34 mengelola perusahaan dengan uang masuk 37:36 seperti ee seperti cicilan-cicilan itu 37:40 gitu kan. Jumlahnya kan bisa ditakar. 37:42 Kemudian ee cash outflow kita kan bisa 37:44 diatur, dihitung juga. Nah, apakah bisa 37:47 menutupi? Apakah bisnis kita bisa 37:50 sustain? Nah, itu yang harus 37:51 diperhatikan oleh developer yang bermain 37:54 di skema syariah, gitu. Gitu, Bang 37:56 Habib. 37:57 Siap. Siap. 37:58 Dari sisi pembeli aman mungkin 37:59 sama saja nyicil ke bank atau nyicil ke 38:01 developer kan sama saja 38:03 tetap bayar per bulan gitu. 38:05 Hm. 38:06 dari Pak Hasan 51 tahun dari Depok. 38:09 Kalau pakai KPR syariah BSI atau PNI 38:12 Syariah apakah sudah aman dari riba 38:15 menurut Habib? 38:17 Nah, ayo Abib 38:20 nanti itu kajiannya khusus Pak Krisna 38:22 mungkin ee terkait karena panjang nanti 38:25 ada Bibusen e yang lain-lain ya mungkin 38:28 lebih tapi ee sekarang kita apresiasilah 38:31 bank syariah terus ee tumbuh gitu ya. 38:36 dan lain-lain. Yang penting adalah 38:38 skemanya gitu ya. Skemanya tidak 38:40 memberatkan, tidak apa namanya 38:42 menguntungkan salah satu pihak gitu ya, 38:45 tidak berlipat-lipat seperti itu. Jadi 38:47 ada prinsip-prinsip syariah ee di di apa 38:51 namanya? disematkan gitu ya di dalam 38:54 ini. Nah, dan ee apa pilihannya semakin 38:56 beragam ee bagi masyarakat muslim 38:59 sekarang gitu ya. nanti itu ee 39:01 diserahkan lagi mungkin ee kepada Dewan 39:05 Syariah dan ee mungkin bisa ee melihat 39:08 gimana skemanya gitu. Itu Pak Krisna. 39:11 Baik, sepertinya pertanyaan sudah 39:13 dijawab semuanya. Bang Habib terakhir 39:16 ada yang mau disampaikan lagi? 39:18 Alhamdulillah ee kita sudah berbincang 39:20 panjang ya tentang bagaimana memulai 39:23 bisnis properti dari langkah yang paling 39:24 kecil sampai teknologi hari ini membuka 39:27 peluang yang luar biasa besar. ee dan 39:30 selalu kita tekankan bahwa peluang 39:32 enggak pernah datang dua kali dalam 39:34 bentuk yang sama gitu ya. 39:36 Nah, ee mungkin selama ini kita merasa 39:39 belum punya modal, belum punya tanah 39:40 atau merasa tidak punya kemampuan. Tapi 39:42 sejarah properti itu ee bercerita bahwa 39:47 modal besar itu bukan yang membuat orang 39:49 berhasil, tapi keberanian dan ee 39:51 ketahanan gitu ya. Itu yang membuat 39:54 kalau hari ini kita bantu satu keluarga 39:57 menemukan rumahnya, kita bukan hanya 39:59 buka pintu rezeki bagi diri sendiri, 40:01 tapi membuka pintu kebaikan yang terus 40:03 mengalir ya, jariah ya. Ee siapa tahu 40:06 dari langkah kecil itu Allah bukain 40:07 jalan ee yang jauh lebih luas ee buat 40:10 kita gitu. Maka sebelum kesempatan terus 40:14 ee berlalu, mulai dari langkah yang 40:16 sederhana, belajar mencari peluang 40:18 mentawarkan orang gitu ya. Dan ee 40:21 sekedar ngobrol itu ee tidak ee tidak 40:25 bisa kita tunda, bisa kita mulain 40:27 sekarang juga gitu. Ee masa depan enggak 40:29 dimenangkan oleh mereka yang paling kuat 40:31 atau mereka yang paling pintar, tapi 40:32 mereka yang bergerak lebih dulu gitu. 40:35 Mudah-mudahan jadi ilmu yang bermanfaat, 40:36 inspirasi bagi ee kita semua dan ee 40:40 salah satu jadi perjalanan buat kita l 40:43 gitu. Terima kasih. Mungkin ee Pak 40:46 Asrian bisa menutup ee dan saya minta 40:50 itu juga ee di ada mungkin Pak ada buku 40:53 dan apa ee developer properti Indonesia 40:56 bisa ee bagaimana itu ee pendaftaran dan 40:59 lain-lain. Mungkin ada yang tertarik 41:00 silakan Pak As 41:02 ya. Betul. Yang menjadi developer 41:04 properti itu sebenarnya ya tidak melulu 41:06 tentang modal ya. Ya walaupun sebenarnya 41:09 menjadi developer properti itu butuh 41:11 modal. Nah, tapi ini modalnya ini bisa 41:13 kita engineer ya, kita rekayasa ya, 41:15 engineering financial modalnya bisa kita 41:19 ee misalnya bisa bukan dari modal 41:22 sendiri misalnya seperti kata Bang Habib 41:24 tadi bisa dengan kerja sama dengan 41:26 pemeli lahan itu bisa. Kemudian juga 41:27 bisa ngajak teman-teman untuk membiaya 41:30 proyek kita itu bisa juga gitu. Nah, 41:32 kemudian hal yang paling penting lagi 41:35 adalah 41:37 pastikan kita bergaul dengan orang yang 41:40 benar ya, dengan yang benar networking 41:42 terbentuk. Nah, dari networking itulah 41:44 nanti akan timbul akan ada 41:46 opportunity-opportunity 41:48 yang mungkin saja mungkin saja merubah 41:51 bisa merubah masa depan. Karena apapun 41:53 itu dengan siapa kita bergaul hari ini 41:56 akan menentukan di mana posisi kita 5 41:58 tahun yang akan datang. Nah, itu. Nah, 42:01 kita di Depindo kita heterogen sekali 42:05 isinya banyak sekali ya anggota kita 42:07 dari seluruh Indonesia. Nah, di situ 42:10 kita bergaul kemudian ber 42:13 apa namanya ya? Saling membantulah. atas 42:16 keluargaan kita masih sangat kuat di 42:18 sana di dalam Deprindo itu saling 42:20 membantu. Pokoknya apapun masalah 42:22 teman-teman anggota Deprindo 42:25 menyampaikan masalah insyaallah dalam 42:27 waktu tidak tidak lebih dari 5 menit 42:30 akan ada yang membantu. Nah, itu 42:31 teman-teman dari Deprindo merasakan ee 42:34 yang baru yang baru bergabung merasakan 42:36 bahwa kita banyak ee bantuan ya dari 42:39 teman-teman yang lain apakah dari senior 42:41 ya. itu di Deprindo itu ada yang 42:44 proeknya itu sudah puluhan ribu unit itu 42:48 ya. Ada yang 1000 unit, ada yang ratusan 42:51 unit tetapi ada juga yang 1 unit, 2 42:53 unit, 3 unit gitu. Nah, jadi kita 42:56 berkumpul bersama kemudian ya punya ini 42:59 sendiri ya ini pasien sendiri sendiri 43:01 ada yang rumah subsidi pasiennya tidak 43:04 mau perumahan non subsidi. Ada yang 43:06 inginnya hanya rumah rumah komersil saja 43:08 atau rumah non subsidi. Tidak mau rumah 43:10 subsidi gitu atau akan belajar untuk 43:12 rumah subsidi. Kalau di Jakarta punya 43:14 project member kita itu harga jualnya R 43:16 miliar 1 unit dan R miliar 1 unit. 43:19 Dibandingkan dengan rumah subsidi itu 43:21 bisa 10 unit dengan nilai yang sama 43:23 gitu. 43:24 Nah, jadi bagi Bapak Ibu yang ingin 43:27 menjadi developer bisa belajar ya, 43:29 belajar dari buku. Nah, di blog saya 43:31 juga ada asriman.com. 43:33 Asrian.com. Nah, itu semua perjalanan ee 43:38 pikiran-pikiran saya, 43:39 perjalanan-perjalanan juga ada dari 43:41 teman-teman itu saya tulis di sana. Dan 43:44 juga kalau ingin berinteraksi bisa juga 43:46 ikut workshop ya. Jadwal terdekat itu 43:49 tanggal 20 ya, Bib ya. Mas sampai I 43:52 itu tanggal 20 21 Desember. 43:55 Nah, 3 minggu lagilah ya. Kalau kalau 43:57 ada yang mau belajar ya silakan. 44:01 Informasinya di asriman.com ada 44:03 ya. Baik terima kasih Pak. 44:05 Oke. Baik terima kasih Pak Sriiman. Bang 44:08 Habib terima kasih. Demikian tadi Krisna 44:11 ya. Oke sampai ketemu lagi ya. Sangat 44:13 bermanfaat ini ya. Oke kita jumpa lagi 44:16 nanti pada Kamis pertama di bulan e 44:19 Januari. 44:21 Oke, saya Muhammad Krisna, kemudian juga 44:24 Atep Setiabudi dan teman-teman dari PKL 44:27 juga Algi mohon pamit. Wabillahi taufik 44:30 walhidayah. Wasalamualaikum 44:31 warahmatullahi wabarakatuh. 44:32 Waalaikumsalamikumsalam.