Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Brail [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillah. Alhamdulillah wasalatu
- wasalam ala rasulillah waa alih wasbih.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala. Apa
- kabar? Selamat datang. Selamat pagi
- bersama Alfagi Risa Alkaf ada Ondi
- Kameraman dan juga Mas Algi di meja
- operator membersamai ikhwan akhwat di
- mana pun Anda berada. Barangkali Anda
- sedang berangkat menuju tempat pekerjaan
- Anda atau mengantar anak sekolah atau di
- rumah saja menikmati pagi hari sambil
- meminum kopi. Masyaallah. Kami di sini
- menemani ikhwan akhwat dengan
- Al-Qur'anul Karim dalam acara renungan
- di bawah naungan Al-Qur'an bersama kita
- Ustaz Husein bin Hamid Alattos.
- Asalamualaikum, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga sehat selalu, Ustaz. Ya.
- Hari ini insyaallah kita akan membuka
- pertanyaan, Ustaz, ya. Menjawab
- pertanyaan-pertanyaan dari Ikhwan
- Akhwat. Yang ingin bertanya silakan
- kirimkan pertanyaan Anda di 0811999720
- atau telepon langsung boleh di 021845
- 1512. Kami tunggu pertanyaan ikhwan
- akhwat. Namun alangkah baiknya kita buka
- [mendengus] dulu dengan baca ummul Quran
- surah al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin.
- Iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim
- waladin.
- Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Allahummarhamna [mendengus]
- bil Quran. Semoga dari bacaan Al-Qur'an
- tadi Allah rahmati kita. Allah bukakan
- pintu hidayah
- dan [mendengus] pintu
- ketakwaan kepada kita, pintu rezeki dan
- pintu rahmatnya Allah Subhanahu wa taala
- untuk kita. Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Ustaz, pertanyaan pertama ini Ustaz
- datang dari saudara-saudara kita yang
- sedang baru-baru belajar agama lagi
- kembali kepada Allah Subhanahu wa taala
- tadi yang tadinya disibukkan dengan
- dunia barangkali dengan pekerjaannya,
- [mendengus]
- dengan dunia pergaulannya. Kemudian
- sadar akan agama Allah Subhanahu wa
- taala, sadar kepentingan iman dan Islam.
- Kemudian kembali kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Namun begitu kembali kerap
- kali diuji dalam segi finansial ataupun
- ekonomi. Ustaz, apakah merupakan sebuah
- kodrat ketika seseorang berhijrah memang
- sudah pasti akan dalam tanda kutip
- [mendengus] dimiskinkan, Ustaz.
- [berdehem] Syukran jazakumullah khairan.
- Ja.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi'fna bimaamtana. Rbana
- zidna ilman walhiknain.
- Allahumma subur salam waakrijna
- minadulumati ilan nur. Wahdina ilaikal
- mustaqim.
- Assalamualaika ya Rasulullah.
- Asalamualaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam [mendengus]
- warahmatullah.
- Sebahagian
- orang beranggapan
- apabila seorang yang tadinya hidup jauh
- dari Allah,
- usahanya maju berkembang dengan baik,
- apabila mereka hijrah kembali kepada
- Allah maka keadaan ekonominya terbalik.
- yang tadinya maju berkembang dengan
- pesat. Begitu berhijrah di jalan Allah
- langsung kondisi ekonominya menurun.
- [mendengus]
- Hingga orang beranggapan bahwa ini
- merupakan kodrat bagi orang-orang yang
- berhijrah. Padahal ini merupakan
- kesalahpahaman.
- [mendengus]
- Pertama, Al-Qur'an berfirman, "Walau
- anna ahl qura amanu wattaqau lafatahna
- alaihim barokatim minasama wal ard."
- Apabila penduduk negeri beriman dan
- bertakwa, pasti kami akan bukakan bagi
- mereka pintu keberkahan kami dari langit
- maupun bumi.
- Berkaitan dengan ahl kitab juga sama.
- Walau anna ahl kitabi amanu wattaqau
- lakafarnaum sayiatihim wnahum jannatin
- naim wau annahum aqom taur wal injila w
- unzila ilaihim laakalu min fauqihim win
- tahti arjulihim
- minhum ummatum muqtasidah.
- Kita lihat ya pada ayat ini Allah
- menerangkan seandainya para ahli kitab
- sebelumnya mereka menegakkan Taurat dan
- Injil dan apa yang Allah turunkan kepada
- mereka laakalu min fauqihim wam tahti
- arjulihim. [mendengus] Mereka akan
- betul-betul dikelilingi dengan karunia
- Allah dari atas maupun dari bawah.
- Rahmat Allah akan terus mengucur kepada
- mereka.
- Begitu juga dalam surah
- Al-Ankabut Allah berfirman, "Walladzina
- jahadu fina lanahdiannahumbuhan."
- Orang-orang yang berjuang di jalan kami,
- [mendengus]
- pasti kami akan tunjukkan bagi mereka
- jalan-jalan kami, jalan-jalan kemudahan
- dalam semua urusan mereka di jalan
- Allah. [mendengus]
- Lanahdiannahum suburana wa innallaha
- maal muhsinin. Dan sungguh Allah bersama
- orang yang berbuat kebaikan.
- Begitu juga bagaimana antara ibadah ya
- dan mencari nafkah
- disatukan bersama-sama.
- Faid qubitah fantasyiru fil ardhi wabu
- min fadlillah wkurullahair
- laallakum tuflihun.
- Apabila salat selesai dilaksanakan,
- menyebarlah kalian di muka bumi mencari
- karunia Allah. Nah, untuk kesuksesan
- kalian, banyak-banyaklah kalian berzikir
- kepada Allah agar kalian sukses, meraih
- keberuntungan. [mendengus]
- Dan hal ini dibuktikan melalui kehidupan
- sahabat-sahabat Nabi kita sebelum
- berhijrah di jalan Allah [mendengus] dan
- setelah mereka berhijrah ke jalan Allah.
- dahulu bagaimana keadaan mereka.
- Masyarakat jahiliah yang tercabik-cabik
- terkebelakang
- kekayaan mereka ya. Yang di Madinah
- dikuasai oleh Zionis. [mendengus] Yang
- di Makkah pun tidak seberapa.
- Tapi begitu mereka masuk ke dalam Islam,
- bagaimana Allah berkahi mereka, bebaskan
- mereka dari segala macam bentuk
- penjajahan, belenggu-belenggu yang
- membelenggu mereka. Mereka menjadi
- orang-orang yang sejahtera
- dan mereka gunakan kesejahteraan yang
- Allah berikan pada mereka untuk berjuang
- di jalan Allah Subhanahu wa taala.
- [mendengus] Jadi kehidupan sahabat Nabi
- yang tadinya perekonomian mereka
- dikuasai oleh orang-orang kafir dalam
- waktu relatif singkat beralih ke tangan
- mereka. Mereka mengembangkan perdagangan
- mereka. Mereka mengembangkan betul-betul
- apa? Dakwah mereka di jalan Allah.
- Seiring dengan kemajuan apa? Kemajuan
- ekonomi mereka.
- [mendengus]
- Ini dapat dibuktikan melalui kehidupan
- sahabat, para tabiin, tabiin, tabiin.
- Tapi sayang pada saat kita berhijrah,
- kita tidak memahami makna dari hijrah.
- [mendengus] Terkadang kita salah jalan.
- Kita beranggapan kalau kita berhijrah di
- jalan Allah, kita meninggalkan dunia
- kita. Mereka memahami satu hadis dengan
- pemahaman yang salah. Adunya sijnul
- mukmin wa jannatul kafir. Dunia ini
- penjara bagi orang yang beriman, surga
- bagi orang kafir. Artinya mereka
- beranggapan kalau mereka orang yang
- beriman ya hidup mereka terpenjara.
- Tapi bagi orang kafir merupakan apa?
- Surga. Salah. Bukan begitu maksudnya?
- Hadis ini mengingatkan kita walaupun di
- tengah kekayaan. Katakan seperti Nabi
- Allah Sulaiman,
- dunia baginya penjara.
- H. dibandingkan dengan surga yang Allah
- sediakan baginya. Dunia ini merupakan
- penjara, penjara ruang, penjara waktu,
- semuanya serba terbatas.
- Tapi bagi orang kafir dibandingkan
- neraka yang mereka akan masuki, dunia
- baginya surga. He.
- Jadi, orang yang beriman jangan
- terpedaya oleh kehidupan dunia. Ini
- bukan tujuan kamu. Ini penjara
- sebetulnya bagi kamu. Walaupun kamu kaya
- raya, walaupun menikmati kesejahteraan.
- Wamal hayatud dunya illa mataul gurur.
- Kehidupan akhirat adalah kehidupan yang
- sejati. Hingga para sahabat Nabi
- walaupun di tengah-tengah kesejahteraan
- mereka, mereka tidak lupa. Sadar bahwa
- dunia ini apa? Kesenangannya
- semua hanya bersifat singkat dan sesaat.
- Oleh karena itu, mereka beramal di dunia
- untuk bekal hari akhirat mereka yang
- kekal dan abadi. [mendengus]
- Jadi mereka beranggapan bahwa apa?
- Bahwa di saat seorang berhijrah itu
- meninggalkan usaha. Sebaliknya
- seharusnya
- semenjak mereka berhijrah, mereka
- berusaha cuma beda usahanya. Kalau dulu
- usaha tidak mengikuti petunjuk Allah,
- [mendengus] sekarang usaha dengan
- petunjuk Allah ditambah lagi dengan
- rahmat keberkahan yang Allah janjikan.
- [mendengus] Oleh karena itu,
- kita perlu belajar dari kisah-kisah masa
- lampau
- ya, bagaimana sunah Rasul ditegakkan.
- Tapi sayang banyak para zuhud,
- orang-orang yang zuhud yang tidak bisa
- melakukan perbaikan dalam kehidupan
- masyarakat, akhirnya mereka mengucilkan
- diri mereka. Mereka mulai berkata,
- "Adunya jifa tholbuha kilab." Dunia ini
- bangkai yang mengejar-ngejarnya adalah
- anjing.
- [mendengus]
- Dunia tidak berbuat salah apa-apa
- tergantung manusianya. Dunia bisa
- dimanfaatkan untuk dunia dan akhiratnya.
- Bisa juga dunia membuat dia lupa kepada
- akhiratnya
- menjadi tawanan dari kehidupan dunia.
- Tapi yang berdosa bukan dunia.
- Jadi di sini kita harus betul-betul
- memahami arti hijrah yang sebenarnya.
- Bukan hijrah berarti meninggalkan usaha,
- meninggalkan pekerjaan. Dalam ibadah
- haji Allah berikan petunjuk melalui
- ibadah sai yang artinya berusaha.
- Bagaimana manusia ya dalam keadaan
- apapun jangan berputus asa karena
- kewajiban dia berusaha sedangkan rezeki
- datang dari
- Allah.
- Dan perhatikan
- negara-negara yang mayoritas beragama
- Islam kekayaannya luar biasa.
- Contoh [mendengus] Indonesia,
- betul gak?
- Saudi Arabia negara teluk penduduknya
- mayoritas beragama Islam. Allah
- keluarkan minyak bagi mereka. Gas
- termasuk emas.
- Tapi sayang mereka ingkar kepada Allah.
- Mereka tidak mengikuti rasul yang
- membawa kemuliaan bagi mereka. Tapi
- mereka mengaku beriman tapi mengikuti
- gaya hidup orang-orang yang tak beriman.
- [mendengus]
- Akibatnya Allah hancurkan mereka, Allah
- rendahkan dan hinakan mereka karena
- mereka lupa kepada Allah.
- [mendengus]
- Jadi
- orang-orang yang berhijrah di jalan
- Allah, mereka jangan menghabiskan
- seluruh waktu mereka hanya untuk ibadah,
- berzikir.
- Ya, tidak ada waktu untuk beribadah, ada
- waktu juga mereka untuk berusaha
- berniaga dan berniaga di jalan Allah
- dengan halal itu merupakan jihad di
- jalan Allah. dia bisa menghidupkan
- keluarganya, menghidupkan juga
- orang-orang lain, dan bisa berkontribusi
- untuk perjuangan di jalan Allah
- Subhanahu wa taala. [mendengus]
- Ada seorang
- ee yang dikenal sebagai pengusaha yang
- sukses di Singapura
- itu Mustofa Syamsuddin.
- Dahulu saya ingat kira-kira tahun 90-an
- kalau kita ke Singapura Mustofa Syamsun
- itu baru punya toko tidak terlalu besar.
- hanya satu toko, ada berapa lantai, tapi
- belum terlalu besar pada saat itu.
- [berdehem]
- Dan asalnya dia seorang pedagang teh
- tarik
- [mendengus]
- di depan toko ya yang dimiliki oleh apa?
- Oleh pedagang ee Cina. Di depannya dia
- membayar sewa, membuka teh tarik siap
- saji.
- Kalau [mendengus] waktu kosong dia
- mengaji Al-Qur'an.
- Waktu ada orang belanja disediakan teh
- untuk mereka. Perlahan-lahan dengan
- rahmat Allah rezekinya terbuka
- sampai dia beli toko di belakangnya.
- Dari toko mulai diperbesar sedikit demi
- sedikit hingga membuka toko serba ada.
- Tahu-tahu waktu kita balik ke Singapura
- berapa tahun kemudian mulai tokonya
- bagikan rayap mulai menyebar melebar ke
- sana dan kemari. [mendengus]
- Sekarang kita lihat wilayah tersebut
- hidup karena dia.
- Dia berdagang berbagai macam jenis
- barang dari mulai makan bermacam-macam
- makanan yang datang dari belahan dunia
- terdapat di sana [berdehem]
- [mendengus] alat kosmetik ya. Kemudian
- sampai kepada emas, sampai kepada juga
- mata uang asing. Semua jenis barang dari
- mulai kelas rendah sampai kelas atas
- terdapat di Mustofa Syamsuddin. Padahal
- asalnya seorang pedagang teh tarik dan
- mereka orang yang taat beragama.
- Jadi jangan berpikir kita ini kalau kita
- menjadi muslim yang taat ya,
- menghabiskan waktu kita hanya untuk
- salat ibadah, tidak berjuang. Rasul
- berjuang
- melakukan perbaikan dalam bidang sosial,
- bidang ekonomi, hingga umatnya menjadi
- umat yang kuat. Dan Rasul mengatakan,
- "Seorang muslim yang kuat lebih dicintai
- oleh Allah dari muslim yang lemah dan
- pada kedua-duanya terdapat kebaikan."
- Almukminul qawi ahabbu ilallah minal
- mukmin addif
- wafi kullin khairan. Wallahuam.
- Masyaallah, syukur, Ustaz. Eh, ini ada
- Pak Nana Sumarna, Ibu Aminah, ada Pak
- Sujana. Masyaallah. Salam-salam. Selamat
- datang, Ustaz. Pertanyaan berikutnya ee
- di dalam Al-Qur'an Allah Subhanahu wa
- taala berfirman, "Wail malaikati
- fasajadu illa iblis." Ketika Allah
- menyuruh para malaikat ee sujud kepada
- Adam, mereka semua sujud kecuali iblis.
- Apakah iblis bagian daripada malaikat?
- Padahal di ayat lain ee iblis
- diceritakan diciptakan dari api.
- Sekalian ee pertanyaan tambahan, Ustaz.
- Ee fungsi dari keimanan terhadap
- malaikat itu apa, Ustaz? Padahal kita
- tidak berinteraksi langsung dengan para
- malaikat Allah Subhanahu wa taala.
- Syukur. Jazakumullah [berdehem] khair.
- Bismillahirrahmanirrahim. Rabbana zidna
- ilman.
- Allah berfirman dalam suratul Kahfi.
- Waid qulna lil malaikatjudu
- liadama fasajadu illa iblis.
- Ketika kami berkata kepada para
- malaikat,
- "Sujudlah kalian kepada Adam."
- [mendengus] Seluruh malaikat sujud illa
- iblis.
- Illa
- iblis. Lalu Allah terangkan dari mana
- asal usulnya. Kana minal jinni fafasaqo
- an amribi
- dia berasal dari bangsa jin
- tidak sama dengan malaikat
- karena dia menentang perintah Tuhannya
- akhirnya mendapatkan gelar iblis. Jadi
- iblis itu sebetulnya merupakan kata
- sifat bukan kata benda. Kata bendanya
- apa?
- Kata jin.
- Jin
- kalau iblis kata sifat.
- Oke.
- Diambil dari ablasa yublisu iblasan.
- Ya
- faqutiirulmilladinaamu
- e.
- Falamma nasu mazukkiru
- fatahna alaihim abwaba kulli. Hatta idza
- farihu bima utu
- aknahum battatan faidza hum mublisun.
- Ablasa
- yublis.
- Mublis di sini orang yang terputus dari
- rahmat Allah yang kehilangan harapan
- sama sekali.
- Nah, karena dia sombong angkuh di
- hadapan Tuhannya,
- dia mendapatkan gelar iblis.
- Kalau Adam alaihialatu wasalam berdosa
- karena terbujuk oleh apa? Oleh iblis.
- [mendengus] Begitu dia sadar dia
- menyesal mohon ampun pada Allah. Tapi
- iblis dosanya sombong
- menolak untuk mengakui kesalahan. Hingga
- Allah berikan nama iblis.
- Tapi asalnya dari bangsa jin.
- Jadi manusia ada yang taat, ada yang
- tidak taat. Yang taat mereka adalah
- orang-orang yang beriman ya [mendengus]
- yang tidak taat. Masuk dalam kategori
- yang fasik atau yang kafir ya. Dan kalau
- dia berkelakuan sama dengan setan,
- sombong dan dengki, dia dinamakan setan.
- Oleh karena itu, setan ada dari kalangan
- jin maupun manusia. Sayatinal insi jin.
- Setan dari kalangan jin dan
- manusia. Begitu juga setan yang sombong,
- angkuh, menolak, menerima kebenaran,
- layak diberikan nama iblis juga. Karena
- iblis kata sifat bukan hanya untuk apa?
- untuk yang pertama kali ingkar. Tapi
- yang serupa perilaku dengan apa? Iblis
- dikatakan juga iblis. Jadi iblis ini
- berasal dari bangsa jin, bukan dari
- malaikat.
- Karena dia ingkar dari perintah
- Tuhannya.
- Akhirnya Allah Subhanahu wa taala kutuk
- dirinya.
- Kalau malaikat taat kepada Allah secara
- [mendengus] fitri tidak ada sama sekali
- apa? ee tidak ada sama sekali ee nafsu,
- tidak ada keinginan, hasrat sedikit pun
- untuk menentang Allah karena mereka
- bukan khalifah.
- Beda dengan jin dan manusia. Wama
- khalaqtul jinna wal insa illa
- liya'budun. Aku tidak menceritakan jin
- dan manusia kecuali untuk beribadah
- kepadaku. Tapi perintah di sini
- ikhtiari.
- falyukmin wamya falyakfur. Adapun kalau
- malaikat tanpa diperintahkan Allah,
- mereka memang secara alami, secara
- thabi'i taat kepada Allah karena tidak
- ada sama sekali apa? Rangsangan untuk
- membangkang menentang Allah. [mendengus]
- Mereka adalah manusia, hamba-hamba yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa taala. La
- yunallaha ma amarahum wf'aluna ma
- yummarun. Oleh karena itu, calon
- penghuni surga dua, dari kalangan jin
- maupun manusia yang beriman dan taat
- pada Allah. Allah tidak bercerita bahwa
- malaikat akan menjadi penghuni surga.
- Karena apa? Mereka bukan khalifah yang
- diserahkan amanat oleh Allah Subhanahu
- wa taala. Tapi jin dan manusia ini
- nasibnya ditentukan oleh ketaatan mereka
- kepada Allah atau kemaksiatan mereka.
- Maka sayang kalau dunia yang singkat
- kita utamakan berakhir menuju
- penderitaan yang kekal dan abadi.
- Waliadubillah.
- Nah, dalam istisna pengecualian di sini
- mungkin sering orang bingung.
- Waid qulna lil malaikat liadama fasajadu
- illa iblis.
- Kesannya seolah iblis bahagian dari
- malaikat.
- Kenapa? Ketika kami katakan kepada para
- malaikat, "Sujudlah kalian."
- Ya, ternyata semuanya sujud kecuali
- iblis. Jadi, seolah-olah iblis
- dikecualikan dari malaikat yang taat.
- Padahal ini dalam bahasa Arab namanya
- istisna munqati.
- Istisna
- munqati.
- Di mana yang dikecualikan bukan bahagian
- dari apa?
- Dari yang sebelumnya. Contohnya, jaat
- talaramidzu kulluhum. Seluruh murid
- datang illal ustaz. Kecuali ustaz yang
- belum datang. Ustaz bukan bahagian dari
- murid. Paham gak? Namanya istitna
- munqati. Artinya yang dikecualikan bukan
- bahagian dari sebelumnya.
- [berdehem]
- Masyaallah. Masyaallah. Jadi keimanan
- terhadap malaikat, Ustaz?
- Nah, berkaitan dengan keimanan kepada
- malaikat, beda enggak orang yang beriman
- ada malaikat di kanan kirinya yang
- mengawasinya sama yang tidak?
- Hm. Iya.
- Beda enggak?
- Beda, Ustaz. beda. Begitu juga dia
- beriman kepada Jibril yang mengantarkan
- wahyu kepada nabi kita maupun nabi-nabi
- sebelumnya. Ini berkaitan dengan wahyu
- yang Allah turunkan kan.
- Iya.
- Juga menerangkan kepada kita bahwa
- malaikat ditugaskan oleh Allah Subhanahu
- wa taala dengan bermacam-macam tugas. Di
- antaranya ada malakul maut.
- Qul yatawaakum malakul mautilladzi
- wukila bikum tumma ilaikum.
- Di samping ada malaikat di kanan kiri
- kita, ada juga malaikat yang sudah
- siap-siap tangannya untuk mencabut nyawa
- kita. Tinggal tunggu perintah Allah.
- [mendengus]
- Walaupun dia sudah koma berkali-kali,
- kalau belum datang izin Allah, dia tidak
- akan mati.
- H
- terkadang sehat afiat, kumpul bersama
- keluarganya, duduk tahu-tahu meninggal
- dunia. Padahal habis check up, dokter
- bilang, "Jantung kamu bisa hidup lagi
- selama 50 tahun."
- Jadi kalau kita lihat peran malaikat
- yang bermacam-macam
- semuanya sebetulnya
- menunjukkan kebesaran dan keagungan
- Allah. Dan malaikat-malaikat ini bukan
- hidup dengan sia-sia.
- Sebagaimana kita tahu sebagaimana
- manusia yang taat ya kepada Allah
- Subhanahu wa taala di bumi,
- malaikat-malaikat penduduk langit
- seluruhnya taat kepada Allah taala.
- Ada malaikat yang memikul arasy.
- Malaikat yang berada di sekeliling
- arasy. Kebesaran dan keagungan Allah
- Subhanahu wa taala. [mendengus] Ada
- malaikat juga ya yang bertugas untuk
- apa?
- mengendalikan angin.
- Wadariyati darwa fal hamilatiqro fal
- jariati yus muqimati am. [mendengus]
- Dalam riwayat Imam Ali mengatakan tidak
- ada satu tetes hujan turun ke bumi
- melainkan apa? Dihantarkan oleh
- malaikat. Tidak akan lebih dan tidak
- akan kurang. Angin bertiup.
- Di balik angin ini ada malaikat yang
- mengendalikannya.
- Hujan yang turun. Angin ketika
- menggiring awan menuju daerah-daerah
- yang Allah perintahkan. Dan dalam
- suratus Safat, malaikat mengatakan,
- "Kami yang berbaris dan kami yang
- bertasbih kepada Allah Subhanahu wa
- taala." Malaikat juga yang mencabut
- nyawa manusia. Ada yang mencabutnya
- dengan perlahan-lahan,
- ada yang menariknya dengan keras.
- Seperti firman Allah, "Wnaziati garqo
- wasitati nasta nasabihati sabah."
- [mendengus]
- Jadi malaikat berbagai macam tugas yang
- diserahkan kepada mereka. Tidak ada alam
- semesta ini atau bahagian dari alam
- tanpa ada kendali yang mengendalikannya.
- Semua di bawah kehendak Allah, perintah
- Allah. Malaikat menjalankan tugas yang
- Allah perintahkan kepada mereka. Dan
- digambarkan bagaimana malaikat di langit
- penuh ketakutan.
- Langit juga hampir-hampir letak, gunung
- juga apa? hampir hancur karena mendengar
- mereka mengatakan bahwa Allah memiliki
- anak. [mendengus]
- Takadus samawatu yatafatna minhu
- watansyaqul arduirul
- jibalu hadirahman.
- [mendengus]
- Cuma kita tidak diperlihatkan Allah.
- Malaikat yang berada di sekeliling kita,
- malaikat yang berada di langit, malaikat
- yang berada di sebelah kanan kiri kita,
- malaikat pencabut nyawa yang sudah siap
- untuk mencabut nyawa kita. Tinggal
- menunggu perintah Allah Subhanahu wa
- taala. Malaikat juga yang meletakkan
- sangkakala di mulutnya siap untuk meniup
- sangkakala sebagai pertanda berakhirnya
- dunia. Sedangkan kita masih apa? Masih
- dalam keadaan asyik. tentram, damai,
- tidak khawatir akan apa yang terjadi
- pada kita. [mendengus] Kalau kita selalu
- bersama Allah, taat di jalan Allah,
- ingat kepada Allah, insyaallah di dunia
- kita damai, begitu pula di hari akhir.
- Jadi, beriman kepada malaikat
- bukan sia-sia.
- Ini merupakan keimanan yang berdampak
- positif dalam kehidupan kita. Meyakini
- akan keteraturan alam semesta yang
- dikendalikan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. juga malaikat yang bertugas untuk
- mengantarkan wahyu, malaikat yang
- bertugas untuk menurunkan hujan,
- malaikat juga yang bertugas ya untuk
- mengendalikan angin, [mendengus]
- malaikat juga yang menjalankan tugas
- yang bermacam-macam. Sebagaimana yang
- kita dengar dalam riwayat-riwayat Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Kita mendengar Malik ya,
- khazinu jahanam. Kita mendengar Ridwan
- ya, kita mendengar Israil, mendengar
- juga Israfil ya, mendengar juga Jibril
- ya, semua dengan peran masing-masing
- dan mengingatkan bahwa hidup kita tidak
- sia-sia. Hidup kita menjalankan tugas
- yang akan menentukan nasib kita yang
- amat betul-betul apa? Kritis. Imma ilal
- jannati wa imma ilanar. Dia bukan
- main-main.
- [mendengus] Oleh karena itu, Allah
- selalu ingatkan kita untuk menyadari
- keberadaan dua malaikat ini yang
- mencatat, menulis seluruh ucapan dan
- perbuatan kita semua.Ayaallah.
- Wallahuam.
- Ustaz ee berikutnya, Ustaz, apa itu
- khusyuk, Ustaz? Bagaimana seseorang
- dapat atau diberikan hadiah oleh Allah
- Subhanahu wa taala untuk bisa khusyuk
- dalam ibadahnya dan apa saja yang
- menghilangkan seorang manusia
- [mendengus]
- dari rasa khusyuk dalam beribadah kepada
- Allah subhanahu wa taala. Syukran
- jazakumullah khair.
- Satu hari sewaktu kita di masjid, di
- asrama kita
- satu orang kebetulan kita salat ya,
- dia di samping kita, kita menghadap ke
- hadapan Allah terkadang tangan kita suka
- bergerak.
- Selesai salat yang di sebelah berkata
- apa? Afwan ya akhi samihni. Saya mohon
- maaf. Saya lihat kamu dalam salat
- menggerakkan anggota badan kamu.
- Khasyaal qbu khyaatil jawari. Kalau hati
- kamu khusyuk, anggota badan kamu juga
- akan khusyuk.
- Berusaha kamu untuk menghyukkan hati
- kamu dan khusyuk ini dengan sendirinya.
- [mendengus]
- Hati kita fokus kepada Allah.
- Bacaan-bacaan yang kita baca bukan hanya
- sekedar bacaan rutin yang kita baca,
- bacaan yang kita resapi dan kita
- merasakan kehadiran Allah bersama kita.
- Dan khusyuk ini merupakan karunia Allah
- bagi para pencintanya
- yang perhatiannya tertuju pada Allah,
- harapannya tertuju pada Allah, hatinya
- betul-betul terisi dengan kebesaran
- keagungan Allah. Pada saat hati kita
- tertuju pada Allah, perhatian kita
- tertarik pada Allah, dengan sendirinya
- apa? Dengan sendirinya kita akan
- merasakan khusyuk. Jadi sebetulnya ini
- merupakan tafadul minallahi lil muhibbin
- alladzina yuhibbunallah. Anugerah dari
- Allah bagi para pencinta Allah subhanahu
- wa taala. Tapi orang yang hatinya penuh
- dengan kecintaan pada dunia, bagaimana
- mungkin dia bisa khusyuk di hadapan
- Allah?
- [mendengus]
- Jadi kalau di hati seseorang penuh
- dengan kecintaan, hasrat duniawi,
- bayangan-bayangan, khayalan-khayalannya,
- pada saat dia salat yang akan terbayang
- dalam benaknya bukan Allah.
- Oleh karena itu, cintai Allah melebihi
- selainnya, pasti kamu akan merasakan
- rasa khusyuk di saat kamu bersama Allah,
- di saat berdoa, di saat berdiri, pada
- saat rukuk sujud, ya. Niscaya kamu akan
- merasakan betul-betul apa?
- Kamu tidak lagi berbicara kepada sesuatu
- yang gaib, tapi kamu berbicara kepada
- sesuatu yang hadir di hadapan kamu.
- Mendengarkan semua curahan hatimu. Nah,
- orang-orang yang seperti ini memang doa
- mereka mustajab.
- Hati mereka betul-betul penuh kecintaan,
- kerinduan kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Dunia di matanya bagaimanapun
- besar dan banyak, tidak pernah sama
- sekali mengalihkan perhatiannya kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena
- itu, Imam Ali pernah menerangkan pada
- kita, [mendengus]
- anasuata manusia dalam beribadah pada
- Allah tiga golongan.
- Kaumun abadullahagbatan fi jannati. Satu
- kaum beribadah pada Allah hanya
- semata-mata karena menginginkan
- surganya. Itu yang jadi perhatiannya.
- Beramal untuk surga, bekerja untuk
- surga.
- Imam Ali mengatakan, "Fatilka ibadat
- tujar." Itulah ibadahnya para pedagang.
- Waun abadullahah minabi
- satu kaum beribadah pada Allah karena
- takut dari nerakanya.
- [mendengus] Pada saat dia takut, dia
- rajin ibadah.
- Maka di hati orang ini memandang
- Tuhan-tuhan tu yang menakutkan.
- Jadi ancaman terus-terus yang
- disampaikan padanya. Sampai banyak orang
- stres karena menghadapi ancaman ini.
- Dia tidak menyadari Tuhannya betul maha
- pedih siksanya bagi orang-orang yang
- ingkar tapi maha penyayang terhadap
- hambanya yang beriman. Nabbi ibadi anni
- gfurur rahim wazabi adzabul alim.
- Sampaikan kabar gembira pada
- hamba-hambaku bahwa aku ini maha
- pengampun lagi maha penyayang bagi yang
- bertobat. Tapi azabku juga maha pedih
- bagi mereka-mereka yang ingkar.
- [mendengus]
- Nah, yang beribadah takut pada Allah
- dari nerakanya. Imam Ali bilang,
- "Fatilka ibadatul abid." Itulah
- ibadahnya para budak. Kalau dipecut
- rajin ibadah, diawasin, rajin ibadah.
- Begitu tidak diawasi langsung lupa
- kembali. Nah, yang [mendengus] ketiga,
- umun
- abadullah la rahbatan fi jannati wala
- rahbatan min adzabih. Beribadah pada
- Allah bukan semata-mata karena
- mengharapkan surganya. takut dari api
- ner kedua-duanya dia tetap beribadah
- kepada Allah. Ilahi maukatan
- wah.
- Wahai Tuhanku, aku tidak menyembah
- Engkau karena melihat surga atau karena
- takut dari neraka.
- Wakin wajuka ahlan lil ibadati faabu.
- Tapi saya menjumpai Engkau memang yang
- patut untuk disembah. Engkau yang
- menciptakan kami, melimpahkan nikmat
- karunia-Mu kepada kami tanpa sesuatu
- yang kami lakukan. Fatilka ibadatul
- muhibbin. Itulah ibadahnya para pencinta
- Allah Subhanahu wa taala. Bukan berarti
- mereka berani terhadap neraka tidak
- memainkan surga. Tapi bukan surga
- tujuannya. Tujuan mereka adalah Allah.
- Waminanasi man yattakhidu min dunillahi
- andadan yuhibbunahum kahubbillah
- walladina amanu asadu hubbanillah.
- Sampai Sayid Fadullah rahimahullah
- mengatakan,
- "Kalau kamu mencintai Allah, mencintai
- segala sesuatu karena Allah Subhanahu wa
- taala, pada saat itu kamu betul-betul
- menemukan arti ibadah yang sebenarnya."
- Cinta Rasul karena Allah. Cinta keluarga
- Rasul karena Allah. Cinta keluarga
- sahabat Rasul karena Allah. Cinta kepada
- kedua orang tua mengabdi kepada mereka
- karena Allah.
- kepada anak-anak juga karena Allah, maka
- mereka tidak akan menyelewengkan kita
- dari Allah Subhanahu wa taala. Tapi
- kalau cintanya bukan karena Allah, ini
- yang menimbulkan penyelewengan.
- Di mana orang mencintai seseorang
- kecintaannya lebih daripada kecintaannya
- kepada Allah akan menggelincirkan
- dirinya dari jalan Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi cintai Allah melebihi
- kecintaanmu kepada segala sesuatu.
- Wallahuam.
- Masyaallah. Ustaz, berikutnya, Ustaz. Ee
- ini sepertinya terjadi, Ustaz.
- [mendengus] Jika seseorang suami di
- penjara lebih dari 3 bulan, apakah jatuh
- talak secara otomatis atau harus
- diucapkan oleh suami, Ustaz? Syukran
- jazakumullah khair.
- Apabila suami di
- dipenjara lebih dari 3 bulan kan. Biar
- suami dipenjara 10 tahun
- kalau dia tidak menceraikan istrinya
- atau istrinya tidak minta berpisah dari
- suaminya dalam bentuk khuluk
- kemudian dijatuhkan khuluk maka tidak
- terpisah. He
- tidak terpi
- terpisah
- terpisah. Kecuali Kecuali apa? Kalau
- suaminya melakukan kejahatan.
- Iya. kejahatan yang dilakukan oleh
- suaminya. Kejahatan ya yang apa? Yang
- benar-benar telah melampaui batas.
- Jangan jauh-jauhlah.
- [mendengus]
- Suaminya bukan hanya tidak mengerjakan
- salat, suami juga melakukan perbuatan
- zina, selingkuh, ya. Nah, dalam kondisi
- seperti ini,
- si perempuan
- punya alasan untuk minta berpisah dari
- suaminya. Tapi kalau suaminya dipenjara
- bukan karena kejahatan yang dilakukan.
- Seperti umpamanya dia katakan dipenjara
- dengan tuduhan yang tidak benar atau dia
- katakan memberikan kritikan kepada
- penguasa kemudian dipenjarakan oleh
- penguasa karena dia membela kebenaran.
- Maka dengan sendirinya tidak ada sama
- sekali apa? Tidak ada jalan untuk
- terjadi perceraian di antara mereka
- kecuali suami menceraikan atau istri
- meminta berpisah dari suaminya.
- Kalau seandainya suami dipaksa dia
- dipenjara dipaksa untuk menceraikan
- istrinya itu juga tidak jatuh. Nah,
- contoh di Mesir dulu ada ustazah yang
- terkenal namanya Zainab Al-Ghazali.
- dipenjara oleh Jamal Abdul Nasir karena
- keberaniannya untuk mengritik kezaliman
- pemerintah. [mendengus] Suaminya di luar
- sakit jantung.
- Diancam disuruh menceraikan istrinya.
- Karena diancam diteror, suaminya
- kirimkan surat cerai. Ketika sampai pada
- istrinya di penjara, si istri ketawa,
- "Ini bukan kemauan suami saya. ini pasti
- intimidasi dan teror.
- Nah, kalau betul-betul dia menceraikan
- bukan dari hatinya, tapi dipaksa tidak
- jatuh cerainya.
- Sebagaimana Amar bin Yasir ketika
- diperintahkan untuk mengeluarkan kalimat
- kufur karena menyaksikan ayah ibunya
- disiksa.
- Setelah dia mengucapkan, dia kembali
- pada Rasulullah mengatakan, "Ya
- Rasulullah, kafarah Amar." [mendengus]
- Kenapa wahai Amar? Saya menyaksikan ayah
- ibu saya disiksa. Kemudian mereka akan
- menyiksa saya [mendengus] kecuali saya
- mengucapkan kalimat kufur.
- Rasulullah mengatakan, "Kalau kamu
- diminta kembali, kamu ucapkan kembali.
- Yang penting hati kamu tetap dalam
- iman." Illa man ukriha waqbuhu
- mutmainnun bil iman. Yang dipaksakan
- dikecualikan oleh Allah. Jadi agama
- Islam itu indah sekali.
- Jadi dalam hal ini tidak ada sama sekali
- perceraian kecuali kalau pihak suami
- menceraikan istrinya atau istri minta
- diceraikan.
- Tapi kalau suaminya orang yang melakukan
- kejahatan,
- pelanggaran-pelanggaran
- yang apa
- yang
- merupakan apa? Perbuatan keji. Dia
- melakukan perbuatan keji secara
- terang-terangan dia meninggalkan salat.
- Suami semacam ini tidak layak lagi untuk
- apa?
- Untuk menjadi pasangan. Nah, bisa saja
- pengadilan memisahkan di antara mereka
- berdua. Wallahuam.
- Nah, berkaitan dengan
- kewajiban-kewajiban istri misalnya
- enggak boleh keluar rumah ee tanpa
- seizin suami. Yang seperti itu
- bagaimana, Ustaz?
- Suami dipenjara
- tanpa dosa, tanpa kesalahan.
- Suaminya sewaktu di luar begitu
- mencintai istrinya, menghargainya,
- memuliakannya.
- istrinya di rumah ya dengan tetap
- menjaga kehormatan dia sebagai seorang
- istri. [mendengus] Dia tidak mengizinkan
- laki-laki asing untuk masuk ke rumahnya
- ya. Tetap dia menjaga kehormatannya. Apa
- yang dibolehkan agama dilakukan, yang
- tidak dibolehkan dia tidak kerjakan.
- Dan seandainya katakan dia butuh untuk
- biaya kehidupannya seharusnya
- asabahnya
- ya keluarga-keluarganya memberikan
- dukungan buat dirinya.
- Karena wal mukminun wal mukminat
- ba'duhum auliyau ba'din. Apalagi ulul
- arham.
- Kalau dia meninggal dunia tidak punya
- anak istrinya,
- niscaya ahli warisnya akan apa? Akan
- menerima warisannya kan. Nah,
- sebagaimana mereka menerima warisan,
- resiko juga ditanggung.
- Nah, kalau dia punya anak masih
- kecil-kecil, maka keluarganya seharusnya
- membantu dirinya. jangan sampai dia ee
- menodai kehormatannya,
- melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak
- sesuai dengan seorang wanita muslimah,
- apalagi di saat suaminya dalam keadaan
- dipenjara. Jadi seharusnya keluarganya
- memberikan dukungan. Kalau tidak, apa
- arti keluarga?
- Saling membanggakan diri. Tapi pada saat
- dituntut untuk bertanggung jawab mereka
- tidak peduli. Padahal orang yang beriman
- sebagian mereka wali sebagian yang lain
- ditambah lagi waul arham ba'duhum aula
- ba'in fi kitabillah. Wallahuam.
- Insyaallah ustaz. E masih ada waktu
- ustaz
- untuk pertanyaan satu lagi Ustaz.
- Asalamualaikum dari IM
- di Pondok Gede sudah, Ustaz. Jika ada
- kesepakatan keluarga, pembagian waris
- dibagi sama rata. Bagaimana menurut
- hukum, Ustaz? Apakah boleh atau tidak?
- Terima kasih.
- Kesepakatan keluarga. Siapa yang
- bersepakat di sini?
- Mungkin semua ahli waris.
- Heeh. Anak-anaknya.
- Anaknya anak-anaknya. Kalau ada pesan
- dari orang tua, pesan tersebut tidak
- sama sekali berlaku
- kecuali kalau anak-anaknya
- menyetujui.
- H.
- Jadi kalau seandainya kalau ada sebagian
- anak enggak setuju, maka hak dia
- diberikan penuh.
- Harus semua ya, Ustaz ya.
- Jadi kalau ada sebagian enggak setuju,
- yang sebagian ini tetap terima haknya.
- Oke.
- Katakanya bahagian dia R juta.
- Iya.
- Ya. Kalau sama katakan R5 juta.
- Heeh. maka dia terima R juta. Yang lain
- yang setuju terserah,
- tapi yang terbaik dibagi dulu.
- Jadi katakan umpamanya saham A R juta, B
- R juta, yang perempuan Rp50 juta. Ini
- saham kalian masing-masing.
- Tahu-tahu sebagian mengatakan bahagian
- saya, saya ingin dibagi untuk adik-adik
- perempuan saya atau kakak perempuan
- saya.
- Yang lain mengatakan saya juga begitu.
- Kemudian si Syat begitu.
- Nah, dia mengatakan, "Tidak, saya banyak
- kebutuhan.
- Anak-anak saya masih sekolah, jadi saya
- minta bahagiaan saya secara penuh bukan
- karena saya tidak ingin berbagi dengan
- saudara perempuan saya. Jadi, bagi dulu.
- Setelah itu kalau mereka ingin dibagi
- rata terserah."
- Iya.
- Nah, kalau seorang ibu atau ayah
- mengeluarkan keputusan warisan dibagi
- rata karena bertentangan dengan
- keputusan Allah, yusikumullahu fiulikum.
- Maka hukum Allah lebih diutamakan.
- Kecuali kalau yang bersangkutan
- mengikhlaskan. Saya waktu satu waktu
- membagi warisan di antara satu keluarga
- yang orang tuanya meninggal dunia.
- [mendengus]
- Ada satu anak sudah terima warisan.
- Artinya waktu ayahnya hidup diberikan
- pom bensin, diberikan ini, diberikan
- itu.
- Yang satu lagi belum terima.
- Tahu-tahu yang belum menerima
- mengatakan, "Saya
- tidak ambil warisan saya. Biar dibagi
- untuk adik-adik saya semuanya."
- Sedangkan yang satu ini
- karena gagal usahanya, anaknya banyak
- tidak punya apa-apa lagi. Sudah. Padahal
- ayahnya sudah berikan dia. Oh, saya
- [mendengus] tanya sama yang lain,
- saudara kalian yang kalian tahu tidak
- punya apa-apa, anaknya banyak, tidak ada
- kerjaan yang menentu, kalian siap enggak
- memberikan dia juga bahagia? Ramai-ramai
- mengatakan kami siap. [mendengus]
- Yang satu melepaskan haknya, ya. Yang
- lain-lain siap membagi lagi saudara
- mereka yang pernah mereka tadi. Memang
- seharusnya saudara begitu.
- Betul gak?
- Bukan egois. Uang di tangan kita berapa
- pun juga bisa habis. Kalau saudara
- benar,
- walaupun kaya raya, kalau kita sakit
- enggak ada keluarga yang dampingi kita,
- betapa sedihnya.
- Jadi, kecintaan itu lebih berharga
- daripada materi.
- Jangan materi justru menguasai kita
- sampai kita lupa keluarga, lupa anak,
- lupa saudara, lupa teman. [mendengus]
- Hanya uang yang kita kejar padahal dia
- merupakan benda mati dan angka. Begitu
- kita meninggal dunia, kita bakal
- tinggalkan semuanya.
- Iya.
- Nah, mudah-mudahan [berdehem] dialog
- kita pagi hari ini bermanfaat untuk kita
- semuanya.
- Amin. Amin.
- Dan mudah-mudahan Allah ampuni dosa
- kesalahan kita yang dulu kita lakukan.
- Amin.
- Dan mudah-mudahan tidak mengulangi lagi
- kesalahan-kesalahan yang sama di masa
- akan datang ataupun kesalahan yang lain.
- Allah tutup hidup kita dalam keadaan
- husnul khatimah. Amin ya rabbal alamin.
- Amin. Jazakumullah khairan jaz ustaz
- atas pertanyaannya. Makasih
- ikhwan-akhwan [mendengus] yang sudah
- bertanya. Ada Iim, Amina, Ahad dan lain
- sebagainya. Dan juga Mas Ondi dan Mas
- Algi di meja operator. Kita tutup dengan
- doa kafaratul majelis. Subhanakallahumma
- wabihamdika asadu alla ilahailla anta
- astagfiruka. Alfir isf beserta seluruh
- kru yang bertugas mohon undur diri.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.