Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brail TV. [musik] 0:13 Bismillahirrahmanirrahim. 0:15 Asalamualaikum warahmatullahi 0:16 wabarakatuh, Ikhwan. 0:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. 0:21 Rahimakumullah. 0:23 karunia Allah kita bisa bersama-sama di 0:27 acara psikologi keluarga. 0:29 Asalamualaikum. Selamat pagi Ustaz 0:31 Husein, Ustaz Abu. 0:34 Alhamdulillah sehat semua ya? 0:36 Sehat. 0:37 Dan ikhwan akhwat di mana pun Radio 0:40 Silaturahim bisa disimak 0:42 di acara psikologi keluarga. 0:44 Mudah-mudahan kita semua terpersuasi 0:48 dengan kasus-kasus yang dibahas. Tentu 0:51 saja tidak lupa salam selawat kita 0:53 lantunkan untuk junjungan umat kekasih 0:56 kita Muhammad Rasulullah sallallahu 0:58 alaihi wasallam. Semoga kelak kita 1:01 mendapatkan syafaat beliau dan 1:03 dipertemukan dengan beliau di saat yang 1:05 sangat kita rindukan di yaumil akhir. 1:09 Baik, ikhwan akhwat, kita akan awali 1:13 acara kita dengan bersama-sama membaca 1:16 ummul kitab. [berdehem] 1:19 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:24 Bismillahirrahmanirrahim. 1:30 Alhamdulillahirabbil 1:33 alamin 1:36 arrahmanirrahim 1:40 maiki yaumiddin 1:44 iyyaka na'budu wa iyyaka nasta' 1:50 ihdinasirathal 1:53 mustaqimathalladzina 2:01 giriril magdubi alaihimadin. 2:11 Amin. Allahum amin. Jadi, ikhwan akhwat, 2:18 kasus yang masuk kali ini ada dua. Yang 2:21 pertama dari sahabat kita di Cikarang, 2:25 Bekasi. 2:28 Ustaz, masih ada pemahaman bahwa istri 2:31 harus sabar menerima kezaliman 2:35 demi menjaga aib suami atau demi menjaga 2:39 keutuhan keluarga. 2:41 Suami yang zalim, terjerat pinjol, 2:45 kecanduan judul, dan ini tidak diketahui 2:48 oleh keluarga atau juga perbuatan lain 2:51 yang bertentangan dengan syariat dan 2:53 hukum. 2:54 Bagaimana batas antara sabar yang 2:57 berpahala 2:58 dan membiarkan diri dalam kehancuran 3:01 karena zalim dalam perspektif fikih dan 3:04 psikologi trauma. Terima kasih, Ustaz. 3:09 Kemudian yang satunya lagi dari Bogor 3:11 nih. Saat ini banyak istri yang turut 3:14 bekerja mencari nafkah. 3:17 Namun sering terjadi konflik karena 3:19 beban domestik tetap dibebankan 3:21 sepenuhnya kepada istri. 3:23 Bagaimana Islam dan juga psikologi 3:26 memandang konsep kerja sama ini biar 3:29 enggak terjadi burnout pada salah satu 3:31 pihak yang bisa merusak keharmonisan. 3:35 Istri kerja tapi di rumah harus tetap 3:37 bertanggung jawab terhadap urusan rumah 3:40 tangga. Masih ada satu lagi tapi dua 3:43 dulu. Silakan. 3:47 Bismillahirrahmanirrahim. 3:50 Alhamdulillahiabbil 3:52 alamin hamdan katsiran thayiban 3:55 mubarokan fih kama yuhibuna. 4:01 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 4:04 abdika wa rasulika sayyidina wa nabina 4:08 Muhammadin wa alihi wasohbihi wasallim. 4:13 Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana 4:16 innaka antal alimul hakim. 4:20 Wala haula wala quwwata illa billahil 4:22 aliyil adzim. Allahumma atina min indika 4:25 rahmah waimna minadunka ilman nafi 4:29 unfana bimaambana 4:31 zidna ilman. 4:33 Amma ba'du. 4:36 Allah subhanahu wa taala 4:39 menjadikan seorang suami 4:44 sebagai kepala rumah tangga yang 4:47 bertanggung jawab. 4:49 untuk menjaga kesucian, kehormatan, 4:54 dan kelulusan keluarganya. 4:58 Ini merupakan peran yang Allah wajibkan 5:00 kepada suami. 5:03 Arrialu 5:05 qawamuna alan nisa. Kaum pria bertugas 5:10 untuk mengayomi, 5:11 menjaga, memelihara, membimbing, dan 5:14 meluruskan wanita-wanitawanita. 5:17 ini merupakan tanggung jawab pria. Oleh 5:19 karena itu, sebelum dia melaksanakan 5:23 semua ini, dengan sendirinya harus 5:25 memenuhi persyaratan 5:28 tanggung jawab, 5:30 kemudian juga ilmu 5:33 yang berhubungan dengan tanggung jawab 5:35 dan peran suami dalam rumah tangga. 5:38 Karena kehidupan ini bukan main-main. 5:40 Kehidupan amanah, tanggung jawab yang 5:43 kelak kita akan pertanggungjawabkan di 5:45 hadapan Allah. 5:47 [menghela napas] 5:48 Allah angkat laki-laki sebagai kepala 5:50 rumah tangga yang bertanggung jawab 5:53 untuk mengayumi keluarganya, 5:54 wanita-wanitanya, 5:56 juga meluruskan dan membimbing mereka. 6:00 Bima fadolallahu ba'dahum ala ba'din 6:04 wabimaqu min amwalih. 6:07 Karena apa? Karena masing-masing 6:10 diberikan keutamaan sesuai dengan 6:12 perannya. Laki-laki diberikan keutamaan 6:14 sesuai dengan perannya. 6:16 Wanita diberikan keutamaan sesuai dengan 6:19 perannya. Arti bukan hanya laki-laki 6:21 diberikan keutamaan, masing-masing 6:24 diberikan keutamaan sesuai dengan 6:26 perannya sebagai suami, sebagai istri. 6:32 Kemudian fasalihat, maka wanita yang 6:35 saleh qonitat yang taat pada Allah, taat 6:40 juga kepada suaminya, menghormatinya. 6:43 Dengan sendirinya ketaatannya bukan 6:44 ketaatan mutlak, ketaatan di jalan 6:48 Allah. Kalau suaminya meminta dia 6:50 melakukan sesuatu yang tidak benar, 6:53 memerintahkan perbuatan yang tidak 6:55 benar, ya dengan sendirinya wanita tidak 6:59 dibenarkan mentaati suami dalam 7:02 kemaksiatan pada Allah. La taata 7:04 limakluqin maksiatil kh. Dan dia secara 7:08 tidak langsung tidak menjalankan 7:10 peramnya sebagai seorang suami yang 7:13 bertanggung jawab untuk menjaga, 7:15 melindungi, dan meluruskan wanita-wanita 7:17 mereka. Malah perintah ini secara enggak 7:20 langsung merusak kan. 7:23 Jadi wanita yang saleh itu yang taat 7:26 pada Allah, taat kepada suami, menjalani 7:29 tugasnya sebagai istri, juga menjaga 7:32 kehormatan suami pada saat suami dalam 7:35 keadaan tidak ada. 7:37 tidak menerima tamu ya laki-laki yang 7:41 bukan muhrimnya di saat suami tidak 7:44 berada di rumah. 7:46 Hafidatun lillai. Dia menjaga kehormatan 7:49 suaminya pada suaminya tidak ada. 7:52 Kemudian bima hafidallah dengan 7:55 penjagaan pemeliharaan karena mereka 7:58 menjaga perintah Allah. [berdehem] Allah 8:00 juga jaga mereka. 8:05 Jadi kalau dalam rumah tangga suami 8:07 tidak menjalankan tugasnya, malah 8:10 sebaliknya 8:12 melakukan perbuatan yang tidak benar, 8:15 terlibat dalam pinjol, dalam judi online 8:19 hingga menjadi beban buat kehidupan 8:21 rumah tangga. Maka sebagai istri mesti 8:25 mengingatkan suaminya. Ini perbuatan 8:28 yang tidak benar. Perbuatan yang akan 8:30 merusak kebahagiaan kita, menjerumuskan 8:33 kita ke dalam kesulitan. 8:36 Dan semua kita lakukan dengan tangan 8:38 kita. Kalau seandai kamu butuh sesuatu, 8:42 coba sesuaikan dengan kemampuan kita. 8:44 Jangan terbuai oleh gaya hidup. akhirnya 8:46 pinjam sana, pinjam sini ingin cepat 8:49 kaya terlibat dalam judi on online. Jadi 8:53 sesuaikan lifestyle gaya hidup kita 8:56 dengan kemampuan kita. Karena yang 8:58 membuat kita menderita ini karena gaya 9:00 hidup ya yang kita pilih gaya hidup di 9:04 luar kemampuan kita. Akhirnya cara-cara 9:06 yang haram, yang tidak benar kita ikuti. 9:09 [mendengus] 9:10 Jadi kalau seandainya suaminya katakan 9:12 pendapatan dia UMR, pas-pasan, 9:16 rumah juga kecil sederhana, 9:18 yogianya wanita bersabar menghadapi hal 9:21 ini. Dia bekerja sama dengan suaminya, 9:24 saling mendukung, 9:26 masing-masing juga berdoa agar Allah 9:28 Subhanahu wa taala mudahkan hidup 9:30 mereka. Tapi kalau suaminya meninggalkan 9:33 salat, katakan kemudian terlibat dalam 9:36 judi online atau katakan dengan gampang 9:40 mengambil pinjaman melalui pinjol yang 9:43 menjadi beban dalam rumah tangga. 9:44 Kemudian suami marah-marah karena apa? 9:47 Karena tidak mampu untuk melunasi 9:49 hutangnya atau karena mengalami 9:51 kesulitan di luar hingga membuat rumah 9:54 tangga wali iyadubillah bukan lagi surga 9:56 bagi mereka, tapi neraka. 9:59 Maka dengan hal ini istri kalau 10:02 menjumpai perilaku suami seperti ini 10:04 bisa memberikan peringatan. 10:06 Kalau peringatan tidak dihiraukan, bisa 10:10 minta berpisah. 10:13 Baik berpisah dengan berikan kesempatan 10:15 buat mereka. Saya berikan kesempatan 10:17 buat kamu selama sekian bulan. Kalau 10:19 kamu tidak berubah, kita berpisah untuk 10:22 selama-lamanya. Istri punya hak dalam 10:24 hal ini. Karena apa? Karena suami tidak 10:27 menjalankan tugasnya. bahkan melakukan 10:30 perbuatan-perbuatan yang merusak rumah 10:32 tangga mereka dan bisa menjerumuskan 10:35 mereka ke dalam dosa yang lebih berat 10:37 lagi. 10:38 Sampai ada suami yang menawarkan 10:41 istrinya pada orang lain demi menutupi 10:44 hutang. Ini kan perbuatan bejat yang 10:46 tidak baik. Jadi dalam hal seperti ini, 10:49 istri tidak wajib bersabar, wajib 10:52 mengingatkan, memberikan nasihat, 10:55 kemudian tidak diperhatikan, diabaikan, 10:57 berikan peringatan. 10:59 tidak diabaikan, dia bisa pisah ranjang. 11:02 Kalau perlu pulang ke rumah orang 11:04 tuanya. Walaupun seharusnya seorang 11:06 wanita tidak keluar dari rumah, tapi 11:07 karena ini perilaku suami, perilaku yang 11:09 betul-betul melampaui batas, dia bisa 11:12 pulang ke rumah orang tuanya. 11:14 Kalau selama masa peringatan tidak 11:16 berubah, bisa mengajukan permohonan 11:19 untuk berpisah dari suami. Bukan sabar 11:22 menghadapi perbuatan bejat yang tidak 11:26 benar yang dilakukan suami. Tapi kalau 11:28 sabar dengan kekurangan suami di luar 11:30 pilihan dia, itu yang seharusnya 11:32 dilakukan seorang istri. Memberikan 11:34 semangat, dorongan hingga suami pada 11:37 saat dia sukses keluar dari 11:39 kegelapannya, dia akan menghargai 11:41 istrinya yang setia dengan 11:42 sebaik-baiknya. 11:44 Jangan pada masa susah ditinggalkan. 11:46 Tapi kalau pada masa suami melakukan 11:49 kerusakan, melakukan perbuatan bejat 11:51 keluar dari syariat, [berdehem] kita 11:53 enggak boleh berdiam. Bahkan kalau suami 11:56 meninggalkan salat, meninggalkan 12:00 diperingatkan, diberikan nasihat, 12:02 diberitahukan orang yang kira-kira dapat 12:05 memberikan nasihat, masih tidak 12:06 mengerjakan salat. Ini bukan muslim. Ini 12:09 bukan seorang mus. Jangan bilang nanti 12:12 juga dia akan bertobat. Tidak. Kalau dia 12:14 bersikuku meninggalkan salat yang 12:16 merupakan tiang agama kita, maka 12:18 putuskan untuk meninggalkannya. 12:22 Baik dengan pisah dulu, berikan 12:24 peringatan buat dia. Kalau dia masih 12:26 meninggalkan salat, berarti dia tidak 12:28 menghargai istrinya. Istri di mata dia 12:30 sama sekali apa? Tidak berarti apa-apa. 12:32 Kalau dia sayang pada istrinya, dia akan 12:34 berjuang melakukan perbaikan. 12:37 Ini semua disebabkan karena tidak adanya 12:39 iman di hati. Jadi, ibu tidak harus 12:42 bersabar terus-menerus. Malah kalau ibu 12:45 bersabar terhadap perbuatan mungkar dia, 12:47 perbuatan bejat dia, dia meninggalkan 12:49 salat, ibu kongkikong bersamanya dalam 12:52 perbuatan dosa. Ini yang tidak dapat 12:54 dibenarkan sama sekali. 12:56 Yang kedua, 12:59 suami bekerja, istri bekerja. Yang ideal 13:01 itu sebagaimana yang diamanatkan Allah. 13:05 Arrijalu qamuna alisa bima fadallahu 13:09 baahum bain wali. 13:12 Suami diberikan keutamaan untuk berusaha 13:15 bekerja kemudian berhadapan dengan 13:18 cobaan-cobaan di tengah panas teriknya 13:21 matahari berjejal-jejalnya orang dalam 13:25 mencari nafkah ya. Kalau mereka tidak 13:27 punya kendaraan mendarahi kendaraan umum 13:29 ya itu lebih tepat buat perempuan, buat 13:32 laki-laki. 13:34 Sedangkan perempuan mereka menjaga 13:37 rumah, mendidik anak-anak, memberikan 13:40 motivasi 13:42 menjadi juga apa? Menjadi ratu yang 13:45 menantikan kembalinya suami, 13:48 yang akan memberikan kehangatan buat 13:49 suami dengan syarat bahwa suami mampu 13:53 untuk memenuhi kebutuhan rumah 13:55 tangganya. 13:56 Dan ini sebetulnya akan lebih indah, 13:58 akan menumbuhkan kehangatan, kedekatan 14:00 yang lebih. 14:02 Tapi kalau seandainya pendapatan suami 14:04 tidak cukup, si perempuan terpaksa 14:07 bekerja. Dia harus bekerja di 14:09 tempat-tempat yang menjaga 14:10 kehormatannya, menjaga kesuciannya, 14:12 menjaga kemuliaannya. Kalau dia bekerja 14:14 di tempat yang bisa merusak 14:15 kehormatannya, bisa menjerumuskan ke 14:18 dalam perbuatan dosa, haram dia keluar 14:19 bekerja. Nah, apabila dua-duanya 14:22 bekerja, 14:24 lalu 14:26 bagaimana mengenai kebutuhan rumah 14:28 tangga? Apakah sepenuhnya masih tetap 14:30 seorang laki-laki memberikan nafkah 14:35 buat keluarganya? Apa bisa dibagi? 14:38 Apa bisa dibagi? Dua dua apa? Dua 14:42 bahagian. Sebagian tanggung jawab suami, 14:45 sebagian tanggung jawab istri. Itu bisa 14:47 diatur kesepakatannya. 14:49 Katakan untuk kebutuhan makan dan lain 14:52 sebagainya. Untuk kebutuhan listrik 14:54 katakan suami bayar atau katakan untuk 14:57 kebutuhan makan, untuk kebutuhan sekolah 15:00 anak, istri punya e suami punya tanggung 15:02 jawab, istri yang membiayai katakan 15:05 listriknya untuk meringankan beban 15:07 mereka. Kalau mereka merasa suami istri 15:09 yang harmonis, saling menyayangi, saya 15:11 kira perempuan tuh enggak berat keluar 15:12 uangnya. 15:15 Bahkan dia merasa seandainya seluruh 15:17 pendapatan diberikan untuk kebutuhan 15:20 rumah tangga, dia enggak merasa berat 15:22 kalau suaminya peduli, perhatian, sayang 15:25 terhadapnya. 15:27 Tapi tetap untuk keadilan. Kalau mereka 15:30 sama-sama bekerja di luar, saya kira 15:33 untuk meringankan beban mereka, sebagian 15:36 ditanggung suami, sebagian ditanggung 15:38 oleh istri agar masing-masing punya 15:39 simpanan kan untuk kebutuhan kebutuhan 15:42 yang lain. 15:44 Tapi kalau seandainya suami bisa 15:46 memenuhi kebutuhan rumah tangga, 15:48 sebaiknya istri di rumah. Kecuali kalau 15:50 dia sernya sebagai seorang dokter, 15:52 dokter kandungan, dokter anak, dan lain 15:54 sebagainya. Ini pekerjaan yang 15:55 dibutuhkan oleh banyak orang. Apalagi 15:58 kandungan. 16:00 Kita butuh juga dokter kulit wanita di 16:02 samping dokter kulit laki-laki agar 16:05 kasus-kasus perempuan jangan laki-laki 16:07 yang memeriksa. Kasus yang berhubungan 16:09 dengan laki-laki jangan perempuan yang 16:12 periksa. Karena kulit selalu 16:13 berdampingan dengan kelamin, spesialis 16:16 kulit dan mau enggak mau enggak sama 16:19 sekali etis dan tidak syari kalau 16:21 seorang perempuan harus memeriksa yang 16:24 berhubungan dengan rahasia laki-laki. 16:27 Begitu juga 16:30 seorang laki-laki tidak etis kalau harus 16:32 memeriksa apa? Hal-hal yang berkaitan 16:34 dengan rahasia perempuan. Jadi kalau ada 16:36 dokter kulit wanita, 16:38 ada dokter kulit laki-laki, betapa 16:40 indahnya. 16:41 Yang penting pekerjaan mereka pekerjaan 16:44 yang tidak akan mencemari kehormatan 16:46 mereka, menjerumuskan mereka ke dalam 16:49 lembah dosa. Karena semua hidup ini 16:52 merupakan amanah tanggung jawab yang 16:54 kelak mereka akan pertanggungjawabkan di 16:56 hadapan Allah. Bukan bersantai-santai, 16:58 berleha-leha. Sebagaimana firman Allah, 17:00 laqad khalaqnal insana fi kabat. Kami 17:03 telah ciptakan manusia ini. 17:05 Karakteristik dari kehidupan manusia di 17:07 bumi ini berjuang menghadapi berbagai 17:11 macam cobaan hidup ini. Oleh karena itu 17:13 dikatakan fikabat artinya perjuangan 17:16 yang amat berat yang memakan hati. Baik 17:19 itu berhubungan dengan pasangan suami 17:22 istri, hubungan orang tua dengan anaknya 17:24 kan banyak liku-likunya. 17:27 Tidak semua yang kita inginkan bisa kita 17:30 laksanakan dengan kita berjuang. 17:32 Kemudian kita berdoa, bekerja sama 17:35 antara pasangan suami istri, insyaallah 17:37 rumah tangga ini bisa apa? Bisa penuh 17:40 dengan rahmat dan keberkahan. Jadi 17:44 tinggal disepakati berdua apa yang 17:47 yang bisa apa namanya mereka lakukan. 17:52 Apakah suami mengatakan sudah 70% saya 17:54 yang tanggung, kamu tanggung sebagian. 17:56 Karena si perempuan di rumah juga akan 17:57 apa? Akan mengurus juga urusan apa? 18:01 Urusan rumah tangga kan. Dan di saat 18:03 perempuan mengurus urusan rumah tangga, 18:05 bukan berarti laki duduk-duduk 18:08 ya, perempuan yang menghadapi pekerjaan 18:11 yang benar. Tidak. Pada masa Rasul, 18:13 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 18:15 berbelanja. Rasulullah menjahit 18:17 pakaiannya ya. Rasulullah juga menjahit 18:20 sandalnya ya. Artinya pekerjaan seperti 18:24 ini bukan aib bagi laki-laki kalau 18:26 mengerjakan. Jangan ikuti pandangan 18:28 jahiliah yang mengatakan diperbudak sama 18:31 istrinya. Heeh. sudah kerja di luar, di 18:33 rumah dia menyapu, dia mengepel, 18:36 mencuci. Ini bukan pekerjaan yang 18:37 merendahkan. Ini pekerjaan yang mulia. 18:39 Karena Rasulullah melakukan hal ini. 18:42 Rasulullah melakukan 18:44 sebaik-baiknya laki-laki itu yang 18:46 membantu istrinya meringankan 18:48 pekerjaannya. 18:50 Tapi sayang sekarang yang ngetren 18:52 [berdehem] itu 18:55 bodoh betul-betul. Ini pandang orang tua 18:58 laki-laki diperbudak sama istri. 19:01 Tapi kalau di antara yang muda-muda 19:03 mereka mengatakan, "Jangan kita biarkan 19:05 suami kita enak-enakan aja. Nanti 19:07 kelayar-keluyur akhirnya apa? Disambber 19:09 burung elang. Mendingan kita sibukin di 19:12 rumah. Si perempuan yang nonton televisi 19:15 uncang-uncang kaki, si laki-laki yang 19:16 bekerja 19:18 dalam urusan rumah tangga." Jadi banyak 19:20 keanehan dalam hidup ini. Perempuan 19:22 kalau cerita di antara mereka nih, 19:24 ibu-ibu muda, "Wah, kalau kita sih 19:25 enggak sembarangan. Suami kita enggak 19:27 boleh begini, enggak boleh begini, 19:29 enggak boleh begini. 19:31 di kalangan laki-laki apa ni? Ana enggak 19:34 gampang-gampang. Ana baru mulai 19:35 memandang begini, istri langsung tunduk. 19:38 [tertawa] 19:39 Jadi kalau kita lihat bagaimana 19:41 laki-laki tidak menyadari peran mereka, 19:44 istri bukan makhluk yang harus ditindas, 19:47 tapi kita ayomi dengan cara yang baik. 19:49 Waasyiruhun. 19:51 Begitu juga perempuan jangan menganggap 19:52 laki-laki ini merupakan lawannya. Ini 19:55 bukan pertandingan dalam rumah tangga, 19:57 tapi merupakan apa? kerja sama yang 19:59 saling melengkapi dan menyempurnakan. 20:02 Jadi kalau seandainya seorang laki-laki 20:04 berbuat zalim terhadap istrinya, 20:07 istrinya mengingatkan suaminya 20:09 memberikan nasihat atau minta orang yang 20:11 bisa memberikan nasihat, tapi kalau 20:13 tidak juga dia masih bersikap seperti 20:15 itu, istri berhak untuk apa? menuntut 20:18 kebebasan dari suaminya. 20:20 Karena dia sebagai seorang wanita, tugas 20:23 dia bukan menerima begitu saja perbuatan 20:26 zalim. Islam tidak mengizinkan perbuatan 20:28 zalim. Kalau dia menerima lama-kelamaan 20:31 kezaliman menjadi apa? 20:33 Menjadi kebiasaan bukan hanya di 20:35 suaminya tapi di tengah-tengah 20:37 masyarakat. Oleh karena itu, ada 20:40 kejadian 20:42 seorang wanita 20:45 ee 20:46 dianiaya oleh suaminya. Si wanita sabar, 20:50 terima berdiam. Dia berikan nasihat pada 20:53 suaminya. 20:54 suaminya menganggap istrinya 20:57 biasa-biasa aja. Setelah diberikan 21:00 peringatan berkali-kali si laki-laki 21:02 tidak sama sekali menghiraukan bahkan 21:04 mengabaikan perintah Allah. Dia 21:06 mengatakan, "Maaf ya, saya sudah berikan 21:10 kesempatan buat kamu. 21:12 Saya seorang wanita muslimah, kamu 21:14 seorang pria muslim. Kita masing-masing 21:17 wajib menjalankan perintah Allah. Kalau 21:19 kamu tidak melakukan perintah Allah, 21:20 kamu mengabaikan kewajiban kamu, bahkan 21:23 kamu berbuat zalim, saya telah 21:25 memutuskan untuk berpisah dari kamu. 21:28 Silakan kamu cari wanita yang sesuai 21:32 dengan kemauan kamu. Saya juga ingin 21:35 berpasangan dengan pria yang bisa 21:36 mengantarkan saya menuju ke riduan 21:38 Allah. Si laki-laki kaget terpukul. Si 21:41 perempuan diam-diam aja. Karena kalau 21:43 kita biarkan ini kezaliman semakin 21:45 meraja lelilah. 21:47 kewajiban semakin. 21:50 Tapi kalau suami kita baik, mulia, 21:53 membantu kita, memperlakukan kita dengan 21:55 mulia, dari sisi finansial katakan tidak 21:59 berlebihan pas-pasan, bahkan terkadang 22:02 kurang. Kalau kita hargai suami seperti 22:05 ini, kita dukung dia, insyaallah rahmat 22:07 keberkahan datang. Jangan kita 22:09 menganggap ini laki-laki yang lemah, 22:11 enggak bisa sama sekali menyenangkan, 22:13 membahagiakan kita. 22:15 Sering orang baik dipandang sepeleh, 22:17 orang kenjam justru apa? Diacungkan 22:21 tangan. 22:22 Ini merupakan penyakit 22:24 penyakit di tengah-tengah masyarakat 22:26 yang mudah-mudahan Allah Subhanahu wa 22:28 taala sembuhkan. Jadi kita berharap pria 22:30 bertanggung jawab dengan dengan tugasnya 22:33 wanita juga melakukan hal yang sama. Dan 22:36 mudah-mudahan dengan cara seperti ini 22:38 bisa melahirkan generasi yang saleh yang 22:40 bertakwa pada Allah Subhanahu wa taala. 22:44 Mudah-mudahan insyaallah e kajian 22:47 psikologi keluarga datang dari 22:49 orang-orang kita ya, dari kita semua 22:51 yang bukan serba tahu, 22:55 bukan juga memberikan solusi yang 22:57 sempurna, tapi harapan dari kita 23:00 mudah-mudahan bisa memberikan bimbingan 23:02 pengarahan ke arah kehidupan yang lebih 23:05 baik dengan mengharapkan bimbingan dan 23:07 petunjuk dari Allah untuk kita semuanya. 23:09 Amin ya rabbal alamin. 23:11 Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat, hidup 23:14 adalah perjuangan 23:16 dan kerja sama dengan pasangan bisa 23:19 hadirkan keharmonisan. 23:22 Apa kira-kira yang akan disampaikan oleh 23:25 Ustaz Abu Bakar Baraja? Yuk, kita simak 23:29 dengan telinga jiwa kita. Silakan. 23:32 [mendengus] 23:35 Bismillahirrahmanirrahim. 23:38 Asalamualaikum 23:40 warahmatullahi 23:41 wabarakatuh. 23:43 Waalaikumsalam 23:44 warahmatullahsam wabarakatuh. 23:47 Alhamdulillah, 23:50 segala puji dan syukur kita panjatkan 23:53 kepada Allah. 23:55 [berdehem] 23:56 Ketika syukur itu kita peroleh, kita 24:00 keluarkan, kita menyampaikan, 24:05 sesuatu datang dengan mudah. 24:10 Ketika kita bersyukur, kita bersyukur, 24:13 kita sampaikan 24:16 apa yang kita sampaikan adalah suatu hal 24:18 yang besar, yang menyenangkan. 24:21 dengan mudah kita akan mendapatkan 24:25 karena Allah memberikan semuanya kepada 24:29 kita. 24:31 Dari syukur ini 24:34 kita akan memperoleh 24:37 sesuatu yang nikmat. 24:40 Apa itu nikmat? Yang Allah berikan. 24:43 [berdehem] 24:44 Ketika kita melakukan sesuatu, 24:47 pasti 24:49 Allah berikan kenikmatan yang luar 24:52 biasa. 24:54 Tidak ada sesuatu yang sia-sia yang 24:59 Allah berikan kepada diri kita. Maka 25:03 dari itu kita menikmati 25:06 yang kita dapatkan, yang kita peroleh, 25:09 yang kita senangi, kita nikmatkan. Apa 25:15 yang terjadi ketika itu? 25:20 Ada yang kita dapatkan. Kita mau yang 25:23 ini, mau yang itu. Pikiran kita menuju 25:27 kepada yang lainnya. Yang kita peroleh 25:31 kita enggak pernah dapatkan. 25:34 Kita memperoleh dapat tapi kita mikirkan 25:37 yang lain. 25:40 Jadi yang kita peroleh kita sudah tidak 25:44 pernah tahu. 25:47 Kita enggak pernah tahu lagi kalau kita 25:49 mendapatkan sesuatu yang kita pikirkan 25:52 yang lain-lainnya. 25:56 Dari sinilah timbulnya 25:59 berbagai macam perilaku. 26:04 Jadi perilaku 26:07 pinjaman 26:08 online 26:10 bermain judi, bermain, bermakan 26:14 macam-macam karena pikirannya ke 26:18 mana-mana. 26:22 Karena pikirannya ke mana-mana, dia 26:24 merasakan bahwa ini adalah bagian 26:27 daripada dirinya. Padahal dia sudah 26:30 dapat, dia sudah menikmati, dia sudah 26:34 menyayanginya, 26:35 tapi dia masih mikirkan yang lain, yang 26:38 lain, yang lain. Itu kan belum kita 26:41 dapatkan. Oh, ini belum kita dapatkan. 26:43 Oh, itu belum kita dapatkan. dia sudah 26:46 dapat sesuatu 26:49 di sini pikirannya akhirnya ke mana-mana 26:53 dan pinjaman-pinjamanpinjaman 26:55 online yang kepada diri kitalah yang 26:58 menimbulkan. 27:01 Nah, orang-orang yang seperti ini apakah 27:05 dia berbuat zalim terhadap istrinya? 27:11 Apakah orang-orang yang seperti ini 27:14 pinjaman online ee main judi online dan 27:19 sebagainya? 27:21 Apakah ini merupakan perbuatan zalim 27:25 terhadap istrinya? 27:28 Padahal dia adalah dirinya. Dia enggak 27:31 mempedulikan orang lain. 27:36 Dia tidak mempedulikan. Yang penting 27:39 dirinya yang dia pikirkan. 27:44 Orang lain enggak diperhatikan. 27:48 Istrinya yang berpikir, yang bekerja, 27:50 melakukan ini, melakukan itu sampai dan 27:53 sebagainya sudah capek dan lelah. Tapi 27:58 sang suami bermain judi, habis uangnya 28:02 dia cari lagi, dia mainkan lagi sampai 28:07 dia pinjam. Dia pinjam sama orang, dia 28:10 butuhkan ini. Oh, nanti kalau gajian 28:13 saya akan ganti. Akhirnya istrinya tidak 28:17 dapat apa-apa, uangnya itu masuk ke judi 28:20 online. 28:23 Nah, apa yang membuat orang-orang yang 28:26 seperti ini bermain, bermain, dan 28:28 bermainan seperti itu? Karena pikirannya 28:34 yang selalu menuntut-menuntut. 28:40 Dia punya keinginan yang lebih. 28:44 Dia punya keinginan yang lebih. Jadi dia 28:46 enggak pernah berpikir bahwa oh ini saya 28:49 sudah dapat. Karena dia tidak pernah 28:51 bersyukur kepada Allah dia. Saya sudah 28:54 dapat ini. Sudah enggak perlu lagi 28:57 mikirkan yang lain. 29:02 Karena pikirannya 29:04 yang menetapkan pada dirinya itulah yang 29:09 benar. 29:11 Karena Allah memberikan kepada dirinya 29:14 sesuatu yang pas. Namun karena 29:16 pikirannya ke mana-mana, apa yang 29:20 membuat dirinya seperti itu? 29:24 Pikiran. 29:26 Pikirannya apa yang membuat pikirannya 29:29 dia seperti itu? Informasi yang masuk 29:33 pada pikir, 29:38 informasi-informasi 29:39 dan sebagainya. 29:41 Sekarang begitu luasnya, begitu 29:44 gampangnya dan begitu mudahnya karena 29:47 begitu banyaknya informasi. 29:53 Informasi itu dengan mudahnya kita 29:56 peroleh. 29:58 Kalau kita mau mudah 30:03 kita gampang mengambilnya. 30:07 Namun Allah menetapkan diri kita. Allah 30:11 menetapkan diri kita yang diberikan oleh 30:15 Allah itu yang benar. 30:18 Yang diberikan oleh Allah itu yang 30:22 benar. 30:25 Jadi kita menetapkan, 30:27 "Nah, sekarang bagaimana seorang istri 30:31 yang punya suami yang seperti ini? 30:34 dia harus mengingatkan 30:37 karena suami istri itu sama-sama 30:44 hanya dilebihkan sedikit kepada seorang 30:47 suami untuk mengambil satu sikap atau 30:52 keputusan. 30:56 Jadi apa yang terjadi? Seorang istri 31:01 boleh mengingatkan. Jadi saling 31:04 mengingatkan. 31:06 Kalau kita saling mengingatkan maka 31:09 hidup kita akan tenang. 31:12 [berdehem] Jadi pada saat ini seorang 31:15 istri itu harus mengingatkan 31:20 sekali, dua kali, tiga kali. Kalau tidak 31:25 mampu dan tidak bisa dia ngotot, tidak 31:29 ada permasalahan. Dia bersih keras 31:31 dengan pikirannya. Dia 31:35 tetapkan, 31:37 teruskan, 31:39 kuatkan diri kamu untuk berpisah atau 31:44 tidak berpisah. 31:47 Yang jelas untuk berpisah 31:51 kalau dia tidak mau lagi 31:56 kalau dia sudah tidak menyadari lagi. 32:02 Berpisah ini untuk mengingatkan, 32:05 untuk menyadari 32:07 bahwa oh aku salah, 32:12 oh aku enggak bisa. 32:16 Ketika dia dipisahkan 32:18 oleh istri, dia kaget. 32:23 Setelah dia sadar, dia kemudian 32:27 menyadari, 32:29 ya dia kembali kepada Allah. Untuk balik 32:32 lagi enggak ada masalah. Maka pentingnya 32:34 boleh perhatikan 32:38 berpisah ini untuk mengingatkan, 32:44 menyadari. 32:50 Jadi dia untuk berpisah 32:54 dan punya kekuatan 32:57 pertahankan diri. Seorang istri itu 33:01 harus punya pertahankan. 33:05 Bagaimana mempertahankan diri? 33:09 Jadi dia kuat 33:12 untuk mengatakan bahwa saya harus 33:15 berpisah. Dia harus kuat. Maka dia 33:20 mempunyai kekuatan. 33:24 Kekuatan inilah yang penting buat 33:27 seorang istri. 33:29 Karena dirinya adalah dirinya, bukan 33:34 suaminya. 33:36 Dirinya adalah dirinya, bukan suami. 33:40 Menjadi seorang istri, dia adalah 33:42 dirinya, bukan menjadi seorang suami. 33:45 [berdehem] 33:46 Ketika dia mengambil satu keputusan ini 33:49 dirinya yang ambil keputusan untuk 33:52 berpisah dulu. Untuk apa? untuk 33:56 memberikan 33:58 kesadaran. 34:03 Bukan berpisah selesai, tidak. 34:06 Karena seorang yang bermain, judi, 34:09 pinjam ee pinjaman online dan sebagainya 34:13 ini 34:15 peringatan yang besar, peringatan yang 34:19 terbaik untuk seorang suami. Katakan, 34:23 "Saya pisah dulu." 34:27 Kita katakan pisah. 34:31 Kalau dia sadar, kita bisa kembali lagi. 34:34 Kalau dia tidak sadar, biarkan dia terus 34:37 enggak sadar. Sudah diingatkan dia tidak 34:40 ma 34:43 ya. Jadi kalau punya seorang istri, 34:47 kuatkan diri untuk menyatakan bahwa saya 34:52 bisa, 34:55 saya kuat. Saya adalah diri saya. 34:58 Katakan kekuatan ini hanya pada Allah. 35:02 Kekuatan ini ingatkan bahwa saya kuat 35:06 karena Allah. 35:09 Maka bisa 35:12 bukan langsung selesai. 35:15 Kalau dia menyadari bisa balik lagi. 35:19 Kalau tidak sadar ya sudah selesai. 35:24 Itu yang paling penting. 35:26 [menghela napas][terkesiap] 35:27 Baik. ee ikhwan akhwat karena kita masih 35:31 cukup banyak waktu nih sebelum kita 35:34 akhiri kasus satu lagi boleh ya Ustaz 35:36 ya. 35:37 Jadi dengan adanya media sosial 35:39 interaksi dengan lawan jenis menjadi 35:41 sangat mudah memberi like, komentar atau 35:46 ee direct message, mengirim pesan 35:48 pribadi. 35:50 Secara psikologis ini bisa bikin 35:52 ketagihan ya, Ustaz ya. Tapi kalau 35:55 secara syariat bisa mendekati zina, 35:58 bagaimana dong cara mengomunikasikannya 36:02 tentang batasan ini kepada pasangan biar 36:05 enggak terlihat posesif atau mengekang 36:08 gitu, Ustaz? Terima kasih. 36:10 Bismillahirrahmanirrahim. 36:12 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 36:15 sholli ala Muhammadin wa Muhammad. 36:17 Rabbana zidna ilman walik. 36:22 Dengan sendirinya 36:25 kita pasangan suami, istri dan 36:27 anak-anak. 36:29 Di saat kita berhubungan dengan medsos, 36:33 kita mau tidak mau harus meluruskan 36:36 maksud tujuannya. 36:38 Karena semua pekerjaan orang yang 36:40 berakal kan memiliki tujuan. Dengan 36:42 sendiri tujuan yang kita pilih, tujuan 36:45 yang memberikan manfaat bagi kita dunia 36:47 maupun akhirat. 36:50 Tujuannya sebagai contoh kita ingin 36:52 mencari informasi yang bermanfaat 36:57 untuk wawasan kita, pendidikan kita, 37:00 baik itu yang berhubungan dengan 37:03 pelajaran yang kita pelajari atau 37:05 berhubungan dengan wawasan, 37:07 nasihat agama, 37:10 petunjuk yang kita butuhkan atau 37:12 tujuannya bersilaturahmi 37:14 atau beramar makruf, bernahi mungkar 37:18 atau untuk hiburan. 37:19 hiburan yang bermanfaat yang jauh dari 37:22 apa yang diharamkan Allah Subhanahu wa 37:24 taala. 37:26 Kalau kita bisa [berdehem] memulai ya 37:29 komunikasi kita, hubungan kita dengan 37:32 medsos dengan tujuan yang jelas, yang 37:34 bermanfaat, dengan sedikit kita 37:36 diarahkan ke mana? Kita akan diarahkan 37:39 ke arah yang yang positif. 37:42 Tapi pada saat kita sedang 37:46 berkomunikasi melalui MSOS, mau tidak 37:48 mau pasti akan ada blok-blok iklan-iklan 37:50 yang masuk. 37:53 Tanpa kita minta, tanpa kita bayar, dia 37:55 akan melintas di hadapan kita. Nah, 37:58 dengan sendirinya orang yang beriman 37:59 kepada Allah, beriman kepada hari akhir, 38:02 di saat menemukan hal seperti ini, dia 38:05 harus apa? Harus membiarkan liwat. Kalau 38:09 perlu, 38:11 kalau kita bisa mengirim berita, katakan 38:13 bahwa ini konten yang tidak menyenangkan 38:15 kami. Kita minta untuk tidak diulangi. 38:17 Kan biasa ditanyakan, ditanya begitu 38:19 kita mulai hapuskan, kenapa Anda 38:21 hapuskan? Ini konten yang tidak 38:23 menyenangkan. 38:25 Yang tidak sesuai dengan aturan agama 38:27 juga bisa. [berdehem] 38:29 Ini penting sekali. 38:31 Jadi orang berhubungan dengan Mersos 38:33 ini, Mersos dapat dikatakan sebagai 38:35 pisau bermata dua. Pisau bisa digunakan 38:39 memasak, bisa digunakan untuk berbagai 38:41 macam kebutuhan yang bermanfaat. Tapi 38:43 kalau salah-salah bisa digunakan untuk 38:46 melakukan kejahatan dan perbuatan zalim. 38:49 Betul enggak? 38:51 Dan Mersos ini daya tariknya luar biasa. 38:54 Orang berhubungan dengan Mersos 38:56 berjam-jam waktu berlalu tanpa 38:58 dirasakan. 39:00 Di saat dia dipisahkan dari Mesos, 39:02 sekejap aja dia merasa kegelisahan yang 39:04 luar biasa. Itu merupakan fakta. Oleh 39:07 karena itu, di samping kita menjaga 39:10 maksud kita juga harus kita batasi 39:13 waktunya. 39:15 Batasi waktunya jangan kita ya ee 39:19 melakukan ya hubungan dengan mesos pada 39:22 saat-saat mendekati salat umpamanya ya. 39:26 pada saat kita berzikir, pada saat kita 39:29 katakan sedang berkumpul bersama 39:31 keluarga, ya artinya pada saat-saat yang 39:34 kira-kira penuh kebersamaan kita 39:37 hindari. Tapi di luar itu silakan kita 39:40 berhubungan dengan tujuan yang baik dan 39:42 juga kita mengenal batas. Oleh karena 39:45 itu, sadar dan mengenal batas ini 39:49 merupakan ciri yang menonjol dari orang 39:51 yang beriman yang bijak. 39:54 Karena manusia kan semua 39:56 penuh keterbatasan. Jadi kalau dia 39:58 melampaui batas berarti dia melakukan 40:00 sesuatu sebetulnya apa? Yang memaksakan 40:03 dirinya dan pasti akan berdampak berefek 40:06 yang tidak baik buat dirinya. [berdehem] 40:10 Dan kita dalam berhubungan berkomunikasi 40:12 dengan Mesos, kita harus menjaga lisan 40:15 kita. 40:18 Dan kita tahu bahwa jari ini pengganti 40:20 lisan dalam Mesos. 40:22 Jadi merupakan lisan ya mesos kita. 40:29 Allah berfirman, maalfid minadai 40:32 raqibun atid. Dia tidak mengucapkan 40:35 sepatah kata kecuali raqib ati at dua. 40:38 Dua malaikat di kanan kiri kita dalam 40:40 keadaan siap dan siaga. Kata raqib kata 40:43 sifat yang artinya pengawas. Atit yang 40:46 selalu siaga di kanan maupun di kiri 40:48 kita. 40:49 Jadi apa yang kita ucapkan itu semuanya 40:52 bakal diminta pertanggungjawabannya. 40:54 Oleh karena itu, di saat kita ingin 40:57 katakan melakukan ee kritikan, 41:01 kritikannya diusahakan yang betul-betul 41:03 apa? Mililih bahasa yang baik, yang 41:06 santun dengan tujuan niat yang baik, 41:08 beramar makruf nahi mungkar dan juga 41:10 menjaga kehormatan orang. kita sampaikan 41:12 dengan bahasa yang santun dan baik 41:15 [mendengus] 41:16 tanpa menyebutkan juga nama seseorang ya 41:20 itu akan lebih baik kecuali kalau memang 41:22 yang sudah viral ya di mana begitu kita 41:26 nyebutkan isyaratnya sudah menyebutkan 41:28 siapa itu orang karena kejahatannya 41:30 sudah apa sudah terbuka dan tanpa 41:33 tendeng aling-aling. 41:35 sehingga menjaga lisan pada saat kita ya 41:38 masuk dalam arena medus penting karena 41:40 biasanya nanti 41:43 begitu kita sudah kirim baru timbul 41:45 penyesalan. 41:47 Jadi sebaiknya sebelum konten kita kirim 41:50 kita cek berulang kali. Kita juga 41:53 periksa niat kita apa, periksa juga 41:56 bahasa yang kita gunakan. Karena sering 41:58 saya kadang-kadang tanpa disadari dalam 42:01 ceramah ee terlepas kata-kata mungkin 42:04 yang orang anggap biasa tapi mungkin 42:07 bagi sebagai orang menyakitkan. Saya 42:09 bilang, "Coba hapuskan konten ini." Kita 42:12 manusia kan suka lupa kadang-kadang kan. 42:15 Jadi kita harus menjaga lisan digital 42:18 kita itu jari-jari kita pada saat 42:20 mengetik ya. Kemudian sebelum dikirimkan 42:23 periksa terlebih dahulu, apakah sesuai 42:26 dengan kebenaran? Apakah tujuannya 42:28 semata-mata mengharapkan rida Allah? 42:30 Kalau memang mengharapkan rida Allah, 42:33 tinggal kita lihat kira-kira ini 42:35 bermanfaat apa tidak kalau kita kirim. 42:37 Kalau kita kirim tidak memberikan 42:39 manfaat, malah dampaknya lebih buruk 42:41 lagi, lebih baik. Tidak perlu kita 42:42 kirim. Kita jauhkan dari pamer, dari 42:45 ria, dari kebanggaan untuk menunjukkan 42:47 kelebihan kita. Karena semua tujuan ini 42:50 sia-sia. 42:51 Sia sih. Karena walaupun kebenaran 42:54 kebaikan yang kita sampaikan bukan 42:56 karena Allah, tidak akan dapat apa-apa. 42:59 Tidak akan dapat 43:00 apa 43:00 sedangkan pujian sebutan semua hanya 43:02 berlalu begitu saja. Tidak akan menemani 43:05 kita sepanjang masa apalagi begitu kita 43:07 meninggalkan dunia. Semua hanya kerugian 43:10 yang kita lakukan. Kita menganggap 43:12 melakukan pekerjaan yang banyak tapi 43:15 apa? 43:16 Ternyata sia-sia. 43:19 Kemudian di samping juga kita 43:20 memperhatikan lisan kita ya untuk 43:22 betul-betul 43:24 dalam keadaan benar. Kalau kita menerima 43:27 informasi atau input yang masuk kepada 43:29 kita kalau bisa lakukan tabayun. Lakukan 43:33 tabun 43:34 karena seringki masuk. Betul. Apalagi di 43:36 era AI. Luar biasa. 43:38 Masyaallah. 43:40 Saya dengar orang berbicara 43:43 dari mulai mimik mukanya sampai gerakan 43:46 bibirnya semua sama 43:48 sama. 43:50 Tapi subhanallah saya tanya sama sebagai 43:52 anak-anak, "Bah, hati-hati, Mbah. Ini 43:54 AI, Bah, dari mana disebutkan 43:56 tanda-tanda ini AI?" Ini jelas-jelasan 43:58 AI. 44:00 Jadi kalau kita sebarkan 44:03 akhirnya kita menyebarkan kebohongan 44:04 kan. Menyebarkan kebohongan. 44:08 Jadi sebaiknya sebelum kita ikut 44:10 menyebarkan, lakukan tabayyun. Dan 44:13 sebaiknya yang kita sebarkan itu hal 44:15 yang positif, yang baik ya, 44:17 nasihat-nasihat, 44:19 kisah-kisah inspiratif ya atau kritikan 44:22 yang tujuannya membangun tanpa 44:23 menjatuhkan seseorang daripada kita 44:25 menyebarkan berita. 44:27 Akhirnya termasuk kita dalam golongan 44:30 orang-orang apa? Yang menyebarkan 44:34 fitnah. Padahal alfitnatu naimatun 44:36 laallahu man aqha. Fitnahnya tidur. 44:39 Allah mengutuk orang yang menyebarkan 44:40 fitnah ini. 44:42 Dan kalau kita lihat ternyata apa? Di 44:44 tengah-tengah lingkungan 44:46 yang [berdehem] katakan 44:51 berhubungan dengan agama. Baik itu para 44:53 ustaz, para kiai sering kita jumpai 44:56 dengan gampang mereka tuh menyebarkan 44:59 berita, fitnah, melakukan tahbir padahal 45:03 dia tidak mengetahui dengan jelas. 45:06 Allah mengatakan, "In jaakum fasiquun 45:08 binabain fatabayyanu." 45:11 Fatabayyanun artinya apa? Minta bayyinah 45:14 dari orang yang membawa berita. Bukan 45:16 kita bertanya pada orang yang difitnah. 45:18 Jadi kalau orang membawa berita, coba 45:20 bayinahnya mana? Kata bayinah itu bukti 45:22 yang jelas, yang gamblang, yang tidak 45:23 meragukan. Kalau kata orang, kata fulan 45:27 menurut berita di ee media sosial itu 45:29 enggak bisa diterima. [mendengus] Kata 45:31 bayinah itu artinya bukti yang jelas, 45:34 gamblang, yang tidak meragukan dan yang 45:36 harus memberikan bainah yang membawa 45:38 berita. 45:40 Yang membawa berita 45:43 bertanya pada orang yang terfitrah, ini 45:45 betul enggak orang ngomong begini begini 45:46 begini itu enggak boleh sama sekali 45:49 ya. itu mau tidak mau kan pasti 45:51 menyakitkan dia kan. Tapi di 45:53 tengah-tengah kehidupan kita 45:55 bermasyarakat kita itu subhanallah 45:57 berita tayangan yang paling digemari 46:00 yang dia punya rating tinggi termasuk di 46:02 antaranya masalah-masalah yang 46:03 berhubungan dengan apa? 46:05 berhubungan dengan gosip 46:07 dengan go 46:09 sampai ada seorang bercerita bahwa satu 46:12 stasiun televisi datang kepadanya ya 46:16 menawarkan tayangan tayangan berhubungan 46:19 dengan rumah tangga mereka tunjukkan 46:21 kalian pura-pura sedang selisih dan 46:23 ribut 46:25 kita berikan berikan apa berikan imbalan 46:28 yang cukup memuaskan karena gosip ini 46:30 cerita berhubungan dengan orang luar 46:32 biasa digemari coba perhatikan coba Coba 46:34 kalau kita buka media kita nih, itu 46:37 gosip memenuhi lembaran-lembaran media 46:40 kita. 46:43 Cerita-cerita tuh. Padahal kalau kita 46:46 alihkan kepada kasus katakan umpamanya 46:50 bencana alam di Aceh, di Siwolga, di 46:54 Padang, kita mengajak orang untuk 46:56 memberikan dana mereka ya berkontribusi 46:59 kan lebih bagus kan. 47:01 Tapi ini sampai terkadang 47:02 berminggu-minggu 47:05 yang tidak kita kenal sama sekali, tidak 47:07 kita tahu orangnya. Itu menjadi berita 47:11 yang viral. Kemudian bukan komentar pun 47:15 dengan gampang dikeluarkan 47:18 padahal dia tidak tahu persoalannya 47:19 dengan jelas. 47:22 Bahaya gak? 47:23 Bahaya sekali. 47:25 Jadi hendaknya lakukan tabayun sebelum 47:28 kita menyebarkan. Kalau kita mau 47:30 menyebarkan sesuatu yang bermanfaat 47:33 untuk umat, mengingatkan mereka kembali 47:35 kepada Allah dan merupakan kisah 47:37 inspiratif atau informasi yang berguna, 47:40 sebarkan. Tapi kalau tidak lebih bagus 47:43 apa? Lebih bagus kita berdiam. 47:48 Iya. Masih ada sedikit lagi. Jadi 47:51 kesimpulannya bagi kita semua pasangan 47:54 suami istri, enggak mungkin rumah tangga 47:57 itu peran hanya ditangani oleh suami, 48:00 begitu juga oleh istri. Dan enggak 48:02 mungkin setiap orang yang berpasangan 48:05 mengatakan, "Saya bebas melakukan apa 48:07 yang saya lakukan. Kamu juga bebas." 48:08 Tidak. untuk keharmonian yang saling 48:10 melengkapi. Hendaknya suami sebagai 48:14 seorang yang bertanggung jawab 48:16 meluruskan 48:17 menjaga rumah tangga, mereka harus 48:20 menjadi contoh. Begitu juga istri 48:23 sebagai ratu dalam rumah tangga ya 48:25 hendaknya dia mentaati suaminya sebagai 48:28 pemimpin dalam hal-hal yang apa? Hal-hal 48:32 yang akan membawa keharmonian dalam 48:34 rumah tangga. Tapi kalau masing-masing 48:36 mengikuti nafsunya dan caranya, ya wis 48:40 bubar. 48:42 Jadi memang masalah medsos ini saya 48:45 merasakan betul-betul kita ini sering 48:47 terkadang ada masuk sesuatu kita buka 48:50 begitu kita pun enggak ada manfaatnya 48:51 buat kita hanya bikin susah kita 48:53 kadang-kadang hati kita gelisah luar 48:55 biasa. La haula wala quwwata illa 48:57 billah. Mudah-mudahan Allah selamatkan 48:59 kita semua, keluarga kita, anak-anak 49:01 kita dari hal-hal yang bisa membawa 49:03 kerusakan bagi kehidupan kita, rumah 49:05 tangga maupun masyarakatnya. 49:08 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 49:11 ilahailla anta astagfiruka wa atubu 49:13 ilaik. Wal minkum. Wasalamualaikum 49:17 warahmatullahi wabarakat. 49:17 Waalaikumsalam. 49:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:20 wabarakatuh. Jadi ikhwan akhwat, kalau 49:24 medsos itu 49:26 pisau bermata dua, hati-hati nanti 49:29 tangan tersayat ya, Ustaz ya. Terima 49:31 kasih sekali lagi untuk em apa yang 49:35 sudah dibahas kali ini. Wahai para 49:38 suami, wahai para istri, mudah-mudahan 49:42 mempersoasi kita semua untuk bisa 49:44 melangkah jauh lebih ringan. Ustaz 49:46 terima kasih sekali lagi. 49:48 Subhanakallahumma 49:50 wabihamdika asadu allaa anta astagfiruka 49:53 wauai. Billahi taufik wal hidayah. 49:56 Wasalamualaikum warahmatullah 49:58 wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatull