Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brazil TV.
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Allahumma shi ala sayidina Muhammad wa
- sayidina.
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini hari Jumat tanggal 18 Oktober 2024
- atau tanggal 15 Rabiul Akhir 1446
- Hijriah. Kita jumpa lagi dalam acara
- renungan di bawah nama Al-Qur'an untuk
- edisi dialog dan tanya jawab. Silakan ee
- layangkan pertanyaan Anda. Anda
- insyaallah akan dijawab oleh Ustaz Husin
- dan Ustaz Hamzah juga. Ada Ustaz Isa,
- ada Oni Saputra.
- Kemudian jugais pakai Oh, saya pakai
- makai ini ya. Masyaallah. Benar benar.
- Oke. Baik. Yang tadi didengar enggak ya?
- Ah, oke. Sedikit. Oke. Kita jumpa lagi
- dalam acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an untuk edisi tanya jawab ee dan
- dialog. Silakan Anda
- boleh menayangkan pertanyaan Anda di
- sini. kami tunggu di
- 0811999720 nanti insyaallah akan dijawab
- oleh Ustaz Husin Alatas dan Ustaz Hamzah
- Alatas. Di sini juga ada Ustaz Isa tentu
- saja Wondi Saputra dan Algi. Baik kita
- mulai acara ini dengan membaca
- al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka
- [Musik]
- nasta'
- ihdinasirathal mustaqimatal
- [Musik]
- giril magdubi alaihimadin.
- Amin. Kita sudah membaca al-Fatihah.
- Mudah-mudahan ee pertanyaan-pertanyaan
- Anda akan dijawab dengan sesuai dengan
- kehendak Allah ya. Silakan lancarkan
- pertanyaan Anda ke 0811999720.
- Ustaz Isa, apakah sudah ada pertanyaan
- masuk? Bismillahirrahmanirrahim. Ada
- pertanyaan dari
- Ibu dari Ibu Bunda Cici di Singapura.
- Ini pertanyaan sudah diajukan Ustaz dari
- jam 09. Kurang. Masyaallah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Maaf.
- Waalaikumsalam. Mau bertanya. Pengin
- tahu banget. Kalau salat suka lupa,
- apakah saya sudah baca al-Fatihah atau
- belum? Apakah harus diulang lagi setelah
- surat lalu baca al-Fatihah? Apakah sah
- saya eh salat saya itu sah, Ustaz?
- Terima kasih atas jawabannya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakumullah khairan jaza
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Allahumma sholli ala sayyidina
- wa nabina Muhammadin wa alihi thyibin
- wasahabatihil guril
- mayamin watabiina lahum bisanin
- yaumiddin. Asalamualaika ya rasulullah.
- Asalamu ala ahli bait thyibin
- washabatikalilamin. Wasalamu wa
- ibadahin.
- Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam
- warahmatullah rahmah waimna minadunka
- menjawab pertanyaan ibu cici ya. Iya.
- Dari Singapura.
- Seorang kalau sedang
- salat dia ragu apakah sudah membaca
- al-Fatihah atau belum atau ragu apakah
- dia berada rakaat yang keempat apakah
- yang
- ketiga. Maka hendaklah
- kita membangun amal kita di atas
- keyakinan. Kalau orang ragu antara tiga
- sama
- empat, tiga pasti dan meyakinkan.
- Sedangkan yang empat meragukan.
- Meragukan. Begitu juga sudah membaca
- Al-Fatihah apa
- belum? Dengan sendirinya belum membaca
- Al-Fatihah merupakan hal yang pasti.
- Sudah merupakan hal yang sifatnya
- dugaan. Maka hendaknya kita bangun di
- atas keyakinan. J kalau kita bimbang
- apakah sudah empat, apakah masih tiga,
- kita salat sendiri tidak ada yang
- mengingatkan kita, kita bangun di atas
- tiga agar tidak kesalahan. Kalau sampai
- belum kita
- lakukan, kita tidak kesalahan. Tapi
- seandainya kita sudah lakukan kemudian
- kita tambahkan, itu bukan tambahan
- disengaja dan itu terhitung sebagai amal
- saleh karena dia menjaga salatnya. Jadi
- tidak perlu merasa khawatir apalagi
- orang kalau sudah mulai usia 60 ke atas
- itu seringkiali pikun
- lupa. Terkadang pekerjaan baru
- dikerjakan beberapa saat dia lupa. Itu
- wajar laki ataupun perempuan apalagi
- yang suka mengkonsumsi obat kolesterol
- disebabkan karena dia harus melakukan
- hal tersebut. Itu paling sering dia
- mengalami kelupaan tanpa disengaja. Jadi
- bangun saja setiap amal kita di atas
- yang meyakinkan.
- Nah, yang meragukan kita tinggalkan da
- yaribuka
- laibuka. Wallahuam. Maksudnya tadi
- dibangun atas yang tiga tadi. Arti kalau
- salat yang empat rakaat ya dia harus
- tambahin gitu. Dia ngedakin ini kan tiga
- ditambahin lagi satu rakaat seperti itu.
- Walaupun akhirnya jadi lima enggak
- apa-apa tuh ya. Enggak enggak apa-apa.
- Tadi ustaz itu dari Allah Taala jadi
- tambahan tu dimasukkan dalam tambahan.
- Karena apa? Karena dia menjaga
- betul-betul kesempurnaan dari salatnya.
- Begitu juga apa baca surah Fatihah
- ditambah lagi misalnya diulangi lagi
- enggak apa-apa gitu. Nah, kalau lupanya
- itu setelah kita di rakaat kedua, apakah
- kewajibannya menambah rakaat atau
- bagaimana Ustaz? Misalnya di rakaat
- kedua nih eh tadi rakaat pertama saya
- kayaknya langsung baca surat pendek deh.
- Itu bagaimana, Ustaz? Ya. Ya. Sebenarnya
- sudah mencukup apa ee ee dalam mazhab ee
- Hanafi kan cukup baca ma faqrau ma
- tayassar minal Quran. Tapi kalau kita ya
- ingat dari awal ya harus baca Fatihah
- itu kan ya. Tapi ketika kita lupa dan
- sudah kelewat ya dianggap sah itu karena
- sudah kita sudah bacakan surah yang
- pendek tadi. Masyaallah. Ada telepon
- dari Amir Zaki Mubarak. Tolong Mas Algi
- diangkat, Mas Algi. Mas Algi ada telepon
- dari Amir Zaki Mubarok. Oh ter. Halo.
- Halo. Asalamualaikum.
- Halo. Halo.
- Ada. Oh terputus. Baik Ustaz. Dari Yudi
- di Bogor. Ini Ustaz. Ini Pak Yudi
- masyaallah ini pendengar setia. Betul.
- Tiap acara rasil dia pasti datang.
- Bahkan kalau ada asatis ee rasil ngisi
- di luar, dia berusaha untuk menghadiri
- dan berpartisipasi. Masyaallah.
- Jazakumullah khairan. Jaza Pak Yudi. Pak
- Yudi bertanya pada kesempatan pagi hari
- ini. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Di saat kita
- mendapatkan cobaan dan ujian hidup yang
- berat sekali, apa yang harus kita
- lakukan, Ustaz? Syukran. Jazakumullah
- khairan. Jaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma sholli ala
- Muhammadin Tidak ada seorang pun yang
- hidup dalam kehidupan dunia ini kecuali
- akan melalui liku-liku
- cobaan yang bermacam-macam. Terkadang
- manis, terkadang
- pahit, terkadang lapang, terkadang
- sempit,
- terkadang menyenangkan, tapi terkadang
- juga
- menyakitkan. Jadi,
- kesenangan dan kesusahan, kelapangan,
- kesempitan, sehat dan sakit itu ujian
- dari Allah untuk menguji syukur dan
- sabar kita. Sebagaimana firman
- Allahukumir kami uji kalian dengan
- kebaikan yang kalian terima juga dengan
- keburukan yang menimpa kalian dengan
- ujian indal imtihan yukul maru yuhan
- melalui ujian seorang dimuliakan karena
- dia lulus atau dihinakan karena dia
- gagal dalam ujian. Allah.
- Kalau seorang gagal dalam ujian, katakan
- semester masih bisa
- digantikan. Kalau katakan tahun ini dia
- gagal, tidak mampu untuk katakan
- mengalami peningkatan, dia bisa
- mengulangi. Tapi kalau orang gagal dalam
- pujian dunia kembali ke akhirat, tidak
- ada harapan baginya untuk kembali.
- Jadi kita harus sadar bahwa kita dalam
- kehidupan dunia ini senang maupun susah
- kita sedang berada dalam
- ujian. Siapa yang bersyukur pada saat
- diberikan
- kesenangan, pada saat dia mengalami
- cobaan, akan datang bantuan dari
- Allah. Tapi siapa yang pada saat senang
- tidak bersyukur pada Allah, pada saat
- dia menghadapi cobaan pahit, dia akan
- mengalami betul-betul apa? akan
- mengalami kesendirian dan ketegangan
- yang berat. Karena pada saat diberikan
- dia nikmat, dia lupa kepada Allah, maka
- pada saat susah, Allah Subhanahu wa
- taala juga tidak akan membantunya
- kecuali kalau dia memperbaiki diri dan
- bertobat kembali pada Allah Subhanahu wa
- taala. Oleh karena itu, bagi orang yang
- menghadapi
- cobaan, sebetulnya cobaan yang kita
- hadapi jauh lebih kecil dibandingkan
- cobaan saudara-saudara kita di
- Palestina.
- Bukan hanya rumah mereka hancur, bukan
- hanya mereka tidak mendapatkan kebutuhan
- pangan yang
- mencukupi. Banyak dari mereka yang
- cacat, yang kehilangan anak, kehilangan
- istri, kehilangan
- suami, saudara-saudara mereka di
- belakang tidak memberikan bantuan kepada
- mereka. Ini merupakan cobaan yang berat.
- Tapi ternyata ini tidak memalingkan
- mereka dari Allah Subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu, kalau kita berhadapan
- dengan cobaan bagaimanapun pahitnya,
- kalau kita mau melihat kepada
- orang-orang yang cobaannya lebih berat,
- bahkan nabi kita menghadapi cobaan yang
- berat padahal dia merupakan hamba Allah
- yang dikasihi, ini akan meringankan
- beban perasaan kita.
- Allah
- bersumpahumir alladina asobathum
- musibatun inna lillahi wa inna ilaihi
- rojiunika alaihim
- shawatumbihim warahma waika humadun
- Sesungguhnya kami benar-benar akan
- menguji kalian. Ini penegasan dari
- Allah.
- Wabluwannakum. Lamnya menunjukkan
- taukid. Nun taukid faqilah juga
- menunjukkan arti penegasan bahwa kami
- benar-benar akan menguji
- kalian. Bisyaiin minal khauf. Allah
- tidak berkatakan min khauf tapi bisai
- dengan dosis rendah dari ketakutan.
- wal begitu juga rasa
- lapar wqsi minal
- amwal wal anfusiarat begitu juga
- mengalami kekurangan
- harta yang melipis sedikit demi sedikit
- hingga betul-betul kita mengalami
- ketegangan begitu juga orang-orang yang
- kita cintai meninggalkan kita subhanahu
- wa taala ambil
- Buatar kekurangan kebutuhan pangan
- hasil-hasil bumi disebabkan kemarau
- panjang menuruh hingga membuat harga
- barang cukup
- tinggi. Wabasyirus shobirin ujian
- ini untuk menguji mereka apakah mereka
- bersabar. Wabasyirusin. Sampaikan kabar
- gembira untuk orang yang bersabar.
- Alladina asobathum musibatun inna lillah
- wa inna ilaihi rojiun. Itu mereka dikala
- menghadapi musibah mereka tidak goyah,
- tidak gentar, tapi mereka mengatakan
- innalillah. Kami seluruhnya adalah milik
- Allah wa inna ilaihi rojiun. Dan kami
- juga tak lama lagi akan kembali kepada
- Allah. Orang yang selalu kembali kepada
- Allah hatinya menyadari kehidupan dunia
- yang dicoba dia tidak akan merasa heran
- dengan cobaan.
- Tapi pada saat itu tanpa disadari
- dia mempersiapkan bekal yang banyak
- melalui syukur dan sabar untuk persiapan
- bekal di hari akhir nanti. Ketika harta
- tidak bermanfaat, anak tidak bermanfaat,
- kecuali yang datang kepada Allah dengan
- hati yang
- bersih. Ulaika alaihim shawatum mirbihim
- warahmah wa ulaika humul muhtadun.
- Ulaika. Sesungguhnya mereka-mereka ini
- yang bersyukur di saat diberikan nikmat,
- bersabar di saat menghadapi
- cobaan. Ulaika alaihim shawatumbihim
- warahm. Mereka orang yang dinaungi
- dengan selawat dari Allah dan rahmat.
- Kalau selawat dari kita doa, tapi kalau
- selawat dari Allah melimpahkan apa-apa
- yang mereka inginkan, mereka harapkan.
- Bahkan yang mereka tidak minta Allah
- anugerahkan buat mereka. Warahm.
- Demikian pula rahmatnya.
- Ulaika alaihim shawatun mirbihim
- warahmah wa ulaika humul muhtadun. Dan
- mereka-merekalah orang yang berada dalam
- petunjuk mereka-mereka yang berada dalam
- petunjuk Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, orang kalau betul-betul
- hatinya pasrah, rida pada saat
- menghadapi cobaan-cobaan yang pahit,
- bersyukur pada Allah, mengembalikan
- nikmat kepada Allah seperti Nabi
- Sulaiman.
- li
- asf dengan syukur dan rida orang bisa
- menghadapi cobaan semua dengan ringan
- dan mudah. Pada saat dia senang dia
- tidak lupa. Pada saat dia mengalami
- kesusahan Allah tidak melupakan dirinya.
- Fkurunium waskuruli wala takfurun.
- Wallahuam. Masyaallah. Jazakumullah
- khairan jaza. Barangkali kita break
- sebentar Om Krisna. Ada hal yang harus
- diamankan Mas. Kita break dulu nanti
- kami akan kembali setelah yang berikut
- ini.
- Kenapa
- [Musik]
- mic-nya Brasil
- [Musik]
- [Musik]
- Radio Silaturahim yang dipancarkan dari
- Jalan Masjid Silaturahim 36 Kalimanggis
- Cibubur Bekasi. masih di acara renungan
- di bawah naungan Al-Qur'an untuk edisi
- dialog dan tanya jawab. Ustaz Isa ada
- pertanyaan lain? E bismillah. Eh ini
- melanjutkan Pak Yudi. Ee Pak Yudi masih
- masih sudahud tadi sudah saya ee dari
- Agus Sudrajat. Eh Om Krishna.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz izin bertanya
- sebenarnya apa sih bedanya setan, iblis
- dan jin? Dalam Al-Qur'an Allah Subhanahu
- wa taala berfirman, "Aku tidak
- menciptakan jin dan manusia melainkan
- agar mereka beribadah kepadaku.
- Sementara setan dan iblis kerjanya
- menggoda manusia untuk berbuat dosa."
- Terima kasih. Jazakumullah khairan. Jaz.
- Masyaallah. Ini bagian dari ilm gaib
- ini, Ustaz. Bagaimana kita ngebedain
- sebenarnya ee setan itu sejatinya apa,
- Ustaz? Apakah memang wujud atau mungkin
- sifat yang diselipkan di dalam hati
- manusia atau jin atau bagaimana, Ustaz?
- Syukran.
- Hm.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Allahumma
- shalli wasallim ala sayidina Muhammadin
- wa ala alihi wasahbihi
- ajmain.
- Eh Allah subhanahu wa taala berfirman,
- "Wama khalaqtul jinna wal insa illa
- liyab'budun.
- Ma urriidu minhum rizqin widu
- minhumimun. Allah Subhanahu wa taala
- berfirman, "Tidaklah aku
- [Musik]
- ciptakan bangsa jin dan manusia kecuali
- untuk mengabdi
- kepadaku." Jadi di sini bangsanya adalah
- jin dan manusia, makhluknya itu. Heeh.
- Adapun iblis dan setan itu adalah sifat
- ya. kata sifat setan itu setan adalah
- sifat buruk
- ya. Sifat buruk, sifat yang merusak,
- sifat yang merugikan itu setan
- namanya. Oleh karena itu apa ee ini bisa
- disematkan kepada ee apa? bangsa manusia
- atau bangsa jin. H oleh karena itu Allah
- sebutkan ya sayatinal insi jin. Ada
- setan-setan dari jenis manusia atau dari
- bangsa
- manusia. Ada juga ee setan
- dari dari bangsa jin seperti itu. Jin
- juga ada yang baik juga. Iya, jin ada
- yang baik yang beriman sampai ada kan
- suratul jin kan. Bagaimana ketika mereka
- mendengarkan ee Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam bacakan Al-Qur'an,
- mereka langsung apa ee kembali kepada
- kaumnya, mereka beriman dan kembali
- kepada kaumnya memperingatkan mereka
- jadi dai-dai dari ya jadi mengingatkan
- kaumnya untuk beriman itu ee
- menunjukkan ee bangsa jin ini bangsa.
- Jadi ee artinya makhluk makhluknya jin
- ada yang beriman ada yang ada yang
- kafir. Min minal mukminun w minal
- qasitun. Minal mukminuna winnal qasitun.
- Di antara kami ada yang beriman. Di
- antara kami ada yang ee ada yang zalim
- ya. Ada yang yang kafir ya itu. Nah ini
- ee itu pengakuan dari bangsa jin sendiri
- yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala dalam Al-Qur'an.
- Jadi ee setan ini adalah sifat ya, sifat
- yang buruk, sifat yang merusak, sifat
- yang
- merugikan ee baik itu ee oleh bangsa jin
- maupun oleh manusia. Bahkan kalau baca
- dalam hadis Nabi, kita, Nabi suka ee
- mengingatkan
- kita ya. Ini juga bisa di di ditafsirkan
- seperti itu, ya. Nabi suka mengingatkan
- kita, jangan, janganlah kalian minum di
- wadah yang
- retak ya. Karena di sana tempat duduknya
- setan. Oh, gitu maksudnya ya. Kalau kita
- pahami ini lebih detail ya, biasanya
- kalau tempat yang wadah yang retak itu
- kan kalau suci dicuci ya, apalagi kalau
- apa kita enggak teliti gitu kan, itu
- enggak kecuci kan. Jadi di situ akan ee
- bersarang kuman-kuman yang membahayakan
- seperti itu. Kalau di lubang hidung
- sekarang juga ada lubang hidung.
- Iya. Enggak. Itu ini dalam hal yang apa
- yang kita gunakan untuk minum seperti
- itu. Ya, bisa dipahami di sini maksud
- Nabi adalah ya karena di sana ada
- makhluk yang akan merugikan kita ya.
- Mereka dibilang setan seperti itu ya.
- Jadi, jadi setan ini kata sifat untuk
- utamanya bangsa jin ataupun bangsa
- manusia. Dan bisa juga makhluk makhluk
- yang lain yang merugikan itu juga bisa
- disebut setan ketika dia dia merugikan
- seperti itu. Jadi nama kata sifat begitu
- juga iblis juga adalah merupakan ya kata
- sifat karena dia ee makhluk yang
- membangkang kepada Allah subhanahu wa
- taala sehingga kemudian dia terusir
- dikutuk oleh Allah subhanahu wa taala.
- Wallahuam mungkin. Baik, selanjutnya dan
- Bapak masuk.
- Nah, kalau kita
- lihat ee kalau kita perhatikan apa yang
- tadi Ustaz Hamzah
- jelaskan bahwa yang diciptakan Allah
- Subhanahu wa taala adalah jin dan
- manusia.
- Tapi Allah tidak pernah menciptakan
- setan maupun iblis.
- Hm.
- Karena jin kata benda, sedangkan setan
- dan iblis adalah kata sifat.
- Oh, kedua sifat ini tidak pada manusia
- dengan
- sendirinya, tapi sebagai akibat dari
- perbuatan penyimpangan, dan
- kesombongannya, dia mendapatkan gelar
- setan,
- dapat gelar iblis.
- dalam bahasa Arab berarti bauda alil haq
- jauh dari kebenaran.
- Sedangkan ablasa iblis iblisan
- menggambarkan makhluk yang terputus dari
- rahmat Allah.
- Jadi Allah Subhanahu wa taala ciptakan
- jin dan
- manusia siap untuk menerima kebenaran,
- tapi
- juga berpotensi untuk menyimpang dan
- keluar dari kebenaran. Yang beriman dari
- kalangan jin maupun manusia enggak
- dikatakan setan atau iblis.
- Tapi yang menyimpang, yang sombong ya,
- yang
- membangkang, mereka mendapatkan nama
- iblis dan setan akibat dari
- perbuatannya.
- Allah enggak pernah mengatakan wama
- khalaqtul iblisa, wama khalaqtu katakan
- asyaitana. Ya, tapi Allah subhanahu wa
- taala mengatakan, wama khalaqtul jinna
- wal insa illa liud illa liya'budun.
- Jadi jangan orang mengatakan, "Mengapa
- Allah menciptakan iblis? Mengapa Allah
- menciptakan setan?" Allah tidak pernah
- menciptakan iblis dan setan. Allah
- menciptakan jin dan manusia. Di antara
- mereka ada yang ingkar dan sombong.
- Mereka diberikan nama setan atau nama
- iblis. Hm.
- Jadi kata
- setan seperti
- contohnya ya walika jaalna nabiin
- aduanal insi wal jin yuhi baum bain
- jadi kata setan dinisbatkan kepada
- manusia yang saling membisikkan bersama
- rekan-rekan setan dari bangsa jin
- bagaimana dapat menjerumuskan manusia
- keluar dari kebenaran, menghiasi amal
- kebaikan menjijikkan, menghiasi
- amal-amal buruk begitu menarik dan
- menawan hingga minuman-minuman keras
- mendapatkan casing yang indah, nama-nama
- yang menarik. Ya, betul gak? Bahkan
- orang merasa bangga kalau bisa memajang
- botol-botol minuman keras di rumahnya.
- Hm. Iya. Ada minuman yang bermerek ini
- itu ada biruman juga yang harga per
- botolnya sebanyak Rp50 juta seperti yang
- diminum oleh pejabat yang belum lama ini
- menganiaya
- istrinya. Ada lagi yang berharga sampai
- Rp150 juta. Mereka bangga padahal dia
- muslim atau orang Islam tapi bangga
- kalau bisa memamerkan apa sederet
- botol-botol minuman keras. Saya pernah
- berkunjung ke satu
- rumah seorang Islam dari keluarga juga
- Islam. Saya masuk
- kaget. Jadi seperti ada bar begitu
- kemudian botol-botol minuman keras yang
- bermerek dipajang dengan kebang padahal
- kosong semuanya. Ada enggak minum ya?
- Minum. Oh. Cuma pada saat dia punya
- kebanggaan untuk memajak botol-botol
- minuman keras yang bermerek.
- Bayangkan
- coba. Jadi bukan orang yang hatinya
- terikat dengan agamanya, bersyukur
- dengan hidayah Allah. Orang ini luarnya
- Islam, dalamnya
- kekufuran. Nah, banyak orang seperti ini
- walaupun dia mengaku orang Islam
- ya itu hanya casing-nya tapi dalamnya
- setan dan iblis menentang kebenaran,
- menyebarkan kerusakan.
- Jadi kata setan dan kata iblis adalah
- kata sifat yang satu menunjukkan makhluk
- yang menjauh dari
- Allah. Sedangkan yang satu lagi
- menunjukkan terusir dari rahmat Allah.
- Quran menyebutkan kata iblis
- ya kata kerjanya ablasa yublisu iblasan.
- Begitu juga isim failnya mublisun.
- Allah
- berfirman,
- "Syuk dalam surah Al-An'am.
- Falamma nasu maukkiru bih fatahna
- alaihim abwaba hatta faru bima
- aknahuman
- faidum mublisun.
- Ketika manusia diberikan peringatan
- berulang kali, mereka tidak menghargai
- peringatan Allah. Allah buka pintu
- kesenangan yang memabukkan, melupakan
- bagi mereka seluas-luasnya. Ketika
- mereka sedang bangga, sedang berforia
- ya, melakukan kemaksiatan, meremehkan
- agama Allah seperti yang terjadi barbar
- Saudi Arabia, bahkan menggunakan Quran
- untuk menepuk pantatnya, bahkan
- menginjak Al-Qur'an. Ketika mereka
- sedang dalam keadaan bangga berifiah,
- tang azab Allah. Faid hum mublisun.
- Hingga mereka semua dalam keadaan
- terputus dari rahmat Allah dan harapan.
- Jadi iblis itu terputus, Ustaz. Kata
- ablasa yublisu iblasan. orang yang
- diputus dari rahmat Allah. Dalam suratul
- anam juga
- ikalladinau bima kasabsiru bima kasabu.
- Ubsiru kata absala yubsiru sebetulnya
- hampir sama dengan kata ablasa yublisu
- seperti safarah. Safarah ya fasarah
- dengan sama fasarah. Dua kata hampir
- bersamaan.
- Jadiu sama ublisu merupakan dua kata
- yang mirip dengan safarah sama fasarah.
- Hm.
- Yang satu fanya di depan fasarah. Yang
- satu fanya di tengah. Oleh karena itu,
- imraatun safirah, perempuan yang nampak
- dia punya a. Nah, fasarah juga arti
- membuka dan menyingkap.
- Jadi, kalau kita perhatikan sama-sama di
- sini bahwa iblis mendapatkan nama
- tersebut bukan berarti Allah menciptakan
- dirinya dalam keadaan demikian, tapi dia
- mendapatkan nama tersebut karena
- kesombongannya di hadapan Tuhannya.
- Sedangkan kata satana yunu menunjukkan
- baudail haq yang terlontar jauh dari
- kebenaran. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya pertanyaan dari Ibnu
- Mas'ud. Bapak Ibu Ibnu Mas'ud di Batam.
- Asalamualaikum. Waalaikumsalam.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Izin
- nasihatnya di musim Pilkada ini ada para
- calon yang mengumpulkan masyarakat dan
- pulangnya dikasih uang dan saya yang
- termasuk yang sangat tidak setuju dan
- bagaimana cara memahamkan masyarakat
- agar suaranya tidak mudah tergadaan,
- Ustaz. Sebab memilih pemimpin itu sangat
- penting untuk generasi yang mulia ke
- depan. Syukran.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Kita semua tahu firman Allah dalam surah
- An-Nisa. Innallaha
- ymmurukumul amanati ahliha. Allah
- memerintahkan kalian untuk menunaikan
- amanat pada
- ahlinya. Semua yang Allah berikan kepada
- kita amanat yang bakal ditanya. Baik itu
- kesehatan, harta, usia, termasuk suara
- kita, pilihan kita juga merupakan
- amanat.
- Kalau kita memilih seorang
- pemimpin yang melakukan kerusakan di
- muka bumi, kita tahu bahwa orang
- tersebut tidak layak untuk diangkat jadi
- pemimpin. Tapi karena dia memberikan
- manfaat untuk kita, kita angkat dia.
- Seluruh kerusakan yang dilakukan
- pemimpin tersebut dia bertanggung jawab.
- Hm. Dia mendapatkan saham atas semua
- perbuatan yang dilakukan oleh seorang
- pemimpin yang
- menyimpang. Oleh karena itu, kalau dia
- berikan suaranya mendukung seorang calon
- pemimpin yang dia lihat baik dan
- bertanggung jawab, walaupun tidak jadi,
- dia mendapatkan pahala karena
- menempatkan suaranya ya dalam rangka
- menunaikan amanat Allah. Kalau
- seandainya jadi orang tersebut diangkat
- menegakkan kebenaran, keadilan, maka
- setiap kebaikan yang dilakukan dia
- mendapatkan saham. Dia mendapatkan saham
- karena mendukung
- kebenaran.
- Jadi kalau seandainya kita jumpai orang
- berkampanye di sana sini mengajak untuk
- memilih calon A atau calon B, hendaknya
- pilihan kita kita berikan kepada orang
- yang dapat menjaga amanat. Kalau tidak
- ada, lebih baik kita berlepas tangan dan
- tidak ikut memilih daripada kita akan
- bertanggung jawab di hadapan Allah
- Subhanahu wa taala. L memang saat ini
- sulit untuk mencari calon pemimpin yang
- baik. Iya.
- Bukan hanya mereka terkontaminasi, tapi
- telah bercampur di antara yang hak dan
- batil. Casing-nya di luar nampak begitu
- menarik dan indah. Begitu pula
- slogannya. Padahal kalau kita lihat
- praktik dan amalnya seperti yang kita
- jumpai sekarang, waktu pertama tampil
- dengan kesederhanaan, dengan keluguhan,
- ternyata yang sederhana, yang lugu bisa
- memakan orang hidup-hidup.
- Waliyadubillah.
- Jadi kalau kita lihat sulit di Indonesia
- ini kita untuk bisa mencari pemimpin
- yang baik dan saleh. Karena yang
- dicalonkan kebanyakan dicalonkan dengan
- asal-asalan. bukan dipersiapkan, bukan
- dididik untuk menjadi calon yang baik.
- Walaupun yang berasal dari partai
- Islam, partainya Islam, casing-nya
- Islam, bicaranya pada saat berkampanye
- juga Islam, tapi begitu diberikan amanat
- ternyata tidak lebih baik dari
- mereka-mereka orang-orang yang tidak
- tahu agama Allah. Bahkan atas nama agama
- Allah mereka melakukan tindakan-tindakan
- yang tidak benar. Ini yang menimbulkan
- kerusakan di negeri kita.
- Wallahuam Allah jazak ingin menambahkan.
- Masyaallah tadi ada pertanyaan mengenai
- salat awabin. Bagaimana Krisna?
- Asalamualain. Kami ingin bertanya
- mengenai salat awim. Apakah itu ada
- katanya en rakaat antara magrib dengan
- isya itu betul apa tidak?
- Salat surat salat tawadim
- ya. Ini memang apa ada biasa orang
- mengerjakan salat antara magrib dan
- isya.
- Ya, artinya salat kalau dia melaksanakan
- salat mutlak aja seperti itu. Awabin kan
- artinya orang-orang yang kembali kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Dia misalnya
- melaksanakan salat karena ingin bertobat
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya,
- termasuk tadi ya alawwabin itu dalam
- bahasa Arab itu al-awwabin itu sama
- dengan attawwabin ya. Orang-orang yang
- kembali kepada Allah tabaya tubuh dengan
- abaya ubu ya itu ee hampir sama ya e
- maknanya itu boleh-boleh saja dia
- dilakukan artinya dalam rangka
- mendekatkan diri kepada Allah tapi
- jangan dikatakan ini adalah suatu
- kewajiban seperti itu. Tapi bertaubat
- adalah bertaubat adalah suatu keharusan
- ya kita ya suatu kewajiban kalau kita
- punya kesalahan. Tapi biasanya ini
- sebagai apa?
- Ee ee pendekatan diri kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Dia apa salat
- seperti itu ya. Wallahualam. Masyaallah.
- Alhamdulillah. Dari Aba eh salam Ustaz
- Huse dan Ustaz Hamzah dari Luqman
- Jakarta. Orqman mau bertanya. Pada saat
- Nabi Adam dilarang untuk makan buah
- kuldi oleh Allah, namun Nabi tetap makan
- buah tersebut karena bujuk rayu setan.
- Sehingga Allah menghukum Nabi Adam untuk
- meninggalkan surga. Yang jadi pertanyaan
- saya, apakah itu merupakan takdir Allah?
- Karena seandainya Nabi Adam tidak pernah
- memakan buah tersebut, maka pasti Adam
- masih tinggal di surga. Bahkan mungkin
- sampai anak cucu Nabi Adam sampai ke
- kita sekarang bisa tinggal di surga
- tidak di bumi. Mohon pencerahannya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Rabbana zidna
- ilman.
- Kepada saudara kita yang bertanya. Allah
- berfirman dalam suratul baqarah
- kepada saudara kita yang bertanya.
- Ya Allah subhanahu wa taala berfirman
- dalam suratul baqarah.
- Waidbuka lil malaikati inni jailun fil
- ardhi
- khalifa. Pada saat Allah menyampaikan
- firman ini, manusia belum ditempatkan di
- muka
- bumi. Allah baru memberitahukan malaikat
- bahwa aku akan menempatkan di muka bumi
- makhlukku yang berstatus sebagai
- khalifah. Khalifah di sini
- status malaikat ketika
- mendengar bahwa Allah akan menempatkan
- di muka bumi makhluk yang berstatus
- khalifah yang memiliki kehendak memiliki
- pilihan
- dan mereka
- berkata fiha manusid
- fiha apa engkau akan menempatkan di muka
- bumi ya Allah makhluk
- yang berpotensi ya dengan pilihan
- kehendak yang Allah berikan kepadanya
- dan
- kebebasannya. Mereka berpotensi untuk
- apa? Untuk melakukan kerusakan di bumi
- dan menumpahkan darah karena persaingan
- di antara
- mereka yang menimbulkan pertentangan,
- perselisihan dan
- kebencian. Dijawab oleh Allah, "Qala
- inni a'lamu ma laun." Aku mengetahui apa
- yang kalian tidak
- tahu. Jadi, jauh-jauh hari sebelum Allah
- menciptakan manusia, menempatkan di
- bumi, Allah telah memberitahukan
- malaikat. Lalu Allah menjelaskan
- kelebihan makhluk ini yang memiliki
- kehendak pilihan bahwa mereka dibekali
- ilmu. Mereka mampu untuk melakukan
- pengembangan dengan ilmu yang Allah
- ajarkan kepada mereka.
- dari mulai prediksi, dari mulai
- hipotesis ya meningkat menjadi apa?
- Penelitian yang tajam akhirnya
- menyimpulkan berbagai macam
- penemuan-penemuan ilmu
- ketahuan. Ini merupakan kelebihan di
- samping Allah Subhanahu wa taala
- menanamkan dalam diri mereka fitrah yang
- lurus. Ya, Allah juga
- mengilhamkan dalam jiwa mereka
- pengetahuan bukan dari hasil pendidikan,
- tapi pengetahuan yang merupakan
- kesadaran untuk membedakan di antara
- baik dan buruk. Faalhamaha
- fujurahaqwaqwa.
- Lalu Allah subhanahu wa taala sebelum
- manusia diturunkan ke bumi, Allah
- subhanahu wa taala uji manusia dengan
- musuhnya. Jadi dengan rahmatnya
- memperkenalkan manusia kepada musuhnya
- yang sejati. Jangan sampai karena tidak
- punya pengalaman waktu ditempatkan di
- bumi, musuhnya ini datang dengan muka
- manis, dengan senyum, dengan bujukan,
- dan kebohongan yang akan menyebabkan
- akhirnya mereka tertipu berulang kali.
- Oleh karena itu, sebelum Adam turun ke
- bumi, Allah Subhanahu wa taala dengan
- rahmatnya memerintahkan malaikat dan
- termasuk jin yang ada pada saat tersebut
- untuk sujud pada
- Adam. Jin yang merasa hidup lebih lama
- dan beribadah pada Allah Subhanahu wa
- taala, menolak untuk sujud, bahkan
- bersikap sombong di hadapan
- Allah. Akhirnya Allah berkata pada Adam,
- "Wahai Adam, berdiamlah kamu di surga.
- Makan apa saja yang kamu suka, tapi
- jangan dekati satu pohon ini. Kalau kamu
- dekati, kamu akan terjerumus dalam
- kezaliman. Adam pertama-tama menikmati
- kenikmatan
- tersebut. Tapi iblis datang walaupun
- tidak masuk ke surga karena terusir. Dia
- bisa masuk
- membisik-bisikkan hamba Allah Subhanahu
- wa taala. Dia membisik-bisikkan Adam
- dengan bujuk rayu yang begitu. apa manis
- dan menawan menampakkan ketulusan bahkan
- bersumpah dia bermaksud baik agar Adam
- dan istrinya tidak mengalami nasib yang
- serupa dengan dirinya agar mereka bisa
- hidup kekal abadi dalam kehidupan surga.
- Akhirnya begitu mereka mencoba pohon
- tersebut mencicipinya langsung pakaian
- mereka tersingkap, aurat mereka terbuka
- dan mereka terjatuh dari tempat yang
- mulia ke bumi. Adam sewaktu dia
- terjatuh, dia menyadari bahwa ini semua
- akibat
- kesalahannya. Di samping dia menyadari,
- dia terbuka matanya, ya terbuka kedua
- matanya untuk menyaksikan kebohongan
- iblis dan kepalsuan.
- Akhirnya dua-duanya berkata,
- "Qbanaamna anfusana waam tagfirlana
- watarhamna lakunana min."
- Lalu Allah Subhanahu wa taala sewaktu
- mereka turun ke bumi, Allah Subhanahu wa
- taala berkata kepada apa? Kepada
- Adam istrinya dan juga anak
- keturunannya. Apabila petunjukku sampai
- pada kalian, siapa yang mau mengikuti
- petunjukku, mereka tidak akan mengalami
- ketakutan dan kesedihan.
- Artinya mereka dalam naungan rahmat all
- Allah. Tapi siapa-siapa yang ingkar
- kepada Allah dan ayat-ayatnya, mereka
- akan menjadi penghuni api neraka yang
- kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
- Jadi cobaan yang dialami oleh Adam di
- surga di samping sebagai ujian bagi Adam
- juga Allah memperkenalkan kepada Adam
- musuh
- sejatinya agar berhati-hati. Dan pada
- saat itu ketika dia berdiam di surga
- bukan termasuk seorang mukalaf.
- Belum termasuk seorang mualaf. Begitu
- turun ke bumi, Allah
- utus rasulnya turunkan kitabnya dengan
- cobaan-cobaan yang dihadapi. Setelah
- Allah Subhanahu wa
- taala memberikan petunjuk kepada mereka,
- maka semua yang mereka lakukan mereka
- akan
- pertanggungjawabkan. Yang mereka lakukan
- dengan pilihan mereka dengan kebebasan
- tanpa ada paksaan mereka
- pertanggungjawabkan.
- Tapi apa-apa yang mereka lakukan tanpa
- sengaja ada kesalahan, kelupaan, Allah
- berikan maaf buat dirinya. Jadi kalau
- kita bicara mengenai takdir Allah, Mas
- Krishna, takdir itu hukum
- aturan. Hukum dan aturan aturan.
- Qadar yuqadiru taqdiran menetapkan
- uturan, ukuran dan aturan. Inna
- kullaaiin khalaqnahu biqadar. Kami telah
- menciptakan segala sesuatu semua dengan
- kadar, dengan perhitungan dan
- aturan. Untuk bercocok tani juga ada
- aturannya dan hukumnya. Kalau kita
- pelajari dengan sempurna, kita bisa
- menghasilkan hasil pertanian yang baik.
- Tapi kalau seandainya kita memiliki
- tanah pertanian yang luas dan baik, tapi
- tidak mau bercocok tanam, kita kalah
- dengan petani-petani yang bercocok
- tanam. Betul gak? Betul. Jadi kalau
- petani yang bercocok tanam mendapatkan
- hasil yang baik karena mereka rajin
- bekerja, berarti mereka sejalan dengan
- takdir Allah. Tapi kalau mereka malas
- bekerja, tidak mau berjuang, tapi ingin
- mendapatkan hasil, ya berarti apa?
- Mereka bertentangan dengan takdir Allah.
- Karena takdir Allah
- siapa-siapa yang melakukan satu
- perbuatan baik akan mendapatkan balasan
- yang lebih baik. Yang berbuat buruk akan
- menerima balasan yang setimpal dengan
- perbuatannya. Itu keadilan Allah.
- Orang kalau makan cabe pedas apa asin?
- Pedasnya cabe Allah yang mengatur dengan
- hukum dan ketentuannya. Kalau orang
- makan cabe terasa asin, berarti apa?
- Cabe bukan lagi cabai tapi garam. Betul.
- Oleh karena itu kalau kita masak ya kita
- butuh cabe enggak bisa digantikan dengan
- apa? Dengan yang
- lain. Cabe-cabai asem-asem ya,
- kunyit-kunyit ya. itu berdasarkan
- tentuan Allah Taala. Nah, kalau kita mau
- ya mengatur dengan cara kita tidak
- mengikuti takdir Allah Subhanahu wa
- taala seperti masak di kulkas bukan di
- atas kompor, di atas api, ya enggak
- berhasil. Jangan bilang kalau sudah
- takdir Allah biar masak di kulkas juga
- akan matang. Itu namanya menyepelekan
- dan mempermainkan takdir Allah. Jadi
- takdir menggambarkan aturan dan
- hukuman. Pada saat orang mencuri, pada
- saat orang berzina, jangan dikatakan
- takdir Allah.
- Ya, tetapi dia melakukan perzinaan dan
- pencurian ya. Setelah Allah berikan
- peringatan kepadanya maka dia akan
- bertanggung jawab dengan
- perbuatannya. Kalau orang beramal saleh,
- berbuat kebaikan mendapatkan balasan
- yang lebih baik, itu sesuai dengan
- takdir Allah. Kalau seorang laki-laki
- berganti-ganti pasangan terkena penyakit
- seilis dan lain sebagainya itu sesuai
- dengan takdir Allah.
- Karena perbuatan zina ini akan
- mengakibatkan dampak-dampak yang negatif
- bagi jiwanya maupun
- tubuhnya. Oleh karena itu, kalau kita
- perhatikan
- sama-sama, suami istri hidup
- bersama-sama, si suami tidak bersek
- bebas, si perempuan juga tidak bergaul
- bebas, tapi bersama suaminya. Kena
- enggak spilis?
- Kena enggak? Oh, enggak ya? Enggak. Iya,
- benar. Dia berhubungan suami istri tanpa
- melakukan seks bebas. Ya, masing-masing
- betul-betul menjaga kebersihannya, tidak
- melakukan perbuatan dosa, tidak akan
- terkena penyakit sefilis. Yang kena ini
- orang-orang yang melakukan pelanggaran
- terhadap takdir Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi, hukum-hukum Allah namanya
- takdirnya. Kita manusia mau ya
- diuntungkan dari takdir Allah, tapi kita
- menyalahinya bagaimana? Coba kita enggak
- belajar, enggak berusaha, tapi mau dapat
- apa? Mau dapat keuntungan sangat besar
- dong. Iya. Jadi takdir itu bukan berarti
- apa? Kekuatan Allah untuk memaksa orang
- melakukan apa yang dikehendaki Allah
- Subhanahu wa taala kemudian dia
- bertanggung jawab atas perbuatan. Tidak.
- Takdir itu hukum-hukum dan aturan yang
- diterangkan Allah Subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu untuk kita bercocok
- tanam kita harus ikut
- aturannya. Kalau Allah tidak terikat.
- Allah bisa aja menumbuhkan tanaman tanpa
- kita bercocok tanaman. Tapi kalau kita
- manusia yang diangkat sebagai khalifah,
- bekerja, berusaha, dari hasil usaha
- kita, kita akan merasakan kebahagiaan
- dan
- kenikmatan. Jadi takdir Allah adalah
- hukum-hukum dan aturannya. Adapun
- pengalaman di surga sebagai pengalaman
- yang menjadi bekal buat kakek dan nenek
- kita. Adam ceritakan kepada anak
- cucunya, tapi banyak anak cucunya
- ternyata tidak menghargai peringatan
- yang Allah berikan melalui kisah Adam
- tersebut. Waliyadubillah.
- Insyaallah. Jazakumullah khair, Ustaz.
- Masyaallah. Ustaz Hamzah, ada yang mau
- ditambahkan? Oke. Nah, ini apa
- ee pikiran seperti itu atau ee
- pertanyaan seperti ini juga apa
- sebenarnya ee tidak akan terjadi kalau
- kita baca ee Al-Qur'an, kita renungkan
- apa yang difirmankan oleh Allah dalam
- Al-Qur'an. Poinnya tadi kan sudah
- diterangkan dalam surah Albaqarah Allah
- Subhanahu wa taala katakan inni jailun
- fil ardhi khalifa. Jadi memang Nabi
- Allah Adam Allah sudah tetapkan ya sudah
- rencanakan bahwasanya memang ya skar
- Allah akan tetapkan Nabi Adam ini
- sebagai khalifah di bumi ya bukan di
- surga. Nah,
- kemudian ee
- tentunya ya sebagai analogi ya biasanya
- kan kita kalau mendidik ee ee apa
- mahasiswa atau misalnya yang lebih
- konkret lah
- misalnya pendidikan militer tentara
- dididik ya dilatih sebelum diterjunkan
- ke medan perang yang sesungguhnya
- kan diterjunkan dulu dalam suatu medan
- perang-perangan. Arti sebagai training
- center, sebagai uji coba itu biasanya
- dilakukan perang-perangan ya seperti itu
- dengan ee pelurunya bukan bukan peluru
- tajam seperti peluru hampa seperti itu
- dan ada
- latihan-latihannya. Ini ee orang yang
- pernah mengalami pendidikan militer
- pasti mengerti hal ini. Jadi begitu ee
- jadi sebelum diterjunkan ke medan yang
- sesungguhnya ya maka perlu dilatih dulu.
- Nah, ini analoginya seperti itu. Nabi
- Allah seperti yang sudah Ustaz terangkan
- tadi, bagaimana Nabi Allah Adam ya
- diperkenalkan di sini Nabi Allah Adam
- tahu apa
- yang nanti ee dibolehkan di dunia ini
- seperti yang di sur e di surga tadi
- semuanya dibolehkan. Yang di yang
- diharamkan cuma satu. Ya, nanti ini juga
- gambaran ketika di dunia ya. Yang halal
- banyak, tapi yang haram sedikit seperti
- itu ya. Yang diharamkan sedikit ya
- seperti itu.
- Ee kemudian ya inilah sebagai ujian buat
- Nabi Allah Adam dan juga di samping itu
- bagaimana Nabi Adam nanti akan digoda
- oleh setan atau oleh iblis ya seperti
- itu di dalam mengarungi perjuangannya di
- dalam apa kehidupan di dunia. ini juga
- diuji terlebih dahulu ya, bagaimana
- iblis menguji Nabi Allah Adam. Nah,
- diceritakanlah oleh Allah Subhanahu wa
- taala dalam Al-Qur'an bagaimana iblis
- menggoda Nabi Allah Adam
- sehingga ya akhirnya Nabi Allah Adam
- tergoda dan Allah tempatkan ee Nabi
- Allah Adam di surga. Jadi pemikiran
- kalau andai kata Nabi Allah Adam tidak
- makan buah tersebut ya, maka akan ee
- tetap di surga kita ini anak cucunya itu
- bukan ya itu kan skenario Allah memang
- sudah Allah Subhanahu wa taala tetapkan
- Nabi Adam ini sebagai khalifah di muka
- bumi dan juga keturunannya sebagai
- khalifah di muka bumi ini ya. Jadi bukan
- seperti itu ya. dan apa ee pemikiran
- juga
- ee apa kalau enggak makan buah tersebut
- maka akan kekal di sana dan kemudian
- karena makan buah tersebut kita ya akan
- ee sehingga kita ditempatkan di surga ee
- di dunia ini ya. Padahal ini adalah
- memang skenario Allah kita memang
- menjadi khalifahnya di
- di dunia ya, di bumi ini. Nah, ee apa
- dan juga biasanya ee ada
- khurafat-khurafat ya, cerita-cerita
- israiliyat ini juga diluruskan dalam
- Al-Qur'an. Artinya kalau kita baca
- Al-Qur'an hal ini tentunya tidak akan
- kita apa tanggapi pemikiran seperti ini.
- Yaitu bagaimana katanya yang membuat
- Nabi Adam tergoda adalah
- karena istrinya katanya ya.
- Jadi saya dengar dulu apa juga mungkin
- kalau ada yang buka di YouTube itu
- sampai ada lagu Bunyamin gitu ee
- menceritakan bagaimana gara-gara kamu
- nih perempuan kita jadi jadi tinggal di
- dunia, jadi sengsara di dunia. Kalau
- enggak kamu ya kita akan hidup di dunia
- e di di di surga. Padahal di dalam
- Al-Qur'an Allah Subhanahu wa taala
- bagaimana sebutkan yang digoda oleh
- iblis itu adalah keduanya.
- Bahkan disebutkan dalam surah Thaha,
- fawasait ya adam.
- Jadi setan membisikkan kepada Nabi Adam.
- Digoda Nabi Adam di sini ya. Hai Adam,
- apakah kamu mau aku
- tunjukkan suatu pohon pohon kekekalan
- dan kerajaan di yang tidak akan ee
- hancur? Faakala lalu keduanya makan.
- Jadi ya jadi bukan bukan hanya ee apa ee
- istrinya, tapi Nabi Adam pun makan dari
- yang digoda dua-duanya. Dua-duanya
- digoda ya. Yang makan dua-duanya. Yang
- makan dua-duanya. diar Albaqar juga
- faazallahumitanu anha
- faakhrajahuma. Jadi kedua-dua eh
- dua-duanya yang di yang digoda e
- sehingga Allah mengeluarkan keduanya
- dari apa yang di apa
- ee dari tempat yang keduanya asalnya
- tinggal. Jadi ee hendaknya
- dipahami apa itu takdir Allah Subhanahu
- wa taala. apa ini apa ee ee kebenaran
- bagaimana apa yang terjadi ketika Allah
- Subhanahu wa taala menjadikan ee ee Nabi
- Adam sebagai khalifah dan ditempatkan di
- surga. Ya, kalau kita lihat dari
- Al-Qur'an maka ya apa ee akan jelas ya
- tentang apa yang sebenarnya terjadi juga
- masalah takdir tadi sudah terangkan oleh
- Ustaz Husin. Wallahuam. Masyaallah.
- Jazakumullah khair ustaz. Baik ya.
- Sepertinya waktunya iya sudah salat
- Jumat. Heeh. Heeh. Terima kasih satu.
- Kita akan satu lagi tadi ee berkaitan
- dengan setan.
- Ada pendapat
- lain sebagian ulama mengatakan atau ahli
- bahasa, kata setan diambil dari kata
- syaha
- yasyid. Sedangkan alif dan nun tambahan
- seperti
- fa'la yasitu.
- artinya terbakar asyad atam membakar
- makanan. Oleh karena itu
- orang jadi pendapat sebagian ahli bahasa
- mengatakan bahwa kata setan bukan dari
- setanah yang menunjukkan arti jauh dari
- kebenaran tapi berasal dari kata sat
- yasyitu. Asyat atam artinya membakar
- makanan.
- gidon kepalanya terbakar oleh kemarahan
- dan kebencian. Nah, kata setan
- menggambarkan makhluk yang berasal dari
- api yang Allah Subhanahu wa taala
- ciptakan kalau dari kalangan apa? Dari
- kalangan jin. Sedangkan manusia ya
- jiwanya terbakar kedengkian, kebencian,
- dan permusuhan.
- Tapi kata setana kelihatannya lebih
- tepat. Kata setana lebih tepat ya
- walaupun ada yang beranggapan berasal
- dari kata setan. Dan dua-duanya
- merupakan kata sifat. Dua-duanya
- merupakan kata sifat. Kata sifat.
- Sedangkan kata bendanya adalah jin dan
- manusia. Dua-duanya diciptakan Allah
- Subhanahu wa taala. Sedangkan kata sifat
- tadi muncul setelah perbuatan dan
- perilaku mereka. Mudah-mudahan Allah
- jauhkan kita dari tipu daya setan.
- Bersihkan kita dari sifat-sifat setan
- dan sifat-sifat iblis. Menjadikan kita
- hamba yang penuh ketawaduan kepada
- Allah. Allah kumpulkan kita bersama
- Rasul-Nya. Dan Allah Subhanahu wa taala
- selamatkan kita, keluarga dan orang yang
- kita cintai dari azab api nerakanya.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka waubai.
- Alhamdulillah. Terima kasih Husin, Ustaz
- Hamzah, Ustaz dan saya Muhammad
- Krisna dan
- Alamalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatullah
- wabarakatuh.