Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- ahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma shallli ala sayyidina Muhammad
- waa ali sayyidina Muhammad.
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini hari
- Jumat tanggal 14 Maret 2025 atau 14
- Ramadan 1446 Hijriah. Kita jumpa lagi
- dalam acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an untuk edisi tanya jawab.
- Silakan ee layangkan pertanyaan Anda ke
- 0811920.
- Insyaallah nanti Ustaz S bin Hamid
- Alatas akan ee menjawabnya.
- Asalamualaikum Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Baik Iwan dan Awat di mana pun Anda
- berada. Di Batam, di Sukabumi, di
- Banyuwangi,
- di Aceh, ee di Semarang dan di mana
- tempat e di Jogja juga ya dan di mana
- tempat di mana Rasil bisa ditangkap.
- Kita mulai acara ini dengan membaca
- Alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimat
- adina an'amta alaiim
- ghairil maghdubi alaihim
- waladin
- ya alhamdulillah kita sudah baca
- al-Fatihah mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam memahami apa-apa yang
- dijelaskan oleh guru kita di sini juga
- ada alhamdulillah Ustaz Hamzah ahlan
- wasahlan Ustaz Ustaz Hamzah Altos juga
- hadir sini. Silakan e layangan
- pertanyaan Anda ke 0811999720.
- Ada Oni Saputra dan Gustaf juga Algi.
- Baik. Ee sudah masuk nih ee Ustaz
- pertanyaan pertama dari Bapak Noval
- Maulana. Asalamualaikum Ustaz Hamzah dan
- Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi.
- Izin bertanya, apakah dalam memberikan
- zakat itu harus diikrarkan misalnya ini
- zakat suamiku, ini zakat anakku dan lain
- sebagainya. Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika sayyidina wa nabina
- Muhammadin wa alihi wasohbihi wasallim.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim. Wala haula
- wala quwwata illa billahil aliyilim.
- [berdehem]
- Rbana zidna ilman
- wajana lisanaidin fil akirin walna
- jannatin naim wzina yaumin yaumfaun
- wun illa manallah biqbim
- wu menjawab pertanyaan saudara Nov
- pada saat kita
- mengeluarkan zakat kita yang paling
- Sering penting kita perhatikan.
- Kita mengikhlaskan apa yang kita
- keluarkan dan kita di hati meniatkan
- bahwa yang kita keluarkan adalah zakat.
- Kemudian yang menerima adalah orang yang
- berhak untuk menerima zakat kita.
- Adapun kita katakan padanya, "Ini zakat
- saya bukan merupakan satu keharusan.
- Yang penting kita niatkan di hati kita
- bahwa ini zakar dengan hati yang tulus
- ya. Mengharapkan rida Allah, menjalankan
- perintahnya.
- Kemudian ya kita serahkan kepada orang
- yang berhak menerima zakat tersebut.
- Adapun kita nyatakan padanya ini zakat
- itu bukan merupakan satu keharusan.
- terkadang tanpa menyebutkan merupakan
- hal yang menjaga perasaannya.
- Tapi terkadang perlu mungkin diterangkan
- untuk bisa dicontoh oleh orang lain agar
- orang lain ikut mengeluarkan zakat harta
- mereka.
- Apalagi kalau kita kumpulkan zakat kita
- ini kepada lembaga [berdehem] lemba
- lembaga
- lembaga. dengan setik kalau mereka
- menerima berbagai macam jenis infak,
- kita jelaskan bahwa ini zakat kami. Jadi
- bukan kepada langsung yang menerima ini
- zakat kami. Karena ada kemungkinan dia
- menerima lagi ya ee infak dalam bentuk
- yang bukan apa h
- bukan zakat. Jadi agar pihak lembaga
- tahu menyalurkannya kepada orang-orang
- yang berhak.
- H
- betul gak? Tapi kepada si penerima
- kita enggak perlu memberitahukan padanya
- untuk menjaga perasaan dia. Yang jelas
- dia menerima sebagai seorang yang berhak
- apa yang kita berikan dan yang kita
- keluarkan tujuannya zakah. Artinya
- mensucikan, membersihkan jiwa kita,
- harta kita, dan juga menumbuhkan
- nilai-nilai mulia dalam jiwa kita
- semuanya.
- Sodqatul fitri sebagai contoh kalau kita
- serahkan jelaskan bahwa ini sodqatul
- fitri. Karena sodqatul fitri adalah
- seodqah yang harus digunakan untuk
- menyenangkan mereka-mereka yang berhari
- raya di hari raya Idul Fitri tapi tidak
- punya kemampuan. Jadi si kaya
- mengeluarkan sodqatul fitri atau zakatul
- fitri untuk
- mengajak orang-orang yang tidak mampu
- menikmati suasana hari raya.
- Oleh karena itu hanya diambil dari orang
- mampu bukan diambil dari setiap orang. H
- kalau pada zaman Rasul dulu di saat
- ekonomi dalam keadaan sulit ya, setiap
- orang yang punya untuk kebutuhan lebaran
- lalu ada kelebihan, maka kelebihan
- dikeluarkan untuk mengajak saudara kita
- yang tidak punya kebutuhan hari raya
- agar menikmati
- juga suasana hari raya bersama-sama
- makannya, minumnya. Dan dulu yang mereka
- makan sederhana
- [mendengus]
- kurma. Artinya mereka makan kurma atau
- mereka membuat roti ya bukan seperti
- saat ini beraneka macam makanan pada
- hari raya Idul Farah dulu ya.
- Jadi bukan hanya makanan biasa. Oleh
- karena itu mereka-mereka yang punya
- kemampuan mereka di samping mengeluarkan
- untuk kebutuhan keluarganya di rumah
- dari berbagai macam makanan dia harus
- ingat saudara-saudaranya. Jangan dia
- tertawa senang bahagia orang lain hanya
- menonton kebahagiaan kita. ajak orang
- lain ikut berbahagia bersama kita. Dan
- subhanallah ini bukan hanya merupakan
- tuntunan Islam, tapi ujar-ujar
- para apa? Para cendikiawan, para
- pujangga di masa yang lampau selalu
- mengingatkan hal ini. Karena apakah? Ini
- sebetulnya merupakan sisa-sisa ajaran
- para nabi dan para rasul.
- Kita lihat contohnya dalam ajaran atau
- ujar-ujar Konghuchu. Bila kamu bangkit,
- jangan lupa bangkitkan juga saudaramu.
- Bila kamu maju, jangan lupa kau ajak
- saudaramu untuk maju bersama-sama kamu.
- Jadi kalau kaum muslimin walaupun dia
- salat, walaupun berpuasa, walaupun
- berhaji, tapi jiwanya tidak punya
- kepedulian, maka salatnya, puasanya,
- hajinya dipertanyakan apakah diterima.
- Karena semua ini kan menumbuhkan
- ketakwaan dalam jiwanya. Takwa itu
- melahirkan makarimul akhlak. Takwa
- artinya kendali diri yang menumbuhkan
- akhlak-akhlak dan pekerti yang luhur. Di
- antaranya kepedulian. Masa orang di luar
- Islam punya kepedulian terhadap sesama
- kita, umat nabi kita, nabi yang diutus
- sebagai rahmatan lil alamin tidak punya
- kepedulian. Jadi kalau kita menyerahkan
- pada lembaga jelaskan bahwa ini zakat
- mal saya ini sodqatul fitri agar mereka
- tahu menempatkan
- sodqatul fitri jangan digunakan untuk
- pembangunan tapi berikan kebahagiaan
- bagi fuqaraul masakin pada ee hari raya
- tersebut. Orang-orang yang janda-janda,
- orang-orang yang jompo yang tidak mampu,
- tidak punya pekerjaan, mereka dijelaskan
- tidak perlu mereka mengeluarkan sodqatul
- fitri. Tapi ini justru untuk kalian. He.
- Nah, tradisi kita kan menganggap
- sodqatul fitri itu pajak kepala.
- Iya.
- Kalau orang tidak mengeluarkan puasanya
- tidak akan diterima. Itu bagi yang kaya,
- bagi yang cukup. Adapun yang miskin,
- mereka justru berhak untuk menerima dan
- tidak diwajibkan untuk mengeluarkan.
- Jadi yang menerima tidak perlu,
- tidak harus dijelaskan. Tapi kalau kita
- serahkan pada lembaga ya atau kita
- menyerahkan pada seseorang secara
- langsung niat kita bahwa ini zakat atau
- sodqatul fitri berikan kepada orang yang
- berhak
- dan kita mohon pada Allah subhanahu wa
- taala untuk menerima amal kita.
- Wallahuam. Baik, sebelum kita lanjutkan
- ke Pak ke Ustaz Hamzah ini ada
- pertanyaan yang ada kaitan dengan itu.
- Apakah bayi dan anak yang belum balik
- juga dikenakan diwajibkan bayar zakat
- juga? Zakat fitrah maksudnya
- dengan sendirinya ya berkait sodqatul
- fitri.
- Sodqatul fitri bahkan sodqat mal, zakat
- mal ya bayi bisa apa? Punya kewajiban
- untuk mengeluarkan.
- Hm. Contohnya
- orang tuanya meninggal, dia memiliki
- warisan jumlahnya cukup ya sampai pada
- nisab. Katakan dia warisan yang diterima
- sebanyak 500 juta mengeluarkan adalah
- walinya.
- He.
- Dari harta yang menjadi warisannya. Bila
- telah mencapai nisab berputar 1 tahun
- atau jenis hartanya pertanian begitu
- panen di samping ya menjadi apa bahagian
- dari dari miliknya dikeluarkan juga
- zakatnya. Nah, sodqatul fitri seorang
- anak ya yang lahir ke dunia walaupun dia
- belum seorang yang mukalaf
- dengan sendirinya
- dia dikeluarkan oleh orang tuanya untuk
- bahagia. H
- untuk bahagiaan dia. Karena apa yang
- dikeluarkan tu akan membuat apa? Membuat
- anak-anak kita ini yang kita keluarkan
- sodqatul fitri dari mereka itu
- betul-betul akan menumbuhkan mereka dan
- mensucikan mereka. Jadi orang tua
- katakan umpamanya
- di rumah dia mengeluarkan untuk
- kebutuhan lebaran sayurnya,
- bumbu-bumbunya sebanyak Rp500.000.
- Itu mewakili mereka semuanya.
- Nah, kita bisa hitung kan yang kita
- mesti keluarkan kan dari apa yang kita
- makan. Jangan kita keluarkan makanan
- yang bermacam-macam. T yang kita
- keluarkan sebagai imbalannya hanya
- beberapa liter beras. He.
- Tapi keluarkan yang layak bagi orang
- untuk berlebaran. Umpamanya setiap anak
- dikeluarkan 3 lit Mas Krishna ya.
- H. Kemudian setelah itu uang untuk
- bumbunya, uang untuk beli dagingnya ya
- diperhitungkan kira-kira bisa membantu
- satu keluarga yang jumlah anggotanya
- sama dengan keluarga dia untuk bisa
- berhari raya. Kalau dia membantu dua
- keluarga, membantu tiga keluarga itu
- kemuliaan buat dirinya. Akir fahua
- khairullah. Tapi yang jelas
- kewajiban yang Allah wajibkan atas
- mereka sesuai dengan apa? dengan apa-apa
- yang mereka nikmati pada hari raya dan
- disesuaikan dengan kemampuan mereka.
- H
- kemampuan
- mereka,
- kemampuan mereka. Dan anjuran untuk
- menumbuhkan kecintaan pada sodqah dan
- zakat ini luar biasa. Allah bilang,
- "Wama ataitum min zakatin turiduna
- wajhallah faulaika humul mudifun." apa
- yang kalian keluarkan ya dalam bentuk
- zakat mengharapkan keridaan Allah dengan
- memandang wajah Allah
- maka apa yang mereka keluarkan akan
- menumbuhkan dan melipat gandakan di
- samping harta mereka juga
- kebaikan-kebaikan dalam diri mereka.
- [berdehem] Ya, jadi zakat ini mempunyai
- hikmah di balik semua ini ya yang
- manfaatnya sebagian besar sebetulnya
- kembali kepadanya.
- Yang menerima menerima apa yang kita
- berikan. Kita bersyukur pada Allah ada
- orang yang menerima zakat kita. He.
- Tapi kita justru yang diuntungkan dengan
- apa yang kita keluarkan. Satu dibalas
- menjadi 700 kali lipat. Belum lagi Allah
- bebaskan kita dari ketakutan menghadapi
- kehidupan, dari kesedihannya. Belum lagi
- ampunan dosa dan ganjaran yang Allah
- sediakan. Jadi rugi sekali orang yang
- tidak mau sama sekali apa atau
- terpanggil untuk berinfak mengeluarkan
- zakat harta mereka.
- Ustaz Hamzah akan menyempurnakan
- insyaallah. Silakan Ustaz mungkin
- ditamel lagi nanti apakah boleh
- diberikan langsung tanpa panitia zakat
- kita? Silakan Ustaz.
- Iya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil alamin. Allahumma shalli wasallim
- ala sayyidina Muhammadin wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ee sebelumnya kita
- bacakan dulu ya apa ada apa riwayat
- hadis ya diriwayatkan oleh Imam Muslim,
- Bukhari dan banyak lagi. Ee yaitu
- ee hadisnya seperti ini. Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam zakat fitri
- minrin minyairin aldi walakari
- wal unsa wasiri wal kabiri minal
- muslimin waar biha tu qurujinasi
- an ibn umar radhiallahu anhu ini ee
- riwayat hadis ini sering disalah artikan
- ustaz husin juga sering menerangkan jadi
- ketika dibaca hadis ini ya yang artinya
- farad Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam zakat alfitri. Ee Rasulullah
- mewajibkan zakat fitrah
- e min tamar. Satu sh dari tamar atau sh
- min syair atau satu sh dari e syair
- gandum ya. Alal abdi wal hurri kepada
- wajibnya kepada siapa? Kepada seorang
- hamba sahaya atau orang merdeka.
- Wadzakari wal unsa kepada laki-laki dan
- perempuan. wasiri wal kabir seperti yang
- ditanyakan tadi dan anak kecil dan juga
- orang dewasa orang besar minal muslimin
- dari kaum muslimin wahada
- qurujin
- dan Rasulullah memerintahkan agar supaya
- zakat fitrah ini diserahkan ya sebelum
- orang keluar untuk salat. Nah, sering
- riwayat hadis ini karena di sini
- disebutkan ada orang apa? Hamba saya
- maupun orang merdeka. Artinya hamba saya
- kan dulu orang yang artinya orang yang
- susah kan hidupnya aja di di e bawah
- kekuasaan orang lain. Begitu juga ada
- anak kecil di sini ya disebutkan itu
- wajib. Nah, ini maksudnya semuanya ini
- ya ee ini bagi orang yang kaya seperti
- Ustaz sudah apa ee sebutkan tadi. Jadi,
- bagi seorang yang kaya, artinya orang
- yang cukup seperti itu memiliki
- [mendengus] kecukupan dalam
- kehidupannya, dia wajib mengeluarkan
- zakat fitrah termasuk kepada semua orang
- yang ada di yang dia tanggung di
- rumahnya itu ya. Apakah itu anaknya yang
- masih bayi dihitung tuh ataupun ya
- pembantunya pembantunya dihitung di situ
- karena itu semuanya kan dia yang
- tanggungan dia
- di rumah di jadi dihitung semuanya
- kepalanya itu semuanya dihitung jadi
- bukan kewajiban ini ee kewajiban zakat
- fitrah ini per kepala siapa saja wajib
- ya ee karena melihat apa zakatul fitri
- thhratun limah
- Tapi dia enggak, dia lupa. Watmatun lil
- fuqara. Hadis Nabi, zakat fitrah itu
- adalah mensucikan diri bagi orang yang
- puasa, tapi juga dia itu untuk makan
- orang-orang fakir. Jadi harusnya di
- diperhatikan kewajiban zakat pun. zakat
- itu adalah yang diwajibkan zakat fitrah
- ini kepada orang yang orang yang kaya
- [mendengus] ya untuk diberikan kepada
- orang fakir. Bukan orang fakir, orang
- yang hidupnya susah, dia mesti bersusah
- payaya mengeluarkan zakat fitrah.
- Sedangkan dia sendiri perlu untuk diri
- dan keluarganya. Tapi maksudnya ini
- Allah Rasulullah sebutkan di sini
- hendaknya dihitung tuh setiap keluarga
- orang yang mampu supaya lebih banyak kan
- kalau dihitung. Oh, anaknya juga yang
- baru lahir misalnya dihitung pembantunya
- dihitung. Jadi yang dikeluarkan seperti
- dia mengeluarkan membayi mereka itu juga
- diberikan ya kepada fakir miskin seperti
- itu. Jadi
- ee
- dihitung semuanya. Nah, ini bagi si
- kepala keluarganya tadi. Nah, ketika dia
- tadi kan ditanya kenapa mesti
- diceritakan kepada orang e orang lain
- enggak perlu gitu. Tapi dia niatkan ini
- zakat fitrah ini untuk diri saya dan
- keluarga saya.
- Enggak perlu diikrarkan gitu di depan
- panitia ini.
- Oh enggak perlu. Yang penting dia
- niatkan seperti itu. Ya. Ini untuk
- semuanya dihitunglah. Di samping niat
- kan bukan niat doang tapi realisasisinya
- juga jumlahnya sesuai dengan jumlah yang
- dia keluarga tanggung. [mendengus]
- Nah kemudian di di apa diserahkan. Nah
- tadi apa boleh diserahkan?
- Boleh dikasih langsung ke
- bisa saja boleh sap ya. ini he
- ee boleh dikasih langsung ya ee atau
- juga boleh ke panitia terutama kalau
- panitia ini juga sudah ya mengerti
- seperti tadi ya sebab kan ada di di kita
- ini ada yang ee dipahami zakat fitrah
- ini mesti pakai beras kan mesti dengan
- beras
- ada yang bilang lagi ya
- boleh dengan
- uang seperti itu dengan uang
- nah kalau orang di nyerahin zakat fitrah
- ya pakai beras diserahinnya sebelum di
- hari raya sebelum orang apa salat Id
- kapan dia masaknya
- ya kan
- lalu ee kalau dikasih beras kan kalau
- zaman dulu e apa gampang langsung di
- mereka makan kurma atau apa sebenarnya
- langsung dimakan
- tapi kalau ee apa dikasih beras saja nah
- ini entar dia dia apa dia cuman masak
- beras waktu orang hari raya Ya, kan
- enggak mungkin dia perlu juga untuk lauk
- pautnya.
- Nah, kalau oleh karena itu ya kalau di
- Indonesia kadang-kadang ada yang hanya
- mau keeh pakai apa ee beras saja,
- ada yang ee juga pakai pakai uang. Nah,
- hendaknya panitia zakat itu di musala
- atau masjid
- dia ketika membagikan dia kumpulkan
- semuanya. Okelah sesuai mereka misalnya
- ee keyakinannya mau beras sudah terima
- semua. Tapi ketika membagikannya kepada
- fakir miskin, jangan dikasih beras aja.
- Beras juga dengan dengan uang untuk
- kebutuhan dia beli. Seperti ustaz bilang
- untuk beli sayurnya, beli dagingnya itu
- masak juga perlu pakai gas, pakai itu
- kan seperti itu. Artinya ee kalau di
- dapatnya di terkumpul oleh panitia ada
- beras ya, ada uang. Nah, itu ketika
- memberikan kepada orang-orang fakir
- hendaklah diberikan uang juga. Jadi
- bukan hanya beras saja, tapi diombin
- dengan uang seperti itu.
- Oke. Baik. Ee
- pertanyaan berikutnya
- [berdehem] siapa nih?
- Hm.
- Ee asalamualaikum Ustaz Husin dan Ustaz
- Hamzah. Ada rencana dari DK masjid bahwa
- hasil zakat akan dialokasikan untuk
- masjid dikarenakan masjid punya
- tunggakan hutang. Apakah dibolehkan?
- Terima kasih atas jawabannya.
- Saudara Kutul Fitri hanya boleh
- digunakan untuk
- kebutuhan
- fuqara wal masakin di hari raya.
- Ok dinamakan sodqatul fitri. Sodqah yang
- disematkan kepada Idul Fitri di sini.
- Tapi kalau zakat mal kita ambil sisihkan
- saham fisabilillah sebagiannya untuk
- membayar hutang masjid ya. Hutang Allah
- kita bayarkan. Tapi kalau ada orang mau
- membayarkan hutang Allah Subhanahu wa
- taala
- dari uang di luar zakatnya, janji Allah
- amat indah. Inridullaha qardon hasana
- yudifu lakum wagfir lakum wallahu
- syakurun halim. Kalau kalian berikan
- pinjaman untuk Allah dengan pinjaman
- yang baik.
- Allah Subhanahu wa taala akan melipat
- gandakan. Enggak disebutkan berapa kali
- lipat ini.
- Dan Allah akan ampuni dosa-dosa kalian.
- Allah maha penyukur lagi maha apa? Maha
- tahu kan? Jadi di sini sebetulnya
- kesempatan bagi orang untuk beramal
- melunasi hutang Allah Subhanahu wa
- taala. Sebetulnya [mendengus]
- Allah kuasa untuk apa, Mas Krishna?
- kuasa untuk ya ee melimpahkan
- berbagai macam karunianya tanpa harus
- minjam dari hambanya. Karena hambanya
- pun pemberian Allah. Tapi Allah mau
- menguji orang-orang yang diberikan
- kemampuan. Tergerak enggak hatinya
- melihat rumah-rumah Allah ya
- tempat-tempat fisabilillah
- dalam keadaan berhutang. Lalu mereka
- berpangku tangan menganggap biasa. Tapi
- kalau mereka bergegas-gegas untuk
- menutupinya, Allah akan ampuni dosanya,
- lipat gandakan kebaikannya. Oleh karena
- itu, di kesempatan di bulan Ramadan dan
- bulan-bulan yang lain hendaknya kita
- betul-betul menjadi orang-orang yang
- mempersiapkan diri kita. Begitu pula
- bekal kita untuk hari akhir di hari yang
- amat mulia. Wallahuam.
- Jadi, Pak Krisna tadi ya panitia harus
- ngerti, harus paham. Kan di bulan
- Ramadan suka orang datang bukan saja
- bayar zakat fitrah ini juga nih ni kalau
- ini zakat mal saya juga mau diserahkan
- bulan Ramadan bulan yang penuh diipat
- gandakan kebaikan kan
- nah panitia harus harus paham jadi
- ketika ini buat zakat fitrahnya itu
- dipisahkan kalau ini khusus untuk fuqara
- dan masakin
- oh kalau ini zakat mal itu pisahkan nah
- kalau di zakat mal kan ada asnaf
- samadiyah gitu ada delapan golongan yang
- yang berhak di antaranya juga fuqara
- masakit diambil boleh fukar maksin boleh
- ditambahkan nanti untuk misalnya kalau
- zakat fitrahnya kurang gitu tapi enggak
- boleh zakat fitrah ini di diberikan
- digunakan untuk bangunan masjidlah kah
- untuk yang lain kah enggak boleh ini
- untuk masing jadi harus pisahkan gitu
- masing-masing ada peruntukannya
- heeh ada beda zakat mal dengan zakat
- baik sini dari Bapak Dimas Firdaus
- asalamualaikum 1 senin dan Ustaz Hamzah
- Hon Penjerahan alfakir berjimak di bulan
- Ramadan itu harus diganti puasa berapa
- lama dan kasih makan orang miskin berapa
- banyak.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahum shalli
- ala sayidina Muhammad sayidina Muhammad.
- Ya [mendengus] memang gak ada di dalam
- hadis Nabi ya ee seorang ee sahabat
- datang kepada Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam dan [mendengus]
- menceritakan bahwasanya dia melakukan
- hubungan suami istri.
- [mendengus]
- dengan istrinya ya di siang hari bulan
- Ramadan. Nah, ini ee
- kafaratnya nantinya harus apa?
- Puasa puasa
- ee 2 bulan berturut-turut.
- Si sahabat tadi bilang, "Ya Rasulullah,
- saya sebulan aja nih enggak kuat
- [tertawa] apalagi berturut-turun.
- 2 bulan berturut-turut." Udah kalau gitu
- kamu
- e yang yang pertama itu apa?
- Memerdekakan budak itu bur ya dia sudah
- enggak mampu gitu. Kalau [mendengus]
- yang kedua apa ee puasa 2 bulan
- berturut-turut ee juga dia enggak mampu
- ee terus yang ketiga yaitu kalau enggak
- mampu juga kamu harus memberi makan ke
- 60 fakir miskin.
- 60 fakir miskin. He. Terus dia bilang
- lagi, "Ya Rasulullah, di kampung saya,
- saya ini orang yang paling miskin."
- Rasulullah ketawa. [tertawa]
- "Ya sudah, tunggu aja, tunggu." Akhirnya
- kemudian setelah apa ee ada kebetulan
- ada ee datang ke rumah zakat, Rasulullah
- berikan sama dia ini kamu berikan. Eh,
- enggak. Tadi sebelum dia sebelum sebelum
- dibilang dia orang paling miskin, dia
- bilang, "Oh, saya enggak enggak mampu."
- gitu. Rasulullah bilang, "Oh, ya tunggu
- aja nanti kalau ada ada kurma zakat saya
- akan berikan." Ya, datang kurma zakat
- diberikan kepada orang itu. "Udah
- sekarang kamu bawa pulang dan beri
- bagi-bagi kepada orang-orang miskin di
- kampungmu."
- E kata dia, "Ya Rasulullah, apa saya ini
- adalah orang paling miskin di kampung
- saya." Rasulullah ketawaan. Udah kalau
- gitu ambil aja [tertawa] buat kamu,
- katanya. Nah, ini ini maksudnya apa? ee
- bagaimana kita lihat apa syariat Islam
- itu yang tidak memberatkan. Tapi ketika
- dia ada kemampuan dia harus jangan
- jangan sepelekan itu.
- Tapi yang bertanya yang yang punya yang
- kemampuan kayaknya.
- Iya harus gitu ya. Jadi dia harus
- melakukan tadi ya memerdekaan budak
- sudah enggak enggak ada sekarang
- bebudakan yaitu puasa 2 bulan
- berturut-turut atau apa bayar fidyah ee
- kepada 60 orang fakir miskin. Ustaz
- menambahkan
- ee
- kita kalau lihat di sini hikmah dari
- hukuman ini sebetulnya pendidikan
- pendidikan bagi seorang muslim ya dan
- sesuai dengan tujuan dari ibadah siam
- Pak
- tujuan dari ibadah siam untuk
- menumbuhkan ketakwaan dalam jiwa takwa
- itu merupakan kendari diri kendari di
- kendari diri
- dan subhanallah Mas Krishna.
- Kata akal dalam bahasa Arab itu juga
- menggambarkan kendali diri. Karena kata
- aqala yaakilu itu mengikat dan menahan.
- Seiring dengan pertumbuhan ketakwaan di
- hati kita, akal kita juga bertambah
- sempurna. Yang membedakan antara manusia
- dengan hewan adalah kendali dirinya.
- Kalau manusia kehilangan kendali
- dirinya, maka dia akan lebih buruk
- daripada hewan. Betul gak?
- Kalau hewan katakan si jantan menggaul
- di betina depan mata manusia itu bukan
- satu hal yang tercela. Tapi kalau
- manusia
- tercela
- akan lebih hina kala sudah diberikan
- akal Allah turunkan juga kitabnya utus
- rasulnya dia melakukan perbuatan seperti
- ini.
- Maka dia lebih hina daripada hewan. Oleh
- karena itu, banyak manusia-manusia yang
- kehilangan kendali diri. Keadaan mereka
- amat menyedihkan. Mereka melakukan
- perbuatan yang menjijikkan. mereka
- pamerkan di muka umum bahkan dengan
- bangga kemudian mereka mendapatkan
- hadiah lagi. Hadiah Oscar.
- Betul gak? Aneh enggak? Jadi perbuatan
- yang menjijikkan dipamerkan di muka
- umum. Dia meraih hadiah atas apa yang
- dilakukan. Ini merupakan bahagian dari
- tipu daya setan. Nah, puasa ini Allah
- wajibkan bukan karena Allah Subhanahu wa
- taala kekurangan perbendaharaannya untuk
- hamba-hambanya.
- Dan uniknya mas Allah gunakan kata
- kutiba alaikumusam
- kama kutiba alalladina minqoblikum.
- Allah pilih kata katabah
- dan bentuk majhulnya kutiba. Karena
- kata-kata ini dalam Al-Qur'an kalau kita
- perhatikan ya
- selalu teriring dengan rahmat.
- Katabaukum
- ala nafsihi rahmah. Wtubana fiid dunya
- hasanah wafil akirati innaai. Dan kata
- kataba dalam bahasa Arab asal kata itu
- mengumpulkan.
- Mengumulkan.
- Jadi ketika Allah mengatakan kutiba
- alaikumusam
- dengan ibadah siam ini Allah subhanahu
- wa taala menjanjikan janji yang murah
- mengumpulkan bagi hamba-hambanya ini
- kesempatan yang amat indah untuk
- memasukkan dia ke dalam golongan orang
- yang bertakwa. Karena ibadah siam, baik
- itu siam secara lahir maupun batin itu
- menumbuhkan kendari diri kita. Begitu
- kendali dirinya meningkat, akalnya
- semakin sempurna dan dengan sendirinya
- ketakwaannya apa? Ketakwaannya akan
- meningkat. Nah, apabila seorang
- laki-laki dia mampu untuk menyetuju
- menyetubuhi istrinya, menggaulinya di
- malam hari, ternyata di siang hari dia
- menggauli istrinya, berarti apa? Berarti
- dia betul-betul apa?
- kehilangan kendali diri.
- Nah, untuk membuat efek jerah buat
- dirinya maupun orang lain, Allah
- Subhanahu wa taala wajibkan pada saat
- dia melakukan hal ini melepaskan budak.
- Tidak mampu puasa 2 bulan
- berturut-turut.
- Tidak mampu juga dia berinfak memberikan
- makan 60 orang miskin.
- Boleh milih enggak, Ustaz? Pilih yang
- memberikan makan 60 orang. baru bisa
- memilih memberikan makan kalau tidak
- mampu yang pertama.
- Oh,
- tidak mampu yang pertama pindah kepada
- yang kedua. [mendengus] Karena ini al
- stabilit tertib. Bukan pilihan tapi
- tertib.
- Oh.
- Kalau dia memiliki budak ya dia
- melepaskan budak. Allah tahu kecintaan
- manusia pada harta kan luar biasa. Dan
- budak juga bahagian dari harta. Jadi
- seandainya dia melakukan pelanggaran,
- dia akan dihukum dengan melepaskan budak
- ya bahagian harta yang dicintai atau
- berpuasa 2 bulan berturut-turut. Satu
- kali berhubungan kena 2 bulan
- berturut-turut
- atau dia harus memberikan makan 60 orang
- miskin. Mungkin bagi orang saat ini
- lebih mudah. Dulu 60 orang miskin itu
- bukan satu hal yang mudah karena
- sulitnya pangan pada saat itu. Betul
- gak? Di sini pendidikan dari Allah untuk
- kita semua. Bagaimana kita meningkatkan
- kendali diri kita. Oleh karena itu, Imam
- Ali bertanya kepada Rasulullah setelah
- Rasulullah menyampaikan khotbahnya untuk
- menyambut Ramadan.
- Beliau mengatakan, "Ma afdolu al a'mal
- fi hadas syahri."
- Apa kira-kira ya amal yang paling utama
- dalam bulan ini?
- Bukan salat tarawih ya, bukan juga
- bangun malam Mas Krishna, bukan juga
- apa, bukan juga amal-amal yang
- bermacam-macam ya dari amal-amal ritual,
- tapi beliau mengatakan amal yang paling
- utama Rasulullah mengatakan adalah
- alwaru maharibillah. Bagaimana kita
- menjauh, menahan diri dari apa-apa yang
- diharamkan Allah Subhanahu wa taala.
- Nah, untuk membuat seorang itu bisa
- menjauh dari apa yang diharamkan Allah
- Subhanahu wa taala dengan sendirinya
- apa? Dia hatinya harus merasakan
- kehadiran Allah setiap saat. [mendengus]
- Nah, di sini peran dari ihsan an
- ta'budallah kaannaka tarin lam takun tar
- fainnahu yar. Kamu beribadah pada Allah
- seolah kamu melihat Allah. Ini penting
- melihat Allah. Kalau kamu belum sampai
- pada tingkat tersebut, paling tidak kamu
- selalu merasa diri kamu dilihat, diawasi
- oleh Allah hingga menumbuhkan rasa malu.
- Nah, malu ini akan meningkatkan
- ketakwaan kita kepada Allah. Saya ingat
- dulu saya punya orang tua ketika
- mengajar nahwu ya kalau [mendengus]
- tidak salah kitab Ibn Hisyam pada saat
- itu Mughnil Labib bersama Ustaz Hamzah
- sama-sama dulu. Beliau membawakan sebuah
- contoh tentang suhaib nikmal abdu.
- Suhaib la lam yakfillah lam yasli.
- Sebaik-baiknya hamba Suhaib. Kalau dia
- enggak takut sama Allah masih tidak akan
- bermaksiat kepada Allah subhanahu wa
- taala. Pertanyaannya motif apa yang
- menahan dia bermaksiat?
- Lisiddati hayai minallah. Karena malunya
- amat betul-betul apa? Yang amat tinggi
- kepada Allah. Dia merasa malu. Allah
- telah melimpahkan nikmatnya, kasih
- sayangnya, perhatiannya, memberikan dia
- hidayah ke dalam apa? Islam menjadikan
- dia sebagai umat nabi. Seandainya tidak
- karena takut pada Allah, rasa malunya
- menahan dia untuk melakukan perbuatan
- maksiat. Dan Suhaib ini terkenal sebagai
- salah satu sahabat Nabi kita yang mulia
- yang meninggalkan Makkah berhijrah ya
- dengan mengorbankan hartanya asal
- diizinkan untuk bergabung bersama Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wa
- wasallam. Jadi perlu kita menumbuhkan
- rasa malu di hadapan Allah. Bukan hanya
- takut. Tapi rasa malu karena takut juga
- bermacam-macam. Ada takut karena
- menghadapi ancaman dari orang yang tiran
- dan zalim. Tapi takut kita kepada Allah.
- Takut Allah memalingkan wajahnya dari
- kita. Takut karena cinta pada Allah juga
- karena rasa malu yang tinggi pada Allah.
- Ini yang kita ingin tumbuhkan dalam hati
- kita. Karena ibadah siam ini kalau kita
- selalu merasakan pengawasan Allah
- Subhanahu wa taala walaupun jauh dari
- mata manusia kita akan merasa malu.
- Hingga Allah menjanjikan innalladzina
- yaksyaunabbahum bil ghaibi lahum
- magfiratun wa ajrun kabir. Orang yang
- takut kepada Allah walaupun jauh dari
- mata manusia Allah sediakan bagi mereka
- ampunan dan juga ganjaran yang maha
- besar. Nah, mudah-mudahan Allah
- tumbuhkan di hati kita rasa khasyah yang
- berasal dari kata cinta. Takut Allah
- Subhanahu wa taala palingkan wajah dari
- kita. Juga dari rasa malu Allah begitu
- baik kepada kita, masa kita melakukan
- kemaksiatan kepadanya. Jadi apa yang
- Allah Subhanahu wa taala jatuhkan dari
- hukuman semua bersifat mendidik.
- Termasuk di antaranya hukuman bagi
- orang-orang yang mendihar istrinya,
- hukuman bagi orang-orang yang menjimak
- istrinya di bulan puasa. Bukan karena
- Allah ingin memberatkan, tapi justru
- karena Allah ingin mendidik kita,
- mengantarkan kita untuk menjadi
- orang-orang yang bertakwa.
- Wallahuam.
- Baik, Ustaz.
- Iya.
- Selanjut dari Bapak Maman Sumantri.
- Asalamualaikum Husein dan Ustaz Hamzah.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Izinkan
- saya bertanya, kalau lansia perempuan
- sakit Alzheimer suka sering lupa, tapi
- masih tetap tidak lupa salat, sedang
- puasa, sering lupa, tidak kuat, usia 79
- tahun, apakah boleh dibayarin fidyahnya
- dan berapa nilainya juga zakat fitrahnya
- harus dibayarkan juga kah?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alzaimar merupakan penyakit ya yang
- mengenai banyak orang-orang tua.
- Ada yang penyebabnya karena trauma ya,
- akhirnya terkena Alzheimer. Ada yang
- juga terkena azimer disebabkan
- sebab-sebab yang bermacam-macam.
- Orang pada saat Azzimer kan sering lupa.
- Maka pada saat itu
- keluarga dekatnya pada waktu salat
- mengingatkan dia untuk salat. Hm.
- Pada saat salat juga didampingi.
- H.
- Pada saat salat
- didampingi.
- Didampingi. Jadi kalau dia lupa katakan
- membaca Al-Fatihah kesalahan diingatkan.
- Membaca suratul ikhlas kalau lupa juga
- diingatkan. Jadi orang yang azzaimat
- walaupun dia sering lupa tapi kalau dia
- orang yang bertakwa tidak akan apa?
- Tidak akan menghapuskan ketakwaan dalam
- hatinya.
- Hm.
- Malah sebentar-sebentar kadang-kadang
- dia bilang saya mau salat. Padahal baru
- salat.
- H.
- Kecuali kalau sebelumnya memang orang
- yang tidak salat atau meremehkanat.
- Tapi kalau orang yang peduli terhadap
- salat, begitu kena azzaimar bahkan kena
- pikun bukan azzaimer itu tiap waktu
- ingin salat.
- H
- merasa belum
- belum salat. Jadi anak-anaknya
- mengingatkan dia didampingi
- sehingga selesai salat. Wudu juga kalau
- perlu ya diingatkan tetap dia menjaga
- wudunya, menjaga salatnya. untuk
- puasanya gimana?
- Nah, berkaitan dengan puasa juga
- diingatkan kalau dia memang secara fisik
- kuat untuk puasa, tidak menimbulkan
- beban buat dirinya, ya diperintahkan
- untuk puasa. Kalau dia orang yang
- bertakwa, kalau diingatkan dia belum
- waktunya buka, Bu. Belum waktunya buka
- ayah si ayah ibu pasti akan menerima.
- Kecuali kalau dia orang yang tadinya
- mengabaikan puasa sebelum dia kena
- Alzimer. Jadi dibantu. Tapi kalau
- seandainya puasa akan menambahkan
- penyakitnya, bebannya, maka keluarganya
- membayarkan apa? Membayarkan fidyah
- untuk dirinya. Diambil dari hartanya.
- Kalau tidak ya anak-anaknya dengan
- sendirinya yang bertanggung jawab untuk
- melunasi hutang-hutang orang tua
- terhadap Allah Subhanahu wa taala.
- Hingga dalam riwayat disebutkan kalau
- orang kalau seandainya orang tua kau
- berhutang pada seseorang wajib enggak
- dia membayar hutang? Wajib. Maka hutang
- Allah lebih utama kamu perhatikan. H
- ini pendidikan dari Allah. Bukan karena
- Allah butuh hingga Allah bertindak tegas
- seperti ini. Tapi Allah ingin mendidik
- kita nih anak-anak ahli warisnya. Apakah
- punya kepedulian? Kalau orang tua lihat
- anaknya berhutang, dia enggak
- sayang-sayang bayar hutangnya, rumah
- dijual.
- Allah melalui kebaktian anak bagaimana.
- Semua pendidikan yang amat indah buat
- kita semuanya. Jadi, anak yang
- membayarkan fidyahnya, membayarkan juga
- hutang orang tua ya pada saat-saat dia
- tidak mampu lagi, itu merupakan
- kewajiban yang Allah wajibkan pada
- anak-anaknya. Sebagaimana orang tua dulu
- peduli terhadap anaknya tidak berhitung
- dan tidak mungkin dapat dibakti
- dibandingkan kebaktian anak sama
- pengorban orang tua terhadap anak-anak
- mereka. Jadi baik itu fidyah puasanya,
- begitu juga kalau seandai tidak mungkin
- lagi dia salat, tidak mungkin lagi apa
- dia salat karena katakan koma atau
- karena gangguan tidak mungkin lagi
- diingatkan, maka anak-anaknya
- menggantikan salat orang tuanya.
- Sebagian orang tidak sependapat dengan
- hal ini. Tidak sepenapat pendapat. Tapi
- dari riwayat-riwayat lain dari Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam ya
- di samping ibadah yang sosial, ibadah
- mahbub digantikan oleh anak-anaknya.
- Jadi anak bisa dibagi kalau lima anak.
- Satu menggantikan salat subuhnya, satu
- menggantikan salat zuhurnya, satu
- menggantikan salat asarnya.
- Orang mengatakan enggak perlu itu
- semuanya.
- salat enggak bisa digantikan.
- Di sini juga merupakan pendidikan ya
- buat anak-anaknya. Dulu saya punya kakek
- alim hafiz Al-Qur'an seorang faqih min
- fuqaha Syafi'iah. Begitu dia sakit ya
- sebelum dia dalam keadaan lemah, dia
- bilang sama anak-anak, "Tolong gantikan
- salat-salat Abah pada saat Abah dalam
- keadaan tidak sadar dan lain
- sebagainya." Ini pendidikan yang amat
- indah.
- Allah lihat bagaimana kira-kira sikap
- anak terhadap orang tuanya.
- Jadi selagi dia sadar
- tapi lupa, anak mengingatkan orang
- tuanya.
- Dan indah sekali saya belum lama ini
- menghadiri ee seorang yang sudah hampir
- meninggal dunia.
- Tapi si orang ini kebetulan pengurus
- masjid dan rajin ibadah dan orang
- pengusaha terkenal. Allah kasih
- Subhanallah pada saat dia dalam kondisi
- betul-betul kritis di rumah sakit,
- istrinya mendampingi dia salat. Jadi
- mengingatkan si Bapak masih memaksakan
- diri untuk apa? Untuk salat.
- Nah, si istri membacakan, suami ikuti.
- H.
- Jadi si istri membacakan setelah itu
- mereka meninggal dunia.
- Masyaallah.
- Jadi kalau orang cinta pada sesuatu, dia
- pasti akan menjaganya
- walaupun sampai detik-detik yang
- bagaimana.
- Penyakit menghalangi dia untuk makan,
- untuk minum, tapi subhanallah enggak
- menghalangi dia untuk berkomunikasi
- dengan Allah Subhanahu wa taala. Jadi,
- anak-anak punya kewajiban untuk memikul
- dan menanggung beban orang tuanya.
- Sebagaimana orang tua dulu berkorban
- demi anak-anaknya tanpa ada perhitungan,
- tanpa letih maupun lelah. Bekerja selama
- 24 jam untuk anak-anak.
- Wallahuam.
- Ustaz Hamzah mana? Ee ya tadi sudah
- dijelaskan Ustaz Husin, tapi tadi yang
- kira belum itu ee berapa ukurannya kalau
- harus bayar fidyah kan gitu kan. Ee
- enggak kalau enggak mampu melaksanakan
- puasa berat melaksanakan puasa kan harus
- digantikan dengan fidyah sebenarnya. Nav
- fidiahnya ya sering kalau kita baca di
- kitab-kitab fikih itu ya satu apa
- seliter beras tiap hari kan setiap hari
- yang dia enggak puasa. Tapi di dalam
- Al-Qur'an dijelaskan di sini ee apa di
- dalam surah Al-Maidah ayat 89 bagaimana
- ukuran kita membayar kafarat itu atau
- bayar fidyah. Ini [mendengus] ee
- isyarat apa ukurannya? yaitu minimuna
- ahlumiswatuhumqah.
- Jadi ee bayar fidyah itu bisa
- [mendengus] kita ukur ya setiap hari
- yang kita enggak puasa atau ee misal
- orang tua kita yang enggak puasa
- biasanya kan orang kita itu kalau ee
- sehari makan berapa gitu kalau mau
- dihitung nilainya ya sehari makan berapa
- kali ya
- oh misalnya tiga kali ada yang dua kali
- seperti itu. Nah bisa dihitung nilainya
- seperti itu. Tapi min aat ya, min ausati
- ahlum. Min aati ma'imuna ahlikum.
- Artinya batasnya itu nilainya nilai
- pertengahan ya. Rata-rata bukan yang
- mahal banget ya. Kan kadang-kadang orang
- makan oh lagi ee ada rezekinya
- dimakannya mewah gitu. Ada yang ketika
- tanggung bulan istilahnya makanannya apa
- yang murah kan gitu. Tapi Allah bilang
- yang pertengahan ya seperti itu. Jadi
- nilai ee biasa berapa misalnya biasanya
- dia makan misalnya apabila dia makan ee
- orang makan misalnya di di luar gitu ya,
- beli langsung makanan ee misalnya
- sarapan oh Rp10.000 atau kalau ee untuk
- makan siang bisa Rp20.000. Nah, makan
- malam misalnya Rp15.000 dihitung aja
- seperti itu ya. itu bisa juga di dinilai
- seperti itu. Ini ini ee apa petunjuk
- Al-Qur'an yang yang
- rasional sekali. Jadi jadi ketika kita
- ee tidak berpuasa, nah itu ibadah puasa,
- ibadah mahd ini ya digantikan dengan
- ibadah sosial yaitu memberi makan orang
- ee miskin ya seperti yang kita biasa
- makan seperti itu. Wallahualam.
- Baik saya lanjutkan. Asalamualaikum satu
- Ustaz Hamzah. Ustaz, apakah betul bahwa
- kebenaran itu ada dua? Misalnya tidak
- qunut, betul, enggak qunut? Betul,
- tarawih 11 rakaat, betul, tarawih 23
- rakaat betul. Apakah kebenaran bisa ada
- dua, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Kita
- harus membedakan
- tentang benar dan salah.
- dengan apa-apa yang dibolehkan.
- Hm.
- Apa-apa yang
- dibolehkan
- dibolehkan arti masuk daerah
- boleh.
- [mendengus]
- Kalau benar dengan sendirinya
- kebenaran itu satu. Tapi manusia yang
- memandang.
- Manusia
- ketika memandang satu objek atau satu
- katakan ee masalah ya. Lalu dia
- memandang
- apa-apa yang apa? Apa-apa yang dilihat,
- apa-apa yang disimpulkan menurut dia
- kebenaran. Menurut dia apa?
- Kebenaran.
- Benaran.
- Orang lain punya pendapat yang lain.
- Orang lain punya pendapat yang lain,
- punya argumen yang lain. Objeknya sama
- yang dibahas.
- Objek objek materinya sama, tapi objek
- formatnya berbeda, sudut pandangnya
- berbeda.
- Nah, di sini mau tidak mau, Pak,
- mau tidak mau ya selagi masuk dalam
- skala pendapat seperti ini, masuk dalam
- skala ijtihad.
- H
- ijtihad ini upaya seseorang mujtahid ya
- yang berilmu yang memenuhi syarat untuk
- melakukan istimbat [mendengus] pemetikan
- hukum berdasarkan dalil-dalil yang
- terpapar di hadapannya.
- Nah, dalam beristinbat
- kalau seandainya istimbat tersebut
- dilakukan oleh perorangan, itu pasti
- bisa melahirkan perbedaan. seperti
- Syafi'i berijtihad melakukan istimbat,
- Maliki, Hambali, Hanafi dengan sudut
- pandang yang berbeda dengan juga ee
- [mendengus] berbagai macam literasi yang
- berbeda.
- Nah, pada saat terjadi perbedaan seperti
- ini, maka perbedaan seperti ini masuk
- dalam kategori apa? Dalam kategori
- pendapat yang bisa salah, bisa benar.
- Hm. He
- bisa salah, bisa
- bisa benar.
- Benar,
- bukan masuk dalam kategori syariat.
- Karena kalau syariat itu yang pasti yang
- datang dari Allah, yang pasti dari Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- dan tidak terdapat ikhtilaf dalam
- masalah itu. Dan ini bukan hanya terjadi
- pada masa-masa setelah sahabat, bahkan
- pada masa sahabat.
- Oleh karena itu ada ee dalam studi fikih
- yang dinamakan ijtihadus sahabah.
- Ijtihad para sahabat. Contohnya Abu
- Bakar berhadapan dengan satu masalah
- yang tidak pernah terjadi pada masa
- Rasul. Tapi Islam kan memberikan kita
- rambu-rambu untuk ya memahami kira-kira
- ee apa kira-kira kesimpulan hukum yang
- sesuai bagi masalah yang dihadapi.
- Karena masalah terus berkembang dari
- masa ke masa. Contoh jangan jauh-jauh
- berkaitan dengan transplantasi ya.
- orang mencangkok hati, mencangkok
- jantung, ginjal, dan lain sebagainya.
- Ini kan pada masa Nabi enggak ada. Betul
- enggak? Nah, para ulama mereka
- bersama-sama berkumpul melakukan studi
- pada adillah syariah, baik itu dalam
- Qurannya maupun dalam sunahnya. Setelah
- itu bersama-sama mereka menyimpulkan ini
- namanya ijtihad kolektif. Itu yang
- paling baik.
- [mendengus]
- ijtihad kolektif di mana mereka beradu
- argumentasi hingga menemukan apa yang
- menentramkan hati mereka dan disepakati.
- Nah, Abu Bakar ketika menjumpai satu
- kasus yang belum pernah dihadapi Rasul
- dan Rasul tidak pernah mengeluarkan apa
- ee katakan fatwanya dalam hal tersebut,
- dia mengatakan, "Ajtahidu rai saya
- berijtihad
- ya dengan pendapat saya merujuk kepada
- adillah syariah." Dia berkata,
- "Allahumma in kanana shawaban ya in
- kanwaban."
- Kalau benar mengenai sasaran itu dari
- kamu. Waana kalau meleset faminni
- winitan kembali kepada saya dan setan.
- Jadi kalau antum lihat bagaimana para
- sahabat itu bertawadu pada hal-hal yang
- mereka tidak pastikan mereka kembalikan
- kepada pendapat mereka yang bisa salah
- bisa benar.
- Tapi kalau kembali kepada syariat yang
- disepakati yang bersumber dari Al-Qur'an
- atau sunah amaliah ya yang disepakati
- oleh para ulama kaum muslimin, kita di
- sini tidak mungkin berbeda-beda.
- Tapi dalam pendapat yang bersumber dari
- ijtihad yang kembali kepada kasus-kasus
- ya yang tidak disepakati, maka dengan
- sendirinya seorang yang berijtihad dalam
- masalah ini kalau salah mendapatkan satu
- pahala, dia sudah berusaha. dengan
- syarat bahwa dia orang yang mumpuni.
- Tapi kalau seandainya benar, dia
- mendapatkan dua kebaikan.
- Dia mendapatkan
- dua
- dua kebaikan. Tapi harus kita pahami.
- Ba'da nasin shih. Ijtihad itu hanya
- dibenarkan pada apa? Mantiqatul faraq.
- Yaitu pada urusan yang tidak ditegaskan
- oleh syariat.
- Adapun yang ditegaskan oleh syariat di
- sana orang tidak boleh lagi berijtihad.
- Contoh jangan jauh-jauh. Dalam Islam
- membunuh menumpahkan darah yang
- diharamkan Allah Subhanahu wa taala
- adalah perbuatan dosa besar yang tak
- terampunkan.
- Apalagi kalau yang dibunuh adalah
- orang-orang yang baik dan mulia.
- Jadi kalau seorang membunuh seorang lalu
- mengatakan bahwa saya berijtihad dalam
- masalah ini, ijtihad tidak dapat
- diterima.
- Oleh karena itu ketika Muawiyah bin Abi
- Sufyan mengangkat senjata memberontak
- dari khalifah ya yang dipilih oleh
- orang-orang yang memilih Abu Bakar, Umar
- dan Utsman. Akhir menimbulkan korban
- pertumpahan darah di antara sahabat nabi
- kita seperti Ammar bin Yasir yang
- Rasulullah katakan yang membunuh kamu
- kelak adalah kelompok yang memberontak.
- Kamu mengajak mereka ke surga mereka
- mengajak kamu ke api neraka.
- Korban dari para sahabat Nabi yang
- berjuang bersama Nabi ini luar biasa
- banyaknya. Tahu-tahu mereka mengatakan
- Muawiyah dalam hal ini berijtihad.
- Kalau salah dia mendapatkan satu pahala.
- Kalau salah. Nah, Ali yang ijtihadnya
- benar menurut mereka mendapatkan dua
- pahala. Antum bisa bayangkan masa
- ijtihad dibenarkan pada apa? Pada
- mantiqat annusus asyariah qatiah.
- Bagaimana bisa dibenarkan pada nas yang
- sifatnya pasti dan qat'i di mana Allah
- mengatakan walaqtul nafsati haramallahu
- illa bilhaq.
- itu juga waktul mminan mutaamidan fajuhu
- jahanamu
- khidan fiha wallahu alaihi
- waahuabanima
- membunuh
- seorang mukmin dalam keadaan sengaja,
- Allah subhanahu wa taala murka padanya
- Allah melaknat dirinya menempatkan di
- dalam api neraka kekal dan menyediakan
- bagi mereka azab yang maha besar
- Nah, kita ini seringki berbicara,
- berijtihad dalam urusan-urusan yang
- pasti yang datang dari Allah. Padahal
- ulama bersepakat, la ijtihada ba'da
- nasin sh tidak dibenarkan kita
- berijtihad pada daerah nas yang tegas
- dan jelas. Nah, kalau berkaitan dengan
- qunut
- ada dua riwayat.
- Satu mengatakan bahwa Rasulullah qunut
- pada salat al-fajri
- ya. Begitu juga pada salat magrib. Ada
- lagi riwayat qunut pada setiap waktu.
- Sebagian lagi mengatakan tidak.
- Rasulullah qunut hanya pada saat-saat
- nazilah. Pada saat-saat nazilah terjadi
- perbedaan pendapat. Kita menghargai
- orang-orang yang berbeda pendapat dalam
- hal ini. Tapi ingat, selagi dia
- merupakan hal yang kembali kepada
- ijtihad, maka yang satu enggak boleh
- menyerang yang lain yang berbeda dengan
- dirinya. yang terjadi pada saat ini, Mas
- Krisna yang berbicara ini enggak pernah
- melihat Rasulullah salat langsung
- tapi berdasarkan riwayat yang sampai
- kepadanya dan riwayat juga simpang siur
- dalam masalah ini. Padahal dalam kaidah
- disebutkan addalil tatarqai.
- Kalau satu argumen mengandung
- kemungkinan yang bermacam-macam atau ada
- argumen lain yang berbeda, kita enggak
- boleh jadikan dia sebagai apa? landasan
- yang pasti. lalu mengecam orang lain
- yang berbeda. Jadi bahayanya saat ini
- orang yang tidak qunut mengecam
- mengatakan yang qunut itu bidah. Padahal
- mereka juga punya argumen.
- Bahkan di Bukhari disebutkan oleh Anas
- bin Malik qon Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam fishi ya fil fajri wa
- apa? Fil fajri ya wal witri.
- Kemudian ditanya
- halqon ba'd rukuqlahu? Qurut bada ruku
- apa setelah ruku? Dijawab oleh Anas,
- innama rukua syahr Rasulullah qunut
- setelah rukuk itu ya selama sebulan
- untuk apa? Membaca qunut nazilah. Adapun
- qunut yang dibaca sebelum rukuk itu
- dibaca setiap saat. Oleh karena itu,
- Malik membaca sebelum rukuk. Dari Ahlul
- Bait juga membaca sebelum rukuk. Mereka
- merupakan ahli Madinah membaca qunut
- sebelum rukuk. Adapun qunut yang dibaca
- bakda rukuk itu berkaitan dengan qunut
- nazilah. Jadi qunut nazilah itu ya
- dibaca setelah rukuk. Tapi bukan berarti
- bahwa Rasulullah hanya qunut pada saat
- apa?
- Nazilah.
- Pada saat qunut nazilah aja. Nah, ini
- pandangan ijtihad dari sebagian orang.
- Jadi kalau seandai terjadi perbedaan
- seperti ini,
- kita semua yakin bahwa orang yang qunut
- tidak batal salatnya. Yang tidak qunut
- juga tidak batal salatnya. Yang
- kurang-kurang legowo dan lapang dada.
- Mak Krishna. Jadi kita kalau memandang
- orang berbeda dengan kita, kita
- menganggap ini orang sesat. Padahal
- bukan dalam ranah syariat, dalam ranah
- fikih. Fikih artinya pemahaman.
- Lahirlah fikih Syafi'i, Maliki, Hambali,
- Hanafi, Zahiri, ya dan lain-lain
- sebagainya. Ini merupakan rana fikih,
- rana ijtihad. [mendengus]
- Tapi kalau berkaitan dengan syariat wana
- limminin w mminatin qallahuasuluhu
- amrak.
- Tidak dibenarkan bagi seorang mukmin
- pria ataupun wanita kalau Allah sudah
- menetapkan sesuatu dari rasulnya dia
- mengajukan pilihan yang lain. Ini
- berkaitan dengan keputusan Allah. Tapi
- kalau ijtihad ulama Syafi'i berijtihad
- lalu imam yang lain punya pendapat yang
- berbeda, kita enggak bisa menyalahkan
- yang berbeda atau kita menyalahkan
- Syafi'i. Oleh karena itu, alangkah
- indahnya kalau ulama-ulama ini bersatu
- bersama-sama melakukan ijtihad kolektif
- seperti menentukan juga ee menentukan
- apa? Rukyat hilal.
- Yang terbaik ulama-ulama berkumpul, tapi
- jangan berfanatik kepada sekta mazhab
- kelompok masing-masing. Semuanya
- bersepakat mencari keridaan Allah
- Subhanahu wa taala. Jadi jangan
- sekali-kali apa orang mengatakan ee
- kalau yang satu benar, yang lain pasti
- salah. Ya, di sini kita enggak bisa
- memastikan siapa yang benar di antara
- dua pendapat manusia kecuali yang datang
- dari Allah.
- Hingga Allah mengatakan alhaqubika fala
- takunanna minal. Sedangkan dari manusia
- apa? Walau minirillah.
- Kalau bukan dari Allah mereka akan
- menjumpai banyak perbedaan. Jadi yang
- berbeda-beda yang datang dari selain
- Allah. Adapun yang dari Allah apa? Tidak
- akan berbeda sama sekali.
- Nah, kita sayangnya kita mau menempatkan
- pendapat manusia sama dengan syariat
- Allah. Sebaliknya syariat Allah ya
- ditempatkan sama dengan pendapat manusia
- yang bisa dirubah-rubah semau-mau
- mereka. Inna lillah wa inna ilaihi
- roajiun. Jadi kalau yang merupakan
- daerah mubah mas Krisna ini boleh, itu
- boleh dan lain sebagainya. Orang boleh
- salat witir katakan 11 rakaat, Ma. Mau
- salat 23 atau mau salat 22 atau
- Rasulullah pernah salat sekaligus ilan
- kemudian setelah itu dua. Ini merupakan
- apa? Cara-cara salat yang dilakukan
- Rasul sallallahu alaihi wasallam dan
- diriwayatkan dengan riwayat yang cukup
- sahih. Nah, pilih mau 2 du 2 du 2 1 atau
- mau salat sekaligus ya sebanyak 9
- rakaat. Jangan kamu salat tapi hati kamu
- kotor lalu kamu punya pandangan negatif
- terhadap orang lain padahal sama-sama
- menghadap kepada
- kepada Allah.
- Kecuali kalau orang salat waktu ruku
- bukan ke depan malah ke belakang. Begitu
- dia salat biarkan salat tarawih ini
- bukan hal yang wajib. Mau ditinggalkan
- pun tidak akan mengurangi derajatnya
- sama sekali. Rasulullah hanya salat
- sebanyak tiga kali setelah itu
- ditinggalkan. Dan Rasul tidak pernah
- mengajak orang kumpul salat tarawih.
- Bahkan nama tarawih pun merupakan nama
- yang baru. Ya, kenapa orang harus ribut
- masalah ini? Lebih baik kita mengerjakan
- yang positif,
- mendekatkan diri pada Allah, menyatukan
- hati kita di jalan Allah. Berjuang untuk
- menegakkan kalimat Allah Subhanahu wa
- taala di negeri kita. Saling membantu,
- saling mencintai. Bukan seperti saat
- ini. Kalau kita buka YouTube, kita malu
- luar biasa menyaksikan ustaz sama ustaz
- saling serang menyerang. Hanya gara-gara
- rokok dunia dibikin kiamat.
- gara-gara rokok dunia diterbalikkan.
- Padahal seharusnya bahasa-bahasa yang
- santun itu paling utama digunakan oleh
- ulama-ulama Islam. Orang-orang yang
- mulutnya kotor tidak layak untuk
- ditanggapi ataupun untuk diladeni.
- Wallahuam. Ustaz Hamzah
- Ustazah
- ya tadi jadi ee harus di apa kita garis
- bawahi tadi. Jadi kalau kebenaran datang
- dari Allah itu pasti apa?
- itu e tidak ada tidak ada dua ya nomor
- satu Allah Subhanahu wa taala sebutkan
- ya ini setelah Allah subhanahu wa taala
- bercerita
- amunah
- faqulalaikumullahukumul
- haqq baqi
- Ini setelah Allah di surah Yunus ini
- ayat 3132 setelah Allah ee apa
- berfirman, "Siapa yang memberikan rezeki
- kalian dari langit dan bumi atau siapa
- yang mengendalikan bisa apa menguasai
- pendengaran, penglihatan. Siapa juga
- yang bisa mengeluarkan suatu yang hidup
- dari yang mati? Siapa yang mematikan ya
- dari yang hidup ya? Siapa yang mengatur
- segala urusan ini? Mereka semuanya
- sepakat orang-orang musyrik bilang Allah
- semuanya itu Allah. Mereka pasti akan
- mengatakan Allah. Lalu kenapa kalian
- tidak bertakwa? Fzalikumullahubukumul
- haqq. Itu adalah Allah Tuhan kalian yang
- hak yang benar. Famza ba'dal haqqiadal.
- Tidak ada lagi selain hak. Selain yang
- hak, selain yang benar ini ya enggak
- ada. Oh, mungkin benar yang berikutnya
- yang kedua enggak. Jadi ee selain al-Haq
- yang datang dari Allah pasti itu dolal,
- itu sesat. Jadi untuk hal-hal yang
- datang dari Allah seperti Allah itu esa
- atau berbilang. Kalau Allah bilang
- Allahu ahad maka yang bilang berbilang
- itual seperti itu ya. Jadi kalau yang
- salat ini wajib ya salat kan wajib ya. e
- yang ee enggak salat ya itu dolal
- seperti itu. Jadi kalau hal-hal yang nas
- seperti itu enggak ada duanya itu satu.
- Dan kalau yang tadi kan sudah rinci
- kalau hal-hal yang mustahabat ya
- sehingga menimbulkan ee perbedaan
- pendapat karena ada riwayat yang dia
- terima yang orang lain tidak terima
- riwayat tersebut sehingga timbul
- pendapat itu itu [mendengus] ee apa
- enggak bisa dijadikan sebagai ee alhaqah
- itu masing-masing apa dengan argumennya.
- Tapi kalau yang pasti seperti yang tadi
- ustaz ustaz sudah contohkan bagaimana
- membunuh orang dosanya besar enggak bisa
- dibilang, "Oh, ini e ini ijtihad seperti
- itu." Ya, seper. Jadi kalau yang hak
- yang datang dari Allah Subhanahu wa
- taala enggak bisa itu ee tidak
- berbilang. Ya.
- Baik, terima kasih Ustaz Hamzah.
- Selanjutnya dari Ibu Lis. Asalamualaikum
- Ustaz Husein dan Ustaz Hamzah. Mohon
- pencerahannya. Apakah salat awabin sama
- dengan salat tobat? Karena ada sebagian
- orang bilang kalau salat awabin sama
- dengan salat tobat.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana [berdehem] zidna ilman
- walhiknain.
- Kata awab itu dalam bahasa Arab hampir
- sama dengan kata tawab.
- Abaya ubu artinya kembali.
- Tabayat tubu juga artinya kembali. Jadi
- kalau orang salat ya dengan niat katakan
- aubah itu kata kerjanya aba ya ubu
- aubatan ya sama dengan orang yang niat
- salat taubatan lillah. Jadi aubatan
- lillah taubatan lillah sama sebetulnya
- cuma berbeda kata tapi maknanya
- menunjukkan kepada apa? Kembali kepada
- Allah menyesali kesalahan-kesalahan
- sebelumnya. Jadi ini hanya perbedaan
- nama. Mau salat dua rakaat, mau salat
- empat rakaat, ya dengan penuh penyesalan
- pada setiap sujud dia menangis menyesali
- kesalahan dan dosanya. Itu bisa
- dikatakan salat awwabin, bisa juga salat
- tawwabin.
- Bisa salat awwabin,
- tawabin
- juga tawwabin. Jadi ini la musyahatta
- fil istilah ya. Ini nama-nama sebetulnya
- munculkan di belakang hari.
- Tapi yang jelas tujuannya
- kembali bertobat. Sampai Imam Ali
- mengatakan, "Kalau kamu melakukan
- maksiat di malam hari, jangan kamu tidur
- sebelum kamu tobat."
- Masyaallah.
- Jangan sampai kita tidur sebelum kita
- bertobat, datang malakul maut penjemput
- kita dalam keadaan suul khatimah wal
- iyadzubillah. Jadi segera kalau orang
- berbuat dosa jangan ditunda, segera dia
- bertobat dan orang lain jangan
- mengatakan kamu enggak dimaafkan, enggak
- diampuni oleh Allah. Rahmat Allah
- terbuka bagi siapa yang datang mengetuk
- pintunya.
- Ustaz Hamzah maakan
- kayak pertanyaan terakhir ustaz ya. He
- salam Ustaz Husein. Apakah dan Ustaz
- Hamzah apakah ilmu laduni itu ada? Itu
- aja pertanyaannya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Dalam suratul Kahfi Allah sebutkan
- ee tentang seorang hamba yang Allah
- berikan keutamaan dan ilmu.
- Hamba ini bukan dari kalangan nabi dan
- rasul. Bukan juga ulul azmi, tapi Allah
- berikan dia ilmu ya
- yang berbeda dengan apa yang Allah
- berikan kepada Nabi Allah Musa
- alaihialatu wasalam.
- Jadi ilmu Allah bagi-bagikan.
- Tidak semua orang menguasai sesuatu.
- Wiitu minal ilmi.
- Ketika Nabi Allah Musa merasa dirinya
- seolah-olah sebagai hamba yang paling
- berilmu, Allah berikan pelajaran
- padanya.
- kamu datangi seorang yang berdiam ya di
- daerah pertemuan di antara dua lautan.
- Dua lautan di sini apakah pertemuan
- antara
- sungai dan laut? Ya, karena ee
- dua-duanya juga dinamakan bahron. H
- milhun ujaj w ya. Jadi ada yang pahit
- yang ada juga yang apa yang apa namanya?
- Adbun furat ya. Sungai maksudnya.
- ee atau kemungkinannya lebih jauh dari
- itu. Itu pertemuan dua lautan antara
- pertemuan laut Atlantik dan laut
- Mediterranean. Itu subhanallah ketika
- bertemu berbeda. Itu warnanya berbeda
- sama sekali. Tapi jauh sekali ini
- berarti Nabi Allah Musa harus menempuh
- perjalanan ya dari tempat dia apa?
- Tempat dia ee katakan berdiam kan.
- Selesai dia apa namanya meninggalkan
- Mesir dia menyeberang. Kemudian berdiam
- di mana? Berdiam di Yerusalem kan
- setelah itu kan atau paling enggak di
- sekitarnya. Kalau betul-betul pertemuan
- dua lautan Atlantik dan Mediterranean,
- berarti dia harus melintasi jarak yang
- cukup jauh
- untuk menuju ke sana. Tapi kelihatannya
- dengan kendaraan pada saat itu merupakan
- satu hal yang apa? Satu hal yang
- kelihatannya jauh dari kemungkinannya.
- Kita enggak tahu di mana posisi
- tempatnya.
- Yang jelas
- Allah perintahkan datang kepada hamba
- tersebut
- hingga akhirnya dia menjumpai hamba
- tersebut. Allah kisahkan fawajada abdan
- min ibadina
- atainahu rahmatan min indina waamnahu
- min ladunna ilma.
- Dia berjumpa dengan seorang hamba yang
- kami anugerahkan rahmat dari sisi kami
- dan kami ajarkan kepadanya ilmu dari
- sisi kami. Kata ladun itu apa? Ladun itu
- maksudnya apa? Min ladunillah dari sisi
- Allah Subhanahu wa taala. [mendengus]
- Maka dari sini Mas Krisna ada ilmu yang
- dinamakan kasbi, ada yang sifatnya
- laduni. Kasbi itu ilmu dari hasil
- penelitian dan usaha.
- Sedangkan laduni ini ilmu yang Allah
- Subhanahu wa taala ilhamkan kepada
- seseorang.
- Jangan jauh-jauh.
- Seekor kucing Mas Krishna ya pada saat
- dia sakit
- dia mencari daun-daunan
- di antaranya
- rumput
- daun bayam ya atau lumpur. Subhanallah.
- Dia jilat-jilati akarnya. Yang tadinya
- demam, yang tadinya sakit Allah
- sembuhkan penyakitnya.
- Dia enggak pernah belajar sekolah
- kedokteran. Betul. Siapa yang memberikan
- ilham?
- Allah.
- Begitu juga tawan dalam membangun
- rumahnya
- juga menghasilkan
- madu yang sebaik-baiknya. Katakan dari
- apa? Dari nektar. Siapa yang
- mengajarkan? Betul enggak? Berang-berang
- membangun rumah, membangun dam. Coba
- siapa yang mengajarkan burung-burung
- membangun rumahnya? Siapa yang
- mengajarkan? Itu namanya semua merupakan
- ilmu laduni. Manusia juga mendapatkan
- waman yattaqillah yaj'all lahu apa?
- Wattaqulah wauallimukumullah.
- Bertakwalah pada Allah. Allah Subhanahu
- wa taala akan mengajarkan kalian apa
- yang kalian tidak tahu. Allah tunjukkan.
- Dan kita ini terang-terangan Mas
- Krishna.
- Kita berhadapan dengan satu kasus dalam
- pelajaran. Kita enggak mampu pecahkan.
- Terkadang kita lagi diam duduk
- toh Allah berikan percik cahaya yang
- tadi tertutup Allah bukakan buah kita
- untuk memahami.
- Pada saat kita menjawab
- pertanyaan-pertanyaan yang datang kepada
- kita
- pada saat kita, Subhanallah pertanyaan
- ini muncul dalam kasus yang
- berbeda-beda. Kan kalau hanya
- mengandalkan ilmu kita, mustahil. Ilmu
- yang dari hasil usaha mustahil. Tapi
- Allah berikan petunjuk untuk kita dalam
- memberikan jawaban. Itu juga ilmu
- laduni. Tapi hati-hati begitu niat orang
- tidak baik yang datang bukan min
- ladunillah tapi ilmu dari wasawis setan.
- Dari waswas setan yang menimbulkan
- fitnah, perpecahan, pertentangan. Oleh
- karena itu, orang harus selalu
- mengikhlaskan hatinya teruntuk Allah
- dalam belajar, dalam mengajar, dalam
- menyampaikan. itu Allah berikan petunjuk
- subhanallah dalam berbagai macam situasi
- untuk menjawab berbagai macam kasus
- bahkan yang menyulitkan pun Allah
- berikan petunjuk. Itu janji Allah Taala.
- Wattaqulah wauallimukumullah waman
- yattaqillah yajalahu makhraja.
- Makhraj di antaranya adalah
- jawaban-jawaban dari berbagai macam
- kesulitan. Albert Einstein
- dalam sebuah kamar tanpa menggunakan
- peralatan canggih menemukan berbagai
- macam penemuan di antaranya berkaitan
- dengan relativitas waktu.
- Kemudian Newton ya
- Newton juga menemukan penemuan yang
- bermacam-macam ketika terjadi kasus apa
- pandemi.
- Black death. Dia berdiam di kamarnya ya
- subhanallah keluar dari sana dia
- menemukan berbagai macam ilmu
- pengetahuan. Siapa yang mengajarkan?
- Kalau bukan Allah Subhanahu wa taala
- walaupun bukan muslim kan dapat juga ya.
- Artinya kan berbagai macam penemuan
- ilmiah ini semua itu di antaranya
- bantuan ilham dari Allah Subhanahu wa
- taala.
- Sabbihismaal
- a'la alladzi khalaqo fasa walladzi
- qaddaro
- fa
- faada. Allah menetapkan hukum-hukumnya
- dengan penuh ukuran. Lalu Allah berikan
- hidayah bimbingan buat kita hingga
- manusia menemukan berbagai macam
- penemuan. Terkadang itu penemuan
- berhasil dari lintasan ilham yang Allah
- berikan kepadanya. Allah ingin membuka
- rahasia alam semesta agar manusia
- terbuka menemukan ayat-ayat Allah. Oleh
- karena itu, para ilmuwan yang sombong,
- yang angkuh itu orang-orang yang jauh
- dari hidayah Allah. Tapi mereka-mereka
- yang penuh kesadaran di saat mereka
- menemukan penemuan, banyak dari mereka
- yang mengagungkan Allah. Kita kalau buka
- YouTube hanya dengan hitungan matematik
- dia bisa menemukan kebenaran sejati.
- H
- sampai ketika dia berjalan di bawah
- naungan hujan, hujan menutupi wajahnya
- banjir. Dia tidak merasa sama sekali.
- Payung di tangannya.
- He.
- Karena pada Sadijah sedang merenung, dia
- menemukan kebenaran yang luar biasa.
- Temannya seorang muslim India menegur
- dia, "H,
- kamu lupa ini hujan.
- Buka payungmu." Dia tidak sadar sama
- sekali karena asyiknya menikmati apa?
- kebenaran yang ditemukan.
- Apa yang membuat kamu seperti ini? Si
- mufakir dari Inggris tersebut
- mengatakan, "Kamu datang sore ini ya
- minum di rumah. Saya akan ceritakan
- sebabnya."
- Sore hari datang ke rumah pakar tersebut
- bincang-bincang, "Apa yang membuat kamu
- dalam ketidak?" Dia bilang, "Saya
- menemukan kebenaran."
- Hm.
- Kebenaran sejati tentang Allah Subhanahu
- wa taala.
- bahwa betul orang yang takut dan hormat
- kepada Allah adalah orang yang berilmu.
- Si Muslim mengatakan dalam kitab kami
- terdapat ayat yang menerangkan hal ini.
- Terkejut dia waktu ditunjukkan ayat dan
- firman Allah innama yaksyallaha min
- ibadiil ulama. Orang tersebut
- menggeleng-gelengkan kepala lalu
- mengatakan dia menulis kesaksian dia
- bahwa ini betul-betul merupakan kitab
- suci. Ini diceritakan oleh apa? oleh
- penulis tafsir Al-Qur'an Yusuf Ali
- mengkisahkan bagaimana dia seorang
- muslim India. Dia memiliki seorang rekan
- di Inggris ya, sahabat seorang pakar
- sains dan itu berlangsung antara dia
- berdua. Jadi kalau kita lihat sebetulnya
- penemuan-penemuan manusia tidak luput
- daripada ilham yang Allah berikan. Nah,
- itu dinamakan ilmu laduni.
- Nah, ilmu laduni bermacam-macam.
- Ada yang membawa orang ya menuju Allah
- dan kesadaran. Ada yang membawa orang
- sombong dan angkuh. Oleh karena itu,
- yang paling penting kita perhatikan di
- sini, mereka-mereka yang mendapatkan
- anugerah dari Allah Subhanahu wa taala
- dengan ilmu yang Allah ajarkan kembali
- dan sadar orang ini orang-orang yang
- betul-betul beruntung. Tapi banyak
- orang-orang yang ingkar.
- Adam juga kan waama adamal asma. Siapa
- yang mengajarkan?
- Iblis dari kalangan jin juga Allah
- anugerahkan ilmu, tapi sayang dia tidak
- sama sekali pergunakan untuk tujuan yang
- baik.
- Jadi berkaitan dengan ilmu laduni ini
- sebetulnya itu tanpa diragukan setiap
- orang juga pernah mendapatkan hal
- tersebut. Tapi sayang kebanyakan dari
- mereka ini mengembalikan ini usaha saya.
- Padahal apa? Sebahagiannya merupakan
- anugerah dari Allah. Kalau seekor monyet
- sekolah di sekolah yang paling bergengsi
- bersama seorang anak selama 6 tahun
- sekolah yang diterima monyet berapa
- persen
- yang didapatkan oleh anak pada sekolah
- SD tersebut? Manusia kan berbeda. Kalau
- bukan min ladulillah siapa coba? Betul
- gak? Jadi kata ladun itu artinya dari
- sisi Allah Subhanahu wa taala. Nah, yang
- bertakwa mendapatkan tambahan ilmu yang
- meningkatkan ketakwaan dia hingga
- betul-betul hormat kepada Allah. Samsung
- mau silakan
- ya enggak ya? Contoh-contohnya banyak
- sekali kan suka kita bilang, "Oh, ini
- orang apa enggak belajar tapi dia pintar
- atau didak."
- Jadi sebenarnya semuanya itu adalah
- orang yang e ilmu yang Allah berikan.
- Kita dulu punya teman ya ee di
- pesantren. Dia kerjaannya cuman angkut
- apa?
- Angkur air gitu. Ngangkur air. Tapi
- enggak lama sekarang kita keluar
- pesantren balik lagi dengar dia pintar
- apa elektronik
- [tertawa] belajarnya alm
- servis servis itu servis radio TV apa
- semuanya. Padahal engak enggak belajar
- SD juga enggak enggak tamat seperti itu.
- Tapi bisa itulah Allah Subhanahu ingin
- berikan anugerahnya kepada bisa saja
- Allah Subhanahu wa taala ya maha kuasa
- Allah memberikan ilmunya kepada Allah
- orang-orang yang Allah kehendaki.
- Seperti itu termasuk sering kita
- terangkan juga contoh yang ya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam yang ya yang
- dulunya kan umi enggak bisa baca. Ketika
- Allah Subhanahu wa taala perintahkan,
- "Iqra bacalah."
- Masa Allah yang nyuruh baca, masa
- Rasulullah terus buta huruf gitu. Enggak
- bisa baca ya. Tapi Rasulullah enggak
- nulis Al-Qur'an. Bisa baca betul-betul
- [mendengus] kan. Innama amruhu idza
- arada saian ayahu.
- Allah kalau menginginkan sesuatu. Jadi
- itulah apa bedanya kalau [mendengus]
- tadi kan dibagi dua, ada ilmu kasbi, ada
- ilmu laduni atau ilmu wahbi ya.
- Ilmu ada yang diusahakan dengan kita
- belajar ya dengan penelitian
- ada yang langsung Allah berikan seperti
- itu. [mendengus]
- Itu kalau Allah berikan ya enggak pakai
- belajar lagi langsung. Rasulullah juga
- enggak perlu diajarkan. lagi oleh Allah.
- Begitu juga waama adamal asma kan apa
- Allah dan Allah mengajarkan kepada Nabi
- Adam segalan nama bukan bukan diajarin
- oh ini namanya ini namanya itu kayak
- guru ngajar mereka langsung Allah
- berikan apa kemampuan Nabi Adam untuk
- bisa menamai sesuatu merumuskan sesuatu
- memformulasikan sesuatu ya itu seperti
- itu. Mas Krisna kita juga sering dapat
- ilmu lagu nih.
- Aduh
- ya dalam membuka katakan apa di di
- radionya membuat ini ya membuat ini kan
- [tertawa]
- ide-ida kan itu masuk dari mana coba?
- Iya
- masuk dari mana masuk ID itu kan Allah
- kirimkan ide-id buat kita semuanya
- subhanaka [mendengus] la ilma lana illa
- ma alamtana. Nah potensi manusia ini
- yang amat menakjubkan. Luar biasa.
- Iya
- potensi yang amat menakjub. Jadi kita
- ini semua apa yang kita tahu semua
- pemberian dari Allah. Jangan bilang kita
- nih belajar di Al-Azhar kemudian meraih
- gelar emas atau itu semua hanya semua
- ujian dari Allah untuk menguji kita
- semuanya. Kalau kita memandang hanya
- sebatas lahir dari usaha kita melakukan
- penelitian sebetulnya yang sebenarnya
- itu pengajaran dari Allah dengan potensi
- yang Allah berikan kepada kita semua
- dari Allah.
- Apa yang kita mau banggakan?
- Alhamd
- bilang kan ketika diingatkan oleh oleh
- masyarakat di sekitarnya ya jangan kamu
- begitu sombong dengan kekayaan kamu
- saya dapat ini semuanya. Oh berdasarkan
- oleh e apa sebab ilmu yang ada padaku.
- Dia lupa itu ilmunya dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- Ada sebuah kisah berkaitan Imam Syafi'i
- sama Imam Ahmad bin Hambal.
- Imam Ahmad bin Hambal ini amat-amat
- menghormati Syafi'i.
- H
- dipandangnya sebagai guru.
- Lalu orang mencemuhkan Syafi'i. Dia di
- malam hari dalam beribadah salat itu ya
- tidak sebanyak mereka-mereka yang bangun
- sepanjang malam.
- Ahmad bin Hambal tersenyum mendengarkan
- ucapan-ucapan mereka.
- Pagi hari Syafi'i mengatakan tadi malam
- alhamdulillah saya mendapatkan
- penerangan dari Allah menemukan
- jawaban-jawaban terhadap berbagai macam
- persoalan yang selama ini saya apa ee
- hampir hambal lihat ibadahnya ulama ini
- yang berhubungan dengan umat menjawab
- pertanyaan mereka berbeda dengan
- ibadahnya para apa? Para ubat.
- Hm.
- Dia salat di malam hari tapi sebagian
- waktunya digunakan untuk apa? bertafakur
- dan merenung dan dia merasakan bagaimana
- Allah memberikan ilham petunjuk
- kepadanya. Antum juga semua orang nih
- tidak pernah lepas dari ilmu laduni dari
- sisi Allah Subhanahu wa taala. Cuma kita
- ini suka mengklaim ini hasil usaha kita,
- harta usaha kita, perdagangan. Jangan
- kita anggap karena kepintaran kita. Saya
- merasa kalau bukan gerakan Allah untuk
- apa? membeli apa-apa yang kita katakan
- produk jangan harap banyak yang lebih
- baik lagi. Tapi kenapa orang cocok
- dengan apa yang kita jual merasakan
- betul-betul kenyamanan?
- Belum tentu barang kita lebih baik dari
- orang lain. Tapi Allah berikan manfaat
- bagi orang yang minum. Manfaatnya dari
- mana?
- Allah.
- Dari Allah yang membuat apa yang kita
- apa yang kita jual memberikan manfaat
- itu karena Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi jangan pernah kita mengklaim ini
- hasil usaha saya. Ini hasil dari rahmat
- Allah. Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Mungkin sudah pukul 114 ya.
- Baik. Alhamdulillah.
- Insyaallah
- banyak ilmu yang kita dapat pada pagi
- hari ini. Alhamdulillah. Terima kasih
- Ustazin Ustaz Hamza. Kita akan jumpa
- lagi pada insyaallah Selasa atau Jumat
- ee depan ya. Baik. Saya Muhammad Krishna
- kemudian juga ee Ondi Saputra Algi dan
- Gustaf. Mohon pamit. Wabillahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatumsalam.