Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillah alhamdulillah wasalatu wasalam
- ala rasulillah wa ala alihi muala.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh
- dirahmatullah subhanahu wa taala.
- Apa kabar? Selamat pagi. Selamat datang
- di acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an bersama Alfagqir Isa Alkaf.
- Ada Ondi dan juga Mas Algi di meja
- operator dan membersamai guru kita di
- ruangan studio, Ustaz Husein bin Hamid
- Alat. Asalamualaikum Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi.
- Semoga sehat selalu, Ustaz. Jaga selalu
- insyaallah Ustaz. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah.
- Tumen enggak pakai rida hijau hari ini,
- Ustaz. [tertawa]
- Masyaallah.
- Tapi sisanya yang pulan belum pakai nih.
- Oh iya. Insyaallah Ustaz mudah-mudahan.
- Mudah-mudahan dalam keadaan sehat
- walafiat ya, Ustaz.
- Ikhwan akhwat. Hari ini kita insyaallah
- akan membacakan pertanyaan-pertanyaan
- dari Ikhwanakh sekalian. Bagi
- ikhwanakhwat yang ingin bertanya boleh
- langsung telepon di 0811999720
- atau bisa kirim pesan melalui pesan
- WhatsApp di nomor yang sama. Saya
- bacakan sekali lagi. 08 1-nya 3 kali
- 9-nya 3 kali 720.
- Kami tunggu pertanyaan ikhwan akhwat.
- Kita akan buka dulu dengan baca ummul
- Quran surah al-Fatihah. Tafad Ustaz.
- [berdehem]
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- iki yaumiddin
- iyaka [mendengus] na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim walad
- Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Allahummarhamna bil Quran. Nah, ini
- untuk membuka pertanyaan Ustaz. Nih ada
- satu pertanyaan yang diajukan ke IS
- Ustaz waktu pengajian kemarin datang
- dari seorang janda, Ustaz. Jandanya tapi
- janda cerai. He
- dia bertanya,
- "Boleh enggak menghalangi anak ketemu
- suami kalau suami itu memberikan dampak
- buruk kepada anak kita, Ustaz?"
- Seperti apa? seperti misalnya kekesalan
- yang ada di hati anak ketika bertemu
- mantan eh atau bertemu ayahnya ee karena
- ayahnya memiliki istri baru yang dia
- ceritakan seperti itu. Atau mungkin
- dampak buruk lainnya, ayahnya punya
- kebiasaan buruk dan lain sebagainya itu
- apakah boleh menghalanginya atau ada
- batasan yang mungkin si anak bisa tetap
- bersilaturahmi tapi tidak terkena dampak
- buruk, Ustaz. Syukran. Jazakumullah
- khair, Ustaz.
- [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Asalamualaika ya Rasulullah.
- Wasalamu ala ahli baitik thyibin
- wasohabatikal
- gurril mayamin. Wasalam
- ala jami ibadillah
- almukminin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi' wf'na bima alamtana.
- Rabbana zidna ilman walhiqna bisihin.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Di dalam Al-Qur'an
- sebagian besar ayat-ayat hukum
- yang diturunkan Allah Subhanahu wa taala
- diturunkan untuk
- memberikan bimbingan petunjuk
- dan mengasuh
- kehidupan rumah tangga.
- Karena kita tahu bahwa keluarga itu
- memiliki peran penting
- dalam melahirkan generasi yang saleh,
- yang baik, yang bertanggung jawab.
- Begitu juga
- dalam menciptakan generasi yang rusak
- dan bobrok.
- Mengingat pentingnya peran keluarga,
- Allah Subhanahu wa taala [mendengus]
- turunkan sebagian besar ayat-ayat hukum.
- berbicara tentang
- bimbingan, petunjuk, [berdehem]
- pengarahan
- kepada keluarga baik pada masa mereka
- rukun bersatu atau pada masa mereka
- bercerai agar anak-anak tidak menjadi
- korban. [berdehem]
- Apabila pasangan suami istri bercerai,
- apakah dibolehkan seorang istri
- menghalangi mantan suaminya untuk
- bertemu dengan anak-anak? Jawabannya
- tidak.
- Kecuali Kecuali apa? Kecuali
- [berdehem]
- kehadiran
- ayah bagi anak-anaknya menimbulkan
- ancaman yang serius. menimbulkan ancaman
- yang serius,
- yang serius.
- Tapi menghalangi orang tua untuk bertemu
- dengan anaknya ini merupakan satu hal
- yang bakal merusak
- anak-anak tersebut
- yang akan tumbuh dalam kebencian
- terhadap orang tuanya. Dan ini akan
- merusak hari depan mereka baik dalam
- kehidupan dunia maupun dalam kehidupan
- akhirat. Oleh karena itu Allah
- perintahkan dalam surah thaq, watamiru
- bainakum bima'ruf.
- Bagaimana
- pasangan suami istri yang tadinya hidup
- bersama kemudian berpisah hendaklah
- bermusyawarah dengan cara yang makruf
- dalam menjaga, membina ya dan
- menumbuhkan anak-anak mereka dalam
- pertumbuhan yang sehat. Karena
- perceraian itu sendiri sebetulnya sudah
- merupakan apa?
- merupakan hal yang buruk yang
- menimbulkan trauma bagi anak-anak, bukan
- hanya bagi istri.
- Nah, dengan [berdehem] dijauhkannya
- seorang bapak dari anak atau sebaliknya
- seorang ibu dijauhkan dari anak-anaknya
- karena yang merawat anak tersebut
- ayahnya ini menimbulkan dampak yang amat
- buruk.
- Oleh karena itu, izinkan orang tua untuk
- bertemu dengan anaknya.
- Dan hendaklah kalian musyawarah agar
- pertemuan ini tidak menimbulkan dampak
- yang negatif buat anak. Tapi baik ibu
- yang merawat, mendidik anak-anaknya,
- begitu juga sang ayah betul-betul peduli
- terhadap pendidikan dan pertumbuhan
- mereka baik secara jasmani maupun secara
- rohani.
- Oleh karena itu, apabila seorang ibu
- meracuni anaknya disebabkan karena
- kebencian pada mantan suami, diracuni
- anaknya dengan cerita-cerita yang tidak
- baik mengenai perilaku orang tuanya, ini
- sebetulnya merupakan pendidikan yang
- akan berakibat buruk bukan hanya pada
- anak, tapi terhadap dirinya.
- Iya. Tapi hendaknya walaupun walaupun
- [berdehem]
- sekarang ini berpisah,
- ada sakit hati akibat dari perceraian
- tersebut. Ya, karena perceraian bukan
- sesuatu yang dianjurkan, tapi merupakan
- jalan keluar pada saat darurat di mana
- pasangan, suami istri tidak dapat hidup
- bersama daripada mereka bersama-sama
- dalam suasana yang tidak baik, maka
- Allah izinkan mereka berpisah.
- Tapi Allah Subhanahu wa taala
- perintahkan ya mantan suami untuk
- betul-betul dalam suasana berpisah itu
- berpisah dengan cara baik-baik ya.
- Kemudian bertanggung jawab memberikan
- nafkah idahnya, memberikan hadiah
- perpisahan
- dan
- memperlakukan anak-anak mereka dengan
- betul-betul apa? Penuh keikhlasan.
- Jangan terbawa oleh kebencian,
- permusuhan [mendengus]
- atau sakit hati. Baik suami terhadap
- istri maupun istri terhadap suami.
- Jangan sampai anak-anak di rumah
- mendengarkan istrinya menjelek-jelekkan
- ayah mereka. Begitu bertemu dengan sang
- ayah, sang ayah kembali
- menjelek-jelekkan. Karena ibu kamu
- begini, begini, begini, keluarganya
- begini, begini. Akhirnya anak tersebut
- tumbuh dari apa? Dari nutrisi yang tidak
- sehat.
- Jadi hendaknya seorang ibu bila
- betul-betul cinta sayang kepada anak
- mereka, ingin anak mereka tumbuh dalam
- suasana yang sehat, jangan diberikan
- nutrisi yang tidak baik dari
- cerita-cerita yang buruk. Yang buruk
- tutup. Begitu juga sang ayah jangan
- menceritakan hal-hal yang buruk tentang
- ibu mereka. Hendaklah anak tersebut biar
- tumbuh menghormati ibu mereka,
- menghormati juga ayah mereka.
- Insyaallah nanti anak-anak ini akan
- menjadi orang-orang yang saleh yang
- menghargai kedua orang tuanya. Ada
- kemungkinan satu hari nanti ayah ibu
- yang tadinya sudah berpisah bisa
- berkumpul kembali kalau apa perpisahan
- tersebut dengan cara baik-baik dan tidak
- diisi dengan cerita-cerita yang buruk.
- Karena orang pada saat marah, pada saat
- sakit hati, apa yang keluar dari
- mulutnya itu kebanyakan tidak dapat
- dipertanggungjawabkan.
- Oleh karena itu, jangan cinta kita atau
- benci kita mengeluarkan kita dari
- kebenaran dan keadilan. Jadi, nasihat
- saya bagi para suami apabila mereka
- berpisah, jangan sekali-kali memberikan
- nutrisi yang tidak baik kepada anak-anak
- mereka dengan cerita-cerita buruk
- mengenai ibu mereka.
- Walaupun sang ibu melakukan hal yang
- buruk, tapi jangan tanamkan hal-hal yang
- buruk di hati anak-anak supaya dia di
- bisa berbakti kepada ibu mereka sesuai
- dengan perintah Allah. Jangankan hanya
- berbuat buruk, seandainya mereka
- musyrik, anak tersebut wajib berbakti
- kepada ibu mereka. Adapun perintah orang
- tua mereka yang tidak baik, anak
- tersebut tidak dibolehkan menurutinya,
- tapi tetap menggauli mereka dengan cara
- yang baik. Nah, saya temukan memang
- banyak kasus pasangan suami istri di
- saat berpisah.
- Si ibu melampiaskan sakit hatinya
- melalui anaknya, menghalang-halangi si
- anak untuk bertemu dengan sang ayah.
- Bahkan diisi dengan cerita-cerita yang
- buruk. Begitu juga sang ayah begitu
- mendengarkan cerita buruk, ya, dia mulai
- melampiaskan marahnya melalui anaknya.
- Akhirnya anak yang kasihan menjadi apa?
- tumpahan ya, akumulasi kebencian
- suami istri, anak yang menjadi korban
- tumbuh dalam suasana yang tidak sehat
- dan menerima juga nutrisi yang tidak
- sehat. Berarti orang tua bertanggung
- jawab besar di hadapan Allah Subhanahu
- wa taala. Jadi, watiru bainakum
- bima'ruf. Hendaklah kalian musyawarah
- dengan cara yang makruf. Bersama-sama
- mendidik anak kalian untuk menjadi
- manusia-manusia yang baik dan mulia.
- Wallahuam.
- Masyaallah, Ustaz. Nah, berkaitan dengan
- hal ini, Ustaz, ee belakangan tuh banyak
- di antara anak-anak muda generasi satu
- yang orang tuanya broken home, kemudian
- bercerita mengenai trauma-traumanya
- tentang masa lalunya, keluarganya, dan
- father isus atau anak yang tumbuh tanpa
- sosok bapak itu sedang marak-maraknya.
- Artinya dia kadang-kadang punya ayah
- tapi ayahnya tidak hadir sebagai
- keluarga di rumahnya. Nah, untuk anak
- yang sudah terlanjur tumbuh besar
- seperti ini, Ustaz, bagaimana mengatasi
- masa trauma trauma terhadap hal ini,
- Ustaz? Mengobati mental atau bagaimana
- menjadikan Al-Qur'an sebagai obat?
- Ustaz,
- bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman wa alhikna
- bisolihin.
- Banyak anak-anak yang tumbuh
- dalam suasana yang tidak sehat.
- Walaupun ayah ibu mereka
- ada, tapi si anak tidak merasakan
- kehadiran sang ayah. [berdehem]
- Istrinya pun juga tidak dapat berdialog,
- berdiskusi bersama ayahnya untuk
- pendidikan anaknya.
- Anak-anaknya di saat ingin bertanya
- tentang sesuatu, mereka tidak bisa
- bertanya pada ayah mereka.
- Akhirnya bertanya pada ibu. Ibu
- memberikan jawaban yang terkadang tidak
- memuaskan
- karena ayah sibuk, ibu juga si sibuk.
- Nah, ini pernah terjadi
- kasus
- pasangan suami istri
- memiliki anak.
- Anaknya sebagian cerdas, sebagian
- bermasalah.
- Anak yang cerdas ini sering kalau
- menghadapi masalah ingin bertanya pada
- ayahnya, tapi ayahnya tidak memberikan
- jawaban yang baik.
- Eh, sibuk dengan pekerjaannya, fokus,
- dia serahkan urusan anak perempuannya
- kepada kepada istrinya. Istri juga punya
- kesibukan dan kemampuan yang terbatas
- untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
- yang berhubungan dengan anaknya. Jadi,
- orang tua tidak terlalu serius
- menanggapi persoalan anaknya.
- Si anak berangkat ke luar negeri.
- Mereka belajar, kebetulan punya
- kecerdasan yang luar biasa.
- Tidak lama kemudian menikah dengan
- temannya.
- Ternyata rumah tangganya tidak seperti
- yang diharapkan.
- Mereka berpisah. Pada saat berpisah,
- anak ini kan membutuhkan apa?
- Membutuhkan nasihat-nasihat masukan yang
- baik. Orang tua kurang perhatian.
- Akhirnya anak perempuannya dalam keadaan
- bingung, dalam keadaan
- resah, tidak memiliki pegangan, habis
- berpisah dengan suaminya. Orang tua juga
- tidak memberikan kepedulian. Orang tua
- beranggapan dengan biaya yang sudah
- dikeluarkan untuk pendidikan anaknya di
- luar beranggapan tanggung jawabnya
- selesai. Akhirnya anak perempuannya yang
- sedang mengalami broken home akibat
- perpisahan kecewa dengan mantan suaminya
- kemudian juga tidak mendapatkan dukungan
- dari kedua orang tuanya yang menikah
- dengan nonmuslim. Ini banyak kejadian
- seperti ini.
- Banyak anak-anak yang tumbuh dalam
- suasana broken home by orang tua yang
- tidak hadir walaupun mereka masih
- bersama atau berpisah. Anak tersebut
- tumbuh kesian betul-betul tidak memiliki
- apa? Sistem nilai yang jelas.
- Akhirnya dia bekerja berbuat sesuai
- dengan apa? Sesuai dengan apa yang
- dipahami.
- Padahal pemahamannya salah.
- Oleh karena itu, orang tua yang
- mengabaikan kewajiban mereka pada anak
- mereka, maka orang tua tersebut orang
- tua yang akan dipanggil oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Dan ini yang
- diriwayatkan dalam hadis di mana orang
- tua akan masuk ke dalam surga. Dia
- menjalankan kewajiban dia salatnya,
- ibadahnya dengan baik, tapi pengabaian
- terhadap anaknya. Ketika dia akan masuk
- surga digugat oleh anaknya.
- Lalu anaknya mengadu kepada Allah bahwa
- mereka mengabaikan dan menyia-nyiakan
- dirinya hingga dia tidak tahu apa yang
- harus dilakukan dengan benar.
- Dia terpengaruh oleh pergaulan
- lingkungan. Dia tidak bisa curhat pada
- orang tuanya. Curhat pada temannya.
- Teman-temannya yang sebaya dengan
- dirinya juga apa? Berada dalam situasi
- kondisi seperti yang kita ketahui saat
- ini. Jarang teman yang baik yang
- mengarahkan teman-teman mereka ke arah
- yang positif. akhirnya
- bergaul dalam pergaulan yang tidak baik,
- baik itu anak laki-laki maupun perempuan
- sampai ada satu lembaga
- rehabilitasi ya yang dipenuhi dengan
- pemuda dan pemudi sedang tumbuh.
- Sewaktu diwawancarai ini pemuda-pemuda
- masa depan dan gadis-gadis masa depan
- dari pendidikan cerdas tapi mereka
- terkena pengaruh narkoba, pergaulan
- bebas. Sewaktu mereka ditanya 99%
- penyebab terjadinya semua ini orang tua
- yang tidak hadir bersama mereka.
- Jadi orang tua bekerja keras kemudian
- menempatkan mereka dalam pendidikan yang
- tinggi. Ada yang disekolahkan di sekolah
- agama. Orang tua setiap akan berangkat
- kerja mengingatkan anaknya untuk
- perhatian terhadap pelajaran.
- Kemudian begitu pulang juga yang
- ditanya, "Bagaimana hasil pelajaran
- kalian?" Orang tua bekerja keras semua
- untuk kepentingan kalian. Tapi tidak
- pernah sama sekali orang tua duduk
- bersama mereka, menemani mereka,
- mendengarkan curhat anak-anaknya. Ini
- hal yang penting. Manusia itu bukan
- hanya sekedar
- kecerdasan EQ-nya. Bukan hanya sekedar
- ya dilihat dari apa? Dari jenjang
- pendidikannya. Oleh karena itu, tidak
- heran kalau sebagian orang mengatakan,
- "Saya lebih suka sekolah saya
- menghasilkan ya orang yang sehat sebagai
- penjaga rumah daripada sarjana yang
- sakit jiwa.
- Yang bisa duduk sebagai pejabat, mereka
- berkhianat terhadap apa? Berkhianat
- terhadap diri mereka maupun bangsa
- mereka. Oleh karena itu,
- untuk memberikan solusi buat anak-anak
- semacam ini dibetuhkan betul-betul orang
- tua walaupun bukan orang tua kandung.
- tokoh-tokoh baik tokoh agama, tokoh
- masyarakat ya yang melakukan amar makruf
- nahi mungkar bukan hanya dengan
- kata-kata tapi berusaha menaungi
- anak-anak muda atau pemudi yang
- mengalami kondisi semacam ini memberikan
- nasihat yang baik, masukan yang baik.
- Oleh karena itu dibutuhkan apa?
- Majelis-majelis
- [berdehem] untuk apa? Untuk betul-betul
- mendengarkan curhat mereka. Bukan hanya
- majelis taklim yang berbicara tentang
- aturan dan hukum-hukum fikih, tapi
- majelis taklim yang membuka dirinya
- untuk mendengarkan curhat anak-anak muda
- kita.
- Jadi kalau mereka enggak dapatkan pada
- orang tua mereka,
- ada Ustaz,
- mereka dapatkan juga pada orang-orang
- tua di sekeliling mereka seperti yang
- kita jumpai pada apa? Pada masa nabi
- kita. Sebagai contoh, Nabi kita
- ketika
- dalam kandungan ibunya, [berdehem] sang
- ayah meninggal dunia.
- [mendengus]
- Pada saat dia usia beberapa tahun ibunya
- meninggal dunia. Kita saksikan bagaimana
- sang kakek turun tangan mengasuh
- Rasulullah. Begitu juga sang kakek
- meninggal sang paman Abu Thalib yang
- merawat ya memberikan perhatian kepada
- Rasul. Bahkan istri beliau Fatimah binti
- Asad dikenal sebagai ibu Nabi setelah
- ibunya. Karena apa? Dia mengutamakan
- Nabi
- dari anak-anaknya yang lain.
- Kemudian ketika Abu Thalib lanjut usia,
- anaknya banyak, Rasulullah mengambil
- salah satunya itu Ali bin Abi Thalib
- dalam asuhannya. Kemudian kita saksikan
- juga Abbas mengambil salah satunya.
- Jadi kita saksikan bagaimana walaupun
- orang tua katakan apa tidak hadir orang
- tua kandungnya ada orang tua yang
- menggantikannya. Apa gunanya kita hidup
- bersosial, bermasyarakat kalau hanya
- sekedar tata krama, basa-basi,
- seharusnya ada tanggung jawab di antara
- kita.
- Kalau kita menjumpai anak-anak seperti
- ini, kita bisa berkumpul bersama-sama,
- berdiskusi, mendengarkan curhat mereka,
- memberikan solusi buat mereka. Ini yang
- Allah Subhanahu wa taala ingatkan dalam
- firmannya, wal mukminun wal mukminat
- ba'duhum auliya ba'dim. orang yang
- beriman sebagian mereka adalah wali
- sebagian yang lain hingga walaupun dia
- kehilangan orang tuanya ada wali lain
- yang menggantikan di
- Nah kita harapkan mudah-mudahan majelis
- taklim kita ini berubah.
- Betul ustaz.
- Dari berbicara mengenai pertentangan
- khilafiat
- yang menghabiskan waktu kita menjemukkan
- jangankan masyarakat modern pada saat
- ini yang berhadapan dengan tantangan
- besar kita saja jenuh.
- Jadi bagaimana majelis ini? Majelis
- diskusi curhat mendengarkan keluhan
- bukan satu arah.
- Betul.
- Tapi mendengarkan keluh kesah mereka.
- Wallahuam.
- Insyaallah. Tadi mengenai tanggung jawab
- anak yang terover ke paman dan lain
- sebagainya harusnya diterapkan ya Ustaz
- ya.
- Betul.
- Masalahnya Alfakir [berdehem] sering
- ngelihat Ustaz bagaimana seorang anak
- ini yang yatim karena ayahnya meninggal
- diasuh sama pamannya atau sama bibinya
- tapi di rumahnya dijadikan sebagai layar
- kedua. entar disuruh jadi semacam
- pembantu begitu, Ustaz. Disuruh cuci
- piring, kamarnya terpisah. Nah, ini
- apakah berdosa, Ustaz mengasuh tapi
- dipekerjakan? Ustaz,
- sebetulnya pada saat seorang paman
- mengasuh ke manakannya,
- seharusnya diperlakukan seperti anaknya.
- Di saat dia melihat
- anak kandungnya mendengarkan juga
- instruksi yang sama,
- I enggak merasa dibedakan. Iya.
- Arti sang paman mendidik anaknya untuk
- menjadi orang yang bertanggung jawab.
- Kamu katakan ditugaskan
- hari ini tugas kamu untuk membersihkan
- rumah
- anak perempuannya. Tugas kamu untuk
- membantu ibu kamu di dapur. Bergantian
- di antara anak kandungnya termasuk juga
- kemenakannya. Dia tidak merasa bahwa apa
- perlakuan sang paman itu ya
- memperlakukan dia sebagai pembantu tapi
- sebagai orang yang disiapkan dididik
- untuk menjadi orang mandiri. Apa yang
- dilakukan terhadap anaknya? Dilakukan
- terhadap itu yang dilakukan Abu Thalib
- ya dan sang istri kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Hingga
- Rasulullah ketika menguburkan Fatimah
- bintu Asad di Albaqi sebelum masuk dia
- masuk terlebih dahulu. Kemudian
- diletakkan sang ibu dia mengatakan ummi
- ba'da umi.
- Masyaallah.
- Dan kita harus tahu terkadang kita ini
- punya anak bukan dari sulbi kita, bukan
- dari apa? Rahim istri kita.
- Iya.
- Anak kita.
- Bahkan lebih berbakti daripada anak
- kandung.
- Seperti saudara pun terkadang apa?
- Iya.
- Seorang mempunyai saudara yang bukan
- lahir dari rahim ibunya. Rubba akin lam
- tibuk. He.
- Jadi jangan pernah kita lupakan kebaikan
- yang kita lakukan.
- Iya.
- Jangan kita berusaha untuk memanipulasi,
- memanfaatkan orang lain, tapi saling
- memberikan manfaat. Tabadul almanafi' wa
- taawanu alal birri watwa. Kata taawun
- kan indah sekali kan. Iya.
- Kita lihat [berdehem] bagaimana
- Rasulullah dirawat, dibesarkan. Kemudian
- setelah itu dia merawat anak pamannya,
- ditempatkan di tempat yang mulia,
- dikawinkan dengan putrinya. Kita lihat
- kan? Nah, ini sebetulnya pada zaman
- dahulu kala untuk mendidik anak-anak
- agar tidak manja. Saya ingat dulu ya,
- bagaimana
- saya punya ayah dari Sulawesi dikirim ke
- Pekalongan ke tempat saudaranya
- untuk dirawat supaya apa? Supaya menjadi
- tidak manja.
- Kebetulan paman kita punya ayah ini
- keras orangnya. Tapi bukan hanya
- terhadap dia, terhadap anak-anaknya pun
- keras.
- Karena kalau tinggal sama orang tua
- i
- memunculkan kemanjaan kan.
- Betul.
- Kalau diperintahkan orang tua kan dia
- berani apa?
- Lawan.
- Melawan ya diarahkan. Tapi kalau di
- rumah pamannya bukan rumah orang tuanya
- beda keadaannya. Lalu saya punya sepupu
- juga dari Sulawesi.
- Dia berdiam bersama pamannya di Gresik.
- Sang paman yang menyekolahkan, yang
- mendidik, tapi mempekerjakan dia. Bukan
- mempekerjakan dia tujuannya untuk
- menindas,
- iya.
- Tapi membuat dia bertanggung jawab.
- Iya. Iya. Iya.
- Oleh karena itu, apa yang Rasulullah
- ingatkan pada kita, "Irhamu ma fil ardhi
- yarhamkum man fisama.
- Innallaha yarhamu min ibadihi ruhama."
- Man la yarham. Jangan orang tua atau
- paman berkata pada anaknya, "Kamu ni
- enggak bersyukur. Kamu nih makan, minum,
- dibesarkan, disekolahkan, tapi sama
- sekali enggak bersyukur pada paman kamu
- yang merawat kamu, membesarkan kamu."
- Jangan sekali-kali mengungkit apa yang
- pernah kita berikan.
- Allah ingatkan bahwa qulum mar'ruf
- khairun.
- marufunir minqatin
- marufunfiratun.
- Kata-kata yang baik yang mengarahkan ke
- arah yang positif dan memberikan maaf
- atas kesalahan orang lain lebih baik
- daripada orang memberi tapi diiringi
- dengan ucapan yang menyakitkan hati. Dia
- merawat, dia mendidik tapi kata-katanya
- menyakitkan hati. Har menimbulkan
- kebencian.
- Tapi kalau dia lemah lembut, memberikan
- maaf atas kesalahannya, memperlakukannya
- dengan mulia, walaupun tidak memberikan
- materi,
- orang semacam ini akan selalu dikenang
- di dunia dan dihormati, dimuliakan di
- hari akhirat. Dan dia harus tahu bahwa
- yang dimiliki itu anugerah dari Allah,
- tafadul minallah, bukan karena usahanya.
- Jadi memang kalimah thayyibah itu
- seperti yang digambarkan dalam Quran.
- Seperti pohon yang memiliki akar yang
- kokoh, kuat. mengakar dalam jiwa
- manusia.
- Daun-daun yang rimbun memberikan
- keteduhan. Kemudian
- buah-buahnya akan selalu bermunculan
- setiap saat. Bukan hanya setiap musim,
- setiap saat. Kenapa? Karena kata-kata
- yang baiknya selalu menumbuhkan
- kebaikan.
- Suami istri pada istrinya, istri pada
- suaminya, ayah pada anaknya, anak pada
- orang tuanya. Oleh karena itu kita kalau
- terbiasa marah-marah,
- kita akan dijauhi orang. Bahkan
- jangankan orang, binatang pun menjauh
- dari orang yang wataknya seperti ini.
- Tapi kalau manusia yang baik,
- subhanallah bertemu orang yang baru
- dikenal saja dari air muka dan sorot
- matanya, itu menarik.
- Jadi hiasi diri kita dengan makarimul
- akhlak.
- Masyaallah.
- Ini termasuk di antaranya sekarang ini
- lagi orang banyak berbincang-bincang
- masalah DPR nih. Iya, Ustaz. yang sedang
- update kan [tertawa]
- kita lihat ada orang yang mungkin demo
- hari ini ya menuntut supaya DPR
- dibubarkan.
- Gimana Ustaz tanggapannya Ustaz? ini
- sebetulnya
- bukan merupakan
- ee
- dorongan
- sesaat yang baru muncul saat ini.
- Sebetulnya masyarakat semenjak lama
- kehilangan kepercayaan mereka kepada
- apa? kepada DPR
- di mana DPR ini lebih loyal kepada
- partai yang mencalonkan mereka dan
- kepada diri mereka.
- Sebagaimana kita tahu, DR memiliki tiga
- fungsi yang amat penting.
- Betul gak? dalam ketaregaraan kita
- memiliki tiga fungsi yang amat penting.
- Yang pertama, legislasi
- dalam pembuatan undang-undang
- dan hukum. Ya, karena mereka Dewan
- Perwakilan Rakyat, maka dengan
- sendirinya undang-undang yang dibuat,
- undang-undang yang direstui itu
- undang-undang yang mewakili kepentingan
- rakyat.
- Rakyat.
- Tapi sekarang definisi negara sudah
- berubah.
- Negara itu bukan berarti rakyat, He.
- Tapi negara itu berarti pejabat.
- Jadi, pada saat mereka naik sebagai
- anggota DPR,
- mereka bukan lagi mewakili kepentingan
- rakyat, tapi lebih banyak mewakili
- kepentingan mereka dan partai yang
- mencalonkan mereka.
- Oleh karena itu, mereka berkolaborasi
- dengan konglomerat,
- dengan pemerintah yang berkuasa, bukan
- lagi menjalankan fungsi mereka. ya yang
- ditegaskan oleh undang-undang yaitu
- fungsi legislasi
- yang betul-betul apa menelorkan
- undang-undang yang menjaga, yang
- membela, melindungi kepentingan rakyat.
- Ini tidak terlihat.
- Yang kedua, fungsi anggaran. Fungsi
- anggaran.
- Anggaran di mana mereka dengan
- sendirinya ya mengawasi RAPBN kita.
- Betul gak? rancangan anggaran belanja
- kita juga termasuk pemasukan
- yang masuk ke negara. Seharusnya
- anggaran yang disetujui itu ya demikian
- pula kontrol terhadap ee ee arus masuk
- keluarnya uang itu semua demi
- kepentingan rakyat karena fungsi mereka
- sebagai Dewan Perwakilan
- Rakyat.
- Rakyat. Oleh karena itu mengherankan di
- negeri kita ini kita tahu anggaran
- belanja kita tahun lalu itu 2.700
- triliun.
- Ternyata
- 2.500 triliun dari anggaran tersebut
- dipungut dari pajak.
- Hm.
- Dipungut dari pa
- pajak.
- Pajak artinya apa?
- gaji pejabat pemerintah dari mulai ee
- katakan ee
- DPR-nya ya, begitu juga kepada
- eksekutifnya
- semua ya digaji dari uang pajak. Ada
- sebahagian mereka mengatakan, "Apa peran
- kalian sebagai rakyat?" Padahal mereka
- harus tahu bahwa mereka makan minum,
- mereka menikmati kesejahteraan,
- mengendarai mobil mewah, mendapatkan
- jaminan ya
- semua dari uang rakyat.
- Kemudian
- ke mana perginya kekayaan negara yang
- begitu banyak?
- Demikian pula kita perhatikan
- di mana Indonesia ya yang memiliki
- kekayaan yang tak terhingga seperti di
- Jawa, di Sumatera, di Sulawesi, di
- Kalimantan, termasuk di Irian. Irian
- betul-betul apa? Memberikan pemasukan
- yang luar biasa dari kekayaannya yang
- tak terhingga. Tapi bagaimana nasib
- rakyat Irian?
- Iya.
- Betul gak? Kemudian kita saksikan juga
- keluh kesah yang diungkapkan oleh rakyat
- Aceh dari mulai zaman dahulu kala
- penganiayaan yang mereka rasakan
- kekayaan alam seperti sumber gas yang
- kaya raya dulu
- disedot
- tapi anggarannya dibawa ke pusat
- sedangkan rakyat Aceh tidak menikmati
- apa-apa yang mereka yang mereka miliki
- dari kekayaan alam mereka. Dan saya
- pernah ke Aceh, saya saksikan Aceh itu
- merupakan
- wilayah yang tertinggal dari sisi
- pembangunannya ya. Waktu tsunami kita
- saksikan Aceh itu betul-betul merupakan
- daerah tertinggal padahal merupakan
- wilayah yang keraya-anya.
- Dan kita saksikan juga di Irian kita
- saksikan juga di daerah-daerah yang
- betul-betul memberikan masukan bagi
- negara ke mana perginya uang tersebut.
- di Kalimantan sebagai contoh dari
- batuaranya.
- Ke mana kekayaan batuara ini? Ya,
- dibawa
- konglomerat-konglomerat oligarki bersama
- para pejabat bekerja sama. Nah, ini
- tidak terlepas dari tanggung jawab DPR.
- Dari mulai fungsi legislasi kemudian
- fungsi anggaran yang seharusnya
- mengawasi uang rakyat. Uang negara ini
- uang negara berarti uang rakyat.
- Ke mana [berdehem] perginya?
- Yang ketiga, fungsi pengawasan dan
- kontrol.
- Ternyata ketiga fungsi ini tidak
- dijalankan oleh wakil rakyat kita.
- Bahkan mereka secara finansial menjadi
- beban. Betul gak? Untuk kesejahteraan
- mereka, untuk tugas keliling mereka yang
- hanya sekedar kamuflase tapi hasilnya
- tidak ada dan rakyat juga dikecewakan.
- Jadi tidak heran kalau sebagian orang
- menuntut agar DPR dibubarkan.
- Kenapa? Jadi beban buat negara, beban
- buat rakyat. Karena mereka memberikan
- dukungan kepada apa? Kepada elit ya,
- oligarki kita, politik kita untuk apa?
- Untuk betul-betul membebani rakyat
- dengan beban yang berat. Oleh karena
- itu, dengan adanya kepala negara, dengan
- adanya juga gubernur, dengan adanya
- walikota, adanya bupati, cukup
- biar rakyat yang mengawasi mereka
- langsung, tidak perlu ada DPR. He.
- Nah, salah seorang dari mereka
- mengatakan yang ingin membubarkan DPR
- super tolol sebetulnya ini mewakili
- kepentingan dia karena dia sebagai
- anggota DPR menikmati berbagai macam
- fasilitas.
- Iya.
- Dan ini bukan lagi rahasia yang
- tersembunyi, tapi sudah jadi rahasia
- umum. Orang tahu tadinya anggota DPR
- tidak punya apa-apa, bahkan untuk makan
- sehari-hari susah, begitu menjadi
- anggota DPR langsung melambung dan
- membumbung tinggi. Dari mana dapatnya?
- dibilang warisan atau hadiah.
- Jadi betul-betul menyedihkan sekali ya
- serba-serbi kehidupan anggota DPR kita.
- Padahal mereka kelak akan berdiri
- bertanggung jawab di hadapan Allah
- Subhanahu wa taala. Tapi rupanya rasa
- takut mereka tidak ada sama sekali.
- Rasa takut ya dan rasa malunya pun
- hilang. Bukan mereka mawas diri,
- mengoreksi kesalahan mereka. Mohon maaf
- karena selama ini mereka lupa akan
- kewajiban mereka, tapi mereka justru
- membela diri dan terbawa oleh
- kesombongan, keangguhan. Ini sebetulnya
- merupakan pertanda negara yang tidak
- sehat. Kalau seandainya tidak ada
- perbaikan, maka Allah yang akan turun
- tangan melakukan perubahan dengan
- kekuasaannya. Seperti yang digambarkan
- Allah dalam suratul Isra. Wa arnauhl
- qyatan amarna fiha fafasaqu fiha fahaqq
- alaihair.
- Oleh karena itu kita ingatkan kepada
- anggota DPR, kepada juga lembaga
- eksekutif kalau kalian tidak melakukan
- perbaikan, maka tunggulah azab Allah
- akan datang dan azab Allah lebih
- mengerikan lagi dan apa yang datang di
- hari akhirat lebih menakutkan. Jadi kita
- enggak mau bicara mengenai politik dan
- saya terang-terangan lebih suka
- berbicara dari hati nurani kita daripada
- berbicara dengan bahasa politik yang
- sama sekali tidak kita ketahui ujungnya.
- Hanya kepandaian, retorika, dan
- kata-kata. Saya berbicara dari hati
- nurai memberikan peringatan. Semoga ada
- sebagian orang yang mendengarkan
- peringatan ini. Wallahuam.
- Insyaallah. Insyaallah, Ustaz. Ini kita
- sapa-sapa dulu pendengar yang sudah
- bergabung melalui pesan WhatsApp. Ada
- Ibu Siswati Rifai Batam, Anggit Retno,
- Bunda Rid Bekasi, Ibu Darmaw Darniat,
- Ibu Mohon maksud saya Darniwati,
- E Bapak Sukojo, Bapak Sujoko, Aji
- Pratikno, Nenek Jamela, Mahmud Rafif,
- Bapak Anwar, Mursyid Qurtub, Bunda
- Fajar, Asep, Nani, Fatimah, Omar Reti,
- dan masih banyak lagi ikhwan-akhwat yang
- bergabung mulai pesan WhatsApp. Alfakir
- akan membacakan dari Bapak Mahmud Rafif.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam war
- yang dirahmati Allah. Amin ya rabbal
- alamin. Benarkah kalau seorang ayah bawa
- anak yang masih kecil ke masjid untuk
- salat, kemudian anak itu bercanda main
- berisik di dalam masjid, terus orang
- tuanya nanggung dosa dari anak yang
- berisik tersebut. Sedangkan saya selalu
- ajak anak saya, Ustaz, yang 4 tahun
- untuk membiasakan dia berangkat ke
- masjid.
- Bismillahirrahmanirrahim. Rabbana zidna
- ilman wa alhikna bisolihin.
- Ada sebuah riwayat. Riwayat ini
- merupakan riwayat yang lemah sekali ya.
- Riwayat yang lem
- lemah.
- Lemah. Riwayat yang menimbulkan
- pemahaman yang negatif.
- Ada sebuah riwayat berbunyi, "Jannibus
- siibyanakum masajidakum." menjauhkan
- anak-anak kecil kalian dari
- masjid-masjid kalian.
- Padahal kita tahu ya, Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam
- terkadang dia meringankan salatnya
- karena mendengarkan tangisan anak. Jadi
- dia tidak memperpanjang salat, dia
- ringankan salatnya agar tidak
- memberatkan siapa? Tidak memberatkan ibu
- mereka apabila salat juga di masjid atau
- ayah mereka yang membawa anak mereka.
- Jadi
- membawa anak-anak kita semenjak kecil
- masuk ke dalam masjid ini sebetulnya
- pembiasaan yang baik. Dan para sahabat
- Nabi sebagaimana dalam riwayat yang
- mustafid,
- mereka pada bulan Ramadan itu membawa
- anak-anak mereka ke masjid yang masih
- kecil-kecil.
- Anak mereka menahan lapar terkadang
- menangis. Orang tua mereka biasakan,
- berikan nasihat untuk bersabar. Hingga
- saat berbuka puasa mereka ceria, gembira
- yang luar biasa. Ini merupakan
- pendidikan latihan buat mereka. Jadi
- bukan dengan paksaan ya, tapi dengan ee
- nasihat yang baik, kata-kata yang manis.
- Dan hendaknya orang tua kalau membawa
- anak mereka, jangan anak ini dibiarkan
- berkumpul bersama sesama anak.
- Oke.
- Tapi anak yang dibawa ke masjid biar di
- sampingnya. Karena kalau dia kumpul
- bersama teman-temannya namanya
- anak-anak, kita juga pernah anak-anak.
- Betul gak?
- pernah anak-anak pernah juga suka teriak
- di masjid. Ya, itu wajar
- masa-masa mereka bermain. Jadi hendaknya
- setiap orang tua mendampingi anaknya di
- sebelahnya jangan dibiarkan berkumpul
- bersama barisan anak-anak.
- Iya.
- Dengan cara seperti ini, insyaallah
- anak-anak tersebut terbiasa disiplin,
- baik. Karena terang-terangan kalau orang
- tua ya mendampingi anaknya itu ada
- kebanggaan buat anak.
- Jangan anak-anak dikumpulkan di bagian
- belakang. Kita berikan kesempatan mereka
- untuk teriak-teriak. Bahkan yang
- mengherankan anak-anak di usia SMA
- bahkan ada yang sudah kuliah ketika
- salat Jumat mereka teriak-teriak.
- Kan heran luar biasa. Kenapa? Karena
- tidak dibiasakan dengan cara yang baik.
- Kemudian orang tua bisa memberikan
- apresiasi. Kalau kamu salat rapi di
- masjid ya ayah akan berikan hadiah kamu.
- Atau seminggu berturut-turut salat kamu
- di masjid terapi bersama ayah tidak
- ribut. Ayo berikan hadiah apa yang kamu
- inginkan. Tapi di saat dia katakan
- melakukan kesalahan, berikan juga
- sanksi. Tapi bukan sanksi dengan
- pukulan, sanksi apa yang kamu inginkan.
- Karena kamu hari ini ee salat tidak baik
- ya atau berisik, ayah tidak berikan.
- Nanti kalau kamu sudah betul-betul
- menjalankan kewajiban kamu dengan baik,
- ayah berikan hadiah buat kamu. Nah,
- sanksi pukulan atau sanksi menggunakan
- cacian, maki-maki, dan marah-marah
- jangan pernah kita lakukan. Karena ini
- akan menanamkan kebiasaan yang buruk
- buat dia. Nanti dia beranggapan bahwa
- apa yang dilakukan ayahnya itu merupakan
- apa? Hal yang benar. Seperti orang tua
- pada masa dahulu kalah kalau ingin
- membenarkan perbuatan dia memukul anak
- pakai tongkat, pakai gaser. Dia bilang
- dulu ayah ini bisa menjadi seperti ini.
- Tahu enggak? Dulu orang tua kita kalau
- marah menggunakan gasper bahkan sampai
- berdarah-darah kita dipukul. Dia
- beranggapan perbuatan apa? dia itu benar
- mengacu kepada tauladan orang tuanya.
- Padahal jelas-jelasan ini merupakan
- perbuatan yang salah. Sedangkan binatang
- saja Rasulullah tidak perlakukan dengan
- cara yang kasar. Jadi jangan menggunakan
- bahasa marah-marah, cacian, makian
- apalagi menggunakan pemukulan.
- Perlakukan dia dengan perlakuan yang
- baik dan bijaksana. Wallahuam.
- Masyaallah. Ustaz jazakumullah khair.
- [mendengus] Dari Omareti di Pulau Mas.
- Terima kasih sedang menyimak. Insyaallah
- semua orang tua mendapat pencerahan dan
- yang bisa mendampingi anak-anak di
- masjid. Amin ya rabbal alamin.
- Berikutnya dari hamba Allah. Ustaz,
- salahkah jika kita memilih untuk tidak
- mempunyai anak karena takut tidak bisa
- bertanggung jawab terhadap anak kita?
- Oh, ini mah child freezer. Bahasa.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ketakutan pada sesuatu yang benar itu
- ketakutan yang mesti diluruskan.
- [mendengus]
- Tapi takut dari sesuatu yang tidak benar
- untuk kita lakukan itu yang mesti kita
- perhatikan. Karena terkadang takut
- ditempatkan bukan pada tempatnya
- merupakan hal yang amat salah. Begitu
- juga berani pada sesuatu yang
- seharusnya kita jauhi. Ya,
- oleh karena itu orang yang berani secara
- tidak benar dikatakan tahawur.
- Tahawur itu bahasa Indonesia ngawur.
- Karena kalau dia berani melakukan
- sesuatu yang berbahaya ya tanpa dasar
- kebenaran itu merupakan perbuatan
- tahawur. Oleh karena itu Allah larang
- kita untuk menyelembuskan diri kita ke
- dalam bahaya. Tapi kalau kita takut dari
- sesuatu yang bakal membahayakan kita,
- mengancam kita, menjerumuskan kita ke
- dalam hal-hal yang tidak baik, ya itu
- merupakan takut yang wajar. Adapun
- ketakutan untuk mendapatkan anak karena
- tidak mampu untuk menjalankan kewajiban
- kita ini merupakan kerugian.
- Karena apa? Karena sebetulnya kita ini
- kalau selalu mohon pada Allah Subhanahu
- wa taala bantuan dan pertolongannya,
- jangankan masalah kecil, masalah yang
- besar juga akan dimudahkan oleh Allah.
- Tapi kalau kita meninggalkan Allah
- atau kita lupa kepada Allah, jangankan
- masalah yang besar, masalah yang kecil
- akan menjadi berat buat kita. Jadi yang
- perlu kita apa? Kita siapkan hati kita
- bersama Allah.
- Begitu kita punya anak, Allah juga
- bersama kita dalam dalam mendidik anak
- kita. Ada orang takut untuk mengendarai
- mobil karena takut menabrak.
- Ini sebetulnya ketakutan apa? Ketakutan
- yang salah. Dia belajar mobil perlu agar
- tidak bergantung pada orang lain. Jangan
- seperti saya sampai sekarang ini belum
- bisa bawa mobil. Karena apa? Kebetulan
- dari mulai kecil ada hal-hal yang
- menghalangi saya untuk bisa mengendarai
- mobil. Jadi belajar mobil agar bisa
- mandiri, bisa bermanfaat seperti pada
- zaman Rasul, anak-anak dilatih untuk
- berkuda, memanah, bahkan berenang. Ini
- merupakan hal yang positif kan. Jangan
- takut belajar berenang, takut tenggelam.
- Takut berkuda karena takut jatuh
- umpamanya. Takut memanah ya karena takut
- ini dan itu. Hal-hal yang positif, yang
- baik kita harus belajar.
- Begitu juga mempunyai anak. Dengan kita
- mempunyai anak, kita mempunyai teman di
- hari tua, kita juga bisa mendidik mereka
- agar bisa melahirkan generasi yang akan
- membawa kebaikan untuk kita walaupun
- setelah kita meninggal dunia. Adapun
- mengenai pendidikan mereka, mohon pada
- Allah jangan lupa kepada Allah. Ada
- orang memiliki anak 20,
- anaknya semua menjadi orang-orang baik.
- Waktu ditanya, "Apa kira-kira resep
- pendidikan kamu?" Dia mengatakan, "Saya
- selalu mohon pada Allah. Saya tidak
- pernah lupa kepada Allah. Dari mulai
- anak dalam kandungan, saya selalu
- mendoakan dalam kandungan sambil
- mengusap perut istri saya agar anak saya
- dijaga, dipelihara oleh Allah. Saya
- serahkan sepenuhnya kepada Allah. Pada
- saat anak lahir pun saya selalu memohon
- pada Allah. Anak tersebut tumbuh, saya
- tidak pernah bergantung pada diri. Saya
- selalu mohon pada Allah. Allah kasih
- semua anaknya menjadi orang-orang baik.
- Tapi ada satu orang alim, kebetulan dia
- alim besar. Dia mengatakan
- bahwa saya akan mendidik anak saya lebih
- baik daripada saya. Subhanallah. Anak
- tersebut begitu mulai tumbuh nakal,
- bermain, tidak mau belajar. Padahal dia
- waktu masih kecil orang tuanya fokus
- untuk belajar.
- Akhirnya dia bertanya-tanya, "Kenapa
- anak saya seperti ini ibunya baik?"
- Sedangkan dia juga orang yang rajin
- beribadah. Dia ingat ucapan dia, "Saya
- akan mendidik anak saya untuk menjadi
- anak yang lebih baik dari saya."
- Langsung dia sujud. Mohon ampun pada
- Allah. Ya Allah ampuni ketergelinciran
- lisan saya sepenuhnya ya Allah saya
- serahkan anak saya kepadaMu. Hanya
- Engkau yang kuasa untuk mendidik, untuk
- memperbaikinya, untuk menuangkan
- ketakwaan dalam dirinya. Semenjak dia
- beristigfar, mohon ampun pada Allah
- subhanahu wa taala, dipasrahkan atas
- kepada Allah langsung anak tersebut apa?
- Dari orang yang tadinya suka bermain
- menjadi orang yang mulai
- belajar serius dan mendekatkan dirinya
- kepada Allah.
- Masyaallah.
- Jangankan hati [berdehem] orang lain,
- hati kita bukan di tangan kita. Betul
- enggak? Hati kita di tangan
- Allah.
- Jadi kalau kita mau mengawasi di kit
- bahwa kita ini betapa lemahnya jangankan
- terhadap orang lain, jangankan pada anak
- kita, diri kita di saat mulai dia
- menyimpang atau condong kepada hal yang
- tidak baik, kita merasakan betapa
- beratnya kita berhadapan dengan godaan
- tersebut. Begitu kita berlindung pada
- Allah. Oleh karena itu, Nabi Yusuf
- ketika digoda dirayu langsung dia
- mengatakan maadallah aku berlindung pada
- Allah.
- Jadi hendaknya dalam segala hal,
- waallahi fatawakal inum mukminin.
- Hendaknya hanya kepada Allah kalian
- bertawakal kalau kalian mengaku orang
- yang beriman. Dan saya rasakan betul
- dalam segala hal menghadapi apa saja
- dengan kita berpegang pada Allah,
- berserah diri pada Allah hasilnya
- terbaik. Iya.
- Jadi, Anda tidak perlu takut dapat anak
- bawa 10, 20, 30 asal Anda bersama Allah.
- Masyaallah. Intinya kaitkan dengan Allah
- Subhanahu wa taala ya, Ustaz. Doa ya,
- Ustaz ya.
- Jangan ee mendidik dengan kesombongan,
- merasa mampu tanpa mengaitkan kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Ini ada juga
- pertanyaan dari seorang bunda di Bekasi.
- Kita samarkan namanya, "Ustaz, saya
- mendidik anak perempuan saya untuk
- mandiri, tapi setelah menikah tinggal
- sama ibu mertua yang memanjakan anakku.
- Karena anakku lagi hamil, suaminya juga
- begitu, Ustaz, memanjakan dia. Apa saja
- kemauan dia diikuti, "Aku sudah enggak
- ikut campur, Ustaz. Tapi takut kalau
- anak perempuanku jadi tidak mandiri
- lagi." Masyaallah.
- [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asal ibu ya menikahkan putri ibu
- [berdehem] dengan laki-laki yang baik,
- yang saleh, yang taat pada Allah
- subhanahu wa taala.
- Begitu juga dia mendapatkan mertua yang
- baik dan saleh. Kalau seandainya
- dimanjakan oleh suaminya, disayang oleh
- ibu mertuanya, seharusnya ibu bersyukur.
- Sekarang banyak keluh kesah
- orang tua yang anak perempuannya
- dianiaya oleh suaminya maupun oleh ibu
- mertuanya.
- Sampai ke saatnya si ibu mertua karena
- cemburunya ingin mendorong apa?
- Anak laki-lakinya menceraikan istrinya.
- Ada yang naruh garam di bawah bantal
- istrinya supaya istrinya enggak betah
- tinggal di rumah. ya. Nah, kalau
- seandainya ibu dengan anak ibu,
- alhamdulillah yang disayang oleh
- suaminya, dimanjakan oleh suaminya,
- begitu juga disayang oleh ibu mertua,
- seharusnya ibu bersyukur pada Allah asal
- apa-apa yang dilakukan suami itu dan ibu
- mertua tidak menyimpangkan anak ibu dari
- keridaan Allah dan ketakwaan kepadanya.
- Adapun pendidikan ibu yang menanamkan
- kemandirian dalam hati anak ibu tidak
- akan hilang.
- Karena ini sudah mengakar dalam hatinya.
- Cuma dia menikmati ya kasih sayang
- suaminya ini menjadi motivasi buat dia
- sebetulnya untuk menjaga nikmat Allah.
- Begitu juga dari ibu mertuanya.
- Nah, kata-kata mandiri juga ibu harus
- perhatikan. Perempuan bagaimanapun juga
- ya, bagaimanapun pandainya, bagaimanapun
- tinggi kedudukannya,
- karakter wanita sebagaimana yang
- diciptakan Allah Subhanahu wa taala
- mendambahkan perhatian dan perlindungan.
- itu wanita. Sedangkan laki-laki ya
- karakternya [berdehem] fitrahnya itu
- justru apa? Menjadi manusia yang
- mandiri, bertanggung jawab ya. Bahkan
- dia punya kebanggaan pada saat dia
- memberikan nafkah bagi anak maupun
- istrinya. Tapi di saat dia menjadi orang
- yang tak berarti ini menjadi pukulan
- buat dirinya. Oleh karena itu, wanita
- manapun, bagaimanapun pendidikannya
- tinggi, berkarir, kalau dia tidak
- mendapatkan perhatian dan kecintaan, dia
- merasakan hidupnya sia-sia. Nah, kalau
- berubah statusnya dari perempuan,
- jiwanya menjadi jiwa laki-laki, maka dia
- orang yang betul-betul amat-amat
- menderita. Walaupun di luar nampak dia
- berjaya, nampak dia mulia, sebetulnya
- hatinya penuh dengan penderitaan dan
- kesepian.
- Jadi hendaknya kita pahami bahwa
- wanita-wanita kita baik sebagai istri,
- sebagai anak, demikian pula sebagai ibu,
- bagaimanapun tingginya pendidikan
- mereka, karakter mereka sebagai wanita
- tidak akan hilang. Oleh karena itu, ada
- seorang pujangga mengatakan, "Wanita itu
- bagikan bumi,
- merindukan cahaya dan kehangatan
- matahari." Sedangkan matahari
- diumpamakan bagaikan pria.
- Dia selalu setia memberikan cahaya
- kehangatannya. Jadi hendaknya kita tidak
- melupakan fitrah dan karakter
- masing-masing. Didik anak kita untuk
- menjadi manusia yang mandiri,
- bertanggung jawab, dan merasa
- betul-betul berkewajiban untuk apa?
- Dapat mensejahterakan, melindungi
- keluarganya, berbuat kebaikan pada
- sesama. Dan tanamkan di hati wanita kita
- betul kemandirian sebagai istri, sebagai
- ibu, ya. sesuai dengan peran dia, tapi
- tidak keluar dari fitrahnya. Jangan kita
- mengubah perempuan menjadi laki-laki,
- laki-laki menjadi perempu
- perempuan. Ini yang paling berbahaya.
- Ada sebuah kisah mungkin sebagai penutup
- ya, sedikit lagi mungkin Pak Istan akan
- masuk.
- Ada seorang ini kejadian sewaktu saya di
- Mesir ya.
- He.
- Ada seorang wanita karir berpendidikan
- tinggi. Dia menjadi seorang direktur.
- Kebetulan dia jatuh jatuh cinta sama
- apa? Salah satu bawahannya
- laki-laki yang tampan, yang baik, yang
- jujur ya dan bekerja secara profesional
- dan dia merasa terbantu oleh laki-laki
- ini.
- He
- sekali waktu si perempuan mengajak
- laki-laki ini untuk makan bersama.
- Makan bersama.
- Dengan penuh rasa cinta, dia berharap
- bisa berpasangan dengan lelaki ini.
- Makan bersama. Selesai makan, dia merasa
- karena gaji dia lebih besar. Ketika si
- laki-laki membayar, si perempuan
- menolak, dia yang berikan bayaran.
- Si perempuan menganggap ini hal yang
- biasa.
- Pada hari-hari kemudian, ketika si
- perempuan selesai bekerja mengajak si
- laki-laki makan, si laki-laki beralasan
- macam-macam.
- Diajak berikutnya juga begitu. Sampai si
- perempuan bertanya, "Kamu tidak suka?
- marah kepada saya. Bilang, "Tidak.
- Kenapa setiap kali saya ajak kamu makan
- bersama enggak mau?" Dia mengatakan,
- "Ketika kamu mengajak saya makan, ketika
- saya akan bayar, kamu yang membayar.
- Bahwa saya ini merupakan pukulan. Saya
- sebagai seorang laki-laki, walaupun gaji
- saya lebih rendah dari kamu, tapi saya
- tidak bisa menerima peran ini diambil
- alih oleh kamu.
- Saya ingin betul-betul merasa saya
- sebagai seorang laki-laki.
- A si perempuan tersebut minta maaf, dia
- mengubah sikapnya.
- Dia bisa membantu suaminya kalau jadi
- suami pada saat suami butuh. Tapi biar
- peran sebagai seorang laki-laki itu apa?
- Peran sebagai seorang laki-laki
- betul-betul apa? tertanam dalam diri.
- Jangan kita mengubah laki-laki kita
- menjadi wanita atau mengubah wanita kita
- menjadi laki-lakinya.
- Dan Allah kasih subhanallah mereka bisa
- berpasangan karena berbeda karakternya.
- Arti fitrahnya berbeda kan. Kalau laki
- sama laki-laki atau perempuan sama
- perempuan tidak mungkin tercipta
- pasangan yang harmoni. Akhirnya mulai
- saat itu si perempuan mengetahui dirinya
- bahwa Allah kasih mereka berumah tangga
- mereka hidup bahagia. Jadi didiklah
- laki-laki kita untuk menjadi laki-laki
- yang mandiri. berjuang menjadi pelindung
- rumah tangganya. Kalau kehilangan ini,
- maka dia kehilangan laki-lakinya.
- Walaupun walaupun apa? Walaupun dia
- merupakan seorang laki-laki tapi
- kehilangan laki-laki dan perempuan juga
- hendaknya tidak keluar dari fitrahnya.
- Perhatikan perempuan menginginkan
- perhatian, pujian, sebutan. Dan kita
- ingatkan pada laki-laki bahwa wanita
- kita
- walaupun menikah dengan pria tampan kaya
- raya ya, tapi kalau tidak mendapatkan
- perhatian, apresiasi atas apa yang
- dilakukan, dia mendengarkan pujian dari
- orang lain, hatinya akan condong pada
- pria yang memujinya.
- Jadi jangan kita pde percaya diri dengan
- apa? Dengan ketampaan kita, dengan
- katakan keuangan kita. Nah, ketahuilah
- perempuan amat mencintai
- orang-orang yang memberikan perhatian
- kepadanya. Maka berikan perhatian yang
- sebaik-baiknya untuk istri kita, bukan
- untuk wanita lain di luar. Jangan
- terhadap wanita lain di luar perhatian
- mendengarkan curhat mereka terhadap
- istri kita. Kita bersikap acuh tak acuh
- dengan anggapan sudah jadi istri kita
- sendiri.
- Demikianlah ikhwan-akhwan yang dirahmati
- Allah, kita alhamdulillah dalam diskusi
- pagi ini mudah-mudahan walaupun santai
- ya bisa bermanfaat bagi kita semua.
- Amin. Amin. Makasih.
- Dan Allah subhanahu wa taala ampuni dosa
- kesalahan kita di masa yang lampau.
- Perbaiki kita untuk bisa menjalankan
- kewajiban kita sebagaimana yang
- diamanatkan Allah. Subhanakallah wamika
- asadu ilahaill astagfir
- terima kasih ustaz jawaban dari
- pertanyaan-pertanyaannya. Mohon maaf
- yaat yang belum sempat terjawab ada Pak
- Sujoko.
- Oh, Pak Sujoko. Pertanyaannya penting
- sekali nih katanya ee tentang Rasul dan
- tentang sistem kepemimpinan
- dengan kesesuaian era reformasi.
- Masyaallah, Pak Jok ini butuh jawaban
- yang panjang. Insyaallah mudah-mudahan
- di kesempatan berikutnya Pak Anggit,
- Nurlaila, dan Tuan Baron dan masih
- banyak ikhwan-akhwat lainnya, Ibu Leni
- dan lain-lainnya. Mohon maaf tidak
- sempat terjawab. Insyaallah di
- kesempatan berikutnya Senin depan
- kembali lagi semoga kita panjang umur.
- Semoga Allah jaga kesehatan kita,
- kesehatan guru kita, teman-teman Ikon
- juga mudah-mudahan dijaga kesehatannya.
- Alfagqir Isa Alkaf beserta seluruh kru
- yang bertugas mohon undur diri.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah