Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [musik] 0:09 [musik] 0:14 Bismillah alhamdulillah wasalatu wasalam 0:16 ala rasulillah wa ala alihi muala. 0:18 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh 0:21 dirahmatullah subhanahu wa taala. 0:23 Apa kabar? Selamat pagi. Selamat datang 0:25 di acara renungan di bawah naungan 0:27 Al-Qur'an bersama Alfagqir Isa Alkaf. 0:29 Ada Ondi dan juga Mas Algi di meja 0:31 operator dan membersamai guru kita di 0:34 ruangan studio, Ustaz Husein bin Hamid 0:36 Alat. Asalamualaikum Ustaz. 0:37 Waalaikumsalam warahmatullahi. 0:39 Semoga sehat selalu, Ustaz. Jaga selalu 0:41 insyaallah Ustaz. Alhamdulillah. 0:42 Alhamdulillah. 0:43 Tumen enggak pakai rida hijau hari ini, 0:45 Ustaz. [tertawa] 0:47 Masyaallah. 0:47 Tapi sisanya yang pulan belum pakai nih. 0:49 Oh iya. Insyaallah Ustaz mudah-mudahan. 0:52 Mudah-mudahan dalam keadaan sehat 0:53 walafiat ya, Ustaz. 0:55 Ikhwan akhwat. Hari ini kita insyaallah 0:57 akan membacakan pertanyaan-pertanyaan 0:59 dari Ikhwanakh sekalian. Bagi 1:00 ikhwanakhwat yang ingin bertanya boleh 1:02 langsung telepon di 0811999720 1:09 atau bisa kirim pesan melalui pesan 1:11 WhatsApp di nomor yang sama. Saya 1:13 bacakan sekali lagi. 08 1-nya 3 kali 1:17 9-nya 3 kali 720. 1:21 Kami tunggu pertanyaan ikhwan akhwat. 1:22 Kita akan buka dulu dengan baca ummul 1:25 Quran surah al-Fatihah. Tafad Ustaz. 1:29 [berdehem] 1:29 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:36 Bismillahirrahmanirrahim. 1:42 Alhamdulillahirabbil 1:45 alamin 1:49 arrahmanirrahim. 1:54 iki yaumiddin 1:58 iyaka [mendengus] na'budu wa iyyaka 2:01 nasta' 2:04 ihdinasirathal 2:06 mustaqim 2:09 shathalladzina 2:11 an'amta alaihim 2:14 ghairil maghdubi alaihim walad 2:25 Amin. Amin ya rabbal alamin. 2:27 Allahummarhamna bil Quran. Nah, ini 2:29 untuk membuka pertanyaan Ustaz. Nih ada 2:32 satu pertanyaan yang diajukan ke IS 2:34 Ustaz waktu pengajian kemarin datang 2:36 dari seorang janda, Ustaz. Jandanya tapi 2:38 janda cerai. He 2:40 dia bertanya, 2:42 "Boleh enggak menghalangi anak ketemu 2:45 suami kalau suami itu memberikan dampak 2:48 buruk kepada anak kita, Ustaz?" 2:51 Seperti apa? seperti misalnya kekesalan 2:54 yang ada di hati anak ketika bertemu 2:57 mantan eh atau bertemu ayahnya ee karena 3:00 ayahnya memiliki istri baru yang dia 3:04 ceritakan seperti itu. Atau mungkin 3:05 dampak buruk lainnya, ayahnya punya 3:07 kebiasaan buruk dan lain sebagainya itu 3:10 apakah boleh menghalanginya atau ada 3:12 batasan yang mungkin si anak bisa tetap 3:15 bersilaturahmi tapi tidak terkena dampak 3:19 buruk, Ustaz. Syukran. Jazakumullah 3:21 khair, Ustaz. 3:22 [berdehem] 3:23 Bismillahirrahmanirrahim. 3:26 Alhamdulillahi rabbil alamin. 3:30 Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali 3:33 Muhammad. 3:37 Asalamualaika ya Rasulullah. 3:40 Wasalamu ala ahli baitik thyibin 3:44 wasohabatikal 3:45 gurril mayamin. Wasalam 3:49 ala jami ibadillah 3:52 almukminin. 3:55 Wasalamualaikum warahmatullahi 3:58 wabarakatuh. 4:00 Allahumma atina minika rahmah waimna min 4:04 ladunka ilman nafi' wf'na bima alamtana. 4:09 Rabbana zidna ilman walhiqna bisihin. 4:16 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah. 4:20 Di dalam Al-Qur'an 4:24 sebagian besar ayat-ayat hukum 4:29 yang diturunkan Allah Subhanahu wa taala 4:32 diturunkan untuk 4:35 memberikan bimbingan petunjuk 4:38 dan mengasuh 4:41 kehidupan rumah tangga. 4:44 Karena kita tahu bahwa keluarga itu 4:48 memiliki peran penting 4:51 dalam melahirkan generasi yang saleh, 4:54 yang baik, yang bertanggung jawab. 4:57 Begitu juga 5:00 dalam menciptakan generasi yang rusak 5:02 dan bobrok. 5:04 Mengingat pentingnya peran keluarga, 5:09 Allah Subhanahu wa taala [mendengus] 5:10 turunkan sebagian besar ayat-ayat hukum. 5:14 berbicara tentang 5:17 bimbingan, petunjuk, [berdehem] 5:19 pengarahan 5:22 kepada keluarga baik pada masa mereka 5:26 rukun bersatu atau pada masa mereka 5:28 bercerai agar anak-anak tidak menjadi 5:31 korban. [berdehem] 5:35 Apabila pasangan suami istri bercerai, 5:41 apakah dibolehkan seorang istri 5:43 menghalangi mantan suaminya untuk 5:45 bertemu dengan anak-anak? Jawabannya 5:48 tidak. 5:50 Kecuali Kecuali apa? Kecuali 5:55 [berdehem] 5:56 kehadiran 5:58 ayah bagi anak-anaknya menimbulkan 6:01 ancaman yang serius. menimbulkan ancaman 6:04 yang serius, 6:05 yang serius. 6:07 Tapi menghalangi orang tua untuk bertemu 6:10 dengan anaknya ini merupakan satu hal 6:13 yang bakal merusak 6:16 anak-anak tersebut 6:18 yang akan tumbuh dalam kebencian 6:22 terhadap orang tuanya. Dan ini akan 6:24 merusak hari depan mereka baik dalam 6:27 kehidupan dunia maupun dalam kehidupan 6:29 akhirat. Oleh karena itu Allah 6:31 perintahkan dalam surah thaq, watamiru 6:34 bainakum bima'ruf. 6:38 Bagaimana 6:39 pasangan suami istri yang tadinya hidup 6:42 bersama kemudian berpisah hendaklah 6:44 bermusyawarah dengan cara yang makruf 6:46 dalam menjaga, membina ya dan 6:50 menumbuhkan anak-anak mereka dalam 6:52 pertumbuhan yang sehat. Karena 6:54 perceraian itu sendiri sebetulnya sudah 6:55 merupakan apa? 6:57 merupakan hal yang buruk yang 7:00 menimbulkan trauma bagi anak-anak, bukan 7:02 hanya bagi istri. 7:05 Nah, dengan [berdehem] dijauhkannya 7:08 seorang bapak dari anak atau sebaliknya 7:10 seorang ibu dijauhkan dari anak-anaknya 7:13 karena yang merawat anak tersebut 7:15 ayahnya ini menimbulkan dampak yang amat 7:19 buruk. 7:21 Oleh karena itu, izinkan orang tua untuk 7:24 bertemu dengan anaknya. 7:27 Dan hendaklah kalian musyawarah agar 7:30 pertemuan ini tidak menimbulkan dampak 7:33 yang negatif buat anak. Tapi baik ibu 7:35 yang merawat, mendidik anak-anaknya, 7:37 begitu juga sang ayah betul-betul peduli 7:41 terhadap pendidikan dan pertumbuhan 7:44 mereka baik secara jasmani maupun secara 7:47 rohani. 7:50 Oleh karena itu, apabila seorang ibu 7:52 meracuni anaknya disebabkan karena 7:54 kebencian pada mantan suami, diracuni 7:57 anaknya dengan cerita-cerita yang tidak 7:59 baik mengenai perilaku orang tuanya, ini 8:01 sebetulnya merupakan pendidikan yang 8:03 akan berakibat buruk bukan hanya pada 8:06 anak, tapi terhadap dirinya. 8:07 Iya. Tapi hendaknya walaupun walaupun 8:11 [berdehem] 8:12 sekarang ini berpisah, 8:14 ada sakit hati akibat dari perceraian 8:17 tersebut. Ya, karena perceraian bukan 8:20 sesuatu yang dianjurkan, tapi merupakan 8:22 jalan keluar pada saat darurat di mana 8:25 pasangan, suami istri tidak dapat hidup 8:26 bersama daripada mereka bersama-sama 8:29 dalam suasana yang tidak baik, maka 8:32 Allah izinkan mereka berpisah. 8:35 Tapi Allah Subhanahu wa taala 8:36 perintahkan ya mantan suami untuk 8:39 betul-betul dalam suasana berpisah itu 8:42 berpisah dengan cara baik-baik ya. 8:44 Kemudian bertanggung jawab memberikan 8:46 nafkah idahnya, memberikan hadiah 8:48 perpisahan 8:50 dan 8:51 memperlakukan anak-anak mereka dengan 8:54 betul-betul apa? Penuh keikhlasan. 8:57 Jangan terbawa oleh kebencian, 8:59 permusuhan [mendengus] 9:00 atau sakit hati. Baik suami terhadap 9:02 istri maupun istri terhadap suami. 9:04 Jangan sampai anak-anak di rumah 9:06 mendengarkan istrinya menjelek-jelekkan 9:09 ayah mereka. Begitu bertemu dengan sang 9:12 ayah, sang ayah kembali 9:14 menjelek-jelekkan. Karena ibu kamu 9:16 begini, begini, begini, keluarganya 9:18 begini, begini. Akhirnya anak tersebut 9:20 tumbuh dari apa? Dari nutrisi yang tidak 9:23 sehat. 9:24 Jadi hendaknya seorang ibu bila 9:27 betul-betul cinta sayang kepada anak 9:29 mereka, ingin anak mereka tumbuh dalam 9:31 suasana yang sehat, jangan diberikan 9:33 nutrisi yang tidak baik dari 9:35 cerita-cerita yang buruk. Yang buruk 9:38 tutup. Begitu juga sang ayah jangan 9:40 menceritakan hal-hal yang buruk tentang 9:42 ibu mereka. Hendaklah anak tersebut biar 9:45 tumbuh menghormati ibu mereka, 9:48 menghormati juga ayah mereka. 9:52 Insyaallah nanti anak-anak ini akan 9:55 menjadi orang-orang yang saleh yang 9:57 menghargai kedua orang tuanya. Ada 10:00 kemungkinan satu hari nanti ayah ibu 10:03 yang tadinya sudah berpisah bisa 10:05 berkumpul kembali kalau apa perpisahan 10:09 tersebut dengan cara baik-baik dan tidak 10:12 diisi dengan cerita-cerita yang buruk. 10:14 Karena orang pada saat marah, pada saat 10:17 sakit hati, apa yang keluar dari 10:19 mulutnya itu kebanyakan tidak dapat 10:21 dipertanggungjawabkan. 10:23 Oleh karena itu, jangan cinta kita atau 10:25 benci kita mengeluarkan kita dari 10:27 kebenaran dan keadilan. Jadi, nasihat 10:30 saya bagi para suami apabila mereka 10:33 berpisah, jangan sekali-kali memberikan 10:35 nutrisi yang tidak baik kepada anak-anak 10:37 mereka dengan cerita-cerita buruk 10:39 mengenai ibu mereka. 10:41 Walaupun sang ibu melakukan hal yang 10:43 buruk, tapi jangan tanamkan hal-hal yang 10:46 buruk di hati anak-anak supaya dia di 10:49 bisa berbakti kepada ibu mereka sesuai 10:51 dengan perintah Allah. Jangankan hanya 10:54 berbuat buruk, seandainya mereka 10:56 musyrik, anak tersebut wajib berbakti 11:00 kepada ibu mereka. Adapun perintah orang 11:03 tua mereka yang tidak baik, anak 11:05 tersebut tidak dibolehkan menurutinya, 11:07 tapi tetap menggauli mereka dengan cara 11:09 yang baik. Nah, saya temukan memang 11:12 banyak kasus pasangan suami istri di 11:14 saat berpisah. 11:15 Si ibu melampiaskan sakit hatinya 11:17 melalui anaknya, menghalang-halangi si 11:19 anak untuk bertemu dengan sang ayah. 11:21 Bahkan diisi dengan cerita-cerita yang 11:23 buruk. Begitu juga sang ayah begitu 11:26 mendengarkan cerita buruk, ya, dia mulai 11:28 melampiaskan marahnya melalui anaknya. 11:31 Akhirnya anak yang kasihan menjadi apa? 11:34 tumpahan ya, akumulasi kebencian 11:38 suami istri, anak yang menjadi korban 11:40 tumbuh dalam suasana yang tidak sehat 11:43 dan menerima juga nutrisi yang tidak 11:45 sehat. Berarti orang tua bertanggung 11:47 jawab besar di hadapan Allah Subhanahu 11:50 wa taala. Jadi, watiru bainakum 11:53 bima'ruf. Hendaklah kalian musyawarah 11:55 dengan cara yang makruf. Bersama-sama 11:58 mendidik anak kalian untuk menjadi 12:00 manusia-manusia yang baik dan mulia. 12:03 Wallahuam. 12:04 Masyaallah, Ustaz. Nah, berkaitan dengan 12:06 hal ini, Ustaz, ee belakangan tuh banyak 12:08 di antara anak-anak muda generasi satu 12:12 yang orang tuanya broken home, kemudian 12:15 bercerita mengenai trauma-traumanya 12:18 tentang masa lalunya, keluarganya, dan 12:21 father isus atau anak yang tumbuh tanpa 12:27 sosok bapak itu sedang marak-maraknya. 12:30 Artinya dia kadang-kadang punya ayah 12:32 tapi ayahnya tidak hadir sebagai 12:34 keluarga di rumahnya. Nah, untuk anak 12:36 yang sudah terlanjur tumbuh besar 12:38 seperti ini, Ustaz, bagaimana mengatasi 12:41 masa trauma trauma terhadap hal ini, 12:44 Ustaz? Mengobati mental atau bagaimana 12:47 menjadikan Al-Qur'an sebagai obat? 12:49 Ustaz, 12:52 bismillahirrahmanirrahim. 12:53 Rabbana zidna ilman wa alhikna 12:55 bisolihin. 12:59 Banyak anak-anak yang tumbuh 13:04 dalam suasana yang tidak sehat. 13:10 Walaupun ayah ibu mereka 13:13 ada, tapi si anak tidak merasakan 13:16 kehadiran sang ayah. [berdehem] 13:21 Istrinya pun juga tidak dapat berdialog, 13:25 berdiskusi bersama ayahnya untuk 13:29 pendidikan anaknya. 13:32 Anak-anaknya di saat ingin bertanya 13:34 tentang sesuatu, mereka tidak bisa 13:36 bertanya pada ayah mereka. 13:38 Akhirnya bertanya pada ibu. Ibu 13:41 memberikan jawaban yang terkadang tidak 13:43 memuaskan 13:46 karena ayah sibuk, ibu juga si sibuk. 13:49 Nah, ini pernah terjadi 13:53 kasus 13:54 pasangan suami istri 13:57 memiliki anak. 13:59 Anaknya sebagian cerdas, sebagian 14:02 bermasalah. 14:06 Anak yang cerdas ini sering kalau 14:07 menghadapi masalah ingin bertanya pada 14:09 ayahnya, tapi ayahnya tidak memberikan 14:11 jawaban yang baik. 14:14 Eh, sibuk dengan pekerjaannya, fokus, 14:17 dia serahkan urusan anak perempuannya 14:19 kepada kepada istrinya. Istri juga punya 14:23 kesibukan dan kemampuan yang terbatas 14:25 untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan 14:27 yang berhubungan dengan anaknya. Jadi, 14:28 orang tua tidak terlalu serius 14:30 menanggapi persoalan anaknya. 14:33 Si anak berangkat ke luar negeri. 14:35 Mereka belajar, kebetulan punya 14:37 kecerdasan yang luar biasa. 14:40 Tidak lama kemudian menikah dengan 14:42 temannya. 14:44 Ternyata rumah tangganya tidak seperti 14:47 yang diharapkan. 14:49 Mereka berpisah. Pada saat berpisah, 14:51 anak ini kan membutuhkan apa? 14:54 Membutuhkan nasihat-nasihat masukan yang 14:56 baik. Orang tua kurang perhatian. 15:00 Akhirnya anak perempuannya dalam keadaan 15:03 bingung, dalam keadaan 15:06 resah, tidak memiliki pegangan, habis 15:10 berpisah dengan suaminya. Orang tua juga 15:12 tidak memberikan kepedulian. Orang tua 15:14 beranggapan dengan biaya yang sudah 15:15 dikeluarkan untuk pendidikan anaknya di 15:17 luar beranggapan tanggung jawabnya 15:19 selesai. Akhirnya anak perempuannya yang 15:22 sedang mengalami broken home akibat 15:25 perpisahan kecewa dengan mantan suaminya 15:30 kemudian juga tidak mendapatkan dukungan 15:33 dari kedua orang tuanya yang menikah 15:34 dengan nonmuslim. Ini banyak kejadian 15:37 seperti ini. 15:39 Banyak anak-anak yang tumbuh dalam 15:41 suasana broken home by orang tua yang 15:43 tidak hadir walaupun mereka masih 15:45 bersama atau berpisah. Anak tersebut 15:48 tumbuh kesian betul-betul tidak memiliki 15:50 apa? Sistem nilai yang jelas. 15:55 Akhirnya dia bekerja berbuat sesuai 15:57 dengan apa? Sesuai dengan apa yang 15:59 dipahami. 16:01 Padahal pemahamannya salah. 16:03 Oleh karena itu, orang tua yang 16:05 mengabaikan kewajiban mereka pada anak 16:08 mereka, maka orang tua tersebut orang 16:11 tua yang akan dipanggil oleh Allah 16:13 Subhanahu wa taala. Dan ini yang 16:15 diriwayatkan dalam hadis di mana orang 16:18 tua akan masuk ke dalam surga. Dia 16:19 menjalankan kewajiban dia salatnya, 16:21 ibadahnya dengan baik, tapi pengabaian 16:24 terhadap anaknya. Ketika dia akan masuk 16:26 surga digugat oleh anaknya. 16:30 Lalu anaknya mengadu kepada Allah bahwa 16:31 mereka mengabaikan dan menyia-nyiakan 16:33 dirinya hingga dia tidak tahu apa yang 16:36 harus dilakukan dengan benar. 16:39 Dia terpengaruh oleh pergaulan 16:41 lingkungan. Dia tidak bisa curhat pada 16:43 orang tuanya. Curhat pada temannya. 16:45 Teman-temannya yang sebaya dengan 16:48 dirinya juga apa? Berada dalam situasi 16:50 kondisi seperti yang kita ketahui saat 16:52 ini. Jarang teman yang baik yang 16:54 mengarahkan teman-teman mereka ke arah 16:57 yang positif. akhirnya 16:59 bergaul dalam pergaulan yang tidak baik, 17:01 baik itu anak laki-laki maupun perempuan 17:04 sampai ada satu lembaga 17:07 rehabilitasi ya yang dipenuhi dengan 17:10 pemuda dan pemudi sedang tumbuh. 17:16 Sewaktu diwawancarai ini pemuda-pemuda 17:19 masa depan dan gadis-gadis masa depan 17:21 dari pendidikan cerdas tapi mereka 17:26 terkena pengaruh narkoba, pergaulan 17:29 bebas. Sewaktu mereka ditanya 99% 17:33 penyebab terjadinya semua ini orang tua 17:36 yang tidak hadir bersama mereka. 17:39 Jadi orang tua bekerja keras kemudian 17:42 menempatkan mereka dalam pendidikan yang 17:44 tinggi. Ada yang disekolahkan di sekolah 17:46 agama. Orang tua setiap akan berangkat 17:49 kerja mengingatkan anaknya untuk 17:51 perhatian terhadap pelajaran. 17:53 Kemudian begitu pulang juga yang 17:56 ditanya, "Bagaimana hasil pelajaran 17:57 kalian?" Orang tua bekerja keras semua 18:00 untuk kepentingan kalian. Tapi tidak 18:01 pernah sama sekali orang tua duduk 18:03 bersama mereka, menemani mereka, 18:06 mendengarkan curhat anak-anaknya. Ini 18:08 hal yang penting. Manusia itu bukan 18:10 hanya sekedar 18:13 kecerdasan EQ-nya. Bukan hanya sekedar 18:16 ya dilihat dari apa? Dari jenjang 18:19 pendidikannya. Oleh karena itu, tidak 18:21 heran kalau sebagian orang mengatakan, 18:23 "Saya lebih suka sekolah saya 18:24 menghasilkan ya orang yang sehat sebagai 18:28 penjaga rumah daripada sarjana yang 18:30 sakit jiwa. 18:32 Yang bisa duduk sebagai pejabat, mereka 18:34 berkhianat terhadap apa? Berkhianat 18:36 terhadap diri mereka maupun bangsa 18:38 mereka. Oleh karena itu, 18:41 untuk memberikan solusi buat anak-anak 18:44 semacam ini dibetuhkan betul-betul orang 18:47 tua walaupun bukan orang tua kandung. 18:50 tokoh-tokoh baik tokoh agama, tokoh 18:54 masyarakat ya yang melakukan amar makruf 18:57 nahi mungkar bukan hanya dengan 18:59 kata-kata tapi berusaha menaungi 19:01 anak-anak muda atau pemudi yang 19:04 mengalami kondisi semacam ini memberikan 19:06 nasihat yang baik, masukan yang baik. 19:08 Oleh karena itu dibutuhkan apa? 19:11 Majelis-majelis 19:12 [berdehem] untuk apa? Untuk betul-betul 19:15 mendengarkan curhat mereka. Bukan hanya 19:17 majelis taklim yang berbicara tentang 19:19 aturan dan hukum-hukum fikih, tapi 19:22 majelis taklim yang membuka dirinya 19:24 untuk mendengarkan curhat anak-anak muda 19:26 kita. 19:27 Jadi kalau mereka enggak dapatkan pada 19:28 orang tua mereka, 19:29 ada Ustaz, 19:30 mereka dapatkan juga pada orang-orang 19:32 tua di sekeliling mereka seperti yang 19:33 kita jumpai pada apa? Pada masa nabi 19:36 kita. Sebagai contoh, Nabi kita 19:41 ketika 19:43 dalam kandungan ibunya, [berdehem] sang 19:44 ayah meninggal dunia. 19:46 [mendengus] 19:48 Pada saat dia usia beberapa tahun ibunya 19:51 meninggal dunia. Kita saksikan bagaimana 19:54 sang kakek turun tangan mengasuh 19:56 Rasulullah. Begitu juga sang kakek 19:58 meninggal sang paman Abu Thalib yang 20:00 merawat ya memberikan perhatian kepada 20:03 Rasul. Bahkan istri beliau Fatimah binti 20:06 Asad dikenal sebagai ibu Nabi setelah 20:08 ibunya. Karena apa? Dia mengutamakan 20:10 Nabi 20:12 dari anak-anaknya yang lain. 20:15 Kemudian ketika Abu Thalib lanjut usia, 20:19 anaknya banyak, Rasulullah mengambil 20:21 salah satunya itu Ali bin Abi Thalib 20:23 dalam asuhannya. Kemudian kita saksikan 20:26 juga Abbas mengambil salah satunya. 20:29 Jadi kita saksikan bagaimana walaupun 20:32 orang tua katakan apa tidak hadir orang 20:34 tua kandungnya ada orang tua yang 20:36 menggantikannya. Apa gunanya kita hidup 20:39 bersosial, bermasyarakat kalau hanya 20:41 sekedar tata krama, basa-basi, 20:43 seharusnya ada tanggung jawab di antara 20:45 kita. 20:45 Kalau kita menjumpai anak-anak seperti 20:47 ini, kita bisa berkumpul bersama-sama, 20:49 berdiskusi, mendengarkan curhat mereka, 20:52 memberikan solusi buat mereka. Ini yang 20:54 Allah Subhanahu wa taala ingatkan dalam 20:57 firmannya, wal mukminun wal mukminat 20:59 ba'duhum auliya ba'dim. orang yang 21:02 beriman sebagian mereka adalah wali 21:04 sebagian yang lain hingga walaupun dia 21:06 kehilangan orang tuanya ada wali lain 21:08 yang menggantikan di 21:10 Nah kita harapkan mudah-mudahan majelis 21:12 taklim kita ini berubah. 21:13 Betul ustaz. 21:13 Dari berbicara mengenai pertentangan 21:15 khilafiat 21:17 yang menghabiskan waktu kita menjemukkan 21:19 jangankan masyarakat modern pada saat 21:22 ini yang berhadapan dengan tantangan 21:24 besar kita saja jenuh. 21:28 Jadi bagaimana majelis ini? Majelis 21:30 diskusi curhat mendengarkan keluhan 21:32 bukan satu arah. 21:34 Betul. 21:34 Tapi mendengarkan keluh kesah mereka. 21:36 Wallahuam. 21:37 Insyaallah. Tadi mengenai tanggung jawab 21:39 anak yang terover ke paman dan lain 21:41 sebagainya harusnya diterapkan ya Ustaz 21:43 ya. 21:43 Betul. 21:44 Masalahnya Alfakir [berdehem] sering 21:46 ngelihat Ustaz bagaimana seorang anak 21:48 ini yang yatim karena ayahnya meninggal 21:51 diasuh sama pamannya atau sama bibinya 21:54 tapi di rumahnya dijadikan sebagai layar 21:57 kedua. entar disuruh jadi semacam 21:59 pembantu begitu, Ustaz. Disuruh cuci 22:01 piring, kamarnya terpisah. Nah, ini 22:04 apakah berdosa, Ustaz mengasuh tapi 22:06 dipekerjakan? Ustaz, 22:10 sebetulnya pada saat seorang paman 22:12 mengasuh ke manakannya, 22:15 seharusnya diperlakukan seperti anaknya. 22:19 Di saat dia melihat 22:21 anak kandungnya mendengarkan juga 22:23 instruksi yang sama, 22:25 I enggak merasa dibedakan. Iya. 22:28 Arti sang paman mendidik anaknya untuk 22:29 menjadi orang yang bertanggung jawab. 22:31 Kamu katakan ditugaskan 22:34 hari ini tugas kamu untuk membersihkan 22:36 rumah 22:38 anak perempuannya. Tugas kamu untuk 22:40 membantu ibu kamu di dapur. Bergantian 22:43 di antara anak kandungnya termasuk juga 22:45 kemenakannya. Dia tidak merasa bahwa apa 22:48 perlakuan sang paman itu ya 22:51 memperlakukan dia sebagai pembantu tapi 22:53 sebagai orang yang disiapkan dididik 22:56 untuk menjadi orang mandiri. Apa yang 22:58 dilakukan terhadap anaknya? Dilakukan 23:00 terhadap itu yang dilakukan Abu Thalib 23:02 ya dan sang istri kepada Rasulullah 23:05 sallallahu alaihi wasallam. Hingga 23:06 Rasulullah ketika menguburkan Fatimah 23:08 bintu Asad di Albaqi sebelum masuk dia 23:12 masuk terlebih dahulu. Kemudian 23:14 diletakkan sang ibu dia mengatakan ummi 23:16 ba'da umi. 23:19 Masyaallah. 23:20 Dan kita harus tahu terkadang kita ini 23:23 punya anak bukan dari sulbi kita, bukan 23:26 dari apa? Rahim istri kita. 23:29 Iya. 23:29 Anak kita. 23:30 Bahkan lebih berbakti daripada anak 23:32 kandung. 23:34 Seperti saudara pun terkadang apa? 23:36 Iya. 23:36 Seorang mempunyai saudara yang bukan 23:38 lahir dari rahim ibunya. Rubba akin lam 23:40 tibuk. He. 23:42 Jadi jangan pernah kita lupakan kebaikan 23:44 yang kita lakukan. 23:45 Iya. 23:46 Jangan kita berusaha untuk memanipulasi, 23:50 memanfaatkan orang lain, tapi saling 23:53 memberikan manfaat. Tabadul almanafi' wa 23:57 taawanu alal birri watwa. Kata taawun 24:00 kan indah sekali kan. Iya. 24:02 Kita lihat [berdehem] bagaimana 24:03 Rasulullah dirawat, dibesarkan. Kemudian 24:06 setelah itu dia merawat anak pamannya, 24:10 ditempatkan di tempat yang mulia, 24:12 dikawinkan dengan putrinya. Kita lihat 24:14 kan? Nah, ini sebetulnya pada zaman 24:16 dahulu kala untuk mendidik anak-anak 24:19 agar tidak manja. Saya ingat dulu ya, 24:23 bagaimana 24:25 saya punya ayah dari Sulawesi dikirim ke 24:28 Pekalongan ke tempat saudaranya 24:32 untuk dirawat supaya apa? Supaya menjadi 24:34 tidak manja. 24:36 Kebetulan paman kita punya ayah ini 24:38 keras orangnya. Tapi bukan hanya 24:40 terhadap dia, terhadap anak-anaknya pun 24:42 keras. 24:44 Karena kalau tinggal sama orang tua 24:46 i 24:46 memunculkan kemanjaan kan. 24:48 Betul. 24:49 Kalau diperintahkan orang tua kan dia 24:50 berani apa? 24:51 Lawan. 24:52 Melawan ya diarahkan. Tapi kalau di 24:54 rumah pamannya bukan rumah orang tuanya 24:56 beda keadaannya. Lalu saya punya sepupu 24:59 juga dari Sulawesi. 25:01 Dia berdiam bersama pamannya di Gresik. 25:04 Sang paman yang menyekolahkan, yang 25:05 mendidik, tapi mempekerjakan dia. Bukan 25:08 mempekerjakan dia tujuannya untuk 25:10 menindas, 25:10 iya. 25:11 Tapi membuat dia bertanggung jawab. 25:13 Iya. Iya. Iya. 25:14 Oleh karena itu, apa yang Rasulullah 25:17 ingatkan pada kita, "Irhamu ma fil ardhi 25:20 yarhamkum man fisama. 25:22 Innallaha yarhamu min ibadihi ruhama." 25:25 Man la yarham. Jangan orang tua atau 25:28 paman berkata pada anaknya, "Kamu ni 25:31 enggak bersyukur. Kamu nih makan, minum, 25:35 dibesarkan, disekolahkan, tapi sama 25:37 sekali enggak bersyukur pada paman kamu 25:39 yang merawat kamu, membesarkan kamu." 25:41 Jangan sekali-kali mengungkit apa yang 25:43 pernah kita berikan. 25:45 Allah ingatkan bahwa qulum mar'ruf 25:49 khairun. 25:50 marufunir minqatin 25:57 marufunfiratun. 26:01 Kata-kata yang baik yang mengarahkan ke 26:03 arah yang positif dan memberikan maaf 26:06 atas kesalahan orang lain lebih baik 26:09 daripada orang memberi tapi diiringi 26:11 dengan ucapan yang menyakitkan hati. Dia 26:14 merawat, dia mendidik tapi kata-katanya 26:16 menyakitkan hati. Har menimbulkan 26:17 kebencian. 26:19 Tapi kalau dia lemah lembut, memberikan 26:22 maaf atas kesalahannya, memperlakukannya 26:24 dengan mulia, walaupun tidak memberikan 26:25 materi, 26:27 orang semacam ini akan selalu dikenang 26:29 di dunia dan dihormati, dimuliakan di 26:31 hari akhirat. Dan dia harus tahu bahwa 26:33 yang dimiliki itu anugerah dari Allah, 26:36 tafadul minallah, bukan karena usahanya. 26:39 Jadi memang kalimah thayyibah itu 26:42 seperti yang digambarkan dalam Quran. 26:45 Seperti pohon yang memiliki akar yang 26:47 kokoh, kuat. mengakar dalam jiwa 26:49 manusia. 26:50 Daun-daun yang rimbun memberikan 26:52 keteduhan. Kemudian 26:55 buah-buahnya akan selalu bermunculan 26:57 setiap saat. Bukan hanya setiap musim, 27:00 setiap saat. Kenapa? Karena kata-kata 27:02 yang baiknya selalu menumbuhkan 27:04 kebaikan. 27:05 Suami istri pada istrinya, istri pada 27:07 suaminya, ayah pada anaknya, anak pada 27:10 orang tuanya. Oleh karena itu kita kalau 27:13 terbiasa marah-marah, 27:15 kita akan dijauhi orang. Bahkan 27:17 jangankan orang, binatang pun menjauh 27:19 dari orang yang wataknya seperti ini. 27:22 Tapi kalau manusia yang baik, 27:24 subhanallah bertemu orang yang baru 27:25 dikenal saja dari air muka dan sorot 27:28 matanya, itu menarik. 27:31 Jadi hiasi diri kita dengan makarimul 27:33 akhlak. 27:34 Masyaallah. 27:35 Ini termasuk di antaranya sekarang ini 27:36 lagi orang banyak berbincang-bincang 27:38 masalah DPR nih. Iya, Ustaz. yang sedang 27:41 update kan [tertawa] 27:42 kita lihat ada orang yang mungkin demo 27:45 hari ini ya menuntut supaya DPR 27:49 dibubarkan. 27:50 Gimana Ustaz tanggapannya Ustaz? ini 27:52 sebetulnya 27:55 bukan merupakan 27:58 ee 28:02 dorongan 28:04 sesaat yang baru muncul saat ini. 28:08 Sebetulnya masyarakat semenjak lama 28:10 kehilangan kepercayaan mereka kepada 28:12 apa? kepada DPR 28:15 di mana DPR ini lebih loyal kepada 28:19 partai yang mencalonkan mereka dan 28:24 kepada diri mereka. 28:26 Sebagaimana kita tahu, DR memiliki tiga 28:31 fungsi yang amat penting. 28:33 Betul gak? dalam ketaregaraan kita 28:36 memiliki tiga fungsi yang amat penting. 28:39 Yang pertama, legislasi 28:41 dalam pembuatan undang-undang 28:44 dan hukum. Ya, karena mereka Dewan 28:48 Perwakilan Rakyat, maka dengan 28:50 sendirinya undang-undang yang dibuat, 28:54 undang-undang yang direstui itu 28:56 undang-undang yang mewakili kepentingan 28:58 rakyat. 28:58 Rakyat. 29:00 Tapi sekarang definisi negara sudah 29:03 berubah. 29:04 Negara itu bukan berarti rakyat, He. 29:07 Tapi negara itu berarti pejabat. 29:10 Jadi, pada saat mereka naik sebagai 29:13 anggota DPR, 29:15 mereka bukan lagi mewakili kepentingan 29:17 rakyat, tapi lebih banyak mewakili 29:19 kepentingan mereka dan partai yang 29:21 mencalonkan mereka. 29:23 Oleh karena itu, mereka berkolaborasi 29:26 dengan konglomerat, 29:28 dengan pemerintah yang berkuasa, bukan 29:31 lagi menjalankan fungsi mereka. ya yang 29:35 ditegaskan oleh undang-undang yaitu 29:38 fungsi legislasi 29:40 yang betul-betul apa menelorkan 29:43 undang-undang yang menjaga, yang 29:46 membela, melindungi kepentingan rakyat. 29:48 Ini tidak terlihat. 29:50 Yang kedua, fungsi anggaran. Fungsi 29:53 anggaran. 29:54 Anggaran di mana mereka dengan 29:56 sendirinya ya mengawasi RAPBN kita. 30:01 Betul gak? rancangan anggaran belanja 30:03 kita juga termasuk pemasukan 30:07 yang masuk ke negara. Seharusnya 30:10 anggaran yang disetujui itu ya demikian 30:14 pula kontrol terhadap ee ee arus masuk 30:18 keluarnya uang itu semua demi 30:20 kepentingan rakyat karena fungsi mereka 30:22 sebagai Dewan Perwakilan 30:24 Rakyat. 30:24 Rakyat. Oleh karena itu mengherankan di 30:28 negeri kita ini kita tahu anggaran 30:30 belanja kita tahun lalu itu 2.700 30:33 triliun. 30:35 Ternyata 30:37 2.500 triliun dari anggaran tersebut 30:40 dipungut dari pajak. 30:41 Hm. 30:42 Dipungut dari pa 30:43 pajak. 30:43 Pajak artinya apa? 30:45 gaji pejabat pemerintah dari mulai ee 30:49 katakan ee 30:53 DPR-nya ya, begitu juga kepada 30:57 eksekutifnya 30:59 semua ya digaji dari uang pajak. Ada 31:04 sebahagian mereka mengatakan, "Apa peran 31:06 kalian sebagai rakyat?" Padahal mereka 31:08 harus tahu bahwa mereka makan minum, 31:10 mereka menikmati kesejahteraan, 31:12 mengendarai mobil mewah, mendapatkan 31:14 jaminan ya 31:17 semua dari uang rakyat. 31:19 Kemudian 31:21 ke mana perginya kekayaan negara yang 31:23 begitu banyak? 31:25 Demikian pula kita perhatikan 31:28 di mana Indonesia ya yang memiliki 31:32 kekayaan yang tak terhingga seperti di 31:34 Jawa, di Sumatera, di Sulawesi, di 31:37 Kalimantan, termasuk di Irian. Irian 31:40 betul-betul apa? Memberikan pemasukan 31:42 yang luar biasa dari kekayaannya yang 31:45 tak terhingga. Tapi bagaimana nasib 31:47 rakyat Irian? 31:48 Iya. 31:49 Betul gak? Kemudian kita saksikan juga 31:51 keluh kesah yang diungkapkan oleh rakyat 31:55 Aceh dari mulai zaman dahulu kala 31:58 penganiayaan yang mereka rasakan 32:01 kekayaan alam seperti sumber gas yang 32:03 kaya raya dulu 32:05 disedot 32:06 tapi anggarannya dibawa ke pusat 32:08 sedangkan rakyat Aceh tidak menikmati 32:12 apa-apa yang mereka yang mereka miliki 32:14 dari kekayaan alam mereka. Dan saya 32:16 pernah ke Aceh, saya saksikan Aceh itu 32:19 merupakan 32:23 wilayah yang tertinggal dari sisi 32:25 pembangunannya ya. Waktu tsunami kita 32:27 saksikan Aceh itu betul-betul merupakan 32:29 daerah tertinggal padahal merupakan 32:32 wilayah yang keraya-anya. 32:35 Dan kita saksikan juga di Irian kita 32:37 saksikan juga di daerah-daerah yang 32:40 betul-betul memberikan masukan bagi 32:42 negara ke mana perginya uang tersebut. 32:44 di Kalimantan sebagai contoh dari 32:46 batuaranya. 32:48 Ke mana kekayaan batuara ini? Ya, 32:54 dibawa 32:56 konglomerat-konglomerat oligarki bersama 32:58 para pejabat bekerja sama. Nah, ini 33:00 tidak terlepas dari tanggung jawab DPR. 33:02 Dari mulai fungsi legislasi kemudian 33:05 fungsi anggaran yang seharusnya 33:07 mengawasi uang rakyat. Uang negara ini 33:09 uang negara berarti uang rakyat. 33:12 Ke mana [berdehem] perginya? 33:14 Yang ketiga, fungsi pengawasan dan 33:17 kontrol. 33:19 Ternyata ketiga fungsi ini tidak 33:21 dijalankan oleh wakil rakyat kita. 33:25 Bahkan mereka secara finansial menjadi 33:27 beban. Betul gak? Untuk kesejahteraan 33:30 mereka, untuk tugas keliling mereka yang 33:33 hanya sekedar kamuflase tapi hasilnya 33:36 tidak ada dan rakyat juga dikecewakan. 33:39 Jadi tidak heran kalau sebagian orang 33:40 menuntut agar DPR dibubarkan. 33:44 Kenapa? Jadi beban buat negara, beban 33:47 buat rakyat. Karena mereka memberikan 33:48 dukungan kepada apa? Kepada elit ya, 33:53 oligarki kita, politik kita untuk apa? 33:56 Untuk betul-betul membebani rakyat 33:59 dengan beban yang berat. Oleh karena 34:01 itu, dengan adanya kepala negara, dengan 34:03 adanya juga gubernur, dengan adanya 34:05 walikota, adanya bupati, cukup 34:08 biar rakyat yang mengawasi mereka 34:09 langsung, tidak perlu ada DPR. He. 34:11 Nah, salah seorang dari mereka 34:13 mengatakan yang ingin membubarkan DPR 34:15 super tolol sebetulnya ini mewakili 34:17 kepentingan dia karena dia sebagai 34:19 anggota DPR menikmati berbagai macam 34:21 fasilitas. 34:22 Iya. 34:22 Dan ini bukan lagi rahasia yang 34:25 tersembunyi, tapi sudah jadi rahasia 34:26 umum. Orang tahu tadinya anggota DPR 34:29 tidak punya apa-apa, bahkan untuk makan 34:31 sehari-hari susah, begitu menjadi 34:33 anggota DPR langsung melambung dan 34:35 membumbung tinggi. Dari mana dapatnya? 34:36 dibilang warisan atau hadiah. 34:40 Jadi betul-betul menyedihkan sekali ya 34:43 serba-serbi kehidupan anggota DPR kita. 34:47 Padahal mereka kelak akan berdiri 34:50 bertanggung jawab di hadapan Allah 34:52 Subhanahu wa taala. Tapi rupanya rasa 34:54 takut mereka tidak ada sama sekali. 34:57 Rasa takut ya dan rasa malunya pun 35:00 hilang. Bukan mereka mawas diri, 35:03 mengoreksi kesalahan mereka. Mohon maaf 35:05 karena selama ini mereka lupa akan 35:07 kewajiban mereka, tapi mereka justru 35:10 membela diri dan terbawa oleh 35:12 kesombongan, keangguhan. Ini sebetulnya 35:14 merupakan pertanda negara yang tidak 35:17 sehat. Kalau seandainya tidak ada 35:20 perbaikan, maka Allah yang akan turun 35:22 tangan melakukan perubahan dengan 35:24 kekuasaannya. Seperti yang digambarkan 35:26 Allah dalam suratul Isra. Wa arnauhl 35:29 qyatan amarna fiha fafasaqu fiha fahaqq 35:35 alaihair. 35:38 Oleh karena itu kita ingatkan kepada 35:39 anggota DPR, kepada juga lembaga 35:42 eksekutif kalau kalian tidak melakukan 35:45 perbaikan, maka tunggulah azab Allah 35:47 akan datang dan azab Allah lebih 35:49 mengerikan lagi dan apa yang datang di 35:52 hari akhirat lebih menakutkan. Jadi kita 35:54 enggak mau bicara mengenai politik dan 35:56 saya terang-terangan lebih suka 35:58 berbicara dari hati nurani kita daripada 36:00 berbicara dengan bahasa politik yang 36:02 sama sekali tidak kita ketahui ujungnya. 36:04 Hanya kepandaian, retorika, dan 36:07 kata-kata. Saya berbicara dari hati 36:09 nurai memberikan peringatan. Semoga ada 36:12 sebagian orang yang mendengarkan 36:14 peringatan ini. Wallahuam. 36:16 Insyaallah. Insyaallah, Ustaz. Ini kita 36:18 sapa-sapa dulu pendengar yang sudah 36:20 bergabung melalui pesan WhatsApp. Ada 36:22 Ibu Siswati Rifai Batam, Anggit Retno, 36:26 Bunda Rid Bekasi, Ibu Darmaw Darniat, 36:30 Ibu Mohon maksud saya Darniwati, 36:33 E Bapak Sukojo, Bapak Sujoko, Aji 36:37 Pratikno, Nenek Jamela, Mahmud Rafif, 36:40 Bapak Anwar, Mursyid Qurtub, Bunda 36:43 Fajar, Asep, Nani, Fatimah, Omar Reti, 36:46 dan masih banyak lagi ikhwan-akhwat yang 36:49 bergabung mulai pesan WhatsApp. Alfakir 36:51 akan membacakan dari Bapak Mahmud Rafif. 36:53 Asalamualaikum warahmatullahi 36:54 wabarakatuh, Ustaz. 36:55 Waalaikumsalam war 36:56 yang dirahmati Allah. Amin ya rabbal 36:58 alamin. Benarkah kalau seorang ayah bawa 37:01 anak yang masih kecil ke masjid untuk 37:04 salat, kemudian anak itu bercanda main 37:07 berisik di dalam masjid, terus orang 37:10 tuanya nanggung dosa dari anak yang 37:12 berisik tersebut. Sedangkan saya selalu 37:14 ajak anak saya, Ustaz, yang 4 tahun 37:16 untuk membiasakan dia berangkat ke 37:19 masjid. 37:21 Bismillahirrahmanirrahim. Rabbana zidna 37:24 ilman wa alhikna bisolihin. 37:29 Ada sebuah riwayat. Riwayat ini 37:31 merupakan riwayat yang lemah sekali ya. 37:34 Riwayat yang lem 37:36 lemah. 37:36 Lemah. Riwayat yang menimbulkan 37:40 pemahaman yang negatif. 37:42 Ada sebuah riwayat berbunyi, "Jannibus 37:44 siibyanakum masajidakum." menjauhkan 37:47 anak-anak kecil kalian dari 37:49 masjid-masjid kalian. 37:52 Padahal kita tahu ya, Nabi kita Muhammad 37:55 sallallahu alaihi wa alihi wasallam 37:57 terkadang dia meringankan salatnya 38:00 karena mendengarkan tangisan anak. Jadi 38:03 dia tidak memperpanjang salat, dia 38:05 ringankan salatnya agar tidak 38:07 memberatkan siapa? Tidak memberatkan ibu 38:10 mereka apabila salat juga di masjid atau 38:13 ayah mereka yang membawa anak mereka. 38:17 Jadi 38:19 membawa anak-anak kita semenjak kecil 38:22 masuk ke dalam masjid ini sebetulnya 38:24 pembiasaan yang baik. Dan para sahabat 38:26 Nabi sebagaimana dalam riwayat yang 38:28 mustafid, 38:30 mereka pada bulan Ramadan itu membawa 38:32 anak-anak mereka ke masjid yang masih 38:33 kecil-kecil. 38:36 Anak mereka menahan lapar terkadang 38:37 menangis. Orang tua mereka biasakan, 38:40 berikan nasihat untuk bersabar. Hingga 38:42 saat berbuka puasa mereka ceria, gembira 38:45 yang luar biasa. Ini merupakan 38:46 pendidikan latihan buat mereka. Jadi 38:48 bukan dengan paksaan ya, tapi dengan ee 38:51 nasihat yang baik, kata-kata yang manis. 38:54 Dan hendaknya orang tua kalau membawa 38:56 anak mereka, jangan anak ini dibiarkan 38:58 berkumpul bersama sesama anak. 39:00 Oke. 39:02 Tapi anak yang dibawa ke masjid biar di 39:04 sampingnya. Karena kalau dia kumpul 39:06 bersama teman-temannya namanya 39:08 anak-anak, kita juga pernah anak-anak. 39:10 Betul gak? 39:11 pernah anak-anak pernah juga suka teriak 39:14 di masjid. Ya, itu wajar 39:17 masa-masa mereka bermain. Jadi hendaknya 39:20 setiap orang tua mendampingi anaknya di 39:23 sebelahnya jangan dibiarkan berkumpul 39:25 bersama barisan anak-anak. 39:26 Iya. 39:27 Dengan cara seperti ini, insyaallah 39:29 anak-anak tersebut terbiasa disiplin, 39:31 baik. Karena terang-terangan kalau orang 39:33 tua ya mendampingi anaknya itu ada 39:36 kebanggaan buat anak. 39:38 Jangan anak-anak dikumpulkan di bagian 39:39 belakang. Kita berikan kesempatan mereka 39:42 untuk teriak-teriak. Bahkan yang 39:43 mengherankan anak-anak di usia SMA 39:46 bahkan ada yang sudah kuliah ketika 39:48 salat Jumat mereka teriak-teriak. 39:51 Kan heran luar biasa. Kenapa? Karena 39:53 tidak dibiasakan dengan cara yang baik. 39:55 Kemudian orang tua bisa memberikan 39:57 apresiasi. Kalau kamu salat rapi di 39:59 masjid ya ayah akan berikan hadiah kamu. 40:03 Atau seminggu berturut-turut salat kamu 40:04 di masjid terapi bersama ayah tidak 40:07 ribut. Ayo berikan hadiah apa yang kamu 40:09 inginkan. Tapi di saat dia katakan 40:11 melakukan kesalahan, berikan juga 40:13 sanksi. Tapi bukan sanksi dengan 40:15 pukulan, sanksi apa yang kamu inginkan. 40:17 Karena kamu hari ini ee salat tidak baik 40:20 ya atau berisik, ayah tidak berikan. 40:23 Nanti kalau kamu sudah betul-betul 40:25 menjalankan kewajiban kamu dengan baik, 40:27 ayah berikan hadiah buat kamu. Nah, 40:30 sanksi pukulan atau sanksi menggunakan 40:32 cacian, maki-maki, dan marah-marah 40:35 jangan pernah kita lakukan. Karena ini 40:37 akan menanamkan kebiasaan yang buruk 40:39 buat dia. Nanti dia beranggapan bahwa 40:41 apa yang dilakukan ayahnya itu merupakan 40:42 apa? Hal yang benar. Seperti orang tua 40:46 pada masa dahulu kalah kalau ingin 40:49 membenarkan perbuatan dia memukul anak 40:51 pakai tongkat, pakai gaser. Dia bilang 40:54 dulu ayah ini bisa menjadi seperti ini. 40:56 Tahu enggak? Dulu orang tua kita kalau 40:58 marah menggunakan gasper bahkan sampai 41:00 berdarah-darah kita dipukul. Dia 41:02 beranggapan perbuatan apa? dia itu benar 41:05 mengacu kepada tauladan orang tuanya. 41:07 Padahal jelas-jelasan ini merupakan 41:09 perbuatan yang salah. Sedangkan binatang 41:12 saja Rasulullah tidak perlakukan dengan 41:14 cara yang kasar. Jadi jangan menggunakan 41:16 bahasa marah-marah, cacian, makian 41:19 apalagi menggunakan pemukulan. 41:21 Perlakukan dia dengan perlakuan yang 41:23 baik dan bijaksana. Wallahuam. 41:25 Masyaallah. Ustaz jazakumullah khair. 41:27 [mendengus] Dari Omareti di Pulau Mas. 41:31 Terima kasih sedang menyimak. Insyaallah 41:33 semua orang tua mendapat pencerahan dan 41:36 yang bisa mendampingi anak-anak di 41:38 masjid. Amin ya rabbal alamin. 41:40 Berikutnya dari hamba Allah. Ustaz, 41:42 salahkah jika kita memilih untuk tidak 41:45 mempunyai anak karena takut tidak bisa 41:48 bertanggung jawab terhadap anak kita? 41:52 Oh, ini mah child freezer. Bahasa. 41:54 Bismillahirrahmanirrahim. 41:56 Ketakutan pada sesuatu yang benar itu 41:58 ketakutan yang mesti diluruskan. 42:02 [mendengus] 42:03 Tapi takut dari sesuatu yang tidak benar 42:06 untuk kita lakukan itu yang mesti kita 42:08 perhatikan. Karena terkadang takut 42:11 ditempatkan bukan pada tempatnya 42:13 merupakan hal yang amat salah. Begitu 42:15 juga berani pada sesuatu yang 42:19 seharusnya kita jauhi. Ya, 42:21 oleh karena itu orang yang berani secara 42:24 tidak benar dikatakan tahawur. 42:26 Tahawur itu bahasa Indonesia ngawur. 42:30 Karena kalau dia berani melakukan 42:31 sesuatu yang berbahaya ya tanpa dasar 42:35 kebenaran itu merupakan perbuatan 42:37 tahawur. Oleh karena itu Allah larang 42:39 kita untuk menyelembuskan diri kita ke 42:41 dalam bahaya. Tapi kalau kita takut dari 42:46 sesuatu yang bakal membahayakan kita, 42:48 mengancam kita, menjerumuskan kita ke 42:51 dalam hal-hal yang tidak baik, ya itu 42:53 merupakan takut yang wajar. Adapun 42:56 ketakutan untuk mendapatkan anak karena 42:58 tidak mampu untuk menjalankan kewajiban 43:01 kita ini merupakan kerugian. 43:03 Karena apa? Karena sebetulnya kita ini 43:05 kalau selalu mohon pada Allah Subhanahu 43:08 wa taala bantuan dan pertolongannya, 43:12 jangankan masalah kecil, masalah yang 43:14 besar juga akan dimudahkan oleh Allah. 43:16 Tapi kalau kita meninggalkan Allah 43:19 atau kita lupa kepada Allah, jangankan 43:22 masalah yang besar, masalah yang kecil 43:23 akan menjadi berat buat kita. Jadi yang 43:25 perlu kita apa? Kita siapkan hati kita 43:28 bersama Allah. 43:30 Begitu kita punya anak, Allah juga 43:32 bersama kita dalam dalam mendidik anak 43:34 kita. Ada orang takut untuk mengendarai 43:38 mobil karena takut menabrak. 43:41 Ini sebetulnya ketakutan apa? Ketakutan 43:44 yang salah. Dia belajar mobil perlu agar 43:47 tidak bergantung pada orang lain. Jangan 43:49 seperti saya sampai sekarang ini belum 43:51 bisa bawa mobil. Karena apa? Kebetulan 43:53 dari mulai kecil ada hal-hal yang 43:55 menghalangi saya untuk bisa mengendarai 43:58 mobil. Jadi belajar mobil agar bisa 44:01 mandiri, bisa bermanfaat seperti pada 44:03 zaman Rasul, anak-anak dilatih untuk 44:05 berkuda, memanah, bahkan berenang. Ini 44:08 merupakan hal yang positif kan. Jangan 44:11 takut belajar berenang, takut tenggelam. 44:14 Takut berkuda karena takut jatuh 44:15 umpamanya. Takut memanah ya karena takut 44:19 ini dan itu. Hal-hal yang positif, yang 44:21 baik kita harus belajar. 44:24 Begitu juga mempunyai anak. Dengan kita 44:26 mempunyai anak, kita mempunyai teman di 44:28 hari tua, kita juga bisa mendidik mereka 44:32 agar bisa melahirkan generasi yang akan 44:34 membawa kebaikan untuk kita walaupun 44:36 setelah kita meninggal dunia. Adapun 44:38 mengenai pendidikan mereka, mohon pada 44:40 Allah jangan lupa kepada Allah. Ada 44:44 orang memiliki anak 20, 44:47 anaknya semua menjadi orang-orang baik. 44:49 Waktu ditanya, "Apa kira-kira resep 44:51 pendidikan kamu?" Dia mengatakan, "Saya 44:53 selalu mohon pada Allah. Saya tidak 44:55 pernah lupa kepada Allah. Dari mulai 44:57 anak dalam kandungan, saya selalu 44:58 mendoakan dalam kandungan sambil 45:01 mengusap perut istri saya agar anak saya 45:03 dijaga, dipelihara oleh Allah. Saya 45:05 serahkan sepenuhnya kepada Allah. Pada 45:07 saat anak lahir pun saya selalu memohon 45:09 pada Allah. Anak tersebut tumbuh, saya 45:11 tidak pernah bergantung pada diri. Saya 45:13 selalu mohon pada Allah. Allah kasih 45:15 semua anaknya menjadi orang-orang baik. 45:18 Tapi ada satu orang alim, kebetulan dia 45:20 alim besar. Dia mengatakan 45:23 bahwa saya akan mendidik anak saya lebih 45:25 baik daripada saya. Subhanallah. Anak 45:28 tersebut begitu mulai tumbuh nakal, 45:31 bermain, tidak mau belajar. Padahal dia 45:32 waktu masih kecil orang tuanya fokus 45:34 untuk belajar. 45:36 Akhirnya dia bertanya-tanya, "Kenapa 45:38 anak saya seperti ini ibunya baik?" 45:40 Sedangkan dia juga orang yang rajin 45:42 beribadah. Dia ingat ucapan dia, "Saya 45:45 akan mendidik anak saya untuk menjadi 45:47 anak yang lebih baik dari saya." 45:49 Langsung dia sujud. Mohon ampun pada 45:50 Allah. Ya Allah ampuni ketergelinciran 45:54 lisan saya sepenuhnya ya Allah saya 45:57 serahkan anak saya kepadaMu. Hanya 45:58 Engkau yang kuasa untuk mendidik, untuk 46:01 memperbaikinya, untuk menuangkan 46:02 ketakwaan dalam dirinya. Semenjak dia 46:05 beristigfar, mohon ampun pada Allah 46:06 subhanahu wa taala, dipasrahkan atas 46:08 kepada Allah langsung anak tersebut apa? 46:10 Dari orang yang tadinya suka bermain 46:12 menjadi orang yang mulai 46:15 belajar serius dan mendekatkan dirinya 46:17 kepada Allah. 46:17 Masyaallah. 46:18 Jangankan hati [berdehem] orang lain, 46:20 hati kita bukan di tangan kita. Betul 46:22 enggak? Hati kita di tangan 46:23 Allah. 46:24 Jadi kalau kita mau mengawasi di kit 46:26 bahwa kita ini betapa lemahnya jangankan 46:28 terhadap orang lain, jangankan pada anak 46:30 kita, diri kita di saat mulai dia 46:32 menyimpang atau condong kepada hal yang 46:35 tidak baik, kita merasakan betapa 46:38 beratnya kita berhadapan dengan godaan 46:40 tersebut. Begitu kita berlindung pada 46:42 Allah. Oleh karena itu, Nabi Yusuf 46:44 ketika digoda dirayu langsung dia 46:47 mengatakan maadallah aku berlindung pada 46:49 Allah. 46:51 Jadi hendaknya dalam segala hal, 46:53 waallahi fatawakal inum mukminin. 46:57 Hendaknya hanya kepada Allah kalian 46:58 bertawakal kalau kalian mengaku orang 47:00 yang beriman. Dan saya rasakan betul 47:02 dalam segala hal menghadapi apa saja 47:05 dengan kita berpegang pada Allah, 47:07 berserah diri pada Allah hasilnya 47:08 terbaik. Iya. 47:09 Jadi, Anda tidak perlu takut dapat anak 47:10 bawa 10, 20, 30 asal Anda bersama Allah. 47:13 Masyaallah. Intinya kaitkan dengan Allah 47:15 Subhanahu wa taala ya, Ustaz. Doa ya, 47:17 Ustaz ya. 47:18 Jangan ee mendidik dengan kesombongan, 47:20 merasa mampu tanpa mengaitkan kepada 47:23 Allah Subhanahu wa taala. Ini ada juga 47:25 pertanyaan dari seorang bunda di Bekasi. 47:29 Kita samarkan namanya, "Ustaz, saya 47:31 mendidik anak perempuan saya untuk 47:32 mandiri, tapi setelah menikah tinggal 47:35 sama ibu mertua yang memanjakan anakku. 47:38 Karena anakku lagi hamil, suaminya juga 47:41 begitu, Ustaz, memanjakan dia. Apa saja 47:44 kemauan dia diikuti, "Aku sudah enggak 47:46 ikut campur, Ustaz. Tapi takut kalau 47:49 anak perempuanku jadi tidak mandiri 47:51 lagi." Masyaallah. 47:54 [berdehem] 47:55 Bismillahirrahmanirrahim. 47:57 Asal ibu ya menikahkan putri ibu 48:00 [berdehem] dengan laki-laki yang baik, 48:02 yang saleh, yang taat pada Allah 48:04 subhanahu wa taala. 48:07 Begitu juga dia mendapatkan mertua yang 48:10 baik dan saleh. Kalau seandainya 48:12 dimanjakan oleh suaminya, disayang oleh 48:15 ibu mertuanya, seharusnya ibu bersyukur. 48:18 Sekarang banyak keluh kesah 48:20 orang tua yang anak perempuannya 48:22 dianiaya oleh suaminya maupun oleh ibu 48:24 mertuanya. 48:26 Sampai ke saatnya si ibu mertua karena 48:27 cemburunya ingin mendorong apa? 48:30 Anak laki-lakinya menceraikan istrinya. 48:32 Ada yang naruh garam di bawah bantal 48:34 istrinya supaya istrinya enggak betah 48:36 tinggal di rumah. ya. Nah, kalau 48:39 seandainya ibu dengan anak ibu, 48:42 alhamdulillah yang disayang oleh 48:44 suaminya, dimanjakan oleh suaminya, 48:47 begitu juga disayang oleh ibu mertua, 48:49 seharusnya ibu bersyukur pada Allah asal 48:53 apa-apa yang dilakukan suami itu dan ibu 48:55 mertua tidak menyimpangkan anak ibu dari 48:59 keridaan Allah dan ketakwaan kepadanya. 49:02 Adapun pendidikan ibu yang menanamkan 49:04 kemandirian dalam hati anak ibu tidak 49:06 akan hilang. 49:07 Karena ini sudah mengakar dalam hatinya. 49:10 Cuma dia menikmati ya kasih sayang 49:13 suaminya ini menjadi motivasi buat dia 49:15 sebetulnya untuk menjaga nikmat Allah. 49:18 Begitu juga dari ibu mertuanya. 49:20 Nah, kata-kata mandiri juga ibu harus 49:23 perhatikan. Perempuan bagaimanapun juga 49:25 ya, bagaimanapun pandainya, bagaimanapun 49:28 tinggi kedudukannya, 49:30 karakter wanita sebagaimana yang 49:32 diciptakan Allah Subhanahu wa taala 49:34 mendambahkan perhatian dan perlindungan. 49:37 itu wanita. Sedangkan laki-laki ya 49:41 karakternya [berdehem] fitrahnya itu 49:43 justru apa? Menjadi manusia yang 49:45 mandiri, bertanggung jawab ya. Bahkan 49:48 dia punya kebanggaan pada saat dia 49:50 memberikan nafkah bagi anak maupun 49:52 istrinya. Tapi di saat dia menjadi orang 49:54 yang tak berarti ini menjadi pukulan 49:56 buat dirinya. Oleh karena itu, wanita 49:59 manapun, bagaimanapun pendidikannya 50:01 tinggi, berkarir, kalau dia tidak 50:04 mendapatkan perhatian dan kecintaan, dia 50:06 merasakan hidupnya sia-sia. Nah, kalau 50:09 berubah statusnya dari perempuan, 50:11 jiwanya menjadi jiwa laki-laki, maka dia 50:13 orang yang betul-betul amat-amat 50:15 menderita. Walaupun di luar nampak dia 50:18 berjaya, nampak dia mulia, sebetulnya 50:21 hatinya penuh dengan penderitaan dan 50:24 kesepian. 50:25 Jadi hendaknya kita pahami bahwa 50:29 wanita-wanita kita baik sebagai istri, 50:34 sebagai anak, demikian pula sebagai ibu, 50:37 bagaimanapun tingginya pendidikan 50:39 mereka, karakter mereka sebagai wanita 50:41 tidak akan hilang. Oleh karena itu, ada 50:42 seorang pujangga mengatakan, "Wanita itu 50:46 bagikan bumi, 50:48 merindukan cahaya dan kehangatan 50:50 matahari." Sedangkan matahari 50:53 diumpamakan bagaikan pria. 50:55 Dia selalu setia memberikan cahaya 50:57 kehangatannya. Jadi hendaknya kita tidak 51:01 melupakan fitrah dan karakter 51:03 masing-masing. Didik anak kita untuk 51:06 menjadi manusia yang mandiri, 51:08 bertanggung jawab, dan merasa 51:10 betul-betul berkewajiban untuk apa? 51:13 Dapat mensejahterakan, melindungi 51:14 keluarganya, berbuat kebaikan pada 51:16 sesama. Dan tanamkan di hati wanita kita 51:19 betul kemandirian sebagai istri, sebagai 51:22 ibu, ya. sesuai dengan peran dia, tapi 51:25 tidak keluar dari fitrahnya. Jangan kita 51:27 mengubah perempuan menjadi laki-laki, 51:29 laki-laki menjadi perempu 51:31 perempuan. Ini yang paling berbahaya. 51:34 Ada sebuah kisah mungkin sebagai penutup 51:36 ya, sedikit lagi mungkin Pak Istan akan 51:37 masuk. 51:38 Ada seorang ini kejadian sewaktu saya di 51:41 Mesir ya. 51:42 He. 51:43 Ada seorang wanita karir berpendidikan 51:46 tinggi. Dia menjadi seorang direktur. 51:50 Kebetulan dia jatuh jatuh cinta sama 51:52 apa? Salah satu bawahannya 51:54 laki-laki yang tampan, yang baik, yang 51:57 jujur ya dan bekerja secara profesional 52:02 dan dia merasa terbantu oleh laki-laki 52:04 ini. 52:04 He 52:05 sekali waktu si perempuan mengajak 52:06 laki-laki ini untuk makan bersama. 52:11 Makan bersama. 52:14 Dengan penuh rasa cinta, dia berharap 52:16 bisa berpasangan dengan lelaki ini. 52:18 Makan bersama. Selesai makan, dia merasa 52:21 karena gaji dia lebih besar. Ketika si 52:24 laki-laki membayar, si perempuan 52:25 menolak, dia yang berikan bayaran. 52:31 Si perempuan menganggap ini hal yang 52:32 biasa. 52:36 Pada hari-hari kemudian, ketika si 52:39 perempuan selesai bekerja mengajak si 52:41 laki-laki makan, si laki-laki beralasan 52:43 macam-macam. 52:44 Diajak berikutnya juga begitu. Sampai si 52:46 perempuan bertanya, "Kamu tidak suka? 52:49 marah kepada saya. Bilang, "Tidak. 52:52 Kenapa setiap kali saya ajak kamu makan 52:54 bersama enggak mau?" Dia mengatakan, 52:57 "Ketika kamu mengajak saya makan, ketika 53:00 saya akan bayar, kamu yang membayar. 53:03 Bahwa saya ini merupakan pukulan. Saya 53:05 sebagai seorang laki-laki, walaupun gaji 53:07 saya lebih rendah dari kamu, tapi saya 53:10 tidak bisa menerima peran ini diambil 53:12 alih oleh kamu. 53:14 Saya ingin betul-betul merasa saya 53:16 sebagai seorang laki-laki. 53:19 A si perempuan tersebut minta maaf, dia 53:20 mengubah sikapnya. 53:23 Dia bisa membantu suaminya kalau jadi 53:25 suami pada saat suami butuh. Tapi biar 53:28 peran sebagai seorang laki-laki itu apa? 53:30 Peran sebagai seorang laki-laki 53:33 betul-betul apa? tertanam dalam diri. 53:35 Jangan kita mengubah laki-laki kita 53:38 menjadi wanita atau mengubah wanita kita 53:40 menjadi laki-lakinya. 53:42 Dan Allah kasih subhanallah mereka bisa 53:44 berpasangan karena berbeda karakternya. 53:47 Arti fitrahnya berbeda kan. Kalau laki 53:49 sama laki-laki atau perempuan sama 53:50 perempuan tidak mungkin tercipta 53:52 pasangan yang harmoni. Akhirnya mulai 53:55 saat itu si perempuan mengetahui dirinya 53:57 bahwa Allah kasih mereka berumah tangga 53:58 mereka hidup bahagia. Jadi didiklah 54:01 laki-laki kita untuk menjadi laki-laki 54:03 yang mandiri. berjuang menjadi pelindung 54:06 rumah tangganya. Kalau kehilangan ini, 54:08 maka dia kehilangan laki-lakinya. 54:10 Walaupun walaupun apa? Walaupun dia 54:14 merupakan seorang laki-laki tapi 54:16 kehilangan laki-laki dan perempuan juga 54:19 hendaknya tidak keluar dari fitrahnya. 54:21 Perhatikan perempuan menginginkan 54:24 perhatian, pujian, sebutan. Dan kita 54:26 ingatkan pada laki-laki bahwa wanita 54:29 kita 54:31 walaupun menikah dengan pria tampan kaya 54:33 raya ya, tapi kalau tidak mendapatkan 54:36 perhatian, apresiasi atas apa yang 54:39 dilakukan, dia mendengarkan pujian dari 54:40 orang lain, hatinya akan condong pada 54:43 pria yang memujinya. 54:46 Jadi jangan kita pde percaya diri dengan 54:48 apa? Dengan ketampaan kita, dengan 54:50 katakan keuangan kita. Nah, ketahuilah 54:53 perempuan amat mencintai 54:56 orang-orang yang memberikan perhatian 54:58 kepadanya. Maka berikan perhatian yang 55:00 sebaik-baiknya untuk istri kita, bukan 55:02 untuk wanita lain di luar. Jangan 55:05 terhadap wanita lain di luar perhatian 55:07 mendengarkan curhat mereka terhadap 55:09 istri kita. Kita bersikap acuh tak acuh 55:12 dengan anggapan sudah jadi istri kita 55:13 sendiri. 55:15 Demikianlah ikhwan-akhwan yang dirahmati 55:17 Allah, kita alhamdulillah dalam diskusi 55:19 pagi ini mudah-mudahan walaupun santai 55:22 ya bisa bermanfaat bagi kita semua. 55:25 Amin. Amin. Makasih. 55:25 Dan Allah subhanahu wa taala ampuni dosa 55:27 kesalahan kita di masa yang lampau. 55:29 Perbaiki kita untuk bisa menjalankan 55:31 kewajiban kita sebagaimana yang 55:33 diamanatkan Allah. Subhanakallah wamika 55:36 asadu ilahaill astagfir 55:39 terima kasih ustaz jawaban dari 55:40 pertanyaan-pertanyaannya. Mohon maaf 55:42 yaat yang belum sempat terjawab ada Pak 55:45 Sujoko. 55:46 Oh, Pak Sujoko. Pertanyaannya penting 55:48 sekali nih katanya ee tentang Rasul dan 55:52 tentang sistem kepemimpinan 55:56 dengan kesesuaian era reformasi. 55:58 Masyaallah, Pak Jok ini butuh jawaban 56:00 yang panjang. Insyaallah mudah-mudahan 56:02 di kesempatan berikutnya Pak Anggit, 56:05 Nurlaila, dan Tuan Baron dan masih 56:08 banyak ikhwan-akhwat lainnya, Ibu Leni 56:09 dan lain-lainnya. Mohon maaf tidak 56:12 sempat terjawab. Insyaallah di 56:13 kesempatan berikutnya Senin depan 56:16 kembali lagi semoga kita panjang umur. 56:18 Semoga Allah jaga kesehatan kita, 56:20 kesehatan guru kita, teman-teman Ikon 56:22 juga mudah-mudahan dijaga kesehatannya. 56:24 Alfagqir Isa Alkaf beserta seluruh kru 56:27 yang bertugas mohon undur diri. 56:28 Wasalamualaikum warahmatullahi 56:30 wabarakatuh. Waalaikumsalam 56:32 warahmatullah