Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brazil
- [Musik]
- TV. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Iwan dan akhwat yang
- dapat meraih kami baik itu lewat Radio
- Silaturahim maupun lewat YouTube Rasil
- Rasil TV. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Bahaga sekali saya Karolin
- didampingi dengan ada produser kami Agus
- kemudian ada Ondi dan Algi para pejuang
- dakwah Rasil hadir di ruang dengar
- ikhwan dan akhwat dengan acara setiap
- hari Jumat yaitu fikih wanita bersama
- guru kita Ustazah Herlini Amran. Beliau
- telah hadir di tengah-tengah kita di
- jauh sih sebenarnya di seberang sana.
- Mari kita sapa terlebih dahulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Jauh di mata, dekat di hati ya, Ustazah
- ya. Masyaallah. Apa kabar Ustazah?
- Alhamdulillah luar biasa. Tetap
- semangat. Allahu Akbar. Masyaallah.
- Allahu Akbar. Masyaallah. Doa kita
- semoga Ustazah tetap sehat agar kita
- tetap bisa mengikuti kajian-kajian
- Ustazah. Insyaallah. Amin. Dan ikhwan
- dan akhwat, selama kurang lebih 90 menit
- ke depan, Ustazah akan mengangkat tema
- yang berhubungan dengan Ramadan. Kita
- sebentar lagi akan menyambut Ramadan
- hitungan jari lagi. Oleh karena itu,
- penting untuk kita mempersiapkan diri
- sebaik-baiknya untuk menyambut bulan
- suci. Ikhwan dan akhwat, tema kita pada
- siang hari ini yaitu muslimah menyambut
- Ramadan. Tafadul Ustazah
- ya. Jazakillah Mbak Olin.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah.
- yaana bilan yaana lakal hamdu bil islam
- yaana lakal hamdu bil quran lakal hamdu
- bilal ahli wal muah lakal hamdu nikmatin
- anamta biha
- ala allahumma shli wasallim wabarik ala
- sayyidina muhammadin waa alihi wa asabi
- ajma allahum bariklana
- Amin yaalamin. Amin. Amin.
- Alhamdulillah. Sebentar lagi kita akan
- kedatangan tamu yang istimewa, tamu yang
- luar biasa, tamu yang dinanti-nanti dan
- dirindukan oleh semua hamba-hamba Allah
- penghuni langit dan bumi. Tentu saja
- kedatangan bulan Ramadan. Tentu saja
- kedatangan bulan Ramadan ini kita sambut
- dengan sepenuh hati, dengan
- kegembiraan. Kita berusaha insyaallah
- akan menikmati hidangan Ramadan ini
- dengan sepenuh hati. Insyaallah tentu
- saja ee Ramadan ini adalah syahrul
- barokah, bulan penuh keberkahan. Tentu
- saja sangat didambahkan oleh setiap
- umat-umat ee ee umat hamba-hamba Allah
- yang beriman. Insyaallah ya. Karena kita
- tahu Allah memberikan keutamaan pada
- bulan Ramadan ini yang tidak Allah
- berikan kepada bulan-bulan yang lain.
- Makanya kita lihat ya, bagaimana para
- sahabat salafus saleh berlomba-lomba
- meminta kepada Allah agar umurnya
- dipanjangkan hingga sampai ke bulan suci
- Ramadan. Masyaallah.
- Kita tahu ya, orang yang beribadah
- maksimal di bulan Ramadan ini tentu dia
- akan dimudahkan beramal kebaikan di
- bulan-bulan yang lain ya. Karena ibadah
- di dalam Islam ini tentu saja ada target
- ya. Sebagaimana kita sehari-hari dalam
- setiap usaha dan pekerjaan kita pasti
- ada target ya. Nah, dengan target ini
- tentu saja kita akan tahu apakah usaha
- kita berhasil atau tidaknya. Begitu juga
- dengan Ramadan ini, target itu harus
- terpenuhi. Karena kita tahu target siam
- atau puasa itu adalah laallakum
- tattaquun, adanya ketakwaan. Ya, kalau
- target salat itu adalah eh tanhail fahya
- wal munkar agar terhindar, terlindungi
- ee dari perbuatan fahsya dan mungkar.
- Jadi takwa ini merupakan level kehambaan
- yang sangat tinggi. Inilah inti risalah
- para nabi yaitu takwa. Ya, kita tahu ee
- takwa ini bagian dari ee salah satu
- bekal ya, bahkan bekal yang yang
- harusnya disiapkan oleh hamba-hamba
- Allah yang beriman. Bekal menuju
- akhirat. Ya, bekal menuju akhirat itu
- adalah takwa. Ya, bekal takwa ini
- sebagaimana
- watazwadu takwa. Maka eh sebaik-baik
- bekal itu adalah ketakwaan. Ya, jadi
- sekali lagi tentu target dari ibadah
- siam, ibadah puasa kita ini adalah agar
- munculnya ketakwaan pada diri kita.
- Tentu e ada banyak rahasia ya di balik
- kewajiban yang telah Allah berikan
- kepada kita hamba-hambnya dengan ibadah
- puasa Ramadan ini. Ya, kita tahu ee di
- antaranya itu adalah kita harus
- terpenuhi target takwa itu ya. Karena
- puasa itu adalah jalan menuju ketakwaan
- kepada Allah Subhanahu wa taala ya. Dan
- orang-orang yang berpuasa itu adalah
- orang yang dekat dengan Allah ya. ketika
- perutnya kosong ya, tidak ada makan,
- tidak minum, tentu hatinya bersih.
- Ketika hatinya merasakan ee kebersihan,
- puas ya hingga ee mudah baginya untuk ee
- memiliki perasaan yang sensitif. Tentu
- saja matanya mudah menangis. Jadi banyak
- sih hikmah-hikmah ee yang ada di antara
- ee ibadah diwajibkan ibadah Ramadan ini,
- puasa di bulan Ramadan ini. Di antaranya
- ya mm nanti kita akan bahas bagaimana ee
- persiapan-persiapannya ya. Ee hikmah
- kenapa disyariatkan berpuasa ini kepada
- hamba-hamba Allah yang beriman. Karena
- khitabnya itu ya ayyuhalladzina amanu,
- wahai orang-orang yang beriman. Jadi
- untuk di antaranya mempersempit aliran
- makanan ya yang tentu saja ee
- mempersempit aliran darah di tubuh kita
- yang jelas itu adalah aliran setan untuk
- menggoda manusia sehingga ee ketika
- lancar ee aliran darah itu ya karena
- dengan puasa itu kan mempersempit ya
- aliran makanan darah itu tentu setan tuh
- tidak ee suah berhasilnya ketika dia
- membisikkan sesuatu kepada manusia.
- Tentu juga dengan ibadah puasa ini ee
- dapat melemahkan syahwat ya. Kita tahu
- hasrat, jahat, dan keinginan maksiat ee
- di dalam diri kita tuh salah satunya kan
- makanan ya. Jadi ee sehingga ruh kita
- itu mudah tergoda ya. Kita juga tahu
- misalnya ya bagaimana ee dengan berpuasa
- ini, ibadah siang ini mengingatkan kita
- bahwa ee banyak saudara-saudara kita
- yang sulit ya untuk bisa makan. saudara
- kita yang kelaparan, yang membutuhkan
- pertolongan, apalagi yang saudara kita
- di Palestina itu ya yang fakir, miskin.
- Nah, dengan beribadah puasa ini itu
- mendidik kita untuk ee mampu ya ee
- berempati ya, mengasihi, menyayangi, dan
- menolong mereka. Yait ibadah hikmahnya
- kenapa ee ibadah Ramadan, puasa Ramadan
- ini ee diberikan kepada kita. termasuk
- juga e media untuk pendidikan jiwa ya,
- ruh, pensucian hati kita, pengendalian
- pandangan kita, menjaga anggota tubuh
- kita dari dosa karena sudah lemah dengan
- makanan-makanan yang bersifat fisik
- tersebut. Sehingga seorang hamba itu
- dekat dengan Allah ya. Jadi ini
- rahasianya seorang hamba dengan Rabbnya
- itu ya dengan ee
- berpuasa. Sebagaimana kita tahu ya
- pahala dari ibadah puasa tuh saking
- besarnya itu yang hanya tahu hanya
- Allah. sehingga eh Allah eh aku sendiri
- yang membalasnya. Kata Allah anam li wa
- aj siam itu puasa itu untukku maka aku
- sendiri yang akan memberikan balasan
- kepadanya saking besarnya nilai pahala
- keutamaan dari ibadah puasa tersebut.
- Enggak ada yang tahu hanya kecuali
- Allah. Maka oleh karena itulah kita
- lihat para salafus saleh dulu,
- ulama-ulama terkemuka dulu ya, tidak
- hanya bulan Ramadan, di bulan-bulan yang
- lain juga mereka itu berpuasa siam itu
- untuk mendekatkan diri kepada Allah ya.
- Bagaimana mereka ee berusaha untuk
- melaksanakan ibadah-ibadah ee dengan
- mengosongkan perutnya. Nah, apalagi
- dengan Ramadan yang Allah berikan wadah
- untuk hamba-hamba Allah yang ee beriman
- ini untuk mendekatkan diri kepada Allah
- ibadah di bulan Ramadan yaitu berpuasa
- asiyam. Ee tentu mereka ee para salafus
- saleh, orang-orang yang beriman, bahkan
- langit, gunung, semua makhluk-makhluk
- Allah yang lain itu menangis karena
- menyambut ee saking gembiranya menyambut
- ee bulan Ramadan ya sebagai bulan ee
- ibadah siam ya, puasa dan menangis
- ketika berpisah dengannya ya. Mereka tuh
- mencintai Ramadan luar biasa ya.
- berusaha keras untuk dapat ee sampai ke
- bulan suci Ramadan dengan berdoa. Mereka
- tuh punya tekad mengorbankan diri mereka
- di bulan Ramadan itu. Menjadikan
- malamnya itu untuk salat, rukuk, sujud,
- menangis, khusyuk hanya kepada Allah. Di
- siang hari mereka berusaha untuk optimal
- berzikir, baca Quran, mengajar,
- berdakwah ee memberikan nasihat. Semua
- amal-amal saleh mereka lakukan. Ya,
- bahkan kalau kita lihat ee para ee dalam
- beberapa riwayat ya, para ulama itu
- justru ee banyak menghabiskan waktunya
- dengan Al-Qur'an ya. Mereka membaca dan
- menangisnya. Mereka ini benar-benar
- menikmati hidangan Ramadan itu. Dan yang
- tidak kalah pentingnya hikmah dari
- Ramadan ini adalah sebagai alat
- pemersatu kaum muslimin. Jadi bulan
- Ramadan puasa di dalamnya ini adalah
- alat pemersatu kaum muslimin. Tentu saja
- mereka bersama-sama berpuasa ya. Mereka
- juga berbuka pada saat yang sama ya.
- Mereka juga merasakan lapar yang sama.
- Mereka juga ee makan bersama ya. Mereka
- itu rukun ee salat tarawih bersama
- dengan ee cinta dan ee ukhuwah.
- Masyaallah. Jadi ini alat pemersatu ya.
- Bahkan ee tidak hanya itu, Ramadan ini
- juga merupakan ee apa namanya? Penghapus
- kesalahan. Bulan tempat bagaimana Allah
- menghapuskan semua dosa dan kesalahan.
- ya kan kalau dari Jumat ilal jumah ee
- umrah ilal umrah ya ee Ramadan ke
- Ramadan itu juga adalah kafarah penebus
- dosa, penghapus kesalahan selama tidak
- ee melakukan dosa-dosa besar. Masyaallah
- luar biasa Ramadan ini ee bisa
- menyehatkan tubuh, detok ya, kemudian ee
- terasa kita ini enggak ada apa-apanya di
- hadapan Allah ya. Ya Allah ini nikmat
- Ramadan itu luar biasa ya. Bagaimana
- rahasia kita dengan Allah terasa dekat?
- Masyaallah, ini Ramadan patut kita
- rindui, patut kita ee bahagia, bersyukur
- dengan kehadiran Ramadan ini. Paling
- tidak memasukkan rasa rindu kepada
- Ramadan ini. Ya, jadi inilah ee
- bagaimana Ramadan ini luar biasa. Nah,
- bagaimana seorang
- muslimah agar bisa menyambut Ramadan
- dengan sepenuh hati? Tentu yang pertama
- dan utama yang kita lakukan itu sebagai
- seorang ibu, istri atau seorang anak
- yaitu adalah berdoa ya agar Allah
- memberikan kesempatan kepada kita untuk
- bisa menghadiri hidangan Allah Ramadan.
- Hari atau bulan yang spesial dan
- istimewa. Kita kita berharap kepada
- Allah agar diberikan kesehatan,
- kesempatan, kekuatan, motivasi. Kita
- berharap Allah agar kepada Allah agar
- kita ee diberikan
- ee kesehatan yang mampu untuk mengisi
- optimal di dalamnya ya. Sehat walafiat
- ya. kita bisa agar kita bisa mengisi
- Ramadan dengan sepenuh hati, dengan
- beramal saleh, agar kita dihindari Allah
- dari semua gangguan-gangguan yang dapat
- menyebabkan ibadah kita itu tercemari.
- Agar kita mampu
- mengoptimalisasi ibadah kita di bulan
- Ramadan. Itu doa ya. Makanya ee dulu
- para ulama kan sejak bulan Rajab sudah
- berdoa ya, Allahumma bariklana fi Rajab
- wa Syak'ban wabalighna Ramadan.
- Jadi inilah ee para sahabat. Dan kalau
- kita lihat lagi ya misalnya dalam ee apa
- namanya? Ee ada Ibnu Rajab seorang ulama
- menyebutkan ya dulu para salafus saleh
- salaf dulu kata katanya itu ee para
- sahabat tuh selama 6 bulan loh sebelum
- datang Ramadan itu mereka berdoa terus
- agar Allah mempertemukan mereka dengan
- bulan Ramadan. 6 bulan loh. Kalau kita
- mungkin sejak Rajab aja itu kalau lagi
- ingat ya kalau salafus saleh dulu itu 6
- bulan sebelum Ramadan tuh mereka sudah
- berdoa Allahumma balighna Ramadan.
- Kemudian setelah Ramadan berlalu juga
- mereka berdoa minta kepada Allah agar
- Allah menerima semua amal ibadahnya
- selama bulan suci Ramadan. Jadi praktis
- dalam 1 tahun itu tidak ada ee terlepas
- sedikit pun tema Ramadan. Karena memang
- Rasulullah pernah menyampaikan ya la
- alimat umati kalau umatku tahu apa yang
- ada di bulan Ramadan tuh semuanya penuh
- dengan kebaikan, niscaya mereka itu
- mendambahkan, menginginkan seluruh bulan
- itu Ramadan. Itu karena luar biasa
- betapa bernilainya Ramadan tersebut. Ya,
- tentu saja kalau kita bicara nilai ee
- keutamaan, keistimewaan, kalau orang
- yang enggak tahu keistimewaan atau
- keutamaan sesuatu pasti dianggap sepele,
- pasti enggak dianggap apa-apa. Enggak,
- enggak memiliki keutamaan pasti
- dispelekan ya. Kayak kita misalnya punya
- ee tas misalkan ya yang harganya mahal
- puluhan juta kan kita terkaget-kaget
- misalnya ada orang yang punya tas sampai
- ratusan juta ya kayaknya tas kayak apa
- gitu kan. Ketika kita tahu nilai sebuah
- tas harganya puluhan juta atau bahkan
- ratusan juta, tentu enggak mungkin yang
- pemilik tas itu akan membiarkan tasnya
- tergeletak begitu saja. Tidak akan
- mungkin tas itu dibiarkan, dititipkan,
- di dispelekan ya dianggap ya kayak
- kertas kita biasa taruh terletak begitu
- karena dia tahu nilainya. Begitu juga
- dengan Ramadan. Ketika seseorang
- mengetahui betapa keutamaan Ramadan,
- keistimewaan dan nilainya luar biasa,
- tentu mereka tidak akan pernah
- menyia-nyiakan Ramadan tersebut. Ya,
- kesempatan yang Allah berikan setahun
- sekali. Ya, biasanya kan tema-tema kayak
- begini biasanya kan sebelum Ramadan tuh
- ini ya mulai lagi. Padahal kita juga
- sudah tahu ya, Mbak Olin ya, bagaimana
- keutamaan, keistimewaan. Tapi ketika
- disebut lagi ingat lagi ya untuk
- mengingat, memberikan semangat kita.
- Maka kita ee berdoa agar Allah
- menyampaikan kita ke bulan suci Ramadan
- dalam keadaan sehat walafiat, penuh
- keimanan, semangat, motivasi agar kita
- diberikan kesempatan untuk bisa optimal
- beribadah di dalamnya agar kita bisa
- istikamah ya. agar kita bisa mengikuti
- apa yang telah dicontohkan oleh
- Rasulullah, sahabat, dan para salafus
- saleh dahulu ketika ee mendapati
- Ramadan. Agar kita diberikan oleh Allah
- kemudahan, agar Allah terima amal ibadah
- kita. Masyaallah. Itu ya doa ya.
- Kemudian muslimah menyambut Ramadan
- selain berdoa ya. Doa ini jangan
- dianggap sepele loh ya. Doa ya kan kita
- enggak tahu kalau kita sakit di bulan
- Ramadan gimana sedihnya kan. Maka kita
- minta agar Allah memberikan kita
- kesehatan.
- ya yang sakit semoga Allah berikan
- kesembuhan. Kemudian memuji dan
- bersyukur kepada Allah ya kita tentu
- saja memuji Allah bersyukur kepadanya
- karena Allah telah memberikan kita
- sesuatu yang luar biasa, bulan yang
- istimewa ya. Ee para sahabat itu ketika
- berkumpul bersama Rasulullah itu
- mengungkapkan kesedihannya. Ya
- Rasulullah, sedih banget ya kita
- sekarang usianya enggak seperti
- umat-umat dulu. Kalau umat dulu tuh
- usianya panjang. Tentu amal ibadahnya
- banyak yang bisa mereka lakukan kita ya.
- Karena Nabi kan mengatakan amar umati
- umur umatku itu kan sekitar 60 sampai 70
- tahun ya. Kita sebentar amat dulu kan
- umat sampai 950 tahun gitu ya sampai
- ribuan tahun. Tentu sedikit amal yang
- kita bisa lakukan. Nah, kemudian
- Rasulullah tersenyum dan itu
- menyampaikan kepada sahabat bahwa
- berbahagialah. Jadi di bulan Ramadan tuh
- ada satu malam yang kalau kita
- benar-benar bisa mendapatkan
- keberkahannya itu seperti kita beramal
- selama 1000 bulan ya malam itu di
- lailatul qadarnya ya. 1000 bulan tuh kan
- kalau dikonversi kepada tahun sekitar 83
- tahun 4 bulan ya. Artinya beramal di
- dalamnya itu seperti kita beramal selama
- kurang lebih 83 tahun 4 bulan kan.
- Masyaallah ya. Luar biasa. Jadi memang
- ee perbuatan amal ibadah kita di bulan
- Ramadan itu dapat melipat gandakan
- nilai-nilai yang luar biasa yang enggak
- terhitung. Makanya kita memuji Allah,
- bersyukur kepadanya telah dianugerahkan
- bulan yang penuh rahmat, bulan yang
- penuh ampunan. Maka kata Imam Nawawi ya
- ee kalau ketahuilah katanya ya bahwa
- disunahkan bagi orang-orang yang
- mendapatkan nikmat itu ee sesuatu nikmat
- dihindarkan dari bencana itu mestinya
- melakukan sujud syukur kata beliau
- karena Allah itu memuji ee karena Allah
- tuh ee memberikannya nikmat yang luar
- biasa, maka dia bersyukur ee sujud
- syukur karena Allah ee memujinya dengan
- ee
- dengan hal yang sepantasnya bagi Allah
- yang telah memberikan karunia nikmat
- tersebut ya. Jadi kalau kita ya di
- antaranya mungkin ada yang melakukan
- sujud syukur ketika sudah sampai di
- bulan Ramadan hadir dalam keadaan sehat
- ya. Nah, kita minta kepada Allah memuji
- dan mensyukurinya mudah-mudahan kita
- bisa dibimbing oleh Allah untuk taat
- kita ee melaksanakan ibadah di bulan
- suci Ramadan ya. Mudah-mudahan sehat
- kita merasakan nikmat yang besar,
- karunia yang mulia yang wajib kita
- syukuri, nikmat Ramadan. Maka ee pujian
- hanya kepada Allah ya. Semoga Allah ee
- memberikan kita anugerah-anugerah bisa
- menyicipi hidangan Ramadan tersebut ya.
- Munculnya rasa senang ya, rasa bahagia,
- rasa rindu dan tentu saja memasukkan
- idol surur, memasukkan kebahagiaan,
- kegembiraan ke hati orang yang beriman
- itu juga pahala. Maka sebagai seorang
- muslimah, apakah dia seorang ibu,
- seorang istri atau seorang anak,
- masukkanlah rasa bahagia ini kepada
- keluarganya. Kita sampaikan kepada
- keluarga kita, anak-anak kita ya
- membincangkan Ramadan yang luar biasa.
- Bahkan boleh diplanning tuh ya ee
- kira-kira nanti salat tarawihnya di mana
- ya, kira-kira iktikafnya di mana ya?
- Nah, ini perlu ya dalam ee bukunya ee
- buyutuna fi Ramadan, rumah kita di
- Ramadan itu sebagai kepala keluarga,
- seorang suami yang saleh ya, ayah yang
- baik gitu ya, itu ngajak anak-anaknya,
- keluarganya ngumpul gitu, mendiskusikan,
- bermusyawarah apa planning kita di bulan
- Ramadan ini. Karena seorang ayah itu kan
- seorang yang memang Allah berikan tugas
- untuk
- menyelamat mendiskusikan buat planning
- Ramadan ini bagaimana. Apakah yang
- memiliki dana bisa umrah Ramadan gitu ya
- atau ya itu bisa dibincangkan,
- didiskusikan. Jadi ini untuk mewujudkan
- rasa bahagia, syukur, rindu ee senang
- dengan kehadiran tamu agung ya Ramadan.
- Nah, kemudian ee dalam menyambut Ramadan
- ini juga ee kita bertobat kepada Allah,
- memohon ampun kepadanya, menyambut
- Ramadan ini dengan tekad yang kuat agar
- kita bisa meninggalkan seluruh dosa-dosa
- dan kesalahan yang pernah kita perbuat.
- Bertobat dari semua dosa,
- meninggalkannya dan tidak mengulanginya
- lagi. Ya, karena Ramadan ini adalah
- bulan taubat ya. Ramadan ini kalau kita
- enggak bertobat di dalamnya, kapan lagi
- kita bertobat? Ya, watubuallah jamian
- ahyuhal mukminun. Dosa kita banyak
- enggak kehitung ya. Banyak sekali dosa
- kita. Maka kita jadikan Ramadan ini
- syahrut taubah, bulan taubat. Ya,
- mungkin banyak dosa dan kesalahan kita
- terhadap kewajiban-kewajiban yang kita
- lalaikan atau ada kekurangannya kita
- mohon ampun kepada Allah.
- Atau ya ini juga momen pas ya, Nisfu
- Syakban ya. Nisfu Syakban itu kan ee
- bulan Syakban itu kan pintu gerbang ee
- Ramadan ya. Karena kita nanti akan
- menghadiri juga ya Nisfu Syakban ee
- malam yang utama yang istimewa yang
- mayoritas ulama itu ee
- mengistimewakannya memiliki keutamaan
- itu. Seluruh ulama itu ee sepakat Nisfu
- Syakban itu adalah malam yang utama. Dan
- ini ada kaitannya pintu gerbang ee pintu
- gerbang Ramadan dimulai dari Nisfu
- Syakban atau di bulan Syakban ya dimulai
- ee di Nisfu Syakban itu kita hidupkan
- malamnya itu semua dosa diampuni. Allah
- tuh akan turun ke bumi ini ya memandang
- wajah hambanya. Mana yang berdosa di
- yang mohon ampun, tobat diampuni. N yang
- minta rezeki diberikan rezeki. Apapun
- yang diminta itu di dikabulkan kecuali
- dua, musyrik dan musyahin. Orang yang
- dalam keadaan mensekutukan Allah dan
- orang yang ee memiliki hati yang tidak
- baik. Ee artinya orang yang dalam
- pertengkaran. intinya adalah orang yang
- masih di hatinya memiliki kebencian,
- dendam, iri, hasad, sakit hati, ee tidak
- ikhlas, ria, ujub, semualah
- kotoran-kotorannya. Artinya orang yang
- memiliki di malam itu ee keimanan kepada
- Allah, ikhlas, murni, tidak
- mensekutukannya. Dan orang yang tidak
- menendam, tidak memiliki musuh ya itu
- dapat ampunan, dapat anugerah. Maka kita
- ini pintu gerbang sebelum ee Ramadan,
- maka dimulai sejak Nisfu Syakban ya.
- Nanti di bulan Ramadan tinggal
- melanjutkan aja ya. Barangkali kita
- sudah mulai mencoba memaafkan gitu ya,
- Nisfu Syakban. Nanti mudah-mudahan
- Ramadan tuh selesai, tidak ada lagi
- sesuatu dalam hati kita ya. Nah, ee jadi
- ini kita mohon ampun kepada Allah,
- bertobat dari dosa-dosa kita ya. Pernah
- ada ee seorang laki-laki datang kepada
- Hasan
- Albasri. Terus dia berkata gini, "Eh, ya
- Syekh kan gelarnya Abu Said ya. Aku tuh
- sudah menyiapkan air untuk wudu malam
- hari ya, untuk aku bisa qiamulail malam
- hari. Tapi enggak bangun-bangun tuh gitu
- ya." Kenapa ya gitu ya? Itu
- pertanyaannya. Ini sama seperti yang
- kita alami sehari-hari kali ya. Sudah
- pasang ee jam ekor sudahud kencang alarm
- udah apa gitu. Enggak juga bangun-bangun
- gitu ya 5 menit, 5 menit, 5 tetap enggak
- bangun. Mungkin bangun matiin lagi gitu.
- Bangun matiin lagi. Aduh curah akhirnya
- enggak bisa kayak molel. Nah ini Hasan
- Abbasik kemudian menjawab ketika orang
- itu bertanya, "Kenapa ya?" Kalau dulu
- kan enggak ada alam ya, enggak ada HP
- dulu hanya menyiapkan ee tempat apa air
- wudu aja. Apa kata Hasan Albarsi?
- Penyebab kamu tidak bisa bangun
- melakukan qiamulail itu karena kamu
- terbelenggu oleh dosamu. Ya Allah. Jadi
- memang dosa kita tuh banyak ya. Dosa
- mata karena melihat yang tidak baik.
- Dosa hati, dosa telinga, mungkin
- perilaku ya. Mungkin terhadap orang tua,
- terhadap suami atau terhadap istri atau
- terhadap anak atau tetangga atau apapun.
- Diam-diam juga bisa dosa kan di hati ya.
- Menilai orang, menjaj orang itu kan juga
- dosa ya. Nah, inilah yang menyebabkan
- kita tidak bisa beribadah. Maka ini
- kesempatan kita untuk tobat dan memohon
- ampun kepada Allah gitu ya. Ee kita buka
- lembaran baru ya bersama Allah kita
- bertobat mohon ampun. Mungkin ada
- kekurangan dalam ibadah kita yang
- kurang-kurang dilengkapi, disempurnakan
- ya. termasuk yang masih punya hutang
- qada tuh masih ada kesempatan bayar
- qadanya tuh ya hutang puasanya atau
- misalnya ee kelalaian-kelalaiannya dalam
- salat dalam ibadah kesempatan sekarang
- memperbaikinya karena kita nanti Ramadan
- itu bulan taubat kita mulai dari awal
- buka lembaran baru dengan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam kita mulai
- mentaati perintahnya, kita jauhi
- larangannya mungkin juga kita punya
- salah dengan orang tua ya kata-kata
- kasar kita ya pandangan Jangan mata kita
- penuh kekesalan itu juga dosa ya. Suara
- kita yang nadanya tinggi itu juga dosa.
- Walaupun orang tua tidak berkata apapun
- diam, hatinya tersakiti, tapi Allah
- enggak diam. Itu dicatat semuanya oleh
- malaikat Raqib dan Atib. Semua perilaku
- anak-anak yang dapat menyinggung
- perasaan orang tua. Nah, kesempatanlah
- kita buka lembaran baru antara orang
- kita dengan orang tua atau mungkin suami
- dan istri, kerabat, anak dengan ee orang
- tua sesama mereka. kita saling ee
- kembali ya memaafkan, menyambung ee
- silaturahim ya dengan masyarakat kita ee
- saling memaafkan dan sebagainya. Mungkin
- itu kali ya hikmah kenapa ee selama ini
- barangkali tradisi-tradisi orang-orang
- ya ee sebelum Ramadan itu saling
- berkunjung ke rumah saudaranya, saling
- memaafkan gitu ya atau misalnya ee
- mendoakan orang tuanya ke kuburan dan
- segala macam mungkin semangatnya di situ
- ya agar masuk bulan Ramadan ini enggak
- ada lagi dosa. Karena sebagus apapun
- amalan seorang hamba terhadap Allah,
- sempurnanya mungkin ya dia dengan
- salatnya, khusyuknya sampai
- menangis-nangis ya. Selama masih ada
- sengketa, ada
- ketidakuran, ada penyakit hati dengan
- sesama mereka itu Allah belum ampuni
- dosanya. Ya, makanya selesaikan dengan
- sesama manusia sebelum nanti kita di
- bulan Ramadan menyelesaikannya dengan
- Allah, ya. Nah, kemudian muslimah ee
- menyambut Ramadan ini juga tadi ya buat
- perencanaan planning ya apa yang akan
- kita lakukan di bulan Ramadan ini agar
- bisa optimal beribadah. Kita susun
- rencana ya dengan matang, dengan rinci,
- tidak hanya urusan dunia tapi juga
- urusan akhirat ya. Karena kalau kita
- enggak buat suka lupa ya. Suka lupa
- kalau kita tidak susun rencana-rencana
- rencana dunia aja disusun dengan baik
- ya, Mbak ya. Misalnya acara ke mana tuh
- kita mau rihlah ya itu rondon acaranya
- dibuat detail jam-jamnya. Kenapa tidak
- dengan Ramadan? Ini kan kesempatan
- setahun sekali ya kita
- mengambil mengambil merebut apa ya
- berbuat semaksimal mungkin keberkahan
- Ramadan. Karena Ramadan itu detiknya aja
- itu bernilai detiknya aja ya. Apalagi
- bulan, apalagi harinya atau dan
- bulannya, detiknya aja bernilai, maka
- kita buat perencanaan ya. Bahkan dalam
- hal-hal yang kita khawatirkan
- menghabiskan waktu dunia ee waktu
- akhirat kita ya dengan bersama Allah
- kita juga buat misalnya kalau ibu-ibu
- tuh kan buat ee rencana menu sebulan
- ya dibuat itu selama sebulan tuh apa
- saja setiap harinya menu berbukanya?
- Karena kalau enggak dibuat kadang-kadang
- zikirnya makanan ya Mbak ya. He di pasar
- tuh bingung masak apa. Lama juga tuh.
- Berapa lama tuh mikirin bolak-balik kan
- sayang waktunya ya. Masyaallah. Jadi
- kita ee buat rencana yang matang.
- Masyaallah itu semua tergantung ee
- kesanggupan kita. Karena ada juga
- keluarga yang tidak mau pusing dia di
- bulan Ramadan. Udah deh katering aja
- dah. Supaya ada waktu yang optimal untuk
- berdekatan dengan Allah. Inilah
- kesempatan untuk meraih cintanya dengan
- mendekatkan diri kepadanya. Ya, makanya
- Mbak kalau kita lihat ya, bagaimana
- Rasul dan para sahabat itu menyikapi
- berbuka dan sahur itu beda banget sama
- kita, Mbak. Kalau kita berbuka itu, ya
- Allah mata ini tinggal milih aja makanan
- yang enggak ada di bulan selain Ramadan.
- Ada di bulan Ramadan. Ramai banget itu
- ya. Tinggal milih. Masyaallah ya. Nah,
- ini yang kita harapkan. Mudah-mudahan
- kita bisa mengambil sebanyak-banyaknya
- keberkahan Ramadan. kita bisa
- memanfaatkan sebesar-besarnya waktu dan
- hidangan yang Allah berikan kepada kita
- untuk mendekatkan diri kepada Allah dan
- kita memiliki bekal takwa yang akan kita
- bawa nanti di yaumil akhir. Kemudian
- kita bertekad ya sungguh-sungguh dalam
- bulan Ramadan ini. Beraz mengisi
- waktu-waktunya dengan optimal. Dan kita
- tahu waktu Rasulullah di bulan Ramadan
- ya Rasul itu kan hanya sembilan kali ya
- ee mengalami Ramadan ya. Ibadah puasa
- yang diwajibkan itu kan tahun kedua
- Hijriah. Rasulullah wafat tahun 11
- Hijriah. Jadi ada 9 kali Rasul Ramadan.
- Kalau kita lihat selama 9 kali
- Rasulullah Ramadan itu penuh dengan ee
- syahrul jihad, syahrul benar-benar bulan
- yang optimal ya. Perang Badar aja tahun
- ke-2 hijrah ya. Termasuk yang Khondaq
- itu tahun kelima. Kemudian Fatu Makkah
- juga itu di bulan Ramadan. Artinya
- Rasulullah itu mengisi hari-hari Ramadan
- itu dengan optimal. tidak
- bermalas-malasan, tidak tidur. Tidurnya
- orang yang berpuasa ibadah gitu,
- akhirnya tidur aja. Kalau ada hal-hal
- yang bisa kita optimalkan, kenapa tidak
- begitu ya. Maka kita berusaha ee punya
- tekad ya untuk bisa mengisi Ramadan
- dengan optimal. Tentu saja kita
- persiapkan dengan ilmu ya, memahami
- hukum-hukumnya dalam Ramadan ini. Karena
- ibadah kalau tidak berdasarkan ilmu itu
- nanti ee khawatir tidak pas atau mungkin
- ee tidak sesuai dengan ee sunah Rasul.
- Jadi, kita pelajari
- hukum-hukumnya, kemudian kita ee
- berusaha untuk ee meninggalkan semua
- dosa dan keburukan. Jadi orang yang
- baiklah gitu ya. di bulan Ramadan
- biasanya temperamen sama anaknya di
- bulan Ramadan baik, ramah, sayang.
- Mudah-mudahan ya anaknya berharap
- mudah-mudahan ayahku,
- ibuku bulan semua Ramadan semua jadi
- berubah gitu. Baik ya. Baik. Ee kita
- siapkan kira-kira di bulan Ramadan ini
- kita baca buku apa ya? Kita telaah kitab
- apa? kita dengerin kaset pengajian apa
- atau ee apa yang akan kita isi ya agar
- kita memiliki ee wawasan keilmuan yang
- bisa kita amalkan. Jadi enggak tidur aja
- kira-kira di dalam keluarga itu ee
- supaya tidak sibuk dengan masing-masing
- dengan HP ya kira-kira apa ya kita
- bersama-sama bisa nikmati ya ee
- barangkali ada ee film-film yang
- menambah keimanan gitu ya. ee misalnya
- kalau dulu tuh kan ada arrisalah ya,
- Mbak ya, sejarah hidup Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam tuh ada
- VCD-nya ya. Itu sangat bagus itu. Cuman
- enggak tahu sekarang ada enggak yang
- format yang menarik gitu ya. Jadi itu ee
- menampilkan sejarah hidup Nabi ya.
- Masyaallah kalau semua keluarga kita
- memahami perjalanan ee perjuangan
- menegakkan Islam ini luar biasa ya. Nah,
- inilah yang kita lakukan sebagai seorang
- ibu muslimah ee menghadapi Ramadan ya.
- Mudah-mudahan kita mempersiapkannya
- dengan optimal. Kita bisa menyambut
- Ramadan ini dengan memulai dari awal
- membuka lembaran putih ya agar Allah ee
- menerima amal ibadah kita ya. Ee tentu
- saja dimulai dengan niat ikhlas ya.
- Karena ibadah yang kita lakukan dengan
- keikhlasan insyaallah itu menjadi ibadah
- yang berkualitas. Karena ruh dari
- seluruh ketaatan itu adalah keikhlasan.
- kita lakukan hanya karena Allah mencari
- ridanya. Barangkali itu, Mbak ee
- bagaimana seorang muslimah menyambut
- Ramadan. Insyaallah. Iya. Baik.
- Masyaallah, ikhwan dan akhwat, telah
- kita dengarkan pemaparan Ustazah perihal
- Muslimah menyambut Ramadan. Tadi catatan
- saya, kita diingatkan bahwa Ramadan
- merupakan syahru taubat atau bulan
- taubat. sehingga kita yang banyak
- dosanya ini harus benar-benar
- mempersiapkan diri agar Allah menerima
- ibadah kita dan dosa-dosa kita Allah
- ampuni. Itu salah satunya. Di balik
- keberkahan-keberkahan lain yang Allah
- turunkan yang ee hanya ada di bulan
- Ramadan juga pada saat ini kita sedang
- berada di dalam bulan Syakban. Minggu
- depan insyaallah akan hadir Nisfu
- Syakban yang Ustazah sampaikan merupakan
- gerbang Ramadan yang estimasinya di
- tanggal 13 atau 14 ya nanti. Jadi kita
- harus mempersiapkan diri untuk
- memberikan ibadah yang terbaik agar kita
- bisa menyambut Ramadan ini dengan ee
- maksimal mungkin. Baik, kami sampaikan
- ikhwan dan akhwat pada saat ini silakan
- menyampaikan pertanyaannya di nomor
- WhatsApp seperti biasa belum berubah.
- 08111999720. Insyaallah nanti Ustazah
- akan menjawabnya dan membahasnya. Tapi
- setelah Jada nasyid berikut ini.
- [Musik]
- Satu Radio Silaturahim Brasil TV. Ikhwan
- dan akhwat saat ini sedang menyimak
- fikih wanita bersama Ustazah Herlini
- Amran dengan tema kita muslimah
- menyambut Ramadan. Ada beberapa hal yang
- masih ingin disampaikan Ustazah. Tap
- dulu ustazah ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Sebagai
- seorang muslimah tentu kita mewaspadai
- akan kerugian ketika kita bertemu
- Ramadan. Setiap kali kita bertemu
- Ramadan kita berusaha agar tidak menjadi
- orang yang rugi. Misalnya apa orang yang
- rugi itu? Misalnya orang yang Allah
- berikan usia yang ee bisa mencapai masuk
- bulan Ramadan dalam keadaan sehat
- walafiat, tapi membiarkan hari-hari
- Ramadan begitu saja tanpa amal yang
- bermanfaat itu rugi. Atau misalnya ee
- jangan sampai kita sebagai seorang
- muslimah itu menunggu waktu berbuka
- puasa itu tanpa mengambil kesempatan
- untuk berdoa kepada Allah karena itu
- adalah saat-saat yang mustajab. Jadi
- kita biarkan mungkin dengan kesibukan di
- dapur atau apalah ya. Padahal ini
- menjelang berbuka atau misalnya ketika
- kita bersahur. Ketika sahur tanpa ada
- amal yang kita lakukan atau salatkah
- atau apa ya baca Quran sibuk dengan yang
- selain dari ibadah rugi ya. Atau
- misalnya ketika Allah karuniakan kita
- nikmat yang berlebih dari sisi materi,
- tapi kita bakhil untuk sodqah atau
- menjamu atau memberikan iftar ya kepada
- orang yang berbuka puasa. Atau misalnya
- kita tahu bahwa Al-Qur'an itu ada
- Ramadan itu adalah syahrul Quran tapi
- kita biarkan waktu berlalu tanpa
- mempelajarinya.
- hanya ya kalau baca tuh bagus ya, tapi
- sebaik-baiknya juga tidak hanya membaca,
- tapi juga mentadaburkannya,
- mempelajarinya ya. Artinya kehidupan
- kita tuh bersama Al-Qur'an di bulan
- Ramadan. Atau misalnya ee kita tidak
- menghadiri majelis ilmu ya, tidak ya
- kita tidak menyukainya. itu sayang
- banget di bulan Ramadan tuh hadiri aja
- kalau ada kajian-kajian ilmu atau
- misalnya ee diberikan kesempatan ada
- waktu tapi kita tidak memanfaatkannya
- dengan beristigfar, memohon ampun kepada
- Allah. Waktu habis begitu saja dengan ee
- menghabiskan hal-hal yang bisa jadi yang
- tidak bermanfaat ya. jalan ke sana sini
- untuk istilahnya kalau ngabisin waktu
- biar cepat berbuka tanpa ada hal yang
- bermanfaat yang dilakukan itu sangat
- rugi ya mudah-mudahan kita bisa
- mengincar dan mengisi hari-hari di bulan
- Ramadan sebanyak dan semaksimal mungkin
- dan mudah-mudahan kita termasuk orang
- yang bisa memburu kebaikan Lailatul
- Qadar dan kita mendapatkannya
- insyaallah. Wallahualam baab.
- Masyaallah. Baik, sudah lengkap
- pemaparan Ustazah. Seperti yang tadi
- saya sampaikan bahwa saya sudah
- mempersilakan sesi tanya jawab. Oleh
- karena itu, silakan pendengar Bapak dan
- Ibu, ikhwan dan akhwat, adik-adik untuk
- menyampaikan pertanyaannya ee berkaitan
- dengan tema dan sudah ada beberapa yang
- masuk. Izinkan saya untuk ee
- memutarkannya karena ini voice note ya.
- Masyaallah, sudah rindu sekali
- mendengarkan suara pendengar dan ini
- saatnya kita dengarkan kembali para
- pendengar rada silaturahim yang
- berpartisipasi menyampaikan
- pertanyaannya. Izin memutarkannya,
- Ustazah ya.
- dari ini Suk.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Selamat siang, Ustazah.
- Perkenalkan nama saya Sukma, berasal
- dari Bekasi. Ee mau nanya, bagaimana
- cara kita sebagai muslimah yang sedang
- haid tetap mendapatkan pahala selama
- bulan Ramadan? Terima kasih, Ustazah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sukma,
- Ustazah di Bekasi. Iya, Mbak Sukma. yang
- pertama dan utama. Karena memang
- perempuan itu memang sudah fitrahnya ya,
- kodratnya haid ya. Amrun kataballah
- dibanati Adam sudah menjadi fitrah.
- Pertama dan utama adalah ikhlas, rida.
- Ini kan takdir Allah. Setiap perempuan
- yang sudah balik pasti haid. Karena kita
- sedang menjalani takdir Allah ya,
- ketentuan Allah ya. Ketika kita
- menjalaninya, jalani dengan ikhlas,
- dengan rida. Ya Allah, ini adalah ee
- takdir yang Engkau berikan kepadaku dan
- aku mentaatinya. Jadi, terima dengan
- ikhlas. Jadi, jangan sampai ada di hati
- kita penolakan terhadap takdir ini ya.
- Misalnya dengan penolakan, "Yah, jadi
- perempuan susah banget sih." Haid aja
- susah kayak begitu ya. Haid jadi enggak
- bisa salat ya. Enak ya laki-laki ya
- enggak haid. Nah, itu jangan sampai
- terjadi. Pertama ikhlas dan rida. Nah,
- kemudian kita minta mohon kepada Allah,
- "Ya Allah, aku sedang menjalani
- takdirmu, ketentuanmu, maka jangan
- pernah Engkau halangi aku dari pahala
- ibadah-ibadah yang tidak bisa aku
- jalankan." Nah, jadi orang yang haid itu
- seperti orang yang ee sama seperti orang
- yang sakit ya. Ketika dia sakit, dia
- tidak bisa beramal saleh karena sakit ya
- dia kan itu sudah takdir ya. Maka pahala
- dari amal ibadah yang tidak bisa dia
- kerjakan itu akan mengalir kepada
- dirinya. Nah, kita sebagai seorang
- muslimah tadi ikhlas ya nerima takdir
- haid kemudian minta sama Allah, "Ya
- Allah aku jangan pahalanya terhalang
- untukku ya. Apalagi yang ibadah wajib ya
- kita kan lagi sal lagi haid enggak boleh
- salat ya. Maka ya Allah aku
- mudah-mudahan dapat juga pahala salat
- yang aku lakukan." Nah, terus kemudian
- orang tarawih ya. E kita juga bisa minta
- sama Allah, "Ya Allah, aku kalau enggak
- haid sebenarnya tarawih, tapi karena aku
- menjalankan perintahmu, ya aku tidak
- bisa ibadah." Nah, berikan pahalanya
- untukku. Insyaallah Allah tuh maha
- penyayang kepada hamba-hambnya. Ini kan
- sudah takdir dari Allah. Insyaallah
- dengan kita menjalaninya dengan ikhlas
- dan rida, insyaallah seluruh pahala dari
- amal ibadah yang tidak kita bisa lakukan
- ketika haid itu akan terus mengalir pada
- diri kita. ya. Nah, kalau membaca
- Al-Qur'an ini memang para ulama tuh kan
- memang ee ikhtilaful fuqaha ya, ada
- perbedaan pandangan. Misalnya kalau dari
- mazhab ee sebagian mazhab Imam Syafi'i,
- wanita haid itu jangan baca Quran.
- Sebenarnya enggak terhalang juga kita
- baca Quran ya. Kita kan bisa dengarkan
- ya kaset-kaset murotal dari SH apalagi
- yang punya ee laptop atau apa ya dari
- dari HP juga bisa kita dengarkan.
- Dengarkan, perhatikan ya. Kalau sebagian
- yang lain mengatakan boleh bacanya tapi
- tidak dengan mushaf. Itu masalah
- khilafiah lah ya. Ee kalau yang
- menjalankan atau tidaknya jalani aja apa
- yang selama ini diyakini. Intinya kita
- tetap bisa menikmati hidangan Allah
- Al-Qur'an ya dengan cara
- mendengarkannya. Waidza quri
- alquranahuitu laakum turhamun. Yang
- dengar, yang baca dapat juga rahmat dari
- Allah ya. Ee dapat pahala juga ya. Atau
- mau ulang-ulang hafalan misalnya ya,
- bagi punya hafalan. Artinya banyak
- ibadah yang kita bisa lakukan sekalipun
- kita dalam kondisi haid ya. Ya, jangan
- tidur gitu ya. Lah haid enggak bisa
- ngapa-ngapain. Bisa ngapa-ngapain kok.
- Bisa kita baca tafsir, bisa ikut
- pengajian, dengarkan ceramah lewat radio
- rasil atau dengan YouTube banyak kok
- gitu ya. Zikir juga bisa. Yang enggak
- boleh wanita ha itu apa sih? Salat,
- saum. Ya, kalau suami istri itu memang
- enggak boleh berhubungan. Apalagi ya kan
- artis selain itu kan masih bisa masih
- terbuka peluang yang sangat banyak bagi
- wanita haid untuk ee mengambil
- sebanyak-banyaknya melakukan
- sebanyak-banyak ibadah yang bisa
- dilakukan di bulan Ramadan ya bagi
- wanita yang haid. Nah, kadang-kadang ada
- pertanyaan
- begini, 10 hari terakhir biasanya
- iktikaf ya. Ee suka ada pertanyaan, "Ya
- hai, gimana ngisi 10 hari terakhir ya?
- Enggak bisa iktikaf, enggak bisa
- ngapa-ngapain." Ee kalau saya selama ini
- belum menemukan tuh pertanyaan para
- sahabiat di masa Nabi yang
- mempertanyakan ibadah apa yang harus
- dilakukan oleh wanita yang haid di 10
- hari terakhir gitu ya. enggak pernah
- mendengarkan atau apa namanya ee
- pertanyaan-pertanyaan para sahabiat ee
- mereka karena mereka paham mereka paham
- bahwa haid itu adalah fitrah adalah
- kodratnya wanita, adalah ee takdir yang
- harus dijalani. Jadi mereka bisa mengisi
- 10 hari terakhir itu dengan amal-amal
- saleh yang lain. Amal saleh itu luas ya.
- bahkan melayani umat Islam misalnya
- ketika ada acara iktor ya dia ikut
- membantu, mempersiapkan, menghidangkan
- itu juga pahalanya sama dengan orang
- yang berpuasa kan apalagi yang punya
- dana ya dia juga punya dana dia juga
- menyediakan untuk orang yang berbuka tuh
- pahalanya dia dapat banyak ya jadi tidak
- ada kata ee tidak beribadah sama sekali
- ketika dalam kondisi haid apalagi 10
- hari terakhir ya jangan tidur malamnya
- adah lagi haid udah tidur aja enggak
- ngapa-ngapain Eh, ngapa-ngapain dong.
- Apalagi malam yang malam ganjil. Apalagi
- itu di 10 hari terakhir ya kan kita
- mencari lailatul qadar itu kan di
- hari-hari yang ganjil ya kalau memang
- sulit menentukannya. Karena perbedaan
- awal Ramadan udah 10 hari terakhir tuh
- hidupin aja malamnya banyak berdoa kan
- enggak ada ter boleh berdoa ketika haid
- ya walaupun enggak salat ya duduklah
- tutup aurat ya kemudian berdoa baca ee
- buku-buku yang menambah keimanan ya atau
- baca tafsir ya kalau mendengarkan
- Al-Qur'an apa banyak ya malam itu ikut
- berjaga ya mudah-mudahan keutamaan
- Ramadan bisa kita dapati kita dapatkan
- kan ee terutama oleh saudara-saudara
- kita yang sedang haid ya tentu tidak
- iktikaf di masjid ya di rumah saja
- sambil mendekatkan diri kepada Allah
- berzikir kepadanya menghidupkan malamnya
- untuk mendapatkan ridanya tentu tidak
- melaksanakan ee ibadah yang dilarang
- ketika haid begitu Mbak baik jelas ya
- Sukma mudah-mudahan tercerahkan dan
- banyak sekali ternyata hal-hal yang bisa
- dilakukan oleh Muslimah ibadah yang bisa
- dilakukan selama bulan Ramadan ee
- Walaupun itu dalam keadaan haid ya.
- Baik, ke pertanyaan berikutnya saya akan
- putarkan masih di voice note. Ganti.
- Terima kasih, Ustazah. Wasalamualaikum.
- Eh, belum. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Salma
- dari Jakarta. Mau nanya, Ustazah,
- bagaimana cara menghitung jumlah puasa
- yang tertinggal jika sudah lupa berapa
- hari yang harus diganti. Terima kasih,
- Ustazah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ada perkataan Umar bin Khattab ya,
- hasibu anfusakum qbla anasabu. Hisablah
- dirimu sebelum kamu dihisab. Jadi ee
- para ulama juga mengatakan orang yang
- sudah menghisab dirinya di dunia akan
- dimudahkan Allah hisabnya nanti di hari
- akhir. Nah, kita sebagai seorang
- muslimah tentu ee bisa paling tidak
- mengingat-ingat kembali kejadian masa
- lalu kita ya. Kira-kira haidnya dulu
- umur berapa ya? coba diingatkan kembali
- ya ee apa namanya kira-kira usia berapa
- kira-kira aja kirologi pakai ilmu
- kirologi ya kira-kira SMP ya kelas 2
- atau dan kan masing-masing tiap orang
- berbeda ya kemudian diingat-ingat
- kembali ya insyaallah deh Allah nanti
- akan mudahkan kita ya haid itu kan tidak
- tidak banyak ya ee tidak tidak se apa
- tidak sampai batasan maksimalnya tuh kan
- 15 hari. Nah, kan kita tahulah masa-masa
- dulu ya kira-kira ilmu-ilmu kirologi
- kira-kira. Oh, iya dulu kayaknya SMP
- haid kelas 2 diingat aja
- kejadian-kejadian apa dulu yang terjadi
- ya. Oh, satu haid ya. Itu kira-kira
- haidnya ya diperkirakan misalnya 10 hari
- gitu ya kan cuman setahun sekali. Nah,
- SMP kelas 2 misalnya kelas 3 berarti dua
- dua kali berarti 20 hari kayak gitu ya.
- Jadi upayanya begitu. Pertama upayakan
- mengingat ee keras ya. Ya, kita kan
- jangankan mengingat ini karena kita
- ngingat uang juga dipikir-pikirin
- uangnya ke mana aja ya dipikir apa ya
- belanja begitu ya dicatat ya
- penghasilannya aja dicatat setiap bulan
- ya pengeluarannya akhirnya tahu anggaran
- padahal enggak ditanya di akhirat kan
- Mbak ya berapa penghasilan berapa
- pengeluaran ya yang ditanya tuh
- bagaimana mendapatkannya untuk apa
- dipergunakan nah ini kan kita ibadahnya
- setahun sekali ya dicoba semaksimal
- mungkin mengingat-ingat kembali kalau
- misalnya sulit mengingatnya nya ya sudah
- kita niatkan kepada Allah ya setiap kita
- berpuasa sunah niatkan juga itu adalah
- sebagai qada kan ada orang yang biasa mm
- puasanya Senin Kamis ya nah karena kita
- dulu enggak ingat hutang puasa kita ya
- kita bisa niatkan aja ee asum apa
- namanya qadaan itu ya ee aku berpuasa ee
- qada untuk melunasi hutang-hutangku yang
- lalu. Jadi setiap dia ee puasa sunah ya
- mungkin waktunya tuh di waktu-waktu
- sunah ya Senin dan Kamis tapi niatnya
- itu adalah niat qada. Dan tentu saja
- niat qada itu tidak ee para ulama
- mayoritas ya berpandangan ibadah wajib
- itu enggak bisa digabung dengan ee niat
- ibadah sunah ya. Yang wajib wajib aja
- ya. Mudah-mudahan nanti dapat bonus kita
- minta pada Allah ada bonusnya puasa
- sunah ya. Pahala puasa sunahnya bonus
- pahala gitu ya di hari hari sunah. Jadi
- begitu. Kira-kira aja kalau enggak bisa
- memperkirakannya ya udahlah setiap ee
- kita ee berpuasa sunah kita niatkan
- qada. Ada juga ulama yang mengatakan
- kalau enggak ingat lagi ya sudah ee
- puasa sunah aja. Mudah-mudahan puasa
- sunah ini dapat melengkapi kekurangannya
- puasa wajib ya. Sebagaimana salat ya
- salat wajib itu ee kita iringi dengan
- rawatib. Maka ee itu untuk mengurangi ee
- menambah atau menyempurnakan ibadah
- wajib kita yang kurang. Wallahualam.
- Seperti itu, Mbak. He. Oke. Baik.
- Izinkan saya untuk membacakan pertanyaan
- selanjutnya datang dari Bunda Hani
- Iskandar di Cengkareng, Jakarta Barat.
- Ustazah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah Herlini Amran.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah, dalam menghadapi
- bulan Ramadan biasanya banyak majelis
- taklim dan juga majelis ilmu yang libur
- sementara waktu agar bisa fokus untuk
- tilawah Al-Qur'an. Dan bagaimana menurut
- ustazah tentang hal tersebut? Nampaknya
- Bunda Hani juga ingin mungkin untuk
- beberapa ee kajian-kajian tetap diadakan
- walaupun masih Ramadan. Ee Ustazah ya
- mungkin silakan Ustazah
- ya. ini kan memang kebijakan-kebijakan
- ini kan ee seb memang ada perbedaan
- pandangan di kalangan para ulama sendiri
- ya. Karena memang Ramadan itu adalah
- syahrul Qur'an, maka fokusnya kepada
- Quran ya ee karena memang Al-Qur'an
- turun di bulan Ramadan maka akhirnya
- pengajian-pengajian tutup. Ya, ini ee
- bagian dari ee niat untuk mengoptimalkan
- Ramadan ya. itu akhirnya ee di ini dulu
- diliburkan itu baik ya. Ya, dengan
- syarat juga anggotanya juga memang ada
- ee memang betul-betul memanfaatkan waktu
- kajian yang ee diliburkan ini dengan ee
- Al-Qur'an. Jadi kalau kalau saya
- melihatnya Ibu ya sebenarnya majelis
- taklimnya tuh enggak usah diliburkan ya.
- Ini kan sudah kebiasaan kita ya. Paling
- berapa kali sih dalam sepekan? paling
- sepekan sekali kan kajian itu kan. Iya.
- Heeh. Jadi enggak usah diliburkan tapi
- temanya beda. Jadi pengajian ee majelis
- taklim itu temanya Al-Qur'an gitu ya. Ya
- kan Al-Qur'an sudah tiap ya sudah
- Al-Qur'an aja diperdalam. Apakah
- memperbaiki bacaan bagi yang belum
- lancar misalnya ya. Kalau taklimnya
- jemaah ibu-ibunya sudah lancar
- diperdalami misalnya dengan ee tafsirnya
- dengan ya itu ee tadaburnya gitu ya.
- Jadi ee kalau saya lihat sih sebenarnya
- hanya temanya aja diliburkan. Padahal
- ibu-ibunya tetap aktif kan ya. He. Tetap
- bertemu atau berjumpa ya mungkin
- istilahnya jadi tadarusan gitu ya. H.
- Sebenarnya tadarus itu dari dirosa kali
- ya mempelajari ya. Beda kalau sama ini
- tilawah ya hanya membaca gitu ya. Jadi
- ee kalau kalau saya melihat ya bisa jadi
- kalau yang tema-tema ee majelis taklim
- kalau hadir itu hanya ee mendengarkan
- kajian-kajian diliburkan ee selama ini
- kan fokus ya kepada Al-Qur'an itu baik.
- Tapi baik juga kalau tetap jalan tidak
- libur tapi ee tema ee pertemuannya itu
- fokusnya ke Al-Qur'an juga lebih baik
- ya. Jadi ee wallahu alam itu saya belum
- mempelajari, Mbak dari mana pertama kali
- ee sampai terjadi ee penutupan taklim
- ini gitu ya. Cuman mungkin ngambil ini
- kali mungkin para ulama atau mungkin
- para ustaznya itu barangkali melihat apa
- yang dilakukan oleh salafus saleh dulu.
- Kalau sudah masuk Ramadan mereka fokus
- untuk Al-Qur'an gitu ya. Jadi mereka ee
- ber ee tidak bersama-sama ya,
- sendiri-sendiri fokus ya. Kalau kita
- lihat misalnya Imam Syafi'i ya dengan
- fokusnya dengan Al-Qur'an tuh sampai 60
- kali khatam Quran dalam bulan Ramadan.
- Berarti dalam 1 hari dua kali khatam.
- Nah, itu kan karena sibuknya dengan
- Al-Qur'an enggak sempat lagi dengan apa
- ke mana-mana apa ngisi taklim gitu ya. J
- memang fokus dengan Al-Qur'an itu juga
- baik ya. He. Oke. Baik, kita beralih ke
- pertanyaan berikutnya ya. Ustazah ini
- dari Nurlaila, Tangerang Selatan
- bertanya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustazah,
- saya ingin bertanya tentang bagaimana
- cara mengatur waktu dan prioritas
- sebagai seorang muslimah yang sibuk
- dengan kegiatan sehari-hari, terutama
- saat bulan Ramadan. Bagaimana cara kita
- bisa memastikan untuk tetap melakukan
- ibadah dengan baik seperti tilawah,
- salat tarawih, dan puasa sambil juga
- mengurus keluarga dan pekerjaan
- sehari-hari. Terima kasih.
- Iya. Ee Ibu, ini permasalahan kita semua
- ya sebagai seorang ibu ee di rumah
- tangga kita ya. Tentu yang pertama kali
- ada manajemennya. Bagaimana cara
- mengatur itu manajemen niat? Nah, ini
- penting bagaimana bagaimana kita pertama
- kali dan yang utama itu adalah memanage
- niat kita ya. Jadi, seluruh aktivitas
- kita dalam rumah tangga di bulan Ramadan
- atau di luar bulan Ramadan niatkan
- semuanya karena Allah. Itu nilainya
- ibadah ya. Jadi jangan sampai kita itu
- mengeluh gitu ya. Bulan Ramadan mesti
- baca Quran malah bers-bersin rumah
- begitu ya. Ya, niatin aja semuanya
- karena Allah membersihkan Allah cinta
- dengan kebersihan. Tapi ee ada skala
- prioritas. Artinya kitalah yang mampu
- memanage diri kita. Kan namanya ibu
- rumah tangga kadang-kadang kan di dapur
- tuh suka asik ya, Mbak ya. He lama gitu
- ya. Jadi urusan bersih-bersih bebenah
- dapur aja sampai oh sampai kinclong gitu
- sampai waktu tuh habis untuk ee apa
- namanya? Kotoran-kotoran tuh
- sampai-sampai bersih banget gitu ya.
- Nah, ini ee bersih itu memang bagian
- dari ee apa namanya? Anadfah minal iman,
- tapi mungkin fokusnya kali ya. Jadi
- artinya kita bisa ee memanage waktu kita
- misalnya ee kita sampaikan kepada
- anak-anak nih kan semua juga kan orang
- tua juga ya. Anak-anak itu kadang-kadang
- mintanya lebih macam-macam makanan itu
- kan juga karena orang tua menyediakan
- ya. Mungkin kalau untuk anak-anak
- kecil-kecil okelah ya yang baru belajar
- berpuasa. Kita kan suka iming-imingin
- ya, nanti bukanya mau apa, mau apa gitu
- ya. Akhirnya dibuatlah aneka rupa
- makanan yang anak-anaknya tuh mau dari
- mulai sejak sejak zuhur kali ya, di
- dapur terus sampai sayang banget ya.
- Jadi ee ini kan semua kembali kepada
- bagaimana kita mengatur anak-anak ya.
- Kita katakan misalnya kalau makanan mau
- enak ya kita bisa ya artinya kalau
- memang bisa dibeli kenapa tidak ya Mbak
- ya. He daripada menghabiskan waktu
- sekian ya ee sekian banyak ya untuk ee
- kebutuhan gitu ya, Mbak. Ya, semua
- kembali kepada bentuk. Saya tidak bisa
- memberikan penjelasan karena memang
- setiap keluarga tuh kan berbeda-beda ya
- ee kondisinya yang ada anaknya banyak
- enggak mungkin dia dengan keuangan
- terbatas enggak mungkin beli-beli gitu
- kan. Terpaksa harus buat ya memasak. ada
- yang memang ee anaknya sedikit
- sebenarnya dengan ee membeli itu lebih
- praktis gitu ya anak ya. Jadi semuanya
- kembali kepada kondisi ke kondisi kita.
- Nah, sebagai seorang ibu yang penting
- yang pertama adalah kita bisa mengatur
- waktu. Waktu yang utama kita
- prioritaskan. Waktu utama tuh misalnya
- waktu sahur ya misalnya ya. Jangan
- sampai di waktu sahur kita itu lama-lama
- menyiapkan hidangan sahur di dapur saja.
- Sayang banget gitu ya. Apalagi setelah
- sahur cuci piring, bersih-bersih, nyapu.
- Ya Allah, sayang banget, Mbak. Itu waktu
- sahur itu adalah waktu yang sangat
- strategis untuk mendekatkan diri kepada
- Allah. Wahum bil ashari hum yastagfirun.
- Mereka di waktu sahur banyak
- beristigfar. Hamba-hamba Allah yang
- beriman tuh di waktu sahur tuh hanya
- mendekatkan diri kepada Allah ya.
- Setelah mereka menyelesaikan semua
- ibadah-ibadahnya ya. Sahur, qiam
- mullaidil. Kemudian apa? Dekatin diri
- pada Allah. Ya, kalau Rasul tu suka baca
- Quran ya. Paling tidak ada 50 ayat
- sebelum subuh tuh ya. Nah, kita sebagai
- ibu juga begitu. Setelah
- sahur, urusan-urusan dapur nanti aja ya.
- Artinya ee jangan di kotak-katik duluah
- ya, piring kotor apa taruh aja dulu. Ini
- saat kita berdekat-dekat kepada Allah.
- Ini waktu yang sangat strategis. Bahkan
- ini adalah detik-detik yang luar biasa.
- Daqaiqul goliah. Kalau kata ee Syid
- Kutub ya. Eh, Sy Kutub mengatakan waktu
- sahur itu adalah daqaiful goliah,
- detik-detik yang sangat berharga. Mahal
- itu harganya. Nah, kita sebagai ibu
- manfaatkan manfaatkan waktu sahur itu
- tidak dengan berbenah-benah ya. Nyuci
- piring sampai nunggu waktu subuh ah
- sampai cuci piring bersih. Eh, itu
- sayang Bu waktunya ya. Ah, kita
- manfaatkan untuk ee mendekatkan diri
- kepada Allah ya. Mau tahajud, mau baca
- Quran, mau istigfar. Nah, nanti kalau
- setelah itu apalagi kalau sampai bisa
- sama-sama ke masjid habis sahur kan
- bersama keluarga. Kalau memang bisa ke
- masjid ya misalnya masjidnya dekat bisa
- salat berjamaah di masjid nunggu waktu
- syuruk gitu ya. Ee kita berzikir setelah
- salat berjamaah subuh ya nunggu syuruk
- setelah ee beberapa saat kemudian salat
- syuruk. Nah, baru pulang ke rumah. Nah,
- setelah itulah kita mau apa terserah
- bersih-bersihin gitu ya. itu waktu yang
- sangat strategis, yang sangat ee sangat
- goliah, yang berharga, yang bernilai,
- yang tidak kita sia-siakan. Nah,
- kemudian ee kita bisa setelah itu kan
- kita bisa siang hari itu kan dipakai
- untuk ibadah kalau atau bekerja gitu ya
- atau berbenah atau mempersiapkan ee
- nanti untuk sahur atau apa ya apalagi
- sudah punya sebulan itu menunya ya bisa
- ke pasar niatkan semua aktivitas kita
- itu dalam rangka mencari rida Allah.
- Nah, ya kita isi nanti sebelum zuhur ee
- kita ee bisa siap-siap misalnya punya
- target tilawah, kita baca Quran dulu ya.
- Terserah mau setengah juz, 1 juz
- tergantung ee berapa targetnya ya,
- berapa perencanaannya sehari berapa kali
- ee khatamnya. Kan tergantung tuh ya
- sebelum zuhur kita bisa ee baca Quran,
- salat sunah, terus kemudian setelah itu
- ee balik lagi baca Quran lagi. Itu
- teknis. Intinya kita mengambil
- waktu-waktu utama untuk beribadah
- optimal ya. Sambil nanti misalnya
- mempersiapkan ee dapur, masak ya, kita
- sambil mendengarkan kajian-kajian. Ibu
- kan yang penting punya kuota ya atau ee
- radio ya dengerin jadi sambil atau kalau
- enggak punya radio atau apa kita bisa
- sambil berzikir masak itu dengan ee doa
- ya kita doakan dengan ya Allah dengan
- makanan ini yang kumasak untuk keluarga
- ini. Berkahilah keluarga kami terima
- amal ibadah kami sehatkan kami agar kami
- kuat beribadah kepada-Mu. anak-anak yang
- memakan ee masakan kami ee yang memakan
- masakan kami ini ya Allah jadikan ya
- anak mereka anak yang saleh yang
- berbakti kepada kedua orang tuanya. Nah,
- pokoknya di doa ee beraktivitas dengan
- doa itu ya. Nah, itu di antaranya
- seperti itu. Nanti malam nanti kita bisa
- tarawih ya mengisi waktu ya. Di
- antaranya seperti itu ya, Bu ya. Yang
- utama dan pertama tadi adalah niat ya,
- keikhlasan dan doa itu penting ya kita
- lakukan. Dan kalau bisa sih, kalau
- memang keluarga kan berbeda-beda ya.
- Bisa juga misalnya ketika rapat keluarga
- dengan suami kita bisa kalau ada
- anggarannya, "Pak, aku enggak mau masak
- ya bulan Ramadan ini." Ee apa sering aja
- deh buat keluarga. Nah, kalau semua
- sepakat kan enak tuh waktu enggak habis
- di dapur. Maka kita lihat, Mbak
- bagaimana Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ketika berbuka dan sahur itu
- sangat sederhana loh makannya. Enggak
- enggak sampai ya kalau berbuka tuh kan
- cukup dengan air atau kurma ya, rutop
- ya. Kemudian kan salat ya ee apa
- namanya? Magrib lebih diutamakan kan
- beda sama kita kebiasaannya. Buka makan
- langsung langsung makan lamaah waktu
- makannya langsung akhirnya suami enggak
- ke masjid berjamaah anak-anak juga
- enggak. Karena sibuk menghabisi hidangan
- di meja makan sudah kenyang duluan nanti
- tarawihnya ngantuk begitu ya. Nah ini
- kita bisa ee atur ya sesuai dengan
- kesepakatan bersama ya. Wallahualam gitu
- Mbak. He iya. Baik. Memang yang bikin
- ibu-ibu terutama muslimah ketika bulan
- Ramadan sibuknya fokusnya jadi di dapur
- ya, Ustazah. Padahal banyak sekali jalan
- keluar yang bisa disiasati agar terutama
- muslimah dan bunda-bunda bisa tetap
- mengejar pahala-pahala Ramadan yang
- sudah dipersiapkan menunya dari Allah.
- Jangan sampai kita salah prioritas, ya.
- Baik, Ustazah. Saya akan beralih ke
- pertanyaan berikutnya. Ini nampaknya di
- luar tema, Ustazah. Tapi enggak apa-apa
- ya, saya ee bacakan dari Ibu Aminah,
- Ustazah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah. Izin bertanya.
- Waalaikumsalam. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh, Ibu. Amin.
- Ya, ini ee pernah dan sering dibahas
- pendapatnya oleh para-para ustaz, tapi
- saya ingin sekali mendengarkan pendapat
- Ustazah Perihal ee perilaku teman saya
- yang cerita dia suka mengambil uang
- suaminya dari dompet. dari dompet
- suaminya. Karena menurutnya suaminya
- tersebut pelit, Ustazah. Dan dia masih
- bertanya-tanya apakah berdosa? Mohon
- pencerahannya.
- Iya. Ee suami pelit kayaknya banyak
- banget ya, Mbak. Masyaallah. Sebenarnya
- kalau saya melihat di sini benang ee apa
- namanya? Merahnya itu ya, itu komunikasi
- sebenarnya ya. Jadi ee bisa jadi suami
- menyangka istrinya tuh boros ya,
- sementara istrinya menyangka suaminya
- pelit. Nah, itu ya. Jadi, ini kayaknya
- perlu didiskusikan bersama nih supaya
- tidak terjadi ee persepsi yang berbeda
- terhadap pasangan ya. Kecuali kalau
- memang Allah berikan ujian, suaminya
- pelit banget banget pelit gitu ya. Apa
- terlalu apa nam perhitungan itu memang
- ee ujian ya. Nah, ini kan kita tidak
- bisa menyama atau menyama ratakan ya
- pelit yang seperti apa suami yang kita
- boleh ngambil uang di dompetnya kan
- gitu. He ya. Kita enggak bisa itu
- suaminya pelit karena enggak enggak
- enggak ini padahal ee karena istrinya
- aja yang ininya lebih gitu, standarnya
- lebih gitu ya. Jadi ini memang ee
- sekarang
- gini, ketika yang kita ambil ini adalah
- untuk kebutuhan kita dan
- keluarga ya dibutuhkan ya yaitu ee
- dicoba dulu ee ke suami. He. Kalau suami
- katakan enggak usah ah enggak ini cukup
- enggak bisa enggak ada lagi. Padahal
- masih banyak uangnya. Padahal itu juga
- untuk keluarga
- ya itu secukupnya aja. Ambil secukupnya
- aja. artinya yang cukup untuk keluarga
- kita. Jadi memang ini juga ee secara
- umum masih ini juga ya, Mbak ya,
- masih apa
- namanya
- ee cukup ini apa namanya? Ee tidak sama.
- Iya. Artinya pertama pertama nih ya
- supaya tidak menimbulkan dosa lah ya.
- Pertama coba dulu dikomunikasikan dengan
- suami. Aku tuh butuh ini ini. Sebutkan
- aja dipaparkan aja. Kadang-kadang memang
- ada suami yang hemat banget. Hemat ee
- hampir cenderung kepada pelit ya di
- dipaparkan aja nih kebutuhan belanja
- segini segini segini ini nih butuhnya
- segini di dikasih tahu masih juga itu
- pelit. Nah itu boleh ngambil ee untuk
- itu kan untuk kepentingan keluarga ya
- untuk kepentingan ee apa namanya bersama
- ya. Ya mudah-mudahan secukupnya itu
- boleh ya. Mudah-mudahan. Wallahualam
- bawab ya. Baik. Jadi catatannya adalah
- boleh dilakukan tapi pertama harus
- dikomunikasikan terlebih dahulu apakah
- ee hal-hal tersebut memang belum
- di-provide atau dipenuhi oleh Pak suami
- gitu ya. Jadi memang seharusnya
- dihindari ya mengambil tanpa bilang tapi
- kalau memang terpaksa ya mau bagaimana
- lagi karena ini menyangkut kemaslahatan
- keluarga kata ustazah mungkin
- ditoleransi tapi hanya sesuai dengan
- kebutuhan mungkin itu ya.
- Bismillah. Baik.
- Ini dari ee sebentar saya
- buka. Aduh aduh ad duh. Ini
- oke
- dari Zainab di Cileduk. Maaf ini agak
- error. Eh tab WhatsApp-nya bertanya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustazah. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Saya ingin
- lebih memahami tentang sahnya puasa.
- Saya pernah membaca bahwa jika seseorang
- lupa niat puasa di malam hari atau tidak
- niat puasa sama sekali, maka puasanya
- menjadi batal. Namun, ada juga yang
- mengatakan bahwa puasa tetap sah asalkan
- tidak ada niat untuk makan atau minum
- selama siang hari. Saya ingin tahu jika
- saya pernah terlupa niat puasa pada
- suatu hari di bulan Ramadan, apakah
- puasanya tetap sah atau harus diulang?
- Jika puasa saya batal, bagaimana cara
- saya menggantinya? Apakah ada cara
- khusus untuk meminta ampunan kepada
- Allah atas hal tersebut?
- Iya, Mbak. Ee memang masalah niat ini
- para ulama berbeda pandangan ya tentang
- niat. Apakah harus diucapkan atau
- tidaknya. Cuman paling tidak begini ee
- ada ulama yang ee kalau kalau mazhab
- Syafi'i itu kan setiap ibadah kan harus
- berniat setiap akan melakukannya ya. Dan
- ada ulama yang ee juga memberikan ee
- pandangan secara umum. Artinya
- berniatlah di awal Ramadan untuk bisa
- berpuasa sebulan penuh. Nah, itu
- ibaratnya niat sapu jagat gitu ya.
- Bahkan ada juga ulama sebelum Ramadan
- itu juga dari sekarang sudah berniat,
- "Ya Allah, aku niat berpuasa Ramadan ya
- Allah ya semoga Engkau ee sampaikan ee
- aku ke bulan Ramadan. Apabila usiaku
- tidak sampai ke bulan Ramadan, ya Allah
- aku mohon mudah-mudahan niatku itu sudah
- aku mendapatkan pahala dari niatku. Nah,
- gitu ya. Jadi artinya ada dua niat yang
- perlu kita lakukan ya. Niat sapu jagat
- ya. Di awal Ramadan ketika sudah ada
- hilal, sudah ada tanda hilal itu kita
- niatkan untuk bisa berpuasa sebulan
- penuh di bulan suci Ramadan. Nah, itu
- ya. Ee kemudian setiap hari kan juga
- kita berniat ya. intinya ee ketika kita
- tanda kutip lupa ya berniat tapi kan
- kita sahur gitu ya dan segala ee yang
- mengarah kepada perbuatan itu adalah
- termasuk niat. Ini menurut pandangan
- ulama yang lain. Nah, jadi sekali lagi
- mudah-mudahan ee ketika kita sudah
- lakukan ini ya niat sapu jagat terus
- kemudian tiap hari ee niat insyaallah
- kita berada di bulan Ramadan juga kita
- berniat mudah-mudahan sudah terhitung
- sebagai niat berpuasa. Nah, ini untuk
- Ramadan karena memang bulannya itu
- spesial ee bulan Ramadan ya. Tidak ada
- orang yang tidak berniat untuk berpuasa
- Ramadan gitu ya. Mudah-mudahan Allah
- mencatat ini adalah sebagai ibadah puasa
- Ramadan. Nah, ini kita mengambil
- pandangan ee ulama yang seperti ini.
- Nah, adapun yang ee ee ibadah puasa
- sunah itu ulama juga ee memberikan
- pandangan seperti misalnya ee puasa
- sunah mutlak tidak harus pakai niat.
- Nah, itu dibahas juga tuh ya oleh para
- ulama. Misalnya Rasulullah tuh pernah
- pada pagi hari bertanya kepada ibunda
- Aisyah radhiallahu anha, "Ada sarapan
- enggak ya?" gitu ya. Kalau ditanya, "Ya
- Rasulullah, enggak ada sarapan." Nah,
- kemudian Rasulullah mengatakan, "Kalau
- begitu idan ee anum kalau gitu aku
- berpuasa." Ah, itu kan niat yang di ee
- sampaikan pada pagi hari, bukan pada
- malam hari. Nah, para ulama mengatakan
- boleh untuk puasa sunah ee ber ee apa
- namanya? berniat itu di di pada saat itu
- di pagi hari. Nah, pernah juga
- Rasulullah ketika mendapatkan ee apa
- namanya? Kiriman dari tetangga ditanya
- kepada ibunda Air itu apa? Oh, ada
- daging kiriman tetangga. Oh, kalau gitu
- aku enggak jadi puasa nih. Padahal Rasul
- sudah niat. Nah, itu untuk ibadah yang
- sunah. Nah, kalau untuk ibadah yang
- wajib tadi saya sampaikan ee kita mulai
- niat sapu jagat ya. Dan kita memang dari
- lubuk hati yang paling dalam memang kita
- akan berpuasa. Insyaallah bulan Ramadan
- itu adalah bulan puasa ya. Mudah-mudahan
- itu dihitung sebagai ee pahala ee niat
- dan puasa kita ya. Nah, kalau imam
- mazhab Syafi'i ya memang setiap ibadah
- itu ya berniat. Makanya para ulama itu
- biasanya memandu jemaahnya ketika salat
- tarawih untuk berniat puasa Ramadan ya
- ee apa? Niat puasa Ramadan esok hari.
- Nah, itu kan untuk memudahkan ya
- pengikutnya ya. Jadi saya rasa
- mudah-mudahan ee semoga dengan pandangan
- para ulama ini yang menganggap ee sudah
- termasuk niat karena memang sudah
- menunjukkan ee arahnya tadi kita sahur
- walaupun enggak niat itu juga bagian
- dari niat. Ada ulama yang mengatakan
- seperti itu sudah bagian dari niat
- begitu ya. Wallahualam mudah-mudahan ee
- ibadah ee niat ibadah puasa Ramadan kita
- diterima dan
- untuk menambal kekurangannya bisa dengan
- puasa sunah. He. Bahkan menarik ini loh,
- Mbak. He eh Ibnu Rajab Alhambali itu
- mengatakan kalau salat itu aja ada salat
- yang fardu tuh ada yang ee sunah qobliah
- ba'diah kan. Heeh. Nah, Ramadan juga
- begitu kan wajib. Ada qobliah, ada
- ba'diyah kata beliau. Ah, kalau yang
- qobliah tu ee puasa di bulan Syakban.
- Syakban. Rasul kan Rasul kan paling
- banyak puasa di bulan Syakban gitu ya.
- Nah, itu dianggap qabliah. Ba'diahnya 6
- hari di bulan Syawal begitu. Betul.
- Betul. Iya. Baik. sudah terjawab.
- Insyaallah saya akan eh e membacakan
- ini. Ustazah dua pertanyaan jadi satu
- ya. Ustazah menghemat waktu dari Siti
- Maryam dan satu lagi ini dari Evi
- Rahmat. Yang pertama
- ee sebentar dari Siti Maryam. Ustazah,
- saya ingin bertanya mengenai hukum puasa
- bagi wanita yang sedang dalam masa nifas
- setelah melahirkan. Saya paham bahwa
- seorang wanita yang sedang nifas tidak
- diwajibkan untuk berpuasa sampai ia
- bersih. Namun saya ingin memastikan
- apakah saya tetap wajib mengganti puasa
- yang ditinggalkan selama nifas tersebut
- setelah saya selesai masa nifas dan
- sudah bersih? Apakah ada kewajiban
- fidyah? Jika saya tidak mampu berpuasa
- karena kondisi fisik atau alasan lain,
- saya juga ingin tahu apakah ada amalan
- atau doa khusus yang bisa dilakukan
- untuk mempermudah penggantian puasa
- tersebut.
- Dan sekalian Ustazah tolong diulang lagi
- dong Ustazah doa yang ingin atau memohon
- kepada Allah agar kita disampaikan
- kepada bulan Ramadan.
- H
- ya. Ee ini memang ee para ulama berbeda
- pandangan ya, apakah wanita
- hamil menyusui ee gitu ya ee itu apakah
- hanya bayar fidyah saja atau qada saja.
- Nah, kalau nifas itu kan keluar sama
- seperti haid itu tetap qada gitu ya,
- tapi kan nifasnya sambil menyusui,
- maksudnya dalam keadaan menyusui gitu
- ya. Heeh. Jadi gini ee saya mengambil
- pandangan ya Mbak ya bahwa wanita hamil
- dan menyusui itu memang mengqada
- puasanya gitu ya. Karena memang ada
- seperti pandangan ee perkataan Ibnu
- Umar, Ibnu Abbas itu wanita yang seperti
- misalnya hamil itu mengqada. Tapi
- mayoritas ulama, ulama, para fuqaha itu
- mengqada gitu ya. Ee diqadanya nanti itu
- bagi wanita hamil dan menyusuri yang
- tidak bisa berpuasa karena kondisi
- hamilnya atau menyusuinya. Nah, kalau
- nifas itu kan ee keluar darah ya, itu
- dianggap ee qada. Nah, adapun fidyah itu
- juga ulama berbeda pandangan apakah qada
- dengan fidyah. Nah, itu di antaranya
- misalnya ee di salah satu mazhab
- mengatakan kalau dia tidak berpuasa
- disebabkan bukan karena dirinya lemah,
- tapi disebabkan karena ee janinnya ee
- yang lemah tidak sanggup atau bayinya
- yang tidak sanggup ya mengurangi ee apa
- namama ke ee apa asinya sehingga ee
- tidak bisa lagi dia harus berbuka puasa.
- Nah, itu plus qada plus fidyah. Nah, itu
- ya. Jadi paling tidak ee mayoritas
- mengatakan qada bagi wanita hamil dan
- menyusui kecuali memang memiliki anak
- yang banyak ya setiap tahun melahirkan,
- menyusui, anaknya banyak enggak ada
- sempat lagi untuk membayar qada. Nah,
- itu memang fidyah. Itu pandangan ee para
- ulama. Nah, apakah ada amalan untuk
- pengganti? Jadi kalau memang seorang ibu
- itu tidak bisa berpuasa di bulan Ramadan
- karena kondisinya, apakah karena hamil
- atau karena menyusui, maka ee tentu saja
- dia tidak berpuasa ya. Dia bisa mengqada
- di hari lain, dia bisa mengerjakan yang
- lain kan ya. Hanya tidak hanya tidak
- berpuasa aja. Hanya tidak berpuasa aja
- yang ee yang apa dia makan minum yang
- lain kan masih ini kan dia masih apa
- namanya masih bisa beramal yang lain
- kan. masih bisa membaca Al-Qur'an
- apalagi nifas ya ee dia bisa dengarin
- Al-Qur'an, dia bisa ee berzikir, dia
- bisa setiap dia menyusui ini para ulama
- menarik loh, Mbak ee apa namanya dalam
- kitab mereka itu kan ketika ibu menyusui
- itu kan dia mendapatkan bayi itu makanan
- lahir ya, makanan lahir ASI untuk
- memperkuat tubuhnya. mestinya tuh juga
- ee anak itu tidak hanya diberikan
- makanan lahir, tapi juga makanan ruh
- gitu ya. Jadi sambil menyusui sambil si
- ibu memasukkan makanan rohnya berupa
- zikir atau tilawah Quran atau hal-hal
- yang ee membuat kuatnya rohnya nanti
- anaknya seperti itu. Jadi insyaallah ee
- apapun yang dilakukan oleh ee ibu yang
- hamil atau menyusui ya kalau dia lakukan
- itu karena Allah mudah-mudahan itu
- adalah amal saleh yang berlipat.
- Insyaallah. Insyaallah. Ibu Evi Rahma
- tadi Ustazah minta diulang lagi doa agar
- Allah menyampaikan kita pada bulan
- Ramadan. Ee kalau misalnya di kita di
- bulan Syakban ini minta keberkahan ya.
- Allahumma bariklana fi Syak'ban. Ya
- Allah berkahilah kami di bulan Syakban.
- Waballighna Ramadan. Sampaikanlah kami
- ke bulan suci Ramadan gitu ya.
- Wabalighna Ramadan. balik kan kalau kita
- usia baligh kan itu kan usia yang sudah
- cukup ya sudah sampai gitu ya. Nah, jadi
- ini wabaligna Ramadan sampaikan kami ke
- bulan suci Ramadan. Kan ada juga tuh ya
- apa namanya seperti misalnya ee doa para
- ulama tuh banyak loh ee apa namanya
- berdoa dengan bulan seperti misalnya
- Allahum ee Allahummarzuqna siamahu
- waqiamahu gitu ya. Kemudian eh eh
- allahumarzuqnal quah wal ittihad w
- nasyat gitu. Jadi kalau doa-doa itu kan
- tergantung ee siapa yang menulisnya ya.
- Kita bisa pakai bahasa Indonesia juga
- boleh. Ya Allah sampaikan aku ke bulan
- suci Ramadan dalam keadaan iman, dalam
- keadaan Islam, dalam keadaan ee penuh
- kekuatan, keistikamahan ya. Atau
- misalnya Allahumma balikna Ramadan
- wainna fihi alam walqiam. eh
- wagfirlana gitu ya. Jadi bahasa
- Indonesia juga nyampai insyaallah. Ya
- Allah sampaikan kami ke bulan suci
- Ramadan dalam keimanan, dalam ketaatan,
- dalam kesehatan. Ya Allah berikan kami
- kemampuan untuk bisa mengisi hari-hari
- kami di bulan Ramadan dengan ibadah
- kepada-Mu. Ya Allah cintailah kami ya
- Allah. Kami hanya mengharapkan cinta-Mu.
- Ya Allah mudahkan semua urusan kami ya
- Allah. Jangan pernah Engkau ee
- sia-siakan waktu kami di bulan suci
- Ramadan. bantu kami ya Allah agar kami
- bisa ee berzikir mengingat nama-Mu di
- setiap panjang waktu kami terutama di
- bulan suci Ramadan ya seperti itu ya
- silakan Ibu ee berdoa apa saja. Allah
- maha mendengar, Allah maha mengetahui,
- dan Allah mengabulkan. Insyaallah.
- Insyaallah. Masyaallah. Baik Bu Evi
- banyak sekali versinya. Namun yang
- paling penting ee niatnya itu ee tertuju
- hal yang sama yaitu kita ingin Allah
- menyampaikan kita di bulan Ramadan.
- Ustazah, nampaknya itu menjadi
- pertanyaan terakhir. Apakah masih ada
- yang bisa disampaikan sebagai kesimpulan
- Ustazah? Tafadol ya. Eh, kita akan
- menyambut tamu yang luar biasa, tamu
- agung, tamu istimewa, tamu yang
- dinanti-nanti dan dirindukan oleh
- hamba-hamba Allah yang beriman. Kita
- memiliki kesempatan insyaallah untuk
- menikmati ibadah Ramadan ini. Insyaallah
- keberkahan, kemuliaan, seluruh nama yang
- baik itu ada di bulan Ramadan. Kita
- jangan lupa mendoakan juga untuk
- saudara-saudara kita yang dalam keadaan
- kesulitan saat ini. Doa untuk diri kita,
- keluarga kita, bangsa kita, semua
- termasuk saudara-saudara kita. Kita
- doakan yang terbaik karena doa yang baik
- kembali kepada diri kita. Semoga Allah
- memberikan kita keutamaan bulan Ramadan.
- Allah memberikan kita kemudahan,
- kekuatan, semangat. Allah mampu ee Allah
- hindarkan kita agar kita mampu untuk ee
- menjauhkan diri dari perbuatan yang
- sia-sia dan tidak berguna. Semoga dengan
- pahala Ramadan ini kita dapat meraih
- pintu surga Arroayan dan bertetangga
- dengan Rasulullah dengan para dengan
- keluarga dan para sahabatnya. Aulu h
- astagfirullahi wakum. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakillah khairan kasiran
- Ustaz Jahini Amran atas waktunya dan
- kajiannya. Ikhwan dan akhwat. Allahumma
- bariklana fi Sy'banna Ramadan.
- Mudah-mudahan kita semua Allah sampaikan
- di bulan suci Ramadan tahun ini
- diberikan kesehatan dan kajian pada hari
- ini menambah kekuatan kita untuk dapat
- menjalani Ramadan yang lebih baik dari
- Ramadan-Ramadan sebelumnya. Yang
- bertugas pada hari ini saya Carolin
- didampingi oleh eh Ondi Algi dan
- produser Agus. Kami mohon undur diri.
- Subhanaka Allahumma wabihamdika asadu
- alla anta astagfiruka wa atubu ilaik.
- Wabillahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.