Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. [musik] 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. 0:20 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:21 wa ali sayyidina Muhammad. Alhamdulillah 0:23 kita berjumpa lagi hari ini hari Kamis, 0:26 Kamis ketiga ya tanggal 29 Safar 1447 0:31 Hijriah atau tanggal 21 Agustus 2025. 0:34 Kita jumpa lagi dalam acara bincang 0:37 wakaf ini diadakan setiap Kamis ketiga, 0:40 setiap bulannya. Dan tema yang akan kita 0:43 angkat pada pagi hari ini adalah 0:44 meningkatkan peran wakaf uang 0:47 menggerakkan usaha ekonomi produktif 0:50 yang lain yang mampu memper memberi ee 0:54 kemaslahatan kepada masyarakat. Di sini 0:57 juga ada Oni Saputra, ada Algi dan juga 1:00 ada Bapak Taufik dan Mas Nafis. 1:03 Alhamdulillah sudah hadir di sini 1:06 narasumber kita ya, yaitu Bapak 1:10 Lubis tentu saja ya. 1:11 juga Bapak Dr. Ir. K. H. Agus Priatno, 1:15 M.M. dari BWI, Badan Wakaf Indonesia. 1:18 Beliau adalah Kepala Bidang Sosialisasi 1:22 ee Humas ee 1:24 ee Kepala Devisi Humas, Sosial, 1:27 Sosialisasi dan Literas. [tertawa] 1:30 Mantap. 1:31 Panjang. 1:32 Asalamualaikum, Mas Afril. 1:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:34 wabarakatuh, Mas Krisna. 1:35 Bagus. Masyaallah, senang sekali kita 1:37 nih datang ke sini. Nanti kita akan 1:39 mendapat penjelasan yang begitu 1:42 mantap ya tentang betapa mudahnya 1:44 sebelum itu wakaf. 1:45 Insyaallah. 1:46 Tadi Mbak Nuning ditanya oleh Pak Spril, 1:48 "Pernah enggak semur hidup wakaf?" 1:50 Bukan. Sudah pernah beliau? 1:51 Sudah pernah 100.000 aja 1:54 bisa ya? 1:55 Atau Mas Spril bangkari ada Quran yang 1:57 perlu kita baca dulu dari surah 1:59 Albaqarah ayat 261 barangkali. Silakan 2:01 Pak Sabril. 2:02 Asalamualaikum warahmatullahi 2:03 wabarakatuh. Pendengar pemirsa, hari ini 2:07 kita akan membicarakan satu hal 2:09 yang Allah sangat tekankan dalam 2:11 Al-Qur'an. Insyaallah saya bacakan. 2:14 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:15 Bismillahirrahmanirrahim. 2:18 Matsaladzina 2:19 yunfiquuna amwalahum fi sabilillahi 2:24 kamasali habbah kamilai habbatin ambatan 2:29 samasana 2:30 fiumbnatim 2:34 miun habbah wallahu yudhaifu liman yasya 2:40 wallahu wasiun alimyaallah 2:48 Perumpamaan orang yang menginfakkan 2:51 hartanya di jalan Allah seperti sebutir 2:56 biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. 2:59 Pada setiap tangkai ada 100 biji. Allah 3:04 melipat gandakan bagi siapa yang Dia 3:06 kehendaki. Dan Allah maha luas maha 3:09 mengetahui. Sadaqallahulazim. 3:11 Kalau kita baca ini, Mas Krishna dan Pak 3:16 Kiai, rasanya kita akan bersegera untuk 3:19 melaku berinfak termasuk berwakaf. Ini 3:22 Allah ganti 700 kali. 3:25 Dan di ayat ini Albaqarah 261 ini 3:28 ditambah lagi dengan tambahan yang 3:31 diberikan Allah sekehendaknya Allah. 3:34 Jadi bukan hanya 700, 700 plus-plas. 3:38 Nah, pendengar pemirsa 3:40 mencermati ayat yang ee dimuat di 3:45 Al-Qur'an surah Albaqarah 261 ini 3:48 seyogianya kita melihat betapa wakaf 3:52 menjadi salah satu jalan mencari rida 3:55 Allah untuk kehidupan dunia dan akhirat. 3:58 Nanti Pak Kiai akan jelaskan sekilas 4:00 kembali tentang wakaf. Dan dengan 4:03 bincang-bincang ini kita berharap 4:05 pendengar Rasil 4:08 memahami tentang wakaf dan berwakaf. Ada 4:12 satu pertanyaan sederhana tadi Mas 4:13 Krishna. 4:16 Mas atau Mbak, 4:18 kira-kira nih seumur hidup 4:22 berwakaf Rp100.000 bisa enggak? Banyak 4:25 yang jawab bisa. 4:26 Jangankan sekali seumur hidup. 4:28 Peran keduanya 4:29 setahun sekali bisa enggak? Bisa. Bisa 4:32 saya sebulan sekali bahkan bisa 4:35 pendengar rasind itu, Mas Krishna 4:37 hitung-hitungan sederhananya yang aktif 4:39 itu kira-kira 750.000 orang. 4:42 10%-nya saja 75 orang 75.000 orang 4:47 berwakaf 100.000 4:49 sekali setahun nilai uangnya 7,5 miliar. 4:54 Kalau uang wakaf 7,5 miliar kemudian 4:57 kita gunakan untuk kegiatan produktif. 5:00 banyak yang tertanggulangi kelangkaan 5:03 pangan, sebagian besar kemiskinan 5:06 itu bisa tertanggulangi dengan itu. 5:08 Awalnya apa? 100.000. 5:11 Tapi banyak Mas Krishna pendengar rasil 5:15 ee yang bahkan lebih dari situ ya. Ada 5:18 yang menyumbang 5:20 juta, 2 juta, beberapa lagi. 5:22 Alhamdulillah. He. 5:23 Nah, karena mereka paham tentang ini. 5:25 Nah, pendengar dan pemirsa yang masih 5:27 belum paham, hari ini kita akan bahas 5:29 bersama Pak Kiai Agus eh Priatno dari 5:34 Badan Wakaf Indonesia. Beliau adalah 5:37 Kepala Divisi Sosialisasi dan Literasi 5:41 Wakaf. Sebelum saya serahkan ke beliau, 5:45 saya ingin sedikit membandingkan Mas 5:47 Krishna. 5:49 ee wakaf di Bangladesh itu maju sekali. 5:54 He. 5:54 Kalau kita cek di mana-mana, di AI saja 5:57 cek apa sih perbedaannya? Mereka paham 6:00 tentang wakaf. 6:02 Terus orang Indonesia memang enggak bisa 6:03 paham, bisa. 6:05 Tetapi di sana mereka paham dan 6:08 melakukannya 6:09 menjadi wakif. 6:12 Banyak perguruan tinggi bahkan kota yang 6:14 dibangun dari wakaf. Insyaallah 6:17 Indonesia insyaallah akan mampu. Dan 6:19 hari ini kita dengan memohon kepada 6:22 Allah memberi pencerahan, pemahaman 6:25 kepada saudara-saudara kita. Allah 6:28 gerakkan hati mereka sehingga ikut 6:30 berwakaf. I 6:31 mungkin sebagai pembuka itu Mas Krishna. 6:33 Iya. 6:33 Baik kita kembali ke Bapak Dr. K. H. Ir. 6:40 Agus Priatno 6:41 ya 6:42 dari BWI ya. 6:45 Ee Pak Agus, apakah wakaf 6:49 uang boleh dalam syariat Islam? Boleh. 6:51 Iya. 6:52 Ya. Baik, terima kasih. Asalamualaikum 6:54 warahmatullahi wabarakatuh. Ee para 6:58 pemirsa, para pendengar ee Radio Rasil. 7:01 Jadi, berbicara tentang wakaf itu yang 7:03 ee sekarang sedang kita berikan kepada 7:05 masyarakat adalah mengedukasi tentang 7:07 hakikat wakaf. ya. Sebab ee sebagaimana 7:11 yang kadang sering saya sampaikan di 7:13 berbagai forum bahwa masyarakat tahunya 7:14 wakaf itu ya cuma masjid, madrasah, dan 7:17 makam gitu loh. Padahal di zaman 7:19 Rasulullah itu ee berdasarkan hadis dari 7:22 Imam Bukhari disampaikan bahwa yang 7:24 namanya Imam Bukhari itu mendapatkan 7:26 hadiah tanah dari masyarakat Khaibar dan 7:29 itu adalah kebun kurma yang sangat 7:31 produktif istilahnya. Itu adalah kebun 7:33 kurma yang sangat menguntungkan. Karena 7:34 industri pada waktu itu kalau di Arab 7:36 itu kalau punya air atau punya kebun 7:38 kurma itu menjadi industri menghasilkan 7:41 keuntungan luar biasa. Nah, itu adalah 7:43 kebun terbaik ya. Jadi kurmanya 7:45 gemuk-gemuk dan ee rasanya sangat 7:48 ee sangat enak. Nah, sehingga bagi ee 7:51 sahabat Umar datang kepada ya kepada 7:53 Rasulullah, "Apa yang kami bisa lakukan 7:55 dengan ee harta yang begitu bagus ini?" 7:58 Kata Rasulullah menjawab pertanyaan 8:00 sahabat e sahabat Umar itu eh inha kamu 8:04 pertahankan saja e harta benda wakafnya 8:06 jangan dikemana-kemanain tapi e fatq 8:09 biha fatasq 8:11 eh infakkan saja dari hasil kelolaan ee 8:14 kebun kurma itu kamu sedekahkan kebun 8:16 kurmanya jangan dijual jangan diwariskan 8:18 dan tidak perlu untuk di e lepas hak 8:21 miliknya jadi itu menjadi harta wakaf. 8:23 Nah, dari sini kita mendapat ee sekarang 8:26 dalam ee sistem perwakafan modern itu 8:28 namanya adalah wakaf produktif. 8:31 Sekalipun sebetulnya yang namanya wakaf 8:33 itu pasti produktif. Kenapa? Dipakai 8:35 untuk masjid bisa menghasilkan pahala, 8:38 dipakai untuk kegiatan yang namanya 8:39 pemakaman, mendapat pahala karena bisa 8:42 dimakamkan untuk kemanfaatan masyarakat. 8:44 sekolah apalagi madrasah pahalanya dari 8:47 ilmu yang amal jariah. Nah, jadi 8:49 berbicara tentang wakaf uang itu 8:51 sebetulnya merupakan bagian dari wakaf 8:53 produktif. Kenapa? Ee yang namanya wakaf 8:56 itu kegunaannya ada dua. Yang pertama 8:59 adalah wakaf untuk kegiatan sosial. 9:01 Kedua adalah wakaf produktif. Nah, wakaf 9:03 uang ini adalah jenis wakaf produktif. 9:05 Karena selain wakaf uang nanti ada lagi 9:07 wakaf lain, wakaf melalui uang dan itu 9:10 juga produktif 9:11 gitu. Nah, jadi berbicara tentang wakaf 9:13 uang maka ini adalah merupakan jenis 9:15 wakaf dari wakaf produktif. 9:18 Nah, di zaman ee Rasulullah otomatis 9:20 kalau yang namanya wakaf uang tidak ada. 9:22 Jadi, diksi tentang narasi tentang wakaf 9:25 uang itu baru muncul tahun 125 Masehi. 9:28 Di zaman para imam-imam besar kita. 9:30 Salah satunya adalah dari Imam Az-Zuhri. 9:33 H 9:33 ya. Beliau tahun 125 menyerukan kepada 9:36 masyarakat di Baghdad waktu itu untuk 9:39 bisa mewakafkan dinar dan dirham dan itu 9:43 kemudian oleh masyarakat ditangkapi dan 9:45 kemudian diinvestasikan dan itu terus 9:48 melaju sampai hari ini sehingga kemudian 9:50 wakaf menjadi korporasi besar, menjadi 9:52 perbankan Islam, menjadi bank-bank wakaf 9:55 yang ada di seluruh dunia. Jadi ee 9:57 sebetulnya kalau ee terkait dengan 10:00 hakikat atau nilai-nilai wakaf itu 10:02 merupakan bagian dari amal jariah ya. 10:04 Yang di dalam Al-Qur'an sudah banyak 10:06 tadi ayatnya sudah dibaca oleh Pak 10:07 Syafril. Kemudian hadisnya yang sangat 10:09 terkenal itu ketika ee bani Adam itu 10:12 meninggal hanya tiga yang tetap 10:14 mengalirkan pahala. Salah satunya adalah 10:17 ee yang pertama adalah tentang ee 10:20 sedekah jariah dan itu paling atas ya. 10:22 Hadisnya itu memang tepat sekali. ada 10:24 sedekah jariah, yang kedua adalah ilmu, 10:26 dan ketiga adalah doa 10:27 anak 10:27 ee anak-anak yang saleh. 10:29 Nah, kenapa amal jariah itu ditaruh 10:30 paling atas oleh baginda Nabi? Sebab 10:32 dengan lantaran adanya amal jariah 10:34 berupa wakaf ini, anak bisa sekolah yang 10:36 tidak mampu. Kemudian anak yang sudah 10:38 bisa sekolah di sekolah yang baik, yang 10:40 islami, dia bisa mendoakan kedua, orang 10:42 tuanya jadi anak yang saleh. Jadi 10:44 keterkaitannya seperti itu. Jadi dalam 10:46 ajaran Islam di Quran tidak ada 10:47 disebutkan tentang wakaf, tapi tentang 10:50 nilai-nilai wakaf terkait dengan amal 10:51 jariah. Ee minimal ada empat empat ayat 10:54 di dalam Al-Qur'an yang menerangkan 10:55 tentang ee amal jariah. Ya itu kalau 10:58 para imam mengatakan bahwa yang namanya 11:00 amal jariah itu ya wakaf gitu. Jadi 11:02 ee kebanyakan ulama 11:03 karena berkesinambungan Pak. 11:05 Betul. Karena bisa bermanfaat panjang. 11:07 Kira-kira begitu. 11:08 Ini bagaimana mekanisme 11:10 apa melaksanakan uang wakaf tuh 11:12 bagaimana mekanismenya? 11:13 Iya. Iya. Baik. Jadi karena ee sekarang 11:17 ada yang namanya transformasi wakaf ya 11:20 ee teman-teman sekalian para pemirsa 11:23 bahwa sekarang wakaf itu sudah 11:25 bertransformasi mengikuti dari ee 11:27 perkembangan terutama adalah dunia ee 11:30 finance atau dunia keuangan ya, dunia 11:32 perkembangan ee tentang teknologi ee 11:35 industri ee keuangan. Jadi kalau 11:37 sekarang itu ee wakaf uang ee bisa 11:40 melalui ee atau ditanamkan lewat satu 11:43 bentuk bisnis yang ri atau yang kedua 11:45 adalah melalui investasi. Tapi intinya 11:48 adalah bahwa yang namanya wakaf uang itu 11:51 adalah orang mewakafkan uangnya. Tapi 11:54 kalau wakaf melalui uang ya ada wakaf 11:57 berupa barang atau benda seperti beli 11:59 tanah untuk pertanian atau beli masjid. 12:01 Nah, orang mewakafkan ee untuk barang 12:03 ini tapi melalui uang bentuknya adalah 12:05 uang. He. 12:06 Tapi kalau wakaf uang ya itu adalah 12:08 bahwa wakif mewakafkan uangnya 12:10 diserahkan kepada nazir untuk dikelola, 12:13 diinvestasikan. 12:15 Investasinya juga bisa berupa nanti ke 12:17 sektor riun industri, agrobisnis, sektor 12:21 properti dan lain sebagainya. Tapi nanti 12:23 hasil pengelolaan itu ya diambil sebagai 12:26 bagian dari untuk disedekahkan kepada 12:29 masyarakat yang kita istilahkan dengan 12:30 maukuf alaih. Nah, jadi mekanismenya 12:32 seperti apa? mekanismenya adalah kalau 12:35 dia mau investasi langsung kepada ee 12:38 dunia investasi ee keuangan ya bisa 12:42 melalui berbagai macam ee instrumen. 12:44 Sekarang ada saham, ada deposito. 12:47 Kemarin kamu kami baru ee berbicara 12:50 panjang tentang reksadana ya dengan ee 12:52 Trimegah Securitis. Ee jadi sekarang 12:55 ekosistem wakaf bertambah satu lagi 12:57 melalui reksadana di samping nanti sukuk 12:59 sukuk yang bersyariah negara. Jadi itu 13:02 adalah beberapa model-model atau 13:03 instrumen ee wakaf melalui investasi ee 13:06 sektor keuangan. Tapi kalau mau ke 13:08 industri nanti nazir akan menanamkan 13:10 pada banyak sektor ya. Yang sekarang ee 13:13 sedang berkembang banyak itu kan di 13:14 bidang agrobisnis. Kemudian kemarin ada 13:17 juga yang ee membuka hotel rumah sakit. 13:20 Kalau terjadi, maaf kalau terjadi 13:21 kerugian yang menanggung siapa? Nazir 13:23 atau wakif? 13:24 Oh iya. Tentu ini adalah tanggung jawab 13:26 nazir. Nah, maka ada yang namanya 13:28 mitigasi risiko. Jadi ee sebelum nazir 13:31 itu nanti mengelola wakaf uang, dia 13:33 harus ee mendapatkan bekal pelatihan. 13:37 Jadi harus menjadi nazir yang kompeten. 13:39 Sebab kalau tidak nanti malah jadi tidak 13:42 amanah. Artinya tidak amanah apa? 13:44 Dititipi uang wakaf tetapi ternyata 13:46 tidak bisa mengamankan dan tidak bisa 13:48 mengembangkan. He. 13:49 Sebab amanah dalam Undang-Undang Nomor 13:51 41 adalah bahwa ee terutama di pasal 43 13:56 nazir itu adalah tugasnya di samping 13:58 menjaga harta benda wakaf, dia juga 14:00 harus mengelola dan mengembangkan wakaf 14:03 itu dengan wakaf produktif. Nah, itu 14:05 yang penting. Jadi, nazir yang 14:06 bertanggung jawab. Nah, supaya jangan 14:08 sampai terjadi resiko, ada beberapa 14:10 tahapan yang harus diikuti oleh nazir. 14:13 BWI berkepentingan juga untuk menjaga 14:15 amanah itu. Jangan sampai nazir itu 14:17 cedera dalam amanah mengelola wakaf. 14:20 Kira-kira begitu. 14:21 Secara mistis, apakah wakaf yang uangnya 14:23 itu menguntungkan? Enggak harus 14:26 menguntungkan gitu. 14:26 Iya, betul. Jadi dari kajian-kajian kita 14:29 reksadana ya, kemudian ada dari saham, 14:33 dari deposito, dari sukuk ya, maka yang 14:36 paling menguntungkan adalah ketika kita 14:37 masuk ke sukuk. 14:38 H 14:39 ya. Jadi ee 14:41 di BWI sekarang ada namanya CWLS ya, 14:44 cash wakaf link sukuk terutama untuk 14:46 corporate Pak Krishna. Kebetulan kemarin 14:48 saya baru dari Malang Universitas 14:50 Brawijaya ya. Mereka dana abadinya 14:53 ditanamkan di wakaf dan luar biasa 14:55 sambutannya. 14:56 Dalam waktu kalau tidak salah belum 14:58 sampai sebulan sudah 76 miliar sekarang. 15:00 Masyaallah. 15:01 Begitu mereka mendengar 15:02 itu dipakai untuk apa itu 15:03 ee itu ditanamkan di CWLS cash wakaf 15:05 Link Sokuk. Jadi dikelola oleh negara. 15:08 Kemudian nanti akan dikembalikan dalam 15:10 waktu 2 tahun atau 5 tahun ya. ee 15:12 kemudian hasil dari kelolaan wakafnya 6% 15:15 itu akan dikembalikan kepada ee wakif 15:19 ataupun dari ee pemilik wakaf itu yaitu 15:22 dana abadinya Brawijaya. Dan sekarang 15:25 luar biasa yang terlibat di situ banyak 15:27 kampus-kampus besar dan mereka kan para 15:28 akademisi. Mereka ahli menganalisis 15:30 tentang keuangan dan dianggap bahwa ini 15:32 adalah yang paling menguntungkan. 15:34 Nazir boleh mengambil upah enggak dari 15:36 situ? 15:36 Boleh. Boleh. Boleh. Boleh. Nazir itu 15:38 boleh mengambil upah karena dia punya 15:39 hak 10% dari keuntungan. dari 15:41 keuntungan, bukan dari uang wakafnya 15:42 gitu. 15:43 Bukan dari wakafnya. Dari keuntungan. 15:44 Oke. Iya, betul. Betul. 15:46 Oke. 15:46 Makanya 15:47 ee untuk ee nazir-nazir baru biasanya 15:51 mereka ketika mendirikan ee nazir wakaf 15:54 mereka biasanya sudah punya las ee para 15:56 pendengar. Jadi nanti antara lembaga ee 16:00 amil zakatnya dengan nazirnya nanti 16:02 biasanya mereka melakukan sinergi di 16:04 awal ketika nazir belum bisa produktif 16:06 menghasilkan uang ditopang dulu sama 16:08 sedekah untuk menggaji para ee karyawan 16:11 di situ. 16:13 Tapi sekarang luar biasa anak-anak muda 16:14 sudah banyak yang masuk ke profesi itu. 16:17 Untung menjadi 16:18 karyawan di nazir-nazir yang corporate 16:20 yang sudah besar itu. 16:21 Luar biasa 16:23 ya. Silakan Pak Safril. 16:24 Baik. E pendengar pemirsa. apa yang 16:27 disampaikan Pak Agus tadi bahwa wakaf 16:30 produktif ini menjadi salah satu solusi 16:34 bagi berbagai kekurangan ee dalam 16:37 pengembangan kegiatan usaha yang 16:39 ujungnya adalah diupayakan menanggulangi 16:42 kemiskinan. Saya ingin sedikit kita 16:44 pikirkan bersama-sama. 16:47 Ee kita paham pendengar pemirsa bahwa 16:50 jumlah warga miskin di Indonesia ini ee 16:54 besar sekali. Angkanya bervariasi. 16:57 Apakah menurut BPS ataupun menurut Bank 17:00 Dunia kita enggak perlu bahas. 17:02 Tetapi kemiskinan itu sedemikian rupa 17:05 tingginya. Ditambah lagi dengan 17:09 tingkat kesulitan memperoleh pekerjaan. 17:11 Kita paham sekian puluh ribu yang di 17:15 PHK. Bertambah lagi orang yang kesulitan 17:18 mengelola ekonomi. Tadi Pak Kiai sudah 17:21 berbicara tentang [berdehem] 17:23 wakaf produktif. 17:25 Saya ingin menghimbau pendengar pemirsa, 17:29 kita gerakkanlah 17:31 apa yang Allah beri berupa rezeki 17:34 melalui wakaf. Nanti kalau melalui Rasil 17:39 insyaallah akan digerakkan untuk 17:41 meningkatkan 17:43 ee aspek ketahanan pangan termasuk 17:47 pemanfaatan lahan-lahan wakaf yang kecil 17:51 termasuk membiayai Pak Kiai 17:54 lahan-lahan kecil di halaman rumah. 17:57 Misalnya di satu kompleks dekat Rasil 17:59 sekarang ada 400 m itu hanya rumput di 18:02 lalang. kita mau olah menjadi ee tanam 18:07 sayur. 18:07 Tanam sayur. Iya. 18:08 Dan tentu perlu modal untuk mengawalinya 18:12 ya. Itu bisa kita ambil rencananya dari 18:15 uang wakaf kemudian digunakan membangun, 18:19 mengelola dan mengembangkan lahan-lahan 18:22 sayur tadi. 18:24 Hasilnya 18:26 mengembalikan pinjaman dari wakaf. 18:28 Iya. 18:29 Bers tambahan keuntungan mungkin gitu, 18:31 Pak Kiai. Betul. Nah, kalau ini bergulir 18:33 terus, maka kita prediksi akan banyak 18:36 sekali model-model seperti ini yang akan 18:40 tumbuh dan itu menjadi lahan pekerjaan 18:43 tempat mencari nafkah bagi orang-orang 18:46 yang kesulitan. 18:47 Ya, 18:47 jadi bagi pendengar yang punya kemampuan 18:50 berwakaf, berwakaflah karena Allah. Dan 18:53 bagi yang punya lahan luas, tidak 18:56 bermanfaat, tidak produktif, silakan 19:00 berkoordinasi dengan lembaga wakaf mana 19:01 saja, Pak Kia. Ya, kalau dengan Rasil 19:04 kita insyaallah akan kelola bersama-sama 19:07 sehingga hasilnya bisa lebih produktif 19:09 dan banyak memberi manfaat terutama 19:12 dalam penanggulangan kemiskinan. Nah, 19:14 barangkali Pak Kiai bisa beri 19:16 pencerahan, dorongan semangat bagi kita 19:18 semua agar proses atau mekanisme atau 19:23 kegiatan wakaf produktif ini bisa 19:25 meningkat. 19:26 I 19:27 kita tidak bisa seyogyanya kita bisa ee 19:31 sebaik Bangladesh misalnya 19:33 walaupun kadar kemiskinannya 19:36 kita mungkin lebih baik, 19:37 tapi 19:38 mekanisme dan realisasi wakaf di sana 19:41 itu jauh lebih baik dari kita. Ya, 19:43 silakan. Kira-kira apa yang kita perlu 19:45 lakukan Pak K? 19:46 Iya. Jadi memang Pak Safril dan ee Pak 19:49 Krishna bahwa memang menurut data yang 19:51 kami punya itu hanya 4% dari tanah wakaf 19:54 itu yang bisa produktif. 19:56 Artinya 96%-nya itu tidak produktif 19:59 tidur. 20:01 Ya. Jadi kalau tadi disampaikan ada 20:04 tanah di dekat terasil 400 itu bagian 20:07 kecil saja ya. Jadi menurut data yang 20:09 kami miliki sekarang kemarin ee dari 20:13 keterangan ee Menteri ATR BPN menurut 20:16 catatan ATR BPN sudah ada sekitar 20:17 550.000 titik yang diwakafkan. Sementara 20:21 yang masuk laporan ke BWI baru sekitar 20:23 445.000 20:25 ee Persil ee tanah wakaf dan ternyata 20:29 bayangkan saja baru 4% yang produktif. 20:31 Artinya banyak lahan tidur ya. Dan di 20:34 setiap banyak kesempatan kami bertemu 20:36 dengan teman-teman para nazir, para 20:39 pengurus-pengurus ee 20:41 lembaga wakaf, 20:42 lembaga wakaf ataupun lembaga atau las 20:45 ya, mereka menyampaikan kami punya tanah 20:47 yang cukup banyak tapi ee tidak bisa 20:50 diberdayakan. Nah, para pendengar 20:52 sekalian ee sekarang adalah eranya yang 20:55 pertama adalah bahwa bagaimana caranya 20:57 yang namanya tanah itu bisa bermanfaat 21:00 dan berguna. Makanya kemarin muncul ada 21:02 sedikit isu yang ramai ketika nanti ada 21:04 tanah yang tidak difungsikan akan 21:06 diambil alih oleh pemerintah. Itu kan 21:08 karena sebetulnya kita bersedih. Kita 21:10 ini adalah negara yang kaya raya, 21:12 alamnya itu luar biasa, tanahnya subur. 21:15 Saya kira kalau kita sudah pernah ke 21:18 Makkah atau Madinah bisa melihat 21:19 bagaimana tandusnya tanah yang 21:21 berbatu-batu itu. Makanya mereka 21:23 orang-orang Arab itu ketika datang ke 21:24 Indonesia merasa bahwa inilah surga yang 21:26 ada di dunia ya. karena tanahnya luar 21:28 biasa subur. Ibaratnya tongkat kayu bisa 21:31 menjadi tanaman. Ditancepin aja sudah 21:33 jadi tanaman. Apalagi yang ditancepin 21:36 itu tanaman yang sangat produktif. Itu 21:38 luar biasa. Nah, jadi dari hal itu ee 21:42 kami sekarang punya platform ee Pak 21:44 Safrilak dan Pak Krishna ada yang 21:46 namanya platform satu wakaf. Nah, siapa 21:49 tahu nanti para pendengar ada yang punya 21:51 tanah dan tidak produktif kepengin 21:53 diproduktifkan dan dapat pahala. silakan 21:55 nanti masuk ke platform itu. Ah, di situ 21:57 nanti pertemuan antara pemilik tanah ee 22:00 wakif dengan investor. Nah, nanti 22:03 terjadi deal-dealan di situ tuh itu 22:05 menjadi satu platform untuk 22:06 mempertemukan antara pemilik tanah wakaf 22:08 dengan yang investornya. Mau ditanam 22:11 apa, terjadilah nanti diskusi. Oh, tanah 22:13 itu nanti cocoknya adalah untuk 22:15 ditanamin umpamanya melon atau sekarang 22:18 kavendis yang ada di Gunung Kidul. Ya, 22:21 ternyata sangat menguntungkan. E nanti 22:23 para investor akan datang menanamkan 22:25 investasi lewat platform itu. Kemudian 22:27 nanti ee akan dikelola ee oleh ee nazir 22:32 yang ada di sana yang di TV tanah tadi 22:33 untuk dikelola menjadi produktif. Dan 22:36 dari beberapa yang sudah kita jalankan 22:38 ternyata semuanya menguntungkan. Bahkan 22:40 kalau kita masuk ke jaringan ee bisnis 22:42 yang berbasis wakaf, kami melihat 22:44 ternyata pasar dari agrobisnis luar 22:47 biasa ya. Terutama kita bayangkan semua 22:50 Jakarta itu kan membutuhkan pangan yang 22:52 segitu besarnya untuk penduduknya yang 22:54 katakanlah mungkin sekarang kalau siang 22:56 bisa R juta mungkin ya 22:58 itu mereka butuh makan semua itu. Yang 23:00 memasuk dari mana? Tidak mungkin dari ee 23:03 dari daerah-daerah yang ada di Jakarta. 23:04 Pasti dari daerah-daerah pemasuk kayak 23:06 Sukabumi ya mungkin Cianjur atau kawasan 23:09 Puncak dan agrobisnis yang semata ee 23:12 yang semacam itu masih ternyata masih 23:14 berkelas. Ada yang masuk ke pasar 23:15 tradisional, ada yang masuk ke 23:17 tempat-tempat yang boleh dikatakan high 23:19 class untuk masyarakat yang mereka 23:22 standarnya dengan organik dan 23:23 sebagainya. Nah, sekarang banyak yang 23:24 sudah masuk ke sana. Pertanian organik 23:26 dan harganya sangat menjanjikan ya. Nah, 23:29 ini ee bisa juga kita lihat nanti di 23:32 YouTube sudah sangat banyak ya, sudah 23:33 banyak di-upload di YouTube tentang 23:35 agrobisnis yang sangat menguntungkan 23:37 berbasis wakaf. Jadi silakan para 23:39 pendengar yang kepengin ee melihat 23:41 bagaimana sih model sinergi bisnis e 23:44 berbasis wakaf bisa juga dibuka 23:46 platformnya dari satu wakaf. Dan di situ 23:48 pertemuan ekosistem wakaf ada yang 23:51 namanya Bank Indonesia, ada BWI, 23:54 kemudian para investor, kemudian para 23:56 nazir masyarakat mereka semuanya bisa 23:58 gabung di situ. Dan insyaallah ini 24:00 menjadi salah satu alternatif ketika 24:02 tadi untuk menjawab ada tanah yang cukup 24:05 banyak ya ee wakaf yang banyak tetapi 24:08 ternyata tidak bisa diapa-apakan. 24:09 Masalahnya hanya satu sebetulnya mereka 24:11 tidak punya biaya untuk mengelola dan 24:13 tidak punya keterampilan. Jangan lupa 24:14 tidak punya ilmu untuk mengolah. Nah, 24:17 sekalipun ada modal kalau tidak punya 24:19 sumber daya atau tenaga ahli untuk 24:20 mengolah tanah itu juga saya kira ee 24:22 tidak amanah bahasanya karena nanti juga 24:24 tidak menghasilkan. Khawatir nanti 24:26 investasi yang dimasukkan itu tidak bisa 24:28 jangankan menguntungkan malah 24:30 khawatirnya ee menjadi merugi. Ini 24:32 jangan sampai terjadi. Kita menjadi 24:35 nazir itu bukan hanya diaudit ya oleh ee 24:38 secara akuntansi atau di BWI dilaporkan. 24:41 Tapi jangan lupa audit kita para 24:42 malaikat yang ini ee akan ee mencatat 24:46 bahwa kita tuh amanah atau tidak 24:48 mengelola tanah wakaf. Dan ini adalah 24:50 merupakan bagian sekali lagi amal jariah 24:52 kita ee supaya nanti ee tanah-tanah 24:55 wakaf itu betul-betul memberikan impact 24:57 ataupun memberikan manfaat kepada 24:59 masyarakat. Demikian 25:00 ya, Pak G. Gus mungkin bisa cerita 25:03 tentang penanaman 25:05 ee buah melon itu supaya bergairahan 25:08 hasil. Bagaimana itu ceritanya? I dan di 25:11 mana itu? 25:11 Iya. Luar biasa. Jadi ada beberapa 25:13 tempat ee agrobisnis tapi yang memang 25:17 betul-betul mereka ee mengolahnya dengan 25:21 teknologi pertanian yang bagus. Yang 25:23 paling besar itu ada di Kalimantan Timur 25:25 namanya Trubus Imani 25:26 ya. Mereka mengolah ratusan hektar 25:29 ee pertanian agrobisnis modern dan 25:31 hasilnya dikirim ke luar negeri 25:32 diekspor. Kita mungkin akan bisa 25:35 ini wakaf ya. 25:35 Iya wakaf berbasis wakaf semua. Jadi 25:37 mereka nazir wakaf ee kemudian mereka 25:40 mengolah tanah yang ratusan hektar dan 25:42 hasilnya memang dikirim ke luar negeri 25:43 semua ya. Jadi kita bisa bayangkan kalau 25:46 mengolahnya modalnya dengan rupiah 25:48 dijualnya dolar kita kalau orang bis 25:50 sudah tahulah berarti untungnya luar 25:52 biasa besar. Nah ee 3 bulan lalu kami 25:56 diundang oleh salah satu nazir wakaf ee 25:58 di daerah [berdehem] Ngalian Semarang 26:01 ya. ee di sana mereka mengelola juga 26:03 sama agrobisnis itu melon ee merupakan 26:07 bibit bibit unggul 26:09 Pak Krisna ya. Jadi melon itu manisnya 26:11 bisa diatur kemudian masa panennya juga 26:14 cepat ya. Kemudian harganya yang paling 26:16 penting bisnis itu kan yang penting 26:17 harganya ya harganya sangat tinggi. Jadi 26:20 melon itu ee dijual dan pasarnya adalah 26:23 high class bukan di pasar ee pasar 26:26 tradisional karena itu untuk kebutuhan 26:28 masyarakat yang sadar kesehatan ee 26:30 pertanian organik ya. Jadi mereka bisa 26:33 panen sebulan sekali itu. 26:34 Oh sebulan sekali. 26:35 Iya. Sebulan sekali mereka melakukan 26:37 panen. Ee kemudian hasilnya 1 kilo itu 26:40 ee 1 kilo itu Rp80.000. Kita tahu di 26:43 pasar mungkin harga melon mungkin 26:45 sekilo. Kalau di pasar tradisional 26:47 mungkin sekitar R30.000 atau 35 mungkin 26:49 ya. Ini bisa R.000. 26:50 Ini Rp80.000. Dan ee teman yang 26:54 mengelola ini Nazir itu mengatakan, 26:56 "Pak, kami sekarang kewalahan ya untuk 26:58 memenuhi kebutuhan pasar terutama di ee 27:01 hipermarket hipermarket yang menjadi 27:03 pasaran kami." Jadi artinya produk itu 27:07 ee pasarnya e sangat luar biasa besar. 27:10 Bahkan mereka menyampaikan kalau ada 27:12 nazir-nazir yang kepengin mengembangkan 27:13 hal yang sama, silakan hubungi kami. 27:15 Pasarnya kami yang langsung tangani. 27:17 Enggak usah khawatir. Jadi nanti 27:19 berapapun produksinya nanti akan kami 27:21 salurkan langsung dan sangat 27:23 menjanjikan. Dan itu baru satu produk 27:25 ya. Di situ juga ada produk pertanian 27:27 lainnya ada sayuran Pak. ada apa namanya 27:30 Pak Coi atau apa itu 27:32 termasuk I Pak Choe sama yang saya lihat 27:34 kemarin itu sawi hijau 27:36 ya dan itu sangat organik dan saya kira 27:38 kalau kita yang sudah tahu tentang ragam 27:41 pertanian organik itu adalah yang sangat 27:43 menyehatkan karena tidak menggunakan 27:45 pupuk kimia ya demikian Pak ee Krisna 27:48 mudah-mudahan menginspirasi teman-teman 27:50 sekalian kalau ada yang kepengin 27:52 berbisnis ke sana nanti bisa hubungi 27:54 Radio Rasil nanti saya berikan nomor 27:56 kontaknya yang ada di ee Semarang itu. 27:59 ini menarik sekali ya. 28:00 Menarik sekali ya. 28:01 Ee 28:04 pendengar pemirsa, 28:06 saya juga mau menyampaikan hal yang 28:09 barangkali bisa memotivasi kita ya. Di 28:12 Bengkulu ada seorang anak muda, ini 28:14 beberapa kali saya sampaikan kepada 28:16 teman-teman Pak Kiai 28:17 namanya Bram Novra Utama. 28:19 Hm. Ya, Pak 28:20 ya. Ayahnya kiai juga kayak kalau enggak 28:22 salah di sana itu ya. Umurnya 34 tahunan 28:25 gitu ya. 28:27 Mereka dia menghimpun Mas Beram ini 28:29 menghimpun sejumlah anak-anak muda 28:32 mereka bertani sawah pakai pupuk organik 28:36 i 28:37 dasarnya 11 namanya sumber pupuk untuk 28:40 fermentasinya hasil panen mereka itu 28:44 kira-kira 13,3 ton. 28:46 Hm. Per hektar. 28:48 Per hektar gabah kering panen. 28:50 Wow. Luar biasa ya. 28:51 Setara dengan kurang lebih kalau gabah 28:54 kering gilingnya kira-kira 7 ton lah 28:55 gitu ya. Iya. Baik. 28:56 Nah, sedangkan standar kalau pemerintah 28:58 itu 3,4 gab kering panen itu. Nah, yang 29:01 saya ingin sampaikan pemirsa pendengar 29:03 adalah anak-anak muda ini bisa terus 29:06 saya berkomunikasi sama dia. Bagaimana? 29:08 Oh, ya. Kita punya uang sana sini untuk 29:11 buka buka sawah ini. Nah, seandainya Pak 29:15 Kiai, para pemirsa pendengar kita 29:18 berwakaf kemudian uang wakaf ini 29:21 memodali. 29:22 Heeh. ya memodali 29:25 pembukaan lahan-lahan yang belum 29:27 produktif tadi 29:29 yang 90 atau sekian pul yang kalau 29:31 enggak salah itu sekian ratus hektar 29:33 itu, Pak Kiai. 29:34 Iya. 29:35 Sehingga 29:37 terbukalah lapangan kerja baru. 29:39 Iya. 29:39 Ya. Kemudian bukan hanya itu, 29:43 dari yang sekian banyak lahan, apakah 29:46 itu lahan wakaf ataupun lahan yang idle? 29:50 Iya. ya, apakah itu di halaman rumah 29:53 yang hanya sekian puluh meter atau 29:54 sekian ratus meter 29:56 atau lahan tetangga yang tak kunjung 29:58 dibangun. Iya. 30:00 400 m, 500 m seperti yang di dekat 30:02 silaturahim yang kita akan olah, maka 30:05 akan muncul barangkali puluhan hektar 30:08 pada ujungnya. Pak Kiai, seandainya 30:12 program wakaf produktif 30:14 i 30:14 dengan sasaran peningkatan kualitas dan 30:17 kuantitas pertanian, 30:19 maka Indonesia akan terselamatkan 30:23 sebagian besar 30:25 dengan adanya mataha penjara yang baru, 30:27 produksi pertanian yang juga sangat 30:29 tinggi. Ya, 30:31 Mas Bram ini sudah membuktikan sekarang 30:33 Bengkulu itu kelebihan sudah surplus 30:36 beras. 30:36 Oh, iya. pasokan 30:38 mereka harus jual sampai ke Sumatera 30:40 Barat. 30:41 He. 30:42 Kemudian jual juga sampai perbatasan 30:44 Sumatera Utara. Yang kami ingin 30:46 sampaikan pemirsa pendengar sekalian 30:49 adalah seandainya kita bersama-sama 30:52 berwakaf dengan tujuan wakaf produktif, 30:56 saya kira banyak sekali manfaat dari 31:00 uang wakaf yang terhimpun ini dalam 31:03 menggerakkan pertanian, ya. Kemudian 31:07 dengan contoh Mas Bram Novra Utama ini, 31:10 pemuda-pemuda kita yang tidak punya 31:13 pekerjaan menjadi pemuda-pemai. 31:17 Betul. 31:17 Nah, bagaimana kita menggelirkan ini? 31:20 Kalau saya saran Pak Kiai, oke pendengar 31:22 yang sekarang sudah memahami aspek wakaf 31:25 kemudian tergerak hatinya karena Allah 31:28 untuk berwakaf dengan tujuan sebagai 31:32 wakaf produktif di sektor pertanian 31:34 misalnya 31:35 mengirimkan wakafnya ke rekening lembaga 31:38 wakaf termasuk lembaga wakaf silaturahim 31:41 itu kita bisa manfaatkan kita akan 31:43 mengorganisir 31:44 ee petani-petani terutama petani-petani 31:47 muda ini Pak Kiai yang bisa menggerakkan 31:51 manajemen pertanian yang produktif, 31:53 teknologi pertanian yang juga maju 31:55 ya sehingga model-model 13 tonan ini 31:58 kita bisa capai. Saya kira kita akan 32:00 bisa bergerak dan dengan ini solusi bagi 32:04 penanggulangan kemiskinan bisa tergambar 32:07 dengan lebih jelas. 32:08 Ya. 32:08 Ya. Tetapi salah satu faktor yang 32:11 dibutuhkan adalah tentu kalau pertanian 32:13 Mas Krishna yang dibutuhkan tentu ada 32:15 lahan. Oke. Lahan wakaf yang ada banyak 32:17 sekali, ratusan ribu hektar. Terus apa 32:20 yang dibutuhkan lagi? Modal kerja. Nah, 32:23 begitu mulai modal kerja, Pak Kiai, 32:26 gimana kita nyarinya gitu kan. 32:28 Nah, kalau memang sekarang wakaf 32:30 dari pendengar pemirsa terhimpun untuk 32:34 wakaf pengembangan pertanian ini menjadi 32:36 salah satu solusi manajemen pertanian. 32:38 Banyak teman-teman insinyur pertanian, 32:40 praktisi pertanian. Contoh yang Melon 32:43 Pak Kiai sampaikan tadi, contoh lain Mas 32:46 ee Bram Novra Utama di Bengkulu. Banyak 32:49 lagi yang anak-anak muda ini. Nah, kalau 32:51 ini kita gerakkan bersama-sama, 32:53 insyaallah lahan-lahan wakaf yang tidur 32:56 dalam tanda peti ini bisa menjadi 32:58 produktif 32:59 dan menjadi lahan 33:02 sarana untuk menanggulangi kemiskinan. 33:04 Betul. 33:04 Ya, jadi kita tidak lagi berkutat 33:06 kemiskinan. Bagaimana cara kita bergerak 33:08 saja? 33:09 I 33:09 kita turun tangan ya pemirsa pendengar. 33:14 Sering saya tanyakan Mas Krishna, 33:17 mampukah Mas Krishna berwakaf Rp100.000 33:20 sekali aja seumur hidup? 33:21 Masyaallah mampu. 33:23 Mampu. Kalau sekali setahun mampu. 33:26 Mampu 33:26 ya. pendengar rasil yang sekian banyak 33:28 10% saja bisa menghasilkan uang yang 33:31 insyaallah cukup menggerakkan 33:33 ee pertanian produktif ini. Gambarannya 33:36 gitu, Pak Kiai. Apa tanggapan, Pak Kiai? 33:38 Iya. Jadi memang kalau berbicara tentang 33:41 seperti tadi ee tanah wakaf banyak, 33:45 kemudian untuk mengolah itu memerlukan 33:47 yang namanya modal. Dan yang kedua 33:49 jangan lupa adalah SDM ya, yang tahu 33:51 tentang teknologi pertanian 33:53 ya. Karena itu namanya bisnis. bisnis 33:55 itu tetap harus ada ee tenaga ahlinya. 33:58 Nah, ee dalam ee ekosistem wakaf itu 34:01 cara untuk mendapatkan modal itu ada 34:03 tiga cara, Pak. Jadi, yang pertama fund 34:05 racing ya. Jadi nazir-nazir yang memang 34:08 berkompeten, yang memang dia amanah ya. 34:10 Jadi nazir itu ee apa namanya? Ngurus 34:14 masjid pun bisa gitu loh. Tapi nazir 34:16 yang kompeten ini adalah nazir yang akan 34:18 mengelola aset-aset yang produktif. Nah, 34:21 yang pertama adalah fund racing dan ini 34:22 sangat banyak dilakukan oleh teman-teman 34:24 yang bergerak di sana. Jadi, buka 34:26 platform kemudian mengajak kepada 34:28 masyarakat untuk mereka berinvestasi 34:31 akhirat, mengajak mereka terlibat untuk 34:34 memberikan ataupun menitipkan harta 34:36 bendanya untuk diwakafkan. Kemudian 34:39 Nazir membuat ee satu model projject ya. 34:42 Jadi sebetulnya ee masyarakat Indonesia 34:45 kan sangat terkenal menjadi masyarakat 34:47 yang dermawan seluruh dunia ya. Terbukti 34:49 dari 2018 sampai 2023 selama 5 tahun itu 34:54 selalu number one ee masyarakat ee 34:57 negara yang paling ee dermawan. Artinya 35:01 bahwa di Indonesia ini projek-projek 35:04 sosial itu rata-rata tidak ada yang 35:05 terhenti ya. Kita lihat masjid dibangun 35:08 di mana-mana itu enggak ada yang enggak 35:09 selesai itu ya semuanya terbangun ya. 35:12 Kemudian yang kedua ee projek-projek 35:14 sosial itu luar biasa ya. Di mana-mana 35:17 bergerak mereka. Nah, khusus untuk kasus 35:19 ini seperti tadi saya sampaikan, kalau 35:21 akan menggerakkan sektor pertanian 35:23 terutama sekarang memang basisnya ee 35:26 organik, Pak. Jadi organik. Kenapa 35:28 organik itu tidak merusak tanah, 35:30 ya. Kemudian yang kedua terjadi e circle 35:34 eh semacam pupuk kandang segala macam 35:37 yang tadinya dianggap bahwa itu sampah 35:39 itu ternyata memberikan manfaat nutrisi 35:41 kepada tanaman gitu loh. Jadi di sinilah 35:43 yang tadi saya sampaikan perlu ada orang 35:45 yang tahu teknologi pertanian sehingga 35:47 tanah ini terawat dengan baik gitu loh. 35:49 Nah ee kemudian setelah ee mempersiapkan 35:53 dengan baik melakukan fund racing ya 35:55 dengan masyarakat ya dan itu juga harus 35:57 ditangani dengan baik. Artinya untuk 36:01 mendapatkan kepercayaan dari masyarakat 36:02 perlu ditangani oleh fund racer yang 36:04 juga bagus. Nah, luar biasanya Rasil, 36:08 Rasil ini bisa menjangkau pendengar yang 36:09 sampai. 36:11 Pak ya itu adalah media yang luar biasa 36:14 bisa menghubungkan sekian ribu orang. 36:17 Yang harus dibangkitkan adalah 36:19 kepercayaan. kami punya projek akan 36:23 membangun ee atau akan meng ee 36:26 mengorganisir ya akan mengelola ee 36:29 sekian ratus tanah ee 36:32 ya sekian ratus hektar tanah 36:34 dengan basis wakaf ya. Nah, dari situlah 36:37 nanti ee sebetulnya sangat diperlukan 36:39 masyarakat pertama transparansi ya bahwa 36:42 apa yang kita lakukan itu masyarakat ee 36:43 bisa mengakses secara mudah dan bisa 36:45 dipertanggungjawabkan. Yang kedua nanti 36:47 adalah akuntabilitasnya Pak ya. 36:49 Masyarakat sangat percaya kalau kemudian 36:52 di radio Rasil nanti lembaga wakafnya 36:54 terpampang layar, Pak. Ya, setiap 36:56 detiknya itu berapa pergerakan tanah ee 36:59 ee apa namanya? Rupiah wakaf ee rupiah 37:02 yang diwakafkan oleh ee para 37:03 pendengarnya semuanya transparan ya. 37:06 Nah, membangun itu yang paling susah. 37:08 Nah, kalau itu sudah jadi ya projject 37:10 kita jelas ya secara bisnis oke, yang 37:14 kedua ada transparansi. Yang ketiga bisa 37:16 mengedukasi dengan masyarakat dengan 37:18 baik. Saya yakin itu akan direspon. Satu 37:21 contoh 37:22 ee salah satu lembaga nazir wakaf yang 37:24 ada di Bandung ya yang sangat inspiratif 37:26 dan sudah tingkatnya corporate ya. Saya 37:29 mohon ee fatihahnya kepada para 37:33 pendengar. Hari ini direkturnya 37:34 meninggal. Inillah 37:35 sangat inspiratif ya untuk Pak Asep 37:38 Irawan 37:39 ya. Kita bacakan ee Fatihah 37:42 tadi malam beliau meninggal jam 0.00. 37:43 Mudah-mudahan beliau husnul khatimah. 37:46 Yang kedua, semua amalan ee dalam dunia 37:49 wakaf ini akan menjadi amal jariah 37:50 beliau. 37:51 Amin. 37:52 Lahul fatihah. 37:57 Alhamdulillahilaminah. 38:09 Amin. Ya Allah. Alhamdulillah. Beliau 38:11 tadi sudah dibawa sampai ke kelihatannya 38:13 mau dibawa ke Lampung ya, mau dimakamkan 38:15 di sana meninggal jam .00. Kami secara 38:17 nasional sedang berduka dengan ee 38:19 beliau. Tapi sebetulnya kami merasa 38:21 bersyukur juga karena beliau pahalanya 38:23 pasti sangat banyak 38:24 ya karena beliau betul-betul menjadi 38:26 pejuang wakaf. Nah, saya lanjutkan bahwa 38:29 ee satu contoh tadi bahwa ketika awal ee 38:32 Nazir ini bergerak untuk melakukan fund 38:34 racing itu ee melepas satu sertifikat 38:36 itu cuma ee Rp1 juta, Pak. Tapi mereka 38:40 sudah punya planning bisnis. 38:41 Oke 38:41 ya. Planning bisnis. Sekarang satu 38:44 sertifikat wakafnya itu harganya sudah 38:47 25 juta. 38:49 Mereka sekarang sedang membangun projek 38:50 di Lembang itu membangun suatu ee hall 38:53 atau satu auditorium yang di pinggirnya 38:56 itu mall. Di belakangnya itu untuk 38:58 bisnis glamping, Pak. 38:59 Hm. 39:00 Itu memakan Iya, betul. Memakan modal 39:02 tidak kurang dari mungkin sekitar 500 39:03 miliar habis itu ya. itu nazir corporate 39:07 dan ternyata terbiayai sampai hari ini 39:09 gitu loh. Artinya karena apa? Sangat 39:12 simpel. Orang datang ke kantornya di 39:14 situ ada satu layar bergerak itu. 39:17 Heeh. 39:17 Jadi hari itu yang berwakaf melalui 39:19 wakaf uang itu tercatat semua muncul di 39:21 layar itu semua sehingga orang semuanya 39:23 bisa melihat dan ee secara akuntabilitas 39:26 itu mereka selalu diaudit secara 39:28 profesional sehingga masyarakat 39:30 betul-betul percaya. Dan kemudian ee 39:34 kalau tadi saya bilang bahwa yang 39:35 pertama adalah melakukan funcing, yang 39:37 kedua bermitra para pendengar sekalian 39:40 kalau wakif itu hanya punya tanah, oke 39:42 kita bermitra secara bisnis ee dengan 39:45 para pebisnis, para investor yang mereka 39:48 punya kepentingan. Satu contoh di situ 39:50 cocoknya untuk daerah pariwisata ya. 39:52 Saya punya tanah posisinya pinggir 39:54 jalan, itu daerah pariwisata. Datangkan 39:57 pengusaha hotel gitu loh. Kita nanti 39:58 deal-dealan ada model-model e 40:00 model-model bisnisnya. ee wakifnya nanti 40:03 dihitung tanahnya berapa, nanti yang 40:04 pengusaha hotel tadi hitung-hitungan 40:05 modalnya berapa. Nah, nanti ketika sudah 40:07 untung bagi hasil sesuai dengan 40:09 persentase keikutsertaan gitu loh. Nah, 40:12 nanti nazir yang punya yang memegang 40:15 tanah ini hasilnya adalah jangan lupa 40:17 10% hak nazir untuk mengelola di dalam 40:20 revisi undang-undang yang baru itu akan 40:21 dinaikin jadi 20% Pak 40:23 ya dari hukum 40:24 dari ee yang akan di Iya. dari 40:26 manfaatnya itu. Nah, nanti selain itu 40:29 yang 40% rata-rata itu nanti akan 40:32 dikembangkan untuk pengembangan nazir 40:34 supaya bisa bisnisnya lebih berkembang 40:35 pesat dan jangan lupa 50% itu 40:38 disedekahkan. Jadi wakaf itu spiritnya 40:40 adalah memberikan manfaat 40:41 sebanyak-banyaknya kepada masyarakat 40:43 khususnya umat Islam. 40:45 Nah, itu model yang kedua bermitra dan 40:47 model yang terakhir adalah bentuknya 40:48 investasi ya. Jadi melalui investasi ee 40:52 wakaf modern di bidang industri keuangan 40:54 syariah ya. Jadi itu juga bisa 40:56 dilakukan. Nah, yang paling mungkin 40:58 Radio Rasil pendengarnya segitu banyak 41:00 melakukan fund racing ya. Siapkan 41:03 projjectnya yang betul-betul ee bisa 41:05 dipertanggungjawab secara bisnis, 41:06 dikomunikasikan dengan masyarakat, 41:08 kemudian transparan dan akuntabel. Itu 41:10 baru e. 41:11 Baik, baik. Ini menarik sekali, Pak 41:12 Kiai. 41:13 Ee kita memang ada beberapa kecil-kecil, 41:15 kita mulai kecil dulu, Mas Krishna 41:17 beberapa projek e pertanian khususnya 41:20 ya, 41:21 mungkin nanti sayur mayur, kemudian ada 41:23 talas, Pratama, macam-macam. Kita akan 41:25 buatkan dulu programnya. Kita jelaskan 41:27 kepada 41:28 ee calon-calon wakif 41:30 dan hasilnya nanti kita akan update 41:32 setiap pekan kalau perlu. 41:33 I siap. 41:34 Baik. Ini ada yang tanya nomor 41:35 teleponnya Pak Safril nih. Pak Herman. 41:38 Pak Herman 41:39 salang dicatat Pak Herman ya. Dan juga 41:41 Pak Agus ada eh Pak [tertawa] ada yang 41:43 nanya nomor Pak Kiai Agus ini. Ini Pak 41:46 Safril ya. Silakan dicatat sama Pak 41:48 Safril ya. Tadi ada yang tanya 0816 41:53 sudah. Kemudian 855, 41:57 kemudian 488 41:59 0816 42:01 kemudian 855 42:05 488 Bapak Safril Lubis. Kemudian Bapak 42:08 kalau Pak Kiai ada di situ kan? Iya. Ada 42:10 0819 42:12 i 42:12 ee 3 6 42:16 kemudian 62 kemudian 99 42:20 44 42:21 I 42:21 0819 42:23 36 42:26 9944. 42:28 Bapak Dr. Ir. K. H. Agus Priatno dari 42:33 BWI. Oke, ini ada yang bertanya, "Pak 42:37 Kiai, apakah ada pendidikan untuk Susuk 42:40 Nazir?" 42:41 Iya, ada. Namanya adalah ee 42:46 kalau sekarang namanya adalah 42:47 sertifikasi nazir wakaf kompeten. Jadi, 42:51 ee pendidikannya itu ee kita pelatihan 42:53 Lemdiklat selama 2 hari. 42:54 He. 42:55 Ee dari mulai jam 08.00 sama standar 42:57 sampai jam [berdehem] . 42:58 itu ee nanti silakan dibuka ee 43:01 website-nya BWI. Ada pelatihan-pelatihan 43:03 biasanya selama setiap 2 minggu ada 43:06 pelatihan, Pak. Kita buka 43:07 pelatihan-pelatihan ya dan ini diikuti 43:09 dari seluruh Indonesia. Kemudian nanti 43:11 setelah mengikuti LMDAT akan ada ases ee 43:14 sertifikasi atau ujian asesmen. 43:16 Jadi nanti untuk dinyatakan bahwa nazir 43:18 tersebut kompeten atau tidak akan diuji 43:20 dulu oleh lembaga sertifikasi profesi. 43:22 Jadi ini betul-betul lembaga profesi 43:25 yang akan mengetes apakah nazir itu 43:27 memang kompeten atau tidak. 43:28 Apa kecakapannya atau kejujurannya 43:30 semuanya. Ya. Jadi e nanti akan 43:33 disampaikan di situ tentang fikihnya, 43:35 tentang regulasinya, termasuk tadi ee 43:38 untuk etika bisnisnya. He. 43:40 Jadi kita ini harus menjaga kepercayaan 43:41 akan disampaikan di situ dan sudah 43:43 terbukti nazir-nazir yang memang mereka 43:46 amanah, mereka ee profesional itu 43:50 berkembangnya pesat ya. Jadi seperti 43:52 itu. 43:53 Asalamualaikum, Pak Kiai mau tanya, 43:54 apakah wakif bisa juga sekaligus sebagai 43:57 nazir? Bisa enggak? 43:58 Oh, bisa. 43:59 Oh, bisa. 43:59 Bisa, bisa, bisa. Jadi seperti tadi saya 44:02 sampaikan bahwa ketika ee wakif sekali 44:05 sekaligus menjadi nazir itu nanti adalah 44:07 bahwa ee wakif itu menitipkan dalam satu 44:11 jenis model wakaf namanya ahli wakaf 44:14 ahli atau ahli duri ya. Wakaf ahli atau 44:16 zuri yaitu kepada keluarga ya. Jadi 44:19 kalau mau seperti itu ee nanti dibentuk 44:22 nazirnya dulu ya. Dibentuk nazirnya tapi 44:25 nanti secara syariat terputus. Artinya 44:27 terputus. Begitu nanti wakif menyerahkan 44:29 harta bendah ee bandanya kepada nazir, 44:32 maka nazir ini yang nanti selanjutnya 44:34 berhak mengelola. 44:35 Ya, wakafnya sudah putus. Jadi, wakif 44:37 tadi sudah putus haknya. 44:38 Pemilikannya sudah putus, 44:39 sudah putus diserahkan kepada nazir dan 44:41 nazir ini yang nanti akan mengelola 44:42 begitu. Tapi manfaat masih bisa di 44:45 diperoleh oleh 44:46 manfaatnya bisa nanti umpamanya yang 44:48 bersangkutan punya keluarga ee yang 44:50 memiliki pesantren atau punya anak-anak 44:53 yang masih harus bisa dibiayai 44:55 pendidikannya nanti akan dibiayai dari 44:56 situ dari pengelolaan e wakafnya dari 44:59 nazir. 44:59 Ini Pak Sapri ngasih usul bagaimana 45:01 kalau mengadakan arisan online dihasil 45:05 500 sampai R juta per bulan kan bisa 45:09 membantu yang membutuhkan juga seperti 45:11 saya sekarang. Yang penting saling 45:13 kepercayaan. Bagaimana ini? Silakan. 45:15 Iya. Tentu saja kalau itu arisan artinya 45:18 arisan itu kan menghimpun dana kemudian 45:21 dimanfaatkan secara bergiliran. 45:23 Ini tentu bisa saja. Tetapi dalam 45:26 konteks wakaf ya ini kalau sudah 45:30 diserahkan wakaf itu maka itu terputus 45:33 kepemilikannya menjadi milik Allah. 45:35 Iya. 45:36 Hasil dari wakaf ini dimanfaatkan 45:39 secara produktif memberi hasil. Nah, 45:41 hasil ini yang bisa dibagi 45:44 ya. Karena kalau uang arisan itu akan 45:48 habis yang kita tabung itu yang kita 45:52 dapat tetapi nilainya bukan nilai 45:55 jariah. 45:56 Nah, sehingga kalau saran saya mari kita 45:59 buat ee tabungan dalam bentuk wakaf. Per 46:03 wakaf uang wakaf ini kita kelola 46:06 bersama-sama secara transparan untuk 46:09 kegiatan-kegiatan produktif. 46:11 Hasil dari produktif ini kita gunakan 46:14 membantu yang membutuhkan sekali gitu, 46:16 Pak Kiai. 46:16 Betul. Betul. Betul. 46:17 Dan dengan demikian nilai amal jariahnya 46:20 dapat. 46:21 Iya. 46:22 Produktivitas dari pemanfaatan uang itu 46:24 juga tepat. 46:26 Hasilnya juga bermanfaat bagi 46:29 penanggulangan kemiskinan ataupun 46:31 membantu orang-orang yang kesulitan. Ada 46:33 seorang pendengar yang bertanya, 46:35 "Bisakah saya pinjam uang dari koperasi? 46:38 Adakah koperasi Rasil?" 46:40 Nah, pertanyaan seperti ini seogianya 46:42 adalah adakah hasil dari wakaf yang 46:47 dimanfaatkan sehingga mampu membantu 46:50 saudara-saudara kita yang seperti ini? 46:52 He. 46:53 Jadi, bukan minjam uang dari koperasi. 46:55 Karena kalau meminjam apalagi 46:57 ditambahkan bunga dan sebagainya menjadi 46:59 riba yang akan 47:01 menjadi masalah besar itu Pak Kiai. 47:03 Nah, jadi dari pandangan saya Mas 47:05 Krishna 47:07 mari kita gulirkan wakaf ini dan Rasil 47:10 sendiri pun perlu memperbaiki 47:12 mekanisme lembaga wakafnya Pak Kiai. 47:15 Kita nanti akan buatkan program sekecil 47:17 apapun program itu terlihat jelas kita 47:19 paparkan kepada pendengar pemirsa. I 47:22 kalau nanti terkumpul uang wakaf, kita 47:25 gunakan wakaf ini untuk keperluan modal 47:27 kerja, hasilnya bagaimana, 47:30 pengembaliannya bagaimana, 47:32 dan seterusnya gitu, Pak Kiai. 47:33 Betul, betul, betul. 47:34 Baik, gitu kurang lebih tanggapannya Mas 47:36 Krishna. 47:38 Maaf tadi saya belum sempat mencatat 47:40 nomor telepon Pak Safril. Oke, saya 47:42 ulang lagi ya. 0816 47:45 kemudian 47:46 855 47:48 488 47:50 0816 47:52 kemudian 855 47:54 488. 47:56 Pak K yang mau tanya kalau untuk ee 47:58 rumah kos bisa untuk diwakafkan tidak? 48:01 Boleh. Jadi ee tanah dan bangunannya 48:06 diwakafkan. 48:08 Kemudian nanti hasil dari perolehan ee 48:11 penarikan biaya cost itu dijadikan untuk 48:14 ee sumber dari 48:16 ee sedekah. Jadi nanti artinya ketika 48:19 nanti kos tadi sudah dijadikan wakaf 48:21 berarti itu sudah miliknya Allah 48:23 Subhanahu wa taala. 48:24 Nah, sudah lepas kepemilikan kemudian 48:26 nanti hasilnya disedekahkan kepada 48:29 masyarakat yang memerlukan. Jadi itu 48:31 luar biasa. Ee tapi seandainya juga 48:34 nanti tidak seluruhnya juga enggak 48:35 apa-apa. Artinya nanti sebagian dari 48:37 hasil itu dikembangkan lagi supaya rumah 48:38 kosnya tadi tidak terhenti, harus 48:41 diproduktifkan lagi. Ee 40% itu nanti 48:44 diinvestasikan lagi untuk membebaskan 48:45 tanah sampingnya. Jadi nanti bertumbuh 48:48 gitu. 48:48 Bertumbuh. Nah, nanti bagaimana dengan 48:51 menggaji para kan pasti membutuhkan 48:53 untuk yang bagian kebersihan, 48:56 memaintenance untuk ee sarana yang ada 48:59 di dalam itu diambilkan nanti dari 10% 49:02 sampai 20% dari keuntungan tadi, dari 49:05 setoran uang cost tadi digunakan untuk 49:07 operasional ya. Dan ini luar biasa 49:09 artinya bahwa dari hasil kelolaan cost 49:12 ini akan menjadi amal jariah bagi yang 49:14 punya ya. Nah, itu nanti silakan kalau 49:17 mau seperti itu ee lebih bagus nanti ee 49:20 apa namanya menjadi nazir profesional 49:22 sekalian aja supaya nanti berkembang 49:24 rumah kosnya. Oke, 49:25 gitu. 49:25 Pak Ki, apakah saya bisa datang ke BWI 49:27 dan memilih ee ee saya punya uang 49:31 memilih tempat-tempat yang bagus untuk 49:34 untuk berwakaf gitu. 49:35 Oh, iya silakan. Di sana ada namanya 49:36 lembaga kenaziran. Informasi banyak di 49:38 sana. Nanti akan diberikan penjelasan. 49:41 Bisa pirip-pirip boleh ya? 49:42 Iya, betul. 49:43 [tertawa] 49:44 Ya. Ya. Sekarang sudah banyak 49:45 platformnya sudah banyak. Silakan. 49:47 Oke. Ini ada yang tanya alamatnya BWI di 49:50 mana? 49:51 Badan Wakaf Indonesia. Di mana wakaf 49:53 alamatnya? 49:54 Di ya di pintu utama Taman Mini 49:55 Indonesia sebelah kanan. He 49:57 ya. Jadi nanti kalau di kalau pakai HP 50:00 juga dibuka aja di Google searching ee 50:03 BWI ee Taman Mini gitu ya. Nanti akan 50:05 muncul alamatnya lengkap, nomor 50:07 teleponnya juga ada, website-website-nya 50:09 juga ada semua di situ. 50:10 Apa aja yang bisa didapat di sana atau 50:12 pelayanan apa aja yang bisa didapat di 50:13 sana? 50:13 Iya, kalau yang pertama biasanya yang 50:15 paling banyak itu konsultasi 50:17 ya, orang yang mau berwakaf bagaimana 50:18 caranya. Kemudian nanti yang kedua 50:21 seandainya kami punya tanah wakaf 50:22 kepengin difungsikan seperti apa nanti 50:24 ada divisi yang menangani 50:25 He. 50:26 Atau juga ada yang bersengketa, Pak. Ini 50:27 juga banyak 50:28 sengketa wakaf 50:30 ya. Sengketa wakaf itu banyak ee lumayan 50:32 banyak ya. Artinya ada orang tua yang 50:34 sudah mewakafkan, kemudian anak-anaknya 50:36 secara ekonomi kurang beruntung. 50:38 Ee kemudian karena kebetulan belum 50:40 disertifikatkan 50:41 anak-anaknya mengalihkan kepengin jadi 50:44 milik lagi kemudian di petak-petak 50:46 diwariskan. Nah, itu kemudian digugat 50:48 oleh nazirnya karena itu sudah 50:49 diwakafkan. Nah, seperti itu. 50:51 Jadi ada beberapa kasus. 50:52 Kalau Anda yang ingin berwakaf melalui 50:54 darasil bisa dialamatkan ke lembaga 50:57 wakaf silaturahim. 50:58 Iya. BSI 22 2 22nya 4 * 30307. 51:05 Nah, BSI 2 4 * 222 51:10 3307 51:13 atas nama Lembaga Wakaf Silaturahim. 51:17 Ee 51:19 ada yang tanya lagi ee 51:23 apakah saya bisa mendapat edukasi 51:25 mengenai wakaf untuk ee perkebunan? 51:29 Perkebunan? Iya. 51:30 Ada ya? 51:31 Sudah banyak sekarang yang mereka ada di 51:33 lokasi daerah mana? Nanti kalau ee bisa 51:35 menghubungi saya nanti saya tunjukkan ee 51:37 yang terdekat yang sudah ee mengelola 51:41 perkebunan yang berbasis wakaf. Bahkan 51:42 sekarang ada hutan wakaf. 51:44 Oh, hutan wakaf. 51:44 Iya. ada hutan wakaf di Bogor Barat. 51:46 Dimanfaatnya apa, Mas? 51:47 Dimanfaatkan untuk mereka ee 51:50 mensedekahkan oksigen untuk kehidupan. 51:52 Oh, masyaallah. 51:53 Jadi, sedekahnya adalah oksigen. 51:55 Iya, karena itu kan hutan memproduksi 51:57 oksigen dan itu yang mereka sedekahkan. 51:59 Tapi sekarang sedang diproses untuk 52:01 menjadi sarana wisata edukasi sekalian. 52:03 Berapa luas itu? 52:05 Luasnya kalau tidak salah di catatan 52:07 kami sekitar 10 hektar. 52:08 Oh. 52:09 Tapi ini memang baru satu gerakan yang 52:11 kemarin kita sempat lakukan seminar 52:12 bersama. Mereka akan mengajak kepada 52:15 pihak-pihak yang terkait dengan hutan 52:17 itu untuk bersama-sama bergabung. Mereka 52:19 punya namanya mosaik itu. 52:20 I 52:21 ee Pak Kiai, apakah dari agama lain 52:23 boleh berwakaf? 52:24 Boleh. 52:25 Tegas boleh. 52:26 Oh, boleh. 52:26 Boleh. Boleh. Boleh. 52:28 Statusnya bagaimana itu? 52:29 Ya, mereka statusnya bukan sebagai orang 52:31 yang wakif seperti kita, tapi mereka 52:33 adalah orang yang punya jiwa sosial. Ya, 52:36 mereka punya jiwa sosial. Kalau soal 52:38 pahala atau tidak kan bukan urusan kita, 52:40 urusan Allah Subhanahu wa taala. Tapi 52:41 dia adalah orang yang berjiwa sosial. 52:43 Nanti harta wakafnya akan digunakan 52:44 untuk kebermanfaatan. 52:46 I 52:46 ya. Jadi banyak yang sekarang sudah 52:48 begitu. 52:48 Jadi mereka kepengin berwakaf. Bahkan 52:50 kita lihat di Bank Muamalat itu banyak 52:52 mereka itu kan ee nasabah-nasabah yang 52:55 dari nonmuslim. Saya banyak ketemu. 52:57 Eah sebagian dari mereka juga kemudian 52:59 menzakatkan sebagian dari 53:00 harapan mereka apa? 53:01 Harapan mereka kepengin ee kepengin 53:03 menjadi orang yang ee yang bisa berderma 53:06 untuk masyarakat. Sebab ada orang-orang 53:08 yang ketika mereka sudah memiliki harta 53:10 merasa bahagia ketika bisa membahagiakan 53:12 orang lain gitu loh. Jadi itu enggak 53:14 bisa kita ingkari hati nurani kita 53:16 ketika kita sudah berpunya kita kepengin 53:18 supaya hartanya itu memang bisa 53:19 dimanfaatkan untuk masyarakat gitu loh. 53:21 Nah, itu banyak sekarang. 53:23 Sama seperti apakah wakaf boleh ee 53:25 digunakan maukuf alehnya nonmuslim? 53:27 Boleh. Ketika terjadi kemarin gempa di 53:30 daerah Cianjur ya sebagian dari yang 53:32 terkena gempa itu nonmuslim. He 53:34 wakaf e BWI turun ke sana dan mafhnya 53:37 mereka semua gitu. Enggak apa-apa, 53:38 enggak masalah gitu loh. Yang tidak 53:40 boleh nazir. Nah, kalau nazir harus 53:42 muslim. 53:43 Karena mereka harus tahu tentang 53:44 syariat, tentang fikih. Nah, itu harus 53:46 muslim. Itu aja. 53:47 Asalamualaikum, Pak Kiai. Pak Kiai, para 53:50 teman saya pernah memakafkan tanahnya, 53:52 tapi sampai sekarang tanahnya masih 53:54 begitu-begitu saja, tidak digarap. 53:56 Bagaimana menurut Pak Kiai ini? 53:57 Iya. Eh kalau menurut wakif bahwa ee 54:01 nazir ini tidak begitu amanah atau 54:04 kurang 54:05 produktif, 54:05 kurang produktif lah ya bisa dilaporkan 54:07 kembali ke KUA minta dipindahkan 54:09 nazirnya ya. Jadi secara 54:11 tidak bisa berubah lagi dari 54:13 wakafnya tetap harus wakafnya tidak 54:14 berubah statusnya hanya nazirnya saja 54:16 yang dipindahkan. 54:16 I 54:17 Oh boleh itu ya 54:17 boleh boleh nanti kalau enggak bersedia 54:19 [tertawa] 54:20 enggak kalau secara hukum dia ada 54:22 aturannya Pak. Memang ada aturannya di 54:24 dalam peraturan BPI. Apabila ada nazir 54:26 yang memang tidak ee tidak amanah dan 54:29 menelantarkan tanah, maka silakan 54:30 dilaporkan nanti koordinasi antara KUA 54:33 dengan ee pengurus BWI yang ada di 54:36 kabupaten, provinsi nanti akan 54:37 dipindahkan. Wakafnya tetap tapi hanya 54:40 dipindahkan hasirnya yang amanah nanti. 54:42 Itu itu lebih baik. 54:43 Mungkin ya mungkin yang sedikit berbeda 54:45 Pak Kiai. Dulu kita misalnya misalnya 54:47 wakaf itu dulu ada rencana membangun 54:49 rumah sakit 54:50 ya. Tetapi kemudian rencana membangun 54:52 rumah sakit itu batal. 54:54 Iya. 54:54 Nah, bisakah uang wakaf ini 54:57 Heeh. 54:57 dialihkan ke kegiatan wakaf lain? 55:00 Katakanlah menjadi wakaf pertanian 55:02 seperti itu. 55:03 Tergantung akad, Pak. Kalau akadnya 55:06 adalah wakaf uang, ya. 55:07 Wakaf uang ini wakaf uang. 55:08 Iya. Kalau wakafnya wakaf uang kemudian 55:10 disebutkan nazir boleh. Tapi kalau wakaf 55:12 melalui uang tidak boleh. 55:14 Oke. Oke. Oke. 55:14 Gitu. 55:15 Kenapa? Karena pada saat nanti wakaf 55:16 melalui uang itu objek wakafnya sudah 55:18 jelas. Ini bikin rumah sakit. Akadnya 55:20 berarti memang bikin rumah sakit gitu 55:22 loh. Nazir enggak boleh ngerubah. Tapi 55:24 apabila wakafnya adalah wakaf uang 55:26 dititipkan kepada nazir terserah nazir 55:28 Pak. Mau investasi ke mana silakan 55:30 karena yang diwakafkan adalah uangnya. 55:33 Nah, kalau Pak Kiai wakaf yang semula 55:35 adalah misalnya untuk membangun rumah 55:37 sakit. 55:37 Iya. 55:38 Ternyata rencana pembangunan itu batal. 55:40 Apa yang dilakukan? 55:41 Yang harus dilakukan yang pertama adalah 55:43 bahwa nazir itu kan seperti manajer 55:45 investasi. 55:46 Iya. ya harus kembali untuk mengevaluasi 55:48 kira-kira masalahnya di mana ya. Apakah 55:51 masalahnya adalah kekurangan modal. 55:53 Kalau masalahnya kekurangan modal 55:54 berarti harus cari mitra ya. Kalau 55:57 masalahnya adalah bahwa secara marketing 55:59 kelihatannya tidak punya prospek 56:01 ya tidak realistis lah. 56:03 Tidak realistis karena membangun rumah 56:04 sakit di tempat yang barangkali tidak 56:06 strategis 56:07 ya kan dan lain sebagainya. Maka nazir 56:09 harus bertanggung jawab. Kalau harus 56:11 dirislah risalah kita hindari. Kalau 56:13 bisa memang risilah itu dihindari. Tapi 56:15 kalau memang ada alasan tertentu yang 56:17 secara syariat untuk kebermanfaatan itu 56:20 nanti justru tanah menjadi tidak 56:21 berguna, maka boleh dirislah. 56:24 Cuma syaratnya harus diproses ya kan. 56:26 Tanah wakaf itu prosesnya enggak simpel 56:28 ya. 56:28 Nah, kalau wakaf uang yang tadinya 56:30 diikrarkan mau membangun rumah sakit 56:33 ternyata rumah sakitnya tidak jadi 56:34 dibangun, apa yang perlu dilakukan? 56:36 Iya, kalau bagi wakif ee wakafnya sudah 56:40 pasti adalah sudah tercatat sebagai amal 56:42 jariah. 56:42 I 56:43 ya. Tetapi kalau kemudian masalahnya 56:45 adalah bahwa ternyata rumah sakit 56:46 kemanfaatannya berubah gitu. 56:48 Betul. Kemanfaatannya berubah. Maka 56:49 sekali lagi itu adalah tanggung jawabnya 56:51 Nazir. 56:52 Baik. 56:52 Ee makanya sekali lagi 56:55 boleh dibelokkan kalau itu wakaf uang 56:57 diinvestasikan boleh dibelokkan. Makanya 56:59 tadi saya sampaikan apakah wakaf melalui 57:01 uang atau wakaf uang. Kalau wakaf uang 57:04 itu se semuanya adalah tanggung jawab 57:06 nazir. Nanti di akhirat itu akan dihisab 57:08 sama malaikat. 57:09 Penting bermanfaat. 57:10 Yang penting harus bermanfaat karena 57:11 memang sifatnya investasi. 57:12 Iya. Iya. Baik, selanjutnya dari Bapak 57:15 eh Ibu Ibu Mariori di Kaliwata. 57:17 Asalamualaikum, Pak Kiai. 57:19 Mau tanya kalau mau wakaf rumah tapi 57:21 setelah mati siapa yang menanggung biaya 57:24 notaris, PBB dan lain-lain sebagainya? 57:26 Ya. Ee kalau ini ee semuanya adalah dari 57:29 wakif ya, karena memang wakif itu harus 57:32 menyelesaikan sampai bahwa kondisi wakaf 57:35 tadi sudah sah diserahkan kepada 57:37 kan perlu biaya itu. 57:38 Iya. Kalau umpamanya ada ahli waris ya 57:41 berarti ahli warisnya yang harus 57:43 menyelesaikan 57:44 sebelum itu diwakafkan. 57:45 Iya. Sebelum diwakafkan diselesaikan 57:47 dulu karena wakaf itu tidak boleh 57:48 bermasalah. 57:49 H. 57:50 Jadi tanah wakaf ataupun apa yang mau 57:51 diwakafkan tidak boleh meninggalkan 57:53 masalah. 57:54 Tidak boleh sengketa sama sekali. Itu 57:55 pasti akan ditelisik dulu sengketa atau 57:57 tidak. Clear ya. 57:59 Betul. Yang kedua, apakah peruntukannya 58:01 daerah itu juga kalau peruntukannya 58:02 bukan untuk umpamanya ini kemarin di 58:04 Bali para pendengar ada satu tanah wakaf 58:07 ingin dibangun masjid tapi sampungnya 58:09 pure 58:10 gitu loh. Masyarakat Bali tidak setuju 58:11 ada berdampingan ada masjid dengan pure 58:14 gitu. Nah, kan jadi masalah. Kemudian 58:16 kita musyawarahkan, akhirnya kita risah 58:18 gitu. Karena kalau didirikan di situ 58:20 bermasalah 58:21 juga. Bermasalahan masalah. 58:22 Betul. Dan Islam itu kan rahmatan lil 58:24 alamin. Wakaf ini harus menjadi rahmat 58:25 bukan jadi sumber masalah. 58:27 Akhirnya kita dengan ATBN segala macam 58:30 kita harus selesai akhirnya. Jadi sekali 58:33 lagi wakaf itu adalah rahmat. 58:34 Pak Kiai saya ingin mewakafkan ikan yang 58:36 banyak saya masukkan saya cemplung ke 58:38 danau 58:40 biar bisa dipancingkan. Tapi bisa enggak 58:41 wakaf ikan? 58:42 Sedekah itu namanya. 58:43 Oh sedekah. 58:43 Iya karena ikan kan ee siklusnya pendek 58:47 ya. Syaratnya wakaf. Kalau menurut ee 58:51 apa namanya? Fatwa dari MUI minimal kan 58:53 1 tahun lah. Ikan ini kan habis dimakan 58:54 selesai jadi sedekah [tertawa] 58:56 ya. kecuali nanti begini caranya 58:58 karena ikannya berkembang itu. 58:59 Iya betul. Tapi kan maksudnya begini 59:01 kalau mau diwakafkan ikannya berarti 59:02 nanti begini wakaf itu diuangkan dulu, 59:06 nanti uangnya ditanamkan lagi. Tapi 59:07 berarti ini adalah bahwa ini bukan wakaf 59:09 ikannya 59:10 ya, tapi wakaf dari nanti hasil 59:12 penjualan ikannya yang diwakafkan 59:13 uangnya gitu 59:15 lah. Kalau ikannya dimakan habis selesai 59:18 habis. Dan ini niat wakif tadi ikannya 59:21 dimasukin ke danau dengan niat menjadi 59:23 wakaf. 59:24 Iya. Nah, ini berarti kan ikannya tidak 59:26 bisa dikelola Pak Kiai. 59:28 Iya. Iya. Masalahnya nanti adalah bahwa 59:30 wakaf itu kan harus abadi. 59:31 I 59:31 kita enggak tahu loh masukin nikah nanti 59:33 tahu tuh tiba-tiba ada mati kemudian 59:35 nanti terkena kayak kemarin yang di 59:37 Bendungan mana tuh di atas itu mati 59:38 sampai ribuan sampai ratusan ton. Itu 59:41 kan enggak bisa dimitigasi resiko. 59:43 Kenapa tidak 59:44 tidak bisa disateskan wakaf? Karena 59:45 enggak di enggak bisa dimitigasi 59:47 resikonya. Alam semesta kan susah. 59:49 F majornya sangat besar. Kecuali kecuali 59:52 Pak ya. kemudian diserahkan kepada nazir 59:55 ya, Pak. Saya wakafkan ini e tolong 59:58 dikelola yang baik. Nah, Nazir tadi 59:59 kemudian menjadikan ini adalah sebagai 1:00:01 bagian dari investasi 1:00:03 ya. Oke. 1:00:04 Diuangkan dulu nanti dirupiahkan Bapak 1:00:06 ee mewakafkan ikan ini kami jadikan 1:00:10 rupiah. Nanti rupiah ini akan kami 1:00:11 kelola. 1:00:12 Iya. I 1:00:13 gitu kira-kira 1:00:13 ini Anda mau makfkan e cincin, gelang, 1:00:16 emas itu bagaimana caranya? 1:00:17 Nah, itu boleh. Kalau itu kan istilahnya 1:00:19 kan adalah harta harta yang ee bergerak. 1:00:22 silakan enggak apa-apa kalau itu bisa di 1:00:24 masalah nilainya bagaimana itu? 1:00:25 Iya. Jadi kalau memang kalau emas itu 1:00:27 tidak bisa menjadi produktif ya emas itu 1:00:31 tidak bisa produktif. Jadi kalau mau 1:00:32 diwakafkan ya silakan tapi tidak bisa 1:00:33 produktif ya nanti hanya mengikuti 1:00:35 perkembangan harga emas aja 1:00:37 ya dari seperti itu 1:00:38 kecuali sudah diikrarkan silakan jual 1:00:40 begitu. 1:00:41 Iya sebetulnya kalau paling enak itu 1:00:43 silakan dijual terus nanti supaya 1:00:45 menjadi bagian yang produktif 1:00:46 diinvestasikan aja 1:00:48 itu lebih bermanfaat. Banyak sekali 1:00:50 pertanyaan kami ya [tertawa] karena juga 1:00:51 tapi banyak juga nanya nomor telepon 1:00:53 tadi belum sempat mencatat katanya. Ini 1:00:55 sekali lagi terakhir ya sebelum kami 1:00:57 tutup nomor telepon Pak Safril adalah 1:01:01 0816 1:01:03 kemudian 855 1:01:06 488 0816 1:01:09 8548. 1:01:12 Kalau nomor telepon Pak Kiai Agus adalah 1:01:14 0819, 1:01:16 kemudian 36 kemudian 62 kemudian 99 1:01:22 44 kemudian lembaga wakaf ee silaturahim 1:01:26 nomor rekeningnya BSI 222nya 4 kali 1:01:30 30307 1:01:33 222 3307. 1:01:36 Kalau orang transfer ke sini tidak ada 1:01:37 penjelasannya untuk apa? Untuk apa, 1:01:39 enggak apa-apa, Pak. ee harus 1:01:41 dinyatakan. Jadi bagian dari ikrar wakaf 1:01:44 itu adalah di samping mengirim uangnya 1:01:47 juga menyatakan peruntukannya. 1:01:49 Peruntukan Pak 1:01:50 I paling sederhana adalah untuk wakaf 1:01:52 silakan manfaatkan itu akan dengan 1:01:55 wakafnya jelas. I. 1:01:56 Dan sebagai penutup mungkin Mas Krisna 1:01:58 dan Pak Kiai ee wakaf ini akan mampu 1:02:03 menggerakkan ekonomi umat 1:02:05 menanggulangi kemiskinan. Tetapi kita 1:02:08 harus bersama-sama ya, Pak Kiai. 1:02:10 Dan kepada pemirsa pendengar kami 1:02:13 ee berharap dengan izin dan pertolongan 1:02:16 Allah silakan 1:02:19 menjadi wakif. Artinya berwakaf. Berap 1:02:22 pun uangnya silakan berwakaf. Berapaan 1:02:25 uang? Uang R. 1:02:26 Uangnya mau R.000 juga boleh. [tertawa] 1:02:28 Betul. Sudah jadi wak jadi wakaf. 1:02:30 Asal diikrarkan sebagai wakaf. 1:02:32 I [mendengus] 1:02:33 ya. Ikrarkan sebagai wakaf. Nanti itu 1:02:36 insyaallah akan kita kelola. Apalagi 1:02:39 sekarang dengan usaha meningkatkan 1:02:42 produktivitas pertanian. Banyak yang 1:02:44 kita bisa lakukan dari wakaf para 1:02:46 pendengar sekalian, para pemirsa ya. 1:02:49 Nah, dengan niat sebagai wakaf kemudian 1:02:53 kita insyaallah akan gerakkan dengan 1:02:55 baik. 1:02:56 Programnya akan kita jelaskan yang pada 1:02:59 kesempatan berikutnya, Mas Krisna. Dan 1:03:01 sehari-hari di luar acara wakaf pun 1:03:03 masih bisa kita jelaskan. Dan kita juga 1:03:05 akan membahas, Pak Kiai satu ee forum 1:03:08 group discussion 1:03:10 pada tanggal 6 September ini untuk ee 1:03:13 menggerakkan ekonomi umat. Salah satu di 1:03:15 antaranya harapannya adalah 1:03:17 bisa meningkatkan wakaf. Oke, 1:03:19 jadi gambarannya kurang lebih begitu, 1:03:21 Mas Kna. 1:03:21 Baik pendengar kita akan jumpa lagi 1:03:23 acara Bincang Wakaf ini pada bulan 1:03:25 September di Kamis ketiga. Kamis ketiga 1:03:28 di bulan September ya. 1:03:30 Terima kasih Pak Kiai Agus, Pak Spril, 1:03:34 e saya Muhammad Krishna Ondi Saputra dan 1:03:37 juga Algi. Mohon pamit. Wabillahi taufik 1:03:39 walhidayah. Wasalamualaikum 1:03:40 warahmatullahi wabarakatuh. 1:03:41 Waalaikumsalam.