Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat, pendengar ada silaturahim dan
- juga pemirsa Rasil TV yang dirahmati
- Allah. Alhamdulillah kita kembali
- berjumpa Iwan Awad di Rabu sore hari ini
- tanggal 12 Safar 1447 Hijriah atau
- tanggal 6 Agustus 2025. Hadir kembali
- acara tausiah sore bersama Ustaz Ahmad
- Zazuli Kholil yang alhamdulillah telah
- bergabung bersama kami dan kita seperti
- biasa live via aplikasi Zoom Iwan Awat
- kita sapa terlebih dulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Gimana kabarnya, Ustaz? Sehat, ya?
- Alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Kita masih melanjutkan
- tema minggu yang kemarin, yaitu mengenai
- sakaratul maut, Ustaz. Ya, sekarang sesi
- yang kedua. Kita akan nanti bersama-sama
- simak Iwan akhwat pemaparan Ustaz. Dan
- yang ingin bergabung bertanya silakan
- nanti Anda bisa kirimkan pertanyaan Anda
- melalui WhatsApp kami di 0811999720.
- T ustaz.
- [berdehem]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alfatihah hadi sayidina wa habibina
- rasulillah Muhammad
- ibni Abdillah sallallahu alaihi wasallam
- [mendengus]
- waa alihi wa asabiwajiri
- waiti walihwani minalbiya
- mursalinidinabi
- K bin Abdurahmanis
- wa Kiai Mahrus Ali Kiai Ahmad Halwani
- Nawawi
- Akbar
- ulama K. Muhammad Hasim Asari
- Muhammadiyah K Ahmad Dahlan
- wa umtina wawajina
- muslimin muslimat mukminin
- walminatillahi lahumul fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirjim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil [mendengus]
- alamin arrahmanirrahim maiki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasiratal mustaqimathalladzina
- anamta alaihim ghairil magdubi alaihim
- waladin
- amin. [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin wasalatu wasalamu ala asrofil
- mursalin
- sayyidina wa maulana Muhammadin waa
- alihi wasohbihi ajma amma ba asqal hadis
- kitabullah taala wiriral hadi muhammadin
- shallallahu alaihi wasallam
- umur mukdatha wa mukdatin bidah
- wa bidatin dolalah waalatin finas
- Para pendengar Radio Silaturahim dan
- pemirsa Rasil TV rahimakumullah.
- Alhamdulillah kembali kita panjatkan
- puji serta syukur ke hadirat Allah
- Subhanahu wa taala yang senantiasa
- melimpah curahkan nikmat karunianya
- kepada kita terutama nikmat iman dan
- Islam, nikmat sehat walafiat, nikmat
- panjang usia dalam taat,
- termasuk nikmat dipertemukannya kita
- sore ini dalam rangka menjalankan
- kewajiban kita selaku muslim untuk
- menuntut ilmu yang insyaallah
- Pada sore ini kita akan melanjutkan kaji
- kita
- minggu yang lalu tentang sakaratul maut.
- [berdehem]
- Semoga apa yang kita pelajari, apa yang
- kita kaji ini Allah jadikan kepada ee
- Allah berikan dan Allah jadikan kepada
- kita ilmu yang manfaat fid dunia wal
- akhirah. Selawat dan salam semoga selalu
- tercurah atas junjungan kita Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- beserta keluarganya, para sahabatnya,
- para pengikut dan pengamal sunahnya,
- para pendengar radio silaturahim.
- dan pemirsa Rasiltif rahimakumullah.
- Pada
- kan [mendengus][berdehem]
- bahwa ada empat bencadang, empat bahaya
- yang yang akan dihadapi oleh manusia.
- Yaitu pertama adalah sakitnya sakaratul
- maut, sakitnya dicabut nyawa. Yang kedua
- adalah
- melihat rupa malaikat maut
- yang sungguh sangat mengerikan sekali
- ya. Rupanya sampai Nabi Ibrahim yang
- dijuluki dengan Abul Anbiya, Abu Tauhid
- saja sampai pingsan melihatnya. ketika
- beliau melihat rupa malaikat maut saat
- mencabut orang kafir atau orang yang
- durhaka.
- Dan ini sudah kita bahas minggu yang
- lalu ya. Maka sekarang adalah tinggal
- bahaya yang ketiga
- ya. Bahaya yang ketiga.
- Nah,
- mengasi kaitannya dengan yang kedua
- bahwa nanti yang bisa kita lihat bukan
- cuma rupa malaikat maut, tapi juga rupa
- malaikat munkar dan nakir.
- Ya, [mendengus] malaikat munkar dan
- nakir itu juga akan menampakkan rupanya
- saat kita dicabut nyawa.
- Nah, bagaimana rupanya ya? tergantung
- dan apa yang diucapkan dilakukan oleh
- kedua malaikat ini itu tergantung kepada
- siapa mayitnya
- ya. [berdehem]
- Ee
- kalau memang mayit itu adalah mayit
- orang yang beriman, orang yang saleh,
- ya, maka malaikat munkar dan nakir,
- maaf, malaikat raqib dan atan,
- [mendengus] "Ya, jazakallah anna khairon
- farubba majelis
- Ya, kalau malaikat RQB dan atid ini
- adalah menjumpai orang yang dicabut
- nyawa ya yang saleh, maka beliau duanya
- mengatakan semoga Allah memberikan
- balasan yang terbaik ya ee [berdehem] ee
- apa namanya dari kami kepada Anda. Ya.
- [mendengus] Ya. Betapa seringnya
- ee kamu mendudukkan
- aku di majelis mendudukkan aku di
- majelis yang menyampaikan kebenaran, di
- majelis ilmu. Jadi, malaikat senang
- sekali kalau kita duduk di majelis ilmu
- ya, di majelis taklim
- kan. Malaikat RQ at bersama kita. Dia
- senang, dia suka hatinya. Nah, maka
- ketika kita meninggal, Dia akan
- memohonkan mendoakan kita yang baik
- karena sudah sering menempatkan ee
- membawa dia
- ke majelis-majelis yang membawa
- kebenaran. Begitu juga ketika kita
- bersedekah, kita menolong orang lain.
- Malaikat Raqib dan Atib kan turut serta
- bersama dengan kita. ya, dibawa oleh
- kita, maka dia mendoakan lagi. Doa
- malaikat ini tentu akan sangat
- menyenangkan,
- membahagiakan orang yang akan dicabut
- nyawa dan itu adalah dapat mengurangi
- rasa sakitnya dicabut nyawa. Sebaliknya
- kalau memang itu orang yang durhaka maka
- malaikat ini ya mendoakannya enggak
- seperti itu. La jaakallah annairon
- majlisin ajlastanain
- akanaamin
- asanaakallahir.
- Semoga Allah tidak membalas kepada kamu
- yang baik dari ee kami. [berdehem]
- Karena seringkiannya
- seringki
- ee membawa mendudukkan kami di majelis
- yang buruk. Amal yang tidak saleh kamu
- hadirkan, kamu bawa kami ke ee ketika
- beramal yang buruk. Begitu juga ketika
- berbicara yang ee yang buruk ya, maka
- semoga Allah tidak membalas yang baik
- kepada kamu. Nah, tentu doa ini juga
- adalah bikin ee apa namanya? Bikin
- mereka ini ee sedih dan itu akan menjadi
- tambahan sakitnya dicabut nyawa. Nah,
- tinggal sekarang yang ketiga yaitu
- musyahadatul usah mawadiah minanar.
- [berdehem]
- yakni
- menyaksikannya orang yang durhaka tempat
- mereka di neraka.
- Ya. Nah, jadi ketika dicabut nyawa itu
- mereka akan di akan diperlihatkan kepada
- mereka itu neraka.
- Nah, bayangkan coba ya. [mendengus]
- [berdehem]
- di dalam ee wafahi
- di dalam hadis eh waq
- ahadukum minadunya
- hatta
- yamau
- minalar
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bersabda,
- "Tidaklah seseorang dari kamu
- meninggalkan dunia ini keluar dari dunia
- ini ya, melainkan eh sampai dia
- mengetahui
- ke mana dia akan kembali
- dan juga sampai dia melihat
- tempatnya surgaah atau neraka.
- [mendengus] Nah, para pendengar hadiah
- silaturahim yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Tempo hari, minggu
- yang lalu saya sudah sampaikan ya,
- bahwa alam yang kita tempati ini namanya
- alam malak atau alam syahadah
- ya. Alam malak atau alam syahadah. Di
- balik alam ini ada lagi namanya alam
- malakut. Nah, lalu kita dikaruniai oleh
- Allah dua penglihatan.
- Penglihatan zahir namanya bashar.
- Kemudian penglihatan batin namanya
- basirah yang sering disebut kita
- nyebutnya dengan mata hati ya. Nah,
- kemudian Bashar ini bisa melihat alam
- syahadah dunia yang kita tempati ini
- syaratnya dua. Satu tidak jauh. Yang
- keduanya adalah apa namanya? Tidak ada
- hijab.
- ya tidak ada hijab
- dan basar ini tidak bisa melihat alam
- malakut.
- Nah, yang bisa melihat alam malakut itu
- adalah basirah,
- mata hati kita ya. Nah, syaratnya adalah
- tidak ada hijab.
- Ya, kalau jauh dekat itu enggak
- berpengaruh.
- Wat basirah tidak ada bedanya jauh
- dengan dekat.
- Nah, karena apa? Dinding-dinding semua
- benda yang ada di dunia ini bukan
- merupakan hijab.
- Lalu apa hijabnya
- buat basirah ini? Hijabnya adalah
- pertama yaitu hubbud dunya, yakni cinta
- dunia.
- Ya, cinta kepada kesenangan dunia.
- Nah, cobalah para pendengar
- kita perhatikan bagaimana Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menjelaskan.
- Apabila kamu melihat orang yang dicabut
- nyawa mayit, maka pejamkan matanya
- ya sambil membaca bismillah wa ala
- millati rasulillah atau wa ala sunnati
- rasulillah.
- Karena mata itu melihat ke arah mana roh
- itu apa namanya? Dibawa atau keluar.
- Ah, padahal di dalam Al-Qur'an Allah
- menjelaskan wasasalun.
- Mereka akan bertanya kepadamu Muhammad
- tentang ruh.
- Katakan roh itu urusan Tuhanku.
- Kalian tidak diberi pengetahuan tentang
- itu, tentang roh kecuali sedikit saja.
- Dan karena roh itu adalah sesuatu yang
- gaib, maka mata kita enggak mungkin bisa
- melihatnya
- ya. Basirah kita juga enggak bisa
- melihat roh itu.
- Nah, enggak bisa ya kayak apa itu roh.
- Tapi kata Nabi ketika dicabut nyawa tuh
- kita bisa melihatnya. Kenapa bisa
- begitu? Bisa melihat
- ya. Nah, karena saat orang dicabut
- nyawa, hubbud dunya, hubbud dunia orang
- itu hilang. Enggak ada lagi kecintaan
- kepada dunia.
- Ya. Tuh. Coba perhatikan ketika Syekh
- Sakik ya ditemui diundang oleh Raja
- Harun Ar-Rasyid
- ya. Lalu Raja Harun Ar-Rasyid itu
- bertanya kepadanya meminta nasihat. Kata
- beliau ee Paduka, jika Anda berada di
- tengah-tengah padang [berdehem] pasir
- kemudian Anda merasakan haus yang luar
- biasa,
- ya, sehingga Anda yakin bisa mati kalau
- enggak segera minum. Lalu ada orang yang
- membawakan air ya. Ya, kalau kita
- sekarang si air aqualah segelas gitu.
- Hmm.
- Nah, dia baru akan memberikan kepada
- Anda. Kalau Anda mau menggantinya,
- membayarnya dengan separuh dari kerajaan
- Anda.
- Apa yang Anda lakukan? Kata Raja dan
- Rasul, "Saya akan bayar.
- Saya akan tukar ya air segelas itu
- dengan separuh dari kerajaannya." Coba.
- Kemudian sekarang kalau umpamanya
- setelah Anda minum dan Anda ternyata
- akhirnya tidak bisa mengeluarkan air ya
- enggak bisa kencing. Itu begitu.
- Padahal Anda pengin kencing, tapi enggak
- bisa kencing. Sakitnya kayak apa. Lalu
- datang orang ya yang menawarkan
- dia bisa mengobati, Anda bisa
- mengeluarkan air itu ya dengan
- bayarannya, imbalannya separuh atau sisa
- dari kerajaan Anda. Apa yang Anda
- lakukan? Dia bilang, "Saya akan berikan
- sisa dari kerajaan saya itu." Nah,
- karena itu katanya Anda jangan jangan
- takabur ya. Karena kerajaan Anda itu
- hanya senilai seteguk air yang kemudian
- dikeluarkan kembali. Itu artinya hidup
- ini lebih berarti lebih mahal dari
- seluruh harta kekayaan yang kita miliki.
- Ya, andai orang itu bisa menebus
- kematiannya dengan hartanya, akan
- ditebus karena memang hidup ini adalah
- sangat mahal sekali. Nah,
- ya. Maka sekarang
- [berdehem]
- ketika hubud dunia itu hilang dari
- dirinya, biar orang eh saya ingat tahun
- 2019 ketika umrah [mendengus]
- ya, ketika umrah kemudian begitu pulang
- itu kapal mengalami goncangan. Biasalah
- kalau masuk ke awan kan grada grudug
- kemudian ya agak bergoyang begitu kapal
- ini. Nah, buat orang yang baru naik ee
- pesawat ya itu mereka sudah ketakutan.
- Dalam ketakutan itu apa kemudian yang
- keluar? Enggak ada satuun yang
- menyebut-nyebut depositonya,
- keluarganya, anaknya, istrinya, harta
- kekayaannya enggak ada. yang keluar dari
- mulut itu adalah Allahu Akbar,
- lailahaillallah, astagfirullah. Ah,
- segala macam kalimat zikir. Ya, maka
- kata saya, inilah apa yang dikatakan
- oleh Allah. Ala bidikrillah tatmainnul
- qulub. Ingatlah dengan berzikir kepada
- Allah hatimu akan tenang. Ya, jadi dia
- mereka ini tanpa disadari rupanya
- meyakini, merasakan ada satu ketenangan.
- paling tidak menghilangkan rasa
- mengurangi ketakutan mereka ketika
- menyebut nama Allah Subhanahu wa taala.
- Bukan menyebut harta kekayaannya,
- anaknya, istrinya dan sebagainya.
- Padahal itu belum belum belum apa
- namanya belum mau dicabut nyawa. Gimana
- kalau orang itu dicabut nyawa biar tidur
- beralaskan dolar ya, berbantalkan
- mutiara saat dicabut nyawa. Mereka tidak
- akan ingat kepada itu semua. Ketika
- hilang keterkaitan hati kepada kekayaan
- dunia, kepada dunia ini, maka hijab itu
- kemudian tersibak.
- Nah, karena hijab itu tersibak maka kita
- bisa melihat alam malakut
- tuh hilang ya. Jadi terlihatlah.
- Makanya kata Nabi bisa melihat roh. Oleh
- sebab itu kalau Rasulullah kemudian bisa
- melihat dua orang yang disiksa di dalam
- kubur ketika ada sahabat bertanya
- Rasulullah ya orang tua saya di mana?
- Surga apa neraka? Kemudian Rasulullah
- mengatakan di neraka. Karena memang
- Rasulullah melihat
- bukan malaikat berbisik ya Muhammad
- katakan padanya dari neraka. Enggak
- begitu. Emang Nabi Muhammad melihat
- kenapa? Karena basirah Nabi dengan objek
- ee alam malakut itu sudah tidak ada lagi
- hijab
- ya. Tidak ada lagi hijab. Nah, jadi ini
- yang demikian ini apakah khusus kepada
- Nabi? Tidak. Tidak. Sama. kita juga
- bisa,
- kita juga bisa melihat itu asalkan nah
- itu tadi hubbud dunianya hilang dalam
- diri kita.
- Yang kedua adalah hijab itu adalah dosa.
- Tuh dosa ya. Nah lah Nabi itu ya bisa
- melihat. Kenapa? Karena Nabi sudah
- diampuni oleh Allah dosanya.
- Baik. Ma taqadama minambika wa taak. Ya,
- dosa yang lalu kalau Nabi berdosa dan
- seandainya Nabi mau berbuat dosa juga
- itu Allah sudah menyiapkan dulu
- ampunannya. Jadi enggak ada dosa. Karena
- enggak ada dosa maka tidak ada hijab ya
- bagi basirah Nabi sehingga Nabi bisa
- melihat alam malakut.
- Ya, bahkan Nabi mengatakan nanti di
- kemudian hari di akhir zaman ya ee
- [berdehem] manusia akan begini gini gini
- begini itu bukan bukan ramalan.
- Memang apa yang akan terjadi itu dilihat
- oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- Kenapa? Karena tidak ada hijab ya, bukan
- ramalan. Namanya ramalan itu bisa jadi
- benar, bisa jadi enggak. Kalau ini
- adalah musyahadah. langsung.
- Ah, kemudian yang ketiga ya yang bisa
- yang bisa menjadi hijab itu adalah
- taasub atau asobiyah, fanatik. Fanatik
- mazhab, fanatik golongan, fanatik ulama.
- Makanya sering saya katakan fanatik
- Islam. Yes. Iya. Fanatik Islam. Tapi
- fanatik mazhab jangan. Sebab itu bisa
- menjadi apa namanya? Menjadi hijab,
- [berdehem]
- ya. belum lama ini ada kejadian di
- Pemalang ya, bagaimana ee PWILS itu
- dengan ee FI terjadi keributan berapa
- yang kemudian ee harus dirawat karena
- luka-luka baik dari kalangan FPI maupun
- kalangan PWI-nya. Begitu juga dengan
- polisinya. Nah, sekarang orang yang pro
- kepada FPI ya dengan sendirinya dia akan
- mengatakan yang salah itu adalah PWI.
- Sebaliknya kalau kalau dari e Pro PWI
- adalah biang keroknya adalah FPI. Ee ya
- begitu itu ya. Kalau sekarang ada orang
- Cina berantem sama pribumi,
- ke mana pendengar akan berpihak?
- Ya, [mendengus] itu ketika saya tanyakan
- kepada jamaah, "Berbumilah Pak Ustaz",
- katanya lah. "Itulah kita." Itulah kita
- kepanatikan ya. Nah,
- jemah rahimakumullah, Islam enggak
- mengajarkan begitu. Makanya Nabi
- mengatakan, "Lau kalau kanat Fatimatu
- bintu Muhammad sarqot laq yada." Kalau
- Fatimah anaknya Muhammad mencuri, aku
- potong tangannya. Uh. Tuh artinya di
- sini bukan melihat ee golongan mana,
- kelompok mana, mazhab mana, tapi
- perbuatannya yang dilihat.
- Kalau memang itu adalah yang benar orang
- Efe jujur orang-orang NU harus
- mengatakan yang salah adalah PWI. Begitu
- juga sebaliknya dari FPI. Kalau memang
- yang benar adalah orang PWI, PWI yang
- benar, FPI yang salah. Ya, jadi bukan
- golongan mana, golongan mana
- jemaahullah, tapi apa yang diperbuat
- oleh mereka.
- Nah, inilah jamaah rahimullah ee
- ee mengenai tadi apa? Hijab.
- Nah, jadi jemaah rahimakumullah. Jadi
- orang ketika dicabut nyawa itu dia bisa
- nanti akan diperlihatkan oleh Allah
- tempat kembalinya dia juga akan melihat
- tempat yang akan menjadi apa namanya ee
- kediamannya nanti surga atau neraka.
- Dulu Nabi Allah Isa alaihialatu wasalam
- itu mengutus
- dua orang utusan ke negeri Antiok. Yang
- satu namanya Yunus, yang keduanya
- namanya Yahya. [mendengus]
- Di tengah perjalanan dia bertemu dengan
- seorang namanya Habibur Rahman. Ya. Nah,
- si Habiburrahman ini punya anak. Anaknya
- itu tidak punya lubang mata. Jadi
- jangankan mata, lubang matanya saja
- enggak punya. Kemudian dia mengatakan,
- "Kalau memang engkau adalah utusan dari
- utusan tu Allah, yang namanya Rasul itu
- pasti punya mukjizat." Karena itu
- tunjukan mukjizat. Kalau memang Anda
- bisa menunjukkannya, maka saya akan
- beriman. Ya. Oke. Dibawalah.
- Kemudian dua-duanya berdoa kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Akhirnya anak itu
- bukan cuma punya lubang, tapi juga punya
- mata. Akhirnya berimanlah tuh
- Habiburrahman
- ya. Nah, selanjutnya si Habib ini ee
- mendengar kemudian Yunus dan Yahya ini
- ditangkap
- ya, ditangkap, [berdehem] disiksa. Maka
- dia pengin membela orang yang
- menyebabkan dia mendapatkan taufik dan
- hidayah dari Allah lah. Kemudian
- ditangkap.
- Ditangkap dianggap sebagai pengkhianat
- ya sebagai orang yang murtad. Maka
- diseret-seret ini si ini si Habib ini ee
- diseret sambil digebugin. Bayangkan
- kayak apa sakitnya diseret ditambah lagi
- digebugin.
- Nah, karena itulah maka Allah tampil
- menolongnya.
- Ya, diperlihatkan oleh Allah itu surga
- kepadanya. Makanya Habiburrahman
- mengatakan, "Yaamun
- bimbal
- minal mukrin."
- Ya, mungkin kalau kita, "Ya Allah, coba
- kalau kalau kaumku mengetahui apa yang
- telah Allah perbuat kepadaku, mengampuni
- dosa-dosaku dan menjadikan aku dan
- memuliakan, menghormati aku dengan
- diperlihatkannya surga." Ya, begitu
- melihat surga yang nikmatnya luar biasa
- itu kemudian menyebabkan hilangnya
- berkurangnya rasa sakit dicabut nyawa.
- Ya, ketika Siti Zulaikha ya dibully oleh
- wanita-wanita
- dari kalangan pejabat-pejabat
- ya karena dia telah merayu ya atau
- tergoda oleh e Nabi Yusuf yang oleh
- mereka diketahui Nabi Yusuf itu adalah
- pembantu atau budaknya. Maka mereka ini
- heran karena dalam pandangan mereka,
- bagaimana mungkin istri seorang raja
- yang cantik jelita lah kok bisa dia ini
- ee apa terpikat oleh seorang pembantu
- atau seorang budak. Sementara dalam
- bayangan atau benak mereka se berapa
- seberapakah gantengnya namanya pembantu?
- ee pendidikannya seorang pembantu atau
- budak gitu ya, kok bisa sampai terpijut.
- H. Nah, gitu nih. Kalau umpamanya kayak
- zaman sekarang waktu itu sudah ada HP
- habis dibully habis-habisan ya Siti
- Zulaikhah itu.
- Karena itulah [berdehem]
- ee maka Siti Zikha pengin membalas
- mereka biar tahu mereka ya. Karena
- mereka tidak tahu siapa dan kayak apa
- rupanya Nabi Yusuf. Maka dipanggillah,
- diundanglah mereka dalam hidangan makan.
- Ini kan perbuatan yang sangat bagus
- ngundang mereka makan. Ya, begitu mereka
- sudah hadir diberikan makan pembuka
- yaitu buah apel dan pisau masing-masing.
- Ketika mereka mengupas ee apa namanya?
- Apel, maka malah Nabi Nabi Yusuf suruh
- lewat tuh oleh Siti Zulaikhah.
- Begitu Nabi Yusuf lewat, mereka semua
- melihat, mereka terpesona melihat
- kegantengan Nabi Yusuf. Falamma roahu
- akbarnahu waqna aidahun waillah
- maza basar in illa malakun karim. Ketika
- mereka wanita-wanita itu melihat Nabi
- Yusuf, mereka terpesona melihat
- kegantengan Nabi Yusuf sampai mereka
- tidak sadar kalau mereka bukan lagi
- mengupas apel, tapi mereka sedang
- memotong-motong, sedang mengiris-ngiris
- tangan mereka. Dan ketika mereka iris
- tangan itu, itu dia tidak berasa
- merasakan sakit. Kenapa? Karena
- nikmatnya melihat wajah Nabi Allah Yusuf
- alaihi salatu wasalam. Ya, saking
- nikmatnya enggak berasa. Jadi,
- kenikmatan itu bisa menghilangkan rasa
- sakit. Inilah penghormatan dari Allah
- kepada orang-orang beriman nanti. Sakit
- sebenarnya luar biasa dicabut nyawa.
- Tapi oleh Allah diperlihatkan. Pertama
- rupa malaikat
- maut. yang gantengnya luar biasa.
- Kedua, diperlihatkan pula
- 500 malaikat
- ya yang masing-masing menyampaikan kabar
- gembira. Satu kabar yang disampaikan
- malaikat pertama itu berbeda dengan
- malaikat kedua dan seterusnya. Tentu
- kegembiraan, kesenangan inilah yang akan
- mengurangi rasa sakitnya dicabut nyawa.
- Dan ini pula yang dimaksud dengan man
- ahabbaq Allah ahabballah liqaah. Siapa
- yang pengin bertemu dengan Allah maka
- Allah pengin juga bertemu dengannya.
- Siapa yang benci bertemu dengan Allah
- pun benci. Maksudnya bagaimana? Maka
- ketika disampaikan kabar gembira oleh
- 500 malaikat ya, lalu juga doa dari
- malaikat malaikat RQb atin lalu
- diperlihatkan surga. Maka yang demikian
- ini jemaah rahimullah
- itu adalah membuat dia ini senang
- sehingga pengin sekali dia itu segera
- mati. Nah, ketika pengin segera mati
- artinya pengin segera ketemu dengan
- Allah ya. Nah, jadi pengertian man
- ahabali Allah itu bukan kayak sekarang.
- Semua orang takutlah mati siapa juga ya.
- Ya maksudnya nanti Pak di akhir di akhir
- hayat. Nah, di akhir hayat.
- Nah, jadi itu
- ee lihat bagaimana Siti ee
- perempuan-perempuan itu enggak merasakan
- mereka sakitnya. Kenapa? Saking
- nikmatnya memandang wajah Nabi Allah
- Yusuf.
- Kalau para pendengar misalnya ke gunung
- atau ke mana lalu kemudian nginjak
- beling atau patok sehingga berdarah kaki
- dengan sendirinyalah ya ketika berjalan
- bisa dipastikan pasti pincang. Kenapa?
- Untuk mengimbangi rasa sakit itu ya. Nah
- akan pincang. Tapi kalau saat itu Anda
- melihat ada harimau mendekati Anda
- melihat ya Anda ketakutan lalu lari
- apakah masih pincang? Maka bisa
- dipastikan hilang pincangnya. Kenapa?
- Karena rasa sakit yang diderita di kaki
- itu tidak akan terasa lagi. Dia sudah
- enggak ngelihat pohon duri, tanaman duri
- apa tabrak semuanya. Dan rasa sakit itu
- enggak akan berasa saat itu. Kenapa?
- Karena [berdehem] ada yang disukai oleh
- Dia yang sangat dicintai, yaitu
- keselamatan.
- Maka kecintaan, kesukaan itu kenikmatan
- akan menghilangkan rasa sakit. Inilah
- pembelaan Allah kepada orang-orang yang
- beriman.
- Ah. Nah, sebaliknya sekarang kalau itu
- orang-orang kafir maka yang
- diperlihatkan itu adalah neraka.
- Sudahlah melihat rupa malaikat yang
- mengerikan, sakitnya dicabut nyawa ya.
- Lalu 500 orang malaikat naput-nakutin.
- Ditambah lagi diperlihatkan sekarang
- neraka. Wah, belum mah di akhirat itu
- sudah menjadi siksaan yang luar biasa.
- [berdehem]
- [berdehem]
- Nah, kemudian [berdehem]
- ee yang berikutnya atau yang keempat
- yaitu adalah ee bancana atau bahaya yang
- keempat dan ini yang paling besar adalah
- suul khatimah
- ya. akhir hidup yang buruk
- ini yang paling ditakutkan oleh semua
- aulia-auliaillah ya. Nah, para pendengar
- di silaturahim.
- Jadi,
- ee makanya banyak itu doa-doa supaya
- khususnul khatimah. Misalkan kalau dalam
- ratib ada ya Allah biha, ya Allah biha,
- ya Allah biusnil khatimah ya. Atau saya
- dulu kalau lagi muda ya di kampung kita
- kepujian
- ee sebelum iqamat. Ya Allah Gusti kulo
- nyuwun
- gesang kulo
- istiqomah.
- Ya Allah Gusti. Ya Allah gusti kulo
- nyuwun
- pejah kulo husnul khotimah.
- Selawat itu pujian itu kalau dihayati
- kita bisa menangis. Itu bentuk
- permohonan kepada Allah. Doa supaya
- hidup istikamah ketika wafat khusus
- khatimah.
- Nah, baik itu. Tapi yang paling baik
- lagi bukan ee bukan ucapan,
- tapi tindakan nyata.
- Ya, tindakan nyata yang paling penting.
- Bagaimana tindakan nyata nih?
- Saya pernah membawa jemaah rombongan
- dulu sebelum ada Cipali. Ketika masuk
- pulang arah Jakarta ke tol Cikampek.
- Nah, lalu itu sudah masuk magrib ya.
- Lalu saya katakan kepada ee jemaah, kita
- mampir dulu ke rest area kita salat
- jemah takdim ya magrib dan isya.
- [mendengus] Lalu ada di antara ibu-ibu
- yang mengatakan begini enggak turun dia
- ya kita qodo aja deh nanti di rumah ya
- katanya gitu udah keringatan begini.
- Jadi dia ini merasa yakin bahwa dia akan
- hidup sampai rumah
- ya gitu kan. Nah karena dia sudah niat
- mau mengqada.
- Tapi dia ini tidak mengkhawatirkan
- bagaimana kalau terjadi kecelakaan
- kemudian mati.
- Nah ini nih nih nih ya. Kalau umpamanya
- ternyata orang-orang temah yang lainnya
- pada salat dia enggak salat. Lalu begitu
- berangkat terjadi kecelakaan dan dia
- mati. Mati sudah niat dia meninggalkan
- salat magrib.
- Apa itu enggak menyebabkan suul
- khatimah? Ini yang harus dijaga oleh
- kita jemaah raimullah
- ya. Ini yang harus diperhatikan.
- Nah, sebaliknya kalau yang tadi salat
- dulu apalagi sudahud udah salat selesai
- kan tenang jiwa kita juga.
- Seandainya terjadi kecelakaan masih
- dalam keadaan thaharah. Ya, Syekh Nawawi
- Albantani di dalam kitab Nurudamnya
- beliau ditanya, "Apakah ee Syekh katanya
- malaikat Jibril itu kan sudah ee
- malaikat Jibril itu tugasnya
- menyampaikan wahyu kepada
- ya? Apakah malaikat Jibril masih turun
- ke bumi ini? Kata beliau, "Iya, masih
- turun." Kapan beliau turun? Saat ada
- orang yang mati dalam keadaan thaharah,
- dalam keadaan suci. Maka Jibril akan
- datang dari surga turun membawa kain
- kafan dan membawa apa namanya? Hanu.
- Membawa ini ee kapas ya. Maka nanti
- Jibril memandikan mayat itu. Jibril yang
- mengkafani dengan kain kafan yang dia
- bawa dari surga. Jibril nanti
- mensalatkan mayat itu. Jibril yang
- gotong dia ke kuburan. Dan ketika semua
- orang kembali ya ke rumah masing-masing,
- Jibril nemani orang mati tadi di dalam
- kuburan. Subhanallah.
- itu kan luar biasa sekali karamah yang
- Allah berikan kepadanya. Ya, begitulah
- para pendengar dia silaturahim. Ini
- namanya ikhtiarnya.
- Begitu juga kita kalau sakit ya kan
- seringkiali nih orang kalau sakit
- kemudian imannya ikut sakit enggak
- salat.
- Enggak salat ya. Padahal kan di dalam
- fikih sudah dijelaskan
- kalau waam
- apa namanya kata Nabi,
- "Kalau kamu gak sanggup berdiri salatlah
- sambil duduk." Waam tastati kalau kamu
- enggak mampu juga salat sambil duduk
- faambin maka berbaringlah kamu
- tastati. Kalau enggak bisa berbaling di
- atas lambung kanan fustalqian ya, maka
- terlentanglah kamu. La yuklifulah nafsan
- illa wusaha. Allah tidak memaksakan
- seseorang melainkan menurut
- kemampuannya. Bisanya bagaimana? Yang
- penting kemurahan ini jangan kemudian
- diabaikan, dianggap rendah. Ini yang
- dikhawatirkan barangkali menyebabkan
- suul khatimah. Yang penting begitu ya.
- Nah, [berdehem] itulah para pendengar
- silaturahim
- [mendengus] mengenai ee apa nam bahaya
- yang akan dialami oleh manusia. Tapi
- buat orang beriman, Subhanallah,
- begitu besar karamah yang Allah berikan
- kepada orang-orang yang taat kepada
- Allah. Semoga kita ini dijadikan oleh
- Allah subhanahu wa taala masuk dalam
- golongan mutiin, masuk min aulyaillah,
- para kekasih-kekasih Allah sehingga
- nanti mendapatkan karamah, kemuliaan,
- penghormatan dari Allah subhanahu wa
- taala. Amin ya rabbal alamin. Ini yang
- bisa sampaikan sore ini dan insyaallah
- minggu depan saya akan sampaikan
- ciri-ciri tanda-tanda
- orang yang matinya baik dan tanda-tanda
- orang yang matinya buruk. Wallahuam.
- Baik, alhamdulillah telah kita
- bersama-sama [berdehem] simbak ikhwan
- akhwat tausiah sore bersama Ustaz Ahmad
- Zazuli Kholil ini membahas tema mengenai
- sakaratul maut sesi yang kedua di sore
- hari ini. Nanti kita akan kambil lagi
- setelah jeda dan kami akan masih
- menunggu Anda yang ingin bergabung
- bertanya silakan di 0811999720.
- Kami silakan kembali.
- Untuk Islam yang satu masih bersama kami
- ikhwan akhwat di acara tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Zazuli Kholil dengan
- tema yang disampaikan adalah mengenai
- sakaratul maut. Tadi sudah kita
- bersama-sama simak dan ini Ustaz banyak
- yang sudah bergabung di WhatsApp
- berhasil yang menyapa kita di sore hari
- ini maupun yang bertanya. Ini ada Bapak
- Haji Pratikno sedang menyimak melalui
- Radio Rasil. Terima kasih Ustaz nasihat
- dan tausiahnya. Ibu Rukmini juga Bapak
- Edwin Saleh, Pak Baron Betawi terima
- kasih sedang menyimak di kamar di
- mendengarkan radio rahasia katanya.
- Yangang Sri juga Bapak
- Abdur Rasyid, Ibu Nan Fatimah, Ibu Ida
- di Bekasi, Bapak
- Mugi Jumana, ada juga Ibu Ani Sani
- Hudaifa selalu menyimak rahasia. Terima
- kasih. Ada juga Ibu Tati, Bapak Kamidi,
- Ibu Sri, Abu Abdillah, Bapak Maman
- Sumantri juga tengah menyimak melalui
- streaming Rasil Pak Sy Rohili, Imam
- Pratomo, Bu Retno SW, Pak Anwar dan
- masih banyak lagi. Yang pertama saya
- bacakan pertanyaan yang datang dari
- Bapak Anwar, Pak Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, ada yang mengatakan
- bahwa seseorang itu akan meninggal dalam
- keadaan sesuai dengan kebiasaannya.
- Misalkan orang yang biasa datang ke
- tempat maksiat, maka dia akan mati di
- tempat maksiat. Begituun sebaliknya.
- Apakah betul, Pak Ustaz? Demikian.
- Nah, bismillahirrahmanirrahim.
- Itu benar apa namanya apa yang dikatakan
- seperti itu ya. termasuk jika Anda sudah
- terbiasa
- berzikir ya. Nah, maka itu nanti akan
- dimudahkan zikir itu ketika kita
- meninggal.
- Anda sudah biasa membaca
- lailahaillallah,
- lailahaillallah,
- Allah, Allah, insyaallah itu enggak
- berat nantinya ketika
- ee kita meninggal ya seperti itu. Karena
- itu biasakanlah kita berzikir ya kepada
- Allah Subhanahu wa taala dengan lidah
- lebih-lebih lagi adalah dengan hati.
- Wallahuam.
- Masyaallah. Jadi gimana kebiasaan kita
- ya? Semoga aja kebiasaannya tetap yang
- baik, yang positif. Gimana dari Bapak
- Rohili? Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam [berdehem]
- warahmatullahi wabarakatuh,
- Ustaz. Apakah ada tanda-tanda khusus
- seseorang yang akan meninggal dunia?
- Demikian.
- Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- ee
- Nabi Allah Adam alaihialatu wasalam itu
- pernah ketika
- ee suatu hari ya ketemu malaikat maut.
- Beliau pesan minta malaikat maut.
- katanya kalau apa namanya ee umurku
- sudah dekat ya tolonglah dikasih tahu
- kasih tanda gitu maksudnya biar
- siap-siap kalau banyak menyasalah gitu
- ya.
- Baik kata beliau begitu.
- Nah, ternyata begitu beliau apa namanya
- didatangi malaikat maut tahu-tahu mau
- mencabut nyawa. Beliau kan ngomong ya,
- apa katanya kan saya sudah bilang sama
- sampean ya,
- kalau umpamanya sudah dekat umur ajal
- saya ya kamu kasih tahulah kasih tanda
- loh. Bukannya Allah sudah ngasih tanda
- kepada kamu katanya. Sudah banyak sekali
- tanda-tandanya.
- Pertama Allah kasih rambutmu beruban.
- Hm.
- Ya tuh tanda. Karena itu kalau yang
- sudah beruban itu sudah tanda
- iya
- sudah tanda dari Allah. Kedua, mata kamu
- sudah mulai rabun.
- Ketiga, pendengaran kamu sudah mulai apa
- namanya? Berkurang.
- Kemudian keempatnya, gigi kamu sudah
- mulai pada tanggal ya. Kelinga,
- kelimanya tenaga kamu, gitu. Kemudian
- kemampuan atau selera itu semua adalah
- tanda-tanda dari Allah Subhanahu wa
- taala. Ya, tanda-tanda. Jadi ee jadi
- kalau Anda menanyakan kepada saya
- sebenarnya Anda ini sendiri sudah tahu
- cuma enggak menyadari kalau itu adalah
- peringatan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Wallahualam.
- [mendengus]
- Masyaallah. Ternyata tanda-tandanya itu
- memang ada ya. Sudah kita tidak
- menyadarinya ya, Ustaz ya. Kalau yang
- sudah memang beruban tadi sudah
- giginya sudah pada tanggal. Aduh
- harus cepat-cepat bertaubat. Dari Bapak
- Yusman Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, bacaan apa yang baik untuk
- diperdengarkan kepada orang yang sedang
- sekaratul maut? Ada yang mengatakan
- lailahaillallah, ada juga yang
- mengatakan Allah, Allah. Begitu.
- Hm. Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- [mendengus]
- Ya, yang pertama bagi orang yang sedang
- apa namanya? Sakit,
- maka sebaiknya
- dia membaca selama sakitnya itu ee 40
- hari itu ah 40 hari 40 kali membaca
- ismul a'zam [berdehem]
- atau doanya Nabi Yunus.
- La ilahailla anta subhanaka inni kuntu
- minadzolimin. Ya, kalau orang sakit baca
- itu 40 hari selama sakit ya. Nah, kalau
- umpamanya sekarang ini Pak ah saya
- bacanya tiap hari ya 40 kali ya itu
- tentu lebih bagus. Yang keduanya membaca
- surah al-Ikhlas.
- Qulhuallah ya qulhuallahu ahad 40 kali.
- Maka barang siapa yang membaca doa
- Yunus, ini kata Nabi ya, membaca doa
- Yunus dalam surah Al-Ikhlas
- sebanyak 40 kali ketika sakitnya kalau
- dia itu meninggal
- maka diberikan kepadanya pahala orang
- yang mati syahid.
- H
- ya itu satu. Yang kedua, wain baria
- bariaf magfuron lah. Kalau kemudian
- sakitnya itu ternyata tidak menyebabkan
- kematiannya,
- ya sembuh, maka sembuh dalam keadaan
- dosanya sudah terampuni semuanya oleh
- Allah subhanahu wa taala. Diampuni oleh
- Allah. Nah, kemudian [berdehem]
- ee juga ada apa namanya ada ee bacaan
- yang baik juga untuk diucapkan oleh
- orang yang ee lagi sakit ya.
- Nah, seperti diriwayatkan
- ee dari Abi Hurairah radhiallahu anh ya,
- yaitu membaca lailahaillallah
- yuhyi wa yumit wahua hayyun la yamut.
- Wasubhanallahbil
- ibad wal bilad. Walhamdulillah hamdan
- katsiron thayyiban mubarokan fih ala
- kullial. Allahu akbar.
- Allahum
- [berdehem]
- fi arwahq
- lahu husna
- waid minar
- begitu. Nah, kalau orang itu kemudian
- mati maka dia menuju keridaan Allah
- Subhanahu wa taala dengan sebab membaca
- doa itu. Itu begitu ya. Nah, selanjutnya
- ah orang yang ada di sekelilingnya
- seperti diperintahkan oleh Nabi ya.
- Manqala akhir kalamihi lailahaillallah
- dakhalal jannah. Siapa yang akhir
- kalimatnya
- yang keluar dari mulutnya adalah
- laillallah maka dia pasti masuk ke
- surga. Oleh itu upayakan oleh kita yang
- hidup yang sehat supaya orang yang
- sakaratul maut ini mati mengucapkan
- laillallah. Maka bacakanlah
- lailahaillallah.
- Ya, tapi jangan jangan disuruh ya kita
- aja baca biarkan dia ngikuti mengucapkan
- atas kemauannya sendiri bukan
- mengucapkan karena disuruh oleh kita
- gitu. Lailahaillallah. Kalau lailahallah
- kepanjangan, ya Allah gitu aja ya enggak
- apa-apa ya. Nah, tapi yang terbaik
- adalah memang kalimat lailallah atau
- kalau memang orang itu adalah non Islam
- maka bukan lailaha tapi syahadat. Ashadu
- alla ilahaillallah wa asyhadu anna
- muhammadan rasulullah. Seperti yang Nabi
- sampaikan kepada pamannya yaitu Abi
- Thalib ya. Ee demikian wallahuam
- dari Ibu Rukmini. Pak Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ada teman saya yang bukan muslim, dia
- matinya tersenyum, Pak Ustaz. Kata
- anaknya, "Karena dia memang orangnya
- cukup baik dan suka menolong, berderma
- dan lain-lain." Itu bagaimana, Pak
- Ustaz, ketika nonmuslim matinya malah
- seperti mati yang baik begitu, Pak.
- Demikian.
- Iya.
- Ya, mudah-mudahan aja ketika mati dia
- baca dua kalimat syahadat ya. Nah, kalau
- umpamanya tidak
- ee kita itu bisa melihat orang ini min
- ahlil khair atau min ahli syar termasuk
- orang yang mati baik dan mati tidak
- baik. Itu ada tanda-tandanya ya. Ada
- tanda-tandanya. N dan insyaallah itu
- seperti tadi saya katakan, minggu depan
- kita akan bahas masalah itu ya.
- Ee [berdehem]
- apakah kemudian senyum itu menjadi tanda
- bahwa dia ini orang baik atau tidak. Ya,
- kalau kita lihat dari tanda-tanda yang
- disebutkan oleh Nabi enggak ada.
- H
- ya. Bahwa orang yang baik mati matinya
- itu senyum enggak ada. Bukan ciri orang
- yang matinya baik. Ya, orang yang ciri
- orang yang matinya baik satu adalah
- alwudu wasukun. Tenang, enggak gelisah.
- Kedua, keningnya pelipisnya berkeringat.
- Kedua, matanya berair. Yang ketiga,
- bibirnya kering. Ah, itu tanda orang
- yang baik ya. Insyaallah nanti saya
- kupas lagi minggu depan. Wallahualam.
- Baik, kita berlanjut ke pertanyaan
- selanjutnya. Pak Ustaz dari tidak
- menyertakan nama dari hamba Allah di
- Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz, apakah benar ada manusia yang
- masih hidup ada yang bisa mengetahui
- hal-hal yang gaib dan orang itu
- mengatakan dan banyak orang mengatakan
- orang tersebut sangatlah alim. Begitu,
- Pak Ustaz.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- tadi sudah saya katakan ya, kita itu
- bisa melihat alam malaku, hal yang gaib
- itu bisa. Nah, cuma sekarang kenapa kita
- tidak bisa melihat itu karena ada yang
- menghalangi
- itu. Ada yang menghalangi. Yang
- menghalangi atau hijab tadi ya. Lah
- kalau Nabi bisa melihat orang yang ada
- di dalam kubur gitu ya. Kemudian apa
- namanya orang masuk neraka ya melihat.
- Kenapa? Karena memang basirah Nabi itu
- tidak terhalang. Enggak ada hijab
- ya. Enggak ada hijab. Saya punya punya
- teman begini. He.
- Saya habis ngaji di Mualim Syafi'i eh
- Mualim Syafi'i Hazami. [mendengus]
- Ee kemudian ada seorang kawan ya datang
- ke saya, "Ustaz, ane ha ana malu banget,
- Pak Ustaz." Ustaz katanya emang kenapa?
- Saya kan pernah datang ke Habib Umar ya
- di Bogor sana.
- Jadi saya niat untuk apa? Pengin ya
- salam tempelah gitu ya. ya ngamplopin.
- Jadi saya masuk
- banget.
- Nah
- itu kayaknya nih enggak ada orang yang
- ngasih Habib selain saya gitu. Jadi saya
- ah malu kalau gitu saya tambahin aja
- 5.000 lagi. Saya bilang gitu ya.
- Begitu pas lagi ee salaman itu Habib
- ngomong begini katanya, "Kalau niatnya
- 5.000, 5.000 aja enggak usah ditambahin.
- Sebab tuh yang diterima cuma 5.000. Yang
- 5.000-nya hilang tanpa ada pahala
- apa-apaanya." He
- lah itu, Ustaz dari mana dia bisa tahu?
- Ya bisalah bisa tahu ya. Inilah ya
- manusia itu luar biasa. tinggal
- masalahnya kenapa dia bisa tahu kenapa
- kita enggak gitu. Dan ini adalah dengan
- riyadah adanya mujahadah
- ya. Riyadah adanya mujahadah
- latihan-latihan enggak asal kita baru
- belajar sudah langsung kayak seperti itu
- ya. Ee banyaklah yang begitu tuh banyak.
- Itu namanya karamah ya yang Allah
- berikan kepada kekasih-kekasih Allah
- Subhanahu wa taala. Bagaimana sahabat ee
- Abu Bakar bisa mengetahui kalau anak
- yang ada dalam kandungan istrinya itu
- adalah perempuan? Bagaimana sahabat Umar
- bisa ee berbicara kepada pasukan yang
- sekian ee puluh atau ratus km. Tapi
- beliau bisa melihat dan memberikan
- perintah dan suaranya didengar oleh
- semua pasukan di sana. Padahal sahabat
- Umar ada di Madinah ya. Oh, begitu ya.
- Dan masih banyak bagaimana kemudian para
- auliyaillah,
- para Syekh Abdul Qadir Aljailani ya
- karamahnya ah banyak sekali. Bukan
- mereka aja, kita juga mungkin bisa
- asalkan tadi ya enggak ada hijab gitu
- tuh
- ya. Dan ini diperoleh lewat mujahadah,
- perjuangan yang panjang, kemudian juga
- riyadah, latihan-latihan
- gitu ya. Wallahualam.
- Baik. Dari Ibu Pemi Johar. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, adik saya, adik
- kesayangan saya berpulang tanggal 13
- Juni yang lalu di hari Jumat dini hari.
- Beliau koma e beliau koma sebelum koma
- masih selalu mengaji dan berzikir.
- Selama koma kami semua selalu
- mentalkinkan beliau. Yang ingin saya
- tanyakan, kepala beliau masih hangat,
- keringat di keningnya banyak dan air
- matanya selalu menggenang. Kenapa ya,
- Ustaz? kepalanya tetap hangat sementara
- kaki-kakinya kaki dan tangannya dingin
- setelah meninggal itu.
- Baik.
- Demikian, Pak Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Tadi sudah saya katakan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menjelaskan
- urquzul mayit indalas. Ya, perhatikan
- kata Nabi oleh kamu, awasi oleh kamu
- mayit ya ind salas. Ketika ada tiga ini
- ada tiga tanda satu ya.
- Kalau keningnya pelipisnya berkeringat
- satu ya. Yang kedua wamaat a matanya
- berair.
- Kemudian yang ketiga wayabisat syafatah.
- Bibirnya kering. Fahiya min rahmatillah
- qod nazalat bih.
- itu tanda yang tiga itu bagian dari
- rahmat dari kasih sayang Allah yang
- Allah turunkan yang Allah berikan kepada
- si mayitah itu tandanya si mayit ini
- orang baik gitu ya tandanya dia orang
- baik bersyukur kita maka kalau kita
- lihat orang seperti itu ya ketika
- kemudian selesai salat mengatakan
- saksikanlah bawah mayit min alil khair
- Enggak usah ragu-ragu katakan ya inahu
- min ahlilhair gitu ya. Dia orang baik. H
- itu demikian.
- Saya rasa mungkin itu ya para para
- pendengar hadiah silaturahim.
- Kemudian sekali lagi saya
- menginformasikan juga mengajak kepada
- semua jemaah
- bahwa saya sedang apa nam melanjutkan
- pembangunan pesantren di Bojong. Bagi ee
- pendengar yang ingin ber apa namanya?
- [berdehem]
- investasi
- ingin berinvestasi ukhrawi ya silakan
- apa namanya berinvestasi e mau berupa
- barang material atau mau berupa dana ya
- tinggal minta saja nomor rekeningnya
- kalau dana kepada ee apa namanya ke
- rasil ya dan saya terima kasih sekali
- kepada Mbak Ani
- Hani Hudaifah yang minggu lalu beliau
- minta nomor rekening saya dan beliau
- kemudian sudah mengirimkan apa namanya
- donasinya. Ya, doa saya semoga Allah
- Subhanahu wa taala memberikan ganjaran
- yang berlipat ganda atas apa yang Anda
- berikan dan menjadikannya sebagai
- pensuci jiwa, pembersih harta dan juga
- apa namanya Allah memberkati apa yang
- Mbak ee Ani sisakan. Dan demikian juga
- kepada saudara-saudara yang lainnya.
- Akhirnya marilah kita memohon kepada
- Allah semoga Allah selalu menambahkan
- iman dan Islam kita, menguatkan
- keyakinan kita, mengokohkan pendirian
- kita.
- Allah memanjangkan usia kita dalam taat
- kepadanya. Allah bimbing hati kita ke
- jalan yang diridai dan dicintainya.
- Allah hiasi hati kita dengan akhlak yang
- mulia. Allah bersihkan hati kita dari
- akhlak yang hina. Allah limpahkan
- rahmat, taufik, dan hidayah kepada kita
- anak cucu kita sehingga selama hidup
- kita istikamah menjalankan perintahnya,
- menj menjauhi larangannya dan manakala
- wafat terucap dari mulut kita yang
- didasari dengan keyakinan kalimat
- lailahaillallah
- sebagai tanda husnul khatimah.
- minahmatika
- yainbanaunah
- wa akarallahu
- sayidina muhammadin waa alihibihi
- wasallam walhamdulillahiabbil alamin
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh
- waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh demikian ikwan akhwat
- tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Zazuli
- Kholil membahas tema mengenai Sakaratul
- maut. Semoga apa yang disampaikan banyak
- manfaat untuk kita semuanya. Saya yang
- bertugas Pak ditemani Neza dan juga
- Yusuf Subamit. Subhanakallahum wamdika
- ashadu alla ilahailla anta astagfiruka
- wa atubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.