Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Ah yang dirahmati Allah Subhanahu wa
- taala. Terima kasih masih bersama kami
- dalam Bincang Inspiratif bersama Ustaz
- Syamsi Ali. Tadi di sesi pertama kita
- sudah banyak ee berdialog. E salah
- satunya topik yang kita bahas di
- kesempatan kali ini adalah meneladani
- sifat Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Baik, Pak Ustaz. Di sesi kedua
- ini ee empat sifat Nabi yang biasanya
- kita salah mendapatkan ee tausiah
- ilmunya itu mengenai siddiq,
- amanah, fatonah, dan tablig. He
- bagaimana Pak ini untuk mengingatkan
- kaum muslimin
- ee dengan profesi apapun dari mulai
- profesi misalkan dia seorang dai, guru,
- bahkan politikus yang sekarang banyak
- terjun gitu ya.
- Empat sifat nabi ini supaya bisa
- diterapkan di profesi masing-masing
- bagaimana?
- Iya kan itu kan sifat-sifat universal
- saja ya. Ya artinya bahwa anggaplah kita
- ambil sebagai kasus politisi ya. Maka
- sudah pasti seorang politisi itu ya
- harus amanah ya, harus fatanah, harus
- tablig dan satu lagi apa ya ee
- siddiq misalnya kan ya.
- Em
- ini kalau kita terapkan dalam bidang
- politik misalnya, maka itu harus menjadi
- tuntunan dasar. Seorang politisi itu
- harus fatal misalnya, dia harus pintar,
- harus menguasai bidangnya begitu. bukan
- sekedar menjadikannya sebagai jembatan
- untuk mengerut ke keuntungan atau biar
- dapat posisi dan lain sebagainya agar
- punya pemasukan yang lebih ya ternyata
- sekarang bayarannya juga mahal kan untuk
- menjadi seorang calek misalnya harus
- bayar gitu loh. Nah, apalagi amanah gitu
- loh dalam dunia yang penuh dengan godaan
- ini. Saya kira posisi-posisi politik ini
- ee penting untuk menerapkan ke sifat
- Nabi yang amanah yang bisa terjaga
- dengan amanah itu bisa terjadi ketika
- seseorang punya karena iman itu amanah.
- Itu al imanu amanah. Orang yang tidak
- punya amanah ya tidak punya iman. Man la
- amanah la imana lahu. Siapa tidak punya
- amanah maka dia tidak punya iman. Ya.
- Jadi ketika seorang mencuri misalnya
- pada saat itu imannya lorot itu ya. itu
- imannya lorot. Orang tidak mencuri kalau
- dia beriman. Makanya orang yang amanah
- itu pasti itu adalah indikasi dari
- keimanan. Maka seorang politisi yang mau
- amanah ya harus memperkuat iman.
- [mendengus] Memperkuat iman. Percaya
- bahwa Allah watching at every moment
- melihat dia setiap saat gerak-geriknya.
- Inallah alimun khabir. Allah maha
- mengetahui. Maha
- melihat semua yang rahasia-rahasia.
- Oleh karenanya saya kira sifat-sifat
- Nabi ini begitu sangat diperlukan dalam
- dunia yang memang sudah ee terlalu
- banyak ya apa kuman-kumannya ya terlalu
- banyak apa namanya najis-najisnya,
- terlalu banyak godaan-godaan dan
- tantangan-tantangannya sehingga saya
- kira Nabi betul-betul se sosok yang
- diperlukan ketaladananya pada saat dunia
- yang serba seperti sekarang ini. Kalau
- seorang dai berpolitik, kalau dalam
- pandangan Pak Ustaz, bagaimana
- dalam Islam itu sejujurnya sebenarnya
- kata dai itu kan semua profesi ya. Saya
- melihat bahwa dai itu bukan profesi ya.
- Saya misalnya ya kerja saya dakwah tapi
- bukan saya tidak menjaganya dakwah. saya
- itu baik saya punya pekerjaan misalnya
- sebagai pebisnis, saya tetap dai gitu
- loh. Sebagai guru saya tetap dai,
- sebagai politisi saya tetap dai. Maka
- tidak ada masalah seorang yang kebetulan
- dia memang digelari sebagai ustaz punya
- politisi ya agar politik ini bisa
- jadikan sebagai wahana untuk
- menyampaikan dakwah-dakwah Islamnya yang
- lebih baik lagi. Ee Ustaz Abdul Samad
- sering menyampaikan itu misalnya bahwa
- kita perlu untuk mengambil kekuasaan.
- Ya, saya kira itu baik. Walaupun
- kemudian pada akhirnya beliau kan tidak
- mau ya waktu itu sehingga banyak
- diserang ya kok ngomong tapi tidak
- dilakukan. Nah, saya kira tugas beliau
- adalah menyampaikan
- ya menyampaikan itu bukan berarti beliau
- yang harus dilakukan kan begitu ya. Sama
- dengan saya ketika mengingatkan
- seseorang tentang sesuatu bukan berarti
- saya mampu melakukan sesuatu itu. Tapi
- juga saya mengingatkan orang lainlah
- yang kemudian bisa melakukan itu. Saya
- misalnya ee memotivasi umat Islam untuk
- menjadi psisman. Saya sendiri enggak
- bisa bisnis, tapi saya harus memotivasi
- orang untuk menjadi bisnisman. Kenapa?
- Nabi bisnismen kok. Orang Islam harus
- kaya. Kenapa? Orang Islam harus kaya
- bisa menguasai media, membangun ee
- sistem pendidikan yang baik ya, dan lain
- sebagainya. Kalau kita tidak punya duit,
- gimana gitu loh ya kan? Salat dan zakat
- itu salah bergandengan. Jangan hanya
- pintar saja salat tapi enggak bisa
- kemudian ee membangun perekonomian yang
- bisa ada income lebih sehingga
- memberikan zakat kepada orang. Jadi, nah
- Ustaz Abdul Samad ketika mengatakan
- bahwa kita harus merub kekuasaan lalu
- kemudian ditawari menjadi wakil
- presiden, kemudian menolak, itu sudah
- posisi yang benar. Bagi saya posisi yang
- benar ya. Tidak perlu kemudian kita
- menyalahkan ya. Saya justru membela ada
- artikel saya, saya tuliskan. Kenapa?
- karena beliau melakukan fungsi tugasnya
- sebagai ustaz ketika itu, bukan sebagai
- politisi. Nah, jadi sekali lagi seorang
- ustaz yang mau jadi politisi silakan
- saja, tapi sekali lagi hati-hati. Kenapa
- berhati-hati? Karena ee ustaz sudah
- identik dengan ee representasi keislaman
- kita. Sehingga bagaimanapun juga apa
- yang akan dilakukan ketika sudah menjadi
- politisi maka orang akan selalu tarik
- kepada keislaman itu. Benar tidaknya
- akan jangan sampai Islam yang kemudian
- diblame, Islam yang kemudian dituduh
- sebagai penyebab daripada misalnya
- seorang ustaz yang menjadi politisi yang
- korap misalnya, itu harus berhati-hati.
- Jadi saya tidak melihat enggak ada ee
- ada salahnya untuk menjadi politisi bagi
- seorang ustaz. ee walaupun selalu saya
- katakan bahwa ee politisi politik itu
- adalah sesuatu yang netral. Jangan juga
- dikatakan bahwa politik itu hitam gitu
- loh. Tinggal kita mau jadikan hitam ya
- hitam, mau jadikan putih ya putih.
- Baik Pak Ustaz mau meneladani Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- maupun di momen maulid Nabi kali ini,
- pesan apa yang akan kita sampaikan
- [mendengus] kepada seluruh kaum muslimin
- Indonesia?
- Saya kira pertama adalah pesan untuk
- selalu meneladani
- ee kekuatan jiwa yang beliau Rasulullah
- miliki itu. Beliau itu tantangannya luar
- biasa, godaannya juga tidak kecil. Ya.
- Ketika di Mekah mau dijadikan raja mau
- dikasih perempuan yang paling cantik
- juga bisa. Jadi diberikan harta juga
- boleh. Tapi beliau tidak lakukan itu
- karena jiwanya sudah solid dengan
- komitmen dakwah yang beliau lakukan.
- Sehingga beliau mengatakan kalau
- matahari letakkan tangan kananku. bulan
- di tangan kiriku. Artinya dunia semuanya
- diberikan kepada saya. Saya tidak akan
- pernah goncang. Saya tidak akan pernah
- goyah dalam melakukan tugas dakwah ini
- sampai saya hancur atau Allah menentukan
- lain. Itu saya kira komitmen iman yang
- harus kita miliki sekarang dalam dunia
- yang serba goncang sekarang ini. Yang
- kedua, saya kira harus ada visi yang
- besar. Jadi jangan umat kita ini selalu
- visi yang dadakan dan ya begituah
- kumpul-kumpul ribuan orang kemudian
- seolah-olah sudah ada solusi
- permasalahan umat gitu loh. Mohon maaf
- saya setuju dengan teman-teman kita yang
- kumpul di 212 itu bagus. itu reun yang
- reun yang baikbaik tapi jangan puas
- hanya dengan itu. Umat Islam ini pintar
- berkumpul kumpul-kumpul tapi susah
- membangun jemaah gitu. Beda antara
- kumpul dengan jemaah. Kalau jemaah itu
- ya dimulai dari bersama-sama kemudian
- ada visi yang jelas apa yang akan kita
- capai dan programnya begitu. Jadi jangan
- umat Islam misalnya anggap anggap
- ambillah mohon maaf ini ya ambillah satu
- contoh kepemimpinan ya kita umat Islam
- ingin supaya kita punya presiden yang
- Islamnya baik.
- Tapi itu dadakan semuanya. Biasanya
- timbul keinginan kita memilih presiden
- yang baik itu di saat sudah memilih.
- Kenapa enggak pernah dipersiapkan secara
- bersama-sama gitu loh.
- Kadernya juga disiapkan
- kaderisasi persiapan kemudian bagaimana
- menuju kepada kemenangan harus disiapkan
- gitu loh. Jangan kemudian ya
- alhamdulillah ada hikmahnya si Ahok
- kemarin mengatakan kata-kata itu. Kalau
- bukan itu ya mungkin gubernur ee Jakarta
- masih orang lain kan. Berarti ada
- hikmahnya itu. Tapi sayang sekali justru
- Ahok yang menjadikan kita.
- Kenapa harus Ahok? Kanak dari kesadaran.
- Dari kesadaran. Iya. Kesedaran agama
- dari dulu kan ada alak kita punya Quran
- kok kita punya sunah. Ya, kenapa saya
- harus aho yang menjadi penyebab gitu
- loh. Nah, ini juga saya harapkan ini
- jangan sampai ini menjadi sebuah
- kebesaran Indonesia. Kita ingin presiden
- yang baik ya nanti ada orang lain yang
- mendorong kita untuk itu. Jadi saya kira
- Nabi Muhammad itu beda. Nabi Muhammad
- itu punya visi kemudian persiapannya
- matang. Jelas langkah-langkah yang
- dilakukan. Nah, ini yang mungkin perlu
- kita telani Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Baik, terima kasih banyak
- perbincangan. Semoga bermanfaat.
- Selalu sehat, Pak Ustaz. Ya,
- sehat. Amin. Insyaallah.
- Demikianlah ikwan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala perbincangan
- kami dengan Ustaz Syamsali. Semoga apa
- yang kami sampaikan kepada Im Ahmad
- bermanfaat. Mohon maaf atas segala
- kesalahan kata. Saya yang bertugas Angga
- Aminuddin ditemani oleh Fajar Hidayat.
- Ada juga Santi Purnama dan juga Muhammad
- Ajid undur diri. Billahi taufik wal
- hidayah. Subhanakallahumma wabihamdika
- asadu alla ilahailla anta astagfiruka wa
- atubu ilaik. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- [musik]
- [musik]