Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Brail เฮ 0:38 [musik] 0:43 [musik] 0:48 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi 0:50 rabbil alamin. Allahumma sholli wasallim 0:52 wabarik ala sayyidina Muhammadin wa ala 0:54 ali sayyidina Muhammad. Masih 0:55 dipancarkan dari jalan Masjid 0:57 Silaturahim nomor 36 Kalimangis Subur 1:00 Bekasi. Radio Silaturahim dan juga Rasil 1:02 TV untuk Islam yang satu. Asalamualaikum 1:04 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan 1:05 akhwat yang dirahmati Allah. Senang 1:07 sekali di Kamis pagi hari ini kami 1:10 kembali menyapa, kembali hadir dalam 1:13 program acara renungan di bawah naungan 1:15 Al-Qur'an bersama guru kita Ustaz Husein 1:17 Alatas untuk edisi 24 Rabiul Akhir 1447 1:23 Hijriah bertepatan juga dengan 16 1:26 Oktober 1:28 2025. Semoga ikhwan akhwat di kesempatan 1:31 pagi hari ini dalam keadaan baik, dalam 1:33 keadaan sehat dan selalu dalam lindungan 1:36 Allah Subhanahu wa taala. Amin. Amin ya 1:39 rabbal alamin. Dan juga Iwan akhwat yang 1:41 mungkin tengah diuji sakit ee begitupun 1:44 mungkin keluarganya yang saat ini tengah 1:46 berbaring diuji sakit semoga diberikan 1:48 kesembuhan yang sempurna oleh Allah 1:49 subhanahu wa taala. Amin. Amin ya rabbal 1:51 alamin. Ikhwan akhwat, di kesempatan ini 1:53 alhamdulillah guru kita Ustaz Husein 1:55 sudah hadir di studio. Asalamualaikum 1:58 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:00 wabarakatuh. 2:01 Baik, kita awali pertemuan ini 2:03 [berdehem] dengan baca Quran surah 2:05 Al-Fatihah yang akan dibimbing langsung 2:07 oleh Ustaz Husin. Kami persilakan, 2:08 Ustaz. 2:10 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:16 Bismillahirrahmanirrahim. 2:23 Alhamdulillahirabbil 2:26 alamin 2:31 arrahmanirrahim 2:35 maiki yaumiddin. 2:39 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta' 2:45 ihdinasirathal 2:48 mustaqim. 2:51 Adina anamta alaihim 2:56 ghairil magdubi alaihim waladin. 3:07 Amin. 3:08 Amin. Amin ya rabbal alamin. Baik ikhwan 3:10 akhwat. Kita mulai dengan pembacaan 3:12 al-Fatihah. Semoga kita semua 3:13 mendapatkan curahan rahmat dari Allah 3:15 subhanahu wa taala. Amin. Amin ya rabbal 3:18 alamin. Ikhwan akhwat, kita awali di 3:21 kesempatan ini dan nanti ikhwan akhwat 3:22 silakan yang ingin menyampaikan 3:24 pertanyaannya bisa mengirimkan ee 3:26 seperti biasa ke nomor WhatsApp kami di 3:28 08 3:30 111999720 3:34 ya. Insyaallah, Ikhwan Nawat, hari ini 3:36 kita akan e membacakan mungkin beberapa 3:38 pertanyaan dari Ikhwan Nawat dan akan 3:39 dibahas oleh Ustaz Husein. Yang pertama, 3:41 Ustaz ini pertanyaannya terkait yang 3:43 sedang ya ramailah beberapa hari ini 3:46 sorotan mengenai emm pesantren ya, 3:50 pesantren cukup terkenal yang diliput 3:52 oleh salah satu media swasta sampai ada 3:55 tagar ini media sosial boikot Trans TU, 3:58 Ustaz. Sebentar saya bacakan dulu, Ustaz 4:00 ya singkatnya. Eh, tagar boikot Trans 7 4:03 muncul dan menjadi viral setelah 4:05 penayangan program Expos Unsensored e 4:09 pada tanggal 13 Oktober 2025 yang 4:11 menayangkan liputan salah satu pondok 4:14 pesantren terkenal ya, Ustaz ya di Jawa 4:16 yaitu pesantren Lirboyo. Tayangan 4:19 tersebut itu menuai kecaman keras dari 4:22 kalangan santri, alumni, dan juga tokoh 4:25 masyarakat pesantren yang dinilai yang 4:27 pertama itu melecehkan atau menghina 4:30 kiai dan pesantren. Yang kedua 4:32 menggunakan judul dan narasi yang 4:35 provokatif dan sensasional. Seperti ee 4:39 santrinya minum susu aja kudu jongkok. 4:42 Emang gini kehidupan pondok kiainya yang 4:46 kaya raya tapi umatnya yang kasih 4:48 amplop. Nah, yang ketiga dinilai 4:50 menggambarkan tradisi dan adab pesantren 4:53 seperti penghormatan kepada kiai, 4:55 pengabdian santri dengan sudut pandang 4:57 negatif yang dianggap salah menafsirkan 5:01 disiplin dan penghormatan sebagai 5:04 penindasan perbudakan atau feodalisme. 5:07 Nah, ini pihak Trans Tujuh sendiri juga 5:10 sudah menyampaikan permohonan maaf dan 5:12 mengakui kelalaian dalam melakukan 5:14 sensor mendalam terhadap materi tayangan 5:16 tersebut. Namun tuntutan boikot dan 5:19 kecaman terus meluas. Nah, ini bagaimana 5:22 Islam ee Rasul mengajarkan kita takzim 5:26 tawadu atau penghormatan kepada kiai, 5:29 kepada ustaz, kepada ulama yang juga 5:32 mungkin dicontohkan oleh para sahabat 5:34 bagaimana penghormatan terhadap Nabi. Ee 5:37 sedangkan tradisi di kita seperti 5:39 menunduk, merangkak di hadapan kiai ee 5:42 sebetulnya adabnya seperti apa sih, 5:43 Ustaz? Ee Islam mengajarkan. Terima 5:45 kasih. 5:48 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 5:50 Bismillahirrahmanirrahim. 5:54 Alhamdulillahi rabbil alamin. 5:59 Hamdan katsiran thayyiban mubarokan fi 6:03 kama yuhibbu rabbuna waardu. 6:07 Allahumma sholli ala sayyidina wa nabina 6:10 Muhammadin wa alihi wasahbihi wasallim. 6:14 Asalamualaika. Ya Rasulullah. 6:17 Assalamuala 6:19 ibadillah shihin. Wasalamualaikum 6:22 warahmatullah wabarakatuh. 6:24 Waalaikumsalam. 6:26 Allahumma atina minika rahmah 6:30 waimna min ladunka ilman nafi wunfa 6:34 bimaamana. 6:36 Rabbana zidna ilman waikna bisolihin. 6:47 Berbagai macam 6:49 fenomena 6:50 di tengah-tengah kita 6:54 yang mengundang pertanyaan 7:00 yang menimbulkan juga 7:02 perdebatan, pertentangan. 7:06 Di antaranya 7:09 apa yang kita jumpai di sebagian 7:11 pesantren. Tidak semuanya di sebagian 7:14 pesantren. 7:16 Dan saya juga pernah menyaksikan dengan 7:18 mata kepala saya sendiri. Bukan kata 7:20 orang. 7:22 Bagaimana sebagian orang di hadapan 7:25 kiai, di hadapan ustaz, di hadapan 7:29 habib. 7:31 Tapi ini tidak semuanya. 7:33 Bagaimana mereka 7:36 berjalan dengan menunduk-nunduk. 7:39 Pada saat mereka juga akan keluar, 7:41 mereka berjalan mundur ya sampai 7:45 terlepas dari pandangan baru mereka 7:47 berjalan dengan lurus. 7:51 Mereka duduk di hadapan kiai 7:54 atau di hadapan Habib ya atau ustaz. 7:59 Terkadang kita jumpai sikap mereka lebih 8:02 daripada sahabat Nabi di hadapan 8:04 Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi 8:06 wasallam. 8:09 Fenomena semacam ini 8:12 merupakan penyimpangan 8:15 dari 8:17 petunjuk 8:19 sunah dan ajaran Nabi kita Muhammad 8:21 sallallahu alaihi wa alihi wasallam. 8:24 Mengapa? 8:27 Karena diutusnya Nabi kita Muhammad 8:29 sallallahu alaihi wa alihi wasallam 8:32 sebagai rahmatan lil alamin. 8:36 Tujuannya untuk mengajak manusia kembali 8:39 kepada Allah Subhanahu wa taala 8:42 beribadah, 8:44 rukuk sujud di hadapannya 8:48 dan memerdekakan umat manusia 8:51 dari segala macam penjajahan. 8:57 Kita dapat memahami [berdehem] hal ini 8:59 dari kesimpulan ringkasan yang 9:02 disampaikan oleh Rabi bin Amir 9:07 di hadapan Kisra ketika raja Persia 9:13 [berdehem] 9:14 ingin mengetahui tujuan kaum muslimin 9:16 datang ke berbatasan negerinya dengan 9:19 membawa pasukan, maka dia mengirim 9:22 utusan meminta 9:25 kaum muslimin mengutus 9:27 utusan mereka untuk datang ke 9:29 hadapannya. 9:32 Pimpinan kaum muslimin pada saat itu 9:34 atau panglima kaum muslimin mengutus 9:37 salah seorang biasa bukan dari kalangan 9:40 yang menonjol yang bernama Rabi' bin 9:44 Amir. Yang bernama 9:46 Rabi 9:47 Rabi' bin Amir radhiallahu anhu. 9:52 ketika masuk ke dalam istana Kisra, 9:56 istana yang megah mewah dengan 10:00 permadaninya, 10:01 dengan hiasan-hiasan emasnya ya 10:06 yang menunjukkan betul-betul puncak 10:08 kemewahan. 10:10 Rabi bin Amir mengendarai seekor kuda 10:13 yang kecil 10:14 dengan berpakaian sederhana masuk ke 10:18 dalam istana 10:20 tanpa menunjukkan sedikit pun rasa 10:22 minder. 10:24 Dengan tegap datang ke hadapan Kisra 10:27 lalu mengucapkan salam. 10:31 Lalu Kisra bertanya 10:33 melalui penterjemahnya, 10:35 "Kenapa orang ini tidak sujud di 10:37 hadapan? 10:40 Dijawab oleh Rabi bin Amir, "Nahnu la 10:44 nasjudu illa lillah." Kami tidak akan 10:46 sujud kecuali hanya kepada Allah 10:48 Subhanahu wa taala. 10:51 [berdehem] 10:53 Lalu Kisra bertanya kepada Rabi bin Amir 10:55 melalui penterjemahnya, 10:57 "Apa yang menjadi motif kalian datang 11:00 kepada kami membawa pasukan kalian? 11:04 Apabila kalian membutuhkan 11:07 pangan? sandang 11:10 dan lain-lainnya kami akan kirimkan bawa 11:12 pasukan kalian kembali. Itu yang 11:14 terlintas dalam benak Kisra. 11:17 Karena 11:19 dahulu pada masa jahiliah orang datang 11:21 ke hadapan Kisra dengan menunduk 11:23 mengharapkan pemberiannya. 11:24 Hm. 11:27 Jadi dalam pandangan Kisra yang 11:29 mendorong mereka datang membawa 11:30 pasukannya disebabkan tujuan-tujuan 11:33 bendawi. 11:35 Maka Rabi bin Amir mengatakan apa? Laisa 11:39 lihadza wala lidzaka 11:42 jaka ayyuhal malik. Bukan untuk ini atau 11:45 itu yang kau sebutkan, kami datang ke 11:47 hadapanmu wahai Paduka Raja. 11:50 Lalu beliau menyampaikan tujuannya. 11:56 Allahubatana 11:58 linukhrija Allahtaatana linukhrija 12:02 min ibadati ibadahi 12:05 Allahu ibtaatana 12:08 linukhrija 12:10 ibadahu min ibadati ibadatihi ila 12:14 ibadatillahil 12:16 wahidil ahad. [berdehem] 12:20 [mendengus] 12:20 Allah mengutus kami 12:23 untuk mengeluarkan hamba-hamba-Nya 12:27 dari penyembahan perbudakan terhadap 12:29 sesama hamba-Nya menuju penyembahan 12:32 terhadap Allah alwahid al-ahad. 12:36 Sebagaimana yang selalu kita baca dalam 12:38 suratul fatihah. Iyaka na'budu wa iyaka 12:42 nastain. 12:45 Yang mengucapkan hal ini Rabi bin Amir, 12:48 bukan Rasulullah. 12:51 Sebagaimana Rasul diutus untuk 12:53 mengeluarkan umat manusia dari 12:55 penyembahan terhadap sesama makhluk 12:58 menuju penyembahan terhadap Allah, 13:01 sahabat Nabi seluruhnya juga melakukan 13:03 hal yang sama. 13:05 [mendengus] 13:05 Mereka [berdehem] mengikuti Rasulullah. 13:08 Sebagaimana Rasul diutus oleh Allah, 13:10 mereka-mereka yang melanjutkan risalah 13:13 Rasul juga melakukan hal yang sama. Maka 13:16 termasuk kiai, Ustaz, Habib ya yang 13:19 betul-betul mengikuti Rasul melakukan 13:21 hal yang sama. Mereka berjuang 13:25 dengan misi mengeluarkan umat manusia 13:28 dari penyembahan terhadap sesama manusia 13:31 menuju penyembahan terhadap Allah Tuhan 13:34 yang Maha Esa la syarikah. [berdehem] 13:39 Lalu yang kedua, wam biqid dunya ila 13:42 saatil akhirah. Dan kami juga diutus 13:46 untuk mengeluarkan manusia dari wawasan 13:49 duniawi yang sempit. 13:52 menuju dunia dan akhirat. 13:56 Arti hidup di dunia bukan tujuan, hanya 13:58 merupakan ladang ujian, tapi tujuan 14:01 utamanya di hari akhirat. Ini 14:04 betul-betul 14:06 menyentak kisra. Yang terakhir, wamin 14:09 jaurilani ila adlil islam. Dan kami 14:13 diutus mengeluarkan manusia dari 14:16 kezaliman, 14:17 penganiayaan, 14:19 eksploitasi yang dilakukan oleh agama 14:22 yang bermacam-macam 14:24 menuju keadilan Islam. [batuk] 14:32 Apabila di abad [berdehem] ke-13, 14 14:36 hingga abad ke-16 14:38 Eropa mengalami [berdehem] renaisense, 14:41 perubahan 14:43 dari era-era 14:45 perbudakan, 14:46 eksploitasi yang dilakukan oleh 14:48 raja-raja yang berkolaborasi dengan 14:52 pimpinan-pimpinan gereja membodoh-bodohi 14:54 masyarakat pada saat tersebut. 14:56 [berdehem] 14:57 bagaimana mereka berontak menolak 15:01 dan 15:04 mereka betul-betul mengalami satu 15:06 perubahan yang amat luar biasa. Ini 15:09 merupakan awal dari kemajuan 15:12 bangsa Eropa, terutama [berdehem] sekali 15:14 Prancis pada saat tersebut. Dan 15:17 kebangkitan bangsa Eropa ini diilhami 15:19 oleh apa? oleh kemajuan, kebebasan dan 15:23 ilmu pengetahuan yang datang dari 15:24 saudara-saudara mereka bangsa Arab yang 15:26 berada di Kordoba. [berdehem] 15:30 Dahulu mereka hidup dalam khurafat, 15:32 dalam mistik, dalam pembodohan. Ketika 15:34 mereka menyaksikan saudara-saudara 15:36 mereka yang berasal dari kaum muslimin 15:40 ya 15:41 beragama, [berdehem] 15:42 tapi tidak menghalangi mereka untuk 15:44 mengembangkan ilmu pengetahuan. Dan kita 15:47 saksikan bagaimana kebebasan kemerdekaan 15:50 pada saat itu mereka saksikan depan mata 15:52 mereka. Ini mengilhami lahirnya Renisen 15:55 dimulai dari abad ke-13, 14, 15, 16 16:00 hingga puncaknya pada abad ke-18 16:02 merupakan kebangkitan dari apa? Dari 16:05 bangsa-bangsa di barat. 16:09 Nah, kalau kita kembali kepada masa-masa 16:11 jahiliah sebelum Nabi kita Muhammad 16:14 sallallahu alaihi wa alihi wasallam 16:15 diutus, kita saksikan bagaimana manusia 16:19 terbagi ke dalam kasta-kasta. 16:22 Ada kasta yang mulia di atas, ada kasta 16:25 menengah, ada kasta yang pekerjaan 16:28 mereka hanya mengerjakan 16:30 pekerjaan-pekerjaan kotor, yaitu kaum 16:32 budak. 16:35 Dan perbedaan begitu mencolok mata. 16:38 Tidak mungkin pada saat itu orang 16:40 menyaksikan kaum budak duduk bersama 16:42 tuan mereka, makan bersama-sama. 16:46 Tapi datang Nabi kita Muhammad 16:48 sallallahu alaihi wa alihi wasallam 16:50 membacakan firman Allah di tengah 16:52 mereka. Ya ayyuhanas 16:54 innaqnakum 16:56 minakarin wa'alnakumuban 17:01 waqilau 17:03 inna akromakumallahiq. 17:07 Rasulullah menyeru di tengah-tengah 17:08 mereka menyampaikan firman Allah 17:12 bukan hanya ucapan Rasul tapi firman 17:14 Allah pencipta kita semua. Wahai umat 17:17 manusia sesungguhnya Kami telah 17:19 menciptakan kalian dari pasangan pria 17:21 dan wanita. itu kakek dan nenek kita 17:24 Adam dan Hawa. Kami jadikan kalian 17:27 berbangsa-bangsa, 17:29 bersuku-suku 17:31 dengan tujuan ditarofu bukan untuk 17:33 saling membanggakan diri atau mengangkat 17:36 sebahagian yang lain, merendahkan 17:38 sebahagian yang lain untuk saling 17:40 berkenalan 17:41 agar dapat apa? menumbuhkan kecintaan, 17:45 kebersamaan dalam menjalankan amanat 17:48 besar di atas muka bumi. Lalu Allah 17:51 terangkan kemuliaan bukan dari kekayaan, 17:54 dari kedudukan atau kebesaran-kebesaran 17:57 dunia. Tidak. Inna akramakum 17:59 indallahiqakum. 18:01 Yang termulia di antara kalian adalah 18:03 orang yang paling bertakwa. Kisra 18:05 beranggapan dengan kemegahan istananya 18:07 ketika menyambut utusan kaum muslimin, 18:10 dia akan mampu untuk menteror 18:13 dan membuat minder utusan tersebut. Tapi 18:16 ternyata si utusan dengan penuh 18:18 kebanggaan mengatakan, "Kami bukan 18:20 datang untuk itu yang kamu sebutkan, 18:23 Ayyuhal Malik. Kami datang 18:26 karena diutus oleh Allah untuk 18:28 mengeluarkan manusia dari penyembahan 18:30 terhadap sesama hamba menuju penyembahan 18:33 terhadap Allah. 18:35 dan mengeluarkan manusia dari wawasan 18:37 duniawi yang sempit menuju wawasan dunia 18:40 dan akhirat. Dunia untuk kita beramal, 18:43 akhirat sebagai tempat kita menerima 18:45 balasan. Dan dari kezaliman agama yang 18:48 bermacam-macam yang menganiaya para 18:51 pengikut, yang mengintimidasi mereka, 18:53 yang membully mereka, yang 18:55 mengeksploitasi mereka menuju keadilan 18:59 Islam. Jadi Islam mengajak kepada ajaran 19:02 tauhid. 19:04 Kemudian mentauhidkan kalimah sebagai 19:06 keluarga besar umat manusia dan 19:09 menetapkan landasan dan ukuran mulia itu 19:12 bukan harta atau kedudukan, tapi 19:15 keimanan dan perjuangannya di jalan 19:17 Allah Subhanahu wa taala dan menegakkan 19:20 pilar keadilan, 19:22 persamaan kesetaraan di antara manusia. 19:25 Oleh karena itu, begitu Rasulullah 19:28 diutus, bagaimana Rasul mendidik para 19:31 sahabatnya yang tadinya berasal dari 19:33 kalangan mulia yang bersikap angkuh 19:37 terhadap yang rendah. Begitu mereka 19:39 beriman, ketajaman mereka hilang, 19:43 duri mereka hilang. Berubah menjadi 19:45 orang-orang yang rukuk sujud merendahkan 19:48 di hadapan Allah dan memperlakukan 19:50 sesama saudara mereka, apapun latar 19:53 belakang mereka dengan perlakuan yang 19:54 mulia. Sebalik yang tadinya berasal dari 19:57 kalangan yang rendah, kalangan yang hina 20:01 pada masa jahiliah, Islam memuliakan 20:04 mereka dengan iman. seperti Bilal, 20:06 Salman, Ammar bin Yasir, Yasir, 20:11 Sumayyah, Khabbab bin Arad. Kita lihat 20:15 mereka duduk bersama-sama dan mereka 20:18 diberikan nama gelar ashabu Rasulillah, 20:22 sahabat-sahabat Rasulullah. 20:25 Kemudian mereka bagaimana memanggil 20:26 sesama mereka? 20:29 Mereka di kala memanggil Imam Ali, 20:32 memanggilnya ya ab turab. Karena 20:34 kegemaran beliau berbaring di tanah 20:39 atau memanggilnya, "Ya Abal Hasan karena 20:41 anaknya yang bernama Hasan." 20:45 Begitu juga mereka memanggil Abu Bakar 20:48 dengan panggilannya, "Ya Abu Bakr, 20:51 bagaimana juga kepada Sayidina Umar. 20:53 Mereka tidak memanggilnya dengan 20:55 gelar-gelar yang besar. memanggilnya 20:57 dengan memberikan kuniah. 21:00 Ya Aba Fulan, ya Aba Abdillah, ya Aba 21:03 Muhammad, ya Aba Abdurrahman, ya Aba 21:06 Abdillah. Ya, kita lihat bagaimana 21:09 mereka dipanggil dengan nama-nama ya 21:13 yang tidak membuat saling berjauhan tapi 21:16 mendekatkan hati mereka. Karena 21:17 panggilan kuniah ini panggilan yang amat 21:19 indah. 21:22 Jadi mereka tidak memanggilnya Habib Ali 21:24 atau Sayid Ali ya. atau memanggilnya 21:28 katakan umpamanya ya Habib Hasan atau 21:30 Habib Husein, tapi mereka memanggilnya 21:33 Aba turab, Abal Hasan kemudian memanggil 21:37 Sayidina Husein juga ya Aba Abdillah. 21:39 Panggilan yang begitu hangat mesra 21:40 [berdehem] mendekatkan mereka satu 21:42 dengan baik. 21:44 Kalau dalam bahasa Indonesia ayahnya 21:46 ayahnya Fulan. 21:47 Iya. 21:47 Itu panggilan seperti ini panggilan 21:49 penghormatan dan juga kecintaan. 21:51 H 21:52 menunjukkan kedekatan. Karena panggilan 21:54 kuniah itu panggilan yang mendekatkan 21:56 betul-betul hati satu sama lain. Seorang 21:59 bila dipanggil abahnya fulan 22:01 itu merupakan apa? Hal yang menyentuh 22:03 hatinya. 22:04 Iya. Iya. 22:05 Nah, wanitanya dipanggil dengan kata um. 22:08 Seperti Umm Abdillah. Sayidah Aisyah 22:10 tidak punya anak, tapi punya kemenakan 22:13 yang bernama Abdullah. Maka dipanggil ya 22:15 Umma Abdillah. 22:19 Jadi, betapa indahnya hubungan antara 22:22 sahabat Nabi. Kemudian bagaimana sikap 22:25 mereka di hadapan Nabi. Sahabat-sahabat 22:27 Nabi begitu menghormati Nabi, 22:30 mencintainya. Bahkan mereka berkata, "Bi 22:33 abi wa ummi anta ya Rasulullah. Kami 22:36 rela menebus dirimu dengan ayah ibu 22:38 kami. 22:41 Kalau seorang rela menebus seseorang 22:42 dengan ayah ibunya yang dimuliakan, 22:44 menggambarkan bagaimana kecintaan 22:47 mereka, hormat mereka pada Rasulullah. 22:49 Tapi walaupun mereka begitu hormat 22:51 menjunjung Nabi, tapi sikap mereka di 22:54 hadapan Nabi, sikap seseorang di hadapan 22:57 manusia. 22:59 tidak ruku, tidak sujud di hadapannya, 23:03 tidak juga ngesot, tidak berjalan 23:05 mundur. Bahkan Nabi ketika datang di 23:08 satu kaum, mereka berdiri bersama-sama. 23:10 Nabi mengatakan, "La taquumu kama 23:13 yaquumunasul." Jangan kalian berdiri 23:16 seperti orang ber di hadapan Kisra 23:19 atau di sebagian kalangan di negeri kita 23:21 nih, kalau pemimpin mereka lewat 23:24 beramai-ramai mereka menundukkan kepala 23:26 mereka dalam keadaan rukuk. 23:29 Allah ingin kita semua rukuk sujud di 23:32 hadapan kebesarannya, di hadapan sesama 23:35 kita saling menghormati. Sebagaimana 23:37 Rasul mengatakan, "Wakunu ibadallahi 23:40 ikhwana." Jadilah sebagai hamba-hamba 23:42 Allah yang saling menyayangi, yang 23:45 saling membantu. Innamal mukminuna 23:47 ikhwan. Jadi fenomena yang kita jumpai 23:51 di sebagian pesantren, di sebahagian 23:54 majelis-majelis ya tidak kita jumpai 23:57 pada masa Nabi. Justru kebalikannya 23:59 beliau kedatangannya, kemunculannya 24:03 untuk memproklamirkan kemerdekaan umat 24:06 manusia, mencerdaskan mereka, 24:09 mengingatkan mereka untuk tidak 24:11 mengikuti sesuatu tanpa dasar ilmu. 24:18 Lalu pertanyaannya di sini juga, apakah 24:21 semua pesantren seperti itu? Tidak. 24:24 Pada zaman Wali Songo, pada zaman 24:26 keemasan dulu, berbeda sekali 24:30 orang-orang yang mendapatkan pendidikan 24:32 dari Wali Songo dengan semangat 24:36 keimanan mereka, perjuangan mereka, 24:39 begitu juga akhlak mereka di hadapan 24:41 guru-guru mereka. Mereka menghormati 24:44 guru mereka. 24:46 Mereka menghargai betul-betul peran guru 24:49 mereka dalam memberikan pencerahan. Tapi 24:51 mereka sama sekali tidak melakukan apa? 24:54 Sikap-sikap yang merendahkan bagaikan 24:57 seorang budak di hadapan tuannya sama 24:59 sekali tidak. Dan mereka juga tidak 25:02 memperlakukan 25:03 he 25:04 murid-murid mereka, pengikut mereka 25:06 dengan perlakuan seperti ini. 25:10 Ini justru yang tidak disukai oleh 25:13 masyarakat Jawa pada saat itu yang masih 25:15 apa? Menganut agama Hindu. 25:18 Hm. 25:20 Tradisi ini bukan tradisi yang datang 25:21 dari Islam. 25:24 datangnya 25:25 pembawa Islam termasuk di antaranya 25:28 berdirinya negara Islam di Jawa pertama 25:31 kali yaitu kerajaan Demak di bawah 25:33 pimpinan Raden Fattah. Raden Fath ini 25:36 bukan orang lain. Dia merupakan anak 25:40 dari Raja Brawijaya terakhir, Raja 25:44 Majapahit. 25:46 Dia bukan menggulingkan ayahnya, tapi 25:48 dia berdakwah di tengah-tengah mereka 25:50 memerdekakan umat masyarakat dari 25:53 perbudakan. 25:56 Hingga akhirnya rakyat sampai 25:58 adipati-adipati 26:01 sampai pembesar-pembesar negeri tersebut 26:03 berpihak kepada Fath karena mereka 26:04 merasa apa? Dimuliakan. 26:08 Brawijaya tidak tahan menyaksikan 26:10 keadaan 26:12 para pembesar kerajaannya. 26:15 yang tadinya begitu setia terhadapnya, 26:18 ternyata mulai mereka menunjukkan 26:20 sikapnya. 26:22 Bukan tidak hormat, tapi mereka 26:24 menunjukkan sikap yang betul-betul lain 26:26 dari sebelumnya. Yang tadinya menunduk, 26:29 merendah, rukuk di hadapannya. Tahu-tahu 26:33 setelah mereka beriman ternyata mereka 26:36 berbalik haluan. Hanya rukuk sujud di 26:38 hadapan Allah Subhanahu wa taala. Ini 26:40 yang menarik mereka. 26:43 Akhirnya Brawijaya meninggalkan 26:44 negerinya, 26:46 berangkat menuju ke Jawa Timur, tiba di 26:49 Banyuwangi. Ya, Raden Fatah masih 26:52 mengajak sang ayah dengan baik. Jadi 26:54 bukan menggulingkan kerajaan, tapi 26:56 meneruskan kerajaan tapi dengan apa? 26:58 Manhaj cara hidup yang berbeda. 27:03 Cuma sayang sungguh sayang kisah Wali 27:05 Songo, kisah juga keluarga besar Raden 27:07 Fattah ternyata banyak disimpangkan. 27:12 Sejarah asli ya diangkut oleh Belanda 27:15 menuju Lidan. Sedangkan sejarah opini 27:18 yang dibuat oleh Belanda menggambarkan 27:20 bagaimana para Wali Songo mereka 27:22 melakukan perbuatan-perbuatan biadab, 27:25 merampas istri orang seperti yang mereka 27:27 nisbatkan kepada Sunan Kudus dan 27:29 lain-lainnya. Semua ini sebetulnya 27:32 merupakan sejarah opini yang dibuat oleh 27:34 Belanda. Lalu mereka mengangkut sejarah 27:37 yang asli. Ini yang kita sayangkan 27:39 betul-betul sungguh sayang. Jadi pada 27:43 masa dahulu kala pesantren-pesantren 27:45 itu betul-betul mendidik manusia untuk 27:48 menjadi manusia yang merdeka, mulia, 27:50 tapi tanpa meninggalkan adab di hadapan 27:53 pemimpin mereka, di hadapan kiai-kiai 27:56 mereka, di hadapan juga tokoh-tokoh 27:58 mereka. Adab yang amat indah bukan 28:00 karena kerendahan atau karena rasa 28:02 minder, tapi adab yang betul-betul 28:04 menunjukkan penghormatan. 28:07 Sebagai contoh, Kang Rizal. Saya ini 28:10 bukan jebolan sekolah umum. 28:14 Saya hanya tamat sekolah SD. Setelah itu 28:17 masuk pesantren. 28:20 Pesantren saya kebetulan berada di 28:23 daerah Jawa Barat, 28:25 Sukabumi, 28:27 menuju Sukaraja, kemudian menuju ke 28:30 daerah Cirenghas. Sebelum sampai 28:33 Cirenghas 28:34 namanya Lio, kita masuk ke daerah 28:36 pedalaman. Berada di sebuah lembah 28:39 pesantren sederhana, 28:42 belum ada listrik, masih menggunakan 28:45 semprong. Kalau kita belajar di malam 28:46 hari, hidung kita penuh dengan apa? 28:48 Penuh dengan asap 28:51 yang kita makan sehari-hari. Ikan 28:52 mujair, 28:54 ikan tawes, 28:56 asin. 28:57 Enggak 28:58 di apa ditambak ikan tawes, 29:02 atau kita makan belut. Pada saat kita 29:04 malam hari bisa ngobor belut itu satu 29:06 kotak a sawah kita bisa menjumpai 29:08 puluhan belut masih dalam keadaan alami. 29:12 Kemudian kita sekolah juga di sekolah 29:14 sederhana. Guru-guru kita guru-guru yang 29:18 mulia. 29:20 Di antara guru yang mengajar saya satu 29:22 yang mengajarkan Al-Qur'an 29:25 dan mengajarkan anak-anak. 29:29 Kalau tengah malam mereka bangun malam 29:33 ya memasak untuk santri yang jumlahnya 29:35 cukup banyak 29:38 sambil qiyamulail 29:41 kemudian pagi-pagi ya memimpin anak-anak 29:44 di masjid setelah itu keluar 29:48 mengatur urusan dapur makan juga guru 29:50 yang turun tangan 29:52 kemudian setelah itu anak-anak mandi 29:54 masuk ke sekolah guru-guru yang menawar 29:56 yang yang mengawasi Mereka semua 29:59 sore hari kalau tidak ada kayu untuk 30:01 memasak, dia berangkat ke gunung untuk 30:03 mikul kayu. H 30:06 ini guru yang mengajarkan Quran. Begitu 30:08 juga guru yang banyak berpengaruh 30:10 terhadap saya. Saya di pesantren orang 30:13 tua. Nah, guru ini yang mengajar saya 30:17 yang dipanggil dengan Ustaz Syahruddin 30:19 almarhum. Usianya masih muda. Dia 30:22 membimbing saya kalau dia lagi mengajar 30:25 air matanya berlinang-linang. 30:27 sambil tersedu-sedu. 30:29 Dia juga demikian. 30:32 Kalau malam hari ya bersama temannya 30:34 tadi dia bergadang pukul 12.00 malam 30:38 sudah siap untuk memasak. Bergidir-gidir 30:41 di qiyamulail di samping gidir sambil 30:44 menunggu masakan. 30:46 Dari mulai pagi hingga malam hari 30:48 pekerjaan dia hanya mengurus santri. 30:51 Sedangkan imbalan yang diterima pada 30:53 saat itu hanya Rp1.500. 30:57 untuk beli odol, beli sabun. Kalau makan 31:00 dia bersama istrinya, makan di 31:02 pesantren. Istrinya di bagian dapur 31:05 perempuan yang laki-laki urusan dia. 31:10 Bertahun-tahun kita belajar. 31:13 Sedangkan apa? Sedangkan sebahagian 31:15 santri bisa lebih dari separuh tidak 31:18 membayar karena tidak mampu. 31:20 He. 31:21 Jadi saya punya orang tua keliling ke 31:23 sana kemari untuk mencari dana demi 31:26 menghidupkan santri. 31:28 Dan kita tidak punya apa-apa. Jangankan 31:30 kita punya mobil, tidak punya mobil, 31:32 tidak punya ini, tidak punya itu, dalam 31:35 keadaan sederhana. 31:37 Kita belajar di sana dengan segala 31:40 kesederhanaan menjadi bekal buat kita 31:42 untuk bisa melanjutkan kita ke luar 31:43 negeri, belajar di Alazhar. Ustaz Hamzah 31:47 juga teman sekamar saya di pesantren. 31:49 He. 31:50 Hidup juga dalam kondisi yang amat 31:52 sederhana. Dan pesantren seperti ini 31:55 bukan sedikit, banyak di mana-mana 31:57 tempat kiai-kiai itu betul-betul 31:59 mengabdikan dirinya untuk mengajar 32:01 murid-murid mereka. 32:03 Dulu kalau ada pesantren terima bantuan 32:07 dari pemerintah, ditinggalkan oleh 32:09 muridnya, oleh masyarakatnya. 32:10 Hm. 32:11 Dianggap 32:13 dana bantuan pemerintah najis karena 32:15 bersumber dari sumber yang enggak benar. 32:18 Itu kira-kira pada tahun 0-an. 32:21 Jadi pesantren-pesantren kiai-kiainya 32:23 betul-betul masih makan yang halal, 32:25 bersumber dari yang halal mendidik murid 32:27 mereka hingga menghasilkan orang-orang 32:30 yang luar biasa cemerlang. 32:31 Zuhud dan wara, Ustaz ya. 32:33 Zuhud wara. Oleh karena itu di pesantren 32:35 kita tidak ada bantuan dari pemerintah. 32:38 Bahkan saya punya orang tua juga 32:39 termasuk yang menekankan kebersihan 32:42 makanan pada saat itu. Jadi di 32:44 tempat-tempat majelis-majelisnya 32:47 begitu pula bersama murid-muridnya 32:50 hampir dikatakan tidak ada yang 32:51 berdekatan dengan pemerintah pada saat 32:53 itu. 32:55 Baru mulai bantuan pemerintah masuk ke 32:58 sekolah-sekolah, 33:00 ke pesantren-pesantren. 33:02 mulai kiai-kiainya atau anak-anak 33:04 kiainya yang dulu orang tuanya, 33:06 orang-orang tua yang bersih, anak-anak 33:08 kiainya mulai mencintai dunia, mulai 33:10 mereka memperkaya diri. Makan yang harap 33:14 merusak akhlak mereka. 33:16 Akhirnya mulai hubbud dunia, mulai 33:19 ajaran yang diajarkan oleh orang tua 33:21 mereka, mereka tinggalkan. 33:24 Nah, ini 33:26 merembak di sebagian pesantren. Jadi, 33:29 fenomena yang menyimpang saat ini kita 33:31 jumpai itu fenomena yang terjadi 33:34 semenjak era ya di mana orang-orang 33:38 mulai tidak menjaga kebersihan makanan 33:40 mereka. Saya ingin bercerita ya, 33:42 bagaimana 33:44 ee katakan pesantren-pesantren besar 33:46 yang menghasilkan murid-murid yang 33:47 cemerlang termasuk di antaranya Gontor, 33:50 pesantren yang punya peran yang cukup 33:52 besar. 33:54 menelorkan juga pelajar-pelajar yang 33:56 baik ya. Bukan hanya pelajaran umum, 33:58 mereka bisa melanjutkan juga ke 33:59 sekolah-sekolah umum. Ada satu pesantren 34:02 besar di Palu yang namanya Alkhairat. 34:05 Guru sepu atau guru tua itu sebelum 34:08 meninggal tidak kurang dari 600 sekolah 34:12 dan dia bukan hidup dari apa? Dari dari 34:15 apa? Dari dakwahnya. Tapi dia 34:17 berkeliling naik gerobak masuk ke 34:19 pedalaman-pedalaman 34:21 dari mulai Palu, Poso masuk bahkan 34:24 sampai ke Ternate Tidore Halmahera. 34:29 Dia berdakwah berkeliling berbulan-bulan 34:33 dan murid-muridnya 34:35 yang berhasil luar biasa 34:39 yang meraih gelar PhD ya bukan hanya 34:41 cucu dan anaknya tapi murid-muridnya 34:43 yang belajar ke Mesir, belajar ke Saudi 34:45 Arabia, belajar juga ke Iran, belajar ke 34:48 berbagai macam negara 34:50 murid-muridnya dan diperlakukan dengan 34:52 mulia. 34:54 Dan dia tidak membeda-bedakan 34:56 antara seseorang dengan yang lain. Baik 34:58 itu habibnya, non habibnya, penduduk 35:02 pribuminya, tidak dibeda-bedakan. semua 35:04 punya kesempatan yang sama hingga beliau 35:06 dicintai. Jadi kalau orang berangkat 35:07 menuju Gorontalo, 35:09 Manado, berangkat menuju [berdehem] ke 35:11 Poso, 35:12 di Palu, masuk juga ke wilayah Ternate, 35:15 orang akan jumpai foto guru tua dikenang 35:19 bukan karena kebesaran dunia yang 35:21 dibangun, 35:22 tapi karena pengorbanan dan 35:23 pengabdiannya. Dan perlu diketahui 35:26 kemerdekaan negeri kita ini ya tidak 35:28 lepas dari peran para pejuang yang 35:31 berasal dari pesantren. Tapi pesantren 35:34 dulu memang mendidik mereka untuk 35:36 berjuang berjihad bukan untuk 35:38 mengeksploitasi masyarakat. Nah, 35:41 kesalahan Trans Tuju ini dia membangun 35:44 image opini yang sakit dan tidak sehat 35:48 mengenai pesantren. 35:49 Heeh. 35:50 seharusnya dia 35:53 ketika 35:55 ee berbicara mengenai pesantren yang 35:57 menyimpang ini dia harus menjelaskan 36:00 ini yang negatif yang tidak benar dengan 36:03 bukti-bukti. 36:04 Sedangkan pesantren tidak seluruhnya 36:07 seperti yang ditayangkan oleh Transuju. 36:09 Tapi yang ditayangkan seolah semua 36:10 pesantren seperti itu. 36:12 Merendahkan para kiainya, para 36:14 pejuangnya. Nirboyo terkenal pesantren 36:17 ini didirikan oleh siapa? Oleh Sulaiman 36:20 Basyeban. Ini orang yang punya hubungan 36:23 dengan Wali Songo di atas yang berjuang 36:26 mengabdikan hidupnya dari masa ke masa 36:30 melahirkan murid-murid yang cemerlang. 36:32 Kalau ada penyimpangan dari sebagian 36:34 oknum, jangan Lirbyonya yang diserang. 36:37 Hm. 36:38 Jangan apa? Lirboyonya yang diserang. 36:41 Tapi hendaknya dia memberikan nasihat 36:43 kepada oknumnya. Ya, bahkan kalau dia 36:46 melakukan pelanggaran yang tidak sesuai 36:49 dengan apa? Tuntunan agama, melanggar 36:51 juga hukum, orang tersebut perlu apa? 36:54 Perlu dihukum. Sebagai contoh, ada anak 36:57 kiai melakukan pencabulan. 36:59 Heeh. 37:01 Tapi karena dia anak kiai dibela oleh 37:02 murid-muridnya. Dikatakan bahwa ini 37:04 fitrah. Ya, melindungi dirinya. 37:07 Kalau memang dia benar berbuat seperti 37:09 itu, tidak ada wewenang bagi pesantren, 37:13 bagi murid pesantren atau kiainya untuk 37:14 melindungi orang tersebut. Hukum dalam 37:17 Islam itu bagaikan air. Walaupun 37:19 dalamnya berbeda, permukaannya sama 37:21 seperti yang diumumkan Rasulullah 37:23 sallallahu alaihi wasallam ketika 37:27 menghadapi 37:30 kabilah Bani Makhum meminta agar wanita 37:34 yang mencuri dibebaskan dari hukuman 37:36 mereka akan berikan ganti rugi. 37:37 Rasulullah marah luar biasa. [berdehem] 37:40 Kalian masih belum meninggalkan tradisi 37:42 jahiliah. Kalau orang lemah mencuri, 37:44 kalian hukum seberat-beratnya. Kalau 37:46 orang yang 37:47 terpandang, kalian bebaskan dan 37:49 ringankan hukumannya. Demi yang jiwa, 37:52 aku di tangannya. Kalau putriku Fatimah 37:55 mencuri, aku takkan ragu-ragu untuk 37:57 memotong tangan. 37:58 Putrinya yang suci dan mulia dijadikan 38:00 sebagai perumpamaan. Artinya apa? Dalam 38:02 Islam hukum sama. 38:05 Nah, saya ee kenal pesantren-pesantren 38:08 yang mendidik murid-muridnya dengan 38:10 pendidikan yang baik, bahkan menekankan 38:13 kepada akhlak yang mulia. Murid-muridnya 38:15 di hadapan gurunya beradab, tapi apa? 38:18 Berani untuk bertanya, berani berdialog 38:20 bersama gurunya. He. 38:22 Di antaranya saya jumpai pesantren ee 38:26 Kiai Ihya Ulumuddin yang terdapat di 38:28 mana? 38:29 Malang ya? 38:29 Yang terdapat di Malang. Di Pujon. 38:31 Pujon. Murid-muridnya beradab di hadapan 38:34 gurunya. Mereka memanggil gurunya dengan 38:37 panggilan Abuyah, orang tua. Tapi 38:40 gurunya berikan kesempatan mereka 38:42 berdialog. Tidak ngesot di hadapan guru, 38:44 tidak merendah. Artinya terbuka, 38:46 berdialog dengan apa? Keterbukaan dan 38:49 saling menghargai. 38:51 Ayah mencintai anak-anaknya, anak juga 38:54 memandang gurunya apa? Dengan pandangan 38:56 penuh kecintaan. 38:56 Iya. Jadi jangan sembarangan menjadi 39:00 pesantren, mengecilkan perannya. 39:02 Ketahuilah kemerdekaan bangsa ini, 39:05 kemuliaannya, 39:07 dan perjuangan juga ketika berhadapan 39:10 dengan Portugis dulu, siapa yang 39:12 melakukan 39:14 peran-peran dari para wali? Kan begitu 39:17 juga Pangeran Jayakarta berperang 39:19 berhadapan dengan Belanda. 39:21 Peperangan-peperangan zaman dahulu kalah 39:23 berhadapan dengan Belanda, dengan 39:24 Inggris. Ini peran dari para para 39:26 pejuang yang berasal juga dari 39:28 pesantren. 39:29 Jenderal Sudirman pun konon 39:31 Jenderal Sudirman juga termasuk orang 39:33 pesantren. Jadi ingat jangan kalian 39:36 mengecilkan peran pesantren, 39:39 tapi jangan juga melakukan pembelaan 39:41 terhadap oknum pesantren yang melakukan 39:43 kesalahan akhirnya menodai pesantren itu 39:45 sendiri. Maka kita ingin kiai, ustaz, 39:49 para habaib ini mendidik murid mereka 39:52 untuk menjadi manusia merdeka, yang 39:54 mulia dan mereka hanya rukuk sujud di 39:57 hadapan Allah tapi beradab mulia di 39:59 hadapan guru mereka dan di hadapan orang 40:01 lain. Sampai Nabi mengatakan, "Laisa 40:04 minna man lam yuaqqir kabirana warhamir 40:08 bukan dari kami yang tidak menghormati 40:10 yang tua 40:11 tapi tidak mengasihi yang yang kecil. Di 40:14 hadapan yang tua hormat, di hadapan yang 40:16 kecil penuh kasih sayang. Ini yang kita 40:19 inginkan dari pendidikan pesantren. 40:21 Jangan keluar dari manhaj Nabi dan 40:23 manhaj dari para wali yang dulu berjuang 40:26 di negeri kita. Wallahuam. 40:28 Baik, terima kasih Ustaz atas 40:30 penjelasannya ya mengenai tadi hubungan 40:33 kiai dan santri Ustaz ya. 40:34 Iya. 40:35 Dan dicontohkan oleh para sahabat 40:37 bagaimana memuliakan Nabi. Kemudian 40:39 Ustaz ada dua ee pertanyaan ini dari 40:42 siapa? Ummu Fatimah di Bogor. 40:46 Iya, 40:46 Ustaz. Usia saya sudah tua. Saya tidak 40:49 tahu seberapa siap saya akan menghadapi 40:52 kematian. Dan perubahan apa yang perlu 40:55 saya lakukan hari ini jika saya tahu 40:58 besok adalah hari terakhir saya. Dan 41:01 Ustaz, bagaimana ee cara membantu untuk 41:06 mengelola stres, kecemasan, atau rasa 41:09 takut akan masa depan? Demikian ustaz. 41:14 Bismillahirrahmanirrahim. 41:15 Alhamdulillahi rabbil alamin. 41:19 Allahumma sholli ala Muhammad wa ali 41:21 Muhammad. Allahumma ahdina subur salam 41:24 wa akrijna minadulumatian nur wahdina 41:27 ilaatikal mustaqim. 41:32 Ibu merasa sudah berusia tua. 41:38 Saya juga sama seperti ibu. 41:41 Usia saya ini 41:44 dalam hitungan tahun hijriah sudah 67. 41:47 Nabi hanya berusia 63 tahun. Tapi hidup 41:51 beliau penuh keberkahan, kemuliaan. 41:53 Sedangkan hidup saya ini penuh dengan 41:56 kekurangan, penuh dengan cacat, penuh 41:59 dengan juga kelalaian dan noda. 42:04 Tapi Tuhan kita maha pengasih lagi maha 42:06 penyayang, 42:08 maha pengampun. Selagi kita masih hidup 42:10 dalam kehidupan dunia ini, pintu taubat 42:13 terbuka. 42:15 Allah berfirman, "Qul ya ibadialladzina 42:18 asrofu ala anfusihim la taqnatu 42:21 rahmatin." 42:23 Katakan, "Wahai hamba-hambaku yang 42:25 melampaui batas, 42:27 yang bergelimangan dosa, yang berlumuran 42:30 noda, jangan kalian berputus asa dari 42:34 rahmat Allah." Inallahafun 42:37 jam. Allah berjanji untuk mengampuni 42:39 seluruh dosa. Kalau kalian datang 42:41 memohon ampun, bertobat kembali padanya, 42:43 memperbaiki diri, Allah akan ampuni 42:45 semua dosa. Innahu huwal ghafurur rahim. 42:48 Sungguh Dia Maha Pengampun lagi Maha 42:50 Penyayang. 42:52 Jadi ibu di hari tua, perbanyaklah ibu 42:55 membaca istigfar. 42:57 Nabi satu harinya mengatakan, "Aku 43:00 memohon ampun kepada Allah satu hari 43:03 lebih daripada 70 kali." 43:05 Maksudnya beliau banyak-banyak 43:07 beristigfar. Inni la astagfirullaha fil 43:09 yaumi wa atubu ilaihi aksar min sabina 43:13 mar. 43:15 Banyak-banyak beristigfar. 43:18 Kemudian jadikan zikir tasbih, bertahmid 43:23 ya, bertahlil dan bertakbir sebagai 43:28 zikir yang membasahi lidah. Ibu 43:30 Subhanallah 43:32 alhamdulillah 43:34 lailahaillallah 43:35 Allahu Akbar 43:38 nastagfirullahaladzim 43:40 waubu ilai atau astagfirullahaladzim 43:44 li waliwalidaiya 43:46 walil mukminina wal mukminat atau 43:49 astagfirullahaladzim li waliwalidaiya 43:51 walihli baiti walil mukminina wal 43:54 mukminat. Ku mohon ampun untuk diriku, 43:57 kedua orang tuaku, keluargaku, dan 43:59 seluruh orang-orang yang beriman. 44:02 Berselawat pada Rasul. Kemudian banyak 44:06 juga membaca apa? Lailahaillallah. 44:09 Agar pada saat sakaratul maut karena 44:12 kita sering mengucapkan lailahaillallah, 44:15 ucapan kita terakhir yang keluar dari 44:17 mulut kita adalah ucapan 44:19 lailahaillallah. 44:22 Kemudian kalau Ibu orang yang diberikan 44:24 kemampuan untuk beramal, berinfak, 44:27 berinfaklah untuk kerabat-kerabat yang 44:29 membutuhkan, untuk tetangga-tetangga, 44:31 untuk orang-orang yang susah. Biasakan 44:34 berinfak 44:36 dan mohon pada Allah Subhanahu wa taala 44:39 untuk menghapuskan dosa yang lalu dengan 44:42 istigfar dan kebaikan yang Ibu lakukan. 44:44 Sebagaimana Nabi mengatakan, "Ittaqillah 44:46 haitu ma kunta." Bertakwalah kalian 44:49 kepada Allah di mana pun kalian berada. 44:55 Hasanah. Susul keburukan kamu dengan 44:57 kebaikan yang kamu lakukan. Mumpung ada 44:59 kesempatan. Waliqinasuluqin 45:02 hasan. Gauli manusia dengan cara yang 45:04 baik. Karena akhlak yang mulia itu yang 45:07 paling mendekatkan seorang kepada Allah, 45:09 mendekatkan juga kepada rasulnya. 45:14 Dan jangan pernah kita merasa ujub 45:17 bangga dengan amal kebaikan yang kita 45:19 lakukan. Dan jangan pernah berkecil hati 45:22 dengan dosa yang kita lakukan. Segera 45:25 kita bertobat. Oleh karena itu, kalau 45:27 kita melakukan kesalahan 45:29 sebelum apa? Sebelum kita tidur 45:31 hendaklah kita 45:34 melakukan salat dua rakaat bertobat pada 45:36 Allah dan jadikan Quran sebagai sahabat 45:39 kita. membaca kemudian merenungkan 45:42 maknanya melalui terjemahannya. Ini akan 45:44 menjadi cahaya buat ibu yang 45:46 menghilangkan kecemasan. Adapun 45:48 kecemasan untuk hari depan dunia, 45:53 ibu dalam rahim ketika masih merupakan 45:57 janin, ibu belum mampu bekerja apa-apa. 46:00 Keluar juga 46:02 sebagai bayi, tak berdaya untuk berbuat 46:04 apa-apa. Tapi Allah sudah siapkan 46:06 rezekinya melalui apa? dua susu orang 46:09 tua ibu. 46:11 Kemudian perlahan-lahan ibu tumbuh semua 46:14 dalam asuhan rawatan Allah. Ketika orang 46:17 tua, bapak atau ibu tertidur, siapa yang 46:19 menjaga ibu? 46:21 Semuanya disediakan oleh Allah Subhanahu 46:23 wa taala. Allah telah siapkan bagi 46:26 setiap makhluknya rezekinya. Yang 46:28 penting dia berusaha bekerja sambil dia 46:30 berserah diri kepada Allah. Dan betapa 46:32 nikmatnya kalau kita ini dalam hidup 46:35 sepenuhnya mengandalkan Allah, 46:37 bertawakal padanya. Kita berusaha tapi 46:39 sepenuhnya kita bertawakal pada Allah 46:41 Subhanahu wa taala hingga kita merasa 46:44 setiap kita butuh datang bantuan dari 46:46 Allah. Saya biasakan ibu untuk tidak 46:49 menyimpan. 46:51 Untuk menyimpan bagi hari depan itu 46:53 dalam benak saya tidak ada sama sekali. 46:55 Kalau saya dapat rezeki di samping untuk 46:57 kebutuhan keluarga, saya berbagi dengan 46:59 orang di sekeliling. Terkadang dalam 47:02 kondisi sempit, paspasan, tahu-tahu 47:04 datang pertolongan Allah dari jalan yang 47:06 tak terduga, kita punya hati semakin 47:08 apa? Semakin yakin pada janji Allah, 47:10 penuh dengan rasa syukur padanya. Tapi 47:13 kalau banyak yang di tangan kita, kita 47:15 mengandalkan simpanan kita bukan 47:17 bergantung pada rahmat Allah Subhanahu 47:19 wa taala. Terkadang uang yang kita 47:21 miliki berlebihan menjadi bahan bakar 47:23 syahwat kita. mau ke sana, mau ke sini, 47:27 mau ini, mau itu. Akhirnya kita banyak 47:29 menghabiskan waktu untuk mengikuti 47:32 angan-angan dan hawa nafsu kita. Jadi, 47:34 [mendengus] ibu tidak perlu berkecil 47:35 hati soal rezeki, soal hari depan. Tapi 47:38 yang Ibu mesti persiapkan 47:41 saat kita kembali pada Allah dengan 47:43 penuh harap, tapi kita beramal, bekerja 47:46 dengan sungguh-sungguh mengharapkan rida 47:48 Allah. Jangan kita sepelekan bekal kita 47:51 untuk hari akhir. Adapun dunia kita, 47:54 kalau kita lari dunia akan ikut di 47:56 belakang kita 47:57 sampai apa? Berakhirnya hidup kita baru 48:02 dunia akan berhenti. Kita berpindah 48:04 menuju kehidupan yang lain akan 48:06 mempertanggungjawabkan amal kita di 48:08 hadapan Maliki yaumiddin. Kalau kita di 48:11 dunia katakan tidak mendapatkan bekal 48:13 hidup kita, akhirnya cuma binasa. 48:16 Tapi di akhirat 48:20 tidak akan ada akhir lagi. Kalau di 48:23 dunia kita kehabisan bekal, masih ada 48:25 orang yang mau menolong kita. Tapi kalau 48:28 di akhirat, siapa yang akan membagi 48:30 amalnya untuk kita? Jangankan teman, 48:32 orang tua kita, bahkan anak kita di hari 48:35 akhir nanti apa? Mereka akan berlepas 48:38 tangan melarikan diri. Masing-masing 48:40 mengatakan, "Saya sibuk dengan urusan 48:42 saya." Yaul mar min akihi wa ummihi wa 48:46 abhi wasibatihi 48:48 likulhum yaumidin. 48:52 Jadi, Ibu, mari bersama-sama di hari tua 48:55 kita persiapkan bekal kita untuk 48:57 menghadap ke hadapan Allah. Jaga 48:59 pembicaraan kita, pandangan kita, 49:01 pendengaran kita. banyak-banyak 49:03 beristigfar, berselawat kepada Nabi. 49:06 Jangan lupa berselawat kepada Nabi. 49:09 Jadi, sehabis beristigfar atau sebelum 49:11 beristigfar, kita berselawat pada 49:13 Rasulullah dan selawat ini akan 49:14 menerangi hati kita. Karena setiap 49:16 selawat yang kita baca akan membawa apa? 49:20 Akan membawa kita untuk menerima 10 49:22 selawat dari Allah. Begitu juga 10 49:24 selawat dari malaikat yang akan 49:26 menerangi hati kita mengeluarkan dari 49:28 kegelapan. 49:33 minulumati. Allah yang berselawat untuk 49:36 kalian. Senantiasa berselawat. 49:39 Begitu juga malaikatnya untuk 49:41 mengeluarkan kalian dari kegelapan yang 49:43 bermacam-macam menuju kehidupan yang 49:45 terang-menerang. Jadi begitu kita 49:47 berselawat satu kali untuk Rasulullah 49:49 dan keluarganya, Allah akan memberikan 49:52 kita selawat 10 kali untuk kita dan 49:54 keluarga kita. Begitu juga selawat dari 49:57 malaikat. Maka orang yang beriman 49:59 sebetulnya dalam seluruh perjalanan 50:00 hidupnya bila mengikuti petunjuk Allah 50:02 mereka akan beruntung dan bahagia. Dan 50:04 jangan bersedih atas sesuatu yang lalu. 50:08 Jangan juga terbawa oleh angan-angan 50:11 melupakan nikmat yang Allah berikan 50:12 kepada kita. Banyak-banyaklah bersyukur 50:15 kepadanya. Wallahuam. 50:17 Baik, Ustaz. Nampaknya sudah e di akhir 50:20 acara, Ustaz. Baik, mungkin terakhir, 50:22 Ustaz ada kesimpulan dari bahasan atau 50:24 jawaban-jawaban ini dan juga mungkin 50:25 nasihat untuk kita semua. Monggo, Ustaz. 50:29 Rasulullah banyak menghadapi cobaan 50:32 yang bermacam-macam. Sebagaimana yang 50:34 Anda ketahui melalui sejarah, 50:38 beliau berdakwah di tengah-tengah mereka 50:39 mengajar dengan penuh kesabaran. 50:42 Terkadang bukan hanya ditinggalkan, 50:44 bahkan mereka melakukan berbagai macam 50:47 tindakan yang betul-betul menyedihkan 50:50 Nabi. Allah katakan, "Fain tawallau 50:53 faqul 50:56 hasbiallah la ilahailla hu alaihi 50:59 tawakaltu wahua rbul arsyil adzim." 51:02 Kalau mereka tidak menghiraukan engkau 51:04 berpaling darimu, katakan hasbiallah 51:07 cukup bagiku Allah. Seandai seluruh 51:09 manusia meninggalkan aku, Allah 51:11 Subhanahu wa taala cukup bagiku. 51:14 Tiada Tuhan selain daripadanya. 51:18 Alaihi tawakaltu hanya kepadanya aku 51:20 bertawakal. Wahua rabbul arsyil adzim. 51:23 Dan dialah penguasa Arasy yang maha 51:25 agung. Kalau kita bersama sang penguasa 51:29 Arasy yang memerintah di langit dan di 51:31 bumi, apalagi yang kurang buat kita? Apa 51:34 yang kita takuti? Oleh karena itu, 51:36 banyak-banyak kita membaca hasbiallahu 51:38 la ilahaillahu alaihi tawakaltu wahua 51:42 rabbul arsyil adim. Insyaallah dengan 51:45 ini yang selalu menjadi bekal kita 51:48 resapi. Kita akan terhindar dari ancaman 51:50 yang bermacam-macam, akan terhindar dari 51:53 kecemasan, akan menjadikan kita orang 51:55 yang paling kaya, paling kuat karena 51:58 kita bersama Allah sang penguasa aras. 52:00 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 52:03 ilahailla anta astagfiruka [berdehem] 52:05 wa atubu ilaik wal afu minkum. 52:07 Wassalamualaikum warahmatullahi 52:09 wabarakatuh. 52:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:11 wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat 52:13 renungan di bawah naungan Al-Qur'an 52:14 bersama guru kita Ustaz Husein tadi 52:17 membahas beberapa hal ee 52:19 pertanyaan-pertanyaan dari Ikhwan Ah. 52:20 Mohon maaf seperti biasa yang belum 52:21 sempat kita buka pertanyaannya dari Ibu 52:24 Aminah. Alhamdulillah menyimak ya. 52:26 Kemudian dari Pak Roni, kemudian dari 52:28 Hamba Allah 081295 52:31 sekian-sekian juga mengirimkan WA-nya 52:33 ikhwan. Semoga kita semua dapat memetik 52:35 ee pelajaran dan ibrah dari 52:37 penjelasan-penjelasan dari Ustaz Husein. 52:38 Insyaallah kita bertemu kembali di hari 52:41 Senin insyaallah secara live Ustaz ya. 52:43 Kita akhiri dengan baca doa majelis. 52:47 Saya Rizalq dan juga teman-teman yang 52:49 bertugas ada Bang dan juga Ustaz Alri. 52:52 Wasalamualaikum warahmatullahi 52:53 wabarakatuh. 52:53 Waalaikumsalam.