Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala sayyidina Muhammad wa ala
- alihi wasohbihi ajmain rbi zidni ilma
- Allahumf bimaamtani waimni mafzuqni
- ilman yangfa dipancarkan dari jalan
- masjid silaturahim nomor 36 kalimis
- cibur Bekasi radio silaturahim dan hasil
- visual untuk Islam yang satu ikhwan
- akhwat semoga kabar Anda di pagi hari
- ini dalam keadaan sehat walafiat di mana
- pun Anda berada yang dapat mendengarkan
- siaran kami. Anda yang berada di daerah
- Batam dan sekitarnya, Semarang dan
- sekitarnya, Sukabumi, Banyuwangi,
- Bondowoso, Pontianak ataupun di mana
- Anda berada yang dapat mengakses kami
- melalui siaran streaming rasil di
- ww.silaturrahim.com ataupun Anda bisa
- menyaksikan kami melalui siaran YouTube
- streaming di channel YouTube Rasil yaitu
- Rasil TV. Jadi, Anda bisa mencari
- video-video di situ berisi siaran-siaran
- Rasil di Rasil TV. Jadi di YouTube itu
- Anda buka YouTube ketik Rasil TV nanti
- akan keluar video-videonya. Ihon Ahot
- senang sekali di pagi hari ini menuju
- siang saya Angga Aminuddin ditemani oleh
- Muhammad Fahri dan juga Muhammad Ondi
- dapat kembali hadir dalam acara ekonomi
- Islam. Kita akan mendengarkan tausiah,
- nasihat dan juga kajian mengenai ekonomi
- Islam bersama narasumber kita dari Dewan
- Syariah Nasional Ustaz Ihwan Basri.
- Alhamdulillah narasumber kita telah
- hadir di studio. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, Pak Ustaz. Kabarnya
- sehat ya? Alhamdulillah bikhair di hari
- kalau di hari Rabu ini hari Selasa. Eh,
- hari Selasa tuh kan lupa. Kalau di hari
- Selasa ini Ustaz selain ngantor ngajar
- juga ada ya? Ngajar. Aktivitasnya apa
- aja Ustaz? Ee biasa ke kantor ya. Heeh.
- Tapi kita sediakan waktu untuk siaran
- dulu. Siaran dulu baru setelah itu ke
- kantor. Habis ini nanti kita pergi.
- Baik. itu aktivitasnya Ustaz Ikhwan gitu
- ya. Dan di pagi hari ini menyapa ikhwan
- akhwat di mana pun Anda berada, kita
- melanjutkan kajian. Insyaallah di
- kesempatan kali ini topiknya itu
- mengenai ee kita akan membahas surah
- Quran surah Hud ayat 84 sampai 87 yaitu
- mengambil pelajaran sisi ekonomi dari
- kisah Nabi Syuaib Alaihissalam itu Pak
- Ustaz ya. I ini biasanya kan Pak Ustaz
- membahas mengenai topik tertentu di
- persoalan ekonomi biasanya gitu ya.
- Kenapa kali ini kita membahas Quran
- surah Hud ayat 84 sampai 87. Latar
- belakangnya urgensinya apa, Pak Ustaz?
- Iya, terima kasih,
- Mas. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala asrofil iyaai wal mursalin
- sayyidina muhammadin wa ala alihi
- washabi
- ajmain.
- Ee ini pertanyaan yang mungkin apa
- namanya ee mengemuka ya karena biasanya
- kita enggak seperti ini. Iya. Karena
- kita selalu apa namanya kita bahas topik
- topik tertentu di bidang ekonomi
- konvensional atau syariah atau
- perkembangan-perkembangan ekonomi yang
- kita alami sekarang ini yang belum
- pernah kita rasanya seperti ini ya. Ya.
- Tiba-tiba kita hari ini apa
- namanya ee mencoba untuk memahami surat
- Hud ayat 84 sampai 87. Sebetulnya kita
- tidak menafsirkan ya ee karena ada ahli
- tafsir di sini ada yang memang spesifik
- hanya bidang tafsir mutakhasis di
- dalamnya. Ee jadi saya tidak
- mentafsirkan di sini. Sebetulnya yang
- saya lakukan adalah ee saya tertarik
- untuk ee apa namanya? Mengaitkan ayat ee
- 84 itu sebetulnya surat Hud dengan
- kehidupan kita di bidang ekonomi. Iya.
- Dan
- ternyata sangat berkaitan ya. Apalagi
- setelah saya membaca beberapa tafsir ya.
- Ada tafsir Thabari, kemudian juga tafsir
- Fidilalil
- Quran yang juga tafsir ini ya, tafsir
- Fakhrzi ee tafsir Alkabir itu menambah
- apa namanya kedalaman pemahaman saya
- tentang persoalan ekonomi yang
- mengemuka, yang sangat menonjol di dalam
- dakwah Nabi Syuaib. Iya. Iya. Sebetulnya
- sudah lama itu sudah dari kuliah dulu
- saya sudah 30 tahun yang lalu saya
- merasa bahwa kenapa ee nabi-nabi yang
- diutus atau rasul-rasul yang diutus ini
- ee fokusnya adalah membenai akidah yang
- rusak dari kaumnya. Ya. Tapi Nabi Syuab
- ini ee selain daripada membenai akidah
- kaumnya yang rusak itu ada fenomena
- ekonomi
- yang dibenahi yang merupakan kondisi
- yang sangat rusak parah sekali
- sehingga Rasul ee Rasul Allah yaitu Nabi
- Syab sendiri ee khusus diutus untuk
- memperbaiki kerusakan di bidang ekonomi
- itu. itu. Nah, kemudian ya kita
- mempunyai background dari background
- ekonomi ya ternyata memang sangat ee
- mendalam gitu ya apa yang dikatakan oleh
- Quran itu sangat mendalam dan akibat
- kerusakan di bidang ekonomi ini
- mengantarkan kepada
- kehancuran kaum Madian itu sama dengan
- kaum-kaum yang lain yang memang rusak
- yang diutus kepadanya para rasul seperti
- Nabi Luth sebelumnya itu sebelumnya
- sebelum mengisahkan Kan Syab ini kan ee
- Al-Qur'an menjelaskan tentang kaum Nabi
- Luth. Apa yang mereka lakukan dan apa
- yang mereka terima dari azab Allah.
- Kemudian ee dilanjutkan dengan
- ee penjelasan atau kisah tentang Nabi
- Syab dan
- kaumnya. Nah, tapi sekali lagi saya
- tidak menafsirkan karena bukan bidang
- saya ya. Tapi saya melihat bahwa ada
- suatu hal yang sangat terkait dengan ee
- ekonomi ya. Sebagaimana dikatakan di
- dalam tafsir fidil Al-Qur'an itu bahwa
- ee
- antara dakwah ila
- tauhid
- dengan apa namanya al-adalah keadilan
- dengan apa namanya keseimbangan di dalam
- ekonomi itu ada hubungan yang sangat
- kuat bahkan merupakan konsekuensi
- daripada akidah yang benar ya. Jadi
- kalau akidah yang benar ini maka dalam
- ekonomi pun akan benar, dalam moral akan
- benar, dalam semua bina dalam semua apa
- itu semua bidang kehidupan akan benar.
- Jadi bukan dibalik benar moralnya tapi
- akidahnya rusak ya. Tidak mungkin ya.
- Jadi inti inti itu akidahnya dulu. Inti
- akidahnya. Iya. Ya. Lalu baru kemudian
- setelah itu ee wujuhul hayat atau
- kehidupan-kehidupan dunia ini. Nah, yang
- sangat menonjol di situ adalah kalau
- kita baca di dalam ee
- surah Hud ayat 84 ini. Auzubillah
- minasyaitanirrajim.
- Waa ak
- suaiba q
- yaullahum min
- ilahin wusul miqala wal mizana inni
- arumirin wa inni
- akikumaba yaumin muhit
- ya ee dan
- kepada suku ya kepada kaum
- madyan atau penduduk dan kami utus
- saudara mereka yaitu Syuaib
- Dia berkata, "Hai kaumku, sembahlah
- Allah sekali-kali tiada Tuhan bagi
- kalian selain daripada Dia. Dan
- janganlah kalian kurangi takaran dan
- timbangan. Sesungguhnya aku melihat
- kalian dalam keadaan yang baik atau
- mampu dan sesungguhnya aku khawatir
- khawatir terhadap kalian akan azab hari
- yang membinasakan." Ya, ini yang ee 84
- ya. Sebenarnya dari sini sudah sudah
- terlihat semuanya cerita ya.
- Berikutnya
- jadi
- satu apa misi risalah
- alkalidah kemudian yang isinya adalah
- risalah tauhid ini dibawa semua para
- rasul sebelum Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Ya intinya
- anibullah agar supaya mereka menyembah
- kepada Allah. Maakum minhairi ini adalah
- apa?
- Tapi yang di apa namanya yang
- dijelaskan kembali kemudian setelah itu
- adalah bahwa kerusakan yang sangat
- menonjol di dalam ee kaum Madian ini
- adalah di bidang ekonomi yang kemudian
- dijelaskan wala tanquul mikyal wal mizan
- dan jangan kamu
- kurangi. Almiqyal itu takaran ya dan
- mizan itu timbangan ya. Takaran itu
- seperti liter gitu ya. Kalau mizan itu
- kilo kilo timbangan ya. E sebetulnya ini
- adalah dua apa namanya? Dua alat untuk
- melihat apakah suatu itu seimbang atau
- tidak. Karena yang diinginkan oleh
- syariat Islam adalah adanya
- keseimbangan. Ya, contoh misalnya kalau
- kita jual beli ya. Jual beli saya
- membeli air misalnya air Aqua harga
- Rp3.000 saya berikan uang Rp3.000. Ibu
- pada penjual saya dapat ya ini apa
- namanya? Dapat air ya. Nah, ini
- seimbang. Kalau misalkan ini mencuri
- orang mencuri fulan mencuri 1.000 atau
- 10.000 dari orang lain, dia dapat yang
- lainnya rugi. Hanya di dikurangi. Iya.
- Merugikan orang lain gak seimbang.
- begitu jugan korupsi dan seterusnya itu
- itu manifestasi seperti
- itu. Jadi
- apabila keseimbangan ekonomi di dalam
- masyarakat ini sudah tidak bisa
- ditegakkan, maka yang berlaku adalah
- kezaliman. Karena lawan daripada ee
- adalah keadilan itu adalah kezaliman. Di
- mana ada kezaliman, di situ ada di situ
- tidak ada keadilan. Di mana ada
- keadilan, di situ enggak ada kezaliman.
- Ya, seperti itu hubungannya. Nah, yang
- ini apa namanya? Ee sangat menozol itu.
- Makanya yang kita ingin bahas ee kepada
- apa namanya kita berikan ulasan tapi
- bukan tafsir. Sekali lagi saya tidak
- menafsirkan itu. Saya tadabur terhadap
- ayat ini yang berkaitan dengan ee aspek
- ekonomi dan background saya adalah di
- situ gitu ya.
- Sehingga nanti kita sehingga saya tidak
- menafsirkan seluruhnya aspek yang lain
- lebih lebih menonjol. Misalkan tauhid
- yang dibawa Nabi Syuaib kemudian kaumnya
- yang menolak kebenaran bagaimana mereka
- mendapatkan hukuman dari Allah Subhanahu
- wa taala. Itu yang aspek-aspeknya lain.
- Tapi yang kita ceritakan adalah yang
- terkait itu dengan dengan ekonomi ya
- terutama ekonomi Islam
- ya. Ya, itu kira-kira ininya background
- kenapa saya jadi tertarik karena ini
- sudah begitu lama padang saya. Jadi ada
- kesan tersendiri ayat ini ya? Ada. Iya,
- ada kesan tersendiri ya. Waktu saya
- kuliah itu ada buku yang memang di ada
- buku kecil saya lupa bukunya apa ya.
- Tipis sekali ya. Kemudian oleh dosen
- saya itu dimintakan membaca buku ini.
- Pengarangnya sebetulnya kalau di
- Indonesia itu kiai ya. Bukan bukan bukan
- apa profesor atau bukan iya bukan pakar.
- Bukan akademisi. Kiai di kampung gitu
- ya. Akademisi. He. Tapi terkenal. H.
- Kalau enggak salah namanya Mufti
- Muhammad Syafi kalau enggak salah
- itu. Nah, itu dulu ada buku kecil ya.
- Buku ini berbicara tentang ekonomi tapi
- bukan ditulis oleh seorang pakar
- ekonomi, melainkan adalah seorang kiai
- Maulana. Ya, kalau di Pakistan
- disebutnya begitu. Nah, di situ ee saya
- apa
- namanya? Terhenyak ya.
- Karena selama kita belajar ekonomi tidak
- pernah membahas itu. Oh, gitu. Iya.
- Misalnya
- begini, janganlah diartikan bahwa ketika
- Al-Qur'an menjelaskan tentang penuhilah
- timbangan kamu waful miqyala wal mizan,
- penuhilah timbangan kamu dan takaran
- kamu. Ya, kemudian ayat sebelumnya itu
- kan wala tanquusul miqyal wal mizan.
- Jangan kamu kurangi timbangan dan
- takaran. Takaran dan timbangan. ya.
- Jangan kita hanya memikirkan timbangan
- dalam bentuk fisik gitu loh. Misalnya
- timbangan yang kita lakukan sehari-hari
- menimbang apa itu namanya barang-barang
- gitu ya, kilogram dan lain sebagainya
- ya. Tetapi kita harus memikir lebih luas
- lagi
- bahwa Islam itu memberikan keseimbangan.
- Contoh misalnya begini, dulu kita sudah
- pernah bahas ini kalau enggak salah ee
- kita mempunyai kontrak dengan PRT ya.
- Masih ingat enggak itu cerita PRT itu
- kan ee kita kontrak untuk bekerja di
- rumah kita. Iya. Ya. Nah, kita tanya
- pada prinsipnya kalau kita bikin kontrak
- dengan orang lain itu ada misalnya jam
- kerja. He. Jam kerjanya berapa? Ya, kita
- juga di sini kalau bekerja di kantor kan
- ada jamnya mulai jam berapa ya, jam
- 0.0.30 nanti pulangnya jam ee 5 e 30
- misalnya. Kemudian nanti ada istirahat
- berapa jam gitu tengah hari salat dan
- seterusnya ya itu semuanya
- begitu. Tapi kalau PRT itu kan gak ada
- ininya pembantu rumah tangga itu enggak
- ada jamnya. Enggak ada jamnya. Jadi
- karena dia tinggal di tuan rumah tuannya
- dia itu enggak ada jam kerjanya 24 jam.
- Hampir nyaris 24 jam. Bahkan kalau lagi
- tidur juga dibangunin. Iya. Nah, padahal
- dia mendapat apa? Mendapat honor atau
- gaji itu dibatasi.
- katakan lah sebulan ee sesud atau 2 juta
- misalnya sebulan ya. Tapi apa yang dia
- terima sebagai honor, sebagai imbalan
- iwatnya itu iwat dia pekerja itu itu
- enggak seimbang dengan dengan jam
- pekerja yang tidak ada batasnya. Nyaris
- 24 jam ya karena di situ dia tidak ada
- disebutkan jamnya berapa kemudian apa
- yang dikerjakan itu enggak jelas.
- bisa mencuci, bisa membersihkan rumah,
- bisa nyetrika, macam-macam. Kalau dia
- anaknya kecil misalnya ada anak yang
- punya rumah ini punya anak dua
- kecil-kecil itu juga dia harus ini
- mungkin harus memberi makan dan
- sebagainya lah. Di sini ini sebetulnya
- enggak
- seimbang. Sebab perjanjian itu harus
- kita buat ada hak dan
- kewajiban. Haknya dia dapat berapa
- sebulan atau per hari? Kemudian
- kewajibannya itu apa yang harus
- dikerjakan? ya. Dan dari waktu jam
- berapa sampai waktu jam berapa gitu.
- Nah, kalau terjadi seperti ini ya maka
- tidak seimbang. Artinya perjanjian akad
- seperti ini enggak seimbang. Berat
- sebelah ya. Kalau berat sebelah berarti
- ada hak orang lain yang diambil dalam
- sistem itu. He. Sehingga dengan demikian
- maka sistem itu zalim karena Heeh. Tidak
- ada keadilan. Ini contoh ya. Ya.
- Jangan-jangan di rumah kita begitu ya.
- ee artinya kita mempunyai PRT, tapi kita
- tidak mempunyai job description dari jam
- berapa sampai jam berapa, batasan yang
- dikerjakan itu apa. Enggak ada ya.
- Mudah-mudahan dengan apa yang saya apa
- namanya ungkapkan ini mungkin para
- pendengar atau para para pemirsa itu
- menyadari mari kita ee menegakkan
- keadilan. Jadi walaupun ayat tadi itu
- adalah berkaitan dengan apa namanya ee
- timbangan atau takaran, tapi itu bisa
- dikiaskan, dianalogikan kepada yang lain
- yang merupakan suatu akad-akad yang di
- dalamnya itu berat sebelah. Sebagian me
- apa
- namanya? Terbebani dengan suatu
- kewajiban tapi tidak diimbangi dengan ee
- apa iwat atau imbalan yang yang
- seimbang. Jadi kalau diterapkan di
- kasus-kasus saat ini lebih banyak ya
- bisa diambil. Oh, sangat banyak luas
- sekali. Luas sekali. Nah, yang apa
- namanya? Ee di dalam ayat berikutnya itu
- dalam surat Hud ini kan Heeh. itu
- dilanjutkan dengan ee kalau di saya
- lihat apa namanya? Sebentar ini kasusnya
- ee Syed Kutub di dalam kitab Fidil Quran
- itu dia menjelaskan bahwa
- ee mungkin saya baca dulu ya ayat yang
- selanjutnya yang ke-85 dan ke-86 gitu
- Pak Ustaz ya. Ya, ini tadi coba dilihat
- tapi saya mau lihat dari ini ya dari
- komentarnya Sayid Kutub radhiallahu anhu
- rahimahullah wun min adwar risalah alwak
- bilqid
- alida fi ahla matian ahli matian wid
- tauhid qatun uk hiya qatul amanah wal
- taulinas
- wahq wah
- bilqidati
- fillahunati lahu
- wahda syari wa amri wa ahladyan qalaqa
- bidahsyatin baligh walam yudri alaqinal
- muamalat aliah was al
- muabbir anidinuna lillah. Jadi ee
- maksudnya mungkin begini ya.
- Jadi ee apa yang dibawa oleh Nabi Syuaib
- dari risalah tauhid itu sebetulnya
- membawa risalah yang lain, membawa apa
- konsekuensi yang lain, yaitu apa?
- Hubungan antara ee akidah ini dengan ee
- taamul, dengan muamalah, dengan aspek
- ekonomi. Nah, ketika Nabi Suaib itu
- menjelaskan ya menjelaskan walausul
- miqyal wal mizan wahai kaumku, janganlah
- kamu mengurangi takaran dan timbangan.
- itu reaksinya kan menunjukkan
- seolah-olah mereka itu enggak ini enggak
- ngerti sama sekali hubungan
- apaanhana salatuka. Apakah salatmu ini
- menahan melarang kami dari apa yang kami
- lakukan terhadap harta benda kami? Coba
- dibaca berikutnya itu ya ee yang 85
- terus sampai 87. Iya, ada ya situ
- ya.
- Itu apa namanya memberikan kesan kepada
- kita bahwa ee mereka itu tidak menyadari
- sekali bahwa apa yang mereka lakukan
- dalam bidang ekonomi ini sangat zalim
- ya, sangat merugikan orang lain. Tapi
- mereka merasa bahwa ajaran Nabi Syuaib
- ini ee apa namanya? melarang mereka
- untuk melakukan itu dan mereka itu
- menolak ya bahwa kami inilah yang punya
- harta, kami ini yang punya ee amwal.
- Mengapa kami dilarang-larang untuk
- melakukan apa yang kami miliki gitu kan.
- Iya. Nah, di sini saya kaitkan dengan
- misalnya ee paham sekularisme. Iya.
- Ya, paham sekularisme. Paham sekularisme
- itu kan sebetulnya ee
- memisahkan memisahkan ajaran agama dari
- kehidupan dunia semuanya. Tapi aspeknya
- ini adalah aspek ekonomi ya.
- Jadi kalau dalam ekonomi baik,
- biarkanlah kami pakai kapitalisme,
- biarkanlah kami pakai
- sosialisme, biarkanlah kami pakai
- mazhab-mazhab yang lain. Kami muslim,
- kami haji, kami apa salat lima waktu
- baca Al-Qur'an tiap hari. Tapi
- ekonominya ribawi. Tapi untuk ekonomi
- ribawi, ekonomi-ekonomi kapitalis,
- ekonomi-ekonomi penuh dengan kezaliman,
- penuh dengan dosa, yaitu riba, goror,
- maisir yang sekarang terjadi kan begitu.
- Ee apakah maksud di surat itu juga ya
- kondisi masyarakat Madian waktu itu
- begitu gitu ya? Iya. Jadi intinya adalah
- mereka itu merasa bahwa harta yang
- mereka kumpulkan
- itu adalah milik mereka dan mereka bebas
- untuk melakukan terhadap apa yang mereka
- miliki. Bahkan di dalam tafsir Tabari
- dikatakan bahwa mereka itu bebas
- memotong dirham ya mata uang dirham itu
- atau dinar digunting atau dipotong lah.
- Kalau dilarang eh kamu jangan potong
- uang dinar itu. Jangan kamu potong wang
- dirham itu ngapain jawabannya kan begini
- kan apa urusan kamu dengan saya ini kan
- harta saya sendiri mau saya potong kek
- mau saya buang mau apa ini harta saya
- gitu loh jadi mereka merasa bahwa dengan
- harta itu mereka memiliki kepemilikan
- absolut kehendak iya absolute ownership
- kepemilikan yang yang mutlak artinya
- kepemilikan mutlak ini yang punya ini
- berhak untuk ee menggunakan apa saja
- termasuk di antaranya adalah memusnahkan
- Ya. Ya. Jadi ada cerita kan sudah lama
- ini ceritanya sudah tahun '0-an atau
- berapa yang lalu ada
- pengusaha kaya
- kemudian ada suatu saat itu over supply
- ini yang dia miliki ini beras atau
- gandum atau apalah gitu sehingga karena
- ada kelebihan supply over supply kan
- jadi kalau dalam ekonomi kan kalau ada
- over supply berarti harga turun harga
- turun berarti dia rugi. Nah, apa yang
- dilakukan ini cerita benar apa enggak,
- tapi dulu berdar ya. Dia mengatakan
- bahwa karena ini terjadi over supply
- sehingga harga turun dan dia akan rugi,
- maka yang dilakukan bukannya membagi
- barang yang over supply tadi itu kepada
- orang miskin, malah di malah
- ditenggelamkan ke
- laut supaya apa? Supaya tidak ada over
- supply, gitu. Nah, nah kalau ditanya
- kenapa orang itu melakukan seperti itu?
- Dia akan menjawab, "Ini kan harta
- saya."
- Ya, apa yang saya lakukan terhadap saya,
- harta saya itu boleh legal, enggak ada
- masalah. Mau saya buang ke laut, mau
- saya buang ke sungai, ini enggak
- masalah. Ini kan harta saya. Nah, konsep
- kepemilikan absolut inilah yang
- mendasari itu tadi apa namanya? kaumnya
- Nabi Syuaib itu dan sekarang diikutin
- oleh ee aliran mazhab kapitalisme yang
- menganggap bahwa kepemilikan ini
- sifatnya adalah mutlak. Iya. H ya.
- Mutlak atau ee absolut ya. Sehingga
- dengan demikian kalau dia ee berkehendak
- misalnya yang punya harta ini ee
- membuang hartanya e apa memusnahkan har
- membakar dan lain sebagainya itu enggak
- secara hukum tidak bersalah karena dia
- melakukan terhadap apa yang dimiliki
- sendiri. Sementara dalam Islam,
- sementara Islam itu enggak begitu. Kalau
- harta enggak boleh dimusnahkan. Hatta
- walaupun itu harta itu haram, kayaknya
- di diambil dengan cara yang haram.
- Misalnya ee deposito ke bank-bank
- konvensional kan ada bunganya. Bunganya
- malah gede kalau deposit ya. Lah terus
- yang punya ini bilang, "Pak, itu kan
- bunga jadi saya enggak usah ambil."
- enggak diambil oleh bank itu diambil
- dikasihkan kepada katakanlah misalkan
- gerakan-gerakan yang anti Islam
- dimanfaatin dimanfaatkan karena dalam
- bentuk JSA dalam bentuk apalah gitu ya
- karena ini kan ee apa
- namanya harta yang pemilihan sendiri
- enggak menganggap itu halal maka orang
- lain pihak lain akan dimanfaatkan maka
- dulu ada cerita beberapa orang Arab yang
- mendepos itu kan uangnya di bank-bank
- Eropa, di bank-bank Amerika itu, itu
- kemudian tidak diambil bunganya karena
- itu haram ya. Tapi kemudian ada mereka
- bertanya pada ulama, Heeh. Apa hukumnya
- itu mengambil bunga bank? Ya hukumnya
- tetap haram kan riba ya tapi harus
- diambil. Seb kalau ternyata kalau enggak
- diambil itu dipakai
- organisasi-organisasi bisa gereja bisa
- apa yang tujuannya itu untuk dikasihkan
- kepada
- negara-negara miskin seperti Bangladesh
- apa untuk Kristenisasi termasuk di
- negara kita Quran katanya begitu. Cuman
- kan Islam juga mengatur bagaimana untuk
- mengelola I lah. Jadi di situ kan kita
- lihat bahwa itu harta tapi tidak thayib,
- tidak halal gitu ya. Tapi ini bagi orang
- lain jadi harta kemudian dipakai untuk
- mengantem kita. Itu harus ada namanya ee
- sadudara harus kita tutup supaya bahaya
- itu enggak mengan kita. Makanya itu
- ulama membolehkan ee pendapatan yang
- haram itu dipakai tapi bukan untuk
- konsumsi. H. Sebu enggak dipakai, enggak
- diambil itu enak sekali. Apa namanya?
- Lembaga-lembaga ee lembaga-lembaga
- Kristen ee yang ee meminta CSR meminta
- bantuan kepada corporate ini akan dengan
- mudah dapat dana dan mereka akan
- memberikan dana itu. Karena ini dana
- sebetulnya bukan tidak dimasukkan dalam
- pembukuan. Iya. I. Dan kalau kita
- melihat tadi di ayat yang ke-84 juga kan
- di situ diterangkan bahwa ee kondisi
- kalian itu makmur. He. Oh, dalam kondisi
- makmur gitu ya. L
- sebetulnya ee kondisi Madian ini ya
- kalau kita lihat dari sisi apa namanya?
- Dari sisi tafsir-tafsir yang kita baca
- memang tidak kekurangan. He. Tapi
- walaupun negara itu makmur ya bukan
- berarti bahwa di dalamnya tidak terjadi
- kezaliman. Tidak ada kendali. Lihat kita
- sekarang Eropa, Jepang ya, Amerika
- makmur KPTN kami 70.000 dolar per tahun
- ya. Ada yang mungkin mendekati 80
- tapi mereka itu makmur karena bunga,
- karena riba, karena segala macam tadi
- yang dilarang. Bahkan makmur dengan
- hukum rimba juga ada ya. Iya. Jadi apa
- namanya barang-barang yang mereka
- produksi sebagian mungkin kalau enggak
- sebagian besar itu mengandung hal yang
- haram. misalnya bir, minuman minuman
- makanan yang mengandung apa itu babi,
- kemudian minuman yang mengandung alkohol
- dan lain sebagainya sangat kemudian ada
- yang sangat ee yang besar sekali itu
- transaksi seperti judi.
- Iya, dan lain sebagainya. Ini mereka
- hidup dari hal seperti itu. Kalau kalau
- Mas enggak misalnya ke Amerika cari
- pekerjaan ya sulit.
- Mau
- restoran-restorannya ya mau jadi tukang
- cuci piring tapi cuci piringnya itu
- mengandung daging babi. Iya. Setiap saat
- setiap saat gimana? Banyak orang
- teman-teman yang pernah ke sana cerita
- ke saya seperti itu ya sangat sulit ya.
- Jadi di dada di dalam selimut kemakmuran
- seperti ini ternyata mereka itu
- transaksinya sangat apa namanya? Zalim
- ya. Ee banyak sekali yang haram ya. Lalu
- kalau kondisi pasarnya bagaimana? Di
- situ kan diterangkan ya tadi masalah
- timbangan dan takaran. Apakah apakah ada
- praktik-praktik kecurangan di masa itu
- gitu ya? Iya curang ya. Jadi akhirnya
- seperti dikatakan dalam surat yang lain
- ya. Auzubillah
- minasyaitanirrajim. Wailul lil mutfifin.
- Alladzinaalu alanasi
- yastaufun waidzauhum aazanum ysirun. Ya.
- Jadi celakalah neraka wail bagi
- orang-orang yang mutafofifin.
- Orang-orang yang curang. Iya. Siapakah
- mereka ini? Alladzinaqtalu alanas
- yastaufun. Apabila minta di apa namanya?
- Ditimbang he kepada orang lain. Kita dia
- kita beli mereka beli sesuatu yang
- ditakar ya misalnya. Iya. Mereka ingin
- disempurnakan takarannya benar-benar 1
- liter ya. itu liter itu waid kaluhum
- awazanuhum. Tapi Pak kalau dia mereka
- ini posisinya sebagai penjual yang
- menimbang untuk orang lain atau menakar
- untuk orang lain itu mereka curang
- mereka kurangi. Nah, jadi posisinya mana
- dulu nih posisinya dia penjual yang
- menimbang atau menakar dia tidak
- memenuhi. Tapi kalau dia itu posisinya
- pembeli, dia minta disempurnakan. Nah,
- ini orang mutafif ini ya curang itu ya.
- Iya ini curang. Jadi kalau dalam sebuah
- masyarakat sudah seperti itu ya
- timbangannya sudah tidak benar, maka
- sudah enggak ada lagi keseimbangan.
- Ya, dulu-dulu ya kira-kira 20 hampir 20
- tahun yang lalu saya
- kalau apa namanya di Pasar Rebo itu kan
- ada bang
- pinggir-pinggirnya jualan. Oh iya,
- jualan-jualan. Jualan apa itu? Jualan
- buah-buahan ya? Buah-buahan. Buah-buahan
- ya? Buah-buahan lah. Tulisannya kan 1
- kilo sama 10-an.
- ini punya saya ini 1 kilo 10 ons.
- Artinya apa di situ? Kenapa ditambahi 10
- ons gitu kan?
- Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa
- timbangan 1 kilo di situ enggak 1 kilo
- ya. Karena itu perlu diberikan
- penjelasan tambahan itu 10 ons.
- dulu juga ada yang ini pengalaman
- pribadi ada waktu saya di di Dewan Sari
- Nasional dan itu kita markasnya masih di
- Istiqlal 2004 kalau enggak salah
- itu ada pengusaha pom bensin ya datang
- ke DSN minta SPBU-nya ditulis syariah
- SPBU syariah gitu lah. Saya bertanyaah
- apa fungsinya Pak di situ? He. Kenapa?
- Kenapa Anda ingin apa namanya SPBU Anda
- ini syariah? Iya. Dia menjelaskan kepada
- kita sekarang, Pak, gak ada SPB itu yang
- benar, Pak. Ya, kalau Bapak ke mana-mana
- beli bensin untuk mobil Bapak itu itu
- rata-rata tidak ada yang benar. Iya.
- Iya. Ini berita. Nah, saya ingin bahwa
- yang saya miliki ini benar, Pak. Ya,
- karena itu saya perlu ada embel-embel
- syariah karena tidak semua pemben itu
- justru kurang ya. Jadi di sini
- kecurangan sudah meluas ya lah. Kalau
- kecurangan ini sudah meluas apa yang
- terjadi? Yang terjadi adalah pengambilan
- hak orang lain oleh orang lain secara
- sistem secara sistemiklah gitu. Dan di
- mata Allah Subhanahu wa taala ini
- pelanggaran besar. He. Bahkan kalau apa
- namanya riba atau bunga itu kalau kita
- lihat itu tidak seimbang ya. dijelaskan
- dalam
- kitab tafsir Faur Rozi itu tentang riba
- ini ya. Dan itu ditulis banyak oleh guru
- saya oleh dr. Ee apa itu dr. Umat Sabra
- ya. Ini begini. Kenapa di dalam sistem
- kapitalis ya terutama dalam sistem
- keuangan yang mengandung bunga itu ada
- kezaliman? Ya, tidak seimbangan ya
- kezaliman. Gambarannya begini. ee dalam
- sistem kapitalis lender ya lender itu
- artinya pemberi pinjaman, kreditur lah
- istilahnya. Kreditur dalam bentuk bank,
- dalam bentuk lembaga pembiayaan dan lain
- sebagainya ee itu memberikan pinjaman
- atau individu ya atau individu
- memberikan pinjaman kepada orang lain
- namanya debitur ya. Ya, lander itu
- lawannya borower ya. ya yang memberikan
- pinjaman dan menerima pinjaman gitu kan.
- Nah, kalau dalam istilah bank itu
- kreditur dan debitur gitu ya. Nah,
- ketika kreditur atau lender ini
- memberikan pinjaman kepada borower
- atau debitur misalnya R juta bunga 10%
- per tahun
- misalnya. Terus terjadilah transaksi
- dalam ee apa namanya? Kredit itu
- ditandatangani di pantut tarif dan lain
- sebagainya. disaksikan orang
- ditandatangi oleh semua pihak ya lalu
- kemudian diserahkan uang R1 juta kepada
- borower kepada debitur dan nanti akan
- dikembalikan per bulannya bisa
- cicilannya sekian lah yang jelas itu per
- tahun itu bunganya 100 ee 10%.
- Silender ini begitu menyerahkan uang
- terus dia tidur. Tidurnya Ashabul
- Kahfi. Bangun-bangun uangnya sudah
- numpuk gitu kan. Hm. Dia tidak mau tahu
- pengguna dana ini apakah dia bangkrut,
- apakah dia berhasil, apa dia hanya break
- even point. Pokoknya kewajiban dia
- adalah
- mengembalikan pokok dan 10% kepada
- lender tadi, kepada kreditur tadi.
- Sementara kreditur itu dijamin dengan
- positif return ya, dalam keadaan dia
- enggak punya risiko sama sekali.
- Sedangkan orang yang menggunakan dana
- ini berisiko tinggi kan dia mengusahakan
- uang ini belum tentu ada tiga
- kemungkinan. Pertama dia untung
- kemungkinan satu. Kemungkinan dua untung
- tidak rugi juga tidak. Namanya break
- even point saja. Yang ketiga adalah
- rugi. Ya, ketiga-tiganya mempunyai
- probabilitas yang sama. He ya. tidak
- bisa dijamin. Nah, tapi yang harus
- dilakukan adalah
- mengembalikan pokok plus bunga ini
- kepada kepada lender, kepada kreditur
- tadi. Sebentar kreditur sebenarnya
- tinggal tidur saja. I iya. Nah, di
- sinilah ee dikatakan bahwa segala sistem
- yang membolehkan seperti ini adalah
- sistem yang zalim. Karena di dalam Islam
- tidak ada. Karena kita menggunakan
- mudarabah musyarakah. Mudarabah
- musyarakah ini risiko ditanggung berdua.
- H ya.
- Sakibul mal menanggung risiko finansial
- loss. Jika rugi dia yang kena begitu
- musyarik syarik satu syarik du syarik 3
- kalau usahanya ini ee gagal atau rugi
- semuanya bertanggung jawab terhadap
- kerugian proporsional terhadap modal
- yang disetor. Iya. Tapi kalau ini kan
- gak ya. Jadi ee apa namanya?
- Kesimpulannya adalah setiap sistem yang
- seperti tadi itu membolehkan bunga.
- Berap pun bunga 1% 2% atau sekarang di
- Indonesia
- 12%. Ini adalah mengandung kezaliman
- inheren. He ya. Inherent secara inherent
- dia mengandung ya. Oleh karena itu yang
- seperti
- inilah mengabadikan kezaliman perpual
- mengabadikan kezaliman dan itu
- mengakibatkan murka Allah Subhanahu wa
- taala karena ini haram dijaga,
- dipelihara dan terus diusahakan ya. Nah,
- itulah sebabnya maka akhir daripada
- nihayatul matf, akhir
- daripada ee Madyan itu kan seperti akhir
- daripada kaumnya Nabi Luth, kaum lain.
- Karena ee apa namanya? kezaliman ini
- begitu menggunung ya menumpuk sedemikian
- rupa sehingga hak warga itu diambil
- secara sistemik dalam sistem ini
- mengakibatkan kemurkaan Allah Subhanahu
- wa taala dan itu misi yang disampaikan
- begitu ya jadi kritikan apa namanya
- relevansinya dengan hari ini itu ya kita
- katakan bahwa mazhab ekonomi apapun ya
- konvensional itu ada kapitalis ya dan
- sekarang kapitalisme boleh dikatakan
- mendunia dunia ya. Komunis Cina dulu ya
- tidak menggunakan kapitalis, sekarang
- dia menjadi kapitalis tidak peduli apa
- yang terjadi dalam ee partainya. Tapi
- yang jelas ekonominya ini sekarang sudah
- seperti itu ya. Ya, begitu juga
- negara-negara yang dulu tergabung dengan
- Uni Soviet yang apa namanya dulu
- ekonominya sosialis, Marsis ya. Iya. itu
- bubar tahun 1989 dan akhirnya kan
- ngikutin ee kapitalisme ya. Yang tidak
- kapitalis ya apa apa namanya sakarat
- dalam keadaan sakarat layamut alaiha
- seperti he
- ee seperti apa Korea Utara gitu ya. Yang
- lainnya sudah ya. Nah, jadi apa
- namanya ee surat Hud ayat 84 tadi itu
- dan seterusnya sampai 87 i sangat
- memberikan ini apa namanya ee inspirasi
- kepada saya yang background saya itu
- adalah ekonomi. di mana ketika kita
- bicara tentang mazhab ekonomi ataupun
- aliran-aliran ekonomi sekarang ini di
- mana kapitalisme menjadi mainstream ya
- itu di dalamnya penuh dengan apa yang
- ada di dalam masyarakat ee Madian tadi
- itu. He. Jadi persoalan ekonomi yang
- diceritakan di ayat ini pun saat ini
- justru Iya. Terjadi juga ya. Iya.
- Terjadi juga relevan bahkan lebih banyak
- dan juga dengan ragam ragam-ragamnya
- gitu ya. Sekarang kan kecurangan juga
- sudah dibalut dengan sesuatu yang itu
- bukan curang gitu. Dikemas ya. Iya. Sesu
- kejahatan pun dikemas tidak terlihat
- jahat gitu ustaz. Iya. Jadi yang
- pelajaran pertama yang penting sekali
- adalah he bahwa hubungan hunaka apa
- namanya? ada hubungan yang sangat kuat
- iya ya antara ideologi dalam bentuk
- akidah ini he dengan sistem ekonomi. He
- itu yang saya ambil dari fidil Quran
- ya. Tidak mungkin sebuah akidah yang
- salim art yang salimah akidah yang
- sahihah, akidah yang hanya hamba ini
- hanya menyembah kepada Allah dalam
- seluruh bidang kehidupan. Lalu kemudian
- dalam bidang ekonomi dipakai sistem yang
- tidak berasal dari sumber akidah
- tersebut itu enggak terjadi. Jadi
- sekularisme enggak ada dalam Islam. Iya.
- Ya, kalau yang kita bahas ini kan apa
- namanya? Ekonomi bukan politik ya. Sama
- dianalogikan kalau dalam sistem politik
- itu ee sekuler ya sama aja. Artinya
- akidahnya tidak sampai ke sana. Padahal
- akidah itu harus sampai menjangkau
- seluruh kehidupan. Apakah kehidupan itu
- ee sosial, politik, ekonomi, budaya dan
- lain sebagainya. Semuanya harus tunduk
- kepada sistem Allah Subhanahu wa taala.
- Ya. He ketika keadilan tidak diterapkan
- dalam hal perekonomian, ada kezaliman,
- lalu balasannya bagi sebuah sistem
- kemasyarakatan itu hancur, kan? Nah, di
- saat ini apakah Ustaz sudah melihat
- benih-benih kehancurannya atau cara
- merubahnya bagaimana, Pak Ustaz? Di
- dalam ee dalam ayat yang lain kan
- dikatakan sanastadrijuum min haitsu la
- ylamun wa umlilahum. Ya, bukan berarti
- ini tidak ee kapan kehancuran sistem
- ini? Apakah kita menyaksikan
- kehancurannya atau tidak? Kita sudah
- menyaksikan. Kalau yang sosialisme kita
- sudah menyaksikan. He ya. tahun itu
- bagaimana tembok Berlin dihancurkan. Iya
- kan? Kita lihat tahun '8 at 89 itu ya.
- Terus demo-demo yang luar biasa ya di
- bawah e pimpinan korupaj dulu itu ya dan
- lain sebagainya. Kita lihat itu
- periodenya sudah lama sudah 30 tahun
- yang lalu ya kita masih masih ingat saya
- ya. Iya. Nah yang satu ini ya yang satu
- kapitalisme ini kapan akan hancur?
- Apakah kita nanti sempat menyaksikan
- kehancuran dia atau tidak. Tapi
- keyakinan saya adalah bahwa dia akan
- hancur. Ya kan? Tinggal nunggu ayat
- Allah dalam Al-Qur'an yang lain
- mengatakan sanastadriju min haitu la
- yalamun. Diberikan
- istidraj. Istidraj itu ee apa namanya?
- Istilahnya mereka itu sesungguhnya
- berjalan menuju kehancuran. Tapi mereka
- ini enggak menyadari bahwa dia menuju
- pada kehancuran.
- wa umlilah kan kami berikan peluang di
- di apa namanya dalam konteks umur
- manusia itu mungkin panjang mungkin 70
- tahun 60 tahun itu panjang masanya tapi
- dalam perhitungan Allah Subhanahu wa
- taala itu sangat cepat sekalian jadi
- kita apa namanya ee kita yakin bahwa
- sistem ini mengarah kepada kehancuran
- dirinya sendiri tetapi
- pembeluk-pembeluknya yang
- pengikut-pengikutnya ini tidak menyadari
- bahwa itu adalah akan menunjuk pada
- kehancuran sebagaimana umat-umat yang
- lain yang dulu melakukan hal yang sama
- dihancurkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Itu baik Pak Ustaz Ihhat yang
- dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
- Ekonomi Islam bersama Ustaz Ihhan Basri
- kita siaran live di pagi menuju siang
- ini. Kita mengangkat topik mengambil
- pelajaran sisi ekonomi dari kisah Nabi
- Sulaim Alaih Salam. Telaah Quran surah
- Hud ayat 84 sampai 87.
- Sudah ada beberapa hal tadi yang kita
- bahas. Namun, Ustaz, kita jedak dulu ya.
- Kita nanti akan lanjutkan di sesi kedua.
- Ikhwan akhwat, kami mengundang Anda
- untuk bergabung di acara kami. Silakan
- sampaikan pertanyaan ataupun komentarnya
- ke nomor SMS dan juga WhatsApp Rasil di
- 0811999720.
- Untuk berdialog langsung bersama Ustaz
- Ihan Basri mengenai topik yang kita
- bahas ataupun mengenai ekonomi syariah,
- silakan telepon kami di nomor
- 0218451512. Kami akan segera kembali.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Berasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Terima kasih masih bersama kami dalam
- acara ekonomi Islam bersama Ustaz Ihwan
- Basri. Kita mengkaji Quran surah Hud
- ayat 84 sampai87. Pelajaran yang kita
- ambil dari kisah Nabi Syuaib Alaih Salam
- dari sisi perekonomian. Dan Ustaz
- sebelum kita lanjut, kita sudah
- terhubung dengan pendengar di sesi kedua
- ini. Halo. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik. Dari siapa? Di mana,
- Pak? dari Pak Janar Rasyid Pondok Kopi.
- Pak Janarsi ya. Rasyid Pondok Kopi.
- Silakan Pak Rasyid. Ya. Mau tanya Pak
- Ustaz silakan Pak. Bahwa negara kita ini
- diakui berdasarkan Pancasila.
- Kemudian penjabarannya di dalam
- Undang-Undang Dasar
- 45 bab agama negara berdasarkan
- Ketuhanan Yang Maha
- Esa. Apabila sila pertama ini dikaitkan
- dengan pembukaan Undang-Undang Dasar
- 45 adalah atas rahmat Allah Indonesia
- menyatakan kemerdekaannya. Berarti
- ketuhanan di sini adalah Allah.
- Pertanyaan
- saya bahwa seluruh
- kegiatan yang harus dilakukan di
- Indonesia ini baik di dalam bidang
- politik, ekonomi, sosial, budaya dan
- sebagainya harus merujuk kepada
- ketentuan-ketentuan Allah Subhanahu wa
- taala. Iya.
- Pertanyaan saya sekarang yang dilakukan
- oleh negara meminjam uang ke luar negeri
- dengan bunga sehingga menurut ee
- penjelasan Bapak Ustaz tadi bahwa sistem
- riba itu akan ee tidak akan melahirkan
- suatu keseimbangan, bahkan melahirkan
- suatu kehancuran.
- Ah, maka pertanyaan saya, apakah yang
- harus kita
- lakukan atau usahakan agar ekonomi
- Indonesia ini menggunakan
- petunjuk syariah Islam? Sekian, terima
- kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Nasi
- Rasib. Terima kasih. Baik, sudah
- menangkap pertanyaan Pak Ustaz? Ya,
- sudah ya. Ya, tapi sebetulnya bukan
- pertanyaan kalau menurut saya lebih
- kepada pengamatan masukan ya. I. Jadi
- saya juga sepakat dengan beliau itu
- bahwa ee apa namanya negara berdasarkan
- Tuhan Yang Maha Esa kemudian dihubungkan
- dengan pembukaan undang-undang atas
- berahmat berkat rahmat Allah yang maha
- kuasa menunjukkan bahwa ee cita-cita
- pendiri bangsa kita ini menginginkan apa
- nilai-nilai agama itu menjadi dominan di
- dalam semua aspek kehidupan terutama
- adalah nilai-nilai Islam. Ya, seperti
- itu. Nah, tetapi sekarang wujudnya
- seperti ini ya yang dipertanyakan oleh
- Bapak tadi ya seperti itu hutang masana
- hutang sini perilaku negara yang
- berhutang. Iya. Jadi kita ee melihatnya
- itu perkembangan ekonomi Islam ini kan
- baru, Pak. Jadi ee animo masyarakat itu
- ee belajar ekonomi Islam, mempraktikkan
- ini sangat baru di Indonesia mungkin
- sangat menonjol itu setelah tahun 2000
- ya sebelum tahun 2000 itu ya ada
- sekelumit segelintir orang yang mencoba
- untuk memperkenalkan itu ya. Tapi
- setelah reformasi tahun 2000 ini menjadi
- agenda nasional, bahkan sistem keuangan
- syariah itu menjadi bagian integral
- daripada sistem keuangan nasional.
- Sekalipun sekarang ini tetap dominan,
- sangat-sangat dominan sistem
- konvensionalnya. Ya, tetapi pelan-pelan
- ya, pelan-pelan ya.
- Mudah-mudahan apa yang kita lakukan
- dalam rangka ee memperkenalkan kemudian
- mempopulerkan, kemudian mengamalkan
- ekonomi Islam ini terus berkembang dan
- mendapatkan dukungan dari semua kalangan
- ya di Indonesia ini sehingga
- lama-kelamaan nanti sistem keuangan ini
- akan berbalik. Yang konvensional menjadi
- minoritas, yang syaria menjadi pembesar.
- Mudah-mudahan searannya seperti itu ya.
- ya kita perjuangkan baik itu lewat
- politik, baik itu lewat hukum dan lain
- sebagainya. Tapi yang paling penting
- sebetulnya kalau dalam pandangan saya
- adalah setiap kita sudah mengetahui
- ekonomi Islam wajib kita lakukan dan
- kita praktikkan ya. Enggak usah menunggu
- ee di nanti ada bank syariah atau
- asuransi syariah atau apapun ya enggak
- usah menunggu ke sana itu sudah menjadi
- agenda nasional. Tapi mari kita
- praktikkan dalam kehidupan kita sendiri.
- Misalkan tadi kita contohkan kita punya
- PRT, sudahkah PRT kita ini kita bikin
- akad yang sesuai dengan syariah? Ya,
- artinya jangka waktu ya pekerja dia itu
- tidak 24 jam lagi. Kemudian hak-hak
- mereka ini kita berikan full sesuai
- dengan kesepakatan dalam akad ya. N itu
- sehingga kita melakukan kontrak dengan
- orang lain itu insyaallah dijamin tidak
- ada kezaliman yang adalah ada keadilan.
- Saya kira itu Mas Angangga ya. Iya.
- Kemudian kita lanjutkan dalam surah Hud
- ayat yang 87 yang ayat yang ke-87. Saya
- tadi menyebutkan salah.
- Astagfirullahalazim ya. Auzubillah
- minasyaitanirrajim. Qolu ya suyuaibu
- asolatuka tamuruka anatruka ma ya'budu
- abauna an naf'ala fi amwalina ma nasya.
- Innaka laantal halimur rasyid. Mereka
- berkata, "Reaksi daripada ee suku Madian
- atau komadian ini kepada Nabi Suaib
- setelah mereka mendengarkan paparannya,
- dakwahnya semuanya itu apa yang mereka
- lakukan? Mereka
- mengatakan, "Wahai Syuib, apakah salat
- kamu menyuruh kamu agar
- kami menghentikan dari menyembah apa
- yang telah disembah oleh bapak-bapak
- kami atau dari berhenti untuk melakukan
- apa yang kami lakukan terhadap harta
- kami sesuai dengan kehendak kami." Nah,
- di situ. Nah, yang apa namanya? Ee yang
- saya perhatikan dua hal ya.
- Ya, pertama adalah salat di sini ya.
- Salat itu adalah lambang utama daripada
- ketundukan kepada Allah. Bahkan di dalam
- tafsir Ibnu Kathir dikatakan itu din
- kulluh semua agama. Apakah ajaran kamu
- semua ini ya
- Sub yang disebut cuma salat tapi
- sebelumnya seluruh agama gitu. Seluruh
- ajaran agama gitu. Apakah ajaran agama
- kamu? salat kamu
- ini mengajak kami agar supaya kami ini
- berhenti menyembah kepada tuhan-tuan
- yang telah disembah oleh bapak-bapak
- kami atau meninggalkan terhadap apa yang
- kami lakukan terhadap harta-harta kami
- seperti se kehendak kami. Jadi seperti
- saya katakan tadi ya, mereka ini
- mempunyai pandangan bahwa apa yang
- mereka peroleh dari harta mereka
- memilikinya secara absolut ya absolut
- opnership atau kepemilikan mutlak
- sehingga apa yang mereka lakukan dalam
- harta mereka itu tidak ada
- salahnya. Nah, ini bahaya ini ya. Bahkan
- dalam kapitalisme pun enggak seperti
- itu. Kalau misalkan gini, kita mengenal
- istilah equekuilibrium dalam ilmu
- ekonomi, ya. Apa yang terjadi dalam satu
- sektor itu bisa berakibat pada sektor
- yang lain. I iya. Sekarang coba sektor
- misalnya
- pertambangan minyak
- misalnya,
- Indonesia tidak bisa memiliki teknologi
- baga ngebor minyak secara efisien.
- Ya, teknologi canggih lah. yang terak
- maksudnya dia mitra dengan shell, mitra
- dengan bitrus petroleum atau ya apa ya
- banyaklah perusan di e di dunia ini
- sebagai mitra itu dilakukan
- bertahun-tahun berpuluh-puluh tahun ya
- tapi tidak ada usaha untuk bagaimana
- jiblai itunya gitu loh ilmunya gitu kan
- teknologinya dia hanya ini aja akibatnya
- apa akibatnya tidak bisa nyedot sesuai
- dengan apa
- istilahnya apa namanya kuotanya kan
- misalnya 800 atau
- R900.000 barel per hari dia hanya sampai
- 600
- 700 sudah paling tinggi ya. Iya. Nah itu
- lifting-nya enggak tercapai. Nah
- akibatnya lifting tercapai apa? Maka dia
- harus karena ini kebutuhannya itu kan
- satu juta barel per hari misalnya. Nah
- dia nak sampai segitu. Nah dia apa yang
- dilakukan ya diimpor kan.
- Kalau enggak diimpor, kita berhenti
- dijalani, enggak ada bensin gitu loh. He
- ya. Jadi karena ini sektor tidak
- seimbang, tidak bisa memenuhi targetnya,
- maka mengakibatkan pada biaya yang
- sangat tinggi kita impor bahan bakar.
- Jadi kesimpulannya adalah apa yang
- terjadi pada sektor tertentu ini akan
- berakibat pada sektor yang lain.
- Istilahnya itu Heeh. Apa itu dalam
- bahasa teori apa ini namanya
- yang roboh? Roboh satu roboh semua ya.
- Oh iya domino efek domino ya seperti
- itu. Domino. Jadi ee orang yang merasa
- dia merasa bahwa dengan kekayaannya dia
- bisa berbuat apa saja ini sebetulnya
- sangat berbahaya bagi keseluruhan
- manusia.
- Ini ada adalah harta saya. Apa salahnya
- kalau harta saya ini saya bakar, saya
- tenggelam ke laut. Ya, ini seolah-olah
- apa namanya merasa bahwa kepemilikan
- yang dia miliki, yang dia rasakan itu
- adalah kepindakan mutlak dan hukumnya
- ikut mengikuti hawa nafsu dia. Bahwa
- harta itu adalah titipan. Nah, konsepnya
- Islam kan berbeda. Titipan dari Allah
- Subhanahu wa taala yang harus kita
- gunakan sesuai dengan kehendak Allah.
- Gak boleh dipakai untuk belanja yang
- haram. Nah, dia enggak apa yang dia
- maui. Saya hari ini beli ini, saya hari
- ini mau berjudi, saya hari ini mau apa
- namanya nyumbang orang. saya apa namanya
- hari ini mau begini mau begini dia dia
- maunya tidak ada batasan ya tidak ada
- batasan halal tidak ada batasan haram
- dan itulah yang terjadi pada masa
- sekarang ini. Cuman pada zaman Nabi Saib
- itu kayaknya lebih dominan gitu sehingga
- mempercepat kehancuran. kehancurannya di
- saat Nabi Yusuf alaihi salam masih hidup
- menyaksikan ya lah kita kita juga enggak
- tahu ini kapan ini akan ada iya
- hancurnya pasti ini saya yakin sekali
- iya bahwa peradaban itu ee 70 tahun itu
- sudah sudah cukup lama Baitul Muqaddas
- dikuasai orang Kristen itu zaman Silh
- Huddin al-Ayyubi kan jaraknya 70 tahun
- sekarang ini sudah dikuasai Israel sudah
- berapa tahun sudah lebih daripada 70
- dikasih bonus berapa tahun lagi dari
- dari 4 pasti akan terjadi ya seperti
- itu. Ini masalah Israel lagi. Tapi
- sebetulnya kita bicara tentang peradaban
- ya. Dalam hal ini apabila suatu
- peradaban itu mengandung kezaliman
- sistemiknya di mana pelakunya sendiri
- tidak merasa bahwa itu adalah kezaliman
- yang sangat berbahaya. Akibatnya adalah
- dia sadar atau tidak akan menuju kepada
- nihayatul mataf, akhir putaran. E akhir
- putarannya itu adalah kehancuran.
- sebagaimana yang terjadi pada
- bangsa-bangsa yang lain yang diceritakan
- dalam Al-Qur'an. H iya. Baik, Pak Ustaz.
- Saya akan ke beberapa pertanyaan yang
- sudah masuk. Diantara dari sil Bapak
- Kasmui di Tegal. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz Yuhan Basri yang
- dirahmati Allah. Seandainya hukum Allah
- Subhanahu wa taala di negara kita ini
- diterapkan dan juga ditegakkan khususnya
- di bidang ekonomi. Ekonominya semua
- berdasarkan Al-Qur'an.
- Apakah negara kita ini akan kaya raya,
- Pak
- Ustaz? Kira-kira bisa enggak ya? Gitu.
- Jadi bisa tidak diterapkan gitu. Iya.
- Ekonomi berdasarkan Al-Qur'an. Terima
- kasih kepada Pak siapa nih? Pak Kasmui
- Pak Kasmui dan tadi apakah ketika
- diterapkan itu apakah sebuah negara itu
- akan kaya gitu ya.
- Jadi kalau kasus kita seperti yang di
- Indonesia ini sebetulnya adalah salah
- urus istilahnya ya mismanajemen gitu
- loh. Mis manajemen. Iya. Jadi mis
- manajemen itu ada ilmunya. Ilmu
- manajemen bagaimana mengelola suatu
- supaya benar gitu. Iya. Iya.
- Prinsip-prinsip manajemen itu secara
- umum ee pada umumnya sesuai dengan
- syariah GCG dan lain sebagainya itu pada
- umumnya itu poin-poin besarnya itu semua
- adalah kalau kita lihat itu sesuai
- dengan ee syariah. Jadi ada ada
- pertemuan itu ada apa namanya titik temu
- antara prinsip-prinsip manajemen umum
- secara ee umum itu dengan
- prinsip-prinsip syariah yang ee yang
- yang dilarang itu adalah riba. yang
- dilarang itu adalah ee goror, yang
- dilarang itu adalah maiser. Nah,
- unsur-unsur inilah yang kita hilangkan
- dalam sistem ini. Ya, itu tentu dengan
- manajemen yang ee yang berbeda ya.
- Karena manajemen sekarang ini masih
- menggunakan itu tadi unsur itu masih ada
- di dalamnya lah. Unsur Islam itu enggak
- boleh. Eh, unsur yang dilarang tadi itu
- enggak boleh. Karena itu maka ketika
- sebuah entitas dalam hal ini negara
- ataupun apa mempraktikkan manajemen yang
- baik ditambah dengan menghilangkan
- unsur-unsur yang diharamkan dalam Islam
- itu pasti ada kan pasti ada kemakmuran,
- pasti ada apa namanya berkah. Al-Qur'an
- jugaah sudah menjelaskan begitu. Walau
- amanu wattaq lafatahna alaihim barokati
- minama ya ayat ini umum ya bagi artinya
- begini.
- ee ketakwaan, keimanan dibarengi dengan
- pengelolaan yang benar. Ya, dalam hal
- ini adalah ketahuan dan keimanan tadi
- tentu akan menghilangkan unsur yang
- diharamkan. He ya.
- Riba diharamkan gak ada di situ. Maisir
- diharamkan gak ada di situ. Goro
- dihalamkan. Doalim diharapkan tidak ada.
- Jadi ini semuanya adalah implementasi
- daripada takwa dan dan keimanan ya dalam
- kehidupan ekonomi. Nah, inilah maka
- apabila kita lakukan akan menimbulkan
- banyak sekali berkah ya. Banyak sekali
- berkah. Allah sudah janjikan seperti
- itu. Bahkan seandainya pun ya seandainya
- pun bangsa itu apa namanya tidak
- bertuhan sekalipun tapi dia itu
- sistemnya benar ada
- kemakmuran berlebih-lebih.
- Kalau yang sekarang ini tidak
- berlebih-lebih karena di dalamnya itu
- ada unsur yang haram kan, ada unsur riba
- dan lain sebagainya. Sehingga walaupun
- itu ada kemakmuran di negara-negara maju
- itu tapi dalam aspek yang lain itu tidak
- makmur. Ya, misalnya aspek lain ada
- kemunduran justru Heeh. Justru misalkan
- ketenangan batin ya, misalkan ee
- ketenangan jiwa ee itu enggak ada. Heeh.
- Heeh. Artinya pendapatan perkapita yang
- tinggi tidak dengan sendirinya membuat
- penduduk yang berpendapatan tinggi itu
- damai hatinya, tentram hidupnya gak ya.
- Malah terjadi bunuh diri, terjadi
- alkoholisme. Alkoholisme itu kan
- sebetulnya pelarian dari kenyataan
- karena dia stres mengadai kehidupan
- karena dipush terus untuk berlomba terus
- gitu ya.
- Makanya ada yang memprediksi guru saya,
- Dr. Marsapra, bahwa peradaban seperti
- Amerika itu hancurnya bukan diserang
- oleh bom nuklir,
- tapi oleh dari dalam dirinya sendiri.
- Ya, saya tanya bagaimana itu bisa saya
- tinggal berpuluh-puluh tahun di Amerika.
- Dia mengatakan begitu lah. Hasilnya apa?
- Hasilnya adalah bahwa growing
- generation, generasi yang sedang tumbuh
- ini tidak mendapatkan kasih sayang dari
- orang tua. Hm.
- yang sangat diperlukan pada ket umur 1
- tahun sampai umur 10 tahun di Amerika
- itu mereka tidak mendapatkan kasih
- sayang. Orang bapak, Ibu semuanya sibuk
- di kantor bekerja. Sehingga inilah
- generasi yang tumbuh tanpa kasih saya
- orang tua akhirnya ya segala macam
- terjadi. Itu juga dialami oleh Jepang
- gitu ya. Iya. Di sini juga sudah. Jadi
- enggak di mana-mana di mana-mana. Tapi
- itu terjadi ya karena mengekor kepada
- hal yang tidak baik. Baik Pak Ustaz
- sayang sekali kita sudah dibatasi oleh
- waktu. Masih ada pertanyaan dari Pak
- Samsul di Seragen, Pak Marsan. Tapi
- mohon maaf tidak bisa kita bacakan
- karena memang sudah terbatasnya waktu di
- studio kita sudah menunjukkan 1013.
- Baik, Pak Ustaz sebagai penutup dari
- seluruh bahasan kita apa? Terima kasih
- Mas Sangga. Para
- pemirsa resil visual dan para pendengar
- sui silaturahim yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Kali ini kita
- menyajikan topik yang agak berbeda
- karena kita mencoba untuk tadabur ya,
- bukan menafsirkan tadabur saya terhadap
- surat Hud ayat yang ke-84 sampai dengan
- 87 ya. Dan saya tidak mencoba untuk
- menafsirkannya. Saya cuma mempunyai apa
- namanya kesan ayat ini sangat berbau
- ekonomi karena saya adalah ekonomi dan
- ekonomi yang terjadi di dalam ee
- masyarakat ee Madian yaitu kaum Nabi
- Syuaib ini adalah penyimpangan dalam
- bidang ekonomi yang tercermin dalam
- ketidakseimbangan h dalam hampir segala
- hal. Tapi yang ditonjolkan adalah
- ketidakseimbangan dalam timbangan dan
- ketidakseimbangan dalam takaran.
- Sebetulnya dua timbangan ini itulah yang
- akan menimbang keadilan. Gak ada lagi
- sebetulnya. Nah, apabila dalam dua hal
- ini sudah rusak, maka bisa kita
- bayangkan betapa rusaknya masyarakat
- itu. Dan lebih parah lagi adalah
- tergambar betapa banyaknya kezaliman
- yang tercermin kepada yang tercermin
- dalam pengambilan hak sebagian orang
- sebagian yang lain secara sistemik dan
- mengumpuk menumpuk menumpuk menumpuk
- terus enggak terkendali. Yang ujungnya
- itu mendatangkan kemurkaan Allah
- Subhanahu wa taala. Iya. dan kehancuran
- bangsa itu. Nah, ini peringatan bagi
- kita semuanya termasuk bangsa Indonesia
- bahwa semakin kita tidak atau semakin
- kita memelihara bunga, memelihara riba,
- memelihara kezaliman-kezaliman dalam
- bidang ketum yang lain, maka sudah bisa
- kita baca di mana masa depan kita ini
- ya, sebagaimana masa depan bangsa-bangsa
- yang lalu. Saya kira itu ya. Terima
- kasih. Wabillahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ya, Iwan akhwat. Demikianlah ekonomi
- Islam kesempatan kali ini bersama Ustaz
- Yohan Basri. Semoga apa yang beliau
- sampaikan bermanfaat bagi kita semua.
- Terima kasih banyak Pak Ustaz telah
- hadir di studio. Insyaallah kita siaran
- lagi di minggu depan. Dan juga terima
- kasih kepada Anda Ihan Ahmad yang telah
- bersama kami. Jangan lupa simak selalu
- ekonomi Islam bersama Ustaz Ihan Basri
- setiap hari Selasa mulai jam 09.00
- setelah topik berita pagi dan dari
- studio saya Angga Aminudin ditemani oleh
- Muhammad Ondi dan juga Muhammad Fahri
- undur diri mohon maaf atas segala
- kesalahan kata billahi taufik wal
- hidayah subhanakallahumma wabihamdika
- ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- wa atubu ilaik asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Oh.
- [Musik]
- H
- [Musik]
- H
- Berasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]