Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [Musik] 0:10 [Musik] 0:17 Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum 0:18 warahmatullahi wabarakatuh waalaikumsam 0:21 Allahumma shalli ala sayidina muhammad 0:23 wa sayidina Muhammad Alhamdulillah kita 0:25 berjumpa lagi di pagi hari ini pagi yang 0:28 begitu cerah di studio rasil 0:30 Alhamdulillah sudah hadir di sini Ustaz 0:31 Husin Alatas ustazong surasman kita akan 0:35 kembali mempelajari Ulumul Quran har ini 0:38 kita membahas stagnasi 0:41 Ulumul Quran terutama dalam kajian e 0:44 masalah infak dan zakat yang tidak mampu 0:47 menghadapi e tantangan zaman 0:50 padahal Quran katanya ee itu adalah 0:54 kitab sepanjang zaman nanti akan 0:56 diuraikan oleh Ustaz Husein dan Ustaz 0:58 Totong Asalamualaikum Ustaz Hin 0:59 Waalaikumsalam War baik kita mulai acara 1:02 ini dengan membaca Alfatihah 1:07 auzubillahiminasyaitanirrajim 1:11 Bismillahirrahmanirrahim 1:14 alhamdulillahiabbil 1:16 alamin 1:21 arrahmanirrahim Maliki 1:25 yaumiddin iyaka na'budu wa iaka 1:33 ihdinatal 1:37 mustaqimathalladzina an'amta 1:40 alaihim girhairil maghdubi alaihim 1:50 wadin 1:52 amin Alhamdulillah kita sudah baca 1:55 Alfatihah mud Allah mudahkan kita dalam 1:57 memahami apa-apa yang diuraikan oleh 1:59 guru-guru kita dan sebagai pengantar 2:02 Ustaz Atong akan menyampaikan kepada 2:04 Ustaz Atong asalamualaikum 2:06 warahmatullahi 2:08 wabarakatuh 2:10 alhamdulillahiabbil alamin walqibatu Lil 2:13 Muttaqin Ashadu Alla ilahaillallah 2:16 wahdahu la syarikalah wa asadu Anna 2:19 muhammadan abduhu wa rasuluh Allahumma 2:22 shli 2:24 wasallimikidina 2:25 Muhammadin waa alihibihi a 2:30 WD yang sama-sama kita muliakan guru 2:33 kita Al Husin alattas Bapak Haj Muhammad 2:37 Krishna kuk 2:38 rasil Para pendengar dan permis permisa 2:43 rasil TV yang dimuliakan Allah subhanahu 2:45 wa taala Alhamdulillah di pagi hari ini 2:48 yang cukup cerah ini kita dapat berjumpa 2:50 kembali pada kajian 2:53 Ulumul Qur'an yaitu 2:57 ee Quran dalam arti 3:00 kitab-kitab ulmu Quran klasik maupun 3:03 yang agak modern sini ternyata belum 3:07 memberikan solusi yang baik ya untuk 3:12 umat Islam bahkan banyak yang dibahas 3:14 itu tentang ee yang mutasyabihat yang 3:18 muhkamat gitu itu kan tidak memberikan 3:21 solusi ya untuk ee menghadapi tantangan 3:24 zaman sekarang ini nah khususnya pada 3:27 pagi hari ini kita akan membahas ee 3:30 masalah yang sangat urgen ya tentang 3:33 zakat tentang infak kita melihat er di 3:37 zaman Rasulullah kemudian khulfah 3:39 Rasyidin itu ternyata dengan zakat itu 3:43 bisa menyelesaikan setiap masalah ya E 3:46 bisa 3:47 membantu yang tidak mampu bahkan bisa 3:50 membayar hutang sahabat-sahabat yang 3:53 tidak mampu nah konteks 3:56 kekinian khususnya Indonesia tercinta 3:59 ini tentu itunya ya Ee Kenapa masyarakat 4:03 indonesia yang mayoritas muslim 4:05 itu tambah banyak kemiskinannya tambah 4:09 banyak kebodohannya gitu Padahal kita 4:11 lihat 4:12 ee dari sisi kenyataan itu ada dobel ya 4:16 BB ya maksud dobel itu zakat Iya pajak 4:19 iya ya kenapa Gitu Ee tidak bisa ee 4:23 mampu mengatur kehidupan ee secara 4:26 logika kan harusnya sudah Makmur gitu ya 4:28 ini mungkin ada beberapa kesalahan 4:30 Seperti apa Kalau kita tinjau ee dari 4:32 sisi ee perintah zakat yang selalu 4:36 digandingkan dengan perintah salat gitu 4:39 Saya sempat baca sebuah literatur Kenapa 4:42 ee salat itu ee digandingkan dengan 4:46 perintah zakat itu dalam arti ee 4:48 sebenarnya memberikan informasi bahwa 4:51 orang-orang yang melaksanakan salat itu 4:54 mempunyai kepedulian terhadap kehidupan 4:55 sosial gitu kan nolong yang enggak mampu 4:58 gitu mungkin ee Bagaimana sebuah 5:00 analisanya gitu agar bisa memaksimalkan 5:04 orang yang memang ee sebagai 5:06 Muzaki kemudian nanti mustahiknya itu 5:09 juga bisa meningkat kepada Muzaki gitu 5:11 mungkin ini sebuah konsep yang yang 5:13 perlu ee diterapkan ya ee jangan-jangan 5:17 atau khawatir ya ini sebuah e perkiraan 5:20 a pernah duga Gitu Ee kemungkinan orang 5:23 E muzqinya itu enggak maksimal maksudnya 5:25 belum Belum paslah gitu ya belum pas 5:28 untuk harusnya zakatnya 5:30 sekian dikurangi gitu bisa jadi seperti 5:33 itu karena 5:34 ee ini menyangkut keimanan maksudnya itu 5:38 ya kalau zakatnya misalkan 5:41 ee uang r100 juta zakatnya R5 juta itu 5:46 mungkin masih ringan tapi kalau sudah R 5:49 miliar R5 juta kalau 10 miliar 250 juta 5:54 mungkin kalau imannya enggak kuat kan 5:56 mikir-mikir apalagi5% itu ya Iya apalagi 5:59 orang yang itu baru 2,5% maksudnya Ya 6:01 apalagi kalau punya uang trilunan 6:04 misalkan itu nah ini seperti apa Gitu Ee 6:07 nanti ada korelasinya tidak gitu dengan 6:09 eh sebab ya Eh muzqinya itu tidak 6:13 mengeluarkan zakat dengan baik sehingga 6:16 Katakanlah keberkahan itu 6:18 eh separuh hilang gitu loh kalau hilang 6:22 mungkin belum ya gitu Bagaimana seperti 6:24 itu ini kan e sebuah analisa hanya 6:26 sementara dalam kitab suci al-qur'an itu 6:29 ee begitu sangat sangat ee apa luas ya 6:33 menjelaskan tentang keutamaan orang yang 6:35 berzakat yang bersedekah ya Apakah itu 6:38 tidak diyakini gitu bahwa eh apa yang 6:42 kita keluarkan itu di samping untuk 6:43 membersihkan jiwa kita harta kita itu 6:45 kan tentunya mendapatkan jaminan pahala 6:48 kehidupan yang luar biasa termasuk 6:50 Mungkin sedikit saya ingat ya m 6:52 mudah-mudahan hadisnya ya jadi katanya 6:55 itu setiap hari itu kan eh turun dua 6:58 malaikat untuk mendoa akan penduduk bumi 7:00 ya yang pertama itu ee 7:02 allahummati munfion khfa Ya Allah 7:04 berikanlah kepada orang yang bersedekah 7:06 itu pengganti gitu artinya eh dalam 7:09 konteks ini dengan bersedekah itu kan 7:11 satu sisi mendapatkan pahala yang besar 7:14 kemudian ternyata akan diganti Gitu oleh 7:16 Allah yang lebih banyak lagi mungkin ini 7:18 sebuah analisa nah tentunya untuk lebih 7:21 luasnya ya Ee pemahaman kita mengetuk 7:25 pintu kita khususnya para Agnia ya yang 7:27 orang diberikan oleh Allah kelebihan 7:29 harta itu bagaimana supaya ee gemar 7:32 untuk ee berzakat bersedekah dan bukan 7:35 hanya sampai 2,5% ya Bib ya bisa 10 7:38 sampai 20% itu kan sangat luar biasa ini 7:40 mungkin sebuah pengantar lebih lanjut 7:43 kita simak ee yang disampaikan oleh guru 7:45 kita Al Habib husinas Terima kasih 7:47 asalamualaikum warahmatullahi 7:49 wabarakatuhaikumsalam warahmatullahi 7:51 wabarakatuh 7:53 auzubillahinasyaitanirrajim 7:56 Bismillahirrahmanirrahim 7:58 alhamdulillahiabbilam 8:06 Allah SH wasallim Wik 8:10 abdikaula sayidina Nab 8:14 Muhammadin wasbihi 8:17 wasallim subhanaka ilmaana Illa maamtana 8:21 innaka 8:28 antalimul 8:40 ikhwan akhwat pendengar pemirsa radio TV 8:44 silaturahim yang dirahmati 8:47 Allah kepada seluruh kaum muslimin dan 8:49 muslimat kepada seluruh keluarga besar 8:52 umat 8:54 manusia seluruh kelu 8:58 bes i kita pagi hari ini Ustaz Muhammad 9:00 Krishna Neza ATB dan 9:04 semua kerabat kerja di 9:07 studio asamullahiaikum Jamian 9:10 warahmatullah wabarakatuh 9:14 waalikums Tema kita pada pagi hari ini 9:17 masih 9:18 melanjutkan kajian kita yang lalu 9:20 bersama Ustaz 9:24 Otong upaya untuk betul-betul merangsang 9:28 kembali 9:30 kita semua untuk betul-betul melakukan 9:33 penelitian terhadap 9:35 al-qur'an menghadapi tantangan hidup ini 9:38 bukan jauh dari al-qur'an tapi bersama 9:43 al-qur'an karena kita temukan bahwa 9:47 fikih Islam 9:49 kita fikih Islam kita yang menjadi bahan 9:53 kajian bagi ulama-ulama kita baik di 9:57 pesantren-pesantren perguruan tinggi 9:59 kita 10:00 temukan jauh terpisah dari 10:04 al-qur'an Mengikuti alur dan jalur yang 10:08 telah ditetapkan oleh para 10:11 pendahulu mereka menganggap tidak perlu 10:14 lagi seorang melakukan ijtihad 10:17 penelitian ya untuk menemukan 10:21 solusi-solusi yang sesuai dengan 10:23 tantangan zaman karena ulama kita telah 10:26 meninggalkan khizanah fikih yang luar 10:28 biasa ini yang sering kita dengar dan 10:32 dikumandangkan Padahal kita tahu 10:34 bahwasanya ijtihad para ulama terdahulu 10:38 itu terpengaruh oleh tempat di mana 10:40 mereka berada dan masa di mana mereka 10:42 hidup sedangkan kita tahu bahwa 10:45 perkembangan zaman berbagai macam 10:48 peristiwa kejadian yang bermunculan ini 10:51 tidak dibatasi oleh apa tidak dibatasi 10:54 oleh hal-hal yang ada pada masa lampau 10:57 di mana itihad Pak para ulama saat itu 11:00 banyak yang sudah tidak lagi sesuai 11:02 dengan kebutuhan saat ini nah 11:06 sebagaimana kajian fikih kita yang tidak 11:08 mampu untuk menghadapi tantangan zaman 11:11 begitu juga kajian-kajian di seputar 11:14 Ulumul Quran juga mengalami 11:16 stagnasi hanya mengulangi apa-apa yang 11:19 telah dikaji oleh ulama-ulama klasik 11:23 sebelum kita bahkan bercampur dengan 11:26 riwayat-riwayat yang merusak keindahan 11:29 Quran malah bisa menimbulkan 11:31 keragu-raguan pada kebenaran 11:33 al-qur'an Oleh karena itu kita mengajak 11:37 diri kita dan para Ikhwan untuk 11:41 betul-betul mempelajari langsung 11:45 al-qur'an bukan berarti kita 11:47 meninggalkan kajian-kajian ulama 11:49 terdahulu kajian ulama terdahulu dengan 11:52 penuh hormat kita menghargai mereka tapi 11:54 jangan kita berhenti sampai di sana Lalu 11:56 meninggalkan al-qur'an karena Quran kan 11:59 merupakan tolok ukurnya kalau 12:01 pendapat-pendapat para ulama terdahulu 12:03 tidak sesuai dengan al-qur'an apalagi 12:05 dengan kemajuan ilmu 12:07 pengetahuan banyak hal-hal yang 12:09 dibuktikan 12:11 kesalahannya dan banyak hal juga yang 12:13 didukung 12:14 kebenarannya Nah kita ambil contoh pada 12:17 hari 12:20 ini kajian kita akan berada di seputar 12:24 zakat dan 12:26 infak pada zaman dahulu kala 12:30 pada zaman nabi pada zaman 12:32 sahabatnya hingga pada masa tabiin kita 12:35 lihat bahwa zakat itu betul-betul 12:37 merupakan 12:39 solusi jalan 12:41 keluar yang amat betul-betul apa efektif 12:45 dalam memerangi 12:47 kemiskinan amat efektif dalam memerangi 12:51 kemiskinan membebaskan orang-orang yang 12:53 berhutang Bahkan membebaskan orang-orang 12:58 dari jerat 13:02 perbudakan di samping menunjang 13:04 Perjuangan Dan Dakwah Islam juga 13:06 mengambil hati para mualaf sebagaimana 13:09 yang Allah sebutkan pada 13:12 asnaf yang menerima zakat orang-orang 13:15 yang menerima 13:16 inq 13:25 liluqakinaihaubumah 13:27 sesungguhnya yang kan seodqat di sini O 13:31 seodqat yang 13:33 wajib diikuti juga oleh sodqah yang 13:36 sifatnya 13:38 sukarela untuk siapa dipersembahkan 13:40 untuk kaum fuqara karena Allah enggak 13:43 menerima Allah enggak butuh sedekah kita 13:46 tapi kalau kita berikan untuk orang yang 13:48 ditentukan Allah sama kita bersedekah 13:50 untuk Allah J sedekah ini diberikan 13:52 untuk kaum fuqar Wal masakin orang-orang 13:56 miskin orang miskin ini beda dengan kaum 13:58 kaum fuqara kalau orang fakir butuh 14:02 kelihatan kebutuhannya baik dengan 14:04 meminta kalau orang-orang miskin ini 14:07 mereka butuh tapi malu untuk menampakkan 14:09 kemiskinan mereka hingga orang tidak 14:11 begitu apa perhatian dalam sebuah hadis 14:14 laaisal miskin alladzi yutwifu alanas 14:18 fatarudduhu alqmatu a luqm orang miskin 14:21 itu bukan yang keliling ditolak hanya 14:24 karena meminta satu suap dua suap 14:26 makanan walakinal miskin 14:29 alladzi apa alladzi la 14:33 yajiduinan yang tidak punya kecukupan 14:35 mencukupi kebutuhan 14:37 wasahi dan malu minta 14:40 orang J orang yang butuh tapi punya 14:45 kehormatan liluqar Wal masakin kemudian 14:48 walilin Al yang bekerja untuk 14:50 mengumpulkan zakat mendistribusikan 14:52 zakat menginentarisir orang-orang yang 14:54 butuhkan bukan hanya menerima ya di 14:57 masjid kemudian dia merasa punya hak 15:00 tidak tapi yang bekerja khusus dalam 15:03 mengelola zakat dari mulai pengumpulan 15:05 pendistribusian mengentarisir juga 15:08 orang-orang yang apa yang menerima zakat 15:11 dan orang-orang yang mengeluarkan zakat 15:14 orang yang bekerja khusus dalam 15:18 bidersembantu juga menarik hati 15:20 orang-orang Muf yang baru masuk dalam 15:24 islamkan yang 15:27 perud bila untuk perjuangan di jalan 15:30 Allah termasuk membiayai para Ustaz 15:33 dalam berdakwah baik transportasinya 15:35 kebutuhan rumah tangganya ini tanggung 15:37 jawab fisabilah dalam buang zakat 15:40 wabnabil begitu juga orang-orang yang 15:42 kehabisan uang dalam perantauan 15:44 kehabisan bekal baik yang belajar 15:46 menuntut ilmu atau yang berdagang mereka 15:48 punya hak pada harta kita wafiabilillahi 15:51 wabnabil begitu pula apa untuk il 15:54 musabil di samping juga untuk 15:56 ee membayar melunasi hutang orang-orang 16:00 yang berhutang nah pada zaman nabi kita 16:03 dulu pada zaman sahabat 16:06 nabi mereka dengan zakat mampu untuk apa 16:10 menutupi kebutuhan delapan golongan 16:14 tersebut Bahkan bukan hanya menutupi 16:17 mereka bahkan menjumpai kelebihan dari 16:20 harta zakat seperti yang terjadi di 16:22 Yaman utusan Rasul ketika Berangkat Ke 16:24 Yaman untuk mengumpulkan zakat setelah 16:27 dibagikan untuk orang-orang yang 16:29 membutuhkan dalam lingkungan tersebut 16:31 untuk fuqaranya masakinnya ya untuk juga 16:34 kalangan-kalangan apa yang 16:37 berhutangnya setelah mencukupi mereka 16:39 semuanya mereka bawa ke Madinah sampai 16:41 di Madinah mereka tegur kalian ini bukan 16:43 pemungut pajak kalian adalah orang yang 16:45 mengumpulkan zakat dari yang mampu 16:47 memberikan kepada yang tidak mampu 16:49 dijawab ini semua merupakan kelebihannya 16:52 Ya 16:54 Rasulullah kalau sekarang dengan jumlah 16:58 umat Islam yang mayoritas di negeri kita 17:00 bahkan mayoritas di negara-negara yang 17:02 penduduknya beragama Islam jangankan 17:05 menutupi kebutuhan delan golongan yang 17:07 satu golongan saja alfuqara Wal masakin 17:10 mereka tidak mampu untuk menutupi di 17:13 mana kesalahannya di mana 17:16 kesalahannya jadi kesalahannya apakah 17:19 al-qur'annya yang salah apakah pemahaman 17:21 kita yang tidak 17:23 benar Apakah kajian-kajian kita ini ya 17:27 karena mengikuti kajian-kajian yang 17:29 klasik ya yang tidak mengikuti 17:32 perkembangan ekonomi ya perkembangan 17:35 sosial yang menyebabkan akhirnya 17:37 pemahaman kita ini pemahaman yang 17:39 betul-betul 17:42 tumpul pada zaman dahulu kala kita tahu 17:45 bahwa harta itu berputar di 17:48 mana Di Pertanian 17:51 Peternakan 17:53 perdagangan betul ggak I kalau sekarang 17:57 ini 17:59 75% harta berputar di mana di jasah 18:03 bidang profesi dan 18:05 jasah sedangkan pada masa nabi pada masa 18:08 sahabat dalam bidang jasa dan profesi 18:11 ini apa hampir dikatakan apa tidak 18:14 terlihat betul ada jasa-jasa ya ya tapi 18:17 tidak tidak sebanding dengan Apa 18:19 aktivitas ekonomi dalam bidang pertanian 18:21 peternakan 18:24 perdagangan Nah sekarang 75% harta putar 18:28 dalam bidang 18:30 jasa lu kita bertanya apakah ada zakat 18:35 profesi tu sebagian ulama-ulama klasik 18:38 atau yang mengikuti pendapat klasik 18:40 mengatakan tidak ada zakat profesi 18:42 seingga ketika karyawan di satu e 18:45 lembaga keuangan yang cukup besar 18:48 terbesar di Indonesia ditanya Setujukah 18:50 anda terhadap zakat profesi jawabannya 18:53 tidak setuju karena tidak ada 18:56 contohnya Tidak setuju karena tidak ada 18:59 contohnya apa Karena 19:00 pelit jawabannya Karena pelit karena 19:03 kikir dan pelit bukan karena tidak ada 19:05 contohnya 19:06 Iya Allah subhanahu wa taala wajibkan 19:10 zakat pada apa pada 19:13 harta asal usaha kita 19:16 halal yang menghasilkan harta juga yang 19:19 halal itu dikenakan zakat karena Allah 19:22 mengatakan KH Min amwalihim ambil dari 19:24 sebagian harta mereka nah hasil dari 19:29 profesi yang 19:31 halal kira-kira termasuk yang terkena 19:34 zakat apa tidak terkena zakat k dia kan 19:37 Mal dia menghasilkan apa Mal baik itu 19:40 Pertanian Peternakan ya perdagangan 19:43 termasuk profesi semua dikenakan zakat 19:46 dalil dalam Alquran ada Allah berfirman 19:48 dalam surat Al Baqarah ya auhina 19:57 amanu 20:00 Wahai orang yang beriman 20:03 infakkanlah sebahagian dari hasil usaha 20:07 kalian yang thayib alkasbu di sini bisa 20:11 perdagangan bisa juga profesi Semua 20:14 usaha yang menghasilkan ya harta yang 20:19 menghasilkan keuntungan dan usaha 20:21 tersebut halal maka apa maka itu 20:26 termasuk dalam apa dalam aran zakat 20:29 karena apa yang dihasilkan merupakan Ma 20:31 dan harta walaupun pada masa nabi kita 20:35 tidak mendengar ya katakan memungut 20:37 zakat profesi tapi sekarang merupakan 20:41 sebuah apa sebuah realitas sebuah fakta 20:44 yang tak terelakkan apalagi ekonomi 20:47 kebanyakan Bergerak dalam bidang 20:48 ini betul gak dan ini merupakan kasep 20:53 usaha dan usahanya selagi thaayib dan 20:55 benar maka wajib keuntungannya 20:57 dikeluarkan kan 20:59 zakat wimma akjna lakum Min demikian 21:03 pula hasil-hasil bumi yang kami 21:04 keluarkan bagi 21:06 kalian Oleh karena itu Sebagian ulama 21:09 mereka mengkias zakat profesi dengan 21:11 zakat pertanian zakat pertanian tanah 21:15 pertanian tidak dizakatkan tapi hasilnya 21:17 nah profesi juga orang dengan ilmunya 21:20 sebagai seorang dokter sebagai seorang 21:22 konsultan Ya apapun pekerjaan dalam 21:24 bidang profesinya itu merupakan 21:27 ladangnya nah hasilnya itu sama dengan 21:29 hasil 21:31 pertanian cuma sayangnya rupanya 21:33 disebabkan karena rasa kikir yang sudah 21:37 betul-betul 21:38 mewabah mereka mengeluarkan fatwa bahwa 21:41 yang wajib dikeluarkan 21:43 2,5% 2,5 per ini mengherankan Kalau 21:47 mereka mengkias pada pertanian pertanian 21:50 dikeluarkan 10% kalau disirami air hujan 21:52 atau Sungai 5% kalau membutuhkan biaya 21:56 betul gak Mereka gias pada pertanian tau 21:59 mereka mengatakan bahwa yang dikeluarkan 22:00 2,5% seharusnya kalau lima kalau bukan 5 22:03 10% kan He iya nah 2,5% ini sebetulnya 22:08 tidak terdapat dalam al-qur'an tapi 22:10 merupakan sebuah riwayat yang 22:12 diriwayatkan dari nabi kita Muhammad 22:14 sallallahu alaihi wasallam yang 22:15 mengenakan zakat rubul usyur itu 2,5% 22:19 pada emas dan 22:21 perak kalau kita simpan emas perak ya 22:24 tidak kita usahakan tidak kita 22:25 kembangkan kalau sudah sampai nisof 22:28 berlalu haul selama setahun kita wajib 22:30 keluarkan 22:31 2,5% tapi tidak berbicara mengenai 22:34 pertanian 2,5% begitu juga profesi 22:36 seharusnya dikeluarkan 10% saya ambil 22:39 contoh Ustaz Otong bagaimana keindahan 22:41 dari tuntunan Islam yang selalu 22:43 membimbing kita untuk berlaku adil dan 22:46 berbuat 22:48 Ihsan seorang petani Punya tanah kurang 22:52 lebih sekitar katakan 4000 22:56 m 4 22:58 met atau katakan 1 hektar 1 23:01 hektar pada saat tidak terkena hama di 23:05 daerah yang subur bisa menghasilkan 4 23:07 sampai 5 ton tapi kalau di daerah yang 23:09 kurang subur itu menghasilkan 2 ton 3 23:14 ton 2 ton padi itu ya kalau dikeringkan 23:19 hasilnya berapa 23:24 kira-kira kemudian dikupas berapa 23:26 harganya kira-kir k kalau sai dia kerja 23:30 sama orang yang menggarap Maka hasilnya 23:32 separuh-separuh H katakan 3 ton 1 ton 23:35 Seteng atau katakan 5 ton he Berarti 23:38 masing-masing 2 ton Seteng ya betul 23:40 engak hasil berasnya kurang lebih 23:44 60%. berapa harganya 23:46 kira-kira kalau 1 ton Seteng 1 ton itu 23:50 ya kalau l 23:53 kalau kira-kira kalau kalau satu 23:55 kintalnya itu kurang lebih harganya ee 23:58 R1 juta 24:01 katakan berarti kalau 10 ton r10 24:06 juta kemudian dipotong zakatnya 10% R9 24:11 juta selama 3 bulan lebih selama 3 bulan 24:16 lebih 3 bulan setengahah katakan 4 bulan 24:18 dari mulai dari mulai bertanam bulan 24:22 kurang lebih dan tiga kali panen per 24:25 tahun dia dapat 10 juta dipotong 1 juta 24:29 dipotong jut R juta lalu seorang menjadi 24:34 pegawai ya mendapatkan gaji Rp5 juta 24:38 atau R juta per bulan bukan per 4 bulan 24:41 lalu dia keluarkan 2,5% yang lebih pcik 24:44 lagi setelah dikeluarkan kebutuhan 24:45 pokoknya kebutuhan dia dikeluarkan 24:48 2,5%. kira-kira ada keadilan apa tidak 24:51 petani keluar 24:53 10% ya setelah berusaha Selama 4 bulan 24:56 mendapatkan hanya R juta 24:58 dan hasil pertanian dimakan oleh orang 25:00 banyak manfaatnya besar sedangkan ini 25:02 yang bekerja dalam profesi tertentu dia 25:05 mendapatkan gaji katakan R juta dipotong 25:09 kebutuhan hidupnya Rp juta Rp juta 25:11 dikeluarkan 25:13 r,5% adil adil apa tidak tidak 25:18 tidak apalagi di hadapan orang yang 25:21 mengatakan tidak ada zakat 25:26 profesi 25:28 nah saat ini ulama yang mewajibkan zakat 25:31 profesi mereka mengkias ke pertanian 25:33 jenisnya tapi kewajiban yang dikeluarkan 25:36 dikias pada emas dan perak 2,5% saya 25:39 enggak tahu dari mana ini jalannya Kalau 25:42 mau dikias pertanian seharusnya 25:43 disamakan kewajibannya karena petani 25:47 jauh lebih menderita dibandingkan orang 25:50 yang bekerja katakan sebagai seorang 25:52 pegawai dengan gaji 10 juta dapat setiap 25:54 bulan sedangkan petani selama 4 bulan 26:00 Nah kita lihat di sini ya bahwa 26:03 pemahaman ini bukan dari al-qur'an yang 26:05 2,5% bukan juga dari sunah karena sunah 26:10 menyebutkan pada emas dan perak tapi 26:12 pemahaman ini ya muncul dari orang-orang 26:15 yang berhati kikir dan ustaz-ustaz ulama 26:18 juga yang mendukung orang kikir karena 26:20 takut kalau menetapkan ya sebagaimana 26:23 yang Quran ajarkan pada kita takut kalau 26:26 sampai dimusuhi orang-orang kaya 26:30 Iya betul gak Iya Nah kita ambil contoh 26:34 kalau kita membaca ee perintah untuk 26:36 berinfak dalam al-quran kita buka surat 26:38 Al Baqarah saja Allah sebutkan pada awal 26:42 surah bahwa orang yang berinfak itu 26:45 merupakan apa merupakan orang yang telah 26:49 apa memiliki Salah satu sifat orang yang 26:52 bertakwa yang siap menerima Hidayah dari 26:56 allahzubillahasyaanirim bismill 26:57 Bismillahirrahmanirrahim Alif Lam Mim 27:00 dalikal kitabul la rba Fi Hudan Lil 27:07 Muttaqin Alif Lam Mim kalau Allah 27:10 menunjuk pada kitabnya dalalikal 27:12 kitab la rba Fi yang tidak terdapat 27:15 keraguan di dalamnya Allah jadikan 27:17 sebagai petunjuk untuk orang yang 27:19 bertakwa orang yang bertakwa ini yang 27:21 akan menyambut seruan Quran itu alladina 27:25 yukminuna Bil Ghaib yang beriman kepada 27:26 yang gaib 27:29 yang beriman kepada yang gaib maksudnya 27:30 bukan hanya beriman terhadap hal-hal 27:33 yang nyata dalam kehidupan dunia di mana 27:36 tujuannya duniawi tapi dia beriman juga 27:38 kepada hari akhir dengan hisabnya dengan 27:42 kebangkitannya hisabnya dan juga 27:44 balasannya orang kalau punya keimanan 27:47 kepada Allah dan hari akhir niscaya dia 27:49 akan bekerja bersiap-siap untuk 27:51 menghadapi hari tersebut Tapi kalau 27:54 orang hidupnya hanya untuk dunia dia 27:55 tidak akan berpikir soal akhirat 27:58 Jadi yang pertama ciri orang yang 27:59 bertakwa yang beriman kepada yang gaib 28:01 maksudnya beriman kepada apa yang Allah 28:03 janjikan dan peringatkan di hari 28:08 akhir mereka juga mendirikan salat 28:11 menjaga hubungan mereka yang Harmoni 28:13 bersama Allah yang 28:17 ketiga dan dari apa yang kam berikan 28:19 kepada mereka mereka berinfak Allah 28:23 Ingatkan dari apa yang kami berikan 28:25 kepada mereka bahwa semua itu pemberian 28:28 Allah betul enggak 28:30 iya dan Allah juga Ingatkan pada kita 28:33 bahwa kita ini umat manusia yang 28:35 merupakan satu keluarga yang berasal 28:37 dari ayah ibu yang sama kita terikat 28:41 dengan 28:42 kewajiban baik itu kewajiban dalam 28:44 bentuk individu masing-masing yang 28:47 dikenal dengan fardu Ain atau kewajiban 28:50 dalam 28:52 kebersamaan yang dikenal dengan apa 28:54 fardu 28:56 kifayah 28:58 kalau fardu Ain merupakan kewajiban yang 29:00 Allah wajibkan pada setiap individu 29:02 contohnya 29:04 salat berpuasa ya 29:07 berhaji bagi yang mampu di mana salat 29:12 selagi dia mampu untuk mengerjakan tidak 29:13 bisa digantikan orang lain begitu pula 29:17 puasa karena kewajiban atas dirinya 29:19 selagi dia seorang mukalaf maka dia 29:21 wajib menjalankan ibadah puasa kecuali 29:23 kalau dirinya sakit atau dalam keadaan 29:26 musafir 29:28 salat juga merupakan kewajiban yang 29:30 Allah wajibkan dengan ketentuan waktunya 29:32 dengan rukun dan 29:34 syarat-syaratnya itu wajib atas setiap 29:37 orang betul gak tapi kalau fardu kifayah 29:41 merupakan kewajiban ya yang Allah 29:44 wajibkan kepada masyarakat sesuai dengan 29:47 potensi 29:49 masing-masing sesuai dengan potensi 29:52 kemampuan yang Allah berikan nah manusia 29:54 kanan terbagi-bagi ada yang menjadi 29:55 petani ada yang menj menjadi pedagang 29:58 ada yang menjadi ilmuwan ada yang 30:00 menjadi ulama ada yang menjadi juga apa 30:04 katakan pengusaha dalam bidang 30:06 peternakan pertanian dan lain sebagainya 30:09 masing-masing dengan 30:12 potensinya baik itu pedagang petani 30:16 betul 30:17 gak pengusaha-pengusaha membutuhkan 30:20 orang yang memberikan peringatan kepada 30:22 mereka mengajarkan 30:24 pesan-pesan maka kewajiban Ulama untuk 30:27 menerangkan pada 30:29 mereka kemudian kalau dia profesi 30:32 seorang dokter dia punya kewajiban 30:34 dengan ilmunya untuk mengabdikan dirinya 30:37 memberikan layanan kesehatan buat orang 30:39 semua dilakukan karenaaren Allah kalau 30:42 dia seorang polisi dia wajib untuk 30:44 menjalankan tugasnya melayani masyarakat 30:47 dengan profesi sebagai seorang polisi 30:50 ini semua merupakan ibadah buat dirinya 30:52 seorang TNI juga punya kewajiban untuk 30:54 menjaga bangsa negara keamanannya 30:57 sebagai seorang TNI kewajiban TNI tidak 31:00 mungkin ditangani ulama kewajiban ulama 31:03 tidak mungkin ditangani oleh Polisi 31:04 maupun TNI masing-masing menjalankan 31:07 kewajibannya nah dalam membiayai semua 31:11 itu dengan sendirinya apa menjadi 31:13 wewenang orang-orang yang kaya yang 31:16 berkemampuan pemerintah membiayai dari 31:18 hasil-hasil kekayaan negara Nah kalau 31:21 tidak mencukupi kewajiban orang-orang 31:23 yang menjadi pengusaha untuk memberikan 31:25 sumbangi mereka tanpa diminta itu 31:28 kewajiban mereka tapi kalau ulama mereka 31:32 juga yang mengajar mereka juga yang 31:33 membangun pendidikan mereka juga yang 31:35 harus berusaha Berniaga di mana 31:39 kebersamaan di mana kebersamaan yang 31:41 Allah perintahkan Wat taawanu Alal 31:43 birqwa W tau 31:46 aliw Oleh karena itu dalam sebuah 31:48 riwayat diriwayatkan dari nabi kita 31:51 Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam 31:53 melalui Amirul Mukminin Ali Ibni Abi 31:55 Thalib alaih salam 31:58 Rasulullah mengatakan 32:00 inallah 32:04 amq Allah wajibkan pada harta Si 32:08 Kaya kadar 32:10 kewajibannya kadar yang mencukupi 32:12 kebutuhan orang-orang fakir miskin 32:14 mereka Walan yaju faqirun W ill Bim faum 32:20 dan tidak akan mengalami kemiskinan 32:22 orang orang apa orang-orang fakir maupun 32:25 miskin kecuali karena pengabaian yang 32:27 dilakukan orang-orang 32:30 kaya Allah jadikan orang yang beriman 32:33 satu sama lain saling bekerja sama Wal 32:35 Mukminun Wal mukminat ba'duhum Auliya 32:37 ba'din orang yang beriman sebagian 32:40 menjadi wali sebagian yang lain nah yang 32:42 kaya menjadi wali dengan hartanya yang 32:44 berilmu menjadi wali dengan ilmunya yang 32:47 kuat menjadi wali saudaranya yang lemah 32:51 yang menjadi pejabat menjadi wali 32:53 saudara-saudaranya yang berada di bawah 32:56 nahungannya 32:57 kalau setiap orang ya menjalankan 33:01 kewajibannya sesuai dengan kemampuannya 33:03 maka dengan sendirinya apa dengan 33:06 sendirinya kehidupan betul-betul akan 33:08 terasa keindahannya dengan semangat 33:10 bergotong-royong ini dan semua menjalani 33:13 semua ini dengan ibadah kepada Allah 33:15 bukan karena RI bukan karena ingin 33:17 disebutkan agama akan betul-betul apa 33:20 akan membawa rahmat bagi kita semua tapi 33:23 kalau kita mengabaikan kewajiban kita 33:26 Ustaz tidak mau mengajar kecuali kalau 33:29 melihat keuntungan dan materi ilmuwannya 33:32 tidak menyampaikan ilmu mereka untuk 33:34 mendidik anakanak bangsa yang kaya tidak 33:36 mau mengeluarkan harta mereka paling 33:38 hanya mengeluarkan 33:39 2,5% 2,5% itu untuk kehidupan apa 2,5% 33:46 yang dikeluarkan untuk 33:48 akhiratnya Sedangkan untuk dunianya yang 33:50 kekal abadi 33:51 97,5% coba masuk di akal gak 97, untuk 33:58 dunia yang 2% untuk akhiratnya Padahal 34:01 kehidupan Duni singkat kehidupan 34:03 akhiratnya kekal dan 34:05 abadiadahal Allah 34:09 mengatakun Tuntutlah dengan apa yang 34:11 Allah berikan itu harta kedudukan ilmu 34:14 untuk membangun 34:19 akhirat dan 34:24 janganauupakaniun yang kita sa ini tidak 34:29 mengalami 34:30 kemajuan kemiskinan semakin mawabah dan 34:34 menjangkit ya kemunduran umat islam 34:37 hingga membuat akhirnya mereka menjadi 34:39 mangsa-mangsa 34:40 serigala sampai akhirnya kehormatan 34:43 agama mereka mereka jual karena 34:45 kemiskinan dan Imam Ali 34:48 mengatakanunf kemiskinan ini bisa bisa 34:51 mendekatkan orang menuju 34:53 kekafiran orang begitu terdesak dirinya 34:56 anaknya keluarganya butuh tidak ada yang 34:58 memberikan bantuan pada mereka dengan 35:00 mudah mereka menjadi mangsa-mangsa 35:02 setan Oleh karena itu dalam suratul 35:07 Baqarah ayat 219 di tengah-tengah ayat 35:10 219 Allah subhanahu wa taala mengisahkan 35:14 pertanyaan sahabat nabi kepada rasul 35:17 wasalunaka yunfiquun Mereka bertanya 35:20 padamu apa yang mereka harus 35:23 infakkan dijawab oleh Allah 35:25 qulil 35:31 DII maksudnya setelah kamu berusaha 35:34 dengan usaha kamu ya hasilnya kamuupi 35:38 kebutuhan keluarga kamu setelah kamuupi 35:40 semua mereka kamu ada kelebihan nah 35:43 kelebihan itu 35:45 namanya yang wajib kalian infkan itu 35:47 Setelah kalian menutupi kebutuhan kalian 35:49 INF 35:51 Al 35:53 kamelu kamu kamu 35:57 Kabat kamu Ternyata sudah cukup tetangga 36:00 di sebelah kita tutupi mereka lebih luas 36:02 lagi tutupi yang lain dan apa yang kamu 36:05 keluarkan tidak akan membuat kamu 36:07 rugi Allah berjanji bagi orang yang 36:10 berinfak di jalan Allah satu dibalas 7 36:14 Kali belum lagi Allah akan membebaskan 36:17 dia dari ketakutan dan kesedihan dalam 36:19 menghadapi Apa 36:25 tantangan mereka harus 36:27 infakkanilwa katakan yang kalian 36:31 infakkan yang Allah wajibkan alafwa yang 36:33 melebihi kebutuhan 36:35 kan contoh Suami istri sama anaknya 36:38 pendapatannya R juta kebutuhan dia di 36:41 rumah 6 36:43 juta dia punya ayah ibu punya kerabat 36:46 ayah ibunya enggak mampu dulu membiayai 36:49 dia sampai dia berhasil bahkan sampai 36:51 dia berumah tangga sekarang dia lemah 36:53 tidak mampu berusaha dia punya kelebihan 36:56 4 juta 36:58 ayah ibunya sama anak-anak 37:00 saudara-saudara yang lain masih kecil 37:02 membutuhkan Ti yang 4 juta wajib enggak 37:04 di 37:05 keluarkan wajib dia tidak boleh 37:07 menyimpan dia berikan pada ayah ibunya 37:10 ya ayah ibunya yang lemah yang dulu 37:12 membiayai dia bersusah payah malah kalau 37:15 dia punya lebih dia berikan untuk ayah 37:17 ibunya dia menyimpan pada saat ya yang 37:21 wajib untuk apa untuk diberikan telah 37:24 selesai Nah kalau setiap orang yang 37:27 punya kelebihan berpikir akan tanggung 37:29 jawabnya untuk menginfakkan kelebihan 37:32 pendapatan dia untuk mereka-mereka 37:35 membutuhkan kira-kira selesai enggak 37:37 persoalan kemiskinan negeri 37:40 kita kalau setiap orang mempedulikan 37:42 orang tuanya kemudian kemenakannya kalau 37:45 anak sih jangan ditanya anak sama istri 37:47 itu perhatian Nah kepada orang tuanya 37:50 saudara-saudara ayahnya kemenakan yang 37:52 tidak mampu dia punya kelebihan dia 37:54 enggak merasa berat untuk berinfak untuk 37:56 mereka Kenapa karena apa yang 37:58 dikeluarkan di samping Allah gantikan 38:00 700 kali lipat di hari akhirat Allah 38:02 sediakan ganjarannya Allah juga 38:04 menjanjikan untuk menghapuskan ketakutan 38:06 kesedihan dari 38:07 sumarinya sedangkan di dunia dia hidup 38:10 singkat Kenapa bukan dibalik 2,5% untuk 38:14 dirinya 38:16 9% untuk akhiratnya kalau memang 2,5% 38:20 cukup jadi harusnya diaedulikan 38:22 bagaimana dia berpikir untuk kebuhan 38:27 kemudian kalau ada kelebihan dia 38:28 berpikir untuk membangun akhiratnya tapi 38:31 kalau dengan 38:33 2,5% dia ingin membeli surga 38:36 kira-kira uangnya cukup gak enggak cukup 38:40 untuk dunia 9 7,5% untuk akhirat cuma 38:43 2,5% ini kan hal yang tidak masuk di 38:45 akal sama 38:48 sekali jadi pemahaman fikih kita ini 38:52 yang klasik Yang sekarang kita 38:54 terapkan apa adanya nya menghambat kita 38:57 untuk maju padahal fikih bukan bukan 39:01 Wahyu penulisnya Bukan 39:03 nabi buku-buku mereka bukan kitab suci 39:06 Tapi kitab-kitab yang ditulis oleh para 39:09 ulama untuk menghadapi tantangan 39:11 zamannya sekarang zaman 39:14 berubah jenis perekonomian yang 39:17 berkembang saat ini tidak ada pada masa 39:20 dulu pada masa dulu tanah yang berharga 39:22 tanah-tanah sawah tanah-tanah kebun 39:26 sedangkan tanah yang kering ya yang 39:30 bukan tanah kebun itu enggak ada 39:32 harganya dulu I Oleh karena itu kita 39:36 tahu di Negara Arab kan mereka butuh 39:37 tanah-tanah yang subur tanah subur untuk 39:39 tanaman kurma mereka bahkan untuk 39:41 tanaman juga gandumnya itu berharga 39:43 sedangkan tanah-tanah ya yang tidak 39:45 subur itu berserahkan kalau orang Ma 39:47 mengambil 10 hektar 1000 hektar silakan 39:49 manfaatkan betul gak Iya tapi 39:52 tanah-tanah yang bernilai tanah-tanah 39:54 yang berada di lingkungan per 39:55 perkampungannya ada mata airnya yang 39:57 bisa ditanami itu yang berharga pada 39:59 zaman dulu saya 40:02 ingat sebuah kejadian pada teman saya 40:04 yang sudah meninggal 40:07 dunia teman saya ini punya orang tua ada 40:10 laki ada ada punya orang tua orang 40:12 tuanya punya saudara ada laki ada 40:14 perempuan nah yang perempuan yang paling 40:16 tua waktu orang tuanya 40:19 meninggal Dia bilang ini tanah sawah 40:22 punya saya tanah sawah punya sawah 40:27 tanah Kebon buat sudaha 40:29 laki-lakinya pada saat itu tanah Kebon 40:32 jatuh harganya yang mahal sawah H 40:34 padahal daerah Cisalak sini dulu nih 40:37 tahun-tahun tahun-tahun bangsa 40:39 tahun-tahun sekitar 60 sekian ke 40:41 atas 70-an lah di bilang tanah sawah 40:44 bagian saya yang perempuan bilang kebun 40:46 bagian kamu he Subhanallah bersama 40:50 pesatnya pembangunan he sawah mulai 40:54 kering karena irigasi ya Heeh irigasinya 40:58 apa tidak berfungsi mulai 41:00 bangunan-bangunan berkembang akhirnya 41:03 sawah-sawah yang dulu berharga tidak 41:05 lagi berharga berubah menjadi 41:07 Empang sedangkan tanah Kebon dengan 41:10 pusatnya pembangunan dari tanah yang 41:12 enggak berharga berubah menjadi tanah 41:14 yang bisa menghasilkan 41:15 miliaran akhirnya saudara perempuan yang 41:18 tadinya ngambil sawah minta Diulangi 41:21 pembahagiannya minta diulangin 41:23 pembahagiannya pembahagiannya k dia 41:26 merasa sekarang dia mengalami kerugian 41:28 Iya itu bisa terjadi perubahan karena 41:31 situasi ekonomi yang beru berubah dan 41:35 keadaannya padahal dulu yang dianggap 41:37 berharga tanah-tanah per sawah 41:40 perkebunan peternakan sedangkan 41:42 tanah-tanah darat yang sama sekali apa e 41:46 tidak terdapat air dianggap 41:47 tanah-tanahnya enggak berharga Kalau 41:48 sekarang jaaba di mana tanah yang enggak 41:51 berharga jadi pada masa Nabi dulu mereka 41:54 mengambil zakat dari tanah pertanian 41:55 dari pertaniannya ya sedangkan 41:58 tanah-tanah yang biasa enggak dilihat 42:00 kalau sekarang tanah yang jauh dari air 42:03 di Saudi Arabia harganya luar biasa 42:05 gila-gilanya 42:06 [Musik] 42:08 Hm dulu dibuang begitu saja kalau orang 42:11 mau mengambil ma menghidupkan silakan 42:12 Iya sekarang tanah tersebut apa memiliki 42:15 nilai yang cukup mahal jadi perubahan 42:18 ekonomi ini mau enggak mau melahirkan 42:20 juga perubahan ijtihad kalau kita 42:22 menghadapi tantangan zaman dengan 42:24 fikih-fikih klasik yang yang lama tidak 42:28 sama sekali mau mengkaji al-qur'an 42:29 kembali Maka jangan harap kita mampu 42:32 menghadapi tantangan zaman maka 42:34 al-qur'an telah diabaikan dianiaya dan 42:38 dizikirkan jadi yang stak itu bukan 42:40 Qurannya tapi pemahaman kita fikih kita 42:44 Ulumul Quran kita ini yang tidak 42:46 berkembang dengan 42:48 pesat Padahal kalau orang berinfak 42:50 sebetulnya dia berinfak bukan untuk 42:52 orang lain untuk dirinyainya sendiri 42:54 betul gak Iya kita kita bacakan firman 42:56 Allah dalam surat Al Baqarah 42:59 matsaluladina yunfiquuna amwalahum 43:03 fiabilillah kamatali habbatin ambatat 43:07 sabanabil Fi kulli sumbulatin miatu 43:10 habbah wallahu yudifu Li Yasya wallahu 43:13 wasiun Alim perumpamaan orang yang 43:15 menginfakkan hartanya di jalan 43:18 Allah jalan Allah bukan hanya perang 43:21 tapi untuk berdakwah di jalan membantu 43:23 para dainya ya membantu juga untuk 43:27 membangun lembaga pendidikan buat 43:29 anak-anak yang tidak mampu membiayai 43:31 sekolah mereka pengobatan mereka itu 43:34 semua fisab seluruh Jalan kebaikan 43:36 namanya 43:37 fisabilah yang menginfakkan harta mereka 43:40 di jalan Allah bagaikan Orang yang 43:42 menanam satu butir menghasilkan tujuh 43:44 tangkai setiap tangkainya 100 butir 43:47 berarti satu dibalas 700 kali lipat dan 43:51 Allah masih terus akan melipat gandakan 43:53 bagi siapa yang Allah kehendaki Allah 43:55 Maha luas 43:58 kekayaannya lagi maha Apa Maha luas juga 44:04 ilmunya allina yunfiquun amwahum 44:10 filillahqu wahum 44:12 AJ 44:15 W orang yang menginfakkan harta mereka 44:17 di jalan Allah lalu tidak diiringi 44:19 dengan 44:20 ungkitan atau kata-kata yang menyakitkan 44:24 Allah janjikan bagiere ganjaran mereka 44:26 di akhirat Ini luar 700 nih yang 70000 44:29 di dunia Allah janjikan lagi ganjaran 44:31 mereka di akhirat Lalu Allah bebaskan 44:34 mereka dari rasa takut dan sedih rasa 44:36 takut sedih ini bikin orang apa stres 44:39 menderita walaupun kaya walaupun Mulia 44:42 kalau takut nah di dunia Allah berikan 44:45 rasa aman begitu pula di hari 44:54 akhir orang yang berinfak tidak akan 44:57 rugi untuk kebaikannya masa Untuk 45:00 akhiratmu Yang Kekal 45:02 2,5% untuk duniamu yang singkat 45:05 97,5% apa yang kamu keluarkan untuk 45:07 membantu saudara kamu kalau tidak ada 45:09 Rahmat di hati kamu tidak ada kepedulian 45:11 kamu tidak merasa terpanggil sebagai 45:13 seorang mukmin yang diberikan kelebihan 45:16 untuk memberikan sumbangsi Bagi saudara 45:18 kamu yang tidak mampu apa perlunya jadi 45:20 orang Islam padahal kamu terikat dalam 45:24 fardu kifayah ya ya dalam fardu kifayah 45:27 itu kewajiban sesuai dengan kifayah dan 45:29 kafaah 45:30 masing-masing ulama dengan ilmunya yang 45:33 kaya dengan hartanya ya yang pejabat 45:36 dengan jabatannya polisi dengan 45:38 kedudukannya sebagai polisi tentara 45:39 begitu masing-masing 45:42 terikat hubungan dengan Allah dalam 45:45 kewajiban yang dinamakan alfardul 45:49 kifai artinya kewajibannya berbeda-beda 45:52 tapi sayang fardu kifayah contohnya 45:54 mengantar jenazah he menyalatkan jenazah 45:58 betul enggak kalau dilakukan sebagian 45:59 orang gugur dari sebagian yang lain 46:01 bukan begitu fardu kifayah itu kewajiban 46:04 yang dipikul oleh setiap orang sesuai 46:07 dengan potensinya masing-masing maka 46:09 berbeda-beda 46:10 kewajibannya masing-masing dengan 46:12 kifayahnya dengan 46:14 kemampuan Nah kalau Ustaz Otong 46:16 renungkan sama-sama umat Islam 46:17 betul-betul bertaawun dalam kebajikan 46:20 dan merasa setiap orang merasa 46:22 terpanggil untuk menjalankan kewajiban 46:24 sesuai dengan potensinya apa 46:27 jadinya luar 46:29 biasa nah sampai di sini dulu kajian 46:32 kita ya di 46:36 seputar stagnasi fikih Islam kita fikih 46:41 ya bukan Qurannya bukan Islamnya 46:43 demikian pula stagnasi Ulumul 46:47 Quran ketidakmampuannya menghadapi 46:50 tantangan zaman karena ulama masih 46:53 bertahan berpegang kepada fikih klasik 46:55 dan pemahaman klasik tidak berhubungan 46:58 dengan al-quran malah kalau diajak untuk 47:01 kembali kepada al-quran mereka 47:03 mengatakan Kamu tidak menghormati ulama 47:06 Kenapa langsung kepada Alquran padahal 47:08 Rasul diperintahkan untuk menyampaikan 47:11 al-quran Rasulullah kan mengatakan 47:13 kepada sahabatnya bighu walau bukan 47:16 walau 47:17 hadis bighu sampaikan dari saya walaupun 47:20 ayat bukan hadis betul gak sekarang 47:22 Ahlul hadis sibuk dengan hadis dengan 47:24 gampang 47:26 Rasulullah begitu juga tukang dongeng 47:29 dengan dongengnya penuh keberanian 47:31 kadang-kadang meriwayatkan hal-hal yang 47:33 bohong ini kita lihat Kenapa kita 47:36 mengabaikan al-qur'an padahal al-qur'an 47:39 adalah pedoman hidup kita yang kelak 47:41 akan kita pertanggungjawabkan di hadapan 47:43 Allah demikianlah ikhwan akhwat yang 47:44 dirahmati Allah subhanakallahum 47:46 wabihamdik Ashadu Alla ilahailla Anta 47:49 astagfiruka 47:50 waubuiku mum wasalamualaikum 47:52 warahmatullahi wabarakatuh 47:54 Waalaikumsalam warahmat Wabarakatuh 47:56 Alhamdulillah Terima kasih Ustaz Hin 47:58 Ustaz Totong penjelasan mengenai bahwa 48:01 Mul Quran mengalami stagnasi terutama 48:03 dalam kajian ee zakat dan EE infak Ya 48:07 baik ya kita akan jumpa lagi pada pekan 48:10 depan mohonin wabillahi Taufik 48:12 walhidayah wasalamualaikum 48:13 warahmatullahi 48:22 wabakatuhikumam