Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa ali sayyidina Muhammad. Alhamdulillah
- kita berjumpa lagi hari ini hari Jumat
- tanggal 14 Zulkaidah 1447 Hijriah atau
- tanggal 1 Mei 2026. Kita jumpa lagi
- dalam acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an untuk edisi tanya jawab.
- Silakan kirim pertanyaan Anda melalui
- 08111999720.
- Nanti insyaallah akan dijawab oleh Ustaz
- Husein bin Hamid Alatas. Di sini juga
- ada Ondi Saputra dan alhamdulillah Ustaz
- Husin sudah hadir di studio. Salam Ustaz
- Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, kita mulai
- [mendengus] acara ini dengan membaca
- al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin.
- Iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Alhamdulillah kita sudah baca alfatihah.
- Mudah-mudahan Allah mudahkan kita dalam
- memahami jawaban-jawaban yang diberikan
- oleh Ustaz Husin bin Hamid Alatas. Baik,
- pertanyaan pertama dari Ibu Tepi di
- Karawang. Asalamualaikum, Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Ustaz, apa hikmah pengulangan kisah
- nabi-nabi dalam berbagai surat di
- Al-Qur'an? Itu saja pertanyaannya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika
- sayyidina Muhammadin wa alihi wasahbihi
- wabarik wasallim.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Wala haula wala quwwata illa billahil
- aliyilim.
- Rabbana zidna ilman walhna bih.
- [berdehem]
- Asalamualaika ya Rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- menjawab pertanyaan Ibu
- mengenai mengapa
- Allah Subhanahu wa taala mengulang-ulang
- kisah para nabi di dalam Al-Qur'an.
- Setiap kali Allah Subhanahu wa taala
- mengisahkan
- kisah seorang nabi dan rasul dalam
- Al-Qur'an.
- Sebetulnya kalau kita renungkan, kita
- akan menemukan konteksnya berbeda-beda.
- Mas Krishna.
- Sebagai contoh, kalau kita membaca
- suratul A'raf,
- berturut-turut Allah menceritakan kisah
- Nabi Allah Nuh,
- Nabi Allah Hud,
- Nabi Allah Saleh, Nabi Allah Syuaib.
- Kita lihat konteksnya
- untuk menerangkan bahwa setiap nabi dan
- rasul
- mengajak kepada ajakan yang sama,
- menyeru kepada seruan yang sama.
- Allah berfirman, "Walaqad arsalna nuhan
- ila qumihi faqala ya qumibudullaha
- maakum minah. [berdehem]
- Sesungguhnya kami telah mengutus Nuh di
- tengah-tengah kaumnya."
- Dia menyeru mereka, "Wahai kaumku,
- sembahlah Allah. Kalian tak memiliki
- Tuhan selain dari Allah Subhanahu wa
- taala."
- Lalu setelah itu Allah uraikan bagaimana
- sikap kaumnya dalam menghadapi seruan
- Nabi Allah Nuh alaihialatu wasalam.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- lanjutkan dengan kisah Nabi Allah Hud.
- Wailain akhahum huda. Dan kami mengutus
- ke tengah-tengah kaum Ad saudara mereka
- yang bernama Hud. faqala yaudullaha maum
- min ilahil
- menyeru di tengah mereka wahai kaumku
- sembahlah Allah kalian tak memiliki
- tuhan selain dari Allah subhanahu wa
- taala
- begitu pula ketika Allah mengisahkan
- kaum tsamud waila tsamuda akhum shiha q
- yaumiudullaha maakum min ilahin gim
- begitu pula ketika mengisahkan kan kaum
- Syuaib
- yang didatangi [berdehem] oleh nabi
- mereka
- yang bernama Syuaib. Waila Madyana akhum
- Syuaib. Begitu pula kepada kaum yang
- berdiam di Madyan. Kami mengutus salah
- seorang saudara mereka yang bernama
- Syuaib. Waqala yaumibudullaha maum min
- ilahinir. Lalu Allah ceritakan bagaimana
- sikap kaumnya. pertama menjelaskan
- kepada kita bahwa dakwah para nabi sama.
- Semua mengajak manusia untuk kembali
- kepada Allah, menyembahnya dan tidak
- mempersekutukan dengan sesuatu.
- Kemudian Allah ceritakan kisah bagaimana
- umatnya yang ingkar dan durhaka. Ini
- menjadi hiburan buat Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Begitu pula
- umat nabi kita. Bukan hanya nabi kita
- yang pertama diingkari. Nabi-nabi
- sebelumnya juga mengalami pengalaman
- yang sama.
- Lalu Allah ceritakan juga kisah Nabi
- Allah Ibrahim pada suratul An'am.
- Allah berfirman,
- "Waidq ibrahimu liabihiaridu
- asnaman aliha inni arakain."
- [berdehem]
- Ketika satu hari Ibrahim berkata kepada
- ayahnya yang bernama Azar,
- "Bisa saja ini merupakan pamannya, orang
- yang merawat membesarkan Ibrahim." Dia
- berkata kepada ayahnya, "Apakah patut
- pantas kamu mengangkat
- berhala-berhala yang kamu buat sebagai
- ilah-ilah yang kamu sembah? Aku melihat
- engkau berada dalam kesesatan yang amat
- nyata."
- Kemudian Allah ceritakan dialog antara
- Ibrahim dengan kaumnya.
- Allah ceritakan Ibrahim
- dengan kaumnya. Bagaimana Ibrahim
- menggunakan logika mereka. mengajak
- mereka untuk menemukan kebenaran
- dan menghindar dari Tuhan-tuhan palsu
- yang disembah tanpa dasar kebenaran.
- Begitu juga dalam surah Maryam Allah
- ceritakan juga kisah Ibrahim wadkur fil
- kitabi Ibrahima innahu kanana siddiqan
- nabiya. Setelah itu Allah ceritakan
- kisah Nabi Allah Musa, kisah Nabi Allah
- Ismail, kisah Nabi Allah Idris.
- Kita lihat bagaimana cerita demi cerita
- memiliki konteks tersendiri.
- Walaupun yang diceritakan nabi yang
- sama, rasul yang sama, tapi konteks dari
- apa? Dari dakwah pembicaraannya
- masing-masing memiliki khususia
- tersendiri. Ini merupakan keindahan
- Al-Qur'an. Dia bukan merupakan buku
- cerita, tapi kitab yang berisikan
- petunjuk dan hidayah. Dia menceritakan
- apa-apa yang perlu diceritakan sebagai
- pelajaran yang penuh dengan hikmah untuk
- kita jadikan pelajaran dalam hidup kita.
- Begitu juga kisah Nuh dalam surat Nuh
- berbeda lagi konteksnya. in arsalna
- nuhan faqudlahani
- yaha
- wattaquunagfirakum
- minunubikumakkum
- ajal musamma inna ajalallahi jaa la yuak
- launtum tamamun
- Kita lihat pada konteks surat Nuh. Di
- sini Allah menceritakan Nabi Allah Nuh
- bahwa Allah menceritakan kepada kita
- bagaimana Allah mengutus Nuh di
- tengah-tengah kaumnya untuk memberikan
- peringatan kepada kaumnya sebelum
- kedatangan azab yang maha pedih.
- Nuh menyampaikan pesan Allah, "Wahai
- kaumku,
- sembahlah Allah, bertakwalah padanya dan
- taati aku yang akan membimbing kalian ke
- jalan yang lurus." Allah akan ampuni
- dosa-dosa kalian, menangguhkan kalian
- hingga batas ajal yang telah ditetapkan
- oleh Allah. Dan ingat apabila datang
- waktu tersebut tak ada seorang pun yang
- kuasa untuk mengubahnya. Dia tidak akan
- ditangguhkan
- kalau kalian mengetahui. Artinya
- menjelaskan batasan hidup kita di dunia
- telah ditentukan oleh Allah. Bila tiba
- saat tersebut tak ada seorang pun yang
- kuasa untuk mengubahnya. Maka sebelum
- datangnya ajal, sebelum berakhirnya
- kesempatan, kembalilah kepada Allah,
- sembah Allah dan jangan kalian
- persekutukan Allah dengan sesuatu.
- Bertakwalah kepadanya dan taati Rasul
- yang Allah utus di tengah mereka itu Nuh
- alaihialatu wasalam. Jadi [berdehem]
- kepada ibu yang bertanya, setiap kisah
- para nabi diceritakan kalau kita
- merenungkan kita akan temukan konteksnya
- berbeda-beda.
- Dari satu tempat ke tempat yang lain,
- dari satu surah ke surah yang lain.
- Semoga bermanfaat. [berdehem]
- Baik, selanjutnya dari Bapak Ali Basar
- di Jalan Pajajaran, Sukabumi.
- Asalamualaikum, Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Kita sering mendengar tanah yang
- dijanjikan bagi Bani Israel. Yang di
- pertanyaan saya, pertanyaan saya tanah
- yang mana? Dan kaum Zionis Yahudi yang
- sekarang ini di tanah dan di bumi ini
- membuat kerusakan nyawa manusia,
- anak-anak sampai orang tua dibunuh,
- perempuan dilecehkan sangat mengerikan.
- Mohon arahan dari Ustaz Husein mengenai
- tanah yang dijanjikan itu.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Allahumma sholli ala Muhammadin
- wa ali Muhammad. Rabbana zidna ilman wa
- alhikna.
- Kalau kita membaca ayat 20 dari surah
- Al-Maidah,
- Allah berfirman, "Waidq Musa liquih ya
- quidur nikmatallahi alaikum id ja'ala
- fikum anbiyaa wa'alakum muluka
- waakum ma lam yuti ahadam minal alamin."
- Ketika Nabi Allah Musa berkata kepada
- kaumnya,
- "Wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah
- atas kalian.
- Ketika Allah menjadikan di antara kalian
- nabi-nabi,
- menjadikan juga di antara kalian
- penguasa penguasa seperti yang terjadi
- pada Nabi Allah Yusuf alaihialatu
- wasalam sebelum Nabi Musa.
- Kemudian waakum ma lam yuti ahadam minal
- alamin. Dan Allah anugerahkan buat
- kalian anugerahnya yang tak pernah
- diberikan kepada seorang pun. Minal
- alamin. Dari alalamin itu manusia.
- manusia ya yang ada pada saat tersebut.
- Artinya Allah utamakan mereka dari umat
- yang lain.
- Ya quidkulul ardal muqaddasatallati
- kataballahu lakum wala tartadu ala
- adbarikum fatanqbu
- khirin. Wahai kaumku masuklah ke dalam
- kota atau tanah yang disucikan yang
- Allah tuliskan bagi kalian. Jangan
- kalian berpaling.
- Kalau kalian berpaling, kalian akan
- berbalik dalam keadaan.
- Kalau lihat di sini Allah sebutkan tanah
- yang telah Allah tetapkan bagi mereka.
- Tapi bagaimana sikap mereka? Apakah
- mereka menyambut seruan Allah? Apakah
- mereka menolak? Nah, kita ikuti pada
- ayat berikutnya. Ya kaumi eh apa? Qolu
- ya Musa inna fiha jabbarina wa inna lan
- nadkulaha hatta yakruju minha fakruju
- minha fainna dakilun. Mereka berkata,
- "Wahai Musa, dalam kota tersebut
- terdapat kaum yang dahsyat
- yang memiliki kekuatan yang luar biasa.
- merupakan kekuatan yang menindas ya,
- kekuatan yang tak mampu kami hadapi.
- Sekali kali kami tidak akan masuk ke
- dalamnya sampai mereka keluar. Kalau
- mereka keluar baru kami akan masuk.
- Artinya mereka ingin masuk ke dalam kota
- tersebut tanpa perjuangan Mas Krishna.
- Mereka ingin supaya apa? Mereka semua
- keluar atau Allah keluarkan mereka baru
- mereka akan masuk ke dalam kota
- tersebut.
- Q rjulani minalladzina anamallahu
- alaihimadkhulu alaihimul bab faidakumuhu
- fainnakumun.
- Ada dua orang di antara mereka yang
- Allah subhanahu wa taala anugerahkan
- kenikmatannya atas mereka.
- Itu orang yang takut kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Masuklah kalian ke
- dalam pintu kota tersebut. Bila kalian
- memasukinya, pasti kalian akan meraih
- kemenangan.
- Dan bertawakallah kalian kepada Allah
- kalau kalian orang-orang yang beriman.
- Waallahi fatawakalu inum.
- Dua orang laki-laki ini bisa saja dua
- orang di luar Nabi Allah Musa dan Harun.
- Bisa saja dua orang ini Musa dan Harun.
- Artinya Allah tidak jelaskan siapa kedua
- orang laki-laki ini. Yang jelas mereka
- orang yang takut kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Yakin akan janji Allah.
- mengajak kaumnya untuk masuk ke dalam
- pintu kota. Begitu mereka masuk,
- pertolongan Allah akan datang dan mereka
- akan meraih kemenangan.
- Mereka ternyata kembali mengatakan,
- "Qalu ya Musa inna lan nadkulaha abadan
- madam."
- Mereka berkata, "Wahai Musa, sekali-kali
- kami tak akan memasuki kota tersebut
- selama-lamanya selagi mereka ada di
- dalam. Fadhab anta warbuka faqatila
- inuna qidun. Pergilah kamu bersama
- Tuhanmu, berperanglah. Kami nunggu di
- sini kalau kalian sudah menang, kami
- akan ikut masuk bersama kalian.
- Akhirnya Nabi Allah Musa dengan penuh
- kesedihan berkata, Qbi inni laiku illa
- nafsi wa. Wahai Tuhanku, aku tidak
- memiliki kecuali diriku dan saudaraku.
- Fafruk bainana wainalumil fasikin.
- Pisahkanlah antara kami dan orang-orang
- yang fasik.
- Q fainnaha muharamatun alaihim. Allah
- menjawab, "Sesungguhnya kota tersebut
- diharamkan bagi mereka."
- Arbainasana selama 40 tahun
- yatihuna fil ardhi. Mereka
- terlunta-lunta di atas muka bumi.
- Yatihuna fil ardhi fala ta'sa.
- Alalquil fasikin. Maka jangan engkau
- berduka, bersedia atas orang-orang yang
- fasik. Kita lihat dari ayat-ayat ini
- dimulai dari ayat
- 20 dari suratul maidah bahwa orang
- Yahudi ditawarkan oleh Allah tanah suci
- Yarussalam.
- ini setelah mereka meninggalkan Mesir
- diberangi lautan ya kemudian berbagai
- macam cobaan mereka hadapi menunjukkan
- bagaimana hinanya mereka pada saat
- tersebut yang tidak menghormati Nabi
- Allah Musa, tidak mentaati perintahnya
- ketika ditinggalkan untuk menerima wahyu
- ternyata mereka menyembah anak saab
- bahkan hampir-hampir membunuh nabi
- mereka itu, saudara Nabi Allah Musa
- Harun alaihialatu wasalam. Puncaknya
- ketika mereka diminta berjuang merebut
- Yerusalam, ternyata mereka menolak.
- Akhirnya Allah buat mereka
- terlunta-runta di tengah-tengah padang
- pasir selama 40 tahun sampai datang
- generasi berikutnya. Bukan generasi yang
- hidup di bawah penindasan Firaun yang
- sudah menikmati perbudakan, tapi
- generasi baru. Nah, generasi yang baru
- dipimpin oleh Yusya bin Nun atau Yosua
- berhasil merebut Yerusalem.
- Mereka mengalami kesejahteraan masa
- keemasan. Tapi begitu kembali mereka
- mengulangi kefasikan kekafiran mereka,
- mereka kembali terjerumus dalam
- kehinaan. [mendengus] Nah, kalau kita
- perhatikan Yerusalem
- dan mereka-mereka yang mengaku sebagai
- orang-orang Yahudi keturunan Nabi Allah
- Yaakub, kita temukan
- Netanyahu bersama rakyatnya tidak
- menggambarkan sebagai orang yang beriman
- kepada Allah. H
- ini merupakan kota suci yang dibangun
- oleh Nabi Ibrahim bersama putranya
- Ishak. Ya. Kemudian turun-menurun Bani
- Israil berdiam di sana. Ini disiapkan
- Allah untuk orang yang beriman.
- Sedangkan Netanyah dan rakyat Israel
- kita jumpai mereka hidup dalam kebuasan,
- kebrutalan, kebiadaban yang tidak
- mengenal peri kemanusiaan. Maka
- mereka-mereka bukan orang yang menerima
- janji Allah, tapi mereka orang-orang
- yang dilaknat, dikutuk oleh Allah
- melalui lisan Daud dan Isa putra Maryam.
- Luadina kafaru min bani israil alisani
- daud wa isa Maryamika bima yadun dikutuk
- orang-orang yang kafir dari Bani Israil
- melalui lisan Daud dan Isa Ibnu Maryam
- karena mereka menentang membangkang dan
- melampaui batas
- ini Mas Krishna janji Allah ini bukan
- Allah janjikan untuk Bani Israil secara
- umum tapi untuk orang yang beriman dari
- mereka sedangkan Zionis
- Bukan masyarakat yang beriman, tapi
- orang-orang yang dilaknat, dikutuk, yang
- menumpahkan darah, membunuh anak-anak,
- membunuh wanita, membunuh orang tua,
- merusak rumah ibadah di mana mereka
- tidak terikat dengan aturan. Mirip
- dengan binatang-binatang buas. Padahal
- binatang buas hanya hidup di wilayah
- koloninya. Mereka tidak keluar, tapi
- mereka ingin betul-betul menancapkan
- kuku mereka di atas permukaan bumi.
- Setelah menguasai ekonomi dunia, mereka
- juga ingin melakukan ekspansi. Bahkan
- negara-negara yang telah dihuni hidup
- sejahtera, mereka ingin mengambil alih
- sebagaimana peta Zionis yang mereka
- rencanakan dari mulai Furat sampai ke
- sungai Nil. Dari Efrad sampai ke Nil.
- Itu baru permulaan. Mereka juga
- mengincar Turki, mengincar negara-negara
- yang lain. Oleh karena itu, tidak pernah
- sampai saat ini batas negara Israel
- tentukan
- karena persiapan mereka untuk melakukan
- perluasan.
- Jadi, apa-apa yang kita jumpai dari
- perilaku orang-orang Yahudi yang brutal
- saat ini, kekejaman, kebiadaban di luar
- perikemanusiaan tidak menggambarkan
- sebagai hamba Allah yang beriman. Tapi
- sebaliknya mereka orang-orang yang
- dilaknat dan dikutuk oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Jadi mereka tidak
- mendapatkan janji Allah. Yang
- mendapatkan janji Allah yang beriman
- dari Bani Israil. Begitu juga yang
- beriman dari umat Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Karena kita merupakan satu umat. Allah
- tidak melihat perbedaan suku bangsa,
- tapi Allah membagi hambanya antara yang
- beriman dan ingkar.
- antara yang beriman dan munafik. Nah,
- yang beriman inilah merupakan
- orang-orang yang mendapatkan janji
- Allah. Semoga kita termasuk dari mereka.
- Wallahuam.
- Baik, saya lanjutin dari hamba Allah.
- Asalamuusin.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Saya punya simpanan logam mulia Antam
- dalam jumlah cukup lumayan.
- Apakah saya punya kewajiban potong hewan
- kurban dengan menjual emas ee Antamku?
- Niat saya jual satu keping buat beli
- kurban atas nama mertua saya dari hamba
- Allah.
- Bismillahirrahmanirrahim. Kalau Bapak
- termasuk orang yang mampu memiliki
- simpanan,
- sungguh merugi kalau Bapak tidak ikut
- berkorban.
- Maka berkorbanlah. Karena yang Bapak
- miliki sebetulnya merupakan titipan
- Allah, bukan milik Bapak. Sekarang Bapak
- mempergunakan titipan yang Allah
- titipkan kepada Bapak untuk berkorban.
- Kalau seandai Anda atau Bapak punya
- kelebihan banyak bisa berkorban untuk
- diri sendiri,
- berkorban juga untuk siapa? Untuk kedua
- orang tua kita atau mertua kita. Ya, ini
- merupakan amalan saleh yang dicintai
- Allah subhanahu wa taala sebagai bukti
- kesiapan kita untuk mengorbankan yang
- kita cintai. Demi Allah Subhanahu wa
- taala, bukan sebaliknya mengorbankan
- agama demi kecintaan kita kepada dunia.
- Pada masa Nabi hidup ketika pada saat
- itu kondisi umat Islam belum sejahtera.
- Masih pada masa-masa permulaan di
- Madinah, Nabi menyembelih dua ekor
- kambing. Yang satu untuk dirinya dan
- keluarganya, yang satu untuk umatnya
- yang tidak berkorban.
- Jangan dilihat kambingnya, tapi lihat
- apa? Niat niat dan tujuannya. J satu
- untuk nabi dan keluarga, satu untuk umat
- yang tidak berkorban. Jadi kalau
- seandainya Bapak berkorban untuk diri
- Bapak, berkorban juga untuk orang tua,
- berkorban juga untuk mertua, itu
- merupakan hal yang baik. Daripada kita
- simpan malah akan menjadi pertanyaan
- yang berat. Tapi bukan berarti seluruh
- simpanan Bapak Bapak pergunakan. Gunakan
- sebagian dari simpanan Bapak untuk
- beramal, berkorban, membuktikan
- keikhlasan kita. Nah, sebahagiannya kita
- simpan setelah kita keluarkan zakatnya.
- Semoga Allah memberkahi harta Anda. Dan
- ingat ini merupakan titipan yang kita
- akan kembalikan pada Allah. Suka atau
- tidak suka. Wallahuam.
- Baik. Selanjutnya dari Bapak Didi Nur.
- Asalamualaikum Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam.
- Apa makna yang lebih dalam dari iyaka
- na'budu wa iyaka nastain menurut para
- mufasir dari Bapak Didi Nur di Batam?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Firman Allah dalam suratul fatihah
- yang mengajarkan kita untuk membaca
- iyaka na'budu wa iyaka nasta'in
- merupakan
- bimbingan yang menjelaskan kepada kita
- realita hidup kita, realita keberadaan
- dari Aram Laya dan diri kita yang
- semuanya merupakan ciptaan Allah milik
- Allah. Maka
- seyogianya
- sepatutnya kita sebagai hamba,
- kita menyembah Tuhan kita di mana kita
- berawal daripadanya, bergantung
- kepadanya dalam seluruh kehidupan kita
- dan pada akhirnya kita akan kembali
- kepada Allah. Kalau kita memahami tujuan
- hidup kita di atas muka bumi ini sebagai
- khalifah yang diberikan pilihan
- kebebasan, tapi dengan konsekuensi
- pertanggungjawaban di hari kemudian
- nanti Allah memerintahkan kita sebagai
- ungkapan syukur kita kepadanya yang
- telah melimpahkan nikmat dan karunia
- yang tak terhingga bukan karena butuh
- kepada kita, tapi Allah menguji kita
- apakah termasuk orang yang bersyukur,
- apakah orang yang ingkar. Nah, kalau
- kita menyadari kita berasal dari Allah,
- seluruh milik kita adalah titipan dari
- Allah, karunia-Nya, dan kelak Allah akan
- meminta pertanggungjawaban kita. Apa
- yang telah kita lakukan dengan apa-apa
- yang Allah titipkan bagi kita, bait
- harta, istri, anak, dan berbagai macam
- karunia yang Allah berikan kepada kita.
- Maka kita sebagai orang yang beriman
- dengan sendirinya
- hanya akan menyembah Allah Subhanahu wa
- taala dan seluruh kehidupan kita Mas
- Krishna sebagai ladang ibadah dengan apa
- yang Allah berikan. Baik itu harta, umur
- kita, kedudukan, anak-anak kita,
- pasangan kita, maka hidup kita menjadi
- arena ibadah kepada Allah dengan
- menjalankan perintahnya.
- Kita mendidik anak kita, memperlakukan
- mereka dengan mulia, memperkenalkan
- mereka kepada Allah, menjadikan
- hamba-hambanya yang taat, bahkan rela
- berkorban demi menegakkan kalimat Allah
- tanpa melakukan kezaliman kepada sesama.
- Begitu pula mendidik pasangan kita,
- mendidik juga anak-anak kita semuanya
- yang merupakan amanat titipan dari Allah
- untuk mengabdikan hidup kita kepadanya.
- Jadi bagi orang yang beriman, kehidupan
- dunia merupakan arena ibadah.
- Sedangkan Allah Subhanahu wa taala
- merupakan tujuan hidup mereka.
- Daripadanya kita berawal, kepadanya kita
- akan kembali dan seluruh hidup kita
- bergantung kepada rahmat dan kasih-Nya.
- Maka siapakah yang lebih patut, lebih
- layak untuk kita sembah selain dari
- Allah? Nah, kalau kita menyembah Allah
- menjadikan kehidupan kita di dunia ini
- sebagai ladang untuk beribadah dengan
- sendirinya mengerjakan apa yang Allah
- perintahkan, menjauhi apa yang Allah
- larang, menyerahkan loyalitas kita hanya
- kepada Allah, kepada Rasul-Nya dan
- orang-orang yang beriman. Apabila orang
- yang beriman diganggu, kita hampir
- berdiri untuk membela saudara kita.
- [mendengus] Itu merupakan kewajiban yang
- Allah wajibkan atas kita semuanya.
- Bukan untuk membela kezaliman, tapi
- membela orang-orang yang teraniaya dan
- maub. Jadi, iyaka na'budu wa iyaka
- nastain [mendengus] sebetulnya merupakan
- petunjuk Allah Subhanahu wa taala bagi
- kita untuk menempuh jalan yang aman,
- jalan yang penuh dengan keselamatan dan
- keberuntungan.
- Kalau kita baca ayat sebelumnya, Maliki
- yaumiddin mengingatkan kita akan
- kehadiran kita di hadapan Maliki
- Yaumiddin, penguasa raja di hari
- pembalasan. Maka untuk keselamatan kita
- satu-satunya yang akan membuka pintu
- rahmat Allah yang memasukkan kita ke
- dalam belayan kasih-Nya dalam lindungan
- dan naungannya. Iyaka na'budu wa iyaka
- nastain. Hanya kepada-Mu ya Allah kami
- menyembah. Hanya kepada-Mu kami memohon
- pertolongan hingga hatinya terikat
- dengan Allah. Terbebas dan merdeka dari
- berbagai macam ikatan selain Allah yang
- dapat memalingkan dan membelokkan kita
- semuanya. Jadi iyaka na'budu wa iyaka
- nastain merupakan baiat kita sebagai
- orang yang beriman. Hanya kepada-Mu ya
- Allah kami menyembah. Hanya kepada-Mu
- kami memohon pertolongan.
- Itulah merupakan [mendengus]
- baiat kami, janji kami. Dan dengan ini
- kita menjadi seorang muslim yang sejati.
- Itu yang kita harapkan betul-betul. Di
- mana dalam seluruh gerak-gerik kita,
- sepak terjang kita, ucapan kita, yang
- menjadi tujuan kita adalah Allah. Yang
- menjadi dambaan kita adalah Allah. Yang
- menjadi tempat berlindung kita adalah
- Allah Subhanahu wa taala. Dan hidup yang
- Allah berikan buat kita yang terbatas
- ini menjadi ladang ibadah bagi kita
- semuanya. Wallahuam. [berdehem] Dari Ibu
- Nun di Ibu Nonika di Cikampek.
- Asalamualaikumus.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Ustaz, apa makna muttaqin dalam surah
- Albaqarah ayat 2.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Rabbana zidna ilman walhikna bisih.
- Allah Subhanahu wa taala turunkan
- Al-Qur'an kepada Rasulnya Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam untuk
- membimbingnya
- dalam membawa hidayah Allah. Dan
- keterangan-keterangan Allah Subhanahu wa
- taala begitu jelas, gamblang, sederhana,
- mudah untuk dipahami. Allah menjelaskan
- dalam suratul Albaqarah bahwa kitab suci
- Al-Qur'an ini merupakan kitab yang pasti
- terjamin kebenarannya tanpa ada keraguan
- sedikit.
- Dan dia
- akan menjadi petunjuk bagi orang yang
- bertakwa. Artinya yang akan menerima
- hidayah petunjuk Allah dari ayat-ayat
- suci kitabnya hanyalah orang yang
- bertakwa. Adapun orang yang bertakwa,
- mereka tak siap untuk menerima hidayah
- dan petunjuk Allah. L siapa orang yang
- bertakwa maks? Alladzina yukminuna bil.
- Itu mereka yang beriman kepada yang
- gaib.
- Kehidupan dunia ini merupakan kehidupan
- yang dinamakan alamus syahadah. Alam
- lahir yang terlihat oleh kita. Sedangkan
- kehidupan akhirat nanti merupakan alamul
- ghaib. Di sana ada hari kebangkitan,
- hari juga hisab, ada hari pembalasan.
- Surganya atau nerakanya merupakan
- hal-hal yang gaib yang Allah ceritakan
- kepada kita. Adapun Allah Subhanahu wa
- taala walaupun mata kita tidak mampu
- untuk menjangkau dirinya, tak mampu
- untuk memberikannya, tapi Allah hati
- hadir di hati kita setiap saat bersama
- kita tak pernah meninggalkan kita bukan
- kebersamaan ruang dan waktu, kebersamaan
- ilmunya, rahmatnya, kasih-Nya, dan
- kekuasaannya.
- Jadi walaupun Allah tidak terlihat oleh
- mata kita, sebetulnya kehadiran
- keberadaannya yang paling jelas Mas
- Krishna sebagaimana firman Allah hual
- awalu wal akhir wahiru wal batin wahua
- bikulliin alim. Dialah alawal awal dari
- segala sesuatu. Semua berawal
- daripadanya wal akhir dan dia juga akhir
- dari segala sesuatu karena semuanya
- dikembalikan kepada Allah.
- Dan pada hari tersebut mereka akan
- mempertanggungjawabkan amal mereka di
- hadapan Allah.
- Wadzahiru wal batin. Dan dia keberadaan
- yang paling jelas dan paling gamblang
- Mas Krishna. Karena segala sesuatu
- keberadaannya bergantung pada all.
- Tanpa Allah niscaya alam semesta ini
- akan mengalami keruntuhan. wal batin.
- Tapi dalam waktu yang sama tak
- terjangkau oleh indra kita, tapi tetap
- hadir bersama kita dan dia tidak pernah
- gaib dari hati orang yang beriman.
- Jadi, huwal awalu wal akhiru wadahiru
- wal batinu wahua bikulli saaiin alim.
- Dialah yang awal. Tak ada sesuatu
- sebelumnya, dia pula yang akhir.
- Ya, tidak ada sesuatu setelahnya karena
- segala sesuatu kembali kepadanya. Dan
- dialah merupakan keberadaan yang paling
- tampak dengan ayat-ayat, bukti-bukti,
- petunjuk yang semuanya menunjuk kepada
- Allah Subhanahu wa taala wal akhir. Dan
- dia pula tempat kembalinya umat manusia
- dan di sana mereka akan menerima balasan
- atas amal mereka.
- Jadi ikhwan- akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala,
- kalau kita renungkan pertanyaan Ibu tadi
- apa
- ee arti muttaqin tadi
- kalau kita renungkan
- keterangan Allah mengenai orang-orang
- yang bertakwa.
- Bertakwa ya diambil dari kata waqa yaqi
- wiqayatan yang artinya menjaga mas
- Krisna.
- Jadi muttaqin asalnya muttaqin
- ya. Kemudian wnya dirubah menjadi ta
- untuk memudahkan sebutan jadi muttaqi.
- Begitu juga kata kerjanya ittaqo yattaqi
- asalnyaqo
- ya taqi dirubah wnya menjadi ta untuk
- memudahkan sebutannya. Jadi kata waqo
- yaqi wiqayatan menjaga. Kalau ittaqo
- yattaqi sungguh-sungguh menjaga.
- Nah, bertakwa kepada Allah kita menjaga
- diri kita agar tetap di jalan yang Allah
- ridai. Tidak keluar dari rel kebenaran
- di mana yang kita lakukan semata-mata
- mengharapkan rida Allah dengan mengikuti
- bimbingan dan petunjuk. Nah, Allah
- jelaskan kriteria orang yang bertakwa.
- Yang pertama adalah orang yang beriman
- kepada yang lain. Bukan hanya hidup
- dengan alam nyata lalu bekerja berpikir
- fokus untuk apa? meraih berbagai macam
- kesenangan di alam dunia ini yang
- singkat dan fana. Tapi mereka beriman
- kepada yang ghaib, kepada janji-janji
- Allah Subhanahu wa taala yang Allah
- janjikan kepada hamba-Nya dari hari
- kebangkitan, hari pembalasan, surga atau
- neraka yang akan dimasukinya.
- Ini akan menjadi benteng penjaga kita.
- Kita bukan hanya hidup apa di dunia
- untuk kesenangan dunia, tapi kita akan
- mempergunakan dunia kita untuk membangun
- akhirat kita dan menjaga diri kita dari
- ucapan, perbuatan sepak terjang yang
- tidak diridai Allah. Maka seorang mukmin
- yang sejati yang beriman kepada yang
- gaib tidak mungkin dia akan menzalimi,
- menyakiti saudaranya dalam bentuk
- apapun. Karena apa? Karena rasa hormat
- dan takutnya kepada Allah.
- Di saat dia kuat, dia bersyukur dan tak
- mungkin dia menindas yang lemah. Di saat
- dia lemah, dia tidak akan sama sekali
- merendah dan menjilat. Tetap yang
- menjadi harapan pegangannya adalah Allah
- Subhanahu wa taala. Kemudian walladzina
- yuqimun. Dan mereka yang mendirikan
- salat hingga hubungan mereka dengan
- Allah selalu fresh. Selama lima kali
- satu hari Allah memanggilnya.
- Dia bergegas-gegat menyambut panggilan
- Allah Subhanahu wa taala. hatinya selalu
- ingat kepada Allah, mengawasi Allah,
- merasa diawasi oleh Allah, maka hubungan
- yang hangat mesra ini akan membuat iman
- dan takwanya tumbuh di hatinya.
- Wamimma roqnahum yunfiquun. Dan dari apa
- yang kami anugerahkan bagi mereka,
- mereka menginfakkan harta mereka tanpa
- sayang-sayang, tanpa diminta pun mereka
- berinfak. Karena apa? apa yang mereka
- keluarkan untuk kepentingannya, bekalnya
- di hari akhir nanti hingga menumbuhkan
- kecintaan di antara sesama saudaranya
- bersama masyarakat di sekitarnya. Dia
- tidak merasa bahwa ini miliknya, tapi
- ini titipan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Dia sampaikan kepada
- mereka-mereka yang berhak dengan
- mengharapkan rahmat dan ampunan Allah
- Subhanahu wa taala. Melalui ayat ini
- diingatkan bahwa yang kamu miliki adalah
- anugerah dari Allah.
- Walladina yminuna bima unzila ilaika w
- unzila minqati.
- Dan mereka tidak bersifat eksklusif Mas
- Krishna, tapi inklusif beriman kepada
- kitab yang Allah turunkan kepada nabinya
- beriman juga kepada kitab-kitab
- sebelumnya
- dan mereka penuh rasa yakin terhadap
- hari akhirat. Jadi mereka beriman kepada
- Al-Qur'an, beriman kepada kitab yang
- Allah turunkan kepada Isa, beriman
- kepada kitab yang Allah turunkan kepada
- Daud, kepada Sulaiman, begitu juga
- kepada Musa, begitu juga Allah turunkan
- kepada Ibrahim. Mereka
- sedikit pun tidak sama sekali berubah,
- tapi mereka tetap akan menyambut beriman
- kepada apa yang datang dari Allah. Baik
- yang dibawa ya oleh nabi mereka pada
- masa hidup mereka maupun yang dibawa
- oleh nabi dan rasul yang datang setelah
- nabi mereka. Karena yang menjadi
- pandangan mereka, perhatian mereka
- adalah kebenaran yang datang dari Allah.
- Jadi mereka mendirikan salat, mereka
- berinfak, mereka beriman kepada apa yang
- Allah turunkan kepada nabinya dan
- beriman juga kepada apa-apa yang Allah
- turunkan kepada Nabi Muham nabi-nabi
- sebelum nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Di sini merupakan
- ajaran yang mengajak kita seluruhnya
- kembali pada Allah. Bersatu dalam agama
- Allah. Tidak berpecah belah, tidak
- membiarkan jiwa kita dikendalikan oleh
- kefanatikan yang membutakan
- yang akan membuat kita menjadi tuli.
- Kehilangan rasa, kehilangan juga
- [berdehem]
- kepedulian terhadap kebenaran.
- Lalu Allah jelaskan, wabil [berdehem]
- akhirati hum yuqinun. Dan mereka
- benar-benar yakin terhadap hari akhirat.
- Allah sebutkan dua kali. Satu dalam
- ungkapan bil ghaib. Yang kedua,
- penegasan wabil akhirati hum yukin.
- Orang yang yakin terhadap hari akhirat
- mas Krishna, niscaya dia akan
- berhati-hati.
- Bukan hanya percaya, tapi yakin. Dia
- tahu semua perbuatannya, gerak-geriknya
- dilihat, diawasi oleh Allah dan dia akan
- menerima balasan. Niscaya orang yang
- berakal akan berusaha menjauhkan dirinya
- dari perbuatan-perbuatan yang akan
- mencelakakan dirinya. Wali.
- Maka merekalah orang yang berada di atas
- petunjuk Allah dan merekalah orang-orang
- yang sukses beruntung.
- Kalau seandainya orang-orang yang
- beriman di negeri kita maupun di negara
- yang lain memahami
- kriteria orang yang bertakwa sebagaimana
- diterangkan oleh Al-Qur'an dan kita
- amalkannya, niscaya hidup kita akan
- berada dalam suasana yang penuh
- kedamaian, penuh keharmonian, kecintaan
- di mana setiap orang menjaga dirinya
- untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang
- tidak patut. berlomba-lomba untuk
- melakukan perbuatan baik mulia yang akan
- mengangkat martabat dan kedudukannya di
- sisi Allah Subhanahu wa taala. Jadi,
- ikhwan-akhwat yang dirahmati Allah,
- Allah menerangkan mengenai kriteria
- orang yang bertakwa dalam suratul
- baqarah, dalam surah Al Imran, dalam
- surah Al-Hujurat dan lain sebagainya.
- Yang penting kita pahami bahwa ketakwaan
- artinya menjaga.
- Menjaga Allah, Allah akan menjaga kita.
- Menjaga Allah maksudnya menjaga
- bimbingan, pesan dan petunjuknya.
- sebagai imbalan Allah akan menjaga kita.
- Kita mengagungkan Allah, Allah akan
- muliakan kita. Kita berserah diri kepada
- Allah, Allah akan melindungi kita. Maka
- jangan pernah kita takut dalam
- menjalankan kebenaran atau
- menyampaikannya dari ancaman-ancaman
- makhluk. Tapi berserah dirilah kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Semoga Allah
- menerima
- ampun menerima doa kita, mencurahkan
- rahmatnya mengampuni dosa-dosa kita,
- mewafatkan kita dalam keadaan husnul
- khatimah, dikumpulkan bersama Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam fiamati. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik wal minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah. Terima kasih
- Ustaz Hustin atas jawaban-jawaban yang
- diberikan. Mudah-mudahan jawaban tadi
- sesuai dengan kehendak Allah. Baik ee
- kita akan jumpa lagi nanti pada Jumat
- depan dalam acara renungan di bawah
- naungan Al-Qur'an untuk edisi tanya
- jawab. Saya Muhammad Krishna dan Ondi
- Saputra mohon pamit. Wabillahi taufik
- wal hiidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Syukur alhamdulillah.