Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ikhwan dan akhwat, pendengar Radio
- Silaturahim dan juga pemirsa Rasil TV
- yang dirahmati Allah. Alhamdulillah kita
- kembali berjumpa Iwan akhwat di Rabu
- sore hari ini tanggal 12 Jumadil Akhir
- 1447
- Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 3
- Desember 2025.
- Kembali hadir acara tausiah sore bersama
- Ustaz Ahmad Zazuli Kholil yang
- alhamdulillah telah hadir di
- tengah-tengah kita dan kita live via
- aplikasi Zoom Iwanawat. Kita sapa Ustaz
- terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar sehat Ustaz ya.
- Baik Ustaz bisa mendengar dengan baik?
- Terdengar ya?
- Terdengar suaranya.
- Oke, kita masih melanjutkan tema minggu
- yang lalu yaitu mengenai ziarah kubur
- Ustaz ya. Dan sekarang bagian yang kedua
- yang akan kita bersama-sama simak ikhwan
- akhwat
- dan nanti yang ingin bergabung bertanya
- silakan and bisa kirimkan melsapp kami
- di 0811999720.
- Ustaz,
- [berdehem]
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alfatih hadrati sayidina habibina
- rasulillah Muhammad ibn Abdillah
- sallallahu alaihi wasallam waa alihi wa
- asabiiwani
- minursalin
- walidina
- fidin kia ansar bin abdurahman
- irfan
- Wi
- ahmwani nawi
- ulama k muhammadim asari waril akb jami
- muhammadiyah k ahmadlanum
- abina
- wawajina
- muslimin muslimatminat
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin
- arrahmanirrahim. Maiki yaumiddin. Iyaka
- na'budu wa iyaka nastainatal
- mustaqimatadina
- anamta alaihim ghairil magdubi
- alaihimadin.
- Amin. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala asrofil mursalin sayyidina
- wa maulana Muhammadin wa ala alihi
- wasohbihi ajmain. Amma ba'd. Fainna
- asqal hadis kitabullah taala wahair hadi
- hadju Muhammadin shallallahu alaihi
- wasallam.
- Wa muhdatin bidah waulla bidatin dolalah
- waalatin finar.
- melanjutkan ee kajian
- [berdehem]
- apa namanya minggu yang lalu tentang
- ziarah.
- Qa rulun min Ali Asim Aljahdari.
- Seorang lelaki dari keluarga Asim
- Aljahdari.
- Dia berkata, "Roaitu asiman fi manami
- ba'da mautihi bisanatain."
- Saya
- mimpi melihat Asim 2 tahun setelah
- kematiannya.
- Jadi, para pendengar
- bahwa roh orang hidup itu bisa bertemu
- dengan roh orang yang masih hidup.
- ya.
- Nah, tentunya adalah ee buat kita ini
- orang awam
- hanya lewat mimpi.
- Yang kedua,
- ya kalaukamanya orang tertentu bisa
- walaupun tidak lewat mimpi.
- Yang kedua adalah
- pertemuan antara roh orang yang hidup
- dengan orang yang sudah mati.
- Ya, makanya kita suka mimpi ya ketemu
- dengan orang tua kita, entah bapak kita,
- kakek kita yang sudah wafat.
- Nah, kalau saat itu roh ketika
- apa namanya
- ee keluar karena
- kata Allah, Allah yatawaal anfusina
- mautiha wallati lam tamut fi manamiha.
- Jadi Allahlah yang menggenggam roh
- hambnya yang mati dan
- yang mati dalam tidurnya.
- Maksudnya yang lagi tidur berarti kan
- enggak mati. Kemudian kalau yang tidur
- nanti rohnya dikembalikan.
- Kalau yang mati ya tentu oleh Allah
- ditempatkan di alamnya.
- Nah, sehingga kita ngerti bahwa yang
- membuat kita hidup itu bukan roh.
- Nah, selanjutnya
- orang yang hidup dengan orang yang ah
- kalau ke waktu keluar itu disertai
- dengan akalnya,
- maka bangun tidur kita akan mengingat
- semua ya peristiwa atau yang terjadi
- dalam mimpinya.
- Tapi kalau tidak disertai akalnya bangun
- tidur, kita enggak tahu apa yang tadi
- waktu tidur ini kita apa namanya mimpi
- apa kita udah enggak ingat lagi, enggak
- tahu. Yang ketiganya bertemunya roh
- orang yang meninggal dengan orang yang
- meninggal.
- Wala tahsabanilu
- fibilillahi amwal ahya.
- Jangan sekali-kali kamu mengira orang
- yang mati di jalan Allah itu mati. Bal
- ahya mereka bahkan mereka itu hidup.
- Justru mereka itu hidup di sisi
- Tuhannya. Yuruzakun. Mereka diberi
- rezeki. Farikina bima fadli wastabsiruna
- billadina lam yalhaqu bihim.
- Ya. Jadi mereka gembira bisa bertemu
- dengan orang-orang yang belum pernah
- ditemuinya waktu di dunia. Kita enggak
- ee kita tahu kakek kita tapi enggak
- pernah ketemu. Kita tahu nama buyut
- kita, tapi kita tidak tahu kayak apa
- rupa rupanya buyut kita. Di sana kita
- bisa bertemu nanti
- orang yang tidak pernah kita kenal
- sebelumnya
- ya. [berdehem]
- Nah, ini jadi keluarga Asim ini
- mengatakan, "Saya mimpi ngelihat Asim 2
- tahun setelah kematiannya. Lalu aku
- faqulu, lalu aku bertanya, "Alaisa
- qodta?" "Bukankah engkau sudah mati?"
- Katanya Asim Qala, "Iya benar, saya
- sudah mati."
- Lalu aku bertanya lagi, "Faina anta?"
- Lalu ditempatkan di mana? Katanya kamu
- kata Asim qala ana wallah firadah min
- riyadil jannah.
- Ya saya demi Allah ditempatkan oleh
- Allah di satu taman, taman surga.
- Jadi orang yang meninggal itu kan di
- alam kubur di kuburnya itu bisa jadi
- kuburnya itu rodoh min riyadil jannah au
- khufrah min khufaratin nir. Bisa jadi
- menjadi taman surga bisa jadi adalah
- bagian dari jurang neraka. tergantung
- kepada amalnya. Artinya bahwa di dalam
- kubur itu ada orang yang mendapatkan
- nikmat kubur dan ada juga yang
- mendapatkan azab kubur. Dan kita diajari
- oleh Nabi satu doa kalau sudah salat
- Allahumma inni azubika minabil
- jahanam win fitnatil mahyaal.
- itu kalau selesai tasyahud kan diajarin
- kita tahiyat seperti itu ya. Jadi kita
- disuruh berlindung kepada Allah dari
- azab kubur.
- Nah, selanjutnya sekarang kalau orang
- itu mendapatkan nikmat dalam kubur atau
- ditempatkan di radah min riyadil jannah
- ya, maka kenikmatan
- di sana tentu tidak bisa dibandingkan
- dengan kenikmatan apapun yang ada di
- dunia ini
- ya. Jadi secara logika ngapain kalau
- umpamanya orang mendapatkan kenikmatan
- di sana kok pakai keluyuran ke dunia
- nemui anak cucunya dan lain sebagainya.
- [berdehem] Ya, itu akal enggak menerima,
- Saudara.
- Begitu juga kalau orang itu mendapatkan
- azab siksaan di dalam kubur, kok bisa
- keluar dari kubur lalu kemudian ke alam
- dunia.
- Padahal dia lagi diazab oleh malaikat.
- Mungkinkah
- orang itu bisa lepas dari cengkeraman
- malaikat?
- Ya. Ah, karena itulah enggak benar
- ya. Enggak benar sekali kalau kemudian
- orang mengatakan ini adalah malam Jumat
- Kliwon
- ya, bapak kamu, kakek kamu itu datang
- ya. Kalau qarinnya mungkin, tapi ruhnya
- enggak mungkin. Jemah Allah. Nah, ini
- harus kita yakini yang demikian.
- Dulu saya lagi kecil itu ya
- suka ada selawatan tuh
- ya. Wengi Jumat roh iku pinggir lawang.
- Nyuwun pendonga lan ayat-ayat Al-Qur'an.
- Kalau malam Jumat katanya roh itu ada di
- depan pintu.
- Dia mengharapkan doa
- dan bacaan-bacaan Al-Qur'an.
- Ya, ini bahasa Cirebonnya mboten
- disukani
- ngelus dada brebes mili.
- Balik ning kubur bari nangis nyupatani.
- Kalau enggak didoakan, enggak dibacakan
- ayat Al-Qur'an, dia mengelus dada ya,
- berurai air mata kemudian kembali ke
- kuburan sambil menangis dia nyumpahin
- tuh keluarganya.
- Ini adalah enggak benar, Saudara.
- Ya, enggak benar. Bagaimana orang bisa
- keluar dari kuburan.
- Kalau dia mendapatkan kenikmatan,
- ngapain nyari yang susah-susah?
- Kalau dia itu adalah orang yang sedang
- diajab di dalam kubur, mana mungkin bisa
- lepas dari cengkeraman malaikat, dari
- azab, dari siksaan malaikat. Mungkin
- malaikat sendiri bisa dipecat nantinya
- sama Allah. Para pendengar radio
- silaturahim ya [berdehem]
- rahimakumullah.
- Nah, jadi aku berada di taman dari
- taman-taman surga.
- saya dan beberapa teman saya.
- Nah, najamat
- jumatin
- Bakri Abdillah almuzani. Jadi kami
- setiap malam Jumat itu berkumpul.
- Begitu juga paginya di kediaman Abu
- kediaman Bakar bin Abdullah Al-Muzani.
- Lah kami itu bertemu di sana
- ya. Jadi di sini para pendengar
- silaturahim,
- dua amal dunia yang akan dilakukan oleh
- orang di akhirat nanti di surga.
- Apa itu? Satu, berjamaah. Yang keduanya
- adalah silaturahim.
- Itu amal. Makanya berjamaah dan
- silaturahim itu amal yang luar biasa
- nilainya di sisi Allah Subhanahu wa
- taala. Karena itu menjadi amalan
- penghuni surga.
- Nah,
- qulu lalu aku bertanya, "Ajsamukum am
- arwahukum?"
- Itu bertemu itu fisik kalian apa roh
- kalian?
- Qa Asim berkata, "Hai hata jauh sekali
- balitatil
- wa inamail arwah."
- Ya, fisik-fisik itu kan sudah hancur.
- Yang bertemu itu adalah roh-roh kami.
- Qa lalu kemudian saudaranya Asim ini
- bertanya lagi. Qullu aku bertanya lagi,
- fahal tlamuna biziatina iyakum.
- Apakah kalau kami berziarah kepada
- kalian, apa kalian mengetahui?
- Q naam nahnuam
- [berdehem]
- asatal jumuahumal jumuah.
- Ya, kami mengetahui ziarah kalian. Kalau
- kalian ziarahnya sore Jumat berarti
- Kamis sore ya. Nah,
- Kamis sore.
- Waumal jumuah kullaha. Dan hari Jumat
- kullahu semuanya. Berarti kalau Jumat 24
- jam dan hari Sabtu sampai terbitnya
- matahari. Nah, ini karena mulianya hari
- Jumat. Jadi kalau kita ziarah Kamis sore
- ee dan juga apa namanya? Hari Sabtu, nah
- itu bisa bertemu. Apalagi di hari Jumat
- yang dijarahi mengetahui kedatangan
- kita.
- Wakai kemudian aku bertanya lagi,
- bagaimana bisa begitu dunairul ayyam?
- Sementara hari-hari yang lainnya enggak
- ngelihat. Iya. Ya, benar sekali. Qadli
- yaumil jumah itu karena keutamaan hari
- Jumat dan keagungan hari Jumat.
- Begitulah diriwayatkan oleh Imam Ibnu
- Abid dunya Al-Kubur dan begitu juga
- Albaihaqi di dalam kitab Syil Imania.
- [berdehem]
- Waqala Bashar bin Ghalib An-Najrani.
- Bashar bin Ghalib An-Najrani berkata,
- "Roaitu Rabiah aladawiyah alabidah fi
- manami."
- Kata Basyar bin Ghalib Annajrani, "Saya
- mimpi melihat Rabiah, Siti Rabiah
- ya bin Is bin binti Ismail Aladawiyah
- Albasriah. Orang Basra ini
- yang abidah. ahli ibadah yang kita kenal
- dengan teori cintanya, mahabbahnya
- ya.
- Dan beliau ini diriwayatkan itu
- mengerjakan salat sunah setiap hari itu
- 1000 rakaat seperti Syekh Abdul Qadir
- Jailani ya. Luar biasa.
- Nah, wuntu katir dua ilaha dan saya ini
- sering sekali mendoakan beliau.
- mendoakan Rabiatul Adawiyah.
- Faqatli.
- Dalam mimpi itu, Rabiatul Adawiyah
- berkata kepadaku, "Ya Basyar
- ya ibna galiba
- minaril
- harr."
- Wahai Bashar bin Ghalib, hadiah-hadiah
- kamu yang kamu apa namanya
- ucapkan itu, itu disampaikan diberikan
- kepada kami
- di atas nampan dari nur dari cahaya
- yang ditutup dengan kain sutra.
- Lalu aku bertanya, "Bagaimana seperti
- itu?
- ya kata Siti Rabiah begitulah ya sama
- dengan doanya orang-orang mukmin yang
- masih hidup apabila mereka mendoakan
- orang yang sudah mati
- Lalu doanya itu diterima. Nah, doanya
- diterima.
- Jadi, tidak semua orang yang mendoakan
- itu akan sampai kepada yang mati.
- Tergantung doanya diterima apa enggak,
- bacaannya diterima apa enggak oleh
- Allah. Kalau diterima nah fastujibalahum
- lalu diterima dijadikanlah doa itu
- ya atau pahala dari doa itu di atas
- nampan dari dari cahaya lalu ditutupi
- dengan kain sutra. Kemudian mayit yang
- dituju itu dipanggilnya,
- dipanggilnya
- lalu dikatakan, "Hei, inilah hadiah si
- fulan untuk kamu."
- Nah, tinggal sekarang Allah. Jadi, semua
- ulama
- sepakat
- bahwa
- doa untuk mayit itu bermanfaat.
- Semua ulama begitu sepakat ya. Enggak
- siapa, enggak siapa kalau mendoakan
- misalnya Allahumagfirlahu ya Allah
- ampuni dia.
- Nah, tinggal sekarang
- mengenai
- apakah
- ee kalau kita kirim
- fatihah pahala itu bisa sampai atau
- tidak.
- Misalnya orang dalam tahlil,
- Allahumma'al wa ail wa taqobbalwaba ma
- qahu minal quran.
- Ya Allah sampaikanlah pahala
- bacaan Al-Qur'an kami kepada si fulan.
- Nah ini mengenai ini
- di kalangan ulama berbeda pendapat. Yang
- pertama
- ulama mengatakan
- sampai bisa.
- Ya, itu yang pertama. Dan di antaranya
- adalah
- yang mengatakan sampai itu Imam Ahmad
- bin Hambal
- ya, di mana sebelumnya beliau justru
- adalah menolak.
- Ini yang pertama. Jadi kalau ada yang
- mengatakan ya sampaikanlah pahala kepada
- si fulan lah itu menurut ulama yang
- pertama itu bisa benar kalau dengan
- catatan bacaan tadi diterima oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Kalau enggak
- diterima ya enggak disampaikan.
- Namun ada yang menarik jemaah
- rahimakumullah bahwa
- kalau kita berdoa kepada Allah, "Ya
- Allah ampunilah dosaku."
- Kalau Allah menghendaki, Allah ampuni.
- Tapi kalau Allah enggak menghendaki, ya
- tidak diampuni.
- Ya, kalau kita minta ampunan kepada
- Allah seperti itu.
- Tapi kalau kita misalnya begini, mohon
- ampunan untuk orang lain,
- ya Allah
- ampunilah
- saudara Fahri misalnya, rahmati dia
- ya, sayangi dia. Nah,
- [berdehem] ini menurut ulama yang
- pertama
- jelas-jelas sampai ya.
- Ya Allah rahmati. Itu yang pertama.
- Kalau yang ee yang kedua sekarang atau
- yang kedua tidak pahala itu tidak bisa
- disampaikan, tidak bisa ditransfer.
- Termasuk yang berkata demikian itu
- adalah guru besar mazhab Syafi'i yaitu
- Imam Nawawi
- ya.
- Jadi beliau mengatakan bukan pahalanya
- yang dikirimkan
- yang mendapat pahala. adalah yang
- dimaksud
- pahala bacaan tetap orang yang
- membacanya. Cuma syafaat dari doa itu
- mereka yang dapat.
- Biar mudah dipahami begini.
- Saya mendoakan Fahri misalkan, "Ya Allah
- ampuni saudara Fahri, maafkan segala
- salahnya.
- Saya berdoa itu kan menjalankan perintah
- Allah. Karena menjalankan perintah
- Allah, tentu
- ketika berdoa saya dapat pahala. Nah,
- pahala berdoa ini saya yang dapat.
- Ya, saya yang dapat bukan saudara Fahri.
- Tetapi isi dari doa ampunan, maaf,
- diluaskannya kuburan kalau sudah
- meninggal lah. Itu yang dapat adalah
- yang dimaksud. yaitu Saudara Fahri
- gitu ya kata ee Imam Nawawi.
- Jadi kalau umpamanya jemaah ya kata apa
- namanya
- ee merebot masjid nih
- MC
- bahwa ada sumbangan buat masjid ini amal
- jariah sebesar sekian ratus ribu sekian
- juta.
- yang mau dibacakan Fatihah pahalanya
- untuk si fulan, si fulan, si fulan, si
- fulan dan seterusnya. Akhirnya ini MC
- mengajak, "Ya, mari kita membaca surah
- Al-Fatihah
- ya, kita kirimkan pahalanya kepada si
- fulan, si fulan, si fulan. Dan kita
- memohon semoga dengan pembacaan Fatihah
- itu almarhum diampuni dosanya, dimaafkan
- salahnya, diluaskan kuburnya. Nah, kalau
- kata ulama pertama nih pahala nanti
- membaca fatihahnya yang nerima adalah
- almarhum, begitu juga ampunannya. Tapi
- kalau menurut pendapat ulama kedua dan
- ini adalah pendapat yang muktamad,
- yang kuat adalah pahala membaca
- fatihahnya ya. Semua jemaah yang baca
- dialah yang dapat pahalanya.
- Adapun syafaatnya yaitu tadi ampunan,
- diluaskan kubur, dimaafkan salahnya.
- Nah, almarhum yang dimaksud itulah yang
- menerimanya.
- Itu menurut pendapat yang kedua, bukan
- pahalanya yang dikirim gitu. Bisa
- dikirim.
- Terlepas dari itu semua, yang jelas baik
- bagi ulama yang berpendapat
- pahala ee
- maupun pendapat kedua, yang jelas mayit
- itu menerima manfaat dari amal orang
- yang hidup
- gitu. [berdehem]
- Hm.
- Waqala Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam, "Mal mayit fiqobrih illa
- kalqil mutagat."
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bersabda, "Tidaklah mayit di dalam
- kuburan melainkan dia itu seperti orang
- tenggelam yang memohon,
- yang menuntut pertol, yang meminta
- pertolongan."
- Dan apa yang dibutuhkan oleh mereka ya
- tentu bukan yang dibutuhkan oleh orang
- hidup.
- Ya, kalau orang lagi tenggelam di tengah
- lautan, lagi berusaha dia untuk ke darat
- berenang, ya
- sudah lemas, datang timsar menawarkan
- ya untuk memilih mau ban, mau ban mobil
- apa mau duit 10 miliar
- ya. Maka sudah dipastikan
- orang yang tadi apa namanya tenggelam
- ini akan memilih ban mobil. Padahal
- harganya berapa itu ban mobil ini?
- Karena di saat di dalam kondisi seperti
- itu, jangankan baru 10 miliar
- ya, berapap pun uang banyaknya tidak ada
- gunanya sama sekali.
- Ah, begitulah di akhirat
- ya. Ma agna anhu maaluhu wa kasab.
- Enggak ada gunanya [berdehem] apa yang
- diusahakan selama
- untuk menebus ya ee agar tidak disiksa
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Tidak ada
- artinya karena bukan itu yang dibutuhkan
- di akhirat.
- yir dakwatan min abihi akihiodin lahu.
- Jadi mereka ini yang tenggelam itu
- menanti doa
- yang disampaikan
- ya yang diberikan kepadanya dari
- bapaknya,
- dari saudaranya,
- dari teman-temannya.
- Hm. [berdehem] dari teman-temannya,
- sahabat-sahabatnya
- itu yang yang mereka butuhkan. Faid
- laqat ahabba ilaihi minad dunya wha. Dan
- kalau umpamanya si bapaknya, anaknya
- atau saudaranya atau siapa ya memohonkan
- ampun mendoakannya,
- maka apa yang dilakukan oleh bapaknya
- yang masih hidup ini ketika disampaikan
- kepada si mayit ya, maka si mayit ini
- gembiranya menerima pemberian itu lebih
- besar, lebih gembira dibandingkan dengan
- orang yang di dunia menerima
- nilai dunia seisinya.
- Ya, kayak apa nih kita jemah
- rahimakumullah
- kalau kita menemukan
- bamanya
- mutiara segentong
- ya kayaknya bukan gembira.
- Kayaknya bukan gembira tapi klenger
- ya. Seumur-umur enggak pernah enggak
- pernah megang duit sampai ratusan juta.
- Tiba-tiba menemu mutiara segentong
- klenger kayaknya begitu. Kalau diberi
- kekuatan sehingga enggak bisa kelenger,
- gembiranya kayak apa, senangnya kayak
- apa, apalagi kalau senilai dunia. Nah,
- itu orang mati mendapat kiriman dari
- orang yang hidup lebih gembira dibanding
- dengan orang yang mendapatkan dunia dan
- isinya.
- Luar biasa. Wa inna hadayal ahya lil
- amwat adua wal istigfar. Kata
- Rasulullah,
- hadiah orang hidup untuk orang yang mati
- itu adalah doa dan istigfar.
- Doa dan istigfar.
- Q [berdehem]
- waqala said waqala said bin abdillah
- alaudi
- berkata said bin abdillah alaudi.
- Syahidu aba umamah wahua fin naza. Aku
- ketika Abi Umamah
- Albahili itu
- lagi naza,
- saya datang. Faqala. Kemudian Abi Umamah
- berkata, "Ya Saidza mittu fasnau bi kama
- amar Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam."
- Ya, Said, kalau nanti aku mati,
- lakukanlah kepadaku seperti yang
- diperintahkan oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Faqala Rasulullah dulu pernah bersabda,
- id ahadukum fasawaitum al
- apabila seseorang dari kamu mati lalu ee
- tanah sudah diratakan.
- Maksudnya sudah diratakan itu bukan
- bikin kuburan harus rata dengan tanah.
- Ya, seperti di Saudi Arabia begitu hanya
- dikasih batu saja. Tidak. Tetap yang
- namanya kuburan ditinggikan. Sebagaimana
- kuburan Rasulullah itu ditinggikan kadar
- satu jengkal. Cuma diratakan itu bagian
- atasnya jangan bulat kayak punuk unta
- tapi diratakan.
- Nah, kalau Bapak di Jakarta itu bisa
- melihat di keranggan ya, kober-kober
- sekarang itu kuburan-kuburan kan di
- atasnya rata. Nah, itu namanya sawitum
- alaihi turab. [berdehem]
- Kalau sudah diratakan falyakum
- ahadukumqri,
- maka hendaknya seseorang berdiri di arah
- ke kepala kuburnya
- kemudian ucapkan, "Ya, ya fulan
- ibnu fulan fulanah." Hai fulan bin
- fulanah fainnahu yasmu wala yujid. Ia
- mendengar tapi tidak menjawab.
- Lalu ucapkan lagi kata Nabi yaakl ya
- fulan
- ucapkan fulan fulan yang keduaaniah
- fainahu yastawi qidan karena dia itu
- nantinya duduk
- ya fulan ibnu fulanah lalu ucapkan yang
- ketiga hei fulan bin fulanah jadi nama
- ibunya yang disebut bukan nama bapaknya
- ya fain yaakulu arsyidna yarhamkallah
- lalu dia mengatakan kan tolong bimbing
- kami ya. Semoga Allah merahmati kamu
- wala
- tapi kalian semua tidak mendengar.
- Kemudian sudah itu fayakul lalu si
- lelaki tadi berkata, "Uzkur ma khajta
- alai minad dunya syahadat alla
- ilahaillallah muhammad muhammadan
- rasulullah. Ingatlah oleh kamu ketika
- kamu ini keluar dari dunia ini ya, yaitu
- kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain
- Allah Muhammad Rasulullah. Waak rodita
- billahian wabil islami dinan wabi
- Muhammadin shallallahu alaihi wasallam
- nabiyan wabil qurani imaman. Dan
- sesungguhnya engkau rida Allah sebagai
- Tuhan, Islam sebagai agama, Muhammad
- sebagai nabi dan Quran sebagai imam.
- munkarir
- wahiduma dalam riwayat lain wahiduma
- nah lalu malaikat mungkar pegang
- tangannya lalu mengatakan
- kita pergi aja
- ya
- waqina hujatuhu ya enggak ada gunanya
- katanya kita ini duduk di sini diam di
- sini ya ee Nah, datangi orang yang
- jawabannya sudah diajari.
- Wakunulullah azza wa jalla. Allahlah
- sebenarnya yang mengajarinya,
- bukan orang yang tadi. Hmm.
- Sehingga kemudian orang, Nah, inilah
- yang disebut dengan talkin, jamaah
- rahimullah.
- Lalu sahabat bertanya, "Ya Rasulullah
- is umi Rasulullah, kalau nama ibunya
- enggak tahu bagaimana?"
- Hawa. Kata Rasulullah, "Nisbatkan kepada
- ibu pertama yaitu ibu Hawa."
- W biqiratil Quran alalqabr. Tidak
- berbahaya
- membaca Al-Qur'an di atas kubur. Nah,
- suka ada orang kalau ziarah baca surah
- Yasin,
- baca qulhu falaq binnas, surah awal
- surah Albaqarah, akhir surah Albaqarah
- ya. Dan ada orang yang menentang sekali
- ya. Baik. Q suyuti fiarhi sudur. Berkata
- Imam Suyuti dalam syarah asudur,
- waqiratul Quran alalqri
- asirum.
- Kata Imam Suyuti, "Adapun hukum membaca
- Al-Qur'an di atas kuburan, maka
- ulama-ulama kami, mazhab Syafi'i dan
- yang lainnya menetapkan itu
- disyariatkannya bagus.
- Bagus ya. Itu kata Imam Suyuti. Waqfar
- syafiqah.
- Lalu Imam Azzafarani bertanya kepada
- Imam Syafi'i
- ya. Bertanya apa? Tentang membaca
- Al-Qur'an di atas kuburan. Apa jawabnya
- Imam? Laabih.
- Imam Syafi'i tidak menyuruh membaca
- Al-Qur'an di atas kubur. Imam Syafi'i
- tidak melarang. Tapi Imam Syafi'i
- mengatakan laih. Enggak apa-apa ya tidak
- berbahaya. Lah ini ada orang seberang
- sana yang mengatakan
- kita ini adalah mazhab Syafi'i
- ya. Pada tahlil baca Quran di atas
- kuburan wong Imam Syafi'inya sendiri
- melar.
- Imam Syafi'inya sendiri membidahkan.
- Jadi kita ini sebenarnya bermazhab
- kepada siapa? Bohong besar itu. Bohong
- besar itu orang. Kalau Imam Syafi'i
- melarang membaca Al-Qur'an di atas
- kubur, merang tahlil, itu enggak bohong
- besar itu. Nah,
- cuma untuk membenarkan supaya diikuti
- oleh mazhab e oleh mayoritas orang
- Indonesia yang bermazhab Syafi'i, lalu
- dipakailah nama Imam Syafi'i.
- Ya.
- Nah, jemaah rahimakumullah.
- Ee saya dulu setiap pergi ke Makkah
- melaksana ibadah haji, pulang itu selalu
- saya beli kitab dan kitab yang murah itu
- di BINBZ
- ya, murah.
- Nah, kemudian suatu hari saya ketemu
- dengan mahasiswa Al-Azhar. Lalu beliau
- mengatakan, "Ya Ustaz, kalau beli kitab
- enakan di Mina."
- Nah, ya.
- atau di tempat lain sebutkan nama dia.
- Kenapa? Jangan di situlah katanya
- ulinya. Nanti begini ya. Lalu dia
- ceritakan,
- "Ustaz lihat kitab Al-Azkar, kitab ini,
- kitab ini halaman sekian ya. Coba
- sebagai orang mazhab Syafi'i itu
- keterangan tuh
- benar apa enggak dalam kitab ini halaman
- sekian.
- Begitu saya buka kitab azkar itu kan
- Imam Nawawi itu yang membuat
- alhawil kabir ya.
- Ya Allah kok kenapa Imam Nawawi kok bisa
- berkata begini ya? Lalu cari saya
- perbandingannya. Kitab Al-Azkar juga
- sama. Ternyata isinya beda.
- Cetakan Beirut dengan cetakan apa
- namanya? Bin Bad. Jadi mana yang
- bertentangan dengan paham mereka di
- dibuang
- diganti dengan paham mereka. Ya Allah
- kata saya kok bisa seperti ini dan itu
- saya punya buktinya.
- Para pendengar hadiah silaturahim. Jadi
- sampai berani mengatakan bahwa Imam
- Syafi'i begini termasuk Imam Ahmad.
- Ya,
- benar sekali apa yang dikatakan orang
- bahwa Imam Ahmad bin Hambal
- itu pernah mengatakan membaca Al-Qur'an
- di atas kubur itu adalah bidah. Itu
- benar, tapi pernah
- bukan selamanya mengatakan bidah.
- Baik ya, silakan Bapak ee perhatikan ya.
- Waruya an Ali ibni Musa alhaddad.
- Diriwayatkan dari Ali bin Musa
- al-Haddad. Kalau kita nyebutnya Habib
- ya, Habib bin Habib Ali bin Musa
- alhaddad. Q kuntu maa Ahmad Bni Hambal
- rahimahullah taala. Saya bersama Imam
- Ahmad bin Hambal fi jenazah.
- Nyalatin jenazah kemudian mengantarkan
- ke makam menguburkannya
- ya. wa Muhammad wa Muhammad bni Quddamah
- aljauhari bersama kami juga ada Muhammad
- bin Qudamah ini tiga ulama besar semua
- nih
- ya
- [berdehem]
- kemudian
- ee wa Muhammad Ibnu Quddama Aljuhari
- maana falamma dufinal mayit jaa rajulun
- dorirun yaqra indalqobri
- begitu selesai dikubur
- Datanglah orang yang buta matanya, tapi
- bukan mata buta asli ya, buta karena
- penyakit. Lalu membaca Al-Qur'an di atas
- kuburan.
- Begitu Imam Imam Ahmad bin Hambal
- melihat ada orang membaca [mendengus]
- Al-Qur'an di atas kubur. Faqala lahu
- Ahmad, ya hadza innalqah indalq bidah.
- Hai. Katanya lelaki ini membaca
- Al-Qur'an di atas kuburan itu bidah.
- Nah, ini ya Imam Ahmad mengatakan, nah
- mengatakan bidah. Benar
- ya, benar pernah mengatakan begitu.
- Lalu, bagaimana dengan dua ulama besar
- ini? Yaitu saya Sayid Ali bin Musa
- Alhaddad dan ee Syekh Muhammad atau Ibnu
- Qudamah. Falamma khorjna minal maqobir.
- Ketika kami keluar keluar dari Qabir.
- Qala Muhammad ibnu Qudama li Ahmad. Imam
- Muhammad bin Qudama berkata kepada Imam
- Ahmad, "Ya Aba Abdillah, wahai bapaknya
- Abdullah, matakl Mubasyir bin Ismail
- alalabi."
- [berdehem] Nah, bagaimana pandangan Anda
- tentang ee Syekh Mubasyir bin Ismail
- Alhabi? Ya. Ah, lalu kemudian kata
- beliau, "Faqala fiqah, mubasyir itu
- orang yang bisa dipercaya." Ya,
- ucapannya bisa dipercaya,
- perilakunya
- siqah dia ini. Qa hal katabthuaian.
- Apakah kamu mencatat sesuatu dari
- mubasyir? Kata Imam Ahmad kepada Syekh
- Muhammad bin Qudamah. Qa naam. Iya.
- Q akbirni ya coba beritahukan. Lalu kata
- Muhammad akhbaroni mubasyir ibnu Ismail.
- Isma Mubasyir bin Ismail
- menginformasikan kepada saya an
- Abdurrahman bin Alala
- eh bin Ibin Lajlaj
- dari Abdurrahman bin Ala alajlaj
- ya an abi dari bapaknya itu Alala Alala
- bin Laj ini orang Syam
- dia hidup dia umurnya 120 tahun 50 tahun
- kafir 70 tahun sebagai seorang muslim.
- Jadi ini sahabat Nabi ya.
- Kemudian [berdehem]
- an innahu a dia ini berwasiat idfina
- ayuqra fatihatul kitab wattimatiha.
- Nah, waqala samitu ibna umar radhiallahu
- anhu yusi bidzalik.
- bahwa Abdurrahman bin Al-Ala mengatakan
- dari al-Ala, "Kalau nak katanya apabila
- engkau sudah meletakkan aku di dalam di
- dalam luang lubang lihatku." Faqul
- bismillah wafisabilillah wa ala millati
- rasulillah. Ucapkan bismillah
- wafisabilillah wa ala millati
- rasulillah. Kemudian kalau sudah di ini
- durung maka summaq indarosi bifatihatil
- baqarah waimatiha.
- Lalu bacakan tuh ya di atas kepalaku
- awal surah Albaqarah alif lam mim sampai
- ulaika hudamik mufrihun. Dan akhirnya
- lillahi ma fis samawati sampai wu
- wagfirlana warhamna anta maulanail
- kafirin. Ya.
- Eh kemudian kata beliau
- fain waqola dan beliau berkata samu ibna
- Umar yusibalik. Aku mendengar Ibnu Umar
- radhiallahu anhuma berwasiat seperti
- itu.
- Begitu Imam Ahmad mendengar bahwa
- ya al-ala begitu juga sahabat Ibnu Umar
- berwasiat seperti itu. Maka Imam Ahmad
- kemudian mencabut kembali itu
- perkataannya dan beliau berkata, "Ya
- farji ilarjul faqul lahu yaqra." Ya,
- coba katanya itu si si yang tadi baca
- itu mana ya? Suruh balik lagi dan suruh
- dia membaca. Dan kita kenal juga beliau
- mengatakan bahwa siapa yang membaca
- al-Fatihah almuawwidatain al-Ikhlas lalu
- kemudian mohon kepada Allah agar
- disampaikan kepada mayit maka itu akan
- sampai kepadanya. Itu ungkapan Imam
- Ahmad bin Hambal. Jadi kalau Imam Ahmad
- mengatakan pernah membidahkan membaca
- Al-Qur'an di atas kubur, iya
- kalau kata-katanya pernah. Tapi kalau
- Imam Ahmad mengatakan
- membidahkan membaca Al-Qur'an
- itu dia kan pengertiannya nanti beda.
- Seolah selamanya Imam Ahmad itu adalah
- membidahkan.
- Sama dengan begini para pendengar ya.
- Ada seorang ustaz mengatakan,
- "Haram hukumnya atau dilarang oleh Nabi
- menyimpan daging korban
- lebih dari kebutuhan 3 hari."
- Ya, karena Nabi memang melarang. Benar
- sekali itu. Benar sekali apa yang
- dikatakan itu. Tapi bukan Nabi melarang,
- pernah melarang. Nah, supaya beda,
- korban itu disyariatkan tahun 2 Hijriah.
- Dari tahun 2 Hijriah sampai tahun 8
- Hijriah para sahabat itu biasa
- ya. Habisnya melai korban nanti daging
- korbannya sebagian disimpan untuk
- kebutuhan mereka untuk 3 hari, 4 hari,
- mungkin 5 hari
- enggak dibatasi.
- Begitu tahun 9 Hijriah
- terjadi kesulitan pangan sampai
- orang-orang pedalaman berdatangan di
- situ mencari ee daging kambing. Akhirnya
- Rasulullah
- memerintahkan kepada para sahabat ya
- agar menyisakan ya menyisakan daging
- korbannya. Menyimpannya hanya untuk
- keperluan 3 hari. Selebihnya sedekahkan
- kepada orang. Jadi, Nabi perintahkan
- dilarang menyimpan ee lebih dari 3 hari
- itu. Iya, betul sekali. Nah, begitu
- tahun 10-nya kan Nabi melaksanakan
- ibadah haji. Di waktu melaksanakan
- ibadah haji kemudian korban. Sahabat
- bertanya, "Rasulullah,
- apakah larangan itu, larangan nyimpan ee
- daging korban lebih dari 3 hari itu
- masih berlaku ya sampai sekarang? atau
- sifatnya adalah apa namanya? Ee
- sementara itu saja karena kondisi waktu
- itu kondisional gitu ya. Akhirnya kata
- Rasulullah tidak di itu kan karena waktu
- itu tahun kemarin kesulitan pangan
- ya agar kalian bisa membantu
- mereka-mereka yang butuh makanan
- sehingga pulang tidak tangan hampa. Nah,
- sekarang makanlah, simpanlah daging
- korbanmu sekehendak kamu.
- Jadi, waktu Nabi melarang nyimpan daging
- korban, si ustaz ini tahu larangannya.
- Tapi larangan ini ketika dicabut tidak
- tahu. Jadilah sampai sekarang menganggap
- terus dilarang.
- Sama dengan itu, Imam Ahmad ketika malah
- mengatakan bidah tahu. Tapi ketika Imam
- Ahmad mencabut kembali pernyataannya,
- pendapatnya tidak tahu. Sehingga
- dianggap tidak tahu apa pura-pura tidak
- tahu ya enggak enggak paham juga saya
- ya. Demikian para pendengar radi
- silaturahim
- akhir dari masalah ziarah. Jadi, bagi
- Bapak-bapak yang sudah biasa mendoakan
- mayit, membacakan ayat Al-Qur'an dan
- sebagainya biasa dalil, enggak perlu
- terpengaruh oleh omongan orang-orang ya
- yang mengatakan enggak ada gunanya.
- Bahkan itu adalah ee menyesatkan dan
- orang sesat itu nantinya di neraka dan
- sebagainya. Karena semua itu ada
- dasarnya, ada landasan hukumnya.
- Mudah-mudahan ini bisa menjadi
- apa namanya ee pegangan buat kita
- semuanya. Wallahuam.
- Baikwat. Demikian telah kita
- bersama-sama simak tausiah sore bersama
- Ustaz Ahmad Zazuli Kholil mengenai tema
- yang disampaikan adalah mengenai ziarah
- kubur. Ini bagian yang kedua ya. Kita
- jeda teruli penawat dan nanti yang ingin
- gabung bertanya silakan Anda bisa
- kirimkan melsapp kami di 0811999720.
- Kami sudah kembali
- ya.
- I ustaz siap. Ya,
- masih bersama kami Iwan Nawat di acara
- tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Zazuli
- Kholil. Tema yang disampaikan adalah
- mengenai ziarah kubur. Ini bagian yang
- kedua. Sudah banyak ustaz yang masuk di
- WhatsApp Rasil yang menyapa kita dan
- juga yang bertanya. Ini yang menyapa ada
- Bapak Rahman. Alhamdulillah menyimak,
- Ustaz. Terima kasih tausiahnya di sore
- hari ini. Bapak Arwin juga sedang
- menyimak. Bapak Arwin di Lenteng Agung,
- Jakarta Selatan. Terus juga ada Ibu Ani
- Hudaifa yang selalu setia menyimak
- Rasil. Ada juga Ibu Syaidah. Terima
- kasih Ustaz nasihat dan tausiahnya. Ibu
- Rukmini juga Bapak Baron Betawi ada juga
- Bapak
- Saukani [mendengus]
- terus juga ada Ibu Ice Mundariah Ibu
- Hajah Ucum Ibu Marmiati
- Bakon Konitatun Nur terus juga ada
- Omaretti ada juga
- ini masih banyak yang sudah mengirimkan
- WhatsApp terima kasih banyak tidak
- sempat dibacakan semuanya yang bertanya
- yang pertama saya bacakan Ustaz
- Pertanyaan dari Bapak Rohili di Pulau
- Gebang. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, bagaimana doanya bila kita
- mendoakan orang yang baru saja
- dikuburkan agar si mayit lulus dari
- berbagai pertanyaan dari malaikat?
- Doanya seperti apa, Pak Ustaz? Demikian.
- Baiklah. Bismillahirrahmanirrahim.
- Sebenarnya yang pal yang menentukan
- apakah dia akan bebas dari pertanyaan
- kubur atau tidak itu amal mayit itu
- sendiri
- ya. Itu amal mayit itu sendiri.
- Nah, kemudian doa yang bagus
- itu bukan doa yang berbahasa Arab,
- tapi doa
- yang keluar dari hati kita
- dan kita yakin kalau doa kita akan
- dijawab oleh Allah.
- Iya.
- Ya. [mendengus]
- Udullaha wa antum muqinuna bil ijabah.
- Kata Rasulullah, "Berdoalah kamu kepada
- Allah sementara kamu yakin kalau doamu
- itu akan diijabah oleh Allah."
- Waamu
- annallaha la yastajibu duaan minbin
- gfilahin.
- [mendengus]
- Ketahuilah bahwa Allah tidak akan
- menjawab doa yang keluar dari hati yang
- lalai.
- Ya,
- mulutnya mengucapkan tapi hatinya
- enggak.
- Iya.
- Yang Allah lihat itu bukan mulutnya
- mengucapkan apa, tapi hatinya bagaimana
- tu begitu ya.
- H.
- Apakah doa itu pakai bahasa Arab, bahasa
- Sunda, bahasa Jawa, wong Allah itu bisa
- segala bahasa.
- Jadi doa yang bagus adalah begitu. yang
- keluar dari hati
- dan yakin bahwa doa kita akan dijawab
- oleh Allah.
- Hm. Jadi, tidak ada doa yang bisa
- menyebabkan si ee yang agar si mayit itu
- bebas dari apa namanya kuburan. Eh, dari
- pertanyaan kubur ee di dalam kuburan.
- Nah, dibebaskan tapi diringankan dari
- pertanyaan kubur
- yaitu apa?
- adalah azan
- ketika mayit dimasukkan ke dalam kuburan
- diazani
- nah itu menurut sebagian ulama
- mutaakhirin
- ya itu faedahnya untuk meringankan
- pertanyaan kubur.
- Hm.
- Tapi makanya kan ada di masyarakat tuh
- kalau mayit mau dikubur itu diazani
- dulu.
- Iya. Ada ada. Nah, itu itu faedahnya
- adalah untuk meringankan
- pertanyaan kubur.
- Namun ini adalah sekali lagi pendapat
- sebagian ulama mutaakhirin.
- Kalau kita merujuk kepada Al-Qur'an dan
- hadis Nabi juga asar sahabi
- itu perbuatan bidah ya yang harus
- dihindari.
- ya azan di dalam kubur itu.
- Iya.
- Kemudian
- kalau kita melihat
- ininya ee kepada hukumnya
- itu adalah sunah kiasi.
- Kiasi
- ya. Sunah kias itu apa? sunah dikiaskan
- kepada
- ee kepada orang yang baru lahir
- ya. Orang lahir itu kan disunahkan
- diazani.
- Heeh.
- Artinya
- manusia pindah dari alam rahim ke alam
- dunia.
- Masuk ke alam dunia itu diazani. Begitu
- juga kalau dia pindah dari alam dunia.
- Masuk ke alam berikutnya juga diazani.
- Itu namanya dikiaskan kepada mengazani
- bayi yang baru lahir.
- Ya, maka disebut sunah-sunahnya sunah
- kiasi.
- Namun ya ee kias seperti ini adalah kias
- batil. Kalau dalam ushul fikih ya ini
- kias yang batil yang seperti ini.
- Namun ya tetap dihargai orang yang
- berpendapat bahwa itu faedahnya seperti
- ini. Sehingga dasarnya bukan dasar
- Al-Qur'an, dasar hadis atau asar sahabi
- enggak ada dasarnya. Itu adalah pendapat
- sebagian ulama mutaakhirin
- ya. Wallahualam ya. Apakah memang benar
- seperti itu atau tidaknya, itu namanya
- juga pendat. Bisa jadi benar, bisa jadi
- salah.
- Wallahualam.
- Masyaallah. Dari Ibu Atik di Pasar
- Minggu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz tadi menyebutkan tentang jin
- qarin. Apakah benar semua orang memiliki
- qarin ini, Pak Ustaz? Apakah Allah yang
- perintahkan mendampingi kita? Akankah
- kita bisa, apakah kita bisa melihatnya
- dan apakah dia bisa melindungi orang eh
- kita gitu maksudnya? Demikian,
- baik.
- Iya, betul sekali. Qarin itu adalah
- kalau orang tua biasa nyebutnya itu
- saudara kembar.
- Nah, itu maka qarin yang buruk itu
- adalah setan.
- Iya,
- ya. Jadi, qarin itu
- persislah suaranya kayak kita gitu ya.
- Nah, suaranya persis kayak kita dalam
- segala halnya sehingga orang menganggap
- itu diri kita.
- Sekarang begini nih. Sore ini saya
- sedang siaran
- ya.
- Iya.
- Kemudian ada orang ngelihat saya di
- pasar mana misalkan gitu
- ya. Maka ee itu bukan saya boleh jadi
- itu adalah qarin saya
- ya itu qarin saya
- gitu ya. Jadi ada yang qarin itu ada
- yang baik ada yang tidak tergantung
- kepada amaliah kita sendiri
- ya. Maka kalau umpamanya kayak orang
- katanya datang malam Jumat ya, orang
- yang sudah mati ya bukan roh orang itu,
- tapi itu adalah
- bisa jadi adalah qarinnya begitu ya.
- Wallahualam.
- Baik, selanjutnya kita beralih ke
- pertanyaan dari Ibu Rukmini.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh,
- Ustaz. Saya mau bertanya. Kalau kita
- berdoa untuk orang kafir, apa sampai
- atau tidak, Pak Ustaz? Doanya karena
- saya pernah didatangi oleh saudara saya
- yang telah meninggal yang kafir. Lalu
- saya mendoakannya dan sekarang dia tidak
- pernah datang dalam mimpi lagi.
- Demikian, Pak Ustaz.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- dan ya
- [berdehem]
- larangan
- larangan
- mensalatkan
- atau mendoakan orang yang mati
- selama-lamanya.
- I
- yang dimaksud adalah
- mendoa, dilarang mendoakan itu doa
- ukhrawi.
- Ya, kalau doanya itu
- apa
- gitu ya, doa duniawi.
- Nah, seperti misalnya semoga kamu diberi
- rezeki yang banyak oleh Allah gitu. Itu
- boleh enggak apa-apa. Semoga Allah
- lindungi kamu dari bahaya sehingga
- perjalananmu,
- berangkatnya dan pulangnya itu dalam
- keadaan selamat. Enggak apa-apa. Tapi
- kalau mendoakan agar diampun
- ya [berdehem] wala tusolli ala ahadim
- minhum mata abada. Jangan kamu mendoakan
- seorang pun dari mereka yang mati
- selama-lamanya.
- Maksudnya mati selama-lamanya itu adalah
- yang enggak ada imannya. Tuh begitu ya.
- Tapi kalau mendoakan biar dapat hidayah
- boleh kalau dapat hidayah.
- Hm.
- Dan taufik kepada beliau boleh enggak
- apa-apa ya. itu bagus malah seperti Nabi
- sallallahu alaihi wasallam mendoakan ee
- apa penduduk Thaib Allahumahdi kaumi
- fainnahum la y'lamun. Ya Allah berikan
- hidayah kepada kaumku karena mereka
- tidak mengetahui. Tuh begitu ya.
- I
- tapi kalau mendoakan ampunan, rahmat,
- salah,
- benarkan. Enggak boleh. Allah yang
- melarangnya. Kita harus apa namanya?
- Patuh kepada Allah, tunduk kepada Allah.
- Subhanahu wa taala. Wallahuam.
- Baik,
- selanjutnya pertanyaan yang dikirimkan
- melalui WhatsApp oleh Bapak Saukani.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, kalau kita bersedekah yang
- ditujukan pada orang tua kita, apakah
- pahalanya juga didapat oleh yang
- bersedekah tersebut? Pak Ustaz demikian.
- Apa pahalanya? Apa
- pahalanya? Apakah dapat yang didapat
- juga oleh yang bersedekah, yang
- memberikan sedekahnya gitu.
- Baik.
- Dulu ada seorang sahabat
- ya, sahabat Thalh.
- Beliau ini pergi
- seperti umumnya orang-orang Quraisy di
- musim dingin, musim panas ya. Pergi ke
- Yaman kemudian ke Syam.
- saja ketika mau pulang dia ya beli
- oleh-oleh gitu ya buat ibunya.
- Begitu sampai rumah ternyata yang
- dijumpai adalah tinggal gundukan tanah.
- Ibunya sudah meninggal. Karena itu maka
- betapa sedihnya si anak ini. Sehingga si
- anak ini kemudian datang menghadap
- kepada Rasul. Ya Rasulullah, alakah
- kesempatan bagi saya untuk berbakti
- kepada ibu saya sesudah wafatnya? Kata
- Rasulullah, "Ada."
- Iya,
- ada. Nah, bagaimana sedekah gitu?
- Akhirnya kata beliau Rasulullah, "Tidak
- ada harta yang paling saya sukai
- dibandingkan dengan kebun kurma saya.
- Maka saya sedqahkan itu tanah saya itu
- tanah kebun kurma itu ee sebagai sed
- Nah, itu tempatnya sekarang kalau Ibu ke
- Masjid Nabawi di belakang Nabawi itu ada
- tempat yang pakai payung.
- Hm.
- Terbuka tertutup itu ada enam. Nah, itu
- dulunya adalah kebun kurmanya beliau ya.
- Saya setiap ke Masjid Nabawi selalu
- menyempatkan masuk ke tempat itu
- dan saya berbaring di sana sambil
- berbisik, "Betapa beruntungnya engkau
- wahai ibunya Thalha
- saleh yang telah mewakafkan tanah ini
- atas namamu. Berapa ribu setiap hari
- orang yang sujud di tempat ini ya tak
- terkira pahalanya mengalir terus
- kepadamu." Nah, begitu ya. Jadi kalau
- keumpamanya saudara tadi sedekah atas
- nama ibu atas nama bapak ya insyaallah
- ya itu terus.
- Nah, yang paling baik tentu sedekah itu
- adalah tadi sekedar
- iya
- wakaf tanah Quran dan sebagainya. Ya,
- makanya saya kan saya lagi bangun
- pesantren, saya selalu menghimbau,
- mengajak ya kepada teman-teman semuanya
- yang mau berinvestasi
- ya untuk ayah, ibu atau untuk diri
- sendiri. Kalau untuk diri sendiri kita
- dapat, tapi kalau untuk ayah dan ibu ya
- itu mesti diterimanya. mesti diterimanya
- dan kita
- juga ya
- kebagian juga
- hanya kata saya silakan yang mau
- berinvestasi ukhrawi ya investasikan di
- pesantren saya atau di
- pesantren-pesantren lainnya silakan
- ya
- bisa sampaikan sore ini harapan saya
- mudah-mudahan apa yang saya sampaikan
- ini besar manfaatnya buat kita semuanya
- akhirnya marilah kita mohon kepada Allah
- semoga Allah panjangkan umur kita dalam
- taat kepadanya.
- Amin.
- Allah bimbing
- cirinya Allah hiasi hati kita dengan
- akhlak yang mulia. Allah bersihkan hati
- kita dari akhlak yang hina.
- Allah limpahkan rahmat, taufik, dan
- hidayah kepada kita anak cucu kita
- sehingga selama hidup kita istikamah
- menjalankan perintahnya menjadi
- larangannya. Dan manakala wafat, Allah
- wafatkan kita semua dalam keadaan husnul
- khatimah. Rabbana taqobbal minna duana
- warana.
- ya arhamarahiminana
- sayidina Muhammadin waamhamdulillahabbil
- alamin. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian yang telah kita
- bersama-sama simak tausiah sore yang
- telah disampaikan oleh Ustaz Ahmad
- Zazuli Kholil membahas tema mengenai
- ziarah kubur. Ini bagian yang kedua.
- Semoga tadi yang ustaz sampaikan banyak
- manfaat untuk kita semuanya. Saya yang
- bertugas Fahri ditemani Yusuf Subang
- pamit. Subhanakallahumma wabihamdika
- ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- wa atubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz terima kasih banyak ustaz.
- Yuk.
- Ini ada yang nanya Ustaz ini kitabnya
- kitab apa namanya Ustaz?
- yang tadi