Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:41 Brail TV 1:08 alamin wabihi nastain wa umid dunya 1:11 wadin 1:12 wasalam asrofiliya wal mursalin waa 1:16 alihi wasobihi ajmain. Ashadu alla 1:19 ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan 1:22 abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli 1:24 wasallim wabarik ala nabiyana muhammadin 1:27 wa ala alihi wasohbihi ajmain. Qallahu 1:31 taala fil quranil karim. 1:32 Aubillahiminasyaitanirrajim. 1:35 Innallaha wa malaikatahu yushalluna alan 1:39 nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi 1:43 wasallimu taslima. Sadaqallahulim. 1:46 Alhamdulillahiabbil alamin. Masih 1:47 dipancarkan dari Jalan Masjid 1:49 Silaturahim nomor 36 Cibubur, Bekasi. 1:52 Inilah Radio Silaturahim dan Rasil TV 1:55 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 1:57 yang dimuliakan Allah subhanahu wa 1:59 taala. Bagaimana kabar Anda di Jumat 2:03 [batuk] 2:04 awal [berdehem] tahun baru 1448 2:08 Hijriah? Semoga selalu dalam keadaan 2:10 sehat walafiat. Senang sekali saya Fauzi 2:13 Ridwanul Haq ditemani oleh Ondi Saputra 2:16 dan juga Algi Fakr Rozi dapat kembali 2:19 menemani ikhwan akhwat dalam program 2:22 Hikmah Pagi Kajian Keluarga Islami edisi 2:25 Jumat 4 Muharram 1448 2:29 [berdehem] 2:30 Hijriah dan juga bertepatan dengan 2:32 tanggal 19 Juni 2026 bersama guru kita 2:37 almukaram Ustaz Agusarwaji. 2:40 Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama 2:42 kita. Kita sapa guru kita terlebih 2:45 dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi 2:46 wabarakatuh, Ustaz. 2:47 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:48 wabarakatuh. Abu Bilal 2:49 sehat, Ustaz? 2:50 Alhamdulillah semoga antum dan semua 2:54 amin. 2:54 pendengar ya pemirsa Rasil Allah kasih 2:57 sehat walafiat. Amin. 2:59 Alhamdulillah kita Allah izinkan, Allah 3:02 perkenankan Allah masih memberikan 3:03 kesempatan kita untuk [berdehem] me 3:06 mem 3:08 memasuki tahun 3:08 dalam memasuki tahun 1448 Hijriah, 3:11 Ustaz. He alhamdulillahabbilamin. 3:14 Dan kami ucapkan kepada seluruh ikhwan 3:17 akhwat, pendengar radio silaturahim dan 3:19 pemirsa Rasil TV yang mendengar 3:23 menyaksikan melalui YouTube. Kami 3:26 ucapkan selamat tahun baru Islam, tahun 3:29 baru hijriah 1448 3:33 Hijriah. Allahumma bariklana fi syahril 3:36 Haram. Wa Allahumma bariklana fi 3:38 [berdehem] syahrillah syahril Muharram. 3:41 Baik ikhwan akhwat. Semoga Allah 3:44 memberikan kita ketetapan iman, 3:48 ketetapan Islam, dan ketetapan dalam 3:51 menjalankan amal ibadah 3:54 di sisa waktu yang Allah berikan untuk 3:57 kita semua. 3:59 Baik, Ikhwan akhwat. Insyaallah 4:02 pada Jumat kali ini Ustaz Agus akan 4:05 membahas 4:07 kepada kita semua dengan tema mendidik 4:11 anak dari awal kehidupan. Hm. Kenapa 4:15 tema ini adalah yang diangkat oleh Ustaz 4:17 Agus? Karena awal kehidupan juga 4:20 bertepatan dengan awal tahun baru 4:22 hijriah. Jadi kita mulai dari awal lagi 4:24 bagaimana cara mendidik anak. Hm. Jumat 4:28 yang lalu juga Ustaz Agus sudah 4:30 menyampaikan kepada kita ketika memulai 4:33 tahun baru 4:35 Islam kita berbekal dengan takwa. Salah 4:38 satunya adalah 4:41 sabar, rida, dan bersyukur kepada Allah 4:43 Subhanahu wa taala. 4:45 Baik, ikhwanat yang ingin menyampaikan 4:48 apresiasi dan bertanya kepada Ustaz Agus 4:51 dapat mengirimkan di nomor WhatsApp 4:54 Rasil 0811999720. 5:00 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 5:01 langsung dengan ustaz dapat menghubungi 5:03 di 0218451512. 5:07 [batuk][berdehem] 5:07 Ustaz menyampaikan ilmu kepada kita 5:09 semua, kita berdoa kepada Allah terlebih 5:11 dahulu. Bismillahirrahmanirrahim. 5:19 Allahumma inaluka ilman nafian thiban wa 5:22 amalan mutaqalan 5:25 birahmatika ya arhamarahimin. 5:27 Baik ikhwan awat mari kita dengarkan dan 5:29 simak ilmu yang akan disampaikan oleh 5:31 Ustaz Agus tentang mendidik anak dari 5:34 awal kehidupan. Tafadul Ustaz. 5:37 Bismillahirrahmanirrahim. 5:38 Asalamualaikum 5:41 warahmatullahi wabarakatuh. 5:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 5:44 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin. 5:47 Alladzi hadana lihadza wama kunna 5:49 linahtadiya laula an hadanallah. 5:53 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 5:56 syarikalah 5:58 wa ashadu anna muhammadan abduhu wa 6:00 rasuluhu la nabi ba'dah. Allahumma 6:03 sholli wasallim wabarik ala nabina 6:06 Muhammadin 6:07 waa alihi wa ashabihi waman tabiahum ila 6:10 yaumilqiamah. 6:12 Masyaallahu kan wama lam yasya lam yakun 6:16 la haula wala quwwata illa billahil 6:19 aliyil adzim amma ba'du qallahu taala 6:22 fil kitabilihil karim 6:24 azubillahiminasyaitanirrajim 6:27 ya 6:28 ayyuhalladzina amanu 6:32 ya ayyuhalladzina amanuta itaqulaha 6:35 haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa 6:40 antum muslimun 6:46 amaniidna 6:49 ilma warzuqni fahma. Amin. Allahum amin. 6:53 Ikhwan Allah sekalian, syukur pada Allah 6:55 kita memasuki tahun yang baru di bulan 6:58 Muharram ini 1448 Hijriah. 7:02 Semoga Allah memberkahi kita semuanya 7:04 juga memberkahi kita semua sekeluarga 7:07 sanak famili kita, rekan-rekan sejawat 7:10 semua kaum muslimin hari demi hari 7:12 menapaki tahun yang baru ini. 7:15 Barakallahu fikum. 7:16 Amin. Insyaallah. 7:17 Amin. Allahum amin. Alhamdulillah dengan 7:19 semangat baru kata Abu Bilal tadi ya, 7:22 kita membuka lembaran baru kajian kita 7:25 ya. 7:25 Iya. 7:26 Dan kita mulai dari awal mengingatkan 7:28 kembali. Saya yakin ini sudah dibahas 7:31 oleh banyak ulama ya, dari [mendengus] 7:35 para narasumber hasil termasuk kami 7:37 sendiri. Beberapa tahun silam pun 7:40 membahas ini. Namun ada baiknya kita 7:42 refresh lagi. I 7:44 karena banyak nasihat-nasihat ulama yang 7:46 bersumber dari dalil-dalil Quran yang 7:49 qat'i, hadis dan juga berbagai 7:52 kajian-kajian ulama setelahnya 7:55 itu terlalu sayang untuk kita lupakan 7:58 dalam pendidikan anak. Ya, pendidikan 8:01 anak ini bukan untuk anak saja. 8:04 Justru yang pertama dididik adalah orang 8:07 tuanya. 8:09 orang tuanya yang nantinya akan 8:12 melahirkan anak-anak itu dan juga 8:16 pada tangan orang tuanya itu Allah 8:20 letakkan tanggung jawab yang besar. 8:23 Nabi sallallahu alaihi wasallam 8:25 pernah mengatakan bahwa 8:28 kullu mauludin yuladu alal fitroh. 8:32 Setiap anak itu lahir dalam keadaan 8:35 fitrah suci. 8:39 bawaan lahirnya, 8:41 human nature-nya 8:45 adalah menjadi orang yang baik, 8:49 menjadi orang yang beriman, fitrah. 8:54 Karena fitrah itu adalah suatu 8:57 kecenderungan untuk sujud 9:01 menghambakan diri kepada Tuhan yang esa, 9:04 Tuhan yang tunggal yang menciptakannya. 9:07 Itulah fitrah. Tetapi beliau membuka 9:10 satu rahasia. 9:12 Wa innama abwahu yuhawidani 9:18 yumajisanii 9:21 yunironi. 9:24 Namun 9:26 semua itu terpulang kepada orang tuanya 9:31 yang bisa membuatnya justru sebaliknya 9:34 melenceng dari fitrahnya sebagai muslim, 9:36 sebagai orang beriman malah menjadi 9:40 Yahudi. Ini disebut di dalam ee hadis 9:42 Nabi tadi. Yang kedua, Majusi. Majusi. 9:47 Majusi itu para penyembah penyembah 9:49 berhala, penyembah api. ya, pagan, kaum 9:53 musyrik, 9:55 Yahudi, 9:56 Majusi. 9:57 Majusi dan Nasrani. Ya, ini hadis 10:02 banyak yang ee 10:06 meng menganalisis bagi hadis utama kita 10:11 mendidik anak. Hadis yang sahih, Ikhwan 10:14 sekalian, 10:17 bahwa 10:18 [berdehem] 10:20 mendidik anak itu 10:23 dipesankan oleh banyak ulama. Salah 10:25 satunya yang akan saya quot adalah dari 10:27 Ibnu Qayyim Aljauziyah. 10:30 Beliau berkata begini, "Barang siapa 10:32 yang dengan sengaja, dengan sengaja 10:35 tidak mengajarkan apa yang bermanfaat 10:38 bagi anaknya 10:40 dan meninggalkannya begitu saja, 10:43 berarti dia telah melakukan suatu 10:45 kejahatan yang sangat besar." 10:49 Subhanallah. 10:50 Kata Imam Ibnu Qayyim, orang yang alim 10:53 ya kita tahu beliau orang yang menjadi 10:56 rujukan para ulama-ulama 10:58 sesudahnya 11:00 dengan berbagai kitab yang beliau tulis 11:05 mengatakan bahwa satu kejahatan yang 11:06 sangat besar yang dilakukan oleh orang 11:08 tua adalah 11:10 sengaja tidak mengajarkan apa yang 11:13 bermanfaat bagi anak 11:16 dan meninggalkannya begitu saja 11:18 dilupakan 11:19 kejahat besar yang bermanfaat bagi anak 11:22 adalah pertama mengenal Tuhannya dan 11:25 mampu sujud beribadah menyembah hanya 11:28 kepada Tuhan yang esa itu. Kemudian 11:31 kerusakan kata beliau, kerusakan pada 11:33 diri anak kebanyakan datang dari sisi 11:35 orang tua yang meninggalkan mereka dan 11:39 tidak mengajarkan kewajiban-kewajiban 11:41 dalam agama berikut sunah-sunahnya. 11:44 Masyaallah. Marilah kita betul-betul 11:48 menata hati kita. 11:50 supaya kita tidak mendapatkan generasi 11:53 yang 11:55 melenceng, generasi yang terlupakan, 11:59 lost generation, ya yang karena mereka 12:02 melupakan diri sendiri ya. Kalau dalam 12:05 bahasa Jawa itu orang yang ee lalai, 12:10 orang yang lupa. 12:14 Kalau orang yang ingat orang yang eling 12:17 ya. Nah, eling. Nah, ikwan sekalian, 12:21 [berdehem] itu tadi satu komen dari Imam 12:24 Ibnu Qayyim Aljauziyah 12:27 dengan rujukan hadis Nabi tadi. Kullu 12:29 mauluddin yuladu alal fitroh. Nah, 12:31 kemudian saya ingin menyitir satu 12:34 ee ini saya ambil dari kitab yang 12:37 ditulis oleh seorang ulama besar Dr. 12:40 Muhammad Nur Abdul Hafiz Swaid. Beliau 12:44 kitabnya adalah 12:46 dalam bahasa 12:48 Arab adalah Manhaj At-tarbiyah 12:50 anabawiyah lifli. Yaitu pedoman 12:54 pendidikan sesuai dengan sunah Nabi 12:57 untuk anak. Jadi pendidikan anak sesuai 12:59 dengan 13:01 sunahnya Nabi sallallahu alaihi 13:02 wasallam. Ya. 13:03 Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan 13:05 bukunya sudah terbit dari 13:08 Pro Media. ini Yogyakarta yang punya 13:10 penerbit ya dengan judul prophetic 13:13 parenting cara Nabi mendidik cara Nabi 13:16 sallallahu alaihi wasallam mendidik 13:17 anak. Yes. 13:18 Nah, ik sekalian 13:21 anak itu 13:23 pertama kali lahir di lingkungan suatu 13:27 keluarga. 13:30 Mendengar 13:32 kemudian dia menyerap 13:34 dengan sensorinya, dengan indranya. 13:39 Kemudian mulai tumbuh pemikirannya itu 13:41 sangat dipengaruhi oleh keluarga dan 13:44 rumah di mana dia tinggal itu seorang 13:46 anak setiap anak. 13:49 Maka itu sangat penting bagi kita untuk 13:52 menyediakan orang tua yang saleh dan 13:56 salehah dan rumah yang lingkungannya pun 13:59 saleh. 14:01 Rumah yang saleh, rumah yang tidak 14:03 tercemari, rumah yang tidak toksik. Ya, 14:07 kalau rumahnya sudah toksik, orang 14:09 tuanya sudah toksik, toksik itu beracun 14:12 ya, tercemar, maka generasinya juga 14:15 generasi toksik. Generasi yang bahkan 14:18 benci kepada dirinya mereka sendiri, 14:22 benci kepada fitrahnya. 14:24 Ya, ada orang kalau membenci dirinya 14:26 sendiri itu membenci fitrahnya. Tetapi 14:28 sebaliknya, dia justru mencintai, 14:33 menyayangi apanya? 14:36 nafsu syahwatnya. 14:39 Nafsu syahwat yang menggelaga, yang 14:42 membuatnya lupa dari dirinya, yang 14:43 membuatnya lari dari fitrahnya 14:47 menjadi orang yang liar. Karena apa? 14:51 Memperturutkan nafsu syahwat seperti 14:54 hewan liar yang tidak mempunyai adab, 14:57 yang tidak memegang 15:00 nilai-nilai kehidupan yang benar. Dan 15:03 ini ada di antara kehidupan manusia. 15:07 Akhirnya anak menjadi apa? Generasi yang 15:08 hilang. Generasi yang tersesat. Lost 15:12 generation ini sebenarnya bukan generasi 15:13 yang hilang. Generasi yang tersesat. 15:14 Tersesat dari apa? Dari jalan yang 15:16 benar. Betul. 15:17 Betul. 15:18 Tersesat dari jalan yang benar. Tidak 15:21 punya moral kompas. Tidak punya kompas 15:23 moral yang benar. Sehingga perbuatannya 15:26 justru merusak dirinya sendiri, merusak 15:29 keluarganya, merusak lingkungannya, 15:30 merusak dunia. Kalau dia jadi pemimpin, 15:32 apalagi pemimpin besar dunia, dia akan 15:34 merusak dunia ini. Lihatlah kerusakan 15:37 yang sangat dahsyat. Kerusakan yang 15:41 berada di antara kita. Zaharal fasadu 15:44 fil bari 15:45 wal bari 15:47 fasad fil bari wal bahri bimbat aidinas. 15:52 disebutkan bahwasanya begitu besar, 15:55 begitu dahsyat, nyata sekali kerusakan 15:58 di atas muka bumi dan di lautan. Karena 16:01 apa? Tangan manusia itu karena apa? 16:04 Generasi yang 16:06 sesat, 16:07 generasi yang hilang, lost generation, 16:10 generasi yang sesat, tersesat dari 16:12 jalannya. Nah, untuk itu, Ikhwan 16:14 sekalian, kalau disebut pendidikan anak, 16:17 yang pertama kali dididik adalah orang 16:20 tua yang akan melahirkan anaknya. 16:25 Siapa mereka? Ayah dan bundanya. 16:28 Sepasang laki-laki dan perempuan yang 16:29 diikat menjadi suami istri yang sah. 16:33 Atau sebaliknya, 16:36 kita lihat anak-anak yang lahir dari 16:38 cara yang tidak benar, dari cara yang 16:41 disesali oleh diri. 16:43 pasangan itu bahkan keluarganya 16:47 kemungkinan tidak mendapatkan 16:50 kebaikan yang sempurna seperti anak-anak 16:52 lain yang dihadirkan dilahirkan 16:56 dengan fitrah. Jadi fitrah itu 16:59 berterusan ketika dia lahir, dia ketika 17:02 dia dididik oleh orang tuanya dan ketika 17:04 dia jadi calon orang tua 17:08 kemudian bertemu dengan perempuan atau 17:11 lelaki yang juga mendahulukan fitrah 17:15 bukan justru menjauhi fitrah 17:18 ya. 17:20 Annikahu sunnati. Nikah itu fitrah yang 17:23 besar. 17:26 Banyak orang yang tidak berpikir bahwa 17:28 tugas menikah itu tugas yang besar. 17:32 Bukan besar 17:34 untuk peringkat individu atau pribadi 17:36 yang menjalani, tetapi juga besar buat 17:39 keluarganya, besar untuk bangsanya, 17:41 besar untuk dunia. Maka pernikahan dalam 17:44 Islam itu sangat-sangat diatur dengan 17:46 ketat. 17:49 Karena apa? Dari situlah 17:53 ditentukan generasi berikutnya akan 17:55 lahir sebagai generasi yang benar atau 17:58 generasi sebaliknya generasi yang sesat. 18:03 Ya, masyaallah dunia ini begitu banyak 18:05 menderita. Jadi planet planet paling 18:09 paling menderita tu planet mana, Bang? 18:11 Bumi. 18:12 Planet bumi. Kalau disebut planet paling 18:14 menderita tu planet bumi. Siapa yang 18:15 merusak? bukan alien, bukan makhluk dari 18:20 dari planet yang lain, tetapi justru 18:22 penghuni bumi itu sendiri. Ini memang 18:25 ironis 18:27 ya. Dia makan di situ, dia tidur di 18:31 situ, dia 18:32 merusak, 18:33 merusak tempat tidur dan tempat makannya 18:36 sendiri. Ironis itu manusia. Karena apa 18:38 tadi? Dia meninggalkan fitrahnya. Jadi 18:43 ee bab pertama yang kita 18:46 bahas adalah dari serial mendidik anak 18:50 dari awal kehidupannya itu adalah 18:52 mendidik berdasarkan fit 18:55 fitrah. Masyaallah. Ya, ikhwan sekalian, 19:01 kita tahu bahwasanya anak itu 19:05 memang sangat tergantung pada orang 19:06 tuanya di awal-awal karena bentukan anak 19:09 itu memang tergantung orang tuanya. Coba 19:12 kalau kita perbandingkan analoginya 19:16 kalau orang sedang membuat tembikar dari 19:19 bahan lempung atau tanah liat ya. ketika 19:22 dia masih basah, ketika masih diproses 19:27 ya ditambah sedikit demi sedikit bahan 19:30 kemudian dengan unsur air atau pelembut 19:32 yang lain ya. 19:33 Iya. 19:34 Makin lama makin besar. Tetapi ketika 19:36 dia makin besar dan prosesnya makin 19:39 berlanjut, makin kering, makin hilang 19:42 unsur airnya di sana, kira-kira mudah 19:45 atau sulit untuk dibentuk? 19:46 Sulit. 19:47 Sangat sulit. Jadi ketika dia sudah jadi 19:51 wujud tembikar tertentu, wujud satu 19:54 handicraft atau kerajinan tertentu sudah 19:56 susah untuk di sudah susah untuk 19:59 dibentuk lagi. Pembentukan itu ada 20:02 masanya. 20:03 Ya, mesti garis bawahi. Pembentukan itu 20:05 ada masanya. Dan ini akan kita bahas 20:08 menurut kajian para ulama besar dalam 20:11 tarbiyatul aulad atau pendidikan 20:14 anak-anak. Ikhwan sekalian, 20:17 bahwasanya 20:20 anak itu dididik sesuai dengan usianya. 20:22 Betul. 20:25 Jadi kalau dia belum bisa dididik, maka 20:28 pendidikan itu 20:30 tidak berdaya guna buat dia, tidak 20:32 efektif, tidak punya dampak. 20:35 Maka pendidikan harus berdasarkan ilmu. 20:38 Anak pada usia berapa? Ya, anak usia 7 20:41 tahun berbeda pendidikan dengan anak 10 20:43 tahun. berbeda dengan anak usia 1 tahun 20:46 atau sebelumnya. Ya. Jadi, sekalian 20:51 bahwa 20:55 istilah at-tifli atau attiflu ya 20:59 iya 21:00 dalam bahasa Arab itu adalah anak 21:04 yang menjadi 21:07 sasaran pendidikan kita. 21:11 Plural dari atau jamak dari kata tiflu 21:15 adalah atfal. 21:18 Maka ada juga tarbiyatul atfal, 21:22 pendidikan anak-anak dalam jumlah yang 21:24 banyak. Ya, yang dimaksud dengan masa 21:27 kanak-kanak adalah sejak dia dilahirkan 21:29 hingga mencapai usia balig. 21:32 Yaitu anak begitu lahir 21:35 dia dididik. Tapi sebelum lahir yang 21:37 didik paling yang dididik paling banyak 21:39 adalah orang tuanya. 21:42 Ya, kita sekalian 21:47 ayah dan bunda dididik oleh agama. 21:52 Jadi ketika dia dipertemukan dalam 21:58 suatu acara pernikahan, akad nikah 22:03 kemudian dipertemukan. Dan halallah dia 22:04 saat itu semua orang berdoa padanya 22:06 untuk memintakan keberkahan dari Allah. 22:08 Barakallahu laka wa baraka alaika wa 22:12 jamaa bainakuma fi khair. Maka Allah 22:15 mengamin mengijabah atas doa yang 22:17 diaminkan oleh banyak orang yang ikhlas 22:19 saat itu. Maka 22:21 sangat dianjurkan 22:24 jamuan nikah itu tidak me mengundang 22:29 orang-orang 22:30 kaya-kaya saja. 22:33 Karena kemungkinan 22:35 ada orang-orang ikhlas yang tidak kaya 22:38 dari golongan fakir miskin ya. 22:41 Iya. 22:42 Yang doanya makbul. 22:43 Masyaallah. 22:44 Saya tidak mengatakan orang-orang yang 22:45 kaya itu doanya tidak makbul. Tetapi 22:48 Rasul mengatakan sebaik-baik jamuan 22:51 pernikahan itu dihadiri oleh kaum fuqara 22:55 wa masakin. 22:55 Ya. Semua kaum, Ustaz. dan semua kaum 22:58 semuanya 22:59 tidak mengkhususkan ya memang tidak 23:02 boleh kita mendatangi satu suatu jamuan 23:05 ya yang mengkhususkan ini aja ee VIP ya 23:09 kan 23:10 di dalam Islam dilarang itu saudara 23:13 lalu ada yang tanya ustaz sekarang ada 23:15 konsep konsep 23:18 wedding intimate ya intimate weddingah 23:22 pernah dengar belum 23:23 dengar 23:24 intimate wedding Ini mesti kita bahas 23:27 para ikhwan sekalian. 23:31 Kalau yang disebut intimate wedding itu 23:35 mengkhususkan 23:37 kepada inner circle 23:40 dan tidak mengundang orang-orang yang 23:42 disunahkan oleh Nabi datang itu haram. 23:46 Haram. 23:46 Haram. [berdehem] yang diundang untuk 23:48 orang-orang kaya 23:50 eh inner circle-nya ya atau lingkungan 23:54 bergaulnya pasangan suami istri, calon 23:58 suami istri yang memang elit itu ya 24:02 itu enggak boleh kita datangi dan enggak 24:04 boleh kita selenggarakan intimate-nya 24:06 seperti apa. 24:09 Ini kan datang dari luar, ini datang 24:10 dari bukan Islam 24:14 ya. Datang bukan dari Islam. intimate 24:17 wedding ini. 24:19 Tetapi kalau kita mau ubah judulnya 24:22 ganti apa itu Islamic intimate wedding. 24:27 Ya kan boleh enggak? Boleh. 24:30 Ustaz saya niat utama intimate wedding 24:33 itu supaya apa? Membatasi yang hadir. 24:35 Karena apa? 24:37 Modal saya untuk nikah terbatas. Ustaz 24:40 jadi intimate weddingmu bukan di hotel 24:42 atau di kafe atau di bar? Oh tidak 24:44 Ustaz. Intimate wedding saya di musala. 24:46 ukuran 20* 20 yang diundang cuma sana 24:50 saudara ustaz saya ee ustazah-ustazah 24:53 yang yang memang di situ dan orang-orang 24:57 masakin sekitarnya. Wah itu keren itu. 24:59 Itu baru Islamic intimate wedding. 25:01 H itu yang sunah 25:02 ya. Wedding intimate yang sunah. Betul 25:05 enggak, Bang? Betul. 25:06 Boleh enggak? Itu malah justru sunah. 25:10 Dan kita juga memang dilarang oleh Allah 25:11 Subhanahu wa taala melalui nabinya untuk 25:15 tidak membiarkan wedding atau walimatul 25:19 arusnya itu berlebih-lebihan. 25:21 W tubir tabir inalir ikatin. 25:27 Janganlah kamu ber 25:30 bermubaziran bersia-sia menyia-nyiakan 25:34 berbuat ee tabzir, 25:37 berboros-borosan dalam hal 25:41 wedding, dalam hal pernikahan. Waduh, 25:44 ini misalnya mohon maaf, mohon maaf 25:47 pernikahannya ada menu utama ya. menu 25:50 utama itu ada 25:54 macam-macam sajian. 25:57 Kemudian kanan kirinya tuh ada semacam 26:00 tenda-tenda ya apa namanya itu ee 26:03 cemilan 26:04 ada makanan tambahan ada yang somai ada 26:07 soto, ada soto Makassar, ada soto Madura 26:11 banyak sekali 26:12 stanstan 26:13 dan orang seperti pesta yang dahsyat 26:18 akhirnya masyaallah 26:22 menghabiskan 26:25 belanja yang sangat besar sampai 26:28 ngutang-ngutang itu orang tuanya sampai 26:30 keluarga besar ngutang-ngutang setelah 26:31 itu justru 26:35 bebannya berat ya bisa jadi suami istri 26:38 yang baru nikah itu cekcok karena apa 26:41 hutangnya besar ya di di saat seperti 26:44 ini justru kita harus laksanakan 26:47 perintah Nabi sallallahu alaihi wasallam 26:49 sallallahu alaihi wasallam 26:50 dunia lagi susah ekonomi sedang tiarap 26:54 ya harga 26:56 mulai meroket ya, bukan cuma sekedar 26:58 naik, meroket. 27:02 Maka konsep 27:05 walimahan, pernikahan, pesta pernikahan 27:08 yang sederhana itu justru menjadi 27:09 pilihan kita. Betul. 27:10 Betul. 27:11 Batasi. 27:13 Kemudian justru belanja yang disisakan 27:17 dari pernikahan itu bisa digunakan untuk 27:22 modal perjalanan awal keluarga baru itu. 27:25 Kerontak rumah sekarang sudah besti 27:28 sudah tidak ada yang di bawah R juta ya, 27:30 Bang ya. Yang layak ya rumah petakan 27:32 coba ya. [mendengus] Ini saya berbicara 27:36 adalah sebagian besar 27:38 kalangan keluarga Islam. bukan keluarga 27:40 elit-elit saja, tidak perlu keluarga 27:42 elit itu kontrak rumah, sewa ee rumah 27:46 apa namanya petak-petak itu dia karena 27:49 sudah punya modal. Tapi sebagian besar 27:51 anak manusia di tanah air kita ini 27:54 justru dari keluarga menengah ke bawah 1 27:56 juta kontrak rumah itu berat sekali. Itu 28:00 saya rasakan dari pengalaman anak saya 28:02 sendiri ya. Ada dua anak saya yang sudah 28:04 menikah 28:06 cari kontrakan di bawah R juta susah 28:09 yang layak ya untuk ditinggali. 28:13 Kemudian hari-hari mereka 28:16 sedang membangun keluarga memerlukan 28:19 biaya. 28:20 Biaya. Jadi istilahnya kita kembali 28:24 untuk [mendengus] 28:25 semuanya kita laksanakan sesuai sunahnya 28:27 Nabi. Insyaallah lebih berkah sesuai 28:29 dengan doanya tadi kan. Barakallahu 28:31 laka. Semoga Allah memberikan keberkahan 28:33 buatmu. W baroka alaika. Dan semoga 28:36 keberkahan itu melimpah atas kamu. 28:38 Wabaroka bainahukuma fi khair. Dan 28:41 keberkahan atas kamu berdua. Ya, wahai 28:45 para pengantin. 28:48 Allah mengumpulkan kalian selalu dalam 28:50 kebaikan. Masyaallah. Ya, setelah 28:53 didoakan seperti itu, kemudian 28:59 berproseslah mereka di malam hari atau 29:01 segera setelah mereka dipertemukan itu 29:04 untuk apa? Untuk memang 29:07 disuruh bersegera juga itu ya. 29:12 Untuk apa? Untuk bertemu. Dukhul. 29:14 Pertama, dukhul itu apa? Memasuki 29:18 kamar berdua ya kan? Nah, sebelumnya kan 29:21 haram ya, Bang ya? 29:22 Iya. Jangankan masuk kamar berdua, 29:24 goncengan motor aja enggak boleh. Ya 29:26 kan? 29:26 Iya. 29:28 Saya sama istri alhamdulillah tidak 29:30 pernah goncengan motor sebelum menikah 29:33 ya. Baru melihat, baru menyentuh itu 29:37 setelah akad nikah. Dan memang harusnya 29:40 segera itu 29:42 ya. Maka banyak orang tua yang 29:45 menyiasati begini, 29:47 [berdehem] 29:48 akad nikahnya didulukan dari 29:50 walimahannya sehari. 29:52 Begitu akar nikah enggak usah 29:53 macam-macam ya. Enggak usah nunggu 29:55 enggak usah nunggu 29:56 walimah 29:57 e walimahan dengan prosesi yang 29:59 macam-macam. Ada perjalanan dari luar ke 30:03 dalam gedung digelar karpet merah. Itu 30:06 semua tradisi boleh dilakukan tetapi 30:09 sunahnya didulukan apa? Akar nikah 30:11 kemudian suruh mereka dukhul 30:14 ya. Wah itu saru ustaz. 30:17 Sarahu 30:17 pamali itu. Ustaz enggak begitu. Islam 30:20 dulu mengatur juga. Coba itu saya yakin 30:24 hati kedua mempleai itu kalau disuruh 30:27 segera atau ee nanti-nanti masuk ke 30:30 kamar. Pilihnya mana, Bang? 30:32 Masuk kamar. 30:33 Masuk kamar segeralah. Karena sunahnya 30:35 begitu. Maka ada yang mensiasati 30:38 nikahnya hari Sabtu akad nikahnya 30:41 mereka langsung dukhul, langsung 30:43 melaksanakan. Ya itu karena memang 30:45 disegerakan. 30:47 Baru setelah itu walimahannya dan mereka 30:49 juga sudah senang kan sudah 30:51 duk sudah kumpul ya kan 30:54 senang mereka menerima tamu juga sudah 30:56 adem ya justru kalau ini merengut aja 30:59 kapan selesainya gitu [tertawa] 31:01 kapan selesainya nih kan itu rasanya 31:04 lama loh misalnya nikahnya jam 09 jam 31:08 .00 baru selesai itu di gedung ya itu 31:10 rasanya 6 jam itu adalah masa penantian 31:13 paling lama dalam hidup mereka. Betul 31:15 ya? 31:16 Berbeda rasanya, Ustaz. 31:17 Berbeda rasanya. Ber 31:18 beda kalau sudah kumpul duluan ya kan. 31:21 Nah itu sunahnya begitu. Tapi Ustaz ini 31:24 karena apa ya Ustaz ya? Karena 31:26 kepraktisan. Terserah saya sudah 31:27 menyampaikan ya kan. 31:30 Jadi katanya 31:32 supaya tidak pestanya dua kali orang 31:34 akan nikah tidak harus dipestakan. 31:36 Iya bet. 31:38 Akad nikah tidak sekarang akad nikah ya 31:41 cuma dikelilingi 10 orang dari keluarga 31:44 ee manten laki manten perempuan ya lima 31:47 dari sana lima dari sini sama dua orang 31:49 saksi sama sama e walinya selesai enggak 31:51 selesai 31:51 selesai 31:53 foto-foto segala macam masuk mesos 31:54 selesai enggak 31:55 sudah 31:56 kewajiban untuk mensyiarkan 31:59 nikah itu harus disyiarkan ya nikah 32:02 harus disyiarkan tapi kalau tunang kalau 32:05 ee khitbah itu harus di harus 32:08 disembunyikan ya. Jangan sekarang baru 32:11 khitbah baru apa namanya melamar saja 32:14 sudah masuk medsos. Itu yang enggak 32:17 boleh. Haram itu ya. Jadi sekali lagi 32:20 Bapak Ibu sekalian ini saya sampaikan 32:21 ilmunya khitbah atau melamar itu enggak 32:25 boleh dimecsoskan, enggak boleh 32:26 disyiarkan, silent aja 32:29 baru disyiarkan ketika 32:31 akad 32:31 akad nikah dan walimahannya tuh. 32:33 Masyaallah. Jadi, akad tingkatnya boleh 32:35 langsung siarkan dan enggak usah ee 32:38 ratusan orang datang, 10 orang aja. Lima 32:41 dari laki-laki, lima dari perempuan 32:43 keluarganya ya, dua orang saksi sama 32:45 wali. Selesai enggak? Selesai. Dari ee 32:47 penghulu pun cuma pencatat ya. Jadi 32:49 penghulu itu bukan wali nikah. Betul. 32:52 Nah, 32:54 jadi itu p sekalian. Nah, berikutnya 32:57 kembali kepada istilah ee tiflu ya. 33:02 Allah Subhanahu wa taala mengatakan 33:04 bahwa 33:06 anak itu terlahir karena Allah. Dalam 33:10 surah silakan dibaca di nanti di surat 33:13 al-Haj ayat yang kelima ya. Tumma 33:16 nukhrijukum tiflan ya. Kemudian kami 33:20 keluarkan kamu dari rahim bunda 33:24 dalam keadaan anak tiflan. Tifel. Jadi 33:28 istilah tifel itu dari Quran ya. Nah, 33:33 [batuk][berdehem] kemudian anak itu 33:36 lahir karena Allah, waktunya tepat, 33:39 waktunya sudah ditetapkan Allah dengan 33:42 takdirnya yang sempurna. Ya, 33:46 jadi dokter itu cuma ancer-ancer hari 33:50 estimasi kelahiran, tapi 33:53 detiknya itu kapan dokter juga enggak 33:55 tahu. 33:56 Iya. 33:58 Yang tahu hanya Allah, ilmunya Allah, ya 33:59 kan? Tapi dokter sudah punya karena 34:01 ilmunya sudah ada para dokter. Oh, Ibu 34:04 nanti tanggal sekian ya kurang lebih ya, 34:06 Bu ya. Siapkan. Nah, kemudian kita juga 34:10 lihat dalil dalam surah Annur 59 juga 34:13 Bang kita bacakan supai barokah hari ini 34:15 ya. 34:16 Surah Al 34:17 Annur ayat ke-59. Surat ke-24. 34:21 Surat ke-24 ayat ke-59. 34:24 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 34:29 Waidza balagal athfalu minkumul 34:33 khuluma fasta'zinu kamastazanalladina 34:37 min qoblihim 34:40 kadzalika yubayyinullahu 34:42 lakum ayatih 34:45 wallahu alimun hakim. 34:49 Dan apabila anak-anakmu telah sampai 34:52 umur dewasa, maka hendaklah mereka juga 34:55 meminta izin seperti orang-orang yang 34:58 lebih dewasa meminta izin. Demikianlah 35:02 Allah menjelaskan ayat-ayatnya 35:04 kepadamu. Allah maha mengetahui, maha 35:07 bijaksana. Sodqallah. Sadaqallahim. 35:09 Atfel 35:12 itu disebut lagi oleh Allah dalam ayat 35:14 ini. Annuryat yang ke berapa? 59. 35:19 dengan posisi sudah berbeda. Kalau yang 35:22 tadi awal dia lahir disebut tel. T lagi 35:25 nanti dia sudah 35:28 usianya sudah 35:30 menanjak lagi ya, sudah agak dewasa 35:33 dan harus meminta izin kepada orang 35:37 tuanya. Untuk apa? Kalau masuk ke kamar. 35:39 Enggak boleh selonang-selonong. Enggak 35:41 boleh. 35:42 He. 35:43 Apalagi kalau orang tuanya sedang tidak 35:44 berpakaian dengan benar. Gak boleh. 35:48 Penyimpangan-penyimpangan 35:50 perilaku terjadi di sini. 35:54 Karena apa? Anak ketika masih kecil dia 35:56 belum punya kendali moral. 36:00 Apa yang dia lihat, apa yang dia rekam 36:02 itu tanpa filter moral, 36:06 tanpa kendali moral, maka itu berbahaya. 36:13 Untuk itu ini jelas Allah menjelaskan 36:16 ayat-ayat ini urusan langit 36:19 supaya apa? Manusia tumbuh dengan 36:23 kesadaran 36:25 nubuwah, dengan kesadaran bahwa dia itu 36:27 diatur perilakunya, diatur [berdehem] 36:30 jiwanya oleh agamanya yang agung itu. 36:34 Ya. [berdehem] 36:36 Jadi, masyaallah 36:38 ee 36:42 pendidikan anak itu 36:45 bukan urusan manusia biasa, 36:49 tetapi urusan agama, urusan Allah. Allah 36:52 sendiri yang campur tangan di sana. 36:54 Allah sendiri yang meminta kita untuk 36:56 mendidik anak seperti apa. Ya. Kemudian 36:59 sekalian, selain kata tifel juga kita 37:04 kenal kata gulam. 37:06 Ya, yaitu anak yang beranjak dewasa. 37:10 Imam Azzamsyari mengatakan, "Gulamun 37:13 adalah masa dari mulai anak yang sudah 37:16 beranjak dewasa, remaja sampai keluar 37:20 jenggot. Apabila disebut demikian 37:23 setelah keluar jenggot, maka itu adalah 37:24 kiasan saja." Ya, Imam an-Nawawi 37:27 rahimahullah mengatakan 37:30 sibyan ya dengan harakat kasrah pada 37:33 huruf shad 37:34 wasibyan. 37:36 Itu juga 37:38 istilah yang sering dipakai untuk 37:40 anak-anak. 37:42 Dalam kitab Mukhtarusi Sihah disebutkan 37:45 shobbiyu yaitu remaja berjenis kelamin 37:49 laki-laki. Bentuk perularnya ada sibyan 37:53 ya. 37:54 Maka ada 37:56 istilah 37:58 ee sibyan, ada istilah tifel dan ada 38:01 istilah ghulam. Ya. Jadi ini adalah 38:04 beberapa istilah-istilah yang kita kenal 38:07 dalam bahasa Arab. Tambah lagi Ibnu Ibnu 38:09 Jaim dalam kitab Asyaibah 38:12 W Nazair pada bab Ahkam Asibyan ya 38:17 mengatakan bahwa ada istilah janin ya. 38:21 Janin. 38:21 Janin itu adalah ketika anak belum 38:25 lahir, masih di dalam rahim ibunda. Ya, 38:30 kalau sudah lahir laki-laki disebut 38:32 shobiah ya. Anak itu disebut shobiah. 38:37 Bisa juga rajulan, ya. Rojul laki-laki 38:40 ya. Jadi inilah ikhwan sekalian di dalam 38:44 bahasa Arab itu ee sangat detail ya. 38:48 masa per masa tu anak disebut juga 38:50 syabab. 38:52 Syabab itu apa? Syabab itu kalau sudah 38:54 sampai pemuda yang siap nikah ya masyar 38:57 sabab Nabi begitu ya. Nah, ada satu 39:00 ketika Nabi menggonceng ee anak yang 39:04 masih kecil tapi sudah mulai bisa 39:05 berakal 39:07 yaitu Ibnu Abbas. 39:09 Ya ghulam 39:12 ihfazallah yahfazka. 39:15 hendaknya kamu menjaga Allah supaya 39:18 nanti Allah menjaga kamu. Ya, 39:20 Teman-teman sekalian, inilah kita awali 39:22 diskusi kita tentang pendidikan anak 39:26 dari masa paling dini dari awal 39:28 kehidupannya ya. singkatnya dimulai dari 39:32 mendidik kedua orang tuanya atau calon 39:35 orang tua. 39:37 Kemudian 39:39 suksesinya pun di dilaksanakan sesuai 39:42 sunah untuk kembali kepada fitrah 39:45 kesucian. 39:46 Ya, menghindarkan dari berbagai 39:49 tradisi-tradisi 39:51 dalam tanda petik yang tidak islami 39:54 bahkan jahiliah ya. Agar apa? Anak 39:57 dijamin lahir dalam keadaan fitrah. 40:00 Dibesarkan, dididik, diasuh 40:03 secara fitrah. Ya, maka itu penting bagi 40:08 calon ibu, calon ayah memperhatikan 40:11 bagaimana sunah-sunah 40:14 mendapatkan anak. Ya, insyaallah pada 40:16 pertemuan berikutnya kita akan berbicara 40:18 tentang bagaimana ee persetubuhan 40:22 di awal-awal ya sampai menjelang 40:26 persalinan ya insyaallah. Demikian 40:29 wallahuam biswab. Alhamdulillahi rabbil 40:32 alamin. Alhamdulillahi rabbil alamin. 40:35 Jazakumullah khairan kirsiran ustaz. Ee 40:37 untuk pendidikan awal pendidikan anak 40:40 dari awal kehidupan sampai ada istilah 40:44 tiflun, ada gulam, ada sibian, ada pula 40:46 janin. Nah, itu yang perlu dipahami oleh 40:50 ikhwan akhwat. Baik ikhwan akhwat tetap 40:53 di radio silaturahim. Kami akan segera 40:55 kembali insyaallah di sesi kedua ini 40:57 kita akan tanya jawab bersama Iwan Hot. 40:59 Terima kasih. 43:45 [musik] 43:47 Brail 43:51 [musik] 44:08 Alhamdulillahirabbil alamin. Terima 44:09 kasih Ikwan Awat masih bersama Radio 44:12 Silaturahim. Saat ini Anda sedang 44:14 menyaksikan siaran live 44:18 Hikmah Pagi Kajian Keluarga Islami 44:20 dengan tema Mendidik Anak dari awal 44:23 kehidupan. Masyaallah. 44:26 Ee di sesi kedua ini ee kita akan 44:29 bacakan 44:31 atensi dari ikhwan akhwat yang sudah 44:32 masuk. Pertama dari Ibu Ani Hufidah. 44:36 Bismillahirrahmanirrahim. 44:38 Insyaallah menyimak hikmah pagi Ustaz 44:41 kajian keluarga islami di radio 44:44 silaturahim AM20. 44:46 Masyaallah. 44:46 Terima kasih Ustaz Agus dan Fauzi dan 44:50 Bang Ondi dan Mas Algi sehat-sehat 44:53 selalu insyaallah. 44:54 Amin. 44:55 Kemudian juga ada 44:59 Bapak Musyawir. 45:01 Asalamualaikum warahmatullahi 45:02 wabarakatuh Ustaz. 45:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:04 wabarakatuh. Alhamdulillah Ustaz hadir 45:07 menyimak. Semoga Allah senantiasa 45:08 melindungi kita semua dengan iman, Islam 45:12 dan sehat walafiat, Ustaz. 45:13 Amin. Allahum amin. 45:15 Amin. Kemudian juga ada Ibu Retno. 45:19 Alhamdulillah hadir menyimak, Ustaz. 45:21 Masyaallah. Bedno ini setia mengikuti 45:24 kajian ya. 45:25 Iya. Masyaallah. Bapak Setiawan di 45:27 Cilengsi juga alhamdulillah hadir 45:29 menyimakwan. 45:31 Kemudian juga ada Bapak Fatih, Bapak 45:34 Fajar Alfatih. Alhamdulillah 45:35 menyimakallah. 45:37 Kemudian juga ada Bapak Ibin. Bapak 45:39 Ipin. Alhamdulillah Ustaz menyimak. 45:42 Afwan meskipun terlambat Ustaz 45:43 menyimaknya. 45:45 Masyaallah. 45:46 Bapak Budi Hartono. Alhamdulillah 45:47 menyimak. 45:49 Kemudian kita akan bacakan pertanyaan 45:52 dari Bapak Abdullah. Ustaz. 45:56 Ustaz izin bertanya. 45:58 Baik. Asalamualaikum warahmatullahi 46:00 wabarakatuh. 46:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:01 wabarakatuh. 46:02 Tadi tentang 46:04 pernikahan, Ustaz. E bagaimana 46:08 pernikahan yang sudah terlewat, Ustaz? 46:11 Ketika itu kita mengundang 46:14 ee undangan dengan jumlah yang terbatas 46:17 atau intimidate. Ustaz 46:19 Heeh. Intimate ya. intimate. 46:21 Intimate. 46:22 Nah, namun ketika dulu kita mengundang, 46:26 kita sebenarnya mengundang semua 46:28 kalangan, tapi memang kalangan yang di 46:33 kalangan yang ke bawah itu lebih 46:34 sedikit, lebih banyak jumlahnya kalangan 46:37 yang di atas. 46:38 Di atasnya 46:39 bagaimana 46:40 ee mendanggapi ee prosesi pernikahan 46:44 yang sudah terlewat, Ustaz? 46:45 He 46:46 jazakumullah khairan kat. 46:48 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah. 46:50 Allahumma shalli ala Muhammad wa ala ali 46:52 Muhammad. Pak Abdullah yang disayang 46:54 Allah. Alhamdulillah Pak Abdullah ikut 46:58 kajian dari pagi tadi ya. Alhamdulillah. 47:02 Dan apa yang Bapak sampaikan kemungkinan 47:06 juga terjadi di sebagian dari kita ya, 47:08 Pak ya. Bahwa ketika nikah itu intimate 47:11 saja ya, banyak pertimbangannya. 47:15 Nah, yang dilarang adalah intimate-nya 47:18 terbatas orang-orang elit saja, Pak, 47:21 yang dilarang oleh agama. 47:24 Nah, Nabi perintahkan 47:27 untuk mengundang kalangan-kalangan yang 47:29 justru doanya itu kemungkinan lebih 47:33 dekat pada Allah. 47:36 Dan Nabi juga ingin supaya majelis itu 47:40 diberkahi oleh Allah 47:43 karena kehadiran orang-orang yang Allah 47:45 sayangi. 47:47 Tidak sekedar, mohon maaf, Pak, 47:48 mengkhususkan elit-elit yang 47:52 masyaallah subhanallah kemungkinan hadir 47:55 juga dengan gaya elitnya itu. Sehingga 47:59 dikhawatirkan ya, Pak, Pak Abdullah. 48:01 Dikhawatirkan 48:03 justru bermegah-megahan itu yang 48:06 dilarang. 48:07 Tapi tadi kan Bapak sampaikan pernikahan 48:10 yang sudah dilewatkan itu tidak 48:13 dimasukkan untuk itu. Insyaallah, Pak. 48:14 Selamat. Insyaallah. Ya. 48:18 Mengundang juga sahabat-sahabat bahkan 48:20 sanak keluarga ya. He. 48:23 Yang juga mungkin kalangan bawah. Bagus, 48:25 Pak. 48:27 Ya, bagus itu karena ada mohon maaf 48:29 mungkin ada 48:31 dan itu terjadi Pak terjadi sampai 48:34 kepada saya 48:36 yang diundang itu keluarga-keluarga yang 48:38 memang elit-elit yang sukses-sukses. 48:41 Keluarganya yang biasa 48:42 tertinggal-tinggal itu orang diundang. 48:44 Ini gak boleh 48:46 ya. Jadi kalau kita ingin diberkahi 48:49 jamuan pernikahan itu undang juga 48:52 keluarga-keluarga kita yang dalam tanda 48:54 petik tertinggal dalam hal keduniaan ya. 48:58 Dan kita bersihkan hati kita dari apa? 49:01 Dari bermegah-megahan dalam satu jamuan. 49:04 Ya. Ya. Jadi 49:07 ee 49:09 berbagai macam jamuan itu ya kita 49:11 sederhanakan saja ya. Orang juga 49:14 sebenarnya lupa kok, Pak. Pulang dari 49:17 jamuan itu makan apa itu lupa. H 49:20 betul enggak? 49:21 Iya. 49:22 Tapi kalau zaman sederhana bahkan 49:23 masyaallah di situ vibe-nya tuh vibe 49:26 justru apa ee 49:30 ukhwah ya [tertawa] kekeluargaan ya. itu 49:33 mereka hadir dan kemudian merasakan itu 49:36 sejak di gedung sampai pulang itu 49:38 masyaallah tidak ada yang mubazir 49:40 semuanya diajak untuk ibadah di situ ya 49:43 itu pernikahan terbaik Pak tidak seperti 49:46 pestapora kemudian orang makan sedikit 49:48 ditinggal banyak enggak seperti itu 49:50 banyak sekali Pak 49:52 Kalau sudah begitu biasanya saya sama 49:54 istri Pak itu biasanya kita yuk kita 49:57 cari soto yang dekat aja yuk ya begitu 49:59 ya karena apa 50:01 makannya sudah tidak beraturan diacak 50:04 sana acak sini sama pengunjung ya 50:07 makan sambil berdiri kumpul laki 50:09 perempuan 50:10 tidak jelas ikhtilat itu 50:12 aduh ini khawatir jauh dari berkah Allah 50:15 ya sudahlah kita menyingkir saja 50:19 ee jadi Pak Abdullah insyaallah apa yang 50:21 Bapak lakukan sudah benar dan tidak 50:23 perlu disesali Pak bismillah saja 50:26 tinggal Bapak tingkatkan dengan 50:27 sunah-sunah yang lain Pak ya kami berdoa 50:30 Bapak sekeluarga diberi berkah oleh 50:32 Allah. Diberkahi oleh Allah ya dalam 50:34 semua kegiatan, dalam semua urusan dan 50:39 dicukupkan rezeki yang Allah berkahi. 50:42 Amin. Allahum amin. 50:43 Amin. Demikian Bapak Dul semoga dapat 50:46 menjawab ee karena 50:49 menambahkan karena ee ketika kita 50:52 melakukan pernikahan juga banyak yang 50:55 undangan mendoakan keluarga, Ustaz. 50:57 Barokallahu laka itu tadi, Ustaz. Betul. 51:00 Betul. 51:01 Insyaallah semoga mustajab dan makbul. 51:04 Amin. 51:04 Eh, berikutnya ada dari Ibu Aminah. Ini 51:09 juga atensi Ustaz. Alhamdulillah saya 51:12 menyimak Ustaz. 51:13 Alhamdulillah. 51:14 Afon, Ustaz lambat WA-nya Ustaz. Terima 51:17 kasih, Ustaz, ilmunya. Kemudian ada Ibu 51:20 Neli. Alhamdulillah, Ustaz, menyimak. 51:23 Semoga Ustaz dan Kurasil diberi 51:25 kesehatan dan lindungan dan kasih sayang 51:28 dari Allah. 51:30 Kemudian Ibu Anggit, alhamdulillah 51:32 menyimak. 51:34 Kemudian juga ada Ibu Nurjanah binti 51:38 Madio. Asalamualaikum warahmatullahi 51:40 wabarakatuh, 51:40 Ustaz wabarakatuh. Ini di di Australia. 51:43 Australne masyaallah. 51:45 Di mana tuh? 51:45 Sydney. 51:46 Sydney. Oh iya. Saya pernah ke Sydney, 51:48 Bu. 51:49 Iya, 51:49 Bu. 51:50 Buana nanti tolong cari di Sydney ada 51:55 Alkahfi Foundation, Bu. itu pimpinan 51:58 dari Dr. Khalidin Yakub, sahabat saya 52:01 itu Bu ya. Dicari aja di Sydney ya, 52:04 tanya aja di mana Kahfi Foundation di 52:06 Sydney itu terkenal itu kumpulan 52:09 orang-orang Indonesia di sana. Sampaikan 52:11 salam saya kalau ketemu Dr. Khalidin 52:13 Yakub ya. Beliau orang tua kita ya. 52:17 Beliau senior saya, guru saya ya. 52:18 Alhamdulillah. Beliau dulu salah seorang 52:20 pimpinan PII ya, pelajar Islam Indonesia 52:25 ya. Masyaallah. 52:27 Oh, Ustaz Khalidin Yaakub, Ustaz. 52:29 Iya, Dr. Khalidin Yaakub. Orang Aceh 52:31 yang sudah puluhan tahun tinggal di sana 52:33 ya. 52:33 Lebih dari 40 tahun beliau di sana ya. 52:36 Masyaallah. 52:37 Masyaallah. Semoga Ibu Nurjana bisa 52:39 bersilaturahim dengan beliau Ustaz. 52:41 Amin. Allahum amin. 52:43 Kemudian juga ada Ibu Darma di Bekasi. 52:47 Alhamdulillah, Ustaz menyimak syukran 52:49 ilmunya dan pencerahannya, Ustaz. 52:51 Amin. 52:52 Kemudian ada atensi dari Ibu Siti, 52:55 Ustaz. Ibu Titi. 52:57 Asalamualaikum warahmatullahi 52:58 wabarakatuh, Ustaz. 52:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:00 wabarakatuh, 53:01 Ustaz. Ketika 53:02 ini Bu Titik ya. 53:03 Iya, Bu Titik. He. 53:05 Ketika ada akad dan walimah dalam hari 53:09 yang berbeda. Tadi Ustaz menyampaikan ee 53:13 misalnya 53:15 akadnya hari Sabtu. 53:17 Heeh. 53:17 Kemudian walimahnya hari Ahad. banyak 53:20 masyarakat yang mengira bahwa misalnya 53:23 ini boros ketika akad harus ada jamuan 53:26 dan ketika walimah harus ada jamuan. 53:28 Padahal dalam bahasa Arab jamuan 53:32 tersebut dalam istilah walimah sendiri. 53:34 Jadi 53:35 sebenarnya 53:37 akad itu tidak perlu ada jamuan. 53:40 Heeh. 53:40 Cuma sekali aja jamuannya ketika 53:43 walimatul arus. Ini bagaimana Ustaz 53:45 pendapat dan penjaranya Ustaz? 53:47 Jazakullah khairan kir. 53:48 Bismillahirrahmanirrahim. 53:49 Alhamdulillahiamin. Shli ala Muhammad 53:50 wa. Terima kasih Bu Titi. Ini satu 53:54 ungkapan yang bagus ya Ibu ya. Nah kita 53:57 memang juga memperhatikan 54:01 ee kebiasaan yang ada di sekitar kita 54:03 ya. 54:05 Bisa saja gini Bu dibuat akadnya itu 54:08 sore 54:09 ya. Dan juga saya kira penghulu tuh 54:12 senang kalau diundang sore karena apa? 54:14 Pagi dia sibuk segala macam. Ya, kita 54:17 buat sore aja bak dasar gitu. Itu justru 54:19 intimate-nya di situ kan. 54:21 H 54:22 jamuannya juga seberapa kok Bu ya. 54:24 Contohnya sore kita makan snack aja ya 54:28 dan kita jaga tidak berlebihan ya kan. 54:32 Itu justru masyaallah sore malamnya 54:34 mereka tuh ee penganten berdua sudah 54:38 melaksanakan sunahnya lah. Karena itu 54:40 yang ditunggu-tunggu ya. Jangan 6 jam 54:42 nunggu dari jam 09.00 sampai jam .00 itu 54:45 lamanian begitu kan. Jadi Bu Titik 54:49 betul bahwa makan-makan itu yang utama 54:52 ketika walimahan ya ketika kita keluarga 54:58 dekat itu kan cuma sedikit Bu ya kan? 55:01 Iya. 55:01 Enggak usah banyak-banyak undang 55:03 orangorang apa ee akad nikah ya kan 55:07 disaksikan oleh yang seharusnya 55:09 menyaksikan kemudian kita viralkan 55:11 melalui medsos kan. 55:12 Nah atau diviralkan melalui ee grup-grup 55:15 keluarga ya. Alhamdulillah sudah menikah 55:17 mohon doanya ya gitu. Nah, ketika kita 55:21 nanti Palimhan ada 55:24 woro-woro ya, halo-halo dari pembawa 55:27 acara 55:28 ini yang penting mau acara nih 55:30 bukan pestanya. 55:32 Sekali lagi bukan pestanya ya, Bu ya. 55:34 Tetapi melaksanakan sunah di situ, 55:36 terutama berdoa. 55:38 Bapak, Ibu, yuk sama-sama kita doakan 55:41 nanti kalau enggak sempat satu-satu ya. 55:43 Yuk, sama-sama kita doakan. Ayo 55:44 sama-sama doa Bu ya. 55:46 Bismillahirrahmanirrahim. 55:48 Barokallahu laka wa alaika wama 55:52 bainakuma fihair. 55:55 Kalau satu-satu kayak gimana, Ustaz? 55:57 Justru satu-satu yang sunahnya 55:59 satu-satu. 56:00 Yang begini aja kalau doa bar bisa 56:02 disebut bidah oleh orang-orang tertentu 56:04 kan. [tertawa] 56:04 Salah juga tuh ustaz ustaz mosok 56:06 ngajarin itu kan doa one point. Kalau 56:08 lupa ya kan kalau lupa sudah lupa sudah 56:11 didoakan bersama ya. Apalagi kalau 56:12 satu-satu alhamdulillah 56:14 itu apa ya face to face dari teman ke 56:16 teman. Barakallah. Masyaallah. Amin. Ya 56:19 kan beda kalau aminnya one by one. Amin. 56:22 Amin. Masyaallah. Ya, Bu Titi. Demikian 56:25 mudah-mudahan 56:27 kita semakin 56:29 disadarkan ya. 56:31 Amin. 56:32 Semakin diberi kekuatan oleh Allah 56:34 melaksanakan sunah-sunah kita. Kalau 56:36 misalnya saat kita tidak melaksanakannya 56:39 atau kurang sempurna melaksanakannya, 56:41 mudah-mudahan ketika anak-anak kita, 56:43 cucu-cucu atau ponakan-ponakan kita 56:45 menikah, kita beri saran. Ya, demikian 56:47 Bu. Wallahuam bawab. Wallahuam bawab. 56:51 Demikian Ibu Titi. [mendengus] Semoga 56:52 dapat mm 56:55 dipahami dan dimerti. 56:59 Ee 57:00 kemudian dari balasan dari Ibu Nurjana. 57:02 Insyaallah Ustaz saya akan silaturahim 57:05 ke Ashabul Kahfi Islamic Center, Ustaz. 57:08 Iya, betul. 57:09 Insyaallah. 57:11 Ee baik, Ustaz. Sebagai penutup 57:13 insyaallah kita akan lanjutkan di Jumat 57:15 depan tentang 57:16 insyaallah 57:16 tarbiyatul aulad ini, Ustaz. 57:18 Insyaallah. 57:18 Silakan, Ustaz. 57:21 Tafadul, Ustaz. 57:21 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 57:23 shalli ala Muhammad wa. Ikhwan sekalian, 57:27 punya anak, diberi anak itu adalah satu 57:29 anugerah yang besar, yang membahagiakan. 57:33 Alhamdulillah. 57:35 [berdehem] 57:36 Dan kita akan lebih berbahagia kalau 57:37 anak kita itu tumbuh 57:40 menjadi orang-orang yang saleh atau 57:43 salhah untuk yang perempuan. 57:46 Kebahagian orang tua itu berluap-luap 57:49 meluapkan kegembiraannya itu ketika 57:51 melihat anaknya tumbuh menjadi orang 57:53 yang taat pada Allah, akhlaknya baik 57:56 kepada sesama dan juga berbakti kepada 57:59 orang tua sampai usia orang tuanya 58:01 lanjut. bahkan mendoakan kalau orang tua 58:04 sudah enggak ada. Itu adalah cita-cita 58:06 kita bersama. Maka marilah kita 58:08 perhatikan sunah-sunah pendidikan dari 58:11 Nabi sallallahu alaihi wasallam itu 58:13 adalah model pendidikan terbaik ya. 58:17 Karena Allah yang tahu bagaimana human 58:20 nature-nya, gimana bawaannya 58:23 makhluk-makhluk ciptaan Allah itu. Dan 58:25 Allah memberikan cara-cara yang terbaik. 58:27 Ya, Bapak, Ibu. 58:32 mengajak, 58:33 mengajar, 58:35 mendidik anak itu memang perjalanan 58:37 panjang menguras kesabaran. 58:40 Tapi begitu ibu sadar bahwa itu adalah 58:43 kewajiban 58:45 yang paling utama dari seorang ayah dan 58:47 bunda, ibu dengan sabar melaksanakan, 58:49 insyaallah Allah akan berikan kemudahan. 58:51 Amin. 58:52 Ya, keberkahan dan juga pahala tiap 58:56 detik. 58:57 Masyaallah. 58:58 Ngajar makan pakai tangan kanan. I kan? 59:00 Iya. 59:01 di meja makan ada adabnya itu. 59:03 Masyaallah ya. Demikian wallahuam. 59:07 Alhamdulillahi rabbil alamin. 59:08 Asalamualaikum warahmatullahi 59:09 wabarakatuh. 59:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:11 wabarakatuh. Jazakumullah kiran ustaz. 59:13 Semoga bermanfaat untuk ikhwan Ahmad. 59:15 Nah, ini sangat penting mengajarkan 59:17 anak-anak makan dengan tangan kanan. 59:19 Karena saya sendiri melihat Ustaz 59:21 Heeh. 59:22 Sudah menjadi orang tua, sudah menjadi 59:24 ayah dan ibunya. Tapi saya melihat masih 59:26 orang tua tersebut masih minum tangan 59:28 kiri Ustaz. Heeh. 59:29 Padahal dilihatin anak-anaknya, Ustaz. 59:30 Iya. Iya. 59:31 Semoga Allah memberikan 59:33 kesadaran dan cahaya kepada yang belum 59:37 tercerahkan. Insyaallah. 59:39 Ee baik, Ikhwan Akhwat, terima kasih 59:41 atas segala partisipasi telah menyimak 59:46 kajian keluarga Islami bersama Ustaz 59:49 Agus Sudarmji. Insyaallah Jumat depan 59:51 kita akan lanjut. Kemudian dari terakhir 59:54 dari Ibu Durjanah, Ustaz. Beliau minta 59:56 link Alkahfi Foundation, Ustaz, nanti. 59:59 Oh, iya, insyaallah. 1:00:00 Eh, terima kasih atas segala 1:00:02 partisipasi. Saya Fauziul haqq mohon 1:00:04 undur diri, mohon maaf atas segala 1:00:07 khilaf. Subhanakallahumma wabihamdika 1:00:09 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 1:00:11 waubuik. Asalamualaikum warahmatullahi 1:00:13 wabarakatuh. 1:00:13 Waalaikumsalam.