Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Assalamualaikum warahmatullahi 0:00 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 0:02 warahmatullahi wabarakatuh. Sehat, 0:05 Ustaz? Alhamdulillah lebih baik kan, 0:07 masyaallah masyaallah alhamdulillah. 0:09 Atas doa dari semua ikhwan dan akhwat, 0:12 alhamdulillah. 0:13 Semoga kesehatan juga dirasakan oleh 0:15 ikhwan akhwat di manapun Anda berada, 0:17 kami doakan 0:18 semoga selalu dalam keadaan sehat 0:20 walafiat seperti Ustaz Ahmad Soleh saat 0:22 ini. Masyaallah, alhamdulillah. Baik, 0:23 ikhwan akhwat semoga kajian ini dapat 0:25 menemani ikhwan akhwat dalam segala 0:27 aktivitas di Jumat sore, tentunya ini 0:31 adalah salah satu waktu mustajab untuk 0:33 berdoa, beribadah 0:35 dan menuntut ilmu. 0:38 Salah satunya kita akan 0:40 mengikuti sunah menuntut ilmu di dalam 0:43 majelis 0:44 tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Soleh. 0:46 Insyaallah pada 0:49 sore kali ini Ustaz Ahmad Soleh akan 0:51 melanjutkan pembahasan dari kitab Syarah 0:55 Riyadhus Shalihin Nah. karya Syekh Abdib 0:57 Al Bugo 0:59 dan kawan-kawan dengan tema haram 1:01 menjadi saksi palsu. Nah. 1:04 Semoga kita 1:06 bisa menjauh dari saksi palsu ini saksi 1:09 palsu ini. Nah. Baik, ikhwan akhwat 1:11 sebelumnya ikhwan akhwat yang ingin 1:13 ingin menyampaikan pertanyaan dapat 1:15 mengirimkan di WhatsApp Rasel 08111 1:20 999720 1:22 dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 1:25 langsung dengan Ustaz dapat menghubungi 1:27 di 0218451512. 1:31 Baik, ikhwan akhwat mari kita dengarkan 1:33 ilmu yang akan disampaikan oleh Ustaz 1:35 Ahmad Soleh tentang haram menjadi saksi 1:38 palsu. 1:39 Tafadhol, Ustaz. 1:40 Alhamdulillah 1:42 hamdan katsiron thayyiban mubarokan fih 1:46 kama yuhibbu rabbuna wa yardha asyhadu 1:50 alla ilaha illallah wahdahu la 1:52 syarikalah wa asyhadu anna Muhammadan 1:55 abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabi 1:59 ba'da. Allahumma sholli wa sallim wa 2:02 barik ala nabiyina Muhammadin wa ala 2:05 alihi wa ashabihi ajma'in amma ba'd. 2:09 Ikhwan dan akhwat pendengar Radio 2:11 Silaturahim serta pemirsa Rasil Virtual 2:14 di manapun berada. Alhamdulillah kita 2:17 bertemu kembali dalam rangka mengkaji 2:21 kitab syarhu riyadhus sholihin. 2:24 Wal hadirin sanataqallam pada kesempatan 2:27 ini kita akan membahas haram menjadi 2:30 saksi palsu. Tayib. Untuk tidak 2:33 memperpanjang percakapan kita langsung 2:35 saja. Allah azza wa jalla menyatakan di 2:37 dalam surat dalam potongan surat Al Hajj 2:41 ayat 30 wajtanibu qaula zur 2:45 yang diterjemahkannya adalah jauhilah 2:48 perkataan dusta. 2:50 Gitu ya. Hmm. 2:52 Kemudian ee banyak lagi ayat yang di 2:55 kutip oleh Syekh ee oleh Imam An Nawawi. 2:58 Namun kemudian kita langsung saja karena 3:00 memang ini cuma kajiannya satu hadis ya. 3:04 Nah, wajtanibu qaula zur. Dan jauhilah 3:08 oleh kamu perkataan dusta. Zur itu bisa 3:12 dimaknai dusta. 3:15 Dimaknai juga ee apa namanya palsu. 3:20 Gitu ya. Bisa palsu, bisa dusta gitu 3:23 loh. Nah, zur. Kemudian jorok juga ya. 3:27 Jorok itu artinya tidak tidak terhormat. 3:30 Bisa dimaknai zur. 3:32 Kan ee apa namanya di dalam kemarin kita 3:35 ngebahas bab puasa 3:38 ee man lam yada' qaula zuri. 3:42 Barang siapa yang tidak bisa 3:44 mengendalikan 3:46 perkataan dusta 3:49 perkataan jorok gitu loh. Pergal 3:52 perkataan tidak layak. Gitu jadi, 3:56 jadi produk dari lisan itu qaula zur. 4:00 Ini produk lisan tuh. Makanya puasa 4:03 adalah pengendaliannya. 4:07 Nah, puasa gitu ya. Nah, sekarang kan 4:09 baru Syawal tuh, di penghujung Syawal. 4:12 Masa puasa 4:14 baru selesai sudah, sudah ini lagi gitu 4:17 loh. Maka oleh sebab di, dirawat tuh. 4:20 Oh, kita enggak boleh berdusta, enggak 4:21 boleh bersaksi palsu, enggak boleh 4:23 ngomong kotor. 4:25 Enggak boleh ngomong jorok, gitu. Jorok 4:28 dalam pengertian kotor, gitu loh ya. 4:30 Nah, gitu ya. 4:32 Eee, jadi eee, wajtanibu dan jauhilah 4:36 oleh kalian qaula zur, perkataan dusta. 4:40 Ini dalam surat Al Hajj ayat 30. Ammal 4:43 hadis, 4:44 adapun hadisnya an Abi Bakrah 4:47 radhiallahu anhu, qaala. 4:50 Qaala Rasulullahi sallallahu alaihi 4:53 wasallam, ala unabbiukum bi akbaril 4:57 kabaair? 4:59 Ala, maukah aku 5:03 eee, kabarkan kepadamu 5:05 unabbiu, nabaa, ya. Surat An Naba itu 5:09 adalah kabar yang besar. 5:11 Ya. 5:13 Maukah aku kabarkan kepada kalian, 5:16 ceritakan kepada kalian bi akbaril 5:20 kabaair, tentang sebesar-besar dosa? 5:26 Qulna, kami menjawab. Bala, ya 5:29 Rasulallah. Of course, ya Rasulallah. 5:33 Jadi, bala itu beda dengan naam. 5:37 Kalau naam, itu ya. Iya. 5:40 Tapi kalau bala, itu tentu, of course. 5:44 Gitu loh ya. Jadi, itu bedanya. 5:47 [menghela napas] 5:47 Jadi, 5:48 "Apakah aku ini Tuhanmu?" Begitu di 5:51 dalam surat Al A'raf 173, kalau tidak 5:55 salah, apa 172. 5:57 [menghela napas] 5:57 Eee, apa namanya? "Bukankah aku ini?" 6:00 Gitu loh. "Tuhanmu?" Gitu ya. Qalu bala 6:05 syahidna. 6:06 Of course, kami menjadi saksi, gitu. 6:09 Tentu. 6:11 Jadi, eee, jadi kalau na'am, maka 6:13 menjadi salah jawabannya, gitu ya. 6:16 Karena pertanyaannya negasi. Kalau 6:18 na'am, berarti jawabannya negasi. 6:22 Gitu loh, makanya jawabnya bukan na'am, 6:24 tapi jawabnya adalah bala, of course, 6:28 gitu ya. He em. Qulna bala ya 6:31 Rasulallah. Qal. 6:33 Nabi kemudian menjawab, "Al isyrak 6:36 billah." 6:38 Pertama, syirik kepada Allah. Wa uququl 6:41 walidain. 6:43 Eee, dan berani kepada kedua orang tua. 6:46 Uquq itu artinya membangkang, gitu ya. 6:50 Membangkang kepada kedua orang tua. 6:53 Wa kana muttaki'an fajalasa. Beliau 6:56 masih bersandar, kemudian duduk. Jadi, 7:00 dari bersandar, asalnya bersandar, 7:03 kemudian setelah menjawab, eee, "Al 7:05 isyrak billah wa uququl walidain." Eee, 7:08 kemudian beliau duduk. 7:10 Faqala, kemudian Nabi melanjutkan, 7:13 "Ala wa qaulu zur wa syah wa syahadatu 7:17 zur." Nah, ini ada qaulu zur, ada 7:20 syahadatu zur. Zur dalam memberi sifat 7:23 kepada qaulu, berarti perkataan bohong, 7:27 gitu loh. Zur di situ 7:29 maksudnya menjadi bohong. Kalau 7:31 syahadah, saksi, maka zur dimaknai 7:34 palsu, gitu loh, ya. Jadi, ngomongnya 7:38 bohong dan saksinya palsu, gitu. 7:41 Saksi-saksi palsu. Famazala yukarri 7:44 ruha. senantiasa beliau 7:46 mengulang-ulangnya. 7:48 Hatta qulna sehingga kami berharap 7:50 sehingga kami berkata 7:53 lai laita sakata, mudah-mudahan beliau 7:57 cepat diam, gitu ya. Muttafaqun alaih. 8:01 Ah, hadisun rawahu Bukhari wa Muslim. 8:06 Nah, di sini hadis ini menjelaskan 8:09 al-isyraku billah. 8:11 Kenapa syirik kepada Allah di nomor 8:13 satukan? 8:15 Karena dia adalah mbahnya kekafiran. 8:18 Nah, master dari berbagai macam 8:21 kekafiran, maka disebut al-isyraku 8:23 billah. 8:24 Dan itu tidak terampuni syirik kepada 8:28 Allah itu. 8:29 Gitu loh, ya. Syirik kepada Allah. Dan 8:32 orang yang syirik kepada Allah inilah 8:34 yang akan memusuhi umat Islam. 8:39 Al-isyrak. Ya, al-isyraku billah. Siapa 8:42 yang syirik, mensyirikkan Allah, dia 8:45 akan memusuhi orang beriman. 8:47 Meskipun dia orang Islam. 8:50 Tapi kalau syirik, mesti dia tidak suka 8:52 sama orang Islam lain. Tuh. Makanya 8:55 kalau dia mentauhidkan Allah, maka dia 8:58 akan mempertahankan wahdatul ummah. 9:03 Ya, kalau dia 9:04 mempertahankan, mendawamkan at-tauhid, 9:09 maka dia akan senantiasa menja menjaga 9:11 wahdatul ummat, kesatuan ummat. 9:15 Kalau syirik, berarti sudah menduakan 9:18 sesembahan. Kalau sudah menyembah 9:21 menduakan sesembahan, maka dia pun tidak 9:24 akan bersatu dengan umat Islam lain. 9:27 Keluar dari persatuan. Keluar dari 9:29 persatuan. Gitu karena karena ruhnya. 9:32 Makanya orang yang tahu ahli tauhid, 9:34 ahli tauhid itu akan menerima perbedaan. 9:39 Tuh, perbedaan pemahaman. 9:41 Ya, tauhidnya kan satu tauhid. Tauhid 9:44 itu adalah upaya mempersatu, maksudnya 9:46 jadi tauhid itu upaya menyatukan. 9:49 Tauhid, ya. Jadi bukan tauhid itu 9:53 artinya apa satu bukan. Tauhid itu 9:57 apa namanya upaya menyatukan. 10:00 Jadi upaya menyatukan Allah, Allah itu 10:04 diberi sifat itu satu, satu-satunya, 10:08 satu dan satu-satunya. At itu tauhid 10:11 namanya, gitu ya. Oke. 10:13 Nah, jadi oleh sebab itu orang yang bisa 10:15 gabung dengan kita 10:18 yang bisa mempertahankan jamaah itu 10:20 orang yang tauhid. 10:22 Tapi kalau dia mengklaim ahli tauhid 10:24 tapi dia memporak-porandakan umat Islam 10:27 dipertanyakan. Tuh, gitu loh. 10:30 Dipertanyakan. 10:32 Loh, kenapa dia tidak mau menerima 10:34 perbedaan? 10:37 Padahal perbedaan itu sunatullah. 10:41 Kalau tidak mau mempertahankan 10:44 apa perbedaan berarti menolak 10:46 sunatullah. 10:49 Kalau menolak sunat apa perbedaan itu 10:52 menolak sunatullah sama dengan menolak 10:55 kemudahan. 10:57 Inginnya kesempitan, tuh. Kesulitan, 11:01 tuh. Ya, kalau kita misalnya mohon maaf 11:03 ya, enggak mazhab cuma satu misalnya. 11:07 Tidak empat ya. Yang kita kenalkan empat 11:09 sebenarnya banyak tuh mazhab. 11:11 Katakanlah satu, enggak ada pilihan lain 11:13 harus itu sama gitu. Tapi Rasulullah 11:16 sallallahu alaihi wasallam memberikan 11:17 keleluasaan. Kenapa? Karena umatnya 11:20 bukan orang Mekah saja. 11:23 Tuh. 11:25 Bisa jadi nanti umat Nabi Muhammad itu 11:29 tersebar di Indonesia. 11:35 Tersebar di Eropa. 11:38 Yang notabene struktur alamnya berbeda 11:41 dengan Mekah. 11:42 [menghela napas] 11:43 Kalau satu-satunya pemahaman, jadi sulit 11:46 itu yang iklimnya, keadaannya tidak 11:49 seperti Mekah. 11:51 Maka diperlukanlah kelenturan 11:54 syariat. Tuh, gitu loh. Jadi hikmahnya 11:57 di situ. Jadi kenapa kita tidak tidak 12:00 satu aja? Enggak. 12:03 Ya mohon misalnya eh misalnya mohon maaf 12:06 ya, pakaian yang dibenarkan misalnya 12:08 pakaian yang dibenarkan itu cuma gamis. 12:12 Jadi nanti umat Islam itu semua pakai 12:14 gamis, pakai ini. 12:16 Yang mau di padang pasir, mau di Bogor 12:19 pakai gamis. 12:21 Jadi pakai celana haram, pakai celana 12:23 pakai celana panjang maksud saya haram. 12:26 Gitu. Nah, tapi kemudian Allah 12:29 mengakomodir itu semua. Yang penting 12:32 nutup aurat itu judulnya. 12:35 Kalau yang penting nutup aurat, yang 12:37 penting tidak ketat, yang terpenting 12:39 tidak transparan bagi muslimat gitu ya. 12:42 Maka kemudahan menjadi bawa, kemudahan. 12:46 Misalnya mohon maaf kita harus seperti 12:48 orang Arab. 12:50 Satu warna, warna hitam semua. 12:54 Jadi batik tidak tidak tidak laku itu 12:56 tidak rame. 12:58 Tidak ada batik. Iya, tapi mohon maaf 13:00 itu saya hargai itu. Ya, saya juga 13:02 setuju dengan kebiasaan orang Arab 13:06 dengan pakaian satu warna, tidak banyak 13:08 motif. 13:09 Itu hikmahnya banyak gitu loh. 13:12 Putih-putih, 13:13 hitam-hitam gitu. Enggak ada mau 13:16 maksudnya supaya tidak mengganggu dalam 13:18 salat. 13:21 Kalau kemudian pakai batik dan tidak 13:22 mengganggu dalam salat berarti boleh. 13:26 Gitu ya. Nabi kan pernah dikasih pakaian 13:29 bermotif oleh sahabat. Paling tidak, ya, 13:32 ber- bermotiflah saya sebut bermotif. 13:35 Tapi salat kemudian Nabi buka tuh baju. 13:38 Kembalikan lagi nih pakaian karena dia 13:40 telah melalaikanku salat. 13:43 Nah, jadi 13:45 misalnya, mohon maaf, ya, 13:47 kalau kita salatnya pakai batik, 13:50 apalagi 13:52 sekali lagi, apalagi pakai gambar 13:54 genderuwo atau pocong, 13:56 gitu, [tertawa] ya. 13:57 Atau misalnya ada tulisannya, "Anda 13:59 layak jadi bintang." 14:02 Mengganggu orang salat, maka itu 14:04 sebaiknya ganti bajunya. 14:08 Iya. Gitu loh, ya. Jadi, bukan haram, 14:11 gitu loh. Nah, tentu para ulama 14:14 berselisihlah. Kalau gambar genderuwo 14:16 mah meskipun 14:18 meskipun sebagian enggak boleh menolak 14:20 tuh gambar genderuwo. Padahal juga 14:21 enggak ada masalah. Oh, hukumnya tidak 14:23 haram. Iya, kan begini. Jadi, makanya 14:26 disuruh maju kan ada maksiat-maksiatnya, 14:29 gitu. 14:29 [tertawa][terkesiap] 14:30 Jadi, kalau ada gambar, "Wah, ini." 14:31 Kalau misalnya, tapi kalau kemudian dia 14:34 pakai itu karena dia tidak punya lagi 14:36 baju. Hmm. 14:38 Iya. 14:39 Padahal dia apa namanya 14:41 pertama kali dia tobat masuk di saf 14:44 pertama, 14:46 [tertawa] 14:47 "Allahu Akbar." kata yang di 14:49 belakangnya, gitu. Di- dipandang gambar, 14:52 "Uh, dia mau merekam." gitu. 14:54 [tertawa] 14:55 Atau Anda enggak layak dapat anu, gitu 14:58 misalnya. Membaca apa? Heeh, nah. 15:00 Lagi-lagi, kalau itu mengganggu dalam 15:02 salat. 15:03 Makanya disunahkan. 15:06 Pertama, pakaiannya yang tidak 15:08 mengandung perhatian. 15:11 Kedua, yang bersih. 15:14 Tidak beraroma busuk, gitu loh. Makanya 15:18 kan disunahkan pakai far- parfum. 15:21 Gitu loh, ya. 15:22 Disunahkan pakai par pakai parfum. Tapi 15:25 kalau parfumnya juga aromanya berbeda 15:28 dengan kebanyakan, 15:30 sebagian jangan pakai parfum itu. Mmm, 15:33 menyengat gitu. 15:34 Iya, menyengat. Kalau sekedar menyengat 15:36 enggak apa-apa. Kan ada parfum yang 15:38 orang lain tidak suka. 15:41 Gitu loh, ya. Orang lain tidak suka. 15:43 Kalau Anda pakai parfum dengan aromanya 15:46 yang tidak disukai banyak orang, itu 15:49 sama dengan Anda makan jengkol. Nah, 15:52 gitu. Kan jengkol juga aroma, bawang 15:55 putih juga aroma, bawang merah juga 15:57 aroma. Hanya aromanya tidak disukai 16:00 banyak orang. 16:02 Tuh, maka kemudian dimakruhkan oleh para 16:06 ulama. 16:07 Bagi halnya habis makan jengkol, 16:10 kemudian buru-buru mau salat magrib, 16:12 sebaiknya juga kumur-kumur juga bagi 16:15 pakai alat kumur, pakai cairan kumur. 16:18 Merek A atau merek B. Gitu, ya. Nah, 16:21 gitu loh. Jadi intinya, oh syariat itu. 16:24 Jadi bukan mestinya, oh pokoknya pakai 16:26 parfum. 16:27 Ya, kalau Anda suka misalnya parfum yang 16:30 bau kemenyan, banyak disukai, enggak 16:32 apa-apa. 16:33 Tapi kalau bau kemenyan itu tidak 16:35 disukai banyak orang, bahkan mengganggu, 16:38 kan misalnya 16:39 tetangga nya, kita pakai parfumnya 16:41 parfum tadi, bau kemenyan. 16:44 Allahu Akbar. 16:46 Tetangga kita, Allahu Akbar. 16:49 [berdehem] 16:51 Terganggu dia. 16:53 Tuh, maka setiap yang mengganggu 16:55 hendaknya dihindari, supaya salatnya 16:58 fokus. 17:01 Anak nakal kalau tidak mengganggu enggak 17:03 ada masalah. 17:05 Makanya Sayyiduna Hasan dan Husein kan 17:07 tidak masalah, dibiarkan saja. Naik ke 17:10 punggung Nabi, 17:11 karena tidak mengganggu. 17:14 Tapi kalau kemudian mereka lari, 17:16 lari-lari, teriak-teriak, gitu. 17:19 Nah, itu harus diamankan. 17:21 Atau ah, saya mah enggak terganggu, kata 17:24 jemaah. Meskipun anak-anak lari-lari 17:27 teriak, enggak ada masalah. 17:29 Biarkan mereka me, apa, menyukai, apa? 17:32 Masjid. Masjid, gitu. Nah, jadi kalau 17:34 kemudian ada pendapat-pendapat, oh, 17:36 enggak boleh ke masjid anak-anak mah. 17:39 Dengan maksud tadi, khawatir mengganggu, 17:41 apa, orang yang salat, saya setuju. 17:45 Tapi kemudian anak-anak enggak boleh 17:47 ini, karena masih ada najis, belum 17:48 dikhitan. 17:50 Kenapa, Pak, kalau belum dikhitan? Iya, 17:53 kan ada najis di kulupnya. 17:56 Kalau ada najis di kulupnya itu 17:57 mengakibatkan anak itu tidak boleh ke 17:59 masjid, maka kita pun enggak boleh ke 18:01 masjid, karena di perut kita ada najis. 18:05 Betul, enggak? Betul. Iya, [berteriak] 18:07 kan itu di dalam kulup. Kan di dalam 18:10 kulup, di luarnya kan bersih. Di 18:12 persoalkan. 18:14 Kalau begitu, berarti kita juga enggak 18:16 boleh ke masjid, karena di dalam perut 18:18 kita ada na, ada najis. Nah, jadi memang 18:21 menarik itu, syariat itu di, di, harus 18:24 diteliti, didalami, gitu loh. Jadi, 18:26 tidak mengundang berkonflik-konfliklah, 18:28 tidak mengundang konflik-konflik, gitu 18:30 ya. Nah, maka oleh sebab itu, Ikhwan, 18:32 sekali lagi ya. 18:34 Jadi, al-isyraku billah, orang yang 18:36 mensyirikkan Allah, di dalam Quran jelas 18:38 itu. Yang paling 18:40 kasar, yang paling syadid permusuhannya 18:43 kepada orang beriman adalah Yahudi dan 18:46 orang yang mensyirikkan Allah. 18:49 Yang mensyirikkan Allah itu jelas yang 18:52 dimaksudkan adalah adalah musyrikin 18:55 Quraisy. 18:56 Tapi kalau kemudian menggunakannya 18:58 keumuman lafaz, 19:01 orang Islam yang melakukan syirik juga 19:04 sama, begitu. 19:07 Bukanlah ahli syirik. Melakukan syirik. 19:11 Masih ada keyakinan-keyakinan, yang akan 19:13 begitu. Dia tidak akan welcome kepada 19:16 orang-orang yang 19:18 bersih. 19:19 Kepada orang-orang taat. 19:21 Kalau kita sebut kepada tidak welcome 19:23 kepada Ahlus Sunnah. 19:26 Pengamalan Sunnah maksudnya Ahlus Sunnah 19:27 itu, ya. Oke. 19:29 Nah, kemudian wa uququl walidain dan 19:33 orang yang kasar, apa namanya berani 19:36 menentang kepada kedua walidain itu kan 19:40 artinya dua bapak. 19:43 Nah, dan orang yang berani kepada dua 19:46 bapaknya. Yang dimaksud walidain itu ibu 19:49 bapak. 19:51 Dalam bahasa Arab ketika ada pasangan 19:54 itu cukup disebut mufrad dikali dua, 19:56 jadi tasniyah. 19:58 Asalnya kan walidun bapak itu. Nah, 20:00 kalau dua walidan. Kalau dibacanya 20:04 berarti di sini baca nasab. Walidain, 20:07 gitu loh. 20:09 Artinya walidain itu dua bapak, tapi 20:12 maksudnya dari ibu bapak. 20:15 Misalnya apa namanya, kan ada hadis yang 20:17 menjelaskan 20:19 fa abawahu yuhawwidahu, fa abawahu, 20:23 maka kedua bapaknya, kalau ini walidan. 20:26 Walidain dua bapak. Dua bisa dimaknai di 20:30 bisa ini dua bapak kandung, kalau abawa 20:33 itu bisa dimaknai dua bapak angkat. 20:37 Bisa begitu, bisa juga dua bapak 20:39 kandung. Jadi memang antara walidun 20:43 dengan abun itu ada sebagian ulama yang 20:46 membedakan pengertiannya. Tetapi juga 20:49 dalam penggunaannya kadang sama. 20:52 Ya, kadang sama dua-duanya dipakai, gitu 20:55 abun. 20:56 Ya, kalau misalnya, tapi yang jelas 21:00 kalau misalnya apa namanya bapak, eh 21:03 bapak tinggal di mana, gitu. Itu 21:06 misalnya eh kita boleh memanggil orang 21:10 lain 21:11 Abuya. 21:13 Misalnya kepada guru kita Abuya. 21:18 Tapi jarang kita menggunakan kata 21:20 walidi. 21:22 Walidi itu hanya untuk bapak kandung. 21:25 Mmm, tapi kalau Abuya 21:27 nah, itu boleh meskipun bukan bapak 21:29 kandungnya boleh manggil Abuya. 21:31 Gitu lah, oke wallahualam ya. Ini kan 21:33 namanya pendapatan pendapat para ulama 21:36 itu menarik gitu ya. Oke, baik. Wa 21:38 uququl walidain wa kana mutafajir faqala 21:42 ala wa qauluz zur dan perkataan 21:45 apa namanya perkataan bohong, dusta. 21:49 Nah, ini semua sesungguhnya 21:52 apa namanya dididik di bulan Ramadan 21:55 dengan puasa. 21:57 Loh, puasa itu bukan meninggalkan makan, 21:58 minum dan hubungan suami istri? Enggak. 22:02 Bukan hanya itu. 22:04 Gitu puasa itu tapi juga menghindari 22:07 perkataan dusta. 22:09 Kan tadi 22:10 hadisnya dikemukakan ya. 22:12 Man lam yada qaula zuri wal amal labih 22:16 falaisa 22:17 falaisa lillahi hajatun fi ayyadaa 22:19 toamahu wa syarabahu. 22:22 Jadi, siapa yang tidak bisa 22:23 mengendalikan perkataan zur, perkataan 22:27 kotor, perkataan jorok, perkataan dusta. 22:29 Jadi, pengertiannya begitu. Perkataan 22:32 yang tidak layak ini artinya sekali 22:35 ditambah lagi wa syahadatuz zur 22:38 sama-sama zur gitu ya memberi sifat 22:40 kepada qaul dan memberi sifat kepada 22:43 syahadah. Kalau syahadah itu saksi maka 22:45 dimaknai zur adalah palsu. 22:48 Saksi palsu. Lalu qaula zur perkataan 22:52 yang tidak baik, tidak layak lawan dari 22:55 kalimat qaulu tayyibah, qaulu tayyib 22:58 gitu ya. Nah, 23:00 Nabi ngulang-ngulang terus itu al Isyraq 23:03 billahi wa uququl walidain, ala wa qulu 23:06 zur wa syahadatu zur. Sehingga kata 23:08 sahabat laitahu sakata. Hmm, saya kira 23:12 apa namanya 23:13 saya berharap mudah-mudahan Nabi hendak 23:16 apa namanya eh cepat diam, gitu loh. 23:19 Nah, nah ini saya kira para Ikhwan 23:21 sekalian tentang haram menjadi saksi 23:24 palsu, ya. Kalau memang bab ini hanya 23:26 satu hadis, jadi itulah yang dapat 23:29 dikemukakan. 23:30 Wa sallallahu ala nabiyyina Muhammadin 23:33 wallahu a'lam bish shawab. 23:38 Allahumma sholli ala Muhammad, 23:39 alhamdulillah rabbil alamin. 23:40 Jazakumullah khairan katsiran, Ustaz. Wa 23:41 iyyakum, amin. Baik, Ikhwan dan Akhwat, 23:43 demikian satu hadis yang sudah 23:45 disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh 23:47 tentang haram menjadi saksi palsu, 23:49 semoga dapat kita amalkan. Demikian, 23:52 kami akan segera kembali tetap di Radio 23:54 Silaturahim. Terima kasih. 23:59 [musik] 24:09 Alhamdulillah rabbil alamin, terima 24:10 kasih Ikhwan dan Akhwat, masih bersama 24:12 Radio Silaturahim. Baik, saat ini Anda 24:15 sedang menyaksikan siaran live 24:17 tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Saleh 24:19 dengan tema haram menjadi saksi palsu. 24:23 Sekarang kita akan tanya jawab diskusi 24:25 bersama Ikhwan dan Akhwat. Sebelumnya 24:27 kita bacakan atensi 24:29 yang pertama dari Ibu Ani Hani Hufaedah. 24:32 Bismillahirrahmanirrahim, 24:34 assalamualaikum warahmatullahi 24:36 wabarakatuh. 24:37 Waalaikumsalam warahmatullahi 24:39 wabarakatuh. Insya Allah Ustaz Ahmad 24:42 Saleh dan pejuang Rasil sehat wal afiat. 24:45 Amin, Allahumma amin. 24:48 Alhamdulillah hadir Ikhwan [berdehem] 24:49 dan Akhwat tausiah sore via radio, 24:51 Ustaz. Amin, amin. Kemudian Pak Arwin, 24:54 assalamualaikum warahmatullahi 24:56 wabarakatuh. 24:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 24:59 wabarakatuh. Terima kasih Ustaz atas 25:01 tausiah, nasehat dan pencerahannya. 25:03 Semoga Ustaz dan pejuang dakwah Rasio 25:05 serta pendengar Rasio 25:08 sehat walafiat dan dalam lindungan Allah 25:10 subhanahu wa taala. Barakallahu fikum, 25:13 amin Allahuma amin. 25:15 [batuk] 25:15 [berdehem] 25:15 Kemudian 25:17 eee 25:18 Ibu Lisye 25:20 Assalamualaikum warahmatullahi 25:21 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 25:23 warahmatullahi wabarakatuh. 25:25 Alhamdulillah Ustaz menyimak tausiah 25:27 sore 25:28 Ustaz Syukron Ustaz Ahmad Shaleh. 25:29 Alhamdulillah barakallahu fikum. Ibu 25:32 Retno juga alhamdulillah hadir menyimak 25:35 tausiah sore Ustaz Ahmad Shaleh. Semoga 25:38 Ustaz dan kru Rasio sehat-sehat selalu. 25:40 Amin Allahuma amin, barakallahu fikum. 25:43 Kemudian Bapak Setiawan di Cileungsi 25:45 juga alhamdulillah menyimak dan hadir. 25:48 Kemudian kita akan baca pertanyaan. 25:51 Ada dua pertanyaan Ustaz dari Ibu 25:53 Karisa, Ustaz. Eee anaam. 25:55 Yang pertama Ustaz, Assalamualaikum 25:57 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 25:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 26:01 wabarakatuh. 26:02 Izin bertanya Ustaz, yang pertama 26:04 bagaimana menjadikan tauhid sebagai 26:07 benteng fitnah akhir zaman, Ustaz? 26:10 Yang kedua 26:13 afwan Ustaz di luar tema, bagaimana agar 26:15 apa yang kita lakukan mendapat 26:18 keberkahan waktu dan menjadi 26:20 menjadi mendapatkan keberkahan umur 26:23 mendapatkan multiple efek hingga hari 26:26 kiamat, Ustaz. Masha Allah, masha Allah. 26:29 Barakallahu fikum, baik. Naam, bagaimana 26:32 menjadikan tauhid itu sebagai benteng 26:35 segala sesuatunya. Naam, jadi memang 26:38 kajian-kajian tauhid, ya, kajian-kajian 26:42 keimanan itu menjadi basic 26:45 menjadi mabda gitu lah, ya, jadi asas 26:49 segala amal gitu lah, maka oleh sebab 26:52 itu niat, keikhlasan itu harus jadi 26:55 dasar. Jadi oleh sebab itu tauhid alias 27:00 ibadah segala sesuatu ibadah karena 27:02 Allah saja. 27:03 Ya, karena lillah saja. Yang pertama 27:05 harus lillah. Segala amal ibadahnya 27:08 harus lillah. Kedua adalah masyru'un 27:12 yang sesuai dengan syariat. Ya, kalau 27:14 asalnya masyru'un itu disyariatkan. Nah, 27:17 sekarang berarti yang sejalan dengan 27:19 syariat. Jadi segala jadi pemahaman kita 27:22 dalam kehidupan itu harus menghadirkan 27:25 oh berarti segala amal kita, amal 27:27 kebaikan apapun baik yang sudah ada di 27:30 zaman nabi maupun yang belum di zaman 27:32 nabi tetapi pekerjaan itu dianggap baik 27:35 harus lillahi ta'ala. 27:38 Satu. Yang kedua harus eh apa namanya 27:42 menyesuaikan segala amalannya itu yang 27:44 masyru'un. 27:46 Ya, yang tadinya asalnya yang 27:48 disyariatkan tapi sekarang yang sejalan 27:52 dengan syariat. Gitu loh, jadi itu eh 27:55 maka kemudian tadi eh ikhlas itu, tauhid 27:59 itu, keimanan itu itu kuncinya. 28:03 Gitu loh, jadi kemudian misalnya sebagai 28:05 pendorong dalam amalan misalnya kita mau 28:07 beramal sesuatu ditanyakan nih, ini 28:10 baiknya sih amalan itu 28:13 masyru'un apa tidak? 28:15 Kalau masyru'un atau tidak itu masih 28:17 bisa ditolerir. Tapi kalau masyru'un apa 28:21 bertentangan? 28:23 Nah, oh ini sejalan dengan syariat 28:25 berarti kerja kerjakan tuh. Hadirkan, 28:28 buktikan. Tapi oh ini pekerjaannya 28:30 bertentangan dengan syariat. Berarti 28:33 jangan, hindari. Nah, jangan hindari 28:36 dengan dengan kerjakan itu adalah 28:39 intisari yang diserap dari tauhid. 28:42 Gitu loh, ya. Jadi oleh sebab itu maka 28:45 kegiatan apapun parameternya 28:49 eh wazan timbangannya itu adalah harus 28:53 akidah. 28:54 Ya, atau harus keimanan gitu loh ya. 28:58 Iman kepada kan misalnya asasul iman kan 29:00 ada enam. Nah, maka kemudian itu yang 29:02 harus mendorong jadi parameter gitu loh. 29:05 Kalau ada yang di apa namanya dinodai 29:09 dari asasul iman itu, 29:11 hati-hati dulu, direm dulu. Aduh. 29:14 Kok saya mendustakan 29:17 iman kepada Allah, mendustakan iman 29:20 kepada Rasulullah atau para Rasul. Nah, 29:23 maka kemudian apa namanya 29:26 berhenti dulu, renungkan dulu gitu loh. 29:29 Nah, jadi sekali lagi bahwa itu harus 29:31 menghadirkan bahkan harus memproduksi 29:35 ya, keimanan itu, tauhid itu, keikhlasan 29:39 itu harus memproduksi 29:41 amalan-amalan 29:43 yang saya maksud amalan itu berarti 29:45 amalan lisan, amalan fisik gitu loh, 29:48 amalan hati itu harus sesuai dengan 29:51 syariat Islam gitu loh. Nah, tentu ini 29:54 tidak bisa apa namanya dipahami kalau 29:57 kita tidak mengerti syariat Islam. Maka 30:00 oleh sebab itu kaji kajian-kajian 30:03 tentang keislaman menjadi penting. 30:06 Urgen gitu loh ya. Maka oleh sebab itu 30:09 misalnya mendengarkan Radio Sila 30:11 Silaturahmi itu hukumnya menjadi 30:14 wajibun. 30:17 Karena apa? Karena kita tidak akan 30:19 sempurna beragama kecuali dengan ilmu. 30:23 Ilmu itu di antaranya adalah 30:26 lewat kajian di Radio Silatu. Nah, 30:30 begitu loh ya. Oh, kan bisa aja Ustaz 30:32 kuliah. Iya, itu juga yang lain-lain 30:34 lagi kuliah, kajian juga. Iya, kajian 30:36 juga. Tapi hukumnya menjadi wajib. Kalau 30:39 Anda tidak mau menambah pengetahuan, 30:43 kemudian Anda hanya bisa mendapatkan 30:45 saluran satu, yaitu Radio Silaturahim, 30:48 maka mendengarkan, mengikuti kajian di 30:52 Radio Silaturahim, fa hukmuhu wajibun. 30:56 Gitu loh, ya. Oke, baik. Jadi, saya kira 30:58 itu, apa namanya, tentang bagaimana 31:02 menjadikan tauhid ya, menjadikan 31:04 keimanan sebagai muharrik, sebagai 31:07 penggerak amal, gitu ya. Itu yang 31:09 pertama. 31:10 Terus yang kedua apa tadi pertanyaannya? 31:13 Ustaz, 31:14 bagaimana agar apa yang kita lakukan 31:17 mendapat keberkahan 31:19 Iya. 31:20 Jadi, sesungguhnya keberkahan waktu, 31:22 keberkahan 31:23 usia. Jadi, begini. 31:26 Usia sama-sama 31:28 apa misalnya, Abu Bakar. Abu Bakar itu 31:30 usianya berapa tahun? Terus kita berapa 31:32 tahun? 31:33 Dibandingkan usia kita yang 31:35 55 tahun, Abu Bakar kan tidak sampai 55, 31:39 kalau tidak salah. 31:41 Ya. 63. Ah, berapa? 63. Oh, 63 sama 31:44 dengan Nabi ya. Oke, katakanlah sama 31:46 dengan Nabi 63. Nah, kita 63, Abu Bakar 31:50 63. Abu Bakar 63 menghasilkan apa tuh 31:53 dalam peradaban? Terus kita 63, apa apa 31:57 saja yang dihasilkan? Nah, itu. Nah, 32:00 supaya berkah, Abu Bakar juga sama, 32:02 punya waktu 1 * 24 jam satu hari 32:06 semalam. Kita juga sama. 32:08 Tetapi kemudian dalam mengisi waktu 1 * 32:11 24 jam itu diisi apa saja? 32:15 Nah, maka oleh sebab itu harus selalu 32:16 menghadirkan, harus selalu salat kita 32:19 ini. 32:20 Tuh, kan salat cuma lima waktu, Ustaz. 32:22 Naam, jadi salat taswiriyahnya 32:26 salat taswiriyah itu simboliknya lima 32:28 kali itu, lima waktu. 32:30 Tapi hakikatnya kita senantiasa salat. 32:35 Kan ada hadis yang pertama kali dihisab 32:37 oleh seorang hamba itu salatnya. Apabila 32:40 salatnya benar, seluruh amalnya benar. 32:42 Memahaminya gimana itu? 32:44 Kalau salatnya benar, tuh seluruh 32:46 amalnya benar. Berarti seluruh amal itu 32:49 adalah salat. Seluruh amal itu salat. 32:51 Seluruh amal itu salat, gitu loh. Saya 32:54 sekarang sedang mengkaji kitab Bidayatul 32:56 Suluk, saya sedang salat. Kenapa? Inna 32:59 salata tanhani fahsya wal munkar. 33:02 Nah, saya mencegah perbuatan keji dan 33:04 kemungkaran dengan menjelaskan ini, 33:06 berarti saya salat. 33:08 Tuh, gitu loh. Jadi, kalau kemudahan 33:11 kita diam saja, main HP, enggak 33:14 berarti tidak salat kita. 33:16 Tuh, kalau salat itu senantiasa setiap 33:19 waktunya bermanfaat. 33:22 Maka, niatkan paling tidak kalau tidak 33:24 punya pekerjaan yang dijagokan, niatkan 33:26 ya Allah saya niat menghindari maksiat. 33:30 Jadi, meskipun dia tidur, salat. Salat. 33:34 Kenapa? Menghindari maksiat. Tuh, 33:38 begitu. Kan segala sesuatu tergantung 33:40 niatnya. Innamal a'malu bil bil niyah, 33:44 gitu loh. Nah, maka oleh sebab itu kan 33:47 nanti ada balasan, ada batasan yang 33:49 penting boleh. 33:51 Nah, kalau sudah kemudian sudah ee 33:54 haram, makruh, nah itu sudah boleh 33:56 ditinggalkan tuh. Makruh itu sudah lampu 33:58 kuning. 34:00 Gitu loh, kalau haram lampu merah. 34:03 Tuh, gitu loh ya. Jadi, bisa memahami, 34:06 aloh gimana kalau salatnya benar, maka 34:08 seluruh amalnya benar. Oh. Oh, ternyata 34:11 iya salat itu 34:14 adalah mencegah perbuatan keji dan 34:16 mungkar, bukan hanya gerakan ruku dan 34:18 sujud saja. 34:20 Mencegah perbuatan keji dan mungkar itu 34:22 salat. 34:24 Tuh, gitu loh. Jadi, berarti kita harus 34:27 memberi nasihat. 34:30 Addinu an nasihah. 34:33 Tuh, ya. 34:35 Agama itu adalah menutup celah. 34:39 Kok annasihah menutup celah sih 34:40 maksudnya gimana? Naam. Jadi eee apa 34:44 namanya eee 34:46 eee na eee 34:48 nasohar rojulu saubahu 34:51 nasohar rojulu, seseorang sedang 34:54 menasehati 34:55 saubahu, bajunya. 34:58 Menasehati di situ maksudnya 35:00 kho a a a a a a a ya to kho a ya ma 35:03 menjahit. Mau menjahit? Nah, jadi 35:06 seseorang sedang menjahit bajunya. Jadi 35:09 menjahit itu nasehat. 35:12 Nah, menjahit itu apa? Menutup yang 35:14 lubang, menyambung yang sobek. 35:17 Kalau kita 35:19 masih ada lubang 35:21 karena ada kemaksiatan-kemaksiatan, 35:24 nah dinasehati itu. 35:26 Dijahit. 35:28 Kan pertanyaannya hadis itu, liman ya 35:31 Rasulullah? Untuk siapa nasehat itu? 35:33 Lillahi untuk Allah. Masa Allah harus 35:36 dinasehati? Nah, jadi kalau pengertian 35:38 nasehat itu adalah memberikan apa 35:40 namanya mengingatkan itu ya. Terus 35:42 bagaimana dengan yang dimaksud nasehat 35:44 bagi Allah? 35:48 Jadi menjahit atau nasohtul asalah 35:53 saya membersihkan 35:55 madu dari apa namanya eee 35:58 gitu. Jadi membersihkan. 36:01 Eee apa namanya mengikhlaskan. 36:05 Nah, jadi nasehat itu adalah 36:07 membersihkan. Nah, jadi 36:09 eee liman ya Rasulullah? Lillahi bagi 36:11 Allah. Jadi agama itu nasehat untuk 36:14 Allah. Maksudnya apa? Agama itu adalah 36:17 membersihkan 36:18 Allah. 36:20 Allah dikotori orang-orang musyrik 36:22 dengan diberi sifat yang tidak pantas. 36:24 Dibersihkan oleh agama. 36:26 Enggak begitu. Allahu samawat apa 36:30 Allahu la ilaha illahu 36:32 hayyul qayyum la tak 36:35 sinatun wala naum. 36:37 Jadi Allah itu enggak punya waktu 36:39 istirahat. 36:40 Selalu sibuk. Tuh itu berdasarkan ayat 36:43 kursi itu. 36:44 Gitu loh ya. Maka oleh sebab itu kalau 36:47 mau meniru Allah jangan bisa istirahat. 36:51 Kan kalau di agama tetangga kan 36:53 Allah itu istirahat hari ketujuh. 36:56 Di agama kita mah enggak ada loh 36:58 istirahat gitu. Ngantuk aja enggak, 37:00 jangankan tidur ngantuk juga enggak. Tuh 37:03 itu. Nah maka kemudian kalau kita mau 37:06 mengikuti kebaikan karena kebaikan itu 37:10 adalah Allah. 37:13 Segala kebaikan itu dari Allah. 37:17 Biyadihil khair begitu di dalam surat 37:20 Ali Imran. 37:21 Maka maknanya biyadihil khair segala 37:24 kebaikan berada pada tangan Allah. 37:26 Berarti apa yang Allah lakukan, apa yang 37:29 Allah kerjakan itulah kebaikan. 37:32 Tapi kan Allah punya sifat sombong. 37:35 Kita kan dilarang sombong. Dilarang 37:37 sombong itu ngada-ngada maksud. 37:40 Kalau ada maksudnya boleh kita sombong. 37:43 Tuh gitu loh. Nah maksudnya gimana? 37:46 Sombong di hadapan orang sombong itu 37:49 sedekah. Nah jadi boleh tuh di situ. 37:51 Jadi kalau kita sombong dalam peperangan 37:54 dibolehkan. 37:55 Petantang petenteng gitu loh. Sah 37:58 dibolehkan. 38:00 Karena untuk apa attack untuk menekan 38:03 psikologi musuh. 38:05 Tuh disiasat betul. 38:09 Nah kalau untuk merendahkan musuh jadi 38:11 boleh. 38:13 Yang tidak boleh itu sombong kepada 38:15 orang baik. Tuh gitu ya. Jadi kemudian 38:18 ada orang kafir. Oh orang kafir mah 38:20 kekayaannya banyak. Nah kita boleh 38:23 ngomong apalagi umat Islam banyak 38:25 kekayaannya, itu pun juga dimakan sama 38:27 orang-orang kafir, kan gitu. 38:30 Tuh, gitu loh. Ya, oke jadi 38:33 eh sekali lagi, jadi eh baik keberkahan 38:37 umur, keberkahan usia sama itu. Keberka 38:40 keberkahan umur, keberkahan usia itu 38:42 maksudnya waktu yang kita tempuh X 38:46 X tahun atau X bulan atau X minggu, tapi 38:49 hasilnya lebih banyak itu yang berkah. 38:52 Jadi, ziyadatul khair nambahnya kebaikan 38:55 dan ziyadatul manfaah. 38:57 Dan nambahnya manfaat. Nah, tadi 39:01 perkembangannya Abu Bakar usianya 39:03 sekian. 39:04 Atau Ali bin Abi Thalib usianya berapa 39:06 tahun? Umar bin Khattab berapa usianya? 39:09 Kemudian apa yang dia sumbangkan untuk 39:11 peradaban? Lalu kita 39:15 apa? 39:16 Tuh, maka kemudian ada seorang hamba 39:20 Allah, saya sebut 39:21 tidak tidak kedudukannya tidak saya 39:23 sebut. Apakah dia kedudukannya kiai 39:26 Gus atau misalnya 39:30 akademisi atau enggak enggak saya sebut 39:31 itu. 39:33 Tapi dia kemudian 39:35 sudah pensiun masih tetap ber bekerja, 39:37 berusaha. 39:39 Masya Allah. Masih berusaha. 39:42 Kenapa? Karena 39:44 ketika dia masih punya anak yang harus 39:46 disekolahkan, dia berusaha untuk 39:48 membiayai anak-anak dia. 39:52 Tapi kenapa dia setelah anak-anaknya 39:54 sudah jadi orang, dia sudah pensiun 39:56 masih tetap bekerja? Karena dia juga 39:59 masih memperhatikan anak-anak orang 40:02 lain. 40:04 Anak yatim yang harus dia perhatikan. 40:06 Jadi, sekarang kalau dulu dia bekerjanya 40:08 untuk membiayai anak-anaknya, nah 40:11 sekarang anak-anaknya sudah jeneng semua 40:14 sudah jadi pejabat, maka dia tetap 40:17 melakukan kebaikan untuk menjawab 40:20 persoalan umat. 40:22 Banyak para janda yang perlu 40:23 perlindungan, paling tidak 40:25 perlindungannya untuk memikirkan makan 40:27 saja susah, dia mikirkan tuh. Eh, ya 40:30 Allah. Istri saya mah alhamdulillah di 40:33 enggak-enggak juga sering saya kasih 40:34 uang dapur. Eh, adapun mereka jangankan 40:38 untuk makan, masya Allah tuh. 40:40 Makan jangankan untuk makan sehari tiga 40:42 kali, makan sehari sekali saja untung. 40:45 Ya Allah beri saya kekuatan. 40:48 [mendengus] 40:48 Agar saya bisa berusaha untuk 40:50 menghasilkan sesuatu yang bermanfaat 40:52 buat umat Nabi Muhammad, tuh gitu loh. 40:55 Jadi ada orang-orang yang sudah mestinya 40:57 pensiun, masih tetap bekerja. 41:00 Tuh, atau masih ada orang-orang yang 41:03 kadang usianya usia pensiun masih 41:05 kuliah. 41:07 Kalau itu mah banyak tuh yang masih 41:08 kuliah masih, alasannya apa? Karena 41:11 kalau tidak dipakai kuliah, otak saya 41:14 bisa tumpul. 41:16 Cuma suka akal. 41:17 Makanya saya kuliah. Oh, berarti Bapak 41:19 supaya ngasah. Iya, ya enggak apa-apa 41:21 bagus itu juga. 41:24 Tapi tadi itu, usia pensiun, padahal 41:27 juga tidak seberapa penghasilannya, tapi 41:29 paling tidak tadi. Ya, istimrariyah. 41:33 Kontinuitas 41:35 dari amal itu yang kemudian tadi berkah 41:38 usia dan berkah waktu gitu loh, ya. 41:42 Masya Allah nah gitu. Atuh duh saya 41:44 masya Allah belum bisa seperti itu gitu 41:47 ya, tapi paling tidak kita niatkan. 41:50 Ya, kita niatkan sekarang untuk ngasih 41:52 apa biaya istri dan anak-anak, nanti 41:54 kalau sudah pensiun. 41:56 Apa anak-anak kita sudah jadi sarjana 41:59 semua, sudah jadi pengusaha yang sukses, 42:02 penghasilan yang banyak nih. Mereka 42:04 dorong juga untuk bisa berbuat lebih 42:06 baik gitu loh. Kita juga. 42:10 Ah, saya mah Ustaz kan 42:12 ngasuh anak saja. 42:14 Ngasuh cucu, maksudnya. 42:17 Karena anak-anak saya sudah pada ngasuh 42:20 jika itu berdampak jadi meringankan 42:23 beban anak-anak kita yang berjuang 42:25 mencari nafkah untuk istri dan anaknya 42:28 serta orang lain, maka kita pun juga 42:30 terlibat jadi baik. 42:33 Jadilah, jadi 42:34 eh, awalnya, awalnya, itu tidak bagus. 42:38 Apa namanya, eh, anaknya dimanjakan. 42:41 Jadi, anak kita menjadikan ibu bapaknya 42:44 jadi pembantu, asalnya tidak bagus. Tapi 42:47 kalau niatnya dari kita sudah, "Nak, 42:50 adapun cucu, cucu Mbah, biar Mbah yang 42:53 ini yang ngasuh. Lah, kamu kerja saja. 42:55 Fokuskan saja." 42:57 "Betul, Mbah, saya enggak tega, khawatir 42:59 saya dosa. 43:01 Mbah, kan, sudah mestinya duduk manis." 43:03 "Enggak, aku tidak mau. 43:06 Aku juga ingin masuk surga. Memang yang 43:08 masuk surga itu yang harus masuk surga 43:10 itu yang muda-muda saja. Aku juga yang 43:12 tua ingin masuk surga." Nah, maka 43:14 kemudian jika seperti itu, sekali lagi, 43:17 makanya kemudian ada rahasia kehidupan. 43:20 Saya ngobrol dengan orang-orang sepuh, 43:22 ya. "Mmm, Ustaz," katanya. 43:25 "Saya, eh, apa, di rumah saya ibu saya 43:29 sudah tinggal sekian tahun. 43:34 Rahasia nya ibu saya betah." 43:36 Gitu, ya. 43:38 Suatu saat beliau ketika saya, ketika 43:42 ibu saya tidak tinggal di rumah saya, 43:44 beliau begini. 43:46 "Nak, jangan bedakan 43:48 ibu bapakmu dengan ibu bapak mertuamu. 43:52 Perlakukan dengan sama. Satu. 43:56 Kedua, jika di antara mereka tinggal 43:58 bersamamu, jangan engkau suruh-suruh, 44:02 jangan engkau larang-larang." 44:05 Jangan disuruh. 44:06 He em. Jangan disuruh, jangan dilarang. 44:09 Enggak disuruh pun, orang tua mau mikir. 44:13 Jangan dilarang-larang. 44:16 Tadinya maksudnya baik tuh 44:17 dilarang-larang. Aduh, Bu, sudahlah ini. 44:21 Nah, aku tinggal di sini tuh ingin 44:23 menikmati hidup. 44:25 Kalau sekedar ngelamun, di rumah aja 44:27 juga bisa. 44:29 Maksudnya tidak ada kerjaan ngelamun 44:31 tuh. Maka jangan dilarang-larang. Gitu. 44:34 Jangan sekali-kali kalau misalnya 44:36 namanya sudah tua, ya. 44:38 Ibu kita atau bapak kita, mertua kita 44:40 nyapu. 44:43 Kemudian masih ada kotorannya, kita sapu 44:45 lagi, jangan. Karena itu akan menyakiti 44:48 hati mereka. 44:50 [tertawa] 44:50 Yang kita bersihkan. Iya, padahal aduh, 44:52 padahal biarin aja dulu. Gitu loh. 44:54 Biarin aja dulu, ya. Nanti kemudian 44:57 setelah ada komunikasi adanya, Bu, saya 45:00 mau bersihin lagi ah, lantainya, Bu, ya. 45:02 Aduh, di situ misalnya isi Ibu 45:04 pagi-pagi, apa nyapunya, kita 45:06 siang-siang. Gitu loh. Aduh, ini nih apa 45:10 namanya debu nih masuk nih. Sapu lagi, 45:12 gitu loh. Heeh, jadi jangan jangan 45:15 responsif, jangan langsung. Gitu. Nah, 45:18 maka rahasia itu di antaranya 45:20 apa namanya, dia akan betah tuh. 45:24 Ya, jadi tidak disuruh-suruh, tidak 45:26 dilarang-larang. 45:28 Gitu loh, ya. Jadi 45:30 alasannya kalau tidak betah, dia aduh, 45:33 nah, di rumahku ayam enggak ada yang 45:36 ngurus. 45:39 Alasannya ayam enggak ada yang ngurus. 45:42 Padahal maksudnya enggak betah. 45:45 Saya aduh, masya Allah. 45:47 Saya masya Allah, ya, kedatangan mertua. 45:51 Enggak bisa diam. Enggak bisa diam. 45:54 Nyapu, bikin ini, bikin apa kursi, bikin 45:57 masya Allah. 45:58 Karena memang orang pekerja di 46:00 kampungnya itu pekerja. Jadi enggak bisa 46:02 diam. Kalau diam itu pada sakit 46:03 badannya, katanya gitu. Sakit Heeh, 46:06 sakit makanya saya ya sudahlah. 46:08 Sementara saya waktu itu 46:10 kerja sedikit saja, kerja di pabrik ini 46:12 bilang 46:13 kalau waktu libur istirahat. 46:16 Kenapa liburan? 46:17 [tertawa] 46:18 Kayak kayak tiap waktu kerja gitu, 46:20 padahal masyaallah. Nah, maka dari sebab 46:23 itu beda tuh orang tua keberkahan 46:27 waktunya, keberkahan usianya dengan kita 46:30 yang apa-apa capek, yang apa-apa saya 46:33 juga terus terang masih belum bisa ya, 46:35 belum bisa ee mengisi, tapi paling tidak 46:38 tadi di niatkan oleh Allah Allah saya ee 46:41 apa namanya menghindari kemaksiatan 46:43 gitulah, masyaallah. Nah, itu saya kira 46:45 ya yang bisa saya jelaskan. Wallahu 46:48 a'lam bishawab. 46:51 Wallahu a'lam bishawab. 46:53 Baik, [berdehem] alhamdulillah. 46:55 Ee 46:57 terima kasih Ustaz atas jawabannya. 46:59 Ee masih ada pertanyaan, tapi kita 47:02 lanjut Jumat depan, Ustaz. Oh, gitu ya? 47:04 Iya. Oh, masyaallah iya iya iya iya, 47:07 baik-baik. 47:08 Baik. [tertawa] Iya iya baik-baik iya. 47:10 Mohon maaf Bapak Fakhrul, Ibu Retno, 47:13 insyaallah kita di lanjut dengan 47:16 Ustaz Ahmad Shaleh di Jumat depan, 47:18 insyaallah. 47:18 Insyaallah 47:20 iya. 47:20 Jazakallahu khairan katsiran, Ustaz. Wa 47:21 iyyakum jazakumullah khair. Sebagai 47:23 kesimpulan ada, Ustaz? Iya, 47:25 kesimpulannya adalah bahwa kemaksiatan 47:28 yang paling tinggi adalah syirik kepada 47:30 Allah subhanahu wa ta'ala. 47:32 Kemudian diikuti dengan uququl 47:36 walidain. 47:37 Sikap berani sikap menentang kepada 47:40 orang tua. Ini coba di hadis nabi maupun 47:44 di ayat. 47:45 Heem. 47:46 Kalau di ayat berbuat baik kepada ibu 47:49 bapak disejajarkan dengan tauhid dan 47:53 larangan syirik. 47:54 Di hadis ini uququl walidain disebut 47:58 setelah al isyraq billah. Setelah 48:00 syirik. Setelah syirik, coba. Jadi kalau 48:03 kita melawan orang tua, itu hampir dekat 48:07 dengan syirik. 48:08 Begitu pemahamannya. Itu maka oleh sebab 48:11 itu, hendaknya bagi 48:13 orang-orang yang masih punya ibu bapak, 48:16 yang masih punya ibu dan bapak mertua, 48:19 baik-baiklah kepada mereka. Karena 48:21 mereka adalah babun min abwabil jannah. 48:26 Karena mereka adalah satu pintu dari 48:29 beberapa pintu surga. Maka oleh sebab 48:32 itu para ulama ada yang nangis. 48:34 [mendengus] 48:35 Ketika ditinggal ibunya. 48:37 Kenapa lima la abki, mengapa saya tidak 48:40 menangis? 48:43 Karena huwa min abwabil jannah, karena 48:46 ibuku itu adalah satu pintu dari sekian 48:49 banyak pintu surga. Sekarang pintu surga 48:51 itu sudah diambil oleh Allah. Nah maka 48:54 oleh sebab Jadi sekali lagi, berbuat 48:57 baiklah kepada ibu bapak kita, berbuat 48:59 baiklah kepada apa? Kepada mertua kita. 49:02 Kalau kita sudah tidak punya mereka 49:04 semua, maka berbuat baiklah kepada 49:07 bibi-bibi kita dan paman-paman kita. 49:10 Karena mereka adalah ganti orang tua. 49:12 Gitu loh ya, he eh. Baik saya kira itu 49:15 yang dapat saya simpulkan. 49:16 Wasshallallahu ala nabiyyina Muhammadin 49:20 walhamdulillahirabbil 49:21 alamin. Wassalamualaikum 49:24 warahmatullahi wabarakatuh. 49:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:28 wabarakatuh. Jazakumullah khairan 49:30 katsiran. 49:31 Eh 49:32 baik ikhwan wal akhwat, insya Allah 49:33 Jumat depan akan dilanjutkan 49:35 dari Ustaz 49:37 Fahrul, dari Bapak Fahrul ini 49:39 menanyakan 49:41 alladzina hum ala sholatihim daimun itu 49:43 maknanya apakah kita berarti sholat 49:46 secara terus-menerus Ustaz? He eh, ya 49:48 insya Allah ya. He eh, insya Allah. Bisa 49:50 menyambung di Jumat Iya, iya, iya. Baik 49:53 Ikhwan Nawawi, terima kasih atas segala 49:56 partisipasi, mohon maaf atas segala 49:58 kesalahan. Jazakallah khairan katsiran 50:00 Ustad. Wa iyyaka damin, amin. 50:03 Mari kita tutup dengan doa 50:04 subhanakallahumma 50:05 Subhanakallahumma wa bi hamdika asyhadu 50:06 an la ilaha illa anta astaghfiruka wa 50:08 atubu ilaih. 50:10 Assalamualaikum warahmatullahi 50:11 wabarakatuh. Waalaikumsalam 50:13 warahmatullahi wabarakatuh. 50:17 [musik]