Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Ustaz?
- Alhamdulillah demi baikan. Masyaallah.
- Masyaallah. Alhamdulillah atas doa dari
- semua ikhwan dan akhwat. Alhamdulillah.
- He.
- Semoga kesehatan juga dirasakan oleh
- ikhwan akhwat di mana pun Anda berada.
- Kami doakan semoga selalu dalam keadaan
- sehat walafiat seperti Ustaz Ahmad Saleh
- saat ini.
- Masyaallah. Alhamdulillah.
- Baik, Ikh ikhwan Ahwat. Semoga kajian
- ini dapat menemani ikhwan akhwat dalam
- segala aktivitas di Jumat sore. Tentunya
- ini adalah salah satu waktu mustajab
- untuk berdoa, beribadah,
- dan menuntut ilmu. Salah satunya kita
- akan ee mengikuti sunah menuntut ilmu di
- dalam majelis
- tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Saleh.
- Insyaallah pada
- sore kali ini Ustaz Ahmad Saleh akan
- melanjutkan pembahasan dari kitab Syarah
- Riyadus Shihin
- N
- karya Syekh Albugo dan kawan-kawan
- dengan tema haram menjadi saksi palsu.
- Nam semoga kita
- bisa menjauh dari saksi palsu ini. Saksi
- palsu ini. Baik, Ikhwanawat. Sebelumnya
- Ikhwan Nawat yang ingin menyampaikan
- pertanyaan dapat mengirimkan di WhatsApp
- Prasil 0811
- 999720.
- Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi
- langsung dengan Ustaz dapat menghubungi
- di 0218451512.
- Baik ikhwan mari kita dengarkan ilmu
- yang akan disampaikan oleh Ustaz Ahmad
- Saleh tentang haram menjadi saksi
- palsuad Ustaz.
- Alhamdulillahi
- hamdan katiron thyiban mubarokan fih
- kama yuhibuna waard. Ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluhu wa innahu la nabi ba'dah.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- nabiyina Muhammadin wa ala alihi wa
- ashabihi ajmain. Amma ba'd. Ikhwan dan
- akhwat, pendengar radio silaturahim,
- serta pemirsa Rasil Fitsual di mana pun
- berada. Alhamdulillah kita bertemu
- kembali dalam rangka mengkaji kitab
- Syarhu Riyadus Shihin. Wal hadir
- sanatallam. Pada kesempatan ini kita
- akan membahas haram menjadi saksi palsu.
- Tayib. Untuk tidak memperpanjang
- percakapan kita langsung saja. Allah
- azza wa jalla menyatakan di dalam surat
- dalam potongan surah al-Haj ayat 30.
- Wajtanibu qulazzur
- yang diterjemahkannya adalah jauhilah
- perkataan dusta gitu ya. Heeh. Kemudian
- ee banyak lagi ayat yang dikutip oleh
- Syekh ee oleh Imam an-Nawawi. Namun
- kemudian kita langsung aja ya karena
- memang ini cuma kajiannya satu hadis ya.
- Nah, waj
- dan jauhilah oleh kamu perkataan dusta.
- Zur itu bisa dimaknai dusta,
- dimaknai juga ee apa namanya? Palsu gitu
- ya. bisa palsu, bisa dusta gitu loh.
- Nah, zur kemudian jorok juga ya. Jorok
- itu artinya tidak tidak terhormat. Bisa
- dimaknai zur kan ee apa namanya di dalam
- kemarin kita ngebahas bab puasa
- ee man lam yadazuri.
- Barang siapa yang tidak bisa
- mengendalikan
- perkataan dusta,
- perkataan jorok gitu loh, perkataan
- tidak layak gitu. Jadi ee jadi produk
- dari lisan itu kaul zur
- lisan tuh. Makanya puasa adalah
- pengendaliannya.
- Nah, puasa gitu ya. Nah, sekarang kan
- baru Syawal tuh di penghujung Syawal.
- masa puasa baru selesai sudah sudah ini
- lagi gitu lah. Maka sebab dirawat tuh oh
- kita enggak boleh berdusta, enggak boleh
- bersaksi palsu, enggak boleh ngomong
- kotor, enggak boleh ngomong jorok gitu.
- Jorok dalam pengenan kotor gitu loh ya.
- Nah, gitu ya. Ee jadi ee wajtanibu dan
- jauhilah oleh kalian
- azzur perkataan dusta. Ini dalam surat
- al-Haj ayat 30. Ammal hadis.
- Adapun hadisnya an Abi Baqrah
- radhiallahu anhu qal qala Rasulullahi
- shallallahu alaihi wasallam ala
- unabbiukum biakbaril kabair.
- Ala maukah aku ee kabarkan kepadamu?
- Unabbiu nabaa ya. Surat An-Naba itu
- adalah kabar yang besar ya. Maukah aku
- kabarkan kepada kalian, ceritakan kepada
- kalian biakbaril kabair tentang
- sebesar-besar dosa?
- Qulna kami menjawab, "Bala ya
- Rasulullah." Of course ya Rasulullah.
- Jadi bala itu beda dengan naam.
- Kalau naam itu ya.
- Iya.
- Tapi kalau bala itu tentu of course gitu
- loh ya. Jadi itu bedanya.
- [menghela napas] Jadi apakah aku ini
- Tuhanmu? Begitu di dalam surah Ala'raf
- 173 kalau tidak apa 172.
- [menghela napas] Ee apa namanya?
- Bukankah aku ini gitu lah tuhanmu gitu
- ya. Qu bala syahidna.
- Of course
- kami menjadi saksi gitu. Tentu. Jadi ee
- jadi kalau naam maka menjadi salah
- jawabannya gitu ya. Karena pertanyaannya
- negasi. Kalau naam berarti jawabannya
- negasi gitu. Maka jawabnya bukan naam
- tapi jawabnya adalah bala. Of course
- gitu ya. Heeh. Qulna bala ya Rasulullah.
- Q. Nabi kemudian menjawab, "Alisroqu
- billah."
- Pertama, syirik kepada Allah. Waququl
- walidain.
- Ya, dan berani kepada kedua orang tua.
- Uk itu artinya membangkang gitu ya.
- Membangkang kepada kedua orang tua.
- Wakana muttaqi'an fajalasa. Beliau masih
- bersandar kemudian duduk. Jadi dari
- bersandar asalnya bersandar kemudian
- setelah menjawab alidain.
- Kemudian beliau duduk. Faqala. Kemudian
- Nabi melanjutkan
- ala waqul zuri w syahadatuz zur. Nah,
- ini ada ullu zurhadatuz zur
- memberi sifat kepada kaul berarti
- perkataan bohong gitu loh. Zur di situ
- maksudnya menjadi bohong. Kalau syahadah
- saksi maka zur dimaknai palsu gitu loh
- ya. Jadi ngomongnya bohong dan saksinya
- palsu gitu. Saksi palsu. Fazala
- yukarriha
- senantiasa beliau mengulang-ulangnya.
- Hatta sehingga kami berharap sehingga
- kami berkata
- laitahu sakata. Mudah-mudahan beliau
- cepat diam gitu ya. Muttafaqun alaih.
- H hadis rawahu Bukhari wa Muslim.
- Nah, di sini hadis ini menjelaskan
- alisyraqu billah. Kenapa syirik kepada
- Allah dinomor satukan? Karena dia adalah
- mbahnya kekafiran. Eh, master dari
- berbagai macam kekafiran. Maka disebut
- alisyraqu billah. Dan itu tidak
- terampuni syirik kepada Allah itu gitu
- loh ya. Syirik kepada Allah. Dan orang
- yang syirik kepada Allah inilah yang
- akan memusuhi umat Islam.
- Alisyraq ya alisyraqu billah. Siapa yang
- syirik mensyirikatkan Allah ia akan
- memesti orang beriman.
- Meskipun dia orang Islam tapi kalau
- syirik mesti dia tidak suka sama orang
- Islam lain. Tuh. Makanya kalau dia
- mentauhidkan Allah, maka dia akan
- mempertahankan wihdatul ummah.
- Ya, kalau dia mempertahankan
- mendawamkan attauhid,
- maka dia akan senantiasa menjaga
- wihdatul umat, kesatuan umat. Kalau
- syirik berarti sudah menduakan
- sesembahan. Kalau sudah menyembah ee
- menduakan sesembahan, maka dia pun tidak
- akan bersatu dengan umat Islam lain.
- Keluar dari persatuan.
- Keluar dari persatuan gitu loh. Karena
- karena ruhnya makanya orang yang tahu
- ahli tauhid, ahli tauhid itu akan
- menerima perbedaan
- tuh perbedaan pemahaman
- ya. Tauhidnya kan satu tauhid. Tauhid
- itu adalah upaya mempersatu mesti. Jadi
- tauhid itu upaya menyatukan
- tauhid ya. Jadi bukan tauhid itu artinya
- ee apa satu bukan tauhid itu apa namanya
- upaya ee menyatukan. Jadi upaya
- menyatukan Allah. Allah itu diberi sifat
- itu satu-satunya
- satu dan satu-satunya. Itu tauhid
- namanya gitu ya. Oke. Nah, jadi oleh
- sebab itu orang yang bisa gabung dengan
- kita,
- yang bisa mempertahankan jemaah itu
- orang yang tauhid.
- Tapi kalau dia mengklaim ahli tauhid
- tapi dia memporak-porendahkan umat Islam
- dipertanyakan. Tuh gitu loh.
- Dipertanyakan
- loh. Kenapa dia tidak mau menerima
- perbedaan?
- Padahal perbedaan itu sunatullah.
- Kalau tidak mau mempertahankan ee apa
- perbedaan berarti menolak sunatullah.
- Kalau menolak sun apa perbedaan itu
- menolak sunatullah sama dengan menolak
- kemudahan,
- inginnya kesempitan,
- kesulitan tuh ya. Kalau kita misalnya
- mohon maaf ya, mazhab cuma satu misalnya
- tidak empat ya yang kita kenal kan empat
- semnya banyak tuh mazhab.
- Katakanlah satu, enggak ada pilihan
- lain. Harus itu sama gitu. Tapi
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- memberikan keleluasaan. Kenapa? Karena
- umatnya bukan orang Makkah saja
- tuh.
- Bisa jadi nanti umat Nabi Muhammad itu
- tersebar di Indonesia,
- tersebar di Eropa
- yang nota benik struktur alamnya berbeda
- dengan Makkah. [menghela napas]
- Kalau satu-satunya pemahaman jadi sulit
- itu yang iklimnya, keadaannya tidak
- seperti Makkah.
- Maka diperlukanlah kelenturan syariat.
- Tuh gitu loh. Jadi hikmahnya di situ.
- Jadi kenapa kita tidak tidak satu aja
- gak
- ya ma misalnya ee misalnya mohon maaf ya
- pakaian yang dimenalnya pakaian yang
- dibenarkan itu cuma gamis.
- Jadi nantung umat Islam tuh semua pakai
- gamis pakai yang mau di padang pasir mau
- dibobok pakai gapis.
- Jadi pakai celana haram. Eh, pakai
- celana pakai celana panjang maksud saya
- haram gitu. Nah, tapi kemudian Allah
- mengakomodir itu semua. Yang penting
- nutup aurat itu judulnya.
- Kalau yang penting nutup aurat, yang
- penting tidak ketat, yang terpenting
- tidak transparan bagi muslimat gitu ya.
- Maka kemudahan menjadi bawa kemudahan.
- Misalnya maad kita harus seperti orang
- Arab.
- satu warna warna hitam semua jadi batik
- tidak tidak laku tuh tidak ramai
- tidak ada batik
- iya tapi mohon maaf itu saya hargai itu
- ya saya juga setuju dengan kebiasaan
- orang Arab dengan pakaian satu warna
- tidak banyak motif itu hikmahnya banyak
- gitu loh putih-putih
- hitamhitam gitu enggak ada maksudnya
- supaya tidak mengganggu dalam salat
- Kalau kemudian pakai batik dan tidak
- mengganggu dalam salat berarti boleh
- gitu ya. Nabi kan pernah dikasih pakaian
- bermotif oleh sahabat.
- Paling tidak ya bermotiflah saya sebut
- bermotif. Khai salat kemudian Nabi buka
- tuh baju kembalikan lagi nih pakaian
- karena dia telah melalaikanku salat.
- Nah, jadi misalnya mohon maaf ya, kalau
- kita salatnya pakai batik apalagi sekali
- lagi apalagi pakai gambar genderwo
- [tertawa] gitu ya. Atau misalnya ada
- tulisannya Anda layak jadi bintang.
- Mengganggu orang salat maka itu
- sebaiknya ganti bajunya.
- Iya,
- gitu loh. Ya, jadi bukan haram gitu loh.
- Nah. Nah, tentu para ulama berselisih
- loh kalau gambar gandrower mah meskipun
- meskipun sebagian gak boleh menolak tuh
- gambar gandaro padahal juga enggak ada
- masalah.
- Oh, hukumnya tidak haram.
- Iya kan begini. Jadi makanya suruh maju
- kan ada maqasin-maqosidnya gitu.
- [tertawa][terkesiap] Jadi kalau ada
- gambar oh ini kalau misalnya tapi kalau
- kemudian dia pakai itu karena dia tidak
- punya lagi baju.
- Hm. Iya.
- Padahal dia apa namanya? pertama kali
- dia tobat masuk di sa pertama gitu.
- [tertawa]
- Allahu Akbar kata yang di belakangnya
- gitu dipandang gambar w dia mau menerkam
- gitu [tertawa] atau anda layak dapat anu
- gitu bisa.
- Heeh. Nah, lagi-lagi kalau itu
- mengganggu dalam salat makanya
- disunahkan
- pertama pakaiannya yang tidak mengandung
- perhatian.
- kedua yang bersih
- tidak beraroma busuk gitu loh. Makanya
- kan disunahkan pakai parfum
- gitu loh ya. Disunahkan pakai parai
- parfum. Tapi kalau parfumnya juga
- aromanya berbeda dengan kebanyakan
- sebaiknya jangan pakai parfum itu
- menyengat
- ya. Menyengat. Kalau sekedar menyengat
- kan ada parfum yang orang lain tidak
- suka.
- gitu loh ya. Orang lain tidak suka.
- Kalau Anda pakai parfum dengan aromanya
- yang tidak disukai banyak orang, itu
- sama dengan Anda makan jengkol.
- Nah, gitu kan. Jengkol juga aroma,
- bawang putih juga aroma, bawang merah
- juga aroma. Hanya aromanya tidak disukai
- banyak orang.
- Tuh, maka kemudian dimakruhkan oleh para
- ulama.
- Bagi hanya habis makan jengkol kemudian
- buru-buru salat magrib sebaiknya juga
- kumur-kumur juga bagi pakai alat kumur
- pakai cairan kumur merek A atau merek B
- gitu ya. Nah gitu loh. Jadi intinya oh
- syariat jadi bukan mestinya oh pokoknya
- pakai parfum ya. Kalau Anda suka
- misalnya parfum yang bau kemenyan banyak
- disukai enggak apa-apa. Tapi kalau bau
- kemenyan itu tidak disukai banyak orang,
- bahkan mengganggu kan bisa tetangganya
- kita pakai parfumnya parfum tadi bukyan.
- Allahu Akbar. Tetangga kita Allahu Akbar
- [berdehem]
- terganggu dia tuh. Maka setiap yang
- mengganggu hendaknya dihindari supaya
- salatnya fokus.
- Anak nakal kalau tidak mengganggu ada
- masalah. Makanya Sayidina Hasan dan
- Husein kan tidak masalah dibiarkan aja
- naik ke punggung Nabi karena tidak
- mengganggu.
- Tapi kalau kemudian mereka lari
- lari-lari teriak-teriak gitu, nah itu
- harus diamankan
- atau ah saya mah enggak terganggu. Kata
- jemaah meskipun anak-anak lari-lari
- teriak enggak ada masalah. Biarkan
- mereka apa menyukai apa
- masjid.
- Masjid gitu. Nah, jadi kalau kemudian
- ada pendapat-pendapat oh enggak boleh ke
- masjid anak-anak mah dengan maksud tadi
- khawatir mengganggu apa orang yang salat
- saya setuju.
- Tapi kemudian anak-anak enggak boleh ini
- karena masih ada najis belum dikhitan.
- Kenapa, Pak? Kalau belum dihitan iya kan
- ada najis di kulfnya. Kalau ada najis di
- khulufnya itu mengakibatkan anak itu
- tidak boleh ke masjid, maka kita pun
- enggak boleh ke masjid karena di perut
- kita ada najis.
- Betul enggak?
- Betul.
- Iya [berteriak]
- kan? Itu di dalam kulub kan? Di dalam
- kulub luarnya kan bersih dipersoalkan.
- Kalau begitu berarti kita juga enggak
- boleh ke masjid karena di dalam perut
- kita ada na ada najis. Nah, jadi memang
- menarik itu syariat itu harus diteliti
- didalami gitu loh. Jadi tidak ngundang
- berkonflik-konflik lah. Tidak ngundang
- konflik-konflik gitu ya. Nah, maka oleh
- sebab itu, Ikhwan sekali lagi ya.
- Jadi alisyraqu billah orang yang
- mensyirikatkan Allah dalam Quran jelas
- itu yang paling kasar, yang paling
- syadid permusuhannya kepada orang
- beriman adalah Yahudi dan orang yang
- mensyirikatkan Allah.
- yang mensyirikatkan Allah itu jelas yang
- dimaksudkan adalah musyrikin Quraisy.
- Tapi kalau kemudian menggunakannya
- keumuman lafaz
- orang Islam yang melakukan syirik juga
- sama begitu.
- Bukanlah ahli syirik melakukan syirik
- masih ada keyakinan-keyakinan akan
- begitu. Dia tidak akan welcome kepada
- orang-orang yang bersih, kepada
- orang-orang taat. Kalau kita sebut
- kepada tidak welcome kepada ahlusunah,
- pengamalan sunah maksudnya ahlusunah itu
- ya. Oke. Nah, kemudian wauqul walidain.
- Dan orang yang kasar apa namanya berani
- menentang kepada kedua walidain itu kan
- artinya dua bapak.
- Nah, dan orang yang berani kepada dua
- bapaknya. Yang dimaksud walidain itu ibu
- bapak. Dalam bahasa Arab ketika ada
- pasangan itu cukup disebut mufrad dikali
- dua jadi tasniah. Asalnya kan walidun
- Bapak itu. Nah, kalau dua walidan kalau
- dibacanya berarti di sini dibaca nasab.
- walidain gitu loh. Artinya walidain itu
- dua bapak tapi maksudnya adalah ibu
- bapak.
- Misalnya apa namanya kan ada hadis yang
- menjelaskan
- fawahu yuha fa abawahu maka kedua
- bapaknya kalau ini walidan walidain dua
- bapak dua bisa dimaknai di bisa ini dua
- bapak kandung kalau abawah itu bisa
- dimaknai dua bapak angkat
- bisa begitu bisa juga dua bapak kandung
- jadi memang antara walidun dengan abun
- itu ada sebagian ulama yang membedakan
- pengertiannya, tetapi juga dalam
- penggunaannya kadang sama.
- Nah, kadang sama dua-duanya dipakai gitu
- abun ya. Kalau misalnya, tapi yang jelas
- kalau misalnya apa namanya? Bapak ee
- Bapak tinggal di mana gitu. Itu misalnya
- ee kita boleh memanggil orang lain ee
- Abuya
- misalnya kepada guru kita Abuya.
- Tapi jarang kita menggunakan kata
- walidi.
- Walidi itu hanya untuk bapak kandung.
- Hmm. Tapi kalau abuya ah itu boleh
- meskipun bukan bapak kandungnya boleh
- manggil Abuya gitulah. Oke. Wallahualam
- ya. Ini karena pendapatan pendapat para
- ulama itu menarik gitu ya. Oke. Baik.
- Waqul walida waj
- ala waqu dan perkataan
- apa namanya? Perkataan bohong, dusta.
- Nah, ini semua sesungguhnya
- apa namanya? Dididik di bulan Ramadan
- dengan puasa.
- Loh, puasa itu bukan meninggalkan makan,
- minum, dan hubungan suami istri. Gak.
- Bukan hanya itu. Jadi puasa itu, tapi
- juga menghindari perkataan dusta. Kan
- tadi e hadisnya dikemukakan yaillahiu.
- Jadi siapa yang tidak bisa mengendalikan
- perkataan zur, perkataan kotor,
- perkataan jorok, perkataan dusta. Jadi
- pengertiannya begitu. Perkataan yang
- tidak layak gini ngerti. Sekarang
- ditambah lagi wasyaatu zur
- gitu ya. Memberi sifat kepada kaul dan
- memberi sifat kepada syahadah. Kalau
- syahadah itu saksi maka dimaknai zur
- adalah palsu. Saksi palsu. Tapi kaula
- zur perkataan yang tidak baik tidak
- layak lawan dari lima. Ulut thayibah.
- Thyib gitu ya. Nah, Nabi ngulang-ulang
- terus itu al billahi walidain alad
- sehingga kata sahabat laitahu sakata apa
- namanya? Saya berharap mudah-mudahan
- Nabi hendak apa namanya ee cepat diam
- gitu loh. Nah, nah ini saya kira para
- ikwan sekalian tentang haram menjadi
- saksi palsu ya. Kalau memang bab ini
- hanya satu hadis jadi itulah yang dapat
- dikemukakan.
- Wasallallahu ala nabiina Muhammadin.
- Wallahu aam bisawab.
- Allahumma shalli ala Muhammad.
- Alhamdulillahirabbil alamin.
- Jazakumullah kirakum.
- Baik, Ikhwan Ahmad. Demikian satu hadis
- yang sudah disampaikan oleh Ustaz Ahmad
- Saleh tentang menjadi saksi palsu.
- Semoga dapat kita amalkan. Demikian kami
- akan segera kembali tetap di radio
- silaturahim. Terima kasih.
- [musik]
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Terima
- kasih ikhwan akhwat masih bersama Radio
- Silaturahim. Baik, saat ini Anda sedang
- menyaksikan siaran live tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Saleh dengan tema
- Haram Menjadi saksi palsu. Sekarang kita
- akan tanya jawab, diskusi bersama ikhwan
- akhwat. Sebelumnya kita bacakan atensi
- yang pertama dari Ibu Ani Hani Hufaidah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Insyaallah Ustaz Ahmad Saleh dan pejuang
- Rasil sehat walafiat.
- Amin. Allahumma amin.
- Amin. Alhamdulillah hadir menyimak
- [berdehem] tausiah sore via radio,
- Ustaz. Amin. Amin.
- Kemudian Pak Arwin, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Terima kasih Ustaz atas tausiah,
- nasihat, dan pencerahannya. Semoga Ustaz
- dan pejuang dakwah Rasil serta pendengar
- hasil sehat walafiat dan dalam lindungan
- Allah Subhanahu wa taala.
- Barakallahu fikum. Amin. Allahum amin.
- [batuk]
- [berdehem]
- Kemudian ee Ibu Lis.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah, Ustaz menyimak tausiah
- sore Ustaz Syukron, Ustaz Ahmad Saleh.
- Alhamdulillah barakallahu fikum.
- Ibu Retno juga alhamdulillah hadir
- menyimak tausiah sore Ustaz Ahmad Saleh.
- Semoga Ustaz dan kru Rasil sehat-sehat
- selalu.
- Amin. Allahum amin. Barakallahu fikum.
- Kemudian Bapak Setiawan di Cilungsi juga
- alhamdulillah menyimak dan hadir.
- Kemudian kita akan baca pertanyaan.
- Ada dua pertanyaan Ustaz dari Ibu
- Karisa, Ustaz.
- Heeh. Naam.
- Yang pertama Ustaz Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Izin bertanya, Ustaz. Yang pertama,
- bagaimana menjadikan tauhid sebagai
- benteng fitnah akhir zaman, Ustaz? Yang
- kedua,
- Afon Ustaz di luar tema bagaimana agar
- apa yang kita lakukan mendapat
- keberkahan waktu dan menjadi
- mendapatkan keberkahan umur, mendapatkan
- multiple efek hingga hari kiamat, Ustaz.
- Masyaallah. Masyaallah. Barakallahu
- fikum. Baik. Naam. Bagaimana menjadikan
- tauhid itu sebagai beteng segala
- sesuatunya? Naam. Jadi memang
- kajian-kajian tauhid ya, kajian-kajian
- keimanan itu menjadi basic, menjadi
- mabda gitu loh ya. Jadi asas segala amal
- gitu loh. Maka oleh sebab itu niat
- keikhlasan itu harus jadi dasar. Jadi
- oleh sebab itu tauhid alias ibadah
- segala sesuatu ibadah karena Allah saja
- ya karena lillah saja. Yang pertama
- harus lillah. segala amal ibadahnya
- harus lillah. Kedua adalah masyruun yang
- sesuai dengan syariat. Ya, kalau asalnya
- masyruun itu disyariatkan. Nah, sekarang
- berarti yang sejalan dengan syariat.
- Jadi segala jadi pemahaman kita dalam
- kehidupan itu harus menghadirkan oh
- berarti segala amal kita, amal kebaikan
- apapun baik yang sudah ada di zaman Nabi
- maupun yang belum di zaman Nabi, tetapi
- pekerjaan itu dianggap baik harus
- lillahi taala. Satu. Yang kedua, harus
- ee apa namanya? Menyesuaikan segala
- amalannya itu yang masyruun
- ya. yang tadinya asalnya yang
- disyariatkan, tapi sekarang yang sejalan
- dengan syariat gitu loh. Jadi itu ee
- maka kemudian tadi ee ikhlas itu, tauhid
- itu, keimanan itu kuncinya
- gitu loh. Jadi kemudian misalnya sebagai
- pendorong dalam amalan misalnya kita mau
- beramal sesuatu ditanyakan nih ini
- baiknya sih amalan itu masyruun apa
- tidak?
- Kalau masyruun atau tidak itu masih bisa
- ditolelir. Tapi kalau masyruun apa
- bertentangan?
- Nah, oh ini sejalan dengan syariat
- berarti kerja kerjakan tuh hadirkan,
- buktikan. Tapi orang ini pekerjaannya
- bertentangan dengan syariat berarti
- jangan hindari. Nah, jangan hindari
- dengan dengan kerjakan itu adalah
- intisari yang diserap dari tauhid
- gitu loh. Ya. Jadi, oleh sebab itu maka
- kegiatan apapun parameternya
- ee wazannya, timbangannya itu adalah
- harus akidah ya atau harus keimanan gitu
- loh ya. Iman kepada kan ee misalnya
- asasul iman kan ada enam. Nah, maka
- kemudian itu yang harus mendorong jadi
- parameter gitu loh. Kalau ada yang di
- apa namanya? Dinodai dari asasul iman
- itu hati-hati dulu gitu. Rem dulu. Aduh
- kok saya mendustakan
- iman kepada Allah, mendustakan iman
- kepada Rasulullah atau para rasul. Nah,
- maka kemudian ee apa namanya? ee
- berhenti dulu, renungkan dulu, gitu loh.
- Nah, jadi sekali lagi bahwa itu harus
- menghadirkan bahkan harus memproduksi
- ya keimanan itu, tauhid itu, keikhlasan
- itu harus memproduksi
- amalan-amalan yang saya maksud amalan
- itu berarti amalan lisan, amalan fisik
- gitu, amalan hati itu harus sesuai
- dengan syariat Islam gitu loh. Nah,
- tentu ini tidak bisa apa namanya
- dipahami kalau kita tidak mengerti
- syariat Islam. Maka oleh sebab itu kaji
- kajian-kajian tentang keislaman menjadi
- penting,
- urgen gitu loh ya. Maka oleh sebab itu
- kah misalnya mendengarkan radio
- silaturahmi itu hukumnya menjadi
- wajibun.
- Karena apa? Karena kita tidak akan
- sempurna beragama kecuali dengan ilmu.
- Ilmu itu di antaranya adalah lewat
- kajian di radio silaturah. Nah, begitu
- loh ya. Oh, kan bisa aja ustaz kuliah.
- Iya, itu juga lain lagi. Kuliah, kajian
- juga. Iya, kajian juga tapi hukumnya
- menjadi wajib. Kalau Anda tidak mau
- menambah pengetahuan
- kemudian Anda hanya bisa mendapatkan
- saluran satu yaitu radio silaturahim,
- maka mendengarkan mengikuti kajian di
- radio silaturahim fahukmuhu wajibun.
- Oh wajib
- gitu loh ya. Oke. Baik. Jadi saya kira
- itu apa namanya tentang bagaimana
- menjadikan tauhid ya menjadikan keimanan
- sebagai muharrik, sebagai penggerak
- amal. gitu ya. Itu yang pertama. Terus
- yang kedua apa tadi pertanyaannya,
- Ustaz? Mm bagaimana agar apa yang kita
- lakukan men waktu?
- Oh, keberkahan. Iya. Jadi sesungguhnya
- keberkahan waktu, keberkahan
- usia. Jadi begini, usia sama-sama
- apa misalnya Abu Bakar. Abu Bakar tuh
- usianya berapa tahun? Terus kita berapa
- tahun? Dibandingkan usia kita yang ee 55
- tahun, Abu Bakar kan tidak sampai 55
- kalau tidak salah. E
- 63.
- Hah? Berapa?
- 63.
- Oh, 63. Sama dengan Nabi ya. Oke.
- Katakanlah sama dengan Nabi 63.
- Nah, kita 63, Abu Bakar 63. Abu Bakar 63
- menghasilkan apa tuh dalam peradaban?
- Terus kita 63 apa saja yang dihasilkan?
- Nah, itu. Nah, supaya berkah Abu Bakar
- juga sama. punya waktu 1* 24 jam sehari
- semalam kita juga sama. Tetapi kemudian
- dalam mengisi waktu 1* 24 jam itu diisi
- apa saja. Nah, maka oleh sebab itu harus
- selalu menghadir harus selalu salat kita
- ini. Betul kan salat cuma lima waktu,
- Ustaz. Naam. Jadi salat taswiriahnya,
- salat taswiriyah itu simboliknya lima
- kali itu lima waktu.
- Tapi hakikatnya kita senantiasa salat.
- Kan ada hadis yang pertama kali hisab
- bagi seorang hamba itu salatnya. Apabila
- salatnya benar, seluruh amalnya benar.
- Memahaminya gimana? Itu kalau salatnya
- benar tuh seluruh amalnya benar. Berarti
- seluruh amal itu adalah salat.
- Seluruh amal salat.
- Seluruh amal itu salat gitu loh. Saya
- sekarang sedang mengkaji kitabul. Saya
- sedang salat. Kenapa? inhaya
- munkar saya mencegah perbuatan keji dan
- kemungkaran dengan menjelaskan ini.
- Makanya saya salat tuh gitu loh. Jadi
- kalau kemudian kita diam aja main HP
- enggak berarti tidak salat kita tuh.
- Kalau salat itu senantiasa setiap
- waktunya bermanfaat.
- Maka niatkan paling tidak kalau tidak
- punya pekerjaan yang dijagokan, niatkan,
- "Ya Allah, saya niat menghindari
- maksiat."
- Jadi meskipun dia tidur
- salat
- salat. Kenapa? Menghindari maksiat. Tuh,
- begitu kan. Segala sesuatu tergantung
- niatnya. Innamal a'malu bil bin bil
- binni gitu loh.
- Nah, maka oleh sebab itu kan nanti ada
- balasan, ada batasan yang penting boleh.
- Nah, kalau sudah kemudian sudah ee
- haram, makruh, nah itu sudah mulai
- ditinggalkan tuh. Makruh itu sudah
- kelampu kuning gitu. Kalau haram lampu
- merah tuh gitu loh, ya. Nah, jadi saya
- memahami aduh gimana kalau salatnya
- benar maka seluruh amalnya benar.
- Oh, ternyata iya. Salat itu adalah
- mencegah perbuatan keji dan mungkar.
- Bukan hanya gerakan rukuk dan sujud
- saja. mencegah perbuatan keji dan
- mungkar itu salat
- gitu loh. Jadi berarti kita harus
- memberi nasihat.
- Adinu an nasihah
- tuh ya. Agama itu adalah menutup celah.
- Kok ana sehah menutup celah sih?
- Maksudnya gimana? Naam. Jadi ee apa
- namanya? E
- nasharjuluahu
- nasohar rulu. Seseorang sedang
- menasehati
- saubahu bajunya.
- Menasihati di situ maksudnya
- ya kh ya menjahit.
- Oh menjahit.
- Nah, jadi seseorang sedang menjahit
- bajunya. Jadi menjahit itu nasihat.
- Nah, menjahit itu apa? menutup yang
- lubang, menyambung yang sobek.
- Kalau kita
- masih ada lubang, kalau ada
- kemaksiatan-kemaksiatan,
- nah dinasihati tuh dijahit.
- Kan pertanyaannya hadis itu liman ya
- Rasulullah? Untuk siapa nasihat itu?
- Lillahi untuk Allah. Masa Allah harus
- dinasihati? Nah, jadi kalau pengertian
- nasihat itu adalah memberikan apa
- namanya? mengingatkan terus bagaimana
- dengan dimaksud nasihat bagi Allah.
- Jadi menjahit atau nasohtul asala saya
- membersihkan
- madu dari apa namanya? Heeh. Gitu. Jadi
- membersihkan
- ee apa namanya? Mengikhlaskan
- tuh. Jadi nasihat itu adalah
- membersihkan. Nah, jadi ee liman ya
- Rasulullah. Lillah bagi Allah. Jadi
- agama itu nasihat untuk Allah. Maksudnya
- apa? Agama itu adalah membersihkan
- Allah. Allah dikotori oleh orangorang
- musyrik dengan diberi sifat yang tidak
- pantas dibersihkan oleh agama. Enggak
- begitu. Allahusama apa? Allah la ilaha
- illa huwal hayyul qayyum la takuduhuatun
- wala naum.
- Jadi Allah itu enggak punya waktu
- istirahat.
- selalu sibuk tuh. Itu berdasarkan ayat
- kursi itu
- gitu loh ya. Maka oleh sebab itu kalau
- mau meniru Allah ya enggak bisa
- istirahat.
- Kan kalau di agama tetangga kan Allah
- itu istirahat hari ketujuh.
- Di agama kita mah enggak ada Allah
- istirahat gitu. Ngantuk aja enggak.
- Jangankan tidur ngantuk juga enggak.
- itu. Nah, maka kemudian kalau kita mau
- mengikuti kebaikan, karena kebaikan itu
- adalah Allah,
- segala kebaikan itu dari Allah.
- Biyadikal khair. Begitu di dalam surah
- Ali Imran. Maka maknanya biyadihil
- khair. Segala kebaikan ada pada tangan
- Allah. Berarti apa yang Allah lakukan,
- apa yang Allah kerjakan itulah kebaikan.
- Tapi kan Allah punya sifat sombong.
- Kita kan dilarang sombong. Dilarang
- sombong itu enggak enggak ada maksud.
- Kalau ada maksud mah boleh kita sombong
- gitu loh. Loh, maksudnya gimana? Sombong
- di hadapan orang sombong itu sedekah.
- Nah, jadi boleh tuh di situ. Jadi kalau
- kita sombong dalam peperangan dibolehkan
- petangtang petengteng gitu loh. S
- dibolehkan karena untuk apa?
- untuk menekan psikologi musuh.
- Nah, disiasat. Betul.
- Iya.
- Nah, kalau untuk merendahkan musuh jadi
- boleh.
- Yang tidak boleh itu sombong kepada
- orang baik. Tuh, gitu ya. Jadi kemudian
- ada orang kafir. Oh, orang kafir mah
- kekayaannya banyak. Nah, kita boleh
- ngomong apalagi umat Islam banyak
- kekayaannya. Itu pun juga dimakan sama
- orang-orang kafir kan gitu. tuh gitu loh
- ya. Oke. Jadi ee sekali lagi jadi ee
- baik keberkahan umur, keberkaan usia
- sama tuh keberkahan umur, keberkahan
- usia itu maksudnya waktu yang kita
- tempuh x
- tahun atau x bulan atau x minggu, tapi
- hasilnya lebih banyak itu yang berkah.
- Jadi ziadatul khair nambahnya kebaikan
- dan ziyadatul manfaah dan nambahnya
- manfaat. Nah, tadi perkembangannya Abu
- Bakar usianya sekian
- atau Ali bin Abi Thalib usianya berapa
- tahun, Umar bin Khattab berapa usianya.
- Kemudian apa yang dia sumbangkan untuk
- peradaban? Lalu kita
- apa?
- Maka kemudian ada seorang hamba Allah
- saya sebut tidak di kedudukannya tidak
- saya sebut. Apakah dia kedudukannya
- kiai, Gus, atau misalnya ee akademisi
- atau enggak, enggak saya sebut itu. Tapi
- dia kemudian sudah pensiun masih tetap
- bekerja, berusaha.
- Masyaallah.
- Masih berusaha. Kenapa? Karena ketika
- dia masih punya anak yang harus
- disekolahkan, dia berusaha untuk
- membiayai anak-anaknya.
- Tapi kenapa dia setelah anak-anaknya
- sudah jadi orang, dia sudah pensiun
- masih tetap bekerja? Karena dia juga
- masih memperhatikan anak-anak orang
- lain,
- anak yatim yang harus dia perhatikan.
- Jadi sekarang kalau dulu dia bekerjanya
- untuk membiayai anak-anaknya, nah
- sekarang anak-anaknya sudah jeneng
- semua, sudah jadi ee pejabat, maka dia
- tetap melakukan kebaikan untuk menjawab
- persoalan umat. Banyak para janda yang
- perlu perlindungan. Paling tidak
- perlindungannya untuk mikirkan makan aja
- susah. Dia mikirkan tuh, "H, ya Allah,
- istri saya mah alhamdulillah di enggak
- enggak juga sering saya kasih uang
- dapur." Hm. Adapun mereka jangankan
- untuk makan, masyaallah tuh. Jangankan
- untuk makan sehari tiga kali, makan
- sehari sekali aja untuk ya Allah beri
- saya kekuatan [mendengus] agar saya bisa
- berusaha untuk menghasilkan sesuatu yang
- bermanfaat buat umat Nabi Muhammad. tuh
- gitu loh. Jadi ada orang-orang yang
- sudah mestinya pensiun masih tetap
- bekerja tuh atau masih ada orang-orang
- yang kada kalau usianya usia pensiun
- masih kuliah.
- Kalau itu mah banyak tuh yang masih
- kuliah masih alasannya apa? Karena kalau
- tidak dipakai kuliah otak saya bisa
- tumpul. Itu masuk akal.
- Makanya saya kuliah. Oh berarti Bapak
- supaya ngasah. Iya. Ya enggak apa-apa
- bagus itu juga.
- Tapi tadi itu usia pensiun padahal juga
- tidak seberapa penghasilannya tapi
- paling tidak tadi ya istimrariah
- kontinuitas
- dari amal itu yang kemudian tadi berkah
- usia dan berkah waktu gitu loh ya.
- Masyaallah. Nah atuh duh saya masyaallah
- belum bisa seperti itu gitu ya. Tapi
- paling tidak kita niatkan
- ya, kita niatkan sekarang untuk ngasih
- apa biaya istri dan anak. Nanti kalau
- sudah pensiun
- apa anak-anak kita sudah jadi sarjana
- semua sudah pernah jadi pengusaha yang
- sukses, penghasilan yang banyak ni
- mereka dorong juga untuk bisa berbuat
- lebih baik gitu loh. Kita juga
- ah saya mah ustaz karena ngasuh anak
- aja, ngasuh cucu maksudnya.
- Karena anak-anak saya sudah pada ngasuh
- jika itu berdampak jadi meringankan
- beban anak-anak kita yang berjuang
- mencari nafkah untuk istri dan anaknya
- serta orang lain, maka kita pun juga
- terlibat jadi baik
- gitu loh. Jadi ee awalnya awalnya itu
- tidak bagus apa namanya ee anaknya
- dimanjakan
- jadi anak kita menjadikan ibu bapaknya
- jadi pembantu asalnya tidak bagus.
- Tapi kalau niatnya dari kita sudah nak
- adapun cucu cucu Mbah biar Mbah yang ini
- yang ngasuh kamu kerja aja fokuskan aja.
- Betul Mbah saya ngetega khawatir saya
- dosa bahkan sudah mestinya duduk manis
- gak aku tidak mau. Aku juga ingin masuk
- surga. Memang yang masuk surga itu yang
- enggak harus masuk surga itu yang
- muda-muda saja. Aku juga yang tua ingin
- masuk surga. Nah, maka kemudian jika
- seperti itu sekali lagi makanya kemudian
- ada rahasia kehidupan. Saya ngobrol
- dengan orang-orang sepuh ya, Hm. Ustaz
- katanya saya ee apa di rumah saya ibu
- saya sudah tinggal sekian tahun.
- Rahasianya ibu saya betah gitu ya.
- Suatu saat beliau ketika saya ketika ibu
- saya tidak tinggal di rumah saya, beliau
- begini, "Nak, jangan bedakan
- ibu bapakmu dengan ibu bapak mertuamu.
- Pelakukan dengan sama." Satu.
- Kedua, jika di antara mereka tinggal
- bersamamu, jangan engkau suruh-suruh,
- jangan engkau larang-larang.
- Jangan disuruh.
- Heeh. Jangan disuruh, jangan dilarang.
- Enggak disuruh pun orang tua mah mikir.
- Jangan dilarang larang. Tadinya
- maksudnya baik tuh dilarang. Aduh, Bu,
- sudahlah ini.
- Nah, aku tinggal di sini tuh ingin
- menikmati hidup. Kalau sekedar ngelamun,
- di rumah aja juga bisa. Maksudnya tidak
- ada kerjaan ngelamun tuh. Maka jangan
- dilarang-larang gitu. Jangan sekali-kali
- kalau misalnya namanya sudah tua ya, ibu
- kita atau bapak kita, mertua kita nyapu,
- kemudian masih ada kotorannya, kita sabu
- lagi. Jangan karena itu akan menyakiti
- hati mereka. [tertawa]
- Yang kita bersihkan.
- Iya, padahal pada biarin aja dulu gitu
- loh. Biarin aja dulu ya. Nanti kemudian
- setelah ada komunikasi adanya, "Bu, saya
- mau bersihin lagi ah lantai ya, Bu." Ya,
- justru kalau misalnya isi ibu pagi-pagi
- apa nyapunya kita siang-siang gitu loh.
- Aduh ini nih apa namanya? Debu nih masuk
- nih sapu lagi gitu.
- Heeh. Jadi jangan responsif, jangan
- langsung gitu. Nah, maka rahasia itu di
- antaranya ee apa namanya? Dia akan betah
- tuh ya. Jadi tidak disuruh-suruh, tidak
- dilarang-larang
- gitu loh ya. Jadi alasannya kalau tidak
- betah dia, "Aduh Nak, di rumahku ayam
- enggak ada yang ngurus.
- Alasannya ayam enggak ada yang ngurus."
- Padahal maksudnya enggak betah
- saya. Duh, masyaallah
- saya masyaallah ya. Kedatangan mertua
- enggak bisa diam. Enggak bisa diam.
- Nyapu bikin ini, bikin apa? Kursi bikin
- masyaallah. Karena memang orang pekerja
- di kampungnya itu pekerja jadi enggak
- bisa diam. Kalau diam itu pada sakit
- badannya katanya gitu.
- Heeh. Sakit. Ah. Oh. Makanya saya lah.
- Sementara saya waktu itu kerja sedikit
- aja kerja di pabrik ini kalau waktu
- libur istirahat.
- Kenapa liburan gitu [tertawa]
- kayak kayak tiap waktu kerja gitu
- padahal masyaallah. Nah, maka oleh sebab
- itu beda tuh orang tua keberkahan
- waktunya, keberkahan usianya dengan kita
- yang apa-apa capek, yang apa-apa. Saya
- juga terus terang masih belum bisa ya
- belum bisa ee mengisi. Tapi paling tidak
- tadi dinatkan, "Oh ya, ya Allah saya ee
- apa namanya? menghindari kemaksiatan
- gituah." Masyaallah. Nah, itu saya kira
- ya yang bisa saya jelaskan. Wallahu aam
- bisawab.
- Wallahuam.
- [berdehem] Baik, mohon maaflah.
- Eh, terima kasih Ustaz atas jawabannya.
- Masih ada pertanyaan tapi kita lanjut
- Jumat depan, Ustaz.
- Oh, gitu ya.
- Iya.
- Oh, masyaallah. Iya. I ya. Ya, baikbaik
- baik. [tertawa]
- Iya, ya. Baikbaik. Iya,
- mohon maaf Bapak Fakrul, Ibu Ret.
- Insyaallah kita dilanjut dengan Ustaz
- Ahmad Saleh di Jumat depan. Insyaallah.
- Insyaallah. Iya.
- Ustazum jazakumullahir.
- Sebagai kesimpulan ada Ustaz.
- Iya. Kesimpulannya adalah bahwa
- kemaksiatan yang paling tinggi adalah
- syirik kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Kemudian diikuti denganu uqul walidain.
- Sikap berani, sikap menentang kepada
- orang tua. Ini coba di hadis Nabi maupun
- di ayat. H
- kalau di ayat berbuat baik kepada ibu
- bapak disejajarkan dengan tauhid dan
- larangan syirik. Di hadis ini uqul
- walidain disebut setelah al-isyraqu
- billah.
- Setelah syirik.
- Setelah syirik. Coba. Jadi kalau kita
- melawan orang tua itu hampir dekat
- dengan syirik. begitu pemahamannya itu.
- Maka oleh sebab itu hendaknya bagi
- orang-orang yang masih punya ibu bapak,
- yang masih punya ibu dan bapak mertua,
- baik-baiklah kepada mereka karena mereka
- adalah babun min abwabil jannah. Karena
- mereka adalah satu pintu dari beberapa
- pintu surga. Maka oleh sebab itu para
- ulama ada yang nangis [mendengus] ketika
- ditinggal ibunya. K lima la abki.
- Mengapa saya tidak menangis?
- Karena hua min ababil jal. Karena ibuku
- itu adalah satu pintu dari sekian banyak
- pintu surga. Sekarang pintu surga itu
- sudah diambil oleh Allah. Nah, maka oleh
- sebab itu sekali lagi berbuat baiklah
- kepada ibu bapak kita. Berbuat baiklah
- kepada apa? Kepada mertua kita. Kalau
- kita sudah tidak punya mereka semua,
- maka berbuat baiklah kepada bibi-bibi
- kita dan peman-peman kita karena mereka
- adalah ganti orang tua. Gitulah ya.
- Heeh. Baik, saya kira itu yang dapat
- saya simpulkan. Wasallallahu ala nabiina
- Muhammadin. Walhamdulillahi rabbil
- alamin. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakumullah khairan.
- Eh, baik ikhonat. Insyaallah Jumat depan
- akan dilanjutkan. Mungkin dari Ustaz
- Fahrul, dari Bapak Fahrul ini menanyakan
- alladina hum ala shatihim daimun. Itu
- maknanya apakah kita berarti salat
- secara terus-menerus, Ustaz?
- H iya insyaallah ya. Nah, insyaallah
- bisa menyambung di Jumat.
- Iya. Iya. I
- baik Ikhwan Nawawat terima kasih atas
- segala partisipasi. Mohon maaf atas
- segala kesalahan. Jazakullahir kasiran
- ustaz. Amin. Amin.
- Iya. Mari kita tutup dengan doa
- subhanakallahum
- asadu ilahailla anta astagfiruka.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [musik]