Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastain waa umurid dunya waddin wasalatu
- wasalam ala asrofil iyaai wal mursalin
- wa ala alihi wasohbihi ajmain. Ashadu
- alla ilahaillallah wa ashadu anna
- muhammadan abduhu wa rasuluh.
- Qallahu taala fil quranil karim.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Innallaha wa malaikatahu yusuna alan
- nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi
- wasallimu taslima. Sadaqallahulim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Masih
- dipancarkan dari jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Cibubur, Bekasi.
- Inilah Radio Silaturahim dan Rasil TV
- untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat
- yang dimuliakan Allah subhanahu wa
- taala. Bagaimana kabar Anda di Jumat
- sore yang sejuk ini? Semoga selalu dalam
- keadaan sehat walafiat. Senang sekali
- saya Fauzi Ridwanul Haq ditemani oleh
- Fajar Hidayat dan juga Yusuf Subangkit
- dapat kembali menemani ikhwan akhwat
- dalam program tausiah sore edisi Jumat
- 21 Jumadil Akhirah 1447
- Hijriah. Dan juga bertepatan dengan
- tanggal 12 Desember
- 2025. Alhamdulillah sudah hadir guru
- kita Ustaz Ahmad Saleh, MA. Mari kita
- sapa guru kita terlebih dahulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabarnya sehat, Ustaz?
- Alhamdulillah atas doa dari semua, dari
- pendengar, dari ikhwan dan akhwat, saya
- berangsur lebih baik. Alhamdulillah.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Kelihatan
- lebih segar, Ustaz, sekarang.
- Alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Masyaallah. [tertawa]
- Iya.
- Atas rahmat dan karunia Allah subhanahu
- wa taala, Ustaz.
- Amin. Amin.
- H. Baik. Semoga kesehatan juga dirasakan
- oleh ikhwan akhwat di mana pun Anda
- berada. Kami doakan semoga
- ikhwan akhwat dalam keadaan sehat
- walafiat dan dalam keadaan yang dipunai
- keberkahan oleh Allah subhanahu wa
- taala.
- Amin. Allah. Dan semoga kita doakan juga
- Ustaz Ahmad Saleh semakin baik, semakin
- segera pulih.
- Amin. Amin. Allahum amin.
- Heeh. Saraf-sarafnya lebih kuat lagi
- kembali seperti sediakala bisa berjalan,
- bisa
- kerasil sendiri, Ustaz, ya. Insyaallah,
- ya, Ustaz. Insyaallah. Amin. Amin.
- Amin. Ee dan kita doakan juga kepada
- saudara kita yang berada di Aceh,
- Sumatera Utara, dan juga Sumatera Barat
- yang sudah ee yang sudah meninggal. Kita
- doakan Allah berikan
- kasih sayang dan Allah ampuni segala
- dosanya.
- Allah jadikan syahid baginya. Dan bagi
- yang masih hidup, Allah berikan
- kesabaran. Amin.
- Berikan bantuan bala tentara dari segala
- arah yang tidak disangka-sangka
- insyaallah. Amin.
- Amin.
- Baik, Ikhwan Awat, [berdehem] Jumat yang
- lalu Ustaz Ahmad SH sudah membahas dan
- mengajarkan kepada kita tentang
- gibah. Namun dalam tema yang berbeda
- kemarin tentang haram menggunjing dan
- perintah untuk menjaga lidah. Topik
- akhirnya adalah
- gibah. Namun pada Jumat kali ini
- insyaallah Ustaz Ahmad Saleh akan
- membahas lebih khusus dan lebih spesifik
- lagi dan lebih detail lagi tentang haram
- mendengarkan gibah.
- Nah,
- namun sebelumnya bagi ikhwan akhwat yang
- ingin berpartisipasi dalam kajian
- bersama Ustaz Ahmad Saleh dapat
- mengirimkan pertanyaan di nomor WhatsApp
- 08111999720.
- Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi
- langsung dapat menghubungi di
- 0218451512.
- Mari kita persilakan kepada Ustaz Ahmad
- Sul untuk memberikan ilmu dari kitab
- syarah Riyadus Shihin. Ustaz tafadul
- Ustaz.
- Alhamdulillahi
- hamdan katsiran thyiban mubarokan fih
- kama yuhibbuna waard. Ashadu alla
- ilahaillallah. Wahdahu la syarikalah wa
- ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluhu wa innahu la nabi ba'da.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- nabiyana Muhammadin waa alihi wa
- ashabihi waman tabiahum biihsanin ila
- yaumilqiamah. Amma ba'.
- Ikhwan dan akhwat pendengar radio
- silaturahim serta pemirsa Rasil Visual
- di mana pun berada.
- Alhamdulillah pada sore hari ini Allah
- masih memberikan kesempatan kepada kita
- untuk melanjutkan kajian kita kajian
- kitab Syarhu Riyadus Shihin
- wal hadir yakni alan sanat akan
- berbicara atau membahas sanabhasu
- tentang haramnya mendengarkan gibah.
- ee persoalan gibah
- juga ee bullying
- juga head speech ada sesuatu yang
- dilarang oleh Islam. H
- di antaranya diwakili dengan ini dengan
- isyarat gibah menceritakan keburukan
- orang lain. Kalau terjadi bahwa si
- pelakunya melakukan keburukan berarti
- gibah.
- Tetapi kalau ternyata yang kita
- ceritakan tidak benar, berarti dusta.
- Tidak ada pilihan. Jadi, dua-duanya
- tetap dilarang, tetap tidak boleh.
- Kenapa? Sesungguhnya gibah itu tidak
- terlalu penting asalnya gitu loh.
- Iya,
- tidak terlalu penting. Tapi itu akan
- berdampak menjadi persoalan sosial. Nah,
- karena berdampak menjadi persoalan
- sosial menjadi kericuhan
- gitu. Padahal Quran
- diturunkan untuk kedamaian.
- Iya.
- Setiap yang menghalangi kedamaian maka
- diharamkan gitu loh asalnya. Jadi,
- jadi intinya begini. Ee ada pertanyaan
- misalnya di Quran tidak ada, di hadis
- tidak dijelaskan,
- tapi intinya menghalangi kerusak,
- menghalangi kedamaian.
- membuat kerusakan pasti itu diharamkan
- oleh Quran, pasti diharamkan oleh Islam
- gitu loh. Intinya begitu. Jadi maqasid
- syariah sama maqasid Quran kalau kita
- belum mendapatkan diduga keras bahwa itu
- dilarang gitu intinya. Jadi ee setiap
- yang mendorong kepada kerusakan,
- mendorong ketidak tercapaiannya
- kebaikan, kedamaian, ketentraman. Jadi,
- jadi apa saja itu yang meng apa
- mengakibatkan misalnya begini ee ustaz
- boleh enggak saya nyalakan petasan di
- malam takbiran?
- Gitu. Ini satu persoalan.
- Pertanyaannya, apakah orang-orang suka
- dengar petasan? Enggak. Oh, suka.
- Enggak ada masalah kalau suka. Tapi
- kalau kemudian ada orang yang complain
- karena itu mana mengganggu ketenangan
- karena mereka orang sibuk kemudian mau
- istirahat terganggu dengan bunyi-bunyi
- petasan, maka bunyi petasan menjadi
- dilarang
- gitu ya. Jadi saat tergantung kondisinya
- gitu. Maka oleh sebab itu menarik untuk
- diteliti Al-Qur'an itu begitu.
- Masyaallah.
- Ee
- jika komunitasnya
- komunitas mayoritas muslim
- dan ketika azan awal itu ee
- dikumandangkan, masa iya sih orang
- muslim terganggu gituah ya, maka tidak
- ada masalah.
- Loh, jadi azan awal disyariatkan
- tuh karena untuk membangunkan orang
- salat tahajud. Tapi kalau azan awal,
- apalagi azan awalnya yang jam mulai jam
- .00 misalnya kalau subuh jam .00 ini jam
- .00 sudah azan. Sementara mah
- lingkungannya di situ ada orang
- nonmuslim
- terus mana? Ada sebagian merasa
- terganggu, ada sebagian tidak merasa
- terganggu.
- Ada yang terganggu. Maka oleh sebab itu
- azan awal tidak begitu disyariatkan.
- Kenapa? Karena mengganggu. Sekali lagi
- tuh kan beda kan. Kalau masyarakatnya
- muslimin masa ia terganggu sama ada awal
- kan begitu. Nah, tapi kalau e kultur apa
- kulturnya adalah majemuk maka tetap kita
- harus menghormati
- toleransi.
- Nah, toleransi maka azan. Maka ke mereka
- juga betul ada mengatakan kami kalau
- kalian azan subuh enggak ada masalah.
- [mendengus]
- Kalau azan subuh kami juga ngertilah itu
- kewajiban Anda. Tapi kami sedang nyenyak
- tidur jam .00 terganggu
- gitu. Ini pernah terjadi di
- ikhwan-ikhwan kita di ee kembayan di
- Kalimantan Barat itu begitu saya tanya,
- "Oh, di sini kok ada enggak ada azan
- awal?" gitu.
- Di sini bukan hanya muslim katanya ya,
- di sini juga ada nonmuslimnya ada ini.
- Dan mereka merasa terganggu. Oh ya, ya
- sudah udah udah saya bilang saya paham
- ya itu ya. Nah, oleh sebab itu
- seringkian
- apa? Sunah sekaligus hal-hal yang sunah
- ya keutamaan-keutamaan hal yang bersifat
- sunah menjadi diperhitungkan
- objeknya gitu loh ya. Menjadi
- diperhitungkan objeknya. Kalau objeknya
- mau menerima tidak terganggu falyamal
- maka kerjakan
- tidak ada masalah. Tapi kalau kemudian
- apa mengganggu ah kan kita juga merasa
- terganggu gitu malam malam 25 Desember
- gitu ya atau 25 Desember malam 26 atau
- tanggal 31 Desember menuju tanggal 1
- Januari
- setiap jam 12.00 dibunyikan sesuatu
- padahal kita mayoritas muslim. Iya
- kan kita juga mintanya tidak dilakukan
- karena kita merasa terganggu.
- Nah, itu logika-logika Islam itu seperti
- itu gitu loh. Nah, ini juga tentu
- debatable di kalangan para ulama. Ada
- yang setuju, ada yang tidak. Tapi dalam
- pasal namanya sudah ke fikih gitu loh
- ya. Heeh. Oke. Oke. Baik. Pada
- kesempatan ini kita akan melanjutkan
- kajian kita tentang haram mendengarkan
- gibah gitu ya. diambil dalam kitab itu
- dalam kitab Riyadus Shihin satu ayat
- atau beberapa ayat tapi saya cukup
- menyengemukakan satu ayat aja yaitu
- surah Al-Qasas 55. Di Al-Qasas 55 itu
- ada potongan waidza samiulagwa
- ahu
- waidza samiu. Dan apabila mereka
- mendengar siapa mereka di situ?
- orang-orang yang mengatakan kebenaran
- Al-Qur'an di ayat sebelumnya begitu
- gitu. Kemudian mereka mensami allagwa.
- Kalau samiu berarti pendengaran,
- mendengarkan perkataan yang buruk.
- Alagwa. Lagwa itu berlebihan.
- Lagwi itu berlebihan gitu ya.
- Wa samiulagwa. Maka mereka apabila
- mendengar laagwa di sini diterjemahkan
- perkataan buruk. Atau jangan perkataan
- berkata berlebihan yang tidak
- mengenakkan
- wau
- a mereka berpaling darinya. Ini isyarat
- bahwa ciri ahlul Quran, ciri orang
- mukmin apabila mendengar
- perkataan-perkataan
- yang melampaui batas apalagi perkataan
- yang buruk maka mereka berpaling
- darinya. Ah gitu ya. itu di dalam surah
- al-Qasas ayat 55.
- Walan sekarang kita sanastamiru akan
- kita lanjutkan
- kepada alhadis alula eh al-hadis al-awal
- hadis yang pertama dalam bab ini atau
- hadis ke-1529
- dalam e kitab Riyadus Shihin
- dari Abu Darda radhiallahu anh dari Nabi
- sallallahu alaihi wasallam beliau
- bersabda, "Man
- Tirmidziu waqala haditun hasan.
- Barang siapa membela kehormatan
- saudaranya gitu ya, membela kehormatan
- saudaranya itu barang siapa yang ee roda
- itu mengembalikan menolak gitu ya. Tapi
- di sini diterjemahkan, barang siapa
- membela kehormatan saudaranya, rodallahu
- an wajhin nararo Allah akan rod itu e
- menjauhkan. Roda itu menolak menjauhkan
- ad wajhi dari wajahnya annaro dari
- neraka yaumalqiamah pada hari kiamat.
- Jadi ketika ada saudaranya yang digibah
- ee dizalimi, kemudian dia membela
- kehormatannya, maka dia dijamin oleh
- hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam
- dia akan dijauhkan dari siksa api neraka
- karena menjaga kehormatan orang mukmin
- atau orang Islam. Bisa jadi misalnya
- ada ee narasi yang mengatakan bahwa
- misalnya Hamas itu adalah organisasi
- teroris
- karena begini begini. Ah kita bela
- dengan narasi lagi. Hamas adalah
- pergerakan perlawanan untuk kemerdekaan
- Palestina. Mereka adalah orang-orang
- saleh. Mereka adalah ahlul Quran. Mereka
- adalah hafiz Quran. Mereka berkomitmen
- kepada ah itu cara membelanya. Nah, kita
- yang membela saudaranya yang dizalimi
- ya, dibully
- kemudian di apa namanya? Difnah maka
- kita membelanya. Yang membela itu
- dijamin oleh hadis Nabi ini akan
- dijauhkan dari api neraka. Begitu juga
- misalnya kita di kantor
- ya. Ya kan biasanya bawahan juga
- ngerumpi itu ya super supervisor kita
- gini gini gini gini gini ya kita yang
- tahu kondisi supervisor kita jangankan
- tahu kondisinya kalau tahu dia itu
- muslim saja dibela ah kamu jangan suudon
- kalau enggak ada bukti enggak boleh gitu
- loh jadi di apa dibela lah nah maka dan
- tidak dalam kategori cari muka muka
- ya ketika membela atasan kita bukan cari
- muka kalau itu keben kebenaran gitu loh
- ya. Heeh. Jadi ini man akhiallahu
- wajhin yaumalqiamah.
- Mutiara hadis yang dapat kita lihat
- adalah membela seorang muslim di dunia
- merupakan jalan untuk memperoleh
- keselamatan dari siksa neraka pada hari
- kiamat. gitulah. Oke, toib. Kita
- lanjutkan kepada hadis kedua.
- Wa
- Malikin radhiallahu anhu fi hadis
- masyhur.
- Langsung aja ya. Q
- nabi
- nabiu yusli faqala aina maliknu duksum.
- Mana Malik bin Luksyub? Faqala rjulun.
- Kata seorang lelaki, "Dalika
- munafiquun."
- Dia orang munafik. La yuhibullaha. Kalau
- dibacanya la yuhibullahu waasuluhu,
- berarti Allah dan rasulnya yang tidak
- menyukai. Kalau bacanya ee Allahu wa
- rasuluhu. Tapi kalau bacanya la
- yuhibbullaha wa rasulahu, berarti si
- laki-laki itu yang tidak menyukai Allah
- dan rasulnya. Nah,
- ee faq Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam
- bersabda,
- "Jangan kau katakan seperti itu.
- Alahuqala,
- apakah engkau tidak memperhatikannya?"
- Dia telah mengatakan lailahaillallah.
- Mengucapkan lailahaillallah. Yuri
- bidalika wajah. Dia menghendaki dengan
- ucapan lailahaillallah itu adalah rida
- Allah. Ya, wajallah itu rida Allah ya.
- Heeh. Wa inallahaq harama. Dan
- sesungguhnya Allah telah mengharamkan
- alari atas neraka manqala
- lailahaillallah yang mengatakan
- lailahaillallah yabagika
- wajallah yang dengan itu dia berharap
- rida Allah atau ee pahala dari Allah.
- Nah, jadi oleh sebab itu ini menarik
- hadis itu. Jadi yang mengatakan
- lailahaillallah tuh bukan di neraka.
- Oh, enggak boleh itu bidah itu ngucapkan
- lailahaillallah.
- Bidah.
- Bidah itu ngucap lailahaillallah.
- Lailahaillallah. Bidah ahlunar. Dari
- mana dalilnya? Ada itu
- maqahillallahqolal
- jannah gitu loh. Nah itu kita gegabah
- memponis menjustifikasi
- tanpa dalil ya. Ngikuti dia ngikutan
- sunah. sunahnya sunah letelek
- tekstual bari salah bari itu sambil
- sambil salah pemengamalnya. Oke tayib
- ya. Ee kita lanjutkan mutiara-mutiara
- yang dapat kita lihat.
- Pertama larangan gibah di dalam hadis
- ini menunjukkan hukumnya haram. Dan
- larangan gibah itu bisa jadi untuk
- mencegah orang yang ingin mengguncing
- dengan cara menakut-nakuti dan bisa
- dengan mengoreksi ucapan.
- Jadi enggak ada urgensinya, enggak ada
- kepentingannya gibah itu ya. Ah, enggak
- ada kerjaan saya udah daripada nganggur
- daripada ini mendingan gibah. Ah, enggak
- ada enggak ada keperluannya
- gibah itu. Maka yang ada bagaimana
- mencari kita amar makruf nahi mungkar,
- bagaimana mengadakan perbaikan
- masyarakat, perbaikan itu aja lebih
- penting daripada gi gib gibah gitu ya.
- Yang kedua, amal saleh tidak bermanfaat
- kecuali dimaksudkan untuk mencari rida
- Allah.
- Nah, menjalankan ubudiah kepadanya serta
- takarub kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi sekali lagi
- ada orang amal saleh tapi tidak
- ditujukan takub kepada Allah, maka
- Mardud
- ditolak.
- Dia ngasih bantuan
- ke bantuan ke Aceh, bantuan ke Sumatera
- Utara, bantuan ke mana?
- Sumatera Barat.
- Ke Sumatera Barat. Tapi kalau niatnya
- bukan karena Allah ditolak. Meskipun
- sekali lagi ini peringatan saja ya. Kita
- kan enggak tahu niatnya. Pokoknya oh
- setiap yang ngasih baik gitu aja. Setiap
- yang sodqah baik, setiap yang donasi itu
- baik. Tapi untuk masing-masing kita
- hati-hati.
- Jangan sampai niatnya hanya untuk
- pencitraan.
- Hah. Jangan sampai niatnya untuk
- mempersiapkan 2029.
- Masyaallah. Ya Allah ya rabbana. Jangan
- sampai nanti ditiup seperti debu. Maka
- luruskan niat kita ya sebelum terlanjur
- jauh enggak apa-apa. Sedodqah itu boleh
- terang-terangan, boleh
- sembunyi-sembunyi.
- Terang-terangan boleh. E asal jaga hati
- gitu aja gitu loh ya. Ee jangan
- mentang-mentang sekarang 2026 nih bentar
- lagi ah masih ada 3 tahun nih. Ah harus
- dibangun lah. Gak apa-apa. Gak apaapa
- itu maksudnya ya nih apa namanya ee ee
- keutamaannya didapat oleh orang yang
- menerima tapi yang mendonasikan
- menjadi rugi gitu ya. Ya. Maka oleh
- sebab itu kembali kepada niat agar
- innamal a'malu bin niyah. Nah, segala
- amalan itu tergantung niatnya. Nah, oke.
- Baik.
- Ee hadis yang ketiga, Ikhwan dan akhwat
- rahimakumullah.
- Wa e waan Ka'b ibni Malik. Dari Ka'ab
- bin Malik radhiallahu anhu semoga Allah
- meridainya.
- Di dalam hadis yang panjang dalam kisah
- taubatnya qala dia berkata q nabiyu
- shallallahu alaihi wasallam wahua
- jalisun filmi
- Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda
- sementara beliau sedang duduk-duduk di
- antara para sahabat di Tabuk
- Ma faala Ka'bnu
- Malik. Apa yang dilakukan oleh Ka'ab bin
- Malik? Nabi bertanya faqulun. Maka
- seorang lelaki menjawab, "Min bani
- Salamah?" Dari Bani Salamah, "Ya
- Rasulullah, wahai utusan Allah. Habasahu
- burdah wadoru
- fihi faqala lahu Muad ibnu Jabbalin
- radhiallahu anhu." "Bisama qulta."
- "Wallahi ya Rasulullah ma alimna alaihi
- illa
- fasa." Kata Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Nah, ada seorang dari Bani
- Salam berkata, "Ya Rasulullah, ia
- tertahan oleh keindahan pakaiannya dan
- keasyikan memandangi kedua belikatnya."
- Kemudian Muad bin Jabal berkata,
- "Membantah
- ee kepada orang yang mengatakan bahwa
- dia tertahan karena keindahan, menikmati
- keindahan. Jadi, lalai tidak ikut perang
- Tabuk."
- Ee kata Muad bin Zabal, "Alangkah
- jeleknya perkataanmu itu. Demi Allah ya
- Rasulullah, kami tidak mengetahui
- sesuatu padanya selain kebaikan." Jadi
- kalau ada orang misalnya yang sudah kita
- ketahui dia sudah bersyahadat kemudian
- dia melakukan
- ee kesalahan baik disengaja atau tidak
- sengaja, apalagi dia tidak
- terang-terangan.
- Kemudian ada orang yang ngintip kemudian
- dia mah begini dan begitu. Nah, maka
- kita boleh mengatakan, "Demi Allah, saya
- tidak menemukan dia kecuali dia dalam
- kebaikan." Nah, jadi itu untuk
- Heeh. untuk membela, untuk ee menutupi
- aib saudaranya. Apalagi tidak disengaja
- ya dikerjakannya tidak sesengaja.
- Kalaupun disengaja dikerjakannya
- sembunyi-sembunyi.
- Nah, itu yang tidak boleh digibah.
- Adapun mereka menantang melingkat
- syariat Allah, melakukan kemaksiatan
- terang-terangan.
- Ah, itu mah enggak usah diceritakan juga
- orang sudah pada tahu kan begitu karena
- terang-terangan. Maka cara tobatnya juga
- beda. Kalau yang tadi melakukannya
- dengan sembunyi-sembunyi, tobatnya cukup
- dia dengan Allah.
- Nah, kalau bagi yang terang-terangan,
- dia berarti harus tobat kepada Allah,
- harus memperbaiki kebiasaan itu
- disaksikan oleh orang-orang yang
- mengesakkan kemaksiatannya.
- Nah, kan berat sekali gitu. Aduh, yang
- padahal yang misalnya mohon maaf di
- televisi ada orang ee apa namanya
- melakukan kemaksiatan terang-terangan.
- Iya.
- Tervisi itu berapa orang yang
- melihatnya?
- Banyak.
- Katakan banyak sejuta orang gitu loh.
- Nah, ketika tobatnya bingung dia. Sejuta
- orang itu harus tahu. Jangan sampai dia
- yang dari antara sejuta orang itu masih
- terkesan bahwa dia itu ahli kejelekan.
- He.
- Padahal dia sudah tobat. hal gitu loh.
- Maka oleh sebab itu hendaknya
- berhati-hati apabila kita melakukan
- kemaksiatan dengan terang terangan gitu
- loh ya. Hmm. Oke. Baik. Maka ee
- apa namanya? Mutiara-mutiara yang dapat
- kita ambil dari hadis ini, persetujuan
- Nabi sallallahu alaihi wasallam terhadap
- Muad bin Jabal dalam membela saudaranya
- yaitu Ka'ab bin Malik radhiallahu anh
- dan arahan kepada umat Islam untuk
- melakukan tindakan mulia untuk mencegah
- gibah semacam ini. Nah, jadi ini saja
- saya kira apa pengantar kajian kita dan
- memang babnya cuma tiga hadis ya.
- Insyaallah kita akan lanjutkan kepada
- masalah kibah yang dibolehkan.
- Demikian ee pengantar ee pada kesempatan
- ini. Wasallallahu ala nabiina
- Muhammadin. Wallahu aam biswab.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Wallahuam
- bawab. Jazakumullah khairan kasiran
- ustaz. Baik, ikhwan kita sudah selesai
- mendengarkan tiga hadis yang sudah
- disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh
- tentang haram mendengarkan gibah. Baik,
- kita akan lanjutkan setelah di sesi
- kedua ini setelah nada takwa berikut.
- Terima kasih.
- Amin. Terima kasih Wan Awat masih
- bersama Radio Silaturahim. Saat ini Anda
- sedang menyaksikan
- tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Saleh.
- Sekarang kita akan masuki t sesi kedua
- untuk tanya jawab bersama ikhwan akhwat.
- Sebelum kami bacakan pertanyaan,
- kami akan bacakan terlebih dahulu
- atensi-atensi yang sudah disampaikan
- oleh ikhwan akhwat. Pertama dari Ibu
- Sri. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah Bapak Kiai sudah sehat.
- Terima kasih Ustaz tausiahnya.
- Barakallahu fikum.
- Kemudian dari
- Bapak Arwin. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Terima kasih Ustaz atas tausiah, nasehat
- dan pencerahannya. Semoga ustaz dan
- pejuang dakwah serta pendengar Radio
- Silaturahim selalu dalam keadaan sehat
- walafiat.
- Amin. Barakallahu fikum.
- Kemudian dari
- Ibu Retno, alhamdulillah hadir menyimak
- Ustaz tausiah sore melalui radio.
- Barakallahu fikum.
- Kemudian sekarang kita akan membacakan
- pertanyaan pertama dari Bapak Yudi di
- Bogor.
- H.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Hm. Saya Yudi dari Masjid Arrahman
- Cibubur. Semoga Ustaz lekas sembuh.
- Amin. Allahum amin. Amin.
- Ustaz, saya ingin bertanya. Bagaimana
- cara menghindari teman yang suka gibah,
- memfitnah, dan namimah, Ustaz?
- Jazakumullah kir.
- Nah, masyaallah. Ada dua pendekatan yang
- dapat kita lakukan. Yang pertama
- pendekatan langit. Kedua, pendekatan
- physically.
- Pendekatan pendek apa? Pendekatan fisik.
- Pendekit.
- Pendekatan langit yaitu didoakan
- gitulah ya. Allahum ya Allah berilah
- hidayah kepada saudaraku si fulan bin
- fulan jagalah lisannya gitu loh jagalah
- perbuatannya sebagaimana juga engkau
- telah menjaga diriku senantiasa menjaga
- diriku dari keburukan-keburukan
- jadi apapun inti doanya dan mendoakan
- dia kebaikannya dan kita juga seningnya
- sudah sudah sering mendoakan kan
- Allahfir lil musliminal muslimatal
- kurang diyakan
- pernah mendoakan dia gitu. Padahal tadi
- termasuk doa itu yang pertama. Yang
- kedua nasihati akinal habib. Wahai
- saudaraku yang mulia,
- maaf saya bukan menggurui.
- Sebaiknya kita mending evaluasi diri
- kita sendiri daripada ngomongin orang
- lain. Maaf sekali lagi bukan berarti
- saya sok suci karena saya cinta sama
- antum. Karena engkau umat Nabi Muhammad
- kata Nabi Muhammadinaq.
- Maka saya cuma mengamalkan ayat itu
- menasihati antum. Masyaallah
- sebaiknya kita berhenti
- menggibah, membully g speech terhadap
- orang lain. Doakan saja ya Allah jika
- kalau misalnya apa namanya kita gibah ya
- kita gibah kemudian kita sampaikan
- kepada orang tadi seperti itu. Sekali
- lagi, saya bukan sok suci. Saya juga
- menyadari saya banyak salah,
- banyak khilaf. Tapi antum saudara saya
- dalam Islam
- wajib juga. Karena saya mendengar
- gibahan antum, wajib bagi saya untuk
- mencegahnya.
- Maka berhentilah wahai saudaraku.
- Ya, lebih baik kita muhasabah,
- ibda binafsik. mulai dari diri kita
- mengevaluasi diri, insyaallah kita akan
- menjadi orang yang beruntung. Amin.
- Gitu ya. Mohon maaf ya, antum enggak
- usah tersinggung ya gitu loh. Saya
- karena sayang sama antum, cinta sama
- antum, maka terasa pahit pun saya
- ucapkan itu terserah antum sih mau
- nerima alhamdulillah. Enggak pun ya
- alhamdulillah gituah. Nah, jadi sekali
- lagi ada dua jalan yang harus ditempuh.
- Yang pertama jalur langit, kedua jalur
- tadi ya, jalur ee komunikasi gitu loh.
- Insyaallah kalau semua itu diterapkan
- oleh semua muslimin, ah di dunia itu
- enggak ada gontok-gontokan.
- Masyaallah.
- Betul. Enggak ada gontok-kontokan. Yang
- ngaji di sono aman, yang ngaji ngaji di
- sini aman. Yang salatnya begini aman,
- yang salatnya tidak begini aman. gitu
- loh. Karena kan semuanya punya
- argumentasi, punya alasan. Tidak ada
- yang yang harus dipahami. Nah, saya
- pernah pengalaman
- dia si orang ini menceritakan tentang
- keluarga saya. Rupanya dia tidak tahu
- bahwa yang sedang diceritakan itu ada di
- hadapannya.
- Enggak tahu. Enggak tahu.
- Iya, saya tapi diam. I itu kan itu apa?
- Waktu orang tuanya meninggal. ee orang
- tua dia kenalnya itu dengan dengan
- ee saudara saya. Dia waktu mertuanya
- meninggal tuh enggak boleh disalatkan
- oleh yang lain gitu loh. Ketika saya mau
- nyolat udah enggak apa-apa udah cukup
- gitu. Padahal bukan berarti tidak boleh
- karena mungkin padahal dia sendiri juga
- bisa nyolatkan kalau rombongan pertama
- sudah nyolatkan. Karena kenapa rombongan
- pertama? karena penuh rumahnya gitu loh.
- Aknya kesimpulannya enggak boleh tuh
- enggak boleh disalatkan oleh orang lain.
- Eh tapi tentu saya jaga jaga
- perasaannya. Saya tidak memperkenalkan
- bahwa saya saudaranya saudara saya gitu
- loh. Lagi itu karena saya khawatir dia
- malu gitu loh. Kalau coba kalau saya
- ngenalkan oh yang maksud bapak itu
- adalah orang tua saya gitu kan. Jadi
- malu makanya saya pura-pura aja gitu ya.
- pura-pura meskim dia hanya mengarah ke
- situ, tapi tetap saya tidak jelaskan
- dengan apa? Dengan maksud ee menutup ya
- menutup agar dia tidak menjadi malu.
- Jadi gitu ya.
- Jadi ada jalur langit, ada jalur
- komunikasi.
- Demikian. Wallahuam
- biswab.
- Demikian Bapak Yudi semoga dapat
- menjawab. Pertanyaan kedua dari Bapak
- Sayyan Rohili. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya Rohili di Pulau Gebang. Izin
- bertanya, Ustaz. Bagaimana jika
- seseorang berbuat zalim atau gibah
- kepada tetangganya sampai meninggal
- dunia? Belum minta maaf, Ustaz?
- Bagaimana hitungan dosanya?
- Ah, masyaallah. pertama dia sendiri
- harus minta ampun kepada Allah gitu ya.
- Kemudian bagaimana caranya orang yang
- digibahi menjadi mulia kembali?
- Coba gimana caranya orang yang digibahi
- sampai sudah sudah meninggal dunia
- kemudian kita belum minta maaf berarti
- kan kita ada konsekuensi untuk
- mengangkat derajat dia. Karena kan
- selama hidupnya dia menjadi terhina
- karena omongan kita. He.
- Nah, logikanya untuk tobatnya berarti
- harus ngangkat lagi, jadi mulia lagi.
- Gimana caranya?
- Kalau minta maaf ke orang yang hidup,
- Ustaz. [tertawa]
- Nah, jadi caranya mah gini.
- Misalnya gini ee dia lahir, mohon maaf.
- Oh, oke. Terserah mau tanggal lahir,
- Pak. Pokoknya dia kesempatannya begini.
- Ketika dia sudah meninggal dunia, maka
- kita bersedekah.
- Sodqah.
- Sodqah. Akhi ana sodqah nih buat antum
- ya. Ana sodqah antum. Ini pesan atas
- nama si fulan
- yang yang kita gibahi itu ya. Ini
- kebaikan dia.
- Kebaikan dia. Maka sodqah sama antuk.
- Doakan ya dia mudah-mudahan diampuni
- oleh Allah.
- Nama di dunia siapa yang mulia? Orang
- yang sudah meninggal dunia.
- Karena apa? Karena kita sedekah tapi
- mengatasnamakan orang yang sudah
- meninggal dunia.
- Iya.
- Karena kita, "Duh, akhi ini si anu pesan
- sebelum meninggal dunia." Enggak
- berbohong di situ boleh
- gitu ya. Doakan mudah-mudahan Allah
- mengampuni dosanya, meringan apa? ee
- mengampuni dosanya dan menempatkannya di
- tempat yang mulia. He
- gitu ya. Dia itu sayang sama antum, maka
- titip nih sodqahnya dari dia.
- Dia menyangka bukan kita yang sedekah,
- tapi siapa yang sudah mening meninggal.
- Maka kemudian yang sudah meninggal
- derajatnya naik lagi. Dian banyak orang,
- wah masyaallah dia ya sebelum
- meninggalnya saja begini. Nah, itu
- adalah upaya memperbaiki.
- Mohon maaf saya belum belum menemukan di
- dalam kitab he
- yang berbicara seperti ini caranya untuk
- meman ampun kepada orang yang sudah apa
- yang sudah meninggal dunia. Saya hanya
- isyarat-isyar Quran, sunah dan dalam
- maqasid syariah dan maqasid Quran. Oh,
- berarti ketika dia dihinakan waktu
- hidupnya, maka setelah meninggalnya
- harus diangkat lagi derajatnya.
- Nah, salah satunya tadi gitu loh. Atau
- misalnya kita bersedekah atas nama dia
- atau ya apapunlah kebaikan kebaikan lain
- yang dinisbatkan kepada dia.
- Dan antum jangan merasa rugi. Oh, nanti
- cuma dia aja yang dapat kebaikan.
- Enggak.
- Dia dapat kebaikan menjadi mulia
- kembali. Antum juga dapat kebaikan.
- Apa kebaikannya?
- memberi orang
- mengangkat kembali kehinaannya menjadi
- mulia gitu loh. Nah, kan tanggung jawab
- kita karena waktu hidupnya K dia
- menjatuhkan namanya. Nah, maka oleh
- sebab itu ee salah satu caranya adalah
- tadi seperti itu seodqah atau misalnya
- apalah yang bernilai kebaikan kemudian
- disbatkan kepada orang tersebut karena
- kita belum sempat meminta maaf. meskipun
- sempat meminta maaf juga tetap punya
- tanggung jawab untuk mengangkat
- derajatnya gitu loh kan minta maaf
- antara kita dengan dia. Tapi di
- masyarakat dia nilainya sudah jatuh
- karena sering digibah oleh kita. Maka
- salah satunya tetap meskipun sudah minta
- maaf belum minta maaf tetap harus
- diangkat derajatnya kembali
- gitu ya. Demikian yang dapat saya
- jelaskan. Wallahu aam biswab.
- Wallahuam bisab. Demikian Bapak Rohili
- semoga dapat menjawab.
- Berikutnya dari
- Bapak Dodi di Cilangkap, Ustaz.
- Heeh.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [mendengus]
- Semoga Ustaz selalu sehat
- dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa
- taala. Amin. Allahum amin. Barakallahu
- fikum.
- Ustaz, saya izin bertanya.
- Dalam surah Almaun bahwa orang yang
- mengabaikan fakir miskin
- he
- dianggap sebagai pendusta agama.
- Iya.
- Pertanyaan saya, bagaimana batasannya
- kita menyantuni fakir miskin tersebut
- sehingga kita tidak tergolong sebagai
- pendusta agama?
- He.
- Apakah fakir miskin yang dimaksud di
- sekitar tempat tinggal kita atau di
- tempat lain?
- Iya.
- Apakah dikasih sedekah setiap hari atau
- setiap bulan, Ustaz? Ah.
- [tertawa]
- Masyaallah. Barakallah fikum. Tiib.
- Pertama, objeknya fakir miskin 40 rumah
- di sekitar kita. Karena itu yang disebut
- dengan tetangga.
- Kalau sekitar radius 40 rumah tidak
- ditemukan fakir miskin, maka berkembang
- lagi ke tempat lain, gitu ya. Ah, kalau
- ditemukan di radius 40 rumah, maka kita
- bertanggung jawab, orang-orang kaya
- bertanggung jawab menyelesaikan
- kebutuhan mereka. Kalau kita ingin
- dianggap ahlus salah gitu ya, maka
- diselesaikan urusannya.
- Apakah berapa, Pak, Ustaz, ke ininya
- besarannya?
- Tidak ditentukan. Yang jelas kebutuhan
- dia diringankan, kebutuhan dia ditutupi.
- Jadi kebutuhan dia ditutupi itu lebih
- bagus. Tapi kalau tidak sampai menutupi
- diringankan. Paling tidak 75%
- kebutuhannya.
- Ah, enggak bisa tuh 75% mah. Jangankan
- 75%,
- kami aja pas-pasan misalnya ya 50%-nya
- lah. Oh, enggak bisa ya. Berapa puluh
- persen? Berapun yang kita mampu untuk
- meringankannya, maka ringankan. Dan
- paling tidak adalah dengan doa.
- Ketika dengan ee finansial tidak bisa
- karena sama-sama susahnya. Susah itu
- kalau kita pas-pasan, kalau dia
- kekurangan.
- Beda enggak tuh
- pas-pasan dengan kekurangan? Kalau
- pas-pasan pas gitu. Pas mau ke mall ada
- duitnya.
- [tertawa]
- pas-pasan itu artinya setiap kebutuhan
- kita pas tidak ada lebihnya misalnya
- hitungan padahal isungnya bisa
- diutak-atik jadi lebih gitu ya. Nah,
- kalau dia kekurangan
- anak sekolah ini bahkan makan do orang
- lain mah tiga kali dia mah cuma satu
- kali atau dua kali itu kekurangan. Nah,
- Islam datang dengan tujuan apa?
- Meringankan beban atau menyelesaikan
- persoalan.
- Kalau belum selesai harus diupayakan
- terus gitu sampai selesai persoalannya.
- Tapi paling tidak diperkecil
- permasalahannya yaitu diringankan
- bukan dituntaskan gitu. Yang lebih bagus
- dituntaskan tapi paling tidak
- diringankan. Kita berdonasi untuk rakyat
- Gaza itu meringankan.
- Belum bisa menyelesaikan persoalan kan
- begitu
- bisa dipahami ya. Nah, jadi ee
- persoalannya kita tinggal milih, bukan
- tinggal milih sekemampuan kita kita ini
- bisa menyelesaikan atau baru bisa
- memperkecil, baru bisa meringankan.
- Kalau bisa baru bisa meringankan, maka
- ringankanlah gitu loh. Sambil di
- didorong dengan doa, "Ya Allah, saya
- belum bisa nolong dia. Dia keperluannya,
- keperluannya misalnya 2,5 juta, saya
- bisa ngasih R juta gitu loh. Tapi atau
- ya Allah kami semua di warga RT sekian
- ada janda yang perlu R juta tiap
- bulannya untuk membiaya anak-anaknya.
- kami belum bisa menyelesaikannya baru
- bisa terkumpul 2,5 juta. Du kasihkan 2,5
- juta gitu loh ya. Jadi sekali lagi tapi
- kalau kemudian kita mampu jangankan
- memenuhi kebutuhan tadi ya kebutuhan ee
- dia ee keperluannya bahan bahkan kita
- bisa memberikan modal tambahan.
- Masyaallah
- gitu loh. Oh kenapa? Kenapa sih? Ini ada
- tetangga nih. Kemarin habis DPHK
- sekarang sudah 7 bulan belum dapat
- pekerjaan lagi. He.
- Dan dia sekarang tabungannya di bulan
- kelima tabungannya sudah habis. Selama 2
- bulan dia luntanglantung nyari
- pekerjaan. Oh, masyaallah. Sini suruh
- ini menghadap ke saya. Nah, bisa begitu
- atau kita datang ke rumahnya?
- Yang lebih bagus itu kita datang ke
- rumahnya. Pak, gimana kabarnya Pak?
- Heeh.
- Alhamdulillah. Baik. Saya dengar Bapak
- sudah PHK ya? Iya. Saya sudah PHK sudah
- 7 bulan tabungan sudah habis gini. Oh.
- Apa Bapak punya keahliannya?
- Ah, saya mah enggak punya keahlian.
- Paling paling cuma jualan bakso. Berapa
- butuh biaya untuk jualan bakso?
- Heeh.
- Dikalkulasi giniini. Oh, perlu se
- jumlahnya jumlah jablai perlu R juta
- misalnya kasih R5 juta. Mudah-mudahan
- berkah ya, Pak. Terus diajari apa
- namanya? Manajerialnya
- diajari.
- Nah, jadi modalnya dikasih,
- manajerialnya dikasih. Di ah saya
- bisanya baru finansialnya kasih
- finansialnya.
- Ah, saya mah baru bisa ngajarin tentang
- apa? Manajerialnya. Manajerialnya dulu.
- H
- gitu loh. Jadi paling tidak dia ada
- bebannya berkurang gitu loh ya. Nah,
- nanti kalau sudah teratasi bisa pindah
- lagi nanti. Oh, dia sudah mandiri cari
- lagi orang fakir miskin di sekitar kita
- yang lainnya. Atau kalau dikoleksi bisa
- kan DKM misalnya mengkoleksi
- maka DKM masjid itu harus menjadi
- soluter of.
- Orang punya hutang kalau bisa bukan
- datang ke rentir, datang ke DKM.
- He
- iya. Datang ke ke DKM. Saya mau minta
- hak. Hak apa? Hak zakat
- gorimin.
- Eh. Oh iya ada nih. Setua berapa
- perlunya? Saya cuma untuk minta bayar
- hutang aja ke dia R juta ya. Dikasih R5
- juta tuh.
- Iya. Iya.
- Jadi tidak harus pinjam ke renten dong
- dia. Apalagi ketika jayanya dia seding
- infak kok.
- Atau kalau enggak di ada jemahnya di
- situ misalnya jemah yang mengkoordinasi
- amirnya gitu loh, maka jemaahnya yang
- bertanggung jawab gitu loh. Jadi masjid
- itu bukan hanya pusat peribadahan
- tapi juga pusat finansial, pusat ee
- iqtisadiah,
- pusat ekonomi. Maka tidak mengapa masjid
- juga membangun perusahaan, membangun
- usaha-usaha untuk umat, untuk jemaah
- yang fakir, untuk jemaah yang tidak
- punya pekerjaan itu harusnya DKM itu
- jadi punya programnya bukannya malam ini
- kajian ini. Itu juga betul.
- Padahal DK memang dewan kemakmuran.
- Oh iya, dewan kemakmuran masjidnya. Jadi
- ada kajian keilmuannya.
- Jangan pisahkan ada ilmu dunia, ilmu
- agama. Karena ilmu dunia juga ilmu
- agama.
- Iya.
- Memang agama cuma apa? Tidak mengatur
- dunia. Enggak.
- Nah, karena karena agama juga mengatur
- dunia, maka dikaji seluruh keilmuan.
- Misalnya ada ee apa? Tadrib ee apa
- namanya? Usaha mandiri.
- Ada tadrib ini. Tadrib itu kalau di kita
- ee apa ya? Training.
- Pelatih. Pelatihan.
- Oh, pelatihan ya. Ada pelatihan ini
- pelatihan begitu. Nah, kalau tiap masjid
- itu sudah berjalan seperti itu, tidak
- akan ditemukan lagi orang yang fakir
- miskin.
- Tidak akan ada lagi orang yang memeluk
- Islam itu menjadi susah. Aduh, susah
- saya. Saya punya hutang kerentenir.
- Tidak ada lagi yang pinjam kerentenir
- gitu loh. Bahwa sekarang dia sedang
- dibawa, sedang jatuh ke pinjak ke DKM.
- Kalau misalnya DKM kasih pinjaman lunak
- enggak masalah akadnya pinjam dulu
- enggak apa-apa kalau kita tidak percaya
- nih saya kasih pinjam R juta ya
- kembalikan dengan dicicil ternyata dia
- tidak berhasil pula enggak apa-apa
- dihapuskan nanti dalam waktu tertentu
- kesepakatan EKM-nya gitu loh. Tapi kalau
- kemudian dia bisa mencicir kan sama
- dengan menguatkan yang lain juga. Ketika
- ada orang yang miskin datang lagi bisa
- dikasih pinjam lagi. Ah ini ya sekali
- lagi kita musyawarahnya dengan ini. Ini
- pinjamannya istilah saja. Sesungguhnya
- ini sudah disodqahkan buat dia. Tetapi
- supaya dia ada upaya-upaya serius untuk
- bisa infak lagi maka dikata katakanlah
- pinjam gitu. pinjaman lunak gitu loh
- bahwa oh enggak dos kasihkan oh enggak
- apa-apa juga dilafazkan sudah saya nih
- ini tunjangan dari masjid ya buat antum
- ini modalnya nih tidak harus
- dikembalikan tapi kamu serius begitu ya
- oke saya kira itu saja yang dapat saya
- jelaskan wallahu aam bisawab
- wallahuam bisawab demikian Bapak Dodi
- semoga dapat menjawab baik ikhwan akhwat
- kami akan rehat sejenak Setelah nada
- takwa berikut tetap di radio
- silaturahim. Terima kasih.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Terima
- kasih Iwan. Masih bersama tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Saleh.
- Sebelum kita bacakan pertanyaan, kita
- akan menyapa
- ee yang masuk melalui WhatsApp. Oh, ada
- Ibu Aminah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Terima kasih, Ustaz, ilmunya.
- Alhamdulillah, saya menyimak.
- Barakallahu fikum.
- Kemudian, Ibu Ani Hani.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Pendengar setia Rasil alhamdulillah
- hadir menyimak di tausiah sore.
- Barakallahu fikum.
- Ustaz dan pejuang dakwah Rasil
- insyaallah selalu sehat walafiat.
- Amin. Allahum amin.
- Kemudian Ibu Darma di Bekasi.
- Alhamdulillah Ustaz menyimak
- selalu. Terima kasih ilmu dan juga
- pencerahannya Ustaz.
- Barakallahu fikum.
- Kemudian
- ee ada
- permohonan doa dari Bapak Adi Ustaz
- tentang beliau ingin didoakan semoga
- beliau di ampuni dan dimaafkan segala
- dosa-dosanya dan
- dosa kedua orang tuanya dan dimaafkan
- atas segala kesalahan-kesalahannya.
- Hm. Demikian Ustaz
- dari Pak siapa?
- Dari Bapak Adi.
- Dari Pak Adi. Allahumfirli Adi wa
- ahlihi. Allahumfirli wa ahlihi. Allah
- muslimatminalika
- ya arhamarahimin.
- Amin.
- Ustaz
- e demikian Bapak Adi. Semoga Allah
- mengijabah doa
- dari Ustaz Ahmad. Amin. Amin. Amin.
- Berikutnya kita akan menjawab pertanyaan
- dari Bapak Asrofudin. Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya izin mau bertanya
- tentang hibah. Ini Ustaz termasuk hibah
- atau tidak? Kalau saya
- suka ngasih contoh dari om saya atau
- dari saudara untuk saudara anak saya.
- Hm. Ee Om ini pelakunya baik supaya
- ditiru. Kalau misalnya ada perlakuan
- dari om yang tidak baik supaya jangan
- ditiru dan jangan dijauhi, Ustaz.
- He he.
- Berikut, Ustaz, penjelasannya.
- Heeh.
- Iya. Baik. Masyaallah. Jadi boleh saja
- menyebut kebaikan misalnya tuh nak lihat
- Ummu dia rajin ini ni kamu tiru. Nah
- tapi ketika mau menceritakan jelekan
- tidak disisbatkan ke umnya. He.
- Misalnya umnya ini ya jeleklah
- perilakunya ya.
- Coba kamu lihat tuh umu betapa baiknya
- kamu tiru tuh ya tapi jangan seperti
- orang yang begini begini. Nah gitu. Jadi
- tidak keburukannya tidak dinisbatkan ke
- umnya ya. Jangan. Tapi kalau ada orang
- yang melakukan begini begini padahal ya
- kita senang bicara umnya gitu ya. Ah
- tapi tidak disebutkan.
- Jadi pertama kamu tiru Ummu tuh dia
- rajin belajarnya, rajin kerjanya gitu
- ya. Hormat sama nenekmu, sama kakekmu
- tuh ya. Sayang tuh kamu ikuti tuh. Tapi
- jangan kamu seperti orang yang seperti
- sono, di sono gini. Di sono juga tidak
- disebutkan. Tapi jangan seperti orang
- yang begini begini keburukannya. Jadi
- kalau kebaikannya itu dinisbatkan ke
- kepada pamannya itu boleh. Tapi
- keburukannya tidak harus disebutkan
- dinisbatkan kepada obnya gitu loh. Jadi
- agar supaya kita selamat ya selamat dari
- gibah. Jadi kita hanya menceritakan
- kebaikannya. Maka banyak sekali di dalam
- Al-Qur'an atau di dalam doa-doa para
- ulama itu segala kebaikan disebutkan kan
- di dalam Quran begini.
- di dalam Al-Qur'an
- misalnya eh ihdinasiratal
- mustaqimatalladzina
- anamta
- alaihim ghairil magdubi alaihim wadin.
- Ketika yang diberi nikmat itu
- dinisbatkan kepada Allah an'amta yang
- telah engkau beri nikmat
- ghairil magdub bukan jalannya
- orang-orang yang dimurkai
- padahal kan yang dimaksud bukan jalannya
- orang-orang yang engkau murkai tapi yang
- dimurkai tidak dinisbatkan ke Allah
- giril magdub orang yang dimurkai
- anamta yang telah engkau beri nikmat
- Iya.
- Nah, magdub yang dimurkai kan maksudnya
- yang engkau murkai tetapi tidak
- dinisbatkan kepada Allah. Kenapa? Karena
- Allah itu ee biyadikal khair. Di
- tanganmulah segala kebaikan.
- Maka segala keburukan meskipun bersumber
- dari Allah tidak disebutkan itu dari
- Allah.
- Tuh, itu rahasia Quran tuh.
- Masyaallah. Ihdinatal mustaqimadina
- anamta alaihim ghairil magdubi alaihim
- wadin yang dimurkai dan sesat kan
- artinya yang engkau murkai dan engkau
- sesatkan kan begitu tapi
- redaksi Quran enggak begitu
- dimurkai
- nah dimurkai dan yang sesat walin dan
- orang yang tersesat gitu
- tidak dinisbatkan kepada Allah kenapa
- kena Karena Quran sendiri mengatakan
- biadikal khair pada tanganmulah segala
- kebaikan. Begitu dalam surah Ali Imran
- kalau tidak salah gitu ya. Jadi sekali
- lagi sampaikan ee kebaikan pamannya
- untuk bisa diikuti dan ketika mau
- berbicara keburukannya tidak
- dinisbatkan.
- Nah keburukannya jangan seperti orang
- yang selalu gibah, selalu ngadu domba.
- Jangan ya. tidak disisbatkan kepada
- omnya gitulah ya agar kita selamat dari
- gi gib gibah. Demikian yang dapat saya
- jelaskan. Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Bapak
- Asrofudin semoga dapat menjawab. Ee baik
- Ustaz, kita ee akan berada di sebentar
- lagi
- untuk sebelum kita tutup, Ustaz bisa
- sebagai penutup, Ustaz.
- Oke.
- Tafadul, Ustaz.
- Baik. Agak agak sedikit panjang, ya.
- Iya. Tafadul.
- Heeh.
- Jadi isyarat gibah
- berbicara dan berlaku yang tidak
- bermanfaat itu tidak diakui atau tidak
- direkomendasikan oleh Islam. Maka oleh
- sebab itu Islam hanya menganjurkan
- segala sesuatu yang bermanfaat gitu loh.
- Jadi batasannya itu tidak bermanfaat
- gitu loh. L tapi kalau sudah dosa
- dicegah oleh Islam.
- Misalnya begini,
- berkata yang baik, qul khairon aasmut.
- Berkata baik itu nilai pahala ada
- berkata baik.
- Iya.
- Berkata buruk itu dosa.
- Nah, tengah-tengahnya batasannya diam.
- Diam.
- Qul khairon aasmut. sampai situ. Nah,
- maka oleh sebab itu segala sesuatu
- hendaknya diisi dengan kebaikan,
- dengan amalan baik ya paling tidak kita
- tidak mengamalkan keburukan.
- Nah, tidak mengamalkan keburukan
- katorinya berbuat baik.
- Gini,
- jangan membuat kerusakan di muka bumi.
- Membuang sampah pada tempatnya itu
- sebuah kebaikan.
- Nah, tidak membuang sampah gitu ya di
- luar tempatnya itu juga kebaikan.
- Sekali lagi ya, membuang sampah pada
- tempatnya itu baik karena banjir
- katakanlah diakibatkan oleh sampah.
- Kalau sekarang kan sampahnya
- gelundungan. [tertawa]
- Gelundungan. Aduh, ya Allah ya Rabbana.
- Sampai ada
- ee kayu siapa yang nanam si yang siapa
- yang motong gitu ya. Kenapa? Siapa yang
- nanam? Siapa yang motong? Yang nanamnya
- siapa? Yang menikmatinya siapa? Yang
- kena musibahnya siapa?
- Nah, ini itu anekdot-anekdot yang harus
- kita pahami. Nah, maka oleh sebab itu,
- jadi sampah atau tadi menebang pohon
- tidak sembarangan, tidak menambang pohon
- sembarangan itu kebaikan.
- Nah, mendebang pohon yang seharusnya
- ditebang itu kebaikan. Tidak menebang
- pohon yang tidak sebaiknya ditebang itu
- juga kebaikan. Tapi menebang pohon yang
- apa mengakibatkan gundulnya pohon itu
- dosa.
- Maka tidak nebangnya, menjaganya adalah
- kebaikan. Gitu logikanya begitu.
- Maka oleh sebab itu begitu juga berkata
- benar, berkata baik, berkata e diam
- adalah emas, kan begitu. Diam adalah
- emas, tapi berkata baik itu berlian
- gitu loh ya. Ah, ini diam kan emas ya,
- emas enggak apa-apalah kamu kumpulkan
- aja emas, diam aja gitu. Adapun saya
- berkata baik gitu kan ngumpulkan berlian
- gitu loh. Nah, jadi di bawah itu berkata
- dusta, berkata jelek itu adalah
- keburukan. Maka oleh sebab itu hendaknya
- kita isi kehidupan ini ya. Misalnya baca
- Quran. Kalau tidak baca Quran ya jangan
- ngomong jangan ini yang tidak baik gitu.
- Zikir gitu ya. Kalau tidak zikir ya
- jangan ngomong yang jelek gitu loh.
- Paling tidak diam aja gitu. Diam aja
- sudah dapat pahala. Itu kelebihan Islam
- ya. Maka oleh sebab itu saya kira ee
- daripada gibah kemudian bacalah
- subhanallah.
- Subhanallah.
- Bacalah Allahu Akbar,
- bacalah lailahaillallah
- gitu atau baca surah Al-Ikhlas. Karena
- ada hadis yang orang memulai doanya
- dengan
- ya Allahu ahad. Allahusad lam yalid
- walam yulad walam yakun lahu kufuwan
- ahad. Saya memohon kepadamu kad waz.
- Atau baca aja surah Al-Ikhlas 100 kali
- tiap habis salat misalnya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Qul huallahu ahad. Allahus somad. Lam
- yalid walam yulad walam yakun lahu
- kufuwan ahad. Fadilahnya menurut para
- ulama dia diampuni dosanya.
- Kedua, dia akan pada saat kematiannya
- para malaikat akan berbondong-bondong
- menghadiri
- penguburannya.
- Masyaallah.
- Tuh. Jadi orang yang baca Al-Ikhlas itu
- pertama akan waktu kewafatnya orang
- berebut untuk mengurusnya.
- Kemudian dia akan dihadir malaikat
- ribuan ketika mau dikuburkannya
- gitu ya. Dan itu ternyata kenapa ada
- ulama sampai ribuan orang yang melayat
- datang mengunjungi
- masyaallah.
- Tapi ada juga yang
- ngantarnya cuma beberapa gelintir. Kita
- tidak bisa menyimpulkan mana yang baik,
- mana yang tidak baik terlebih dahulu.
- Oh,
- karena rahasia yang ngantar cuma lah
- cuma 100 orang.
- Nah, kenapa rahasia juga? Tapi kemudian
- tiba-tiba oh dari berbagai tempat pada
- bertatangan apa mengantar jenazahnya ke
- kuburan sampai ada 10.000, 20.000
- lautan
- lautan manusia gitulah. Tetapi kemudian
- jangan sekali, jangan buru-buru
- disimpulkan
- karena juga para tokoh-tokoh dunia yang
- kafir banyak yang nganter ke kuburan
- gitu loh ya. Ah gitu loh. Nah, maka oleh
- sebab itu, oh kalau dia muslim itu
- syaratnya. Kalau dia muslim banyak yang
- ngant oh berarti ke pertana kebaikan. Oh
- kalau orang kafir banyak yang ngantar.
- Oh berarti kemaksiatannya terkenal. Ya
- kan gitu. Nah, jadi saya kira ee apa
- namanya? Intinya adalah mari kita isi
- kehidupan ini dengan berbagai macam
- kebaikan. mulai dari ucapan kemud
- ucapan-ucapan yang baik ya yang tidak
- melukai orang lain. [mendengus] Nah,
- maka di tingkat tertentu nasihat saja
- meskipun nasihat itu baik, kalau
- menyakiti menjadi terhina orang yang
- dinasihati. Hati-hati.
- Makanya Nabi itu kalimat-kalimatnya
- pilihan cuma menasihati orang yang
- salah. Tetap saja Nabi memilih pilihan
- kata-kata yang mulia.
- Tidak tersinggung orang yang dinasehati.
- Tuh meskipun pada awalnya enggak ada
- masalah pasal niatnya benar aja kan gitu
- awalnya. Mau nasat ah misalnya ya pulang
- kalau
- iya paling tidak dia sudah di tingkat
- paling dasar. Tapi tingkat berikutnya
- dia pilih kata-kata yang tidak menyentuh
- apa yang tidak menyakiti tapi dia
- mengakibatkan ingat. Maka Nabi Musa
- menasehati Firaun dengan
- layinan
- dengan perkataan yang lemah lembut.
- Layin. Layin itu lembek.
- Maka dimaknai lemah lembut. Padahal Nabi
- Musa itu sebaik-sebaik manusia. Firaun
- sedurhaka-durhakanya
- manusia. Maka pernah di zaman kerajaan
- ada seorang seorang raja muslim tuh
- dinasehati dengan apa? Dengan sospol
- gitu. Sosp sosorongot popelotot gitu
- loh. Kemudian nih si raja ini meskipun
- durjana pintar
- kamu menasihati saya begitu jeleknya.
- Begitu jeleknya itu karena kasar.
- Dulu Nabi Musa sebaik-baik manusia
- menasehati sejelek-jelek manusia dengan
- perkataan yang lemah lembut baca Quran.
- Eh tahu juga dia [tertawa]
- suruh baca Al-Qur'an dengan ulayinan
- dengan perkataan yang lemah lembut. Nah,
- maka oleh sebab itu sekali lagi maka
- Islam itu mengajarkan kemuliaan
- termasuk dalam menasehati, dalam berkata
- baik gitu. Nabi sendiri menasehati
- pamannya itu dengan kalimat-kalimat yang
- mulia. Kecuali orang-orang yang memang
- memperlihatkan kebrutalannya,
- memperlihatkan gangguan-gangguannya.
- Baru Nabi pun bersikap tegas gitu loh
- ya. Maka oleh sebab itu dalam sejarah
- dalam tarikh banyak apa banyak ditemukan
- ee sikap-sikap rasul itu ya di oleh
- beberapa kalangan. Pakar pendidikan
- mengatakan waduh Muhammad itu hebat.
- Pakar psikologi mengatakan oh Muhammad
- itu hebat.
- Masyaallah. Iya. Pakar psikologi aja kan
- Nabi pernah mengatakan
- e maulin
- sallallahu alaihi wasallam
- yang apa? Semua yang dilahirkan itu
- fitrah.
- Maka kedua ibu bapaknya pa abawahu. Maka
- kedua ibu bapaknya yang menjadikan dia
- Yahudi, Nasrani. Jadi dalam konteks
- hadis ini bahwa yang mempengaruhi itu
- adalah lingkungan terdekatnya yaitu Ibu
- Bapak.
- Lingkungan terdekat. Penelitian
- menunjukkan bahwa hubungan environment
- lingkungan itu pengaruh besar terhadap
- perubahan sikap. Maka kemudian kata
- orang psilologi, "Wah, Muhammad tahu
- dari mana [tertawa] ya gitu. Kok dia
- bisa tahu bahwa yang mempengaruhi itu
- adalah ibu bapaknya, lingkungan
- terdekatnya gitu." Karena ketika
- faabawahu, abawah itu adalah ibu bapak
- yang bukan ibu kandung, bapak kandung.
- Karena bisa jadi dia ketika dilahirkan
- langsung ibunya meninggal dunia,
- bapaknya sudah meninggal dunia. Kan
- fawah di situ bukan ibu bapaknya. Iya.
- Bisa jadi paman dan bibinya.
- Ngapa bibirnya sudah tidak ada? Maka
- fawah itu bisa dimaknai lingkungannya.
- Lingkungan.
- Nah, gitu loh. Oh, maka kemudian para
- ahli psikologi juga mengatakan, "Oh,
- masyaallah Muhammad itu hebat." Gitulah.
- Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi
- saya mengajak diri saya sendiri dan juga
- semuanya mari kita isi kehidupan ini
- dengan berbagai kebaikan dan prasangka
- baik.
- minta kepada Allah ketika kita dibenci
- orang lain dan kita tahu si A itu
- membenci kita gitu ya. Mintakan e
- doakanlah ya Allah jika sikap dia adalah
- sikap yang tidak pantas, sikap yang
- menyeleweng, ampuni dia ya Allah. Tapi
- sebaliknya jika perkataannya itu ee
- benar, jadi apa yang dia katakan itu
- benar ternyata maka ampuni saya. Jadi
- kalau salah diampuni dia, kalau benar
- ucapannya diampuni kita. Jadi semuanya
- ampunan yang kita mohonkan. Kebaikan
- untuk di orang lain, kebaikan untuk
- kita. Kalau kita kemudian ee yang
- namanya kitab tentu ada persoalan hidup.
- Heeh.
- Maka ya Allah jangan Engkau tanamkan
- kebencian kepada hamba-Mu, kepada umat
- Nabi Muhammad.
- Jadi kepada umat Nabi Muhammad sedurjana
- durajananya umat Nabi Muhammad tetap
- agar ditanamkan rasa cinta
- gitu loh. Dia memusuhi kita enggak
- apa-apa dia memusuhi kita tapi kita
- mencintainya.
- Ini kan logika yang berat tetapi itulah
- keharusannya.
- He
- Nabi Muhammad itu banyak dimusuhi gitu
- loh ya. Banyak dimusuhi terutama. Tapi
- Nabi Muhammad berdoa, "Umati, umati,
- umatku, umatku."
- Padahal masyaallah beliau adalah
- disakiti bahkan mau dibunuh. Tapi yang
- beliau ingat tetap saja umatku, umati,
- umati, umatku, umatku ya Allah umatku.
- Nah, itulah kasih sayang Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam yang tidak
- pernah berkurang terhadap
- umatnya.
- Heeh. Maka oleh sebab itu, bergembiralah
- kita kalau kita bisa menyenangkan hati
- Nabi Muhammad. Gitu. Cara menyenangkan
- hati Nabi Muhammad pertama banyak
- berselawat. Kedua mengaplikasikan
- ajarannya. Mencintai umat Nabi Muhammad
- juga gitu. Kita mendoakan kepada
- muslimin muslimat yang lain. Tapi pada
- praktiknya kita ngomongin keburukannya.
- Oh, jangan ngikut kajian di situ. Di
- situ mah gampang membidahkan [tertawa]
- loh. Katanya ini mohonkan ampun kalau
- dia. Tapi tetap saja kita benci. Enggak,
- enggak boleh begitu. Jadi
- sejelek-jeleknya saudara kita yang
- berbeda pemahaman dengan kita, tetap
- saja kita doakan.
- yaimin.
- Maka mohonlah kepada Allah agar hati
- kita dipenuhi dengan sifat rahmah.
- Mohonlah kepada Allah agar hati kita
- dijauhkan dari sifat benci kepada umat
- Nabi Muhammad.
- Maka ketika kita bisa berelaku seperti
- itu, maka kita sama dengan menyenangkan
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Kalau Nabi Muhammad sudah
- senang dengan apa yang kita lakukan,
- insyaallah
- syafaatnya akan diberikan kepada kita.
- Gitu ya. Baik, itu saja yang dapat saya
- kemukakan. Wasallahu
- nabiina Muhammadin walhamdulillahiabbil
- alamin. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Jazakumullah khairan
- kasiran, Ustaz. Jazakumullah khair.
- Alhamdulillah waktunya cukup Ustaz tadi.
- Alhamdulillah pas.
- Demikian ikhwan awat kajian tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Saleh tentang haram
- mendengarkan gibah. Semoga kita
- terhindari dari semua gibah dan kita
- selalu ingat kepada Allah dan selalu
- ingat kepada Rasulullah. Karena
- Rasulullah
- mengatakan, "Umati, umati, umati."
- Masyaallah,
- masyaallah. Allahum
- Allahumma taqobbal minna min umati
- rasulillah sallallahu alaihi wasallam.
- Amin.
- Amin. Amin. Amin. Allahum amin.
- Demikian semoga bermanfaat. Sayaul mohon
- undur diri. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka waubu ilaik. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.