Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik] Brail TV
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Shli ala
- sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa
- lagi hari ini, hari Jumat tanggal 25
- Rabiul Akhir 1447 Hijriah atau tanggal
- 17 Oktober 2025. Kita jumpa lagi dalam
- cara renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- untuk edisi tanya jawab. Silakan apabila
- Anda punya pertanyaan langsung aja kirim
- ke 0811999720.
- Nanti insyaallah akan dijawab oleh Ustaz
- Husein bin Hamid Alatas. Di sini juga
- ada Oni Saputra dan ALG. Asalamualaikum,
- Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Baik, kita mulai acara ini dengan
- membaca al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- Adina anamta alaihim
- ghairil magdubi alaihim waladin.
- Amin. Alhamdulillah kita sudah membaca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam memahami jawaban-jawaban yang
- diberikan oleh Ustaz Husin bin Hamid
- Alatas. Baik, pertanyaan pertama dari
- Ibu Wanda di Tangerang. Salam Ustaz
- Husein.
- Ustaz mohon penjelasannya mengenai surah
- Al-Hadid 22 dihubungkan dengan usaha
- manusia itu setiap bencana yang menimpa
- di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri
- semuanya telah di tertulis dalam lauful
- mahfuz sebelum kamu mewujudkannya.
- Sungguh yang demikian itu mudah bagi
- Allah hubungannya dengan usaha manusia.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi
- rabbil alamin.
- Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Assalamualaika
- ya Rasulullah.
- Assalamualaika
- ya nabi Allah. Assalamualaika ayyuhal
- mabutu rahmatan lil alamin.
- Wassalamu ala
- ahli baitik thyyibin.
- Wasalamu ala shahabati guril mayamin.
- Wasalamu alaina wa ala ibadillahi
- shihin. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi' wanfa'na bimaamtana
- wu
- menjawab pertanyaan ibu winda dari
- Tangerang
- berhubungan dengan firman Allah dalam
- suratul hadid maa asoba mim musibatin
- fil ardhi wala fi anfusikum
- [berdehem]
- inika alallahi yasir
- likai laa taasau ala ma fatakum wala
- tafrahu bima atakum
- wallahu la yuhibbu kulla mukhtalin
- fakhur.
- Ibu Binda, [berdehem]
- ayat ini
- menerangkan kepada kita hakikat
- pujian yang Allah Subhanahu wa taala
- [berdehem]
- lakukan kepada setiap manusia.
- Dan ujian ini yang Allah tetapkan bagi
- setiap manusia disesuaikan dengan
- kemampuannya.
- Allah menerangkan bahwa setiap manusia
- bahkan sebelum dirinya diciptakan,
- Allah Subhanahu wa taala telah
- menentukan
- apa yang akan diterima.
- Baik itu dari
- rezekinya,
- [berdehem]
- begitu pula
- berbagai macam kebaikan yang akan
- diterima. Demikian pula berbagai macam
- kesulitan,
- cobaan dan kesempitan yang dihadapi.
- [berdehem]
- Semua ini sebagai ujian dari Allah.
- Lalu
- Allah Subhanahu wa taala melihat
- bagaimana kita menghadapi ujian
- tersebut.
- Pada saat Allah Subhanahu wa taala
- memberikan kita rezeki,
- kelapangan,
- kesehatan, kemudahan,
- apakah kita bersyukur ataukah sebaliknya
- kita ingkar.
- Begitu pula pada saat kita dicoba dengan
- kesulitan, kesempitan, dengan penyakit
- atau salah seorang yang kita cintai baik
- istri
- atau pasangan hidup kita atau orang tua
- kita dipanggil oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Ini cobaan yang datang dari
- Allah.
- Apakah kita menerima
- ketentuan Allah, menyikapinya dengan
- penuh sabar sambil mengatakan innillah
- wa inna ilaihi rojiun?
- Ataukah kita berputus asa?
- Kita merasa kehilangan tambatan dan
- pegangan hidup kita. Padahal sebetulnya
- yang menjadi tambatan pegangan hidup
- kita yang sebenarnya adalah Allah. Nah,
- yang menjadikan Allah sebagai tambatan
- hidupnya pada saat dia kehilangan
- sesuatu, dia akan menerima dengan hati
- lapang. Allah akan menentramkan hatinya.
- Allah berfirman dalam suratul hadis,
- coba ibu renungkan, ma asoba
- mim musibatin fil ardhi wala fi
- anfusikum illa fi kitabim min qobli
- anabraaha.
- Tidak ada satu musibah yang menimpa
- seseorang.
- Baik kejadian yang terjadi di bumi
- seperti gempa bumi,
- longsor,
- banjir, atau katakanlah wabah pandemi
- seperti yang terjadi pada masa Covid
- kemarin
- yang meluas ke seluruh mancanegara.
- Tidak ada satu musibah yang terjadi di
- bumi atau pada diri kalian, melainkan
- semua itu telah dicatat, ditulis oleh
- Allah dalam kitabnya
- sebelum bahkan kami menciptakannya.
- Artinya tercatat di Lauh Mahfuz yang
- terjaga, terpelihara.
- Lalu Allah terangkan, innalika alallahi
- yasir. Sesungguhnya bagi Allah semua ini
- amat mudah.
- Karena Allah ilmunya, pengetahuannya,
- begitu pula kekuasaannya tidak dibatasi
- oleh waktu dan ruang. Kita harus tahu
- bahwa waktu dan ruang adalah ciptaan
- Allah. Waktu dan ruang membatasi kita,
- tapi tidak membatasi Allah. Itu amat
- mudah bagi Allah.
- Lalu ketika Allah menerangkan sebab
- hikmah di balik keterangan ini
- sebetulnya kembali kepada manusia
- manfaatnya.
- Likai la taau ala ma fatakum.
- Agar kalian setelah mendengarkan hal ini
- dari Allah, kalian tidak larut dalam
- kesedihan,
- dalam duk atas apa saja yang menimpa
- kalian.
- Karena kalian tahu bahwa ini merupakan
- ujian yang datang dari Allah. Menguji
- kita dengan perginya orang yang kita
- cintai,
- berkurangnya harta kita atau datangnya
- penyakit yang menimpa kita. Seperti yang
- Allah terangkan dalam suratul baqarah.
- W nabluwanakum
- bisyaaiim minal khaufi wal juui wa
- naqsim minal amwali wal anfusiaratirin.
- Sungguh kami akan menguji kalian karena
- dunia tempat ujian
- dengan dosis rendah dari rasa takut.
- Kalau rasa takut yang sebenarnya tidak
- mungkin kita bertahan tapi bisyaiin min
- kf wuj sedikit rasa takut dan lapar.
- bisyain min khaufi walqs minal amwali
- wal anfusiarat atau berkurangnya harta
- atau katakan perginya orang yang kita
- cintai
- watsamarat begitu juga hasil-hasil bumi
- yang berkurang lalu Allah katakan
- wabasyir shobirin sampaikan kabar
- gembira bagi orang yang bersabar
- wabasyirin alladina
- itu mereka yang terkena musibah mereka
- tidak goncang tapi langsung mereka sadar
- innalillah. Jangankan yang pergi,
- semua ini yang ada pada kita adalah
- milik Allah. Harta bukan milik kita,
- tapi titipan dari Allah sebagai ujian
- anak kita, pasangan hidup kita, orang
- tua kita. Innalillah. Sesungguhnya kita
- adalah milik Allah wa inna ilaihi rojiun
- dan kita juga kelak akan kembali kepada
- Allah. [berdehem]
- Jadi Allah terangkan ya dengan
- keterangan ini yang mencatat
- cobaan-cobaan yang telah ditetapkan
- Allah untuk
- membuat kita tidak larut dalam duka.
- Tapi juga dalam waktu yang sama kalau
- kita menerima kebaikan wala tafarahu
- bima atakum kalian jangan bersukaria
- beriffororia dengan apa yang kalian
- terima dari Allah dalam bentuk kebaikan,
- kesehatan jangan kalian lupa dan bangga
- diri
- tapi kalian hendaknya bersyukur kepada
- Allah lain syakartum laazidannakum
- walain kafartum inna adzabiadid
- lalu Allah subhanahu wa taala terangk
- wallahu
- Allah paling tidak suka sama orang yang
- angkuh fakhur lagi bangga diri. Mukhtal
- yang angku bangga dengan dengan apa?
- Dengan bahasa tubuhnya.
- Pamer ya. Sedangkan fakhur yang suka
- membanggakan nikmat-nikmat yang Allah
- berikan tapi dia tidak berbagi dengan
- apa yang Allah berikan sebagai ungkapan
- syukurnya.
- Jadi, Ibu berkaitan dengan ayat ini,
- sebetulnya ayat ini menerangkan cobaan
- yang Allah tetapkan bagi setiap orang
- dan cobaan ini langsung ditetapkan oleh
- Allah.
- Tinggal bagaimana sikap kita itu yang
- bakal ditanya pada saat menerima
- kebaikan atau menghadapi keburukan? H
- dan keterangan ayat ini sudah berulang
- kali ya kita [berdehem] terangkan
- baik melalui radio rasil atau melalui
- umatan wahidah.
- Nah, Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam pernah memberikan satu
- perumpamaan.
- Dia membuat sebuah gambar persegi
- panjang. Kotak persegi panjang.
- Lalu Rasulullah menggaris ya lurus ya
- dari bawah ke atas tapi melintasi garis
- apa? Garis yang di ujung melintasinya.
- Rasulullah mengatakan garis ini
- merupakan perjalanan hidup manusia
- sedangkan
- garis yang melintang ya pada ujung
- persegi panjang merupakan ajalnya. Tapi
- ternyata angan-angannya melintasi apa?
- Melintasi garis tersebut.
- [mendengus]
- Lalu setelah itu Rasulullah mulai
- membuat garis melintang di tengah-tengah
- kotak.
- H
- dia mengatakan ini cobaan yang akan
- dilalui manusia. [mendengus]
- Bagaimana dia menghadapi cobaan
- tersebut? Jadi yang Allah Subhanahu wa
- taala tanya di hari kemudian nanti sikap
- kita di hadapan cobaan tersebut baik
- kelapangan, kesempitan, sehat atau
- penyakit, rezeki yang luas atau sempit.
- Allah menguji kita bagaimana kita
- berhadapan dengan ujian tersebut. Apakah
- akan selalu ingat kepada Allah,
- bersyukur dalam menerima nikmat, sabar
- dalam menghadapi cobaan? Apakah kita
- akan ingkar
- dan kita frustasi, berputus asa pada
- saat kita menghadapi cobaan? Jadi, Ibu
- harus memahami bahwa yang ditetapkan
- Allah ujiannya.
- Sedangkan yang kita pertanggungjawabkan
- sikap kita di hadapan uji tersebut.
- Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Bapak Mukhtar di
- Bogor. Asalamuin.
- Waalaikumsalam.
- Ustaz, tanahnya kosong. Yang tidur, yang
- tidak terpakai apakah terkena zakat
- juga?
- Allah Subhanahu wa taala
- melarang kita untuk melakukan perbuatan
- tabzir.
- Perbuatan tabzir.
- Kalau kita memiliki lahan yang bisa
- [berdehem] menghasilkan,
- kita abaikan tanpa kita manfaatkan, maka
- kita termasuk orang yang menyia-nyiakan
- nikmat Allah.
- [berdehem]
- Oleh karena itu kalau kita punya lahan
- tidur manfaatkan
- bisa kita menalami sesuatu [berdehem]
- seperti saya menjumpai
- seorang menjumpai apa ada tanah kosong
- luasnya hanya 200 m. Pemilik tanah
- tersebut membiarkan [berdehem] tanah
- tersebut. Akhirnya seorang minta izin
- untuk menanam di tempat tersebut.
- Pemilik tanahnya mengatakan, "Silakan
- ditanami ya pohon-pohon pisang yang
- tidak membutuhkan perawatan yang banyak.
- Ternyata tanah 200 m tersebut
- menghasilkan apa? Menghasilkan pohon
- pisang yang amat banyak.
- Bisa bermanfaat bagi yang menanam,
- bermanfaat juga bagi yang apa? Yang
- menikmati pisang tersebut. Ternyata
- hasilnya luar biasa. Ditanami
- pisang-pisang tanduk yang besar-besar.
- [mendengus]
- Kalau dia memang tanah perkebunan
- pertanian, kita sia-siakan. Kita bukan
- hanya menyia-nyiakan nikmat Allah, kita
- melakukan dosa.
- Karena banyak orang yang butuh, kita
- memiliki lahan yang bisa ditanami. Kalau
- Anda tidak mau menanami langsung,
- serahkan pada orang yang menanam. bisa
- Anda bagi hasil, bisa Anda menginfakkan
- semua hasilnya sebagai zakat dan infak
- di jalan Allah sebagai ungkapan syukur
- Anda kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Tapi jangan membiarkan ladang kita,
- tanah kita mati, tidak bermanfaat, maka
- kita termasuk orang yang menyia-nyiakan
- amanat Allah. Wallahuam.
- Kemudian dari Ibu Riri. Asalamualaikum
- Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullah. orang tua
- apakah boleh memberi intervensi kepada
- guru yang menghukum anak kita sebagai
- muridnya dari Bu Riri di Podorangon.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ibu Riri,
- antara guru dan orang tua diperlukan
- kerja sama untuk menghasilkan anak didik
- yang baik dan sempurna. [berdehem]
- Guru mengajarkan anak-anaknya
- juga melalui akhlak dan perilakunya
- menumbuhkan juga rasa hormat di hati
- anak-anak kepada gurunya. Dan orang tua
- juga harus apa?
- Orang tua juga harus memberikan dukungan
- kepada
- guru untuk menanamkan rasa hormat di
- hati murid agar bisa betul-betul
- mengambil ilmu yang bermanfaat. Tapi
- guru juga menanamkan di hati anak-anak
- rasa hormat.
- kebaktian kepada kedua orang tuanya.
- Apabila guru menjumpai ya
- anak didiknya katakan melakukan
- pelanggaran ya pada masa kanak-kanak
- baik itu anak SD atau anak SMP bahkan
- anak SMA. Maka guru bukan melampiaskan
- marahnya dengan cara yang tidak
- terkontrol
- tapi berupaya bagaimana bisa apa
- menyadarkan anak tersebut mendidiknya
- dengan baik.
- Kalau perlu dia berkonsultasi pada orang
- tua anak ini bekerja sama bagaimana
- menghadapi anaknya. Adapun cara-cara
- menggunakan rotan ya sebagai pemukulan
- atau melarang anak tersebut untuk masuk
- ke dalam kelas ini akan mendorong anak
- tersebut untuk apa? Memanfaatkan waktu
- kosongnya dalam perbuatan yang sia-sia.
- bahkan bisa berteman dengan kawan-kawan
- yang tidak baik. Jadi hukuman yang
- diberikan buat anak hendaknya hukuman
- yang mendidik dia.
- Pada saat kita kanak-kanak dulu,
- pada saat kita nakal mengabaikan
- [mendengus]
- kewajiban kita, guru memerintahkan kita
- atau orang tua untuk menyalin.
- Katakan kita mengabaikan ee satu mata
- pelajaran. Maka sebagai hukuman bukan
- dikeluarkan dari sekolah. Kita disuruh
- menyalin materi kita ya sebanyak
- berlembar-lembar
- dengan kita menyalin mau tidak mau apa
- kita kan menghafal menguasai kan.
- Jadi diberikan tugas ya atas pelanggaran
- dia bukan disuruh berdiri di sekolah
- dipermalukan di hadapan teman-temannya.
- Bukan juga dikeluarkan dari sekolah
- hingga dia liar bermain-main.
- Bukan juga dengan mempermalukan anaknya
- di hadapan orang tuanya. Terkadang guru
- memanggil orang tua dipermalukan ya
- bahkan di hadapan teman-temannya. Nah,
- kalau kita permalukan anak ini bukan
- akan membuat dia hormat dan tunduk malah
- akan membuat anak ini menjadi-jadi.
- Jadi alangkah indahnya orang tua dan
- guru bekerja sama dalam mendidik anak
- tersebut. Kalau ada pelanggaran hukum
- tapi hukuman yang tidak sama sekali apa?
- mencederai dia, mempermalukan dia.
- Karena anak kecil punya rasa malu.
- Hm.
- Kalau kita jaga dan tidak mempermalukan
- dia, dia akan menghargai gurunya.
- Kemudian orang tua mendukung gurunya.
- Jadi kalau si murid mengadu pada orang
- tua karena mendapatkan hukuman, jangan
- dibela. Tapi kalau gurunya menghukum
- sewenang-wenang atau katakan dengan
- pemukulan ya dengan cara-cara yang tidak
- mendidik, orang tua perlu mengingatkan
- guru tersebut.
- Baik langsung ya kalau bisa
- diberitahukan kalau tidak menghiraukan
- dilaporkan kepada kepala sekolah. He.
- Oleh karena itu sekolah ini tempat
- pendidikan bukan hanya tempat belajar
- menimba informasi tapi tempat pendidikan
- yang bertujuan untuk apa? menumbuhkan
- makarimul akhlak. Apa artinya? Dia
- pandai katakan dia meraih gelar PhD,
- tapi kalau tidak berakhlak hanya akan
- melahirkan sampah-sampah yang merusak
- bangsa negara seperti saat ini.
- Oleh karena itu, eksistensi satu bangsa
- itu apabila anak-anak bangsa itu
- berakhlak baik, berakhlak mulia,
- menghormati yang tua, menyayangi yang
- kecil, mencintai yang sebaya, bekerja
- sama, bersikap jujur, amanat, menegakkan
- keadilan, ini yang bisa membangun bangsa
- dan negara kita. Jadi hendaknya orang
- tua bekerja sama kalau guru ya katakan
- melakukan kesalahan diingatkan.
- Oleh karena itu guru-guru seharusnya
- yang dipilih adalah orang-orang yang
- dewasa. Menjadi guru itu tidak gampang.
- H
- jangan justru guru diperlakukan dengan
- perlakuan yang tidak baik. Akhirnya
- orang tidak mau jadi guru. Ya, oleh
- karena itu harus dipilih untuk guru ini
- untuk orang yang terbaik akhlaknya,
- nilainya supaya dia mampu untuk mendidik
- anak-anak kita dalam pendidikan yang
- baik. Oleh karena itu, martabat guru
- benar-benar harus dihormati.
- Guru yang baik yang bisa mendidik anak
- tersebut untuk menjadi manusia yang
- mulia, memanfaatkan potensinya, dan
- hormat kepada kedua orang tuanya.
- Wallahuam.
- Baik, Salam dari Badar di Pamulang.
- Asalamualaikum Husin.
- Waalaikumsalam war
- jika ada orang kaya raya, umrah, bahkan
- haji berkali-kali tiap tahun, lebih
- utama mana jika diberikan kesempatan
- kepada orang yang belum berumrah atau
- haji dari Badar di Pamulang? Orang yang
- melakukan haji berulang-ulang setiap
- tahun bisa malah melakukan dosa
- karena dia [berdehem] mengambil hak-hak
- orang yang belum berhaji menambahkan
- kesempitan di tanah suci. Ya.
- Kemudian apa yang diinfakkan itu ya
- sebetulnya bisa menjadi sia-sia.
- Dia
- berhaji ke tanah suci. mungkin dia
- menikmati suasana berhaji, berwisata
- yang amat indah. Yang Allah wajibkan
- haji satu kali.
- Kalau seandainya uang yang didapatkan
- yang didapatkan ya
- untuk kebutuhan haji digunakan untuk
- membantu saudara-saudaranya yang
- membutuhkan, kerabat-kerabatnya untuk
- pendidikan itu akan lebih bermanfaat.
- Atau kalau kita jumpai orang sekalian
- kita cukup, kita bisa gunakan untuk
- menghajikan orang yang belum haji. Dia
- mendapatkan pahala wajib.
- H
- dia sudah melakukan kewajiban, dia
- mendapatkan lagi pahala orang yang
- melakukan haji yang wajib. Lebih besar
- lagi manfaatnya.
- Karena ini merupakan rukun Islam. Jadi
- dia membantu seorang untuk melaksanakan
- rukun Islam. Betapa indahnya.
- Tapi kalau dia haji berulang kali,
- lama-kelamaan dia tidak akan merasakan
- getaran haji. Malah Allah akan palingkan
- wajahnya dari orang tersebut. Karena dia
- apa? Mengabaikan orang-orang yang butuh
- di sekelilingnya. Hanya untuk kesenangan
- dia berhaji. Mirip dengan orang yang
- berwisata, bukan orang-orang yang datang
- ke hadapan Allah Subhanahu wa taala. Ada
- sebuah kisah menarik,
- ada seorang alim
- kira-kira ya pada masa khilafah Bani
- Abbas,
- dia sudah berniat untuk melakukan ibadah
- haji. He.
- Dia sudah pernah melakukan haji, tapi
- sekian lama dia ingin berangkat ke tanah
- suci. Dia sudah persiapkan bekalnya,
- demikian [berdehem] pula kafilahnya.
- ketika dia meninggalkan
- [berdehem] Irak,
- keluar dari pintu kota. Karena pada
- zaman dahulu kan kota ada apa?
- Ada pintunya.
- Ada pintunya. Mereka keluar dari pintu
- kota Bawwabah Almadinah.
- [mendengus]
- Ketika [berdehem] dia melakukan
- perjalanan di pinggir jalan ya, setelah
- keluar dari pintu kota cukup jauh, dia
- menjumpai seorang wanita sedang
- mengupasi
- kulit ayam yang telah membangkai.
- Hm.
- mengupasi [berdehem]
- ya membersihkan ayam yang membangkai.
- Maka orang alim ini bertanya,
- "Anti muslimah?"
- Apa kamu seorang muslimah?
- Si perempuan mengatakan, "Naam ana
- muslimah."
- Amina anallaha haral maal muslimin.
- Apa kamu tidak tahu ayatal marah bahwa
- Allah mengharamkan
- bangkai terhadap orang-orang muslim?
- Dijawab [berdehem]
- oleh wanita ini, inat muharramatan
- alaika
- faqad abahallahuli. Kalau seandainya dia
- haram bagi kamu, Allah subhanahu wa
- taala membolehkan
- bangkai ini untuk saya.
- Si ulama bertanya,
- [mendengus] "Min ainaik?" Dari mana kamu
- bisa mengatakan hal tersebut? Dijawab,
- "Famanirin
- walain
- fainbaka gfururah rahim." Siapa yang
- terdesak
- ghairin
- bukan karena dia ingin melakukan
- pelanggaran [berdehem]
- walaadin bukan karena keinginannya dia
- makan bukan juga orang yang melanggar
- batas. Maka Allah maha pengampun lagi
- maha penyayang. Lalu dia berkata kepada
- orang tersebut, "Tahukah kamu?
- Saya di rumah anak-anak saya dalam
- keadaan lapar beberapa hari tidak
- makan."
- Hm.
- Terpaksa
- karena saya tidak menjumpai makan untuk
- keluarga, saya datangi tempat sampah ini
- untuk mengambil ayam yang telah
- membanggainya.
- Si alim ini langsung
- berkata, "Tunjukkan coba ke tempat
- kamu."
- Dia datangi tempat wanita ini.
- Hm.
- Ternyata wanita ini bersama penduduk
- sekitarnya semua dalam keadaan susah.
- H.
- Akhirnya dia bilang kepada
- pengikut-pengikutnya yang pergi bersama,
- "Semua perbekalan yang kita bawa
- serahkan kepada mereka.
- Hm.
- Untuk kebutuhan mereka.
- Lalu pengikut bertanya, "Apa kamu tidak
- akan pergi haji?" Dia bilang, "Ini lebih
- utama daripada haji yang kita lakukan."
- Masyaallah.
- Jadi, semua perbekalannya, uang yang
- dibawa digunakan untuk kebutuhan wanita
- bersama penduduk kampung di tempat
- tersebut.
- Dia pulang ke rumah tapi dengan hati
- yang lebih tenang, bahagia dibandingkan
- niat keberangkatan dia untuk pergi haji
- ke tanah suci.
- Waktu berlalu, [mendengus]
- Haji
- telah usai para jemaah kembali ke
- kampung halaman.
- Tahu-tahu dia berjumpa
- dengan siapa? Dengan orang-orang yang
- pulang haji. Setiap berjumpa dia peluk
- ini orang. Alhamdulillah saya bertemu
- kamu di Makkah.
- Masyaallah.
- Yang satu lagi mengatakan kita bertemu
- di Arafah. Satu lagi mengatakan kita
- bertemu di Muna. Satu lagi mengatakan
- bertemu di Madinah. Dia terheran-heran
- enggak ke sana ya.
- Dia diam ya. Tidak mengatakan bahwa dia
- tidak pergi haji. Subhanallah. Dia
- bertanya-tanya dia tidak berangkat. Tapi
- apa?
- Tapi ternyata
- orang-orang mengatakan berjumpa dengan
- dirinya. Akhir dia malam hari dia tidur
- dalam mimpinya Allah telah memerintahkan
- malaikat untuk berhaji
- menggantikan diri.
- Masyaallah.
- Jadi jangan kita lebih banyak apa
- melakukan ibadah ritual yang kita
- lakukan berulang-ulang. Padahal dengan
- biaya yang besar yang kita keluarkan
- seperti berhaji maupun berumrah, orang
- di sekeliling kita ini banyak yang
- menantikan uluran tangan kita. Yang
- sulit, yang sakit, yang butuh pendidikan
- anaknya untuk makan mereka, ada juga
- yang ingin membayar hutang. Banyak
- cobaan yang kita hadapi. Jadi kita
- beragama seharusnya berpikir positif.
- Berpikir untuk betul-betul memberikan
- manfaat bagi orang di sekeliling kita
- daripada hanya kesenangan sesaat yang
- kita nikmati dengan berpergi umrah
- padahal sudah melakukan berulang kali
- atau berhaji. Lalu kita banggakan saya
- sudah 20 kali haji. Ini semua sebetulnya
- tidak akan membuat rahmat Allah terbuka
- baginya. kesenangan yang dirasakan, uang
- yang didapatkan, akhirnya bisa saja
- merupakan uluran dari Allah Subhanahu wa
- taala. [mendengus]
- Ada yang mengatakan bahwa orang tersebut
- ya yang membatalkan hajinya bernama
- Ibnul Mubarak, seorang alim terkenal ya
- di Irak. Nah, sejauh mana kebenaran dari
- cerita ini? Karena kita tidak mengalami
- langsung, kita tidak bisa memastikan,
- tapi ini merupakan pelajaran buat kita.
- Saya yakin Allah akan lebih senang
- menyaksikan hambanya yang menggunakan
- hartanya sebagai bekal haji ke tanah
- suci untuk mereka-mereka yang
- membutuhkan. Mudah-mudahan ini menjadi
- pelajaran yang baik buat kita semua.
- Wallahuam.
- Baik, selanjut dari Bapak Rohili di
- Pulau Gebang. Asalamualaikum Ustaz
- Husin.
- Waalaikumsalam.
- Izin bertanya. Jika seseorang mukmin
- dalam hidupnya belum pernah khatam 30
- juz Quran, bagaimana nanti di hadapan
- Allah?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Yang perlu menjadi perhatian kita bukan
- mengkhatamkan seluruh Al-Qur'an,
- tapi bagaimana kita
- belajar hidup dari Al-Qur'an. Karena
- Al-Qur'an merupakan pedoman hidup.
- Kita membaca ayat-ayat Allah, kita
- jadikan sebagai pelajaran yang
- meluruskan hidup kita, mengarahkan kita
- sesuai dengan petunjuk Allah Subhanahu
- wa taala. Ada orang membaca Al-Qur'an
- dalam satu minggu bisa dua kali khatam.
- Bahkan ada yang tiga kali khatam.
- Tapi sedikitp
- sekali bekas bacaannya dalam hatinya
- maupun perilakunya. Dia hanya
- mengkhatamkan Quran sebanyak-banyaknya,
- bahkan membacanya dengan dengan apa?
- Dengan cepat. Saya teringat kepada doa
- Imam Jafar Assadiq.
- Ya Allah, ketika dia akan membaca
- Al-Qur'an, aku membuka kitab
- perjanjian-Mu
- yang kau turunkan kepada nabimu.
- Ya Allah,
- jadikan bacaanku
- sebagai renungan dan tafakur dan jadikan
- juga tafakurku, ya Allah sebagai
- pelajaran yang menempah diriku.
- Jangan kamu menutup dan menyegel
- hatiku. Begitu pula pendengaranku dari
- ayat-ayatMu.
- Begitu pula jangan kamu
- letakkan pada pandangan mataku
- isyawah yang membuat aku tidak dapat
- mengambil manfaat dari ayat-ayat dan
- bimbingan serta petunjukmu.
- Jadikan qiraatku, bacaanku bacaan yang
- penuh dengan tartil dan tadabur. Jangan
- kau jadikan bacaanku sebagai bacaan
- hadurramah
- yang
- bergegas-gegas tanpa meresapi maknanya.
- Jadi kalau seandainya [mendengus]
- dia membaca Al-Qur'an ayat demi ayat
- sesuai dengan kemampuan dia, terkadang
- ada orang-orang tua tidak mampu untuk
- belajar Al-Qur'an lebih banyak. Dia
- hanya menghafal surah-surah tertentu,
- dia pelajari isinya. Tapi dia suka pada
- Al-Qur'an, mendengarkan juga Al-Qur'an
- yang dibacakan padanya. Maka setiap
- orang sesuai dengan kemampuannya.
- Adapun mereka-mereka yang membaca
- Al-Qur'an dengan baik, apabila mereka
- membaca dengan tartil, penuh dengan
- renungan, kemudian mereka hayati, bukan
- hanya lisan yang membaca, tapi hati juga
- membaca. [berdehem] Kemudian
- merenungkan, memikirkan, dan mengikuti
- petunjuk Allah. Ini yang Allah subhanahu
- wa taala sebutkan dalam surah al-Anfal.
- Innamal mukminun
- alladzina idza ukirallahu wajilat
- qulubuhum. Sesungguhnya orang-orang yang
- beriman yang sebenarnya kalau disebutkan
- nama Allah bergetar hati mereka.
- Waat alaihim ayatuhu.
- Kalau ayat-ayat Allah dibacakan
- bertambah iman mereka.
- Dan mereka sepanjang hidup mereka hanya
- bersandar, berserah diri kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Indah sekali.
- Jadi, mari bersama-sama kita membaca
- tapi dengan mengkhusyukkan hati kita
- merenungkan ayat-ayatnya. Jangan kita
- biarkan berlalu begitu saja. Akhirnya
- lama-kelamaan hati kita mengeras.
- Sebagaimana firman Allah dalam suratul
- hadid,
- alam y'ni lilladzina amanu anya
- qulubuhumikrillah
- w nazala minal haq yakunu kalladina utul
- kitaba minq alaihimul amadu faqatubuhum
- fas. Apakah belum tiba waktunya bagi
- orang yang beriman untuk mengkhusyukkan
- hati mereka dalam berzikir kepada Allah?
- Dalam merenungkan juga
- kitab yang Allah turunkan yang berisikan
- kebenaran.
- Dan jangan mereka mencontoh para ahli
- kitab sebelumnya.
- Karena lama hati mereka diabaikan dari
- zikir, dari tafakur, merenungkan
- ayat-ayat Allah, hati mereka mengeras
- dan membatu. Akhirnya kebanyakan mereka
- menjadi orang-orang yang fasik.
- Ee kepada Bapak yang bertanya,
- ketahuilah bahwa sahabat-sahabat Nabi
- tidak semuanya menghafal Quran. Kalau
- salah seorang dari mereka menghafal
- Albaqarah dan Alimran sudah dianggap
- sebagai ulama sahabat. Jadi tidak
- semuanya hanya beberapa gelintir yang
- menghafal seluruh Al-Qur'an ya. Sebagian
- besar tidak menghafal Al-Qur'an. Nah,
- mereka membaca sesuai dengan catatan
- yang ada di tangan mereka ya. Karena
- Al-Qur'an belum disebar luaskan.
- Tapi itu betul-betul menjadi pegangan
- hidup mereka. Mereka mempelajari,
- mengamalkan apa-apa yang mereka pahami
- hingga mereka menjadi sahabat-sahabat
- mulia. Nah, saat ini alhamdulillah Quran
- mudah untuk kita baca. Yang mempelajari
- Al-Qur'an juga cukup banyak. hendaknya
- ingatkan pada kita, pada anak-anak kita,
- keluarga kita membaca dengan tartil,
- tidak tergesa-gesa. Kemudian selesai
- baca, coba dibaca terjemahannya
- didengarkan oleh seluruh keluarga.
- Mudah-mudahan bermanfaat. Wallahuam.
- Baik. Kemudian dari bab
- Asalamualaikum Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Dari Bapak Hadi di Pasar Minggu. Apa
- janji Allah di akhirat bagi hambanya
- yang menjalankan amanah dalam konteks
- dalam dunia kerja? dari Bapak Hadi.
- Amanah merupakan
- salah satu makarimul akhlak.
- Dan kita tahu bahwa hidup kita
- seluruhnya adalah amanah.
- Hidup kita adalah amanah. Maka orang
- yang menunaikan amanat Allah Subhanahu
- wa taala dalam hidup ini maka merekalah
- orang yang sukses.
- Allah berfirman pada akhir suratul
- Ahzab. Inna aradnal amanata alas
- samawati wal ardhi wal jibali.
- Faabaina an yahmilnaha wa asfaqna minha
- wahamalahal insan innahu kananauman
- jahula.
- Sesungguhnya kami telah menawarkan
- amanat.
- Telah menawarkan amanat. Artinya
- kehidupan berstatus amanat seperti
- kehidupan kita ini.
- Inna aradnal amanata alas samawati wal
- ardhi wal jibal faabaina yahmilnaha
- wa asfaqna minha wamalahal insan
- inahuanauman jahula. Ketika Allah
- tawarkan
- kehidupan berstatus amanat
- dengan pilihan kebebasan yang Allah
- berikan kepada langit, kepada bumi,
- kepada gunung. Apa yang terjadi mas
- Krisna?
- Ternyata
- baik langit, bumi, gunung, semuanya
- menolak kehidupan yang berstatus amarah.
- Hm. [berdehem] mereka lebih suka
- kehidupan ya yang tidak kembali kepada
- pilihan mereka tapi apa kehidupan ya
- yang betul-betul jauh dari
- pertanggungjawaban di hari kemudian
- nanti. Sebagai contoh Mas Krishna,
- malaikat
- kehidupan mereka berstatus amanat apa
- tidak?
- Iya. Mana
- tidak?
- Malaikat adalah makhluk ya yang Allah
- Subhanahu wa taala ciptakan dalam
- kesucian tanpa ada hawa nafsu.
- Mereka mentaati Allah, melaksanakan
- perintah Allah ya tanpa ada
- pembangkangan dan penantangan. Semuanya
- betul-betul apa? Bertasbih kepada Allah.
- Mereka adalah hamba-hamba yang mulia
- yang tidak pernah melakukan pelanggaran
- atau terlambat dalam menjalankan
- perintah Allah. La yunallaha
- ma amarahum waaf'aluna ma yummarun.
- Jadi, Mas Krisna
- beda dengan kita manusia begitu juga
- jin. Kita diberikan akal,
- Allah berikan juga kita kalbu. Allah
- juga turunkan kitabnya, utus rasulnya
- memberikan kita pilihan. Dengan
- sendirinya sebahagian kita ada yang
- menyalahgunakan kebebasan yang Allah
- berikan padanya. Tidak sesuai dengan
- yang Allah tunjukkan. Sebagian lagi
- menyesuaikan hidupnya dengan petunjuk
- Allah. Dia mengandalikan nafsunya hingga
- memiliki akal yang sempurna. Menjalankan
- amanat Allah dengan sebaik-baiknya.
- Oleh karena itu, mengingat beban ini
- yang amat berat, langit menolak untuk
- menerima kehidupan berstatus amanah.
- Begitu juga bumi, begitu juga gunung
- yang lebih kokoh kuat dibandingkan kita
- menolak. Dalam ayat yang lain pada akhir
- suratul hasyr Allah berfirman,
- "Lau anzalna had qurana ala jabalin
- laroitahu khyiam mutasdi min
- kyatillahkalahumfakarun."
- Kalau seandainya ini Allah mengatakan,
- "Kalau seandainya Al-Qur'an ini kami
- turunkan bukan untuk manusia.
- bukan untuk manusia sebagai pedoman
- hidup mereka, tapi kami turunkan di atas
- sebuah gunung.
- Hm.
- Gunung yang menerima dan menjalankan
- amanat Allah, pasti kamu akan menjumpai
- gunung tersebut hancur lebur karena
- takutnya pada Allah, tidak mampu
- melaksanakan amanat Allah. Itulah
- perumpamaan yang kami berikan agar
- menjadi bahan renungan bagi mereka.
- Jadi kalau kita lihat Mas Krisna,
- manusia ternyata lebih apa? lebih berani
- dibandingkan langit, bumi, dan gunung
- untuk menerima amanat Allah. Kita lihat
- sebagai contoh untuk menjadi calon wakil
- kota, walikota, wakil rakyat atau
- menjadi calon katakan gubernur atau
- menjadi calon lurah. Orang yang
- menawarkan diri mereka luar biasa kan?
- Masing-masing menganggap diri mereka
- yang paling cakep untuk mengemban amanah
- tersebut. Arti manusia hobi menawarkan
- dirinya. Waktu Allah tawarkan pada
- manusia, ternyata manusia langsung
- menerimanya.
- Innahu kan doluman jahula. Sesungguhnya
- manusia ini betul-betul zalum.
- Sudah berbuat aniaya merasa dirinya
- paling adil. Karena kalau zalim orang
- berbuat aniaya dia tahu dirinya zalim.
- Tapi kalau zalim sudah berbuat aniaya
- merasa dirinya orang yang paling adil.
- Jahula. Kalau jahil orang bodoh tahu
- dirinya bodoh. Kalau jahul orang bodoh
- menganggap dirinya pintar. Ini yang kita
- jumpai saat ini.
- Lalu Allah terangkan kelanjutan dari
- ayat ini yaitu orang-orang yang apa?
- Yang ee menerima amanat Allah. Terbagi
- dua. Liyuadziballahu
- almunafiqina wal munafiqat wal
- musyrikina wal musyrikat. Dengan ujian
- ini Allah akan menghukum menyiksa
- orang-orang munafik pria maupun wanita.
- Begitu pula kaum musyrikin pria maupun
- wanita. Tapi sebaliknya, watuballahu
- alal mukminina wal mukminat, Allah akan
- menerima taubatnya orang yang beriman.
- Allah tahu bahwa mereka tidak mungkin
- sepenuhnya bisa melaksanakan amanat.
- Pasti ada kesalahan-kesalahan.
- Allah ampuni dosa mereka. Wanallahu
- gfurar rahimah. Sungguh Allah maha
- pengampun lagi maha penyayang. Jadi
- mudah-mudahan Allah bantu kita teguhkan
- hati kita untuk menjalankan amanat
- Allah. Dijauhkan dari perbuatan khianat.
- baik ee dalam rezeki yang Allah berikan
- kepada kita, waktu kesehatan keluarga
- kita atau amanat lain yang Allah
- amanatkan kepada kita semua. Jadi, Mas
- Krishna kalau kita lihat hidup ini
- seluruhnya amanat. Allah melihat
- bagaimana sikap kita dalam menghadapi
- amanat tersebut. Ini yang akan
- menentukan nasib kita di hari akhir
- nanti. Satu pertanyaan lagi.
- Satu pertanyaan lagi dari Bapak Salamun.
- Shalom, Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam Husin, apakah Makkah
- Apakah Makkah, Madinah, dan Aqsa apakah
- termasuk situs yang dijaga oleh Allah
- sebagaimana Allah menjaga Al-Qur'an?
- Allah Subhanahu wa taala memerintahkan
- kita untuk menjaga kesucian dari apa?
- Dari kota-kota yang diharamkan Allah.
- baik itu Makkah, Madinah, maupun Baitul
- Maqdis.
- Tapi bukan berarti ya bukan berarti apa,
- bukan berarti kota tersebut tidak akan
- dinodai oleh orang-orang yang melakukan
- kejahatan. Sebagai contoh Zionis Israel
- dari dulu mereka berupaya menjadikan
- Al-Qudus itu sebagai ibu kota mereka
- menggantikan Tel Af.
- Mereka banyak melakukan perbuatan biadab
- di kota tersebut.
- Begitu juga Makkah. Makkah merupakan
- kota suci, tapi manusianya
- h
- ada yang tidak menghargai kesucian dari
- kota suci tersebut. Kita tahu bagaimana
- ya kerajaan Saudi Arabia bahkan pada
- masa sebelumnya pernah ya orang-orang
- melakukan kejahatan. Bahkan setelah
- wafatnya Rasul ya pada masa pemerintahan
- Yazid bin Muawiyah,
- mereka mengirimkan pasukan untuk apa?
- menyerbu kota Makkah. Kemudian melakukan
- pembantaian menggantung Abdullah bin
- Zubair ya
- di atas apa? Digantung ya
- Mekah. Ka'bah.
- Ka'bah.
- Kemudian melontari Ka'bah dengan
- Minjanik. Minjarik itu pelontar ya yang
- melontarkan api.
- Hm.
- Begitu juga kota suci Madinah pada masa
- yang sama sebelum penyerahan ke Makkah,
- pasukan Yazid menghalalkan kota Madinah
- dan melakukan pemerkosaan hingga banyak
- wanita yang hamil di luar perkawinan.
- Karena penduduk Madinah menolak untuk
- berbaiat pada Yazid.
- Jadi, kotanya kota suci. Kita sebagai
- orang yang beriman diperintahkan untuk
- menjaga kesucian kota tersebut. Ini juga
- ujian dari Allah. [berdehem] Tapi berapa
- banyak manusia ya ternyata melakukan
- pelanggaran? Contoh jangan jauh-jauh di
- kota suci Makkah banyak orang-orang yang
- melakukan pelanggaran bahkan menodai
- kehormatan kota suci tersebut.
- Di mana bahkan di hotel-hotel kalau kita
- lihat ya hotel-hotel televisinya
- menyajikan acara yang enggak benar.
- musik-musik, wanita-wanita berpakaian
- tidak senonoh. Bahkan kalau kita masuk,
- saya pernah menyaksikan di Aziziah
- bagaimana situs-situs mereka ya, di mana
- satelit-satelit di sana terbuka bahkan
- sampai satelit yang khus untuk Eropa.
- Jadi berbagai macam film yang tidak baik
- ditayangkan. Azizah itu ya merupakan
- wilayah haram, merupakan wilayah ha kota
- suci juga tapi ternyata mereka nodai.
- Jadi tergantung manusianya. Kalau kota
- tetap suci, tapi perbuatan manusia yang
- menodai akan berbalik kepada diri
- mereka. Kita wajib bahkan menjaga
- keamanannya.
- Tidak boleh membunuh
- binatang-binatangnya dan pohon-pohonnya
- tidak boleh dirusak. Kita hanya
- dibolehkan mengambil siwat.
- Jadi kalau kita perhatikan,
- Makkah, Madinah, Baitul Maqdis tempat
- ujian. Tujuannya untuk mendidik kita
- menahan diri dari apa-apa yang
- diharamkan Allah Subhanahu wa taala.
- Kalau kita mampu menahan diri,
- insyaallah kita kembali ke tanah air
- menjadi manusia-manusia yang lulus
- dan orang-orang yang menjaga kehormatan
- Allah. Mudah-mudahan kita termasuk di
- dalamnya. Jadi ee kotanya suci,
- perbuatan manusianya yang kotor. Yang
- menjaga kesucian, yang menghormatinya,
- Allah Subhanahu wa taala juga akan
- muliakan dirinya. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik walfu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah insyaallah
- semuanya sudah terjawab ya. Terima kasih
- Ustaz Husin. Mudah-mudahan jawaban yang
- diberikan tadi sesuai dengan kehendak
- Allah.
- Baik, saya Muhammad Krishna Saputra dan
- Algi mohon pamit. Wabillahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.