Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:12 [Musik] 1:39 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:41 warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma 1:43 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 1:45 sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita 1:48 berjumpa lagi hari ini hari Rabu tanggal 1:53 28 Rabiul Aal 1445 Hijriah atau tanggal 1:57 13 Desember 2023. Seperti biasa, Rasil 2:00 kembali menghadirkan acara tamu kita dan 2:04 kami menghadirkan 2:06 kembali Mbak Rustin Ilyas yang lahirnya 2:09 di Semenep tanggal 22 Januari. 2:13 Tahunnya tahun je. Tahun jebot. Sudah 2:16 enggak usah ngomong deh. Tahunnya tahun 2:18 lama sekali ya. Kita akan mengambil tema 2:21 peran ibu dan tantangan Indonesia emas 2:25 2045. Kenapa 2045? Karena pada tahun 2:29 2045 Indonesia insyaallah berusia 100 2:33 tahun. 2:34 Mungkin lahir generasi-generasi yang 2:37 cemerlang insyaallah. Tapi bagaimana 2:39 mempersiapkannya? 2:41 Asalamualaikum, Mbak Rustin. 2:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:44 wabarakatuh. Ini sudah berapa kali kita 2:46 ngobrol di sini ya? Empat kalinya. 2:51 Mbak Rustin ini apa kalau dibilang 2:52 pengamat sosial? Ya tidak. Karena bukan 2:54 cuma pengamati tapi langsung terjun ke 2:57 ke tengah-tengah anak-anak yang 3:01 yang dilepehkan yang tak terurus itu ya. 3:04 Iya. H. Anak-anak apa istilahnya? Apa 3:06 ya? Anak-anak jalanan bukan ya? Boleh 3:08 dikata anak jalanan, tapi juga anak yang 3:12 belum beruntung. Anak-anak yang 3:13 beruntung. Iya. Karena meskipun dia 3:14 enggak di jalanan, enggak beruntung juga 3:17 dengan rumah satu petak gitu kan. Terus 3:20 ada orang tuanya di situ, kakaknya, 3:22 adiknya segala macam. Akhirnya dia 3:25 mengetahui hal-hal yang mestinya belum 3:29 diketahui oleh seorang anak tentang 3:31 hubungan suami istri, tapi dia sudah 3:33 melihat dengan sendirinya karena enggak 3:35 ada tempat gitu. Iya. Jadi banyak hal 3:38 yang saya tangani itu ee merupakan 3:41 anak-anak yang apa 3:43 ee apa ya dewasa sebelum waktunya. 3:47 Sebelum waktunya ya. Dulu ee almarhum 3:50 Hari Rusli di Bandung pernah mengelola 3:53 itu anak ngamen-ngamen. Ternyata enggak 3:55 gampang itu. Mereka enggak mau diatur ya 3:57 di sekolah di mau didik musik. pada 4:00 betul karena gini, mereka sudah terbiasa 4:03 bebas dan mereka sudah bisa mencari uang 4:06 sendiri. He gitu loh. Jadi untuk 4:08 mengajak mereka itu gak mudah. He. Aku 4:11 sendiri waktu pertama kali juga enggak 4:13 mudah, Mas. Gitu loh, Mas. Gimana bisa 4:14 nembus ke ke tengah-tengah mereka? 4:17 Gimana ngebahasainnya itu? Duduk bersama 4:20 mereka. He. Ngobrol bersama mereka, 4:23 menjadi teman mereka dulu gitu. Kita 4:26 dongeng. Kalau ngobrol kan tentu kita 4:28 lebih banyak bertanya daripada kita 4:29 bercerita. Enggak, aku yang 4:30 mendengarkan. Oh. Oh, gitu. Gitu. Jadi 4:33 misalnya aku masuk ke daerah apa ee 4:36 kolong jembatan gitu ya, Dilambar itu 4:39 kita ngobrol aja di situ sambilkan 4:41 mereka ada jualan macam-macam di situ. 4:43 Ada kacanglah, ada apa segala macam ya. 4:45 Kita ngobrol di situ terus mereka pasti 4:48 nanya gitu kan. Nah, dari mana ini nih? 4:51 Aku senang loh punya teman kayak kamu 4:53 gini. Ya udah kita jadi akrab dengan 4:55 emak-emaknya dulu ya gitu loh. Dengan 4:57 emak-emaknya dulu. Ee ada juga 5:00 emak-emaknya itu yang selain punya 5:02 warung ada juga yang dia menjadi apa ee 5:07 boleh dikata pelacur gitu ya. Dan itu 5:09 itu itu aku anggap biasa aja. Aku gak 5:13 melihat kaget gitu enggak. Dalam konteks 5:15 dia ya. Iya. Heeh. Jadi dia merasa 5:17 nyaman gitu untuk berteman gitu. Kalau 5:20 kita sudah berteman, kita sudah mau 5:23 bicara dengan mereka, bukan merasa kita 5:26 itu lebih bersih dari mereka, mereka 5:29 akan mencari kita. H 5:32 gitu loh. Setelah mereka mencari kita, 5:34 nah itu baru aku masuk. He. Gimana 5:37 tentang anak-anak dan sebagainya dan 5:39 sebagainya gitu. Nah, dengan pakaiannya 5:41 Mbak Rustin yang datang ke situ dengan 5:43 pakaian rapi ke seperti orang mau ke 5:45 pesta, mau ke meeting gitu mereka enggak 5:48 canggung. Enggak, enggak merasa 5:49 berjarak. Ini ini gelangku ini gelang 5:51 tolak miskin ya. Karena aku belinya juga 5:54 di pasar-pasar. Baguslah. Itu gini loh. 5:57 Ini bajuku enggak ada yang mahal loh 5:58 ini. Ini semuanya ini dari enggak enggak 6:01 ada. Jadi gini ee orang di kolong 6:04 jembatan jangan diartikan bahwa mereka 6:06 gak punya selera juga. Oh ya. Orang yang 6:10 paling enggak punya pun di Jakarta ini 6:11 sudah gayanya sudah beda loh gitu. Tapi 6:15 e kembali lagi ee yang saya maksud 6:17 adalah apa yang saya pakai itu adalah 6:19 yang mereka bisa juga beli. Heeh. Heeh. 6:22 Gitu. Jadi mereka tahu kok, oh ini 6:24 belinya. Oh ini ini aku juga punya kayak 6:26 gitu kayak gitu ya. Cuman mungkin beda 6:29 selera aja, gaya aja gitu. Tapi enggak 6:31 juga sih. Enggak ada masalah dengan itu. 6:33 Kalau masuk ke mereka tentu ada jam-jam 6:36 ada. Mereka tentu punya jam kerja, jam 6:38 kerja untuk ngamen. Jam kerja untuk jam 6:40 berapa biasanya tepatnya untuk bisa 6:42 malam malam. Heeh. malam di istirahat 6:44 malam. Iya malam atau ee kalau pagi 6:47 jelas mereka sibuk ya gitu. Malam malam 6:50 ya enggak enggak enggak tentu juga sih 6:53 ada sore ada macam-macam. Tapi ya itulah 6:57 Mas apa namanya ee kesepakatan kita dulu 7:00 he dalam kontemplasi gitu ya. Ee gimana 7:03 sih kita tuh aku tuh mau apa ee untuk 7:07 mengajak saudara-saudara aku itu menjadi 7:10 lebih baik. Hm. Gitu. Tapi dia tidak ee 7:14 bukan komun komunitas yang ke arah-arah 7:16 kriminal enggak ya? Kriminal tuh di 7:19 mana-mana, Mas gitu loh. Arti bisa juga 7:21 jadi mencuri, Bu? Ya iyalah. Emangnya 7:23 kalau di DPR enggak ada yang 7:25 mencuri? Jelek kan? 7:28 Balikinnya itu tuh. Oh, kalau mereka 7:31 mencuri itu karena lapar, tapi kalau 7:34 yang pakai dasi itu karena rakus kan. 7:36 Nah, itulah. Jadi aku ngelihatnya begitu 7:38 aja. Ah, sudah. Tapi dia suka bercerita 7:40 enggak? ngaku enggak kalau dia baru 7:42 nyuri gitu? Heeh. Heeh. Aku banyak 7:44 belajar dari mereka caranya nyuri kayak 7:46 apa gitu. Benar gitu loh. Dan itu aku 7:49 anggap itu satu yang ee proses yang 7:52 siapapun bisa melalui itu. Enggak 7:55 barusan bertanya kok enggak kasihan sih 7:57 sama korban yang dicuri? Mungkin dia 7:58 butuh uangnya dicuri. Pernah enggak 8:00 nanya gitu? Ya pernah gitu loh. Terus lu 8:02 enggak kasihan kayak gitu ya? 8:04 Kasihan-kasihan juga Mbak tapi gue kan 8:06 lapar. Jadi ya alasan itu sangat 8:09 pragmatis. 8:11 He. Dan aku enggak memperpanjang itu. 8:13 Soalnya kalau aku memperpanjang kesannya 8:15 aku inograsi. He. Oke. Oke. Jadi aku 8:17 hanya melihat mencari di mana dia titik 8:21 cantiknya, titik cakepnya di hati dia 8:23 gitu loh. Heeh. Heeh. Itu yang aku cari 8:26 dan itu yang aku ajak ngomong. Jadi 8:28 targetnya Mbak Rusin menembus daerah 8:31 wilayah mereka apa itu? 8:34 Ee sebetulnya ee tujuan aku tuh 8:38 anak-anak ya, bahwa pendidikan tuh 8:39 penting gitu loh. Okelah sekolah itu 8:42 gratis ya, ini dapat ini dapat itu. Tapi 8:46 kan kehidupan sehari-hari mereka kan 8:48 enggak gratis ya, harus tercover juga. 8:50 Akhirnya mereka sering bolos, sering 8:52 enggak masuk sekolah, lama-lama dia 8:55 keluar kayak gitu. Nah, ini yang aku 8:57 ingin kembalikan bahwa pendidikan itu 8:59 penting gitu. 9:01 Simpel sih, Mas. Sebetulnya aku dari 9:02 tahun 90 ya aku tuh kan anak-anak juga 9:05 udah udah gede-gede nih ya udah 9:08 macam-macam ada yang punya toko sepatu 9:09 segala macam ya. Iya gitu. Jadi ee 9:13 mereka bukan anak-anak yang enggak 9:15 ngapa-ngapain. Kalau di Indonesia itu 9:18 yang namanya anak jalanan tuh bukan 9:19 anak-anak yang nakal terus main. Enggak. 9:22 Mereka adalah pekerja anak. 9:25 Kan justru enggak betah kalau enggak 9:26 bekerja. Ya makanya susah. Bukan enggak 9:27 betah. Lapar tahu gitu loh Mas. gitu 9:31 loh. Gimana coba? Jadi pencarian hari 9:33 ini untuk hari ini gitu. Iya gitu. Jadi 9:35 dan orang tuanya banyak sekali yang ee 9:39 enggak mampu dalam ee apa 9:43 ya? Enggak mampu secara fisik. Ada yang 9:46 cacat ya, ada yang lumpuh dan ada yang 9:48 mereka yang yatim piatu. Ya, mau enggak 9:50 mau kan mereka harus cari makan gitu. 9:52 Tapi yang aku lihat ya mereka itu adalah 9:54 anak-anak yang akhirnya mampu 9:57 menciptakan lapangan kerja. He gitu loh. 10:00 Aku enggak menangani anak yang pengemis 10:02 beda. Hm. Kalau pengemis itu 10:04 persentasenya kecil. Heeh. Tapi yang 10:07 banyak di Indonesia ini adalah pekerja 10:09 anak sektor informal. Kalau yang sektor 10:11 formal kan kerjanya di pabrik-pabrik ya. 10:14 Tapi anak-anak ini ada yang di pasar, 10:16 ada yang di Kulip Panggul, ada yang di 10:19 Muara Angke misalnya untuk apa? Ikan dan 10:21 segala macam gitu. Hm. Masyaallah. 10:26 Jadi peran ibu dan tantangan Indonesia 10:28 emas 10:30 2045 apa yang Mbak Rustin tawarkan 10:34 atau gambarkan nanti ini ya peran Ibu 10:38 ini 10:39 Masin majunya sekarang ke sini itu dari 10:41 tahun '90 tuh belum ada yang punya HP 10:43 lah ya gitu loh. Tapi sekarang 10:46 emm mungkin 80% mereka sudah punya HP. 10:50 Hm. 10:51 Dan HP itu 10:55 bukan barang mewah lagi. Harus saya ya 10:56 harusnya 10:58 kalau orang yang ngerti HP seperti konon 11:00 orang pintar-pintar itu ya HP ini kan 11:04 ini dunia ada di sini istilahnya apa Mas 11:07 Krishna tadi ini apa namanya surga 11:11 surga ada di sini gitu kan itu benar 11:14 gitu loh. 11:15 Nah, tadi juga ada kepala sekolah yang 11:19 juga asik dengan HP-nya ya. He. Jadi 11:23 sebetulnya HP itu kebutuhan sudah mulai 11:26 menjadi bagian dari tiap orang. Jadi 11:28 kalau orang pergi enggak apa-apa 11:29 ketinggalan KTP asal jangan HP. Jangan 11:31 HP apalagi kepegang sama istri gitu ya. 11:34 Sebelum pulang dilihat dulu yang Iya. 11:37 itu di truk ada terusan sebelum pulang 11:40 dilihat dulu pa anda jadi itu sangat 11:44 pribadi sekali dan itu merupakan 11:47 sekarang ini merupakan sebuah kebutuhan 11:49 gitu loh. Kalau begitu kenapa kita 11:52 enggak berpikir untuk ini diajarkan juga 11:55 bagaimana cara memakainya kepada 11:57 anak-anak ini gitu loh lah daripada 12:00 semuanya begina begini tapi mereka juga 12:02 akhirnya kebablasan, salah dan segala 12:05 macam dan tidak bisa memanfaatkan secara 12:08 positif itu kan sayang ajarkan aja 12:11 masukkan di dalam apa namanya tuh 12:13 ee salah satu mata pelajaran pendidikan 12:16 ini. Oh. dari HP juga bisa menju bisa 12:19 jualan ya bisa make money. I betul. 12:20 Betul gitu loh. Jadi ee hal-hal yang 12:23 seperti ini yang harus kita kejar. 12:25 Jangan sampai kita itu nanti ketinggalan 12:27 kereta pada saat 12:31 2000 di mana yang namanya harusnya ada 12:35 bonus 12:36 demografi. Usia produktif kita itu 12:38 memuncak tapi lapangan kerja enggak ada 12:41 kan cilaka gitu loh. Ini banyak 12:44 tantangan bagi Ibu. Heeh. He. Nah, 12:47 terutama sekarang ini yang masih kita 12:49 harus apa ee tangani itu adalah 12:52 stunting. Hm. Stunting itu masih 26%. 12:57 Hm. Ya. Dan jumlahnya masih jutaan juga 13:01 nih, Mas. Jumlahnya tuh masih lumayan 13:04 sih. 13:08 Nah, apakah stunting hanya berapa? 6 13:12 juta. 6,3 juta anak. 6,3 juta anak. Jadi 13:15 21,6% kali ya. Iya. Iya 21, Nah, apakah 13:18 stunting itu hanya terjadi di 13:21 pelosok-pelosok daerah saja? Apakah juga 13:23 daerah kota ini juga ada kena stunting? 13:25 Apa juga orang miskin saja atau orang 13:26 kaya juga bisa kena stunting? Iya, 13:27 enggak cuman orang miskin tapi memang 13:29 most of them itu kebanyakan memang orang 13:31 miskin ya, tapi orang kaya pun bisa kena 13:35 stunting karena ee salah asupan. Hm. He. 13:40 Jadi mungkin yang di diberikan itu 13:43 adalah semakan semacam makanan fast food 13:45 yang terus-menerus yang tanpa gizi tapi 13:48 nyaman, tapi enak. 13:50 Iya gitu loh. Akhirnya anaknya kena 13:52 stunting. Ada gitu loh. Tapi memang 13:54 kebanyakan adalah orang yang ee ee 13:57 kurang apa ee kurang mampu ya gitu loh 14:01 untuk itu. Nah, itulah yang harus kita 14:02 tangani. Kita enggak boleh me me membuat 14:06 pandangan kita tentang stunting itu 14:08 enggak apa-apa. Hm. Kalau nanti tahun 14:12 2045 mereka menjadi usia produktif 14:15 dengan kualitas apa kesehatan dan 14:17 kualitas cara dia berpikir, dia enggak 14:19 bisa apa belajar dengan baik lah. Terus 14:22 mau jadi apa mereka coba? 14:25 Sementara 14:26 [Musik] 14:28 e ketenagakerjaan sangat dibutuhkan pada 14:31 saat itu dalam hal-hal yang di luar yang 14:34 sudah ee diambil oleh robotik, oleh apa 14:37 ee elektronik dan segala macam itu. Jadi 14:40 harus ada kreativitas untuk membuat 14:45 em pekerjaan-pekerjaan baru. 14:49 itu harus dipikirkan dari sekarang 14:50 kepada orang yang sudah terjebak ke 14:52 dalam keasikan berHP dengan 14:54 melihat-melihat hal yang enggak wajar 14:57 gitu itu bagaimana menyembuhkannya? 15:00 Ee menyembuhkannya itu sebetulnya gini 15:02 deh, setiap orang tuh kan kepenginnya 15:05 kepenginnya berkomunikasi, H kepenginnya 15:09 ngobrol. Hm. Iya kan? Tapi karena ini 15:11 sudah kebablasan ya di harusnya dibikin 15:14 aturan di dalam rumah. Kalau misalnya 15:16 kayak saya gitu ya, ngajak anak-anak 15:18 pergi gitu, tapi dengan satu syarat 15:22 waktu masih lesu ini yang satu syarat 15:24 HP-nya matiin semua. Hm. Gitu. Tapi 15:28 harus mulai dari dini sedini mungkin ya. 15:31 Kalau sudah remaja ya mereka enggak mau. 15:33 Dia mendingan enggak ikut pergi gitu kan 15:35 daripada enggak enggak enggak enggak 15:37 pegang HP gitu. Jadi kalau sudah 15:39 membudaya ini repot memang ini jadi 15:42 membudaya tapi membudaya tanpa 15:44 memberikan satu apa pengaruh yang ee 15:48 enggak bagus itu harus kita jaga. 15:51 Makanya aku bilang harusnya ini 15:53 diajarkan sekaligus dalam pendidikan 15:56 mungkin dari TK. Iya gitu loh. Sebab 15:59 kalau enggak ini bahaya. 16:01 Ini memang surga neraka ada di sini gitu 16:04 loh. Itu memang benar Mas gitu. Oke. 16:07 Enggak mudah gitu. Enggak mudah. Iwan 16:10 dan Akhwat. Kami masih 16:11 berbincang-bincang dengan Mbak Rostin 16:14 Ilyas. 16:15 Beliau pengamat sosial. Bukan cuma 16:18 pengamat tapi belusukan ke 16:20 wilayah-wilayah itu. Bergaul bersama 16:22 mereka. Bergaul dan anu ya rutin ya. 16:25 Enggak enggak cuma sekali-sekali enggak 16:26 kunjung. Enggak. Kenal enggak dengan 16:28 nama-nama mereka? Oh ya kenalah. Kenal 16:31 kenal banget. Tapi memang banyak 16:34 anak-anak yang baru aku yang belum. Tapi 16:36 kalau anak yang sudah e setahun bersama 16:39 kita itu pasti udah udah nama-namanya 16:42 unik enggak? Nama-nama sekarang sama a 16:44 keren juga kira nama-nama aneh-aneh 16:48 gitu. 16:49 Oh gitu namanya bagus-bagus ya. Oke 16:53 silakan Anda boleh sharing ke sini ya ee 16:57 linking WA boleh 16:59 08111 nonton ini gitu ya Mas ya. Kenapa 17:01 sekarang terjadi bullying gitu ya? Ya, 17:04 gimana anak enggak ngembully yang 17:05 ditonton nih sekarang apa sih? Ada PUBG 17:09 ya misalnya ada Free Fire gitu. Itu kan 17:12 cerita yang ngebunuh-bunuh gitu kayak 17:14 enggak punya salah gitu kan. Nah, itu 17:16 yang ditiru. Anak itu adalah imitation 17:18 Mas ya. Semua anak itu meniru gitu loh. 17:21 Nah, yang ditiru ada di sini. Memang itu 17:23 untuk tontonan apa ee game anak-anak 17:25 gitu loh. Tapi itu sangat enggak 17:27 mendidik gitu. Nah, mau dipotong, mau di 17:31 enggak boleh ini penetrasi sudah enggak 17:33 bisa karena ini sudah dunia kita ini 17:36 sudah jadi warga negara dunia gitu 17:38 enggak bisa ke Barustin IAS pernah 17:40 ngobrol enggak sama orang-orang Kaminfo? 17:42 Pernah enggak? 17:44 Pernah. Hm. Pernah. Pernah sih, tapi ya 17:48 alasannya begitu. H mereka enggak 17:51 mampu untuk menutup semuanya itu enggak 17:54 mampu. Cina bisa mampu. Kenapa Cina bisa 17:57 mampu? Ya, itulah makanya gitu loh. 17:59 Kenapa kita enggak belajar ke Cina ya 18:01 gitu loh harusnya gitu. Tapi ya 18:04 ee saya enggak tahu ya alasannya enggak 18:07 mampu itu enggak mampunya dari mana atau 18:09 memang dia enggak mampu beneran ya atau 18:11 gimana ya. Tapi ya memang begitu Cina 18:13 mampu. Nah, kenapa kita enggak belajar 18:15 ke Cina kan gitu. Hmm. 18:19 Woh, udah ada pertanyaan aja ni dari 18:21 Kang Edi. Mbak Rustin, apa program Ibu 18:24 dan rekan-rekan untuk menghadapi bonus 18:27 demografi? Tuh baru diomongin. 18:32 Barusan diomongin. Ya, itulah Mas 18:35 programnya harus menyiapkan anak-anak 18:38 itu sedini mungkin h untuk menjadi usia 18:42 produktif yang bermanfaat, yang punya 18:45 kreativitas dan punya apa? Gagasan 18:49 sendiri untuk menciptakan lapangan kerja 18:52 gitu. Oke, dari Bapak S. Joko Mursito. 18:56 Asalamualaikum Mbak Rustin. Saya salut 18:59 sama Mbak Rustin. Gerakan Pramuka 19:01 sebenarnya ada program untuk mengurusi 19:03 anak jalanan. Namun beberapa tahun ini 19:05 tidak berjalan barangkali karena kalian 19:08 mendekati mereka yang kurang. 19:11 Mudah-mudahan ke dalam ke depan program 19:13 ini kembali jalan. Munas ke berapa nih? 19:17 ke-11 di Aceh saat ini belum terbentuk 19:22 kepengurusan baru. Salam untuk Mbak 19:24 Rustin. Program tersebut eh program 19:26 internasional bernamanya Ticket to 19:30 Life. Hm. Ada tanggapan dari Pak Joko 19:35 nih? Memang sebetulnya penanganan 19:38 ini bukan penanganan manusia ya, Mas ya. 19:41 social problem never ending. He gak akan 19:44 pernah selesai selama manusia itu tetap 19:47 hidup ada ya tetap ada masalah sosial. 19:50 He. Jadi ya memang harus kita itu kayak 19:52 kayak orang mandi gitu. Ngapain sih 19:55 mandi besok lu juga kotor lagi. Tapi kan 19:57 harus mandi, harus dibersihin gitu. 19:59 Itulah pekerjaan sosial. Dan memang 20:01 jangan frustrasi kalau masalah itu kok 20:04 enggak kelar-kelar sih sudah ditangani 20:06 gitu ya. Tapi paling tidak meminimalkan 20:09 itu harus gitu. Nah, menurut saya 20:13 meminimalkan itu dengan pendidikan. H 20:18 iqra ya itu aja gitu loh. Pendidikan aku 20:23 nangani anak-anak itu belajar di 20:25 kolong-kolong jembatan dari tahun 90-an. 20:28 Heeh. E karena saya pikir learning is 20:31 not always schooling. H learning di mana 20:34 aja bisa. 20:35 Mau di kolong jembatan, mau di pasar, 20:37 ya, mau di gerbong-gerbong reot bisa 20:39 gitu loh. Nanti apa yang aku berikan? 20:42 Ya, kejar paket A, kejar paket B, kejar 20:45 paket C. Itu dari dulu. Dari dulu mau 20:48 dia itu enggak maulah gitu loh. Yang 20:51 penting jangan lebih dari 2 jam. 20:54 Terus belajarnya di tempat dia atau Iya, 20:56 di tempat dia enggak boleh jauh-jauh ya 20:58 supaya dia bisa efektif. Jang karena dia 20:59 maunya habis itu kan kerja. 21:01 ada yang di up di pasar gitu dia 21:04 langsung jadi kuli panggul, dia langsung 21:05 jadi apa namanya ee apa ee pengupas 21:09 bawang dan sebagainya di situ. Itu 21:11 duitnya sedikit tapi halal banget tuh 21:13 ya. Iya. Ya sedikit kadang ya sedikit 21:16 kadang banyak juga cuman nah itu nanti 21:18 nanti pemanfaatan dari uang itu yang 21:20 kita bantu gitu. Kalau dulu sih dulu 21:24 mulai dari anakku juga yang ngajarkan 21:27 how to save the money gitu kan. Jadi 21:29 biasanya kalau mereka sudah ee apa 21:33 selesai kerja atau dapat apa upah gitu 21:36 langsung main dulu dingdong zaman dulu 21:39 ya main dingdong. Nah itu diajarin 21:41 gimana kamu ayo saving money ke bank itu 21:44 anakku yang bawa. Oh gitu zaman segitu 21:46 anakku masih kuliah di Trisakti itu Novi 21:49 Kebang Mursi ada KTP. Iya itu Novi. Nuvi 21:51 yang bawa karena dia mahasiswa gitu loh. 21:53 Jadi dia yang ini diajak nih 21:54 adik-adiknya atas nama dia nanti gitu. 21:56 He. Jadi diajarkan seperti 21:59 itu. Aku mulai dari anak-anakku sendiri, 22:01 Mas. Gitu loh. He. Terus yang kedua, 22:03 Firman dia ngajarkan ee apa? Paralegal 22:07 education. He. Ya. Tentang gimana 22:09 menghadapi hukum. Hm. Gitu. Jadi 22:12 anak-anak kamu enggak boleh ya jualan di 22:14 lampu merah kayak gitu karena kamu nanti 22:17 melanggar ini ini tuh. Itu anakku yang 22:20 nomor dua. Yang ketiga, anakku karena 22:22 dia itu desain grafis dia ngajarkan 22:25 melukis gitu. Jadi kalau kamu mau jual 22:28 lukisannya, mau jual lukisan untuk 22:30 lebaran nih, mau jual lukisan untuk 22:32 Natal ini, kayak gitu-gitu. Ya, itu 22:35 kenapa aku mulai dari anakku dulu ya. 22:38 Karena orang kan nanya, "Lu ngajakin 22:40 relawan remaja-remaja anak kamu sendiri 22:42 ke mana?" Kan gitu. Jadi seperti itu. 22:46 Jadi menarik sekali sih karena yang kita 22:48 omongkan tuh adalah manusia kok. Sama 22:51 kayak kita itu menangani anak menteng, 22:53 mau anak kolong jembatan, mau anak mana 22:55 sama kebutuhan sama. Iya. Kasih saya 22:57 kasih sayang dalam perhatian itu ya 22:59 kuncinya ya. Heeh. Gitu. 23:01 Oke. Baik. Ya, Mas Kra biasanya ngasih 23:05 nomornya teleponnya Mbak Rustin. Oke, 23:08 ada nagi aja nih. Oke, 23:11 silakan kami akan bacakan nomor HP dari 23:14 Mbak Rustin 23:17 Ilyas, seorang wanita yang begitu akrab 23:20 dengan anak-anak di kolong 23:22 jembatan dan bergaul dengan mereka, 23:24 ngobrol dengan mereka. Silakan dicatat 23:27 nomornya ya. Mbak Rustin Ilyas. R O S T 23:31 I E N Ilias 23:36 0812 23:38 sudah kemudian 88 23:41 8 8 8 4* 11 45 23:48 0812 8 23:52 8 23:55 4 23:57 5 E kita baca WA Asalamualaikum Mbak 24:00 Rustin. Bagaimana pendapat Mbak Rustin 24:02 tentang anak-anak jalanan yang apa 24:05 silverman itu di chat itu dan 24:08 mereka-mereka yang ngamen pakai 24:10 toko-tokoh film anak-anak? 24:13 H iya aku tanggapin dulu yang silverman 24:16 ya. Saya tu prihatin banget. Itu kan 24:19 racun ya gitu loh yang dileletkan di 24:22 tubuhnya dan tiap hari dan terusmenerus 24:26 enggak merusak. Saya tuh pernah punya 24:28 ide itu gini. He. Kalau Silverman itu 24:31 ada di misalnya ee kita ambil satu 24:33 kelurahan lah ya, kelurahan A misalnya 24:36 itu ada berapa Silverman sih yang di 24:38 situ gitu loh. Kalau aku nih jadi 24:40 lurahnya tak panggil tuh Silverman tak 24:42 kumpulin kita ajak ngomong kamu mau 24:46 enggak tetap di jalanan? Eh kalau kamu 24:49 mau di jalanan di jalanan tapi kamu 24:52 tidak memakai Silverman, tapi kamu 24:54 memakai baju Betawi atau baju daerah 24:58 mana? sambil kamu pegang apa e message 25:01 slogan hati-hati di jalan. He apakah 25:05 Anda sudah ingat keluarga di rumah 25:07 semacam-semacam kayak gitu. Kenapa 25:09 enggak gitu loh dan berikanlah mereka 25:12 itu semacam apa ya ee ya honor dari dari 25:18 si kelurahan penyampai pesan ituampai 25:21 pesan gitu loh banget dalam ee Anda 25:25 berada di kelurahan ini, nama Pak Lurah 25:27 kami adalah ini. Beliau kan begitu gitu 25:31 loh. Betul. Aku pikir kenapa enggak gitu 25:34 loh. Nah, kasih aja honor mereka gitu. 25:37 Pasti mau kok. 25:38 dan indah lagi gitu loh. Jadi semua 25:40 kelurahan memperkenalkan kayak orang 25:42 demo tapi isinya ini pesan-pesan positif 25:44 ya. Iya gitu loh. Masyaallah gitu 25:48 Pak 25:50 Lurah ini idenya bagus banget ini ya. 25:53 Oke silakan yang mau menanggapi kami 25:56 tunggu di 25:59 08111 26:01 999 720. 26:06 Eh ee Mbak Rustin, generasi ke depan 26:10 bukan hanya makan lapangan kerja, 26:11 sekarang saja anak-anak makan semua tapi 26:14 moral tidak ada. Tawuran saja, perkosan 26:17 yang terlibat anak hampir semua kasus. 26:21 Jangan-jangan 2045 setahun depan saja. 26:25 Jangan sampai 2045 tahun depan saja 26:28 belum tentu beres. Pemerintah kita ganti 26:31 5 tahun sekali punya kuasa tak beres 26:34 juga. Jadi sekarang 26:35 pikirkan yang sekarang kita hadapi saja 26:38 yang real. Jangan perkirakan yang lebih 26:42 mendominasi kita. 26:44 Ya. Kenapa saya 26:46 bicara, kenapa kita bicara 26:49 2045? Karena manusia itu nak boleh 26:52 melupakan jangka panjang. Jangan kita 26:56 hanya 26:57 berpikir untuk tahun depan, untuk 5 27:00 tahun itu ee pragmatis. Tapi idealnya 27:04 adalah kita memikirkan bagaimana sih ke 27:06 depannya untuk mempersiapkan dari 27:08 sekarang. Ya tentunya nanti tahun depan 27:10 itu akan kita lewati. He. Nah, untuk 27:13 tahun depan ini ya harus harus harus 27:16 dibenahin. He. Seperti yang tapi kan aku 27:19 enggak boleh ngomong sama Mas. 27:23 Jangan ngomong yang seram-seram. 27:25 Jadi, tapi itulah yang ada gitu loh. 27:28 Keadaan sekarang itu tidak bag ya. 27:30 Artinya ada di sebuah lembaga keagamaan 27:32 yang seharusnya memberikan nilai-nilai 27:34 akhirat ya. Tahu-tahu malah 27:36 alhamdulillah bukan aku yang ngomong 27:38 tapi Mas tapi ini contoh ya. gini, 27:41 kenapa orang selalu bilang, "Kenapa sih 27:44 kok apa ee selalu ustaz yang berkelakuan 27:47 kayak begitu? Kenapa emangnya enggak ada 27:49 agama lain?" Ada. Tapi ayolah kita 27:51 berpikir dewasa bahwa negara kita ini 27:54 adalah penduduknya adalah penduduk Islam 27:56 yang terbanyak di dunia ini sehingga 27:58 kalau ada apa-apa langsung dicap 28:00 Islamnya. Ya, pasti gitu loh. Kelihatan 28:01 Islam. Kalau aku ngomong seperti ini 28:03 misalnya saya bicara ini di Itali atau 28:07 di Roma ya pasti orang Katolik h yang 28:10 kena kan gitu. Oh itu agama Katolik ya. 28:12 Iyalah wong semuanya orang Katolik di 28:14 situ. Jadi jangan baper kalau ada 28:16 dibilang kok Islam. Ya memang gitu loh. 28:19 Hm. Nah ayo kita benerin. Jangan 28:23 ditutup-tutupin hanya karena ini kok 28:25 Islam ya gimana enggak gitu loh. 28:27 Benerinnya gimana orang dia penegak 28:30 nilai kok. Ya, itulah itulah Mas gitu 28:32 loh. Aku tuh pernah kedatangan sembilan 28:35 orang dari tim reaksi cepat perlindungan 28:38 anak ya yang menanyakan pada aku, kita 28:40 itu mesti gimana ya, Bu? Kita itu di 28:42 daerah daerah-daerah di luar Jawa pula 28:45 gitu kan. Kejadian seperti itu. Sehingga 28:48 anak-anak ini yang melihat kasus-kasus 28:51 dari apa ustaz yang enggak benar ini ee 28:55 terjadi ini anak-anak langsung mundur 28:57 gitu loh. Mundurnya gini, enggak percaya 28:59 sama agama. 29:01 H jadi sebel gitu loh. Ih ustaznya. Nah 29:04 itu kan bahaya banget. H i kan bahaya 29:08 banget gitu loh. Nah apa yang harus kita 29:10 lakukan? Saya waktu itu juga enggak bisa 29:12 jawab sebetulnya. Tapi saya berpikir 29:14 gini akhirnya saya ee cerita sama 29:17 mereka, "Cobalah sekarang kita perkuat 29:19 habluminanasnya." Hm. Bagaimana kita itu 29:23 harus hormat, menghormati, bagaimana 29:25 kita itu tersantun, berbudi pekerti, gak 29:28 kurang ajar. itu terus-menerus tiap hari 29:31 dan dilatih. 29:33 Hm. Bukan cuman diomongin, dinasehatin, 29:36 enggak. Latihan, simulasi kalau perlu. 29:40 He gitu loh. Jadi ini misalnya ada 29:43 cewek, ayo ini gak boleh ya dipegang 29:47 kayak begini latihan gitu kan. Itu 29:50 dilatih simulasi sehingga anak-anak 29:52 terbiasa. 29:54 Hm. Kalau Jepang aja bisa, Cina aja 29:57 bisa, masa kita enggak bisa gitu loh. 30:00 Harus. Nah, untuk ke depan ya pastilah 30:04 sekarang ustaz yang enggak benar itu ya 30:06 harus ditangani, harus ditangkap itu 30:08 sudah pasti dan mereka sudah ditangkap. 30:10 Tapi yang saya pikirkan korbannya ini 30:13 traumanya disembuhin apa enggak? H kan 30:16 gitu. Sebab kalau dia enggak 30:18 disembuhkan, dia akan menjadi predator 30:20 baru nantinya. 30:22 Mohon maaf kalau anak yang sudah di apa 30:26 ee dicabuli melalui sodom nanti dia 30:30 kalau sudah dewasa dia akan menjadi 30:32 penyodomi orang. 30:34 dia akan menjadi predator baru. Makanya 30:37 traumanya yang harus diembuhkan 30:40 ya melalui Rasil ini. Mudah-mudahan 30:42 banyak saudara-saudaraku yang sesama 30:44 muslim mendengarkan bahwa jangan baper 30:47 karena memang ini kita ini negara Islam 30:49 yang tergede meskipun bukan negara agama 30:52 gitu loh, Mas. Jadi kita harus 30:55 betul-betul kencang nih, gitu loh. H. 30:57 Jadi kalau toh kita memilih Islam ee 30:59 memilih ustaz, memilih pesantren, ya 31:03 kita cek juga gitu loh. Jangan 31:05 didiamkan. Sering-seringlah ajak anak 31:07 kita ber apa ngobrol gitu, gimana ustaz 31:10 kamu? Ustaz kamu gini enggak? Itu semua 31:12 orang tua tuh harus h karena ustaz itu 31:15 juga manusia biasa juga gitu kan. Jadi 31:18 kita saling koreksilah gitu loh. Karena 31:20 setannya lebih iya lebih canggih lagi 31:22 yang menggodanya. Betul gitu loh. Jadi 31:24 memang itu oke 31:28 ee menarik sekali apa yang 31:33 disampaikan ee 31:36 Ibu apa nih apa ya menarik sekali apa 31:39 yang disampaikan Ibu Rustin Ilyas. 31:41 Tapi bukan berarti kita jadi alerhi 31:44 terhadap e lembaga pendidikan pesantren. 31:47 Kan 31:48 janganlah kita banyak tokoh-tokoh dunia 31:51 kan e nasional dari lahir dari sana. 31:54 Iya. Betul. Jangan dong. Justru itu 31:55 harus kita selamatkan. Kalau kita 31:58 biarkan ya lama-lama ya akan hilang 32:00 semuanya kan begitu. Karena anak itu kan 32:03 bukan makin kecil. Anak makin gede-gede 32:05 dia kan berpikir loh kok ini enggak 32:07 ditangani kok Pak Ustaz ini masih tetap 32:09 di situ kok enggak ada. kan begitu. 32:11 Heeh. Tapi kalau dia melihat bahwa ee 32:13 teman-temannya yang sudah jadi korban, 32:16 apakah itu dilecehkan atau dihamilin 32:19 atau gimana, ada penanganannya oleh 32:21 pesantren itu ya pasti anak-anak juga 32:23 akan tetap berpihaklah gitu. Enggak 32:26 mungkin gitu. 32:29 Oke, luar biasa Mbak Rustin di 32:31 kepramukaan itu learning by doing 32:33 sebenarnya cocok untuk kegiatan 32:35 menangani anak jalanan. Mudah-mudahan ke 32:37 depan kita bisa ketemu dalam pengabdian 32:40 ini. Catatan dalam gerakan pramuka 32:42 pengabdian itu diartikan kita berani 32:46 mengabdi orang lain yang mendapat 32:50 mendapat dian ee nomor Oh, HPIN sudah 32:54 saya catat. Oke, terima kasih Pak 32:59 Joko. Mbak Rusin saya mau tanya, kenapa 33:02 ada anak yang kecilnya 33:04 nakal, gedenya jadi kalem, baik tapi ada 33:07 yang kecilnya baik, Bang sopan. Gu 33:11 gedenya nakal kok. Jadi bagaimana bisa 33:14 terbalik begitu? Ya itu karena 33:16 pendidikan aja. Heeh. Karena ada memang 33:18 ada karakter anak yang bandel ya apa ee 33:22 atau mungkin anak itu autis. Heeh. He. 33:25 Tanpa diketahui oleh orang tuanya gitu 33:27 ya. Tapi ee bisa sembuh pada saat dia 33:31 menjelang dewasa berubah gitu. Ada. Tapi 33:34 juga karena pendidikan dari orang 33:36 tuanya. Anak pada umumnya pada umumnya 33:39 kan imitasi. Heeh. Dia ngikutin apa yang 33:42 ada di sekelilingnya. Kalau di 33:44 sekelilingnya semuanya ngerokok ya 33:46 jangan suruh anak itu tidak merokok kan 33:48 begitu. Pasti dia akan niru merokok. Ya, 33:50 hal seperti itu. Jadi kalau misalnya 33:52 kenapa obandelda coba dilihat di 33:53 sekelilingnya siapa aja yang suka 33:55 gangguin dia gitu misalnya. Jadi dia 33:58 pasti akan fight karena dia enggak suka 34:00 dibandelin kan gitu. Jadi dia ngelawan 34:02 kayak gitu. Tapi itu ee sesuatu yang 34:06 normal. Memang ada sih yang bilang ini 34:08 biasanya kalau kecilnya nakal nanti 34:10 gedenya anteng gitu. Ada yang gitu. Tapi 34:13 kalau menurut saya ya karena lingkungan 34:16 karena anak juga dididik oleh orang tua 34:19 dan keluarga plus lingkungan yang ada 34:22 kan makin besar-besar lingkungan itu dia 34:24 temukan di situ. Itu yang dia tiru gitu. 34:28 Oke, ini ada yang tanya nomornya Mbak 34:31 Rustin. Oke, saya akan bacakan kembali 34:33 nomor teleponnya Mbak Rustin Ilyas. 34:36 Silakan disiapkan pulpen sama kertas. 34:38 Saya akan bacakan kembali. Rustin Ilias 34:40 nomornya 34:43 [Musik] 34:44 0812. Sudah. Kemudian 8 34:48 8nya 4 kali. Kemudian 11 45 34:55 0812 35:00 88115. Barusan saya punya pengalaman nih 35:02 pulang dari masjid kan ada lewat gang 35:04 gitu tahu-tahunya ada motor. Heeh. 35:08 ee digonceng di belakangnya anak 35:10 perempuan masih kecil-kecil pakai jilbab 35:13 menghadang. Terus dia tur menghadang 35:15 saya terus dia turun, "Pak Haji, Pak 35:17 Haji gini nih. Ini ibunya anak-anak 35:19 sakit saya ee pengobatan apa rumah sakit 35:23 sih enggak bayar tapi obatnya bayar. Ee 35:25 saya nih kita nih perlu duit katanya. Ee 35:29 terus saya mau jual ini sejadah baru 35:31 berapa nih jadah? Rp150.000 35:33 Bu, saya dari mesin enggak bawa uang. 35:36 Jadi, ya ke rumah dulu. Saya bilang sama 35:39 istri saya, kemarin kayak gitu juga jual 35:45 setrikaan. Jadi, pura-pura sakit jual 35:47 setrikaan. Jadi, kita 35:49 kan dan waktu ee anaknya turun dari 35:53 motor terus 35:54 si itunya bapaknya bilang, "Ikutin 35:56 ikutin bak gitu." Nah, di rumah terjadi 35:59 tidak kekoman. Yang satu bilang itu 36:00 tukang ojek, satu bilang bapaknya. 36:03 Ya, itu akhirnya dikasih aja bukan 36:05 membeli itu tapi dikasih uang bukan 36:07 sebagai membeli apa sejadah ya. Aduh. 36:11 Nah, itulah namanya juga usah 36:14 karena susah cari kerjaan kali ya 36:15 sekarang ya. Itulah jadi ee makanya 36:19 kenapa sih aku menangani anak-anak 36:20 kecil-kecil yang dibilang anak jalanan 36:23 itu karena mereka itu pencipta lapangan 36:26 kerja. H gitu 36:28 loh. Dia enggak pernah minta e tolong 36:32 orang untuk cariin kerja orang de 36:34 kita-kita aja deh, Mas. Gitu loh. Aku 36:36 kalau misalnya ngelihat wisuda gitu ya 36:39 di mana, "Wuh, ribuan deh semuanya pakai 36:41 toga toga toga pakai ini." Terus aku 36:44 mikir, aduh berapa lagi ini yang 36:46 pengangguran ya gitu loh. Jadi ter kayak 36:50 begitu karena kalau sudah menjadi 36:53 sarjana apa? Iya. Dia mau untuk jualan 36:56 misalnya apalah kue rabilah atau apa 37:00 atau dia jadi ee praktisi apa padal itu 37:03 jenis kerjaan juga ya. Iya gitu loh. Nah 37:05 itu gitu loh. Kenapa? Kalau menurut aku 37:08 kita harus juga mulai berubah dalam cara 37:10 mendidik anak-anak. Hm. Tidak 100% di 37:13 dalam kelas tapi juga harus mulai 37:15 dididik kreativitasnya di luar itu gitu. 37:20 Kalau enggak ya 37:22 repot. Negara kita ini masih butuh 37:25 sekolah menengah kejuruan. He. Karena 37:28 untuk menciptakan lapangan 37:33 kerja butuh. Kita juga butuh kedokteran, 37:36 butuh ini. Tapi jangan 37:39 lupa perbanyak juga sekolah menengah 37:42 kejuruan di daerah-daerah. 37:45 Terutama kejuruan apa? apa aja? Ada tata 37:48 boga, ada apa namanya ee untuk rambut, 37:53 ada apalagi ya ee banyaklah dan pun 37:57 lebih konkret ya bisa menghasilkan uang. 38:00 Heeh. Betul gitu loh. Apakah itu mesin 38:03 atau apa kayak gitu banyak sekali aku 38:06 mendidiknya kayak gitu dulu waktu 38:08 anak-anak ee Pasar Induk Krama Jati itu 38:11 sudah lulus dia dari kejar paket A. Hm. 38:13 Oke. Ee lanjut ke kejar paket B. Ikut 38:18 dikejar paket B sudah lulus. Aku 38:20 tawarkan kamu mau kursus 38:24 apa? Dia milih misalnya kursus jahit, 38:27 ada yang milih kursus masak, ada yang 38:29 milih perkayuan, ada yang milih bengkel 38:31 misalnya. Udah aku titipin mereka 38:34 anak-anak itu di warung-warung. Kalau 38:37 yang masak ya aku titipkan di warung 38:39 Tegal. Ajarin ini anak-anak itu masak. 38:43 sekian item misalnya 38:45 gitu. Terus kalau yang bengkel ya aku 38:47 titipkan di perbengkelan, bengkel motor 38:50 ajarin ini untuk reparasi motor. H itu. 38:53 Terus kalau misalnya dia milih apa ee 38:56 gunting rambut ya aku titipkan di tukang 38:59 cukur kayak gitu. Nah, nanti kalau sudah 39:02 bisa ini anak dalam tanda petik tak 39:04 lelang. H. Jadi yang masak misalnya 39:07 bantuin siapa yang mau bantu Tati untuk 39:11 bikin warung. Hm. Makan. Heeh. Jadi 39:14 butuhnya ini ini apa? Wajan, kompor 39:17 segala macam. Piring-piring sendok ya. 39:19 Iya. Heeh. Gitu. Itu kita bantuan ya 39:22 gitu. Aku lelang misalnya dari grup 39:24 organisasi apa ibu-ibu teman-teman aku 39:27 gitu loh. Terus kemudian kalau yang apa 39:30 motor ini kita carikan juga bantuan 39:33 untuk satu kit untuk motor preparasi 39:37 kayak gitu. Jadi dia jadi montir 39:39 berjalan. Heeh. Dulu masih ada ojek-ojek 39:41 kayak gitu. Oke. Asalamualaikum, Mbak 39:45 Rustin. Mbak Rustin hebat banget sih. 39:47 Kok mau-maunya Mbak 39:49 Rustin berkegiatan seperti ini? Kan 39:52 enggak ada 39:54 duitnya. Bagaimana Mbak Rusin sendiri 39:56 untuk meng-cover keperluan Mbak Rustin? 39:59 Karena Mbak Rusin sibuk ke 40:01 wilayah-wilayah anak-anak jalanan ini 40:04 yang bahkan mungkin Mbah Surusin sendiri 40:07 mengeluarkan uang. Silakan dijawab. Iya. 40:09 ee tidak disebut namanya gimana ya ee 40:13 sebetulnya bukan masalah uang sih, ini 40:15 masalah hobi aja sih aku. Sama aja kalau 40:18 misalnya ee Anda punya hobi main golf, 40:22 beli juga kan bola golfnya gitu loh buat 40:25 main sendiri kan itu hobi. Hm. Aku 40:27 anggap aku ini hobi gitu loh. Oh gitu 40:29 ya. Kalau enggak hobi ya malas juga kali 40:32 ya. Aku hobi suka gitu loh. He ee suka 40:36 melihat itu dalam seminggu berapa kali 40:38 ya Mbak Rusten berkunjung ke sana? 40:40 Enggak, enggak tentu sih. Tergantung 40:42 juga gitu loh. Bisa seminggu satu kali 40:45 ya bisa berapa jam Anda di sana. Itu pun 40:48 tergantung juga gitu loh masalahnya apa 40:50 dulu. Kan relawanku juga banyak gitu 40:52 loh, Teman-teman. Tuh yang di situ. 40:54 Sebab ini bukan sekolahan bukan gitu 40:57 loh. Ini kita ee satu tempat di 41:00 mana habis dari sekarang nih habis ini 41:03 aku mau nengok anak-anak sakit. Ada 41:05 berapa anak, Pi? Empat. Empat anak di 41:08 mana tuh? Gimana? 41:10 Pulau Gadung, Cepaka Putih. Pulau 41:12 Gadung, Cepaka Putih. Mau dibur gitu. Ya 41:15 Allah. Gitu. Mereka anak-anak orang yang 41:17 enggak mampu gitu kan. He. Tapi ya aku 41:21 mencoba untuk apa menyentuh mereka gitu. 41:25 Hobi lagi kalau melihat anak itu senang 41:28 gitu. He ya enggak bisa diomongin ya. 41:30 Tapi memang itulah gitu. Nah, kalau 41:33 ditanya itu dari mana? Sering aku tuh 41:37 aku tuh jadi pengemis jalanan. Iya. 41:39 Beneran. Eh kalau misalnya aku tuh 41:41 temanku kan temanku itu kan aneh-aneh 41:43 gitu kan. Ada yang kaya banget gitu. 41:46 Sini bantuin aku. Aku bilang gitu. Aku 41:49 aku mau ngasih ini biar kamu dosamu 41:52 kurang 41:53 aku. Asung perlu kamu tuh enggak bisa ya 41:56 lihat. Jadi kayak begitu aku tuh. Heeh. 41:59 Dan dana itu selalu ada. Ada aja ya. 42:01 Yang penting dia tahu where's the money 42:02 is goes on. Di mana uang itu akan 42:04 nyampai gitu loh. He. Dengan apa ya? 42:06 Dengan nanti aku kirimkan fotonya ini 42:08 loh uangmu jadi ke sini loh. Ini loh ke 42:10 sini loh nih barangnya gitu-gitu. 42:13 Karena begini ya Mas ya. Aku yakin 42:15 banget setiap orang tuh pasti ingin kok. 42:18 bersedekah. Iya. Itu naluri gitu loh. 42:22 Itu naluri. Dan ada banyak teman yang 42:26 mungkin juga mau disedekankan mana nih 42:29 ya gitu. Ada yang seperti itu kan 42:31 dititipin ke aku. Jadi modalku itu cuman 42:34 kepercayaan, trust gitu. 42:37 Jadi kalau aku misalnya ada yang 42:39 ngebantu untuk empat anak ini atau tempo 42:43 hari itu aku bawa 42:44 mainan-mainan ee ke tempat anak-anak apa 42:49 namanya di Legoso. Heeh. Dia 42:53 mereka-mereka ini anak-anak dari 42:54 Pemulung. Legoso kan banyak rumah-rumah 42:56 bagus. Tunggu dulu di belakangnya. Di 43:00 belakangnya, di belakangnya itu tempat 43:02 pemulung-pemulung di mana anak-anak itu 43:04 gak punya tempat bermain. Tahu 43:05 bermainnya di mana? Ben di tengah-tengah 43:07 kuburan, tengah-tengah makam. He gitu. 43:10 Di tengah-tengah makam pemakaman itu ada 43:12 semacam kayak apa ee bangunan gitu. 43:15 Mungkin bangunan untuk administrasinya 43:17 ya yang enggak tiap hari dipakai. Aku 43:20 bawain mainan-mainan banyak banget gitu. 43:23 Banan bekas ya enggak baru. Karena itu 43:25 aku bisa apa minta dari teman aku 43:28 bantuin aku mau kasih mainan. Mainan 43:30 apa? Dia juga heran lu itu main-mainan 43:33 tadi itu dan akhirnya ya itu aku berikan 43:36 ke mereka kita belikan apa pakai boks 43:39 gitu supaya enggak rusak nanti kalau 43:40 udah mainannya disimpan di sini. Hm. 43:42 Gitu. Senang mereka ya. W nanti aku 43:46 kasih deh videonya. Ada enggak videonya? 43:49 Oh 43:49 ada. Itu itu sangat sangat menarik 43:53 sekali bagi aku ya. Sangat menarik. 43:55 Sangat aku mikir anak itu kan butuh 43:58 senang, Mas, gitu loh. Semua anak itu 44:00 kepenginnya sama kok. Heeh. 44:04 Mungkin Mas bisa nanti di inikan ya 44:05 kalau ada videonya bisa enggak? Bisa ya 44:08 ee diedit berikutnya atau gimana? 44:11 Di sini aja kirim ke sini. Heeh. Oh oke. 44:15 Coba kirim ke Mas Pi. Kiri. Sudah tahu 44:17 nomor Neza belum? Enggak. Ke situ aja 44:19 dia. Hm. tanya Mas nanti biar nanti 44:22 diperlihatkan ya bagaimana anak-anak 44:24 senangnya menerima mainan 44:27 dari Mbak Rustin Ilyas ya anak-anak itu 44:30 mainnya di kuburan 44:33 e di makam 44:35 Legoso Mbak Rustin apakah mereka punya 44:38 korsa yang bagus? 44:40 Punya apa? Punya korsa yang apa? Kompak 44:42 gitu persaudaraannya bagus. Oh iya iya 44:45 sangat. He sangat mereka tuh He ee apa 44:49 ya? ee peer grupnya kompak mereka karena 44:53 mungkin merasa sesama ya gitu. Tapi satu 44:56 yang hebat anak-anak itu gak pernah ada 44:59 anak jalanan tawuran. Yang tawuran malah 45:02 anak sekolahan kan tuh. Enggak ada 45:04 tawuran ya? Enggak ada. E jalanan 45:07 tawuran enggak enggak produktif kalau 45:08 tawuran tuh 45:10 ya lebih suka memang produktif. Iya. 45:12 Kalau memang ee dia ini ya bisa berantem 45:15 berantem. Heeh. He. Tapi masalahnya 45:17 kadang-kadang bikin aku kaget gitu ya. 45:20 Mereka berantem sampai kayak gitu terus 45:23 di dicegah sama ee kakak kakaknya itu 45:27 street edukitornya. Ngapain sih kalian 45:29 berantem? Kan cuman masalah satu kantong 45:31 kresek. He. Kalian tuh bisa berantem 45:33 kayak gitu. Bang, jangan bilang gitu 45:36 Bang. Satu kantong kresek ini berharga 45:38 buat kita, Bang. Gitu. Berharga, Bang. 45:41 Ini kalau kita jual ini kan du 25 perak 45:44 atau berapa gitu. He ya. Kalau kita 45:47 empat kan bisa 100 ini kan bisa buat 45:48 kita makan atau kalau kita bawain 45:50 barang-barang orang kan pakai ini juga 45:51 Bang gitu. Oh jadi fungsinya itu ya 45:54 lebih ada fungsinya Pal cuman kantong 45:56 kresek ya. Heeh. Gitu. Jadi kita harus 45:59 belajar banyak gitu loh. Sebetulnya 46:02 kalau aku selalu ditanya orang apa sih 46:04 yang diajarkan pada mereka gitu? Saya 46:07 merasa saya enggak mengajarkan ke 46:09 mereka. Saya belajar banyak dari mereka. 46:12 Oh. apa yang tentang kemanusiaan gitu 46:15 loh. He. Heeh. Misalnya gini, ada 46:19 temanku apa ee waktu bulan puasa gitu, 46:23 ayo apa kita mau apa ee buka puasa 46:26 bareng-bareng anak-anak di pasar gitu 46:28 kan. Terus udah waktunya buka 46:31 puasa ada yang enggak makan dia cuman 46:34 minum sedikit ditutup. Kenapa kok 46:36 ditutup lagi? Nanti buat emak sama adik 46:38 juga di rumah. Hmm. Insyaallah. H. Jadi 46:41 kayak gitu gitu kan. Ada lagi contoh ini 46:45 lucu juga sih di 46:47 pasar. Siapa nih yang puasa? Yang puasa 46:50 cuman berapa orang gitu. Kok yang lain 46:52 enggak puasa? Ya, Bu. Mah kita mah puasa 46:54 sudah tiap 46:56 hari. Ibu mah cuma setahun sekali. Kita 46:59 puasa mau tiap hari, Bu. Gitu. 47:02 Jadi apa alasan-alasan seperti itulah 47:05 yang membuat aku ee ingin makin iya 47:09 enggak ada di buku itu. Aku ajak salat, 47:12 Mas ini ya. Ayo, Nak, kita belajar 47:14 salat. Tahu enggak jawabannya? Ngapain 47:16 sih, Bu, salat kayak orang punya duit 47:19 aja gitu loh. Loh, aku kan kaget kok 47:22 gitu. Iya, kan. Kalau kita mau salat 47:25 nih, dibilang gitu, kita wudu di MCK 47:28 bayar 250 perak bilang gitu. Kalau empat 47:32 kali sudah 100. H. Mendingan buat makan. 47:34 Mending Tuhan mikirin kita. 47:36 Coba pusing enggak aku gitu kan. 47:39 Masyaallah. Jadi aku bilang eh kan kamu 47:42 bisa ambil wudu di musala. Apaan? Kita 47:45 baru masuk udah dikira mau nyolong 47:47 sendal diusir. Heeh. 47:50 Itu ada bukunya. Evi. Ada bukunya enggak 47:52 sayang di mobil? Coba bawa sini deh. 47:55 Heeh. Heeh. Nanti biar ditinggal buat. 47:58 Heeh. H. Jadi salat itu bagi dia barang 48:01 mewah ya. Barang mewah karena harus 48:03 bayar ketika wudu ya. Betul. Betul gitu 48:05 loh. Jadi itulah aku sampai ya Allah 48:07 Gusti ini apa gitu yang terjadi? Apa 48:10 yang harus aku harus aku harus gimana 48:13 gitu. Heeh. Heeh. Nah ini memang sesuatu 48:17 yang enggak bisa dianggap biasa-biasa 48:20 aja kan gitu loh. Kalau Mbak Rusin besuk 48:23 mereka yang sedang sakit ini apa yang 48:25 Mbak Rusin lakukan? Bawa obat atau hanya 48:27 sekedar besuk? Jadi gini, ada yang 48:29 mereka dioperasi. Operasi iya sakitnya 48:33 sakit parah gitu kan. Mereka enggak 48:35 punya BPJS kan? Pakai BPJS kok bisa ya? 48:39 Bisalah gitu loh. Dan itu juga aku 48:41 bantu. He kembali lagi pakai orang 48:44 dalam. Enggak orang dalam sih 48:45 sebetulnya. Sebetulnya kalau kita mau 48:47 mengurus dengan benar itu cepat kok gitu 48:49 loh. Dan BPJS-nya operasinya oke tapi 48:51 kan ada obat yang enggak di-cover sama 48:55 apa ee BPJS ya kayak begitu. itu yang 48:57 ini kalau yang sakit yang aku bawa untuk 49:01 mereka adalah kebutuhan sehari-hari 49:02 misalnya kayak pampers, susu, apa 49:04 namanya itu ee ya itulah obat-obatan 49:08 sesuai dengan apa yang mereka minta 49:10 gitu. Dari Fami. Asalamualaikum Mbak 49:13 Rustin. Salut buat Mbak Rustin dengan 49:15 kerja sosialnya. Semoga Allah akan 49:17 menggantikan apapun yang Mbak keluarkan 49:19 untuk kerja sosialnya ini. Terima kasih, 49:22 Mbak Femi. Mm. 49:26 M. Andi, asalamualaikum. Ee terima kasih 49:30 banyak atas acara ini. Saya mohon 49:32 infonya, kebetulan di rumah saya ada 49:34 beberapa mainan anak yang masih layak. 49:37 Kira-kira apa masih mau menerima dan 49:39 dikirim ke mana alamatnya? Wah, masih 49:42 banget nomor HP-nya ya. E, Mbak Rustin 49:45 ini saya tolong di dicatat ya, Pak Andi 49:48 ya. Nom ee Pak Mbak Rustin Ilyas R O S T 49:54 I. 49:55 En Ilias 49:59 0812 sudah 50:02 kemudian 88 50:04 8-nya 4 kali 11 45 081 2 8 50:13 8nya 4 kali 1 4 5 50:20 karena aku juga sering bawa 50:22 mainan-mainan rusak-rusak itu. itu Mas 50:25 untuk anak-anak di pedesaan ee dengan 50:29 program uji imajinasi 50:32 gitu. Jadi mainan-mainan yang rusak itu 50:35 aku taruh dalam karung aku tumpahin 50:38 gitu. Di situ ada tali rafiah, ada apa 50:43 jepitan, ada lem dan segala macam. 50:45 mereka merangkai itu sendiri dan biarkan 50:48 imajinasi mereka itu liar gitu loh. Jadi 50:52 ada kepalanya orang kemudian belakangnya 50:55 itu kereta api dan sebagainya 50:58 itu membuat mereka itu imajinasinya tuh 51:01 sehat liar. 51:04 Oke nanti Mas baca itu deh. Mbak Rustin 51:07 juga ini yang nulis bukan Mbak Rustin 51:09 ya, orang lain ya? Bukan, bukan. Itu 51:11 adik-adik dari PMI. Tuhan kenapa? Oh, 51:14 dari UIN. He Tuhan, kenapa salat itu 51:16 mahal? Ya, kiprah seorang muslimah 51:19 kontekstual. 51:21 Jadi maksudnya waktu bayar padahal dia 51:23 enggak punya uang. Bagi dia uang R50 51:26 1000.000 tuh mahal. Iya. Iya. Enggak 51:29 sembarangan mereka buang-buang. Ini ada 51:33 komentar dari Bapak Samet Rarjo. Peduli 51:35 pada sesama adalah sikap dasar bangsa 51:37 Indonesia yang diperkenalkan oleh bapak 51:40 bangsa pada dunia tentang makna 51:42 gotongroyong. Tetaplah pada sikap itu 51:45 agar masyarakat dapat membedakan mana 51:47 emas dan mana loyang. Perjuanganmu. 51:49 Peduli pada sesama bernilai emas dan 51:52 semoga tidak tergelincir jadi loyang 51:55 karena hadir sebagai pecundang yang 51:57 berhasil memperkaya diri karena menjual 52:00 harga diri bangsa. Selamat bekerja Mbak 52:02 Rustin. Mencinta negeri ternyata kerja 52:04 yang paling berat dalam kondisi bangsa 52:07 yang telah kehilangan jati diri. Ini 52:09 komentar dari Bapak Samat 52:12 Rharjo. Kemudian dari Pepeng nih, Pepeng 52:14 Perasta ya. Heeh. Aktivis predikat itu 52:18 yang selalu di terlintas di benak saya 52:20 setiap berbenturan dengan semangat Bunda 52:23 yang satu ini. Bunda yang tak kenal 52:25 Lela, pemilik energi, seorang aktivis, 52:28 energi follow the thoughts. Begitulah 52:31 energi yang ee memancar dari Bunda yang 52:34 selalu berpikir dengan konsep orang yang 52:37 dihadapinya. Jelas itu perilaku dan cara 52:39 berpikir aktivis energinya selalu 52:42 memaksa orang di sekitarnya agar peduli 52:45 terhadap lingkungannya, memperjuangkan 52:47 lingkungannya, memperdayakan lingkungan 52:49 seakan tanpa akhir. Inilah kesalihan 52:52 sosial seorang aktivis yang saya kenal 52:54 sebagai Bunda Rustin. Iya, ini komentar 52:58 dari Pepeng almarhum, 53:00 sahabatku ya. 53:03 Oke, Mbak Rustin. Jadi, harta benda yang 53:07 mereka miliki apa? Rumah dia enggak 53:09 punya ya? Rumah enggak punya. Pernah ya 53:12 ee pas hujan gitu tanda 53:16 telepon. Bu, Bu ee waktu itu telepon ke 53:20 ya telepon telepon rumah. Bu, aku besok 53:23 mau bikin mau bikin rumah lagi. Kenapa 53:26 rumahku hilang? Kenapa banjir? 53:30 di pinggir soalnya kan besok bikin rumah 53:32 lagi rumahnya hilang ya udah besok bikin 53:35 lagi agak ke pinggiran deh ke tengahan 53:36 gitu bikin dari bambu dari apa bukan ya 53:39 dari kardus kardus dari kardus-kardus 53:42 gitu dan ada juga yang tidur di apa 53:45 namanya tuh kalau tempat apa di pasar di 53:49 pasar tuh kan ada tempat untuk daging 53:51 kan itu ee dari mar bukan dari marmer 53:54 dari apa sih dari hah oh dari Tegel ya 53:58 dari Tegel itu di belak di bawahnya itu 54:00 kan kayak ada laci gitu ya di situ 54:02 rumahnya gitu loh. Jadi waktu aku tanya 54:04 kamu rumahnya di mana? Diajak aku sin no 54:07 di situ noh gitu. Jadi ini kalau lewat 54:11 jalan alternatif Cibubur itu kan ada 54:13 jembatan yang landa ya maksudnya enggak 54:16 kerasa kalau dibawanya di jembatan ke 54:18 mendatar itu dibawanya di jembatan. Nah 54:19 di situ juga ada orang di situ. Iya 54:22 betul. Dan itu aku sering sekali kayak 54:24 gitu tuh. Dulu pertama kali saya tuh 54:27 masuk ke rumah orang yang di bawah 54:28 jembatan itu bukan bukan nempel ke tanah 54:31 rumahnya ngegantung di jembatan itu 54:34 rumahnya itu gitu loh. Itu ngegantung 54:36 itu di depan Ciputra. Hm. Ciputra ee 54:41 depannya Trisakti itu kan ada jembatan 54:44 nih. Dan dia nyaman-nyaman aja itu ya. 54:46 Aman. Aku kalau ke situ merangka karena 54:49 meter cuman gitu loh. Hm. He di situ di 54:51 situ ada delan keluarga. Coba tuh, 54:55 Mas, gitu. Aduh, enggak bisa ngomong lu. 55:00 Bersyukurlah yang masih punya nanti di 55:01 di pemilu dia ikut enggak? Ikut nyomblos 55:04 enggak? Aduh, enggak deh. 55:07 Enggak tahu ya. Enggak tahulah. 55:10 Hm. 55:13 Oke. Hmm. Dari mana lagi 55:17 nih, Mbak Rustin? 55:21 Sejak tahun berapa aktif di bidang 55:25 sosial seperti ini? Sejak tahun 90. 90 55:28 ya. Nah, itu gimana mula-mulanya? 55:30 Mulanya itu 55:32 ee ee gini, suamiku kan angkatan udara. 55:36 Hm. Tugaslah di kita pindah ke Makassar. 55:40 H. Habis pindah di Makassar ee dia harus 55:45 ikut SESCO. He. Jadi pindah kita ke 55:49 Jakarta. Jakarta gitu kan. Akhirnya saya 55:53 ketemu dengan teman yang juga angkatan 55:57 udara. 55:58 Diajaklah aku ketemu dengan Ibu Nasution 56:01 gitu. Akhirnya Ibu Nasution menerima aku 56:06 sebagai salah satu voluntir lah di situ 56:09 gitu. Ibu Nasution. 56:12 Dari Ibu Nasution lah saya belajar 56:14 banyak h tentang bagaimana bekerja 56:17 sosial itu. Nah, karena setiap rapat 56:21 teman-teman Ibu Nasution itu kan 56:22 istri-istri jenderal semua sebagai apa 56:25 ee pengurus di BKKS dulu namanya Badan 56:29 Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial 56:32 dan juga di DNIKS Dewan Nasional 56:35 Kesejahteraan Sosial. 56:38 ee beliau itu ketua dan semuanya ee staf 56:41 pengurusnya itu istri-istri jenderal. 56:44 Kalau rapat itu separuh bahasa Belanda, 56:46 separuh bahasa Indonesia. Makin marah 56:48 makin bahasa Belanda gitu kan. Makin gue 56:51 kagak ngerti gitu ya. Merboden ya. 56:53 Merboden deh. Tapi saya tuh sering 56:55 nyeletuk gitu loh. Misalnya nyeletuk 56:57 akhirnya Bu Nas itu panggil saya, "Kamu 57:00 otak kamu itu meledak-ledak kan gitu. 57:03 Cobalah kau bikin kegiatan sendiri, 57:06 pimpin sendiri 57:08 gitu. Kegiatan gimana, Ibu? Bikin 57:10 yayasan gitu. Ya udah, aku bikin yayasan 57:14 gitu. Sudah e bikin yayasan. 57:18 Terus saya lapor sama Ibu Nas, "Bu, saya 57:20 sudah bikin yayasan." Oke. Di mana 57:22 kantornya? Di rumah. Di mana rumahmu? 57:25 Ya, di Halim. Itu rumah dinas. Gak boleh 57:27 kalau pakai-pakai gitu lah. Lah, terus 57:29 saya mesti di mana? Di rumah Ibu aja 57:32 gitu. Jadi aku diajak di rumah beliau 57:35 Jalan Tengku Umar 42. Heeh. Gitu. Jalan 57:38 Tengku Umar 42 yang sekarang menjadi 57:41 museum 57:42 ee oh 40 yang jadi museum ee Nasution. 57:48 Di situ saya dapat kamar di depan. Ibu 57:50 bilang, "Ini kegiatan kamu di sini 57:52 sambil jaga ibu ya." Gitu. Jadi di situ 57:55 tiap hari aku belajar sampai sekarang 57:57 bukan di situ aku 17 tahun, Mas. Habis 58:00 itu rumah itu dijual. Oh. gitu. Ee di 58:04 depannya itu nyebrang itu rumahnya 58:06 Megawati. Heeh. Oke. Ibu Mega di situ 58:08 kan waktu itu Ibu Mega. Nah, ya di situ 58:11 loh saya banyak sekali belajar gimana 58:13 Pak Nasution 58:14 itu paling senang Pak Nas itu kalau ke 58:18 kantorku gitu beliau sudah pakai kursi 58:20 roda gitu ya. Ceritanya kan selalu 58:22 cerita perjuangan. Iya. Dan kita mesti 58:25 hafal itu nanti besoknya ke situ 58:27 dilanjutin gitu. Kalau enggak hafal lu 58:30 habislah gitu. Kamu enggak nyimak ya gak 58:33 nyimak. Jadi hal-hal yang banyak sekali 58:36 kesederhanaan kesedaran Ibu Nas yang 58:38 saya saya apa ya saya pelajari gitu. 58:43 Sampai akhirnya kalau kamu ditanya sama 58:46 orang apa kerja suamimu atau pangkat 58:49 suamimu? Jawab saja kamu istri prajurit. 58:53 H karena tidak ada sumpah kolonel, 58:57 sumpah jenderal enggak ada. yang ada 58:59 adalah sumpah prajurit gitu. Masyaallah. 59:02 Itu pelajaran dari Ibu Nasution 59:05 itu. Dan apa? Oh, beliau tuh sangat ini 59:07 sekali streng sekali. He. Kalau kita ke 59:10 luar negeri nih ikut IBUAS untuk eh 59:13 conference social welfare conference 59:15 gitu dengan adiknya Pak Habibi juga Mbak 59:17 Yusri Sudarsono dulu apa Batam ya. Kita 59:22 ke luar negeri gitu. ketat sekali Bu Nas 59:24 itu dalam hal dalam hal kelakuan kit ya. 59:28 Kita kan masih muda-muda tuh waktu itu 59:30 ya. Terus sudah selesai gitu conference 59:33 gitu, ada Farwell party gitu, ada pesta 59:36 perpisahan ada dana-dansa itu ibunas 59:39 langsung cubik paha aku duduk kok istri 59:42 prajurit. Istri prajurit enggak boleh 59:44 dan 59:46 cilaka. Ya itulah Ibuna cara mendidik 59:48 beliau begitu. Masyaallah tetap 59:50 sederhana gak boleh macam-macam gitu. 59:53 Oke silakan yang mau kirim ya. Masih ada 59:57 waktunya Pak Pakeza. 1:00:00 Oh, 1:00:02 2 menit lagi 1:00:04 ya. Oke. 1:00:07 Ee Mbak Rustin, apa yang paling 1:00:09 mengharukan dalam pengalaman Mbak Rustin 1:00:12 menolong orang-orang yang susah ini? 1:00:15 Hmm. Apa ya? 1:00:19 yang paling mengharukan bukan 1:00:21 mengharukan membuat aku sakit sedih gitu 1:00:24 waktu 1:00:25 kasus 1:00:30 ee apa sih yang di Kalimantan tuh P? 1:00:35 Sampit. Sampit. Kasus Sampit. 1:00:38 Jadi gini, waktu itu ee ee saya diminta 1:00:41 untuk menangani ee kasus Sampit 1:00:46 karena mereka ee adalah orang-orang yang 1:00:51 keturunan orang Madura gitu. Jadi 1:00:53 dibalik di dievakuasilah mereka itu ke 1:00:57 Madura pakai kapal jumlahnya 1800-an 1:01:01 gitu ya. Nah, 1:01:05 itu di di ditaruhlah mereka itu di 1:01:08 delapan desa yang belum ada bupatinya 1:01:11 waktu itu. Hm. Di di Sampang apa di 1:01:14 Bangkalan aku lupa. Di Sampang kayaknya 1:01:15 deh. Di Sampang. Jadi aku di situ 1:01:17 menanganinya gitu loh. Di situ. 1:01:20 Uh. Yang namanya apa ya, Mas ya? Yang 1:01:23 namanya konflik horizontal. H itu sangat 1:01:26 mengerikan sekali gitu loh. He. Jadi ini 1:01:30 eksesnya aja gitu loh. Kenapa mereka 1:01:32 seperti itu adalah karena kembali lagi 1:01:36 karena kekisruan politik yang enggak 1:01:39 pada tempatnya. Heeh. Itu kan waktu itu 1:01:43 perpisahan antara perpisahan bukan 1:01:46 dipecahnya TNI dan Polri. Heeh. Gitu 1:01:49 loh. Nah, terjadilah ee kekisruan juga 1:01:52 di Sampit itu siapa yang biasa 1:01:54 teritorial pegang. Nah, sekarang jadi 1:01:56 enggak pegang lagi. Nah, kayak 1:01:57 gitu-gitu. Nah, mungkin inilah yang 1:02:00 terjadi. 1:02:01 Campur baunya ada orang Madura. Nah, 1:02:03 orang Madura ini kan kayak aku, aku tahu 1:02:06 karena aku orang Madura ya, Mas ya. 1:02:08 Orang Madura ini kan orang 1:02:10 yang apa? Perantau. Hm. Orang yang sudah 1:02:14 berani merantau, dia harus berani pasang 1:02:17 badan. kan gitu. Heeh. Heeh. Nah, orang 1:02:19 Madura, orang Batak itu biasanya dia 1:02:22 pemberani. Heeh. Karena jiwa merantaunya 1:02:24 itu ya. Iya. Karena merantau dia meria 1:02:26 jadi ee apa? Golongan golongan minoritas 1:02:30 kan di tempat itu. Jadi apa yang dia 1:02:33 kuasai? 1:02:36 Perangkat 1:02:37 negara. H. Ibaratnya dia peganglah 1:02:40 polisi-polisi polisi yang di bawah-bawah 1:02:42 itu semua gitu loh. Hm. He. Nah, itu 1:02:44 jago kalau mereka gitu loh. Nah, ini 1:02:47 yang punya rumah kan enggak mikir ke 1:02:48 situ gitu kan. Nah, hal-hal yang seperti 1:02:51 itu. 1:02:52 Tapi itu yang aku lihat itu sesnya aja. 1:02:56 Apapun itu sudah selesai tapi sesnya 1:02:59 adalah anak-anak ini korbannya gitu. 1:03:02 Jadi 1:03:03 ee waktu itu ada kita bikin terapi 1:03:06 menggambar, ada terapi nyanyi, ada 1:03:08 terapi apa ini terapi menggambar. Oke. 1:03:10 Waktu itu dia gambar wet merah, hitam, 1:03:13 hijau. Aku lihat aja nih sampai 1:03:16 kertasnya itu sobek-sobek gitu. Dia 1:03:18 sambil gigit lidahnya dan sampai 1:03:20 berdarah. Akhirnya aku stop. Aku stop, 1:03:22 aku peluk. Masyaallah. Peluk. Udah, dah. 1:03:25 Yuk, yuk, yuk. Keluar dari ruangan itu. 1:03:27 Karena di ruangan itu lagi banyak yang 1:03:29 gambar ruang. Udah tak kasih minum. Aku 1:03:31 aku hilang-hilangin lah ya. Ajak 1:03:33 bercanda segala macam. 1:03:36 Akhirnya ee dua hari kemudian aku tanya, 1:03:38 "Kamu gambar apa sih, Nak, waktu itu?" 1:03:40 "Iya, Ibu." Kan aku itu sembunyi. Kalau 1:03:43 di Kalimantan itu ada sungai, di dalam 1:03:45 sungai itu ada kayak goa gitu. Dia 1:03:47 sembunyi di dalam situ. H gitu loh. 1:03:50 Sembunyi di situ dengan kakaknya gitu. 1:03:53 Terus 1:03:56 ee karena sudah lama, Bu, kakak saya mau 1:03:59 melihat keadaan di atas gimana gitu. 1:04:03 Kira-kira lamanya berapa? Ya, lama 10 1:04:05 jam. Kok kamu tahu? Kan kakak saya pakai 1:04:07 jam tangan gitu. Oh, 10 jam. Terus 1:04:10 akhirnya kakaknya apa? Ee ke atas 1:04:14 melihat ke permukaan kembali kakaknya 1:04:17 itu hanya badannya tok kepalanya enggak 1:04:19 ada. Masyaallah. 1:04:21 Gimana coba? Itu dihadapi oleh anak yang 1:04:24 umurnya 9 tahun. Ya Allah. Gitu loh. Itu 1:04:28 loh ekses 1:04:30 dari belum berhasilnya kita itu binika 1:04:33 tunggalika. H 1:04:35 ekses sebelum berhasilnya kita itu 1:04:39 toleransi banyak sekali, Mas. Gitu loh. 1:04:42 Heeh. He banyak sekali. Nah, itu yang 1:04:45 itu kalau mau banyak sebenar sih 1:04:48 sebetulnya ya. Enggak cuman itu aja. 1:04:50 Belum lagi yang kasus Lapindo, belum 1:04:52 lagi kasus tsunami. H banyak sekali. 1:04:55 Tapi salah satu ya itu dan gambarnya 1:04:58 sekarang masih saya simpan yang 1:04:59 coret-coretan itu coret-coretan merah 1:05:02 itu apa? darah yang hitam itu apa? 1:05:04 Kepalanya kakak saya yang hijau itu apa? 1:05:07 Daun-daun. Jadi kayak begitu. 1:05:09 Masyaallah. Gitu. Jadi hal-hal yang ini 1:05:12 yang aku harus hadapi dan aku harus ee 1:05:15 tangani dalam waktu yang sangat sempit 1:05:18 aku harus ngambil keputusan. H belum 1:05:21 lagi suami istri-suami istri yang ada di 1:05:24 tenda-tenda itu. H ya kan ini 1800 jadi 1:05:27 berapa pasang itu coba? Segitu. He, aku 1:05:29 mikir kalau mereka ituak melakukan 1:05:32 kebutuhan biologisnya bisa berantem nih 1:05:35 orang kan gitu. Heeh. Tahu enggak, Mas, 1:05:38 apa yang aku lakukan? Aku ngomong karena 1:05:40 aku orang Madura, mereka juga keturunan 1:05:42 Madura tapi sudah enggak ngerti bahasa 1:05:44 Madura. Saya bilang, "Oke, Bapak-bapak, 1:05:46 Ibu-ibu, nanti hari ini sama hari ini, 1:05:49 hari Selasa sama hari Kamis," bilang itu 1:05:52 pokoknya pas malam Jumat saya ajak 1:05:54 anak-anak itu jalan-jalan h selama 1 1:05:57 jam. He silakan melakukan ibadah Bapak 1:06:02 Ibu ya. Sunah Rasul itu itu aku 1:06:05 diketahuin loh sama Kak Sata bilang 1:06:07 sempat-sempatnya Mbak mikir gitu tapi 1:06:09 itu yang aku lakukan gitu loh. Heeh. Aku 1:06:11 aja anak-anak itu main enggak lihat 1:06:13 apalah lihat apa pokoknya jalan aja 1 1:06:16 jam kita balik gitu loh. H 1:06:19 itu kan satu satu keputusan yang enggak 1:06:21 terpikir juga gitu waktu itu. Belum lagi 1:06:24 waktu anak-anak baru datang, wah 1:06:26 jejeritan enggak keruan ya. ini sama ibu 1:06:28 santrinya yang yang santriwati sana yang 1:06:31 santri itu nangis semua bayi-bayi itu. 1:06:34 Aduh ini saya harus ngambil sikap. Saya 1:06:37 bilang sama Bu Nyai, "Bu Nyai, gimana 1:06:39 kalau mbak-mbak itu ee ngelonin 1:06:42 adik-adiknya yang cewek-cewek yang baru 1:06:45 datang ini gitu. Terus mas-masnya yang 1:06:48 ee santri-santri di situ ngelonin 1:06:50 adik-adiknya yang baru datang dari dari 1:06:52 Kalimantan itu ee yang cowok-cowok 1:06:55 kelonin satu-satu enggak ada udah tidur 1:06:57 lelap mereka gitu loh. Masyaallah. Nah, 1:07:00 itu 1:07:01 kan kayak orang kayak orang meng gila 1:07:04 aku gitu loh, Mas. Dan kita enggak boleh 1:07:06 ke bawah dengan itu ya tetap tegar gitu 1:07:08 ya. Enggak boleh. Iya gitu loh. Jadi aku 1:07:10 enggak boleh keluar air mata. Enggak 1:07:12 boleh kayak gitu. 1:07:14 Pas misalnya aku datang ke situ itu 1:07:16 mereka udah narik-narik rokku ini udah 1:07:19 segala macam ditahu jangan pulang jangan 1:07:20 pulang ya kayak 1:07:22 gitu-gitu. Ini enak diceritakan ya tapi 1:07:24 wis cukuplah gitu loh enggak lagi. 1:07:29 Wah dari Bu Dar. Masyaallah tamu kita 1:07:32 hari ini keren banget. Terima kasih Bu 1:07:35 Darma di Bekasi. 1:07:38 H 1:07:40 oke. Baik. Ee sayang sekali kita sudah 1:07:43 dibatasi oleh waktu. Terima kasih atas 1:07:45 sharingnya Mbak Rustin ya. Ini masih ada 1:07:48 yang tanya nomor telepon Mbak Rustin. 1:07:50 Kami akan bacakan lagi. Siapkan pulpen 1:07:51 sama kertas. Nomor telepon Mbak Rustin 1:07:55 Elias. R O S T I N. 1:08:00 Rustinas. Nomornya adalah silakan 1:08:02 dicatat 1:08:05 0812. Sudah. Kemudian 8 1:08:10 8-nya 4 kali. Kemudian 11 45 1:08:16 0812 88 1:08:19 84 * 1:08:22 11 4 5. Terima kasih Mbak Arsen Ilias. 1:08:28 Salam untuk keluarga. Sama-sama Mas. 1:08:30 Mudah-mudahan sehat terus dan terus 1:08:32 berkiprah di dunia yang orang lain tidak 1:08:35 begitu memperhatikan. 1:08:37 Terima kasih. Terima kasih juga Mbah 1:08:39 Happy ya. Hei Happy. Terima kasih e 1:08:43 sudah mengantar Mbah Harustin. Saya 1:08:44 Muhammad Krishna Aniza. Kemudian juga 1:08:48 Algi Faturahman, Faturji. Fakrji mohon 1:08:53 pamit. Wabillahi taufik walhidah. 1:08:54 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:08:55 wabarakatuh. Waalaikumsalam.