Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
4:49 [Tepuk tangan] 5:03 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 5:05 warahmatullahi wabarakatuh. 5:07 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 5:09 wasalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 5:12 alihi wasohbihi ajmain. Rbi zidni ilma 5:16 allahumf bimaamtani waimni mafzu ilman 5:20 yangi. Dipancarkan dari Jalan Masjid 5:23 Silaturahim nomor 36 Kalimbanggis 5:26 Cibubur Bekasi, Radio Silaturahim dan 5:28 Rasil TV untuk Islam yang satu. Yan 5:30 Alhad yang dirahmati Allah Subhanahu wa 5:32 taala. Semoga kabar Anda di sore hari 5:34 ini dalam keadaan sehat walafiat. Angga 5:37 Aminudin senang sekali dapat kembali 5:40 menyapa Anda di mana pun saja Anda 5:42 berada. Saya ditemani oleh Yusuf 5:44 Subangkit di meja operator. Ada juga e 5:47 Neza di kameramen Ikhwan Akhwat. Kami 5:49 hadir dalam tausiah sore edisi hari ini, 5:52 hari Kamis ya, hari yang kedua di bulan 5:56 November 2023. 5:59 Dan hari Kamis sore, ikhwan akhwat 6:01 takusiah sore kita akan mendengarkan 6:04 nasehat dan 6:06 juga ee petuah-petuah gitu ya dari ee 6:09 narasumber kita, dari guru kita yang 6:12 alhamdulillah telah hadir di studio, 6:15 Ustaz Zain Alhadi. Asalamualaikum 6:17 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 6:18 Waalaikumsalam warahmatullahi taala 6:20 wabarakatuh. Kabarnya sehat, Pak Ustaz? 6:22 Ya, sehat, alhamdulillah. Kira-kira di 6:24 hari ini kenikmatan apa yang paling 6:27 Ustaz syukuri, Ustaz? 6:29 Alhamdulillah nikmat hidayah insyaallah 6:32 dapat hidayah nikmat hidayah itulah yang 6:34 nikmat yang paling mahal yang paling 6:35 mahal ya mahal kedua 6:39 kita sadar yazakarun sadar bisa 6:43 bersyukur kepada Allah bisa bersyukur 6:45 bisa bersyukur ini kita syukur karena 6:47 menurut al-Quran waqolilun min ibadi 6:49 syakur sedikit sekali hambakuhambaku 6:52 yang bersyukur sedikit kali 6:54 mudah-mudahan kita jadi yang sedikit 6:56 itu. Amin. Insyaallah. Kalau kita 6:58 bersyukur itu itu kenikmatan ya, Pak 6:59 Ustaz ya. Kenikmatan luar biasa. Bisa 7:01 bersyukur itu suatu kenikmatan. Karena 7:04 banyak orang dapat nikmat besar dia 7:06 enggak sadar lupa lupa bersyukur. Dia 7:09 makan daging disebut enak makan ini 7:13 enak. Tapi dia tidak berpikir enak tuh 7:15 dari mana. Iya. Yang bikin apa yang 7:18 dimakan tuh siapa yang buat. He he. 7:20 Enggak nyambung ke situ. Mesti nyambung. 7:23 Nyambung. makan duren mikir bikinnya 7:26 gimana, bumbunya apa ini supaya jadi 7:28 duren. E siapa yang bikin? Kenapa 7:30 dikasih duri? W ini yang bikin duren 7:32 sayang supaya enggak habis sama binatang 7:34 dikasih duri buat manusia yang disayang. 7:37 Allah ngasih banyak kenikmatan di dunia, 7:39 Pak Ustaz. Nah, harus sadar. Harus 7:41 sadar. Yazakarun. Sadar. Zikir itu 7:43 artinya sadar. Zikir itu artinya sadar. 7:46 Sadar dia ingat yang bikin. Hm. Dia 7:48 enggak cukup bilang enak. Heeh. Habis 7:50 dirasain nikmat. Alhamdulillah. itu 7:53 alhamdulillahnya tuh matang. H. Jadi 7:56 ibadah saah, ibadah zikir sebentar lebih 7:59 baik daripada ee ibadah 1000 tahun yang 8:03 zikir tanpa sadar. Ternyata ada 8:05 kenikmatan yang abadi, Pak Ustaz. Ya, 8:07 itu dia. Itu dia bukan di dunia ya. Iya, 8:10 bukan nikmat abadi ini di akhirat. 8:14 topik kita di sore hari ini. Jadi 8:17 topiknya itu yang akan Ustaz bahas. 8:19 Pilih kesenangan semu dunia atau 8:22 kenikmatan abadi akhirat. Nah, kita 8:24 maunya yang akhirat, Pak Ustaz. Cuman 8:26 bagaimana caranya nih? Nah, caranya mari 8:28 kita akan dengar penjelasan dari Ustaz 8:30 Zainal Hadi. Kami persilakan, Pak Ustaz. 8:32 Baik, terima kasih. 8:33 Bismillahirrahmanirrahim. 8:36 Alhamdulillahiabbil alamin. Bersyukur 8:38 banget, berterima kasih kali kepada 8:41 Allah Subhanahu wa taala yang 8:42 menciptakan, yang memberi kenikmatan, 8:44 memberi segalanya kepada untuk kita ini. 8:47 Selawat dan salam kepada junjungan kita 8:49 Nabi Muhammad serta keluarganya dan 8:51 sahabat yang baik. Asalamualaikum 8:53 warahmatullahi taala wabarakatuh. 8:57 Ya, pilih kesenangan semu dunia atau 9:01 kenikmatan abadi di 9:03 akhirat atau sakit abadi di akhirat, 9:06 kesenangan sebentar di dunia. 9:10 Nah, 9:10 itu memilih ini memerlukan ilmu. Minggu 9:14 lalu kita sudah bahas segala apa saja 9:17 harus dengan 9:19 ilmu. Nah, ilmu untuk memilih itu ada 9:23 namanya problema solving itu kalau punya 9:25 punya kesulitan di dunia antara pilih 9:28 ini A atau BB atau A itu ada caranya. 9:31 Nah, milih ini juga harus dengan rasio 9:35 akal. 9:36 Akal itu diberi Allah tuh akal dalam 9:38 bahasa Arab 9:40 itu artinya itu annur lghatan annur 9:44 dalam bahasa akal itu nur. 6 + 9:48 6 12 tahu dari mana kan 9:52 gelap. 9:53 Akal dalilnya dalil akal itu berhitung 6 9:57 * 6 36. Akal bagaimana? Akal 10:01 memikir nur. Berarti nur memberi cahaya 10:04 yang gelap yang tidak tahu. 2 + 2 10:07 4 akal. Akal itu cahaya menerangkan. 2 + 10:11 2 4. Akal punya kerjaan itu. Jadi akal 10:14 ini kalau gak digunakan itu bisa sesat 10:16 juga. Memahami Al-Qur'an, memahami 10:19 ajaran Islam pakai akal. Memahami akhlak 10:21 pakai akal. Memilih hidup hidup memilih 10:25 hidup semu di dunia ini cuma hanya enak. 10:29 Enak bukan nikmat. 10:31 Allah tidak bikin di dunia 10:33 nikmat. Mata mataul ghurur semu macam 10:37 patah Murgana 10:39 itu. Apa buktinya? Ya buktinya lihat aja 10:41 ke mana Lim Suleyong sekarang. Di mana 10:43 dia? Mana hartanya? Dia menikmati 10:45 hartanya di sana gak sekarang. Di alam 10:46 sana dia hidup loh. Yang mati ini raga 10:50 jiwa roh tidak mati. Bukan dia aja maaf 10:53 bukan Lim Suriang saja lain-lainnya 10:56 semua. Apa hasil letih, jerih? Payah. 11:00 cari uang itu. Begitu uangnya banyak, 11:02 wafat mati 11:05 dia. Jadi kalau berpikir apa yang dia 11:08 dapat? Dia pernah jadi konglomerat 11:11 ketika di dunia. Apa yang dia dapat? Apa 11:13 yang dia bisa nikmati 11:18 sekarang? Nah, bandingnya ketika hidup 11:20 dia cari nafkah, bisa juga dia 11:22 konglomerat juga. Tapi dia sadar, dia 11:26 berterima kasih, bersyukur kepada yang 11:28 memberikan rezeki dan sebagainya dan 11:29 sebagainya. Dan dia kirim sebagian dari 11:32 hartanya ditransfer ke akhirat. Sekarang 11:34 dia menikmati di sana hasil jerif payah 11:36 dia di dunia. Hasil jerif payah di dunia 11:40 harus ada hasilnya. Di dunia ini letih 11:43 jadi apapun letih. Jadi raja juga capek. 11:47 Jadi presiden capek didemo. Terus jadi 11:50 menteri capek, jadi orang kaya juga 11:52 capek. Jadi kalau selain capek di dunia 11:56 dapat apa? Dapat kesenangan 11:59 semu, kesenangan 12:02 palsu. Malam ada undangan pesta-pesa, 12:04 joget-joget, macam-macam. Pulang letih, 12:07 besok 12:09 capek. Waktu itu bukan senang 12:11 sebenarnya, lupa hidup. Hilang kesadaran 12:14 sementara. Jadi beban terlupakan, beban 12:17 hidup terlupakan sementara karena sedang 12:19 fokus joget atau apapun lain-lainnya 12:23 yang disebut hiburan. Menghibur sekedar 12:26 waktu itu. Selesai dari situ hilang itu 12:29 hibur. Itu 12:32 fakta. Mengapa kita seringki memilih 12:35 kesenangan yang semuh sehingga lupa 12:38 kenikmatan akhirat yang 12:40 abadi. Akhirat yang abadi gimana? Banyak 12:42 di Quran lah sudah banyak yang yang 12:45 sampaikan. Dengan demikian kenapa? 12:48 Mengapa dan akibatnya apa? Kalau 12:50 memiliki kesenangan semung merupakan 12:52 kebahagiaan 12:55 akhirat. Kalau yang ahli yang sudah 12:57 wafat di kubur bisa cerita diizinkan ke 12:59 dunia memberitahukan apa yang mereka 13:01 alami di 13:03 sana. Bisa tapi tidak boleh Allah. 13:05 Kenapa? Karena kita ujian tidak akan 13:09 dibocorkan. Rahasia-rahasia ujian itu di 13:12 akhirat sudah bocor. Di alam barzakh tuh 13:15 sudah bocor. Mereka tahu semua di sana 13:17 tuh tahu 13:20 semua. Semua cita-citanya kalau ditanya 13:23 ingin apa yang sekarang ada di alam 13:24 kubur, alam barzakh ni. Kalau diizinkan 13:27 ingin kembali ke dunia berapa hari aja 13:30 dia mau tebus, dia mau ibadah. Itu sudah 13:34 di sana. 13:36 Kesadaran sudah sampai di sana, ya sudah 13:38 hanya tinggal 13:41 sesal. Di dunia ini tempat 13:45 ujian. Nah, untuk memilih itu kita mesti 13:48 sadar bahwa kita di dunia ini ujian. 13:50 Diuji untuk diberikan kenikmatan di sana 13:53 melalui satu 13:58 ujian. Jadi, buat aja pertanyaan 14:01 misalnya apa itu akhirat? Mengapa harus 14:04 pilih 14:06 akhirat? Kenapa mesti ada 14:08 ujian? Kenapa di dunia ada 14:11 penyakit, ada 14:13 perang? Di dunia itu manusia terbagi 14:17 berkelompok. Pada intinya hanya dua 14:19 kelompok. Yang batil dan hak, yang benar 14:22 dan yang salah. Sudah mau namanya apa 14:24 tidak masalah. Namanya boleh muluk-muluk 14:26 banyak gak masalah. Tapi yang 14:29 pasti nur zulumat. Hidup dalam nur, 14:33 dalam cahaya iman atau hidup dalam 14:36 kegelapan. Pegang berpihak kepada yang 14:39 benar dan adil atau kepada yang zalim. 14:41 Itu saja. Mau nama agamanya apa, 14:43 mazhabnya apa, terserah. Enggak jadi 14:45 masalah merek-merek itu. Yang penting 14:48 isinya apa? Dia bertakwa, dia berihsan, 14:53 berislam, beriman, 14:57 berihsan. Dia bersyukur pada Allah. 15:01 Itu orang yang miri 15:02 akhirat. Apa ada akhirat itu belum ada. 15:05 Saya percaya dunia ke dunia sekarang 15:07 ada. Kalau dunia ada, akhirat pasti 15:11 ada. Arti akhirat itu 15:13 apa? Yang lain. Dunia 15:17 lain bisa juga terakhir, tapi itu bisa 15:19 juga berarti dunia 15:21 lain atau dunia yang akan datang masa 15:25 depan. Jadi pengertian manusia dunia itu 15:28 apa? Manusia dunia ialah mereka yang 15:30 hanya menyibukkan diri mengejar 15:32 kehidupan 15:34 dunia. Tidak hidupnya, kegiatan 15:36 pekerjaannya, semua amalnya, 15:38 perbuatannya. Walaupun Islam juga atau 15:40 mungkin ibadahnya tidak berorientasi ke 15:42 akhirat. Semua berorientasi kehidupan 15:45 dunia. Mungkin dia pakai pici, mungkin 15:47 dia pakai jilbab, mungkin dia beri-beri 15:51 apa nih sedekah-sedekah. Tapi niatnya 15:54 kampanye. Ya, itu untuk dunia juga. 15:58 mengatasnamakan 15:59 ibadah. Nah, jadi kehidupan dunia atau 16:03 kehidupan akhirat mau dua-duanya boleh, 16:05 tapi 16:06 berat. Yang di ayat Quran itu, Rabbana 16:09 atina fid dunya hasanah wafil akhirati 16:12 hasanah waqina adabanar. Itu artinya, 16:14 "Ya Allah berikan aku di dunia ini 16:16 kebenaran kebaikan. Ditakdirkan jadi 16:19 orang baik." Tuh hasanah di situ itu 16:21 bukan hasanah mewah-mewah itu. Nah, 16:23 kalau di dunia hasanah baik, di akhirat 16:25 hasanah baik. 16:27 fasilitas. Nah, 16:29 itu kalau baik di dunia dapat kebaikan 16:32 di sana itu. Jadi bukan dua-duanya sulit 16:36 pegang dua-duanya 16:37 itu. Sebab sebagai contoh ya saya sudah 16:40 pernah sampaikan di sini malu-malu juga 16:42 sudah sampaikan berapa kali tapi mungkin 16:44 banyak pendengar yang baru tidak apa 16:46 diulang ya. Satu cerita percontohan 16:49 saja. Contoh antara hidup, masalah 16:52 hidup. Mungkin masih ingat ya pada zaman 16:55 dahulu itu ada orang jalan di di ini di 17:01 hutan. Hutan itu tidak ada penghuni ya 17:04 hutan. Tapi tapi mungkin pernah dihuni 17:06 manusia dulu dalam perjalanan itu ada 17:10 apa semacam jurang ya mungkin seperti 17:13 tutup lubanglah. Ada lubang tertutup 17:16 sampah-sampah, kayu-kayu, 17:18 ranting-ranting kayu bolong itu 17:21 besar. Orang jalan 17:24 ini kurang melihat. Barangkali ke 17:27 tercebur dia situ. Nembus 17:29 ranting-ranting. Tapi rupanya jurangnya 17:31 dalam di bawah. Nah, dia belum sampai ke 17:34 bawah itu ada akar akar pohon bergantung 17:38 di situ. Di lubang disebut lubang 17:40 sumurlah. Dia pegangan di situ 17:42 bergantung biar ke bawah ternyata jurang 17:46 besar di bawah di bawahnya banyak 17:49 binatang buas. Dia lihat ke bawah takut 17:51 dia. Dia cepat mau naik ke atas memanc 17:55 itu akar itu. Kalau bahasa Betawi itu 17:59 oyot ya. Akar. Akar. Iya. Akar panjang. 18:03 Urusan 18:05 naik di atas sana, di atas lagi. Lihat 18:08 ke atas di pangkalnya 18:10 itu akarnya itu sedang digigiti oleh 18:13 tikus putih dan tikus 18:16 hitam. Cepat dia akan naik. Takut dibawa 18:18 banyak binatang buas. Dia ingin 18:20 menyelamatkan diri. Sedang mengangkat 18:23 tangan dari ranting itu ke dari akar itu 18:27 ke akar lain, tangannya menyentuh 18:29 benda-benda 18:30 itu. Benda apa itu? Dia ingin tahu, 18:32 dilihat dia ini lengket di tangannya itu 18:36 dicium ada aroma madu. Ternyata dia 18:39 menyentuh 18:40 madu. Wah, ini rezeki besar ini 18:43 madu. Dia 18:46 ingin makan madu itu. Tapi pas lihat ke 18:49 atas tikus putih, tikus hitam itu bisa 18:53 putus akar itu. Jadi mana ini? Ambil 18:56 madu bagaimana? Ambil madu atau naik 18:59 cepat-cepat tinggal madunya. 19:01 pendengarnya bisa beri jawaban itu dalam 19:04 hati sajalah. Naik ke atas nyelamatkan 19:06 diri tinggalin madu. Tapi mubazir sayang 19:09 itu rezeki apa makan madu 19:13 dulu atau ada ada alternatif 19:17 ketiga dapat madu tapi 19:20 selamat. Nah, itu artinya begini. Tikus 19:23 putih itu siang hari, tikus hitam malam 19:27 hari. 19:28 Akar itu umpamanya umur. Umur kita itu 19:31 digigit oleh siang, digigit oleh malam. 19:33 Dikurangin, dikurangin 19:35 terus. Malam datang kurang lagi, pagi 19:37 datang berkurang terus. Umur berkurang 19:39 tinggal sedikit jatanya digigitin oleh 19:43 siang dan malam. Hampir putus 19:46 itu. Tapi kalau putus seram juga dibawa 19:51 banyak. Tapi ini madu gimana ini ya? Ada 19:54 yang terus cobain madu, terus lupa, 19:57 enggak sadar, hilang ingatan kepada 19:59 Allah dan sebagainya. Hanya mau dunia 20:02 saja keceburlah dia itu jatuh ke 20:06 jurang. Ada yang sadar ditinggalin 20:08 madunya naik ke atas. Ada yang ketiga 20:12 alternatif apalagi misalnya yang paling 20:14 bagus ambil madunya bawa ke atas tapi 20:18 kalau bisa digigit jangan dipegang di 20:20 tangan. licin dan tangannya untuk 20:22 apa? Memanjat akar itu bawa saja gigit 20:26 hati-hati naik ke atas madu dapat kita 20:31 selamat. Jadi madu itu maksudnya 20:34 kehidupan dunia itu boleh bukan enggak 20:37 boleh, tapi jangan korbanin akhirat 20:39 gitu. Kalau bisa dua-duanya tuh lebih 20:42 baik. Itu di bawah tuh jurang itu banyak 20:45 hewan tuh neraka. Itu 20:47 umpamanya tikus putih siang, tikus hitam 20:53 malam. Akar itu 20:56 umur ya ini cerita. Tapi suatu gambaran 20:59 hidup tuh seperti 21:00 itu. Jadi enggak dilarang mau 21:02 senang-senang di dunia boleh. Tapi 21:04 ngertilah kesenangan dunia itu 21:07 palsu. Hanya patam morgana itu. Mana ada 21:11 orang senang terus. Enggak ada. Senang 21:14 siang, besok nangis, besok susah. Lagi 21:16 susah besok senang. Lagi sehat nanti 21:19 sakit. Lagi sakit nanti sehat. Terus 21:22 berganti itu pegal, kesal, pusing, semua 21:25 ada di dunia itu. Jadi maksudnya Allah 21:28 bantu kita agar kita tidak terlalu 21:30 tergila-gila 21:31 dunia. Ada sakit, ada susah. Jadi sadar 21:35 terus. Kalau begitu kenapa Allah bikin 21:38 kita begini sakit segala, perang segala 21:41 macam. Itu janji bagus. Allah menasib 21:44 apa? memberi kita ee satu dorongan untuk 21:49 memilih akhirat supaya kita tidak 21:51 memilih dunia. Karena di dunia cuma 21:53 sementara 21:57 sementara. Jadi pimpinan apapun, 21:59 pemegang jabat jabatan apapun terbatas 22:02 di dunia. 22:03 Pensiun orang kalau enggak siap enggak 22:06 siap pensiun setelah pensiun 22:09 stres. Jadi sudah sadar dari sekarang 22:12 akan tinggalkan jabatan kita semua. 22:14 Enggak usah bertahan. Terlalu gila dunia 22:18 mau lama-lama pegang jabatan susah juga 22:23 ujung-ujungnya akan dimusuhi oleh 22:25 orang-orang yang tidak 22:28 mau. Dan sudah ada peraturan seperti 22:30 itu. Jadi Allah bantu kita agar kita 22:33 tidak terlalu berat ke dunia karena 22:36 sesuatu yang pasti kita tinggalkan atau 22:39 dunianya ninggalin kita. 22:42 kita terus memegang tegurus, dunianya 22:44 akan tinggalin 22:46 kita. Jadi ini nasihat dari Allah, 22:48 bantuan dari Allah, motivator dari Allah 22:50 motivasikan diberi motivasi kita untuk 22:53 memilih akhirat yang 22:55 abadi. Ada pangkat-pangkat di 22:58 akhirat tidak ada pensiun selamanya 23:01 senang. Tidak ada kematian tidak ada 23:03 kematian. Tidak ada sakit, tidak ada 23:05 perang, tidak ada musuh-musuhan. Hatinya 23:08 semua lega. 23:10 Setelah meninggal itu semua Allah cabut 23:12 serabut-serabut kebencian dari hati 23:15 manusia. Belum hartanya 23:17 senang. Di dunia jangan harap bahagia 23:20 enggak ada. Tuhan tidak bikin bahagia di 23:23 dunia. Senang ada sedikit bahagia di 23:27 akhirat. Kenapa Allah gak mau orang di 23:30 sini digiring? Kita itu kepilih akhirat 23:34 digiring. Allah dorong-dorong kita ke 23:36 akhirat. Kita enggak mau pegang-pegang 23:38 terus di dunia. Kalau perlu enggak mau 23:39 mati. Kalau perlu malaikat maut mau mau 23:43 dilawan untuk bela apa dunia. Di mana 23:45 faktor tunjukkan di mana kesenangan di 23:47 dunia enggak 23:49 ada. Siapapun punya uang berapa gudang 23:52 pun akan sakit. Ada sakit, ada sebel, 23:55 ada kesal, ada galau, ada 23:59 stres. Sekuat apapun 24:02 sakit. Tidak ada yang enggak sakit. 24:06 Perdana Menteri Israel yang bin apa itu 24:08 namanya? Sakit tempat tidur badannya 24:10 makin kencil makin kecil berapa tahun? 24:12 Aril Saron. Ari Saron. Iya. Ada lagi Bin 24:17 Middin. Begin yang dulu tuh dia tuh 24:20 bunuh orang Palestin surga di lubang 24:22 dulu buat mayatnya ditembakin di Dir 24:24 Yasin kampungnya Dir Yasin. Nah itu 24:26 perdana menteri yang kayak gitu dapat 24:28 apa itu perdamaian penurion sesudahnya. 24:32 Hm. 24:34 itu pendiri itu sesudahnya itu ada 24:35 pendana menteri sebelum ini tigalah he 24:38 apa namanya kurus itu dapat apa ya Nobel 24:42 Nobel perdamaian habis bunuh orang Islam 24:45 banyak nah itah dunia enggak ini dunia 24:48 begitu h penuh tipu kebohongan sudah 24:51 apalagi di akhir zaman ini kebohongan 24:53 menjadi 24:55 biasa terbalik-balik yang putih jadi 24:58 kanan yang putih jadi hitam yang hitam 25:00 jadi putih, yang kiri jadi kanan yang 25:01 kanan jadi kiri yang benar jadi salah 25:03 yang salah jadi benar seluruh dunia 25:05 sudah seperti itu. Mau ngapain 25:07 betah-batah di 25:08 sini? Bikin persiapan untuk hidup di 25:12 sana. Itu ada seorang ulama itu, Habib 25:14 Abdullah Al Haddad itu dia katakan wama 25:16 had dunya 25:18 bidariin. Dunia ini bukan tempat tinggal 25:21 permanen. Ini hanya semacam jembatan 25:25 menuju ke tempat tinggal 25:28 permanen. Boleh bikin jembatan dari 25:30 emas. Jadi konglom merah tidak dilarang. 25:33 Tapi jangan 25:35 dicintai. Tidak ada orang tidur di 25:37 jembatan. Hanya tempat lewat. Tidurnya 25:39 di rumah. Rumah kita pulangnya kembali 25:42 kita semua ke mana? Ke surga Allah. 25:44 Kalau 25:44 [Musik] 25:46 mau Nabi ditanya, "Apakah ini orang umat 25:48 Islam ke surga?" Yang ke surga itu yang 25:51 mau lah. Terus emang ada yang enggak 25:53 mau? Ada. Masa ada orang enggak mau ke 25:55 surga, ya Rasulullah? Ada. Yang ikuti 25:59 ajaranku itu yang mau ke surga. yang 26:01 tidak ngikuti berarti dia tidak mau ke 26:03 surga. Iya kan 26:06 begitu kan? Jalur ke surga ada di 26:08 Al-Qur'an. Mengamalkan Al-Qur'an 26:10 mengikuti akhlak Nabi 26:14 Muhammad. Jadi 26:17 manusia yang disibukkan oleh dunia ini, 26:19 dia tidak pernah melakukan sesuatu 26:22 berorientasi untuk akhirat. Tidak. 26:28 Ini pikirannya tiap hari itu sekarang 26:30 siang nanti makan sore makan nanti sore 26:32 makan di mana besok begitu lagi terus 26:35 saja begitu cari makan tidur bangun 26:38 jalan tidur makan sampai 26:41 mati kalau dia berorientasi kepada 26:43 akhirat dia sadar di sana hidup yang 26:45 abadi dia melakukan segala sesuatunya 26:48 yang berorientasi ke akhirat ada manfaat 26:50 untuk masa 26:52 depan 24 jam dia makan makan, minum, 26:56 tidur, bekerja, apa 26:58 saja itu orientasi ke akhirat. Apa yang 27:02 dilakukan mesti berguna untuk masa depan 27:05 dia di dunia, di hari tua, dan di 27:06 akhirat. Itu baru orang modern 27:09 berpikir. Orang modern berpikir itu 27:12 bukan ciri-cirinya tuh pakai dasi, 27:14 bukan. Pakai dasi juga bisa. Orang baik 27:16 juga bisa, tidak juga bisa. Tapi 27:18 berpikirnya, berpikirannya itu melakukan 27:22 segala kegiatan yang ada gunanya untuk 27:24 masa depan. berguna untuk masa depan di 27:26 sini dan masa depan di akhirat. Itu baru 27:29 orang 27:31 pintar. Nah, kalau dia mengerjakan 27:33 segala perbuatan, kegiatan-kegiatan 27:36 tidak ada gunanya untuk masa 27:38 depannya. Terus buat apa dia capek-capek 27:41 begitu? Sudah capek di dunia tidak ada 27:44 keinginan untuk dikirim sebagian sebagai 27:47 amal dia untuk di 27:48 akhirat. Kalau kerja keras setengah mati 27:50 di dunia terus mati masuk neraka. 27:53 capek-capek untuk bikin neraka. Enggak 27:55 perlu capek-capek kalau mau ke neraka 27:59 itu. Tapi memang iya orang berjalan ke 28:02 neraka itu 28:03 capek. Orang jalan ke surga itu tidak 28:06 capek. Senang. Dia bangun malam 2 3 jam 28:11 dalam keadaan 28:13 bahagia. Dia ibadah dia bahagia. Dia 28:16 membantu orang susah dia bahagia. Dia 28:20 senang mengihat orang senang. Kalau yang 28:22 munafik dia sedih melihat orang 28:25 senang. Kalau yang beriman dia senang 28:28 melihat saudaranya baut 28:36 senang. Hidup di dunia letih. Karena 28:39 letih dia mencari hiburan. Dan setelah 28:41 selesai hiburan letih lagi. Hiburan 28:44 tidak membahagiakan, hanya menghilangkan 28:47 kesadaran 28:48 sementara. Yang hidup bukan badan. 28:52 Yang hidup bukan tangan, bukan 28:55 telinga, bukan raga. Yang hidup itu 28:59 jiwa. Jiwa itu tidak bukan makan nasi, 29:03 tidak suka hiburan itu semu. Jiwa itu 29:06 hiburannya 29:07 zikir. J berhubungan dengan 29:10 Allah. Samakah bahagiakah orang yang 29:13 yang tidur saja di malam hari yang tidak 29:17 ibadah dengan orang yang bangun di malam 29:19 hari meninggalkan kasurnya. 29:21 Duduk berzikir, bersyukur kepada 29:23 Tuhannya, berdiri, beruku, bersujud 29:27 kepada Tuhannya tidak sama. Mana bisa 29:32 sama? Dia beda. Dia tidur sedikit dekat 29:36 dengan Tuhannya, hatinya 29:39 bahagia, jiwanya 29:41 bahagia. Itu yang dicari senang bahagia 29:44 itu ada di hati baru di surga. 29:47 Dinikmati. 29:49 Kalau dari makanan tuh 29:52 materi buah-buahan makanan dimakan untuk 29:55 kepentingan raga. Lidah merasakan enak 30:00 sebentar ketika ada di ujung lidah kena 30:04 saraf asem saraf manis ada di ujung 30:06 lidah. Enak sekejap ditelan dari ke 30:10 leher enaknya 30:13 hilang. Makan 30:14 banyak-banyak sakit perut. 30:18 Salah makan, sakit 30:21 perut. Air yang steril, air apa? Paling 30:24 steril Tuhan bikinin air di atas pohon. 30:28 Air kerapa itu 30:30 steril. Dibungkusnya bukan pakai 30:34 kaleng. Bungkusannya 30:38 berlapis-lapis. Airnya 30:40 manis. Dari tanah di atas itu enggak 30:42 enggak pakai enggak ditarik pula. Tahu 30:44 datang manisnya dari mana, enggak ada 30:45 yang 30:46 tahu. Bahan-bahannya tidak ada gula, 30:49 airnya manis, kelapanya terendam tidak 30:51 manis. Dibungkus lagi tempurung 30:55 serabut. Tidak tanpa 30:57 pegawai. Tanpa pegawai terjadi kelapa 31:00 bulat ditaruh di atas. Karena khusus 31:03 dibikin oleh Allah untuk manusia 31:04 hambanya. Yang sujud, yang bersyukur, 31:06 yang enggak sujud minum, yang kafir 31:10 minum. Dari Allah. 31:14 Pernah ada yang tanya siapa yang bikin 31:15 kelapa? Air 31:17 kelapa? 31:20 Pernah. Pernah ada yang jawab saya yang 31:22 bikin siapa? Ada enggak yang ngaku 31:25 bikin-bikin burung kelapa itu? Tuhan 31:27 yang mana? Raja yang mana? Tidak ada 31:30 satuun di dunia yang ngaku bikin air 31:32 kebun kelapa itu. Hanya satu. Allah yang 31:35 satu. Aku yang tumbuhkan itu. Sudah ada 31:38 di depan mata. Fakta Allah buat itu. 31:40 Masih tidak beriman? 31:44 masih mengejar bahagia di dunia tidak 31:46 ada. Kalau maksa masuk-masuk terus 31:49 ngejar-ngejar dunia akhirnya ngambil 31:50 yang bukan haknya tangkap 31:54 KPK. Apa itu bahagia kalau ditangkap 32:00 KPK? Ini hidup harus hati-hati bukan 32:03 asal hidup. Cobalah tanya kepada yang 32:06 bikin hud, "Tuhan, kenapa aku 32:08 diciptakan? Aku tidak pernah minta 32:10 hidup. 32:11 Kenapa aku 32:13 diciptakan? Untuk apa aku 32:16 diciptakan? Sudah diciptakan, sudah 32:18 hidup 32:20 dihidupkan. Aku belum bisa mencari 32:22 nafkah di perut ibu, engkau kirimkan 32:24 makanan. Diinpus. Tidak ada makhluk 32:27 apapun yang masuk ke perut ibu memberi 32:29 makan. Langsung ada selang lewat 32:31 plasenta. Makanan ibu dirubah menjadi 32:34 natrium glukos. Makanlah aku di situ. 32:37 Sisa sisa makanan keluar dari tempat itu 32:39 juga. Oksigen juga masuk dari 32:42 situ. Siapa dia yang menciptakan aku? 32:45 Tuhan yang mana? Ada jawaban Tuhan yang 32:49 satu. Qul huallahu ahad. Dia Allah 32:52 ahad. Sama biji-biji pohon pun 32:55 dijamin. Pohon mangga tuh bijinya besar. 32:58 Tapi yang mau jadi mangga tuh yang 32:59 ujungnya putih saja itu. Itu saja. Lah 33:02 terus yang besar ini apa? Ini makanan 33:04 buat dia. Ini buat bahan tumbuhan kecil 33:07 itu. Tu taruh di tanah dia belum bisa, 33:10 belum punya akar, belum bisa menyerap 33:12 makanan. Dijamin Allah rezekinya di 33:15 bijibi mangga itu. Padahal yang jadi 33:18 buah pohon mangga itu yang kecil. Ini 33:20 makanannya. Habis sampai dia sudah punya 33:23 akar bisa makan sendiri. Sebelum dia 33:25 bisa makan sendiri dikasih makan sama 33:27 Tuhan. Biji kel biji mangga, biji 33:30 buah-buahan semua dikasih makan. 33:32 Bahan burung, bahan ayam yang putih 33:34 kecil dalam telur itu. Yang jadi telur 33:37 itu yang yang seperti nasi itu apa 33:39 namanya? Saya enggak tahu. Ada ilmunya 33:42 itu. Nah, ini putih kuningnya makanan 33:44 bat kita. Tapi kalau mau dikermin netes 33:47 jadi jadi hewan ini makanan dia terur 33:50 putih merahnya itu sampai dia keluar 33:53 netes bisa berdiri baru dia cari makan 33:55 sendiri. Sebelum dia bis cari makan 33:57 disediakan Allah dijamin rezekinya 34:00 apalagi manusia. 34:04 Nah, tinggal kita bisa merasakan 34:08 enak ciptaan Allah di dunia. Mangga, 34:11 kelengkeng, manggur, madu semua silakan. 34:14 Tapi bukan sesuatu yang abadi. Hanya 34:18 semu nikmat. 34:20 Sementara. Sementara Allah akan sediakan 34:23 yang abadi di surga ya selamanya. Senang 34:28 selamanya tanpa batas. Mau makan tanpa 34:31 batas, mau minum es krim tanpa batas, 34:33 mau senang-senang tanpa batas, waktu 34:35 tanpa batas tempat. Hanya ada 34:38 kesenangan, kesehatan, kenikmatan hidup 34:40 di sana. Kalau mau Allah berikan untuk 34:44 yang 34:47 mau. Dikirim Rasul, dikirim ustaz, 34:50 ulama, suruh teriak-teriak ajak surga, 34:52 jalan ke surga, masjid sini, masih ke 34:54 masjid sini salat subuh berjamaah, mari 34:56 ke surga, mari bersedekah. Itu semua 34:59 ajakan ke surga bagi yang 35:03 mau. Dan di sana ada kesenangan 35:07 abadi. Jadi yang membutuhkan kebahagiaan 35:10 itu 35:11 jiwa. Jiwa itu, makanan jiwa itu adalah 35:16 zikir. Tenang. Tidak bisa senang tanpa 35:19 tenang. Tidak akan ada senang tanpa 35:23 tenang. Dihamas dibomin juga. Israel 35:26 juga dapat bom. Apakah orang yang di 35:28 Israel itu dengan lempar bom ke Muham 35:30 terus-menerus dia senang? Tenang dia 35:32 tidak. Dia lebih 35:34 takut, lebih takut hidup karena dia 35:37 tujuannya hidup di dunia. Nah, Hamas itu 35:40 mati syahid itu yang dia 35:43 rindukan. Jadi tidak pernah ada rasa 35:45 takut. Mau jalan pergi perang dia 35:48 tenang, jiwanya tenang karena penuh 35:50 iman. 35:52 Iman itu bisa tidak bisa diukur dengan 35:54 mazhab. Apapun mazhabnya, bila dia 35:57 ikhlas, dia tenang, dia benar, apapun 36:00 mazhabnya, semua umat Islam insyaallah 36:01 masuk surga. Asal 36:04 ikhlas, ikhlas beriman dan murni. Ikhlas 36:07 kepada Allah. Apapun mazhabnya, mazhab 36:09 itu enggak ada yang 36:10 nyimpang. Ahmadiyahlah ada nabi lagi. 36:13 Yang lain tidak ada. Saudara semua itu. 36:15 Alhamdulillah sekarang sudah bersatu. 36:17 Sudah bersaudara. Itulah yang bikin 36:18 kalah Israel. persatuan. Selama umat 36:21 Islam tidak akan mau bersatu, tidak akan 36:23 menang. Itu bersatu sudah semua bela 36:28 itu. Orang yang tidak beriman juga bila 36:31 hatinya baik dia putus hubungan dengan 36:36 Israel. Bolivia 36:43 ya. Jadi semua ukurannya itu jiwa di 36:46 hati ini apa isinya? 36:49 Hati yang tenang itu yang bikin senang. 36:52 Hati tidak tenang tidak bahkan senang 36:54 malah 36:57 berang. Ada di Quran kita baca itu ala 37:02 bizikrillah tatmainnul qulub. Ala 37:05 artinya ala apa tuh? Bukan bukan pakai 37:07 ain ya. Ala pakai ain di atas satu. Ala 37:10 pakai alif. Ala artinya ketahuilah. 37:13 Kalau dia tidak tahu, cari tahu. Kalau 37:15 sudah tahu, harus yakin. Hanya dengan 37:19 ingat Allah, dekat dengan Allah akan 37:21 tenang hati ini. Ah, ini Allah yang 37:23 mencapaikan. Allah yang berfirman ini. 37:26 Diang yang bikin jiwa, dia yang tahu. 37:28 Ketahuilah manusia, aku bikin hatimu, 37:30 jiwamu itu bisa tenang kalau kamu isi 37:33 Allah di dalam hati itu. 37:36 Lailahaillallah. Tidak ada di hatiku 37:38 yang ku selalu ingat, yang kuharapkan, 37:40 yang kurindukan, yang ku paling cintai, 37:42 yang paling kuormati, yang ku sujud. 37:45 Sujud untuknya, rukuk untuknya. Dialah 37:47 Allah di hati ini adanya di hati ini, 37:49 bukan di bibir, bukan di 37:53 sepanduk-spanduk. Di hati ini. Apa isi 37:56 hati ini? Siapa yang paling Anda 37:58 andalkan? Siapa yang paling Anda 38:01 harapkan? Siapa yang Anda tumpu bila ada 38:04 kesulitan? Mengharap ke mana? Kepada 38:06 Allah. Ah, itu sudah beriman. Itulah 38:08 beriman. Tenang, tenang, 38:13 tenang. Nabi ditawarkan bantuan 38:15 malaikat. 38:16 Aak. Saya hanya kepada Allah. Anak kecil 38:19 di Gaza ada tuh videonya itu. Tanya 38:22 bantuan dari sini. Dia bilang, "Tidak, 38:24 sayaanya mengharap dari 38:27 Allah." Itu 38:30 iman. Ala bizikrillah tatmainul qulub. 38:35 Kalau hatinya hanya milih dunia, 38:38 kehidupan dunia yang semu, apakah ketika 38:41 menghitung uang, menghitung uangnya ada 38:43 berapa di sebagainya, apakah itu bikin 38:46 tenang? Enggak 38:48 juga. Dia lagi ngitung malah tambah 38:51 dipikir ini kurang lagi, mesti 38:53 ditingkatkan kerjanya. Kurangin, tidur 38:55 lagi. Cari lagi yang lebih 38:58 banyak. Mau makan aja pusing dia. Besok 39:01 makan apa nih? buat masih 39:03 besok. Kalau pagi entar malam makan apa? 39:06 Di mana? Begitu aja hidupnya urusannya. 39:08 Makan tidur, makan 39:12 tidur. Jadi bisa ingat Allah itu apa? 39:15 Ikut Nabi, cintai Nabi, ikut Nabi 39:19 Muhammad. Jadi kita lebih layak kalau 39:22 disebut Muhammadi ya. Saya saya mau 39:25 merasa diri saya Muhammadi. Ustaz, 39:28 mazhabnya apa? 39:29 Muhammad kan ada Syafi'i boleh kan ikut 39:33 Imam Syafi'i boleh Syafi'i. Malik jadi 39:35 Maliki kan, Hambali, Hambal jadi 39:37 Hambali. Nah, kalau Muhammad Muhammadi 39:39 masa enggak boleh. Muhammadiyah itu 39:42 pengikut Nabi Muhammad menjadi ormas. 39:45 Kalau saya pribadi ya sama Muhammadiyah 39:47 tapi saya lebih senang dinamain 39:49 Muhammadi. Hm. Iya. Pengikut Nabi 39:52 Muhammad itu umat Nabi Muhammad. 39:59 berakhlak kepada Nabi Muhammad itu wajib 40:04 hukumnya. Yang akhlak itu ya sunah Nabi. 40:07 Banyak bukan 40:09 sedikit. Makan niru Nabi 40:13 termasuk 40:15 berdagang niru cara Nabi. Dagang 40:18 jujur makan tu Nabi itu ya kayaknya 40:21 suapannya tuh enggak berat jari berapa 40:22 jari. Terus dia tidak akan ambil yang 40:25 jauh di sana tapi berdiri enggak yang di 40:28 hadapannya aja yang dia 40:30 makan tidurnya. Dalam tidurnya tuh zikir 40:34 tidurnya zikir sudah merembun zikir 40:36 karena ada keseringan jadi kayak udah 40:39 jalan sendiri. 40:42 Ya, bergaulnya selalu dan abi itu ya 40:44 menyenangkan. Dagang 40:46 jujur memimpin. Wah, tiru-tiru pemimpin 40:49 nabi itu yang paling wajib dalam 40:50 pemimpin itu. Jadi nabi, nabi nabi itu 40:53 leadershipnya hebat. Ilmuilmu 40:56 kepemimpinan itu dari Allah. 40:59 Luar biasa dicontohkan bagaimana waktu 41:01 mengangkat Ka'bah semua semuanya 41:04 sahabatnya itu dipuji semua satu-satu 41:06 dapat pujian sesuai dengan 41:08 kepribadiannya mereka 41:10 masing-masing. Itu Nabi Muhammad dia 41:12 jarang merintah pakai mulut menghimbau 41:14 menghimbau jarang dia sendiri ngerjain 41:16 baru yang lain ikut. Kalau pemimpin 41:20 sekarang tuh di mana-mana menghibur aja 41:25 bisa. Bergaurlah cara Nabi, memimpin 41:28 cara Nabi, bertutur kata seperti Nabi, 41:31 santun. Nabi itu mengecam itu hanya 41:34 mengatakan mengenapa ada yang sebegini, 41:35 mengapa ada yang begini. Seperti itu. 41:39 Dia tidak maki, tidak apa, hanya seperti 41:41 mengeluh. Kenapa begini? Kenapa begitu? 41:45 berumah tangga niru cara nabi. Nabi 41:47 membantu di rumah itu bisa cuci piring, 41:50 menjahit apa ini itu memperbaiki 41:52 sandalnya semua jarang sekali merintah 41:55 dia 42:00 kerjakan. Nah, kalau berpakaian kita 42:02 enggak tahu pakaian Nabi itu bagaimana 42:03 yang sebenarnya itu. Tapi tirulah cara 42:06 Nabi. Tapi ada satu 42:10 ya enggak enggak penting bangetlah pakai 42:12 cirulah cara Nabi ya. Cuma mungkin 42:15 ininya agak belah ya supaya naik kuda 42:17 enak itu. H ya itu yang Nah, kalau ini 42:21 ada yang di ini pakai eagle juga ada 42:23 yang dililit di kepala itu boleh 42:25 dua-duanya lah. Tidak tidak karena kita 42:29 enggak ketemu Nabi semua dari riwayat 42:31 riwayat yang diikat sampai ke sini, 42:33 riwayat yang di sampai ke sini 42:34 boleh-boleh saja. Wudu juga begitu. Jadi 42:37 gak perlu diributkan karena sahabat Nabi 42:40 itu kan banyak yang ngelihat Nabi kan 42:41 banyak. Mungkin sudut pandangnya kan 42:43 berbeda. Itu tidak masalah pokok. Hanya 42:46 kalau mau lilit sorban di kepala apa mau 42:48 dipakai kayak kerudung sahlah semua itu. 42:52 Itu begitu caranya. Sudut pandang 42:54 berbeda. Sahabat juga sudut pandangnya 42:56 berbeda. Wajar. Bedanya kecil hendak 43:03 besar. Jadi 43:04 nikmat. Nikmat itu ada senang dengan 43:08 rasa puas. Puas 43:10 batin menyambung rasa dengan Rasulullah 43:13 itu menimbulkan nur 43:15 cahaya. Itu ilmu ladun kalau bahasa 43:18 kita. Itu kan di surah Alkahfi itu 43:20 Luqman bukan nabi. Dia dapat hikmah ilmu 43:22 tanpa belajar. Kita nyebutnya ilmu 43:25 ladun. Padahal ladun itu bahasa Arab 43:26 artinya ee padah. Padah itu artinya 43:30 artinya diberikan ilmu daripada kami 43:32 dari Allah gitu. MKA disebut min laduna 43:34 daripada kami. Laduna itu daripada kami. 43:36 Cuma dalam bahasa Indonesia ladun itu 43:38 menjadi ilmu tanpa 43:40 belajar. Siapa dapat? Siapa bisa? Luban 43:42 itu bukan bukan nabi dapat. Kalau dia 43:45 nabi dapat wahyu. Ini dapat ilmu tanpa 43:48 belajar. Min ladunna ilma. Ilmu dari 43:51 kami tanpa belajar. Dia bisa Khidir juga 43:55 bukan nabi 43:56 bukan. Dapat ilmu. Nabi Musa enggak 43:59 punya ilmu dia. Padahal Nabi Musa 44:01 Rasulullah. Dia bukan, tapi dia dapat 44:03 ilmu hakikat, ilmu yang suprar 44:06 rasio. Dia tembus pandangannya tembus 44:08 jauh berapa ratus kilometer bisa lihat. 44:11 Nah, orang yang bikin lihat mau mau 44:13 diapain lihatnya bisanya gampang aja. 44:15 Allah dia bisa lihat ada orang bisa 44:18 lihat tulisan di udara ini tulisan dia 44:21 baca. Tapi saya yang dapat itu orang 44:23 yang sudah saleh, yang sudah enggak 44:24 butuh manusia. Allah kasih. Dia enggak 44:27 akan cerita sama orang supaya dianggap 44:29 hebat. Enggak ada enggak kepengin dia 44:30 itu. Makanya Allah kasih orang seperti 44:32 itu. Jadi yang begitu enggak bisa 44:34 dipamer ini wali bawa sana bawa. Bukan 44:37 begitu. Yang jadi wali enggak tahu 44:39 dirinya wali. Allah yang berikan dia 44:41 tanpa 44:43 sadar. Nah itu ada orang beri kebihan. 44:46 Allah memberi kepada siapa si yang dia 44:48 kehendaki. Dan Allah memberi siapa yang 44:50 dia kehendaki. Yang yang dikehendaki 44:52 berkehendak juga. Jadi sama-sama 44:55 berkehendak Allah kasih. Ketika dia 44:57 berkehendak dia mendekati Allah dengan 44:59 cintanya kepada Allah tulus ya pantaslah 45:02 Allah berikan apa saja. Siapa melarang 45:04 Tuhan Tuhan jangan kasih dia itu. Enggak 45:06 mungkinlah. Tuhan tuh selalu kalau 45:07 berbuat suka-suka dia. Satu-satunya yang 45:10 punya suka-suka Dia itu Allah doang. 45:12 Karena Dia pencipta, dia 45:15 penentu, dia pembuat alam. Dia tidak 45:18 terikat dengan alam. Dia bikin tempat, 45:20 dia tidak terikat dengan tempat. Dia 45:22 bikin mata, dia tidak terikat untuk 45:24 melihat dengan mata. Mata itu alat yang 45:26 dia bikin. Dia yang bikin itu mata. Jadi 45:29 dia tidak perlu mata. Dia Tuhan laisak 45:33 kamislihiun tidak ada serupa dengan 45:34 apapun. Jadi belajar tauhid itu bukan 45:38 mempelajari zat Allah, mempelajari sifat 45:41 perbuatan Allah. Kita di lantai dua 45:45 lihat ada asap dari jendela ada asap. 45:47 Kita beriman di bawah ada api. Enggak 45:49 perlu lihat. 45:53 Kita duduk di ruang kosong ada asi 45:55 merasa ada 45:56 angin. Daun bergerang goyang tahu ada 45:59 angin. Kita enggak lihat anginnya 46:01 bentuknya apa. Tapi kita beriman ada 46:04 angin. Kita lihat diri kita hidup 46:06 pohon-pohon hidup ya pasti ada yang 46:08 bikin ada Allah. Jadi yang dipelajari 46:11 ciptaan 46:14 Allah 46:16 bukan memperdebatkan Allah itu punya 46:19 tangan apa tidak, punya mata apa tidak. 46:21 Bukan begitu. Itu enggak perlu nabi 46:23 ketemu Allah. Apa dia cerita Tuhan 46:25 begini, Tuhan begitu kan 46:27 tidak. Suprar rasyu enggak bisa manusia 46:30 lihat ciptaannya. Maka itu jadi 46:32 perdebatan. Mazhab ini Tuhan punya 46:34 tangan. Mazhab itu tidak. Punya mata, 46:37 matanya tidak di kepala nanti lama-lama 46:39 gila gitu. H sesuatu yang tidak mungkin 46:42 kita ketahui kok kita mau cemput-cemput. 46:44 Kalau sudah lihat Tuhan, k Tuhan boleh 46:46 sampaiin ke kita bagaimana itu Tuhan. 46:48 Enggak ada yang bisa diagung. Yang harus 46:51 dipelajari si 46:54 perbuatannya. Dia bikin buah-buahan, 46:56 bikin matahari, bikin bunuh. Semua itu 46:58 otak kita. Otak kita itu yang beriman. 47:01 Akal dan perasaan kita beriman 47:03 seyakin-yakinnya. Seperti kita beriman, 47:05 angin tu ada. Dipaksa suruh bilang tidak 47:08 ada. Enggak mungkin. Kita yakin kok 47:10 angin ada. 47:12 Berasa begitu juga Allah. Semua kita 47:15 ada. Kalau kita ada pasti ada yang bikin 47:18 yang menghidupkan. Yang menghidupkan 47:20 yang tidak dihidupkan dialah 47:26 Allah. Begitu. Nah, kemudian Allah 47:29 menyampaikan hidup dunia ini, ujian 47:31 dunia ini walamal hayatud dunya illa 47:34 mataul gurur. Kehidupan ke dunia ini 47:37 hanya tamatuk, penipu. Fatuk ini 47:41 maksudnya 47:43 fatamorgana sepertinya nikmat. Padahal 47:45 bukan semu nikmat. Semu 47:49 nikmat. Ini surat Al Imran 185. Hidup 47:53 dunia ini, kehidupan dunia ini hanya 47:56 sementara. Semu 47:59 penipu. Bayangannya tuh Morgana tuh di 48:01 tol kita lihat tuh jarak 2 kilo tuh ada 48:04 air. Sampai setelah 2 kilo dia 2 kilo 48:06 lagi. Kita sampai di 2 kilo 2 kilo lagi. 48:08 Enggak bakal 48:09 terkejar. Hanya patam morgana. mengejar 48:12 sesuatu yang tidak 48:15 abadi. Kejar pangkat enggak pernah 48:17 berhenti. Mati baru berhenti atau 48:20 pensiun. Kejar harta enggak pernah cukup 48:22 enggak pernah cukup sudah 30 triliun, 40 48:24 triliun tidak terus dikejar. Dia kejar 48:27 sampai dia 48:29 mati. Yang didapatin hanya 48:34 mati. Qul bismillahirrahmanirrahim. 48:40 Katakan, "Hai Muhammad, katakan, "Hai 48:42 ustaz-ustaz, kiai-kiai semua, kasih tahu 48:44 kehidupan dunia ini 48:47 kecil sudah pada mati 48:50 semua. Kalau belum mati 48:52 jompo." Dan akhirat itulah yang lebih 48:55 baik dan lebih abadi, lebih 48:57 takwa. Orang yang milih akhirat pasti 49:00 bertakwa. Siapa ingin ustaz gimana sih 49:02 supaya bertakwa? Jangan cinta dunia. 49:05 Hiduplah boleh cari nafkah boleh bikin 49:08 emas boleh bikin rumah dari emas kalau 49:10 boleh tapi mubazir ya tapi jangan 49:12 dicintai jembatan bikin jembatan dari 49:15 emas tapi enggak ada orang tidur di 49:17 jembatan tidurnya di surga nanti 49:20 seberang wamal hayatud dunya fil 49:23 akhirati illa mata dibanding dengan 49:25 kehidupan akhirat yang padi dunia ini 49:26 hanya setitik hanya sedetik kita hidup 49:29 di dunia sepertinya ini bila kita pilih 49:31 akhirat di dunia bisa senang coba kita 49:34 perhatikan Surah Alghasih ayat 8. 49:37 Bismillahirrahmanirrahim. Wujuhun 49:40 yaumaidin naimah. Tuh orang yang lulus 49:44 yang milih hidup akhirat begitu 49:45 meninggal sudah dibersihkan, sudah 49:47 ketemu, sudah minum air di apa itu 49:50 kautsar itu dia datang ke surga dengan 49:53 mukanya bersinar, berseri-seri bersinar. 49:56 Kelihatan mukanya itu. Mukanya nampaknya 49:59 penuh nikmat naimah. Mukanya bernikmat. 50:02 Ini bahasa sastra. Tinggi sekali artinya 50:04 nih. Mukanya bernikmat. Bisa enggak 50:06 bayangin muka orang bernikmat? Kelihatan 50:08 dari kulit-kulit yang cerah 50:11 bahagia. Sebaliknya itu yang nakal nanti 50:13 wujuhun yaumizin khusyah. Muka datang 50:16 menggigil 50:18 ketakutan. Mukanya burung 50:21 buram. Ini alkhusyani lisaiha rodiah. 50:24 Kenapa? Semua kegiatan dia di dunia, 50:27 ibadahnya, sedekahnya, kehidupannya 50:29 semua radiah. Diterima Allah. Diterima 50:32 Allah. 50:33 bernilai 50:35 senanglah. Kemudian di mana tinggalnya? 50:38 Fi jannatin aliah. Di surga yang sangat 50:40 tinggi. Tinggi apanya? 50:43 Kebahagiaannya. Tidak terbanding dengan 50:45 apapun di dunia. Kalau ada hotel bintang 50:48 sejuta pun enggak ada artinya dibanding 50:49 dengan surga. Sini mau masuk hotel 50:52 bintang 5 aja sudah senang betul. 50:54 Padahal 50:55 semuh ada capeknya juga. Capek bawa 50:58 koper segala macam. Di airport antri. Di 51:02 surga enggak ada yang 51:04 begitu. La tasma fiha di surga tidak 51:08 pernah dengar-dengar yang 51:10 megelin. Ini kalau duduk di depan apa 51:13 itu sekarang TV lihat berita pegal 51:15 perali YouTube peger tidak ada 51:17 menyenangkan semua beritanya kayak gitu. 51:20 Inilah 51:22 dunia fiha ainun jariah. Nah itu ada ada 51:26 mata air mengalir. Mata air jus juz 51:29 buah-buah juga ada di sana. Duh, tinggal 51:31 pilih aja. Rasanya beda dong, jauh. Fiha 51:36 sururun marfuah. Di surga itu 51:39 disediain kasur-kasur floating. Marfuah 51:43 floating. Tempat tidurnya floating 51:45 ngambang. Tidak pakai tiang, tidak ikat 51:47 di tali. 51:49 Aduh, enggak kepengin apa itu cari di 51:52 hotel yang jariah gini marfuah gitu. Ada 51:55 enggak? Ngambang di 51:57 udaranya tidak ada tali, tidak ada tiang 52:00 penyangga. 52:01 itu baik maksudnya itu suatu kalimat 52:04 yang menunjukkan lain dari yang lain. 52:07 Canggih sangat cara-caranya itu 52:08 maksudnya ke situ marfuah sampai-sampai 52:11 enggak masuk akal kok bisa bikin 52:14 begini. Wakwabum mauduah terisi 52:17 minuman-minuman segar, jus-jusnya itu 52:20 gelasnya itu ya termasuk yang diminum 52:22 juga. Aduh subhanallah innahu ala 52:24 kulliin qadir. Allah bisa membuat apa 52:27 saja dia mampu menciptakan itu semua. 52:31 Jadi untuk bisa ini semua banyak 52:32 merenung, tafakur, berpikir tafakur lagi 52:36 sendiri, lagi ibadah bangun malam 52:37 ambillah 15 menit, 10 menit tafakur. 52:40 Lihat diri kita kira-kira sampai di mana 52:43 keimanan kita, hubungan kita dengan 52:44 Allah kita. Allah sayang sama kita apa 52:46 enggak. Terus bersyukur kita cakup apa 52:49 kurang. Kalau berasa kurang buru-buru 52:51 sujud. Ya Allah. Ya 52:56 Allah. Saya dulu tak punya apa-apa. 53:00 Engkau berikan. Dulu saya tidak 53:02 mengenalmu. Sekarang sudah mengerti 53:04 mengenalmu. Dulu saya kurang rapi 53:07 salatnya. Sekarang alhamdulillah lebih 53:08 rapi. Tolong ya Allah rapikan lagi. 53:10 Bantulah aku bisa menghamba kepadamu 53:13 sebaik-baiknya. Sambil sujud bangun lagi 53:16 tafakur lagi. Lihat diri kita, hubungan 53:19 kita dengan Allah, hubungan kita dengan 53:21 keluarga dengan saat kita koreksi 53:23 sendiri. Enak. Jadi kalau ada 53:26 kotor-kotor kita bisa 53:28 bersihkan, ada kekurangan bisa kita 53:30 tambah, kurang bersyukur kita tambah 53:32 bersyukur kepada Allah. Ya Allah aku 53:35 dulu masih sat kemudian kau selamatkan. 53:38 Aku dulu bodoh tidak mengenalmu. Kau 53:41 bantu dengan pengetahuan. Dulu aku 53:43 bandel tidak bersyukur. Sekarang 53:45 bersyukur kepadaMu. Ya Allah aku sadar. 53:48 Aku dulu nakal. Aku dulu bodoh. Ini 53:51 sudah alhamdulillah karena bimbinganmu 53:53 ya Allah. Sempurnakanlah nikmat yang kau 53:55 limpahkan padaku. 53:57 Itu malam hari bangun dekati Allah. 54:00 Tidak sama dengan yang 54:02 tidur. Ini kan lagi menuju kepada Allah. 54:06 Tambah dekat, tambah 54:09 dekat. Lihat ini firman Allah dalam 54:11 surat Fusilat ini sering biar kita kita 54:14 buka lagi ya. Diafalin ini Fusilat 30 54:18 31. Innalladzina qolu rabbunallah. 54:21 Bismillahirrahmanirrahim. Innalladina 54:22 qubbunallah. Orangor yang sudah nekad 54:26 mau apa itu Tuhan Allah Tuhanku dan 54:28 konsisten Allah Tuhanku tidak ada lagi. 54:30 Allahu Akbar. Kemudian dia istikamah 54:33 konsisten. Allah turunin malaikat 54:35 menjaga dia. Allah turunin malaikat 54:38 menjaga dia. Malaikat sambil menjaga ini 54:40 pada saat kita sakarat mau mati malaikat 54:43 ini bisikkan ke hati kita, "Ala 54:46 takhafu." Jangan takut. dibisikkan itu 54:48 lagi mau mati itu. Wala tazanu. Jangan 54:50 sedih dosamu sudah diampuni. Jangan 54:52 takut masa depanmu indah. Wabsyiru. 54:56 Gembiralah bahagialah kamu. Surga sudah 54:58 disediakan untukmu sesuai dengan janji 55:01 Allah. Tambah lagi apalagi di 31 nahnu 55:05 auliyaukum. Kami ini walimu. Kami ini 55:08 pelindungmu. Allah membesakan kami ini 55:10 berarti dia dan aparatnya 55:11 malaikat-malaikat itu tugaskan 55:12 melindungi 55:14 pelindungimu sejuta seluruh manusia 55:17 sedunia ingin menganiyayamu. Bila Allah 55:20 tidak izinkan sedikit apapun kau tak 55:22 akan teraniaya. Allah yang berkuasa di 55:24 dunia ini. Pemerintah dunia ini Allah. 55:27 Penguasa dunia ini 55:29 Allah. 55:32 Aku kamu akan 55:34 dilindungi di dunia maupun di akhirat di 55:36 kuburan sekali dan di 55:38 akhirat. Wakum fiha maastahi anfusukum. 55:42 Di sana disediakan apapun yang kamu 55:44 suka. Yang kamu suka di dunia apa? Ada 55:46 di sana. Tapi enaknya nikmatnya 55:48 berlipat-lipat dari yang di dunia. Buah 55:50 apapun ada. Ini contoh di dunia dibuat 55:53 sedikit. 55:55 H di sana ada yang pernah ada di dunia 55:58 ada di sana tapi sudah lain 56:00 lagi. Ada yang tidak dibungkus, tidak 56:03 pakai kulit. Ada kenapa? Di sana sudah 56:06 steril, tidak perlu dibungkus. Enggak 56:08 ada bakteri, enggak ada kuman di surga 56:10 itu. Maka tidak ada yang 56:11 sakit. Apapun yang kau ingini ada di 56:14 sana. Wakum fiha mat dan semua apa yang 56:16 kamu minta pun akan 56:18 diberikan. Tambah lagi apa? Semua ini 56:21 adalah nuzulan minfurahim. Semua ini 56:24 pemberian cuma-cuma dari Allah, bukan 56:25 upah ibadah. Ibadah itu kebutuhan kita. 56:28 Dengan ibadah itu hati jadi bersih. 56:30 Dengan ibadah itu dapat nur, ada 56:32 hubungan cahaya kita ke ke Nabi terus ke 56:34 Allah. Dengan ibadah itu membantu jiwa 56:37 kita menjadi tenang, kebutuhan kita. 56:40 Allah kasih resep itu kita yang butuh 56:42 kepada Allah. Maka kalau sudah sujud 56:44 rukuk kepada Allah, jangan rukuk kepada 56:46 manusia. Jangan sujud kepada 56:48 manusia. Hanya boleh manusia yang dicium 56:52 kakinya. 56:53 Ibu bapak itu 56:55 boleh bukan uluhiyah itu. Itu hormat 56:58 emang disuruh seperti sujud kepada Adam 57:01 tidak syirik. Karena sujud hormat malah 57:04 yang enggak mau nurut syirik. Yang 57:05 enggak mau nurut malah kafir. Jadi 57:07 melihat hukum itu dilihat 57:10 motivasinya. Motivasi jangan dilihat 57:13 seperti itu apa adanya. Ya enggak bisa 57:15 dong orang hormat ke bendera ya. Enggak 57:17 apa-apa orang kain-kainan kok tidak 57:20 dituhankan. Tidak mungkin. Ah, itu jadi 57:22 jangan seperti itulah. Berpikir gunakan 57:25 akal itu kepada ibu sungkem itu bukan 57:28 syirik. Enggak dituhanin ibu bapaknya 57:30 itu hormat. Menghormati ibu bapak Allah 57:33 suruh wajib 57:36 malah nuzulan min gfurur rahim. Itu 57:39 surga semua pemberian cuma-cuma dari 57:41 Allah. Karena dia sayang kasih sayangnya 57:44 itu luar biasa kesayangan Allah seperti 57:46 itu. Salamun. Selamat datang wahai 57:49 hambaku yang saleh yang muhsin. Sebut 57:52 yang muhsin yang berihsan. Innal abrfi 57:55 naim. Orang-orang yang saleh seperti itu 57:57 akan menghidupi kebahagiaan selamanya di 58:03 sana. Ya, judulnya ini sudah waktunya 58:07 selesai. Kita ee ini dia ayatnya ini 58:10 kita berdoa pada Allah. Ayatnya masih 58:15 almutifin 22. Bismillahirrahmanirrahim. 58:19 Rabbana fagfirlana dunubana. Ya Allah 58:22 ampuni dosa-dosa kami, ampuni dosa-dosa 58:25 ibu bapak kami. 58:27 Wira dan tipeklah semua salahan kami 58:30 yang ada di malaikat 58:35 atid. Abrar. Kumpulkan kami kelak 58:38 bersama orang-orang yang taat yang 58:41 saleh. Wasallallahu ala sayidina 58:42 Muhammad w Muhammad. 58:43 Walhamdulillahiabbil alamin. 58:45 Wasalamualaikum. 58:48 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 58:50 subhanahu wa taala. Pilih kesenangan 58:53 semu kenikmatan abadi akhirat. Topik 58:57 bahasan kita di tausah sore kali ini 58:59 bersama Ustaz Zain Alhadi. Kami 59:01 mengundang Anda. Silakan bagi Anda yang 59:04 ingin menyampaikan pertanyaan ataupun 59:06 memberikan komentarnya, silakan kirimkan 59:08 ke nomor WhatsApp Rasil di 59:14 0811999720 atau Anda juga bisa 59:16 memberikan komentar di live YouTube 59:19 Rasil TV siaran streaming kami di 59:21 YouTube bisa Anda berikan bisa Anda 59:24 ketik di kolom komentarnya. Ihhan Alhad, 59:27 kami akan segera kembali di sesi kedua. 59:28 tetaplah bersama 59:31 [Tepuk tangan] 59:46 kami. sebuah kunci sampah yang membuat 59:54 [Musik] 59:58 satu ketaatannya menjadi nomor 1:00:01 [Musik] 1:00:06 satu saling mengejut dan mengingatkan 1:00:09 satu jalan Tuhan 1:00:16 [Musik] 1:00:17 dan pembahasan bermacam-macam menjadi 1:00:23 satu bersama 1:00:27 rasio jadikan Islam yang 1:00:32 [Musik] 1:00:39 dengan cara 1:00:41 pengasih mampu membuat ilmu yang 1:00:44 mengalir menjadi lebih bermanfaat. 1:00:57 [Musik] 1:01:04 Oh 1:01:12 [Musik] 1:03:22 [Tepuk tangan] 1:03:37 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 1:03:39 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 1:03:41 dirahmati Allah subhanahu wa taala, 1:03:43 pendengar dan pemirsa acara tausiah sore 1:03:45 di kesempatan kali ini. Terima kasih 1:03:48 masih bersama kami. Di sesi kedua ini 1:03:50 kita akan ee menjawab 1:03:52 pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk 1:03:54 dari ikhwan dan akhwat. Kami akan ke 1:03:56 pertanyaan pertama ini dari 1:04:00 Ibu Siti, Umi Siti. Asalamualaikum 1:04:03 warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz 1:04:05 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:04:08 Bagaimana, Pak Ustaz, supaya jiwa ini 1:04:10 selalu 1:04:11 tenang menghadapi seluruh cobaan 1:04:15 hidup? Tujuannya untuk selalu 1:04:17 mendapatkan rida Allah. Mungkin itu 1:04:20 sepertinya kenikmatan yang paling ingin 1:04:23 saya dapatkan sekarang. Merasa jiwa ini 1:04:26 tenang. Terima kasih, Pak Ustaz 1:04:28 nasihatnya. 1:04:31 Bismillahirrahmanirrahim. 1:04:32 Iya, di pengin jiwa itu tenang. Betul. 1:04:36 Zikir, ingat Allah. Tapi kita harus tahu 1:04:38 dulu yang bikin juga tidak tenang tu 1:04:40 apa. H ya kan? Yang bikin tidak tenang 1:04:44 juga itu keinginan yang besar melampaui 1:04:47 kapasitas kapasitas kemampuan hawa ya 1:04:50 Ustaz ya. Hawa. Heeh. Kalau sudah 1:04:53 dikuasai hawa itu yang bikin gelisah. 1:04:56 Setiap ada keinginan pasti ada 1:04:57 kegelisahan. Hm. Nah itu pasti. Tambah 1:05:00 tinggi keinginan, tambah tinggi 1:05:02 gelisahnya. 1:05:04 Bikin tenang hidup tanpa keinginan. 1:05:07 nikmati apa yang ada cari a boleh, tapi 1:05:10 jangan beringin kalau belum dapat. H 1:05:13 misalnya sekarang saya tawarin ini Ustaz 1:05:16 Angga, Ustaz Angga mau duren? Mau Ustaz? 1:05:18 Nah, mau tuh. Nah, terus gelisah sebelum 1:05:20 durennya datang gelisah. Kecuali yang 1:05:23 sudah iman tinggi. Ya, saya pun akan 1:05:25 gitu nungguin. Ah, itu jadi timbul 1:05:27 keinginan. Timbul suatu keinginan itulah 1:05:29 itu yang buat kita gelisah. Jadi kalau 1:05:31 bisa mengingini apapun yang sudah 1:05:35 ada, nikmati apa yang 1:05:37 ada. Boleh jangkau apa yang belum yang 1:05:40 diingin ininkan boleh tapi tidak di apa 1:05:43 tuh didambakan. Jadi berkeinginan capai 1:05:47 sudah capek baru timbul 1:05:50 kemauan. Jadi kalau tadi saya pengin 1:05:53 duren durennya belum ada kan saya pasti 1:05:55 terikat. Saya mengikat diri saya ke 1:05:58 duren ke durian. 1:06:01 Jadi boleh ingin duren boleh tapi 1:06:04 artinya maunya itu kalau sudah terima 1:06:07 sebelum diterima boleh ingin-ingin 1:06:08 begitu 1:06:11 saja. Satu dua mesti enggak apa 1:06:13 keinginan ada boleh tapi tidak beda ya. 1:06:16 Yang terlalu ingin tuh sampai beker 1:06:18 segala macam cara dilakukan itu yang 1:06:20 bahaya. Kalau sekedar ingin sambil 1:06:22 menunggu diberikan oleh Allah, ya 1:06:25 boleh-boleh saja. Nanti itu dengan 1:06:29 mengorientasi berpikir ke akhirat, 1:06:31 melakukan apa yang ee berguna untuk hari 1:06:34 depan di hari tua dan untuk akhirat itu 1:06:36 membikin tenang dan tidak terlalu 1:06:38 mengikat diri menggebu-gebu. Ah, itu 1:06:41 jangan. Jadi kalau bisa tidak membuat 1:06:44 keinginan lebih tenang lagi. Menikmati 1:06:47 saja apa yang sudah ada. Artinya 1:06:49 dirasakan, dinikmati dan bersyukur yang 1:06:52 sudah ada dan yang sudah menurut hitung 1:06:54 sudah akan datang. Kalau yang masih jauh 1:06:56 apalagi tidak terjangkau, tunda dulu 1:06:59 inginnya sampai dia terjangkau baru 1:07:01 ingin. Yang tidak terjangkau menjadi 1:07:03 beban pikiran menjadi beban sampai ada 1:07:06 yang hutang sampai apalagi pinjol-pinjol 1:07:08 itu. Mudah-mudahan dimusnahkan itu. Ini 1:07:11 Bapak yang apa menjabat di sini tanggung 1:07:16 jawab pada kehidupan bangsa ini. Banyak 1:07:18 korban yang sudah itu pinji. Yang gak 1:07:21 resmi sudah semuanya itu riba. tidak 1:07:23 pernah bikin senang orang itu. Banyak 1:07:25 korban sudah banyak sekali yang 1:07:27 dikejar-kejar, yang diperas, yang 1:07:29 berantem, yang bercerai, semua dari 1:07:31 penjol-penjol itu. Jadi kalau negara ini 1:07:33 harus melindungi rakyat, ya dibubarkan 1:07:36 semua itu penjol itu. Kenapa dia memberi 1:07:38 pinjaman tanpa jaminan? Itu saja sudah 1:07:40 punya niat tidak baik. Sudah tahu dia 1:07:42 nanti kalau dia ee tidak bayar, 1:07:45 kejar gertak-gerak. Kan begitu, karena 1:07:48 enggak ada jaminan lain. Jadi, kenapa 1:07:50 dibiarkan mereka susah hidup? Ini kan 1:07:53 negara melindungi keamanan, kebaikan, 1:07:56 kehidupan yang 1:07:57 rapi. Jangan hanya nginginkan pajak. 1:08:00 Kalau pajak dapat pajak sekian, rusak 1:08:03 bangsa banyak ini gimana? Tolonglah 1:08:05 disingkat di saya dengar ditangkepin 1:08:08 tuh. Bagus. Terima kasih Bapak terusin. 1:08:11 Semua yang merusak kehidupan bangsa ini 1:08:14 disingkirkan insyaallah. Nah, itu semua 1:08:17 seperti itu. Kita hidup akan tenang 1:08:20 insyaallah. 1:08:22 Baik, Ustaz. Selanjutnya kita akan ke 1:08:25 pertanyaan dari hamba Allah. 1:08:26 Asalamualaikum warahmatullahi 1:08:29 wabarakatuh. Ee Pak Ustaz tadi ada poin 1:08:31 pembahasan ee kelebihan 1:08:35 seseorang orang saleh. Iya. Diberi oleh 1:08:38 Allah karena yang diberi 1:08:40 berkehendak menginginkan juga. Jadi 1:08:42 Allah itu beri apa itu berlaku untuk 1:08:45 segala hal juga, Pak Ustaz. Misal contoh 1:08:48 mudahnya Allah memberikan anugerah 1:08:50 rezeki kepada manusia yang berkehendak 1:08:53 mencari atau menginginkan rezeki itu. 1:08:56 Nah, apakah begitu, Pak Ustaz? Berarti 1:08:58 kan ada sebab akibat dalam hal ini. Iya. 1:09:02 Demikian pula dengan hidayah, Pak Ustaz. 1:09:04 Betul. Yang menginginkan dan yang 1:09:06 mencari maka dia diberi oleh Allah. 1:09:08 Mohon pencerahan. Bagaimana ini, Pak 1:09:09 Ustaz? Terima kasih. 1:09:10 Bismillahirrahmanirrahim. 1:09:12 Pertama hadis Nabi ya, semua umatku akan 1:09:15 masuk 1:09:16 surga yang mau yang mau ke surga. Nah, 1:09:20 ketika dia mau dia menempuh jalurnya, 1:09:22 Allah 1:09:23 dorong, Allah takdirkan. Jadi Allah 1:09:27 memberikan kepada yang mau. Nah, 1:09:28 buktinya dia mau apa? Dia mau surga, dia 1:09:32 ibadah. Walaupun niatnya bukan untuk 1:09:34 surga, ibadah untuk pemilik surganya 1:09:36 untuk Allah. Tapi niat ke situ juga 1:09:38 enggak apa-apa. Karena itu Allah yang 1:09:40 nawarin. Ada lagi Siti 1:09:42 Hajar, ibunya Nabi, istrinya Nabi. Dobel 1:09:46 itu. Tapi dia mencari air. Kenapa Tuhan 1:09:49 biarkan dia lari tujuh tujuh kali 1:09:51 bolak-balik sapa Marwah? Waktu itu 1:09:53 banyak kerikil, panas. Kenapa Tuhan 1:09:56 tidak kasih sebelum dia capek, sebelum 1:09:58 dia sai. Sai itu artinya berusaha dan 1:10:00 sambil berdoa. Berdoa sambil berusaha 1:10:02 bareng. Pararet bareng serempak. Baik. 1:10:07 Kenapa Tuhan kasih zam-zam setelah 1:10:10 deasai? Menunjukkan dia memang mau air. 1:10:13 Bukan hanya dengan doa, dibuktikan 1:10:15 dengan perbuatan. Dia butuh air. Setelah 1:10:19 dia usaha baru Allah kasih. Jadi 1:10:21 dapatnya air zamzam itu bukan karena 1:10:24 sopa, bukan karena marwah, bukan karena 1:10:26 tenaga Siti Hajar. Di sofa enggak ada 1:10:29 air, di Mawal enggak ada air. Nol hasil 1:10:32 dia. Nol saidnya, tapi sainya dihargai 1:10:35 Allah. Allah berikan air zam-zam di 1:10:38 tempat lain. Kenapa di tempat lain? 1:10:40 Bahwa membuktikan segala rezeki itu dari 1:10:44 Allah 1:10:44 100%. Usaha Siti Hajar nol, tapi Allah 1:10:48 tidak berikan sebelum dia berusaha. 1:10:51 Buktinya dia mau air, dia berusaha 1:10:53 mencari air walaupun tidak berhasil. 1:10:55 Hasil Allah yang berikan. Sekarang Anda 1:10:57 semua yang punya rezeki ini di rumah, 1:10:59 jangan katakan rezeki ini hasil saihiku, 1:11:01 hasil karyaku, hasil usahaku, hasil 1:11:04 kepintaranku. itu 1:11:06 bahaya. H min fadlabbi ini ujian dari 1:11:09 Allah. Walaupun ini Allah berikan ini 1:11:11 anugerah untukku untuk menguji aku 1:11:13 bersyukur apa 1:11:16 tidak. Itu saja yang kayak Allah mau 1:11:19 ngetes bersyukur apa tidak atau 1:11:21 mengatakan ini hasil dari payahku. 1:11:23 Merebut kekuasaan Allah. Allah yang 1:11:26 berikan. Bilangan hasil diri payahku. 1:11:29 Ayo coba bikin garam satu butir tanpa 1:11:31 bahan. Bisa enggak? Jangan bilang 1:11:33 mengelang rezeki hasil Pak Yahu. Bikin 1:11:35 apa kita? Kita hanya menjemput mengambil 1:11:38 ikan di laut, mengambil itu di tanah. 1:11:42 Tanam bibit saja tugal kita taruh biji 1:11:44 situ. Allah tumbuhkan makanan semua. 1:11:47 Allah yang 1:11:48 tumbuhkan. Itu ada ada buah yang manis, 1:11:51 yang manis, yang pahit, yang pedas, yang 1:11:53 segala ada. Tanahnya enggak pedas, 1:11:54 tanahnya enggak manis, tanahnya enggak 1:11:56 asin, segala 1:11:57 macam. Semua dari Allah. 1:11:59 Itu tumbuhkan Allah yang menumbuhkan. 1:12:02 Kita mau lempar biji, bijinya dari Allah 1:12:04 kita lempar aja 1:12:06 situ. Semua dari Allah. Nah, jadi betul 1:12:10 sekali tadi Bapak sampaikan itu. Allah 1:12:12 mau kitanya tunjukin kita mau. Allah mau 1:12:15 kasih berdoa minta rezeki di tempat 1:12:17 tidur enggak datang kecuali uzur Maryam 1:12:20 atau di perut ibu belum bisa apa-apa 1:12:23 dihanterin. Baru lahir belum punya gigi 1:12:25 kasih susu. Sudah bisa pergi cari usaha. 1:12:29 Ayam burung juga dikasih makanan masih, 1:12:32 masih, masih masih dalam ee masih dalam 1:12:34 itu bahan bibit. Terus dia sudah bisa 1:12:37 jalan suruh cari sendiri, suruh ambil 1:12:39 jemput rezeki dari Allah, hidayah 1:12:42 dijemput. Mau mendengarkan 1:12:45 tausiah-tausiah di radio, di televisi, 1:12:47 di mana-mana yang 1:12:49 baik. 1:12:50 Rasil insyaallah Rasil itu muslim. Iman 1:12:54 saja umat Nabi Muhammad di sini semua 1:12:58 bebas. Ustaz-ustaz dari mazhab apap pun 1:13:00 ada di 1:13:01 sini. Kemudian 1:13:03 apalagi? Setelah mendengar itu semua di 1:13:07 disuruh dipikirkan. Pikir. Jangan asal 1:13:09 dengar pikir nanti dapat hidayah tafakur 1:13:13 direnung, didengar. Yang mendengar bukan 1:13:14 dari telinga. Yang mendengar itu hati, 1:13:17 jiwa, rasa dan 1:13:19 pikir. Telinga ini cuma alat tidak 1:13:22 mendengar. Dia cuma terowongan masuk ke 1:13:25 sana ke lubuk hati. 1:13:28 Kambing kuda juga harus punya kuping 1:13:31 tapi enggak ngerti. Kalau manusia enggak 1:13:34 ngerti dengar tausia gak 1:13:36 ngerti. Ah aneh saya enggak bisa bilang 1:13:39 apa-apalah. Maka itu yang mendengarkan 1:13:41 harus khusyuk sambil zikir 1:13:44 hati. Ustaz kita cuma 1:13:46 menyampaikan ustaz juga buat dirinya 1:13:48 juga yang memberi hidayah 1:13:51 Allah. Mendengar dapat pahala. Nanti 1:13:54 kita amalkan Allah berikan dibimbing 1:13:56 tuh. bimbing kita bisa ngamalkan apa 1:13:59 yang kita dengar. Dengarnya pakai hati. 1:14:01 Hati yang mendengar. Telinga hanya mik. 1:14:03 Mic-nya 1:14:05 saja. Penyampai alat. Telinga alat. 1:14:08 Telinga mendengar tapi gak 1:14:11 ngerti. Kalau dengarnya pakai jiwa, 1:14:13 pakai iman, pakai wah dapat itu masuk 1:14:16 semua itu Allah yang berikan. Itu yang 1:14:18 disebut hidayah taufik. Ustaz nyampaikan 1:14:21 hidayah 1:14:22 petunjuk hanya menunjukin dianya juga 1:14:25 butuh taufik. Ustaznya juga sama kita 1:14:28 yang bicara menyampaikan doang mimpin 1:14:31 sidanglah karena itu yang menggulkan 1:14:33 Allah hati ikhlas dengerin olas 1:14:37 masuk berapa tahun sudah mendengarkan 1:14:40 beruntung lagi dari ustaz yang banyak 1:14:42 ustaz ini punya sekian ustaz ini punya 1:14:44 kalian ini ustaz semua itu dikumpulkan 1:14:46 yang dengar lebih alim dari kita yang 1:14:47 ustaz kita sendiri itu ustaz ini punya 1:14:49 ilmu masing-masing enggak lengkap kita 1:14:52 bukan all segala gak sekedarnya nah yang 1:14:55 dengar tawapan dari semua ustaz dengar 1:14:58 yang benar. Waduh insyaallah sudah bisa 1:15:01 sampai-sampaikan pada yang lain. Yang 1:15:03 perlu disampaikan sekarang ke anak-anak 1:15:06 pelajaran iman kepada Allah bukan 1:15:08 ngapalin pendapat ulama. Ulama enggak 1:15:11 pernah ketemu 1:15:13 Tuhan. Jadi yang dipelajari tauhid itu 1:15:16 mempelajari di Al-Qur'an ditunjukin 1:15:17 suruh lihat alam ciptaan Allah. Pasti 1:15:20 yakin kepada Allah. Makan buah-buahan. 1:15:22 Aduh ya Allah yang bikin rasa. 1:15:25 nyambung tuh bersyukur pada Allah. Itu 1:15:27 yang mesti diajarin. Bagaimana lihat 1:15:30 dikasih sapi Allah pemberi 1:15:33 rezeki. Semua hewan tumbuh-tumbuhan 1:15:36 dikasih makan. Belum punya akar tadi 1:15:38 bilang di biji itu ada makanan. Semuanya 1:15:40 seperti itu. Allahu Akbar. 1:15:42 Lailahaillallah. Sampaikan bukan ngfalin 1:15:44 pendapat ulama ini, mazhab ini, Tuhan 1:15:46 begini. Semuanya enggak pernah ketemu 1:15:49 Tuhan. Semuanya nebak-nebak. itu yang 1:15:52 harus dijangkau oleh akal itu melalui 1:15:54 ciptaannya. 1:15:57 Contoh angin. Kita beriman ada angin 1:15:59 padahal enggak pernah lihat angin tapi 1:16:02 yakin banget mati mau kita 1:16:04 mempertahankan bahwa angin itu ada 1:16:06 fakta. Begitu cara mengajar tauhid di 1:16:09 Quran tuh begitu. Enggak ada suruh 1:16:11 ngfalin Tuhan duduk Tuhan segala macam. 1:16:13 Stop. Tak boleh cerita tentang zat 1:16:15 Tuhan. Enggak ada yang tahu. Hanya Nabi 1:16:18 Muhammad yang ketemu. Dia enggak 1:16:20 nyampaikan Tuhan begitu. Allah maha 1:16:21 kuasa. Allah bikin ini segala mau 1:16:23 ciptaan Allah. Itu yang penting itu saja 1:16:25 cukup. 1:16:27 sifatnya, asmanya, dan af'al 1:16:29 perbuatannya itu itu 1:16:31 kelihatan ya kan seperti ada api di 1:16:33 bawah yang kita lihat asap cukup adanya 1:16:35 asap yakin berani mati ada api di 1:16:38 bawah iman begitu mengenal Allah itu 1:16:41 jangan lagi ribut Allah begini Allah 1:16:43 begitu bunuh-bunuhan sampai mengkafirkan 1:16:46 astagfirullahalazim masa lalu ya 1:16:48 sekarang stop tidak ada mengenal Allah 1:16:50 masa iman kita kuat melihat kerahman 1:16:54 rahim Allah ituah Rahman rahim Allah di 1:16:56 mana-mana. Di setiap ruang setitik ruang 1:16:58 ada rahman rahim Allah ada oksigen buat 1:17:01 kita 1:17:01 napas. Lihat enggak oksigennya? Enggak 1:17:04 juga. Percaya enggak ada oksigen? Semua 1:17:07 percaya. Berasa lah. Begitu adanya Allah 1:17:10 berasa Allah tuh ada. Dia bikin udara, 1:17:13 bikin oksigen, bikin segala macam 1:17:15 pesawat terbang itu kekuasaan Allah. 1:17:17 Afurnya dibikin dari sebelum manusia ada 1:17:20 udara yang tidak hampa. pesawat bisa 1:17:23 ngambang 1:17:24 naik dari udara itu baik ya. Insyaallah 1:17:29 ini semua kita mendapat hidayah. 1:17:33 Baik. Selanjutnya ini dari Pak Ahmad di 1:17:36 Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi 1:17:39 wabarakatuh. Pak Ustaz, bagaimana orang 1:17:41 yang masuk kategori kufur nikmat? Apakah 1:17:45 orang yang dia malas beribadah itu sudah 1:17:49 termasuk ciri-ciri orang yang kufur 1:17:50 nikmat? 1:17:52 Syukran ya. 1:17:54 Bismillahirrahmanirrahim. Ya. Ya. Tapi 1:17:56 dia kubur nikmat. Kita kewajiban 1:17:58 menyembuhkan dia dari kubur nikmat. H. 1:18:01 Tugas kita 1:18:03 menyampaikan dakwah. Dakwah itu enggak 1:18:05 formal saja. Ustaz diri ke sini di 1:18:08 masjid di mana. Itu boleh. Itu formal. 1:18:10 Tapi di luar itu semua dakwah dari 1:18:12 person ke person itu malah lebih tinggi, 1:18:14 lebih ikhlas ngajarin orang gak bisa 1:18:16 ngalat, enggak bisa ngaji banyak. Anak 1:18:18 sudah tua mau belajar dia malu. Ajarin 1:18:21 coba di habis magrib atau orang enggak 1:18:22 lihat mau banyak itu. Pak Ustaz yang 1:18:25 yang kufur nikmat itu apakah dia yang 1:18:28 betul-betul ee menutupi nikmat atau yang 1:18:31 enggak pernah apa ucap alhamdulillah 1:18:34 berterima kasih kepada Allah atau 1:18:35 bagaimana ustaz dengan kubur nikmat. 1:18:36 Bismillahirrahmanirrahim. Ialah kita 1:18:37 manusia hampir-hampir tak bisa tahu ya 1:18:40 ada di dalam hati dari perbuatan yang 1:18:42 dilakukan ya itu ya dia tidak salat 1:18:44 tidak mengucapkan alhamdulillah. salat 1:18:47 itu kan juga bersyukur. Nah, itu semua 1:18:49 seperti itulah nikmat. Nah, kita 1:18:52 kewajiban kita itu menyadari wajib 1:18:55 nasihati wajib syari wajib seperti ini 1:19:00 ke Filestin membela itu wajib kita 1:19:02 sebenarnya semua muslim wajib cuma 1:19:05 mereka juga e kurang butuh tenaga kita. 1:19:08 Kita pun mesti ada tugas di sini. Jadi 1:19:10 berdoa, berdoa habis-habisan pada Allah. 1:19:13 Tiap bangun malam paling tidak berdoa 1:19:15 itu ada yang punya rezeki kirim itu 1:19:19 transfer ke 1:19:20 sana. Di sini ada ya Mercy ya. Nah, ya 1:19:25 rasil rasil rasil itu wajib hukumnya. 1:19:28 Kita seperti satu tubuh dia sakit, kita 1:19:31 sakit itu jadi begitulah Islam 1:19:34 sebenarnya ada usaha-usaha untuk 1:19:36 mensulerkan orang Islam. He jangan ikut 1:19:39 itu lain dia itu perang lain tidak ada 1:19:42 lain. Heeh. Orang beriman satu 1:19:45 tubuh apa yang lain itu nanti kita jadi 1:19:48 sekuler. Memang semua dunia sedang 1:19:50 mengembalikan negerinya ke alam sekuler. 1:19:52 Semuanya mengembalikan ke masa lalu 1:19:54 sebelum Islam. Orang Libanon semua 1:19:57 bersama kembali ke zaman Babilon. He ya. 1:20:00 Semua suku apa dia itu? Pel pelaut. Yauh 1:20:03 banyak itu ee Mesir berusaha orang Islam 1:20:07 dan yang bukan Islam yang sekuler. Islam 1:20:09 itu buat ibadah doang gitu loh. Mau 1:20:11 dibikin Mesir kembali ke zaman budaya 1:20:14 koktik. Heeh. Bahasa Firaun dihidupkan 1:20:17 bahasanya lagi digali mau dihidupkan 1:20:18 lagi. Di sini pun banyak orang 1:20:19 mengembalikan seperti sebelum Islam. 1:20:22 Iya. Iya. Jadi kita jaga 1:20:24 itu. Kita itu ini agama yang benar. 1:20:27 Anak-anak kita semua harus selamat. 1:20:29 Hidupnya itu Islam yang benar. Ya, 1:20:33 akhlak. Islam itu akhlak. Akhlak itu 1:20:36 berlaku seluruh hidup kehidupan kita. 1:20:37 Itu enggak mungkin kita berakhlak di 1:20:39 masjid saja. Di pasar berakhlak jadi 1:20:43 presiden berakhlak jadi lurah berakhlak 1:20:45 jadi anggota DPR berakhlak jadi ustaz 1:20:46 berakhlak. Semua itulah 1:20:48 Islam. Itulah Islam. Itu 1:20:50 akhlak. 1:20:52 Jadi itu yang harus kita jaga baik-baik. 1:20:55 Semua berhak dari zaman penjajah Belanda 1:20:58 itu dalam hukum perdata itu semua kita 1:21:00 pakai dengan agama kita masing-masing. 1:21:03 Hak syubah. Banyak umat Islam gak tahu 1:21:05 apa itu hak syubah. Misal ini rumah atau 1:21:07 tanah mau dijual ini dia harus 1:21:11 tetangganya itu yang nyambung haknya itu 1:21:13 nyambung rumah temboknya atau dananya 1:21:15 nyambung punya hak untuk membeli sebelum 1:21:17 orang lain. Jadi kalau dia jual enggak 1:21:20 kasih tahu tetangganya tetangganya 1:21:21 komplain bisa dibatalkan. Itu hak 1:21:24 syubah. Jadi semua ajaran Islam selain 1:21:26 pidana, umat Islam diberi hak untuk 1:21:29 melaksanakan ajaran agamanya 1:21:31 masing-masing. Yang Kristen silakan 1:21:33 beribadah dan Kristen yang hidup 1:21:35 silakan. Nah, yang menyangkut negara 1:21:37 hukum pidana ah itu lewat harus lewat 1:21:41 pengadilan karena ada saksi, ada 1:21:43 pembuktian, ada kesaksian. Jadi enggak 1:21:45 bisa sembarang orang menghukum, harus 1:21:47 lewat pengadilan. Dan hukum itu berlaku 1:21:51 apabila sudah diundang-undangkan. Jadi 1:21:54 orang yang hidup sebelum Nabi Muhammad 1:21:56 tidak kafir. Apa hukumnya urusan Tuhan? 1:21:58 Mau diapain dia? Nanti belum ada agama. 1:22:01 Agama Musa dan Isa untuk orang Bani 1:22:03 Israel. Untuk 1:22:05 ngang-Abut Ibrahim Ismail tapi sudah 1:22:08 berubah. Sudah banyak berubah karena 1:22:10 manusia itu cenderung 1:22:13 merubah. Banyak yang sudah berubah agama 1:22:15 lain. Agama Islam juga ada yang berubah. 1:22:17 Yang nyimpang sampai punya nabi lagi. Ah 1:22:19 itu berubah benar. Kalau yang nabinya 1:22:21 masih sama, kiblatnya sama, ya itu tetap 1:22:23 masih Islam. Beda-bedalah tidak masalah. 1:22:26 Bukan suatu akidah yang di perbedaannya 1:22:29 dalam masalah furuk 1:22:30 itu. Nah, soal keimanan tidak beda. Yang 1:22:33 bikin beda ini orang Tuhan begini, Tuhan 1:22:37 begitu. Yang zatnya Tuhan tidak perlu 1:22:40 didiskusikan. Tidak ada yang tahu itu. 1:22:42 Memang ada kalau dia pernah ketemu Tuhan 1:22:44 baru dia bisa 1:22:45 bilang Tuhan punya tangan apa tidak. 1:22:48 Untuk apa dipikirkan seperti itu? Dia 1:22:50 Tuhan tidak akan diketahui. Kalau 1:22:51 diketahui bukan Tuhan, makhluk yang 1:22:53 kelihatan. Allah zat tidak kelihatan. 1:22:56 Kalau di akhirat nanti mungkin ada atau 1:22:59 tidak. Nabi Muhammad masih 1:23:01 diperselisihkan apakah di mikraj dia 1:23:03 ketemu apa dari balik tabir apa 1:23:05 bagaimana. Wallahualam. Saya gak 1:23:07 tertarik mikirin itu. Saya aja mikirin. 1:23:09 Saya tahu Tuhan saya tuh maha kuasa. 1:23:11 Pemerintah dunia, pemilik dunia, maha 1:23:13 kuasa. Namanya Allah ada 99 1:23:16 asmannya. Yakin 100%. 1:23:19 Cukup 1:23:22 apalagi insyaallah. 1:23:26 Baik, Pak Ustaz. Pertanyaan terakhir, 1:23:28 Pak Ustaz ini dari hamba Allah. 1:23:29 Asalamualaikum warahmatullahi 1:23:31 wabarakatuh, Pak Ustaz. Ketika membaca 1:23:34 Al-Qur'an ada salah satu artinya memberi 1:23:38 pinjaman yang baik untuk Allah. Itu 1:23:41 maksudnya apa ya, Pak Ustaz? Terima 1:23:42 kasih. Iya. 1:23:44 Bismillahirrahmanirrahim. Itulah Allah 1:23:46 bahasanya indah sekali itu. Jadi dia 1:23:49 bilang, "Pinjamkanlah aku nanti aku 1:23:52 ganti." Segitulah 1:23:53 berpat hambanya itu yang enggak punya 1:23:56 beras sekarang pinjamin pinjamin Allah 1:23:59 karena Allah mau kasih hambanya itu 1:24:01 nanti diganti. Itu maksudnya kok Tuhan 1:24:03 sampai minjam dia enggak bisa. Nah, 1:24:05 itulah Allah beri kesempatan kepada kita 1:24:07 untuk mendapat akhirat. 1:24:10 Kita penjamin kita dapat di sana diganti 1:24:12 banyak lagi. Kan kalau Allah mau mau 1:24:14 kayain semua orang kan bisa kan. He. 1:24:16 Tapi kalau semua orang kaya siapa yang 1:24:18 jadi 1:24:20 buruh? Kacau 1:24:22 kehidupan. Allah selalu membikin 1:24:23 tantangan. Ketika ada tantangan ada 1:24:26 respon, ada budaya. Seandainya manusia 1:24:28 tidak 1:24:29 lapar, enggak ada budaya enggak ada mau 1:24:32 kerja. Enggak lapar ngapain kerja? 1:24:34 Tidur-tidur aja. Enggak ada ujian 1:24:37 berarti. Heeh. Nah, di situlah dibuat 1:24:39 tantangan ada respon dari kita. Ada 1:24:42 iblis jadi kita takwa. Kalau enggak ada 1:24:44 iblis enggak ada yang bertakwa. Ustaz 1:24:45 juga bubar enggak dakwah lagi. 1:24:47 Enggak ada ujian. Enggak ada ujian. Nah, 1:24:49 itulah. Jadi semua itu, segala hukum 1:24:52 Allah itu punya tujuan, punya 1:24:55 maksud. Di dunia dibanding akhirat 1:24:57 sedetiklah, di sana 1:24:59 selamanya. Lulus ujian di sini 1:25:01 insyaallah. Kenapa tidak diiblis itu 1:25:04 dimatiin sama Tuhan? minta panjang umur 1:25:05 dikabulkan lagi. Nah, sebagai alat 1:25:08 penguji. Nah, kalau enggak ada iblis 1:25:10 siapa mau bertakwa? Kalau enggak ada 1:25:12 perang di di itu di di Pal Palestina 1:25:17 enggak ada yang mati syahid. Iya. 1:25:20 Kesempatan untuk mati syahid. Kalau ada 1:25:23 ujian Iya. Kalau enggak punya tugas di 1:25:25 sini sudah berangkat nih, Ustaz. Kita 1:25:28 siapa enggak mau berarti saya dosa ma 1:25:30 diampunin pangkat tinggi. Ah, tapi kita 1:25:33 punya kewajiban di sini. 1:25:35 Sama aja dakwah ini jihad juga. Mati di 1:25:39 jalan dakwah mati syahid 1:25:41 sama itu. Jadi ustaz-ustaz nih beruntung 1:25:44 nih. Cuma bakal syahid. Kecepatan syahid 1:25:47 banyak ustaz nih dai-dai semua ini. 1:25:49 Alhamdulillah ikhlas baik semua. 1:25:51 Alhamdulillah pada kuat diberikan Allah 1:25:53 panjang umur sehat. Pengikutnya juga 1:25:56 sehat kuat semua. Amin. Amin. Amin ya 1:25:59 rabbal alamin. Tapi yang harus digaris 1:26:01 bawahi itu tadi Pak Ustaz tadi membuka 1:26:03 dengan jawaban itu dengan inilah 1:26:05 indahnya kalimat Allah. Ya betul Pak 1:26:07 Ustaz. Iya. Ada tulisan manisnya kalimat 1:26:10 Allah ketika pinjaman untuk Allah. 1:26:11 Sementara Allah ngasih ganda. Lipat 1:26:14 ganda ganjaran. Dia mau ngasih bisa 1:26:17 diberi kesempatan kita ini untuk beramal 1:26:19 saleh. Ya Allah ya karim. Syuk syukur ya 1:26:21 Allah. Alhamdulillah. 1:26:24 Nah ini juga orang kalau dikasih hidayah 1:26:26 semula jadi baik. Heeh. Nah, kita 1:26:27 nganggur, Ustaz. Nih. Nah, itu jadi 1:26:29 artinya semua itu ada hikmah. Yang 1:26:32 pahit, yang manis, yang pedas tetap kita 1:26:34 bersyukur. Allah takdirkan pahit, 1:26:36 takdirkan pahit, pedas untuk diriku 1:26:38 tetap aku syukuri. Pasti tujuan Allah 1:26:40 itu baik dan menguntungkan diri kita. 1:26:43 Iya. Ah, itu apa saja. Apa sa ituang 1:26:46 perang memang harus kita wajib tapi 1:26:48 kesempatan syahid itu. Hm. Subhanallah, 1:26:51 walhamdulillah, walailahaillallahu 1:26:52 akbar. Baik, Pak Ustaz. Itu pertanyaan 1:26:53 terakhir yang bisa kita jawab. ee 1:26:55 sebagai penutup, Pak Ustaz. Apa yang 1:26:57 akan disampaikan sekaligus tadi 1:26:59 pendengar yang bertanya juga minta 1:27:00 doanya gitu, Pak Ustaz? Iya, insyaallah. 1:27:03 Itulah. 1:27:04 Bismillahirrahmanirrahim. Apa itu tadi? 1:27:07 Kita ini senanglah. Senang dapat nikmat 1:27:09 besar dari Allah. Nikmat apa? Nikmat 1:27:11 mengenal Allah. Nikmat bisa bersyukur 1:27:14 kepada Allah. Aduh. Nikmat punya 1:27:17 anak-anak saleh. Insyaallah salah-salah 1:27:19 dikit dimaafin zaman kayak gini. H ya. 1:27:22 Anak yang 70 tahun yang lalu ibadahnya 1:27:25 sama 1:27:27 dengan anaknya sekarang. Jauh pahalanya 1:27:29 lebih besar yang sekarang karena 1:27:31 gangguannya lebih besar. Kasihan mereka 1:27:33 itu dapat ujian berat sekali dibanding 1:27:36 kita-kita dulu. Jadi disayangilah, 1:27:39 dibimbing anak-anak itu semua. Berdoalah 1:27:42 kepada Allah. Ya Allah sabit qolbi 1:27:45 aladinik. Ikat hatiku dalam agamamu. 1:27:49 Sabit qolba. Anakku sebut namanya sabit 1:27:52 si fulan al dinik satu-satu lebih bagus 1:27:55 sebut namanya satu-satu. Mau bahasa 1:27:57 Indonesia bilang, "Ya Allah, ikat hati 1:27:59 putraku atau putriku di dalam pada 1:28:01 agamamu. Ikat hatinya ya Allah." Itu 1:28:04 kalau yang di Palestin doanya itu apa? 1:28:07 Allahumma pantapkan 1:28:09 kakiku di jalan syahid. Hm. Di jalan 1:28:13 sabilillah. Itu buatmu di sana itu. Di 1:28:16 sini boleh juga itu. Allahikri. Ya Allah 1:28:19 bantulah aku untuk selalu ingat 1:28:20 kepadamu, untuk selalu bersyukur 1:28:23 kepada-Mu. Jadikanlah hamba-Mu yang 1:28:25 selalu bersyukur. Amin. Amin. Amin ya 1:28:28 rabbal alamin. Shallu ala Muhammad wali 1:28:31 Muhammad walhamdulillahirabbil alamin. 1:28:34 Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati 1:28:36 Allah subhanahu wa taala tausah sore 1:28:38 kita edisi hari ini bersama guru kita 1:28:40 Ustaz Zain Alhadi. Semoga apa yang 1:28:42 beliau sampaikan bermanfaat bagi kita 1:28:45 semua. Terima kasih atas kebersamaan 1:28:47 Anda. Kami undur diri. Mohon maaf atas 1:28:49 segala kesalahan kata. Billahi taufik 1:28:51 wal hidayah. Subhanakallahumma 1:28:52 wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta 1:28:54 astagfiruka waubu ilaik. Asalamualaikum 1:28:57 warahmatullahi wabarakatuh. 1:28:59 Waalaikumsalam warahmatullah.