Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:12 Brail TV. 0:20 Bismillahirrahmanirrahim. 0:21 Asalamualaikum warahmatullahi 0:22 wabarakatuh. Allahumma sholli ala 0:24 Muhammad Ali Muhammad. Alhamdulillah 0:26 kita berjumpa lagi hari ini hari Jumat 0:28 tanggal 25 Zuledah 1441 Hijriah atau 0:32 tanggal 17 Juli 2020. Ya, seperti biasa 0:35 Radio Solotim dan Rasil TV melalui 0:37 YouTube kembali menghanjarkan acara 0:40 Sirah Nabawiyah bersama Ustaz Salman 0:43 Alfarisi. Alhamdulillah beliau sudah ada 0:46 di studio pakai sarung baju koko dan 0:51 kopia putih. Salam Salman. 0:53 Waalaikumsalam. 0:55 Pak, 0:57 kalau saya nyebut sebuah nama namanya 1:00 Ricky. 1:01 Dia seorang penyanyi kira-kira e 1:04 penyanyi apa namanya? Ricky penyanyi. 1:06 Penyanyi dangdut kah? Penyanyi jazz kah, 1:09 rock kah? Apa namanya? Ricky. Penyanyi 1:11 namanya Ricky. 1:12 Ricky kalau penyanyi aliran apa dia? 1:16 Jazz. 1:16 Iya. 1:17 Salah. 1:18 Salah. 1:19 Lagu-lagu padang pasir 1:21 Wi. 1:21 Namanya Ricky. 1:22 Namanya Ricky 1:23 namanya Ricky. Orang Sunda. Ricky Likur. 1:27 Mantap. 1:27 Nah, nanti mungkin kita bisa dengarkan 1:29 lagunya atau nanti kita kundanglah 1:31 kawan-kawan sini. 1:31 Boleh, boleh, boleh, boleh. 1:32 Orangnya kocak banget. [tertawa] 1:34 Berarti khusus nih lagu-lagu padang 1:36 pasir nih. 1:36 Lagu lagu-lagu barang ada lagu lagu 1:38 Indonesia satu. Kalau Ustaz Salaman kan, 1:40 "Wahai gadis berbaju apa?" 1:41 Coklat. Ah, dia berbaju 1:44 ungu 1:45 bukan berbaju 1:48 merah apa? 1:49 Merah marun. 1:50 Ah, merah marun gadis berah marun terus 1:53 apa gitu ya? 1:55 Ada rima-riimanya. 1:56 Masyaallah. Masyaallah. 1:57 Oke. Tapi orang Indonesia hebat ya, 1:58 Usama. 1:58 Masyaallah. Saya tadi di dari rumah ke 2:02 sini mendengarkan YouTubers 2:05 e cover lagu. Tapi lagu bukan lagu 2:07 Indonesia. 2:08 Heh. 2:08 Lagu-lagu India malah. 2:10 Ini orang Indonesia asli. Orang 2:11 Indonesia adanya itu bisa ke mana-mana 2:14 ya? Bisa India, 2:15 bisa Inggris, bisa Arab, bisa India. 2:16 Entah hebat pokoknya Indonesia [tertawa] 2:18 hebat. Lebih lagi kalau di luar negeri 2:21 ya itu limusin buat acara kawinan, acara 2:24 kenegaraan di Indonesia limusin ditaruh 2:26 di kebon. 2:27 Iya. 2:28 Itu sapi [tertawa] 2:31 Indonesia ditaruh di kempon limusin. 2:33 Iya, betul, betul, betul, betul. 2:34 E digeletakin gitu aja. 2:36 Benar. 2:37 E di 2:38 enggak ada buat kawinan. 2:39 Enggak ada. [tertawa] 2:40 Ngomong-ngomong limusin dengan sapi Bali 2:43 mana lebih mahal? Limusin ya. 2:44 Limusin lebih mahal. 2:45 Kenapa dia e 2:46 tongkrongannya gede? 2:48 Tongkrongannya aja tulang lebih besar. 2:49 Tongkrongan gede tulangnya lebih besar. 2:51 Sebenarnya kalau karena dia berat Pak 2:52 Kir dagingnya lebih besar tapi kalau 2:54 persentase 2:55 misalnya 300 kilo sapi Bali, 300 kilo 2:58 sapi limousin 3:00 itu daging si sapi Bali lebih banyak. 3:02 Iya. Kalau daging sapi adalah e sapi 3:06 yang tidak suka nyepak. Kan suka ada tuh 3:07 disepak sama sama 3:10 sapi. Kalau 3:12 sapi Bali senang rebahan karena 3:14 tulangnya kecil. 3:15 Iya benar. 3:16 Tulangnya emang kecil dia. 3:17 Hm. Dagingnya banyak. Waduh. 3:19 Cuman sapi Bali ini kalau kita piara 3:21 harus disiplin, hati-hati. 3:23 Hmm. 3:24 Dia termasuk yang harus telaten. 3:26 Oke. [tertawa] 3:28 Baik. Kita mulai saja sirah Nawawi ya. 3:30 Kar kita 3:31 mengambil tema mendidik itu juga jihad. 3:35 Mendidik itu juga jihad keren. Oke, 3:38 bersama Ustaz Salman Alfarisi. Tafad, 3:40 ahlan wasahlan marhaba. Horas Tondi 3:43 Matogu. Asalamualaikum warahmatullahi 3:46 wabarakatuh, pemirsa pendengar di mana 3:48 pun semuanya berada semoga diberkahi 3:51 oleh Allah subhanahu wa taala. Ee hari 3:53 ini alhamdulillah kita ketemu lagi ee 3:55 berkah izin dari Allah Subhanahu wa 3:57 taala. Bismillahirrahmanirrahim. 4:03 Wasatu wasamu ala sayidina Muhammad ibni 4:06 abdillah waa alihi wasbihi wawalah. 4:10 Ee puji syukur kepada Allah, selawat 4:13 salam kepada Nabi Muhammad sallallahu 4:15 alaihi wasallam. 4:17 Ee 4:19 senang sekali saya tadi mendengar berita 4:21 ada orang Indonesia yang e memainkan 4:23 musik padang pasir ya. berarti 4:25 ee penerus atau saingannya Nisa Sabian 4:28 nanti kan mudah-mudahan lebih banyak 4:31 lagilah kreativitas-kreativitas 4:33 dan dia show-nya enggak di Indonesia, di 4:34 Malaysia, di Brunei, di 4:36 Mantap. 4:37 Di Syri 4:40 cakep itu. 4:40 Tapi kalau tu orang lucu banget lucu. 4:43 Lucu pula orang ya. 4:44 Lucu ketol gitu. 4:46 Ini orang Indonesia ini. Masyaallah 4:48 tabarakallah. Coba coba Pak Krisna tadi 4:50 Pak Krisna ada yang bisa ngelola sampah 4:52 orang Indonesia 4:53 dari Pak Krisna saya tahu ahli kelapa 4:55 terbaik di dunia orang Indonesia 4:57 ya kan konsep pertanian peternakan yang 5:00 sangat bagus juga ada di Indonesia 5:03 ee entah apa-apa aja l orang Indonesia 5:05 ini sudah 5:06 hmm 5:06 cuman karena politiknya carut-marut jadi 5:09 enggak 5:10 itu saya dengar juga ee jambu Bangkok 5:13 apa Bangkok itu kan itu dari orang 5:16 Indonesia yang 5:16 aduh kalau udah kalau udah bicara 5:18 buah-buah Indonesia ini gudangnya sudah 5:21 bicara kembang Indonesia ini gudangnya 5:23 sudah kita lagi bisnis pohonan di 5:25 pesantren tuh mau agl mau egl mau apa 5:28 namanya mau bonsai mau entah apa-apa 5:31 nama kembang itu dan itu anak-anak 5:33 Indonesia remaja yang sekolahnya SMP-SA 5:36 aja tapi ketika disuruh nyetek entah 5:38 pohon apa jadi pohon apa, bunga apa 5:40 menjadi bunga apa begini itu 5:42 keren keren keren keren 5:44 keren. Duran-duran rendah juga ada 5:45 banyak 5:45 duren. Tu 5:47 teman-teman lagi mau usaha bagaimana 5:49 duren 3 tahun bisa buah. 5:50 Heeh. 5:51 Lagi dicoba nih Pak. Jadi duren yang 5:54 kita tanam itu bisa enggak 3 tahun lagi 5:56 buah gitu 5:57 dienter 5:58 udah kalau itu sudah tinggal 5:59 perawatannya. 6:00 He 6:01 perawatannya harus lebih bagus lagi. 6:03 Masyaallah. Kalau sudah bicara Indonesia 6:04 Pak Krishna. 6:05 I love you Indonesia. 6:06 Oh I love you. I love you. Bicara 6:09 apaagi, Pak? Ulama, ulama-ulama dunia 6:11 terkenal 6:12 itu sanad hadis tertinggi dan terbanyak 6:15 pernah dipegang oleh Indonesia. Syekh 6:16 Yasin Isa Alfadani. 6:19 Orang Padang. 6:20 Fiqih Syafi'i ee ee gudangnya fikih 6:23 Syafi'i itu pernah dipegang oleh eranya 6:26 Syekh Nawi Albantani. Orang Banten. 6:28 Banteni. Albantani. 6:29 Luar biasa. Indonesi 6:34 terama mungkin yangis dan apa itu ada di 6:37 Indonesia dibandingkan orang lain 6:40 NU dan Muhammadiyah dan 6:41 temp Indonesia, batik Indonesia, 6:43 semua Indonesia. Masyaallah. Maka saya 6:46 doakan semoga besok pemimpin Indonesia 6:48 ini yang amanah lah, yang paham betul 6:50 Indonesia, yang tahu apa yang harus 6:52 dilakukan untuk Indonesia, yang tidak 6:54 terlalu mementingkan kekayaan pribadi 6:56 apa dan sebagainya. sehingga Indonesia 6:58 ini memang benar-benar Indonesia Raya 7:01 gitu ya kan. [tertawa] 7:04 Nah, ini yang kita tunggu-tunggu ya. Ee 7:06 pemirsa pendengar yang kami muliakan, 7:07 kita tidak sedang membuat tema pertanian 7:10 peternakan tapi insyaallah nanti 7:12 kapan-kapan kita akan ngomong lagi 7:13 mengenai pertanian peternakan ala sirah 7:15 Nabawi atau ala Al-Qur'an yang kita 7:18 sebut dengan istilah integrated farm. 7:20 Hari ini menyambung cerita kita kemarin 7:23 tentang bahwa Rasulullah sallallahu 7:25 alaihi wasallam hijrah ke Madinah. ee di 7:27 perjalanan bertemu dengan Suraqah, di 7:29 perjalanan bertemu dengan Ummu Mabad, 7:31 akhirnya Rasulullah sallallahu alaihi 7:32 wasallam sampai ke kota Madinah. Kita 7:35 nak cerita ee apa sih yang diperjuangkan 7:38 oleh Nabi? Nah, gitu. Apa sih yang 7:41 diperjuangkan oleh Nabi? Kita kembali 7:43 sedikit ke belakang ya. 13 tahun sebelum 7:46 Nabi hijrah, Muhammad begitu dia dikenal 7:49 di kampung itu. Saya bukan saya tidak 7:51 sopan menebut Muhammad ya harusnya kan 7:53 kita Nabi Muhammad sallallahu alaihi 7:56 wasallam. Tapi saya ingin katakan 13 7:59 tahun sebelumnya Muhammad sallallahu 8:01 alaihi wasallam adalah seorang pengusaha 8:03 besar memiliki harta yang sangat banyak 8:07 yang kalau itu saya kalau itu saya 8:09 ngapain sih saya harus berlelah-lelah 8:12 ria ee melakukan ee ee ee dakwah yang 8:15 dilakukan oleh Rasulullah sallallahu 8:16 alaihi wasallam gitu ya. Itu itu harus 8:19 direnungkan oleh kita semua. Ternyata 8:21 jawabannya ya tema kita ini karena 8:23 mendidik itu jihad. 8:25 Bahkan mendidik manusia adalah termasuk 8:29 jihad yang paling besar gitu ya. Paling 8:33 besar you know. Dan itu yang paling 8:36 menantang sebenarnya. Silakan kita duduk 8:40 bareng mengenai jihad. Jihad mendidik 8:43 adalah jihad yang paling menantang. 8:48 Kenapa pelaku ekonomi sekarang rusak, 8:50 Pak? Kenapa politikus rusak? Kenapa 8:53 ulama rusak? Kenapa syekh rusak? Kenapa 8:57 ustaz rusak? Kenapa musisi juga rusak? 9:00 Seniman juga rusak, semuanya? 9:04 Jawabannya karena pendidikan 9:06 dipermainkan. 9:07 Hm. 9:09 Pendidikan 9:09 maksud yang dipermainkan bagaimana? 9:10 Ah, maksudnya dipermainkan. kita tidak 9:13 amanah mengelola pendidikan itu. 9:15 Padahal bapak bangsa ini, Bapak bangsa 9:18 atau disebut dia sebagai bapak 9:19 pendidikan nasional, 9:22 Ki Hajar Dewantoro mengeluarkan konsep 9:24 pendidikan yang sangat luar biasa. 9:26 Ingarso 9:28 Sungtulodo, 9:29 Sungtulodo, ing madya Mangun Karso, Turi 9:32 Handayani. Tapi saya enggak ngerti 9:34 maksudnya [tertawa] maksud saya 9:35 terjemahannya kalau saya salah di depan 9:36 memberi teladan, di belakang memberikan 9:38 masukan. Tutwuri Handayani kan. 9:41 Masyaallah 9:41 keren sekali. Tapi ternyata apa yang 9:45 kita lihat sekarang 9:47 ingarso jika dia depan memalukan 9:50 ingia jika dia di belakang ngerecokin. 9:54 No tuturi handayani. 9:57 Jauh ya. 9:58 Jauhlah. Falsafah pendidikan yang 10:00 dibangun oleh orang Indonesia asli itu 10:02 sangat keren sekali. Kalau kau di depan 10:05 kau mampu memberikan teladan. Kalau kau 10:08 di belakang, kau mampu me-backup semua 10:10 perjuangan orang yang di depan. 10:14 Ini kita gak kalau di depan jumawa, di 10:18 belakang ngerongrong. 10:21 ini harus kita perbaiki dan kita harus 10:23 serius memperbaiki ini. Siapapun yang 10:25 mendengarkan kita jika kalian kawan 10:28 sedang melakukan aktivitas pendidikan, 10:31 baik itu kau guru, kau guru ngaji, SD, 10:35 honorer, bikin pesantren, bikin sekolah, 10:38 entah apapun itu namanya, jika itu 10:40 pendidikan, kawan, seriuslah mengelola 10:43 itu. Pertanggungjawabkan benar-benar 10:45 itu. 10:47 Tapi tak usah kau ikut-ikutan dengan 10:50 tren dari barat supaya anakmu 10:53 berprestasi, punya ijazah, punya gelar, 10:56 menang olimpiade. Itu itu gol pendidikan 11:01 yang sangat 11:03 kecil. 11:06 Lihatlah betapa banyaknya sekarang 11:08 orang-orang pintar. Tapi, tapi bumi ini 11:11 makin rusak 11:13 dibikin oleh orang-orang pintar itu. 11:16 Hm. Kalau bumi bisa bicara dia dia kalau 11:19 bumi bisa menelan dia akan telan ini 11:22 orang-orang pintar ini. 11:24 Sayangnya dia tidak bisa menelan ya. 11:27 Kenapa itu tadi? Maka saya ulangi sekali 11:30 lagi. Bila kau kawan sedang aktif di 11:33 pendidikan, tak usah terlalu silau, tak 11:36 usah terlalu ee ee tergoda kau dengan 11:39 pengumuman-pengumuman prestasi atau 11:42 berjajarnya piala di sekolah-sekolah ala 11:44 Barat itu. Tak usah. Yang harus kau 11:47 pikirkan adalah bagaimana 11:50 anak didikmu memiliki kreativitas yang 11:53 baik dan punya akhlak yang baik. Itu 11:57 saja. 11:59 Dua itu aja sebenarnya tugas kita dalam 12:02 mendidik yang paling berat adalah 12:05 bagaimana anak didik kita ini berakhlak. 12:08 Itu yang paling berat. Kalau bikin dia 12:10 pintar matematika, ada apa sih dengan 12:13 matematika atau segudang prestasi itu? 12:15 Lihatlah karakter [tertawa] orang yang 12:17 mau berprestasi sekarang. Apa yang 12:20 didapatkan oleh prestasi-prestasi itu? 12:21 Ini ada perlombaan-perlombaan yang 12:24 membikin kita saling membunuh. 12:28 Saya mengikuti betul bagaimana 12:30 orang-orang yang bersekolah itu dulu 12:32 saat sebelum dia waktu dia Ingmadi ya, 12:34 waktu dia di belakang begitu idealisnya 12:37 dia membantah orang yang di depan. 12:39 Ketika dia di depan, dia ternyata lebih 12:42 bejat daripada yang di depan yang 12:43 kemarin. 12:45 Padahal kalau dicek sekolahnya 12:47 tinggi-tinggi itu. 12:48 H 12:50 ijazahnya bagus-bagus. 12:52 Maka sekali lagi, jika kita 12:55 ikut mendidik, tak usah terlalu silau 12:58 mata sehingga kita mengejar 13:01 prestasi-prestasi itu. Istiqamahlah 13:03 dengan dua target besar. Menciptakan 13:06 anak kreatif, menciptakan anak 13:08 berkarakter. 13:13 Ini pesantren-pesantren pun lomba-lomba. 13:15 Yang penting berapa santrinya? 1000 satu 13:18 menang lomba tahfiz Quran. itu sudah 13:20 hebat sekali itu. Itu sudah prestasi 13:23 kayak prestasi entah apa itu. Padahal 13:25 dicek yang 900900 orang lagi itu. 13:28 Jangankan hafal Quran, baca Quran aja 13:29 enggak bisa. Ini fakta yang kita hadapi 13:31 sekarang ini. 13:32 Iya. 13:33 Enggak merata, Pak Kris. Jadi kita fokus 13:35 mendidik yang satu anak ini sehingga dia 13:37 hafal Quran bagus merdu. Ini akan 13:40 diekspos mengangkat nama baik pesantren, 13:43 memancing donatur, menyumbang. H. 13:48 pada hakikatnya adalah 13:49 yang lainnya tidak tergar 13:50 yang lainnya tidak ter kok kalau kita 13:53 audit nih lembaga-lembaga pendidikan 13:55 kita hampir begitu yang paling 13:56 berprestasi kemudian diekspos untuk 13:58 menaikkan ratingnya sekolah itu atau 14:00 ratingnya pesantren itu yang 14:02 lain-lainnya terabaikan apalagi mental 14:04 kita tenaga pendidik sekarang ini. Ah 14:06 kalau lu mau diajarin ayo enggak ya 14:09 enggak usah capek juga saya yang didik 14:12 ente. Yang penting ini sekolah sudah 14:14 gaji saya. H. Wah, sering saya dengarkan 14:18 istilah-istilah pragmatis dari ee 14:20 pelaku-pelaku tenaga pendidik dalam hal 14:23 ee baik itu level SD, SMP, SMA atau 14:27 universitas. 14:28 Kenapa? Karena yang dikejar adalah lulus 14:31 SD pakai ijazah, ijazah itu bagus 14:34 nilainya, lulus SMP pakai ijazah, ijazah 14:36 itu bagus nilainya. Usus SMA ijazah itu 14:38 bagus nilainya. Padahal yang paling 14:40 membuat bangsa ini kalau mau ini bangsa 14:43 ini semakin baik, ijazah itu penting 14:47 sih. 14:48 Penting-penting enggak sih? Sebenarnya 14:50 yang paling harus kita perjuangkan 14:52 adalah bagaimana dia berakhlak. Nanti 14:54 saya diprotes begini kan bisa Salman 14:57 kita perjuangkan agar dia berakhlak dan 14:58 berijazah. 15:00 Buktinya karena mengejar hasil nilai 15:03 ijazah itu nih kita sekarang ini 15:05 akhirnya pesan moral dan akhlak itu 15:07 tertinggal. Ini bukti nyata alam kita. 15:09 Ini bukti nyata sudah karena kita 15:12 terlalu mengejar. Karena kan ada target 15:14 program bagaimana anak ini bisa 15:16 menyelesaikan soal-soal matematika, 15:18 soal-soal bahasa Inggris. Akhirnya 15:20 dikejar untuk bisa menyelesaikan 15:22 persoalan-persoalan yang di atas kertas 15:24 itu nanti loh kita kongkalikong kok sama 15:26 murid itu nanti kunci jawabannya ini bla 15:28 bla bla bla. Terus kita adakan bimbingan 15:31 belajar bagaimana cara menghadapi ujian 15:33 di kelas itu nanti. Akhirnya anak-anak 15:36 kita dididik ee hanya untuk 15:39 menyelesaikan ujian-ujian kertas yang 15:42 menunjukkan dia nanti kalau ujian dia di 15:44 atas kertas itu bagus. Jadi ini anak 15:46 pintar sudah ini anak akan berhasil. 15:48 Berhasil. Dia memang secara duniawi 15:50 punya mobil dia punya rumah dia bisa 15:52 ng-mall dia bisa jalan-jalan ke luar 15:54 negeri dia. Tapi empatinya mana? Tapi 15:58 responsibility-nya mana? Rasa memiliki 16:01 alam semesta ini mana? Buang sampah 16:04 sembarangan, enggak peduli sama orang 16:07 yang tak mampu. Ee apa lagi kita bilang 16:09 ya? Ee sumpah serapah e tren yang sudah 16:14 jauh dari moral. Ini membuat kita 16:17 berpikir kembali, harus fokus kembali 16:20 bagaimana agar pendidikan kita ini 16:23 seperti yang dirumuskan oleh Bapak 16:24 Pendidikan Nasional Ingarso atau ing 16:27 madya Tuturi Handeani tadi. Kalau kata 16:30 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, 16:31 "Laqad kan lakum fi". Kalau kata Allah 16:34 subhanahu wa taala, "Laq lakum fi 16:36 rasulillahi uswatun hasanah." Dan Nabi 16:39 mengumumkan innama buitu liutamima 16:41 makarimal akhl. 16:43 kita harus fokus betul ya di akhlaknya 16:47 umat e umat manusia. Saya tidak kalau 16:50 kita sudah bicara pendidikan kita tidak 16:53 berbicara ente Islam, ente Yahudi, ente 16:55 Kristen, ente Konghuchu, ente Buddha. 16:58 Karena amanah ini sama. Mau apapun latar 17:01 belakang agamanya atau mazhabnya. 17:05 Kalau kalau kita bicara pendidikan Bapak 17:07 masih ee mengkotak-kotakkan mazhab, 17:09 berarti gagal ini ceramah kita ini. 17:12 Tugas ini adalah tugas kita bersama. 17:14 Kita harus bikin semua manusia 17:17 berakhlakul karimah. Semua manusia 17:19 memiliki behavior yang baik, attitude 17:21 yang baik, budi pekerti yang baik. Mau 17:24 dia Muslim, mau dia Kristen, mau dia 17:25 Buddha, mau dia Konghucu, mau dia 17:27 Katolik, mau dia apapun nama agamanya 17:30 harus kita bikin dia berakhlak. 17:32 Nah, ini yang tugas yang sangat berat. 17:34 dan luar biasa ya. Kita coba diskusi 17:37 terus ya, bagaimana 17:39 membikin value tentang akhlak itu enggak 17:41 enggak ketemu-ketemu kita. Kalau 17:43 value-nya tafsir bisa kita bikin, 17:46 value-nya nahwu sharf bisa kita bikin, 17:48 value-nya hafalan bisa statistiknya pun 17:52 kita bisa bikin. 17:54 Nih si Salman masuk ke ruhama alfajar 17:57 kondisinya minus2. Sesudah dididik 2 18:00 bulan naik menjadi tiga. E ternyata 18:03 bulan keempat turun lagi. Bisa kelihatan 18:05 semuanya, Pak. 18:06 Bulan kelima naik agak jauh dikit. 18:08 Kemudian kurpannya datar aja. Tiba-tiba 18:11 ada masalah turun dia. Bisa kita lihat 18:14 semua itu. Tapi kalau akhlak masih 18:16 kebingungan kita apa ini rumusnya supaya 18:18 akhlak ini 18:19 ukurannya. 18:20 Nah, pendidikan jihad adalah eh 18:23 pendidikan mendidik adalah jihad. Di 18:26 sini ketika mendidik manusia agar 18:29 menjadi orang yang berakhlak itu baru 18:32 jihad, Pak. 18:34 Kalau kita berhasil ini apalagi saya 18:36 berharap bahwa ini yang yang memprakarsa 18:38 ini adalah umat Islam. Yang paling saya 18:40 sangat harapkan yang memprakarsa ini 18:42 adalah pesantren. 18:45 Jika pesantren mampu mewujudkan 18:48 santri-santri yang bermoral, berakhlakul 18:51 karimah, tanggung jawab, jujur, amanah, 18:54 memiliki integritas yang baik dalam 18:56 kehidupan sehari-hari, empatinya tinggi, 18:59 kepeduliannya tinggi. Saya yakin betul 19:02 dunia akan berubah kiblatnya dari tadi 19:05 Cambridge School atau entah apalah 19:07 namanya menjadi pesantren School, 19:09 standar operasional e standar e sekolah 19:13 di skala internasional. Nah, ini yang 19:15 kita harapkan betul. Nah, saya kenapa 19:18 saya bilang ini jihad fisabilillah? 19:21 Karena ada sabda Nabi, 19:24 ada sabda Nabi, "Siapa yang seb sabar 19:28 mendidik tiga aja anak perempuannya, 19:32 tiga ada anak perempuannya, maka surga 19:35 nanti bagi dia." Yaitu bayangkan tiga 19:38 aja kita sabar mendidik anak kita yang 19:41 perempuan, kita akan dihadiahkan oleh 19:43 Allah Subhanahu wa taala surga. 19:45 Bagaimana Pak Krisna kalau Bapak 19:46 mendidik anak orang 10, 20, 30? 19:52 Dulu, Pak Krishna saya pikir yang sulit 19:54 itu dalam dalam mendidik itu adalah dana 19:57 operasional agar pendidikan ini 19:59 berjalan. 20:00 Ternyata 20:01 bukan. Ternyata yang paling sulit itu 20:04 bagaimana kita membangun sistem agar 20:07 anak yang masuk ke pesantren kita itu 20:09 berakhlak keluarnya. Itu yang paling 20:12 sulit ternyata. 20:15 Kalau dananya itu tinggal angkat tangan 20:17 kita ke Allah. Ya Allah aku butuh uang 20:19 400 miliar. Cekrek pup datang segitu itu 20:22 juga. 20:24 Tapi kalau memikirkan bagaimana agar 20:27 anak-anak kita ini berakhlak keluar dari 20:29 pesantren ini, Allah luar biasa. 20:32 Jangankan setelah keluar pesantren, 20:34 masih di pesantren itu aja akhlak itu 20:37 belum terwujud. Nah, ini sangat sangat 20:39 menantang bagi kita yang beragama Islam 20:42 terutama atau semua pendidik ya semua 20:45 pendidik yang mendengarkan kita mau itu 20:47 guru, mau itu instruktur, mau itu 20:49 pelatih, ya ayo kita ee gagas, ayo kita 20:54 tanam patri di dalam sanubari kita bahwa 20:57 yang kita lakukan ini adalah jihad 20:58 fisabilillah. Yang kita lakukan ini 21:00 berbuah surga nanti dari Allah Subhanahu 21:03 wa taala. Dan ini amanah untuk kita ya, 21:05 amanah untuk kita yang ikut mendidik, 21:07 yang menjadi guru atau apapunlah namanya 21:09 itu agar orang berakhlak. 21:13 Di radio ini pun sama, Pak Krishna, kita 21:15 ini sedang berjuang mendidik umat 21:18 melalui corong radio ini. 21:22 Maka 21:24 kenapa ee 21:26 tetap harus kita perjuangkan? 21:29 Karena kita ingin menyampaikan 21:31 pesan-pesan akhlak itu tadi, maka kita 21:34 di radio misalnya kita pikirkan betul 21:37 konsep kita di radio ini misalnya kalau 21:40 rasil umatan wahidah Islam yang satu. 21:44 Jangan bergeser ini dari dari nilai itu. 21:47 Dan tema-tema kita pun selalu menggiring 21:49 agar persatuan dan kesatuan umat Islam 21:52 ini terwujud. Kalau Rasil bisa istiqamah 21:55 itu nanti wih pahalanya seabrek-abrek 21:58 itu, Pak Kris. Mohon doanya. 21:59 Iya. Seabrek-abrek pahala kita. Artinya 22:02 apa? Kita mampu meluluhlantakkan 22:05 akhlak negatif yang bernama ego di 22:08 sanubari banyak orang. Kan ego harus 22:11 dibuang dulu, Pak. 22:12 Baru bisa bersatu kita. Kalau ego kita 22:15 tinggi ya 22:18 heil yang mustahal itu ya. Hil yang 22:20 mustahal enggak bisa kita ee e 22:24 menyatukan umat ini. Tapi kalau ego 22:26 sektoral masih bercokol di kepala kita, 22:30 ya 22:32 gak mungkin. Nah, bisa tidak kita terus 22:35 menyampaikan ini, menyampaikan ini 22:37 sehingga siapapun yang mendengarkan 22:39 radio silaturahim itu bawaannya pengin 22:42 nyatu aja sama orang. 22:44 Masyaallah. 22:44 Asik. Ya kan? 22:46 Itu keren itu kan. Jadi siapa pendengar 22:48 Rasil? Udah enggak ada lagi ngomong NU 22:51 gak ada lagi ngomong itu. You are Muslim 22:53 sudah selesai. 22:56 Siapa ini orang pendengar hasil enggak 22:57 ada lagi mau agamanya apa mau lakum 23:00 dinukum waladin. Tapi kita kita guyub 23:03 gitu ma itu kalau berhasil radio ini 23:06 pahalanya itu saya enggak kebayang itu 23:09 malaikat malaikat Raqib ini bingung ini. 23:12 Aduh ya Allah dia pas ditelepon Allah 23:13 subhanahu wa taala bertanya ya Allah ini 23:15 pahalanya harus kayak mana kita bikin ya 23:16 Allah nih kenapa? Karena seumur-umur 23:19 saya mendampingi radio, mendampingi 23:21 lembaga, mendampingi manusia, 23:23 mendampingi ulama sesudah Nabi Muhammad 23:26 sallallahu alaihi wasallam baru ini yang 23:27 mampu menyantukan umat. Gitu kan. Karena 23:29 kan yang mampu mencontohkan, menyantukan 23:31 umat itu Nabi Muhammad sallallahu alaihi 23:33 wasallam. Nabi Muhammad sallallahu 23:35 alaihi wasallam mampu dia menyatukan 23:37 keberagaman umat pada waktu itu. Di kota 23:41 Makkah ee ajakan-ajakan tentang 23:43 persatuan dibikin oleh Rasulullah 23:45 sallallahu alaihi wasallam. di Kota 23:46 Madinah. Baru nyampai Nabi di Madinah, 23:48 dia bikin langsung konstitusi of 23:50 Madinah. Ya, konstitusi Madinah atau 23:53 piagam Madinah yang mengatur tata cara 23:57 kehidupan masyarakat di Kota Madinah. 23:59 Mau itu Islam, Islamnya mau Muhajirin 24:02 atau Ansar atau dia Yahudi atau dia 24:04 Nasrani atau dia musyrik Makkah atau 24:06 orang Badwi. Semua diatur oleh Nabi 24:09 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 24:10 kesepakatan bersamanya sehingga mereka 24:12 bisa hidup berdampingan di Kota Madinah. 24:15 Kenapa Nabi sallallahu alaihi wasallam? 24:17 Karena dia berhasil mendidik mereka. 24:19 Kita tarik lagi tadi ya, bahwa Nabi 24:21 berlelah-lelah ria pergi ke kota 24:23 Madinah. Kalau kita tarik ke belakang 24:25 tadi bahwa Nabi Muhammad sallallahu 24:27 alaihi wasallam di umur 40 tahun itu 24:30 kekayaannya sedang memuncak. Sedang 24:32 memuncak dan karirnya sedang sangat 24:34 bagus untuk status sosial seperti 24:36 manusia pada biasanya. Tapi ketika 24:38 datang perintah iqra bismi rabbikalladzi 24:41 khalaq. Ketika perintah datang, "Ya 24:43 ayyuhal muddatir quum faanir." Ketika 24:45 datang perintah, "Fasda bimaar wail 24:48 musyrikin." Nabi Muhammad sallallahu 24:50 alaihi wasallam fokus mendidik umat 24:52 sehingga umat sekelas Abu Bakar, sekelas 24:55 Umar, sekelas Ali, sekelas Utsman bin 24:58 Affan radhiallahu anhum ajmain ada di 25:01 tengah-tengah peradaban manusia sekarang 25:03 ini. Kalaulah bukan pengorbanan Nabi 25:05 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 25:07 tentang pendidikan, tak akan ada Abu 25:09 Bakar, takkan ada Umar, tak akan ada 25:12 Utsman, tak akan ada Ali, atau takkan 25:14 ada pernah cerita tentang betapa 25:16 indahnya 120.000 orang yang dididik oleh 25:18 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 25:20 Lihat apa yang dilakukan oleh Rasulullah 25:21 sallallahu alaihi wasallam. Pengorbanan 25:23 jiwa raga, harta dilakukan demi 25:26 terdidiknya umat. Bayangkan kalau kita 25:28 lihat tadi, Nabi berangkat hijrah dari 25:31 kota Madinah, dia kehausan di 25:33 tengah-tengah gurun padang pasir. Di 25:36 tengah-tengah gurun pasir bertemu dengan 25:38 kemahnya Ummu Ba'bad. Berharap dapat 25:40 minuman tak ada kosong. Allah berikan 25:43 dia pertolongan dengan mengusap satu 25:46 ekor kambing, satu ekor kambing betina 25:48 yang katanya sudah apkir susunya. Keluar 25:50 kembali susu itu di tengah-tengah padang 25:53 pasir demi pendidikan ini. Rasulullah 25:55 sallallahu alaihi wasallam bertemu 25:56 dengan Suraqoh yang rela membunuh Nabi 25:59 Muhammad sallallahu alaihi wasallam asal 26:00 dibayar 100 ekor unta. Tapi Rasulullah 26:02 sallallahu alaihi wasallam dibantu oleh 26:04 Allah subhanahu wa taala. Sampai dia ke 26:06 kota Madinah. Sampai dia ke kota 26:08 Madinah. Masyaallah tabarakallah. 26:10 Masyaallah tabarakallah. Rasulullah 26:12 sallallahu alaihi wasallam memang guru 26:14 yang paling baik. Ya, ini ee sulit untuk 26:17 kita contoh, tapi harus kita ceritakan. 26:20 Nabi pas sampai ke Madinah, Pak Krisna 26:22 ya enggak bicara tauhid kok Nabi. Pak 26:25 Krisna enggak bicara Al-Qur'an bisa 26:27 dibaca dengan baik gak apa yang pertama 26:29 kali di di di diajarkan 26:32 oleh guru yang bernama Nabi Muhammad 26:35 sallallahu alaihi wasallam kepada umat 26:36 sesampainya di Madinah. Apa yang 26:38 diajarkan? Akha bainal Muhajirin wal 26:41 ansar. 26:43 Pasal pertama itu, Pak, mempersaudarakan 26:46 antara Muhajirin dan Anshar. Ketika 26:50 sudah dipersaudarakan antara Muhajirin 26:52 dan Anshar, baru Nabi sallallahu alaihi 26:53 wasallam bergerak melakukan 26:55 langkah-langkah dakwah berikutnya. 26:57 Sekali lagi, mempersaudarakan orang itu 27:00 adalah hal yang sangat-sangat menantang. 27:03 Ya, tidak gampang. Saya sendiri saja ee 27:07 ee mungkin lebih sering gagalnya kita 27:10 kalau sudah bicara mempersaudarakan 27:11 orang ya. mempersaudarakan orang. Kalau 27:13 disuruh kita mendidik anak menjadi bisa 27:16 nahwu, menjadi bisa sarab itu bisa kita 27:19 jabani tantangan itu. Tapi kalau sudah 27:21 mencontoh Rasulullah sallallahu alaihi 27:22 wasallam, bagaimana mempersaudarakan 27:24 antara Muhajirin dan Ansar, 27:26 mempersaudarakan antara orang Islam dan 27:28 orang nonmuslim di Kota Madinah, itu 27:30 adalah pesan pendidikan yang sangat 27:33 sangat sangat menantang untuk kita. So, 27:35 sekali lagi saya katakan, jihad adalah 27:38 pendidikan. Eh, pendidikan adalah jihad, 27:41 gitu ya. 27:42 Pendidikan adalah jihad yang kalau kita 27:44 berhasil, kalau tadi kata Rasulullah 27:47 sallallahu alaihi wasallam, tiga anak 27:49 perempuan saja mampu kita sabar 27:51 menghadapi tingkah lakunya, mampu kita 27:54 menghadapi kenakalan mereka bertiga, 27:56 insyaallah kita akan diberi surga oleh 27:58 Allah Subhanahu wa taala. Apalagilah 28:00 kalau Bapak, kalau Ibu, seorang guru 28:02 mencerdaskan sudah berapa orang, yakin 28:05 dan percayalah bahwa pahala jihad itu 28:07 menanti Bapak dan Ibu di surga. Semoga 28:10 guru-guru yang mendengarkan kita ee ee 28:12 dari ceramah radio ini ee ee kembali 28:15 semangat ya, bahwa ee kembali bergelora 28:18 ya ee apanya ee ee semangatnya untuk 28:23 terus mendidik, mendidik, mendidik dan 28:25 mendidik. Ini saja mungkin Pak Krisna 28:27 yang bisa kita sampaikan. Semoga 28:29 bermanfaat. 28:30 Alhamdulillah kita sudah dengarkan tadi 28:33 ya ee bahwa mendidik itu juga bagian 28:37 dari jihad. Silakan yang mau bertanya 28:40 kami tunggu untuk SMS atau WA di 28:42 0811999720 28:47 untuk telepon di 0218451512 28:52 [musik] 29:04 berasil 29:06 [musik] 29:29 Brail 29:36 Radio Silaturahim atau Rasil yang 29:38 dipancarkan dari Jalan Masjid 29:40 Silaturahim 36 Kalimanggis Cibubur dan 29:44 ini juga dipancarkan ke beberapa kota di 29:46 Indonesia. ke Batam melalui Radio Sela 29:49 FM, ke Semarang melalui radio Luciana 29:53 Nomor One, ke Palembang mel radio 29:56 Russel, kemudian ke Sukabumi melalui 29:59 radio 30:00 apa Sukabumi. 30:04 Hah? 30:05 Alat. Kemudian Batam Resel FM di 30:09 Banyuwangi ada radio Habibullah. 30:13 di Semarang tadi sudah ya dan lain-lain. 30:17 Ee baik, masih di acara sirah Nabawiyah 30:19 bersama Ustaz Salman Alfarisi dengan 30:22 tema mendidik itu juga jihad. Tadi 30:25 sebuah lagu berjudul TBAT dibawakan oleh 30:28 grup Nine Ball. Ee kita 30:34 masuk ke pertanyaan. Asalamualaikum 30:36 Salman. 30:38 Ustaz untuk mendidik anak, 30:41 hal apa yang pertama harus ditanamkan 30:43 kepada anak? Demikian 30:46 untuk mendidik anak, hal apa yang paling 30:48 pertama 30:49 harus ditanamkan kepada anak? 30:51 Ya, kalau versi yang saya pelajari, 30:55 akhlak adalah hal yang pertama kali 30:57 ditanamkan kepada anak ya. 30:59 Sejak kecil, sejak dia masih belum bisa 31:02 apa-apa, kita sudah terbiasa 31:04 menyampaikan hal-hal yang bernuansa 31:07 akhlak. Dan ini ini yang tantangan yang 31:09 berat bagi kita ya, Mbak To kan masih 31:12 kecil enggak mungkin juga kita ceramahi 31:15 dia kan. Terus apa yang harus kita 31:16 lakukan? 31:17 Yang harus kita lakukan adalah memberi 31:19 suri tauladan akhlak yang baik dan benar 31:22 kepada anak. Nah, ini tantangan yang 31:23 berat bagi orang tua. Karena kita 31:25 akhirnya bertengkar kan sama istri kita, 31:27 Pak Kris. ketengkar kita sama istri kita 31:29 perbedaan ini pandangan 31:30 perbedaan pandangan bukan bukan karena 31:32 perbedaan pandangan pendidikan kayak 31:34 bertengkar kita sama istri kita 31:35 oh 31:36 kalau sampai weh kocak-kocak pakai kan 31:38 itu kan 31:39 dipandang di depan anak 31:41 ah di perasaan kita anak-anak kan masih 31:43 umur 1 tahun mungkin enggak bisa cerita 31:45 enggak perasaan kita begitu 31:47 padahal itu itu akan sangat terekam di 31:52 ee alam bawah sadar si anak tentang 31:54 ada dua sosok yang dia akan panggil ayah 31:57 dan em itu yang sering bertengkar. 32:00 Hm. 32:00 Nah, ini ujian yang yang berat bagi 32:02 seorang ayah atau seorang ibu ya. Bukan 32:04 menjadikan anak tahfiz yang berat ya. 32:07 Menjadikan anak tahfiz itu ee gak 32:11 terlalu berat bagi kita ya. Itu yang 32:12 paling berat itu adalah menjadikan anak 32:14 ee berakhlak. Apalagi kalau visi misi 32:17 visi kita menjadikan orang sekampung 32:20 kita berakhlak gitu. 32:21 Hmm. Lebih berat lagi. 32:23 Lebih berat lagi ya. Atau kalau saya 32:25 jadi Pak RT misal atau Pak Lurah, kita 32:28 kepala desa, saya akan sering-sering 32:30 mengumpulkan orang tua, orang tua ee 32:33 sekampung saya itu ya untuk apa? Untuk 32:35 mendengarkan tentang parenting, ya, 32:38 mendengarkan tentang bagaimana mendidik 32:41 anak. Nah, itu apalagi di Rasil nih kan 32:44 banyak nih parenting. Bu Cici itu 32:46 katanya parenting Asmaul Husna misalnya 32:48 atau siapalah ya 32:49 yang e parenting. Nah, kenapa penting 32:52 seorang lurah atau seorang RT 32:54 mengumpulkan warganya bukan sekedar buat 32:56 ceramah tapi untuk mengajarkan 33:00 berulang-ulang mengajarkan kepada mereka 33:02 orang tua-orang tua di sekitar RT kita 33:04 itu tentang bagaimana seharusnya 33:06 mendidik anak. 33:07 Hm. 33:08 Nah, itu ya. Kemudian kalau saya Pak KUA 33:11 saya kalau saya seorang KUA setiap ada 33:14 orang yang daftar ee mau nikah mau nikah 33:18 saya akan syaratkan dulu dia less 33:20 parenting. 33:21 Hm. 33:23 Kalau saya ini menteri agama nih saya 33:25 kalau saya menteri agama Pak Kristan 33:27 atau kalau saya presiden insyaallah maka 33:29 saya akan bikin. Siapapun yang mau nikah 33:31 sebelum akad nikah dia harus mengikuti 33:33 tes parenting dulu. parenting untuk 33:36 bagaimana dia membina rumah tangga gitu 33:38 ya. 33:38 Membina rumah tangga antara dia dan 33:40 istrinya atau suaminya kalau dia 33:42 perempuan yang lebih penting lagi 33:43 bagaimana nanti dia mendidik anaknya. 33:45 He 33:46 kan 33:48 sebenarnya kenapa terjadi sekarang anak 33:50 rela menuntut emaknya di pengadilan. 33:52 Salah siapa itu, Pak Kr? 33:54 Hm. Salah pendidikan. 33:55 Salah pendidikan. Pendidikan ini dari 33:58 rumah mulainya kita sudah lihat nasional 34:00 tidak mampu merumuskan pendidikan yang 34:02 baik. nasional ini gagal betul-betul 34:05 gagal mereka yang dipikirkan oleh 34:07 pemangku-pemangku kebijakan adalah 34:09 keuntungan terhadap kebijakan yang 34:11 mereka bikin kan gitu ya. 34:13 Sedikit di bangsa ini orang yang 34:14 mikirkan 34:15 masih kognitif ya. 34:16 Iya masih bukan sekedar kognitif masih 34:18 itu apa namanya ee apa sih istilahnya 34:21 untuk orang yang hanya memikirkan 34:22 keuntungan diri sendiri dari jabatan 34:24 yang dia punya. dia tidak memikirkan 34:26 bahwa program ini akan membuat hasil ee 34:30 ee ee e e e e e e apa namanya terhadap 34:32 bangsa. Bukan sekedar prestasi belaka, 34:35 tapi akhlakul karimah yang akan membawa 34:38 bangsa ini hebat. Maka bagi Bapak atau 34:40 Ibu yang bertanya ini, saya sarankan 34:42 bila kita ingin mendidik anak, awali 34:44 dengan akhlak, awali dengan budi 34:46 pekerti, awali dengan tata krama, awali 34:49 dengan sopan dan santun. Itu mungkin 34:51 jawaban saya. Terima kasih, Pak. 34:53 Hm. Asalamualaikum, Ustaz Talman. Ustaz, 34:55 apakah orang yang hormat kepada orang 34:56 tuanya otomatis juga dia hormat kepada 34:59 gurunya dan tetangga juga 35:00 teman-temannya? Belum tentu. Belum 35:02 tentu. Belum tentu, Pak Krishna. Maka 35:04 bila babnya menghormati, kita harus 35:08 ajarkan dia menghormati semuanya. 35:10 H 35:10 kalau kita sedang mengajarkan itu, kita 35:13 akan didik anak kita, menghormati kita 35:14 sebagai ayah dan ibunya. Tapi jangan 35:17 lupa juga ajarkan anak kita. Nanti kalau 35:19 kita hanya ajarkan anak kita menghormati 35:22 kita saja dan menghormati emaknya, maka 35:24 di kepalanya tertanam. Orang lain enggak 35:26 perlu dihormati. Berarti kan gitu. Tapi 35:28 kita gak kita ajarkan anak kita ini 35:30 menghormati kita sebagai ayahnya dan 35:31 ibunya misalnya juga menghormati 35:34 adiknya, abangnya itu dulu kan sesudah 35:37 adik sama abangnya, tantenya, omnya atau 35:39 tetangganya atau siapapun nanti akhirnya 35:42 atau seperti yang dilakukan oleh 35:43 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 35:44 sampai orang gila pun bisa kita hormati. 35:46 Hmm. H 35:47 itu Rasulullah sallallahu alaihi 35:47 wasallam kan diceritakan oleh Anas bin 35:49 Malik radhiallahu anhu ardah. Ada 35:51 seorang perempuan di Kota Madinah yang 35:52 seumur-umur Anas bin Malik ada kota 35:54 Madinah tidak ada orang yang melayani 35:56 ibu ini ngobrol. H. 35:58 Akhirnya Rasulullah sallallahu alaihi 35:59 wasallamlah orang yang pertama mungkin 36:01 dalam sejarah pengetahuan Anas bin Malik 36:03 radhiallahu anhuardah yang melayani ini 36:05 nenek atau ini ibu yang dianggap orang 36:08 gila 36:09 ngobrol bersama Rasulullah sallallahu 36:11 alaihi wasallam dan dia menyampaikan 36:12 hajatnya ke Rasulullah sallallahu alaihi 36:13 wasallam dan Rasulullah sallallahu 36:14 alaihi wasallam membantu hajat itu 36:15 kepada orang yang dianggap orang gila 36:17 tadi. 36:17 Masyaallah. Nah, itu kalau respect atau 36:19 saling menghormati kepada siapa harus ya 36:23 respek terhadap orang tua harus kita 36:24 ajarkan. Tapi jangan berhenti di situ. 36:28 Kita harus ajari dia menghormati guru. 36:29 Ya Allah. Saya senang dengan lagu lagu 36:32 nasional tentang dulu waktu saya SD. Oh 36:35 ibu dan ayah selamat pagi. Ku pergi 36:39 sekolah sampaikan nanti. Selamat belajar 36:43 nak penuh semangat. Rajinlah belajar 36:46 tentu kau dapat. Hormati gurumu, sayangi 36:50 teman. Itulah tandanya kau murid Pak 36:53 Diman. 36:55 Kan itu Bu Diman kan? [tertawa] 36:59 Itu sering saya nyanyikan sama santri, 37:01 Pak. Itu ya. 37:01 Oke, 37:03 terima kasih. 37:03 Selanjutnya Salam Ustaz Salman. Ustaz, 37:05 bagaimana 37:06 tentang anak-anak saya dia belajar 37:09 menghormati orang lain tapi 37:10 kadang-kadang lingkungan kurang respek 37:12 terhadap ee perilaku dia. 37:14 Nah, 37:14 dia sudah hormat tapi lingkungannya 37:16 [mendengus] tidak mendukung. 37:17 Betul sekali. 37:19 Karena yang mengajarkan anak tentang 37:22 menghormati orang lain itu masih jarang, 37:25 Pak Krishna. 37:25 Hm. 37:26 Yang justru diajarkan boleh banyak orang 37:28 tua ke anaknya. Konsep mempertahankan 37:31 haknya. He. 37:33 Maka anak-anak itu muncul di anak-anak 37:34 egois. He. 37:35 Pantang disenggol dikit langsung 37:37 berantem. 37:39 Dia ini ini aku punya. Aku duduk di sini 37:41 bukan kamu. Aku duluan di sini. Kenapa? 37:43 Karena di rumah diajarkan oleh ayah dan 37:46 ibunya. Kamu jadi orang saya sering 37:48 dengarkan dialog antara anak dan ayah 37:51 atau ibu saat mau berangkat sekolah. Apa 37:53 yang dilakukan? Harusnya seperti lagu 37:55 tadi. Hormati gurumu. Sayangi temanmu. 37:59 Hm. 38:01 itu yang harus kita pesankan kepada Nah, 38:02 karena tadi Ibu bilang kok lingkungan 38:05 saya kan belum belum support nih, Ustaz 38:07 terhadap apa yang harus kita didik. 38:09 Sabar, teruslah didik anak kita 38:11 menghormati orang lain walaupun orang 38:13 lain tidak menghormati. Walaupun orang 38:16 Waduh kalau sudah bicara lingkungan kita 38:18 sekitar, saya kan anak saya misalnya 38:21 saya jaga betul agar dia jangan ngomong 38:23 lugue-lugue atau yang kasar-kasar itu 38:25 ya. Karena dia bersahabat dengan 38:27 lingkungan sekitarnya ya. 38:30 kita terus meminimalisir ya. Misalnya 38:33 datang lagi dia ke rumah, "Nak, kamu 38:35 enggak boleh ngomong gitu ya, Nak. Nak, 38:37 sama sahabat enggak boleh begitu ya, 38:38 Nak. Nak, sama orang tua." Harus kita 38:40 ulangi lagi sampai kapan? Ya, sampai 38:42 kita meninggal. Jangan pernah bosan. 38:45 Karena lingkungan juga tidak akan pernah 38:47 bosan membentuk anak kita sesuai yang 38:50 diinginkan oleh lingkungan. Seperti 38:52 lingkungan tidak pernah bosan membentuk 38:55 agar anak kita seperti yang lingkungan 38:56 inginkan. Saya juga tidak akan pernah 38:59 bosan mendidik anak saya agar dia mampu 39:01 merubah lingkungan sekitarnya. H. 39:05 Asalamualaikum, Ustaz Salman. 39:08 Anaknya teman saya baru 39:11 pindah dari Amerika sekolah di sini 39:13 belajar agama dan nilainya agamanya 39:16 dianggap jelek karena tidak bisa 39:18 urut-urutan memandikan mayat. Tapi dia 39:20 berhalak sangat santun baik. [mendengus] 39:22 Jadi agamanya jelek. Padahal dia sangat 39:24 santun, baik, gara-gara dia tidak bisa 39:27 menjawab bagaimana cara memandikan 39:28 mayat. 39:28 Waduh, ini dilema memang, Pak Krishna 39:30 ya. Dilema yang sangat luar biasa di 39:33 sekolah itu ya. Kenapa? Karena sekolah 39:35 itu kan punya sistem ya. Sistemnya itu 39:38 apa? Ujian. 39:40 Bertepatan ujiannya apa? Memandikan 39:42 jenazah gitu tadi berarti ya 39:44 saat dia tidak bisa memandikan jenazah, 39:47 ketepatan ujian soal agamanya memandikan 39:50 jenazah. Padahal anak ini di Amerika 39:52 sudah diajarkan tentang respek, empati, 39:55 disiplin, integritas mungkin ya kan. 39:58 Sampai di sini dia tidak temui 40:00 materi-materi itu. 40:01 Yang dia temui di sini materi-materi 40:03 adalah berapa rukun salat, berapa rukun 40:06 zakat, berapa rukun ee mandi jenazah. 40:09 Karena kan 40:10 ee anggapan orang kalau di kita 40:12 Indonesia ini agama itu ya salat kan, 40:14 agama itu ya puasa gitu. Anak baru 40:17 dianggap saleh, beragama kalau anak itu 40:20 rajin salat. Setakat itu orang akan 40:23 langsung apresiasi, gitu kan. Padahal 40:25 kalau kita bilang agama itu ya di mana 40:27 dia mampu menggabung antara akhlak dan 40:29 ibadah dengan baik dan sempurna gitu ya. 40:32 [mendengus] 40:32 Maka sangat kecewa biasanya orang yang 40:35 seperti yang diceritakan ini. Padahal 40:37 anak saya baik, anak saya ee rajin, anak 40:40 saya peduli sama teman-teman, 40:42 sahabat-sahabatnya. Tapi anak saya 40:44 karena baru pindah dari negara yang 40:46 tidak pernah mengajarkan itu ketika 40:48 tujiannya adalah rukun salat jenazah, 40:51 rukun memandikan jenazah, akhirnya nilai 40:54 agamanya lima, akhirnya nilai agamanya 40:56 enam. Apa respon kita wahai Bapak atau 40:59 Ibu yang punya anak mengalami nasib ini? 41:01 ya respon [mendengus] kita tetap sabar 41:03 aja kita karena formula pendidikan yang 41:07 benar-benar merespon atau menilai ee 41:10 murni akhlaknya santri atau akhlaknya 41:13 siswa masih sedikit di di di negara kita 41:17 ini masih sangat sedikit sekolah atau 41:19 pesantren yang mengapresiasi akhlak kita 41:23 aja di ruhama alfajar masih kesulitan 41:25 kita bagaimana mengukur agar anak ini 41:27 disebut berakhlak dan dia prestasi dia 41:30 kita bikin mengalah prestasi ee 41:33 Al-Qur'an atau nahwu atau saraf dan 41:34 lain-lain sebagainya. Kita misalnya anak 41:38 yang rajin itu supaya nilai del 41:41 bagaimana? 41:42 H 41:43 kan gitu ya kan karena statistik kan 41:45 pasti pakai angka kan gitu ya. 41:47 Iya. 41:47 Anak yang empati itu supaya dapat nilai 41:50 bagaimana? 41:51 H. 41:52 Tapi kalau anak supaya dapat nilai 9 41:54 matematika gampang kita bikin. 41:56 He ukurannya jelas ya. 41:57 Bikernya jelas gitu. Makanya di sini 41:59 kesulitan saya sedang pikirkan bagaimana 42:01 agar setiap akhlak-akhlak ni anak 42:04 terekam di dalam Excel minimalnya kan 42:07 nanti keluar hasil hari hasil akhir anak 42:10 ini nilai akhlaknya 42:12 h 42:13 anak ini nilai akhlaknya tujuh biasanya 42:16 kita hanya musyawarah nih dan sangat 42:19 subjektif akhirnya subjektif nanti anak 42:21 ini gimana akhlaknya kita rapat tuh 42:23 bagus bagus bagus bagus tapi enggak ada 42:25 angka enggak bisa kita keluar angka 42:27 akhirnya nya si akhlak itu dirapotnya 42:29 santri akhlaknya baik cuma gitu doang 42:34 dan tidak mampu menentukan atau membuat 42:36 dia jadi pemenang bagi yang hafal Quran 42:39 atau yang ee ee bersaing dengan orang 42:41 yang hafal Quran atau yang hafal nahwu h 42:44 padahal kita kita cek nih anak yang 42:46 hafal Quran ini ya kalau dibandingkan 42:49 akhlaknya sama yang ini di bawah 42:51 sebenarnya harusnya kalau kita punya 42:53 rumusnya bisa ini disejajarkan anak yang 42:55 hafal Qurannya tidak mencapai target 42:57 ini. ini tapi karena akhlaknya bagus 42:59 sejajar prestasinya atau rankingnya 43:02 dengan anak yang hafal Quran yang kurang 43:03 tadi berakhlaknya itu 43:05 itu sedang kita pikirkan bagaimana cara 43:07 bikin itu. Saya bermimpi betul suatu 43:10 hari nanti saya eh kita di ruh hafal 43:12 fajar itu punya standar akhlak itu 43:15 menyaingi Al-Qur'an tahfiz itu tadi. 43:18 Akhlak itu menyaingi nahwu saraf itu 43:21 tadi. Kalau di pesantren kan ini kan e 43:23 ah kalau di di sekolah misalnya ee 43:25 akhlak itu menyaingi nilai matematika 43:27 gitu loh. Dan itu jangan slogan. 43:30 H 43:31 ada anak dapat nilai 900 43:34 tapi matematikanya biasa aja. Orang 43:36 bertanya kok jadi dia yang 900 nilainya 43:39 ini akhlak ukuran akhlaknya seperti ini. 43:41 Tet tet keluar gitu. 43:46 Sedang kita pikirkan bagaimana caranya 43:48 tuh gitu ya. [tertawa] Bagaimana? Karena 43:50 kalau kita lihat Rasulullah sallallahu 43:52 alaihi wasallam sebenarnya 43:54 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 43:55 kan memang benar-benar bersama 43:57 murid-muridnya. Nah, gitu. Jadi butuh 44:00 memang kebersamaan kita bersama mereka 44:03 gitu. Nah, ini menjadi tantangan yang 44:05 besar. Kalau saya keluar kayak gini kan 44:07 saya enggak tahu lagi apa yang terjadi 44:08 di sana selama 2 jam atau selama 4 jam 44:11 malah lebih ini kan. Saya enggak tahu 44:12 apa yang terjadi, Pak. 44:14 Maka kalau kita mau mendidik ya kita 44:16 harus nongkrong di situ memang kita 44:19 lihat satu persatu. 44:21 Terima kasih, Pak. 44:22 Oke. Baik. Selanjutnya dari enggak terus 44:24 namanya dia cuma pengin konfirmasi aja. 44:27 Dia membaca 44:29 kisah tentang Zaid bin Haritah. Ada hal 44:32 yang meragukan nih di 44:35 tunggu sebentar ya. dia ambil capture 44:38 screen-nya nih. Pokoknya ceritanya 44:41 panjang cuma ada bagian-bagian begini. 44:44 Zaid ditugaskan oleh Muhammad untuk 44:45 membunuh seorang wanita tua bernama Ummu 44:48 Kirfa. Kaki wanita itu diikat ke kedua 44:52 unta dan unta bergerak sampai tubuhnya 44:54 dilepas. 44:56 Dan selanjutnya e sadis banget ini. 44:59 Ee mohon konfirmasi kebenaran dari kisah 45:02 ini. 45:03 Wallahuam. Saya harus baca dulu itu 45:06 Ummu Qirfah karena kita harus baca ee 45:10 apa namanya 45:12 sampai selesai ya. 45:14 Mm. Zaid bin 45:14 siapa ini Ummu Kirfah? Siapa? Zaid bin 45:16 Haritah. 45:17 Nama lengkapnya Zaid bin Haritah. Kalau 45:19 Zaid bin Haritah sudah terkenal 45:21 dan Sarahil bin Sarail bin Ka'ab bin 45:24 Abdul Uzza bin Yazid bin Amri Qus bin 45:29 Amri 45:29 I itu Zaid bin Haritah bin 45:32 ee 45:32 seorang penghafal Quran. 45:34 Hm. 45:35 Bahkan dia termasuk ee yang 45:40 apa namanya? Dia termasuk yang dipercaya 45:43 oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi 45:44 wasallam e untuk menuliskan beberapa 45:48 banyak ayat Al-Qur'an. Zaid bin Haritah. 45:50 Nah, dia meragukan mengenai cerita itu. 45:52 Zaid bin Haritah, Zaid bin Tsabit yang 45:54 jadi penulis Al-Qur'an. Kalau Zaid bin 45:56 Haritah ini 45:57 adalah anak angkatnya Nabi Muhammad 46:00 sallallahu alaihi wasallam. 46:02 H. 46:03 Jadi si penanya ini meragukan mengenai 46:05 cerita itu. 46:06 Apa betul demikian? 46:10 mesti baca lagi, Ustaz. 46:11 Bisa nanti saya coba lihat nanti ya. 46:13 Hm. 46:15 Oke. 46:18 Asalamualaikum, Ustaz Salman. Untuk 46:21 menanamkan akhlak, buku-buku apa yang 46:23 mesti kami baca? Adakah buku mengenai 46:25 akhlak, Ustaz? 46:29 Ada banyak sebenarnya. Ada banyak buku 46:31 tentang akhlak. Kalau mau langsung 46:34 sumbernya Al-Qur'an, ada di Al-Qur'an 46:37 ayat-ayat akhlak tentang di Al-Qur'an. 46:39 Ya, kalau Bapak atau Ibu penanya ini mau 46:42 datang aja ke pesantren bisa kami 46:43 berikan atau doakan segera kita 46:45 terjemahkan. Kita sudah bikin Pak Krisna 46:48 di pesantren tafsir ayat Al-Qur'an 46:50 akhlak. 46:51 H 46:52 tafsir ayatul akhlak kita bikin itu. H. 46:54 Jadi kita kumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an 46:57 yang bercerita tentang akhlak dan kita 46:59 bikin tafsirnya. tafsirnya itu kita 47:01 ambil dari Imam Ibnu Katsir atau entah 47:03 siapalah ulama-ulama yang kompeten di 47:05 bidang akhlak gitu ya. Kemudian di hadis 47:09 juga Rasulullah sallallahu alaihi 47:10 wasallam banyak cerita akhlak. Kita 47:12 bahkan juga di pesantren membikin buku 47:14 Arbain Hadis Fil akhlq. 40 hadis dengan 47:17 akhlak sebenarnya bukan 40 ya. Tadi 47:21 kemarin e sore saya panggil Ustaz Hamdan 47:23 yang mengajar Sunan Ibnu Majah. Dia 47:25 nanti di Sunan Ibnu Majah itu sesudah 47:27 mukadimah selesai, akidah selesai, yang 47:30 langsung harus dibaca adalah kitabul 47:31 adab wal akhlak yang ada di Sunan Ibnu 47:33 Majah. Ee di setiap Sunan Sunan Ibnu 47:36 Majah, Sunan Nasai, Sunan Tirmidzi, 47:38 Sunan ee Abu Daud, Sahih Bukhari, 47:40 Muslim, ada Kitabul Adab di sana tentang 47:42 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, 47:43 akhlak-akhlak Rasulullah sallallahu 47:44 alaihi wasallam. 47:45 Jadi, sumber primer kita berjen tentang 47:47 akhlak sebenarnya banyak. Al-Quran 47:49 cerita tentang akhlak banyak, hadis 47:51 cerita tentang akhlak banyak. Banyak 47:52 sekali dan indah-indah betul kalau kita 47:55 share, kita baca. Sedang kita coba 47:58 menjadikannya sebuah buku tentang akhlak 48:00 yang langsung dari sumber primer. Nah, e 48:03 buku yang di pesantren kita setiap hari 48:06 Minggu pagi, setiap hari Minggu pagi 48:09 kita ada pengajian bersama masyarakat 48:11 dua pekan. Pekan ke ee kemarin pekan ke 48:15 berapa, Pak Krishna? Ini pekan ke berapa 48:16 ini sekarang? Ini pekan ketiga apa kedua 48:20 sekarang? 48:21 Kedua. 48:22 Artinya pekan ini juga masih akhlak 48:24 Rasul. Ada buku namanya ditulis oleh 48:26 Imam Al-Asfahani. 48:27 Akhlaqun Nabi wa Adabuhu. Akhlaquun Nabi 48:30 Waabuhu. Kita baca di pesantren setiap 48:32 pekan kedua dan pekan ketiga hari Ahad 48:35 sesudah subuh. Jika ingin datang silakan 48:38 ya silakan. Silakan sekali dipersilakan. 48:41 Betul. Kita membahas akhlak Rasulullah 48:43 sallallahu alaihi wasallam. Kenapa kita 48:45 ee mencoba mengembalikan akhlak ini ke 48:47 sumber primer, ke akhlak ke Al-Qur'an 48:49 dan hadis. Karena ingin betul kita 48:52 menyampaikan kepada orang ini loh Islam 48:54 itu sangat luar biasa gitu kan. 48:56 Ah kalau Ibu Bapak mau pindah ke sumber 48:58 sekunder 49:00 banyak akhlak-akhlak itu banyak sekali. 49:02 H. 49:03 Kita bisa baca karya Imam Alghazali, 49:05 Minhajul Abidin. Kita baca ee itu 49:08 mungkin luar biasa sudah ya atau Ih 49:10 Ulumuddin besar sekali. 49:12 Atau baca buku-buku yang lain yang yang 49:15 saya ini kalau sudah bicara akhlak yang 49:17 sumber sekunder banyak referensi saya 49:19 kitab-kitab tasawuf 49:21 atau yang supaya lebih supaya lebih 49:24 general artinya teman-teman Salafi juga 49:26 mau, teman-teman yang HTI juga mau. La 49:29 tahzannya itu siapa namanya? tahzannya 49:32 alqarni. 49:33 Aidulqarni itu akhlak Rasulullah 49:35 sallallahu alaihi wasallam. Tapi bagi 49:36 yang baca tahzan itu sebenarnya banyak 49:39 yang diambil dari Ihya Alumiddinnya Imam 49:40 Alghazali rahimahullah. 49:42 J kalau mau baca Ihya Alumiddin 49:43 Alghazali rahimahullah akan muncul 49:45 akhlak-akhlak yang sangat luar biasa 49:46 itu. Nah, sebenarnya Bapak-bapak eh 49:49 Bapak Ibu atau Ibu yang bertanya ini 49:51 yang paling sulit itu bukan data tentang 49:54 cerita akhlaknya 49:55 tapi pengejawan tahan akhlak itu 49:57 sendiri. Baik dari kita sebagai mentor 50:00 ataupun anak kita itu tadi 50:02 proses pemindahan apa yang ada di data 50:05 ini ke otak kita itu mah gampang tapi 50:08 bagaimana apa yang diada di otak kita 50:10 ini menjadi watak kita atau karakter 50:13 kita itu yang berat itu di situ. 50:15 Karakter. Oke. 50:16 Nah gitu ya. 50:17 Asalamualaikum Ustaz Salman. 50:19 Semoga selalu dalam ling Allah. Ini dari 50:21 Abu Faqih di Pondok Pinang. 50:23 Iya. Ustaz, mohon arahannya kenapa di 50:25 zaman sekarang ini para orang tua 50:27 beranggapan bahwa tanggung jawab 50:28 pendidikan dan akhlak itu diserahkan 50:30 kepada guru dan pendidik di sekolah 50:32 saja. Dan juga fenomenanya para guru 50:34 sampai tidak berani menegur anak-anak 50:36 muridnya di sekolah karena takut 50:38 dilaporkan. Nah, itu lagi itu perubahan 50:41 perubahan yang dahsyat ya itu ya. Eh, 50:45 karena pertama tentu kalau kata orang 50:49 Batak Dalian Natolu ya pendidikan itu 50:51 Dalian Natolu tanggung jawab bersama gak 50:54 bisa juga diserahkan ke 50:57 guru di sekolah enggak bisa sepenuhnya 50:59 ya. Jadi harus kerja sama antara orang 51:01 tua, guru dan masyarakat atau saya 51:05 bilang pemerintah termasuk di situ ya. 51:07 pemerintah harus memberikan 51:08 kebijakan-kebijakan 51:10 yang membuat pendidikan ini semakin 51:12 bagus akhlaknya bukan prestasinya gitu 51:15 ya. Akhlaknya bukan prestasinya gitu. 51:18 Tapi agak sulit kita ya karena ee 51:21 pemerintahan menginginkan prestasi gitu 51:23 ya. Akhlak ini jadi slogan saja yang 51:26 yang saya lihat ya. Ya. Kemudian 51:28 [mendengus] 51:29 betul sekali Bapak ya, betul sekali Ibu 51:31 bahwa masyarakat ini menumpahkan semua 51:35 tugas pendidikan itu kepada guru. 51:38 Padahal di masa pandemi ini betapa 51:40 repotnya seorang ibu ketika anaknya di 51:43 rumah semuanya. Bayangkan anaknya cuma 51:45 du. Gimana seorang guru yang selama ini 51:47 bertemu dengan 20 siswa di dalam kelas 51:51 itu pun kalau gurunya khilaf, kalau 51:53 gurunya apa dilaporkan pula ke polisi. 51:55 Kan dipersalahkan guru di zaman ini 51:58 ketika dia mengambil tindakan yang lebih 52:00 yang yang tegas saat pendidik. Yaah gitu 52:03 ya. Tentu kita tidak inginkan ee ada 52:05 tindakan-tindakan kekerasan dalam 52:07 pendidikan ya. Saya juga termasuk guru 52:09 yang galak dalam hal dalam mengajar Pak 52:11 Krishna ya. Kenapa ee galaknya kita itu 52:14 ketegasan bahwa dia harus tahu resiko 52:18 yang dia lakukan gitu. 52:21 Berbeda dengan di zaman dahulu ya 52:23 katanya zaman berubah gitu ya. Sungguh 52:25 zaman tidak berubah. Yang berubah adalah 52:27 kita ya. Kita yang berubah. Sehingga 52:31 yang terjadi sekarang ini adalah 52:33 korban-korban orang yang masuk penjara 52:35 adalah guru-guru yang menindak tegas 52:38 murid dan siswanya karena melakukan 52:40 kesalahan-kesalahan yang sudah 52:42 disepakati di sekolah itu. 52:45 Ini bagaimana caranya ini? Ya, regulasi. 52:47 Sudah 52:49 regulasi perusahannya sama pemerintah. 52:51 Pemerintah harus bisa membuat sebuah 52:54 peraturan, membuat sebuah pakem 52:56 bagaimana agar guru tidak perlu 52:58 menghukum terlalu keras. Tapi bukan 53:01 berarti membuat pakem itu kemudian guru 53:03 dikorbankan, dia juga harus membikin 53:05 pakem perlindungan terhadap hak-hak guru 53:08 bahwa orang tua jangan seperti itu. 53:10 Kasihan juga gitu kan. Nanti kalau 53:12 enggak ada yang mau ngajar di seluruh 53:13 Indonesia ini gimana? 53:15 Apa orang tua mau ngajar anaknya di 53:16 rumah? 53:18 Kan enggak sempat kan? Makanya harus ada 53:21 peraturan-peraturan yang dibikin oleh 53:22 pemerintah. Dalam hal ini tentu harus 53:24 pemerintah yang bikin. Pemerintah harus 53:26 bikin sebuah rumusan bagaimana seorang 53:28 guru tidak perlu memberikan pukulan 53:31 ataupun apapun kepada santrinya. Tapi si 53:34 pemerintah juga harus memikirkan kalau 53:35 itu terjadi janganlah pula si gurunya 53:38 dipenjarakan tapi harus di di 53:40 dilindungilah gurunya. Disadarkan itu 53:43 anak supaya jadi anak yang lebih 53:45 berakhlak lagi. Wallahuam. 53:48 Kemudian dari Bu Asraf di Cibuburam. 53:52 Asalamualaikum Ustaz Salman. 53:54 Ustaz, apakah orang sudah beriman sudah 53:56 pasti berakhlak? Ibu Asraf [tertawa] 54:00 pertanyaannya ini menjebak ini Bu Asraf 54:02 ya. 54:04 Menjebakkan Batman gini. Kalau beriman 54:07 itu benar dari jiwa terdalamnya harusnya 54:10 otomatis dia berakhlak. Nah, gitu ya. 54:13 Kalau dia imannya benar terpatri dari 54:16 sanubari terdalam, harusnya dia 54:18 berakhlak, Pak Krishna. 54:20 Karena sinkron antara akhlak dan iman 54:23 itu 100%. 54:25 Iya, 54:26 100%. 54:28 Ha. Tapi bila imannya kamu plase saja, 54:34 itu pasti tidak sinkron. 54:36 Maka di sini saya ajak, apa sih standar 54:39 seseorang itu beriman? Apa karena dia 54:41 pakai jubah, pakai kain sarung, pakai 54:43 koko, pakai kopiah putih, apa karena dia 54:45 alumni Madinah, apa karena dia hafal 54:47 Quran? Apa karena dia bisa ceramah? Apa 54:50 nih yang kita jadikan standar beriman 54:52 itu kan gitu ya. Apa karena dia rajin ke 54:54 masjid, salat mengikuti pajian majelis 54:56 taklim apa karena dia dekat masjid. Kita 54:59 sudah temukan di lapangan yang ikut 55:00 pengajian, yang rajin majelis taklim, 55:02 yang berselawat, yang enggak berselawat, 55:04 yang maulid, yang anti maulid, yang 55:06 masjid, yang DKM masjid, yang pengurus 55:08 masjid, yang pengurus bukan masjid apa 55:11 dalam akhlak itu berantakan. 55:13 Hmm. 55:14 Sudah kita temukan di lapangan kita 55:16 bukan berarti saya orang yang baik 55:17 akhlaknya saya pun akan dinilai oleh 55:19 orang teman sejawat. Saya tidak 55:21 berakhlak karenaang tugas kita menjadi 55:24 insan yang berakhlak itu berat, Pak 55:25 Krisna. Sementara saya sudah sekolah ke 55:27 Makkah, saya sudah sembahyang, saya 55:29 sudah baca Quran, bla bla bla bla bla. 55:31 Kenapa tidak sinkron, Pak? Ee ee simbol 55:33 agama yang dan simbol dan ritual agama 55:36 yang saya lakukan tidak sinkron dengan 55:37 akhlak saya? Jawabannya karena si Salman 55:40 kamelase. Sudah. 55:41 Hm. 55:42 Karena Salman berpura-pura dalam hal 55:44 iman itu. Kalau si Salman ini sungguh 55:47 dalam beriman, Pak Krishna, maka 55:49 automatically 55:53 sinkronnya antara iman dan akhlak itu 55:56 seperti sinkronnya antara adanya arus 55:58 listrik dan dinginnya AC, Pak Krisna. 56:02 Kalau listrik ada dan AC nyala enggak 56:06 dingin, ada yang rusak sudah. He 56:09 gitu. Harus kita perbaiki itu. Kalau 56:11 orang sudah rajin ke masjid, 56:14 berpenampilan muslim, tapi suka bohong, 56:17 suka berkhianat, suka tidak pelit, tak 56:19 peduli, berarti kan tidak berakhlak. 56:21 Something wrong, ada yang rusak sudah 56:24 itu. 56:24 Oke. 56:25 Ah, itu Pak kalau memperbaikinya itu 56:27 kayak nelisik ee mobil rusak baru di kok 56:31 rusak tiba-tiba ging gitu. Ah, itu harus 56:33 pelan-pelan kita telisik. 56:35 Oke, ya. Salam. Kalamaan, Ustaz. 56:38 Bagaimana kita berhak kepada orang yang 56:40 tidak punya akhlak? 56:42 W. Bagaimana kita berakhlak sama orang 56:45 yang tidak punya akhlak? Saya kemarin 56:46 ditanya oleh pendengar Rasil nih. 56:48 Mudah-mudahan ada dengar, ada dengarkan 56:49 kita nih hari ini ya. Dia sedang 56:51 konsultasi tanya ke saya, "Salman ini 56:54 bagaimana nih e respon kita? Saya nih 56:58 ada sahabat saya ingin bunuh orang." 56:59 Loh, kenapa? Aku bilang [tertawa] 57:02 karena ini orang menghina Nabi. 57:04 Oh 57:05 dia loh. Terus kalau dia ini orang 57:06 menghina Nabi boleh kita bunuh? 57:10 Wah kalau nak itu makanya fikih dan 57:14 akhlak harus sejajar dipelajari gitu. 57:17 Harus sejajar dipelajari. Saya ingin 57:19 betul Aran Buyung Nasun pernah 57:20 menjelaskan hukum dan nurani itu 57:23 kadang-kadang memang bertentangan dia. 57:25 Hm. 57:27 Maka seseorang yang mempelajari hukum 57:29 dia harus punya nurani. Dia harus sati 57:31 nurani dia. 57:33 Dan segi hukum penghina Nabi memang ada 57:36 nanti kita temukan hukumnya supaya itu 57:38 dilegalkan. Tapi apa begitu dari sejarah 57:41 moral ketika kita bernegara di sini ada 57:43 bersama-sama guyub kita di sini ada 57:45 orang khilaf di sana apa langsung kita 57:47 penggal kepalanya. 57:49 Terus dia dia bilang gini, "Ah, itu 57:51 bukan bukan khilaf itu sadar dia dia 57:53 tulis di Facebook gini-gini misalnya 57:54 gitu." Ya enggaklah. 57:57 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 57:59 memaafkan atau berakhlak terhadap 58:02 orang-orang yang menurut kita tidak 58:04 pantas untuk Rasulullah sallallahu 58:05 alaihi wasallam berakhlak kepada mereka. 58:07 Tapi itulah Rasulullah sallallahu alaihi 58:08 wasallam. Dan saya saya tegaskan, saya 58:10 juga tidak mampu mengamalkan cerita ini, 58:12 Pak Krisna. 58:14 Orang kalau sudah enggak berakhlak sama 58:15 aku di jalan, kau tempeleng dulu baru 58:17 [tertawa] kau maafkan. 58:18 Tapi kan enggak mungkin itu yang ku 58:20 ajarkan kan. Saya ingin bahwa apa yang 58:22 kita sampaikan ini ya Rasulullah 58:25 sallallahu alaihi wasallam standar 58:26 masalah saya tidak bisa mengamalkannya 58:28 itu nanti pertanggungjawaban saya kepada 58:30 Allah Subhanahu wa taala. Jangan karena 58:32 saya tidak mampu mengamalkan standar 58:34 akhlak Rasulullah sallallahu alaihi 58:35 wasallam saya turunkan gak. Kita semua 58:37 harus sama-sama tahu standar betapa 58:39 kerennya akhlak Rasulullah sallallahu 58:40 alaihi wasallam. Dan kita semua 58:42 sama-sama harus berusaha bagaimana 58:44 mencapai standarnya Rasulullah 58:46 sallallahu alaihi wasallam. Akhirnya 58:47 kita capai nanti beberapa persen saja. 58:49 Minimal malaikat raqib sudah tulis bahwa 58:51 si Salman ini berusaha menstandarkan 58:54 akhlaknya seperti Rasulullah sallallahu 58:55 alaihi wasallam. Nah, mendidik anak agar 58:58 dia tidak menghina orang lain itu sulit, 59:00 Pak Krishna. Nah, kita angkat tadi 59:03 cerita yang diceritakan ke aku tadi. 59:05 Berarti Kristiani atau Muslim atau 59:08 Buddha atau apa memang kita sama-sama 59:09 gagal mendidik umat kita. 59:12 Kenapa? Muncul antar sesama kita peng 59:15 agama itu saling mencaci. Harusnya orang 59:17 Islam tidak boleh mencaci agama lain. 59:20 Kita untuk mengatakan bahwa Islam ini 59:22 paling benar, Allah ajarkan kita hanya 59:24 dengan mengatakan innaddinail 59:27 Islam. Itu ajaran Allah Subhanahu wa 59:29 taala. Sesungguhnya agama yang benar 59:31 adalah Islam tanpa dibikin embel-embel 59:34 bahwa yang lain salah. Kita hanya bikin 59:36 statement untuk orang yang menganut 59:38 agama ini. Yakin dan percayalah bahwa 59:40 agama inil yang paling benar menurut 59:41 Allah Subhanahu wa taala. Tapi agama 59:43 atau Al-Qur'an tidak menyarankan supaya 59:46 kau yakin betul bahwa agama ini baik, 59:49 kau harus mencaci agama lain. Enggak 59:50 perlu. Bahkan di Al-Qur'an disebutkan, 59:53 walaupun saya tidak hafal ayatnya, tapi 59:54 kira-kira maknanya jangan kau caci 59:56 Tuhanmu. Tiba-tiba Rasul sahabat 59:59 bertanya, "Bagaimana enggak mungkin saya 1:00:00 mencaci Tuhan saya Rasulullah dengan 1:00:03 cara mencaci Tuhan orang lain." Nah, ini 1:00:06 berarti kita harus sama-sama nahan diri 1:00:08 agar tidak saling menghina. Nah, ketika 1:00:11 kita mampu melakukan ini, insyaallah 1:00:14 kita tidak ada lagi hina menghina 1:00:17 dan kalau kita mampu mengalah, kitalah 1:00:19 pemenangnya. 1:00:21 Masyaallah. 1:00:22 Tapi ini di atas kertas, Pak Krishna. 1:00:23 Aku enggak bisa ngamalkan ini. 1:00:25 Wallahuam. [tertawa] 1:00:26 Oke, Ustaz. Ee semua pertanyaan 1:00:29 sepertinya sudah jawab ya. 1:00:32 Ya, Lisa, Ibu Lisa, hormati guru, 1:00:34 sayangi teman. Oke, banget. 1:00:37 Oke. Ee barangkali ada kesimpulan yang 1:00:39 mau disampaikan tafadal Ustaz Salman. 1:00:40 Baik, Pak Krisna pendengar pemirsa Rasil 1:00:43 yang saya muliakan 1:00:45 bahwa ee jihad ini kan adalah ee dambaan 1:00:50 kita semua bahwa kita ini mati jihad 1:00:53 fisabilillah gitu ya. Kita menjadi 1:00:56 dambaan kita ya. Kita semua ingin 1:00:58 meninggal dalam jihad fisabilillah. Ee 1:01:00 saya menawarkan di sini ada jihad yang 1:01:03 sangat luar biasa namanya apa? mendidik. 1:01:06 Kita punya cara mendapatkan pahala jihad 1:01:09 fisabilillah, berimbal surga dari Allah 1:01:12 Subhanahu wa taala dengan cara ikut 1:01:14 mencerdaskan umat manusia. Mencerdaskan 1:01:17 quote and quote artinya berakhlakul 1:01:19 karimah dan mereka memiliki kreativitas. 1:01:22 Ya, berakhlakul karimah dan mereka 1:01:24 memiliki kreativitas. Dengan akhlak dia 1:01:27 bisa hidup bersosialisasi dengan 1:01:29 kreativitas dia bisa memenuhi kebutuhan 1:01:32 hidupnya. Baru bila saya kaitkan 1:01:35 pembicaraan kita dari awal ke akhir 1:01:37 sekarang ini karena kita beragama Islam, 1:01:39 didiklah agar anak beriman. Jadi iman, 1:01:43 akhlak, kreativitas. Kalau ini mampu 1:01:46 kita jadikan sebagai bahan dasar 1:01:49 pendidikan, rumah pendidikan kita, 1:01:51 insyaallah Indonesia ini akan gemah 1:01:53 ripah. Loh jinawi toto tentrem kerto 1:01:57 raharjo baldatun thyibatun warabunur. 1:02:02 Ini saja yang bisa saya sampaikan. 1:02:04 Wabillahi taufik wal hidayah. 1:02:06 Asalamualaikum warahmatullahi 1:02:07 wabarakatuh. 1:02:10 Luar biasa meni. 1:02:15 Oke kita sudah saja acara Sir Nawaobia 1:02:18 pada Jumat ini. Kita akan jum jumpa lagi 1:02:21 pada Jumat depan. Saya Muhammad 1:02:24 Krishnaah Ondi Saputra Bening Bumi dan 1:02:27 juga eh Kang Fari Atar mohon pamit. 1:02:31 Wabillahi taufik walhidayah. 1:02:32 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:02:33 wabarakatuh.