Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
- taala.
- Program Silah Pesantren kembali hadir.
- Saat ini saya berada di salah satu
- pondok pesantren terbesar di Indonesia,
- yaitu Pondok Pesantren Modern Gontor
- yang berada di daerah Ponorogo, Jawa
- Timur.
- Berawal pada abad ke-18.
- Hiduplah seorang kiai besar bernama Kiai
- Ageng Hasan
- Basari atau yang lebih dikenal dengan
- nama Besari di Desa Tegalsari yang
- mendirikan pondok di daerah
- tersebut. Dalam sejarahnya, pondok
- Tegalsari pernah mengalami zaman
- keemasan berkat kealiman, karisma, dan
- kepiawaian para kiai dan pengasuhnya.
- Kepiawan para kiai yang mengasuh ribuan
- santri berduyun-duyun menuntut ilmu di
- pondok
- ini. Karena besarnya jumlah santri,
- seluruh desa pun akhirnya menjadi
- pondok. Bahkan pondokan para santri juga
- didirikan di desa-desa
- sekitar. Di sinilah cikal bakal Pondok
- Modern Bontor Ponorogo dimulai.
- [Musik]
- Yeah.
- [Musik]
- Yeah.
- [Musik]
- [Musik]
- Perjalanan panjang Pondok Modern
- Darussalam Gontor bermula pada abad
- ke-18 ketika Pondok Tegalsari sebagai
- cikal bakal pondok modern Darussalam
- Gontor didirikan oleh Kiai Ageng Hasan
- Basari. Saat pondok tersebut dipimpin
- oleh Kiai Khalifah, terdapat seorang
- santri yang sangat menonjol dalam
- berbagai bidang.
- namanya Sulaiman Jamaluddin, putra
- penghulu Jamaluddin dan cucu dari
- Pangeran Hadiraja, Sultan Kesepuhan
- Cirebon. Sultan Jamaluddin sangat dekat
- dengan kiainya dan begitu pula
- sebaliknya.
- Maka setelah Sultan Jamaluddin dirasa
- telah memperoleh ilmu yang cukup, ia
- dinikahkan dengan putri kiai dan diberi
- kepercayaan untuk mendirikan pesantren
- sendiri di Desa Gontor.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala sayyidina Muhammad wa ala
- alihi wasohbihi ajmain. Rbi zidni ilma
- allahumfani bima alamtani waimni mafoni
- warzuqni ilman yangfa dipancarkan dari
- jalan masjid silaturahim nomor 36
- Kalimanggis Cibur Bekasi radio
- silaturahim dan juga Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Berjumpa lagi bersama saya Angga
- Aminudin dalam program acara Silah
- Pesantren. Saat ini saya berada di salah
- satu ruangan di Pondok Modern Darussalam
- Gontor yang berada di Ponorogo. Saya
- sudah bersama salah satu staf pengasuh
- pondok yaitu Ustaz Yus Arijah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kenapa
- enggak pakai L belakangnya Arija? Ya
- enggak tahu juga dari artinya beda kali
- ya. Iya. Kalau ya beda pastinya kalau
- tambah L pasti sudah beda. N kalau Arija
- memang artinya apa? Arija itu artinya
- apa namanya? Ee bau yang wangi gitu. Bau
- yang wangi. Iya. Tapi memang kakek sih
- yang yang ngasih ngasih nama jadi ya.
- Baik. Ee Ustaz Arija di pondok ini sudah
- berapa lama, Ustaz?
- Ee alhamdulillah kalau dari mulai santri
- karena saya masuk di sini lulus SD sudah
- ee masuk ke kontor ee menjadi santri
- mungkin sekitar 6 tahun. Kemudian
- alhamdulillah setelah 6 tahun selesai
- selesai pendidikan ee jenjang pendidikan
- KMI setelah itu ee pengabdian
- alhamdulillah ee sekarang sudah masuk
- tahun kelima. Jadi kalau di tootal ya
- sudah sekitar 11 tahun. Sudah 11 tahun
- berada di pondok sini. Asalnya dari
- mana? Saya asli Ponorogo. Sini asli
- Ponorogo ya? Orang pribumi lah dekat
- dari
- kalau ee perjalanan naik kendaraan
- mungkin sekitar 15 menit ada di Ponorogo
- Kota. Ada di Ponorogo Kota. Heeh.
- Berarti ee belajar di sini apakah memang
- sudah jadi cita-cita dari kecil? Ya,
- kalau dari kecil sebenarnya tidak karena
- ya dari info-info ee beberapa alumni dan
- juga orang tua juga ee banyak ee kenalan
- dengan ustaz-ustaz yang di sini. Jadi ya
- orang tua mungkin memberikan gambaran,
- pandangan. Kemudian alhamdulillah juga
- saya tertarik langsung. Alhamdulillah
- setelah lulus SD ya langsung mengikuti
- tes untuk masuk ke kotor. Alhamdulillah
- lancar semuanya sampai sekarang.
- Alhamdulillah. Nah, karena Ustaz Yus ini
- asli dari Ponorogo, mungkin sejarahnya
- lalu ee nuansanya itu lebih paham gitu
- ya dibanding dengan ee alumni-alumni
- dari tempat yang lain. Ustaz ee bisa
- cerita sedikit sebenarnya latar belakang
- pondok pesantren ini seperti apa? Apakah
- memang Kiai Haji Ahmad Sahal ya, apakah
- beliau memang asli gitu, warga Ponorogo?
- Kalau sejarahnya sendiri, pendirian
- Pondok Gontor ini ee kalau diruntun dari
- awal sebenarnya kita tidak terlepas dari
- yang namanya ada salah satu pondok
- pesantren di Ponorogo ini yang namanya
- Pondok Tegalsari. Tegalsari ini berada
- di Kecamatan Jetis sekitar 3 km dari
- Gontor sini. Iya. Iya. Ah, jadi dulu
- ceritanya
- ada apa namanya? Pondok Tegalsari ini
- pondok yang luar biasa terkenalnya ee
- pada abad sekitar kalau enggak salah
- abad ke-18. Oh, abad ke-18. Abad ke-18
- ini salah satu pondok pesantren yang
- terkenal di seluruh Indonesia. Salah
- satu termasuk ee tokoh nasional atau
- pahlawan Indonesia yang ee belajar di
- sana.
- ee Cokro Aminoto. Beliau juga ee pernah
- mengenyam pendidikan di Tegalsari. E
- Tegalsari. Nah, setelah itu pada
- pertengahan abad 18 ini ee Tegalsari ini
- mulai ee mundur istilahnya mulai ee
- santrinya juga semakin berkurang.
- Akhirnya ada salah satu murid ee
- kesayangan dari pimpinan ee Tegalsari
- ini. Beliau adalah e keturunan dari ee
- apa namanya? Kesultanan Cirebon.
- Kesultanan Cirebon. Nah, Cirebon.
- Akhirnya beliau diutus dinikahkan dengan
- putri kiai dari Tegalsari ini. Kemudian
- diutuslah ee beliau ini yang namanya
- kalau enggak salah Raden Mas ee Sulaiman
- Jamaluddin.
- Alhamdulillah makamnya juga ada di dalam
- ee pondok sini, di Gontor sini juga. E
- beliau membawa santri 40 orang untuk ee
- dibawa ke daerah Gontor sini. Jadi
- Gontor ini sebenarnya gontor tuh nama
- nama sebenarnya nama singkatan singkatan
- dari e kalau jawabnya gon kotor gon gon
- itu kan tempat oh jadi gontor itu dari
- bahasa Jawa bahasa Jawa gon itu tempat
- kotor ya kotor karena di sini memang
- dulu ceritanya katanya itu ee tempat
- persembunyian para penculik para
- perampok para istilahnya orang-orang
- yang senang berbuat jahat jadi daerah
- daerah beling istilahnya di hutan sama
- jadi sini memang ee daerahnya tempat
- enak untuk persembunyian para ya para
- kriminal lah kalau sekarang itu di sini
- karena di sini hutan. Nah, jadi ee apa
- dari Tegalsari diutuslah 40 orang ke
- sini untuk istilahnya untuk membenahilah
- untuk membenahi di sini untuk membuat
- sebuah lembaga pendidikan pondok
- pesantren. Nah, akhirnya itu tahun
- berapa itu, Ustaz? Kalau tepatnya sih
- saya kurang tahu pasnya ya. Apa masih di
- abad 18? abad sudah masuk abad ee 19
- karena ee pertengahan sekitar kalau
- enggak salah abad ee 19. Iya. I nah jadi
- 40 ini dan ee K. H. Sulaiman Jamaluddin
- punya anak tiga. Hm. Beliau punya anak
- tiga. Ee eh punya anak dua kalau enggak
- salah. Dua atau tiga. Dua. Dua. He. Ee
- generasi pertama itu Kiai Arham Anom
- Besari. Generasi ketiga itu Kiai Santoso
- Anom Besari. Ah, itu adalah bapak atau
- orang tua dari beliau bertiga ini.
- Setelah perjalanan panjang tersebut,
- tibalah masa bagi generasi keempat. Tiga
- dari tujuh putra-putri Kiai Santoso Anom
- Besari menuntut ilmu ke berbagai lembaga
- pendidikan dan
- pesantren. Kemudian kembali ke Gontor
- untuk meningkatkan mutu pendidikan di
- Pondok
- Gontor. Mereka memperbaharui sistem
- pendidikan di Gontor dan mendirikan
- pondok modern Darussalam Gontor pada
- tanggal 20 September
- 1926 yang bertepatan dengan 12 Rabiul
- Aal
- 1345 Hijriah dalam memperingati Maulid
- Nabi. Ya, fasilitasnya ada kayak buat
- futsal, lapangan futsal ada banyak,
- basket juga ada. Untuk bola sendiri bisa
- di lapangan hijau
- di juga bisa di stadion.