Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:15 [musik] 0:24 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:26 warahmatullahi wabarakatuh. 0:28 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:30 nastain waa umur dunya waddin wasalatu 0:33 wasalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 0:35 alihi wasohbihi ajmain. Rabbi zidni ilma 0:38 allahumfani bima alamtani waimni ma 0:41 yangfani warzuqni ilman yangfa 0:43 dipacarkan dari Jalan Masjid Silaturahim 0:45 nomor 36 Kalimangis Cibubur Bekasi radio 0:48 silaturahim dan Rasil TV untuk Islam 0:50 yang satu. Ikhwan akhwat pendengar dan 0:53 pemirsa di mana pun saja Anda berada. 0:57 Semoga kabar Anda di hari ini dalam 0:59 keadaan sehat walafiat. Hari Selasa 1:02 tanggal 1 bulan Juli 2025. Senang sekali 1:05 saya Angga Aminuddin ditemani oleh Ondi 1:08 dan juga Algi di meja operator. Kami 1:11 hadir dalam acara rutin kita setiap hari 1:13 Selasa pagi menuju siang hari ini, 1:15 kajian ekonomi Islam bersama narasumber 1:18 kita dari Dewan Syariah Nasional Majelis 1:21 Ulama Indonesia, 1:23 Ustaz Ihwan Basri yang alhamdulillah 1:26 beliau telah hadir di studio. 1:27 Asalamualaikum warahmatullahi 1:29 wabarakatuh, Ustaz. 1:30 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:31 wabarakatuh. 1:32 Sehat kabarnya, Pak Ustaz? Ya, 1:33 alhamdulillah sehat walafiat. Sehat 1:35 walafiat. Ini masih aja ada pendengar 1:37 yang bilang Ustaz Iwan gitu. Bukan Ustaz 1:39 Iwan Ikhwan. [tertawa] 1:42 Jadi Ustaz Ikhwan Basri. Buku-buku 1:45 beliau tentang ekonomi Islam juga ini 1:47 Ikhwan Hot bisa googling ya. Buku 1:50 tentang ekonomi Islam dan juga 1:52 pembangunan. Ini kalau yang lagi saya 1:54 baca itu yang Ustaz menterjemahkan 1:56 bukunya Umar capra tuh. Prinsip-prinsip 1:58 ekonomi syariah tuh Ustaz cukup tebal 2:00 gitu ya. Eh, untung waktu itu dapat dari 2:04 Ustaz tuh [tertawa] 2:05 karena cari di online agak sulit juga 2:08 gitu ya. Nah, ikhwan akhwat, ekonomi 2:11 syariah edisi hari ini kita akan 2:14 membahas satu pertanyaan penting yang 2:16 muncul di tengah-tengah masyarakat, di 2:19 tengah-tengah umat. Benarkah masa depan 2:22 ekonomi Islam ini akan cerah? ketika 2:25 kita melihat perekonomian global yang 2:29 selalu ada saja dinamikanya gitu ya ee 2:33 pengaruh dari perang ataupun politik 2:36 dunia gitu ya maupun di negeri ini tentu 2:39 saja pengaruhnya lebih banyak lagi gitu 2:41 ya selain dari faktor-faktor sosial juga 2:44 politik gitu ya juga budaya gitu ya 2:47 faktor lain yang kaitannya adalah sesama 2:50 sama-sama dalam bidang ekonomi. Nah, itu 2:52 juga bisa kita lihat gitu ada ekonomi 2:53 Islam, ada ekonomi konvensional, ada 2:55 ekonomi kapitalis, ada ekonomi sosialis. 2:57 Itu gimana gitu ya dengan adanya itu 2:59 ekonomi Islam ini secerah apa sebenarnya 3:01 ke depan ini menjadi 3:03 pertanyaan-pertanyaan apalagi ketika 3:04 masalah-masalah ekonomi terus muncul, 3:06 kemiskinan terus ada, pengangguran juga 3:09 gitu ya. Nah, ini menjadi ee pertanyaan 3:13 yang mendominasi masyarakat apalagi 3:16 kehidupan riba juga enggak lepas-lepas 3:18 gitu Pak Ustaz ya. Katanya gitu, Pak 3:19 Ustaz. Kita mengangkat topik itu nih, 3:20 Pak Ustaz. Nah, sebagai pembuka Pak 3:23 Ustaz, bagaimana sebenarnya masa depan 3:26 ekonomi Islam dilihat dari cerah, 3:28 mendung, kelabu, atau yang lain? Monggo, 3:31 Pak Ustaz sebagai pembuka. [berdehem] 3:33 Terima kasih, Mas Angga. Asalamualaikum 3:35 warahmatullahi wabarakatuh. 3:37 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 3:40 nastainuhu ala umurid dunya waddin 3:43 wasalatu wasalamu ala asrofili iya wal 3:45 mursalin nabiina Muhammadin waa alihi 3:48 washi ajmain. Amma ba'du. 3:51 Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 3:53 Radio Silaturahim yang dirahmati Allah 3:55 Subhanahu wa taala. 3:57 Alhamdulillah kita dapat melaksanakan 4:02 siaran live ya pada hari ini 4:05 tanggal 1 ya tanggal 1 Juli 4:08 1 Juli 4:09 1000 eh 2025 dan 4:13 kita semuanya di studio dalam keadaan 4:15 sehat walafiat dan alhamdulillah di 4:18 studio ini dari tadi malam hujan ya 4:20 hujan 4:21 iya sampai menjelang subuh 4:23 iya 4:25 jadi apa nama namanya ee 4:29 kita mendapat rezeki dari Allah 4:32 Subhanahu wa taala. Pagi-pagi sudah 4:33 turun hujan dan kebetulan anak-anak 4:35 sekolah pada libur, 4:37 jadi jalannya itu 4:39 lengang ya bisa 4:42 15 menit ini kita 4:43 dari rumah ke studio ini. 4:46 Alhamdulillah. Dan seperti yang sudah 4:49 dimukadimahi oleh Mas Angga tadi bahwa 4:52 topik kita ini sepertinya masih 4:54 terhubung dengan yang lalu ya. 4:56 Hm. mempertanyakan ya apakah masa depan 5:01 ekonomi Islam cerah apa di dunia apa di 5:04 Indonesia ini ya 5:06 ini terinspirasi dari buku Dr. Marjapra 5:09 yang berjudul The Future of Economic ya 5:13 yang sudah saya terjemahkan 25 tahun 5:16 lalu, lebih dari 25 tahun lalu tepatnya 5:18 pada tahun 1998 5:22 dan masuk cetak Gema Senan Press tahun 5:24 2000 ya dan itu kemudian banyak yang 5:28 membeli banyak sekali dipakai di 5:31 perguruan tinggi Fakultas Ekonomi di 5:33 berbagai perguruan tinggi di Indonesia. 5:36 Nah, ini sebetulnya bukan dari judul 5:40 ibu. Judul buku itu sebetulnya 5:43 meskipun mirip-mirip ya, tetapi 5:45 sebetulnya terangkatnya topik ini karena 5:48 kegelisahan 5:49 h 5:49 dari jemaah 5:51 di masjid di di masjid-masjid kita ya 5:54 itu terhadap 5:56 apa benar pertanyaannya gitu. Apa benar 5:59 ekonomi Islam ini jalan di kita ini? 6:01 Kelihatannya pemerintah enggak pernah 6:03 ngotatik 6:05 ya, enggak pernah ngotatik lah. Kemudian 6:07 juga fenomena ribah bukannya 6:11 berkurang 6:12 menjadi-jadi ya. 6:15 Dulu itu lewat perbankan offline, 6:19 sekarang lewat 6:22 perbankan online, lewat pinjaman online 6:26 dan lain sebagainya yang bisa masuk ke 6:29 mana saja di seluruh masyarakat. 6:32 Sehingga banyak korban yang menjadi 6:35 korban dari praktik apa namanya benjul 6:38 itu ya namanya dan semuanya hampir 100% 6:42 ee ribawi ya. Jadi jamaah ini gelisahnya 6:46 karena begitu ya melihat fenomena. 6:49 Bahkan sekarang ini kita tidak tahulah 6:51 di dalam keluarga kita sendiri apakah 6:52 ada anak kita yang mungkin terlilit 6:56 hutang. Kita tidak tahu. Tiba-tiba ada 7:00 dolektor misalnya datang ke kita, 7:02 ternyata anak anggota keluarga kita itu 7:05 ada yang tersangkut kasus pinjaman 7:08 online dan tidak bisa bayar. 7:10 H 7:10 dan lain sebagainya. Jadi gelisahnya itu 7:14 karena dulu enggak ada seperti ini. Dulu 7:17 itu orang kalau ke bank itu mesti datang 7:19 ke kantornya, mesti bawa jaminan entah 7:24 itu surat SK dari pegawai negeri atau 7:29 apa atau apalah gitu. Tapi sekarang 7:31 enggak perlu begitu. Sehingga orang 7:34 dengan tidak punya jaminan apapun itu 7:37 bisa pinjam dan mudah sekali hanya 7:40 dengan KTP. 7:42 Bahkan KTP orang yang enggak benar 7:45 ketemu di jalan, ada KTP jatuh di jalan 7:48 ya sudah ini modal yang paling hebat itu 7:50 jadinya sekarang. Akhirnya orang yang 7:53 punya KTIP beneran tadi dapat panggilan 7:55 ya panggilan atau dapat ee didatangi 7:58 oleh de collektor. Masyaallah dan 8:01 kejadian banyak sekali seperti ini. Jadi 8:04 dari sisi satu sisi itu sudah kayak 8:07 begini dominasi riba. Bahkan ada yang 8:09 mengatakan istilah baru ini namanya 8:11 kemaksiatan ekonomi. Yaah, istilah baru 8:14 ya. 8:14 Kemaksiatan 8:15 ada kemaksiatan ekonomi. Kalau kita 8:17 kemarin kan kemaksiatan ya titik 8:19 kemaksiatan saja. 8:20 Heeh. 8:21 Tapi ini dicantumkan belakangnya itu 8:23 embel-embel ekonomi. 8:24 H 8:25 ya. Kemaksiatan ekonomi, kemungkaran 8:27 ekonomi juga. Ya, Ustaz. Bagaimana 8:30 kemungkaran ekonomi ini meraja lela? 8:33 Bagaimana kemas ekonomi orang jal itu 8:36 bukan hanya mengacu kepada riba dan lain 8:39 sebagainya. 8:40 He. 8:41 Tapi mengacu pada transaksi non halal. 8:45 Transakasi transaksi jual beli merah, 8:49 transaksi judi online, transaksi 8:52 perzinaan. Ya, itu kan transasi 8:55 nonal. Bukan non halal, haram. 8:56 Haram. 8:57 Iya. 8:58 Mendominasi kita. Jadi bukan lagi kita 9:00 ini kemaksiatan dan kemungkaran itu 9:03 dalam bentuk katakanlah 9:05 riba. Yang kemarin itu Haji Furoda. 9:10 Itu namanya goror ya. 9:12 Goror fakhis. Masuk kepada 9:15 rukun iman eh rukun Islam yang kelima 9:18 apa namanya? Ee haji. 9:21 Masyaallah. 9:23 sudah bayar sekian ratus juta enggak 9:26 enggak bisa jalan, enggak bisa pergi. 9:28 Jadi, Goror itu sudah masuk kepada 9:31 transaksi-transaksi yang sebetulnya itu 9:33 murni Islam, murni syariah gitu ya. 9:36 He. 9:37 Tetapi ya [berdehem] tadi kemaksiatan 9:40 ekonomi, 9:42 kemungkaran ekonomi sekarang ke 9:45 mana-mana dan zaman itu kan jadi seperti 9:49 prasah ee pasrah ya. Pasrahnya gimana? 9:53 Ustaz, bagaimana kita menghindarkan diri 9:55 dari kehidupan seperti ini? Di mana-mana 9:58 kita ketemu kemungkaran, kemaksiatan 10:01 ekonomi, belum lagi kemaksiatan yang 10:03 lain gitu ya. 10:04 Dan ekonomi ini merupakan urat nadi yang 10:08 berpengaruh langsung kepada kita. 10:11 Kalau pendapatan kita ini haram, maka 10:15 daging darah kita, tubuh kita ini tumbuh 10:18 dari harta yang haram. Dan ini kalau 10:20 kita tidak ketahui berpuluh-puluh tahun 10:22 sampai kita mati mungkin kita makan dari 10:25 harta yang halal eh dari harta yang 10:27 haram. Makanya ini bagaimana ini ya. 10:30 Jadi kalau saya melihat orang yang lagi 10:33 kena pencerahan seperti ini, benar juga 10:36 ya mereka itu ngomongnya ya 10:38 kadang-kadang sudah pasrah ya beginilah 10:41 akhir zaman ya. Karena itu maka sampai 10:45 pada kesimpulan 10:47 salah satu mungkin satu-satunya yang 10:49 bisa menyelamatkan ini adalah ekonomi 10:51 Islam. H 10:52 karena ekonomi Islam itu adalah 10:53 bagaimana memproduksi barang-barang yang 10:56 halal, bagaimana memproduksi jasa yang 10:59 halal, bagaimana memarketingkan 11:03 barang-barang yang halal, bagaimana 11:06 memarketingkan 11:07 jasa yang halal dan bagaimana 11:10 mengkonsumsi barang yang halal dan jasa 11:13 yang halal. Karena yang diproduksi hanya 11:15 barang dan jasa yang halal dalam koridor 11:18 syariah. 11:19 Tapi sekarang ini tidak ada aturan 11:22 semuanya boleh. Bahkan di tengah-tengah 11:24 masyarakat Islam per ee enggak ada 11:26 masalah. Restoran itu enggak perlu 11:28 dikasih catatan halal. 11:31 Babi seliweran di rumah-rumah depan 11:35 rumah kaum muslimin dibiarkan aja. Nah, 11:37 seperti itu ya. Nauzubillah minzalik. 11:40 ini membuat ee ya jemaah kita yang 11:44 gelisah karena beliau ini pada atau 11:46 mereka-mereka ini mendapatkan 11:48 pencerahan. Nah, di sinilah kita 11:51 mengangkat isu ini supaya kaum muslimin 11:53 itu sadar bahwa ada istilah baru yang 11:57 dikemukakan oleh para jemah itu adalah 11:59 kemaksiatan ekonomi 12:01 dan kemungkaran ekonomi yang 12:04 kedua-duanya harus kita hindari. 12:07 Jadi ada juga yang nyeletuk ini dulu 12:12 ketika kampanye janji akan mengembangkan 12:15 ekonomi Islam gitu ya, janji akan 12:18 mengembangkan keuangan syariah ini itu 12:20 dan lain sebagainya. Loh, setelah jadi 12:24 apa namanya? Penguasa wah diam 1000 12:28 bahasa. Seolah-olah enggak ada 12:29 hubungannya antara yang dikampanyekan 12:32 dengan ini dengan kenyataan yang 12:36 sekarang ya. Jadi ee para pemilih itu ee 12:42 masih ingat tema-tema kampanye debat di 12:46 TV dan lain sebagainya. 12:49 Dan sekarang ini mereka sangat menunggu 12:52 ya, sedang menunggu angin yang baik. 12:55 Bagaimana kemaksiatan ekonomi ee ya 12:59 kemungkaran ekonomi ini bisa kalau bisa 13:02 itu dihilangkan. Kalau enggak bisa 13:04 diperkecil, diminimalisir ya supaya 13:09 apa namanya? Aura supaya suasana kita 13:12 ini hidup tenang. Karena hal-hal yang 13:15 mungkar, hal-hal yang maksiat itu tidak 13:17 bakalan bisa membawa kedamaian batin di 13:21 di masyarakat dan juga tidak bisa 13:24 memberikan ketentraman kepada individu. 13:26 Ya, hanya akan membawa kepanasan ya, ada 13:30 kecemasan ya, saling tuduh, saling ee 13:35 mengambil hak orang lain, serakah dan 13:37 lain sebagainya. awut-awutan ya seperti 13:40 yang sekarang kita lihat sekarang ya 13:43 dunia tidak jelas bagaimana ini ya 13:46 perang di mana-mana nanti kalau sudah 13:49 terjadi seperti itu boleh boleh 13:52 dikatakan bahwa itu adalah buah daripada 13:55 kemungkaran ekonomi, 13:57 kemaksiatan ekonomi yang berlangsung 14:00 tanpa ada amar makruf nahi mungkar tanpa 14:04 ada hambatan sama sekali. mayoritas 14:07 muslim, tetapi ekonominya ekonomi 14:10 kapitalis yang produksinya itu sebagian 14:13 besar mungkin haram dilarang oleh agama, 14:16 tapi mayoritas kaum muslimin tadi tidak 14:19 berdaya terhadap apa yang terjadi dalam 14:23 lapangan ekonomi. Nah, ini menyedihkan 14:25 sekali. Makanya judulnya jadinya apa 14:28 betul itu ee masa depan ekonomi syariah 14:31 itu cerah, Ustaz? He. 14:33 Nah, kalau dilihat dari perspektif ini, 14:35 Anda sudah tahu jawabannya kan? Ini 14:38 semuanya alamnya awan yang ada di atas 14:42 kita, mendung di atas kita, yaitu 14:44 mendung dan awan ribawi yang tidak bisa 14:47 dikontrol. 14:49 Judi tidak bisa dikontrol. Bahkan kalau 14:52 kita lihat media sosial itu 14:54 pelaksana-pelaksana, pelindung-pelindung 14:56 judi itu ternyata orang yang kuat ya, 14:58 punya kedudukan tinggi ya. sehingga 15:00 sulit sekali di ditangkap gitu loh 15:03 backingan. 15:04 Iya mau ditangkap ee mungkin 15:08 gagap itu polisi ya. H 15:10 karena yang ditangkap lebih kuat 15:11 daripada dia. [tertawa] 15:14 Akibatnya ya seperti tadi mandul ya. 15:17 Judul ada di mana-mana korban sudah 15:19 banyak. 15:20 Kemudian ee laki-laki ya hal apa namanya 15:25 miras. miras berdar dengan leluasa di 15:28 masyarakat 15:29 95% beragama Islam ya. Nah, pelakunya 15:33 enggak tahu muslim atau bukan tapi 15:34 mereka ini adalah kriminal ya. Ya, yang 15:38 secara sembunyi-sembunyi 15:40 tidak terus terang ee memarketingkan, 15:43 memasarkan barang-barang haram di tengah 15:45 kaum muslimin ya. Dan itu sepertinya 15:48 juga berjalan dengan aman ya. Satu dua 15:52 kali ada apa namanya penggerebekan. Tapi 15:55 itu kan istilahnya adalah gunung es ya, 15:58 fenomena gunung es yang terkenal di 16:01 puncaknya, yang terlihat di puncaknya 16:03 yang di bawahnya. Wallahuam bissawab. 16:06 Ya. Nah, para pendengar radio 16:09 silaturahim dan para pemirsa Rasi TV, 16:12 jika fenomena seperti ini, maka para 16:15 jemaah tadi yang memberikan ee apa 16:18 namanya? statement bahwa kita tidak bisa 16:21 lagi mengharapkan hidup seperti ini 16:23 kecuali apabila ekonomi Islam itu harus 16:26 diperjuangkan. 16:28 Nah, perjuangan tidak bisa dari umat 16:29 saja, tetapi dari pengelola negara ya, 16:34 dari pemangku jabatan, pemangku 16:37 kekuasaan di Indonesia ini ya bisa jadi 16:40 paling kecil ya mungkin Pak Lurah ya, 16:43 kemudian Pak Camat, kemudian Pak Bupati, 16:45 Walikota, Pak Gubernur ya. kemudian 16:48 menteri dan lain sebagainya ya. 16:50 Menterinya kan ee merepresentasi 16:53 daripada jumlah penduduk Indonesia ya 16:56 yang 90% beragama Islam. Iya. Bahkan 16:59 dalam semua agama yang kita sebutkan 17:01 tadi kan diharamkan sebetulnya mulai 17:04 dari judi diharamkan ee kemudian miras 17:08 juga diharamkan, riba juga diharamkan. 17:11 Tapi karena dominasi kapitalisme dunia, 17:16 maka kita akhirnya mengadopsi sistem 17:18 ekonomi yang dilarang oleh Allah 17:21 Subhanahu wa taala. Karena di dalamnya 17:23 terdapat hal-hal yang diharamkan oleh 17:24 agama, yaitu tentang riba, yaitu tentang 17:27 ee judi, tentang haram, yaitu ee 17:32 minuman-minuman yang haram dan yang 17:35 lain-lain. Ya, intinya sebetulnya di 17:37 antaranya lain adalah kezaliman, ya. 17:40 Kezaliman itu pasti terjadi ketika 17:43 ekonomi dijalankan, bukan berdasarkan 17:45 kepada ee pada hukum Allah Subhanahu wa 17:49 taala. Ya, kita tidak tahu bahwa 17:52 sebagian daripada 17:54 hak kita diambil orang. ya, hak yang 17:59 harus kita kelola, sumber daya alam kita 18:01 yang kita kelola, kita bersama-sama 18:03 mengelola bersama negara lain atau 18:05 perusahaan MNC 18:07 ya, perusahaan korporasi internasional 18:11 ternyata keuntungannya 90% 18:14 pada asing. I kan 18:16 kita 18:17 tidak punya apa-apa kita ng cuman 10%. 18:20 Masyaallah. Dan kalau perjanjian kerja 18:22 sama dengan pihak asing seperti itu pada 18:25 umumnya wa naudubillah minzalik. Berapa 18:28 banyak sumber daya Indonesia yang 18:29 seharusnya dinikmati oleh rakyat 18:33 Indonesia ini malah justru dinikmati 18:35 oleh orang-orang asing lewat berbagai 18:38 macam kerja sama antara kita dengan 18:40 mereka. Ya. Nah, itu salah satu daripada 18:43 sebab kenapa kita enggak maju-maju 18:46 ya. kita enggak naik-naik kelas dalam 18:48 hal pendapatan per kapita, perbaikan 18:51 hidup dan lain sebagainya. Karena 18:53 mungkin berat sebelah ya. Kita tidak 18:56 tahu itu berat sebelah ya karena kita 18:59 dikibulin ya, 19:01 dibohongin ya 19:03 atau kita tidak pti berhadapan dengan 19:05 mereka 19:06 sehingga ada pasal-pasal yang di 19:07 dalamnya itu mengambil hak kita untuk 19:10 mereka tanpa kita sadari. Ya, makanya 19:14 kalau kita pikir-pikir L Pertamina 19:17 kenapa dari dulu begini, Garuda kenapa 19:19 dari begini? 19:20 He. 19:20 Kenapa Qotar yang lahir tahun ya -an 19:23 atau 90-an 19:25 RW ya? 19:26 Lebih maju. 19:27 Iya, lebih maju imarat ya. 19:28 Iya. 19:29 Iya. Dan imarat satu lagi yang ittihad 19:33 ya. Itihad baru kemarin tuh. Iya. 19:35 Iya. Jumbu-jumbu ya. 19:38 Iya. 19:38 A 380. Wah. 19:40 Heeh. 19:40 Kita Masyaallah. 19:43 berguguran ya. Padahal dulu yang melatih 19:46 pilot-pilat mereka itu kita 19:48 ya. 19:49 Jadi kita jadi bertanya-tanya ya kenapa 19:53 tidak ada keberkahan di negeri ini ya? 19:57 Kenapa 19:59 pertanyaan dari para jemah tadi itu 20:01 begitu? Ya, karena jawabannya mungkin 20:03 ada di sini. Kemaksiatan ekonomi yang 20:06 merasa lela, kemungkaran ekonomi yang 20:09 menjadi-jadi, akhirnya sumber daya tidak 20:12 berkah dan pergi artinya mengalir dari 20:16 kita keluar. 20:18 Sehingga nasib penduduk Indonesia ya 20:21 tetap seperti ini, pendapatannya tidak 20:23 naik. ee bayi lahir kurang gizi, ee 20:27 stangting ya, kurus kurang gizi dan lain 20:31 sebagainya itu menjadi fenomena umum di 20:34 seluruh Indonesia. Padahal kita 20:38 sudah suasada beras sekarang ini, jagung 20:41 sudah iya ya yang lain-lain itu menunggu 20:44 ya. Yang menjadi masalah apakah itu 20:47 tidak ada pengaruhnya kepada kemakmuran 20:49 bangsa ini? 20:52 Kenapa? 20:54 Sebagian besar daripada bangsa rakyat 20:56 Indonesia itu masih bisa belum bisa 20:59 makan dengan bergizi. Masih makan asal 21:02 makan aja penuh dengan karbohidrat dan 21:04 hal-hal yang kurang sehat sehingga 21:07 kesehatan mereka rendah dan lain 21:09 sebagainya. Kenapa begitu ya? 21:12 Ya, seperti di negara sebelah tetangga 21:14 ya. Nah, ini orang-orang pada tahu. 21:17 Karena itu maka sebagai tanggapan saya 21:21 merespon menyerap apa yang mereka 21:23 kemukakan itu dalam bentuk ini adalah ee 21:26 podcast kalau kita katakan begitu ya. 21:29 siaran ekonomi Islam yang bukan hanya 21:31 kita mengajarkan tentang ekonomi Islam 21:33 itu harus bagaimana, tetapi apa yang 21:35 terjadi di masyarakat terkait dengan 21:37 hal-hal yang sebetulnya merupakan hal 21:40 yang dilarang oleh 21:42 agama tetapi dominan di dalam kehidupan 21:45 sehingga kita tidak mungkin bisa 21:47 melepaskan diri itu rumah sangga ya 21:51 [tertawa] 21:52 itu ya ba saja ya bagaimana kemaksiatan 21:55 ekonomi itu ternyata semakin 21:57 menjadi-jadi nih kalau Kita lihat dari 22:02 perkembangan ekonomi Islam di negeri 22:05 sendiri nih, Pak Ustaz ya, di Indonesia 22:06 gitu ya. 22:07 Iya. 22:07 Apakah memang jalan sendiri? Terus 22:10 bagaimana janji pemimpin saat kampanye 22:13 ini, Pak Ustaz? Salah satunya kan memang 22:15 dikatakan akan mengembangkan ekonomi 22:17 syariah begitu ya. 22:19 Nah, sekarang buktinya bagaimana ini 22:20 sekarang? Terus mengenai jalan 22:21 sendirinya bagaimana nih di negeri ini, 22:23 Pak Ustaz? lah itu juga fenomena 22:25 seolah-olah ee ekonomi syariah yang di 22:29 apa namanya yang sekarang digalakkan 22:30 oleh masyarakat itu berjalan sendiri. 22:32 Heeh. 22:33 Sekarang kita tanya siapa sopirnya itu 22:35 auto 22:35 penggeraknya gitu. 22:36 Auto 22:39 penggeraknya kan gak ada penggerak Islam 22:41 di saja Pak enggak ada dan enggak ada 22:43 yang mau dikatakan penggerak kali begitu 22:46 mungkin seperti itu ya. Jadi 22:50 karena fenomennya seperti ini boleh 22:51 dikatakan gerakan ekonomi Islam di 22:54 Indonesia itu 22:56 lotless ya. 22:57 Hm. 22:57 Tanpa pilot 22:58 tanpa. 22:59 Iya. Sudah itu namanya kalau pesawat itu 23:02 kan dirancang untuk bisa mendarat 23:05 sendiri ya tanpa pilot autopilot ya. 23:07 Auto. 23:07 Nah ini kondisinya seperti itu. Enggak 23:10 ada lagi menteri yang berkeluar-keluar. 23:12 Heeh. 23:13 Jangankan berkeluar bicara tentang K 23:15 Islam itu ya hampir enggak ada sekarang. 23:16 Iya. Ya, apalagi yang lebih tinggi 23:18 daripada menteri sekarang ya. Itu enggak 23:21 akan ada yang bicara. He. 23:24 Gubernur apa enggak punya ya enggak 23:27 punya keberanian. Jadi singkatnya ini 23:31 gerakan tanpa imam gitu ya. Kalau salat 23:34 tanpa imam itu e salat individu ya. 23:36 Tapi kalau salat itu berjamaah wajib ada 23:38 imamnya. Nah, sekarang ini gagakan 23:40 berjamaah tapi imamnya siapa? Imamnya 23:43 majhul. Dalam ilmu nahwu namanya majhul. 23:47 Iya ya. Mabniun ala majhul ya enggak 23:51 dikenal ya itu. Nah, karena itu maka 23:56 apa ini ya apa ee sinyalemen daripada 24:01 para jemah itu benar ya. Ya, kita ini 24:04 enggak punya imam, Pak, dalam ekonomi 24:05 Islam. Kepada siapa kita akan bertanya 24:08 tentang hal itu? Ee terus siapa yang 24:10 menggerakkan? 24:12 Jadi seperti individu. Bank juga begitu, 24:14 Bang. syariah pemimpinnya siapa enggak 24:17 muncul di permukaan. 24:18 Gerakan akademik misalnya dari sisi 24:20 akademiknya gerakan ekonomi Islam juga 24:22 enggak kelihatan siapa. Jadi seperti itu 24:25 keadaannya. Maka boleh dikatakan 24:27 fenomena seperti ini adalah yaitu 24:30 penerbangan 24:32 autopilot ya. Ya, autopilot ini 24:34 sebetulnya pilotnya itu otomatis. Tapi 24:36 kalau pilotless ya tidak ada tidak ada 24:40 pilotnya dan juga tidak autopilot. 24:43 Iya. Lebih parah lagi. Iya, 24:45 lebih parah lagi. 24:46 Iya. Cuma kalau pesawat itu autopilot 24:48 itu kalau 24:49 masih inilah masih ada. 24:50 Iya. Kalau bisa pil apa pilotnya itu 24:52 pinsan 24:53 mobiletnya pinsan 24:55 bisa mendarat itu lah 24:57 kalau enggak ada pilot. 24:58 Tapi kalau enggak ada pilot kemudian 25:00 enggak ada autopilot itu tujuannya arah 25:04 gerakannya 25:06 dan enggak bersemangat ya. 25:08 Dan selalu bertanya-tanya sebenarnya 25:09 kita ini mau mau ke mana ya? 25:12 Iya. Jadi itu Masangga jadi ini adalah 25:15 gambaran keadaan kita 25:19 gerakan ekonomi Islam tanpa pilot. 25:24 [tertawa] 25:25 Terus kalau melihat tadi kemaksiatan 25:27 yang makin meraja lela, kemaksiatan 25:28 ekonomi itu 25:29 kira-kira bagi kita ni seorang muslim 25:31 apa yang harus dilakukan Pak Ustaz? 25:32 Itu itu menurut saya sama dengan kita 25:34 menghadapi kemaksaatan yang umum ya 25:36 sama. 25:37 Iya. H 25:38 ee kemaksaatan sosial, kemaksaatan yang 25:40 terjadi di sekeliling kita 25:42 hanya bidangnya itu di dikaitkan dengan 25:44 ekonomi. 25:46 Supaya kita ini lebih menyadari bahwa 25:49 kemaksiatan itu bukan hanya di bidang 25:51 selain daripada ekonomi. Seolah-olah 25:53 ekonomi itu enggak ada kemaksiatan 25:55 lah. Riba itu sendiri maksiat. Ya Allah 25:57 Subhanahu wa taala berfirman, 26:00 wahallallahul baia war riba. Allah 26:05 halalkan jual beli dan Allah haramkan 26:08 riba. Waman jaahu 26:11 maidotum mirbihi fantaha falahu masalaf. 26:16 Maka barang siapa yang telah datang 26:18 kepadanya nasihat dalam pengertian 26:21 nasihat di sini larangan riba kepada 26:24 mereka sudah sampai larangan riba ke 26:26 tengah ke telinga mereka. Fantaha falau 26:30 masalaf. Maka apa? Fanta. Lalu orang ini 26:34 berhenti tidak mengamalkan riba lagi, 26:36 tidak mengambil riba, tidak memberi 26:39 riba, tidak mencatat riba, ya tidak 26:42 menjadi saksi daripada ee transaksi 26:45 ribawi. 26:47 Walau ma salaf, maka dosa yang dilakukan 26:51 ketika makan riba berlalu-berlalu Allah 26:54 maha kuasa untuk mengampuni. Ya. Nah, 26:57 yang kedua ini waman ada. Barang siapa 27:00 yang nekad ya, yang sudah tahu riba itu 27:03 hukumnya haram, tapi tetap nekad makan 27:05 riba, nekad mengambil riba, nekad 27:09 mencatat mencatat transaksi riba, nekad 27:12 menjadi saksi riba, 27:15 ya maka faulaikabunar hum fiha kholidun. 27:19 Maka mereka itulah penghuni neraka dan 27:22 mereka kekal di dalamnya. Dan ancaman 27:24 ini menunjukkan betapa besarnya dosa 27:28 riba itu apabila dilakukan oleh orang 27:31 karena ancamannya masuk neraka. 27:32 H 27:33 ya. Hatta walaupun mungkin seorang 27:35 muslim kalau tiap hari makan riba 27:38 ancamannya tetap ashabunarid. 27:41 Karena tidak disebutkan di sini itu 27:43 muslim atau bukan. Tapi barang siapa 27:46 yang telah datang kepadanya nasihat, 27:49 telah sampai kepadanya nasihat, telah 27:51 sampai kepadanya larangan riba itu 27:53 haram, itu sudah sampai kepada dia lalu 27:56 berhenti, maka dosa yang lalu akan 27:58 diampuni. Tapi yang nekad adalah akan 28:01 masuk neraka jahanam. Ashabunar, 28:03 penghuni neraka. H 28:05 n sampan enggak main-main. Makanya ee 28:08 setaralah kalau dosa riba itu dengan 28:11 dosa membunuh orang, dengan dosa berzina 28:15 itu itu sama ancamannya semuanya masuk 28:18 neraka. Ya, oleh karena itu, maka lewat 28:21 radio ini juga kita ee memberikan 28:24 kesadaran kepada kaum muslimin agar 28:26 supaya menghilangkan kehidupan mereka 28:29 itu atau menghindarkan kehidupan mereka 28:32 itu dari transaksi-transaksi ribawi. 28:35 Kalau sudah bilang kayak gitu kemudian, 28:37 "Ustaz, saya enggak bisa saya ini ini 28:40 tetap di konvensional ya." 28:42 Heeh. 28:42 Ana bari ya. saya berlepas diri ya 28:46 karena kita sudah sampaikan 28:48 peringatan itu kepada anda ya 28:51 nanti hubungannya bukan dengan saya 28:54 karena kita sudah memberikan nasihat. 28:56 Nah, Anda tidak mau terima, tidak mau 28:58 mengamalkan itu, maka hubungan itu 29:00 dengan Allah Subhanahu wa taala seperti 29:02 yang dalam ayat tadi itu Albaqarah 275. 29:05 Iya. Nah, ini makanya apa namanya ee 29:11 sanksi yang diberikan oleh Allah 29:13 Subhanahu wa taala terhadap orang-orang 29:16 yang makan riba, yang memberikan riba 29:18 itu sama. Kan dalam hadis dikatakan 29:20 laana Rasulullah sallallahu alaihi 29:22 wasallam 29:24 riba wqahu waqatibahu waidai ya. 29:29 H 29:30 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 29:31 melaknat akila riba, pemakan riba. 29:34 Siapa yang memakar riba itu? Orang yang 29:37 menerima riba. 29:39 Ya, orang yang menerima riba. Wamillahu. 29:42 Dan orang yang menyebabkan orang lain 29:44 makan riba yaitu pemberinya. 29:46 H 29:46 ya yang makan, yang memberi makan sama 29:49 dosanya. 29:50 Wakatibahu dan penulisnya. 29:53 Penulisnya dalam surat perjanjian kerja, 29:55 surat perjanjian ee pinjaman ini kan 29:59 ditulis oleh notaris. Katip. Nah, 30:01 adminnya juga 30:02 admin. Katipnya ini ya. katib ya, 30:04 penulisnya, pencatatnya. 30:06 Hm. 30:06 Ya, wasyahidai dan dua saksi. Kalau 30:09 saksinya dua ya, dua orang itu sama. 30:12 Kata Rasulullah, dosa mereka itu sama 30:15 saja. Mau pemberi, mau yang makan, mau 30:18 yang menulis atau mencatat dan yang 30:20 menyaksikan hum sawa. Mereka itu sama ya 30:24 derajatnya dari sisi dosa. Nauzubillah 30:27 minzalik. Ya. Jadi sudah keras sekali 30:29 Rasulullah memberikan ee peringatan 30:31 kepada umatnya 30:33 akan adanya suatu zaman di mana kaum 30:35 muslimin ini akan 30:38 sulit untuk menghindarkan diri dari 30:41 riba. Tapi masih bisa kalau kita mau 30:44 asal ada kemauan di situ ada jalan. Ya, 30:47 oleh karena itu larinya adalah mau tidak 30:50 mau adalah aplikasikan ekonomi syariah, 30:54 aplikasikan ekonomi Islam dalam 30:57 kehidupan kita sehari sehari-hari. Kalau 31:00 kita tidak bisa secara sosial apa ya 31:03 secara umum wah konvensional lembaga 31:06 keuangan konvensional masih merajailah 31:09 ya carilah yang syariah ya gitu. Itu 31:11 jalan selamat. 31:13 Kemudian usahakan transaksi kita ini 31:16 benar sesuai syariah, tidak mengandung 31:20 ee riba, tidak mengandung gor, tidak 31:22 mengandung judi, tidak mengandung 31:24 kezaliman, dan tidak mengand mengandung 31:27 hal-hal yang dikharamkan oleh Allah 31:29 Subhanahu wa taala dan rasul-Nya. Nah, 31:31 karena itu maka penting ya mengikuti 31:34 kajian he 31:36 ustaz yang di masjid-masjid atau 31:37 musala-musala dengan kajian-kajian yang 31:39 tematik ya. ya kajian fikih, muamalah 31:42 sekarang sudah banyak di mana-mana ada. 31:43 I 31:44 kemudian ada gerakan ya walaupun tidak 31:48 ada pemimpinnya secara 31:50 secara menonjol kan 31:51 gerakan masyarakat 31:52 gerakan masyarakat tetap kita harus 31:54 menghindarkan diri dari riba. Gak usah 31:57 menunggu presiden 31:58 atau enggak usah menunggu wakil presiden 32:00 atau enggak usah menunggu menteri karena 32:02 kita sudah tah hukumnya haram. Udah kita 32:04 selamatkan diri sendiri. Sebagaimana 32:07 firman Allah, "Qu anfusakum wa ahlikum 32:10 naro." Ya, jagalah dirimu, jagalah 32:13 keluargamu dari sisa api neraka. Karena 32:16 maka riba itu nanti menjadi penghuni 32:18 neraka. Maka kita jaga diri kita, jaga 32:21 anak kita, jaga keluarga kita untuk 32:23 tidak makan hal yang sifatnya riba. 32:26 Itu 32:27 itu unsur-unsur yang disebutkan tadi 32:29 contohnya, Pak Ustaz ya. Kemaksiatan 32:30 dalam hal riba. 32:31 Iya. unsur-unsurnya dari mulai yang 32:33 meminjam, saksi, yang menulis gitu ya. 32:36 Itu kan pelaksana tuh. Iya. 32:38 Terus bagaimana yang dia diam aja gitu? 32:41 Ah, ada praktik itu gitu kan. Ada 32:43 praktik itu diam aja. 32:45 E itu kembali kepada hadis ya. 32:47 [berdehem] Man roah minkum munkaron 32:50 fal yugyiru biyadi. Faam yastati 32:53 falyugisani 32:56 waam yastati fabiqbi walika iman. 33:01 Barang siapa di antara kamu melihat 33:03 kemungkaran. Nah, kemungkaran di sini 33:04 dalam tanda petik kemungkaran ekonomi, 33:07 kemaksiatan ekonomi. 33:09 Hm. 33:10 Ee barang siapa di antara kita melihat 33:11 kemungkaran ekonomi ya, kajian ini 33:13 ekonomi ya meskipun mungkar di sini 33:15 segala macam mungkar ya. 33:17 Ee tapi kita embel-embeli kemungkaran 33:20 ekonomi karena tobeknya ekonomi ya. Tapi 33:23 segala kemungkaran, kemungkaran sosial, 33:25 kemungkaran ee macam-macamlah gitu di 33:29 sekitar kita. 33:30 Tapi tubiknya karena ekonomi, 33:32 kemungkaran ekonomi. Barang siapa 33:33 melihat kemungkaran ekonomi dengan 33:36 ribawi, apa nama transaksi riba yang 33:38 meraja lelah, sulit untuk dikendalikan. 33:41 Falyugiru bih, hendaklah dia merubahnya 33:44 dengan tangannya. Ya dengan tangannya 33:47 ya, dengan kekuasaannya. 33:49 Kalau dia presiden ya bikin dekrit. Ya, 33:52 hari ini yang berlaku adalah ekonomi 33:55 syariah. Riba dihapuskan sebagaimana 33:58 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam i 33:59 ketika 34:01 aja wada itu khotbah di Arafah beliau 34:04 mengatakan 34:06 arriba maudu ya riba itu diangkat ya 34:11 dihapuskan. 34:12 Wa awalu riba 34:15 ya. Wa awalu riba maudu riba ammi 34:20 Al-Abbas bin Abdul Muthalib. Ya. 34:23 Dan riba yang pertama kali yang saya 34:25 angkat, yang saya hapuskan adalah riba 34:28 dari paman saya sendiri, Abbas bin Abdul 34:31 Muthalib. Paman beliau orang kaya, 34:34 finansial ya, ahli keuangan apa namanya 34:38 ee lender tukang menjamin duit dengan 34:41 bunga ya. 34:42 ya. 34:43 Nah, 34:44 maka yang pertama kali saya angkat, saya 34:47 hapuskan riba adalah riba dari paman 34:50 saya sendiri. 34:51 Hm. 34:52 Paman Abbas bin Abdul Muthalib. 34:55 Ya. 34:56 Kami hapuskan di bawah telapak kaki 34:59 saya. Artinya diinjak-injak sudah 35:01 artinya menunjukkan bahwa dia putuskan 35:03 sama sekali. Bahkan dalam riwayat itu 35:06 ditambahkan bahwa 35:09 kreditnya 35:11 ee pepaman beliau ini Abbas bin Abdul 35:13 Muthalib ini katakanlah masih jalanya 35:16 tenornya itu misalnya setahun gitu ya 35:18 baru 6 bulan 35:20 tapi turun larangan riba pada saat itu. 35:23 Maka Rasulullah mengatakan yang 6 bulan 35:25 sebelumnya itu dimakan enggak apa-apa 35:27 kan belum turun ayat 35:28 iya 35:29 tentang larangan riba yang mulai cicilan 35:33 ketujuh sampai terakhir enggak boleh 35:35 kecuali pokoknya saja. 35:38 Hm. 35:38 Iya. 35:39 Rumali ketua pokoknya saja. Jadi 35:42 pokoknya diambil bunganya tidak boleh 35:44 diambil. Nah, begitu tegas Rasulullah 35:47 sallallahu alaihi wasallam menghapuskan 35:48 ini. Nah, makanya di sini itu ada juga 35:52 jemaah yang kritis itu ya. Dia bilang, 35:56 "Ustadz, ada itu ya kaum yang disiksa 36:01 oleh Allah di dunia ini lantaran masalah 36:03 ekonomi." 36:04 Hm. 36:05 Iya, memang ada 36:08 itu Nabi Syuaib. H. Cuma kalau kita cari 36:11 lihat dalam surat apa itu surah Ala'raf 36:14 ya. Kemudian surah 36:16 banyak itu ada Almukminun kemudian 36:19 kaumnya Nabi Syuaib ya. 36:20 Iya kaumnya Nabi Syuaib itu ceritanya 36:23 adalah 36:25 kerusakan yang menimpa pada zaman itu 36:28 adalah kerusakan di bidang ekonomi. 36:30 Hm. 36:30 Ya. Apa yang disebutkan dalam Quran? 36:33 Yaitu wazan. Timbangan. 36:36 Timbangan. 36:37 Timbangan. Ukuran. ya. Timbangan itu 36:39 mungkin kimbang kiloan gitu ya. Ya, per 36:42 kilo. 36:43 Iya. 36:44 Atau ukuran darah seperti meteran, 36:46 panjang lebar ya. 36:47 Heeh. 36:48 Seperti juga perjanjian misalnya saya 36:50 ber ini ber mengadakan kontrak kerja 36:53 dengan tuan A misalnya sebagai PRT. 36:58 Heeh. 36:59 Jam kerja saya masuk jam 0.00, 37:01 pulang saya jam 5.00. 37:03 Saya mendapat dalam surat perjanjian itu 37:05 saya mendapat makan siang gratis. 37:07 Heeh. 37:09 lah ini kalau enggak di jalan gimana? 37:11 Ternyata datangnya jam 10.00. 37:14 Hm. 37:15 Pulangnya jam .00 ya gitu kan. Ini kan 37:19 apa namanya? Pelanggaran terhadap 37:21 perjanjian. 37:21 Perjanjian. 37:22 Iya. Kemudian kalau ngukur beli kain 1 m 37:27 enggak 1 m? 1 m kan 100 cent kan? Ini 37:31 enggak 37:33 bukan 100 cm. 96 cm. He. Itu kan curang. 37:38 Iya. 37:39 Kurangin 37:39 curang timbangan begitu. 1 kilo. 1 kg 37:44 itu berarti 1000 37:46 gram. 37:47 1000 gr ya. Ternyata diukurnya enggak 37:49 sampai 1000 gr. 37:51 925 37:52 gram. Nah, itu ada berapa itu? 75 gram. 37:56 Setiap kali 1 kg dia dipakai untuk 37:59 mengukur menimbang. Heeh. 38:02 Curang. Nah, ini sudah menggejala di 38:05 masyarakat. Jadi segala ukuran itu 38:07 enggak ada yang pas, enggak ada yang 38:09 tepat. Pasti ada orang lain diambil. 38:11 Kalau misalnya kita mengukur menjual 38:13 suatu barang kepada orang lain, dasarnya 38:16 itu dengan kilogram. Tapi kilogram kita 38:19 ini gak benar, ternyata cuma 950. 38:22 Maka setiap kita bertransaksi kepada 38:25 orang, ada orang itu 50 gram kita ambil. 38:29 Hm. 38:30 Dan itu haram. 38:31 Haram. 38:32 Haram. Nah, begitu juga kita kalau kita 38:35 misalnya ada perjanjian lalu kita 38:37 bekerja kepada orang dalam perjanjian 38:39 disebutkan waktu kerja jam 0.00 sampai 38:41 kantor absen [mendengus] masuk ya jam 38:45 .00 keluar lalu kita datang jam 09.00 38:48 tiap-tiap hari, maka kita telah 38:51 merugikan kepada orang yang memberi 38:53 kerja kepada kita itu adalah 1 jam tiap 38:56 hari dikalikan 38:58 seumur-umur kita berapa itu dosa. E 39:00 sebaliknya juga begitu kalau orang yang 39:03 ee bikin perjanjian dengan kita terus 39:06 kita masuknya jam 0.00, disuruhnya kita 39:08 jam 0.30 itu juga sama aja ya. gaji ee 39:12 dijanjikan tertulis R juta umpamanya 39:15 kasih cuman R juta. Nah, alasannya 39:18 macam-macam ini itu dan lain sebagainya. 39:20 Nah, ini semuanya adalah ee pengambilan 39:23 hak orang lain dengan tidak benar. Nah, 39:25 jika semua alat-alat ukur ini apakah itu 39:28 timbangan, apakah itu meteran, apakah 39:30 itu surat perjanjian sudah dilanggar 39:33 secara meluas dalam suasana dalam 39:35 masyarakat itu, maka ini terjadilah 39:38 kemungkaran ekonomi, kemaksiatan ekonomi 39:41 yang mengundang kemurkaan Allah 39:43 Subhanahu wa taala. H. 39:44 Nah, alangkah baik ya kalau seperti itu 39:45 sekarang ya kan enggak usah kita 39:48 mereferensi kepada kaum Nabi Suaib ya, 39:51 tapi sendiri kita sendiri lihat 39:53 semuanya. Iya. 39:55 Sekarang apa yang terjadi pada kaum Nabi 39:56 Syuaib itu terjadi dengan 39:59 terang-terangan di depan kita. 40:00 Iya. Iya. Lebih-lebih bahkan 40:01 lebih-lebih. 40:03 Nah, ini ya. Iya. 40:05 Iya. Iya. 40:06 penting. 40:07 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 40:09 subhanahu wa taala, Anda sedang menyimak 40:12 siaran langsung kajian ekonomi Islam 40:14 bersama narasumber kita Ustaz Iwan 40:16 Basri. Silakan kirimkan pertanyaan 40:19 ataupun komentarnya ke nomor WhatsApp 40:20 Rasil di 0811999720. 40:25 Kami akan kembali. tetaplah bersama 40:26 kami. 40:30 [musik] 40:43 [musik] 40:53 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 40:55 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 40:56 dirahmati Allah Subhanahu wa taala. 40:57 Terima kasih masih bersama kami dalam 40:59 kajian ekonomi Islam bersama narasumber 41:01 kita Ustaz Ihwan Basri. Di sesi kedua 41:04 kita akan menjawab pertanyaan-pertanyaan 41:05 yang masuk. Sebelumnya kita akan ke 41:07 beberapa pendengar yang sudah 41:08 mengirimkan atensinya di siang hari ini. 41:12 Ada Ibu Ani Hudaifah. Alhamdulillah Pak 41:14 Ustaz hadir menyimak dan mendapatkan 41:17 pencerahan mengenai ekonomi Islam. 41:20 Semoga Ustaz selalu sehat dan dalam 41:22 lindungan Allah Subhanahu wa taala. 41:25 Lalu juga ada Pak Ahmad di Depok. 41:26 Asalamualaikum warahmatullahi 41:27 wabarakatuh. Terima kasih atas 41:29 kajiannya, kajian lanjutan ekonomi Islam 41:33 di siang hari ini. Sementara itu, Eyang 41:36 Sri mengirimkan asalamualaikum 41:37 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Kiai. 41:41 Rakyat juga orang Islam mau milih hanya 41:44 dengan disuap Rp50.000. Ini kaitannya 41:49 dengan memilih pemimpin. 41:52 Lalu juga bagaimana orang Islam yang 41:56 haram memelihara 42:00 apa ini ya? Orang berduit jadi meraja 42:03 lela. Ekonomi Islam terpuruk. Ini 42:06 pertanggungjawaban di akhirat. 42:09 Pertanggungjawaban siapa, Pak Kiai? 42:11 Mohon solusinya. Oke. 42:14 Mengenai orang Islam yang dalam 42:16 pemilihan tadi, Pak Ustaz ya. masih bisa 42:19 disogok. Lalu juga ketika ekonomi Islam 42:21 kondisinya seperti ini, 42:23 yang bertanggung jawab di hadirat di 42:25 hadirat di hadirat Allah siapa? Pak Kiai 42:28 [tertawa] 42:29 nyindir ini ya. 42:32 Terima kasih [berdehem] 42:34 kepada para pendengar dan pemirsa yang 42:39 sudah memberikan atensi perhatian kepada 42:42 siaran kami dan juga yang menyimak ya 42:46 setiap minggu. dari siaran kami. Jadi 42:51 ee memang ini tidak bisa dipisahkan 42:55 antara ee politik dengan ekonomi. Ya, 42:59 artinya begini, itu masalah politik. 43:01 Kalau kita masalah pilihan ee pilkada 43:05 atau pemilihan umum gitu ya, itu masalah 43:08 politik ya, itu mencari pemimpin dengan 43:10 cara sistem seperti yang kita kenal h 43:13 sistem pemilu ini ya. Nah, 43:16 ada sekarang ini gejalanya trennya 43:19 adalah pemilu tapi baik-baiki duit ya. 43:21 Itu mani politik 43:22 suara itu dijual gitu ya. Nah, tidak 43:26 peduli apa programnya itu nanti 43:29 berhubungan dengan Islam atau ekonomi 43:32 syariah. 43:34 Tidak peduli ya. Yang penting sekarang 43:36 bisa jualan suara lah. Ini sudah dari 43:40 sini ada sudah rusak. Jadi idealisme 43:41 sudah enggak ada. 43:42 He 43:43 ya. Dan kita juga enggak bisa memprotes 43:46 ya. Memprotes bisa paling dengan suara 43:50 kalau ada podcastpodcast gitu ya. Ada 43:52 ee surat kabar kita tulis surat kabar ya 43:55 seperti itu yang tidak ada artinya sama 43:58 sekali. Tidak ada kekuatan apapun dari 44:00 apa yang kita lakukan untuk mencegah. 44:02 Jadi ini seperti bulldozer yang lewat 44:05 enggak bisa dikendalikan oleh orang. 44:07 Enggak bisa dihadang. He. 44:08 Dihadang oleh pohon, dihadang oleh 44:10 tembok. Enggak bisa ini ya. buldoser ini 44:13 sedang lewat. Oleh karena itu, maka ya 44:17 menghadapi seperti ini tetap kita 44:20 diharuskan untuk menghindarkan diri, 44:22 memperjuangkan diri kita agar supaya 44:25 kita tidak mendapatkan ee kalau mereka 44:28 disiksa diazab oleh Allah, kita enggak 44:29 kena. Itu ada caranya. Yaitu dengan cara 44:32 kita mengingkari yang mungkar. Ya, 44:35 seperti tadi hadisnya itu merubah dengan 44:39 tangan kalau bisa, 44:40 kalau enggak bisa dengan lisan ya, 44:42 dengan tulisan kalau enggak bisa dengan 44:45 mengingkari ya hati kita tidak rida, 44:48 kejadian itu terjadi di hadapan kita itu 44:51 walikaful iman. Ya, itulah selama-lama 44:54 iman. Iya kan? 44:55 Iya. Tapi kalau kita rida dengan apa 44:58 yang terjadi, padahal itu maksiat dan 45:00 mungkarat, maka kita ibaratnya seperti 45:03 menyaksikan walaupun kita itu tidak di 45:05 tempat itu. 45:06 He. 45:06 Nah, misalnya kita dengar di suatu 45:08 tempat mau terjadi ya kemaksiatan, 45:11 kemungkaran, tapi kita mendukung ya, 45:13 kita rida dengan itu. Maka walaupun kita 45:16 tidak di tempat itu, kita tercatat 45:19 sebagai orang yang turut mendukung. 45:21 Makanya di dalam surat di dalam 45:23 Al-Qur'an dikatakan diceritakan bahwa 45:26 ada satu orang dari keluarga Firaun ya 45:30 waqala rajulun mukminun min al firaun 45:33 yaktumu imanahu atuluna rulan ayakallah 45:37 ayak rabbiallah ya i waqala rjul 45:41 mukminun dan berkatalah seorang tokoh ya 45:46 yang beriman kepada Allah dari keluarga 45:48 Firaun ya atuluna rajulan 45:53 Apakah kamu ya Firaun akan membunuh 45:56 orang yang berkata tuanku Allah, Rabbku 45:59 Allah Subhanahu wa taala? Ini dialognya 46:02 panjang sampai 46:03 dua halaman kalau enggak salah dalam 46:04 Al-Qur'an itu ya. 46:07 Ending-nya itu apa? 46:09 fawaqo 46:11 syar ya dan Allah me ini Allah 46:16 melindungi orang ini dari sisaan yang 46:19 ditimbangkan kepada keluarga Firaun 46:21 karena orang ini mau memberikan 46:23 peringatan ya sama juga di dalam surat 46:26 Alarf dikatakan ee 46:30 apa namanya ada orang yang bertanya 46:32 kenapa kamu memberikan peringatan pada 46:34 orang yang Allah sendiri akan mengazab 46:35 kepada Mereka 46:38 qolu mairatan ilbikum. Kenapa saya, kami 46:41 ini memberikan peringatan kepada 46:43 orang-orang yang memang pantas orang itu 46:45 masuk neraka ya, menentang rasul, 46:48 membunuh nabi, membunuh rasul, 46:50 pekerjanya itu e mereka ini sudah pasti 46:53 masuk neraka. Kenapa kamu tetap 46:54 memberikan peringatan kepada mereka? 46:57 Qatikum. 46:59 Aku lakukan ini karena nanti ketika di 47:01 hari kiamat aku akan punya alasan. Ya 47:04 Allah, dulu aku telah peringatkan mereka 47:06 tentang hal ini. Jadi, itulah yang 47:09 membuat mereka diselamatkan oleh Allah 47:10 Subhanahu wa taala. 47:12 Nah, ayat-ayat ini mengajarkan kepada 47:14 kita kaum muslimin agar supaya kita 47:17 tidak boleh kompromi terhadap 47:19 kemungkaran 47:21 walaupun itu kemungkaran di dalam bidang 47:22 ekonomi sekalipun ya. tidak boleh 47:24 kompromi terhadap kemaksiatan di bidang 47:27 ekonomi. Sebab kalau kita sepakat rida, 47:31 maka ketika turun azab Allah semua kena, 47:34 termasuk kita. 47:35 H 47:36 yang dikecualikan adalah orang-orang 47:37 yang memberikan peringatan kepada 47:39 orang-orang yang melakukan itu. 47:42 Itu seperti tokoh orang besar dalam 47:46 keluarga Firaun yang diselamatkan oleh 47:48 Allah Subhanahu wa taala tidak diazab. 47:50 Ketika Firaun diazab lantaran dia 47:54 memberikan peringatan kepada Firaun. 47:57 Nah, oleh karena itu maka di sini juga 47:58 begitu hukumnya sama ya. [mendengus] 48:01 Jangan sampai kita itu 48:04 pasrah dengan keadaan wah sudah biasa 48:07 begini Mas ya. 48:09 H 48:09 iya biasa tapi kalau enggak sebaiknya 48:12 kita itu menghindarkan diri ya. 48:13 Hm. 48:14 Nah, orang sekarang menyepelekan 48:16 masalah-masalah yang sangat berat 48:17 azabnya yaitu riba. misalnya judi 48:21 misalnya mereka itu anggap sepele 48:24 pelaku-pelakunya itu memang begitu ya 48:27 sampai akan turun azab kepada Allah 48:30 sehingga mereka itu tidak diterima lagi 48:34 istigfarnya nauzubillah minzalik ya itu 48:37 jadi makanya pedoman kita adalah tadi 48:41 maninkum munkaron barang siapa di antara 48:43 kamu melihat suatu kemungkaran termasuk 48:46 kemungkaran dalam bidang ekonomi 48:51 hendaklah dia 48:53 merubah 48:54 merubahnya dengan tangannya dengan 48:56 kekuasaannya. Walikota bikin SK supaya 49:00 miras tidak beredar gitu kan. Yang haram 49:03 tidak beredar di kalangan kaum muslimin. 49:05 Zina tidak meraja lela. Entah gimana 49:07 caranya lah. 49:08 H 49:08 begitu. Apabila tidak punya kuasa karena 49:11 bukan walikota, bukan pula bupati maka 49:14 bilisanihi dengan ceramah. Ustaz-ustaz 49:17 sudah banyak ya. Ustaz memberikan 49:19 ceramah kebaikan, mengajarkan kebaikan, 49:24 memberikan peringatan-peringatan supaya 49:27 kemungkaran tidak dilakukan. Banyak 49:29 sudah melaksanakan mereka. Apabila ini 49:32 enggak bisa kita lakukan karena kita 49:34 bisa tidak juga menjadi penulis, tidak 49:36 bisa tidak juga menjadi mubaligh. 49:38 H 49:39 yang ketiga yaitu fabiqolbihi dengan 49:43 hatinya. Arnya mengingkari itu terjadi, 49:46 tidak meridai kemungkaran itu terjadi di 49:49 depan kita. Wadzalikaful iman. Dan ini 49:52 yang paling lemah. Maka yang seperti 49:53 inilah sekarang keadaan kita yang paling 49:55 lemah. Mengingkari kemungkaran, 49:57 mengingkari kemaksiatan di bidang di 49:59 bidang ekonomi dan eh terutama juga di 50:02 bidang ekonomi walaupun di bidang lain. 50:04 Oke, enggak masalah itu Mas Angga ya. 50:06 Iya. Selanjutnya ada Ibu Hani Suryani di 50:09 Sukabumi. Asalamualaikum warahmatullahi 50:11 wabarakatuh. Waalaikumsalam 50:12 warahmatullahi wabarakatuh. 50:13 Pak Ustaz, saya ingin bertanya, apakah 50:16 pekerjaan bangunan dengan cara borongan 50:20 itu sesuai syariah apa tidak? Karena 50:23 upah pekerjaan harian. Jadi bangunan 50:26 belum beres, tapi upah kerja sudah tidak 50:29 dibayar lagi. Atau mungkin borongan yang 50:32 sistemnya besar. Kalau dengar cerita itu 50:35 ya apakah mengandung goror yang 50:37 lain-lain. Bagaimana penjelasannya, Pak 50:38 Ustaz? Terima kasih. Oke, terima kasih 50:41 Bu 50:42 Hani Suryani. 50:43 Bu Hani Suryani di Sukabumi yang 50:45 menyimak siaran kita. Jadi, kalau kita 50:48 kerja sama dengan orang lain dalam hal 50:51 ini ya spesifikannya adalah kita 50:54 memerlukan ee kerja orang lain untuk 50:57 memperbaiki rumah kita atau membangun 51:00 rumah ya. Nah, itu ada dua ada dua model 51:05 ya. Model yang pertama adalah burunya 51:08 itu harian. He 51:09 iya buru harian ya kalau burunya itu 51:13 berapa per hari itu tergantung 51:16 kesepakatan ya yang punya kerja dan yang 51:19 memberi pekerjaan itu sepakat ya. 51:21 Heeh. 51:22 Apakah R00.000 per hari atau R50.000 per 51:26 hari dan lain sebagainya. Pokoknya 51:27 disepakati dulu ya. Kalau sudah sepakat 51:30 berarti rida terhadap apa yang telah 51:31 disepakati. 51:32 H 51:33 per harinya begitu. Di sini enggak ada 51:34 gor ya? Enggak ada. 51:36 Yang kedua, model yang kedua adalah 51:39 dengan borongan ya. Borongan. Nah, 51:43 borongan ini sebetulnya hasilnya apa 51:46 namanya? Ada gornya ya. Ada gor dalam 51:48 pengertian ya diborong segini misalnya 51:52 kalau misalnya diborong Rp500.000 51:55 misalnya ongkosnya itu ya ternyata dia 51:58 cuman membuat ee hal yang kita inginkan 52:02 ini cuma Rp300.000 berarti dia untung 52:04 Rp200.000 misal. Heeh. 52:06 Ya, memang begitu keuntungan dari ee 52:08 apa? 52:09 Pemborongan. 52:10 Tapi goro di sini adalah 52:12 kemungkinan pegarisan tidak sesuai 52:14 dengan kesepakatan ya. 52:16 Ada poin-poin 1 2 3 4 sampai 20 poin. 52:19 Nah, ini harus dijelaskan masing-masing, 52:21 Pak. Ya, kita borong. Oke, kita sepakat. 52:23 Oke. He. 52:24 Tapi ini kan yang harus Anda kerjakan 52:27 itu nomor 1 sampai 20. Siap. 52:29 Dengan kualifikasi begini. Siap. 52:31 Heeh. 52:32 Nah, ini sudah boleh ya. ini enggak ada 52:35 masalah. Jadi dikembalikan kepada 52:37 kesepakatan nanti misalkan kalau Pak itu 52:40 pemborongnya rugi kemarin kalau 52:42 mengerjakan di rumah Bapak saya salah 52:43 sendiri dia kenapa yang ngitungnya 52:45 kurang 52:45 kan sudah sepakat 52:46 iya kan sudah sepakat ya. 52:48 Oh 52:48 iya jadi semua itu ada hitungannya. Jadi 52:51 di sini kita tidak merugikan tiap-tiap 52:54 ee pihak 52:55 pemborong enggak ada masalah ya kita 52:57 bisa dalam halal ini bisa kita 52:59 menggunakan baik apa itu namanya istisna 53:03 ya. atau ijarah. Nah, kalau ijarah kita 53:06 apa namanya? Kita bisa harian 53:09 atau juga bisa istisna apa namanya 53:12 istilnya itu kalau bahan itu dari kita 53:16 ya tapi hanya ee bahan dari mereka semen 53:19 segala macam dari mereka gitu. Nah, itu 53:22 juga macam-macam. Jadi boleh asalkan 53:25 disepakati ya. Iya. Jadi apa namanya ee 53:30 transaksi seperti ini tidak ada masalah 53:34 karena ada di dalam syarat itu namanya 53:36 akadah, 53:38 ada namanya akad istisna yang itu nanti 53:40 bisa kita aplikasikan 53:42 di mana yang kita pakai masing-masing 53:44 itu punya ee unikness ya, keunikan 53:47 sendiri-sendiri. Kalau kita misalkan 53:50 inginnya itu santai tidak diber waktu ya 53:55 bertahap ya bertahap. 53:57 Jadi pembayarnya bertahap termin 3 gitu, 54:01 termin du, termin 4 e dan lain 54:03 sebagainya. 54:04 Jadi sekali lagi saya katakan ini tidak 54:06 ada gorot diperbolehkan. 54:08 H 54:09 yang menjadi masalah adalah isi 54:10 perjanjian itu benar-benar dilaksanakan 54:12 oleh kedua belafia. 54:14 Iya. 54:14 Sehingga tidak ada yang diri dirugikan. 54:17 Itu 54:18 kita ke pertanyaan terakhir, Pak Ustaz. 54:20 Ini ada Pak Ahmadi Yusuf di BSD. 54:23 Asalamualaikum warahmatullahi 54:24 wabarakatuh. Waalaikumsalam 54:26 warahmatullahi wabarakatuh. Kami selalu 54:28 menyimak kajian ekonomi Islam. Terima 54:30 kasih, Pak Ustaz. Kami menjumpai suatu 54:33 kebiasaan pinjam meminjam di suatu 54:35 daerah pedesaan di Cianjur, Pak Ustaz. 54:38 Tepatnya Cianjur Selatan. 54:40 Jadi yang pinjam uang memberikan jaminan 54:44 berupa sawah atau kebun. 54:46 Iya. Selama peminjam belum dapat 54:49 membayar kembali hutangnya, maka pemberi 54:52 pinjaman akan menggarap sawah atau kebun 54:56 yang dijaminkan. 54:58 Nah, hasil kebun itu 100% diambil oleh 55:02 pemberi pinjaman. Kami tahu ini sungguh 55:04 tidak adil perasaan Pak Ustaz. Mohon 55:06 pencerahannya. Di mana tidak adilnya 55:08 ditinjau dari hukum ekonomi Islam. 55:11 Terima kasih. Terima kasih atas 55:12 penjelasannya. 55:13 Terima kasih. [berdehem] ini apa namanya 55:16 ee pendengar kita atau pemirsa kita 55:19 bertanya tentang hal itu dan kasusnya 55:21 ada di Cianjur. 55:23 He. 55:23 Saya kira bukan hanya Cianjur ya, di 55:25 mana-mana fenomena ini banyak juga nih 55:27 kayak 55:27 I karena saya pernah juga ditawari 55:29 begitu. He. 55:30 Jadi ini adalah istilahnya ada dua akad 55:32 di sini. Akad pertama adalah utang. 55:35 Heeh. 55:35 Pinjam duit ya. Enggak tahu jumlahnya 55:37 berapa. 55:38 Pinjam duit ya. He. 55:40 Lalu pinjam itu, si peminjam itu 55:43 memberikan jaminan berupa sawah 55:45 [berdehem] atau kebun atau 55:48 apa ya? Kolam ya. Kalau di Tasik Malaya 55:49 itu 55:50 balong. 55:51 Balong. [tertawa] 55:52 Iya. 55:52 Iya. Iya. 55:53 Nah, kemudian pinjaman ini akan ee 55:59 selama pinjam peminjam belum melunasi 56:01 utangnya, he 56:03 maka si kreditur yang memberi pinjaman 56:07 itu berhak untuk mengelola aset tadi. 56:10 Heeh. 56:11 Sawahnya kah, kebunnya kah, kalungnya 56:14 kah gitu. Dan hasilnya 56:16 100% untuk dia. 56:18 Heeh. 56:18 Nah, ini masalahnya tanya di mana 56:21 ketidakadilan. 56:22 Heeh. Ya, sebetulnya harus kita ini 56:24 harus kita apa namanya jelaskan 56:27 itu kalau dalam fikih muamalah itu 56:30 namanya akad akad utang. 56:32 Hm. 56:33 Utang itu sebetulnya hanya diberikan 56:37 kepada orang-orang yang sangat 56:38 membutuhkan. 56:39 He. 56:40 Bukan untuk hal-hal yang tidak tidak 56:42 begitu butuh tapi dia tiba-tiba hutang 56:44 gitu loh. Ya kan? Banyak sekarang karena 56:47 gaya hidup seperti ini sehingga orang 56:49 mudah berhutang 56:50 karena gaya. Nah, hutang itu sebaiknya 56:53 jangan dilakukan kecuali kepepet gitu 56:56 ya. 56:56 Heeh. Heeh. 56:57 Makanya di dalam Islam itu qord itu 56:59 kalau dalam kategori 57:02 fikih muamalah itu sebetulnya akadnya 57:04 adalah akad ini tabarru. 57:07 Heeh. 57:08 Waain kanana laziman. Ya. Jadi akadnya 57:11 tabaruk meskipun lazim mengikat ya. Itu 57:15 karena itu berbuat baik ya. Barang siapa 57:17 memberikan pinjaman kepada Allah, Allah 57:20 akan melipat gandakan. Banyak sekali 57:23 ayat itu kalau tidak salah berapa 57:24 tempat. 57:25 Itu Albaqarah 245, ada Al-Hadid, ada 57:29 Tagabun, ada kemudian surah almuzzamil 57:32 ada. Menganjurkan kita itu memberikan 57:35 utang kepada orang lain. Tapi utang di 57:37 sini utang yang tidak ada bunganya ya 57:40 kan. 57:41 Apalagi 57:44 utang itu dijaminkan aset yang lain. I 57:47 kan. Jadi kalau misalkan kita hutang R10 57:50 juta kemudian sawak kita itu tiap panen 57:53 itu menghasilkan du e bukan 2 ton ya 5 57:57 ton misalkan gitu ya. He 57:59 lah itu berapa? 5 ton itu 58:01 diambil oleh dia. Nah jadi akhirnya ada 58:03 tambahan ke atas pokoknya. [berdehem] 58:05 Jadi kad utang dalam Islam itu utang 58:08 pokok kembali pokok. Artinya apa? utang 58:10 R10 juta ya balik R10 juta. Nah, jika di 58:13 dalam transaksi utang ini si kreditur 58:15 menerima lebih dari pokok 58:18 lewat pengelolaan aset yang dijaminkan 58:22 itu menjadi riba. 58:23 H. 58:24 Iya. 58:25 Iya. Iya. 58:26 Makanya ini termasuk maksiat e 58:29 kemungkaran ekonomi itu. 58:31 Iya. Iya. Iya. 58:32 Walaupun pengamalnya itu juga beragama 58:35 Islam atau mungkin mal haji. 58:37 He. 58:38 Ya Allah. 58:40 Ini perlu. Jadi ada hak daripada orang 58:44 yang berhutang diambil. 58:46 Diambil 58:46 itu panennya tadi hasilnya panennya 58:48 diambil oleh ini walaupun dia yang 58:50 mengelola ya. Katakanlah misalkan ongkos 58:53 ongkos untuk tanam sampai panen itu R5 58:55 juta. Nah hasilnya ternyata R juta gak 58:58 ada. 58:58 Bisa juga itu ya. 58:59 Iya 59:00 kan netnya itu masih ke dia. 59:02 He 59:03 iya. Gimana caranya ya? Caranya apa 59:08 namanya? mungkin dibagi dua atau gimana 59:11 caranya supaya seimbang. 59:13 Iya, seimbang. 59:14 Tapi yang jelas praktik itu tadi ada 59:16 unsur 59:16 soalnya kalau sawah digadikan kemudian 59:18 enggak dengapa-ngapain juga enggak 59:20 enggak boleh kan. 59:21 Nah, kalau dengapa-ngapain ya 59:23 apa namanya sebetulnya aset yang 59:26 dijaminkan tetap menjadi pemilik 59:28 pemiliknya itu yang berhak untuk 59:30 menanamnya itu loh 59:31 kan jaminan aja. 59:32 Iya itu jaminan doang. Kalau misalnya 59:34 kita enggak bisa 59:35 apa namanya membayar itu akan nanti 59:37 dijual. 59:37 Iya. Iya. Iya. bukan menjadi pindah 59:40 kepemilikannya kepada kreditor. Enggak. 59:44 Enggak. 59:44 Kadang-kadang jaminan tuh jadi merasa 59:46 sendiri lebih berhak untuk menanam. 59:48 Oke. 59:50 Baik. Ini sebenarnya masih banyak 59:51 pertanyaan-pertanyaan masuk Pak Ustaz 59:53 ya. 59:53 Ee termasuk hamba Allah di Kalimantan 59:55 Timur 59:57 ekonomi [tertawa] 59:58 ini atau kemaksiatan ekonomi 1:00:00 Ibu Lili Pak Khairudin ini juga Pak 1:00:02 Purna gitu ya. Mohon maaf karena 1:00:04 keterbatasan waktu jadi kami tidak bisa 1:00:06 jawab semua pertanyaan-pertanyaannya. 1:00:08 tadi menjadi pertanyaan terakhir Pak 1:00:10 Ustaz sayang sekali kita dibati oleh 1:00:11 waktu sebagai penutup Pak Ustaz dari 1:00:13 seluruh bahasan kita apa 1:00:14 ya terima kasih Mas para [berdehem] 1:00:15 pemirsa Rasil TV dan para pendengar 1:00:18 radius silaturahim yang dirahmati Allah 1:00:20 subhanahu wa taala kita sadar bahwa kita 1:00:23 hidup di tengah-tengah kemaksiatan 1:00:25 ekonomi, di tengah-tengah kemungkaran 1:00:28 ekonomi. 1:00:29 Dan bagi orang yang sudah menikmati 1:00:31 kemungkaran dan kemaksiatan ekonomi, ya 1:00:34 marilah kita bertobat kepada Allah 1:00:35 Subhanahu wa taala pelan-pelan. Kita 1:00:38 berjanji kepada diri kita sendiri untuk 1:00:40 berhenti dan kita usahakan agar supaya 1:00:42 apa yang kita peroleh itu tidak 1:00:45 mengandung kemaksiatan, tidak mengandung 1:00:47 kemungkaran, dan berkah di kita peroleh 1:00:50 dari Allah Subhanahu wa taala. Wqillaha 1:00:53 iyajallahu makhraja. Barang siapa yang 1:00:55 bertakwa kepada Allah, Allah akan 1:00:57 memberikan jalan keluar. Pasti akan ada 1:01:00 jalan keluar. Walaupun kita seperti 1:01:03 tidak melihat tajalan keluar, tapi kalau 1:01:05 kita bertakwa kepada Allah, pasrah 1:01:07 kepada Allah, pasti Allah akan kasih 1:01:10 jalan keluar. Ya, 1:01:11 walaupun di sana sudah penuh dengan 1:01:13 riba, di sana penuh dengan judi, di sana 1:01:16 penuh dengan transasi yang haram. Jika 1:01:18 hati kita ini ingin mendapatkan yang 1:01:21 halal saja dari Allah, maka 1:01:24 itu apa namanya? Allah akan memberikan 1:01:27 jalan keluar. Ya, harus kita yakinkan 1:01:30 begitu. Dalam hadis dikatakan ada doa 1:01:33 yang diajarkan oleh Rasulullah kepada 1:01:34 kita Allah 1:01:37 agar supaya itu agar supaya kita ini 1:01:40 selalu dapat yang halal. Allahumma 1:01:43 akfini bihalalika 1:01:45 an haromika. 1:01:47 Ya Allah cukupkanlah kepadaku yang halal 1:01:51 dari yang haram. Janganlah mataku ini 1:01:54 tertarik kepada yang haram. Cukuplah dia 1:01:57 melihat yang halal saja. Itu kan 1:01:59 diajarkan oleh rasul oleh Rasulullah 1:02:02 sallallahu alaihi wasallam. Allahum akal 1:02:05 harka wafadwaka. 1:02:09 Dan jadikanlah yang halal itu cukup 1:02:11 bagiku sehingga aku enggak butuh lagi 1:02:12 kepada yang haram. 1:02:13 H 1:02:14 itu harus kita ulang-ulang doa itu agar 1:02:17 supaya kita apa namanya? dihindarkan 1:02:19 oleh Allah dari hal-hal yang diharamkan 1:02:22 terutama dalam hal ekonomi. Saya kira 1:02:25 itu masang ya. 1:02:27 Baik. Demikianlah ikhwan akhwat yang 1:02:29 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:02:31 Kajian ekonomi Islam kita di kesempatan 1:02:33 kali ini bersama narasumber kita Ustaz 1:02:35 Ihwan Basri dari Dewan Syariah Nasional 1:02:37 Majelis Ulama Indonesia. Dari studio 1:02:40 kami undur diri. Terima kasih banyak 1:02:42 atas kebersamaan Anda. Mohon maaf atas 1:02:44 segala kesalahan kata. Billahi taufik 1:02:46 wal hidayah. Subhanakallahumma 1:02:47 wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta 1:02:49 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:02:51 Asalamualaikum warahmatullahi 1:02:52 wabarakatuh. Waalaikumsalam.