Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastain waa umur dunya waddin wasalatu
- wasalamu ala sayyidina Muhammad wa ala
- alihi wasohbihi ajmain. Rabbi zidni ilma
- allahumfani bima alamtani waimni ma
- yangfani warzuqni ilman yangfa
- dipacarkan dari Jalan Masjid Silaturahim
- nomor 36 Kalimangis Cibubur Bekasi radio
- silaturahim dan Rasil TV untuk Islam
- yang satu. Ikhwan akhwat pendengar dan
- pemirsa di mana pun saja Anda berada.
- Semoga kabar Anda di hari ini dalam
- keadaan sehat walafiat. Hari Selasa
- tanggal 1 bulan Juli 2025. Senang sekali
- saya Angga Aminuddin ditemani oleh Ondi
- dan juga Algi di meja operator. Kami
- hadir dalam acara rutin kita setiap hari
- Selasa pagi menuju siang hari ini,
- kajian ekonomi Islam bersama narasumber
- kita dari Dewan Syariah Nasional Majelis
- Ulama Indonesia,
- Ustaz Ihwan Basri yang alhamdulillah
- beliau telah hadir di studio.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat kabarnya, Pak Ustaz? Ya,
- alhamdulillah sehat walafiat. Sehat
- walafiat. Ini masih aja ada pendengar
- yang bilang Ustaz Iwan gitu. Bukan Ustaz
- Iwan Ikhwan. [tertawa]
- Jadi Ustaz Ikhwan Basri. Buku-buku
- beliau tentang ekonomi Islam juga ini
- Ikhwan Hot bisa googling ya. Buku
- tentang ekonomi Islam dan juga
- pembangunan. Ini kalau yang lagi saya
- baca itu yang Ustaz menterjemahkan
- bukunya Umar capra tuh. Prinsip-prinsip
- ekonomi syariah tuh Ustaz cukup tebal
- gitu ya. Eh, untung waktu itu dapat dari
- Ustaz tuh [tertawa]
- karena cari di online agak sulit juga
- gitu ya. Nah, ikhwan akhwat, ekonomi
- syariah edisi hari ini kita akan
- membahas satu pertanyaan penting yang
- muncul di tengah-tengah masyarakat, di
- tengah-tengah umat. Benarkah masa depan
- ekonomi Islam ini akan cerah? ketika
- kita melihat perekonomian global yang
- selalu ada saja dinamikanya gitu ya ee
- pengaruh dari perang ataupun politik
- dunia gitu ya maupun di negeri ini tentu
- saja pengaruhnya lebih banyak lagi gitu
- ya selain dari faktor-faktor sosial juga
- politik gitu ya juga budaya gitu ya
- faktor lain yang kaitannya adalah sesama
- sama-sama dalam bidang ekonomi. Nah, itu
- juga bisa kita lihat gitu ada ekonomi
- Islam, ada ekonomi konvensional, ada
- ekonomi kapitalis, ada ekonomi sosialis.
- Itu gimana gitu ya dengan adanya itu
- ekonomi Islam ini secerah apa sebenarnya
- ke depan ini menjadi
- pertanyaan-pertanyaan apalagi ketika
- masalah-masalah ekonomi terus muncul,
- kemiskinan terus ada, pengangguran juga
- gitu ya. Nah, ini menjadi ee pertanyaan
- yang mendominasi masyarakat apalagi
- kehidupan riba juga enggak lepas-lepas
- gitu Pak Ustaz ya. Katanya gitu, Pak
- Ustaz. Kita mengangkat topik itu nih,
- Pak Ustaz. Nah, sebagai pembuka Pak
- Ustaz, bagaimana sebenarnya masa depan
- ekonomi Islam dilihat dari cerah,
- mendung, kelabu, atau yang lain? Monggo,
- Pak Ustaz sebagai pembuka. [berdehem]
- Terima kasih, Mas Angga. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastainuhu ala umurid dunya waddin
- wasalatu wasalamu ala asrofili iya wal
- mursalin nabiina Muhammadin waa alihi
- washi ajmain. Amma ba'du.
- Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar
- Radio Silaturahim yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala.
- Alhamdulillah kita dapat melaksanakan
- siaran live ya pada hari ini
- tanggal 1 ya tanggal 1 Juli
- 1 Juli
- 1000 eh 2025 dan
- kita semuanya di studio dalam keadaan
- sehat walafiat dan alhamdulillah di
- studio ini dari tadi malam hujan ya
- hujan
- iya sampai menjelang subuh
- iya
- jadi apa nama namanya ee
- kita mendapat rezeki dari Allah
- Subhanahu wa taala. Pagi-pagi sudah
- turun hujan dan kebetulan anak-anak
- sekolah pada libur,
- jadi jalannya itu
- lengang ya bisa
- 15 menit ini kita
- dari rumah ke studio ini.
- Alhamdulillah. Dan seperti yang sudah
- dimukadimahi oleh Mas Angga tadi bahwa
- topik kita ini sepertinya masih
- terhubung dengan yang lalu ya.
- Hm. mempertanyakan ya apakah masa depan
- ekonomi Islam cerah apa di dunia apa di
- Indonesia ini ya
- ini terinspirasi dari buku Dr. Marjapra
- yang berjudul The Future of Economic ya
- yang sudah saya terjemahkan 25 tahun
- lalu, lebih dari 25 tahun lalu tepatnya
- pada tahun 1998
- dan masuk cetak Gema Senan Press tahun
- 2000 ya dan itu kemudian banyak yang
- membeli banyak sekali dipakai di
- perguruan tinggi Fakultas Ekonomi di
- berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
- Nah, ini sebetulnya bukan dari judul
- ibu. Judul buku itu sebetulnya
- meskipun mirip-mirip ya, tetapi
- sebetulnya terangkatnya topik ini karena
- kegelisahan
- h
- dari jemaah
- di masjid di di masjid-masjid kita ya
- itu terhadap
- apa benar pertanyaannya gitu. Apa benar
- ekonomi Islam ini jalan di kita ini?
- Kelihatannya pemerintah enggak pernah
- ngotatik
- ya, enggak pernah ngotatik lah. Kemudian
- juga fenomena ribah bukannya
- berkurang
- menjadi-jadi ya.
- Dulu itu lewat perbankan offline,
- sekarang lewat
- perbankan online, lewat pinjaman online
- dan lain sebagainya yang bisa masuk ke
- mana saja di seluruh masyarakat.
- Sehingga banyak korban yang menjadi
- korban dari praktik apa namanya benjul
- itu ya namanya dan semuanya hampir 100%
- ee ribawi ya. Jadi jamaah ini gelisahnya
- karena begitu ya melihat fenomena.
- Bahkan sekarang ini kita tidak tahulah
- di dalam keluarga kita sendiri apakah
- ada anak kita yang mungkin terlilit
- hutang. Kita tidak tahu. Tiba-tiba ada
- dolektor misalnya datang ke kita,
- ternyata anak anggota keluarga kita itu
- ada yang tersangkut kasus pinjaman
- online dan tidak bisa bayar.
- H
- dan lain sebagainya. Jadi gelisahnya itu
- karena dulu enggak ada seperti ini. Dulu
- itu orang kalau ke bank itu mesti datang
- ke kantornya, mesti bawa jaminan entah
- itu surat SK dari pegawai negeri atau
- apa atau apalah gitu. Tapi sekarang
- enggak perlu begitu. Sehingga orang
- dengan tidak punya jaminan apapun itu
- bisa pinjam dan mudah sekali hanya
- dengan KTP.
- Bahkan KTP orang yang enggak benar
- ketemu di jalan, ada KTP jatuh di jalan
- ya sudah ini modal yang paling hebat itu
- jadinya sekarang. Akhirnya orang yang
- punya KTIP beneran tadi dapat panggilan
- ya panggilan atau dapat ee didatangi
- oleh de collektor. Masyaallah dan
- kejadian banyak sekali seperti ini. Jadi
- dari sisi satu sisi itu sudah kayak
- begini dominasi riba. Bahkan ada yang
- mengatakan istilah baru ini namanya
- kemaksiatan ekonomi. Yaah, istilah baru
- ya.
- Kemaksiatan
- ada kemaksiatan ekonomi. Kalau kita
- kemarin kan kemaksiatan ya titik
- kemaksiatan saja.
- Heeh.
- Tapi ini dicantumkan belakangnya itu
- embel-embel ekonomi.
- H
- ya. Kemaksiatan ekonomi, kemungkaran
- ekonomi juga. Ya, Ustaz. Bagaimana
- kemungkaran ekonomi ini meraja lela?
- Bagaimana kemas ekonomi orang jal itu
- bukan hanya mengacu kepada riba dan lain
- sebagainya.
- He.
- Tapi mengacu pada transaksi non halal.
- Transakasi transaksi jual beli merah,
- transaksi judi online, transaksi
- perzinaan. Ya, itu kan transasi
- nonal. Bukan non halal, haram.
- Haram.
- Iya.
- Mendominasi kita. Jadi bukan lagi kita
- ini kemaksiatan dan kemungkaran itu
- dalam bentuk katakanlah
- riba. Yang kemarin itu Haji Furoda.
- Itu namanya goror ya.
- Goror fakhis. Masuk kepada
- rukun iman eh rukun Islam yang kelima
- apa namanya? Ee haji.
- Masyaallah.
- sudah bayar sekian ratus juta enggak
- enggak bisa jalan, enggak bisa pergi.
- Jadi, Goror itu sudah masuk kepada
- transaksi-transaksi yang sebetulnya itu
- murni Islam, murni syariah gitu ya.
- He.
- Tetapi ya [berdehem] tadi kemaksiatan
- ekonomi,
- kemungkaran ekonomi sekarang ke
- mana-mana dan zaman itu kan jadi seperti
- prasah ee pasrah ya. Pasrahnya gimana?
- Ustaz, bagaimana kita menghindarkan diri
- dari kehidupan seperti ini? Di mana-mana
- kita ketemu kemungkaran, kemaksiatan
- ekonomi, belum lagi kemaksiatan yang
- lain gitu ya.
- Dan ekonomi ini merupakan urat nadi yang
- berpengaruh langsung kepada kita.
- Kalau pendapatan kita ini haram, maka
- daging darah kita, tubuh kita ini tumbuh
- dari harta yang haram. Dan ini kalau
- kita tidak ketahui berpuluh-puluh tahun
- sampai kita mati mungkin kita makan dari
- harta yang halal eh dari harta yang
- haram. Makanya ini bagaimana ini ya.
- Jadi kalau saya melihat orang yang lagi
- kena pencerahan seperti ini, benar juga
- ya mereka itu ngomongnya ya
- kadang-kadang sudah pasrah ya beginilah
- akhir zaman ya. Karena itu maka sampai
- pada kesimpulan
- salah satu mungkin satu-satunya yang
- bisa menyelamatkan ini adalah ekonomi
- Islam. H
- karena ekonomi Islam itu adalah
- bagaimana memproduksi barang-barang yang
- halal, bagaimana memproduksi jasa yang
- halal, bagaimana memarketingkan
- barang-barang yang halal, bagaimana
- memarketingkan
- jasa yang halal dan bagaimana
- mengkonsumsi barang yang halal dan jasa
- yang halal. Karena yang diproduksi hanya
- barang dan jasa yang halal dalam koridor
- syariah.
- Tapi sekarang ini tidak ada aturan
- semuanya boleh. Bahkan di tengah-tengah
- masyarakat Islam per ee enggak ada
- masalah. Restoran itu enggak perlu
- dikasih catatan halal.
- Babi seliweran di rumah-rumah depan
- rumah kaum muslimin dibiarkan aja. Nah,
- seperti itu ya. Nauzubillah minzalik.
- ini membuat ee ya jemaah kita yang
- gelisah karena beliau ini pada atau
- mereka-mereka ini mendapatkan
- pencerahan. Nah, di sinilah kita
- mengangkat isu ini supaya kaum muslimin
- itu sadar bahwa ada istilah baru yang
- dikemukakan oleh para jemah itu adalah
- kemaksiatan ekonomi
- dan kemungkaran ekonomi yang
- kedua-duanya harus kita hindari.
- Jadi ada juga yang nyeletuk ini dulu
- ketika kampanye janji akan mengembangkan
- ekonomi Islam gitu ya, janji akan
- mengembangkan keuangan syariah ini itu
- dan lain sebagainya. Loh, setelah jadi
- apa namanya? Penguasa wah diam 1000
- bahasa. Seolah-olah enggak ada
- hubungannya antara yang dikampanyekan
- dengan ini dengan kenyataan yang
- sekarang ya. Jadi ee para pemilih itu ee
- masih ingat tema-tema kampanye debat di
- TV dan lain sebagainya.
- Dan sekarang ini mereka sangat menunggu
- ya, sedang menunggu angin yang baik.
- Bagaimana kemaksiatan ekonomi ee ya
- kemungkaran ekonomi ini bisa kalau bisa
- itu dihilangkan. Kalau enggak bisa
- diperkecil, diminimalisir ya supaya
- apa namanya? Aura supaya suasana kita
- ini hidup tenang. Karena hal-hal yang
- mungkar, hal-hal yang maksiat itu tidak
- bakalan bisa membawa kedamaian batin di
- di masyarakat dan juga tidak bisa
- memberikan ketentraman kepada individu.
- Ya, hanya akan membawa kepanasan ya, ada
- kecemasan ya, saling tuduh, saling ee
- mengambil hak orang lain, serakah dan
- lain sebagainya. awut-awutan ya seperti
- yang sekarang kita lihat sekarang ya
- dunia tidak jelas bagaimana ini ya
- perang di mana-mana nanti kalau sudah
- terjadi seperti itu boleh boleh
- dikatakan bahwa itu adalah buah daripada
- kemungkaran ekonomi,
- kemaksiatan ekonomi yang berlangsung
- tanpa ada amar makruf nahi mungkar tanpa
- ada hambatan sama sekali. mayoritas
- muslim, tetapi ekonominya ekonomi
- kapitalis yang produksinya itu sebagian
- besar mungkin haram dilarang oleh agama,
- tapi mayoritas kaum muslimin tadi tidak
- berdaya terhadap apa yang terjadi dalam
- lapangan ekonomi. Nah, ini menyedihkan
- sekali. Makanya judulnya jadinya apa
- betul itu ee masa depan ekonomi syariah
- itu cerah, Ustaz? He.
- Nah, kalau dilihat dari perspektif ini,
- Anda sudah tahu jawabannya kan? Ini
- semuanya alamnya awan yang ada di atas
- kita, mendung di atas kita, yaitu
- mendung dan awan ribawi yang tidak bisa
- dikontrol.
- Judi tidak bisa dikontrol. Bahkan kalau
- kita lihat media sosial itu
- pelaksana-pelaksana, pelindung-pelindung
- judi itu ternyata orang yang kuat ya,
- punya kedudukan tinggi ya. sehingga
- sulit sekali di ditangkap gitu loh
- backingan.
- Iya mau ditangkap ee mungkin
- gagap itu polisi ya. H
- karena yang ditangkap lebih kuat
- daripada dia. [tertawa]
- Akibatnya ya seperti tadi mandul ya.
- Judul ada di mana-mana korban sudah
- banyak.
- Kemudian ee laki-laki ya hal apa namanya
- miras. miras berdar dengan leluasa di
- masyarakat
- 95% beragama Islam ya. Nah, pelakunya
- enggak tahu muslim atau bukan tapi
- mereka ini adalah kriminal ya. Ya, yang
- secara sembunyi-sembunyi
- tidak terus terang ee memarketingkan,
- memasarkan barang-barang haram di tengah
- kaum muslimin ya. Dan itu sepertinya
- juga berjalan dengan aman ya. Satu dua
- kali ada apa namanya penggerebekan. Tapi
- itu kan istilahnya adalah gunung es ya,
- fenomena gunung es yang terkenal di
- puncaknya, yang terlihat di puncaknya
- yang di bawahnya. Wallahuam bissawab.
- Ya. Nah, para pendengar radio
- silaturahim dan para pemirsa Rasi TV,
- jika fenomena seperti ini, maka para
- jemaah tadi yang memberikan ee apa
- namanya? statement bahwa kita tidak bisa
- lagi mengharapkan hidup seperti ini
- kecuali apabila ekonomi Islam itu harus
- diperjuangkan.
- Nah, perjuangan tidak bisa dari umat
- saja, tetapi dari pengelola negara ya,
- dari pemangku jabatan, pemangku
- kekuasaan di Indonesia ini ya bisa jadi
- paling kecil ya mungkin Pak Lurah ya,
- kemudian Pak Camat, kemudian Pak Bupati,
- Walikota, Pak Gubernur ya. kemudian
- menteri dan lain sebagainya ya.
- Menterinya kan ee merepresentasi
- daripada jumlah penduduk Indonesia ya
- yang 90% beragama Islam. Iya. Bahkan
- dalam semua agama yang kita sebutkan
- tadi kan diharamkan sebetulnya mulai
- dari judi diharamkan ee kemudian miras
- juga diharamkan, riba juga diharamkan.
- Tapi karena dominasi kapitalisme dunia,
- maka kita akhirnya mengadopsi sistem
- ekonomi yang dilarang oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Karena di dalamnya
- terdapat hal-hal yang diharamkan oleh
- agama, yaitu tentang riba, yaitu tentang
- ee judi, tentang haram, yaitu ee
- minuman-minuman yang haram dan yang
- lain-lain. Ya, intinya sebetulnya di
- antaranya lain adalah kezaliman, ya.
- Kezaliman itu pasti terjadi ketika
- ekonomi dijalankan, bukan berdasarkan
- kepada ee pada hukum Allah Subhanahu wa
- taala. Ya, kita tidak tahu bahwa
- sebagian daripada
- hak kita diambil orang. ya, hak yang
- harus kita kelola, sumber daya alam kita
- yang kita kelola, kita bersama-sama
- mengelola bersama negara lain atau
- perusahaan MNC
- ya, perusahaan korporasi internasional
- ternyata keuntungannya 90%
- pada asing. I kan
- kita
- tidak punya apa-apa kita ng cuman 10%.
- Masyaallah. Dan kalau perjanjian kerja
- sama dengan pihak asing seperti itu pada
- umumnya wa naudubillah minzalik. Berapa
- banyak sumber daya Indonesia yang
- seharusnya dinikmati oleh rakyat
- Indonesia ini malah justru dinikmati
- oleh orang-orang asing lewat berbagai
- macam kerja sama antara kita dengan
- mereka. Ya. Nah, itu salah satu daripada
- sebab kenapa kita enggak maju-maju
- ya. kita enggak naik-naik kelas dalam
- hal pendapatan per kapita, perbaikan
- hidup dan lain sebagainya. Karena
- mungkin berat sebelah ya. Kita tidak
- tahu itu berat sebelah ya karena kita
- dikibulin ya,
- dibohongin ya
- atau kita tidak pti berhadapan dengan
- mereka
- sehingga ada pasal-pasal yang di
- dalamnya itu mengambil hak kita untuk
- mereka tanpa kita sadari. Ya, makanya
- kalau kita pikir-pikir L Pertamina
- kenapa dari dulu begini, Garuda kenapa
- dari begini?
- He.
- Kenapa Qotar yang lahir tahun ya -an
- atau 90-an
- RW ya?
- Lebih maju.
- Iya, lebih maju imarat ya.
- Iya.
- Iya. Dan imarat satu lagi yang ittihad
- ya. Itihad baru kemarin tuh. Iya.
- Iya. Jumbu-jumbu ya.
- Iya.
- A 380. Wah.
- Heeh.
- Kita Masyaallah.
- berguguran ya. Padahal dulu yang melatih
- pilot-pilat mereka itu kita
- ya.
- Jadi kita jadi bertanya-tanya ya kenapa
- tidak ada keberkahan di negeri ini ya?
- Kenapa
- pertanyaan dari para jemah tadi itu
- begitu? Ya, karena jawabannya mungkin
- ada di sini. Kemaksiatan ekonomi yang
- merasa lela, kemungkaran ekonomi yang
- menjadi-jadi, akhirnya sumber daya tidak
- berkah dan pergi artinya mengalir dari
- kita keluar.
- Sehingga nasib penduduk Indonesia ya
- tetap seperti ini, pendapatannya tidak
- naik. ee bayi lahir kurang gizi, ee
- stangting ya, kurus kurang gizi dan lain
- sebagainya itu menjadi fenomena umum di
- seluruh Indonesia. Padahal kita
- sudah suasada beras sekarang ini, jagung
- sudah iya ya yang lain-lain itu menunggu
- ya. Yang menjadi masalah apakah itu
- tidak ada pengaruhnya kepada kemakmuran
- bangsa ini?
- Kenapa?
- Sebagian besar daripada bangsa rakyat
- Indonesia itu masih bisa belum bisa
- makan dengan bergizi. Masih makan asal
- makan aja penuh dengan karbohidrat dan
- hal-hal yang kurang sehat sehingga
- kesehatan mereka rendah dan lain
- sebagainya. Kenapa begitu ya?
- Ya, seperti di negara sebelah tetangga
- ya. Nah, ini orang-orang pada tahu.
- Karena itu maka sebagai tanggapan saya
- merespon menyerap apa yang mereka
- kemukakan itu dalam bentuk ini adalah ee
- podcast kalau kita katakan begitu ya.
- siaran ekonomi Islam yang bukan hanya
- kita mengajarkan tentang ekonomi Islam
- itu harus bagaimana, tetapi apa yang
- terjadi di masyarakat terkait dengan
- hal-hal yang sebetulnya merupakan hal
- yang dilarang oleh
- agama tetapi dominan di dalam kehidupan
- sehingga kita tidak mungkin bisa
- melepaskan diri itu rumah sangga ya
- [tertawa]
- itu ya ba saja ya bagaimana kemaksiatan
- ekonomi itu ternyata semakin
- menjadi-jadi nih kalau Kita lihat dari
- perkembangan ekonomi Islam di negeri
- sendiri nih, Pak Ustaz ya, di Indonesia
- gitu ya.
- Iya.
- Apakah memang jalan sendiri? Terus
- bagaimana janji pemimpin saat kampanye
- ini, Pak Ustaz? Salah satunya kan memang
- dikatakan akan mengembangkan ekonomi
- syariah begitu ya.
- Nah, sekarang buktinya bagaimana ini
- sekarang? Terus mengenai jalan
- sendirinya bagaimana nih di negeri ini,
- Pak Ustaz? lah itu juga fenomena
- seolah-olah ee ekonomi syariah yang di
- apa namanya yang sekarang digalakkan
- oleh masyarakat itu berjalan sendiri.
- Heeh.
- Sekarang kita tanya siapa sopirnya itu
- auto
- penggeraknya gitu.
- Auto
- penggeraknya kan gak ada penggerak Islam
- di saja Pak enggak ada dan enggak ada
- yang mau dikatakan penggerak kali begitu
- mungkin seperti itu ya. Jadi
- karena fenomennya seperti ini boleh
- dikatakan gerakan ekonomi Islam di
- Indonesia itu
- lotless ya.
- Hm.
- Tanpa pilot
- tanpa.
- Iya. Sudah itu namanya kalau pesawat itu
- kan dirancang untuk bisa mendarat
- sendiri ya tanpa pilot autopilot ya.
- Auto.
- Nah ini kondisinya seperti itu. Enggak
- ada lagi menteri yang berkeluar-keluar.
- Heeh.
- Jangankan berkeluar bicara tentang K
- Islam itu ya hampir enggak ada sekarang.
- Iya. Ya, apalagi yang lebih tinggi
- daripada menteri sekarang ya. Itu enggak
- akan ada yang bicara. He.
- Gubernur apa enggak punya ya enggak
- punya keberanian. Jadi singkatnya ini
- gerakan tanpa imam gitu ya. Kalau salat
- tanpa imam itu e salat individu ya.
- Tapi kalau salat itu berjamaah wajib ada
- imamnya. Nah, sekarang ini gagakan
- berjamaah tapi imamnya siapa? Imamnya
- majhul. Dalam ilmu nahwu namanya majhul.
- Iya ya. Mabniun ala majhul ya enggak
- dikenal ya itu. Nah, karena itu maka
- apa ini ya apa ee sinyalemen daripada
- para jemah itu benar ya. Ya, kita ini
- enggak punya imam, Pak, dalam ekonomi
- Islam. Kepada siapa kita akan bertanya
- tentang hal itu? Ee terus siapa yang
- menggerakkan?
- Jadi seperti individu. Bank juga begitu,
- Bang. syariah pemimpinnya siapa enggak
- muncul di permukaan.
- Gerakan akademik misalnya dari sisi
- akademiknya gerakan ekonomi Islam juga
- enggak kelihatan siapa. Jadi seperti itu
- keadaannya. Maka boleh dikatakan
- fenomena seperti ini adalah yaitu
- penerbangan
- autopilot ya. Ya, autopilot ini
- sebetulnya pilotnya itu otomatis. Tapi
- kalau pilotless ya tidak ada tidak ada
- pilotnya dan juga tidak autopilot.
- Iya. Lebih parah lagi. Iya,
- lebih parah lagi.
- Iya. Cuma kalau pesawat itu autopilot
- itu kalau
- masih inilah masih ada.
- Iya. Kalau bisa pil apa pilotnya itu
- pinsan
- mobiletnya pinsan
- bisa mendarat itu lah
- kalau enggak ada pilot.
- Tapi kalau enggak ada pilot kemudian
- enggak ada autopilot itu tujuannya arah
- gerakannya
- dan enggak bersemangat ya.
- Dan selalu bertanya-tanya sebenarnya
- kita ini mau mau ke mana ya?
- Iya. Jadi itu Masangga jadi ini adalah
- gambaran keadaan kita
- gerakan ekonomi Islam tanpa pilot.
- [tertawa]
- Terus kalau melihat tadi kemaksiatan
- yang makin meraja lela, kemaksiatan
- ekonomi itu
- kira-kira bagi kita ni seorang muslim
- apa yang harus dilakukan Pak Ustaz?
- Itu itu menurut saya sama dengan kita
- menghadapi kemaksaatan yang umum ya
- sama.
- Iya. H
- ee kemaksaatan sosial, kemaksaatan yang
- terjadi di sekeliling kita
- hanya bidangnya itu di dikaitkan dengan
- ekonomi.
- Supaya kita ini lebih menyadari bahwa
- kemaksiatan itu bukan hanya di bidang
- selain daripada ekonomi. Seolah-olah
- ekonomi itu enggak ada kemaksiatan
- lah. Riba itu sendiri maksiat. Ya Allah
- Subhanahu wa taala berfirman,
- wahallallahul baia war riba. Allah
- halalkan jual beli dan Allah haramkan
- riba. Waman jaahu
- maidotum mirbihi fantaha falahu masalaf.
- Maka barang siapa yang telah datang
- kepadanya nasihat dalam pengertian
- nasihat di sini larangan riba kepada
- mereka sudah sampai larangan riba ke
- tengah ke telinga mereka. Fantaha falau
- masalaf. Maka apa? Fanta. Lalu orang ini
- berhenti tidak mengamalkan riba lagi,
- tidak mengambil riba, tidak memberi
- riba, tidak mencatat riba, ya tidak
- menjadi saksi daripada ee transaksi
- ribawi.
- Walau ma salaf, maka dosa yang dilakukan
- ketika makan riba berlalu-berlalu Allah
- maha kuasa untuk mengampuni. Ya. Nah,
- yang kedua ini waman ada. Barang siapa
- yang nekad ya, yang sudah tahu riba itu
- hukumnya haram, tapi tetap nekad makan
- riba, nekad mengambil riba, nekad
- mencatat mencatat transaksi riba, nekad
- menjadi saksi riba,
- ya maka faulaikabunar hum fiha kholidun.
- Maka mereka itulah penghuni neraka dan
- mereka kekal di dalamnya. Dan ancaman
- ini menunjukkan betapa besarnya dosa
- riba itu apabila dilakukan oleh orang
- karena ancamannya masuk neraka.
- H
- ya. Hatta walaupun mungkin seorang
- muslim kalau tiap hari makan riba
- ancamannya tetap ashabunarid.
- Karena tidak disebutkan di sini itu
- muslim atau bukan. Tapi barang siapa
- yang telah datang kepadanya nasihat,
- telah sampai kepadanya nasihat, telah
- sampai kepadanya larangan riba itu
- haram, itu sudah sampai kepada dia lalu
- berhenti, maka dosa yang lalu akan
- diampuni. Tapi yang nekad adalah akan
- masuk neraka jahanam. Ashabunar,
- penghuni neraka. H
- n sampan enggak main-main. Makanya ee
- setaralah kalau dosa riba itu dengan
- dosa membunuh orang, dengan dosa berzina
- itu itu sama ancamannya semuanya masuk
- neraka. Ya, oleh karena itu, maka lewat
- radio ini juga kita ee memberikan
- kesadaran kepada kaum muslimin agar
- supaya menghilangkan kehidupan mereka
- itu atau menghindarkan kehidupan mereka
- itu dari transaksi-transaksi ribawi.
- Kalau sudah bilang kayak gitu kemudian,
- "Ustaz, saya enggak bisa saya ini ini
- tetap di konvensional ya."
- Heeh.
- Ana bari ya. saya berlepas diri ya
- karena kita sudah sampaikan
- peringatan itu kepada anda ya
- nanti hubungannya bukan dengan saya
- karena kita sudah memberikan nasihat.
- Nah, Anda tidak mau terima, tidak mau
- mengamalkan itu, maka hubungan itu
- dengan Allah Subhanahu wa taala seperti
- yang dalam ayat tadi itu Albaqarah 275.
- Iya. Nah, ini makanya apa namanya ee
- sanksi yang diberikan oleh Allah
- Subhanahu wa taala terhadap orang-orang
- yang makan riba, yang memberikan riba
- itu sama. Kan dalam hadis dikatakan
- laana Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam
- riba wqahu waqatibahu waidai ya.
- H
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- melaknat akila riba, pemakan riba.
- Siapa yang memakar riba itu? Orang yang
- menerima riba.
- Ya, orang yang menerima riba. Wamillahu.
- Dan orang yang menyebabkan orang lain
- makan riba yaitu pemberinya.
- H
- ya yang makan, yang memberi makan sama
- dosanya.
- Wakatibahu dan penulisnya.
- Penulisnya dalam surat perjanjian kerja,
- surat perjanjian ee pinjaman ini kan
- ditulis oleh notaris. Katip. Nah,
- adminnya juga
- admin. Katipnya ini ya. katib ya,
- penulisnya, pencatatnya.
- Hm.
- Ya, wasyahidai dan dua saksi. Kalau
- saksinya dua ya, dua orang itu sama.
- Kata Rasulullah, dosa mereka itu sama
- saja. Mau pemberi, mau yang makan, mau
- yang menulis atau mencatat dan yang
- menyaksikan hum sawa. Mereka itu sama ya
- derajatnya dari sisi dosa. Nauzubillah
- minzalik. Ya. Jadi sudah keras sekali
- Rasulullah memberikan ee peringatan
- kepada umatnya
- akan adanya suatu zaman di mana kaum
- muslimin ini akan
- sulit untuk menghindarkan diri dari
- riba. Tapi masih bisa kalau kita mau
- asal ada kemauan di situ ada jalan. Ya,
- oleh karena itu larinya adalah mau tidak
- mau adalah aplikasikan ekonomi syariah,
- aplikasikan ekonomi Islam dalam
- kehidupan kita sehari sehari-hari. Kalau
- kita tidak bisa secara sosial apa ya
- secara umum wah konvensional lembaga
- keuangan konvensional masih merajailah
- ya carilah yang syariah ya gitu. Itu
- jalan selamat.
- Kemudian usahakan transaksi kita ini
- benar sesuai syariah, tidak mengandung
- ee riba, tidak mengandung gor, tidak
- mengandung judi, tidak mengandung
- kezaliman, dan tidak mengand mengandung
- hal-hal yang dikharamkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala dan rasul-Nya. Nah,
- karena itu maka penting ya mengikuti
- kajian he
- ustaz yang di masjid-masjid atau
- musala-musala dengan kajian-kajian yang
- tematik ya. ya kajian fikih, muamalah
- sekarang sudah banyak di mana-mana ada.
- I
- kemudian ada gerakan ya walaupun tidak
- ada pemimpinnya secara
- secara menonjol kan
- gerakan masyarakat
- gerakan masyarakat tetap kita harus
- menghindarkan diri dari riba. Gak usah
- menunggu presiden
- atau enggak usah menunggu wakil presiden
- atau enggak usah menunggu menteri karena
- kita sudah tah hukumnya haram. Udah kita
- selamatkan diri sendiri. Sebagaimana
- firman Allah, "Qu anfusakum wa ahlikum
- naro." Ya, jagalah dirimu, jagalah
- keluargamu dari sisa api neraka. Karena
- maka riba itu nanti menjadi penghuni
- neraka. Maka kita jaga diri kita, jaga
- anak kita, jaga keluarga kita untuk
- tidak makan hal yang sifatnya riba.
- Itu
- itu unsur-unsur yang disebutkan tadi
- contohnya, Pak Ustaz ya. Kemaksiatan
- dalam hal riba.
- Iya. unsur-unsurnya dari mulai yang
- meminjam, saksi, yang menulis gitu ya.
- Itu kan pelaksana tuh. Iya.
- Terus bagaimana yang dia diam aja gitu?
- Ah, ada praktik itu gitu kan. Ada
- praktik itu diam aja.
- E itu kembali kepada hadis ya.
- [berdehem] Man roah minkum munkaron
- fal yugyiru biyadi. Faam yastati
- falyugisani
- waam yastati fabiqbi walika iman.
- Barang siapa di antara kamu melihat
- kemungkaran. Nah, kemungkaran di sini
- dalam tanda petik kemungkaran ekonomi,
- kemaksiatan ekonomi.
- Hm.
- Ee barang siapa di antara kita melihat
- kemungkaran ekonomi ya, kajian ini
- ekonomi ya meskipun mungkar di sini
- segala macam mungkar ya.
- Ee tapi kita embel-embeli kemungkaran
- ekonomi karena tobeknya ekonomi ya. Tapi
- segala kemungkaran, kemungkaran sosial,
- kemungkaran ee macam-macamlah gitu di
- sekitar kita.
- Tapi tubiknya karena ekonomi,
- kemungkaran ekonomi. Barang siapa
- melihat kemungkaran ekonomi dengan
- ribawi, apa nama transaksi riba yang
- meraja lelah, sulit untuk dikendalikan.
- Falyugiru bih, hendaklah dia merubahnya
- dengan tangannya. Ya dengan tangannya
- ya, dengan kekuasaannya.
- Kalau dia presiden ya bikin dekrit. Ya,
- hari ini yang berlaku adalah ekonomi
- syariah. Riba dihapuskan sebagaimana
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam i
- ketika
- aja wada itu khotbah di Arafah beliau
- mengatakan
- arriba maudu ya riba itu diangkat ya
- dihapuskan.
- Wa awalu riba
- ya. Wa awalu riba maudu riba ammi
- Al-Abbas bin Abdul Muthalib. Ya.
- Dan riba yang pertama kali yang saya
- angkat, yang saya hapuskan adalah riba
- dari paman saya sendiri, Abbas bin Abdul
- Muthalib. Paman beliau orang kaya,
- finansial ya, ahli keuangan apa namanya
- ee lender tukang menjamin duit dengan
- bunga ya.
- ya.
- Nah,
- maka yang pertama kali saya angkat, saya
- hapuskan riba adalah riba dari paman
- saya sendiri.
- Hm.
- Paman Abbas bin Abdul Muthalib.
- Ya.
- Kami hapuskan di bawah telapak kaki
- saya. Artinya diinjak-injak sudah
- artinya menunjukkan bahwa dia putuskan
- sama sekali. Bahkan dalam riwayat itu
- ditambahkan bahwa
- kreditnya
- ee pepaman beliau ini Abbas bin Abdul
- Muthalib ini katakanlah masih jalanya
- tenornya itu misalnya setahun gitu ya
- baru 6 bulan
- tapi turun larangan riba pada saat itu.
- Maka Rasulullah mengatakan yang 6 bulan
- sebelumnya itu dimakan enggak apa-apa
- kan belum turun ayat
- iya
- tentang larangan riba yang mulai cicilan
- ketujuh sampai terakhir enggak boleh
- kecuali pokoknya saja.
- Hm.
- Iya.
- Rumali ketua pokoknya saja. Jadi
- pokoknya diambil bunganya tidak boleh
- diambil. Nah, begitu tegas Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menghapuskan
- ini. Nah, makanya di sini itu ada juga
- jemaah yang kritis itu ya. Dia bilang,
- "Ustadz, ada itu ya kaum yang disiksa
- oleh Allah di dunia ini lantaran masalah
- ekonomi."
- Hm.
- Iya, memang ada
- itu Nabi Syuaib. H. Cuma kalau kita cari
- lihat dalam surat apa itu surah Ala'raf
- ya. Kemudian surah
- banyak itu ada Almukminun kemudian
- kaumnya Nabi Syuaib ya.
- Iya kaumnya Nabi Syuaib itu ceritanya
- adalah
- kerusakan yang menimpa pada zaman itu
- adalah kerusakan di bidang ekonomi.
- Hm.
- Ya. Apa yang disebutkan dalam Quran?
- Yaitu wazan. Timbangan.
- Timbangan.
- Timbangan. Ukuran. ya. Timbangan itu
- mungkin kimbang kiloan gitu ya. Ya, per
- kilo.
- Iya.
- Atau ukuran darah seperti meteran,
- panjang lebar ya.
- Heeh.
- Seperti juga perjanjian misalnya saya
- ber ini ber mengadakan kontrak kerja
- dengan tuan A misalnya sebagai PRT.
- Heeh.
- Jam kerja saya masuk jam 0.00,
- pulang saya jam 5.00.
- Saya mendapat dalam surat perjanjian itu
- saya mendapat makan siang gratis.
- Heeh.
- lah ini kalau enggak di jalan gimana?
- Ternyata datangnya jam 10.00.
- Hm.
- Pulangnya jam .00 ya gitu kan. Ini kan
- apa namanya? Pelanggaran terhadap
- perjanjian.
- Perjanjian.
- Iya. Kemudian kalau ngukur beli kain 1 m
- enggak 1 m? 1 m kan 100 cent kan? Ini
- enggak
- bukan 100 cm. 96 cm. He. Itu kan curang.
- Iya.
- Kurangin
- curang timbangan begitu. 1 kilo. 1 kg
- itu berarti 1000
- gram.
- 1000 gr ya. Ternyata diukurnya enggak
- sampai 1000 gr.
- 925
- gram. Nah, itu ada berapa itu? 75 gram.
- Setiap kali 1 kg dia dipakai untuk
- mengukur menimbang. Heeh.
- Curang. Nah, ini sudah menggejala di
- masyarakat. Jadi segala ukuran itu
- enggak ada yang pas, enggak ada yang
- tepat. Pasti ada orang lain diambil.
- Kalau misalnya kita mengukur menjual
- suatu barang kepada orang lain, dasarnya
- itu dengan kilogram. Tapi kilogram kita
- ini gak benar, ternyata cuma 950.
- Maka setiap kita bertransaksi kepada
- orang, ada orang itu 50 gram kita ambil.
- Hm.
- Dan itu haram.
- Haram.
- Haram. Nah, begitu juga kita kalau kita
- misalnya ada perjanjian lalu kita
- bekerja kepada orang dalam perjanjian
- disebutkan waktu kerja jam 0.00 sampai
- kantor absen [mendengus] masuk ya jam
- .00 keluar lalu kita datang jam 09.00
- tiap-tiap hari, maka kita telah
- merugikan kepada orang yang memberi
- kerja kepada kita itu adalah 1 jam tiap
- hari dikalikan
- seumur-umur kita berapa itu dosa. E
- sebaliknya juga begitu kalau orang yang
- ee bikin perjanjian dengan kita terus
- kita masuknya jam 0.00, disuruhnya kita
- jam 0.30 itu juga sama aja ya. gaji ee
- dijanjikan tertulis R juta umpamanya
- kasih cuman R juta. Nah, alasannya
- macam-macam ini itu dan lain sebagainya.
- Nah, ini semuanya adalah ee pengambilan
- hak orang lain dengan tidak benar. Nah,
- jika semua alat-alat ukur ini apakah itu
- timbangan, apakah itu meteran, apakah
- itu surat perjanjian sudah dilanggar
- secara meluas dalam suasana dalam
- masyarakat itu, maka ini terjadilah
- kemungkaran ekonomi, kemaksiatan ekonomi
- yang mengundang kemurkaan Allah
- Subhanahu wa taala. H.
- Nah, alangkah baik ya kalau seperti itu
- sekarang ya kan enggak usah kita
- mereferensi kepada kaum Nabi Suaib ya,
- tapi sendiri kita sendiri lihat
- semuanya. Iya.
- Sekarang apa yang terjadi pada kaum Nabi
- Syuaib itu terjadi dengan
- terang-terangan di depan kita.
- Iya. Iya. Lebih-lebih bahkan
- lebih-lebih.
- Nah, ini ya. Iya.
- Iya. Iya.
- penting.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala, Anda sedang menyimak
- siaran langsung kajian ekonomi Islam
- bersama narasumber kita Ustaz Iwan
- Basri. Silakan kirimkan pertanyaan
- ataupun komentarnya ke nomor WhatsApp
- Rasil di 0811999720.
- Kami akan kembali. tetaplah bersama
- kami.
- [musik]
- [musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
- Terima kasih masih bersama kami dalam
- kajian ekonomi Islam bersama narasumber
- kita Ustaz Ihwan Basri. Di sesi kedua
- kita akan menjawab pertanyaan-pertanyaan
- yang masuk. Sebelumnya kita akan ke
- beberapa pendengar yang sudah
- mengirimkan atensinya di siang hari ini.
- Ada Ibu Ani Hudaifah. Alhamdulillah Pak
- Ustaz hadir menyimak dan mendapatkan
- pencerahan mengenai ekonomi Islam.
- Semoga Ustaz selalu sehat dan dalam
- lindungan Allah Subhanahu wa taala.
- Lalu juga ada Pak Ahmad di Depok.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih atas
- kajiannya, kajian lanjutan ekonomi Islam
- di siang hari ini. Sementara itu, Eyang
- Sri mengirimkan asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Kiai.
- Rakyat juga orang Islam mau milih hanya
- dengan disuap Rp50.000. Ini kaitannya
- dengan memilih pemimpin.
- Lalu juga bagaimana orang Islam yang
- haram memelihara
- apa ini ya? Orang berduit jadi meraja
- lela. Ekonomi Islam terpuruk. Ini
- pertanggungjawaban di akhirat.
- Pertanggungjawaban siapa, Pak Kiai?
- Mohon solusinya. Oke.
- Mengenai orang Islam yang dalam
- pemilihan tadi, Pak Ustaz ya. masih bisa
- disogok. Lalu juga ketika ekonomi Islam
- kondisinya seperti ini,
- yang bertanggung jawab di hadirat di
- hadirat di hadirat Allah siapa? Pak Kiai
- [tertawa]
- nyindir ini ya.
- Terima kasih [berdehem]
- kepada para pendengar dan pemirsa yang
- sudah memberikan atensi perhatian kepada
- siaran kami dan juga yang menyimak ya
- setiap minggu. dari siaran kami. Jadi
- ee memang ini tidak bisa dipisahkan
- antara ee politik dengan ekonomi. Ya,
- artinya begini, itu masalah politik.
- Kalau kita masalah pilihan ee pilkada
- atau pemilihan umum gitu ya, itu masalah
- politik ya, itu mencari pemimpin dengan
- cara sistem seperti yang kita kenal h
- sistem pemilu ini ya. Nah,
- ada sekarang ini gejalanya trennya
- adalah pemilu tapi baik-baiki duit ya.
- Itu mani politik
- suara itu dijual gitu ya. Nah, tidak
- peduli apa programnya itu nanti
- berhubungan dengan Islam atau ekonomi
- syariah.
- Tidak peduli ya. Yang penting sekarang
- bisa jualan suara lah. Ini sudah dari
- sini ada sudah rusak. Jadi idealisme
- sudah enggak ada.
- He
- ya. Dan kita juga enggak bisa memprotes
- ya. Memprotes bisa paling dengan suara
- kalau ada podcastpodcast gitu ya. Ada
- ee surat kabar kita tulis surat kabar ya
- seperti itu yang tidak ada artinya sama
- sekali. Tidak ada kekuatan apapun dari
- apa yang kita lakukan untuk mencegah.
- Jadi ini seperti bulldozer yang lewat
- enggak bisa dikendalikan oleh orang.
- Enggak bisa dihadang. He.
- Dihadang oleh pohon, dihadang oleh
- tembok. Enggak bisa ini ya. buldoser ini
- sedang lewat. Oleh karena itu, maka ya
- menghadapi seperti ini tetap kita
- diharuskan untuk menghindarkan diri,
- memperjuangkan diri kita agar supaya
- kita tidak mendapatkan ee kalau mereka
- disiksa diazab oleh Allah, kita enggak
- kena. Itu ada caranya. Yaitu dengan cara
- kita mengingkari yang mungkar. Ya,
- seperti tadi hadisnya itu merubah dengan
- tangan kalau bisa,
- kalau enggak bisa dengan lisan ya,
- dengan tulisan kalau enggak bisa dengan
- mengingkari ya hati kita tidak rida,
- kejadian itu terjadi di hadapan kita itu
- walikaful iman. Ya, itulah selama-lama
- iman. Iya kan?
- Iya. Tapi kalau kita rida dengan apa
- yang terjadi, padahal itu maksiat dan
- mungkarat, maka kita ibaratnya seperti
- menyaksikan walaupun kita itu tidak di
- tempat itu.
- He.
- Nah, misalnya kita dengar di suatu
- tempat mau terjadi ya kemaksiatan,
- kemungkaran, tapi kita mendukung ya,
- kita rida dengan itu. Maka walaupun kita
- tidak di tempat itu, kita tercatat
- sebagai orang yang turut mendukung.
- Makanya di dalam surat di dalam
- Al-Qur'an dikatakan diceritakan bahwa
- ada satu orang dari keluarga Firaun ya
- waqala rajulun mukminun min al firaun
- yaktumu imanahu atuluna rulan ayakallah
- ayak rabbiallah ya i waqala rjul
- mukminun dan berkatalah seorang tokoh ya
- yang beriman kepada Allah dari keluarga
- Firaun ya atuluna rajulan
- Apakah kamu ya Firaun akan membunuh
- orang yang berkata tuanku Allah, Rabbku
- Allah Subhanahu wa taala? Ini dialognya
- panjang sampai
- dua halaman kalau enggak salah dalam
- Al-Qur'an itu ya.
- Ending-nya itu apa?
- fawaqo
- syar ya dan Allah me ini Allah
- melindungi orang ini dari sisaan yang
- ditimbangkan kepada keluarga Firaun
- karena orang ini mau memberikan
- peringatan ya sama juga di dalam surat
- Alarf dikatakan ee
- apa namanya ada orang yang bertanya
- kenapa kamu memberikan peringatan pada
- orang yang Allah sendiri akan mengazab
- kepada Mereka
- qolu mairatan ilbikum. Kenapa saya, kami
- ini memberikan peringatan kepada
- orang-orang yang memang pantas orang itu
- masuk neraka ya, menentang rasul,
- membunuh nabi, membunuh rasul,
- pekerjanya itu e mereka ini sudah pasti
- masuk neraka. Kenapa kamu tetap
- memberikan peringatan kepada mereka?
- Qatikum.
- Aku lakukan ini karena nanti ketika di
- hari kiamat aku akan punya alasan. Ya
- Allah, dulu aku telah peringatkan mereka
- tentang hal ini. Jadi, itulah yang
- membuat mereka diselamatkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- Nah, ayat-ayat ini mengajarkan kepada
- kita kaum muslimin agar supaya kita
- tidak boleh kompromi terhadap
- kemungkaran
- walaupun itu kemungkaran di dalam bidang
- ekonomi sekalipun ya. tidak boleh
- kompromi terhadap kemaksiatan di bidang
- ekonomi. Sebab kalau kita sepakat rida,
- maka ketika turun azab Allah semua kena,
- termasuk kita.
- H
- yang dikecualikan adalah orang-orang
- yang memberikan peringatan kepada
- orang-orang yang melakukan itu.
- Itu seperti tokoh orang besar dalam
- keluarga Firaun yang diselamatkan oleh
- Allah Subhanahu wa taala tidak diazab.
- Ketika Firaun diazab lantaran dia
- memberikan peringatan kepada Firaun.
- Nah, oleh karena itu maka di sini juga
- begitu hukumnya sama ya. [mendengus]
- Jangan sampai kita itu
- pasrah dengan keadaan wah sudah biasa
- begini Mas ya.
- H
- iya biasa tapi kalau enggak sebaiknya
- kita itu menghindarkan diri ya.
- Hm.
- Nah, orang sekarang menyepelekan
- masalah-masalah yang sangat berat
- azabnya yaitu riba. misalnya judi
- misalnya mereka itu anggap sepele
- pelaku-pelakunya itu memang begitu ya
- sampai akan turun azab kepada Allah
- sehingga mereka itu tidak diterima lagi
- istigfarnya nauzubillah minzalik ya itu
- jadi makanya pedoman kita adalah tadi
- maninkum munkaron barang siapa di antara
- kamu melihat suatu kemungkaran termasuk
- kemungkaran dalam bidang ekonomi
- hendaklah dia
- merubah
- merubahnya dengan tangannya dengan
- kekuasaannya. Walikota bikin SK supaya
- miras tidak beredar gitu kan. Yang haram
- tidak beredar di kalangan kaum muslimin.
- Zina tidak meraja lela. Entah gimana
- caranya lah.
- H
- begitu. Apabila tidak punya kuasa karena
- bukan walikota, bukan pula bupati maka
- bilisanihi dengan ceramah. Ustaz-ustaz
- sudah banyak ya. Ustaz memberikan
- ceramah kebaikan, mengajarkan kebaikan,
- memberikan peringatan-peringatan supaya
- kemungkaran tidak dilakukan. Banyak
- sudah melaksanakan mereka. Apabila ini
- enggak bisa kita lakukan karena kita
- bisa tidak juga menjadi penulis, tidak
- bisa tidak juga menjadi mubaligh.
- H
- yang ketiga yaitu fabiqolbihi dengan
- hatinya. Arnya mengingkari itu terjadi,
- tidak meridai kemungkaran itu terjadi di
- depan kita. Wadzalikaful iman. Dan ini
- yang paling lemah. Maka yang seperti
- inilah sekarang keadaan kita yang paling
- lemah. Mengingkari kemungkaran,
- mengingkari kemaksiatan di bidang di
- bidang ekonomi dan eh terutama juga di
- bidang ekonomi walaupun di bidang lain.
- Oke, enggak masalah itu Mas Angga ya.
- Iya. Selanjutnya ada Ibu Hani Suryani di
- Sukabumi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Pak Ustaz, saya ingin bertanya, apakah
- pekerjaan bangunan dengan cara borongan
- itu sesuai syariah apa tidak? Karena
- upah pekerjaan harian. Jadi bangunan
- belum beres, tapi upah kerja sudah tidak
- dibayar lagi. Atau mungkin borongan yang
- sistemnya besar. Kalau dengar cerita itu
- ya apakah mengandung goror yang
- lain-lain. Bagaimana penjelasannya, Pak
- Ustaz? Terima kasih. Oke, terima kasih
- Bu
- Hani Suryani.
- Bu Hani Suryani di Sukabumi yang
- menyimak siaran kita. Jadi, kalau kita
- kerja sama dengan orang lain dalam hal
- ini ya spesifikannya adalah kita
- memerlukan ee kerja orang lain untuk
- memperbaiki rumah kita atau membangun
- rumah ya. Nah, itu ada dua ada dua model
- ya. Model yang pertama adalah burunya
- itu harian. He
- iya buru harian ya kalau burunya itu
- berapa per hari itu tergantung
- kesepakatan ya yang punya kerja dan yang
- memberi pekerjaan itu sepakat ya.
- Heeh.
- Apakah R00.000 per hari atau R50.000 per
- hari dan lain sebagainya. Pokoknya
- disepakati dulu ya. Kalau sudah sepakat
- berarti rida terhadap apa yang telah
- disepakati.
- H
- per harinya begitu. Di sini enggak ada
- gor ya? Enggak ada.
- Yang kedua, model yang kedua adalah
- dengan borongan ya. Borongan. Nah,
- borongan ini sebetulnya hasilnya apa
- namanya? Ada gornya ya. Ada gor dalam
- pengertian ya diborong segini misalnya
- kalau misalnya diborong Rp500.000
- misalnya ongkosnya itu ya ternyata dia
- cuman membuat ee hal yang kita inginkan
- ini cuma Rp300.000 berarti dia untung
- Rp200.000 misal. Heeh.
- Ya, memang begitu keuntungan dari ee
- apa?
- Pemborongan.
- Tapi goro di sini adalah
- kemungkinan pegarisan tidak sesuai
- dengan kesepakatan ya.
- Ada poin-poin 1 2 3 4 sampai 20 poin.
- Nah, ini harus dijelaskan masing-masing,
- Pak. Ya, kita borong. Oke, kita sepakat.
- Oke. He.
- Tapi ini kan yang harus Anda kerjakan
- itu nomor 1 sampai 20. Siap.
- Dengan kualifikasi begini. Siap.
- Heeh.
- Nah, ini sudah boleh ya. ini enggak ada
- masalah. Jadi dikembalikan kepada
- kesepakatan nanti misalkan kalau Pak itu
- pemborongnya rugi kemarin kalau
- mengerjakan di rumah Bapak saya salah
- sendiri dia kenapa yang ngitungnya
- kurang
- kan sudah sepakat
- iya kan sudah sepakat ya.
- Oh
- iya jadi semua itu ada hitungannya. Jadi
- di sini kita tidak merugikan tiap-tiap
- ee pihak
- pemborong enggak ada masalah ya kita
- bisa dalam halal ini bisa kita
- menggunakan baik apa itu namanya istisna
- ya. atau ijarah. Nah, kalau ijarah kita
- apa namanya? Kita bisa harian
- atau juga bisa istisna apa namanya
- istilnya itu kalau bahan itu dari kita
- ya tapi hanya ee bahan dari mereka semen
- segala macam dari mereka gitu. Nah, itu
- juga macam-macam. Jadi boleh asalkan
- disepakati ya. Iya. Jadi apa namanya ee
- transaksi seperti ini tidak ada masalah
- karena ada di dalam syarat itu namanya
- akadah,
- ada namanya akad istisna yang itu nanti
- bisa kita aplikasikan
- di mana yang kita pakai masing-masing
- itu punya ee unikness ya, keunikan
- sendiri-sendiri. Kalau kita misalkan
- inginnya itu santai tidak diber waktu ya
- bertahap ya bertahap.
- Jadi pembayarnya bertahap termin 3 gitu,
- termin du, termin 4 e dan lain
- sebagainya.
- Jadi sekali lagi saya katakan ini tidak
- ada gorot diperbolehkan.
- H
- yang menjadi masalah adalah isi
- perjanjian itu benar-benar dilaksanakan
- oleh kedua belafia.
- Iya.
- Sehingga tidak ada yang diri dirugikan.
- Itu
- kita ke pertanyaan terakhir, Pak Ustaz.
- Ini ada Pak Ahmadi Yusuf di BSD.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kami selalu
- menyimak kajian ekonomi Islam. Terima
- kasih, Pak Ustaz. Kami menjumpai suatu
- kebiasaan pinjam meminjam di suatu
- daerah pedesaan di Cianjur, Pak Ustaz.
- Tepatnya Cianjur Selatan.
- Jadi yang pinjam uang memberikan jaminan
- berupa sawah atau kebun.
- Iya. Selama peminjam belum dapat
- membayar kembali hutangnya, maka pemberi
- pinjaman akan menggarap sawah atau kebun
- yang dijaminkan.
- Nah, hasil kebun itu 100% diambil oleh
- pemberi pinjaman. Kami tahu ini sungguh
- tidak adil perasaan Pak Ustaz. Mohon
- pencerahannya. Di mana tidak adilnya
- ditinjau dari hukum ekonomi Islam.
- Terima kasih. Terima kasih atas
- penjelasannya.
- Terima kasih. [berdehem] ini apa namanya
- ee pendengar kita atau pemirsa kita
- bertanya tentang hal itu dan kasusnya
- ada di Cianjur.
- He.
- Saya kira bukan hanya Cianjur ya, di
- mana-mana fenomena ini banyak juga nih
- kayak
- I karena saya pernah juga ditawari
- begitu. He.
- Jadi ini adalah istilahnya ada dua akad
- di sini. Akad pertama adalah utang.
- Heeh.
- Pinjam duit ya. Enggak tahu jumlahnya
- berapa.
- Pinjam duit ya. He.
- Lalu pinjam itu, si peminjam itu
- memberikan jaminan berupa sawah
- [berdehem] atau kebun atau
- apa ya? Kolam ya. Kalau di Tasik Malaya
- itu
- balong.
- Balong. [tertawa]
- Iya.
- Iya. Iya.
- Nah, kemudian pinjaman ini akan ee
- selama pinjam peminjam belum melunasi
- utangnya, he
- maka si kreditur yang memberi pinjaman
- itu berhak untuk mengelola aset tadi.
- Heeh.
- Sawahnya kah, kebunnya kah, kalungnya
- kah gitu. Dan hasilnya
- 100% untuk dia.
- Heeh.
- Nah, ini masalahnya tanya di mana
- ketidakadilan.
- Heeh. Ya, sebetulnya harus kita ini
- harus kita apa namanya jelaskan
- itu kalau dalam fikih muamalah itu
- namanya akad akad utang.
- Hm.
- Utang itu sebetulnya hanya diberikan
- kepada orang-orang yang sangat
- membutuhkan.
- He.
- Bukan untuk hal-hal yang tidak tidak
- begitu butuh tapi dia tiba-tiba hutang
- gitu loh. Ya kan? Banyak sekarang karena
- gaya hidup seperti ini sehingga orang
- mudah berhutang
- karena gaya. Nah, hutang itu sebaiknya
- jangan dilakukan kecuali kepepet gitu
- ya.
- Heeh. Heeh.
- Makanya di dalam Islam itu qord itu
- kalau dalam kategori
- fikih muamalah itu sebetulnya akadnya
- adalah akad ini tabarru.
- Heeh.
- Waain kanana laziman. Ya. Jadi akadnya
- tabaruk meskipun lazim mengikat ya. Itu
- karena itu berbuat baik ya. Barang siapa
- memberikan pinjaman kepada Allah, Allah
- akan melipat gandakan. Banyak sekali
- ayat itu kalau tidak salah berapa
- tempat.
- Itu Albaqarah 245, ada Al-Hadid, ada
- Tagabun, ada kemudian surah almuzzamil
- ada. Menganjurkan kita itu memberikan
- utang kepada orang lain. Tapi utang di
- sini utang yang tidak ada bunganya ya
- kan.
- Apalagi
- utang itu dijaminkan aset yang lain. I
- kan. Jadi kalau misalkan kita hutang R10
- juta kemudian sawak kita itu tiap panen
- itu menghasilkan du e bukan 2 ton ya 5
- ton misalkan gitu ya. He
- lah itu berapa? 5 ton itu
- diambil oleh dia. Nah jadi akhirnya ada
- tambahan ke atas pokoknya. [berdehem]
- Jadi kad utang dalam Islam itu utang
- pokok kembali pokok. Artinya apa? utang
- R10 juta ya balik R10 juta. Nah, jika di
- dalam transaksi utang ini si kreditur
- menerima lebih dari pokok
- lewat pengelolaan aset yang dijaminkan
- itu menjadi riba.
- H.
- Iya.
- Iya. Iya.
- Makanya ini termasuk maksiat e
- kemungkaran ekonomi itu.
- Iya. Iya. Iya.
- Walaupun pengamalnya itu juga beragama
- Islam atau mungkin mal haji.
- He.
- Ya Allah.
- Ini perlu. Jadi ada hak daripada orang
- yang berhutang diambil.
- Diambil
- itu panennya tadi hasilnya panennya
- diambil oleh ini walaupun dia yang
- mengelola ya. Katakanlah misalkan ongkos
- ongkos untuk tanam sampai panen itu R5
- juta. Nah hasilnya ternyata R juta gak
- ada.
- Bisa juga itu ya.
- Iya
- kan netnya itu masih ke dia.
- He
- iya. Gimana caranya ya? Caranya apa
- namanya? mungkin dibagi dua atau gimana
- caranya supaya seimbang.
- Iya, seimbang.
- Tapi yang jelas praktik itu tadi ada
- unsur
- soalnya kalau sawah digadikan kemudian
- enggak dengapa-ngapain juga enggak
- enggak boleh kan.
- Nah, kalau dengapa-ngapain ya
- apa namanya sebetulnya aset yang
- dijaminkan tetap menjadi pemilik
- pemiliknya itu yang berhak untuk
- menanamnya itu loh
- kan jaminan aja.
- Iya itu jaminan doang. Kalau misalnya
- kita enggak bisa
- apa namanya membayar itu akan nanti
- dijual.
- Iya. Iya. Iya. bukan menjadi pindah
- kepemilikannya kepada kreditor. Enggak.
- Enggak.
- Kadang-kadang jaminan tuh jadi merasa
- sendiri lebih berhak untuk menanam.
- Oke.
- Baik. Ini sebenarnya masih banyak
- pertanyaan-pertanyaan masuk Pak Ustaz
- ya.
- Ee termasuk hamba Allah di Kalimantan
- Timur
- ekonomi [tertawa]
- ini atau kemaksiatan ekonomi
- Ibu Lili Pak Khairudin ini juga Pak
- Purna gitu ya. Mohon maaf karena
- keterbatasan waktu jadi kami tidak bisa
- jawab semua pertanyaan-pertanyaannya.
- tadi menjadi pertanyaan terakhir Pak
- Ustaz sayang sekali kita dibati oleh
- waktu sebagai penutup Pak Ustaz dari
- seluruh bahasan kita apa
- ya terima kasih Mas para [berdehem]
- pemirsa Rasil TV dan para pendengar
- radius silaturahim yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala kita sadar bahwa kita
- hidup di tengah-tengah kemaksiatan
- ekonomi, di tengah-tengah kemungkaran
- ekonomi.
- Dan bagi orang yang sudah menikmati
- kemungkaran dan kemaksiatan ekonomi, ya
- marilah kita bertobat kepada Allah
- Subhanahu wa taala pelan-pelan. Kita
- berjanji kepada diri kita sendiri untuk
- berhenti dan kita usahakan agar supaya
- apa yang kita peroleh itu tidak
- mengandung kemaksiatan, tidak mengandung
- kemungkaran, dan berkah di kita peroleh
- dari Allah Subhanahu wa taala. Wqillaha
- iyajallahu makhraja. Barang siapa yang
- bertakwa kepada Allah, Allah akan
- memberikan jalan keluar. Pasti akan ada
- jalan keluar. Walaupun kita seperti
- tidak melihat tajalan keluar, tapi kalau
- kita bertakwa kepada Allah, pasrah
- kepada Allah, pasti Allah akan kasih
- jalan keluar. Ya,
- walaupun di sana sudah penuh dengan
- riba, di sana penuh dengan judi, di sana
- penuh dengan transasi yang haram. Jika
- hati kita ini ingin mendapatkan yang
- halal saja dari Allah, maka
- itu apa namanya? Allah akan memberikan
- jalan keluar. Ya, harus kita yakinkan
- begitu. Dalam hadis dikatakan ada doa
- yang diajarkan oleh Rasulullah kepada
- kita Allah
- agar supaya itu agar supaya kita ini
- selalu dapat yang halal. Allahumma
- akfini bihalalika
- an haromika.
- Ya Allah cukupkanlah kepadaku yang halal
- dari yang haram. Janganlah mataku ini
- tertarik kepada yang haram. Cukuplah dia
- melihat yang halal saja. Itu kan
- diajarkan oleh rasul oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Allahum akal
- harka wafadwaka.
- Dan jadikanlah yang halal itu cukup
- bagiku sehingga aku enggak butuh lagi
- kepada yang haram.
- H
- itu harus kita ulang-ulang doa itu agar
- supaya kita apa namanya? dihindarkan
- oleh Allah dari hal-hal yang diharamkan
- terutama dalam hal ekonomi. Saya kira
- itu masang ya.
- Baik. Demikianlah ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Kajian ekonomi Islam kita di kesempatan
- kali ini bersama narasumber kita Ustaz
- Ihwan Basri dari Dewan Syariah Nasional
- Majelis Ulama Indonesia. Dari studio
- kami undur diri. Terima kasih banyak
- atas kebersamaan Anda. Mohon maaf atas
- segala kesalahan kata. Billahi taufik
- wal hidayah. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.