Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillah alhamdulillah wasalatu
- wasalamu ala rasulillah wa ala alihi ma
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam war ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Alhamdulillah kembali lagi kami bisa
- menemani KQat di hari Senin pagi di
- acara live renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an bersama Alfagqir Isa Alkaf ada
- Ondi dan juga Mas Algini di meja
- operator. Dan membersamai kita guru kami
- Ustaz Husein bin Hamid Alat.
- Asalamualaikum Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Sehat-sehat Ustaz ya.
- Alhamdulillah. Bersama [berdehem] Ustaz
- siapa?
- Ustaz Muhammad Bahraz.
- Ustaz Muhammad Bahraz. Sehat Ustaz ya?
- Masyaallah. Dari daerah mana, Ustaz?
- Muhammad. Alhamdulillahyukur dari
- wilayah Pancoran.
- Oh Pancoran. Masyaallah.
- Asal Madura
- Bahrais tapi dari Yaman Bahris ya.
- Yo. Iya.
- Masyaallah.
- Dari Hadr juga
- Khuraisah beda lagi ya. Bahra
- beda. Masyaallah.
- Kebanyakan keluarga mereka guru-guru.
- Guru-guru
- Ustaz Salim Bahrais yang terjemahkan
- Riyadus Shihin.
- Heeh. Heeh.
- Merupakan paman beliau.
- Masyaallah. Biar sehat-sehat ustaz ya.
- Amin. Amin ya rabbal alamin. Ikhwat. Ee
- pagi hari ini kita live dan kita akan
- menjawab pertanyaan-pertanyaan Iqan
- Akhwat. Kita akan berdialog. Ikonat yang
- mau telepon boleh, yang mau kirim
- pesanan WhatsApp juga boleh di
- 0811999720.
- Sekali lagi 08 1-nya 3 kali, 9-nya 3 *
- 720.
- Atau bisa telepon langsung di
- 0218451512.
- Kami tunggu pertanyaan dari Qat. Kita
- buka dulu dengan baca ummul Quran surah
- al-Fatihah.
- [berdehem]
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqimathalladzina
- anamta alaihimil
- Amin ya rabbal alamin. Allahummarhamna
- [berdehem]
- bil Quran. Semoga dari bacaan alfatihah
- tadi Allah bukakan pintu rahmat, pintu
- hidayah untuk kita semua.
- Ee sambil menunggu pertanyaan dari
- sekalian, Ustaz, kita akan buka dengan
- sebuah diskusi, Ustaz dengan ee kondisi
- Indonesia di berbagai kota, Ustaz. Bukan
- hanya di Jakarta. tentang pendemo yang
- ee mengaspirasikan
- suaranya. Namun makin ke sini kayaknya
- makin terjadi kerusuhan. Ustaz mohon
- pendapat dan nasihat Ustaz di tengah
- kondisi Indonesia yang seperti sekarang
- ini, Ustaz. Syukran. Jazakumir.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem] Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma [mendengus] sholli wasallim
- [berdehem] wabarik ala abdika wa
- rasulika sayyidina Muhammadin wa alihi
- wasahbihi wasallim.
- Asalamualaika ya rasulullah.
- Assalamualaina wa ala ibadillahi shihin
- wassalam ala sya'bil
- wa ala jami [berdehem] al muslimin fi
- anhai biladih.
- Wasalamu alaina wa ala ibadillahi
- shihin. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi wf'na bimaamtana
- rbana [mendengus]
- zidna ilman wa alhikna
- ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala
- kita
- semua menyadari
- bahwa kemungkaran berlangsung
- [berdehem] di tengah-tengah bangsa kita,
- terutama [mendengus] sekali di kalangan
- elit politik kita,
- di kalangan oligarki
- yang seharusnya
- [berdehem]
- hal semacam ini betul-betul disikapi
- dengan cara yang benar.
- Negara ini bukan milik oligarki, bukan
- milik elit politik, bukan juga milik
- partai, tapi kita berbangsa, bernegara
- bersama-sama.
- dapat menikmati betul-betul kedamaian,
- kesejahteraan, bukan hanya dipopoli oleh
- beberapa gelintir orang.
- Nah, akibat dari
- perlakuan yang tidak benar, perbuatan
- aniaya,
- begitu juga keserakahan sebahagian
- orang, mengakibatkan negeri kita ini
- terjerumus dalam kondisi yang
- betul-betul
- amat menyedihkan. negara yang kaya raya
- tapi rakyatnya hidup dalam kemiskinan
- bahkan tercekik oleh peraturan-peraturan
- yang dibuat yang seharusnya melindungi
- mereka, mensejahterakan mereka juga
- memenuhi hak-hak mereka sebagai rakyat
- yang
- berada di bangsa dan negara yang
- merdeka.
- Tapi cara menyampaikan aspirasi ini
- seharusnya dengan cara yang benar, bukan
- dengan cara-cara yang membawa negeri
- kita justru menuju ke arah dan kondisi
- yang lebih buruk.
- Allah Subhanahu wa taala dalam Al-Qur'an
- menggambarkan [berdehem]
- umat Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam yang sejati
- dalam firmannya, "Kuntum
- kir umatin ukhrijat linas.
- Uruna bil marruf watanhaunail
- munkarminuna bil.
- Kalian adalah sebaik-baiknya umat
- yang dikeluarkan
- bagi umat manusia. Ini menunjuk kepada
- umat Nabi kita yang sejati. Baik yang
- hidup bersama Nabi maupun mereka yang
- datang setelah Nabi dengan kriteria umat
- yang terbaik. Mereka merupakan
- sebaik-baiknya umat yang dikeluarkan
- bagi umat manusia. Ini bukan hanya
- terbatas pada orang-orang yang hidup
- pada masa Nabi, tapi berlaku untuk
- mereka-mereka
- yang mengikuti Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Sebagaimana yang digambarkan pada akhir
- suratul fathi. Muhammadun
- Rasulullah.
- Rasulullah. Walladzina maahu asidda wal
- kuffar ruhama bainahum tarahum rukkaan
- sujada yabtaguna fadlallahiwanaum
- fi wujuhihim minar sujud.
- Muhammad bukan sembarang manusia tapi
- dia
- adalah rasul yang diutus oleh Allah
- subhanahu wa taala untuk menyampaikan
- pesan-pesannya.
- Dan orang-orang yang benar-benar
- bersamanya menjadi pengikutnya adalah
- orang-orang [mendengus] yang tegas di
- hadapan kekafiran dan orang-orang kafir.
- Mereka-mereka yang ingin melakukan
- tindakan-tindakan
- yang tidak benar, melakukan kejahatan,
- menimbulkan juga kesengsaraan bagi umat.
- Mereka adalah musuh kaum muslimin.
- Tapi di antara mereka ruhamau bainahum
- saling mengasihi dan saling menyayangi.
- Apabila ada orang yang lemah mereka akan
- turun tangan untuk memberikan bantuan.
- Orang-orang yang teraniaya mereka tidak
- akan berdiam di hadapan orang-orang yang
- teraniaya tanpa memberikan bantuan dan
- pertolongan kepadanya. [mendengus]
- Yang kuat membantu yang lemah, yang kaya
- membantu yang miskin, yang berilmu.
- Mereka mendidik saudara-saudara mereka
- yang membutuhkan ilmu. Ini gambaran yang
- amat indah. Wal mukminun wal mukminat
- ba'duhum auliya ba'd.
- Walladina maahu asidda wal kuffar. Tapi
- ruhamainahum.
- Apa kesibukan mereka? Kesibukan mereka
- bukan kesibukan yang sia-sia, kesibukan
- yang hura-hura, kesibukan yang tidak
- bermakna, tapi taroahum rukaan sujada.
- Kamu akan menjumpai mereka rukjada
- dalam keadaan rukuk dan [mendengus]
- sujud. Rukuk mereka melambangkan
- kepatuhan mereka kepada Allah. Mereka
- mengikuti petunjuk Allah baik dalam yang
- kecil maupun yang besar dengan
- meneladani Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang diutus sebagai rahmatan
- lil alamin.
- Sujada dalam keadaan sujud yang
- menggambarkan bagaimana kerendahan
- mereka di hadapan yang maha besar.
- Karena sujud mereka hanya kepada Allah.
- Mereka begitu betul-betul penuh
- kerendahan, penuh harap kepada Allah
- Subhanahu wa taala yang menjadi
- pegangan, sandaran dan harapan mereka.
- Yabtaguna fadl minallahi waridwana. Yang
- menjadi harapan mereka adalah karunia
- dari Allah dan keridaannya.
- Ungkapan mengharapkan karunia dari Allah
- membuat mereka hidup merdeka. Terbebas
- dari berbagai macam penjajahan.
- Waridwana dan keridaan Allah. Mereka
- berusaha dalam hidup ini untuk
- menempatkan hidup mereka di atas
- keridaan Allah. Bila mereka tergelincir,
- mereka segera kembali bergegas-gegas
- kepada Allah. Yang menjadi dambaan
- mereka hanya karunia dan keridaan Allah.
- Simahum fi wujuhim
- sujud.
- Tanda-tanda mereka pada wajah mereka.
- Bukan hanya pada dahi mereka dengan
- tanda hitam. Tidak. Pada wajah mereka
- terlihat tanda-tanda orang yang sujud
- penuh ketawan. penuh kerendahan, cahaya
- wajah mereka, sorot mata mereka yang
- penuh kelembutan terhadap
- saudara-saudara mereka. Tapi di saat
- menghadapi musuh terlihat mereka
- bagaikan singa-singa yang siap untuk
- apa? Untuk melindungi keluarga mereka,
- anak-anak mereka dengan penuh
- keberanian. Tak gentar menghadapi musuh.
- Jadi kalau kita lihat gambaran yang
- Allah gambarkan dalam Al-Qur'an,
- seharusnya begitu pula kehidupan
- masyarakat Islam bila mereka mengaku
- sebagai pengikut Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- [mendengus]
- Nah, gambaran yang Allah gambarkan
- mengenai umat yang terbaik ini, kuntum
- khair ummatin ukhrijat linas tamuruna
- bil maruf. Mengajak
- manusia ya untuk apa? mensosialisasikan
- nilai-nilai universal
- yang penuh dengan keindahan
- yang diterima bukan hanya oleh kalangan
- kaum muslimin, tapi seluruh umat manusia
- apa? Mencintai nilai-nilai tersebut
- dengan ungkapan biluf di sini caranya
- pun apa? Dengan cara yang amat indah.
- Dengan cara yang tidak menyakiti orang,
- tidak menganiaya orang ya tidak
- mendorong keadaan menuju keadaan yang
- lebih buruk lagi. Takmuruna bil makruf.
- Ini merupakan ungkapan yang amat indah.
- Mengajak kepada yang makruf juga dengan
- cara yang makruf.
- Watanhaunail munkar. Dan kalian
- bersama-sama
- mencegah dari berbagai macam bentuk
- perbuatan mungkar. Hingga opini
- masyarakat secara umum, opini yang
- betul-betul mencintai yang makruf.
- Bersatu dalam hal yang makruf, bersosial
- juga dengan cara yang makruf. Dan mereka
- membenci hal-hal yang mungkar.
- Karena kemungkaran bukan hanya ditentang
- oleh sebagian orang, tapi bersama-sama
- umat nabi kita ini menentang yang
- mungkar. Watminuna billah dan kalian
- beriman kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu, menghadapi situasi
- Indonesia seperti saat ini, kita wajib
- melakukan amar makruf, wajib juga
- melakukan nahi mungkar, tapi bukan
- dengan cara-cara yang mungkar. Oleh
- karena itu, kita tidak sama sekali apa?
- tidak menyenangi sikap-sikap anggota DPR
- kita yang hidup bermewah-mewahan,
- tertawa, menari di atas tangisan rakyat.
- Tapi cara kita untuk mengubah situasi
- yang buruk ini harus dengan cara yang
- elegan, [berdehem] dengan cara yang
- profesional,
- dengan cara yang betul-betul profesional
- dan betul-betul mengutamakan
- tujuan kita yang utama. Di mana aspirasi
- kita ini bisa betul-betul apa? Aspirasi
- yang kita sampaikan bisa tercapai. dan
- menuju kesuksesan dengan cara yang tidak
- menimbulkan kerusakan dan mencemarkan
- nama baik kita yang berjuang untuk
- kebenaran.
- Dengan cara-cara melakukan kerusakan,
- membakar fasilitas umum yang merupakan
- aset kita. Begitu juga melakukan
- penjarahan. Ini cara-cara yang akan
- menodai mereka-mereka yang berjuang
- untuk menyampaikan aspirasi mereka.
- Tapi yang membahagiakan kita ternyata
- apa yang dilakukan para mahasiswa adalah
- demonstrasi yang benar-benar baik.
- Mereka menolak perbuatan-perbuatan
- orang-orang yang bersikap liar melakukan
- pembakaran dan penjarahan.
- Tapi upaya mereka dikotori oleh
- orang-orang yang berusaha untuk
- menungganginya dan mencederai serta
- menodai tujuan mereka yang sedang
- menyampaikan aspirasi mereka dan
- melakukan amar makruf nahi mungkar.
- Mereka menuntut agar DPR dibubarkan.
- Sebetulnya bukan lembaga DPR-nya, tapi
- orang-orang yang sekarang duduk di DPR
- memang tidak layak untuk duduk di DPR.
- Mereka tidak mewakili rakyat. Mereka
- mewakili kepentingan mereka, mewakili
- partai. Oleh karena itu, kita ingin
- wakil-wakil rakyat kita ini bukan
- dicalonkan dan dipilih oleh partai, tapi
- dipilih oleh rakyat secara langsung. Dan
- kita juga ingin agar wakil-wakil rakyat
- ini bukan digaji oleh pemerintah
- yang mengakibatkan mereka akhirnya
- sering melakukan kolaborasi, kerja sama
- untuk tujuan-tujuan yang merugikan
- rakyat. Tapi mereka digaji oleh rakyat
- yang memilih mereka hingga keterikatan
- mereka dengan rakyat kuat dan mereka
- juga melaporkan kinerja mereka. Rakyat
- memiliki hak untuk mendengarkan
- bagaimana
- sikap mereka. Apakah mereka menyampaikan
- aspirasi rakyat, apakah mereka
- berkolaborasi dalam perbuatan-perbuatan
- yang tidak benar. Coba tanya, apakah
- wakil rakyat terikat dengan rakyat?
- Apakah punya tanggung jawab untuk
- menyampaikan kinerja mereka?
- Apakah rakyat bisa
- melakukan kritikan terhadap mereka
- secara langsung atau katakan
- menyingkirkan mereka menggantikan dengan
- wakil rakyat yang sebenarnya? Hampir
- kebanyakan wakil rakyat tidak mengenal
- rakyatnya dan rakyat tidak mengenal
- mereka. Tapi mereka memilih orang-orang
- yang dicalonkan oleh partai. Dan partai
- ini sama sekali apa? Tidak mewakili
- rakyat yang memilih mereka.
- Jadi betul-betul aspirasi rakyat harus
- disampaikan tapi dengan cara yang
- betul-betul mengantarkan mereka menuju
- tujuan mereka hingga yang mungkar bisa
- menjadi makruf, yang batil bisa dirubah
- menjadi hak. [berdehem] Dan seluruh anak
- bangsa kita, baik mereka kaum muslimin
- atau orang-orang di luar Islam dapat
- hidup betul-betul untuk menikmati
- hak-hak mereka sebagai apa? Sebagai anak
- bangsa. di mana tidak ada kezaliman.
- Tidak ada orang yang dizalimi melainkan
- kita akan bangkit melindunginya. Dan
- tidak ada orang-orang yang zalim
- melainkan dengan tegas kita menghentikan
- perbuatan zalim tersebut. Oleh karena
- itu, demonstrasi betul-betul harus
- dijaga kebersihan
- untuk mencapai tujuannya. Kita
- menghindarkan diri kita dari
- perbuatan-perbuatan anarkis walaupun
- mereka orang-orang yang zalim.
- Kita melakukan penjarahan, pembakaran
- ini perbuatan yang akan menodai
- perjuangan kita. Jadi kita ingin betul
- betetul mereka menolak kezaliman. Kalau
- perlu mereka menuntut kepada negara
- untuk merampas aset-aset para anggota
- DPR yang tumbuh secara tidak jelas.
- Setelah mereka menjadi anggota DPR,
- sebelumnya mereka kontrak di rumah
- mertua mereka, sebelumnya mereka hidup
- dalam kemiskinan, begitu mereka menjadi
- anggota DPR, kekayaan mereka tumbuh
- melejit di luar akal sehat. Maka
- seharusnya rakyat menuntut agar aset
- mereka dirampas, dikembalikan kepada
- rakyat, bukan dikembalikan kepada
- pejabat pemerintah. Pejabat pemerintah
- ini orang-orang yang diugaskan
- untuk melayani rakyat, [mendengus] bukan
- kita melayani mereka.
- Karena negara ini sebetulnya rakyat.
- Sedangkan pejabat pemerintah maupun
- wakil rakyat bekerja untuk rakyat. Kalau
- mereka tidak bekerja untuk rakyat, maka
- rakyat punya hak untuk apa? Meminta agar
- mereka digantikan.
- Tapi sayang sungguh sayang, budaya kita
- ini membiasakan kita, mendidik kita
- untuk mengagungkan dan menjunjung para
- pejabat kita. Sewaktu mereka masih
- rakyat biasa hidup bersama-sama kita.
- Tapi begitu mereka dipilih, ternyata
- sikap mereka bagaikan raja-raja di
- hadapan abdi-abdi mereka. Jadi kita
- menolak demonstrasi yang menimbulkan
- ketakutan, melakukan kerusakan,
- melakukan penjarahan, pembakaran ini
- tidak sesuai dengan apa? Dengan
- betul-betul tujuan kita semuanya. Jadi
- kalau seandainya rakyat menuntut agar
- anggota DPR yang ada pada saat ini
- dibubarkan, digantikan dengan wakil
- rakyat yang sejati dan [mendengus]
- rakyat memiliki hak untuk bertanya
- tentang kinerja mereka dan mereka wajib
- memberikan laporan kepada rakyat. Dan
- kita ingin rakyat yang langsung
- memberikan gaji mereka sesuai dengan
- apa? Dengan hak-hak merekan. Yang
- mengherankan kita mendengarkan salah
- satu wakil rakyat yang hidup dalam
- kemewahan, memiliki rumah yang cukup
- besar, dia mengatakan, "Uang 68 juta
- tidak cukup bagi kami,
- paling tidak 78 juta." Padahal
- dana aspirasi yang mereka terima setahun
- dua kali sebanyak 450 juta kali du
- lima kali.
- Lima kali. Nah, kita bertanya bagaimana
- pejabat seperti ini bisa membeli jam
- harga 28 miliar.
- Saling membanggakan jam mereka yang
- dibeli dengan harga 2 miliar, 4 miliar,
- 7 miliar. Ada lagi satu yang dibeli
- dengan 1,8 juta dolar.
- Bagaimana dengan gaji mereka? Mereka
- bisa membeli apa? Perhiasan semacam ini
- jelas-jelasan mereka adalah orang-orang
- yang berkhianat. Orang yang berkhianat
- wajib untuk dihukum. Jangan sekarang
- mereka melarikan diri, begitu mereka
- kembali, rakyat lupa akan kejahatan dan
- perbuatan mereka. Kita tidak ingin
- rakyat kita lupa pada kejahatan
- pejabat-pejabat yang melakukan kerusakan
- kapanpun juga. Walaupun situasi telah
- tenang, mereka wajib untuk diadili,
- dihukum sesuai dengan perbuatan mereka
- hingga menimbulkan efek jera bagi
- wakil-wakil rakyat yang datang di
- kemudian hari. Kalau sekarang tidak.
- Mereka sekarang lari pada saat situasi
- dalam keadaan panas se tahun 98. Begitu
- situasi kembali dingin, mereka kembali
- ternyata mereka berkolaborasi kembali
- dengan pemerintahan yang baru.
- Tidak ada perubahan. Rakyat hanya
- dijadikan sebagai alat untuk melakukan
- apa? Untuk melakukan
- apa-apa yang mereka inginkan. Setelah
- terjadi perubahan, ternyata yang
- menikmati orang-orang yang lebih zalim
- dibandingkan orang-orang sebelumnya.
- Seperti yang terjadi pada era Bapak
- Soeharto, presiden kita. Begitu dia
- berganti, ternyata berikutnya kita
- menghadapi keadaan yang lebih buruk.
- Bahan-bahan pangan membumbung tinggi,
- lapangan pekerjaan semakin sulit,
- korupsi bukan menurun, malah semakin
- meraja lela, tapi dengan nama yang baru,
- dengan orang-orang yang baru. Nah, ini
- yang tidak kita inginkan. Kita ingin
- rakyat kita betul-betul dalam keadaan
- sadar, berjuang untuk tujuan mereka
- secara benar dan mampu untuk melakukan
- perubahan. Bukan dijadikan sebagai alat
- untuk melakukan perubahan. Setelah
- selesai mereka ditinggalkan bagaikan
- bola yang diperebutkan pada saat
- pertandingan. Selesai pertandingan bola
- tersebut dibuang ke dalam keranjang. Ini
- yang terjadi.
- Ustaz ee ini ada pertanyaan, Ustaz
- ee mengenai amar makruf dengan cara yang
- makruf. Kadang-kadang kalau kita
- menyampaikan dengan cara yang halus atau
- cara yang lembut enggak didengar, Ustaz.
- Apalagi untuk orang-orang yang sudah
- keras hatinya. Bagaimana solusinya,
- Ustaz? Bukankah kita diperintahkan untuk
- mencegah keburukan dengan tangan
- terlebih dahulu, baru dengan lisan, baru
- berikutnya dengan hati. Apa maksud
- daripada nasihat ini, Ustaz? Syukran.
- Jazakumullah khair.
- Amar makruf nahi mungkar. Kita beramar
- makruf ya juga apa? [berdehem] Berjuang
- dengan cara yang makruf. Kata makruf ini
- dengan sendirinya menempatkan sesuatu
- pada tempatnya. [berdehem]
- Bukan berarti apa? selamanya kita
- berlaku lemah lembut. Orang yang zalim
- wajib dihukum
- seperti ketika apa? [berdehem] Ketika
- Zulkarnain
- melakukan
- perjalanan [berdehem]
- dari barat menuju [mendengus] ke timur
- berhadapan dengan berbagai macam
- kejadian.
- [berdehem]
- alikum
- inna makna lahu ard waahuin
- hatta
- balag magribamsi wajadahabu
- fi ainin hamiah
- kemudian wa wajada inaha qulna
- yaalqarnain imma tuadziba wa imma
- [mendengus]
- Kita lihat ya, penjelajaran pertama
- menuju ke barat [berdehem]
- hingga apa? Sampai di daerah ya tanah
- dan lumpur yang berwarna hitam.
- Kemudian dia menyaksikan matahari
- terbenam.
- Seolah-olah terbenam apa? Menuju
- kedalaman lumpur hitam. Itu sesuai
- dengan pemandangan kita.
- Lalu di sana dia menjumpai satu kaum.
- Ternyata kaum tersebut ya sebagaimana
- yang digambarkan Al-Qur'an
- di antara mereka terdapat orang-orang
- yang zalim terdapat juga orang-orang
- yang baik. Maka Allah memberikan hak
- kepada Zulkarnain. Imma an tuadiba wa
- immaattim
- husna. Kamu diberikan wewenang bisa
- menghukum
- bisa juga berbuat kebaikan.
- Ini penawaran dari Allah. Apa yang
- diucapkan [mendengus] oleh Zulqarnin?
- Faamma
- manama fasaufa nuadzibuhu
- yuradu ilabbiu
- zulqarin mengatakan adapun orang yang
- zalim dari mereka kami akan menghukum
- mereka fasaufa nuadibuhu azab is
- maksudnya menghukum mereka sesuai dengan
- kejahatan mereka kemudian dia akan
- dikembalikan ke hadapan Tuhannya dan dia
- akan menghadapi azab yang betul-betul
- amat mengerikan. Tapi sebaliknya, wa
- amma man amana waila shiha falahu jazail
- husna wasanaqu lahu min amrina.
- Adapun orang-orang yang zalim,
- maka dengan sendirinya apa? Adapun
- orang-orang yang beriman dan mengerjakan
- amal saleh,
- apa ya yang akan diterima? Falahu jazaan
- husna. Dia akan menerima balasan yang
- lebih baik daripada apa yang diperbuat
- dari kebaikan dan keimanan.
- Kemudian was
- wasanaqu lahu min amrina yusra. Dan kami
- akan memperlakukan diri dengan segala
- kemudahan akan berkata dengan perkataan
- yang baik memperlakukan juga dengan cara
- yang m ini sikap Zulqarnain yang
- diberikan wewenang oleh Allah. Bukan
- menghukum setiap orang juga bukan
- membalas kebaikan setiap orang dengan
- apa? Membalas apa? Perbuatan setiap
- orang dengan kebaikan. Tapi dibedakan
- antara yang zalim dengan orang yang
- berbuat baik. Begitu pula kita. Tapi
- jangan kita rakyat ya melakukan
- cara-cara yang salah
- dengan melakukan penjarahan, dengan
- melakukan pembakaran terhadap fasilitas
- umum. Apakah ini merupakan cara yang
- akan mengantarkan kita menuju tujuan
- kita?
- Apa akan menodai kita? Kemudian nanti ya
- mereka-mereka yang berwajib menggunakan
- ini sebagai alasan untuk melakukan apa?
- melakukan baik itu pembantaian atau ee
- perbuatan-perbuatan yang akan menyakiti
- mereka.
- Oleh karena itu, mahasiswa dan rakyat
- yang berjuang untuk kepentingan bangsa
- tidak boleh mendiamkan hal ini terjadi
- karena akan mencederai, menodai mereka.
- Mereka yang baik akan dianggap sama
- dengan mereka-mereka yang melakukan
- kejahatan. Tujuan kita kan mencegah yang
- mungkar, mengajak kepada yang makruf.
- Oleh karena itu, kalau perlu tangkap
- anggota DPR kemudian minta agar mereka
- dii hukum.
- Kalau seandainya pemerintah tidak
- melakukan tugasnya,
- kita tahu anggota DPR punya kekebalan.
- Tapi kita ingat rakyat berhak untuk
- mencabut kekebalan mereka. Karena rakyat
- yang bawa yang memilih mereka kan. I
- yang memilih mereka bukan presiden,
- bukan menteri ya. Tapi yang memilih
- mereka bukan juga partai. Yang memilih
- adalah rakyat maka rakyat punya hak
- untuk mencabut kekebalan mereka. Kalau
- pemerintah tidak menghukum mereka
- mengadili yang berbuat jahat dari
- mereka, maka rakyat punya hak untuk
- mengadiri mereka.
- Asal kita bersatu bersama-sama
- dengan sendirinya orang yang zalim tidak
- akan berani berkotek. Tidak berani
- berkoek.
- Tapi karena selama ini ada pengabaian,
- pembiaran dan umat tidak bersatu seia
- sekata, terpecah-pecah oleh berbagai
- macam kepentingan.
- Mengakibatkan akhirnya yang zalim,
- meraja lila dan semena-mena bahkan
- berani mengatakan orang yang menuntut
- agar DPR dibubarkan. orang yang
- setol-tololnya
- sambil tertawa di tengah-tengah
- kemewahannya.
- Begitu juga kita saksikan ketika
- dikritik berjoget-joget, sengaja dia
- berjoget-joget setelah itu untuk
- menunjukkan ledekan terhadap apa?
- Terhadap rakyat yang hidup menderita dan
- merana. Kemudian dia melarikan diri
- pergi ke Guangzo.
- Dan kita saksikan bagaimana oligarki
- orang-orang kaya berbondong-bondong
- menuju airport. Mereka melarikan diri
- pada saat rakyat menghadapi ancaman.
- Tapi pada saat senang mereka kembali.
- Seharusnya mereka-mereka ini kalau perlu
- dicabut kewarganegaraan mereka. Jadi
- kata makruf ini bukan berarti setiap
- orang diperlakukan
- dengan perlakuan yang baik, tapi harus
- dibedakan antara yang zalim dan
- orang-orang yang baik. Jadi maksud dari
- kata bil ma'ruf di sini menempatkan
- sesuatu sesuai pada tempatnya. yang
- berbuat kejahatan, yang melakukan
- kezaliman, yang terlibat katakan dalam
- pengedaran obat-obatan terlarang.
- Dihukum dengan seberat-beratnya kalaupun
- dihukuman mati. Nah, sebagai Cina
- berhasil bangkit dari keterpurukan
- dengan menghukum mati para koruptor,
- kita ingin bagaimana mereka-mereka nih
- anggota DPR yang berbuat kezaliman atau
- pejabat-pejabat pemerintah yang
- melakukan tindakan korupsi yang
- menyengsarakan rakyat jangan hanya
- sekedar dibicarakan kejahatan mereka
- tapi tidak dihukum. Kita ingin kalau
- perlu anggota DPR digantung di DPR.
- Pejabat-pejabat pemerintah juga yang
- melakukan kejahatan apa? Mereka juga
- dikenakan hukuman dan sanksi yang berat.
- Tapi yang melakukan jangan apa? Jangan
- yang melakukan rakyat secara brutal.
- Harus dilakukan sesuai dengan aturan.
- Iya.
- Kita ingin dengan aturan hingga baik itu
- aparat TNI-nya, aparat kepolisiannya,
- pemerintah melihat bahwa rakyat
- melakukan segala sesuatu sesuai dengan
- aturan. Dan rakyat berhak mengatakan,
- "Kami yang memilih, kami juga yang
- mencabut kekebalannya dan kami ingin
- mereka dihukum." Nah, pada saat wakil
- rakyat yang melakukan tindakan korupsi
- dihukum mati karena kejahatan mereka,
- kira-kira yang berikutnya berani enggak
- berlomba-lomba untuk menawarkan dirinya
- jadi wakil rakyat? Berani enggak?
- Enggak akan berani.
- Enggak berani. Jadi, kata makruf itu
- bukan berarti memperlakukan manusia
- dengan cara yang sama. Yang baik
- diberikan penghargaan,
- diberikan penghormatan. Kalau perlu pada
- saat dia meninggal dunia diberikan
- betul-betul bintang mahaputra. Bukan
- bintang mahaputra diberikan kepada orang
- seperti si Bahlil atau si Bahlul.
- [tertawa] Ini enggak benar sama sekali.
- Oleh karena itu, kita ingin Bapak
- Presiden Prabowo agar memberikan bintang
- mahaputra ini kepada orang-orang seperti
- siapa? Hugem.
- Nah, kalau di tengah-tengah kita ada
- orang-orang yang berjuang untuk bangsa
- negara
- dengan penuh keadilan, mereka diberikan
- bintang mahaputra. Jangan salah
- memberikan. Akhirnya mengakibatkan kita
- mempermalukan.
- Mempermalukan aturan di tengah-tengah
- bangsa ini. Para penjahat diberikan
- penghargaan, sedangkan orang-orang yang
- saleh dikriminalisasi.
- Ini yang tidak kita inginkan.
- Itu minimal perampasan aset yang
- sekarang diperjuangkan. perampasan aset
- juga kalaupun dihukum mati untuk
- menimbulkan efek jerah.
- Karena kalau menurut salah satu seorang
- pakar kadang-kadang enggak takut mati
- tapi takut miskin.
- Iya. Kalau belum belum berhadapan dengan
- kematian belum takut.
- Iya.
- Tapi kalau sudah berhadapan dengan
- kematian
- ya mau enggak mau mereka akan lebih
- takut mati dibandingkan miskin.
- Tapi sekarang ini karena tidak ada
- ancaman hukuman mati.
- Mereka pikir masuk penjara setahun 2
- tahun.
- Bahkan kalau perlu pagi masuk penjara.
- He.
- Dari pintu belakang dia keluar
- digantikan oleh orang lain.
- Iya.
- Nah, ini rakyat betul-betul apa harus
- betul-betul memegang kendali.
- Iya.
- Mengawasi pemerintah, mengawasi wakil
- rakyatnya. Mungkin apa yang saya ucapkan
- ini ya menakutkan bagi sebagian
- kalangan. Tapi saya ingin rakyat ini
- belajar menjadi orang merdeka. Dengan
- kemerdekaan Republik Indonesia ke-80
- ini. Rakyat harus sempurna
- kemerdekaannya secara spiritual ya.
- Kemudian juga merasakan bahwa mereka
- merupakan manusia yang sederajat.
- Jangan kita meremehkan orang yang di
- bawah
- dan menjunjung orang yang di atas, tapi
- mari kita junjung orang-orang yang
- benar, orang-orang yang berjuang demi
- bangsa negara dan menghukum
- mereka-mereka yang berbuat khianat. pada
- saat menghadapi situasi yang berat,
- mereka melarikan diri berbondong-bondong
- ke luar negeri. Oleh karena itu, para
- wakil rakyat yang melarikan diri atau
- pejabat-pejabat yang keluar, kita ingin
- di saat mereka kembali disiapkan untuk
- mereka ya disiapkan untuk mereka ya ee
- aturan dan hukuman ya yang menghukum
- mereka yang melakukan
- perbuatan-perbuatan
- yang membawa rakyat menuju kesengsaraan
- kemudian mereka melarikan diri. Wah,
- kalau seperti ini keren enggak
- kira-kira? Keren bang
- dan insyaallah mudah-mudahan wakil
- rakyat berikutnya dipilih oleh rakyat
- dan digaji oleh rakyat. Bertanggung
- jawab di hadapan rakyat bukan
- bertanggung jawab di hadapan konglom rat
- menerima uang saku lalu memutuskan
- undang-undang yang merugikan rakyat.
- Amin. Insyaallah. Amin ya rabbal alamin.
- Syukur ustaz. Ini ada dari Bunda Fajar.
- Alhamdulillah dari Palembang ikut
- menyimak. Syukran. Jazakumullah khair
- pencerahannya Ustaz. Masyaallah. Lewat
- mana, Bu? Palembang. lewat radio atau
- lewat ee YouTube atau mungkin live
- streaming. Ada Ani Hani Hudaifah.
- Hudaifah. Masyaallah ada Retno, ada
- Ansori, ada Siti Salamah. Ikhwan-akhwan
- sekali lagi yang ingin mengajukan
- pertanyaan silakan kirimkan pertanyaan
- Anda di 0811999720
- atau bisa telepon langsung di
- 0218451512.
- Kami akan kembali sesaat lagi.
- Kembali lagi bersama Alfqir Alkaf di
- acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an bersama Ustaz Husin bin Hamid
- Alatos dan Ustaz Muhammadis.
- Masyaallah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Lalu saya mau bertanya, Ustaz.
- Siap, Ustaz.
- Tentang bagaimana
- dalam ayat yang dikatakan tadi ustaz
- membacakan kuntum khair ummatin ukhrijat
- linasi tamuruna bil maruf watanhaunil
- munkarminuna
- billah. Nah, lalu bagaimana kondisi yang
- saat sekarang ini orang-orang awam yang
- bertindak dengan secara kekerasan yang
- tidak tahu tuntunan agama. Lalu
- bagaimana sanksi tersebut? Karena mereka
- tidak ada pengetahuan yang memadai pada
- mereka. Yang itu yang saya tanyakan,
- Ustaz. Lalu tugas siapa yang harus yang
- memberikan kepada mereka itu memberikan
- arahan yang yang lurus, yang benar? Nah,
- itu saja ustaz.
- Baik. [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman walhikna bih.
- Para ulama
- bertanggung jawab
- amat berat di hadapan Allah
- dalam menyampaikan pesan-pesan Allah
- kepada umat sebagaimana rasul dengan
- penuh amanat menyampaikan risalah dari
- Allah.
- Bukan menyampaikan pesan pribadinya.
- Rasul menyampaikan risalah all
- dengan membacakan Al-Qur'an kemudian
- mengamalkannya di tengah-tengah mereka.
- Karena Rasul bukan hanya menyampaikan
- tapi dia beramal sesuai dengan apa yang
- disampaikan.
- Mampu untuk melahirkan perubahan yang
- amat luar biasa. Dalam waktu hanya 23
- tahun terjadi perubahan yang luar biasa
- di tengah-tengah bangsa Arab.
- Oleh karena itu, kewajiban ulama
- sebetulnya melanjutkan apa yang
- Allah tugaskan kepada rasulnya untuk
- menyampaikan risalah Allah.
- Allah jelaskan
- tugas Rasul yatlu alaihim ayatihi
- wauzakihimum
- kitab wal hikmah wauq
- membacakan di tengah-tengah mereka ayat
- Allah dengan mengajarkan, mencontohkan
- kemudian bukan hanya sebatas itu
- wuzakihim tapi juga mensucikan kehidupan
- mereka hingga jiwa mereka yang tadinya
- diselimuti oleh kejahiliahan
- dibersihkan dan diterangi hingga Mereka
- kembali ke dalam fitrah mereka dan
- kemanusiaan mereka.
- Kemudian Allah mengajarkan mereka
- Alkitab dan hikmah.
- Setelah jiwa dibersihkan, Alkitab
- diajarkan kepada mereka, maka tumbuhlah
- hikmah kebijaksanaan dalam jiwa mereka.
- Hingga dari masyarakat jahiliah yang
- terkebelakang menjadi
- masyarakat-masyarakat yang bijak. Bukan
- hanya
- [berdehem] para petinggi mereka yang
- menyampaikan amanat Allah, tapi seluruh
- rakyat menjadi bahagian dari apa? Dari
- orang-orang mengajak kepada makruf dan
- mencegah dari yang mungkar. Oleh karena
- itu, untuk memberikan edukasi kepada
- umat tanggung jawab ulama. [berdehem]
- Bukan ulama justru membodoh-bodohi umat,
- mengambil manfaat [berdehem] dari mereka
- untuk kesenangan pribadi mereka. sama
- dengan wakil-wakil rakyat
- yang hidup bersenang-senang di atas
- penderitaan rakyat.
- He.
- Membodoh-bodohi mereka. Ulama juga sama.
- Banyak dari mereka yang membodoh-bodohi
- umat bukan meluruskan memberikan edukasi
- yang baik. Membacakan ayat-ayat Allah,
- mensucikan kehidupan mereka dimulai
- dengan kesucian mereka lebih dulu.
- Mengajarkan mereka Alkitab dan
- menjadikan mereka sebagai orang-orang
- yang bijak.
- Oleh karena itu, terjadinya kerusakan di
- tengah-tengah masyarakat pada saat ini
- disebabkan pengabaian para ulama. Di
- samping pengabaian para pemimpin di
- atas, para ulama merupakan orang yang
- bertanggung jawab berat di hadapan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Yang seharusnya dia menyampaikan pesan
- Allah, malah dia membiarkan rakyat dalam
- keliarannya. Yang penting menyenangkan
- mereka, memuaskan mereka, bahkan memecah
- belah mereka dari satu umat yang
- dipimpin oleh Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam menjadi
- komunitas yang saling bermusuhan dan
- bertentangan satu dengan lain. Oleh
- karena itu apabila masyarakat awam yang
- bodoh ini melakukan kesalahan,
- beda hukuman yang dijatuhkan pada mereka
- dibandingkan dengan orang-orang yang
- tahu.
- Sebagai contoh, kalau seorang awam
- mencuri. Seorang awam mencuri
- mencuri
- dan dia mencuri karena dia lapar.
- Iya.
- Butuh untuk makan bagi keluarganya.
- Pekerjaan sulit, harga, kebutuhan hidup
- meningkat tinggi, biaya pendidikan anak
- sekolah. [berdehem]
- Maka pada saat dia mencuri untuk
- memenuhi kebutuhannya, dia tidak
- dikenakan hukuman potong tangan.
- Kenapa? Karena ada syubhat lapar, ada
- syubhat kebutuhan.
- Tapi kalau seorang sudah punya pekerjaan
- yang mumpuni, penghasilan yang bisa
- mencukupi keluarganya, kemudian dia
- mencuri, orang seperti ini yang
- dikenakan sanksi hukuman, apalagi para
- pejabat yang telah mendapatkan
- kesejahteraan dan jaminan hidup mereka.
- Hampir dikatakan mereka tidak membayar
- pajak yang mereka terima itu bersih.
- Heeh.
- Jadi orang-orang seperti ini sebetulnya
- yang menjadi target hukuman
- untuk apa? meluruskan dan membersihkan
- kehidupan. Karena apabila orang di bawah
- menyaksikan para pejabat yang hidup
- bersenang-senang mementingkan diri
- mereka, pasti akan mendorong mereka
- melakukan kejahatan-kejahatan di luar
- kendali. Kenapa? Karena rasa iri dan
- kecemburuan.
- Hm.
- Betul gak?
- Betul. Betul. Oleh karena itu,
- mereka-mereka yang melakukan katakan
- perbuatan-perbuatan buruk, pembakaran
- karena kondisi keadaan mereka, mereka
- berusaha menghasut, maka dengan
- sendirinya mereka dipanggil, diberikan
- pendidikan dan ditanya kenapa mereka
- melakukan hal itu.
- Kalau yang melakukan kalangan
- profesional yang biasa melakukan
- kejahatan, dengan sendiri mereka dihukum
- atas kejahatan mereka. Tapi kalau yang
- melakukan kalangan awam yang terdesak
- oleh kebetulan hidup, seharusnya kita
- berikan solusi buat mereka. Carikan
- pekerjaan apa yang menyebabkan kalian
- melakukan hal seperti ini. Dia
- mengatakan, "Kami lapar. Anak-anak kami
- juga dalam keadaan susah. Kami tidak
- mampu bekerja." Seharusnya pemerintah
- menyediakan lapangan pekerjaan. Ulama
- memberikan edukasi, memberikan
- pendidikan kepada mereka agar kembali
- kepada Allah. Pemerintah memberikan
- lapangan pekerjaan sebagai solusi.
- Setelah mereka mendapatkan lapangan
- kehidupan, mereka melakukan
- penyimpangan, baru mereka dikenakan
- hukuman.
- Ini namanya keadilan dalam Islam. Oleh
- karena itu, setiap kerusakan yang
- terjadi di tengah-tengah kita, yang
- bertanggung jawab di sini bukan hanya
- para pejabat, bukan hanya wakil rakyat,
- tapi ulama-ulama juga bertanggung jawab
- atas kerusakan di negeri kita ini. Oleh
- karena itu, saya selalu mengingatkan
- diri saya dan para ustaz, para ulama
- untuk tidak bergalanggulung bersama
- orang yang zalim.
- Kalau diundang oleh orang-orang yang
- zalim, baik itu pejabat tinggi negara
- atau wakil rakyat ya atau konglom berat,
- jangan menyambut undangan mereka. Karena
- begitu dia memenuhi undangan mereka akan
- membuat apa? Dalam kezaliman mereka
- mendapatkan bungkusan dan casing yang
- amat indah yang menipu rakyat. Nah,
- kalau ulama berbuat seperti ini, maka
- rakyat dibawa kehilangan harapan mereka.
- Ternyata ulama yang mereka harapkan
- untuk menjadi apa? Orang-orang yang
- menyampaikan amanat Allah, menyampaikan
- aspirasi mereka, ternyata justru
- bersekongkol bersama orang yang zalim.
- Kejadian semacam ini pernah terjadi pada
- salah satu wali yang diangkat oleh
- amirul mukminin kalau tidak salah
- bernama Utsman bin Hulaif.
- Dia orang yang baik. Ketika dia
- diangkat, para konglom berat mengundang
- orang tersebut menuju jamuan makan.
- Ketika berita ini sampai kepada Amirul
- Mukmin, Imam Ali marah yang luar biasa.
- Kamu menghadiri acara-acara yang
- diadakan oleh orang-orang yang kaya.
- Kamu telah membuat putus asa orang-orang
- miskin dari keadilan kamu. Dan kamu
- telah membuat orang-orang kaya merasa
- aman daripada apa? Daripada keadilan
- kamu. Ditegur oleh Imam Ali. Oleh karena
- itu, ulama-ulama jangan berkumpul
- bersama orang-orang yang zalim. baik itu
- kalangan oligarkinya, baik itu wakil
- rakyatnya, kecuali datang untuk
- memberikan nasihat kemudian meninggalkan
- mereka. Tapi kalau kita terima uang
- mereka, mendapatkan perhatian mereka,
- kemudian juga mendapatkan sanjungan dan
- apa dan tanggapan yang manis, kita
- beranggapan bahwa mereka adalah
- orang-orang baik. Padahal kebaikan bukan
- diukur dengan ini. Kebaikan diukur
- dengan kebenaran, dengan keadilan, dan
- menjalankan tugas mereka dengan
- sebaik-baiknya. Allah berfirman dalam
- surat Hud, warkanuinaamuakumarakum.
- Jangan kalian rukun, galanggulung,
- akrab bersama orang-orang yang zalim.
- Akhirnya kalian akan terkena azab Allah
- dan tidak akan ada penolong yang
- menolong kalian.
- Salah satu bencana yang menyebabkan Bani
- Israil terkena azab dan laknat Allah
- apa?
- kafaru bani israilani daud maramika bima
- dikutuk dilaknat orang-orang kafir dari
- Bani Israil disebabkan karena mereka
- menentang Allah dan melampaui batas dan
- mereka tidak saling mencegah dari
- perbuatan mungkar yang mereka lakukan
- betapa buruknya apa yang mereka perbuat.
- Lalu diterangkan dalam sebuah riwayat
- dari Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wa wasallam
- bahwa orang-orang yang baik ya
- [mendengus]
- dari orang-orang Yahudi ketika
- menyaksikan kaum mereka melakukan
- pelanggaran untuk mencari ikan di hari
- Sabtu dan lain sebagainya ditegur jangan
- kalian melakukan perbuatan yang dimurkai
- Allah. Hati-hatilah kalian dari azab
- Allah. Dia berikan peringatan
- [mendengus]
- tapi lama-kelamaan mereka bosan karena
- tidak ditanggapi. Fajalasuhum
- waakaluhum.
- Ya, besok-besok walaupun dia tidak
- melakukan kejahatan yang sama, duduk
- bersama mereka, makan bersama mereka,
- minum bersama mereka. Begitu datang azab
- mereka [mendengus] semua bersama-sama
- terkena azab Allah. Oleh karena itu,
- ketika datang azab Allah yang selamat
- siapa?
- Begitu mereka lupa akan peringatan yang
- diberikan kepada mereka, kami hanya
- selamatkan orang-orang yang mencegah
- dari perbuatan buruk.
- Berarti bukan hanya orang yang zalim
- yang berbuat kejahatan, tapi yang diam
- berpangku tangan juga dibinasakan oleh
- yang rukun tadi yanginaam
- bau yukun. Adapun orang-orang yang
- zalim, dua golongan, satu yang berbuat
- zalim, yang kedua yang mendiamkan
- kezaliman.
- Kami hukum mereka dengan azab yang amat
- mengenaskan disebabkan karena kefasikan
- mereka.
- Masyaallah. Nah, kalau kita ingin
- selamat, jauhi perbuatan zalim dan
- jangan berkumpul bersama orang yang
- zalim, tapi berikan peringatan kepada
- mereka. Semoga mereka kembali pada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu saya ingatkan bukan
- hanya kewajiban wakil rakyat,
- bukan hanya kewajiban para pejabat
- pemerintah, ulama-ulama di atas pundak
- mereka amanat yang besar yang wajib
- untuk mereka sampaikan kepada umat.
- Kalau mereka mengkhianati amanat Allah,
- mereka tidak kalah buruknya dengan
- pejabat-pejabat baik itu wakil rakyat
- maupun apa, maupun pejabat pemerintah.
- Biar hukum berlaku adil bagaikan air,
- dalamnya berbeda-beda, permukaannya
- sama.
- Naam, Ustaz. Saya kenal satu orang,
- Ustaz. Dia bekerja di kementerian sudah
- puluhan tahun, Ustaz.
- Boro-boro korupsi dia saja enggak pernah
- makan di tempat dia kerja, Ustaz. Jadi
- dia selalu bawa bekal untuk menjaga
- kehalalan dari makan yang masuk ke mulut
- dia. Luar biasa, Ustaz. Masyaallah. Nah,
- di sisi lain banyak, Ustaz pertanyaan
- amalan apa, Ustaz, yang kira-kira bisa
- menjaga seseorang dari makan makanan
- yang haram ataupun syubhat? Nah, begitu
- kira-kira kurang lebih pertanyaannya
- Ustaz.
- Kita bahagia sekali, senang. Bahkan kita
- malu di saat kita menyaksikan pejabat
- yang jujur ke kantor dia bawa bekalnya,
- dia makan dari makan yang jelas. Baik
- itu dari mulai pendapatannya,
- penyembelihannya
- diawasi dengan baik, bukan
- bermewah-mewahan.
- Makan bersama mereka-mereka yang tidak
- jelas dari mana uang mereka. Tapi dia
- berhati-hati sebagaimana firman Allah.
- Ini pelajaran yang amat indah. Qul la
- yastawil khabitu watib. Walauakaatul
- fattaqulah ya ulil albabakumflihun.
- Allah katakan, katakan wahai Rasul,
- tidak akan sama yang busuk dengan yang
- baik.
- Walaupun yang busuk jumlahnya banyak,
- menggiurkan tidak sama dengan apa?
- Dengan satu yang baik. Maka bertakwalah
- kepada Allah wahai orang-orang yang
- berakal.
- Ikuti petunjuk Allah. Jauhi apa yang
- dilarang oleh Allah untuk kesuksesan
- kalian dalam kehidupan dunia maupun
- kehidupan akhirat.
- Istri kita yang baik yang menjaga
- kehormatannya
- tidak dapat dibandingkan dengan
- wanita-wanita cantik di luar tapi yang
- tidak menjaga kehormatan mereka.
- Seharusnya perhatian kita pada yang
- baik, yang mulia, yang indah, bukan
- kepada mereka-mereka yang menjual
- kehormatan, menampakkan aurat mereka,
- melakukan perbuatan-perbuatan yang hina.
- Nah, kalau kita kaum muslimin memuliakan
- yang mulia, [mendengus] merendahkan yang
- hina, niscaya akan terjadi perubahan
- dalam kehidupan kita. Begitu juga usaha
- yang halal walaupun sedikit itu
- diberkahi oleh Allah akan juga membuat
- hati kita menjadi bersih, perilaku kita
- akan menjadi baik dan dimakan oleh anak,
- keluarga kita juga akan membuat
- kehidupan mereka menjadi baik. Ini
- pengaruh makanan luar biasa, betul-betul
- besar. Gara-gara makanan yang haram,
- setan menjerumuskan kita untuk mencintai
- perbuatan yang buruk, perbuatan yang
- keji, bahkan berani berdusta atas nama
- Allah. Sebagaimana firmannya, innama
- yaurukum bisu wal fahsya waquallahi
- taam. Jadi untuk membersihkan hidup kita
- hendaknya kita menjaga makan kita,
- membeli ayam hendaknya perhatikan
- sembelihannya pada saat disembelih.
- mimmaukirmullahi alaihium biayatihi.
- Hendaklah kalian makan dari sesuatu yang
- telah disebutkan nama Allah baik pada
- penyembelihannya maupun pada saat kita
- memakannya. Kalau kalian mengaku beriman
- pada Allah,
- kemudian dari usaha juga yang halal,
- berikan makan anak kita dari yang halal,
- insyaallah mereka akan tumbuh dalam
- kebaikan dan kemuliaan yang akan membawa
- betul-betul keberuntungan, kesuksesan
- bagi kita dalam kehidupan dunia maupun
- kehidupan akhirat. Jaga salat kita.
- Kemudian banyak-banyaklah berdoa memohon
- kepada Allah perlindungannya.
- [mendengus]
- Karena tanpa perlindungan Allah mustahil
- kita akan selamat. Bagaimanapun luasnya
- ilmu kita, bagaimanapun kuatnya kita,
- kita lemah di hadapan godaan setan
- kecuali kita berlindung kepada Allah.
- Bahkan Nabi pun diperintahkan untuk
- berlindung kepada Allah. Waimmazaganaka
- minya nazun fastaid billah. Kalau kamu
- menghadapi godaan dari setan,
- bisikan-bisikan setan, segeralah kamu
- berlindung kepada Allah. Dia di tempat
- gelap, sedangkan kita di tempat terang.
- Dia melihat kita, kita tak mampu untuk
- melihat dirinya. Alallahi tawakalna
- wailaihi alabna waaihil masir.
- Masyaallah, Ustaz. Jazakum khair.
- Ustaz Muhammad, ada kayaknya ada yang
- mau ditanyakan terakhir ya?
- Ada tambahan sedikit. Boleh. Boleh.
- Lalu bagaimana Ustaz dengan ayat yang di
- mana di surah yang lain Allah Subhanahu
- wa taala berfirman, "Ma asob musibatin
- illa bidnillah." Tidak ada
- musibah yang menimpa kepada su kaum
- kecuali dengan izin Allah. Apakah yang
- terjid kemarin termasuk bagian dari
- bidnillah? [berdehem]
- Baik.
- Allah berfirman, "Ma asoba min musibatin
- illa biidnillah wam ymin billah yahdib
- qbahu."
- Tidak ada satu musibah terjadi melainkan
- terjadinya
- atas izin Allah.
- Tidak ada sesuatu yang terjadi melainkan
- atas izin
- Allah.
- Contoh jangan jauh-jauh.
- Dalam peperangan Uhud ketika kaum
- muslimin mengalami kekalahan pada ronde
- terakhir
- karena sebagian tentara meninggalkan pos
- mereka
- keluar dari disiplin dan perintah Rasul.
- Terjadi atas izin Allah gak?
- Iya. Iya.
- Terjadi atas izin Allah. Tapi sebabnya
- siapa? Enggak ada.
- Sebabnya karena sebagian orang tidak
- mengikuti
- tentu dan rasul. Oleh karena itu ketika
- mereka bertanya awal asobatum
- musibatum bimaat aidikumusum.
- Apa kalian bertanya-tanya ketika kalian
- terkena musibah padahal sebelumnya
- kalian telah meraih kemenangan
- berkali-kali lipat? Kenapa semua ini
- terjadi? Kan kami dipimpin oleh
- Rasulullah. Dijawab semua itu gara-gara
- kalian. H
- karena kalian menentang dan keluar dari
- perintah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Sungguhnya Allah maha kuasa
- atas segala sesuatu. Allah bisa
- memenangkan kalian. Tapi karena kalian
- melanggar dari kemenangan, kalian
- mengalami kekalahan. Ini terjadi atas
- izin Allah apa kekuatan orang kafir?
- Karena kekuatan orang kafir apa izin
- Allah?
- Izin Allah.
- Kekalahan mereka atas izin Allah sebagai
- pelajaran hukuman buat mereka.
- Begitu juga Allah berfirman, "Ma asaka
- minanatin famallah." Kebaikan yang kamu
- terima itu dari Allah, anugerah
- daripadanya.
- Wtin keburukan yang menimpa kamu
- gara-gara kamu sendiri. Jadi, izin Allah
- maksudnya semua terjadi atas izin Allah.
- Tanpa izin tidak mungkin terjadi. Baik
- kebaikan yang kita terima keburukan yang
- menimpa kita akibat dari ulah perbuatan
- kita semua atas izin Allah. Artinya di
- saat orang katakan berzina terkena
- penyakit
- atas izin Allah enggak? Atas izin Allah
- itu penyakit timbul akibat pelanggaran.
- Pelanggaran.
- Betul enggak? Tapi karena perbuatan dia.
- Kalau orang bergaul sama istrinya tidak
- melakukan hubungan liar, kena enggak
- penyakit?
- Enggak kena.
- Enggak kena penyakit. Betul gak? Jadi
- maksud izin Allah itu segala sesuatu
- semua tidak lepas daripada izin Allah.
- Baik ketika Zionis melakukan pembantaian
- terhadap saudara kita di Gaza tanpa izin
- Allah tidak mungkin terjadi. Tapi bukan
- Allah yang apa yang menentukan. Bukan
- yang menggiring.
- Bukan. Tapi terjadinya ini pertama para
- syuhada di Gaza mendapatkan kemuliaan
- dari Allah. Dan sebab kejadian ini
- menyingkap pengkhianatan bangsa Arab
- atau para pemimpin bangsa Arab secara
- umum. Saudi Arabia, Emirat Arab, Mesir
- ya terbongkar kebobrokan mereka dan
- terlihat coba bagaimana sebagian saudara
- kita seperti Yaman tampil ke depan untuk
- membela saudara mereka yang jauh, tidak
- bersebelahan.
- Membuat bahkan bukan hanya Israel,
- Amerika pun tidak berdaya berhadapan
- dengan Yaman, negara kecil yang miskin,
- yang melarat dan tertinggal. Kapal
- induknya lari tungganglanggang.
- Betul gak? Betul.
- Terjadi atas izin Allah. Artinya yang
- dilakukan saudara kita di Yaman tanpa
- pertolongan Allah mustahil akan membuat
- Amerika apa? Porak-poranda. Betul gak?
- Betul.
- Begitu juga yang terjadi di Gaza ya juga
- atas izin Allah. Tapi jangan beranggapan
- yang mengenai saudara kita di Gaza
- merupakan apa? Penderitaan. Tidak. Ini
- membawa kemuliaan buat mereka.
- Allah menjadikan mereka para syuhada.
- Mereka cepat meninggalkan dunia yang
- penuh dengan cobaan. Dibukakan pintu
- surga seluas-luasnya. Apa bukan
- merupakan kebahagiaan?
- Betul. Jadi Israel meraja lela ya dan
- kelihatan mereka bersikap sombong.
- Mereka melakukan semua ini bukan berarti
- mereka mengalahkan Allah. Terjadi atas
- izin Allah. Dan apa yang terjadi di
- tengah-tengah kaum muslimin ya dari
- kerusakan akibat dari mereka melupakan
- Allah subhanahu wa taala. Akhirnya Allah
- membiarkan Zionis untuk melakukan
- kejahatan mereka sebagai peringatan.
- Kembali pada Allah. Bersatu di jalan
- Allah. Allah akan menangkan kalian.
- Karena Allah berfirman,
- "Intansurullahurkum."
- Kalau kalian berjuang untuk membela
- Allah, maksudnya berjuang di jalan
- Allah, Allah akan menangkan kalian. Tapi
- ternyata negara-negara Arabnya malah
- mendukung Zionis untuk melucuti senjata
- Hizbullah, senjata saudara kita di Gaza
- dengan alasan bahwa merekalah yang
- membawa petaka yang menimbulkan
- kerusakan di Timur Tengah. Karena memang
- raja-raja tersebut ingin hidup senang,
- duduk bersama Zionis. Bahkan salah satu
- ulama mereka namanya Syekh Falah, mereka
- mengatakan bahwa tidak akan datang
- kiamat sebelum tiga pemeluk agama
- bersatu, Islam, Yahudi, dan Nasrani
- untuk menghadapi musuh bersama. Siapa
- musuh bersama? Iran.
- Mereka bawa hadis palsu yang tidak ada
- dasarnya hanya untuk membenarkan
- perbuatan mereka. Jadi kalau kita
- perhatikan sama-sama, semua kejadian di
- langit, di bumi ini atas izin Allah.
- Coba ingat ada hukum dan aturan yang
- jelas. Kebaikan yang menimpa kamu dari
- Allah.
- Keburukan yang menimpa kamu disebabkan
- karena ulah perbuatan kamu. Di sini
- tidak keluar dari keadilan Allah. Bahkan
- dengan rahmatnya kebaikan kita sedikit
- dibalas dengan balasan yang
- berlipat-lipat ganda. Petani kalau nanam
- padi, pekerjaan mereka dibanding apa
- yang Allah lakukan mana yang lebih
- besar?
- Petani membajak kemudian memberikan air
- setelah itu diberikan pupuk kemudian
- mereka tanam. Tapi pertumbuhan pohon
- tersebut siapa yang menumbuhkan?
- Allah.
- Allah.
- Yang dilakukan petani enggak ada
- apa-apanya dibandingkan apa yang Allah
- lakukan.
- Iya.
- Artinya kebaikan semua dari Allah.
- Iya.
- Tapi keburukan
- kembali kepada perbuatan kita. Kita
- merokok, kena paru-paru, kena kanser.
- Itu akibat mulah perbuatan kita. Itu pun
- tidak langsung dikenakan. Tapi setelah
- sekian lama tidak bertobat karena
- penyakit macam-macam. Betul gak?
- Betul.
- Jadi mudah-mudahan Allah Subhanahu wa
- taala ampuni dosa kita semua
- dan Allah selalu mengingatkan kita untuk
- menyampaikan melaksanakan amanat Allah
- di atas pundak kita. Mudah-mudahan kita
- meninggalkan dunia kita telah
- menjalankan amanat Allah. Kita mohon
- kekurangannya ampunan atas
- kekurangannya, kelalaian kita semua. Dan
- mudah-mudahan radio silaturahmi
- yang mengajak umat untuk bersatu di
- jalannya kembali pada Allah setia hingga
- akhir dari kehidupan dunia ini
- bersama-sama ikhwan kita yang berjuang
- berjuang untuk mengajak manusia kembali
- kepada Allah bertobat dari kesalahannya
- dan mudah-mudahan demonstrasi yang
- sedang berlangsung ini Allah giring ke
- arah yang benar sesuai dengan aturan
- Allah yang tidak merusak tapi
- mengingatkan mereka-mereka yang
- berkhianat terhadap
- amanat yang berada di pundak mereka
- untuk sadar kembali sebelum hukuman
- Allah datang kepada mereka semuanya.
- Subhanakallahum wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik walu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakumullah khair ustaz
- atas nasihatnya. Makasih ikhwan akhwat
- yang sudah menyimak sejauh ini. Ikak
- alfakir alkahf beserta seluruh kru yang
- bertugas mohon undur diri.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.