Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 sampai Nabi mengatakan tungkahul maratu 0:02 liar. Perempuan dinikahi disebabkan 0:04 empat empat sebab. 0:06 Yang pertama lijamaliha itu biasanya 0:09 kalau laki-laki pandangan pertama 0:11 cantik, kalau perempuan getaran pertama 0:14 dari kuping. Pujian sanjungan ya itu 0:17 membuat dia lupa betul-betul hanyut. 0:27 Brail TV. 0:34 Bismillahirrahmanirrahim. 0:36 Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan 0:37 katsiran thyiban barokan fih kama 0:39 yuhiburbuna waardo. Allahumma shalli 0:42 wasallim wabarik ala sayyidina 0:43 Muhammadin wa ala ali sayyidina 0:44 Muhammad. Masih dipancarkan dari jalan 0:46 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis 0:49 Cibubur Bekasi. Radio Silaturahim dan 0:52 juga Rasul TV untuk Islam yang satu. 0:54 Asalamualaikum warahmatullahi 0:55 wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang 0:56 dirahmati Allah. Senang sekali di 0:59 kesempatan ini saya Rizal Hakq kembali 1:01 hadir menyapa ikhwan akhwat dalam 1:04 program acara psikologi keluarga. 1:07 Alhamdulillah telah hadir narasumber 1:09 kita seperti biasa ada Bapak Abu Bakar 1:13 Barajah psikolog. Asalamualaikum Pak. 1:14 Sehat Pak? 1:14 Waalaikumsalam. 1:15 Alhamdulillah. Dan juga Ustaz Husin 1:16 Altas guru kita. Alhamdulillah. 1:18 Waalaikumsalam warahmatullah. Kabar 1:19 baik, Ustaz? 1:19 Semua sehat? Al, 1:20 alhamdulillah. Dan ikhwan akhwat, di 1:23 kesempatan ini saya mendampingi ee 1:25 beliau-beliau karena Buning izin ya 1:27 biasanya Buning yang mendampingi. 1:29 Insyaallah pengan depan beliau kembali 1:31 mendampingi. Nah, Yuhan Awat untuk 1:33 memulai pertemuan ini seperti biasa kita 1:36 awali dengan membaca ummul Quran 1:39 al-Fatihah yang akan dipimpin langsung 1:41 oleh guru kita Ustaz Husein Alatas. Kami 1:44 persilakan Ustaz. 1:45 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:50 Bismillahirrahmanirrahim. 1:56 Alhamdulillahirabbil 1:59 alamin 2:03 arrahmanirrahim. 2:07 maiki yaumiddin 2:11 iyaka na'budu wa iyyaka nasta 2:17 ihdinasirathal 2:19 mustaqim 2:22 shathalladzina 2:24 an'amta alaihim 2:27 ghairil maghdubi alaihim waladin 2:39 Amin. 2:39 Amin. Baik, alhamdulillah telah kita 2:41 buka bersama dengan pembacaan Quran 2:45 Quran surah Al-Fatihah. Semoga kita 2:47 semua mendapatkan ee rahmat dari Allah 2:49 Subhanahu wa taala dan bisa memetik 2:52 pelajaran dan ilmu yang akan disampaikan 2:54 oleh narasumber-narasumber kita, 2:55 guru-guru kita. Di kesempatan ini 2:58 seperti biasa kami akan bacakan beberapa 3:01 pertanyaan dari pendengar hasil yang 3:04 dikirimkan ke nomor hasil. Ini ada tiga 3:08 pertanyaan mungkin yang ee dua 3:10 pertanyaan hampir senada ya mengenai 3:12 keturunan dan juga yang kedua mengenai 3:16 yang ketiga pertanyaan mengenai 3:17 permasalahan dalam rumah tangga. Saya 3:19 coba bacakan dari hamba Allah keduanya 3:22 tidak menyebutkan namanya. Ustaz, 3:24 bagaimana kita merasa ikhlas dan rida 3:28 dengan ketentuan Allah Subhanahu wa 3:29 taala ketika kami tidak kunjung mendapat 3:33 keturunan ataupun takdirnya nanti kita 3:37 tidak dikaruniai keturunan sama sekali. 3:41 Pertanyaan selanjutnya ini dari hamba 3:43 Allah juga dalam surah at-Tin ayat 4 3:46 bahwa Allah menciptakan manusia dengan 3:48 sebaik-baik penciptaan. Bagaimana dengan 3:51 anak yang terlahir tidak sempurna 3:55 cacat fisik ataupun mental seperti 3:58 contohnya down down syndrome? Apakah ini 4:02 bertentangan dengan ayat tersebut? Mohon 4:04 nasihatnya, Ustaz, untuk orang tua-orang 4:06 tua yang diamanahkan 4:08 anak seperti ini. 4:11 Kemudian pertanyaan ee selanjutnya ini 4:14 mengenai permasalahan dalam rumah 4:16 tangga. Ustaz, saya seorang istri 4:18 pernikahan 15 tahun. Saya merasa 4:21 berjuang sendiri. Saya yang mencari 4:24 nafkah untuk keluarga dan untuk 4:26 pendidikan anak-anak. Saya jualan 4:28 kecil-kecilan di rumah. Suami saya 4:31 sering tidak bekerja dan pergi dari 4:35 rumah dan tanpa kabar. Anak masih 4:38 sekolah semua. Mohon nasihatnya, Ustaz. 4:41 Bukan karena masalah ekonomi, tapi saya 4:44 merasa suami tidak bertanggung jawab. 4:47 Saya ikhlas membantu mencari nafkah 4:49 untuk keluarga, tapi saya merasa lelah 4:52 harus berjuang sendiri dan suami sering 4:56 pergi dan tidak ada kabar. Dan saya 4:59 sudah merasa lelah ingin bercerai, 5:01 katanya Ustaz. Saya benar-benar siap 5:03 untuk berpisah dan saya tidak berpikir 5:06 untuk menikah lagi nanti. Hanya ingin 5:09 membesarkan anak-anak. Mohon nasihatnya, 5:12 Ustaz. Demikian, Ustaz. Kami persilakan. 5:17 Bismillahirrahmanirrahim. 5:21 Alhamdulillahi rabbil alamin. Hamdan 5:25 katsiran thyiban mubarakan fih kama 5:28 yuhibuna. 5:31 Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali 5:34 Muhammad. Asalamualaik 5:37 ya Rasulullah. Assalamu alaina wa ala 5:40 ibadillah shihin. Wasalamualaikum 5:43 warahmatullahi wabarakatuh. 5:45 Waalaikumsalam warahmatullah. Allahumina 5:48 minika rahma waimnaadunka 5:52 ilman nafna bimaam 5:56 allahum inna naud nazubikaill 5:59 nazilla nuzal nadlima 6:03 najhala yuj ba'du 6:06 ikhwan akhwat pendengar pemirsa radio TV 6:09 silaturahmi yang dirahmati Allah 6:15 apabila Bila kita semua 6:20 mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa 6:22 taala, 6:25 menyadari bahwa apa yang Allah pilihkan 6:27 bagi kita itulah yang terbaik buat kita. 6:33 Dan kita memahami bahwasanya Allah maha 6:36 pengasih maha penyayang 6:40 juga. Allah Subhanahu wa taala menguji 6:43 kita tapi tidak meninggalkan kita. 6:47 Allah menguji kita dan menjadikan 6:49 kehidupan dunia ini merupakan ladang 6:51 ujian. 6:54 Dunia bukan merupakan tempat kita 6:56 beristirahat, 6:58 tempat kita mencari kesenangan, karena 7:00 semuanya hanya merupakan ilusi. 7:04 Semuanya akan sirna dan fana. Sedangkan 7:08 kehidupan akhirat dialah kehidupan yang 7:10 sejati. 7:12 Dan setiap orang Allah Subhanahu wa 7:15 taala berikan ujian sesuai dengan 7:17 kebijaksanaannya. 7:19 Setiap ujian yang Allah berikan kepada 7:21 setiap orang disesuaikan dengan 7:23 kemampuannya. La yukallifulahu nafsan 7:26 illa usa. 7:29 Dan jangan kita beranggapan ada sebagian 7:31 orang yang bebas dari ujian. Dia tertawa 7:34 senang, gembira, bahagia, 7:38 hidupnya dimudahkan, 7:41 penampilannya cukup menarik bersama 7:43 istri dan keluarganya. 7:45 Lalu sebagian orang mengatakan, "Coba 7:47 saya bisa menikmati sedikit saja 7:51 dari apa yang Allah berikan kepada 7:53 mereka." Dia tidak tahu 7:55 bahwa senyum yang menghiasi wajah mereka 7:58 tawa kebanyakannya hanya merupakan make 8:01 up yang menutupi wajah asli mereka yang 8:04 sebenarnya. 8:06 Mereka tidak tahu bagaimana penderitaan 8:08 kegelisahan yang mereka rasakan. Bahkan 8:11 mereka merasa hidup mereka tanpa tujuan. 8:14 Mereka memamerkan berbagai macam 8:17 kekayaan yang Allah berikan kepada 8:18 mereka berpenampilan baik hanya sebagai 8:22 casing. 8:24 Karena setiap orang tidak akan lepas 8:26 dari ujian. Bahkan seandainya dia 8:27 bersembunyi di sebuah pulau kosong, 8:30 Allah akan kirimkan ujian yang menguji 8:32 dirinya sampai 8:34 terlihat dan nampak dengan jelas siapa 8:36 yang terbaik amalnya. 8:40 Dari pertanyaan pertama tadi, pasangan 8:43 suami istri yang mohon petunjuk agar 8:46 diberikan kesabaran dan keridaan karena 8:49 sekian lama dia tidak mendapatkan 8:51 keturunan. 8:53 Mungkin saja sampai akhir hayat mereka 8:55 tidak menerima ketutup. 8:59 Sebagian lagi manusia kita jumpai, Allah 9:02 berikan kesuburan. 9:05 Allah berikan buat dia 9:08 anak yang banyak. Justru mereka berusaha 9:11 untuk apa? 9:13 Untuk menahan bahkan kalau perlu 9:16 memadamkan kesuburan 9:19 istri mereka. 9:21 Jadi kita lihat dua kontradiksi. Satu 9:24 mengeluhkan karena tidak punya 9:25 keturunan. Satu lagi mengeluh ya 9:28 karena apa? Terlalu subur. 9:30 Terlalu subur. Seperti kisah yang pernah 9:33 saya ceritakan kejadian di Mesir. 9:38 Pasangan suami istri ya yang tinggal di 9:40 pedalaman di wilayah Asyut. Pedalaman 9:44 yang cukup jauh dari Mesir ini ee cukup 9:47 jauh ya. 9:49 Tinggal di pedalaman. Rumah mereka pun 9:51 terbuat dari tanah. 9:53 Biasa di Mesir di pedalaman-pedalaman 9:56 mereka buat rumah mereka itu berlapisan 9:58 tanah pada musim panas sejuk pada musim 10:01 dingin hangat. 10:06 Pasangan suami istri yang sederhana 10:08 mereka menikah 10:10 laki-laki mendapatkan wanita yang 10:12 diidam-idamkan. Begitu juga wanitanya 10:15 yang berasal dari sama-sama penduduk 10:18 kampung. 10:19 Setelah mereka berumah tangga, 10:22 tidak lama kemudian 10:24 ternyata pasangan suami istri melahirkan 10:27 anak kembar. 10:28 Mereka sambut dengan gembira, luar biasa 10:31 bersyukur pada Allah. Mereka bukan orang 10:34 yang punya. Sekian banyak orang tidak 10:37 mendapatkan anak, Allah berikan dia 10:38 langsung dua anak. 10:41 Suami istri kerja sama untuk merawat 10:43 anaknya. 10:46 Ternyata 10:49 kebahagiaan 10:51 mulai berubah menjadi cobaan buat 10:53 mereka. 10:54 Setahun kemudian ternyata istrinya 10:57 melahirkan anak lagi. 11:00 Ternyata melahirkan kembar. 11:04 Mereka masih merawat anak mereka yang 11:07 kembar. Sekarang sudah dapat lagi anak 11:10 kembar. 11:13 Tapi mereka pada saat tersebut masih 11:16 menerima dengan hati lapang. Walaupun 11:19 berat bagi mereka kehidupan yang sulit, 11:22 ya. Mereka harus bekerja keras dan ibu 11:25 tidak mungkin memiliki pembantu karena 11:28 mereka hidup dalam keadaan yang amat 11:30 sederhana. 11:34 Subhanallah. 11:36 Ternyata beberapa lama kemudian istrinya 11:38 hamil kembali. 11:42 Akhirnya 11:44 suaminya berkata pada istrinya, "Bukan 11:47 saya tidak mencintai kamu, 11:51 tapi cobaan cukup berat buat saya maupun 11:53 buat kamu. 11:55 Seandainya kamu melahirkan kembar dua 11:57 lagi, maka sebaiknya kita berpisah." 12:03 Maklum orang awam kan, 12:04 orang awam berpikir sederhana. Mereka 12:07 beranggapan dengan bertambah anak maka 12:10 hidup mereka bertambah sempit. Ini ujian 12:12 dari Allah menguji kita. 12:15 Si istri bersedih kan? Karena bukan 12:17 kesalahan dia melahirkan kembar. 12:20 Bukan dia yang mengatur. 12:23 Allah kasih. Subhanallah. Si istri 12:25 berdoa kepada Allah agar tidak 12:27 melahirkan 12:29 dua anak kembar seperti sebelumnya. 12:31 Suami juga berdoa 12:34 subhanallah. pada saat melahirkan, 12:36 begitu melahirkan satu, karena dulu kan 12:38 tidak ada USG. 12:39 Iya. 12:40 Melahirkan satu, ternyata mules kembali 12:45 keluar anak yang kedua. 12:49 Ternyata tidak sampai di sana keluar 12:51 yang ketiga. 12:53 Bayangkan coba 12:56 si suami begitu melihat 12:59 keluar anak yang ketiga, si istri 13:01 bingung. Nasibnya di tiang gantungan. 13:05 Artinya suaminya akan apa? Meninggalkan 13:07 dia. Si suami langsung pada saat 13:11 tersebut 13:13 terhentak. 13:14 Dia tidak rida dengan anugerah Allah ya. 13:17 Mendapatkan dua anak bukan dosa 13:19 istrinya. 13:20 Akhirnya berikan tiga anak. 13:25 Langsung pada saat itu juga si suami 13:26 sujud mohon ampun pada Allah. 13:30 Dia mengatakan, "Saya ya Allah tidak 13:33 akan menolak berapapun yang kami 13:34 berikan, 13:36 tapi bantu kami dan murahkan rezeki 13:38 kami." 13:40 Allah kasih, subhanallah, begitu dia 13:43 mendapatkan tiga anak, Allah murahkan 13:45 rezeki mereka 13:47 hingga berkembang menjadi orang yang 13:49 terkaya di kampungnya. 13:52 Jadi sebetulnya 13:54 kita ini seringki tidak menerima ujian 13:56 yang datang dari Allah, akhirnya 13:58 menambah berat beban di hati kita. 14:02 Kita kalau hidup di dunia ini seorang 14:04 diri atau hanya bergantung pada usaha 14:07 kita, pikiran kita, akal kita, niscaya 14:10 kita akan terkapar. Karena tantangan 14:12 hidup jauh lebih berat daripada 14:14 kemampuan kita. Tapi begitu kita kembali 14:18 pada Allah, berpegang kepadanya, kita 14:21 jadikan Allah sebagai harapan kita dalam 14:25 semua perjalanan hidup kita, Allah akan 14:28 turun tangan. 14:30 Oleh karena itu, Allah tidak pernah 14:31 sekalipun meninggalkan kita. 14:35 Allah bersama kalian di mana pun kalian 14:37 berada. Bersama yang beriman, bersama 14:40 yang kafir, yang taat dan bermaksiat. 14:44 Allah Subhanahu wa taala menunggu dari 14:46 orang-orang yang kafir maupun yang 14:48 bermaksiat untuk datang kepadanya, 14:51 bertaubat kembali kepadanya. 14:54 Sekejap pun Allah tidak pernah 14:55 meninggalkan kita. 14:57 Begitu juga Allah Subhanahu wa taala 15:00 menantikan dari mereka-mereka yang 15:02 sedang lupa karena kesenangan, 15:04 kelapangan. Allah nantikan mereka untuk 15:07 kembali padanya. Di saat mereka masih 15:09 belum kembali, Allah berikan cobaan yang 15:11 berat baginya supaya dia ingat pada 15:13 Allah. Jadi cobaan pun yang datang 15:15 merupakan apa? Merupakan peringatan dari 15:18 Allah supaya dia kembali kepadanya. 15:22 Tidak pernah sekalipun orang yang 15:24 berdosa, orang yang bermaksiat, bahkan 15:26 yang kafir kalau datang kepada Allah, 15:29 Allah akan katakan, "Kenapa baru hari 15:32 ini?" 15:33 Allah tidak sebutkan kesalahan yang 15:35 dulu, tapi Allah janjikan ampunan dan 15:37 rahmatnya. 15:39 Jadi, bagi kepenanya yang pertama, 15:42 bagaimana kita bisa rida dengan 15:45 ketetapan Allah yang belum menaguhkan, 15:48 menganugerahkan anak bagi keduanya atau 15:51 mungkin tidak akan mendapatkan anak? 15:56 Apa yang Bapak, Ibu alami bukan 15:59 merupakan cobaan yang pertama. 16:02 Sekian banyak orang mengalami hal yang 16:04 sama. Di antara mereka bahkan Nabi 16:05 Zakaria. 16:07 Bahkan sebelum Zakaria, Nabi Ibrahim 16:10 sampai hari tua baru mendapatkan anak. 16:14 Sampai Siti Sarah ketika mendengarkan 16:16 malaikat membawa kabar gembira sambil 16:18 menampar wajahnya, ajuzun aqim. Masa 16:22 mungkin nenek-nenek yang sudah tua akan 16:25 melahirkan seorang anak. 16:27 Tapi di sini Allah mau tunjukkan 16:29 kekuasaannya. 16:30 Kalau sebab membatasi kita, 16:34 maka sebab yang ditetapkan Allah tidak 16:37 membatasi kekuasaan Allah. Innama amruhu 16:40 idaian yaqu lahu kun. 16:43 Jadi jangan kita beranggapan kondisi 16:46 seorang wanita yang mandul 16:48 atau kondisi laki-laki yang tidak subur 16:51 membatasi dia untuk mendapatkan 16:52 keturunan. 16:54 Dari seorang wanita tanpa seorang suami, 16:56 Allah Subhanahu wa taala anugerahkan Isa 16:59 bagi Maryam. 17:01 Dari ketiadaan Allah menciptakan Adam. 17:05 Betul gak? Kemudian lahir Hawa juga 17:08 merupakan belahan jiwanya Adam 17:11 alaihialatu wasalam. 17:13 Yang seringki membuat doa kita ini tidak 17:16 memberikan ketentraman karena kita 17:18 batasi kekuasaan Allah dengan sebab ya 17:23 dan batasan-batasan 17:25 yang Allah tentukan bagi kita tapi tidak 17:27 berlaku untuk Allah. Api yang panas 17:30 membakar itu merupakan hukum Allah. Tapi 17:33 hukumnya tidak berlaku untuk Allah. Maka 17:35 Allah katakan pada api, "Ya narukun 17:37 bardan wasalaman ala Ibrahim." Api 17:40 menyala, membakar kayu. Tapi Ibrahim 17:43 duduk dengan tenang, merasakan 17:45 kesejukan. Kenapa? Karena Allah maha 17:48 kuasa atas segala sesuatu. Allah kuasa 17:50 untuk memberikan bapak ibu saat ini anak 17:53 keturunan. Tapi Allah menguji ibu 17:56 terlebih dahulu. 17:58 Allah menguji agar Bapak Ibu juga dengan 18:02 ujian ini 18:04 terbuka kesadarannya, 18:06 keyakinannya, kepasrahan kepada Allah. 18:10 Karena kita memuji Allah bukan hanya 18:12 pada apa yang Allah berikan, tapi pada 18:14 apa yang Allah tahan juga mengandung 18:16 hikmah. Alhamdulillah 18:18 alal mani wal at 18:21 wa alal usri wal yusri wa alaqi wasah. 18:26 Segala puji bagi Allah pada saat Dia 18:28 menahan. 18:30 Segala puji bagi Allah pada saat Dia 18:32 memberi. Segala puji bagi Allah pada 18:34 saat kita dalam kesempitan. Segala puji 18:37 baginya dalam kelapangan. Segala puji 18:40 bagi Allah Subhanahu wa taala pada saat 18:42 mudah. Begitu pula pada saat susah. Jadi 18:45 jangan kita beranggapan hanya pada saat 18:48 kemudahan. Ya, 18:51 itu merupakan nikmat. Tidak. Pada saat 18:54 Allah Subhanahu wa taala masih menahan 18:56 dan belum memberikan kita, itu merupakan 18:58 nikmat yang selalu menarik kita pada 19:00 Allah Taala. 19:03 Jadi hendaknya Bapak, Ibu menerima 19:05 ketentuan Allah, mohon pada Allah agar 19:06 dianugerahkan keturunan tapi jangan 19:09 sampai di sana. Mohon kalau diberikan 19:11 keturunan, menjadikan mereka anak dan 19:14 anak keturunan yang saleh. Jangan 19:16 menjadi anak yang durhaka yang akan 19:17 menyakiti Bapak Ibu. Jadi mohon 19:21 katakan, "Rabbi la tadarni farda wa anta 19:24 khairul waritin." Seperti doa Nabi 19:26 Zakaria, "Ya Allah jangan biarkan aku 19:28 sendiri tanpa keturunan dan engkau 19:30 sebaik-baiknya pemberi warisan 19:32 keturunan." 19:35 Jadi, Bapak Ibu dalam hal ini semuanya 19:37 ujian. Bapak, Ibu diuji, saya juga 19:40 mengalami ujian. Ustaz Abu Bakar juga 19:42 sama menghadapi ujian. Kang Rizal 19:45 semuanya termasuk Atep Setia Budi. Cuma 19:49 setiap orang memiliki ujian 19:51 masing-masing. 19:54 Nah, pada saat kita diuji, kita bersabar 19:57 dan yakin bahwa Allah telah pilihkan 19:59 bagi kita yang terbaik. 20:02 Dan yang terbaik itu yang Allah berikan 20:04 buat kita, kita syukuri. Jangan kita 20:06 mengharapkan apa yang ada pada tangan 20:08 orang lain. 20:10 Kita hanya melihat secara lahir belum 20:12 tentu apa yang apa apa yang mereka 20:15 rasakan. Seperti yang kita lihat, 20:19 ada seorang 20:22 belajar pada satu orang ustaz di maahad 20:26 tahfizul Quran. Ustaznya sudah meninggal 20:28 dunia. Allah yarhamu, seorang yang 20:30 saleh. Lalu si ustaz berkata pada 20:33 muridnya, "Mau enggak kamu menikah 20:36 dengan putri saya? Karena si anak 20:37 laki-laki ini baik. 20:40 Si anak laki-laki mengatakan, "Siapa 20:41 yang enggak mau menikah dengan putri 20:43 Anda?" Itu merupakan idaman dari setiap 20:45 murid-murid kamu semua. Tapi kondisi 20:48 saya ini tidak memungkinkan untuk 20:50 mendapatkan anak. 20:52 Saya tidak mau sama sekali menyusahkan 20:54 anak kamu 20:56 karena dia harus suntik. Dia harus 20:58 berangkat ke Malaysia suntik untuk 21:01 pengobatan dia. Tapi kondisi spermanya 21:04 enggak subur. Bahkan dia mengalami 21:05 gangguan pada apa namanya? Pada buah. 21:10 Lalu si guru mengatakan, "Dokter 21:14 mengatakan kamu tidak akan punya anak. 21:17 Saya mau tanya yang menentukan dokter 21:19 apa?" Allah Subhanahu wa taala. 21:22 Dia bilang Allah, "Sudah 21:25 kamu saya tanya mau apa tidak mau." 21:27 Langsung dinikahkan. 21:29 Tahun kemudian Allah kasih istrinya 21:30 hamil 21:32 melahirkan satu, dua. Padahal dokter 21:34 memvonis tidak mungkin dapat anak. 21:38 Yang mengherankan yang Allah anugerahkan 21:40 kesuburan menolak untuk punya anak 21:44 bahkan minum obat-obatan untuk 21:45 mengeringkan kandungannya. Aneh enggak? 21:49 Yang dicoba dengan kekurangan 21:52 mengeluh, yang diberikan kesuburan juga 21:55 mengeluh. 21:56 Kalau seandainya Allah harus mengikuti 21:58 kemauan manusia, langit bumi ini hancur, 22:01 musnah. 22:03 Jadi kita harus tahu bahwa kita ini 22:05 sebetulnya keberadaan kita karena 22:07 kehendak Allah. 22:10 Potensi kita juga karunia dari Allah. 22:12 Begitu juga bentuk rupa kita, orang tua 22:15 kita, suku kita. Apa yang kita mau 22:16 banggakan? Seharusnya kita katakan, 22:18 "Lakal hamdu ya Rabb, bantu kami untuk 22:21 dapat menjalani hidup ini sebagaimana 22:23 yang Engkau ridai. Jauhkan kami dari 22:26 tipu daya setan agar kami tidak 22:29 tergelincir dalam perbuatan-perbuatan 22:31 yang rendah hina yang akan mencelakakan 22:33 kami dan keluarga kami." Jadi, mohon 22:36 pada Allah lalu serahkan padanya pilihan 22:38 yang terbaik buat Bapak, Ibu. Tidak 22:41 perlu berkecil hati. 22:43 Bapak, Ibu harus tahu 22:45 Allah Subhanahu wa taala mendengarkan 22:47 suara dan doa hambnya 22:50 tanpa melihat latar belakang dan 22:52 kedudukannya. Terkadang seorang rakyat 22:55 jelata yang hatinya betul-betul yakin 22:57 dan berbaik sangka pada Allah 22:59 dikabulkan. Sedangkan ulama besar yang 23:02 hafiz Quran, yang berilmu dia berdoa 23:05 tidak dikabulkan. Kenapa? Si awam rakyat 23:09 kecil ini hidupnya betul-betul 23:11 sepenuhnya bergantung pada Allah. 23:13 Sedangkan si ulama melihat ilmunya, 23:15 melihat kemampuannya, dia merasa 23:17 seolah-olah Allah pasti akan mengabulkan 23:19 doanya. Dia datang dengan kebanggaan, 23:21 yang satu datang dengan kerendahan. 23:24 Oleh karena itu, siapa yang datang 23:26 kepada Allah dengan kerendahan, 23:28 dengan penuh harap, Allah akan kabulkan 23:31 doanya. Waqbukumuni 23:34 astajib lakum. 23:36 Kemudian jawaban yang kedua, 23:41 bagaimana ustaz? Allah berfirman dalam 23:44 Al-Qur'an 23:46 pada surah Tin tepatnya mengatakan, 23:48 "Laqad khalaqnal insana fi ahsan." 23:52 Sungguh Kami telah menciptakan manusia 23:55 dalam kondisi keadaan bukan hanya lurus, 23:59 tapi yang sebaik-baiknya dalam keadaan 24:02 yang lurus dan penuh keseimbangan. 24:05 Perhatikan di sini Allah gunakan kata 24:08 khalaqna, 24:10 tidak menggunakan kata khalaqtu. 24:16 Karena apa? Karena Allah dalam 24:18 menciptakan manusia ini 24:21 kehendaknya berjalan menuju 24:23 kesempurnaan. 24:25 Tapi terkadang 24:28 pelanggaran-pelanggaran penyimpangan 24:30 yang dilakukan si ibu pada masa 24:33 kehamilan 24:35 atau si bapak pada saat istrinya dalam 24:37 keadaan hamil. 24:40 Merokok depan istrinya. 24:42 atau si bapak 24:44 berhubungan liar dengan wanita lain. 24:47 Setelah itu dia berhubungan dengan 24:49 istrinya dalam keadaan membawa penyakit. 24:53 Si bapak yang membawa penyakit tidak 24:56 nampak dia punya gejala. Tapi suami yang 24:59 menggauli istrinya dengan benih-benih 25:02 penyakit yang dibawa. Akhirnya pada saat 25:05 si anak paham dikandung mulai terjadi 25:08 pembuahan, si anak tersebut ternyata 25:10 membawa dampak penyimpangan dari suami. 25:15 Ada yang sumbing, ada yang sumtumbuhan 25:19 kepalanya tidak sempurna, 25:22 ada yang pertumbuhan organ badannya 25:24 tidak sempurna. 25:26 Ini mau tidak mau tidak mungkin 25:27 dikembalikan kepada Allah. 25:29 Tapi apa ini kembali kepada intervensi 25:35 manusia 25:38 yang menimbulkan kerusakan sebagaimana 25:41 kerusakan di bumi ini yang diciptakan 25:44 Allah dalam keadaan baik dan penuh 25:45 keseimbangan rusak akibat apa? tangan 25:48 manusia fasadu fil barri wal bahri 25:51 bidinas 25:53 terjadi kerusakan di daratan maupun di 25:55 lautan sebagai akibat ulah perbuatan 25:57 tangan manusia begitu juga ibu yang 26:00 sedang hamil 26:03 begitu datang terkena pusing atau flu 26:05 dia makan obat antihistamin yang 26:08 dilarang untuk seorang ibu yang hamil 26:11 dia makan obat tersebut 26:14 pada hamil mudanya tahu-tahu terjadi 26:16 pendarahan 26:18 terjadi pendarahan, dibawa ke dokter, 26:21 segera diobati, kandungan bisa 26:23 dipertahankan. Subhanallah. Begitu lahir 26:28 terlihat dampak pendarahan tersebut. 26:31 Ada yang sumbing, 26:33 ada yang tangannya hilang ya, ada yang 26:36 pertumbuhan hidungnya tidak sempurna. 26:40 Akibat apa? Akibat pelanggaran ibu. Oleh 26:43 karena itu kita lihat obat-obatan 26:46 biasanya diresepkan untuk seseorang 26:47 disebutkan 26:49 jangan diminum oleh wanita hamil 26:53 termasuk steroid. 26:56 Jadi ini merupakan hal-hal yang 26:58 berbahaya. 26:59 Begitu juga obat batuk yang mengandung 27:01 alkohol tidak diizinkan untuk diminum 27:03 wanita yang hamil. Bahkan bukan hanya 27:07 sampai salep pun ada yang tidak boleh 27:10 dipergunakan untuk wanita hamil. 27:14 Jadi Allah berfirman, "Laqad khalaqnal 27:17 insana fi ahsani takqwim." Kehendak 27:20 Allah Subhanahu wa taala berjalan 27:23 membawa pertumbuhan manusia menuju 27:25 kesempurnaan. Tapi karena anak tersebut 27:29 tumbuh dalam rahim seorang wanita yang 27:32 juga merupakan apa? Merupakan kandungan 27:35 yang tidak terlepas dari pengaruh sang 27:38 ibu, pengaruh ayah di sisinya. Jadi 27:41 kalau seandainya anak mengalami katakan 27:43 down syndrome, coba periksa apa yang 27:46 dilakukan oleh si ayah dan si ibu. 27:50 Jangan dia menyalahkan 27:52 perjalanan ciptaan Allah dan tahapannya. 27:55 Seperti ada seorang wanita ini terus tor 28:00 pada saat dia hamil dia kesal sama 28:02 kucing dimasukin di karung dibuang ke 28:04 sungai 28:06 mati dalam keadaan 28:08 tersisa kan. Begitu dia melahirkan anak 28:11 laki-lakinya, anak laki-laki tersebut 28:13 mengalami da sindrom yang menjadi beban 28:16 buat dirinya. 28:18 Kalau dia tidak suka, ambil itu kucing 28:21 bisa dibuang ke pasar di tempat-tempat 28:23 yang bisa men kehidupannya. Tapi dengan 28:25 masukkan ke dalam karung, dibuang ke 28:26 dalam sungai. 28:28 Oke. Penyiksaan dan penganiayaan. Allah 28:31 paling tidak suka kezaliman walaupun 28:34 terhadap apa? Makhluk yang dipandang 28:36 lebih rendah. Jangan kita anggap hanya 28:38 terhadap manusia. Terhadap hewan pun 28:40 kalau kita berbuat anat ada hukumannya. 28:44 Jadi, Ibu 28:46 terjadinya 28:48 katakan 28:50 hal-hal yang tidak menyenangkan pada 28:52 bayi yang dikandung seseorang bukan 28:54 berarti bertentangan dengan ayat Allah, 28:57 tapi ini merupakan pelanggaran dan 29:00 penyimpangan yang terjadi pada ibu yang 29:03 mengandung atau pada bapak katakan yang 29:06 melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak 29:09 benar akhirnya berakibat pada anak 29:11 tersebut. 29:13 Ada pasangan suami istri datang kepada 29:16 saya 29:18 bertanya mengenai anak yang otis. 29:21 Setiap bulan tuh dia harus mengeluarkan 29:23 biaya yang besar untuk merawat anaknya. 29:28 Untuk merawat anaknya itu, mendidik 29:30 anaknya tidak sedikit biaya yang 29:31 dikeluarkan. Kalau anak normal biayanya 29:34 katakan sejuta bisa sampai R juta. 29:38 Dia kerja di satu perusahaan. 29:41 Dia mengatakan, "Ustadz, bagaimana kita 29:44 ya bisa betul-betul apa upaya kita 29:48 membawa anak ini untuk poi." Saya 29:50 bilang, 29:52 "Coba kamu koreksi diri kamu. 29:56 Kalau kamu dalam pekerjaan kamu, dalam 29:59 usaha kamu, kamu dapatkan dari harta 30:02 yang haram, hentikan. pindah ke 30:04 pekerjaan yang lain yang kamu berikan 30:07 makan kepada anak kamu atau pada saat 30:09 kamu menggauli istri kamu, kamu berikan 30:12 makan buat istri kamu, itu yang menjadi 30:15 penyebab terjadinya kerusakan. 30:18 Allah berfirman, "Ma asobaka min 30:20 hasanatin faminallah." Kebaikan yang 30:23 kamu terima itu dari Allah. W asobaka 30:26 min sayiatin famin nafsik. Tapi yang 30:28 menimpa kamu dari keburukan ituulah 30:30 perbuatan kamu. Jadi jangan kamu 30:32 salahkan takdir Allah, tapi periksa apa 30:35 yang telah kamu lakukan. 30:38 Kalau kamu insyaallah berubah, hidup 30:40 dengan usaha yang baik, berikan makan 30:41 yang halal, anak kamu insyaallah juga 30:43 akan berubah. 30:45 Ternyata dia keluar mengatakan, "Waduh, 30:47 resepnya berat amat." Karena sudah asyik 30:50 apa? 30:51 Sudah nyaman, 30:52 sudah nyaman menerima hasil yang besar. 30:55 Jadi kita harus sadari cobaan yang 30:57 menimpa kita 30:59 sebetulnya tidak lepas dari perbuatan 31:03 kita. Jangan kalau kita sukses berhasil, 31:06 kita banggakan sebagai hasil usaha kita. 31:10 Bahkan kita undang orang dalam rangka 31:11 syukuran untuk menunjukkan kelebihan 31:13 kita. Bahkan dia mengatakan, "Siapa dulu 31:16 dong orangnya? 31:18 Siapa dulu dong orang tuanya? 31:21 Siapa dulu suaminya? Siapa dulu 31:23 istrinya? membanggakan diri mereka. 31:25 Begitu mengalami cobaan, kita bisa 31:27 bilang apa? Semua takdir Allah. Yang 31:30 buruk dikembalikan pada Allah, yang baik 31:32 apa? Diklaim sebagai usahanya. 31:35 Jadi tidak terjadi pertentangan antara 31:39 firman Allah, "Laqad khalaqnal insana fi 31:41 ahsani takqwim." Karena apa? Di sini 31:45 bukan hanya Allah Subhanahu wa taala 31:49 yang mengendalikan 31:51 anak tersebut menuju kesempurnaan 31:53 tangan-tangan 31:55 ibu atau bapak. Ya, begitu juga pengaruh 31:58 polusi lingkungan kalau dia hidup di 32:00 daerah yang berpolusi bisa menimbulkan 32:02 efek buruk pada anak tersebut. Oleh 32:04 karena itu, Bapak pada saat dia katakan 32:07 mengharapkan anak untuk menjadi anak 32:09 yang saleh, dia menjaga kesalehannya. 32:11 Begitu juga seorang ibu menjaga dirinya 32:14 berdoa kepada Allah dan yakin doa itu 32:17 apa? Akan menjaga anaknya dari berbagai 32:20 macam. 32:21 Saya ingat ketika istri saya hamil di 32:25 hamil tua, kebetulan 32:29 hamilnya kembar. 32:33 Salah satu keluarga saya terkena campak. 32:35 Campak yang berbahaya yang cukup berat. 32:38 Akhirnya menular ke anak saya. Menar 32:40 juga kepada ibunya sedang hamil. 32:43 Biasanya campak semacam ini menimbulkan 32:45 biasanya anak tersebut bisa cacat. 32:50 Kita dalam hal ini kan di luar kemampuan 32:53 kita. Kita berdoa kepada Allah Taala 32:55 mohon 32:56 agar Allah menjaga anak tersebut ya dari 32:59 hal-hal yang tidak baik. Kita berdoa 33:01 mohon pada Allah dan perlindungannya 33:03 dengan tulus. Allah kasih alhamdulillah 33:05 lahir anak kembar dalam keadaan sehat 33:08 dan mudah. 33:10 Sedangkan saya kenal satu orang, si ibu 33:13 kena cacar, anaknya cacat. 33:18 Jadi berbagai macam wabah dan marabahaya 33:21 tidak akan mengenai seseorang melainkan 33:23 dengan izin Allah. 33:24 Ini kalau kita berlindung pada Allah 33:26 Taala, bertobat dari kesalahan kita, 33:28 mohon agar menjaga istri kita, anak 33:30 kita, Allah jaga. Allah berfirman, "Qul 33:33 ma ya'bau bikum rbi laula duaukum." 33:35 Katakan Tuhan kalian tidak akan peduli 33:38 pada kalian kecuali kalau kalian minta. 33:41 Masa minta sama Allah saja kalian enggak 33:42 mau? 33:44 Betul gak? Dan minta dengan yakin dan 33:46 husnudan kepada Allah. 33:49 Jadi Allah enggak pernah meninggalkan 33:50 kita. Cuma kita ini kalau kuat lagi kaya 33:54 lupa sama Allah. Ingat sama teman-teman 33:56 jalan-jalan ke sana kemari berifforia. 33:58 Ngajak istri jalan ke Bali. Ngajak istri 34:01 untuk bersenang-senang. Padahal orang di 34:03 sekeliling kita dalam keadaan susah. 34:05 mestinya kita nikmati sebagian, berbagi 34:07 dengan sebagian pada orang-orang yang 34:09 susah. Ingat diri kamu dulu, enggak 34:11 punya apa-apa sama sekali. Betul gak? 34:13 Betul. 34:15 Jadi kalau seandainya kita ingat pada 34:17 Allah pada saat senang, Allah juga akan 34:19 ingat kita pada saat susah. Fadkuruni 34:22 adkurkum waskuruli wala takfurun. 34:24 Terakhir apa tadi? 34:27 Permasalahan rumah tangga, Ustaz yang 15 34:29 tahun 34:30 menikah sudah lelah. 34:32 Iya. Sebetulnya nasib ibu ini ya 34:35 mengenaskan, tapi ibu harus tahu yang 34:38 ibu alami dari derita dan cobaan ini 34:41 akan menjadi bekal yang sebaik-baiknya 34:44 di hari kemudian nanti. Perjuangan yang 34:47 ibu lakukan di mana perjuangan suami ibu 34:49 ambil alih. Ibu bersabar dan minta pada 34:53 Allah untuk menerima perjuangan ibu. 34:56 Adapun seharusnya suami yang tidak 34:59 bekerja seharusnya tahu diri. 35:02 Tahu di dia bantu istrinya. 35:06 Istri bekerja, dia bekerja di rumah. 35:10 Bersihkan rumah, jaga anak, besarkan 35:13 hati istri dan dia bisa menggantikan 35:15 istrinya kan di warung. Betul gak? Tapi 35:19 kalau istrinya bekerja ngurus anak, 35:21 ngurus sekolahnya, si bapak 35:23 luntang-lantung ke sana kemari. Apalagi 35:25 kalau minta uang rokok. Ini bapak 35:28 seperti ini ya tidak layak menjadi 35:31 bapak, tidak layak juga menjadi suami. 35:35 Yang dinikahi seorang manusia ya ada 35:39 saat-saat lemah. 35:42 Dia berharap kalau sampai suaminya itu 35:45 ya paling enggak membantu dia. Kalau 35:47 sudah enggak bisa mencari nafkah, bantu 35:48 untuk menjaga anaknya, mengantar anaknya 35:50 sekolah. 35:52 Kemudian juga berbelanja. Katakan dia 35:55 buka warung, suaminya yang belanja. Kan 35:57 nikmat sekali kan? Tapi kalau suaminya 36:00 tidak menjalankan tugasnya, berikan 36:02 nasihat, berikan peringatan atau kalau 36:04 ibu tidak bisa minta orang lain untuk 36:05 memberikan nasihat pada suami. 36:08 Tapi kalau dia tidak peduli juga, lebih 36:10 baik ibu berpisah tukar dengan suami 36:13 yang lebih baik. Yang menjadi teman ibu 36:15 di dunia, teman ibu di akhirat. Menikah 36:18 lagi bukan kehinaan. 36:20 Jadi, ibu tidak perlu mengatakan saya 36:21 tidak akan menikah lagi. Ibu sendiri 36:23 juga ibu akan pusing. Kalau ada 36:26 laki-laki baik yang mau menikahi ibu, 36:28 bertanggung jawab juga ikut peduli 36:31 terhadap anak ibu fabiha nikmat. Tapi 36:33 kalau tidak, insyaallah ibu dapat suami 36:36 di hari akhirat nanti yang lebih baik 36:38 lagi. Jadi, pertama-tama berikan nasihat 36:42 pada suami. Ajak orang yang berakal, 36:45 yang bijak untuk memberikan nasihat. Dan 36:47 ibu tidak perlu curhat sama orang yang 36:49 bisa bikin tambah sakit hati ibu, 36:52 tapi curhat sama orang yang bisa 36:53 memberikan nasihat. Kalau tidak mau 36:56 juga, 36:57 Ibu tukar 37:00 suami ibu serahkan pada orang lain yang 37:03 berminat. Insyaallah ibu dapat suami 37:05 yang baik. 37:07 Jadi dalam hal ini Islam ya tidak 37:10 melarang ibu berpisah sebagaimana yang 37:13 dilarang pada sebagian agama. bahwa 37:16 orang yang dipersatukan oleh Tuhan tidak 37:18 boleh sama sekali berpisah. Hubungan 37:21 suami istri itu ya tidak lepas dari 37:23 pilihan. Jadi jangan menganggap itu 37:26 ditentukan Allah begitu saja. Enggak. 37:28 Kalau enggak enggak mungkin. Rasulullah 37:30 bilang cari wanita yang salehah yang 37:32 beragama. 37:33 Berarti kan dalam ranah pilihan kan. 37:35 Iya. 37:36 Jangan mengatakan bahwa ini sudah 37:37 ditentukan Allah Taala. Tidak. 37:39 Ketentuan Allah disesuaikan dengan 37:40 pilihan kita. Ini yang namanya takdir 37:43 muallaq. Kalau takdir mubram itu apa-apa 37:47 yang ditetapkan Allah tanpa ada pilihan 37:49 kita seperti suku kita, bangsa kita, 37:51 bapak ibu kita, warna kulit kita, bentuk 37:53 rupa kita. It takdir mubram. 37:56 Enggak ada pilihan kita. Tapi kalau 37:59 takdir mualak yaitu satu pekerjaan yang 38:02 kembali pada pilihan kita. Hasilnya 38:04 sesuai dengan pilihan. 38:06 Orang kalau masukin tangannya ke api 38:07 panas kebakar, masukin ke es dingin. 38:10 Betul enggak? Jadi tergantung pilihan 38:12 kita. 38:17 Kita menikah dengan laki-laki baik ya 38:19 hasilnya kan masyaallah ketemu laki-laki 38:22 yang apa hidung belang hanya membuat 38:25 hati kita terbakar setiap saat terkena 38:27 penyakit lagi akibat ulah perbuatannya. 38:31 Jadi kita akan mendapatkan 38:34 hasil tergantung pilihan kita. Oleh 38:37 karena itu kalau menikah jangan hanya 38:38 lihat laki-laki maco, 38:41 ganteng, 38:42 ganteng ya. Kemudian turun dari mobil 38:45 itu bisa dipinjam semuanya. 38:48 Sewa. 38:49 Iya. Handphone sekarang ada peminjaman 38:51 handphone. 38:53 Tapi lihat siapa orang tuanya, bagaimana 38:55 laki-lakinya terhadap ibunya? 38:58 Gimana perbuatan bapak terhadap ibunya? 39:01 Kalau bapaknya memperlakukan istrinya 39:03 dengan mulia, si anak insyaallah akan 39:04 berbuat yang sama salatnya. Kemudian 39:06 lihat teman-temannya, jangan tanya, 39:08 "Kamu orang baik bukan?" 39:10 Pasti setiap orang bakal bilang baik. 39:12 Lihat teman-temannya. Kalau teman 39:13 berkumpulnya orang baik, berarti dia 39:15 orang ba. Tapi kalau teman berkumpulnya 39:17 orang enggak benar, walaupun dibilang 39:19 saya orang baik, bohong. Karena enggak 39:21 mungkin orang baik bisa kumpul apa? 39:24 Semua orang enggak ber mustahil. 39:27 Burung nemplok sama burung. Betul gak? 39:30 Jadi lihat siapa temannya. 39:35 Jangan tanya seseorang kamu baik apa 39:37 enggak. Tanya teman-temannya siapa 39:39 teman-temannya. 39:42 Jadi dalam hal ini ya kita apa namanya 39:46 jangan beranggapan bahwasanya 39:50 ee jodoh sebagaimana yang sering beredar 39:53 itu merupakan takdir yang pasti dari 39:55 Allah. Tidak benar. Kalau memang takdir 39:58 yang pasti, Allah enggak bakal salahkan 39:59 dia. Tapi tergantung pilihan kita. 40:03 sampai Nabi mengatakan tungkahul maratu 40:05 liar. Perempuan dinikahi disebabkan 40:07 empat empat sebab. 40:09 Yang pertama lijamaliha itu biasanya 40:12 kalau laki-laki pandangan pertama 40:13 cantik, kalau perempuan getaran pertama 40:16 dari kuping. Pujian, sanjungan ya itu 40:19 membuat dia lupa betul-betul hanyut. 40:22 Kemudian walimaliha yang kedua hartanya 40:26 capek menumpang hidup aja sampai banyak 40:28 laki-laki pedikur, medikur ke salon. 40:32 Ngapain? Capek kerja, Ustaz. Kita mau 40:34 numpang hidup aja sama perempuan yang 40:36 kaya katanya. 40:38 Yang ketiga, wali hasabiha karena 40:41 pengaruh keluarganya, namanya ya. Supaya 40:44 bisa apa? Mendapatkan juga kemuliaan. 40:48 Ketiga hal ini bukan merupakan apa? 40:51 Bukan merupakan pilihan yang tepat. 40:55 Lalu Rasul mengatakan, "Fadfar biddin." 40:58 Jadikan peruntungan kamu pada wanita 41:01 yang betul-betul beragama. Bukan hanya 41:03 Islam, beragama yang taat pada Allah. 41:06 Tari tiada kalau kamu enggak mau memilih 41:09 disebabkan tiga hal tadi itu cantik, 41:12 kaya atau nasabnya tari kedua tangan 41:15 kamu berlumuran tanah. Artinya hina. 41:19 Laki-laki kalau kawin sama perempuan 41:20 karena kecantikannya, 41:22 dia akan dipermalukan, direndahkan. 41:24 Begitu juga kalau menikahi wanita karena 41:28 hartanya. Kalau dinikah karena 41:30 kecantikannya, yang demen sama perempuan 41:31 cantik bukan hanya dia. 41:33 Nanti banyak lagi laki-laki lain. Betul 41:35 enggak? Akhirnya panas, terbakar, 41:37 cemburu, atau pusing, sudah masa bodo 41:39 amat dah. 41:42 Begitu juga karena harta, begitu juga 41:44 karena nasab. Tapi kalau dia menikah 41:46 karena mencari keridaan Allah, istrinya 41:48 akan memuliakan dirinya dan menjadi 41:50 pintu keberkahan baginya. Wallahuam. 41:54 Baik. Alhamdulillah terjawab ee jawaban 41:56 dari Ustaz Husein cukup ya komprehensif 41:59 juga ya. Insyaallah ee memberikan 42:01 nasihat untuk para penanya. Selanjutnya 42:04 bagaimana pandangan dari psikolog kita 42:06 Pak Bakar? Kami persilakan Pak. 42:08 Bismillahirrahmanirrahim. 42:12 Asalamualaikum warahmatullahi 42:14 wabarakatuh. 42:15 Waalaikumsalam warahmatullahi 42:17 wabarakatuh. 42:19 Alhamdulillah, 42:21 segala puji dan syukur kepada Allah. 42:26 Nikmat-Nya yang selalu hadir ke dalam 42:30 kehidupan kita. 42:32 menjanjikan kepada kehidupan begitu 42:37 nikmatnya ber 42:40 berlapang-lapang. 42:42 Sesuatu yang menarik, sesuatu yang 42:47 baik 42:48 itu adalah kenikmatan. 42:51 Nikmat yang selalu hadir itu akan 42:55 menjadikan sesuatu yang baik. 42:59 Apalagi 43:03 kasus yang pertama. 43:05 Ketika kasus pertama menunjukkan 43:09 sesuatu yang baik 43:12 tetapi dipikirkan kepada diri kita yang 43:17 tidak baik. 43:20 Sebenarnya baik bahwa dia 43:25 tidak mempunyai anak baik. 43:29 cuman karena dipikirkan kenapa 43:33 dia memikirkan 43:35 kenapa 43:37 dia bertanya kenapa bukan mempertanyakan 43:41 apa yang terjadi 43:44 bukan mempertanyakan apa yang terjadi. 43:49 Dia bertanya kenapa saya tidak punya 43:52 anak? 43:54 Harusnya dia bertanya apa yang terjadi? 43:59 Kedekatannya dia kepada Allah. Itu yang 44:02 tadi sudah dijelaskan oleh Ustaz Tusin. 44:05 Kedekatannya 44:07 dia kepada Allah itu yang menjadikan 44:10 penting buat kehidupannya. 44:13 Bukan kenapa saya punya enggak punya 44:17 anak, kenapa saya tidak bisa melahirkan 44:21 anak. Bukan kenapa, tapi apa yang 44:25 terjadi. 44:29 Apa yang terjadi? Mungkin berbagai macam 44:32 yang tadi sudah dijelaskan oleh Ustaz 44:35 yang sekarang kita perhatikan apa yang 44:39 terjadi 44:41 kejadian demi kejadian itu akan terjadi 44:44 pada kehidupan kita. Jadi kalau kita 44:48 menikah enggak punya anak bukan dari 44:53 Allah, 44:55 bukan Allah yang menyebabkan, bukan 44:59 karena dari diri kita berbagai macam 45:04 permasalahan, informasi, 45:07 perbuatan kita, perlakuan kita yang 45:12 menyebabkan 45:14 tidak punya anak. Bagaimana dengan yang 45:16 punya anak yang banyak? Itu permasalahan 45:20 sendiri. Karena ketika dia bertanya 45:24 kenapa itu sudah tidak bisa lagi 45:27 ditawar. Tapi yang yang harus kita 45:31 pikirkan 45:33 apa yang terjadi? 45:37 Apa yang terjadi? Nah, ketika dia 45:39 menanyakan apa yang terjadi itu 45:42 mengintrospeksikan 45:44 dirinya. 45:46 mengintrospeksikan bagaimana 45:49 oh saya melakukan perbuatan yang tidak 45:52 baik saya akan tinggalkan perbuatan yang 45:55 tidak baik perlahan-lahan lahan-lahan 45:58 insyaallah akan datang seorang anak 46:03 oh mungkin karena perbuatannya karena 46:06 melakukannya karena itu yang membuat 46:11 mengapa ee apa yang terjadi kita tidak 46:15 punya anak. 46:17 Kalau kita bertanya kenapa? Kenapa itu 46:22 mempertanyakan bukan mengintrospeksikan. 46:26 Dia mempertanyakan berbagai orang lain, 46:30 kepada siapa, kepada Allah. Dia 46:33 mempertanyakan kenapa? 46:36 Tapi dia lupa. Harusnya dia bertanya apa 46:41 yang terjadi. 46:43 Ketika dia bertanya apa yang terjadi 46:47 mengintrospeksikan 46:48 dirinya. 46:50 Nah, kalau dia sudah mengintrospeksikan 46:54 dirinya dengan jelas dia akan tinggalkan 46:58 perbuatan-perbuatan yang tidak baik. 47:02 perbuatan-perbuatan yang dia lakukan, 47:05 pikiran-pikiran yang dia pikirkan yang 47:08 mengganggu 47:10 bagaimana menghasilkan seorang anak itu 47:14 yang benar. Jadi kita tinggalkan, kita 47:17 ganti dengan perbuatan yang baik, 47:20 perbuatan yang tidak baik diganti dengan 47:23 perbuatan yang baik. insyaallah akan 47:27 menjadikan kebaikan 47:30 dan apa yang tadi sudah diterangkan 47:33 dengan detail itu yang benar. 47:37 Yang kedua, kita melahirkan seorang anak 47:41 down syndrome 47:45 atau autis 47:47 atau sebagai 47:50 ketidakmampuan dirinya secara fisik. 47:54 Apa yang terjadi? 47:56 ketika kita mengintrospeksikan 48:00 apa yang terjadi, bukan kenapa. Kenapa 48:03 kok saya lahir anak ini menjadi down 48:07 syndrome? 48:09 Kalau bertanya kenapa bukan terjadi pada 48:12 dirinya, terjadi kepada orang-orang atau 48:15 pada orang lain atau pada situasi yang 48:18 di luar itu kepada dirinya. itu yang 48:21 terjadi. 48:22 Tapi kalau kita tak bertanya apa yang 48:25 terjadi, nah itu yang kita harus lihat. 48:29 Dan ini sudah menjadikan takdirnya. 48:32 Karena perbuatannya, perlakuannya, 48:36 akibatnya menghasilkan sesuatu yang 48:39 tidak baik. 48:42 ketika sudah terjadi down syndrome atau 48:45 autis atau retibility 48:50 ee mental itu permasalahan 48:55 dan kita takdir itu kita terima 48:58 bagaimana kita memperlakukannya. 49:01 Jadi ketika kita terima dan kita lakukan 49:06 sesuatu yang baik insyaallah akan 49:09 menjadi baik. 49:11 Karena kita sudah mengintrospeksi diri 49:13 kita bahwa oh ini terjadi karena 49:16 perbuatan kita yang kurang baik. Oh 49:19 karena sesuatu yang kita pikirkan yang 49:21 tidak baik. Karena kita tidak 49:23 berhubungan kepada Allah. Karena kita 49:27 tidak ada kaitannya dengan Allah. 49:31 Nah dengan seperti itu kita kembali. 49:35 Nah, setelah hadir, setelah terjadi, 49:40 ya kita terima, 49:42 kita terima bagaimana kita melakukan 49:46 kebaikan ini. Bahwa don sindrom itu, 49:51 autis itu dan sebagainya. 49:55 Insyaallah itu menjadikan kebaikan buat 49:58 diri kita. Kalau kita terima dengan 50:01 baik, 50:03 kalau kita menerima dengan baik, ujian 50:06 itu adalah kebaikan. 50:09 Karena perbuatan kita bukan dari Allah, 50:13 karena perbuatan kita. 50:16 Khalaqnal insana fi ahsani takwim. Itu 50:20 dari Allah. Allah menciptakan kebaikan. 50:24 Allah menciptakan 50:26 kebaikan. Enggak mungkin Allah 50:30 menciptakan yang tidak baik. 50:33 Karena Allah menciptakan segala 50:36 sesuatunya baik. 50:39 Nah, apa yang terjadi? 50:42 Karena perbuatan kita, perlakuan kita. 50:46 Itu yang menyebabkan terjadinya 50:49 ketidakbaikan. 50:51 Menjadi baik karena perbuatan kita baik. 50:54 menjadikan ee menyenangkan karena kita 50:57 yang melakukan menyenangkan. 51:01 Ketika terjadinya sesuatu yang down 51:03 syndrome karena perbuatan kita. 51:06 Autis juga perbuatan kita bukan salah 51:11 Allah 51:13 bukan salah Allah kembali kepada diri 51:17 kita. 51:19 Jadi bukan salah Allah. Salah siapa? 51:22 salah diri ki kita. 51:25 Oke. 51:27 Dan yang ketiga, 51:29 ketiga, 51:32 kita menikah. 51:35 Menikah itu sesuatu yang baik. 51:39 Pernikahan itu menjadikan sesuatu yang 51:42 menyenangkan, bergembira, tetapi 51:46 perjalanan 51:48 berubah. 51:50 Seorang suami yang tiba-tiba dia tidak 51:54 bekerja, dia melakukan segalanya yang 51:57 tergantung pada istrinya. Maka si istri 52:01 bekerja, si istri mencari nafkah, 52:05 banting tulang 52:07 untuk siapa? Untuk keluarga. melahirkan 52:10 anak 1 2 3 di sini 52:15 sampai dengan usia 15 tahun dia sudah 52:20 lelah 52:21 karena perbuatan pertama, kedua, ketiga, 52:26 kita tidak tahu pertanyaan itu. Apakah 52:30 suami itu dia tidak bekerja ketika yang 52:33 ketiga, 52:35 anak yang ketiga apa yang kedua kita 52:37 enggak tahu. Yang jelas istrinya sudah 52:41 lelah. Mungkin di tengah-tengah di usia 52:44 pernikahan 10 tahun apa 7 tahun ee 52:49 istrinya eh suaminya tidak bekerja. 52:53 Ya, kita tidak tahu. Yang penting 52:56 istrinya setelah 15 tahun dia sudah 53:00 lelah. 53:02 Sudah lelah. Kenapa kok dia lelah? 53:05 Karena suaminya pergi pulang, pergi 53:10 pulang seenaknya. 53:13 Yang merawat anak-anak, yang membesarkan 53:16 anak-anak, yang melakukan semuanya 53:19 istrinya. 53:21 Kalau peristiwa yang terjadi seperti 53:24 ini, ini harus kita lihat. Karena suami 53:28 tidak pernah memberikan nafkah. Dia 53:31 pergi seenaknya, dia minta uang sama 53:33 istrinya dan sebagainya. Dan dia selalu 53:37 seperti itu. 53:40 Apakah dia menjadikan seorang ayah yang 53:43 baik? Kalau suaminya dia menjaga rumah 53:48 tangganya walaupun dia tidak bekerja, 53:51 dia membantu, dia jualan, dia ikut 53:54 memberikan apa yang menjadikan adonan 53:57 pisang goreng yang dia harus dia dia 54:00 ikut dan dia menjualkan dia ikut. 54:04 itu akan menjadikan kebaikan. 54:07 Tapi tidak, dia tidak mau ikut campur 54:10 sama sekali kepada istrinya. Dia pergi 54:14 pulang enggak ketahuan. 54:16 Nah, di sinilah apakah saya akan cerai 54:21 baiknya saya akan bercerai atau tidak. 54:24 Kalau kita cerai, apa yang terjadi? 54:27 Kalau enggak cerai, apa yang terjadi? 54:30 Nah, itu pertanyaan sekarang yang 54:33 dijelaskan kepada seorang istri yang 54:35 tegas. Dia punya penghasilan. 54:39 Maka dengan tegas kepada suaminya, 54:42 sampaikan kepada suaminya. Kalau dia 54:45 tidak mau bekerja, dia tidak mau 54:47 melakukan, katakan sebaiknya kamu tidak 54:50 usah di sini lagi. Sebaiknya kamu tidak 54:54 usah di sini lagi. Kita pisah. Kalau 54:59 benar-benar dia seperti itu, kita pisah. 55:02 biarkan memisahkan dirinya dan dia akan 55:06 berpikir. Kalau dia berpikir sebulan, 2 55:09 bulan dia akan kembali sebelum masa idah 55:13 dia akan kembali dan dia katakan saya 55:16 mau bekerja. Tapi setelah masa idah 55:19 salapah itu dia tidak kembali, 55:23 insyaallah istrinya menjadikan kebaikan. 55:27 Jadi pisahkan, 55:30 fokuskan dengan anak-anak tampak sua, 55:35 insyaallah akan menjadi lebih baik. 55:39 Insyaallah. 55:40 Baik. Baik, Ustaz. Ee Pak Abu Bakar nih 55:42 dari ee ketiga kasus ini ee terutama 55:45 kasus yang ketiga, Ustaz ya. Karena 55:47 memang banyak sekali kasus seperti ini. 55:50 Mungkin yang konsultasi dengan Ustaz 55:51 atau Pak Abu Bakar pasti sangat banyak 55:53 sekali. Apakah salah satunya gitu, 55:55 Ustaz? ada juga ee apa istilahnya ee 55:59 penyebab dari kultur atau tradisi di 56:04 sebagai contoh di Indonesia lah. 56:06 Sunahnya kalau enggak salah dulu tuh 56:07 yang mencarikan jodoh untuk anak 56:09 perempuannya kan orang tuanya tetap 56:11 nanti minta persetujuannya. Tapi kan 56:13 zaman berubah apalagi sekarang zaman 56:15 media sosial si perempuan itu mencari 56:19 jodohnya sendiri malah dibiarkan oleh 56:21 orang tuanya terutama ayahnya supaya 56:24 anak perempuannya mencari jodoh sendiri. 56:25 Akhirnya kan ketika mencari juru 56:27 sendiri, ketika dia cinta akhirnya 56:29 dibutakan. Mungkin tadi ya 56:31 karakter-karakter suami yang seperti itu 56:33 karena awalnya mungkin melihat dia 56:34 ganteng atau kelebihan lainnya dibutakan 56:38 dan akhirnya menikah dan seperti itu. 56:40 Nah, apakah mungkin salah satu 56:42 penyebabnya itu atau sunahnya seperti 56:43 apa sih, Ustaz, untuk mencarikan jodoh 56:46 terutama untuk perempuan, Ustaz? 56:48 Agar mengurangi gitu meminimalisir 56:50 hal-hal seperti tadi? Seorang wanita 56:54 apabila statusnya gadis ya, maka dengan 56:57 sendirinya hak orang tua itu penuh. 57:00 Status orang tua juga sebagai wali. 57:04 Jadi orang tua punya hak penuh 57:07 untuk menjadi wali anaknya memilihkan 57:11 menantu laki-laki yang terbaik. Menantu 57:14 laki-laki yang terbaik. 57:16 Tapi kalau seandainya si Bapak ternyata 57:20 tidak menjalankan tugasnya, 57:23 malah mau mencarikan menantu hanya asal 57:26 kaya yang bisa paling tidak menjadi 57:29 pembantu 57:30 kehidupan rumah tangganya, maka dengan 57:33 sendirinya kemauan si ayah tidak 57:36 diikuti. 57:37 Kemauan si ayah 57:38 tidak 57:39 tidak diikuti. Karena status wali itu 57:42 bukan menjadi penindas. Wali itu justru 57:46 mengayomi anaknya, mengarahkan kepada 57:48 yang terbaik untuk pertumbuhannya. 57:51 Demikian pula keselamatan agamanya, 57:54 keluarganya. Maka orang tua wajib 57:56 mencarikan laki-laki yang terbaik buat 57:58 anak perempuan. 58:02 Jadi walaupun dia seorang gadis, orang 58:04 tua tidak berhak memaksa anaknya untuk 58:07 menikah dengan pilihan orang tua. Tapi 58:09 dalam waktu yang sama, seorang anak juga 58:14 apa? Tidak boleh memaksakan pilihannya 58:17 pada orang tuanya yang tidak disukai. 58:20 Kalau anak perempuan suka sama seorang 58:21 laki-laki, dia memaksakan pilihannya 58:23 pada orang tuanya. Orang tuanya harus 58:26 setuju dia melakukan dosa di sini. 58:30 Kalau seandainya pilihannya laki-laki 58:32 yang baik, yang bertakwa, yang bijak 58:35 dengan sendirinya, dia berikan masukan 58:37 untuk orang tuanya. 58:39 Minta nasihat dari pamannya atau siapa 58:41 untuk memberikan nasihat buat orang 58:42 tuanya. 58:44 Jadi, dalam hal ini peran seorang wali 58:47 itu ya penuh dalam mengawasi 58:51 dan mengarahkan anaknya kepada pilihan 58:54 yang terbaik. Tapi kalau dia seorang 58:56 janda sudah punya pengalaman. H 58:58 pengalaman biasanya kalau masih gadis 59:01 kan lihat yang ganteng, yang menarik ya. 59:04 Tapi kalau seorang janda saya dia 59:06 baik-baik punya pengalaman sebelumnya 59:10 dia tahu mana laki-laki yang bertanggung 59:11 jawab ya walaupun penampilannya tidak 59:16 seperti yang diharapkan, tapi laki-laki 59:18 bisa menjadi suami yang baik. 59:20 Oleh karena itu, dia punya hak untuk 59:23 menentukan pilihannya, orang tuanya. Ya, 59:27 kalau ada perlu bimbingan dia memberikan 59:28 bimbingan. Kecuali kalau dia memilih 59:31 laki-laki yang bakal merusak dirinya, 59:33 mempermalukan keluarganya, orang tua 59:36 bisa melakukan intervensi, bisa langsung 59:38 mengatakan kami tidak setuju dan bisa 59:41 mengajukan gugatan ke pengadilan. 59:45 Oleh karena itu, orang tua yang menjadi 59:48 wali jangan sewenang-wenang. 59:51 Saya katakan pada saat orang datang 59:55 melamar anak perempuan, yang pertama 59:57 saya tanya anaknya, "Coba kamu lihat, 59:59 kau suka apa enggak? Kita perhatikan 1:00:02 akhlaknya, pribadinya. Kalau memang 1:00:04 orang tuanya baik-baik, anaknya 1:00:05 baik-baik, tanya anaknya. Kalau anaknya 1:00:07 tidak mau, kita paksakan 1:00:10 akhirnya menjadi bemenang nantinya. 1:00:13 Kalau terjadi ketidakcocecokan ini sih 1:00:14 pilihan Abah, bukan pilihan saya." 1:00:17 Betul gak? Jadi kita punya pilihan, anak 1:00:20 juga punya pilihan. Nah, hendaknya 1:00:23 pilihan orang tua sama pilihan anak bisa 1:00:25 bersatu. 1:00:27 Anak menyukai pilihan orang tuanya, ya. 1:00:30 Kemudian pilihan orang tuanya merupakan 1:00:32 pilihan 1:00:35 sebagai pilihan yang terbaik untuk anak 1:00:37 perempuannya. Cuma sekarang ini kan 1:00:40 orang berpacaran dulu, 1:00:43 jatuh cinta dulu, baru setelah itu 1:00:45 menikah. Betul enggak? 1:00:47 Betul. Ada yang pacaran 5 tahun baru 1:00:50 seminggu, sebulan pecah. Karena apa? 1:00:54 Sehari-shari cintanya sudah habis pada 1:00:55 masa pacaran. 1:00:57 Soalnya wajib pacaran bisa sekarang. 1:00:59 Itu dia. Tapi sekarang alhamdulillah 1:01:02 sudah banyak juga perempuan-perempuan 1:01:03 yang sadar 1:01:05 di saat ada seorang laki-laki menyukai, 1:01:07 dia bilang, "Coba kamu hubungi orang tua 1:01:10 saya." 1:01:12 Nah, orang tuanya nanti mengawasi, 1:01:14 mencari ya latar belakangnya, lihat 1:01:17 kelakuan dan pribadinya bagaimana. Nah, 1:01:20 biasanya orang tua yang bijak, perempuan 1:01:22 juga anak yang dewasa, mereka insyaallah 1:01:26 dalam bimbingan Allah untuk menemukan 1:01:28 pasangan yang sesuai. Begitu juga 1:01:30 laki-laki jangan dianggap 1:01:33 salah pilih tidak berbahaya. 1:01:35 Jangan beranggapan 1:01:37 dunia tidak apa tidak sedun satu. 1:01:42 Dunia bukan apa bukan sekedar apa 1:01:44 namanya satu satu apa tempat yang kecil 1:01:47 banyak pilihan di hadapannya 1:01:49 patah satu 1000 gantinya itu memang di 1:01:52 mulut gampang 1:01:54 tapi orang kalau sudah berumah tangga 1:01:57 hatinya ya sudah terisi dengan wanita 1:01:59 yang dicintai walaupun tidak terlalu apa 1:02:01 cantik tidak gampang dia bercerai dapat 1:02:04 perempuan yang bisa cocok 1:02:06 ini bukan pelacuran rumah tangga kalau 1:02:08 pelacuran dia suka sama suka bersepakat 1:02:11 kumpul setelah itu berpisah. 1:02:13 He. 1:02:13 Tapi kalau rumah tangga itu suami istri 1:02:16 kalau sudah menyatu itu menyatunya tidak 1:02:18 kepalang tanggung 1:02:20 mendarah dan mendaging. 1:02:21 H 1:02:22 walaupun muridnya mengatakan, "Ah kamu 1:02:24 saya enggak butuh kamu. Kalau saya 1:02:26 tinggalkan kamu, saya bisa dapat yang 1:02:27 lebih baik lagi." Itu hanya omongan di 1:02:29 mulut. Sebetulnya di hati mereka tidak 1:02:32 seperti itu. Perempuan juga sama. 1:02:34 Walaupun kadang-kadang marah-marah minta 1:02:36 cerai, sebetulnya hatinya itu berat pada 1:02:39 suaminya. 1:02:40 Dia ngucapkan hari ini untuk menguji 1:02:42 suaminya cinta sama dia apa enggak. 1:02:44 Oleh karena itu, laki-laki jangan pelit 1:02:46 untuk memberikan pujian kata-kata manis 1:02:49 buat istrinya. Laki-laki yang suka 1:02:51 memberikan pujian kata-kata manis, 1:02:53 laki-laki yang paling dicintai oleh 1:02:55 istrinya walaupun nafkahnya kurang 1:02:57 katakan 1:02:59 karena ekonominya susah. Ya, kalau 1:03:01 mulutnya manis, penuh berkah, istrinya 1:03:04 mencintai dirinya. Ada seorang 1:03:06 laki-laki, kebetulan ekonominya jatuh, 1:03:08 dia punya empat istri. 1:03:11 Karena dia merasa enggak mampu untuk 1:03:13 memberikan nafkah dengan baik pada 1:03:14 istri-istrinya, akhirnya dia bilang pada 1:03:17 istri pertamanya, "Saya punya ekonomi 1:03:19 susah, kondisi seperti ini. 1:03:23 Saya pikir lebih baik kita bercerai 1:03:24 aja." Istri bilang, "Eh, jangan ngomong 1:03:27 cerai. Saya enggak mampu untuk menggilir 1:03:29 dengan baik. Bahkan ongkos pun berat. 1:03:32 Kamu yang penting datang nih ongkosnya. 1:03:33 Tiap-tiap kamu datang 1:03:36 datang lagi ke istri yang kedua. Dia 1:03:38 bilang hal yang sama. Istri menolak 1:03:40 empat-empatnya enggak ada yang mau 1:03:41 dipisah. 1:03:43 Kenapa? Karena suaminya ini walaupun 1:03:45 bukan orang yang ganteng gagah ya, tapi 1:03:49 betul-betul menjadi apa? Menjadi pelipur 1:03:51 lara, penghibur, kata-kata yang manis. 1:03:53 Enggak pernah keluar kata-kata kasar, 1:03:55 mencaci, memaki. Si perempuan merasa di 1:03:58 hadapan suaminya menjadi wanita yang 1:04:00 paling cantik. 1:04:02 Oleh karena itu, perempuan ya 1:04:05 pertama-tama telinganya. 1:04:08 Kalau laki-laki pandangan matanya. 1:04:10 Betul gak? 1:04:11 Iya. Oleh karena itu, suami istri jangan 1:04:14 suka jaim. He. 1:04:17 Jangan suka jaim. Nanti kalau kita ee 1:04:20 terlalu apa namanya? memberikan 1:04:22 kesempatan, kata-kata yang manis, dia 1:04:24 makin kurang ajar pada kita. Tidak. 1:04:26 Sikap kasih sayang, perhatian itu akan 1:04:30 membuat istri semakin memuliakan kita. 1:04:34 Jadi, dalam hal ini hendaknya orang tua 1:04:37 bersama anak-anak kerja bersama-sama 1:04:39 bermusyawarah untuk mencari yang terbaik 1:04:41 buat mereka. Anak, dengarkan nasihat 1:04:43 orang tua kalau mengatakan laki-laki ini 1:04:45 punya kelemahan ini itu dan lain 1:04:46 sebagainya. Orang tua juga harus 1:04:48 dengarkan anak-anak. Terkadang anak 1:04:50 perempuan sekarang lebih tahu dari orang 1:04:51 tuanya. 1:04:52 Orang tua tertarik lihat anak laki-laki 1:04:54 baik-baik. 1:04:56 Si perempuan ketawa. Saya sering 1:05:00 abah enggak tahu. Coba buka Facebook 1:05:03 sama Instagramnya. 1:05:05 Sosialnya orang tuanya baik-baik 1:05:07 rapi-rapi di Facebook ini anak 1:05:10 laki-lakinya 1:05:11 kumpul sama perempuan pakai bikinnya 1:05:13 teman-teman kantornya. 1:05:14 Bayangkan coba. Jadi kadang-kadang depan 1:05:17 orang penampilannya baik. 1:05:19 Tapi masyaallah tabarakallah 1:05:22 pergaulannya. 1:05:23 Jadi hendaknya juga ayah mau 1:05:26 mendengarkan anak perempuannya. 1:05:28 Dan ingat jangan penekanan pada 1:05:30 kecantikan, pada nasab satu nasab, satu 1:05:33 suku ya atau kekayaan. Kalau kekayaan 1:05:36 Allah kuasa untuk memberikan kekayaan 1:05:39 yang lebih melimpah dalam keridaan 1:05:42 Allah. Mengenai nasab-nasab mulia itu 1:05:45 karena apa? Karena orang-orang tua dulu 1:05:48 berakhlak baik, bersikap mulia, akhirnya 1:05:51 anak-anaknya dikenal sebagai orang yang 1:05:52 bernasab mulia. Jadi nasab itu bukan 1:05:55 lahir begitu saja, tidak. Begitu juga 1:05:58 berkaitan dengan har kecantikan 1:06:01 atau ketampanan. 1:06:03 Ketahuilah orang kalau sudah berumah 1:06:05 tangga beberapa saat, subhanallah kalau 1:06:08 hanya sebatas kecantikan, pudar sebulan, 1:06:10 2 bulan, 1:06:11 dia lihat orang lain kita lebih cantik. 1:06:14 Ap kalau sudah mulai hamil, garis-garis 1:06:16 muncul melahirkan 1:06:18 niscaya penampilannya akan menurun. 1:06:21 Kalau hanya itu sebagai perekat, 1:06:23 sebentar lagi akan apa? Akan mulai 1:06:26 terjadi kejemuan. Tapi kalau perkatnya 1:06:28 dari dalam diri seorang wanita yang 1:06:31 akhlaknya baik, mulia, hormat pada 1:06:33 suaminya, Subhanallah. Suaminya pergi ke 1:06:37 mana saja, hatinya selalu ingin kembali 1:06:39 ke istrinya. Dia dapatkan ketenangan, 1:06:41 kedamaian. Dia takut kehilangan 1:06:43 ketenangan tersebut. 1:06:45 Tapi kalau cantik mulutnya Judas suka 1:06:48 marah-marah. Nah, pada saat itu si laki 1:06:52 melihat ternyata kok di luar lebih 1:06:54 cantik lagi. Bahkan terkadang dia 1:06:57 pandang pembantunya lebih menarik buat 1:06:58 dia. 1:06:59 Oh iya. 1:06:59 Waliyadubillah. 1:07:01 Jadi hiasan wanita itu bukan hanya make 1:07:03 up-nya. Jangan hanya bolak-balik ke 1:07:06 salon. lidah jaga selalu senyum ya dan 1:07:10 menjaga apa yang dicintai suaminya dia 1:07:13 bisa kuasai jiwa suaminya. Itu merupakan 1:07:16 resep sederhana. 1:07:17 Itu orang bilang temu kunci. 1:07:19 Temu kunci. 1:07:19 Kalau orang masak pakai temu kunci itu 1:07:21 jadi perekat. Nah temu kuncinya apa? 1:07:24 Pemikat jiwa, akhlak, pekerti yang baik, 1:07:26 dan kalimah thayibah. Sabar dalam 1:07:29 menghadapi cobaan. Insyaallah akan 1:07:32 menjadi apa? Akan menjadi kemuliaan bagi 1:07:35 suaminya. kemuliaan juga bagi dirinya 1:07:38 dan keluarganya. Wallahuam. Baik, 1:07:40 terakhir Pak Abu Bakar sekaligus 1:07:42 tanggapan dan juga kesimpulan dari Mbah 1:07:45 Sadian di kesempatan ini. 1:07:48 Jadi 1:07:49 ketika kita mau menikah 1:07:54 bukan harapan kita, 1:07:58 bukan harapan orang tua, tapi bagaimana 1:08:01 harapan itu bersama yang menciptakan 1:08:05 kebahagiaan. Jadi harapan kita belum 1:08:09 tentu, harapan orang tua belum tentu. 1:08:13 Jadi bagaimana harapan kita bersama 1:08:17 untuk melihat seorang laki-laki yang 1:08:20 baik itu yang mungkin anaknya menemukan 1:08:23 sesuatu, mungkin ayahnya menemukan 1:08:26 sesuatu. Itu yang perlu kita dapatkan 1:08:30 ketika kita bersama-sama menciptakan 1:08:34 dan di situlah kebaikan. kebersamaan. 1:08:38 Kalau misalnya anak memaksakan diri itu 1:08:41 tidak bisa. Ayahnya memaksakan diri itu 1:08:44 tidak bisa. Yang paling penting bersama 1:08:49 itu yang terbaik. Melihat wanita, 1:08:51 melihat laki-laki. 1:08:54 Perhatikan bersamanya. 1:08:57 Kecuali ee kalau sudah janda atau duda, 1:09:00 itu yang terpikirkan. 1:09:03 Dan alhamdulillah insyaallah semuanya 1:09:07 akan menjadi baik. Kita kembalikan 1:09:10 kepada diri kita. Bagaimana kita 1:09:14 memperhatikan semuanya ini. 1:09:17 Kebaikan akan menghasilkan kebaikan. 1:09:22 Insyaallah. 1:09:24 Subhanallah. 1:09:26 Mudah-mudahan yang 1:09:28 bisa dapat jodoh yang saleh, yang saleh. 1:09:31 Yang sudah dapat mudah-mudahan Allah 1:09:32 berikan kebahagiaan. 1:09:34 Amin. 1:09:35 Bimbingan pada pasangan. Allah tutup. 1:09:38 Insyaallah hidup kita dalam keadaan 1:09:40 husnul khatimah dan penuh berkah buat 1:09:42 anak kita, keluarga kita. 1:09:44 Subhanakallahumma wabihamdik 1:09:45 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 1:09:48 wa atubu ilaik walfu minkum. 1:09:50 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:09:52 wabarakatuh. 1:09:55 Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati 1:09:56 Allah, psikologi keluarga untuk 1:09:58 kesempatan hari ini. Semoga tadi bagi 1:10:01 para penanya dapat terjawab dan juga 1:10:03 mendapatkan nasihat yang terbaik dari 1:10:05 guru-guru kita. Semoga Allah memberikan 1:10:07 kekuatan 1:10:09 bagi ikhwan akhwat yang tadi mendapatkan 1:10:11 berbagai ujian. Insyaallah, insyaallah 1:10:13 banyak kebaikan, banyak hikmah di balik 1:10:14 ujian ini. 1:10:15 Demikian saya Rizal Hak bersama Kang 1:10:18 Atep Setiabudi dan teman-teman dari 1:10:20 Universitas ee Dian Nusantara nih yang 1:10:23 lagi praktik magang dan guru-guru kita 1:10:26 Pak Haji dan Ustaz Adli undur diri. 1:10:28 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:10:30 wabarakatuh. 1:10:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:10:32 wabarakatuh.