Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Allahumma sholli ala
- sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa
- lagi hari ini hari Jumat tanggal 22
- Muharram 1447 Hijriah atau tanggal 18
- Juli 2025. Kita jumpa lagi dalam acara
- renungan di bawah Al-Qur'an untuk edisi
- tanya jawab. Silakan layangkan
- pertanyaan Anda ke 0811999720.
- 0811999720.
- Silakan kirim pertanyaan Anda ke nomor
- tadi ya. Baik. Alhamdulillah Ustaz Husin
- dan Ustaz sudah hadir di sini.
- Asalamuala Ustaz Husin, Ustaz Hamzah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ondi dan Algi. Mari kita mulai acara ini
- dengan membaca al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- [mendengus] maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- alaiimadin.
- Amin. Alhamdulillah kita sudah baca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam memahami apa-apa yang
- dijelaskan oleh guru-guru kita.
- [mendengus] Baik, pertanyaan pertama
- dari Bapak Darto di Semarang.
- Asalamualaikum Ustaz Husein dan Ustaz
- Hamzah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Peristiwa ajaib seperti Nabi Ibrahim
- tidak terkena panas api, Ibu Maryam yang
- dapat makanan langsung dari Allah,
- kemudian peristiwa-peristiwa ajaib
- lainnya. Apakah peristiwa peristiwa
- keajaiban lainnya bisa terjadi juga di
- zaman sekarang? Pertanyaan dari Bapak
- Darto Semarang.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- [mendengus]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Hamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika sayyidina
- wa nabiyina Muhammadin wa alihi
- wasohbihi wasallim.
- Subhanaka la ilma lana illa maa alamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Wala haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim.
- Allahumma atina minika rahmah waimna
- minadunka ilman nafna bimaamtana.
- Rbana zidna ilman walhiknain.
- Asalamu alaika ya rasulullah. Assalamu
- alaina waa ibadillah shihin.
- Wasalamualaikum. [mendengus]
- Ayyuhal ikhwatul
- mukminun wal akhwatul mukminat
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Allah Subhanahu wa taala
- ceritakan kepada kita kisah Sayidah
- Maryam [mendengus]
- yang beribadah dengan khusyuk tulus
- kepada Allah dalam mihrabnya
- [mendengus] di bawah asuhan dan
- pengawasan Nabi Allah Zakaria.
- Setiap kali Zakaria memasuki mihrabnya
- menjumpai beraneka macam makanan.
- [mendengus]
- Kullama kama dakala alaiha zakarial
- mihrab wajadaaha [mendengus] rizqo. Tiap
- kali zakaria memasuki mihrabnya
- menjumpai berbagai macam rezeki. Kata
- rizq di sini dalam bentuk nakirah
- menjelaskan
- bukan hanya satu macam.
- Qala anna laki hadza ya Maryam. Dari
- mana semua ini sampai kepada kamu?
- Zakaria tahu bahwa semua datang dari
- Allah. Tapi bagaimana bisa sampai kepada
- kamu? Siapa yang membawakan kamu?
- Maka Maryam menjawab akan kekuasaan
- Allah yang mutlak dan tiada batas. Qolat
- hua minillah. Semua dari Allah.
- Innallaha yarzuqu man yasya bighhairi
- hisab. Allah menganugerahkan rezekinya
- bagi siapa yang dikehendaki tanpa hisab.
- Bukan hanya sebatas usaha kita,
- [mendengus]
- perhitungan kita. Allah kuasa memberikan
- rezeki kepada hambnya di luar
- perhitungan dan hukum-hukum [mendengus]
- sebab yang kita kenal. Karena hukum ini
- hanya mengikat kita, tapi tidak mengikat
- Allah. Oleh karena itu, Sayidah Hajar
- bersama Ismail yang masih bayi di tengah
- padang yang tak bertuan, tak terdapat
- air maupun tumbuhan.
- dengan usaha dan kepasrahan mereka
- kepada Allah, Allah anugerahkan mereka
- rezeki. Allah pancarkan air [mendengus]
- di daerah lembah yang berbatu.
- Bukan di tanah merah seperti kita, tapi
- di lembah ya yang semuanya batu.
- Di sini Allah tunjukkan kekuasaan yang
- mutlak. Allah perintahkan air memancar
- diminum bukan hanya oleh 1 juta, 2 juta,
- tapi bermiliar. miliar manusia
- meminumnya.
- Itu merupakan mata air keimanan dan
- kepasrahan kepada Allah.
- Begitu pula yang terjadi pada Nabi Yunus
- yang Allah selamatkan dalam perut ikan
- yang terjadi juga pada Nabi Allah Ayub
- yang Allah sembuhkan penyakitnya. Ini
- semua menunjukkan akan kekuasaan Allah
- yang mutlak. Maka jangan kita ukur dan
- kita batasi Allah dengan sebab hukum
- yang membatasi kita. Karena [mendengus]
- hukum dari sebab ini merupakan ketentuan
- Allah.
- Nah, sebagaimana terjadi di masa lampau
- bisa juga terjadi saat ini bila Allah
- kehendaki.
- Oleh karena itu, kita menyaksikan
- bagaimana pertolongan Allah datang
- [mendengus] kepada apa? kepada
- orang-orang
- yang berserah diri kepadanya, berjuang
- di jalannya.
- Sebagaimana cerita-cerita [mendengus]
- yang kita dengar, peperangan antara para
- mujahidin di Afghanistan menghadapi
- Rusia
- yang menggunakan [mendengus]
- senjata-senjata kimia,
- menggunakan juga senjata biologi.
- Berhadapan dengan semua ini, Allah
- berikan bantuan pertolongan kepada
- mereka.
- Allah lenyapkan pengaruh-pengaruh
- ancaman dari senjata tersebut yang
- berbahaya.
- Begitu juga
- apa yang terjadi baru-baru ini. Iran
- berperang menghadapi [mendengus] Israel.
- Jangan dianggap ini hanya kembali kepada
- kekuatan Iran, tapi dukungan dari Allah.
- Wama ramaita id ramaita wakinallaha.
- Ketika kamu melontarkan rudal kamu,
- senjata kamu, sebetulnya bukan kamu yang
- melontar, tapi Allah yang melontar.
- Artinya Allah yang membuat ruda-ruda
- tersebut mengenai sasaran dengan tepat.
- Yaman berhadapan dengan kapal-kapal
- [mendengus]
- induk Amerika. Dalam perhitungan
- mustahil
- kapal induk Amerika yang diperlengkapi
- dengan sistem pertahanan radar yang
- canggih ternyata lari tungganglanggang
- ya sambil membawa ekornya.
- Bukan hanya tiga kapal induk Amerika,
- Ezen Howard ya, Truman ya, dan lainnya
- yang pernah mengalami serangan.
- [mendengus]
- Bukan negara maju tapi negara tertinggal
- seperti Yaman.
- Dan banyak di tengah-tengah kehidupan
- kita Allah berikan kita pertolongan
- dari jalan yang tidak kita bayangkan
- sama sekali. Sehari-hari kita mengalami
- dalam kehidupan ini pada saat kita tidak
- berdaya.
- Jalan semua tertutup. Kita mohon kepada
- Allah, Allah bukakan bagi kita jalan
- keluar. Waman yattaqillahj'alahu
- makhraja. Siapa [mendengus] yang
- bertakwa kepada Allah, Allah akan
- berikan baginya jalan keluar. Wararzuq
- min haitu la yahtasib. Dan Allah berikan
- dia rezeki dari jalan yang tak
- terduga-duga.
- Oleh karena itu, orang yang berumah
- tangga
- jangan mereka hanya bergantung pada
- usaha mereka.
- tak mungkin akan dapat mencukupi mereka.
- Tapi berusaha bekerja, tapi kita
- berharap dari Allah. Allah yang akan
- [mendengus] mengulurkan tangannya,
- memberikan bantuan pertolongan kepada
- kita semua.
- Dan Allah selalu bersama kita mengawasi
- kita melihat, mendengar. Maka jangan
- pernah Anda bosan berdoa kepada Allah
- dan jangan doa Anda dibatasi oleh sebab
- batasan-batasan kemampuan yang ada pada
- manusia. Minta pada Allah.
- Innama amruhu idza arda [mendengus]
- saaian ayakul lahu kun fayakun.
- Dan engkau tidak perlu menunggu untuk
- berjumpa dengan Allah.
- Engkau juga tidak
- mohon berdoa kepada Allah pada waktu
- atau tempat tertentu. Di setiap tempat,
- setiap saat Allah mengatakan,
- "Waqabukumuni
- astajibullah
- aidurahman ayadu falahul asmaul husna."
- Katakan mohon kepada Allah atau mohon ya
- rahman
- [mendengus] apa saja yang kamu inginkan?
- Di mana saja, kapan saja Allah memiliki
- nama-nama yang penuh dengan keindahan,
- silakan kamu minta pada Allah.
- Cuma sayang manusia lupa kepada Allah,
- akhirnya mereka lupa diri. Hidup
- terombang-ambing dalam kegelisahan,
- ketakutan. Jadi kisah-kisah dahulu kala
- yang merupakan mukjizat ya keutamaan
- yang Allah berikan kepada para nabi,
- Allah kuasa untuk ya melakukan hal yang
- serupa bila Allah kehendaki.
- Kita secara mandiri tak mampu untuk
- melakukan. Jangankan kita, baik itu
- malaikat maupun nabi, tak mungkin dapat
- melakukan tanpa izin Allah subhanahu wa
- taala. [mendengus] Maka gantungkan hati
- kita hanya kepada Allah.
- Yang kedua,
- mengapa kita tidak
- Iya. Sepakat belum.
- Kedua ee belum belum saya bacakan.
- Oke. Ustaz Hamzah,
- Ustaz Hamzah mau menambahkan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Allahumma
- shalliim ala sayyidina Muhammadin wa
- sayyidina Muhammad.
- [mendengus]
- Allah Subhanahu wa taala menciptakan
- alam semesta ini
- dan menentukan segala
- ketentuan-ketentuannya,
- kadarnya, hukum-hukumnya.
- Allah Subhanahu wa taala tetapkan di
- sana.
- Allah [mendengus] tetapkan bagaimana api
- itu membakar,
- bagaimana sifat air, sifat berbagai zat
- itu Allah Subhanahu wa taala sudah
- tentukan
- bagaimana [mendengus]
- ee karakteristiknya
- ya, karakteristiknya,
- kemudian sifatnya,
- ketentuannya, kadarnya, ukurannya,
- semuanya Allah Subhanahu wa taala
- tentukan [mendengus] dan Allah tentukan
- bagaimana al-asbab.
- ya di ee di dunia ini [mendengus] ya
- kita dalam melakukan sesuatu ya biasanya
- dengan [mendengus] Allah Subhanahu wa
- taala tetapkan ee sebab-sebabnya
- ya tumbuhan bisa tumbuh ya karena
- disebabkan ada air di sana yang
- menumbuhkan Allah tapi Allah Subhanahu
- wa taala letakkan sebab-sebabnya
- bagaimana seorang [mendengus]
- ya melahirkan
- anak di sana ada sebabnya yaitu
- [mendengus] di ee sebabkan perkawinan ya
- seorang laki-laki dan perempuan.
- Kemudian di sana terjadi pembuahan
- antara sel sperma dan sel telur. Itu
- adalah sebab-sebab dan ketentuan yang
- Allah tetapkan secara umum. Tapi Allah
- juga menyatakan yamhullahu ma yasya
- [mendengus] wabitu waahu umul kitab.
- Allah bisa saja menghapus ketentuan yang
- Allah tetapkan tersebut ya sesuai
- kehendak Allah dan [mendengus] Allah
- juga bisa menetapkan sesuatu dan di
- sisinya ya terdapat ummul kitab induk
- catatan. [mendengus]
- Jadi catatan tentang ketentuan ee alam
- semesta ini. Jadi [mendengus] seperti
- tadi ya,
- Sayidah Maryam bisa melahirkan
- [mendengus] Nabi Allah Isa Alaih Salam
- itu adalah
- tidak melalui sebab-sebab yang umum yang
- sudah Allah tetapkan. Allah ciptakan
- Adam, Nabi Allah Adam Alaih Salam. Ya,
- begitu juga [mendengus] Sayidah Hawa ya
- dengan ketetapan ee dengan ee dengan
- kehendak Allah yang di luar ketentuan
- umum yang Allah Subhanahu wa taala tentu
- tentukan.
- Ya, [mendengus] begitu juga ketika
- terjadi misalnya ee Nabi Allah Ibrahim
- dibakar
- lalu [mendengus]
- ya tidak merasakan panas ya. Padahal
- secara umum ketentuan api itu membakar
- panas seperti itu. Itu sifatnya secara
- umum. Tapi kita sifat-sifat itu yang
- nentukan Allah. Kalau Allah ingin
- merubah seperti yang tadi Allah katakan
- yamhullahu ma yasya. Allah bisa saja
- merubah suatu [mendengus] sesuai dengan
- kehendak Allah. Dan Allah juga bisa
- menetapkan sesuatu ya sesuai
- kehendaknya.
- [mendengus]
- Ya. Jadi ee
- kita harus pahami seperti itu. Secara
- umum ketentuan Allah sudah sudah pasti
- [mendengus] di ee alam ini Allah sudah
- tetapkan yang sering kita sebut dengan
- sunatullah
- atau orang-orang suka bilang e hukum
- alam. Padahal itu adalah
- ketentuan-ketentuan Allah Subhanahu wa
- taala. Tapi dengan kehendaknya bisa saja
- itu berubah. Oleh [mendengus] karena
- itu, Nabi sallallahu alaihi wasallam
- pernah bersabda, "La taraddul qada illad
- dua." Tidak ada yang [mendengus] bisa
- merubah ketentuan Allah kecuali doa
- kita. Yaitu doa permohonan kita kepada
- Allah. Kalau Allah kehendaki, kabulkan
- doa kita, ketentuan itu bisa berubah.
- Jadi, [mendengus] ini bisa berlaku di
- zaman dahulu, zaman sekarang, maupun ee
- di zaman yang akan datang. Wallahuam.
- Baik, pertanyaan selanjutnya dari Bapak
- I dari Ibu Narti. Asalamualaikumus dan
- Ustaz Hamzah.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Kenapa tidak semua ulama bersepakat
- dengan tauhid dibagi tiga uluhiyah,
- rubiyah, dan asma wa sifat? Itu saja
- pertanyaannya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [mendengus]
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa. [mendengus]
- Rabbana zidna ilman walikna bihin.
- Pembahagian tauhid
- kepada tiga bahagian tidak terdapat
- dalam Quran maupun sunah Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa
- [mendengus] alihi wasallam.
- Hal ini mulai dikenal pada masa Ibnu
- Taimiyah dan rekan-rekannya.
- [mendengus]
- Lalu kita bertanya,
- sampai di mana kira-kira akurasi dan
- ketepatan serta kesesuaian pembahagian
- ini dengan apa yang diterangkan dalam
- [mendengus] Al-Qur'an.
- Kalau kita memahami kata ilah dalam
- Al-Qur'an,
- kita akan temukan kata ilah ini mencakup
- [mendengus] semua sifat-sifat uluhiyah.
- Bahwa Dialah satu-satunya Tuhan yang
- mencipta,
- yang mengatur, yang memerintah, yang
- memelihara. [mendengus]
- Jadi dia merupakan satu-satunya
- ya Tuhan yang mengatur, yang memerintah,
- yang memelihara di alam semesta ini.
- Kita bisa lihat bagaimana Allah
- menempatkan ya kata Ilah.
- Demikian pula dengan sifat-sifat
- yang Allah berikan
- pada ayat-ayat seperti ayatul kursi atau
- ayat terakhir dari suratul hasyr.
- Huallah
- alladzi la ilahaillah hu. [mendengus]
- Dialah Allah tiada ilah selain
- daripadanya.
- Maksudnya
- dari kata tiada ilah selain daripadanya.
- Tidak ada yang mencipta, yang
- memelihara, yang mengatur alam semesta
- ini dan memerintah
- di seluruh alam raya melainkan hanya
- Allah.
- Melainkan hanya
- Allah subhanahu wa taala.
- Maka atas dasar ini konsekuensi logisnya
- maka dialah satu-satunya yang berhak
- untuk disembah.
- [mendengus]
- Jadi kata ilah di sini mencakup semua
- sifat ilahiyah termasuk di antaranya
- rububiyah. [mendengus]
- Termasuk rububi rububiyah.
- dari dasar rububiyah ini ya, maka
- dialah satu-satunya yang wajib untuk
- disembah.
- Pada saat kita mengucapkan syahadah,
- ashadu alla ilahaillallah,
- aku bersaksi tiada ilah kecuali hanya
- Allah.
- Kesaksian ini ya menegaskan kepada kita
- tidak ada pencipta, [mendengus]
- tidak ada pemerintah, tidak ada
- pemelihara, penguasa di alam raya ini
- melainkan hanya Allah. Maka atas dasar
- ini dialah satu-satunya yang berhak
- untuk disembah.
- Kita lihat pada suratul hasyr. Huallah.
- [mendengus]
- Orang bertanya, "Siapa Tuhan kita?"
- Jawabannya, "Huallah.
- Alladzi la ilahaillah.
- Yaitu tiada ilah [mendengus] selain
- daripadanya. Ini keterangan Allah.
- Lalu Allahjutkan, alimul [mendengus]
- ghaibi wasyahadah. Dia maha mengetahui
- apa yang gaib dan apa yang tampak.
- Huwar rahmanurrahim.
- Dan dialah Tuhan yang maha pengasih dan
- penyayang.
- [mendengus]
- Semua ini menjelaskan siapa itu Allah.
- [mendengus]
- Kemudian
- wallahulladzi la ilahailla hu.
- Sesungguhnya dialah Allah.
- Tiada ilah selain daripadanya.
- Almalik.
- Dialah satu-satunya
- raja [mendengus]
- diraja yang memerintah di alam semesta
- ini. Al-Qudus yang maha suci, maha
- agung. Assalam [mendengus]
- yang menganugerahkan juga keselamatan.
- Oleh karena itu, agama kita Islam
- berserah diri kepada Allah yang akan
- mengantarkan menuju keselamatan dunia
- dan akhirat. [berdehem]
- Almukmin.
- Almukmin diambil dari kata al-amnu wal
- amani yang artinya menganugerahkan
- keamanan. Di mana orang yang beriman
- kepada Allah hidupnya akan tentram, aman
- dan orang lain juga akan merasa aman
- daripadanya.
- Al-Muhaimin
- dan dia juga [mendengus]
- satu-satunya yang mendominasi
- di mana selainnya semua tunduk
- kepadanya.
- Aiz yang maha perkasa. Al-mutakabbir.
- Dialah satu-satunya al-mutakabbir.
- Maka siapa saja yang bertakabur di
- hadapan Allah, di hadapan hambnya, dia
- akan berhadapan dengan Alaziz Aljabbar
- Al-Mutakabbir.
- Aljabbar Al-Mutakabbir. Nama ini kalau
- ada pada manusia akan merusak.
- Tapi Allah Alaziz, Aljabbar,
- Al-Mutakabbir,
- dengan nama ini Allah akan menghukum
- mereka-mereka yang menindas, yang
- berbuat aniaya dan bersikap sombong.
- Tapi bagi mereka yang mencintai
- sesamanya, yang pengasih penyayang,
- Allah akan hadapi dengan namanya
- Arrahman Arrahim. Hingga dia terlindung,
- terjaga, terpelihara [mendengus]
- dalam curahan rahmat Allah. Siapa saja
- yang berani mengganggunya, bersikap
- congkak, menindas, dia akan berhadapan
- dengan Allah Alaziz, Aljabbarakab.
- Wallahul khaliqul bari. Dialah Allah
- satu-satunya pencipta [mendengus]
- albari yang mengadakan ya segala sesuatu
- dari ketiadaan.
- almusawir yang memberikan bentuk rupa
- bagi seluruh makhluknya dengan
- sebaik-baiknya bentuk lahul asmaul husna
- kepunyaannya seluruh nama-nama yang
- penuh keindahan.
- Yusabbihu lahu ma fis samawati wal ard
- wahuwal azizul hakim. Seluruh yang di
- langit dan di bumi semua bertasbih
- mensucikan dan memuji Allah subhanahu wa
- taala. [mendengus]
- Dan dialah satu-satunya yang maha
- perkasa lagi maha bijaksana. Uraaian
- pada ayat-ayat ini menerangkan kepada
- kita siapa itu Allah.
- Jadi
- kata ilah ya ini mencakup semua
- sifat-sifat uluhiyah termasuk
- rububiyahnya,
- termasuk hakimiahnya ya semua tercakup
- dalam kata ilah.
- Oleh karena itu, nama Allah Subhanahu wa
- taala dalam istiq dan asalnya diambil
- dari kata al-ilah.
- Kemudian untuk memudahkan panggilannya,
- [mendengus]
- kasrah pada Hamzah alilah dihilangkan
- maka jadilah Allah. [mendengus]
- Jadilah Al menunjuk kepada Tuhan yang
- hak dengan seluruh sifat-sifat
- uluhiyahnya
- sebagaimana nama-nama yang Allah
- terangkan. Begitu juga dalam ayatul
- kursi, Allah lailahailla hu [mendengus]
- alhyyu alqayyum. Ya
- lahu ma fis samawati wa fil ard. Semua
- nama-nama yang lain itu menjelaskan
- kepada kita siapa itu Allah.
- Nah, kita ingin buktikan ya bahwasanya
- nama Allah ini atau ilah menjelaskan ke
- pada Tuhan ya yang apa yang betul-betul
- memiliki nama-nama yang penuh
- kesempurnaan.
- Dia yang mencipta, Dia juga yang
- mengatur dan memelihara dengan penuh
- rahmat. Sebagaimana asma-asmananya
- menjelaskan kepada kita. Kita lihat coba
- dalam firman Allah
- pada surah An-Naml. [mendengus]
- Qulilhamdulillah.
- Katakan alhamdulillah.
- Wasalamun ala ibadihilladinastofa.
- Salam sejahtera atas hamba-hambnya yang
- dipilih oleh Allah.
- Kemudian Allah bertanya, "Allahu khairun
- amma yusyrikun." Manakah yang lebih
- baik? Allah yang mencipta, yang
- memelihara, yang mengasuh, [mendengus]
- yang merawat dengan penuh kasih sayang,
- yang selalu bersama mereka. Apakah
- sekutu-sekutu yang mereka persekutukan?
- Jawabannya dengan sendirinya Allah.
- Kemudian berikutnya, amman khalaq
- samawati wal ard wa anzalaakum minasama
- maambatna
- bihi hadqatin
- makana lakum antumitu syajaroha
- ailahumma Allah balhum yilun.
- [mendengus]
- Siapakah yang telah menciptakan langit
- dan bumi
- yang menurunkan bagi kalian
- dari langit butiran-butiran hujan? Lalu
- kami tumbuhkan dengan butiran hujan tadi
- kebun-kebun yang penuh keindahan.
- Sekali-kali kalian tak akan mampu untuk
- menumbuhkan pohon-pohonnya.
- Ini semua merupakan khasais rububiyah
- nih ya. Jadi mulai penciptaan,
- pemeliharaan ya, pengaturan. [mendengus]
- Pertanyaan Allah berikutnya bukan
- [mendengus] arabbun ma Allah.
- Seharusnya kan pertanyaannya arabbun ma
- Allah. Adaak Rabb yang melakukan semua
- ini bersama Allah.
- Itu seharusnya begitu kan. Kalau memang
- ya ini ya hanya merupakan khasais dari
- rububiyah. Tapi ternyata pertanyaan
- Allah, [mendengus] ailahumma Allah.
- Adakah ilah bersama Allah yang melakukan
- semua itu? [mendengus]
- Artinya
- dari mulai penciptaan, pemeliharaan,
- perawatan, pengasuhan, menurunkan hujan,
- menumbuhkan kebun-kebun yang beraneka
- macam ya semua ini merupakan khasais
- dari uluhiyah. Khaisis dari uluhiyah.
- Arti ciri-ciri uluhiyah. Maka dengan
- sendirinya kalau kita mengakui hal ini
- konsekuensinya seharusnya kita sembah
- adalah Allah.
- Berikutnya ini merupakan ee ayat-ayat
- dalam suratun Naml dimulai dari ayat 59,
- 60, 61, 62, 63. semua berbicara
- merincikan ya dan menerangkan kepada
- kita khais dari uluhiyah
- berikutnya.
- Amman jaal ard waalailha anhar. Siapakah
- yang telah menjadikan bumi sebagai
- tempat kediaman yang layak, yang nyaman
- dan menjadikan di cela-celanya
- sungai-sungai
- dan
- meletakkan di atas permukaannya ya
- gunung-gunung.
- W'ala bainal bahraini hajiza. Lalu
- meletakkan pemisah di antara dua lautan
- yang tawar dan asin.
- Ini kembali kepada sifat-sifat rububiyah
- kan. Allah bertanya ailahum ma Allah.
- Bukan arabbun ma Allah tapi a ilahum ma
- Allah. Adakah ilah bersama Allah yang
- melakukan semua ini?
- Bal hummun ya'dilun. Tapi ternyata
- mereka merupakan kaum ya yang menyimpang
- dan mempersekutukan Allah dengan
- lainnya. Jadi kalau kita lihat dari
- pertanyaan ailahum Allah menunjukkan
- bahwa tauhid uluhiyah ini mencauk ke
- semua tauhid. Baik itu yang [mendengus]
- berkaitan dengan rububiyahnya termasuk
- juga yang berkaitan dengan asma dan
- sifatnya.
- Nah, berikutnya kita ambil ya. Nanti di
- rumah bisa ikhwan akhwat membaca
- langsung ee surah An-Namal dimulai dari
- ayat 59 ya dan seterusnya.
- Di sini ailahum ma Allah bal aksaruhum
- la y'lamun. [mendengus] Kebanyakan
- mereka ternyata tidak mengetahui hal
- ini. Malah mereka mengada-adakan sekutu
- bagi Allah. Amman yujibul mut. Siapakah
- yang akan mengabulkan orang yang
- terdesak pada saat dia dalam keadaan
- terjepit [mendengus]
- dan menyingkap keburukan?
- Dan siapa yang menjadikan kalian sebagai
- khalifah-khalifah di muka bumi? Lalu
- Allah bertanya, "Ailahum Allah?" Adakah
- ilah bersama [mendengus] Allah yang
- melakukan semua ini?
- Qolilam ma tadakkarun. Sedikit sekali di
- antara kalian yang sadar dan mengambil
- pelajaran dari hal ini. Jadi, begitu
- kita mengatakan lailahaillallah
- atau ashadu alla ilahaillallah, berarti
- aku bersaksi tiada pencipta, tiada
- penguasa, tiada pemelihara, pengasuh,
- perawat ya dengan nama-nama yang begitu
- indah di langit maupun di bumi kecuali
- hanya Allah. Maka atas dasar ini ke mana
- kamu akan mengelak? [mendengus]
- Maka kalau kamu menerima hal ini,
- maka kamu harus menyembah hanya Allah
- dan tidak dapat kamu persekutukan.
- [mendengus] Jadi sebetulnya tauhid
- rububiyah ini sebetulnya bahagian dari
- tauhid uluhiyah. Begitu kita sebutkan
- ilah, maka mencakup semuanya.
- Semuanya ya
- mencakup
- semuanya.
- Semuanya. Nah, [mendengus] berkaitan
- dengan tauhid, asma dan sifat
- menjelaskan bahwasanya
- Allah Subhanahu wa taala nama-namanya
- dan sifatnya yang penuh dengan keindahan
- yang amat sempurna sebagaimana
- [mendengus] yang diterangkan Allah
- Subhanahu wa taala dalam kitab sucinya
- maupun yang disebutkan dalam sunah
- nabinya. Lalu mereka mengatakan biduni
- tahrifin
- bidun tahrif walail
- wala takyif.
- Artinya kita harus menerima apa adanya
- yang disebutkan Allah dalam kitab
- sucinya seperti Assami Albashir ya.
- Begitu juga yang menyebutkan Allah
- Subhanahu wa taala bertangan.
- Kemudian wala taatil tidak boleh kita
- menolak. Kemudian wala takif tidak boleh
- kita apa ee membayangkan bagaimana apa
- keadaannya. Kemudian wala tamfil tidak
- boleh kita memahaminya dengan menyerupai
- makhluknya. Ini sebetulnya ucapan ini
- indah sekali. Cuma [mendengus] saya
- ketika mereka mengatakan Tuhan itu
- bertangan, tangannya tidak seperti kita.
- Mereka sudah apa? Sudah mengumpamakan
- Allah sama dengan kita. H
- Allah duduk di atas arasnya sama
- diumpamakan dengan seorang raja.
- Jadi seharusnya
- kita memahami nama-nama tersebut sesuai
- dengan kebesaran keagungan Allah. Di
- mana kita memahaminya [mendengus]
- ya dengan mengembalikan ayat-ayat
- seperti ini yang mengandung makna
- tasyabuh keserupaan dengan makhluk
- dikembalikan kepada [mendengus] ayat
- muhkamat.
- Sebagaimana Allah berfirman dalam surah
- Al Imran, hualladzi anzala alaikal
- kitab. Dia yang telah menurunkan
- kepadamu Alkitab. Minh ayatun muhkamat.
- Di dalamnya terdapat ayat-ayat muhkamat.
- Ayat-ayat ya yang betul-betul apa?
- Memberikan penjelasan dengan
- sejelas-jelasnya dan
- segamblang-gamblangnya. Tidak mengandung
- multitafsir. Hunna ummul kitab itulah
- induk Al-Qur'an. gimana yang lain
- dikembalikan padanya. Wahau
- mutasyabihat. Tapi ada lagi ayat-ayat
- lain yang sifatnya mutasyabihat
- mengandung kesamaran.
- H
- di mana Allah menggunakan bahasa manusia
- ya
- untuk menggambarkan mengenai dirinya.
- Mau tidak mau di sini mengakibatkan apa?
- Terjadinya kesamaran.
- Allah yang maha suci, yang maha agung,
- yang tidak menyerupai makhluknya. Tidak
- ada satuun makhluk yang menyerupai
- dirinya meminjam bahasa manusia untuk
- menggambarkan Allah maha melihat,
- maha mendengar.
- Seharusnya kita pahami
- keluasan ilmu Allah yang melihat segala
- sesuatu, yang mendengar segala sesuatu.
- Tapi jangan kita samakan manusia dengan
- arti Allah bertelinga dan bermata.
- Nah, pemahaman seperti ini berarti kita
- menggiring ya pemahaman kita tentang
- Allah alladzi laisa kamriaiun wahua
- samiul basir dengan apa yang kita pahami
- tentang manusia. Padahal ini merupakan
- bahasa-bahasa yang penuh keterbatasan.
- Sedangkan Allah Subhanahu wa taala zat
- yang maha suci, yang maha agung, yang
- tak terbatas.
- Jadi bukan Allah tidak kuasa untuk
- membuat semua ayatnya muhkamat karena
- semua ayat Al-Qur'an muhkamat. Cuma
- keterbatasan ilmu manusia, pengetahuan
- manusia, begitu juga kata-kata dan
- bahasa manusia untuk dapat menggambarkan
- Allah Subhanahu wa taala sebagaimana
- hakikatnya.
- Jangankan menggambarkan Allah, manusia
- sampai saat ini berdiri tak berdaya di
- hadapan kebesaran dan keagungan Allah.
- Jangan jauh-jauh mengenai dirinya saja.
- Banyak hal yang tidak mampu ditafsirkan.
- Baru bertambahnya waktu dia mulai
- memahami berbagai macam keistimewaan
- dari organ tubuhnya. Itu pun tidak
- menyeluruh.
- H
- apalagi berbicara tentang Allah. Wala
- yuhituna bisyaaiim min ilmihi illa
- bimasya. Jadi kesimpulannya
- kita tidak menerima pembahagian ini ya
- [mendengus]
- bukan disebabkan karena kita menolak
- istilah-istilah yang kita anggap
- bermanfaat, tapi
- pembahagian ini menimbulkan akhirnya
- apa? Menimbulkan
- akhirnya terjadinya reduksi dan keluar
- [mendengus] dari istilah Al-Qur'an.
- Keluar dari istilah Al-Qur'an di mana
- kata ilah dan uluhiyah itu menggambarkan
- semua sifat-sifat
- Allah Subhanahu wa taala dan
- keagungannya. Dari mulai penciptaan,
- pemeliharaan ya, pengaturan. Nah,
- sebagai konsekuensinya
- semua kembali kepada Allah dalam
- ibadahnya.
- Dan ini sebetulnya diakui oleh semua
- makhluk. Cuma sayang ketika mereka
- ditanya, "Kenapa kamu menyembah
- sekutu-sekutu selain Allah?" Mereka
- menjawab, "Kami meyakini Tuhan itu yang
- Maha Esa." Tapi ini semua merupakan
- penjelmaan, penitisan dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- Sebagaimana umat Nasrani mengatakan,
- "Kami menyembah Tuhan yang Maha Esa.
- Cuma terbagi tiga oknum dan semuanya
- demi kebaikan bagi manusia, Bapak,
- kemudian Roh Kudus dan Anak."
- Nah, Allah menjelaskan bahwa hal ini
- sama sekali tidak benar. Jadi, kalau
- kita perhatikan orang-orang Yahudi juga
- mereka meyakini Tuhan Yang Maha Esa.
- Tapi terkadang ya mereka menerima konsep
- ketuhanan sebahagian-sebagian tidak
- utuh. Mengakui bahwa Tuhan yang maha
- esa. Tapi terkadang yang mereka sembah
- tidak Allah Subhanahu wa taala tapi
- persekutukan dengan lainnya. Begitu juga
- kaum musyrikin di Mekah. Oleh karena
- itu, keesaan Tuhan mengharuskan kita
- hanya menyembah kepadanya dan tidak
- mempersekutukan Allah dengan sesuatu.
- Wallahuam. Ustaz mau menambahkan
- silakan.
- Iya. Cukup
- sudah
- cukup.
- Ee baik. Selanjutnya
- mm dari siapa nih?
- Ee
- Bang Yak maaf. Selanjutnya dari Bapak
- Jaka. Asalamualaikum. Sir dan Ustaz
- Hamzah.
- Waalaikumsalam.
- Mengapa jumlah Ashabul Kahfi tidak
- disebutkan dengan tegas tentang jumlah
- berapa? Hikmah apa yang dapat diambil
- dari ini?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammadin wa ala
- sayyidina Muhammad.
- Banyak di dalam Al-Qur'anul Karim
- ee kisah-kisah umat terdahulu,
- kisah-kisah nabi terdahulu
- ee dikisahkan tidak
- secara detail ya sampai jumlahnya
- misalnya kemudian ee [mendengus]
- apa ee nama-namanya disebutkan seperti
- itu [mendengus] ya.
- Ini tiada lain adalah
- karena memang [mendengus] Al-Qur'an
- bukan buku sejarah.
- Al-Qur'an ini adalah kitab hidayah,
- petunjuk [mendengus] di mana Allah
- menginginkan ee bagi kita ini untuk
- mengambil hikmah dari apa yang
- diceritakan [mendengus] ya oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- Tidak disebutkannya Ashabul Kahfi berapa
- jumlahnya, tapi Allah singgung
- ya. Nah, artinya dalam enggak ditentukan
- berapa jumlahnya, tapi Allah [mendengus]
- singgung ya ee bagaimana ucapan
- orang-orang yang ee memprediksi
- tentang jumlah Ashabul Kahfi itu.
- Sayaquuluna salatun robiuhum kalbuhum.
- [mendengus]
- Mereka mengatakan
- ee
- bahwasanya Ashabul Kahfi itu tiga orang
- ya. Robiuhum kalbuhum. Yang keempatnya
- adalah ya ee
- [mendengus] apa? Anjingnya ya. Wquuna
- khamsatun sadisuh kalbuhum. Ada lagi
- yang mengatakan jumlahnya
- lima orang. Yang keenamnya adalah
- anjingnya. Ya, enam dengan anjingnya
- maksudnya [mendengus]
- rajman bil ghaib. Mereka itu hanya ya
- mengira-ngira tentang sesuatu yang gaib
- ya. Seperti orang lempar batu tanpa
- enggak tahu kesasarannya ke mana seperti
- itu. Waquuluna sabatu wataminuhum
- kalbuhum.
- Ada yang mereka mengatakan,
- "Oh, jumlahnya tujuh orang, tapi yang
- kedelapannya adalah yang dan yang
- kedelapannya adalah anjingnya seperti
- itu. Jadi, dari kesemua ini menunjukkan
- jumlahnya memang tidak banyak ya, sampai
- cuman ada tujuh orang seperti itu. Dan
- angka yang terakhir ini [mendengus] ya
- dibatasi oleh Allah Subhanahu wa taala
- dengan tidak mengatakan rajman bil
- ghaib." Ya. Ya. Sebagian ulama menunjuk
- apa mengatakan yang ya apa prediksi yang
- paling tepat atau yang mendekati
- kebenaran adalah yang [mendengus]
- terakhir ini ya tujuh orang dan yang ee
- termasuk ee yang kedelapannya adalah ee
- anjingnya. Allah Subhanahu wa taala
- tidak sebutkan secara pasti, tapi dengan
- isyarat-isyarat sini saja menunjukkan
- arti jumlah mereka bukan misalnya 30, 40
- orang, tidak ya. Tapi di sini paling
- banyak tujuh orang seperti itu.
- Allah tidak sebutkan juga nama-nama
- mereka siapa, tapi Allah ingin kita
- mengambil hikmah bagaimana ya mereka itu
- adalah para pemuda ya. Ya. Umurnya
- ditentukan disebutkan oleh Allah untuk
- memberikan semangat kepada kita, kepada
- para anak muda ya. Bagaimana ya kita
- mencontoh para Ashabul Kahfi yang mana
- mereka itu ada para pemuda. Innahum
- fityatun
- amanu birabbihim wazidnahum huda. Mereka
- adalah para pemuda yang beriman kepada
- Tuhan mereka. Wazidnahum huda. Dan kami
- tambahkan petunjuk bagi mereka. Nah, ini
- ini jadi ee kisah-kisah dalam Al-Qur'an
- memang terkadang tidak menyebutkan
- secara detail nama atau apa karena
- memang tujuannya bukan bukan seperti
- kita belajar sejarah, oh tahu ini ada
- namanya, enggak. Tapi yang paling
- esensial adalah bagaimana kita bisa
- mengambil hikmah dan menteladani apa
- yang Allah Subhanahu wa taala sebutkan
- ee apa di dalam Al-Qur'an tersebut atau
- dalam cerita tersebut. Sehingga Allah
- katakan faqsusil qas laallahum
- yatadakarun.
- Ciceritakanlah kisah-kisah ya yang ada
- di dalam qurani. Arti kisah-kisah orang
- terdahulu ya [mendengus] itu laallahum
- yatadakarun agar supaya mereka mengambil
- pelajaran. Jadi ee sejarah itu penting.
- Artinya kisah-kisah umat terdahulu
- penting. Bukan pentingnya bukan bukan
- apa ee untuk mengetahui hanya
- mengetahui. Orang kadang-kadang hanya
- mengetahui detail namanya tapi ee esensi
- dari apa yang diceritakan itu enggak
- enggak dipahami. Yang terpenting adalah
- mengambil pelajaran dari kisah umat
- terdahulu. Bukan hanya mengetahui
- detailnya. Karena Al-Qur'an seperti itu
- ya memerintahkan kita untuk mengambil
- pelajaran dari apa yang diceritakan oleh
- Allah dalam Al-Qur'an bukan untuk hanya
- memahami mengetahui jumlah atau nama
- sesuatu. Wallahualam.
- Ustaz saya mau menambahkan
- ee tambahkan sedikit ya.
- Allah Subhanahu wa taala ketika menutup
- keterangan mengenai [mendengus]
- perbedaan pendapat dalam menentukan
- jumlah Ashabul Kahfi, [mendengus] beliau
- berkata kepada rasulnya,
- "Fala tumari fihim illair
- wih
- minhum ahad."
- [mendengus]
- Wahai Rasulullah, jangan sekali-kali
- kamu berdebat dalam persoalan ini.
- Jangan ikut terlibat dan jangan kamu
- bertanya kepada pun kepada salah seorang
- pun dari mereka.
- Serahkan [mendengus] ini kepada Allah.
- Ini bimbingan dari Allah, kepada
- Rasul-Nya, kepada kita semua
- untuk tidak berbicara
- atas dasar apa? atas dasar kebodohan
- tanpa ilmu. W takfu maaka bihi ilm.
- Karena kalau dilanjutkan bisa terjadi
- perselisihan, pertikaian.
- [mendengus] Dan masalah ini tidak
- disebutkan oleh Allah karena memang
- tidak ada manfaat yang kembali kepada
- kita.
- berapa jumlah Ashabul Kahfi. Tapi yang
- penting memahami inti dari kisah Ashabul
- Kahfi yang menceritakan pemuda-pemuda
- yang rela mengorbankan diri mereka
- [mendengus] untuk mempertahankan iman
- mereka di hadapan ancaman yang begitu
- besar.
- juga menjadikan kisah Ashabul Kahfi yang
- menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa
- taala
- dia kuasa untuk menghidupkan orang yang
- telah mati
- agar manusia meyakini hal [mendengus]
- ini. Karena kehidupan mereka selama 300
- tahun ini bukan apa bukan merupakan
- kehidupan yang pendek tapi Allah
- tunjukkan melalui kisah ini kekuasaan
- Allah Subhanahu wa taala. Adapun jumlah
- mereka apa manfaatnya untuk kita
- 100, 200 atau 1000 enggak ada
- manfaatnya. [mendengus]
- Oleh karena itu kita jumpai bagaimana ya
- sebelumnya ketika
- Ashabul Kahfi berada dalam goa kemudian
- mereka bangun dari tidur.
- Mereka bertanya, "Berapa lama kalian
- kira-kira [mendengus] tertidur?"
- Dijawab oleh sebagianna
- yauman
- kami [mendengus] paling tinggal sehari
- atau kurang dari sehari
- langsung untuk menghindari pertentangan,
- perselisihan dijawabum
- bimum. Tuhan kalian lebih tahu berapa
- lama kalian tinggal. Tidak penting kita
- bicara masalah ini.
- Yang penting sekarang salah seorang dari
- kalian pergi membawa uang perak kalian
- untuk membeli kebutuhan kita.
- [mendengus]
- Tapi hati-hati jangan sampai nanti orang
- menyadari siapa kalian. Akhirnya raja
- akan menangkap kembali.
- [mendengus]
- Kalau mereka menangkap kalian, mereka
- bakal memaksa lagi kalian untuk kembali
- ke [mendengus] dalam agama mereka dan
- kalian tidak akan selamat. Dalam benak
- mereka bahwa raja yang berkuasa
- memerintah masih sama seperti dulu.
- Begitu mereka membawa uang mereka untuk
- berbelanja
- ternyata apa? Ternyata sudah berbeda
- dengan keadaan sebelumnya. Baik itu mata
- uangnya beda.
- Hm.
- Akhirnya mulai terjadi pertanyaan
- sampai akhirnya apa? Ashabul Kahfi yang
- belanja ini menyadari bahwa ini bukan
- masa apa? Bukan masa raja yang dulu
- mengejar mereka. Ini sudah berubah
- masanya.
- Bertanya-tanya ternyata sudah berlalu
- 300 tahun. Ini tidak diceritakan dalam
- Al-Qur'an. Tapi terjadi apa? Terjadi
- betul-betul kebingungan. Akhirnya berita
- ini sampai kepada penguasa. Ternyata
- penguasanya telah beriman kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Mereka datang
- bersama Ashabul Kahfi ini yang mana?
- Yang ee
- yang [berdehem] berbelanja bertemu
- dengan teman-teman mereka.
- Akhirnya [mendengus] mereka menyadari
- bahwa ternyata mereka telah tidur selama
- kurang lebih 300 tahun. 3 tahun.
- Setelah itu Allah wafatkan mereka.
- Kemudian terjadi perdebatan apa yang
- kita akan lakukan dalam penguburan
- mereka.
- Ada yang mengajukan pendapat yang
- bermacam-macam. Lalu raja memutuskan
- lanidanna alaihim masjida. Kami akan
- membangun masjid untuk mengenang mereka.
- Di sini tidak ada sama sekali apa
- kritikan dari Allah dan bantahan.
- Artinya menunjukkan apa? [mendengus]
- Membangun apa namanya masjid di sisi
- makam mereka bukan merupakan hal yang
- dilarang.
- H
- bukan hal yang dilarang. seperti yang
- diunggah oleh kalangan-kalangan salafi
- yang merasa keberatan untuk salat di
- masjid yang ada kuburan di sebelahnya.
- Kuburan di sebelahnya enggak berbahaya.
- Malah orang hidup lebih berbahaya. H
- kalau dengan alasan ditakutkan menyembah
- mereka
- sebetulnya ya walaupun tidak ada kuburan
- di samping kuburan, kalau [mendengus]
- orang musyrik mau mempersekutukan Allah
- di mana pun dia bisa mempersekutukan
- Allah. Yang penting iya didik umatnya
- untuk bertauhid, mengenal Tuhan mereka.
- Ajarkan Al-Qur'an pada mereka. Jangan
- justru kalian [mendengus]
- bersikap yang tidak sesuai dengan
- tuntunan nas. Jadi ketika [mendengus]
- terjadi perdebatan di antara mereka
- gabu ala amri
- alaihim masjida yang berkuasa mengatakan
- bahwa kami akan bangun masjid. Maksudnya
- di sisi makam mereka. Begitu juga makam
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam dulu di luar masjid.
- Iya.
- Setelah masjid diperluas masuk ke
- dalamnya. Orang mengatakan bahwa makam
- Nabi ini bisa mengundang syirik. Syirik
- di mana pun Anda berada walaupun dalam
- rumah Anda bisa apa? Bisa masuk. Yang
- penting jelaskan kepada umat ya agar
- kita beribadah pada Allah. Tidak
- mempersekutukan Allah dengan sesuatu.
- Kemudian kita berselawat kepada rasulnya
- sallallahu alaihi wasallam. Setelah itu
- berdoa memohon pada Allah berikan
- pendidikan bukan dengan cara intimidasi
- atau mengkafirkan [mendengus] sana,
- mengkafirkan sini. Kita ingin orang
- datang berkunjung ke makam Rasul
- mengenang bagaimana perjuangan Rasul,
- [mendengus]
- akhlaknya, pekertinya, kesabarannya.
- Hingga para sahabat kalau mereka datang
- ke makam Rasul, air mata mereka
- berlinang-linang. Terbayang semua kesan
- ketika mereka bersama Rasul. Sampai
- ketika Bilal mencium, mencium apa?
- Mencium e makam Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Sayidina Umar melihat,
- "Kalau [mendengus] bukan kamu, saya akan
- cambuk kamu." Kenapa? Karena kalau orang
- lain bisa saja menjadikan makam sebagai
- sembahan. H
- tapi Bilal sebagai seorang yang dikenal
- betul-betul dan mengenali tauhid sama
- sekali dia bukan menjadikan makam
- sebagai sembahan tapi karena cinta
- kerinduan dia kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Ini menunjukkan bagaimana pentingnya
- pendidikan yang dididik manusianya. Jadi
- perilaku dia mencium itu karena
- ee Bilal ada didikan Rasulullah enggak
- mungkin dia dia menyembah kan seperti
- dan itu bukan hanya Bilal. Kalau orang
- sahabat yang berangkat keluar berperang
- kembali ke Madinah ke makam Rasul sambil
- mencucurkan air mata ini bukan syirik
- kerinduan. [mendengus] Kerindu
- kerinduan
- kerinduan yang luar biasa. Oleh karena
- itu banyak rekan-rekan kita [mendengus]
- begitu masuk di pintu Masjid Rasul
- langsung air matanya berlinang-linang
- [mendengus]
- karena kerinduan kepada Rasul. Kerinduan
- kepada Rasul bukan merupakan satu yang
- dilarang. H
- kerinduan kecintaan pada Rasul yang
- mendorong dirinya [mendengus] untuk
- mendekat mengikuti sunah-sunahnya.
- Jadi hendaknya berikan pendidikan pada
- umat
- agar mereka membedakan mana tauhid, mana
- syirik. [mendengus]
- Kecintaan pada Rasul, menuturkan air
- mata kita di hadapannya. Ya, seperti
- kalau seorang katakan mencium foto istri
- dan anaknya. Dia jauh berpisah
- di luar negeri
- untuk mau mengungkap diciumkan istri
- anaknya. Apakah ini syirik? Tidak.
- Ciumannya bukan menunjukkan syirik.
- Atau anak mencium tangan orang tua atau
- gurunya bukan syirik atau mencium
- kakeknya bukan syirik. [mendengus]
- Syirik itu apabila semua itu dilakukan
- dalam ranah ibadah kepada selain Allah
- Subhanahu wa taala. [mendengus]
- Jadi perlu kita mendidik anak-anak kita.
- Nah, dari kisah Ashabul Kahfi di sini
- kita melihat ya bagaimana Allah
- menjelaskan pada saat kita berbeda
- pendapat dalam urusan yang enggak jelas.
- sudah cukup Allah nanti yang akan
- menyelesaikan. Yang [mendengus] penting
- ikhlaskan niat kita jangan kita
- berbantah-bantahan pada urusan yang
- enggak jelas
- tapi dasar ilmu yang menjadi panduan
- kita. Jadi perbedaan pendapat di antara
- para ulama yang kembali kepada pendapat
- ijtihad selesaikan masing-masing
- melakukan apa yang diyakini dan jangan
- kita mencemohkan yang lain. Wallahuam.
- Baik semuanya dari Ibu Wia Salam satuin
- Ustaz Hamzah.
- Kemarin ada yang cerita bahwa orang tua
- ibu terjebak dalam pinjaman kredit
- online yang diperbuat oleh anaknya dan
- kredit HP pakai data ibunya seragam R
- juta eh Rp4 juta. Ibunya tidak tahu
- bahwa anaknya punya pinjol di tempat
- lain sehingga HP yang dikredit itu
- dijual oleh anaknya dan anaknya tidak
- mampu bayar sudah 3 bulan. Sekarang
- rumah ibunya didatangi tukang tagih dan
- menteror. Bagaimana, Ustaz, apa yang ibu
- ini harus lakukan? Dan ibu-ibu pun dalam
- keadaan prihatin dan tidak bisa
- membayar.
- Nah, inilah apa ee
- ee apanya bahayanya riba seperti itu.
- Allah Subhanahu wa taala sudah
- peringatkan kita untuk meninggalkan
- riba. Ini yang seperti ini ya. bagaimana
- ee seorang diberikan pinjaman dan
- bunganya terus bertambah ya dan sehingga
- melilit dia. Itu juga yang pernah
- terjadi di masa Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam ya. Banyak penduduk
- Madinah dulu ee diberikan pinjaman oleh
- orang-orang Yahudi [mendengus] sampai
- artinya bukanya bertambah terus sehingga
- untuk membayarnya tidak bisa.
- akhirnya digadaikan tanahnya, kebunnya,
- rumahnya sampai bahkan
- anaknya digada di di apa di diserahkan
- sebagai budak seperti itu. Inilah
- [mendengus] oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Karena itu ini harus menjadi
- perhatian kita dan juga seharusnya
- pemerintah ini memberantas judi online
- seperti ini ya karena [mendengus] ini
- menyengsarakan
- bangsa Indonesia dan ee dari
- kebanyakannya itu dari hartanya
- bangsa Indonesia, rakyat Indonesia yang
- mis-mis dikruk semuanya ya oleh judian
- online ini. [mendengus] ini sebenarnya
- adalah merupakan sesuatu yang sudah
- diperingatkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala dalam
- Al-Qur'an. Berkali-kali Allah Subhanahu
- wa taala sampai ee mengingatkan
- bahwasanya
- [mendengus] Allah nyatakan
- mereka-mereka yang melakukan
- ee [mendengus] transaksi seperti ini
- dinyatakan bahwasanya fa'danu biharbim
- minallah. Artinya silakan nyatakan
- perang dengan Allah Subhanahu wa taala.
- Karena perbuatan ini perbuatan yang
- dimurkai oleh Allah. Kenapa? Karena ini
- menyengsarakan
- umat, menyengsarakan masyarakat. Apalagi
- banyak masyarakat-masyarakat [mendengus]
- yang apa
- yang tidak mampu ya terlilit oleh hutang
- seperti ini. Oleh karena itu
- penanganannya yang yang utama adalah
- dari pemerintah. Kemudian ee kaum
- muslimin juga masyarakat harus bekerja
- sama untuk menghindari apa menjauhkan
- ee dan juga untuk memberantas ee judi
- online ee pinjol ini pinjam online.
- Wallahuam.
- Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [mendengus]
- Apa yang baru saja kita dengar?
- dari jebakan yang menjebak seorang
- wanita
- terjebak dalam pinjaman online atau judi
- online ini sebetulnya merupakan hal yang
- menjadi tanggung jawab pemerintah.
- Iklan-iklan yang menawarkan pinjaman
- secara bebas tanpa jaminan, bahkan
- sampai pada anak-anak.
- Kalau pemerintah merasa bahwa rakyat ini
- merupakan anak mereka, menjadi tanggung
- jawab mereka untuk melindungi
- keselamatan mereka agar mereka tidak
- terjebak, tidak tertipu, pemerintah
- mendidik mereka. Ini merupakan tanggung
- jawab yang besar.
- Apabila yang berwenang, yang menjadi
- pemimpin tidak bertanggung jawab, saya
- khawatir azab Allah akan segera turun.
- [mendengus]
- Karena hal ini bisa menjerumuskan rakyat
- dan bangsa kita ini
- ke dalam penjajahan. Penjajahan yang
- amat-amat mengerikan.
- Apabila seorang berhutang tidak mampu
- membayar, kemudian menghadapi tekanan
- intimidasi dan deko collektor yang
- datang, [mendengus] bisa-bisa mereka
- melakukan tindakan bunuh diri seperti
- yang sering terjadi [berdehem]
- atau melakukan tindakan kriminal,
- kejahatan terhadap orang lain. Bahkan
- bisa-bisa mereka kehilangan kehormatan
- mereka di bawah tekanan sampai-sampai
- mereka jual kehormatan bahkan agama
- mereka. Lalu kita bertanya ke mana
- tanggung jawab pemimpinpemimpin
- kita? Ulama di sini wajib memberikan
- edukasi kepada rakyat berkaitan dengan
- pinjol dan judi online. Ini merupakan
- perbuatan-perbuatan yang terkutuk dan
- ini merupakan perangkap setan.
- seharusnya pemerintah turun tangan
- menghentikan semua iklan yang kembali
- kepada judi online atau pinjaman online.
- L berkaitan dengan ibu kita yang
- terjebak dalam pinjaman ini. Sebetulnya
- tetangga masyarakat yang tahu bisa
- melaporkan kepada yang berwajib. Karena
- ini terang-terangan merupakan
- pelanggaran terhadap aturan dan
- undang-undang.
- He.
- Kalau seandainya harus membayar, bayar
- senilai pinjamannya jangan lebih. Jangan
- bayar bunganya.
- Dan kalau bisa tetangga, masyarakat di
- sekitarnya, rakyat ikut memberikan
- dukungan.
- Deplektor yang datang jangan sekali-kali
- dibiarkan, tapi beramai-ramai
- menghadapinya. [mendengus] Kita ingin
- rakyat kita, bangsa kita terbebas. Bukan
- hanya negara sekarang yang terjerumus
- dalam [mendengus] hutang,
- tapi negara membiarkan rakyat terjerumus
- dalam perangkap setan.
- Setiap kita buka sesuatu, iklan pinjol
- masuk. iklan togel juga online masuk
- kepada kita dan menggunakan
- penampilan-penampilan perempuan. Anak
- muda yang belum dewasa, yang punya
- kebutuhan, belum punya penghasilan,
- ditawarkan pinjaman siapa yang enggak
- mau?
- H
- mencuri aja kalau terpaksa mereka
- lakukan, apalagi pinjaman juma-juma.
- Oleh karena itu, ibu tersebut tidak
- harus membayar
- dan ibu bisa minta bantuan kepada
- masyarakat, warga untuk mengadukan
- kepada yang berwajib
- agar ya betul-betul apa? membela haknya
- sebagai orang lemah. Jangan sampai kalau
- ada orang mazlum teraniaya kita biarkan
- maka azab akan turun pada kita semua.
- Apa kita enggak ingin negeri kita
- [mendengus] menjadi negeri yang damai,
- yang penuh kecintaan, penuh keharmonian?
- Semua orang mendapatkan hak mereka
- secara penuh. Jangan mereka-mereka yang
- punya uang berinvestasi dengan cara
- seperti ini didukung oleh kepolisiannya
- umpamanya, oleh TNI-nya. L kita minta
- kepada aparat TNI yang cinta kepada
- bangsa negara untuk menghukum
- teman-teman mereka yang memberikan
- dukungan terhadap perbuatan yang tidak
- benar. Begitu pula aparat kepolisiannya.
- Dan saya yakin
- di tengah aparat kepolisian TNI terdapat
- orang-orang yang cinta pada bangsa, pada
- negara, pada saudara mereka. Masa kita
- biarkan saudara-saudara kita teraniaya.
- [mendengus]
- Oleh karena itu, rakyat di sekitarnya,
- masyarakat ya yang berwenang, yang
- mendengarkan siarah ini, tolong ulurkan
- tangannya untuk memberikan bantuan
- kepada [mendengus] ibu ini agar
- betul-betul mendapatkan haknya dan
- terbebas dari setan-setan, hantu-hantu
- riba, penghisab darah yang tidak peduli
- terhadap saudara-saudara mereka. Dan
- perjuangan dalam bidang ini merupakan
- jihad di jalan Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi bila aparat kepolisian, TNI-nya
- [mendengus]
- atau tokoh masyarakat membantu, ini
- merupakan jihad besar saat dia mati.
- Mati dalam keadaan syahid.
- Masyaallah.
- Jadi kalau se harus membayar, bayar
- sejumlah pinjaman. Adapun bunganya Rp1
- pun, bahkan satu picis jangan
- dibayarkan.
- Dan kita berharap rakyat serentak
- bersama-sama seperti di satu daerah
- mereka [mendengus] pasang plang
- ramai-ramai, tidak mengizinkan sama
- sekali masuk rentenir atau pinjol dan
- lain sebagainya. Kalau datang langsung
- masyarakat kampung beramai-ramai keluar
- untuk apa? Untuk membela saudara mereka.
- Ini jelas-jelasan pelaku pinjol, pelaku
- judi online merupakan penjajah-penjajah
- lintah darat yang ingin merusak bangsa
- kita dan menjajah negeri kita serta
- menginjak-injak kemerdekaan kita. Wajib
- bersama-sama kita berjuang. [mendengus]
- Saya berharap betul-betul Bapak Presiden
- kita ini
- bisa betul-betul menangani masalah ini.
- [mendengus]
- Rakyat berikan kepercayaan kepada Anda.
- Berharap dengan penuh harap bahwa Anda
- akan melakukan perubahan tidak seperti
- pada masa pemerintahan sebelumnya.
- Jangan kecewakan rakyat. Kalau tidak,
- Allah akan mengecewakan Anda. Allah
- [mendengus] Subhanahu wa taala akan
- menjatuhkan laknat dan kutukannya kepada
- Anda. Kalau Anda tidak melakukan
- perbaikan di tengah masyarakat. Dulu
- mereka bersemangat berapi-api memberikan
- dukungan. Jangan kecewakan mereka.
- Jangan buat air mata mereka menetes,
- [mendengus] hati mereka pilu, kehilangan
- harapan. Akhirnya mereka mengadu kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Pengaduan
- mereka akan dikabulkan oleh Allah
- subhanahu wa taala. Saya harapkan
- mudah-mudahan Bapak Prabowo bisa menjadi
- seorang
- pahlawan yang sebenarnya. H
- mengutamakan kepentingan rakyat,
- memberikan perhatian kepada rakyat
- sebagaimana Bapak Prabowo berikan
- perhatian pada kucing Anda.
- Bobi Kertanegara mendapatkan perhatian,
- mendapatkan [mendengus] perlindungan.
- Lindungi rakyat Anda sebagaimana Anda
- melindungi kucing Anda. Kita hargai
- apa-apa yang Anda lakukan untuk kebaikan
- bangsa ini. Demikianlah ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah. Mudah-mudahan
- [mendengus] kita berjumpa kembali dalam
- kesempatan yang akan datang. Radio
- Silaturahmi kita senantiasa [mendengus]
- mengajak umat untuk bersama-sama menuju
- assalam yang diajarkan oleh Allah
- melalui ajaran Islamnya, bukan melakukan
- kerusakan di muka bumi ini.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka
- walu minkum wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah. Terima kasih Ustaz Ustaz
- Hamzah atas jawaban-jawaban yang
- diberikan. Semoga jawaban-jawaban yang
- diberikan kepada kita sesuai dengan apa
- yang dikehendaki. Ya Allah. Allah. Mohon
- maaf tidak semuanya dapat kami jawab.
- Terima kasih untuk Bapak
- Alibasah di Jalan Pajajaran Sukabumi.
- Kubu Narti, Ibu
- Amina, Bapak Joko. Mohon maaf tidak
- semua dapat kami bacakan karena
- keterbatasan. Kita jumpa lagi pada
- kesempatan yang lain. Saya Muhammad
- Krisna Ondi dan Pamillahi taufikah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuham warahmatullah.