Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Walhamdulillah
- wasalatu wassalamu ala rasulillah wa ala
- alihi wasohbihi wawal ashadu alla
- ilahaillallah wa asyhadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Masih dipancarkan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36,
- Kalimanggis, Cibubur, Bekasi. Radio
- Silaturahim dan juga Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Senang
- sekali tau usia sore kembali hadir di
- kesempatan ini untuk edisi Rabu ya. Dan
- ikhwan akhwat seperti biasa di Rabu sore
- ini kita akan mendengarkan tausiah yang
- akan disampaikan oleh guru kita Ustaz
- Abul Hidayat Seroji. Dan saya Rizal
- Alhaq di kesempatan sore hari ini
- ditemani oleh para pejuang dakwah kita.
- Ada Kang Dedi, kameramen dan juga Bang
- Yusuf Subangkit juga Bilal dan Fajar ya
- di meja switcher insyaallah menemani
- ikhwan akhwat sampai pukul 17.30 30
- nanti dan tema yang akan disampaikan di
- kesempatan ini insyaallah mengenai
- mensyukuri kemerdekaan dan kita sapa
- terlebih dahulu guru kita Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
- Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullah.
- Merdeka Ustaz ya. Merdeka. Merdeka.
- Subhanallah. Baik kita langsung saja
- tidak berpanjang lebar lagi kita simak
- bersama tema yang akan disampaikan e
- oleh beliau itu mengenai bagaimana kita
- mensyukuri kemerdekaan. Kami persilakan
- Ustaz. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi nahmaduhu wa nasta'inuhu
- wa
- nastagfiruh wa naud nauzubillahi min
- syururi anfusina wamin sayiati
- amalina may yahdillah fala mudilalah wam
- yudlil fala hadiyaalah. Ashadu alla
- ilahaillallahu wahdahu la
- syarikalah wa asyhadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu la nabiya ba'dah.
- Amma ba'd.
- Fay ayyuhal ikhwah
- rahimakumullah.
- Para
- pencinta radio
- silaturahim dan para pemirsa TV Rasil
- yang berbahagia.
- Alhamdulillah kita berjumpa kembali pada
- Rabu sore hari ini. Rabu yang cerah
- mudah-mudahan memberikan kecerahan di
- hati kita
- semuanya. Di
- bulan-bulan yang banyak sekali hikmah
- yang bertebaran. Tentu saja ucapan yang
- terbaik adalah alhamdulillah. Ini satu
- keharusan. Tidak bisa tidak.
- Karena segala nikmat yang kita nikmati
- ini datang dari Allah.
- Kita tidak akan bisa menikmati hidup ini
- tanpa kasih sayang dan anugerah dari
- Allah. Jadi, sudah seharusnya kalau kita
- selalu bahkan memperbanyak kalimat
- hamdalah di mana pun saja berada agar
- kita mendapatkan nikmat itu, nikmatnya
- pun akan menjadi barokah.
- Ketika kita memuji Allah, segala puji
- bagi Allah itu artinya diingatkan kepada
- kita bahwa kita harus ingat pada yang
- memberi nikmat yaitu
- Allah. Berkali-kali melewati radio ini
- saya sampaikan bahwa kita hidup Allah
- yang menghidupkan. Kalau mau dinilai
- berapa nilainya hidup? Luar
- biasa. Jadi satu kenikmatan yang luar
- biasa. Dan hidup itu ternyata sumber
- segala kenikmatan.
- Orang bisa menikmati hidup karena hidup.
- Orang banyak uang tapi enggak hidup.
- Orang punya bangunan Makkah, rumah baru
- dibeli, kendaraan mewah, mungkin baru
- dilantik jadi pejabat, tapi enggak hidup
- menjadi tidak bermakna. Jadi, betapa
- nikmat hidup itu sendiri luar biasa yang
- kadang-kadang karena kita tiap hari
- hidup jadi lupa bahwa itu adalah
- merupakan puncak dari segala kenikmatan,
- sumber segala
- kenikmatan. Kita tidak bisa lain kecuali
- hanya memuji kepada Allah, berterima
- kasih yang telah memberikan hidup kepada
- kita.
- Belum lagi soal
- kesehatan, kecerdasan, penglihatan, ya
- pendengaran, ya Allah rezeki yang
- berlimpah setiap saat tidak pernah
- dikurangi. Dicukupkan segala keperluan
- kita, difasilitasi segala hidup kita,
- dimudahkan kita perjalanan di laut dan
- di darat bahkan di udara. Hm.
- Masyaallah rasanya bukan rasanya. Betul.
- Nikmat itu tidak akan dapat dihitung
- dengan
- apapun. Kewajiban kita mensyukuri dengan
- syukur yang
- sebenarnya dan termasuk di dalamnya
- adalah nikmatnya
- kemerdekaan. Ini yang menjadi judul saya
- mengingatkan pada diri saya,
- Saudara-saudara
- sekalian. Bayangkan kalau kita
- masih negeri kita belum
- merdeka. Kira-kira bagaimana?
- Bayangkan kalau kita masih dijajah oleh
- bangsa Belanda atau bangsa
- asing, kita tentu tidak akan bisa
- leluasa
- menikmatinya. Dan jangan lupa bahwa
- kemerdekaan itu bukan karena hebatnya
- kita. Mutlak itu anugerah
- Allah. Anugerah Allah.
- Karena secara logika
- rasanya saat itu belum siap betul-betul
- merdeka apalagi melawan penjajah Belanda
- yang nota ini perlengkapan pertempuran
- tentaranya lebih jauh dibanding kita
- yang waktu itu cuma punya apa gak punya
- apa-apa karena semangat ya semangat
- jihad semangat
- kemerdekaan untuk membela tanah air.
- Maka Allah mudahkan, Allah berikan
- pertolongan. Tapi mutlak adalah
- pertolongan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Kemudian nikmat yang perlu
- diingat lagi
- adalah nikmat kita diberi satu negeri
- yang luar
- biasa,
- Indonesia. Ya Allah. itu kalau kita
- lihat negeri-negeri orang lain mungkin
- yang pernah pergi ke Timur Tengah atau
- negara-negara lain akan merasakan nikmat
- ketika dia pulang ke
- Indonesia. Misalnya pulang umrah saja
- pulang haji. Negeri orang itu masyaallah
- tandus. Sejauh mata memandang itu kita
- lihat cuma pasir batu berserakan.
- Ada gunung pun gunung batu. Kalau panas
- teri itu seperti
- memuai. Angin yang bertiup itu bukan
- angin sejuk tapi angin panas yang
- membawa
- debu. Mata memandang itu sayub-sayub
- semua. Sejauh mata memandang cuma pasir,
- debu, kemudian batu-batu yang
- terjal. Indonesia
- masyaallah negeri yang lengkap.
- diberi sinar matahari setiap hari kita
- coba di negeri subtop tropis di Eropa
- sana mau lihat matahari berapa berapa
- lama 4 bulan saja makanya kalau dari
- musim semi itu orang masya bergembira
- sekali ingin berjemur di matahari
- menikmati lah kita tiap hari malah kalau
- kepanasan kita berteduh kalau orang sana
- saking rindunya pada matahari dia ingin
- berjemur tiap hari di pantai. Pergi ke
- pantai untuk berjemur lah. Yang ana
- orang Indonesia ikut-ikutan
- berjemur. Belum lagi hujan. Tiap hari
- kita bisa menikmati hujan. Orang lain
- hujan setahun sekali di Makkah itu belum
- tentu. Kadang-kadang hujannya juga hujan
- gerimis saja atau kadang-kadang
- sekaligus hujan es, banjir. Kita tiap
- hari melihat gunung yang indah,
- berselimutkan awan, sungai yang
- meliuk-liuk. Ya Allah, tanaman semua.
- Orang Arab dibawa ke Puncak, dia bilang,
- "Ini tanaman sayuran semua. Ini
- rumput-rumput di pinggir jin katanya
- sayuran tuh." Coba luar biasa. Betul.
- Kalau orang kemudian me apa mengindra
- menyondro Indonesia itu cuilan tanah
- dari surga. Orang Arab bilang ini
- Indonesia cuilan tanah dari surga.
- Jamrut
- katulistiwa. Apalagi tongkat dan batu
- jadi tanaman. Bukan lautan tapi kolam
- susu. Ini loh. Karena memang
- betul Indonesia ini masyaallah iklimnya
- sedang pas lah. Tidak terlalu panas.
- tidak terlalu dingin ya. Tiap hari kita
- bisa menikmati hujan, tiap hari kita
- bisa melihat
- matahari. Bandingkan dengan
- negeri-negeri lain. Nah, oleh karenanya
- saya mengingatkan kepada kita semua
- bangsa
- Indonesia mestinya bersyukur kepada
- Allah. Waid
- taadanukum lain syakartum
- laazidannakum walain kafartum
- innazabiadid.
- Allah sudah
- mempermaklumkan jika kamu bersyukur
- Allah akan tambahkan nikmat itu. Tapi
- jika kufur ketahuilah siksaku amat
- pedih. Itu sudah
- sebuah aksiom sebuah kepastian dari
- Allah. Jadi kita tidak harus membalas
- membalas budi kepada Allah. Gak mungkin
- bisa. Syukur aja gak mungkin bisa
- mencukupi. Kita hanya diperintah
- mensyukuri nikmat. Kemudian nikmat itu
- ditempatkan. untuk ibadah dan
- melakukan apa nam digunakan untuk
- kemaslahatan. Hidup bersama ciptakan
- kedamaian, penuh persahabatan,
- persaudaraan, tebarkan kasih sayang,
- cegah kemungkaran. Itu sebenarnya inti
- agama. Cara bersyukur sebenarnya seperti
- itu. Sehingga kehidupan itu damai,
- sejahtera ya, tentram dunia dan
- akhirat. Ini yang pertama yang perlu
- saya ingatkan. Jadi me ketika
- kemerdekaan, hari ulang tahun
- kemerdekaan itu ya kita patut bergembira
- tapi juga jangan lupa hanya jangan hanya
- hura-hura apalagi ya berisi kesempatan
- hura-hura untuk
- maksiat lah. Ini bukan mensyukuri
- namanya tapi mengkufuri. Menyalahgunakan
- nikmat itu bukan untuk atau pada jalan
- yang benar. mestinya kita gunakan
- kesempatan yang baik, kelapangan yang
- Allah anugerahkan kepada kita itu untuk
- kebaikan-kebaikan. Jadi boleh kita
- suka-suka, bergembira, tapi juga jangan
- ada unsur-unsur maksiat. Apalagi
- digunakan malam 17an untuk begadang,
- minum-minum,
- mabuk-mabukan, etan-etanan.
- Masyaallah. Itu bukan cara mensyukuri.
- Itu cukup mengkufuri terhadap nikmat
- Allah. Kita dikasih nikmat tapi
- digunakan untuk hal yang bertentangan
- dengan perintah atau kehendak Allah
- Subhanahu wa taala. Yang
- kedua, betul hakikat kemerdekaan adalah
- mutlak kasih sayang dari Allah Subhanahu
- wa taala. Karena bambu runcing melawan
- meriam. Bagaimana mungkin dalam situasi
- seperti itu yang memang belum siap
- 100% tapi dengan takdir Allah, Allah
- takdirkan begitulah jalannya, prosesnya
- akhirnya bisa menjadi negara yang
- merdeka. Nah, ada satu hal yang perlu
- kita terutama umat
- Islam ketika kemerdekaan ini terjadi
- maka terjadilah perdebatan.
- mau
- dibentuk sebagai negara kayak apa
- Indonesia
- ini? Kalau secara rasio
- demokrasi mestinya mayoritas itu ada
- pada umat
- Islam. Dan bisa saja waktu itu menuntut
- secara logika demokrasi bahwa mayoritas
- boleh menentukan. Mestinya Indonesia
- menjadi negara agama, negara Islam
- misalnya. Tapi saat itu ada permintaan
- dari kelompok minoritas saudara kita
- yang nonmuslim minta supaya jangan
- dijadikan negara agama. Kalau jadikan
- negara agama berarti karena mayoritas
- umat Islam berarti negara
- Islam. Permintaan itu diminta kelompok
- minoritas.
- Maka demi
- persatuan mayor yang mayoritas umat
- Islam pada saat
- itu para funding apa? Funding father
- ini, pendiri-pendiri republik ini
- kemudian
- mengadopsi bukan meng apa namanya?
- mengakomodir maksud saya mengakomodir
- permintaan itu demi persatuan dan
- kesatuan.
- Diterimalah permintaan itu dan umat
- Islam
- legowo. Kemudian dengan tasamuh lapang
- dadah tidak menjadikan negeri ini
- menjadi negeri agama, negeri kesatuan
- Republik
- Indonesia. Jadi mengalah umat Islam
- inilah toleransi yang terbesar yang
- harus selalu diingat oleh bangsa
- Indonesia, khususnya oleh umat Islam.
- Jadi jangan umat Islam sesudah merdeka
- kemudian disudut-sudutkan
- anti kebinekaan, anti Pancasila, anti
- kesatuan, NKRI dan sebagainya. Ini
- sejarah dibaca oleh siapapun kapanpun
- tetap sama. Maka Kiai Siddiq, tokoh NU
- pernah mengatakan bahwa hadiah terbesar
- umat Islam adalah terwujudnya Negara
- Kesatuan Republik Indonesia. Itu hadiah
- terbesar. Kalau umat Islam itu ego,
- ngotot saja ya
- wajar. Secara logika demokrasi memang
- ada haknya karena mayoritas 90% umat
- Islam yang berjuang ya walaupun tidak
- menafikan yang lain tapi mayoritas
- adalah umat Islam. Darah tertumpah. Para
- syuhada, para ulama, para pemimpin,
- tokoh-tokoh dari pondok pesantren.
- Jangan lupa itu
- sejarah. Jangan lupa jas merah. katanya
- jangan lupakan sejarah ini kapanp
- siapapun. Nah, kadang-kadang umat Islam
- ini gampang lupa, lupa oleh sejarah.
- Inilah toleransi umat Islam. Inilah
- sumbangan terbesar umat Islam terhadap
- bangsa ini. Tidak ngotot, tidak ego
- memaksakan dirinya walaupun logika
- demokrasi berhak untuk menentukan negeri
- ini. Tapi dengan tasamuh dan lapang dada
- yang pada saat itu adalah para pendiri
- bangsa ini sebagian adalah para
- orang-orang alim, orang-orang
- beragama memberikan toleransi yang
- penuh.
- ini jangan
- lupa. Nah, kalau ini
- dikufuri atau diputar balikkan
- sejarah kemudian seolah-olah umat Islam
- itu adalah umat yang membahayakan. Dari
- mana orang riwayat lahirnya Indonesia?
- Juga dari sebagian umat hadiah besar
- umat Islam yang mayoritas tidak ngotot
- harus negara negara
- agama diterima. Mari kita bersatu.
- Artinya apa? Umat Islam itu menerima
- kebinekaan. Umat Islam itu menjadi
- contoh toleransi beda agama demi
- persatuan dan kesatuan bangsa. Lahirnya
- negara kesatuan Indonesia adalah jelas
- sumbangan terbesar bagi umat Islam yang
- harus diingat dalam sejarah ini. Jadi
- kemudian terciptalah negara yang bukan
- negara agama. Tapi sekali lagi yang
- perlu diingat oleh umat Islam dan bangsa
- Indonesia pada umumnya bukan negara
- agama tapi juga bukan negara
- sekuler. Ini sering bolak-balik saya
- ingatkan, kadang-kadang kita ini
- lupa ini bukan negara agama. Betul.
- Kemudian ingin bebas
- sebebas-bebasnya menanamkan
- pengaruh-pengaruh yang datang impor dari
- mana itu disamakan Indonesia mau
- samamakan seperti mereka dengan
- pemikiran
- liberalisme semua bebas. Bebas berpikir
- bebas bertindak bebas bergaul bebas
- segala
- macam. Ini yang perlu saya ingatkan.
- Betul. Ini bukan negara agama, tapi ini
- juga bukan negara sekuler. Ini negara
- yang berketuhanan, yang maha esa. Kita
- cuap-cuap di mana-mana ngaku
- Pancasilais. Sila pertama itu apa?
- Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini bukan
- negara agama, tapi negara yang
- berketuhanan yang maha esa. Artinya
- bangsa Indonesia ini bangsa yang
- religius.
- 72 tahun sudah merdeka. Jangan lupa itu.
- Makin lama makin lupa ini agama mau diba
- negara mau dibawa ke mana. Ini negara
- yang masyarakatnya religius, masyarakat
- agamis. Artinya apa? apapun yang
- dilakukan oleh bangsa ini, baik oleh
- para
- pemimpin apalagi para ulama, para
- tokoh-tokoh masyarakat, semua kebijakan,
- peraturan,
- keputusan, apapun yang akan dilakukan
- harus senapas dengan nilai-nilai
- ketuhanan, dengan nilai-nilai agama.
- Jangan sudah merdeka lupa kemudian
- seolah-olah ini adalah karena kehebatan
- dirinya kemudian mulai lupa sejarah ke
- negara mau dibawa ke mana tidak jelas
- lah. itu untuk apa? Nilai Tuhan apa?
- Sila pertama ketuhan yang maha esa itu
- hendaknya tidak hanya dalam simbol
- kosong belaka tapi
- dipraktikkan. Jadi sekali lagi dengan 17
- Agustus 2017 73 tahun Republik Indonesia
- ini merdeka, hendaklah nilai-nilai
- agamis itu yang harus diperhatikan.
- Karena nilai-nilai agamis itu adalah
- kalau dari segi agama Islam yang
- ditekankan adalah pada keimanan dan
- moral
- akhlak. Keimanan kepada Tuhan itu sumber
- segala
- kebajikan. Karena orang menjadi baik
- karena iman kepada Allah. Orang bisa
- menjadi aturan tertib-aturan lalu
- lintas. Tertib disiplin pada
- undang-undang, taat pada peraturan, pada
- kebaikan, keutamaan. Karena iman kepada
- Allah, karena iman hari
- akhirat. Dia tahu bahwa dengan iman pada
- hari akhirat itu dia pasti akan
- memperoleh dari apa yang dia perbuat.
- Siapa menanam dia mengetam, menebar
- angin menuai badai. Itu istilah. Jadi
- dia tahu orang beragama itu terutama
- umat Islam tahu betul bahwa nilai-nilai
- yang dilakukan, yang dipraktikkan, yang
- ditanamkan itu akan berbuah di akhirat
- nanti. Maka orang beragama sudah
- seharusnya setiap langkah berpikir dan
- perilakunya mempunyai nilai-nilai yang
- berkualitas.
- Baik dilihat dari dimensi vertikal
- hubungannya kepada Allah maupun dimensi
- horizontal yang hubungan kepada sesama
- manusia. Itu inti daripada agama. Ini
- mestinya mengisi kemerdekaan
- itu. Jadi akan lahir kebaikan,
- keutamaan, penuh persamaan,
- persaudaraan, toleransi terhadap
- perbedaan. Toleransi dalam arti
- kemasyarakatan. Tolong-menolong,
- kuat-menguatkan, bau-membau untuk
- membangun negeri ini. Lain lagi dengan
- urusan agama, akidah. Kalau urusan
- akidah sudah ada garisnya sendiri. Lakum
- dinukum waliin. Agamamu untuk kamu,
- agamaku untuk aku. Jadi dipisahkan di
- sini jangan dicampuradukkan toleransi
- agama, toleransi
- akidah. Yang Islam ya Islam sesuai
- dengan agamanya. Yang Kristen ya
- Kristen, yang Katolik-katolik silakan
- kita saling hormat menghormati jangan
- mengganggu. Umat Islam juga dilarang
- mengganggu umat agama lain. Kok gak
- boleh umat Islam itu memerangi agama
- lain. Memang diturunkan Al-Qur'an itu
- bukan memerangi orang-orang
- kafir. Diutus para nabi untuk apa?
- Mengumpul, menghimpun kekuatan,
- menghancurkan orang kafir. Gak ada
- itu. Agama diturunkan dan disampaikan
- dengan jelas.
- dengan argumentasi yang nalar,
- disampaikan dengan baik. Kalau mau
- diterima kebaikan buat mereka sendiri.
- Kalau tidak menerima itu urusan dia
- nanti di akhirat gak ada
- masalah. Wama alar rasul illal balaghul
- mubin. Tidaklah atas rasul itu kecuali
- hanya menyampaikan dengan jelas. Jadi
- tidak memaksa la iqraha fiddin. Tidak
- ada paksaan dalam agama. Karena semua
- sudah jelas. Kita punya otak.
- Masing-masing manusia diberikan
- kecerdasan, diberikan hati
- nurani. Perjalanan para nabi jelas.
- Ayat-ayat kauniah alam ini semua
- fenomena. Tinggal kita mau menggunakan
- akal atau tidak, berpikir atau tidak.
- Jadi jelas yang hak yang jelas, ya batil
- juga jelas. Jadi nak gak ada
- paksaan. Lalu bagaimana? Kenapa terjadi
- perang? Nah, kalau perang di dalam Islam
- itu karena ada sebab.
- Perang Nabi itu perang
- suci, bukan perang invasi, bukan perang
- untuk menghancur lumatkan musuh-musuh
- atau orang-orang kafir. Ada sebabnya.
- Satu, karena mereka memerangi. Umat
- Islam dilarang mendahului memerangi
- orang-orang
- kafir. Kalau diperangi, ya apa boleh
- buat? Karena kita manusia yang punya
- harga diri.
- Bahkan Rasul sudah menggelar pasukan
- saja. Beliau berpidato,
- "Wahai kaum muslimin, jangan kalian
- berharap ketemu
- musuh." Itu artinya Islam itu tidak
- sebenarnya tidak menyukai peperangan itu
- terjadi. Damai itu yang lebih
- diutamakan.
- Kalau kemudian sudah dialog, sudah
- interaksi, masih juga kekeh pada
- pendirian agamanya masing-masing, ya
- sudah lakum dinukum waliadin. Ada
- hak-hak, ada kewajiban-kewajiban
- bermasyarakat. Apa yang harus dilakukan
- oleh umat Islam dan apa yang harus
- dilakukan oleh mereka dalam
- persatuan. Islam menjunjung tinggi
- perdamaian itu. Memang karakter Islam
- itu satu, tidak boleh mengganggu.
- Dilarang. Jangankan manusia, binatang
- pun gak boleh semena-mena. Menyabut
- rumput, tanah, menebang pohon itu enggak
- boleh semena-mena. Ada
- aturan-aturannya. Cuma karakter Islam
- itu tidak boleh mengganggu. Tapi juga
- dia tidak mau
- diganggu. Ini supaya tahu aja. Jangan
- diganggu akidahnya umat Islam itu. Kalau
- diganggu, diinjak-injak
- ya dia punya semangat. Namanya jihad.
- Tidak peduli kalau sudah urusan akidah,
- hidup mulia. atau mati syahid itu itu
- sudah slogan setiap orang beragama. Tapi
- dia di dilarang. Bahkan ada perintah
- ciptakan perdamaian, ciptakan rahmatan
- lil alamin. Jadi jelas di sini. Nah,
- kembali pada persoalan kita. Jadi semua
- karena ini negeri adalah cara
- mensyukurinya kemerdekaan perlu
- diingatkan bahwa negeri ini negeri yang
- berketuhanan yang maha esa. Artinya dari
- tingkat pucuk pimpinan presiden, para
- menteri, gubernur, bupati sampai
- walikota, RT dan masyarakat, napas yang
- dilakukan adalah napas agama.
- kebijakan, peraturan, apapun yang
- dilakukan jangan bertentangan dengan
- nilai-nilai agama yang ada di Indonesia.
- Kalau ini umat Islam mayoritas ya sudah
- jelas mayoritas itu kita wujudkan, kita
- hormati sebagai penduduk negeri yang
- berbaknya. Walaupun tidak ada istilah
- dominasi
- mayoritas, tirani minoritas, umat Islam
- tidak akan semena-mena insyaallah.
- Karena dalam ajaran agama di sana ada
- cara menghormati, berbuat baik kepada
- tetangga sekalipun nonmuslim dan
- seterusnya. Nah, ini yang ingin saya
- tekankan 72 tahun merdeka, mari
- kebijakan apapun peraturan menghadapi
- perbedaan kembalikan pada nilai-nilai
- agama. Jangan karena merasa hebat
- kemudian di negeri ini
- bisa membangun, lupa dengan sejarah.
- Kemudian
- petentang-petenteng. Kemudian dengan
- sombong mau menginjak-nginjak
- nilai-nilai yang bernilai-nilai agamis,
- nilai-nilai agama. Kemudian akan dibawa
- seperti negeri-negeri orang lain yang
- sekuler yang kehela
- atuh pasti akan menjadi masalah. Tapi
- kalau nilai-nilai keagamaan di situlah
- sumber segala kebajikan.
- Nonsense akan ada damai
- tanpa
- memperhatikan, memuliakan nilai-nilai
- agama yang berlaku di Indonesia
- khususnya umat Islam yang mayoritas. Ini
- yang harus mendapat
- perhatian.
- Kemudian hari ini kita
- tahu ya, bukan hanya hari ini saja
- Indonesia ini menjadi primadona dunia.
- Coba kalau kita lihat luar biasa
- anugerah Allah berikan pada bangsa ini
- dari letak yang sangat
- strategis ya. Jajaran pulau-pulau yang
- di tengah samudra di tengah
- laut ya. Kekayaan yang sumber daya
- alamnya yang luar biasa, iklim yang luar
- biasa tidak terlalu ekstrem.
- pemandangan yang indah, sumber daya
- manusianya, sumber daya alamnya, ini
- menjadikan iri bangsa
- lain. Tentu namanya iri itu sekepengin
- gimana
- caranya. Maka berbagai cara mereka
- lakukan. Dulu melewati zaman kolonial,
- melewati penjajahan dan ini sudah
- terbukti nyata dijajah Belanda saya 350
- tahun, bangsa sebelumnya dan seterusnya.
- Nah, sekarang tidak mungkin mau
- mengulangi lagi sistem penjajahan model
- amat. Tapi ada yang disebut dengan
- neoimperalism, imperialis gaya baru,
- penjajahan gaya baru, melewati hegemoni
- di bidang politik dan
- ekonomi. Ingin
- menguasai. Ya, bagaimana supaya
- Indonesia ini ketergantungan dan tidak
- merdeka di bidang ekonomi dan di bidang
- politik.
- masih didikti orang lain mau ngambil
- kebijakan hal-hal yang masalahnya
- internal saja harus minta restu negara
- lain. Kalau ada umpamanya seperti itu,
- apakah itu bentuknya tekanan atau
- merupakan ancaman secara tidak langsung,
- berarti kita belum
- merdeka. Ini yang harus kita
- pikirkan. Jadi yang namanya merdeka kita
- bebas, kita menentukan nasib sendiri. Di
- zaman Bung Karno saja dulu dengan pidato
- berapi-api berdi berdikari berdiri di
- atas kaki sendiri walaupun istilahnya
- makan gaplek tapi tegak kepribadian
- sebagai bangsa yang punya kemandirian.
- Jangan
- ketergantungan kepada bangsa
- lain. Atau kita punya kekayaan tapi
- dengan cara dengan berbagai macam cara
- rekayasa modern, berbagai upaya tapi
- intinya mengeksploitir terhadap kekayaan
- negeri ini sehingga membuat rakyat
- menjadi miskin. Ini juga berarti kalau
- ini terjadi kita belum merdeka masih
- dijajah dalam bentuk jajahan
- lain. Jadi bersatu bukan hanya di mulut
- saja. Kemudian mengatakan Pancasila,
- NKRI segala macam kebinekaan itu hanya
- sebagai simbol saja. Kadang-kadang
- dijadikan simbol apa? Ee simbol-simbol
- politik, tapi praktiknya juga tidak
- sesuai dengan yang diharapkan. Tapi mari
- kalau memang betul kita mensyukuri
- dengan syukur yang sebenarnya, kita
- terima warisan anugerah dari Allah
- negeri ini. Kita rawat dengan baik, kita
- jaga dengan baik.
- kata saling
- menghormati yang mayoritas kemudian
- tidak sombong dengan mayoritasnya
- dominasi mayoritas yang minoritas
- apalagi orang minoritas kok berita-pedit
- minoritas juga hormat pada yang besar
- juga tidak tirani minoritas
- mentang-mentang tirani minoritas tapi
- menguasai ekonomi, menguasai kemudian
- berbagai hal yang strategis kemudian dia
- berlaku seenaknya tanpa melihat
- kebijakan secara umum dilihat dari
- secara utuh bangsa Indonesia yang
- mayoritas umat
- Islam. Kalau ini terjadi akan terjadi
- hal-hal yang ya
- distabilisasi akan terjadi. Jadi ini
- bisa kestabilan, keharmonisan itu harus
- diperjuangkan lewat bersama-sama
- kesadaran sebagai bangsa Indonesia
- terutama bangsa yang berketuhanan.
- Artinya bangsa Indonesia ini bukan
- bangsa yang amoral. Bangsa Indonesia
- adalah bangsa yang punya etika, bangsa
- yang bermoral, bangsa yang punya sopan
- santun dan punya unggah-ungguh.
- Bagaimana negeri ini bisa kita bangun?
- Itu yang sebenarnya napas daripada
- agama. Sebagai umat Islam kita
- insyaallah. Karena umat Islam itu
- diperintahkan hidup itu adalah bukan
- meraup, bukan
- merebut, tapi hidup itu ibadah. Hidup
- itu
- pengabdian. Bagaimana hidup itu memberi.
- Maka sering saya sampaikan di sini bahwa
- kepribadian, karakter orang-orang
- beriman itu seperti yang diabadikan di
- dalam Al-Qur'an surah Ibrahim ayat 24
- dan 25.
- Allah menggambarkan kalimah
- thayibah yang para mufasir menafsir
- kalimat thayibah kalimah lailahaillallah
- merupakan inti daripada ajaran agama
- tauhid berarti tidak ada Tuhan selain
- Allah itu artinya bukan hanya mengatakan
- tidak ada Tuhan selain Allah artinya dia
- memposisikan diri sebagai hamba terhadap
- Allah tidak ada sesembahan kecuali
- sembahan kepada Allah bahwa hidup itu
- ibadah
- mempersembahkan nilai-nilai terbaik,
- amal-amal terbaik dalam arti yang luas.
- Ibadah dalam arti yang luas. Maka Allah
- sering menggambarkan kasajaratin
- thyibatin asluha sabit wauha
- fisamahaniharibullahul amsala linasi
- laahum
- yatadzakkarun. Jadi digambarkan ini
- seperti pohon yang kokoh, yang kuat,
- yang sehat.
- akarnya menghunjam ke bumi. Artinya
- hidup ini berakar, punya
- prinsip, tidak
- miar-miur,
- tidak apa
- namanya e dia punya
- pendirian, punya pendirian yang teguh,
- punya prinsip dalam hidup ini. Jadi
- kokoh menopang kehidupannya tidak asal
- hidup. Dia punya prinsip dalam hidup
- ini. Batangnya tumbuh ke angkasa, ke
- tumbuh ke langit. Makin tinggi, makin
- tinggi, makin tinggi. Itu gambaran nilai
- dan kualitas pribadinya, harkat,
- martabatnya makin tinggi, makin luhur
- karena akidahnya, karena keimanannya,
- karena amalnya, karena cara berpikirnya,
- karena perbuatan-perbuatannya.
- Jadi makin tinggi makin pengalaman,
- makin banyak yang dilihat, makin banyak
- ilmu, makin banyak wawasan, dia menopang
- kearifan sehingga martabat itu naik. Itu
- gambaran pribadi orang beragama, orang
- beriman. Makin arif, makin bijak, makin
- tasamo, makin ngerti cara menghormati
- orang
- lain. Daunnya
- rimbun. Batang makin besar makin rimbun
- daunnya.
- Ini gambaran keindahan akhlakul karimah.
- Kepribadian orang beriman itu
- punya keindahan estetika seperti
- indahnya
- pohon. Gak ada keindahan tanpa
- pohon. Di mana-mana kalau gak ada pohon
- gersang
- tandus. Tapi ada pohon akan ada nuansa
- suasana menyejukkan.
- Sejuk dan menyejukkan. Indah di pandang
- mata, sejuk dan menyejukkan. Ini pribadi
- orang
- beriman. Pribadi yang dicelup oleh
- Al-Qur'an. Jadi kalau kita ngaku seorang
- muslim kok masih pribadinya gersang,
- boro-boro tempat berteduh malah buat
- masalah. Nah, ini perlu koreksi diri.
- Benar enggak dia beragamanya?
- Kalau benar kita orang beragama, pasti
- dalam pergaulan hidup kita seperti pohon
- tadi, sejuk, indah,
- menyejukkan, bahkan menjadi tempat
- berteduh. Siapapun berteduh di siang
- hari bolong yang terik panas, dia akan
- terasa nyaman di bawah naungan
- panji-panji
- Islam.
- Pribadinya menyejukkan,
- menyenangkan. Ya, bahkan pohon itu
- memberi buah setiap musim tanpa diminta.
- Tuti
- ukulahabi dia memberikan buah. Enggak
- ada yang nyuruh
- kok. Enggak ada yang nyuruh. pada
- saatnya buah dia buah dia berikan buah
- itu dia persembahkan buah itu. Ini
- pribadi orang beriman adalah setiap
- individu, kelompok, umat, kaum akan
- memberikan kontribusi
- positif baik terhadap masyarakatnya,
- lingkungannya, terhadap bangsa, dan
- bahkan kepada umat manusia. Ini pribadi
- mukmin diabadikan oleh Allah dalam surat
- Ibrahim ayat 24 dan 25. Nah, mengisi
- kemerdekaan bagi umat Islam ini adalah
- bagaimana memberikan kontribusi
- positif. Karena dia bangsa Indonesia
- terhadap bangsa
- Indonesia bahkan terhadap bangsa lain
- yang memang memerlukan pertolongan.
- Misalnya seperti Palestina yang masih
- dijajah oleh Zionis Israel. kita punya
- tanggung jawab seperti yang sering kita
- apa namanya disampaikan oleh perwakilan
- Republik Indonesia melewati Menlu
- misalnya sikap presiden karena memang
- bangsa Indonesia punya komitmen dalam
- Undang-Undang Dasar
- 45 menghapus segala bentuk penjajahan
- dari muka bumi karena tidak sesuai
- dengan pri kemanusiaan itu komitmen
- bangsa Indonesia. Nah, itu kan positif.
- Jadi umat Islam di mana pun berada dia
- bagian yang memberikan kontribusi
- positif. Demar kasih umat itu hanya
- satu. Apa? Hak dan batil. Itu batasnya
- furqannya. Selagi itu adalah hak
- kemaslahatan, kebajikan untuk umat, gak
- ada alasan kita tidak mendukung. Tapi
- kalau itu untuk kebatilan, maka di sini
- batas demarkasnya di sini. Siapapun dia
- kalau kita kalau batil jangankan orang
- lain, bangsa sendiri kalau mengajak
- kepada kebatilan umat Islam pasti akan
- menolak. Itu saja sebenarnya umat Islam
- itu
- sederhana. Makanya kalau pemimpin kita
- tahu bagaimana kejiwaan psikologi umat
- Islam, dia akan tahu umat Sam itu satu
- demar. Jangan diajak kepada kemaksiatan.
- Jangan diajak untuk menyimpang. Jangan
- diajak untuk destruktif. Jangan diajak
- untuk yang
- macam-macam. Pasti dia akan
- menolak. Bahkan dia tidak akan
- membiarkan kemungkaran. Pasti dia amar
- makruf nahi mungkar. Itu watak umat
- Islam. Tapi kalau diajak kepada kebaikan
- taawanu alal biri wat taqwa wala taawanu
- alal ismi wan. Dia akan gairah dia
- potensinya akan dia berikan sumbangan.
- Jangankan hartanya, jiwanya dia akan
- korbankan untuk kebaikan, keadilan, dan
- kebenaran. Dan ini sudah terbukti
- kemerdekaan itu. Sumbangan para syuhada
- umat Islam yang dia rela menumpahkan
- darahnya untuk kemerdekaan Republik
- Indonesia. Ah, inilah para ikhwan,
- akhwat pencinta radio silaturahim dan
- juga para pemirsa TV Rasil. Bagaimana
- mensyukuri kemerdekaan itu dengan syukur
- yang
- sebenar-benarnya. Lain syakartum
- laazidannakum wain kafartum
- innazabilid. Kalau ingin negeri ini
- negeri menjadi negeri yang diberkati
- oleh Allah, maka ingat sebagaimana apa
- yang telah ditetapkan oleh Allah dalam
- surat Ala'raf ayat 96. Walau anna ahlal
- qura amanu wattaqau lafatahna alaihim
- barokati minama wal ard.
- kadzabu faaknahum bimau yaksibun.
- Sekiranya penduduk satu negeri-negeri
- itu beriman dan
- bertakwa, Allah berjanji, "La fatahna
- alaihim barokati minasami wal ard."
- Allah berjanji, "Sungguh yakti ingsun
- bakal buka pintu barokah dari langit dan
- dari bumi." Ini janji
- Allah. Negeri yang kaya apalagi kalau
- diberkati oleh
- Allah. Ini janji Allah. Tapi syaratnya
- iman dan takwa. Jadi senapas dengan
- nilai-nilai
- ketuhanan. Ini Indonesia bukan negara
- agama tapi juga bukan negara sekuler.
- Ini negara yang berketuhanan. Artinya
- nilai-nilai ketuhanan itu iman dan
- takwa. Mana ada agama yang tidak
- menganjurkan iman dan takwa. Nah, kalau
- penduduk iman dan takwa kepada Allah
- Subhanahu wa taala, Allah
- berjanji dengan firmannya, "Sungguh akan
- kami buka pintu barokah dari langit dan
- dari bumi." Bisa dibayangkan keberkahan,
- damai, tentram, penuh persaudaraan,
- kasih sayang, jauh dari hiruk pikuk,
- permusuhan, saling
- curiga-mencurigai. Masyaallah indah
- sekali. Tapi syaratnya iman dan takwa.
- Walakin kadzabu faaknahum bimau
- yaksibun. Tetapi mereka mendustakan.
- Jika mendustakan ayat-ayat Allah,
- nilai-nilai agama ditebiskan. yang ada
- itu nafsu ingin menang sendiri, ego
- kelompok, ego
- sektoral, kemudian masing-masing
- serakah, mau rebutan, kekayaan, ingin
- monopoli, ya Allah turunkan
- azab disebabkan oleh perilaku mereka
- sendiri. Jadi, azab itu karena perilaku
- ngunduh wing pakerti. Siapa menanam dia
- mengetam, menebar angin, menuai badai
- itu sudah konsekuensi hidup. Oleh
- karenanya, bagaimana mensyukuri
- kemerdekaan? Mari kita tingkatkan iman
- dan takwa kita. Insyaallah dengan
- demikian Allah akan memberikan berkah
- kepada kita. Wallahuam. Insyaallah ya.
- Alhamdulillahabbil amin. Ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah, telah kita simak
- bersama tausiah yang disampaikan oleh
- guru kita Ustaz Abul Seroji di
- kesempatan sore hari ini dengan tema
- mensyukuri kemerdekaan. tadi salah satu
- garis besarnya cara mensyukurnya itu
- memberikan kontribusi sebaik mungkin
- untuk bangsa dan negeri ini, Ustaz ya.
- Dan ikhwanat seperti biasa yang ingin
- bergabung untuk menyampaikan pertanyaan
- ee tanggapan ataupun komentar dari
- tausiah yang disampaikan oleh beliau
- tadi kami persilakan ya di bisa
- mengirimkannya di nomor SMS
- 0811999720 ataupun berinteraktif di
- 0218451512 Iwan kami masih akan kembali
- setelah jeda berikut ini.
- [Musik]
- Oh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- adalah orang yang senang bermusyawarah
- apabila menghadapi suatu masalah.
- Terutama jika masalah tersebut adalah
- masalah yang penting yang menyangkut
- urusan kaum muslimin dan agama Allah
- Taala.
- Terdapat banyak hadis yang menyebutkan
- bahwa kebiasaan beliau apabila
- menghadapi suatu masalah penting, beliau
- membicarakannya atau memusyawarahkannya
- bersama para sahabat radhiallahu
- anhum. Anas bin Malik radhiallahu anhu
- berkata bahwasanya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam bermusyawarah dengan
- para sahabat pada hari Badar.
- Maka Abu Bakar berbicara menyampaikan
- pendapatnya, tetapi beliau berpaling
- darinya.
- Lalu Umar berbicara, namun beliau juga
- berpemudian kaum Ansar berkata, "Wahai
- Rasulullah, sebenarnya kamilah yang
- engkau
- kehendaki." Miqdad bin Alaswad berkata,
- "Wahai Rasulullah, demi Allah sekiranya
- engkau memerintahkan kami untuk terjun
- ke laut, pasti akan kami lakukan." Hadis
- riwayat Ahmad dan Muslim.
- Hadis di atas hanyalah salah satu dari
- sekian banyak hadis yang menyebutkan
- kebiasaan beliau yang sedang
- bermusyawarah ini.
- [Musik]
- Allah
- Barang siapa yang mandi pada hari Jumat
- dan memakai minyak wangi jika ada, lalu
- menggunakan pakaian terbaiknya. Kemudian
- dia keluar dengan tenang hingga sampai
- ke masjid. Lalu dia salat jika
- memungkinkan serta tidak menyakiti
- seorang pun. Kemudian dia diam. Jika
- imamnya keluar sampai selesai salat,
- maka segala dosanya diampuni di antara
- hari itu dan Jumat berikutnya. Hadis
- Ahmad.
- [Musik]
- Minum, hendaklah minum dengan tangan
- kanan. Sesungguhnya setan makan dengan
- tangan kirinya dan minum dengan tangan
- kirinya. Hadis riwayat Muslim.
- [Musik]
- Selain itu, Islam juga mengatur umatnya
- ketika minum hendaknya bernafas tiga
- kali. Hadis dari Anas bin Malik
- radhiallahu anhu
- mengatakan, "Ketika Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam minum, beliau
- mengambil nafas di luar wadah air minum
- sebanyak tiga kali. Dan beliau bersabda,
- "Hal itu lebih segar, lebih enak, dan
- lebih nikmat.
- [Musik]
- Kemudian Anas mengatakan, "Oleh karena
- itu, ketika aku minum, aku bernafas tiga
- kali." Hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
- [Musik]
- Yang dimaksud bernafas tiga kali dalam
- hadis tersebut yaitu bernafas di luar
- wadah air minum dengan menjauhkan wadah
- tersebut dari mulut terlebih dahulu.
- Karena bernafas dalam wadah air minum
- adalah satu hal yang terlarang
- sebagaimana penjelasan tersebut.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Terima kasih wwat yang dirahmati Allah.
- masih menyimak siaran radio silaturahim
- dan juga Rasil TV di sore hari ini masih
- dalam program acara tausiah sore. Dan
- mungkin bagi Iwan yang baru bergabung
- tadi di awal kita sudah menyimak bersama
- tausiah yang disampaikan oleh guru kita
- Ustaz Abul Hidayat Seroji dengan tema
- kemerdekaan ya. Bagaimana kita
- mensyukuri kemerdekaan yang merupakan
- anugerah dari Allah Subhanahu wa taala
- kepada kita semua. Tadi di awal juga
- disampaikan oleh beliau, bagaimana kalau
- kita masih dijajah hingga saat ini.
- Betapa menderitanya kita ya, maka
- sepatutnya kita untuk mensyukuri dengan
- memberikan kontribusi yang
- sebaik-baiknya untuk bangsa ini.
- Selanjutnya kita ke sesi tanya jawab.
- Seperti biasa kita akan bacakan beberapa
- SMS yang sudah masuk di kesempatan ini
- dan mungkin bagi penawat yang lain yang
- belum menyampaikan SMS-nya kami
- persilakan ya atau SMS atau WhatsApp-nya
- silakan di
- 0811999720 ataupun berinteraktif di
- 0218451512. Selanjutnya SMS yang pertama
- dikirimkan dari siapa ini? Hamba Allah
- 0852956257. Sekian
- sekian. Ustaz mendengar riwayat
- perjuangan kemerdekaan yang berkorban
- adalah umat Islam hingga legowo
- Indonesia tidak jadi negara Islam.
- Katanya mengingat beberapa hal. Tapi
- mengapa dalam perjalanannya seperti
- sekarang ini kok umat Islam bahkan
- ulamanya dijadikan seperti pesakitan?
- Ustaz adilkah ini? Ustajasannya.
- Iya. Ya, ini namanya juga dunia. Hm.
- Kalau namanya masih
- dunia, setan masih
- gentayangan, pasti orang itu ada hak itu
- lawannya batil. Kebenaran akan datang,
- dia akan dihadang oleh kebatilan. Ya,
- itu biasa. Itu risiko sebuah konsekuensi
- dari sebuah perjuangan. Kalau betul
- umpamanya betul ya saya tidak tahu
- karena gak punya artinya kalau memang
- betul ada upaya-upaya
- mengkriminalisasikan ulama. Hm. Wah ini
- kan nanti berhadapannya sama Gusti Allah
- itu nanti urusannya sama Allah
- itu gak ada yang kalau betul karena
- hasad karena dengki kemudian kok ulama
- dianggap sebagai penghalang
- kebebasannya. H untuk melakukan semau
- dia lah. Ini lain lagi. Apalagi kan
- dasarnya hasad atau dengki karena apa.
- Nah, itu nanti urusannya Allah itu. Tapi
- juga kita mawas diri sebagai umat Islam
- ya. Jangan mau juga di apa namanya
- diprovokasi di kemudian agama
- dipolitisir untuk kelompok-kelompok
- tertentu. Tapi kalau betul misalnya kok
- ada umpamanya ini umpama saya gak tahu
- ya. Kalau umpamanya penguasa biasanya
- penguasa itu gerah kalau dikritik
- umpamanya. Iya. Kemudian ulama
- dikriminalisasi ya ini nanti urusannya
- Allah itu jangan
- lupa dulu para nabi juga musuhnya para
- penguasa. Hm. Namrud itu Nabi Ibrahim
- enggak tanggung-tanggung ngadapi Namrud.
- Namrud itu memproklamirkan dirinya raja
- di atas raja. Bahkan dia menganggap
- dirinya Tuhan. Masyaallah. Luar biasa.
- Nabi Nabi Ibrahim ditangkap kemudian
- dibakar
- hidup-hidup. Tapi jangan lupa Nabi
- Ibrahim itu bukan menungso lumrah. Dia
- manusia pilihan Allah. Manusia yang
- diutus oleh Allah. Ya Allah itu
- urusannya.
- Api bagi Allah mudah. Kalau Allah
- mengatakan dingin. Api
- dingin. Gak selembar rambut pun gak ada
- yang
- terbakar. Akhirnya Namrud mati sendiri
- oleh apa? Nyamuk. Bukan oleh tentara.
- Bukan oleh peluru kendali. Bukan oleh
- tank baja, tapi oleh nyamuk mati. Jadi
- kalau sudah melawan kebatilan itu
- melawan hak itu sudah enggak lama.
- Sebentar lagi sekarat. Ya, oleh
- karenanya jangan main-main. Kalau sudah
- urusan hak, urusan kebenaran, urusan
- agama Allah, itu berarti berhadapan
- dengan Allah.
- Tapi bagi umat Islam yang berjuang tidak
- boleh putus asa. Terus kita tetap
- berjalan di atas jalan kebenaran, tidak
- apa namanya putus asa. Terus kita
- menyuarakan kebenaran, menyuarakan
- berjuang untuk keadilan, untuk kebenaran
- dan kalau ada risiko lah itulah resiko
- biasa. Jangankan kita, nabi pun ada
- resiko, ada konsekuensinya. Musuhnya
- dari setan. Jadi kalau hak itu musuhnya
- mesti setan. He. Kalau tidak setan ya
- anak buah setan ya. Kalau tidak setan
- jin, setan manusia. Manusia. Jadi
- sepanjang setan masih
- gentayangan, manusia masih ngikuti
- nafsu, mesti para pejuang kebenaran itu
- pasti akan dihadang oleh mereka. Itu
- biasa sunatullah itu akan terjadi.
- Wallahualam. Ya, Ustaz. Saya jadi
- teringat kepada tadi kan ulama ya,
- teringat kepada petugas pemerintah yang
- memang ee lurus-lurus saja seperti
- petugas KPK. Saya teringat kepada Pak
- Novel Baswedan, Ustaz, yang begitu baik,
- lurus tapi ya dizalimi gitu menjadi
- pesakitan juga, Ustaz. Mungkin berlaku
- juga Allah nanti akan berlaku. Setiap
- hak itu pasti berhadapan dengan
- kebatilan. H setiap kebenaran berhadapan
- dengan orang-orang nafsu. Setiap
- mengikuti ajaran Nabi, mengikuti
- kebenaran, kemuliaan pasti dihadang oleh
- setan. Tapi tipu daya mereka itu lemah.
- Hm.
- Pasti lambat ataupun cepat itu ndak akan
- bisa bertahan. Jaal haqqu wahaqol batil.
- Innalana zahuqo. Namrud mati. Ya, Firaun
- yang gagah, gagah luar biasa mati. Bukan
- oleh tentara Nabi Musa. Nabi Musa enggak
- ngapa-ngapain. Cuma lari saja malahan
- oleh air tenggelam. Jadi jangan. Makanya
- ojo gemagah ngundak ke Tanggor karo sing
- gagah. Kata orang Jawa, "Apa artinya?
- Jangan petentang-petenteng nanti
- ketanggur. Betul sama yang hebat. Gak
- akan ada orang yang batil itu kok
- kemudian menang. Karena hak itu selalu
- dilindungi dan ditolong oleh Allah
- subhanahu wa taala. Campur tangan Allah,
- Ustaz. Campur tangan Allah. Jelas. Baik,
- Ustaz. Selanjutnya dari
- 0856595127 sekian-sekian. Hanya
- menuliskan hamba Allah kembali. Ustaz,
- kita tidak kita kan tidak boleh katanya
- memaksa agama lain untuk menganut agama
- Islam. Karena Allah Subhanahu wa taala
- sudah mengajarkan untuk saling toleransi
- antar umat beragama seperti yang ustaz
- tadi bilang, lakum dinukum
- waliadin. Bagaimana dengan mereka yang
- menuduh umat Islam sendiri itu
- intoleran, Ustaz? Apakah itu tidak
- berlebihan?
- Iya. Kalau tuduh-menuduh kan biasa,
- Saudara. Namanya dunia itu isinya
- fitnah, hasad, dengki,
- tuduh-menuduh, kongkalingkong, ya tutup
- mata rokok kantong itu biasa. Itu dunia
- namanya. Jadi kalau dituduh itu biasa
- yang penting kita ini benar apa enggak?
- H dituduh itu benar apa? Kalau kita
- benar, dituduh itu biasa. Itu
- menggugurkan dosa itu lumayan itu ya.
- Kalau kita difitnah, kita benar di atas
- kebenaran, kemudian sudah berjuang,
- sudah apa kok diterimanya.
- dengan air air susu dibalas dengan air
- tuba itu nanti masyaallah gak akan bisa
- yang nuduh itu terus jaya gak ada nanti
- akan kembali pada dirinya fitnah itu
- akan kembali pada dirinya yang penting
- kita ini benar di atas jalan kebenaran
- itu yang penting itu. Kalau kita benar
- Allah yang melindungi, Allah yang
- menolong Allah yang
- memutarbalikkan kejayaan seseorang itu.
- Enggak ada hebat manusia itu. Apa yang
- hebat sih? oleh Allah, oleh nyamuk aja,
- oleh bateri sudah klepek-klepek kok.
- Jadi kalau dituduh ya yang penting ini
- kita ini di atas jalan kebenaran biasa
- itu tuduhan itu justru tuduhan itu
- ujian-ujian semakin mengokohkan kita
- insyaallah. Nabi Muhammad kurang apa
- dari segi fisik, anatominya orang cakep,
- simpatik, luar biasa lihat aja kita
- simpati, jatuh cinta kita. Apalagi kalau
- beliau bicara, beliau akhlaknya luar
- biasa.
- Apakah sunyi dari tuduhan? Oh ya ramai
- dari tuduhan, fitnah, macam-macam. Biasa
- itu umat Islam itu biasa menghadapi hal
- seperti itu. Jangan minder, jangan juga
- kemudian putusa. Tapi kalau ustaz
- menjaga ajeg untuk menghadapi fitnah
- agar kokoh g ya itulah iman. Berat juga
- iman. Makanya berpihak pada Allah. He.
- Makanya Quran itu jadikan bukan
- hanya simpan aja disimpan, tapi dikaji,
- dipelajari. Agama itu menjadi mewarnai,
- siibgah kita. Insyaallah kita akan
- tenang karena kita yakin kita bersandar
- kepada yang maha kuasa. Kalau di sana
- gagah, hebat, kita bersandar kepada yang
- lebih hebat lagi, lebih gagah lagi.
- Kalau kita jalan misalnya, iya. Wih, Mas
- jangan jalan lewat situ. Itu daerah
- gawat situ banyak penodong, banyak apa.
- Tapi kalau kita ini jalan sama seorang
- Kopasus, iya dua orang rasa aman. Iya.
- Apalagi dia bawa senjata. Ah, sudah kan
- rasa aman kan. Iya. Iya. Kita sakit
- umpamanya, Mas. Waduh, orang lain pada
- gelisah ini. Ada pagebluk pagebluk
- epademi munculnya penyakit macam-macam.
- Nanti kalau masuk ke sana dia tenang.
- Kenapa? Karena bapaknya dokter, mbahnya
- punya apotek, engkongnya punya rumah
- sakit, punya BPJS. BPJS apalagi jadi
- enggak enggak repot dia. Mau pergi ke
- mana, Mas? Mau pergi ke mana? Tenang
- aja. Kenapa? Duitnya banyak. Ada kartu
- kreditnya banyak bisa di tinggal gesek
- aja keluar duit lah. Yang susah itu
- kalau enggak punya apa-apa. Mau pergi
- sana ada daerah tidak aman dia harus
- pergi gak punya bela diri gak punya
- pendukung gak punya apa loh kita ini
- orang beriman itu bersandarnya kepada
- Allah yang maha gagah yang maha kuasa,
- yang maha kaya. Loh kok kita masih masih
- khawatir? Berarti keimanan kita yang
- belum yakin kepada Allah. Itu intinya.
- Wallahuam. Baik. Selanjutnya dari Bunda
- Alit katanya di Sukabumi. Alhamdulillah
- 72 tahun negeri ini merdeka. Namun
- sayang baru secara fisik dari berbagai
- sisi kita masih dijajah. Terutama salah
- satunya dalam bidang teknologi yang
- sangat besar dampak negatifnya bagi
- generasi muda negeri ini, Ustaz. Nah,
- sebagian kita belum bersyukur dengan
- kemerdekaan dan kesuburan negeri ini.
- Katanya Ustaz, mohon nasihatnya kembali
- Ustaz. Banyak nasihat dari awal tadi
- dari mulai jam .00 sudah kasih nasihat.
- Apapun yang terjadi Bu Alid itu
- tergantung kitanya.
- Kalau pemudanya hari ini menghayati
- makna perjuangan,
- kemerdekaan, menghayati agama dengan
- baik, sekalipun ada teknologi modern
- dimanfaatkan oleh orang-orang kafir
- untuk serbuan pemikiran, serbuhan
- budaya, kalau kita ini kuat tetap gak
- masalah. Nah, yang menjadi masalah kita
- sendiri kadang-kadang penghayatan
- agamanya itu minim.
- Malah emnya aja kalau anaknya suruh
- ngaji kurang
- perhatian. Giliran rapotnya matematika
- jeblok empat, bahasa Inggris lima,
- biologi lima. Sedih bukan main. Bilang
- sama bapaknya, "Pak, aduh pak anak kita
- gimana? Madesu naon sih madesu? Madesu
- teh masa depan suram. Kunaon ieu rapotna
- merah semuanya kebakaran? Sedih.
- Wajar seorang ibu ingin anaknya
- bahagia. Terus kata emaknya, "Sudah,
- Pah, kita ini panggil guru privat."
- Serius kan? Panggil guru privat mahal.
- Mahal enggak apa-apa biarin jual kalung,
- jual embek, jual domba, jual pokoknya
- semua asal anak kita pintar. Nah, kan
- bagus ini. He. Tapi giliran anaknya
- sudah gede, sudah balik. Enggak pakai
- pakaiannya buka aurat, pergaulannya
- bebas, gak bisa salat, gak bisa baca
- Quran. Bapaknya ngomong kok makna n mak
- tah ayuna mah budak tuh pada
- pintar-pintar sekarang alhamdulillah
- tapi sudah besar masa enggak bisa salat
- buka aurat gak bisa baca Quran atau
- kumaha alah si bapak gitu aja repot nah
- ini masalahnya kalau surusan agama ada
- giliran nanti kena narkoba kemudian
- pergaulan bebas baru
- dipesantrenkan ah itu mah sudah
- terlambat jadi agama itu penting jadi
- pakaian apapun pun yang terjadi hari ini
- kita melintasi iklim era informasi
- globalisasi berarti kita berhadapan
- dengan problem dan masalah dari luar.
- Sedang orang luar itu kan orang-orang
- sekuler, orang liberal, orang
- macam-macam. Nah, di sinilah harus kita
- kuat. Makanya kembali pada pribadi kita.
- Jangan nyalakan batur, nyalakan badan
- sorangan. kita yang tidak serius
- mempersiapkan anak-anak dengan akidah
- akhlak yang baik, penghayatan agama yang
- bagus. Kalau agamanya bagus, insyaallah
- walaupun masuk comberan berlian tetap
- bercahaya. Walaupun emas dijemur dikena
- hujan, tetap emas dia. H. Jadi ulah
- sieun kalau memang betul kita akidahnya
- betul. Tapi kalau agama lalawora
- sengenahna saka-saka saka daek saka daek
- saka hayang saka saka lah pokoknya ya
- akibatnya masyaallah jangankan angin
- ribut angin bertiup pelan aja rubuh dia.
- Heeh. Nauzubillah minzalik. Jadi itu
- jadi pelajaran Ibu. Hatur nuhun Ibu
- Asih. Iya utamakan pendidikan agamanya
- se agama yang pokok. Baik selanjutnya
- dari siapa ini ya? Mohon ya ngirim
- SMS-nya nanti dikasih nama atau inisial
- deh ya. Nama lah. Baik. Nama nama dari
- mana gitu biar tahu nih. Masa penanya
- gelap dari
- 081219806 sekian-sekian.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.
- Umat Islam kenapa dijadikan sasaran yang
- dianggap teroris dan radikalis? Katanya,
- Ustaz, kok negara yang justru paling
- radikal tidak disebut radikal padahal
- umat Islam di sana selalu diteror dan
- dibunuh. Bagaimana dengan hal ini,
- Ustaz? Syukran. Inilah keelokan dunia
- hari
- ini. Kemarin saya dalam bahasa Jawa
- memberikan judul ceramah ewuh wo ing
- pambuti. Mengambil sebuah kalimat dari
- bujangga besar Ronggo Warsito amenangi
- zaman edan. Jadi zaman ini zaman edan.
- Zaman edan itu siklus masa. Tidak hanya
- waktu itu. Kapan saja bisa berubah.
- siklusnya kan baik kemudian jatuh lagi
- meluncur lagi moral mumbat manusia nanti
- sadar lagi pada sampai tinggi lagi nanti
- itu terjadi. Jadi pada zaman orang sudah
- tidak lagi memegang teguh nilai-nilai
- keutamaan yang ada jor-joran hanya
- dengan nafsu ini yang luar biasa.
- Maka hari ini kita lihat ada semacam
- class of
- civilization seperti apa yang ditulis
- oleh Dr. Hunting Samuel Huntington bahwa
- nanti pasca perang dingin akan terjadi
- kas peradaban antara Barat dan Islam. H.
- Jadi Islam memang
- diposisikan dianggap sebagai suatu musuh
- yang dijadikan sasaran tembak. Kenapa?
- Masalahnya bukan soal Islamnya, karena
- mereka
- paranoid, takut kalau Islam itu tumbuh
- berkembang seperti pada sebelum
- masa-masa kejayaan
- Islam. 7 tahun lamanya, 7 abad lamanya
- pernah menguasai dunia dan dunia
- betul-betul makmur. Perkembangan sains
- teknologi adalah pengembangan sumbangan
- umat Islam pada saat
- itu. Jadi karena itu mereka wah ini
- paranoid. Paranoid itu sakit jiwa. Takut
- banget daun pisang katanya hantu. Daun
- pisang lagi bergoyang, lagi zikir
- lailahaillallah ketiup angin katanya.
- Wih jurik jenah hantu lari ngibrid dia
- cerita sama orang kucing aja dianggap
- harimau. Paranois. W saya ketemu harimau
- matanya padahal kucing. Nah itu namanya
- paranoid. Islam itu rahmatan lil
- alamin. Islam itu tidak membahayakan.
- Besarnya Islam itu tidak seperti
- besarnya raksasa yang akan menelam
- melahap orang-orang. Bukan. Karena Islam
- diturunkan Al-Qur'an itu bukan diajarkan
- untuk melumatkan orang-orang kafir. Gak
- ada. Gak ada itu ajaran seperti itu.
- Islam disampaikan dengan dakwah bilhaq
- bil apa? Mauidatil hasanah dengan cara
- baik. Jidal bahkan debat pun dengan cara
- yang baik. Kalau mereka terima untuk
- kebaikan dia, kalau dia tidak mau
- menerima itu urusan dia. Maka lakum
- dinukum waliadin. Sebatas
- itu. Jadi keliru karena mereka keliru
- memandang Islam dianggap satu yang
- membahayakan. Hanya Islam difitnah,
- Islam
- diguyo-kuyo
- yahancurnya dua gedung kembar itu sebuah
- alibi rekayasa supaya pencitraanum
- menjadi buruk. H ya terlepas dari
- Alqaidah atau ISIS. ISIS itu siapa?
- Benar apa itu dari Islam? Perlu tanda
- tanya. Masa umat Islam ngakunya khilafah
- merangi umat Islam. Heeh. Kenapa Israel
- dibiarkan saja?
- Kalau betul dia khilafah Islam, dia
- perangi dong Israel tuh yang menjajah
- Israel yang mengurung orang-orang Gaza,
- orang Palestina kok enggak diapa-apain.
- Malah yang diperangi umat Islam
- sesamanya dibunuh hanya alasan karena
- beda mata. Beda apa. Benarkah itu dari
- Islam? Nah, ini perlu tanda
- tanya. Nah, jadi di sini kita mesti
- cerdas ya melihat. Adapun kemudian
- muslimin difitnah, katanya teroris,
- katanya ini kat itu biasa dalam
- perjuangan. Sekali lagi setiap nabi dan
- para pengikutnya itu pasti akan diagrang
- oleh setan. Selama setan gentayangan dan
- masih banyak pengikut-pengikutnya setan,
- pasti yang benar itu akan dimusuhi. H.
- Jadi, ya kita harus sabar. Tunjukkan
- bahwa Islam itu rahmatan lil
- alamin. Bahwa Islam itu adalah agama
- damai. Bahwa Islam itu memberikan
- kontribusi positif. Pasti pada saatnya
- jaal haqqu wazahaqal batil. Innal batila
- kana zahuqo. Datang yang benar pasti
- yang batil itu akan lari. Karena batil
- itu pengecut. H itu sudah ketetapan dari
- Allah. Insyaallah. Jadi jangan baru di
- hoho gitu orang sieun terus lari. Udah
- berhenti aja kita berjuang. Ah, sieun
- cenah difitnah orang. Jangan kita enggak
- ngapa-ngapain kok. Islam tidak pernah
- mengajari teroris. Islam tidak pernah
- mengajari jahat. Kenapa menjadi kita
- takut? Kalau orang ngomong ya biasa aja.
- Namanya orang ngomong punya mulut ya.
- Nah, jadi kita tetap tabah istikamah.
- Buktikan bahwa Islam itu rahmat alamin.
- Dan betul bahwa besarnya Islam seperti
- besarnya pohon yang saya gambarkan tadi
- akan memberikan pemandangan yang indah,
- memberikan kesejukan, tempat bernaung
- dari peradaban yang gersang, dan akan
- memberikan buah sebagai kontribusi
- positif. Wallahualam. Baik, Ustaz. Kita
- lanjutkan, ya ke SMS selanjutnya dari
- Habibi. K Ustaz dari Aceh nih menyimak
- melalui siaran Rasulil TV. Iya. Apa
- kabarnya ya, Mas Habibi di Aceh?
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, K Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ingin
- bertanya, bagaimana
- sebaiknya sikap kita terhadap perjuangan
- bangsa Palestina yang dahulu pernah
- membantu untuk perjuangan dan
- kemerdekaan Republik Indonesia, Ustaz?
- Jazakallah. Iya. Ini semacam apa
- ya,
- semacam juga pada umat Islam. Peringatan
- pada umat Islam. Umat saya ini kan
- jumlahnya
- banyak, tidak miskin, tidak
- bodoh. Potensi SDM-nya banyak,
- kekayaannya berlimpah, negara-negaranya
- juga maju.
- Kenapa oleh bangsa Palestina Zionis
- Israel yang hanya berapa juta kok
- leluasa menguasai dunia? Karena enggak
- bersatu. Jadi bagaimana mestinya bersatu
- itu?
- Bersatu ini sekarang tidak menjadi apa
- ya, tidak menjadi hal yang dianggap
- penting dalam beragama. H padahal para
- nabi ya itu
- dua. Pertama tuju ee perjuangan untuk
- menegakkan tauhid lailahaillallah. Wama
- arsalna min qoblika mir rasulin
- illa nuhi
- ilaihi annahu la ilaha illa anna
- fa'budu. Dalam surat alanbiya ayat
- 25. Tidaklah kami mengutus dari
- orang-orang sebelum kamu dari kalangan
- para dari kalangan rasul kecuali kami
- wahyukan kepadanya bahwa sesungguhnya
- tidak ada Tuhan selain Aku maka
- sembahlah Aku. Itu satu.
- Yang kedua dalam surat Asura ayat 13, an
- akimuddin wala tatafarqu fi. Tegakkan
- oleh kamu agama ni para nabi-nabi nih.
- Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi
- Isa, Nabi Muhammad itu sama tugasnya. An
- akimuddin tegakkan oleh kamu agama wala
- tatafarqu fih. Jangan kamu berpecah
- belah di dalamnya. Jadi bersatu ini
- prinsip agama, sudah akidah.
- Kalau bersatu ini ditiadakan
- masing-masing ya yang terjadi seperti
- fitnah seperti surat al-Anfal ayat 73.
- Walladzina kafaru ba'duhum auliyaau ba'd
- illa taf'aluhu takun fitnatun fil ard wa
- fasadun kabir. Orang-orang kafir itu
- kompak saling
- tolong-menolong. Orang tukang copet aja
- kompak. Tiga orang itu kompak dia. Yang
- satu dorong, yang satu ngambil, yang
- satu ngantongin, yang satu pura-pura
- lagi pembant pembela, macam-macam itu
- kompak dia itu ya. Maling juga begitu
- kerja sama. Sis kamling sistem dan
- keamanan sama maling kerja sama bisa
- dapat banyak karena bisa main di dalam.
- Ya. Jadi kalau kamu umat tidak seperti
- itu, artinya tidak kompak dan tidak
- bersatu, maka terjadi fitnatun fil ard
- wa fasadun kafir. Fitnah di muka bumi
- dan kerusakan yang besar. Nah, jadi
- Israel ini sampai sekarang meraja lela
- sebenarnya bukan kuat-kuat amat sih dia.
- Orangnya orang tentaranya tentara takut
- mati. Konon katanya waktu Gaza perang
- Gaza aja pada enggak berani keluar
- dari tank.
- Ya, malah pakai pampers dia tinggal mau
- keluar kencing. Kencing di situ aja.
- Jadi takut mati sama manusia mesti doyan
- nasi, doyan makanan mah sama. Cuma kita
- yang tidak bersatu. Coba kalau bersatu
- enggak usah
- perang. Umat Islam di seluruh dunia
- bersatu sudah enggak usah ngapa-ngapain.
- Hm. Enggak usah jual sama dia, tidak
- usah beli produk
- dia. Itu aja diamnya aja sudah
- menggetarkan musuh kalau bersatu. Nah,
- ini jadi jawabannya sebenarnya ini
- ceweran kepada umat Islam, peringatan
- ironis memang kenapa gitu. Nah, ini yang
- memang maka Rasulullah mengatakan
- alaikum alaikum bil jamaah waakum wal
- furq. Wajib atas kamu berjamaah
- bersatu dan tinggalkan berfirqah-firkah.
- Aljamaatu rahmah wal furqatu azab.
- Berjamaah itu rahmat. Berfirqah. Firqah
- itu azab. Jadi kalau umat Islam itu
- benar, cirinya mereka adalah umat yang
- bersatu. Jadi kalau ngaku umat Islam kok
- centang-perentang memusuhi umat Islam
- ini dari mana gitu agamanya, nabinya itu
- siapa gitu loh. Wallahualam.
- I cuman Ustaz ee teringat juga kalau ya
- untuk bersatu itu kan suatu hal yang
- baik. cuman pada saat ini gitu, terutama
- kaum muslimin sendiri
- kadang dalam satu golongan pun kadang
- susah bersatu gitu, Ustaz. Ketika beda
- pendapat sudah fitnahnya akhir zaman
- umatnya bersatu. Dan itu yang di sering
- saya sampaikan doa
- Rasul. Rasul berdoa, "Ya Allah, jangan
- kau timpakan azab pada
- umatku seperti secara merata, seperti
- umat-umat terdahulu." H ini dikabulkan
- oleh Allah dalam jaminan Allah. Umatmu
- tidak akan diadab secara
- merata. Kalau ada ya sebagai apa? Apa
- namanya? Peringatan-peringatan
- sebagian-sebagian tidak masalah. Seperti
- umat Nabi Nuh
- ditenggelamkan. Yang kedua, "Ya Allah
- jangan kau kuasakan umatku pada
- musuh-musuh." Ini pun dijamin oleh
- Allah. tidak akan bisa umatmu dikuasai
- oleh musuhmus sesekalipun mereka
- mengerahkan dengan segala dana dan
- rekayasa, tenaga
- apapun. Cuma kata malaikat Jibril,
- justru yang melemahkan agama Islam ini,
- umat Islam adalah saling bertikai sesama
- umat Islam.
- Jadi enggak usah diapa-apain rontok
- sendiri seperti sekarang menjadi negeri
- kita mayoritas di satu negeri yang kaya
- tapi nasibnya kita menjadi warga negara
- kelas
- 2 di negeri orang kaya tapi orang kafir
- yang menikmati kekayaannya kita jadi
- carahan rayan karena kita gak bersatu.
- Jadi intinya adalah pada persatuan dan
- kesatuan. Nah, ketika Rasul ber memohon
- pada Allah, "Ya Allah, hamba mohon agar
- umatku tetap
- bersatu." Oleh Allah enggak
- dijawab, dibiarkan. Ya, mau bersatu atau
- tidak kan masa nunggu harus takdir dari
- Allah. Artinya ya betul memang
- pertolongan Allah, tapi mau apa enggak
- dia bersatu umat Islam. H karena dia
- umat Islam enggak mau, ya sudah dibiarin
- sama Allah. Tapi kalau umat Islam ada
- kemauan untuk bersatu, Allah tolong
- satu. Nah, di sinilah jadi letak
- kekuatannya. Satu kalimat yang ringan
- diucapkan tapi berat dilaksanakan oleh
- umat Islam. Satu kalimat yang paling
- dibenci oleh orang-orang kafir adalah
- persatuan dan kesatuan umat menjadi umat
- wahidah. Wallahuam.
- Ya, semoga selamat ataupun cepat, Ustaz.
- Ya, umat Islam bersatu. Amin. Amin.
- Allahum. Amin. Selanjutnya dari Pak
- Siddiq di Bekasi dan nampaknya ini SMS
- ee
- terakhir SMS dari Pak Siddiq di Bekasi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabar. Ustaz, saya
- teringat kejadian beberapa saat lalu
- yang cukup menggembarkan ketika ada yang
- diduga pelaku pencuri amplifier masjid
- karena dibakar hidup-hidup oleh masa,
- Ustaz yang mungkin masa itu juga orang
- Islam juga. Kata ustaz tadi, bagaimana
- Islam mengajarkan, bagaimana melukai
- binatang pun dilarang atau tidak boleh.
- Nah, ada apa dengan orang Islam terutama
- yang di bawah sana, Ustaz? Apakah tidak
- tersentuh ajaran Islam yang baik? Ke
- mana para dai? Ini baru di Cikarang yang
- merupakan ee yang merupakan letaknya
- tidak jauh dari ibu kota. Bagaimana
- dengan pelosok? Mereka juga butuh
- sentuhan para dai agar tetap mendapat
- siraman Islam yang baik. Iya. Tapi
- jangan nyalakan para dai melulu. Para
- dai sekarang ini, Pak, kalau mau
- kepingin benar sekarang ini luar biasa
- sarananya HP Qurannya bisa di akses,
- hadisnya ada. Kemudian betul kalau
- WA-nya bisa digunakan itu banyak sekali
- ya tentu seleksi ya seleksi ya. Betul.
- Bagus-bagus itu. Saya sendiri sering
- baca oh nih hal-hal yang baru yang kita
- bisa dapatkan ceramah-ceramah lewat
- radio, lewat TV itu kalau mau. Cuma
- masalahnya tidak mau. Hm. Jadi agama itu
- ya dianggap agama itu salat sudah
- puasa-puasa. Puasa itu yang menyenangkan
- apa? Bukanya waktu buka. Nah itu umatam
- disiplin banget waktu buka puasa itu.
- Karena ngaburit kalau sore terus mulai
- jam . Itu ngumpul-ngumpulin makanan.
- Kemudian nanti malam begitu buka pesta
- porak ya itu senangnya puasa seperti
- itu. Anggap itu agama ya. Itu sih benar
- artinya sepanjang tidak berlebihan
- memang boleh-boleh saja cuma agama kan
- tidak hanya itu. Agama itu sibgah. Agama
- itu harus mewarnai. Agama itu harus
- mendarah daging. Saraf-saraf sel kita
- harus diwarnai oleh
- Al-Qur'an. Jadi menjadi suatu
- penghayatan.
- Misalnya dalam surat Al-Hujrah, jangan
- kau apa
- namanya ketika mendengar berita check
- and reck
- tabayun. Jangan langsung
- bertindak nanti menjadi keliru dan
- salah. Kan ada. Kita jangan mudah
- terprovokasi. Mestinya kalau misalnya
- seperti itu ya kalau penghayatan
- agamanya benar ditangkap ditanya
- dulu ampli dari mana?
- dikemanakan apa bagaimana dan seterusnya
- dicek dulu enggak boleh menagam sendiri
- maka Islam gak membenarkan
- tindakan-tindakan anarkis. Islam itu
- agama yang tertib,
- disiplin, umat yang terpimpin kalau
- mengikuti pajaran para nabi ya dikala
- para nabi ada, nabi itu pemimpin umat.
- Semua tunduk pada aturan nabi, aturan
- Allah dan rasulnya.
- Sesudah Rasulullah sallahu alaihi
- wasallam ada khulafa rasyidin
- almahdiin Abu Bakar dibayat umat itu
- memimpin umat supaya umat menjadi tertib
- disiplin. Bukan umat yang anarkis
- maumnya masing-masing tertib atiullah
- ati rasul waulil amri itu karena ada
- khalifah maka Abu Bakar dii khalifatur
- rasul penerus kepemimpinan
- rasul jadi kalau khalifah diartikan anti
- NKRI anti agama anti lahiri keliru
- belajar dulu Mas ngaji dulu khalifatur
- rasul penerus pengganti kepemimpinan
- rasul maka kekhilafan kalau pengertian
- khilafah alam Minhaj nubuwah itu adalah
- dilakukan oleh para nabi dan kemudian
- khulafa rasyidin almahdiin Abu Bakar,
- Umar, Utsman, Ali. Memang sesudah ini
- terjadi kemelut infiltrasi politik.
- Yahudi mulai masuk, pemikiran-pemikiran
- politik, pemikiran teori kekuasaan itu
- mulai merambah ke mana-mana. Mengadu
- domba, ada berontakan, ada demo, ada
- macam-macam sampai Utsman terbunuh. Ali
- juga mengalami perang saudara. Kemudian
- muncul Muawiyah. Muawiyah kemudian
- memproklamirkan dirinya sebagai mulkan.
- Aku bangga dengan sebutan mulkan. Nah,
- di sini berlumuran darah. Para
- sahabatnya berlumuran darah. Jadi kalau
- khilafah alami haji nubuwah itu
- perjalanan mulus para nabi. Tapi kalau
- khilafah teori kekuasaan ini yang
- menjadikan
- masalah ya. Jadi jangan digebyahuyah
- pooa sini. Jadi masalahnya kembali pada
- persoalan tadi. Mestinya jangan salahkan
- dainya. Dainya kan sudah seperti Rasil
- ini. Ini kan keinsafan diri dari
- pendirinya. Bagaimana supaya dakwah itu
- tidak hanya didengar oleh masjid saja
- tapi terdengar ke mana-mana. Ini luar
- biasa. Perjuangan ini luar biasa. Ini
- Pak Farid Thalib ya. Keluarga Talib ini
- semua dia biayai, dia perjuangkan supaya
- ini masuk ke kampung-kampung, TV,
- demikian juga radio-radio yang lain.
- Cuma kita yang enggak mau dengar. Hm.
- Enggak mau dengar dan enggak mau nyari.
- Kalau kita enggak mau nyari, ya
- bagaimana? Sarannya sudah banyak.
- Sarannya sudah begitu banyak. Enggak ada
- alasan nanti, "Ya Allah, saya enggak
- ngerti agama loh. Kupingmu untuk apa?
- Matamu untuk apa? Teknologi untuk apa?"
- gitu loh. Jadi kembali Pak soal anarkis.
- Islam tidak pernah mengajarkan arah
- anarkis. Islam kalau mau bertindak harus
- tabayun cekrecek ya. Adapun kemudian
- bagaimana penghayatan agama masyarakat
- ya masyarakatnya mau apa tidak. Karena
- sekarang sarananya sudah luar biasa
- sudah TV aja macam-macam itu tinggal
- diseleksi aja yang anu agama tuh hampir
- tiap kuliah subuh ada, mau sore ada yang
- malam ada hari Minggu ada.
- radio di mana-mana. Masyaallah. Apalagi
- Rasil TV ya. Rasil TV tiap hari kita ng
- kadang-kadang rasa jenuh juga kita
- ngomong terus ya. Maksudnya karena
- memang bisa diharapkan bisa didengar
- oleh banyak orang. Demikian yang mungkin
- sekaligus saya tutupkan kesempatan ini
- karena waktunya juga membatasi kita.
- Mohon maaf segala kekurangan kekeliruan
- tapi intinya yang saya sampaikan. Mari
- kita sebagai satu umat yang hidup di
- negeri kesatuan Indonesia, mari kita
- tunjukkan bahwa kita ini bangsa, umat
- yang memberikan kontribusi positif.
- Kemudian jangan lupa secara bahwa ini
- adalah perjuangan umat Islam juga. Dan
- juga mengingatkan kepada bangsa
- Indonesia yang lainnya yang nonmuslim
- jangan kemudian memutarbalikkan sejarah.
- Dan satu minta janganlah umat itu
- disentil-sentil,
- dipjok-pojokan di itu nanti tidak
- insyaallah umat Islam tidak akan menjadi
- bahaya. Asal jangan diganggu aja karena
- umat Islam itu prinsipnya tidak boleh
- mengganggu tapi tidak mau diganggu.
- Demikian mudah-mudahan ada manfaatnya
- dan mohon maaf segala kekurangan
- kekeliruan. Wabillahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat.
- program acara tausiah sore untuk edisi
- hari ini. Dan kami ucapkan terima kasih
- dan jaz kat kepada guru kita Ustaz Bulat
- Soj atas kehadiran dan juga tausiahnya.
- Insyaallah kita bertemu di Rabu depan,
- Ustaz ya. Insyaallah semoga Ustaz dan
- juga keluarga diberikan kesehatan oleh
- Allah Subhanahu wa taala. I. Amin. Dan
- terima kasih juga atas kebersamaannya di
- sore hari ini. Dan mohon maaf jika ada
- SMS e juga WhatsApp juga penelepon tadi
- ya. Terakhir mohon maaf belum sempat
- kita angkat, belum sempat kita bacakan
- nih pertanyaan-pertanyaan dari Ikhwat.
- Semoga pemaparan dan juga jawaban
- pertanyaan lainnya menjawab pertanyaan
- dari Wanwat yang belum sempat kita
- bacakan. Dan saya Rizal Ahq ditemani
- oleh para pejuang dakwah kita di sore
- hari ini. Ada Kang Fajar, Bang Yusuf dan
- Kang Dedi undur diri. Subhanakallahum
- wabihamdika asadu alla ilahailla anta
- astagfiruka waubu ilaik. Billahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]