Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- waa ali sayyidina Muhammad.
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini hari Jumat tanggal 24 Zulhijah 1446
- Hijriah atau tanggal 20 Juni 2025.
- Seperti biasa kita jumpa lagi dalam
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- untuk edisi tanya jawab. Alhamdulillah
- Ustaz Husin dan Ustazah Anda sudah hadir
- sini ada juga Ondi dan Aldi. Baik kita
- mulai acara ini membaca al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- Adina anamta alaihim
- giril maghdubi alaihim wadin.
- Amin. Alhamdulillah kita sudah baca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam memahami apa-apa yang
- dijabarkan oleh guru-guru kita. Baik,
- pertanyaan pertama
- dari
- bagaimana sikap kami kaum muslimin
- melihat peperangan Iran, Israel dan
- bagaimana halnya apabila serangan itu
- mengenai warga sipil dari Bapak Karim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Asalamualaika
- ya Rasulullah.
- Assalamu alal mujahidinalladzina
- jahadu waolu
- lila kalimatillah wausrati rasulihi
- shallallahu alaihi wa alihi wasallam wal
- muslimin.
- Wasalamu alaina wa ala ibadillahi
- shihin. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- peperangan
- yang sedang berlangsung
- antara Iran
- yang mewakili kaum muslimin
- dan Zionis
- yang mewakili
- kekuatan
- yang menjadi musuh bagi umat manusia
- atau musuh kemanusiaan
- yang menghal
- untuk mencapai tujuan.
- Mereka membombardir rumah sakit seperti
- yang terjadi di Gaza,
- anak-anak,
- wanita,
- pria yang semuanya merupakan kalangan
- sipil yang tak berdosa.
- Puluhan ribu kurban berjatuhan.
- Padahal seharusnya peperangan
- berlangsung di antara pasukan dengan
- pasukan. tanpa menjadikan target-target
- sipil rumah sakit sebagai target
- serangan mereka.
- Tapi ternyata Israel melanggar
- hukum-hukum
- internasional.
- Al-Qur'an
- melarang kita untuk
- melakukan serangan terhadap orang-orang
- yang tidak berdosa dari kalangan sipil,
- pria, wanita.
- Begitu juga melarang kita untuk
- berperang di bulan yang suci
- atau di salah satu bulan suci ba itu
- Muharram
- ee kemudian Zulka'dah, Zulhijah dan
- Rajab. Begitu pula di daerah yang
- diharamkan Allah. Tapi bila mereka
- menyerang kita, maka Allah mengizinkan
- kita untuk membalas sesuai dengan
- perbuatan mereka.
- Apabila mereka menyerang kalian, maka
- seranglah mereka sesuai dengan apa yang
- mereka lakukan. Sesuai dengan serangan
- yang mereka lakukan.
- Ketika mereka lakukan serangan ke Iran
- pertama kali, banyak korban sipil
- berjatuhan.
- [mendengus]
- Ini merupakan pelanggaran. Tapi ketika
- Iran melakukan pembalasan, menyerang
- target-target
- militer,
- begitu pula target-target dinas rahasia
- Israel,
- Mossad, ya demikian pula pusat kendali
- mereka mengenai sipil mau tidak mau tak
- terelakkan. Dan harus kita ingat bahwa
- 95%
- rakyat Israel memberikan dukungan kepada
- netanyahu dan serangannya.
- semuanya memberikan dukungan kepada
- Netania.
- Nah, ketika Israel menjadi sasaran
- bombardir yang dilakukan Iran, mereka
- menuduh Iran sebagai negara teroris
- yang menyebarkan fitnah, menyebarkan
- kerusakan di atas muka bumi. Sikap
- semacam ini sikap yang berat sebelah.
- Standarnya pun standar ganda. Tilka idan
- qismatiza.
- Jadi kalau kita perhatikan bersama-sama
- yang dilakukan Iran mewakili kaum
- muslimin, mewakili saudara-saudara kita
- yang teraniaya di Gaza,
- intensitas serangan terhadap Gaza
- menurun dengan sendirinya. Karena Israel
- sebagian besar pasukannya waktunya
- dipergunakan untuk menangkal rudar rudar
- yang berhujanan di atas langit afi.
- Yang menarik, Mas Krisna.
- Sebagian orang mengatakan bahwa kita
- tidak perlu membantu atau mendukung
- perjuangan saudara-saudara kita kaum
- muslimin dari Iran dengan alasan bahwa
- mereka itu Syiah.
- Lalu saya bertanya,
- "Apa sebetulnya yang kalian inginkan?
- Apa kalian ingin supaya Iran duduk
- berpangku tangan tidak mempedulikan
- saudara-saudara mereka yang teraniaya
- ya, yang sedang mengalami genos di mata
- dunia?
- Sedangkan negara-negara Arab duduk
- berpangku tangan.
- Apa ini yang kalian inginkan dari Iran?
- Sewaktu Iran belum melakukan serangan,
- mereka mengatakan, "Mana buktinya Iran?"
- Begitu melakukan serangan, mereka
- mengatakan bahwa
- apa yang mereka lakukan jangan sekali
- kita dukung karena mereka merupakan
- orang-orang Syiah rawafi.
- Pada saat ini sebetulnya seluruh mazhab
- lenyap. Yang ada hanya dua mazhab,
- dua kepribadian. satu kepribadian umat
- Islam yang bersatu bangkit melawan
- penindasan penganian Zionis ya dan
- negara-negara barat yang bersikap tidak
- adil yang menggunakan standar ganda.
- Sedangkan satu lagi Zionis dan
- kroni-kroninya. Ini dua mazhab yang ada
- pada saat ini. Adapun yang
- digembar-gemborkan oleh kalangan Salafi
- Saudi, saya enggak tidak mengatakan
- seluruh Salafi Saudi, karena sebagian
- ikhwan Salafi juga punya jiwa semangat
- keislaman yang kuat.
- Sebagian salafi bahkan sebagian besar
- dari mereka gembar-gembor mengatakan,
- "Biarkan Iran dan Israel saling
- menghancurkan.
- Kalian menonton dan kalian
- tidak perlu terlibat dalam doa mereka.
- Bahkan pada chatting-chatting mereka di
- seputar berita yang mereka dengar,
- mereka mengatakan, "Allahumma dammiril
- fursa wal majusa wal yahud." Ya Allah
- hancurkanlah Persia, kaum Majusi, dan
- orang-orang Yahudi. Padahal kita tahu
- bahwa orang-orang Persia tidak menyembah
- api. Mereka orang yang beriman kepada
- Allah, beriman kepada rasul-Nya. Adapun
- perbedaan mazhab bisa duduk sama-sama
- berdiskusi
- bukan dengan cara seperti ini terhadap
- sesama saudara mereka tapi terhadap
- Zionis Israel. Mereka duduk berpangku
- tangan. Persis seperti pepata Arab,
- asadun alaifil hurubi naamatun.
- Pada saat perang mereka bagaikan naamah,
- bagaikan apa? burung unta
- yang kalau dikejar-kejar ya oleh
- pemangsa dia berlari kemudian
- menyembunyikan kepalanya dalam pasir.
- Tapi menghadapi musuh mereka
- gemetar penuh dengan ketakutan. Nah,
- kalau kita dengarkan propaganda kaum
- salafi wahubi wahabi yang loyal kepada
- raja-raja mereka, sebetulnya di sini
- kita dapat melihat dengan jelas di mana
- kedok mereka tersingkap. Sebetulnya
- mereka bersama Zionis. Mereka bersama
- Zionis.
- Loyalitas mereka, nafsu mereka, semua
- condong kepada Zionis.
- Dan tersingkap juga wajah yang
- sebenarnya dari Aljaulani.
- Begitu dia berkuasa
- melarang
- pejuang-pejuang Palestina memegang
- senjata mereka. Dilarang mengibarkan
- bendera Palestina. Dilarang mengatakan
- Israel adalah musuh kami.
- Semua cerca makian dituduhkan kepada
- Iran.
- Iran bukan bermazhab ahlusunah.
- Sedangkan
- Gaza dan kaum muslimin di sana bermazhab
- ahlusunah.
- Apa yang mendorong Iran untuk membantu
- saudara mereka di Gaza?
- Kemudian pada Jumat terakhir di bulan
- Ramadan mereka mengadakan peringatan
- yaumul Qudus untuk membebaskan
- Palestina. Kalau bukan karena panggilan
- Islam mereka tidak akan sama sekali apa
- keluar memberikan bantuan. Dan resiko
- yang ditanggung oleh Iran akibat
- mendukung Palestin cukup besar.
- Kalau seandainya Iran duduk berpangku
- tangan tidak mengeluarkan bantuan kepada
- Palestina, Amerika tidak akan mengganggu
- Iran. [mendengus]
- Israel tidak akan memusuhi Iran bahkan
- akan merangkul Iran. Tapi inilah
- konsekuensi dan resiko mendukung
- saudara-saudara mereka kaum muslimin.
- Oleh karena itu, kepada ikhwan, akhwat
- kaum muslimin dan muslimat, hati-hati
- terhadap Zionis yang berpakaian salafi,
- berpakaian sunni. Ketahuilah mereka
- adalah musuh-musuh Allah dan musuh-musuh
- kaum muslimin. Karena dari mulai dulu
- pekerjaan mereka hanya memecah belah di
- antara kaum muslimin,
- antara sunah dan bidah.
- diajak duduk berdiskusi, mereka tidak
- mau. Mereka hanya melontarkan tuduhan
- fitnah, mengkafirkan sana, mengkafirkan
- sini. Sekarang pada saat Israel
- diserang,
- Iran membuat Israel mengalami kelumpuhan
- dan mengalami frustasi, putus asa,
- ternyata mereka marah untuk Israel. Jadi
- walaupun mereka berpakaian Islam,
- berpakaian sunah, ketahuilah mereka
- adalah musuh-musuh Allah. Waidza
- roitahum tujibuka ajsamuhum waqu tasma
- liquihim kaahum khusyub musannadatun
- yahsabunahatin
- alaihim humul adu fahdarhumarahumullah
- anna yfun. Kalau kamu melihat dari
- penampiran mereka, kamu tertarik dengan
- bicara mereka juga membuat kamu
- mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
- bicara mengenai sunah, memerangi bidah,
- memperjuangkan kebersihan ajaran Allah
- dan Rasul-Nya.
- Kalau mereka berbicara, kamu terpesona,
- tertarik.
- Tapi ingat, mereka sebetulnya bagaikan
- balok-balok yang menyandar di dinding.
- Bukan balok yang menyanggah, tapi balok
- yang menjadi beban buat dinding. Lalu
- Allah katakan, "Ketahuilah mereka musuh
- yang sebenarnya. Hati-hati dari mereka.
- Jangan tertipu dengan penampilan mereka
- maupun mulut mereka yang manis.
- Allah Subhanahu wa taala akan perangi
- dan hancurkan mereka. Bagaimana mereka
- dipalingkan dari kebenaran?
- Mas Krisna, kalau kita ingat kisah
- peperangan yang berlangsung di antara
- Persia dan Romawi
- pada masa hidup Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam,
- Romawi dikalahkan di Mesir. Romawi
- dikalahkan di Mesir.
- Padahal sebelumnya Mesir dibawa
- kekuasaan kekaisaran Romawi.
- Dan kita tahu bahwa Romawi ahli kitab.
- Dengan segala penyimpangan mereka,
- mereka ahli kitab. Sedangkan Persia pada
- saat itu adalah orang-orang musyrik.
- Ketika Persia berhasil meraih
- kemenangan, kaum musyrikin bahagia. Luar
- biasa, Mas Kris.
- Kalian lihat, ternyata yang kalian
- katakan sebagai orang-orang musyrik
- mampu mengalahkan ahli kitab. Kaum
- muslimin bersedih dalam hal ini. Karena
- ahli kitab walaupun berbeda ya, terdapat
- penyimpangan pada ajaran mereka,
- tapi tetap ahli kitab. Kaum muslimin
- bersedih pada saat tersebut. Akhirnya
- turun firman Allah Subhanahu wa taala
- dalam surat Rrum dimulai dari ayat
- pertama. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alif lam mim.
- Rumu fi adnal ardhi. Pasukan Romawi
- dikalahkan di sebagian daerah di muka
- bumi ini. Wahum baabihim.
- Dan mereka setelah kekalahan mereka
- kelak mereka akan meraih kemenangan.
- Hanya dalam beberapa tahun. Lillahil
- amru minq w ba'du. Ketahuilah
- baik sebelum sesudahnya semua dalam
- genggaman kekuasaan Allah.
- Waumidin yafrahul mukminuna binasrillah.
- Pada hari itu orang-orang yang beriman
- akan gembira dengan kemenangan Allah
- atau dengan pertolongan Allah.
- Yansurullahu yansuru man yasya wahual
- azizul alazizur rahim. Allah akan
- membela siapa yang Allah kehendaki dan
- dia maha perkasa lagi maha penyayang.
- Jadi ketika pasukan Romawi kalah, kaum
- muslimin bersedih karena sama-sama ahli
- kitab walaupun banyak penyimpangan di
- kalangan mereka. Ketika menang mereka
- bergembira. Sekarang Iran Tuhannya sama,
- Nabinya sama, kitabnya sama. Kalau orang
- mengatakan bahwa berbeda antara kita
- dengan mereka, semua tuduhan mereka
- tanpa dalil dan tanpa dasar. Oleh karena
- itu, pada saat ini no sunah, no Syiah,
- no Salafi. Yang ada hanya Islam dan kaum
- muslimun. Insyaallah mudah-mudahan ini
- merupakan
- bidayah titik tolak kebangkitan umat
- Islam dan kemenangan mereka atas Zionis,
- atas musuh-musuh Islam yang bekerja sama
- dengan mereka dan juga merupakan awal
- kehancuran
- bagi apa? Bagi
- raja-raja yang pada saat ini menjadi
- pion Zionis. Oleh karena itu, Trump
- dengan bangga, begitu pula Perdana
- Menteri Inggris mengatakan kelangsungan
- hidup negara-negara Arab.
- Demikian pula dinasti Saudi Arabia,
- Emirat Arab, Kuwait dan lain sebagainya.
- Kelangsungan mereka
- di bawah apa? Di bawah lindungan kami.
- Di saat kami lepas tangan dari mereka,
- mereka akan berjatuhan. Karena rakyat
- mereka pun tidak menyukai mereka.
- Oleh karena itu, umat Islam betul-betul
- harus paham bahwa musuh yang sebenarnya
- Zionis
- dan antek-antknya begitu pula
- negara-negara Arab yang bekerja sama
- dengan mereka. Sedangkan Iran bukan
- musuh kita. Iran bersama kita. Iran
- membela saudara-saudara kita di Gaza
- ketika negara-negara Arab duduk
- berpangku tangan. Oleh karena itu, kita
- harus betul-betul memiliki mata yang
- jeli. Jangan dikaburkan oleh hawa nafsu,
- oleh fanatisme. Karena ini bisa
- menjerumuskan kita ke dalam jurang api
- neraka. Bercerai-berai merupakan lambang
- dari kesyirikan. Bersatu merupakan bukti
- keislaman kita. Wallahuam.
- Ustaz Tanzai inin menambahkan.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalliallim ala sayidina Muhammad wa ala
- ali sayidina Muhammad. Sebenarnya sudah
- panjang lebar dan jelas e penjelasan
- dari Ustaz Husin. Memang kita ee merasa
- aneh segitu. Banyak orang-orang
- penceramah mengaku ustaz ya seperti
- matanya dibutakan
- ya. Ketika ee Iran tadi sebelum
- menyerang ee Israel dibang kok enggak
- nyerang ya. kemudian hanya [berdehem]
- mengirimkan beberapa rudal waktu itu kan
- seperti itu. Dan itu juga enggak kena
- katanya enggak kena ee warga Israel
- karena memang dalam peperangan itu yang
- disasar adalah bukan
- bukan warga sipil ya, tapi ee instalasi
- militer ya yang menjadi kekuatan musuh
- seperti itu ya.
- Kemudian ketika sekarang
- terjadi peperangan yang begitu dahsyat,
- tetap saja ini dianggap ah ini petasan
- seperti itu ya. Padahal bagaimana
- pengorbanan ya bangsa Iran
- ya ketika mereka ee melakukan
- penyerangan atau mereka ketika
- membantu saudara-saudara kita di
- Palestina mereka dimusuhi bahkan ya
- ee pemimpin
- militer mereka itu di terbunuh seperti
- itu. Nah, ini bukan karena oh mereka
- berperang karena terbunuh pemimpinnya.
- Sejak dulu juga yang membantu rakyat
- Palestina adalah
- orang-orang Iran.
- Ya, di Gaza kaum muslimin dari mana
- kemampuan mereka membuat roket itu
- diakui sendiri oleh itu adalah bantuan
- dari Iran seperti itu. Nah, ini bantuan
- yang terus-menerus seperti itu. Ini
- tidak dianggap. Sedangkan
- [mendengus]
- orang-orang yang mengaku muslim
- dari negara-negara Arab tidak membantu
- mereka seperti itu. Berpangku tangan
- bahkan kan bagaimana
- bantuan saja mau masuk ditutup itunya.
- Sekarang ribuan orang berada [mendengus]
- di Rafa mau masuk dari berbagai bangsa,
- dari berbagai agama mau memberikan
- bantuan. Itu pun enggak dibukakan
- pintunya.
- Ini kan bisa dilihat arti segala
- sesuatunya kasat mata seperti itu. Kalau
- orang masih memiliki hati nurani akan
- bisa melihat mana yang benar, mana yang
- salah. Mana yang dikatakan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- man lam yahtam biamril muslimin falaisa
- minhum. Barang siapa yang enggak
- mempedulikan urusan kaum muslimin itu
- bukan dari golongan mereka. Kita lihat
- siapa yang peduli dan siapa yang tidak.
- di sini
- ya jelas sekali seperti itu. Sedangkan
- narasi mereka ini orang-orang yang
- dibutakan hatinya oleh hawa nafsu
- walaupun mereka memiliki ilmu ya tapi
- tetap buta mata hatinya ya. yang Allah
- katakan
- hawah
- baillahun.
- Tidakkah engkau menyaksikan orang yang
- menjadikan hawa nafsunya
- ya egonya,
- kelompoknya? itu kan termasuk syirik
- kepada Allah dengan dengan hawa
- nafsunya.
- Mensekutukan Allah dengan hawa nafsu
- lebih condong kepada hawa nafsunya
- daripada dari kepentingan ee kaum
- muslimin daripada mengikuti perintah
- Allah. Allah katakan waallahullahu ala
- ilmin waallahullahu ala ilmin. Allah
- sesatkan dia ya berdasarkan ilmu.
- Artinya mereka punya ilmu ya tapi buta
- seperti itu. Nah, ini ee
- tidak lain yaitu mereka karena ya
- dibutakan oleh fanatik kelompok, fanatik
- mazhab seperti itu sehingga lupa kepada
- ajaran yang dibawa oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Bagaimana
- orang yang mengucapkan lailahaillallah
- muhammadur rasulullah itu langsung itu
- adalah saudara kita.
- Apalagi mereka salat menghadap kiblat,
- menyembah Allah Subhanahu wa taala. Ya,
- nabinya sama seperti itu, kitabnya sama
- dengan kita. Mau dipisahkan lalu
- kemudian karena
- mazhab misalnya dari mana lalu kemudian
- keimanannya?
- Padahal iman disatukan oleh Allah. kita
- ini disatukan oleh keimanan kita kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Innamal
- mukminuna ikhwatun. Ke mana ini?
- Dan
- bahkan Allah dalam surah An-Nisa
- mengingatkan kita, jangan
- sembarang-barangan kita ngomong kepada
- orang yang mengucapkan salam kepada
- kamu. Kau bilang kamu bukan mukmin. Ini
- dalam surah An-Nisa ayat 94. Ya
- ayyuhalladzina amanu idtum fibilillahi
- fatabayyanu
- wala taquulu liman alq ilaikumussalama
- mminina. Wahai orang-orang yang beriman,
- kalau kalian berperang di jalan Allah,
- fatabayanu, hati-hati, teliti. Walaqu
- liman alqikumama.
- Jangan sembarang-barangan kalian katakan
- kepada orang yang mengucapkan salam
- kepada kamu, kamu bukan bukan mukmin.
- Ya, seperti sekarang lihat ya. Orang
- yang salatnya sama seperti kita
- ya, Al-Qur'annya sama, menyembah Allah
- Subhanahu wa taala ya beriman kepada
- Allah dan Rasul-Nya kita bilang bukan
- muslim. Tabtaguna aradal hayatid dunya.
- Ini Allah ingatkan ya kamu ini hanya
- mengharapkan menginginkan ya kesenangan
- kehidupan dunia. Faallahi
- ya keiningan hawa nafsu ya ingin pamor
- dengan dengan kelompoknya ingin
- mendapatkan sanjungan dari dari
- junjungannya ya dari
- ee
- yang membiayai dia seperti itu. Maka
- akhirnya dibutakan oleh hawa nafsunya.
- Ya, ini ee
- kita sangat-sangat menyayangkan masih
- ada apa para ustaz yang seperti itu,
- para penceramah yang seperti itu
- [mendengus] ya. Yang ini kalau kita
- lihat dengan kacamata Islam, [mendengus]
- kacamata Al-Qur'an, sangat jelas sekali
- siapa yang benar dan siapa yang salah.
- Seperti itu. Ya Allah sudah contohkan
- peristiwa bagaimana ketika turunnya
- surah Ar-Rum tadi seperti yang
- diterangkan Ustaz Husin, bagaimana kaum
- muslimin itu gembira dengan kemenangan
- ahlul kitab. Padahal ya ahlul kitab yang
- pada waktu itu juga sudah banyak
- pencimpangan. Tapi karena masih ada
- kesamaan masih ya kaum muslimin
- bergembira. Ini di diangkat oleh Allah
- Subhanahu wa taala dalam Al-Qur'an.
- Nah, sekarang ya
- di Iran
- ya mereka negaranya negara Islam Iran
- dengan
- bangganya
- menyebutkan bahwasanya negara mereka
- adalah Republik Islam. Mereka membela
- kaum muslimin
- menentang Zionis, menentang kezaliman.
- Lalu kok malah dimusuhi? Malah kemudian
- yang diungkit-ungkit masalah mazhab
- seperti itu. Ini adalah sesuatu yang
- sangat-sangat
- ironi. Dan dan kalau orang [mendengus]
- lain yang di luar
- agama Islam saja mereka peduli kepada
- bangsa Palestina, mereka ikut membantu.
- Ya. Lalu kok kenapa orang yang mengaku
- muslim sama sekali ya tidak tersentuh
- seperti itu? Bahkan mereka mengecam
- orang-orang yang menyerang Israel dan
- Zionis. Seperti itu. Ini menunjukkan
- jadi ee bukan saja keimanannya
- dipertanyakan, tapi bahkan kemanusiaan
- mereka pun perlu dipertanyakan
- ya. Apakah masih ada hati nurani di hati
- mereka? Wallahualam.
- Baik. Ee selanjutnya
- dari Pak Ibu Nur nih. Asalamualaikum
- Ustaz Husein dan Ustaz Hamzah.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Kenapa kita setiap muslim tidak ada
- kesempatan untuk punya kemampuan
- berperang seperti halnya zaman Nabi.
- Para sahabat punya kesempatan lahan ee
- latihan untuk setiap berperang dengan
- latihan berkuda, latihan menggunakan
- pedang dan semua sarana yang dibutuhkan
- untuk berperang. Lain halnya dengan
- seorang Zionis saat ini menurut info
- semua orang di sana punya kemampuan
- berperang dengan senjata modern sehingga
- mereka dengan mudah di
- didaya dizalimi kaum muslimin di
- Palestina khususnya mereka cakap bisa
- menggunakan senjata canggih, pesawat
- tempur dan lain-lain. Sedangkan kaum
- muslimin tidak. Apakah kita hanya cukup
- menonton, mengecam dan berdoa? Tidak
- bisa kita ee tindakan ikut mengangkat
- senjata melawan mereka. Apakah juga
- hanya berharap Iran atau negara lain
- atau negara Arab juga dari Ibu Nur.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Senjata bagaimanapun canggihnya baru
- berguna di tangan pahlawan
- sebagaimana pepatah mengatakan wala
- yanfausilah illa fi yadai bat
- senjata.
- Dia takkan berguna di hati tangan-tangan
- yang jiwanya
- rapuh, mentalnya lemah, tidak punya
- keberanian untuk berjuang.
- Tapi dengan mental ya, dengan ketabahan,
- dengan keseriusan berjuang mengharapkan
- rida Allah, maka yang akan turun Mas
- Krishna sebagai pendukung bukan lagi
- kekuatan manusia, tapi yang akan
- mendukung bar tentara langit dan bumi.
- Walillahi
- junudus samawati wal ardallahu
- aliman hakiman. Kepunyaan Allah Barat
- tentara langit dan bumi. Dan Allah maha
- tahu lagi maha bijaksana. Dalam ayat
- yang lain, walillahi junudus samawati
- wal ardallahu
- azizan hakima. Kepunyaan Allah barat
- antara langit dan bumi. Dan Allah maha
- perkasa lagi maha bijaksana. Ini
- merupakan dua ayat dari suratul fath
- dan pada saat ini alhamdulillah
- senjata ya baitul, sistem pertahan
- udara,
- pasukan
- Iran alhamdulillah termasuk salah satu
- negara yang cukup kuat bahkan
- menimbulkan rasa takut bagi Amerika dan
- negara-negara Barat termasuk Israel.
- Yaman yang kita anggap sebagai negara
- terkebelakang ternyata berhasil tegar
- berhadapan dengan kapal induk Amerika
- dan serangan-serangannya. Bahkan
- berhasil membuat kapal induk
- melarikan diri.
- Ini semua merupakan bukti bahwa dalam
- peperangan ini tidak bergantung penuh
- kepada senjata walaupun senjata itu
- penting.
- Tapi kalau dia bersama Allah berjuang
- dengan tulus mengikuti bimbingan
- petunjuknya intansurullah yansurkumit
- aqdamakum. Kalau kalian berjuang membela
- Allah maksudnya agamanya Allah juga akan
- membela kalian dan meneguhkan kaki
- kalian.
- Ketika Israel dan Amerika mengancam
- untuk menjadikan menjadikan Sayid Ali
- Khamai mursyid ya aljumhuriyah al
- islamiyah sebagai target dari serangan
- mereka, dia tidak gentar sedikit pun
- karena pada akhirnya baik dia diserang
- atau tidak akan kembali kepada Allah.
- Mas Krishna. He.
- Usia beliau sudah 86 tahun pada saat
- ini. Berjuang dari muda. Bahkan pernah
- lama mendekam dalam penjara Syah Iran.
- [mendengus]
- Bahkan tangannya satu pun hilang karena
- ledakan pada saat pertemuan di parlemen.
- Jadi kalau kita perhatikan bersama-sama
- buat orang yang beriman, hidup mereka
- untuk Allah. Mati mereka juga untuk
- Allah. Allah persiapkan balasan yang
- terindah bagi mereka.
- Sebetulnya setiap orang yang berjuang
- melihat kehidupan dunia dengan
- kepalsuannya, mereka sebetulnya tidak
- betah dalam kehidupan dunia. Hanya orang
- yang tertipu terpedaya dengan dunia,
- yang asyik dengan dunia mereka yang
- membuat dosa mereka bertambah.
- Mereka membiarkan diri mereka menjadi
- sasaran-sasaran azab. Oleh karena itu,
- biarkan mereka tertawa sebentar kelak
- mereka akan menangis.
- Dan ketika
- Sayid Ali Khamanai mendengar ancaman
- dari Israel dan Amerika, langsung dia
- mengeluarkan wasiatnya. Bila dia
- terbunuh, maka kekuasaan untuk sementara
- waktu sebelum ada pemimpin tertinggi
- berpindah ke pasukan Garda Republik
- Iran,
- mereka betul-betul telah siap untuk
- mempersembahkan segala-galanya.
- Mereka siap untuk mempersembahkan
- segala-galanya dan akan membalas
- serangan Israel dengan serangan yang
- serupa.
- Kita tidak tahu
- rahasia persenjataan Iran sejauh mana
- kekuatannya. Apakah mereka memiliki
- mikro nuklir ya sebagai hulu ledak ya
- atau tidak. Tapi yang jelas wakaru wa
- makarallah wallahu khairul makir. Mereka
- melakukan makar. Allah akan mematahkan
- makar mereka dan dia sebaik-baiknya
- yang mematahkan makar musuh-musuhnya.
- Di sini umat Islam diuji apakah mereka
- ikut memberikan dukungan, bantuan?
- Paling tidak dengan doa.
- Apakah mereka duduk berpangku tangan
- bahkan dengan sombong menghakimi Iran,
- Yaman, para pejuang Hizbullah sebagai
- kaum teroris?
- Inalah kebiasaan-kebiasaan orang yang
- hidup bermewah-mewahan, berforia, lupa
- kepada Allah subhanahu wa taala. Allah
- Subhanahu wa taala bukan hanya akan
- membuka kedok mereka, tapi akan
- menurunkan azabnya pada mereka sebagai
- bukti
- bahwa mereka adalah orang-orang yang
- berkumpul bersama musuh-musuh Allah
- Subhanahu wa taala. Wallahuam. Saya
- tanya makan
- ya. Sekali lagi tadi kenapa kita enggak
- mempersiapkan ini? Kalau kita lihat Iran
- yang di yang diboikot puluhan tahun
- diisolir seperti itu. Tapi sekarang
- menggagetkan kok mereka punya
- senjata-senjata canggih seperti itu. N
- inilah ada pengamalan dari apa yang
- Allah Subhanahu wa taala sebutkan dalam
- Al-Qur'an dalam surah Al-Anfal.
- Waumahiakum.
- Jadi Allah memang sudah perintahkan
- kepada kaum muslimin waidu lahum.
- persiapkan
- ya untuk menghadapi mereka apa saja yang
- kalian
- [mendengus] mampu dari berbagai
- kekuatan. Nah, kekuatan ini macam-macam.
- Apa? Kekuatan teknologi, kekuatan ee
- media, kekuatan ekonomi. Ini sebenarnya
- umat Islam harusnya seperti itu. Kuat
- dalam berbagai hal, dalam persenjataan
- dan seterusnya. Ya, lebih khususnya
- Allah katakan wamilili turhibun
- biwallahi
- wauakum. Tujuannya agar supaya kaum
- muslimin ini kuat bukan untuk
- menyerang atau menjajah negara-negara
- lain bukan. Tapi turhibuna bihi
- aduallahi wawakum. Membuat ya agar
- supaya bisa membuat gentar musuh-musuh
- Allah. Jadi dengan mereka enggak berani,
- gentar terhadap kaum muslimin, artinya
- mereka tidak akan berani ya
- menjajah kita, menyerang kita, menzalimi
- kita. Enggak mungkin ya kalau kaum
- musliminnya kuat, bangsa Palestina ya
- terperenjara ya terzalimi sampai
- sekarang. Nah, ini ini perlu seperti itu
- pengamalannya dan ini di dilakukan oleh
- Iran seperti itu. Kita lihat kita bisa
- saksikan ee apa ee saat ini.
- Wallahualam.
- Baik, selanjutnya pertanyaan dari Bapak
- Adi Sunaro. Asalamualaikum satu war
- saya ingin bertanya, kenapa di Al-Qur'an
- bila menyebut kata kitab menggunakan
- kata petunjuk dalalika, sedangkan bila
- menyebut Quran menggunakan kata hadza?
- Demikian pertanyaan.
- Sebetulnya Allah bukan hanya menggunakan
- kata penunjuk untuk sesuatu yang jauh,
- tapi kata hadza juga digunakan.
- H
- sebagai contoh,
- kitabun anzalnahu ilaika litukhrijanasa
- minadulumatian nur. Ini asalnya hadza
- kitabun. Ini kitab anzalnahu ilaika kami
- turunkan kepadamu.
- Dan hadza maupun dalika sebetulnya
- menunjukkan makna yang istimewa.
- Kalau dalika dengan kata penunjuk untuk
- sesuatu yang jauh menunjukkan ketinggian
- Al-Qur'an yang tak mungkin dijangkau
- oleh kita.
- keagungan yang tidak mungkin dapat
- ditandingi, dijangkau oleh manusia
- maupun jin. Sedangkan hadza ya
- menunjukkan kedekatan.
- Wahadza kitabun anzalnahu
- ilaika.
- Ini [mendengus] kitab yang kami turunkan
- kepadamu. Mubarakun yang penuh dengan
- keberkahan.
- Jadi bukan hanya menggunakan dalika,
- tapi juga kedua-duanya digunakan. Had
- menunjukkan
- [berdehem]
- ya bagaimana ini merupakan kitab yang
- berada pada jangkauan kita yang begitu
- dekat sebagai petunjuk, sebagai cahaya,
- sebagai rahmat. Kenapa kita harus
- mencari petunjuk ke sana maupun kemari?
- Jadi kedua-duanya menunjukkan makna
- takzim yang amat indah. Satu menunjukkan
- ketinggian yang tak mungkin terjangkau.
- Dalikal kitab
- laba fi hudan lil muttaqinikal
- kitabulladzi la yudanihi w yumiruhu ayu
- kitab. Sedangkan had menunjukkan
- kedekatan yang begitu dekat dengan kita.
- Tapi kita justru tak melihat.
- Padahal dia merupakan kitab yang Allah
- jadikan sebagai petunjuk, sebagai
- cahaya, sebagai rahmat, sebagai
- penyembuh, sebagai mizan, juga sebagai
- furqan yang memisahkan di antara yang
- hak dan batil. Maka manusia tak memiliki
- alasan bahwa mereka tidak mengetahui
- kebenaran. Wallahuam. Ustaz Hanzaian
- dari hamba Allah. Asalamualaikum Ustaz
- Hamzah Ustaz Husin. Apa ciri anak muda
- yang dicintai Allah menurut ajaran Islam
- dan bagaimana kita bisa mencapainya di
- zaman yang penuh godaan ini? Itu saja
- pertanyaan
- ya. Pemuda memang merupakan ee harapan
- bagi
- ee kuatnya satu bangsa ya. Dan ini
- uniknya di dalam Al-Qur'an
- bagaimana perjuangan para pemuda ini di
- disebutkan di dalam Al-Qur'an. Di
- antaranya misalnya Ashabul Kahfi,
- innahum fidyatun amanu birabbihim
- wazidnahum huda.
- Sesungguhnya mereka adalah para pemuda
- yang beriman dengan Tuhan mereka. Ya.
- Wazidnahum huda. Dan kami [mendengus]
- tambahkan ya petunjuk bagi mereka. ini
- ee
- ee apa bagaimana
- Allah Subhanahu wa taala puji ee mereka
- ini para pemuda seperti itu yang beriman
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Jadi
- hendaknya juga kita mendidik anak-anak
- kita menjadi pemuda-pemuda yang beriman
- kepada Allah Subhanahu wa taala,
- bertakwa kepada Allah Subhanahu wa taala
- ya dekat dengan Al-Qur'an agar supaya
- mereka memiliki pegangan
- yang kokoh, yang kuat, yang siap
- menghadapi berbagai tantangan. Ya. Jadi
- ee penting ini dengan keimanan yang kuat
- mendapatkan petunjuk dari Al-Qur'anul
- Karim, bimbingan ee yang begitu jelas,
- yang begitu kuat dari Allah Subhanahu wa
- taala, niscaya mereka insyaallah ya
- mereka walaupun berada di masa kapanp
- kalau pegangan mereka ini adalah
- Al-Qur'anul Karim. Karena Al-Qur'an ini
- bisa menjangkau
- berbagai ya masa dan waktu juga tempat
- ya. Artinya bagaimana ajaran yang dibawa
- oleh Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam yang
- dengan petunjuk Al-Qur'an ini akan bisa
- ee diaplikasikan di manaun. Jadi
- para pemuda kita ini
- yang terdidik dengan Al-Qur'an,
- mereka [mendengus]
- beriman kepada Allah Subhanahu wa taala,
- taat kepada Allah subhanahu wa taala,
- mereka tidak akan bingung ketika
- menghadapi perubahan zaman seperti
- sekarang.
- Ya, [mendengus]
- saya tekankan seperti ini karena banyak
- orang yang terdidik di diberikan
- pendidikan
- [mendengus] dengan ee pedoman-pedoman
- dari buku-buku yang dikarang 1000 tahun
- yang lalu yang terkadang tidak
- tidak aplikatif untuk ee menghadapi masa
- sekarang. Sehingga ketika mereka
- menghadapi berbagai hal yang baru,
- mereka bingung. Dan akhirnya karena
- mereka menganggap Al-Qur'an ini e agama
- Islam ini ketinggalan karena apa yang
- mereka pelajari seperti itu, akhirnya
- banyak di antara mereka [mendengus] yang
- ee meninggalkan agama ya, meninggalkan
- agamanya bahkan tidak apa artinya tidak
- [mendengus] menjadikan agamanya itu
- sebagai pedoman hidupnya. Padahal kalau
- kalau mereka landasi pengetahuan agama
- mereka dengan [mendengus] pemahaman yang
- kuat tentang Al-Qur'anul Karim, mereka
- akan
- bisa tetap apa? Hidup di berbagai zaman,
- menghadapi berbagai tentangan. Ee mereka
- bisa menghadapinya. Selain itu yang
- penting dalam mendidik juga anak kita
- perhatikan hendaknya mereka senantiasa
- bergaul dengan teman-teman yang baik,
- teman-teman yang saleh. Ini penting ya
- di dalam menjaga
- ee keimanan mereka, ketakwaan mereka,
- keistiqamahan mereka ya di dalam
- menjalankan agama cari teman-teman yang
- saleh, teman-teman yang baik. Sebab
- kalau bercampur dengan teman-teman yang
- tidak baik ini [mendengus]
- pengaruhnya begitu besar ya. Sampai
- Rasulullah menggambarkan kan ya
- bagaimana teman yang baik itu akan
- memberikan kemanfaatan
- ya. Sedangkan teman yang buruk itu akan
- memberikan ya [mendengus] akan ee
- sedikit banyaknya akan menempelkan
- keburukan kepada kita ya.
- il miski wafihir. Kata Nabi, perumpamaan
- [mendengus] orang yang berteman dengan
- orang-orang yang baik dan juga e
- perumpamaan orang yang berteman dengan
- orang yang buruk sama seperti ya kita
- dekatin orang penjual minyak wangi
- [mendengus] atau kita mendekati ya
- pandai besi gitu ya.
- [mendengus]
- Kalau orang yang mendekati penjual
- minyak wangi kata Nabi ya, dia bisa ya
- mendapatkan bau yang harum ya atau
- kadang-kadang dia diberikan hadiah
- dicolekin minyak wanginya atau dia bisa
- membeli minyak wangi dari orang
- tersebut. Artinya dia akan terpengaruh
- dengan [mendengus] keharuman ee dari
- penjual minyak wangi tersebut.
- Sebaliknya kalau dia dekat dengan pandai
- besi ya bisa saja dia [mendengus] ya
- kebakar bajunya kena percikan api atau
- minimal dia akan mencium bau yang tidak
- sedap dari sana. Nah, [mendengus] ini ee
- penting e dalam memilih teman yang baik
- agar supaya ee para pemuda kita,
- anak-anak didik kita benar-benar tetap
- terjaga di dalam keimanan mereka.
- Wallahualam. Sayaakukan
- [berdehem]
- pemuda muslim
- yang kuat untuk para pemuda muslim
- merupakan aset yang termahal.
- Dan kita tahu semua orang yang berjuang
- bersama Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam pada masa-masa
- awal perjuangan ya maupun
- yang menamai Nabi ya dari kaum Anshar
- adalah para pemuda.
- Kita tahu ya
- Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib
- keduanya merupakan pemuda yang
- sembahyang.
- Bahkan Abu Bakar juga pada saat itu
- bersama Umar dapat dikatakan sebagai
- pemuda. Dan kita harus tahu umat Krishna
- awal masa muda kita tahu sedangkan masa
- akhirnya kita susah untuk menentukan.
- Ada orang yang masih usia 25 tahun tapi
- kelihatan nampak tua sudah kehilangan
- semangat. Ada orang berusia 70 tahun
- tapi memiliki semangat yang besar. Tubuh
- dan fisik yang luar biasa kuatnya. Mampu
- untuk apa? berperang
- baik dengan fisiknya maupun dengan apa?
- Dengan kecerdasannya.
- Al-Qur'an menyebutkan di antaranya minal
- mukminina rijalun shodqu ma ahadullaha
- alaiinhum q nahbahu waminhum yantadir w
- baddaru tabdila. Di antara kaum mukminin
- terdapat pemuda-pemuda yang menepati
- janji mereka yang mereka janjikan kepada
- Allah. Di antara mereka ada orang-orang
- yang telah pergi kembali kepada Allah
- menepati janji mereka. Di antara mereka
- ada yang masih menang menunggu menanti
- jemputan yang datang menjemput mereka.
- Saad bin Muad pemimpin Anshar meninggal
- di bawah usia 30 tahun. Bayangkan coba.
- Dan dia pemimpin kaum Anshar. Begitu
- pula Saad bin Ubadah.
- Jadi kalau kita perhatikan orang-orang
- yang berjuang bersama Rasul termasuk di
- antaranya Bilal Ibnu Rabah, Salman
- Al-Farisiah dari kalangan Mawali semua
- adalah para pemuda
- dan orang-orang tua juga ikut serta tapi
- keikut serta para pemuda ini ya yang
- menjadi unsur terpenting dalam
- memenangkan perjuangan dengan bantuan
- dan izin Allah Subhanahu wa taala. Orang
- tua memberikan masyur, orang tua
- memberikan motivasi. Bahkan
- wanita-wanita memberikan motivasi buat
- anak mereka. Memberikan motivasi buat
- suami-suami mereka.
- Apabila usai peperangan yang mereka cari
- Rasulullah, kalau Rasulullah hidup buat
- mereka, musibah apapun walaupun anak
- mereka, suami mereka dipanggil oleh
- Allah di mata mereka merupakan hal yang
- kecil. Mereka mengatakan, "Almusibatu
- ba'da rasulillahi hayina."
- Talha bin Ubaidillah pemuda. Zubair bin
- Awwam juga pemuda.
- Mus'ab bin Umair.
- Mus'ab bin Umair pemuda. Dia meninggal
- dunia ya pada peperangan Uhud.
- Begitu pula Hamzah bin Abdul Muthalib.
- Walaupun dia paman Rasul tapi usianya
- sama dengan Rasul.
- Di samping dia paman Rasul dia juga
- sepupu Rasulullah sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam. Abbas bin Abdul Muthalib
- juga paman Rasul. Usianya pun sebaya
- dengan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Jadi
- penting kita mempersiapkan mendidik
- pemuda-pemuda kita agar menjadi pemuda
- yang merindukan Allah.
- [mendengus]
- Begitu juga pemuda yang mempersiapkan
- diri mereka untuk bekal di hari akhir.
- Iran ya mendidik anak-anak mereka
- semenjak kecil
- hingga menjadi remaja dewasa betul-betul
- dengan semangat berkorban perjuangan.
- Kita pernah bersama Mercy mengunjungi
- Libanon pada saat peperangan yang
- berlangsung di antara Hizbullah dengan
- Israel. Begitu gencatan senjata kita
- datang ke sana.
- itu pemuda-pemuda Hizbullah betul-betul
- pemuda yang mempersiapkan hidup mereka
- untuk Allah Subhanahu wa taala.
- Masyaallah.
- Dan mempersiapkan diri mereka untuk mati
- di jalan Allah. Sayid Hasan Nasrullah
- ketika jenazah anaknya yang berjuang di
- jalan Allah meninggal dunia, dia buka
- jenazah, dia kecup dan dia bersyukur
- pada Allah yang telah menerima anaknya
- sebagai persembahan.
- Mereka bukan menangis, tapi menyambut
- dengan gembira.
- Masyaallah.
- Ketika ada pemuda-pemuda Hizbullah
- ditanya, "Apa kalian tidak berpikir
- untuk menikah?"
- Atau yang sudah menikah atau berpikir
- untuk poligami seperti kasak kusuk di
- tengah-tengah masyarakat di Indonesia?
- Dijawab oleh mereka, "Syagal syagalanal
- jihad an mutatin nisa." Kami disibukkan
- oleh jihad ya dari kesenangan bersama
- wanita. Bahkan wanita-wanita Hizbullah
- di saat mereka dilamar, mahar utama yang
- mereka minta pertama-tama adalah
- berjuang di jalan Allah.
- Masyaallah. Berjuang di jalan Allah.
- Artinya mereka persiapkan diri mereka.
- Kalian jangan mengatakan mereka Syiah,
- mereka rawafid. Coba buat seperti mereka
- dong. Jangan kerja ini hanya mencaci
- maki, berkicau, menyanyikan lagu
- perpecahan, menyebarkan fitnah dan
- kerusakan di muka bumi. Kalau mereka
- seperti ini, mereka akan terkena laknat
- Allah, laknat malaikatnya, dan laknat
- dari semua orang yang beriman.
- Ketahuilah kalau kalian berpaling,
- Allah akan gantikan kalian dengan yang
- lain yang lebih baik dari kalian.
- [mendengus] Dan kita harus tahu
- ketika turun firman Allah, "Wain
- tatawallau yastabdil quuman ghairakum
- tumma la yakunu amsalakum." Kalau kalian
- berpaling Allah akan gantikan kalian
- dengan umat yang lain yang lebih baik
- daripada kalian, tidak serupa dengan
- kalian. Rasulullah ditanya, "Man hum?"
- "Ya Rasulullah?" Dijawab oleh Rasul,
- "Kumu Salman." Kaumnya Salman.
- unasumis. Kalau iman di bintang Tsurayya
- akan diburu dan diambil oleh apa? Oleh
- orang-orang yang berasal dari Persia.
- Begitu juga ketika firman Allah turun,
- wa akina lamma lamma yalhaqu bihim
- wahual azizul hakim. Ketika ditanya,
- "Man hum ya Rasulullah?" Bahkan Abu
- Hurairah yang meriwayatkan di Bukhari
- pun ada kaumu Salman. Jadi kalau kalian
- mencaci maki Syiah, rawafid dan lain
- sebagainya, lebih baik kalian duduk
- bersama mereka diskusi. Apabila ada yang
- salah, luruskan.
- Bukan seperti kalian yang caci sana,
- caci sini yang kalian dendang dan kalian
- nyanyikan wali iyadubillah tidak lebih
- daripada bidah sunah. Bidah, sunah-sunah
- pun menurut persepsi kalian, bukan
- menurut apa pandangan Al-Qur'an dan
- sunah-sunah Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Apakah
- bahagian dari sunah menyebarkan fitnah,
- mencaci maki ke sana maupun kemari.
- Apakah ini sunah? Ini bukan sunah
- Rasulullah, ini sunah asyaitan.
- Jadi, kalian jangan sampai terjerumus
- dalam perangkap setan menganggap
- perjuangan kalian dalam kebenaran.
- Padahal kalian sebetulnya sedang
- memperjuangkan
- pesan setan. Persis seperti firman
- Allah. Qul nunabbiukum bil aksarina.
- Katakan, "Maukah kalian kami beritahukan
- siapa orang yang paling merugi amal
- usahanya? Allinauhum
- dunya wahum yahsabunahum yuhsin sunah."
- Orang-orang yang tersesat sia-sia amal
- mereka dalam kehidupan dunia, tapi dalam
- waktu yang sama mereka beranggapan
- merekalah orang yang terbaik amalnya.
- Ulaikalladzina kafaru biayati rbihim
- waliqih. Merekalah orang yang ingkar
- kepada ayat Tuhan. Mereka yang jelas
- memerintahkan kita bersatu dalam agama
- Allah, berjuang di jalan Allah. Kalian
- bawa salafi, salafi, salafi, salafi,
- salafi, salafi.
- Padahal kita tahu yang berdalil dengan
- salafi ini justru orangorang musyrik.
- Kalau diajak kembali pada kitab Allah,
- mereka bilang, "Kami akan kembali kepada
- salaf-salaf kami." Jadi, merekalah
- orang-orang yang ingkar kepada ayat
- Allah dan perjumpaan dengan Allah. Kalau
- mereka takut berjumpa dengan Allah,
- beriman pada ayat Allah, tidak mungkin
- keluar untaian kata-kata seperti ini.
- [mendengus]
- Jadi jelas kalian ini sebetulnya
- orang-orang yang beranggapan diri kalian
- dalam kebenaran, berjuang di jalan Allah
- menurut anggapan kalian. Tapi sebetulnya
- kalian sedang menjalankan misi setan.
- Hati kalian bersama Zionis. Kalau tidak,
- tidak mungkin kalian marah ketika Zionis
- diserang. Tapi ketika kaum muslimin
- diserang, kalian justru apa? berpangku
- tangan duduk uncang-uncang kaki. Dan tak
- heran memang raja-raja yang berkuasa
- kebanyakan mereka adalah keturunan
- Zionis atau paling tidak mereka menyusu
- dari Zionis. Fala ajaba fialik. Maka tak
- mengherankan dalam hal ini. Wallahuam.
- Baik Mas ada waktu?
- Cukup ya.
- Oh closing ya. Baik ya. Terima kasih
- Ustaz Hamzah. Kita akan jumpa lagi pada
- Jumat depan. Saya Muhammad Krishna.
- Mohon pamit. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.