Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini hari Jumat tanggal 9 Januari 2026
- atau 20 Rajab 1447 Hijriah. Kita jumpa
- lagi dalam acara renungan di bawah
- naungan Al-Qur'an untuk edisi tanya
- jawab. Silakan bagi Anda yang memiliki
- pertanyaan silakan kirim ke 08111999720
- nanti insyaallah akan dijawab oleh Ustaz
- Husein bin Hamid Alatasah. Shalom Ustaz
- Husein.
- Ini ada Ondi juga, ada Ondi, ada Agi ya.
- Baik, kita mulai acara ini dengan
- membaca al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin.
- Iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim
- waladin
- Alhamdulillah kita semua sudah baca
- alfatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam menangkap jawaban-jawaban
- yang diberikan oleh guru kita Ustaz
- Husein bin Hamid Alatos. Baik,
- pertanyaan pertama dari Bapak Toto di
- Jurang Mangu. Salam Ustaz Husein.
- Ustaz, dalam salat sir zuhur dan asar,
- saya sebagai makmum, bolehkah saya
- mengulang-ulang surat yang saya baca
- mengingat imam belum selesai-selai?
- Belum selesai-selesai bacaannya?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Allahumma sholli ala Muhammadin
- wa ali Muhammad.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim. Wala haula
- wala quwwata illa billahil aliyil adzim.
- Rbana zidna ilman wa alhikna.
- Allahumma atina minika rahmah
- waimna minadunka ilman nafi wfna bimaam.
- Asalamualaika ya rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- menjawab pertanyaan saudara kita yang
- bertanya
- pada salat sir
- yang tidak
- terdengar suara imam itu pada saat salat
- zuhur maupun salat asar.
- Makmum sudah selesai membaca
- al-Fatihah, membaca juga surah,
- sedangkan imam belum.
- Bolehkah dia mengulang bacaannya? Dibaca
- jawabannya? Boleh. Karena kalau dia
- berdiam
- pasti pikirannya akan ke mana-mana.
- H.
- Tapi melakukan
- atau membaca ulang kembali
- atau membaca surah yang lain ya itu
- merupakan hal yang termasuk bahagian
- dari salat. Termasuk bahagian dari
- salat. Katakan umpamanya dia membaca
- surah Al-Kafirun, ternyata imam
- masih dalam keadaan membaca, dia tambah
- dengan suratul ikhlas.
- Kemudian imam masih belum selesai, kita
- baca surah al-Falaq.
- Masih belum selesai kita baca suratun
- nas.
- Begitu juga pada saat kita rukuk
- hendaknya kita mengkhusyukkan diri kita
- pada saat imam ruku sambil bertasbih.
- Kita sudah bertasbih sebanyak tiga kali.
- Kemudian imam belum bangun, lanjutkan 4
- 5 6 hingga
- hati kita betul-betul terisi dengan
- suasana zikir di samping tubuh kita
- dalam keadaan rukuk atau dalam keadaan
- sujud.
- Jangan kita biarkan kita dalam keadaan
- kosong hingga akhirnya masuklah
- bisikan-bisikan setan dan berbagai macam
- pikiran yang tidak menentu. Wallahuam.
- Baik. Selanjutnya dari Bapak Yeni
- Sutrisno di Lampung. Salam Ustaz Husein.
- Ibu Yeni apa Bapak Yeni?
- Bu Yeni. Yeni sepertinya Ibu nih. Ibu
- Yeni. Ibu Yeni Sutrisno.
- Ustaz apabila seorang pemain sinetron
- dan sekarang sudah hijrah dan sudah
- berhijab tapi film-film yang lamanya
- yang masih diputar padahal waktu itu dia
- belum berhijab berdosakah dia?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman wa alhikna
- bisolihin.
- Kepada Ibu Yeni pengalaman
- seorang wanita yang tadinya bermain
- sinetron, membuka auratnya
- kemudian dia bertobat kembali kepada
- Allah. Dia perbaiki dirinya dengan
- sendirinya taubat menghapuskan
- dosa-dosanya yang lampau.
- Dan hendaknya dia banyak beristigfar
- setiap kali mendengar tayangan-tayangan
- sinaturalnya diputar ulang.
- Kalau dia punya kemampuan untuk membeli
- ya
- dokumentasinya kemudian dihapuskan itu
- yang terbaik. Kalau tidak
- mohon ampun kepada Allah Subhanahu wa
- taala dan mohon kepadanya untuk
- melenyapkan dokumentasi yang buruk
- tersebut. Ini juga mudah-mudahan
- menjadi kafarah bagi dosa orang-orang
- yang bertaubat kepada Allah.
- Subhanallah. Hal ini terjadi juga pada
- seorang artis terkenal di Mesir.
- Hm.
- Artis ini bernama Syamsul Barudi.
- H.
- Dia seorang wanita ya yang cantik.
- Mungkin di antara para ee artis di
- Mesir, wanita ini dapat dikatakan
- sebagai wanita tergantung. Tapi sayang
- dia mengumbar tubuhnya.
- Bermain dalam tayangan-tayangan
- film-film yang amat vulgar.
- Dia terkenal karena hal ini.
- Subhanallah.
- Ketika saya kembali dari Mesir, saya
- dengar dia bertobat.
- Bertobat dengan sungguh-sungguh kembali
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Bersama tobatnya juga seorang artis
- terkemuka yang bernama Hasan Yusuf juga
- bertobat.
- Akhirnya mereka menikah. Syamsul Barudi
- yang tadinya tubuhnya terbuka,
- dia berpakaian sempurna bahkan bercadar.
- H
- dan dia menangis ketika menyaksikan
- film-filmnya dulu sewaktu dia masih
- dalam keadaan jahiliah ditayangkan
- kembali.
- Lalu
- dia mendatangi pihak produsen
- lalu menawarkan untuk membeli semua
- film-filmnya.
- harta yang dimiliki dia tidak sayang
- untuk membeli film-filmnya yang dahulu
- menampilkan penampilan-penampilan yang
- tidak Islam. Tapi ternyata produsen
- bukan hanya menolak, tapi sengaja mereka
- mengulang-ulang
- ya penampilannya.
- Bahkan di televisi yang dulu jarang
- diulang semenjak dia datang meminta
- untuk apa? Memberi dokumentasi tersebut.
- Semenjak dia bertobat justru mereka
- malah apa?
- Mengulang-ulang.
- Malah mengulang-ulang. Karena produsen
- kan merasa kehilangan dengan artis yang
- selama ini memberikan keuntungan buat
- mereka sekarang bertobat. Dan
- subhanallah bersama Syamsul Barudi
- yang bertobat sekian banyak artis-artis
- wanita Mesir yang tadinya
- hidup dalam jahiliah bertobat kepada
- Allah. Begitu juga aktor-aktornya
- bertobat kepada Allah. terutama pada
- masa As Syekh Muhammad Mutawali Sya'rawi
- yang menyentuh hati mereka
- berbondong-bondong mereka bertobat
- hingga produsen film bingung
- kebingungan apa kehilangan artis-artis
- mereka yang cukup terkenal.
- Jadi gelombang tobat ini patut menjadi
- pelajaran buat kita semua. Semoga
- artis-artis kita juga bertobat kepada
- Allah. Kasihan mereka. Mereka taubahnya
- bagaikan menjual tubuh mereka.
- kehidupan yang glamor. Bahkan sebagian
- mereka juga terlibat dalam narkoba,
- praktik-praktik hubungan yang tidak
- benar. Kalau mereka bertobat, Allah akan
- membuka pintu rahmatnya bagi mereka.
- Allah Subhanahu wa taala akan hapuskan
- dosa-dosa mereka yang lampau dengan
- syarat mereka bertobat dengan tulus
- kembali kepada Allah. Dosa mereka tidak
- menodai Allah, tapi menodai diri mereka
- sendiri. TBAT mereka akan membersihkan
- mereka di mata Allah Subhanahu wa taala.
- Dan mudah-mudahan di saat mereka
- bertobat menjadi pelajaran buat yang
- lain. Bahwa menjadi seorang artis,
- menjadi seorang aktor, menjadi seorang
- terkemuka apabila bukan di jalan Allah.
- Sebetulnya itu merupakan jalan
- penderitaan dan kegelapan yang penuh
- dengan duri. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Bapak Saputra di
- Cikarang. Asalamualaikum Hustin.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Seandainya Nabi Muhammad masih hidup di
- zaman sekarang, kira-kira aspek apa dari
- kehidupan umat yang paling diluruskan
- lebih dahulu? Waduh.
- Pertanyaan yang cukup menarik
- kalau kita ingin memahami jawaban ini,
- apa kira-kira yang pertama akan
- dilakukan Rasul apabila beliau hidup
- kembali menyaksikan keadaan umat yang
- tenggelam dalam jahiliah, pertikaian dan
- pertentangan.
- Dengan sendirinya
- beliau akan
- memulai dakwahnya di tengah mereka
- sebagaimana beliau berdakwah di
- tengah-tengah masyarakat jahiliyah.
- Kalau dahulu kala masyarakat jahiliah
- karena kebodohan mereka, karena
- ketidaktahuan mereka menyembah berhala,
- mereka hidup juga
- dengan mengacu kepada nilai-nilai
- yang semuanya kembali kepada
- kejahiliahan mereka, yang bersumber dari
- syirik mereka.
- Kalau kita kaum muslimin pada saat ini
- tanpa kita sadari Mas Krisna, kita juga
- banyak yang terjerumus dalam penyembahan
- berhala.
- Walaupun kita mengaku sebagai
- orang-orang yang beriman, mengaku
- sebagai orang-orang Islam, tapi dalam
- praktiknya Mas Krishna yang kita sembah
- bukan Allah.
- H
- yang kita ikuti bukan Allah Subhanahu wa
- taala. Cara hidup kita bukan cara hidup
- yang bersumber dari Allah, tapi cara
- hidup yang bersumber dari kejahiliahan.
- Kalau dahulu kala yang menolak Islam
- adalah masyarakat jahiliah yang bodoh,
- sekarang justru yang tidak menerima
- Islam, yang menolak ajaran Islam dan
- pedoman hidup yang datang dari Allah
- Subhanahu wa taala. Pencipta manusia
- adalah orang-orang yang sudah menyatakan
- diri mereka sebagai orang Islam.
- Mereka bersyahadat asyhadu alla
- ilahaillallah wa asyhadu anna muhammadar
- rasulullah.
- Tapi ternyata manifestasi dari dua
- kalimat syahadat tersebut tidak kita
- saksikan dalam hidup kita.
- Di saat seorang bersyahadat
- ashadu alla ilahaillallah dengan
- sendirinya apa
- manifestasinya?
- Dia hanya menyembah Allah Subhanahu wa
- taala.
- Juga sebagai seorang hamba, dia akan
- patuh mengikuti bimbingan petunjuk dari
- tuannya. Dia tidak akan menolak, tidak
- akan membangkang.
- Dia memahami bahwa hidupnya di dunia ini
- sebagai khalifah yang diberikan amanat
- dan tanggung jawab. Dia akan menjalankan
- amanat dan tanggung jawab yang Allah
- berikan kepadanya.
- Dia juga diberitahukan bahwa kehidupan
- dunia tempat mereka diuji, sedangkan
- hari akhirat adalah tempat mereka akan
- menerima balasan mereka. Maka dengan
- penuh kehati-hatian mereka beramal
- berbekal yang sejalan dengan keridaan
- Allah untuk bekal hari akhir mereka. Dan
- mereka berupaya untuk menjauhkan
- perbuatan-perbuatan maksiat, dosa,
- kemungkaran yang dilarang oleh Allah
- Subhanahu wa taala demi keselamatan
- mereka.
- Tapi yang terjadi, Mas Krishna pada saat
- ini kita ternyata apa?
- berbondong-bondong
- menyambut yang mungkar menentang yang
- makruf.
- Kita bersyahadat alla ilahaillallah
- berarti
- Allah Tuhan semesta alam yang memerintah
- di langit dan di bumi. Allah Subhanahu
- wa taala juga yang mengutus rasulnya
- menurunkan kitabnya memerintahkan kita
- bersatu dalam agama Allah. Tapi nyatanya
- mas kristna kita berpecah belah dan
- bercerai-berai.
- Kita diperintahkan untuk kembali
- berpegang pada kitab Allah. Kita
- gantikan kitab Allah dengan kitab-kitab
- yang lain. Seperti pengalaman
- orang-orang Yahudi yang meninggalkan
- Taurat menggantikannya dengan Talmud.
- Begitu juga umat Nasrani juga melakukan
- hal yang sama. Sekarang kita umat Islam
- juga menempuh jalan yang sama seperti
- yang Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam kabarkan bahwa kalian akan
- menempuh dan mengikuti jejak umat
- sebelum kalian.
- Begitu juga pada saat seorang
- bersyahadat wa anna Muhammad Rasulullah.
- Bukan hanya sekedar ucapan, bukan hanya
- keyakinan, tapi ucapan dan keyakinan ini
- menuntut dia untuk menyambut risalah
- yang beliau bawa dan mengikutinya.
- Beriman bukan hanya percaya, bukan juga
- yakin, tapi menyambut dan mengikuti
- risalah yang dibawa Rasul dari sisi
- Allah Subhanahu wa taala.
- Begitu juga pada saat dia mengerjakan
- salat yang merupakan bahagian dari rukun
- Islam, Mas Krisna.
- Dengan sendirinya salat bukan hanya
- sekedar
- ritual,
- tapi salat merupakan gambaran seorang
- muslim yang benar-benar
- tegak di jalan Allah, patuh yang
- diungkapkan oleh rukuknya. Kemudian
- tadallulnya di hadapan Tuhannya. yang
- diungkapkan dalam sujudnya melambangkan
- ketundukan, kepatuhan dan juga
- kepasrahan kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Maka dengan tubuhnya, begitu juga
- jiwanya, pikirannya ya yang salat di
- hadapan Allah, maka dengan sendirinya
- kehidupannya betul-betul merupakan
- manifestasi
- dari amal-amal salatnya.
- Begitu juga dengan dia menunaikan zakat.
- Menunaikan zakat yang dikeluarkan.
- Dilakukan dengan penuh keimanan,
- mengharapkan rida Allah. Jauh dari
- keriaan, jauh dari mengungkit dan
- menyakiti perasaan yang diberi. Dan dia
- merasakan betul-betul apa?
- Zakat ini betul-betul manfaatnya
- pertama-tama kembali kepada dirinya,
- mensucikan jiwanya, menumbuhkan
- nilai-nilai mulia, menumbuhkan keimanan
- dan keyakinannya kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Di samping merupakan ungkapan
- juga kepedulian kecintaan dia terhadap
- sesama saudaranya.
- sia melatihnya untuk mengendalikan
- syahwat dan hawa nafsunya.
- Menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada
- Allah yang tadinya penuh kesibukan
- dengan syahwatnya, dengan hawa nafsunya,
- perutnya yang memalingkan dia dari
- Allah.
- Sedangkan berhaji merupakan ibadah yang
- menyatukan seluruh umat manusia tanpa
- melihat suku mereka, tanpa melihat
- bangsa mereka, tanpa melihat warna kulit
- mereka.
- Ini merupakan ibadah yang menyatukan
- kaum muslimin. Bukan hanya fisik mereka,
- tapi jiwa mereka. Begitu pula langkah
- dan perjuangan mereka. Inna hadi
- ummatukum ummatan wahidatan waabukum
- fa'budun. Oleh karena itu apabila
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dihidupkan kembali yang pertama akan
- dilakukan Rasul sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam
- akan memulai dengan
- memperkenalkan mereka kepada Allah Tuhan
- mereka.
- Menanamkan atau menumbuhkan makrifat di
- hati mereka kepada Allah itu makrifat
- yang benar. Kemudian bukan hanya sekedar
- makrifat Mas Krishna. Tapi bagaimana
- mereka mengimplementasikan makrifat
- mereka dalam seluruh aktivitas hidup
- mereka
- yang akan menumbuhkan iman, menyatukan
- barisan mereka.
- Demikian pula langkah-langkah mereka
- berjalan di atas jalan Allah yang akan
- membawa kemuliaan bagi mereka di dunia
- maupun di hari akhir nanti. Oleh karena
- itu, perhatikan Mas Krisna wasiat-wasiat
- yang disampaikan para nabi kepada
- keluarga mereka maupun umat mereka.
- Sebagai contoh,
- Allah bercerita mengenai Ibrahim.
- Waman yargabu an millati Ibrahima illa
- man safiha nafsah. Tidak ada orang yang
- berpaling meninggalkan millah Ibrahim
- yang meninggalkan sunah Ibrahim dan
- jalan hidupnya kecuali orang yang ada
- gangguan pada akalnya.
- Kata safiha dalam bahasa Arab ini
- berbeda dengan jahilah yajhad.
- Safaha ini menggambarkan
- orang-orang yang betul-betul picik,
- pandir, bodoh ya, yang menunjukkan ada
- gangguan pada jiwanya.
- Jalan yang begitu indah, lurus
- yang diajarkan Tuhan. Mereka yang
- mengantarkan mereka menuju keselamatan
- mereka tinggalkan. Mereka memilih jalan
- hidup yang akan membuat mereka hidup
- terombang-ambing dalam penderitaan dan
- kegelapan. Maka tidak ada orang yang
- berpaling dari jalan Ibrahim. kecuali
- orang-orang yang benar-benar amat bodoh.
- Walaqadfainahu
- fid dunya wa innahu fil akhirati laminas
- shihin.
- Sungguh kami telah memilih dirinya dalam
- kehidupan dunia dan di hari akhirat dia
- termasuk dari hamba-hamba kami yang
- saleh.
- Qala lahu rbuhu aslim. Ketika Tuhannya
- berkata padanya, "Aslim."
- Aslim di sini bukan berarti masuk ke
- dalam Islam, tapi aslim di sini serahkan
- jiwa dan ragamu kepada Allah.
- Sebagaimana yang diungkapkan dalam
- suratul An'am pada ayat-ayat
- terakhirnya. qul inn shatti wausuki wa
- mahyaya wa mamati lillahi alamin la
- syarika lahu widzalika umirtu wa awalul
- muslim. Nah perhatikan mas krna ini
- merupakan baiat yang Allah ajarkan
- kepada Ibrahim kepada anak keturunannya
- juga kepada para pengikutnya.
- Bayat ini bukan hanya ucapan, tapi
- dibuktikan oleh Ibrahim dalam hidupnya.
- Ketika dia berhadapan
- dengan ancaman kematian dibuang ke dalam
- api, apakah dia bimbang?
- Apakah dia berbalik? Sama sekali tidak.
- Dia mengatakan, "Hasbiallah wanikmal
- wakil."
- Ketika dia diperintahkan meninggalkan
- anaknya, dia tidak ragu untuk mentaati
- Allah. Walaupun dipisahkan dari anak
- yang didapatkan di hari tua di padang
- yang tak bertua ketika dia diperintahkan
- untuk menyembelih putranya tanpa
- ragu-ragu dilakukan dengan mentaati
- perintah Allah. Inilah Islam yang sejati
- Mas Krishna. Bukan Islam sebatas
- kata-kata sebatas nama yang dicantumkan
- di kartu penduduk kita. Tapi Islam dalam
- arti penyerahan diri kepada Allah. Baik
- itu senang maupun susah,
- berat maupun ringan, dia menunjukkan
- kepasrahannya kepada Allah. Lalu Allah
- lanjutkan, waw biha Ibrahimu banihi wa
- Yaakub. Ibrahim juga wanti-wanti
- berpesan pada anaknya. Begitu pula Nabi
- Yaakub juga berpesan kepada
- anak-anaknya.
- Wawas biha Ibrahimu banihi wa yaqubu. Ya
- baniya innallahafa lakumuddin fala
- tamutunna illa wa antum muslimun.
- Sesungguhnya Allah memilih bagi kalian
- pedoman hidup yang langsung datang dari
- Allah. Maka jangan kalian membiarkan
- diri kalian mati kecuali dalam keadaan
- muslimun.
- Di sini Allah tidak mengatakan wala
- tamutunna illa wa antum alal islam.
- Jangan kalian mati kecuali dalam Islam,
- tapi dalam ungkapan yang lebih indah
- lagi. Jangan kalian biarkan diri kalian
- mati kecuali kalian dalam keadaan
- muslimun bersama-sama berserah diri
- kepada Allah. Bukan hanya berserah diri
- kepada Allah, tapi bersatu dalam
- berserah diri kepada Allah. Ini arti wa
- antum muslimun.
- Berarti bukan hanya menunjukkan kita
- harus berserah diri kepada Allah, tapi
- menuntut dari kita semuanya untuk
- bersatu bersama-sama berserah diri
- kepada Allah.
- Oleh karena itu, bagaimana mungkin Mas
- Krishna
- masyarakat mengaku sebagai orang yang
- ee sebagai orang-orang Islam, tapi
- mereka menolak untuk bersatu dalam agama
- Allah.
- Mereka bercerai-berai,
- bergolong-golongan, bermusuh-musuhan,
- saling membanggakan diri mereka,
- kemudian mencerca kelompok yang lain.
- Apakah ini merupakan ciri-ciri dari kaum
- muslimin?
- Berbeda dengan apa yang digambarkan
- Rasul dan juga diamalkan Nabi kita dalam
- sunah.
- Oleh karena itu, pertentangan
- perselisihan di tengah-tengah umat Islam
- pada saat ini menunjukkan bahwa mereka
- belum memahami, meresapi
- arti Islam yang sebenarnya sebagaimana
- yang diserukan oleh Nabi Nuh, yang
- diserukan juga oleh Ibrahim, yang
- diserukan juga oleh Yakub, yang
- diserukan oleh Isa Ibnu Maryam dan
- dikumandangkan oleh Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Oleh karena itu,
- Allah Subhanahu wa taala
- menceritakan kepada kita bagaimana
- perilaku dan tingkah laku orang-orang
- Yahudi Mas Krisna
- bersama orang-orang Nasrani. Sebelum
- datang nabi kita, orang-orang Yahudi
- mengatakan, "Waqalatil yahud laisatin
- nasara alai." Orang Yahudi berkata,
- "Orang Nasrani enggak ada apa-apanya.
- Mereka tidak berpijak di atas kebenaran.
- Waqat
- yahudu. Begitu juga orang Nasrani
- mengatakan orang Yahudi enggak ada
- apa-apanya. Mereka tidak berpijak dalam
- kebenaran. Wahumlunal kitab. Padahal
- mereka membaca kitab Allah.
- Begitu datang Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam mulai sikap
- mereka berubah. Yang tadinya di antara
- mereka saling membanggakan diri.
- Datang nabi kita mulai mereka
- bersama-sama bersatu mengatakan waquunu
- hudan a nasar tahtad. Mereka berkata,
- "Pilih
- salah satunya menjadi orang Yahudi atau
- orang-orang Nasrani kalau kalian ya
- memilih salah satunya
- kalian berada dalam petunjuk Allah
- Subhanahu wa taala." Ini ayat
- 100.
- 36 dari suratul baqarah. 13
- 36
- 36 dari suratul baqarah eh 132
- 130 bukan 135
- dimulai dari ayat 135 dan seterusnya
- kita akan baca
- waquunu hudan a nashtad. Jadilah kalian
- sebagai pemeluk agama Yahudi atau
- Nasrani tahtadu kalian berada dalam
- petunjuk Allah. Dibantah oleh Allah. Qul
- e bal millata Ibrahima hanifah. Jawab
- wahai Rasulullah yang benar dengan kita
- mengikuti millah Ibrahim yang lurus.
- Wama kanana minal musyrikin. Dan dia
- sekali-kali bukan orang yang
- mempersekutukan Allah.
- Dia dengan hidupnya bersama keluarganya
- berserah diri kepada Allah, mentaati
- perintah Allah
- dan dia sama sekali tidak mengajak
- manusia bercerai-berai.
- Betul-betul jiwanya
- semata-mata
- mengejar dan mendambahkan keridaan
- Allah. Bagaimana mungkin orang yang
- mendambahkan keridaan Allah berpikir
- untuk mengikuti hawa nafsunya,
- kepentingannya, kemaslahatannya dengan
- mengorbankan agama Allah.
- Qulu amanna billah. Ayat berikutnya
- Allah perintahkan nabinya
- untuk menyampaikan kepada umatnya. Qulu
- amanna billah. Katakan bahwa kami
- beriman kepada Allah wama unzila ilaina
- dan kepada apa yang diturunkan kepada
- kami. Wama unzila ila Ibrahima wa
- Ismail. Dan apa yang diturunkan Allah
- kepada Ibrahim, kepada Ismail wa Ishaq
- wa Yaakub juga kepada Ishak dan Yaakub.
- Wal asbat begitu pula yang diturunkan
- kepada anak-anak keturunan Yakub ya yang
- Allah pilih menjadi nabi. Kemudian wai
- utiya Musa wa Isa. Dan apa yang Allah
- berikan kepada Musa dan Isa. W utian
- nabiyunahim.
- Begitu pula yang Allah berikan
- dan turunkan ke para-para nabi.
- Kita beriman kepada semua itu. Kemudian
- la nufarriqu baina ahadim
- minhum. Kami tidak membeda-bedakan
- satuun di antara mereka. Semuanya datang
- menyampaikan pesan Allah. Maka kami
- beriman kepada semuanya dan kepada apa
- yang Allah turunkan kepada mereka. Wahnu
- lahu muslimun. Dan kami hanya kepada
- Allah berserah diri menggunakan kata
- muslimun. Bersama-sama kami berserah
- diri kepada Allah.
- Fain amanu bimli ma amantum bihi
- faqtada. Lihat Mas Krisna, kalau mereka
- beriman seperti keimanan kalian, berarti
- mereka berada dalam petunjuk. H
- bukan menjadi Yahudi, bukan menjadi
- Nasrani, bukan menjadi Syii, bukan
- menjadi Sunni, bukan menjadi Salafi,
- bukan juga menjadi sufi, tapi menjadi
- muslim.
- Masyaallah.
- Itu yang Allah pilihkan buat kita dan
- itulah nama yang Allah ridai buat kita.
- Tapi kalau yang satu mengatakan ana
- Syi'i, yang satu mengatakan ana Sunni,
- satu lagi mengatakan ana Salafi, satu
- lagi mengatakan ana sufi. Kita bertanya,
- "Dari mana semua nama-nama ini? Kenapa
- kalian gantikan nama yang Allah berikan
- dengan nama-nama yang baru yang memecah
- belah kalian, yang menumbuhkan
- kefanatikan, menumbuhkan juga kebencian
- di antara sesama kalian.
- Wain tawallau fainnamah humum fi siqoq.
- Kalau mereka berpaling, mereka menolak,
- berarti mereka betul-betul apa? Telah
- memisahkan diri mereka. Kata syaqq
- yasyuqu membelah. Ya,
- syiqaq di sini menunjukkan bahwa mereka
- memisahkan diri menjadi
- semparan-semparan yang bukan bahagian
- dari kaum muslimin.
- Fasayakfikahumullah. Allah akan
- melindungi engkau dari mereka wahai
- Rasulullah wah samiul alim. Dan dia maha
- mendengar lagi maha tahu. Nah, lihat Mas
- Krisna berikutnya, ayat berikutnya.
- Sibatallah.
- Sibhatul
- sibullah.
- Dalam bahasa Arab kata sibghatallah.
- Sibhah ini dalam bahasa Arab diambil
- dari shbagh yasbughu yang artinya
- mencelup
- artinya sibghatullah. Masuklah kalian
- semuanya dalam celupan celupan Islam.
- Jadi sibhah ini menggambarkan Islam
- masuk bersama-sama dalam sibghatallah
- celupan Allah. Waman ahsanu minallahi
- sibghah wahnu lahu abidun. Siapakah yang
- lebih baik, lebih indah celupannya dari
- Allah? Dan kami hanya kepada Allah
- beribadah dan mengabdi. Jadi, Mas Krisna
- seharusnya kita ini semuanya diajak
- beramai-ramai oleh mereka yang berdakwah
- di jalan Allah, apapun latar belakang
- mereka untuk bersama-sama masuk ke dalam
- sibghatullah. Ini merupakan nama yang
- Allah berikan buat kita. Ini merupakan
- jalan keselamatan kita. Dan ini pertanda
- kita betul-betul apa? berserah diri
- kepada Allah dengan kita bersatu dalam
- agamanya. Jadi kalau seandainya
- Rasulullah hidup, dia akan kembali
- berdakwah di tengah-tengah mereka,
- memperbaiki iman mereka juga menjelaskan
- kepada mereka apa itu iman kepada Allah
- yang sebenarnya, apa itu iman kepada
- Rasul, apa itu iman kepada hari akhir.
- Bukan hanya sekedar
- ucapan atau keyakinan yang bersemayam
- dalam jiwa kita tanpa sama sekali
- menghasilkan apa-apa. malah yang terjadi
- justru kebalikannya.
- Oleh karena itu, bagi Bapak kita yang
- bertanya ya dan pertanyaan cukup bagus
- karena sebetulnya sebab terjadinya
- kerusakan kita di tengah-tengah umat
- pada saat ini karena wala kita bukan
- kepada Allah, loyalitas kita bukan
- kepada Allah, bukan kepada rasul-Nya,
- bukan kepada orang yang beriman
- sebagaimana yang Allah perintahkan,
- innama waliyukumullah waasuluhu
- walladina amanu. kembali. Kalian adalah
- Allah dan Rasul-Nya yang menjadi
- petunjuk jalan kembali kepada Allah. Dan
- orang yang beriman, teman-teman
- seperjalan menuju Allah, merekalah wali
- kita. Adapun kita bercerai-berai
- kemudian kita mengikuti wali-wali yang
- memalingkan kita dari Allah,
- menjerumuskan kita dalam kegelapan. Ini
- merupakan sumber fitnah bencana yang
- terjadi. Allahu waliyuladzina amanu.
- Allah wali orang yang beriman. Yukjum
- minulumatianur.
- Mengeluarkan mereka dari kegelapan masuk
- ke dalam cahaya. Sebaliknya walladina
- kafaru auliyauhumagut.
- Orang-orang kafir wali-wali mereka bukan
- satu mas Krisna. Mereka terpecah-pecah
- terbagi-bagi.
- Wali mereka thaghut. Dan thaut di sini
- adalah apa? adalah pegangan ikutan yang
- memalingkan mereka dari Allah, yang
- mengajak mereka bercerai-berai,
- bermusuh-musuhan dari cahaya petunjuk
- Allah mereka dikeluarkan masuk ke dalam
- kegelapan yang gelap gulita.
- Oleh karena itu perlu betul-betul kita
- memahami
- agama Allah dengan sebaik-baiknya. Ini
- agama yang datang dari Allah yang
- berisikan tuntunan hidup yang mencakup
- seluruh aspek kehidupan kita. Bukan
- hanya sekedar
- kita mengerjakan salat tanpa kita pahami
- maknanya atau kita berpuasa tanpa kita
- pahami maknanya, berhaji tanpa memahami
- maknanya, akhirnya mengakibatkan kita
- ini mirip dengan keledai-keledai yang
- memikul tumpukan buku yang bermakna dan
- bermanfaat. Tapi sang keledai tidak
- dapat mengambil pelajaran dari buku-buku
- yang terdapat di punggungnya. Hanya
- keletihan, kelelahan. Ini yang terjadi
- pada kita kaum muslimin. Jadi mungkin
- apa yang saya ucapkan ini agak sedikit
- ekstrem tapi kenyataan. Oleh karena itu
- kita berharap Mas Krishna kita dengan
- Radio Rasil dengan umatan Wahidah dan
- juga media-media Islam yang lain
- bersama-sama mengajak orang untuk
- kembali kepada Allah bersatu dalam agama
- Allah.
- Jangan mengajak kepada kelompoknya,
- kepada golongannya. Dan ajakan ini tidak
- sama sekali selaras dengan ajakan Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam. Dan perpecahan
- bergolong-golongan merupakan buah dari
- syirik. Bersatu dalam agama Allah
- merupakan bukti keimanan kita kepada
- Allah Subhanahu wa taala.
- Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Bapak Joko, S.
- Banten. Asalamualaikum, Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam. Apa, Pak, makna ukhuwah
- islamiah di tengah polarisasi umat?
- Jawaban dari pertanyaan ini sebetulnya
- merupakan
- jawaban yang sama dan serupa dengan apa?
- Dengan yang kita sebutkan tadi
- ya pada jawaban apa yang kira-kira ya
- akan dilakukan Rasul kalau Rasul hidup
- kembali.
- Dengan sendirinya mengajak umat semua
- kembali kepada Allah, bersatu dalam
- agama Allah. menjadikan Al-Qur'an
- sebagai pedoman hidup mereka dan Nabi
- dengan sunah-sunahnya sebagai idola dan
- tauladan mereka.
- Nah, di tengah-tengah
- tantangan kehidupan saat ini,
- arus yang saling tarik-menarik,
- kita sebagai kaum muslimin
- seharusnya
- untuk menghadapi tantangan yang berat
- ini, begitu juga berhadapan dengan arus
- yang begitu dahsyat, yang luar biasa,
- yang menjadi pangkal di balik semua ini
- adalah setan yang meniupkan di hati para
- pengikutnya materialisme
- dengan melupakan hari akhirat.
- Menjadikan dunia sebagai tujuan hidup
- utama. Akhirnya mereka menghalalkan
- segala cara untuk mencapai tujuan
- mereka. Walaupun mereka mengaku sebagai
- orang Islam, tapi tidak ada ikatan di
- hati mereka dengan ajaran dan tuntunan
- Islam yang datang dari Allah. Bahkan
- mereka meragukan. Oleh karena itu, makna
- ukhuwah islamiah
- itu sebetulnya merupakan apa? Merupakan
- inti dari apa? Dari masyarakat Islam
- yang sebenarnya yang seharusnya mereka
- lakukan. Tidak akan ada Islam tanpa ada
- persatuan.
- Oleh karena itu, pesan dari Allah
- Subhanahu wa taala agar apa? Di
- tengah-tengah kita terdapat satu umat
- atau beberapa umat yang bersama-sama
- mengajak manusia untuk apa? Untuk
- melakukan perbuatan-perbuatan baik dan
- mulia, beramar makruf, bernahi mungkar
- dan merekalah orang-orang yang
- beruntung.
- Lalu Allah jelaskan, wala takunu
- kalladina tafarraqu wtalafu min ba'di ma
- jaahumul bayyinat. Jangan kalian
- termasuk dari orang-orang yang
- bercerai-berai,
- berselisih. Setelah datangnya
- albayyinat, petunjuk yang begitu jelas
- dan keterangannya dari Allah Subhanahu
- wa taala.
- Waulaika lahumzabunim. Mereka-mereka
- yang bercerai-berai, Allah ancam mereka
- dengan azab yang maha besar. Dan
- sebelumnya Allah berfirman,
- biillahi jamian w tafarqu. Berpeganglah
- kepada tali Allah dan jangan kalian
- berpecah belah dan bercerai-berai.
- Ini pesan-pesan Allah. Nah, perintah
- untuk bersatu dalam agama Allah
- Subhanahu wa taala Mas Kristen bukan
- berarti
- kita apa? Bukan berarti kita
- dibatasi dalam berpikir,
- dibatasi dalam berpendapat, sama sekali
- tidak.
- Tapi kita disatukan
- atau diperintahkan untuk bersatu dalam
- prinsip-prinsip Islam.
- diperintahkan untuk bersatu dalam
- prinsip-prinsip Islam.
- Kemudian kita berlapang dada
- di saat berhadapan dengan perbedaan
- pendapat yang merupakan
- hasil dari pikiran manusia dan ijtihad
- mereka.
- Jangan masing-masing mengklaim
- bahwasanya apa? bahwasanya pendapat dia
- yang hak sedangkan pendapat orang lain
- yang batil.
- Sedangkan yang berhak memonopoli al-Haq
- dalam arti yang sebenarnya hanya Allah
- Subhanahu wa taala.
- Di mana apa yang datang dari Allah
- dialah kebenaran yang mutlak. Apa yang
- bertentangan dengan petunjuk Allah dia
- merupakan kebatilan yang mutlak dan
- pasti. Karena baal haqqi illal. Dan
- dengan tegas Allah mengatakan,
- "Alhaqubik."
- Yang namanya hak itu yang datang dari
- Tuhanmu. Sedangkan di antara kita
- yang ada adalah apa? Yang ada adalah
- kebenaran. Ya, yang terkadang bersifat
- relatif hasil pemikiran kita. Terkadang
- kebenaran tersebut kebenaran yang tidak
- sempurna.
- Maka diperlukan ada kebersamaan
- dalam kita menghadapi perbedaan agar
- kita dapat saling menyempurnakan. Dengan
- kita duduk bersama-sama berdiskusi
- dengan mengharapkan rida Allah Subhanahu
- wa taala,
- kita bisa
- menemukan dan bersepakat dalam
- kesepakatan yang lebih indah daripada
- kalau seorang berjalan sendiri-sendiri.
- Kalau setiap orang berpendapat
- sendiri-sendiri, bukan duduk
- bermusyawarah bersama-sama, maka dengan
- sendirinya hasilnya akan berbeda dengan
- kebenaran yang kita sepakati.
- Tapi walaupun demikian, Mas Krishna,
- selagi kita berada dalam skala pendapat,
- hendaknya kita mencontoh akhlak dari
- para sahabat Nabi. Mereka berbeda, tapi
- mereka tidak bermusuh-musuhan.
- Begitu juga para tabiin. Mereka berbeda.
- Mereka tidak saling sama sekali
- menyerang dan saling menyesatkan. Begitu
- pula aimmah mujtahidin. Kita lihat
- bagaimana Imam Syafi'i, Imam Malik ya
- merupakan guru dan murid. Imam Malik
- sebagai guru, Syafi'i sebagai murid.
- Begitu pula Abu Hanifah.
- Abu Hanifah
- salah seorang imam juga. Begitu pula
- Ahmad bin Hambal merupakan salah satu
- imam mujtahid. Kita saksikan bagaimana
- perbedaan pendapat di antara mereka ada,
- tapi mereka tidak saling menyesatkan,
- tidak saling mengkafirkan sebagaimana
- yang kita jumpai pada saat ini.
- Kenapa dulu mereka bisa bersama dan
- bersatu? Karena mereka tahu bahwasanya
- perbedaan pendapat itu di antara manusia
- merupakan kewajaran
- dan tidak ada yang sempurna.
- H
- tapi dengan berkumpul bersama-sama
- mereka duduk berdiskusi, bermusyawarah,
- mereka bisa saling melengkapi satu
- dengan lainnya. Oleh karena itu, jangan
- sekali-sekali seorang ustaz
- dengan pendapatnya
- dia menyesatkan pendapat orang lain.
- Padahal ini merupakan ranah ijtihad yang
- tidak bersumber dari nas yang pasti yang
- datang dari Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi kita bersatu dalam keimanan kita
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Kita
- bersatu dalam rukun Islam kita. kita
- membangun ukhuwah, bekerja sama dalam
- yang makruf, ya. Kemudian bersama-sama
- kita mencegah dan memerangi yang mungkar
- dan kita bersatu bersama-sama dalam
- menghadapi
- musuh-musuh yang memerangi kita, yang
- menganiaya kita atau saudara-saudara
- kita. Seperti musuh yang sedang
- melakukan penganiayaan terhadap saudara
- kita di Gaza. Seharusnya umat Islam
- bangkit bersatu bersama-sama. Tapi yang
- kita jumpai ternyata sebahagian kaum
- muslimin bahkan sebahagian
- pemimpin-pemimpin Arab bukan hanya tidak
- menolong malah mereka berpihak kepada
- musuh-musuh kaum muslimin atau
- musuh-musuh saudara mereka. Di sini
- menjelaskan kepada kita bahwa ini
- jelas-jelasan bukan perbedaan pendapat.
- Ini menjelaskan perbedaan loyalitas
- yang loyal kepada Allah. Pasti mereka
- akan loyal kepada saudara mereka, akan
- membantu saudara mereka. Sebagaimana
- sabda Nabi, "Almukmin akhul mukmin
- laimuhu wuluh."
- Tapi mereka-mereka yang tidak loyal
- kepada kaum muslimin walaupun mereka
- mengajukan alasan yang bermacam-macam,
- mereka berpihak kepada Zionis, maka
- mereka dengan sendirinya bukan lagi
- saudara-saudara kaum muslimin, tapi
- merupakan saudara-saudara kaum Zionis
- yang hati mereka bersama mereka.
- Jadi, Mas Krisna, problema yang kita
- hadapi pada saat ini kita dalam syariat
- Allah tidak bersatu, tapi dalam
- sudah tidak bersatu dalam syariat Allah,
- kita juga menempatkan pendapat-pendapat
- manusia kedudukannya lebih tinggi
- daripada syariat manusia.
- menempatkan pendapat manusia, fikih
- manusia, bahkan menempatkan manusianya
- lebih tinggi dari kedudukan Allah maupun
- Rasulnya. Mereka memuja pendapat manusia
- secara berlebihan walaupun jelas-jelasan
- bertentangan dengan petunjuk Allah dan
- sunah rasul-Nya. Lalu mereka beralasan,
- bermacam-macam melakukan pembenaran. Ini
- yang terjadi di tengah-tengah kaum
- muslimin. Oleh karena itu, dakwah kita
- kita harapkan sampai kita meninggalkan
- dunia hanya mengajak manusia kepada
- Allah.
- Kemudian bersama-sama juga kita bersatu
- dalam Islam dalam perbedaan pendapat
- kita saling menghargai dan saling
- menghormati dan saling mendoakan agar
- Allah Subhanahu wa taala menerima amal
- kita, mengampuni dosa kita, dan
- meneguhkan warak kita hanya kepada
- Allah, kepada Rasul-Nya dan kaum
- muslimin. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Abu Kiki.
- Asalamualaikum Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullah. ee
- bagaimana hukumnya seseorang
- mensejahterakan karyawannya dalam suatu
- perusahaan dan bagaimana hukumnya orang
- yang menyia-nyiakannya dari Abu Kiki.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- pemilik perusahaan
- yang membuka satu usaha
- bersama karyawannya
- ya yang mengelola perusahaan tersebut.
- Mereka merupakan mitra mereka merupakan
- mitra kerja sama.
- keuntungan yang didapatkan oleh para
- owner atau pemilik perusahaan dengan
- sendirinya Mas Krisna itu merupakan
- hasil kerja juga dari siapa? Dari
- karyawan-karyawan yang bekerja.
- Oleh karena itu mereka bersama pemilik
- usaha merupakan mitra yang bekerja sama
- mengelola usaha sesuai dengan potensi
- mereka masing-masing.
- Maka atas dasar ini
- seharusnya mereka memperlakukan
- karyawan-karyawan mereka bukan sebagai
- alat kerja disamakan dengan alat kerja
- ya. Tapi mereka diperlakukan bagaikan
- mitra. Keuntungan yang didapatkan oleh
- pemilik perusahaan
- itu juga apa atau keuntungan yang
- didapatkan oleh perusahaan. Karyawan
- juga memiliki hak pada apa? Pada
- keuntungan tersebut.
- Jadi di samping gaji yang diberikan
- kepada para karyawan ya dengan
- sendirinya mereka juga menerima apa?
- Menerima juga keuntungan sesuai dengan
- peran mereka.
- Oleh karena itu, di samping mereka
- menerima gaji setiap bulan ya untuk
- kebutuhan mereka hidup bersama keluarga
- mereka yang layak, seharusnya mereka
- memiliki saham
- dari keuntungan perusahaan. Dan sahamnya
- bukan diberikan hanya untuk eselon 1,
- eselon 2, tapi juga kepada para karyawan
- di bawah juga mereka berhak menerima
- bonus.
- Nah, dengan ini insyaallah mudah-mudahan
- juga para karyawan akan lebih prihatin,
- akan lebih menjaga, akan lebih serius
- untuk bekerja karena mereka merasa apa?
- Mereka bukan sebagai karyawan semata,
- bukan hanya sebagai alat kerja, tapi
- mereka merupakan orang-orang juga yang
- memiliki saham pada keuntungan
- perusahaan.
- Tapi ternyata nidam yang dilakukan atau
- sistem yang diberlakukan bukan sistem
- yang islami, Mas Krisna.
- sistem yang diberlakukan sistem
- kapitalis
- yang menganggap buruh ini sama dengan
- alat kerja.
- Jadi karyawan yang bekerja dianggap sama
- dengan alat kerja,
- bukan diperlakukan sebagai mitra. Oleh
- karena itu, kita saksikan para pemilik
- modal meraup keuntungan yang
- sebesar-besarnya
- sedangkan buruh digaji dengan
- semurah-murahnya.
- Jadi mereka memproduksi barang,
- mempekerjakan orang yang bekerja dengan
- semurah-murahnya atau semurah-murahnya
- biaya. Tapi para pemilik modal justru
- meraup keuntungan yang sebesar-besarnya.
- Para pemilik modal mereka kaya, raya,
- berkembang dengan pesat. Apabila terjadi
- krisis, Mas Krisna,
- terjadi krisis ya di mana
- terjadi krisis ekonomi,
- maka pada saat itu mereka segera
- mengambil kebijakan untuk mempihakakan
- para pekerja tanpa memberikan mereka
- imbalan yang layak.
- Tapi pada saat mereka butuh ya mereka
- membuka pintu untuk menyambut para
- pekerja. Kemudian untuk mempermudah
- mereka melakukan PHK tanpa menjadi beban
- buat mereka masukan outsourcing sistem
- kontrak.
- Sistem K yang diperbaharuiya setiap 2
- tahun, setiap 3 tahun atau setiap tahun
- bekerja. Masa kontraknya habis mereka
- keluar begitu saja tanpa ada pesangon.
- Bahkan jaminan kesehatan pun tidak
- memadai yang diberikan kepada mereka.
- Dengan cara seperti ini, mereka tidak
- memperlakukan
- orang-orang yang bekerja seperti saudara
- mereka dan mitra mereka. Padahal kalau
- mereka perlakukan seperti saudara mereka
- yang bekerja untuk memberikan keuntungan
- buat mereka, memberikan juga
- kesejahteraan buat mereka hingga mereka
- mampu mendidik anak-anak mereka untuk
- dapat berkembang maju bahkan lebih baik
- daripada mereka. Nah, pada saat ini para
- karyawan jangankan untuk membiayai
- pendidikan anak mereka masuk makan minum
- mereka pun susah.
- Sedangkan mereka untuk berhemat
- siang-siang mereka makan Indomie di
- kantor di pekerjaan. Pagi-pagi juga gizi
- tidak memadai mudah sekali mereka
- terkena penyakit. Kemudian begitu mereka
- berhabis-habis masa kontraknya mereka
- tanpa diberikan apa-apa sama sekali.
- Pada saat mereka kuat dimanfaatkan, pada
- masa mereka lemah mereka diabaikan,
- ditinggalkan. Dan ternyata kebanyakan
- pemilik perusahaan ini dan pembuat
- regulasi juga ada sesama saudara mereka
- kaum muslimin. Jadi yang terpikir di
- benak para pengusaha ini bagaimana
- mereka memproduksi ya mempekerjakan
- orang semurah-murahnya, meraup
- keuntungan semal-mahalnya. Nah, ini
- bukan merupakan sistem yang islami.
- Tapi orang-orang Islam ya yang sejati
- adalah mereka yang betul-betul
- memperlakukan orang-orang yang bekerja
- bersama mereka dengan perlakuan yang
- baik dan mulia. Menganggap mereka
- merupakan mitra kerja saudara mereka. Di
- saat mereka mendapatkan keuntungan,
- mereka juga berbagi dengan orang-orang
- yang berkontribusi dalam keuntungan yang
- mereka terima.
- ini insyaallah akan apa akan membuat
- perusahaan betul-betul apa melahirkan
- kebersamaan di mana kesenjangan di
- antara pengusaha dan orang-orang yang
- bekerja tidak terlalu jauh. Nah, kalau
- kita lihat sekarang di Barat mulai
- antara kapitalisme dengan apa? dengan ee
- sudah kapitalismenya sudah tidak murni
- lagi kapitalisme. Karena rakyat sudah
- mulai berkembang berpendidikan maju ya
- zaman-zaman perbudakan telah berlalu.
- Mereka mulai mengubah memberikan jaminan
- untuk para pekerja mereka baik
- kesehatannya, jaminan hari depan di
- Australia sebagai contoh. Pada saat
- mereka bekerja mereka menerima imbalan
- mereka bahkan jaminan kesehatan mereka
- kalau ada kecelakaan mereka menerima
- ganti rugi. pada saat mereka sakit penuh
- ditanggung oleh apa? Oleh pemerintah.
- Kemudian di saat mereka tidak mampu
- bekerja, mereka menerima imbalan mereka.
- Jadi kalau kita perhatikan justru negara
- seperti Australia yang bukan negara
- Islam jauh lebih baik dibandingkan
- dengan negara-negara yang mayoritas
- penduduknya beragama Islam tapi mereka
- tidak mengamalkan Islam.
- ini yang terjadi. Oleh karena itu, bagi
- para pengusaha
- dengan sendirinya hendaklah mereka
- memperlakukan karyawan mereka dengan
- perlakuan yang baik dan mulia. Kalau
- pada permulaan usaha mereka belum
- menghasilkan keuntungan, dibutuhkan juga
- pengertian dari para karyawan.
- Katakan pada mereka, insyaallah begitu
- kita maju, kita maju bersama-sama. Jadi,
- bersabar ini yang mampu kita berikan
- untuk kalian. Begitu usaha berkembang,
- keuntungan juga melimpah,
- mereka tetap diingat dan tak dilupakan.
- Tapi begitu perusahaan mengalami
- kesepian,
- pengusaha tidak melakukan PHK tapi
- bermusyawarah bersama mereka. Bagaimana
- kita menghadapi situasi seperti ini.
- Hasil perusahaan kita atau usaha kita
- mampu untuk menutupi gaji yang
- sebelumnya. Bagaimana kalau kita
- bersama-sama mengurangi pendapatan kita
- sambil menantikan datangnya kemudahan?
- Insyaallah bila perusahaan kembali
- sehat, kita bersama-sama juga menikmati
- manisnya. Saya yakin kalau pada masa
- senang, masa keuntungan mereka
- diperlakukan mulia, pada saat susah
- mereka juga bisa menerima. Yang penting
- ada transparansi
- yang dibawa tahu bagaimana kondisi
- perusahaan, bagaimana kondisi juga
- penjualan, ya, bagaimana juga kenaikan
- katakan bahan-bahan pokok komoditas
- untuk usaha mereka. Kalau mereka
- menerima semua ini untuk kebaikan mereka
- dan nanti bisa disaring orang yang
- loyal, yang setia sama orang-orang yang
- apa yang pragmatis yang hanya mau
- bergabung bersama kita pada saat senang.
- Kita bisa memilih orang-orang jujur,
- orang-orang yang setia, orang-orang yang
- mau bekerja dengan tulus. Bukan hanya
- pada saat senang, pada saat susah juga
- mereka mau ikut menanggung
- suka duka yang dialami oleh perusahaan.
- Jadi kita ingin betul-betul
- bagaimana kaum muslimin di saat mereka
- membuka usaha memperlakukan karyawan
- mereka dengan perlakuan yang mulia
- sesuai dengan kemampuan mereka. La
- yukallifulahu nafsan
- illa ma ataha sayaj'alullahu ba'da usrin
- yusro. Saya katakan kalau saya buka
- usaha dan saya punya kemampuan, saya
- akan berikan untuk orang yang bekerja
- gaji yang betul-betul sesuai dengan
- kebutuhan mereka.
- Kita perhatikan mereka, perhatikan juga
- rumah tinggal mereka, kesehatan mereka.
- Tapi kalau seandainya kita dalam keadaan
- pas-pasan, yang kita berikan sesuai
- dengan kemampuan kita, tapi tetap kita
- perlakukan mereka bukan sebagai alat
- kerja atau sebagai budak ya, tapi kita
- perlakukan mereka sebagai mitra kerja.
- Bersama-sama kita menikmati keuntungan,
- bersama-sama juga kita bersabar
- berhadapan dengan cobaan. terutama pada
- masa krisis saat ini. Pada masa krisis
- saat ini dengan sendirinya
- kalau kita perlakukan para pekerja kita
- dengan mulia, mereka tidak akan
- meninggalkan kita. Mereka akan
- bersama-sama kita. Tapi ingat, jangan
- kita juga sewenang-wenang mempehk
- mereka.
- Akhirnya mereka kehilangan pekerjaan
- mereka, kehilangan juga harapan mereka.
- Dan mereka ada yang sudah berada pada
- usia. Kalau mereka melamar pekerjaan
- tidak akan diterima. Jadi mari
- bersama-sama
- kita apa? Kita menikmati keuntungan
- secara bersama-sama dengan penuh kasih
- sayang dan syukur. Tapi pada saat kita
- menghadapi cobaan juga kita rasakan
- bersama-sama. Dan ini insyaallah akan
- meringankan beban hidup kita. Dan Nabi
- selalu mengingatkan kita untuk
- memperlakukan para pekerja kita dengan
- mulia. Orang yang diberikan nikmat
- bersyukur. Sedangkan orang-orang yang
- dicoba dengan kekurangan mereka
- bersabar. Yang diberikan nikmat mereka
- berbagi dengan saudara mereka. Tapi kita
- belum merasakan betul-betul apa? Belum
- merasakan di tengah-tengah kita
- usaha-usaha yang betul-betul islami.
- Yang ada banyak menggunakan Islam
- sebagai casing tapi isinya jauh dari
- nilai-nilai Islam. Wallahualam. Sudah
- pukul 10.43 ya. Oke. Hah?
- Sudah. Oh, oke. Ini baik. Terima kasih
- untuk Anda yang sudah kirim pertanyaan
- tapi belum sempat dibalas. Ada Bunda
- Rani di Sukabumi, Faizul di Karawang,
- kemudian Mutar di Purwakarta. Mohon maaf
- tidak bisa kami bacakan karena
- keterbatasan waktu. Terima kasih.
- Terima kasih juga Algi. Saya Muhammad
- Krisna ucapkan wabillahi taufik walayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.